Frase, Klausa, dan Kalimat

A. Frase Frase adalah satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi. Misalnya: akan datang, kemarin pagi, yang sedang menulis. Dari batasan di atas dapatlah dikemukakan bahwa frase mempunyai dua sifat, yaitu a. Frase merupakan satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih. b. Frase merupakan satuan yang tidak melebihi batas fungsi unsur klausa, maksudnya frase itu selalu terdapat dalam satu fungsi unsur klausa yaitu: S, P, O, atau K. Macam-macam frase: A. Frase endosentrik Frase endosentrik adalah frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Frase endosentrik dapat dibedakan menjadi tiga golongan yaitu: 1. Frase endosentrik yang koordinatif, yaitu: frase yang terdiri dari unsur-unsur yang setara, ini dibuktikan oleh kemungkinan unsur-unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung. Misalnya: kakek-nenek pembinaan dan pengembangan laki bini belajar atau bekerja 2. Frase endosentrik yang atributif, yaitu frase yang terdiri dari unsur-unsur yang tidak setara. Karena itu, unsur-unsurnya tidak mungkin dihubungkan. Misalnya: perjalanan panjang hari libur Perjalanan, hari merupakan unsur pusat, yaitu: unsur yang secara distribusional sama dengan seluruh frase dan secara semantik merupakan unsur terpenting, sedangkan unsur lainnya merupakan atributif. 3. Frase endosentrik yang apositif: frase yang atributnya berupa aposisi/ keterangan tambahan. Misalnya: Susi, anak Pak Saleh, sangat pandai. Dalam frase Susi, anak Pak Saleh secara sematik unsur yang satu, dalam hal ini unsur anak Pak Saleh, sama dengan unsur lainnya, yaitu Susi. Karena, unsur anak Pak Saleh dapat menggantikan unsur Susi. Perhatikan jajaran berikut: Susi, anak Pak Saleh, sangat pandai Susi, «., sangat pandai. «., anak Pak Saleh sangat pandai. Unsur Susi merupakan unsur pusat, sedangkan unsur anak Pak Saleh merupakan aposisi (Ap). B. Frase Eksosentrik Frase eksosentrik ialah frase yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Misalnya: Siswa kelas 1A sedang bergotong royong di dalam kelas. Frase di dalam kelas tidak mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Ketidaksamaan itu dapat dilihat dari jajaran berikut: Siswa kelas 1A sedang bergotong royong di «. Siswa kelas 1A sedang bergotong royong «. kelas C. Frase Nominal, frase Verbal, frase Bilangan, frase Keterangan. 1. Frase Nominal: frase yang memiliki distributif yang sama dengan kata nominal. Misalnya: baju baru, rumah sakit 2. Frase Verbal: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan golongan kata verbal. Misalnya: akan berlayar 3. Frase Bilangan: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata bilangan. Misalnya: dua butir telur, sepuluh keping

dan keterangan (K). Ayah dari kantor. Frase Depan: frase yang terdiri dari kata depan sebagai penanda. Jenis Kalimat 1. Gunung tinggi. dari desa D. Misalnya: tadi pagi.Frase Keterangan: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata keterangan. Misalnya: Perusahaan pakaian milik perancang busana wanita terkenal. 1. merupakan. . Perancang yang menciptakan model busana untuk wanita. D. Makna ganda seperti itu disebut ambigu. 2. Frase perancang busana wanita dapat menimbulkan pengertian ganda: 1. Berdasarkan kategori kata atau frase yang menduduki fungsi predikat Kalimat Pengertian Kalimat adalah satuan bahasa yang terdiri dari dua kata atau lebih yang mengandung pikiran yang lengkap dan punya pola intonasi akhir. Pola kalimat I = kata benda-kata kerja Contoh: Adik menangis. b. Pola kalimat IV disebut kalimat adverbial a. Klausa Klausa adalah satuan gramatika yang terdiri dari subjek (S) dan predikat (P) baik disertai objek (O). Pola-pola kalimat Sebuah kalimat luas dapat dipulangkan pada pola-pola dasar yang dianggap menjadi dasar pembentukan kalimat luas itu. Unsur inti klausa ialah subjek (S) dan predikat (P). serta memilki potensi untuk menjadi kalimat. Berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatik menegatifkan predikat 3. seperti: adalah. B. Misalnya: di halaman sekolah. C. 4. 4. Misalnya: banyak orang mengatakan. Pola kalimat II = kata benda-kata sifat Contoh: Anak malas. Perancang busana yang berjenis kelamin wanita. diikuti oleh kata atau frase sebagai aksinnya. Pola kalimat I disebut kalimat ´verbal´ 2. Pola kalimat II disebut pola kalimat ´atributif´ 3. Contoh: Ayah membaca koran di teras belakang. berbaik hati mau melunaskan semua tunggakan sekolahku. Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur inti pembentukan kalimat (subjek dan predikat) dan boleh diperluas dengan salah satu atau lebih unsur-unsur tambahan (objek dan keterangan). Pola kalimat IV (pola tambahan) = kata benda-adverbial Contoh: Ibu ke pasar. Penggolongan klausa: 1. Anjing dipukul. Berdasarkan unsur intinya 2. tempat mamaku bekerja. Frase Ambigu Frase ambigu artinya kegandaan makna yang menimbulkan keraguan atau mengaburkan maksud kalimat. menjadi. besok sore 5. Kalimat ini mengandung kata kerja bantu. Pola kalimat III = kata benda-kata benda Contoh: Bapak pengarang. asalkan unsur-unsur tambahan itu tidak membentuk pola kalimat baru. Paman Guru Pola pikir kalimat III disebut kalimat nominal atau kalimat ekuasional.

anak kalimat pengganti subjek b. dan sebagainya. tetapi adiknya sangat pemalas. Kalimat majemuk setara menggabungkan. 2. Sedangkan kalimat asal (bagian tetap) disebut induk kalimat. Biasanya memakai kata tugas: atau. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat penggati subjek. Ibu menyimpan uang di dalam laci. dan kalimat majemuk campuran. 2) Kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk yang terdiri dari perluasan kalimat tunggal. S P O Mereka sudah mengetahui bahwa saya yang mengambilnya. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti objek. Berdasarkan sifat hubungannya. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti predikat. anak kalimat pengganti predikat c. Penggabungan dari dua atau lebih kalimat tunggal sehingga kalimat yang baru mengandung dua atau lebih pola kalimat. Sebuah kalimat tunggal yang bagian-bagiannya diperluas sedemikian rupa sehingga perluasan itu membentuk satu atau lebih pola kalimat baru. (subjek pada kalimat pertama diperluas) b. Misalnya: Dia sangat rajin. Kalimat majemuk setara perlawanan. Misalnya: Anak itu membaca puisi. (kalimat tunggal) Anak yang menyapu di perpustakaan itu sedang membaca puisi. baik. Misalnya: Katanya begitu Katanya bahwa ia tidak sengaja menjatuhkan gelas itu. Biasanya menggunakan kata-kata tugas: dan. melainkan.Kalimat Tunggal Ayah merokok. Kalimat majemuk dapat terjadi dari: a. Misalnya: Diakuinya hal itu P S Diakuinya bahwa ia yang memukul anak itu. . Misalnya: Susi menulis surat (kalimat tunggal I) Bapak membaca koran (kalimat tunggal II) Susi menulis surat dan Bapak membaca koran. Susunan Pola Kalimat S-P S-P-O S-P-O-K Kalimat Majemuk Kalimat majemuk adalah kalimat-kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih. b. lagipula. maupun. Misalnya: Mereka sudah mengetahui hal itu. Kalimat majemuk setara terdiri atas: a. Misalnya: Sisca anak yang baik lagi pula sangat pandai. kalimat majemuk dapat dibedakan atas kalimat majemuk setara. Misalnya: Bapak minum teh atau Bapak makan nasi. Kalimat majemuk serta memilih. di samping pola yang sudah ada. bagian kalimat yang diperluas sehingga membentuk kalimat baru yang disebut anak kalimat. Ditinjau dari unsur kalimat yang mengalami perluasan dikenal adanya: a. 1) Kalimat majemuk setara Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang hubungan antara pola-pola kalimatnya sederajat. Adik minum susu. Biasanya memakai kata tugas: tetapi. serta. kalimat majemuk bertingkat. c.

Luas. Kalimat inti Kalimat inti adalah kalimat mayor yang hanya terdiri atas dua kata dan sekaligus menjadi inti kalimat. b. iv) Dengan perubahan intonasi. tetapi lebih. Luas. dan Mila sedang belajar dengan serius. b. Misalnya: Ketika ia duduk minum-minum.anak kalimat pengganti objek Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti keterangan. Kalimat Luas. Kalimat Mayor dan Minor a. ii) Dengan penambahan jumlah inti sekaligus juga adalah kalimat luas: Adik menangis dan merengek kepada ayah untuk dibelikan komputer. c. Mamas.. Contoh: Radha. iii) Dengan perubahan kata urut kata. Ketika ia duduk minum-minum pola atasan datang seorang pemuda berpakaian bagus pola bawahan I datang menggunakan kendaraan roda empat pola bawahan II d. Arief. . Kalimat Inti. Artinya: tidak boleh menyebabkan perubahan atau pergeseran makna laksikalnya. Contoh: i) Dengan penambahan jumlah kata tanpa menambah jumlah inti. sewaktu pelajaran matematika. Contoh: Amir mengambil buku itu. Kalimat transformasi. Contoh: Adik menangis? 4. Ciri-ciri kalimat inti: 1) Hanya terdiri atas dua kata 2) Kedua kata itu sekaligus menjadi inti kalimat 3) Tata urutannya adalah subjek mendahului predikat 4) Intonasinya adalah intonasi ´berita yang netral´. Kalimat luas Kalimat luas adalah kalimat inti yang sudah diperluas dengan kata-kata baru sehingga tidak hanya terdiri dari dua kata. Contoh kalimat Inti. kalimat transformasi belum tentu kalimat luas. datang seorang pemuda berpakaian bagus. 3. dan Transformasi a. sekaligus juga adalah kalimat luas: Adik menangis tersedu-sedu kemarin pagi. Contoh: Menangis adik. Shinta. Kalimat Inti. dan menggunakan kendaraan roda empat. c. Misalnya: Ayah pulang malam hari S P K Ayah pulang ketika kami makan malam anak kalimat pengganti keterangan 3) Kalimat majemuk campuran Kalimat majemuk campuran adalah kalimat majemuk hasil perluasan atau hasil gabungan beberapa kalimat tunggal yang sekurang-kurangnya terdiri atas tiga pola kalimat. Namun. dan Transformasi a. Contoh: Adik menangis. Kalimat mayor Kalimat mayor adalah kalimat yang sekurang-kurangnya mengandung dua unsur inti. Kalimat transformasi Kalimat transformasi merupakan kalimat inti yang sudah mengalami perubahan atas keempat syarat di atas yang berarti mencakup juga kalimat luas. Arif ada di laboratorium.

. ia juga kuliah. jelas. tetapi ayah menunggu kami di rumah Rati karena kami masih berada di sekolah. menguatkan memperkuatkan (salah)  sangat baik. Kiki pergi Ibu berangkat-ayah menunggu. Jelas : berarti mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca. dilebarkan diperlebarkan (salah)  memperkuat. (KPO) (salah) 4. Karena terdapat dua inti. Arif ada. Contoh: Diam! Sudah siap? Pergi! Yang baru! Kalimat-kalimat di atas mengandung satu unsur inti atau unsur pusat. Ibu segera pergi ke rumah sakit menengok paman. Sekolah mengadakan pentas seni Sekolah mengadakan pentas seni (salah) 2. tidak memiliki subjek contoh:  Buah mangga mengandung vitamin C. pleonasme= berlebihan. adanya kata depan yang tidak perlu  Perkembangan daripada teknologi informasi sangat pesat. b. Tepat : sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku. tumpang tindih contoh :  para hadirin (hadirin sudah jamak.Kiki pergi ke Bandung. kalimat tersebut disebut kalimat mayor. Kalimat Tidak Efektif Kalimat tidak efektif adalah kalimat yang tidak memiliki atau mempunyai sifat-sifat yang terdapat pada kalimat efektif. Contoh: Amir mengambil. Sebab-Sebab Ketidakefektifan Kalimat 1.  Selain daripada bekerja. dan tepat. Kalimat Minor Kalimat minor adalah kalimat yang hanya mengandung satu unsur inti atau unsur pusat. tidak perlu para)  para bapak-bapak (bapak-bapak sudah jamak)  banyak siswa-siswa (banyak siswa)  saling pukul-memukul (pukul-memukul sudah bermakna µsaling¶)  agar supaya (agar bersinonim dengan supaya)  disebabkan karena (sebab bersinonim dengan karena) 3. pukul-memukul saling pukul-memukul (salah)  Di sekolah diadakan pentas seni.(SPO) (benar)  Di dalam buah mangga terkandung vitamin C. 5. kontaminasi= merancukan 2 struktur benar 1 struktur salah contoh:  diperlebar.  Kepada siswa kelas I berkumpul di aula. (KPS) (benar) ??  Di dalam buah mangga mengandung vitamin C. baik sekali sangat baik sekali (salah)  saling memukul. Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat berisikan gagasan pembicara atau penulis secara singka. Singkat : hemat dalam pemakaian atau pemilihan kata-kata.

oleh karena itu. tetapi. Konjungsi antarkalimat: akan tetapi. saya minta izin ke belakang. dan antarparagraf. b.    E. Pelengkap (Pel. dan antarparagraf. antarkata. Predikat (P). antarkalimat. (Apakah bisa menolak?) Silakan maju ke depan. 2. Konjungsi antarklausa a. kategori. Prakata Menuju Pengertian ( definisi ) Frasa Kalimat terdiri atas beberapa satuan. lalu. karena. Konjungsi Konjungsi antarklausa. meskipun. (toilet tidak selalu berada di belakang) Saya absen dulu anak-anak. Apakah teman teman tahu apa arti ( definisi ) frasa itu? apa konstruksi. Satuan pembentuk kalimat tersebut menempati fungsi tertentu. (Siapa yang dipersilahkan) Mobil Pak Dapit mau dijual. (absen: tidak masuk."Frasa" itu adalah judul dari artikel kita kali ini. atau. (maju selalu ke depan) Adik mengajak temannya naik ke atas. Fungsi yang dimaksud yaitu Subjek (S). (naik selalu ke atas) Pak. Satuan-satuan tersebut terdiri atas satu kata atau lebih. dengan demikian. Pastikan teman teman benar benar membaca arikel " Frasa "ini ^_^.    8. jika. menghubungkan antarkalimat.5. Konjungsi atau kata sambung adalah kata-kata yang menghubungkan bagian-bagian kalimat. Yang tidak sederajat: ketika.). Objek (O). seharusnya presensi) Bola gagal masuk gawang. macam dari frasa itu? Apakah teman teman tahu? semua itu akan kamu bahas dalam artikel dibawah ini.        6. (Jawa: wis padha teka) (seharusnya sudah hadir) « oleh saya. jadi. 1. Konjungsi antarparagraf: selain itu. kelas. 3. namun.). Pengertian Frasa . (Sunda: ku abdi) (seharusnya diganti dengan kalimat pasif persona) Jangan-jangan « (Jawa: ojo-ojo) (seharusnya mungkin) . dan Keterangan (Ket. salah nalar waktu dan tempat dipersilahkan.      7. Yang sederajat: dan. (Ia gagal meraih prestasi) (kata gagal lebih untuk subjek bernyawa) kesalahan pembentukan kata mengenyampingkan seharusnya mengesampingkan menyetop seharusnya menstop mensoal seharusnya menyoal ilmiawan seharusnya ilmuwan sejarawan seharusnya ahli sejarah pengaruh bahasa asing Rumah di mana ia tinggal « (the house where he lives «) (seharusnya tempat) Sebab-sebab daripada perselisihan « (cause of the quarrel) (kata daripada dihilangkan) Saya telah katakan « (I have told) (Ingat: pasif persona) (seharusnya telah saya katakan) pengaruh bahasa daerah « sudah pada hadir. bahwa. kemudian. adapun. apabila. . antarklausa.

Fungsi-fungsi tersebut boleh ada atau tidak dalam suatu kalimat. ada pula frasa bertingkat. mahasiswa baru itu sedang membaca buku di Perhatikan penjabaran fungsi kalimat di atas! Dua S orang mahasiswa P sedang membaca Ket. A. Frasa setara ditandai oleh adanya kata dan atau atau di antara kedua unsurnya. tempat Kalimat di atas terdiri atas tiga frasa yaitu dua orang mahasiswa. Frasa Setara dan Frasa Bertingkat Sebuah frasa dikatakan setara jika unsur-unsur pembentuknya berkedudukan sederajat atau setara. dan di perpustakaan. Jadi. Contoh Dua orang frasa: perpustakaan. Kategori Frasa 1. di perpustakaan. sedang membaca. Fungsi dalam kalimat dapat terdiri atas kata. . Frasa selalu menduduki satu fungsi kalimat. inti. frasa. Demikian juga frasa makan-makan dan minumminum termasuk frasa setara. Frasa bertingkat adalah frasa yang terdiri atas inti dan atribut. Contoh: Ayah Frasa nanti akan malam terdiri pergi atas unsur nanti atribut dan malam. Contoh: Saya dan adik makan-makan dan minum-minum di taman depan. Selain frasa setara. Fungsi yang wajib ada yaitu subjek dan predikat. maupun klausa. Definisi frasa Jadi apa arti frasa? Frasa adalah satuan yang terdiri atas dua kata atau lebih yang menduduki satu fungsi kalimat. Frasa saya dan adik adalah frasa setara sebab antara unsur saya dan unsur adik mempunyai kedudukan yang setara atau tidak saling menjelaskan. 1. frasa memiliki sifat sebagai berikut. Frasa terdiri atas dua kata atau lebih. 2.

Kata saudagar adalah inti frasa bertingkat kedua saudagar itu. keluarga Pinto menyembelih seekor kambing hitam. Sebaliknya. frasa jual beli merupakan frasa eksosentrik. Menurut distribusinya. Akan tetapi. Konstruksi yakni konstruksi endosentrik dan Frasa eksosentrik. Frasa memiliki dua konstruksi. frasa jual beli tidak dapat diwakili baik oleh kata jual maupun kata beli. Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa frasa kedua saudagar itu berdistribusi sama dengan frasa saudagar itu dan kata saudagar. Frasa Idiomatik Perhatikan kata-kata bercetak miring berikut! 1) Dalam peristiwa kebakaran kemarin seorang penjaga toko menjadi kambing hitam. B. Kambing hitam pada kalimat 1) bermakna orang yang dipersalahkan dalam suatu peristiwa . Frasa jual beli termasuk frasa eksosentrik karena baik kata jual maupun kata beli tidak dapat menggantikan jual beli. sedangkan dalam kalimat 2) bermakna seekor kambing yang warna bulunya hitam . Frasa Contoh: Pintu endosentrik Frasa ini meliputi beberapa macam yang kata dan sedang frasa : Endosentrik dihubungkan dengan jendelanya Koordinatif dan atau. Frasa yang distribusinya sama dengan salah satu atau semua unsurnya dinamakan frasa endosentrik. Kedua kata tersebut merupakan inti sehingga mempunyai kedudukan yang sama. Frasa yang distribusinya tidak sama dengan salah satu atau semua unsurnya disebut frasa eksosentrik. Frasa telah mengadakan berdistribusi sama dengan mengadakan. dicat. Frasa 1. Makna kambing hitam pada kalimat 1) tidak ada kaitannya dengan makna kata kambing dan kata hitam. Kalimat 1) dan 2) menggunakan frasa yang sama yaitu frasa kambing hitam. dan . 2) Untuk menyelamati saudaranya. dan jual beli.2. Perhatikan Kedua saudagar itu kalimat telah Kalimat di atas terdiri atas frasa kedua saudagar itu. telah mengadakan. Hal ini disebabkan frasa jual beli tidak memiliki distribusi yang sama dengan kata jual dan kata beli. berikut! mengadakan jual beli. Demikian juga frasa telah mengadakan dapat diwakili kata mengadakan. Frasa yang maknanya tidak dapat dirunut atau dijelaskan berdasarkan makna kata-kata yang membentuknya dinamakan frasa idiomatik. frasa kedua saudagar itu dan telah mengadakan merupakan frasa endosentrik. Frasa kedua saudagar itu dapat diwakili kata saudagar.

kerja. bilangan. b. putri Pak Bambang. Lukisan yang dipamerkan itu ± bagus-bagus. b. Frasa Endosentrik Frasa ini terdiri atas unsur-unsur Contoh: Pekarangan luas yang akan didirikan bangunan yang yang itu milik tidak Haji Atributif setara. Lukisan yang dipamerkan itu memang bagus-bagus. frasa hadiah ulang tahun termasuk frasa benda atau frasa nomina. Unsur yang dipentingkan merupakan unsur pusat. Pembagian frasa meliputi frasa benda. sifat. Frasa Keterangan atau Frasa Adverbia . Kelas Frasa Frasa dibagi menjadi enam kelas kata. Abdulah. 4. 3. yaitu menulis. Frasa sifat mempunyai inti berupa kata sifat. Dita menerima hadiah ulang tahun. dan depan. Dita menerima hadiah. C. Contoh: a. Unsur pusat frasa benda yaitu kata benda. Contoh: a. sedangkan unsur keterangan merupakan aposisi. Oleh karena itu. Frasa Sifat atau Frasa Adjektiva Frasa sifat atau adjektiva adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata sifat. Frasa Benda atau Frasa Nomina Frasa benda atau frasa nomina adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata benda. berhasil menjadi pelajar teladan. Kesamaan distribusi itu dapat dilihat pada jajaran berikut. Contoh: Alfia. Frasa hadiah ulang tahun dalam kalimat distribusinya sama dengan kata benda hadiah. 2. keterangan. 1. 3. Contoh: Adik sejak tadi akan menulis dengan pensil baru. Frasa Kerja atau Frasa Verba Frasa kerja atau frasa verba adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata kerja atau verba.2. Frasa akan menulis adalah frasa kerja karena distribusinya sama dengan kata kerja menulis dan unsur pusatnya kata kerja. Frasa Endosentrik yang Apositif Secara semantik unsur yang satu pada frasa endosentrik apositif mempunyai makna sama dengan unsur yang lain.

3) Dia pulang larut malam tidak biasanya. b. Frasa yang Bersifat Ambigu Ambiguitas terkadang ditemui dalam susunan frasa. Artikel ini saya ambil dari Buku Bahasa Indonesia ( BSE ) " Terampil Berbahasa Indonesia 2 " . Frasa keterangan sebagai keterangan. Demikian artikel "Definisi.Frasa keterangan adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata keterangan. mengusulkan 5. Contoh: Laki-laki di depan itu mengajukan pertanyaan kepada pembicara. Ambiguitas berarti kegandaan makna. D. Frasa mobil tetangga baru juga dapat memiliki dua makna. yakni yang baru adalah mobil (milik tetangga) dan yang baru adalah tetangga (bukan mobilnya). Frasa ambigu akan menjadi jelas jika digunakan dalam kalimat. Frasa kambing hitam dapat mempunyai dua makna. Frasa keterangan biasanya mempunyai keleluasaan berpindah karena berfungsi sebagai keterangan. yakni kambing yang berbulu (berwarna) hitam dan sebuah ungkapan yang berarti orang yang dipersalahkan. Contoh: Kambing hitam dan mobil tetangga baru. jenis & macam Frasa" ini saya susun teman teman. Contoh: Dua orang serdadu menghampirinya ke tempat itu. sesuatu. Frasa Depan atau Frasa Preposisional Frasa depan adalah frasa yang terdiri atas kata depan dengan kata lain sebagai unsur penjelas. 6. semoga apa yang telah kita pelajari beberapa saat yang lalu dapat bermanfaat untuk kita semua. 2) Dia tidak biasanya pulang larut malam. Pada umumnya frasa bilangan atau frasa numeralia dibentuk dengan menambahkan kata penggolong atau kata bantu bilangan. Frasa Bilangan atau Frasa Numeralia Frasa bilangan adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata bilangan. Oleh karena itu. frasa keterangan dapat terletak di depan atau di belakang subjek atau di awal dan di akhir kalimat. Biasanya inti frasa keterangan juga berupa kata keterangan dan dalam kalimat sering menduduki fungsi sebagai keterangan. a. keterangan tetapi juga pada kata kerja. Frasa Contoh: Saya tidak keterangan hanya sebagai bertanya. Contoh: 1) Tidak biasanya dia pulang larut malam.

karangan Gunawan Budi Santoso. Semoga Apa yang mereka tulis dapat dicerna oleh teman teman semua ^_^ .D. Wendi Widya R. Uti Darmawati.