CONTOH SKRIPSI S1 PGSD

Senin, 22 Maret 2010
PROGRAM PERBAIKAN BELAJAR ANAK KELAS 1 SD UNTUK BIDANG STUDI MATEMATIKA DAN PKN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu upaya yang bias dilakukan guru untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran adalah dengan cara proses perbaikan pengajaran. Keberhasilan seorang siswa untuk dapat menguasai suatu materi pelajaran, selain ditentukan oleh faktir internal siswa, seperti tingkat kecerdasan, kerajinan, dan ketekunan juga ditentukan oleh factor eksternal, di antaranya yaitu afektifitas strategi dan metode pembelajaran yang digunakan guru ketika menyampaikan materi pelajaran. Efektifitas strategi dan metode pembelajran yang digunakan oleh guru dapat dilihat tingkat keberhasilannya dari pencapaian nilai yang diraih oleh siswa dalam akhir pembelajaran. Untuk dapat meraih hasil yang maksimal dari proses pembelajaran adalah mutlak diperlukan, seperti yang diungkapkan oleh Suryo Subroto (2004:1) bahwa: ³Salah satu upaya meningkatkan mutu pendidikan ialah dengan melalui perbaikan proses belaar mengajar, yang di dalamnya mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbale balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Berkaitan dengan hal itu, keberagaman penyajian dalam bentuk kegiatan, latihan, tugas dan pengayaan akan memberikan dampak terhadap kemampuan berpikir rasional, keterampilan social, meningkatkan intelektual, dan mampu melahirkan keputusan-keputusan yang tepat berdasar situasi dan kondisi yang dialami.´ Perbaikan dan penyempurnaan yang dilakukan oleh seseorang atau suatu baadan/lembaga biasanya dimaksudkan untuk menyesuaikan hal yang sedang dikerakan atau hasil yang diraih dari suatu pekerjaan dengan tingkat perkembangan dan kemajuan yang sedang berlangsung. Dalam bidang pendidikan, penyesuaian dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan perkembangan pembangunan telah berdampak pada terjadinya perubahan dan penyesuaian kurikulum pendidikan. Perubahan kurikulum telah dilakukan beberapa kalinya diantaranya kurikulum 1994, 1998, KBK, dan KTSP. Dalam tiap perubahan kurikulum ini berdampak pula pada perubahan cara, strategi, dan metode pembelajaran yang dilakukan. Salah satu contoh, kurikulum 1986 memusatkan proses pembelajaran pada guru, aktifitas dilaksanakan oleh guru, sehingga guru cenderung mendominasi kelad dan siswa lebih banyak mendengar dan menerima saja materi pembelajaran yang diberikan, sedang dalam kurikulum yang berlaku sekarang ini yaitu kurikulum 2006 ( KTSP ) arah pembelajaran berpusat pada peserta didik dan melibatkan peserta didik secara aktif. Dalam pelaksanaan kurikulum 2006 ( KTSP ) terdapat adanya Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ). KKM berfungsi sebagai standar terendah yang berkaitan dengan nilai siswa dalam suatu kompetensi dasar atau mata pelajaran yang harus dapat dicapainya agar siswa tersebut dapat naik kelas atau dinyatakan telah menguasai kompetensi yang diajarkan. Mengkaji dari KKM yang ditetapkan oleh SD Negeri Pangulah Utara dan hail belajar siswa sdalam kegiatan belajar

Missal KKN mata pelajaran Matematika 66.mengajar.25. Mata Pelajaran Matematika Dalam mata pelajaran Matematika pada pembelajaran Kompetensi Dasar membilang banyak benda terdapat data yang menunjukkan masih kurang dikuasai dan diofahami dalam materi ini. Mata pelajaran PKN Setelah beberapa kali dilaksanakan evaluasi akhir pembelajaran PKN pada kompetensi pada kompetensi dasar menjelaskan hak-hak untuk bermain. Berdasarkan temuan ini. Dari hasil diskusi dengan teman sejawat ditemukan bahwa tidak dikuasainya kompetensi dasar yang menjelaskan hak-hak untuk bermain. Berdasarkan kenyataan di atas. 1. yaitu dengan adanya perolehan nilai rata-rata ulangan akhir sebesar 61.45. hasilnya didapat bahwa ketika pembelajaran berlangsung pada umumnya siswa kurang antusias dan kurang termotivasi dalam melaksanakan pembelajaran sehingga masih banyak siswa yang ngobrol dengan temannya dan ada beberapa siswa tidak mengerjakan tugas yang diberikan.Identifkasi Masalah a. Dari hasil trelaah. b. ternyata penguasaan materi pelajaran beberapa orang peserta didik terhadap beberapa kompetensi dasar atau mata pelajaran yang telah diberikan belum sepenuhnya dapat mencapai KKm yang telah ditetapkan.10 terungkap bahwa pembelajaran dengan metode penjelasan materi dan pendalaman materi kompetensi hanya dengan metode latihan saa. Pada program pendidikan S1 PGSD Universitas terbuka UPBJ Bandung. yaitu sekitatr 42 % dari jumlah siswa 31 orang dari nilai KKN yang ditetapkan sebesar 62. Berdasarkan kenyataan di atas penulis mengadakan perbaikan dalam pembelajaran Matematika dan PKN melalui pelaksanaan penelitian tindakan kelas (Class Action Research). sedangkan KKN mata pelaajaran Matematika yang telah ditetapkan adalah sebesar 66. Hal ini terlihat dari nilai ulangan harian yang diperoleh oleh beberapa siswa yang masih kurang atau berada di bawah KKN yang telah ditetapkan. dan hasil diskusi penulis dengan teman sejawat dan Kepala Sekolah. refleksi dan diskusi dengan teman sejawat terhadap pembelajaran materi 63. Dari hasil penelitian Tindakat kelas yang dilaksanakan penulis membuat hasil laporan kegiatan tersebut dengan tujuan untuk melaporkan teman-teman atau hal-hal yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan penelitian tindakan kelas tersebut dan sekaligus untuk memenuhi tugas mata kuliah pemantapan kemampuan professional ( PDGK 4501 ). penulis memngadakan diskusi dengan teman sejawat untuk menemukan akar permasalahan yang sebenarnya. penulis melakukan telaah dan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. Laporan ini disusun dari catatan yang dibuat penulis ketika merancang kegiatan perbaikan pembelajaran. berarti nilai rata-rata di bawah KKN. selama pengambilan data. belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya di kelas I SDN Pangulah Utara ternyata masih banyak siswa yang belum mencapai KKN. ternyata kurang membangkitkan minat siswa untuk ikut aktif dalam proses pembelajaran sehingga materi tidak dapat secara maksimal dipelajari dan diterima siswa. belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya. terutama untuk mata pelajaran Matematika dan PKN. Adalah kurang variatifnya metode pembelajaran dan alat peraga yang digunakan dalam proses pembelajaran sehingga kurang dapat memotivasi semangat siswa dan menarik minat dan perhatian siswa untuk mempelajari kompetensi dasar ini secara . nilai yang diperoleh 65.

2) Untuk mengetahui kemampuan siswa kelas I SDN Pangulah Utara Karawang tentang hak-hak anak melalui penggunaan poster. C.melalui penggunaan kartu bilangan? Untuk mata pelajaran PKN: Bagaimana cara meningkatkan pemahaman siswa Kelas I SDN Pangulah Utara Karawang tentang hak-hak anak. melalui penggunaan poster. penulis menganalisis beberapa masalah yang ditemui pada saat proses pembelajaran yang menyebabkan materi pelajaran tidak dapat diterima siswa secara maksimal. Rumusan Masalah Dari analisis yang ditemui penulis merumuskan beberapa permasalahan yang dihadapi pada mata pelajaran Matrematika: Bagaimana cara meningkatkan kemampuan / pemahaman siswa Kelas I SDN Pangulah Utara Karawang dalam menuliskan lambang bilangan. b. 2. 2. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meengetahui peningkatan proses dan hasil belajar siswa dalam mata pelaaran Matematika pada kompetensi dasar membilang banyak benda. yaitu: a. Selain ini penelitian ini . Untuk Pelajaran Matematika 1. disertai alat peraga yang sesuai dalam pemilihan alat peraga dan metode yang tepat.maksimal. mudah dimengerti. jika guru menerapkan keterampilan menjelaskan dengan bahasa yang lugas. 2. Agar lebih jelasnya tujuan ini adalah: 1) Untuk mengetahui kemampuan siswa kelas I SDN Pangulah Utara karawang dalam menuliskan lambang bilangan melalui penggunaan kartu bilangan. Kurangnya penggunaan alat perada dan tidak variatifnya metode pembelajaran yang diterapkan membuat siswa tidak dapat aktif dalam proses pembelajaran. Siswa kurang diberi kesempatan untuk dapat mengungkapkan pendapatnya sehingga siswa cenderung bersikap pasif. belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian tindakan kelas yang penulis buat adalah meningkatkan pemahaman siswa dalam belajar. D. Untuk Pelajaran PKN 1. serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. dan mata pelajaran PKN pada kompetensi dasar menjelaskan hak-hak anak untuk bermain. B. Pembelajaran Matematika yang hanya menjelaskan konsep-konsep dan rumus-rumus saja tanpa disertai dengan praktek atau demontrasi dengan menggunakan alat peraga membuat matematika dirasakan sebagai pelajaran yang membosankan dn sulit untuk difahami dan tidak mempunyai focus penarik perhatian siswa. Guru dapat menggali minat siswa dalam pembelajaran karena tidak tersedianya alat peraga / media pembelajaran yang bias menarik perhatian siswa ketika proses pembelajaran sedang berlangsung. Analisis Masalah Berdasrkan hasil telaah dan refleksi dari pembelajaran yang telah dilaksanakan.

memotivasi siswa.bermanfaat dalam hal mengaktifkan siswa. Pengertian. dan tujuan pembelajaran PKN Materi PKN dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKN yang pelaksanaannya berprinsif pada elementasi kurikulum terdesentralisai.2. meningkatan dan mengmbangkan profesionalisme diri. Standar kompetensi dikelompokkan dalam kemahiran matematika. Ada empat isi pokok Pendidikan Kewarganegaraan: 1) Kemampuan dasar dan kemampuan kewarganegaraan sebagai sasaran pembentukan. 3) Bagi sekolah membantu meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tersebut dan meningkatkan reputasi sekolah. yang pada akhirnya belajar siswa akan meningkat pula.2. Pengertian. yaitu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya yang sudah diterima. sehingga keterkaitan antar konsp dalam Matematika bersifat sangat kuat dan jelas. siswa dan sekolah tempat mengajar penulis. antara lain: 1) Bagi penulis dan teman sejawat dengan penelitian ini dapat memperbaiki pembelajaran. dan tujuan pembelajaran matematika Berdasarkan kurikulum 2006 (BSNP : 8) pengertian Matematika adalah suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melaalui proses penalaran dedukif.1. Dalam pembelajaran matematika agar suatu materi dapat dengan mudah dimengerti oleh siswa. proses penalaran induksi dapat dilakukan pada awal pembelajaran dan kemudian dilanjutkan dengan proses penelaran deduktif untuk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki siswa.2. fungsi. Trigonometri dan kalkus standar kompetensi pembelajaran matematika di kelas I SD merupakan standar kompetensi .1. 2.1. dan peluang. statistika. baik yang terkait dengan materi matematik langsung ataupun bidang studi lain yang mengandung unsure logika. Pembelajaran PKN di Sekolah Dasar 2. .1. Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar 2. 2) Standar materi kewarganegaraan sebagai muatan kurikulum dan pemnbelajaran.aljabar. pengukuran dan geometri. Penelitian tindakan yang penulis buat juga bermanfaat bagi penulis sendiri sebagai peneliti teman sejawat. 2) Bagi siswa dapat meningkatkan pross dan hasil belajar.1. untuk kurikulum lanjut yang dilakukan dan harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar. Ruang lingkup dan rambu-rambu pembelajaran matematika Ruang lingkup pembelajaran Matematika terdiri dari berbaga standar kompetensi yang pada akhir periode pembelajaran harus dapat dikuasai oleh siswa. 3) Indicator pencapaiakan sebagai criteria keberhasilan pencapaian kemampuan dan. BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. fungsi. 2. bilangan. Fungsi dari matematika menurut Respati Mulyato (2005: 233) dalam tulisannya di Jurnal Pendidikan Nasional Tahun 2005 adalah untuk mengembangkan logika berpikir siswa dalam menyelesaikan soal-soal atau memecahkan masalah-masalah logis.

Secara umum para siswa yang mengikuti pendidikan di SDN Pangulah Utara berlatar belakang ekonomi kelas menengah ke bawah dengan mata pencaharian orang tua sebagian besar dari kalangan buruh tani. 16 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. system wilayah dan system idiologis sebagai factor integrative bagi seluruh komponen. System kelembagaan. Pembelajaran PKN dapat membekali siswa dengan pengetahuann dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektifitas dalam berprestasi. agar para siswa dapat belajar dengan baik serta menghasilkan lulusan terbaik. Suryadi dan Sumardi (1999) mengemukakan bahwa untuk mengkonsepsi pendidikan kerawganegaraan dengan paradigmanya yang baru.4) Rambu-rambu umum pembelajaran sebagai rujukan alternative bagi guru. Fungsi PKN bertumpu pada kemampuan dasar kewarganegaraan (Civic Competence) untuk semua jenjang. Kemudian dapat melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. . Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di kelas I SDN Pangulah Utara Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang pada tanggal 3 Maret 2010 sampai dengan 18 Maret 2010. Komponen-komponen dasar system tata kehidupan bernegara terdiri dari system personal. Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah partisipasi yang penuh nalas dan tanggung jawab dalam kehidupan politik dari warga Negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsif-prinsif dasar demokrasi konstitusional Indonesia. Hal ini merupakan suatu tantangan dari sekolah untuk terus berupaya memberikan perhatian khusus kepada siswa dalam mengikuti pendidikan di sekolah. Demikian pula latar belakang pendidikan mereka sebagian besar hanya lulusan SD. system normative.* BAB III PELAKSANAAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. konsep Negara dapat didekati dari sudut pandang system. Negara adalah suatu bentuk khusus dari tata kehidupan social yang dibangun dari sejumlah komponen dasar di dalam suatu ssistem yang integral. Adapun mata pelajaran yang dijadikan subjek penelitian adalah mata pelajaran Matematika (mata pelajaran eksakta) dan mata pelajaran PKN (mata pelajaran non eksak) jumlah siswa yang terlinbat dalam penelitian ini sebanyak 31 orang.

Mata Pelajaran Matematika Siklus I a) Prosedur Umum Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan secara umum adalah: o Guru memimpin doa sebelum belajar o Memperingatkan cara duduk yang baik selama pelajaran berlangsung. dan warna hijau untuk satuan. Deskripsi Persiklus Prosedur pelaksanaan yang dilakukan peneliti dalam kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dimulai dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut: a) Membuat perencanaan tentang mata pelajaran apa yang memungkinkan untuk dilakukannya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) b) Membuat Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP) c) Mencari teman sejawat. puluhan. o Guru member contoh soal lebih banyak dari Sikluss 1 dan mengisinya. o Siswa secara bergilir mempraktekkan cara menggunakan dekak-dekak. kemudian menyuruh salah seorang siswa ke depan untuk mengisi di papan tuliss secara bergantian. 1. o Guru mengadakan evaluasi. b) Prosedur Khusus Sesuai dengan RPP Perbaikan. warna kuning untuk puluhan. b) Prosedur Khusus . Siklus II a) Prosedur Umum Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan secara umum adalah: o Guru memimpin doa sebelum belajar o Memperingatkan cara duduk yang baik selama pelajaran berlangsung. dan satuan secara rinci mengguggunakan dekak-dekak berwarna. o Guru mengadakan evaluasi.B. o Guru m. guru member contoh soal dan cara mengisinya tanpa melibatkan anak atau tidak menyusuh anak untuk mendemontrasikan atau mengisinya di papan tulis. o Mengadakan apersepsi tentang menulis lambang bilangan. peneliti melakukan konsultasi dengan Supervisor PKP. o Guru memberi contoh soal dan penyelesaiannya dilakukan sendiri oleh guru. e) Mengumpulkan data yang berupa lembaran-lembaran observasi untuk diamati dan direfleksi.yaitu guru senior di SDN Pangulah Utara d) Membuat Laporan kepada bapak Kepala Sekolah SDN Pangulah Utara tentang kegiatan PTK yang penulis lakukan di kelas IA yang bersangkutan. warna merah untuk ratusan.enyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai setelah dilaksanakannya kegiatan pembelajaran matematika pada hari itu. f) Untuk mengetahui tentang langkah-langkah apa yang harus dilakukan oleh penulis agar kegiatan ini dapat berjalan dan mencapai hasil sesuai dengan apa yang diharapkan. o Mengadakan apersepsi tentang menulis lambang bilangan yang benar. o Guru menyampaikan penjelasan materi pokok secara berulang-ulang dan menjelaskan tempat ratusan.

Siswa diberi kesempatan untuk bertanya jawab dengan harapan siswa lebih memahami materi yang sedang dipelajari. 2. yang terdapat pada table ke buku catatan siswa tanpa ada Tanya jawab. menuliskan hak-hak anak di rumah maupun di sekolah.* BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. o Guru memberi penjelasan cara bilangan atau dan menulis lambang bilangamn dan cara penggunaaan dekak-dekak berwarna. Mata Pelajaran PKN Siklus I c) Prosedur Umum Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan secara umum adalah: o Guru memotivasi kesiapan belajar o Guru mengadakan apersepsi tentang hak-hak anak tanpa alat peraga. o Untuk nilai tempat puluhan dan satua serta melibatkan siswa dengan bergilir untuk menulis lambang bilangan. d) Prosedur Khusus Sesuai dengan rencana perbaikan yaitu penjelasan tentang hak-hak anak baik di rumah maupun di sekolah disertai dengan foster yang berjudul mendapatkan kasih saying adalah hak-hak anak di rumah. Siklus II c) Prosedur Umum Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan secara umum adalah: o Guru memotivasi kesiapan belajar siswa. o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran o Guru menekankan pembelajaran pada materi pokok tanpa menggunakan alat peraga dan demontrasi o Guru mengadakan evaluasi. bilangan 51 ± 100. o Guru mengadakan apersepsi tentang hak-hak anak pada mata pelajaran PKN dengan menggunakan foster dengan judul mendapatkan kasih saying adalah hak anak di rumah. o Guru memberi contoh hak-hak anak yang lainnya seperti seperti hak mendapat kehidupan yang layak. Mata Pelajaran Matematika Hasil pengolahan data yang dilaksanakan dari dua siklus perbaikan pembelajaran Matematika diperoleh data akhir sebagai berikut: . o Secara urut dan sebelum mengadakan evaluasi. yang dilakukan pada penekanan pada materi pokok . d) Prosedur Khusus Sesuai dengan Rencana Perbaikan Pembelajaran. o Guru mengadakan evaluasi. Siswa diberi kesempatan ke depan untuk menjelaskan haknya di sekolah. hak mendapat pelajaran dsb. HASIL PENELITIAN 1.o Sesuai dengan RPP perbaikan secara berulang-ulang buru memberikan penjelasan dan memberi banyak contoh soal kepada siswa.

Hasil rekapitulassi nilai tes Matematika sebelum dan sesudah perbaikan pembelajaran dalam bentuk grafik adalah sebagai berikut: 2. Mata Pelajaran PKN Hasil pengolahan data yang dilaksanakan dari dua siklus perbaikan pembelajaran Matematika diperoleh data akhir sebagai berikut: Hasil rekapitulassi nilai tes Matematika sebelum dan sesudah perbaikan pembelajaran dalam .

hanya 2 siswa mendapat nilai 90.bentuk grafik adalah sebagai berikut: B. Mata Pejalaran Matematika Pada siklus 1 tidak ada siswa yang mendapat nilai 100.10.35 sehingga sudah melebihi KKM Matematika SDN Pangulah Utara yang ditetapkan 63. b. dan ada 1 anak yang mendapat nilai 30. ada 6 anak yang mendapat nilai 55-60.25 .16 % pada siklus 1 menjadi 77. ada 3 siswa yang mendapat nilai antara 80-85. ada 8 siswa yang mendapat nilai 60-65.16 % atau sebanyak 14 siswa.10. dengan begitu maka prosentase anak yang mencapai KKM adalah sebesar 45. hanya 2 siswa mendapat nilai 90. perbaikan penbelajaran yang dilaksanakan berdasarkan 2 siklus perbaikan menghailkan kemajuan yang diharapkan. dengan begitu maka prosentase anak yang mencapai KKM adalah sebesar 58.42 % pada siklus 2. ada 8 siswa yang mendapat nilai 70. ada 3 anak yang mendapat nilai 4045. DESKRIPSI TEMUAN/REFLEKSI Dari hasil diskusi dengan pengamat dan supervisor . ada 5 anak yang mendapat nilai 50-55. yaitu dari 45. dan ada 2 anak yang mendapat nilai 45-50. dan ada 3 anak yang mendapat nilai 50-55. yaitu: ada 10 anak yang mendapat nilai 100. ada 5 siswa yang mendapat nilai 65-70. yaitu dari .06 % atau sebanyak 18 siswa. ada 5 anak yang mendapat nilai 75-80. ada 3 siswa yang mendapat nilai antara 85-90. Pada siklus 2 ada peningkatan prosentase pencapaian nilai anak terhadap nilai KKM. Pada siklus 2 ada peningkatan prosentase pencapaian nilai anak terhadap nilai KKM. ada 3 anak yang mendapat nilai 40-45. KKM Mata Pelajaran Matematika Kelas I SDN Pangulah Utara ditetapkan sebesar 63. ada 10 siswa yang mendapat nilai 75-80. ada 4 anak yang mendapat nilai 85-90. dengan rincian pencapaian. KKM Mata Pelajaran PKN Kelas I SDN Pangulah Utara ditetapkan sebesar 62. a. Dan nilai rata-rata kelas yang dicapai adalah 79. Mata Pejalaran PKN Pada siklus 1 tidak ada siswa yang mendapat nilai 95-100.

yaitu mencapai angka prosentase 77. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: . b. 1) Setelah melakukan apersepsi dan penjelasan materi. siswa yang kurang faham disuruh maju ke depan untuk menulis lambang bilangan dengan benar. setelah melakukan apersepsi dan penjelasan materi .42 %. Setelah itu baru dilaksanakan evaluasi. Siswa mengisi table dengan sehari-hari yang dipampang di depan kelas dan mengisinya secara bergiliran. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. dengan nilai rata-rata 76. Mata Pelajaran Matematika Berdasarkan hasil pengolahan data dan pengamatan oleh observer maka rencana perbaikan pembelajaran matematika hanya dilaksanakan 2 siklus.16 % dan yang mendapat nilai di bawah KKM 54. 1) Siklus 1. C. Hasil dari evaluasi adalah siswa yang mencapai nilai KKM baru 58. 2) Untuk meningkatkan nilai dan mencapai perbaikan yang diinginkan maka guru melengkapi pembelajaran dengan alat peraga dan menggunakan kartu bilangan untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam menulis lambang bilangan. 3) Hasil yang dicapai pada perbaikan pembelajaran siklus 2 ini yternyata sangat memuaskan yaitu mencapai angka prosentase 96.84% . 2) Untuk meningkatkan nilai dan mencapai perbaikan yang diinginkan maka guru melengkapi pembelajaran dengan alat peraga dan menggunakan metode demontrasi. guru mengevaluasi siswa. dan hasil ini dirasa kurang memuaskan maka diadakan perbaikan pada siklus 2.96. Dan ini berarti telah melebihi nilai KKM PKN SDN Pangulah Utara yang ditetapkan 62. 3) Hasil yang dicapai pada perbaikan pembelajaran siklus 2 ini ternyata memuaskan. Hassil evaluasi adalah: siswa yang mencapai KKM baru 45. tetapi karena 2 siklus saja sudah mencapai nilai yang diharapkan.95. PEMBAHASAN Kegiatan yang dilakukan Guru pada PTK mata Pelajaran Matematika semula direncanakan akan mencapai siklus 3. Dari hasil ini dirasa kurang memuaskan maka dilakukan perbaikan pada siklus 2.77 atau sebanyak 30 siswa. Mata Pelajaran PKN Berdasarkan hasil pengelolaan data dan pengamatan oleh observer maka rencana perbaikan pembelajaran PKN hanya dilaksanakan 2 sikluss. a.25.77 % atau ada 30 anak yang dapat mencapai nilai KKM dari 31 siswa yang ikut perbaikan pembelajaran. guru mengevaluasi siswa. maka siklus ke-3 tidak dilaksanakan.06 %.

(2005) Rahasia Matematika SD. Jakarta Depdikbud. Jakarta . Purbowinanto. Iskandar dan Rahmat M. Dapat kita lihat dari nilai hasil evaluasi yang dilaksanakan pada setiap siklus.35. Universitas Terbuka.* DAFTAR PUSTAKA A. 3. yaitu: 1. Ruseffendi (1992). Penelitian Tindakan Kelas. Penggunaan metode demontrassi dan penggunaan alat peraga dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran penulisan lambang bilangan. strategi. Penggunaan alat peraga yang tepat misalnya kartu bilangan untuk memperlancar menulis lambang bilangan dan penggunaan poster tentang hak-hak anak dapat memnbantu proses pembelajaran. Bandung .. Soekoro dan Gunawan A. D (2001). 2. Pemantapan kemampuan Profesional (panduan). Depdikbud (2004). Jakarta. UT Igak Wardhani (2007). pendekatan dan penerapan media alat bantu pelajaran. Slamet dkk (2008). Kurikulum 2006. Dalam penerapan metode pemecahan masalah pada pembelajaran Matematika di Sekolah dasar. Meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan meningkatkan kompetensi serta profesionalisme adalah suatu tuntutan yang tidak bias dihindari oleh semua kalangan pendidikan. Jakarta Depdikbud. Jakarta Dikti Proyek PGSD. Mitra Pelajar. bilangan 51-100. (1995) Pendidikan Matematika I. Penggunaan metode demontrasi dan alat peraga poster dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menuliskan hak-hak anak. Pada siklus pertama perbaikan pengajaran siswa kelas 1 SDN Pangulah Utara Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang mendapat nilai rata-rata 79. Kasihani . hendaknya memperhatikan materi yang akan disampaikan.95. Surabaya.(2006) Materi dan Pembelajaran PKN SD. Kasbollah (1998/1999). 4. B. Penelitian Tindakan Kelas. dkk (2007). Pendidikan Matematika 3. Jakarta. Andayani. Sarana dan persiapan guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan metode pemecahan masalah harus disiapkan agar tidak terjadi kesenjangan dalam melaksanakan tugas yang diberikan di dalam kelompok. Hal ini dapat dilakukan dengan penerapan berbagai metode. Hambali J. Jakarta. Winata Putra dkk. Universitas Terbuka. Udin S. Dinas Pdan K kabupaten Karawang. Kelas I-VI. Pusat Perbukuan Depdikbud. Pada siklus pertama perbaikan pengajaran siswa SDN Pangulah Utara Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang mendapat nilai rata-rata 76. Pendidikan Kewarganegaraan untuk SD Kelas I. Yudi (2004) Pandai Belajar Bahasa Indonesia Kelas 2.1. UT. 2. regina. . Karim dan Widagdo. Saran Bersama ini kami mengajukan beberaapa saran sebagai tinjauan penelitian yang telah kami lakukan. Pendidikan Matemaatika II.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful