P. 1
Bentuk Isi Teks Syarhil

Bentuk Isi Teks Syarhil

|Views: 975|Likes:
Published by Elham Mayazea

More info:

Published by: Elham Mayazea on Jan 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/13/2013

pdf

text

original

BENTUK ISI TEKS SYARHIL QUR¶AN

16 02 2011

SOSIALISASI ISI TEKS SYARAHAN DALAM MUSABAQAH SYARHIL QUR¶AN [MSyQ] Oleh : Ahmad Rajafi, MHI Disetuji Oleh Pengurus LPTQ Propinsi Lampung LEMBAGA PENGEMBANGAN TILAWATIL QUR¶AN PROPINSI LAMPUNG TAHUN 2010 M / 1431 H

PENDAHULUAN Fenomena minimnya penulisan teks syarhil yang berstandar nasional dan relevan dengan penilaian saat ini adalah satu keresahan sosial yang harus segera diselesaikan baik secara kolektif seperti melalui pembinaan secara terorganisir dari lembaga yang berwenang maupun melalui sosialisasi seperti tulisan ini, yang dibuat oleh Tim Dewan Hakim Syarhil Qur¶an pada MTQ Propinsi Lampung ke-38 di Lampung Barat. Terdiri dari Drs. Hi. Mansuri Ismail sebagai Koordinator. Efa Rodiah Nur, M.Hum., Hi. Asrori, MH., dan Ahmad Rajafi, MHI., sebagai tim penilai, dkk. Ataupun secara personal, seperti yang dilakukan oleh pembina-pembina di daerah. Meski tidak dapat dipungkiri bahwa tulisan singkat ini jauh dari sempurna, akan tetapi paling tidak, kegerahan ini dapat diperingan dengan tulisan yang bersifat temporer, yang suatu saat akan direvisi sesuai dengan situasi dan keadaan yang berkembang. Adapun tulisan ini hanya terfokus pada isi syarahan, karena memang di satu sisi, penilaian di bidang ini adalah penilaian tertinggi, yang secara komulatif berjumlah 40 (empat puluh), dan di sisi lain, fakus dari Musabaqah Syarhil Qur¶an adalah isi dari syarahan tersebut, sehingga dapat membawa audiens ke dalam suasana yang dideskripsikan oleh pensyarah. Kelemahan kita di lapangan adalah, begitu banyak peserta-peserta syarhil yang isi syarahannya sangat ringan bahkan miskin analisis faktual. Semua hampir bersifat normatif dan bahkan tidak singkron antara maksud tema dengan isi syarahan. Lalu jalan pintas yang dilakukan oleh daerah adalah meminta kepada sesorang untuk membuatkannya, atau secara tidak langsung pembina memaksa peserta, namun dengan tidak dilakukan pengawasan dan editing teks secara sempurna.

(inilah pola ceramah). di mana si pensyarah harus harus mampu masuk ke dalam keinginan pendengar dengan ungkapan yang mengajak pendengar tersenyum atau kesal. Lalu pertanyaan besarnya. namun juga tidak dapat menafikan orisinalitas rujukan yang telah dikutip dan kaya akan analisis kritis-faktual tentunya. Untuk itu. 1. dengan terus meng-update pengetahuan kita tentang syarhil. b. Pola ceramah yang ringan analisis dan menyepelekan bentuk teks. 1) 2) c. di manakah letak syarhil? Syarhil pada dasarnya merupakan hasil kompromi antara ceramah dan pidato. Sebagaimana ungkapan Ibnu µUjaibah : Artinya : ³tidak dapat diragukan lagi bahwa keteladanan dari orang-orang yang ikhlash dan bijak.´ Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan memberikan semangat baru untuk memajukan Syarhil Qur¶an ke depan. begitu banyak pembina kita di daerah yang menyamakan pembuatan teks tersebut dengan pola ceramah ataupun pidato formal. maka sesungguhnya ungkapan itu jika lahir dari hati maka akan tertanam di dalam hati orang yang mendengar ungkapan tersebut. meskipun dari anak kecil yang dalam pandangan zhahir kita lemah dan rendah. lebih mudah diresapi oleh orang lain. semuanya murni dari hati yang paling dalam. GAMBARA UMUM TEORI MUSABAQAH SYARHIL QUR¶AN [MSyQ] A. serta pola pidato yang syarat keilmuan namun monoton dalam penyampaian. tertawa atau menangis. a.Kelemahan lain yang lebih menggelitik adalah. Semoga Allah selalu membimbing kita dengan al-Qur¶an. karena apa yang disampaikan oleh isi hati yang paling dalam akan mudah diterima oleh hati yang paling dalam juga. Syarat utama yang harus dilakukan adalah. Secara Umum Tentang Teks. Kefasihan Bacaan Salam Kefasihan Bacaan Muqaddimah . Bagian Muqaddimah. isi syarahan di satu sisi harus berafiliasi dengan ruh ceramah dan di sisi lain juga berafiliasi dengan ruh pidato sehingga menghasilkan syarahan yang ³apik´ dan menarik untuk dibaca dan diperdengarkan. ³yang penting pendengarnya senang´. al-Sunnah dan keilmuan µulama sebagai pewarisnya. Hamdalah Shalawat dan Salam Terhadap Nabi Kebenaran Bacaan Muqaddimah .

Peribahasa dan Sya¶ir Menuangkan Asbab An-Nuzul Ayat dan Asbab al-Wurud Hadits Menunjukkan Isi Ayat Dengan Problem Kekinian Yang Dihadapi Jama¶ah Memberikan Contoh 3. Hadits. h. g. Intonasi dan Aksentuasi. Aksentuasi. d. a. Gaya dan Mimik. i. Menjelaskan Konsep Utama Dalam Ayat Relevansi Ayat Dengan Isi Mengemukakan Maksud Ayat Secara Global Kefasihan Dalam Membaca Istilah Yang Berbahasa Asing Menyebutkan Rujukan Bacaan Memperkaya Analisis Dengan Dalil Al-Qur¶an. e. f. dan Etis B. b. a. e. Benar. Pendekatan Deduktif ( Umum Ke Khusus ) Pendekatan Induktif ( Khusus Ke Umum ) Bergantian Deduktif dan Induktif Penggunaan Bahasa Yang Baik. b. Sistematika Penggunaan Bahasa.d. c. Secar Umum Tentang Intonasi. Bagian Isi. 1. Mensifati Hamdalah Atau Menyebut Dalil al-Qur¶an dan al-Hadits Mensifati Hamdalah Dengan Topik yang Ada Ungkapan Sapaan Kepada Audiens (Jama¶ah) Mengemukakan Latar Belakang / Pengantar Pembahasan 2. a. b. Menanjak Menurun . d. f. g. c.

c. Gaya dan Mimik . Model Tampilan Pakaian Yang Dikenakan Keserasian Tampilan Gerak Bahasa Tubuh Dengan Maksud Isi Paparan Khutbah Ekspresi Kejiwaan Daya Tarik Persuasif (bersifat membujuk secara halus agar menjadi yakin) C. 2. Kesatuan Yang Utuh (Integritas) Antara Laga Dalam Penampilan Yang Memancarkan Kewibawaan Dan Kejujuran b. Norma Penilaian. 2. a. 1. e. dapat diajukan ke dalam Sidang Pleno Dewan Hakim. .c. Hakim menilai penampilan peserta berdasar ketentuan yang berlaku. sehingga tercapai kesepakatan dalam musyawarah majelis dan jika tidak tercapai kesepakatan. Bergantian Menanjak Dan Menurun Datar Kesesuaian Volume Suara Dengan Maksud Isi Khutbah Daya Tarik Persuasif (bersifat membujuk secara halus agar menjadi yakin) 2. maka Hakim penilai bidang tersebut dapat meminta klarifikasi melalui Ketua Majelis. 3. Dalam menilai bidang yang sama. d. 1. f. d. kecuali bila selisih itu konsisten (ajeg) bagi seluruh peserta. Bila terdapat suatu hal pada bidang tertentu yang diduga sebagai kekeliruan dalam penilaian. e. Bertanya Dengan Orang yang Mendengarkan Rekaman Suara PENILAIAN DEWAN HAKIM BIDANG TERJEMAH DAN MATERI SYARAHAN A. antara satu hakim dengan yang lain tidak diperbolehkan adanya selisih nilai lebih dari 3. Evaluasi Khutbah Dalam Latihan.

Ketepatan Terjemah Sistematika dan Isi Kaidah dan Gaya Bahasa Rincian Bidang Terjemah dan Materi Syarahan Ketepatan Terjemah : penilaian tentang isi terjemah yang sesuai dengan kandungan ayat.. Bidang Terjemah dan Materi Syarahan Meliputi. permasalahan.4.. pembahasan dan kesimpulan. : ««««. B. Peserta Giliran : ««««. mengena dan menarik sesuai dengan kaidah bahasa dan sastra. ««««««. Babak Topik : Syarh Al Qur¶an : Penyisihan/final *) : No. 3. C. keluasan dan ketepatan uraian dan kekuatan argumentasi termasuk dalil-dalil yang dipergunakan. Kaedah dan Gaya Bahasa : penilaian tentang pemakaian kata dan struktur kalimat yang benar. 1. kedalaman. 2. Dalam rangka transparansi dan modernisasi maka diperlukan perangkat IT dalam penilaian. . Isi : penilaian tentang keutuhan. 1. 4. 2. 3. Sistematika : penilaian tentang susunan dan urutan materi yang mencakup pendahuluan. CONTOH BLANGKO PENILAIAN Model : H17 LEMBAGA PENGEMBANGAN TILAWATIL QUR¶AN TINGKAT NASIONAL MTQ/STQ TINGKAT NASIONAL FORMULIR PENILAIAN BIDANG TERJEMAH DAN MATERI Cabang No.

.. dll. 2. komparatif. dll. 3. = PENJELASAN TENTANG MATERI SYARAHAN A. ««««««. Permasalahan : inti kajian. 3. kesimpulan 2. baik berupa judul atau tema yang sebelumnya disebutkan permasalahan. maupun substansial Keluasan isi : baik dengan menggunakan anlisis kritis. Kesimpulan B. baik secara induktif maupun deduktif. 4. Pembahasan : merangkai kata dengan berargumentasi tentang maksud ayat. Keutuhan isi : dengan menjabarkan pendahuluan. Isi : 1. argumentasi secara rasional. Kedalaman isi : baik dengan pendekatan tekstual. baik satu variabel atu lebih. riwayah. dll. Susunan dan Urutan Materi : 1. hermeneutik. ayat bahasan. kontekstual. : kesimpulan disebutkan sesuai dengan jumlah masalah yang dikaji. Hakim Penilai *) Coret yang tidak perlu Nama Terang NILAI NILAI NILAI CATATAN YANG MAKSIMAL MINIMAL Nilai Akhir DIPEROLEH 10 3 20 4 10 3 40 10 ««««. Pendahuluan : mendeskripsikan secara umum maksud syarahan untuk kemudian menyebutkan permasalahan. dirayah. jika permasalahannya satu maka kesimpulan juga satu. JENIS YANG DINILAI 1 Ketepatan terjemah 2 Sistematika dan Isi 3 Kaidah & gaya bahasa Jumlah «««« . baik secara deduktif maupun induktif dan di interpretasikan melalui pola maudhu¶i. permasalahan. interpretasi ayat.NO.

Bagian Pendahuluan. yang tidak mengumpat. Penggunaan dalil 2. tanah kita pun subur. . Kaedah dan Gaya Bahasa : 1. pelajar putus sekolah. C. Qurasish Shihab juga mengibaratkan tanah Indonesia laksana sekeping tanah sorga yang di hamaparkan di persada nusantara. Mengena dengan maskud syarahan Menarik untuk dikaji Kaidah bahasa dan sastra yang sesuai CONTOH TEKS SYARHIL A. Ketepatan uraian isi Kekuatasan argumentasi : antara ayat. Namun kenyataannya masih banya rakyat yang berada dibawah garis kemiskinan. : dalil dapat dikalsifikasikan pada penggunaan naqli (seperi penyebutan ayat. Kita Negara kaya. : sesuai dengan ketentuan penggunaan bahasa Indonesia yang baku (struktur EYD) di Indonesia. dll. 6. seperti. lebih bagus lagi jika disebutkan halamannya. Dua ungkapan tersebut menggambarkan bertapa indah dan hebatnya sumber daya alam yang kita miliki. Mengapa hal ini terjadi? Ini disebabkan Sumber daya alam yang kita miliki belum dimanfaatkan oleh bangsa kita sendiri. bayi-bayi kekurangan gizi. ³Muhammad Qurasish Shihab di dalam Tafsir al-Mishbah´. melainkan dieksploitasi dikikis habis oleh bangsa-bangsa lain sebagai aksi penjajahan gaya baru. maupun ungkapan ulama ³qaul/wajah´) dan µaqli (seperti pendekatan sosiologis. Multatuli mengibaratkan bumi Indonesia laksana jamrud yang berada di dataran khatulistiwa.4. Pemakaian kata yang baik : yang tidak terpola pada budaya ketimuran. sumberdaya kita potensisal. secara tidak objektif. tafsiran. dan penggunaan argumentasi harus saling mempengaruhi : dengan penyebutan referensi secara utuh. bahkan rakyat mati menderita kelaparan. maslahat. hadits. menghina. antropologis. Struktur kalimat yang benar 3. 5. 4. 5. dll). budaya. Di dalam tekas harus debadakan dengan ungkapan secara verbal.

ayat ini dinilai sebagai menegaskan suatu temuan ilmiah yang diperoleh melalui pengamatan di laboratorium. yaitu setiap kelompok tanaman masing-masing memiliki kesamaan dilihat dari sisi luarnya. hingga ancaman terjadinya hujan api dibeberapa belahan dunia. polusi. Muhammad Qurish Shihab dalam Tafsir al-Misbah menyebutkan. Dr. 1. Dalam tafsir al-Muntakhab. Sebab ³if the habitat was cared will give function but if not it would make destroy´. alangkah bahagia dan indahnya alam ini jika setiap individu memiliki semangat dalam memelihara dan melestarikan alam raya yang kita huni ini. Bagian-bagian tanaman dan sel-sel yang digunakannya untuk pertumbuhan memiliki kesamaan-kesamaan yang praktis tak berbeda. B. Demikian juga Allah swt menentukan bentuknya sesuai dengan penciptaan dan habitat alamnya. Pendapat atau Penafsiran Ulama. Para ilmuan menyebut abad ke-21 sebagai the age of anxietyor . menipisnya lapisan ozon di atmospir.Bahkan akhir-akhir ini akibat kecongkakan tangan-tangan manusia itu sendiri yang dibungkus sains dan teknologi telah mengikis habis keramahan alam sehingga yang nampak adalah krisis lingkungan. ³Kewajiban Manusia Memelihara dan Memakmurkan Alam´. Fenomena tersebut menandakan ketidak harmonisan hubungan manusia dengan alam raya. Isi Syarahan. demikian juga sisi dalamnya. Penyebutan Masalah. Demikianlah ungkapan Edwar Buckle dalam History Of Civilization in England. bahwa kalimat ³dan kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran´. akibatnya dirasakan oleh manusia sendiri.(19) Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup. malapetaka atomik. Jika alam lingkungan dipelihara akan berdaya guna tapi jika dibiarkan akan menimbulkan bencana. Penyebutan Ayat dan Terjemahnya. Melihat betapa pentingnya memelihara lingkungan tersebut. dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya. Hadirin. sehingga dapat menghasilkan manfaat bagi semua manusia yang ada. maka pada kesempatan ini kita akan membicarakan tentang. {19} {20} Artinya : ³Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Meskipun antara satu jenis dengan yang lainnya dapat dibedakan.(20)´ 2. surat al-Hijr ayat 19-20 : C. dengan rujukan firman Allah. Prof. dipahami oleh sementara ulama dalam arti bahwa Allah swt menumbuh-kembangkan di bumi ini aneka ragam tanaman untuk kelangsungan hidup dan menetapkan bagi setiap tanaman itu masa pertumbuhan dan penuaian tertentu. tetapi semuanya dapat di klasifikasikan dalam satu kelompok yang sama. sesuai dengan kuantitas dan kebutuhan makhluk hidup.

perang antar suku dan bangsa menjadi-jadi. Hadirin. Kondisi tersebut hadirin. abad yang penuh dengan kegelisahan. karena itu mohonlah ampunan-Nya. 3. Rasulullah saw bersabda : . penyakit kejiwaan yang dapat mematikan seluruh umat manusia secara perlahan dan mengerikan. dari permukaan laut alias rata menjadi laut. semangat hidup tiada dan enggan berkaryabahkan yang paling parah munculnya berbagai penyakit psikomotis. jiwa terasa hampa dan merana. kecemasan.restlenses. Lalu bagaimanakah tanggung jawab dan usaha kita sebagai warga negara dalam memelihara alam lingkungan ini? Sebagai jawabannya. resesi ekonomi melanda seluruh lapisan warga. hati menjadi resah dan gelisah. sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Shaleh berkata: Hai kaumku. mensejahterakan umat manusia sendiri lebih-lebih lingkungan-nya sebagai tempat tinggal dan menetap. kita cermati untuk kita antisifasi agar saat ini maupun kelak tidak lagi terjadi kerusakan alam. Wilayah DKI Jakarta bisa mencapai daratan 0. jelas telah menimbulkan beban psikologis bagi kehidupan masyarakat. Sebagaimana terurai di dalam al-Qur¶an surat Huud ayat 61 : {16} Artinya : ³Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. sehingga jika terjadi penambahan sumur lagi pada tahun 2010 nanti. Analisis Pensyarah.´ Demikianlah firman Allah yang yang menginformasikan kepada kita bahwa manusia diciptakan dari tanah dan ditugasi untuk memakmurkan tanah atau bumi. sembahlah Allah. kita fikirkan. Ancaman kerusakan tersebut hadirin sebuah bukti yang harus kita renungkan.118 Sumur Bor dengan kedalaman tidak kurang dari 40 M. Pertama : Kita harus mendukung dan membantu program pemerintah dengan jalan melakukan reboisasi tanah-tanah gundul. lalu apakah tugas manusia di muka bumi ini? tidak lain adalah untuk memakmurkan bumi. Kerusakan alam biotiks biasanya berwal dari kerusakan alam abiotis yakni moral manusia. Kedua : Kita syukuri alam sebagai nikmat Allah swt dengan cara memeliharanya agar kita dikasihi oleh Allah swt. pembuatan terasering untuk mencegah longsor. penanggulangan limbah dan sampah bersama-sama dan menghentikan pemburuan satwa serta penebangan hutan secara liar. kalaupun bertahan namun hidup tidak lagi merasakan ketenangan.0 M. Karena itu dalam bidang ilmu pengetahuan alam kita mengenal istilah alam biotiks (alam raya) dan alam abiotis (berupa moral manusia). Sebagai contoh : berdasarkan penelitian Wahana Lingkungan Hidup di DKI Jakarta tercatat memiliki 2. akibatnya masyarakat menjadi serba salah. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmatNya) lagi memperkenankan (do`a hamba-Nya). kemudian bertobatlah kepada-Nya. ledakan penduduk semakin tak terkendali bahkan pencemaran lingkungan menjadi ancaman kehidupan.

perlu diketahui bahwa orang pintar tapi salah. kita tengok beberapa kejadian baru-baru ini. dan satwa-satwa diburu. terjadi banjir di jakarta. gempa bumi di Yogyakarta dan gunung-gunung meletus di beberapa daerah Negara kita ini. bersahabat dengan kita Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang D. gunung-gunung di gunduli. Dengan demikian. tidak shaleh. Oleh karena itu. gelombang pasang naik kedaratan. terhadapa alam raya. manusia sendiri yang menanggungnya. semoga Allah memberikan keberkahan kepada bangsa ini. longsor di Sumatera Barat. orang hebat namun bergelimang maksiat mustahil peduli mengelola alam raya. jebolnya tanggul di Situ Gintung Tanggerang yang menghabiskan ratusan nyawa manusia dan lain sebagainya. tidak mungkin memakkmurkan alam.´ Apabila sikap ini kita aplikasikan maka Allah swt menjamin kemakmuran alam raya yang kita miliki sehingga kita jauh dari petaka. malah yang timbul adalah watak-watak perusak. Isi Kesimpulan. namun akan menimbulkan petaka jika dirusak. terlebih kepada Allah swt. terhindar dari bencana tapi dekat dengan nikmat dan barakat dari Allah swt yang Maha Qudrat. Hadirin. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita dalam mengemban amanah sebagai khalifah di muka bumi ini terutama dalam mengelola alam. dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa alam akan berdaya guna jika dipelihara. Contoh . Padahal akibatnya. Bentuk perusakan alam adalah dengan memperbanyak maksiat dalam hidup dan penghidupan manusia. dalam rangka mengelola alam ini kita hindari diri kita masing-masing dari perbuatan-perbuatan maksiat.³Sayangilah oleh kamu sekalian segala apa yang ada di muka bumi ini niscaya yang di atas (Allah) akan menyayangimu. baik terhadap diri sendiri. pohon-pohon ditebangi. Belum cukup dengan semua itu kitapun dikejutkan dengan munculnya angin topan. Mengapa demikian? Ebid G Ade melantunkan : Barangkali di sana ada jawabnya Mengapa di tanahku terjadi bencana Mungkin Tuhan mulai bosan Melihat tingkah kita. yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa Atau alam mulai enggan. amin ya rabbal µalamin.

Namun kenyataannya masih banya rakyat yang berada dibawah garis kemiskinan. dengan rujukan firman Allah. tanah kita pun subur. menipisnya lapisan ozon di atmospir. dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya. hingga ancaman terjadinya hujan api dibeberapa belahan dunia. ³Kewajiban Manusia Memelihara dan Memakmurkan Alam´. maka pada kesempatan ini kita akan membicarakan tentang. akibatnya dirasakan oleh manusia sendiri. surat al-Hijr ayat 19-20 : {19} {20} Artinya : ³Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Demikianlah ungkapan Edwar Buckle dalam History Of Civilization in England.(20)´ Hadirin Rahimakumullah. pelajar putus sekolah. malapetaka atomik. . melainkan dieksploitasi dikikis habis oleh bangsa-bangsa lain sebagai aksi penjajahan gaya baru. Fenomena tersebut menandakan ketidak harmonisan hubungan manusia dengan alam raya. bayi-bayi kekurangan gizi.Full Teks Syarhil Qur¶an KEWAJIBAN MANUSIA MEMELIHARA DAN MEMAKMURKAN ALAM } Hadirin Rahimakumullah. Qurasish Shihab juga mengibaratkan tanah Indonesia laksana sekeping tanah sorga yang di hamaparkan di persada nusantara. Dua ungkapan tersebut menggambarkan bertapa indah dan hebatnya sumber daya alam yang kita miliki. Sebab ³if the habitat was cared will give function but if not it would make destroy´. polusi. Mengapa hal ini terjadi? Ini disebabkan Sumber daya alam yang kita miliki belum dimanfaatkan oleh bangsa kita sendiri. Bahkan akhir-akhir ini akibat kecongkakan tangan-tangan manusia itu sendiri yang dibungkus sains dan teknologi telah mengikis habis keramahan alam sehingga yang nampak adalah krisis lingkungan. } Multatuli mengibaratkan bumi Indonesia laksana jamrud yang berada di dataran khatulistiwa. sumberdaya kita potensisal. Melihat betapa pentingnya memelihara lingkungan tersebut. bahkan rakyat mati menderita kelaparan. Kita Negara kaya. Jika alam lingkungan dipelihara akan berdaya guna tapi jika dibiarkan akan menimbulkan bencana.(19) Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup.

Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmatNya) lagi memperkenankan (do`a hamba-Nya). Hadirin. akibatnya masyarakat menjadi serba salah. demikian juga sisi dalamnya. abad yang penuh dengan kegelisahan.´ Ma¶asyiral muslimin Rakhimakumullah. Hadirin. dipahami oleh sementara ulama dalam arti bahwa Allah swt menumbuh-kembangkan di bumi ini aneka ragam tanaman untuk kelangsungan hidup dan menetapkan bagi setiap tanaman itu masa pertumbuhan dan penuaian tertentu. Bagian-bagian tanaman dan sel-sel yang digunakannya untuk pertumbuhan memiliki kesamaan-kesamaan yang praktis tak berbeda. tetapi semuanya dapat di klasifikasikan dalam satu kelompok yang sama. penyakit kejiwaan yang dapat mematikan seluruh umat manusia secara perlahan dan mengerikan. sesuai dengan kuantitas dan kebutuhan makhluk hidup. bahwa kalimat ³dan kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran´. sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. sehingga dapat menghasilkan manfaat bagi semua manusia yang ada. perang antar suku dan bangsa menjadi-jadi. Demikianlah firman Allah yang yang menginformasikan kepada kita bahwa manusia diciptakan dari tanah dan ditugasi untuk memakmurkan tanah atau bumi. jelas telah menimbulkan beban psikologis bagi kehidupan masyarakat. Dr. lalu apakah tugas manusia di muka bumi ini? tidak lain adalah untuk memakmurkan bumi. Demikian juga Allah swt menentukan bentuknya sesuai dengan penciptaan dan habitat alamnya. kemudian bertobatlah kepada-Nya. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya. kalaupun bertahan namun hidup tidak lagi merasakan ketenangan. hati menjadi resah dan gelisah. sembahlah Allah. Karena itu dalam bidang ilmu pengetahuan alam kita mengenal istilah alam biotiks (alam raya) dan alam abiotis (berupa moral . ledakan penduduk semakin tak terkendali bahkan pencemaran lingkungan menjadi ancaman kehidupan. karena itu mohonlah ampunan-Nya. Dalam tafsir al-Muntakhab. Muhammad Qurish Shihab dalam Tafsir al-Misbah menyebutkan. yaitu setiap kelompok tanaman masing-masing memiliki kesamaan dilihat dari sisi luarnya.Prof. alangkah bahagia dan indahnya alam ini jika setiap individu memiliki semangat dalam memelihara dan melestarikan alam raya yang kita huni ini. ayat ini dinilai sebagai menegaskan suatu temuan ilmiah yang diperoleh melalui pengamatan di laboratorium. mensejahterakan umat manusia sendiri lebih-lebih lingkungan-nya sebagai tempat tinggal dan menetap. resesi ekonomi melanda seluruh lapisan warga. Kondisi tersebut hadirin. Shaleh berkata: Hai kaumku. Meskipun antara satu jenis dengan yang lainnya dapat dibedakan. Sebagaimana terurai di dalam al-Qur¶an surat Huud ayat 61 : {16} Artinya : ³Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. jiwa terasa hampa dan merana. kecemasan. Para ilmuan menyebut abad ke-21 sebagai the age of anxietyor restlenses. semangat hidup tiada dan enggan berkaryabahkan yang paling parah munculnya berbagai penyakit psikomotis.

Sebagai contoh : berdasarkan penelitian Wahana Lingkungan Hidup di DKI Jakarta tercatat memiliki 2.0 M. Hadirin. tidak shaleh. terjadi banjir di jakarta. terhindar dari bencana tapi dekat dengan nikmat dan barakat dari Allah swt yang Maha Qudrat. Pertama : Kita harus mendukung dan membantu program pemerintah dengan jalan melakukan reboisasi tanah-tanah gundul. lonesor. Rasulullah saw bersabda : ³Sayangilah oleh kamu sekalian segala apa yang ada di muka bumi ini niscaya yang di atas (Allah) akan menyayangimu. perlu diketahui bahwa orang pintar tapi salah. orang hebat namun bergelimang maksiat mustahil peduli mengelola alam raya. gunung-gunung di gunduli. Kerusakan alam biotiks biasanya berwal dari kerusakan alam abiotis yakni moral manusia. pohon-pohon ditebangi. jebolnya tanggul di Situ Gintung Tanggerang yang menghabiskan ratusan nyawa manusia dan lain sebagainya. Mengapa demikian? Ebid G Ade melantunkan : Barangkali di sana ada jawabnya Mengapa di tanahku terjadi bencana Mungkin Tuhan mulai bosan Melihat tingkah kita. penanggulangan limbah dan sampah bersama-sama dan menghentikan pemburuan satwa serta penebangan hutan secara liar. Padahal akibatnya. dan satwa-satwa diburu. Lalu bagaimanakah tanggung jawab dan usaha kita sebagai warga negara dalam memelihara alam lingkungan ini? Sebagai jawabannya.118 Sumur Bor dengan kedalaman tidak kurang dari 40 M. kita tengok beberapa kejadian baru-baru ini. kita cermati untuk kita antisifasi agar saat ini maupun kelak tidak lagi terjadi kerusakan alam. dari permukaan laut alias rata menjadi laut. Wilayah DKI Jakarta bisa mencapai daratan 0. tidak mungkin memakkmurkan alam. pembuatan terasering untuk mencegah longsor. kita fikirkan.´ Apabila sikap ini kita aplikasikan maka Allah swt menjamin kemakmuran alam raya yang kita miliki sehingga kita jauh dari petaka. yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa Atau alam mulai enggan. Kedua : Kita syukuri alam sebagai nikmat Allah swt dengan cara memeliharanya agar kita dikasihi oleh Allah swt. malah yang timbul adalah watak-watak perusak. gelombang pasang naik kedaratan. Belum cukup dengan semua itu kitapun dikejutkan dengan munculnya angin topan. gempa bumi di Yogyakarta dan gunung-gunung meletus di beberapa daerah Negara kita ini. manusia sendiri yang menanggungnya. Ancaman kerusakan tersebut hadirin sebuah bukti yang harus kita renungkan. sehingga jika terjadi penambahan sumur lagi pada tahun 2010 nanti. bersahabat dengan kita .manusia).

Oleh karena itu. amin ya rabbal µalamin. Bentuk perusakan alam adalah dengan memperbanyak maksiat dalam hidup dan penghidupan manusia. baik terhadap diri sendiri. dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa alam akan berdaya guna jika dipelihara. semoga Allah memberikan keberkahan kepada bangsa ini. dalam rangka mengelola alam ini kita hindari diri kita masing-masing dari perbuatan-perbuatan maksiat. namun akan menimbulkan petaka jika dirusak. terhadapa alam raya . terlebih kepada Allah swt. . Semoga Allah memberikan kekuatau kepada kita dalam mengemban amanah sebagai khalifah di muka bumi ini terutama dalam mengelola alam.Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang Dengan demikian.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->