CONTOH PROPOSAL SKRIPSI BAHASA INDONESIA tentang kajian pembelajaran unsur intrinsik roman “kemelut hidup” karya ramadhan

k. h. dengan menggunakan teknik resitasi pada siswa sman 1 rajagaluh tahun pelajaran 2008-2009. PROPOSAL PENELITIAN 1. Judul Skripsi kajian pembelajaran unsur intrinsik roman “kemelut hidup” karya ramadhan k. h. dengan menggunakan teknik resitasi pada siswa sman 1 rajagaluh tahun pelajaran 2008-2009. 2. Bidang Ilmu Dikbasasinda ( Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah ) 3. Pendahuluan Hakikat Sastra pada dasarnya adalah segala apa yang ditulis dalam peradaban atau kebudayaan suatu bangsa. Sastra tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia dan bangsa. Sastra selalu merekam kehidupan manusia. Sastra merangsang hati dan perasaan kita terhadap kemanusiaan, kehidupan dan alam sekitar. Kehidupan merupakan jantung sastra. Sastra menjadikan hati kita memahami dan menghayati kehidupan. Sastra bukan merumuskan dan mengabstrakan kehidupan tetapi menampilkan dan mengkongkritkanya. Interaksi budaya yang terjadi di suatu negeri tidak terlepas kajian sastra. “Apabila karya sastra dianggap tidak berguna, tidak bermanfaat lagi untuk menafsirkan dan memahami masalah-masalah dunia nyata, maka tentu saja pengajaran sastra tidak ada gunanya lagi diadakan. Namun jika dapat ditunjukan bahwa sastra itu mempunyai relevansi dengan masalah-masalah dunia nyata, maka pengajaran sastra harus dipandang sebagai sesuatu yang penting yang patut menduduki tempat selayaknya” (Rahamanto, 1988:15) Pengajaran sastra tidak hanya berisikan tentang pengertian sastra, contoh-contoh nama pengarang dan karyanya tetapi yang lebih penting adalah mengenal, memahami dan memanfaatkan karya sastra sebagai sarana penambahan pengalaman, wawasan dan kematangan berfikir. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Rusnyana (1984:313) yang mengatakan: “Pengajaran sastra dalam pendidikan siswa dilibatkan kedalam pengalaman agar mereka mampu mengapreasikan nilai-nilai serta memahami dan mengapresiasi hubungan sebagai makhluk hidup dengan kholiq-Nya”. Memperhatikan hal di atas, penyusun berpendapat bahwa, tujuan pengajaran sastra yaitu agar siswa dapat melakukan penginderaan dan pengimajinasian. Dengan demikian siswa menjadi temotivasi untuk memahami, menikmati dan menghargai karya sastra sebagai bagian dari dirinya, “Kegiatan menggauli karya sastra secara sungguh-sungguh sehingga menumbuhkan pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis dan kepekaan perasaan yang baik terhadap karya sastra”. Aminudin, (1991: 35)

Penerapan teknik resitasi ini didasarkan pada banyak kegiatan pendidikan di sekolah. sedangkan pembelajaran prosa yang mendalam sangat sulit diajarkan di sekolah. Teknik Demontrasi 11. Tugas-tugas semacam ini dapat dikerjakan di luar jam pelajaran. Teknik Inquiry 9. Teknik kerja kelompok 3. Pengkajian intrinsik sebuah cerpen rekaan . kemudian menyusun laporan / resume. Esok harinya laporan itu dibacakan di depan kelas. Hal ini sesuai dengan pendapat Ahmadi (1997: 134) yang menyatakan. Untuk mengatasi keadaan tersebut guru perlu memberikan tugas-tugas diluar jam pelajaran sebagai selingan atau variasi teknik penyajian.Untuk mencapai hal tersebut. Cerpen atau Roman. Teknik Penyajian karya lapangan 13. Teknik Penyajian dengan interaksi Masa Salah satu teknik pembelajaran dalam upaya meningkatkan apresiasi pembelajaran sastra khususnya pembelajaran unsur intrinsik cerita pendek. Teknik Sosio Drama / Bermain Peran / Role Playing 14. apalagi sekarang dituntut kelulusan dari UASBN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional). teknik resitasi dapat diterapkan dalam pembelajaran unsur intrinsik sebuah cerita pendek. sehingga pembelajaran lebih ditekankan pada latihan soalsoal. Tugas semacam itu disebut resitasi. Teknik Penyajian Dengan Tanya Jawab 18. yaitu teknik resitasi. yaitu menyusun laporan sebagai hasil dari materi yang telah dipelajari. Teknik Latihan / Drill 17. Teknik Sumbang Saran / Brain Storning 8. Teknik Mikro Teacing 7. Teknik Penyajian Secara sistem beregu / Team Teacing 16. di rumah maupun sebelum pulang sehingga dapat dikerjakan bersama-sama secara kelompok. Teknik Penyajian Secara Kasus 15. Teknik Teacing 6. Teknik penemuan ( Discovery ) 4. Tugas itu dapat berubah perintah. Teknik Pemberian Tugas dan Resitasi 19. Terdapat beberapa macam teknik pembelajaran yang dikemukakan oleh Roestiyah (1991: 4) yaitu 1. Teknik Eksperimen 10. Menurut penyusun. siswa perlu dibekali dengan pengetahuan yang memadai sehingga dapat melakukan pengkajian terhadap unsur-unsur dalam karya sastra. Teknik Diskusi 2. Ceramah 20. Teknik Karya Wisata 12. kemudian siswa mempelajari bersama temannya atau sendiri. Teknik resitasi yaitu: teknik pembelajaran dengan cara penugasan dan hapalan yang diucapkan siswa di dalam kelas. Teknik Simulasi 5. baik itu puisi.

Pembatasan Masalah Supaya penelitian ini lebih terarah dalam membahas permasalahan diperlukan adanya perbatasan masalah dalam penelitian ini. Sebab proses pengkajian memerlukan pemahaman yang mendalam. Perumusan Masalah Bertolak pada latar belakang di atas penyusun merumuskan masalah penelitian sebagai berikut: 1) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran unsur intrinsik Roman “Kemelut Hidup“ karya Ramadhan.H. atau hasil yang ingin dicapai dalam penelitian yang dilakukan. amanat dan latar yang terdapat pada Roman Kemelut hidup Ramadhan K. Memberikan gambaran yang jelas tentang pelaksanaan dan pembelajaran unsur intrinsik Roman “Kemelut Hidup” Karya Ramadhan K. 6. Mengetahui hasil pelaksanaan pembelajaran unsur intrinsik Roman Kemelut . sebagai berikut: 1. Bertolak dari uraian di atas penyusun tertarik untuk mengadakan penelitian tentang kajian unsur intrinsik cerpen dengan menggunakan teknik resitasi pada siswa kelas XII SMAN Rajagaluh Tahun Pelajaran 2008/2009 4. K. maka pengetahuan itu akan tinggal lama dijiwanya. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1. maksud. H 2. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian merupakan arah.H dengan menggunakan teknis resitasi pada siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh Tahun pelajaran 2008 /2009 2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran unsur intrinsik Roman “Kemelut Hidup” Karya Ramadhan K. H dengan menggunakan teknis resitasi pada siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh Tahun pelajaran 2008/2009. pengimajinasian dan kritis terhadap karya sastra. Dengan menggunakan teknis resitasi pada siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh Tahun Pelajaran 2008/2009 2. Keefektifan teknik resitasi dalam pembelajaran Roman Kemelut Hidup karya Ramadhan K. Roman pilihan dalam pembelajaran unsur-unsur intrinsik dengan menggunakan teknik resitasi dapat menggunakan Roman yang Berjudul Kemelut hidup Ramadhan K. Penyusun memilih cerpen tersebut karena unsur-unsur intrinsik dalam Roman tersebut sangat menarik untuk dikaji dan dipelajari oleh siswa. 5. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Ahmadi (1997: 137) yang mengatakan bahwa “Teknik resitasi ini memiliki kebaikan sebagai teknik penyajian siswa mengalami dan mengalami sendiri pengetahuan yang dicarinya. sasaran.membutuhkan waktu yang cukup lama.H. H yang tidak menggunakan teknik resitasi pada siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh Tahun Pelajaran 2008/2009 3) Bagaimana efektivitas teknik resitasi bila dibandingkan dengan teknik non resitasi dalam pembelajaran unsur intrinsik Roman Kemelut Hidup karya Ramadhan K. Unsur intrinsik yang dijadikan bahan pembelajaran dibatasi pada tema.H dilihat protes kelas eksperimen dan kelas kontrol.

baik secara teoritis maupun secara praktis. Lembaga Dapat memberikan konstribusi kepada sekolah untuk berupaya dalam peningkatan mutu lulusannya dalam dengan jalan melengkapi sarana belajar dan meningkatkan profesionalisme guru dalam mendidik siswa d. Mengetahui sejauh mana efektifitas teknik resitasi bila dibandingkan dengan teknik non resitasi dalam pelaksanaan pembelajaran unsur intrinsik Roman “Kemelut Hidup” karya Ramadhan K.H dengan menggunakan teknis resitasi pada siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh Tahun Pelajaran 2008/2009 3. 2. diantaranya sebagai berikut: 1. Hal itu sejalan dengan pendapat Surakmad (1994: 131) yang mengatakan. Secara teoritis Secara teoritis diharapkan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam upanya meningkatkan pembelajaran apresiasi cerita pendek dan memberikan sumbangan pemikiran sebagai perkembangan dunia sastra Indonesia khususnya pada tataran pembelajaran apresiasi sastra.Manusia Ramadhan K. Penyusun Memberikan pengalaman berfikir ilmiah melalui penyusunan dan penulisan Skripsi. dengan mempergunakan teknik serta alat-alat tertentu setelah penyelidikan memperhitungkan kewajaranya ditinjau dari tujuan serta situasi penyelidikan” Sesuai dengan batasan di atas. c.H dilihat dari nilai postes kelas eksperimen dan kelas kontrol. “Cara utama yang digunakan untuk mencapai tujuan. pengalaman dan menambah wawasan dalam bidang pendidikan khususnya bahasa dan sastra Indonesia. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara yang digunakan oleh peneliti untuk mencapai tujuan dari penelitian yang dilakukan. 7. 8. sehingga dapat menambah pengetahuan. Manfaat Penelitian Manfaat hasil dari penelitian ini di harapkan berguna untuk berbagai pihak. Siswa Memperoleh pembelajaran apresiasi cerita pendek dengan baik. Secara Praktis Secara praktis penelitian ini dapat memberikan sumbangan kepada: a. b. maka metode yang tepat digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Resitadi. “ Teknik resitasi adalah teknik pemberian tugas pada siswa untuk mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan materi pembelajaran dan siswa dituntut untuk . misalnya untuk menguji serangkaian hipotesis. Ahmad (1997: 13) menjelaskan bahwa. Guru Khususnya Guru Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai imformasi pentingnya menerapkan teknik yang relevan dalam proses belajar mengajar dalam upanya meningkatkan prestasi belajar siswa. serta dapat meningkatkan apresiasi siswa terhadap karya-karya sastra.

Pendapat tersebut sesuai dengan yang dikemukakan oleh Surakhmad (1994: 107) bahwa dasar adalah suatu titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik itu. terutama dalam suatu pola pemikiran pemecahan masalah. diantaranya: 1) Siswa memiliki hasil belajar yang lebih mantap. memiliki wawasan pengetahuan serta keterampilan : 3) Siswa aktif belajar dan termotivasi untuk meningkatkan hasil belajarnya : 4) Memupuk inisiatif dan tanggung jawab. Kelebihan teknik Resitasi. 4) Menetapkan bentuk resitasi yang akan dilaksanakan. Untuk memberikan keleluasaan pada siswa. Anggapan Dasar Anggapan dasar adalah merupakan titik tolak yang dijadikan dasar penelitian. Kegiatan ujicoba mengajar tersebut diakhiri dengan pelaksanaan tes akhir (postes). 2) Mempertimbangkan apakah pemilihan teknik resitasi ini tepat / sesuai dengan tujuan yang dirumuskan. dan 5) Memberikan kesadaran pada siswa pentingnya memanfaatkan waktu luang dengan baik. Data tersebut diperoleh dengan cara mengujicobakan teknik resitasi pada kelas eksperimen dan teknik non resitasi pada kelas kontrol dalam hal ini teknik ceramah. H.memberikan laporan hasil yang dicapainya”. 3) Merumuskan tugas-tugas dengan jelas dan mudah dipahami. dan 4) Penyiapan evaluasi yang tepat. 2) Siswa memperoleh pengetahuan. Hasil kegiatan tes tersebut berupa nilai tes tersebut berupa nilai tes dari kedua kelas yang menjadi sampel penelitian. 3) Adanya pengawasan guru. tugas yang diberikan oleh guru dapat dikerjakan diluar jam pelajaran baik secara perorangan maupun kelompok. Adapun anggapan dasar yang penyusun kemukakan dalam penelitian ini adalah: 1) Penelitian karya sastra dapat membantu meningkatkan apresiasi seseorang . sehingga siswa pasti mengerjakannya karena bentuknya telah pasti. Teknik Penelitian Data yang dikumpulkan berupa hasil pembelajaran apresiasi Roman Kemelut Hidup “karya Ramadhan k. Nilai tes tersebut oleh penyusun dijadikan bahan dalam melakukan penganalisaan. 2) Penelitian unsur-unsur karya sastra merupakan cara untuk mengapresiasi karya sastra : . 10. 9. Agar teknik resitasi ini efektif. guru perlu memperhatikan beberapa hal: 1) Tujuan yang ingin dicapai dengan penerapan teknik resitasi: 2) Tugas yang diberikan pada siswa harus jelas . Dengan menggunakan teknik resitasi. Langkah-langkah proses belajar mengajar dengan teknik resitasi. 1) Merumuskan tujuan Kasus dari tugas yang diberikan. dan 5) Menyiapkan alat evaluasi.

baik hasil menghitung maupun pengukuran. maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh tahun pelajaran 2008/2009. Dan pengertian tersebut jelas bahwa populasi adalah semua unsur yang akan diteliti dari sekumpulan objek yang lengkap. pendapat yang sama dikemukakan oleh pakar berikut ini. Berdasarkan pengertian hipotesis diatas. Dalam pengertian tersebut maka sampel yang baik adalah sampel yang betul-betul dapat mewakili populasi. Sampel random memiliki kelebihan seperti yang dikemukakan oleh Surakmad (1994. 13. 12. Pada siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh. Sampel adalah sebagian dari populasi yang memiliki sifat-sifat yang sama dengan populasinya” (Sudjana 1982: 71) Penentuan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan sampel random. Berdasarkan pengertian diatas. H. Menurut Sudjana (1982: 57) “Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin. Penggunaan teknik resitasi sangat efektif untuk pembelajaran unsur-unsur intrinsik Roman Kemelut Kehidupan karya Ramadhan K. Hipotesis Hipotesis berarti pendapat yang kebenarannya masih rendah atau kadar kebenarannya masih belum meyakinkan kebenaran pendapat tersebut perlu diuji atau dibuktikan (Sudjana. sehingga secara umum siswa kelas XII memiliki kemampuan yang hampir sama dalam menyerap pembelajaran. Populasi Dalam setiap penelitian unsur populasi mutlak dipergunakan.3) Hasil kajian terhadap pembelajaran sastra merupakan sumbangan pemikiran bagi peningkatan prestasi belajar siswa . disebut homogen karena pendistribusian siswa dilakukan secara merata pada setiap kelas. dan 4) Penerapan teknik yang dapat merupakan salah satu strategi dalam mencapai tujuan pembelajaran. 1991 : 37) dan menurut Surakhmad (1994 : 68) yaitu Hipotesis adalah sebuah kesimpulan yang masih harus dibuktikan kebenarannya. Selain itu dilihat dari segi usia dan sistem proses belajar mengajarkan pada masing-masing kelas hampir sama atau relatif tidak jauh berbeda. 96) Cara yang terbaik untuk mengurangi kesalahan kedua (karena memihak) ini tidak dari pada . 11. penyusun merumuskan hipotesis sebagai berikut. Sampel Pengertian sampai menurut Surakhmad (1994: 93) sampai adalah penarikan sebagian dari populasi untuk mewakili seluruh populasi. pendapat senada dikatakan oleh Ali (1993 : 43) “Yaitu hipotesis penelitian adalah jawaban sementara terhadap masalah yang dirumuskan atau dasar terkaan yang akan diuji dengan data. alasan penggunaan random dibesarkan pada asumsi bahwa siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh tergolong homogen. sebab populasi merupakan sumber data yang akan teliti. kuantitatif maupun kualitatif dan karakteristik tertentu mengenai sekumpulan objek lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya”.

Menurut Surakhmad (1994: 96) Sistem undian atau lotre dapat memberikan kesempatan pada setiap unsur untuk dipilih cara mengundi kelas yang berjumlah 3 kelas. Penyusun berasumsi bahwa jumlah siswa dalam setiap kelas tersebut relatif hampir sama sehingga untuk undian tersebut cukup diundi kelasnya saja jumlah sampel dalam penelitian ini sekitar 25 % yaitu satu kelas dari delapan kelas. Walaupun yang menjadi populasi adalah siswanya bukan kelasnya.. jumlah kelas ada tiga kelas yaitu: NOMOR UNDIAN POPULASI KELAS NOMOR XII IPA 01 XII IPS 02 XII BAHASA 03 2) Nomor Nomor tesebut ditulis pada secarik kertas.. lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitan populasi. 4) Penulis mengocok gelas tersebut. penyusun uraikan di bawah ini: 1) Setiap kelas diberi nomor. Apresiasi adalah penghargaan (terhadap karya sastra) yang didasarkan pada pemahaman. Roman. Roman berarti cerita prosa yang melukiskan pengalaman-pengalaman batin . kemudian digulungkan dan dimasukan kedalam gelas. Adapun langkah-langkah dalam penentuan sampel random dengan cara undian. Definisi Operasional Untuk menghindari kesimpangsiuran pemahaman terhadap istilah yang digunakan dalam judul penelitian ini. caranya setelah satu gulungan kertas diketahui kelasnya kemudian dicatat sebagai kelas eksperimen dan gulungan kertas tersebut dimasukan kembali. Pembelajaran adalah suatu usaha untuk membuat siswa belajar. Dalam menentukan sampel random tersebut. maka penulis mendefinisikan istilah-istilah tersebut sebagai berikut: Model.mempergunakan teknik yang meniadakan kemungkinan memihak itu dengan teknik sampel random.. 14.. 3) Gelas tesebut kemudian ditutup dengan kertas yang sudah dilubangi sedikit. penulis menggunakan sistem undian. Pembelajaran... “untuk ancer-ancer maka apabila subjeknya kurang dari 100. yaitu usaha yang terjadinya perubahan tingkah laku pada dari siswa. Selanjutnya jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15 % atau 20-25 % atau lebih. model adalah kerangka pemikiran dan pembelajaran yang terpusat pada hasil belajar tertentu.. agar kelas bercampur 5) Penulis mengeluarkan gulungan kertas untuk memilih dua kelas yang dijadikan sampel penelitian.. kemudian mengeluarkan kembali gulungan kertas yang kedua lalu dicatat sebagai kelas kontrol. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Arikunto (1997: 120) yang mengatakan. Apresiasi.

Statistik untuk Penelitian. (1991). lewat Jassin 1961: 70) Unsur yang mendukungnya Kemelut hidup adalah sebuah judul Roman karya Ramadhan. Strategi Belajar Mengajar. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Adapun rincian tersebut. Yogyakarta. Bandung. Rineka Cipta. Bandung Diponogoro. Teknik Resitasi. Roestilah. Bahasa dan Sastra dalam Gamitan Pendidikan. Surakhmad. (1994). Rencana Penelitian Penelitian ini direncanakan dapat selesai dalam waktu enam bulan. 15. Sudjana (1991) Metode Statistik. Metode dan Teknik. Metodologi Research Dasar. Keterampilan Berbahasa dan Apresiasi Sastra Malang YAS. Daftar Pustaka Sementara Ahmad (1997). Nurgana (1985). Bandung. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Jakarta. Kanisius. Sinar Baru Arikunto (1997). sebagai berikut: 16.dari beberapa orang yang berhubungan satu yang lain dalam suatu keadaan (Van Leuwen. Bandung Tarsito. Strategi Belajar Mengajar. Dengan publikasi hasil penelitian. dengan diawali studi pendahuluan dan diakhiri. Permadi Rahmanto (1988). H. Rineka Cipta. Yogyakarta. Bandung. Metode Pengajaran Sastra. Tarsito . Aminudin (1991 ). Rusyana (1984). Teknik resitasi adalah teknik pembelajaran dengan cara penugasan dan hapalan yang diucapkan siswa di dalam kelas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.