P. 1
Efedrin

Efedrin

|Views: 2,140|Likes:
Published by Dedik Cahyono

More info:

Published by: Dedik Cahyono on Jan 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2015

pdf

text

original

Efedrin

Efedrin adalah alkaloid yang terdapat pada tumbuhan jenis Efedra. Efek farmakodinamik efedrin banyak menyerupai efek Epi. Perbedaannya adalah bahwa efedrin efektif pada pemberian oral, masa kerjanya jauh lebih panjang, efek sentralnya lebih kuat, tetapi diperlukan dosis yang jauh lebih besar dari pada epi.

Obat ini merupakan agonis reseptor

dan 1 dan 2, dan dapat merangsang

pelepasan norepinefrin dari neuron simpatis. Efek perifer efedrin malaui kerja langsung dan melalui pelepasan NE endogen. Kerja tidak langsungnya mendasari timbulnya takifilaksis terhadap efek perifernya. Efedrin masuk dalam kelompok obat

simpatomimetik dan dapat dipakai dalam bentuk oral.

Efedrin menstimulasi detak jantung dan cardiac output, sehingga menaikan tekanan darah. Efek kardiovaskular efedrin menyerupai efek Epi tetapi berlangsung kira kira 10 kali lebih lama. Tekanan sistolik meningkat, dan biasanya juga tekanan diastolic, sehingga tekanan nadi membesar. Peningkatan tekanan darah ini sebagian disebabkan oleh vasokonstriksi, tetapi terutama oleh stimulasi jantung. Denyut jantung mungkin tidak berubah akibat refleks kompensasi vagal terhadap kenaikan tekanan darah. Aliran darah ginjal dan visceral berkurang ,s edangkan aliran darah koroner, otak, dan otot rangka meningkat. Berbeda dengan Epi, penurunan tekanan darah pada dosis rendah tidak nyata pada efedrin.

Bronkorelaksasi oleh efedrin lebih lemah tetapi berlangsung lebih lama dari pada Epi. Penetesan larutan efedrin pada mata menimbulkan midriasis. Refleks cahaya, daya akomodasi, dan tekanan intra okular tidak berubah. Aktivitas uterus biasanya dikurangi oleh efedrin, efek ini dapat dimanfaatkan ada dismenore. Efedrin kurang meningkatkan gula darah dibandingkan dengan Epi.

Stimulasi reseptor alfa pada otot kandung kemih dapat meningkatkan resistensi pengeluaran urin. Aktifasi reseptor beta pada paru-paru menimbulkan bronko dilatasi.

Obat ini juga dipakai sebagai stimulan ssp. Efedrin dieksresi di urin dalam bentuk yang sama, t1/2 = 3 - 6 jam.

Obat ini tidak dipakai pada pasien asma, karena digunakan agonis beta 2 selektif. Efedrin digunakan untuk meningkatkan kontinensi urin, terutama pada pasien dengan hiperplasia prostat jinak. Juga digunakan untuk hipotensi pada anestesi spinal.

Efek samping efedrin meliputi hipertensi, terutama pada pemberian parenteral, atau pada pemberian oral dengan dosis lebih besar dari yang direkomendasikan. Efek samping lain termasuk insomnia dan takikardi pada pengobatan berulang. Efedrin tidak boleh dipakai pada pasien dengan gangguan kardiovaskular.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->