NAMA : ARIF IRPAN NIM : 11 024 014 013 FAKULTAS / JURUSAN : TEKNIK INFORMATIKA KEBUDAYAAN DAN ADAT ISTIADAT

TANA TORAJA A. SEJARAH DAN ASAL USUL SUKU TORAJA Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan, Indonesia. Populasinya diperkirakan sekitar 600.000 jiwa. Mereka juga menetap di sebagian dataran Luwu dan Sulawesi Barat. Nama Toraja mulanya diberikan oleh suku Bugis Sidenreng dan dari Luwu. Orang Sidenreng menamakan penduduk daerah ini dengan sebutan To Riaja yang mengandung arti "Orang yang berdiam di negeri atas atau pegunungan", sedang orang Luwu menyebutnya To Riajang yang artinya adalah "orang yang berdiam di sebelah barat". Ada juga versi lain bahwa kata Toraya asal To = Tau (orang), Raya = dari kata Maraya (besar), artinya orang orang besar, bangsawan. Lama-kelamaan penyebutan tersebut menjadi Toraja, dan kata Tana berarti negeri, sehingga tempat pemukiman suku Toraja dikenal kemudian dengan Tana Toraja. Wilayah Tana Toraja juga digelar Tondok Lilina Lapongan Bulan Tana Matari allo arti harfiahnya adalah "Negeri yang bulat seperti bulan dan matahari". Wilayah ini dihuni oleh etnis Toraja. B. ASAL MASYARAKAT TANA TORAJA Konon, leluhur orang Toraja adalah manusia yang berasal dari nirwana, mitos yang tetap melegenda turun temurun hingga kini secara lisan dikalangan masyarakat Toraja ini menceritakan bahwa nenek moyang masyarakat Toraja yang pertama menggunakan "tangga dari langit" untuk turun dari nirwana, yang kemudian berfungsi sebagai media komunikasi dengan Puang Matua (Tuhan Yang Maha Kuasa). Lain lagi versi dari DR. C. Cyrut seorang anthtropolog, dalam penelitiannya menuturkan bahwa masyarakat Tana Toraja merupakan hasil dari proses akulturasi antara penduduk local atau pribumi yang mendiami daratan Sulawesi Selatan dengan pendatang imigran dari Teluk Tongkin-Yunnan, daratan China Selatan. Proses pembauran antara kedua masyarakat tersebut, berawal dari berlabuhnya Imigran Indo China dengan jumlah yang cukup banyak di sekitar hulu sungai yang diperkirakan lokasinya di daerah Enrekang, kemudian para imigran ini, membangun pemukimannya di daerah tersebut.

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR

Membuat tana (pasak) karurung dari ijuk sesuai tingkatan strata sosialnya. Dalam penelitian pada hakekatnya aluk merupakan budaya/aturan hidup yang dibawa kaum imigran dari dataran Indo China pada sekitar 3000 tahun sampai 500 tahun sebelum masehi. Cerita tentang perkembangan dan penyebaran Aluk terjadi dalam lima tahap. dan memasukkan jenasah ke dalam lubang kayu dalam posisi berlutut menghadap keluar.12 tana karurung bagi tingkatan bangsawan. 6 tana karurung bagi tingkatan bawah. D. tanpa diberi garam atau bumbu lainnya setelah semua itu siap mayat dibawah ke kuburan dengan syarat sebagai berikut: Dibawa dalam posisi dipangku. telah dibekali dengan aturan keagamaan yang disebut aluk.Membuat lubang dengan ketentuan tidak boleh berhadapan dengan rumah kediamannya. Dilarang berbicara.Mempersiapkan penutup kubur dari bahan pelepah enau.Kemudian keluarga memberi tanda pada pohon kayu yang hendak digunakan sebagai kuburan (matanda kayu). kemudian dibawa ke kuburan dengan diusung. Kedua tahapan ini lebih merupakan mitos. seekor babi jantan hitam dipotong atau disembelih di halaman rumah duka. Setibanya di kuburan babi/daging tersebut dimasak dalam bambu/dipiong. Aluk merupakan aturan keagamaan yang menjadi sumber dari budaya dan pandangan hidup leluhur suku Toraja yang mengandung nilai-nilai religius yang mengarahkan pola-pola tingkah laku hidup dan ritual suku Toraja untuk mengabdi kepada Puang Matua. menoleh ke kiri atau ke kanan maupun ke belakang. Setibanya jenasah di pekuburan penjemput jenasah turun dari tangga lalu mengambil. Mendemme' di kapadanganna yakni Aluk diturunkan kebumi oleh Puang Buru Langi' dirura. SEJARAH ALUK Konon manusia yang turun ke bumi. Kayu yang digunakan dilokasi ini telah berumur sekitar ± 300 tahun yang lalu. yakni: Tipamulanna Aluk ditampa dao langi' yakni permulaan penciptaan Aluk diatas langit. Makadende yaitu membuat tali ijuk sebelum jenasah dibawa ke kuburan. mengangkat. Pengantar mayat baik laki-laki maupun perempuan harus berselubung kain. Proses pelaksanaan pekuburan sejenis ini mengenal tahap-tahap sebagai berikut: Bayi yang meninggal dibalut dengan kain putih yang pernah dipakai dalam posisi dalam keadaan dipangku. 8 tana karurung bagi tingkatan menengah.NAMA : ARIF IRPAN NIM : 11 024 014 013 FAKULTAS / JURUSAN : TEKNIK INFORMATIKA C. Kemudian kubur itu ditutup TUGAS ILMU BUDAYA DASAR . KAMBIRA ± KUBURAN BAYI Seseorang bayi yang belum tumbuh gigi apabila meninggal dunia akan dikuburkan ke dalam sebatang pohon kayu yang hidup dari jenis pohon kayu Tarra.

Pada saat pasar kota ini merupakan pusat aktivitas karena rakyat dari jauh datang dengan hasil produksinya berupa binatang. dunia arwah. IBU KOTA TANA TORAJA. Sesuai mitos yang hidup di kalangan pemeluk kepercayaan Aluk Todolo. sembari kaki lembah didominasi oleh bangunan pemerintah yang baru. nanti setelah mataletek pa piong (membelah bambu berisi daging yang sudah masak) berarti orang sudah boleh berbicara dan orang yang berada diatas tangga sudah boleh turun. kematian pun tak mungkin bisa ditunda. kerajinan tangan tikar. seseorang yang telah meninggal dunia pada akhirnya akan menuju ke suatu tempat yang disebut puyo. Untuk sampai ke sana perlu didahului upacara penguburan sesuai status sosial semasa ia hidup. Hanya saja tidak setiap arwah atau roh orang yang meninggal itu dengan sendirinya bisa langsung masuk ke puyo. Makale adalah pusat pemerintahan dan juga terkenal sebagai kota tenang dan damai. Bukit-bukit yang terjal dari kota dimahkotai oleh puncak menara gereja. Letaknya di bagian selatan tempat tinggal manusia. Kolamnya di sebut kolam Makale. begitu kuat.Sepanjang kegiatan tersebut di atas. Suaya dan Sangalla.NAMA : ARIF IRPAN NIM : 11 024 014 013 FAKULTAS / JURUSAN : TEKNIK INFORMATIKA dengan kulimbang di tanah dipasak sesuai dengan statusnya dan sesudah ini dilapisi dengan ijuk dan diikat dengan kadende (tali ijuk). kesadaran bahwa manusia hidup di Bumi ini hanya untuk sementara. keranjang dan kerajinan buatan lokal. sekitar Londa. Kepercayaan asli masyarakat Tana Toraja yang disebut Aluk Todolo. Tetapi karena perubahan ucapan kata maka Makale. TUGAS ILMU BUDAYA DASAR . Di tengah-tengah kota Makale terdapat sebuah kolam yang airnya jernih dan penuh berisi dengan bermacam jenis ikan. F. Kota merupakan daerah yang tepat menghubungkan dengan daerah Toraja barat. Pada asal mulanya Makale berasal dari kata Makale menurut kata orang. Banyak di antaranya mengambil tipe bangunan rumah tradisional Toraja arsitektur yang penuh dengan ukiran dan atap yang melengkung. seluruh orang yang hadir dilarang berbicara. penduduk yang hidup di Makale senantiasa bangun pada waktu matahari belum terbit (Makale) oleh karena leluhur mereka mempercayai bahwa orang yang bangun mendahului matahari terbit (Makale) selalu mendapat keberuntungan atau rezeki. MAKALE. tempat berkumpulnya semua roh. selama tidak ada orang yang bisa menahan Matahari terbenam di ufuk barat. E. Prinsipnya. NILAI TRADISI VS PRINSIP ALKITAB Suku Toraja masih terikat oleh adat istiadat dan kepercayaan nenek moyang.

Kalau ada yang salah atau biasa dikatakan salah aluk (tomma¶ liong-liong). Jiwanya akan tersesat. ia akan menjadi arwah dalam wujud setengah dewa. "Agar jiwa orang yang ¶bepergian¶ itu tidak tersesat. Ini yang disebut sangka¶ atau darma. yakni mengikuti aturan yang sebenarnya." kata Tato¶ Denna¶. TUGAS ILMU BUDAYA DASAR . Sambil menunggu korban persembahan untuknya dari keluarga dan kerabatnya lewat upacara pemakaman. jiwa orang yang ¶bepergian¶ itu akan tersendat menuju siruga (surga). Oleh karena itu. upacara yang dilakukan harus sesuai aluk dan mengingat pamali.Semakin tinggi status social orang tersebut. yang dalam stratifikasi penganut kepercayaan Aluk Todolo mendapat sebutan Ne¶ Sando. Seseorang meninggal akan dibuat upacara adat setelah menunggu dua sampai tiga tahun sampai terkumpulnya biaya upacara kematian. Sulawesi Selatan. Pelaksanaannya pun harus dilangsungkan sebaik mungkin agar kegiatan tersebut dapat diterima sebagai upacara persembahan bagi tomebali puang mereka agar bisa mencapai puyo alias surge Bisa dimaklumi bila dalam setiap upacara kematian di Tana Toraja pihak keluarga dan kerabat almarhum berusaha untuk memberikan yang terbaik. Sebelum menetapkan kapan dan di mana jenazah dimakamkan. arwah tadi dipercaya tetap akan memperhatikan dari dekat kehidupan keturunannya. upacara kematian menjadi penting dan semua aluk yang berkaitan dengan kematian sedapat mungkin harus dijalankan sesuai ketentuan. tetapi sampai ke tujuan. yang bersangkutan tidak dapat mencapai puyo. maka kerbau belang atau babi yang dipotong semakin banyak. Selama orang yang meninggal dunia itu belum diupacarakan. Roh yang merupakan penjelmaan dari jiwa manusia yang telah meninggal dunia ini mereka sebut tomebali puang. salah satu tokoh adat setempat. Caranya adalah dengan membekali jiwa yang akan bepergian itu dengan pemotongan hewan-biasanya berupa kerbau dan babi sebanyak mungkin. pihak keluarga harus berkumpul semua. Sehingga biaya untuk pemakaman lebih mahal dari pada biaya pernikahan di Tana Toraja. hewan korban pun harus disiapkan sesuai ketentuan. Harga kerbau mulai dari 40 juta rupiah sampai 100 juta rupiah. Para penganut kepercayaan Aluk Todolo percaya bahwa roh binatang yang ikut dikorbankan dalam upacara kematian tersebut akan mengikuti arwah orang yang meninggal dunia tadi menuju ke puyo.NAMA : ARIF IRPAN NIM : 11 024 014 013 FAKULTAS / JURUSAN : TEKNIK INFORMATIKA Jika tidak diupacarakan atau upacara yang dilangsungkan tidak sempurna sesuai aluk. Sesuai status sosial atau kedudukan orang yang meninggal.

bencana pun tak dapat dihindari. Bagi anak Tuhan di Tana Toraja terjadi suatu dilema dalam memilih nilai tradisi atau prinsip Firman Tuhan. Karena Tuhan Yesus melampaui Hukum Taurat dan Tradisi Yahudi pada jaman perjanjian baru. yaitu padangan terhadap kosmos dan kesetiaan pada leluhur nenek moyang. masyarakat Tana Toraja yang sudah beragama Kristen dan Katolik pun umumnya masih melaksanakannya. Karena Tuhan adalah diatas semua pencipta kehidupan.NAMA : ARIF IRPAN NIM : 11 024 014 013 FAKULTAS / JURUSAN : TEKNIK INFORMATIKA Kepercayaan pada Aluk Todolo pada hakikatnya berintikan pada dua hal. Sehingga menjadi suatu tugas para hamba Tuhan untuk memberitakan injil yang sesuai dengan budaya setempat yang tidak bertentangan dengan prinsip Alkitab. Meski terjadi perubahan di sana-sini. kebiasaan itu kini tak hanya dijalankan oleh para pemeluk Aluk Todolo. Berbagai bentuk tradisi yang dilakukan secara turun-temurun oleh para penganut kepercayaan Aluk Todolo-termasuk ritus upacara kematian adat Tana Toraja yang sangat dikenal luas itu-kini pun masih bisa disaksikan. TUGAS ILMU BUDAYA DASAR . sebutlah seperti dalam hal "mengurus dan merawat" arwah para leluhur. Jika terjadi kesalahan dalam pelaksanaannya. Bila terjadi perbedaan prinsip budaya lokal dan Firman Tuhan maka Firman Tuhan harus menjadi prioritas diatas budaya atau adat istiadat. Masing-masing memiliki fungsi dan pengaturannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful