RUNTUHNYA BAGHDAD DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERSEBARAN ISLAM DI ASIA

Makalah Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam

Dosen Pengampu Prof. Dr. H. Ahwan Mukarrom, M.A.

Disusun Oleh: Mochammad Dawud NIM. F 0 9 4 1 1 2 9 9

KONSENTRASI DAKWAH PROGRAM PASCASARJANA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA 2011

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Panji-panji islam telah ditancapkan di tanah 1001 malam sejak masa kekhalifahan Abu Bakar Al S}>iddiq. Kala itu, panglima Khalid bin al-Walid setelah menaklukkan Yamamah kemudian diperintahkan Khalifah Abu Bakar Al S}>iddiq untuk mendakwahi penduduk Irak kepada Islam. 1 Pada masa khalifah selanjutnya, perluasan daerah Irak dan wilayah Timur terus dilakukan. Melalui berbagai perang dan ekspansi akhirnya Islam benarbenar bisa menguasai. Bahkan seiring dengan berjalannya waktu dan semakin besarnya pengaruh islam ke berbagai penjuru dunia. Dinasti Amawiyah memusatkan pemerintahannya di Damaskus. Sedangkan dinasti Abbasiyah menjadikan kota Baghdad sebagai pusat pemerintahannya. Islam mengalami zaman keemasannya ketika dinasti Abbasiyah berkuasa. Bahkan pada saat khalifah Harun al Rasyid. Banyak lembaga-lembaga pendidikan didirikan. Baitul Hikmah yang menjadi pusat pengkajian keilmuan berkembang pesat.2 Namun zaman keemasan itu tidak berlangsung lama. Masa-masa kemunduran dimulai setelah khalifah Harun al Rasyid mangkat. Satu demi satu wilayah-wilayah yang dikuasai oleh dinasti Abbasiyah mulai merasa tidak ada lagi hubungannya dengan pemerintahan di Baghdad. Mereka tidak merasakan adanya manfaat lagi dengan mempertahankan dinasti Abbasiyah yang cara mempertahankan kekuasaannya sudah tidak lagi mengedepankan prinsip-prinsip kepemimpinan yang baik. Ada yang menjadi pemerintahan sendiri/otonom, ada yang semi otonom bahkan ada yang memerdekakan diri. Meski kehancuran dinasti juga didukung faktor eksternal, namun faktor internal sebenarnya sangat dominan. Ibnu Khaldun menyatakan, salah satu hambatan untuk mencapai
1

Ibnu Katsir, Tartib wa Tahdzib Kitab Al Bidayah wan Nihayah. Terjemahan Abu Ihsan al Atsari (Jakarta: Darul Haq, 2011), 147. 2 Yusuf Al Isy, Dinasti Abbasiyah. Terjemahan Arif Munandar (Jakarta: Pustaka Kautsar, 2007), 53

2

Hitti. 2001) hal. Mukaddimah terjemahan Masturi Irham dkk (Jakarta: Pustaka Al Kautsar. 3 Sedangkan Philip K. Terjemahan R. 2002). Hitti menyebutnya hampir sama dengan kondisi Imperium Romawi di Barat. 3 .kekuasaaan adalah kemewahan hidup dan larut dalam kenikmatan. Cecep Lukman Yasin (Jakarta: PT Serambi Ilmu. Saat si sakit sudah berada di ranjang kematiannya ketika perampok mendobrak pintu dan segera mengambil bagian dari warisan imperium. Philip K. 616. 221. 3 3 3 Ibnu Khaldun. History of The Arabs.

Meski pada masa Khalifah Harun Al Rasyid Islam mengalami kegemilangan. tidak seperti biasanya Khalifah pendahulunya. dijual dan dieksploitasi untuk kepentingan pribadi. hal. Al Mu’taman)6. yang berganti hanya namanya saja. 198. 1994). Muhammad Al-Bakir (Bandung: Mizan. Awal Kemunduran Dinasti Abbasiyah Masyarakat muslim pada awal pemerintahan Abbasiyah banyak berharap perbaikan taraf hidup mereka.II. RUNTUHNYA BAGHDAD A.5 Sistim monarki yang diberlakukan oleh para khalifah saat melanjutkan estafet kepemimpinannya menjadi titik awal kemunduran Bani Abbasiyah. sehingga mereka bersatu-padu mendukung pergerakan Abbasiyah sampai lahirnya dinasti baru ini.M. Khalifah Dan Kerajaan.Syalabi. 4 5 Abul A’la Al-Maududi. Sejarah Dan Kebudayaan Islam Terj. Bahkan apa yang dilakukan oleh Al Rasyid agak aneh. Tapi nyatanya imperium ini tidak ubahnya seperti pemerintahan Bani Umayyah. tapi akhirnya mereka harus pasrah dengan hidup menderita. Baitul mal yang sejatinya didistribusikan untuk kepentingan masyarakat. Sejarah Sosial Ummat Islam Bagian Kesatu dan Kedua (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 253 Ira. Bahkan seorang Wazir bisa menyogok seorang Khalifah untuk jabatan yang sangat berpengaruh. yaitu menunjuk puteranya sebagai pengganti sesudahnya. namun al Rasyid juga ikut melestarikan sistem pemerintahan Bani Umayyah yang menganut paham Monarki. Baitul mal yang sarat dengan uang. Muhammad Labib (Jakarta: PT Pustaka Al-Husna Baru). hanya dapat dinikmati oleh kalangan penguasa. Dengan berbagai kecurangan karena jabatan dianggap sebagai kekayaan yang harus dibeli. Al Ma’mun.Lapidus. Tujuannya adalah untuk mengeksploitasi jabatannya dan mengembalikan modal yang telah dikeluarkan untuk menghadapi masa-masa sulit di kemudian hari. 4 Memang pada awalnya orang-orang non arab telah diangkat untuk menduduki jabatan panglima-panglima tentara dan gubernur. mereka terbuai dengan kehidupan mewah sehingga kurang memperhatikan urusan negara. 1999). bisa mengubah kepribadian seseorang/khalifah. Ia menunjuk ketiga puteranya sekaligus sebagai putera mahkota (Al Amien. 6 A. Terj. 107 4 .

Al-Amien begitu cepat melanggar apa yang telah digariskan oleh ayahnya dengan berkeinginan memecat kakaknya dari jabatan sebagai putera mahkota.. 5 . 7 8 Ibrahim Al-Shuraiqi Al-Tarikh Al-Islami (tt: tp. khalifah menampakkan interest politik dan pemerintahan islam. 194 10 Karen Armstrong. 9 lra. 75. ia mengangkat Al Amien sebagai gubernur Syam dan Irak. imam ke delapan sebagai pewarisnya. Kaum Syi’ah hanya sebagai elit spritual dan intelektual yang tidak mampu memerintahkan rakyat untuk memberikan dukungan. Ikon Teralitera. Hal ini membuat masyarakat resah dan banyak memakan korban terutama Ahli Hadits yang sangat menentang teologi Mu’tazilah. Sejarah…. Sementara para ulama dan sufi merumuskan prinsip-prinsip keyakinan islam. 10 Sepanjang imperium Abbasiyah yang sebagian dibangun berdasar upaya identifikasi Islam dan sebagian berdasarkan identifikasi khalifah. 21. Tapi ternyata Al-Ma’mun berhasil melumpuhkan pergolakan Al-Amien dan membunuhnya dalam pertempuran yang terjadi di kota Baghdad pada bulan Muharram 198 H.9 Al-Ma’mun terkenal dengan pemikiran ideologisnya. Lapidus. pemikiran-pemikirannya lebih cenderung kepada paham Mu’tazilah.M. hal 164. Al-Ma’mun mengangkat Ali Ridha. 7 Ketiganya diminta untuk tidak saling intervensi antara yang satu dengan yang lain.. 1971). Sejak saat itu. 1400 H). Meskipun khalifah tetap sebagai pimpinan umat dan simbol bagi persatuan muslim. 132. sementara Al Ma’mun diangkat sebagai gubernur Khurasan dan daerah utara sungai Say dan Hun serta daerah timur.8 Namun peperangan sengit tersebut tidak hanya melemahkan kekuatan militer Abbasiyah melainkan juga melemahkan warga Irak dan sejumlah propinsi lainnya. khususnya warga Syi’ah. Muhammad Al-Thayyib. maka hilangnya para pendukung merupakan sebuah bencana politik yang amat besar. baca juga Ira M. tetaplah terbuka jurang pemisah antara negara dan komunitas keagamaan. sedangkan Al Kosim dengan gelar Al Mu’taman diberi jabatan di daerah al Jazirah dan daerah perbatasan yang berhadapan dengan Imperium Romawi. Sejarah Sosial…. Tarikh Al-Daulah Al-Abbasiyah Wa Hadlarotiha (Riyad. 2004). Tapi untuk menarik simpati masyarakat. Ira Puspito Rini (Surabaya. Mereka dipenjarakan. Islam: A Short History.Untuk menjaga kerukunan dan agar tidak terjadi bentrokan antar ketiga puteranya. Dr.Lapidus. Setelah Al Rasyid meninggal. Jami’a Al-Imam Muhammad bin Sa’ud. terj.

Ia kemudian menyarankan khalifah Mu’tashim mengirim hadiah-hadiah yang berharga kepada Hulagu Khan agar membatalkan rencana penyerbuannya ke Baghdad. Fatimiyah. semi otonom bahkan secara terang-terangan menyatakan mendirikan dinasti tersendiri. Juga saat Al-Mu’tasim melawan Abbas bin Ma’mun. para gubernur (amir) yang berdomisili di wilayah barat baghdad seperti Aghlabiyah. Thuluniyah dan Hamdaniyah maupun yang berdomisili di timur Baghdad seperti Thahiriyah. Hal ini diperparah dengan intrik yang dilakukan perdana menteri Ibnu Alqami. Al Mu’tashim berupaya menumpas pemberontakan-pemberontakan ini dengan pasukan bayarannya.Al Mu’tashim (ada yang menyebutnya juga al-Musta’shim)11 adalah khalifah terakhir pada dinasti Abbasiyah. Turunnya wibawa khalifah diikuti dengan pemisahan beberapa wilayah dalam dinasti Abbasiyah. Ia sudah tidak banyak mendapatkan dukungan dari rakyatnya. Idrisiyah. Umawiyah II. Konflik ini sangat menghilangkan solidaritas keluarga dan mengundang campur tangan kekuatan luar seperti orang Turki. pamannya sendiri. Ghaznawiyah. Ia berhasil merayu pasukan Tartar untuk menyerang Baghdad. Pengaruh keturunan Turki kian bertambah kuat dan bertindak mencampuri urusan pemerintahan dalam hal pengangkatan dan pemberhentian pegawai. Beberapa 11 Syamsul Nizar. Sejarah Pendidikan Islam. Samaniyah mencoba untuk tidak taat lagi pada khalifah pusat di Baghdad. 173. Akibatnya. Perpecahan semakin membesar. 6 . Saljuk dan Buwaihi. Shafariyah. Khalifah tidak lagi menjalankan tugasnya sebagaimana harusnya. (Jakarta: Kencana Prenada Media Grup). tapi masalah yang ditimbulkan justru lebih besar. Mereka ada yang menjadi otonom. Namun peperangan sengit juga terjadi antara internal keluarga kerajaan. perpecahan tidak bisa dihindarkan. Namun apa yang dirasakan malah sebaliknya. Al-Mu’tasim banyak mendatangkan prajurit baru yang sengaja didatangkan dari Turki untuk menggantikan prajurit keturunan Arab dan Persia. Walaupun prajurit Turki banyak berhasil menumpas pemberontakan. melainkan hanya sekedar jadi simbol belaka. Ribuan orang terbunuh akibat peristiwa Al Mansur melawan Abdullah bin Ali. Dengan harapan mereka bisa bekerja maksimal untuk kepentingan negara.

Namun saat itu Baghdad dijaga ketat dan pertahanan sudah disiapkan. 1998). 257.pembantu dekat khalifah mengusulkan agar khalifah tidak perlu membawa barangbarang mewah sebagai hadiah dan tidak perlu berlebih-lebihan menanggapi ancaman Hulagu Khan. Surat itu tidak digubris oleh khalifah Mu’tashim. Buku-buku karya intelektual muslim pada zaman keemasan dibakar dan dibuang ke sungai Tigris. Inilah yang kemudian menjadi persoalan umat islam hingga sekarang. kemegahan dan gemerlapnya Baghdad sebagai pusat pemerintahan Dinasti Abbasiyah seolah-olah hanyut dibawa sungai Tigris. Asbabudh-Dha’fi Fil Ummatil Islamiyyah. gedung pemerintah hingga madrasah-madrasah dibakar dan diratakan oleh Hulagu Khan. Hulagu Khan tidak menyisakan apapun atas karya-karya ilmu pengetahuan dinasti abbasiyah. Khalifah Mu’tashim akhirnya menyetujui usulan yang kedua. gedung-gedung di Baghdad. Lahmatun Min Tarikhid Da’wah. Faktor-faktor yang Menyebabkan Kemunduran Dinasti Abbasiyah Kebesaran. Terjemahan Fadli Bachri (Jakarta: Pustaka Al Kautsar. Hulagu Khan mengirimkan pasukan ke Baghdad sebagai pasukan awal sebelum kedatangannya. Pasukan Mongol juga meruntuhkan perpustakaan yang merupakan gudang ilmu. mulai dari istana. B. keagungan. Sayyid Muhammad al Wakil menggambarkan pada saat itu sungai Tigris airnya sampai berwarna hitam akibat lunturan tinta dari buku-buku yang dibuang ke dalamnya. Mereka semua dibunuh bersamaan dengan pembantaian penduduk kota Baghdad oleh Hulagu Khan. Hulagu Khan lantas berkirim surat dan meminta pembantu yang mengusulkan pemberian hadiah yangtidak mewah tersebut. 12 Pada awal 1258 M. dan membakar bukubuku yang ada di dalamnya. Hal itu didengar oleh Hulagu Khan. 7 . Pada tahun itu pula 1258 M. para penasehat khalifah serta para keluarga khalifah. 12 Muhammad Sayyid Al Wakil. setelah kota ini dibumihanguskan oleh tentara Mongol di bawah Hulagu Khan pada tahun 1258 M. Setelah beberapa lama terlibat pertempuran. al Mu’tashim akhirnya ditangkap bersama al Qami. Semua bangunan kota termasuk istana emas dihancurkan. Hulagu Khan semakin geram.

Kemerosotan Ekonomi 13 W. 8 . Meski sudah dihancurkan oleh pasukan Mongol. khalifah tidak sanggup memaksa pengiriman pajak ke Baghdad. 1990). Persekutuan dilatarbelakangi oleh persamaan nasib kedua golongan itu pada masa dinasti Umayyah berkuasa. tingkat saling percaya di kalangan para penguasa dan pelaksana pemerintahan sangat rendah. Keuangan negara negara sangat sulit karena biaya yang dikeluarkan untuk tentara bayaran sangat besar.Kota Baghdad sangat menarik bagi bangsa-bangsa yang ingin meluaskan ekspansinya di wilayah Timur Tengah. W. Bersamaan dengan itu. 13 Sementara. Dengan profesionalisasi angkatan bersenjata. Montgomery Watt menyebutkan ada beberapa faktor yang menyebabkan kemunduran pada masa daulah Abbasiyah: 1. Pada masa ini persaingan antarbangsa menjadi pemicu untuk saling berkuasa. Kejayaan Islam: Kajian Kritis dari Tokoh Orientalis (Yogyakarta: Tiara Wacana. antara lain: 1. 2. Persaingan Antarbangsa Khilafah Abbasiyah didirikan oleh Bani Abbas yang bersekutu dengan orang-orang Persia. 2. 165-166. Montgomery Watt. pada tahun 1400 M kota ini diserang pula oleh pasukan Timur Lenk. ketergantungan khalifah kepada mereka sangat tinggi. Keduanya sama-sama tertindas. Badri Yatim menyebutkan ada beberapa hal yang menyebabkan kemunduran dinasti Abbasiyah. Pada saat kekuatan militer menurun. Kecenderungan masing-masing bangsa untuk mendominasi kekuasaan sudah dirasakan sejak awal khalifah Abbasiyah sendiri. Luasnya wilayah kekuasaan dinasti Abbasiyah. Bani Abbasiyah tetap mempertahankan persekutuan itu. 3. Setelah dinasti Abbasiyah berdiri. Hal itu tidak didukung dengan kemudahan komunikasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah yang ada di daerah-daerah. Tentara Kerajaan Safawi juga pernah menyerang Baghdad pada tahun 1508 M.

