P. 1
Frase

Frase

|Views: 34|Likes:
Published by Dian Kusumawati

More info:

Published by: Dian Kusumawati on Jan 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2012

pdf

text

original

Frase, Klausa, dan Kalimat

A. Frase Frase adalah satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi. Misalnya: akan datang, kemarin pagi, yang sedang menulis. Dari batasan di atas dapatlah dikemukakan bahwa frase mempunyai dua sifat, yaitu a. Frase merupakan satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih. b. Frase merupakan satuan yang tidak melebihi batas fungsi unsur klausa, maksudnya frase itu selalu terdapat dalam satu fungsi unsur klausa yaitu: S, P, O, atau K. Macam-macam frase: A. Frase endosentrik Frase endosentrik adalah frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Frase endosentrik dapat dibedakan menjadi tiga golongan yaitu: 1. Frase endosentrik yang koordinatif, yaitu: frase yang terdiri dari unsur-unsur yang setara, ini dibuktikan oleh kemungkinan unsur-unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung. Misalnya: kakek-nenek pembinaan dan pengembangan laki bini belajar atau bekerja 2. Frase endosentrik yang atributif, yaitu frase yang terdiri dari unsur-unsur yang tidak setara. Karena itu, unsur-unsurnya tidak mungkin dihubungkan. Misalnya: perjalanan panjang hari libur Perjalanan, hari merupakan unsur pusat, yaitu: unsur yang secara distribusional sama dengan seluruh frase dan secara semantik merupakan unsur terpenting, sedangkan unsur lainnya merupakan atributif. 3. Frase endosentrik yang apositif: frase yang atributnya berupa aposisi/ keterangan tambahan. Misalnya: Susi, anak Pak Saleh, sangat pandai. Dalam frase Susi, anak Pak Saleh secara sematik unsur yang satu, dalam hal ini unsur anak Pak Saleh, sama dengan unsur lainnya, yaitu Susi. Karena, unsur anak Pak Saleh dapat menggantikan unsur Susi. Perhatikan jajaran berikut: Susi, anak Pak Saleh, sangat pandai Susi, «., sangat pandai. «., anak Pak Saleh sangat pandai. Unsur Susi merupakan unsur pusat, sedangkan unsur anak Pak Saleh merupakan aposisi (Ap). B. Frase Eksosentrik Frase eksosentrik ialah frase yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Misalnya: Siswa kelas 1A sedang bergotong royong di dalam kelas. Frase di dalam kelas tidak mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Ketidaksamaan itu dapat dilihat dari jajaran berikut: Siswa kelas 1A sedang bergotong royong di «. Siswa kelas 1A sedang bergotong royong «. kelas C. Frase Nominal, frase Verbal, frase Bilangan, frase Keterangan. 1. Frase Nominal: frase yang memiliki distributif yang sama dengan kata nominal. Misalnya: baju baru, rumah sakit 2. Frase Verbal: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan golongan kata verbal. Misalnya: akan berlayar 3. Frase Bilangan: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata bilangan. Misalnya: dua butir telur, sepuluh keping

D. Jenis Kalimat 1. Unsur inti klausa ialah subjek (S) dan predikat (P). Anjing dipukul. diikuti oleh kata atau frase sebagai aksinnya. Pola kalimat I disebut kalimat ´verbal´ 2. B. dan keterangan (K). Pola kalimat III = kata benda-kata benda Contoh: Bapak pengarang. Misalnya: Perusahaan pakaian milik perancang busana wanita terkenal. . 1. Pola kalimat I = kata benda-kata kerja Contoh: Adik menangis. Makna ganda seperti itu disebut ambigu. C. tempat mamaku bekerja. b. Pola kalimat IV (pola tambahan) = kata benda-adverbial Contoh: Ibu ke pasar. Contoh: Ayah membaca koran di teras belakang. Misalnya: banyak orang mengatakan. Berdasarkan kategori kata atau frase yang menduduki fungsi predikat Kalimat Pengertian Kalimat adalah satuan bahasa yang terdiri dari dua kata atau lebih yang mengandung pikiran yang lengkap dan punya pola intonasi akhir. Ayah dari kantor. Paman Guru Pola pikir kalimat III disebut kalimat nominal atau kalimat ekuasional. Frase perancang busana wanita dapat menimbulkan pengertian ganda: 1. Pola kalimat IV disebut kalimat adverbial a. Perancang busana yang berjenis kelamin wanita. Pola-pola kalimat Sebuah kalimat luas dapat dipulangkan pada pola-pola dasar yang dianggap menjadi dasar pembentukan kalimat luas itu. Pola kalimat II disebut pola kalimat ´atributif´ 3. Penggolongan klausa: 1. 4. 2. Berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatik menegatifkan predikat 3. berbaik hati mau melunaskan semua tunggakan sekolahku. Pola kalimat II = kata benda-kata sifat Contoh: Anak malas.Frase Keterangan: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata keterangan. Kalimat ini mengandung kata kerja bantu. 4. Gunung tinggi. menjadi. Frase Ambigu Frase ambigu artinya kegandaan makna yang menimbulkan keraguan atau mengaburkan maksud kalimat. merupakan. Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur inti pembentukan kalimat (subjek dan predikat) dan boleh diperluas dengan salah satu atau lebih unsur-unsur tambahan (objek dan keterangan). besok sore 5. asalkan unsur-unsur tambahan itu tidak membentuk pola kalimat baru. Berdasarkan unsur intinya 2. serta memilki potensi untuk menjadi kalimat. Misalnya: tadi pagi. seperti: adalah. Perancang yang menciptakan model busana untuk wanita. Frase Depan: frase yang terdiri dari kata depan sebagai penanda. Misalnya: di halaman sekolah. Klausa Klausa adalah satuan gramatika yang terdiri dari subjek (S) dan predikat (P) baik disertai objek (O). dari desa D.

Kalimat majemuk setara terdiri atas: a. Susunan Pola Kalimat S-P S-P-O S-P-O-K Kalimat Majemuk Kalimat majemuk adalah kalimat-kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih. bagian kalimat yang diperluas sehingga membentuk kalimat baru yang disebut anak kalimat. lagipula.Kalimat Tunggal Ayah merokok. anak kalimat pengganti predikat c. Adik minum susu. Misalnya: Sisca anak yang baik lagi pula sangat pandai. Ditinjau dari unsur kalimat yang mengalami perluasan dikenal adanya: a. Misalnya: Bapak minum teh atau Bapak makan nasi. Kalimat majemuk setara menggabungkan. Penggabungan dari dua atau lebih kalimat tunggal sehingga kalimat yang baru mengandung dua atau lebih pola kalimat. (subjek pada kalimat pertama diperluas) b. Biasanya menggunakan kata-kata tugas: dan. dan kalimat majemuk campuran. Berdasarkan sifat hubungannya. Kalimat majemuk setara perlawanan. dan sebagainya. 2) Kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk yang terdiri dari perluasan kalimat tunggal. Misalnya: Mereka sudah mengetahui hal itu. di samping pola yang sudah ada. Kalimat majemuk serta memilih. serta. Misalnya: Katanya begitu Katanya bahwa ia tidak sengaja menjatuhkan gelas itu. Sedangkan kalimat asal (bagian tetap) disebut induk kalimat. Sebuah kalimat tunggal yang bagian-bagiannya diperluas sedemikian rupa sehingga perluasan itu membentuk satu atau lebih pola kalimat baru. kalimat majemuk dapat dibedakan atas kalimat majemuk setara. Kalimat majemuk dapat terjadi dari: a. S P O Mereka sudah mengetahui bahwa saya yang mengambilnya. tetapi adiknya sangat pemalas. maupun. Biasanya memakai kata tugas: tetapi. Misalnya: Diakuinya hal itu P S Diakuinya bahwa ia yang memukul anak itu. b. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti objek. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti predikat. Misalnya: Dia sangat rajin. (kalimat tunggal) Anak yang menyapu di perpustakaan itu sedang membaca puisi. 1) Kalimat majemuk setara Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang hubungan antara pola-pola kalimatnya sederajat. 2. anak kalimat pengganti subjek b. Ibu menyimpan uang di dalam laci. Misalnya: Anak itu membaca puisi. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat penggati subjek. . baik. Misalnya: Susi menulis surat (kalimat tunggal I) Bapak membaca koran (kalimat tunggal II) Susi menulis surat dan Bapak membaca koran. melainkan. kalimat majemuk bertingkat. Biasanya memakai kata tugas: atau. c.

Namun. Contoh: Adik menangis? 4. . Kalimat luas Kalimat luas adalah kalimat inti yang sudah diperluas dengan kata-kata baru sehingga tidak hanya terdiri dari dua kata. 3. Luas. Misalnya: Ayah pulang malam hari S P K Ayah pulang ketika kami makan malam anak kalimat pengganti keterangan 3) Kalimat majemuk campuran Kalimat majemuk campuran adalah kalimat majemuk hasil perluasan atau hasil gabungan beberapa kalimat tunggal yang sekurang-kurangnya terdiri atas tiga pola kalimat. iii) Dengan perubahan kata urut kata. Kalimat inti Kalimat inti adalah kalimat mayor yang hanya terdiri atas dua kata dan sekaligus menjadi inti kalimat. Contoh: Amir mengambil buku itu. kalimat transformasi belum tentu kalimat luas. Misalnya: Ketika ia duduk minum-minum. Kalimat Mayor dan Minor a. Shinta. Ciri-ciri kalimat inti: 1) Hanya terdiri atas dua kata 2) Kedua kata itu sekaligus menjadi inti kalimat 3) Tata urutannya adalah subjek mendahului predikat 4) Intonasinya adalah intonasi ´berita yang netral´. Contoh: Radha. sewaktu pelajaran matematika. Kalimat transformasi Kalimat transformasi merupakan kalimat inti yang sudah mengalami perubahan atas keempat syarat di atas yang berarti mencakup juga kalimat luas. b. Ketika ia duduk minum-minum pola atasan datang seorang pemuda berpakaian bagus pola bawahan I datang menggunakan kendaraan roda empat pola bawahan II d. dan Mila sedang belajar dengan serius. Kalimat Inti. Contoh: Menangis adik. Contoh kalimat Inti. Luas. Kalimat Inti. dan Transformasi a. Arief. Artinya: tidak boleh menyebabkan perubahan atau pergeseran makna laksikalnya. Kalimat mayor Kalimat mayor adalah kalimat yang sekurang-kurangnya mengandung dua unsur inti. Contoh: Adik menangis. iv) Dengan perubahan intonasi. c. Arif ada di laboratorium. sekaligus juga adalah kalimat luas: Adik menangis tersedu-sedu kemarin pagi. tetapi lebih. Contoh: i) Dengan penambahan jumlah kata tanpa menambah jumlah inti. dan Transformasi a. Kalimat Luas. ii) Dengan penambahan jumlah inti sekaligus juga adalah kalimat luas: Adik menangis dan merengek kepada ayah untuk dibelikan komputer.. c. Kalimat transformasi.anak kalimat pengganti objek Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti keterangan. Mamas. b. dan menggunakan kendaraan roda empat. datang seorang pemuda berpakaian bagus.

Karena terdapat dua inti. dan tepat. Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat berisikan gagasan pembicara atau penulis secara singka. 5. Jelas : berarti mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca.  Selain daripada bekerja. pleonasme= berlebihan. Contoh: Diam! Sudah siap? Pergi! Yang baru! Kalimat-kalimat di atas mengandung satu unsur inti atau unsur pusat. tetapi ayah menunggu kami di rumah Rati karena kami masih berada di sekolah. Kiki pergi Ibu berangkat-ayah menunggu.  Kepada siswa kelas I berkumpul di aula. adanya kata depan yang tidak perlu  Perkembangan daripada teknologi informasi sangat pesat. Kalimat Tidak Efektif Kalimat tidak efektif adalah kalimat yang tidak memiliki atau mempunyai sifat-sifat yang terdapat pada kalimat efektif. . Kalimat Minor Kalimat minor adalah kalimat yang hanya mengandung satu unsur inti atau unsur pusat.Kiki pergi ke Bandung. dilebarkan diperlebarkan (salah)  memperkuat. Sebab-Sebab Ketidakefektifan Kalimat 1. Ibu segera pergi ke rumah sakit menengok paman. (KPO) (salah) 4. menguatkan memperkuatkan (salah)  sangat baik. (KPS) (benar) ??  Di dalam buah mangga mengandung vitamin C. kontaminasi= merancukan 2 struktur benar 1 struktur salah contoh:  diperlebar. b. ia juga kuliah. Singkat : hemat dalam pemakaian atau pemilihan kata-kata. Sekolah mengadakan pentas seni Sekolah mengadakan pentas seni (salah) 2. jelas. tumpang tindih contoh :  para hadirin (hadirin sudah jamak. Tepat : sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku. tidak memiliki subjek contoh:  Buah mangga mengandung vitamin C. Arif ada. pukul-memukul saling pukul-memukul (salah)  Di sekolah diadakan pentas seni. baik sekali sangat baik sekali (salah)  saling memukul. Contoh: Amir mengambil. tidak perlu para)  para bapak-bapak (bapak-bapak sudah jamak)  banyak siswa-siswa (banyak siswa)  saling pukul-memukul (pukul-memukul sudah bermakna µsaling¶)  agar supaya (agar bersinonim dengan supaya)  disebabkan karena (sebab bersinonim dengan karena) 3.(SPO) (benar)  Di dalam buah mangga terkandung vitamin C. kalimat tersebut disebut kalimat mayor.

antarkata.        6.5. (Apakah bisa menolak?) Silakan maju ke depan. . macam dari frasa itu? Apakah teman teman tahu? semua itu akan kamu bahas dalam artikel dibawah ini. dengan demikian. b. Prakata Menuju Pengertian ( definisi ) Frasa Kalimat terdiri atas beberapa satuan. jika. Konjungsi Konjungsi antarklausa. saya minta izin ke belakang. Konjungsi antarklausa a. kelas. adapun. 3. atau. Objek (O). bahwa.). antarkalimat. (absen: tidak masuk. 2. Predikat (P). (Siapa yang dipersilahkan) Mobil Pak Dapit mau dijual. Satuan-satuan tersebut terdiri atas satu kata atau lebih. Pastikan teman teman benar benar membaca arikel " Frasa "ini ^_^. Pelengkap (Pel. kemudian. salah nalar waktu dan tempat dipersilahkan. (Sunda: ku abdi) (seharusnya diganti dengan kalimat pasif persona) Jangan-jangan « (Jawa: ojo-ojo) (seharusnya mungkin) . apabila. seharusnya presensi) Bola gagal masuk gawang. dan Keterangan (Ket. dan antarparagraf. oleh karena itu.      7.). (toilet tidak selalu berada di belakang) Saya absen dulu anak-anak. (naik selalu ke atas) Pak. 1. jadi. menghubungkan antarkalimat. (maju selalu ke depan) Adik mengajak temannya naik ke atas. kategori. namun. Yang sederajat: dan."Frasa" itu adalah judul dari artikel kita kali ini. Fungsi yang dimaksud yaitu Subjek (S). Konjungsi antarparagraf: selain itu. Pengertian Frasa . antarklausa. Satuan pembentuk kalimat tersebut menempati fungsi tertentu. Apakah teman teman tahu apa arti ( definisi ) frasa itu? apa konstruksi. (Ia gagal meraih prestasi) (kata gagal lebih untuk subjek bernyawa) kesalahan pembentukan kata mengenyampingkan seharusnya mengesampingkan menyetop seharusnya menstop mensoal seharusnya menyoal ilmiawan seharusnya ilmuwan sejarawan seharusnya ahli sejarah pengaruh bahasa asing Rumah di mana ia tinggal « (the house where he lives «) (seharusnya tempat) Sebab-sebab daripada perselisihan « (cause of the quarrel) (kata daripada dihilangkan) Saya telah katakan « (I have told) (Ingat: pasif persona) (seharusnya telah saya katakan) pengaruh bahasa daerah « sudah pada hadir. lalu. meskipun. Konjungsi antarkalimat: akan tetapi. karena. (Jawa: wis padha teka) (seharusnya sudah hadir) « oleh saya.    E. Yang tidak sederajat: ketika. dan antarparagraf. tetapi. Konjungsi atau kata sambung adalah kata-kata yang menghubungkan bagian-bagian kalimat.    8.

di perpustakaan. 1. Selain frasa setara. 2. Definisi frasa Jadi apa arti frasa? Frasa adalah satuan yang terdiri atas dua kata atau lebih yang menduduki satu fungsi kalimat. Frasa terdiri atas dua kata atau lebih. tempat Kalimat di atas terdiri atas tiga frasa yaitu dua orang mahasiswa. Frasa selalu menduduki satu fungsi kalimat. Fungsi dalam kalimat dapat terdiri atas kata. Demikian juga frasa makan-makan dan minumminum termasuk frasa setara. A. dan di perpustakaan. frasa memiliki sifat sebagai berikut. Kategori Frasa 1. Frasa Setara dan Frasa Bertingkat Sebuah frasa dikatakan setara jika unsur-unsur pembentuknya berkedudukan sederajat atau setara. Frasa setara ditandai oleh adanya kata dan atau atau di antara kedua unsurnya. Contoh Dua orang frasa: perpustakaan. Jadi.Fungsi-fungsi tersebut boleh ada atau tidak dalam suatu kalimat. Fungsi yang wajib ada yaitu subjek dan predikat. . Frasa bertingkat adalah frasa yang terdiri atas inti dan atribut. sedang membaca. Frasa saya dan adik adalah frasa setara sebab antara unsur saya dan unsur adik mempunyai kedudukan yang setara atau tidak saling menjelaskan. inti. mahasiswa baru itu sedang membaca buku di Perhatikan penjabaran fungsi kalimat di atas! Dua S orang mahasiswa P sedang membaca Ket. Contoh: Saya dan adik makan-makan dan minum-minum di taman depan. maupun klausa. Contoh: Ayah Frasa nanti akan malam terdiri pergi atas unsur nanti atribut dan malam. frasa. ada pula frasa bertingkat.

Hal ini disebabkan frasa jual beli tidak memiliki distribusi yang sama dengan kata jual dan kata beli.2. frasa kedua saudagar itu dan telah mengadakan merupakan frasa endosentrik. Frasa 1. berikut! mengadakan jual beli. Kata saudagar adalah inti frasa bertingkat kedua saudagar itu. Perhatikan Kedua saudagar itu kalimat telah Kalimat di atas terdiri atas frasa kedua saudagar itu. telah mengadakan. dicat. frasa jual beli merupakan frasa eksosentrik. sedangkan dalam kalimat 2) bermakna seekor kambing yang warna bulunya hitam . Akan tetapi. Frasa jual beli termasuk frasa eksosentrik karena baik kata jual maupun kata beli tidak dapat menggantikan jual beli. Frasa Idiomatik Perhatikan kata-kata bercetak miring berikut! 1) Dalam peristiwa kebakaran kemarin seorang penjaga toko menjadi kambing hitam. frasa jual beli tidak dapat diwakili baik oleh kata jual maupun kata beli. Sebaliknya. Kalimat 1) dan 2) menggunakan frasa yang sama yaitu frasa kambing hitam. B. Frasa telah mengadakan berdistribusi sama dengan mengadakan. Frasa kedua saudagar itu dapat diwakili kata saudagar. dan . keluarga Pinto menyembelih seekor kambing hitam. 2) Untuk menyelamati saudaranya. Frasa yang distribusinya tidak sama dengan salah satu atau semua unsurnya disebut frasa eksosentrik. Menurut distribusinya. Kedua kata tersebut merupakan inti sehingga mempunyai kedudukan yang sama. Konstruksi yakni konstruksi endosentrik dan Frasa eksosentrik. Kambing hitam pada kalimat 1) bermakna orang yang dipersalahkan dalam suatu peristiwa . Frasa Contoh: Pintu endosentrik Frasa ini meliputi beberapa macam yang kata dan sedang frasa : Endosentrik dihubungkan dengan jendelanya Koordinatif dan atau. dan jual beli. Frasa memiliki dua konstruksi. Frasa yang maknanya tidak dapat dirunut atau dijelaskan berdasarkan makna kata-kata yang membentuknya dinamakan frasa idiomatik. Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa frasa kedua saudagar itu berdistribusi sama dengan frasa saudagar itu dan kata saudagar. Demikian juga frasa telah mengadakan dapat diwakili kata mengadakan. Makna kambing hitam pada kalimat 1) tidak ada kaitannya dengan makna kata kambing dan kata hitam. Frasa yang distribusinya sama dengan salah satu atau semua unsurnya dinamakan frasa endosentrik.

Frasa hadiah ulang tahun dalam kalimat distribusinya sama dengan kata benda hadiah. berhasil menjadi pelajar teladan. Frasa akan menulis adalah frasa kerja karena distribusinya sama dengan kata kerja menulis dan unsur pusatnya kata kerja. Contoh: a.2. 4. sedangkan unsur keterangan merupakan aposisi. 2. Lukisan yang dipamerkan itu memang bagus-bagus. Frasa Endosentrik yang Apositif Secara semantik unsur yang satu pada frasa endosentrik apositif mempunyai makna sama dengan unsur yang lain. Kelas Frasa Frasa dibagi menjadi enam kelas kata. Dita menerima hadiah. Oleh karena itu. Abdulah. frasa hadiah ulang tahun termasuk frasa benda atau frasa nomina. Pembagian frasa meliputi frasa benda. Frasa sifat mempunyai inti berupa kata sifat. b. Frasa Benda atau Frasa Nomina Frasa benda atau frasa nomina adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata benda. b. 3. Dita menerima hadiah ulang tahun. Contoh: a. sifat. C. 1. Frasa Sifat atau Frasa Adjektiva Frasa sifat atau adjektiva adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata sifat. Unsur pusat frasa benda yaitu kata benda. Frasa Keterangan atau Frasa Adverbia . Contoh: Adik sejak tadi akan menulis dengan pensil baru. 3. Unsur yang dipentingkan merupakan unsur pusat. Lukisan yang dipamerkan itu ± bagus-bagus. Contoh: Alfia. bilangan. kerja. Frasa Kerja atau Frasa Verba Frasa kerja atau frasa verba adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata kerja atau verba. Kesamaan distribusi itu dapat dilihat pada jajaran berikut. putri Pak Bambang. Frasa Endosentrik Frasa ini terdiri atas unsur-unsur Contoh: Pekarangan luas yang akan didirikan bangunan yang yang itu milik tidak Haji Atributif setara. dan depan. keterangan. yaitu menulis.

Frasa keterangan sebagai keterangan. yakni kambing yang berbulu (berwarna) hitam dan sebuah ungkapan yang berarti orang yang dipersalahkan. Contoh: Laki-laki di depan itu mengajukan pertanyaan kepada pembicara. sesuatu. Contoh: Kambing hitam dan mobil tetangga baru. mengusulkan 5. 6. keterangan tetapi juga pada kata kerja. 3) Dia pulang larut malam tidak biasanya. a. Artikel ini saya ambil dari Buku Bahasa Indonesia ( BSE ) " Terampil Berbahasa Indonesia 2 " . Ambiguitas berarti kegandaan makna. semoga apa yang telah kita pelajari beberapa saat yang lalu dapat bermanfaat untuk kita semua. Contoh: 1) Tidak biasanya dia pulang larut malam. yakni yang baru adalah mobil (milik tetangga) dan yang baru adalah tetangga (bukan mobilnya). Demikian artikel "Definisi. Pada umumnya frasa bilangan atau frasa numeralia dibentuk dengan menambahkan kata penggolong atau kata bantu bilangan. b. 2) Dia tidak biasanya pulang larut malam. Frasa ambigu akan menjadi jelas jika digunakan dalam kalimat. Contoh: Dua orang serdadu menghampirinya ke tempat itu. Frasa Depan atau Frasa Preposisional Frasa depan adalah frasa yang terdiri atas kata depan dengan kata lain sebagai unsur penjelas. Frasa yang Bersifat Ambigu Ambiguitas terkadang ditemui dalam susunan frasa. Frasa Bilangan atau Frasa Numeralia Frasa bilangan adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata bilangan. Frasa kambing hitam dapat mempunyai dua makna. jenis & macam Frasa" ini saya susun teman teman. Biasanya inti frasa keterangan juga berupa kata keterangan dan dalam kalimat sering menduduki fungsi sebagai keterangan. Frasa keterangan biasanya mempunyai keleluasaan berpindah karena berfungsi sebagai keterangan. D. Frasa mobil tetangga baru juga dapat memiliki dua makna. Oleh karena itu. Frasa Contoh: Saya tidak keterangan hanya sebagai bertanya. frasa keterangan dapat terletak di depan atau di belakang subjek atau di awal dan di akhir kalimat.Frasa keterangan adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata keterangan.

Semoga Apa yang mereka tulis dapat dicerna oleh teman teman semua ^_^ .D.karangan Gunawan Budi Santoso. Uti Darmawati. Wendi Widya R.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->