P. 1
BANK dan LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA | PEGADAIAN

BANK dan LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA | PEGADAIAN

|Views: 1,427|Likes:
Published by Roni onie

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Roni onie on Jan 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2013

pdf

text

original

BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA

³PEGADAIAN´
Paper disusun untuk memenuhi tugas individu mata kuliah Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya

Oleh : Nama RONI NPM 021108096

UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR
FAKULTAS EKONOMI
2012

PENDAHULUAN
Pada bagian ini memaparkan teori, konsep tata cara pelaksanan pegadaian dalam perspektif konvensional. Apabila dilihat dari fungsi dan kegiatan usahanya, pegadain merupakan salah satu lembaga keuangan bukan bank yang fokus kegiatannya adalah memberikan pembiayaan. Ada dua hal yang membuat pegadain menjadi suatu bentuk usaha lembaga keuangan bukan bank. Pertama, transaksi pembiayaan yang diberikan oleh pegadaian mirip dengan

pinjaman melalui kredit bank, namun diatur secara terpisah atas dasar hukum gadai dan bukan dengan peraturan mengenai pinjam meminjam biasa. Kedua, usaha pegadain di Indonesia secara legal dimonopoli oleh satu badan usaha saja, yaitu Perum Pegadaian. Secara umum, tujuan ideal Perum Pegadaian adalah penyediaan dana dengan prosedur yang sederhana kepada masyarakat luas terutana kalangan menengah ke bawah untuk berbagai tujuan, seperti komsumsi produksi dan lain sebaganya. Keberadan Perum Pegadaian juga diharapkan dapat menekan menculnya lembaga keuangan non formal yang cenderung merugikan masyarakat seperti praktik ijon, pegadaian gelap, bank gelap, rentenir, dan lain-lain.Untuk dapat mengetahui lebih jauh tentang pegadain tersebut, maka berikut dipaparkan mengenai tinjauan umum pegadain konvensional yang meliputi : pengertian pegadaian, sejarah dan perkembangan pegadaian, tugas, tujuan, dan fungsi pegadaian, struktur organisasi pegadaian, hak dan kewajiban para pihak, serta berakhirnya hak gadai. Selanjutnya juga akan dipaparkan mengenai pelaksanaan gadai di pegadain konvensional yang meliputi : kegiatan usaha pegadaian, produk dan jasa pegadaian, penggolongan uang pinjaman, bunga gadai, kategori barang gadai, prosedur penaksiran barang gadai, prosedur pemberian kredit gadai, prosedur pelunasan kredit gadai, serta prosedur pelelangan barang gadai.

Sejarah Pegadaian
Sejarah Pegadaian dimulai pada saat Pemerintah Penjajahan Belanda (VOC) mendirikan BANK VAN LEENING yaitu lembaga keuangan yang memberikan kredit dengan sistem gadai, lembaga ini pertama kali didirikan di Batavia pada tanggal 20 Agustus 1746. Ketika Inggris mengambil alih kekuasaan Indonesia dari tangan Belanda (1811-1816) Bank Van Leening milik pemerintah dibubarkan, dan masyarakat diberi keleluasaan untuk mendirikan usaha pegadaian asal mendapat lisensi dari Pemerintah Daerah setempat (liecentie stelsel).Namun metode tersebut berdampak buruk, pemegang lisensi menjalankan praktek rentenir atau lintah darat yang dirasakan kurang menguntungkan pemerintah berkuasa (Inggris). Oleh karena itu, metode liecentie stelsel diganti menjadi pacth stelsel yaitu pendirian pegadaian diberikan kepada umum yang mampu membayarkan pajak yang tinggi kepada pemerintah. Pada saat Belanda berkuasa kembali, pola atau metode pacth stelsel tetap dipertahankan dan menimbulkan dampak yang sama dimana pemegang hak ternyata banyak melakukan penyelewengan dalam menjalankan bisnisnya. Selanjutnya pemerintah Hindia Belanda menerapkan apa yang disebut dengan µcultuur stelsel¶ dimana dalam kajian tentang pegadaian, saran yang dikemukakan adalah sebaiknya kegiatan pegadaian ditangani sendiri oleh pemerintah agar dapat memberikan perlindungan dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan Staatsblad (Stbl) No. 131 tanggal 12 Maret 1901 yang mengatur bahwa usaha Pegadaian merupakan monopoli Pemerintah dan tanggal 1 April 1901 didirikan Pegadaian Negara pertama di Sukabumi (Jawa Barat), selanjutnya setiap tanggal 1 April diperingati sebagai hari ulang tahun Pegadaian. Pada masa pendudukan Jepang, gedung Kantor Pusat Jawatan Pegadaian yang terletak di Jalan Kramat Raya 162 dijadikan tempat tawanan perang dan Kantor Pusat Jawatan Pegadaian dipindahkan ke Jalan Kramat Raya 132. Tidak banyak perubahan yang terjadi pada masa pemerintahan Jepang, baik dari sisi kebijakan maupun Struktur Organisasi Jawatan Pegadaian. Jawatan Pegadaian dalam Bahasa Jepang disebut µSitji Eigeikyuku¶, Pimpinan Jawatan Pegadaian dipegang oleh orang Jepang yang bernama Ohno-San dengan wakilnya orang pribumi yang bernama M. Saubari.

Pada masa awal pemerintahan Republik Indonesia, Kantor Jawatan Pegadaian sempat pindah ke Karang Anyar (Kebumen) karena situasi perang yang kian terus memanas. Agresi militer Belanda yang kedua memaksa Kantor Jawatan Pegadaian dipindah lagi ke Magelang. Selanjutnya, pasca perang kemerdekaan Kantor Jawatan Pegadaian kembali lagi ke Jakarta dan Pegadaian kembali dikelola oleh Pemerintah Republik Indonesia. Dalam masa ini Pegadaian sudah beberapa kali berubah status, yaitu sebagai Perusahaan Negara (PN) sejak 1 Januari 1961, kemudian berdasarkan PP.No.7/1969 menjadi Perusahaan Jawatan (PERJAN), selanjutnya berdasarkan PP.No.10/1990 (yang diperbaharui dengan PP.No.103/2000) berubah lagi menjadi Perusahaan Umum (PERUM) hingga sekarang. Kini usia Pegadaian telah lebih dari seratus tahun, manfaat semakin dirasakan oleh masyarakat, meskipun perusahaan membawa misi public service obligation, ternyata perusahaan masih mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam bentuk pajak dan bagi keuntungan kepada Pemerintah, disaat mayoritas lembaga keuangan lainnya berada dalam situasi yang tidak menguntungkan.

Dalam pelaksanaannya pegadaian mempunyai Visi dan Misi sebagai berikut; VISI:
PADA TAHUN 2013 PEGADAIAN MENJADI "CHAMPION" DALAM PEMBIAYAAN MIKRO DAN KECIL BERBASIS GADAI DAN FIDUCIA BAGI MASYARAKAT MENENGAH KE BAWAH.

MISI:
1. Membantu program pemerintah meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya golongan menengah ke bawah dengan memberikan solusi keuangan yang terbaik melalui penyaluran pinjaman skala mikro, kecil dan menengah atas dasar hukum gadai dan fidusia. 2. Memberikan manfaat kepada pemangku kepentingan dan melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik secara konsisten. 3. Melaksanakan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya.

Perjalanan Misi Perusahaan Perum Pegadaian : Misi Perum Pegadaian sebagai suatu lembaga yang ikut meningkatkan perekonomian dengan cara memberikan uang pinjaman berdasarkan hukum gadai kepada masyarakat kecil, agar terhindar dari praktek pinjaman uang dengan bunga yang tidak wajar ditegaskan dalam keputusan Menteri Keuangan No. Kep-39/MK/6/1/1971 tanggal 20 Januari 1970 dengan tugas pokok sebagai berikut: 1. Membina perekonomian rakyat kecil dengan menyalurkan kredit atas dasar hukum gadai kepada : Para petani, nelayan, pedagang kecil, industri kecil, yang bersifat produktif Kaum buruh / pegawai negeri yang ekonomi lemah dan bersifat konsumtif. 2. Ikut serta mencegah adanya pemberian pinjaman yang tidak wajar, ijon, pegadaian gelap, dan praktek riba lainnya. 3. Disamping menyalurkan kredit, maupun usaha-usaha lainnya yang bermanfaat terutama bagi pemerintah dan mayarakat. 4. Membina pola perkreditan supaya benar-benar terarah dan bermanfaat dan bila perlu memperluas daerah operasinya.Dengan seiring perubahan status perusahaan dari Perjan menjadi Perum pernyataan misi perusahaan dirumuskan kembali dengan pertimbangan jangan sampai misi perusahaan itu justru membatasi ruang gerak perusahaan dan sasaran pasar tidak hanya masyarakat kecil dan golongan menengah saja maka terciptalah misi perusahaan Perum Pegadaian yaitu ³ ikut membantu program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat golongan menengah kebawah melalui kegiatan utama berupa penyaluran kredit gadai dan melakukan usaha lain yang menguntungkan´. Bertolak dari misi Pegadaian tersebut dapat dikatakan bahwa sebenarnya Pegadaian adalah sebuah lembaga dibidang keuangan yang mempunyai visi dan misi bagaimana masyarakat mendapat perlakuan dan kesempatan yang adil dalam perekonomian.

Pengertian Pegadaian
Pengertian Gadai menurut Susilo (1999) adalah : Suatu hak yang diperoleh oleh seseorang yang mempunyai piutang atas suatu barang bergerak. Barang bergerak tersebut diserahkan kepada orang yang berpiutang oleh seorang yang mempunyai hutang atau oleh orang lain atas nama orang yang mempunyai hutang. Seorang yang berutang tersebut memberikan kekuasaan kepada orang yang berpiutang untuk menggunakan barang bergerak yang telah diserahkan untuk melunasi hutang apabila pihak yang berhutang tidak dapat melunasi kewajibannya pada saat jatuh tempo. Pegadaian merupakan sebuah BUMN di Indonesia yang usaha intinya adalah bidang jasa penyaluran kredit kepada masyarakat atas dasar hukum gadai. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa gadai adalah suatu hak yang diperoleh oleh orang yang berpiutang atas suatu barang bergerak yang diserahkan oleh orang yang berhutang sebagai jaminan hutangnya dan barang tersebut dapat dijual (dileleng) oleh yang berpiutang bila yang berhutang tidak dapat melunasi kewajibannya pada saat jatuh tempo. Sedangkan Perusahaan Umum Pegadaian adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berfungsi memberikan pembiayaan dala, bentuk penyaluran dana kredit kepada masyarakat atas dasar hukum gadai.

Tugas, Tujuan dan Fungsi Pegadaian
Sebagai lembaga keuangan non bank milik pemerintahan yang berhak memberikan pinjaman kredit kepada masyarakat atas dasar hukum gadai yang bertujuan agar masyarakat tidak dirugikan oleh lembaga keuangan non formal yang cenderung memanfaatkan kebutuhan dana mendesak dari masyarakat, maka pada dasarnya lembaga pegadaian (Perum Pegadaian) tersebut mempunyai tugas, tujuan serta fungsi-fungsi pokok sebagai berikut (Usman, 1995:359) : a) Tugas Pokok Tugas pokok Pegadaian yaitu menyalurkan uang pinjaman atas dasar hukum gadai dan usaha-usaha lain yang berhubungan dengan tujuan pegadaian atas dasar materi.

b) Tujuan Pokok. Sifat usaha pegadaian pada prinsipnya menyediakan pelayanan bagi kemanfaatan umum sekaligus memupuk keuntungan berdasarkan prinsip pengelolah. Oleh karena itu,

pegadaian pada dasarnya mempunyai tujuan-tujuan pokok sebagai berikut :

1. Turut melaksanakan program pemerintah di bedang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya melalui penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum dagai. 2. Mencegah praktek pegadaian gelap dan pinjaman tidak wajar.

c) Fungsi Pokok Fungsi pokok pegadaian adalah sebagai berikut : 1. Mengelolah penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum gadai dengan cara mudah, cepat, aman, dan hemat. 2. Menciptakan dan mengembangkan usah-usaha lain yang bagi pegadaian maupunn masyarakat. 3. Mengelola keuangan, perlengkapan, kepegawaian. Pendidikan dan pelatihan. 4. Mengelola organisasi, tata kerja dan tata laksana pegadaian. 5. Melakukan penelitian dan pengembangan serta mengawasi pengelolaan pegadaian

Struktur Organisasi Pegadaian
Perum Pegadian merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bernaung di bawah Departemen Keuangan. Sehingga, yang berhak mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksinya kepada Presiden adalah Menteri Keuangan.Selain mengusulkan pengangkatan dan pemberentian dewan Direksi, dalam melaksanakan fungsi pengawasannya Menteri Keuangan juga dapat mengusulkan pengangkatan dan pemberentian anggota-anggota Dewan Pengawas (Komisaris) Perum Pegadaian. Menurut ketentuannya Dewan Komisaris minimal dapat dijabat oleh dua orang dan maksimal lima orang yang terdiri dari ketua dan anggota. Dewan Komisaris bertanggungjawab penuh atas pelaksanaan pengawasan kepada Menteri Keuangan. Masa jabatan Dewan komisaris selama tiga tahun dan dapat diangkat kembali.

Sedangkan struktur organisasi Perusahaan Umum (Perum) Pegadaian dapat dilihat pada gambar berikut :

Para pihak (pemberi dan penerima gadai) maisng-masing mempunyai hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. Sedangkan hak dan kewajiban adalah sebagai berukut (Dahlan, 2000:383) : a. Hak dan Kewajiban Pemegang Gadai 1) Hak Pemegang Gadai a) Pemegang gadai berhak untuk menjual barang yang digadaikan, yaitu apabila pemberi gadai pada saat jatuh tempo atau pada waktu yang ditentukan tidak dapat memenuhi kewajibannya sebagai orang yang berhutang. Sedang hasil penjualan barang jaminan tersebut diambil sebagai untuk melunasi hutang pemberi gadai dan sisanya dikembalikan kepadanya. b) Pemegang gadai berhak mendapatkan penggantian biaya yang telah dikeluarkan untuk menjaga keselamatan barang jaminan

c) Selama hutangnya belum dilunasi, maka pemegang gadai berhak untuk manahan barang jaminan yang diserahkan oleh pemberi gadai (hak retentie).

2) Kewajiban Pemegang Gadai a) Pemegang gadai berkewajiban bertanggung jawab atas hilangnya atau merosotnya harga barang yang digadaikan jika itu semua atas kelalaiannya. b) Pemegang gadai tidak diperbolehkan menggunakan barang-barang yang digadaikan untuk kepentingan sendiri. c) Pemegang gadai berkewajiban untuk memberi tahu kepada pemberi dagai sebelum diadakan pelelangan barang gadai.

b. Hak dan Kewajiban Pemberi Gadai 1) Hak Pemberi Gadai. a. Pemberi gadai mempunyai hak untuk mendapatkan kembali barang miliknya setelah pemberi gadai melunasi hutannya. b. Pemberi gadai berhak menuntut ganti rugi dari kerusakan dan hilangnya barang gadai bila hal itu disebabkan oleh kelalaian pemegang gadai. c. Pembari gadai berhak untuk mandapatkan sisa dari penjualan barangnya setelah dikurangi biaya pelunasan hutang, bunya dan biaya lainya. d. Pemberi gadai berhak meminta kembali barangnya bila pemegang gadai telah jelas menyalahgunakan barangnya.

2) Kewajiban Pemberi Gadai a. Pemberi gadai berkewajiban untuk melunasi hutang yang telah diterimanya dari pemegang gadai dalam tenggang waktu yang telah ditentukan termasuk bunga dan biaya lain yang telah ditentukan pemegang gadai b. Pemberi gadai berkewajiban merelakan penjualan atau barang gadai miliknya, apabila dalam jangka yang telah ditentukan pemberi gadai tidak dapat melunasi hutangnya kepada pemegang gadai.

Berakhirnya Hak Gadai Suatu perjanjian hutang piutang pada dasarnya tidak ada yang bersifat langgeng, artinya perjanjian tersebut sewaktu-waktu akan dapat berakhir atau batal, demikian pula dengan perjanjian gadai. Namun batalnya hak gadai akan sangat berbeda dengan hak-hak lain. Sedangkan menurut Dahlan (2000), bahwa hak gadai dikatakan batal apabila : a. Hutang piutang yang telah terjadi telah dibayar dan dilunasi. b. Barang gadai keluar dari kekuasaan pemberi gadai, yaitu bukan lagi menjadi hak milik pemberi gadai. c. Para pihak tidak melaksanakan yang menjadi hak dan kewajiban masing-masing. d. Barang gadai tetap dibiarkan dalam kekuasaan pemberi gadai ataupun yang kembalinya atas kemauan yang berpiutang.

Budaya perusahaan diaktualisasikan dalam bentuk simbol / maskot dan jargon si "INTAN" yang bermakna: Inovatif : 1. Berinisiatif, kreatif dan produktif 2. Berorientasi pada solusi Nilai Moral Tinggi : 1. Taat Beribadah 2. Jujur dan berfikir positif Terampil : 1. Kompeten di bidangnya 2. Selalu mengembangkan diri Adi Layanan : 1. Peka dan cepat tanggap 2. Empatik, santun dan ramah Nuansa Citra : 1. Memiliki sense of belonging 2. Peduli nama baik perusahaan Makna yang terkandung dalam maskot SI INTAN :

Kepala berbentuk berlian memberi makna bahwa Pegadaian mengenal batu intan sudah puluhan tahun, Intan tidak lebih dari sebuah bongkahan batu yang diciptakan alam dalam suatu proses beratus tahun lamanya. Kekerasannya menjadikan dia tidak dapat tergores dari benda lain. Tetapi dia juga dapat dibentuk menjadi batu yang sangat cemerlang (brilliant) . Dengan kecemerlangan itulah kemudian dia disebut berlian. Karakteristik batu intan itu diharapkan terdapat juga pada setiap insan Pegadaian. Sikap tubuh dengan tangan terbuka dan tersenyum memberi makna sikap seorang pelayan yang selalu siap memberikan pelayanan prima kepada siapa saja. Rompi warna hijau bermakna memberi keteduhan sebagai insan pegadaian.

Beberapa layanan yang diberikan oleh pegadaian : Layanan Gadai
‡ Rahn Layanan Syariah Dalam kehidupan sehari ± hari seringkali kita dihadapkan pada masalah keprluan dana cepat untuk usaha, sekolah anak, membeli barang atau keperluan lain yang mendesak. Maka dari itu membuat sebuah program RAHN dari Pegadaian Syariah. RAHN adalah skema pinjaman untuk memenuhi kebutuhan dana bagi masyarakat dengan sistem gadai sesuai syariah. Landasan Syariah A. Landasan Al Qur¶an dan Hadits Firman Allah Swt: ³jika kamu dalam pejalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang oleh yang berpiutang.´ (Al Baqoroh (2):285) Hadits Nabi : Dari Aisyah r.a ³sesungguhnta Rasulullah pernah membeli makanan dari seorang Yahudi dengan menjadikan baju besi sebagai barang jaminan´ (HR. Al Bukhari dan Muslim) Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda ³Tidak terlepas kepemilikan barang gadai dari pemilik yang menggadaikannya. Ia memperoleh manfaat dan menanggung resikonya. (HR. Al Daruquthni dan Ibnu Majah) B. Landasan Fatwa Fatwa DSN-MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002 Tentang RAHN Fatwa DSN-MUI No. 26/DSN-MUI/III/2002 Tentang RAHN EMAS

Pinjaman dengan menggadaikan barang/emas sebagai jaminan hutang dalam bentuk Rahn (gadai syariah) di perbankan.

‡ Gadai Konvensional KCA Layanan Syariah

KCA ( Kredit Cepat dan Aman ) adalah kredit dengan system gadai yang di berikan kepada semua golongan nasabah, baik untuk kebutuhan konsumtif maupun kebutuhan produktif . KCA merupakan solusi terpercaya untuk mendapatkan pinjaman secara mudah, cepat dan aman. Untuk mendapatkan kredit nasabah hanya perlu membawa agunan berupa perhiasan emas dan barang berharga lainnya.

Keunggulan : Layanan KCA tersedia di kantor cabang pegadaian di seluruh indonesia. Prosedur pengajuannya sangat mudah, Calon nasabah atau debitur hanya perlu membawa anggunan berupa perhiasan emas dan barang berharga lainnya ke kantor cabang pegadaian. Proses kredit sangat cepat, hanya butuh 15 menit Pinjaman mulai dari 20 ribu sampai 200 juta atau lebih Jangka waktu pinjaman maksimum 4 bulan atau 120 hari dan dapat diperpanjang dengan cara membayar sewa modal saja atau mengangsur sebagian uang pinjaman Pelunasan dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan perhitungan sewa modal selama masa pinjaman Tanpa perlu buka rekening. Nasabah menerima pinjaman dalam bentuk tunai

Persyaratan : Fotokopi KTP atau kartu identitas resmi lainnya Menyerahkan barang jaminan Untuk kendaraan bermotor membawa BPKB dan STNK asli Nasabah menandatangani Surak Bukti Kredit ( SBK ).

‡ Arrum ARRUM adalah skema pinjaman dengan sistem syariah bagi para pengusaha mikro untuk keperluan usaha dengan sistem pengembalian secara angsuran, menggunakan jaminan BPKB mobil atau motor yang dimilikinya.

Keunggulan Arrum : Menambah modal usaha untukm memperbesar skala bisnis Jaminan yang digunakan adala BPKB Kendaraan yang menjadi jaminan tetap di tangan pemiliknya untuk usaha Prosedur dan syarat yang mudah Cepat prosesnya Pinjaman mulai dari RP 3 juta Biaya ijaroh yang relatif ringan dan biaya administrasi yang tidak memberatkan Jangka waktu pembiayaan fleksibel, mulai dari 12 bulan, 1, 24 sampai 36 bulan Bebas menentukan pilihan pembayaran

‡ Amanah Amanah adalah skema pemberian pembiayaan kepada masyarakat yang berpenghasilan tetap guna memiliki kendaraan bermotor Mobil maupun Motor. Pembiayaan ini diberikan dalam jangka waktu tertentu yang pengembaliannya dilakukan secara angsuran.

Keunggulan: Pembiayaan melalui skema syariah Persyaratan Mudah Biaya kompetitif dan murah Kendaraan idaman dapat langsung digunakan Jangka waktu kreditnya 12, 24, sampai 36 bulan

Nasabah Amanah : Calon nasabah adalah pegawai tetap pada suatu instansi / perusahaan dengan masa kerja minimal 2 tahun Mempunyai tempat tinggal tetap Sanggup membayar uang muka yang ditetapkan berdasarkan jangka waktu dan biaya administrasi Calon nasabah mengajukan kredit pada bendaharawan gaji pada instansi / perusahaan tempat bekerja

Persyaratan Amanah : Copy kartu tanda pengenak diperusahaan yang bersangkutan Copy KTP (suami/istri jika telah berkeluarga) Copy kartu keluarga (KK) Copy surat keputusan pengangkatan sebagai pegawai tetap (dilegalisir) Surat rekomendasi atasan langsung Surat kuasa pemotongan gaji/penghasilan Surat pernyataan kesediaan memotong gaji/penghasilan Copy pembayaran PBB terakhir (jika ada) Mengisi dan menandatangani form aplikasi pegadaian amanha

Layanan Emas
‡ Mulia Investasi bisa beragam bentuknya, dari deposito hingga kapling tanah. Tujuannya pun beragam pula. Ada yang untuk naik haji, biaya pendidikan anak, sampai biaya persiapan menikah. Pegadaian Syariah membuat sebuah program yaitu MULIA. Yang menawarkan investasi yang tidak pernah surut nilainya dalam bentuk logam,emas. Program MULIA ini memasilitasi kepemilikan emas batangan kepada masyarakat secara tunai atau angsuran.

Keuntungan logam MULIA : Pembelian emas dengan cara tunai atau angsuran Investasi emas melalui perusahaan resmi berpengalaman dan terpercaya Tarif kompetitif dan prosesnya sederhana Tren harga selalu naik Dapat dibeli dengan cara mengangsur sampai 3 tahun Mudah diuangkan dengan cara dijual atau diagadai Menyediakan pilihan logam mulai dengan berat 5 gr, 10gr, 25gr, 50gr, 100gr, 250gr, dan 1kg. Bila asabah menginginkan, pegadaian menyediakan jasa penyimpanan logam mulia di tempat yang aman

‡ Galeri 24 Galeri 24 adalah layanan penjualan logam mulia kepada masyarakat secara tunai atau angsuran dengan proses cepat dan dalam jangka waktu yang fleksibel. Logam mulia bisa menjadi alternatif pilihan investasi yang aman untukmewujufdkan kebutuhan masa mendatang seperti menunaikan haji, mempersiapkan biaya pendidikan anak, memiliki rumah idaman sertakendaraan pribadi.

Keunggulan : Proses mudah dengan layanan profesional Alternatif investasi yang aman untuk menjaga fortofolio aset Sebagai aset yang liquid untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak Tersedia pilihan logam mulia dengan berat mulai 5gram sampai 1 kilogram

Prosedur : Untuk pembelian secara tunai, nasabah cukup datangkegaleri 24 dengan membayar logam mulia yang akan dibeli Untuk pembelian secara angsuran, nasabah dapat menentukan pola pembayaran angsran sesuai dengan keinginan. Membayar uang muka minimal sebesar 20% dari nilai logam yang dibeli dan ditentukan berdasarkan berapa lama jangka waktu angsuran yang diambil.

Layanan Fidusia

‡Kreasi Kreasi adalahh kredit (pinjaman) angsuran bulanan yang diberikan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk pengembangan usaha dengan sisrem FIDUSIA. Sistem Fidusia berarti agunan untuk pinjaman cukup dengan Bpkb sehingga kendaraan mash bisa digunakan untuk usaha. Kreasi merupakan solusi terpercaya untuk mendapatkan fasilitas kresit yang cepat, mudah dan murah.

Keunggulan : Prosedur pengajuan kredit sangat cepat dan mudah. Angunana cukup BPKB kendaraan bermotor Pinjaman mulai dari 1 juta sampai 250 juta rupiah Proses kredit hanya butuh 3 hari dan segera cair Sewa modal (bunga pinjaman) relatif murah dengan angsuran tetap per bulan Jangka waktu pinjaman fleksible, dengan pilihan 12 bulan, 18 bulan, 24bulan, atau pun 36 bulan Pelunasan dapat dilaksanakan sewaktu-waktu dengn pemberian diskon untuk sewa modal Kreasi dapat diperoleh di seluruh kantor cabang pegadaian seluruh indonesia

Persyaratan : Memiliki usaha yang sesuai dengan kriteria kelayakn serta telah berjalan 1 (satu) tahun Fotokopi KTP dan Kartu keluarga Menyerahkan dokumen usaha yang sah Menyerahkan dokumen kepemilikan kedaraan bermotor (bpkb asli, fotokopi stnk, dan faktur pembelian)

‡Krasida Krasida adalah kredit (pinjaman) angsuran bulanan yang diberikan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk pengembanagan usaha dengan sistem gadai. Krasida merupakan solusi terpercaya untuk mendapatjab fasilitas kredit yang cepat, mudah dan murah.

Keunggulan : Proses sangat mudah, kredit bisa cair dalam waktuyang reatif cepat Agunan emas dan mobil Pinjaman mulai dari 20juta hingga 100juta Sewa modal (bunga pinjaman) relatif murah dengan angsuran tetap per bulan Jangka waktu pinjaman fleksibel, dengan pilihan 12 bulan, 18 bulan, 24 bulan, ataupun 36 bulan Pelunasan kredit dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan penberian diskon untuk sewa modal Kreasi dapat diperoleh dikantor cabang pegadaian di seluruh indonesia

Persyaratan : Memilik usaha yang memenuhi kriteria kelayakan serta telah berjalan 1 (satu) tahun Fotokopi kyp dan kartu keluarga Menyerahkan dokumen usaha yang sah Menyerahkan barang jaminan berupa emas maupun mobil Untuk agunan berupa kendaraan mobil, dilengkapi dengan dokumen kepemilikan (BPKB asli, STNK asli, dan faktur pembelian)

‡Krista Krista adalah kredit yang diberikan kepada para wanita wirausaha yang tergabung dalam kelompok untuk pengembangan usaha dengan sistem tanggung renteng. Krista merupakan solusi terpercaya bagi wanita wirausaha untuk mendapatkan kreit pengembangan usaha yangcepat dan mudah.

Keunggulan : Prosedur kredit yang sangat mudah Pinjmana mulai dari Rp. 100 ribu sampai dengan 5 juta rupiah Proses kredit hanya butuh 3 hari Anggunan berupa alat-alat rumah tangga (tv, kulkas, mejakursi, springbed, dan lain sebagainya) barang dagangan, sarana produksi dengan pengikatan sistem fidusia (hanya dengan surat keterangan) Jangka waktu pinjaman fleksibel. Dengan pilihan 12 bulan, 18 bulan, 24 bulan, ataupun 36 bula Pelunasan kredit dengan angsuran tetap per bulan Pelayanan mudah dan cepat

Persyaratan : Kredit diberikan kepada kelompok wanita yang terdiri dari 3 samapi maksimal 5 orang Memiliki usaha yang sudah berjalan selama enam bulan Menetapkan sistem tanggung renteng pada kelompok Memilkik domisili tetap dengan dibuktikan identitas diri (KTP/keterangan domisili dan Kartu Keluarga)

Layanan Jasa Lainnya
‡ Jasa Titipan ‡ Jasa Taksiran ‡ Kresna ‡ Kucica ‡ Langen Palikrama ‡ Investa ‡ Kremada ‡ Kagum ‡ G-Lab

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->