1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sarana yang sangat strategis dalam melestarikan sistem nilai yang berkembang dalam kehidupan. Proses pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan dan pemahaman peserta didik, namun lebih diarahkan pada pembentukan sikap, perilaku dan kepribadian peserta didik, mengingat perkembangan komunikasi, informasi dan kehadiran media cetak maupun elektronik tidak selalu membawa pengaruh positif bagi peserta didik. Tugas pendidik dalam konteks ini membantu mengkondisikan pesera didik pada sikap, perilaku atau kepribadian yang benar, agar mampu menjadi agents of modernization bagi dirinya sendiri, lingkungan, masyarakat dan siapa saja yang dijumpai tanpa harus membedakan suku, agama, ras dan golongan. Pendidikan diarahkan pada upaya memanusiakan manusia, atau membantu proses hominisasi dan humanisasi, maksudnya pelaksanaan dan proses pendidikan harus mampu membantu peserta didik agar menjadi manusia yang berbudaya tinggi dan bernilai tinggi (bermoral, berwatak, bertanggungjawab dan bersosialitas). Untuk mewujudkan capaian tersebut, implementasikan pendidikan harus didasarkan pada fondasi pendidikan yang memiliki prinsip learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together. Guna mencapai semua itu maka dalam pelaksanaan tugas pendidik perlu adanya supervise, maksud dari supervisi di sini adalah agar pendidik mengetahui dengan jelas tujuan dari pekerjaannya dalam mendidik, mengenai apa yang hendak dicapai dari pelaksanaan pendidikan tersebut. Serta mengetahui pula fungsi dari pekerjaan yang pendidik lakukan. Ini tidak lain membantu pendidik agar lebih fokus pada tujuan yang ingin dicapai dalam pendidikan dan menghindarkan dari pelaksanaan pendidikan yang tidak relevan dengan tujuan pendidikan. Setiap pelaksanaan pengawasan atau supervisi. program pendidikan memerlukan adanya bertanggung jawab terhadap

Pengawasan

keefektifan program itu. Oleh karena itu, supervisi haruslah meneliti ada atau

2

tidaknya kondisi-kondisi yang akan memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Setelah kita mengetahui realita yang terjadi seperti yang sudah tersebut di atas, maka diperlukan sebuah penjelasan secara rinci dan mendetail tentang supervisi pendidikan agar para pendidik dapat memahami betapa perlu dan pentingnya supervisi pendidikan itu.

B. Rumusan Masalah 1. Apakah yang dimaksud dengan supervisi pendidikan 2. Apakah tujuan supervisi pendidikan 3. Apa saja prinsip-prinsip supervisi pendidikan 4. Bagaimana teknik-teknik dalam supervisi pendidikan 5. Apa saja yang menjadi bidang garapan Supervisi 6. Kompetensi dasar supervisor dan pendekatan supervisi 7. Langkah-langkah supervisi 8. Supervisi dalam manajemen berbasis sekolah 9. Peran supervisi dalam evaluasi program pendidikan

C. Tujuan Penulisan 1. Untuk memahami maksud supervisi pendidikan. 2. Untuk memahami tujuan supervisi pendidikan. 3. Untuk memahami prinsip-prinsip supervisi pendidikan. 4. Untuk memahami teknik-teknik dalam supervisi pendidikan. 5. Untuk mengetahui bidang garapan supervisi 6. Untuk mengetahui kompetensi dasar supervisor dan pendekatan supervisi 7. Untuk mengetahui langkah-langkag kegiatan supervisi 8. Untuk mendeskripsikan supervisi dalam manajemen berbasis sekolah 9. Untuk mengetahui peran supervisi dalam evaluasi program pendidikan

teacher. sedangkan supervisi lebih menekankan kepada persahabatan yang dilandasi oleh pemberian pelayanan dan kerjasama yang lebih baik diantara guru-guru. lebih dan Visi yang berarti lihat. an envirovment).3 BAB II PEMBAHASAN A. 2. Wiles secara singkat . Rumusan ini mengisyaratkan bahwa layanan supervisi meliputi keseluruhan situasi belajar mengajar (goal. Supervisi adalah bantuan dalam pengembangan situasi pembelajaran yang lebih baik. 1. Dengan demikian layanan supervisi tersebut mencakup seluruh aspek dari penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. tilik. material. Istilah supervisi pendidikan dapat dijelaskan baik menurut asal usul (etimologi). Konsep supervisi tidak bisa disamakan dengan inspeksi. karena inspeksi lebih menekankan kepada kekuasaan dan bersifat otoriter. student. Semantik Pada hakekatnya isi yang terandung dalam definisi yang rumusanya tentang sesuatu tergantung dari orang yang mendefinisikan. Seorang supervisor memang mempunyai posisi di atas atau mempunyai kedudukan yang lebih dari orang yang disupervisinya. maupun isi yang terkandung dalam perkataan itu ( semantik). Situasi belajar inilah yang seharusnya diperbaiki dan ditingkatkan melalui layanan kegiatan supervisi. Pengertian Supervisi Pendidikan Konsep supervisi modern dirumuskan oleh Kimball Wiles (1967) sebagai berikut : ³Supervision is assistance in the devolepment of a better teaching learning situation´. karena bersifat demokratis. Supervisi terdiri dari dua kata. Etimologi Istilah supervisi diambil dalam perkataan bahasa Inggris ³ Supervision´ artinya pengawasan di bidang pendidikan. awasi. technique. Morfologis Supervisi dapat dijelaskan menurut bentuk perkataannya. yaitu Super yang berarti atas. bentuk perkataannya (morfologi). 3. method. Orang yang melakukan supervisi disebut supervisor.

supervisi ditujukan kepada penciptaan atau pengembangan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Karena supervisi atau pembinaan guru tersebut lebih menekankan pada pembinaan guru tersebut pula ³Pembinaan profesional guru³ yakni pembinaan yang lebih diarahkan pada upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan profesional guru. maka layanan dan aktivitas kesupervisian harus lebih diarahkan kepada upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar. khususnya menyangkut perbaikan proses belajar mengajar. maka pengertian supervisi dapat dirumuskan sebagai berikut ³ serangkaian usaha pemberian bantuan kepada guru dalam bentuk layanan profesional yang diberikan oleh supervisor ( Pengawas sekolah. kepala sekolah. Tujuan Supervisi Pendidikan Supervisi yang baik akan menghasilkan pola kinerja yang baik. Namun yang menjadi sasaran supervisi diartikan pula pembinaan guru. Sedangkan Depdiknas (1994) merumuskan supervisi sebagai berikut : ³ Pembinaan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik ³. 2) kemampuan profesional 3) kemampuan sosial. B. pegawai tata usaha. Untuk itu guru harus memiliki yakni : 1) kemampuan personal. Dengan demikian. tentu ini . dan pembina lainnya) guna meningkatkan mutu proses dan hasil belajar mengajar. Supervisi dapat kita artikan sebagai pembinaan.4 telah merumuskan bahwa supervisi sebagai bantuan pengembangan situasi belajar agar lebih baik. jika supervise dilakukan dengan cara dan metode yang benar pula. Atas dasar uraian diatas. Sedangkan sasaran pembinaan tersebut bisa untuk kepala sekolah. guru. Adam dan Dickey merumuskan supervisi sebagai pelayanan. Untuk itu ada dua hal (aspek) yang perlu diperhatikan : a) Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar b) Hal-hal yang menunjang kegiatan belajar mengajar Karena aspek utama adalah guru.

serta kesulitan. . b) Berdasarkan Tujuan Pendidikan Nasional Yaitu membina orang-orang yang disupervisi menjadi manusia-manusia pembangunan yang dewasa dan pancasilais. b) Membantu guru-guru untuk dapat lebih menyadari dan memahami kebutuhan-kebutuhan dan kesulitan-kesulitan murid dan menolong mereka untuk mengatasinya.kesulitan mengajar dan belajar muridmuridnya. dan menolong mereka merencanakan perbaikan. Tujuan Umum Supervisi pendidikan a) Berdasarkan Tujuan Umum Pendidikan Membina orang-orang yang disupervisi menjadi manusia ³dewasa´ yang sanggup berdiri sendiri. d) Membantu guru-guru mengadakan diagnose secara kritis aktivitasaktivitasnya. 2. c) Berdasarkan Tujuan Supervisi sendiri Agar tercapai perbaikan situasi pendidikan dan pengajaran pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar pada khususnya. c) Memperbesar kesanggupan guru-guru untuk memperlengkapi dan mempersiapkan murid-muridnya menjadi anggota masyrakat yang efektif. f) Memperbesar kesadaran guru-guru terhadap tata kerja yang demokratis dan guru dapat mempelajari bersama catatan-catatan tentang kemajuan murid guna menilai keefektivan program yang disusun. 1.5 menuntut pengetahuan yang benar pula bagi para supervisi dalam melaksanakan tugasnya. e) Membantu guru-guru untuk dapat menilai aktivitas-aktivasnya dalam rangka tujuan perkembangan anak didiknya. g) Memperbesar ambisi guru-guru untuk meningkatkan mutu karyanya secara maksimal dalam bidang profesi (keahlianya). Tujuan Khusus Supervisi Pendidikan Meliputi : a) Membantu guru-guru untuk lebih memahami tujuan yang sebenarnya dari pendidikan dan perencanaan sekolah dalam usaha mencapai tujuannya.

2. b) Untuk memperoleh data perlu diterapkan alat perekam data. berencana dan kontinu. dan seterusnya. prinsip ini mengandung ciri-ciri sebagai berikut: a) Kegiatan supervisi dilaksanakan berdasarkan data objektif yang diperoleh dalam kenyataan pelaksanaan proses belajar mengajar. berpusat pada tenaga kependidikan (guru). dilaksanakan secara demokratis. 3. 2. merupakan bantuan profesional Dalam buku Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan karangan Piet A. dilakukan berdasarkan kebutuhan tenaga kependidikan (guru). seperti angket. . Menurut E. c) Setiap kegiatan supervisi dilaksanakan secara sistematis. hubungan konsultatif. k) Melindungi guru-guru dan karyawan terhadap tuntutan-tuntutan yang tak wajar dan kritik-kritik yang tak sehat dari masyarkat. Sahertian mengemukakan prinsip supervisi antara lain : 1. 4. l) Mengembangkan ³profesionalisme esprit e corps´ guru-guru. kolegial dan bukan hirarkis. Prinsip ilmiah (scientific).6 h) Membantu guru-guru untuk dapat lebih memamfaatkan pengalamanpengalamannya sendiri. i) Membantu untuk lebih mempopulerkan sekolah kepada masyarkat agar bertambah simpati dan kesedian masyarakat untuk menyokong sekolah. Prinsip-prinsip Supervisi Pendidikan Dalam melaksanakan tugasnya kepala sekolah sebagai supervisor hendaknya bertumpu pada prinsip-prinsip supervisi. observasi. percakapan pribadi. Mulyasa prinsip-prinsip supervisi antara lain: 1. j) Memperkenalkan guru-guru atau karyawan baru kepada situasi sekolah profesinya. C. Prinsip Demokratis Layanan dan bantuan yang diberikan kepada guru berdasarkan hubungan kemanusiaan yang akrab dan kehangatan sehingga guru-guru merasa aman untuk mengembangkan tugasnya. 5.

yaitu: 1. Dalam pelaksanaan prinsip supervisi sangat terlihat dari peran kepala sekolah sebagai supervisor atau pengawas internal bagi sekolahnya dalam memajukan dan mengembangkan sekolahnya. Supervisi hendaknya membantu memperbaiki sikap dan hubungan dari semua anggota staf sekolah 6. Supervisi hendaknya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perseorangan dari personil sekolah 4. Semua guru memerlukan dan berhak atas bantuan supervisi 3. sehingga dengan adanya pedoman. Supervisi hendaknya membantu menjelaskan tujuan-tujuan dari sasaransasaran pendidikan 5. Prinsip kerjasama Mengembangkan usaha bersama atau menurut istilah supervisi µsharing of idea. bukan melalui cara-cara yang menakutkan. sehingga mereka merasa tumbuh bersama. Dengan demikian prinsip supervisi merupakan bagian yang sangat penting untuk dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan supervisi. menstimulasi guru.prinsip supervisi kepala sekolah diharapkan memberikan pelayanan yang baik tanpa ada pemaksaan kepada guru-guru atau personal. 4. . Efektivitas program supervisi hendaknya dinilai secara periodik. 7. sharing of experience¶.7 3. Sedangkan Oteng Sutisna mengemukakan prinsip dalam pelaksanaan kegiatan supervisi. memberi support mendorong. Tanggung jawab bagi pengembangan program supervisi berada pada kepala sekolah bagi sekolahnya. Prinsip konstruktif dan kreatif Setiap guru akan merasa termotivasi dalam mengembangkan potensi kreativitas kalau supervisi mampu mencipakan suasana kerja yang menyenangkan. Supervisi merupakan bagian integral dari program pendidikan yang bersifat kooperatif dan mengikutsertakan 2.

1. yaitu: teknik perseorangan dan teknik kelompok.8 D. 2. melaksanakan teknik-teknik evaluasi pembelajaran. dan mengorganisasi kegiatan siswa dalam bidang ekstrakurikuler. Teknik perseorangan Yang dimaksud teknik persorangan ialah supervisi yang dilakukan secara perseorangan. . Guru-guru ditugaskan untuk mengamati seorang guru yang sedang mendemonstrasikan cara-cara mengajar suatu mata pelajaran tertentu. antara lain: menyusun program semester. Membimbing guru dalam hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kurikulum sekolah. Para ahli berbeda-beda dalam merumuskan tahapan teknik-teknik supervisi akan tetapi pada dasarnya tetap sama. Mengadakan kunjungan kelas (classroom visitation). beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain: a. menggunakan media dan sumber dalam proses belajar mengajar. Teknik Kelompok Teknik kelompok ialah supervisi yang dilakukan secara kelompok. Seorang kepala sekolah menjalankan tugasnya berdasarkan rencana yang telah disusun. c. Membimbing guru tentang cara-cara mempelajari pribadi siswa atau mengatasi problema yang dialami siswa. Dengan kata lain. Kunjungan observasi dapat dilakukan di sekolah sendiri atau dengan mengadakan kunjungan ke sekolah lain. Mengadakan pertemuan atau rapat (meeting). Secara garis besar teknik supervisi dibedakan menjadi dua bagian. d. Kepala sekolah datang ke kelas untuk mengobservasi bagaimana guru mengajar. Teknik-teknik Supervisi Pendidikan Untuk mempermudah kepala sekolah dalam pelaksanaan kegiatan supervisi diperlukan teknik-teknik supervisi. untuk melihat apa kekurangan atau kelemahan yang sekirannya perlu diperbaiki. Mengadakan kunjungan observasi (observation visits). mengorganisasi kegiatan pengelolaan kelas. beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain: a. membuat program satuan pelajaran. b.

Diskusi kelompok dapat diadakan dengan membentuk kelompok-kelompok guru bidang studi sejenis. b. tanpa penguasaan teknik dalam pelaksanaanya tidak akan berjalan baik. Memfasilitasi Pengembangan Sumber Daya Manusia Sumber daya menusia sebagai modal lembaga dalam mencapai tujuan perlu dipelihara dan diberdayakan dengan baik. supervisor atau kepala sekolah memberikan pengarahan. Mengadakan diskusi kelompok (group discussions). E. Dengan demikian teknik supervisi sangat penting untuk dikuasai oleh kepala sekolah.9 Termsuk mengadakan rapat-rapat secara periodik dengan guru-guru. hal yang dilakukan oleh supervise dalam rangka perbaikan situasi belajar untuk menciptakan kualitas belajar antara lain sebagai berikut : 1. Berharganya sumber daya manusia diukur dari kinerja yang dihasilkan. Mengingat bahwa penataran pada umumnya diselenggarakan oleh pusat atau wilayah. Mengadakan penataran-penataran (inservice-training). oleh sebab itu penerapan teknik dari supervisi merupakan wujud dari kemajuan sekolah untuk berkembang. Di dalam setiap diskusi. maka tugas kepala sekolah adalah mengelola dan membimbing pelaksanaan tindak lanjut (followup) dari hasil penataran. Teknik ini dilakukan melalui penataran-penataran. Teknik supervisi akan lebih memudahkan pencapaian sasaran-sasaran dari tujuan yang telah ditetapkan. bimbingan. Dengan demikian seorang kepala sekolah tidak akan efektif kegiatan supervisinya sebelum menguasai teknik dalam bidang supervisi. c. dan nilai yang ia miliki. dalam hal ini rapat-rapat yang diadakan dalam rangka kegiatan supervisi. Bidang Garapan Supervisi Sebagai bentuk penerapan di lapangan. nasihat-nasihat dan saran-saran yang diperlukan. keterampilan. . Salah satu penentu level kinerja manusia adalah pengetahuan. misalnya penataran untuk guru bidang studi tertentu.

2. Visi tersebut harus diikuti dengan persiapan-persiapan yang matang untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan di masa yang akan datang. Apabila di antara staf sekolah timbul suasana yang tidak harmonis. motivasi dan perlakuan humanis.10 Dalam hal ini. 4. kompetitif. Seorang supervisor harus bersedia memfasilitasi bahan dan sarana/ prasarana pembelajaran sampai quality control layanan pendidikan. karena suasana yang harmonis dan humanis di antara staf akan mendukung produktivitas. harus mampu menciptakan suatu kondisi yang kondusif bagi pengembangan sumber daya manusia. Menggairahkan interaksi humanis Interaksi yang terjadi antar warga sekolah akan mempengaruhi kinerja para staf sekolah. marketable. Mulai dari yang sifatnya pendidikan dan latihan hingga pendidikan moral. Meningkatkan kualitas pembelajaran kelas Seorang supervisor dituntut untuk melakukan perubahan-perubahan proporsional dan inovatif dalam rangka perbaikan kualitas pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru. 3. Semua aktivitas supervisi harus mengarah pada upaya peningkatan kualitas pembelajaran. supervisor harus berupaya kuat untuk menciptakan jembatan-jembatan kesenjangan komunikasi humanis di antara staf sekolah. efektivitas dan efisiensi capaian. Supervisor harus . supervise sebagai salah satu upaya layanan professional dalam bidang pendidikan. Supervisor harus memiliki visi yang jauh ke depan mengenai pendidikan. Mendesain dan mengembangkan kurikulum Kurikulum sebagai pedoman pelaksanaan layanan dan produksi pendidikan memiliki peranan yang penting dalam upaya menciptakan produk pendidikan yang berkualitas. kompatibel. inovatif. Terdapat berbagai bentuk upaya pengembangan sumber daya manusia pendidikan yang bias digunakan untuk memberdayakan sumber daya manusia. Upaya supervisi harus mampu memberikan jalan yang lurus untuk mencapai hal tersebut dengan cara mendesain dan mengembangkan kurikulum secara baik dan benar. Interaksi yang humanis sangat diharapka bias tercipta di lingkungan sekolah. dan produktif.

sudah seharusnya dia mengetahui apa yang harus dilakukan untuk membawa orang-orang dan lembaga dalam rangka mencapai tujuan. Seorang supervisor harus memiliki kemampuan merencanakan. Kepemimpinan dan administrasi diibaratkan ruh dan jasadnya. sampai dengan pengawasan. Human Relations Kunci sukses pembimbingan dan bantuan professional kepada para guru terletak pada proses interaksi antar sesame. Komunikasi efektif merupakan media keterampilan human relations. antara lain sebagai berikut : 1. Administrasi Kemampuan administratif merupakan alat penting dalam mengelola lembaga agar bias berjalan dengan baik untuk mencapai tujuan pendidikan. 2. Pesan akan sampai ke communicant jika proses interaksi itu terjadi baik secara langsung atau tidak langsung. menggerakkan serta mengawasi. 3. F. mengorganisir personel dan sumber daya lainnya. Melaksanakan fungsi-fungsi administratif Supervisi merupakan mesin yang menggerakkan semua aspek-aspek administrative pencapaian tujuan. 5. Mulai dari merencanakan. Seorang pemimpin atau manajer memiliki otoritas dan kewenangan untuk melakukan upaya-upaya supervisi. Pesan perlakuan professional sehebat apapun tidak akan sampai jika pesan tersebut tidak ssampai secara efektif ke guru-guru.11 memiliki inisiatif untuk menciptakan jalinan komunikasi yang efektif dan humanis di antara warga sekolah. Kompetensi dasar supervisor dan pendekatan supervisi Ada tiga kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang supervisor dalam rangka melaksanakan tugas-tugasnya. Supervisor adalah seorang pemimpin. mengorganisir. Untuk mampu membimbing dan membantu diperlukan informasi dan bahan-bahan yang tepat mengenai akar permasalahan yang ditemui . Evaluasi Kemampuan evaluasi diperlukan berkaitan dengan peran supervisor itu sendiri sebagai pembimbing dan pembantu pertumbuhan profesionalitas para guru.

Untuk dapat memperoleh hasil yang maksimal. Segala hal harus berdasarkan atas fakta dan data. Maka dilalui langkah-langkah sebagai berikut : 1. b) Supervise saintifik Proses supervisi yang dilaksanakan haruslah berdasarkan empirica evidence. Pendekatan ini mengajarkan bagaimana guru dikenalkan dengan ilmu dan keterampilan didaktik metodik yang baik dan benar. Dalam pelaksanaannya. Kreativitas supervisor memiliki peran yang dominan dalam memperbaiki kualitas pelayanan pendidikan. Pertemuan pendahuluan Kegiatan yang dilkukan antara lain : a. Oleh karena itu.12 oleh para guru. . c) Supervise klinis Proses supervisi dilakukan dalam rangka mengobati. Langkah-langkah supervisi Supervisi dilakukan secara cermat sehingga hubungan antara supervisor dengan klien bersifat sejajar dan terbuka. G. mengadministrasi pengajaran. kemampuan evaluasi sangat diperlukan oleh seorang supervisor. proses supervise meliputi tiga pendekatan. segala aktivitas supervise harus berdasarkan aktivitas penelitian. sistematis dan ilmiah. yaitu : a) Supervisi artistik Proses supervisi merupakan suatu hal yang tidak bias dijelaskan secara rasional. Dalam implementasinya. Menciptakan suasana kekeluargaan antara guru dengan supervisor (establish rapport) agar komunikasi selama kegiatan dapat berjalan dengan efektif. Supervise klinis diterjemahkan sebagai suatu proses bimbingan dan bantuan yang diberikan dalam rangka memperbaiki keterampilan guru dalam mengajar di kelas. Perbaikan penampilan guru dalam mengajar adalah tujuannya.

c. kegiatan yang dilakukan antara lain : a. Secara singkat. pertemuan pendahuluan ini akan disepakati mengenai : 1) Sasaran atau keterampilan mengajar yang akan diamati secara cermat oleh supervisor 2) Strategi observasi yang akan dilaksanakan 3) Panduan atau instrumen observasi yang akan digunakan 4) Criteria atau tolok ukur yang akan digunakan dalam pengisisan observasi 2. cara memotivasi siswa). mengamati lagi 5 meit. Hgal ini perlu dibicarakan agar guru tidak merasa terganggu pada waktu sedang beraksi. dan seterusnya. Persiapan mengajar tertulis yang sudah dibuat terlebih dahulu untuk dibicarakan kekurangan-kekurangan yang mungkin masih perlu dibenahi. berhenti 5 menit. Beberapa alternative yang biasa dilkukan adalah : 1. Pelaksanaan latihan mengajar dan observasi Pada waktu ini guru melaksanakan mengajar sedangkan suoervisor melakukan pengamatan secara cermat dengan menggunakan observasi. Pengamata dilakukan secara terus menerus selama guru mengajar. Perencanaan oleh guru dan supervisor Kegiatan yang dilakukan antara lain : a. Periode 5 menit. yaitu mengamati 5 menit. sedangkan bagian yang lain dicatat kesan umumnya saja. berhenti lagi 5 menit. Dalam melakukan observasi.13 b. Pengamatan intensif dilakukan setiap selang beberapa menit dan dalam jangka waktu tertentu. Cara-cara mencatat atau perekaman data yang akan digunakan oleh supervisor serta arah pengambilan data. Membuat kesepakatan (contract) antara guru dengan supervisor tentang aspek proses belajar mengajar yang akan dikembangkan dan ditingkatkan (misalnya keterampilan bertanya. tetapi hanya menekankan dan mencatat bagian yang menjadi sasaran saja. 3. b. serta membicarakan bagian dari persiapan tertulis tersebut yang akan mendapat perhatian khusus. Persiapan media atau alat-alat pelajaran yang akan digunakan sekaligus strategi penggunaannya. . b.

Mengamati terus menerus tetapi pencatatan dilakukan setiap 2 menit atau 4 menit. yaitu mengamati 10 menit. berhenti 5 menit. 5. supervisor tidak boleh menunjuk dengan tegas dan keras secara langsung tetapi melalui pertanyaan-pertanyaan yang bersifat menggali . c. Dalam mengidentifikasi hal-hal yang sudah baik dan kekurangan dalam latihan. Hal penting dalam langkah ini adalah melatih guru agar dapat melakukan penilaian terhadap diri sendiri. supervisor menuliskan kesimpulan akhir untuk umpan balik kepada guru. dan seterusnya. Sehubungan dengan pemberian umpan balik. Mengadakan analisis data Hal-hal yang perlu didiskusikan antara lain : a. 3. terdapat ramburambu sebagai berikut : a. c. Diskusi memberikan umpan balik Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan umpan balik yang dilakukan oleh supervisor kepada guru yang sedang berlatih mengajar meningkatkan keterampilannya. Pemberian umpan balik haruis dilakukan dengan segera dan objektif mengenai sasaran yang telah dibicarakan dalam pertemuan pendahuluan. b. Cara atau strategi yang digunakan dalam penyampaian umpan balik. Supervisor bersama-sama dengan guru menganalisis kegiatan tersebut langkah demi langkah dilengkapi dengan data hasil pengamatan supervisor. Hasil rekaman baik ynag dituliskan dalam instrumen observasi maupun dalam kaset (apabila rekaman dilakukan dengan foto atau film tentu saja belum bias diikutkan untuk didiskusikan saat ini). Kesenjangan antara apa yang telah direncanakan dengan pelaksanaannya b. Sesudah latihan selesai. (calon) guru diminta untuk mengungkapkan persepsi/ kesannya mengenai kegiatan mengajar yang ia lakukan.14 2. Periode 10-5. mengamati lagi 10 menit. 4. Apabila disepakati bahwa umpan balik disampaikan secara tertulis agar terdokumentasikan dengan baik maka setelah selesai diskusi analisis data rekaman.

kegiatan supervise akan melakukan pengamatan terhadap aktivitas yang telah. ulasan positif. Dalam hal ini. penilaian perbaikan dan peningkatan (Ametembun. Tujuan pendidikan beserta kebijakan-kebijakan penyertanya merupakan acuan dari proses evaluasi yang dilaksanakan. Dalam hal ini. d. proses evaluasi selayaknya dilakukan pada komponen input. proses transformasi. Dalam siklusnya Guthrie & Reed (1991: 259). Peran supervisi dalam evaluasi program pendidikan Sesuai dengan fungsi evaluasi. penguatan. Hal yang perlu diingat bahwa dalam langkah ini supervisor harus sekalikali memberikan pujian. planning-bud-getting-evaluation cycle memperlihatkan keterkaitan amatan proses penyelenggaraan program pendidikan dalam situasi sebelum. Pada akhir diskusi. dan telah dilaksanakan. proses supervisi meliputi penelitian. dan akan dilaksanakan serta dikomparasikan dengan tujuan yang telah ditetapkan. dan proses transformasinya terawasu serta terjamin maka dengan sendirinya output yang dihasilkan juga akan baik. H. supervisor bersma-sama guru menarik kesimpulan dari latihan yang baru saja dilakukan yaitu hal-hal yang sudah berhasil dan yang masih harus diperbaiki pada lain kesempatan. linkungan. e. Proses it uterus berlangsung secara silkuler. sedang. lingkungan. Dampak evaluasi akan berpengaruh pada perencanaan dan pelaksanaan. Proses supervise merupakan suatu siklus evaluasi. Hasil evaluasi akan menunjukkan efektif atau efisiensinya suatu program pendidikan. 1981:25) atas upaya pendidikan yang dilaksanakan. penghargaan terhadap guru agar ada perasaan puas dean bangga. sehingga tumbuh kemauan keras untuk memperbaiki diri. upaya menjamin tujuan tercapai secara efektif dan efisien dilakukan dengan melakukan evaluasi di tataran konseptual (perncanaa) dan praktis (pelaksanaan). . sedang. Dalam kajian Total Quality Management (Manajemen Mutu Terpadu). Jika inputnya.15 dan mengorek kelemahan sendiri sehingga akhirnya guru menyadari kelemahannya. dan output.

Semua data yang bersifat rahasia sebaiknya tidak diekspos ke . ada tiga kegiatan besar yang biasanya dilakukan supervisor. evaluasi diri dan teman sejawat. 6. Penyusunan desain dan metodologi evaluasi 3. 2. Pengukuran Dalam melakukan evaluasi. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas proses pencapaian tujuan pendidikan senantiasa bias terus diupayakan dalam kondisi prima dan berkualitas. 3. tetapi juga berperan sebagai pembuat keputusan dan pelaksana putusan. Ada beberapa teknik evaluasi program yang biasanya dipakai oleh supervisor dalam rangka mencari bahan mentah untuk tindak lanjut. 4. yaitu : 1. Objektif. evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh.16 Dalam aktivitas mengevaluasi. tidak terpengaruh dengan hal-hal yang bias mengkaburkan pengukuran dan penilaian. Kontinyu dan relevan dengan kurikulum. Identifikasi tujuan evaluasi 2. Evaluasi yang kooperatif mengindikasikan adanya kesepakatan di antara kedua belah pihak betapa pentingnya proses eveluasi tersebut. Proses evaluasi yang dinamis akan mengungkap semua masalah yang berkaitan dengan operasionalisasi pencapaian tujuan pendidikan. supervisor tidak hanya sebagai evaluator program yang hanya memberikan rekomendasi kepada policy maker untuk membuat suatu keputusan. untuk mendapatkan informasi yang lengkap diperlukan kerja sama antara subjek evaluasi dan objek evaluasi. Komprehensif. laporan diri. yaitu dengan tes. Ada beberapa prinsip yang harus dipegang teguh oleh supervisor dalam melaksanakan proses evaluasi. Humanis. proses evaluasi yang dilakukan hendaknya menjaga privasi individu. supervisor harus memperlakukan subjek yang diteliti secara manusiawi. observasi. yaitu : 1. menghargai subjek sebagai individu. Kooperatif. 5. Supervisor harus bertanggung jawab terhadap kontinyuitas program yang sedang berlangsung juga mutu produknya. Aman.

motivasi. . Supervisor menilai dan menindaklanjuti kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh guru. Bagaimana meningkatkan kemampuan didaktik metodik. dan evaluasi hasil merupakan tujuan dari evaluasi aspek operasional. misalnya alat-alat pendidikan. 2. dan kualitas pribadi akan menentukan baik buruknya kinerja seorang guru. dimensi social. Personel Aspek yang dievaluasi mengacu pada kemampuan professional. 3. interaksi social. Ketiga hal itu merupakan unsure pokok dalam produktivitas personel. Aspek-aspek yang dievaluasi oleh seorang supervisor meliputi tiga hal yaitu : 1. Operasional Aspek operasional berkaitan dengan implementasi proses belajar mengajar di kelas. Material Aspek material berkaitan dengan evaluasi substansi bahan ajar dan variabel pendukungnya. memperbaiki iklim.17 khalayak karena akan berakibat buruk terhadap kinerja juga hubungan dengan manusia yang berujung dengan menurunnya produktifitas lembaga. Bagaimanapun. kemampuan profesi. dan individual.

yaitu: teknik perseorangan dan teknik kelompok. Secara garis besar teknik supervisi dibedakan menjadi dua bagian. Karena supervisi atau pembinaan guru tersebut lebih menekankan pada pembinaan guru tersebut pula. Teknik persorangan ialah supervisi yang dilakukan secara perseorangan.18 BAB III PENUTUP KESIMPULAN 1. Bidang garapan supervisi meliputi : a) Memfasilitasi Pengembangan Sumber Daya Manusia b) Mendesain dan mengembangkan kurikulum c) Meningkatkan kualitas pembelajaran kelas d) Menggairahkan interaksi humanis . prinsip ini mengandung ciri-ciri sebagai berikut: b) Prinsip Demokratis c) Prinsip kerjasama d) Prinsip konstruktif dan kreatif 4. dan pembina lainnya) guna meningkatkan mutu proses dan hasil belajar mengajar. Prinsip-prinsip Supervisi Pendidikan Dalam buku Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan karangan Piet A. Tujuan supervisi pendidikan digolongkan menjadi dua kelompok. Tujuan Umum Supervisi pendidikan 1) Berdasarkan Tujuan Umum Pendidikan 2) Berdasarkan Tujuan Pendidikan Nasional 3) Berdasarkan Tujuan Supervisi sendiri b. Sahertian mengemukakan prinsip supervisi antara lain : a) Prinsip ilmiah (scientific). 5. Tujuan Khusus Supervisi Pendidikan 3. kepala sekolah. 2. sedangkan Teknik kelompok ialah supervisi yang dilakukan secara kelompok. yaitu: a. Supervisi dapat dirumuskan sebagai serangkaian usaha pemberian bantuan kepada guru dalam bentuk layanan profesional yang diberikan oleh supervisor ( Pengawas sekolah.

Ada tiga kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang supervisor dalam rangka melaksanakan tugas-tugasnya yaitu human relations. Dalam aktivitas mengevaluasi. Dalam aktivitas mengevaluasi. penyusunan desain dan metodologi evaluasi. ada tiga kegiatan besar yang biasanya dilakukan supervisor. ada tiga kegiatan besar yang biasanya dilakukan supervisor.19 e) Melaksanakan fungsi-fungsi administratif 6. yaitu identifikasi tujuan evaluasi. Langkah-langkah supervisi : a) Pertemuan pendahuluan b) Perencanaan oleh guru dan supervisor c) Pelaksanaan latihan mengajar dan observasi d) Mengadakan analisis data e) Diskusi memberikan umpan balik 8. administrasi dan evaluasi 7. dan pengukuran . yaitu : a) Identifikasi tujuan evaluasi b) Penyusunan desain dan metodologi evaluasi c) Pengukuran 9.

2009. http://id.com/social-sciences/education/2025209-tujuan-supervisipendidikan/ http://makalahkumakalahmu. Dasar-Dasar supervisi. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Yogyakarta : Aditya Media.com/2008/03/01/supervisi-klinis/ .com/2009/03/30/pentingnya-supervisipendidikan-sebagai-upaya-peningkatan-profesionalisme-guru/ http://constitutionlaw.wordpress. Bandung: Pustaka Setia.wordpress. 2004.com http://akhmadsudrajat. Jakarta: Rineka Cipta.2009.shvoong. Herabudin. Arikunto. Suharsimi.blogspot.20 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Manajemen Pendidikan. Suharsimi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful