BAB III STRUKTUR ALGORITMA A.

Tujuan Pada bab ini akan dibahas mengenai struktur algoritma dan penerapannya dalam bahasa pemrograman pascal. Struktur algoritma pada dasarnya terdiri dari tiga komponen utama yaitu sekuensial, percabangan, dan perulangan. Pembahasan mengenai struktur algoritma akan disertai dengan analisa kasus-kasus. Tujuan yang ingin dicapai setelah pambahasan pada bab ini, pembaca diharapkan: 1. Memiliki pengetahuan dasar tentang struktur algoritma 2. Memahami stuktur algoritma skuensial. 3. Memahami struktut algoritma seleksi 4. Memahami struktur algoritma perulangan. 5. Dapat menganalisa kasus-kasus sekuensial,seleksi, dan perulangan serta membuat algoritma dan program untuk kasus-kasus tersebut. B. Pendahuluan Algoritma, sebagaimana yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya merupakan kumpulan langkah-langkah logis untuk menyelesaikan suatu masalah. langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah ini pada dasarnya terbagi menjadi tiga komponen utama yaitu runtutan (sekuensial), pemilihan (selection), dan perulangan (looping). Ketiga komponen ini sangat penting untuk dipahami karena ketiga komponen ini yang menjadi dasar dari suatu algoritma. Dengan ketig komponen ini maka dapat disusun sebuah agoritma yang lebih fleksibel, ringkas, dan tepat untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terlihat rumit. Runtutan merupakan perintah yang bersifat urut dan dilaksanakan sesuai dengan urutan penulisan. Perulangan merupakan perintah untuk melakukan sesuatu dengan cara diulang-ulang, sedangkan pemilihan merupakan perintah untuk melakukan sesuatu berdasarkan kondisi yang terjadi (sesuai). Katiga komponen ini akan dibahas secara detil pada bagian-bagian tesendiri. C. Runtutan/Sekuensial Runtutan/sekuensial adalah sekumpulan pernyataan-pernyataan yang dikerjakan secara berurutan. Yang dimaksud dengan berurutan adalah sesuai dengan urutan penulisannya. Sebuah instruksi baru akan dijalankan ketika intsruksi sebelumnya telah selesai dilaksanakan. Sebagai contoh, terdapat tiga buah gelas, gelas pertama (A) berisi air. Gelas kedua (B) berisi minyak, dan gelas ketiga (C) adalah gelas kosong. Sebuah permasalahan yang ingin delesaikan adalah bagimana memindah air yang berada digelas A dipindah ke gelas B yang semula berisi minyak. Demikian juga untuk gelas B yang berisi minyak akan dipindah ke gelas A yang semula berisi air. Permasalahan diatas dapat diselesaikan dengan algoritma sebagai berikut:

34

1. Pindahkan isi gelas A ke Gelas C yang kosong dengan demikian delas A akan menjadi kosong. 2. Pindahkan isi gelas B kedalam gelas A. Gelas A saat ini sudah berisi minyak. 3. Pindahkan air yang ada di gelas C kedalam gelas B. Algoritma diatas berisi suatu langkah-langkah yang runtut dan bernilai logis sehingga hasilnya dapat menyelesaikan permasalahannya. Proses ini disebut dengan skuensial. Pada langkah sekuensial, hasil akan dikatakan benar apabila langkah-langkah telah dilaksanakan dengan urut sesuai dengan algoritma yang telah dibuat. Apabila suatu urutan tersebut diganti maka hasilnya bisa menjadi salah. contoh: sebuah algoritma dan program perhitungan dengan pseudocode adalah sebagai berikut: Algoritma runtut; Deklarasi A,B,C:integer Deskripsi Mulai A5 B  10 A  B+2 CA+B Write(C) Selesai Algoritma tersebut juga dapat dituliskan dengan flowchart sebagai berikut:

Gambar 2. Flowchart Runtut

35

Perhitungan yang dilakukan adalah 1 meter = 100 centimeter dan 1 inchi = 2. Contoh kasus yang lain adalah sebuah algoritma untuk melakukan konversi jarak dari meter ke inchi.Program 10.b. Var a. algorima dan program yang dapat disusun adalah seperti dibawah ini.54 Write(CM) Write(INCI) selesai Algoritma diatas dapat jga dituliskan dengan flowchart sebagai berikut: 36 . A:=B+2. Begin A:=5. Algoritma Konversi_MkeInc. B:=10.54 cm.c:integer. Program diatas akan mengasilkan output 22. C:=A+B. Writeln (C). Program runtut Program runtut. Pada program yang kedua output yang dihasilkan adalah 15. Deklarasi M:real (input) CM:raeln(output) INCI:real (output) Deskripsi mulai Read(M) CM  M * 100 INCI CM / 2. End. apabila langkah-langkah didalam program tersebut diubah. Uses wincrt. misalnya dengan menukar langkah ke-3 dan ke-4 dengan mengerjakan C:=A+B maka output yang akan dihasilkan berbeda dengan program yang pertama.

Seleksi Komputer memiliki kemampuan untuk melakukan pemilihan terhadap beberapa alternatife yang ada. Begin Writeln(‘Program Konversi Meter Ke Inci’). jika seseorang berusia lebih dari 17 tahun maka boleh masuk tetapi apabila kondisi ini tidak terpenuhi maka seseorang tersebut tidak boleh masuk. kasus-kasus pemilihan ini banyak sekali terjadi. Readln(M). Write(‘Masukan Jarak dalam Meter =’).INCI : real. Sebuah aksi atau statemen akan dilaksanakan apabila sebuah kondisi terpenuhi.CM.01 I N I = D. p u = C M C Hasil Output Program Hasil Output Program: Program Konversi Meter Ke Inci Masukan Jarak dalam Meter =100 Ukuran dalam CM =10000. Didalam persoalan sehari-hari. Writeln(‘Ukuran dala Inci =’.M u l I n Gamber 3. Var M. Flowchart konversi jarak meter ke inchi Program 11. End. Kondisi ini akan memberikan aksi yang berbeda. Writeln(‘Ukuran dalam CM =’.54. CM:=M*100. Program Konversi jarak meter ke inchi Program konversi_MkeInc.CM:5:2). Pemilihan ini tidak hanya berlaku untuk satu buah kondisi tetapi juga dapat beberapa kondisi. INCI:=CM/2.00 Ukuran dala Inci =3937. Sebagai contoh untuk dapat menonton film dibioskop seseorang harus sudah berumur lebih dari 17 tahun. O O u t p u t p u e 37 S l e .INCI:5:2). Uses wincrt.

Baca Nim dari mahasiswa 2. 1. n i m m o 38 . Struktur ini menunjukan jumlah kondisi dan aksi yang berlaku.Kasus yang lain dapat dilihat pada sebuah permasalahan bagaimana membagi mahasiswa menjadi dua kelompok. Algoritma untuk menylesaikan masalah diatas dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut: 1. Else dan perintah Case . Jika Nim mahasiswa genap maka mahasiswa tersebut masuk kelompok B.. Jika nim mahasiswa ganjil maka mahasiswa tersebut masuk kelompok A... Pernyataan If .. Flowchart Pemilihan Kelas p u t ( Untuk menyatakan sebuah pemilihan. Proses ini disebut dengan pemilihan (selection). Cetak Kelas Pada langkah-langkah diatas. Then .. Then .. Pada tabel berikut akan menunjukan perbedaan struktur tersebut. Cek nim mahasiswa apakah nim mod 2 = 1 Jika benar maka mahasiswa tersebut masuk kelas A Jika salah maka mahasiswa tersebut masuk kelas B 3. Of. Then . Algoritma diatas dapat dinyatakan dalam flowchart sebagai berikut: M u l a I n Gambar 4. khususnya pada langkah ke 2 terdapat proses pengecekan dengan pemilihan kondisi yang berbeda maka akan memberikan statemen yang berbeda. didalam algritma pseudocode maupun pada program dapat nyatakan dengan perintah If .. Else secara umum memiliki tiga struktur yang berbeda. Else Perintah if .

Deklarasi bilangan:integer (input) Deskripsi Read(bilangan) If (bilangan > 0) then Write(‘Positif’) End if Algoritma ini dapat digambarkan dengan flowchart sebagai berikut: 39 . Perintah If.Tabel 12.. else Perintah Keterangan If Kondisi then Perintah ini digunakan untuk satu buah Aksi1 kondisi yang mempengaruhi suatu aksi. Jika aksi hanya berupa satu pernyataan maka pernyataan tersebut dapat langsung dituliskan tetapi apabila aksi tersebut lebih dari satu pernyataan maka pernyataan-pernyataan tersebut dapat dituliskan dengan begin dan end pada awal dan akhir pernyataan. … Sedangkan untuk kondisi terakhir cukup else if kondisiN-1 then dinyatakan dengan else. aksi2 maupun aksi n dapat berupa pernyataan tunggal maupun pernyataan majemuk. Gambaran lebih detil mengenai ketiga jenis instrusi tersebut dapat dilihat pada kasus pengecekan sebuah bilangan apakah merupakan bilangan positif atau bukan. If Kondisi then Perintah ini digunakan untuk sebuah Aksi1 kondisi yang akan mempengaruhi dua buah Else aksi. Jika kondisi terpenuhi maka aksi Aksi2 pertama yang akan dijalankan tetapi sebaliknya jika kondisi tersebut tidak terpenuhi maka aksi kedua yang akan dijalankan. If Kondisi1 then Perintah ini digunakan untuk banyak Aksi1 kondisi yang mempengaruhi banyak aksi. Algoritma cek_positif. then. baik aksi1. aksiN-1 else aksiN Pada tabel diatas.. Else if kondisi2 then Kondisi pertama dinyatakan dengan dengan Aksi2 if kondisi1 then aksi1. Untuk kondisi kedua Else if kondisi3 then sampai kondisi sebelum terakhir Aksi 3 dinyatakan dengan else if kondisi then aksi.

Writeln(‘Bilangan Positif’). Pengecekan bilangan positif Program Cek_positif. Var bilangan:integer. Uses wincrt. If bilangan > 0 then Writeln(‘Bilangan Positif’). End. Algortima dari pengembangan ini dapat lihat sebagai berikut ini. O u t p Algoritma tersebut dapat dikembangkan dengan sebuah kondisi yang mempengaruhi dua buah aksi.bilangan). Deklarasi S 40 e l e .M u I n Gambar 5. Begin Writeln(‘Program Cek Bilangan Posistif’). End. Jika aksi tersebut terdiri dari dua buah pernyataan atau lebih dapat ditambahkan begin dan end pada awal dan akhir pernyataan-pernyataan tersebut. Flowchart pengecekan bilangangan positif Program 12. Algoritma cek_positif2. Readln(bilangan). Aksi pada program tersebut hanya terdiri dari satu pernyataan. sebuah kondisi mempengaruhi sebuah aksi sehingga penulisannya menggunakan perintah if kondisi then aksi. p u t ( Output dari program Program Cek Bilangan Posistif Masukan Sebuah Angka=9 Bilangan Positif B i l a n Y u Pada program diatas. Didalam aksi tersebut dapat diberikan pernyataan tambahan dengan menyebutkan bilangan yang dimasukan sehingga menjadi dua buah pernyataan. Write(‘Masukan Sebuah Angka=’). maka program dapat ditulis sebagai berikut: If bilangan > 0 then Begin Writeln(‘Bilangan=’.

End. Pada pernyataan aksi yang pertama tidak diberikan tanda titik koma (. Var bilangan:integer. p u t ( b Gambar 6. Flowchart Cek bilangan positif 2. Jika kondisi tersebut tidak terpenuhi maka aksi yang kedua yang akan dijalankan yaitu menuliskan Bukan Positif. Readln(bilangan). Pengecekan bilangan positif 2. Program 13. Uses wincrt. If bilangan > 0 then Writeln(‘Bilangan Positif’) Else Writeln(‘Bukan Bilangan Positif’). Jika kondisi tersebut (bilangan > 0) terpenuhi maka aksi pertama yang akan dijalankan yaitu menuliskan Positif. B i l a Y n a u g Hasil Output Program Program Cek Bilangan Posistif Masukan Sebuah Angka=-5 Bukan Bilangan Positif Sebuah kondisi mempengaruhi dua buah aksi sehingga dalam penulisannya dapat digunakan perintah if kondisi then aksi1 else aksi2.bilangan:integer (input) Deskripsi Mulai Read(bilangan) If (bilangan > 0) then Write(‘Positif’) Else Write(‘Bukan Positif’) End if Selesai Algoritma ini dapat digambarkan denganflowchart sebagai berikut: M u l a I n Program Cek_positif2.) sebagai akhir perintah karena O u t p 41 t . Begin Writeln(‘Program Cek Bilangan Posistif’). Write(‘Masukan Sebuah Angka=’).

End. Pada setiap aksi tersebut juga dapat ditambahkan satu pernyataan yang menampilkan bilangan yang dimasukan sehingga setiap aksi terdiri dari dua pernyataan. End if Pengembangan berikutnya dapat dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai beberapa kondisi yang mempengaruhi beberapa aksi.masih terdapat perintah berikutnya didalam pernyataan if. Deklarasi bilangan:integer (input) Deskripsi Mulai Read(bilangan) If (bilangan > 0) then Write(‘Positif’) Else if (bilangan < 0) then Write(‘Negatif’) Else Write(‘Nol’) End if Selesai Algortima ini dapat digambarkan dengan flowchart sebagai berikut: 42 . Writeln(‘Bilangan Positif’). End Else Begin Writeln(‘Bilangan=’.bilangan). If bilangan > 0 then Begin Writeln(‘Bilangan=’. Writeln(‘Bukan Bilangan Positif’). Algoritma cek_positif3. Pada algoritma berikut adalah gambaran untuk beberapa kondisi tersebut.bilangan).

Jika kondisi pertama tidak terpenuhi dan kondisi kedua tidak terpenuhi maka aksi ketiga yang akan dilaksanakan yaitu menuliskan nol.) karena masih ada pernyataan lain didalam statemen if yaitu pernyataan else pada B i l a n T 43 .M u l a I n p u t ( b Gambar 7. B i l a n T g i d g i d Hasil output program Program Cek Bilangan Posistif Masukan Sebuah Angka=0 Bilangan Nol Jika kondisi pertama terpenuhi yaitu bilangan > 0 maka aksi pertama akan dilaksanakan yaitu menuliskan positif. Program 14. Readln(bilangan). Uses wincrt. Jika kondisi kedua ini terpenuhi maka aksi kedua akan dilaksanakan yaitu menuliskan Negatif. Begin Writeln(‘Program Cek Bilangan Posistif’). Pengecekan bilangan positif 3. Program Cek_Positif3. Write(‘Masukan Sebuah Angka=’). Var bilangan:integer. Pada akhir pernyataan aksi pertama dan kedua tidak diakhiri denan titik koma (. Apabila kondisi pertama ini tidak terpenuhi maka akan dilakukan pengecekan pada kondisi kedua yaitu bilangan < 0. End. Flowchart cek bilangan positif 3. If bilangan > 0 then Writeln(‘Bilangan Positif’) Else if bilangan < 0 then Writeln(‘Bukan Bilangan Positif’) Else Writeln(‘Bilangan Nol’).

100 (input) Nilai_huruf:char (output) Deskripsi Mulai Read(Nilai_anka) If (nilai_angka > 85) then Nilai_huruf  ’A’ Else if (nilai_angka > 70) then Nilai_huruf  ’B’ Else if (nilai_angka > 50) then Nilai_huruf  ’C’ Else if (nilai_angka > 30) then Nilai_huruf  ’D’ Else Nilai_huruf  ’E’ End if Write(nilai_huruf) Selesai Algortima ini dapat digambarkan denganflowchart sebagai berikut: 44 . Deklarasi Nilai_angka: 0 . Pada aksi pertama dan aksi kedua juga dapat ditambahkan pernyataan untuk menamplkan bialangan yang dimasukkan sehingga aksi tersebut tidak hanya terdiri dari pernyataan seperti pembahasan sebelumnya. Ketentuan untuk melakukan konversi tersebut adalah sebagai berikut: Nilai 0 – 30 = ‘E’ Nilai 31 – 50 = ‘D’ Nilai 51 – 70 = ‘C’ Nilai 71 – 85 = ‘B’ Nilai 86 – 100 = ‘A’ Dari ketentuan tersebut dapat disusun sebuah algoritma sebagai berikt: Algoritma Konversi_Nilai.. Kasus yang lain dapat dilihat pada algoritma untuk melakukan konversi nilai dari angka menjadi huruf.bagian terakhir.

n g k a T i d a > Gambar 8. Nilai_huruf:char. if nilai_angka > 85 then nilai_huruf:='A' else if nilai_angka > 60 then nilai_huruf:='B' else if nilai_angka > 50 then nilai_huruf:='C' else if nilai_angka > 30 then nilai_huruf:='D' else nilai_huruf:='E'.. Uses wincrt. Write('Masukan Nilai Angka ='). writeln('Nilai Huruf='. Begin Writeln('Program Konversi Nilai').M u l a i I n p u t ( a n A Program 15. Var Nilai_angka:0.100. end. Readln(nilai_angka).nilai_huruf). Flowchart konversi nilai ke huruf A n g k a T i d a > A n g k a 45 > . Konversi Nilai1 Program konversi_nilai1.

Struktur case akan memberikan nilai yang sama dengan struktur if.. Of Pernyataan case . penyataan case melakukan pengecekan dengan pemilihan kondisi yang sesuai parameter yang ada. Berbeda dengan pernyataan if. tipe data yang lain seperti longint. Kasus seleksi pada pembahasan sebelumnya yaitu pengecekan nilai dengan pernyataan if dapat juga dilakukan dengan pernyataan case sebagai berikut: Algoritma Konversi_Nilai. bila satu kondisi tidak terpenuhi baru akan dilanjutkan pada kondisi yang berikutnya.. Pernyataan diatas juga dapat dutuliskan dengan strukur yang lain yaitu: Case parameter of Pilihan1 : aksi1 Pilihan2 : aksi2 … PilihanN-1 : aksiN-1 else aksiN end. Deklarasi Nilai_angka: 0 .. string. 100 (input) Nilai_huruf:char (output) 46 .Hasil Output program: Program Konversi Nilai Masukan Nilai Angka =70 Nilai Huruf=B 2. of merupakan perluasan dari pernyataan if. Ekspresi yang digunakan pada pernyataan case hanya berupa tipe data ordinal dengan batasan nilai antara -32768 – 32767. atau word tidak dapat digunakan. Pernyataan case ini digunakan dalam algoritma pseudocode dan program sedangkan untuk algoritma flowchart digunakan lambang symbol percabangan/kondisi. Pernyataan Case . Pernyataan case dapat dituliskan dengan struktur sebagai berikut: Case parameter of Pilihan1 : aksi1 Pilihan2 : aksi2 … pilihanN : aksiN end. Perbedaan hanya terdapat pada cara penulisannya saja. struktur if melakukan pengecekan terhadap setiap kondisi. Untuk pemilihan yang terdiri dari banyak kondisi.

. 3.. end. 85 : nilai_huruf  ’B’... Uses wincrt. Case nilai_angka of 86 .. Cetakan nilai tersebut sebanyak 10 kali. 50 : nilai_huruf  ’D’ 0 . 0 . Var Nilai_angka:0. 85 : nilai_huruf:=’B’. Menentukan nilai awal yaitu 1.. Write(nilai_huruf) Selesai Program 16. 100: nilai_huruf  ’A’. 30 : nilai_huruf :=’E’.100. Setiap langkah mencetak lakukan penambahan 1 (increament 1).. 31 . 100: nilai_huruf:=’A’. Write(‘Masukan Nilai Angka =’). 30 : nilai_huruf  ’E’ end. 47 .. 31 . 70 : nilai_huruf  ’C’. Perulangan Perulangan adalah suatu proses terhadap hal yang sama yang diulang beberapa kali sampai suatu kondisi atau batas tertentu terpenuhi. Langkah-langkah untuk menyelesakan permasalahan diatas dapat dilakuakan sebagai berikut: 1. Readln(nilai_angka). Hasil Output program: Program Konversi Nilai Masukan Nilai Angka =60 Nilai Huruf=C E. Terdapat sebuah permasalahan bagaimana mencetak bilangan bulat dari 1 sampai dengan 10.. writeln(‘Nilai Huruf=’. Untuk memberikan gambaran mengenai perulangan dapat disimak pada kasus berikut ini. 71 . Konversi Nilai2 Program koversi_nilai2.. Begin Writeln(‘Program Konversi Nilai’). 51 .nilai_huruf).. 51 . 71 . Hasil output yang diinginkan adalah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10. 50 : nilai_huruf:=’D’. end.Deskripsi Mulai Read(Nilai_angka) Case nilai_angka of 86 . Nilai_huruf:char. 70 : nilai_huruf:=’C’. 2.

Algoritma PerulanganFor1. Algoritma berikut adalah tentang mencetak bilangan bulat dari 1 sampai dengan 10 dengan menggunakan perulangan For…To…Do. Perulangan naik dinyatakan dengan pernyataan For…To…do. Struktur For Struktur perulangan for merupakan struktur untuk meuliskan perulangkan selama dalam kondisi tertentu. Deklarasi I:integer Deskripsi mulai For I  1 to 10 do Write(i) End for Selesai Algoritma ini dapat digambarkan dengan flowchart sebagai berikut: 48 .Downto. Pernyataan For…to…do dapat dituliskan dengan sintaks For counter=nilai_awal To nilai_akhir Do aksi/blok aksi dimana nilai_akhir lebih besar dari nilai awal.. Didalam bahasa pemrograman pascal perulangan dapat dituliskan dengan tiga pernyataan yang berbeda. Nilai perulangan sudah ditentukan dengan sebuah nilai awal dan nilai akhir. Langkah-langkah ini disebut dengan perulangan. Nilai awal merupakan nilai yang diberikan untuk memulai suatu instruksi yang berada didalam blok tersebut..Do dengan sintaks For counter=nilai_awal downto nilai_akhir do aksi/blok aksi dimana nilai_awal lebih besar dari nilai akhir. 1. Istilah lain dari perulangan adalah looping atau repetition. sedangkan untuk perulangan turun dapat dinyatakan dengan pernyataan For…downto …do. Pernyataan tersebut adalah: for to do while do repeat until Penjelasan mengenai ketiga pernyataan diatas akan dibahas pada bagian-bagian tersendiri. Untuk pernyataan yang sebaliknya dapat digunakan perintah For. Terdapat dua buah jenis pernyataan dengan menggunakan struktur for yaitu pernyataan naik dan pernyataan turun. Perulangan terhadap pernyataan atau instrukti tersebut akan berhenti jika kondisi akhir yang telah disebut terpenuhi.Algoritma diatas mengandung langkah-langkah yang diulang.

Var I:integer. Flowchart perulangan for to do Program 17. Perulangan ini secara otomatis akan menambahkan counter dengan 1. Begin Writeln(‘Program Perulangan dengan For’). Perulangan dengan for 1 Program perulananFor1. F o r t o 1 O u t Hasil output program Program Perulangan dengan For 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 N e Pada kasus diatas. Algoritma PerulanganFor2. For i:=1 to 10 do Writeln(i). Apabila kasus tersebut dibalik yaitu mengulang penulisan i tetapi i dimulai dari 10 sampa ke 1 maka dapat dilakukan dengan perintah for…downto…do. End. mulai dari i=1 sampai i=10. Sehinggga i akan mengalami increament 1 sampai dengan i =10. perintah writeln(i) diulang sebanyak sepuluh kali. Deklarasi I:integer Deskripsi Mulai For I  10 downto 1 do Write(i) S e l 49 .M u Gambar 9. Uses wincrt.

u o r w u d O o t e Hasil output program: Program Perulangan dengan For 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 N Program diatas akan mencetak nilai i mulai dari 10 sampai dengan 1. setelah pernyataan aksi. Perulangan denga for 2 Program perulananFor. Var I:integer. Uses wincrt. Contoh yang lain dapat dilihat pada kasus menghitung nilai rata-rata dari beberapa data yang dimasukan. Pernyataan aksi yang ada pada program diatas hanya terdiri dari satu statemen.Selesai Algoritma ini dapat digambarkan dengan flowchart dengan sebabagai berikut: M F Gambar 10. Perulangan akan dilakukan untuk membaca data S e l 50 . Flowchart for downto do Program 18. maka penulisannya didalam program pascal harus ditambah dengan penyaaan begin sebelum aksi dan pernyataan end. Begin Writeln(‘Program Perulangan dengan For’). For i:=10 downto 1 do Writeln(i). End. I sebagai conter dari perulangan maka secara otomatis akan mengalami pengurangan 1 (decreament) pada setiap langkah perulangan. Apabila aksi tersebut terdiri dari beberapa statemen.

Deklarasi I. Algoritma rerata1. Hasil penjumlahan dari data yang dimasukan tersebut akan dihitung rata-ratanya dengan pembagian. Menghitung rata-rata 1 Program rerata1.dan menjumlahkannya dalam variabel tertentu.jumlah. Flowchart menghitung rata-rata 1 Program 19.x:integer Rerata:real. Uses wincrt.n. Deskripsi Mulai Read (n) Jumlah0 For I  1 to n do Read(x) JumlahJumlah+x End for Rerata jumlah/n Write(rerata) Selesai Algoritma ini dapat digambarkan dengan flowchet sebagai berikut: M i n ju Program 11. Var u p m r n F o t o 51 .

Jumlah:=0. Rerata:=jumlah/n. Hasil Output program Program Mengitung Rata-rata Masukan Jumlah Data=5 Masukan Data ke-1=6 Masukan Data ke-2=5 Masukan Data ke-3=8 Masukan Data ke-4=7 Masukan Data ke-5=7 Rata-rata= 6.rerata:5:2). Perulangan dengan while do lebih fleksibel karena program tidak ditentukan berapa kali perulangan terjadi. Readln(n). End.i. Rerata:real. Oleh karena itu perlu adanya sebuah proses yang dapat mengontrol kondisi agar berhenti. Proses pengecekan terhadap kondisi akan dilakukan terlbi dahulu sebelum pernyataan yang akan diulang.n. While do Struktur while do merupakan perintah untuk melakukan perulangan selama sebuah kondisi terpenuhi atau bernilai benar.x. aksi tidak hanya terdiri satu satu pernyataan tetapi lebih dari satu pernyataan.’=’).jumlah:integer. Jumlah:=jumlah+x.I. Readln(x). Jika kondisi yang disyaratkan sudah tidak terpenuhi maka perulangan akan berhenti. Deklarasi i:integer Deskripsi Mulai I 1 While (I <= 10 ) do 52 . Begin Writeln(‘Program Mengitung Rata-rata’). End. Dari kasus mencetak bilangan dari 1 sampai 10 pada bagian sebelumnya dapat juga diselesaikan dengan struktur while do. Write(‘Masukan Jumlah Data=’). 2. Setelah pernyataan for maka perlu ditambahkan pernyataan begin dan pernyataan end setelah akhir blok aksi ditambahkan pernyataan end. For i:=1 to n do Begin Write(‘Masukan Data ke-‘. Writeln(‘Rata-rata=’.60 Pada perulangan diatas. Algoritma PerulanganWhile.

Begin writeln('Program Perulangan dengan While'). Perulangan dengan while Program perulanganwhile. aksi setelah while do dinyatakan dalam beberapa pernyataan sehingga dituliskan dalam pernyataan begin dan end. Flowchart perulangan while Program 20.Write(i) I  i+1 Endwhile Selesai Algoritma ini dapat digambarkan dengan flowchart sebagai berikut: M i = Gambar 12. Pada program . Uses wincrt. End. End. I:=1. I:=i+1. Var I:integer. While i<= 10 do Begin Writeln(i). u 1 i o < y u i = 53 Hasil Output program Program Perulangan dengan While 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 t p i + Pada program tersebut.

jumlah. Deklarasi i.n.diatas perulangan sudah diketahui yaitu sebanyak sepuluh kali. Menghitung rata-rata dengan while u p = m < l u x 54 > . Deskripsi Mulai Read (x) n0 Jumlah0 While (x <>0) do N n+1 JumlahJumlah+x Read(x) Endwhile Rerata jumlah/n Write(n) Write(jumlah) Write(rerata) Selesai Algoritma ini dapat digambarkan dengan flowchart sebagai berikut: M i n n ju Gambar 13. Flowchart menghitung rata-rata dengan while Program 21. Algoritma rerata2. Sebagai contoh program untuk menghitung data yang dimasukan dan rata-ratanya sampai data yang dimasukan berupa angka nol (0).x:integer Rerata:real. Dalam kasus yang lain struktur while do dapat digunakan untuk perulangan yang belum diketahui jumlah perulangannya.

jumlah:integer. Perulangan ini juga tidak ditentukan berapa kali suatu pernyataan harus dilakukan. Repeat Until Struktur Repeat. readln(x). Algoritma PerulanganRepeat. Hasil output program: Masukan nilai-nila (0 untuk berhenti)= 6 7 9 7 8 9 0 Jumlah=46 Rerata= 7. n:=0. var i. while x<>0 do begin n:=n+1. begin writeln('Masukan nilai-nila (0 untuk berhenti)='). end.66666666666667E+0000 Pada program diatas data yang diinputkan berupa angka nol (0) tidak akan dihitung karena sebagai stoping point (tanda untuk berhenti perulangan). Dari kasus mencetak bilangan dari 1 sampai 10 dapat dilihat pada algoritma dan program dibawah ini. end.x. jumlah:=jumlah+x. rerata:real.Program rerata2. read(x). Pemeriksaan kondisi ada pada bagian setelah pernyataan yang diulang. rerata:=jumlah/n.n. Deklarasi i:integer Deskripsi Mulai 55 . Perulangan dengan repeat until juga lebih fleksibel bila dibandingkan dengan struktur for to do. Struktur ini juga perlu adanya suatu proses yang dapat mengontrol program agar program dapat berhenti. 3.rerata). writeln(‘Rerata=’. uses wincrt.. writeln(‘Jumlah=’. Jika kondisi sudah terpenuhi maka pernyataan tidak akan diulang lagi.jumlah).until merupakan sebuah perintah untuk melakukan perualangan terhadap suatu pernyataan atau blok pernyataan sampai suatu kondisi terpenuhi.

begin writeln('Program Perulangan dengan Repeat'). i:=1. until i>10 end. u 1 l a i o u = t p i > 1 y a u + 0 56 t ( 1 Hasil output program Program Perulangan dengan Repeat 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 i i t i Pada program diatas. i:=i+1.i 1 Repeat Write(i) I  i+1 Until (I > 10 ) selesai Algoritma ini dapat digambaran dengan flowchart sebagai berikut: M i = Gambar 14. Perulangan dengan repeat program perulanganRepeat. aksi dengan pernyataan-pernyataan yang ada setelah pernyataan while akan selalu diulang sampai pada kondisi yang dinyatakan . Flowchart perulangan dengan repeat Program 22. uses wincrt. var i:integer. repeat writeln(i).

Flowchart menghitung rata-rata dengan repeat n 57 = . Deklarasi i. Pada kasus yang lain yaitu pada algoritma menghitung rata-rata dari sejumlah bilangan yang dimasukan sampai bilangan yang dimasukan berupa angka nol.jumlah. Algoritma rerata2. Deskripsi Mulai n0 Jumlah0 Repeat N n+1 Read(x) JumlahJumlah+x Until x=0 Rerata jumlah/(n-1) Write(n) Write(jumlah) Write(rerata) Selesai Algoritma ini dapat digambarkan dengan flowchart sebagai berikut: M n ju m u = Gambar 15.n. Pernyataan-pernyatan yang ada pada blok aksi tidak digunakan begin dan end walupun pada blok tersebut terdapat beberapa pernyataan.x:integer Rerata:real.dengan klausa until terpenuhi.

Menghitung rata-rata dengan repeat Program rerata3.jumlah. begin writeln('Masukan data (0 untuk berhenti)=').16666666666667E+0000 Latihan 1. Hasil output program: Masukan data (0 untuk berhenti)= 5 9 8 7 8 6 0 Jumlah=43 Rerata= 7. jumlah:=jumlah+x. readln(x). var i. Untuk menentukan apakah sebuah bilangan tersebut bilagan ganjil atau bukan dapat dilakukan dengan modulasi 2 pada bilangan dari 1 sampai dengan 100.x:integer. rerata:=jumlah/(n-1). apabila hasil modulasi adalah 0 maka bilangan tersebut genap tetapi apabila hasil modulasi 1 maka bilangan tersebut ganjil dan siap dicetak.jumlah). repeat n:=n+1.rerata). writeln('Jumlah='. jumlah:=0. Buatlah program untuk mencetak bilangan ganjil dai 1 sampai dengan 100. writeln('Rerata='. end.n. n:=0.Program 23. Pembahasan Analisa: Mencetak bilangan ganjil dari 1 sampai dengan 100 dapat dilakukan dengan perualngan. Algoritma cetak bilangan ganjil Deklarasi i:integer Deskripsi Mulai For i:=1 to 100 do If i mod 2 = 1 then Write(i) 58 . until x=0. Uses wincrt. rerata:real.

Program Cetak_bil_ganjil. Buatlah program untuk menghitung jumlah factorial dari nilai n yan dimasukan. End. Deskripsi Mulai Fak1 Realn(n) For i1 to n do Fakfak * i End for Write(fak) Selesai Algoritma dengan flowchart 59 .’ ‘). Nilai factorial didefinisikan sebagai berikut: 3! = 1 X 2 X 3 = 6 4! = 1 X 2 X 3 X 4 = 24 n! = 1 X 2 X 3 X ….End if End for Selesai Program mencetak bilangan ganjil. 2. Setiap langkah dalam perulangan akan dikalikan dengan I oleh karena itu nilai awal untuk hasilnya adalah 1. Uses wincrt. X n Pembahasan Analisa: Nilai faktorial dari n adalah nilai perkalian mulai dari 1 sampai dengan n. Var i:integer. Algoritma factorial Deklarasi i.n:integer Fak:longint. Begin For i:=1 to 100 do If i mod 2 = 1 then Write(i. perkalian ini dapat dilakukan dengan perulangan.

write('Masukan jumlah data ='). Buatlah alortima dan program untuk menghitung panjang sisi miring dari segitiga phitagoras. readln(n). Buatlah algoritma dan program untuk meakukan konversi dari jam ke detik. F a k = F o r i = Soal 1. 2 hari senin dan seterusnya. Jika dimasukan angka 1 maka outputnya hari minggu. for i:=1 to n do fak:=fak*i. Buatlah algoritma dan program untuk menghitung akar-akar persamaan kuadrat dengan bentuk umum: X 1. Var i.M u l a N Program menghitung nilai faktorial Program factorial. fak:longint. 2 = − b ± b − 4ac 2a 2 F a k = 60 f Jika b2 – 4 ac < 0 akan diperoleh akar imaginer . Buatlah algoritma dan program untuk menampilkan nama hari sesuai dengan pilihan angka. end. writeln(n. 4. 3.' Faktorial ='. Begin writeln('Program menghitung nilai faktorial'). 2. fak:=1. Uses wincrt.n:integer.fak).

Buatlah algoritma untuk deret kuadrat dari suatu nilai N= 1 X 1+ 2 X 2 + 3 X 3 + … + n X n = 1 + 4 + 9 + 16 + … 6.5. Buatlah algoritma dan program untuk mencetak bilangan prima dari 1 sam 100 61 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful