LAPORAN PENDAHULUAN HYPERTERMI

Oleh : DIAN PRATIWI LAILIA MAGFIROTUS SIAM NURMA EKA AYULINAR RIA RIZKY MAULITA RIFQYATUS SURFI MAULA PRODI S1 KEPERAWATAN STIKES BANYUWANGI 2007 – 2008 1. I. DEFINISI Hipertermi adalah keadaan suhu tubuh meningkat melebihi suhu normal yaitu suhu tubuh mencapai sekitar 40o secara terus menerus . 1. II. ETIOLOGI Hipertermi dapat disebabkan gangguan otak atau akibat bahan toksik yang mempengaruhi pusat pengaturan suhu . zat yang dapat menyebabkan efek perangsangan terhadap pusat pengaturan suhu sehingga menyebabkan demam disebut pirogen . zat pirogen ini dapat berupa protein , pecahan protein , dan zat lain . terutama toksin polisakarida , yang dilepas oleh bakteri toksik / pirogen yang dihasilkan dari degenerasi jaringan tubuh dapat menyebabkan demam selama keadaan sakit . Fase – fase terjadinya hipertermi Fase I : awal
• • • •

Peningkatan denyut jantung . Peningkatan laju dan kedalaman pernapasan . Menggigil akibat tegangan dan kontraksi obat . Kulit pucat dan dingin karena vasokonstriksi .

lidah yang khas ( putih . Peningkatan nadi & laju pernapasan . batuk . anoreksia . Menggigil ringan . IV. Fase III : pemulihan • • • • Kulit tampak merah dan hangat .• • • • • Merasakan sensasi dingin . Kemungkinan mengalami dehidrasi . kotor pinggir hiperemi ) hepatomegali . MANIFESTASI KLINIK Pasien dengan gangguan thypoid akan mengalami • Minggu I Pada umumnya demam berangsur naik . penurunan kesadaran . perasaan tidak enak di perut . Pengeluaran keringat berlebih . meteorismus . terutama sore hari dan malam hari . bradikardi . obstipasi / diare . Lesi mulut herpetik . III. Kelemahan . nyeri otot . epitaksis . • Minggu II Pada minggu II gejala sudah jelas dapat berupa demam . dan mual . Peningkatan rasa haus . Kehilangan nafsu makan . Berkeringat . Mengantuk . Dasar kuku mengalami sianosis karena vasokonstriksi . 1. nyeri kepala . Fase II : proses demam • • • • • • • • • • Proses menggigil lenyap . 1. delirium / kejang akibat iritasi sel saraf . Kulit terasa hangat / panas . PATOFISIOLOGI KUMAN MASUK PEMBULUH DARAH PENGELUARAN ENDOTOKSIN . Rambut kulit berdiri . keletihan dan nyeri ringan pada otot akibat katabolisme protein . Merasa tidak panas / dingin . Dengan keluhan dan gejala demam . Peningkatan suhu tubuh . Dehidrasi ringan sampai berat .

VI. Beri kompres . Data subyektif : data yang didapat oleh pencatat dan pasien atau keluarga dan dapat diukur dengan menggunakan standart yang diakui . Beri banyak istirahat . Beri banyak minum . Data obyektif : data yang didapat oleh pencatat dari pemeriksaan dan dapat diukur dengan menggunakan standart yang diakui . Pengkajian ada 4 macam 1. V. Kenakan pakaian yang tipis . 1. Pengumpulan data 1. TINJAUAN KEPERAWATAN 1. PENATALAKSANAAN MEDIS Yaitu tindakan yang diberikan meliputi : • • • • • • BHSP . . 2. 1.MERANGSANG HIPOTALAMUS PROSES INFLAMASI RESPON TUBUH HIPERTERMI 1. • Uji widal Suatu reaksi aglutinasi antara antigen dan antibody . A. Beri obat penurun panas . VII. PEMERIKSAAN PENUNJANG • Pemeriksaan SGOT & SGPT SGOT & SGPT pada demam typoid seringkali meningkatkan tetapi dapat kembali normal setelah sembuhnya tipoid . Aglutinin yang spesifik terhadap salmonella thypi terdapat dalam serum klien dengan typhoid juga terdapat pada orang yang pernah divaksinasi . Pengkajian Adalah pengkajian dasar proses keperawatan yang bertujuan untuk mengumpulkan tentang penderita agar dapat mengidentifikasi kebutuhan serta masalahnya . Tujuan dari uji widal ini adalah untuk menentukan adanya aglutinin dalam serum klien yang disangka menderita typhoid .

Anamnese 2. Alamat : untuk mengetahui kondisi lingkungan dan sanitasi uang ada disekitar . Suku bangsa : dikaji sehubungan dengan metode pendekatan yang digunakan untuk mendukung kesehatan klien serta untuk mengetahui adat istiadat . Keluhan utama Biasanya klien dengan thypoid maka mengalami hipertermi . MRS : untuk mengetahui kapan pasien itu datang ke RS dan dilakukan penanganan . Riwayat psikososial dan spiritual a) Riwayat psikososial . 1. 1. B. 6. Nama : berkaitan dengan identitas klien . Data primer : data yang diperoleh dari pasien itu sendiri melalui percakapan dengan pesien . Nomor register : perlu dikaji untuk membedakan pasien dengan nama yang sama . nama pada pasien dengan jenis kelamin berbeda .3. 3. dokter / perawat . 5. Riwayat penyakit sekarang Pengkajian meliputi tindakan pertama yang pernah diberikan pada keluhan utama . Agama : mengetahui pola perilaku pasien dan pendekatan spiritual . Biodata 1. pernahkah mengalami panas yang dialami sekarang . Analisa data 1. Data sekunder : data yang diperoleh dari orang lain yang mengetahui keadaan pasien melalui komunikasi dengan orang yang dikenal . 7. Pekerjaan : perlu dikaji berhubungan dengan kesamaan dan aktivitas sehari – hari . Riwayat penyakit dahulu Pengkajian mengenai riwayat penyakit dahulu yang berhubungan dengan penyakit yang dialami saat ini . 9. 1. Umur : demam dapat terjadi pada semua umur baik pria / wanita lebih sering pada anak – anak . Jenis kelamin : mengantisipasi kesamaan . 2. itu adalah yang paling menonjol . 2. pemeriksaan fisik pasien . 4. 1. 8.

Menggigil . Tampak lemah . Tingkat kesadaran compos mentis sampai terjadi shock GCS : mata = 4 Verbal = 5 Motorik = 6 . Pola istirahat Pola istirahat terganggu diakibatkan hipertermi . 3. 4. Bibir kering . 1.Pada klien yang mengalami hipertermi akan timbul kecemasan . Pola kebiasaan sehari – hari 2. 5. Pemeriksaan fisik 2. Pola kebersihan diri Kebersihan diri kurang karena pasien cenderung memikirkan penyakit yang dideritanya daripada kebersihan diri . Pengeluaran keringat berlebihan . D. C. 1. namun ada klien yang cenderung lebih mendekatkan diri pada Tuhan dan begitu sebaliknya menyalahkan Tuhan akan penyakitnya yang di deritanya . 1. 2. Pola aktivitas Pola aktivitas menurun karena mengalami kelelahan disebabkan oleh hipertermi . c) Aspek spiritual Klien akan mengalami gangguan dalam menjalankan ibadah karena klien harus menjalani ibadah . b) Aspek sosial Pada klien yang mengalami hipertermi akan terjadi gangguan dalam berinteraksi dengan orang lain . Pola nutrisi Pola nutrisi terganggu karena hipertermi . 6. Kulit pecah . 1. 1. Keadaan umum 1.

: 70 – 110 x/menit dibawah / diatas normal . Respirasi 4. • • • • • • • • Telapak tangan dan kaki berwarna kakuningan / tampak pucat . Pemeriksaan sistem cephalocaudal 2. Berat badan : 105/65 mmHg – 125/80 mmHg dibawah / diatas normal . 3. Mengatur jumlah pengunjung . G. Kulit tampak kemerahan . hipertermi berhubungan dengan proses infeksi . Lakukan kompres air dingin . . 1. Terjadi kelemahan & nyeri pada otot . Pemeriksaan kepala • • Bibir : mukosa bibir kering . Intervensi 2. asupan nutrisi yang tidak adekuat ataupun reaksi psikologis . Akral hangat – panas . • • • • • • • BHSP Beri penjelasan pada klien & keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan . Diagnosa keperawatan 2. hipertermi berhubungan dengan proses penyakit . 1. gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake yang tidak adekuat . Suhu 5. Turgor baik . E. Pemeriksaan ekstrimitas 2. Abdomen nyeri tekan perut bagian kanan atas . Observasi suhu tubuh . Tensi 2. Dada tampak normal . 4. Pemeriksaan integumen 1. 1.1. Anjurkan memakai pakaian tipis & menyerap keringat . : 19 – 23 x/menit : > 37 o C Perlu dikaji untuk menilai apakah reaksi fisiologis terhadap penyakit klien mengalami kehilangan / penurunan berat badan . F. Lidah : tampak kotor & berwarna putih . Beri banyak minum . sedikit tapi sering . ketidak seimbangan volume cairan & elektrolit berhubungan dengan hipertermi . tidak ada cyanosis . Tanda – tanda vital 1. Terjadi kelembapan kulit . Nadi 3.

DAFTAR PUSTAKA Carpenito . Jakarta . Beri makanan yang menarik dan tidak bertentangan dengan diit yang dianjurkan . EGC . http://wadung. VIII.com/2010/03/21/laporan-pendahuluan-hypertermi/ . 2006 . Anjurkan makan selagi hangat . lynda jual . gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake yang tidak adekuat .wordpress. • • • • • • BHSP Beri penjelasan pada klien dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan . Anjurkan makan & minum sedikit tapi sering . buku saku diagnosa keperawatan edisi 10 .1. 1. Ciptakan lingkungan yang optimal seperti menjaga kebersihan kamar .