METODE DISKUSI

Metode diskusi adalah suatu cara mengajar yang dicirikan oleh suatu keterikatan pada suatu topik atau pokok pernyataan atau problem dimana para peserta diskusi dengan jujur berusaha untuk mencapai atau memperoleh suatu keputusan atau pendapat yang disepakati bersama. Diskusi sebagai metode pembelajaran lebih cocok dan diperlukan apabila guru hendak: a.memanfaatkan berbagai kemampuan yang ada pada siswa b.memberi kesempatan pada siswa untuk mengeluarkan kemampuannya c.mendapatkan balikan dari siswa apakah tujuan telah tercapai d.membantu siswa belajar berpikir secara kritis e.membantu siswa belajar menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman-teman f.membantu siswa menyadari dan mampu merumuskan berbagai masalah sendiri maupun dari pelajaran sekolah g.mengembangkan motivasi untuk belajar lebih lanjut.

Adapun kegiatan guru dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut: 1. Guru menetapkan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan atau guru meminta kepada siswa untuk mengemukakan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan. 2. Guru menjelaskan tujuan diskusi. 3. Guru memberikan ceramah dengan diselingi tanya jawab mengenai materi pelajaran yang didiskusikan. 4. Guru mengatur giliran pembicara agar tidak semua siswa serentak berbicara mengeluarkan pendapat. 5. Menjaga suasana kelas dan mengatur setiap pembicara agar seluruh kelas dapat mendengarkan apa yang sedang dikemukakan. 6. Mengatur giliran berbicara agar jangan siswa yang berani dan berambisi menonjolkan diri saja yang menggunakan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya. 7. Mengatur agar sifat dan isi pembicaraan tidak menyimpang dari pokok/problem. 8. Mencatat hal-hal yang menurut pendapat guru harus segera dikoreksi yang memungkinkan siswa tidak menyadari pendapat yang salah. 9. Selalu berusaha agar diskusi berlangsung antara siswa dengan siswa. 10. Bukan lagi menjadi pembicara utama melainkan menjadi pengatur pembicaraan. Kegiatan siswa dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut:

a.Menelaah topik/pokok masalah yang diajukan oleh guru atau mengusahakan suatu problem dan topik kepada kelas. b.Ikut aktif memikirkan sendiri atau mencatat data dari buku-buku sumber atau sumber pengetahuan lainnya, agar dapat mengemukakan jawaban pemecahan problem yang diajukan. c.Mengemukakan pendapat baik pemikiran sendiri maupun yang diperoleh setelah membicarakan bersama-sama teman sebangku atau sekelompok. d.Mendengar tanggapan reaksi atau tanggapan kelompok lainnya terhadap pendapat yang baru dikemukakan. e.Mendengarkan dengan teliti dan mencoba dikemukakan oleh siswa atau kelompok lain. memahami pendapat yang

f.Menghormati pendapat teman-teman atau kelompok lainnya walau berbeda pendapat. g.Mencatat sendiri pokok-pokok pendapat penting yang saling dikemukakan teman baik setuju maupun bertentangan. h.Menyusun kesimpulan-kesimpulan diskusi dalam bahasa yang baik dan tepat. i.Ikut menjaga dan memelihara ketertiban diskusi. j.Tidak bertujuan untuk mencari kemenangan dalam diskusi melainkan berusaha mencari pendapat yang benar yang telah dianalisa dari segala sudut pandang.

Adapun kelebihan metode diskusi sebagai berikut: a.Mendidik siswa untuk belajar mengemukakan pikiran atau pendapat. b.Memberi kesempatan kepada siswa penjelasan dari berbagai sumber data. untuk memperoleh penjelasan-

c.Memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati pembaharuan suatu problem bersama-sama. d.Melatih siswa untuk berdiskusi di bawah asuhan guru. e.Merangsang siswa untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri, menyetujui atau menentang pendapat teman-temannya. f.Membina suatu perasaan tanggung jawab mengenai suatu pendapat, kesimpulan, atau keputusan yang akan atau telah diambil. g.Mengembangkan rasa solidaritas/toleransi terhadap bervariasi atau mungkin bertentangan sama sekali. pendapat yang

Biasanya tidak semua siswa berani menyatakan pendapat sehingga waktu akan terbuang karena menunggu siswa mengemukakan pendapat. 2007 DISKUSI: METODE MENGAJAR UNTUK MENGASAH OTAK. e. lebih rendah.Pembicaraan dalam diskusi mungkin didominasi oleh siswa yang berani dan telah biasa berbicara.jentayu. Bukan Menang Sendiri Posted on Thursday. siap dan kefasihan berbicara saja tetapi juga menuntut kemampuan berbicara secara sistematis dan logis.Sulit untuk menentukan batas luas atau kedalaman suatu uraian diskusi. i.com Diskusi: Metode Mengajar untuk Mengasah Otak. f.Membina siswa untuk berpikir matang-matang sebelum berbicara. b.Dengan mendengarkan semua keterangan yang dikemukakan oleh pembicara. Bukan Otot dan untuk Mengembangkan Sikap Saling Menghormati.Berdiskusi bukan hanya menuntut pengetahuan. j. Kelemahan metode diskusi sebagai berikut: a. pengetahuan dan pandangan siswa mengenai suatu problem akan bertambah luas.Diskusi yang mendalam memerlukan banyak waktu. Sumber: http://hijriyah. Siswa pemalu dan pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk berbicara. remeh atau lebih bodoh. 7th June.Memungkinkan timbulnya rasa permusuhan antarkelompok atau menganggap kelompoknya sendiri lebih pandai dan serba tahu daripada kelompok lain atau menganggap kelompok lain sebagai saingan.Tidak semua topik dapat dijadikan metode diskusi hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan.h. c. BUKAN MENANG SENDIRI Oleh Suparlan *) . BUKAN OTOT DAN UNTUK MENGEMBANGKAN SIKAP SALING MENGHORMATI. d.

Pertama. . Kenyataan juga menunjukkan bahwa metode mengajar yang masih mendominasi proses belajar mengajar di sekolah kita adalah metode ceramah. mengembangkan sikap saling hormat menghormati dan tenggang rasa terhadap keragaman pendapat orang lain. Kalaupun guru telah menggunakan metode diskusi. Definisi Metode diskusi mendorong siswa untuk berdialog dan bertukar pendapat. Kasus kekerasan di IPDN dan IAIN merupakan bukti yang sangat kuat. Penulis pernah menjadi penerjemah beliau dalam kegiatan penataran untuk guru-guru Sekolah Pendidikan Guru (SPG) di BPG Ujung Pandang (sekarang LPMP Makassar).Hormat dan tenggang rasa terhadap pendapat orang lain diperlukan untuk membina hubungan interpersonal dalam kehidupan masyarakat (Marion J. dalam rangka mengembangkan kecerdasan interpersonal siswa. diskusi kelas. siswa terhadap guru. memberikan kesempatan kepada peserta dididk untuk menggunakan pengetahuan dan informasi yang telah dimiliki. tanpa ada aturan-aturan yang terlalu keras. Belum lagi dengan kekerasan guru terhadap siswa. Pendekatan PAKEM (tunggu terbitnya buku tentang PAKEM). yang melibatkan semua siswa di dalam kelas. atau setidaknya untuk menguranginya. untuk memberikan motivasi kepada siswa agar dapat berkomunikasi secara lisan. konsultan Proyek Pengembangan Pendididikan Tenaga Kependidikan (P3TK) bertajuk Modul-modul Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Kurikulum dan Pengajaran. Tujuan Pertama. baik dipimpin langsung oleh gurunya atau dilaksanakan oleh seorang atau beberapa pemimpin diskusi yang dipilih langsung oleh siswa. Kedua. Ketiga. Tulisan singkat ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan wawasan tentang halhal yang harus diperhatikan dalam menggunakan metode diskusi. namun tetap harus mengikuti etika yang disepakati bersama. mungkin pelaksanaannya juga masih perlu dikoreksi. diskusi kelompok kecil (small group discussion) dengan kegiatan kelompok kecil. Marion Jenning Rice. Adakah semua itu bermula dari sebab adanya proses belajar mengajar yang salah selama ini? Pertanyaan kritis itu hanya dapat dijawab dengan hasil penelitian. Tulisan ini diambil dan dikembangkan dari tulisan Prof. Kedua. Diskusi dapat dilaksanakan dalam dua bentuk. Tulisan singkat ini hanya akan memberikan alternatif normatif yang mungkin dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. dengan tujuan agar siswa dapat terdorong untuk berpartisipasi secara optimal. Rice) Kenyataan menunjukkan bahwa penggunaan otot dan cara-cara kekerasan masih banyak dilakukan dalam proses pendidikan di negeri ini. dan masih banyak lagi.

Metode ini sangat baik untuk melatih peserta didik agar dapat membina hubungan interpersonal dalam masyarakat. helping them develop batter understanding by allowing them to thinks through and verbalize their thinking. menambah pengetahuan. Latar Belakang Sosiologi telah memberikan pelajaran kepada kita bahwa manusia adalah mahluk sosial (social being). diskusi kelas dapat membantu untuk mencapai tiga tujuan pembelajaran: (1) meningkatkan keikutsertaan dan kegiatan siswa dalam pelajaran dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyuarakan pendapatnya. selalu berhubungan orang lain. (2) membantu siswa dalam mengembangkan pemahaman yang lebih baik dengan cara memberikan kesempatan untuk menyatakan pemikiran mereka. helping students obtain communication skills” (2001: 25). 2. Untuk menjaga hubungan sosial yang harmonis dalam masyarakat. Tentukan prosedurnya. finally. seperti: 1. Sulit berdiskusi hanya dengan punggung. Pandangan-pangangan yang berbeda di antara anggota masyarakat akan menjadi bahan yang diperlukan untuk dapat mengasah otak. Pernyataan pendapat dalam percakapan secara informal jarang mengubah pendapat dan kayakinan seseorang. Metode diskusi tidak efektif untuk menyampaikan informasi baru. Para siswa akan memilih: . Dalam kehidupan. tanpa membuang-buang waktu. sehingga para siswa bisa dengan cepat menyesuaikan untuk bergabung dalam kelompok besar atau kemudian membentuk kelompok kecil. saling tukar menukar pendapat secara informal tentang bermacam ragam soal dan masalah kehidupan sering kita lakukan. Dengan kata lain. dan memperoleh pemahaman tentang ragam dan perbedaan pendapat. Langkah-langkah Pertama. oleh karena itu kita harus menyadari bahwa manusia tidak dapat hidup sendirian. and. diperlukan saling hormat menghormati dan rasa tenggang rasa terhadap perbedaan pendapat di antara warga masyarakat. dan akhirnya (3) membantu siswa untuk meningkatkan kecakapan berkomunikasi. Mengatur meja kursi siswa agar siswa dapat berhadap-hadapan atau bertatap muka. melakukan persiapan fisik. Kedua. mengasah ketajaman berfikir.Dalam buku bertajuk “Effective Teaching”. Dalam kehidupan bermasyarakat. Daniel Muijs dan David Reynolds menyatakan bahwa “Classroom discussion can help fulfil three major learning goals: promoting students’ involvement and engagement in the lesson by allowing students to voice their own ideas. Sering sekali pernyataan itu hanya bermafaat untuk menjelaskan pandangan seseorang ketimbang untuk mengubah pandangan orang lain. melibatkan siswa dalam memilih topik atau tajuk yang akan didiskusikan.

misalnya: 1. berikan arahan agar kelas dapat menyepakati aturan-aturan tertentu. Apakah itu satu-satunya sebab? 6. Berbicara secara bergiliran Tidak berbicara lama-lama.1. Dalam hal apa Fulan berbeda? 8. menentukan pemimpin diskusi dengan cara: 1.. 4. adakan evaluasi tentang berbagai hal tentang diskusi yang telah dilakukan. tetapi dengan “mungkin Anda mempunyai pendapat atau gagasan lain?”. Sesuatu yang menimbulkan perbedaan pendapat.? 2. Jangan menegur mereka dengan cara “Fulan belum mengatakan apa-apa”.? 9. Sarankan kepada pemimpin diskusi untuk dapat mengaktifkan siswa-siswa yang pasif. Sesuatu yang menarik perhatian mereka. Keempat. Mungkin topik yang sedang ‘in’ dalam masyarakat. Adakah persamaan atau perbedaan antara ………… dengan ………. 3. bukan berdebat untuk meyakinkan Tidak boleh agresif Memberikan kesempatan agar semua peserta dapat mengambil bagian Kelima. tetapi bukan yang akan mendominasi diskusi 2. karena diskusi bukanlah berpidato Menyatakan pandangan. Percaya saja? Keenam. berikan arahan terutama kepada para pemimpin diskusi tentang cara yang dapat ditempuh untuk menajamkan pernyataan tentang gagasan-gagasan baru. Memilih beberapa siswa yang mau mengambil inisiatif. 2. misalnya: o Berapa banyak siswa dalam kelompok yang telah berpartisipasi? o Adakah yang semula tidak berpartisipasi kemudian menjadi terlibat? . Apa yang akan Anda lakukan? 4. Siswa diminta untuk memilih beberapa topik atau subtopik yang menarik untuk didiskusikan. Apa pendapat Anda tentang …. misalnya: 1. yang tidak mau mengemukakan pendapatnya. Ketiga. Mana yang akan Anda pilih? 3. atau mungkin isu-isu mutakhir yang sedang hangat dalam kehidupan bernegara atau bermasyarakat. 5. jika Anda dalam posisinya? 10. atau isu yang menimbulkan pro dan kontra antara kelompok masyarakat. Apakah ada alternatif-alternatif lain? 5. Tingkat partisipasi. Apakah yang akan Anda lakukan. 3. misalnya: 1. 2. Apakah hasilnya atau akibatnya? 7.

apakah yang telah Anda laksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan metode diskusi kelas tersebut? Kalau belum Anda bisa menyesuaikan. London: Paul Chapman Publishing. Kedua. misalnya: o Adakah rasa hormat terhadap pendapat orang lain? o Adakah peningkatan dalam penggunaan bukti-bukri untuk mendukung pendapat? o Adakah kecenderungan untuk menunda keputusan sampai ada bukti yang lebih banyak lagi? o Apakah pelaksanaan diskusi telah mengikuti aturan yang telah digariskan? o Apakah ada kelompok yang hanya ngobrol. atau justru terjadi ketegangan di antara mereka? 3. . kita dapat mencoba untuk menanyakan kepada diri kita sendiri. Lebih dari itu.suparlan. akan lebih berkesan kiranya jika guru dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan kesan-kesan yang dialami dan diperoleh dari proses diskusi. Evaluasi dalam aspek pengetahuan tidak pada tempatnya untuk dilakukan. Mutu partisipasi. Insyaallah. Evidence and Practice. Semua akan terpulang kepada diri kita sendiri. Daniel dan Reynolds. sesungguhnya peserta telah melakukan refleksi diri.com. 1986. kalau sudah. diharapkan kasus-kasus kekerasan dalam kehidupan kita dapat berkurang dari hari ke hari. Dengan demikian. Modul-modul Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Kurikulum dan Pengajaran. David. parlans@gmail.com. Rice. ketika kelompok lain sedang menyampaikan pendapat kelompoknya? o Apakah peserta bisa menaham diri ketika ada perbedaan pendapat. sudahkah kita pernah mencoba untuk menerapkan metode tersebut dalam proses pembelajaran? Kalau belum maka cobalah. Mudah-mudahan uraian dalam tulisan ini dapat sedikit membantu Anda. *) E-mail: bsuparlan@yahoo. Meskipun demikian. Bahan Bacaan: Marion J. o Refleksi Setelah membaca uraian tersebut. Effective Teaching. Malang: P3TK Muijs. Dengan menggunakan metode diskusi yang benar dalam proses belajar mengajar. alangkah baiknya jika guru dapat secara singkat membuat ikhtisar tentang butir-butir utama yang telah dibahas dalam diskusi kelas. Pertama.com. 2001.Apakah diskusi itu diikuti oleh semua peserta ataukah hanya didominasi oleh beberapa pelajar yang pandai berbicara? 2. Website: www.

bahwa metode tanya jawab dengan diskusi saling mencakup tetapi berbeda. Persoalan yang kompleks sering kita jumpai dalam kehidupan bermasyarakat. Apakah siaran teievisi sebaiknya d’iurus oleh Pemerintah. Penggunaan metode diskusi Seperti telah disinggung sekilas. karenanya dibutuhkan pemecahan atas dasar kerjasama. Bagi anak-anak. Kecakapan untuk memecahkan masalah dapat dipelajari. sedemikian kompieksnya masalah tersebut sehingga tak mungkin hanya dipecahkan dengan satu jawaban saja. Beberapa orang guru mengeluh bahwa daya tampung di sekolah mereka sangat berbatas. Mengapa pada saat ini banyak remaja laki-laki yang memakai perhiasan? 10. Dengan diskusi guru berusaha mengajak siswa untuk memecahkan masalah. Dalam kehidupan modern ini banyak sekali masalah yang dihadapi oleh manusia.Jalan apakah yang dapat ditempuh untuk mengurangi penderitaan rakyat di Afrika Selatan? . Siapakah di antara kalian yang setuju diadakan ulangan secara mendadak ? 6. A. tetapi ada yang tidak. Bentuk acara yang bagaimanakah yang akan kamu pilih untuk memperingati hari kemerdekaan di sekolah kita? 8. membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan masalah. Dalam hal ini diskusi merupakanjalan yang banyak memberi kemungkinan pemecahan terbaik. Untuk pemecahan suatu masalah diperlukan pendapat-pendapat berdasarkan pengetahuan yang ada. mencari keputusan-keputusan atas dasar persetujuan bersama. Jalan keluar apakah yang kiranya dapat ditempuh untuk mengatasi keadaan itu ? 7.Metode Diskusi dalam Pembelajaran Metode Diskusi dalam Pembelajaran Metode diskusi ialah suatu cara penyampaian bahan pelajaran dan guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengumpulkan pendapat. juga dalam kehidupan yang demokratis kita diajak untuk hidup bermusyawarah.-Untuk iru siswa harus dilatih sejak kecil. Bilamanakah bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa kesatuan di negara kita ? 2. marilah kita perhatikan contoh pertanyaan-pertanyaan berikut ini : 1. Mengapa burung hantu tidak berdaya pada waktu siang? 5. Selain memberi kesempatan untuk mengembangkan ketrampilan memecahkan masalah. dengan sendirinya kemungkinan terdapat lebih dari satu jawaban. latihan untuk peranan peserta dalam kehidupan di masyarakat. malah mungkin terdapat banyak jawaban yang benar. Berapakah perbandingan antara angka kelahiran dan kematian penduduk dunia pada saat lahirnya bayi yang ke-5 milyar ? 9. tetapi kita harus menggunakan segala pengetahuan kita untuk memberi pemecahan yang terbaik. Ada kemungkinan terdapat lebih-dari satu jawaban yang benar sehingga harus menemukan jawaban yang paling tepat di antara sekian banyak jawaban tersebut. Ada pertanyaan yang mengandung unsur diskusi. Mengapa peserta Sipenraaru maupun PMDK pada tahun ini menurun ? 3. atau swasta ataukah sebagian pemerintah sebagian swasta ? 4. agar mendapatkan gambaran yang jelas.

tidak akan menjadi diskusi bila guru tidak meminta pendirian serta alasan siswa. 2) Kesulitan dalam menyimpulkan sering menyebabkan tidak ada penyelesaian. 1. jadi pertanyaan tersebut bukan diskusi melainkan tanya-jawab. Ketua mempersilahkan berbicara dan setelah selesai kembali ketempat semula. 7 dan 10 membutuhkan rencana bertindak dari pihak siswa. karena akan muncul berbagai pandangan yang dapat dibenarkan. kemudian memilih jawaban yang dianggap merupakan jawaban yang setepat tepatnya. Sedangkan nomor 6. Hal manakah yang telah diterima oleh suara terbanyak sebagai persetujuan? Tindakan apakah yang sudali direncanakan ? Siapa yang melaksanakan. Tcmpat duduk diatur setengah lingkaran dengan dua atau tiga kursi kosonu menghadap peserta. Jenis-jenis Diskusi 1) Buzz Group Suatu kelas yang besar dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil 4 atau 5 orang. Peranan Guru atau Pemimpin Diskusi Kemungkinan-kemungkinan jawaban yang bagajmana yang dapat dirumuskan oleh kelas terhadap suatu masalah ? Selama diskusi pemimpin atau guru kelas melihat adanya sejumlah jawaban yang mungkin. dan mengandung kemungkinan jawaban lebih dari satu. Pertanyaan no. Tempat duduk diatur sedemikian rupa sehingga siswa saling berhadapan untuk memudahkan pertukaran pendapat. B. maka diskusi menjadi hidup. 3) Whole Group . pemecahan mana yang mungkin lebih berhasil. seolah-olah menjaring ikan dalam sebuah mangkuk (fish boxvli.Perhatikanlah sifat-sifat pertanyaan di atas. Misalnya : Manakah kiranya yang paling baik. Kelompok pendengar yang ingin menyumbangkan pikiran dapat duduk di kursi kosong tersebut. 3) Membutuhkan waktu cukup banyak. Pertanyaan-pertanyaan yang baik untuk metode diskusi : 1) Menguji kemungkinan jawaban yang dapat dipertahankan lebih dari sebuah. Diskusi ini dapat diadkan di tengah-tengah atau akhi 2) Fish Rowt Diskusi terdiri dari beberapa orang peserta yang dipimpin oleh seorang ketua. manakah yang akan lebih memberikan manfaat. 5 hanya memerlukan pemungutan suara. Nomor 3 dan 9 meminta pertimbangan tentang fakta-fakta. 3) menarik minat anak dan sesuai dengan taraf kemampuan/umurnya. 2) Tidak menanyakan “Manakah jawaban yang benar” tetapi lebih menekankan kepada “mempertimbangkan dan-membandingkan”. Pertanyaan no. dan bilamana ? Kebaikan Metode Diskusi 1) Siswa belajar bermusyawarah 2) Siswa mendapat kesempatan untuk menguji tingkat pengetahuan masing-masing 3) Belajar menghargai pendapat orang lain .4 dan 8 memerlukan jawaban berfakta. 4) Mengembangkan cara berpikir dan sikap ilmiah Kekurangan/Kelemah an Metode Diskusi 1) Pendapat serta pertanyaan siswa dapat menyimpang dari poko persoalan.

bagi pemimpin yang belum trampil. di bawah seorang ketua. Juga serins terjadi beberapa siswa belum memahami persoalan .yang belum berpengalaman memimpin diskusi. mahasisxva yang lain. 5) Brainstorming Merupakan suatu diskusi di mana anggota kelompok bebas menyumbangkan ide-ide baru terhadap suatu masalah tertentu. Pelajaran dengan maksdu untuk memperjelas bahan pelajaran yangtelah diterima Pemimpin diskusi dapat dipegang oleh guru sendiri. Pemimpin diskusi yang baik. la berhak untuk : . DR. Prof. Dapat pula terjadi. 4) Syndicate group Suatu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 3-6 orang.Menjaga agar tidak semua anggota bicara secara serempak .Suatu kelas merupakan satu kelompok diskusi dengan jurnlah anggota tidak lebih dari 15 anggota. tidak dapat mencarikan jalan tengah sehingga seringkali diskusi berakhir lanpa adanya suatu kesimpulan yang jelas. 3)penunjukjalan Pemimpin sebagai pengatur lalu lintas Sebagai seorang pemimpin. tanpa memperhatikan peraturan diskusi panel. Winarno Surakhmad dalam bukunya “Metodologi Guruan Nasional” mengemukakan tiga peranan pemimpin diskusi ialah sebagai : 1) pengatur lalu lintas 2) dinding penangkis. kemudian tiap kelompok bertugas membahas suatu aspek tertentu dan membuat kesimpuian untuk diiaporkan dalam sidang pleno serta didiskusikan lebih lanjut. Kecakapan memimpin diskusi memang harus dilatih. tetapi dapat juga diserahkan kepada siswa bila guru ingin memberi kesempatan kepada siswa unluk belajar memimpin. Demikian pula diantara peserta diskusi saling bertentangan pendapatnya. selanjuinya mengandung perianyaan-penanyaan tambahan dari sisxva. 7) Colloqinin Merupukan suatu kegiatan dimana siswa’mahasiawa dihadapkan pada nara sumber untuk mengajukan pertanyaan.sehingga memberikan komentar yang menyimpang dan berkepanjangan. Untuk itulah para siswa perlu dilatih untuk memperoleh ketrampilan pemimpin yang pada hakikatnya dapat dipelajari. 6) Informal debate Kelas dibagi menjadi dua team yang agak sama besarnya unluk memperdebatkan suatu bahan yang problematis. akan sanggup dengan cepat mengambil tindakan menghadapi ketimpangan-ketimpangan tersebut diatas. bila kita menginginkan keberhasilan suatu diskusi. Semua ide >ang sudah masuk dicatat. Seseorang .Menunjukkan pertanyaan-pertanyaan kepada anggota . Akibat suasana menjemukan dan tidak dapat-melihat kemajuan-kemajuan apa yang telah dicapai. suatu saat dapat menjadi kebingungan apabila terjadi pembicaraan yang jauh menyimpang dari pokok persoalan. Suatu saat mungkin ada diantara ide baru tersebut yang dirasa menarik untuk dikembangkan. rnereka akan berbicara secara serempak atau spontan menanggapi bila ada suatau pendapat yang menarik. untuk kemudian diklasifikasikan menurut suatu urutan tertentu. Guru menjelaskan garis besar masalah dengan aspek-aspeknya. seseorang yang senang berbicara akan menguasai seluruh pembicaraan sehingga tidak memberi kesempatan kepada teman yang lain untuk Tnengemukakan pendapat. Bila siswa belum pernah mengenal lata cara diskusi.

Demikian pula pemimpin diskusi senantiasa menerima pertanyaan-pertanyaan dari para peserta dan dipantulkan kembali ke dalarn kelompok. dan rendah diri. ada baiknya pandanganpandangan tersebut ditulis pula. .Membuka kesempatan bagi anggota yang pemalu atau pendiam untuk menyumbangkan ide-ide mereka . Mereka kehilangan pegangan dan tidak melihat hasil-hasil yang sudah dicapai. Kepada si pendiam :”Mungkin. selalu memantul kembali. kami belurn mendapat kesempatan mendengarkan pemikiranmu tentang hal ini. misalnya dapat dikatakan : “Baik.Apakah masalah yang dihadapi? Pemimpin’periu mengetahui dengan jelas permasalahan yang dihadapi. ini pertanyaan yang baik.Mencegah dikuasai’nya pembicaraan oleh orang-orang tertentu yang gemar berbicara . Atau kepada si pendiam : “Tina. Dengan demikian pemimpin mempunyai kewajiban menuntun anggota dalam menentukan langkah-langkah pemecahan masalah. Kewajiban pemimpin diskusilah untuk memahami dengan seksama struktur diskusi yang baik sehingga ia dapat menunjukkan jalan lurus bila terjadi penyimpangan. Faedahnya. saya rasa pendapat anda itu telah dituangkan dengan jelas. Langkah-langkah yang perm dipahami dan dipakai sebagai pedoman menuntun diskusi kelas adalah: . bagaimana pendapatmu ?”.Soal-soal penting mana yang terdapat dalam masalah itu? Kalau dalam diskusi terdapat pandangan yang berbeda. Pemimpin sebagai dinding penangkis Dalam peran ini di ibaratkan seorang pemain tenis yang berlatih memukul bola pada dinding. Di sini pemimpin harus dapat mengatur pembicaraan dengan bijaksana sehingga tidak menimbulkan rasa tertekan.dan menetapkan langkah-langkah. Bila sudah memperoleh jawaban. Rini akan mengemukakan pendapat atau anggota yang lain?”. pemimpin dapat mengatakan ya. Untuk membatasi orang yang senang berbicara. maka jawaban tersebut dilontarkan kembali kepada para peserta untuk dimintakan pendapat mereka pada suatu saat mungkin diskusi mengalami jalan buntu.. maka pada kesempatan itu pemimpin atau Guru dapat bertindak sebagai penasihat dan memberi jawaban sehingga soal-soal pokok yang sedang didiskusikan dapat dilanjutkan Dalam diskusi sering terjadi siswaan tidak menyadari struktur pokok diskusi -mereka. coba mari kita lihat beberapa pendapat yang lain”. Bila ada pertanyaan yang muncul. dapat kita lihat bahwa pemimpin akan belajar memahami sifat-sifat para peserta. marah. Dari peran tersebut. la akan belajar bagaimana mendorong si pendiam untuk ikut serta dan bagaimana mencegah anggota yang senang berbicara dan membuka kesempatan bagi anggota lain secara merata. Dia sendiri tidak selalu menjawab langsung setiap pertanyaan yang penting. siswa dapat melihat kekurangan- . Atau tidak disadari bahwa telah tiba saatnya untuk menarik kesimpulan. atau tidak memahami pokok masalah yang didiskusikan sehingga mudah timbul pertanyaan-pertanyaan yang menyimpang dari garis pembicaraan. bagaimana pendapat anda sekalian mengenai hal ini ?”.Mengatur sedemikian sehingga setiap pembicaraan dapat ditangkap dengan jelas oleh pendengar. Bila perlu ditulis di papan tulis sebelum diskusi dimulai sehingga peserta senantiasa melihat tujuan diskusi.

Dapat terjadi seluruh peserta tidak tahu dengan pasti faktor tertentu yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah. Pimpinan kelompok sewaktu waktu menyimpulkan kerja keiompoknya dan dari hasil-hasil kelompok disusun suatu perumusan oleh panitia perumus yang ditinjau. .com Metode diskusi ( Discussion method ) Muhibbin Syah ( 2000 ).kekurangannya dan mencoba memperbaiki -sebelum diskusi dilanjutkaan. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan b. Panel Merupakan suatu diskusi orang-orang yang dianggap ahli. Pembahasan dilakukan oleh beberapa orang pembicara (sedikitnya 2 orang) yang sebelumnya telah menyiapakan suatu prasarana dan pembicara yang lain mengemukakan prasarana banding/sanggahan. Faktor serupa ini terpaksa dicari dari sumber-sumber lain atau dari nara sumber yang mengetahui. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas. 10) Seminar Merupakan suatu pembahasan yang bersifat ilmiah. mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Sumber: www. Bahasan dan sanggahan itu selanjutnya dirumuskan oieh panitia perumus. c. Kelebihan metode diskusi sebagai berikut : a. Berdasarkan kertas kerja yang ada. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik. bila perlu dibuka suatu pandangan umum. Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk : a. peserta menjadi beberapa kelompok untuk membahas lebih lanjut. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama. terdiri dari 3-6 orang dan dipimpin oleh seorang moderator.google. Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ). d. Para panelis dihadapkan pada para peserta yang hanya berfungsi sebaeai pendengar. Maksudnya untuk memberikan stimulus kepada para peseita akan adanya masalah-masalh yang masih dipecahkan lebih lanjut. Mendorong siswa berpikir kritis. 9) Simposium -Merupakan suatu pembahasan masalah yang bersifat lebih formal. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah bersama. Suatu pokok persoalan disoroti dari beberapa aspek. yang masingmasing dibacakan oleh prasarana kemudian diikuti sanggahan dan pandangan umiun dari para pendengar. b. Suatu pokok persoalan dibahas secara teoritis. Moderator mengkoordinasi jalannya pembicaraan.

hands-on learning. Jika motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan. 2000) Pengaruh Metode Pembelajaran Inquiry dalam Belajar Sains terhadap Motivasi Belajar Siswa Oleh: Joko Sutrisno. Motivasi belajar yang tinggi berkorelasi dengan hasil belajar yang baik. Using some theories of motivation. tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri Djamarah. it was found that inquiry method positively influences the learning motivation of students. . Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara. investigation and the scientific method. This positive influence occurs when the learning through inquiry method is conducted in appropriated conditions. and experiential learning. for example the questions that teachers provide have to produce arousal and student curiosity. S.Si. d. sehingga berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah ini.c. I. M. Abstract Inquiry-Based Learning is a common method in teaching science that often associated with the active nature of student involvement. Pendahuluan Latar Belakang Masalah Salah satu hal yang sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa di sekolah adalah motivasi belajar.Pd. 2000) Kelemahan metode diskusi sebagai berikut : a.. critical thinking. It will be studied in this paper whether or not the method of inquiry-based learning influences the student motivation to learn. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi. (Syaiful Bahri Djamarah. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas. b. maka dapat diharapkan bahwa prestasi belajar siswa juga akan meningkat. c.

David L. meningkatnya motivasi belajar siswa juga akan mengoptimalkan pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas. Alasan rasional penggunaan metode inquiry adalah bahwa siswa akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai Sains dan akan lebih tertarik terhadap Sains jika mereka dilibatkan secara aktif dalam "melakukan" Sains. Metode Belajar Inquiry Salah satu metode pembelajaran dalam bidang Sains. Deskripsi Teoretik A. Sebagai catatan. Investigasi yang dilakukan oleh siswa merupakan tulang punggung metode inquiry. Haury dalam artikelnya. yang sampai sekarang masih tetap dianggap sebagai metode yang cukup efektif adalah metode inquiry. sehingga dalam paper ini akan dilakukan studi mengenai pengaruh metode pembelajaran inquiry dalam belajar Sains di sekolah terhadap motivasi belajar siswa itu sendiri. Upaya meningkatkan motivasi belajar inilah yang menarik untuk dikaji lebih jauh. Dalam lingkup yang lebih umum. yaitu ketika memilih strategi dan metode pembelajaran. masalah utama yang dicoba dipecahkan adalah apakah terdapat pengaruh metode belajar inquiry dalam belajar Sains di sekolah terhadap motivasi belajar siswa? II. 1993). Penyelesaian masalah yang akan dikaji dalam paper ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk memilih strategi dan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan. penyebutan metode inquiry dalam keseluruhan paper ini mengacu kepada metode inquiry dalam pembelajaran bidang Sains. Guru menerapkan prinsip-prinsip motivasi belajar siswa dalam desain pembelajaran. Teaching Science Through Inquiry (1993) mengutip definisi yang diberikan oleh Alfred Novak: inquiry merupakan tingkah laku yang terlibat dalam usaha manusia untuk menjelaskan secara rasional fenomena-fenomena yang memancing rasa ingin tahu. Dengan kata lain. inquiry berkaitan dengan aktivitas dan keterampilan aktif yang fokus pada pencarian pengetahuan atau pemahaman untuk memuaskan rasa ingin tahu (Haury. Pemilihan strategi dan metode tertentu ini akan berpengaruh pada motivasi belajar siswa.Strategi meningkatkan motivasi belajar siswa sering menjadi masalah tersendiri bagi para guru karena terdapat banyak faktor . Perumusan Masalah Dalam paper ini.baik internal maupun eksternal . Investigasi ini difokuskan untuk memahami konsep-konsep Sains dan meningkatkan keterampilan proses berpikir ilmiah .yang mempengaruhi motivasi belajar siswa.

dan Variety of Resources (Garton. Tugas guru adalah memilih masalah yang perlu disampaikan kepada kelas untuk dipecahkan. bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Dalam hal ini. Untuk menjawab pertanyaan ini sesuai dengan Taxonomy Bloom . Student Engangement. Dalam metode inquiry. Question. dan mendiskusikan berbagai gagasan. Selanjutnya. Tugas guru selanjutnya adalah menyediakan sumber belajar bagi siswa dalam rangka memecahkan masalah. pengetahuan vocabulary dan pemahaman konsep.siswa dituntut untuk melakukan beberapa langkah seperti evaluasi. dan analisis. yang dimaksudkan sebagai pengarah ke pertanyaan inti yang akan dipecahkan oleh siswa. siswa bukan . Siswa bukan secara pasif menuliskan jawaban pertanyaan pada kolom isian atau menjawab soal-soal pada akhir bab sebuah buku. Walaupun dalam praktiknya aplikasi metode pembelajaran inquiry sangat beragam. Siswa benar-benar ditempatkan sebagai subjek yang belajar. Cooperative Interaction. 2004). Dapat disebutkan bahwa metode inquiry tidak saja meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep dalam Sains saja. Metode inquiry merupakan metode pembelajaran yang berupaya menanamkan dasardasar berfikir ilmiah pada diri siswa. Pembelajaran biasanya dimulai dengan sebuah pertanyaan pembuka yang memancing rasa ingin tahu siswa dan atau kekaguman siswa akan suatu fenomena. Student Engangement. mengembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah. guru menyampaikan pertanyaan inti atau masalah inti yang harus dipecahkan oleh siswa. sintesis.siswa. berpikir kritis. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya. 1990). Performance Evaluation. Jawaban dari pertanyaan inti tidak dapat ditemukan misalnya di dalam buku teks. Bimbingan dan pengawasan guru masih diperlukan. Cooperative Interaction. sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar sendiri. Metode inquiry yang mensyaratkan keterlibatan aktif siswa terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar dan sikap anak terhadap Sains dan Matematika (Haury. Dalam makalahnya Haury menyatakan bahwa metode inquiry membantu perkembangan antara lain scientific literacy dan pemahaman proses-proses ilmiah. tergantung pada situasi dan kondisi sekolah. Peranan guru dalam pembelajaran dengan metode inquiry adalah sebagai pembimbing dan fasilitator. melainkan juga membentuk sikap keilmiahan dalam diri siswa. 1993). tetapi intervensi terhadap kegiatan siswa dalam pemecahan masalah harus dikurangi (Sagala. dan bersikap positif. 2005). melainkan harus dibuat atau dikonstruksi. Diyakini bahwa pemahaman konsep merupakan hasil dari proses berfikir ilmiah tersebut (Blosser. Namun dimungkinkan juga bahwa masalah yang akan dipecahkan dipilih oleh siswa. namun dapat disebutkan bahwa pembelajaran dengan metode inquiry memiliki 5 komponen yang umum yaitu Question. melainkan dituntut terlibat dalam menciptakan sebuah produk yang menunjukkan pemahaman siswa terhadap konsep yang dipelajari atau dalam melakukan sebuah investigasi. keterlibatan aktif siswa merupakan suatu keharusan sedangkan peran guru adalah sebagai fasilitator. Siswa diminta untuk berkomunikasi.

sehingga disimpulkan terdapat rangsangan optimal untuk suatu aktivitas tertentu (Yerkes & Dodson. dan lain sebagainya. psychoanalytic. kita dapat mendefinisikan motivasi belajar siswa. dan social cognition. Bentuk produk ini dapat berupa slide presentasi. cognitive. Variety of Resources. misalnya buku teks. pada tahun 1908 menyampaikan Optimal Arousal Theory atau teori tentang tingkat motivasi optimal. sehingga stimulus dalam belajar pun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis. Motivasi merupakan sebuah konsep yang luas (diffuse). dan insentif (Gage & Berliner. Teori-teori Behavioral Robert M. yaitu apa yang memberikan energi untuk belajar bagi siswa dan apa yang memberikan arah bagi aktivitas belajar siswa. 1908). dan lain-lain. Clark Hull mengemukakan Drive Reduction Theory yang menyatakan bahwa kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia. Dalam menjawab permasalahan. kebutuhan (need). yang menggambarkan hubungan empiris antara rangsangan (arousal) dan kinerja (performance). wawancara dengan ahli. Secara umum. grafik. karangan. Siswa dapat menggunakan bermacam-macam sumber belajar. Yerkes dan J. ketika tingkat rangsangan menjadi terlalu tinggi. walaupun respon yang . Teori .sedang berkompetisi. humanistic.teori Motivasi Motivasi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan apa yang memberikan energi bagi seseorang dan apa yang memberikan arah bagi aktivitasnya. Teori ini menyatakan bahwa kinerja meningkat sesuai dengan rangsangan tetapi hanya sampai pada titik tertentu. dan mungkin saja semua jawaban benar. teori-teori tentang motivasi dapat dikelompokkan berdasarkan sudut pandangnya. televisi. Dengan pengertian istilah motivasi seperti tersebut di atas. sikap (attitude). biasanya siswa diminta untuk membuat sebuah produk yang dapat menggambarkan pengetahuannya mengenai permasalahan yang sedang dipecahkan. 1984). poster. Motivasi kadang-kadang dibandingkan dengan mesin dan kemudi pada mobil. Jawaban dari permasalahan yang diajukan guru dapat muncul dalam berbagai bentuk. yaitu behavioral. Performance Evaluation. Pada tahun 1943. B. Energi dan arah inilah yang menjadi inti dari konsep tentang motivasi. nilai (value). misalnya minat (interest). aspirasi. Dodson. dan seringkali dikaitkan dengan faktor-faktor lain yang mempengaruhi energi dan arah aktivitas manusia. website. social learning.D. Melalui produk-produk ini guru melakukan evaluasi. video. poster. 1. kinerja justru menurun.

Kurt Lewin mengajukan Field Theory yang dipengaruhi oleh prinsip dasar psikologi Gestalt. Masih menurut Hull. 2005). 1996). walaupun habit yang diberikan sangat kuat dan jelas (Berliner & Calfee. 2. besar gaya motivasional pada seseorang untuk mencapai suatu tujuan yang sesuai dengan lingkungannya ditentukan oleh tiga faktor: tension (t) atau besar kecilnya kebutuhan. maka kita akan bereaksi untuk menyelesaikan konflik dan ketidakcocokan ini. Implikasi dari hal ini adalah bahwa jika kita dapat menciptakan ketidakcocokan dalam jumlah tertentu. E) Menurut Lewin. Sebagai contoh. 2004). makhluk hidup tidak akan bereaksi sama sekali.1960. dua tindakan. dorongan (motivators of performance) dan reinforcement bekerja bersama-sama untuk membantu makhluk hidup mendapatkan respon yang sesuai (Wortman. suatu kebutuhan biologis pada makhluk hidup menghasilkan suatu dorongan (drive) untuk melakukan aktivitas memenuhi kebutuhan tersebut. G)/e Dalam persamaan Lewin di atas. Lebih jauh Hull merumuskan teorinya dalam bentuk persamaan matematis antara drive (energi) dan habit (arah) sebagai penentu dari behaviour (perilaku) dalam bentuk: Behaviour = Drive × Habit Karena hubungan dalam persamaan tersebut berbentuk perkalian. dan jarak psikologis orang tersebut dari tujuan (e). 1996). seorang pelari yang sudah kelelahan melakukan sprint ketika ia melihat atau mendekati garis finish. sehingga meningkatkan kemungkinan bahwa makhluk hidup ini akan melakukan respon berupa reduksi kebutuhan (need reduction response). Lewin menyatakan bahwa perilaku ditentukan baik oleh person (P) maupun oleh environment (E): Behaviour = f(P.muncul mungkin bermacam-macam bentuknya (Budiningsih. ini akan menyebabkan seseorang mengubah . jarak psikologis berbanding terbalik dengan besar gaya (motivasi). valensi (G ) atau sifat objek tujuan. semakin besar gaya motivasinya. Force = f(t. Teori Lewin memandang motivasi sebagai tension yang menggerakkan seseorang untuk mencapai tujuannya dari jarak psikologis yang bervariasi (Berliner & Calfee. Teori-teori Cognitive Pada tahun 1957 Leon Festinger mengajukan Cognitive Dissonance Theory yang menyatakan jika terdapat ketidakcocokan antara dua keyakinan. Pada periode 1935 . maka ketika drive = 0. Menurut teori Hull. sehingga semakin dekat seseorang dengan tujuannya. atau antara keyakinan dan tindakan.

Internal Tidak terkontrol Kemampuan (ability) Terkontrol Usaha (effort) Eksternal Keberuntungan (luck) Tingkat kesulitan tugas Dalam sebuah pembelajaran. Harold Kelley (1967. Atribut ini dapat bersifat internal maupun eksternal dan terkontrol maupun yang tidak terkontrol seperti tampak pada diagram berikut. tak terkontrol). 1971). Oleh karena itu. Pada tahun 1964. ketiga variabel tersebut harus selalu ada supaya terdapat motivasi. dan Bernard Weiner (1985. yang kemudian mengubah pola pikirnya. Dengan kata lain.perilakunya. 3. maka jika salah satu variabel rendah. Teori ini menyatakan bahwa setiap individu mencoba menjelaskan kesuksesan atau kegagalan diri sendiri atau orang lain dengan cara menawarkan attributatribut tertentu. jika seseorang merasa tidak percaya bahwa ia dapat sukses pada suatu proses belajar atau ia tidak melihat hubungan antara aktivitasnya dengan kesuksesan atau ia tidak menganggap tujuan belajar yang dicapainya bernilai. terkontrol). 1986). yaitu hidup (sexual) dan mati (aggression). motivasi juga akan rendah. Teori-teori Psychoanalytic Salah satu teori yang sangat terkenal dalam kelompok teori ini adalah Psychoanalytic Theory (Psychosexual Theory) yang dikemukakan oleh Freud (1856 . Erik Erikson yang merupakan murid Freud yang menentang pendapat . Jika siswa memiliki atribut kemampuan (internal. Vroom mengajukan Expectancy Theory yang secara matematis dituliskan dalam persamaan: Motivation = Perasaan berpeluang sukses (expectancy) × Hubungan antara sukses dan reward (instrumentality) × Nilai dari tujuan (Value) Karena dalam rumus ini yang digunakan adalah perkalian dari tiga variabel. Teori kedua yang termasuk dalam teori-teori cognitive adalah Atribution Theory yang dikemukakan oleh Fritz Heider (1958). maka begitu siswa mengalami kesulitan dalam belajar. siswa akan menunjukkan perilaku belajar yang melemah (Huitt. 2001). maka kecil kemungkinan bahwa ia akan terlibat dalam aktivitas belajar. 2001). sangat penting untuk membantu siswa mengembangkan atribut-diri usaha (internal. dan selanjutnya mengubah lebih jauh perilakunya (Huitt.1939) yang menyatakan bahwa semua tindakan atau perilaku merupakan hasil dari naluri (instinct) biologis internal yang terdiri dari dua kategori.

2)Intrinsic Process Motivation (kegembiraan. 3)Goal Internalization (nilai-nilai tujuan). dan Scholl (1995). dan kebutuhan selftranscendence. 4)Internal Self-Concept yang didasarkan pada motivasi. dan kebutuhan akan penghargaan. Menurut model ini. dan 5) External Self-Concept yang didasarkan pada motivasi (Leonard. yaitu 1)instrumental motivation (reward dan punishment). Menurut Maslow. atau arah tindakan. terdapat 5 faktor yang merupakan sumber motivasi. Untuk menjelaskan pilihan. manusia hanya dapat bergerak ke growth needs jika dan hanya jika deficiency needs sudah terpenuhi. yaitu pendekatan stimulusresponse atau reinforcement dan pendekatan cognitive atau field. 1983). 1995). Deficiency needs meliputi (dari urutan paling bawah) kebutuhan fisiologis. Menurut Rotter. Teori-teori Social Learning Social Learning Theory (1954) yang diajukan oleh Julian Rotter menaruh perhatian pada apa yang dipilih seseorang ketika dihadapkan pada sejumlah alternatif bagaimana akan bertindak. kebutuhan estetik. kebutuhan yang lebih bawah harus dipenuhi lebih dulu sebelum ke kebutuhan di level berikutnya. 5. 1997). Nilai reinforcement merujuk pada tingkat preferensi terhadap reinforcement tertentu (Berliner & Calfee. . Rotter mencoba menggabungkan dua pendekatan utama dalam psikologi. 1996). senang.Freud. kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki. yang terbagi menjadi dua kelompok. Dalam deficiency needs ini. Maslow mengemukakan gagasan hirarki kebutuhan manusia. Growth needs meliputi kebutuhan kognitif. kebutuhan aktualisasi diri. Teori Maslow mendorong penelitian-penelitian lebih lanjut yang mencoba mengembangkan sebuah teori tentang motivasi yang memasukkan semua faktor yang mempengaruhi motivasi ke dalam satu model (Grand Theory of Motivation). kenikmatan). et. Hirarki kebutuhan Maslow merupakan cara yang menarik untuk melihat hubungan antara motif manusia dan kesempatan yang disediakan oleh lingkungan (Atkinson. Beauvais. 4. kebutuhan rasa aman. motivasi merupakan fungsi dari expectation dan nilai reinforcement.al. Teori-teori Humanistic Teori yang sangat berpengaruh dalam teori humanistic ini adalah Theory of Human Motivation yang dikembangkan oleh Abraham Maslow (1954). yaitu deficiency needs dan growth needs. menyatakan dalam Theory of Socioemotional Development (atau Psychosocial Theory) bahwa yang paling mendorong perilaku manusia dan pengembangan pribadi adalah interaksi sosial (Huitt. misalnya seperti yang diusulkan oleh Leonard.

ketidakpastian muncul ketika kita mengalami sesuatu yang baru. keadaan ketidakpastian yang diciptakan oleh guru telah menimbulkan curiosity siswa. atau kompleks. Dalam metode ini. Respon manusia ketika menghadapi suatu ketidakpastian inilah yang disebut dengan curiosity atau rasa ingin tahu. Bandura menyimpulkan penemuannya dalam pola 4 langkah yang mengkombinasikan pandangan kognitif dan pandangan belajar operan. Dengan mengajukan pertanyaan. dan ini akan memotivasi siswa untuk mengerti mengapa hasil eksperimen tersebut berbeda dengan apa yang dipikirkannya. 1985). Curiosity akan mengarahkan manusia kepada perilaku yang berusaha mengurangi ketidakpastian (Gagne. Sejarah juga membuktikan bahwa curiosity memiliki banyak peran dalam kehidupan para penemu (inventor). Teori Social Cognition Tokoh dari Social Cognition Theory adalah Albert Bandura. Ini akan menimbulkan rangsangan yang tinggi dalam sistem syaraf pusat kita. dan siswa akan termotivasi untuk mengurangi ketidakpastian dalam dirinya tersebut. curiosity siswa akan meningkat karena siswa mengalami ketidakpastian terhadap jawaban pertanyaanpertanyaan tersebut (Gagne. siswa lebih banyak ditanya daripada diberikan jawaban. Teori Curiosity Berlyne Pada tahun 1960 Berlyne mengemukakan sebuah Teori tentang Curiosity atau rasa ingin tahu.6. hal ini akan menimbulkan konflik konseptual dalam diri siswa. memperhatikan dari lingkungan. Hipotesis . 2)Retention. Salah satu metode pembelajaran yang melibatkan curiosity siswa adalah inquiry teaching. yaitu 1)Attention. D. artis. 3)Reproduction. Menurut Berlyne. Dalam pembelajaran Sains. mengejutkan. & nbsp. melakukan sesuatu dengan cara meniru dari apa yang dilihat. lingkungan memberikan konsekuensi yang mengubah kemungkinan perilaku yang akan muncul lagi (reinforcement and punishment) (Huitt. 1985). C. Pembelajaran dapat terjadi melalui proses sederhana dengan mengamati aktivitas orang lain. ilmuwan. 2004). Dapat disimpulkan bahwa curiosity merupakan hal penting dalam meningkatkan motivasi. dan orang-orang yang kreatif. Dengan demikian. 4)Motivation. bukan hanya pernyataan-pernyataan. ketika guru melakukan demonstrasi suatu eksperimen yang memberikan hasil yang tidak terduga. mengingat apa yang pernah dilihat atau diperoleh. Melalui berbagai eksperimen Bandura dapat menunjukkan bahwa penerapan konsekuensi tidak diperlukan agar pembelajaran terjadi. tidak layak.

Rasa ingin tahu yang tinggi dapat dikaitkan dengan teori Maslow. dapat diambil suatu hipotesis bahwa terdapat kaitan yang erat antara peningkatan motivasi belajar siswa terhadap penerapan metode inquiry dalam pembelajaran Sains. salah satu manfaat yang dapat diperoleh dari metode inquiry adalah munculnya sikap keilmiahan siswa. III. rasa ingin tahu yang dimiliki siswa akan memberikan motivasi bagi siswa tersebut untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang dihadapinya. Adanya rangsangan dan dorongan ini menyebabkan siswa termotivasi untuk meresponnya melalui kegiatan ilmiah. Kegiatan ilmiah yang dilakukan. maka muncul pertanyaan apakah metode ini juga dapat mempengaruhi motivasi belajar dalam diri siswa? Sesuai dengan teori curiosity Berlyne. Oleh karena itu. Jika metode inquiry dapat mempengaruhi sikap keilmiahan siswa. Seperti yang telah diuraikan dalam deskripsi teoretik di depan. maka motivasi siswa justru dapat turun kembali. sebaiknya "jarak" antara pengetahuan yang telah dimiliki oleh siswa dengan jawaban yang diharapkan tidak terlalu jauh. dengan motivasi belajar yang tinggi. dan berpikir kritis. konsep-konsep dalam Sains lebih mudah dipahami oleh siswa. Jadi. Dalam pandangan teori-teori motivasi behavioral. rasa ingin tahu yang tinggi. Dengan sikap keilmiahan yang baik. misalnya sikap objektif. komponen pertama dalam metode inquiry adalah question atau pertanyaan. 1993). Harus juga dipertimbangkan apa yang oleh Field Theory disebut sebagai jarak psikologis ke suatu tujuan. . yang menyatakan bahwa manusia memiliki kebutuhan yang salah satunya kebutuhan untuk mengetahui dan kebutuhan untuk memahami. Yang perlu diperhatikan dalam memberikan pertanyaan kepada siswa adalah bahwa ada rangsangan optimal untuk suatu aktivitas tertentu sesuai dengan Optimal Arousal Theory. tampaknya ada hubungan yang kuat antara motivasi belajar dengan sikap keilmiahan yang terbentuk sebagai akibat dari penerapan metode inquiry. yang tidak lain adalah motivasi untuk belajar. Sebab. yaitu mencari jawaban dari pertanyaan. Diskusi Seperti yang telah diteliti oleh Haury (Haury. supaya motivasi untuk menjawab pertanyaan tersebut besar karena jarak psikologis tersebut berbanding terbalik dengan motivasi. metode inquiry yang biasa diterapkan dalam pembelajaran Sains secara tidak langsung sebenarnya mencoba memenuhi salah satu kebutuhan manusia tersebut. dalam memberikan pertanyaan. yaitu pemahaman konsep-konsep Sains. Begitu juga. pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru dapat diartikan sebagai rangsangan (arousal) atau dorongan (drive). kegiatan pembelajaran Sains juga menjadi lebih mudah mencapai tujuannya. jika rangsangan yang diberikan terlalu tinggi. sesuai teori Hull tidak lain adalah upaya untuk mengurangi dorongan atau drive.Berdasarkan paparan teori-teori di atas.

atau gas?" "Darimana datangnya ayam dan bagaimana cara kerja telur ayam sehingga bisa menjadi ayam?" "Mengapa bentuk bulan berubah-ubah?" Dalam proses pembelajaran. zat cair. Oleh karena itu. melibatkan siswa dan menimbulkan curiosity melibatkan level berpikir yang lebih tinggi tidak dapat langsung dijawab tidak dapat dijawab hanya dengan satu kalimat Contoh pertanyaan essential antara lain: • • • "Apa yang menyebabkan sebuah zat disebut zat padat. maka kecil kemungkinan bahwa ia akan terlibat dan termotivasi dalam aktivitas belajar. 2005). untuk menjawab pertanyaan bagaimana kita mengetahuinya atau mengapa memberikan stimulus dan menumbuhkan minat untuk menyelidiki. misalnya siswa harus merasa dapat menjawab pertanyaan tersebut. Sementara menurut Expectation Theory.Dalam pandangan teori-teori motivasi Cognitive. Pertanyaan-pertanyaan yang disyaratkan dalam metode pembelajaran Inquiry. • • • • • • • • dapat ditanyakan berulang-ulang menunjukkan kepada siswa hubungan antara beberapa konsep dalam sebuah subjek muncul dari usaha untuk belajar lebih jauh mengenai kehidupan. yang oleh Garton disebut pertanyaan unit. jika seseorang merasa tidak percaya bahwa ia dapat sukses pada suatu proses belajar atau ia tidak melihat hubungan antara aktivitasnya dengan kesuksesan atau ia tidak menganggap tujuan belajar yang dicapainya bernilai. berupa pertanyaan umum dan membuka pertanyaan-pertanyaan lebih jauh menuntun pada konsep utama subjek tertentu. Ciri pertanyaan unit antara lain: • menanyakan konsep-konsep apa saja yang terdapat dalam subjek pertanyaan essential . Cognitive Dissonance Theory menyiratkan bahwa jika guru dapat menciptakan konflik-konflik tersebut. pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru kepada siswa memiliki batasan-batasan tertentu. guru dan siswa bersama-sama mengembangkan pertanyaanpertanyaan lain. maka siswa akan berusaha (termotivasi) untuk mengubah perilakunya. yang kemudian mengubah pola pikirnya. yang oleh Garton disebut sebagai pertanyaan essential. untuk menjawab pertanyaan essential. jika metode inquiry diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa. memberikan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dalam pembelajaran Sains dengan metode inquiry sama artinya dengan menciptakan ketidakcocokan (konflik) antara apa yang dipikirkan oleh siswa dengan apa yang seharusnya menjadi jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut. antara lain harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut (Garton.

reward. metode inquiry memberikan ruang bagi siswa untuk pemenuhan kebutuhannya.tersebut. Attention. Motivation. Dalam pandangan Theory of Socioemotional Development. Keterlibatan dan interaksi kerjasama dalam pembelajaran Sains dengan metode inquiry juga dapat ditinjau berdasarkan teori Social Cognition. Artinya. Supaya keterlibatan dan kerjasamanya dapat diterima oleh lingkungan. Dengan demikian. siswa termotivasi untuk belajar sehingga konsekuensi yang diperoleh adalah konsekuensi yang positif. artinya lingkungan memberikan konsekuensi yang mengubah kemungkinan perilaku. artinya siswa memperhatikan lingkungan melalui keterlibatannya. yang menyatakan bahwa proses pembelajaran dapat terjadi antara lain melalui attention dan motivation. siswa akan berusaha sebaik-baiknya dengan expectancy mendapatkan reward (misalnya nilai yang baik). Keterlibatan siswa dan interaksi kerjasama dapat ditinjau berdasarkan teori-teori motivasi Psychoanalitic. dan gas? Komponen kedua dan ketiga dalam metode inquiry adalah student engangement (keterlibatan) dan cooperative interaction (interaksi kerjasama). Dalam pembelajaran dengan metode inquiry. Dengan demikian. Hal sebaliknya dapat dinyatakan . manusia memiliki kebutuhan akan penghargaan dan aktualisasi diri. yaitu ikut aktif terlibat dalam kegiatan dan mau bekerjasama. Contoh konsekuensi adalah dianggap tidak aktif terlibat dan tidak dapat bekerjasama. Dalam pandangan teori Maslow. Kedua hal ini akan dibahas bersamaan karena memiliki kedekatan. dan Social Cognition. dan gas? Apakah ciri-ciri zat padat. Komponen keempat dalam metode inquiry adalah performance evaluation. yang paling mendorong atau memotivasi perilaku manusia dan pengembangan pribadi adalah interaksi sosial. Kesempatan siswa untuk terlibat dan bekerjasama dalam sebuah pembelajaran dengan metode inquiry dapat dikatakan sebagai kesempatan untuk memenuhi dua kebutuhan . sehingga siswa pun akan memiliki motivasi yang tinggi. sesuai teori ini motivasi siswa akan meningkat karena metode inquiri mengandung performance evaluation. ketika siswa merasa dilibatkan oleh guru (lingkungan) dalam proses menjawab pertanyaan-pertanyaan dan melakukan interaksi dengan sesama siswa melalui kerja kelompok.penghargaan dan aktualisasi diri . dan nilai. zat cair. maka ia harus menyiapkan diri sebaik mungkin.• membantu siswa menjawab pertanyaan essential secara lebih spesifik Contoh pertanyaan unit antara lain: • • Apa saja contoh zat padat. zat cair. maka perilaku dan kepribadiannya berubah ke arah yang lebih baik. Performance evaluation dapat ditinjau dari Expectation Theory yang menyatakan bahwa motivasi merupakan fungsi dari expectation. misalnya dengan membaca banyak buku teks. Dalam performance evaluation. tentu saja motivasi dalam belajar. motivasi belajar siswa meningkat. Untuk menghindari konsekuensi ini. Humanistic.

dan guru kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk memuaskan rasa ingin tahunya tersebut melalui berbagai macam sumber belajar. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru menimpulkan ketidakpastian atau konflik konseptual dalam diri siswa. Dengan demikian. Tentu saja. V. karena hal ini dapat menurunkan kembali motivasinya. jika pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada siswa terlalu sulit (jarak psikologisnya jauh). dalam metode inquiry sebenarnya guru menciptakan curiosity siswa.. Untuk menjawab rasa ingin tahunya. Komponen ini dapat dikaitkan dengan teory Curiosity Berlyne yang menyimpulkan bahwa curiosity meningkatkan motivasi belajar siswa. Artinya. melalui performance evaluation ini motivasi siswa akan meningkat karena expectation siswa yang tinggi. Inc. Memberikan kesempatan dapat diartikan sebagai suatu ketidakpastian. Misalnya. adanya kesempatan ini menyebabkan motivasi siswa meningkat agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut. yang dapat diperoleh dari berbagai macam sumber belajar.. Namun secara umum dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dari metode inquiry terhadap motivasi belajar siswa. Harcourt Brace Jovanovich. Kesimpulan Berdasarkan penjabaran kelima komponen dalam metode inquiry di atas ditinjau dari berbagai teori tentang motivasi dan curiosity terlihat bahwa metode inquiry memberikan kesempatan meningkatnya motivasi belajar siswa. C. IV. Berdasarkan teori Maslow. siswa harus memiliki banyak pengetahuan. 1983. Social Learning Theory juga menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi motivasi seseorang adalah expectation dan nilai reinforcement. Introduction to Psychology. Konflik konseptual ini akan menimbulkan rasa ingin tahu yang besar dalam diri siswa. Artinya. Referensi Atkinson. Komponen kelima dalam metode inquiry adalah Variety of Resources. dalam performance evaluation siswa diberi kesempatan untuk memenuhi kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. .bahwa motivasi siswa akan rendah dalam suatu pembelajaran yang tidak memasukkan unsur performance evaluation di dalamnya. Ernest. tidak memberikan rangsangan dan curiosity yang tinggi. 8th Ed.. Richard. Rita. & Hilgard. R. Mirip dengan Expectation Theory. Atkinson. yang meningkatkan motivasi belajarnya. masih terdapat batasan-batasan. maka peningkatan motivasi belajar juga sulit diharapkan. peranan guru sangat penting dalam memilihkan sumber belajar yang tepat agar siswa tidak terlalu lama dalam keadaan "belum menemukan jawaban".

McGraw-Hill. Bandung. Inquiry menempatkan peserta didik sebagai . Valdosta. Jakarta. N. Stanley L.valdosta. David. "A Self Concept-Based Model of Work Motivation". Belajar dan Pembelajaran. Little... 1995. 2004. 1996. (ED325303) Budiningsih. Socioemotional development. C. Educational Psychology 3rd Ed. Technology Integration Academy. David. W. Columbus. 5th Ed. Penerbit Alfabeta. Simon & Schuster Macmillan. Laura Lynn. 2001..C.edu/wh.. Valdosta. Motivation to Learn: An Overview. Wortman. 2005. Houghton Mifflin Company. and Environment Education.Berliner. Boston. Gagne. ____. 2004. (1993). Janetta.. Valdosta State University Leonard. (1997).L.. and Environment Education. (1990). Elizabeth. Asri. R. L. OH: ERIC Clearinghouse for Science. Nancy. Educational Psychology Interactive. H. Valdosta. & Scholl Richard. Handbook of Educational Psychology. W. Mathematics. Konsep dan Makna Pembelajaran. 1985. Ellen... (ED359048) Huitt. Beauvais. Psychology. Boston. Loftus..M. C. Robert. Educational Psychology Interactive. & Dodson. Camille. In The Annual Meeting of the Academy of Management (URL: http://chiron.(Editor). Journal of Comparative Neurology and Psychology. C. The Cognitive Psychology of School Learning.). GA: Valdosta State University ____. Yerkes. Columbus. J. Brown and Company Garton. Patricia E. Educational Psychology Interactive. New York. Charles. David. Inquiry-Based Learning. & Berliner. (2004). Willard R-II School District. Syaiful. (1908) The Relation of Strength of Stimulus to Rapidity of Habit-Formation. & Weaver. Blosser. Penerbit Rineka Cipta. Mathematics. Sagala. OH: ERIC Clearinghouse for Science. Teaching Science Through Inquiry. Metode Inquiry Metode inquiry adalah metode yang mampu menggiring peserta didik untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. Observational (social) learning: An overview.. Selecting Procedures for Improving the Science Curriculum. Haury.D. 18. GA: Valdosta State University. & Helgenson. & Calfee. (1984). Gage. D. Boston. 2005.

2005:235). Akhirnya hasil laporan dilaporkan ke sidang pleno. instruksi atau pertanyaan terhadap materi yang akan diajarkan. dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan. meneliti. 2005:236). Dari sidang pleno kesimpulan akan dirumuskan sebagai kelanjutan hasil kerja kelompok. memberikan komentar. Guru berkewajiban memberikan kemudahan belajar melalui penciptaan iklim yang kondusif. mempradugakan suatu jawaban. Metode ini melibatkan mereka dalam kegiatan intelektual. (3) Guru memberikan penjelasan terhadap persoalanpersoalan yang mungkin membingungkan peserta didik. Inquiry pada dasarnya adalah cara menyadari apa yang telah dialami. (5) Siswa merangkum dalam bentuk rumusan sebagai kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan (Mulyasa. serta menarik kesimpulan dan membuat keputusan yang valid untuk menjawab permasalahan yang didukung oleh bukti-bukti. Diharapkan siswa juga mampu mengemukakan pendapatnya dan merumuskan kesimpulan nantinya. Metode ini menuntut peserta didik memproses pengalaman belajar menjadi suatu yang bermakna dalam kehidupan nyata. namun guru tetap memegang peranan penting sebagai pembuat desain pengalaman belajar. Metode inquiry menurut Roestiyah (2001:75) merupakan suatu teknik atau cara yang dipergunakan guru untuk mengajar di depan kelas. Berikutnya adalah menggunakan kesimpulan untuk menganalisis data yang baru (Mulyasa. kemudian mereka mempelajari. (4) Resitasi untuk menanamkan fakta-fakta yang telah dipelajari sebelumnya. Kendatipun metode ini berpusat pada kegiatan peserta didik. Langkah-langkah dalam proses inquiry adalah menyadarkan keingintahuan terhadap sesuatu. 2003:234). Dengan demikian . dan kritis. melontarkan pertanyaan.subyek belajar yang aktif (Mulyasa . dan mereka belajar bersama dalam kelompoknya. menyanggah dan mempertahankan pendapatnya. Juga mereka diharapkan dapat berdebat. Setelah hasil kerja mereka di dalam kelompok didiskusikan. Kadang kala guru perlu memberikan penjelasan. hal itu perlu diperhatikan. dan aktif mencari serta meneliti sendiri pemecahan masalah itu. atau membahas tugasnya di dalam kelompok. Mencari sumber sendiri. kemudian dibuat laporan yang tersusun dengan baik. yang jawabannya bisa didapatkan pada proses pembelajaran yang dialami siswa. Guru berkewajiban menggiring peserta didik untuk melakukan kegiatan. Dan kesimpulan yang terakhir bila masih ada tindak lanjut yang harus dilaksanakan. dan terjadilah diskusi secara luas. melalui metode ini peserta didik dibiasakan untuk produktif. (2) Memberikan tugas kepada peserta didik untuk menjawab pertanyaan. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. dengan menggunakan fasilitas media dan materi pembelajaran yang bervariasi. Guru menggunakan teknik bila mempunyai tujuan agar siswa terangsang oleh tugas. dan saran kepada peserta didik. Strategi pelaksanaan inquiry adalah: (1) Guru memberikan penjelasan. dimana guru membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas. Karena itu inquiry menuntut peserta didik berfikir. Inquiry . analitis .

dan sebagainya. obyektif. (c) mendorong siswa untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri. merencanakan eksperimen. Metode inquiry menurut Suryosubroto (2002:192) adalah perluasan proses discovery yang digunakan lebih mendalam. (g) Dapat mengembangkan bakat atau kecakapan individu. dan sebagainya. Artinya proses inqury mengandung proses-proses mental yang lebih tinggi tingkatannya. Pada metode inquiry dapat ditumbuhkan sikap obyektif. misalnya merumuskan problema. bersifat jujur. hasrat ingin tahu. melakukan eksperimen. (b) Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru. seperti merumuskan masalah. menarik kesimpulan. (i) Menghindarkan diri dari cara belajar tradisional. merancang eksperimen. Teknik inquiry ini memiliki keunggulan yaitu : (a) Dapat membentuk dan mengembangkan konsep dasar kepada siswa. (e) Memberi kepuasan yang bersifat intrinsik. melakukan eksperimen. menarik kesimpulan. (j) Dapat memberikan waktu kepada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi. (d) Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri. Akhirnya dapat mencapai kesimpulan yang disetujui bersama. Bila siswa melakukan semua kegiatan di atas berarti siswa sedang melakukan inquiry. Posted by martiningsih at 6:34 PM . mengumpulkan dan menganalisa data. sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar ide-ide dengan lebih baik. jujur. dan terbuka.mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya. (h) Memberi kebebasan siswa untuk belajar sendiri. mengumpulkan dan menganalisa data. terbuka. (f) Situasi pembelajaran lebih menggairahkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful