P. 1
Makalah Kenakalan Remaja Akibat Pengaruh Globalisasi

Makalah Kenakalan Remaja Akibat Pengaruh Globalisasi

5.0

|Views: 11,236|Likes:
Published by Mumu Ea

More info:

Published by: Mumu Ea on Jan 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

Remaja

Kenakalan remaja merupakan suatu problematika sosial yang membutuhkan

penanngulangan berkalan dan kontinu, tak cukup hanya sekali untuk mengatasinya.

Ini bagaikan suatu efek samping yang pasti ada dari kehidupan manusia di dunia.

Sehingga lebih tepat penanggulangan yang ada berikut ini hanya sebatas langkah

preventif dan minimalisir dari kenakalan remaja yang ada. Karena sebagai suatu

resiko dan efek samping dari kehidupan, keberadaan kenakalan remaja akan selalu

ada kapanpun, dimanapaun, oleh siapapun di kehidupan sosial manusia di dunia ini.

A.

Remaja Intern

a)

Remaja hendaknya selalu memperkuat iman dan takwanya

terhadap agama, sehingga bias menjadi benteng dasar dari berbagai bentuk

tindakan kenakalan maupun criminal.

b)

Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur

orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga

mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap

ini.

c)

Remaja harus membentuk ketahanan diri agar tidak mudah

55

terpengaruh jika ternyata keluarga (orang tua ), teman sebaya atau komunitas

yang ada tidak sesuai dengan harapan.

d)

Remaja harus pandai memilih teman dan lingkungan yang baik

untuk diajak bergaul.

e)

Remaja harus bisa kreatif dan inovatif, serta penuh percaya diri

dalam perkembangan kepribadian mereka.

B.

Lingkungan Keluarga

Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang primer dan bersifat

fundamental. Disitulah remaja dibesarkan, memperoleh penemuan-penemuan,

belajar dan berkembang. Bermodalkan pengalaman-pengalaman yang

diperolehnya dalam keluarga inilah bergantung kelangsungan hidupnya. Tidak

hanya remaja yang belajar menghadapi kehidupannya yang “baru” tetapi orang tua

juga perlu banyak belajar menghadapi perubahan-perubahan dan menemukan cara

terbaik untuk menghadapinya.

Orang tua sebaiknya mempersiapkan diri untuk mengenal lebih jauh dalam

membimbing anaknya saat masa remaja :

a)

Kenali mereka lebih dekat yaitu informasi mengenai remaja dan

perubahan-perubahan yang terjadi di dalam dirinya.

b)

Kenali perubahan fisik pada remaja dan dampaknya terhadap diri

anak.

c)

Kenali perubahan emosi remaja dan caranya mencari perhatian

orang tua serta reaksi emosinya dalam menghadapi masalah.

d)

Menciptakan hubungan komunikasi yang harmonis, nyaman dan

penuh kasih sayang bagi remaja, membentuk kebiasaan-kebiasaan yang

56

positif, memberlakukan aturan dalam keluarga, menyikapi “kesalahan” anak,

“mengambil hati” anak dan “mencuri perhatian” anak.

e)

Kenali perubahan lingkungan misalnya peran gender serta rasa

keadilan antara pria dan wanita; teman dan permasalahannya; naksir, ditaksir

dan pacaran.

f)

Berilah pengertian mengenai masalah-masalah seksualitas,

kelainan seksual dan pengaruh buruk yang ada di masyarakat, secara terbuka,

sabar, dan bijaksana kepada para remaja.

g)

Adanya motivasi dari keluarga untuk mendapatkan sebanyak

mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya

dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya

gagal pada tahap mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri

h)

mengarahkan untuk mempunyai teman bergaul yang sesuai,

orangtua hendaknya juga memberikan kesibukan dan mempercayakan

sebagian tanggung jawab rumah tangga kepada si remaja tidak dengan

pemaksaan maupun mengada-ada

i)

Dalam hal ilmu pengetahuan, arahkanlah agar anak memilih

jurusan sesuai dengan kesenangan dan bakat anak, bukan semata-mata karena

kesenangan orang tua.

j)

Arahkan anak untuk menyenangi dan mengembangkan bakat dan

keinginannya dalam hal yang baik, jangan memberi tekanan pada anak.

k)

Anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan

kenyataan. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering

tidak seperti harapan kita, sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan.

57

l)

orangtua hendaknya bersikap seimbang, seimbang antara

pengawasan dengan kebebasan.

m)

Orangtua hendaknya memberikan pengertian dan teladan dalam

menekankan bimbingan serta pelaksanaan latihan kemoralan.

n)

Menumbuh kembangkan perasaan malu dan takut melakukan

perbuatan yang tidak baik ataupun berbagai bentuk kejahatan inilah yang akan

menjadi 'pengawas setia' dalam diri setiap orang, khususnya para remaja.

o)

Saat ataupun setelah melakukan kenakalan berikanlah saran agar

dia tidak melakukan maupun mengulangi perbuatan itu lagi. Bila tidak

mempan diberi saran, berilah hukuman yang mendidik bila perbuatan itu tetap

diulang. Usahakan dengan berbagai cara agar anak tidak lagi mengulangi

perbuatan yang tidak baik itu.

p)

memberikan uraian tentang akibat perbuatan buruk yang dilakukan

anaknya

q)

Orang tua hendaklah berlaku adil tanpa pilih kasih terhadap anak-

anaknya, menerima anak apa adanya tanpa syarat dan pengecualian, walau si

anak nakal sekalipun.

r)

Orang tua hendaknya memilih dan mengawasi tayangan yang baik

dan bermanfaat bagi perkembangan anak remaja mereka.

s)

Mendisiplinkan anak dengan kasih sayang untuk mengefektifkan

melatih dan memastikan anak mematuhi peraturan tertentu.

t)

Memberi kesempatan dan kebebasan pada anak untuk terbuka

dalam hal apapun terhaadap orang tua, termasuk dalam hal permasalahan yang

menyangkut kenakalan.

58

u)

Memberikan solusi-solusi dan motivasi terhadap permasalahan

yang sedang dihadapi si anak.

v)

Hendaknya orang tua sabar dalam membimbing anak-anak

remajanya, tanpa bersikap otoriter terhadap anak dalam hal apapun.

Selain itu Keluarga sebagai lembaga pendidikan primer dan fundamental

harus memiliki peranan ;

a)

Keluarga sebagai pusat pendidikan : disini orang tua berperan

dalam pembentukan kepribadian remaja karena orang tua mendidik, mengasuh

dan membimbing remajanya untuk hidup di dalam masyarakat.

b)

Keluarga sebagai pusat agama : dalam hal ini orang tua memiliki

peranan yang sangat vital, aagaama merupakan suatu pondasi dasar dari

kepribadian seorang remaja. Penanaman, pengembangan, dan

pengimplementasian nilai-nilai keimanan dan ketakwaan wajib hukumnya

bagi orang tua, sebagai suatu indikator moral seorang anak.

c)

Keluarga sebagai pusat ketenangan hidup : dalam mempertahankan

hidupnya sering orang mengalami gangguan pikiran, menemui frustasi dan

untuk mendapatkan kekuatannya kembali maka keluarga adalah pangkalan

yang paling vital.

C.

Lingkungan Sekolah

a)

Sekolah sebagai pusat pendidikan bagi siswa

dalam rangka menimba pengetahuan, keterampilan seni budaya, olahraga

serta meningkatkan budi pekerti yang luhur, untuk ini diperlukan sarana

dan prasarana yang memadai serta perlu diciptakan lingkungan yang

bersih, sehat, tertib serta aman agar dapat menunjang keberhasilan PBM

karena itu guru perlu dapat menciptakannya.

59

b)

Sekolah juga wajib memberikan pendidikan

agama lanjutan setelah keluarga, sebagai indikator pengimplementasian

nilai-nilai moral dan agama pada siswa (anak remaja), karena sekolah

merupakan tempat kedua remaja sering dan mudah berinteraksi dengan

berbagai hal termasuk yang buruk.

c)

Lingkungan sekolah yang sehat dan dinamis. Guru

adalah orangtua siswa di sekolah karena itu perlu adanya sikap berdialog

guru dengan siswa tentang berbagai hal khusus tentang masalah belajar

sehingga keberhasilan dalam belajar dapat tercapai.

d)

Bagi guru layak bersikap objektif terhadap semua

siswa di kelas, jika ada kebiasaan / sifat yang dapat mengganggu interaksi

guru dan siswa atau emosional di dalam kelas, selayaknya cepat diubah

dan di perbaiki.

e)

Perhatian guru terhadap siswanya diupayakan agar

dapat mengetahui kelemahan siswa dalam banyak aspek terutama dalam

proses belajar dan pergaulan yang sehat sehingga guru menadapat cara

yang paling baik untuk menolong dan mengatasi kesulitan lainnya

siswanya.

f)

Motivasi belajar siswa timbul dari dirinya sendiri

sehingga siswa dapat belajar dengan tertib, patuh pada peraturan yang ada

di sekolah dan tidak terpengaruh oleh hal – hal yang negative

g)

Program sekolah yang terpadu. Diberikan kegiatan

intrakurikuler dan ekstrakurikuler secara terpadu. Melalui kegiatan

pramuka, olahraga, kesenian, karya wisata, pencinta alam dan sebagainya,

60

dapat memberikan aktivitas yang sehat dan dinamis serta bekal untuk masa

depannya.

D.

Lingkungan Masyarakat

a)

Pengadaan karang taruna, remaja masjid, KNPI atau organisasi

pemuda lainnya oleh masyarakat sebagai wadah aktifitas yang bermanfaat

bagi para remaja, serta dalam organisasi remaja diharapkan remaja dapat

berkomunikasi dengan teman – temannya, membicarakan masalah –

masalah atau kesulitan yang dialaminya dengan dibimbing oleh konsultan

yang ada di dalam organisasi tersebut.

b)

Bersama remaja warga masyarakat juga aktif dalam melaksanakan

bakti sosial sehingga diperoleh pengalaman praktis yang positif dari

kehidupan bermasyarakat. Hal ini untuk melatih fisik, mental, aktivitas dan

kreativitas remaja sehingga terbentuk pribadi yang militant dan dinamis

sebagai generasi penerus.

c)

Masyarakat hendaknya menjadi kontrol sosial terbesar

perkembangan para remaja, dengan mengarahkan remaja kea rah yang

baik

d)

Menutup / membubarkan tempat-tempat / tongkrongan-

tongkrongan remaja yang tidak bermanfaat dan cenderung menimbulkan

kemaksiatan, khususnya bagi para remaja.

e)

Ikut serta dalam menciptakan suasana lingkungan yang kondusif,

yang secara tidak langsung juga akan sangat bermanfaat memengaruhi

pertumbuhan tingkah laku serta psikologis remaja.

E.

Pemerintah

61

a)

Dalam hal pendidikan dan ilmu pengetahuan, pemerintah harus

turut serta memberikan penanaman tata nilai dan norma yang baik dan

seuai dengan kehidupan sosial dan beragama Indonesia melalui, pemberian

bidang studi seperti Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan,

Ilmu Budaya Dasar, Pendidikan Pancasila, dll.

b)

Dalam hal kehidupan sosial, pemerintah wajib menjadi kontrol

sosial bagi pertumbuhan dan perkembangan generasi muda negaranya,

dengan memberi fasilitas-fasilitas sosial baik berupa, bacaan, tayangan

maupun teknologi yang mendidik dan membentuk pribadi remaja yang

baik.

c)

Pemerintah harus bersifat selektif dan preventif terhadap aspek-

aspek globalisasi yang masuk maupun dapat merusak generasi remaja

bangsa, dalam hal dan bentuk apapun.

d)

Pemerintah perlu mengadakan berbagai penyuluhan kepada para

remaja mengenai hal-hal negative yang dapat merusak masa depan para

remaja. Salah satunya kenakalan remaja.

62

BAB IV

PENUTUP

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->