Frase, Klausa, dan Kalimat

A. Frase Frase adalah satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi. Misalnya: akan datang, kemarin pagi, yang sedang menulis. Dari batasan di atas dapatlah dikemukakan bahwa frase mempunyai dua sifat, yaitu a. Frase merupakan satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih. b. Frase merupakan satuan yang tidak melebihi batas fungsi unsur klausa, maksudnya frase itu selalu terdapat dalam satu fungsi unsur klausa yaitu: S, P, O, atau K. Macam-macam frase: A. Frase endosentrik Frase endosentrik adalah frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Frase endosentrik dapat dibedakan menjadi tiga golongan yaitu: 1. Frase endosentrik yang koordinatif, yaitu: frase yang terdiri dari unsur-unsur yang setara, ini dibuktikan oleh kemungkinan unsur-unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung. Misalnya: kakek-nenek pembinaan dan pengembangan laki bini belajar atau bekerja 2. Frase endosentrik yang atributif, yaitu frase yang terdiri dari unsur-unsur yang tidak setara. Karena itu, unsur-unsurnya tidak mungkin dihubungkan. Misalnya: perjalanan panjang hari libur Perjalanan, hari merupakan unsur pusat, yaitu: unsur yang secara distribusional sama dengan seluruh frase dan secara semantik merupakan unsur terpenting, sedangkan unsur lainnya merupakan atributif. 3. Frase endosentrik yang apositif: frase yang atributnya berupa aposisi/ keterangan tambahan. Misalnya: Susi, anak Pak Saleh, sangat pandai. Dalam frase Susi, anak Pak Saleh secara sematik unsur yang satu, dalam hal ini unsur anak Pak Saleh, sama dengan unsur lainnya, yaitu Susi. Karena, unsur anak Pak Saleh dapat menggantikan unsur Susi. Perhatikan jajaran berikut: Susi, anak Pak Saleh, sangat pandai Susi, «., sangat pandai. «., anak Pak Saleh sangat pandai. Unsur Susi merupakan unsur pusat, sedangkan unsur anak Pak Saleh merupakan aposisi (Ap). B. Frase Eksosentrik Frase eksosentrik ialah frase yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Misalnya: Siswa kelas 1A sedang bergotong royong di dalam kelas. Frase di dalam kelas tidak mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Ketidaksamaan itu dapat dilihat dari jajaran berikut: Siswa kelas 1A sedang bergotong royong di «. Siswa kelas 1A sedang bergotong royong «. kelas C. Frase Nominal, frase Verbal, frase Bilangan, frase Keterangan. 1. Frase Nominal: frase yang memiliki distributif yang sama dengan kata nominal. Misalnya: baju baru, rumah sakit 2. Frase Verbal: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan golongan kata verbal. Misalnya: akan berlayar 3. Frase Bilangan: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata bilangan. Misalnya: dua butir telur, sepuluh keping

4. berbaik hati mau melunaskan semua tunggakan sekolahku. Pola kalimat I disebut kalimat ´verbal´ 2. asalkan unsur-unsur tambahan itu tidak membentuk pola kalimat baru. Jenis Kalimat 1. Penggolongan klausa: 1. diikuti oleh kata atau frase sebagai aksinnya. Klausa Klausa adalah satuan gramatika yang terdiri dari subjek (S) dan predikat (P) baik disertai objek (O). dari desa D. Berdasarkan kategori kata atau frase yang menduduki fungsi predikat Kalimat Pengertian Kalimat adalah satuan bahasa yang terdiri dari dua kata atau lebih yang mengandung pikiran yang lengkap dan punya pola intonasi akhir. . tempat mamaku bekerja. Frase Depan: frase yang terdiri dari kata depan sebagai penanda. Pola-pola kalimat Sebuah kalimat luas dapat dipulangkan pada pola-pola dasar yang dianggap menjadi dasar pembentukan kalimat luas itu. Makna ganda seperti itu disebut ambigu. Misalnya: tadi pagi. Berdasarkan unsur intinya 2. Pola kalimat IV disebut kalimat adverbial a. Contoh: Ayah membaca koran di teras belakang.Frase Keterangan: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata keterangan. seperti: adalah. Anjing dipukul. 4. Gunung tinggi. Kalimat ini mengandung kata kerja bantu. Pola kalimat I = kata benda-kata kerja Contoh: Adik menangis. B. Pola kalimat II disebut pola kalimat ´atributif´ 3. Pola kalimat II = kata benda-kata sifat Contoh: Anak malas. Ayah dari kantor. Misalnya: banyak orang mengatakan. Unsur inti klausa ialah subjek (S) dan predikat (P). Misalnya: di halaman sekolah. Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur inti pembentukan kalimat (subjek dan predikat) dan boleh diperluas dengan salah satu atau lebih unsur-unsur tambahan (objek dan keterangan). besok sore 5. b. dan keterangan (K). Pola kalimat III = kata benda-kata benda Contoh: Bapak pengarang. Perancang busana yang berjenis kelamin wanita. C. Berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatik menegatifkan predikat 3. Paman Guru Pola pikir kalimat III disebut kalimat nominal atau kalimat ekuasional. Misalnya: Perusahaan pakaian milik perancang busana wanita terkenal. menjadi. serta memilki potensi untuk menjadi kalimat. 1. Perancang yang menciptakan model busana untuk wanita. Frase perancang busana wanita dapat menimbulkan pengertian ganda: 1. Pola kalimat IV (pola tambahan) = kata benda-adverbial Contoh: Ibu ke pasar. 2. D. Frase Ambigu Frase ambigu artinya kegandaan makna yang menimbulkan keraguan atau mengaburkan maksud kalimat. merupakan.

dan sebagainya. 2) Kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk yang terdiri dari perluasan kalimat tunggal. Biasanya menggunakan kata-kata tugas: dan. Misalnya: Dia sangat rajin. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat penggati subjek. Kalimat majemuk serta memilih. Biasanya memakai kata tugas: atau. Misalnya: Sisca anak yang baik lagi pula sangat pandai. anak kalimat pengganti predikat c. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti objek. melainkan. Susunan Pola Kalimat S-P S-P-O S-P-O-K Kalimat Majemuk Kalimat majemuk adalah kalimat-kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih. maupun. Kalimat majemuk setara terdiri atas: a. (subjek pada kalimat pertama diperluas) b. Misalnya: Diakuinya hal itu P S Diakuinya bahwa ia yang memukul anak itu. Ditinjau dari unsur kalimat yang mengalami perluasan dikenal adanya: a. lagipula. Misalnya: Bapak minum teh atau Bapak makan nasi. dan kalimat majemuk campuran. kalimat majemuk bertingkat. Misalnya: Katanya begitu Katanya bahwa ia tidak sengaja menjatuhkan gelas itu. c. S P O Mereka sudah mengetahui bahwa saya yang mengambilnya. Kalimat majemuk setara perlawanan. Sebuah kalimat tunggal yang bagian-bagiannya diperluas sedemikian rupa sehingga perluasan itu membentuk satu atau lebih pola kalimat baru. Misalnya: Anak itu membaca puisi. 1) Kalimat majemuk setara Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang hubungan antara pola-pola kalimatnya sederajat. kalimat majemuk dapat dibedakan atas kalimat majemuk setara. Adik minum susu. di samping pola yang sudah ada. tetapi adiknya sangat pemalas. Berdasarkan sifat hubungannya. Penggabungan dari dua atau lebih kalimat tunggal sehingga kalimat yang baru mengandung dua atau lebih pola kalimat. Kalimat majemuk setara menggabungkan. baik. serta. Biasanya memakai kata tugas: tetapi. Ibu menyimpan uang di dalam laci. Kalimat majemuk dapat terjadi dari: a. b.Kalimat Tunggal Ayah merokok. Misalnya: Susi menulis surat (kalimat tunggal I) Bapak membaca koran (kalimat tunggal II) Susi menulis surat dan Bapak membaca koran. Sedangkan kalimat asal (bagian tetap) disebut induk kalimat. . 2. bagian kalimat yang diperluas sehingga membentuk kalimat baru yang disebut anak kalimat. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti predikat. Misalnya: Mereka sudah mengetahui hal itu. (kalimat tunggal) Anak yang menyapu di perpustakaan itu sedang membaca puisi. anak kalimat pengganti subjek b.

Mamas. kalimat transformasi belum tentu kalimat luas. b. Kalimat transformasi Kalimat transformasi merupakan kalimat inti yang sudah mengalami perubahan atas keempat syarat di atas yang berarti mencakup juga kalimat luas. ii) Dengan penambahan jumlah inti sekaligus juga adalah kalimat luas: Adik menangis dan merengek kepada ayah untuk dibelikan komputer. Kalimat Luas. Ketika ia duduk minum-minum pola atasan datang seorang pemuda berpakaian bagus pola bawahan I datang menggunakan kendaraan roda empat pola bawahan II d.anak kalimat pengganti objek Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti keterangan. Contoh: Adik menangis? 4. iv) Dengan perubahan intonasi. dan Transformasi a. Contoh: i) Dengan penambahan jumlah kata tanpa menambah jumlah inti. sekaligus juga adalah kalimat luas: Adik menangis tersedu-sedu kemarin pagi. c. iii) Dengan perubahan kata urut kata. Kalimat Inti. Misalnya: Ketika ia duduk minum-minum. Ciri-ciri kalimat inti: 1) Hanya terdiri atas dua kata 2) Kedua kata itu sekaligus menjadi inti kalimat 3) Tata urutannya adalah subjek mendahului predikat 4) Intonasinya adalah intonasi ´berita yang netral´. c. Kalimat mayor Kalimat mayor adalah kalimat yang sekurang-kurangnya mengandung dua unsur inti. dan Transformasi a. Kalimat inti Kalimat inti adalah kalimat mayor yang hanya terdiri atas dua kata dan sekaligus menjadi inti kalimat. Arif ada di laboratorium. Misalnya: Ayah pulang malam hari S P K Ayah pulang ketika kami makan malam anak kalimat pengganti keterangan 3) Kalimat majemuk campuran Kalimat majemuk campuran adalah kalimat majemuk hasil perluasan atau hasil gabungan beberapa kalimat tunggal yang sekurang-kurangnya terdiri atas tiga pola kalimat. dan menggunakan kendaraan roda empat. 3. datang seorang pemuda berpakaian bagus.. Kalimat Inti. Contoh: Menangis adik. Kalimat Mayor dan Minor a. Arief. sewaktu pelajaran matematika. Contoh: Adik menangis. Namun. Contoh: Amir mengambil buku itu. Luas. Shinta. Contoh: Radha. tetapi lebih. Artinya: tidak boleh menyebabkan perubahan atau pergeseran makna laksikalnya. dan Mila sedang belajar dengan serius. Kalimat transformasi. b. . Contoh kalimat Inti. Luas. Kalimat luas Kalimat luas adalah kalimat inti yang sudah diperluas dengan kata-kata baru sehingga tidak hanya terdiri dari dua kata.

Contoh: Amir mengambil. pleonasme= berlebihan. dan tepat. adanya kata depan yang tidak perlu  Perkembangan daripada teknologi informasi sangat pesat. tumpang tindih contoh :  para hadirin (hadirin sudah jamak. b. Kalimat Minor Kalimat minor adalah kalimat yang hanya mengandung satu unsur inti atau unsur pusat. Singkat : hemat dalam pemakaian atau pemilihan kata-kata. Contoh: Diam! Sudah siap? Pergi! Yang baru! Kalimat-kalimat di atas mengandung satu unsur inti atau unsur pusat. Sebab-Sebab Ketidakefektifan Kalimat 1. Kalimat Tidak Efektif Kalimat tidak efektif adalah kalimat yang tidak memiliki atau mempunyai sifat-sifat yang terdapat pada kalimat efektif. Sekolah mengadakan pentas seni Sekolah mengadakan pentas seni (salah) 2.Kiki pergi ke Bandung. tidak perlu para)  para bapak-bapak (bapak-bapak sudah jamak)  banyak siswa-siswa (banyak siswa)  saling pukul-memukul (pukul-memukul sudah bermakna µsaling¶)  agar supaya (agar bersinonim dengan supaya)  disebabkan karena (sebab bersinonim dengan karena) 3. kalimat tersebut disebut kalimat mayor. menguatkan memperkuatkan (salah)  sangat baik. ia juga kuliah. jelas. Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat berisikan gagasan pembicara atau penulis secara singka. Arif ada. baik sekali sangat baik sekali (salah)  saling memukul. (KPO) (salah) 4. pukul-memukul saling pukul-memukul (salah)  Di sekolah diadakan pentas seni. Kiki pergi Ibu berangkat-ayah menunggu.  Selain daripada bekerja. Jelas : berarti mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca. (KPS) (benar) ??  Di dalam buah mangga mengandung vitamin C. Karena terdapat dua inti. dilebarkan diperlebarkan (salah)  memperkuat. . kontaminasi= merancukan 2 struktur benar 1 struktur salah contoh:  diperlebar. tidak memiliki subjek contoh:  Buah mangga mengandung vitamin C. tetapi ayah menunggu kami di rumah Rati karena kami masih berada di sekolah. 5.  Kepada siswa kelas I berkumpul di aula. Ibu segera pergi ke rumah sakit menengok paman.(SPO) (benar)  Di dalam buah mangga terkandung vitamin C. Tepat : sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku.

dan Keterangan (Ket. jadi. kategori. seharusnya presensi) Bola gagal masuk gawang. (Jawa: wis padha teka) (seharusnya sudah hadir) « oleh saya. menghubungkan antarkalimat. saya minta izin ke belakang. namun. Yang tidak sederajat: ketika. atau. jika. Predikat (P). bahwa. 3. . Yang sederajat: dan. (absen: tidak masuk. Konjungsi antarparagraf: selain itu. salah nalar waktu dan tempat dipersilahkan. Pelengkap (Pel. antarkata. dan antarparagraf. Prakata Menuju Pengertian ( definisi ) Frasa Kalimat terdiri atas beberapa satuan. macam dari frasa itu? Apakah teman teman tahu? semua itu akan kamu bahas dalam artikel dibawah ini. meskipun. 2. tetapi. Pastikan teman teman benar benar membaca arikel " Frasa "ini ^_^. Satuan pembentuk kalimat tersebut menempati fungsi tertentu.).)."Frasa" itu adalah judul dari artikel kita kali ini. antarklausa. Konjungsi Konjungsi antarklausa. Satuan-satuan tersebut terdiri atas satu kata atau lebih. oleh karena itu. Fungsi yang dimaksud yaitu Subjek (S). lalu. (Siapa yang dipersilahkan) Mobil Pak Dapit mau dijual. Konjungsi atau kata sambung adalah kata-kata yang menghubungkan bagian-bagian kalimat. (toilet tidak selalu berada di belakang) Saya absen dulu anak-anak. antarkalimat. Konjungsi antarklausa a. 1. b. Apakah teman teman tahu apa arti ( definisi ) frasa itu? apa konstruksi.5. dan antarparagraf. (Apakah bisa menolak?) Silakan maju ke depan. dengan demikian. Konjungsi antarkalimat: akan tetapi.    8. Objek (O). kelas. kemudian. (maju selalu ke depan) Adik mengajak temannya naik ke atas. (naik selalu ke atas) Pak. adapun. (Sunda: ku abdi) (seharusnya diganti dengan kalimat pasif persona) Jangan-jangan « (Jawa: ojo-ojo) (seharusnya mungkin) . apabila. Pengertian Frasa .    E.        6. karena. (Ia gagal meraih prestasi) (kata gagal lebih untuk subjek bernyawa) kesalahan pembentukan kata mengenyampingkan seharusnya mengesampingkan menyetop seharusnya menstop mensoal seharusnya menyoal ilmiawan seharusnya ilmuwan sejarawan seharusnya ahli sejarah pengaruh bahasa asing Rumah di mana ia tinggal « (the house where he lives «) (seharusnya tempat) Sebab-sebab daripada perselisihan « (cause of the quarrel) (kata daripada dihilangkan) Saya telah katakan « (I have told) (Ingat: pasif persona) (seharusnya telah saya katakan) pengaruh bahasa daerah « sudah pada hadir.      7.

. Selain frasa setara. Kategori Frasa 1. Contoh: Saya dan adik makan-makan dan minum-minum di taman depan. Definisi frasa Jadi apa arti frasa? Frasa adalah satuan yang terdiri atas dua kata atau lebih yang menduduki satu fungsi kalimat. tempat Kalimat di atas terdiri atas tiga frasa yaitu dua orang mahasiswa. dan di perpustakaan. ada pula frasa bertingkat. inti. Contoh: Ayah Frasa nanti akan malam terdiri pergi atas unsur nanti atribut dan malam. Jadi. frasa. Fungsi yang wajib ada yaitu subjek dan predikat. sedang membaca. Frasa terdiri atas dua kata atau lebih. mahasiswa baru itu sedang membaca buku di Perhatikan penjabaran fungsi kalimat di atas! Dua S orang mahasiswa P sedang membaca Ket. 1. A. Demikian juga frasa makan-makan dan minumminum termasuk frasa setara. 2. Frasa selalu menduduki satu fungsi kalimat. frasa memiliki sifat sebagai berikut. Frasa bertingkat adalah frasa yang terdiri atas inti dan atribut. Contoh Dua orang frasa: perpustakaan.Fungsi-fungsi tersebut boleh ada atau tidak dalam suatu kalimat. Frasa saya dan adik adalah frasa setara sebab antara unsur saya dan unsur adik mempunyai kedudukan yang setara atau tidak saling menjelaskan. di perpustakaan. Frasa setara ditandai oleh adanya kata dan atau atau di antara kedua unsurnya. Fungsi dalam kalimat dapat terdiri atas kata. Frasa Setara dan Frasa Bertingkat Sebuah frasa dikatakan setara jika unsur-unsur pembentuknya berkedudukan sederajat atau setara. maupun klausa.

Kalimat 1) dan 2) menggunakan frasa yang sama yaitu frasa kambing hitam. Akan tetapi. B. Kata saudagar adalah inti frasa bertingkat kedua saudagar itu. Hal ini disebabkan frasa jual beli tidak memiliki distribusi yang sama dengan kata jual dan kata beli. Frasa Contoh: Pintu endosentrik Frasa ini meliputi beberapa macam yang kata dan sedang frasa : Endosentrik dihubungkan dengan jendelanya Koordinatif dan atau. Frasa 1. Frasa telah mengadakan berdistribusi sama dengan mengadakan. telah mengadakan. Frasa yang maknanya tidak dapat dirunut atau dijelaskan berdasarkan makna kata-kata yang membentuknya dinamakan frasa idiomatik. frasa jual beli tidak dapat diwakili baik oleh kata jual maupun kata beli. dan . 2) Untuk menyelamati saudaranya. Sebaliknya. Perhatikan Kedua saudagar itu kalimat telah Kalimat di atas terdiri atas frasa kedua saudagar itu. keluarga Pinto menyembelih seekor kambing hitam. Frasa yang distribusinya sama dengan salah satu atau semua unsurnya dinamakan frasa endosentrik. berikut! mengadakan jual beli. Frasa Idiomatik Perhatikan kata-kata bercetak miring berikut! 1) Dalam peristiwa kebakaran kemarin seorang penjaga toko menjadi kambing hitam. frasa jual beli merupakan frasa eksosentrik. Menurut distribusinya. Frasa kedua saudagar itu dapat diwakili kata saudagar. dan jual beli. Frasa jual beli termasuk frasa eksosentrik karena baik kata jual maupun kata beli tidak dapat menggantikan jual beli. Frasa yang distribusinya tidak sama dengan salah satu atau semua unsurnya disebut frasa eksosentrik. Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa frasa kedua saudagar itu berdistribusi sama dengan frasa saudagar itu dan kata saudagar. Konstruksi yakni konstruksi endosentrik dan Frasa eksosentrik. sedangkan dalam kalimat 2) bermakna seekor kambing yang warna bulunya hitam . dicat. Kambing hitam pada kalimat 1) bermakna orang yang dipersalahkan dalam suatu peristiwa .2. Kedua kata tersebut merupakan inti sehingga mempunyai kedudukan yang sama. frasa kedua saudagar itu dan telah mengadakan merupakan frasa endosentrik. Makna kambing hitam pada kalimat 1) tidak ada kaitannya dengan makna kata kambing dan kata hitam. Demikian juga frasa telah mengadakan dapat diwakili kata mengadakan. Frasa memiliki dua konstruksi.

Frasa akan menulis adalah frasa kerja karena distribusinya sama dengan kata kerja menulis dan unsur pusatnya kata kerja. berhasil menjadi pelajar teladan. Dita menerima hadiah ulang tahun. sedangkan unsur keterangan merupakan aposisi. putri Pak Bambang. Kesamaan distribusi itu dapat dilihat pada jajaran berikut. keterangan.2. Frasa Endosentrik Frasa ini terdiri atas unsur-unsur Contoh: Pekarangan luas yang akan didirikan bangunan yang yang itu milik tidak Haji Atributif setara. Frasa Sifat atau Frasa Adjektiva Frasa sifat atau adjektiva adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata sifat. b. Frasa Benda atau Frasa Nomina Frasa benda atau frasa nomina adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata benda. Lukisan yang dipamerkan itu ± bagus-bagus. dan depan. Unsur pusat frasa benda yaitu kata benda. Unsur yang dipentingkan merupakan unsur pusat. Abdulah. Frasa Keterangan atau Frasa Adverbia . Contoh: a. Frasa Endosentrik yang Apositif Secara semantik unsur yang satu pada frasa endosentrik apositif mempunyai makna sama dengan unsur yang lain. sifat. Dita menerima hadiah. kerja. yaitu menulis. Frasa sifat mempunyai inti berupa kata sifat. bilangan. Frasa hadiah ulang tahun dalam kalimat distribusinya sama dengan kata benda hadiah. C. 4. Contoh: Adik sejak tadi akan menulis dengan pensil baru. Oleh karena itu. Pembagian frasa meliputi frasa benda. Contoh: Alfia. Lukisan yang dipamerkan itu memang bagus-bagus. Kelas Frasa Frasa dibagi menjadi enam kelas kata. frasa hadiah ulang tahun termasuk frasa benda atau frasa nomina. 2. Frasa Kerja atau Frasa Verba Frasa kerja atau frasa verba adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata kerja atau verba. Contoh: a. 3. 1. 3. b.

yakni kambing yang berbulu (berwarna) hitam dan sebuah ungkapan yang berarti orang yang dipersalahkan. jenis & macam Frasa" ini saya susun teman teman. Frasa kambing hitam dapat mempunyai dua makna. Frasa mobil tetangga baru juga dapat memiliki dua makna. Biasanya inti frasa keterangan juga berupa kata keterangan dan dalam kalimat sering menduduki fungsi sebagai keterangan. sesuatu. D. Demikian artikel "Definisi. mengusulkan 5. b. Oleh karena itu. 2) Dia tidak biasanya pulang larut malam. Frasa keterangan sebagai keterangan. Frasa keterangan biasanya mempunyai keleluasaan berpindah karena berfungsi sebagai keterangan. Frasa ambigu akan menjadi jelas jika digunakan dalam kalimat. 3) Dia pulang larut malam tidak biasanya. Frasa Depan atau Frasa Preposisional Frasa depan adalah frasa yang terdiri atas kata depan dengan kata lain sebagai unsur penjelas. a. Frasa Contoh: Saya tidak keterangan hanya sebagai bertanya. Artikel ini saya ambil dari Buku Bahasa Indonesia ( BSE ) " Terampil Berbahasa Indonesia 2 " . Contoh: 1) Tidak biasanya dia pulang larut malam. yakni yang baru adalah mobil (milik tetangga) dan yang baru adalah tetangga (bukan mobilnya). semoga apa yang telah kita pelajari beberapa saat yang lalu dapat bermanfaat untuk kita semua. Frasa yang Bersifat Ambigu Ambiguitas terkadang ditemui dalam susunan frasa. Contoh: Kambing hitam dan mobil tetangga baru. keterangan tetapi juga pada kata kerja. Contoh: Laki-laki di depan itu mengajukan pertanyaan kepada pembicara. Pada umumnya frasa bilangan atau frasa numeralia dibentuk dengan menambahkan kata penggolong atau kata bantu bilangan. frasa keterangan dapat terletak di depan atau di belakang subjek atau di awal dan di akhir kalimat. 6.Frasa keterangan adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata keterangan. Contoh: Dua orang serdadu menghampirinya ke tempat itu. Frasa Bilangan atau Frasa Numeralia Frasa bilangan adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata bilangan. Ambiguitas berarti kegandaan makna.

D. Wendi Widya R. Uti Darmawati. Semoga Apa yang mereka tulis dapat dicerna oleh teman teman semua ^_^ .karangan Gunawan Budi Santoso.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful