P. 1
Metode Diskusi Dan Inquiry

Metode Diskusi Dan Inquiry

|Views: 160|Likes:
Published by Wira Atmaja

More info:

Published by: Wira Atmaja on Jan 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/18/2014

pdf

text

original

METODE DISKUSI

Metode diskusi adalah suatu cara mengajar yang dicirikan oleh suatu keterikatan pada suatu topik atau pokok pernyataan atau problem dimana para peserta diskusi dengan jujur berusaha untuk mencapai atau memperoleh suatu keputusan atau pendapat yang disepakati bersama. Diskusi sebagai metode pembelajaran lebih cocok dan diperlukan apabila guru hendak: a.memanfaatkan berbagai kemampuan yang ada pada siswa b.memberi kesempatan pada siswa untuk mengeluarkan kemampuannya c.mendapatkan balikan dari siswa apakah tujuan telah tercapai d.membantu siswa belajar berpikir secara kritis e.membantu siswa belajar menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman-teman f.membantu siswa menyadari dan mampu merumuskan berbagai masalah sendiri maupun dari pelajaran sekolah g.mengembangkan motivasi untuk belajar lebih lanjut.

Adapun kegiatan guru dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut: 1. Guru menetapkan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan atau guru meminta kepada siswa untuk mengemukakan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan. 2. Guru menjelaskan tujuan diskusi. 3. Guru memberikan ceramah dengan diselingi tanya jawab mengenai materi pelajaran yang didiskusikan. 4. Guru mengatur giliran pembicara agar tidak semua siswa serentak berbicara mengeluarkan pendapat. 5. Menjaga suasana kelas dan mengatur setiap pembicara agar seluruh kelas dapat mendengarkan apa yang sedang dikemukakan. 6. Mengatur giliran berbicara agar jangan siswa yang berani dan berambisi menonjolkan diri saja yang menggunakan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya. 7. Mengatur agar sifat dan isi pembicaraan tidak menyimpang dari pokok/problem. 8. Mencatat hal-hal yang menurut pendapat guru harus segera dikoreksi yang memungkinkan siswa tidak menyadari pendapat yang salah. 9. Selalu berusaha agar diskusi berlangsung antara siswa dengan siswa. 10. Bukan lagi menjadi pembicara utama melainkan menjadi pengatur pembicaraan. Kegiatan siswa dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut:

a.Menelaah topik/pokok masalah yang diajukan oleh guru atau mengusahakan suatu problem dan topik kepada kelas. b.Ikut aktif memikirkan sendiri atau mencatat data dari buku-buku sumber atau sumber pengetahuan lainnya, agar dapat mengemukakan jawaban pemecahan problem yang diajukan. c.Mengemukakan pendapat baik pemikiran sendiri maupun yang diperoleh setelah membicarakan bersama-sama teman sebangku atau sekelompok. d.Mendengar tanggapan reaksi atau tanggapan kelompok lainnya terhadap pendapat yang baru dikemukakan. e.Mendengarkan dengan teliti dan mencoba dikemukakan oleh siswa atau kelompok lain. memahami pendapat yang

f.Menghormati pendapat teman-teman atau kelompok lainnya walau berbeda pendapat. g.Mencatat sendiri pokok-pokok pendapat penting yang saling dikemukakan teman baik setuju maupun bertentangan. h.Menyusun kesimpulan-kesimpulan diskusi dalam bahasa yang baik dan tepat. i.Ikut menjaga dan memelihara ketertiban diskusi. j.Tidak bertujuan untuk mencari kemenangan dalam diskusi melainkan berusaha mencari pendapat yang benar yang telah dianalisa dari segala sudut pandang.

Adapun kelebihan metode diskusi sebagai berikut: a.Mendidik siswa untuk belajar mengemukakan pikiran atau pendapat. b.Memberi kesempatan kepada siswa penjelasan dari berbagai sumber data. untuk memperoleh penjelasan-

c.Memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati pembaharuan suatu problem bersama-sama. d.Melatih siswa untuk berdiskusi di bawah asuhan guru. e.Merangsang siswa untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri, menyetujui atau menentang pendapat teman-temannya. f.Membina suatu perasaan tanggung jawab mengenai suatu pendapat, kesimpulan, atau keputusan yang akan atau telah diambil. g.Mengembangkan rasa solidaritas/toleransi terhadap bervariasi atau mungkin bertentangan sama sekali. pendapat yang

Kelemahan metode diskusi sebagai berikut: a. remeh atau lebih bodoh.Biasanya tidak semua siswa berani menyatakan pendapat sehingga waktu akan terbuang karena menunggu siswa mengemukakan pendapat. e. pengetahuan dan pandangan siswa mengenai suatu problem akan bertambah luas.Dengan mendengarkan semua keterangan yang dikemukakan oleh pembicara. Siswa pemalu dan pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk berbicara. d.h.Memungkinkan timbulnya rasa permusuhan antarkelompok atau menganggap kelompoknya sendiri lebih pandai dan serba tahu daripada kelompok lain atau menganggap kelompok lain sebagai saingan. i. f.Membina siswa untuk berpikir matang-matang sebelum berbicara. j.Pembicaraan dalam diskusi mungkin didominasi oleh siswa yang berani dan telah biasa berbicara. 2007 DISKUSI: METODE MENGAJAR UNTUK MENGASAH OTAK. Sumber: http://hijriyah. c. Bukan Menang Sendiri Posted on Thursday.Berdiskusi bukan hanya menuntut pengetahuan. b. siap dan kefasihan berbicara saja tetapi juga menuntut kemampuan berbicara secara sistematis dan logis.Tidak semua topik dapat dijadikan metode diskusi hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan. Bukan Otot dan untuk Mengembangkan Sikap Saling Menghormati. lebih rendah. BUKAN OTOT DAN UNTUK MENGEMBANGKAN SIKAP SALING MENGHORMATI.Diskusi yang mendalam memerlukan banyak waktu.Sulit untuk menentukan batas luas atau kedalaman suatu uraian diskusi.com Diskusi: Metode Mengajar untuk Mengasah Otak. 7th June. BUKAN MENANG SENDIRI Oleh Suparlan *) .jentayu.

dan masih banyak lagi. Adakah semua itu bermula dari sebab adanya proses belajar mengajar yang salah selama ini? Pertanyaan kritis itu hanya dapat dijawab dengan hasil penelitian. Marion Jenning Rice. memberikan kesempatan kepada peserta dididk untuk menggunakan pengetahuan dan informasi yang telah dimiliki. . Kalaupun guru telah menggunakan metode diskusi. Kedua. siswa terhadap guru. Belum lagi dengan kekerasan guru terhadap siswa. Definisi Metode diskusi mendorong siswa untuk berdialog dan bertukar pendapat. Kasus kekerasan di IPDN dan IAIN merupakan bukti yang sangat kuat. dengan tujuan agar siswa dapat terdorong untuk berpartisipasi secara optimal. Tujuan Pertama. Pertama. Rice) Kenyataan menunjukkan bahwa penggunaan otot dan cara-cara kekerasan masih banyak dilakukan dalam proses pendidikan di negeri ini. untuk memberikan motivasi kepada siswa agar dapat berkomunikasi secara lisan. dalam rangka mengembangkan kecerdasan interpersonal siswa. mungkin pelaksanaannya juga masih perlu dikoreksi. diskusi kelompok kecil (small group discussion) dengan kegiatan kelompok kecil. tanpa ada aturan-aturan yang terlalu keras. mengembangkan sikap saling hormat menghormati dan tenggang rasa terhadap keragaman pendapat orang lain. atau setidaknya untuk menguranginya. baik dipimpin langsung oleh gurunya atau dilaksanakan oleh seorang atau beberapa pemimpin diskusi yang dipilih langsung oleh siswa. yang melibatkan semua siswa di dalam kelas. Diskusi dapat dilaksanakan dalam dua bentuk. Penulis pernah menjadi penerjemah beliau dalam kegiatan penataran untuk guru-guru Sekolah Pendidikan Guru (SPG) di BPG Ujung Pandang (sekarang LPMP Makassar). namun tetap harus mengikuti etika yang disepakati bersama. Tulisan singkat ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan wawasan tentang halhal yang harus diperhatikan dalam menggunakan metode diskusi. Pendekatan PAKEM (tunggu terbitnya buku tentang PAKEM). Tulisan ini diambil dan dikembangkan dari tulisan Prof. Kenyataan juga menunjukkan bahwa metode mengajar yang masih mendominasi proses belajar mengajar di sekolah kita adalah metode ceramah. Ketiga. konsultan Proyek Pengembangan Pendididikan Tenaga Kependidikan (P3TK) bertajuk Modul-modul Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Kurikulum dan Pengajaran. Tulisan singkat ini hanya akan memberikan alternatif normatif yang mungkin dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. diskusi kelas.Hormat dan tenggang rasa terhadap pendapat orang lain diperlukan untuk membina hubungan interpersonal dalam kehidupan masyarakat (Marion J. Kedua.

saling tukar menukar pendapat secara informal tentang bermacam ragam soal dan masalah kehidupan sering kita lakukan. Dalam kehidupan bermasyarakat. melibatkan siswa dalam memilih topik atau tajuk yang akan didiskusikan. Kedua. seperti: 1. oleh karena itu kita harus menyadari bahwa manusia tidak dapat hidup sendirian. dan akhirnya (3) membantu siswa untuk meningkatkan kecakapan berkomunikasi. Pernyataan pendapat dalam percakapan secara informal jarang mengubah pendapat dan kayakinan seseorang. Latar Belakang Sosiologi telah memberikan pelajaran kepada kita bahwa manusia adalah mahluk sosial (social being). helping students obtain communication skills” (2001: 25). (2) membantu siswa dalam mengembangkan pemahaman yang lebih baik dengan cara memberikan kesempatan untuk menyatakan pemikiran mereka. mengasah ketajaman berfikir. Tentukan prosedurnya. diskusi kelas dapat membantu untuk mencapai tiga tujuan pembelajaran: (1) meningkatkan keikutsertaan dan kegiatan siswa dalam pelajaran dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyuarakan pendapatnya. Para siswa akan memilih: . finally. 2. sehingga para siswa bisa dengan cepat menyesuaikan untuk bergabung dalam kelompok besar atau kemudian membentuk kelompok kecil. helping them develop batter understanding by allowing them to thinks through and verbalize their thinking. Daniel Muijs dan David Reynolds menyatakan bahwa “Classroom discussion can help fulfil three major learning goals: promoting students’ involvement and engagement in the lesson by allowing students to voice their own ideas. diperlukan saling hormat menghormati dan rasa tenggang rasa terhadap perbedaan pendapat di antara warga masyarakat. dan memperoleh pemahaman tentang ragam dan perbedaan pendapat. Pandangan-pangangan yang berbeda di antara anggota masyarakat akan menjadi bahan yang diperlukan untuk dapat mengasah otak. Metode diskusi tidak efektif untuk menyampaikan informasi baru. Mengatur meja kursi siswa agar siswa dapat berhadap-hadapan atau bertatap muka. Metode ini sangat baik untuk melatih peserta didik agar dapat membina hubungan interpersonal dalam masyarakat. Dalam kehidupan. tanpa membuang-buang waktu. melakukan persiapan fisik. selalu berhubungan orang lain. Langkah-langkah Pertama. Sering sekali pernyataan itu hanya bermafaat untuk menjelaskan pandangan seseorang ketimbang untuk mengubah pandangan orang lain. Untuk menjaga hubungan sosial yang harmonis dalam masyarakat. Sulit berdiskusi hanya dengan punggung. menambah pengetahuan. Dengan kata lain. and.Dalam buku bertajuk “Effective Teaching”.

4. bukan berdebat untuk meyakinkan Tidak boleh agresif Memberikan kesempatan agar semua peserta dapat mengambil bagian Kelima. karena diskusi bukanlah berpidato Menyatakan pandangan.. Tingkat partisipasi. yang tidak mau mengemukakan pendapatnya. misalnya: 1. Sesuatu yang menimbulkan perbedaan pendapat. Sesuatu yang menarik perhatian mereka. Berbicara secara bergiliran Tidak berbicara lama-lama. Apakah yang akan Anda lakukan. Apa yang akan Anda lakukan? 4. Siswa diminta untuk memilih beberapa topik atau subtopik yang menarik untuk didiskusikan. Keempat. tetapi dengan “mungkin Anda mempunyai pendapat atau gagasan lain?”. Sarankan kepada pemimpin diskusi untuk dapat mengaktifkan siswa-siswa yang pasif. 2. Percaya saja? Keenam. Apakah hasilnya atau akibatnya? 7. Dalam hal apa Fulan berbeda? 8.? 9. misalnya: 1. Jangan menegur mereka dengan cara “Fulan belum mengatakan apa-apa”. Apakah ada alternatif-alternatif lain? 5. tetapi bukan yang akan mendominasi diskusi 2. Ketiga. menentukan pemimpin diskusi dengan cara: 1. Adakah persamaan atau perbedaan antara ………… dengan ………. berikan arahan agar kelas dapat menyepakati aturan-aturan tertentu. 3. misalnya: o Berapa banyak siswa dalam kelompok yang telah berpartisipasi? o Adakah yang semula tidak berpartisipasi kemudian menjadi terlibat? . adakan evaluasi tentang berbagai hal tentang diskusi yang telah dilakukan. misalnya: 1. Mungkin topik yang sedang ‘in’ dalam masyarakat. 2. atau mungkin isu-isu mutakhir yang sedang hangat dalam kehidupan bernegara atau bermasyarakat. 5. Memilih beberapa siswa yang mau mengambil inisiatif.? 2. berikan arahan terutama kepada para pemimpin diskusi tentang cara yang dapat ditempuh untuk menajamkan pernyataan tentang gagasan-gagasan baru. atau isu yang menimbulkan pro dan kontra antara kelompok masyarakat. Apa pendapat Anda tentang …. Apakah itu satu-satunya sebab? 6. jika Anda dalam posisinya? 10. 3.1. Mana yang akan Anda pilih? 3.

Daniel dan Reynolds. apakah yang telah Anda laksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan metode diskusi kelas tersebut? Kalau belum Anda bisa menyesuaikan. Mutu partisipasi. parlans@gmail. Meskipun demikian. Lebih dari itu. Malang: P3TK Muijs.com. Dengan menggunakan metode diskusi yang benar dalam proses belajar mengajar.suparlan. Modul-modul Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Kurikulum dan Pengajaran. Kedua. *) E-mail: bsuparlan@yahoo. misalnya: o Adakah rasa hormat terhadap pendapat orang lain? o Adakah peningkatan dalam penggunaan bukti-bukri untuk mendukung pendapat? o Adakah kecenderungan untuk menunda keputusan sampai ada bukti yang lebih banyak lagi? o Apakah pelaksanaan diskusi telah mengikuti aturan yang telah digariskan? o Apakah ada kelompok yang hanya ngobrol. Insyaallah. ketika kelompok lain sedang menyampaikan pendapat kelompoknya? o Apakah peserta bisa menaham diri ketika ada perbedaan pendapat. . Evidence and Practice. Bahan Bacaan: Marion J.Apakah diskusi itu diikuti oleh semua peserta ataukah hanya didominasi oleh beberapa pelajar yang pandai berbicara? 2. Mudah-mudahan uraian dalam tulisan ini dapat sedikit membantu Anda. Effective Teaching. sudahkah kita pernah mencoba untuk menerapkan metode tersebut dalam proses pembelajaran? Kalau belum maka cobalah. Semua akan terpulang kepada diri kita sendiri. Rice.com. Website: www. sesungguhnya peserta telah melakukan refleksi diri. diharapkan kasus-kasus kekerasan dalam kehidupan kita dapat berkurang dari hari ke hari. atau justru terjadi ketegangan di antara mereka? 3. o Refleksi Setelah membaca uraian tersebut. 1986. Evaluasi dalam aspek pengetahuan tidak pada tempatnya untuk dilakukan. David. 2001. kita dapat mencoba untuk menanyakan kepada diri kita sendiri. London: Paul Chapman Publishing. Pertama. alangkah baiknya jika guru dapat secara singkat membuat ikhtisar tentang butir-butir utama yang telah dibahas dalam diskusi kelas. Dengan demikian.com. akan lebih berkesan kiranya jika guru dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan kesan-kesan yang dialami dan diperoleh dari proses diskusi. kalau sudah.

Jalan apakah yang dapat ditempuh untuk mengurangi penderitaan rakyat di Afrika Selatan? . dengan sendirinya kemungkinan terdapat lebih dari satu jawaban. sedemikian kompieksnya masalah tersebut sehingga tak mungkin hanya dipecahkan dengan satu jawaban saja. atau swasta ataukah sebagian pemerintah sebagian swasta ? 4. Dalam hal ini diskusi merupakanjalan yang banyak memberi kemungkinan pemecahan terbaik.-Untuk iru siswa harus dilatih sejak kecil. Selain memberi kesempatan untuk mengembangkan ketrampilan memecahkan masalah. tetapi kita harus menggunakan segala pengetahuan kita untuk memberi pemecahan yang terbaik. Persoalan yang kompleks sering kita jumpai dalam kehidupan bermasyarakat. Siapakah di antara kalian yang setuju diadakan ulangan secara mendadak ? 6. Mengapa peserta Sipenraaru maupun PMDK pada tahun ini menurun ? 3. agar mendapatkan gambaran yang jelas. Untuk pemecahan suatu masalah diperlukan pendapat-pendapat berdasarkan pengetahuan yang ada. tetapi ada yang tidak. bahwa metode tanya jawab dengan diskusi saling mencakup tetapi berbeda. Mengapa burung hantu tidak berdaya pada waktu siang? 5. Kecakapan untuk memecahkan masalah dapat dipelajari. Jalan keluar apakah yang kiranya dapat ditempuh untuk mengatasi keadaan itu ? 7. Beberapa orang guru mengeluh bahwa daya tampung di sekolah mereka sangat berbatas. Ada kemungkinan terdapat lebih-dari satu jawaban yang benar sehingga harus menemukan jawaban yang paling tepat di antara sekian banyak jawaban tersebut. mencari keputusan-keputusan atas dasar persetujuan bersama. karenanya dibutuhkan pemecahan atas dasar kerjasama. Mengapa pada saat ini banyak remaja laki-laki yang memakai perhiasan? 10. Bilamanakah bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa kesatuan di negara kita ? 2. Bentuk acara yang bagaimanakah yang akan kamu pilih untuk memperingati hari kemerdekaan di sekolah kita? 8. Dalam kehidupan modern ini banyak sekali masalah yang dihadapi oleh manusia. Bagi anak-anak. membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan masalah. marilah kita perhatikan contoh pertanyaan-pertanyaan berikut ini : 1. malah mungkin terdapat banyak jawaban yang benar. Ada pertanyaan yang mengandung unsur diskusi.Metode Diskusi dalam Pembelajaran Metode Diskusi dalam Pembelajaran Metode diskusi ialah suatu cara penyampaian bahan pelajaran dan guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengumpulkan pendapat. Dengan diskusi guru berusaha mengajak siswa untuk memecahkan masalah. A. Berapakah perbandingan antara angka kelahiran dan kematian penduduk dunia pada saat lahirnya bayi yang ke-5 milyar ? 9. Penggunaan metode diskusi Seperti telah disinggung sekilas. latihan untuk peranan peserta dalam kehidupan di masyarakat. juga dalam kehidupan yang demokratis kita diajak untuk hidup bermusyawarah. Apakah siaran teievisi sebaiknya d’iurus oleh Pemerintah.

Misalnya : Manakah kiranya yang paling baik. 4) Mengembangkan cara berpikir dan sikap ilmiah Kekurangan/Kelemah an Metode Diskusi 1) Pendapat serta pertanyaan siswa dapat menyimpang dari poko persoalan. Tcmpat duduk diatur setengah lingkaran dengan dua atau tiga kursi kosonu menghadap peserta.Perhatikanlah sifat-sifat pertanyaan di atas. Hal manakah yang telah diterima oleh suara terbanyak sebagai persetujuan? Tindakan apakah yang sudali direncanakan ? Siapa yang melaksanakan. Pertanyaan no. 7 dan 10 membutuhkan rencana bertindak dari pihak siswa. Pertanyaan-pertanyaan yang baik untuk metode diskusi : 1) Menguji kemungkinan jawaban yang dapat dipertahankan lebih dari sebuah. seolah-olah menjaring ikan dalam sebuah mangkuk (fish boxvli. 2) Kesulitan dalam menyimpulkan sering menyebabkan tidak ada penyelesaian. Sedangkan nomor 6. Pertanyaan no. B. 3) menarik minat anak dan sesuai dengan taraf kemampuan/umurnya. 5 hanya memerlukan pemungutan suara. Nomor 3 dan 9 meminta pertimbangan tentang fakta-fakta. 3) Membutuhkan waktu cukup banyak. Diskusi ini dapat diadkan di tengah-tengah atau akhi 2) Fish Rowt Diskusi terdiri dari beberapa orang peserta yang dipimpin oleh seorang ketua. manakah yang akan lebih memberikan manfaat. dan mengandung kemungkinan jawaban lebih dari satu. Ketua mempersilahkan berbicara dan setelah selesai kembali ketempat semula. Kelompok pendengar yang ingin menyumbangkan pikiran dapat duduk di kursi kosong tersebut. jadi pertanyaan tersebut bukan diskusi melainkan tanya-jawab. dan bilamana ? Kebaikan Metode Diskusi 1) Siswa belajar bermusyawarah 2) Siswa mendapat kesempatan untuk menguji tingkat pengetahuan masing-masing 3) Belajar menghargai pendapat orang lain . maka diskusi menjadi hidup. 3) Whole Group . Jenis-jenis Diskusi 1) Buzz Group Suatu kelas yang besar dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil 4 atau 5 orang. pemecahan mana yang mungkin lebih berhasil.4 dan 8 memerlukan jawaban berfakta. Peranan Guru atau Pemimpin Diskusi Kemungkinan-kemungkinan jawaban yang bagajmana yang dapat dirumuskan oleh kelas terhadap suatu masalah ? Selama diskusi pemimpin atau guru kelas melihat adanya sejumlah jawaban yang mungkin. 1. karena akan muncul berbagai pandangan yang dapat dibenarkan. Tempat duduk diatur sedemikian rupa sehingga siswa saling berhadapan untuk memudahkan pertukaran pendapat. kemudian memilih jawaban yang dianggap merupakan jawaban yang setepat tepatnya. 2) Tidak menanyakan “Manakah jawaban yang benar” tetapi lebih menekankan kepada “mempertimbangkan dan-membandingkan”. tidak akan menjadi diskusi bila guru tidak meminta pendirian serta alasan siswa.

untuk kemudian diklasifikasikan menurut suatu urutan tertentu. Juga serins terjadi beberapa siswa belum memahami persoalan . 6) Informal debate Kelas dibagi menjadi dua team yang agak sama besarnya unluk memperdebatkan suatu bahan yang problematis. la berhak untuk : . suatu saat dapat menjadi kebingungan apabila terjadi pembicaraan yang jauh menyimpang dari pokok persoalan. tanpa memperhatikan peraturan diskusi panel. kemudian tiap kelompok bertugas membahas suatu aspek tertentu dan membuat kesimpuian untuk diiaporkan dalam sidang pleno serta didiskusikan lebih lanjut. Pelajaran dengan maksdu untuk memperjelas bahan pelajaran yangtelah diterima Pemimpin diskusi dapat dipegang oleh guru sendiri. 7) Colloqinin Merupukan suatu kegiatan dimana siswa’mahasiawa dihadapkan pada nara sumber untuk mengajukan pertanyaan. akan sanggup dengan cepat mengambil tindakan menghadapi ketimpangan-ketimpangan tersebut diatas. bagi pemimpin yang belum trampil. Seseorang . DR. mahasisxva yang lain.Suatu kelas merupakan satu kelompok diskusi dengan jurnlah anggota tidak lebih dari 15 anggota. 3)penunjukjalan Pemimpin sebagai pengatur lalu lintas Sebagai seorang pemimpin. bila kita menginginkan keberhasilan suatu diskusi. Guru menjelaskan garis besar masalah dengan aspek-aspeknya. Semua ide >ang sudah masuk dicatat.sehingga memberikan komentar yang menyimpang dan berkepanjangan. Pemimpin diskusi yang baik. Bila siswa belum pernah mengenal lata cara diskusi. 5) Brainstorming Merupakan suatu diskusi di mana anggota kelompok bebas menyumbangkan ide-ide baru terhadap suatu masalah tertentu. tetapi dapat juga diserahkan kepada siswa bila guru ingin memberi kesempatan kepada siswa unluk belajar memimpin. Dapat pula terjadi. di bawah seorang ketua. 4) Syndicate group Suatu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 3-6 orang. Akibat suasana menjemukan dan tidak dapat-melihat kemajuan-kemajuan apa yang telah dicapai. Prof.Menjaga agar tidak semua anggota bicara secara serempak . seseorang yang senang berbicara akan menguasai seluruh pembicaraan sehingga tidak memberi kesempatan kepada teman yang lain untuk Tnengemukakan pendapat. tidak dapat mencarikan jalan tengah sehingga seringkali diskusi berakhir lanpa adanya suatu kesimpulan yang jelas. Suatu saat mungkin ada diantara ide baru tersebut yang dirasa menarik untuk dikembangkan.yang belum berpengalaman memimpin diskusi.Menunjukkan pertanyaan-pertanyaan kepada anggota . selanjuinya mengandung perianyaan-penanyaan tambahan dari sisxva. Demikian pula diantara peserta diskusi saling bertentangan pendapatnya. Winarno Surakhmad dalam bukunya “Metodologi Guruan Nasional” mengemukakan tiga peranan pemimpin diskusi ialah sebagai : 1) pengatur lalu lintas 2) dinding penangkis. Untuk itulah para siswa perlu dilatih untuk memperoleh ketrampilan pemimpin yang pada hakikatnya dapat dipelajari. Kecakapan memimpin diskusi memang harus dilatih. rnereka akan berbicara secara serempak atau spontan menanggapi bila ada suatau pendapat yang menarik.

Kewajiban pemimpin diskusilah untuk memahami dengan seksama struktur diskusi yang baik sehingga ia dapat menunjukkan jalan lurus bila terjadi penyimpangan. ini pertanyaan yang baik. Dia sendiri tidak selalu menjawab langsung setiap pertanyaan yang penting. dan rendah diri. siswa dapat melihat kekurangan- . ada baiknya pandanganpandangan tersebut ditulis pula. Kepada si pendiam :”Mungkin. Atau tidak disadari bahwa telah tiba saatnya untuk menarik kesimpulan.Apakah masalah yang dihadapi? Pemimpin’periu mengetahui dengan jelas permasalahan yang dihadapi. Rini akan mengemukakan pendapat atau anggota yang lain?”. atau tidak memahami pokok masalah yang didiskusikan sehingga mudah timbul pertanyaan-pertanyaan yang menyimpang dari garis pembicaraan.Membuka kesempatan bagi anggota yang pemalu atau pendiam untuk menyumbangkan ide-ide mereka .dan menetapkan langkah-langkah. bagaimana pendapatmu ?”. pemimpin dapat mengatakan ya. Faedahnya.Soal-soal penting mana yang terdapat dalam masalah itu? Kalau dalam diskusi terdapat pandangan yang berbeda. misalnya dapat dikatakan : “Baik. Mereka kehilangan pegangan dan tidak melihat hasil-hasil yang sudah dicapai.. Demikian pula pemimpin diskusi senantiasa menerima pertanyaan-pertanyaan dari para peserta dan dipantulkan kembali ke dalarn kelompok. Dengan demikian pemimpin mempunyai kewajiban menuntun anggota dalam menentukan langkah-langkah pemecahan masalah.Mengatur sedemikian sehingga setiap pembicaraan dapat ditangkap dengan jelas oleh pendengar. bagaimana pendapat anda sekalian mengenai hal ini ?”. Di sini pemimpin harus dapat mengatur pembicaraan dengan bijaksana sehingga tidak menimbulkan rasa tertekan. maka pada kesempatan itu pemimpin atau Guru dapat bertindak sebagai penasihat dan memberi jawaban sehingga soal-soal pokok yang sedang didiskusikan dapat dilanjutkan Dalam diskusi sering terjadi siswaan tidak menyadari struktur pokok diskusi -mereka. Untuk membatasi orang yang senang berbicara. dapat kita lihat bahwa pemimpin akan belajar memahami sifat-sifat para peserta. maka jawaban tersebut dilontarkan kembali kepada para peserta untuk dimintakan pendapat mereka pada suatu saat mungkin diskusi mengalami jalan buntu.Mencegah dikuasai’nya pembicaraan oleh orang-orang tertentu yang gemar berbicara . Bila sudah memperoleh jawaban. kami belurn mendapat kesempatan mendengarkan pemikiranmu tentang hal ini. Atau kepada si pendiam : “Tina. coba mari kita lihat beberapa pendapat yang lain”. la akan belajar bagaimana mendorong si pendiam untuk ikut serta dan bagaimana mencegah anggota yang senang berbicara dan membuka kesempatan bagi anggota lain secara merata. selalu memantul kembali. Pemimpin sebagai dinding penangkis Dalam peran ini di ibaratkan seorang pemain tenis yang berlatih memukul bola pada dinding. Bila ada pertanyaan yang muncul. marah. . saya rasa pendapat anda itu telah dituangkan dengan jelas. Langkah-langkah yang perm dipahami dan dipakai sebagai pedoman menuntun diskusi kelas adalah: . Bila perlu ditulis di papan tulis sebelum diskusi dimulai sehingga peserta senantiasa melihat tujuan diskusi. Dari peran tersebut.

peserta menjadi beberapa kelompok untuk membahas lebih lanjut. 9) Simposium -Merupakan suatu pembahasan masalah yang bersifat lebih formal.kekurangannya dan mencoba memperbaiki -sebelum diskusi dilanjutkaan. terdiri dari 3-6 orang dan dipimpin oleh seorang moderator. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan b. bila perlu dibuka suatu pandangan umum. Sumber: www. Maksudnya untuk memberikan stimulus kepada para peseita akan adanya masalah-masalh yang masih dipecahkan lebih lanjut. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik. b. Faktor serupa ini terpaksa dicari dari sumber-sumber lain atau dari nara sumber yang mengetahui. Para panelis dihadapkan pada para peserta yang hanya berfungsi sebaeai pendengar. Berdasarkan kertas kerja yang ada. Suatu pokok persoalan disoroti dari beberapa aspek. Moderator mengkoordinasi jalannya pembicaraan.google. c. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah bersama. Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ). mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Pimpinan kelompok sewaktu waktu menyimpulkan kerja keiompoknya dan dari hasil-hasil kelompok disusun suatu perumusan oleh panitia perumus yang ditinjau. Suatu pokok persoalan dibahas secara teoritis. Bahasan dan sanggahan itu selanjutnya dirumuskan oieh panitia perumus. d. yang masingmasing dibacakan oleh prasarana kemudian diikuti sanggahan dan pandangan umiun dari para pendengar. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas. Mendorong siswa berpikir kritis. Kelebihan metode diskusi sebagai berikut : a. . Dapat terjadi seluruh peserta tidak tahu dengan pasti faktor tertentu yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama. Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk : a. Panel Merupakan suatu diskusi orang-orang yang dianggap ahli. Pembahasan dilakukan oleh beberapa orang pembicara (sedikitnya 2 orang) yang sebelumnya telah menyiapakan suatu prasarana dan pembicara yang lain mengemukakan prasarana banding/sanggahan.com Metode diskusi ( Discussion method ) Muhibbin Syah ( 2000 ). 10) Seminar Merupakan suatu pembahasan yang bersifat ilmiah.

Si. for example the questions that teachers provide have to produce arousal and student curiosity. S. (Syaiful Bahri Djamarah. investigation and the scientific method. .Pd. 2000) Kelemahan metode diskusi sebagai berikut : a. c. maka dapat diharapkan bahwa prestasi belajar siswa juga akan meningkat. Jika motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan. Using some theories of motivation. 2000) Pengaruh Metode Pembelajaran Inquiry dalam Belajar Sains terhadap Motivasi Belajar Siswa Oleh: Joko Sutrisno. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri Djamarah. hands-on learning. M. sehingga berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah ini. critical thinking. b. It will be studied in this paper whether or not the method of inquiry-based learning influences the student motivation to learn.. I. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi. Motivasi belajar yang tinggi berkorelasi dengan hasil belajar yang baik. it was found that inquiry method positively influences the learning motivation of students.c. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas. d. tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar. This positive influence occurs when the learning through inquiry method is conducted in appropriated conditions. Abstract Inquiry-Based Learning is a common method in teaching science that often associated with the active nature of student involvement. and experiential learning. Pendahuluan Latar Belakang Masalah Salah satu hal yang sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa di sekolah adalah motivasi belajar.

Metode Belajar Inquiry Salah satu metode pembelajaran dalam bidang Sains. Pemilihan strategi dan metode tertentu ini akan berpengaruh pada motivasi belajar siswa. inquiry berkaitan dengan aktivitas dan keterampilan aktif yang fokus pada pencarian pengetahuan atau pemahaman untuk memuaskan rasa ingin tahu (Haury. Sebagai catatan. 1993). Haury dalam artikelnya. yang sampai sekarang masih tetap dianggap sebagai metode yang cukup efektif adalah metode inquiry.baik internal maupun eksternal .yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. meningkatnya motivasi belajar siswa juga akan mengoptimalkan pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas. penyebutan metode inquiry dalam keseluruhan paper ini mengacu kepada metode inquiry dalam pembelajaran bidang Sains. Dengan kata lain. David L. Dalam lingkup yang lebih umum. Teaching Science Through Inquiry (1993) mengutip definisi yang diberikan oleh Alfred Novak: inquiry merupakan tingkah laku yang terlibat dalam usaha manusia untuk menjelaskan secara rasional fenomena-fenomena yang memancing rasa ingin tahu. sehingga dalam paper ini akan dilakukan studi mengenai pengaruh metode pembelajaran inquiry dalam belajar Sains di sekolah terhadap motivasi belajar siswa itu sendiri. Penyelesaian masalah yang akan dikaji dalam paper ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk memilih strategi dan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. masalah utama yang dicoba dipecahkan adalah apakah terdapat pengaruh metode belajar inquiry dalam belajar Sains di sekolah terhadap motivasi belajar siswa? II. Perumusan Masalah Dalam paper ini. Alasan rasional penggunaan metode inquiry adalah bahwa siswa akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai Sains dan akan lebih tertarik terhadap Sains jika mereka dilibatkan secara aktif dalam "melakukan" Sains.Strategi meningkatkan motivasi belajar siswa sering menjadi masalah tersendiri bagi para guru karena terdapat banyak faktor . Deskripsi Teoretik A. Investigasi ini difokuskan untuk memahami konsep-konsep Sains dan meningkatkan keterampilan proses berpikir ilmiah . Investigasi yang dilakukan oleh siswa merupakan tulang punggung metode inquiry. Upaya meningkatkan motivasi belajar inilah yang menarik untuk dikaji lebih jauh. Guru menerapkan prinsip-prinsip motivasi belajar siswa dalam desain pembelajaran. yaitu ketika memilih strategi dan metode pembelajaran.

Siswa benar-benar ditempatkan sebagai subjek yang belajar. bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Dalam hal ini. dan Variety of Resources (Garton. Student Engangement. Peranan guru dalam pembelajaran dengan metode inquiry adalah sebagai pembimbing dan fasilitator. Tugas guru adalah memilih masalah yang perlu disampaikan kepada kelas untuk dipecahkan. Jawaban dari pertanyaan inti tidak dapat ditemukan misalnya di dalam buku teks. Bimbingan dan pengawasan guru masih diperlukan. Student Engangement. Tugas guru selanjutnya adalah menyediakan sumber belajar bagi siswa dalam rangka memecahkan masalah. namun dapat disebutkan bahwa pembelajaran dengan metode inquiry memiliki 5 komponen yang umum yaitu Question. berpikir kritis.siswa dituntut untuk melakukan beberapa langkah seperti evaluasi. Metode inquiry yang mensyaratkan keterlibatan aktif siswa terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar dan sikap anak terhadap Sains dan Matematika (Haury. Dalam metode inquiry. 1990). dan mendiskusikan berbagai gagasan. yang dimaksudkan sebagai pengarah ke pertanyaan inti yang akan dipecahkan oleh siswa. Dapat disebutkan bahwa metode inquiry tidak saja meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep dalam Sains saja. Untuk menjawab pertanyaan ini sesuai dengan Taxonomy Bloom . sintesis. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya. tergantung pada situasi dan kondisi sekolah. 2005). Dalam makalahnya Haury menyatakan bahwa metode inquiry membantu perkembangan antara lain scientific literacy dan pemahaman proses-proses ilmiah. tetapi intervensi terhadap kegiatan siswa dalam pemecahan masalah harus dikurangi (Sagala. Metode inquiry merupakan metode pembelajaran yang berupaya menanamkan dasardasar berfikir ilmiah pada diri siswa. Selanjutnya. Namun dimungkinkan juga bahwa masalah yang akan dipecahkan dipilih oleh siswa. dan bersikap positif. Siswa bukan secara pasif menuliskan jawaban pertanyaan pada kolom isian atau menjawab soal-soal pada akhir bab sebuah buku. siswa bukan . mengembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah.siswa. Question. dan analisis. guru menyampaikan pertanyaan inti atau masalah inti yang harus dipecahkan oleh siswa. keterlibatan aktif siswa merupakan suatu keharusan sedangkan peran guru adalah sebagai fasilitator. Cooperative Interaction. 1993). Performance Evaluation. pengetahuan vocabulary dan pemahaman konsep. melainkan dituntut terlibat dalam menciptakan sebuah produk yang menunjukkan pemahaman siswa terhadap konsep yang dipelajari atau dalam melakukan sebuah investigasi. melainkan juga membentuk sikap keilmiahan dalam diri siswa. 2004). Cooperative Interaction. Walaupun dalam praktiknya aplikasi metode pembelajaran inquiry sangat beragam. melainkan harus dibuat atau dikonstruksi. Siswa diminta untuk berkomunikasi. Diyakini bahwa pemahaman konsep merupakan hasil dari proses berfikir ilmiah tersebut (Blosser. sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar sendiri. Pembelajaran biasanya dimulai dengan sebuah pertanyaan pembuka yang memancing rasa ingin tahu siswa dan atau kekaguman siswa akan suatu fenomena.

dan lain sebagainya. Teori ini menyatakan bahwa kinerja meningkat sesuai dengan rangsangan tetapi hanya sampai pada titik tertentu. karangan. Secara umum. televisi. Motivasi merupakan sebuah konsep yang luas (diffuse). psychoanalytic. dan social cognition. social learning. pada tahun 1908 menyampaikan Optimal Arousal Theory atau teori tentang tingkat motivasi optimal. sikap (attitude).sedang berkompetisi. Performance Evaluation. walaupun respon yang . grafik. teori-teori tentang motivasi dapat dikelompokkan berdasarkan sudut pandangnya. humanistic. yaitu apa yang memberikan energi untuk belajar bagi siswa dan apa yang memberikan arah bagi aktivitas belajar siswa. wawancara dengan ahli. sehingga stimulus dalam belajar pun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis. misalnya minat (interest). nilai (value). dan insentif (Gage & Berliner. kita dapat mendefinisikan motivasi belajar siswa. Dalam menjawab permasalahan. poster. poster. misalnya buku teks. website.D. video. biasanya siswa diminta untuk membuat sebuah produk yang dapat menggambarkan pengetahuannya mengenai permasalahan yang sedang dipecahkan. aspirasi. sehingga disimpulkan terdapat rangsangan optimal untuk suatu aktivitas tertentu (Yerkes & Dodson. Teori-teori Behavioral Robert M. Clark Hull mengemukakan Drive Reduction Theory yang menyatakan bahwa kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia. Teori . yang menggambarkan hubungan empiris antara rangsangan (arousal) dan kinerja (performance). Melalui produk-produk ini guru melakukan evaluasi. dan mungkin saja semua jawaban benar. 1908). yaitu behavioral. 1984). dan seringkali dikaitkan dengan faktor-faktor lain yang mempengaruhi energi dan arah aktivitas manusia. Motivasi kadang-kadang dibandingkan dengan mesin dan kemudi pada mobil. ketika tingkat rangsangan menjadi terlalu tinggi. Pada tahun 1943. cognitive. B. Siswa dapat menggunakan bermacam-macam sumber belajar. Bentuk produk ini dapat berupa slide presentasi. Energi dan arah inilah yang menjadi inti dari konsep tentang motivasi. Dengan pengertian istilah motivasi seperti tersebut di atas. kinerja justru menurun. Dodson. Yerkes dan J. Variety of Resources. Jawaban dari permasalahan yang diajukan guru dapat muncul dalam berbagai bentuk. 1.teori Motivasi Motivasi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan apa yang memberikan energi bagi seseorang dan apa yang memberikan arah bagi aktivitasnya. kebutuhan (need). dan lain-lain.

Implikasi dari hal ini adalah bahwa jika kita dapat menciptakan ketidakcocokan dalam jumlah tertentu. Kurt Lewin mengajukan Field Theory yang dipengaruhi oleh prinsip dasar psikologi Gestalt. 2004). makhluk hidup tidak akan bereaksi sama sekali. 2005). sehingga meningkatkan kemungkinan bahwa makhluk hidup ini akan melakukan respon berupa reduksi kebutuhan (need reduction response). 1996). ini akan menyebabkan seseorang mengubah . walaupun habit yang diberikan sangat kuat dan jelas (Berliner & Calfee. sehingga semakin dekat seseorang dengan tujuannya. Teori-teori Cognitive Pada tahun 1957 Leon Festinger mengajukan Cognitive Dissonance Theory yang menyatakan jika terdapat ketidakcocokan antara dua keyakinan. Sebagai contoh. semakin besar gaya motivasinya. besar gaya motivasional pada seseorang untuk mencapai suatu tujuan yang sesuai dengan lingkungannya ditentukan oleh tiga faktor: tension (t) atau besar kecilnya kebutuhan.1960. Masih menurut Hull. maka kita akan bereaksi untuk menyelesaikan konflik dan ketidakcocokan ini. suatu kebutuhan biologis pada makhluk hidup menghasilkan suatu dorongan (drive) untuk melakukan aktivitas memenuhi kebutuhan tersebut. seorang pelari yang sudah kelelahan melakukan sprint ketika ia melihat atau mendekati garis finish. G)/e Dalam persamaan Lewin di atas. atau antara keyakinan dan tindakan. Teori Lewin memandang motivasi sebagai tension yang menggerakkan seseorang untuk mencapai tujuannya dari jarak psikologis yang bervariasi (Berliner & Calfee. Lebih jauh Hull merumuskan teorinya dalam bentuk persamaan matematis antara drive (energi) dan habit (arah) sebagai penentu dari behaviour (perilaku) dalam bentuk: Behaviour = Drive × Habit Karena hubungan dalam persamaan tersebut berbentuk perkalian. valensi (G ) atau sifat objek tujuan. dorongan (motivators of performance) dan reinforcement bekerja bersama-sama untuk membantu makhluk hidup mendapatkan respon yang sesuai (Wortman. 1996). E) Menurut Lewin. 2. Pada periode 1935 . Lewin menyatakan bahwa perilaku ditentukan baik oleh person (P) maupun oleh environment (E): Behaviour = f(P. maka ketika drive = 0. jarak psikologis berbanding terbalik dengan besar gaya (motivasi). Menurut teori Hull. dan jarak psikologis orang tersebut dari tujuan (e). dua tindakan.muncul mungkin bermacam-macam bentuknya (Budiningsih. Force = f(t.

jika seseorang merasa tidak percaya bahwa ia dapat sukses pada suatu proses belajar atau ia tidak melihat hubungan antara aktivitasnya dengan kesuksesan atau ia tidak menganggap tujuan belajar yang dicapainya bernilai. maka jika salah satu variabel rendah. Atribut ini dapat bersifat internal maupun eksternal dan terkontrol maupun yang tidak terkontrol seperti tampak pada diagram berikut. sangat penting untuk membantu siswa mengembangkan atribut-diri usaha (internal. 3. Pada tahun 1964. 1971). motivasi juga akan rendah. maka begitu siswa mengalami kesulitan dalam belajar. yang kemudian mengubah pola pikirnya. 2001).1939) yang menyatakan bahwa semua tindakan atau perilaku merupakan hasil dari naluri (instinct) biologis internal yang terdiri dari dua kategori. dan Bernard Weiner (1985. dan selanjutnya mengubah lebih jauh perilakunya (Huitt. Oleh karena itu. maka kecil kemungkinan bahwa ia akan terlibat dalam aktivitas belajar. Teori kedua yang termasuk dalam teori-teori cognitive adalah Atribution Theory yang dikemukakan oleh Fritz Heider (1958). Erik Erikson yang merupakan murid Freud yang menentang pendapat . terkontrol). 1986). tak terkontrol). Harold Kelley (1967. Vroom mengajukan Expectancy Theory yang secara matematis dituliskan dalam persamaan: Motivation = Perasaan berpeluang sukses (expectancy) × Hubungan antara sukses dan reward (instrumentality) × Nilai dari tujuan (Value) Karena dalam rumus ini yang digunakan adalah perkalian dari tiga variabel. siswa akan menunjukkan perilaku belajar yang melemah (Huitt. Teori-teori Psychoanalytic Salah satu teori yang sangat terkenal dalam kelompok teori ini adalah Psychoanalytic Theory (Psychosexual Theory) yang dikemukakan oleh Freud (1856 . Dengan kata lain. ketiga variabel tersebut harus selalu ada supaya terdapat motivasi. yaitu hidup (sexual) dan mati (aggression). Jika siswa memiliki atribut kemampuan (internal. 2001).perilakunya. Internal Tidak terkontrol Kemampuan (ability) Terkontrol Usaha (effort) Eksternal Keberuntungan (luck) Tingkat kesulitan tugas Dalam sebuah pembelajaran. Teori ini menyatakan bahwa setiap individu mencoba menjelaskan kesuksesan atau kegagalan diri sendiri atau orang lain dengan cara menawarkan attributatribut tertentu.

al. 5. kenikmatan). terdapat 5 faktor yang merupakan sumber motivasi. kebutuhan aktualisasi diri. senang. dan 5) External Self-Concept yang didasarkan pada motivasi (Leonard. kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki. 4)Internal Self-Concept yang didasarkan pada motivasi. et. Dalam deficiency needs ini. kebutuhan yang lebih bawah harus dipenuhi lebih dulu sebelum ke kebutuhan di level berikutnya. 2)Intrinsic Process Motivation (kegembiraan. manusia hanya dapat bergerak ke growth needs jika dan hanya jika deficiency needs sudah terpenuhi. Menurut Rotter. 3)Goal Internalization (nilai-nilai tujuan). 1995). 4. Maslow mengemukakan gagasan hirarki kebutuhan manusia. Nilai reinforcement merujuk pada tingkat preferensi terhadap reinforcement tertentu (Berliner & Calfee. Menurut model ini. Teori-teori Social Learning Social Learning Theory (1954) yang diajukan oleh Julian Rotter menaruh perhatian pada apa yang dipilih seseorang ketika dihadapkan pada sejumlah alternatif bagaimana akan bertindak. Menurut Maslow. Hirarki kebutuhan Maslow merupakan cara yang menarik untuk melihat hubungan antara motif manusia dan kesempatan yang disediakan oleh lingkungan (Atkinson. kebutuhan estetik. dan kebutuhan selftranscendence. motivasi merupakan fungsi dari expectation dan nilai reinforcement. Rotter mencoba menggabungkan dua pendekatan utama dalam psikologi. Deficiency needs meliputi (dari urutan paling bawah) kebutuhan fisiologis.Freud. atau arah tindakan. Teori Maslow mendorong penelitian-penelitian lebih lanjut yang mencoba mengembangkan sebuah teori tentang motivasi yang memasukkan semua faktor yang mempengaruhi motivasi ke dalam satu model (Grand Theory of Motivation). yaitu 1)instrumental motivation (reward dan punishment). misalnya seperti yang diusulkan oleh Leonard. yaitu pendekatan stimulusresponse atau reinforcement dan pendekatan cognitive atau field. menyatakan dalam Theory of Socioemotional Development (atau Psychosocial Theory) bahwa yang paling mendorong perilaku manusia dan pengembangan pribadi adalah interaksi sosial (Huitt. dan Scholl (1995). 1983). Untuk menjelaskan pilihan. yaitu deficiency needs dan growth needs. yang terbagi menjadi dua kelompok. dan kebutuhan akan penghargaan. kebutuhan rasa aman. . 1996). Teori-teori Humanistic Teori yang sangat berpengaruh dalam teori humanistic ini adalah Theory of Human Motivation yang dikembangkan oleh Abraham Maslow (1954). Beauvais. Growth needs meliputi kebutuhan kognitif. 1997).

lingkungan memberikan konsekuensi yang mengubah kemungkinan perilaku yang akan muncul lagi (reinforcement and punishment) (Huitt. Dapat disimpulkan bahwa curiosity merupakan hal penting dalam meningkatkan motivasi. atau kompleks. Dengan mengajukan pertanyaan. C. 1985). 2)Retention.6. Teori Curiosity Berlyne Pada tahun 1960 Berlyne mengemukakan sebuah Teori tentang Curiosity atau rasa ingin tahu. 3)Reproduction. Melalui berbagai eksperimen Bandura dapat menunjukkan bahwa penerapan konsekuensi tidak diperlukan agar pembelajaran terjadi. Bandura menyimpulkan penemuannya dalam pola 4 langkah yang mengkombinasikan pandangan kognitif dan pandangan belajar operan. Ini akan menimbulkan rangsangan yang tinggi dalam sistem syaraf pusat kita. melakukan sesuatu dengan cara meniru dari apa yang dilihat. Salah satu metode pembelajaran yang melibatkan curiosity siswa adalah inquiry teaching. mengingat apa yang pernah dilihat atau diperoleh. ilmuwan. artis. keadaan ketidakpastian yang diciptakan oleh guru telah menimbulkan curiosity siswa. ketidakpastian muncul ketika kita mengalami sesuatu yang baru. curiosity siswa akan meningkat karena siswa mengalami ketidakpastian terhadap jawaban pertanyaanpertanyaan tersebut (Gagne. Hipotesis . Dengan demikian. ketika guru melakukan demonstrasi suatu eksperimen yang memberikan hasil yang tidak terduga. Teori Social Cognition Tokoh dari Social Cognition Theory adalah Albert Bandura. siswa lebih banyak ditanya daripada diberikan jawaban. Pembelajaran dapat terjadi melalui proses sederhana dengan mengamati aktivitas orang lain. dan ini akan memotivasi siswa untuk mengerti mengapa hasil eksperimen tersebut berbeda dengan apa yang dipikirkannya. dan siswa akan termotivasi untuk mengurangi ketidakpastian dalam dirinya tersebut. 4)Motivation. Dalam metode ini. memperhatikan dari lingkungan. 1985). mengejutkan. 2004). & nbsp. yaitu 1)Attention. Respon manusia ketika menghadapi suatu ketidakpastian inilah yang disebut dengan curiosity atau rasa ingin tahu. Curiosity akan mengarahkan manusia kepada perilaku yang berusaha mengurangi ketidakpastian (Gagne. bukan hanya pernyataan-pernyataan. Sejarah juga membuktikan bahwa curiosity memiliki banyak peran dalam kehidupan para penemu (inventor). hal ini akan menimbulkan konflik konseptual dalam diri siswa. dan orang-orang yang kreatif. tidak layak. Menurut Berlyne. D. Dalam pembelajaran Sains.

III. yang menyatakan bahwa manusia memiliki kebutuhan yang salah satunya kebutuhan untuk mengetahui dan kebutuhan untuk memahami. dan berpikir kritis. sebaiknya "jarak" antara pengetahuan yang telah dimiliki oleh siswa dengan jawaban yang diharapkan tidak terlalu jauh. dengan motivasi belajar yang tinggi. Sebab. kegiatan pembelajaran Sains juga menjadi lebih mudah mencapai tujuannya. misalnya sikap objektif. yaitu pemahaman konsep-konsep Sains. komponen pertama dalam metode inquiry adalah question atau pertanyaan. Kegiatan ilmiah yang dilakukan. sesuai teori Hull tidak lain adalah upaya untuk mengurangi dorongan atau drive. tampaknya ada hubungan yang kuat antara motivasi belajar dengan sikap keilmiahan yang terbentuk sebagai akibat dari penerapan metode inquiry. Harus juga dipertimbangkan apa yang oleh Field Theory disebut sebagai jarak psikologis ke suatu tujuan. . yaitu mencari jawaban dari pertanyaan. dapat diambil suatu hipotesis bahwa terdapat kaitan yang erat antara peningkatan motivasi belajar siswa terhadap penerapan metode inquiry dalam pembelajaran Sains. rasa ingin tahu yang tinggi. Diskusi Seperti yang telah diteliti oleh Haury (Haury. Rasa ingin tahu yang tinggi dapat dikaitkan dengan teori Maslow. Jika metode inquiry dapat mempengaruhi sikap keilmiahan siswa. Yang perlu diperhatikan dalam memberikan pertanyaan kepada siswa adalah bahwa ada rangsangan optimal untuk suatu aktivitas tertentu sesuai dengan Optimal Arousal Theory. Oleh karena itu. Adanya rangsangan dan dorongan ini menyebabkan siswa termotivasi untuk meresponnya melalui kegiatan ilmiah. yang tidak lain adalah motivasi untuk belajar. Jadi. pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru dapat diartikan sebagai rangsangan (arousal) atau dorongan (drive). 1993). supaya motivasi untuk menjawab pertanyaan tersebut besar karena jarak psikologis tersebut berbanding terbalik dengan motivasi. jika rangsangan yang diberikan terlalu tinggi. maka motivasi siswa justru dapat turun kembali. dalam memberikan pertanyaan. Dengan sikap keilmiahan yang baik. rasa ingin tahu yang dimiliki siswa akan memberikan motivasi bagi siswa tersebut untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang dihadapinya. konsep-konsep dalam Sains lebih mudah dipahami oleh siswa. metode inquiry yang biasa diterapkan dalam pembelajaran Sains secara tidak langsung sebenarnya mencoba memenuhi salah satu kebutuhan manusia tersebut.Berdasarkan paparan teori-teori di atas. salah satu manfaat yang dapat diperoleh dari metode inquiry adalah munculnya sikap keilmiahan siswa. Seperti yang telah diuraikan dalam deskripsi teoretik di depan. Begitu juga. Dalam pandangan teori-teori motivasi behavioral. maka muncul pertanyaan apakah metode ini juga dapat mempengaruhi motivasi belajar dalam diri siswa? Sesuai dengan teori curiosity Berlyne.

maka siswa akan berusaha (termotivasi) untuk mengubah perilakunya. • • • • • • • • dapat ditanyakan berulang-ulang menunjukkan kepada siswa hubungan antara beberapa konsep dalam sebuah subjek muncul dari usaha untuk belajar lebih jauh mengenai kehidupan. yang kemudian mengubah pola pikirnya.Dalam pandangan teori-teori motivasi Cognitive. antara lain harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut (Garton. melibatkan siswa dan menimbulkan curiosity melibatkan level berpikir yang lebih tinggi tidak dapat langsung dijawab tidak dapat dijawab hanya dengan satu kalimat Contoh pertanyaan essential antara lain: • • • "Apa yang menyebabkan sebuah zat disebut zat padat. Ciri pertanyaan unit antara lain: • menanyakan konsep-konsep apa saja yang terdapat dalam subjek pertanyaan essential . untuk menjawab pertanyaan essential. Cognitive Dissonance Theory menyiratkan bahwa jika guru dapat menciptakan konflik-konflik tersebut. zat cair. jika metode inquiry diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa. yang oleh Garton disebut sebagai pertanyaan essential. yang oleh Garton disebut pertanyaan unit. berupa pertanyaan umum dan membuka pertanyaan-pertanyaan lebih jauh menuntun pada konsep utama subjek tertentu. atau gas?" "Darimana datangnya ayam dan bagaimana cara kerja telur ayam sehingga bisa menjadi ayam?" "Mengapa bentuk bulan berubah-ubah?" Dalam proses pembelajaran. Sementara menurut Expectation Theory. guru dan siswa bersama-sama mengembangkan pertanyaanpertanyaan lain. memberikan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dalam pembelajaran Sains dengan metode inquiry sama artinya dengan menciptakan ketidakcocokan (konflik) antara apa yang dipikirkan oleh siswa dengan apa yang seharusnya menjadi jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut. 2005). Pertanyaan-pertanyaan yang disyaratkan dalam metode pembelajaran Inquiry. jika seseorang merasa tidak percaya bahwa ia dapat sukses pada suatu proses belajar atau ia tidak melihat hubungan antara aktivitasnya dengan kesuksesan atau ia tidak menganggap tujuan belajar yang dicapainya bernilai. maka kecil kemungkinan bahwa ia akan terlibat dan termotivasi dalam aktivitas belajar. untuk menjawab pertanyaan bagaimana kita mengetahuinya atau mengapa memberikan stimulus dan menumbuhkan minat untuk menyelidiki. pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru kepada siswa memiliki batasan-batasan tertentu. misalnya siswa harus merasa dapat menjawab pertanyaan tersebut. Oleh karena itu.

Keterlibatan dan interaksi kerjasama dalam pembelajaran Sains dengan metode inquiry juga dapat ditinjau berdasarkan teori Social Cognition.tersebut. dan nilai. dan gas? Komponen kedua dan ketiga dalam metode inquiry adalah student engangement (keterlibatan) dan cooperative interaction (interaksi kerjasama). maka ia harus menyiapkan diri sebaik mungkin. Performance evaluation dapat ditinjau dari Expectation Theory yang menyatakan bahwa motivasi merupakan fungsi dari expectation. reward. Kedua hal ini akan dibahas bersamaan karena memiliki kedekatan. sehingga siswa pun akan memiliki motivasi yang tinggi. Dengan demikian. Dalam performance evaluation. zat cair. yang menyatakan bahwa proses pembelajaran dapat terjadi antara lain melalui attention dan motivation. Dalam pembelajaran dengan metode inquiry. metode inquiry memberikan ruang bagi siswa untuk pemenuhan kebutuhannya. Keterlibatan siswa dan interaksi kerjasama dapat ditinjau berdasarkan teori-teori motivasi Psychoanalitic. Untuk menghindari konsekuensi ini. dan Social Cognition. misalnya dengan membaca banyak buku teks. manusia memiliki kebutuhan akan penghargaan dan aktualisasi diri. siswa termotivasi untuk belajar sehingga konsekuensi yang diperoleh adalah konsekuensi yang positif. yang paling mendorong atau memotivasi perilaku manusia dan pengembangan pribadi adalah interaksi sosial. ketika siswa merasa dilibatkan oleh guru (lingkungan) dalam proses menjawab pertanyaan-pertanyaan dan melakukan interaksi dengan sesama siswa melalui kerja kelompok.• membantu siswa menjawab pertanyaan essential secara lebih spesifik Contoh pertanyaan unit antara lain: • • Apa saja contoh zat padat. siswa akan berusaha sebaik-baiknya dengan expectancy mendapatkan reward (misalnya nilai yang baik). Hal sebaliknya dapat dinyatakan . Artinya. Supaya keterlibatan dan kerjasamanya dapat diterima oleh lingkungan. Contoh konsekuensi adalah dianggap tidak aktif terlibat dan tidak dapat bekerjasama. Dalam pandangan teori Maslow. artinya lingkungan memberikan konsekuensi yang mengubah kemungkinan perilaku. Humanistic. Kesempatan siswa untuk terlibat dan bekerjasama dalam sebuah pembelajaran dengan metode inquiry dapat dikatakan sebagai kesempatan untuk memenuhi dua kebutuhan . Komponen keempat dalam metode inquiry adalah performance evaluation. Motivation. artinya siswa memperhatikan lingkungan melalui keterlibatannya. motivasi belajar siswa meningkat. Dalam pandangan Theory of Socioemotional Development.penghargaan dan aktualisasi diri . yaitu ikut aktif terlibat dalam kegiatan dan mau bekerjasama. tentu saja motivasi dalam belajar. sesuai teori ini motivasi siswa akan meningkat karena metode inquiri mengandung performance evaluation. dan gas? Apakah ciri-ciri zat padat. maka perilaku dan kepribadiannya berubah ke arah yang lebih baik. Attention. zat cair. Dengan demikian.

Berdasarkan teori Maslow.. Untuk menjawab rasa ingin tahunya. dan guru kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk memuaskan rasa ingin tahunya tersebut melalui berbagai macam sumber belajar. karena hal ini dapat menurunkan kembali motivasinya. jika pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada siswa terlalu sulit (jarak psikologisnya jauh). Artinya. adanya kesempatan ini menyebabkan motivasi siswa meningkat agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut. yang dapat diperoleh dari berbagai macam sumber belajar. yang meningkatkan motivasi belajarnya. Richard. maka peningkatan motivasi belajar juga sulit diharapkan. Mirip dengan Expectation Theory. Konflik konseptual ini akan menimbulkan rasa ingin tahu yang besar dalam diri siswa. Memberikan kesempatan dapat diartikan sebagai suatu ketidakpastian. dalam performance evaluation siswa diberi kesempatan untuk memenuhi kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri... Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru menimpulkan ketidakpastian atau konflik konseptual dalam diri siswa. 1983. IV. C. Kesimpulan Berdasarkan penjabaran kelima komponen dalam metode inquiry di atas ditinjau dari berbagai teori tentang motivasi dan curiosity terlihat bahwa metode inquiry memberikan kesempatan meningkatnya motivasi belajar siswa. Dengan demikian. Komponen kelima dalam metode inquiry adalah Variety of Resources. Komponen ini dapat dikaitkan dengan teory Curiosity Berlyne yang menyimpulkan bahwa curiosity meningkatkan motivasi belajar siswa. Introduction to Psychology. . Rita. Namun secara umum dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dari metode inquiry terhadap motivasi belajar siswa. 8th Ed. Referensi Atkinson. masih terdapat batasan-batasan. melalui performance evaluation ini motivasi siswa akan meningkat karena expectation siswa yang tinggi. Inc. Atkinson. Ernest. Tentu saja. dalam metode inquiry sebenarnya guru menciptakan curiosity siswa. R. tidak memberikan rangsangan dan curiosity yang tinggi. Social Learning Theory juga menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi motivasi seseorang adalah expectation dan nilai reinforcement. Misalnya.bahwa motivasi siswa akan rendah dalam suatu pembelajaran yang tidak memasukkan unsur performance evaluation di dalamnya. siswa harus memiliki banyak pengetahuan. Harcourt Brace Jovanovich. peranan guru sangat penting dalam memilihkan sumber belajar yang tepat agar siswa tidak terlalu lama dalam keadaan "belum menemukan jawaban". Artinya. V. & Hilgard.

Elizabeth. Camille. OH: ERIC Clearinghouse for Science. Boston. Teaching Science Through Inquiry. & Calfee. Valdosta. Valdosta. 18. (1993). David. & Dodson. Observational (social) learning: An overview. D. 2004. & Weaver. Simon & Schuster Macmillan. Columbus. Sagala.. ____. Blosser. (1997). Journal of Comparative Neurology and Psychology. Robert. Gage. Little. Houghton Mifflin Company. Jakarta. Selecting Procedures for Improving the Science Curriculum. & Berliner.). Gagne.edu/wh. Motivation to Learn: An Overview.. Charles. H. Belajar dan Pembelajaran.valdosta. Syaiful. Beauvais. (1908) The Relation of Strength of Stimulus to Rapidity of Habit-Formation. (ED325303) Budiningsih. Valdosta State University Leonard. Konsep dan Makna Pembelajaran. Loftus. Columbus. Wortman.. Valdosta. David. Boston. Laura Lynn. Patricia E. L. Haury. R.M. Socioemotional development. and Environment Education. Psychology. (1984).. Ellen. David. Bandung.(Editor). & Helgenson. Nancy. 2005. McGraw-Hill. C. Mathematics. New York. and Environment Education. Penerbit Rineka Cipta. Willard R-II School District. 2001. 2004. GA: Valdosta State University ____. Penerbit Alfabeta. Stanley L. Metode Inquiry Metode inquiry adalah metode yang mampu menggiring peserta didik untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. Mathematics. OH: ERIC Clearinghouse for Science.. 1996. "A Self Concept-Based Model of Work Motivation". Educational Psychology Interactive.. (1990). Technology Integration Academy. Brown and Company Garton. The Cognitive Psychology of School Learning. & Scholl Richard. Asri. C. Educational Psychology 3rd Ed. Handbook of Educational Psychology..Berliner. Boston. Janetta. In The Annual Meeting of the Academy of Management (URL: http://chiron.. W. (2004). (ED359048) Huitt. Inquiry menempatkan peserta didik sebagai .. Educational Psychology Interactive. Yerkes.D.C. W. 2005. Educational Psychology Interactive.. Inquiry-Based Learning. GA: Valdosta State University. 1995. 5th Ed. 1985.L. C. N. J.

dan terjadilah diskusi secara luas. memberikan komentar. Metode inquiry menurut Roestiyah (2001:75) merupakan suatu teknik atau cara yang dipergunakan guru untuk mengajar di depan kelas. namun guru tetap memegang peranan penting sebagai pembuat desain pengalaman belajar. dengan menggunakan fasilitas media dan materi pembelajaran yang bervariasi. dan mereka belajar bersama dalam kelompoknya. meneliti. Strategi pelaksanaan inquiry adalah: (1) Guru memberikan penjelasan. 2003:234). menyanggah dan mempertahankan pendapatnya. kemudian mereka mempelajari. Dari sidang pleno kesimpulan akan dirumuskan sebagai kelanjutan hasil kerja kelompok. atau membahas tugasnya di dalam kelompok. Berikutnya adalah menggunakan kesimpulan untuk menganalisis data yang baru (Mulyasa. Dan kesimpulan yang terakhir bila masih ada tindak lanjut yang harus dilaksanakan. instruksi atau pertanyaan terhadap materi yang akan diajarkan. Metode ini melibatkan mereka dalam kegiatan intelektual. dimana guru membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas. dan kritis. Dengan demikian . Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Akhirnya hasil laporan dilaporkan ke sidang pleno. analitis . Juga mereka diharapkan dapat berdebat. 2005:235). Karena itu inquiry menuntut peserta didik berfikir. Inquiry pada dasarnya adalah cara menyadari apa yang telah dialami.subyek belajar yang aktif (Mulyasa . melontarkan pertanyaan. Mencari sumber sendiri. Guru menggunakan teknik bila mempunyai tujuan agar siswa terangsang oleh tugas. Diharapkan siswa juga mampu mengemukakan pendapatnya dan merumuskan kesimpulan nantinya. (2) Memberikan tugas kepada peserta didik untuk menjawab pertanyaan. yang jawabannya bisa didapatkan pada proses pembelajaran yang dialami siswa. kemudian dibuat laporan yang tersusun dengan baik. hal itu perlu diperhatikan. Guru berkewajiban menggiring peserta didik untuk melakukan kegiatan. Setelah hasil kerja mereka di dalam kelompok didiskusikan. dan aktif mencari serta meneliti sendiri pemecahan masalah itu. Langkah-langkah dalam proses inquiry adalah menyadarkan keingintahuan terhadap sesuatu. Inquiry . Guru berkewajiban memberikan kemudahan belajar melalui penciptaan iklim yang kondusif. serta menarik kesimpulan dan membuat keputusan yang valid untuk menjawab permasalahan yang didukung oleh bukti-bukti. Kadang kala guru perlu memberikan penjelasan. Metode ini menuntut peserta didik memproses pengalaman belajar menjadi suatu yang bermakna dalam kehidupan nyata. Kendatipun metode ini berpusat pada kegiatan peserta didik. dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan. dan saran kepada peserta didik. (3) Guru memberikan penjelasan terhadap persoalanpersoalan yang mungkin membingungkan peserta didik. (5) Siswa merangkum dalam bentuk rumusan sebagai kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan (Mulyasa. mempradugakan suatu jawaban. melalui metode ini peserta didik dibiasakan untuk produktif. (4) Resitasi untuk menanamkan fakta-fakta yang telah dipelajari sebelumnya. 2005:236).

Metode inquiry menurut Suryosubroto (2002:192) adalah perluasan proses discovery yang digunakan lebih mendalam. (c) mendorong siswa untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri. obyektif.mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya. menarik kesimpulan. (g) Dapat mengembangkan bakat atau kecakapan individu. merancang eksperimen. Bila siswa melakukan semua kegiatan di atas berarti siswa sedang melakukan inquiry. dan sebagainya. Teknik inquiry ini memiliki keunggulan yaitu : (a) Dapat membentuk dan mengembangkan konsep dasar kepada siswa. jujur. Posted by martiningsih at 6:34 PM . misalnya merumuskan problema. seperti merumuskan masalah. dan sebagainya. Akhirnya dapat mencapai kesimpulan yang disetujui bersama. hasrat ingin tahu. menarik kesimpulan. (e) Memberi kepuasan yang bersifat intrinsik. melakukan eksperimen. (h) Memberi kebebasan siswa untuk belajar sendiri. Artinya proses inqury mengandung proses-proses mental yang lebih tinggi tingkatannya. mengumpulkan dan menganalisa data. bersifat jujur. merencanakan eksperimen. (d) Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri. (i) Menghindarkan diri dari cara belajar tradisional. (j) Dapat memberikan waktu kepada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi. melakukan eksperimen. sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar ide-ide dengan lebih baik. (b) Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru. Pada metode inquiry dapat ditumbuhkan sikap obyektif. dan terbuka. mengumpulkan dan menganalisa data. terbuka. (f) Situasi pembelajaran lebih menggairahkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->