METODE DISKUSI

Metode diskusi adalah suatu cara mengajar yang dicirikan oleh suatu keterikatan pada suatu topik atau pokok pernyataan atau problem dimana para peserta diskusi dengan jujur berusaha untuk mencapai atau memperoleh suatu keputusan atau pendapat yang disepakati bersama. Diskusi sebagai metode pembelajaran lebih cocok dan diperlukan apabila guru hendak: a.memanfaatkan berbagai kemampuan yang ada pada siswa b.memberi kesempatan pada siswa untuk mengeluarkan kemampuannya c.mendapatkan balikan dari siswa apakah tujuan telah tercapai d.membantu siswa belajar berpikir secara kritis e.membantu siswa belajar menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman-teman f.membantu siswa menyadari dan mampu merumuskan berbagai masalah sendiri maupun dari pelajaran sekolah g.mengembangkan motivasi untuk belajar lebih lanjut.

Adapun kegiatan guru dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut: 1. Guru menetapkan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan atau guru meminta kepada siswa untuk mengemukakan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan. 2. Guru menjelaskan tujuan diskusi. 3. Guru memberikan ceramah dengan diselingi tanya jawab mengenai materi pelajaran yang didiskusikan. 4. Guru mengatur giliran pembicara agar tidak semua siswa serentak berbicara mengeluarkan pendapat. 5. Menjaga suasana kelas dan mengatur setiap pembicara agar seluruh kelas dapat mendengarkan apa yang sedang dikemukakan. 6. Mengatur giliran berbicara agar jangan siswa yang berani dan berambisi menonjolkan diri saja yang menggunakan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya. 7. Mengatur agar sifat dan isi pembicaraan tidak menyimpang dari pokok/problem. 8. Mencatat hal-hal yang menurut pendapat guru harus segera dikoreksi yang memungkinkan siswa tidak menyadari pendapat yang salah. 9. Selalu berusaha agar diskusi berlangsung antara siswa dengan siswa. 10. Bukan lagi menjadi pembicara utama melainkan menjadi pengatur pembicaraan. Kegiatan siswa dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut:

a.Menelaah topik/pokok masalah yang diajukan oleh guru atau mengusahakan suatu problem dan topik kepada kelas. b.Ikut aktif memikirkan sendiri atau mencatat data dari buku-buku sumber atau sumber pengetahuan lainnya, agar dapat mengemukakan jawaban pemecahan problem yang diajukan. c.Mengemukakan pendapat baik pemikiran sendiri maupun yang diperoleh setelah membicarakan bersama-sama teman sebangku atau sekelompok. d.Mendengar tanggapan reaksi atau tanggapan kelompok lainnya terhadap pendapat yang baru dikemukakan. e.Mendengarkan dengan teliti dan mencoba dikemukakan oleh siswa atau kelompok lain. memahami pendapat yang

f.Menghormati pendapat teman-teman atau kelompok lainnya walau berbeda pendapat. g.Mencatat sendiri pokok-pokok pendapat penting yang saling dikemukakan teman baik setuju maupun bertentangan. h.Menyusun kesimpulan-kesimpulan diskusi dalam bahasa yang baik dan tepat. i.Ikut menjaga dan memelihara ketertiban diskusi. j.Tidak bertujuan untuk mencari kemenangan dalam diskusi melainkan berusaha mencari pendapat yang benar yang telah dianalisa dari segala sudut pandang.

Adapun kelebihan metode diskusi sebagai berikut: a.Mendidik siswa untuk belajar mengemukakan pikiran atau pendapat. b.Memberi kesempatan kepada siswa penjelasan dari berbagai sumber data. untuk memperoleh penjelasan-

c.Memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati pembaharuan suatu problem bersama-sama. d.Melatih siswa untuk berdiskusi di bawah asuhan guru. e.Merangsang siswa untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri, menyetujui atau menentang pendapat teman-temannya. f.Membina suatu perasaan tanggung jawab mengenai suatu pendapat, kesimpulan, atau keputusan yang akan atau telah diambil. g.Mengembangkan rasa solidaritas/toleransi terhadap bervariasi atau mungkin bertentangan sama sekali. pendapat yang

remeh atau lebih bodoh. j. i. b. e. siap dan kefasihan berbicara saja tetapi juga menuntut kemampuan berbicara secara sistematis dan logis.Membina siswa untuk berpikir matang-matang sebelum berbicara.Pembicaraan dalam diskusi mungkin didominasi oleh siswa yang berani dan telah biasa berbicara. f.Diskusi yang mendalam memerlukan banyak waktu. 7th June. lebih rendah. d.Dengan mendengarkan semua keterangan yang dikemukakan oleh pembicara. 2007 DISKUSI: METODE MENGAJAR UNTUK MENGASAH OTAK. Kelemahan metode diskusi sebagai berikut: a.com Diskusi: Metode Mengajar untuk Mengasah Otak. Sumber: http://hijriyah.h. Bukan Menang Sendiri Posted on Thursday. pengetahuan dan pandangan siswa mengenai suatu problem akan bertambah luas.Biasanya tidak semua siswa berani menyatakan pendapat sehingga waktu akan terbuang karena menunggu siswa mengemukakan pendapat. c. Siswa pemalu dan pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk berbicara.Memungkinkan timbulnya rasa permusuhan antarkelompok atau menganggap kelompoknya sendiri lebih pandai dan serba tahu daripada kelompok lain atau menganggap kelompok lain sebagai saingan.Berdiskusi bukan hanya menuntut pengetahuan. Bukan Otot dan untuk Mengembangkan Sikap Saling Menghormati. BUKAN OTOT DAN UNTUK MENGEMBANGKAN SIKAP SALING MENGHORMATI.Tidak semua topik dapat dijadikan metode diskusi hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan.jentayu. BUKAN MENANG SENDIRI Oleh Suparlan *) .Sulit untuk menentukan batas luas atau kedalaman suatu uraian diskusi.

dalam rangka mengembangkan kecerdasan interpersonal siswa. konsultan Proyek Pengembangan Pendididikan Tenaga Kependidikan (P3TK) bertajuk Modul-modul Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Kurikulum dan Pengajaran. dengan tujuan agar siswa dapat terdorong untuk berpartisipasi secara optimal.Hormat dan tenggang rasa terhadap pendapat orang lain diperlukan untuk membina hubungan interpersonal dalam kehidupan masyarakat (Marion J. mungkin pelaksanaannya juga masih perlu dikoreksi. Penulis pernah menjadi penerjemah beliau dalam kegiatan penataran untuk guru-guru Sekolah Pendidikan Guru (SPG) di BPG Ujung Pandang (sekarang LPMP Makassar). Tulisan singkat ini hanya akan memberikan alternatif normatif yang mungkin dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. Diskusi dapat dilaksanakan dalam dua bentuk. Rice) Kenyataan menunjukkan bahwa penggunaan otot dan cara-cara kekerasan masih banyak dilakukan dalam proses pendidikan di negeri ini. Tulisan ini diambil dan dikembangkan dari tulisan Prof. Pendekatan PAKEM (tunggu terbitnya buku tentang PAKEM). siswa terhadap guru. Marion Jenning Rice. Tulisan singkat ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan wawasan tentang halhal yang harus diperhatikan dalam menggunakan metode diskusi. . Adakah semua itu bermula dari sebab adanya proses belajar mengajar yang salah selama ini? Pertanyaan kritis itu hanya dapat dijawab dengan hasil penelitian. Tujuan Pertama. Ketiga. Definisi Metode diskusi mendorong siswa untuk berdialog dan bertukar pendapat. Kalaupun guru telah menggunakan metode diskusi. namun tetap harus mengikuti etika yang disepakati bersama. tanpa ada aturan-aturan yang terlalu keras. Belum lagi dengan kekerasan guru terhadap siswa. atau setidaknya untuk menguranginya. Pertama. Kedua. Kenyataan juga menunjukkan bahwa metode mengajar yang masih mendominasi proses belajar mengajar di sekolah kita adalah metode ceramah. Kasus kekerasan di IPDN dan IAIN merupakan bukti yang sangat kuat. memberikan kesempatan kepada peserta dididk untuk menggunakan pengetahuan dan informasi yang telah dimiliki. mengembangkan sikap saling hormat menghormati dan tenggang rasa terhadap keragaman pendapat orang lain. Kedua. untuk memberikan motivasi kepada siswa agar dapat berkomunikasi secara lisan. dan masih banyak lagi. diskusi kelas. baik dipimpin langsung oleh gurunya atau dilaksanakan oleh seorang atau beberapa pemimpin diskusi yang dipilih langsung oleh siswa. yang melibatkan semua siswa di dalam kelas. diskusi kelompok kecil (small group discussion) dengan kegiatan kelompok kecil.

helping students obtain communication skills” (2001: 25). Tentukan prosedurnya. dan akhirnya (3) membantu siswa untuk meningkatkan kecakapan berkomunikasi. diperlukan saling hormat menghormati dan rasa tenggang rasa terhadap perbedaan pendapat di antara warga masyarakat. Sulit berdiskusi hanya dengan punggung. Langkah-langkah Pertama. Dengan kata lain. 2. Dalam kehidupan. melibatkan siswa dalam memilih topik atau tajuk yang akan didiskusikan. sehingga para siswa bisa dengan cepat menyesuaikan untuk bergabung dalam kelompok besar atau kemudian membentuk kelompok kecil. (2) membantu siswa dalam mengembangkan pemahaman yang lebih baik dengan cara memberikan kesempatan untuk menyatakan pemikiran mereka. Sering sekali pernyataan itu hanya bermafaat untuk menjelaskan pandangan seseorang ketimbang untuk mengubah pandangan orang lain.Dalam buku bertajuk “Effective Teaching”. dan memperoleh pemahaman tentang ragam dan perbedaan pendapat. Pernyataan pendapat dalam percakapan secara informal jarang mengubah pendapat dan kayakinan seseorang. saling tukar menukar pendapat secara informal tentang bermacam ragam soal dan masalah kehidupan sering kita lakukan. Kedua. Dalam kehidupan bermasyarakat. Mengatur meja kursi siswa agar siswa dapat berhadap-hadapan atau bertatap muka. Metode ini sangat baik untuk melatih peserta didik agar dapat membina hubungan interpersonal dalam masyarakat. finally. Metode diskusi tidak efektif untuk menyampaikan informasi baru. Untuk menjaga hubungan sosial yang harmonis dalam masyarakat. Daniel Muijs dan David Reynolds menyatakan bahwa “Classroom discussion can help fulfil three major learning goals: promoting students’ involvement and engagement in the lesson by allowing students to voice their own ideas. menambah pengetahuan. diskusi kelas dapat membantu untuk mencapai tiga tujuan pembelajaran: (1) meningkatkan keikutsertaan dan kegiatan siswa dalam pelajaran dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyuarakan pendapatnya. Para siswa akan memilih: . oleh karena itu kita harus menyadari bahwa manusia tidak dapat hidup sendirian. melakukan persiapan fisik. mengasah ketajaman berfikir. Latar Belakang Sosiologi telah memberikan pelajaran kepada kita bahwa manusia adalah mahluk sosial (social being). and. seperti: 1. Pandangan-pangangan yang berbeda di antara anggota masyarakat akan menjadi bahan yang diperlukan untuk dapat mengasah otak. helping them develop batter understanding by allowing them to thinks through and verbalize their thinking. selalu berhubungan orang lain. tanpa membuang-buang waktu.

Percaya saja? Keenam. Sesuatu yang menarik perhatian mereka. Apakah hasilnya atau akibatnya? 7. yang tidak mau mengemukakan pendapatnya. Keempat. 3. Apa pendapat Anda tentang …. Siswa diminta untuk memilih beberapa topik atau subtopik yang menarik untuk didiskusikan.. berikan arahan terutama kepada para pemimpin diskusi tentang cara yang dapat ditempuh untuk menajamkan pernyataan tentang gagasan-gagasan baru.? 9. 4. adakan evaluasi tentang berbagai hal tentang diskusi yang telah dilakukan. 2. atau isu yang menimbulkan pro dan kontra antara kelompok masyarakat. Adakah persamaan atau perbedaan antara ………… dengan ………. Apakah itu satu-satunya sebab? 6. Mana yang akan Anda pilih? 3. 3. Sesuatu yang menimbulkan perbedaan pendapat. Apakah ada alternatif-alternatif lain? 5. Mungkin topik yang sedang ‘in’ dalam masyarakat. berikan arahan agar kelas dapat menyepakati aturan-aturan tertentu. misalnya: 1. bukan berdebat untuk meyakinkan Tidak boleh agresif Memberikan kesempatan agar semua peserta dapat mengambil bagian Kelima. atau mungkin isu-isu mutakhir yang sedang hangat dalam kehidupan bernegara atau bermasyarakat. Memilih beberapa siswa yang mau mengambil inisiatif. Ketiga. misalnya: 1. tetapi bukan yang akan mendominasi diskusi 2. 2. misalnya: o Berapa banyak siswa dalam kelompok yang telah berpartisipasi? o Adakah yang semula tidak berpartisipasi kemudian menjadi terlibat? . Sarankan kepada pemimpin diskusi untuk dapat mengaktifkan siswa-siswa yang pasif. Dalam hal apa Fulan berbeda? 8. Tingkat partisipasi. karena diskusi bukanlah berpidato Menyatakan pandangan. Apakah yang akan Anda lakukan.? 2. menentukan pemimpin diskusi dengan cara: 1. tetapi dengan “mungkin Anda mempunyai pendapat atau gagasan lain?”. 5.1. misalnya: 1. jika Anda dalam posisinya? 10. Apa yang akan Anda lakukan? 4. Berbicara secara bergiliran Tidak berbicara lama-lama. Jangan menegur mereka dengan cara “Fulan belum mengatakan apa-apa”.

akan lebih berkesan kiranya jika guru dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan kesan-kesan yang dialami dan diperoleh dari proses diskusi. 2001. Mudah-mudahan uraian dalam tulisan ini dapat sedikit membantu Anda. London: Paul Chapman Publishing. Daniel dan Reynolds. . Website: www. kalau sudah. Evaluasi dalam aspek pengetahuan tidak pada tempatnya untuk dilakukan. Modul-modul Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Kurikulum dan Pengajaran. Meskipun demikian. Dengan demikian. sesungguhnya peserta telah melakukan refleksi diri. Malang: P3TK Muijs. Lebih dari itu. David. Kedua. Evidence and Practice. kita dapat mencoba untuk menanyakan kepada diri kita sendiri. alangkah baiknya jika guru dapat secara singkat membuat ikhtisar tentang butir-butir utama yang telah dibahas dalam diskusi kelas. parlans@gmail.com. atau justru terjadi ketegangan di antara mereka? 3. Effective Teaching. Bahan Bacaan: Marion J. *) E-mail: bsuparlan@yahoo.Apakah diskusi itu diikuti oleh semua peserta ataukah hanya didominasi oleh beberapa pelajar yang pandai berbicara? 2. Pertama. Semua akan terpulang kepada diri kita sendiri. apakah yang telah Anda laksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan metode diskusi kelas tersebut? Kalau belum Anda bisa menyesuaikan.suparlan. misalnya: o Adakah rasa hormat terhadap pendapat orang lain? o Adakah peningkatan dalam penggunaan bukti-bukri untuk mendukung pendapat? o Adakah kecenderungan untuk menunda keputusan sampai ada bukti yang lebih banyak lagi? o Apakah pelaksanaan diskusi telah mengikuti aturan yang telah digariskan? o Apakah ada kelompok yang hanya ngobrol. 1986. diharapkan kasus-kasus kekerasan dalam kehidupan kita dapat berkurang dari hari ke hari. Dengan menggunakan metode diskusi yang benar dalam proses belajar mengajar. ketika kelompok lain sedang menyampaikan pendapat kelompoknya? o Apakah peserta bisa menaham diri ketika ada perbedaan pendapat. Mutu partisipasi.com. sudahkah kita pernah mencoba untuk menerapkan metode tersebut dalam proses pembelajaran? Kalau belum maka cobalah.com. Insyaallah. o Refleksi Setelah membaca uraian tersebut. Rice.

A. Dalam hal ini diskusi merupakanjalan yang banyak memberi kemungkinan pemecahan terbaik. Mengapa burung hantu tidak berdaya pada waktu siang? 5. Bagi anak-anak. dengan sendirinya kemungkinan terdapat lebih dari satu jawaban. agar mendapatkan gambaran yang jelas. Penggunaan metode diskusi Seperti telah disinggung sekilas. Dengan diskusi guru berusaha mengajak siswa untuk memecahkan masalah. Beberapa orang guru mengeluh bahwa daya tampung di sekolah mereka sangat berbatas. Berapakah perbandingan antara angka kelahiran dan kematian penduduk dunia pada saat lahirnya bayi yang ke-5 milyar ? 9. Persoalan yang kompleks sering kita jumpai dalam kehidupan bermasyarakat. atau swasta ataukah sebagian pemerintah sebagian swasta ? 4. Ada kemungkinan terdapat lebih-dari satu jawaban yang benar sehingga harus menemukan jawaban yang paling tepat di antara sekian banyak jawaban tersebut. Bilamanakah bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa kesatuan di negara kita ? 2. mencari keputusan-keputusan atas dasar persetujuan bersama. Apakah siaran teievisi sebaiknya d’iurus oleh Pemerintah. tetapi kita harus menggunakan segala pengetahuan kita untuk memberi pemecahan yang terbaik.Metode Diskusi dalam Pembelajaran Metode Diskusi dalam Pembelajaran Metode diskusi ialah suatu cara penyampaian bahan pelajaran dan guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengumpulkan pendapat. Siapakah di antara kalian yang setuju diadakan ulangan secara mendadak ? 6. marilah kita perhatikan contoh pertanyaan-pertanyaan berikut ini : 1. malah mungkin terdapat banyak jawaban yang benar. bahwa metode tanya jawab dengan diskusi saling mencakup tetapi berbeda. Dalam kehidupan modern ini banyak sekali masalah yang dihadapi oleh manusia.Jalan apakah yang dapat ditempuh untuk mengurangi penderitaan rakyat di Afrika Selatan? . Mengapa peserta Sipenraaru maupun PMDK pada tahun ini menurun ? 3. Mengapa pada saat ini banyak remaja laki-laki yang memakai perhiasan? 10. Untuk pemecahan suatu masalah diperlukan pendapat-pendapat berdasarkan pengetahuan yang ada. membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan masalah. Kecakapan untuk memecahkan masalah dapat dipelajari. karenanya dibutuhkan pemecahan atas dasar kerjasama. tetapi ada yang tidak. Bentuk acara yang bagaimanakah yang akan kamu pilih untuk memperingati hari kemerdekaan di sekolah kita? 8. juga dalam kehidupan yang demokratis kita diajak untuk hidup bermusyawarah. latihan untuk peranan peserta dalam kehidupan di masyarakat. sedemikian kompieksnya masalah tersebut sehingga tak mungkin hanya dipecahkan dengan satu jawaban saja.-Untuk iru siswa harus dilatih sejak kecil. Jalan keluar apakah yang kiranya dapat ditempuh untuk mengatasi keadaan itu ? 7. Selain memberi kesempatan untuk mengembangkan ketrampilan memecahkan masalah. Ada pertanyaan yang mengandung unsur diskusi.

Jenis-jenis Diskusi 1) Buzz Group Suatu kelas yang besar dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil 4 atau 5 orang. jadi pertanyaan tersebut bukan diskusi melainkan tanya-jawab. Ketua mempersilahkan berbicara dan setelah selesai kembali ketempat semula. Misalnya : Manakah kiranya yang paling baik. Kelompok pendengar yang ingin menyumbangkan pikiran dapat duduk di kursi kosong tersebut. 3) Membutuhkan waktu cukup banyak. 3) menarik minat anak dan sesuai dengan taraf kemampuan/umurnya. Hal manakah yang telah diterima oleh suara terbanyak sebagai persetujuan? Tindakan apakah yang sudali direncanakan ? Siapa yang melaksanakan. Pertanyaan no. pemecahan mana yang mungkin lebih berhasil. seolah-olah menjaring ikan dalam sebuah mangkuk (fish boxvli. dan bilamana ? Kebaikan Metode Diskusi 1) Siswa belajar bermusyawarah 2) Siswa mendapat kesempatan untuk menguji tingkat pengetahuan masing-masing 3) Belajar menghargai pendapat orang lain . B.Perhatikanlah sifat-sifat pertanyaan di atas. maka diskusi menjadi hidup.4 dan 8 memerlukan jawaban berfakta. 7 dan 10 membutuhkan rencana bertindak dari pihak siswa. manakah yang akan lebih memberikan manfaat. 4) Mengembangkan cara berpikir dan sikap ilmiah Kekurangan/Kelemah an Metode Diskusi 1) Pendapat serta pertanyaan siswa dapat menyimpang dari poko persoalan. Diskusi ini dapat diadkan di tengah-tengah atau akhi 2) Fish Rowt Diskusi terdiri dari beberapa orang peserta yang dipimpin oleh seorang ketua. karena akan muncul berbagai pandangan yang dapat dibenarkan. 2) Kesulitan dalam menyimpulkan sering menyebabkan tidak ada penyelesaian. Pertanyaan no. 1. 2) Tidak menanyakan “Manakah jawaban yang benar” tetapi lebih menekankan kepada “mempertimbangkan dan-membandingkan”. Tcmpat duduk diatur setengah lingkaran dengan dua atau tiga kursi kosonu menghadap peserta. Peranan Guru atau Pemimpin Diskusi Kemungkinan-kemungkinan jawaban yang bagajmana yang dapat dirumuskan oleh kelas terhadap suatu masalah ? Selama diskusi pemimpin atau guru kelas melihat adanya sejumlah jawaban yang mungkin. 3) Whole Group . Pertanyaan-pertanyaan yang baik untuk metode diskusi : 1) Menguji kemungkinan jawaban yang dapat dipertahankan lebih dari sebuah. kemudian memilih jawaban yang dianggap merupakan jawaban yang setepat tepatnya. dan mengandung kemungkinan jawaban lebih dari satu. Nomor 3 dan 9 meminta pertimbangan tentang fakta-fakta. 5 hanya memerlukan pemungutan suara. Tempat duduk diatur sedemikian rupa sehingga siswa saling berhadapan untuk memudahkan pertukaran pendapat. tidak akan menjadi diskusi bila guru tidak meminta pendirian serta alasan siswa. Sedangkan nomor 6.

Menunjukkan pertanyaan-pertanyaan kepada anggota . di bawah seorang ketua. bagi pemimpin yang belum trampil. Pelajaran dengan maksdu untuk memperjelas bahan pelajaran yangtelah diterima Pemimpin diskusi dapat dipegang oleh guru sendiri. Prof. DR. Juga serins terjadi beberapa siswa belum memahami persoalan . tanpa memperhatikan peraturan diskusi panel. bila kita menginginkan keberhasilan suatu diskusi. Demikian pula diantara peserta diskusi saling bertentangan pendapatnya. 4) Syndicate group Suatu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 3-6 orang.yang belum berpengalaman memimpin diskusi. Bila siswa belum pernah mengenal lata cara diskusi. kemudian tiap kelompok bertugas membahas suatu aspek tertentu dan membuat kesimpuian untuk diiaporkan dalam sidang pleno serta didiskusikan lebih lanjut. Kecakapan memimpin diskusi memang harus dilatih. Untuk itulah para siswa perlu dilatih untuk memperoleh ketrampilan pemimpin yang pada hakikatnya dapat dipelajari. selanjuinya mengandung perianyaan-penanyaan tambahan dari sisxva.Menjaga agar tidak semua anggota bicara secara serempak . tidak dapat mencarikan jalan tengah sehingga seringkali diskusi berakhir lanpa adanya suatu kesimpulan yang jelas. untuk kemudian diklasifikasikan menurut suatu urutan tertentu. Akibat suasana menjemukan dan tidak dapat-melihat kemajuan-kemajuan apa yang telah dicapai. Pemimpin diskusi yang baik. mahasisxva yang lain. 7) Colloqinin Merupukan suatu kegiatan dimana siswa’mahasiawa dihadapkan pada nara sumber untuk mengajukan pertanyaan. Winarno Surakhmad dalam bukunya “Metodologi Guruan Nasional” mengemukakan tiga peranan pemimpin diskusi ialah sebagai : 1) pengatur lalu lintas 2) dinding penangkis. Guru menjelaskan garis besar masalah dengan aspek-aspeknya. seseorang yang senang berbicara akan menguasai seluruh pembicaraan sehingga tidak memberi kesempatan kepada teman yang lain untuk Tnengemukakan pendapat. 5) Brainstorming Merupakan suatu diskusi di mana anggota kelompok bebas menyumbangkan ide-ide baru terhadap suatu masalah tertentu. Seseorang .Suatu kelas merupakan satu kelompok diskusi dengan jurnlah anggota tidak lebih dari 15 anggota. suatu saat dapat menjadi kebingungan apabila terjadi pembicaraan yang jauh menyimpang dari pokok persoalan. Dapat pula terjadi. akan sanggup dengan cepat mengambil tindakan menghadapi ketimpangan-ketimpangan tersebut diatas. rnereka akan berbicara secara serempak atau spontan menanggapi bila ada suatau pendapat yang menarik. la berhak untuk : .sehingga memberikan komentar yang menyimpang dan berkepanjangan. 3)penunjukjalan Pemimpin sebagai pengatur lalu lintas Sebagai seorang pemimpin. 6) Informal debate Kelas dibagi menjadi dua team yang agak sama besarnya unluk memperdebatkan suatu bahan yang problematis. tetapi dapat juga diserahkan kepada siswa bila guru ingin memberi kesempatan kepada siswa unluk belajar memimpin. Suatu saat mungkin ada diantara ide baru tersebut yang dirasa menarik untuk dikembangkan. Semua ide >ang sudah masuk dicatat.

bagaimana pendapat anda sekalian mengenai hal ini ?”. bagaimana pendapatmu ?”. saya rasa pendapat anda itu telah dituangkan dengan jelas. Bila ada pertanyaan yang muncul. Dari peran tersebut. pemimpin dapat mengatakan ya.Apakah masalah yang dihadapi? Pemimpin’periu mengetahui dengan jelas permasalahan yang dihadapi. Mereka kehilangan pegangan dan tidak melihat hasil-hasil yang sudah dicapai. . marah. Dia sendiri tidak selalu menjawab langsung setiap pertanyaan yang penting. Atau tidak disadari bahwa telah tiba saatnya untuk menarik kesimpulan.dan menetapkan langkah-langkah. Bila perlu ditulis di papan tulis sebelum diskusi dimulai sehingga peserta senantiasa melihat tujuan diskusi. dapat kita lihat bahwa pemimpin akan belajar memahami sifat-sifat para peserta. selalu memantul kembali. ada baiknya pandanganpandangan tersebut ditulis pula. coba mari kita lihat beberapa pendapat yang lain”. Untuk membatasi orang yang senang berbicara. siswa dapat melihat kekurangan- .Mengatur sedemikian sehingga setiap pembicaraan dapat ditangkap dengan jelas oleh pendengar. Pemimpin sebagai dinding penangkis Dalam peran ini di ibaratkan seorang pemain tenis yang berlatih memukul bola pada dinding. dan rendah diri.. Di sini pemimpin harus dapat mengatur pembicaraan dengan bijaksana sehingga tidak menimbulkan rasa tertekan.Membuka kesempatan bagi anggota yang pemalu atau pendiam untuk menyumbangkan ide-ide mereka . maka jawaban tersebut dilontarkan kembali kepada para peserta untuk dimintakan pendapat mereka pada suatu saat mungkin diskusi mengalami jalan buntu. Kepada si pendiam :”Mungkin. la akan belajar bagaimana mendorong si pendiam untuk ikut serta dan bagaimana mencegah anggota yang senang berbicara dan membuka kesempatan bagi anggota lain secara merata. atau tidak memahami pokok masalah yang didiskusikan sehingga mudah timbul pertanyaan-pertanyaan yang menyimpang dari garis pembicaraan. Kewajiban pemimpin diskusilah untuk memahami dengan seksama struktur diskusi yang baik sehingga ia dapat menunjukkan jalan lurus bila terjadi penyimpangan.Soal-soal penting mana yang terdapat dalam masalah itu? Kalau dalam diskusi terdapat pandangan yang berbeda. kami belurn mendapat kesempatan mendengarkan pemikiranmu tentang hal ini. misalnya dapat dikatakan : “Baik.Mencegah dikuasai’nya pembicaraan oleh orang-orang tertentu yang gemar berbicara . Langkah-langkah yang perm dipahami dan dipakai sebagai pedoman menuntun diskusi kelas adalah: . maka pada kesempatan itu pemimpin atau Guru dapat bertindak sebagai penasihat dan memberi jawaban sehingga soal-soal pokok yang sedang didiskusikan dapat dilanjutkan Dalam diskusi sering terjadi siswaan tidak menyadari struktur pokok diskusi -mereka. Dengan demikian pemimpin mempunyai kewajiban menuntun anggota dalam menentukan langkah-langkah pemecahan masalah. Atau kepada si pendiam : “Tina. Bila sudah memperoleh jawaban. Demikian pula pemimpin diskusi senantiasa menerima pertanyaan-pertanyaan dari para peserta dan dipantulkan kembali ke dalarn kelompok. Rini akan mengemukakan pendapat atau anggota yang lain?”. ini pertanyaan yang baik. Faedahnya.

Kelebihan metode diskusi sebagai berikut : a. d. Para panelis dihadapkan pada para peserta yang hanya berfungsi sebaeai pendengar. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama. Dapat terjadi seluruh peserta tidak tahu dengan pasti faktor tertentu yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah. mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk : a. Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ). Maksudnya untuk memberikan stimulus kepada para peseita akan adanya masalah-masalh yang masih dipecahkan lebih lanjut. Mendorong siswa berpikir kritis. 10) Seminar Merupakan suatu pembahasan yang bersifat ilmiah. terdiri dari 3-6 orang dan dipimpin oleh seorang moderator. Suatu pokok persoalan dibahas secara teoritis. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan b. Faktor serupa ini terpaksa dicari dari sumber-sumber lain atau dari nara sumber yang mengetahui. Pembahasan dilakukan oleh beberapa orang pembicara (sedikitnya 2 orang) yang sebelumnya telah menyiapakan suatu prasarana dan pembicara yang lain mengemukakan prasarana banding/sanggahan. yang masingmasing dibacakan oleh prasarana kemudian diikuti sanggahan dan pandangan umiun dari para pendengar. peserta menjadi beberapa kelompok untuk membahas lebih lanjut. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas. Suatu pokok persoalan disoroti dari beberapa aspek. Moderator mengkoordinasi jalannya pembicaraan. Sumber: www. c. b. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah bersama. Berdasarkan kertas kerja yang ada. Panel Merupakan suatu diskusi orang-orang yang dianggap ahli. bila perlu dibuka suatu pandangan umum.google.com Metode diskusi ( Discussion method ) Muhibbin Syah ( 2000 ). . Pimpinan kelompok sewaktu waktu menyimpulkan kerja keiompoknya dan dari hasil-hasil kelompok disusun suatu perumusan oleh panitia perumus yang ditinjau. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik. Bahasan dan sanggahan itu selanjutnya dirumuskan oieh panitia perumus.kekurangannya dan mencoba memperbaiki -sebelum diskusi dilanjutkaan. 9) Simposium -Merupakan suatu pembahasan masalah yang bersifat lebih formal.

it was found that inquiry method positively influences the learning motivation of students. . Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri Djamarah. 2000) Pengaruh Metode Pembelajaran Inquiry dalam Belajar Sains terhadap Motivasi Belajar Siswa Oleh: Joko Sutrisno. tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar. Motivasi belajar yang tinggi berkorelasi dengan hasil belajar yang baik. M. Abstract Inquiry-Based Learning is a common method in teaching science that often associated with the active nature of student involvement. for example the questions that teachers provide have to produce arousal and student curiosity. Jika motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan. This positive influence occurs when the learning through inquiry method is conducted in appropriated conditions. d. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.c. hands-on learning. Using some theories of motivation. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas. 2000) Kelemahan metode diskusi sebagai berikut : a.Si. and experiential learning. (Syaiful Bahri Djamarah. investigation and the scientific method.. I. sehingga berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah ini. Pendahuluan Latar Belakang Masalah Salah satu hal yang sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa di sekolah adalah motivasi belajar. b. c. It will be studied in this paper whether or not the method of inquiry-based learning influences the student motivation to learn. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi. S. maka dapat diharapkan bahwa prestasi belajar siswa juga akan meningkat.Pd. critical thinking.

Investigasi yang dilakukan oleh siswa merupakan tulang punggung metode inquiry. yang sampai sekarang masih tetap dianggap sebagai metode yang cukup efektif adalah metode inquiry. Sebagai catatan. Upaya meningkatkan motivasi belajar inilah yang menarik untuk dikaji lebih jauh. Investigasi ini difokuskan untuk memahami konsep-konsep Sains dan meningkatkan keterampilan proses berpikir ilmiah . penyebutan metode inquiry dalam keseluruhan paper ini mengacu kepada metode inquiry dalam pembelajaran bidang Sains. Alasan rasional penggunaan metode inquiry adalah bahwa siswa akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai Sains dan akan lebih tertarik terhadap Sains jika mereka dilibatkan secara aktif dalam "melakukan" Sains. sehingga dalam paper ini akan dilakukan studi mengenai pengaruh metode pembelajaran inquiry dalam belajar Sains di sekolah terhadap motivasi belajar siswa itu sendiri.Strategi meningkatkan motivasi belajar siswa sering menjadi masalah tersendiri bagi para guru karena terdapat banyak faktor . Perumusan Masalah Dalam paper ini. 1993). Haury dalam artikelnya.baik internal maupun eksternal . Pemilihan strategi dan metode tertentu ini akan berpengaruh pada motivasi belajar siswa. Dalam lingkup yang lebih umum. Guru menerapkan prinsip-prinsip motivasi belajar siswa dalam desain pembelajaran. meningkatnya motivasi belajar siswa juga akan mengoptimalkan pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas. David L.yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Dengan kata lain. masalah utama yang dicoba dipecahkan adalah apakah terdapat pengaruh metode belajar inquiry dalam belajar Sains di sekolah terhadap motivasi belajar siswa? II. Penyelesaian masalah yang akan dikaji dalam paper ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk memilih strategi dan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. Metode Belajar Inquiry Salah satu metode pembelajaran dalam bidang Sains. yaitu ketika memilih strategi dan metode pembelajaran. Deskripsi Teoretik A. Teaching Science Through Inquiry (1993) mengutip definisi yang diberikan oleh Alfred Novak: inquiry merupakan tingkah laku yang terlibat dalam usaha manusia untuk menjelaskan secara rasional fenomena-fenomena yang memancing rasa ingin tahu. inquiry berkaitan dengan aktivitas dan keterampilan aktif yang fokus pada pencarian pengetahuan atau pemahaman untuk memuaskan rasa ingin tahu (Haury.

Dapat disebutkan bahwa metode inquiry tidak saja meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep dalam Sains saja. melainkan harus dibuat atau dikonstruksi. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya. 1993). mengembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah. siswa bukan . 2005). Siswa benar-benar ditempatkan sebagai subjek yang belajar. Student Engangement. Diyakini bahwa pemahaman konsep merupakan hasil dari proses berfikir ilmiah tersebut (Blosser. Metode inquiry yang mensyaratkan keterlibatan aktif siswa terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar dan sikap anak terhadap Sains dan Matematika (Haury. Bimbingan dan pengawasan guru masih diperlukan. bekerja berpasangan atau dalam kelompok. yang dimaksudkan sebagai pengarah ke pertanyaan inti yang akan dipecahkan oleh siswa. keterlibatan aktif siswa merupakan suatu keharusan sedangkan peran guru adalah sebagai fasilitator. Siswa bukan secara pasif menuliskan jawaban pertanyaan pada kolom isian atau menjawab soal-soal pada akhir bab sebuah buku. Dalam makalahnya Haury menyatakan bahwa metode inquiry membantu perkembangan antara lain scientific literacy dan pemahaman proses-proses ilmiah. berpikir kritis. Performance Evaluation. dan analisis. Jawaban dari pertanyaan inti tidak dapat ditemukan misalnya di dalam buku teks. Pembelajaran biasanya dimulai dengan sebuah pertanyaan pembuka yang memancing rasa ingin tahu siswa dan atau kekaguman siswa akan suatu fenomena. sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar sendiri. dan mendiskusikan berbagai gagasan. Walaupun dalam praktiknya aplikasi metode pembelajaran inquiry sangat beragam. melainkan dituntut terlibat dalam menciptakan sebuah produk yang menunjukkan pemahaman siswa terhadap konsep yang dipelajari atau dalam melakukan sebuah investigasi. guru menyampaikan pertanyaan inti atau masalah inti yang harus dipecahkan oleh siswa. dan Variety of Resources (Garton. Siswa diminta untuk berkomunikasi. Tugas guru selanjutnya adalah menyediakan sumber belajar bagi siswa dalam rangka memecahkan masalah. Selanjutnya. Peranan guru dalam pembelajaran dengan metode inquiry adalah sebagai pembimbing dan fasilitator.siswa dituntut untuk melakukan beberapa langkah seperti evaluasi. Metode inquiry merupakan metode pembelajaran yang berupaya menanamkan dasardasar berfikir ilmiah pada diri siswa. tetapi intervensi terhadap kegiatan siswa dalam pemecahan masalah harus dikurangi (Sagala. Cooperative Interaction. Untuk menjawab pertanyaan ini sesuai dengan Taxonomy Bloom . Namun dimungkinkan juga bahwa masalah yang akan dipecahkan dipilih oleh siswa. Dalam metode inquiry. Question. Tugas guru adalah memilih masalah yang perlu disampaikan kepada kelas untuk dipecahkan. tergantung pada situasi dan kondisi sekolah. Student Engangement. namun dapat disebutkan bahwa pembelajaran dengan metode inquiry memiliki 5 komponen yang umum yaitu Question. 1990). Dalam hal ini. Cooperative Interaction. 2004).siswa. pengetahuan vocabulary dan pemahaman konsep. dan bersikap positif. melainkan juga membentuk sikap keilmiahan dalam diri siswa. sintesis.

psychoanalytic. Jawaban dari permasalahan yang diajukan guru dapat muncul dalam berbagai bentuk. dan social cognition. dan insentif (Gage & Berliner. kebutuhan (need). yaitu behavioral. sehingga stimulus dalam belajar pun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis. dan lain-lain. Yerkes dan J. dan seringkali dikaitkan dengan faktor-faktor lain yang mempengaruhi energi dan arah aktivitas manusia. website. Bentuk produk ini dapat berupa slide presentasi. televisi. aspirasi. 1. Motivasi kadang-kadang dibandingkan dengan mesin dan kemudi pada mobil. yang menggambarkan hubungan empiris antara rangsangan (arousal) dan kinerja (performance). poster. biasanya siswa diminta untuk membuat sebuah produk yang dapat menggambarkan pengetahuannya mengenai permasalahan yang sedang dipecahkan. Motivasi merupakan sebuah konsep yang luas (diffuse). Teori-teori Behavioral Robert M. kita dapat mendefinisikan motivasi belajar siswa. wawancara dengan ahli. sehingga disimpulkan terdapat rangsangan optimal untuk suatu aktivitas tertentu (Yerkes & Dodson. dan lain sebagainya. 1908). Teori ini menyatakan bahwa kinerja meningkat sesuai dengan rangsangan tetapi hanya sampai pada titik tertentu. Variety of Resources. Dengan pengertian istilah motivasi seperti tersebut di atas. B. 1984).sedang berkompetisi. teori-teori tentang motivasi dapat dikelompokkan berdasarkan sudut pandangnya. dan mungkin saja semua jawaban benar. pada tahun 1908 menyampaikan Optimal Arousal Theory atau teori tentang tingkat motivasi optimal. Pada tahun 1943. poster. Energi dan arah inilah yang menjadi inti dari konsep tentang motivasi. social learning. nilai (value). sikap (attitude). grafik. Dalam menjawab permasalahan. Teori . Dodson. Performance Evaluation. video. walaupun respon yang .D. yaitu apa yang memberikan energi untuk belajar bagi siswa dan apa yang memberikan arah bagi aktivitas belajar siswa. kinerja justru menurun. karangan. ketika tingkat rangsangan menjadi terlalu tinggi. Melalui produk-produk ini guru melakukan evaluasi. humanistic. cognitive. Siswa dapat menggunakan bermacam-macam sumber belajar.teori Motivasi Motivasi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan apa yang memberikan energi bagi seseorang dan apa yang memberikan arah bagi aktivitasnya. Clark Hull mengemukakan Drive Reduction Theory yang menyatakan bahwa kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia. Secara umum. misalnya minat (interest). misalnya buku teks.

Lewin menyatakan bahwa perilaku ditentukan baik oleh person (P) maupun oleh environment (E): Behaviour = f(P. Pada periode 1935 . G)/e Dalam persamaan Lewin di atas. jarak psikologis berbanding terbalik dengan besar gaya (motivasi). valensi (G ) atau sifat objek tujuan. suatu kebutuhan biologis pada makhluk hidup menghasilkan suatu dorongan (drive) untuk melakukan aktivitas memenuhi kebutuhan tersebut. Force = f(t. Masih menurut Hull. Kurt Lewin mengajukan Field Theory yang dipengaruhi oleh prinsip dasar psikologi Gestalt. Sebagai contoh. sehingga meningkatkan kemungkinan bahwa makhluk hidup ini akan melakukan respon berupa reduksi kebutuhan (need reduction response). seorang pelari yang sudah kelelahan melakukan sprint ketika ia melihat atau mendekati garis finish. 2005).muncul mungkin bermacam-macam bentuknya (Budiningsih. makhluk hidup tidak akan bereaksi sama sekali. dan jarak psikologis orang tersebut dari tujuan (e). ini akan menyebabkan seseorang mengubah . 1996). dua tindakan. semakin besar gaya motivasinya. 2004). Teori-teori Cognitive Pada tahun 1957 Leon Festinger mengajukan Cognitive Dissonance Theory yang menyatakan jika terdapat ketidakcocokan antara dua keyakinan. maka ketika drive = 0. Lebih jauh Hull merumuskan teorinya dalam bentuk persamaan matematis antara drive (energi) dan habit (arah) sebagai penentu dari behaviour (perilaku) dalam bentuk: Behaviour = Drive × Habit Karena hubungan dalam persamaan tersebut berbentuk perkalian. sehingga semakin dekat seseorang dengan tujuannya. 2. dorongan (motivators of performance) dan reinforcement bekerja bersama-sama untuk membantu makhluk hidup mendapatkan respon yang sesuai (Wortman. Menurut teori Hull. 1996). besar gaya motivasional pada seseorang untuk mencapai suatu tujuan yang sesuai dengan lingkungannya ditentukan oleh tiga faktor: tension (t) atau besar kecilnya kebutuhan. Teori Lewin memandang motivasi sebagai tension yang menggerakkan seseorang untuk mencapai tujuannya dari jarak psikologis yang bervariasi (Berliner & Calfee. walaupun habit yang diberikan sangat kuat dan jelas (Berliner & Calfee. Implikasi dari hal ini adalah bahwa jika kita dapat menciptakan ketidakcocokan dalam jumlah tertentu. atau antara keyakinan dan tindakan.1960. maka kita akan bereaksi untuk menyelesaikan konflik dan ketidakcocokan ini. E) Menurut Lewin.

Oleh karena itu. Teori kedua yang termasuk dalam teori-teori cognitive adalah Atribution Theory yang dikemukakan oleh Fritz Heider (1958). maka jika salah satu variabel rendah.1939) yang menyatakan bahwa semua tindakan atau perilaku merupakan hasil dari naluri (instinct) biologis internal yang terdiri dari dua kategori.perilakunya. Teori-teori Psychoanalytic Salah satu teori yang sangat terkenal dalam kelompok teori ini adalah Psychoanalytic Theory (Psychosexual Theory) yang dikemukakan oleh Freud (1856 . 1986). terkontrol). dan Bernard Weiner (1985. 1971). 2001). yaitu hidup (sexual) dan mati (aggression). maka begitu siswa mengalami kesulitan dalam belajar. 2001). Erik Erikson yang merupakan murid Freud yang menentang pendapat . tak terkontrol). Pada tahun 1964. Vroom mengajukan Expectancy Theory yang secara matematis dituliskan dalam persamaan: Motivation = Perasaan berpeluang sukses (expectancy) × Hubungan antara sukses dan reward (instrumentality) × Nilai dari tujuan (Value) Karena dalam rumus ini yang digunakan adalah perkalian dari tiga variabel. Jika siswa memiliki atribut kemampuan (internal. yang kemudian mengubah pola pikirnya. 3. jika seseorang merasa tidak percaya bahwa ia dapat sukses pada suatu proses belajar atau ia tidak melihat hubungan antara aktivitasnya dengan kesuksesan atau ia tidak menganggap tujuan belajar yang dicapainya bernilai. dan selanjutnya mengubah lebih jauh perilakunya (Huitt. Harold Kelley (1967. Teori ini menyatakan bahwa setiap individu mencoba menjelaskan kesuksesan atau kegagalan diri sendiri atau orang lain dengan cara menawarkan attributatribut tertentu. Atribut ini dapat bersifat internal maupun eksternal dan terkontrol maupun yang tidak terkontrol seperti tampak pada diagram berikut. Internal Tidak terkontrol Kemampuan (ability) Terkontrol Usaha (effort) Eksternal Keberuntungan (luck) Tingkat kesulitan tugas Dalam sebuah pembelajaran. maka kecil kemungkinan bahwa ia akan terlibat dalam aktivitas belajar. siswa akan menunjukkan perilaku belajar yang melemah (Huitt. motivasi juga akan rendah. ketiga variabel tersebut harus selalu ada supaya terdapat motivasi. sangat penting untuk membantu siswa mengembangkan atribut-diri usaha (internal. Dengan kata lain.

dan 5) External Self-Concept yang didasarkan pada motivasi (Leonard. Hirarki kebutuhan Maslow merupakan cara yang menarik untuk melihat hubungan antara motif manusia dan kesempatan yang disediakan oleh lingkungan (Atkinson. kebutuhan yang lebih bawah harus dipenuhi lebih dulu sebelum ke kebutuhan di level berikutnya. kenikmatan).Freud. kebutuhan estetik. motivasi merupakan fungsi dari expectation dan nilai reinforcement. dan kebutuhan akan penghargaan. Maslow mengemukakan gagasan hirarki kebutuhan manusia. 4)Internal Self-Concept yang didasarkan pada motivasi. 4. yaitu deficiency needs dan growth needs. yang terbagi menjadi dua kelompok. atau arah tindakan.al. Menurut Rotter. Teori-teori Humanistic Teori yang sangat berpengaruh dalam teori humanistic ini adalah Theory of Human Motivation yang dikembangkan oleh Abraham Maslow (1954). Dalam deficiency needs ini. Rotter mencoba menggabungkan dua pendekatan utama dalam psikologi. kebutuhan aktualisasi diri. 3)Goal Internalization (nilai-nilai tujuan). kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki. Growth needs meliputi kebutuhan kognitif. yaitu 1)instrumental motivation (reward dan punishment). Menurut Maslow. misalnya seperti yang diusulkan oleh Leonard. 1983). Teori Maslow mendorong penelitian-penelitian lebih lanjut yang mencoba mengembangkan sebuah teori tentang motivasi yang memasukkan semua faktor yang mempengaruhi motivasi ke dalam satu model (Grand Theory of Motivation). dan Scholl (1995). 2)Intrinsic Process Motivation (kegembiraan. Nilai reinforcement merujuk pada tingkat preferensi terhadap reinforcement tertentu (Berliner & Calfee. senang. yaitu pendekatan stimulusresponse atau reinforcement dan pendekatan cognitive atau field. kebutuhan rasa aman. menyatakan dalam Theory of Socioemotional Development (atau Psychosocial Theory) bahwa yang paling mendorong perilaku manusia dan pengembangan pribadi adalah interaksi sosial (Huitt. manusia hanya dapat bergerak ke growth needs jika dan hanya jika deficiency needs sudah terpenuhi. terdapat 5 faktor yang merupakan sumber motivasi. Menurut model ini. Beauvais. Untuk menjelaskan pilihan. 1997). Deficiency needs meliputi (dari urutan paling bawah) kebutuhan fisiologis. . 1996). Teori-teori Social Learning Social Learning Theory (1954) yang diajukan oleh Julian Rotter menaruh perhatian pada apa yang dipilih seseorang ketika dihadapkan pada sejumlah alternatif bagaimana akan bertindak. 5. 1995). et. dan kebutuhan selftranscendence.

Sejarah juga membuktikan bahwa curiosity memiliki banyak peran dalam kehidupan para penemu (inventor). ketika guru melakukan demonstrasi suatu eksperimen yang memberikan hasil yang tidak terduga. Pembelajaran dapat terjadi melalui proses sederhana dengan mengamati aktivitas orang lain. 1985). memperhatikan dari lingkungan. lingkungan memberikan konsekuensi yang mengubah kemungkinan perilaku yang akan muncul lagi (reinforcement and punishment) (Huitt. mengingat apa yang pernah dilihat atau diperoleh. artis. Curiosity akan mengarahkan manusia kepada perilaku yang berusaha mengurangi ketidakpastian (Gagne. Hipotesis . dan orang-orang yang kreatif. dan ini akan memotivasi siswa untuk mengerti mengapa hasil eksperimen tersebut berbeda dengan apa yang dipikirkannya. 2)Retention. siswa lebih banyak ditanya daripada diberikan jawaban. ilmuwan. Dalam metode ini. tidak layak. dan siswa akan termotivasi untuk mengurangi ketidakpastian dalam dirinya tersebut. Respon manusia ketika menghadapi suatu ketidakpastian inilah yang disebut dengan curiosity atau rasa ingin tahu. curiosity siswa akan meningkat karena siswa mengalami ketidakpastian terhadap jawaban pertanyaanpertanyaan tersebut (Gagne. 3)Reproduction. Menurut Berlyne. Dapat disimpulkan bahwa curiosity merupakan hal penting dalam meningkatkan motivasi. Melalui berbagai eksperimen Bandura dapat menunjukkan bahwa penerapan konsekuensi tidak diperlukan agar pembelajaran terjadi. Teori Social Cognition Tokoh dari Social Cognition Theory adalah Albert Bandura. yaitu 1)Attention. 2004). Dengan mengajukan pertanyaan. keadaan ketidakpastian yang diciptakan oleh guru telah menimbulkan curiosity siswa.6. ketidakpastian muncul ketika kita mengalami sesuatu yang baru. bukan hanya pernyataan-pernyataan. hal ini akan menimbulkan konflik konseptual dalam diri siswa. Dengan demikian. Teori Curiosity Berlyne Pada tahun 1960 Berlyne mengemukakan sebuah Teori tentang Curiosity atau rasa ingin tahu. melakukan sesuatu dengan cara meniru dari apa yang dilihat. Ini akan menimbulkan rangsangan yang tinggi dalam sistem syaraf pusat kita. Salah satu metode pembelajaran yang melibatkan curiosity siswa adalah inquiry teaching. atau kompleks. Dalam pembelajaran Sains. & nbsp. mengejutkan. Bandura menyimpulkan penemuannya dalam pola 4 langkah yang mengkombinasikan pandangan kognitif dan pandangan belajar operan. D. 1985). 4)Motivation. C.

III. Jika metode inquiry dapat mempengaruhi sikap keilmiahan siswa. jika rangsangan yang diberikan terlalu tinggi. Dengan sikap keilmiahan yang baik. Oleh karena itu. yaitu mencari jawaban dari pertanyaan. dan berpikir kritis. maka motivasi siswa justru dapat turun kembali. Yang perlu diperhatikan dalam memberikan pertanyaan kepada siswa adalah bahwa ada rangsangan optimal untuk suatu aktivitas tertentu sesuai dengan Optimal Arousal Theory. 1993). Diskusi Seperti yang telah diteliti oleh Haury (Haury. metode inquiry yang biasa diterapkan dalam pembelajaran Sains secara tidak langsung sebenarnya mencoba memenuhi salah satu kebutuhan manusia tersebut. Begitu juga. komponen pertama dalam metode inquiry adalah question atau pertanyaan. tampaknya ada hubungan yang kuat antara motivasi belajar dengan sikap keilmiahan yang terbentuk sebagai akibat dari penerapan metode inquiry. misalnya sikap objektif. Harus juga dipertimbangkan apa yang oleh Field Theory disebut sebagai jarak psikologis ke suatu tujuan. yang menyatakan bahwa manusia memiliki kebutuhan yang salah satunya kebutuhan untuk mengetahui dan kebutuhan untuk memahami. dalam memberikan pertanyaan. supaya motivasi untuk menjawab pertanyaan tersebut besar karena jarak psikologis tersebut berbanding terbalik dengan motivasi. yang tidak lain adalah motivasi untuk belajar. konsep-konsep dalam Sains lebih mudah dipahami oleh siswa. Rasa ingin tahu yang tinggi dapat dikaitkan dengan teori Maslow. Adanya rangsangan dan dorongan ini menyebabkan siswa termotivasi untuk meresponnya melalui kegiatan ilmiah. Jadi. salah satu manfaat yang dapat diperoleh dari metode inquiry adalah munculnya sikap keilmiahan siswa. sesuai teori Hull tidak lain adalah upaya untuk mengurangi dorongan atau drive. dengan motivasi belajar yang tinggi. pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru dapat diartikan sebagai rangsangan (arousal) atau dorongan (drive). Seperti yang telah diuraikan dalam deskripsi teoretik di depan. Sebab.Berdasarkan paparan teori-teori di atas. . rasa ingin tahu yang tinggi. yaitu pemahaman konsep-konsep Sains. Kegiatan ilmiah yang dilakukan. kegiatan pembelajaran Sains juga menjadi lebih mudah mencapai tujuannya. Dalam pandangan teori-teori motivasi behavioral. dapat diambil suatu hipotesis bahwa terdapat kaitan yang erat antara peningkatan motivasi belajar siswa terhadap penerapan metode inquiry dalam pembelajaran Sains. sebaiknya "jarak" antara pengetahuan yang telah dimiliki oleh siswa dengan jawaban yang diharapkan tidak terlalu jauh. rasa ingin tahu yang dimiliki siswa akan memberikan motivasi bagi siswa tersebut untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang dihadapinya. maka muncul pertanyaan apakah metode ini juga dapat mempengaruhi motivasi belajar dalam diri siswa? Sesuai dengan teori curiosity Berlyne.

Sementara menurut Expectation Theory. untuk menjawab pertanyaan bagaimana kita mengetahuinya atau mengapa memberikan stimulus dan menumbuhkan minat untuk menyelidiki. memberikan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dalam pembelajaran Sains dengan metode inquiry sama artinya dengan menciptakan ketidakcocokan (konflik) antara apa yang dipikirkan oleh siswa dengan apa yang seharusnya menjadi jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut. jika seseorang merasa tidak percaya bahwa ia dapat sukses pada suatu proses belajar atau ia tidak melihat hubungan antara aktivitasnya dengan kesuksesan atau ia tidak menganggap tujuan belajar yang dicapainya bernilai. yang oleh Garton disebut sebagai pertanyaan essential. untuk menjawab pertanyaan essential. maka siswa akan berusaha (termotivasi) untuk mengubah perilakunya. yang oleh Garton disebut pertanyaan unit. yang kemudian mengubah pola pikirnya. zat cair. maka kecil kemungkinan bahwa ia akan terlibat dan termotivasi dalam aktivitas belajar. Cognitive Dissonance Theory menyiratkan bahwa jika guru dapat menciptakan konflik-konflik tersebut. • • • • • • • • dapat ditanyakan berulang-ulang menunjukkan kepada siswa hubungan antara beberapa konsep dalam sebuah subjek muncul dari usaha untuk belajar lebih jauh mengenai kehidupan. antara lain harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut (Garton. Oleh karena itu. guru dan siswa bersama-sama mengembangkan pertanyaanpertanyaan lain. misalnya siswa harus merasa dapat menjawab pertanyaan tersebut. berupa pertanyaan umum dan membuka pertanyaan-pertanyaan lebih jauh menuntun pada konsep utama subjek tertentu. Pertanyaan-pertanyaan yang disyaratkan dalam metode pembelajaran Inquiry. pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru kepada siswa memiliki batasan-batasan tertentu. jika metode inquiry diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa. atau gas?" "Darimana datangnya ayam dan bagaimana cara kerja telur ayam sehingga bisa menjadi ayam?" "Mengapa bentuk bulan berubah-ubah?" Dalam proses pembelajaran. Ciri pertanyaan unit antara lain: • menanyakan konsep-konsep apa saja yang terdapat dalam subjek pertanyaan essential .Dalam pandangan teori-teori motivasi Cognitive. melibatkan siswa dan menimbulkan curiosity melibatkan level berpikir yang lebih tinggi tidak dapat langsung dijawab tidak dapat dijawab hanya dengan satu kalimat Contoh pertanyaan essential antara lain: • • • "Apa yang menyebabkan sebuah zat disebut zat padat. 2005).

Keterlibatan siswa dan interaksi kerjasama dapat ditinjau berdasarkan teori-teori motivasi Psychoanalitic. Kedua hal ini akan dibahas bersamaan karena memiliki kedekatan. dan nilai. Attention. zat cair. tentu saja motivasi dalam belajar. Humanistic. Dalam performance evaluation. manusia memiliki kebutuhan akan penghargaan dan aktualisasi diri. dan Social Cognition. Keterlibatan dan interaksi kerjasama dalam pembelajaran Sains dengan metode inquiry juga dapat ditinjau berdasarkan teori Social Cognition. siswa akan berusaha sebaik-baiknya dengan expectancy mendapatkan reward (misalnya nilai yang baik). motivasi belajar siswa meningkat.tersebut. zat cair. Contoh konsekuensi adalah dianggap tidak aktif terlibat dan tidak dapat bekerjasama. maka ia harus menyiapkan diri sebaik mungkin. sesuai teori ini motivasi siswa akan meningkat karena metode inquiri mengandung performance evaluation. Dengan demikian. dan gas? Komponen kedua dan ketiga dalam metode inquiry adalah student engangement (keterlibatan) dan cooperative interaction (interaksi kerjasama). Dalam pembelajaran dengan metode inquiry. sehingga siswa pun akan memiliki motivasi yang tinggi. Artinya. Motivation. Kesempatan siswa untuk terlibat dan bekerjasama dalam sebuah pembelajaran dengan metode inquiry dapat dikatakan sebagai kesempatan untuk memenuhi dua kebutuhan . Performance evaluation dapat ditinjau dari Expectation Theory yang menyatakan bahwa motivasi merupakan fungsi dari expectation. Dalam pandangan teori Maslow. artinya siswa memperhatikan lingkungan melalui keterlibatannya.penghargaan dan aktualisasi diri . metode inquiry memberikan ruang bagi siswa untuk pemenuhan kebutuhannya. yang paling mendorong atau memotivasi perilaku manusia dan pengembangan pribadi adalah interaksi sosial. yang menyatakan bahwa proses pembelajaran dapat terjadi antara lain melalui attention dan motivation. Komponen keempat dalam metode inquiry adalah performance evaluation. Hal sebaliknya dapat dinyatakan . siswa termotivasi untuk belajar sehingga konsekuensi yang diperoleh adalah konsekuensi yang positif. ketika siswa merasa dilibatkan oleh guru (lingkungan) dalam proses menjawab pertanyaan-pertanyaan dan melakukan interaksi dengan sesama siswa melalui kerja kelompok. Dengan demikian. Untuk menghindari konsekuensi ini. Dalam pandangan Theory of Socioemotional Development. reward. yaitu ikut aktif terlibat dalam kegiatan dan mau bekerjasama. maka perilaku dan kepribadiannya berubah ke arah yang lebih baik. artinya lingkungan memberikan konsekuensi yang mengubah kemungkinan perilaku. dan gas? Apakah ciri-ciri zat padat.• membantu siswa menjawab pertanyaan essential secara lebih spesifik Contoh pertanyaan unit antara lain: • • Apa saja contoh zat padat. Supaya keterlibatan dan kerjasamanya dapat diterima oleh lingkungan. misalnya dengan membaca banyak buku teks.

. Berdasarkan teori Maslow. Artinya. karena hal ini dapat menurunkan kembali motivasinya. peranan guru sangat penting dalam memilihkan sumber belajar yang tepat agar siswa tidak terlalu lama dalam keadaan "belum menemukan jawaban". Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru menimpulkan ketidakpastian atau konflik konseptual dalam diri siswa. siswa harus memiliki banyak pengetahuan. V. dalam performance evaluation siswa diberi kesempatan untuk memenuhi kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. Artinya. Inc.. dalam metode inquiry sebenarnya guru menciptakan curiosity siswa. masih terdapat batasan-batasan.. maka peningkatan motivasi belajar juga sulit diharapkan. Dengan demikian. Harcourt Brace Jovanovich. Social Learning Theory juga menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi motivasi seseorang adalah expectation dan nilai reinforcement. Komponen kelima dalam metode inquiry adalah Variety of Resources. Mirip dengan Expectation Theory. adanya kesempatan ini menyebabkan motivasi siswa meningkat agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut. & Hilgard. C. Misalnya. yang meningkatkan motivasi belajarnya. Untuk menjawab rasa ingin tahunya. Atkinson. tidak memberikan rangsangan dan curiosity yang tinggi. 1983. IV. Richard. R. melalui performance evaluation ini motivasi siswa akan meningkat karena expectation siswa yang tinggi. Konflik konseptual ini akan menimbulkan rasa ingin tahu yang besar dalam diri siswa. Namun secara umum dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dari metode inquiry terhadap motivasi belajar siswa. Referensi Atkinson. . Ernest. yang dapat diperoleh dari berbagai macam sumber belajar. dan guru kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk memuaskan rasa ingin tahunya tersebut melalui berbagai macam sumber belajar. Kesimpulan Berdasarkan penjabaran kelima komponen dalam metode inquiry di atas ditinjau dari berbagai teori tentang motivasi dan curiosity terlihat bahwa metode inquiry memberikan kesempatan meningkatnya motivasi belajar siswa. Rita. Memberikan kesempatan dapat diartikan sebagai suatu ketidakpastian. Tentu saja. jika pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada siswa terlalu sulit (jarak psikologisnya jauh). 8th Ed. Introduction to Psychology. Komponen ini dapat dikaitkan dengan teory Curiosity Berlyne yang menyimpulkan bahwa curiosity meningkatkan motivasi belajar siswa.bahwa motivasi siswa akan rendah dalam suatu pembelajaran yang tidak memasukkan unsur performance evaluation di dalamnya.

5th Ed. Boston. Elizabeth.M. ____. Technology Integration Academy. Metode Inquiry Metode inquiry adalah metode yang mampu menggiring peserta didik untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. Mathematics. Bandung. Blosser.L. Charles. C. GA: Valdosta State University. "A Self Concept-Based Model of Work Motivation". 2001.. Houghton Mifflin Company. GA: Valdosta State University ____. (2004).. Inquiry menempatkan peserta didik sebagai . J. (1993). Little.. Konsep dan Makna Pembelajaran.. 2005. & Calfee. Columbus. & Helgenson. Handbook of Educational Psychology. Syaiful.. Mathematics. & Weaver. 2005. David. W. Janetta. Boston. H. Inquiry-Based Learning. Psychology. Valdosta. (ED359048) Huitt. Columbus.edu/wh. Gagne. In The Annual Meeting of the Academy of Management (URL: http://chiron. C. Gage.. L. 1995.). Observational (social) learning: An overview. The Cognitive Psychology of School Learning. Laura Lynn. (1984).(Editor). Wortman. David. 18. Ellen. 2004. (1908) The Relation of Strength of Stimulus to Rapidity of Habit-Formation. Beauvais. N. 2004. and Environment Education. C. Educational Psychology Interactive. Belajar dan Pembelajaran. 1985. Educational Psychology Interactive. W. Haury.. Robert. & Scholl Richard. Penerbit Alfabeta.. OH: ERIC Clearinghouse for Science. Jakarta. D.valdosta. Valdosta State University Leonard. Penerbit Rineka Cipta. Sagala. & Dodson. Stanley L. McGraw-Hill.. Asri. Selecting Procedures for Improving the Science Curriculum. Yerkes. David. OH: ERIC Clearinghouse for Science. Teaching Science Through Inquiry. Educational Psychology Interactive. and Environment Education..Berliner. Camille. R. Boston. 1996. Patricia E. Socioemotional development. Brown and Company Garton. Valdosta. Nancy.D. (ED325303) Budiningsih. (1990). Loftus.C. Valdosta. (1997). New York. Motivation to Learn: An Overview. Willard R-II School District. & Berliner. Educational Psychology 3rd Ed. Simon & Schuster Macmillan. Journal of Comparative Neurology and Psychology.

Guru menggunakan teknik bila mempunyai tujuan agar siswa terangsang oleh tugas. atau membahas tugasnya di dalam kelompok. Metode ini menuntut peserta didik memproses pengalaman belajar menjadi suatu yang bermakna dalam kehidupan nyata. instruksi atau pertanyaan terhadap materi yang akan diajarkan. Akhirnya hasil laporan dilaporkan ke sidang pleno. kemudian dibuat laporan yang tersusun dengan baik. Berikutnya adalah menggunakan kesimpulan untuk menganalisis data yang baru (Mulyasa. Inquiry pada dasarnya adalah cara menyadari apa yang telah dialami. (4) Resitasi untuk menanamkan fakta-fakta yang telah dipelajari sebelumnya. namun guru tetap memegang peranan penting sebagai pembuat desain pengalaman belajar. Kadang kala guru perlu memberikan penjelasan. memberikan komentar. 2003:234). 2005:235). (2) Memberikan tugas kepada peserta didik untuk menjawab pertanyaan. (5) Siswa merangkum dalam bentuk rumusan sebagai kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan (Mulyasa. Setelah hasil kerja mereka di dalam kelompok didiskusikan. Dengan demikian . serta menarik kesimpulan dan membuat keputusan yang valid untuk menjawab permasalahan yang didukung oleh bukti-bukti. hal itu perlu diperhatikan. Diharapkan siswa juga mampu mengemukakan pendapatnya dan merumuskan kesimpulan nantinya. kemudian mereka mempelajari. dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan.subyek belajar yang aktif (Mulyasa . Mencari sumber sendiri. mempradugakan suatu jawaban. Strategi pelaksanaan inquiry adalah: (1) Guru memberikan penjelasan. dan kritis. Inquiry . dan terjadilah diskusi secara luas. Dan kesimpulan yang terakhir bila masih ada tindak lanjut yang harus dilaksanakan. analitis . Guru berkewajiban memberikan kemudahan belajar melalui penciptaan iklim yang kondusif. Dari sidang pleno kesimpulan akan dirumuskan sebagai kelanjutan hasil kerja kelompok. Guru berkewajiban menggiring peserta didik untuk melakukan kegiatan. Langkah-langkah dalam proses inquiry adalah menyadarkan keingintahuan terhadap sesuatu. dan mereka belajar bersama dalam kelompoknya. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. melontarkan pertanyaan. Metode ini melibatkan mereka dalam kegiatan intelektual. dimana guru membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas. Juga mereka diharapkan dapat berdebat. 2005:236). dengan menggunakan fasilitas media dan materi pembelajaran yang bervariasi. menyanggah dan mempertahankan pendapatnya. yang jawabannya bisa didapatkan pada proses pembelajaran yang dialami siswa. Kendatipun metode ini berpusat pada kegiatan peserta didik. (3) Guru memberikan penjelasan terhadap persoalanpersoalan yang mungkin membingungkan peserta didik. dan saran kepada peserta didik. Metode inquiry menurut Roestiyah (2001:75) merupakan suatu teknik atau cara yang dipergunakan guru untuk mengajar di depan kelas. meneliti. melalui metode ini peserta didik dibiasakan untuk produktif. Karena itu inquiry menuntut peserta didik berfikir. dan aktif mencari serta meneliti sendiri pemecahan masalah itu.

dan sebagainya. terbuka. jujur. (j) Dapat memberikan waktu kepada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi. (d) Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri. Akhirnya dapat mencapai kesimpulan yang disetujui bersama. dan terbuka. melakukan eksperimen. (i) Menghindarkan diri dari cara belajar tradisional. (e) Memberi kepuasan yang bersifat intrinsik.mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya. Bila siswa melakukan semua kegiatan di atas berarti siswa sedang melakukan inquiry. menarik kesimpulan. menarik kesimpulan. Pada metode inquiry dapat ditumbuhkan sikap obyektif. Metode inquiry menurut Suryosubroto (2002:192) adalah perluasan proses discovery yang digunakan lebih mendalam. merancang eksperimen. Posted by martiningsih at 6:34 PM . melakukan eksperimen. (h) Memberi kebebasan siswa untuk belajar sendiri. (f) Situasi pembelajaran lebih menggairahkan. bersifat jujur. sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar ide-ide dengan lebih baik. mengumpulkan dan menganalisa data. Artinya proses inqury mengandung proses-proses mental yang lebih tinggi tingkatannya. (c) mendorong siswa untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri. (b) Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru. merencanakan eksperimen. dan sebagainya. hasrat ingin tahu. misalnya merumuskan problema. Teknik inquiry ini memiliki keunggulan yaitu : (a) Dapat membentuk dan mengembangkan konsep dasar kepada siswa. obyektif. (g) Dapat mengembangkan bakat atau kecakapan individu. seperti merumuskan masalah. mengumpulkan dan menganalisa data.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful