P. 1
Farmasi Evaluasi Granulasi Dan Tablet

Farmasi Evaluasi Granulasi Dan Tablet

|Views: 344|Likes:
Published by Alvia Andika Adzwa

More info:

Published by: Alvia Andika Adzwa on Jan 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2014

pdf

text

original

farmasi EVALUASI GRANULASI DAN TABLET

farmasi EVALUASI GRANULASI DAN TABLET GRANULISASI DAN TABLET I. PENDAHULUAN Granulasi adalah pembentukan partikel-partikel besar dengan mekanisme pengikatan tertentu. Granul dapat diproses lebih lanjut menjadi bentuk sediaan granul terbagi, kapsul, maupun tablet. Berbagai proses granulasi telah dikembangkan, dari metode konvensional seperti slugging dan granulasi dengan bahan pengikat musilago amili hingga embentukan granul dengan peralatan terkini seperti spray dry dan freeze dry. Granulasi peleburan atau hot melt granulation merupakan metode pembentukan dispersi padat berbentuk granulat dengan bahan pengikat yang melebur di atas suhu kamar. Granulasi peleburan ini dapat digunakan untuk membentuk granul dengan bahan pengikat hidrofob seperti lemak dan wax dengan tujuan penyalutan dan/ atau Pembentukan matriks sediaan pelepasan dimodifikasi (modified release drug). Keunggulan dari granulasi peleburan ini adalah : tidak membutuhkan bahan pelarut, tidak memerlukan proses pengeringan, dan prosesnya berlangsung cepat serta bersih Tablet adalah bentuk sediaan yang paling banyak beredar karena secara fisik stabil, mudah dibuat, lebih menjamin kestabilan bahan aktif dibandingkan bentuk cair, mudah dikemas, praktis, mudah digunakan, homogen, dan reprodusibel. Massa tablet harus mengalir dengan lancar agar dapat menjamin homogenitas dan reprodusibilitas Sediaan dan harus dapat terkompresi dengan baik agar diperoleh tablet yang kuat, kompak, dan stabil selama penyimpanan dan distribusi. Metode granulasi banyak dipilih dengan tujuan memperbaiki sifat alir dan kompresibilitas massa tablet. Berikut ini dilakukan penelitian untuk mengevaluasi sifat alir dan kompresibilitas granul dengan bahan aktif propranolol hidroklorida dan bahan pengikat carnauba wax yang diformulasi dengan laktosa sebagai bahan pengisi. Carnauba wax berbentuk padat pada suhu kamar dan berjarak lebur 80±850C (Neil, et.al., 2001). Kibbe (2000) menyatakan bahwa arnauba wax digunakan dalam pembuatan sediaan sustained release pada kadar 10 ± 50%. Propranolol hidroklorida memiliki kelarutan 1:20 dan berjarak lebur 162-1660C dipilih sebagai model bahan aktif (Neil, et.al., 2001). Diamati pengaruh konsentrasi carnauba wax terhadap karakteristik granul dan tablet propranolol hidroklorida dengan harapan dapat menjadi informasi bagi pengembangan pembuatan tablet melalui tahapan proses granulasi peleburan. suling. ALAT Timbangan digital analitik (Sartorius), penangas air, mortir dan alu, pengayak mesh 16, seperangkat pengayak untuk penentuan distribusi ukuran granul/partikel, sieve shaker machine (BBS Product BCL-601, Japan), corong uji sifat alir, stopwatch, bulk density tester (USP 315-2E, USA), mesin cetak tablet 8 lubang (Rimek, India), jangka sorong, alat penentu kekerasan tablet, alat uji kerapuhan tablet (Omron H3BA), alat disolusi keranjang 6 tabung (Erweka DT60, Germany), spektrofotometer sinar lembayung-sinar tampak (Shimadzu ±1601, Japan), pH meter (Metrohm type 620), peralatan-peralatan gelas untuk analisis. 1. Granulasi EVALUASI GRANUL

8 detik.Parameter yang diamati adalah :uji homogenitas. kemudian granul dimampatkan sebanyak 500 kali ketukan dengan alat uji.5 14.FI IV 1995) Timbang 100 g granul masukkan ke dalam gelas ukur dan dicatat volumenya. Pengempaan tablet * Uji Kompaktibilitas Untuk mengetahui kemampuan granul untuk saling melekat menjadi massa yang kompak. Syarat : tidak lebih dari 20%. uji sifat alir. Pada pembuatan tablet ampisilin ini yang digunakan sebagai penghancur adalah Avicel PH 101 yang merupakan selulosa yang dapat menyerap air dan mengembang lalu pecah. Waktu alir granul dicatat dan sudut diamnya dihitung dengan mengukur diameter dan tinggi tumpukan granul yang keluar dari mulut corong.37 2 27. reaksi kimia maupun secara enzimatis setelah air masuk ke dalam tablet (Boyland. Faktor yang mempengaruhi penetrasi adalah porositas tablet dimana tergantung kompressi dan kemampuan penyerapan air dari material yang dipakai. Uji Sifat Alir (Aulton. yang merupakan berat ratarata dari 3 kali replikasi yang dihitung setelah berat ampul yang ditimbang konstan. Kecepatan alir granul Ampisilin adalah 25 g/8. catat volume uji sebelum dimampatkan (Vo) dan volume setelah dimampatkan dengan pengetukan 500 kali (V). Kompaktibilitas digambarkan oleh kekerasan tablet yang dihasilkan. * Uji Daya Serap Granul Daya serap granul berpengaruh pada waktu hancur tablet. 1988. Dapat diamati lewat ketahanannya terhadap adanya getaran dengan menempatkannya di atas ayakan bertingkat yang digetarkan. Waktu alir berpengaruh terhadap keseragaman bobot tablet.75 3 12. uji kompresibilitas granul. Bahan penghancur mulai berfungsi diantaranya melalui proses pengembangan. dan uji distribusi ukuran granul. V = volume granul setelah dimampatkan (mL). Hasil uji kompaktibilitas : Skala Kekerasan Tablet 0. Persentase kerapuhan granul Ampisilin adalah 79.65 %. Penutup corong dibuka sehingga granul keluar dan ditampung pada bidang datar.Liebermann & Lachman. Perhitungan : I = V0 ±V x 100% V0 Keterangan : I = indeks kompresibilitas (%).2287 g. * Uji Waktu Alir Waktu alir adalah waktu yang diperlukan untuk mengalir dari sejumlah granul melalui lubang corong yang diukur adalah sejumlah zat yang mengalir dalam suatu waktu tertentu. 2002).5 4. digunakan mesin tablet single punchdengan berbagai tekanan.45 Pada percobaan ini dipilih yang skala 2 karena pada skala ini tablet yang dihasilkan paling . 1986) Granul dimasukkan ke dalam corong uji waktu alir.005 1 . Vo = volume granul sebelum dimampatkan (mL). Waktu alir dipersyaratkan dengan sudut diam tidak lebih dari 30 derajat Uji Kompresibilitas (Aulton. Berat air yang diserap oleh granul adalah 0. Untuk 100 g granul waktu alirnya tidak boleh lebih dari 10 detik. 1988. * Uji Kerapuhan Granul Kerapuhan granul yaitu gambaran stabilitas fisis granul.(hancur sebelum diuji kekerasannya) 1.

0 mL. Keseragaman Ukuran Dilakukan pengukuran terhadap 20 tablet : diameter dan tebal tablet menggunakan jangka sorong. Uji Kekerasan Tablet (FI IV. Dihitung kehilangan bobot dalam persentase. Syarat : lebih kecil dari 1 (%).0 mL.0 mL lalu encerkan dengan metanol hingga 50. kemudian dimasukkan ke dalam alat uji keregasan. Pipet larutan sebanyak 5.0 mL dan diencerkan dengan metanol hingga 50. Buat larutan baku pembanding propranolol hidroklorida dengan menimbang saksama 20 mg propranolol hidroklorida baku pembanding.0 mL lalu dilarutkan dengan metanol hingga 100. 1995 : tidak kurang dari 98 % dan tidak lebih dari 101. Persyaratan untuk tablet lepas terkendali non swellable adalah 10-20 kg/ cm2. dibersihkan dari debu dan ditimbang kembali. 1986) Duapuluh tablet dibersihkan dari debu. Parrot. Bobot rata-rata tablet Ampisilin adalah 717.0 mL.0 mL.1995) Pemeriksaan dilakukan terhadap 10 tablet yang diambil secara acak dari tiap formula lalu . warna tablet. tekstur permukaan. 1971) Masing-masing 10 tablet dari tiap batch diukur kekerasannya dengan alat pengukur kekerasan tablet. ketebalan.1995.95 mg. Uji Keragaman Bobot (FI IV. larutkan dengan metanol hingga 100. masukkan ke dalam labu tentukur 100.bagus dan tidak begitu rapuh. 4. Evaluasi Sifat Fisik Tablet * Keseragaman Bobot Untuk mengetahui apakah seluruh tablet memiliki skala yang telah ditetapkan. Keseragaman bobot tidak tercapai karena > 2 tablet mempunyai penyimpangan bobot 5% dan > 1 tablet mempunyai penyimpangan bobot 10% dari bobot rata-rata (untuk bobot rata-rata > 300mg). Keseragaman bobot dipengaruhi oleh waktu alir. Seluruh tablet dikeluarkan. Uji Penetapan Kadar (FI IV. kadar dihitung dengan rumus : A sampel C BP Kadar (%) = ABP x C sampel x 100% Syarat penetapan kadar menurut FI edisi IV. Pipet larutan sebanyak 5. Alat diputar pada kecepatan 25 rpm selama 4 menit dan alat tersebut akan menjatuhkan tablet sejauh 6 inci setiap putaran.0 mL dimasukkan ke dalam labu ukur 50.0 mL masukkan ke dalam labu tentukur 50. masukkan ke dalam labu tentukur 100. Uji Keregasan Tablet (Liebermann. 1995) Tablet digerus halus.0 mL. Pengamatan Penampilan Tablet Dilakukan pengamatan terhadap penampilan fisik : bentuk. ditimbang.5 % dari jumlah yang tertera pada etiket. Ukur serapan pada panjang gelombang maksimum. ditimbang saksama setara dengan 20 mg propranolol hidroklorida.

4 = 112003.35 = 148835. Faktor-faktor yang mempengaruhi : sifat fisik granul. * Kerapuhan Tablet Adalah persen bobot yang hilang setelah tablet diguncang. 5. Dari hasil penetapan kadar yang diperoleh hitung jumlah bahan aktif dari masing-masing tablet dengan anggapan terdistribusi secara homogen.75 kg (pada skala 2). Dihitung bobot rata-rata untuk satu tablet.35 % zat aktif yang terlepas = 148835. *Waktu Hancur Tablet Adalah waktu yang dibutuhkan untuk hancurnya tablet dalam media yang sesuai.437 123. Waktu hancur tablet Ampisilin adalah 6.176 61.4 45 0. yaitu mrpkn metode perbandingan luas daerah di bawah kurva disolusi pd saat t dgn luas 4 persegi pnjg yg munjukkn 100% zat aktif terlarut pd saat t.0 % dari yang tertera pada etiket.35/500000 x 100% = 29.1 110871 + 1132. Digunakn Metode Dissolution Efficiency (DE) utk mengungkapkan hsl uji kecepatan disolusi.57 = 352. yang merupakan kecepatan larut zat aktif dari sediaan farmasi/granul/partikel sebagai pecahnya bentuk sediaan tsb setelah berhubungan dgn cairan pelarut. Penambahan tekanan pada waktu penabletan menyebabkan penurunan porositas dan menaikkan kekerasan tablet.77% \s LI = ½ x a x t = ½ x 5 x 63513 . sehingga tidak ada bagian tablet yang tertinggal diatas kasa.1 30 0.85+(5x61.86 85374 352.85 20 0. * Kekerasan Tablet Untuk mengetahui seberapa besarnya kekerasan tablet yang dihasilkan.0% (FI IV. Uji Disolusi Disolusi adalah proses melarutnya zat padat dalam cairan medium tertentu.35 Q/Jumlah sesungguhnya (µg) 63513 + 0 = 63513 54945 + 352.4 147087 + 1748.806 % sehingga dapat disimpulkan bahwa kerapuhan tablet Ampisilin ini baik karena nilainya tidak >1%. Persyaratan keseragaman bobot atau keseragaman kandungan terletak antara 85. porositas tablet & daya serap granul.0 hingga 115.44 menit.216 70.85 = 55297. Parameter yang dapat ditentukan dari proses ini adalah kecepatan disolusi.1995).4+(5x123. Dengan bertambahnya kekerasan tablet akan menghambat penetrasi cairan ke dalam pori-pori tablet sehingga memperpanjang waktu hancur tablet. kekerasan.57 63513 ml 0 10 0.85 85374 + 658. bentuk dan waktu hancur tablet. Kekerasan tablet Ampisilin adalah 27.05) = 658. t A C (µg/ml) C x 900 ml (µg) Faktor Koreksi 5 0. dan simpangan baku relatif kurang dari atau sama dengan 6.ditimbang bobotnya satu per satu. Kecuali dinyatakan lain waktu hancur tablet bersalut tidak >15menit.1+(5x94.19)=1748. Kerapuhan tablet Ampisilin adalah 0.43 147087 1132. Kekerasan tablet erat hubungannya dengan ketebalan tablet.05 54945 5x70.86) = 1132.318 94.19 110871 658.1 = 86032.606 163.

Timbunan granul dapat digunakan untuk menghitung sudut istirahat.25 LIV =(86032.1 + 112003.6±4 <1.05 Luas A + B = p x l = 500000 x 45 = 225 x 105 DE = ( A/(A+B))x 100% =(3456789.1) x ½ x 10 = 706627.86 LV = (112003.75 LII = ™sisi sejajar x ½ x t = (63513 + 55297.36 % Uji Kecepatan Alir dan Sudut Istirahat Massa cetak diletakkan dalam corong alat uji kecepatan alir yang bagian bawahnya ditutup.4) x ½ x 10 = 990163. Sudut Istirahat (_) : Arc Tangen _ = Tinggi puncak granul Jari-jari lingkaran Sudut Istirahat (_) Sifat Aliran < 25 Sangat baik 25 ± 30 Baik 30 ± 40 Cukup > 40 Sangat sukar Tabel 3.3 Hubungan antara Kecepatan Alir dengan Sifat Aliran Serbuk Laju Alir (g/s) Sifat Aliran >10 4±10 1.6 Sangat baik Baik .Massa cetak yang keluar dari alat tersebut dihitung kecepatan alirannya dengan menghitung waktu yang diperlukan oleh sejumlah serbuk untuk turun melalui corong alat penguji dengan menggunakan stopwatch dari mulai dibukanya tutup bagian bawah hingga semua massa granul mengalir keluar dari alat uji.89 LIII = (55297.85) x ½ x 5 = 297024.8/(225x10pangkat5)) x 100% = 15.35) x ½ x 10 = 1304189. Diameter rata-rata timbunan granul dan tinggi puncak timbunan granul diukur.4 + 148835.85 + 86032.= 158784.

Kerapatan mampat = Berat granul (g/mL) Volume granul konstan Kompresibilitas Penentuan kompresibilitas digunakan untuk menghasilkan tablet yang baik. Kerapatan nyata adalah berat serbuk dibagi dengan volume awal granul. Kecuali dinyatakan lain. Kompresibilitas dapat dilihat dari harga indeks Carr yang sangat bergantung pada kerapatan nyata maupun kerapatan mampat dari granul yaitu dengan cara kerapatan mampat dikurangi kerapatan nyata. Kerapatan mampat adalah berat granul dibagi dengan volume granul konstan. dihitung berat rata-rata tiap tablet.5 (FI III. Kerapatan nyata = Berat granul (g/mL) Volume awal granul Kerapatan Mampat Beberapa bagian massa cetak ditimbang (pada pengujian kali ini dilakukan terhadap dua puluh lima gram massa cetak).Kerapatan nyata x 100% Kerapatan mampat Kompresibilitas (%) Sifat Aliran 5 ± 12 Sangat baik 12 ± 18 Baik 18 ± 23 Cukup 23 ± 33 Kurang 33 ± 38 Sangat kurang > 38 Sangat buruk Uji Keseragaman Berat Ditimbang dua puluh tablet.4 : Indeks Carr = Kerapatan mampat .tablet tersebut ditimbang satu persatu.Volume awal granul dicatat. Hubungan antara indeks Carr dengan jenis aliran granul dapat dilihat pada Tabel 3. Diameter dan tebal tablet diukur masing-masing (pada pengujian kali ini dilakukan terhadap dua puluh tablet) dengan menggunakan alat pengukur ketebalan dan diameter atau yang biasa disebut mikrometer (Mitutoyo). lalu dibagi dengan kerapatan mampat. Kompresibilitas granul dinyatakan dalam persen. 1979). kemudian dimasukkan ke dalam gelas ukur seratus mililiter. Tidak boleh lebih dari dua tablet yang masing-masing beratnya menyimpang dari berat rata-ratanya lebih besar dari harga yang ditetapkan pada kolom A dan tidak boleh satu tabletpun yang beratnya menyimpang dari berat rata-ratanya lebih dari harga yang ditetapkan pada kolom B pada Tabel 3. kemudian dimasukkan ke dalam gelas ukur seratus mililiter. diameter tablet tidak lebih dari tiga .Setelah dilakukan penentuan kerapatan nyata di atas kemudian ketuk-ketukan gelas ukur tersebut dengan menggunakan alat uji kompresibilitas hingga volume granul konstan. kemudian tablet.Sukar Sangat sukar Alat Uji Kecepatan Alir Kerapatan Nyata Beberapa bagian massa cetak ditimbang (pada pengujian kali ini dilakukan terhadap dua puluh lima gram massa cetak).

kemudian dihitung rataratanya. Friabilitas tablet = W1 . kemudian dimasukkan ke dalam alat penguji keregasan tablet. . Tablet yang masih utuh ditimbang.8%. Kehilangan bobot yang masih diperbolehkan tidak lebih dari 0.W2 x 100% W1 Keterangan : W1 = Berat awal W2 = Berat akhir (USP XXVII. 1995). kemudian dihitung kehilangan bobotnya. Uji kesukaanpada dasarnya merupakan pengujian dimana panelisnya mengemukakan responnya berupa senang tidaknya terhadap sediaan yang diuji dalam bentuk skala numerik. Uji Friabilitas Tablet/ Friability Tester Tablet ditimbang sebanyak kurang lebih enam koma lima gram. Alat dijalankan selama empat menit dengan kecepatan putaran dua puluh lima putaran per menit. maka dilakukan uji kesukaan dengan menyebarkan kuesioner kepada 30 panelis yang dilakukan secara acak. 2004) Uji Kesukaan Untuk mengetahui formula mana yang paling disukai. Uji Kekerasan Tablet Dihitung kekerasan tablet satu per satu (pada pengujian kali ini dilakukan terhadap dua puluh tablet) dengan menggunakan alat penguji kekerasan (Hardness Tester).kali dan tidak kurang dari empat per tiga tebal tablet (FI IV.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->