. Pengertian Kepuasan KerjaKepuasan kerja merupakan hal yang penting yang dimiliki individu didalam bekerja.

Setiap individu pekerja memiliki karakteristik yangberbeda-beda, maka tingkat kepuasan kerjanya pun berbeda-beda pula.Tinggi rendahnya kepuasan kerja tersebut dapat memberikan dampakyang tidak sama. Kepuasan kerja yang tinggi sangat memungkinkanuntuk mendorong terwujudnya tujuan perusahaan. Sementara tingkatkepuasan kerja yang rendah merupakan ancaman yang akan membawakehancuran perusahaan segera maupun secara perlahan.Kepuasan kerja pada dasarnya merupakan sekumpulan perasaanindividu terhadap pekerjaan yang dihadapinya, apakah menyenangkan,tidak menyenangkan, puas, tidak puas, suka atau tidak suka. Untuklebih memahami tentang pengertian kepuasan kerja ini, berikutdikemukakan beberapa pendapat para akhli sebagai berikut :Keith Davis (1985:96): Job satisfaction is the pavorableness orunpavorableness with employees view their work. Hoppeck dalam As ad ( 1999: 104): Kepuasan kerja merupakanpenilaian dari pekerja yaitu seberapa jauh pekerjaannya secarakeseluruhan memuaskan kebutuhannya. Gibson, Ivanchevich dan Donelly (1996:150-152) menyatakan: Kepuasan kerja adalah suatu sikap yang dipunyai individu mengenaipekerjaannya. Hal ini dihasilkan dari persepsi mereka terhadappekerjaannya, didasarkan pada faktor lingkungan kerja, seperti gayapenyelia, kebijakan dan prosedur, afiliasi kelompok kerja, kondisi kerja,gaji dan tunjangan .Stephen, P Robins (1996 :26) berpendapat: Kepuasan kerja adalahsikap umum seorang karyawan terhadap pekerjaannya; selisih antarabanyak ganjaran yang diterima seseorang karyawan dan banyak-nyayang mereka yakini seharusnya mereka terima. Davis dan Newstrom (1996:105): Kepuasan kerja menunjukkan kesesuaian antara harapan seseorang yang timbul dan imbalan yangdisediakan pekerjaan. Jadi kepuasan kerja juga bekaitan degan eratdengan terori keadilan, perjanjian psikologis, dan motivasi. Dari pendapat para akhli di atas, dapat disimpulkan bahwa kepuasankerja merupakan sekumpulan perasaan seseorang karyawan terhadappekerjaannya, apa-kah senang/suka atau tidak senang/tidak sukasebagai hasil interaksi seseorang dengan lingkungan pekerjaannya atausebagai persepsi ataupun hasil penilaian sese-orang karyawan terhadappekerjannya. Perasaan seseorang karyawan terhadap pekerjaansesunguhnya sekaligus merupakan pencerminan dari sikapnya terhadappekerjaan.B. Teori-teori Kepuasan Kerja1. Discrepancy TheoryTeori ini pertama kali dikembangkan oleh Forter tahun 1961 kemudiandiperjelas oleh Locke tahun 1969. Inti dari teori ini adalah bahwakepuasan kerja seseorang bergantung pada perbedaan (discrepancy)antaraShould be(expectation, needs atauvalues) dengan apa yangtelah diperoleh dari pekerjaan. Jumlah yang diinginkan dari karakteristikpekerjaan didefinisikan sebagai jumlah minimum yang diperlukan untukmemenuhi kebutuhan seseorang pada suatu saat. Dengan demikianseseorang akan merasa puas bila tidak ada perbedaan antara yangdinginkan dengan persepsinya atas kenyataan, karena batas minimumyang diinginkan telah terpenuhi.Gain>Expect = positive descrepancy ,Gain < Expect = negative discrepancy2.Equity TheoryTeori ini dikemukakan oleh Adam tahun 1963. Inti dari teori ini adalahbahwa orang akan merasa puas atau tidak puas bergantung padakeadilan yang diperolehnya atas suatu situasi. Dalam teori ini terdapatempat faktoryaitu person, input, outcome, dancomparison person. Person adalah individu yang merasa diperlakukan secara adil atau tidakadil.Inputadalah segala sesuatu yang bernilai yang disumbangkanseseorang terhadap pekerjaannya seperti pendidikan, pengalaman,keahlian, jumlah upaya yang dicurahkan,jumlah jam kerja dan peralatan pribadi, persediaan/perlengkapan yang digunakan dalam pekerjaan.Outcomesadalah sesuatu yang bernilai yang diperoleh karyawan daripekerjaannya seperti gaji, tunjangan-tunjangan, status, pengakuan dankesempatan berprestasi.Comparison Person adalah orang lain yangdijadikan sebagai pembanding dalam tes input-outcomes yang dimilikiseseorang.Comparison person ini bisa berasal dari seseorang yangbekerja di perusahan yang sama atau perusahaan lain atau pula bisadengan dirinya sendiri dimasa lampau. Menurut teori ini, setiapkaryawan akan membandingkan rasio input-outcomes dirinya denganrasio inputoutcomes orang lain. Bila perbandingan itu dianggapnyacukup adil, maka ia akan merasa puas. Bila perbandingan itu tidakseimbang tetapi menguntungkan, bisa menimbulkan kepuasan tetapi bisajuga tidak (misalnya pada orang yang moralis). Tetapi bila perbandinganitu tidak seimbang dan merugikan akan timbul ketidakpuasan.3.Two Factor TheoryTeori ini dikembangkan oleh

Expectancy TheoryTeori pengharapan dikembangkan oleh Victor H. kondisi pekerjaan. maka tingkat kepuasan akan menurun. 16) pengawasan hubungan manusia. 5)kewenangan. Faktor-faktor Kepuasan KerjaFaktor-faktor kepuasan kerja perlu dibahas. 9) teman sekerja.Mengutip vaariabel-variabel yang ditanyakan dalam kepuasan kerjayang dikembangkan Weis. 12) tanggungjawab. yangdikutif As ad (199:115) menemukan bahwa hal-hal yang menimbulkanrasa puas adalah: 1) prestasi. dan4) pujian. 13) keamanan. biasanya tercermin antara lain :1).Penelitian yang dilakukan oleh Caugemi dan Calaypool (1978). hasil penelitian tersebut disimpulkanbahwa orang memiliki dua kategori kebutuhan yang berbeda secaraesensial dalam mempengaruhi perilaku individu dan organisasi. 4)perusahaan dan manajemen. 6) kreaativitas. yaitu :1) pengunaan kemampuan.10) pekerjaan yang menarik. 2) keamanan kerja. 6) faktorintrinsic dari pekerjaan. yang bersangkutan akan berupaya mendapatkannya. 3) gaji atau upah. makakaryawan akan memperoleh kepuasan kerja. 17) teknik pengawasan. teknik penyelesaian gaji. 5) kesetiaan pimpinan terhadap bawahannya. Pendapat tersebutantara lain sebagai berikut :Siagian (1986:25) menyatakan.Dari berbagai pendapat di atas dapat dirangkum mengenai faktor-faktoryang menimbulkan kepuasan kerja. ketentraman dalam bekerja. 5) pengawasan (supervisi). 2) merasa diikutsertakan dalam prosespengamabilan keputusan.Herzberg (1959). 7) kesempatan promosi dan berkembang dalamorganisasi. 9) komunikasi. 14) social. Sedangkan yang menimbulkan perasaan tidak puas adalah: 1)kebijakan perusahan. Faktor tersebut digunakan untuk memotivasi/memuaskan para pekerja.8) kompensasi. Daftartersebut terdiri dari 100 item pertanyaan yang dikelompokkan mrnjaadi20 faktor. 8) adanya pengertian pimpinan jika bawahan menghadapimasaslah pribadi. 7) kebijaksanaan dan praktek perusahaan. 9) jaminan adanya perlakuan yang adil dan objektif. Herzberg meneliti tentangsikap kerja dan perilaku manusia. 3) kondisi kerja. dan keterampilanFaktor Sosial.hubungan antar pribadi. merupakan faktor yang berhubungan dengan interaksisocial. 2) penghargaan. keamanan kerja dan status. 11)pengakuan.Disatisfieradalah faktor yang menjadi sumber ketidakpuasan kerja yang terdiri darikebijaksanaan dan administrasi perusahaan. apabila seseorang sangatmenginginkan sesuau. 20) promosi. 10) fasilitas. tetapi tidak bisa mencegahtimbulnya ketidakpuasan kerja. 1999:292)C. 2) supervisor. 18)pergantian. dan 4) gaji atauupah. baik . 1983:213)Sedangkan Gilmer (1966) yang dikutif As ad (1999:114) bahwa faktor-faktor yang menimbulkan kepusan kerja adalah :1) kesempatan untuk maju. Jika faktor tersebut terpenuhi dengan baik. merupakan faktor yang berhubungan dengankejiwaan karyawan. 8) aspek sosial dalam pekerjaan. khususnya untuk memenuhipertanyaan tentang apa yang diukur dalam vaariabel kepuasan kerja. 6) pembaayranyang adil dan wajar. dan jalan tampaknya terbuka untukmemperolehnya. England dan Logquist (1967) yangdikenal dengan Minnessota Satisfaction Questionare (MSQ). Sebaliknya jika faktor tersebut takterpenuhi dengan baik. 3) kenaikan jabatan.4. terutama yang menyangkut nasibnya. 3) aktivitas. bakat. Artinya. yaitu :Faktor psikologik. Satisfieradalah faktor sumber kepuasan kerja yang meliputi pencapaian prestasi.pengakuan dan tanggungjawab.sikap terhadap kerja.pekerjaan itu sendiri. 4) penghargaan yang wajar atas prestasikerja. Dawis.Herzberg membagi situasi yang mempengaruhi sikap seseorang terhadap pekerjaannya menjadi dua kelompok yaitu: kelompok satisfier/motivator factors dengan kelompokdisatisfier/hygiene factors. yang meliputi: minat. faktor ini akan berpengaruh terhadapkepuasan kerja. Vroom yang kemudianteori ini diperluas oleh Porter dan Lawler. 19) kondisi kerja.Jika harapan untuk memperoleh hal yang diinginkannya itu tipis.Banyak peneliti memperlihatakan sejumlah aspek situasi yang berbedasebagai sumber yang penting dari kepuasan kerja.Faktor hygienetidak memotivasi seseorang karyawan berprestasikarena faktor tersebut hanya diperlakukan untuk mempertahankantingkat kepuasan yang ada. Menurut teori ini motivasiakibat dari suatu hasil yang ingin dicapai oleh seseorang dan perkiraanyang bersangkutan. bahwa tindakannya akan mengarah pada hasilyang diinginjkkannya itu. Kondisi kerja yang baik. ( Feldman dan Arnold. bahwa harapan-harapan padaorganisasi. 2) kepandaian. Teori inimenyatakan bahwa kepuasan kerja berbeda secara kualitatif dariketidakpuasan kerja karena sumber kepuasan dan ketidakpuasanberbeda. 10) kebebasan nilai moral. 3) carapendisiplinan yang diplomaatik.motivasinya akan menjadi rendah (Siagian. kesempatan untuk berkembang. 15) statussocial. 7) kondisi kerja. 4) kemajuan.

1. adalah uatu instrumen pengukur kepuasan kerjayang dikembangkan oleh Kendall.antara sesama karyawan. macam-macam tunjangan. Kepuasankerja karyawan dapat dilihat berdasarkan action tendencies.fasilitas yangdiberikan. Action TendenciesAction Tendencies dimaksudkan sebagai suatu kecenderungan seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. promosi dan sebagainya. tidak dapat memutuskan. Variabel yang diukur adalah pekerjaan itusendiri. Denganmetode ini dapat diketahui secara mendalam mengenai bagaimana sikapkaryawan terhadap berba-gai aspek pekrjaan. merupakan faktor yang berhubungan dengan jaminanserta kesejahteraan karyawan.pengaturan waktu kerja dan istirahat. Critical IncidentsCritical Incidents dikembangakan oleh Frederick Herzberg. umur dan sebagainya. Karyawan diminta memilih satu alternatif jawabanyang sesuai dengan kondisi pekerjaannya. Dengan instrumen ini dapatdiketahui secaara luas bagaimana sikap karyawan terhadap komponen-komponen dari pekerjaan itu. kondisi kesehatankaryawan. jaminan sosial. yang meliputi sistem dan besarnya gajiatau upah.4. Skala MSQ mengukurberbagai aspek pekerjaan yang dirasakan sangat memuaskan. yaitu(!) Rating Scale. supervisi dan mitra kerja. Pengukuran Kepuasan KerjaTerdapat banyak cara untuk mengukur kepuasan kerja karyawan dalamsuatu organisasi/perusahaan baik besar maupun kecil. (2) Job Descriptive Index. dan (3) Porter NeedSatisfaction Questionare.2. Dia menggu-nakan teknik ini dalam penelitiannya tentang teori motivasi dua faktor. gaji. InterviewUntuk mengukur kepuasan kerja dengan menggunakan wawancarayang dilakukan terhadap para karyawan secara individu.Job descriptive index. dengan atasannya maupun karya-wan yang berbeda jenis pekerjaannya. dan Hulin. (2) Critical incidents. tidak memuaskan dan sangattidak memuaskan. 1999:115-116)D.3. kesempatan promosi. merupakan faktor yang berhubungan dengan kondisi fisiklingkungan kerja dan kondisi fisik karyawan. (As ad. pertukaran udara. meliputi jenis pekerjaan. keadaanruangan. suhu udara. (3) Interviews dan (4) ActionTendencies.Porter Need Satisfaction Questionare adalah suatu intrumen pengukurkepuasan kerja yang digunakan untuk mengukur kepuasan kerja paramanajer. penerangan.Minnesota Satisfaction Questionare (MSQ) adalah suatu instrumen ataualat pengukur kepuasan kerja yang dirancang demikian rupa yang didalamnya memuat secara rinci unsur-unsur yang terkategorikan dalamunsur kepuasan dan unsur ketidakpuasan.Faktor fisik.memuaskan. Menurut Luthan (1989:177-180) terdapat empat cara yang dapat dipakai untuk mengukurkepusan kerja.Faktor finansial.Dalam penelitian ini kepuasan kerja diukur dengan menggunakan modelfixed response scale yang dikembangakan dalam instrumenMinnesotaSatisfaction Questionare (MSQ) .Dalam penelitiannya tersebut dia mengajukan pertanyaan kepada parakaryawan tentang faktor-faktor apa yang saja yang membuat merekapuas dan tidak puas. Rating ScalePendekatan yang sering digunakan untuk mengukur kepuasan kerja dengan menggunakan Rating Scale antara lain: (1) Minnessota Satisfaction Questionare. Pertanyaan yang diajukan lebih mempokuskan diri padapermasalahan tertentu dan tantangan yang dihadapi oleh para manajer. perlengkapan kerja.