LAPORAN PRAKTIKUM LAPANGAN TAKSONOMI AVERTEBRATA

“KEANEKARAGAMAN AVERTEBRATA DI PANTAI MODUNG BANGKALAN-MADURA”

1

Oleh : Rizki Kharisma W. Galang Junata H. S. Novi Rosita F. (093204035) (093204045) (053244205)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN BIOLOGI

2011
KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas laporan praktikum lapangan Taksonomi Avertebrata di Pantai Modung Bangkaln-Madura ini. Kami juga bersyukur atas
2

berkat rezeki dan kesehatan yang diberikan kepada kami sehingga kami dapat melakukan praktikum ke Pantai Modung Madura sehingga terbentuk laporan praktikum ini. Kami sekelompok telah berusaha semampu kami untuk melakukan praktikum dan membuat laporan praktikum lapangan Taksonomi Avertebrata di Pantai Modung, Madura. Kami sadar bahwa laporan praktikum lapangan Taksonomi Avertebrata di Pantai Modung Bangkalan-Madura yang kami buat ini masih jauh dari sempurna, karena itu kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk menyempurnakan makalah ini menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itu kami mohon bantuan dari para pembaca, Demikianlah laporan praktikum lapangan Taksonomi Avertebrata di Pantai Modung Bangkalan-Madura ini kami buat. Apabila ada kesalahan dalam penulisan, kami mohon maaf yang sebesarnya dan sebelumnya kami mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah Taksonomi Avertebrata telah sabar membimbing kami selama praktikum.

Surabaya, 10 Mei 2011

Hormat Kami

DAFTAR ISI

Halaman Judul Kata Pengantar Daftar Isi BAB I. Pendahuluan
A. Latar Belakang

.......................................... .......................................... .............................
3

i ii 1

B. Tujuan Kegiatan Praktikum . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . C. Manfaat Kegiatan Praktikum . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

2 2 3 13 13 14 14 16 44 44 45 46

BAB II. Kajian Pustaka. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . BAB III. Metode
A. Waktu dan Tempat B. Alat dan Bahan C. Prosedur Penelitian

. . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . ............................... ............................... ..........................

D. Rancangan Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

BAB IV. Hasil dan Pembahasan BAB V. Penutup

A. Kesimpulan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . B. Saran . . . . . . . . … . … . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Daftar Pustaka Lampiran Kontributor

.................................... ....................................

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pantai adalah bagian daratan yang berbatasan dengan laut yang masih terpengaruh oleh proses- proses abrasi ( pengikisan oleh air laut ), sedimentasi
4

(pengendapan ), dan pasang surut air laut. Pantai Modung merupakan salah satu pantai yang berada di selatan Pulau Madura, tepatnya di Kabupaten Bangkalan-Madura.Pantai Modung tidak jauh dari pemukiman masyarakat. Zona intertidal Pantai Modung di tumbuhi mangrove dan banyak karang.Zona intertidal seagai habitat hewan avertebrata. Daerah intertidal merupakan suatu daerah yang selalu terkena hempasan gelombang tiap saat. Daerah ini juga sangat terpengaruh dengan dinamika fisik lautan yakni pasang surut. Menurut Nybakken (1992) zona intertidal merupakan daerah yang paling sempit diantara zona laut yang lainnya. Zona intertidal dimulai dari pasang tertinggi sampai pada surut terendah. Zona ini hanya terdapat pada daerah pulau atau daratan yang luas dengan pantai yang landai. Semakin landai pantainya maka zona intertidalnya semakin luas, sebaliknya semakin terjal pantainya maka zona intertidalnya akan semakin sempit. Akibat seringnya hempasan gelombang dan pasang surut maka daerah intertidal sangat kaya akan oksigen. Pengadukan yang sering terjadi menyebabkan interaksi antar atmosfir dan perairan sangat tinggi sehingga difusi gas dari permukaan keperairan juga tinggi. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Webber dan Thurman (1991) bahwa pantai berbatu di zona intertidal merupakan salah satu lingkungan yang subur dan kaya akan oksigen. Selain oksigen daerah ini juga mendapatkan sinar matahari yang cukup, sehingga sangat cocok untuk beberapa jenis organisme untuk berkembang biak. Pada tiap zona intertidal terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara satu daerah dengan daerah yang lain. Jenis substrat daerah intertidal ada yang berpasir adapula yang berbatu. Hal lain yang dapat dilihat yakni pembagian zona juga dapat dilihat dari pasang surutnya dan organismenya. Pada pokok bahasan ini lebih ditekankan pada pembahasan intertidal daerah berbatu. Ekosistem intertidal merupakan salah satu ekosistem pada daerah pesisir yang sangat kompleks dan kaya. Banyak pola interaksi antar organisme laut yang dapat ditemukan pada ekosistem ini. Hewan yang hidup pada daerah ini harus dapat beradaptasi dengan keadaan yang ekstrim tersebut. Bentuk adaptasi organisme sangat berkembang utamanya bentuk morfologi yang dibentuk sedemikian rupa. Pada tiap zona intertidal organisme yang hidup sudah mampu untuk bertahan dengan karakteristik lingkungan tersebut. B. Tujuan Kegiatan Praktikum Tujuan dari kegiatan praktikum ini, yaitu :
5

5. 2. 4. Mengidentifikasi hewan avertebrata hingga kategori kelas. Mahasiswa mampu mengwetkan sendiri sampel hewan-hewan avertebrata. Panjangnya kurang lebih 190 Km dan jarak yang terlebar 40 Km. Memilah sampel hewan-hewan avertebrata berdasarkan takson masingmasing. 2. Mengawetkan sampel hewan-hewan avertebrata dengan benar. Pantai utara merupakan suatu garis panjang yang hampir lurus. A. Mahasiswa dapat memahami hewan-hewan yang di ambil termasuk filum mana. Mahasiswa lebih terampil dalam mengambil hewan-hewan avertebrata. Manfaat Kegiatan Praktikum Manfaat dari kegiatan praktikum ini. Pulau Madura Pulau Madura terletak di timur laut Jawa terletak diantara 112o dan 114o bujur timur. Mahasiswa dapat belajar observasi lapangan dengan benar. Luas Pulau Madura 4. Mengambil sampel hewan-hewan avertebrata dengan benar. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. yaitu : 1. 3. Mengumpulkan data penunjang dengan cara mencari informasi dari masyarakat sekitar tentang hewan-hewan avertebrata yang berada di pantai. Menyusun laporan penelitian lapangan. Pantai selatannya di bagian timur mempunyai dua teluk yang besar 6 . 6.1.887 Km2. 3. 4.

Batas sebelah utara: Laut Jawa b. Batas sebelah selatan: Selat Madura c. Kelembaban rata-rata 79 %. Gambar Pulau Madura Sumber : http://ahmad. kerang-kerangan dan berbagai macam hewan baik vertebrata maupun avertebrata. Suhu udara maksimum rata-rata 30.90C. gundukan pasir dan batu-batu karang. Selain itu adanya terumbu karang juga mendukung 7 . Musim kemarau kering rata-rata 2-4 bulan atau pada musim kemarau panjang 4-5 bulan. Di sisi lain pulau Madura menyimpan banyak sekali kekayaan laut. Selain itu juga merupakan dataran tinggi tanpa gunung berapi dan tanah pertanian lahan kering.com Kondisi geografis pulau Madura dengan topografi yang relatif datar di bagian selatan dan semakin kearah utara tidak terjadi perbedaan elevansi ketinggian yang begitu mencolok.blogspot. Hutan ini merupakan surga bagi hewanhewan pantai. sedangkan di lereng-lereng yang rendah malah kekurangan dengan demikian mengakibatkan Madura kurang memiliki tanah yang subur. Curah hujan rata-rata antara 1500 – 200 mm dengan jumlah hari hujan sekitar 88 hari pertahun. Pulau Madura memiliki garis pantai yang sangat panjang.terlindung oleh pulau-pulau.1. Batas sebelah timur: Laut Jawa d. Komposisi tanah dan curah hujan yang tidak sama dilereng-lereng yang tinggi letaknya justru terlalu banyak. Batas sebelah barat: Selat Madura Gambar 2. kepiting. Iklim di daerah ini adalah tropis dengan suhu rata-rata 26. udang. Batas-batas administrasi Pulau Madura adalah: a.50C. Di sepanjang pantai banyak sekali ditemukan hutan-hutan mangrove.

unesa. Apalagi 70% dari seluruh pantai pulau Madura masih alami dan belum terjamah oleh tangan-tangan kotor manusia. taksonomi merupakan cabang ilmu tersendiri yang mempelajari penggolongan atau sistematika makhluk hidup. yang dikenal sebagai tata nama binomial atau binomial nomenclature. A. Taksonomi Dalam biologi. Ia memperkenalkan enam hierarki (tingkatan) untuk mengelompokkan makhluk hidup. Gambar 2. Di pantai tersebut juga terdapat hutan mangrove yang menambah daya tarik wisatawan yang berkunjung. Keenam hierarki (yang disebut takson) itu berturut-turut dari tingkatan tertinggi (umum) hingga terendah (spesifik) adalah : • Phylum/Filum untuk hewan. Hal tersebut karena keindahan Pantai Modung serta berbagai mcam biota laut yang terdapat di pantai tersebut. Pantai Modung Bangkalan-Madura Pantai Modung merupakan salah satu pantai di Pulau Madura yang dijadikan tempat wisata.kehidupan biota-biota laut di Pulau Madura. atau Divisio/Divisi untuk tumbuhan 8 . Pantai Modung terletak di Kapubaten Bangkalan Madura. gambar Pulau Modung Sumber : http://fmipa.id/wp-content/uploads/2010/12/Biomodung-1. Hal inilah yang menyebabkan mengapa pulau Madura dikatakan kaya akan potensi lautannya. Sistem yang dipakai adalah penamaan dengan dua sebutan. seorang naturalis berkebangsaan Swedia.jpg B. yang diusulkan oleh Carl von Linne (Latin: Carolus Linnaeus).2.ac. Tepatnya sekitar 30 km dari Kota Bangkalan.

dapat dimasukkan ke dalam kelas Protozoa genus Polytoma.• • • • • Classis/Kelas. penamaan suatu jenis cukup hanya menyebutkan nama marga (selalu diawali dengan huruf besar) dan nama jenis (selalu diawali dengan huruf kecil) yang dicetak miring (dicetak tegak jika naskah utama dicetak miring) atau ditulis dengan garis bawah. Contohnya strain mutan algae genus Chlamydomonas yang tidak berklorofil. yaitu protos artinya pertama dan zoon artinya hewan. beberapa ilmuwan memasukkannya ke dalam filum protozoa. dan Animalia atau Hewan). tetapi dapat mengalami kehilangan klorofil dan kemampuan untuk berfotosintesa. Dibuat pula satu takson di atas Phylum. Sebagai contoh algae hijau Euglenophyta. Kebanyakan Protozoa hanya dapat dilihat di bawah mikroskop. Semua spesies Euglenophyta yang mampu hidup pada nutrien komplek tanpa adanya cahaya. A. selnya berflagela dan merupakan sel tunggal yang berklorofil. Jadi. Protozoa adalah hewan pertama. Perkembangan pengetahuan lebih lanjut memaksa dibuatnya takson baru di antara keenam takson yang sudah ada (memakai awalan 'super-' dan 'sub-'). Beberapa organisme mempunyai sifat antara algae dan protozoa. Familia/Keluarga/Suku. 9 . Genus/Marga. Ordo/Bangsa. yaitu Regnum (secara harafiah berarti Kingdom atau Kerajaan) untuk membedakan Prokariota (terdiri dari Regnum Archaea dan Bacteria) dan Eukariota (terdiri dari Regnum Fungi atau Jamur. Aturan ini seharusnya tidak akan membingungkan karena nama marga tidak boleh sama untuk tingkatan takson lain yang lebih tinggi. Filum Protozoa Protozoa secara umum dapat dijelaskan bahwa protozoa adalah berasal dari bahasa Yunani. Plantae atau Tumbuhan. Taksonomi Avertebrata Hewan-hewan avertebrata dikelompokkan menjadi beberapa filum sebagai berikut : 1. Protozoa merupakan kelompok lain protista eukariotik. Kadang-kadang antara algae dan protozoa kurang jelas perbedaannya. dan Spesies (Jenis). Dalam tatanama binomial.

terompet. yakni Cnidaria dan Ctenophora. Coelenterata dibedakan menjadi 2 subphyllum. Oleh darena dinding tubuhnya terdiri dari dua lapisan maka hewan itu termasuk Hewan Diploblastik. dan beberapa jenis lainnya. Protozoa dibedakan dari prokariot karena ukurannya yang lebih besar. Ektoderm di bagian luar. ada juga yang di perairan darat. Tentakel vang dilengkapi sel knidoblas/nematoblas yang mengandung racun sengat disebut nematokis/nematosista (ciri khas dari hewan berongga). Ada yang seperti piala. serta dibedakan dari jamur lendir karena tidak dapat membentuk badan buah. 3. dibedakan dari jamur karena dapat bergerak aktif dan tidak berdinding sel. (Murtidjo. dan ada yang bercabang menyerupai tumbuhan. Ada yang berhabitat di laut. di antara dua lapisan tersebut terdapat lapisan tipis yang disebut mesoglea. Filum Porifera Porifera (Latin. Filum Coelenterata Coelenterata adalah jenis phyllum hewan yang hidup di air juga. 2003). 10 . Rongga itu disebut rongga Gastrovaskuler. Sebagian Coelenterata lainnya berbentuk polip saja karena tidak bermetagenesis. Protozoa dibedakan dari algae karena tidak berklorofil. Bentuk tubuh hewan ini tidak hanya kotak. yaitu fase Polip dan fase Medusa. 2. Sebagian besar Coelenterata hidup di laut kecuali Hydra sp. Simetri tubuhnya radial dan terdapat tentakel di sekitar mulutnya yang berfungsi untuk menangkap dan memasukkan makanan ke dalam rongga tubuhnya. dan selnya eukariotik. Porifera hidup di air laut dan air tawar. Phorus = pori-pori.Hal ini merupakan contoh bagaimana sulitnya membedakan dengan tegas antara algae dan protozoa. tapi bermacam macam. tidak dapat berpindah) sedangkan medusa adalah fase saat hewan dapat bergerak bebas. Endoderm di bagian dalam Akan tetapi. Dinding tubuhnya terdiri dari 2 lapisan. Coelenterata mempunyai rongga besar di tengah-tengah tubuhnya yang berfungsi seperti usus pada hewan-hewan tingkat tinggi. Sebagian Coelenterata mempunyai dua fase bentuk tubuh dalam metagenesisnya. 2. yaitu : 1. ferre = pembawa) adalah hewan invertebrata yang mempunyai tubuh berpori-pori. Struktur tubuhnya radial simetris. Polip adalah fase saat hewan melekat pada suatu substrat (sesil.

Secara umum ciri-ciri anggota klas Nematoda tersebut antara lain adalah : Tubuh tidak bersegmen (tidak beruas) Bilateral simetris (setungkup) dan tidak memiliki alat gerak Tubuh terbungkus oleh kutikula dan bersifat transparan. Memiliki sistem syaraf (tangga tali) berupa Ganglion anterior 5. Filum Platyhelminthes Platyhelminthes berasal dari bahasa yunani. Platyhelminthes adalah hewan triploblastik yang paling sederhana. Platyhelminthes adalah filum ketiga dari kingdom animalia setelah porifera dan coelenterata. tempat lembab. Ditinjau dari susunannya. maka bentuk stylet dapat dibedakan menjadi dua tipe. sebab ada di antaranya yang berperan sebagai nematoda saprofag serta sebagai nematoda predator (pemangsa). yaitu tipe stomatostylet dan odonostylet. Simetri bilateral 4. respirasi. Memiliki tiga lapisan tubuh (triploblastik) 2. 11 . anggota klas nematoda yang bersifat saprofag digolongkan ke dalam nematoda non parasit dan untuk kelompok nematoda yang berperan sebagai hama tanaman dimasukkan ke dalam golongan nematoda parasit. Oleh sebab itulah Filum platyhelminthes sering disebut Cacing Pipih.4. Tipe stomatostylet tersusun atas bagian-bagian conus (ujung). Cacing ini bisa hidup bebas dan bisa hidup parasit.Untuk pembicaraan selanjutnya. Yang merugikan adalah platyhelminthes yang hidup dengan cara parasite Ciri-ciri Platyhelminthes:1 1. 1. Hidup di air tawar/laut. yang disebut terakhir ini tidak akan dibicarakan dalam uraianuraian selanjutnya. Tipe stylet ini dijumpai pada nematoda parasit dari ordo Tylenchida. Filum Aschleminthes Anggota filum Aschelminthes yang banyak dikenal berperan sebagai hama tanaman (bersifat parasit) adalah anggota klas Nematoda. Namun. tidak semua anggota klas Nematoda bertindak sebagai hama. Tidak memiliki rongga tubuh (aselomata) 3. silindris (bagian tengah) dan knop stylet (bagian pangkal). Tidak memiliki sitem sirkulasi. Sistem pencernaan satu lubang 6. dan ekskresi 7. Platy = Pipih dan Helminthes = cacing. atau di dalam tubuh hewan lain.

Annelida merupakan hewan tripoblastik yang sudah memiliki rongga tubuh sejati (hewan selomata). dan anus. faring. yang kemudian 12 . Contoh annelida yang panjangnya 3 m adalah cacing tanah Australia. esofagus (kerongkongan). Nefrotor merupaka npori permukaan tubuh tempat kotoran keluar. Ototnya terdiri dari otot melingkar (sirkuler) dan otot memanjang (longitudinal). Annelida memiliki panjang tubuh sekitar 1 mm hingga 3 m. Annelida hidup diberbagai tempat dengan membuat liang sendiri. Ganglia otak terletak di depan faring pada anterior. dan juga ada yang segaian hidup di tanah atau tempat-tempat lembap. terdiri dari mulut. Pembuluh darah. Sistem pencernaan annelida sudah lengkap. Habitat annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar. Terdapat sepasang organ ekskresi tiap segmen tubuhnya. dan sistem saraf di antara satu segmen dengan segmen lainnya saling berhubungan menembus septa. Annelida umumnya bereproduksi secara seksual dengan pembantukan gamet. Namun Annelida merupakan hewan yang struktur tubuhnya paling sederhana. Filum Anellida Annelida (dalam bahasa latin. 1.Tipe odonostylet dijumpai pada nematoda parasit dari ordo Dorylaimida. sehingga berwarna merah. yang styletnya tersusun atas conus dan silindris saja. nefrostom. annulus = cincin) atau cacing gelang adalah kelompok cacing dengan tubuh bersegmen. Sistem saraf annelida adalah sistem saraf tangga tali. Bentuk tubuhnya simetris bilateral dan bersegmen menyerupai cincin. sistem ekskresi. Darahnya mengandung hemoglobin. Ekskresi dilakukan oleh organ ekskresi yang terdiri dari nefridia. Namun ada juga yang bereproduksi secara fregmentasi. usus. Sebagian besar annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit dengan menempel pada vertebrata. Nefridia ( tunggal – nefridium ) merupaka organ ekskresi yang terdiri dari saluran. Annelida memiliki segmen di bagian luar dan dalam tubuhnya. Antara satu segmen dengan segmen lainya terdapat sekat yang disebut septa. Cacing ini sudah memiliki pembuluh darah sehingga memiliki sistem peredaran darah tertutup. Pembuluh darah yang melingkari esofagus berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. termasuk manusia. dan nefrotor. Nefrostom merupakan corong bersilia dalam tubuh.

poly = banyak. Filum Mollusca Hewan Mollusca memiliki tubuh yang lunak. air payau atau terestrial di air tawar atau daratan. Tubuh Polychaeta dibedakan menjadi daerah kepala (prostomium) dengan mata. Ketiga kelas dari’ Mollusca tersebut seluruhnya hidup di laut. Gastropoda. Aplacophora. Oligochaeta (cacing berambut sedikit). Sistem sirkulasi tertutup. dioesis atau hermaprodit dengan fertilisasi internal/eksternal. Kelas Monoplacophora merupakan Mollusca purba dengan cangkang tunggal berbentuk kerucut. 2. Filum Mollusca dibagi menjadi kelas Monoplacophora. dan ganglion viseral. Larva bila ada umumnya berbentuk trokofor. bercangkang atau tidak dan diselaputi lendir. Annelida dibagi menjadi tiga kelas. Fungsi parapodia adalah sebagai alat gerak dan mengandung pembuluh darah halus sehingga dapat berfungsi juga seperti insang untuk bernapas. dibagi menjadi ordo Neomenioidea dan Chaetodermatoidea berdasarkan kaki dan sistem reproduksi. Pembagian tersebuterutama didasarkan pada cangkang dan kaki. antena. Kelas Gastropoda merupakan 13 . Bagian anterior tubuh bermodifikasi menjadi kepala. dan Hirudinea. Mollusca bernafas dengan insang atau paru-paru. Kelas Scapophoda memiliki satu cangkang berbentuk tanduk. Kelas Aplacophora berbentuk seperti cacing tanpa cangkang. pedal. Pelecypoda. Organ seksual annelida ada yang menjadi satu dengan individu (hermafrodit) dan ada yang terpisah pada individu lain (gonokoris). berdasarkan susunan cangkang dibagi menjadi ordo Lepidopleurida dan Chitonida. Sistem syaraf terdiri atas pasangan serebral. Sistem ekskresi terdiri atas I – 7 pasang nepridia. Polychaeta memiliki sepasang struktur seperti dayung yang disebut parapodia (tunggal = parapodium) pada setiap segmen tubuhnya. Scaphopoda. dan sensor palpus. Kaki Mollusca terletak di ventral dan dilengkapi otot yang kuat. pleural. Reproduksinya monoesis. Saluran pencernaan pendek dan terpilin. Polychaeta (dalam bahasa yunani. Setiap parapodium memiliki rambut kaku yang disebut seta yang tersusun dari kitin. Mollusca hidup pada habitat yang beragam di laut. yaitu Polychaeta (cacing berambut banyak). Kelas Polyplacophora merupakan Mollusca dengan jumlah cangkang delapan buah. Polyplacophora. chaetae = rambut kaku) merupakan annelida berambut banyak.beregenerasi. dan Cephalopoda.

sistem sirkulasi terbuka. Kelas Pelecypoda memiliki sepasang cangkang dengan kaki berbentuk seperti kapak. rongga tubuh. sedangkan pembagian ke dalam ordo pada umumnya didasarkan pada otot adduktor. Arthropoda adalah nama lain hewan berbuku-buku. Gastropoda hidup pada berbagai habitat di laut. dan letak mata. Arthropoda biasa ditemukan di laut. sedangkan pembagian ke dalam ordo terutama didasarkan pada letak cangkang dan anatomi mata. dan Pulmonata (2 ordo) berdasarkan alat pernafasannya. Pembagian kedalam subkelas Palaeotaxodonta (1 ordo). Opisthobranchia (8 ordo). Kelas Cephalopoda dicirikan dengan letak kaki di kepala. dan lingkungan udara. dan Coleoidea (5 ordo). Pembagian ke dalam subkelas didasarkan pada ada tidaknya cangkang dan jumlah lengan. Cryptodonta (1 ordo). udang. Filum Arthropoda Arthropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan mencakup serangga. darat. dan Anomalodesmata (1 ordo) terutama didasarkan pada gigi engsel. termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit. lipan dan hewan sejenis lainnya. payau. kanal alimentari seperti pipa dengan mulut dan anus. anggota tubuh bersegmen berpasangan (Asal penamaan Arthropoda). air tawar. dan tawar. Gastropoda dibagi menjadi subkelas Prosobranchia (3 ordo). sedangkan pembagian ke dalam ordo terutama didasarkan pada insang. Pelecypoda hidup di perairan laut. air tawar dan daratan. sistem syaraf terdiri atas sebuah 14 .Mollusca yang memiliki cangkang tunggal dengan bentuk beragam. Cephalopoda seluruhnya hidup di laut. 3. dan sifon. Pteriomorpha (2 ordo). cangkang. Ammonoidea. hanya pembuluh darah yang biasanya berwujud sebuah struktur dorsal seperti pipa menuju kanal alimentar dengan bukaan lateral di daerah abdomen. sebuah rongga darah atau hemosol dan selom tereduksi. eksoskeleton berkitin. Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda. Heterodonta (3 ordo). Arthropoda memiliki beberapa karakteristik yang membedakan dengan filum yang lain yaitu : Tubuh bersegmen. Paleoheterodonta (2 ordo). simetri bilateral. air payau. laba-laba. secara berkala mengalir dan diperbaharui sebagai pertumbuhan hewan. segmen biasanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas. Cephalopoda dibagi subkelas Nautiloidea. insang.

4. • Ophiuroidea (bintang ular dan bintang getas).000 spesies. respirasi dengan insang atau trakhea dan spirakel.500 spesies yang menangkap mangsa untuk makanan mereka sendiri • Concentricycloidea. Filum ini muncul di periode Kambrium awal dan terdiri dari 7. 15 . ekskresi biasanya oleh tubulus malphigi.000 spesies. sekitar 1.ganglion anterior atau otak yang berlokasi di atas kanal alimentari.000 spesies yang masih hidup dan 13. • Echinoidea (bulu babi dan dolar pasir): dikenal karena duri mereka yang mampu digerakkan. tabung kosong yang masuk kanal alimentari dan material hasil ekskresi melintas keluar lewat anus. tidak ada silia atau nefridia.000 spesies yang sudah punah. sepasang penghubung yang menyalurkan dari otak ke sekitar kanal alimentari dan tali syaraf ganglion yang berlokasi di bawah kanal alimentary. Teripang. • Holothuroidea (teripang atau ketimun laut): hewan panjang menyerupai siput. Lima atau enam kelas (enam bila Concentricycloidea dihitung) yang masih hidup sekarang mencakup : • Asteroidea bintang laut: sekitar 1. secara fisik merupakan ekinodermata terbesar. sekitar 1. Kelompok hewan ini ditemukan di hampir semua kedalaman laut. dikenal karena sistem pembuluh air mereka yang unik dan terdiri dari hanya dua spesies yang baru-baru ini digabungkan ke dalam Asteroidea. dan beberapa kerabatnya. Filum Echinodermata Filum Echinodermata (dari bahasa Yunani untuk kulit berduri) adalah sebuah filum hewan laut yang mencakup bintang laut.500 spesies. • Crinoidea (lili laut): sekitar 600 spesies merupakan predator yang menunggu mangsa. sekitar 1.

Air Laut 4. Pasak 5. Kertas Kalkir 14. Ember 10. Waktu dan Tempat Praktikum mengenai keanekaragaman hewan Avertebrata ini kami lakukan pada Hari Sabtu tanggal 14 Mei 2011 di Pantai Modung Bangkalan-Madura. Minyak cengkeh. Nampan 9. Prosedur Penelitian a) Pengambilan Sampel 16 . Kamera Foto A. Karet gelang dan kertas label 16. Alat dan Bahan 1. Meteran gulung dan tali raffia (dibentuk kuadran 1m x 1m 15. Pinset 8. pipet 3. Kantung Plastik 1 kg 12. Penggaris 30 cm 6. B. Alkohol 70% 2.BAB III METODE PENELITIAN A. Kantung Plastik Klip (KantungObat) 13. Cetok 2 buah 7. Botol Koleksi 11. Alat tulis 17.

diperiksa hewan avertebrata apa saja yang di temukan.sifon serta cara geraknya. Membersihkan semua spesies yang ditemukan dari lumpur atau substrat yang lain yang melekat. Sampel berupa cangkang moluska atau kerangka coelenterate dapat langsung memasukkan ke kantong plastic. Sp2 Sp3 dsb 6.intertidal tengah dan intertidal bawah. selanjutnya menggali hingga kedalaman 30 cm. Pada setiap penggalian. Memasukkan spesimen ke dalam botol koleksi dan di isi dengan air laut secukupnya. 5. 10-20 dan 20-30 cm.mengamati penjuluran kaki-kaki tabung dan tentakelnya bila ada.1. Di setiap daerah tersebut doambil dua kuadran sampling berukuran 1m x 1m 2. yaitu 0-10. Mengambil sampel pada satu garis transek dari tepi pantai kea rah laut (daerah intertidal). Kemudian mengawetkan spesimen dengan alcohol 70%.jumlah tentakel dan cara gerak ➢ Untuk bivalvia. Meneteskan beberapa tetes minyak cengkeh ke dalam botol koleksi tersebut. jika jumlahnya mencukup setiap spesies diambil sampel 3-4 ekor.mengamati penjuluran tubuhnya. Mengamati dan mengdokumentasikan hewan avertebrata yang terdapat di setiap kuadran dengan menggunakan kamera foto atau kamera video. Setelah itu membiarkan sampai spesimen lemas. 1. Melakukan penggalian secra bertahap.bawah serta tengah 4. 17 . Setelah mengamati cara gerak spesimen tersebut ➢ Untuk echinodermata. Untuk menghindari kesalahn pencatatan. berpasir atau berbatu) 3. Untuk mengetahui spesies infauna (terdapat dalam pasir. mengamati penjuluran kaki. a) Penanganan Sampel 1. memberikan kode setiap spesies yang ditemuka misalnya Sp1. ➢ Untuk gastropoda. Kemudian mencatat data tersebut dengan seksama. meletakkan pada kuadran 30 cm x 30 cm. Mengambil sampel di daerah intertidal atas. 2. Meletakkan semua spesimen dalam ember dan memisahkan antara hasil sampling di daerah intertidal atas. 3. Memisahkan spesimen berdasarkan takson masing-masing. Kemudian menghitung jumlah masing-masing spesies yang ada. Setelah membuat catatan data tentang kondisi habibat spesies tersebut (berlumpur.

A. Melakukan wawancara dengan masyarakat sekitar tentang informasi yang berhungan dengan pantai modung dan hewan avertebrata yang di amati baik nama daerah. Rancangan Penelitian Gambar A Gambar B Gambar C Keterangan Gambar A Gambar B Gambar C : : Gambar kuadran 1m x 1m pada Intertidal Atas : Gambar kuadran 30cm x 30cm : Hasil dari intertidal atas 18 . Menutup semua botol dengan rapat. kerugian. ditemukan saat kapan dll. jumlah terbanyak/tersedikit. 3. manfaat. abibat.2.

dapat diketahui berbagai macam hewan Avertebrata yang ditemukan di pantai tersebut. Spesies 1 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas : Animalia : Echinodermata : Ophiuroidea 19 . Kami menemukan ± 28 spesies yang telah kami data sebagai berikut : 1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Setelah melakukan observasi lapangan Taksonomi Avertebrata di Pantai Modung Madura.

Bahan makanan sisa dikeluarkan lagi melalui mulut. Molusca dan serpihan organisme lain yang telah mati serta sampah. 1. Makanan hewan ini adalah udang-udangan. dan selanjutnya lengan yang telah putus tersebut dapat tumbuh kembali. Madreporit terletak di daerah permukaan sekitar mulut. Hewan ini bergerak dengan gerakan yang mengular. Pada lengan juga terdapat kaki ambulakral kecil yang sering disebut tentakel yang terletak secara ventro lateral dengan alat hisap atau Ampullae yang terdapat alat sensoris dan pernapasan serta alat bantu makanan masuk ke dalam mulut. Bersembunyi di daerah batu-batuan dan menempel pada Porifera. Spesies 2 20 .Nama Umum : Bintang Mengular • Deskripsi Hewan ini mempunyai tubuh bola cakram kecil dengan 5 lengan panjang. Sebaliknya hewan ini banyak dimakan oleh ikan. Mulut terletak di pusat tubuh yang dikelilingi oleh 5 lempengan kapur yang berfungsi sebagai rahang. Kadang-kadang mengubur diri di pasir dan rumput laut. Hewan ini tidak memiliki anus. sedangkan pada bagian dorsal serta ventral tidak terdapat duri. Bintang ular hidup di daerah laut yang dangkal. Yang biasanya dimanfaatkan adalah kerangka tubuhnya yang menyerupai bentukan bunga lempengan untuk dijadikan hiasan. Hewan ini tidak banyak dimanfaatkan penduduk sebagai bahan makanan. dan panjang lengan mencapai 2 cm. Di bagian lateral terdapat duri. Lengannya dapat diputuskan sebagai umpan dan tubuh utamanya selamat. memegang obyek dengan lengan kemudian menghentakkannya. ada pula yang hidup di daerah laut dalam. Hewan ini memiliki diameter badan utama ± 1 cm.

mempunyai chelipeds dan empat pasang kaki jalan. Pada umumnya hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan oleh sebagian besar masyarakat pesisir pantai modung maupun masyarakat lainnya.5 cm. Spesies 3 21 . sedangkan panjang dari mata sampai ekor ± 1. chelipeds terletak di depan kaki pertama. Bagian mulut kepiting ditutupi oleh maxilliped yang rata. Karapaks merupakan kulit yang keras atau exoskeleton (kulit luar) berfungsi untuk melindungi organ dalam bagian kepala. dan bagian depan dari karapaks tidak membentuk sebuah rostrum yang panjang. membuka kulit kerang dan juga sebagai senjata dalam menghadapi musuh. berwarna orange dan putih. menggali. Hewan ini banyak hidup di daerah pantai berpasir dan dihuni oleh tanaman bakau. Struktur chelipeds hewan ini pada sisi kanan lebih besar daripada sisi kiri. dan yang kiri ± 1 cm. sepasang mata menonjol berwarna hitam keluar berada di bagain depan karapaks. abdomennya tersembunyi di bawah thorax. Hewan ini bersembunyi di dalam pasir jika ada bahaya. Chelipeds dapat digunakan untuk memegang dan membawa makanan. Perutnya terlipat di bawah cephalothorax yang berwarna putih tulang. mempunyai ekor yang sangat pendek . 1. Insang kepiting terbentuk dari pelatpelat yang pipih. Tubuh kepiting ditutupi oleh karapaks berwarna hijau kecoklatan. Panjang chelipeds sisi kanan ± 3 cm. badan dan insang.• Klasifikasi Kingdom Filum Subfilum Kelas Superordo Ordo Nama umum : Animalia : Arthropoda : Mandibulata : Malacostraca : Eucaridae : Decapoda : Kepiting • Deskripsi Kepiting ini memiliki kaki sepuluh. Panjang tubuh hewan ini dari kanan sampai kiri mencapai 7 cm.

Badan utama panjangnya ± 3 cm dan memiliki lebar ± 1 cm.3 cm. bentuk mulut cangkang sabit. badan utama hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan cangkangnya sebagai hiasan. 22 . 5 pasang kaki ( satu pasang merupakan chelipeds berwarna hitam biru.• Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Subfilum : Animalia : Crustacea : Arthropoda : Malacostraca : Decapoda : Anomura Infraordo Superfamili : Paguroidea Famili : Coenobitidae Genus : Coenobita • Deskripsi Hewan ini menempati cangkang gastropoda berwarna hitam dan abu-abu yang tersusun spiral. mulut berwarna hitam biru. Pada bagian posterior terdapat telson lonjong sedikit tumpul. lebar 2. Arah putaran cangkangnya mengarah sinistral.5 cm. Kepala dan thoraks menyatu (cephalothorax). jumlah ulir 10. Cangkang ini berfungsi untuk melindungi badan utamanya. sepasang mata yang memiliki tangkai mata berwarna hitam. bentuk cangkang gulungan benang. 4 ruas tiap kaki. Cangkang pada hewan ini memiliki panjang 5. Oleh sebagian orang. juga terdapat rambut-rambut halus pada tiap kakinya. 2 pasang kaki jalan. Pada badan utama terdapat antenna dua pasang yang berwarna biru dan bercak hitam yang berfungsi sebagai alat sensori. 2 pasang kaki kecil untuk membantu mengambil makanan). Pada kaki-kaki hewan ini terdapat ruas-ruas.5 cm tinggi 2. Hewan ini banyak ditemukan di pantai yang berbatu dan berpasir.

Kepala dan thoraks menyatu (cephalothorax). Cangkang ini berfungsi untuk melindungi badan utamanya.1. Bentuk cangkang bulat. 2 pasang kaki kecil untuk membantu mengambil makanan). terdapat antenna dua pasang yang berwarna hitam bergaris orange yang berfungsi sebagai alat sensori.5 cm. juga terdapat rambut-rambut halus pada tiap kakinya. 4 ruas tiap kaki. Badan utama panjangnya ± 4 cm dan memiliki lebar ± 1. sepasang mata yang memiliki tangkai mata berwarna hitam. Pada kaki-kaki hewan ini terdapat ruas-ruas. 5 pasang kaki ( satu pasang merupakan chelipeds berwarna orange hitam. Hewan ini banyak ditemukan di pantai yang berbatu dan berpasir. Pada bagian posterior terdapat telson lonjong sedikit tumpul. mulut berwarna orange. Cangkang pada hewan ini memiliki panjang 7 cm dan lebar 4 cm yang berbentuk kerucut tak sempurna. Permukaan cangkang kasar berduri. Pada badan utamanya terdapat karapaks yang tidak terlalu keras. Spesies 4 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Subfilum : Animalia : Crustacea : Arthropoda : Malacostraca : Decapoda : Anomura Infraordo Superfamili : Paguroidea • Deskripsi Hewan ini menempati cangkang gastropoda berwarna coklat. Hewan ini sering menyembunyikan diri pada rongga bebatuan 23 . Arah putaran cangkangnya sinistral. Bentuk mulut cangkang perbani. 2 pasang kaki jalan.

Bentuk cangkang bulat. Cangkang pada hewan ini memiliki panjang 3 cm dan lebar 3 cm yang berbentuk bulat agak pipih. Cangkang ini berfungsi untuk melindungi badan utamanya.atau terumbu karang. 1. badan utama hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan cangkangnya sebagai hiasan. Bentuk mulut cangkang perbani. Permukaan cangkang licin. sepasang mata yang memiliki tangkai 24 . Pada badan utamanya terdapat karapaks yang tidak terlalu keras. Arah putaran cangkangnya dextral. Pada badan utama terdapat antenna dua pasang yang berwarna orange dan bercak putih yang berfungsi sebagai alat sensori. Jumlah ulir 2. Oleh sebagian orang. Spesies 5 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Subfilum : Animalia : Crustacea : Decapoda : Anomura : Arthropoda : Malacostraca Infraordo Famili • Deskripsi Superfamili : Paguroidea : Coenobitidae Hewan ini menempati cangkang gastropoda berwarna putih garis-garis hitam.

Pada kaki-kaki hewan ini terdapat ruas-ruas. 1. Pada permukaan kulit tubuh bagian dorsal atau aboral terdapat duri-duri halus. Diameter hewan ini adalah 4 cm dan lengannya memiliki panjang 2 cm. Spesies 6 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas : Animalia : Echinodermata : Asteroidea Nama Umum : Bintang Laut • Deskripsi Sesuai namanya hewan ini berbentuk seperti bintang dengan 5 lengan pada bagian radial. mulut berwarna orange putih. 2 pasang kaki kecil untuk membantu mengambil makanan). badan utama hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan cangkangnya sebagai hiasan. Seperti halnya bintang ular. Kepala dan thoraks menyatu (cephalothorax). Pada bagian posterior terdapat telson lonjong sedikit tumpul.mata berwarna hitam. Hewan ini banyak ditemukan di pantai yang berbatu dan berpasir. Cara 25 . dan menangkap makanan. menempel. 5 pasang kaki ( satu pasang merupakan chelipeds berwarna orange putih. Oleh sebagian orang. Sebuah lengan dengan bagian cakramnya akan dapat membentuk tubuh utuh yang bebas. Di tengah tubuh pada bagian dorsal terdapat lubang anus.5 cm. juga terdapat rambut-rambut halus pada tiap kakinya. 4 ruas tiap kaki. 2 pasang kaki jalan.5 cm dan memiliki lebar ± 1. Terdapat kaki ambulakral sebagai alat bergerak. Badan utama panjangnya ± 3. Pada daerah dorsal terdapat madreporit yang berfungsi sebagai tempat masuknya air dalam system vascular air. hewan ini dapat memutuskan salah satu lengan jika dalam keadaan bahaya.

1. Panjang chelipeds 1. abdomennya tersembunyi di bawah thorax.7 cm. Hewan ini hidup di pantai berpasir. Saat ini bintang laut banyak dimanfaatkan sebagai hiasan akuarium dan bintang laut yang sudah mati dapat dikeringkan dan dijadiakan hiasan dan assesoris lainnya. Karapaks merupakan kulit yang keras atau exoskeleton (kulit luar) berfungsi untuk melindungi organ dalam bagian kepala. menggali. Chelipeds dapat digunakan untuk memegang dan membawa makanan. Spesies 7 • Klasifikasi Kingdom Filum Subfilum Kelas Superordo Ordo Subordo Nama umum • Deskripsi Kepiting ini memiliki kaki sepuluh. mempunyai chelipeds dan empat pasang kaki jalan. Tubuh kepiting ditutupi oleh karapaks berwarna coklat. chelipeds terletak di depan kaki pertama. berwarna coklat dan bagian ujung berwarna hitam. membuka kulit kerang dan juga sebagai senjata dalam menghadapi musuh.gerak hewan ini dengan merayap menggunakan kaki ambulakral. 26 : Animalia : Arthropoda : Crustacea : Malacostraca : Eucaridae : Decapoda : Pleocyemata : Kepiting . mempunyai ekor yang sangat pendek . Struktur chelipeds kanan dan kiri sama dan terlihat kekar.

Bagian mulut kepiting ditutupi oleh maxilliped yang rata. Perutnya terlipat di bawah cephalothorax yang berwarna putih tulang.5 cm. sedangkan panjang dari mata sampai ekor ± 2. Insang kepiting terbentuk dari pelat-pelat yang pipih. mempunyai ekor yang sangat pendek . Spesies 8 • Klasifikasi Kingdom Filum Subfilum Kelas Superordo Ordo Subordo Nama umum • Deskripsi Kepiting ini memiliki kaki sepuluh. berwarna orange. Hewan ini banyak hidup di daerah pantai berpasir dan terdapat tanaman bakau. Panjang tubuh hewan ini dari kanan sampai kiri mencapai 4 cm. Pada umumnya hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan oleh sebagian besar masyarakat pesisir pantai modung maupun masyarakat lainnya. mempunyai chelipeds dan empat pasang kaki jalan. chelipeds terletak di depan kaki pertama. Hewan ini bersembunyi di dalam pasir sebagai rumahnya. Struktur chelipeds kanan dan kiri sama. Panjang chelipeds 1. abdomennya tersembunyi di bawah thorax.badan dan insang. sepasang mata menonjol berwarna hitam keluar berada di bagain depan karapaks. Chelipeds 27 : Animalia : Arthropoda : Crustacea : Malacostraca : Eucaridae : Decapoda : Pleocyemata : Kepiting . 1.5 cm.

Karapaks merupakan kulit yang keras atau exoskeleton (kulit luar) berfungsi untuk melindungi organ dalam bagian kepala. Perutnya terlipat di bawah cephalothorax yang berwarna putih tulang. Insang kepiting terbentuk dari pelat-pelat yang pipih. Bagian mulut kepiting ditutupi oleh maxilliped yang rata. menggali. Spesies 9 • Klasifikasi Kingdom Filum Subfilum Kelas Superordo Ordo Subordo Nama umum • Deskripsi : Animalia : Arthropoda : Crustacea : Malacostraca : Eucaridae : Decapoda : Pleocyemata : Kepiting 28 . Pada umumnya hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan oleh sebagian besar masyarakat pesisir pantai modung maupun masyarakat lainnya 1. Tubuh kepiting ditutupi oleh karapaks berwarna orange. badan dan insang. sedangkan panjang dari mata sampai ekor ± 2 cm.dapat digunakan untuk memegang dan membawa makanan. Hewan ini banyak hidup di daerah pantai berpasir dan terdapat tanaman bakau. Hewan ini bersembunyi di dalam pasir sebagai rumahnya. membuka kulit kerang dan juga sebagai senjata dalam menghadapi musuh. sepasang mata menonjol berwarna hitam keluar berada di bagain depan karapaks. Panjang tubuh hewan ini dari kanan sampai kiri mencapai 3 cm.

Kepiting ini memiliki kaki sepuluh. Chelipeds dapat digunakan untuk memegang dan membawa makanan. Bagian mulut kepiting ditutupi oleh maxilliped yang rata. Karapaks merupakan kulit yang keras atau exoskeleton (kulit luar) berfungsi untuk melindungi organ dalam bagian kepala. Hewan ini bersembunyi di dalam pasir sebagai rumahnya. chelipeds terletak di depan kaki pertama. mempunyai chelipeds dan empat pasang kaki jalan. berwarna orange. menggali. badan dan insang.5 cm. abdomennya tersembunyi di bawah thorax. Hewan ini banyak hidup di daerah pantai berpasir dan terdapat tanaman bakau. Panjang chelipeds 2 cm. Panjang tubuh hewan ini dari kanan sampai kiri mencapai 5 cm. mempunyai ekor yang sangat pendek. sepasang mata menonjol berwarna hitam keluar berada di bagain depan karapaks. Spesies 10 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Nama umum : Animalia : Coelenterata : Anthozoa : Koral 29 . sedangkan panjang dari mata sampai ekor ± 2. Tubuh kepiting ditutupi oleh karapaks berwarna coklat belang. Struktur chelipeds kanan dan kiri sama. Insang kepiting terbentuk dari pelat-pelat yang pipih. membuka kulit kerang dan juga sebagai senjata dalam menghadapi musuh. Perutnya terlipat di bawah cephalothorax yang berwarna putih tulang. Pada umumnya hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan oleh sebagian besar masyarakat pesisir pantai modung maupun masyarakat lainnya 1.

warna tubuhnya saat masih hidup 30 . panjang koral 14 cm. Pada sisi ventral terdapat anus dan pada sisi ventral terdapat mulut berupa lubang dimana lubang mulut lebih lebar daripada anusnya. Koral ini kami temukan pada daerah intertidal bawah dekat bebatuan dan pasir. Landak Laut memiliki sisi dorsal dan sisi ventral. Hewan ini banyak dimanfaatkan sebagai hiasan dalam akuarium baik dalam bentuk koral maupun pada saat hidupnya. terdapat septa kecil-kecil dengan diameter rata-rata 0.• Deskripsi Spesimen yang kami temukan ini bukan spesimen hidup.5 cm. Spesies 11 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Genus : Animalia : Echinodermata : Echinoidea : Echinos Nama Umum : Landak Laut • Deskripsi Spesimen yang kami temukan bukan spesimen yang hidup melainkan hanya berupa kerangkanya saja. Kerangka ini pada umumnya disebut koral yang berbahan kapur CaC03. Permukaan kasar. Berwarna putih kecoklatan. 1. hanya berupa kerangka bebatuan. Dari bentukan koral ini dapat dilihat bahwa spesies hidup berkoloni. Landak laut mempunyai bentuk tubuh yang bulat simetris bilateral. lebar 8 cm . Pada bagian anterior menyerupai bentukan bunga kecil-kecil.

5 cm. 1. Permukaan kasar. terdapat septa kecilkecil dengan diameter rata-rata 0. Pada umumnya hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan. hanya berupa kerangka bebatuan. panjang koral 5cm. Kerangka ini pada umumnya disebut koral yang berbahan kapur CaC03. Pada bagian anterior menyerupai bentukan bunga kecil-kecil. lebar 3 cm . namun kerangkanya berwarna putih sampai abu-abu. Hewan ini banyak dimanfaatkan sebagai hiasan dalam akuarium baik dalam bentuk koral maupun pada saat hidupnya. Hewan ini hidup di atas dasar laut. Spesies 12 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Nama umum • Deskripsi Spesimen yang kami temukan ini bukan spesimen hidup.5 cm. Berwarna putih kehijauan. Spesies 13 31 : Animalia : Coelenterata : Anthozoa : Koral .kehitaman serta di seluruh tubuhnya terdapat sejenis duri yang panjang. Makanan hewan ini berupa serpihan bahan-bahan organik yang ada di dasar laut serta plankton. Dari bentukan koral ini dapat dilihat bahwa spesies hidup berkoloni. Hewan ini dapat bergerak dengan menggunakan duri-durinya. Diameter hewan ini ± 3. Koral ini kami temukan pada daerah intertidal bawah dekat bebatuan dan pasir. 1.

Berwarna putih kehijauan. Permukaan kasar. hanya berupa kerangka bebatuan.• Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Nama umum • Deskripsi Spesimen yang kami temukan ini bukan spesimen hidup. Hewan ini banyak dimanfaatkan sebagai hiasan dalam akuarium baik dalam bentuk koral maupun pada saat hidupnya. terdapat septa berupa lubang yang sangat kecil. Spesies 14 32 . Pada bagian anterior menyerupai bentukan bunga kecil-kecil. Dari bentukan koral ini dapat dilihat bahwa spesies hidup berkoloni.5 cm. Koral ini kami temukan pada daerah intertidal bawah dekat bebatuan dan pasir. Kerangka ini pada umumnya disebut koral yang berbahan kapur CaC03. Panjang kerangkanya ± 4. : Animalia : Coelenterata : Anthozoa : Koral 1.

4 ruas tiap kaki. sepasang mata yang memiliki tangkai mata berwarna hitam. lebar 2 cm tinggi 1. Cangkang ini berfungsi untuk melindungi badan utamanya. Badan utama panjangnya ± 3 cm dan memiliki lebar ± 1 cm. Spesies 15 33 . badan utama hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan cangkangnya sebagai hiasan. Pada kaki-kaki hewan ini terdapat ruas-ruas. Hewan ini banyak ditemukan di pantai yang berbatu dan berpasir. juga terdapat rambut-rambut halus pada tiap kakinya. bentuk mulut cangkang sabit. Pada bagian posterior terdapat telson lonjong sedikit tumpul. bentuk cangkang gulungan benang. Cangkang pada hewan ini memiliki panjang 4 cm. 1. Pada badan utama terdapat antenna dua pasang yang berwarna biru dan bercak hitam yang berfungsi sebagai alat sensori. jumlah ulir hanya satu. Oleh sebagian orang. 5 pasang kaki ( satu pasang merupakan chelipeds berwarna hitam biru. 2 pasang kaki jalan. 2 pasang kaki kecil untuk membantu mengambil makanan).3 cm.• Kasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Subfilum : Animalia : Crustacea : Arthropoda : Malacostraca : Decapoda • Deskripsi Hewan ini menempati cangkang gastropoda berwarna hitam dan abu-abu yang tersusun spiral. Arah putaran cangkangnya mengarah sinistral. Kepala dan thoraks menyatu (cephalothorax). mulut berwarna hitam biru.

1. Cangkang ini berfungsi untuk melindungi badan utamanya. juga terdapat rambut-rambut halus pada tiap kakinya.5 cm. Hewan ini banyak ditemukan di pantai yang berbatu dan berpasir. mulut berwarna hitam biru. sepasang mata yang memiliki tangkai mata berwarna hitam. Spesies 16 34 . Badan utama panjangnya ± 3 cm dan memiliki lebar ± 1 cm. Pada kaki-kaki hewan ini terdapat ruas-ruas. badan utama hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan cangkangnya sebagai hiasan. 2 pasang kaki jalan. Cangkang pada hewan ini memiliki panjang 6. bentuk mulut cangkang sabit. Kepala dan thoraks menyatu (cephalothorax). 5 pasang kaki ( satu pasang merupakan chelipeds berwarna hitam biru.2 cm tinggi 2. Oleh sebagian orang. jumlah ulir 8. lebar 2. Pada badan utama terdapat antenna dua pasang yang berwarna biru dan bercak hitam yang berfungsi sebagai alat sensori.2 cm. Pada bagian posterior terdapat telson lonjong sedikit tumpul. 4 ruas tiap kaki.• Kasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Subfilum : Animalia : Crustacea : Arthropoda : Malacostraca : Decapoda : Anomura Infraordo Superfamili : Paguroidea Famili : Coenobitidae Genus : Coenobita • Deskripsi Hewan ini menempati cangkang gastropoda berwarna hitam dan abu-abu yang tersusun spiral. Arah putaran cangkangnya mengarah sinistral. 2 pasang kaki kecil untuk membantu mengambil makanan). bentuk cangkang gulungan benang.

Hewan ini banyak dimanfaatkan sebagai hiasan dalam akuarium pada saat hidupnya. Tubuhnya terdapat cabang-cabang sehingga terlihat seperti ranting pada tumbuhan tinggi. hanya berupa kerangka.• Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Nama umum • Deskripsi Spesimen yang kami temukan ini bukan spesimen hidup. : Animalia : Coelenterata : Anthozoa : Akar Bahar 1. Panjang tubuhnya ± 16 cm. Berwarna coklat kehitaman. Spesies 17 35 .

permukaan kasar. berada di permukaan pasir. permukaan halus. tubuh pipih Laterolateral. tubuh pipih Laterolateral. permukaan cangkang tersusun atas garis-garis vertikal dari tepi menuju engsel. Jika dilihat sekilas cangkang ini berbentuk setengah lingkaran dengan sudut pusat menggelembung dan bagian tepi pipih. Spesies 18 : Animalia : Mollusca : Bilvalvia • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas • Deskripsi Hewan ini Memiliki dua keping cangkang berwarna kuning. Panjang cangkang 4 cm dan lebar 3. Jika dilihat sekilas cangkang ini 36 : Animalia : Molusca : Bilvalvia . Hewan ini biasanya dijadikan konsumsi oleh penduduk sekitar serta cangkangnya digunakan sebagai aksesoris atau hiasan.5 cm. Cangkang ini kami temukan di daerah pantai yang berpasir. dekat bebatuan. 1.• Klasifikasi Kingdom Filum Kelas • Deskripsi Hewan ini Memiliki dua keping cangkang berwarna putih dengan rambutrambut coklat tua. Permukaan cangkang tersusun atas garis-garis vertikal dari tepi kanan ke tepi yang kiri.

serta di dalam pasir. Hewan ini kami temukan di daerah pantai yang berpasir. Spesies 20 : Animalia : Molusca : Bilvalvia 37 . Permukaan halus. berada di permukaan pasir. 1. dekat bebatuan. Hewan ini kami temukan di daerah pantai yang berpasir. Panjang cangkang 3.5 cm dan lebar 3 cm.berbentuk setengah lingkaran dengan sudut pusat menggelembung dan bagian tepi pipih. serta di dalam pasir. Hewan ini biasanya dijadikan konsumsi oleh penduduk sekitar serta cangkangnya digunakan sebagai aksesoris atau hiasan. dekat bebatuan. tubuh pipih Laterolateral. Hewan ini biasanya dijadikan konsumsi oleh penduduk sekitar serta cangkangnya digunakan sebagai aksesoris atau hiasan. Spesies 19 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas • Deskripsi Hewan ini Memiliki dua keping cangkang berwarna kecoklatan. berada di permukaan pasir. Jika dilihat sekilas cangkang ini berbentuk setengah lingkaran dengan sudut pusat menggelembung dan bagian tepi pipih. Panjang cangkang 3 cm dan lebar 2..5 cm. 1.

permukaan cangkang tersusun atas garis-garis vertikal dari tepi menuju engsel dan juga garis horizontal. Cangkang ini kami temukan di daerah pantai yang berpasir. berada di permukaan pasir. serta di dalam pasir. dekat bebatuan.8 cm dan lebar 3.3 cm. : Animalia : Molusca : Bilvalvia 1. Panjang cangkang 2. Hewan ini biasanya dijadikan konsumsi oleh penduduk sekitar serta cangkangnya digunakan sebagai aksesoris atau hiasan. permukaan kasar. Spesies 21 • Klasifikasi Kingdom : Animalia 38 .• Klasifikasi Kingdom Filum Kelas • Deskripsi Hewan ini Memiliki dua keping cangkang berwarna putih dengan motif seperti batik coklat tua. Jika dilihat sekilas cangkang ini berbentuk sepertiga lingkaran dengan sudut pusat menggelembung dan bagian tepi pipih. tubuh pipih Laterolateral.

Dari bentukan koral ini dapat dilihat bahwa spesies hidup berkoloni. Pada bagian anterior menyerupai bentukan bunga kecil-kecil. lebar 4 cm . Hewan ini banyak dimanfaatkan sebagai hiasan dalam akuarium baik dalam bentuk koral maupun pada saat hidupnya.Filum Kelas Nama umum • Deskripsi : Coelenterata : Anthozoa : Koral Spesimen yang kami temukan ini bukan spesimen hidup. Berwarna kuning kehijauan. 1. Permukaan kasar. Koral ini kami temukan pada daerah intertidal bawah dekat bebatuan dan pasir. Kerangka ini pada umumnya disebut koral yang berbahan kapur CaC03. terdapat septa yang memanjang dengan panjang rata-rata 1. Spesies 22 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas : Animalia : Mollusca : Gastropoda 39 .5 cm. panjang koral 8 cm. hanya berupa kerangka bebatuan.

jumlah ulir 2 setengah. 1. Cangkang ini berfungsi untuk melindungi bagian tubuh utama dari gastropoda.5 cm dan lebarnya 1 cm. Oleh masyarakat sekitar. berwarna kuning kecoklatan. coklat muda dan coklat tua. Panjang cangkang 1. jumlah ulir 5. Cangkang ini kami temukan pada daerah intertidal atas di permukaan pasir. 40 . bentuk mulut cangkang perbani. cangkang ini dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat berbagai macam hiasan. Cangkang yang sudah kosong ini biasanya digunakan oleh Umang-umang sebagai rumahnya.5 cm. dan visceral. Bagian dalam tubuhnya terdapat kepala. kaki pipih yang dilindungi lempengan tipis berwarna hitam. bentuk mulut cangkang perbani sempit. Cangkang berbentuk gulungan benang.• Deskripsi Spesies yang kami temukan ini adalah cangkang dari gastropoda. permukaan kasar. arah putaran cangkang dextral. Panjang cangkang ± 4 cm dan lebarnya 1. arah putaran cangkang sinistral. Karena minimnya peralatan yang kami gunakan. Bagian sisi dalam cangkang berwarna putih sedangkan sisi luarnya berwarna putih. Spesies 23 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas : Animalia : Mollusca : Gastropoda • Deskripsi Hewan ini memiliki bentuk cangkang bulat.

kepala. bentuk mulut cangkang perbani. Bila dalam keadaan bahaya hewan ini memasukkan tubuh utamanya ke dalam cangkang dan kemudian ditutupi oleh lempengan tipis yang menempel pada kaki pipinya. Seperti hewan gastropoda lainnya hewan ini banyak digunakan sebagai bahan makanan dan cangkangnya untuk hiasan. Hewan ini berjalan dengan merayap menggunakan kaki pipihnya.5x1. 1.7x2. Bila ada bahaya hewan ini menyembunyikan badan utamanya ke dalam cangkangnya. bentuk cangkang bulat. dan visceral.kami belum bisa mengidentifikasi dan mendeskripsikan bagian dalam tubuhnya. Kaki pipih dilindungi oleh lempengan tipis yang menyerupai huruf D berwarna hitam. Kami belum bisa mengidentifikasi tubuh utama secara detail karena minimnya peralatan yang kami gunakan. Hewan ini bergerak dengan merayap menggunakan kaki pipihnya.5 cm. Hewan ini ditemukan di daerah pantai yang berbatu dan berpasir. Spesies 24 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas • Deskripsi Hewan ini memiliki cangkang berwarna hitam coklat. permukaan kasar berduri tumpul. Hewan ini banyak dimanfaatkan sebagai makanan dan cangkangnya yang sudah kosong dijadikan bahan membuat hiasan. 41 : Animalia : Mollusca : Gastropoda . jumlah ulir 3. Hewan ini ditemukan di pantai yang berbatu dan berpasir. Secara keseluruhan badan utamanya berwarna hitam dengan bintik-bintik abu-abu. Badan utamanya teriri dari kaki pipih. ukuran cangkang 1. arah putaran cangkang dextral.

1. Spesies 26 : Animalia : Mollusca : Gastropoda 42 . Kami belum bisa mengidentifikasi tubuh utama secara detail karena minimnya peralatan yang kami gunakan dan kurangnya pengetahuan kami tentang gastropoda. Seperti hewan gastropoda lainnya hewan ini banyak digunakan sebagai bahan makanan dan cangkangnya untuk hiasan. Kaki pipih dilindungi oleh lempengan tipis yang menyerupai huruf D berwarna hitam. Secara keseluruhan badan utamanya berwarna hitam dengan bintik-bintik abu-abu. Bila ada bahaya hewan ini menyembunyikan badan utamanya ke dalam cangkangnya. Spesies 25 • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas • Deskripsi Hewan ini memiliki cangkang berwarna hitam abu-abu. bentuk cangkang seperti gulungan benang. Badan utamanya teriri dari kaki pipih. Hewan ini bergerak dengan merayap menggunakan kaki pipihnya. permukaan kasar berduri. Hewan ini ditemukan di daerah intertidal tengah yang berbatu dan berpasir. dan visceral. arah putaran cangkang dextral. kepala.1.

Hewan ini ditemukan pada bebatuan dan hidup secara sesil. diameter 0. namun secara umum hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuat spons dan busa.1-0. konsistensi rapuh. Belum banyak masyarakat pesisir modung yang memanfaatkan hewan ini. jumlah oskulum 25 buah. ukuran tubuh 10x5x3 cm (koloni). Spesies 27 : Animalia : Porifera : Demospongiae • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Nama umum : Animalia : Cnidaria : Scyphozoa : Ubur-ubur 43 . permukaan berpori halus. warna tubuh hijau kekuningan. tipe spikula tidak diketahui (sehingga kelas juga belum dapat ditentukan). 1.3 cm. jumlah ostium banyak.• Klasifikasi Kingdom Filum Kelas • Deskripsi Hewan ini hidup secara koloni.

Tubuhnya lunak dan berlendir. Hidup melekat pada subsrat yang terdapat di dalam pasir dengan menggunakan holdfast. Tabel Hasil Obsevasi Dari data tersebut di atas kami sajikan dalam tabel berikut ini : : Animalia : Coelenterata : Anthozoa : Actiniaria : Anemon laut 44 . berwarna merah muda. Tubuhnya lunak dan berlendir. Hewan ini biasanya digunakan sebagai hiasan akuarium.• Deskripsi Ubur-ubur berbentuk seperti payung yang transparan. Pada tentakel ini terdapat racun knidoblast yang disebut sebagai nematokist. A. 1. Pada sisi oral berupa bulatan dan sisi aboral terdapat lengan serta tentakel berjumlah 8. Memiliki sisi oral dan aboral. memiliki warna yang bervariasi. Racun ini dapat menyebabkan gatal bila disentuh. Selain terdapat mahkota. Panjang tubuhnya ± 20 cm dan diameter 5 cm. Spesies 28 • • • • • • • Klasifikasi Kingdom Filum Kelas Ordo Nama umum • Deskripsi Hewan ini berbentuk memanjang dan seperti bunga karena pada bagian anteriornya terdapat sebuah mahkota berupa tentakel-tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsanya. pada bagian anteriornya terdapat lubang yang berfungsi sebagai mulut.

kami dapat menuliskan hasil wawancaranya sebagai berikut : Keanekaragaman di Pantai Modung tersebut sangat berkurang drastic dari tahun ke tahun. Padahal laut dan pantai tersebut menjadi tempat para nelayan untuk mencari penghasilan. 5. Dengan berkurangnya keanekaragaman hewan di pantai itu.Jumlah No 1. dan bahkan teripang sebagai sumber penghasilan ataupun sebagai konsumsi sendiri. Hal ini disebabkan karena pencemaran yang terjadi d pantai tersebut. Para nelayan mengharapkan adanya penanganan dari pemerintah setempat untuk menanggulangi masalah pencemaran yang terjadi di Pantai Modung tersebut agar tempat mereka mencari sumber penghasilan mereka ataupun juga untuk melestarikan keanekaragaman hewan. berkurang pula penghasilan yang didapat oleh para nelayan di pantai tersebut. udang. Para nelayan tersebut tidak hanya mencari ikan. kepiting. tetapi juga limbah dari pabrik yang ada di lingkungan sekitar pantai. namun juga kerang. 9. 8. 7. terutama hewan Avertebrata di Pantai Modung tersebut. Namun bukan hanya sampah yang menjadi pencemar. 3. 4. 6. 45 . 2. Hasil Wawancara Setelah kami wewancarai beberapa masyarakat sekitar tentang keanekaragaman hewan Avertebrata di Pantai Modung Madura. Pencemaran itu berupa sampah-sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat sekitar pantai. Kingdom Animalia Animalia Animalia Animalia Animalia Animalia Animalia Animalia Animalia Phylum Porifera Coelenterata Coelenterata Mollusca Mollusca Arthropoda Echinodermata Echinodermata Echinodermata Classis spesies Demospongiae Anthozoa Scyphozoa Bivalvia Gastropoda Malacostraca Asteroidea Ophiuroidea Echinoidea 1 6 1 4 4 9 1 1 1 B.

kerang. Pantai Modung tersebut dijadikan sebagai tempat para nelayan untuk mencari penghasilan. 3. Kesimpulan Dari praktikum lapangan yang kami lakukan tentang keanekaragaman hewan Avertebrata di Pantai Modung Bangkalan-Madura dapat kami simpulkan sebagai berikut : 1. serta teripang. A. Saran 46 . Hewan yang ditangkap adalah berupa ikan. udang.BAB V PENUTUP A. kepiting. Berkurangnya keanekaragaman hewan Avertebrata di Pantai Modung Madura dikarenakan pencemaran berupa sampah dan limbah pabrik yang ada di sekitar pantai. Keanekaragaman yang paling banyak kami temukan di Pantai Modung Madura adalah dari Filum Arthropoda Kelas Malacostraca yaitu sebanyak 9 spesies. Sedangkan yang paling sedikit kami temukan adalah dari Filum Porifera yakni sebanyak 1 spesies 2.

http://id. namun juga butuh peran dari masyarakat yang ada di Kecamatan Modung untuk bergotong-royong membersihkan sampah-sampah yang ada di pantai.wikipedia. Faizah. Jurusan Biologi-FMIPA Universitas Negeri Surabaya. Email: renibio95@yahoo. Bogor. Haryono. Panduan Praktikum Taksonomi Avertebrata. Dengan begitu pantai tersebut dapat dijadikan sebagai tempat para nelayan untuk mencari penghasilan dan keanekaragaman hewan Avertebrata dapat dilestarikan.wikipedia. R dan Trijoko.00 WIB 47 . dan Ambarwati.co. 2010. dan Pengembangan Moluska Sebagai Bahan Makanan. 2003 “keanekaragaman hayati laut asset pembangunan berkelanjutan Indonesia”. Prosiding Seminar Nasional Moluska Ke-2. 2009. kekayaan jenis anadara (bivalvia: arcidae) di perairan pantai sidoarjo.Dari hasil observasi yang telah kami lakukan. Permasalahan. 2009. Potensi. Namun tidak hanya dari pemerintah. 11–12 Februari 2009. Gramedia Pustaka Utama Hadiprajitno G. PT. Rokmin. kami menyarankan kepada pemerintah Kabupaten Bangkalan Madura untuk secepatnya menangani masalah pencemaran yang terjadi di Pantai Modung tersebut.id Dahuri.org/wiki/Protozoa diakses pada tanggal 7 Juni 2011 pukul 10.15 WIB http://id.org/wiki/Pulau_Madura diakses pada tanggal 6 Juni 2011 pukul 16. Surabaya : Unipress. DAFTAR PUSTAKA Ambarwati .

blogspot.00 WIB diakses pada LAMPIRAN Kontributor 1. Nama : Galang Junata H.html tanggal 8 Juni 2011 pukul 14.S : 093204045 : Pendidikan Biologi 2009 A : galangsaputra.html tanggal 7 Juni 2011 pukul 12.com : Ketintang Selatan I No 83 : 085645326766 Nim Jurusan Email Alamat Kos No Hp 48 .http://www.cc/2009/04/coelenterata. Nama : Rizki Kharisma Wahyuatmawati : 093204035 : Pendidikan Biologi 2009 A : risma_campus@yahoo.bioman-smaitnurhidayah.18 WIB http://aditya-pandhu.16 WIB diakses pada http://abivaleyzone.com/2011/05/zona-intertidal.html diakses pada tanggal 4 Juni 2011 pukul 11.30 WIB http://deapensieve.co.com/2010/01/interpretatif-struktural-modelling.html diakses pada tanggal 6 Juni 2011 pukul 13.id : Ketintang timur PTT II No 18-20 : 085230348306 Nim Jurusan Email Alamat kos No Hp 2.co.blogspot.blogspot.1906@gmail.com/2010/03/phylum-porifera.

.. M. ➢ Reni Ambarwati. : Suaranya kurang keras : Buuu.Tingkatkan terus materi Taksonomi Avertebratanya – Bu dan Pak dosen jangan terlalu 1) Kesan : . : Selama kegiatan pembelajaran sangat menarik hati karena juga menampilkan video yang bersangkutan dengan materi. A. Tjipto Haryono. : UTSnya jangan pakai bahasa inggris ➢ Bu Ulfi Faizah.Si. : Penjelasannya sangat sederhana dan sangat gamblang membuat mahasiswanya mudah memahami apa yang dipelajari. : 053244205 : Biologi 2005 : Ketintang baru X : 085730008884 Nim Jurusan Alamat kos No Hp A. Dan terima kasih sudah menjadi dosen pembimbing proyek kami yang sabar dan baik hati membimbing kami. 49 .Si. S.Si. Pesan dan Kesan Setiap dosen kegiatan Pembelajaran 1) Pesan : takutnya ada anak tidak bisa bahasa inggris ➢ Pak Drs.Kita bisa memahami semua jenis hewan yang ada di dunia serta ciri-cirinya. M. Pesan dan kesan terhadap pembelajaran Taksonomi Avertebrata 1) Pesan : .Si. S. Nama : Novi Rosita F. S.Pd. ➢ Pak Drs.Si. ➢ Bu Reni Ambarwati. Tjipto Haryono. S. jangan terlalu ketat ya kalau menunggu UTS.3.Pd.Si.hehehehe 1) Kesan : Mengerti. M.. M. : Mengajarnya santai dan mudah di ➢ Bu Ulfi Faizah.

50 .– Jadi lebih tahu keadaan keanekaragaman hewan Avertebrata di lingkungan sekitar kita.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful