P. 1
Pemeriksaan Keausan Agregat Dengan Mesin Los Angeles

Pemeriksaan Keausan Agregat Dengan Mesin Los Angeles

|Views: 464|Likes:
Published by siti_aulia

More info:

Published by: siti_aulia on Jan 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2014

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM PROPERTI MATERIAL PEMERIKSAAN KEAUSAN AGREGAT DENGAN MESIN LOS ANGELES

KELOMPOK 24 Nico Yudianto Ibrahim Agi Prakasa Rudi Agus Widono Senditia Dilang Ramadhan 1106139600 1106139336 1106138876 1106139784 1106139815

Tanggal Praktikum Asisten Praktikum PJ Modul Tanggal Disetujui Nilai Paraf

: 23 Oktober 2011 : Hadya Utama : : : :

LABORATORIUM BAHAN DEPARTEMEN SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2011

Mesin Los Angeles . Silinder berlubang untuk memasukkan benda uji. [enutup lubang terpasang rapat sehingga permukaan dalam silinder bilah baja melintang penuh setinggi 8. PERALATAN 1. Silinder tertumpu pada dua poros pendek yang tak menerus dan berputar pada poros mendatar.9 cm (3. Gambar 1. dalam persen. Keausan agregat tersebut dinyatakan dengan perbandingan antara berat bahan aus lewat saringan no.56´). mesin terdiri dari silinder baja trtutup pada kedua sisinya dengan diameter 71 cm (26´) panjang dalam 50 cm (20´). Mesin Los Angeles.A. 12 terhadap berat semula. TUJUAN Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan ketahanan agregat kasar terhadap keausan dengan mempergunakan mesin Los Angeles. B.

4.8 38. Timbangan dengan ketelitian 5 gram.5 50.1 25. Berat dengan gradasi benda uji berupa agregat sesuai Tabel 1.05 mm dan tertahan 12. C. b. 3.36 ------5000 ----Jumlah Bola 12 11 8 6 12 12 Berat Bola (gram) 5000 4584 3330 2500 5000 5000 25 ±25 25 25 25 25 G ------5000 5000 ----------12 5000 25             . Saringan no. Gambar 2.35 4.8 --------2500 --50. 2.68 cm (1.5 --------2500 --63.05 1250 ----------19.51 mm.7 9. BAHAN 1.2. yang dilengkapi dengan pengaur suhu untuk memanasi sampai (110 5) ºC.4 1250 --------5000 25.84´) dan berat masing ± masing antara 390 gram sampai 445 gram. Berat untuk setiap gradasi benda uji Ukuran Saringan Berat Dengan Gradasi Benda Uji (gram) Lewat (mm) Tertahan (mm) A B C D E F 76. sehingga diperlukan: a.35 ----2500 ------6.bola baja dengan diameter rata ± rata 4.7 mm.51 6. Bola Baja 5. 2500 gram agregat lolos 19. 12 dan saringan lainnya seperti tercantum dalam Tabel 1.75 2.7 mm dan tertahan 9. Pada praktikum ini.51 1250 2500 --------9. Oven.1 --------5000 5000 38. kita menggunakan benda uji B.75 ----2500 ------4. Bola .05 12.4 19. Bersihkan benda uji dan keringkan dalam oven pada suhu (110 5) ºC sampai berat tetap.7 1250 2500 --------12. Tabel 1. 2500 gram agregat lolos 12.2 63.

Setelah selesai pemutaran. benda uji dikeluarkan dari mesin kemudian disaring dengan saringan no. Benda uji dan bola ± bola baja dimasukkan kedalam mesin Los Angeles. Butiran yang tertahan datanya dicuci bersih. PROSEDUR 1. Memutar mesin dengan kecepatan 30 sampai 33 rpm. Gambar 3. Mengeluarkan benda uji dari mesin 4. selanjutnya dikeringkan dalam oven suhu 110 5 ºC sampai berat tetap. C dan D. 12 seberat 3917 gram. 3. 500 putaran untuk gradasi A. F dan G. Pada pratikum ini digunakan kecepatan 30 rpm. 12.D. Setelah berat tetap benda uji di timbang menggunakan timbangan dengan ketelitian 5 gram. B. DATA Setelah melakukan percobaan maka di dapat benda uji tertahan saringan no. . Membuka penutup mesin Los Angeles 2. Gambar 4. E. 1000 putaran untuk gradasi E.

× 100 % × 100 % . 12 secara manual menggunakan tangan.51 (A) (B) B Berat benda uji (gram) 2500 2500 5000 3917 F. mesin dimatikan dan benda uji dikeluarkan. Kegiatan membuka dan menutup mesin Los Angeles tidak dilakukan oleh praktikan. Penutup mesin dibuka dengan menggunakan kunci inggris.05 12. Perhitungan mundur waktu menggunakan stopwatch karena pengatur waktu pada mesin Los Angeles rusak. lalu mesin dinyalakan dengan kecepatan 30 rpm selama 15 menit untuk mendapatkan 500 putaran. 12 setelah uji Tertahan (mm) 12. Benda uji dicuci hingga bersih kemudian dikeringkan dalam oven selama 1 hari. Analisa praktikum Percobaan dilakukan pada tanggal 22 Oktober 2011 dengan jadwal pagi. Benda uji dituangkan kedalam mesin. Penutup mesin dikunci. ANALISA 1. Kemudian kesebelas bola besi dimasukkan secara perlahan ke dalam mesin agar tidak memecahkan agregat didalamnya.66% G. Setelah 15 menit. Setelah kering benda uji di saring dengan saringan no.7 Jumlah Berat Sebelum Uji Berat tertahan no. melainkan oleh penjaga lab beton. Berat benda uji yang tertahan saringan digunakan sebagai data praktikum. PENGOLAHAN DATA Nilai keausan = = = 21. Percobaan dimulai dengan memasukkan benda uji sesuai gradasi B dalam kondisi kering oven ke dalam mesin Los Angeles.7 9.Gradasi Pemeriksaan Ukuran Saringan Lewat (mm) 19.

kemungkinan ada beberapa benda uji yang terlempar keluar dari saringan. Praktikum dilakukan secara bergiliran dari satu kelompok ke kelompok lain. b. Karena perhitungan waktu mundur dilakukan oleh praktikan dengan menggunakan stopwatch. mungkin ada sisa benda uji sisa percobaan pertama didalam mesin sehingga dapat menambah jumlah benda uji pada kelompok berikutnya. REFERENSI Pedoman Praktikum Pemeriksaan Bahan Beton dan Mutu Beton SNI 03-6388-2000 tentang Spesifikasi Agregat Lapis Pondasi Bawah.66 % ” 50 %. lapis pondasi atas dan lapis permukaan pada perkerasan jalan. sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa agregat uji lolos persyaratan untuk dapat digunakan sebagai lapis pondasi bawah. 3. dikatakan bahwa nilai keausan tidak boleh lebih dari 50 persen. didapatkan nilai keausan benda uji adalah 21. a. Berdasarkan SNI 03-6388-2000 tentang ³Spesifikasi Agregat Lapis Pondasi Bawah. 12 dengan tangan. sehingga dapat mempengaruhi hasil percobaan. bukan dengan pengatur waktu pada mesin.2. Analisa Kesalahan Pada praktikum. H. Lapis Pondasi Atas dan Lapis Permukaan . Dari hasil praktikum didapatkan nilai 26. semakin banyak atau sedikit putaran akan mempengaruhi berat benda uji yang tertahan saringan no. Setelah kelompok pertama menyelesaikan percobaannya. 12. terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi hasil akhir praktikum. Analisa Hasil Hasil percobaan ini berupa nilai keausan dengan satuan persen (%) yaitu perbandingan berat benda uji yang lolos saringan no.66 %. 12 setelah percobaan dengan berat benda uji sebelum percobaan di kali 100 %. Lapis Pondasi Atas dan Lapis Permukaan´. praktikan mungkin tidak dapat mengatur putaran mesin tepat 500 putaran. Setelah percobaan. Saat melakukan penyaringan saringan no. c.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->