SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT PENCERNAAN MANUSIA

Penyusun:

Zamroji Sanosi Ali Ghafi Putri Rahmawati

2008420011 2008420081 2008420111

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DR. SOETOMO SURABAYA 2011

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi akhir-akhir ini berkembang semakin cepat dan pola berfikir manusia pun berkembang mengikuti zaman. Begitu pula dengan perkembangan komputer. Komputer merupakan salah satu alat yang biasa kita gunakan untuk mempermudah aktivitas kerja. Dengan teknologinya, komputer dapat digunakan untuk membantu manusia dalam memecahkan masalah, antara lain menggunakan aplikasi sistem pakar. Sistem pakar merupakan salah satu bidang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Salah satu permasalahan yang disentuh oleh sistem pakar adalah diagnosa dalam bidang kesehatan, diantaranya untuk mendiagnosa dugaan awal penyakit pada pencernaan manusia, yang biasa dikenal dengan gangguan pencernaan Pencernaan merupakan serangkaian organ tubuh yang bertanggung jawab dalam proses pencernaan makanan. Pencernaan ini dapat terkena gangguan atau terinfeksi penyakit sehingga perlu diwaspadai oleh masyarakat. Oleh karena itu, penyebaran informasi tentang penyakit ini sangat diperlukan untuk mengetahui lebih dini jenis penyakit yang dideritanya. Jika penyakit yang diderita termasuk parah dan perlu pengobatan serius, tentu saja hal ini perlu segera diketahui. Informasi tentang penyakit pencernaan sudah tersedia, tapi masih dalam bentuk manual, yaitu dalam buku-buku atau majalah kesehatan. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk membahas mengenai bagaimana membuat suatu alat bantu yang dapat digunakan dengan mudah dalam mendapatkan informasi dan dugaan awal penyakit pada pencernaan dengan judul “Aplikasi Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Pencernaan Manusia”. Dengan menggunakan Program Visual Basic 6.0. B. Perumusan Masalah Adapun perumusan masalah yang terdapat dalam skripsi ini adalah : 1. Bagaimana merancang suatu aplikasi sistem pakar yang berguna sebagai alat bantu untuk mendapatkan informasi dan dugaan awal dalam mendiagnosa penyakit pada pencernaan manusia ? 2. Apakah aplikasi sistem pakar ini dapat digunakan untuk mendapatkan informasi penyakit dan dugaan awal adanya penyakit pada pencernaan manusia dengan menggunakan bantuan alat komputer ? C. Batasan Masalah Batasan-batasan permasalahan pada sistem pakar ini, yaitu: 1. Aplikasi sistem pakar ini hanya untuk mengklasifikasikan jenis penyakit pencernaan berdasarkan gejala awal disertai dengan penanganannya secara umum, yang terbatas pada sumber pengetahuan yang didapat, baik dari pakar maupun buku-buku mengenai penyakit pencernaan. 2. Aplikasi sistem pakar ini bersifat konsultatif dan bukanlah untuk mengganti fungsi seorang pakar, akan tetapi hanya diperuntukkan sebagai pelengkap dan alat bantu yang terbatas. 3. Aplikasi sistem pakar ini menggunakan metode penelusuran best first search dan bahasa pemograman Visual Basic 6.0 dengan database Microsoft Access sebagai alat bantu implementasi program dan pengembangan sistem pakar. D. Tujuan Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka tujuan sistem pakar ini adalah mewujudkan sebuah perangkat lunak (software) berupa aplikasi sistem pakar yang digunakan untuk mendapatkan informasi berdasarkan gejala-gejala dan pengetahuan dari pakar. E. Manfaat Adapun manfaat dari sistem pakar ini adalah Dapat dijadikan sebagai sarana informasi dan konsultasi bagi masyarakat yang berminat, untuk mengetahui informasi penyakit dan dugaan awal adanya penyakit pada pencernaan manusia agar dapat terhindar dari penyakit pencernaan yang lebih parah.

kecerdasan Buatan merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia. Game Playing. 4. lingkup utama dalam kecerdasan buatan adalah: Sistem Pakar (Expert System). ada dua bagian utama yang sangat dibutuhkan. yaitu kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan pengalaman. yaitu: 1. kecerdasan buatan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan komputer yang khusus ditujukan dalam perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas dalam sistem kecerdasan komputer. Pengenalan Ucapan (Speech Recognition). Menurut Andi (2003). Menurut Sri Kusumadewi(2003). 1. Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing). Dengan demikian komputer akan memiliki keahlian untuk menyelesaikan permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki oleh pakar. Intelligent Computer . Menurut Andri Kristanto (2004). teori. berisi fakta-fakta. Melalui pengenalan ucapan diharapkan manusia dapat berkomunikasi dengan komputer dengan menggunakan suara. Di sini komputer digunakan sebagai sarana untuk menyimpan pengetahuan para pakar.Aided Instruction. Dengan pengolahan bahasa alami ini diharapkan user dapat berkomunikasi dengan komputer dengan menggunakan bahasa sehari-hari.. 2. Mencoba untuk menginterpretasikan gambar atau obyek-obyek tampak melalui komputer. 3. B. agar komputer dapat menyelesaikan masalah . Computer Vision. pemikiran dan hubungan antara satu dengan yang lainnya.BAB II LANDASAN TEORI A. 2. Mesin inferensi (inference enginie). Sistem Pakar B. sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer. 2. Gambar 2. kecerdasan buatan adalah suatu studi khusus di mana tujuannya adalah membuat komputer berpikir dan bertindak seperti manusia.1 : Penerapan konsep kecerdasan buatan di komputer. Secara umum. Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) Kecerdasan Buatan merupakan salah satu bidang dalam ilmu komputer yang bertujuan meniru dan menggunakan kemampuan pemikiran kesadaran manusia untuk membantu memecahkan suatu masalah. Beberapa definisi tentang kecerdasan buatan adalah : 1. 5. Robotika & Sistem Sensor (Robotics & Sensory System). Basis pengetahuan (knowledge base). Untuk melakukan aplikasi kecerdasan buatan. Menurut Sri Kusumadewi (2003).1 Pengertian Sistem Pakar Sistem pakar merupakan salah satu bagian dari kecerdasan buatan yang mengalami perkembangan pesat akhir-akhir ini. 3. Komputer dapat digunakan sebagai tutor yang dapat melatih dan mengajar. 7. 6.

inferensi pengetahuan dan pengalihan pengetahuan ke user. mempelajari hal-hal baru seputar topik permasalah (domain). Fitur lainnya dari sistem pakar adalah kemampuan untuk merekomendasi yang dapat membedakan sistem pakar dengan sistem konvensional. Ada beberapa definisi tentang sistem pakar. yaitu : fakta dan prosedur (biasanya berupa aturan). Berikut ini tabel perbandingan kemampuan antara seorang pakar dengan sistem pakar : 1. antara lain : Menurut Durkin (2003). Jika keahlian-keahlian sudah tersimpan sebagai basis pengetahuan dan sudah tersedia program yang mampu mengakses basis data.2 Konsep Dasar Sistem Pakar Konsep dasar sistem pakar mengandung : keahlian. maka komputer harus dapat diprogram untuk membuat inferensi. membaca atau pengalaman. pengalihan keahlian. Contoh bentuk pengetahuan yang termasuk keahlian adalah : 1. memecah aturan-aturan jika dibutuhkan dan menentukan relevan setidaknya keahlian mereka. inferensi. Pengetahuan yang disimpan di komputer disebut dengan nama basis pengetahuan. Menurut Andri Kristanto (2004). 4. Seorang ahli adalah seorang yang mempunyai pengetahuan tertentu dan mampu menjelaskan suatu tanggapan. representasi pengetahuan. Proses inferensi ini dikemas dalam bentuk mesin inferensi. Proses ini membutuhkan empat aktivitas. Keahlian adalah suatu kelebihan penguasaan pengetahuan dibidang tertentu yang diperoleh dari pelatihan. yang mana pengetahuan disimpan dalam bentuk aturan-aturan dan biasanya berbentuk IF-THEN. aturan dan kemampuan menjelaskan. Inferensi adalah suatu proses memperoleh pengetahuan berdasarkan pengalaman yang terjadi. Pengalihan keahlian adalah pengalihan keahlian dari para ahli ke komputer untuk kemudian diahlikan lagi ke orang lain yang bukan ahli merupakan tujuan utama dari sistem pakar. Menurut Durkin (2005). . Meta-knowledge. ahli. yaitu : tambahan pengetahuan (dari para ahli atau sumber-sumber lainnya). Menyusun kembali pengetahuan jika dianggap perlu. Teori-teori dan aturan-aturan berkenaan dengan lingkup permasahan tertentu. 2. seorang pakar dengan sistem pakar memiliki banyak perbedaan. 2. 3. Sebagian besar sistem pakar komersial dibuat dalam bentuk rule-based system. B. sistem pakar adalah suatu program komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang dilakukan oleh seorang pakar. Strategi-strategi global untuk menyelesaikan masalah. Salah satu fitur yang harus dimiliki oleh sistem pakar adalah kemampuan untuk menalar. sistem pakar adalah program kecerdasan buatan yang menggabungkan basis pengetahuan(knowledge base) dengan mesin inferensi. Ada dua tipe pengetahuan. Fakta-fakta pada lingkup permasalahan tertentu. Bentuk-bentuk ini memungkinkan para ahli untuk dapat mengambil keputusan lebih cepat dan lebih baik dari pada seseorang yang bukan ahlinya.seperti yang dilakukan oleh para ahli.

fasilitas penjelasan sistem dan antar muka pemakai. Pemakai (user) adalah orang yang ingin berkonsultasi dengan pakar lewat sistem. 2. Komponen sistem pakar dapat digambarkan pada gambar berikut : Gambar 2.1 Fasilitas Akuisisi Data Merupakan suatu proses untuk mengumpulkan data-data pengetahuan akan suatu masalah dari pakar. mekanisme inferensi. basis pengetahuan dan basis aturan.2 : Struktur bagan sistem pakar. Fasilitas belajar mandiri adalah komponen yang mendukung sistem pakar sebagai suatu kecerdasan buatan tingkat lanjut. pendapat.3. B. B. Keterangan : Pakar adalah orang yang memiliki pengetahuan khusus. Komponen penting sistem pakar pada gambar di atas adalah fasilitas akuisisi data.Tabel 2. 1. Hal ini harus didukung oleh komponen-komponen sistem pakar yang menggambarkan tentang ciri dan karakteristik tersebut.3 Komponen Dasar Sistem Pakar Suatu sistem disebut sebagai sistem pakar jika mempunyai ciri dan karakteristik tertentu. Akuisisi pengetahuan adalah akumulasi. pengalaman dan metode serta kemampuan untuk mengaplikasikan keahliannya tersebut guna menyelesaikan masalah. 3. transfer dan transformasi keahlian dalam menyelesaikan masalah dari sumber pengetahuan yang diolah dan diorganisir secara terstruktur menjadi basis pengetahuan ke dalamkomputer. .1 : Perbandingan kemampuan seorang pakar dengan sistem pakar. 4.

dikodekan dan digambarkan dalam bentuk rancangan lain menjadi bentuk yang sistematis. B. penalaran dimulai dari fakta atau sekumpulan data terlebih dahulu untuk menguji kebenaran hipotesis.B. Gambar 2. Dengan kata lain. 2) Pelacakan ke belakang (backward chaining) Pencocokan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kanan (THEN dulu). . Dari kedua metode inferensi tersebut dipengaruhi oleh tiga macam teknik penelusuran. Ada dua teknik utama dalam mekanisme inferensi.2 Basis Pengetahuan dan Basis Aturan Jika proses akuisisi data telah selesai dilakukan. yaitu : 1) Pelacakan ke depan (forward chaining) Pencocokan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kiri (IF dulu). maka data-data tersebut harus direpresentasikan menjadi basis pengetahuan dan basis aturan yang selanjutnya dikumpulkan. bila tidak maka akan pindah ke level selanjutnya. Pencarian ini dilakukan dengan mencari pada semua node atau simpul yang mempunyai level atau tingkatan sama sampai menentukan hasil akhir (goal) pada level tersebut. Gambar 2. Selama proses konsultasi mekanisme inferensi menguji aturan satu demi satu sampai kondisi aturan itu benar. yaitu : 1) Breadth First Search (BFS) Metode pencarian yang dimulai dengan akar (level 0) ke level selanjutnya.3 : Pelacakan ke depan.3 Mekanisme Inferensi Mekanisme inferensi adalah bagian dari sistem pakar yang melakukan penalaran atau pelacakan dengan menggunakan isi daftar aturan berdasarkan urutan dan pola tertentu. penalaran dimulai dari hipotesis terlebih dahulu untuk menguji kebenaran tersebut harus dicari faktafakta yang ada dalam basis pengetahuan. Dengan kata lain.3.3.4 : Pelacakan ke belakang.

3) Best First Search (BFS) Best First Search bekerja berdasarkan kombinasi dari Breadth First Search dan Depth First Search.5 : Breadth First Search (BFS). begitu seterusnya sampai pada akhirnya ditemukan goalnya. sehingga pada proses pencarian menjadi lebih cepat dibandingkan dengan metode pencarian yang lainnya. Metode ini dasarnya adalah metode pencarian dengan mengacu pada goal yang terbaik. B. Apabila kemudian tidak ditentukan goalnya maka pencarian diteruskan pada level satu dan terus menuju dasar. Gambar 2. 2) Depth First Search (DFS) Metode pencarian yang dimulai dengan akar (level 0) dan dilanjutkan dengan mencari node yang paling kiri yang berada pada level dibawahnya sampai dasar tingkatan atau level. apa yang harus dijelaskan kepada pemakai.6 : Depth First Search (DFS). mengkomodasi kesalahan pemakai dan menjelaskan bagaimana suatu masalah .Gambar 2. Gambar 2.4 Fasilitas Penjelasan Sistem Merupakan bagian dari sistem pakar yang memberikan penjelasan tentang bagaimana program dijalankan.7 : Best First Search (BFS).3.

antara lain : 1. 6. subyek terus berubah dan tergantung pad aondisi lingkungan sehingga keputusan yang diambil bersifat tidak pasti dan tidak mutlak “ya” atau “tidak” akan tetapi menurut ukuran kebenaran tertentu. Fasilitas penjelasan sistem diintegrasikan ke dalam tabel basis pengetahuan dan basis aturan sehingga memudahkan dalam perancangan sistem. B. Ciri dan karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut : Pengetahuan sistem pakar merupakan suatu konsep. Setiap pakar akan memberikan pertimbangan-pertimbangan berdasarkan faktor subjektif. Meningkatkan produktivitas kerja. tidak konsisten. Keputusan merupakan bagian terpenting dari sistem pakar. Pengetahuan dari seorang pakar dapat didokumentasikan tanpa ada batas waktu. B. 3. subyektif. Perbandingan dan pendapat setiap pakar tidaklah selalu sama. Ciri dan karakteristik ini menjadi pedoman utama dalam pengembangan sistem pakar. Oleh karena itu diperlukan fleksibilitas sistem dalam menangani kemungkinan solusi dari berbagai permasalahan. memberikan berbagai keterangan yang bertujuan untuk membantu mengarahkan alur penelusuran masalah sampai ditemukan solusi dan memberikan tuntunan penggunaan sistem secara menyeluruh langkah demi langkah sehingga pemakai mengerti apa yang harus dilakukan terhadap sistem. B. 4. 5. 1. Penghematan waktu dalam menyelesaikan masalah yang kompleks. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan sistem untuk belajar secara mandiri dalam menyelesaikan masalah-masalah dengan pertimbangan khusus.3. Perubahan atau pengembangan pengetahuan dalam sistem pakar dapat terjadi setiap saat bahkan sepanjang waktu sehingga diperlukan kemudahan dalam memodifikasi sistem untuk menampung jumlah pengetahuan yang semakin besar dan semakin bervariasi. bukan berbentuk numeris. semua faktor yang ditelusuri memiliki ruang masalah yang luas dan tidak pasti. 6. Sistem pakar harus memberikan solusi yang akurat berdasarkan masukkan pengetahuan meskipun solusinya sulit sehingga fasilitas informasi sistem harus selalu diperlukan. 3. Kemungkinan solusi sistem pakar terhadap suatu permasalahan adalah bervariasi dan mempunyai banyak pilihan jawaban yang dapat diterima. Pencernaan Manusia C. yaitu bertambah efisiensi pekerjaan tertentu serta hasil solusi kerja. C. bukan numerik. 2. 2. oleh karena itu tidak ada jaminan bahwa solusi sistem pakar merupakan jawaban yang pasti dan benar. 5. Memungkinkan penggabungan berbagai bidang pengetahuan dari berbagai pakar untuk dikombinasikan. 4. Masyarakat awam non-pakar dapat memanfaatkan keahlian didalam bidang tertentu tanpa kehadiran langsung seorang pakar.1 Anatomi Fisiologi Sistem Pencernaan Manusia .5 Keuntungan Sistem Pakar Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan mengembangkan sistem pakar.4 Ciri dan Karakteristik Sistem Pakar Ada berbagai ciri dan karakteristik yang membedakan sistem pakar dengan sistem yang lain. Informasi dalam sistem pakar tidak selalu lengkap.5 Antar Muka Pemakai Antar muka pemakai memberikan fasilitas komunikasi antara pemakai dan sistem. Memberikan penyederhanaan solusi untuk kasus-kasus yang kompleks dan berulang-ulang.terjadi. Hal ini dikarenakan komputer melakukan proses pengolahan data secara numerik sedangkan keahlian dari seorang pakar adalah fakta dan aturan-aturan.

3) Gambar 2. . Tenggorokan dan Kerongkongan Mulut merupakan jalan masuk dari sistem pencernaan dan sistem pernafasan. Gambar 2. Kerongkongan menghubungkan tenggorokan dengan lambung. Fungsi lambung adalah sebagai gudang makanan. sistem pencernaan manusia mempunyai fungsi. antara lain : 1) 2) Menerima nutrien yaitu mulai dari mulut sampai dengan lambung.Menurut Lin Inayah (2004).8 : Saluran dan Sistem Pencernaan pada tubuh manusia. Menghancurkan nutrien ke dalam bentuk molekul-molekul yang ukurannya cukup kecil untuk dapat mencapai dan memasuki aliran darah sehingga memungkinkan molekul-molekul tersebut masuk ke aliran darah dan dikirim ke seluruh jaringan. Membuang sisa makanan yang tidak dapat dicerna oleh tubuh melalui anus. Lambung Lambung merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk seperti kacang kedelai. yang berkontraksi secara ritmik (berirama) untuk mencampur makanan dan enzim-enzimnya. Mulut. Lambung merupakan alat penerima makanan yang paling besar (reservoar).9 : Mulut. Kerongkongan merupakan saluran berotot dan berdinding tipis yang dilapisi oleh selaput lendir.

Ketika mencapai usus besar.Gambar 2. isi usus berbentuk cairan.11 : Usus halus.10 : Lambung.12 : Usus besar. Rektum Rektum adalah bagian ujung usus besar yang berhubungan langsung dengan usus. Gambar 2. Usus Halus Usus halus merupakan tabung panjang yang hidup. Usus besar menghasilkan lendir dan berfungsi menyerap air dan elektrolit dari tinja.5 meter ini terletak di daerah umbilicus dan dikelilingi oleh usus besar. Gambar 2. Usus besar Usus besar merupakan tempat fermentasi makanan (pembusukan makanan yang tidak tercerna) yang dibantu oleh udara lembab. Usus berukuran 2. yakni di kolon desendends (kiri). Umumnya keadaan rektum kosong. tetapi ketika mencapai rektum bentuknya menjadi padat. bakteri atau kondisi derajat keasaman yang cukup basah. karena tinja disimpan di tempat yang lebih tinggi. Jika kolon ini penuh dan tinja masuk ke dalam rektum akan .

yaitu : nyeri pada tenggorokan. . Berikut ini merupakan pembahasan secara rinci mengenai pengembangan sistem pakar. seperti rasa panas dalam perut. sulit buang air besar. 3. 2. perut kembung dan demam. Penyakit-penyakit pada pencernaan manusia yang dibahas pada skripsi ini adalah : 1.2 Penyakit pada Pencernaan Manusia Penyakit pada pencernaan manusia lebih dikenal dengan nama gangguan pencernaan. diare. nyeri pada perut dan nyeri sekitar anus. antara lain :  Representasi Pengetahuan Pada tahap ini. 4) Hernia Hiatus Esofagus. Kebiasaan cara makan yang kurang baik bisa menimbulkan berbagai gangguan pada pencernaan. 2) Striktur Esofagus. Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lagi dari usus. Nyeri pada anus. yang terdiri dari : Nyeri pada tenggorokan. knowledge engineer dan pakar menentukan konsep yang akan dikembangkan menjadi aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit pencernaan manusia. 5) GERD (Gastroesofageal Refluks Disorder). Gambar 2. Gangguan pada pencernaan adalah terhalangnya fungsi pencernaan atau kegagalan perut dalam mencerna makanan. 3) Karsinoma Esofagus. mual. pusing. Penyakit pada pencernaan ini dibedakan menjadi tiga gejala awal. didapatkan jenis penyakit pencernaan beserta gejala-gejala yang dialaminya. Nyeri pada perut. Hasil dari pembuatan konsep antara knowledge engineer dan pakar adalah terkumpulnya data-data mengenai pengelompokkan penyakit pencernaan berdasarkan pada analisa. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam pengembangan sistem ini terdapat sub pokok bahasan yang bertujuan memudahkan pengembangan sistem pakar. 1.13 : Rektum dan anus.timbul keinginan buang air besar. Anus Anus merupakan lambung di ujung saluran pencernaan dan menjadi tempat limbah makanan keluar dari tubuh. C. Dari pengelompokkan penyakit pencernaan manusia di atas. 6) Akalasia. Nyeri pada tenggorokan : 1) Esofagitis.

11) Crohn. 7) Ulkus Duodenum. Mekanisme Inferensi Representasi pengetahuan yang biasa digunakan dalam pengembangan sistem pakar adalah mekanisme inferensi yang meliputi teknik penalaran dan teknik penelusuran. 22) Kolitis Crohn. 5) Ulkus Peptikum. 3) Gastritis Akut Erosif. 12) Bulimia Nervosa. 4) Leiomiosarkoma Gaster. 15) Apendisitis. Teknik Penalaran Teknik penalaran yang digunakan dalam aplikasi sistem pakar ini menggunakan teknik pelacakan ke depan (forward chaining) yang memulai penelusurannya dari sekumpulan data menuju kesimpulan. Nyeri pada perut : 1) Kolesistitis. 24) Kolitis Hemoragika. 3) Hemoroid. 2. 17) Demam Tifoid (Tipus). 5) Abses Anorektal. 14) Divertikulitis.2. Teknik Penelusuran Pada pengembangan aplikasi sistem pakar ini menggunakan teknik penelusuran best first search yang melakukan penelusuran kaidah diawali dengan breadth first search. 13) Disertri Basilar. 23) Pencernaan Lemah. 6) Refluk Empedu. 2) Gastritis Kronik. dilanjutkan dengan depth first search. 10) Ileus. 16) Peritonitis. 1. 8) Ulkus Gastrikum. . 2) Fisurra Anus. 19) Stenosis Pilorus. 20) Duodenitis. 4) Pilonidal. Nyeri pada anus : 1) Gatal Anus. 18) Entritis. 3. 9) Gastroentritis. 21) Karsinoma Lambung.

Teknik Penelusuran Teknik penelusuran yang digunakan adalah metode penelusuran terbaik pertama (best first search) yang merupakan gabungan dari metode breadth first search dan depth first search. Teknik yang digunakan adalah pelacakan ke depan (forward chaining) yang memulai penelusurannya dari sekumpulan data atau fakta menuju satu kesimpulan. Penjelasannya ialah : . hanya solusi yang memberi harapan saja yang akan berhenti jika solusi sudah mendekati terbaik. 2. Dalam hal ini dilakukan pengembangan sistem pakar dengan menggunakan basis pengetahuan (knowledge base) penyakit pada pencernaan manusia untuk menghasilkan sebuah aplikasi sistem pakar yang dapat dan digunakan oleh user setelah diuji validitasnya oleh pakar.  Akuisisi Data Akuisisi data adalah mentransfer informasi dari pakar untuk mengambil pengetahuan. sistem pakar dan pencernaan manusia. Setelah mengetahui dari topik yang dibacakan barulah mencari seorang pakar yang ahli di dalam bidangnya. Kaidah Produksi Kaidah produksi merupakan salah satu bentuk representasi pengetahuan yang sangat populer dan banyak digunakan dalam pengembangan sistem pakar. pada dasarnya berupa aturan (rule) yang berupa IF-THEN. Studi pustaka yang dilakukan mengenai kecerdasan buatan. 2. Metode ini lebih efektif dan efisien dalam menyelesaikan masalah. Untuk menentukan masalah dan mencari jalan alternatif dari pemecahan masalah ini. 3. Mekanisme Inferensi Mekanisme inferensi adalah bagian dari sistem pakar yang melakukan inferensi dengan penalaran yang menggunakan isi daftar aturan berdasarkan urutan dan pola tertentu.  Studi Pustaka dan Penentuan Pakar Studi pustaka dilakukan untuk mencari dan melengkapi informasi yang di dapat dari pakar. Kebutuhan Data  Identifikasi Masalah Identikfikasi masalah merupakan tahap awal dari penyusunan penelitian ini. karena dalam penelusuran. Yang dikemukakan dari seorang pakar mengenai gejala-gejala yang dikonsultasikan oleh pasien terhadap penyakit pada pencernaan manusia.  Representasi Pengetahuan Representasi pengetahuan merupakan tahapan representasi yang dapat dilakukan setelah akuisisi data. Representasi pengembangan dengan kaidah produksi. Pohon (tree) merupakan struktur penggambaran pohon secara hirarkis yang terdiri dari beberapa node-node yang menunjukkan obyek dan hubungan antar obyek. yaitu yang berupa : 1. Teknik Penalaran Teknik penalaran (inferensi) digunakan untuk Mencapai kesimpulan (goal) yang sesuai dengan kebutuhan dan mekanisme inferensi untuk mendiagnosa gangguan pada pencernaan berdasarkan gejala yang dialami si penderita. Diagram Pohon Teknik representasi pengetahuan pada aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit pada pencernaan ini menggunakan metode pohon (tree).BAB III ANALISA SISTEM A. Secara umum komponen yang ada dalam mekanisme inferensi adalah : 1.

1. Perancangan Antar Muka Pemakai (User Interface) Sistem yang akan dibuat adalah penentuan jenis penyakit pada pencernaan manusia yang ingin diketahui oleh pengguna dengan menggunakan program Visual Basic 6. Konsekuen. Antecedent. 2. aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit pencernaan manusia ini menggunakan Microsoft Access 2002 sebagai alat pembangun database. Dalam tahap pembuatan desain prototype terdiri dari : 1. B. 2. 3. Perancangan Database Pada perancangan database. yaitu : 1.0 berupa gejala-gejala gengguan pada pencernaan. Daftar Istilah Berfungsi untuk melihat istilah atau kata-kata asing yang terdapat dalam sistem disertai atinya. Kebutuhan Proses Pada penulisan sistem pakar ini penulis terlebih dahulu menjabarkan kerangka pemikiran sebagai berikut : . yaitu bagian yang menyatakan suatu tindakan tertentu atau konklusi yang diterapkan jika suatu situasi atau premis bernilai benar (pernyataan berlawanan THEN). 2. Apabila user tidak memahami dari penjelasan yang diungkapkan. Aliran Data C. Ada tiga cara yang dapat digunakan oleh user untuk melihat gejala penyakit yang dideritanya.  Desain Prototype Setelah representasi pengetahuan selesai maka akan dimulailah tahap pembuatan desain prototype. Konsultasi Berfungsi sebagai tempat untuk berkonsultasi mengenai penyakit yang dideritanya dengan cara memilih gejala dan menjawab pertanyaan yang telah disediakan. apa bila tidak muncul berarti penyakit tersebut belum terdiangnosa. Setelah menjawab maka akan muncul layar diangnosa yang dideritanya. Daftar Penyakit Berfungsi sebagai tempat untuk melihat semua jenis-jenis penyakit yang ada di dalam sistem tanpa disertai keluhan / gejala. yaitu bagian yang mengekspresikan situs atau premis (penyataan berlawanan IF).

Struktur Rancangan Menu Struktur rancangan menu yang dibuat untuk aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit pada pencernaan manusia adalah : Gambar: struktur rancangan menu D.1 : Kerangka pemikiran.Gambar 3. Knowledge Arqulition Tabel GOAL No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Penyakit Refluk empedu gastroentritis Crohn divertikulitis Apendisitis Entritis Stenosis pilorus Karsinoma lambung Pencernaan lemah Kolitis hemoragika Gatal anus Fissura anus Hemoroid Penyakit pilonidal Abses anorektal Esofagitis Striktur esofagus Karsinoma esofagus Hernia hiatus esofagus GERD Akalasia Kolesistisis Gatritis kronik Gatritis akut erosif Leiomiosarkoma gaster Ulkus peptikum Demam tifoid(tipus) Ulkus gastrikum Ileus Bulimia nervosa Kode A01 A02 A03 A04 A05 A06 A07 A08 A09 A10 A11 A12 A13 A14 A15 A16 A17 A18 A19 A20 A21 A22 A23 A24 A25 A26 A27 A28 A29 A30 .

A07 : K02. A13 : K03. K06. K19 11. A12 : K03. K09. K09. K17 9. A01 : K02. A11 : K03. A09 : K02. K06. A04 : K02. A03 : K02. K16 7.Tabel fakta No Keluhan/gejala 1 Nyeri pada tenggorokan 2 Nyeri pada perut 3 Nyeri pada anus 4 Kesulitan menelan makanan padat saja 5 Kesulitan menelan makanan padat dan cair 6 Mual dan muntah 7 Mual dan tidak muntah 8 Gatal-gatal sekitar anus 9 Kesulitan duduk 10 Panas ditenggorokan 11 Nyeri dada saat menelan 12 Nyeri ulu hati 13 Kram perut 14 Sakit kepala 15 Nyeri tekan pada perut 16 Tubuh lemah 17 Nyeri perut seperti ditusuk-tusuk 18 Panas ada perut 19 Sakit pada perut 20 Sering berkeringat 21 Nyeri saat buang air besar 22 Ada penggumpalan nanah dianus 23 Pemuntahan kembali isi kerongkongan 24 Terasa penuh ditenggorokan 25 Nyeri dada bagian depan 26 Pemuntahan kembali 27 Nyeri tekan pada perut 28 Muntah darah 29 Muntah berwarna kehijauan 30 Perut perih dan panas 31 Perut kembung Knowledge base 1. K31 3. K06. K12. K16 8. K07. A02 : K02. K13 4. K20 12. K06. K21 Kode K01 K02 K03 K04 K05 K06 K07 K08 K09 K10 K11 K12 K13 K14 K15 K16 K17 K18 K19 K20 K21 K22 K23 K24 K25 K26 K27 K28 K29 K30 K31 . K07. K06. K13. K15 6. A05 : K02. A10 : K02. A06 : K02. K15 5. K06. K29 2. K18 10. A08 : K02. K21 13. K06. K07. K08.

A15 A16.A14. K06.A28.A13.A14. K05.A25.A22. A14 : K03.A17 A18. K09.A29 A30 A04.A21 A01. K31 30.A27.A18.A07. K12.A19.A06. K27 24. A25.A02. A28. K25 19.A20.A30 A11.A30 A08. A25 : K02.A20.A08. A24 : K02.A10. K22 15.A04. K22 16. K16 28. A29 : K02. K11.A07. K11.A22. K12. K23 17.A26. A28 : K02. K06.A19.A06. K04. K06. K12.A09.A21 A01.A03.A27. K26 21. K06. A30 : K02. K28 27. K11.A19.A03.A15 A16.A24.A09. K06. K09. A15 : K03. K04.A10 A11 A12. K26 20. K06. K27 25. K10. A17 : K01. K26 22. K06. A18 : K01. A26 : K02. A22 : K02. K05. K13.A17 A18.A12. K10. K05.A25.A05. A27 : K02.A24.A17. K28 26. A23 : K02.A13.A23.A07. K06. K11.A29.A26. K14 Pengkodean balek No Fakta 1 K01 2 K02 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 K03 K04 K05 K06 K07 K08 K09 K10 K11 K12 K13 K14 K15 K16 K17 K18 GOAL A16. K06.A28 A02.A22.14. K12.A03. A20 : K01.A20. K27 23.A23.A27 A08 A09 .A24. K24 18. A19 : K01. K30 29.A21 A01. K05.A04.A02.A23. A16 : K01. A21 : K01.A05 A06.A05.A26.A29. K12. K12.

K15.K20.K29.K16.K13.A23.A13 22 K22 A14.K14.K24.K10. disourting: Σ Fakta 19 K02 16 K06 7 K12 6 K01 5 K03 4 K05.K23.K19.K27 2 K04.K17.A15 23 K23 A16 24 K24 A17 25 K25 A18 26 K26 A19.A29 Grouping untuk dijadikan decision tree.K28.K09.A20.19 K19 A10 20 K20 A11 21 K21 A12. Gambar : Diagram Pohon Keputusan I .K18.K26.A21 27 K27 A22.K21.K25.A24 28 K28 A25.K30 Diagram Pohon Reprensentasi pengetahuan yang terdapat dalam skripsi ini adalah diagram pohon (tree) dan kaidah produksi.K22.K11 3 K07.A26 29 K29 A01 30 K30 A28 31 K31 A02.K31 1 K08.

Gambar : Diagram Keputusan II Gambar : Diagram Pohon Keputusan III Keterangan Diagram Pohon : Tanda untuk keluhan atau gejala penyakit Tanda Untuk nama penyakit A B Penjelasan Pengobatan .

3. Penulis membuat lima tabel dalam pembuatan database. No. No. 4. Desain Database Setelah konsep diformalisasikan secara lengkap kemudian diimplementasikan dengan membuat perancangan sistem yang akan dibangun. 1. No. Database dalam aplikasi ini menggunakan Microsoft Access 2002 sebagai alat bantu. Field Name Istilah Arti Text Memo Data type 3. 1. Tabel istilah. Field Name Kode Kelamin Ya Tidak Text Text Text Text Data type . Tabel data oke. 2. Hal ini dimaksudkan agar data-data tersebut bersifat dinamis. STD rancangan menu dan tampilan menu.BAB IV DESAIN SISTEM A. yaitu dapat dilakukan penambahan dan penghapusan data. struktur rancangan menu. 4. Tabel awal. 1. 1. 3.  Perancangan Database Data-data diperlukan pada proses masukkan disimpan dalam database. Field Name Nama_penyakit Keterangan Gambar Text Memo Text Data type 4. perancangan antar muka pemakai (user interface). 3. 2. Dalam tahap desain prototype ini meliputi perancangan database. No. 2. 2. Field Name Kode Kelamin Ya Tidak Text Text Text Text Data type 2. Tabel daftar penyakit. yaitu: 1.

1. 3. 8. Berfungsi untuk mengetahui informasi dan pembuat aplikasi tersebut. maka di sini terdapat 9 form yang penulis buat. Diagnosa Gambar Penjelasan Pengobatan Text Text Memo Memo 5. 6. Pada sistem ini terdapat 7 Sub program yang berbeda. daftar istilah. yaitu : input data konsultasi. Berfungsi sebagai tempat sub program yang lain untuk dapat di panggil dan dijalankan atau merupakan gambaran keseluruhan program. Sub program konsultasi. Berfungsi untuk memilih istilah atau kata-kata asing yang terdapat dalam aplikasi disertai artinya. 2. Berfungsi untuk mengakhiri proses dan keluar dari aplikasi. Tabel pakar No. yaitu: 1. daftar penyakit dan pakar. Field Name Nama Password Text Text Data type  Perancangan Form Antar Muka Pemakai (User Interface) Data-data yang telah diformat ke dalam bentuk database diterjemahkan ke dalam bahasa pemograman. Sub program daftar penyakit. Sub program basis pengetahuan. Sub program daftar istilah. kemudian masing-masing form diintegrasikan sehingga program yang diinginkan terlaksana. Berfungsi sebagai tempat untuk melihat semua penyakit yang ada di aplikasi. 5. Sub program info. 2. yaitu yang terdiri dari : 1. 7. 7. Sub program utama. Berfungsi untuk update data. 4. data konsultasi. Sub program keluar. 6. Berfungsi sebagai tempat untuk berkonsultasi mengenai penyakit dengan cara memilih gejala dan menjawab pertanyaan yang disediakan. Form utama Kembali Batas pengetahuan Daftar istilah Daftar penyakit Info Keluar Animasi Judul . Rancangan Form Sesuai dengan penjelasan di atas. yang didalamnya terdapat sub program lagi.5. input data awal.

2. Form basis pengetahuan Basis Pengetahuan Input Data Konsultasi Data Konsultasi Daftar Istilah Daftar Penyakit Pakar Kode : Kelamin: Ya Tidak : : Gambar Diagram : Gambar : Penjelasan : Pengobatan : Input Gejala awal << < > >> cari Tambah Ubah Simpan Hapus Tutup . Form pakar Pakar Nama : Password : OK Tutup 4. Form konsultasi Pilih Gejala awal penyakit : Apakah penderita mengalami : Ya Tidak Tutup 3.

Form data awal Input Gejala Awal Kode : Kelamin: Ya Tidak : : << Tambah Ubah Simpan < Hapus > Tutup >> 7.5. Form diagnosa Diagnosa Gejala Awal : Nama Penyakit : Penjelasan : Pengobatan: Tutup Konsultasi kembali Gambar . Form daftar penyakit Daftar Penyakit Nama Penyakit : Keterangan : Gambar Gambar : Cari Tutup 6.

pada dasarnya berupa aturan (rule) yang berupa IF-THEN. Kaidah produksi yang dijabarkan di bawah ini menggunakan angka dan pembahasannya berada di Lampiran A. yaitu yang terdiri dari : Rule 1 Rule 2 Rule 3 Rule 4 Rule 5 Rule 6 Rule 7 Rule 8 Rule 9 Rule 10 Rule 11 Rule 12 Rule 13 Rule 14 Rule 15 If 1 And 4 And 10 And 23 And 50 And 82 Then 117 If 1 And 4 And 10 And 24 And 51 And 83 Then 118 If 1 And 5 And 11 And 25 And 52 And 84 Then 119 If 1 And 5 And 11 And 26 And 53 And 85 Then 120 If 1 And 5 And 11 And 26 And 54 And 86 Then 121 If 1 And 5 And 11 And 26 And 54 And 87 Then 122 If 2 And 6 And 12 And 27 And 55 And 88 Then 123 If 2 And 6 And 12 And 27 And 56 And 89 Then 124 If 2 And 6 And 12 And 27 And 56 And 90 Then 125 If 2 And 6 And 12 And 28 And 57 And 91 Then 126 If 2 And 6 And 12 And 28 And 58 And 92 Then 127 If 2 And 6 And 12 And 29 And 59 Then 93 If 2 And 6 And 12 And 30 And 60 And 94 Then 128 If 2 And 6 And 12 And 30 And 60 And 95 Then 129 If 2 And 6 And 13 And 31 And 61 Then 96 . Form daftar isi Daftar Istilah Istilah : Arti : Tutup 9. Algoritma Searching  Kaidah Produksi Kaidah produksi merupakan salah satu bentuk representasi pengetahuan yang banyak digunakan dalam pengembangan sistem pakar. Form info Data diri pembuatan sistem Gambar Tutup B. Representasi pengetahuan dengan kaidah produksi.8. Berikut ini adalah representasi pengetahuan aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit pencernaan manusia dengan kaidah produksi.

If 2 And 6 And 14 And 34 And 65 And 100 Then PBT. If 2 And 6 And 12 And 27 And 56 And 89 And 90 Then PBT. If 2 And 6 And 14 And 33 And 64 Then PBT. If 1 And 5 And 11 And 25 And 52 Then PBT. If 1 And 5 And 11 And 25 And 52 And 84 Then PBT. If 2 And 6 And 14 And 33 And 34 Then PBT. If 2 And 6 And 12 And 27 And 55 And 56 Then PBT. If 2 And 6 And 13 And 31 And 62 And 97 Then PBT. If 1 And 4 And 10 And 23 And 50 And 82 Then PBT. If 1 And 5 And 11 And 26 And 53 And 54 Then PBT. If 2 And 6 And 13 And 31 And 32 Then PBT. If 2 And 6 And 12 And 30 And 60 Then PBT. If 1 And 4 And 10 And 23 And 24 Then PBT. If 2 And 6 And 14 And 33 And 64 And 99 Then PBT. If 2 And 6 And 12 And 29 And 59 Then PBT. If 1 And 4 And 5 Then PBT. If 2 And 6 And 12 And 13 And 14 And 15 And 16 Then PBT. If 1 And 4 And 10 And 24 And 51 Then PBT. If 2 And 6 And 7 Then PBT. If 2 And 6 And 12 And 28 And 57 And 91 Then PBT. If 2 And 6 And 13 And 32 And 63 Then PBT. If 2 And 6 And 12 And 27 And 28 And 29 And 30 Then PBT. If 2 And 6 And 15 And 35 And 66 Then PBT. If 1 And 4 And 10 And 24 And 51 And 83 Then PBT. If 2 And 6 And 15 And 35 And 36 And 37 Then PBT. If 2 And 6 And 12 And 28 And 57 And 58 Then PBT. If 2 And 6 And 12 And 30 And 60 And 94 And 95 Then PBT. If 2 And 6 And 16 And 38 And 39 And 40 Then PBT. . If 2 And 6 And 14 And 34 And 65 Then PBT. If 2 And 6 And 15 And 36 And 67 Then PBT. If 1 And 5 And 11 And 26 And 53 And 85 Then PBT. If 2 And 6 And 15 And 37 And 68 And 103 Then PBT. If 1 And 5 And 11 And 26 And 54 And 86 And 87 Then PBT. If 2 And 6 And 12 And 28 And 58 And 92 Then PBT. If 2 And 6 And 15 And 37 And 68 Then PBT.Rule 16 Rule 17 Rule 18 Rule 19 Rule 20 Rule 21 Rule 22 Rule 23 Rule 24 Rule 25 Rule 26 Rule 27 Rule 28 Rule 29 Rule 30 Rule 31 Rule 32 Rule 33 Rule 34 Rule 35 Rule 36 Rule 37 Rule 38 Rule 39 Rule 40 Rule 41 Rule 42 Rule 43 Rule 44 Rule 45 Rule 46 Rule 47 Rule 48 Rule 49 Rule 50 Rule 51 Rule 52 Rule 53 Rule 54 Rule 55 Rule 56 Rule 57 Rule 58 Rule 59 Rule 60 Rule 61 Rule 62 Rule 63 Rule 64 Rule 65 Rule 66 Rule 67 Rule 68 Rule 69 Rule 70 Rule 71 Rule 72 Rule 73 Rule 74 Rule 75 Rule 76 Rule 77 If 2 And 6 And 13 And 31 And 62 And 97 Then 130 If 2 And 6 And 13 And 32 And 63 Then 98 If 2 And 6 And 14 And 33 And 64 And 99 Then 131 If 2 And 6 And 14 And 34 And 65 And 100 Then 132 If 2 And 6 And 15 And 35 And 66 Then 101 If 2 And 6 And 15 And 36 And 67 Then 102 If 2 And 6 And 15 And 37 And 68 And 103 Then 133 If 2 And 6 And 16 And 38 And 69 And 104 Then 134 If 2 And 6 And 16 And 39 And 70 Then 105 If 2 And 6 And 16 And 40 And 71 Then 106 If 2 And 7 And 17 And 41 And 72 And 107 Then 135 If 2 And 7 And 17 And 42 And 73 Then 108 If 2 And 7 And 17 And 43 And 74 And 109 Then 136 If 2 And 7 And 18 And 44 And 75 Then 110 If 2 And 7 And 19 And 45 And 76 Then 111 If 3 And 8 And 20 And 46 And 77 Then 112 If 3 And 9 And 21 And 47 And 78 Then 113 If 3 And 9 And 21 And 48 And 79 Then 114 If 3 And 9 And 22 And 49 And 80 Then 115 If 3 And 9 And 22 And 49 And 81 Then 116 If 1 And 2 And 3 Then PBT. If 2 And 6 And 12 And 27 And 55 And 88 Then PBT. If 1 And 5 And 11 And 25 And 26 Then PBT. If 1 And 4 And 10 Then PBT. If 2 And 6 And 13 And 31 And 61 And 62 Then PBT. If 1 And 4 And 10 And 23 And 50 Then PBT. If 1 And 5 And 11 Then PBT.

If 3 And 8 And 20 Then PBT. If 2 And 6 And 16 And 40 And 71 Then PBT. If 2 And 7 And 17 And 41 And 72 And 107 Then PBT. If 2 And 7 And 17 And 41 And 72 Then PBT. If 3 And 9 And 21 And 47 And 78 Then PBT. If 2 And 7 And 18 And 44 Then PBT. If 3 And 8 And 20 And 46 And 77 Then PBT. If 2 And 6 And 16 And 39 And 70 Then PBT. If 2 And 7 And 19 And 45 Then PBT. If 2 And 7 And 17 And 42 And 73 Then PBT. If 2 And 7 And 17 And 43 And 74 And 109 Then PBT. If 3 And 8 And 20 And 46 Then PBT. If 2 And 7 And 17 And 43 And 74 Then PBT. If 2 And 7 And 18 And 44 And 75 Then PBT. If 2 And 7 And 17 And 41 And 42 And 43 Then PBT. If 3 And 9 And 22 And 49 And 80 And 81 Then PBT Keterangan : Bila angkanya 1 -> berarti ada keluhan/gejala penyakit Bila angkanya 1 -> berarti tidak ada keluhan/gejala penyakit . If 3 And 8 And 9 Then PBT. If 3 And 9 And 21 And 48 And 79 Then PBT. If 2 And 7 And 19 And 45 And 76 Then PBT. If 3 And 9 And 21 And 47 And 48 Then PBT. If 3 And 9 And 22 And 49 Then PBT. If 2 And 6 And 16 And 38 And 69 And 104 Then PBT. If 3 And 9 And 21 And 22 Then PBT.Rule 78 Rule 79 Rule 80 Rule 81 Rule 82 Rule 83 Rule 84 Rule 85 Rule 86 Rule 87 Rule 88 Rule 89 Rule 90 Rule 91 Rule 92 Rule 93 Rule 94 Rule 95 Rule 96 Rule 97 Rule 98 Rule 99 Rule 100 Rule 101 Rule 102 If 2 And 6 And 16 And 38 And 69 Then PBT. If 2 And 7 And 17 And 18 And 19 Then PBT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful