PUPUK N-P-K

PUPUK NP Ammo-Phos dengan rumus kimia NH4H2PO4 (mono ammonium fosfat) dengan kadar unsure hara Amphos A 11 % N + 48 % P2O5 (larut dalam air), Amophos B 16,5 % N + 20 % P2O5 (larut dalam air). (Hardjowigeno, 1992). PUPUK NK Jarang digunakan, misalnya kalium nitrat KNO3 dengan kadar 13 % N + 44 % K2O, Potazote (13-0-22) yang bereaksi masam, sendawa kali (13-0-44) yang bereaksi netral, Nitrapo (15-015) yang bereaksi basa. (Hardjowigeno, 1992). PUPUK PK Pupuk ini juga jarang digunakan, misalnya kalium metafosfat dengan kadar K2O. mono kalium fosfat dengan kadar 52 % P2O5 + 34 % K2O. PUPUK NPK Pupuk majemuk yang mengandung tiga unsure sekaligus (NPK) disebut pupuk lengkap, contoh dari pupuk ini adalah pupuk NPK dari jerman yaitu Rustica Yellow dengan rumus kimia NH 4 NO3 – NH4 H2 P-O4-KCl dengan kadar unsur hara 15 % N + 15 % P2O5 + 15 % K2O. yang sifatnya berupa butiran-butiran berwarna kekuning-kuningan. 60 % P2O5 + 40 %

KANDUNGAN UNSUR HARA PADA PUPUK DAN MANFAATNYA BAGI TANAMAN
1. Pupuk Urea [(CO (NH2)2] Urea merupakan pupuk buatan hasil persenyawaan NH4 (ammonia) dengan CO2. Bahan dasarnya biasanya berupa gas alam dan merupakan ikatan hasil tambang minyak bumi. Kandungan N total berkisar antara 45-46 %. Dalam proses pembuatan Urea sering terbentuk senyawa biuret yang merupakan racun bagi tanaman kalau terdapat dalam jumlah yang banyak. Agar tidak mengganggu kadar biuret dalam Urea harus kurang 1,5-2,0 %. Kandungan N yang tinggi pada Urea sangat dibutuhkan pada pertumbuhan awal tanaman. (Ruskandi, 1996). 2. Pupuk SP 36 (Superphospat 36) SP 36 merupakan pupuk fosfat yang berasal dari batuan fosfat yang ditambang. Kandungan unsur haranya dalam bentuk P2O5 SP 36 adalah 46 % yang lebih rendah dari TSP yaitu 36 %. Dalam air jika ditambahkan dengan ammonium sulfat akan menaikkan serapan fosfat oleh tanaman. Namun kekurangannya dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, lamban pemasakan dan produksi tanaman rendah. (Hakim, dkk, 1986). 3. Pupuk NPK (Nitrogen Phospate Kalium) Pupuk NPK merupakan pupuk majemuk yang mengandung unsur hara utama lebih dari dua jenis. Dengan kandungan unsur hara Nitrogen 15 % dalam bentuk NH3, fosfor 15 % dalam bentuk P2O5, dan kalium 15 % dalam bentuk K2O. Sifat Nitrogen (pembawa nitrogen ) terutama dalam bentuk amoniak akan menambah keasaman tanah yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman.(Hardjowigeno, 1992). 4. Pupuk KCl (Kalium Klorida) Pembuatan pupuk KCl melalui proses ekstraksi bahan baku (deposit K) yang kemudian diteruskan dengan pemisahan bahan melalui penyulingan untuk menghasilkan pupuk KCl.

Kalium klorida (KCl) merupakan salah satu jenis pupuk kalium yang juga termasuk pupuk tunggal. Kalium satu-satunya kation monovalen yang esensial bagi tanaman. Peran utama kalium ialah sebagai aktivator berbagai enzim. Kandungan utama dari endapan tambang kalsium adalah KCl dan sedikit K2SO4. Hal ini disebabkan karena umumnya tercampur dengan bahan lain seperti kotoran, pupuk ini harus dimurnikan terlebih dahulu. Hasil pemurniannya mengandung K2O sampai 60 %. Pupuk Kalium (KCl) berfungsi mengurangi efek negative dari pupuk N, memperkuat batang tanaman, serta meningkatkan pembentukan hijau dan dan dan karbohidrat pada buah dan ketahanan tanaman terhadap penyakit. Kekurangan hara kalium menyebabkan tanaman kerdil, lemah (tidak tegak, proses pengangkutan hara pernafasan dan fotosintesis terganggu yang pada akhirnya mengurangi produksi. Kelebihan kalium dapat menyebabkan daun cepat menua sebagai akibat kadar Magnesium daun dapat menurun. Kadang-kadang menjadi tingkat terendah sehingga aktivitas fotosintesa terganggu. 5. Pupuk Kompos Kandungan pupuk kompos adalah bahan organik yang mencapai 18 % bahkan ada yang mencapai 59 %. Unsur lain yang dikandung oleh kompos adalah nitrogen, fosfor, kalsium, kalium dan magnesium. Manfaat bokhasi pada lahan pertanian yaitu : mampu menggantikan dan mengefektifkan penggunaan pupuk kimia (anorganik) sehingga biaya pembelian pupuk dapat ditekan, bebas dari biji tanaman liar (gulma), tidak berbau dan mudah digunakan dan memperbaiki derajat keasaman tanah, selain itu sangat berguna untuk menyuburkan tanaman. (http : // www. Pupuk Kompos. Go. Id). TINGKAT KELARUTAN PADA PUPUK DAN PENGARUHNYA PADA TANAH DAN TANAMAN 1. Pupuk Urea [(CO (NH2)2] Pupuk Urea sangat mudah larut dalam air, nitrogen dalam bentuk amida pada umumnya terdapat dalam pupuk Urea mudah larut dalam air. Dalam tanah amida segera berubah menjadi ammonium karbonat. Karena memiliki konversi (perubahan) tersebut nitrogen mudah hilang tercuci. Pupuk Urea juga memiliki sifat higroskopis, sudah mulai menarik uap air pada kelembaban nisbi udara 73 %. Pengaruhnya terhadap tanah yaitu bila diberikan pada lahan yang miskin hara akan berubah ke wujud atau bahan awalnya yaitu ammonia dan karbondioksida yang mudah tercuci oleh air hujan atau irigasi dan mudah terbakar sinar matahari. Pengaruhnya bagi tanaman yaitu sangat penting dalam pertumbuhan awal karena pada urea terdapat kandungan N yang tinggi.
http://wahyuaskari.wordpress.com/umum/pupuk-n-p-k/

JENIS-JENIS PUPUK DAN CARA APLIKASINYA
Pupuk didefinisikan sebagai material yang ditambahkan ketanah atau tajuk tanaman dengan tujuan untuk melengkapi katersediaan unsur hara. Bahan pupuk yang paling awal adalah kotoran hewan, sisa pelapukan tanaman dan arang kayu. Pemakaian pupuk kimia kemudian berkembang seiring dengan ditemukannya deposit garam kalsium di Jerman pada tahun 1839. Dalam pemilihan pupuk perlu diketahui terlebih dahulu jumlah dan jenis unsur hara yang dikandungnya, serta manfaat dari berbagai unsur hara pembentuk pupuk tersebut. Setiap kemasan pupuk yang diberi label yang menunjukkan jenis dan unsur hara yang dikandungnya. Kadangkala petunjuk pemakaiannya juga dicantumkan pada kemasan.karena itu, sangat penting untuk membaca label kandungan pupuk sebelum memutuskan untuk membelinya. Selain menentukan jenis pupuk yang tepat, perlu diketahui juga cara aplikasinya yang benar, sehingga takaran pupuk yang diberikan dapat lebih efisien. Kesalahan dalam aplikasi pupuk akan berakibat pada terganggunya pertumbuhan tanaman. Bahkan unsur hara yang dikandung oleh pupuk tidak dapat dimanfaatkan tanaman. 1. A. Penggolongan Pupuk Pupuk digolongkan menjadi dua, yakni pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari sisa-sisa makhluk hidup yang diolah melalui proses pembusukan (dekomposisi) oleh bakteri pengurai. Contohnya adalah pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk kompos berasal dari sisa-sisa tanaman, dan pupuk kandang berasal dari kotoran ternak. Pupuk organik mempunyai komposisi kandungan unsur hara yang lengkap, tetapi jumlah tiap jenis unsur hara tersebut rendah. Sesuai dengan namanya, kandungan bahan organik pupuk ini termasuk tinggi. Pupuk anorganik atau pupuk buatan adalah jenis pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan cara meramu berbagai bahan kimia sehingga memiliki prosentase kandungan hara yang tinggi. Menurut jenis unsur hara yang dikandungnya, pupuk anorganik dapat dibagi menjadi dua yakni pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pada pupuk tunggal, jenis unsur hara yang dikandungnya hanya satu macam. Biasanya berupa unsur hara makro primer, misalnya urea hanya mengandung unsur nitrogen. Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis unsur hara. Penggunaan pupuk ini lebih praktis karena hanya dengan satu kali penebaran, beberapa jenis unsur hara dapat diberikan. Namun, dari sisi harga pupuk ini lebih mahal. Contoh pupuk majemuk antara lain diamonium phospat yang mengandung unsur nitrogen dan fosfor. Menurut cara aplikasinya, pupuk buatan dibedakan menjadi dua yaitu pupuk daun dan pupuk akar. Pupuk daun diberikan lewat penyemprotan pada daun tanaman. Contoh pupuk daun adalah Gandasil B dan D, Grow More, dan Vitabloom. Pupuk akar diserap tanaman lewat akar dengan cara penebaran di tanah. Contoh pupuk akar adalah urea, NPK, dan Dolomit. Menurut cara melepaskan unsur hara, pupuk akar dibedakan menjadi dua yakni pupuk fast release dan pupuk slow release. Jika pupuk fast release ditebarkan ke tanah dalam waktu singkat unsur hara yang ada atau terkandung langsung dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Kelemahan pupuk ini adalah terlalu cepat habis, bukan hanya karena diserap oleh tanaman tetapi juga menguap atau tercuci oleh air. Yang termasuk pupuk fast release antara lain urea, ZA dan KCL. Pupuk slow release atau yang sering disebut dengan pupuk lepas terkendali (controlled release) akan melepaskan unsur hara yang dikandungnya sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan tanaman. Dengan demikian, manfaat yang dirasakan dari satu kali aplikasi lebih lama bila

umumnya pupuk dengan kadar N yang tinggi dapat membakar daun tanaman sehingga pemakaiannya perlu lebih hati-hati. Kalsium Nitrat Pupuk ini berbentuk butiran. a. berwarna putih. 1. c. Amonium Nitrat Kandungan nitratnya membuat pupuk ini cocok untuk daerah dingin dan daerah panas. 1. Reaksi kerjanya agak lambat sehingga cocok untuk pupuk dasar. Urea sangat mudah larut dalam air dan bereaksi cepat. 1. 1. Nitrogen dalam bentuk nitrat lebih cepat tersedia bagi tanaman. sifat lainnya adalah bereaksi basa dan higroskopis. Amonium nitrat bersifat higroskopis sehingga tidak dapat disimpan terlalu lama. sangat cepat larut didalam air. sehingga tidak disarankan untuk tanah ber-pH rendah. Pupuk jenis ini harganya sangat mahal sehingga hanya digunakan untuk tanaman-tanaman yang bernilai ekonomis tinggi. Ketersediaan bagi tanaman sangat cepat sehingga frekuensi pemberiannya harus lebih sering. Pupuk Sumber Nitrogen Hampir seluruh tanaman dapat menyerap nitrogen dalam bentuk nitrat atau amonium yang disediakan oleh pupuk. Lebih disarankan dipakai didaerah panas. Jenis-jenis Pupuk 1. d. Amonium juga akan diubah menjadi nitrat oleh mikroorganisme tanah.pupuk ini terbuat dari fosfat alam dan sulfat. kecuali pada tembakau dan padi. Urea Formaldehide dan Isobutilidern Diurea. lebih baik gunakan pupuk berbentuk amonium (NH 4+) karena pada tanah yang tergenang. Tembakau tidak dapat mentoleransi jumlah amonium yang tinggi. Contohnya Methylin urea. sehingga bahan tersebut lepas secara terkendali. 2. Berbentuk butiran dan berwarna abu-abu.dibandingkan dengan pupuk fast release. Sifatnya agak sulit larut dalam air dan bereaksi lambat . SP36 Mengandung 36% fosfor dalam bentuk P2O5. juga menguap dalam bentuk amonia. Urea (CO(NH2)2) Pupuk urea mengandung 46% nitrogen (N). polimer coated urea dan sulfur coated urea. Untuk menyediakan nitrogen pada tembakau. Amonium Sulfat (NH4)2 SO4 Pupuk ini dikenal dengan nama pupuk ZA. a. Pada padi sawah. Mekanisme ini dapat terjadi karena unsur hara yang dikandung pupuk slow release dilindungi secara kimiawi dan mekanis. pupuk ini sangat baik untuk sumber sulfur. Pupuk ini dapat membakar tanaman jika diberikan terlalu dekat dengan akara atau langsung kontak dengan daun. Perlindungan secara kimiawi dilakukan dengan cara mencampur bahan pupuk menggunakan zat kimia. Contohnya. Mengandung 21% nitrogen (N) dan 26% sulfur (S). Karena kandungan N yang tinggi menyebabkan pupuk ini sangat higroskopis. nitrogen mudah berubah menjadi gas N2. gunakan pupuk berbentuk nitrat (NO3-) dengan kandungan nitrogen minimal 50%. berbentuk kristal dan kurang higroskopis. 1. dan sebagai sumber kalsium yang sangat baik karena mengandung 19% kalsium Ca. 1. B. b. 1. Sifat reksinya asam. Perlindungan secara mekanis berupa pembungkus bahan pupuk dengan selaput polimer atau selaput yang mirip dengan bahan pembungkus kapsul. Selain itu. Pupuk Sumber Fosfor 1.

a. gypsum yang ditebarkan akan menggumpal dan mengeras seperti tanah liat (cake). pupuk ini umumnya digunakan untuk merangsang pertumbuhan awal tanaman (styarter fertillizer). Semakin halus butirannya akan semakin baik kualitasnya.0. b. 53% S dan sedikit Mg. Dolomit adalah sumber Ca (30%) dan Mg (19%) yang cukup baik. 4. Jika terkena air. misalnya kentang.52. pupuk ini juga bermanfaat untuk memperbaiki kejenuhan basa pada tanah asam. 1. Khlor berpengaruh negatif terhadap tanaman yang membutuhkannya. seperti tembakau disarankan untuk menggunakan pupuk ini. 1. Reaksinya termasuk alkalis dan mudah larut di dalam air. 1. Tanaman yang peka terhadap keracunan unsur Cl.sehingga selalu digunakan sebagai pupuk dasar. Warnanya putih dan butirannya halus.46. Mengandung 39% Ca. 1. wortel dan tembakau. bereaksi agak asam. Reaksi kimianya tergolong netral. Sifat lainnya adalah tidak higroskopis sehingga tahan disimpan lebih lama dan tidak bersifat membakar karena indeks garamnya rendah. 1. Bersifat lebih cepat larut dalam air. Dikenal sebagai kapur pertanian yang berbentuk bubuk. dan bersifat higroskopis. Kadar K2O-nya sekitar 48-52%. b. sifatnya agak mengasamkan tanah.0 atau 18. Kalium Nitrat (KNO3 Mengandung 13% N dan 44% K2O. Kapur Dolomit Berbentuk bubuk berwarna putih kekuningan. c. Dikenal sebagai bahan untuk menaikkan pH tanah. 12% S. tidak higroskopis dan bersifat membakar. Sifatnya agak sukar larut dalam air. dan 12% MgO. Mengandung 30% K2O. a. 1. berbentuk butiran berwarna putih yang tidak bersifat higroskopis dengan reaksi yang netral. d. Gypsum digunakan untuk menetralisir tanah yang terganggu karena . Pupuk Sumber Unsur Hara Sekunder 1. c.48. Kapur Gypsum Berbentuk bubuk dan berwarna putih. Kalium Sulfat (K2SO4) Pupuk ini lebih dikenal dengan nama ZK. Amonium Phospat Monoamonium Phospat (MAP) memiliki analisis 11. Selain untuk memperbaiki defisiensi Mg. Pupuk ini mengandung 90-99% Ca. 1. Pupuk Sumber Kalium 1. Kapur Kalsit Berfungsi untuk meningkatkan pH tanah. Paten Kali (Kalium Magnesium Sulfat) Berbentuk butiran berwarna kuning. 3. Bentuknya berupa tepung putih yang larut didalam air. Dapat digunakan untuk pupuk dasar sesudah tanam. Ditebarkan dalam sekali aplikasi.0. Bentuknya berupa butiran berwarna cokelat kekuningan. Diamonium Phospat memiliki (DAP) analisis 16. Kelarutannya agak rendah dan kualitasnya sangat ditentukan oleh ukuran butiran. Kalium Chlorida (KCl) Mengandung 45% K2O dan khlor. b. 1.

kadar garam yang tinggi. Namun. Pupuk sebagai unsur hara mikro tersedia dalam dua bentuk. Pupuk Majemuk Pemakaian pupuk majemuk saat ini sudah sangat luas.kendati harganya relatif lebih mahal. Fe. perbedaan variasinya bisa jadi sangat kecil. sulfor disuplai dalam bentuk sulfat yang terdapat pada berbagai jenis pupuk. Meskipun demikian. Pupuk slow release dan pupuk daun biasanya dilengkapi dengan satu atau lebih unsur mikro. Fungsi pupuk majemuk dengan variasi analisis seperti ini antara lain untuk mempercepat perkembangan bibit. 16. a. bubuk ini tidak lazim digunakan untuk mengatasi masalah defisiensi sulfur. 1. Selain terdapat dalam berbagai jenis pupuk. sehingga tahan disimpan dan tidak cepat menggumpal. tetapi tidak lebih banyak digunakan untuk menurunkan pH tanah. kualitas dan analisis telah tersedia di pasaran. Pupuk Sumber Unsur Hara Mikro Saat ini kebutuhan pupuk mikro sudah mulai terasa di Indonesia. e.15.20. Hampir semua pupuk majemuk bereaksi asam. tetapi sifatnya sangat higroskopis sehingga mudah sekali menggumpal. bubuk belerang adalah sumber sulfur yang terbesar. Sebagai sumber boron. misalnya antara NPK 15.15. 1. dan Zn. 1. Variasi analisis pupuk. kecuali yang telah mendapatkan perlakuan khusus. Cu.16. umumnya digunakan sodium tetra borat yang banyak digunakan sebagai pupuk daun. seperti saat mulai berbunga. dan 20. Kandungan sulfat tersebut tidak berpengaruh dalam penurunan pH tanah. Mn.20 memiliki kandungan hara yang lebih tinggi daripada NPK 15.15.15. antara lain kandungan unsur hara yang tinggi. yakni bentuk garam anorganik dan bentuk organik sintesis. Selain disediakan oleh kedua jenis pupuk diatas. Sumber Mo umumnya menggunakan sodium atau amonium molibdat. Pupuk majemuk berkualitas prima memiliki besaran butiran yang seragam dan tidak terlalu higroskopis. Contoh pupuk mikro yang berbentuk garam organik adalah Cu.20.16. Penggunaannya tidak boleh melebihi 25 gram/m2. seperti 15. Berbagai merk. Unsur hara mikro yang tersedia dalam bentuk chelat adalah Fe. sebagai pupuk pada awal peneneman. karena bubuk sulfur dapat mengakibatkan gejala terbakarnya daun tanaman (burning effect). Variasi analisis pupuk mejemuk sangat banyak. Karena itu. unsur hara mikro juga disediakan oleh pupuk majemuk yang beredar di pasaran.contoh cara mempertimbangkan pemilihan pupuk majemuk.16. dan sebagai puk susulan saat tanaman memasuki fase generatif.16. variasi analisis pupuk NPK 20. kandungan unsur hara mikro dan harga perkilogramnya. seperti penambahan Ca dan Mg. Bubuk Belerang (Elemental Sulfur) Umumnya. Kedua bentuk ini mudah larut dalam air. misalnya pada tanah di daerah pantai.15. kandungannya dapat mencapai 909%. Zn dan Mn yang seluruhnya bergabung dengan sulfat. Aplikasi gypsum tidak banyak berpengaruh pada perubahan pH tanah. . Chelat adalah bahan kimia organik yang dapat mengikat ion logam seperti yang dilakukan oleh koloid tanah. Beberapa hasil penelitian melaporkan bahwa tanaman padi sawah dan teh di beberapa daerah di Jawa sudah memulai membutuhkan tambahan Zn dari pupuk. 5.15 dan NPK 16.20 menunjukkan ketersediaaan unsur hara yang seimbang. pupuk majemuk tetap dipilih karena kandungan haranya lebih lengkap. Dalam memilih pupuk majemuk perlu dipertimbangkan beberapa faktor. Bentuk organik sintesis ditandai dengan adanya agen pengikat unsur logam yang disebut chelat. variasi analisis pupuk ini sebaiknya tidak dipilih karena bagian yang menggumpal tidak dapat digunakan.

Akibatnya tidak dapat disimpan terlalu lama jika kemasannya telah dibuka. • Mampu menyediakan unsur hara makro dan mikro meskipun dalam jumlah yang jauh lebih kecil. Sebaliknya. b. stomata akan membuka sehingga air yang ada di permukaan daun dapat masuk dalam jaringan daun.12. hingga sekarang pupuk organik tetap digunakan karena fungsinya belum tergantikan oleh pupuk buatan. Namun. sifat pupuk daun menjadi sangat higroskopis. Selain itu. . Mulut daun ini berfungsi untuk mengatur penguapan air dari tanaman sehingga air dari akar dapat sampai daun. Hanya saja. daun akan terbakar. tidak menimbulkan kerusakan sedikitpun pada tanaman. dengan catatan aplikasinya dilakukan secara benar. Besarnya konsentrasi pupuk daun dinyatakan dalam bobot pupuk daun yang harus dilarutkan kedalam satuan volume air. Kualitasnya dianggap baik jika mudah larut di dalam air tanpa menyisakan endapan. Bahkan pupuk daun sering lebih lengkap karena ditambah oleh beberapa unsur mikro. Saat suhu udara terlalu panas. jika udara tidak terlalu panas. Penyemprotan pupuk daun idealnya dilakukan pada pagi atau pada sore hari karena bertepatan pada saat membukanya stomata. Dalam pemakaian pupuk daun dikenal istilah konsentrasi pupuk atau kepekatan larutan pupuk. Angka konsentrasi ini sering dicantumkan p[ada kemasan pupuk. Sebenarnya.14 dilengkapi dengan Mn. Pupuk Organik Kandungan unsur hara yang terdapat di dalam pupuk organik jauh lebih kecil daripada yang sempat di dalam pupuk buatan. Dengan sendirinya unsur hara yang disemprotkan ke permukaan daun juga masuk ke dalam jaringan daun. 1. Cu dan Zn. Karena mudah larut dalam air. Faktor cuaca termasuk kunci sukses dalam penyemprotan pupuk daun. c. kandungan unsur hara pada pupuk daun identik dengan kandungan unsur hara pada pupuk majemuk. Kentungan menggunakan pupuk daun antara lain respon terhadap tanaman sangat cepat karena langsung dimanfaatkan oleh tanaman. Mg. Pupuk daun berbentuk serbuk dan cair. B. Tidak disarankan menyemprotkan pupuk daun pada saat suhu udara sedang panas karena konsentrasi larutan pupuk yang sampai ke daun cepat meningkat sehingga daun dapat terbakar. Sebagai faktor utamanya adalah manfaat tiap unsur hara yang dikandung oleh pupuk daun bagi perkembangan tanaman dan peningkatan hasil panen. Cara aplikasinya juga lebih sulit karena pupuk organik dibutuhkan dalam jumlah yang lebih besar daripada pupuk kimia dan tenaga kerja yang diperlukan juga lebih banyak. faktor sifat fisik dan kimia tanah tidak dijadikan sebagai faktor utama. Sebagian besar stomata terletak di bagian bawah daun.1. Dua jam setelah penyemprotan jangan sampai terkena hujan karena akan mengurangi efektifitas penyerapan pupuk. Contoh pupuk daun yang beredar di pasaran yaitu Gandasil Daun 14. Jika konsentrasi pupuk yang digunakan melebihi konsentrasi yang disarankan. Berikut ini beberapa manfaat dari pupuk organik. Pemilihan analisis yang tepat pada pupuk daun perlu mempertimbangkan beberapa faktor yang sama dengan analisis pada pupuk majemuk. Penentuan volume air dapat diketahui dengan membaca skala pada alat semprot. Pupuk Daun Daun memiliki mulut yang dukenal dengan nama stomata. Prioritaskan penyemprotan pada bagian bawah daun karena paling banyak terdapat stomata. stomata akan menutup sehingga tanaman tidak akan mengalami kekeringan.

tidak menggumpal. Ciri kimiawinya adalah C/N rasio kecil (bahan pembentuknya sudah tidak terlihat) dan temperaturnya relatif stabil. Kualitas pupuk kandang sangat tergantung pada jenis ternak.seperti kompos.Pupuk Kandang Pupuk kandang adalah pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak. berarti bahan penyusun kompos belum terurai secara sempurna. Pupuk dingin terjadi sebaliknya. Mengandung asam humat (humus) yang mampu meningkatkan kapasitas tukar kation tanah. Kualitas kompos dianggap baik jika memiliki C/N rasio antara 12-15. Jika C/N rasio tinggi. dan meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air. memperbaiki drainase tanah. batang jagung dan serbuk gergaji memiliki C/N rasio antara 50-100. kandungan unsur hara pada urine selalu lebih tinggi daripada kotoran padat. Jenis pupuk organik yang banyak dikenal sebagai berikut . Penambahan pupuk organik dapat meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah. dan cara penampungan pupuk kandang. tanaman akan bersaing dengan mikroorganisme tanah untuk memperebutkan unsur hara. Kandungan unsur hara dalam kompos sangat bervariasi. jerami padi. Tergantung dari jenis bahan asal yang digunakan dan cara pembuatan kompos. dan tidak berbau menyengat. cukup kering. pupuk kandang perlu mengalami proses penguraian. dikenal istilah pupuk panas dan pupuk dingin. Kandungan unsur hara kompos sebagai berikut.• • • • • Memperbaiki granulasi tanah berpasir dan tanah padat sehingga dapat meningkatkan kualitas aerasi.Kompos Kompos adalah kasil pembusukan sisa-sisa tanaman yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme pengurai. Kualitas kompos ditentukan oleh besarnya perbandingan antara jumlah karbon dan nitrogen (C/N ratio). Umumnya. Bahan kompos seperti sekam. Penyebabnya adalah kotoran padat pada unggas tercampur dengan kotoran cairnya. kualitas pakan ternak. . Proses pembuatan kompos akan menurunkan C/N rasio hingga 12-15. Penggunaan pupuk organik tidak menyebabkan polusi tanah dan air. sebelum digunakan. daun segar memiliki C/N rasio sekitar 10-20. penambahan pupuk organik dapat membantu meningkatkan pH tanah. Ciri-ciri pupuk kandang yang baik dapat dilihat secara fisik atau kimiawi. Ciri fisiknya yaitu berwarna cokelat kehitaman. Karena itu disarankan untuk menambah pupuk buatan apabila bahan kompos yang belum terurai sempurna terpaksa digunakan. Pupuk kandang dari ayam atau unggas memiliki unsur hara yang lebih besar daripada jenis ternak lain. Dalam dunia pupuk kandang. Bahan kompos dengan C/N rasio tinggi akan terurai atau membusuk lebih lama dibanding dengan C/N rasio rendah. Dengan demikian kualitas pupuk kandang juga turut ditentukan oleh C/N rasio. sampai dengan proses penguraian sempurna. Pada tanah asam. C/N yang tinggi menyebabkan pupuk kandang terurai lebih lama dan tidak menimbulkan panas. Pupuk panas adalah pupuk kandang yang proses penguraiannya berlangsung cepat sehingga terbentuk panas. .

Cara ini dapat dilakukan pada satu atau kedua sisi baris tanaman.8 – 1. seperti pada aplikasi kapur dan pupuk organik. Streptomyces. Pada jenis pepohonan. Cara ini menyebabkan distribusi unsur hara dapat merata sehingga perkembangan akarpun lebih seimbang. Cara Aplikasi Pupuk Kimia 1. Tidak disarankan untuk menebar pupuk urea karena sangat mudah menguap. cara penggunaanpun berbeda-beda. buat parit kecil disamping barisan tanaman sedalam 6-10 cm. Micoriza. Karena itu.1 – 0. Cara Aplikasi 1. Aplikasi mikroba sebaiknya dilaksanakan secara rutin setiap dua minggu sekali. Penggunaan dosis tertentu pada pupuk kompos lebih berorientasi untuk memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah daripada untuk menyediakan unsur hara. Penebaran Secara Merata di Atas Permukaan Tanah Cara ini biasanya dilakukan sebelum penanaman. C.5% Ciri fisik kompos yang baik adalah berwarna cokelat kehitaman. a. gembur dan bahan pembentuknya sudah tidak tampak lagi. Tempatkan pupuk di dalam larikan tersebut.6% Fosfor 0. Selain itu.8 – 1.5% Kalsium 0. kemudian tutup kembali. Pop Up .Mikroba Penyubur Tanah Kemajuan ilmu mikrobiologi tanah berhasil memperbanyak mikroba tanah yang bermanfaat dan mengemasnya sebagai pupuk cair. karena pestisida akan mematikan mikroba. Tanaman dengan pertumbuhan cepat dan perakaran yang terbatas disarankan untuk menggunakan cara larikan. Jenis dan fungsi mikroba sangat beragam. Karena itu sebaiknya baca petunjuk pada label atau brosur dengan seksamasebelum menggunakannya. . 1. Setelah itu.1 – 0. agak lembab. Setelah penebaran pupuk. dan Aspergillus. tidak disarankan menyemprotkan pestisida terutama fungisida pada tanah yang telah diaplikasi mikroba. Alat semprot yang digunakan sebaiknya bukan yang biasa dipakai untuk menyemprot pestisida. aplikasi pupuk kedua harus ditempatkan pada sisi yang belum mendapatkan pupuk (bergantian). Larikan Caranya. Hindari membuat larikan hanya pada salah satu sisi baris tanam karena menyebabkan perkembangan akar tidak seimbang. Mikroba juga membutuhkan waktu untuk berkembang biak sehingga hasil aplikasi mikroba penyubur tanah tidak langsung terlihat pada tanaman.4% Kalium 0. b. c.- Nitrogen 0. Biasanya cara ini dilakukan untuk memberikan pupuk susulan. 1. Mikroba yang telah dikemas ini kemudian disemprotkan ke tanah hingga berkembang biak dan memberi dampak positif bagi kesuburan tanah. Jumlah mikroba yang telah disemprotkan pun sangat mungkin akan berkurang karena faktor cuaca. Lactobacillus.5-1 kali jari-jari tajuk. larikan dapat dibuat melingkar di sekeliling pohon dengan jari-jari 0. 1. Jenis bakteri dan jamur yang biasa digunakan diantaranya Rhizobium. larikan tidak perlu ditutup kembali dengan tanah. 1. Pupuk yang tidak mudah menguap dapat langsung ditempatkan di atas tanah. lanjutkan dengan pengolahan tanah.

atau nursery tanaman yang bernilai ekonomi tinggi. Pada media tanam dalam pot. penebaran pupuk organik sebaiknya diikuti dengan pengolahan tanah seperti pembajakan atau penggemburan tanah agar pupuk organik dapat mencapai lapisan tanah yang lebih dalam. 1. Lazimnya. d. Namun. Pupuk organik seperti ini diantaranya dipasarkan dengan merk dagang Ostindo. Cara Aplikasi Pupuk Organik Tanah berpasir. 1. dan Green Pride. atau tanah sangat padat yang mudah retak pada musim kemarau. Pupuk organik dalam bentuk tersebut lebih mudah diaplikasikan dan dosis yang diperlukan menjadi lebih kecil. tempatkan pupuk ke dalam lubang di samping tanaman sedalam 10-15 cm. dan beberapa jenis sayuran. tutup kembali lubang dengan tanah untuk menghindari penguapan. Jika harus menggunakan pupuk organik yang belum terurai sempurna (rasio C/N masih tinggi) harus diberi jeda waktu antara pemberian pupuk organik dan penanaman bibit yakni minimal satu minggu. perbandingan pupuk kandang dan tanah yang ideal adalah 1:3. Cara ini telah banyak diterapkan pada pembibitan tanaman Hutan Tanaman Industri (HTI). Cara ini dapat dilakukan disamping kiri dan samping kanan baris tanaman atau sekeliling pohon. Fertigasi Pupuk dilarutkan dalam air dan disiramkan pada tanaman melalui air irigasi. pupuk organik. Lubang tersebut dibuat dengan alat tugal. atau pupuk slow release. cara ini dilakukan untuk tanaman yang pengairannya menggunakan sistem sprinkle. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam aplikasi pupuk organik adalah sebagai berikut. tomat. Pada pertanian intensif pemupukan sering dilakukan berkali-kali sehingga beberapa cara diatas dapat dilakukan bersama-sama dalam satu musim tanam. Jenis pupuk yang dapat diaplikasikan dengan cara ini adalah pupuk slow release dan pupuk tablet. Lewat cara ini. Pupuk yang digunakan harus memiliki indeks garam yang rendah agar tidak merusak benih atau biji. pupuk dimasukkan ke lubang tanam pada saat penanaman benih atau bibit. DAFTAR PUSTAKA . sementara itu. lapangan golf. pupuk organik sebaiknya ditempatkan pada lubang tanam satu minggu sebelum bibit ditanam. tanah tererosi. Kemudian setelah pupuk dimasukkan. Penugalan Caranya. bekas pertambangan.Caranya. Hal itu dilakukan untuk menghindari dampak buruk yang mungkin terjadi pada tanaman ketika proses penguraian pupuk organik berlangsung. Kedua perlakuan tersebut dilakukan supaya sifat fisik tanah membaik dan pemakaian pupuk kimia menjadi lebih efisien. akurasi dan penyerapan pupuk oleh akar dapat lebih tinggi. 1. OCF. cabai. Setelah diberi pupuk organik. Pada jagung. perbandingan antara kompos dan tanah yang ideal adalah 1:1. 2. e. dilanjutkan dengan pengolahan tanah. Pemberian pupuk organik dengan dosis kecil tetapi sering lebih baik dari pada dosis banyak yang diberikan sekaligus. sekarang telah dipasarkan pupuk organik yang dipadatkan dalam bentuk pelet atau konsentrat. Cara ini lazim menggunakan pupuk jenis SP36. sebaiknya diberi pupuk organik dalam jumlah besar sebelum digunakan untuk bercocok tanam. Kebutuhan dosis pupuk organik yang sangat besar seringkali menyulitkan proses penebarannya.

Pemupukan Yang Efektif. 1999.Novizan.com/2010/04/03/jenis-jenis-pupuk-dan-cara-aplikasinya/ . PT Mitratani Mandiri Perdana. Jakarta http://eone87.wordpress. Makalah Pada Kursus Singkat Pertanian.

serta cara-cara lain yang khas seperti pemasangan turus dan perempelan tunas ataupun daun. maka penyiapan lahan akan terburu-buru. Alasan utama sistem MPHP digunakan pada cabai-cabai hibrida adalah untuk mengimbangi biaya pengadaan MPHP dari peningkatan hasil cabai yang lebih tinggi daripada cabai biasa. Budidaya cabai hibrida dengan sistem MPHP merupakan perbaikan kultur teknik ke arah yang intensif. Populasi yang sangat rapat ini dapat mengakibatkan penangkapan sinar matahari setiap tanaman berkurang dan kelembaban udara di sekitar kebun menjadi tinggi. sehingga secara ekonomis menguntungkan. penyiapan lahan harus didahulukan. Hero. diantaranya adalah penggunaan benih unggul dari varietas hibrida yang bermutu tinggi. Bibit cabai hibrida umumnya siap dipindahtanamkan dari persemaian ke lapangan (kebun) pada umur 17 . Sebaliknya. pengendalian hama dan penyakit. pertumbuhan kurang optimal dan produksinya menurun (rendah). bila pembibitan didahulukan. Long Chili. Kelembaban yang tinggi seringkali dapat meningkatkan serangan hama dan penyakit. Bila bibit terlambat dipindahtanamkan (terlanjur tua). Ever-Flavor dan cabai Paprika. sehingga tanahnya belum matang benar dan bibit sudat terlanjur tua.23 hari (berdaun 2 . Kegiatan pokok teknik budidaya cabai hibrida sistem MPHP meliputi : Penyiapan Lahan Dalam budidaya cabai hibrida sistem MPHP. Perbaikan kultur teknik budidaya cabai secara intensif untuk meningkatkan produksi maupun kualitas hasil. pemupukan berimbang.Iklim dan Tanah Persiapan Lahan & Tanam Pemeliharaan Tanaman Mulsa Plastik Hama & Penyakit Panen & Pasca Panen TEKNIK BUDIDAYA CABAI HIBRIDA MULSA PLASTIK SISTEM Dewasa ini bertani cabai hibrida sistem mulsa plastik hitam perak (MPHP) banyak dipraktekkan pada cabai Hot Beauty. Pada umumnya sistem budidaya cabai di sentra-sentra produksi cabai masih menggunakan benih lokal dan populasi tanaman per hektarnya tinggi. Persyaratan lahan untuk kebun cabai hibrida sistem MPHP adalah : • Tempatnya terbuka agar mendapat sinar matahari secara .4 helai). Maksudnya agar tanah sebagai media tanam benar-benar telah matang dan layak ditanami. penerapan MPHP. Dimungkinkan pula pada usahatani cabai keriting hibrida maupun cabai kecil (rawit. cengek) hibrida. kemudian disusul dengan penyiapan benih atau pembibitan.

Pada tanah-tanah yang becek seringkali menyebabkan gugur daun dan juga tanaman cabai mudah terserang penyakit layu. tanaman paprika akan mengalami gugur tunas.4.8 hanya akan menghasilkan produksi yang sedikit (rendah). Lahan tegalan (tanah kering) dapat digunakan.5 (asam) dapat diperbaiki keadaan kimianya dengan cara pengapuran.5) Agak asam (5. bebas cacing (nematoda) dan penyakit tular tanah. Beberapa angka pH tanah (reaksi tanah). Syarat Tanah Hampir semua jenis tanah yang cocok untuk budidaya tanaman pertanian.000 meter dpl yang membutuhkan iklim tidak terlalu dingin dan tidak terlalu lembab. • • IKLIM DAN TANAH Syarat Iklim Pada umumnya cabai dapat ditanam di dataran rendah sampai pegunungan (dataran tinggi) + 2.270 C. Sedangkan cabai hibrida Long Chili lebih cocok ditanam pada ketinggian antara 800 . kaya akan organik. seperti kentang. dan untuk pembentukan buah pada kisaran 160 . tetapi dapat pula dikembangkan di dataran menengah mulai ketinggian 600 m dpl.30. Untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas hasil yang tinggi. tomat. Kisaran temperatur optimum untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman paprika antara 210 . terdiri atas : • • • • Paling masam (< 4.5) Asam (4.5) . Temperatur yang baik untuk tanaman cabai adalah 240 .5. • Lahan bukan bekas pertanaman yang sefamili. Lahan yang paling baik adalah berupa tanah sawah bekas tanaman padi. Setiap varietas cabai hibrida mempunyai daya penyesuaian tersendiri terhadap lingkungan tumbuh.230 C.0 . Khusus untuk tanah yang pH-nya di bawah 5. asal cukup tersedia air.5 . Khusus untuk cabai Paprika umumnya hanya cocok ditanam di dataran tinggi. sedangkan untuk pembentuk-an buah memerlukan temperatur 18. guna menghindari risiko serangan penyakit. sehingga pH-nya naik mendekati pH normal. gugur bunga dan buah muda. cocok pula bagi tanaman cabai.250 C. Alih teknologi budidaya paprika di dataran menengah antara lain menggunakan sungkup beratapkan plastik bening (transparan).5 atau di atas 6. Kisaran pH tanah yang ideal adalah antara 5. Cabai hibrida Hot Beauty dan Hero dapat berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi + 1200 m dpl. agar tidak perlu membajak cukup berat. tidak mudah becek (menggenang).5 .penuh.0) Sangat asam (4. Meskipun cabai paprika umumnya cocok ditanam di dataran tinggi.8. Pada kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.1500 m dpl.6. gembur. Cabai paprika tidak tahan terhadap intensitas cahaya matahari yang tinggi karena dapat menyebabkan buah seperti terbakar (sunburn) dan juga hasil akhir bobot buah akan sangat rendah. karena pada pH di bawah 5.5 . cabai menghendaki tanah yang subur. serta ukuran buah sangat kecil. terung taupun tembakau .6. yakni dengan cara memanipulasi lingkungan.

40 cm. kemudian dibiarkan diangin . Pada saat 70% bedengan kasar terbentuk. sehingga dapat menghalangi pertumbuhan tanaman secara optimum. lebar parit 60 .8. Besi (Fe) dan Mangan (Mn).9.1.600 selama 15 . benih cabai sebaiknya direndam dulu dalam air dingin ataupun air hangat 550 .50 cm. kambing. maka sebelumnya polybag harus diisi dengan .30 ton.5) Basa (8.0). Di sekeliling lahan kebun cabai dibuat parit keliling selebar dan sedalam 70 centimeter. Bila benih cabai akan disemai langsung dalam polybag. bersamaan dengan pemberian pupuk kandang dilakukan pengapuran sebanyak 100 . Pupuk kandang dan kapur pertanian dicampur dengan tanah bedengan secara merata sambil dibalikkan. Benih dapat disemai langsung satu dalam bumbung (koker) yang terbuat dari daun pisang ataupun polybag kecil ukuran 8 x 10 cm. Pada pH tanah asam. Tembaga dan Seng ketersediaannya relatif menjadi sedikit. dan kapur pertanian 1.000 .anginkan selama kurang lebih 2 minggu. Kalsium.0 .2.20.125 gram/tanaman. Tanah yang sudah agak kering segera dibentuk bedengan-bedengan selebar 110 . • • • • Catatan : Jika populasi cabai hibrida per hektar antara 18.30 menit untuk mempercepat proses perkecambah-an dan mencucihamakan benih tersebut.000 tanaman pada jarak tanam 60 x 70 cm.14 hari. Belerang. domba. Khusus pada tanah yang banyak mengandung air (mudah becek).0 ton.5 kg/tanaman. Mangan. sebaiknya parit dibuat sedalam 60 .5) Agak basa (7. Pada pH tanah basa akan menyebabkan unsur-unsur Nitrogen. tetapi dapat pula dikecambahkan terlebih dahulu. Tanah dibajak atau dicangkul sedalam 30 .• • • • Netral (6. ketersediaan unsur-unsur Fosfor. Sebaliknya pada pH basa.0) Sangat basa (9.5 . Untuk lahan (kebun) seluas 1 hektar diperlukan benih + 180 gr atau 18 bungkus kemasan masing-masing berisi 10 gram. Cabai yang ditanam pada tanah asam pada umumnya keracunan unsur Alumunium (Al). Kalium. kembali ke atas PERSIAPAN LAHAN DAN TANAM Tahapan pengolahan tanah dilakukan dengan tata cara sebagai berikut : • • • Lahan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman atau perakaran dari pertanaman sebelumnya. sedangkan panjang bedengan sebaiknya lebih dari 12 meter.7. Besi. jumlah unsur bikarbonat cukup banyak untuk merintangi penyerapan ion lain.5 . Pada tanah yang pH-nya masam. kemudian dikeringkan selama 7 .8 . maka diperlukan pupuk kandang 18 . Borium.70 cm. bedengan dipupuk dengan pupuk kandang (kotoran ayam. sapi ataupun kompos) yang telah matang sebanyak 1. Sebelum dikecambahkan.5 . dilakukan penyiapan benih dan pembibitan di pesemaian.70 cm. Magnesium dan Molibdinum menurun dengan cepat. Penyiapan Benih dan Pembibitan Bersamaan dengan terbentuknya bedengan kasar.120 cm. tinggi 40 .

dan penyemprotan pupuk daun pada dosis rendah 0. maka harus segera dilindungi dengan sungkup dari bilah bambu beratapkan plastik bening (transparan) ataupun jaring net kassa. yang terdiri atas perbandingan 3 ZA : 1 Urea : 2 TSP : 1. Pemasangan MPHP sebaiknya memperhatikan cuaca.50 cm. pupuk yang diperlukan sejumlah + 4 kg. sedangkan cabai paprika 50 x 70 cm atau 60 x 70 cm.5 gr/liter air saat tanaman muda berumur 10 . Jenis dan dosis pupuk yang biasa digunakan untuk cabai hibrida adalah sebagai berikut : Untuk praktisnya dapat menghitung pupuk per bedengan. Tata cara penyemaian benih ke dalam polybag prinsipnya sama seperti cara di atas hanya perlu alat bantu pinset agar kecambah benih cabai tidak rusak. disemaikan satu per satu sedalam 1. Sehari sebelum tanam. yakni pada saat terik matahari antara pukul 14. Penggunaan alat ini dengan cara menempelkan ujung bawahnya pada MPHP sesuai dengan jarak tanam yang telah ditetapkan.23 hari atau berdaun 2 .0 . pupuk kandang matang halus. Pemasangan MPHP minimal dilakukan oleh 2 orang. Kemudian bedengan diratakan kembali sambil dirapihkan. ditambah pupuk NPK dihaluskan serta Furadan atau Curater.1. Benih cabai hibrida yang telah direndam. Pembuatan lubang tanam dapat menggunakan alat bantu khusus yang terbuat dari potongan pipa besi diisi arang. Setelah benih keluar bakal akar sepanjang 2-3 mm.00 . lalu ditutup dengan tanah tipis. jarak tanam 60 x 70 cm akan berisi 40 tanaman. Berikutnya semua polybag yang telah diisi benih cabai disimpan di bedengan secara teratur dan segera ditutup dengan karung goni basah selama + 3 hari agar cepat berkecambah. Kemudian dikuatkan dengan pasak bilah bambu berbentuk "U" yang ditancapkan di setiap sisi bedengan. Cara ini untuk meyakinkan daya kecambah benih yang siap disemai dalam polybag. Penanaman Waktu tanam yang paling baik adalah pagi atau sore hari. Bahan media semai tersebut dicampur merata. Jarak tanam untuk cabai merah hibrida adalah 60 x 70 cm atau 70 x 70 cm. Sebagai pedoman untuk campuran adalah : tanah halus 2 bagian (2 ember volume 10 liter) + 1 bagian pupuk kandang matang halus (1 ember volume 10 liter) + 80 gr pupuk NPK dihaluskan (digerus) + 75 gr Furadan. dan setelah itu disiram air secukupnya agar pupuk dapat larut ke lapisan tanah. Caranya adalah : tariklah kedua ujung MPHP ke masing-masing ujung bedengan arah memanjang. Pemasangan MPHP Sebelum MPHP dipasang untuk menutupi permukaan bedengan. Misalnya panjang bedengan 12 meter.5 kg Furadan. bedengan yang telah ditutup MPHP harus dibuatkan lubang tanam dulu. Jadi.5 cm. dan bibit cabai telah berumur 17 . Selama bibit di pesemaian. terlebih dahulu dilakukan pemupukan pupuk buatan secara total sekaligus.5 Kcl. kegiatan rutin pemeliharaan adalah penyiraman 1-2 kali/hari atau tergantung cuaca. lalu dimasukkan ke dalam polybag hingga 90% penuh. Kuatkan dengan pasak bilah bambu pada setiap jarak 40 .00 agar plastik tersebut memanjang (memuai) dan menutup tanah serapat mungkin. namun dapat pula diatur rapi di atas bedengan-bedengan selebar 110 .4 helai. dapat segera disemaikan ke dalam polybag. Campuran pupuk buatan ini disebar merata sambil diaduk dan dibalikkan dengan tanah bedengan. serta penyemprotan pestisida pada konsentrasi setengah dari yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit. Berikutnya tarik pula lembar MPHP ke bagian sisi kiri kanan (lebar) bedengan hingga nampak rata menutup permukaan bedengan. Bedengan yang telah ditutup MPHP dibiarkan dulu selama + 5 hari agar pupuk buatan larut dalam tanah dan tidak membahayakan (toksis) bibit cabai yang ditanam.media campuran tanah halus.120 cm. dengan catatan tiap 100 kg pupuk campuran tadi ditambahkan 1 kg Borate dan 1. maka sehabis direndam harus segera dimasukkan ke dalam lipatan kain basah (lembab) selama + 3 hari. Setelah semaian cabai tersebut diatur rapi. Dengan cara demikian MPHP akan berlubang berupa .15 hari. Penyimpanan polybag berisi semaian cabai dapat ditata dalam rak-rak kayu atau bambu.16. Bila benih dikecambahkan terlebih dahulu.

80 cm di bagian pinggir bedengan. Caranya adalah dengan memasukkan ujung bilah bambu ke dalam lubang bambu gelondongan yang letaknya berpasangan. Cara lain adalah menggunakan pisau silet atau pisau cutter dengan cara dikeratkan langsung pada MPHP berbentuk bulatan kecil. Setelah media semainya cukup kering. dapat juga menggunakan alat bantu bekas kaleng susu yang salah satu permukaannya telah dipotong. kembali ke atas PEMELIHARAAN TANAMAN Kegiatan pokok pemeliharaan tanaman meliputi : pemasangan ajir (turus).8 cm. kemudian putarlah sambil ditekan alakadarnya. Kegiatan pemeliharaan tanaman untuk semua jenis atau varietas cabai hibrida umumnya meliputi : Pemasangan ajir (turus) Cabai hibirida umumnya berbuah lebat. Selesai tanam. sehingga untuk menopang • • . Kemudian bersama dengan polybagnya direndam dalam larutan fungisida sistemik atau bakterisida pada dosis 0. perempelan daun bawah di bawah cabang.5 . penyiraman (pengairan). hingga akhirnya sungkup (kerangka) naungan siap dipasang atap plastik bening. maka bibit cabai akan keluar bersama akar dan medianya. pengendalian hama dan penyakit. Pasang atap plastik bening. Khusus untuk cabai paprika yang sifatnya peka terhadap sinar matahari yang terik diperlukan naungan beratap plastik bening (transparan). Pemasangan kerangka naungan ini bisa tunggal per bedengan. Bagian dasar polybag ditepuk-tepuk secara pelan dan hati-hati. segera disiram sampai tanahnya cukup basah.1. dan kuatkan dengan tali pengikat agar tidak mudah lepas oleh terpaan angin. Cara penggunaan kaleng bekas susu ini adalah : tutupkan pada calon lubang tanam yang telah ditetapkan. Tata cara pemasangan sungkup (naungan) untuk cabai paprika (atau cabai hibrida di musim hujan). Hubungkan antara kerangka sungkup yang satu dengan yang lainnya dengan bilah bambu yang dipasang memanjang.0 gram/liter air selama 15 30 menit untuk mencegah penularan hama dan penyakit. bibit cabai hibrida dikeluarkan dari polybag secara hati-hati. kemudian bibit dimasukkan sambil diurug tanah hingga dekat pangkal batangnya cukup padat.bulatan-bulatan kecil berdiameter + 6 . Bibit cabai hibrida yang disemai dalam polybag ini. begitu dipindahtanamkan langsung tumbuh (segar) tanpa mengalami kelayuan (stagnasi). Bibit cabai hibrida siap langsung ditanam pada lubang tanam yang tersedia. Pasang bilah bambu yang bentuknya dilengkungkan setengah lingkaran setinggi 160 . kemudian ikat dengan tali kawat. maka akan langsung terbentuk lubang kecil. pada prinsipnya adalah sebagai berikut : • • Pasang tiang-tiang dari bambu gelondongan setinggi 50 .200 cm dari permukaan tanah. Cara penanaman bibit cabai adalah : mula-mula sebagian tanah pada lubang tanam diangkat kira-kira seukuran media polybag. Caranya : ambil polybag berisi bibit sambil dibalikkan dan pangkal batang bibit cabai dijepit oleh jari telunjuk dan jari tengah. Selain itu. pemupukan tambahan (susulan). tergantung dari kepraktisan maupun ketersediaan bahan. perempelan tunas dan bunga pertama. atau 2 bedengan bahkan tiap 4 bedengan. Bibit cabai hibrida yang siap dipindahtanamkan segera disiram dengan air bersih secukupnya. arahnya memanjang pada jarak tiap 3-4 meter.

Perempelan daun-daun tua ini jangan terlalu awal. pertumbuhan tanaman cabai akan lambat. memerlukan pengairan yang intensif dan rutin. Jenis pupuk yang digunakan pada . Tujuan perempelan bunga perdana ini adalah untuk merangsang pertumbuhan tunas-tunas dan percabangan di atasnya yang lebih banyak dan produktif menghasilkan buah yang lebat. Di lahan tertentu yang tidak mungkin melakukan pengairan dengan cara dileb.20 hari.pertumbuhan tanaman agar kuat dan kokoh serta tidak rebah perlu dipasang ajir (turus) dari bilah bambu setinggi 125 cm. maka penyiraman perlu dilakukan secara rutin tiap hari. Khusus untuk cabai paprika. terutama di musim kemarau. bahkan seringkali menjadi sumber penularan hama dan penyakit. Pengairan (Penyiraman) Pada fase awal pertumbuhan atau saat tanaman cabai masih menyesuaikan diri terhadap lingkungan kebun (adaptasi). Pemupukan Tambahan (susulan) Sekalipun tanaman cabai hibrida sudah dipupuk total pada saat akan memasang MPHP. Pengeleban ini airnya cukup sampai batas antara tanah bagian bawah dengan ujung MPHP. Tunas ini tidak produktif dan akan mengganggu pertumbuhan secara optimal. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerusakan akar tanaman cabai sewaktu memasang (menancapkan) ajir. sebab pertumbuhan cabang daun belum optimal. Biasanya perempelan tunas ini dilakukan 2 . Tanpa perempelan tunas samping. terutama daun yang terserang hama dan penyakit. Pemasangan ajir harus sedini mungkin. maka bunga ini pun harus dirempel. Daun-daun tua yang ada di bawah cabang dapat dirempel. airnya segera dibuang kembali melalui saluran pembuangan. Perempelan tunas samping dilakukan pada tanaman cabai hibrida yang berumur antara 7 . lebar + 4 cm dan tebalnya + 2 cm. justru berakibat fatal. pengairan berikutnya dilakukan dengan cara dileb setiap 3 . Kesalahan perempelan daun tua.80 hari biasanya sudah membentuk percabangan yang optimal. Oleh karena itu. maka perempelan tunas dihentikan. Tanah yang becek atau menggenang akan memudahkan tanaman terserang penyakit layu. Ajir dipasang (ditancapkan) tegak tiap 3 tanaman cabai 1 ajir secara berjajar mengikuti arah panjang bedengan. perlu dilakukan perempelan (pembuangan) tunas samping. yakni pada saat tanaman belum berumur 1 bulan setelah pindah tanam. dapat menggunakan teknik kocoran melalui selang yang dialirkan di antara 4 tanaman. Tanaman cabai hibrida di bawah 40 hari. Setelah tanaman tumbuh kuat dan perakarannya dalam. Antara ajir dengan ajir lainnya dihubungkan dengan bilah bambu memanjang (gelagar) tepat pada ketinggian 80 cm dari permukaan tanah. Semua tunas samping dibuang agar tanaman tumbuh kuat dan kokoh.4 hari sekali. Setelah tanah bedengan basah. Perempelan Cabai hibrida umumnya bertunas banyak yang tumbuh dari ketiak-ketiak daun. yakni menyebabkan tanaman cabai tumbuh merana dan produksinya menurun. Kelak tanaman cabai hibrida yang sudah berumur 75 . Sedangkan tanaman yang sudah produktif (berbuah) tidak mutlak memerlukan air banyak. Daun tua tersebut sudah tidak produktif lagi. Tetapi yang terpenting adalah menjaga agar tanah tidak kekeringan. Saat terbentuk cabang.3 kali. Ketika tanaman cabai mengeluarkan bunga pertama dari sela-sela percabangan pertama. Ujung selang dimasukkan ke dalam lubang MPHP di tengahtengah bedengan. pemasangan ajir setiap tanaman 1 ajir. namun untuk menyuburkan pertumbuhan yang prima dapat diberi pupuk tambahan (susulan).

Pemberiannya adalah dengan cara dikocorkan pada setiap tanaman sebanyak 300 . Menjaga tanah tetap gembur. yaitu muka pertama berwarna hitam dan muka kedua berwarna perak. Setiap kali selesai panen perlu dipupuk susulan untuk mempertahankan produktivitas buah. tanaman cabai yang berumur 50 hari dapat dipupuk susulan berupa NPK atau campuran ZA. sehingga . sehingga dapat dipanen beberapa kali (12 . TSP. Mulsa Plastik Hitam (MPH) sudah membudaya pada tanaman mentimun. Interval penyemprotan pupuk daun antara 10 . Urea. terutama bila kondisi pertumbuhan tanaman cabai kurang memuaskan atau karena terserang hama dan penyakit.0 m dimasukkan ke dalam lubang MPHP dekat pangkal batang tanaman cabai.fase pertumbuhan vegetatif aktif (daun dan tunas) adalah pupuk daun yang kandungan Nitrogennya tinggi. juga kaya akan unsur Belerang (S) yang diperlukan untuk pertumbuhan cabai hibrida secara optimal. Pemupukan Nitrogen pada cabai hibrida dianjurkan 2 macam sumber N. KCl.1. kembali ke atas KEUNTUNGAN PENGGUNAAN PLASTIK HITAM-PERAK Mulsa plastik yang dianggap baik di daerah subtropis adalah yang berwarna hitam dengan ketebalan 50 mikron. Pada fase pertumbuhan bunga dan buah (generatif). Untuk memacu pertumbuhan bunga dan buah.500 cc atau tergantung kebutuhan. MPHP ini memiliki dua muka dan dua warna. Pada kondisi pertumbuhan tanaman cabai cukup bagus. Kemudian pupuk dimasukkan melalui lubang tersebut sambil diaduk-aduk dengan tanah dan langsung disiram air bersih agar cepat larut dan meresap ke dalam tanah. pemberian pupuk susulan ini cukup sebulan sekali. dengan dosis atau konsentrasi yang tertera pada labelnya (kemasan) pupuk daun tersebut. 4. Pengocoran pupuk larutan ini dapat dilakukan setiap dua minggu sekali. Pemberian pupuk dapat dilakukan sekaligus total sebelum tanam. strawberri dan kubis bunga.5 . Jenis dan dosis pupuknya adalah berupa NPK atau campuran ZA. (1 : 1 : 1 : 1) sebanyak + 4 sendok makan. trips dan tungau. misalnya Multimicro dan Complesal cair. Keuntungan bertani sistem MPHP antara lain : 1. Cara pengocoran dapat dilakukandengan alat bantu corong atau selang sepanjang 0. Cara pemberiannya adalah dengan melubangi MPHP diantara 4 tanaman. Kcl. 2. Pupuk ZA selain mengandung unsur Nitrogen. (1 : 1 : 1 : 1) sebanyak 2 sendok per tanaman yang diberikan di antara 2 tanaman cabai bagian kiri dan kanan.14 kali). Pemupukan susulan berikutnya masih diperlukan. Warna hitam untuk menutup permukaan tanah. masih perlu pemberian pupuk daun yang mengandung unsur Phospor dan Kaliumnya tinggi. serta secara tidak langsung menekan serangan penyakit virus. Warna perak dari mulsa dapat memantulkan sinar matahari . dapat mengurangi hama aphis. Kemira merah ataupun Growmore Kalsium. yaitu ZA san Urea. terutama pada hibrida Hot Beauty dan Hero. Urea. Varietas cabai hibrida umumnya bisa berbuah cukup lama. suhu dan kelembaban tanah relatif tetap 3. tomat. Adaptasi atau pengembangan teknologi sistem Mulsa Plastik dirintis oleh Jepang dan Taiwan yang memperkenalkan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP). misalnya Complesal merah.14 hari sekali. TSP. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah NPK sebanyak 4-5 kg yang dilarutkan dalam 200 liter air (1 drum). Warna hitam dari mulsa menimbul-kan kesan gelap sehingga dapat menekan rumput-rumput liar atau gulma. warna perak sebagai permukaan atas tempat menanam suatu tanaman budidaya.

fumigan seperti Basamid-G. Larva akan menjadi pupa (kepompong) yang dibentuk di bawah permukaan tanah. mula-mula hidup ber-kelompok dan kemudian menyebar. sehingga biaya pengadaan MPHP dapat dialokasikan dari biaya pemeliharaan tanaman tersebut. Kehilangan hasil produksi cabai karena serangan penyakit busuk buah (Colletotrichum spp). Strategi pengendalian hama dan penyakit pada tanaman cabai diajurkan penerapan pengendalian secara terpadu. Telur akan menetas menjadi ulat (larva). varietas yang tahan (resisten). dan penguapan unsur hara oleh sinar matahari. MPHP dapat menekan penguapan air dari dalam tanah. kembali ke atas PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT Salah satu faktor penghambat peningkat-an produksi cabai adalah adanya serangan hama dan penyakit yang fatal. Hama ulat grayak merusak di musim kemarau dengan cara memakan daun mulai dari bagian tepi hingga bagian atas maupun bawah daun cabai.61 hari. Buah cabai yang berada di atas permukaan tanah terhindar dari percikan air tanah sehingga dapat mengurangi resiko berjangkitnya penyakit busuk buah. Menyerang bersama-sama dalam jumlah yang sangat besar. HAMA CABAI Ulat Grayak (Spodoptera litura) Serangga dewasa dari hama ini adalah kupu-kupu. sehingga pertumbuhan dan produksi tanaman budidaya relatif seragam (homogen). Ulat ini memangsa segala jenis tanaman (polifag). 5. 7. dan cara kimiawi.(stabil). Ciri khas dari larva (ulat) grayak ini adalah terdapat bintik-bintik segitiga berwarna hitam dan bergaris-garis kekuningan pada sisinya. hayati (biologi). sehingga menghambat proses fotosintesis dan akibatnya produksi buah cabai menurun. bercak daun (Cercospora sp) dan cendawan tepung (Oidium sp. termasuk menyerang tanaman cabai. sehingga tidak terlalu sering untuk melakukan penyiraman (pengairan). Serangan ulat grayak terjadi di malam hari. Stadium yang membahayakan dari hama Spodoptera litura adalah larva (ulat). Pada siang hari bersembunyi di tempat yang teduh atau di permukaan daun bagian bawah. Kesuburan tanah karena pemupukan dapat merata. Secara ekonomis penggunaan MPHP dapat mengurangi pekerjaan penyiangan dan penggemburan tanah. karena fungsi MPHP mempercepat proses pembentukan gas zat fumigan tanpa harus membeli plastik khusus. 6. Pengendalian secara terpadu terhadap hama ini dapat dilakukan dengan cara : . Meletakkan telur secara berkelompok di atas daun atau tanaman dan ditutp dengan bulu-bulu. peraturan-peraturan. 9. karena kupu-kupu maupun larvanya aktif di malam hari. berwarna agak gelap dengan garis agak putih pada sayap depan.) berkisar antara 5% 30%. Komponen Pengendalian Hama dan Penyakit secara Terpadu (PHPT) ini mencakup pengen-dalian kultur teknik. Daur hidup dari telur menjadi kupu-kupu berkisar antara 30 . Praktis untuk melakukan sterilisasi tanah dengan menggunakan gas 10. 8. Jumlah telur tiap betina antara 25-500 butir. Serangan hama ini menyebabkan daun-daun berlubang secara tidak beraturan. fisik dan mekanik. Pada musim kering (kemarau). Mencegah tercucinya pupuk oleh air hujan.

yaitu mengumpulkan telur dan ulat-ulatnya dan langsung dibunuh. dengan cara digantungkan sedikit lebih tinggi di atas tanaman cabai. dan tiap malam bekerja efektif sebagai perangkap ngengat jantan. lebih dari 100 jenis tanaman inang. 1.2 cc/liter. Untuk 1 hektar kebun cabai cukup dipasang 5-10 buah Ugratas merah. Kimiawi. Keuntungan penggunaan Ugratas ini antara lain : aman bagi manusia dan ternak.) Kutu daun atau sering disebut Aphid tersebar di seluruh dunia. Kutu Daun (Myzus persicae Sulz.10 hari. Florbac.1 . litura). tangkai bunga ataupun bagian tanaman lainnya. kutu daun mengeluarkan cairan manis (madu) yang dapat menutupi permukaan daun. Sex pheromone. yaitu menanam tanaman perangkap (trap crop) di sekeliling kebun cabai. Serangan kutu daun menghebat pada musim kemarau.0. Kultur teknis. tidak hanya menjadi hama tetapi juga berfungsi sebagai penular (penyebar) berbagai penyakit virus. 1. Sex pheromone dari Taiwan yang di Indonesia diberi nama "Ugratas" atau Ulat Grayak Berantas Tuntas berwarna "merah" sangat efektif untuk dijadikan perangkap kupu-kupu dewasa dari ulat grayak (S. dapat menekan penggunaan insektisida. Hama ini menyerang tanaman cabai dengan cara mengisap cairan daun. 1. 1. serta melakukan rotasi tanaman. belang-belang kekuningan (klorosis) dan akhirnya rontok sehingga produksi cabai menurun. Kultur teknik. Daur hidup hama ini berkisar antara 7 . Kutu daun berkembang biak dengan 2 cara. pucuk. dan Thuricide. Hama ini memakan segala jenis tanaman (polifag). Kimiawi. yaitu perangkap ngengat (kupu-kupu) jantan. Pengendalian secara terpadu terhadap hama ini dapat dilakukan dengan cara : 1. Di samping itu. Cara pemasangan Ugratas merah ini adalah dimasukkan ke dalan botol bekas aqua volume 500 cc yang diberi lubang kecil untuk tempat masuknya kupu-kupu jantan. keriting. yaitu disemprot dengan insektisida berbahan aktif Bacilus thuringiensis seperti Dipel. Bactospeine. Cairan manis ini akan ditumbuhi cendawan jelaga berwarna hitam sehingga menghambat proses fotosintesis. Daya tahan (efektivitas) Ugratas ini + 3 minggu. yaitu disemprot insektisida seperti Hostathion 40 EC 2 cc/lt atau Orthene 75 SP 1 gr/lt. termasuk tanaman cabai. yaitu dengan semprotan insektisida yang efektif dan selektif seperti Deltamethrin 25 EC pada konsentrasi 0. Kehadiran kutu daun di kebun cabai. yaitu dengan perkawinan biasa dan tanpa perkawinan atau telurtelurnya dapat berkembang menjadi anak tanpa pembuahan (partenogenesis).1. tidak berdampak negatif terhadap lingkungan. Sex pheromone merupakan aroma yang dikeluarkan serangga betina dewasa yang dapat menimbulkan rangsangan sexual (birahi) pada serangga jantan dewasa untuk menghampiri dan melakukan perkawinan sehingga membuahkan keturunan. Serangan berat menyebabkan daun-daun melengkung. Decis 2.5 . yaitu menjaga kebersihan kebun dari gulma dan sisa-sisa tanaman yang menjadi tempat persembunyian hama. Hayati (biologis) kimiawi. 1. tidak menimbulkan kekebalan hama. misalnya jagung. Mekanis. dan dapat memperlambat perkem-bangan hama tersebut.

Kultur teknis. dan meletakkan telurnya di dalam buah cabai. yaitu dengan pergiliran tanaman atau tidak menanam cabai secara bertahap dengan selisih waktu cukup lama karena tanaman muda akan terserang parah. tetapi bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag). berwarna coklat-tua.1%. dan pembentukan stadium pupa terjadi di atas permukaan tanah. yaitu dengan pergiliran tanaman yang bukan tanaman inang lalat buah. Pengendalian secara terpadu terhadap hama ini dapat dilakukan dengan cara : 1.2%) atau Mitac 200 EC (0.5-2. . Siklus hidup tungau berkisar selama 1415 hari.5-2. Triazophos 40 EC 0. Buah-buah yang diserang akan menjadi bercak-bercak bulat. Thrips ini kadang-kadang berperan sebagai penular (vektor) penyakit virus. Hostathion 40EC 0. kemudian merusak buah cabai. Serangga Thrips sangat kecil.) Spesies Thrips yang sering ditemukan adalah T. dan aktif di siang hari. Telur tersebut akan menetas. yaitu dengan disemprot insektisida Deltamethrin 25 EC 0. Daur hidup hama ini lamanya sekitar 4 minggu.EC 0.5 EC (0. Kultur teknik.04%). tabaci yang hidupnya bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag).2%). Mekanis. 1.2%). Kimiawi. bentuk mirip laba-laba. yaitu dengan pemasangan perangkap beracun "metil eugenol" atau protein hydrolisat yang efektif terhadap serangga jantan maupun betina.1% atau Orthene 75 SP 0. dan berguguran (rontok). kemudian dimusnahkan.2%) maupun Mesurol 50 WP (0.12 hari. Akibatnya semua bagian buah cabai rusak. Serangan yang berat dapat mengakibatkan matinya daun (kering). 1. Hama Thrips menyerang hebat pada musim kemarau dengan memperlihatkan gejala serangan strip-strip pada daun dan berwarna keperakan. Dapat pula disemprot langsung dengan insektisida seperti Buldok.1-0.04%.1-0. busuk. berkembang biak tanpa pembuahan sel telur (partenogenesis) dan siklus hidupnya berlangsung selama 7 . panjang + 1 mm. Tungau menyerang tanaman cabai dengan cara mengisap cairan sel daun atau pucuk tanaman. Tungau (Tarsonemus translucens) Tungau berukuran sangat kecil. atau juga Decis 2. Serangan yang berat. 1. Serangga dewasa panjangnya + 1 mm.5 cm.0 cc/lt. terutama di musim kemarau. Pengendalian tungau dapat dilakukan dengan cara disemprot insektisida akarisasi seperti Omite EC (0. Kimiawi. Buah cabai yang terserang akan dihuni larva yang pandai meloncat-loncat. kemudian membusuk dan berlubang kecil. Lannate ataupun Tamaron. Hostathion 20 EC (0. Endosulfan 25 EC 0. Lalat Buah (Dacus ferrugineus) Serangga dewasa panjangnya + 0. Akibat serangannya dapat menimbulkan bintik-bintik kuning atau keputihan. Thrips (Thrips sp. akan menyebabkan cabai tumbuh tidak normal dan daundaunnya keriting. Pengendalian secara terpadu terhadap hama ini dapat dilakukan dengan cara : 1.0 cc/lt.7 cc/lt. yaitu dengan mengumpul-kan buah cabai yang terserang.

Bakteri layu biasanya menghebat pada tanaman cabai di dataran rendah. Pencabutan tanaman yang sakit agar tidak menular ke tanaman yang sehat. Daun menguning dan akhirnya mengering serta rontok. diantaranya adalah tomat. Gejala kelayuan tanaman seringkali sulit dibedakan dengan serangan bakteri layu (P. sehingga akibat lebih lanjut seluruh tanaman layu dan mati. Bakteri layu menyerang sistem perakaran tanaman cabai. Gejala yang dapat diamati secara visual pada tanaman cabai adalah kelayuan tanaman mulai dari bagian pucuk. Untuk membuktikan penyebab layu tersebut dapat dilakukan dengan cara memotong pangkal batang tanaman yang sakit. bahan tanaman yang sakit. Bila dari pangkal batang keluar cairan putih dan terlihat suatu cincin berwarna coklat dari 1. Pengelolaan (manajemen) lahan. 1. Pengendalian penyakit bakteri layu harus dilakukan secara terpadu.) Layu Fusarium disebabkan oleh organisme cendawan bersifat tular tanah. 1. Smith) Bakteri layu mempunyai banyak tanaman inang. maka setelah beberapa menit digoyang-goyangkan akan keluar cairan berwarna coklat susu atau berkas pembuluh batangnya berwarna coklat berlendir (slime bakteri). misalnya dengan pengapuran tanah ataupun pergiliran tanaman yang bukan famili Solanaceae Layu Fusarium (Fusarium oxysporum Sulz. Bila pangkal batang cabai yang diserang. kemudian menjalar ke seluruh bagian tanaman. Biarkan rendaman batang tadi sekitar 5-15 menit. serangga.F. solanacearum). dan akhirnya menyebabkan kematian tanaman dalam beberapa hari kemudian. atau dikocor di sekitar batang tanaman cabai tersebut yang diperkirakan terserang bakteri P. Gejala kelayuan tanaman cabai terjadi mendadak. irigasi (air). 1. Penyebaran penyakit layu bakteri dapat melalui benih. Gejala serangan yang dapat diamati adalah terjadinya pemucatan warna tulang-tulang daun di sebelah atas. tetapi paling peka adalah tanaman muda atau menjelang fase berbunga maupun berbuah. Perlakuan benih atau bibit sebelum tanam dengan cara direndam dalam bakterisida Agrimycin atau Agrept 0. kacang tanah dan cabai.PENYAKIT CABAI Layu Bakteri (Pseudomonas solana-cearum E. Penyakit bakteri layu dapat menyerang tanaman cabai pada semua tingkatan umur. yaitu : 1. Penggunaan bakterisida Agrimycin atau Agrept dengan cara disemprotkan . solanacearum. nematoda dan alat-alat pertanian. Perbaikan drainase tanah di sekitar kebun agar tidak becek atau menggenang. residu tanaman. kemudian diikuti dengan merunduknya tangkai-tangkai daun. kemudian digoyang-goyangkan secara hati-hati. dipotong atau dibelah. Biasanya penyakit ini muncul pada tanah-tanah yang ber pH rendah (masam). kemudian direndam dalam gelas berisi air bening. kemudian direndam dalam gelas berisi air bening (jernih). bibit. kentang.5 gr/lt selama 5-15 menit.

5-1. misalnya Benlate pada dosis 0. Pembersihan (sanitasi) lingkungan yaitu dengan cara menyiang gulma 1. misalnya Benlate ataupun Derosal 0. 1. 1.berkas pembuluhnya. kentang. Penyiraman larutan fungisida sistemik seperti Derosal. Phycozan. Topsin. Gejala serangan penyakit ini ditandai dengan terbentuknya bintik-bintik kecil kehitaman dan berlekuk. kemudian dimusnahkan (dibakar). Ev dan Colletotrichum capsici. Pengapuran tanah sebelum tanam dengan Dolomit atau Captan (Calcit) sesuai dengan angka pH tanah agar mendekati netral. et. yaitu direndam dalam larutan fungisida berbahan aktif Benomyl atau Thiram.0 gr/lt air selama 10-15 menit. Pencabutan tanaman yang sakit agar tidak menjadi sumber infeksi bagi tanaman yang sehat. tambakau). 1. Bercak daun dan buah cabai sering disebut penyakit Antraknose atau "patek". Perlakuan benih atau bibit dengan cara direndam dalam larutan fungisida sistemik. Bercak Daun dan Buah (Collectro-tichum capsici (Syd). atau sisa-sisa tanaman yang ada di sekitar kebun agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. Dithane M-45. Serangan yang berat menyebabkan buah cabai mengkerut dan mengering menyerupai "mummi" dengan warna buah seperti jerami. serta tepi bintik berwarna kuning. Cendawan G. piperatum umumnya menyerang buah muda dan menyebabkan mati ujung. Gejala awal serangan ditandai dengan terbentuknya bercak coklat-kehitaman pada buah. ataupun berbahan aktif Captan (Orthocide) dengan dosis 1 gr/lt. Pengendalian penyakit layu Fusarium dapat dilakukan dengan berbagai cara. Disebabkan oleh cendawan Gloesporium piperatum Ell. Difolatan 4 cc/lt. Pada bagian tengah bercak terdapat titik-titik hitam yang merupakan kumpulan dari konidium cendawan. Pengaturan jarak tanam yang sesuai sehingga kondisi kebum tidak terlalu lembab. capsici lebih sering menyebabkan buah cabai membusuk. Perlakuan benih. yaitu : 1. baik sistem segi empat atau segi tiga zig-zag. terutama pada musim hujan. Pada musim kemarau dapat menggunakan jarak tanam 50 x 70 cm. Cendawan C. . Fungisida-fungisida tersebut efektif menekan Antraknosa. Penyemprotan dengan fungisida seperti Kasumin 2 cc/lt. 1. sedangkan di musim hujan 60 x 70 cm ataupun 65 x 70 cm.5/lt. hal itu menandakan adanya serangan Fusarium. 1. yakni pergiliran tanaman yang bukan famili Solanaceae (tomat. Buah cabai yang sudah terserang penyakit dikumpulkan. Rotasi tanaman. 1. yang tinggi. Bisby). Previcur N dan Topsin di sekitar batang tanaman cabai yang diduga sumber atau terkena cendawan. Daconil. Penyakit ini menjadi masalah utama di musim hujan. dengan cara pembuatan bedengan 1. 1. kemudian meluas menjadi busuk-lunak. Anvil. Pengandalian dapat dilakukan dengan cara : 1. Pengaturan pembuangan air (drainase). et. Di bagian lekukan akan terus membesar dan memanjang yang bagian tengahnya berwarna gelap. Antracol dan Delsen. Tujuan rotasi tanaman ini adalah untuk memotong siklus hidup cendawan penyebab penyakit Antraknosa. Lamanya perendaman benih antara 4-8 jam. terung. Butl.

Virus Penyakit virus pada tanaman cabai di pulau Jawa dan Lampung ditemukan adanya Cucumber Mosaic Virus (CMV). Gejala serangan penyakit ditandai dengan bercak-bercak bulat kecil kebasah-basahan. kemudian meluas ke arah sumbu panjang. Pengendalian penyakit bercak Alternaria antara lain dengan cara menjaga kebersihan kebun. Busuk Daun dan Buah (Phytophthora spp) Penyakit busuk daun dapat pula menyebabkan busuk buah cabai. tetapi tidak menghasilkan buah. Batang tanaman cabai juga dapat diserang oleh penyakit ini. Tobacco Rattle Virus (TRV). Tobacco Mosaic Virus (TMV). ditandai dengan gejala perubahan warna menjadi kehitaman. dan disemprot fungisida seperti Sandovan MZ. 1. Serangan yang berat (parah) dapat menyebabkan daun menguning dan gugur. Tanaman cabai yang terserang virus seringkali mampu bertahan hidup. Potato Virus Y (PVY). Gejala penyakit virus yang umum ditemukan adalah daun mengecil. dan akhirnya buah akan terlepas dari kelopaknya karena membusuk. Pengen-dalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan kebun. dan disemprot fungisida seperti Topsin. ataupun langsung berguguran tanpa didahului menguningnya daun. secara berselang-seling. kemudian menyerang seluruh batang. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara pengaturan jarak tanam yang baik. keriting.Bercak Daun (Cercospora capsici Heald et Wolf) Penyebab penyakit bercak daun adalah cendawan Cercospora capsici. dan mosaik yang diduga oleh TMV. Buah-buah cabai yang terserang menunjukkan gejala awal bercak-bercak kebasahan. dan juga Tomato Ringspot Virus (TRSV). Pengendalian penyakit virus ini dapat dilakukan dengan cara : 1. dan kadangkadang juga menyerang pada bagian batang. yaitu di musim hujan idealnya 70 x 70 cm. Melakukan pergiliran (rotasi) tanaman dengan tanaman yang bukan famili . Serangan penyakit bercak Alternaria dimulai dari daun yang paling bawah. Bercak-bercak ini akan membesar dan bergabung menjadi satu. Velimek. Tanaman cabai yang menunjukkan gejala sakit dan mencurigakan terserang virus dicabut dan dimusnahkan. Gejala serangan nampak pada daun yaitu bercak-bercak kecil di bagian tepinya. dan disemprot fungisida seperti Cupravit. 1. mengumpulkan buah cabai yang busuk untuk dimusnahkan. Tobacco Etch Virus (TEV). Gejala serangan penyakit ini adalah ditandai dengan timbulnya bercak-bercak coklat-tua sampai kehitaman dengan lingkaran-lingkaran konsentris. Penyebaran virus biasanya dibantu oleh serangga penular (vektor) seperti kutu daun dan Thrips.5 cm. Pemberantasan serangga vektor (penular) seperti Aphids dan Thrips dengan semprotan insektisida yang efektif. Dithane M-45 dan Score. Bercak Alternaria (Alternaria solani Ell & Marf) Penyebab penyakit bercak Alternaria adalah cendawan. Di pusat bercak nampak berwarna pucat sampai putih dengan tepinya berwarna lebih tua. Berikutnya bercak akan meluas dengan garis tengah + 0. CMV dan TEV. dan Benlate secara berselang-seling. Kocide atau Polyram secara berselang-seling.

Khusus untuk sasaran ekspor. dan lingkungan tempat tanam. Beberapa contoh penyakit fisiologis pada tanaman cabai yang paling sering ditemukan adalah kekurangan unsur hara Kalsium (Ca). Di dataran rendah. kemudian menjadi lekukan bacah coklat kehitam-hitaman. Tanaman cabai yang kekurangan unsur Ca akan menunjukkan gejala pada buahnya terdapat bercak hijau-gelap. panen perdana dapat dimulai pada umur 90-100 hari setelah tanam. dan pengairan kebun secara merata. Panen berikutnya dilakukan selang 2-3 hari sekali.90% saat warna buah merah-kehitaman. kembali ke atas PANEN & PASCA PANEN PANEN CABAI HIBRIDA Panen cabai hibrida sangat dipengaruhi oleh faktor jenis atau varietasnya. seperti Growmore Kalsium. maka kualitasnya kurang disukai pasar (konsumen). kemudian dikumpulkan di tempat penampungan. Bila tanaman cabai atau paprika sedang produktif berbuah tetapi baru diketahui kekurangan Ca. sehingga bila mengenai permukaan buah akan menyebabkan terbakarnya kulit dan bagian dalam buah.Solanaceae. Menurut penelitian. Sedangkan di dataran tinggi (pegunungan). Cabai paprika tidak tahan terhadap sinar matahari. hampir matang tetapi warnanya masih hijau. persyaratan layak panen adalah bila buahnya telah mencapai ukuran maksimal. Bentuk buah cabai menjadi pipih dan berubah warna lebih awal (sebelum waktunya). sedangkan di dataran tinggi antara 4-6 hari sekali. dan terbakarnya buah cabai akibat sengatan sinar matahari. fungsi naungan plastik bening selain dapat mengurangi (mereduksi) intensitas cahaya matahari. Usaha pencegahan kekurangan Ca dapat dilakukan dengan cara pengapuran sewaktu mengolah tanah. Cara panen cabai hibrida adalah memetik buah bersama tangkainya secara hati-hati di saat cuaca terang. umumnya cabai mulai dipanen pada umur 75-80 hari setelah tanam. Gejala yang nampak di bagian luar adalah warna kulit buah berubah menjadi keputih-putihan hingga kecoklatan dan mengkerut. Pada cabai paprika. Sebaliknya. panen cabai dipilih pada tingkat kemasakan 85% . Di dataran rendah. Selanjutnya pemetikan buah dilakukan selang 6-10 hari sekali. sehingga dapat meningkatkan kelembaban relatif tanah di sekitar pertanaman paprika. Di samping itu. Meskipun tidak menjadi busuk basah. Pada pertanaman yang . Penyakit Fisiologis Merupakan keadaan suatu tanaman menderita sakit atau kelainan. Jaringan di tempat bercak menjadi rusak sampai ke bagian dalam buah. tetapi penyebabnya bukan oleh mikroorganisme. buah cabai paprika yang dipanen terlalu matang atau warnanya sudah merah. Pengendalian terhadap sengatan sinar matahari adalah melindungi tanaman dengan sungkup beratapkan plastik transparan (bening). pengaruh naungan plastik bening dapat meningkatkan hasil (bobot) buah total. Hasil panen dimasukkan ke dalam wadah. panen cabai untuk tujuan ekspor dapat diatur 2 hari sekali . terutama pada cabai Paprika. tetapi warna buah menjadi jelek dan kualitasnya menurun (rendah). diikuti pemupukan berimbang. Kecuali beberapa varietas cabai paprika memang khusus untuk dipanen buah merah ataupun buah kuning. Biasanya kekurangan Ca pada stadium buah rusak akan diikuti tumbuhnya cendawan. maka dapat disemprot dengan pupuk daun yang banyak mengandung unsur Ca. juga dapat mengurangi tingginya temperatur tanah dan defisit air. Buah cabai paprika yang dipanen terlalu muda bobotnya akan menurun secara drastis dan kurang tahan angkut (cepat rusak).

Perendaman sesaat dalam air hangat (blanching) Buah-buah cabai segar segera dicelupkan ke dalam air mendidih yang telah dicampur Kalium Metabisulfit 0. bentuk buah lurus. dapat dilakukan dalam ruang dingin (cold storage) yang suhunya rendah antara 2-15 derajat Celcius dan kelembabannya tinggi sekitar 90%-95% agar tetap segar selama + 20 hari. pewadahan cabai dapat dilakukan dalam karung plastik yang tembus udara ataupun keranjang bambu. Pengeringan Pengeringan cabai dapat dilakukan secara alami (sinar matahari) selama 7-10 hari. produk-nya dapat dikemas secara ringkas dan tahan lama. dan juga dipisahkan antara buah sehat dengan buah sakit atau rusak (busuk). Pewadahan (pengemasan) Untuk sasaran pasar lokal. dan kadar air dapat seminim mungkin + 10%. Lama perendaman + 6 menit. segera dibelah dan dibuang biji-bijinya.2%. • • • • • • • • • • • • Pembersihan Buah-buah cabai dipilih yang sudah matang (berwarna merah). Pengkelasan (klasifikasi) Khusus untuk diekspor dilakukan pengkelasan. Pengeringan dengan alat mekanis memiliki beberapa keuntungan. Pembelahan Setelah buah cabai ditiriskan. Untuk sasaran pasar ekspor. sebaiknya di tempat (ruang) yang teduh dan cukup lembab. Tujuan blanching adalah untuk menambah ketahanan warna buah sehingga tidak cepat berubah terjadi coklat (browning). Khusus cabai paprika minimal dapat menghasilkan 5-10 ton/hektar. Penyimpanan • • • • • . Cabai Kering Pemasaran cabai kering memiliki beberapa keuntungan. yaitu dipilih buah-buah cabai yang panjangnya minimal 11 cm. diantaranya memudahkan pengangkutan. serta sirkulasi udara baik. kemudian dicuci bersih dan tangkainya dibuang. masih kehitaman. ataupun dengan alat mekanis yang bersuhu 600 C sehingga dapat kering selama 12-20 jam. buah-buah cabai dipilih berdasarkan warna merah.baik. dan tidak terlalu matang. dapat menghasilkan produksi antara 20-40 ton/ha. dan berventilasi atau dibuatkan lubang-lubang kecil. PASCA PANEN CABAI HIBRIDA Cabai Segar • • Pemilihan buah (seleksi dan sortasi) Di tempat penampungan. Bila fasilitas penyimpanan memungkinkan. bersih. Penyimpanan Penyimpanan sementara sebelum dipasarkan. antara lain waktunya relatif singkat. kemudian disusul pencelupan ke dalam air dingin. buah-buah cabai ditata rapi dalam karduskardus ukuran 30 x 40 x 50 cm berisi + 20 kg. harga jualnya lebih mahal dibanding dengan jenis-jenis cabai lainnya.

http://kebunwhy. Tempat penyimpanannya yang baik adalah ruangan kering dengan kelembaban 70%.html .com/cabai.Cabai kering dapat dikemas dalam kantong ataupun karung plastik tertutup rapat.8m.

lakukan hal yang sama untuk kelompok II dan seterusnya. C. D. kemudian pada setiap kertas tulis satu kode perlakuan yang akan dicoba dari kode A sampai F. Angka Acak. Setelah selesai melakukan pengundian untuk kelompok I. Langkah pengerjaan detailnya hampir mirip dengan proses pengacakan pada RAL (lihat proses pengacakan pada RAL dengan menggunakan bantuan MS Excel). dan kedua berdasarkan Angka Acak (Gambar …b). Pengacakan dilakukan secara terpisah untuk setiap kelompok. Gambar 1. Untuk contoh kasus di atas. Lakukan pengundian tanpa pemulihan untuk kelompok I. dan Angka Acak. bentuk tabelnya seperti pada Gambar …a. . Setiap kelompok kemudian dibagi lagi menjadi beberapa petak yang sesuai dengan banyaknya perlakuan yang akan dicobakan. proses pengacakan akan lebih mudah dan praktis apabila kita menggunakan bantuan komputer. bagilah daerah percobaan atau satuan percobaan ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah ulangan. Sebenarnya. No. lakukan sortasi berdasarkan hierarki berikut: Pengurutan pertama berdasarkan Kelompok. Kolom Nomor hanya sebagai referensi dan tidak dilakukan pengacakan sehingga jangan disorot (Blok). Kelompok. Pengelompokan dilakukan tergak lurus terhadap arah keragaman sehingga keragaman pada masing-masing kelompok yang sama relatif lebih kecil. E.1 Contoh pengelompokan petak percobaan Sebelum pengacakan. Buat Tabel yang terdiri dari 4 kolom. Daerah percobaan di dalam setiap kelompok dibagi ke dalam jumlah yang sesuai dengan jumlah perlakuan yang akan dicobakan. Cara yang lebih sederhana dengan melakukan pengundian. B. Banyaknya perlakuan dan Kelompok sesuai dengan Rancangan Perlakuan. Perlakuan. karena dalam RAK perlakuan harus muncul satu kali dalam setiap ulangan. Kelompok. Berikut ini diberikan contoh pengacakan dengan menggunakan Ms Excel. Buat 6 gulungan kertas. Misal percobaan dengan 6 perlakuan (A. Perhatikan Gambar di bawah ini. F) dan 4 kelompok. 1. Selanjutnya Sorot Kolom Perlakuan.Cara Pengacakan dan Denah Percobaan Rancangan Acak Kelompok Lengkap Langkah-langkah pengacakan dalam RAKL sama seperti pada RAL dengan kelompok sebagai ulangan. misalnya dengan menggunakan Angka Acak (dalam Microsoft Excel misalnya dengan menggunakan fungsi RAND()).

.

Gambar … 1. penomoran pada denah percobaan harus diurutkan berdasarkan kelompok. Tempatkan Urutan acak tersebut sesuai dengan kelompoknya (atau tempatkan Kode Perlakuan berdasarkan Nomor yang telah kita buat sebelumnya pada Denah Percobaan.. . No 1-6 ditempatkan pada Kelompok I. 7-12 pada kelompok II dst.. Awas. Hasil pengacakannya tampak seperti pada Gambar berikut: Perhatikan Urutan Kelompok tetap dipertahankan.). yang berubah adalah Urutan Acak dari Perlakuan.

1. Tabulasi Data Dari Hasil Percobaan Dengan Menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap .1 Denah Percobaan Rancangan Acak Kelompok Lengkap Tabulasi data untuk rancangan acak kelompok dari hasil pengacakan di atas disajikan sebagai berikut : Tabel 3.Gambar 1.

1 Y. 6 Y61 Y62 Y63 Y64 Y6.j) Y.2. …. Total Kelompok (Y..Kelompok (r) Total Perlakuan 1 2 3 4 (Yi.2. ….. 2. 3 Y31 Y32 Y33 Y34 Y3...2 Y. t) Tidak semua τi = 0 (i = 1. 2. 4 Y41 Y42 Y43 Y44 Y4.…. Perlakuan (t) Model Linier Rancangan Acak Kelompok Lengkap Model linier RAK dengan banyaknya kelompok (ulangan ) k dan banyaknya perlakuan t adalah: dimana i =1.4 Y. 2 Y21 Y22 Y23 Y24 Y2.3 Y.t dan j = 1.r Dengan: Yij = pengamatan pada perlakuan ke-i dan kelompok ke-j μ = mean populasi τi = pengaruh aditif dari perlakuan ke-i βj = pengaruh aditif dari kelompok ke-j εij = pengaruh acak dari perlakuan ke-i dan kelompok ke-j Asumsi: Pengaruh perlakuan tetap Pengaruh perlakuan acak Hipotesis: Hipotesis yang Akan Diuji: H0 H1 Pengaruh perlakuan tetap Semua τi = 0 (i = 1.. 5 Y51 Y52 Y53 Y54 Y5.) 1 Y11 Y12 Y13 Y14 Y1. t) 2 Pengaruh perlakuan acak στ = 0 (tidak ada keragaman dalam populasi perlakuan) σ τ2 > 0 (ada keragaman dalam populasi perlakuan) Analisis Ragam: Parameter Penduga μ βij τi εi .

Jadi. Jumlah kuadrat total (JKT) = Jumlah kuadrat kelompok (JKK) + Jumlah kuadrat perlakuan (JKP) + Jumlah kuadrat galat (JKG) Definisi FK Pengerjaan JKT JKK JKP JKG Tabel analisis ragam bagi rancangan acak kelompok lengkap dengan pengaruh kelompok tetap adalah sebagai berikut : Tabel 3.Refresentasi data dari model linier Yij = μ + τi + βj + εij adalah sebagai berikut: Keragaman totalnya dapat diuraikan sebagai berikut : Sehingga persamaan Jumlah kuadratnya menjadi: Atau: JKT = JKK + JKP + JKG.2. Analisis Ragam Rancangan Acak Kelompok Lengkap Dengan Pengaruh Kelompok Tetap Sumber Keragaman (SK) Jumlah Kuadrat (JK) Derajat Bebas (db) Kuadrat Tengah (KT) E(KT) Perlakuan tetap Kelompok JKK r-1 KTK Perlakuan acak .

Hipotesis untuk menguji pengaruh kelompok : • • H0 : Semua βj = 0 H1 : Tidak semua βj = 0 Statistik uji untuk pengujian pengaruh kelompok tersebut adalah keputusan tolak H0 apabila dan sebaliknya. pengelompokan dilakukan sebagai alat untuk mereduksi keragaman galat percobaan. dengan Galat Baku Galat baku (Standar error) untuk perbedaan di antara rata-rata perlakuan dihitung dengan formula berikut: Efisiensi Pengelompokan Dibandingkan Rancangan Acak Lengkap Efisiensi relatif pengelompokan dibandingkan rancanngan acak lengkap dinyatakan sebagai berikut : dengan E menunjukkan seberapa lebih besar ulangan diperlukan pada rancangan acak lengkap dibandingkan dengan dengan rancangan kelompok untuk memperoleh sensitifitas rancangan acak lengkap sama dengan ranacangan acak kelompok.Perlakuan Galat Total JKP JKG JKT t-1 (r-1)(t-1) rt-1 KTP KTG σ2 σ2 Statistik uji yang digunakan untuk pengujian di atas adalah: dengan kaidah keputusan pada taraf nyata α sebagai berikut : Apabila terima H0 dan sebaliknya tolak H0. Adakalanya kita ingin menguji pengaruh kelompok. tetapi biasanya perlakuanlah yang menjadi perhatian utama . Sedangkan db1 menyatakan derajat . Fα adalah nilai F yang luas di sebelah kanannya sebesar α.

Contoh Penerapan 1 Dari hasil penelitian mengenai pengaruh pencucian dan pembuangan kelebihan kelembapan dengan cara melap atau menyemprotkan udara terhadap kandungan asam askorbat pada tanaman turnip green diperoleh data dalam miligram per 100 gr bobot kering sebagai berikut : Tabel 3.j) 4 8 0 Perlakuan Total Perlakuan (Yi. Data Turnip Green (mg/100gr Bobot Kering) Kelompok 1 2 3 kontrol 950 887 897 118 Dicuci dan dilap 857 918 9 107 Dicuci dan disemprot dengan udara 917 975 2 272 314 279 Total kelompok (Y.01 (SK) (db) (JK) KT) ..bebas galat percobaan untuk rancangan acak lengkap dan db2 menyatakan derajat bebas galat percobaan untuk rancangan kelompok .05 F0.3. = 14248 8 8 Langkah-langkah perhitungan Analisis Ragam: Langkah 1: Hitung Faktor Koreksi Langkah 2: Hitung Jumlah Kuadrat Total Langkah 3: Hitung Jumlah Kuadrat Kelompok Langkah 4: Hitung Jumlah Kuadrat Perlakuan Langkah 5: Hitung Jumlah Kuadrat Galat Langkah 6: Buat Tabel Analisis Ragam beserta Nilai F-tabelnya Tabel Analisis Ragam Data Turnip Green Sumber Keragaman Derajat Bebas Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah Fhitung F0. Sa2 menyatakan penduga ragam galat percobaan untuk rancangan acak kelompok dan KTG menyatakan penduga ragam galat untuk rancangan acak kelompok.) 4 5 850 975 4559 968 909 4841 930 954 4848 274 283 Y.

tanda bintang satu (*) diberikan. Tabel 3.649 4 2 8 14 25148 10873 67194 103216 6287 5436 8399 3. Atau dengan kata lain dapat diambil keputusan terima Ho.4 45. Hal ini berarti bahwa pada taraf kepercayaan 95%. apabila nilai F-hitung lebih kecil dari F(0.83 8 4.65) ≤ 4.4 168.459 F(0. apabila nilai F-hitung lebih besar dari F(0.2 Total Perlakuan (Yi. Data Hasil Padi Genotif S-969 (kg/petak) Kombinasi Pemupukan Kontrol PK N NP Kelompok 1 27.7 36. artinya tidak ada perbedaan pengaruh perlakuan terhadap respon yang diamati.3 .64 9 Langkah 7: Buat Kesimpulan Karena Fhitung (0.006 F(0.8 41.05) dan tanda bintang dua (**) diberikan apabila nilai F-hitung lebih besar dari F(0.6 180.05. yaitu Kontrol.8) = 7.05. Contoh Penerapan 2 Data pada tabel berikut merupakan Hasil padi (kg/petak) Genotif S-969 yang diberi 6 perlakuan.01) Langkah 8: Hitung Koefisien Keragaman (KK) Post-Hoc Karena berdasarkan analisis ragam.4 42.00 6 8. maka tidak perlu dilakukan pengujian lanjut karena rata-rata diantara perlakuan tidak berbeda.3 27.9 4 37.3. PK.7 136.05). NP.0 33. NPK. N.7 39.8) = 4.6 46.2.2. tanda tidak nyata (tn) diberikan.4.) 124.8) = 3.2 46. NK. pengaruh perlakuan tidak nyata.8) = 8.45 0. Faktor-faktor yang diteliti adalah kombinasi pupuk NPK sebanyak 6 taraf.4. semua rata-rata perlakuan tidak berbeda dengan yang lainnya.01.2 2 33.Kelompok Perlakuan Galat Total F(0.01. Keterangan: Biasanya.0 45.0 3 26.75 7.459 maka kita gagal untuk menolak H0: μ1 = μ2 = μ3 pada taraf kepercayaan 95%.6 37.0 44.65 9 0.838 F(0.

15) = 3.28 7 2.1045833 658.3.05.46 * 14. artinya terdapat perbedaan pengaruh perlakuan terhadap respon yang diamati. Hal ini berarti bahwa pada taraf kepercayaan 95%.5.61275 9. ada satu atau lebih dari rata-rata perlakuan yang berbeda dengan yang lainnya.NK NPK Total kelompok (Y.42625 31.90 1 5.9 43.06375 137.6 178.55 6 Langkah 7: Buat Kesimpulan Karena Fhitung (14.8 42.9 226.39) > 2.j) 39.05.417 F(0.15) = 5.901 maka kita menolak H0: μ1 = μ2 = μ3 pada taraf kepercayaan 95%.15) = 2.9 229.3.257917 890.05 F0.287 F(0.38 ** - F0.0 164.5 45. 6 39.7015278 131.901 F(0.556 Derajat Bebas Jumlah Kuadrat Kuadrat (db) (JK) Tengah 3 5 15 23 95.15052778 Fhitung 3. 4 40.01 3.5 1 Langkah-langkah perhitungan Analisis Ragam: Langkah 1: Hitung Faktor Koreksi Langkah 2: Hitung Jumlah Kuadrat Total Langkah 3: Hitung Jumlah Kuadrat Kelompok Langkah 4: Hitung Jumlah Kuadrat Perlakuan Langkah 5: Hitung Jumlah Kuadrat Galat Langkah 6: Buat Tabel Analisis Ragam beserta Nilai F-tabelnya Tabel Analisis Ragam Hasil Padi Sumber Keragaman(SK) Kelompok Perlakuan Galat Total F(0.01.15) = 4.3 257. 952.41 7 4.2 45.5.01. Atau dengan kata lain dapat diambil keputusan tolak Ho. 4 44.9 239. .

00 0.10 NK 41.15 b 45.Keterangan: Biasanya. tanda tidak nyata (tn) diberikan.05 42.10 3.08 31.40* 13. apabila nilai F-hitung lebih kecil dari F(0. apabila nilai F-hitung lebih besar dari F(0.98 * 0.05) dan tanda bintang dua (**) diberikan apabila nilai F-hitung lebih besar dari F(0.05* 10.98* 13.88* 10.1 5 44. tanda bintang satu (*) diberikan.00 2.50 PK 34.00 b Notas i Hasil akhirnya adalah sebagai berikut: • Tabel rata -rata perlakuan dikembalikan urutannya sesuai dengan No Urut perlakuan) Rata-rata 31.18 34.43 2.95* 8.53 4.5 8 NP 45.05 b 44.48 * 10.58 b Pupuk (P) Kontrol PK N NP NK NPK .10 a 42.01) Langkah 8: Hitung Koefisien Keragaman (KK) Post-Hoc Langkah pengerjaan pengujian perbedaan rata-rata dengan menggunakan uji Tukey HSD.90* 0.0 5 N NPK 42.18 0.93 0.08 b 41.0 8 a a b b b 0.10 41.18 a 34.00 6.15 44.58 45. Hitung nilai Tukey HSD (ω ): Bandingkan selisis rata-rata perlakuan dengan nilai Tukey HSD (ω ) • • • Urutkan rata-rata perlakuan (urutan menaik/menurun) Buat Tabel Matriks selisih antara rata-rata perlakuan Bandingkan selisih rata-rata dengan nilai HSD • Kontro l rata-rata Kontro l PK NK N NPK NP 31.03 0.05).00 2.93 9.00 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful