BENTUK ISI TEKS SYARHIL QUR¶AN

16 02 2011

SOSIALISASI ISI TEKS SYARAHAN DALAM MUSABAQAH SYARHIL QUR¶AN [MSyQ] Oleh : Ahmad Rajafi, MHI Disetuji Oleh Pengurus LPTQ Propinsi Lampung LEMBAGA PENGEMBANGAN TILAWATIL QUR¶AN PROPINSI LAMPUNG TAHUN 2010 M / 1431 H

PENDAHULUAN Fenomena minimnya penulisan teks syarhil yang berstandar nasional dan relevan dengan penilaian saat ini adalah satu keresahan sosial yang harus segera diselesaikan baik secara kolektif seperti melalui pembinaan secara terorganisir dari lembaga yang berwenang maupun melalui sosialisasi seperti tulisan ini, yang dibuat oleh Tim Dewan Hakim Syarhil Qur¶an pada MTQ Propinsi Lampung ke-38 di Lampung Barat. Terdiri dari Drs. Hi. Mansuri Ismail sebagai Koordinator. Efa Rodiah Nur, M.Hum., Hi. Asrori, MH., dan Ahmad Rajafi, MHI., sebagai tim penilai, dkk. Ataupun secara personal, seperti yang dilakukan oleh pembina-pembina di daerah. Meski tidak dapat dipungkiri bahwa tulisan singkat ini jauh dari sempurna, akan tetapi paling tidak, kegerahan ini dapat diperingan dengan tulisan yang bersifat temporer, yang suatu saat akan direvisi sesuai dengan situasi dan keadaan yang berkembang. Adapun tulisan ini hanya terfokus pada isi syarahan, karena memang di satu sisi, penilaian di bidang ini adalah penilaian tertinggi, yang secara komulatif berjumlah 40 (empat puluh), dan di sisi lain, fakus dari Musabaqah Syarhil Qur¶an adalah isi dari syarahan tersebut, sehingga dapat membawa audiens ke dalam suasana yang dideskripsikan oleh pensyarah. Kelemahan kita di lapangan adalah, begitu banyak peserta-peserta syarhil yang isi syarahannya sangat ringan bahkan miskin analisis faktual. Semua hampir bersifat normatif dan bahkan tidak singkron antara maksud tema dengan isi syarahan. Lalu jalan pintas yang dilakukan oleh daerah adalah meminta kepada sesorang untuk membuatkannya, atau secara tidak langsung pembina memaksa peserta, namun dengan tidak dilakukan pengawasan dan editing teks secara sempurna.

Bagian Muqaddimah. Lalu pertanyaan besarnya. dengan terus meng-update pengetahuan kita tentang syarhil. 1. karena apa yang disampaikan oleh isi hati yang paling dalam akan mudah diterima oleh hati yang paling dalam juga. Hamdalah Shalawat dan Salam Terhadap Nabi Kebenaran Bacaan Muqaddimah .´ Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan memberikan semangat baru untuk memajukan Syarhil Qur¶an ke depan. Secara Umum Tentang Teks. maka sesungguhnya ungkapan itu jika lahir dari hati maka akan tertanam di dalam hati orang yang mendengar ungkapan tersebut. Kefasihan Bacaan Salam Kefasihan Bacaan Muqaddimah . Untuk itu. GAMBARA UMUM TEORI MUSABAQAH SYARHIL QUR¶AN [MSyQ] A. al-Sunnah dan keilmuan µulama sebagai pewarisnya. 1) 2) c. isi syarahan di satu sisi harus berafiliasi dengan ruh ceramah dan di sisi lain juga berafiliasi dengan ruh pidato sehingga menghasilkan syarahan yang ³apik´ dan menarik untuk dibaca dan diperdengarkan. namun juga tidak dapat menafikan orisinalitas rujukan yang telah dikutip dan kaya akan analisis kritis-faktual tentunya. lebih mudah diresapi oleh orang lain. Syarat utama yang harus dilakukan adalah.Kelemahan lain yang lebih menggelitik adalah. serta pola pidato yang syarat keilmuan namun monoton dalam penyampaian. b. meskipun dari anak kecil yang dalam pandangan zhahir kita lemah dan rendah. di manakah letak syarhil? Syarhil pada dasarnya merupakan hasil kompromi antara ceramah dan pidato. tertawa atau menangis. begitu banyak pembina kita di daerah yang menyamakan pembuatan teks tersebut dengan pola ceramah ataupun pidato formal. semuanya murni dari hati yang paling dalam. Sebagaimana ungkapan Ibnu µUjaibah : Artinya : ³tidak dapat diragukan lagi bahwa keteladanan dari orang-orang yang ikhlash dan bijak. di mana si pensyarah harus harus mampu masuk ke dalam keinginan pendengar dengan ungkapan yang mengajak pendengar tersenyum atau kesal. Pola ceramah yang ringan analisis dan menyepelekan bentuk teks. (inilah pola ceramah). Semoga Allah selalu membimbing kita dengan al-Qur¶an. a. ³yang penting pendengarnya senang´.

b. Bagian Isi. Hadits. Benar. Aksentuasi. c. e. g. a. Intonasi dan Aksentuasi.d. f. g. f. Menanjak Menurun . e. a. b. Menjelaskan Konsep Utama Dalam Ayat Relevansi Ayat Dengan Isi Mengemukakan Maksud Ayat Secara Global Kefasihan Dalam Membaca Istilah Yang Berbahasa Asing Menyebutkan Rujukan Bacaan Memperkaya Analisis Dengan Dalil Al-Qur¶an. Secar Umum Tentang Intonasi. h. d. Peribahasa dan Sya¶ir Menuangkan Asbab An-Nuzul Ayat dan Asbab al-Wurud Hadits Menunjukkan Isi Ayat Dengan Problem Kekinian Yang Dihadapi Jama¶ah Memberikan Contoh 3. a. i. 1. b. Gaya dan Mimik. Mensifati Hamdalah Atau Menyebut Dalil al-Qur¶an dan al-Hadits Mensifati Hamdalah Dengan Topik yang Ada Ungkapan Sapaan Kepada Audiens (Jama¶ah) Mengemukakan Latar Belakang / Pengantar Pembahasan 2. dan Etis B. Sistematika Penggunaan Bahasa. c. Pendekatan Deduktif ( Umum Ke Khusus ) Pendekatan Induktif ( Khusus Ke Umum ) Bergantian Deduktif dan Induktif Penggunaan Bahasa Yang Baik. d.

Model Tampilan Pakaian Yang Dikenakan Keserasian Tampilan Gerak Bahasa Tubuh Dengan Maksud Isi Paparan Khutbah Ekspresi Kejiwaan Daya Tarik Persuasif (bersifat membujuk secara halus agar menjadi yakin) C. maka Hakim penilai bidang tersebut dapat meminta klarifikasi melalui Ketua Majelis. Norma Penilaian. a. 2. 1. f. Bila terdapat suatu hal pada bidang tertentu yang diduga sebagai kekeliruan dalam penilaian. 3. . sehingga tercapai kesepakatan dalam musyawarah majelis dan jika tidak tercapai kesepakatan. Evaluasi Khutbah Dalam Latihan. 2. Gaya dan Mimik . c. dapat diajukan ke dalam Sidang Pleno Dewan Hakim. Hakim menilai penampilan peserta berdasar ketentuan yang berlaku. Dalam menilai bidang yang sama. d. kecuali bila selisih itu konsisten (ajeg) bagi seluruh peserta. e. Kesatuan Yang Utuh (Integritas) Antara Laga Dalam Penampilan Yang Memancarkan Kewibawaan Dan Kejujuran b. e. 1. Bertanya Dengan Orang yang Mendengarkan Rekaman Suara PENILAIAN DEWAN HAKIM BIDANG TERJEMAH DAN MATERI SYARAHAN A.c. d. Bergantian Menanjak Dan Menurun Datar Kesesuaian Volume Suara Dengan Maksud Isi Khutbah Daya Tarik Persuasif (bersifat membujuk secara halus agar menjadi yakin) 2. antara satu hakim dengan yang lain tidak diperbolehkan adanya selisih nilai lebih dari 3.

4. 3. Isi : penilaian tentang keutuhan. : ««««. ««««««. Sistematika : penilaian tentang susunan dan urutan materi yang mencakup pendahuluan. Kaedah dan Gaya Bahasa : penilaian tentang pemakaian kata dan struktur kalimat yang benar.. kedalaman. Babak Topik : Syarh Al Qur¶an : Penyisihan/final *) : No. Dalam rangka transparansi dan modernisasi maka diperlukan perangkat IT dalam penilaian. 3. keluasan dan ketepatan uraian dan kekuatan argumentasi termasuk dalil-dalil yang dipergunakan.. 1. Peserta Giliran : ««««. B. Ketepatan Terjemah Sistematika dan Isi Kaidah dan Gaya Bahasa Rincian Bidang Terjemah dan Materi Syarahan Ketepatan Terjemah : penilaian tentang isi terjemah yang sesuai dengan kandungan ayat. mengena dan menarik sesuai dengan kaidah bahasa dan sastra. 2. CONTOH BLANGKO PENILAIAN Model : H17 LEMBAGA PENGEMBANGAN TILAWATIL QUR¶AN TINGKAT NASIONAL MTQ/STQ TINGKAT NASIONAL FORMULIR PENILAIAN BIDANG TERJEMAH DAN MATERI Cabang No. permasalahan. C. 1. Bidang Terjemah dan Materi Syarahan Meliputi.4. 2. . pembahasan dan kesimpulan.

««««««. interpretasi ayat. = PENJELASAN TENTANG MATERI SYARAHAN A. baik satu variabel atu lebih. maupun substansial Keluasan isi : baik dengan menggunakan anlisis kritis. kesimpulan 2. 3. ayat bahasan. Kedalaman isi : baik dengan pendekatan tekstual. hermeneutik.NO. argumentasi secara rasional. 4. komparatif. riwayah. Kesimpulan B. Hakim Penilai *) Coret yang tidak perlu Nama Terang NILAI NILAI NILAI CATATAN YANG MAKSIMAL MINIMAL Nilai Akhir DIPEROLEH 10 3 20 4 10 3 40 10 ««««. dirayah. .. kontekstual. jika permasalahannya satu maka kesimpulan juga satu. permasalahan. dll. Keutuhan isi : dengan menjabarkan pendahuluan. baik secara induktif maupun deduktif. dll. 3. Pendahuluan : mendeskripsikan secara umum maksud syarahan untuk kemudian menyebutkan permasalahan. dll. Permasalahan : inti kajian. Pembahasan : merangkai kata dengan berargumentasi tentang maksud ayat. Isi : 1. : kesimpulan disebutkan sesuai dengan jumlah masalah yang dikaji. baik secara deduktif maupun induktif dan di interpretasikan melalui pola maudhu¶i. 2. Susunan dan Urutan Materi : 1. baik berupa judul atau tema yang sebelumnya disebutkan permasalahan. JENIS YANG DINILAI 1 Ketepatan terjemah 2 Sistematika dan Isi 3 Kaidah & gaya bahasa Jumlah «««« .

maupun ungkapan ulama ³qaul/wajah´) dan µaqli (seperti pendekatan sosiologis. Di dalam tekas harus debadakan dengan ungkapan secara verbal. Struktur kalimat yang benar 3. Dua ungkapan tersebut menggambarkan bertapa indah dan hebatnya sumber daya alam yang kita miliki. dan penggunaan argumentasi harus saling mempengaruhi : dengan penyebutan referensi secara utuh. secara tidak objektif. 6. Kaedah dan Gaya Bahasa : 1. melainkan dieksploitasi dikikis habis oleh bangsa-bangsa lain sebagai aksi penjajahan gaya baru. Multatuli mengibaratkan bumi Indonesia laksana jamrud yang berada di dataran khatulistiwa. 4. Namun kenyataannya masih banya rakyat yang berada dibawah garis kemiskinan. menghina. seperti. lebih bagus lagi jika disebutkan halamannya. maslahat. dll. Kita Negara kaya. Ketepatan uraian isi Kekuatasan argumentasi : antara ayat. Mengapa hal ini terjadi? Ini disebabkan Sumber daya alam yang kita miliki belum dimanfaatkan oleh bangsa kita sendiri. sumberdaya kita potensisal. ³Muhammad Qurasish Shihab di dalam Tafsir al-Mishbah´. antropologis. Qurasish Shihab juga mengibaratkan tanah Indonesia laksana sekeping tanah sorga yang di hamaparkan di persada nusantara. bahkan rakyat mati menderita kelaparan. C. pelajar putus sekolah. Mengena dengan maskud syarahan Menarik untuk dikaji Kaidah bahasa dan sastra yang sesuai CONTOH TEKS SYARHIL A. . 5. Bagian Pendahuluan.4. yang tidak mengumpat. budaya. dll). tanah kita pun subur. : dalil dapat dikalsifikasikan pada penggunaan naqli (seperi penyebutan ayat. 5. : sesuai dengan ketentuan penggunaan bahasa Indonesia yang baku (struktur EYD) di Indonesia. hadits. Pemakaian kata yang baik : yang tidak terpola pada budaya ketimuran. Penggunaan dalil 2. tafsiran. bayi-bayi kekurangan gizi.

menipisnya lapisan ozon di atmospir. Penyebutan Masalah. B. Melihat betapa pentingnya memelihara lingkungan tersebut. Hadirin. tetapi semuanya dapat di klasifikasikan dalam satu kelompok yang sama. Dalam tafsir al-Muntakhab. ³Kewajiban Manusia Memelihara dan Memakmurkan Alam´. Demikianlah ungkapan Edwar Buckle dalam History Of Civilization in England. yaitu setiap kelompok tanaman masing-masing memiliki kesamaan dilihat dari sisi luarnya. Isi Syarahan. bahwa kalimat ³dan kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran´. Bagian-bagian tanaman dan sel-sel yang digunakannya untuk pertumbuhan memiliki kesamaan-kesamaan yang praktis tak berbeda. akibatnya dirasakan oleh manusia sendiri. Sebab ³if the habitat was cared will give function but if not it would make destroy´. dipahami oleh sementara ulama dalam arti bahwa Allah swt menumbuh-kembangkan di bumi ini aneka ragam tanaman untuk kelangsungan hidup dan menetapkan bagi setiap tanaman itu masa pertumbuhan dan penuaian tertentu. Pendapat atau Penafsiran Ulama. polusi. Jika alam lingkungan dipelihara akan berdaya guna tapi jika dibiarkan akan menimbulkan bencana. Prof. {19} {20} Artinya : ³Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. alangkah bahagia dan indahnya alam ini jika setiap individu memiliki semangat dalam memelihara dan melestarikan alam raya yang kita huni ini. ayat ini dinilai sebagai menegaskan suatu temuan ilmiah yang diperoleh melalui pengamatan di laboratorium. Meskipun antara satu jenis dengan yang lainnya dapat dibedakan. 1. surat al-Hijr ayat 19-20 : C. sehingga dapat menghasilkan manfaat bagi semua manusia yang ada. maka pada kesempatan ini kita akan membicarakan tentang. Muhammad Qurish Shihab dalam Tafsir al-Misbah menyebutkan. Dr. demikian juga sisi dalamnya. Penyebutan Ayat dan Terjemahnya.(20)´ 2. Para ilmuan menyebut abad ke-21 sebagai the age of anxietyor .(19) Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup. hingga ancaman terjadinya hujan api dibeberapa belahan dunia. malapetaka atomik.Bahkan akhir-akhir ini akibat kecongkakan tangan-tangan manusia itu sendiri yang dibungkus sains dan teknologi telah mengikis habis keramahan alam sehingga yang nampak adalah krisis lingkungan. Fenomena tersebut menandakan ketidak harmonisan hubungan manusia dengan alam raya. dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya. sesuai dengan kuantitas dan kebutuhan makhluk hidup. dengan rujukan firman Allah. Demikian juga Allah swt menentukan bentuknya sesuai dengan penciptaan dan habitat alamnya.

Shaleh berkata: Hai kaumku. pembuatan terasering untuk mencegah longsor. sehingga jika terjadi penambahan sumur lagi pada tahun 2010 nanti. semangat hidup tiada dan enggan berkaryabahkan yang paling parah munculnya berbagai penyakit psikomotis. penyakit kejiwaan yang dapat mematikan seluruh umat manusia secara perlahan dan mengerikan. Kondisi tersebut hadirin. kita cermati untuk kita antisifasi agar saat ini maupun kelak tidak lagi terjadi kerusakan alam. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmatNya) lagi memperkenankan (do`a hamba-Nya). kecemasan. mensejahterakan umat manusia sendiri lebih-lebih lingkungan-nya sebagai tempat tinggal dan menetap. Kerusakan alam biotiks biasanya berwal dari kerusakan alam abiotis yakni moral manusia. perang antar suku dan bangsa menjadi-jadi.restlenses. kalaupun bertahan namun hidup tidak lagi merasakan ketenangan. dari permukaan laut alias rata menjadi laut. kemudian bertobatlah kepada-Nya. kita fikirkan. sembahlah Allah.118 Sumur Bor dengan kedalaman tidak kurang dari 40 M. akibatnya masyarakat menjadi serba salah. penanggulangan limbah dan sampah bersama-sama dan menghentikan pemburuan satwa serta penebangan hutan secara liar. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya. Lalu bagaimanakah tanggung jawab dan usaha kita sebagai warga negara dalam memelihara alam lingkungan ini? Sebagai jawabannya. abad yang penuh dengan kegelisahan. Pertama : Kita harus mendukung dan membantu program pemerintah dengan jalan melakukan reboisasi tanah-tanah gundul. Wilayah DKI Jakarta bisa mencapai daratan 0. 3. Analisis Pensyarah. Ancaman kerusakan tersebut hadirin sebuah bukti yang harus kita renungkan. resesi ekonomi melanda seluruh lapisan warga. karena itu mohonlah ampunan-Nya. Kedua : Kita syukuri alam sebagai nikmat Allah swt dengan cara memeliharanya agar kita dikasihi oleh Allah swt. hati menjadi resah dan gelisah. sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Sebagaimana terurai di dalam al-Qur¶an surat Huud ayat 61 : {16} Artinya : ³Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Hadirin.0 M. jiwa terasa hampa dan merana. ledakan penduduk semakin tak terkendali bahkan pencemaran lingkungan menjadi ancaman kehidupan.´ Demikianlah firman Allah yang yang menginformasikan kepada kita bahwa manusia diciptakan dari tanah dan ditugasi untuk memakmurkan tanah atau bumi. Karena itu dalam bidang ilmu pengetahuan alam kita mengenal istilah alam biotiks (alam raya) dan alam abiotis (berupa moral manusia). Sebagai contoh : berdasarkan penelitian Wahana Lingkungan Hidup di DKI Jakarta tercatat memiliki 2. Rasulullah saw bersabda : . jelas telah menimbulkan beban psikologis bagi kehidupan masyarakat. lalu apakah tugas manusia di muka bumi ini? tidak lain adalah untuk memakmurkan bumi.

´ Apabila sikap ini kita aplikasikan maka Allah swt menjamin kemakmuran alam raya yang kita miliki sehingga kita jauh dari petaka. gelombang pasang naik kedaratan. Bentuk perusakan alam adalah dengan memperbanyak maksiat dalam hidup dan penghidupan manusia. dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa alam akan berdaya guna jika dipelihara. terlebih kepada Allah swt. perlu diketahui bahwa orang pintar tapi salah. gempa bumi di Yogyakarta dan gunung-gunung meletus di beberapa daerah Negara kita ini. jebolnya tanggul di Situ Gintung Tanggerang yang menghabiskan ratusan nyawa manusia dan lain sebagainya. Oleh karena itu. malah yang timbul adalah watak-watak perusak. Padahal akibatnya. pohon-pohon ditebangi. orang hebat namun bergelimang maksiat mustahil peduli mengelola alam raya.³Sayangilah oleh kamu sekalian segala apa yang ada di muka bumi ini niscaya yang di atas (Allah) akan menyayangimu. terhindar dari bencana tapi dekat dengan nikmat dan barakat dari Allah swt yang Maha Qudrat. terhadapa alam raya. Contoh . gunung-gunung di gunduli. Dengan demikian. tidak mungkin memakkmurkan alam. manusia sendiri yang menanggungnya. yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa Atau alam mulai enggan. longsor di Sumatera Barat. bersahabat dengan kita Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang D. Belum cukup dengan semua itu kitapun dikejutkan dengan munculnya angin topan. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita dalam mengemban amanah sebagai khalifah di muka bumi ini terutama dalam mengelola alam. baik terhadap diri sendiri. Hadirin. terjadi banjir di jakarta. tidak shaleh. dan satwa-satwa diburu. kita tengok beberapa kejadian baru-baru ini. namun akan menimbulkan petaka jika dirusak. dalam rangka mengelola alam ini kita hindari diri kita masing-masing dari perbuatan-perbuatan maksiat. Isi Kesimpulan. semoga Allah memberikan keberkahan kepada bangsa ini. amin ya rabbal µalamin. Mengapa demikian? Ebid G Ade melantunkan : Barangkali di sana ada jawabnya Mengapa di tanahku terjadi bencana Mungkin Tuhan mulai bosan Melihat tingkah kita.

melainkan dieksploitasi dikikis habis oleh bangsa-bangsa lain sebagai aksi penjajahan gaya baru. Bahkan akhir-akhir ini akibat kecongkakan tangan-tangan manusia itu sendiri yang dibungkus sains dan teknologi telah mengikis habis keramahan alam sehingga yang nampak adalah krisis lingkungan. Mengapa hal ini terjadi? Ini disebabkan Sumber daya alam yang kita miliki belum dimanfaatkan oleh bangsa kita sendiri. hingga ancaman terjadinya hujan api dibeberapa belahan dunia.(19) Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup. Sebab ³if the habitat was cared will give function but if not it would make destroy´. bahkan rakyat mati menderita kelaparan. dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya. akibatnya dirasakan oleh manusia sendiri.(20)´ Hadirin Rahimakumullah. dengan rujukan firman Allah. ³Kewajiban Manusia Memelihara dan Memakmurkan Alam´. Dua ungkapan tersebut menggambarkan bertapa indah dan hebatnya sumber daya alam yang kita miliki. menipisnya lapisan ozon di atmospir. Qurasish Shihab juga mengibaratkan tanah Indonesia laksana sekeping tanah sorga yang di hamaparkan di persada nusantara. pelajar putus sekolah. tanah kita pun subur.Full Teks Syarhil Qur¶an KEWAJIBAN MANUSIA MEMELIHARA DAN MEMAKMURKAN ALAM } Hadirin Rahimakumullah. sumberdaya kita potensisal. bayi-bayi kekurangan gizi. Namun kenyataannya masih banya rakyat yang berada dibawah garis kemiskinan. } Multatuli mengibaratkan bumi Indonesia laksana jamrud yang berada di dataran khatulistiwa. Fenomena tersebut menandakan ketidak harmonisan hubungan manusia dengan alam raya. Melihat betapa pentingnya memelihara lingkungan tersebut. Jika alam lingkungan dipelihara akan berdaya guna tapi jika dibiarkan akan menimbulkan bencana. maka pada kesempatan ini kita akan membicarakan tentang. Demikianlah ungkapan Edwar Buckle dalam History Of Civilization in England. malapetaka atomik. surat al-Hijr ayat 19-20 : {19} {20} Artinya : ³Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Kita Negara kaya. . polusi.

semangat hidup tiada dan enggan berkaryabahkan yang paling parah munculnya berbagai penyakit psikomotis. Dalam tafsir al-Muntakhab. bahwa kalimat ³dan kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran´. sembahlah Allah. ledakan penduduk semakin tak terkendali bahkan pencemaran lingkungan menjadi ancaman kehidupan. Demikian juga Allah swt menentukan bentuknya sesuai dengan penciptaan dan habitat alamnya. hati menjadi resah dan gelisah. kemudian bertobatlah kepada-Nya. Hadirin. alangkah bahagia dan indahnya alam ini jika setiap individu memiliki semangat dalam memelihara dan melestarikan alam raya yang kita huni ini. dipahami oleh sementara ulama dalam arti bahwa Allah swt menumbuh-kembangkan di bumi ini aneka ragam tanaman untuk kelangsungan hidup dan menetapkan bagi setiap tanaman itu masa pertumbuhan dan penuaian tertentu. yaitu setiap kelompok tanaman masing-masing memiliki kesamaan dilihat dari sisi luarnya. Shaleh berkata: Hai kaumku. akibatnya masyarakat menjadi serba salah.Prof. sehingga dapat menghasilkan manfaat bagi semua manusia yang ada. jelas telah menimbulkan beban psikologis bagi kehidupan masyarakat. Meskipun antara satu jenis dengan yang lainnya dapat dibedakan. kecemasan. karena itu mohonlah ampunan-Nya.´ Ma¶asyiral muslimin Rakhimakumullah. Sebagaimana terurai di dalam al-Qur¶an surat Huud ayat 61 : {16} Artinya : ³Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Demikianlah firman Allah yang yang menginformasikan kepada kita bahwa manusia diciptakan dari tanah dan ditugasi untuk memakmurkan tanah atau bumi. Bagian-bagian tanaman dan sel-sel yang digunakannya untuk pertumbuhan memiliki kesamaan-kesamaan yang praktis tak berbeda. Dr. Karena itu dalam bidang ilmu pengetahuan alam kita mengenal istilah alam biotiks (alam raya) dan alam abiotis (berupa moral . mensejahterakan umat manusia sendiri lebih-lebih lingkungan-nya sebagai tempat tinggal dan menetap. abad yang penuh dengan kegelisahan. Kondisi tersebut hadirin. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmatNya) lagi memperkenankan (do`a hamba-Nya). kalaupun bertahan namun hidup tidak lagi merasakan ketenangan. tetapi semuanya dapat di klasifikasikan dalam satu kelompok yang sama. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya. demikian juga sisi dalamnya. sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. penyakit kejiwaan yang dapat mematikan seluruh umat manusia secara perlahan dan mengerikan. jiwa terasa hampa dan merana. Hadirin. resesi ekonomi melanda seluruh lapisan warga. perang antar suku dan bangsa menjadi-jadi. sesuai dengan kuantitas dan kebutuhan makhluk hidup. lalu apakah tugas manusia di muka bumi ini? tidak lain adalah untuk memakmurkan bumi. ayat ini dinilai sebagai menegaskan suatu temuan ilmiah yang diperoleh melalui pengamatan di laboratorium. Para ilmuan menyebut abad ke-21 sebagai the age of anxietyor restlenses. Muhammad Qurish Shihab dalam Tafsir al-Misbah menyebutkan.

terjadi banjir di jakarta. dari permukaan laut alias rata menjadi laut. pohon-pohon ditebangi. malah yang timbul adalah watak-watak perusak. kita cermati untuk kita antisifasi agar saat ini maupun kelak tidak lagi terjadi kerusakan alam. bersahabat dengan kita . pembuatan terasering untuk mencegah longsor.´ Apabila sikap ini kita aplikasikan maka Allah swt menjamin kemakmuran alam raya yang kita miliki sehingga kita jauh dari petaka.0 M. manusia sendiri yang menanggungnya. tidak mungkin memakkmurkan alam. lonesor. Belum cukup dengan semua itu kitapun dikejutkan dengan munculnya angin topan. Ancaman kerusakan tersebut hadirin sebuah bukti yang harus kita renungkan. Rasulullah saw bersabda : ³Sayangilah oleh kamu sekalian segala apa yang ada di muka bumi ini niscaya yang di atas (Allah) akan menyayangimu. kita tengok beberapa kejadian baru-baru ini. gelombang pasang naik kedaratan.118 Sumur Bor dengan kedalaman tidak kurang dari 40 M. sehingga jika terjadi penambahan sumur lagi pada tahun 2010 nanti. gunung-gunung di gunduli.manusia). tidak shaleh. terhindar dari bencana tapi dekat dengan nikmat dan barakat dari Allah swt yang Maha Qudrat. Wilayah DKI Jakarta bisa mencapai daratan 0. yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa Atau alam mulai enggan. Sebagai contoh : berdasarkan penelitian Wahana Lingkungan Hidup di DKI Jakarta tercatat memiliki 2. perlu diketahui bahwa orang pintar tapi salah. Kedua : Kita syukuri alam sebagai nikmat Allah swt dengan cara memeliharanya agar kita dikasihi oleh Allah swt. orang hebat namun bergelimang maksiat mustahil peduli mengelola alam raya. jebolnya tanggul di Situ Gintung Tanggerang yang menghabiskan ratusan nyawa manusia dan lain sebagainya. Pertama : Kita harus mendukung dan membantu program pemerintah dengan jalan melakukan reboisasi tanah-tanah gundul. Hadirin. kita fikirkan. dan satwa-satwa diburu. Kerusakan alam biotiks biasanya berwal dari kerusakan alam abiotis yakni moral manusia. gempa bumi di Yogyakarta dan gunung-gunung meletus di beberapa daerah Negara kita ini. Mengapa demikian? Ebid G Ade melantunkan : Barangkali di sana ada jawabnya Mengapa di tanahku terjadi bencana Mungkin Tuhan mulai bosan Melihat tingkah kita. penanggulangan limbah dan sampah bersama-sama dan menghentikan pemburuan satwa serta penebangan hutan secara liar. Padahal akibatnya. Lalu bagaimanakah tanggung jawab dan usaha kita sebagai warga negara dalam memelihara alam lingkungan ini? Sebagai jawabannya.

amin ya rabbal µalamin. terlebih kepada Allah swt. dalam rangka mengelola alam ini kita hindari diri kita masing-masing dari perbuatan-perbuatan maksiat. terhadapa alam raya . namun akan menimbulkan petaka jika dirusak. Semoga Allah memberikan kekuatau kepada kita dalam mengemban amanah sebagai khalifah di muka bumi ini terutama dalam mengelola alam. . baik terhadap diri sendiri. dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa alam akan berdaya guna jika dipelihara. semoga Allah memberikan keberkahan kepada bangsa ini. Oleh karena itu. Bentuk perusakan alam adalah dengan memperbanyak maksiat dalam hidup dan penghidupan manusia.Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang Dengan demikian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful