P. 1
Contoh Skripsi s1 Pgsd

Contoh Skripsi s1 Pgsd

|Views: 1,348|Likes:
Published by Rian Adirahman

More info:

Published by: Rian Adirahman on Jan 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/03/2015

pdf

text

original

CONTOH SKRIPSI S1 PGSD

Senin, 22 Maret 2010
PROGRAM PERBAIKAN BELAJAR ANAK KELAS 1 SD UNTUK BIDANG STUDI MATEMATIKA DAN PKN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu upaya yang bias dilakukan guru untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran adalah dengan cara proses perbaikan pengajaran. Keberhasilan seorang siswa untuk dapat menguasai suatu materi pelajaran, selain ditentukan oleh faktir internal siswa, seperti tingkat kecerdasan, kerajinan, dan ketekunan juga ditentukan oleh factor eksternal, di antaranya yaitu afektifitas strategi dan metode pembelajaran yang digunakan guru ketika menyampaikan materi pelajaran. Efektifitas strategi dan metode pembelajran yang digunakan oleh guru dapat dilihat tingkat keberhasilannya dari pencapaian nilai yang diraih oleh siswa dalam akhir pembelajaran. Untuk dapat meraih hasil yang maksimal dari proses pembelajaran adalah mutlak diperlukan, seperti yang diungkapkan oleh Suryo Subroto (2004:1) bahwa: ³Salah satu upaya meningkatkan mutu pendidikan ialah dengan melalui perbaikan proses belaar mengajar, yang di dalamnya mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbale balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Berkaitan dengan hal itu, keberagaman penyajian dalam bentuk kegiatan, latihan, tugas dan pengayaan akan memberikan dampak terhadap kemampuan berpikir rasional, keterampilan social, meningkatkan intelektual, dan mampu melahirkan keputusan-keputusan yang tepat berdasar situasi dan kondisi yang dialami.´ Perbaikan dan penyempurnaan yang dilakukan oleh seseorang atau suatu baadan/lembaga biasanya dimaksudkan untuk menyesuaikan hal yang sedang dikerakan atau hasil yang diraih dari suatu pekerjaan dengan tingkat perkembangan dan kemajuan yang sedang berlangsung. Dalam bidang pendidikan, penyesuaian dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan perkembangan pembangunan telah berdampak pada terjadinya perubahan dan penyesuaian kurikulum pendidikan. Perubahan kurikulum telah dilakukan beberapa kalinya diantaranya kurikulum 1994, 1998, KBK, dan KTSP. Dalam tiap perubahan kurikulum ini berdampak pula pada perubahan cara, strategi, dan metode pembelajaran yang dilakukan. Salah satu contoh, kurikulum 1986 memusatkan proses pembelajaran pada guru, aktifitas dilaksanakan oleh guru, sehingga guru cenderung mendominasi kelad dan siswa lebih banyak mendengar dan menerima saja materi pembelajaran yang diberikan, sedang dalam kurikulum yang berlaku sekarang ini yaitu kurikulum 2006 ( KTSP ) arah pembelajaran berpusat pada peserta didik dan melibatkan peserta didik secara aktif. Dalam pelaksanaan kurikulum 2006 ( KTSP ) terdapat adanya Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ). KKM berfungsi sebagai standar terendah yang berkaitan dengan nilai siswa dalam suatu kompetensi dasar atau mata pelajaran yang harus dapat dicapainya agar siswa tersebut dapat naik kelas atau dinyatakan telah menguasai kompetensi yang diajarkan. Mengkaji dari KKM yang ditetapkan oleh SD Negeri Pangulah Utara dan hail belajar siswa sdalam kegiatan belajar

selama pengambilan data. Laporan ini disusun dari catatan yang dibuat penulis ketika merancang kegiatan perbaikan pembelajaran. belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya di kelas I SDN Pangulah Utara ternyata masih banyak siswa yang belum mencapai KKN. Dari hasil penelitian Tindakat kelas yang dilaksanakan penulis membuat hasil laporan kegiatan tersebut dengan tujuan untuk melaporkan teman-teman atau hal-hal yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan penelitian tindakan kelas tersebut dan sekaligus untuk memenuhi tugas mata kuliah pemantapan kemampuan professional ( PDGK 4501 ). berarti nilai rata-rata di bawah KKN. hasilnya didapat bahwa ketika pembelajaran berlangsung pada umumnya siswa kurang antusias dan kurang termotivasi dalam melaksanakan pembelajaran sehingga masih banyak siswa yang ngobrol dengan temannya dan ada beberapa siswa tidak mengerjakan tugas yang diberikan. Hal ini terlihat dari nilai ulangan harian yang diperoleh oleh beberapa siswa yang masih kurang atau berada di bawah KKN yang telah ditetapkan. Mata pelajaran PKN Setelah beberapa kali dilaksanakan evaluasi akhir pembelajaran PKN pada kompetensi pada kompetensi dasar menjelaskan hak-hak untuk bermain. b. yaitu sekitatr 42 % dari jumlah siswa 31 orang dari nilai KKN yang ditetapkan sebesar 62. refleksi dan diskusi dengan teman sejawat terhadap pembelajaran materi 63. penulis memngadakan diskusi dengan teman sejawat untuk menemukan akar permasalahan yang sebenarnya.mengajar. penulis melakukan telaah dan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. 1. ternyata kurang membangkitkan minat siswa untuk ikut aktif dalam proses pembelajaran sehingga materi tidak dapat secara maksimal dipelajari dan diterima siswa. Berdasarkan temuan ini.25. Dari hasil trelaah. Berdasarkan kenyataan di atas. Missal KKN mata pelajaran Matematika 66.10 terungkap bahwa pembelajaran dengan metode penjelasan materi dan pendalaman materi kompetensi hanya dengan metode latihan saa. belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya. sedangkan KKN mata pelaajaran Matematika yang telah ditetapkan adalah sebesar 66. dan hasil diskusi penulis dengan teman sejawat dan Kepala Sekolah. nilai yang diperoleh 65. Dari hasil diskusi dengan teman sejawat ditemukan bahwa tidak dikuasainya kompetensi dasar yang menjelaskan hak-hak untuk bermain. Mata Pelajaran Matematika Dalam mata pelajaran Matematika pada pembelajaran Kompetensi Dasar membilang banyak benda terdapat data yang menunjukkan masih kurang dikuasai dan diofahami dalam materi ini.Identifkasi Masalah a. yaitu dengan adanya perolehan nilai rata-rata ulangan akhir sebesar 61.45. Pada program pendidikan S1 PGSD Universitas terbuka UPBJ Bandung. ternyata penguasaan materi pelajaran beberapa orang peserta didik terhadap beberapa kompetensi dasar atau mata pelajaran yang telah diberikan belum sepenuhnya dapat mencapai KKm yang telah ditetapkan. Berdasarkan kenyataan di atas penulis mengadakan perbaikan dalam pembelajaran Matematika dan PKN melalui pelaksanaan penelitian tindakan kelas (Class Action Research). Adalah kurang variatifnya metode pembelajaran dan alat peraga yang digunakan dalam proses pembelajaran sehingga kurang dapat memotivasi semangat siswa dan menarik minat dan perhatian siswa untuk mempelajari kompetensi dasar ini secara . terutama untuk mata pelajaran Matematika dan PKN.

b.melalui penggunaan kartu bilangan? Untuk mata pelajaran PKN: Bagaimana cara meningkatkan pemahaman siswa Kelas I SDN Pangulah Utara Karawang tentang hak-hak anak. Untuk Pelajaran Matematika 1. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian tindakan kelas yang penulis buat adalah meningkatkan pemahaman siswa dalam belajar. serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Agar lebih jelasnya tujuan ini adalah: 1) Untuk mengetahui kemampuan siswa kelas I SDN Pangulah Utara karawang dalam menuliskan lambang bilangan melalui penggunaan kartu bilangan. Guru dapat menggali minat siswa dalam pembelajaran karena tidak tersedianya alat peraga / media pembelajaran yang bias menarik perhatian siswa ketika proses pembelajaran sedang berlangsung. 2) Untuk mengetahui kemampuan siswa kelas I SDN Pangulah Utara Karawang tentang hak-hak anak melalui penggunaan poster. dan mata pelajaran PKN pada kompetensi dasar menjelaskan hak-hak anak untuk bermain. mudah dimengerti. 2. Siswa kurang diberi kesempatan untuk dapat mengungkapkan pendapatnya sehingga siswa cenderung bersikap pasif. belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya. 2. disertai alat peraga yang sesuai dalam pemilihan alat peraga dan metode yang tepat. penulis menganalisis beberapa masalah yang ditemui pada saat proses pembelajaran yang menyebabkan materi pelajaran tidak dapat diterima siswa secara maksimal. C. Kurangnya penggunaan alat perada dan tidak variatifnya metode pembelajaran yang diterapkan membuat siswa tidak dapat aktif dalam proses pembelajaran. jika guru menerapkan keterampilan menjelaskan dengan bahasa yang lugas. Rumusan Masalah Dari analisis yang ditemui penulis merumuskan beberapa permasalahan yang dihadapi pada mata pelajaran Matrematika: Bagaimana cara meningkatkan kemampuan / pemahaman siswa Kelas I SDN Pangulah Utara Karawang dalam menuliskan lambang bilangan. Analisis Masalah Berdasrkan hasil telaah dan refleksi dari pembelajaran yang telah dilaksanakan. Pembelajaran Matematika yang hanya menjelaskan konsep-konsep dan rumus-rumus saja tanpa disertai dengan praktek atau demontrasi dengan menggunakan alat peraga membuat matematika dirasakan sebagai pelajaran yang membosankan dn sulit untuk difahami dan tidak mempunyai focus penarik perhatian siswa. yaitu: a. Untuk Pelajaran PKN 1. 2. B. D.maksimal. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meengetahui peningkatan proses dan hasil belajar siswa dalam mata pelaaran Matematika pada kompetensi dasar membilang banyak benda. melalui penggunaan poster. Selain ini penelitian ini .

2) Standar materi kewarganegaraan sebagai muatan kurikulum dan pemnbelajaran. BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. dan peluang. statistika. 2) Bagi siswa dapat meningkatkan pross dan hasil belajar. sehingga keterkaitan antar konsp dalam Matematika bersifat sangat kuat dan jelas. Pengertian.2. Standar kompetensi dikelompokkan dalam kemahiran matematika. Pengertian. Penelitian tindakan yang penulis buat juga bermanfaat bagi penulis sendiri sebagai peneliti teman sejawat.2. 2. siswa dan sekolah tempat mengajar penulis. Ada empat isi pokok Pendidikan Kewarganegaraan: 1) Kemampuan dasar dan kemampuan kewarganegaraan sebagai sasaran pembentukan.1. . meningkatan dan mengmbangkan profesionalisme diri. Fungsi dari matematika menurut Respati Mulyato (2005: 233) dalam tulisannya di Jurnal Pendidikan Nasional Tahun 2005 adalah untuk mengembangkan logika berpikir siswa dalam menyelesaikan soal-soal atau memecahkan masalah-masalah logis. dan tujuan pembelajaran PKN Materi PKN dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKN yang pelaksanaannya berprinsif pada elementasi kurikulum terdesentralisai. memotivasi siswa. yaitu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya yang sudah diterima. Ruang lingkup dan rambu-rambu pembelajaran matematika Ruang lingkup pembelajaran Matematika terdiri dari berbaga standar kompetensi yang pada akhir periode pembelajaran harus dapat dikuasai oleh siswa. 3) Bagi sekolah membantu meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tersebut dan meningkatkan reputasi sekolah. bilangan. pengukuran dan geometri.aljabar. untuk kurikulum lanjut yang dilakukan dan harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar.2. Dalam pembelajaran matematika agar suatu materi dapat dengan mudah dimengerti oleh siswa. baik yang terkait dengan materi matematik langsung ataupun bidang studi lain yang mengandung unsure logika.1. Trigonometri dan kalkus standar kompetensi pembelajaran matematika di kelas I SD merupakan standar kompetensi . Pembelajaran PKN di Sekolah Dasar 2. dan tujuan pembelajaran matematika Berdasarkan kurikulum 2006 (BSNP : 8) pengertian Matematika adalah suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melaalui proses penalaran dedukif. yang pada akhirnya belajar siswa akan meningkat pula. Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar 2. proses penalaran induksi dapat dilakukan pada awal pembelajaran dan kemudian dilanjutkan dengan proses penelaran deduktif untuk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki siswa.bermanfaat dalam hal mengaktifkan siswa.1. antara lain: 1) Bagi penulis dan teman sejawat dengan penelitian ini dapat memperbaiki pembelajaran. fungsi. 3) Indicator pencapaiakan sebagai criteria keberhasilan pencapaian kemampuan dan.1. fungsi.1. 2.

system normative. system wilayah dan system idiologis sebagai factor integrative bagi seluruh komponen.4) Rambu-rambu umum pembelajaran sebagai rujukan alternative bagi guru. Kemudian dapat melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Hal ini merupakan suatu tantangan dari sekolah untuk terus berupaya memberikan perhatian khusus kepada siswa dalam mengikuti pendidikan di sekolah. agar para siswa dapat belajar dengan baik serta menghasilkan lulusan terbaik. Adapun mata pelajaran yang dijadikan subjek penelitian adalah mata pelajaran Matematika (mata pelajaran eksakta) dan mata pelajaran PKN (mata pelajaran non eksak) jumlah siswa yang terlinbat dalam penelitian ini sebanyak 31 orang. Pembelajaran PKN dapat membekali siswa dengan pengetahuann dan keterampilan intelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektifitas dalam berprestasi. Secara umum para siswa yang mengikuti pendidikan di SDN Pangulah Utara berlatar belakang ekonomi kelas menengah ke bawah dengan mata pencaharian orang tua sebagian besar dari kalangan buruh tani. 16 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. System kelembagaan. konsep Negara dapat didekati dari sudut pandang system. . Fungsi PKN bertumpu pada kemampuan dasar kewarganegaraan (Civic Competence) untuk semua jenjang.* BAB III PELAKSANAAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah partisipasi yang penuh nalas dan tanggung jawab dalam kehidupan politik dari warga Negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsif-prinsif dasar demokrasi konstitusional Indonesia. Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di kelas I SDN Pangulah Utara Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang pada tanggal 3 Maret 2010 sampai dengan 18 Maret 2010. Demikian pula latar belakang pendidikan mereka sebagian besar hanya lulusan SD. Negara adalah suatu bentuk khusus dari tata kehidupan social yang dibangun dari sejumlah komponen dasar di dalam suatu ssistem yang integral. Suryadi dan Sumardi (1999) mengemukakan bahwa untuk mengkonsepsi pendidikan kerawganegaraan dengan paradigmanya yang baru. Komponen-komponen dasar system tata kehidupan bernegara terdiri dari system personal.

o Guru mengadakan evaluasi. 1. peneliti melakukan konsultasi dengan Supervisor PKP. warna kuning untuk puluhan.yaitu guru senior di SDN Pangulah Utara d) Membuat Laporan kepada bapak Kepala Sekolah SDN Pangulah Utara tentang kegiatan PTK yang penulis lakukan di kelas IA yang bersangkutan. o Guru m. b) Prosedur Khusus . Mata Pelajaran Matematika Siklus I a) Prosedur Umum Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan secara umum adalah: o Guru memimpin doa sebelum belajar o Memperingatkan cara duduk yang baik selama pelajaran berlangsung. o Guru memberi contoh soal dan penyelesaiannya dilakukan sendiri oleh guru. guru member contoh soal dan cara mengisinya tanpa melibatkan anak atau tidak menyusuh anak untuk mendemontrasikan atau mengisinya di papan tulis. kemudian menyuruh salah seorang siswa ke depan untuk mengisi di papan tuliss secara bergantian. o Mengadakan apersepsi tentang menulis lambang bilangan. o Guru member contoh soal lebih banyak dari Sikluss 1 dan mengisinya. warna merah untuk ratusan. Siklus II a) Prosedur Umum Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan secara umum adalah: o Guru memimpin doa sebelum belajar o Memperingatkan cara duduk yang baik selama pelajaran berlangsung. o Guru menyampaikan penjelasan materi pokok secara berulang-ulang dan menjelaskan tempat ratusan. dan satuan secara rinci mengguggunakan dekak-dekak berwarna. o Siswa secara bergilir mempraktekkan cara menggunakan dekak-dekak. dan warna hijau untuk satuan. o Guru mengadakan evaluasi. b) Prosedur Khusus Sesuai dengan RPP Perbaikan. e) Mengumpulkan data yang berupa lembaran-lembaran observasi untuk diamati dan direfleksi. Deskripsi Persiklus Prosedur pelaksanaan yang dilakukan peneliti dalam kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dimulai dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut: a) Membuat perencanaan tentang mata pelajaran apa yang memungkinkan untuk dilakukannya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) b) Membuat Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP) c) Mencari teman sejawat.enyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai setelah dilaksanakannya kegiatan pembelajaran matematika pada hari itu. puluhan. o Mengadakan apersepsi tentang menulis lambang bilangan yang benar.B. f) Untuk mengetahui tentang langkah-langkah apa yang harus dilakukan oleh penulis agar kegiatan ini dapat berjalan dan mencapai hasil sesuai dengan apa yang diharapkan.

Siswa diberi kesempatan ke depan untuk menjelaskan haknya di sekolah. d) Prosedur Khusus Sesuai dengan rencana perbaikan yaitu penjelasan tentang hak-hak anak baik di rumah maupun di sekolah disertai dengan foster yang berjudul mendapatkan kasih saying adalah hak-hak anak di rumah. bilangan 51 ± 100. hak mendapat pelajaran dsb. o Guru mengadakan evaluasi. menuliskan hak-hak anak di rumah maupun di sekolah. o Guru memberi contoh hak-hak anak yang lainnya seperti seperti hak mendapat kehidupan yang layak. o Secara urut dan sebelum mengadakan evaluasi. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya jawab dengan harapan siswa lebih memahami materi yang sedang dipelajari. o Untuk nilai tempat puluhan dan satua serta melibatkan siswa dengan bergilir untuk menulis lambang bilangan. o Guru memberi penjelasan cara bilangan atau dan menulis lambang bilangamn dan cara penggunaaan dekak-dekak berwarna. Mata Pelajaran PKN Siklus I c) Prosedur Umum Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan secara umum adalah: o Guru memotivasi kesiapan belajar o Guru mengadakan apersepsi tentang hak-hak anak tanpa alat peraga. o Guru menyampaikan tujuan pembelajaran o Guru menekankan pembelajaran pada materi pokok tanpa menggunakan alat peraga dan demontrasi o Guru mengadakan evaluasi. HASIL PENELITIAN 1.o Sesuai dengan RPP perbaikan secara berulang-ulang buru memberikan penjelasan dan memberi banyak contoh soal kepada siswa. yang dilakukan pada penekanan pada materi pokok . 2. Siklus II c) Prosedur Umum Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan secara umum adalah: o Guru memotivasi kesiapan belajar siswa. d) Prosedur Khusus Sesuai dengan Rencana Perbaikan Pembelajaran.* BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Mata Pelajaran Matematika Hasil pengolahan data yang dilaksanakan dari dua siklus perbaikan pembelajaran Matematika diperoleh data akhir sebagai berikut: . o Guru mengadakan apersepsi tentang hak-hak anak pada mata pelajaran PKN dengan menggunakan foster dengan judul mendapatkan kasih saying adalah hak anak di rumah. yang terdapat pada table ke buku catatan siswa tanpa ada Tanya jawab.

Mata Pelajaran PKN Hasil pengolahan data yang dilaksanakan dari dua siklus perbaikan pembelajaran Matematika diperoleh data akhir sebagai berikut: Hasil rekapitulassi nilai tes Matematika sebelum dan sesudah perbaikan pembelajaran dalam .Hasil rekapitulassi nilai tes Matematika sebelum dan sesudah perbaikan pembelajaran dalam bentuk grafik adalah sebagai berikut: 2.

ada 5 anak yang mendapat nilai 50-55. hanya 2 siswa mendapat nilai 90.10. ada 3 siswa yang mendapat nilai antara 85-90. b.25 . ada 8 siswa yang mendapat nilai 60-65. ada 5 anak yang mendapat nilai 75-80. KKM Mata Pelajaran PKN Kelas I SDN Pangulah Utara ditetapkan sebesar 62. ada 3 anak yang mendapat nilai 4045. KKM Mata Pelajaran Matematika Kelas I SDN Pangulah Utara ditetapkan sebesar 63. Pada siklus 2 ada peningkatan prosentase pencapaian nilai anak terhadap nilai KKM. perbaikan penbelajaran yang dilaksanakan berdasarkan 2 siklus perbaikan menghailkan kemajuan yang diharapkan. Pada siklus 2 ada peningkatan prosentase pencapaian nilai anak terhadap nilai KKM. ada 10 siswa yang mendapat nilai 75-80. dengan begitu maka prosentase anak yang mencapai KKM adalah sebesar 45. Mata Pejalaran PKN Pada siklus 1 tidak ada siswa yang mendapat nilai 95-100.bentuk grafik adalah sebagai berikut: B. yaitu: ada 10 anak yang mendapat nilai 100. ada 6 anak yang mendapat nilai 55-60. ada 8 siswa yang mendapat nilai 70. dan ada 2 anak yang mendapat nilai 45-50.35 sehingga sudah melebihi KKM Matematika SDN Pangulah Utara yang ditetapkan 63.42 % pada siklus 2. ada 3 siswa yang mendapat nilai antara 80-85.06 % atau sebanyak 18 siswa. ada 4 anak yang mendapat nilai 85-90. Dan nilai rata-rata kelas yang dicapai adalah 79. dengan begitu maka prosentase anak yang mencapai KKM adalah sebesar 58.10. dan ada 1 anak yang mendapat nilai 30. dan ada 3 anak yang mendapat nilai 50-55. DESKRIPSI TEMUAN/REFLEKSI Dari hasil diskusi dengan pengamat dan supervisor .16 % atau sebanyak 14 siswa. yaitu dari . a. Mata Pejalaran Matematika Pada siklus 1 tidak ada siswa yang mendapat nilai 100. yaitu dari 45.16 % pada siklus 1 menjadi 77. hanya 2 siswa mendapat nilai 90. ada 5 siswa yang mendapat nilai 65-70. ada 3 anak yang mendapat nilai 40-45. dengan rincian pencapaian.

25. guru mengevaluasi siswa. 3) Hasil yang dicapai pada perbaikan pembelajaran siklus 2 ini ternyata memuaskan. dengan nilai rata-rata 76. Siswa mengisi table dengan sehari-hari yang dipampang di depan kelas dan mengisinya secara bergiliran. Dari hasil ini dirasa kurang memuaskan maka dilakukan perbaikan pada siklus 2.77 atau sebanyak 30 siswa. guru mengevaluasi siswa.42 %. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: . tetapi karena 2 siklus saja sudah mencapai nilai yang diharapkan.16 % dan yang mendapat nilai di bawah KKM 54. C. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Hassil evaluasi adalah: siswa yang mencapai KKM baru 45. a. Mata Pelajaran PKN Berdasarkan hasil pengelolaan data dan pengamatan oleh observer maka rencana perbaikan pembelajaran PKN hanya dilaksanakan 2 sikluss. yaitu mencapai angka prosentase 77. Hasil dari evaluasi adalah siswa yang mencapai nilai KKM baru 58. Setelah itu baru dilaksanakan evaluasi.84% . dan hasil ini dirasa kurang memuaskan maka diadakan perbaikan pada siklus 2. maka siklus ke-3 tidak dilaksanakan.96.77 % atau ada 30 anak yang dapat mencapai nilai KKM dari 31 siswa yang ikut perbaikan pembelajaran. siswa yang kurang faham disuruh maju ke depan untuk menulis lambang bilangan dengan benar. 2) Untuk meningkatkan nilai dan mencapai perbaikan yang diinginkan maka guru melengkapi pembelajaran dengan alat peraga dan menggunakan metode demontrasi. Dan ini berarti telah melebihi nilai KKM PKN SDN Pangulah Utara yang ditetapkan 62. Mata Pelajaran Matematika Berdasarkan hasil pengolahan data dan pengamatan oleh observer maka rencana perbaikan pembelajaran matematika hanya dilaksanakan 2 siklus. 1) Siklus 1. setelah melakukan apersepsi dan penjelasan materi . b. PEMBAHASAN Kegiatan yang dilakukan Guru pada PTK mata Pelajaran Matematika semula direncanakan akan mencapai siklus 3. 1) Setelah melakukan apersepsi dan penjelasan materi. 2) Untuk meningkatkan nilai dan mencapai perbaikan yang diinginkan maka guru melengkapi pembelajaran dengan alat peraga dan menggunakan kartu bilangan untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam menulis lambang bilangan.06 %.95. 3) Hasil yang dicapai pada perbaikan pembelajaran siklus 2 ini yternyata sangat memuaskan yaitu mencapai angka prosentase 96.

Surabaya. Jakarta. Udin S. Andayani. Pemantapan kemampuan Profesional (panduan). Dinas Pdan K kabupaten Karawang. Purbowinanto. Penggunaan alat peraga yang tepat misalnya kartu bilangan untuk memperlancar menulis lambang bilangan dan penggunaan poster tentang hak-hak anak dapat memnbantu proses pembelajaran. strategi. 2.(2006) Materi dan Pembelajaran PKN SD. Winata Putra dkk.95. Penelitian Tindakan Kelas. Pendidikan Kewarganegaraan untuk SD Kelas I. Bandung . regina. . hendaknya memperhatikan materi yang akan disampaikan. Kasbollah (1998/1999). Universitas Terbuka. Slamet dkk (2008). yaitu: 1. Mitra Pelajar. bilangan 51-100. (2005) Rahasia Matematika SD.35. Sarana dan persiapan guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan metode pemecahan masalah harus disiapkan agar tidak terjadi kesenjangan dalam melaksanakan tugas yang diberikan di dalam kelompok. Universitas Terbuka. Ruseffendi (1992). Jakarta. Depdikbud (2004). Jakarta Depdikbud. Jakarta . pendekatan dan penerapan media alat bantu pelajaran. Penggunaan metode demontrasi dan alat peraga poster dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menuliskan hak-hak anak. Jakarta Depdikbud. Soekoro dan Gunawan A. Kurikulum 2006. Pada siklus pertama perbaikan pengajaran siswa SDN Pangulah Utara Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang mendapat nilai rata-rata 76. Yudi (2004) Pandai Belajar Bahasa Indonesia Kelas 2. Meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan meningkatkan kompetensi serta profesionalisme adalah suatu tuntutan yang tidak bias dihindari oleh semua kalangan pendidikan. Pusat Perbukuan Depdikbud. Dalam penerapan metode pemecahan masalah pada pembelajaran Matematika di Sekolah dasar. Iskandar dan Rahmat M. Pendidikan Matemaatika II. Penelitian Tindakan Kelas. Hal ini dapat dilakukan dengan penerapan berbagai metode. Hambali J. Pendidikan Matematika 3. 4. Dapat kita lihat dari nilai hasil evaluasi yang dilaksanakan pada setiap siklus. 2.* DAFTAR PUSTAKA A. Jakarta Dikti Proyek PGSD. D (2001).. Penggunaan metode demontrassi dan penggunaan alat peraga dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran penulisan lambang bilangan. 3. Jakarta. UT Igak Wardhani (2007). Pada siklus pertama perbaikan pengajaran siswa kelas 1 SDN Pangulah Utara Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang mendapat nilai rata-rata 79. Kelas I-VI. (1995) Pendidikan Matematika I. Saran Bersama ini kami mengajukan beberaapa saran sebagai tinjauan penelitian yang telah kami lakukan. UT. Kasihani . B.1. Karim dan Widagdo. dkk (2007).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->