LAPORAN PRAKTIKUM LAPANGAN TAKSONOMI AVERTEBRATA

“KEANEKARAGAMAN AVERTEBRATA DI PANTAI MODUNG BANGKALAN-MADURA”

1

Oleh : Rizki Kharisma W. Galang Junata H. S. Novi Rosita F. (093204035) (093204045) (053244205)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN BIOLOGI

2011
KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas laporan praktikum lapangan Taksonomi Avertebrata di Pantai Modung Bangkaln-Madura ini. Kami juga bersyukur atas
2

berkat rezeki dan kesehatan yang diberikan kepada kami sehingga kami dapat melakukan praktikum ke Pantai Modung Madura sehingga terbentuk laporan praktikum ini. Kami sekelompok telah berusaha semampu kami untuk melakukan praktikum dan membuat laporan praktikum lapangan Taksonomi Avertebrata di Pantai Modung, Madura. Kami sadar bahwa laporan praktikum lapangan Taksonomi Avertebrata di Pantai Modung Bangkalan-Madura yang kami buat ini masih jauh dari sempurna, karena itu kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk menyempurnakan makalah ini menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itu kami mohon bantuan dari para pembaca, Demikianlah laporan praktikum lapangan Taksonomi Avertebrata di Pantai Modung Bangkalan-Madura ini kami buat. Apabila ada kesalahan dalam penulisan, kami mohon maaf yang sebesarnya dan sebelumnya kami mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah Taksonomi Avertebrata telah sabar membimbing kami selama praktikum.

Surabaya, 10 Mei 2011

Hormat Kami

DAFTAR ISI

Halaman Judul Kata Pengantar Daftar Isi BAB I. Pendahuluan
A. Latar Belakang

.......................................... .......................................... .............................
3

i ii 1

B. Tujuan Kegiatan Praktikum . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C. Manfaat Kegiatan Praktikum . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

2 2 3 13 13 14 14 16 44 44 45 46

BAB II. Kajian Pustaka. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . BAB III. Metode
A. Waktu dan Tempat B. Alat dan Bahan C. Prosedur Penelitian

. . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . ............................... ............................... ..........................

D. Rancangan Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

BAB IV. Hasil dan Pembahasan BAB V. Penutup

A. Kesimpulan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . B. Saran . . . . . . . . … . … . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Daftar Pustaka Lampiran Kontributor

.................................... ....................................

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pantai adalah bagian daratan yang berbatasan dengan laut yang masih terpengaruh oleh proses- proses abrasi ( pengikisan oleh air laut ), sedimentasi
4

(pengendapan ), dan pasang surut air laut. Pantai Modung merupakan salah satu pantai yang berada di selatan Pulau Madura, tepatnya di Kabupaten Bangkalan-Madura.Pantai Modung tidak jauh dari pemukiman masyarakat. Zona intertidal Pantai Modung di tumbuhi mangrove dan banyak karang.Zona intertidal seagai habitat hewan avertebrata. Daerah intertidal merupakan suatu daerah yang selalu terkena hempasan gelombang tiap saat. Daerah ini juga sangat terpengaruh dengan dinamika fisik lautan yakni pasang surut. Menurut Nybakken (1992) zona intertidal merupakan daerah yang paling sempit diantara zona laut yang lainnya. Zona intertidal dimulai dari pasang tertinggi sampai pada surut terendah. Zona ini hanya terdapat pada daerah pulau atau daratan yang luas dengan pantai yang landai. Semakin landai pantainya maka zona intertidalnya semakin luas, sebaliknya semakin terjal pantainya maka zona intertidalnya akan semakin sempit. Akibat seringnya hempasan gelombang dan pasang surut maka daerah intertidal sangat kaya akan oksigen. Pengadukan yang sering terjadi menyebabkan interaksi antar atmosfir dan perairan sangat tinggi sehingga difusi gas dari permukaan keperairan juga tinggi. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Webber dan Thurman (1991) bahwa pantai berbatu di zona intertidal merupakan salah satu lingkungan yang subur dan kaya akan oksigen. Selain oksigen daerah ini juga mendapatkan sinar matahari yang cukup, sehingga sangat cocok untuk beberapa jenis organisme untuk berkembang biak. Pada tiap zona intertidal terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara satu daerah dengan daerah yang lain. Jenis substrat daerah intertidal ada yang berpasir adapula yang berbatu. Hal lain yang dapat dilihat yakni pembagian zona juga dapat dilihat dari pasang surutnya dan organismenya. Pada pokok bahasan ini lebih ditekankan pada pembahasan intertidal daerah berbatu. Ekosistem intertidal merupakan salah satu ekosistem pada daerah pesisir yang sangat kompleks dan kaya. Banyak pola interaksi antar organisme laut yang dapat ditemukan pada ekosistem ini. Hewan yang hidup pada daerah ini harus dapat beradaptasi dengan keadaan yang ekstrim tersebut. Bentuk adaptasi organisme sangat berkembang utamanya bentuk morfologi yang dibentuk sedemikian rupa. Pada tiap zona intertidal organisme yang hidup sudah mampu untuk bertahan dengan karakteristik lingkungan tersebut. B. Tujuan Kegiatan Praktikum Tujuan dari kegiatan praktikum ini, yaitu :
5

Mahasiswa dapat belajar observasi lapangan dengan benar. 5.887 Km2.1. 2. Mengidentifikasi hewan avertebrata hingga kategori kelas. Pantai utara merupakan suatu garis panjang yang hampir lurus. Mahasiswa lebih terampil dalam mengambil hewan-hewan avertebrata. 3. Mahasiswa dapat memahami hewan-hewan yang di ambil termasuk filum mana. Mengawetkan sampel hewan-hewan avertebrata dengan benar. A. Manfaat Kegiatan Praktikum Manfaat dari kegiatan praktikum ini. Mengumpulkan data penunjang dengan cara mencari informasi dari masyarakat sekitar tentang hewan-hewan avertebrata yang berada di pantai. 4. Menyusun laporan penelitian lapangan. Panjangnya kurang lebih 190 Km dan jarak yang terlebar 40 Km. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Luas Pulau Madura 4. 3. Mahasiswa mampu mengwetkan sendiri sampel hewan-hewan avertebrata. Mengambil sampel hewan-hewan avertebrata dengan benar. 6. 2. Pulau Madura Pulau Madura terletak di timur laut Jawa terletak diantara 112o dan 114o bujur timur. Pantai selatannya di bagian timur mempunyai dua teluk yang besar 6 . yaitu : 1. 4. Memilah sampel hewan-hewan avertebrata berdasarkan takson masingmasing.

Suhu udara maksimum rata-rata 30. Batas sebelah utara: Laut Jawa b. Curah hujan rata-rata antara 1500 – 200 mm dengan jumlah hari hujan sekitar 88 hari pertahun. Iklim di daerah ini adalah tropis dengan suhu rata-rata 26. sedangkan di lereng-lereng yang rendah malah kekurangan dengan demikian mengakibatkan Madura kurang memiliki tanah yang subur. Di sepanjang pantai banyak sekali ditemukan hutan-hutan mangrove. kerang-kerangan dan berbagai macam hewan baik vertebrata maupun avertebrata.terlindung oleh pulau-pulau. Batas sebelah timur: Laut Jawa d.1. gundukan pasir dan batu-batu karang. Hutan ini merupakan surga bagi hewanhewan pantai. Komposisi tanah dan curah hujan yang tidak sama dilereng-lereng yang tinggi letaknya justru terlalu banyak. Gambar Pulau Madura Sumber : http://ahmad. udang. Musim kemarau kering rata-rata 2-4 bulan atau pada musim kemarau panjang 4-5 bulan. Selain itu adanya terumbu karang juga mendukung 7 . Kelembaban rata-rata 79 %. Di sisi lain pulau Madura menyimpan banyak sekali kekayaan laut. Pulau Madura memiliki garis pantai yang sangat panjang. kepiting.50C.90C.com Kondisi geografis pulau Madura dengan topografi yang relatif datar di bagian selatan dan semakin kearah utara tidak terjadi perbedaan elevansi ketinggian yang begitu mencolok. Batas sebelah selatan: Selat Madura c.blogspot. Selain itu juga merupakan dataran tinggi tanpa gunung berapi dan tanah pertanian lahan kering. Batas sebelah barat: Selat Madura Gambar 2. Batas-batas administrasi Pulau Madura adalah: a.

atau Divisio/Divisi untuk tumbuhan 8 . A. Keenam hierarki (yang disebut takson) itu berturut-turut dari tingkatan tertinggi (umum) hingga terendah (spesifik) adalah : • Phylum/Filum untuk hewan. Di pantai tersebut juga terdapat hutan mangrove yang menambah daya tarik wisatawan yang berkunjung.ac. yang dikenal sebagai tata nama binomial atau binomial nomenclature. Pantai Modung Bangkalan-Madura Pantai Modung merupakan salah satu pantai di Pulau Madura yang dijadikan tempat wisata. yang diusulkan oleh Carl von Linne (Latin: Carolus Linnaeus).unesa. taksonomi merupakan cabang ilmu tersendiri yang mempelajari penggolongan atau sistematika makhluk hidup. Gambar 2.jpg B. Pantai Modung terletak di Kapubaten Bangkalan Madura. gambar Pulau Modung Sumber : http://fmipa. Tepatnya sekitar 30 km dari Kota Bangkalan. Ia memperkenalkan enam hierarki (tingkatan) untuk mengelompokkan makhluk hidup. Apalagi 70% dari seluruh pantai pulau Madura masih alami dan belum terjamah oleh tangan-tangan kotor manusia.2. Hal tersebut karena keindahan Pantai Modung serta berbagai mcam biota laut yang terdapat di pantai tersebut.kehidupan biota-biota laut di Pulau Madura.id/wp-content/uploads/2010/12/Biomodung-1. seorang naturalis berkebangsaan Swedia. Taksonomi Dalam biologi. Sistem yang dipakai adalah penamaan dengan dua sebutan. Hal inilah yang menyebabkan mengapa pulau Madura dikatakan kaya akan potensi lautannya.

Filum Protozoa Protozoa secara umum dapat dijelaskan bahwa protozoa adalah berasal dari bahasa Yunani. Kebanyakan Protozoa hanya dapat dilihat di bawah mikroskop. dan Animalia atau Hewan). Genus/Marga. tetapi dapat mengalami kehilangan klorofil dan kemampuan untuk berfotosintesa. penamaan suatu jenis cukup hanya menyebutkan nama marga (selalu diawali dengan huruf besar) dan nama jenis (selalu diawali dengan huruf kecil) yang dicetak miring (dicetak tegak jika naskah utama dicetak miring) atau ditulis dengan garis bawah. Kadang-kadang antara algae dan protozoa kurang jelas perbedaannya. Jadi. 9 . yaitu Regnum (secara harafiah berarti Kingdom atau Kerajaan) untuk membedakan Prokariota (terdiri dari Regnum Archaea dan Bacteria) dan Eukariota (terdiri dari Regnum Fungi atau Jamur. Semua spesies Euglenophyta yang mampu hidup pada nutrien komplek tanpa adanya cahaya. Contohnya strain mutan algae genus Chlamydomonas yang tidak berklorofil.• • • • • Classis/Kelas. Aturan ini seharusnya tidak akan membingungkan karena nama marga tidak boleh sama untuk tingkatan takson lain yang lebih tinggi. Sebagai contoh algae hijau Euglenophyta. Protozoa adalah hewan pertama. dan Spesies (Jenis). yaitu protos artinya pertama dan zoon artinya hewan. Dibuat pula satu takson di atas Phylum. beberapa ilmuwan memasukkannya ke dalam filum protozoa. dapat dimasukkan ke dalam kelas Protozoa genus Polytoma. Dalam tatanama binomial. Protozoa merupakan kelompok lain protista eukariotik. A. Ordo/Bangsa. Perkembangan pengetahuan lebih lanjut memaksa dibuatnya takson baru di antara keenam takson yang sudah ada (memakai awalan 'super-' dan 'sub-'). selnya berflagela dan merupakan sel tunggal yang berklorofil. Beberapa organisme mempunyai sifat antara algae dan protozoa. Taksonomi Avertebrata Hewan-hewan avertebrata dikelompokkan menjadi beberapa filum sebagai berikut : 1. Familia/Keluarga/Suku. Plantae atau Tumbuhan.

Ada yang berhabitat di laut. Filum Porifera Porifera (Latin. tidak dapat berpindah) sedangkan medusa adalah fase saat hewan dapat bergerak bebas. Sebagian besar Coelenterata hidup di laut kecuali Hydra sp. Coelenterata dibedakan menjadi 2 subphyllum. Filum Coelenterata Coelenterata adalah jenis phyllum hewan yang hidup di air juga. terompet. di antara dua lapisan tersebut terdapat lapisan tipis yang disebut mesoglea. Ektoderm di bagian luar. yaitu fase Polip dan fase Medusa. yaitu : 1. Phorus = pori-pori.Hal ini merupakan contoh bagaimana sulitnya membedakan dengan tegas antara algae dan protozoa. dan selnya eukariotik. Protozoa dibedakan dari algae karena tidak berklorofil. Bentuk tubuh hewan ini tidak hanya kotak. tapi bermacam macam. 2. yakni Cnidaria dan Ctenophora. 3. Sebagian Coelenterata lainnya berbentuk polip saja karena tidak bermetagenesis. dibedakan dari jamur karena dapat bergerak aktif dan tidak berdinding sel. Oleh darena dinding tubuhnya terdiri dari dua lapisan maka hewan itu termasuk Hewan Diploblastik. Porifera hidup di air laut dan air tawar. dan ada yang bercabang menyerupai tumbuhan. 2003). Simetri tubuhnya radial dan terdapat tentakel di sekitar mulutnya yang berfungsi untuk menangkap dan memasukkan makanan ke dalam rongga tubuhnya. Rongga itu disebut rongga Gastrovaskuler. Protozoa dibedakan dari prokariot karena ukurannya yang lebih besar. Polip adalah fase saat hewan melekat pada suatu substrat (sesil. 2. Ada yang seperti piala. Sebagian Coelenterata mempunyai dua fase bentuk tubuh dalam metagenesisnya. (Murtidjo. serta dibedakan dari jamur lendir karena tidak dapat membentuk badan buah. dan beberapa jenis lainnya. Coelenterata mempunyai rongga besar di tengah-tengah tubuhnya yang berfungsi seperti usus pada hewan-hewan tingkat tinggi. Dinding tubuhnya terdiri dari 2 lapisan. ada juga yang di perairan darat. ferre = pembawa) adalah hewan invertebrata yang mempunyai tubuh berpori-pori. 10 . Struktur tubuhnya radial simetris. Tentakel vang dilengkapi sel knidoblas/nematoblas yang mengandung racun sengat disebut nematokis/nematosista (ciri khas dari hewan berongga). Endoderm di bagian dalam Akan tetapi.

dan ekskresi 7. Yang merugikan adalah platyhelminthes yang hidup dengan cara parasite Ciri-ciri Platyhelminthes:1 1. Platyhelminthes adalah filum ketiga dari kingdom animalia setelah porifera dan coelenterata. Ditinjau dari susunannya. maka bentuk stylet dapat dibedakan menjadi dua tipe.4. Filum Platyhelminthes Platyhelminthes berasal dari bahasa yunani. Tidak memiliki rongga tubuh (aselomata) 3. tempat lembab. Sistem pencernaan satu lubang 6. Platy = Pipih dan Helminthes = cacing. anggota klas nematoda yang bersifat saprofag digolongkan ke dalam nematoda non parasit dan untuk kelompok nematoda yang berperan sebagai hama tanaman dimasukkan ke dalam golongan nematoda parasit. yaitu tipe stomatostylet dan odonostylet. Namun. Oleh sebab itulah Filum platyhelminthes sering disebut Cacing Pipih. tidak semua anggota klas Nematoda bertindak sebagai hama. Tipe stylet ini dijumpai pada nematoda parasit dari ordo Tylenchida. silindris (bagian tengah) dan knop stylet (bagian pangkal). Platyhelminthes adalah hewan triploblastik yang paling sederhana. Memiliki tiga lapisan tubuh (triploblastik) 2.Untuk pembicaraan selanjutnya. respirasi. Secara umum ciri-ciri anggota klas Nematoda tersebut antara lain adalah : Tubuh tidak bersegmen (tidak beruas) Bilateral simetris (setungkup) dan tidak memiliki alat gerak Tubuh terbungkus oleh kutikula dan bersifat transparan. Tipe stomatostylet tersusun atas bagian-bagian conus (ujung). atau di dalam tubuh hewan lain. yang disebut terakhir ini tidak akan dibicarakan dalam uraianuraian selanjutnya. Memiliki sistem syaraf (tangga tali) berupa Ganglion anterior 5. 1. Cacing ini bisa hidup bebas dan bisa hidup parasit. Tidak memiliki sitem sirkulasi. Filum Aschleminthes Anggota filum Aschelminthes yang banyak dikenal berperan sebagai hama tanaman (bersifat parasit) adalah anggota klas Nematoda. Hidup di air tawar/laut. 11 . Simetri bilateral 4. sebab ada di antaranya yang berperan sebagai nematoda saprofag serta sebagai nematoda predator (pemangsa).

esofagus (kerongkongan). yang kemudian 12 . Annelida hidup diberbagai tempat dengan membuat liang sendiri. Sistem pencernaan annelida sudah lengkap. dan juga ada yang segaian hidup di tanah atau tempat-tempat lembap. Annelida umumnya bereproduksi secara seksual dengan pembantukan gamet. Darahnya mengandung hemoglobin. Nefridia ( tunggal – nefridium ) merupaka organ ekskresi yang terdiri dari saluran. faring. yang styletnya tersusun atas conus dan silindris saja. Annelida merupakan hewan tripoblastik yang sudah memiliki rongga tubuh sejati (hewan selomata).Tipe odonostylet dijumpai pada nematoda parasit dari ordo Dorylaimida. Annelida memiliki segmen di bagian luar dan dalam tubuhnya. Ototnya terdiri dari otot melingkar (sirkuler) dan otot memanjang (longitudinal). Ekskresi dilakukan oleh organ ekskresi yang terdiri dari nefridia. termasuk manusia. Filum Anellida Annelida (dalam bahasa latin. Sebagian besar annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit dengan menempel pada vertebrata. sistem ekskresi. usus. dan nefrotor. Bentuk tubuhnya simetris bilateral dan bersegmen menyerupai cincin. terdiri dari mulut. nefrostom. Nefrostom merupakan corong bersilia dalam tubuh. Namun Annelida merupakan hewan yang struktur tubuhnya paling sederhana. Namun ada juga yang bereproduksi secara fregmentasi. Nefrotor merupaka npori permukaan tubuh tempat kotoran keluar. Antara satu segmen dengan segmen lainya terdapat sekat yang disebut septa. annulus = cincin) atau cacing gelang adalah kelompok cacing dengan tubuh bersegmen. dan anus. Annelida memiliki panjang tubuh sekitar 1 mm hingga 3 m. Sistem saraf annelida adalah sistem saraf tangga tali. dan sistem saraf di antara satu segmen dengan segmen lainnya saling berhubungan menembus septa. Habitat annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar. sehingga berwarna merah. Pembuluh darah yang melingkari esofagus berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Pembuluh darah. Ganglia otak terletak di depan faring pada anterior. Contoh annelida yang panjangnya 3 m adalah cacing tanah Australia. Cacing ini sudah memiliki pembuluh darah sehingga memiliki sistem peredaran darah tertutup. 1. Terdapat sepasang organ ekskresi tiap segmen tubuhnya.

Filum Mollusca dibagi menjadi kelas Monoplacophora. Kaki Mollusca terletak di ventral dan dilengkapi otot yang kuat. Pembagian tersebuterutama didasarkan pada cangkang dan kaki. Ketiga kelas dari’ Mollusca tersebut seluruhnya hidup di laut. Bagian anterior tubuh bermodifikasi menjadi kepala. chaetae = rambut kaku) merupakan annelida berambut banyak. pleural. Oligochaeta (cacing berambut sedikit). air payau atau terestrial di air tawar atau daratan. Fungsi parapodia adalah sebagai alat gerak dan mengandung pembuluh darah halus sehingga dapat berfungsi juga seperti insang untuk bernapas. antena. dan sensor palpus. Filum Mollusca Hewan Mollusca memiliki tubuh yang lunak. Sistem sirkulasi tertutup. Kelas Aplacophora berbentuk seperti cacing tanpa cangkang. Kelas Monoplacophora merupakan Mollusca purba dengan cangkang tunggal berbentuk kerucut. pedal. 2. dan Cephalopoda. poly = banyak. Polychaeta memiliki sepasang struktur seperti dayung yang disebut parapodia (tunggal = parapodium) pada setiap segmen tubuhnya. Tubuh Polychaeta dibedakan menjadi daerah kepala (prostomium) dengan mata. dan ganglion viseral. dan Hirudinea. Aplacophora. Gastropoda. Pelecypoda. Scaphopoda. Mollusca hidup pada habitat yang beragam di laut. yaitu Polychaeta (cacing berambut banyak). Saluran pencernaan pendek dan terpilin. Kelas Gastropoda merupakan 13 . Reproduksinya monoesis. Kelas Polyplacophora merupakan Mollusca dengan jumlah cangkang delapan buah. Sistem ekskresi terdiri atas I – 7 pasang nepridia. dioesis atau hermaprodit dengan fertilisasi internal/eksternal. dibagi menjadi ordo Neomenioidea dan Chaetodermatoidea berdasarkan kaki dan sistem reproduksi. berdasarkan susunan cangkang dibagi menjadi ordo Lepidopleurida dan Chitonida. Annelida dibagi menjadi tiga kelas. Setiap parapodium memiliki rambut kaku yang disebut seta yang tersusun dari kitin. Kelas Scapophoda memiliki satu cangkang berbentuk tanduk.beregenerasi. Organ seksual annelida ada yang menjadi satu dengan individu (hermafrodit) dan ada yang terpisah pada individu lain (gonokoris). Mollusca bernafas dengan insang atau paru-paru. Polyplacophora. Sistem syaraf terdiri atas pasangan serebral. Polychaeta (dalam bahasa yunani. bercangkang atau tidak dan diselaputi lendir. Larva bila ada umumnya berbentuk trokofor.

Arthropoda biasa ditemukan di laut. anggota tubuh bersegmen berpasangan (Asal penamaan Arthropoda). payau. air payau. sedangkan pembagian ke dalam ordo terutama didasarkan pada insang. insang. lipan dan hewan sejenis lainnya. Paleoheterodonta (2 ordo). Pelecypoda hidup di perairan laut.Mollusca yang memiliki cangkang tunggal dengan bentuk beragam. 3. Gastropoda dibagi menjadi subkelas Prosobranchia (3 ordo). dan tawar. segmen biasanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas. Cephalopoda dibagi subkelas Nautiloidea. air tawar dan daratan. Gastropoda hidup pada berbagai habitat di laut. Kelas Pelecypoda memiliki sepasang cangkang dengan kaki berbentuk seperti kapak. cangkang. Cryptodonta (1 ordo). eksoskeleton berkitin. sedangkan pembagian ke dalam ordo pada umumnya didasarkan pada otot adduktor. Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda. Ammonoidea. Pteriomorpha (2 ordo). Kelas Cephalopoda dicirikan dengan letak kaki di kepala. rongga tubuh. secara berkala mengalir dan diperbaharui sebagai pertumbuhan hewan. dan lingkungan udara. termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit. dan Anomalodesmata (1 ordo) terutama didasarkan pada gigi engsel. Arthropoda memiliki beberapa karakteristik yang membedakan dengan filum yang lain yaitu : Tubuh bersegmen. Pembagian ke dalam subkelas didasarkan pada ada tidaknya cangkang dan jumlah lengan. kanal alimentari seperti pipa dengan mulut dan anus. sistem syaraf terdiri atas sebuah 14 . sebuah rongga darah atau hemosol dan selom tereduksi. Pembagian kedalam subkelas Palaeotaxodonta (1 ordo). dan Pulmonata (2 ordo) berdasarkan alat pernafasannya. Cephalopoda seluruhnya hidup di laut. dan Coleoidea (5 ordo). Arthropoda adalah nama lain hewan berbuku-buku. sistem sirkulasi terbuka. sedangkan pembagian ke dalam ordo terutama didasarkan pada letak cangkang dan anatomi mata. Filum Arthropoda Arthropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan mencakup serangga. Opisthobranchia (8 ordo). dan letak mata. hanya pembuluh darah yang biasanya berwujud sebuah struktur dorsal seperti pipa menuju kanal alimentar dengan bukaan lateral di daerah abdomen. simetri bilateral. dan sifon. Heterodonta (3 ordo). laba-laba. darat. udang. air tawar.

tidak ada silia atau nefridia. secara fisik merupakan ekinodermata terbesar. dikenal karena sistem pembuluh air mereka yang unik dan terdiri dari hanya dua spesies yang baru-baru ini digabungkan ke dalam Asteroidea.500 spesies. Kelompok hewan ini ditemukan di hampir semua kedalaman laut.000 spesies. respirasi dengan insang atau trakhea dan spirakel. ekskresi biasanya oleh tubulus malphigi. sepasang penghubung yang menyalurkan dari otak ke sekitar kanal alimentari dan tali syaraf ganglion yang berlokasi di bawah kanal alimentary. dan beberapa kerabatnya. sekitar 1. Filum Echinodermata Filum Echinodermata (dari bahasa Yunani untuk kulit berduri) adalah sebuah filum hewan laut yang mencakup bintang laut. tabung kosong yang masuk kanal alimentari dan material hasil ekskresi melintas keluar lewat anus. • Crinoidea (lili laut): sekitar 600 spesies merupakan predator yang menunggu mangsa. • Ophiuroidea (bintang ular dan bintang getas).ganglion anterior atau otak yang berlokasi di atas kanal alimentari. Filum ini muncul di periode Kambrium awal dan terdiri dari 7.000 spesies yang masih hidup dan 13. Teripang. sekitar 1.000 spesies. • Echinoidea (bulu babi dan dolar pasir): dikenal karena duri mereka yang mampu digerakkan.000 spesies yang sudah punah. 4. • Holothuroidea (teripang atau ketimun laut): hewan panjang menyerupai siput. 15 .500 spesies yang menangkap mangsa untuk makanan mereka sendiri • Concentricycloidea. Lima atau enam kelas (enam bila Concentricycloidea dihitung) yang masih hidup sekarang mencakup : • Asteroidea bintang laut: sekitar 1. sekitar 1.

Alkohol 70% 2. Kantung Plastik 1 kg 12. Air Laut 4. Kertas Kalkir 14. Kantung Plastik Klip (KantungObat) 13. Botol Koleksi 11. Pinset 8. B. Cetok 2 buah 7. Penggaris 30 cm 6. Pasak 5.BAB III METODE PENELITIAN A. Minyak cengkeh. Prosedur Penelitian a) Pengambilan Sampel 16 . Nampan 9. Meteran gulung dan tali raffia (dibentuk kuadran 1m x 1m 15. Alat tulis 17. Kamera Foto A. Alat dan Bahan 1. Waktu dan Tempat Praktikum mengenai keanekaragaman hewan Avertebrata ini kami lakukan pada Hari Sabtu tanggal 14 Mei 2011 di Pantai Modung Bangkalan-Madura. Karet gelang dan kertas label 16. Ember 10. pipet 3.

Kemudian menghitung jumlah masing-masing spesies yang ada. yaitu 0-10. Untuk mengetahui spesies infauna (terdapat dalam pasir. Setelah itu membiarkan sampai spesimen lemas. Meletakkan semua spesimen dalam ember dan memisahkan antara hasil sampling di daerah intertidal atas. Setelah membuat catatan data tentang kondisi habibat spesies tersebut (berlumpur. Pada setiap penggalian. Mengambil sampel pada satu garis transek dari tepi pantai kea rah laut (daerah intertidal). a) Penanganan Sampel 1. Kemudian mencatat data tersebut dengan seksama. Setelah mengamati cara gerak spesimen tersebut ➢ Untuk echinodermata. 2. Sampel berupa cangkang moluska atau kerangka coelenterate dapat langsung memasukkan ke kantong plastic. Kemudian mengawetkan spesimen dengan alcohol 70%. Mengambil sampel di daerah intertidal atas. Sp2 Sp3 dsb 6. Memisahkan spesimen berdasarkan takson masing-masing. Memasukkan spesimen ke dalam botol koleksi dan di isi dengan air laut secukupnya. berpasir atau berbatu) 3. 3. Untuk menghindari kesalahn pencatatan.1.bawah serta tengah 4. 5. memberikan kode setiap spesies yang ditemuka misalnya Sp1. mengamati penjuluran kaki. Melakukan penggalian secra bertahap.mengamati penjuluran kaki-kaki tabung dan tentakelnya bila ada. diperiksa hewan avertebrata apa saja yang di temukan.jumlah tentakel dan cara gerak ➢ Untuk bivalvia. meletakkan pada kuadran 30 cm x 30 cm. Membersihkan semua spesies yang ditemukan dari lumpur atau substrat yang lain yang melekat.mengamati penjuluran tubuhnya. Mengamati dan mengdokumentasikan hewan avertebrata yang terdapat di setiap kuadran dengan menggunakan kamera foto atau kamera video. jika jumlahnya mencukup setiap spesies diambil sampel 3-4 ekor.sifon serta cara geraknya. 1. Meneteskan beberapa tetes minyak cengkeh ke dalam botol koleksi tersebut.intertidal tengah dan intertidal bawah. Di setiap daerah tersebut doambil dua kuadran sampling berukuran 1m x 1m 2. 17 . 10-20 dan 20-30 cm. ➢ Untuk gastropoda. selanjutnya menggali hingga kedalaman 30 cm.

A. 3. ditemukan saat kapan dll. kerugian. Melakukan wawancara dengan masyarakat sekitar tentang informasi yang berhungan dengan pantai modung dan hewan avertebrata yang di amati baik nama daerah.2. manfaat. Menutup semua botol dengan rapat. abibat. Rancangan Penelitian Gambar A Gambar B Gambar C Keterangan Gambar A Gambar B Gambar C : : Gambar kuadran 1m x 1m pada Intertidal Atas : Gambar kuadran 30cm x 30cm : Hasil dari intertidal atas 18 . jumlah terbanyak/tersedikit.

Kami menemukan ± 28 spesies yang telah kami data sebagai berikut : 1. Spesies 1 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas : Animalia : Echinodermata : Ophiuroidea 19 . Hasil Setelah melakukan observasi lapangan Taksonomi Avertebrata di Pantai Modung Madura. dapat diketahui berbagai macam hewan Avertebrata yang ditemukan di pantai tersebut.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.

Mulut terletak di pusat tubuh yang dikelilingi oleh 5 lempengan kapur yang berfungsi sebagai rahang. sedangkan pada bagian dorsal serta ventral tidak terdapat duri. Molusca dan serpihan organisme lain yang telah mati serta sampah. Lengannya dapat diputuskan sebagai umpan dan tubuh utamanya selamat. Kadang-kadang mengubur diri di pasir dan rumput laut. Sebaliknya hewan ini banyak dimakan oleh ikan. Bersembunyi di daerah batu-batuan dan menempel pada Porifera. dan panjang lengan mencapai 2 cm. 1. memegang obyek dengan lengan kemudian menghentakkannya. Spesies 2 20 . Madreporit terletak di daerah permukaan sekitar mulut. ada pula yang hidup di daerah laut dalam. Hewan ini tidak memiliki anus. dan selanjutnya lengan yang telah putus tersebut dapat tumbuh kembali. Hewan ini memiliki diameter badan utama ± 1 cm. Hewan ini tidak banyak dimanfaatkan penduduk sebagai bahan makanan. Di bagian lateral terdapat duri. Pada lengan juga terdapat kaki ambulakral kecil yang sering disebut tentakel yang terletak secara ventro lateral dengan alat hisap atau Ampullae yang terdapat alat sensoris dan pernapasan serta alat bantu makanan masuk ke dalam mulut. Bintang ular hidup di daerah laut yang dangkal. Yang biasanya dimanfaatkan adalah kerangka tubuhnya yang menyerupai bentukan bunga lempengan untuk dijadikan hiasan. Makanan hewan ini adalah udang-udangan.Nama Umum : Bintang Mengular • Deskripsi Hewan ini mempunyai tubuh bola cakram kecil dengan 5 lengan panjang. Bahan makanan sisa dikeluarkan lagi melalui mulut. Hewan ini bergerak dengan gerakan yang mengular.

Hewan ini banyak hidup di daerah pantai berpasir dan dihuni oleh tanaman bakau. membuka kulit kerang dan juga sebagai senjata dalam menghadapi musuh. Tubuh kepiting ditutupi oleh karapaks berwarna hijau kecoklatan. Karapaks merupakan kulit yang keras atau exoskeleton (kulit luar) berfungsi untuk melindungi organ dalam bagian kepala. dan bagian depan dari karapaks tidak membentuk sebuah rostrum yang panjang. mempunyai chelipeds dan empat pasang kaki jalan. abdomennya tersembunyi di bawah thorax. Insang kepiting terbentuk dari pelatpelat yang pipih. badan dan insang. berwarna orange dan putih. sedangkan panjang dari mata sampai ekor ± 1. mempunyai ekor yang sangat pendek . Pada umumnya hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan oleh sebagian besar masyarakat pesisir pantai modung maupun masyarakat lainnya.5 cm. Hewan ini bersembunyi di dalam pasir jika ada bahaya. dan yang kiri ± 1 cm.• Klasifikasi Kingdom Filum Subfilum Kelas Superordo Ordo Nama umum : Animalia : Arthropoda : Mandibulata : Malacostraca : Eucaridae : Decapoda : Kepiting • Deskripsi Kepiting ini memiliki kaki sepuluh. Chelipeds dapat digunakan untuk memegang dan membawa makanan. Bagian mulut kepiting ditutupi oleh maxilliped yang rata. 1. menggali. Panjang chelipeds sisi kanan ± 3 cm. Perutnya terlipat di bawah cephalothorax yang berwarna putih tulang. Panjang tubuh hewan ini dari kanan sampai kiri mencapai 7 cm. sepasang mata menonjol berwarna hitam keluar berada di bagain depan karapaks. Struktur chelipeds hewan ini pada sisi kanan lebih besar daripada sisi kiri. chelipeds terletak di depan kaki pertama. Spesies 3 21 .

Arah putaran cangkangnya mengarah sinistral.5 cm tinggi 2. Hewan ini banyak ditemukan di pantai yang berbatu dan berpasir. Pada bagian posterior terdapat telson lonjong sedikit tumpul. lebar 2. Oleh sebagian orang.• Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Subfilum : Animalia : Crustacea : Arthropoda : Malacostraca : Decapoda : Anomura Infraordo Superfamili : Paguroidea Famili : Coenobitidae Genus : Coenobita • Deskripsi Hewan ini menempati cangkang gastropoda berwarna hitam dan abu-abu yang tersusun spiral. Badan utama panjangnya ± 3 cm dan memiliki lebar ± 1 cm. mulut berwarna hitam biru. Cangkang pada hewan ini memiliki panjang 5. juga terdapat rambut-rambut halus pada tiap kakinya. bentuk cangkang gulungan benang. 2 pasang kaki jalan. Pada kaki-kaki hewan ini terdapat ruas-ruas. sepasang mata yang memiliki tangkai mata berwarna hitam. 2 pasang kaki kecil untuk membantu mengambil makanan). 22 .5 cm. 5 pasang kaki ( satu pasang merupakan chelipeds berwarna hitam biru. Cangkang ini berfungsi untuk melindungi badan utamanya.3 cm. jumlah ulir 10. Pada badan utama terdapat antenna dua pasang yang berwarna biru dan bercak hitam yang berfungsi sebagai alat sensori. badan utama hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan cangkangnya sebagai hiasan. bentuk mulut cangkang sabit. 4 ruas tiap kaki. Kepala dan thoraks menyatu (cephalothorax).

mulut berwarna orange. Badan utama panjangnya ± 4 cm dan memiliki lebar ± 1.5 cm. Hewan ini sering menyembunyikan diri pada rongga bebatuan 23 . Bentuk cangkang bulat. Arah putaran cangkangnya sinistral. Permukaan cangkang kasar berduri.1. juga terdapat rambut-rambut halus pada tiap kakinya. Cangkang ini berfungsi untuk melindungi badan utamanya. Bentuk mulut cangkang perbani. Pada kaki-kaki hewan ini terdapat ruas-ruas. Pada bagian posterior terdapat telson lonjong sedikit tumpul. Hewan ini banyak ditemukan di pantai yang berbatu dan berpasir. terdapat antenna dua pasang yang berwarna hitam bergaris orange yang berfungsi sebagai alat sensori. 2 pasang kaki kecil untuk membantu mengambil makanan). Cangkang pada hewan ini memiliki panjang 7 cm dan lebar 4 cm yang berbentuk kerucut tak sempurna. 4 ruas tiap kaki. sepasang mata yang memiliki tangkai mata berwarna hitam. 5 pasang kaki ( satu pasang merupakan chelipeds berwarna orange hitam. Pada badan utamanya terdapat karapaks yang tidak terlalu keras. 2 pasang kaki jalan. Kepala dan thoraks menyatu (cephalothorax). Spesies 4 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Subfilum : Animalia : Crustacea : Arthropoda : Malacostraca : Decapoda : Anomura Infraordo Superfamili : Paguroidea • Deskripsi Hewan ini menempati cangkang gastropoda berwarna coklat.

Permukaan cangkang licin. Pada badan utamanya terdapat karapaks yang tidak terlalu keras.atau terumbu karang. sepasang mata yang memiliki tangkai 24 . Bentuk mulut cangkang perbani. Pada badan utama terdapat antenna dua pasang yang berwarna orange dan bercak putih yang berfungsi sebagai alat sensori. Bentuk cangkang bulat. Oleh sebagian orang. Cangkang ini berfungsi untuk melindungi badan utamanya. Spesies 5 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Subfilum : Animalia : Crustacea : Decapoda : Anomura : Arthropoda : Malacostraca Infraordo Famili • Deskripsi Superfamili : Paguroidea : Coenobitidae Hewan ini menempati cangkang gastropoda berwarna putih garis-garis hitam. Jumlah ulir 2. Cangkang pada hewan ini memiliki panjang 3 cm dan lebar 3 cm yang berbentuk bulat agak pipih. 1. badan utama hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan cangkangnya sebagai hiasan. Arah putaran cangkangnya dextral.

badan utama hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan cangkangnya sebagai hiasan.5 cm. Diameter hewan ini adalah 4 cm dan lengannya memiliki panjang 2 cm. Pada bagian posterior terdapat telson lonjong sedikit tumpul. Terdapat kaki ambulakral sebagai alat bergerak. 5 pasang kaki ( satu pasang merupakan chelipeds berwarna orange putih.mata berwarna hitam. Hewan ini banyak ditemukan di pantai yang berbatu dan berpasir. Pada kaki-kaki hewan ini terdapat ruas-ruas. Badan utama panjangnya ± 3. hewan ini dapat memutuskan salah satu lengan jika dalam keadaan bahaya. Seperti halnya bintang ular. Kepala dan thoraks menyatu (cephalothorax). menempel. Sebuah lengan dengan bagian cakramnya akan dapat membentuk tubuh utuh yang bebas. Pada daerah dorsal terdapat madreporit yang berfungsi sebagai tempat masuknya air dalam system vascular air. 4 ruas tiap kaki. 1. Oleh sebagian orang. 2 pasang kaki jalan. 2 pasang kaki kecil untuk membantu mengambil makanan). Pada permukaan kulit tubuh bagian dorsal atau aboral terdapat duri-duri halus. Di tengah tubuh pada bagian dorsal terdapat lubang anus. juga terdapat rambut-rambut halus pada tiap kakinya. Spesies 6 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas : Animalia : Echinodermata : Asteroidea Nama Umum : Bintang Laut • Deskripsi Sesuai namanya hewan ini berbentuk seperti bintang dengan 5 lengan pada bagian radial. dan menangkap makanan.5 cm dan memiliki lebar ± 1. Cara 25 . mulut berwarna orange putih.

mempunyai chelipeds dan empat pasang kaki jalan. Hewan ini hidup di pantai berpasir. menggali. Struktur chelipeds kanan dan kiri sama dan terlihat kekar. membuka kulit kerang dan juga sebagai senjata dalam menghadapi musuh. Chelipeds dapat digunakan untuk memegang dan membawa makanan.7 cm. Spesies 7 • Klasifikasi Kingdom Filum Subfilum Kelas Superordo Ordo Subordo Nama umum • Deskripsi Kepiting ini memiliki kaki sepuluh. 26 : Animalia : Arthropoda : Crustacea : Malacostraca : Eucaridae : Decapoda : Pleocyemata : Kepiting . chelipeds terletak di depan kaki pertama. Karapaks merupakan kulit yang keras atau exoskeleton (kulit luar) berfungsi untuk melindungi organ dalam bagian kepala. 1. Saat ini bintang laut banyak dimanfaatkan sebagai hiasan akuarium dan bintang laut yang sudah mati dapat dikeringkan dan dijadiakan hiasan dan assesoris lainnya. berwarna coklat dan bagian ujung berwarna hitam. abdomennya tersembunyi di bawah thorax. Panjang chelipeds 1.gerak hewan ini dengan merayap menggunakan kaki ambulakral. mempunyai ekor yang sangat pendek . Tubuh kepiting ditutupi oleh karapaks berwarna coklat.

abdomennya tersembunyi di bawah thorax. sedangkan panjang dari mata sampai ekor ± 2. Hewan ini banyak hidup di daerah pantai berpasir dan terdapat tanaman bakau. Struktur chelipeds kanan dan kiri sama.badan dan insang. Hewan ini bersembunyi di dalam pasir sebagai rumahnya. berwarna orange. Insang kepiting terbentuk dari pelat-pelat yang pipih. 1. sepasang mata menonjol berwarna hitam keluar berada di bagain depan karapaks. Spesies 8 • Klasifikasi Kingdom Filum Subfilum Kelas Superordo Ordo Subordo Nama umum • Deskripsi Kepiting ini memiliki kaki sepuluh. Panjang tubuh hewan ini dari kanan sampai kiri mencapai 4 cm. mempunyai chelipeds dan empat pasang kaki jalan. Chelipeds 27 : Animalia : Arthropoda : Crustacea : Malacostraca : Eucaridae : Decapoda : Pleocyemata : Kepiting . Bagian mulut kepiting ditutupi oleh maxilliped yang rata. Pada umumnya hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan oleh sebagian besar masyarakat pesisir pantai modung maupun masyarakat lainnya.5 cm. Panjang chelipeds 1. chelipeds terletak di depan kaki pertama. Perutnya terlipat di bawah cephalothorax yang berwarna putih tulang. mempunyai ekor yang sangat pendek .5 cm.

menggali. Karapaks merupakan kulit yang keras atau exoskeleton (kulit luar) berfungsi untuk melindungi organ dalam bagian kepala. sepasang mata menonjol berwarna hitam keluar berada di bagain depan karapaks. sedangkan panjang dari mata sampai ekor ± 2 cm. Hewan ini banyak hidup di daerah pantai berpasir dan terdapat tanaman bakau. Spesies 9 • Klasifikasi Kingdom Filum Subfilum Kelas Superordo Ordo Subordo Nama umum • Deskripsi : Animalia : Arthropoda : Crustacea : Malacostraca : Eucaridae : Decapoda : Pleocyemata : Kepiting 28 . Panjang tubuh hewan ini dari kanan sampai kiri mencapai 3 cm.dapat digunakan untuk memegang dan membawa makanan. badan dan insang. Insang kepiting terbentuk dari pelat-pelat yang pipih. Bagian mulut kepiting ditutupi oleh maxilliped yang rata. Tubuh kepiting ditutupi oleh karapaks berwarna orange. Perutnya terlipat di bawah cephalothorax yang berwarna putih tulang. Pada umumnya hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan oleh sebagian besar masyarakat pesisir pantai modung maupun masyarakat lainnya 1. Hewan ini bersembunyi di dalam pasir sebagai rumahnya. membuka kulit kerang dan juga sebagai senjata dalam menghadapi musuh.

Struktur chelipeds kanan dan kiri sama. sedangkan panjang dari mata sampai ekor ± 2. chelipeds terletak di depan kaki pertama. badan dan insang. Panjang chelipeds 2 cm. membuka kulit kerang dan juga sebagai senjata dalam menghadapi musuh. Karapaks merupakan kulit yang keras atau exoskeleton (kulit luar) berfungsi untuk melindungi organ dalam bagian kepala. Hewan ini bersembunyi di dalam pasir sebagai rumahnya. Spesies 10 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Nama umum : Animalia : Coelenterata : Anthozoa : Koral 29 . Pada umumnya hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan oleh sebagian besar masyarakat pesisir pantai modung maupun masyarakat lainnya 1. Insang kepiting terbentuk dari pelat-pelat yang pipih. Bagian mulut kepiting ditutupi oleh maxilliped yang rata. Chelipeds dapat digunakan untuk memegang dan membawa makanan. Panjang tubuh hewan ini dari kanan sampai kiri mencapai 5 cm. sepasang mata menonjol berwarna hitam keluar berada di bagain depan karapaks. menggali.Kepiting ini memiliki kaki sepuluh. mempunyai chelipeds dan empat pasang kaki jalan. Tubuh kepiting ditutupi oleh karapaks berwarna coklat belang. Perutnya terlipat di bawah cephalothorax yang berwarna putih tulang. abdomennya tersembunyi di bawah thorax. berwarna orange. Hewan ini banyak hidup di daerah pantai berpasir dan terdapat tanaman bakau.5 cm. mempunyai ekor yang sangat pendek.

Koral ini kami temukan pada daerah intertidal bawah dekat bebatuan dan pasir. terdapat septa kecil-kecil dengan diameter rata-rata 0. Landak laut mempunyai bentuk tubuh yang bulat simetris bilateral. lebar 8 cm . Pada bagian anterior menyerupai bentukan bunga kecil-kecil. warna tubuhnya saat masih hidup 30 . 1. hanya berupa kerangka bebatuan. Landak Laut memiliki sisi dorsal dan sisi ventral. Pada sisi ventral terdapat anus dan pada sisi ventral terdapat mulut berupa lubang dimana lubang mulut lebih lebar daripada anusnya.• Deskripsi Spesimen yang kami temukan ini bukan spesimen hidup. Dari bentukan koral ini dapat dilihat bahwa spesies hidup berkoloni. Kerangka ini pada umumnya disebut koral yang berbahan kapur CaC03. Permukaan kasar. Berwarna putih kecoklatan. Spesies 11 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Genus : Animalia : Echinodermata : Echinoidea : Echinos Nama Umum : Landak Laut • Deskripsi Spesimen yang kami temukan bukan spesimen yang hidup melainkan hanya berupa kerangkanya saja. panjang koral 14 cm.5 cm. Hewan ini banyak dimanfaatkan sebagai hiasan dalam akuarium baik dalam bentuk koral maupun pada saat hidupnya.

hanya berupa kerangka bebatuan. Hewan ini dapat bergerak dengan menggunakan duri-durinya. Spesies 13 31 : Animalia : Coelenterata : Anthozoa : Koral . 1.5 cm. Hewan ini hidup di atas dasar laut. namun kerangkanya berwarna putih sampai abu-abu. Pada umumnya hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Permukaan kasar. Berwarna putih kehijauan. Makanan hewan ini berupa serpihan bahan-bahan organik yang ada di dasar laut serta plankton. 1. Dari bentukan koral ini dapat dilihat bahwa spesies hidup berkoloni. Hewan ini banyak dimanfaatkan sebagai hiasan dalam akuarium baik dalam bentuk koral maupun pada saat hidupnya.5 cm.kehitaman serta di seluruh tubuhnya terdapat sejenis duri yang panjang. Kerangka ini pada umumnya disebut koral yang berbahan kapur CaC03. terdapat septa kecilkecil dengan diameter rata-rata 0. Spesies 12 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Nama umum • Deskripsi Spesimen yang kami temukan ini bukan spesimen hidup. lebar 3 cm . Koral ini kami temukan pada daerah intertidal bawah dekat bebatuan dan pasir. Pada bagian anterior menyerupai bentukan bunga kecil-kecil. Diameter hewan ini ± 3. panjang koral 5cm.

5 cm. Berwarna putih kehijauan. Koral ini kami temukan pada daerah intertidal bawah dekat bebatuan dan pasir. Pada bagian anterior menyerupai bentukan bunga kecil-kecil. Panjang kerangkanya ± 4. : Animalia : Coelenterata : Anthozoa : Koral 1. Hewan ini banyak dimanfaatkan sebagai hiasan dalam akuarium baik dalam bentuk koral maupun pada saat hidupnya. Kerangka ini pada umumnya disebut koral yang berbahan kapur CaC03. Permukaan kasar. hanya berupa kerangka bebatuan. terdapat septa berupa lubang yang sangat kecil. Dari bentukan koral ini dapat dilihat bahwa spesies hidup berkoloni. Spesies 14 32 .• Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Nama umum • Deskripsi Spesimen yang kami temukan ini bukan spesimen hidup.

Hewan ini banyak ditemukan di pantai yang berbatu dan berpasir. Oleh sebagian orang. lebar 2 cm tinggi 1. Pada badan utama terdapat antenna dua pasang yang berwarna biru dan bercak hitam yang berfungsi sebagai alat sensori. bentuk mulut cangkang sabit. 4 ruas tiap kaki. badan utama hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan cangkangnya sebagai hiasan. juga terdapat rambut-rambut halus pada tiap kakinya. Badan utama panjangnya ± 3 cm dan memiliki lebar ± 1 cm. mulut berwarna hitam biru. 2 pasang kaki kecil untuk membantu mengambil makanan). Kepala dan thoraks menyatu (cephalothorax). Pada kaki-kaki hewan ini terdapat ruas-ruas. Cangkang pada hewan ini memiliki panjang 4 cm.• Kasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Subfilum : Animalia : Crustacea : Arthropoda : Malacostraca : Decapoda • Deskripsi Hewan ini menempati cangkang gastropoda berwarna hitam dan abu-abu yang tersusun spiral. bentuk cangkang gulungan benang. jumlah ulir hanya satu. sepasang mata yang memiliki tangkai mata berwarna hitam. Arah putaran cangkangnya mengarah sinistral. Cangkang ini berfungsi untuk melindungi badan utamanya. 1. Pada bagian posterior terdapat telson lonjong sedikit tumpul. 5 pasang kaki ( satu pasang merupakan chelipeds berwarna hitam biru.3 cm. Spesies 15 33 . 2 pasang kaki jalan.

lebar 2. jumlah ulir 8. Badan utama panjangnya ± 3 cm dan memiliki lebar ± 1 cm. 5 pasang kaki ( satu pasang merupakan chelipeds berwarna hitam biru. badan utama hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan cangkangnya sebagai hiasan. juga terdapat rambut-rambut halus pada tiap kakinya. bentuk cangkang gulungan benang. 2 pasang kaki kecil untuk membantu mengambil makanan). mulut berwarna hitam biru. bentuk mulut cangkang sabit. 4 ruas tiap kaki. Arah putaran cangkangnya mengarah sinistral. Cangkang pada hewan ini memiliki panjang 6.• Kasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Subfilum : Animalia : Crustacea : Arthropoda : Malacostraca : Decapoda : Anomura Infraordo Superfamili : Paguroidea Famili : Coenobitidae Genus : Coenobita • Deskripsi Hewan ini menempati cangkang gastropoda berwarna hitam dan abu-abu yang tersusun spiral. Cangkang ini berfungsi untuk melindungi badan utamanya. Pada kaki-kaki hewan ini terdapat ruas-ruas.2 cm tinggi 2.2 cm. Pada badan utama terdapat antenna dua pasang yang berwarna biru dan bercak hitam yang berfungsi sebagai alat sensori. Pada bagian posterior terdapat telson lonjong sedikit tumpul. Oleh sebagian orang. 1. Hewan ini banyak ditemukan di pantai yang berbatu dan berpasir. 2 pasang kaki jalan. sepasang mata yang memiliki tangkai mata berwarna hitam. Spesies 16 34 . Kepala dan thoraks menyatu (cephalothorax).5 cm.

Panjang tubuhnya ± 16 cm. Hewan ini banyak dimanfaatkan sebagai hiasan dalam akuarium pada saat hidupnya. Tubuhnya terdapat cabang-cabang sehingga terlihat seperti ranting pada tumbuhan tinggi. Spesies 17 35 .• Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Nama umum • Deskripsi Spesimen yang kami temukan ini bukan spesimen hidup. Berwarna coklat kehitaman. hanya berupa kerangka. : Animalia : Coelenterata : Anthozoa : Akar Bahar 1.

Spesies 18 : Animalia : Mollusca : Bilvalvia • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas • Deskripsi Hewan ini Memiliki dua keping cangkang berwarna kuning. Permukaan cangkang tersusun atas garis-garis vertikal dari tepi kanan ke tepi yang kiri. berada di permukaan pasir. permukaan halus. Jika dilihat sekilas cangkang ini 36 : Animalia : Molusca : Bilvalvia .• Klasifikasi Kingdom Filum Kelas • Deskripsi Hewan ini Memiliki dua keping cangkang berwarna putih dengan rambutrambut coklat tua. permukaan cangkang tersusun atas garis-garis vertikal dari tepi menuju engsel. Hewan ini biasanya dijadikan konsumsi oleh penduduk sekitar serta cangkangnya digunakan sebagai aksesoris atau hiasan. Cangkang ini kami temukan di daerah pantai yang berpasir. 1. Panjang cangkang 4 cm dan lebar 3. permukaan kasar.5 cm. tubuh pipih Laterolateral. tubuh pipih Laterolateral. Jika dilihat sekilas cangkang ini berbentuk setengah lingkaran dengan sudut pusat menggelembung dan bagian tepi pipih. dekat bebatuan.

serta di dalam pasir.. Spesies 19 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas • Deskripsi Hewan ini Memiliki dua keping cangkang berwarna kecoklatan. tubuh pipih Laterolateral. Hewan ini kami temukan di daerah pantai yang berpasir. Jika dilihat sekilas cangkang ini berbentuk setengah lingkaran dengan sudut pusat menggelembung dan bagian tepi pipih. dekat bebatuan.5 cm. berada di permukaan pasir. Spesies 20 : Animalia : Molusca : Bilvalvia 37 . Hewan ini biasanya dijadikan konsumsi oleh penduduk sekitar serta cangkangnya digunakan sebagai aksesoris atau hiasan.berbentuk setengah lingkaran dengan sudut pusat menggelembung dan bagian tepi pipih. dekat bebatuan. berada di permukaan pasir. 1. Hewan ini biasanya dijadikan konsumsi oleh penduduk sekitar serta cangkangnya digunakan sebagai aksesoris atau hiasan.5 cm dan lebar 3 cm. Permukaan halus. serta di dalam pasir. Panjang cangkang 3. Hewan ini kami temukan di daerah pantai yang berpasir. Panjang cangkang 3 cm dan lebar 2. 1.

Cangkang ini kami temukan di daerah pantai yang berpasir. dekat bebatuan.• Klasifikasi Kingdom Filum Kelas • Deskripsi Hewan ini Memiliki dua keping cangkang berwarna putih dengan motif seperti batik coklat tua. Panjang cangkang 2. tubuh pipih Laterolateral. permukaan cangkang tersusun atas garis-garis vertikal dari tepi menuju engsel dan juga garis horizontal. berada di permukaan pasir.8 cm dan lebar 3. Jika dilihat sekilas cangkang ini berbentuk sepertiga lingkaran dengan sudut pusat menggelembung dan bagian tepi pipih. Hewan ini biasanya dijadikan konsumsi oleh penduduk sekitar serta cangkangnya digunakan sebagai aksesoris atau hiasan. serta di dalam pasir. : Animalia : Molusca : Bilvalvia 1. Spesies 21 • Klasifikasi Kingdom : Animalia 38 .3 cm. permukaan kasar.

terdapat septa yang memanjang dengan panjang rata-rata 1.Filum Kelas Nama umum • Deskripsi : Coelenterata : Anthozoa : Koral Spesimen yang kami temukan ini bukan spesimen hidup. lebar 4 cm . Hewan ini banyak dimanfaatkan sebagai hiasan dalam akuarium baik dalam bentuk koral maupun pada saat hidupnya.5 cm. Permukaan kasar. 1. Berwarna kuning kehijauan. panjang koral 8 cm. hanya berupa kerangka bebatuan. Dari bentukan koral ini dapat dilihat bahwa spesies hidup berkoloni. Pada bagian anterior menyerupai bentukan bunga kecil-kecil. Koral ini kami temukan pada daerah intertidal bawah dekat bebatuan dan pasir. Kerangka ini pada umumnya disebut koral yang berbahan kapur CaC03. Spesies 22 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas : Animalia : Mollusca : Gastropoda 39 .

Spesies 23 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas : Animalia : Mollusca : Gastropoda • Deskripsi Hewan ini memiliki bentuk cangkang bulat. permukaan kasar. dan visceral. arah putaran cangkang sinistral. bentuk mulut cangkang perbani sempit. Bagian sisi dalam cangkang berwarna putih sedangkan sisi luarnya berwarna putih. Cangkang yang sudah kosong ini biasanya digunakan oleh Umang-umang sebagai rumahnya. Cangkang ini kami temukan pada daerah intertidal atas di permukaan pasir. jumlah ulir 5. Karena minimnya peralatan yang kami gunakan. bentuk mulut cangkang perbani. Panjang cangkang 1. Bagian dalam tubuhnya terdapat kepala. kaki pipih yang dilindungi lempengan tipis berwarna hitam.5 cm dan lebarnya 1 cm. coklat muda dan coklat tua. Cangkang ini berfungsi untuk melindungi bagian tubuh utama dari gastropoda. berwarna kuning kecoklatan. arah putaran cangkang dextral. Oleh masyarakat sekitar. cangkang ini dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat berbagai macam hiasan. 40 . Cangkang berbentuk gulungan benang.• Deskripsi Spesies yang kami temukan ini adalah cangkang dari gastropoda.5 cm. 1. Panjang cangkang ± 4 cm dan lebarnya 1. jumlah ulir 2 setengah.

Hewan ini ditemukan di daerah pantai yang berbatu dan berpasir. Hewan ini ditemukan di pantai yang berbatu dan berpasir. Spesies 24 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas • Deskripsi Hewan ini memiliki cangkang berwarna hitam coklat. Bila ada bahaya hewan ini menyembunyikan badan utamanya ke dalam cangkangnya. ukuran cangkang 1. Hewan ini banyak dimanfaatkan sebagai makanan dan cangkangnya yang sudah kosong dijadikan bahan membuat hiasan. Seperti hewan gastropoda lainnya hewan ini banyak digunakan sebagai bahan makanan dan cangkangnya untuk hiasan. arah putaran cangkang dextral. Hewan ini bergerak dengan merayap menggunakan kaki pipihnya.5x1.7x2. Kami belum bisa mengidentifikasi tubuh utama secara detail karena minimnya peralatan yang kami gunakan. jumlah ulir 3. kepala.5 cm. Hewan ini berjalan dengan merayap menggunakan kaki pipihnya. bentuk cangkang bulat. 1. bentuk mulut cangkang perbani. dan visceral. 41 : Animalia : Mollusca : Gastropoda . permukaan kasar berduri tumpul. Badan utamanya teriri dari kaki pipih. Bila dalam keadaan bahaya hewan ini memasukkan tubuh utamanya ke dalam cangkang dan kemudian ditutupi oleh lempengan tipis yang menempel pada kaki pipinya. Kaki pipih dilindungi oleh lempengan tipis yang menyerupai huruf D berwarna hitam.kami belum bisa mengidentifikasi dan mendeskripsikan bagian dalam tubuhnya. Secara keseluruhan badan utamanya berwarna hitam dengan bintik-bintik abu-abu.

1. Badan utamanya teriri dari kaki pipih. Kaki pipih dilindungi oleh lempengan tipis yang menyerupai huruf D berwarna hitam. arah putaran cangkang dextral. kepala. Bila ada bahaya hewan ini menyembunyikan badan utamanya ke dalam cangkangnya. Hewan ini bergerak dengan merayap menggunakan kaki pipihnya.1. permukaan kasar berduri. dan visceral. Spesies 25 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas • Deskripsi Hewan ini memiliki cangkang berwarna hitam abu-abu. Spesies 26 : Animalia : Mollusca : Gastropoda 42 . bentuk cangkang seperti gulungan benang. Secara keseluruhan badan utamanya berwarna hitam dengan bintik-bintik abu-abu. Seperti hewan gastropoda lainnya hewan ini banyak digunakan sebagai bahan makanan dan cangkangnya untuk hiasan. Hewan ini ditemukan di daerah intertidal tengah yang berbatu dan berpasir. Kami belum bisa mengidentifikasi tubuh utama secara detail karena minimnya peralatan yang kami gunakan dan kurangnya pengetahuan kami tentang gastropoda.

• Klasifikasi Kingdom Filum Kelas • Deskripsi Hewan ini hidup secara koloni. namun secara umum hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuat spons dan busa. Hewan ini ditemukan pada bebatuan dan hidup secara sesil. permukaan berpori halus. konsistensi rapuh. ukuran tubuh 10x5x3 cm (koloni).1-0. jumlah oskulum 25 buah. 1. tipe spikula tidak diketahui (sehingga kelas juga belum dapat ditentukan). Spesies 27 : Animalia : Porifera : Demospongiae • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Nama umum : Animalia : Cnidaria : Scyphozoa : Ubur-ubur 43 . Belum banyak masyarakat pesisir modung yang memanfaatkan hewan ini. diameter 0.3 cm. warna tubuh hijau kekuningan. jumlah ostium banyak.

memiliki warna yang bervariasi. Tubuhnya lunak dan berlendir.• Deskripsi Ubur-ubur berbentuk seperti payung yang transparan. Spesies 28 • • • • • • • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Nama umum • Deskripsi Hewan ini berbentuk memanjang dan seperti bunga karena pada bagian anteriornya terdapat sebuah mahkota berupa tentakel-tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsanya. Hewan ini biasanya digunakan sebagai hiasan akuarium. Tabel Hasil Obsevasi Dari data tersebut di atas kami sajikan dalam tabel berikut ini : : Animalia : Coelenterata : Anthozoa : Actiniaria : Anemon laut 44 . Hidup melekat pada subsrat yang terdapat di dalam pasir dengan menggunakan holdfast. 1. pada bagian anteriornya terdapat lubang yang berfungsi sebagai mulut. A. Pada tentakel ini terdapat racun knidoblast yang disebut sebagai nematokist. Panjang tubuhnya ± 20 cm dan diameter 5 cm. Pada sisi oral berupa bulatan dan sisi aboral terdapat lengan serta tentakel berjumlah 8. Tubuhnya lunak dan berlendir. Selain terdapat mahkota. Memiliki sisi oral dan aboral. berwarna merah muda. Racun ini dapat menyebabkan gatal bila disentuh.

6. 3. Padahal laut dan pantai tersebut menjadi tempat para nelayan untuk mencari penghasilan. dan bahkan teripang sebagai sumber penghasilan ataupun sebagai konsumsi sendiri. Para nelayan tersebut tidak hanya mencari ikan. 4. Hal ini disebabkan karena pencemaran yang terjadi d pantai tersebut. 7. terutama hewan Avertebrata di Pantai Modung tersebut. kami dapat menuliskan hasil wawancaranya sebagai berikut : Keanekaragaman di Pantai Modung tersebut sangat berkurang drastic dari tahun ke tahun. udang. Para nelayan mengharapkan adanya penanganan dari pemerintah setempat untuk menanggulangi masalah pencemaran yang terjadi di Pantai Modung tersebut agar tempat mereka mencari sumber penghasilan mereka ataupun juga untuk melestarikan keanekaragaman hewan. 45 .Jumlah No 1. berkurang pula penghasilan yang didapat oleh para nelayan di pantai tersebut. 5. Namun bukan hanya sampah yang menjadi pencemar. Kingdom Animalia Animalia Animalia Animalia Animalia Animalia Animalia Animalia Animalia Phylum Porifera Coelenterata Coelenterata Mollusca Mollusca Arthropoda Echinodermata Echinodermata Echinodermata Classis spesies Demospongiae Anthozoa Scyphozoa Bivalvia Gastropoda Malacostraca Asteroidea Ophiuroidea Echinoidea 1 6 1 4 4 9 1 1 1 B. kepiting. 8. 9. Pencemaran itu berupa sampah-sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat sekitar pantai. tetapi juga limbah dari pabrik yang ada di lingkungan sekitar pantai. 2. Dengan berkurangnya keanekaragaman hewan di pantai itu. namun juga kerang. Hasil Wawancara Setelah kami wewancarai beberapa masyarakat sekitar tentang keanekaragaman hewan Avertebrata di Pantai Modung Madura.

3. Keanekaragaman yang paling banyak kami temukan di Pantai Modung Madura adalah dari Filum Arthropoda Kelas Malacostraca yaitu sebanyak 9 spesies. Pantai Modung tersebut dijadikan sebagai tempat para nelayan untuk mencari penghasilan. Berkurangnya keanekaragaman hewan Avertebrata di Pantai Modung Madura dikarenakan pencemaran berupa sampah dan limbah pabrik yang ada di sekitar pantai.BAB V PENUTUP A. kepiting. Sedangkan yang paling sedikit kami temukan adalah dari Filum Porifera yakni sebanyak 1 spesies 2. Saran 46 . serta teripang. kerang. Kesimpulan Dari praktikum lapangan yang kami lakukan tentang keanekaragaman hewan Avertebrata di Pantai Modung Bangkalan-Madura dapat kami simpulkan sebagai berikut : 1. udang. Hewan yang ditangkap adalah berupa ikan. A.

Gramedia Pustaka Utama Hadiprajitno G. Email: renibio95@yahoo. Jurusan Biologi-FMIPA Universitas Negeri Surabaya.co. Namun tidak hanya dari pemerintah.15 WIB http://id.Dari hasil observasi yang telah kami lakukan. Bogor.wikipedia.id Dahuri. 2009. Faizah. Dengan begitu pantai tersebut dapat dijadikan sebagai tempat para nelayan untuk mencari penghasilan dan keanekaragaman hewan Avertebrata dapat dilestarikan. 2009.00 WIB 47 . 11–12 Februari 2009.wikipedia.org/wiki/Protozoa diakses pada tanggal 7 Juni 2011 pukul 10. PT. 2010. dan Ambarwati. R dan Trijoko. 2003 “keanekaragaman hayati laut asset pembangunan berkelanjutan Indonesia”. namun juga butuh peran dari masyarakat yang ada di Kecamatan Modung untuk bergotong-royong membersihkan sampah-sampah yang ada di pantai. DAFTAR PUSTAKA Ambarwati . kekayaan jenis anadara (bivalvia: arcidae) di perairan pantai sidoarjo. kami menyarankan kepada pemerintah Kabupaten Bangkalan Madura untuk secepatnya menangani masalah pencemaran yang terjadi di Pantai Modung tersebut. Haryono. Permasalahan. Prosiding Seminar Nasional Moluska Ke-2. dan Pengembangan Moluska Sebagai Bahan Makanan. Potensi. Surabaya : Unipress. http://id. Panduan Praktikum Taksonomi Avertebrata. Rokmin.org/wiki/Pulau_Madura diakses pada tanggal 6 Juni 2011 pukul 16.

co.com/2011/05/zona-intertidal.cc/2009/04/coelenterata.1906@gmail.18 WIB http://aditya-pandhu.00 WIB diakses pada LAMPIRAN Kontributor 1.com/2010/03/phylum-porifera.blogspot.html tanggal 7 Juni 2011 pukul 12.30 WIB http://deapensieve.co.html tanggal 8 Juni 2011 pukul 14.blogspot.id : Ketintang timur PTT II No 18-20 : 085230348306 Nim Jurusan Email Alamat kos No Hp 2.S : 093204045 : Pendidikan Biologi 2009 A : galangsaputra.html diakses pada tanggal 4 Juni 2011 pukul 11.com : Ketintang Selatan I No 83 : 085645326766 Nim Jurusan Email Alamat Kos No Hp 48 . Nama : Rizki Kharisma Wahyuatmawati : 093204035 : Pendidikan Biologi 2009 A : risma_campus@yahoo. Nama : Galang Junata H.bioman-smaitnurhidayah.http://www.html diakses pada tanggal 6 Juni 2011 pukul 13.blogspot.com/2010/01/interpretatif-struktural-modelling.16 WIB diakses pada http://abivaleyzone.

Pd. S. A. M.Tingkatkan terus materi Taksonomi Avertebratanya – Bu dan Pak dosen jangan terlalu 1) Kesan : . Pesan dan kesan terhadap pembelajaran Taksonomi Avertebrata 1) Pesan : .Pd.hehehehe 1) Kesan : Mengerti. jangan terlalu ketat ya kalau menunggu UTS. : Penjelasannya sangat sederhana dan sangat gamblang membuat mahasiswanya mudah memahami apa yang dipelajari. 49 .. ➢ Pak Drs.Si.Si. ➢ Reni Ambarwati. Dan terima kasih sudah menjadi dosen pembimbing proyek kami yang sabar dan baik hati membimbing kami.Si.Si. S. S. M. M. Pesan dan Kesan Setiap dosen kegiatan Pembelajaran 1) Pesan : takutnya ada anak tidak bisa bahasa inggris ➢ Pak Drs. : Mengajarnya santai dan mudah di ➢ Bu Ulfi Faizah. ➢ Bu Reni Ambarwati... : 053244205 : Biologi 2005 : Ketintang baru X : 085730008884 Nim Jurusan Alamat kos No Hp A. Tjipto Haryono. : UTSnya jangan pakai bahasa inggris ➢ Bu Ulfi Faizah. S. M.Si. Tjipto Haryono.3. : Suaranya kurang keras : Buuu.Kita bisa memahami semua jenis hewan yang ada di dunia serta ciri-cirinya. Nama : Novi Rosita F. : Selama kegiatan pembelajaran sangat menarik hati karena juga menampilkan video yang bersangkutan dengan materi.Si.

50 .– Jadi lebih tahu keadaan keanekaragaman hewan Avertebrata di lingkungan sekitar kita.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful