Frase, Klausa, dan Kalimat

A. Frase Frase adalah satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi. Misalnya: akan datang, kemarin pagi, yang sedang menulis. Dari batasan di atas dapatlah dikemukakan bahwa frase mempunyai dua sifat, yaitu a. Frase merupakan satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih. b. Frase merupakan satuan yang tidak melebihi batas fungsi unsur klausa, maksudnya frase itu selalu terdapat dalam satu fungsi unsur klausa yaitu: S, P, O, atau K. Macam-macam frase: A. Frase endosentrik Frase endosentrik adalah frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Frase endosentrik dapat dibedakan menjadi tiga golongan yaitu: 1. Frase endosentrik yang koordinatif, yaitu: frase yang terdiri dari unsur-unsur yang setara, ini dibuktikan oleh kemungkinan unsur-unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung. Misalnya: kakek-nenek pembinaan dan pengembangan laki bini belajar atau bekerja 2. Frase endosentrik yang atributif, yaitu frase yang terdiri dari unsur-unsur yang tidak setara. Karena itu, unsur-unsurnya tidak mungkin dihubungkan. Misalnya: perjalanan panjang hari libur Perjalanan, hari merupakan unsur pusat, yaitu: unsur yang secara distribusional sama dengan seluruh frase dan secara semantik merupakan unsur terpenting, sedangkan unsur lainnya merupakan atributif. 3. Frase endosentrik yang apositif: frase yang atributnya berupa aposisi/ keterangan tambahan. Misalnya: Susi, anak Pak Saleh, sangat pandai. Dalam frase Susi, anak Pak Saleh secara sematik unsur yang satu, dalam hal ini unsur anak Pak Saleh, sama dengan unsur lainnya, yaitu Susi. Karena, unsur anak Pak Saleh dapat menggantikan unsur Susi. Perhatikan jajaran berikut: Susi, anak Pak Saleh, sangat pandai Susi, «., sangat pandai. «., anak Pak Saleh sangat pandai. Unsur Susi merupakan unsur pusat, sedangkan unsur anak Pak Saleh merupakan aposisi (Ap). B. Frase Eksosentrik Frase eksosentrik ialah frase yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Misalnya: Siswa kelas 1A sedang bergotong royong di dalam kelas. Frase di dalam kelas tidak mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Ketidaksamaan itu dapat dilihat dari jajaran berikut: Siswa kelas 1A sedang bergotong royong di «. Siswa kelas 1A sedang bergotong royong «. kelas C. Frase Nominal, frase Verbal, frase Bilangan, frase Keterangan. 1. Frase Nominal: frase yang memiliki distributif yang sama dengan kata nominal. Misalnya: baju baru, rumah sakit 2. Frase Verbal: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan golongan kata verbal. Misalnya: akan berlayar 3. Frase Bilangan: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata bilangan. Misalnya: dua butir telur, sepuluh keping

D. Misalnya: banyak orang mengatakan. Paman Guru Pola pikir kalimat III disebut kalimat nominal atau kalimat ekuasional. berbaik hati mau melunaskan semua tunggakan sekolahku. . Frase Depan: frase yang terdiri dari kata depan sebagai penanda. 2. Misalnya: Perusahaan pakaian milik perancang busana wanita terkenal. Contoh: Ayah membaca koran di teras belakang. C. 1. dan keterangan (K). 4. Pola kalimat IV disebut kalimat adverbial a. Unsur inti klausa ialah subjek (S) dan predikat (P). Frase perancang busana wanita dapat menimbulkan pengertian ganda: 1. Frase Ambigu Frase ambigu artinya kegandaan makna yang menimbulkan keraguan atau mengaburkan maksud kalimat. Pola kalimat III = kata benda-kata benda Contoh: Bapak pengarang. Jenis Kalimat 1. Berdasarkan kategori kata atau frase yang menduduki fungsi predikat Kalimat Pengertian Kalimat adalah satuan bahasa yang terdiri dari dua kata atau lebih yang mengandung pikiran yang lengkap dan punya pola intonasi akhir. Pola-pola kalimat Sebuah kalimat luas dapat dipulangkan pada pola-pola dasar yang dianggap menjadi dasar pembentukan kalimat luas itu. Misalnya: di halaman sekolah. B. seperti: adalah. 4. Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur inti pembentukan kalimat (subjek dan predikat) dan boleh diperluas dengan salah satu atau lebih unsur-unsur tambahan (objek dan keterangan). Anjing dipukul. Pola kalimat IV (pola tambahan) = kata benda-adverbial Contoh: Ibu ke pasar. Misalnya: tadi pagi. Perancang yang menciptakan model busana untuk wanita. b. menjadi. Gunung tinggi. Perancang busana yang berjenis kelamin wanita. Pola kalimat I disebut kalimat ´verbal´ 2. diikuti oleh kata atau frase sebagai aksinnya. Ayah dari kantor. serta memilki potensi untuk menjadi kalimat. Pola kalimat I = kata benda-kata kerja Contoh: Adik menangis. Makna ganda seperti itu disebut ambigu. Pola kalimat II disebut pola kalimat ´atributif´ 3. Penggolongan klausa: 1. Klausa Klausa adalah satuan gramatika yang terdiri dari subjek (S) dan predikat (P) baik disertai objek (O).Frase Keterangan: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata keterangan. asalkan unsur-unsur tambahan itu tidak membentuk pola kalimat baru. tempat mamaku bekerja. dari desa D. merupakan. Pola kalimat II = kata benda-kata sifat Contoh: Anak malas. Berdasarkan unsur intinya 2. Berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatik menegatifkan predikat 3. Kalimat ini mengandung kata kerja bantu. besok sore 5.

dan kalimat majemuk campuran. . Ditinjau dari unsur kalimat yang mengalami perluasan dikenal adanya: a. kalimat majemuk dapat dibedakan atas kalimat majemuk setara. dan sebagainya. b. (kalimat tunggal) Anak yang menyapu di perpustakaan itu sedang membaca puisi. Berdasarkan sifat hubungannya. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat penggati subjek. Misalnya: Bapak minum teh atau Bapak makan nasi. lagipula. Misalnya: Anak itu membaca puisi. di samping pola yang sudah ada. c. melainkan. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti objek. Biasanya menggunakan kata-kata tugas: dan. tetapi adiknya sangat pemalas. anak kalimat pengganti subjek b. serta. bagian kalimat yang diperluas sehingga membentuk kalimat baru yang disebut anak kalimat. Kalimat majemuk dapat terjadi dari: a. 1) Kalimat majemuk setara Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang hubungan antara pola-pola kalimatnya sederajat. kalimat majemuk bertingkat. 2) Kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk yang terdiri dari perluasan kalimat tunggal. Kalimat majemuk setara perlawanan. 2. Misalnya: Dia sangat rajin. anak kalimat pengganti predikat c. Susunan Pola Kalimat S-P S-P-O S-P-O-K Kalimat Majemuk Kalimat majemuk adalah kalimat-kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih. Misalnya: Susi menulis surat (kalimat tunggal I) Bapak membaca koran (kalimat tunggal II) Susi menulis surat dan Bapak membaca koran. Sebuah kalimat tunggal yang bagian-bagiannya diperluas sedemikian rupa sehingga perluasan itu membentuk satu atau lebih pola kalimat baru. Biasanya memakai kata tugas: atau. Misalnya: Diakuinya hal itu P S Diakuinya bahwa ia yang memukul anak itu. Ibu menyimpan uang di dalam laci. Adik minum susu. (subjek pada kalimat pertama diperluas) b. Misalnya: Mereka sudah mengetahui hal itu. S P O Mereka sudah mengetahui bahwa saya yang mengambilnya. Penggabungan dari dua atau lebih kalimat tunggal sehingga kalimat yang baru mengandung dua atau lebih pola kalimat. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti predikat. Kalimat majemuk setara terdiri atas: a. maupun. Biasanya memakai kata tugas: tetapi. baik.Kalimat Tunggal Ayah merokok. Kalimat majemuk setara menggabungkan. Sedangkan kalimat asal (bagian tetap) disebut induk kalimat. Misalnya: Katanya begitu Katanya bahwa ia tidak sengaja menjatuhkan gelas itu. Kalimat majemuk serta memilih. Misalnya: Sisca anak yang baik lagi pula sangat pandai.

Namun. Kalimat mayor Kalimat mayor adalah kalimat yang sekurang-kurangnya mengandung dua unsur inti. Contoh: Menangis adik. Ciri-ciri kalimat inti: 1) Hanya terdiri atas dua kata 2) Kedua kata itu sekaligus menjadi inti kalimat 3) Tata urutannya adalah subjek mendahului predikat 4) Intonasinya adalah intonasi ´berita yang netral´. iv) Dengan perubahan intonasi. Ketika ia duduk minum-minum pola atasan datang seorang pemuda berpakaian bagus pola bawahan I datang menggunakan kendaraan roda empat pola bawahan II d. datang seorang pemuda berpakaian bagus. 3. sewaktu pelajaran matematika. dan menggunakan kendaraan roda empat. c. Misalnya: Ketika ia duduk minum-minum. dan Transformasi a. Contoh kalimat Inti. . b. Kalimat transformasi. Artinya: tidak boleh menyebabkan perubahan atau pergeseran makna laksikalnya. Contoh: Adik menangis? 4. c. Contoh: i) Dengan penambahan jumlah kata tanpa menambah jumlah inti. Contoh: Amir mengambil buku itu. Kalimat Inti. Kalimat Luas. Contoh: Radha. b. Kalimat Inti.. dan Transformasi a. Arif ada di laboratorium. Mamas.anak kalimat pengganti objek Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti keterangan. kalimat transformasi belum tentu kalimat luas. Contoh: Adik menangis. sekaligus juga adalah kalimat luas: Adik menangis tersedu-sedu kemarin pagi. Kalimat transformasi Kalimat transformasi merupakan kalimat inti yang sudah mengalami perubahan atas keempat syarat di atas yang berarti mencakup juga kalimat luas. Kalimat inti Kalimat inti adalah kalimat mayor yang hanya terdiri atas dua kata dan sekaligus menjadi inti kalimat. ii) Dengan penambahan jumlah inti sekaligus juga adalah kalimat luas: Adik menangis dan merengek kepada ayah untuk dibelikan komputer. Kalimat Mayor dan Minor a. Kalimat luas Kalimat luas adalah kalimat inti yang sudah diperluas dengan kata-kata baru sehingga tidak hanya terdiri dari dua kata. Misalnya: Ayah pulang malam hari S P K Ayah pulang ketika kami makan malam anak kalimat pengganti keterangan 3) Kalimat majemuk campuran Kalimat majemuk campuran adalah kalimat majemuk hasil perluasan atau hasil gabungan beberapa kalimat tunggal yang sekurang-kurangnya terdiri atas tiga pola kalimat. iii) Dengan perubahan kata urut kata. dan Mila sedang belajar dengan serius. Luas. Shinta. Luas. tetapi lebih. Arief.

ia juga kuliah. Kiki pergi Ibu berangkat-ayah menunggu. Singkat : hemat dalam pemakaian atau pemilihan kata-kata. kalimat tersebut disebut kalimat mayor. Ibu segera pergi ke rumah sakit menengok paman. pleonasme= berlebihan. dan tepat. Karena terdapat dua inti. (KPS) (benar) ??  Di dalam buah mangga mengandung vitamin C. tetapi ayah menunggu kami di rumah Rati karena kami masih berada di sekolah. Tepat : sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku. Contoh: Diam! Sudah siap? Pergi! Yang baru! Kalimat-kalimat di atas mengandung satu unsur inti atau unsur pusat. adanya kata depan yang tidak perlu  Perkembangan daripada teknologi informasi sangat pesat.(SPO) (benar)  Di dalam buah mangga terkandung vitamin C. Jelas : berarti mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca. pukul-memukul saling pukul-memukul (salah)  Di sekolah diadakan pentas seni. tidak memiliki subjek contoh:  Buah mangga mengandung vitamin C. (KPO) (salah) 4. tumpang tindih contoh :  para hadirin (hadirin sudah jamak. . Kalimat Tidak Efektif Kalimat tidak efektif adalah kalimat yang tidak memiliki atau mempunyai sifat-sifat yang terdapat pada kalimat efektif. Sekolah mengadakan pentas seni Sekolah mengadakan pentas seni (salah) 2. 5. b. jelas. dilebarkan diperlebarkan (salah)  memperkuat. menguatkan memperkuatkan (salah)  sangat baik. Arif ada.Kiki pergi ke Bandung. Contoh: Amir mengambil.  Kepada siswa kelas I berkumpul di aula. kontaminasi= merancukan 2 struktur benar 1 struktur salah contoh:  diperlebar. Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat berisikan gagasan pembicara atau penulis secara singka. tidak perlu para)  para bapak-bapak (bapak-bapak sudah jamak)  banyak siswa-siswa (banyak siswa)  saling pukul-memukul (pukul-memukul sudah bermakna µsaling¶)  agar supaya (agar bersinonim dengan supaya)  disebabkan karena (sebab bersinonim dengan karena) 3.  Selain daripada bekerja. Kalimat Minor Kalimat minor adalah kalimat yang hanya mengandung satu unsur inti atau unsur pusat. baik sekali sangat baik sekali (salah)  saling memukul. Sebab-Sebab Ketidakefektifan Kalimat 1.

jika. atau.). Prakata Menuju Pengertian ( definisi ) Frasa Kalimat terdiri atas beberapa satuan. tetapi. . (maju selalu ke depan) Adik mengajak temannya naik ke atas.5. 1. Konjungsi antarkalimat: akan tetapi. Fungsi yang dimaksud yaitu Subjek (S). Pengertian Frasa . (naik selalu ke atas) Pak. dengan demikian. antarklausa. Pastikan teman teman benar benar membaca arikel " Frasa "ini ^_^. lalu. (Ia gagal meraih prestasi) (kata gagal lebih untuk subjek bernyawa) kesalahan pembentukan kata mengenyampingkan seharusnya mengesampingkan menyetop seharusnya menstop mensoal seharusnya menyoal ilmiawan seharusnya ilmuwan sejarawan seharusnya ahli sejarah pengaruh bahasa asing Rumah di mana ia tinggal « (the house where he lives «) (seharusnya tempat) Sebab-sebab daripada perselisihan « (cause of the quarrel) (kata daripada dihilangkan) Saya telah katakan « (I have told) (Ingat: pasif persona) (seharusnya telah saya katakan) pengaruh bahasa daerah « sudah pada hadir. Konjungsi Konjungsi antarklausa. dan antarparagraf. (Jawa: wis padha teka) (seharusnya sudah hadir) « oleh saya. Predikat (P). Yang tidak sederajat: ketika. Objek (O). antarkalimat.      7.). menghubungkan antarkalimat. karena. Konjungsi antarklausa a. oleh karena itu. (toilet tidak selalu berada di belakang) Saya absen dulu anak-anak. b. meskipun. saya minta izin ke belakang. (Apakah bisa menolak?) Silakan maju ke depan. apabila. Konjungsi atau kata sambung adalah kata-kata yang menghubungkan bagian-bagian kalimat.        6. salah nalar waktu dan tempat dipersilahkan. jadi. (Sunda: ku abdi) (seharusnya diganti dengan kalimat pasif persona) Jangan-jangan « (Jawa: ojo-ojo) (seharusnya mungkin) . seharusnya presensi) Bola gagal masuk gawang.    E. Satuan-satuan tersebut terdiri atas satu kata atau lebih. bahwa. Apakah teman teman tahu apa arti ( definisi ) frasa itu? apa konstruksi. antarkata. Satuan pembentuk kalimat tersebut menempati fungsi tertentu. macam dari frasa itu? Apakah teman teman tahu? semua itu akan kamu bahas dalam artikel dibawah ini. kelas. kategori. Yang sederajat: dan. 3. Pelengkap (Pel. dan antarparagraf. Konjungsi antarparagraf: selain itu. dan Keterangan (Ket."Frasa" itu adalah judul dari artikel kita kali ini. kemudian. (Siapa yang dipersilahkan) Mobil Pak Dapit mau dijual. 2. (absen: tidak masuk.    8. namun. adapun.

Frasa Setara dan Frasa Bertingkat Sebuah frasa dikatakan setara jika unsur-unsur pembentuknya berkedudukan sederajat atau setara. Fungsi dalam kalimat dapat terdiri atas kata. Frasa bertingkat adalah frasa yang terdiri atas inti dan atribut. frasa memiliki sifat sebagai berikut. frasa. Jadi. tempat Kalimat di atas terdiri atas tiga frasa yaitu dua orang mahasiswa. Demikian juga frasa makan-makan dan minumminum termasuk frasa setara. ada pula frasa bertingkat. Definisi frasa Jadi apa arti frasa? Frasa adalah satuan yang terdiri atas dua kata atau lebih yang menduduki satu fungsi kalimat. 1. maupun klausa. sedang membaca. Frasa saya dan adik adalah frasa setara sebab antara unsur saya dan unsur adik mempunyai kedudukan yang setara atau tidak saling menjelaskan. . dan di perpustakaan.Fungsi-fungsi tersebut boleh ada atau tidak dalam suatu kalimat. Contoh: Saya dan adik makan-makan dan minum-minum di taman depan. Contoh Dua orang frasa: perpustakaan. Frasa terdiri atas dua kata atau lebih. Frasa selalu menduduki satu fungsi kalimat. Contoh: Ayah Frasa nanti akan malam terdiri pergi atas unsur nanti atribut dan malam. Kategori Frasa 1. mahasiswa baru itu sedang membaca buku di Perhatikan penjabaran fungsi kalimat di atas! Dua S orang mahasiswa P sedang membaca Ket. di perpustakaan. Fungsi yang wajib ada yaitu subjek dan predikat. Frasa setara ditandai oleh adanya kata dan atau atau di antara kedua unsurnya. A. 2. inti. Selain frasa setara.

Kedua kata tersebut merupakan inti sehingga mempunyai kedudukan yang sama. Konstruksi yakni konstruksi endosentrik dan Frasa eksosentrik. dicat. Frasa yang distribusinya sama dengan salah satu atau semua unsurnya dinamakan frasa endosentrik. Frasa Idiomatik Perhatikan kata-kata bercetak miring berikut! 1) Dalam peristiwa kebakaran kemarin seorang penjaga toko menjadi kambing hitam. Frasa telah mengadakan berdistribusi sama dengan mengadakan. Frasa Contoh: Pintu endosentrik Frasa ini meliputi beberapa macam yang kata dan sedang frasa : Endosentrik dihubungkan dengan jendelanya Koordinatif dan atau. B. Kambing hitam pada kalimat 1) bermakna orang yang dipersalahkan dalam suatu peristiwa . sedangkan dalam kalimat 2) bermakna seekor kambing yang warna bulunya hitam . Akan tetapi. Frasa 1. Frasa yang distribusinya tidak sama dengan salah satu atau semua unsurnya disebut frasa eksosentrik. Frasa kedua saudagar itu dapat diwakili kata saudagar. Frasa jual beli termasuk frasa eksosentrik karena baik kata jual maupun kata beli tidak dapat menggantikan jual beli. Sebaliknya. dan jual beli. Kalimat 1) dan 2) menggunakan frasa yang sama yaitu frasa kambing hitam. telah mengadakan. Makna kambing hitam pada kalimat 1) tidak ada kaitannya dengan makna kata kambing dan kata hitam. Perhatikan Kedua saudagar itu kalimat telah Kalimat di atas terdiri atas frasa kedua saudagar itu. 2) Untuk menyelamati saudaranya. dan . Frasa memiliki dua konstruksi. frasa jual beli tidak dapat diwakili baik oleh kata jual maupun kata beli. frasa kedua saudagar itu dan telah mengadakan merupakan frasa endosentrik. frasa jual beli merupakan frasa eksosentrik. keluarga Pinto menyembelih seekor kambing hitam.2. berikut! mengadakan jual beli. Kata saudagar adalah inti frasa bertingkat kedua saudagar itu. Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa frasa kedua saudagar itu berdistribusi sama dengan frasa saudagar itu dan kata saudagar. Menurut distribusinya. Demikian juga frasa telah mengadakan dapat diwakili kata mengadakan. Hal ini disebabkan frasa jual beli tidak memiliki distribusi yang sama dengan kata jual dan kata beli. Frasa yang maknanya tidak dapat dirunut atau dijelaskan berdasarkan makna kata-kata yang membentuknya dinamakan frasa idiomatik.

Contoh: a. sifat. berhasil menjadi pelajar teladan. b. Frasa Kerja atau Frasa Verba Frasa kerja atau frasa verba adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata kerja atau verba. Abdulah. Contoh: a. Frasa Endosentrik Frasa ini terdiri atas unsur-unsur Contoh: Pekarangan luas yang akan didirikan bangunan yang yang itu milik tidak Haji Atributif setara. 2. Frasa Keterangan atau Frasa Adverbia . Dita menerima hadiah. dan depan. 1. Unsur yang dipentingkan merupakan unsur pusat. Kesamaan distribusi itu dapat dilihat pada jajaran berikut. Unsur pusat frasa benda yaitu kata benda. 3. Lukisan yang dipamerkan itu memang bagus-bagus. Contoh: Alfia. Oleh karena itu. Frasa sifat mempunyai inti berupa kata sifat. frasa hadiah ulang tahun termasuk frasa benda atau frasa nomina. keterangan.2. Dita menerima hadiah ulang tahun. Pembagian frasa meliputi frasa benda. Frasa hadiah ulang tahun dalam kalimat distribusinya sama dengan kata benda hadiah. yaitu menulis. 4. putri Pak Bambang. Contoh: Adik sejak tadi akan menulis dengan pensil baru. Frasa Endosentrik yang Apositif Secara semantik unsur yang satu pada frasa endosentrik apositif mempunyai makna sama dengan unsur yang lain. bilangan. C. Frasa Sifat atau Frasa Adjektiva Frasa sifat atau adjektiva adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata sifat. 3. kerja. Frasa Benda atau Frasa Nomina Frasa benda atau frasa nomina adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata benda. b. Lukisan yang dipamerkan itu ± bagus-bagus. Frasa akan menulis adalah frasa kerja karena distribusinya sama dengan kata kerja menulis dan unsur pusatnya kata kerja. sedangkan unsur keterangan merupakan aposisi. Kelas Frasa Frasa dibagi menjadi enam kelas kata.

Contoh: Dua orang serdadu menghampirinya ke tempat itu. Frasa yang Bersifat Ambigu Ambiguitas terkadang ditemui dalam susunan frasa. Frasa Bilangan atau Frasa Numeralia Frasa bilangan adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata bilangan. Contoh: Laki-laki di depan itu mengajukan pertanyaan kepada pembicara. Contoh: Kambing hitam dan mobil tetangga baru. Biasanya inti frasa keterangan juga berupa kata keterangan dan dalam kalimat sering menduduki fungsi sebagai keterangan. Demikian artikel "Definisi. Ambiguitas berarti kegandaan makna. Frasa mobil tetangga baru juga dapat memiliki dua makna. Pada umumnya frasa bilangan atau frasa numeralia dibentuk dengan menambahkan kata penggolong atau kata bantu bilangan. Frasa kambing hitam dapat mempunyai dua makna. Frasa keterangan biasanya mempunyai keleluasaan berpindah karena berfungsi sebagai keterangan. Contoh: 1) Tidak biasanya dia pulang larut malam. Frasa keterangan sebagai keterangan. a. yakni yang baru adalah mobil (milik tetangga) dan yang baru adalah tetangga (bukan mobilnya). b. 2) Dia tidak biasanya pulang larut malam. sesuatu. keterangan tetapi juga pada kata kerja. 3) Dia pulang larut malam tidak biasanya.Frasa keterangan adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata keterangan. 6. Oleh karena itu. semoga apa yang telah kita pelajari beberapa saat yang lalu dapat bermanfaat untuk kita semua. D. Frasa Depan atau Frasa Preposisional Frasa depan adalah frasa yang terdiri atas kata depan dengan kata lain sebagai unsur penjelas. Frasa Contoh: Saya tidak keterangan hanya sebagai bertanya. mengusulkan 5. Artikel ini saya ambil dari Buku Bahasa Indonesia ( BSE ) " Terampil Berbahasa Indonesia 2 " . Frasa ambigu akan menjadi jelas jika digunakan dalam kalimat. jenis & macam Frasa" ini saya susun teman teman. frasa keterangan dapat terletak di depan atau di belakang subjek atau di awal dan di akhir kalimat. yakni kambing yang berbulu (berwarna) hitam dan sebuah ungkapan yang berarti orang yang dipersalahkan.

karangan Gunawan Budi Santoso. Uti Darmawati. Semoga Apa yang mereka tulis dapat dicerna oleh teman teman semua ^_^ .D. Wendi Widya R.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful