P. 1
tinjauan RS

tinjauan RS

|Views: 183|Likes:
Published by Yani Va-Rhy

More info:

Published by: Yani Va-Rhy on Jan 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/12/2015

pdf

text

original

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT

2.1 2.1.1

Rumah Sakit Definisi Rumah Sakit Rumah sakit adalah suatu unit yang memiliki organisasi yang teratur,

tempat pencegahan dan penyembuhan penyakit, peningkatan dan pemulihan kesehatan penderita yang dilakukan secara multi disiplin oleh berbagai kelompok profesional terdidik dan terlatih yang menggunakan prasarana dan sarana fisik, perbekalan farmasi dan alat kesehatan. Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan RI No.

983/Menkes/SK/XI/1992 tentang pedoman Organisasi Rumah Sakit Umum, maka rumah sakit adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat dasar, spesialistik, dan subspesialistik. Pelayanan medis spesialistik dasar adalah pelayanan spesialistik penyakit dalam, kebidanan dan penyakit kandungan, bedah dan kesehatan anak. Pelayanan medis spesialistik luas adalah pelayanan medis spesialistik dasar ditambah dengan pelayanan spesialistik telinga, hidung, dan tenggorokan, mata, syaraf, jiwa, kulit, dan kelamin, jantung, paru, radiologi, anestesi, rehabilitasi medis, patologi anatomi. Pelayanan medis subspesialistik luas adalah pelayanan subspesialistik di setiap spesialisasi yang ada. Contoh: endokrinologi, gastrohepatologi, nefrologi, geriatri, dan lain-lain.

Universitas Sumatera Utara

menyelenggarakan administrasi umum dan keuangan. penyembuhan penyakit (kuratif). pencegahan penyakit (preventif). yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu serta berkesinambungan.2. Berdasarkan SK MenKes RI No.3 Klasifikasi Rumah Sakit 2. menyelenggarakan pelayanan medis b. menyelenggarakan pelayanan rujukan e. Upaya kesehatan dilakukan dengan pendekatan pemeliharaan. peningkatan kesehatan (promotif). Rumah sakit yang langsung dikelola oleh Departemen Kesehatan Universitas Sumatera Utara . Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang bertujuan mewujudkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal.1.1. maka rumah sakit umum mempunyai tugas melaksanakan upaya kesehatan. 2. menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan f.2 Tugas dan Fungsi Rumah Sakit Berdasarkan Pedoman Organisasi Rumah Sakit Umum. menyelenggarakan penelitian dan pengembangan g. Rumah Sakit Pemerintah.1. Berdasarkan Kepemilikan 1. menyelenggarakan pelayanan penunjang medis c. menyelenggarakan pelayanan dan asuhan keperawatan d. 983/MenKes/SK/XI/1992 rumah sakit umum mempunyai fungsi: a.1 Klasifikasi Rumah Sakit Secara Umum Rumah sakit dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria sebagai berikut: A.3. terdiri dari: a.

Rumah Sakit Militer d. memberi pelayanan kepada pasien dengan beragam jenis penyakit. 2. rumah sakit terdiri atas: 1. yaitu: 1. C. B. Klasifikasi tersebut didasarkan pada unsur pelayanan. Rumah Sakit Umum. yaitu rumah sakit yang tidak menyelenggarakan program latihan untuk berbagai profesi dan tidak memiliki hubungan kerjasama dengan universitas. Rumah Sakit Pendidikan. 2. Rumah Sakit BUMN 2. B. Rumah Sakit Non Pendidikan. 2. Rumah Sakit Swasta yang dikelola oleh masyarakat. fisik dan peralatan. ketenagaan. Contoh: rumah sakit kanker.2 Klasifikasi Rumah Sakit Umum Pemerintah Rumah sakit umum pemerintah pusat dan daerah diklasifikasikan menjadi Rumah sakit kelas A. Rumah Sakit Khusus.b.3. Berdasarkan Jenis Pelayanan Berdasarkan jenis pelayanannya. Universitas Sumatera Utara . rumah sakit bersalin. memberi pelayanan pengobatan untuk pasien dengan kondisi medik tertentu baik bedah maupun non bedah.1. yaitu rumah sakit yang menyelenggarakan program latihan untuk berbagai profesi. Berdasarkan Afiliasi Pendidikan Terdiri atas 2 jenis. dan D. C. Rumah Sakit Pemerintah Daerah c.

d. adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik dasar. apa tugasnya dan untuk siapa rumah sakit tersebut melakukan kegiatan. Rumah sakit umum kelas B. Rumah sakit umum kelas D. Universitas Sumatera Utara . adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik dasar. adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik sekurang-kurangnya sebelas spesialistik dan subspesialistik terbatas. Misi dan visi bersama ini memberikan fokus dan energi untuk pengembangan organisasi. c. Isi pernyataan visi tidak hanya berupa gagasan-gagasan kosong.4 Misi dan Visi Rumah Sakit Misi rumah sakit merupakan pernyataan mengenai mengapa sebuah rumah sakit didirikan. b. Rumah sakit umum kelas C. Rumah sakit umum mempunyai misi memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat (Trisnantoro. 2005). Adapun pernyataan misi dan visi merupakan hasil pemikiran bersama dan disepakati oleh seluruh anggota rumah sakit.a. visi merupakan gambaran mengenai keadaan lembaga di masa depan yang berpijak dari masa sekarang. Visi rumah sakit adalah gambaran keadaan rumah sakit di masa mendatang dalam menjalankan misinya.1. adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik luas dan subspesialistik luas. Rumah sakit umum kelas A. 2.

Pelatihan akreditasi rumah sakit oleh Balai Pelatihan Kesehatan dilakukan untuk membantu proses persiapan akreditasi. Bed Turn Over (BTO): frekuensi penggunaan tempat tidur Bersama-sama indikator TOI dan LOS dapat digunakan untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur rumah sakit. Pada tahun 1997. administrasi dan manajemen dan pelayanan gawat darurat. pelayanan keperawatan.1. Bed Occupancy Rate (BOR): angka penggunaan tempat tidur BOR digunakan untuk mengetahui tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit. Angka BOR yang rendah menunjukkan kurangnya pemanfaatan fasilitas perawatan rumah sakit oleh masyarakat. Pada tahun 2000 dikembangkan instrumen 16 bidang pelayanan di rumah sakit. Beberapa indikator pelayanan di rumah sakit antara lain adalah: 1. Length Of Stay (LOS): lamanya dirawat LOS digunakan untuk mengukur efisiensi pelayanan rumah sakit yang tidak dapat dilakukan sendiri tetapi harus bersama dengan interpretasi BTO dan TOI. Universitas Sumatera Utara . Angka BOR yang tinggi (lebih dari 85 %) menunjukkan tingkat pemanfaatan tempat tidur yang tinggi sehingga perlu pengembangan rumah sakit atau penambahan tempat tidur. pelayanan laboratorium.5 Indikator Pelayanan Rumah Sakit Program akreditasi rumah sakit yang dilaksanakan sejak tahun 1995 diawali dengan 5 jenis pelayanan yaitu pelayanan medis.2. pengendalian infeksi dan kecelakaan keselamatan serta kewaspadaan bencana. pelayanan perinata resiko tinggi. program diperluas menjadi 12 pelayanan yaitu kamar operasi. 3. pelayanan radiologi. pelayanan farmasi. rekam medis. 2.

tindak lanjut dan temuan otopsi (Siregar dan Amalia. baik pasien rawat inap maupun pasien rawat jalan. Turn Over Interval (TOI): interval penggunaan tempat tidur Bersama-sama dengan LOS merupakan indikator tentang efisiensi penggunaan tempat tidur. sejarah famili pribadi. merupakan suatu sarana komunikasi antara dokter dan setiap profesional yang berkontribusi pada perawatan penderita c. Suatu rekam medik yang lengkap mencakup data identifikasi dan sosiologis. 2004). sejarah kesakitan yang sekarang. patologi mikroskopik dan nyata.2 Rekam Medik Rekam medik adalah sejarah ringkas. Universitas Sumatera Utara . Semakin besar TOI maka efisiensi penggunaan tempat tidur semakin jelek. penanganan medik atau bedah. kondisi pada waktu pembebasan. pemeriksaan fisik. pemeriksaan sinar X dan pemeriksaan lain. dasar perencanaan dan keberkelanjutan perawatan penderita b. data laboratorium klinis. Setiap rumah sakit dipersyaratkan mengadakan dan memelihara rekam medik yang memadai dari setiap pasien. diagnosis sementara. jelas dan akurat dari kehidupan dan kesakitan penderita dan ditulis dari sudut pandang medik. pemeriksaan khusus seperti: konsultasi. 2.4. digunakan sebagai dasar untuk kaji ulang studi dan evaluasi perawatan yang diberikan kepada penderita. melengkapi bukti dokumen terjadinya atau penyebab penyakit penderita dan penanganan atau pengobatan selama dirawat di rumah sakit. Kegunaan rekam medik: a. d. diagnosis kerja.

membantu perlindungan kepentingan hukum penderita. Sekretaris panitia adalah kepala IFRS atau apoteker senior lain yang ditunjuk oleh kepala Universitas Sumatera Utara . dasar perhitungan biaya karena dengan menggunakan data dalam rekam medik mempermudah bagian keuangan untuk menetapkan besarnya biaya pengobatan seorang penderita (Siregar dan Amalia. PFT adalah sekelompok penasehat dari staf medik dan bertindak sebagai garis komunikasi organisasi antara staf medik dan Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS). Ketua PFT dipilih dari dokter yang diusulkan oleh komite medik dan disetujui pimpinan rumah sakit. 2. Pembentukan suatu PFT yang efektif akan memberikan kemudahan dalam pengadaan sistem formularium yang membawa perhatian staf medik pada obat yang terbaik dan membantu mereka dalam menyeleksi obat terapi yang tepat bagi pengobatan penderita tertentu.e. menyediakan data untuk digunakan dalam penelitian dan pendidikan g. Ketua adalah seorang anggota staf medik yang memahami benar dan pendukung kemajuan IFRS dan ia adalah dokter yang mempunyai pengetahuan mendalam di bidang farmakologi klinik. rumah sakit dan praktisi yang bertanggung jawab f.3 Komite Medik dan Panitia Farmasi dan Terapi (PFT) Komite medik adalah wadah non struktural yang keanggotaannya dipilih dari Ketua Staf Medis Fungsional (SMF) atau yang mewakili SMF yang ada di Rumah Sakit. Panitia ini difungsikan rumah sakit untuk mencapai terapi obat yang rasional. 2004). Komite Medis berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Utama.

Susunan anggota PFT harus mencakup dari tiap SMF yang ada di rumah sakit. 2004) PFT ini meningkatkan penggunaan obat secara rasional melalui pengembangan kebijakan dan prosedur yang relevan untuk seleksi obat. mengumpulkan dan meninjau laporan mengenai efek samping obat 5. menetapkan pengelolaan obat yang digunakan di rumah sakit dan yang termasuk kategori khusus 3. Fungsi dan ruang lingkup PFT adalah: 1. penggunaan dan melalui edukasi tentang obat bagi penderita dan staf profesional. melakukan tinjauan terhadap penggunaan obat di rumah sakit dengan meneliti rekam medik kemudian dibandingkan dengan standar diagnosa dan terapi 4. menyusun formularium rumah sakit sebagai pedoman utama bagi para dokter dalam memberi terapi kepada pasien. pengadaan. membantu instalasi farmasi dalam mengembangkan tinjauan terhadap kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan mengenai penggunaan obat di rumah sakit sesuai dengan peraturan yang berlaku secara lokal maupun nasional 7. mengembangkan ilmu pengetahuan yang menyangkut obat kepada staf medis dan perawat 6. Pemilihan obat untuk dimasukkan ke dalam formularium harus didasarkan pada evaluasi terhadap efek terapi. Universitas Sumatera Utara .IFRS. keamanan serta harga obat dan juga harus meminimalkan duplikasi produk obat yang sama. membuat Pedoman Penggunaan Antibiotik (Siregar dan Amalia. PFT berdasarkan kesepakatan dapat menyetujui atau menolak produk obat atau dosis obat yang diusulkan oleh SMF 2.

sebagai bahan edukasi bagi staf medik tentang terapi obat yang benar 3. 2004).4 Formularium Rumah Sakit Formularium rumah sakit adalah daftar obat baku yang dipakai oleh rumah sakit yang dipilih secara rasional dan dilengkapi penjelasan. Adanya formularium diharapkan dapat menjadi pegangan para dokter staf medis fungsional dalam memberi pelayanan kepada pasien sehingga tercapai penggunaan obat yang efektif dan efisien serta mempermudah upaya menata manajemen kefarmasian di rumah sakit. sehingga merupakan informasi obat yang lengkap untuk pelayanan medik rumah sakit.2. Penyusunan formularium rumah sakit merupakan tugas PFT. terdiri dari obatobatan yang tercantum Daftar Obat Essensial Nasional (DOEN) dan beberapa jenis obat yang sangat diperlukan oleh rumah sakit serta dapat ditinjau kembali sesuai dengan perkembangan bidang kefarmasian dan terapi serta keperluan rumah sakit yang bersangkutan (SK Dirjen YanMed No. Kegunaan formularium di rumah sakit: 1. 0428/YanMed/RSKS/SK/89 tentang Petunjuk Pelaksanaan Permenkes No. di bawah pimpinan seorang apoteker dibantu oleh beberapa orang apoteker yang memenuhi Universitas Sumatera Utara .5 Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) IFRS adalah fasilitas pelayanan penunjang medis. 085/MenKes/Per/I/1989). memberi ratio manfaat yang tinggi dengan biaya yang minimal (Siregar dan Amalia. membantu menyakinkan mutu dan ketepatan penggunaan obat di rumah sakit 2. 2.

pengendalian mutu dan pengendalian distribusi dan penggunaan seluruh perbekalan kesehatan di rumah sakit. pengadaan. jumlah dan harga perbekalan farmasi.persyaratan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan kompeten secara profesional. 2004). serta pelayanan farmasi klinis (Siregar dan Amalia.1. Pengadaan Universitas Sumatera Utara . b. produksi.5. pelayanan farmasi minimal dibagi atas: a. yang bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan serta pelayanan kefarmasian. dispensing obat berdasarkan resep bagi penderita rawat tinggal dan rawat jalan.5. 2. mencakup perencanaan. 2. Perbekalan Merupakan unit pelaksana instalasi farmasi rumah sakit yang meliputi pengadaan dan penyimpanan perbekalan farmasi.1 Pelayanan Kefarmasian Pelayanan kefarmasian dibagi menjadi 2 bagian yaitu pelayanan farmasi minimal dan pelayanan farmasi klinis. yang terdiri atas pelayanan paripurna. Produksi Instalasi farmasi rumah sakit memproduksi produk non steril serta pengemasan kembali produk-produk tertentu.1 Pelayanan Farmasi Minimal Dalam pelaksanaannya. penyimpanan perbekalan kesehatan/sediaan farmasi. Pengadaan merupakan proses kegiatan dalam pemilihan jenis.

anggaran yang tersedia 4. yaitu kondisi penyimpanan disesuaikan dengan sifat obat. memudahkan pengawasan persediaan/stok dan barang kadaluarsa.bertujuan untuk mendapatkan jenis dan jumlah sesuai dengan kebutuhan dan anggaran serta menghindari kekosongan obat. 2. Universitas Sumatera Utara . siklus penyakit 6. data catatan medik 3. standar terapi rumah sakit dan ketentuan setempat yang berlaku. Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) atau formularium. menjamin mutu tetap baik. Pedoman perencanaan berdasarkan: 1. Penyimpanan perbekalan farmasi merupakan kegiatan pengaturan sediaan farmasi di dalam ruang penyimpanan dengan tujuan untuk: 1. 3. misalnya dalam hal suhu dan kelembaban. penetapan prioritas 5. misalnya disusun berdasarkan abjad. perencanaan pengembangan Pengadaan perbekalan farmasi merupakan kegiatan untuk merealisasikan kebutuhan yang telah direncanakan. memudahkan dalam pencarian. menjamin pelayanan yang cepat dan tepat. data pemakaian periode lalu 8. 2. sisa stok 7. yaitu disusun berdasarkan First In First Out (FIFO) dan First Expired First Out (FEFO) 4.

obat yang tepat diberikan kepada pasien yang tepat 2. Tujuan pelayanan farmasi klinis adalah meningkatkan keuntungan terapi obat dan mengoreksi kekurangan yang terdeteksi dalam proses penggunaan obat karena itu tujuan farmasi klinis adalah meningkatkan dan memastikan kerasionalan. Administrasi Administrasi yang teratur sangat dibutuhkan untuk menjamin terselenggaranya sistem pembukuan yang baik. Distribusi Distribusi merupakan serangkaian kegiatan dalam rangka penyaluran obatobatan dan alat kesehatan.5. dosis yang tepat dan jumlah yang tepat 3. kemasan yang menjamin mutu obat d.2 Pelayanan Farmasi Klinis Pelayanan farmasi klinis adalah praktek kefarmasian berorientasi kepada pasien dengan penerapan pengetahuan dan keahlian farmasi dalam membantu memaksimalkan efek obat dan meminimalkan toksisitas bagi pasien secara individual. Oleh karena itu tugas administrasi di instalasi farmasi dikoordinir oleh koordinator yang bertanggung jawab langsung kepada kepala instalasi farmasi rumah sakit.c. kemanfaatan dan keamanan terapi obat.1. 2. Universitas Sumatera Utara . Sistem distribusi obat harus menjamin: 1.

5. h. artinya obat harus diberikan dengan tepat pasien. waktu dan tempat yang tepat Universitas Sumatera Utara . serta penggunaan obat secara 4 T + 1 W. melakukan konseling Monitoring Efek Samping Obat (MESO) pencampuran obat suntik secara aseptik menganalisa efektivitas biaya secara farmakoekonomi penentuan kadar obat dalam darah penanganan obat sitostatika penyiapan Total Parenteral Nutrisi (TPN) pemantauan dan pengkajian penggunaan obat pendidikan dan penelitian (Aslam. 2. pemilihan jenis obat dan alat kesehatan yang dibutuhkan perencanaan untuk mengadakan obat dan alat kesehatan tersebut dalam jenis.. tepat obat.436/MenKes/SK/VI/1993 pelayanan farmasi klinis meliputi: a. tepat dosis dan senantiasa waspada terhadap kemungkinan terjadinya efek samping obat yang tidak diinginkan. tepat indikasi. i. b. keamanan (safety) dan mutu (quality) obat terjamin. dkk. jumlah. e. Kegiatan pengelolaan dan penggunaan obat dimulai dari: a. b. 2003). f. c.Menurut SK MenKes No.2 Pengelolaan dan Penggunaan Obat Secara Rasional (PPOSR) PPOSR adalah pengelolaan obat yang dilaksanakan secara efektif dan efisien dimana pemanfaatan atau efikasi. d. g.

Seluruh kegiatan pengelolaan dan penggunaan obat yang dimulai dari pertama sampai langkah ke 10 disebut sebagai Lingkar Sepuluh Kegiatan Pengelolaan Dan Penggunaan Obat Secara Rasional (LSK-PPOSR). perawat. maka diharapkan akan dapat mencegah timbulnya masalah-masalah yang berkaitan dalam pengelolaan dan penggunaan obat serta alat kesehatan. penyaluran kepada unit-unit pelayanan dan penunjang yang membutuhkan obat dan alat kesehatan tersebut di Instalasi Gawat Darurat.6 Instalasi Central Sterilization Supply Department (CSSD) Central Sterilization Supply Department (CSSD) atau Instalasi Pusat Pelayanan Sterilisasi merupakan satu unit atau departemen dari rumah sakit yang Universitas Sumatera Utara . g. Instalasi Bedah Pusat. j. dimana jika semua langkah dilakukan dengan tepat. i. farmasis dan penderita. h. pengadaan berdasarkan pertimbangan dana yang tersedia dan skala prioritas untuk pengadaan yang tepat d. Instalasi Rawat Jalan dan Instalasi Rawat Inap f.c. 2. penulisan resep oleh dokter (Prescribing Process) peracikan oleh farmasis (Dispensing Process) pemberian oleh perawat kepada penderita (Administration Process) penggunaan oleh penderita (Consuming Process) pemantauan khasiat dan keamanan obat oleh dokter. penyimpanan yang tepat sesuai dengan sifat masing-masing obat dan alat kesehatan e.

menyelenggarakan proses pencucian. pengemasan. Lokasi CSSD sebaiknya berdekatan dengan ruangan pemakai alat steril terbesar. 2003).7. Secara lebih rinci fungsinya adalah menerima. pengeringan. sampai proses distribusi (Hidayat. b. kuman mudah menyebar. memberi label. besarnya angka kematian akibat infeksi nasokomial. instalasi pipa gas medis sampai ke outlet. sterilisasi terhadap semua alat atau bahan yang membutuhkan kondisi steril. mengkontaminasi benda dan menginfeksi manusia di lingkungan rumah sakit.1 Instalasi Gas Medis Defenisi Gas Medis a. Berdirinya CSSD di rumah sakit dilatar belakangi oleh: a. Alur aktivitas fungsional CSSD dimulai dari proses pembilasan. instalasi gas medis adalah seperangkat sentral gas medis. gas medis adalah gas dengan spesifikasi khusus yang digunakan untuk pelayanan medis pada sarana kesehatan Universitas Sumatera Utara . b. 2003). mensterilkan. sterilisasi. serta meminimalkan lalu lintas transportasi alat steril (Hidayat. pembersihan/dekontaminasi. inspeksi dan pengemasan. memproses. 2. Fungsi utama CSSD adalah menyiapkan alat-alat bersih dan steril untuk keperluan perawatan pasien di rumah sakit. Dengan pemilihan lokasi seperti ini maka selain meningkatkan pengendalian infeksi dengan meminimalkan resiko kontaminasi silang.7 2. menyimpan serta mendistribusikan peralatan medis ke berbagai ruangan di rumah sakit untuk kepentingan perawatan pasien.

2. Outlet adalah keluaran gas medis melalui dinding.2 Penyimpanan Gas Medis Persyaratan penyimpanan gas medis: a. Universitas Sumatera Utara . listrik dan oli atau sejenisnya e. gas medis yang sudah cukup lama disimpan. agar dilakukan uji atau tes kepada produsen untuk mengetahui kondisi gas medis tersebut (SK Menkes No. instalasi pipa gas medis adalah seperangkat prasarana perpipaan beserta peralatan yang menyediakan gas medis tertentu yang dibutuhkan untuk penyaluran gas medis ke titik outlet ke ruang tindakan dan ruang perawatan.c. lokasi penyimpanan diusahakan jauh dari sumber panas. penyimpanan tabung gas medis yang berisi dan tabung gas medis yang kosong dipisahkan untuk memudahkan pemeriksaan dan penggantian d. sentral gas medis adalah seperangkat prasarana peralatan dan atau tabung gas/liquid yang menyimpan beberapa gas medis tertentu yang dapat disalurkan melalui pipa instalasi gas medis. tabung-tabung gas medis harus disimpan berdiri.7. dipasang penutup kran dan dilengkapi tali pengaman untuk menghindari jatuh pada saat terjadi bencana b. 1439/Menkes/SK/XI/2002). d. lokasi penyimpanan harus khusus dan masing-masing gas medis dibedakan tempatnya c. e.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->