P. 1
Makalah Kenakalan Remaja Akibat Pengaruh Globalisasi

Makalah Kenakalan Remaja Akibat Pengaruh Globalisasi

5.0

|Views: 11,303|Likes:
Published by Mumu Ea

More info:

Published by: Mumu Ea on Jan 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

Sections

1.Bagi para remaja khususnya, filter (penyaring) yang paling mendasar

adalah kita kembali kepada ajaran agama. Keimanan dan ketakwaan yang

teguh akan menjadi pondasi dan kepribadian dasar yang menyaring

pengaruh kebudayaan barat ataupun kebudayaan buruk lainnya yang dapat

menyeret kita ke jurang dosa berupa kenkalan remaja.

2.Perkembangan Iptek di era globalisasi sekarang harusnya bisa

dimanfaatkan dengan baik sebagai pembentuk kepribadian generasi cerdas

bagi para remaja sekarang ini. Serta bisa disikapi dengan baik dan bijaka

akan berbagaid dampak negatif dari perkembangan teknologi ini. Sehingga

tidak terlahir kenakalan remaja berupa atau akibat disfungsional teknologi

3.Semua pihak yang terkait, khususnya keluarga dan sekolah sebagai dua

lingkungan terdominan remaja, wajib memberi pendidikan dan

pengetahuan yang baik berdasar tata nilai, norma, agama, serta hokum

yang berlaku di negarai ini, serta menjadi pembentuk, pembimbing

64

sekaligus pengawas kepribadian dan pertumbuhan remaja ke arah yang

positif terhindar dari efek-efek negatif, termasuk salah satunya ke dalam

kenakalan remaja.

DAFTAR PUSTAKA

Sudarsono. 2004. Kenakalan Remaja. Jakarta: Rineka Cipta.

Abdulkarim, Aim. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung:

Grafindo Media Pratama.

Mu’in, Idianto. 2004. Sosiologi. Jakarta: Erlangga.

Kartini, Kartono. 1986. Psikologi Sosial 2: Kenakalan Remaja. Jakarta:

Rajawali.

Sumber Internet :

http://www.wikipedia.org

http://www.psikologi.tarumanagara.ac.id

http://www.iscribd.com

http://h2dy.wordpress.com

http://www.anneahira.com/narkoba

65

http://eka-punk.blogspot.com

http://h4b13.wordpress.com

http://www.ubb.ac.id

KENAKALAN REMAJA

Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Para ahli pendidikan
sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 - 18 tahun. Seorang
remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun masih belum
cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Mereka sedang mencari pola hidup
yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metoda coba-coba
walaupun melalui banyak kesalahan. Kesalahan yang dilakukan sering menimbulkan
kekuatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan dan
orangtuanya. Kesalahan yang diperbuat para remaja hanya akan menyenangkan teman
sebayanya. Hal ini karena mereka semua memang sama-sama masih dalam masa
mencari identitas. Kesalahan-kesalahan yang menimbulkan kekesalan lingkungan
inilah yang sering disebut sebagai “kenakalan remaja”.
Kenakalan remaja itu harus diatasi, dicegah dan dikendalikan sedini mungkin agar
tidak berkembang menjadi tindak kriminal yang lebih besar yang dapat merugikan
dirinya sendiri, lingkungan masyarakat dan masa depan bangsa.
Setiap periode hidup manusia punya masalahnya sendiri-sendiri, termasuk periode
remaja. Remaja seringkali sulit mengatasi masalah mereka. Ada dua alasan hal itu
terjadi, yaitu : pertama; ketika masih anak-anak, seluruh masalah mereka selalu
diatasi oleh orang-orang dewasa. Hal inilah yang membuat remaja tidak mempunyai
pengalaman dalam menghadapi masalah. Kedua; karena remaja merasa dirinya telah
mandiri, maka mereka mempunyai gengsi dan menolak bantuan dari orang dewasa.
Remaja pada umumnya mengalami bahwa pencarian jati diri atau keutuhan diri itu
suatu masalah utama karena adanya perubahan-perubahan sosial, fisiologi dan
psikologis di dalam diri mereka maupun di tengah masyarakat tempat mereka hidup.
Perubahan-perubahan ini dipergencar dalam masyarakat kita yang semakin kompleks
dan berteknologi modern.
Arus perubahan kehidupan yang berjalan amat cepat cenderung membuat individu

66

merasa hanya seperti sebuah sekrup dalam mesin raksasa daripada seorang makhluk
utuh yang memiliki di dalam dirinya suatu keyakinan akan identitas diri sebagai
seorang pribadi.

DEFINISI
Istilah “kenakalan” yang dimaksud adalah tingkah laku yang dianggap menyimpang
dari norma-norma sosial masyarakat dan mengganggu ketentraman masyarakat.
Kenakalan remaja (Juvenile Delinquence) adalah merujuk kepada perbuatan dan
aktivitias remaja yang berlawanan dengan norma-norma masyarakat, undang-undang
negara dan agama, seperti mencuri, merampok, menodong, berzina, membunuh,
merampas, durhaka kepada kedua ibu bapak dan sebagainya. Perbuatan remaja
dikatakan “nakal” karena remaja dianggap belum matang, belum dewasa dan
perbuatan yang mereka lakukan tidak dikenakan hukuman berat. Hukuman yang
dijatuhkan kepada mereka ialah remaja itu ditempatkan di pusat-pusat rehabilitasi dan
diberi pendidikan khusus.

JENIS KENAKALAN REMAJA
Kenakalan remaja umumnya dibagi dua :
a. Kenakalan perorangan (individual delinquency)
b. Kenakalan berkelompok (sociologi delinquency)
Yang sering disoroti adalah kenakalan remaja berkelompok atau sering disebut “gang
deliquency”.
Bentuk – bentuk perbuatan kenakalan remaja yang lebih banyak dilakukan dalam
kaitan remaja yang bersangkutan dengan gangnya atau gerombolan remaja lainnya,
hakekatnya mencerminkan suatu sub kultur tersendiri yang dapat dibedakan dalam 3
sub kultur kenakalan yaitu:
a. Sub kultur criminal: suatu bentuk gang kenakalan remaja yang mengarah pada
perbuatan pencurian, pemerasan dll perbuatan illegal yang bertujuan untuk
mendapatkan penghasilan (uang atau income)
b. Sub kultur konflik: suatu bentuk gang yang mengutamakan perbuatan – perbuatan
kekerasan sebagai suatu cara untuk mendapatkan atau meningkatkan status
c. Sub kultur pengelakan/ pengasingan (rettreatist sub culture), suatu bentuk gang
yang menekankan pada penggunaan obat – obatan (secara salah).
Perbuatan kenakalan remaja pada hakekatnya merupakan proses usaha pencapaian
suatu keberhasilan tertentu dalam perkembangan kehidupan remaja. Kaitan
pertumbuhan dan perkembangan individu remaja dengan lingkungannya terhadap
struktur sosial dengan jalur – jalur system yang tersedia dan berlangsung di
masyarakat untuk mobilitas yang lebih baik.
Pada kenakalan remaja sub kultur kriminil, mencerminkan suatu cara adaptasi yang
khusus dari para remaja dalam proses penyesuaian dirinya yang gagal untuk dapat
mencapai keberhasilan hidup atau memperbaiki keadaannya dengan menempuh jaur –
jalur kesempatan yang sewajarnya. Kegagalan ini antara lain karena ketiadaan
kemampuan, keterbatasan pendidikan dan tidak adanya kesempatan kerja yang sesuai.
Kenakalan remaja sub kultur konflik sering terjadi pada kasatuan masyarakat yang
tidak stabil, tidak cukup terorganisir, yang tinggi mobilitas vertikal dan geografisnya,
keluarga cenderung berorientasi tidak pada masa depan tetapi pada masa kini dan
tidak ada kemajuan sosial. Perbuatan perkelahian antar gang, kebut – kebutan di jalan
ramai merupakan contoh kenakalan remaja sub kultur konflik.
Kenakalan remaja yang termasuk sub kultur pengelakan/ pengasingan yaitu kenakalan
remaja dalam bentuk penyelahgunaan obat – obatan narkotika, merupakan cara

67

adaptasi terhadap keadaan secara pengelakan, menarik diri atau mengaisngkan diri,
melepaskan perjuangan dalam mencapai kesuksesan.

PENYEBAB
Penyebab kenakalan remaja dari berbagai sumber, antara lain :
a. Menurut Freedman :
1) Adanya kegoncangan sosial yang disebabkan oleh perubahan masyarakat ke arah
industri modern disertai adanya kemajuan teknologi.
2) Mobilitas yang semakin besar dan urbanisasi ke kota-kota besar sebagai pusat
industri tersebut.
b. Menurut Cloward dan Ohlin: (berdasarkan teori Merton)
Kenakalan remaja kemungkinan besar timbul bila beberapa kelompok dalam
masyarakat tidak mampu untuk mencapai tujuan-tujuan budayanya. Ketidak adilan
dalam kesempatan mencapai tujuan budaya tersebut, terutama berkisar pada
pendapatan finansial, mendorong anak-anak dari kelas bawahan untuk melakukan
tindakan kriminal, memasuki kelompok “gang” yang siap tempur atau menarik diri
dari realitas yang pahit dengan minum obat-obat narkotika.
c. Menurut Friedenberg
Kenakalan remaja sering dihubungkan dengan kegagalan sekolah. Anak-anak yang
berhasil sekolahnya, umumnya adalah anak-anak yang mampu membuat sekolahan
sebagai pusat dari kehidupan berkelompok seusia (peer group life) disamping
mendapatkan informasi dan pengetahuan.
d. Menurut Shaw dan McKay
Tentang teori “keturunan budaya” (cultural transmission).
Dari penelitian yang dilakukan pada beberapa kota dengan pendapatan ekonomi yang
rendah, selalu dihinggapi adanya kenakalan remaja, yang tidak tergantung pada
kelompok nasional yang sedang berkuasa didaerah tersebut. Misalnya yang berkuasa
orang Italy atau Polandia, dan lain-lain, timbulnya kenakalan remaja tetap sama
besarnya.
e. Menurut Y.M Uttamo Thera, kenakalan remaja dapat ditimbulkan oleh beberapa
hal sebagian di antaranya adalah:
1) Pengaruh teman sepermainan : di kalangan remaja, memiliki banyak kawan adalah
merupakan satu bentuk prestasi tersendiri. Makin banyak kawan, makin tinggi nilai
mereka di mata teman-temannya. Apalagi mereka dapat memiliki teman dari kalangan
terbatas. Misalnya, anak orang yang paling kaya di kota itu, anak pejabat pemerintah
setempat bahkan mungkin pusat, ataupun anak orang terpandang lainnya. Di jaman
sekarang, pengaruh kawan bermain ini bukan hanya membanggakan si remaja saja
tetapi bahkan juga pada orangtuanya. Orangtua juga senang dan bangga kalau
anaknya mempunyai teman bergaul dari kalangan tertentu tersebut. Padahal,
kebanggaan ini adalah “semu” sifatnya. Malah kalau tidak dapat dikendalikan,
pergaulan itu akan menimbulkan kekecewaan nantinya. Sebab kawan dari kalangan
tertentu pasti juga mempunyai gaya hidup yang tertentu pula. Apabila si anak akan
berusaha mengikuti tetapi tidak mempunyai modal ataupun orangtua tidak mampu
memenuhinya maka anak akan menjadi frustrasi. Apabila timbul frustrasi, maka
remaja kemudian akan melarikan rasa kekecewaannya itu pada narkotik, obat
terlarang, dan lain sebagainya.
2) Pendidikan : memberikan pendidikan yang sesuai adalah merupakan salah satu
tugas orangtua kepada anak. Agar anak dapat memperoleh pendidikan yang sesuai,
pilihkanlah sekolah yang bermutu. Selain itu, perlu dipikirkan pula latar belakang
agama pengelola sekolah. Hal ini penting untuk menjaga agar pendidikan Agama

68

yang telah diperoleh anak di rumah tidak kacau dengan agama yang diajarkan di
sekolah. Berilah pengertian yang benar tentang adanya beberapa agama di dunia.
Ketika anak telah berusia 17 tahun atau 18 tahun yang merupakan akhir masa remaja,
anak mulai akan memilih perguruan tinggi. Orangtua hendaknya membantu
memberikan pengarahan agar masa depan si anak berbahagia. Arahkanlah agar anak
memilih jurusan sesuai dengan kesenangan dan bakat anak, bukan semata-mata
karena kesenangan orang tua. Masih sering terjadi dalam masyarakat, orangtua yang
memaksakan kehendaknya agar di masa depan anaknya memilih profesi tertentu yang
sesuai dengan keinginan orangtua. Pemaksaan ini tidak jarang justru akan berakhir
dengan kekecewaan. Sebab, meski memang ada sebagian anak yang berhasil
mengikuti kehendak orangtuanya tersebut, tetapi tidak sedikit pula yang kurang
berhasil dan kemudian menjadi kecewa, frustrasi dan akhirnya tidak ingin bersekolah
sama sekali. Mereka malah pergi bersama dengan kawan-kawannya, bersenang-
senang tanpa mengenal waktu bahkan mungkin kemudian menjadi salah satu
pengguna obat-obat terlarang.
3) Penggunaan waktu luang : kegiatan di masa remaja sering hanya berkisar pada
kegiatan sekolah dan seputar usaha menyelesaikan urusan di rumah, selain itu mereka
bebas, tidak ada kegiatan. Apabila waktu luang tanpa kegiatan ini terlalu banyak, pada
si remaja akan timbul gagasan untuk mengisi waktu luangnya dengan berbagai bentuk
kegiatan. Apabila si remaja melakukan kegiatan yang positif, hal ini tidak akan
menimbulkan masalah. Namun, jika ia melakukan kegiatan yang negatif maka
lingkungan dapat terganggu. Seringkali perbuatan negatif ini hanya terdorong rasa
iseng saja. Tindakan iseng ini selain untuk mengisi waktu juga tidak jarang
dipergunakan para remaja untuk menarik perhatian lingkungannya. Perhatian yang
diharapkan dapat berasal dari orangtuanya maupun kawan sepermainannya.
Celakanya, kawan sebaya sering menganggap iseng berbahaya adalah salah satu
bentuk pamer sifat jagoan yang sangat membanggakan. Misalnya, ngebut tanpa lampu
dimalam hari, mencuri, merusak, minum minuman keras, obat bius, dan sebagainya.
Munculnya kegiatan iseng tersebut selain atas inisiatif si remaja sendiri, sering pula
karena dorongan teman sepergaulan yang kurang sesuai. Sebab dalam masyarakat,
pada umunya apabila seseorang tidak mengikuti gaya hidup anggota kelompoknya
maka ia akan dijauhi oleh lingkungannya. Tindakan pengasingan ini jelas tidak
mengenakkan hati si remaja, akhirnya mereka terpaksa mengikuti tindakan kawan-
kawannya. Akhirnya ia terjerumus. Tersesat.
4) Uang saku : orangtua hendaknya memberikan teladan untuk menanamkan
pengertian bahwa uang hanya dapat diperoleh dengan kerja dan keringat. Remaja
hendaknya dididik agar dapat menghargai nilai uang. Mereka dilatih agar mempunyai
sifat tidak suka memboroskan uang tetapi juga tidak terlalu kikir.
Ajarkan pula anak untuk mempunyai kebiasaan menabung sebagian dari uang
sakunya. Menabung bukanlah pengembangan watak kikir, melainkan sebagai bentuk
menghargai uang yang didapat dengan kerja dan semangat.
Pemberian uang saku kepada remaja memang tidak dapat dihindarkan. Namun,
sebaiknya uang saku diberikan dengan dasar kebijaksanaan. Jangan berlebihan. Uang
saku yang diberikan dengan tidak bijaksana akan dapat menimbulkan masalah yaitu:
anak menjadi boros, tidak menghargai uang, dan malas belajar, sebab mereka pikir
tanpa kepandaian pun uang gampang diperoleh.
5) Perilaku seksual : pada saat ini, kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang
menguatirkan. Para remaja dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Tidak jarang
dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum, para remaja saling berangkulan
mesra tanpa mempedulikan masyarakat sekitarnya. Mereka sudah mengenal istilah

69

pacaran sejak awal masa remaja. Pacar, bagi mereka, merupakan salah satu bentuk
gengsi yang membanggakan. Akibatnya, di kalangan remaja kemudian terjadi
persaingan untuk mendapatkan pacar. Pengertian pacaran dalam era globalisasi
informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15-20 tahun yang lalu.
Akibatnya, di jaman ini banyak remaja yang putus sekolah karena hamil. Oleh karena
itu, dalam masa pacaran, anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan
kenyataan. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak
seperti harapan kita, sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Demikian
pula dengan pacaran. Keindahan dan kehangatan masa pacaran sesungguhnya tidak
akan terus berlangsung selamanya.

MASALAH-MASALAH YANG SERING DIHADAPI REMAJA MASA KINI
Masalah-masalah yang sering dihadapi remaja masa kini antara lain :
a. Kebutuhan akan figur teladan : remaja jauh lebih mudah terkesan akan nilai-nilai
luhur yang berlangsung dari keteladanan orang tua mereka daripada hanya sekedar
nasihat-nasihat bagus yang hanya kata-kata indah.
b. Sikap apatis : sikap apatis merupakan kecenderungan untuk menolak sesuatu dan
pada saat yang bersamaan tidak mau melibatkan diri di dalamnya. Sikap apatis ini
terwujud di dalam ketidakacuhannya akan apa yang terjadi disekitarnya.
c. Kecemasan dan kurangnya harga diri : kata stress atau frustasi semakin umum
dipakai kalangan remaja. Banyak kaum muda yang mencoba mengatasi rasa
cemasnya dalam bentuk “pelarian” (memburu kenikmatan lewat minuman keras, obat
penenang, seks dan lainnya).
d. Ketidakmampuan untuk terlibat : kecenderungan untuk mengintelektualkan segala
sesuatu dan pola pikir ekonomis, membuat para remaja sulit melibatkan diri secara
emosional maupun efektif dalam hubungan pribadi dan dalam kehidupan di
masyarakat. Persahabatan dinilai dengan untung rugi atau malahan dengan uang.
e. Perasaan tidak berdaya : perasaan tidak berdaya ini muncul pertama-tama karena
teknologi semakin menguasai gaya hidup dan pola berpikir masyarakat modern.
Teknologi mau tidak mau menciptakan masyarakat teknokratis yang memaksa kita
untuk pertama-tama berpikir tentang keselamatan diri kita di tengah-tengah
masyarakat. Lebih jauh remaja mencari “jalan pintas”, misalnya menggunakan segala
cara untuk tidak belajar tetapi mendapat nilai baik atau ijasah.
f. Pemujaan akan pengalaman : sebagian besar tindakan-tindakan negatif anak muda
dengan minumam keras, obat-obatan dan seks pada mulanya berawal dari hanya
mencoba-coba. Lingkungan pergaulan anak muda dewasa ini memberikan pandangan
yagn keliru tentang pengalaman.

FAKTOR – FAKTOR SOSIAL BUDAYA SEBAGAI LATAR BELAKANG
KENAKALAN REMAJA
Faktor budaya adalah bagian dari faktor sosial sehingga sering disebut faktor sosial
budaya. Di Indonesia kenakalan remaja umumnya terdapat di kota – kota teristimewa
di kota yang besar seperti Jakarta, jarang terjadi di desa – desa walaupun akhir – akhir
ini kenakalan remaja telah merambat ke daerah pedesaan juga.
Penduduk di desa umumnya berstatus petani, budaya masyarakat desa umumnya
monokultural (satu macam budaya) yang cukup kokoh dan diturunkan melalui
transmisi nenek moyang. Anak – anak secara dini membiasakan diri dengan berbagai
kepercayaan budaya seperti pemujaan nenek moyang, pemujaan roh – roh dan benda
– benda. Stimulasi budaya juga didapatkan dari permainan anak- anak. Dalam
transmisi budaya seorang anak menerima budaya melalui instruksi, observasi dan

70

imitasi.
Berbeda dengan di daerah perkotaan, dengan cepatnya usaha pembangunan yang
menggunakan teknologi modern, usaha industrialisasi yang pesat, mobilitas yang
tinggi dan urbanisasi yang tidak terbendung sering menyebabkan kegoncangan –
kegoncangan sosial disertai dengan frustasi dari anggota – anggota masyarakatnya.
Penduduk perkotaan umumnya terdiri dari berbagai ragam budaya (multikultral) serta
status sosial ekonomi yang berbeda - beda, sehingga menyulitkan di dalam melakukan
kontrol sosial. Mobilitas yang tinggi memungkinkan pertukaran budaya yang intensif
yang akan mempengaruhi transmisi budaya keluarga terutama bagi anak remaja yang
kepribadiannya sedang berkembang, mencari bentuk, sangatlah peka terhadap
rangsangan – rangsangan dari lingkungannya dan kurang percaya pada diri sendiri
hingga terbentuk kebiasaan melalui coba – coba (trial and error). Di dalam usaha
melepaskan diri dari dunia anak – anak, umumnya remaja berkeinginan untuk
melepaskan diri dari ketergantungan emosional terhadap orangtuanya dan lebih
mendekati anak – anak sebaya dengan dirinya (peergroup). Apabila ikatan budaya
keluarganya tidak kuat, maka remaja akan mendekati kelompok anak sebaya yang
terdiri dari berbagai suku bangsa.

Faktor – faktor sosial budaya yang dapat menimbulkan konflik pada remaja:
a. Timbul perbedaan besar antara budaya keluarga dan pertukaran budaya dalam sikap
dan nilai.
b. Dalam lingkungan keluarga terutama nilai dan sikap dalam budaya keluarga terlalu
dipaksakan kepada remaja (sikap orangtua yang kaku)
c. Kurangnya pengertian dari pihak orangtua akan kebutuhan remaja terutama
kebutuhan
emosional
d. Transmisi budaya keluarga sangat minimal (komunikasi terhambat), orangtua acuh
tak acuh terhadap tingkah anaknya (kurang korektif)
e. Keluarga tidak mampu memenuhi kebutuhan materi anaknya
f. Kepribadian remaja misalnya kelainan kepribadian
g. Trasmisi budaya keluarga kadang – kadang mengalami kesulitan karena kedua
orangtua mempunyai kebuayaan yang berlainan (orangtua berasal dari suku yang
berbeda)
h. Orangtua sering menyimpang dari ketentuan nilai dan sikap budayanya (sering
cekcok, berkelahi, berjudi, pulang malam, foya – foya)

UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PERAN KELUARGA
BAGI REMAJA
Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang primer dan bersifat fundamental.
Disitulah remaja dibesarkan, memperoleh penemuan-penemuan, belajar dan
berkembang. Bermodalkan pengalaman-pengalaman yang diperolehnya dalam
keluarga inilah bergantung kelangsungan hidupnya.
Peran keluarga antara lain:
a. Keluarga sebagai pusat pendidikan : disini orang tua berperan dalam pembentukan
kepribadian remaja karena orang tua mendidik, mengasuh dan membimbing
remajanya untuk hidup di dalam masyarakat.
b. Keluarga sebagai pusat agama : dengan kesadaran beragama yang diperoleh
remaja-remaja dan bimbingan orang tua, remaja akan mengenal agama sehingga
membuat mereka untuk berbuat soleh dalam kehidupan.
c. Keluarga sebagai pusat ketenangan hidup : dalam mempertahankan hidupnya sering

71

orang mengalami gangguan pikiran, menemui frustasi dan untuk mendapatkan
kekuatannya kembali maka keluarga adalah pangkalan yang paling vital.

TIPS UNTUK ORANGTUA /KELUARGA
Orang tua sebaiknya mempersiapkan diri untuk mengenal lebih jauh dalam
membimbing anaknya saat masa remaja :
a. Kenali mereka lebih dekat yaitu informasi mengenai remaja dan perubahan-
perubahan yang terjadi di dalam dirinya.
b. Kenali perubahan fisik pada remaja dan dampaknya terhadap diri anak.
c. Kenali perubahan emosi remaja dan caranya mencari perhatian orang tua serta
reaksi emosinya dalam menghadapi masalah.
d. Menciptakan hubungan komunikasi yang hangat, membentuk kebiasaan-kebiasaan
yang positif, memberlakukan aturan dalam keluarga, menyikapi “kesalahan” anak,
“mengambil hati” anak dan “mencuri perhatian” anak.
e. Kenali perubahan lingkungan misalnya peran gender serta rasa keadilan antara pria
dan wanita; teman dan permasalahannya; naksir, ditaksir dan pacaran.
f. Masalah-masalah seksualitas, kelainan seksual dan pengaruh buruk yang ada di
masyarakat.

PERAN SEKOLAH BAGI REMAJA
a. Sekolah sebagai pusat pendidikan bagi siswa dalam rangka menimba pengetahuan,
keterampilan seni budaya, olahraga serta meningkatkan budi pekerti yang luhur, untuk
ini diperlukan sarana dan prasarana yang memadai serta perlu diciptakan lingkungan
yang bersih, sehat, tertib serta aman agar dapat menunjang keberhasilan PBM karena
itu guru perlu dapat menciptakannya.
b. Lingkungan sekolah yang sehat dan dinamis. Guru adalah orangtua siswa di
sekolah karena itu perlu adanya sikap berdialog guru dengan siswa tentang berbagai
hal khusus tentang masalah belajar sehingga keberhasilan dalam belajar dapat tercapai
c. Motivasi belajar siswa timbul dari dirinya sendiri sehingga siswa dapat belajar
dengan tertib, patuh pada peraturan yang ada di sekolah dna tidak terpengaruh oleh
hal – hal yang negatif
d. Program sekolah yang terpadu. Diberikan kegiatan intrakurikuler dan
ekstrakurikuler secara terpadu. Melalui kegiatan pramuka, olahraga, kesenian, karya
wisata, pencinta alam dan sebagainya, dapat memberikan aktivitas yang sehat dan
dinamis serta bekal untuk masa depannya

PERAN MASYARAKAT BAGI REMAJA
Usaha – usaha untuk menciptakan lingkungan sehat dan dinamis dalam kehidupan di
masyarakat, kaum remaja dapat mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh
karang taruna, remaja masjid, KNPI atau oragnisasi pemuda lainnya. Bersama warga
masyarakat remaja juga aktif dalam melaksanakan bakti sosial sehingga diperoleh
pengalaman praktis yang positif dari kehidupan bermasyarakat. Hal ini untuk melatih
fisik, mental, aktivitas dan kreativitas remaja sehingga terbentuk pribadi yang militant
dan dinamis sebagai generasi penerus. Dalam organisasi remaja diharapkan dapat
berkomunikasi dengan teman – temannya, membicarakan masalah – masalah atau
kesulitan yang dialaminya dengan dibimbing oleh konsultan yang ada di dalam
organisasi tersebut.

Tidak hanya remaja yang belajar menghadapi kehidupannya yang “baru” tetapi orang

72

tua juga perlu banyak belajar menghadapi perubahan-perubahan dan menemukan cara
terbaik untuk menghadapinya.
Tahapan perkembangan remaja berbeda – beda pada setiap individu sehingga
diperlukan pemahaman dan pengenalan secara dini setiap perubahan fisik dan mental
yang terjadi pada remaja sehingga perlu diperhitungkan dalam membina dan
mengembangkan remaja.
Era globalisasi sebagai aspek kemajuan iptek telah membuat segala informasi dan
kemajuan dengan cepat tersebar ke segala penjuru dunia tetapi juga penyebaran pola
perilaku yang kurang baik (buku porno, blue film, pil koplo, putauw, ecstasy, sabu –
sabu dan lain – lain) akan cepat menjalar kemana – mana.
Agar terhindar dari pengaruh negatif dari era globalisasi maka diharapkan orangtua,
keluarga, guru dan masyarakat dapat membina remaja dengan baik, mengusahakan
lingkungan hidup yang sebaik – baiknya agar remaja dapat berkembang ke arah yang
kita harapkan serta sesuai dengan kehendak dan kemauan anak sendiri tanpa
mengikuti pola perilaku yang kurang baik yang sedang berkembang saat ini.

http://eka-punk.blogspot.com

Globalisasi

Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan
dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui
perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain
sehingga batas-batas suatu negara menjadi bias.

Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan
internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering
menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau
batas-batas negara.

Pengertian

Kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi belum
memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar definisi kerja (working definition), sehingga
tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses
sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan
negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau
kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya
masyarakat.

Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-
negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga
terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam
bentuknya yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan
mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak
mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian
dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama.

Ciri globalisasi

Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di
dunia.

73

Hilir mudiknya kapal-kapal pengangkut barang antarnegara menunjukkan keterkaitan
antarmanusia di seluruh dunia

* Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti
telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi
demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan
kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.

* Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung
sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh
perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization
(WTO).

* Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi,
film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat
mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang
melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.

* Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis
multinasional, inflasi regional dan lain-lain.

Kennedy dan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita pada
globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu. Giddens
menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil
bagian dalam sebuah dunia yang harus berubah tanpa terkendali yang ditandai dengan
selera dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan
yang mungkin terjadi. Sejalan dengan itu, Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai
zaman transformasi sosial.

[sunting] Teori globalisasi

Cochrane dan Pain menegaskan bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi, terdapat tiga
posisi teroritis yang dapat dilihat, yaitu:

* Para globalis percaya bahwa globalisasi adalah sebuah kenyataan yang memiliki
konsekuensi nyata terhadap bagaimana orang dan lembaga di seluruh dunia berjalan.
Mereka percaya bahwa negara-negara dan kebudayaan lokal akan hilang diterpa
kebudayaan dan ekonomi global yang homogen. meskipun demikian, para globalis tidak
memiliki pendapat sama mengenai konsekuensi terhadap proses tersebut.

* Para globalis positif dan optimistis menanggapi dengan baik perkembangan
semacam itu dan menyatakan bahwa globalisasi akan menghasilkan masyarakat dunia yang
toleran dan bertanggung jawab.
* Para globalis pesimis berpendapat bahwa globalisasi adalah sebuah fenomena
negatif karena hal tersebut sebenarnya adalah bentuk penjajahan barat (terutama Amerika
Serikat) yang memaksa sejumlah bentuk budaya dan konsumsi yang homogen dan terlihat
sebagai sesuatu yang benar dipermukaan. Beberapa dari mereka kemudian membentuk
kelompok untuk menentang globalisasi (antiglobalisasi).

* Para tradisionalis tidak percaya bahwa globalisasi tengah terjadi. Mereka berpendapat
bahwa fenomena ini adalah sebuah mitos semata atau, jika memang ada, terlalu dibesar-
besarkan. Mereka merujuk bahwa kapitalisme telah menjadi sebuah fenomena internasional
selama ratusan tahun. Apa yang tengah kita alami saat ini hanyalah merupakan tahap
lanjutan, atau evolusi, dari produksi dan perdagangan kapital.

* Para transformasionalis berada di antara para globalis dan tradisionalis. Mereka setuju
bahwa pengaruh globalisasi telah sangat dilebih-lebihkan oleh para globalis. Namun, mereka
juga berpendapat bahwa sangat bodoh jika kita menyangkal keberadaan konsep ini. Posisi
teoritis ini berpendapat bahwa globalisasi seharusnya dipahami sebagai "seperangkat
hubungan yang saling berkaitan dengan murni melalui sebuah kekuatan, yang sebagian

74

besar tidak terjadi secara langsung". Mereka menyatakan bahwa proses ini bisa dibalik,
terutama ketika hal tersebut negatif atau, setidaknya, dapat dikendalikan.

Sejarah globalisasi

Banyak sejarawan yang menyebut globalisasi sebagai fenomena di abad ke-20 ini yang
dihubungkan dengan bangkitnya ekonomi internasional. Padahal interaksi dan globalisasi
dalam hubungan antarbangsa di dunia telah ada sejak berabad-abad yang lalu. Bila
ditelusuri, benih-benih globalisasi telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal perdagangan
antarnegeri sekitar tahun 1000 dan 1500 M. Saat itu, para pedagang dari Tiongkok dan India
mulai menelusuri negeri lain baik melalui jalan darat (seperti misalnya jalur sutera) maupun
jalan laut untuk berdagang.
Berkas:Mcdonalds oslo 2.jpg
Fenomena berkembangnya perusahaan McDonald di seluroh pelosok dunia menunjukkan
telah terjadinya globalisasi

Fase selanjutnya ditandai dengan dominasi perdagangan kaum muslim di Asia dan Afrika.
Kaum muslim membentuk jaringan perdagangan yang antara lain meliputi Jepang, Tiongkok,
Vietnam, Indonesia, Malaka, India, Persia, pantai Afrika Timur, Laut Tengah, Venesia, dan
Genoa. Di samping membentuk jaringan dagang, kaum pedagang muslim juga menyebarkan
nilai-nilai agamanya, nama-nama, abjad, arsitek, nilai sosial dan budaya Arab ke warga
dunia.

Fase selanjutnya ditandai dengan eksplorasi dunia secara besar-besaran oleh bangsa Eropa.
Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda adalah pelopor-pelopor eksplorasi ini. Hal ini
didukung pula dengan terjadinya revolusi industri yang meningkatkan keterkaitan
antarbangsa dunia. berbagai teknologi mulai ditemukan dan menjadi dasar perkembangan
teknologi saat ini, seperti komputer dan internet. Pada saat itu, berkembang pula kolonialisasi
di dunia yang membawa pengaruh besar terhadap difusi kebudayaan di dunia.

Semakin berkembangnya industri dan kebutuhan akan bahan baku serta pasar juga
memunculkan berbagai perusahaan multinasional di dunia. Di Indinesia misalnya, sejak
politik pintu terbuka, perusahaan-perusahaan Eropa membuka berbagai cabangnya di
Indonesia. Freeport dan Exxon dari Amerika Serikat, Unilever dari Belanda, British Petroleum
dari Inggris adalah beberapa contohnya. Perusahaan multinasional seperti ini tetap menjadi
ikon globalisasi hingga saat ini.

Fase selanjutnya terus berjalan dan mendapat momentumnya ketika perang dingin berakhir
dan komunisme di dunia runtuh. Runtuhnya komunisme seakan memberi pembenaran bahwa
kapitalisme adalah jalan terbaik dalam mewujudkan kesejahteraan dunia. Implikasinya,
negara negara di dunia mulai menyediakan diri sebagai pasar yang bebas. Hal ini didukung
pula dengan perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi. Alhasil, sekat-sekat
antarnegara pun mulai kabur.

Reaksi masyarakat

Gerakan pro-globalisasi

Pendukung globalisasi (sering juga disebut dengan pro-globalisasi) menganggap bahwa
globalisasi dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi masyarakat dunia.
Mereka berpijak pada teori keunggulan komparatif yang dicetuskan oleh David Ricardo. Teori
ini menyatakan bahwa suatu negara dengan negara lain saling bergantung dan dapat saling
menguntungkan satu sama lainnya, dan salah satu bentuknya adalah ketergantungan dalam
bidang ekonomi. Kedua negara dapat melakukan transaksi pertukaran sesuai dengan
keunggulan komparatif yang dimilikinya. Misalnya, Jepang memiliki keunggulan komparatif
pada produk kamera digital (mampu mencetak lebih efesien dan bermutu tinggi) sementara
Indonesia memiliki keunggulan komparatif pada produk kainnya. Dengan teori ini, Jepang
dianjurkan untuk menghentikan produksi kainnya dan mengalihkan faktor-faktor produksinya
untuk memaksimalkan produksi kamera digital, lalu menutupi kekurangan penawaran kain
dengan membelinya dari Indonesia, begitu juga sebaliknya.

75

Salah satu penghambat utama terjadinya kerjasama diatas adalah adanya larangan-larangan
dan kebijakan proteksi dari pemerintah suatu negara. Di satu sisi, kebijakan ini dapat
melindungi produksi dalam negeri, namun di sisi lain, hal ini akan meningkatkan biaya
produksi barang impor sehingga sulit menembus pasar negara yang dituju. Para pro-
globalisme tidak setuju akan adanya proteksi dan larangan tersebut, mereka menginginkan
dilakukannya kebijakan perdagangan bebas sehingga harga barang-barang dapat ditekan,
akibatnya permintaan akan meningkat. Karena permintaan meningkat, kemakmuran akan
meningkat dan begitu seterusnya.

Beberapa kelompok pro-globalisme juga mengkritik Bank Dunia dan IMF, mereka
berpendapat bahwa kedua badan tersebut hanya mengontrol dan mengalirkan dana kepada
suatu negara, bukan kepada suatu koperasi atau perusahaan. Sebagai hasilnya, banyak
pinjaman yang mereka berikan jatuh ke tangan para diktator yang kemudian
menyelewengkan dan tidak menggunakan dana tersebut sebagaimana mestinya,
meninggalkan rakyatnya dalam lilitan hutang negara, dan sebagai akibatnya, tingkat
kemakmuran akan menurun. Karena tingkat kemakmuran menurun, akibatnya masyarakat
negara itu terpaksa mengurangi tingkat konsumsinya; termasuk konsumsi barang impor,
sehingga laju globalisasi akan terhambat dan -- menurut mereka -- mengurangi tingkat
kesejahteraan penduduk dunia.

Gerakan antiglobalisasi

Antiglobalisasi adalah suatu istilah yang umum digunakan untuk memaparkan sikap politis
orang-orang dan kelompok yang menentang perjanjian dagang global dan lembaga-lembaga
yang mengatur perdagangan antar negara seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

"Antiglobalisasi" dianggap oleh sebagian orang sebagai gerakan sosial, sementara yang
lainnya menganggapnya sebagai istilah umum yang mencakup sejumlah gerakan sosial yang
berbeda-beda. Apapun juga maksudnya, para peserta dipersatukan dalam perlawanan
terhadap ekonomi dan sistem perdagangan global saat ini, yang menurut mereka mengikis
lingkungan hidup, hak-hak buruh, kedaulatan nasional, dunia ketiga, dan banyak lagi
penyebab-penyebab lainnya.

Namun, orang-orang yang dicap "antiglobalisasi" sering menolak istilah itu, dan mereka lebih
suka menyebut diri mereka sebagai Gerakan Keadilan Global, Gerakan dari Semua Gerakan
atau sejumlah istilah lainnya.

Globalisasi Perekonomian

Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan,
dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin
terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian
mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang
dan jasa.

Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan
keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat.
Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam
negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya
produk-produk global ke dalam pasar domestik.

Menurut Tanri Abeng, perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam
bentuk-bentuk berikut:

* Globalisasi produksi, di mana perusahaan berproduksi di berbagai negara, dengan
sasaran agar biaya produksi menajdi lebih rendah. Hal ini dilakukan baik karena upah buruh
yang rendah, tarif bea masuk yang murah, infrastruktur yang memadai ataupun karena iklim
usaha dan politik yang kondusif. Dunia dalam hal ini menjadi lokasi manufaktur global.

76

Kehadiran tenaga kerja asing merupakan gejala terjadinya globalisasi tenaga kerja

* Globalisasi pembiayaan. Perusahaan global mempunyai akses untuk memperoleh
pinjaman atau melakukan investasi (baik dalam bentuk portofolio ataupun langsung) di
semua negara di dunia. Sebagai contoh, PT Telkom dalam memperbanyak satuan
sambungan telepon, atau PT Jasa Marga dalam memperluas jaringan jalan tol telah
memanfaatkan sistem pembiayaan dengan pola BOT (build-operate-transfer) bersama
mitrausaha dari manca negara.

* Globalisasi tenaga kerja. Perusahaan global akan mampu memanfaatkan tenaga kerja
dari seluruh dunia sesuai kelasnya, seperti penggunaan staf profesional diambil dari tenaga
kerja yang telah memiliki pengalaman internasional atau buruh kasar yang biasa diperoleh
dari negara berkembang. Dengan globalisasi maka human movement akan semakin mudah
dan bebas.

* Globalisasi jaringan informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat
mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara lain
melalui: TV,radio,media cetak dll. Dengan jaringan komunikasi yang semakin maju telah
memfantu meluasnya pasar ke berbagai belahan dunia untuk barang yang sama. Sebagai
contoh : KFC, celana jeans levi's, atau hamburger melanda pasar dimana-mana. Akibatnya
selera masyarakat dunia -baik yang berdomisili di kota ataupun di desa- menuju pada selera
global.

* Globalisasi Perdagangan. Hal ini terwujud dalam bentuk penurunan dan penyeragaman
tarif serta penghapusan berbagai hambatan nontarif. Dengan demikian kegiatan
perdagangan dan persaingan menjadi semakin cepat, ketat, dan fair.

Thompson mencatat bahwa kaum globalis mengklaim saat ini telah terjadi sebuah
intensifikasi secara cepat dalam investasi dan perdagangan internasional. Misalnya, secara
nyata perekonomian nasional telah menjadi bagian dari perekonomian global yang ditengarai
dengan adanya kekuatan pasar dunia.

Kebaikan globalisasi ekonomi

* Produksi global dapat ditingkatkan

Pandangan ini sesuai dengan teori 'Keuntungan Komparatif' dari David Ricardo. Melalui
spesialisasi dan perdagangan faktor-faktor produksi dunia dapat digunakan dengan lebih
efesien, output dunia bertambah dan masyarakat akan memperoleh keuntungan dari
spesialisasi dan perdagangan dalam bentuk pendapatan yang meningkat, yang selanjutnya
dapat meningkatkan pembelanjaan dan tabungan.

* Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara

Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan masyarakat dari berbagai negara mengimpor
lebih banyak barang dari luar negeri. Hal ini menyebabkan konsumen mempunyai pilihan
barang yang lebih banyak. Selain itu, konsumen juga dapat menikmati barang yang lebih baik
dengan harga yang lebih rendah.

* Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri

Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara memperoleh pasar
yang jauh lebih luas dari pasar dalam negeri.

* Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik

Modal dapat diperoleh dari investasi asing dan terutama dinikmati oleh negara-negara
berkembang karena masalah kekurangan modal dan tenaga ahli serta tenaga terdidik yang
berpengalaman kebanyakan dihadapi oleh negara-negara berkembang.

77

* Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi

Pembangunan sektor industri dan berbagai sektor lainnya bukan saja dikembangkan oleh
perusahaan asing, tetapi terutamanya melalui investasi yang dilakukan oleh perusahaan
swasta domestik. Perusahaan domestik ini seringkali memerlukan modal dari bank atau
pasar saham. dana dari luar negeri terutama dari negara-negara maju yang memasuki pasar
uang dan pasar modal di dalam negeri dapat membantu menyediakan modal yang
dibutuhkan tersebut.

Keburukan globalisasi ekonomi

* Menghambat pertumbuhan sektor industri

Salah satu efek dari globalisasi adalah perkembangan sistem perdagangan luar negeri yang
lebih bebas. Perkembangan ini menyebabkan negara-negara berkembang tidak dapat lagi
menggunakan tarif yang tingi untuk memberikan proteksi kepada industri yang baru
berkembang (infant industry). Dengan demikian, perdagangan luar negeri yang lebih bebas
menimbulkan hambatan kepada negara berkembang untuk memajukan sektor industri
domestik yang lebih cepat. Selain itu, ketergantungan kepada industri-industri yang dimiliki
perusahaan multinasional semakin meningkat.

* Memperburuk neraca pembayaran

Globalisasi cenderung menaikkan barang-barang impor. Sebaliknya, apabila suatu negara
tidak mampu bersaing, maka ekspor tidak berkembang. Keadaan ini dapat memperburuk
kondisi neraca pembayaran. Efek buruk lain dari globaliassi terhadap neraca pembayaran
adalah pembayaran neto pendapatan faktor produksi dari luar negeri cenderung mengalami
defisit. Investasi asing yang bertambah banyak menyebabkan aliran pembayaran keuntungan
(pendapatan) investasi ke luar negeri semakin meningkat. Tidak berkembangnya ekspor
dapat berakibat buruk terhadap neraca pembayaran.

* Sektor keuangan semakin tidak stabil

Salah satu efek penting dari globalisasi adalah pengaliran investasi (modal) portofolio yang
semakin besar. Investasi ini terutama meliputi partisipasi dana luar negeri ke pasar saham.
Ketika pasar saham sedang meningkat, dana ini akan mengalir masuk, neraca pembayaran
bertambah bak dan nilai uang akan bertambah baik. Sebaliknya, ketika harga-harga saham di
pasar saham menurun, dana dalam negeri akan mengalir ke luar negeri, neraca pembayaran
cenderung menjadi bertambah buruk dan nilai mata uang domestik merosot. Ketidakstabilan
di sektor keuangan ini dapat menimbulkan efek buruk kepada kestabilan kegiatan ekonomi
secara keseluruhan.

* memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang

Apabila hal-hal yang dinyatakan di atas berlaku dalam suatu negara, maka dlam jangka
pendek pertumbuhan ekonominya menjadi tidak stabil. Dalam jangka panjang pertumbuhan
yang seperti ini akan mengurangi lajunya pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional dan
kesempatan kerja akan semakin lambat pertumbuhannya dan masalah pengangguran tidak
dapat diatasi atau malah semakin memburuk. Pada akhirnya, apabila globalisasi
menimbulkan efek buruk kepada prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang suatu
negara, distribusi pendapatan menjadi semakin tidak adil dan masalah sosial-ekonomi
masyarakat semakin bertambah buruk.

Globalisasi kebudayaan
Sub-kebudayaan Punk, adalah contoh sebuah kebudayaan yang berkembang secara global

Globalisasi mempengaruhi hampir semua aspek yang ada di masyarakat, termasuk
diantaranya aspek budaya. Kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang
dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap
berbagai hal. Baik nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek

78

kejiwaan/psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini
menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi
oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil
pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari
kebudayaan.

Globalisasi sebagai sebuah gejala tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia
(sehingga menjadi budaya dunia atau world culture) telah terlihat semenjak lama. Cikal bakal
dari persebaran budaya dunia ini dapat ditelusuri dari perjalanan para penjelajah Eropa Barat
ke berbagai tempat di dunia ini ( Lucian W. Pye, 1966 ).

Namun, perkembangan globalisasi kebudayaan secara intensif terjadi pada awal ke-20
dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Kontak melalui media menggantikan kontak
fisik sebagai sarana utama komunikasi antarbangsa. Perubahan tersebut menjadikan
komunikasi antarbangsa lebih mudah dilakukan, hal ini menyebabkan semakin cepatnya
perkembangan globalisasi kebudayaan.

Ciri berkembangnya globalisasi kebudayaan

* Berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional.
* Penyebaran prinsip multikebudayaan (multiculturalism), dan kemudahan akses suatu
individu terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaannya.
* Berkembangnya turisme dan pariwisata.
* Semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain.
* Berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian, film dan lain lain.

wikipedia.org

Kenakalan Remaja

Oleh: AsianBrain.com Content Tea

Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma
hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya
sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18
tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun
masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa
transisi.

Definisi kenakalan remaja menurut para ahli

Kartono, ilmuwan sosiologi

Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile
delinquency
merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan
oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan
bentuk perilaku yang menyimpang".

Santrock

"Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang
tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal."

79

Sejak kapan masalah kenakalan remaja mulai
disoroti?

Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak
terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois,
Amerika Serikat.

Jenis-jenis kenakalan remaja

•Penyalahgunaan narkoba
•Seks bebas
•Tawuran antara pelajar

Penyebab terjadinya kenakalan remaja

Perilaku 'nakal' remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal)
maupun faktor dari luar (eksternal). Faktor internal:
1.Krisis identitas

Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya
dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam
kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi
karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
2.Kontrol diri yang lemah
Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang
dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku
'nakal'. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah
laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah
laku sesuai dengan pengetahuannya.

Faktor eksternal:

1.Keluarga

Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau
perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja.
Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak
memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa
menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.

2.Teman sebaya yang kurang baik
3.Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi
kenakalan remaja:

1.Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah
atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan
sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa
remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah
sebelumnya gagal pada tahap ini.

80

2.Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point

pertama.

3.Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta
keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
4.Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua
memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
5.Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata
teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.

81

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->