BENTUK ISI TEKS SYARHIL QUR¶AN

16 02 2011

SOSIALISASI ISI TEKS SYARAHAN DALAM MUSABAQAH SYARHIL QUR¶AN [MSyQ] Oleh : Ahmad Rajafi, MHI Disetuji Oleh Pengurus LPTQ Propinsi Lampung LEMBAGA PENGEMBANGAN TILAWATIL QUR¶AN PROPINSI LAMPUNG TAHUN 2010 M / 1431 H

PENDAHULUAN Fenomena minimnya penulisan teks syarhil yang berstandar nasional dan relevan dengan penilaian saat ini adalah satu keresahan sosial yang harus segera diselesaikan baik secara kolektif seperti melalui pembinaan secara terorganisir dari lembaga yang berwenang maupun melalui sosialisasi seperti tulisan ini, yang dibuat oleh Tim Dewan Hakim Syarhil Qur¶an pada MTQ Propinsi Lampung ke-38 di Lampung Barat. Terdiri dari Drs. Hi. Mansuri Ismail sebagai Koordinator. Efa Rodiah Nur, M.Hum., Hi. Asrori, MH., dan Ahmad Rajafi, MHI., sebagai tim penilai, dkk. Ataupun secara personal, seperti yang dilakukan oleh pembina-pembina di daerah. Meski tidak dapat dipungkiri bahwa tulisan singkat ini jauh dari sempurna, akan tetapi paling tidak, kegerahan ini dapat diperingan dengan tulisan yang bersifat temporer, yang suatu saat akan direvisi sesuai dengan situasi dan keadaan yang berkembang. Adapun tulisan ini hanya terfokus pada isi syarahan, karena memang di satu sisi, penilaian di bidang ini adalah penilaian tertinggi, yang secara komulatif berjumlah 40 (empat puluh), dan di sisi lain, fakus dari Musabaqah Syarhil Qur¶an adalah isi dari syarahan tersebut, sehingga dapat membawa audiens ke dalam suasana yang dideskripsikan oleh pensyarah. Kelemahan kita di lapangan adalah, begitu banyak peserta-peserta syarhil yang isi syarahannya sangat ringan bahkan miskin analisis faktual. Semua hampir bersifat normatif dan bahkan tidak singkron antara maksud tema dengan isi syarahan. Lalu jalan pintas yang dilakukan oleh daerah adalah meminta kepada sesorang untuk membuatkannya, atau secara tidak langsung pembina memaksa peserta, namun dengan tidak dilakukan pengawasan dan editing teks secara sempurna.

Pola ceramah yang ringan analisis dan menyepelekan bentuk teks. lebih mudah diresapi oleh orang lain. Semoga Allah selalu membimbing kita dengan al-Qur¶an. (inilah pola ceramah). meskipun dari anak kecil yang dalam pandangan zhahir kita lemah dan rendah. Lalu pertanyaan besarnya. al-Sunnah dan keilmuan µulama sebagai pewarisnya. Hamdalah Shalawat dan Salam Terhadap Nabi Kebenaran Bacaan Muqaddimah . Bagian Muqaddimah.Kelemahan lain yang lebih menggelitik adalah. Untuk itu. ³yang penting pendengarnya senang´. begitu banyak pembina kita di daerah yang menyamakan pembuatan teks tersebut dengan pola ceramah ataupun pidato formal. di mana si pensyarah harus harus mampu masuk ke dalam keinginan pendengar dengan ungkapan yang mengajak pendengar tersenyum atau kesal. 1. tertawa atau menangis. b. isi syarahan di satu sisi harus berafiliasi dengan ruh ceramah dan di sisi lain juga berafiliasi dengan ruh pidato sehingga menghasilkan syarahan yang ³apik´ dan menarik untuk dibaca dan diperdengarkan. namun juga tidak dapat menafikan orisinalitas rujukan yang telah dikutip dan kaya akan analisis kritis-faktual tentunya. GAMBARA UMUM TEORI MUSABAQAH SYARHIL QUR¶AN [MSyQ] A. 1) 2) c.´ Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan memberikan semangat baru untuk memajukan Syarhil Qur¶an ke depan. Syarat utama yang harus dilakukan adalah. semuanya murni dari hati yang paling dalam. di manakah letak syarhil? Syarhil pada dasarnya merupakan hasil kompromi antara ceramah dan pidato. maka sesungguhnya ungkapan itu jika lahir dari hati maka akan tertanam di dalam hati orang yang mendengar ungkapan tersebut. a. karena apa yang disampaikan oleh isi hati yang paling dalam akan mudah diterima oleh hati yang paling dalam juga. Sebagaimana ungkapan Ibnu µUjaibah : Artinya : ³tidak dapat diragukan lagi bahwa keteladanan dari orang-orang yang ikhlash dan bijak. Kefasihan Bacaan Salam Kefasihan Bacaan Muqaddimah . Secara Umum Tentang Teks. serta pola pidato yang syarat keilmuan namun monoton dalam penyampaian. dengan terus meng-update pengetahuan kita tentang syarhil.

g. Aksentuasi. 1. d. b. a. b. Menjelaskan Konsep Utama Dalam Ayat Relevansi Ayat Dengan Isi Mengemukakan Maksud Ayat Secara Global Kefasihan Dalam Membaca Istilah Yang Berbahasa Asing Menyebutkan Rujukan Bacaan Memperkaya Analisis Dengan Dalil Al-Qur¶an. b. Hadits. c. Sistematika Penggunaan Bahasa. d. Intonasi dan Aksentuasi. a. Gaya dan Mimik. a.d. Secar Umum Tentang Intonasi. g. dan Etis B. f. e. f. Bagian Isi. Pendekatan Deduktif ( Umum Ke Khusus ) Pendekatan Induktif ( Khusus Ke Umum ) Bergantian Deduktif dan Induktif Penggunaan Bahasa Yang Baik. e. Mensifati Hamdalah Atau Menyebut Dalil al-Qur¶an dan al-Hadits Mensifati Hamdalah Dengan Topik yang Ada Ungkapan Sapaan Kepada Audiens (Jama¶ah) Mengemukakan Latar Belakang / Pengantar Pembahasan 2. h. Menanjak Menurun . Peribahasa dan Sya¶ir Menuangkan Asbab An-Nuzul Ayat dan Asbab al-Wurud Hadits Menunjukkan Isi Ayat Dengan Problem Kekinian Yang Dihadapi Jama¶ah Memberikan Contoh 3. Benar. c. i.

Evaluasi Khutbah Dalam Latihan. 2. Model Tampilan Pakaian Yang Dikenakan Keserasian Tampilan Gerak Bahasa Tubuh Dengan Maksud Isi Paparan Khutbah Ekspresi Kejiwaan Daya Tarik Persuasif (bersifat membujuk secara halus agar menjadi yakin) C. dapat diajukan ke dalam Sidang Pleno Dewan Hakim. Norma Penilaian. e. Hakim menilai penampilan peserta berdasar ketentuan yang berlaku.c. d. Bila terdapat suatu hal pada bidang tertentu yang diduga sebagai kekeliruan dalam penilaian. c. kecuali bila selisih itu konsisten (ajeg) bagi seluruh peserta. Bertanya Dengan Orang yang Mendengarkan Rekaman Suara PENILAIAN DEWAN HAKIM BIDANG TERJEMAH DAN MATERI SYARAHAN A. d. 1. . f. maka Hakim penilai bidang tersebut dapat meminta klarifikasi melalui Ketua Majelis. Bergantian Menanjak Dan Menurun Datar Kesesuaian Volume Suara Dengan Maksud Isi Khutbah Daya Tarik Persuasif (bersifat membujuk secara halus agar menjadi yakin) 2. 1. 3. Kesatuan Yang Utuh (Integritas) Antara Laga Dalam Penampilan Yang Memancarkan Kewibawaan Dan Kejujuran b. a. antara satu hakim dengan yang lain tidak diperbolehkan adanya selisih nilai lebih dari 3. Dalam menilai bidang yang sama. sehingga tercapai kesepakatan dalam musyawarah majelis dan jika tidak tercapai kesepakatan. 2. Gaya dan Mimik . e.

Isi : penilaian tentang keutuhan. 3. 3. 2. 1.. pembahasan dan kesimpulan.4. Ketepatan Terjemah Sistematika dan Isi Kaidah dan Gaya Bahasa Rincian Bidang Terjemah dan Materi Syarahan Ketepatan Terjemah : penilaian tentang isi terjemah yang sesuai dengan kandungan ayat. 2. Dalam rangka transparansi dan modernisasi maka diperlukan perangkat IT dalam penilaian. : ««««. ««««««. Babak Topik : Syarh Al Qur¶an : Penyisihan/final *) : No. keluasan dan ketepatan uraian dan kekuatan argumentasi termasuk dalil-dalil yang dipergunakan.. C. . mengena dan menarik sesuai dengan kaidah bahasa dan sastra. Peserta Giliran : ««««. permasalahan. 4. B. 1. Sistematika : penilaian tentang susunan dan urutan materi yang mencakup pendahuluan. CONTOH BLANGKO PENILAIAN Model : H17 LEMBAGA PENGEMBANGAN TILAWATIL QUR¶AN TINGKAT NASIONAL MTQ/STQ TINGKAT NASIONAL FORMULIR PENILAIAN BIDANG TERJEMAH DAN MATERI Cabang No. Bidang Terjemah dan Materi Syarahan Meliputi. Kaedah dan Gaya Bahasa : penilaian tentang pemakaian kata dan struktur kalimat yang benar. kedalaman.

baik secara induktif maupun deduktif.. = PENJELASAN TENTANG MATERI SYARAHAN A. argumentasi secara rasional. JENIS YANG DINILAI 1 Ketepatan terjemah 2 Sistematika dan Isi 3 Kaidah & gaya bahasa Jumlah «««« . baik secara deduktif maupun induktif dan di interpretasikan melalui pola maudhu¶i. 4. Hakim Penilai *) Coret yang tidak perlu Nama Terang NILAI NILAI NILAI CATATAN YANG MAKSIMAL MINIMAL Nilai Akhir DIPEROLEH 10 3 20 4 10 3 40 10 ««««. riwayah. Keutuhan isi : dengan menjabarkan pendahuluan. Pembahasan : merangkai kata dengan berargumentasi tentang maksud ayat. Isi : 1. Pendahuluan : mendeskripsikan secara umum maksud syarahan untuk kemudian menyebutkan permasalahan. baik satu variabel atu lebih. ««««««. maupun substansial Keluasan isi : baik dengan menggunakan anlisis kritis. 3. dll. 3. komparatif. : kesimpulan disebutkan sesuai dengan jumlah masalah yang dikaji. dll. . baik berupa judul atau tema yang sebelumnya disebutkan permasalahan. 2. Kesimpulan B. dll. jika permasalahannya satu maka kesimpulan juga satu.NO. kontekstual. ayat bahasan. Kedalaman isi : baik dengan pendekatan tekstual. kesimpulan 2. interpretasi ayat. Susunan dan Urutan Materi : 1. hermeneutik. permasalahan. Permasalahan : inti kajian. dirayah.

Pemakaian kata yang baik : yang tidak terpola pada budaya ketimuran. . dll. pelajar putus sekolah. antropologis. Di dalam tekas harus debadakan dengan ungkapan secara verbal. maupun ungkapan ulama ³qaul/wajah´) dan µaqli (seperti pendekatan sosiologis. Dua ungkapan tersebut menggambarkan bertapa indah dan hebatnya sumber daya alam yang kita miliki. seperti. tanah kita pun subur. bahkan rakyat mati menderita kelaparan. Qurasish Shihab juga mengibaratkan tanah Indonesia laksana sekeping tanah sorga yang di hamaparkan di persada nusantara. 4. tafsiran. C. Multatuli mengibaratkan bumi Indonesia laksana jamrud yang berada di dataran khatulistiwa. : dalil dapat dikalsifikasikan pada penggunaan naqli (seperi penyebutan ayat. : sesuai dengan ketentuan penggunaan bahasa Indonesia yang baku (struktur EYD) di Indonesia. dll). Penggunaan dalil 2. Kaedah dan Gaya Bahasa : 1. maslahat.4. sumberdaya kita potensisal. Bagian Pendahuluan. Kita Negara kaya. Ketepatan uraian isi Kekuatasan argumentasi : antara ayat. melainkan dieksploitasi dikikis habis oleh bangsa-bangsa lain sebagai aksi penjajahan gaya baru. bayi-bayi kekurangan gizi. secara tidak objektif. hadits. dan penggunaan argumentasi harus saling mempengaruhi : dengan penyebutan referensi secara utuh. budaya. lebih bagus lagi jika disebutkan halamannya. 5. yang tidak mengumpat. Struktur kalimat yang benar 3. ³Muhammad Qurasish Shihab di dalam Tafsir al-Mishbah´. Mengena dengan maskud syarahan Menarik untuk dikaji Kaidah bahasa dan sastra yang sesuai CONTOH TEKS SYARHIL A. 5. menghina. Mengapa hal ini terjadi? Ini disebabkan Sumber daya alam yang kita miliki belum dimanfaatkan oleh bangsa kita sendiri. 6. Namun kenyataannya masih banya rakyat yang berada dibawah garis kemiskinan.

Bahkan akhir-akhir ini akibat kecongkakan tangan-tangan manusia itu sendiri yang dibungkus sains dan teknologi telah mengikis habis keramahan alam sehingga yang nampak adalah krisis lingkungan. Bagian-bagian tanaman dan sel-sel yang digunakannya untuk pertumbuhan memiliki kesamaan-kesamaan yang praktis tak berbeda. surat al-Hijr ayat 19-20 : C.(19) Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup. Para ilmuan menyebut abad ke-21 sebagai the age of anxietyor . Meskipun antara satu jenis dengan yang lainnya dapat dibedakan. bahwa kalimat ³dan kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran´.(20)´ 2. malapetaka atomik. {19} {20} Artinya : ³Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Muhammad Qurish Shihab dalam Tafsir al-Misbah menyebutkan. Dalam tafsir al-Muntakhab. Demikianlah ungkapan Edwar Buckle dalam History Of Civilization in England. maka pada kesempatan ini kita akan membicarakan tentang. Isi Syarahan. Fenomena tersebut menandakan ketidak harmonisan hubungan manusia dengan alam raya. Penyebutan Masalah. sehingga dapat menghasilkan manfaat bagi semua manusia yang ada. Pendapat atau Penafsiran Ulama. alangkah bahagia dan indahnya alam ini jika setiap individu memiliki semangat dalam memelihara dan melestarikan alam raya yang kita huni ini. ³Kewajiban Manusia Memelihara dan Memakmurkan Alam´. dipahami oleh sementara ulama dalam arti bahwa Allah swt menumbuh-kembangkan di bumi ini aneka ragam tanaman untuk kelangsungan hidup dan menetapkan bagi setiap tanaman itu masa pertumbuhan dan penuaian tertentu. B. Hadirin. akibatnya dirasakan oleh manusia sendiri. ayat ini dinilai sebagai menegaskan suatu temuan ilmiah yang diperoleh melalui pengamatan di laboratorium. Dr. hingga ancaman terjadinya hujan api dibeberapa belahan dunia. polusi. 1. dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya. sesuai dengan kuantitas dan kebutuhan makhluk hidup. Demikian juga Allah swt menentukan bentuknya sesuai dengan penciptaan dan habitat alamnya. menipisnya lapisan ozon di atmospir. Penyebutan Ayat dan Terjemahnya. Jika alam lingkungan dipelihara akan berdaya guna tapi jika dibiarkan akan menimbulkan bencana. Sebab ³if the habitat was cared will give function but if not it would make destroy´. Prof. Melihat betapa pentingnya memelihara lingkungan tersebut. dengan rujukan firman Allah. tetapi semuanya dapat di klasifikasikan dalam satu kelompok yang sama. demikian juga sisi dalamnya. yaitu setiap kelompok tanaman masing-masing memiliki kesamaan dilihat dari sisi luarnya.

karena itu mohonlah ampunan-Nya. akibatnya masyarakat menjadi serba salah. sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. kita fikirkan. Kondisi tersebut hadirin. Ancaman kerusakan tersebut hadirin sebuah bukti yang harus kita renungkan.restlenses. Pertama : Kita harus mendukung dan membantu program pemerintah dengan jalan melakukan reboisasi tanah-tanah gundul. Shaleh berkata: Hai kaumku. semangat hidup tiada dan enggan berkaryabahkan yang paling parah munculnya berbagai penyakit psikomotis. kalaupun bertahan namun hidup tidak lagi merasakan ketenangan. ledakan penduduk semakin tak terkendali bahkan pencemaran lingkungan menjadi ancaman kehidupan.0 M. Wilayah DKI Jakarta bisa mencapai daratan 0. Hadirin. jiwa terasa hampa dan merana. sembahlah Allah. kecemasan. 3. Lalu bagaimanakah tanggung jawab dan usaha kita sebagai warga negara dalam memelihara alam lingkungan ini? Sebagai jawabannya. resesi ekonomi melanda seluruh lapisan warga. sehingga jika terjadi penambahan sumur lagi pada tahun 2010 nanti. pembuatan terasering untuk mencegah longsor. kita cermati untuk kita antisifasi agar saat ini maupun kelak tidak lagi terjadi kerusakan alam. perang antar suku dan bangsa menjadi-jadi. abad yang penuh dengan kegelisahan. penyakit kejiwaan yang dapat mematikan seluruh umat manusia secara perlahan dan mengerikan. Rasulullah saw bersabda : . Analisis Pensyarah. mensejahterakan umat manusia sendiri lebih-lebih lingkungan-nya sebagai tempat tinggal dan menetap. kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sebagai contoh : berdasarkan penelitian Wahana Lingkungan Hidup di DKI Jakarta tercatat memiliki 2. jelas telah menimbulkan beban psikologis bagi kehidupan masyarakat. lalu apakah tugas manusia di muka bumi ini? tidak lain adalah untuk memakmurkan bumi. Kerusakan alam biotiks biasanya berwal dari kerusakan alam abiotis yakni moral manusia.´ Demikianlah firman Allah yang yang menginformasikan kepada kita bahwa manusia diciptakan dari tanah dan ditugasi untuk memakmurkan tanah atau bumi. Kedua : Kita syukuri alam sebagai nikmat Allah swt dengan cara memeliharanya agar kita dikasihi oleh Allah swt. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya. dari permukaan laut alias rata menjadi laut. penanggulangan limbah dan sampah bersama-sama dan menghentikan pemburuan satwa serta penebangan hutan secara liar. hati menjadi resah dan gelisah.118 Sumur Bor dengan kedalaman tidak kurang dari 40 M. Sebagaimana terurai di dalam al-Qur¶an surat Huud ayat 61 : {16} Artinya : ³Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmatNya) lagi memperkenankan (do`a hamba-Nya). Karena itu dalam bidang ilmu pengetahuan alam kita mengenal istilah alam biotiks (alam raya) dan alam abiotis (berupa moral manusia).

Isi Kesimpulan. baik terhadap diri sendiri. kita tengok beberapa kejadian baru-baru ini. dalam rangka mengelola alam ini kita hindari diri kita masing-masing dari perbuatan-perbuatan maksiat. terjadi banjir di jakarta. tidak shaleh. namun akan menimbulkan petaka jika dirusak. Padahal akibatnya. Contoh . amin ya rabbal µalamin. pohon-pohon ditebangi. gelombang pasang naik kedaratan. dan satwa-satwa diburu. gunung-gunung di gunduli. terhadapa alam raya. bersahabat dengan kita Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang D. gempa bumi di Yogyakarta dan gunung-gunung meletus di beberapa daerah Negara kita ini. malah yang timbul adalah watak-watak perusak. orang hebat namun bergelimang maksiat mustahil peduli mengelola alam raya.³Sayangilah oleh kamu sekalian segala apa yang ada di muka bumi ini niscaya yang di atas (Allah) akan menyayangimu. Hadirin. Bentuk perusakan alam adalah dengan memperbanyak maksiat dalam hidup dan penghidupan manusia. terlebih kepada Allah swt. Mengapa demikian? Ebid G Ade melantunkan : Barangkali di sana ada jawabnya Mengapa di tanahku terjadi bencana Mungkin Tuhan mulai bosan Melihat tingkah kita. perlu diketahui bahwa orang pintar tapi salah. manusia sendiri yang menanggungnya. dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa alam akan berdaya guna jika dipelihara. longsor di Sumatera Barat. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita dalam mengemban amanah sebagai khalifah di muka bumi ini terutama dalam mengelola alam. Dengan demikian. Belum cukup dengan semua itu kitapun dikejutkan dengan munculnya angin topan. Oleh karena itu. semoga Allah memberikan keberkahan kepada bangsa ini. jebolnya tanggul di Situ Gintung Tanggerang yang menghabiskan ratusan nyawa manusia dan lain sebagainya. tidak mungkin memakkmurkan alam. yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa Atau alam mulai enggan. terhindar dari bencana tapi dekat dengan nikmat dan barakat dari Allah swt yang Maha Qudrat.´ Apabila sikap ini kita aplikasikan maka Allah swt menjamin kemakmuran alam raya yang kita miliki sehingga kita jauh dari petaka.

akibatnya dirasakan oleh manusia sendiri. hingga ancaman terjadinya hujan api dibeberapa belahan dunia. Bahkan akhir-akhir ini akibat kecongkakan tangan-tangan manusia itu sendiri yang dibungkus sains dan teknologi telah mengikis habis keramahan alam sehingga yang nampak adalah krisis lingkungan. surat al-Hijr ayat 19-20 : {19} {20} Artinya : ³Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. pelajar putus sekolah. Qurasish Shihab juga mengibaratkan tanah Indonesia laksana sekeping tanah sorga yang di hamaparkan di persada nusantara. Jika alam lingkungan dipelihara akan berdaya guna tapi jika dibiarkan akan menimbulkan bencana. bayi-bayi kekurangan gizi. sumberdaya kita potensisal. maka pada kesempatan ini kita akan membicarakan tentang. Sebab ³if the habitat was cared will give function but if not it would make destroy´. Mengapa hal ini terjadi? Ini disebabkan Sumber daya alam yang kita miliki belum dimanfaatkan oleh bangsa kita sendiri. ³Kewajiban Manusia Memelihara dan Memakmurkan Alam´.Full Teks Syarhil Qur¶an KEWAJIBAN MANUSIA MEMELIHARA DAN MEMAKMURKAN ALAM } Hadirin Rahimakumullah. bahkan rakyat mati menderita kelaparan. dengan rujukan firman Allah. Fenomena tersebut menandakan ketidak harmonisan hubungan manusia dengan alam raya.(20)´ Hadirin Rahimakumullah. Kita Negara kaya. polusi. menipisnya lapisan ozon di atmospir. Demikianlah ungkapan Edwar Buckle dalam History Of Civilization in England. Dua ungkapan tersebut menggambarkan bertapa indah dan hebatnya sumber daya alam yang kita miliki.(19) Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup. dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya. . Namun kenyataannya masih banya rakyat yang berada dibawah garis kemiskinan. Melihat betapa pentingnya memelihara lingkungan tersebut. malapetaka atomik. } Multatuli mengibaratkan bumi Indonesia laksana jamrud yang berada di dataran khatulistiwa. tanah kita pun subur. melainkan dieksploitasi dikikis habis oleh bangsa-bangsa lain sebagai aksi penjajahan gaya baru.

mensejahterakan umat manusia sendiri lebih-lebih lingkungan-nya sebagai tempat tinggal dan menetap. Hadirin. Dr. kemudian bertobatlah kepada-Nya. Muhammad Qurish Shihab dalam Tafsir al-Misbah menyebutkan. Karena itu dalam bidang ilmu pengetahuan alam kita mengenal istilah alam biotiks (alam raya) dan alam abiotis (berupa moral . Bagian-bagian tanaman dan sel-sel yang digunakannya untuk pertumbuhan memiliki kesamaan-kesamaan yang praktis tak berbeda. kalaupun bertahan namun hidup tidak lagi merasakan ketenangan. sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. demikian juga sisi dalamnya. perang antar suku dan bangsa menjadi-jadi. Para ilmuan menyebut abad ke-21 sebagai the age of anxietyor restlenses. kecemasan. Demikianlah firman Allah yang yang menginformasikan kepada kita bahwa manusia diciptakan dari tanah dan ditugasi untuk memakmurkan tanah atau bumi. akibatnya masyarakat menjadi serba salah. semangat hidup tiada dan enggan berkaryabahkan yang paling parah munculnya berbagai penyakit psikomotis.´ Ma¶asyiral muslimin Rakhimakumullah. yaitu setiap kelompok tanaman masing-masing memiliki kesamaan dilihat dari sisi luarnya. Dalam tafsir al-Muntakhab. penyakit kejiwaan yang dapat mematikan seluruh umat manusia secara perlahan dan mengerikan. sembahlah Allah. resesi ekonomi melanda seluruh lapisan warga. tetapi semuanya dapat di klasifikasikan dalam satu kelompok yang sama. sesuai dengan kuantitas dan kebutuhan makhluk hidup. ayat ini dinilai sebagai menegaskan suatu temuan ilmiah yang diperoleh melalui pengamatan di laboratorium. Sebagaimana terurai di dalam al-Qur¶an surat Huud ayat 61 : {16} Artinya : ³Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Meskipun antara satu jenis dengan yang lainnya dapat dibedakan. dipahami oleh sementara ulama dalam arti bahwa Allah swt menumbuh-kembangkan di bumi ini aneka ragam tanaman untuk kelangsungan hidup dan menetapkan bagi setiap tanaman itu masa pertumbuhan dan penuaian tertentu.Prof. jiwa terasa hampa dan merana. karena itu mohonlah ampunan-Nya. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya. sehingga dapat menghasilkan manfaat bagi semua manusia yang ada. ledakan penduduk semakin tak terkendali bahkan pencemaran lingkungan menjadi ancaman kehidupan. hati menjadi resah dan gelisah. abad yang penuh dengan kegelisahan. jelas telah menimbulkan beban psikologis bagi kehidupan masyarakat. lalu apakah tugas manusia di muka bumi ini? tidak lain adalah untuk memakmurkan bumi. bahwa kalimat ³dan kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran´. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmatNya) lagi memperkenankan (do`a hamba-Nya). Shaleh berkata: Hai kaumku. Kondisi tersebut hadirin. Demikian juga Allah swt menentukan bentuknya sesuai dengan penciptaan dan habitat alamnya. alangkah bahagia dan indahnya alam ini jika setiap individu memiliki semangat dalam memelihara dan melestarikan alam raya yang kita huni ini. Hadirin.

dan satwa-satwa diburu. jebolnya tanggul di Situ Gintung Tanggerang yang menghabiskan ratusan nyawa manusia dan lain sebagainya. Kerusakan alam biotiks biasanya berwal dari kerusakan alam abiotis yakni moral manusia. pohon-pohon ditebangi. Kedua : Kita syukuri alam sebagai nikmat Allah swt dengan cara memeliharanya agar kita dikasihi oleh Allah swt. perlu diketahui bahwa orang pintar tapi salah. lonesor.´ Apabila sikap ini kita aplikasikan maka Allah swt menjamin kemakmuran alam raya yang kita miliki sehingga kita jauh dari petaka. kita cermati untuk kita antisifasi agar saat ini maupun kelak tidak lagi terjadi kerusakan alam. Lalu bagaimanakah tanggung jawab dan usaha kita sebagai warga negara dalam memelihara alam lingkungan ini? Sebagai jawabannya. Mengapa demikian? Ebid G Ade melantunkan : Barangkali di sana ada jawabnya Mengapa di tanahku terjadi bencana Mungkin Tuhan mulai bosan Melihat tingkah kita. kita tengok beberapa kejadian baru-baru ini. Padahal akibatnya. tidak mungkin memakkmurkan alam. sehingga jika terjadi penambahan sumur lagi pada tahun 2010 nanti. gelombang pasang naik kedaratan. malah yang timbul adalah watak-watak perusak. yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa Atau alam mulai enggan. Sebagai contoh : berdasarkan penelitian Wahana Lingkungan Hidup di DKI Jakarta tercatat memiliki 2. dari permukaan laut alias rata menjadi laut. Pertama : Kita harus mendukung dan membantu program pemerintah dengan jalan melakukan reboisasi tanah-tanah gundul. Belum cukup dengan semua itu kitapun dikejutkan dengan munculnya angin topan. Rasulullah saw bersabda : ³Sayangilah oleh kamu sekalian segala apa yang ada di muka bumi ini niscaya yang di atas (Allah) akan menyayangimu. Ancaman kerusakan tersebut hadirin sebuah bukti yang harus kita renungkan. orang hebat namun bergelimang maksiat mustahil peduli mengelola alam raya. kita fikirkan. manusia sendiri yang menanggungnya. tidak shaleh. Hadirin. pembuatan terasering untuk mencegah longsor.0 M. gempa bumi di Yogyakarta dan gunung-gunung meletus di beberapa daerah Negara kita ini. bersahabat dengan kita . Wilayah DKI Jakarta bisa mencapai daratan 0. terhindar dari bencana tapi dekat dengan nikmat dan barakat dari Allah swt yang Maha Qudrat.118 Sumur Bor dengan kedalaman tidak kurang dari 40 M.manusia). terjadi banjir di jakarta. gunung-gunung di gunduli. penanggulangan limbah dan sampah bersama-sama dan menghentikan pemburuan satwa serta penebangan hutan secara liar.

terhadapa alam raya . Bentuk perusakan alam adalah dengan memperbanyak maksiat dalam hidup dan penghidupan manusia. namun akan menimbulkan petaka jika dirusak. baik terhadap diri sendiri. dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa alam akan berdaya guna jika dipelihara. semoga Allah memberikan keberkahan kepada bangsa ini. amin ya rabbal µalamin. . dalam rangka mengelola alam ini kita hindari diri kita masing-masing dari perbuatan-perbuatan maksiat. Semoga Allah memberikan kekuatau kepada kita dalam mengemban amanah sebagai khalifah di muka bumi ini terutama dalam mengelola alam. Oleh karena itu. terlebih kepada Allah swt.Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang Dengan demikian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful