P. 1
MASALAH BELAJAR

MASALAH BELAJAR

|Views: 752|Likes:
Published by Ajeje Camberizz

More info:

Published by: Ajeje Camberizz on Jan 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

Latar belakang Mengajar hanya bermakna jika terjadi kegiatan belajar. Guru harus memahami dengan baik proses belajar siswa shg dapat memberikan bimbingan dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi siswa. Belajar : memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Belajar bukan hasil atau tujuan melainkan proses. Hasil belajar berupa perubahan kelakuan. Bukti seseorang telah melakukan kegiatan belajar adalah adanya perubahan tingkah laku baik secara obyektif (unsur motorik atau unsur jasmaniah) maupun subyektif (unsur rohaniah). Aspek tingkah laku manusia antara lain; pengetahuan, pemahaman, kebiasaan, keterampilan, apresiasi, emosional, hubungan sosial, jasmani, budi pekerti, sikap, dll. Namun apakah yang akan terjadi bila ketika melangsungkan proses pembelajaran, ternyata siswa mengalami masalah di dalam melaksanakan proses belajar? Tentu hal ini perlu dicermati dan perlu diidentifikasi untuk menemukan solusi sehingga proses belajar siswa tidak terganggu. Tugas guru sebagai seorang pendidik sangat berat dalam mengupayakan agar peserta didiknya mau mengikuti pembelajaran. Setiap permasalahan belajar yang dihadapi merupakan PR bagi guru supaya dicarikan solusi untuk peserta didik yang bermasalah dalam belajar. Dalam makalah ini akan dijelaskan pengertian dari masalah belajar, faktor penyebab, beserta pemecahan masalahnya.

Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas didapatkan beberapa masalah yang harus terselesaikan : y y y y Apa pengertian masalah belajar ? Apa saja faktor yang mempengaruhi proses belajar? Apa saja faktor penyebab terjadinya masalah belajar? Bagaimana solusi untuk mengatasi masalah belajar ini?

Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini yakni : y y y y Untuk mengetahui pengertian masalah belajar Untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi proses belajar Untuk mengetahui apa saja faktor penyebab terjadinya masalah belajar Untuk mengethaui bagaimana solusi untuk mengatasi masalah belajar ini

Menurut ( Garry dan Kingsley. tetapi juga dapat menimpa murid-murid yang pandai atau cerdas. Pengalaman ini terjadi melalui interaksi antara individu dengan lingkungannya´ ( Anita E. Masalah-masalah belajar ini tidak hanya dialami oleh murid-murid yang lambat saja dalam belajarnya. ada yang melihat sebagai tidak terpenuhinya kebutuhan seseorang. Pengertian belajar dapat didefinisikan ³Belajar ialah sesuatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. 1970 : 15 ) ³Belajar adalah proses tingkah laku (dalam arti luas). . Sedangkan menurut Gagne (1984: 77) bahwa ³belajar adalah suatu proses dimana suatu organisasi berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman´. Dari definisi masalah dan belajar maka masalah belajar dapat diartikan atau didefinisikan sebagai berikut : ³Masalah belajar adalah suatu kondisi tertentu yang dialami oleh murid dan menghambat kelancaran proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan´. Prayitno (1985) mengemukakan bahwa masalah adalah sesuatu yang tidak disukai adanya. ³Belajar adalah proses perubahan pengetahuan atau perilaku sebagai hasil dari pengalaman. Sedangkan menurut pengertian secara psikologis. Kondisi tertentu itu dapat berkenaan dengan keadaan dirinya yaitu berupa kelemahankelemahan dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi dirinya. menimbulkan kesulitan bagi diri sendiri dan atau orang lain. Wool Folk. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya´. 1995 : 196 ).BAB II PEMBAHASAN Definisi Masalah Belajar Masalah adalah ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan. dan adapula yang mengartikannya sebagai suatu hal yang tidak mengenakan. ingin atau perlu dihilangkan. belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan dalam tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. ditimbulkan atau diubah melalui praktek dan latihan´.

Jika siswa tidak dapat mengatasi masalahnya. menolak atau mengabaikannya begitu saja. Maka siswa sebaiknya mempertimbangkan masak-masak akibat sikap terhadap belajar. Selanjutnya mutu belajar akan menjadi rendah. Oleh karena itu motivasi belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus menerus. Karena seorang siswa meski memiliki semangat yang tinggi dan keinginan yang kuat. Faktor-Faktor yang berpengaruh terhadap proses belajar: 1. Maka tunas semangat ini harus dipelihara secara terus menerus. Pemahaman siswa yang salah terhadap belajar akan membawa kepada sikap yang salah dalam melakukan pembelajaran. maka ia tidak dapat belajar dengan baik. Ketika siswa sudah tidak pesuli terhadap belajar maka upaya pembelajaran yang dilakaukan akan sia-sia. yang membawa diri sesuai dengan penilaian. Motivasi yang diberikan dapat meliputi penjelasan tentang keutamaan ilmu dan keutamaan mencari ilmu.Dalam interaksi belajar mengajar siswa merupakan kunci utama keberhasilan belajar selama proses belajar yang dilakukan. tertimpa keengganan dan kelalaian. Akibatnya tidak akan terjadi proses belajar yang kondusif. Lemahnya motivasi atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan belajar. Bila siswa mengetahui betapa besarnya keutamaan sebuah . Adanya penilaian terhadap sesuatu memberikan sikap menerima. Selama melakukan proses pembelajaran sikap siswa akan menentukan hasil dari pembelajaran tersebut. ‡ Sikap Terhadap Belajar Sikap merupakan kemampuan memberikan penilaian tenyang sesuatu. pasti akan tetap ditiup oleh angin kemalasan. Sikap yang salah akan membawa siswa mersa tidak peduli dengan belajar lagi. Tentunya hal ini akan sangat menghambat proses belajar. Proses belajar merupakan aktivitas psikis berkenaan dengan bahan belajar. Sikap siswa ini akan mempengaruhinya terhadap tindakana belajar. Faktor-Faktor Internal Belajar Untuk bertindak belajar siswa menghadapi masalah-masalah secara intern. ‡ Motivasi Belajar Tidak diragukan bahwa dorongan belajar mempunyai peranan besar dalam menumbuhkan semangat pada siswa untuk belajar. Sikap siswa terhadap belajar akan menentukan proses belajar itu sendiri. Motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar.

sehingga siswa benar-benar memahami materi yang telah disampikan. ‡ Konsentrasi Belajar Konsentrasi belajar merupakan kemampuan memusatkan perhatian pada pelajaran. Sehingga semangat siswa untuk menunutut ilmu sangat tinggi.ilmu dan betapa besarnya ganjaran bagi orang yang menuntut ilmu. Pemusatan perhatian tersebut tertuju pada isi bahan belajar maupun proses memperolehnya. Siswa akan mengolah bahan belajar dengan baik jika mereka merasa materi yang diampaikan menarik. nilai agama. Untuk memperkuat perhatian guru perlu melakukan berbagai strategi belajar mengajar dan memperhatikan waktu belajar serta selingan istirahat. Menurut seorang ilmuan ahli psikologis kekuatan belajar seseorang setelah tigapuluh menit telah mengalami penurunan. serta nilai kesenian. Kemampuan siswa dalam mengolah bahan pelajaran menjadi makin baik jika siswa berperan aktif selama proses belajar. Ia menyarankan agar guru melakukan istirahat selama beberapa menit. Bila seseorang merasa membutuhkan ilmu maka tanpa disuruhpun siswa akan mencari ilmu itu sendiri. Istirahat ini tidak harus keluar kelas melainkan dapat berupa obrolan ringan yang mampu membuat siswa merasa rileks kembali. dan hal ini akan memudahkan proses belajar. maka perhatian dan prestasi belajar dapat ditingkatkan. Selain itu bagaimana seorang guru mampu membuat siswanya merasa membutuhkan ilmu. Sehingga sangat perlu untuk melkukan pemusatan perhatian dengan berbagai strategi. . maka siswa akan merasa haus untuk menuntut ilmu. ‡ Mengolah Bahan Belajar Mengolah bahan belajar merupakan kemampuan siswa untuk menrima isi dan cara pemerolehan ajaran sehingga menjadi bermakna bagi siswa. Isi bahan belajar merupakan nilai nilai dari suatu ilmu pengetahuan. Sebab ketika awal masuk kelas perhatian siswa masih terpecah-pecah dengana berbagai masalah. Misalnya. guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya materi yang disampaikan. sehingga seorang guru sebaiknya menyampaikan materi secara menarik sehingga siswa akan memusatkan perhatiannya terhadap materi yang disampaikan oleh guru. nilai kesusilaan. Dengan memberikan selingan istirahat. Yang perlu diperhatikan oleh guru ketika memulai proses belajar ialahsebaiknya seorang guru tidak langsung melakukan pembelajaran namun seorang guru harus memusatkan perhatian siswanya sehingga siap untuk melakukan pembelajaran.

Dari pengalaman sehari-hari di sekolah diketahui bahwa ada sebagian siswa tidak mampu berprestasi dengan baik. Gangguan tersebut bukan hanya bersumber pada pemanggilan atau pembangkitannya sendiri. Kemampuan berprestasi tersebut . Sehingga mau atau tidak mau siswa akan berusaha untuk mengingat kembali materi yang telah lama disampaikan serta membuka kembali buku yang berkaitan dengan materi tersebut. Dalam hal pesan lama maka siswa akan memanggil atau membangkitkan kembalipesan dan pengalaman lama untuk suatu unjuk hasil belajar. Biasanya hasil belajar yang disimpan dalam jagka waktu yang panjang akan mudah dilupakan oleh siswa. ‡ Kemampuan Berprestasi Kemampuan berprestasi atau unjuk hasil belajar merupakan puncak suatu proses belajar. Dalam hal baru maka siswa akan memperkuat pesan dengan cara mempelajari kembali atau mengaitkannya dengan bahan lama. Jika siswa tidak memperhatikan dengan baik pada saat penerimaan maka siswa tidak memiliki apa apa. Jikasiswa tidak berlatih sungguh sungguh maka siswa tidak akan memiliki ketrampilan.‡ Menyimpan Perolehan Hasil Belajar Menyimpan perolehan hasil belajar merupakan kemampuan menyimpan isi pesan dan cara perolehan pesan. ‡ Menggali Hasil Belajar Yang Tersimpan Menggali hasil belajar yang tersimpan merupakan proses mengaktifkan pesan yang telah diterima. Untuk mengatasi hal ini sebaiknya guru mengingatkan akan materi yang telah lama diberikan. pengolahan dan penyimpanan. Siswa menunjukan bahwa ia telah mampu memecahkan tugas-tugas belajar atau menstransfer hasil belajar. serta memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan materi tersebut. proses pengolahan kembali dan proses penggunaan kembali. Kemampuan menyimpan tersebut dapat berlangsung dalam jangka waktu yang pendek maupun dalam jangka waktu yang panjang. Sehingga Ingatan yang disimpan dalam jangka panjang akan semakin kuat. Proses belajar terdiri dari proses pemasukan . Ada kalanya siswa mengalami gangguan dalam menggali pesan dan kesan lama. Gangguan tersebut dapat dikarenakan kesukaran penerimaan. Pada tahap ini siswa membuktikan hasil belajar yang telah lama ia lakukan. Hal ini akan terjadi jika siswa tidak membuka kembali bahan belajar yang telah diberikan oleh seorang guru.

kota kecil. rasa percaya diri dapat timbul berkat adanya pengakuan dari lingkungan. Kecakapan tersebut menjadi actual bila siswa memecahkan masalah dalam belajar atau kehidupan sehari-hari. Untuk sebagian kebiasaan tersebut dikarenakan oleh ketidakmengertian siswa dengan arti belajar bagi diri sendiri. ‡ Intelegensi Dan Keberhasilan Belajar Intelegensi merupakan suatu kecakapan global atau rangkuman kecakapan untuk dapat bertindak secara terarah. pra-pengolahan. datang terlambat bergaya pemimpin. ‡ Rasa Percaya Diri Siswa Rasa percaya diri timbul dari keinginan mewujudkan diri bertindak dan berhasil. Dengan perolehan hasil belajar yang rendah. ‡ Cita-Cita Siswa Cita-cita sebagai motivasi intrinsic perlu didikan. Oleh karena itu pada tempatnya mereka didorong untuk melakukan belajar dibidang kterampilan. berpikir secara baik dan bergaul dengan lingkungan secara efisien. ‡ Kebiasaan Belajar Kebiasaan-kebiasaan belajar siswa akan mempengaruhi kemampunanya dalam berlatih dan menguasai materi yang telah disampaikan oleh guru. menyia-nyiakan kesempatan belajar. Hal ini akan merugikan calon tenaga kerja itu sendiri. penyimpanan. Semakin sering siswa mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik maka rasa percaya dirinya akan meningkat. Kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut dapat ditemukan di sekolah-sekolah pelosok.terpengaruh pada proses-proses penerimaan. bersekolah hanya untuk bergengsi. Didikan memiliki cita-cita harus ditanamkan sejak mulai kecil. pengolahan. Dari segi perkembangan. Dan apabila sebaliknya yang terjadi maka siswa akan merasa lemah percaya dirinya. pengaktifan. berarti terbentuknya tenaga kerja yang bermutu rendah . Dalam proses belajar diketahui bahwa unjuk prestasi merupakan tahap pembuktian perwujudan diriyang diakui oleh guru dan rekan sejawat siswa. yang disebabkan oleh intelegensi yang rendah atau kurangnya kesungguhan belajar. Kebiasaan buruk tersebut dapat berupa belajar pada akhir semester. kota besar. Cita-cita merupakan harapan besar bagi siswa sehingga siswa selalu termotivasi untuk belajar dengan serius demi menggapai cita-cita . bergaya jantan seperti merokok. belajar tidak teratur. serta pemanggilan untuk pembangkitan pesan dan pengalaman.

Guru yang mengajar siswa adalah seorang pribadi yang tumbuh menjadi penyandang profesi bidang studi tertentu. dan pertumbuhan profesi sebagai guru merupakan pekerjaan sepanjang hayat. atau menjadi bertambah kuat. ruang kesenian. Ditinjau dari segi siswa. gedung sekolah ruang belajar. Sarana pembelajaran meliputi buku pelajaran. Hal ini tidak berarti bahwa lengkapnya sarana dan prasarana menentukan jaminan melakukan .tersebut. Lengkapnya sarana dan prasarana pembelajaran merupakan kondisi pembelajaran yang baik. Dengan penghasilan yang diterimanya setiap bula ia dituntut berkemampuan hidup layak sebagai seorang pribadi guru. dan peralatan olahraga. Ia bekerja dan bertugas mempelajari profesi guru sepanjang hayat. Kemampuan mengatasi kedua masalah tersebut merupakan keberhasilan guru membelajarkan seorang siswa. Program pembelajaran sebagai rekayasa pendidikan guru di sekolah merupakan faktor eksternal belajar. 2. Sebagai seorang diri yang mengembangkan keutuhan pribadi. Dengan mengaitkan pemilikan cita-cita dengan kemampuan berprestasi maka siswa diharapkan berani bereksplorasi sesuai dengan kemampuannya sendiri. tempat ibadah. Ia tidak hanya mengajar bidang studi yang sesuai dengan keahliannya. Faktor-Faktor Ekstern Belajar Proses belajar didorong oleh motivasi intrinsik siswa. Sebagai seorang pribadi ia juga mengembangkan diri menjadi pribadi utuh. bila didorong oleh lingkungan siswa. Disamping itu proses belajar juga dapat terjadi. Dengan kata lain aktifitas belajar dapat meningkat bila program pembelajaran disusun dengan baik. alat dan fasilitas laboratorium sekolah dan berbagai media pengajaran yang lain. Faktor-faktor eksternal tersebut adalah sebagai berikut: ‡ Guru Sebagai Pembina Siswa Belajar Guru adalah pengajar yang mendidik . maka ditemukan beberapa faktor eksternal yang berpengaruh pada aktivitas belajar. Guru juga menumbuhkan diri secara professional. tetapi juga menjadi pendidik pemuda generasi bangsanya. pemenuhan kebutuhan hidup sebagai manusia. ‡ Prasarana Dan Sarana Pembelajaran Prasarana pembelajaran meliputi sarana olahraga. Tuntutan hidup layak tersebut sesuai dengan wilayah tempat tinggal dan tugasnya. ia juga menghadapi masalah pengembangan diri. Mengatasi masalah-masalah keutuhan secara pribadi. buku bacaan.

Dalam kehidupan tersebut terjadi pergaulan seperti hubungan sosial tertentu. kerja berkoprasi. Dalam kehidupan tersebut terjadi hubungan akrab kerjasama. konflik atau perkelahian. dari sisi siswa hasil belajar merupak tingkat perkembangan mental yang lebing baik bila dibandingkan pada saat pra belajar. isi pendidikan berubah. Dengan kemajuan dan perkembangan masyrakat timbul tuntutan kebutuhan baru dan akibatnya kurikulum sekolah perlu direkonstruksi. tingkat sekolah dan tingkat nasional. bersaing. berkompetisi. peranan dan tanggung jawab sosial tertentu. Justru disinilah muncul bagaimana mengolah sarana dan prasaranapembelajaran sehingga tersenggara proses belajar yang berhasil dengan baik. Dan terjadilah penilaian. dan psikomotorik. kegiatan belajar mengajar berubah serta evaluasi berubah. Dengan demikian. Pelaku aktif dalam belajar adalah siswa. hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi. ‡ Kurikulum Sekolah Kurikulum yang diberlakukan di sekolahadalah kurikulum nasional yang disahkan oleh pemerintah. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenisjenis ranah kognitif. atau yayasan pendidikan.proses pembelajaran yang baik. Jika digolonhkan lulus maka dapay dikatakan proses belajar siswa dan tindak mengajar guru berhenti sementara. Adanya rekonstruksi itu menimbulkan kurikulum baru. Kurikulum disusun berdasarkan tuntutan kemajuan masyrakat. Jika digolongkan tidak lulus. ‡ Kebijakan Penilaian Kegiatan penilaian merupakan proses belajar mencapai puncaknya pada hasil belajar siswa atau unjuk kerja siswa. Sebagai suatu hasil maka dengan unjuk kerja tersebut maka proses belajar berhenti untuk sementara. terjadilah proses belajar ulang bagi siswa dan mengajar ulang bagi guru. Hasil belajar dinilai dari ukuranukuran guru. Perubahan kurikulum sekolah menimbulkan masalah seperti tujuan yang akan dicapai mungkin akan berubah. efektif. Pelaku aktif dalam pembelajaran adalah guru. Hasil belajar merupakan hasil proses belajar. . ‡ Lingkungan Sosial Siswa Di Sekolah Tiap siswa dalam lingkungan sosial memiliki kedudukan.

cenderung bersumber dari faktor-faktor yang melatarbelakanginya ( penyebabnya ). yaitu berasal dari a). ‡ Kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap salah seperti kurang perhatian dan minat terhadap pelajaran sekolah. antara lain : . taraf kecerdasannya cenderung kurang. Seorang guru setelah mengetahui siapa murid yang bermasalah dalam belajar serta jenis masalah apa yang dihadapinya. maka ia seharusnya memahami manifestasi gejala-gejala kesulitan belajar. ‡ Ketidakseimbangan mental ( adanya gangguan dalam fungsi mental ). cacat tubuh. benci. dan sebagainya ). alat bicara. antara lain: ‡ Gangguan secara fisik.3. yaitu mencari sebab-sebab terjadinya masalah yang dialami murid dalam belajar. Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Masalah Belajar Kesulitan belajar ini merupakan suatu gejala yang nampak dalam berbagai jenis pernyataan (manifestasi). Pada dasarnya dari setiap jenis-jenis masalah. seperti kurang berfungsinya organ-organ perasaan. pertimenampakkan kurangnya kemampuan mental. 2) Faktor Eksternal ( faktor-faktor yang timbul dari luar diri individu ). Selanjutnya guru dapat melaksanakan tahap berikutnya. dan sering bolos atau tidak mengikuti pelajaran. Pada garis besarnya sebab-sebab timbulnya masalah belajar pada murid dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu : 1) Faktor-faktor Internal ( faktor-faktor yang berada pada diri murid itu sendiri) . Pemahaman ini merupakan dasar dalam usaha memberikan bantuan kepada murid yang mengalami kesulitan belajar. Meskipun seorang guru tidak mudah menentukan sebab-sebab terjadi masalah yang sesungguhnya. gangguan panca indera. malas dalam belajar. asma. Karena guru bertanggung jawab terhadap proses belajarmengajar. dan antipati serta ketidakmatangan emosi. khususnya dalam masalah belajar murid di SD. ‡ Kelemahan emosional. seperti merasa tidak aman. Sekolah. karena masalah belajar cenderung sangat kompleks. serta penyakit menahan ( alergi. tercekam rasa takut. kurang bisa menyesuaikan diri (maladjustment ).

Menurut Belmon dan Morolla (1971 : 107) menyimpulkan dari hasil penelitiannya. (1967 : 55) bahwa lingkungan sekolah. menghargai usaha-usaha murid dalam belajar dan suka memberi petunjuk kalau murid menghadapi kesulitan. Menurut Lindgren. Keluarga (rumah). mempunyai keterampilan intelektual lebih rendah daripada anak-anak yang berasal dari keluarga yang jumlah anaknya sedikit. Melalui contoh sikap sehari-hari. kurang menghargai usaha-usaha murid maka murid akan merasa kurang diperhatikan dan akan mengakibatkan murid itu malas belajar atau kurangnya minat belajar sehingga anak itu akan mengalami kesulitan belajar. Jadi jelaslah bahwa guru yang kurang akrab dengan murid. bahwa anak-anak yang berasal dari keluarga yang banyak jumlah anak. antara lain : yKeluarga tidak utuh atau kurang harmonis. sehingga murid-muridnya juga akan memiliki penilaian diri yang positif. . akan dapat menimbulkan perasaan sukses dalam diri muridnya dan hal ini akan menyuburkan keyakinan diri dalam diri murid. Keberhasilan seorang murid dipengaruhi oleh faktorfaktor yang berasal dari sekolah seperti guru yang harus benar-benar memperhatikan peserta didiknya. terutama guru. ySikap orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan anaknya yKeadaan ekonomi. Guru yang akrab dengan murid.ySifat kurikulum yang kurang fleksibel yTerlalu berat beban belajar (murid) dan atau mengajar (guru) yMetode mengajar yang kurang memadai yKurangnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar b). guru yang memiliki penilaian diri yang positif akan ditiru oleh muridnya.

diartikan sebagai rumusanrumusan masalah siswa. motivasi. Langkah-langkah bimbingan belajar: . Dalam bimbingan belajar siswa. belajar. Identifikasi Masalah Siswa Identifkasi masalah siswa adalah untuk menentukan siswa yang mengalami kesulitan belajar yang sangat memerlukan bantuan. 4. 2. serta kesulitan belajar atau masalah yang mengganggu aktivitasnya seharihari sehingga mempengaruhi belajarnya. secara rutin. untuk menentukan masalah yang dialaminya. Bertujuan untuk menentukan bantuan yang dapat diberikan kepadanya. Diagnosa Diagnosa dilakukan dalam bimbingan belajar. tidak ragu dan tanpa rasa takut mengungkapkan permasalahannya dengan jujur. Dari beberapa pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang ditujukan kepada individu atau kelompok siswa agar yang bersangkutan dapat mengenali dirinya sendiri.Langkah-langkah yang ditempuh untuk menjamin keberhasilan belajar adalah : 1. Prognosa Prognosa merupakan kegiatan memperkirakan permasalahan. jenis kesulitan serta latar belakang kesulitan dalam pelajaran. instrumen. wawancara. masalah yang terjadi dijaga kerahasiaannya. 3. baik kemampuan yang dimilikinya maupun kelemahannya agar selanjutnya dapat mengambil keputusan dan dapat bertanggung jawab dalam menentukan jalan hidupnya atau memecahkan sendiri kesulitan yang dihadapi serta dapat memahami lingkungannya secara tepat sehingga dapat memperoleh kebahagiaan hidupnya. Dikandung maksud agar siswa yang mengalami permasalahan tidak terbebani. Metode pengumpulan data melalui observasi. apabila siswa yang mengalami kesulitan belajar tidak segera mendapat bantuan. Langkah ini "sangat mendasar sekali" dan merupakan awal kegiatan bimbingan terhadap siswa yang bermasalah. Pemberian Bantuan Bantuan yang diberikan dengan menggunakan pengarahan. Cara mengatasi masalah kesulitan belajar melalui latihan-latihan dan tugas baik individu maupun kelompok.

Sucitae. 2. sehingga hasil belajar yang dicapainya lebih rendah dari potensi yang dimilikinya. usaha-usaha memberikan bantuan pemecahan masalah yang telah diberikan. 1. Kesulitan belajar siswa mencakup pengertian yang luas. Jika permasalahan siswa tidak segera ditemukan solusinya. Tindak Lanjut Tindak lanjut kegiatan bimbingan belajar. minat belajar atau tidak dapat melanjutkan belajar (S. mungkin akan mengalami kesulitan dalam belajar menari yang menuntut gerakan lemah-gemulai. (b) learning disfunction. Contoh : siswa yang sudah terbiasa dengan olah raga keras seperti karate. Mengenal siswa yang mendapat kesulitan belajar dengan menggunakan norma atau ukuran kriteria tertentu. 2. Contoh : siswa yang yang memiliki postur tubuh yang tinggi atletis dan sangat cocok . potensi dasarnya tidak dirugikan. 3. Pada dasarnya. atau gangguan psikologis lainnya. dan (e) learning disabilities. S.1. Mencari sebab-sebab siswa mendapat kesulitan. 1991 : 49). Di bawah ini akan diuraikan dari masing-masing pengertian tersebut. Learning Disorder atau kekacauan belajar adalah keadaan dimana proses belajar seseorang terganggu karena timbulnya respons yang bertentangan. Mengadakan pencegahan supaya kesulitan yang dialami seseorang tidak menular kepada yang lain (Sutijono. akan tetapi belajarnya terganggu atau terhambat oleh adanya respons-respons yang bertentangan. Mencari usaha untuk membantu memecahkan kesulitan-kesulitan itu. 4. (c) underachiever. siswa akan mengalami kegagalan atau kesulitan belajar yang dapat mengakibatkan rendah prestasinya/tidak lulus. tinju dan sejenisnya. Learning Disfunction merupakan gejala dimana proses belajar yang dilakukan siswa tidak berfungsi dengan baik. rendahnya prestasi belajar. (d) slow learner. untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan atau ketidakberhasilan. gangguan alat dria. yang mengalami kekacauan belajar. 5. meskipun sebenarnya siswa tersebut tidak menunjukkan adanya subnormalitas mental. 1972 : 2). diantaranya : (a) learning disorder.

tidak mengerjakan pekerjaan rumah. tapi nilai yang diperolehnya selalu rendah c. seperti: acuh tak acuh. sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama. Menunjukkan perilaku yang berkelainan. Contoh : siswa yang telah dites kecerdasannya dan menunjukkan tingkat kecerdasan tergolong sangat unggul (IQ = 130 ± 140). . namun karena tidak pernah dilatih bermain bola volley. dan sebagainya.menjadi atlet bola volley. berpura-pura. 5. antara lain: a. 3. mengganggu di dalam atau pun di luar kelas. maka dia tidak dapat menguasai permainan volley dengan baik. namun prestasi belajarnya biasa-biasa saja atau malah sangat rendah. Beberapa perilaku yang merupakan manifestasi gejala kesulitan belajar. Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang telah dilakukan. datang terlambat. Mungkin ada siswa yang sudah berusaha giat belajar. seperti membolos. Menunjukkan hasil belajar yang rendah di bawah rata-rata nilai yang dicapai oleh kelompoknya atau di bawah potensi yang dimilikinya. Slow Learner atau lambat belajar adalah siswa yang lambat dalam proses belajar. dusta dan sebagainya. tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah. d. Learning Disabilities atau ketidakmampuan belajar mengacu pada gejala dimana siswa tidak mampu belajar atau menghindari belajar. Lambat dalam melakukan tugas-tugas kegiatan belajarnya dan selalu tertinggal dari kawan-kawannya dari waktu yang disediakan. sehingga hasil belajar di bawah potensi intelektualnya. tidak teratur dalam kegiatan belajar. b. 4. menentang. e. Menunjukkan sikap-sikap yang tidak wajar. tidak mau mencatat pelajaran. Under Achiever mengacu kepada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang tergolong di atas normal.

yang ditunjukkan oleh adanya kegagalan siswa dalam mencapai tujuan-tujuan belajar. seperti : pemurung. Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar. dilihat berdasarkan ukuran tingkat kemampuan. sehingga dengan kriteria ini dapat ditetapkan batas dimana siswa dapat diperkirakan mengalami kesulitan belajar. bakat. 2003) mengidentifikasi siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar. tidak menunjukkan perasaan sedih atau menyesal. 3. Bila saat belajar. Sementara itu. Siswa ini dapat digolongkan ke dalam under achiever. seorang ibu harus mengenal karakter dan kebiasaan belajar anak. tidak atau kurang gembira dalam menghadapi situasi tertentu. Apakah anak belajar dengan senang hati atau dalam keadaan kesal. pemarah. Misalnya dalam menghadapi nilai rendah. Burton (Abin Syamsuddin. Tidak berhasil tingkat penguasaan materi (mastery level) yang diperlukan sebagai prasyarat bagi kelanjutan tingkat pelajaran berikutnya. Terdapat empat ukuran dapat menentukan kegagalan atau kemajuan belajar siswa : (1) tujuan pendidikan. mudah tersinggung. (3) tingkat pencapaian hasil belajar dibandinngkan dengan potensi. Jika belajar dalam suasana hati yang senang. Menurut Burton bahwa siswa dikatakan gagal dalam belajar apabila : 1. coba untuk mencari tahu penyebab . 2. atau kecerdasan yang dimilikinya. Siswa ini dapat digolongkan ke dalam slow learner atau belum matang (immature).f. sehingga harus menjadi pengulang (repeater) Untuk dapat menetapkan gejala kesulitan belajar dan menandai siswa yang mengalami kesulitan belajar. ia merasa kesal. Tidak dapat mengerjakan atau mencapai prestasi semestinya. Upaya-Upaya Penanggulangan Masalah Belajar 1. Dalam batas waktu tertentu yang bersangkutan tidak mencapai ukuran tingkat keberhasilan atau tingkat penguasaan materi (mastery level) minimal dalam pelajaran tertentu yang telah ditetapkan oleh guru (criterion reference). maka apa yang akan dipelajari lebih cepat ditangkap. (2) kedudukan dalam kelompok. maka diperlukan kriteria sebagai batas atau patokan. Perhatikan Mood Untuk mengenal mood anak. dan (4) kepribadian. dan sebagainya.

Jika. 4. Mengidentifikasi siswa yang diperkirakan mengalami kesulitan belajar. Selamat mencoba. Biasanya anak cepat larut dengan cerita ibunya sehingga ia mencoba mencocok-cocokkan dengan apa yang dijalaninya sekarang. tentu ada kaitan dengan cara guru mengajar di kelas. . 2. Apakah karena pelajaran yang sulit atau karena konsentrasi yang pecah. Sejak dini biasakan anak berperilaku sportif dan pandai menyampaikan pendapatnya. 3. Siapkan Ruang Belajar Kesulitan belajar anak bisa juga karena tempat yang tersedia tidak memadai. pelajaran yang disukai tergantung bagaimana cara guru itu mengajar. anak Anda aktif maka banyak sekali cerita yang lahir termasuk bagaimana guru kelas memperhatikan baju.munculnya rasa kesal itu. Karena itu. Khusus soal komunikasi ini. ikat rambut. dan sepatunya. Adapun langkah-langkah mengidentifikasi siswa yang mengalami kesulitan belajar. Misalnya bercerita kepada anak tentang bagaimana dahulu ibunya menyelesaikan mata pelajaran yang dianggap sulit. coba sediakan tempat belajar untuk anak. Komunikasi Masa kecil kita. Nah di sini tugas orangtua untuk menyenangkan hati si anak. Selain itu. a) Menandai siswa dalam satu kelas atau dalam satu kelompok yang diperkirakan mengalami kesulitan belajar baik bersifat umum maupun khusus dalam bidang studi b) Meneliti nilai ulangan yang tercantum dalam ³record academic´ kemudian dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas atau dengan kriteria tingkat penguasaan minimal kompetensi yang dituntut. Sempatkan juga waktu dan dengarkan anak-anak bercerita tentang bagaimana cara guru mereka mengajar di sekolah. saat mengajari anak ini Anda bisa melakukannya dengan menularkan cara belajar yang baik. Tidak bisa dipungkiri perhatian terhadap mata pelajaran. biarkan anak-anak bercerita tentang gurunya.

ketidakhadiran. Mengalokasikan letaknya kesulitan atau permasalahannya. berusaha mengetahui kebiasaan dan cara belajar siswa di rumah melalui check list e) Mendapatkan kesan atau pendapat dari guru lain terutama wali kelas. Memperkirakan alternatif pertolongan. seperti catatan keterlambatan penyelesaian tugas. dengan cara mendeteksi kesulitan belajar pada bidang studi tertentu.c) Menganalisis hasil ulangan dengan melihat sifat kesalahan yang dibuat. Menetapkan kemungkinan cara mengatasinya baik yang bersifat mencegah (preventif) maupun penyembuhan (kuratif). .dan guru pembimbing. 5. 6. d) Melakukan observasi pada saat siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar yaitu mengamati tingkah laku siswa dalam mengerjakan tugas-tugas tertentu yang diberikan di dalam kelas. kekurang aktifan dan kecenderungan berpartisipasi dalam belajar.

asma. Sekolah. malas dalam belajar. pertimenampakkan kurangnya kemampuan mental. Keluarga (rumah). gangguan panca indera. taraf kecerdasannya cenderung kurang. dan sebagainya ). seperti kurang berfungsinya organ-organ perasaan. kurang bisa menyesuaikan diri (maladjustment ). 2) Faktor Eksternal ( faktor-faktor yang timbul dari luar diri individu ). seperti merasa tidak aman. antara lain : yKeluarga tidak utuh atau kurang harmonis. antara lain : ySifat kurikulum yang kurang fleksibel yTerlalu berat beban belajar (murid) dan atau mengajar (guru) yMetode mengajar yang kurang memadai yKurangnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar b). benci. antara lain: ‡ Gangguan secara fisik. serta penyakit menahan ( alergi.BAB III PENUTUP Kesimpulan Masalah belajar adalah suatu kondisi tertentu yang dialami oleh murid dan menghambat kelancaran proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan Faktor-faktor penyebab terjadinya masalah belajar dapat dibagi menjadi 2 : 1) Faktor-faktor Internal ( faktor-faktor yang berada pada diri murid itu sendiri) . alat bicara. ‡ Kelemahan emosional. dan sering bolos atau tidak mengikuti pelajaran. ‡ Ketidakseimbangan mental ( adanya gangguan dalam fungsi mental ). cacat tubuh. . dan antipati serta ketidakmatangan emosi. tercekam rasa takut. ‡ Kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap salah seperti kurang perhatian dan minat terhadap pelajaran sekolah. yaitu berasal dari a).

.ySikap orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan anaknya yKeadaan ekonomi.

unjabisnis.DAFTAR PUSTAKA http://blog.net/ .id/yunifitriyah/ http://www.unsri.ac.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->