Dana yang masuk lebih besar daripada yang keluar. Serangan Bangsa Mongol Serangan tentara Mongol ke wilayah kekuasaan Islam menyebabkan kekuatan Islam menjadi lemah. 4. 14 Ada pendapat lain yang menambahkan karena banyaknya wilayah-wilayah yang dipimpin oleh para gubernur melepaskan diri dari pusat Baghdad dan mendirikan dinasti-dinasti kecil secara mandiri. 1998). Konsentrasi dan perhatian pemerintahan Abbasiyah terpecah belah untuk menghadapi tentara Salin sehingga memunculkan kelemahan-kelemahan. khususnya serangan yang dilakukan oleh Hulagu Khan yang berhasil membunuh khalifah terakhir dan membantai warga Baghdad. konflik keagamaan yang muncul menjadi isu sentral sehingga mengakibatkan perpecahan. Nurhakim. 70-73 9 . Setelah khilafah mengalami periode kemunduran. Moh. 3. Perang Salib Perang salib merupakan sebab dari eksternal umat Islam. Pada periode Abbasiyah. Ketidakjelasan sistim penggantian khalifah serta munculnya gerakan-gerakan pemberontakan. Syi’ah. sehingga Baitul Mal penuh dengan harta. dan kelompok-kelompok lainnya menjadikan pemerintahan Abbasiyah mengalami kesulitan untuk mempersatukan berbagai faham keagamaan yang ada. 2004). Konflik Keagamaan Fanatisme keagamaan terkait erat dengan persoalan kebangsaan. Ahlus Sunnah. Pada periode pertama.15 14 15 Badri Yatim. Sejarah Peradaban Islam. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Khilafah Abbasiyah juga mengalami kemunduran di bidang ekonomi bersamaan dengan bidang politik. 5. Berbagai aliran keagamaan seperti Mu’tazilah. pendapatan negara menurun sehingga terjadi kemerosotan dalam bidang ekonomi. Sejarah dan Peradaban Islam (Malang: UMM Press. 80-85. Perang salib yang berlangsung beberapa gelombang banyak menelan korban. pemerintahan Bani Abbasiyah merupakan pemerintahan yang kaya.

History of The Arabs.16 16 Philip K. Hitti. 10 . Hitti yakin faktor internal-lah yang paling dominan dalam menyebabkan kemerosotan kekuasaan Bani Abbasiyah. yakni internal dan eksternal. namun Philip K.Meski secara garis besar ada dua faktor yang menyebabkan kemunduran Dinasti Abbasiyah. 617.

terutama pendidikan. Dalam konteks seperti ini sudah barang tentu dunia pendidikan tidak mendapatkan tempat yang memadai. h. Islam menjadi Negara yang tak tertandingi dalam bidang pendidikan serta banyak memberikan sumbangan ilmu pengertahuan terhadap dunia. Dia berusaha mengembangkan ilmu pengetahuan dan menerjemahkan buku-buku dari Yunani serta mengembangkan ilmu-ilmu dengan mendapatkan temuan baru. hal. Khalifah Al Makmun adalah seorang yang sangat mencintai ilmu pengetahuan di atas segalanya. Kebebasan mimbar dan akademik yang menjadi roh atau jantung Islam satu per satu surut. terutama dalam bidang 17 17 Syamsul Nizar.17 Musnahnya lembaga-lembaga pendidikan dan buku-buku ilmu pengetahuan menyebabkan pula kemunduran pendidikan di seluruh dunia Islam. 11 . Lembagalembaga perguruan tinggi sama sekali tidak memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan penelitian dan pengembangan ilmu. Segala aspek yang menunjang berkembangnya lembaga-lembaga pendidikan serba terbatas. Para pemimpin daulah Abbasiyah lebih memikirkan bidang pendidikan daripada daulah Umayyah sebelumnya yang lebih fokus pada bidang kemiliteran. Dia juga selalu memikirkan agama Islam dengan ilmu pengetahuan tersebut. 174. Daulah Abbasiyah sangat menonjol dalam bidang pendidikan pada masa kekhalifahan Al Makmun. 172 Ibid. Filsafat Yunani yang bersifat rasional menjadikan Khalifah Al Makmun terpengaruh dan mengambil teologi Mu’tazilah menjadi teologi negara. Pada masa seperti ini dunia Islam tidak dapat melahirkan pemikir-pemikir yang kritis. Di Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Pusat kedaulatan Abbasiyah yang berada di Baghdad bisa menjangkau berbagai daerah yang ada dan memimpin daerah tersebut. Serangan Hulagu Khan di Baghdad tidak menyisakan apapun. 17 Dalam masa itu.BAB III DAMPAK RUNTUHNYA BAGHDAD A. 2007). (Jakata : Kencana Prenada Media Group. Sejarah Pendidikan Islam. Di bawah kekuasaan daulah Abbasiyah Islam mengalami kemajuan dalam berbagai bidang.

12 . seperti ilmu-ilmu yang murni yaitu : Tafsir. 1997). yang lebih di fokuskan kepada ilmu yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dan juga materi yang ada banyak sedangkan waktu yang diberikan untuk mempelajarinya hanya sedikit sehingga para pelajar tidak terlalu memahami suatu ilmu. Ilmu Kalam. 19 Dengan runtuhnya kekuatan Islam di Baghdad dan bahkan di Cordova maka mulailah kemunduran pendidikan dan kebudayaan Islam. pengajaran umumnya terbatas pada ilmu-ilmu keagamaan.intelektual dan material. 177. Di setiap Madrasah diajarkan tentang ajaran-ajaran sufisme. Ilmu Kalam dicurigai. Sejarah Pendidikan Islam. Pada beberapa Madrasah tertentu. dan Teologi Islam sudah mulai tertinggal karena penyempitan kurikulum pada masa itu. sehingga di dalam Madrasah hanya ada ilmu-ilmu agama sedangkan ilmu-ilmu lainnya tidak termasuk dalam pengajaran. Namun tidak demikian dengan bidang kehidupan batin dan spiritual.18 Suasana gelap yang menyelimuti dunia Islam akibat benar-benar mencekam dan memprihatinkan. Keadaan umat yang frustasi menyebabkan kembali pada Tuhan dalam arti bersatu dengan tuhan. Kehancuran total dihadapi kota-kota pendidikan dan kebudayaan Islam yang mengakibatkan runtuhnya sendi-sendi pendidikan Islam dan melemahnya pemikiran. Hadis. 2. Penyebabnya antara lain : 1. 111. Syamsul Nizar. 3. Fikih dan Ushul Fikih. Tertutupnya pintu ijtihad 18 19 Zuhairini dkk. Telah berlebihnya filsafat Islam ( yang bersifat Sufistik ) Kehidupan sufi berkembang dengan cepat.pada saat bangsa Eropa sibuk melepaskan armada-armadanya untuk mengarungi berbagai lautan untuk menjajah negara-negara Islam sekaligus dengan menyebarkan ajaran injil. Sebagian besar kaum muslimin justru tenggelam dalam tasawuf. Pada saat itu pula daya intelektual generasi penerus tidak mampu untuk mengatasi persoalan-persoalan baru yang dihadapi sebagai akibat perubahan dan perkembangan zaman. Sedikitnya kurikulum Islam Pada Madrasah-madrasah. Sejarah Pendidikan Islam. sebagaimana duiajarkan oleh para sufi. (Jakarta: Bumi Aksara.

Sehingga timbul pernyataan yang mengatakan bahwa pintu ijtihad telah tertutup. Dengan dicurigainya pemikiran rasional. daya penalaran umat Islam mengalami kebekuan sehingga pemikiran kritis. 1999 ). Materi pelajarannya seperti dijelaskan Zuhairini yang dikutip oleh Syamsul Nizar. Sejarah Pendidikan Islam. 190-191. penelitian dan ijtihad tidak lagi dikembangkan. Sejarah Pendidikan Islam. termasuk ilmu pengetahuan. Mereka tidak mau berusaha lebih keras lagi untuk memunculkan gagasan keagamaan yang cemerlang. dalam arti semakin dijauhi. 20 Akibatnya. tidak ada lagi ulama-ulama yang menghasilkan karya-karya intelek yang mengagumkan. ( Jakarta : Logos Wacana Ilmu. ulama20 Samsul Nizar. sangat sederhana. 20 Kemunduran pendidikan Islam terletak pada merosotnya mutu pendidikan dan pengajaran di lembaga-lembaga pendidikan Islam. Lembaga-lembaga pendidikan tidak lagi mengajarkan ilmu-ilmu filosofis. Materi yang diajarkan hanyalah materi-materi dan ilmu-ilmu keagamaan. maka banyak para ahli tersebut hanya mengutip ijtihad para ahli sebelumnya tanpa menemukan pemecahan terbaru tentang hal-hal permasalahan yang sedang berkembang dari hasil pemikiran mereka. Jatuhnya paham mu’tazilah mengangkat posisi kaum konservatif menjadi kuat. hal. Mereka lebih senang mengikuti pemikiran-pemikiran ulama terdahulu daripada berusaha melakukan temuan-temuan baru. Keterpesonaan terhadap buah fikiran masa lampau membuat umat Islam merasa cukup dengan apa yang sudah ada. 121 20 13 . h. Hanum Asrohah. Untuk mengembalikan paham Ahlussunnah sekaligus memperkokohnya. Usaha yang mereka tempuh hanyalah sebatas pemberian syarah atau ta’liqah pada kritik-kritik ulama terdahulu yang bertujuan memudahkan pembaca untuk memahami kitab-kitab rujukan dengan menjelaskan kalimatkalimatnya secara semantik atau menambah penjelasan dengan mengutip ucapanucapan para ulama lain. Antipati terhadap mu’tazilah menyebabkan pengawasan yang ketat terhadap kurikulum. Rasionalismepun kehilangan peranannya. Kedudukan akal semakin surut.Dengan dikuranginya kebebsan berpendapat dan memikirkan sesuatu dengan akal.

21 Daya cipta lumpuh. yang timbul adalah daya imitasi dan kesenian berakomodasi dengan situasi kondisi. hal. 123. 61. biologi. Padahal Al Qur’an tidak pernah membedakan bahwa kelompok pertama adalah ilmu agama dan kelompok kedua adalah ilmu umum. Tidak ada problem-problem baru dalam bidang fikih. 59. mantap dan benar. Universitas Al Azhar yang didirikan abad X M jauh ditinggalkan oleh Universitas Paris. kedokteran. ekonomi. sosiologi. Chadijah Ismail. hal.22 Umat Islam banyak terpecah-pecah dalam kelompok-kelompok politik. politik sudah ditinggalkan karena dianggap bukan pelajaran agama. tapi ilmu umum. físika. golongan dan mazhab hukum fikih. 23 Ibid. Mata pelajaran seperti astronomi. 14 . kimia. Dengan sikap hidup tersebut. hal. jamaahjamaah sufi dan tarekat.” 23 B. dan harus diikuti serta dilaksanakan sebagaimana adanya. aliranaliran ilmu kalam dan filsafat Islam. yang terjadi adalah berkembangnya taqlid buta di kalangan umat. Ulama-ulama ini menganut paham konservatif dan fundamental bahwa wahyu merupakan inti segala macam pengetahuan. 21 22 Ibid. kehidupan mereka sangat statis. Universitas Islam Deobamd di India dan Universitas Zaitunah di Tunisia tadak lagi dapat disebut universitas-universitas yang diharapkan oleh Al Qur’an.ulama melakukan kontrol terhadap kurikulum di lembaga-lembaga pendikan. Oxford dan Cambridge yang baru berdiri abad XIII M. Oleh karena itu mereka hanya mengedepankan ilmu-ilmu keagamaan di lembaga pendidikan Islam. yang telah memberikan inspirasi bagi pendirian rumah sakit di seluruh Eropa. Sejarah Pendidikan Islam. Semarang jatuh ke dalam keadaan yang menyangka percobaan kimia Perancis Francis semacam sihir. Seperti yang dikutip oleh Chadijah Ismail mengatakan : “Orang Islam yang dulu pernah pertama kali mendirikan rumah sakit dan telah maju dalam bidang kedokteran. Apa yang sudah ada dalam kitab-kitab fikih lama dianggap sesuatu yang sudah baku. Bidang Agama Di dalam bidang fikih. Karena ulama dianggap sebagai kaum terpelajar dan memiliki otoritas keagamaan dan masalah hukum Islam.

Persebaran Islam Pasca-Runtuhnya Baghdad Serangan Hulagu Khan ke Baghdad akhirnya membuat bani Abbasiyah benarbenar hancur. banyak di antara tokoh Alawiyin (sebutan bagi keturunan Nabi Muhammad SAW) berusaha menahan diri dan menghindar untuk tidak terjebak ke dalam huru-hara. kurikulum akademis yang terdiri dari hampir seluruh buku-buku tentang sufi”. Madrasah pertama khusus untuk sufi berada di Basrah. hal.25 Banyak umat yang tidak lagi percaya kepada kemampuannya untuk maju atau mengatasi problem keagamaan dan kemasyarakatan. Ulama’ sufi yang terkenal pada jaman itu adalah Sa’id bin Musayyad dan Ibrahim bin Adham. Dan di beberapa kota lain. 54. yang dikenal berikutnya dengan istilah tarekat. Madrasah-madrasah berkembang menjadi zawiat-zawiat untuk mengadakan riyadah di bawah bimbinganan otoritas guru-guru sufi. Semua itu membuat banyak orang – terutama tokoh-tokoh yang menonjol – berhijrah meninggalkan kampung halamannya mencari kediaman yang aman. 179 15 . 24 Keadaan yang demikian. Mereka juga berupaya untuk tidak terlibat dalam pergolakan-pergolakan politik. Sebab Al Muhajir – seperti tokoh-tokoh ahlul bait yang lainnya selalu merasa ketakutan dan senantiasa menjadi sasaran pembunuhan dan penganiyaan. Sejarah Pendidikan Islam. C. bergerak di dalam lapangan politik – menurut pandangan mereka – 24 25 Moh. Saifulloh Al Aziz S. Madrasah-madrasah yang ada dan yang berkembang diwarnai dengan kegiatan sufi. Meski demikian.. hal. Karena itu. Selanjutya dikembangkan untuk menuntun para murid. Mereka lari dari kenyataan dan hanya mendekatkan diri kepada Tuhan. (Surabaya: Terbit Terang. Risalah Memahami Ilmu Tasawuf. Syamsul Nizar. Diantara orang yang hijrah dari Baghdad adalah Al-Imam Ahmad Al-Muhajir Ilallah (berhijrah mencari ridha Allah).Kehidupan sufi berkembang dengan pesat. Untuk itu mereka masuk ke tarekat-tarekat sehingga tarekat sangat berpengaruh dalam hidup umat Islam. Kemudian di Iraq. karya-karya sufi dimasukkan kedalam kurikulum formal. 1998). sebagaimana yang dilukiskan oleh Fazlur Rahman yang dikutip oleh Syamsul Nizar : ” Di madrasah-madrasah yang bergabung dalam halaqah-halaqah dan zawiatzawiat sufi.

Mereka kemudian melakukan apa yang disebut sebagai “tugas suci”. bahwa Alawiyin harus berkorban dalam segalanya untuk menyelamatkan umat. serta dapat menunaikan kewajiban agama dan kegiatan duniawi dalam suasana tenteram dan aman. Al Muhajir memilih tinggal di Hadramaut (Yaman Selatan). atau mati bergelimang darah di tengah medan pertempuran. lalu menghentikan perlawanannya. dibuktikan dengan perlawanannya terhadap kekuasaan Abbasiyah. sehingga terpaksa senjata harus berbicara. membangun perpustakaan-perpustakaan. Al Muhajir dan pengikutnya mendapat dukungan penduduk Jubail dan Wadi Dau'an yang bersimpati kepada Ahlulbait. Al Muhajir selalu memperingatkan dan memberi nasihat kepada saudaranya agar tidak melakukan perlawanan. sehingga akhirnya merasa puas dan yakin akan kebenaran pendirian Al Muhajir. negeri yang tandus gersang. yakni menyebarkan agama Islam ke penjuru dunia.akan selalu berakhir dengan kegagalan. Imam Al Muhajir termasuk golongan pertama. Islam kemudian berkembang melalui tarekat-tarekat dan disebarluaskan ke seluruh penjuru Asia. yaitu kelompok yang tidak suka terhadap keturunan Ali bin Abi Thalib) yang merupakan mayoritas penduduk Hadramaut. Sultan senantiasa mengandalkan 16 . Setelah gagal berdialog dengan mereka secara baik. hanyalah sekadar dapat hidup aman dan damai bersama keluarganya. pesantren-pesantren (rubat) dan masjid-masjid. sedang saudaranya Muhammad bin Isa termasuk golongan kedua. Madzhab inilah yang kemudian disebut mazhab Syafi’i. Peringatan dan nasihat diberikan secara terus menerus. Al Muhajir tak henti hentinya berjuang melawan kaum Ibadhiah (ada juga yang menyebut Adhabiyah. hampir terputus hubungannya dengan dunia luar. Mereka mengadakan tabligh-tabligh. Ketika dinasti Uthmani berkuasa. Namun ada segolongan lain berpendirian. Alawiyin yang semula bermazhab “Ahli-Bait” mulai memperoleh sukses dalam menghadapi Abadhiyun setelah Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam melaksanakan suatu kompromis dengan memilih mazhab Muhammad bin Idris Al-Syafi’i Al-Quraisyi. Setibanya di negeri ini. yang harus terus menerus berjuang sehingga tujuan tercapai.

Lihat Ira M.. 52. 27 Bimas Toprak. 488-489.pasukan Jannesari dan tarekat-tarekat untuk bekerja sama dalam memperluas Islam. Mas’adi (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 1999). hal 55. kelakuannya yang sangat tekun ibadah. sampai ke negara-negara yang berada di Lautan Hindia hingga ke Indonesia semuanya dibawa oleh propagandapropaganda Islam dari kaum tasawuf. sejenis dengan iqt}a’ di Timur Tengah. terjemahan Karsidi Diningrat R. 17 . Sifat-sifat dan cara hidup mereka yang sederhana.. Mereka juga dilengkapi dengan pasukan kavaleri propinsial yang sebagian besar berasal dari kalangan budak. 27 Ilmu tasawuf semakin berkembang. Sejarah Sosial Umat Islam. Lapidus. Islam dan Perkembangan Politik di Turki. Risalah. Asia Tengah. 26 Pengaruh tarekat-tarekat ini semakin kuat akibat politik ekspansinya yang tidak diikuti dengan pembinaan wilayah taklukkannya.. pelosok Asia. 28 26 Pasukan Jannesari adalah pasukan yang dibentuk pada masa dinasti Sultan Uthmani. kata-kata mereka yang mudah dipahami. 1999). Jilid I dan II.. yakni pendapatan pajak sebagai imbalan bagi tugas kemiliteran. hal. terjemahan Ghufron A. (Yogyakarta: Tiara Wacana. semuanya lebih menarik daripada ribuan kata yang hanya teori adanya. Asia Timur. 28 Moh. Pasukan ini direkrut dari penduduk Turki non-budak yang didanai oleh timar. Bahkan. Pasukan Janessari banyak yang anggotanya juga menjadi anggota tarekat Bektasyi. hal. Ditambah dengan semakin melemahnya para sultan. Asia Kecil. Oleh karena itu mereka juga dijuluki Angkatan Bersenjata Bektasyi. Saifulloh Al Aziz S. agama Islam bisa meluas di Afrika.

Umat Islam banyak mengikuti pemikiran al Ghozali yang mendasarkan pada kesucian diri dan kepasrahan kepada Tuhan. Munculnya banyak pemikir dan intelektual Islam. 5. melalui akulturasi budaya yang kesemuanya adalah jalan damai. Runtuhnya Dinasti Abbasiyah selain karena adanya serangan dari luar. gaya hidup para pejabat dan sistim pergantian kekuasaan yang mendasarkan pada sisitim monarki. Diantaranya adalah karena wilayah yang luas. Hal itu ditandai dengan majunya ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Hal itu terjadi sampai saat ini. Namun juga melalui melalui tarekat-tarekat kelompok sufi. Dinasti Abbasiyah adalah periode Islam yang mengalami kejayaan hingga puncak keemasan. 4. Serangan yang dilakukan Hulagu Khan terhadap Baghdad dan bumi hangus kota Baghdad beserta pembakaran dan pembuangan bukubuku karya para pemikir dan terjemahan ilmu pengetahuan Yunani menyebabkan tidak berkembangnya ilmu pengetahuan dalam Islam. 3. 18 . Umat Islam banyak yang berkonsentrasi dan mengembangkan ilmu-ilmu tasawuf dan keagamaan. Persebarannya melalui perdagangan. Sementara Barat yang pada saat itu mulai bangkit justru mengikuti pola pikir Ibnu Rusyd yang mendorong kepada usaha manusia untuk maju. 2.BAB IV PENUTUP 1. kemerosotan ekonomi. namun yang lebih dominan dalam hal ini adalah karena faktor-faktor internal. Pasca-runtuhnya Dinasti Abbasiyah. Sehingga penetrasi Islam ke daerah-daerah di Asia begitu terasa sebagai agama yang damai. Runtuhnya Dinasti Abbasiyah di Baghdad menyebabkan mundurnya kejayaan Islam di dunia Arab bahkan di dunia. Persebaran agama Islam tidak lagi dilakukan dengan armada pasukan perang atau penaklukan daerah-daerah tertentu melalui perang semata. Sedangkan ilmu-ilmu pengetahuan umum ditinggalkan. timbul kejumudan umat Islam.

Karen. Yogyakarta: Tiara Wacana. 19 . terj. Nizar. 2007.. Ibnu. Jakarta: Bumi Aksara.M. 2011. Asrohah. Muhammad Labib. Mukaddimah terjemahan Masturi Irham dkk. 2001. Jakarta: Pustaka Kautsar. 1999. 1998. 2004. Dinasti Abbasiyah. Badri Sejarah Peradaban Islam. Maududi (al). Lapidus. Hanum. 2002. W. Montgomery. Saifulloh.. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Terjemahan Arif Munandar. Khalifah Dan Kerajaan. Jakarta: Rajawali Pers. Malang: UMM Press. Cecep Lukman Yasin. Ibrahim Al-Tarikh Al-Islami terjemahan. Abul A’la. History of The Arabs. Watt. Islam dan Perkembangan Politik di Turki. Moh. Terjemahan Fadli Bachri. Tarikh Al-Daulah Al-Abbasiyah Wa Hadlarotiha terjemahan. Muhammad Al-Thayyib.. Terj. Sejarah Dan Kebudayaan Islam Terj. Philip K. Sejarah Pendidikan Islam. A. Islam: A Short History. Surabaya: Terbit Terang. Terjemahan R. Nurhakim. Lahmatun Min Tarikhid Da’wah. 1997. Yogyakarta: Tiara Wacana. 1999. Syalabi. Moh. Surabaya: Ikon Teralitera. Ira. 1998. Jakarta: Pustaka Al Kautsar.. Armstrong.DAFTAR PUSTAKA Al Aziz S. Syamsul. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Rajawali. Chadijah. 1995. Zuhairini dkk. Muhammad Sayyid. Hitti. 1990. Yusuf. Sejarah Pendidikan Islam.. Sejarah Sosial Ummat Islam. 1999. 1998. Bandung: Mizan. Ibnu.. Jakarta: Pustaka Al Kautsar. Jakarta: PT Pustaka Al-Husna Baru.. Jakarta: Darul Haq. Risalah Memahami Ilmu Tasawuf. Kejayaan Islam: Kajian Kritis dari Tokoh Orientalis. Bimas. Ira Puspito Rini. Muhammad Al-Bakir. Yatim. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup). Ismail. terjemahan Karsidi Diningrat R.. Toprak. Isy (al). Wakil (al). Jakarta : Logos Wacana Ilmu. Jakarta: PT Serambi Ilmu. Khaldun.. 1999. Sejarah Pendidikan Islam.. 1994. Katsir. 2004. Shuraiqi (al). Sejarah dan Peradaban Islam. Asbabudh-Dha’fi Fil Ummatil Islamiyyah. Tartib wa Tahdzib Kitab Al Bidayah wan Nihayah Terjemahan Abu Ihsan al Atsari. 2007.

Kaum alawiyin pasca runtuhnya Baghdad lari ke Timur.Tambahan dari Pak Akhwan Pasca runtuhnya baghdad ada fenomena runtuhnya pintu ijtihad Menurut iqbal memang disengaja oleh para ulama’. Namun ternyata terlalu lama sampai abad ke 13. umat islam tidak perlu melakukan pemikiran/ijtihad baru. Tidak ada mujtahid baru. seolah2 persoalan fikih sudah selesai. berdagang dan menyebarkan Islam. Sampai sekarang akhirnya sulit melakukan ijtihad. agar ulama2 dan umat melakukan konsolidasi. Pendapat ttg filsafat manusia menyebabkan pintu ijtihad tertutup. 20 . (fatwa akhirnya bersifat permanen). Ada fatwa yg menyatakan pintu ijtihad ditutup. Terjadi dominasi pendapat Ghozali perkara keagamaan. dinyatakan sudah tuntas. Tujuannya sementara.  fatwa yg dikeluarkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful