Daftar Isi

Kata Sambutan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kata Pengantar Daftar Isi

BAGIAN I PENDAHULUAN
BAB 1 GAMBARAN UMUM KEUANGAN PUBLIK Alasan Mempelajari Keuangan Publik Pentingnya Sektor publik Karakteristik Kebijakan publik Ruang Lingkup Keuangan Publik Kriteria Evaluasi Kebijakan Publik BAB 2 BARANG PUBLIK & EKSTERNALITAS Barang Publik Perbedaan antara Barang Publik dan Barang Pribadi Free Rider Problem Eksternalitas BAB 3 PENENTUAN HARGA BARANG PUBLIK Tujuan Kebijakan Harga Penentuan Harga Barang Publik Implementasi Penentuan Harga 1 2 3 5 6 7 11 11 13 17 18 31 31 32 34

BAGIAN II KONSEP DAN IMPLEMENTASI ANGGARAN
BAB 4 FUNGSI DAN AKTIVITAS PEMERINTAH DALAM PEREKONOMIAN Fungsi dan Aktivitas Pemerintah Alasan Keterlibatan Pemerintah dalam Ekonomi Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian Fungsi Alokasi. Fungsi Distribusi Fungsi Stabilisasi 43 43 45 47 48 64 74 83 85 89 91 99 99 102 109

BAB 5 KONSEP ANGGARAN Jenis-jenis Anggaran Konsep PPBS (Planning Programming and Budgeting System) Siklus Anggaran BAB 6 PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN Unsur-Unsur Pembangunan Kebijakan Struktur Perpajakan Insentif Perpajakan

Kebijakan Pengeluaran Bantuan Internasional dan Redistribusi

113 115 121 124 125 127 128 130 137 137 138 140 142 144 145 148 153 156 161 162 166 173 180 183 185 185 187 190 191 197 197 198 205 207 212 222 227 228 229

BAGIAN III PERPAJAKAN
BAB 7 DASAR-DASAR PERPAJAKAN Fungsi Pajak Prinsip-Prinsip Pajak Siklus Arus Pajak Tarif Pajak Istilah-istilah Dalam Perpajakan BAB 8 KEADILAN DAN DAMPAK PERPAJAKAN Prinsip Manfaat Prinsip Kemampuan Membayar Kriteria Umum Keadilan Perpajakan Prinsip Keadilan dan Pajak Penghasilan Prinsip Keadilan dan Pajak Penjualan Prinsip Keadilan dan Pajak Kekayaan Dampak Pajak Kriteria Tarif Pajak Kriteria Struktur Pajak yang Baik BAB 9 PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK PRIBADI Aturan Utama Prinsip-Prinsip Definisi Penghasilan Praktek Definisi Penghasilan: Pengecualian Praktik Definisi Penghasilan: Pengurangan Atas Penghasilan Neto Preferensi Pajak Problema Keadilan Pajak Bagi Wajib Pajak Berpenghasilan Tinggi Problema Keadilan Pajak Bagi Wajib Pajak Berpenghasilan Rendah Pola Progresivitas Tarif Pajak Penyesuaian Terhadap Inflasi Pilihan Unit Kena Pajak BAB 10 PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN Struktur Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan Perlukah Perseroan Dikenakan Pajak? Siapa yang Menanggung Beban Pajak? Integrasi Pajak Aspek-Aspek Khusus Definisi Basis Pajak Investment Tax Credit BAB 11 PAJAK ATAS KONSUMSI Jenis Pajak Atas Konsumsi di Indonesia Bahasan-Bahasan Dalam Pajak Atas Konsumsi

Pajak Pertambahan Nilai Distribusi Beban Pajak Pajak Pengeluaran Wajib Pajak Pribadi BAB 12 PAJAK ATAS KEKAYAAN DAN WARISAN Alasan-Alasan Pengenaan Pajak Atas Kekayaan Pajak atas Tanah Struktur dan Basis Pajak Atas Kekayaan di Indonesia Distribusi Beban Pajak Properti Pajak Atas Kekayaan Bersih Bea Atas Modal Alasan-Alasan Pengenaan Pajak atas Warisan Tujuan dan Jenis Pajak atas Warisan Permasalahan-Permasalahan Khusus BAB 13 PAJAK INTERNASIONAL Prinsip Pajak Internasional Koordinasi Pajak penghasilan Koordinasi Pajak Produk Tax Treaty Cakupan Tax Treaty Minimalisasi Pajak Berganda Pencegahan Penghindaran Pajak Ketentuan Lain Lain Tax Treaty Mengalahkan UU PPh Koordinasi Pengeluaran Koordinasi Stabilisasi

233 238 240 249 249 251 252 255 261 265 265 265 267 275 279 280 282 285 286 289 294 295 296 297 298 305 306 310 316 325 325 327 330 331 333 334 334

BAGIAN IV BELANJA PUBLIK
BAB 14 KEBIJAKAN DAN STRUKTUR BELANJA PUBLIK Konsep Welfare State Faktor-Faktor Penyebab Pertumbuhan Klasifikasi Belanja Publik BAB 15 KEBIJAKAN BELANJA PUBLIK SEKTOR-SEKTOR UMUM Perlunya Analisis Sektor Pertahanan Nasional Jalan Raya Pendidikan Fasilitas Rekreasi Global Public Goods Privatisasi Barang Publik

BAB 16 KEBIJAKAN BELANJA PUBLIK DALAM TUNJANGAN SOSIAL Program Jaminan Sosial di Amerika Serikat Sistem Jaminan Sosial di Indonesia

341 342 345 361 364 367 373 375 380 381

BAGIAN V DESENTRALISASI FISKAL
BAB 17 KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH Dimensi Ekonomi dari Desentralisasi Fiskal Syarat-Syarat Keberhasilan Desentralisasi Fiskal BAB 18 TRANSFER PUSAT KE DAERAH: TEORI DAN PRAKTIK Tujuan Transfer Kriteria Desain Transfer Pusat ke Daerah Jenis-Jenis Transfer

BAB 19 PERPAJAKAN DAERAH 395 Prinsip dan Kriteria Perpajakan Daerah 396 Ciri-Ciri Tertentu Suatu Pajak Daerah 398 Ketentuan Mengenai Pungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah 402 Ketentuan Mengenai Bagi Hasil Pajak Propinsi dan Peruntukkannya (Pasal 2A) 404 Tarif Pajak Propinsi dan Kabupaten/Kota 405 Peranan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dalam Pembiayaan Daerah 405

BAGIAN VI HUTANG PUBLIK
BAB 20 HUTANG PUBLIK Surat Utang Negara Pengelolaan Surat Utang Negara Hutang Luar Negeri Proses Pelaksanaan Kerjasama Pinjaman dan Hibah Luar Negeri Proses Penyusunan Perjanjian Kerjasama dan Pengusulan Program/Proyek PHLN Proses Pembuatan Loan Agreement Hutang Luar Negeri dalam Pembangunan Ekonomi BAB 21 PINJAMAN DAERAH Pendahuluan Tujuan dan Batas-Batas Pinjaman Metode dan Sumber-Sumber Pinjaman Persyaratan-Persyaratan Pinjaman Penggunaan Pinjaman dalam Pembiayaan Praktek Pinjaman Daerah di Indonesia Daftar Pustaka Biografi Penyusun 413 414 415 416 417 418 419 419 431 431 432 434 435 436 437

Kata Pengantar
Seiring dengan tuntutan terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang baik, sektor publik cukup mendapat sorotan dari masyarakat luas terutama terkait dengan berbagai kebijakan yang diambil pemerintah. Kebijakan publik ini merupakan suatu hal yang sangat penting terutama dalam hal mempengaruhi kegiatan perekonomian nasional, melalui kebijakan moneter dan kebijakan fiskal yang dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, bahasan keuangan publik menjadi suatu hal yang perlu dipelajari seiring dengan pertumbuhan sektor publik dari waktu ke waktu dalam jumlah yang besar. Keuangan publik adalah bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari aktivitas finansial pemerintah dan bagaimana proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pemerintah. Setiap keputusan yang diambil akan mempunyai pengaruh terhadap ekonomi, keuangan rumah tangga, dan swasta. Oleh karena itu, masyarakat sebagai para pemilih wakil rakyat yang membuat keputusan, perlu memonitor aktivitas para wakilnya apakah telah membuat kebijakan yang memihak pada rakyat. Keuangan publik, mempelajari pendapatan dan belanja pemerintah, juga menganalisis implikasi dari kegiatan pendapatan dan belanja pada alokasi sumber daya, distribusi pendapatan, dan stabilitas ekonomi. Buku Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi ini mencoba memberikan wawasan mengenai berbagai macam sisi dari keuangan publik dan diharapkan bisa menjawab berbagai pertanyaan mengenai aktivitas publik yang dilakukan pemerintah serta alasanalasan yang mendasari pemerintah dalam mengeluarkan suatu kebijakan. Selain berisi konsep, buku ini juga mencoba menyajikan contoh-contoh aplikasi dan kebijakan yang terkait dengan keuangan publik. Kami menyadari adanya keterbatasan sehingga buku ini masih memiliki kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karenanya, tanggapan, saran, serta kritik yang membangun dari pembaca akan menjadi nilai tambah yang sangat berarti bagi perbaikan kualitas di masa yang akan datang. Akhir kata, kami ucapkan terima kasih terhadap semua pihak yang telah membantu dalam merealisasikan buku ini. Semoga buku ini dapat menjadi buah karya yang bermanfaat bagi yang membaca dan menjadi salah satu referensi keilmuan dalam bidang keuangan publik.

Jakarta, April 2006

Penulis

GAMBARAN UMUM KEUANGAN PUBLIK

Keuangan publik adalah bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari aktivitas finansial pemerintah. Yang termasuk pemerintah di sini adalah seluruh unit pemerintah dan institusi atau organisasi pemegang otoritas publik lainnya yang dikendalikan dan didanai oleh pemerintah. Keuangan publik menjelaskan belanja publik dan teknik-teknik yang digunakan oleh pemerintah untuk membiayai belanja tersebut. Keuangan publik juga menganalisis pengeluaran publik untuk membantu kita dalam memahami mengapa jasa tertentu harus disediakan oleh negara dan mengapa pemerintah menggantungkannya pada jenis-jenis pajak tertentu. Hal hal yang termasuk dalam keuangan publik diantaranya adalah uraian-uraian yang menjelaskan mengapa pertahanan nasional harus dikelola oleh negara sedangkan makanan diserahkan kepada swasta dan mengapa suatu negara menggunakan komposisi berbagai jenis pajak dan bukan hanya pada pajak tunggal.

2

Bab I: Gambaran Umum Keuangan Publik

Keuangan publik mempelajari bagaimana proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pemerintah, karena setiap keputusan akan mempunyai pengaruh terhadap ekonomi, keuangan rumah tangga dan swasta. Dengan demikian, penting bagi kita untuk mengembangkan model-model ekonomi yang dapat membantu menjelaskan arti alokasi sumber daya yang efisien atau optimal, arti keadilan, dan antisipasi akibat finansial maupun ekonomi atas suatu keputusan publik. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa fokus keuangan publik adalah mempelajari pendapatan dan belanja pemerintah, juga menganalisis implikasi dari kegiatan pendapatan dan belanja pada alokasi sumber daya, distribusi pendapatan, dan stabilitas ekonomi.

ALASAN MEMPELAJARI KEUANGAN PUBLIK
Keuangan publik erat kaitannya dalam proses pengambilan keputusan berdasarkan asas demokrasi. Apabila para pemilih wakil rakyat memonitor aktivitas para wakilnya, maka para wakil rakyat ini tentunya akan bekerja lebih keras dan berusaha meyakinkan para pemilihnya bahwa kontribusi mereka atas pembayaran-pembayaran pajak akan menyebabkan pencapaian kondisi yang lebih baik. Pertumbuhan sektor publik dari waktu ke waktu dalam jumlah yang sangat besar merupakan alasan yang kuat dalam menumbuhkan rasa ingin tahu permasalahan yang terdapat dalam keuangan publik. Dalam perkembangan selanjutnya, pertanyaan akan timbul berkaitan dengan mengapa pemerintah memerlukan anggaran sebanyak itu, digunakan untuk apa uang-uang itu, dan apakah uang tersebut digunakan dengan bijaksana? Di samping itu, akan muncul pula pertanyaan yang berkaitan dengan apakah hasil penerimaan pajak (terutama pajak penghasilan) dari rumah tangga seperti yang tercantum dalam anggaran negara memang relevan dengan aktivitas-aktivitas sektor publik ini dan apakah pengeluaran-pengeluaran untuk masing-masing jenis tersebut dilakukan dengan bijaksana? Dalam kondisi normal, dapat dikatakan bahwa semakin tinggi pendapatan rumah tangga maka akan semakin besar proporsi pajak yang harus dibayarkan. Seiring dengan itu, tentunya kepentingan dan perhatian publik akan semakin meningkat. Bagi individu yang merasa tidak puas dengan beban pajak yang menjadi tanggungan mereka, maka mereka akan memberikan pengawasan yang lebih pada aktivitas pemerintah. Namun apabila pembayar pajak merasa terpuaskan, mereka akan dengan sukarela menyerahkan sebagian pendapatan mereka. Dalam situasi ini, pembayar pajak akan memberikan otoritas lebih kepada pemerintah untuk mengelola dan mengendalikan sejumlah sumber

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

3

daya keuangannya. Dengan asumsi ini, sistem perpajakan sebaiknya diarahkan pada kepuasan para individu pembayar pajak.

PENTINGNYA SEKTOR PUBLIK
Sektor publik dan sektor swasta merupakan kesatuan integral dalam sistem perekonomian. Namun demikian, pemerintah bertanggung jawab dalam melakukan tiga kegiatan publik utama, yang diantaranya adalah penyediaan pertahanan nasional, keadilan sosial, dan pekerjaan umum. Kebijakan publik akan merupakan suatu hal yang sangat penting terutama dalam hal mempengaruhi kegiatan perekonomian nasional, melalui kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. John Stuart Mill (1921), menyampaikan beberapa alasan mengenai perlunya aktivitas publik yang dilakukan oleh pemerintah, diantaranya sebagai berikut: 1. Dalam hal pertahanan nasional, campur tangan pemerintah, walaupun harus membatasi kebebasan individu, tetap dibutuhkan dalam memelihara perdamaian dan melindungi masyarakat terhadap serangan yang datang dari luar maupun dari dalam. 2. Pemerintah haruslah bersifat inferior dalam melakukan kegiatan industri dan perdagangan karena usaha seperti itu dapat dijalankan oleh sektor swasta. 3. Individu akan lebih percaya diri apabila mengerjakan sesuatu untuk kepentingannya sendiri sehingga pemerintah hanya bergerak dalam area yang menyangkut kepentingan publik atau umum. Alasan-alasan yang dikemukakan oleh John Stuart Mill tersebut kemudian diterjemahkan dalam sistem perekonomian kapitalis. Sistem ini, menghendaki adanya kebebasan individu yang mutlak dan tidak membenarkan pengaturan ekonomi oleh pemerintah, kecuali dalam hal-hal yang tidak dapat diatur sendiri oleh para individu. Dalam perkembangannya, tidak ada lagi paham ekstrim seperti itu sehingga negara kapitalis pun memandang perlu adanya peranan pemerintah dalam perekonomian. Peran pemerintah tetap diperlukan dalam melakukan kegiatankegiatan ekonomi karena mekanisme pasar dalam sistem kapitalis mempunyai beberapa kelemahan. Di antara kelemahan-kelemahan mekanisme pasar tersebut adalah sebagai berikut: 1. Adanya barang publik (akan didefinisikan dan dibahas dalam bab mendatang) yang tidak dapat disediakan oleh mekanisme pasar sehingga harus disediakan oleh pemerintah.

1. Adanya perbedaan antara biaya pribadi dan biaya sosial. Itulah sebabnya dalam merancang suatu kebijakan fiskal. manfaat pribadi dan manfaat sosial sehingga pemerintah secara nyata diperlukan dalam pengelolaan biaya dan manfaat sosial karena swasta tidak ada keinginan untuk mengelolanya. Sektor publik (anggaran pemerintah) memberikan kontribusi pada pasar faktor produksi dan pasar produk sehingga merupakan bagian integral dari sistem pembentukan harga. Adanya inflasi atau deflasi yang tidak dapat diselesaikan secara otomatis oleh mekanisme pasar. Barang dan jasa yang disediakan oleh pemerintah dapat saja diproduksi oleh pemerintah atau diproduksi oleh swasta . Hubungan antara arus sektor swasta dan sektor pemerintah Dari gambar 1. Adanya sifat monopoli dalam bidang usaha tertentu yang menyebabkan pemerintah harus campur tangan agar monopoli tidak merugikan para pelaku ekonomi. Pada kenyataannya. fungsi sektor publik berbeda dengan fungsi rumah tangga dan perusahaan. dalam perekonomian.4 Bab I: Gambaran Umum Keuangan Publik 2. Adanya resiko yang sangat besar yang tidak mungkin dikelola oleh swasta. Adanya distribusi pendapatan yang tidak merata antar pelaku ekonomi pasar. 6. Arus barang pribadi dan barang publik tidak dibiayai oleh penjualan tetapi melalui perpajakan atau melalui pinjaman. perlu diperhatikan bagaimana sektor swasta akan bereaksi. Gambar 1. 3.1 terlihat bahwa akan terdapat hubungan yang erat antara arus sektor swasta (rumah tangga dan perusahaan) dan sektor pemerintah. 4. 5. Peran tersebut dapat dilihat dalam siklus seperti dibawah ini.

5. Peraturan pemerintah. melalui anggaran. 2. 3. dan ketiga tidak menyerahkan ekonomi hanya pada kekuatan pasar. Untuk menjamin kesempatan kerja. Untuk mencapai efisiensi pasar. 4. stabilitas harga dan tingkat pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini mensyaratkan adanya informasi yang lengkap mengenai pasar. mengoreksi dan melengkapi peranan mekanisme pasar. baik bagi produsen maupun bagi konsumen dan peraturan pemerintah yang diperlukan untuk menjamin persyaratan kelengkapan informasi tersebut. Hal ini diperlukan untuk mengoreksi penyimpangan yang terjadi apabila terdapat kondisi persaingan yang tidak efisien. adanya barang publik yang . Pertukaran barang dan jasa tertentu. Kriteria pertama. KARAKTERISTIK KEBIJAKAN PUBLIK Terdapat sejumlah kriteria dalam menilai pentingnya sektor publik. Hal ini menyangkut kondisi-kondisi adanya eksternalitas yang perlu dikendalikan pemerintah. Peranan sektor publik dalam perhitungan GNP (Gross National Product) atau pendapatan nasional adalah bahwa pemerintah memberi kontribusi terhadap GNP melalui pembelian barang dan jasa. Secara lebih terperinci karakteristik – karakteristik tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Perlunya peran sosial yang dilakukan oleh pemerintah dalam bentuk distribusi pendapatan dan kesejahteraan dalam mekanisme pasar. karakteristik kebijakan publik mempunyai sifat mengarahkan. 6. RUANG LINGKUP KEUANGAN PUBLIK Bahasan keuangan publik dimulai dari keadaan dan alasan perlunya peran pemerintah dalam perekonomian. komposisi output pengeluaran publik haruslah sesuai dengan keinginan konsumen. kedua adanya preferensi pengambilan keputusan yang terdesentralisasi. Dengan demikian. Dalam mekanisme pasar perlu ada proteksi dari pemerintah untuk melindungi pelaku pasar. Timbulnya masalah eksternalitas (akan dibahas lebih lanjut pada bab mendatang) yang perlu dipecahkan oleh pemerintah. subsidi dan pajak.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 5 untuk dijual kepada pemerintah. karena mekanisme pasar tidak dapat melaksanakan semua fungsi ekonomi. Suatu kondisi dimana produksi barang sama dengan keinginan pasar.

kegiatan yang mencakup belanja publik dan kegiatan pembiayaan sering disebut sebagai struktur fiskal (fiscal structure). § Yang terakhir. misalnya melalui hutang. perlunya pencapaian kondisi stabil dalam ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan. dimana bahasan tersebut akan dihubungkan dengan aspek efisiensi penyediaan jasa tersebut. kesehatan dan pertahanan). sumbersumber tersebut akan dihubungkan dengan aspek keadilan dan distribusi pendapatan. adanya mekanisme pasar yang perlu diintervensi pola distribusinya oleh pemerintah karena berbagai alasan. Salah satu titik penting pada sisi belanja tersebut adalah adanya efek pengganda (multiplier) yang diperankan oleh pemerintah. Secara khusus. Secara lebih rinci dapat dijelaskan bahwa ruang lingkup keuangan publik mencakup hal hal sebagaimana dikemukakan di bawah ini: § Keuangan publik mencoba memberikan gambaran tentang pilihan publik yang menyangkut aspek institusi publik. KRITERIA EVALUASI KEBIJAKAN PUBLIK . (misalnya: belanja pemerintah yang meliputi pendidikan. pemerintah perlu memberikan stimulus pada perekonomian melalui kebijakan belanjanya yang mengalami pertumbuhan dari waktu ke waktu. bahasan keuangan publik biasanya juga menyangkut kegiatan analisis hubungan antara kebijakan pemerintah dengan perekonomian yang dikelola oleh rumah tangga dan swasta. § Keuangan publik akan mencakup masalah-masalah bagaimana pemerintah memperoleh pendapatannya.6 Bab I: Gambaran Umum Keuangan Publik perlu dialokasikan oleh pemerintah. pemerintah dapat melakukan usaha-usaha memperoleh sumber pendanaan lainnya. Untuk menutup kekurangannya. dan sebagainya. dimana belanja tersebut dapat didanai oleh pendapatan yang dihasilkan dari kegiatan pemerintah. dan juga alokasi dan distribusi sumber daya. Bahasan yang meliputi kegiatan memperoleh pendapatan. keseimbangan publik yang dicapai melalui proses pemilihan umum. Hasil pemilihan umum ini akan menghasilkan keputusan yang diantaranya menyangkut penyediaan barang dan jasa publik. dan dalam keuangan publik. § Aspek pembiayaan merupakan area pembahasan keuangan publik berikutnya. § Keuangan publik membahas aspek belanja publik yang merupakan aktivitas utama pemerintah dalam penyediaan barang dan jasa publik untuk kesejahteraan masyarakat. Sumber pendapatan pemerintah dapat mencakup pajak dan non pajak.

apakah wajar mempertimbangkan untuk menutup suatu perusahaan yang menyebabkan polusi udara dimana dalam pertimbangan lainnya. perusahaan tersebut juga menyediakan banyak kesempatan kerja pada saat tingginya tingkat pengangguran? Apakah wajar mempertimbangkan untuk menutup bisnis penebangan hutan dalam rangka menyelamatkan habitat burung hantu? Atau.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 7 Terdapat beberapa kriteria yang dapat digunakan dalam melakukan evaluasi dan analisis kebijakan publik yang diantaranya adalah sebagaimana di bawah ini. apakah wajar mengenakan pajak yang digunakan untuk kebijakan pendidikan pada semua penduduk termasuk pada keluarga tanpa anak? Efisiensi Ekonomi (Economic Efficiency) Kebijakan publik dapat dianalisis dari sudut Pareto Efficiency yaitu melalui realokasi sumber daya atau melalui perubahan alokasi – sehingga mencapai kondisi dimana seseorang atau beberapa orang mengalami kepuasan lebih baik tanpa menyebabkan pihak lain terbebani. Dalam asas demokrasi. Keadilan dan kewajaran (Equity & Fairness) Suatu kebijakan publik dapat diuji dengan berbagai pertanyaan. orang tidak akan menabung dalam jumlah yang cukup untuk pensiun sehingga pemerintah harus mengalokasikan penerimaan pajak agar penduduk usia lanjut dapat memperoleh manfaat. . Kebebasan Individu (Freedom of choice) Salah satu indikator keberhasilan kebijakan publik adalah apakah kebijakan pemerintah dapat mendorong kebebasan individu dalam bertransaksi ekonomi. Sebagai contoh. Pengujian terutama dikaitkan dengan kewajaran dalam persepsi sosial dan fair tidaknya suatu kebijakan publik terhadap isu hak kepemilikan. kebebasan individu dalam perekonomian memungkinkan pertukaran sukarela atau mempromosikan proses pengambilan keputusan sukarela yang didasarkan atas pertimbangan dagang yang bebas biaya transfer antar pihak yang bertransaksi. Sistem Paternal (Paternalism) Kebijakan publik dapat dievaluasi dari asumsi bahwa pemerintah adalah pihak yang paling mengetahui permasalahan penduduk suatu negara dan pemerintah bebas menentukan kebijakan apa saja. Sebagai contoh.

§ § . Contoh. dan stabilitas ekonomi. karena setiap keputusan akan mempunyai pengaruh terhadap ekonomi. Apakah manfaat agregat dapat melampaui beban agregat? Secara umum.yang dapat memberi pekerjaan pada setiap orang perlu diintervensi pemerintah? Trade Off Kebijakan publik dapat dievaluasi dengan pertanyaan apakah pilihan kebijakan tidak akan mengorbankan tujuan lainnya. ditribusi pendapatan.8 Bab I: Gambaran Umum Keuangan Publik Stabilisasi (Stabilization) Kebijakan publik dapat dianalisis dengan menilai apakah kebijakan yang diambil pemerintah mampu meningkatkan pengeluaran agregat? Atau apakah ekonomi sektor swasta . tetapi hal ini mungkin tidak efisien. Akan tetapi. welfare economics telah dipertimbangkan sebagai cara pemberian insentif untuk mengoreksi kebijakan berdasar keadilan sosial. mungkin ada konflik yang substansial antara beberapa kriteria tersebut. ekonom menekankan efisiensi dan keadilan sebagai kriteria melakukan evaluasi atas kebijakan publik. keuangan rumah tangga dan swasta. Kemudian. Fokus keuangan publik adalah mempelajari pendapatan dan belanja pemerintah. kebijakan upah minimum mungkin mendorong keadilan. Jumlah yang sangat besar nilainya ini merupakan alasan yang kuat untuk menumbuhkan rasa ingin tahu masalah keuangan publik. Sektor publik telah mengalami pertumbuhan dari waktu ke waktu. dan juga menganalisis implikasi dari kegiatan pendapatan dan belanja pada alokasi sumber daya. RANGKUMAN § Keuangan publik adalah bagian ilmu ekonomi yang mempelajari aktivitas finansial pemerintah dan bagaimana proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pemerintah.

Dengan demikian karakteristik kebijakan publik mempunyai sifat mengarahkan. Economic Efficiency (Efisiensi Ekonomi). Jelaskan pengertian dari keuangan publik dan apa saja fokus dari keuangan publik tersebut? 2. ada sejumlah kriteria/karakteristik kebijakan publik. melalui kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. komposisi output pengeluaran publik haruslah sesuai dengan keinginan konsumen. Terdapat sejumlah kriteria dalam menilai pentingnya sektor publik. Freedom of choice (Kebebasan Individu). Uraikan karakteristik tersebut? . dan ketiga tidak menyerahkan ekonomi hanya pada kekuatan pasar. Sebutkan kelemahan-kelemahan yang ada pada mekanisme pasar tersebut? 5. Jelaskan apa yang menjadi alasan tentang perlunya aktivitas publik yang dilakukan oleh pemerintah menurut John Stuart Mill? 4. Dalam sistem perekonomian kapitalis sekalipun. kedua adanya preferensi pengambilan keputusan yang terdesentralisasi. Dalam perkembangan perekonomian. peranan pemerintah semakin diperlukan dalam melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi karena mekanisme pasar dalam sistem kapitalis mempunyai beberapa kelemahan. karena mekanisme pasar tidak dapat melaksanakan semua fungsi ekonomi. Dalam menilai pentingnya sektor publik. Jelaskan secara singkat mengapa sistem perpajakan haruslah diarahkan pada kepuasan dari sudut pandang para individu? 3. Stabilization (Stabilisasi). peran pemerintah tetap diperlukan dalam melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi karena mekanisme pasar dalam sistem kapitalis mempunyai beberapa kelemahan. Kriteria pertama. Terdapat beberapa kriteria yang dapat digunakan dalam melakukan evaluasi dan analisis kebijakan publik yang diantaranya adalah Equity & Fairness (Keadilan dan kewajaran). Paternalism (Sistem Paternal). mengoreksi dan melengkapi peranan mekanisme pasar. Trade Off . LATIHAN 1.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 9 § § § § Kebijakan publik akan merupakan suatu hal yang sangat penting terutama dalam hal mempengaruhi kegiatan perekonomian nasional.

Jelaskan alasan perlunya peran pemerintah dalam perekonomian dalam konteks keuangan publik? 7. Dalam melakukan analisis kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan anggaran pemerintah dapat dipakai beberapa pendekatan analisis . Jelaskan yang dimaksud dengan istilah Fiscal Structure ? . Apa saja ruang lingkup keuangan publik ? 8.10 Bab I: Gambaran Umum Keuangan Publik 6. Sebutkan dan jelaskan kriteria-kriteria yang digunakan untuk melakukan evaluasi dan analisis kebijakan publik? 10. Uraikan dan jelaskan pendekatan-pendekatan analisis tersebut? 9.

BARANG PUBLIK & EKSTERNALITAS

BARANG PUBLIK
Barang publik merupakan nonrival in consumption yang artinya adalah bahwa kuantitas dari barang publik dapat dinikmati oleh lebih dari satu konsumen tanpa mengurangi jumlah yang dinikmati oleh konsumen yang lainnnya (Heyman, 2002). Sifat pokok dari barang publik ini adalah barang ini tidak dapat dimiliki. Sekali sudah tersedia, maka barang ini akan tersedia merata bagi semua orang. Akibatnya konsumsi barang publik oleh satu orang tidak mengurangi jumlah yang tersedia bagi orang lain. Oleh karena itu tidak perlu bagi seseorang untuk memilikinya agar dapat memanfaatkannya. Terdapat dua karakteristik kunci dalam mengklasifikasikan suatu barang menjadi barang publik yakni bersifat nonrivalry (tidak ada persaingan dalam konsumsinya) dan nonexcludability (tidak dapat dikecualikan).

12

Bab 2: Barang Publik & Eksternalitas

Nonrivalry di sini adalah bahwa barang tersebut akan dapat dikonsumsi oleh sejumlah orang secara bersama-sama, tanpa mengurangi jumlah yang dapat dikonsumsi oleh konsumen yang lainnya. Dengan kata lain, dapat dikemukakan bahwa satu orang akan dapat meningkatkan kepuasannya atas barang publik tersebut tanpa mengurangi kepuasan orang lain yang juga akan menikmati barang yang sama. Contoh yang paling nyata di sini adalah matahari, yang merupakan barang publik. Bandingkan dengan sepasang sepatu yang merupakan barang privat. Dilihat dari sudut pandang tertentu, barang publik tidak dikonsumsi dalam artian dipakai habis, melainkan barang barang tersebut dapat dinikmati. Dimensi kedua dari barang publik adalah Nonexcludability. Terminologi ini menggambarkan bahwa tidak ada cara yang mungkin untuk mengecualikan siapapun agar dapat memanfaatkan barang publik, seperti misalnya pertahanan nasional. Pertahanan nasional merupakan contoh klasik dari barang publik dimana manfaatnya akan diperoleh oleh masyarakat dalam bentuk perlindungan dari serbuan luar negeri yang berlaku secara tidak terbagi untuk seluruh masyarakat, dan tidak ada yang dikecualikan dari manfaat manfaat ini. Manfaatnya akan berlaku sama bagi semua orang, meskipun mereka dapat mempunyai preferensi yang berbeda-beda. Secara umum dapat dikemukakan bahwa suatu barang publik akan mempunyai sifat-sifat berikut: 1. Konsumsi atas barang publik oleh seseorang tidak mempengaruhi penawaran barang publik tersebut untuk dikonsumsi oleh orang lain, atau suatu barang publik dapat dikonsumsi oleh beberapa orang secara bersama-sama. Sifat barang publik seperti ini disebut nonrival consumption. Contoh barang publik dengan sifat ini adalah jalan raya dan pertahanan nasional dimana konsumsi terhadap barang tersebut oleh seseorang tidak mengurangi kesempatan bagi orang lain untuk ikut mengkonsumsinya. 2. Walaupun penyedia barang menginginkan, setiap anggota masyarakat tidak akan dapat dibatasi ataupun dilarang untuk mengkonsumsi barang publik. Sifat barang publik seperti ini disebut nonexclusion. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa jika seseorang akan mengkonsumsi barang publik, apakah seseorang itu mau membayar atau tidak (free rider) dalam mengkonsumsi barang tersebut, orang tersebut akan tetap dapat memperoleh barang tersebut. 3. Walaupun setiap orang mengkonsumsi jumlah yang sama atas barang publik, tidak ada persyaratan bahwa konsumsi ini dinilai atau dihargai oleh semua orang. Kontribusi seseorang atas penggunaan barang publik dapat

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

13

berbeda-beda. Seseorang atau sekelompok orang dapat saja terpaksa membayar lebih mahal akibat rendahnya kontribusi sebagian lainnya. 4. Sifat lain dari barang publik adalah bahwa barang publik tidak disediakan secara eksklusif oleh pihak swasta. Penyediaan barang publik yang dilakukan oleh pemerintah tidak berarti bahwa produksinya harus dilakukan oleh sektor publik, tapi mungkin disediakan oleh swasta kemudian pemerintah melakukan pembelian atas barang tersebut. Karakteristik barang publik seperti di atas tidaklah absolut, akan tetapi tergantung pada kondisi pasar dan teknologi. Misalnya saja, suatu komoditas dapat saja memenuhi satu kriteria dari barang publik, tapi mungkin tidak memenuhi kriteria yang lain. Beberapa barang tertentu yang secara konvensional tidak dipandang sebagai komoditas pribadi dapat saja mempunyai karakteristik sebagai barang publik.

Perbedaan Antara Barang Publik Dan Barang Pribadi
Terdapat beberapa perbedaan karakteristik antara barang pribadi dan barang publik. Perbedaannya adalah bahwa pertukaran barang pribadi dalam mekanisme pasar tidak akan menghasilkan eksternalitas 1 , sedangkan pertukaran barang publik selain dapat menghasilkan manfaat eksternal juga akan dapat menyebabkan beban eksternal bagi pihak lain. Contoh barang publik yang menghasilkan manfaat eksternal adalah pertahanan nasional dan contoh barang publik yang menghasilkan beban eksternal adalah penyediaan mesin atau peralatan yang menyebabkan adanya polusi udara. Perbedaan lain adalah bahwa biaya marjinal untuk distribusi barang publik kepada konsumen adalah nol. Hal ini merupakan efek dari sifat non rival consumption. Contoh: Misalkan ada sekelompok orang yang berada di satu ruangan tertentu. Setiap hari, penghuni ruang ini dapat mengkonsumsi sejumlah roti dan udara sejuk dari alat pendingin ruangan. Jumlah roti yang tersedia akan dikonsumsi dengan porsi yang sama oleh orang-orang yang berada di ruangan itu, dan bila seseorang akan mengkonsumsi lebih dari porsinya, dipastikan akan mengurangi porsi orang lain. Di lain pihak, tidak mungkin membagi temperatur yang telah diberi pendingin udara kepada orang-orang dalam ruangan tersebut. Semua orang
1

Biaya atau manfaat yang muncul yang diakibatkan karena adanya transaksi pasar dimana biaya ataupun manfaat tersebut tidak tercermin dalam harga barang.

14

Bab 2: Barang Publik & Eksternalitas

akan mengkonsumsi tingkat temperatur yang sama. Penambahan orang dalam ruangan, sampai batas tertentu, tidak akan mempengaruhi tingkat konsumsi atas udara sejuk tersebut. Tidak mungkin orang akan mengkonsumsi tingkat temperatur yang berbeda satu sama lain. Sejumlah roti mempunyai karakteristik sebagai barang pribadi sedangkan tingkat suhu seperti uraian diatas mempunyai karakteristik sebagai barang publik bagi orang-orang yang menghuni ruangan. Secara umum dapat dikemukakan bahwa terdapat beberapa alasan terjadinya perbedaan antara barang publik dengan barang pribadi, diantaranya adalah sebagai berikut:

Karena Kegagalan Mekanisme Pasar
Kebutuhan barang pribadi akan dirasakan secara perorangan, sedangkan kebutuhan barang publik akan dirasakan secara bersama-sama oleh para individu dalam masyarakat. Manfaat yang dihasilkan oleh barang publik tidak terbatas pada konsumen tertentu saja yang membeli barang itu, akan tetapi juga bagi konsumen lainnya. Contoh barang pribadi adalah roti. Konsumsi orang satu dengan orang lainnya berada dalam hubungan yang saling bersaingan (rival), karena apabila roti tadi dikonsumsi oleh seseorang, maka barang tersebut tidak tersedia bagi orang lain. Sedangkan contoh barang publik adalah alat untuk mengurangi pencemaran udara. Jika alat tersebut berfungsi dan terjadi peningkatan kualitas udara, manfaat yang dihasilkan akan tersedia bagi semua orang yang bernafas. Konsumsi atas alat anti pencemaran udara tadi oleh beberapa individu adalah tidak saling bersaing (non rival), karena keikutsertaan orang lain untuk memanfaatkan alat tidak mengurangi manfaat bagi yang lainnya. Kedua sifat barang tadi akan menimbulkan permasalahan bagaimana konsumen berperilaku dan bagaimana kedua jenis barang tadi harus disediakan. Mekanisme pasar akan secara tepat dapat menggambarkan penyediaan barang pribadi. Mekanisme ini didasarkan pada pertukaran dan pertukaran hanya terjadi jika terdapat hak eksklusif bagi pihak yang membelinya. Suatu pasar menyediakan sistem dimana produsen akan memproduksi barang jika konsumen membutuhkan barang itu. Hanya pihak yang bersedia membayar

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

15

barang itulah yang dapat memperoleh manfaat atas barang. Dalam kondisi ini, pasar menjadi efisien, karena transaksi pemanfaatan barang dianalogikan sebagai suatu tender terbuka dan setiap orang boleh mengikuti tender sehingga tidak ada yang dirugikan. Lain halnya dengan penyediaan barang publik dimana tidak terjadi mekanisme pasar yang efisien. Satu orang tidak akan dapat secara ekslusif memanfaatkan barang publik, karena apabila orang tersebut mengkonsumsi, pada saat yang sama orang atau pihak lain dapat mengkonsumsi barang publik tersebut secara bersama-sama. Konsumen juga tidak bersedia untuk melakukan pembayaran atas barang publik tadi, dengan pertimbangan bahwa orang lain juga menikmati barang yang sama. Manfaat yang dirasakan oleh satu pihak akan sama dengan manfaat yang dirasakan pihak lain, sehingga pembayaran hanya oleh satu konsumen tidak signifikan. Hubungan antara produsen dan konsumen menjadi tidak ada dan dengan demikian maka tugas pemerintahlah yang harus bersedia memproduksi barang publik tersebut. Pemerintah juga harus mengambil tindakan apabila mekanisme pasar tersebut tidak berjalan.

Ditinjau dari Proses Penyediaan Barang Publik
Permasalahan yang mungkin timbul kemudian adalah bahwa bagaimana pemerintah harus menentukan berapa banyak barang publik yang perlu diadakan. Kesulitan akan terjadi dalam menentukan jenis dan kualitas barang publik, berapa konsumen yang harus membayar dan bagaimana manfaat ini akan dapat dinilai oleh konsumen. Dari sudut pandang konsumen, mereka tidak dapat menyatakan kepada pemerintah berapa nilai pelayanan umum yang disediakan oleh pemerintah. Persediaan barang publik tidak banyak dipengaruhi oleh kontribusi individu. Konsumen tidak mempunyai hak suara secara perorangan untuk menyatakan bagaimana nilai pelayanan yang nyata bagi mereka, kecuali ada jaminan konsumen lain juga akan melakukan hal yang sama. Konsumen akan dapat memilih sebagai free rider (dibahas lebih lanjut pada sub bab berikut) atas apa yang disediakan oleh pemerintah. Dengan demikian, cara penyediaan barang publik dan alokasinya akan berbeda dengan cara penyediaan barang pribadi. Pada tahap ini, proses politik akan menggantikan mekanisme pasar. Pemilihan dengan pemungutan suara akan menggantikan transaksi jual beli yang terjadi di mekanisme pasar. Mereka merasa berkepentingan untuk memilih apa yang akan memberi manfaat bagi mereka. Hasil pemungutan suara akan menggantikan pilihan melalui mekanisme pasar. Tingkat efisiensi

16

Bab 2: Barang Publik & Eksternalitas

proses pemilihan dan kebersamaan pilihan masyarakat akan menentukan tingkatan pencapaian pemecahan yang efisien.

Ditinjau dari Permintaan Barang Publik
Kurva permintaan barang publik harus diinterpretasikan secara berbeda dengan kurva permintaan barang pribadi. Untuk barang publik (murni), seluruh konsumen harus mengkonsumsi sejumlah kuantitas yang sama atas barang. Para pembeli barang publik tidak akan dapat menyesuaikan tingkat konsumsinya sehingga misalnya seorang individu mengkonsumsi satu unit, sementara individu lain dapat mengkonsumsi dua unit. Para konsumen tidak dapat menyesuaikan jumlah yang dibeli, misalnya sampai harga barang publik sama dengan manfaat marjinalnya atau sampai dengan transaksi pengadaan barang publik tersebut terjadi (kondisi equilibrium). Sayangnya, barang publik tidak dapat dihargai seperti itu, karena sifatnya yang non exclusion. Bila digambarkan dalam grafik, sumbu vertikal bukanlah harga pasar, tetapi jumlah maksimum seseorang bersedia membayar per unit barang publik. Sebagai fungsi dari jumlah barang yang secara nyata tersedia adalah sumbu horizontalnya. Contoh: Ada tiga orang hidup bersama dalam sebuah komunitas yang kecil dan mempunyai keinginan yang sama untuk mengadakan satuan pengamanan (satpam). Harga sewa satpam merupakan jumlah maksimal yang individu bersedia membayar dan kuantitas proteksi keamanan dapat diukur dari jumlah satpam yang disewa untuk tujuan itu, dan merupakan cerminan dari barang publik yang dapat dikonsumsi oleh ketiga orang tersebut.

Ditinjau dari Tingkat Output yang Efisien
Efisiensi dalam pasar barang pribadi mensyaratkan bahwa seluruh aktivitas ekonomi dilaksanakan sampai pada titik di mana manfaat sosial marjinal (marginal social benefit) sama dengan biaya sosial marjinal (marginal social cost). Kuantitas yang efisien per periode waktu berhubungan dengan titik di mana output meningkat sedemikian rupa sehingga jumlah manfaat marjinal konsumen sama dengan biaya sosial marjinal atas barang. Prinsip ini dapat juga berlaku untuk penerapan teori barang publik.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

17

Manfaat sosial marjinal adalah jumlah manfaat marjinal yang dinikmati oleh seluruh konsumen tersebut. Dimisalkan ada seseorang berkeinginan memproduksi atau membeli suatu barang (publik) untuk kepentingan pribadinya. Penyediaan barang publik oleh orang itu tidak hanya akan memberi manfaat kepada si penyedia tetapi juga kepada orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian, total manfaat sosial marjinalnya akan melebihi manfaat yang diterima oleh orang yang menyediakan barang publik tadi. Gabungan seluruh manfaat yang dinikmati oleh orang-orang di sekitarnya memberikan manfaat sosial marjinal atas tambahan unit yang disediakan.

FREE RIDER PROBLEM
Sebuah sistem yang meminta kontribusi masyarakat secara sukarela untuk penyediaan dan pembiayaan barang publik akan dapat berjalan apabila komunitas publiknya hanya terdiri dari beberapa individu. Dalam kelompok kecil dimana masing-masing orang kenal satu sama lain, apabila mereka mempunyai gagasan terhadap penyediaan suatu barang akan lebih mudah mencapai kompromi. Hal ini dikarenakan setiap anggota kelompok akan dapat dengan mudah mengidentifikasi manfaat barang tersebut. Sebagai contoh, jika sekelompok orang yang menghuni sebuah apartemen mewah dan yang mempunyai kepentingan yang sama dalam memperbaiki jalan atau mengadakan proteksi keamanan, mereka akan secara mudah untuk mencapai kompromi dalam rangka menyediakan barang publik tersebut dengan cara mendanai secara bersama-sama. Selain proses pencapaian kesepakatan menjadi tidak rumit, faktor pendukung lainnya adalah adanya keterikatan moral antar mereka. Hal ini akan sulit terjadi jika jumlah orang yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan bertambah dan informasi tentang selera dan kemampuan ekonomi kurang. Dalam kelompok dengan skala yang lebih luas, sepertinya akan sulit untuk menggambarkan preferensi kelompok tersebut, karena sebagian besar anggota dalam kelompok besar tersebut dimungkinkan akan tidak secara akurat memperoleh informasi tentang manfaat nyata atas pengadaan barang publik. Hal ini mengakibatkan beberapa orang secara sukarela memberikan kontribusi untuk penyediaan barang publik tersebut, namun di lain pihak, akan terdapat segelintir orang yang enggan memberikan kontribusinya secara sukarela. Pada dasarnya mereka mengetahui bahwa barang publik yang akan dibeli atau diadakan tidak mungkin hanya dapat dinikmati oleh orang-orang yang membayar saja. Apabila kondisi yang seperti ini terjadi, akan ada orang-orang yang mengambil manfaat barang publik tanpa memberikan kontribusi apa pun terhadap biaya penyediaan barang tersebut.

18

Bab 2: Barang Publik & Eksternalitas

Orang ini disebut free rider. Problem akan muncul jika jumlah free rider bertambah banyak sehingga pada akhirnya penyediaan barang publik, misalnya perbaikan jalan akses ke apartemen, tidak jadi dilakukan. Semua anggota kelompok tersebut, pada akhirnya, tidak dapat menikmati kenyamanan menggunakan jalan tadi.

EKSTERNALITAS
Dalam suatu perekonomian modern, setiap aktivitas mempunyai keterkaitan dengan aktivitas lainnya. Apabila semua keterkaitan antara suatu kegiatan dengan kegiatan lainnya dilaksanakan melalui mekanisme pasar atau melalui suatu sistem, maka keterkaitan antar berbagai aktivitas tersebut tidak menimbulkan masalah. Akan tetapi banyak pula keterkaitan antar kegiatan yang tidak melalui mekanisme pasar sehingga timbul berbagai macam masalah. Keterkaitan suatu kegiatan dengan kegiatan lain yang tidak melalui mekanisme pasar adalah apa yang disebut dengan eksternalitas. Secara umum dapat dikatakan bahwa eksternalitas adalah suatu efek samping dari suatu tindakan pihak tertentu terhadap pihak lain, baik dampak yang menguntungkan maupun yang merugikan. Dalam literatur asing, efek samping mempunyai istilah seperti : external effects, externalities, neighboorhood effects, side effects, spillover effects (Mishan, 1990). Efek samping dari suatu kegiatan atau transaksi ekonomi bisa positif (positive external effects, external economic) maupun negatif (negative external effects, external diseconomic). Dalam kenyataannya, baik dampak negatif maupun efek positif bisa terjadi secara bersamaan dan simultan. Dampak yang menguntungkan misalnya seseorang yang membangun sesuatu pemandangan yang indah dan bagus pada lokasi tertentu mempunyai dampak positif bagi orang sekitar yang melewati lokasi tersebut. Sedangkan dampak negatif misalnya polusi udara, air dan suara. Ada juga ekternalitas yang dikenal sebagai eksternalitas yang berkaitan dengan uang (pecuniary externalities) yang muncul ketika dampak eksternalitas itu disebabkan oleh meningkatnya harga. Misalnya, suatu perusahaan didirikan pada lokasi tertentu atau kompleks perumahan baru dibangun, maka harga tanah tersebut akan melonjak tinggi. Meningkatnya harga tanah tersebut menimbulkan dampak eksternal yang negatif terhadap konsumen lain yang ingin membeli tanah di sekitar daerah tersebut. Dalam contoh di atas, efek tersebut dalam perubahan harga tanah dimana kesejahteraan masyarakat berubah tetapi perubahan itu akan kembali ke keadaan keseimbangan karena setiap barang akan menyamakan rasio hargaharga barang dengan marginal rate of substitution (MRS). Jadi, suatu fakta

Dalam hal ini. danau atau semacamnya. Suatu proses produksi (misalnya perusahaan pulp) menghasilkan limbah residu produk sisa yang beracun dan masuk ke aliran sungai. Efek atau dampak satu produsen terhadap produsen lain (effects of producers on other producers). Dampak atau efek yang termasuk dalam kategori ini meliputi biaya pemurnian atau pembersihan air yang dipakai (eater intake clen-up cost) oleh produsen hilir (downstream producers) yang menghadapi pencemaran air (water polution) yang diakibatkan oleh produsen hulu (upstream producers). Efek atau dampak samping kegiatan produsen terhadap konsumen (effects of producers on consumers) 3. kegiatan . Dampak kategori ini bisa dipahami lebih jauh dengan contoh lain berikut ini. Hal ini terjadi ketika produsen hilir membutuhkan air bersih untuk proses produksinya. Efek akan dampak dari suatu konsumen terhadap produsen (effects of consumers on producers) Dampak Suatu Produsen Terhadap Produsen Lain Suatu kegiatan produksi dikatakan mempunyai dampak eksternal terhadap produsen lain jika kegiatannya itu mengakibatkan terjadinya perubahan atau penggeseran fungsi produksi dari produsen lain.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 19 bahwa tindakan seseorang dapat mempengaruhi orang lain tidaklah berarti adanya kegagalan pasar selama pengaruh tersebut tercermin dalam hargaharga sehingga tidak terjadi ketidakefisienan dalam perekonomian. 2. Eksternalitas itu dapat terjadi dari empat interaksi ekonomi berikut ini: 1. Jenis-jenis Eksternalitas Efisiensi alokasi sumberdaya dan distribusi konsumsi dalam ekonomi pasar dengan kompetisi bebas dan sempurna bisa terganggu. yang dimaksud dengan eksternalitas hanyalah apabila tindakan seseorang mempunyai dampak terhadap orang lain atau segolongan orang lain tanpa adanya kompensasi apapun juga sehingga timbul inefisiensi dalam alokasi faktor produksi. sehingga produksi ikan terganggu dan akhirnya merugikan produsen lain yakni para penangkap ikan (nelayan). Jadi. jika aktivitas dan tindakan invividu pelaku ekonomi baik produsen maupun konsumen mempunyai dampak (externality) baik terhadap mereka sendiri maupun terhadap pihak lain. Efek atau dampak dari suatu konsumen terhadap konsumen lain (effects of consumers on consumers) 4.

bahaya radiasi dari stasiun pembangkit (polusi udara) serta polusi air. yang semuanya mempengaruhi kenyaman konsumen atau masyarakat luas. suatu agen ekonomi (perusahaan/produsen) yang menghasilkan limbah (waste products) ke udara atau ke aliran sungai mempengaruhi pihak dan agen lain yang memanfaatkan sumber daya alam tersebut dalam berbagai bentuk. berkurangnya fasilitas daya tarik alam (amenity) karena pertambangan. Dampak jenis ini misalnya terjadi ketika limbah rumahtangga terbuang ke aliran sungai dan mencemarinya sehingga mengganggu perusahaan tertentu yang memanfaatkan air baik oleh ikan (nelayan) atau perusahaan yang memanfaatkan air bersih. Dampak atau efek dari kegiatan suatu seorang konsumen yang lain dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Kategori ini meliputi polusi suara (noise). . Konsumen seorang individu bisa dipengaruhi tidak hanya oleh efek samping dari kegiatan produksi tetapi juga oleh konsumsi oleh individu yang lain. kebisingan bunyi radio atau musik dari tetangga. Dalam hal ini. Sebagai contoh. Dampak Konsumen terhadap Konsumen Lain Dampak konsumen terhadap konsumen yang lain terjadi jika aktivitas seseorang atau kelompok tertentu mempengaruhi atau mengganggu fungsi utilitas konsumen yang lain. kepuasan konsumen terhadap pemanfaatan daerah-daerah rekreasi akan berkurang dengan adanya polusi udara. Dampak Konsumen terhadap Produsen Dampak konsumen terhadap produsen terjadi jika aktivitas konsumen mengganggu fungsi produksi suatu produsen atau kelompok produsen tertentu. jika aktivitasnya merubah atau menggeser fungsi utilitas rumah tangga (konsumen). bisingnya suara alat pemotong rumput tetangga. Dampak atau efek samping yang sangat populer dari kategori kedua yang populer adalah pencemaran atau polusi. Misalnya. Dampak Produsen Terhadap Konsumen Suatu produsen dikatakan mempunyai eksternal efek terhadap konsumen. dan inilah yang dimaksud dengan efek suatu kegiatan produksi terhadap produksi komoditi lain. asap rokok seseorang terhadap orang sekitarnya dan sebagainya.20 Bab 2: Barang Publik & Eksternalitas produksi pulp tersebut mempunyai dampak negatif terhadap produksi lain (ikan) atau nelayan.

§ Eksternalitas yang tidak habis (an undeplate externality) adalah suatu efek eksternal yang mempunyai ciri barang publik (public goods) yang mana barang tersebut bisa dikonsumsi oleh seseorang. eksternalitas jenis kedua merupakan masalah pelik/rumit dalam ekonomi lingkungan. Faktor-faktor Penyebab Eksternalitas Eksternalitas timbul pada dasarnya karena aktivitas manusia yang tidak mengikuti prinsip-prinsip ekonomi yang berwawasan lingkungan. kegagalan pemerintah merupakan keadaan-keadaan dimana unsur hak pemikiran atau pengusahaan sumber daya (property rights) tidak terpenuhi. air. ketidaksempurnaan pasar. maka ini akan memberikan dampak yang tidak menguntungkan terhadap ekonomi terutama dalam jangka panjang. Dengan kata lain. dan suara merupakan contoh eksternalitas jenis yang tidak habis. barang publik sempurna (pure public good) . Dari dua konsep eketernalitas ini. Selanjutnya. Bagaimana mekanisme timbulnya eksternalitas dan ketidakefisienan dari alokasi sumber daya sebagai akibat dari adanya faktor di atas diuraikan satu persatu berikut ini. Keberadaan eksternalitas yang merupakan barang publik seperti polusi udara. dan juga bagi orang lain. maka eksternalitas dan ketidakefisienan ini tidak bisa dihindari. barang itu tidak bisa dikonsumsi oleh orang lain. Keberadaan Barang Publik Barang publik (public goods) adalah barang yang apabila dikonsumsi oleh individu tertentu tidak akan mengurangi konsumsi orang lain akan barang tersebut. Kalau ini dibiarkan. eksternalitas dan ketidakefisienan timbul karena salah satu atau lebih dari prinsip-prinsip alokasi sumber daya yang efisien tidak terpenuhi. Karakteristik barang atau sumberdaya publik. yang memerlukan instrumen ekonomi untuk menginternalisasikan dampak tersebut dalam aktivitas dan analisa ekonomi. besarnya konsumsi seseorang akan barang tersebut tidak akan mengurangi konsumsi bagi yang lainnya. Dalam pandangan ekonomi.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 21 Lebih jauh Baumol dan Oates (1975) menjelaskan tentang konsep ekternalitas dalam dua pengertian yang berbeda: § Eksternalitas yang bisa habis (a deplatable externality) yaitu suatu dampak eksternal yang mempunyai ciri barang individu (private good or bad) yang mana jika barang itu dikonsumsi oleh seseorang individu. Sejauh semua faktor ini tidak ditangani dengan baik.

barang ini merupakan konsumsi umum yang dicirikan oleh penawaran gabungan (joint supply) dan tidak bersaing dalam mengkonsumsinya (non-rivalry in consumption). hidup yang nyaman dan sejenisnya. maka sumbangan itu tidaklah cukup besar untuk membiayai penyediaan barang publik yang efisien. Kalaupun ada kontribusi. jika si A mengetahui bahwa barang tersebut akan disediakan oleh si B. Dalam hal ini. Keadaan seperti akhirnya cenderung mengakibatkan berkurangnya insentif atau rangsangan untuk memberikan kontribusi terhadap penyediaan dan pengelolaan barang publik. Sumber Daya Bersama Keberadaan sumber daya bersama (common resources) atau akses terbuka terhadap sumber daya tertentu ini tidak jauh berbeda dengan keberadaan . Masyarakat atau konsumen cenderung acuh tak acuh untuk menentukan harga sesungguhnya dari barang publik ini. barang publik tidak diperjualbelikan sehingga tidak memiliki harga. public goods. karena masyarakat cendrung memberikan nilai yang lebih rendah dari yang seharusnya (undervalued). Ada dua ciri utama dari barang publik ini. Jika akhirnya si B berkeputusan untuk menyediakan barang tersebut. Pertama. maka si A bisa ikut menikmatinya karena tidak seorang pun yang bisa menghalanginya untuk mengkonsumsi barang tersebut. Karena ciri-ciri di atas. Kedua adalah tidak ekslusif (non-exclusive) dalam pengertian bahwa penawaran tidak hanya diperuntukan untuk seseorang dan mengabaikan yang lainnya. karena sifat barang publik yang tidak ekslusif dan merupakan konsumsi umum. pemandangan yang indah. Kajian ekonomi sumber daya dan lingkungan salah satunya menitikberatkan pada persoalan barang publik atau barang umum ini (common consumption. Sebagai contoh. air bersih. common property resource). Barang publik yang berkaitan dengan lingkungan meliputi udara segar. Satu-satunya mekanisme yang membedakannya adalah dengan menetapkan harga (nilai moneter) terhadap barang publik tersebut sehingga menjadi barang privat (dagang) sehingga benefit yang diperoleh dari harga itu bisa dipakai untuk mengendalikan atau memperbaiki kualitas lingkungan itu sendiri.22 Bab 2: Barang Publik & Eksternalitas didefinisikan sebagai barang yang harus disediakan dalam jumlah dan kualitas yang sama terhadap seluruh anggota masyarakat. rekreasi. Tetapi dalam menetapkan harga ini menjadi masalah tersendiri dalam analisa ekonomi lingkungan. barang publik dimanfaatkan berlebihan dan tidak mempunyai insentif untuk melestarikannya. mendorong sebagian masyarakat sebagai “free rider”. maka si A tidak mau membayar untuk penyediaan barang tersebut dengan harapan bahwa barang itu akan disediakan oleh si B.

Sumber-sumber daya milik bersama. dan cuma-cuma. Sumber-sumber daya ini terbuka bagi siapa saja yang ingin memanfaatkannya. sama halnya dengan barang-barang publik. Ketidaksempurnaan Pasar Masalah lingkungan bisa juga terjadi ketika salah satu partisipan di dalam suatu tukar menukar hak-hak kepemilikan (property rights) mampu mempengaruhi hasil yang terjadi (outcome). sumber daya milik bersama memiliki sifat bersaingan. pemerintah juga perlu mempertimbangkan seberapa banyak pemanfaatannya yang efisien. Kelompok tertentu ini memanfaatkan pemerintah untuk mencari keuntungan (rent seeking) melalui proses politik. Kegagalan pemerintah banyak diakibatkan tarikan kepentingan pemerintah sendiri atau kelompok tertentu (interest groups) yang tidak mendorong efisiensi. Contoh klasik tentang bagaimana eksternalitas terjadi pada kasus sumberdaya bersama ini adalah seperti yang diperkenalkan oleh Hardin (1968) yang terkenal dengan istilah tragedi barang umum (the tragedy of the commons). sehingga secara keseluruhan praktek monopoli ini merugikan masyarakat (worse off ). akan mengurangi peluang bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Jadi. tidak ekskludabel.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 23 barang publik di atas. keberadaan sumber daya milik bersama ini. Pada kondisi yang demikian akan hanya berakibat terjadinya peningkatan surplus produsen yang nilainya jauh lebih kecil dari kehilangan surplus konsumen. Pemanfaatannya oleh seseorang. Namun tidak seperti barang publik. . Kegagalan Pemerintah Sumber ketidakefisienan dan atau eksternalitas tidak saja diakibatkan oleh kegagalan pasar tetapi juga karena kegagalan pemerintah (government failure). Aksi pencarian keuntungan (rent seeking) bisa dalam berbagai bentuk: § Kelompok yang punya kepentingan tertentu (interest groups) melakukan loby dan usaha-usaha lain yang memungkinkan diberlakukannya aturan yang melindungi serta menguntungkan mereka. Hal ini bisa terjadi pada pasar yang tidak sempurna (imperfect market) seperti pada kasus monopoli (penjual tunggal). Ketidaksempurnaan pasar ini misalnya terjadi pada praktek monopoli dan kartel. melalui kebijaksanaan dan sebagainya. Contoh konkrit dari praktek ini adalah Organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) dengan memproduksi dalam jumlah yang lebih sedikit sehingga mengakibatkan meningkatnya harga yang lebih tinggi dari normal.

24 § Bab 2: Barang Publik & Eksternalitas Praktek mencari keuntungan bisa juga berasal dari pemerintah sendiri secara sah misalnya memberlakukan proteksi berlebihan untuk barangbarang tertentu seperti mengenakan pajak impor yang tinggi dengan alasan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam negeri. Pada bagian pembahasan berikut kita akan menelaah solusi-solusi atau upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan pribadi atau swasta (private solution) dalam mengatasi persoalan eksternalitas. Pada dasarnya. Untuk mudahnya. tujuan yang hendak dicapai oleh pemerintah maupun pihak swasta (perorangan dan kelompok). Praktek mencari keuntungan ini membuat alokasi sumber daya menjadi tidak efisien dan pelaksanaan aturan-aturan yang mendorong efisiensi tidak berjalan dengan semestinya. melainkan juga pihakpihak non pemerintah. berkenaan dengan penanggulangan eksternalitas itu sama saja. perusahaan A yang mengeluarkan limbah yang merusak lingkungan. Pencari keuntungan (rent seeker) bisa dari perusahaan itu sendiri atau dari pemerintah atau oknum memungkinkan membayar kurang dari 1 milyar agar peraturan sesungguhnya tidak diberlakukan. Dalam prakteknya. . 1 milyar) untuk menanggulangi efek dari limbah yang dihasilkan itu. dan denda informasi ini belum tentu menjadi reveneu pemerintah. untuk menghindari resiko yang lebih besar kalau ketentuan atau aturan diberlakukan dengan sebenarnya. Sebagai contoh. yakni untuk mendorong alokasi sumber daya agar mendekati kondisi yang optimum secara sosial. sehingga pihak-pihak yang berkepentingan bisa memberikan uang jasa atau uang pelicin untuk keperluan tertentu. baik itu pribadi/kelompok maupun perusahaan/ organisasi kemasyarakatan. bukan hanya pemerintah saja yang perlu dan dapat mengatasi eksternalitas itu. Praktek jenis ini bisa mendorong terjadinya eksternalitas. Sehingga akhirnya dampak lingkungan yang seharusnya diselidiki dan ditangani tidak dilaksanakan dengan semestinya sehingga masalahnya menjadi bertambah serius dari waktu ke waktu. Solusi Pemerintah dan Swasta terhadap Eksternalitas Kita telah menyimak mengapa keberadaan eksternalitas itu dapat mengakibatkan alokasi sumber daya yang dilakukan oleh pasar menjadi tidak efisien. kita sebut saja pihak-pihak non pemerintah tersebut sebagai pihak “pribadi” atau “swasta”. Namun sejauh ini kita baru mengulas secara sekilas tentang cara-cara mengatasi eksternalitas tersebut. § Praktek mencari keuntungan ini bisa juga dilakukan oleh aparat atau oknum tertentu yang mempunyai otoritas tertentu. Berdasarkan perhitungan atau estimasi perusahaan A harus mengeluarkan biaya (denda) yang besar (misalnya Rp.

Jadi. dan berbagai alternatif teknologi yang dapat diterapkan oleh industri yang bersangkutan. demi memperoleh suatu peraturan yang baik dan tepat guna. untuk mengatasi eksternalitas pemerintah juga dapat menerapkan kebijakan-kebijakan yang didasarkan pada pendekatan pasar. Jika polusi ini hendak dihapus sepenuhnya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 25 Regulasi Pemerintah dapat mengatasi suatu eksternalitas dengan melarang atau mewajibkan perilaku tertentu dari pihak-pihak tertentu. Dalam kasus ini pemerintah menggunakan regulasi atau pendekatan komando dan kontrol untuk melenyapkan eksternalitas tadi. Sebagai contoh. yang biaya sosialnya jauh lebih besar daripada keuntungan pihak-pihak yang melakukannya. sehingga tidak terlalu merusak lingkungan namun juga tidak menghalangi kegiatan produksi. Adakalanya EPA langsung menetapakan batasan polusi yang diperbolehkan untuk suatu perusahaan. Di Amerika Serikat. Sebagai contoh. para pejabat pemerintah harus mengetahui spesifikasi dari setiap jenis/sektor industri. Masalahnya. informasi seperti ini sulit didapatkan. yang harus diupayakan bukan penghapusan polusi total. Untuk menentukan ambang aman tersebut. semua kendaraan bemotor sesungguhnya mengeluarkan polusi. sesungguhnya tidak mungkin terpenuhi. Di semua kasus. Terkadang EPA mewajibkan pemakaian teknologi atau peralalatan tertentu untuk mengurangi polusi di pabrik-pabrik. seperti telah disinggung di atas pemerintah . pemerintah dapat menyatakannya sebagai tindakan kriminal dan akan mengadili serta menghukum pelakunya. melainkan pembatasan polusi hingga ambang tertentu. Pajak Pigovian dan Subsidi Selain menerapkan regulasi. dalam rangka mengurangi atau membatasi polusi. Tuntutan para pecinta lingkungan untuk menghapuskan segala bentuk polusi. karena polusi merupakan efek samping tak terelakkan dari kegiatan produksi industri. dan hal ini tidak mungkin dilakukan. untuk mengatasi kebiasaan membuang limbah beracun ke sungai. Bentuk regulasi dibidang lingkungan hidup itu sendiri bisa bermacam-macam. dan mengawasi berbagai regulasi yang dimaksudkan untuk melindungi lingkungan hidup. melaksanakan. yang dapat memadukan insentif pribadi/swasta dengan efisiensi sosial. Badan Perlindungan Lingkungan Hidup (EPA/Environmental Protection Agency) adalah lembaga yang diserahi wewenang dan tugas untuk merumuskan. Namun kasus-kasus polusi umumnya tidak sesederhana itu. Contoh yang sederhana. kita harus menghitung segala untung ruginya secara cermat. maka segala bentuk kendaraan bermotor harus dilarang oleh pemerintah.

Namun melalui penerapan pajak. Ada dua pilihan solusi baginya. Mereka yakin penerapan pajak itu sama sekali tidak kalah efektifnya dalam menurunkan polusi.000. akan semakin banyak penurunan polusi yang akan terjadi. polusi akan hilang. sedangkan pajak Pigovian memberikan insentif kepada para pemilik pabrik untuk sebanyak mungkin mengurangi polusinya. karena semua pabrik bangkrut atau memilih tidak beroperasi. Alasan utama para ekonom itu memilih penerapan pajak. maka operasi pabrik baja akan terganggu. maka pabrik kertas akan segera mengurangi polusinya. EPA tinggal menghitung tingkat pajak yang paling tepat untuk diterapkannya. Menurut pendapat Anda. solusi manakah yang lebih baik? Para ekonom lebih meyukai penerapan pajak.26 Bab 2: Barang Publik & Eksternalitas dapat menginternalisasikan eksternalitas dengan menggunakan pajak terhadap kegiatan-kegiatan yang menimbulkan eksternalitas negatif. lebih mampu (biayanya lebih murah) untuk menurunkan polusi dibanding pabrik lain (pabrik baja). bukan merupakan cara termurah menurunkan polusi. dan sebaliknya memberi subsidi untuk kegiatan-kegiatan yang memunculkan eksternalitas positif. Pajak yang khusus diterapkan untuk mengoreksi dampak dan suatu ekstenalitas negatif lazim disebut sebagai Pajak Pigovian (Pigovian tax). karena hal itu lebih murah dan lebih mudah dilakukan daripada membayar pajak. § Pajak Pigovian: EPA mengenakan pajak sebesar Rp. Regulasi mewajibkan semua pabrik mengurangi polusinya dalam jumlah yang sama. . mengambil nama ekonom pertama yang merumuskan dan menganjurkannya. Para ekonom umumnya lebih menyukai pajak Pigovian dari pada regulasi sebagai cara untuk mengendalikan polusi. EPA menilai limbah itu terlalu banyak. yang biaya penurunan polusinya lebih mahal. Regulasi itu langsung membatasi ambang polusi. Ini dikarenakan kapasitas dan keperluan setiap pabrik untuk berpolusi berbeda-beda. Untuk mencapai ambang polusi tertentu. Jika keduanya dipaksa menurunkan polusi sama rata. karena biaya penerapan pajak itu lebih murah bagi masyarakat secara keseluruhan. Namun EPA juga harus hati-hati. yakni: § Regulasi: EPA mewajibkan semua pabrik untuk mengurangi limbahnya hingga 300 ton per tahun.000 untuk setiap ton limbah yang dibuang oleh setiap pabrik. padahal penurunan sama rata. karena pajaknya terlalu tinggi.5. Andaikan ada dua pabrikpabrik baja dan pabrik kertas yang masing-masing membuang limbah sebanyak 500 ton per tahun ke sungai. akan memilih membayar pajak saja. Semakin tinggi tingkat pajaknya. Besar kemungkinan salah satu pabrik (misalkan pabrik kertas). dan beniat menguranginya. adalah karena cara ini lebih efektif menurunkan polusi. sedangkan pabrik baja. yakni Arthur Pigou (1877-1959).

Pendekatan komando dan kontrol tidak akan memberikan alasan atau insentif bagi pabrik-pabrik pencipta polusi untuk berusaha mengatasi polusi semaksimal mungkin. sehingga tidak seperti pajak-pajak lainnya. karena semakin sedikit polusi yang mereka ciptakan. Akibat adanya eksternalitas. pajak Pigovian secara langsung menetapkan harga atas hak berpolusi. pajak akan memberikan insentif kepada pabrik-pabrik itu untuk terus mengembangkan teknologi yang ramah terhadap lingkungan. pajak Pigovian itu justru mendorong alokasi sumber daya mendekati titik optimum sosial. Berapapun target penurunan polusi yang diinginkan EPA akan dapat mencapainya dengan biaya termurah melalui penerapan pajak ini. yang paling sulit menurunkan polusinya atau yang dihadapkan pada biaya paling tinggi untuk menurunkan polusi (misalkan karena biaya alat penyaring polusinya sangat mahal). barang . Para ekonom juga berkeyakinan bahwa penerapan pajak Pigovian. suatu barang dapat dikelompokkan kedalam empat kategori yaitu barang publik. selain memberi pendapatan tambahan pada pemerintah. merupakan cara terbaik untuk menurunkan polusi. dimana kita mengetahui bahwa pajak pada umumnya akan mendistorsikan insentif dan mendorong alokasi sumber daya menjauhi titik optimum sosialnya. Pajak Pigovian tidak seperti itu karena pajak ini memang khusus diterapkan untuk mengatasi masalah ekstemalitas. Sebaliknya. Jadi. yang memberikan penilaian paling tinggi pajak Pigovian ini juga mengalokasikan hak berpolusi kepada perusahaan atau pabrik. Pajak umumnya juga menimbulkan beban baku berupa penurunan kesejahteraan ekonomis (turunnya surplus produsen dan surplus konsumen). Mereka akan terus terdorong menurunkan polusi. masyarakat harus memperhitungkan kesejahteraan pihak lain. Pajak Pigovian diterapkan untuk mengoreksi insentif di tengah adanya eksternalitas. akan semakin sedikit pula pajak yang harus mereka bayar. pajak Pigovian ini juga meningkatkan efisiensi ekonomi.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 27 Pada dasarnya. Pajak Pigovian tidaklah sama dengan pajak-pajak lain. yang nilainya lebih besar daripada pendapatan yang diperoleh pemerintah dan pajak tersebut. maka perusahaan itu tidak akan membuang biaya lebih banyak agar polusinya dapat ditekan lebih rendah lagi. Seandainya saja polusinya sudah berada di bawah ambang maksimal (misalkan 300 ton per tahun). Sama halnya dengan kerja pasar yang mengalokasikan berbagai barang ke pembeli. RANGKUMAN § Dengan mempertimbangkan sifat rivalry dan excludability.

sedangkan pertukaran barang publik selain dapat menghasilkan manfaat eksternal juga akan dapat menyebabkan beban eksternal bagi pihak lain. Jelaskan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan perbedaan karakteristik antara barang pribadi dan barang publik ? 5. proses politik akan menggantikan mekanisme pasar. Pemilihan dengan pemungutan suara akan menggantikan transaksi jual beli yang terjadi di mekanisme pasar. Barang publik adalah barang-barang yang mempunyai dua sifat pokok yaitu Non rival dan Non exclucion. barang publik lokal (yang sering disebut dengan congestible goods) dan barang dengan eksternalitas. Jelaskan pengertian dari non rival dan nonexclucion tersebut ? 4.28 Bab 2: Barang Publik & Eksternalitas § § § § pribadi. Terangkan perbedaan penyediaan barang pribadi dengan penyediaan barang publik karena kegagalan mekanisme pasar ? 6. Terdapat beberapa perbedaan karakteristik antara barang pribadi dan barang publik. dapat menggunakan gambar dengan Excludability dan Rivalry. Mengapa barang publik tidak disediakan secara ekslusif oleh pihak swasta? 3. Dalam mengklasifikasikan barang publik dan barang pribadi. Uraikan dan jelaskan karakteristik masing-masing jenis terutama sifat-sifat dasar yang dipertimbangkan dalam pembahasan aspek keuangan publik ? 2. Cara penyediaan barang publik dan alokasinya akan berbeda dengan cara penyediaan barang pribadi. Perbedaannya adalah bahwa pertukaran barang pribadi dalam mekanisme pasar tidak akan menghasilkan eksternalitas. LATIHAN 1. sedangkan pertukaran barang publik selain dapat menghasilkan manfaat eksternal juga akan dapat menyebabkan beban eksternal bagi pihak lain. Pada tahap ini. Pertukaran barang pribadi dalam mekanisme pasar tidak akan menghasilkan eksternalitas. Perbedaan barang publik dengan barang pribadi juga dapat terjadi karena kegagalan suatu mekanisme pasar. Dengan mempertimbangkan sifat rivalry dan excludability tersebut suatu barang dapat dikelompokkan ke dalam empat kategori. Terangkan bagaimana suatu aktivitas ekonomi dalam pasar barang pribadi dikatakan efisien ? .

Terangkan mengenai kurva permintaan barang publik ? 10.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 29 7. Jelaskan pengertian Eksternalitas ? Jelaskan tujuan-tujuan yang dapat dicapai dari Eksternalitas ? 9. Apakah permasalahan dan kesulitan pemerintah dalam hal penyediaan barang publik? . Apakah yang dimaksud dengan ungkapan “Free Rider” dan jelaskan problemnya ? 8.

Namun demikian. Contoh yang paling nyata adalah dalam hal pengadaan jasa pertahanan nasional dimana masyarakat akan mendapatkannya secara gratis apabila mereka ingin memanfaatkannya.PENENTUAN HARGA BARANG PUBLIK TUJUAN KEBIJAKAN HARGA Pada prinsipnya dapat dikatakan bahwa pemerintah suatu negara tidak akan menjual jasanya kepada masyarakat walaupun pemerintah mempunyai kewajiban untuk menyediakan jasa publik kepada masyarakat dengan tanpa dipungut bayaran. Jasa ini disediakan dengan pelayanan yang sama kepada seluruh pengguna di wilayah pemerintahan tersebut. Dengan demikian tentunya seluruh masayarakat akan dapat memanfaatkan jasa ini. sebuah proses politik diperlukan untuk menentukan berapa jumlah barang publik yang harus disediakan serta bagaimana implikasinya terhadap distribusi biaya yang akan menjadi tanggung jawab para individu calon . bukan berarti bahwa dalam rangka penyediaan jasa publik ini dapat dilakukan dengan tanpa menimbulkan biaya. Dalam banyak kasus.

akan selalu ada tujuan-tujuan baik ekonomi maupun non ekonomi yang dapat diikuti oleh pemerintah dengan cara melalui campur tangan. suatu perusahaan hanya akan mempertimbangkan manfaat yang diperoleh secara pribadi. . pemerintah mempunyai banyak pilihan yang berkaitan dengan keputusan penyediaan barang atau jasanya.32 Bab 3: Penentuan Harga Barang Publik pengguna jasa publik tersebut. walaupun hal ini tidak berarti bahwa setiap tindakan pemerintah pasti akan berhasil mengatasi problem tersebut. dalam kasus ini pemerintah akan melibatkan diri untuk menjamin bahwa manfaat eksternal harus juga dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan jumlah barang yang akan dikonsumsi oleh individu. kepastian tersedianya jasa (misal jasa rumah sakit dan pos). PENENTUAN HARGA BARANG PUBLIK Dalam menentukan harga barang publik tentunya akan tergantung pada masing-masing tujuannya. pemerintah akan selalu terlibat dalam penyediaan barang dan jasa publik. Dengan demikian. yang diantaranya adalah: 1. dijual dengan tingkat harga tertentu yang berbeda dengan harga pasar. dalam menentukan seberapa banyak suatu barang harus dibeli oleh individu-individu. sehingga kesempatan bahwa barang tersebut tersedia di pasar akan sangat kecil. Pada prinsipnya. Oleh karena itu. dapat dijual dengan harga pasar. Dengan keterlibatannya dalam penentuan harga barang publik. pemerintah ingin meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya maupun keadilan dalam distribusi pendapatan. Pada umumnya. Oleh karena itu. 2. Dengan analogi yang sama. 3. dalam usahanya untuk meminimalkan biaya ekonomi guna mencapai sasaran-sasaran yang diinginkan. termasuk memperbaiki arus informasi atau mengurangi unsur-unsur monopoli dan batasan-batasan dalam masuknya perusahaanperusahaan baru dalam pasar. pemerintah juga akan terlibat dalam penyediaan barang pribadi untuk memproteksi masyarakat dari penipuan (misalnya kebenaran iklan). dapat dikatakan bahwa tujuan kebijakan harga oleh pemerintah akan mencakup tindakan-tindakan yang diperlukan agar pasar bekerja lebih baik. Semua keterlibatan pemerintah ini tentunya ditujukan untuk mencapai penentuan harga yang efisien. maupun keseragaman kualitas jasa (misal pendidikan). diberikan secara gratis kepada para konsumennya. Pertanyaan mendasar tentang mengapa pemerintah harus terlibat dalam kegiatan penentuan harga barang merupakan pertanyaan yang cukup sulit untuk dijawab. Dalam hal ini.

Itulah sebabnya. konsumen akan membeli barang-barang sampai tercapai kondisi equilibrium tersebut. tentunya cara ini akan menimbulkan biaya yang sangat tinggi dimana biaya tersebut harus ditanggung oleh pemerintah. meskipun keputusan memberikan secara gratis kepada masyarakat akan memaksimalkan penggunaan barang atau jasa oleh masyarakat. Keputusan penentuan harga oleh pemerintah ditujukan untuk memperbaiki alokasi sumber daya ekonomi pada sektor publik. sekaligus merupakan tingginya biaya untuk menghasilkan barang tersebut oleh produsen. Sehingga. untuk menentukan tingkat keseimbangan pasar barang pribadi. MC adalah marginal cost atau biaya marjinal dan MR adalah marginal revenue atau pendapatan marjinal. yang menggambarkan jumlah rupiah kesediaan konsumen untuk membayar atas barang yang dihasilkan oleh produsen. Konsekuensinya adalah.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 33 Masing-masing keputusan tersebut tentunya akan mempunyai konsekuensi yang berbeda beda. seperti air minum dan listrik. tugas pemerintah adalah menyediakan barang untuk kepentingan orang banyak dengan harga murah. Pemerintah tidak diharapkan untuk memperoleh keuntungan dari penyediaan barang yang dibutuhkan oleh masyarakat banyak itu. apabila konsumen akan memaksimalkan kepuasannya. tingkat harga merupakan suatu tanda tingginya nilai. Dalam mekanisme pasar yang bersaing sempurna. pemerintah akan ditekan oleh kekuatan politik untuk tidak mengambil keuntungan dari barang atau jasa yang dihasilkannya. karena konsumen akan menilai barang atau jasa yang disediakan oleh pemerintah tersebut terlalu murah dan juga mudah diperoleh. Contoh yang dapat digunakan adalah penyediaan public utilities oleh pemerintah. Dengan demikian. Contoh tersebut menggambarkan kondisi yang tidak efisien dalam penyediaan barang dan jasa oleh pemerintah. sehingga pemerintah tidak dapat menetapkan harga tertinggi. pada tingkat equilibrium. berlaku hukum bahwa harga sama dengan biaya marginal (marginal cost) bagi konsumen dan sama dengan pendapatan marjinal (marginal revenue) bagi produsen. Dalam perekonomian. Pemerintah hanya boleh mengenakan harga yang dapat menutup biaya total perusahaan-perusahaan pemerintah . Pertanyaan yang akan muncul adalah apakah hukum ekonomi tersebut juga berlaku untuk barang atau jasa yang disediakan oleh pemerintah? Pada dasarnya. keputusan pemerintah ini menimbulkan ketidakefisienan atau terjadi pemborosan apabila dipandang dari ilmu ekonomi. dimana p adalah price atau harga. pemerintah seringkali menetapkan harga di bawah tingkat yang sebenarnya untuk memberikan perlindungan kepada konsumen barang tersebut. Sebagai contoh. atau p = MC = MR.

IMPLEMENTASI PENENTUAN HARGA Kebijakan penentuan harga merupakan salah satu kebijakan yang dapat digunakan oleh pemerintah untuk mencapai tujuan-tujuan khusus. perusahaan juga diijinkan untuk memperoleh keuntungan dalam jumlah tertentu. Sektor pertanian juga mempunyai kaitan yang erat dengan kebutuhan jasa angkutan. sedangkan di lain pihak. . selain menghasilkan barang dan jasa sebanyak mungkin untuk mencukupi kebutuhan rakyat banyak. seperti alat-alat pertanian. misalnya mendorong produksi atau memelihara kestabilan. konsumen tidak terlalu dibebankan pada tingkat harga yang terlalu tinggi. pendidikan dan kesehatan. Dalam kondisi ini. pupuk kimia dan obat pembasmi hama. artinya pemerintah di satu pihak melalui perusahaanperusahaan penghasil public utilities tetap diwajibkan menyediakan barang dan jasa publik. tetapi produsen masih dapat melakukan perluasan usaha untuk menambah investasinya. Situasi penyediaan public utilities tersebut di atas tidak harus berlaku untuk seluruh barang dan jasa yang disediakan oleh pemerintah. Sebagai contoh. Dua pendekatan yang dapat dilakukan untuk melakukan analisis penyediaan produk pertanian adalah dengan menggunakan (1) kebijakan harga positif.34 Bab 3: Penentuan Harga Barang Publik penyedia barang public utilities. kebijakan publik dapat digunakan untuk mengatur tata niaga dan harga atas produk pertanian1. pemerintah berkewajiban membatasi keuntungan yang harus diperoleh oleh perusahaan-perusahaan tersebut. pemerintah akan mengarahkan perusahaan pada kondisi bahwa. kemudian konsumen akan membayar jumlah di atas nilai yang ditetapkan sebelumnya pada saat zero profit. mengingat tugas pemerintah adalah sebagai penyedia barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Penentuan harga dengan metode terakhir adalah yang sebaiknya dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan penyediaan barang publik oleh pemerintah. Pemerintah akan menetapkan jumlah keuntungan maksimum. seperti bahan makanan atau bahan mentah yang akan diolah menjadi barang jadi atau setengah jadi. Kajian-kajian harus dilakukan untuk memperoleh kebijakan yang tepat sasaran. Dalam hal ini. Produk pertanian di banyak negara mempunyai posisi strategis dan erat kaitannya dengan produk non pertanian. artinya 1 Produk-produk pertanian merupakan barang primer. Perusahaan yang mengelola public utilities dan harus menjual produksinya tanpa memperoleh keuntungan sama sekali akan menghadapi permasalahan dalam ekspansi atau melakukan perluasan usaha. supaya tetap dapat berjalan tanpa mengalami kerugian.

X. Secara matematis. Hukum penawaran menyatakan bahwa jumlah yang ditawarkan akan meningkat apabila harga barang tersebut semakin tinggi (hal-hal lain tetap atau ceteris paribus). maka yang dinyatakan tetap (ceteris paribus) adalah S. maka jumlah yang ditawarkan akan meningkat. penyesuaian produksi akan mengikuti pola Cobweb theorem (sarang laba-laba) seperti digambarkan grafik sebagai berikut: . Dengan mengubah harga. X dan T. Fungsi Penawaran Fungsi penawaran menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan dan berbagai tingkat harga dari barang tersebut. fungsi penawaran dapat dinyatakan dengan: Q a = f ( P a. Dalam menggambarkan hukum penawaran. Tentang jumlah barang yang ditawarkan akan tergantung dari tingkat elastisitas penawaran. T ) Dimana: Qa = jumlah barang A yang ditawarkan Pa = harga barang A S = jumlah input yang tersedia F = keadaan alam X = pajak atau subsidi atau keduanya T = tingkat teknologi. atau (2) kebijakan harga negatif yang berarti kebijakan harga yang ditujukan untuk mengurangi peningkatan produksi. S. peningkatan harga segera mendorong peningkatan penawaran produk tersebut. Sehingga. apabila jumlah produk pertanian tersedia di gudang. Berkaitan dengan contoh produk pertanian di atas. kurva penawaran merupakan garis miring dari bawah ke atas.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 35 kebijakan harga yang ditujukan untuk mendorong peningkatan produksi. yang berarti apabila barang yang ditawarkan harganya naik. Namun. F. pemerintah akan mempengaruhi jumlah produksi yang dihasilkan. dan sebaliknya. F. apabila peningkatan penawaran membutuhkan tenggang waktu.

Kebijakan ini akan dipakai sebagai alat untuk mempengaruhi komposisi produk pertanian. maka harga pasar akan turun menjadi P a2. Pada tingkat harga tersebut. Secara garis besar. Karena terjadi peningkatan produksi di periode 2. para petani akan terdorong untuk meningkatkan produksi pangan. Dengan tingkat harga itu. petani akan terdorong memproduksi sebesar Q a3 di akhir periode tanam berikutnya. harga akan terkoreksi menjadi P a4. Tetapi. produsen akan terdorong untuk mengurangi produksinya dan harga akan meningkat menjadi P a3. (2) peningkatan produksi pertanian secara total karena adanya perbaikan harga relatif komoditi pertanian . Syaratnya adalah apabila produsen cukup responsif terhadap insentif harga. Hubungan tersebut mengakibatkan tingkat harga akan cenderung mencapai equlibrium pada perpotongan kurva penawaran dan kurva permintaan.1 D merupakan kurva permintaan dan S kurva penawaran. Kebijakan harga yang positif dapat berperan sebagai pendorong peningkatan produksi pertanian. Dengan memberikan jaminan harga yang tinggi. Kebijakan Harga Positif Analisis di atas menunjukkan bahwa sektor pertanian merupakan sumber kapital bagi pembangunan. karena fungsi permintaan tetap. Apabila pada periode tertentu harga pasar setinggi P a1. terdapat tiga tanggapan produksi terhadap perubahan harga yang dapat dianalisis sebagai berikut: (1) perubahan komposisi produksi pertanian karena perubahan harga relatif masing-masing komoditi pertanian secara individu. petani akan terdorong menanam atas dasar harga tersebut dan akan menghasilkan Q a1 pada akhir periode tanam. Akan terjadi pergerakan sepanjang waktu ke arah titik perpotongan antara kurva D dan kurva S.36 Bab 3: Penentuan Harga Barang Publik Gambar 3.

tenaga kerja dan kapital. sedangkan tanaman komersial memiliki elastisitas penawaran yang tinggi. maka produksi pertanian secara total dapat menurun. Hal ini dapat dijelaskan. harus diserap dari produksi komoditi lain. Hasil studi mengenai tanggapan produksi di negara berkembang menunjukkan bahwa tanggapan pertama dapat bersifat sangat elastis untuk jenis komoditi tertentu. Kebijakan ini juga diharapkan mampu mendorong perkembangan sektor industri dan jasa. akan menunjukkan positif. Berdasarkan hasil studi. seperti tanah. Kebijakan Harga Negatif Kebijakan harga positif diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi pertanian. Namun demikian. dan (3) peningkatan produksi pertanian yang dapat dipasarkan sebagai respon terhadap kenaikan harga komoditi pertanian (marketable surplus). Respon yang diharapkan pada kondisi tersebut. karena hasil pertanian merupakan kebutuhan primer masyarakat (seperti makanan). misalnya setiap tanaman ditujukan untuk tujuan komersial. untuk dapat menekan tingkat upah. tingkat produksi menurun setelah diberlakukannya insentif harga. Kenyataan ini menunjukkan bahwa tanaman yang merupakan kebutuhan sekunder masyarakat cenderung memiliki elastisitas penawaran yang rendah. sehingga akan menghambat perkembangan produksi sektor industri dan jasa. elastisitas penawaran komoditi yang dipasarkan akan sama dengan elastisitas produksi/output.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 37 dalam perbandingannya dengan harga komoditi sektor non pertanian. baik untuk produksi pertanian secara keseluruhan maupun untuk marketable surplus. Akan tetapi tanggapan kedua dan ketiga justru sangat inelastis atau bahkan negatif dengan adanya kenaikan harga. karena produktivitas berkaitan erat dengan kondisi musim maupun faktor lain. peningkatan produksi merupakan bentuk perubahan luas areal tanam. Pengecualian dapat terjadi. akan tetapi juga ditujukan untuk ketersediaan pasar. Banyak negara mengambil kebijakan sebaliknya untuk menekan keresahan masyarakat yang diakibatkan oleh tingginya harga pangan dan produk pertanian lainnya dengan melakukan kebijakan harga negatif. artinya persentase peningkatan produksi sama dengan persentase peningkatan pemasaran. bukan dalam hal peningkatan produktivitas. Artinya produksi pertanian meningkat sejalan dengan adanya insentif harga. Sektor ini menghendaki adanya harga pangan yang murah. kebijakan ini akan membuat biaya produksi sektor industri dan jasa lain juga tinggi. Namun apabila faktor produksi. . apabila komoditi tanaman tidak dimaksudkan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar atau kebutuhan sekunder.

di satu pihak. seperti jalan. Di satu pihak. Harga dasar ditujukan untuk melindungi produsen agar harga produk di pasar tidak turun lebih rendah dari harga yang ditetapkan. kebijakan ini juga diarahkan agar swasta dapat berkembang dengan sendirinya sebagai akibat adanya dukungan harga pangan yang murah. tetapi akan menghambat perkembangan ekonomi secara keseluruhan. Cara ini.38 Bab 3: Penentuan Harga Barang Publik Tetapi. Dengan demikian. dan produk pertanian pada khususnya. menjadi berkurang. Di satu pihak. program subsidi input lewat harga faktor produksi pertanian yang murah akan mendorong produksi pertanian sehingga harga pangan akan murah dan dapat mendorong perkembangan ekonomi lebih lanjut. Kebijakan Penyangga (Buffer Stock Policy) Dalam merumuskan kebijakan harga barang dan jasa publik pada umumnya. pemerintah menghadapi dilema kepentingan. maka pemerintah dapat mengenalkan program subsidi input yang dibarengi dengan penyuluhan peningkatan produksi pertanian secara insentif. secara politis. Meskipun dengan menyisihkan anggaran ini akan mengakibatkan investasi di bidang lain. jembatan. juga merupakan alternatif yang akan menjamin ketenangan masyarakat. jelas terdapat suatu konflik antara program bantuan harga dan program subsidi input. pelabuhan dan lainnya. pertumbuhan sektor industri dan jasa tidak terhambat. para produsen selalu menginginkan agar hasil produksinya dapat terjual dengan harga yang layak. sedangkan harga maksimum ditujukan untuk melindungi konsumen agar jangan sampai menderita karena harga yang terlalu tinggi. program bantuan harga membuat harga pangan dan produk pertanian mahal dan hasilnya dinikmati para petani. Langkah yang dapat ditempuh oleh pemerintah adalah dengan menentukan harga patokan berupa harga dasar (floor) dan harga maksimum (ceiling). para petani tidak terlalu dirugikan dengan rendahnya harga produksi pangan dan di lain pihak. Dari uraian di atas. dan di lain pihak. Di sinilah kewajiban pemerintah untuk melindungi kedua kepentingan tersebut agar konsumen dan produsen tidak menderita. Kebijakan penyangga dapat digambarkan dalam grafik sebagai berikut: . Kebijakan ini terkenal dengan istilah kebijakan penyangga (buffer stock policy). Di lain pihak. Cara subsidi yang terakhir ini menyebabkan pemerintah harus menyisihkan sebagian anggarannya untuk membiayai subsidi. untuk mencegah agar produksi pertanian tidak merosot. para konsumen akan mengharapkan harga pangan – khususnya – murah.

atau sebaliknya. Apabila dana operasi terbatas. misal pada saat panen. Berhasil atau tidaknya kebijakan penentuan harga ini tergantung pada tersedianya dana untuk operasi (sering disebut operasi pasar). misalnya bergeser dari S o menjadi S 1. bila penawaran bertambah. maka pemerintah dapat saja tidak mampu melindungi produsen. Dengan demikian. Untuk melindungi konsumen. keadaan keseimbangan tercapai pada harga P ao dan Q ao. sehingga kurva permintaan pasar bergeser kekanan menjadi D1 sampai memotong kurva penawaran S 1 tepat pada harga dasar P a2. RANGKUMAN . dan harga cenderung menjadi turun. Kemudian.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 39 Gambar 3. Keadaan sebaliknya dapat pula terjadi. maka pemerintah dapat mencegah naiknya harga komoditi dengan turut menjual produk pertanian ke pasar. bila ada paceklik. sedangkan harga cenderung merosot terus (dalam keadaan over supply). dalam situasi ini pemerintah turut membeli hasil panen. Harga dapat saja bergerak lebih rendah dari P a2. Untuk mencegah supaya harga turun tidak terlalu drastis. kebijakan penentuan harga perlu dukungan kebijakan lain.2 Pada awalnya. kurva penawaran bergeser ke kanan. seperti kebijakan moneter.

adalah ingin meningkatkan baik efisiensi alokasi sumber daya maupun keadilan dalam distribusi pendapatan.40 § Bab 3: Penentuan Harga Barang Publik § § § § § § Secara umum. Keputusan penentuan harga oleh pemerintah ditujukan untuk memperbaiki alokasi sumber daya ekonomi pada sektor publik. tingkat harga merupakan suatu tanda tingginya nilai yang merupakan kesediaan konsumen untuk membayar atas barang yang dihasilkan oleh produsen. Dalam perekonomian. Kebijakan penentuan harga merupakan salah satu kebijakan yang dapat digunakan oleh pemerintah untuk mencapai tujuan-tujuan khusus. Pemerintah terlibat dalam penyediaan barang dan jasa publik ini karena terjadinya kegagalan mekanisme pasar. Tetapi banyak negara mengambil kebijakan sebaliknya untuk menekan keresahan masyarakat yang diakibatkan oleh tingginya harga pangan dan produk pertanian lainnya dengan melakukan kebijakan harga negatif. Kebijakan ini akan dipakai sebagai alat untuk mempengaruhi komposisi produk pertanian. Dua pendekatan yang dapat dilakukan untuk melakukan analisis penyediaan produk pertanian adalah dengan menggunakan (1) kebijakan harga positif. Namun demikian. misalnya mendorong produksi atau memelihara kestabilan. artinya kebijakan harga yang ditujukan untuk mendorong peningkatan produksi. dengan keterlibatan dalam penentuan harga barang publik. Harapan pemerintah. bukan berarti bahwa penyediaan jasa publik ini tanpa menimbulkan biaya. dan harga maksimum yang ditujukan untuk melindungi konsumen agar jangan sampai menderita karena harga yang terlalu tinggi. . atau (2) kebijakan harga negatif yang berarti kebijakan harga yang ditujukan untuk mengurangi peningkatan produksi. Kebijakan harga yang positif dapat berperan sebagai pendorong peningkatan produksi pertanian. sekaligus merupakan tingginya biaya untuk menghasilkan barang tersebut oleh produsen. Langkah yang dapat ditempuh oleh pemerintah untuk melindungi produsen dan konsumen adalah dengan menentukan harga dasar yang ditujukan untuk melindungi produsen agar harga produk di pasar tidak turun lebih rendah dari harga yang ditetapkan. Kebijakan ini terkenal dengan istilah kebijakan penyangga (buffer stock policy). pemerintah suatu negara tidak menjual jasanya kepada masyarakat. Kebijakan ini juga diharapkan mampu mendorong perkembangan sektor industri dan jasa. Dalam hal ini pemerintah menyediakannya kepada masyarakat tanpa harus membayar.

Apa yang dimaksud dengan fungsi penawaran? Apa bunyi hukum penawaran tersebut? 8. Jelaskan? 4. terdapat suatu konflik antara program bantuan harga dan program subsidi input. Terangkan langkah-langkah yang ditempuh oleh pemerintah dalam melindungi kepentingan konsumen dan produsen! . Jelaskan maksud dari kajian-kajian yang harus dilakukan untuk memperoleh kebijakan yag tepat sasaran sebagai perusahaan penghasil public utilitier? 6. Mengapa pemerintah ikut terlibat dalam kegiatan penentuan harga barang? 3. Dalam kebijakan harga negatif. Terangkan tindakan-tindakan apa saja yang dilakukan oleh pemerintah dalam mencapai tujuan kebijakan harga? 2. Jelaskan yang dimaksud dengan “ceteris paribus”? 9.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 41 LATIHAN 1. Sebutkan tiga tanggapan produksi terhadap perubahan harga! Jelaskan hasil studi mengenai tanggapan produksi tersebut di negara berkembang! 11. Terangkan bagaimana mekanisme pasar barang pribadi yang bersifat persaingan sempurna dalam menentukan tingkat keseimbangan? 5. Uraikan mengenai keputusan penentuan harga tersebut oleh pemerintah. Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi penawaran? 10. Jelaskan konflik tersebut! 12. Sebutkan dan jelaskan pendekatan-pendekatan yang digunakan untuk melakukan analisis penyediaan produk pertanian! 7.

fungsi pemerintah dapat dikelompokkan sebagai berikut. 2.FUNGSI DAN AKTIVITAS PEMERINTAH DALAM PEREKONOMIAN FUNGSI DAN AKTIVITAS PEMERINTAH Pemerintah sangat diperlukan dalam perekonomian suatu negara. Dengan melihat berbagai kelemahan mekanisme pasar sebagaimana telah dibahas sebelumnya. terutama untuk melaksanakan fungsinya dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. Fungsi Alokasi Fungsi alokasi dalam kebijakan publik adalah fungsi penyediaan barang publik atau proses alokasi sumber daya untuk digunakan sebagai barang pribadi atau barang publik dan bagaimana komposisi barang publik ditetapkan. Fungsi Distribusi . sehingga dapat meningkatkan standar kehidupan penduduk pada tingkat yang layak. 1.

misalnya hanya sebatas penyertaan modal saja. keterlibatan tersebut harus mempunyai tingkat yang minimal. Dalam The Wealth of Nations. 3. § Tugas memproteksi setiap anggota masyarakat dari ketidakadilan dan dominasi yang dilakukan oleh anggota lain dalam masyarakat. Fungsi stabilisasi Fungsi stabilisasi dalam kebijakan publik adalah penggunaan kebijakan anggaran sebagai alat untuk mempertahankan tingkat kesempatan kerja.peraturan. bukan mengendalikan/ mengatur sumber daya tersebut. § Tugas membentuk dan memelihara institusi publik agar memberi manfaat yang tinggi serta kesempatan kerja kepada masyarakat1. laba yang diperoleh institusi sering tidak mencapai tingkat pembayaran kembali. stabilitas ekonomi dan laju pertumbuhan ekonomi. dapat secara simultan diarahkan kepada ketiga tujuan tersebut di atas. Adam Smith mencatat empat fungsi ‘pengoreksi’ yang dapat dijalankan oleh pemerintah yakni: § Tugas memproteksi suatu kelompok masyarakat dari pelanggaran dan invasi yang dilakukan oleh kelompok masyarakat lainnya. Apabila pemerintah memutuskan untuk campur tangan dalam aktivitas individu. misalnya pengenaan pajak dan pengeluaran publik. Dengan demikian.44 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian Fungsi distribusi dalam kebijakan publik adalah penyesuaian atas distribusi pendapatan dan kekayaan untuk menjamin pemerataan dan keadilan. seharusnya. Pada saat pemerintah memproduksi barang atau jasa. Aktivitas pemerintah. Pedoman aktivitas pemerintah yang dipromosikan oleh Milton Friedman adalah bahwa keterlibatan pemerintah harus dapat membuat dan memaksakan aturan-aturan umum yang mengatur perilaku para individu. . tidak dapat diharapkan bahwa kesempatan kerja akan disediakan dalam kuantitas yang tepat. hanya 1 Karena sifat dari institusi publik. dengan memperhitungkan akibat kebijakan pada perdagangan dan neraca pembayaran. Suatu kebijakan publik. § Tugas mempertemukan biaya yang diperlukan untuk mendukung peraturan. Permasalahan utama yang muncul adalah bagaimana merancang kebijakan anggaran sehingga dengan tujuan yang berbeda-beda tersebut akan dapat dicapai secara lebih terpadu. Milton Friedman juga menyarankan pemerintah supaya membeli sumber daya yang digunakannya dalam pasar. baik secara langsung atau tidak langsung. dan bukan bertransaksi dengan pengguna. pemerintah harus membebankan secara pro rata kepada pengguna.

4. 2. 5. dan dengan demikian akan menyebabkan penawaran dan permintaan yang tidak tepat. mengatur dan menyediakan barang atau jasa secara gratis. Kegagalan Pasar 1. yang membuat tidak mungkin membebankan biaya penyediaannya kepada para pengguna. mekanisme pasar akan mengarah pada alokasi sumber daya yang efisien yang timbul pada saat tidak seorangpun akab dapat dipuaskan secara lebih baik dengan tanpa menyebabkan orang lain menderita kerugian (sering disebut efisiensi Pareto).Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 45 berperan sebagai last resort. dalam mendanai. . Terdapat dua argumen mengenai bagaimana perlunya intervensi pemerintah yaitu (1) kegagalan pasar dan (2) penekanan pada aspek keadilan. suatu masyarakat dapat saja memilih alokasi yang tidak efisien atas dasar kesetaraan atau kriteria lainnya. Informasi yang tidak simetris dan tidak sempurna yang mungkin mengarah pada penilaian yang salah atas barang dan jasa publik. pasar akan memproduksi barang publik tersebut secara tidak proposional. seperti pertahanan nasional dan penerangan jalan. negara dapat mencoba turut campur mengatasi permasalahan ini. Tanpa intervensi pemerintah. dapat membantu mencegah pencapaian alokasi sumber daya yang efisien. Terdapat beberapa barang publik yang bersifat non rival dan non excludable. Namun demikian. tergantung pada apakah eksternalitas ini baik atau buruk. 3. Konsumsi atau produksi barang/jasa publik yang mungkin menghasilkan suatu akibat eksternal (positif atau negatif) kepada masyarakat yang tidak tercermin dalam harga barang. Kondisi inilah yang menyebabkan adanya suatu intervensi pemerintah dalam operasi pasar bebas. Alasan Keterlibatan Pemerintah Dalam Ekonomi Dalam situasi tertentu. Kegagalan pasar juga berhubungan dengan permasalahan dari seleksi yang tidak menguntungkan dan bahaya moral ketika pembeli atau penjual bertindak secara eksklusif atas dasar mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. Hal ini menyebabkan kegagalan pasar. Untuk itu. terutama tenaga kerja. Tidak bisa bergeraknya sumber daya yang produktif.

5. tambang dan lain-lain. dan berkurangnya kemiskinan. lingkungan yang bersih. kredit. Peranan sektor swasta dan kebutuhan kemitraan dalam kesempatan. dan memberikan kontribusi untuk mengurangi ketidakadilan melalui aktivitas yang sebetulnya merupakan tanggung jawab pemerintah (seperti rumah sakit umum dan sekolah yang dananya dari swasta). tidak semua fungsi mensyaratkan kehadiran pemerintah sebagai penyedia barang atau jasa publik dimana masih terdapat beberapa diantaranya yang difasilitasi oleh peraturan dan penciptaan ruang gerak yang tepat 2 . mempromosikan tambahan manfaat kepada anggota masyarakat (erat hubungannya dengan produsen dan pekerja swasta). Dengan demikian. dan sebagainya). perlindungan hak asasi. Ketiganya merupakan dimensi pokok dari kemiskinan yang tidak dimiliki secara eksklusif oleh sektor swasta. Kepedulian secara luas atas kebutuhan mengatasi kemiskinan secara lebih serius harus menjadi perhatian oleh pemerintah. pembangunan yang lebih cepat. saat sekarang menjadi pertanyaan publik berkaitan dengan tersedianya teknologi masa kini. pemberdayaan dan proteksi. 2. sektor swasta dapat berperan secara aktif dalam menciptakan kesempatan ekonomi (seperti penciptaan lapangan kerja. Sebagai peran penyedia (Provider Role). . 2 Monopoli yang alami dalam sektor tertentu seperti energi. Lebih lanjut dapat dikemukakan bahwa peran pemerintah yang berkenaan dengan keterlibatannya dalam perekonomian adalah sebagai peran penyedia (provider role) dan peran kemitraan (partnership role). meningkatnya kejahatan dan eksternalitas negatif yang akan mempengaruhi pertumbuhan dan keadilan sosial. Data empiris di seluruh dunia secara umum menyarankan bahwa peningkatan keadilan memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Ketidakadilan sering menghasilkan situasi yang tidak aman.46 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian Aspek Keadilan 1. keadilan. secara nasional dan global. 4. dan stabilitas nasional. Namun demikian. pemerintah harus menyediakan barang publik untuk menjamin stabilitas ekonomi makro. Tugas ini berhubungan dengan penyediaan kesempatan. penyelesaian konflik. pemberdayaan dan proteksi perlu difasilitasi oleh pemerintah. 3. Penekanan pada aspek keadilan bukan berarti bahwa hanya negara yang harus atau dapat memberikan kontribusi dalam rangka menekan kemiskinan.

Sebagai contoh 3 . Pertanyaannya adalah siapa yang memperoleh manfaat dan siapa yang menanggung beban dari suatu kebijakan distribusi tertentu? Siapa yang menanggung beban atas akibat diterapkannya kebijakan pajak penghasilan badan? Apakah kepada pengusaha. suatu kebijakan publik tentang pengelolaan sumber daya alam oleh pemerintah akan memberi manfaat yang lebih tinggi kepada masyarakat dibandingkan dengan apabila pengelolaan tersebut dilakukan oleh sektor swasta. 3 Dalam contoh ini. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa pengelolaan sumber daya alam cenderung mengarah pada kondisi yang spesifik. pemerintah lebih banyak dibutuhkan dalam perannya sebagai regulator dari mekanisme pasar dan sebagai fasilitator dari lingkungan kelembagaan dan pengaturan yang kondusif atas pembangunan sektor swasta. Pada masa sekarang. para ekonom berpendapat bahwa kebijakan publik berakibat perekonomian tidak dalam kondisi pareto optimal. Dimungkinkan adanya opportunity cost dalam hubungannya dengan efisiensi dalam merubah distribusi pendapatan. kebijakan dalam upah minimum akan menyebabkan penerimaan upah lebih tinggi kepada pekerja. Diakui secara luas bahwa baik pemerintah maupun sektor swasta tidak akan dapat berfungsi secara tepat tanpa berfungsinya peran kemitraan kedua sektor tersebut secara bersamaan. Isu inilah yang disebut dengan internerational transfer. pembangunan infrastruktur dasar dan perlindungan dari risiko dan kerugian (misalnya asuransi).Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 47 Sedangkan sebagai peran kemitraan (Partnership Role). tetapi kesempatan kerja total mungkin turun sebagai akibat dari timbulnya kebijakan ini. pekerja atau konsumen? Dan siapa juga yang menerima tanggung jawab akibat adanya pajak penjualan? Konsumen atau pekerja? Inilah yang dimaksud dengan true incidence dari kebijakan. . Kekhususan ini akan berakibat pada sejumlah produktivitas/efisiensi yang hilang/berkurang jika terjadi perubahan dari kondisi yang relatif baik kepada kondisi yang baik. AKTIVITAS PEMERINTAH DALAM PEREKONOMIAN Tingkat konsumsi/produksi barang dan jasa oleh masyarakat dapat dirubah oleh kebijakan publik. Sayangnya manfaat yang tinggi tersebut harus dibayar secara lebih mahal. pemerintah dapat menjadi mitra swasta dalam penyediaan peraturan. yakni memindahkan alokasi hak kekayaan. baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Beberapa kebijakan secara aktual akan menggeser distribusi pendapatan antara generasi sekarang dan generasi mendatang. Sebagai contoh. Kebijakan publik dapat berpengaruh terhadap distribusi pendapatan nyata.

Kondisi ini menggambarkan adanya hubungan antara permintaan dan penawaran atas barang tersebut. Sebagai akibat dari kegagalan mekanisme pasar yang lain dimana proses politik akan menggantikan mekanisme pasar. Dalam kasus ini. Sistem pasar menjadi tidak berlaku jika diterapkan pada barang-barang publik (social goods).48 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian FUNGSI ALOKASI Latar Belakang Adanya Fungsi Alokasi Dilihat dari fungsi alokasi. 2. Dalam kondisi ini. dengan cara yang sama dapat diproduksi oleh perusahaan swasta dan dijual kepada pemerintah atau dapat juga diproduksi secara langsung oleh pemerintah. pemerintah harus menjamin bahwa proses politik dalam pengambilan keputusan penyediaan barang dan jasa publik akan dapat terjadi secara efisien. Seringkali mekanisme pasar berfungsi. Contohnya adalah jika seseorang membutuhkan pakaian. Permasalahan yang mungkin timbul dalam fungsi alokasi adalah berapa banyak barang publik yang harus disediakan oleh pemerintah. sedangkan barang publik. Sebagai akibat dari kegagalan mekanisme pasar dimana hubungan yang seharusnya terjadi antara produsen dan konsumen dalam suatu mekanisme pasar tidak berjalan. sistem pasar akan terjadi melalui transaksi antara konsumen dan produsen secara individual dan sukarela. barang pribadi dapat diproduksi dan dijual kepada pembeli baik oleh swasta maupun oleh perusahaan pemerintah. Perbedaan yang mendasar antara barang pribadi dan barang publik adalah. . Dalam 4 Sistem mekanisme pasar merupakan suatu transaksi antara konsumen dan produsen secara individu. maka pakaian yang sama tidak akan tersedia untuk orang lain. termasuk diantaranya adalah jenis dan kualitas barang yang perlu disediakan oleh pemerintah. sehingga pemerintahlah yang harus bersedia memproduksi barang publik tersebut. pemerintah harus mengambil tindakan apabila mekanisme pasar tidak berjalan. Beberapa alasan yang mendasari kemungkinan tersebut adalah karena: 1. Untuk barang-barang pribadi (private goods). Apabila seseorang membeli satu set pakaian. Kebutuhan yang dirasakan oleh seseorang akan pakaian tentunya akan sangat berbeda dengan kebutuhan pakaian yang dirasakan oleh orang yang berbeda. namun kadangkala tidak efisien. suatu barang publik – yang berbeda sifatnya dengan barang pribadi – tidak dapat disediakan melalui sistem mekanisme pasar 4 . seperti misalnya pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah.

Akan banyak keuntungan yang didapat – terutama oleh produsen – apabila membatasi konsumen yang ikut dalam sistem pasar dengan mensyaratkan mereka untuk mau membayar. manfaat yang dirasakan masing-masing individu akan semakin tidak berarti apa-apa. Akibatnya tidak akan ada pembayaran yang dilakukan secara sukarela. Harga atas suatu komoditi sudah disepakati atau harus identik untuk semua pembeli dan penjual. Akan berbeda halnya jika kebutuhan seseorang tersebut terhadap. misalnya. Dalam hal ini dapat dilihat bahwa apabila seseorang mengambil manfaat dari adanya jalan umum tersebut. Hal ini berarti tidak ada distorsi . Kebutuhan atas barang ini akan dirasakan secara bersama-sama dan begitu pula terhadap manfaat yang dihasilkan dengan tersedianya jalan umum tersebut tentunya akan dapat dinikmati oleh banyak orang (tidak untuk satu konsumen). kriteria efisien akan dapat digunakan untuk mengevaluasi alokasi sumber daya. kemudian produsen akan menyediakan barang yang paling diinginkan oleh konsumen. Berbeda halnya dengan barang publik. Apalagi jika semakin banyak orang yang menggunakan barang tersebut. Dari ilustrasi tersebut dapat dipahami bahwa mekanisme pasar akan sangat cocok untuk menggambarkan penyediaan barang-barang pribadi. aplikasi dari prinsip hubungan permintaan dan penawaran seperti ini menjadi suatu pemecahan yang efisien. mekanisme pasar tidak akan berfungsi secara sempurna. Mekanisme pasar tersebut akan membawa konsumen dan produsen ke suatu titik harga tertentu. Untuk barang seperti pakaian. sedangkan produsen akan menjual barang dengan harga yang setingi-tingginya. karena manfaat yang akan dirasakan oleh setiap orang akan sama saja. penggunaan atas jalan umum. Konsumen akan berusaha mendapatkan barang yang mereka inginkan dengan harga yang serendah-rendahnya. manfaat yang tersedia bagi orang lain tidak akan berkurang. Konsumen biasanya tidak bersedia untuk membayar pemanfaatan atas barang publik. Di sini diasumsikan bahwa terdapat adanya hak kepemilikan eksklusif terhadap semua sumber daya produktif yang tersedia di pasar dan tidak ada individu yang mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi harga atas komoditi atau produk yang diperjualbelikan. Mekanisme pasar akan terjadi apabila ada suatu permintaan dari konsumen.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 49 kasus ini akan terjadi suatu kondisi bahwa konsumsi terhadap barang tersebut bersifat bersaing. baik jika dia membayar ataupun tidak. Dalam kondisi seperti ini tentunya diperlukan campur tangan dari pemerintah. Efisiensi Pasar dan Kegagalan Pasar Dalam suatu sistem ekonomi pasar yang bersaing sempurna.

Selain itu. dan hal ini berarti bahwa informasi yang dimiliki oleh kosumen dan produsen tidaklah sama. Dalam kenyataannya banyak kesulitan yang terjadi. pemerintah sendiri seharusnya bekerja keras untuk mencapai tingkat efisiensi yang sama dengan pihak swasta.50 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian pasar yang akan mengakibatkan adanya perbedaan harga antara yang diterima oleh penjual dengan yang dibayarkan oleh pembeli. Namun perlu dipahami. Alasan kedua. terutama dalam hal biaya produk dan kualitas produk yang dihasilkannya. akan mengakibatkan konsumen kekurangan informasi atau dapat tersesatkan. Para ekonom secara lebih spesifik menjabarkan istilah barang publik sebagai barang-barang yang mempunyai sifat tidak bersaing (non rivalry) dan tanpa pengecualian (non excludability). Tentu saja. sehingga pasar dapat menjadi ajang persaingan yang tidak sempurna. Kedua sifat tersebutlah yang kemudian akan mengakibatkan kegagalan pasar dalam memproduksi secara efisien. Efisiensi produksi pemerintah di sini akan menjadi fokus pembahasan selanjutnya. pandangan ini merupakan gambaran paling ekstrim dari sistem pasar. Sifat Tidak Bersaing (Non Rivalry) Sifat tidak bersaing berarti bahwa barang tersebut dapat dikonsumsi sebanyak-banyaknya oleh seseorang tanpa akan mengurangi jumlah barang yang tersedia untuk dikonsumsi oleh orang lain. Alasan pertama adalah bahwa pemerintah diharapkan dapat menjamin pasar agar dapat beroperasi secara efisien. Bila semua kondisi tersebut telah terpenuhi. masih banyak permasalahan lain yang tidak dapat dipecahkan oleh mekanisme pasar. Alasan ketiga terletak pada hubungan rasional dari produksi pemerintah atas barang-barang publik. sistem ekonomi pasar akan dapat menjamin penggunaan sumber daya secara efisien dalam penyediaan barang pribadi. Barang Publik Istilah barang publik digunakan untuk menggambarkan barang atau jasa apapun yang disediakan oleh pemerintah. misalnya terhadap sejumlah barang tertentu yang menjadi preferensi konsumen. sehubungan dengan pemenuhan kriteria efisien. terutama dalam hal persaingan. Di sinilah kemudian terjadi alasan perlunya aturan pemerintah guna menjamin efisiensi dalam sistem ekonomi pasar. Distorsi yang disebabkan oleh iklan. namun pasar gagal dalam memproduksinya. mulai dari lampu jalan sampai dengan keamanan nasional. misalnya. bahwa sifat tidak bersaing bukan berarti bahwa manfaat yang diterima oleh .

Sebaliknya. jika biaya untuk mendapatkan kontribusi konsumen tidak lebih besar dari manfaatnya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 51 setiap konsumen adalah sama. Namun demikian. sifat tidak bersaingnya tinggi. jalan lokal. Misalnya tempat rekreasi. Namun. Barang publik seperti lampu jalan dan keamanan. Rendah Tinggi Jalan Lokal Pendidik an Pelayanan Udara Kesehata bersih n Gambar 4. Misalnya konsumsi atas lampu jalan. dibandingkan dengan orang yang tinggal lebih jauh dari wilayah lampu tersebut. pemerintah mungkin saja menarik bayaran dari para pengunjung. terdapat garis spektrum yang menggambarkan tinggi rendahnya sifat tanpa pengecualian Rendah Tinggi Keamanan Lampu Jalan . seseorang dapat terlindungi dari gelapnya malam.1 Sifat Tanpa Pengecualian (Non Excludability) Dimensi kedua dari barang publik adalah sifat tanpa pengecualian. A tidak memberi kontribusi dengan membayar pajak. Dari berbagai macam barang publik. sama halnya dengan sifat tidak bersaing. akan sulit bagi pemerintah untuk mencegah orang tersebut agar tidak menggunakan jalan umum. pelayanan kesehatan dan pendidikan. tidak menutup kemungkinan sifat tanpa pengecualian ini dihilangkan. akan ada kemungkinan sifat bersaing dalam penggunaan barang publik tersebut. Oleh karena itu. terdapat sifat tidak bersaing yang rendah dalam konsumsinya. tanpa mengurangi kebutuhan orang lain atas lampu yang sama. Semakin banyak orang dalam suatu wilayah. terdapat barang-barang publik yang mempunyai sifat tidak bersaing dengan kadar yang tinggi dan rendah. maka hal tersebut akan dapat merugikan orang-orang di sekitarnya yang membayar pajak. karena apabila pemerintah mencegah dengan cara tidak membangun jalan di sekitar rumahnya. orang yang tinggal di sekitar wilayah lampu tersebut akan lebih merasakan manfaatnya. Misalkan. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan ketidakmampuan dalam mencegah seseorang yang tidak memberikan kontribusi (tidak membayar) untuk ikut mengkonsumsi barang publik. untuk barang publik seperti. selama biaya yang dikeluarkan untuk membayar staf penjaga tempat rekreasi tersebut tidak lebih besar dari pendapatan yang diterima.

Kurva Permintaan. Gambar 4. Kurva penawaran pasar SS memperlihatkan biaya marginal (MC) yang dapat dibebankan kepada A dan B secara bersama-sama untuk berbagai output dari barang pribadi. yaitu A dan B. selanjutnya pada saat tingkat harga sudah cukup rendah. Perpotongan antara kurva SS dan Dt menentukan titik ekuilibrium harga P1 dan titik ekuilibrium kuantitas Qt.2 Barang Publik Versus Barang Pribadi Gambar 4. selama tingkat harga masih cukup tinggi. Penawaran dan Equilibrium Pasar Atas Barang Pribadi Harga S = MC P1 E Dt Db . Dengan catatan bahwa Qt merupakan penjumlahan dari Qa (barang yang dibeli oleh A) dan Qb (barang yang dibeli oleh B). Kurva permintaan pasar Dt berhimpitan dengan kurva permintaan Db. Kurva permintaan pasar (Dt) diperoleh dengan menambahkan secara horizontal kurva permintaan A (Da) dan kurva permintaan B (Db). Semua titik-titik dalam kurva permintaan pasar Dt merupakan gabungan dari titik-titik harga dan kuantitas yang diminta dalam kurva permintaan A dan B.3.52 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian Tempat Parkir Tempat Rekreasi Perpustakaan Udara Bersih Pendidikan Jalan Lokal Gambar 4. dan 4.3 mewakili barang pribadi yang mempunyai sifat bersaing dan pengecualian yang sangat tinggi. A dapat masuk ke dalam pasar sehingga kurva permintaan pasar Dt berbelok.4 di bawah ini menguraikan tentang perbedaan antara barang publik dan barang pribadi dalam suatu masyarakat yang diasumsikan hanya terdiri dari dua kelompok individu.

Di atas harga PA. Alasan atas kondisi ini. individu A tidak lagi bersedia untuk membayar atas barang publik tersebut. Misalnya A sebagai warga kota Jakarta dapat menggunakan seluruh jalan kota maka demikian juga halnya dengan B. Penawaran dan Equilibrium Pasar Atas Barang publik Harga S = MC P1 PB E Dt PA . sehingga barang yang dikonsumsi oleh A sama jumlahnya dengan barang yang dikonsumsi B.4 memperlihatkan pola yang sama namun untuk barang publik. Situasi yang berbeda terjadi di sini. Gambar 4. Sementara individu B masih bersedia membayar sampai ke tingkat harga PB atas barang publik yang sama. dikarenakan manfaat marjinal atas barang tersebut masih terus diterima oleh B. karena pada titik tersebut A memperoleh manfaat yang maksimum. karena A tidak lagi memperoleh tambahan manfaat atas barang tersebut. tapi lebih kepada perbedaan dari manfaat marjinal dari setiap konsumen atau harga yang dibayarkan oleh masing-masing konsumen.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 53 Gambar 4.4 tampak bahwa terdapat suatu titik yang menunjukkan maksimum harga yang bersedia dibayar oleh individu A (PA).3. meskipun A memiliki mobil sedangkan B tidak. baik manfaat yang diterima A lebih besar maupun lebih kecil. dalam hal ini perbedaan terjadi bukan pada kuantitas yang dikonsumsi oleh masing-masing orang. dalam kurva 4. Kurva Permintaan. Oleh karena itu. Berdasarkan karakteristik dari barang publik tersebut. karena barang publik mempunyai sifat tidak bersaing dan tanpa pengecualian.

Sebagai contoh.54 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian Gambar 4.5 menunjukkan alternatif kombinasi antara barang publik dan barang pribadi. dan lain-lain. Maka total harga yang bersedia dibayar oleh pasar. Penyediaan Barang Publik Ketika pemerintah melakukan fungsi penyediaan barang publik. pendidikan.4. Kurva Kemungkinan Produksi . Sementara di lain pihak. karena mungkin hanya itu kebutuhannya. individu B bersedia membayar lebih banyak lagi untuk penyediaan jalan raya. Di atas harga tersebut (PA) tambahan barang publik dibayar oleh individu B. dalam penyediaan jalan raya. keamanan nasional dan lain-lain. Barang pribadi adalah barang-barang yang diproduksi untuk dijual dan tersedia di pasar. Masih dalam gambar 4. adalah total harga yang bersedia dibayar oleh seluruh individu dalam pasar (P1=PA+PB).4. trade off dari penyediaan barang publik oleh pemerintah dengan penyediaan barang pribadi melalui mekanisme pasar dapat digambarkan dengan kurva kemungkinan produksi. sebagai kompensasi atas kebutuhannya terhadap jalan tersebut. seperti: jalan umum. Sedangkan barang publik adalah barang-barang yang tersedia tapi tidak untuk dijual di pasar. tampak bahwa kurva permintaan pasar (Dt) berbelok pada tingkat kuantitas barang publik yang memberikan tingkat manfaat maksimum pada A – sehingga A tidak bersedia membayar harga tambahan lagi. pakaian. individu A hanya bersedia membayar dengan harga cukup. Gambar 4. dengan asumsi seluruh sumber daya yang ada digunakan. seperti makanan.

Sumber daya yang dikorbankan tersebut adalah harga yang harus dibayar oleh masyarakat atau pajak yang diminta oleh pemerintah agar barang publik dapat tersedia. Jika untuk memenuhi kebutuhan keamanan nasional tersebut pemerintah harus meningkatkan pajak penghasilan.5 Titik A dalam gambar menunjukkan bahwa MX1 unit adalah jumlah barang pribadi yang dikorbankan oleh masyarakat sehingga pemerintah dapat menyediakan barang publik sejumlah OG1.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 55 Gambar 4. Permasalahan yang timbul kemudian adalah tentang jenis dan kualitas barang seperti apa yang harus disediakan oleh pemerintah. jika diumpamakan peningkatan jumlah barang publik per tahun merupakan respon pemerintah atas peningkatan permintaan masyarakat terhadap keamanan nasional. Peningkatan jumlah barang publik yang tersedia di pasar dalam satu tahun dari OG1 ke OG2 (titik B) akan meminta penurunan dari jumlah barang pribadi di pasar dari OX1 ke OX2. Masalah lain yang juga . Penyediaan Barang melalui Anggaran Sebagaimana telah diterangkan dalam bab sebelumnya. Pengorbanan masyarakat merupakan harga sumber daya yang seharusnya digunakan untuk memproduksi barang pribadi digunakan oleh pemerintah untuk dapat menyediakan barang publik. pengorbanan dari pihak masyarakat terjadi dengan menurunnya kemampuan konsumsi atas barang-barang pribadi. Namun di sisi lain. maka kualitas keamanan yang disediakan pemerintah akan meningkat dan masyarakat akan merasa lebih aman. atau dengan kata lain meminta pengorbanan lebih besar dari MX1 ke MX2. bahwa dalam rangka penyediaan barang publik diperlukan adanya campur tangan pemerintah.

Namun dalam prakteknya. Keterbatasan Jangkauan Manfaat atas Barang Publik Pada dasarnya.masyarakat akan merasa enggan untuk ikut serta dalam proses pengambilan keputusan tersebut. Oleh karena itu. Sementara itu. berkampanye. Pengungkapan preferensi masyarakat kepada pemerintah dapat dilakukan melalui proses pemungutan suara. Agar dapat berfungsi sebagai mekanisme yang efisien dalam mengungkapkan preferensi. menyumbang bahkan sampai keluar dari pekerjaannya – jika mereka merasa bahwa ada akibat langsung dari kebijakan politik pemerintah kepada mereka. masyarakat dalam sistem yang demokratis akan terhindar dari apatisme anggotanya dalam proses pengambilan keputusan politik.56 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian timbul adalah ketika pemerintah perlu menetapkan jumlah uang yang harus ditarik dari masyarakat untuk menyediakan barang publik tersebut. karena adanya mekanisme mengikuti keputusan suara terbanyak dalam proses yang demokratis. Secara normatif. Namun dalam prakteknya. ada . Para pemberi suara kemudian akan dihadapkan pada suatu pilihan di antara beberapa usulan pengeluaran publik berkaitan dengan sumbangan pajak mereka. Proses tersebut harus diawali dengan memberikan pemahaman kepada anggota masyarakat tentang pentingnya memberikan suara mereka. maka proses pemungutan suara harus mengaitkan keputusan perpajakan (sebagai alat pendanaan) dengan keputusan anggaran pengeluaran atau belanja publik. apabila suatu usulan kebijakan tidak berpengaruh langsung atau kecil pengaruhnya . Hal ini diakibatkan tidak cukupnya informasi yang disampaikan oleh masyarakat kepada pemerintah. banyak anggota masyarakat merasa bahwa biaya yang mereka keluarkan untuk menyatakan tuntutan mereka seringkali lebih besar dari manfaatnya. karena biaya yang mereka keluarkan akan lebih besar dari manfaat yang akan mereka terima. diperlukan proses politik untuk mengungkapkan preferensi masyarakat kepada pemerintah tentang barang publik apa yang perlu disediakan dan melengkapinya dengan sumber-sumber pembiayaan yang dibutuhkan untuk membayar barang-barang publik tersebut. Pilihan para pemilih akan tergantung pada pengetahuan mereka sendiri serta kesadaran mereka bahwa orang lain juga menyumbang sesuai dengan rencana perpajakan yang dianut. barang publik disediakan bagi semua orang yang mempunyai kepentingan atas barang tersebut. Setiap orang akan dengan senang hati ikut terlibat dalam proses pengambilan keputusan politik – mulai dari sekedar memberikan suara. Dasar pemikiran tentang komunikasi efektif antara pemerintah dan masyarakat mengikuti logika kepentingan setiap individu dalam masyarakat.

kontribusi seseorang baik itu berupa waktu. karcis parkir.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 57 barang publik yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat di dalam negara (berskala nasional) dan ada barang publik yang hanya dapat dimanfaatkan oleh sekelompok orang tertentu (berskala lokal). Selain itu dalam skala lokal akan lebih dimungkinkan untuk mengatasi permasalahan free rider. barang publik berskala nasional lebih tepat disediakan oleh pemerintah pusat. dengan mempertimbangkan kondisi kemacetan (biaya oportunitas) di luar jalan tol. tol. Barang publik berskala lokal dalam garis kontinum. Tentunya akan lebih mudah bagi pemerintah lokal untuk menarik kontribusi dari para pengguna barang publik yang disediakan (seperti tiket masuk tempat rekreasi. dia akan berpikir dari pintu tol mana dia harus masuk dan di pintu tol mana dia harus keluar. seperti yang terlihat pada gambar 5. Hal ini disebabkan. maka akan sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali manfaat yang akan mereka dapatkan. tapi paling dekat dengan tempat tujuannya. dan 5. Sebaliknya. Dari sini dapat terlihat bahwa biaya marginal dari setiap tambahan penggunaan atas barang publik ini sama dengan atau paling tidak mendekati nol. mempunyai sifat tidak bersaing yang rendah. Dari sisi pengguna. untuk setiap tambahan pintu tol yang dia lewati. Mereka akan terus menambah konsumsi mereka atas barang publik ini sampai manfaat yang mereka dapatkan maksimal.2. harus ada tambahan biaya yang dikeluarkan. dari manapun dia masuk dan dimanapun dia keluar biaya yang harus dikeluarkan adalah sama. seorang pengguna jalan tol dalam kota akan masuk dari pintu terdekat dengan tempat dia berangkat dan keluar dari pintu terjauh. sehingga akan lebih memperkecil timbulnya masalah free rider.1.. sementara barang publik berskala lokal lebih tepat disediakan oleh pemerintah lokal atau pemerintah daerah. maupun pemberian suara akan dapat menciptakan perubahan atas suatu keputusan. Sebagai contoh. Melihat sifatnya tersebut. dalam suatu kelompok yang kecil. Sebagai contoh. karena akan lebih jelas manfaat yang dapat mereka peroleh bila dibandingkan dengan biaya yang mereka keluarkan. bagi yang sedikit memberikan berkontribusi atau bahkan tidak sama sekali. . Artinya para pengguna seharusnya akan lebih termotivasi untuk menggunakan barang-barang ini sampai pada titik dimana manfaat marjinal yang mereka peroleh sama dengan atau mendekati nol. mereka tidak akan merasa keberatan membayar untuk dapat menggunakan barang publik tersebut. Berpartisipasi atau tidak berpartisipasi akan menjadi sangat terlihat. uang. atau retribusi pasar) dengan tarif ataupun biaya yang rendah. Berbeda dengan pengguna jalan tol luar kota. selama tidak ada tambahan biaya yang harus mereka keluarkan.

begitu juga biaya marginalnya yang tetap. maka sifat tidak bersaingnya akan menjadi tinggi. sehingga biaya menempatkan penjaga gerbang akan tertutup dari pembayaran tiket masuk. ada yang disebut dengan istilah congestible goods. yang dalam garis spektrum mempunyai sifat tidak bersaing yang rendah. dapat dikenakan tarif tinggi. Hal ini diharapkan dapat menarik minat pengunjung untuk mau masuk ke tempat rekreasi tersebut. Strategi lain dalam memperlakukan congestible goods adalah dengan menggunakan dua macam tarif. maka biaya marjinalnya bisa akan lebih mahal dari manfaat marjinalnya. memperlihatkan bahwa tambahan permintaan atas congestible goods pada musim sepi jumlahnya sedikit (pergeseran dari titik O ke D1 sampai ke D2). Sehingga. pemerintah lokal tidak perlu menarik kontribusi dari pengguna barang publik ini. jika pemerintah lokal harus menarik kontribusi atas pengguna barang publik ini. dimana pada hari-hari libur hampir tidak ada mobil yang datang berkunjung. jadi perlu juga tidak ada penjaga gerbang sehingga dapat mengurangi atau bahkan menghapus biaya marjinal. pada waktu yang lain ketika jumlah pengguna barang ini hanya sedikit.6.58 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian Barang publik berskala lokal adalah barang-barang yang diproduksi oleh pemerintah lokal. yaitu tarif tinggi pada musim padat dan tarif rendah pada musim sepi. Misalnya pada tempat-tempat rekreasi. Di lokasi perkantoran misalnya. Sebegitu rendah permintaannya sehingga pemerintah lokal merasa tidak perlu ada penarikan retribusi atas pengguna barang publik tersebut. Dari berbagai macam barang publik jenis ini. pada musim liburan dimana pengunjungnya sangat padat. Sementara itu. para pengunjung dapat menikmati tempat rekreasi dengan biaya yang lebih rendah. Kurva Permintaan Congestible Goods Harga MC P1 D3 . pemerintah dapat menghilangkan biaya parkir. Apabila dimungkinkan. yaitu barang publik yang mempunyai sifat tidak bersaing yang rendah hanya pada waktu penggunaannya padat atau penggunanya mencapai jumlah tertentu. sedangkan untuk hari kerja atau sekolah. Gambar 4.

kita akan mempertimbangkan suatu perekonomian dengan hanya ada dua konsumen. sedangkan teknologi lain memungkinkan diproduksinya 10 unit barang X dan hanya 5 unit barang Y. 2. Efisiensi Pareto didefinisikan sebagai suatu pengaturan ekonomi tertentu adalah efisien jika di sana tidak dapat dilakukan pengaturan kembali yang akan menyebabkan seseorang menjadi lebih baik tanpa merugikan posisi orang lain.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 59 Gambar 4. Efisiensi menghendaki bahwa dengan menggunakan teknologi terbaik. Tingkat substitusi marjinal dalam mengkonsumsi barang X dan Y harus sama baik bagi konsumen A maupun B. maka jelas bahwa teknologi pertama yang akan terpilih. Secara sederhana. Sebagai contoh. jika suatu teknologi memungkinkan diproduksinya 10 unit barang X dan 8 unit barang Y. jumlah tertentu barang X harus diproduksi sedemikian rupa sehingga memungkinkan diproduksinya Y sebanyak-banyaknya pada saat yang sama dan demikian pula sebaliknya. Artinya tingkat dimana . Jika perubahan itu masih dimungkinkan maka kondisi tersebut belumlah efisien dan peningkatan efisiensi masih diperlukan. seorang ekonom Italia mengusulkan konsep efisiensi yang dikenal dengan istilah Efisiensi Pareto (Pareto Efficiency). tidaklah mungkin untuk mengubah metode produksi. kombinasi barang yang diproduksi. Efisiensi Penyediaan Barang Publik oleh Pemerintah Dalam hal efisiensi penyediaan barang publik oleh pemerintah. Kondisi-kondisi berikut harus terpenuhi untuk mencapai efisiensi pareto: 1. Kaidah efisiensi akan mengarah pada terpenuhinya kondisi-kondisi tertentu agar tercapai pemecahan alokasi yang efisien. atau besarnya sektor pemerintah dalam usaha untuk membantu seseorang atau kelompok tanpa merugikan orang atau kelompok lain.6. Pada kondisi efisiensi pareto. yaitu A dan B serta dua macam barang yaitu X dan Y.

Tingkat substitusi marjinal barang X untuk barang Y dalam konsumsi haruslah sama dengan tingkat transformasi marjinal di dalam produksi. Pemecahan efisiensi akan sangat dimudahkan dengan menggunakan pendekatan mekanisme pasar. Jika A ingin memberikan satu unit barang X untuk dua barang Y. konsumen akan mengalokasikan anggaran belanjanya di antara barang-barang tersebut sedemikian rupa sehingga menyamakan tingkat substitusi marjinal mereka dengan rasio harga barang (memenuhi kondisi 2). Dari sini. Alokasi yang Efisien Melalui Mekanisme Pasar Sekarang kita pertimbangkan suatu kondisi dimana cukup baik tidak hanya untuk produksi barang publik tetapi juga untuk produksi barang pribadi. . 3. produsen akan menyamakan biaya marjinal dengan harga atau pendapatan rata-rata. Jadi jika tingkat substitusi marjinal di dalam konsumsi adalah 3X dan 2Y. dimana A akan dapat meningkatkan konsumsinya terhadap barang Y sedangkan B dapat meningkatkan konsumsinya terhadap barang X. maka akan lebih diinginkan untuk meningkatkan output barang X dan mengurangi barang Y sampai kedua tingkat tersebut menjadi sama. Penjual dalam upayanya untuk memaksimalkan manfaat akan menyamakan biaya marjinal dengan penerimaan marjinal 5 (memenuhi kondisi 3). tetapi jumlah kuantitas konsumsinya berbeda. Harga per unit yang sama dibayar oleh semua konsumen. Bagi barang pribadi yang tersedia melalui mekanisme pasar (dimana produsen akan memproduksi barang-barang yang paling diinginkan oleh konsumen atau preferensi konsumen teridentifikasi dengan jelas). sedangkan tingkat transformasi marjinal di dalam produksi adalah 3X untuk 1Y. tergantung pada selera dan pendapatan mereka. Tingkat transformasi marjinal dapat didefinisikan sebagai suatu tambahan unit barang X yang dapat diproduksi bila produksi barang Y dikurangi satu unit. kita dapat melihat bahwa mekanisme pasar dapat menjamin terlaksananya penggunaan sumber daya yang efisien. maka hal ini akan menguntungkan keduanya bila melakukan pertukaran. karena di sini konsumen didorong untuk 5 Dalam keadaan bersaing. sedangkan B mau menukarkan tiga unit barang Y untuk satu unit barang X. produsen akan memaksimalkan keuntungan dengan menggunakan metode biaya sekecil mungkin (memenuhi kondisi 1).60 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian A dan B berkeinginan untuk menukarkan unit barang X dengan barang Y haruslah sama. Selanjutnya. sampai tercapai tingkat substitusi marjinal yang sama.

sehingga produsen termotivasi untuk memproduksi apa yang diinginkan oleh konsumen.7 dibawah ini. oleh karenanya harus disediakan oleh pemerintah. penyediaan barang publik oleh pemerintah akan menyebabkan trade off dengan penyediaan barang pribadi melalui mekanisme pasar. setiap penyediaan atas barang publik harus ada pengorbanan dari sumber-sumber daya yang seharusnya dapat digunakan untuk memproduksi barang pribadi. tetapi mereka dapat mengkonsumsi barang pribadi dengan jumlah yang berbeda. Pemecahan masalah efisiensi kembali perlu untuk ditemukan. Sumbu XY pada gambar bagian tengah memperlihatkan jumlah barang pribadi dan publik yang dikonsumsi oleh individu A. titik-titik ini akan berhubungan dengan kondisi bahwa jumlah barang X yang dikonsumsi oleh A dan B harus sama dengan output total barang X. Alokasi yang Efisien Atas Barang Publik Sebagaimana diperlihatkan dalam gambar 4. sebagaimana pertama kali pernah dikembangkan oleh Samuelson. sekali lagi mencatat kombinasi barang pribadi dan barang publik yang dapat diproduksi dengan menggunakan seluruh sumber daya yang tersedia. Akan tetapi. kita akan melihat bahwa kurva kemungkinan produksi pada sumbu XY paling atas. artinya A mengkonsumsi barang publik sebanyak 0F dan barang pribadi sebanyak FG. yang akan ditunjukkan melalui beberapa penjelasan di bawah ini. Selanjutnya. Dari gambar bagian atas. diketahui bahwa kombinasi output yang paling efisien meliputi barang publik sebanyak 0F dan barang pribadi sebanyak FE. maka dapat diasumsikan bahwa jumlah barang yang dikonsumsi dari setiap individu adalah sama. Karena FG dikonsumsi oleh A maka jumlah yang tersisa 6 Ini adalah kelebihan dari the invisible hands sebagaimana yang dikemukakan pertama kali oleh Adam Smith. sehingga kedua individu tersebut (A dan B) akan berada pada titik yang sama pada sumbu horizontal. Artinya. Karena sifat barang publik yang tidak bersaing dan tanpa pengecualian. sehingga keduanya akan berada pada titik yang berbeda pada sumbu vertikal.3 dimana kondisi seluruh sumber daya yang ada dapat digunakan untuk memproduksi barang pribadi. jika A berada pada titik G pada gambar di bagian tengah. . 6 Namun kembali kepada masalah bahwa tidak semua barang bisa disediakan melalui mekanisme pasar. jika kita perhatikan pada gambar 4.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 61 menyatakan preferensi mereka. Sebagai ilustrasi. dan sumbu XY pada gambar bagian bawah memperlihatkan jumlah barang pribadi dan publik yang dikonsumsi oleh individu B.

sedangkan total output barang pribadi sebanyak NM akan dibagi antara A dan B sehingga A menerima sebanyak NP dan B menerima sebanyak NL. berdasarkan alasan yang sama akan menempatkan B pada titik L.62 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian bagi B sama FE-FG = FH. Total X D M E Y 0 Jumlah X untuk A V N F U C Jumlah S P ia3 G W ia2 ia1 0 Jumlah X untuk B N F U Jumlah S K Z L H ib4 ib3 ib2 Jumlah S ib1 0 . semua titik sepanjang ia2 akan sama baiknya. dimana ULK bersinggungan dengan kurva indeferen ib4 dari B pada gambar bagian bawah. kesejahteraan A akan menjadi maksimal apabila A mendapatkan suatu titik yang akan dapat membuat B menjadi lebih baik. sehingga menempatkan B pada titik H pada gambar bagian bawah. Selanjutnya kita akan melihat pada tingkat kesejahteraan terbaik untuk A dan B. dan V. Bagi A. Hal ini akan terjadi pada titik L. Jika A berada pada kurva indiferen ia1 pemecahan terbaik adalah dengan membiarkan A dan B pada titik P dan L. dimana output total barang publik (yang paling efisien) sejumlah ON. Kemudian jika A bergerak sepanjang ia2 ke titik P. Z dan K. Untuk A misalnya dinyatakan oleh kurva indiferen ia2 pada gambar bagian tengah. menunjukkan bahwa jika A berada pada titik G maka B akan berada pada titik H pada gambar di bagian bawah. T. Inilah kurva tertinggi yang dapat dicapai oleh B. maka B akan berpindah ke kiri sepanjang ULK. Jika A bergerak sepanjang ia2 dari tititk W ke kiri.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah ada distribusi yang adil atau merata? Bagaimana keadaan distribusi yang adil dan merata itu yang dimaksud di atas? Ketika istilah efisiensi berada dalam suatu area yang dapat dikatakan mendekati nilai obyektif. yaitu tentang bagaimana pengalokasian sumber daya di antara berbagai kebutuhan produksi yang saling bersaing guna mencapai suatu tingkat hasil (utilitas atau kepuasan) tertentu.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 63 Gambar 4. alokasi faktor produksi dapat dikatakan efisien apabila dasar penetapan harga faktor produksi juga efisien. teori efisiensi alokasi faktor produksi ini bukanlah merupakan teori fungsi distribusi. Dengan cara ini. Agar alokasi sumber daya menjadi efisien maka jumlah faktor produksi yang digunakan harus sedemikian rupa sehingga nilainya sama dengan nilai biaya marjinal. Teori ini memainkan peranan yang sangat penting dalam analisis ekonomi. namun demikian penekanan teori peranan produksi lebih pada pengalokasian yang efisien. Dalam ilmu ekonomi. kita akan menemukan posisi baru bagi B pada gambar di bagian bawah (dihubungkan dengan ULK) dan satu hasil optimal baru (dihubungkan kepada L). FUNGSI DISTRIBUSI Sebagaimana telah dibahas dalam bab sebelumnya. yaitu teori penetapan harga faktor produksi dan pembagian pendapatan nasional dari penghasilan atas tanah. Sebagai contoh. Dalam setiap kasus. bahwa terdapat dua masalah pokok dalam penggunaan sumber daya yang optimal yaitu masalah penggunaan sumber daya yang efisien dan masalah pendistribusian sumber daya tersebut dengan adil. Walaupun demikian. maka kita dapat mengulangi prosedur yang sama untuk B. Istilah keadilan lebih dekat pada nilai normatif daripada obyektif. kita akan memperoleh serangkaian pemecahan yang berkaitan dengan berbagai tingkat kesejahteraan untuk A dan B. teori distribusi biasanya mengacu pada teori mengenai peranan faktor produksi. Dalam pembahasan terdahulu penekanan lebih pada efisiensi. misalnya ke kurva ia3.7 Jika utilitas A berubah lagi. tenaga kerja dan modal. Semua ini adalah efisien menurut pemikiran Pareto dan memenuhi kondisi kesamaan di antara tingkat substitusi marjinal di dalam konsumsi dan tingkat transformasi marjinal di dalam produksi. istilah keadilan berada dalam suatu area yang sangat berlawanan. tanpa memperhatikan masalah .

diasumsikan bahwa setiap orang memiliki kapasitas yang sama untuk menikmati pendapatan. penekanan utama dari teori fungsi distribusi adalah pada bagaimana pendistribusian hasil produksi kepada individu-individu atau keluargakeluarga. umur. kapasitasnya berada dalam suatu interval tertentu. masalah distribusi pendapatan terhadap individu maupun keluarga akan dibahas lebih mendalam dalam bagian ini. atau kondisi-kondisi khusus lainnya seperti ketidakmampuan (cacat). sistem perpajakan dan belanja publik harus dapat menjamin terciptanya suatu pengorbanan yang adil dari setiap warga negara. Konsep Keadilan Keadilan merupakan isu sentral dalam sektor ekonomi dan kebijakan publik. Oleh karenanya. dan kondisi . hal lain yang mungkin perlu dimasukkan ke dalam pertimbangan adalah masalah kekayaan. Selain itu. bukan dalam ukuran rupiahnya namun lebih pada utilitasnya. si miskin dan si kaya. Sedangkan pemerintah akan menyediakan sejumlah barang publik yang sama pula. Namun pada kenyataannya. Konsep Keadilan Horizontal Salah satu jawaban atas dilema dalam mendefinisikan dan mengukur keadilan adalah konsep keadilan horizontal. Permasalahannya adalah bahwa dalam suatu perekonomian. dari setiap orang akan ditarik pajak dengan jumlah yang sama. tidak hanya sekedar persoalan pendapatan. Idealnya. Oleh karena itu. akan terasa sangat logis jika standar adil dalam pengorbanan dipenuhi melalui sistem yang menjamin bahwa kontribusi si miskin harus lebih kecil dari kontribusi si kaya. Dalam konsep ini. Sehingga apabila ada dua kelompok ekstrim dalam masyarakat. Sedangkan. Apakah ada suatu cara untuk mendefinisikan keadilan? Pertanyaan ini telah memicu munculnya beberapa pemikiran terbaik dari para ekonom dalan kurun waktu dua abad terakhir ini. atau paling tidak. jumlah anggota keluarga. Selanjutnya. masih dalam konteks ideal.64 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian distribusi akhir dari hasil penjualan produksi tersebut di pasar. fungsi pendistribusian oleh pemerintah dapat mencakup proses penarikan dana (melalui pajak) dari si kaya dan mentransfernya kepada si miskin baik itu dalam bentuk uang ataupun jasa. sebagian besar pendistribusian yang dilakukan pemerintah tidak menguntungkan bagi si miskin. melainkan tetap lebih memihak kepada si kaya. bukan hanya pendapatan dalam satu tahun. Pendapatan sendiri harus mencakup masalah seluruh pendapatan seumur hidup seseorang.

dan subsidi perumahan dan kesehatan bagi rakyat miskin7. Selanjutnya. Jadi.-. Oleh karena itu. dimana harus menetapkan batas suatu jumlah pendapatan sehingga dapat dikatakan bahwa jumlah tersebut mempunyai kemampuan membayar pajak lebih rendah atau lebih tinggi. tua atau muda. Apakah seseorang yang mempunyai pendapatan dua kali pendapatan orang yang lain berarti bahwa orang tersebut mempunyai kemampuan membayar dua kali juga atau tidak. setiap orang dianggap sama.000. namun disesuaikan dengan kondisi mereka. Dasar pengukuran dapat berupa pendapatannya.001. Konsep Keadilan Vertikal Konsep kedua dalam mengukur keadilan adalah konsep keadilan vertikal. pengukuran menggunakan konsep keadilan horizontal sulit ditemukan. sehingga pajak penghasilan menetapkan tarif yang berbeda. tidak perduli kaya atau miskin.00 lebih rendah kemampuan membayar pajaknya dibandingkan dengan seseorang yang mempunyai pendapatan Rp 50. Jadi. Konsep keadilan vertikal juga tercermin dalam metode pengujian rata-rata yang digunakan bagi banyak program pemerintah. seperti pembebasan atau pengurangan biaya sekolah.000.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 65 kesehatan seseorang. Salah satu kesulitan dalam menerapkan konsep keadilan vertikal adalah bagaimana kebijakan publik dapat menetapkan dasar yang dapat dijadikan pedoman bagi pengukuran ketidaksamaan kondisi (misalnya pendapatan) seseorang. Tarif pajak progresif – yang akan dibahas lebih lanjut di bagian mendatang – merupakan salah satu contoh konkrit dari konsep keadilan vertikal. Apakah seseorang yang mempunyai jumlah pendapatan Rp 50. Dalam konsep ini. Contoh konkrit dari konsep ini dapat ditemukan pada tiket masuk suatu tempat rekreasi yang tidak membedakan orang per orang. 7 . jumlah pajak yang ditarik dari setiap orang tidaklah sama. Kategori rakyat miskin adalah mereka yang memiliki pendapatan rata-rata – berdasarkan uji rata-rata – di bawah tingkat pendapatan tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. cacat atau normal dan sebagainya.000. Bagaimana cara mengukur perbedaan jumlah pendapatan seseorang jika harus dikaitkan dengan perbedaan kemampuan orang tersebut dalam membayar pajak. melalui konsep ini. secara umum. kekayaannya. keadilan berarti memperlakukan setiap orang secara berbeda disesuaikan dengan kondisinya masing-masing. dan kebutuhan atau kemampuannya untuk membayar.

Salah satu kriteria yang paling sering digunakan adalah prinsip kompensasi8. penggunaan sumber daya yang efisien akan ditentukan oleh nilai penetapan harga faktor produksi yang kompetitif. para ekonom mencari beberapa kriteria untuk pengambilan keputusan dimana kondisi pareto optimal tidak mungkin dapat dicapai. Prinsip kompensasi sebagian dapat terlihat dalam hal kebijakan perdagangan. Menyadari hal ini.66 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian Prinsip Kompensasi Terakhir. Faktor-Faktor yang Menentukan Distribusi Tanpa adanya intervensi kebijakan. kesejahteraan publik akan lebih meningkat. Namun kebijakan ini tetap diinginkan karena secara total. Kriteria ini akan memandu pengambil keputusan untuk memilih keputusan terbaik kedua setelah pareto optimal. Permasalahannya terletak pada aspek pemerataan dan keadilan. distribusi pendapatan dan kekayaan akan tergantung pada ketersediaan sumber daya alam dan kepemilikan atas kekayaan. Ketidakmampuan dalam membandingkan utilitas dari setiap orang. menyebabkan suatu keputusan atau perubahan kebijakan sangat sulit untuk dibuat tanpa mengakibatkan adanya pihak-pihak yang diuntungkan dan pihakpihak yang dirugikan. Jadi dalam konsep ini akan tercipta peraturan atau kebijakan yang mau tidak mau akan terdapat pihak yang menang dan kalah. Hal ini sering dipandang sebagai suatu tingkat 8 Prinsip kompensasi menawarkan suatu pedoman dasar untuk memilih dari beberapa alternatif kebijakan dengan ketentuan bahwa seseorang akan menjadi lebih baik atau lebih sejahtera. konsep ketiga dalam upaya menginterpretasikan keadilan jatuh pada prinsip kompensasi. Keadilan diterjemahkan sebagai optimalisasi pareto yang menyatakan bahwa tidak mungkin merubah kondisi seseorang menjadi lebih baik. . Seandainya hambatan perdagangan tetap dipertahankan sehingga tetap ada dinding yang membatasi suatu negara dalam bertransaksi dengan negara lain. maka tetap saja akan ada pihak-pihak yang diuntungkan sebagai pemenang dan pihak-pihak yang dirugikan sebagai yang kalah. Penurunan secara bertahap terhadap hambatan perdagangan internasional akan memberikan keuntungan bagi para konsumen dan eksportir di atas beban para tenaga kerja dan produsen importir dalam industri yang bersaing. Apabila hukum ekonomi pasar diberlakukan. sehinggga mengakibatkan distribusi pendapatan keluarga juga ditentukan oleh proses pasar. tanpa menyebabkan kondisi orang lain sebaliknya (lebih buruk).

oleh karenanya harga-harga tersebut akan bergantung langsung pada sejumlah variabel seperti faktor penawaran. dan preferensi pelanggan. terutama dalam distribusi pendapatan modal9. distribusi pendapatan ditentukan oleh penjualan faktor produksi tenaga kerja dan modal. Oleh sebab itu. Distribusi pendapatan tenaga kerja dan modal terkait dengan investasi pendidikan. tingkat pendapatan dari berbagai macam pekerjaan mungkin berbeda sejalan dengan pertimbangan status dibandingkan dengan produk marjinal. teknologi. Dalam persaingan sempurna. status sosial. Namun dalam banyak kasus. Distribusi pendapatan tenaga kerja berkaitan dengan distribusi kemampuan sekaligus keinginan tenaga kerja yang bersangkutan untuk memperoleh pendapatan. Distribusi sebagai Suatu Kebijakan Jika sebelumnya pembahasan distribusi lebih terfokus sebagai hasil dari perekonomian pasar. pola hidup dan simpanan semasa hidup. tingkat harga akan sama dengan nilai dari faktor produk marjinal. hubungan keluarga. dan akhirnya pola pernikahan juga menjadi faktor terpenting dalam pendistribusian pendapatan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 67 ketidakadilan yang besar. distribusi pendapatan juga bergantung pada faktor harga. . tingkat pengembalian lebih ditentukan oleh pasar persaingan tidak sempurna dimana faktor-faktor institusi seperti struktur gaji. Perkembangan selanjutnya menunjukkan bahwa terjadi kecenderungan meningkatnya ketidakadilan dalam pendistribusian pendapatan (Musgrave. Hal ini dapat dilihat dengan membandingkan persentase dari pendapatan yang diperoleh tenaga kerja dengan persentase rumah tangga (pemilik modal) yang menghasilkan. menunjukkan tingkat ketidakadilan yang sangat mencolok. 1991). Selain bergantung pada turunan dari faktor-faktor produksi tersebut. Dalam ekonomi pasar. yang merupakan pengaruh dari tingkat upah yang dapat dicapai oleh seseorang. ras dan lain-lain masih memainkan peran yang sangat penting. sebagaimana telah ditentukan oleh warisan. pola perkawinan. Distribusi pendapatan yang diakibatkan oleh faktor-faktor tersebut di atas. Begitu pula dengan kesempatan seseorang untuk memperoleh pekerjaan akan lebih bergantung pada hubungan kekeluargaan dibandingkan dengan kemampuan produktifitasnya. kali ini pembahasan akan difokuskan pada distribusi 9 Distribusi pendapatan modal mencakup distribusi kesejahteraan. Kebijakan penyesuaian tersebut akan menimbulkan inefisiensi dengan menimbulkan tambahan biaya. Para ekonom sepakat bahwa dibutuhkan penyesuaian untuk menentukan batas minimum pendapatan untuk kelompok berpenghasilan rendah.

dan kemudian konsekuensinya dapat diamati sehingga dapat dipilih satu konsep tertentu untuk diterapkan. Misalnya. karena masalah distribusi sangat erat kaitannya dengan permasalahan kebijakan ekonomi. dan (3) kombinasi antara pajak atas barang mewah dengan subsidi terhadap barang tidak mewah. Biaya efisiensi merupakan biaya yang timbul sebagai akibat pilihan terhadap perilaku konsumen atau produsen. Konsekuensi pilihan instrumen fiskal akan menunjukkan bahwa di satu sisi setiap perubahan harus diselesaikan dengan biaya efisiensi yang minimum. namun secara tidak langsung akan mempengaruhi pendapatan modal dan tenaga kerja pada industri yang terkait dengan kebijakan tersebut. Setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Adapun alternatif peralatan fiskal yang dapat diterapkan dalam fungsi distribusi adalah: (1) skema pajak progresif. yaitu pengenaan pajak dimana rasio pajak terhadap penghasilan naik dengan naiknya pendapatan. Tetapi. pendapatan riil dari konsumen yang menggunakan produk tersebut juga akan ikut terpengaruh. akan mempunyai dampak distribusional. Oleh karena itu. Selain itu. Namun sayangnya. (2) pajak penghasilan (biasanya progresif) digunakan untuk membiayai pelayanan umum. perancangan kebijakan publik seharusnya juga mempertimbangkan masalah distribusi. Dalam mempertimbangkan instrumen kebijakan. Contoh lain adalah kebijakan program investasi pemerintah – seperti pembangunan jalan yang tujuannya untuk menyediakan barang publik kepada masyarakat – akan mempengaruhi kesejahteraan berbagai kelompok masyarakat dari segi ekonomi dan tentunya pola distribusi. meskipun tidak secara langsung. Sedangkan di sisi lain. timbul suatu kebutuhan untuk menyeimbangkan konflik antara tujuan pemerataan dan tujuan efisiensi. sampai saat ini para ekonom belum dapat menetapkan standar distribusi mana yang sebenarnya menjadi patokan. Pemecahan atas Distribusi yang Adil dan Merata Seandainya asumsi-asumsi yang mendasari berbagai konsep keadilan dapat digali. yaitu apa yang seharusnya menjadi kriteria bagi distribusi yang adil dan wajar. perlu pula diperhitungkan bobot atau biaya efisiensi.68 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian sebagai hasil dari suatu kebijakan. maka masalah distribusi akan menjadi . semestinya para ekonom yang berurusan dengan kebijakan umum pemerintah tidak boleh melepaskan pemikiran mereka dari masalah keadilan dalam distribusi pendapatan. Pemecahan optimal menghendaki suatu kombinasi yang kompleks antara pajak dan subsidi. kebijakan mengenai anti trust atau anti monopoli sebenarnya dirancang untuk mengefisienkan pasar.

aspek pemerataan membahas pencegahan kemiskinan dan penentuan batas minimum pendapatan kelompok berpenghasilan rendah. pernyataan yang telah diterima secara luas. Dalam ilmu ekonomi kesejahteraan modern berlaku prinsip bahwa suatu kondisi ekonomi disebut efisien jika.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 69 lebih sederhana. yakni pemerataan secara keseluruhan. Kedua. Jika diperhatikan. maka kebijakan penarikan pajak berdasarkan pada prinsip keadilan horizontal baru akan diterapkan jika memang kondisi tersebut sudah tercapai. Sedangkan kebijakan distribusi yang optimal dapat diartikan sebagai distribusi yang adil dan distribusi yang merata. tetapi kriteria ini digunakan untuk menilai tingkat efisiensi pasar. Pertanyaan berikutnya sekarang adalah perlu tidaknya untuk mempertimbangkan atau bahkan menanggulangi masalah . Namun karena belum ada alasan atau nilai-nilai yang terpilih sebagai dasar dalam menetapkan struktur masyarakat yang baik. Pertama. Redistribusi Pada bagian sebelumnya telah dibahas mengenai fungsi distribusi yang menekankan pada pertanyaan dasar mengenai apa yang dimaksud dengan distribusi yang adil dan merata. besarnya pendapatan yang tersedia untuk dikenakan pajak. maka masalah ini tetap belum terpecahkan. peningkatan kesejahteraan seseorang tidak akan merugikan orang lain (Pareto Optimum). berbagai pendekatan dalam setiap konsep keadilan tidak perlu diterapkan secara murni. Fokus perhatian distribusi yang merata terletak pada aspek posisi pendapatan relatif. hampir tidak mungkin membandingkan tingkat utilitas masing-masing individu atas pendapatannya. Kriteria ini tidak sama artinya dengan suatu tindakan pendistribusian kembali atas sumber daya yang ada kepada konsumen. Distribusi yang adil mempunyai pengertian yang sangat dalam yang menyangkut pertimbangan sosial dan pertimbangan nilai. Simpulan umum berkaitan dengan pemerataan adalah bahwa kebijakan distribusi harus memperhitungkan cakupan tambahan biaya secara inefisiensi. orang harus dikenakan pajak sesuai dengan kemampuan mereka membayar. Misalnya jika. tetapi dengan perpaduan satu sama lain. tidak dapat dipisahkan hanya dengan cara mendistribusikan pendapatan tersebut. prinsip keadilan yang dianut menginginkan tidak adanya satu anggota masyarakat pun yang miskin. dan hanya jika. Secara lebih detail. Dengan menyimpulkan berbagai faktor. Kaidah pemerataan mempunyai dua masalah.

.70 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian distribusi yang kurang adil dan merata. organisasi nirlaba dan sumbangan sosial individu. Pertanyaan berikutnya bagi pemerintah adalah apakah perhatian mereka terkait dengan konsep redistribusi. terjadi penurunan atas tingkat kemiskinan dan ketidakadilan dalam masyarakat. hasil dari kebijakan ini dapat dievaluasi berdasarkan respon dari setiap pihak yang dirugikan atau diuntungkan pada proses tersebut . para pembayar pajak akan lebih tertarik untuk mendapatkan keadilan atas kesempatan dan memastikan apakah dana yang telah mereka keluarkan. Tetapi apakah mungkin cukup menggantungkan keputusan redistribusi ini kepada individu atau kelompok sosial saja. meskipun hal tersebut akan lebih mudah terdeteksi. Hal ini dapat meredistribusi posisi pendapatan atau kekayaan yang telah ditentukan oleh kekuatan pasar. Namun. terlebih dalam kelompok masyarakat yang besar. orang tetap bisa menghindar dari menyumbang secara sukarela. apakah ada jaminan bahwa perubahan yang terjadi akan optimal bagi masyarakat. dan melakukan lobi politik untuk mempengaruhi pemerintah dengan berbagai cara. dibelanjakan oleh pemerintah dengan seharusnya. Beberapa Hal yang Terkait dengan Redistribusi Pembayar pajak – dalam kasus kebijakan redistribusi oleh pemerintah – mungkin mempunyai tujuan dan kepentingan yang berbeda dengan para penerima pajak. Jika kegiatan sukarelawan ini cukup untuk membuat perubahan yang dapat diterima. Selanjutnya. gereja. Sebagian orang akan menolak adanya kebijakan redistribusi. Kebijakan redistribusi mempelajari sampai sejauh mana dan dengan cara bagaimana mengubah keadaan distribusi yang telah ditentukan oleh pasar dan lembaga publik yang ada saat ini. hal sebaliknya sering kali terjadi jika redistribusi didanai melalui kontribusi sukarela. Kedua kelompok ini akan memberikan suaranya. Di dalam masyarakat yang kecil pun. karena akan sangat mudah bagi setiap orang untuk menghindar dari membayar suatu sumbangan sukarela (menjadi free rider). hal ini bisa mempengaruhi bagian dari pendapatan nasional yang tersedia untuk redistribusi dan juga bisa menimbulkan biaya yang tentunya harus dipikul. Pada gilirannya. Hal ini bisa dicapai melalui kebijakan redistribusi yang ditetapkan melalui proses anggaran. maka campur tangan pemerintah tidak lagi dibutuhkan. Sementara itu di pihak penerima pajak – katakanlah rakyat miskin – lebih tertarik untuk memperhatikan keadilan atas hasil dan memiliki fleksibilitas dalam menggunakan sumber-sumber dana yang mereka dapatkan. seperti penggalangan dana di mesjid. jika hal tersebut merupakan kebijakan wajib dari pemerintah. Secara umum. Rasanya hampir mustahil.

Secara umum. Para penerima akan lebih memilih untuk menerima uang tunai. maka dia dapat makan seumur hidupnya”. maka dia dapat makan untuk satu hari. 11 Dalam keadilan atas hasil. karena akan lebih memberikan fleksibilitas kepada mereka untuk menggunakan dana tersebut. kebijakan untuk melakukan redistribusi dapat mengakibatkan bagian yang tersedia untuk didistribusikan justru menjadi lebih kecil. Hubungan antara pendapatan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 71 atau apakah harus lebih terpusat pada keadilan atas kesempatan10 atau keadilan atas hasil11. Pertama-tama. ajari seseorang memancing. sehingga tingkat produktivitas masyarakat menurun. keadilan atas hasil sebagai suatu strategi anti kemiskinan telah semakin menurun popularitasnya di banyak negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada. Hal ini dapat diperlihatkan dalam hubungan antara penawaran tenaga kerja dengan tabungan. Perbedaan filosofi dari dua pendekatan keadilan redistribusi ini tercermin dalam pribahasa ”Berikan seseorang ikan. pihak pendana akan memasukkan preferensi mereka kepada pihak penerima. .8. Ketika redistribusi ditetapkan sehingga akan menurunkan tingkat pendapatan. Bagi pemerintah. pakaian. Redistribusi yang telah dibahas sejauh ini mencakup masalah biaya dan manfaat dimana keduanya harus dipertimbangkan. Isu kedua yang seringkali dipandang berbeda dari pihak pembayar dan penerima pajak adalah bentuk redistribusi. Seandainya diberikan dalam bentuk uang. penekanannya lebih pada penurunan kesenjangan pendapatan dan penghapusan kemiskinan dengan cepat daripada menekankan pada berinvestasi pada orang miskin. investasi dan pertumbuhan ekonomi dimana masalah serupa juga akan timbul. Keadilan ini lebih bersifat filosofi dalam hubungannya dengan sistem pasar. Hal ini diakibatkan oleh bekerjanya pengaruh perbedaan yang berlaku pada baik pihak pembayar pajak maupun pihak penerima pajak. waktu senggang dan pajak dapat dilihat pada gambar 4. pelayanan kesehatan atau jasa lainnya yang dapat membantu masyarakat untuk berkembang atau paling tidak tetap berproduksi. cara yang termudah adalah dengan memberikan jasa pelayanan langsung seperti pelayanan kesehatan dan program pendidikan. sehingga membatasi fleksibilitas penggunaan dana tersebut. Isu penting lainnya dalam masalah redistribusi yang efisien adalah penetapan bagian yang harus diredistribusikan. maka pada tingkat tertentu sebagian besar masyarakat akan mengurangi usaha mereka dalam mencari pendapatan atau dengan kata lain mereka akan memperbanyak waktu santai mereka. dan makanan. 10 Keadilan atas kesempatan dapat berupa penyediaan pendidikan (terutama dalam bentuk pembebasan uang sekolah dan wajib belajar). Di sisi lain pembayar pajak lebih memilih memberikan dananya dalam bentuk barang seperti.

mungkin sebagai bentuk penolakannya terhadap pajak. Namun.8. kejadian seperti ini tidak akan terus berlanjut. dia akan memilih tingkat pendapatan OY1 dan jumlah waktu luang OX1. menunjukkan bahwa pada tingkat dimana seseorang tidak dikenakan pajak (garis A1B). Waktu Senggang dan Pajak Pendapatan A1 A2 Y1 Y2 A3 Y3 0 X2 X1 X3 B Waktu Luang Gambar 4.8. pendapatan orang tersebut menurun menjadi OY2. begitu pula jumlah waktu luang yang dimilikinya menurun (OX2) – karena yang bersangkutan harus bekerja lebih giat guna menutupi turunnya pendapatan yang diperolehnya. atau dengan kata lain tingkat produktifitas meningkat. yang terjadi adalah penurunan . pada titik ini. ketika pajak mulai dikenakan (garis A2B). ternyata orang tersebut justru menambah waktu luangnya (OX3) . Namun dapat terlihat bahwa penurunan tingkat pendapatan jauh lebih besar daripada penurunan jumlah waktu luang. maka tingkat pendapatan akan semakin menurun menjadi OY3. Sebagai contoh. jika pajak terus ditingkatkan. Maka pada tingkat pajak A3B. Kemudian. masih pada gambar 4.72 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian Pendapatan. jika pajak terus ditingkatkan (garis A3B).8 Gambar 4.

keberadaan bank sentral sebagai pengawas jumlah uang beredar perlu menyesuaikan jumlah uang beredar dengan kebutuhan ekonomi. penetapan tarif pajak perlu memperhatikan fenomena ini. . akan berjalan tidak teratur. Namun.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 73 tingkat produktifitas masyarakat. Dalam fungsinya menjalankan stabilisasi ini. fungsi pemerintah sebagai pengatur (regulator) semakin dirasakan kebutuhannya. sehingga tidak hanya akan menghasilkan jumlah uang beredar yang tidak sesuai. suatu mekanisme pasar dijamin dapat diandalkan untuk menentukan alokasi sumber daya yang efisien di antara barang pribadi. sementara pembatasan moneter akan berakibat sebaliknya. Oleh karena itu. Oleh karena itu. FUNGSI STABILISASI Di era globalisasi ekonomi yang semakin luas. neraca pembayaran luar negeri yang sehat dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang dapat diterima. peningkatan jumlah pengangguran dan juga akan terjadi inflasi. tingkat stabilitas harga yang pantas. perekonomian cenderung akan mengalami fluktuasi. Pada intinya. tingkat diskonto. menurunkan suku bunga dan karena itu akan menaikkan tingkat permintaan. kebijakan pemerintah dalam fungsi stabilisasi dirancang untuk menjaga stabilitas perekonomian seperti mempertahankan atau mencapai kesempatan kerja yang tinggi. Komponen kebijakan moneter antara lain meliputi ketetapan mengenai cadangan wajib bank. Dalam hubungannya dengan persaingan yang terjadi pada ekonomi pasar. jika tidak diawasi. baik dalam hal stabilisasi jangka pendek maupun pertumbuhan jangka panjang. kebijakan pengendalian kredit dan kebijakan pasar terbuka. tetapi juga menimbulkan reaksi dalam permintaan kredit di pasar yang akan cenderung menimbulkan fluktuasi. Perluasan moneter berupa kebijakan untuk menambah jumlah uang beredar akan cenderung memperbesar likuiditas. para ekonom setuju bahwa mekanisme pasar tidak dapat dengan sendirinya mengatur jumlah uang yang beredar secara tepat. fungsi pengatur tersebut dapat berupa beberapa kebijakan baik sebagai pemicu maupun sebagai penghambat persaingan. Tanpa adanya kebijakan tersebut. Kebijakan Moneter Jika berfungsi dengan baik. pemerintah mempunyai dua instrumen penting yakni instrumen moneter dan instrumen fiskal. Sistem perbankan.

Sejalan dengan itu. akan menjadi alat yang cukup efektif untuk mempengaruhi perilaku tersebut. kebijakan anggaran juga mempengaruhi tingkat distribusi output total dengan membaginya di antara konsumsi dan tabungan . maka pinjaman tambahan akan mempertinggi suku bunga sehingga cenderung menghambat transaksi pasar. Perubahan tingkat permintaan agregat pada akhirnya menentukan kesempatan kerja dan tingkat harga. dan (3) tujuan stabilisasi. Suatu kebijakan publik tertentu mungkin tidak dapat memenuhi tiga tujuan sekaligus. khususnya pengeluaran publik. suatu kebijakan selalu berupaya meminimumkan konflik antar masing-masing tujuan. anggaran akan sangat dikaitkan dengan perilaku perekonomian secara makro. Stabilisasi Anggaran Kegiatan-kegiatan pemerintah dalam melaksanakan fungsi alokasi. Kebijakan anggaran. pada gilirannya. distribusi. tergantung pada bagaimana defisit tersebut dibiayai. pada awalnya. akan menaikkan tingkat permintaan sektor pemerintah dan kemudian akan diikuti oleh sektor swasta. Ketiga tujuan tersebut adalah: (1) tujuan alokasi. mempunyai beberapa tujuan berkaitan dengan pemenuhan ketiga fungsi tersebut. jika peredaran uang diperketat. Di sisi lain. Lebih jauh lagi.74 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian Kebijakan Fiskal Kebijakan fiskal akan mempengaruhi secara langsung tingkat permintaan barang dan jasa. kebijakan defisit anggaran pemerintah akan memainkan peranan yang tidak kalah penting. karena juga akan meningkatkan total permintaan agregat. sehingga dimungkinkan akan ada banyak pengecualian. Mau tidak mau. Pembiayaan defisit akan lebih besar jika defisit tersebut ditutupi dengan pinjaman. secara simultan. (2) tujuan distribusi. yakni dengan meningkatan pelayanan pemerintah yang diikuti dengan kenaikan pajak. suatu kebijakan menambah pengeluaran publik jelas merupakan jenis kebijakan yang bersifat ekspansi. Namun demikian. karena para wajib pajak akan mempunyai disposible income yang lebih besar sehingga diharapkan akan membelanjakan jumlah pendapatan yang lebih besar pula. yakni dengan membuat kebijakan yang lebih ekspasioner yang diikuti dengan menaikkan pengeluaran publik atau dengan menurunkan pajak. Kebijakan menurunkan pajak dapat dilakukan dalam upaya pemerintah untuk memperbesar total belanja pemerintah. dan stabilisasi akan tercermin dalam kebijakan anggaran. yakni dengan mendistribusikan pendapatan ke kelompok rendah dari kelompok tinggi (atau sebaliknya ke kelompok tinggi dari kelompok rendah) yang diikuti dengan pengenaan pajak progresif (atau sebaliknya regresif). Anggaran. mempengaruhi tingkat permintaan agregat. Kebijakan ini. Di lain pihak.

Dalam suatu negara demokrasi. wajib pajak selayaknya melihat manfaat yang dapat diambil dari kegiatan tersebut. tujuan politik adalah untuk menyediakan barang dan jasa yang berguna bagi seluruh warga negaranya. tanpa harus dihubungkan dengan kontribusinya. Dalam proses pemungutan suara akan ada pihak-pihak yang mendukung dan menolak terhadap perubahan atas model yang dipilih pemerintah. Hal ini bisa diwujudkan dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dimana salah satu faktor pendukungnya adalah peningkatan total permintaan agregat. dari sudut pandang ekonomi. dalam masalah pembiayaan kegiatan pemerintah. warga negara mempunyai kesempatan untuk memberikan suaranya dalam memutuskan suatu masalah yang berisi alternatif pencapaian tujuan yang saling bertentangan. Akhirnya. terutama berkaitan dengan perubahan kebijakan perpajakan. Sebagai ilustrasi. misalnya masyarakat menginginkan penurunan tingkat penganguran. Proses politik tentunya juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain selain faktor ekonomi. RANGKUMAN § Beberapa fungsi pemerintah dalam perekonomian: . kita dapat mengambil simpulan bahwa penentuan anggaran lebih condong sebagai proses politik ketimbang proses pasar. karena dua masalah ini sulit diselesaikan secara simultan. Kenaikan pajak pada gilirannya nanti akan dipertanyakan oleh masyarakat tentang cara pendistribusian bebannya. seperti ideologi. Kebijakan anggaran semestinya melibatkan beberapa tujuan yang berbeda. isu stabilisasi dan distribusi tersebut seharusnya dipisahkan. Idealnya. Hasil dari proses tersebut tergantung dari hasil pemungutan suara atau dari tingkah laku para politisi yang bermain di dalam pemerintahan tersebut. Namun demikian. defisit anggaran dapat ditutupi dengan peningkatan penerimaan dari sektor pajak. tetapi dalam prakteknya hal ini sering saling tumpang tindih sehingga mempersulit penyusunan kebijakan yang efisien. yaitu kebijakan yang benarbenar adil dalam rangka mencapai tujuan yang beraneka ragam tersebut. Masyarakat seharusnya bersedia membayar apa yang dianggap sebagai distribusi yang adil. Jika pemerintah berinisiatif dengan meningkatkan pengeluaran publik. Proses politik didasarkan pada peraturan-peraturan yang tercantum dalam undang-undang suatu negara.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 75 (yang membentuk modal) yang selanjutnya mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi. Kemudian.

Fungsi Distribusi penyesuaian atas distribusi pendapatan dan kekayaan untuk menjamin pemerataan dan keadilan. . Mekanisme pasar terjadi apabila ada suatu permintaan dari konsumen. kebijakan pasar terbuka dan pengendalian kredit selektif. Komponen kebijakan moneter mencakup antara lain pembentukan cadangan wajib. stabilitas ekonomi dan laju pertumbuhan ekonomi. 2. Dalam pasar yang efisien. terutama dalam hal persaingan. Pemerintah diharapkan dapat menjamin pasar agar dapat beroperasi secara efisien. Fungsi Alokasi Fungsi penyediaan barang publik atau proses alokasi sumber daya untuk digunakan sebagai barang pribadi atau barang publik dan bagaimana komposisi barang publik ditetapkan. perekonomian cenderung mengalami fluktuasi. pengangguran dan inflasi. kemudian produsen akan menyediakan barang yang paling diinginkan oleh konsumen. Mekanisme pasar akan membawa konsumen dan produsen ke suatu titik harga tertentu. kriteria efisien digunakan untuk mengevaluasi alokasi sumber daya. Alasan perlunya aturan pemerintah guna menjamin efisiensi dalam sistem ekonomi pasar: 1. Dalam suatu sistem ekonomi pasar yang bersaing sempurna. tidak dapat disediakan melalui sistem pasar melalui transaksi antara konsumen dan produsen secara individu Kondisi stabil tidak dapat dicapai secara otomatis. tingkat diskonto. yang berbeda sifatnya dengan barang pribadi. suatu barang publik. Fungsi Stabilisasi Penggunaan kebijakan anggaran sebagai alat untuk mempertahankan tingkat kesempatan kerja.76 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian § § § § § § § 1. tidak ada distorsi yang akan mengakibatkan adanya perbedaan harga antara yang diterima oleh penjual dengan yang dibayarkan oleh pembeli. dengan memperhitungkan akibat kebijakan pada perdagangan dan neraca pembayaran. Harga atas suatu komoditi sudah disepakati oleh atau harus identik untuk semua pembeli dan penjual. Dilihat dari fungsi alokasi. Tanpa kebijakan stabilisasi pemerintah. 3.

Konsep Keadilan Horizontal 2. dan kebutuhan atau kemampuannya untuk membayar Beberapa kesulitan dalam menerapkan konsep keadilan vertikal adalah: . Pemerintah sendiri seharusnya bekerja keras untuk mencapai tingkat efisiensi yang sama dengan pihak swasta. Beberapa konsep dalam mengukur keadilan: 1. Dua masalah pokok dalam penggunaan sumber daya yang optimal. ada barang publik yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat di dalam negara (berskala nasional) dan ada barang publik yang hanya dapat dimanfaatkan oleh sekelompok orang tertentu (berskala lokal). 3.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 77 § § § § § § § § § 2. Masalah pendistribusian sumber daya tersebut dengan adil Teori distribusi biasanya mengacu pada teori mengenai peranan faktor produksi. setiap penyediaan atas barang publik harus ada pengorbanan dari sumbersumber daya yang seharusnya dapat digunakan untuk memproduksi barang pribadi. Penyediaan barang publik oleh pemerintah akan menyebabkan trade off dengan penyediaan barang pribadi melalui mekanisme pasar. yaitu teori penetapan harga faktor produksi dan pembagian pendapatan nasional dari penghasilan atas tanah. terutama dalam hal biaya produk dan kualitas produk yang dihasilkannya. Barang publik yang mempunyai sifat tanpa pengecualian (non excludability) Pada dasarnya. Namun dalam prakteknya. Barang publik yang mempunyai sifat tidak bersaing (non rivalry) 2. barang publik disediakan untuk semua orang yang mempunyai kepentingan atas barang tersebut. sedangkan barang publik adalah barang-barang yang tersedia tapi tidak untuk dijual di pasar. Barang publik terbagi dua: 1. kekayaannya. Konsep Keadilan Vertikal 3. Terletak pada hubungan rasional dari produksi pemerintah atas barang-barang publik Barang pribadi adalah barang-barang yang diproduksi untuk dijual dan tersedia di pasar. yaitu: 1. Masalah penggunaan sumber daya yang efisien 2. Prinsip Kompensasi Dasar pengukuran konsep keadilan vertikal dapat berupa pendapatannya. Artinya. tenaga kerja dan modal.

kebijakan pemerintah dalam fungsi stabilisasi dirancang untuk menjaga stabilitas perekonomian seperti mempertahankan atau mencapai kesempatan kerja yang tinggi. Bagaimana kebijakan publik dapat menetapkan dasar yang dapat dijadikan pedoman bagi pengukuran ketidaksamaan kondisi (misalnya pendapatan) seseorang. Sebutkan dua argumen perlunya intervensi pemerintah! Mengapa intervensi pemerintah tersebut diperlukan dalam konteks kegagalan pasar? Dari intervensi pemerintah tersebut terdapat beberapa peran pemerintah. Pada intinya. Salah satu kriteria yang paling sering digunakan dalam prinsip kompensasi adalah prinsip kompensasi yang menawarkan suatu pedoman kasar untuk memilih dari beberapa alternatif kebijakan dengan prinsip bahwa seseorang akan menjadi lebih baik atau sejahtera. neraca pembayaran luar negeri yang sehat dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang dapat diterima. Sebutkan dan jelaskan fungsi pemerintah tersebut! Di antara fungsi pemerintah tersebut. tingkat diskonto. LATIHAN 1. sementara pembatasan moneter akan berakibat sebaliknya. Komponen kebijakan moneter antara lain meliputi ketetapan mengenai cadangan wajib bank. Bagaimana cara mengukur perbedaan jumlah pendapatan seseorang jika dikaitkan dengan perbedaan kemampuan orang tersebut dalam membayar pajak. 2. Jelaskan akibat-akibat kegagalan mekanisme pasar! 4. Jelaskan mengenai perlunya kebijakan stabilisasi pemerintah dalam perekonomian? . Dengan adanya beberapa kelemahan pada mekanisme pasar maka peran pemerintah sangat diperlukan dalam perekonomian yang memiliki fungsifungsi tertentu. fungsi manakah yang sulit untuk diperankan dan merupakan permasalahan utama? 2. kebijakan pengendalian kredit dan kebijakan pasar terbuka. tingkat stabilitas harga yang pantas. Perluasan moneter berupa kebijakan untuk menambah jumlah uang beredar akan cenderung memperbesar likuiditas.78 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian § § § § 1. Faktor apakah yang menentukan fungsi distribusi? 5. Uraikan secara singkat! 3. menurunkan suku bunga dan karena itu akan menaikkan tingkat permintaan.

kriteria efisien dapat digunakan untuk mengevaluasi alokasi sumber daya dimana semua pasar dalam kondisi persaingan sempurna”. Pareto Efficiency 16. teori distribusi biasanya mengacu pada teori mengenai peranan faktor produksi. Terangkan dua masalah yang ada pada kaedah pemerataan! Apakah yang dibahas dalam aspek pemerataan tersebut? 10. Uraikan salah satu contoh kelemahan dalam menerapkan konsep keadilan vertikal pada fungsi alokasi yang anda ketahui! 17. Dalam ilmu ekonomi. Jelaskan apa yang dimaksud dengan “Dalam suatu sistem ekonomi pasar. Jelaskan penyebab adanya suatu intervensi pemerintah dalam operasi pasar bebas? 8. Masalah-masalah apakah yang timbul dalam fungsi alokasi? 9. Congestible Goods b. Terangkan alasan perlunya aturan pemerintah guna menjadi efisien dalam sistem ekonomi pasar? 11. Apakah inti dari kebijakan pemerintah dalam fungsi stabilisasi? . 13. Terangkan bahwa biaya marginal dari setiap tambahan penggunaan atas barang publik sama dengan atau paling tidak mendekati nol! 14. Keadilan merupakan isu sentral dalam sektor ekonomi dan kebijakan publik.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 79 6. Sebutkan teori-teori yang dimaksud! 18. Jelaskan arti dari istilah: a. Jelaskan disertai dengan contoh perbedaaan antara barang pribadi dengan barang publik! 12. Apa saja yang termasuk dalam instrumen kebijakan stabilisasi? 7. Mengapa barang publik dapat mengakibatkan kegagalan pasar dalam produksi secara efisien? 15. Sebutkan tiga konsep untuk mengajukan keadilan! 19.

80 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian .

sistem tersebut cukup efektif mengendalikan inflasi.KONSEP ANGGARAN Kebijakan fiskal suatu negara secara keseluruhan terangkum dalam laporan anggaran tahunannya yang di Indonesia dikenal sebagai Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN). anggaran di Indonesia menganut sistem anggaran berimbang. Selanjutnya secara terus menerus diusahakan agar penerimaan . Sedangkan pinjaman luar negeri digunakan untuk pembiayaan pembangunan. Seluruh pengeluaran rutin dalam sistem ini diusahakan untuk ditutup dari penerimaan dalam negeri. Dalam beberapa periode lanjut Seda (2004). Pada sistem ini pinjaman luar negeri dimasukkan sebagai unsur penerimaan negara. Pada masa orde baru. Tujuan utama dari diterapkannya sistem ini pada awal orde baru menurut Seda (2004) dimaksudkan mengurangi hyper-inflation yang mencapai 650% akibat adanya kegiatan pencetakan uang terus menerus untuk menutupi defisit anggaran. Sistem ini kemudian dikenal sebagai APBN berimbang dan dinamis.

Karena ada beberapa aktivitas yang mengakibatkan aliran dana masuk yang tidak menambah kekayaan neto negara. Belanja publik pasti mengurangi kekayaan neto negara. Sistem ini berlaku sampai dengan tahun 1999. sedangkan off-budget mengalami surplus. onbudget. misalnya pembayaran bunga hutang. Dalam anggaran. Di dalam konsep anggaran perlu dibedakan antara penerimaan versus pendapatan. dapat dikatakan bahwa anggaran adalah suatu rencana keuangan yang merupakan perkiraan tentang apa yang akan dilakukan di masa yang akan datang. Jika rencana pengeluaran melebihi anggaran penerimaan. dipaparkan adanya rencana pengeluaran yang didasarkan pada ekspektasi pendapatan. Pengeluaran publik seperti pembayaran pokok hutang akan diikuti dengan pengurangan liabilitas publik sehingga tidak mengurangi kekayaan neto negara. dikenal sebagai offbudget. pengeluaran publik tidak selalu identik dengan belanja publik. Contoh dari off-budget adalah alokasi dana yang diperuntukkan bagi program pensiun dan tunjangan hari tua. contoh penerimaan pajak. Berikutnya. Setelah itu diberlakukan balance budget yang mengakui adanya budget surplus dan budget deficit (dibahas pada subbab berikut). seluruh nilai hutang dipergunakan untuk kegiatan pembelian barang-barang impor. Setiap anggaran belanja menguraikan berbagai fakta yang khusus (spesifik) tentang apa-apa yang direncanakan untuk dilakukan oleh unit organisasi yang menyusun anggaran belanja tersebut pada periode waktu yang akan datang. Balance Budget Seluruh rencana pengeluaran dan penerimaan pemerintah biasanya melalui prosedur pembahasan oleh lembaga legislatif untuk disahkan setiap tahun. Agar tidak terjadi tambahan inflasi akibat adanya hutang. Rencana pengeluaran sebaiknya mengindikasikan juga urutan skala prioritas serta ekspektasi kualitas dan kuantitas layanan. Sedangkan pendapatan publik pasti menyebabkan kenaikan kekayaan neto negara. Namun ada sebagian kecil anggaran yang dibiayai dengan dedicated fund tidak dibahas oleh lembaga legislatif setiap tahunnya. Apabila . penerimaan publik tidak selalu berupa pendapatan publik. Pada umumnya on-budget mengalami deficit. dan pengeluaran versus belanja. seperti penerimaan kembali anggaran pengeluaran yang tidak terpakai. maka timbul budget deficit sebaliknya jika penerimaan diproyeksikan dapat lebih tinggi dari rencana pengeluaraan maka disebut budget surplus.84 Bab 5: Konsep Anggaran dalam negeri dapat lebih tinggi dari pengeluaran rutin sehingga tercipta tabungan pemerintah yang dapat digunakan sebagai bagian belanja pembangunan. Yang pertama. Dengan demikian.

apakah anggaran belanja itu dipatuhi dengan baik . maka perlu dibuat pengelompokan ataupun penggolongan. Belanja Pegawai II. maka anggaran yang dihasilkan disebut unified-budget. Setiap barang atau kelompok barang dibuat daftarnya disertai angka nilai rupiah. Belanja Barang III. Anggaran Belanja Line-Item (Line-Item Budgeting) Jenis anggaran belanja yang hanya membuat daftar barang-barang atau obyek-obyek. Pembiayaan Rupiah 1. sehingga dari catatan tersebut dapat dilihat secara tepat. Bunga Kredit Program 2. Restrukturisasi Perbankan II. hal ini adalah sesuatu hal yang masih sangat umum. Contoh line-item budget adalah sebagai berikut. Pengeluaran tersebut harus jelas maksud dan tujuannya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 85 anggaran disusun dengan mengkonsolidasikan antara on-budget dan offbudget. Subsidi Daerah Otonom IV. perlengkapan dan material serta peralatan. karena mencantumkan dengan jelas barang-barang atau obyekobyek di mana uang itu dibelanjakan. Pembiayaan Proyek • Rp Rp Rp Rp XXX XXX XXX XXX Kelebihan sistem anggaran line-item adalah mudah mengawasi penggunaanya. Bila obyek yang ada dalam line-item budget cukup banyak. harus disebutkan secara khusus atau spesifik. disebut anggaran obyek pengeluaran atau anggaran belanja lineitem. Dari pengelompokan barang-barang inilah maka digunakan istilah obyek atau lineitems. tergantung pada kriteria unit atau organisasi yang bersangkutan. obyek-obyek atau item-item apa yang akan dibeli dengan uang yang dianggarkan itu. disebabkan setiap instansi atau departemen mempunyai kebutuhan barang yang berbeda. Bunga Obl. Apabila dikatakan untuk membeli barang. Oleh karena itu. Jenis Pengeluaran Jumlah Rp Rp Rp Rp XXX XXX XXX XXX • Pengeluaran Rutin I. Anggaran memuat perkiraan dari pengeluaran uang. JENIS-JENIS ANGGARAN Jenis-jenis anggaran meliputi: a. Pembayaran Bunga & cicilan Hutang Pengeluaran Pembangunan I. Penggolongan barang tersebut misalnya: jasa-jasa kontrak.

karena dapat diketahui tingkat kepentingan tujuan pembelanjaan itu. Penggunaan kata fungsi. disebut anggaran berprogram (a program budget). Di samping itu. Contoh dari anggaran berprogram yang digunakan dalam menyusun APBN Indonesia Tahun 2005 adalah sebagai berikut. Anggaran berprogram mengelompokan pengeluarannya ke dalam program-program. karena perkiraan kebutuhan untuk masa mendatang tidak dikaitkan dengan maksud dan tujuan yang lebih luas. bukan perincian yang sempit sifatnya. Anggaran Belanja Berprogram (A Program Budgeting) Suatu anggaran yang berorientasi kepada maksud dan tujuan untuk apa uang dibelanjakan. Dengan demikian orang yang bertanggung jawab dalam membelanjakan uang itu mudah diperiksa melalui keharusan mengikuti pengeluaran sebagaimana yang telah direncanakan. . Lebih informatif. suatu anggaran belanja yang disusun sesuai dengan tujuan. kegiatan. Kode 01 01. b. Memungkinkan kita membuat daftar prioritas dalam memutuskan kegiatan-kegiatan yang akan dibelanjakan.86 Bab 5: Konsep Anggaran atau tidak. Sedangkan kelemahan sistem anggaran line-items adalah sulit menyederhanakan berbagai jenis barang untuk dikelompokkan. 2. fungsi-fungsi dan kegiatan-kegiatan pengeluarannya disebut anggaran berprogram (a program budget).01 01 01. Dengan kata lain. KEUANGAN DAN FISKAL.01 01.01 03 Nama Fungsi. terdapat perbedaan pengelompokan barang-barang antara unit atau organisasi yang satu dengan unit atau organisasi barang yang diperlukan setiap organisasi tersebut dan tidak didasarkan atas perencanaan yang menyeluruh dan berkesinambungan. DAN LUAR NEGERI PENYELENGGARAAN PIMPINAN KENEGARAAN DAN PEMERINTAHAN PENYELENGGARAAN PIMPINAN DEPARTEMEN/ LEMBAGA PEMBINAAN PRODUK LEGISLATIF Jumlah XXX XXX XXX XXX XXX Kelebihan sistem anggaran berprogram adalah: 1.01 02 01. kadang-kadang diperlukan sebagai pengganti program-program. atau misi. dan Program PELAYANAN UMUM PEMERINTAHAN LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF. Sub Fungsi.

c. kita juga dapat menetapkan tingkat prioritas untuk membedakan bahwa program yang satu lebih penting dari program yang lain. dibandingkan dengan anggaran line-item (line-item budget).Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 87 Dengan anggaran berprogram. Oleh karena itu. Salah satu cara untuk mengatasi kelemahan anggaran berprogram dalam segi pengawasan dan tingkat keluwesan (flexibility) adalah dengan cara mengkombinasikan sifat anggaran berprogram dengan sifat anggaran berdasarkan anggaran line-item. akan terdapat program yang mendapat dana jauh lebih sedikit dari yang lain sekalipun ia dianggap fungsi yang lebih penting. Dengan demikian anggaran berprogram yang mempunyai perincian line-item dikaitkan dengan tujuan daripada program. kita dapat mengetahui tujuan serta maksud membelanjakan uang tersebut. Kemudian. Anggaran belanja berbasis kinerja ini hanya menambahkan keterangan berapa banyak jenis pelayanan yang akan disediakan untuk melaksanakan suatu tujuan. yang tidak jelas obyek-obyeknya. Hal ini disebabkan karena dalam anggaran berprogram. Ada dua hal yang harus dilakukan dalam menyusun anggaran belanja berbasis kinerja. yang merupakan bagian program yang lebih luas. harus tersedia ukuran hasil kerja (output) yang realistis. Dengan demikian. langkah selanjutnya adalah menetapkan dan mengukur suatu tingkat pelayanan yang wajar. Sedangkan kelemahan anggaran berprogram adalah lebih sulit dilakukan pengawasan. Jelasnya unit ukuran yang digunakan harus menguraikan secara nyata (konkrit) apa yang akan dikerjakan. artinya berapa banyak suatu hasil yang dapat dibuat dengan biaya itu. Sekalipun demikian. yaitu. kita tidak cukup menggunakan suatu anggaran yang hanya menyebutkan daftar barang-barang yang akan dibelanjakan. anggaran belanja sistem hanya mencantumkan X rupiah untuk belanja yang satu dan Y rupiah untuk belanja yang lain. sebab suatu program terdiri atas unsur-unsur program. Anggaran Berbasis Kinerja (Performance Budgeting) Anggaran belanja berbasis kinerja (performance budget) dibangun atas anggaran berprogram. . Kedua. pertama. sebab arti ketertiban umum itu dapat pula untuk pembangunan prasarana fisik (kantor) yang mewah bagi kepentingan ketertiban umum yang menyimpan dari tujuan yang diharapkan. Misalnya X rupiah untuk kepentingan ketertiban umum. disebut anggaran berprogram karena tidak hanya sekedar mendaftar barang-barang dan jasa-jasa yang akan dibelanjakan tetapi penyusunan dana itu disesuaikan dengan program-programnya.

000 d.000. KONSEP PPBS (Planning Programming and Budgeting System) PPBS dimaksudkan sebagai usaha memperbaiki sistem penyusunan anggaran belanja pemerintah yang telah diuraikan di atas. dan data-data hasil kerja. konsep penganggaran ini sulit dilaksanakan sehingga tidak banyak digunakan.000.88 Bab 5: Konsep Anggaran Dengan demikian.000. zero-based budgeting menggunakan paket-paket anggaran. anggaran berprogram (program budget). dapat dijelaskan melalui konsep-konsep sebagai berikut: . obyek-obyek pengeluaran (seperti persediaan dan bahan). Namun dalam prakteknya. Seluruh program kegiatan pemerintah harus dijustifikasi setiap tahun dengan tidak mendasarkan atas kemiripan kegiatan yang telah diselenggarakan tahun sebelumnya. Konsep ini banyak didukung oleh para pemerhati anggaran yang tidak menginginkan adanya pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu oleh pemerintah. Contoh anggaran belanja berbasis kinerja adalah sebagai berikut. Program: Peningkatan prasarana jalan Kegiatan I: Pembebasan tanah Ukuran hasil: Panjang lahan yang dibebaskan: 10 kilometer Biaya pembebasan per kilometer: Rp50.000 Rp 500.000. Zero-based Budgeting Tidak seperti kebanyakan proses pengganggaran yang jumlah dan rincian kegiatannya didasarkan atas anggaran tahun sebelumnya seperti dinaikkan atau sama. Dalam membicarakan teori PPBS.000 Jumlah Sub Total Total Biaya peningkatan prasarana jalan Rp Rp 100.000 600.000 Jumlah Jumlah Sub Total Kegiatan II: Pembangunan jalan Ukuran hasil: Panjang jalan yang dibuat: 10 kilometer Biaya per kilometer: Rp10.000. anggaran berbasis kinerja adalah anggaran pelaksanaan yang mencakup kombinasi antara anggaran belanja line-item (line-item budget).

kita harus melihat secara menyeluruh biaya-biaya langsung maupun tidak langsung yang dikeluarkan secara nyata. Adapun kelebihan penentuan tujuan. yang dikelompokkan menurut tujuannya. Di samping itu dalam sistem anggaran belanja. Output Sekalipun belum ada kesepakatan mengenai definisi hasil (output). Pengukuran Biaya dan Manfaat Kegiatan Pemerintah Konsep biaya sebagaimana digunakan dalam PPBS adalah bersifat komprehensif (lengkap). Oleh karena itu. Pendekatan sistem anggaran ini adalah mengaitkan satu sama lain segala sesuatu yang berhubungan dengan produksi. adalah: 1) Berguna untuk mengukur efisiensi dan produktivitas dalam pengertian manajemen. akan tetapi yang dimaksud di sini adalah setiap penyelesaian kerja yang nyata dari seorang karyawan pemerintah adalah hasil (output) pemerintah. 3) Berguna bagi tujuan akhir dari kegiatan-kegiatan suatu pemerintahan. Landasan berpikirnya bahwa dalam menghitung biaya produksi suatu produk (manfaat). Hal ini dapat juga berupa sejumlah formulir pajak yang diproses sampai kepada pembangkit listrik yang menghasilkan sejumlah kilowatt listrik bagi kepentingan masyarakat. 2) Berguna dalam menilai keputusan-keputusan alokasi sumber. Konsep tujuan sangat penting dalam sistem ini. ditunjukkan hubungan antara cita-cita atau tujuan pemerintah dengan kegiatan pemerintah. karena orang ingin mengetahui mengapa suatu kegiatan dilaksanakan. Konsep output yang universal beranggapan bahwa setiap penyelesaian kerja yang nyata dari suatu karyawan pemerintah dapat dipandang sebagai output. Pandangan yang paling umum mengenai hasil dari suatu institusi adalah konsep output yang universal. yaitu semua manfaat dan semua biaya yang harus diperhitungkan. yang merupakan landasan untuk penilaian kegiatan. PPBS menghendaki agar dalam pengambilan keputusan yang rasional memasukkan biaya kesempatan . Akan tetapi ada juga yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan hasil adalah barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan untuk disalurkan keluar pemerintah.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 89 Tujuan Sebagaimana telah diuraikan bahwa suatu anggaran belanja yang berencana (planning budget) disusun dengan penentuan tujuan-tujuan.

Hal ini berarti bahwa semua asumsi yang dipergunakan sebagai dasar pertimbangan harus dibuat dan didukung oleh data atau informasi yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Misalnya : manfaat Biaya = Rp50 juta Rp25 juta = 2 1 = 2 (>1) Sebaliknya seandainya rasio itu adalah kurang dari satu (<1). Hal ini disebabkan karena hasil analisis itu . sehingga asumsi itu bersifat rasional dan objektif. di samping mengukur biaya-biaya maupun manfaat menurut nilai sekarang. karena manfaatnya melebihi biayanya. Untuk itu. Misalnya kegiatan menghadiri rapat akan menghilangkan kesempatan untuk melakukan pekerjaan lain yang memperoleh hasil.5 (<1) Analisis yang Terbuka dan Jelas Analisis yang terbuka dan jelas merupakan asumsi yang merupakan unsurunsur kunci dan merupakan prasyarat pokok bagi keberhasilan PPBS. karena biayanya lebih besar dari pada manfaatnya. Mekanisme analisis data dan informasi harus jelas. Ukuran efektivitas biaya menunjukkan jumlah hasil-hasil yang dapat dicapai dengan mengeluarkan sejumlah rupiah tertentu.90 Bab 5: Konsep Anggaran (opportunity cost) sebagai bagian dari biaya-biaya yang relevan terhadap output. akan tetapi kecenderungan untuk menutupi atau menyembunyikan data kunci harus dapat dihindarkan. Jika perbandingan itu lebih besar dari satu (>1) maka simpulannya adalah bahwa proyek tersebut layak. PPBS menitikberatkan pada pertimbangan rasional yang didasarkan atas data dan informasi. Yang dimaksud dengan biaya kesempatan adalah hilangnya kesempatan untuk membelanjakan uang atau waktu atau sumber-sumber lain untuk suatu alternatif tujuan. dibuat juga suatu perbandingan manfaat dan biaya dimana manfaat-manfaat yang dinyatakan dalam nilai uang dibagi dengan biaya-biaya. Akan tetapi efektivitas biaya (cost effectiveness) harus dipertimbangkan pula terhadap hasil-hasil dari sudut manfaat biaya (cost-benefits). Objektivitas yang selengkap-lengkapnya barang kali tidak mungkin diperoleh. Misalnya : manfaat Biaya = Rp25 juta Rp50 juta = 1 2 = 0. Analisis menghitung hubungan antara besarnya input (biaya) dan besarnya output (hasil-hasil yang dicapai) disebut input output analysis. maka simpulannya adalah bahwa proyek itu tidak layak.

Lembaga tersebut biasanya di bawah naungan Departemen Keuangan yang bertugas mengkoordinasikan dan mengorganisasikan usulan . Penyusunan Anggaran Sebelum dibahas oleh lembaga legislatif. Pelaksanaan dan pengawasan anggaran (budget execution). obyektif. 4. Penyusunan anggaran negara merupakan rangkaian aktifitas yang melibatkan banyak pihak. termasuk lembaga legislatif. SIKLUS ANGGARAN Kebijakan fiskal pemerintah suatu negara secara ringkas tercermin dalam anggarannya. dan proyek. Secara umum siklus anggaran terbagi atas empat tahap yaitu: 1. Rancangan ini memuat asumsi umum yang mendasari penyusunan anggaran seperti perkiraan penerimaan. dan lebih dapat dipertanggungjawabkan. Istilah APBN yang dipakai di Indonesia secara formal mengacu pada anggaran pendapatan dan belanja pemerintah pusat. 2. dan informasi terkait lainnya. Penyusunan anggaran (budget formulation). pemerintah berkewajiban menyusun dan mengajukan rancangan anggaran. data aktual dan proyeksi perekonomian. pengeluaran. Pada umumnya proses formulasi anggaran dilakukan oleh eksekutif yang khusus menangani anggaran negara. tergantung kompleksitas struktur pemerintahan yang dilayani. Selain itu juga dimuat perkiraan terperinci pengeluaran dan penerimaan departemen/lembaga. Proses penyusunan dapat memakan waktu hingga beberapa bulan. tidak termasuk anggaran pendapatan dan belanja pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan milik negara.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 91 mungkin diuji oleh analis-analis lain dan mungkin diulangi lagi dengan menggunakan susunan asumsi yang berbeda. 3. yang di Indonesia disebut APBN. transparan. transfer. defisit/surplus. dan kebijaksanaan pemerintah. dan pembiayaan defisit. Pengesahan anggaran (budget enactment). Pemeriksaan dan pertanggungjawaban anggaran (budget auditing and assessment). Peran lembaga legislatif dalam proses penyusunan anggaran menyebabkan proses penyusunan menjadi lebih demokratis. Proses perjalanan suatu anggaran yang dimulai dari penyusunan hingga pertanggungjawaban disebut dengan siklus anggaran.

Dalam mengajukan usulan. Pada cara ini. Ada tiga cara dalam menyusun anggaran yaitu: 1. atau memilih untuk mendengarkan opini publik untuk kemudian diambil keputusan. Anggota dewan berhak menolak usulan anggaran yang diajukan pemerintah. Pada kebanyakan negara. anggaran disusun untuk masa satu tahun. unit organisasi yang paling tinggi menetapkan batas tertinggi (plafond) anggaran yang dapat dibelanjakan oleh unit organisasi yang lebih rendah. unit organisasi yang paling bawah harus memperhitungkan besar kecilnya kegiatan yang akan dilakukan. Dalam hal tersebut. Beberapa indikator ekonomi yang biasa diikutkan dalam pembahasan anggaran antara lain: ekspektasi pertumbuhan ekonomi. Kesemua itu tidak mempengaruhi dibutuhkannya legalisasi usulan anggaran oleh dewan legislatif. Campuran Cara ini merupakan gabungan dari 2 cara di atas. Kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya sering dijadikan landasan penyusunan anggaran tahun berikutnya. Proses ini dimulai ditandai dengan pengajuan usulan anggaran oleh eksekutif untuk dibahas di lembaga legislatif. inflasi dan karakteristik makro ekonomi lainnya seperti harga minyak mentah dunia. Top – Down (dari atas ke bawah) Cara ini merupakan kebalikan dari cara bottom – up. Faktor politik juga dapat ikut berperan dalam proses pembahasannya. penyusunan anggaran dimulai dari unit organisasi yang paling bawah kemudian diteruskan secara berjenjang ke unit organisasi yang lebih tinggi. Pemerintah dapat saja melakukan perubahan drastis terhadap beberapa pengeluaran jika dipandang perlu dipilih sebagai reaksi atas perubahan indikator-indikator perekonomian. 3. beberapa negara memungkinkan anggota dewan . Anggota dewan dapat mengundang pihak esksekutif pada waktu pembahasannya. Bottom – Up (dari bawah ke atas) Pada cara ini. Namun hal ini tidak mencerminkan bahwa seluruh kegiatan harus dibiayai secara bertahap.92 Bab 5: Konsep Anggaran anggaran pembiayaan dan pengeluaran dari instansi-instansi terkait. Unit organisasi yang telah ditetapkan batas anggarannya tidak boleh melakukan pengeluaran melebihi dari batas tersebut. Hal ini biasa terjadi dikarenakan adanya kemungkinan anggota legislatif yang ditunjuk dalam komisi pembahasan anggaran tidak menguasai kerangka kerja anggaran. serta mendistribusikannya sesuai urutan prioritas kegiatan dan tersedianya dana. 2.

yaitu pengawasan yang dilakukan oleh aparatur pengawasan dari luar departemen. Sedangkan untuk penerimaan publik diharapkan dapat melebihi atau minimal sama dengan anggaran yang telah disetujui. 2. Pada prakteknya. Tetapi pertanyaan harus diajukan oleh tim pengawas manakala terjadi perbedaan yang signifikan tetapi tanpa dasar alasan yang dapat diterima. pengawasan dapat dibagi menjadi: 1. Pengawasan anggaran secara kelembagaan dibagi dalam 2 bagian yaitu: 1. Instansi dan departemen terkait. yaitu pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya. melakukan belanja publik terbatas maksimal sebesar tertera pada anggaran. 2. Menteri Keuangan secara terpusat dapat menerapkan kontrol ketat terhadap prosedur aliran dana keluar. dibutuhkan kegiatan pengawasan. . Atau departemen-departemen dibuat lebih independen dalam realisasi belanja publik. Pelaksanaan dan Pengawasan Anggaran Proses berikutnya adalah pelaksanaan anggaran yang telah disetujui dewan. dan memberi persetujuan terhadap pengeluaran-pengeluaran yang besar.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 93 menyusun anggarannya sendiri atau memutuskan untuk menggunakan anggaran tahun sebelumnya. Sedangkan tugas Departemen Keuangan hanya memonitor melalui laporan yang disampaikan oleh departemen-departemen. yaitu pengawasan yang dilakukan oleh unit inspeksi yang betugas melakukan pengawasan di lingkungan departemen yang bersangkutan. Pengawasan intern. Proses pembahasan selesai setelah usulan anggaran diundangkan atau diamandemen. Bisa juga disebabkan oleh tidak efisiennya mekanisme dan kekakuan pelaksanaan teknis realisasi anggaran di lapangan. Pengawasan fungsional (wasnal) yaitu pengawasan yang dilakukan oleh institusi. Beberapa deviasi menyebabkan beberapa pos pengeluaran tidak terealisasi sebagaimana tertera dalam anggaran. anggaran sering tidak dijalankan sama persis dengan jumlah yang disetujui. Pengawasan ekstern. Menurut subyeknya. Prosedur pengawasan eksekusi anggaran dapat berbeda di tiap negara. Untuk mengefektifkan pelaksaaan anggaran. memonitor efektifitas alokasi anggaran ke departemen-departemen lainnya. Pengawasan melekat (waskat). Kemungkinan dari adanya perbedaan yang signifikan adalah adanya penyelewengan kekuasaan oleh lembaga eksekutif.

Pengawasan masyarakat. Fungsi pemeriksaan dari lembaga legislatif tidak dimaksudkan untuk menekan pihak eksekutif atau sekedar mencari-cari kesalahan pejabat publik. Agar proses pemeriksaan atas pertanggungjawaban dapat dengan mudah dilakukan. Pengawasan tidak langsung. Pengawasan langsung. pihak eksekutif harus dapat melaporkan pelaksanaan kebijakan fiskalnya secara lengkap. yang disebut sebagai pengawasan represif. Pemeriksaan dan Pertanggungjawaban Anggaran Siklus terakhir dari anggaran adalah pemeriksaan dan pertanggungjawaban atas efektifitas anggaran khususnya penggunaan pendapatan publik. sidak.94 Bab 5: Konsep Anggaran 3. yaitu pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat yang disampaikan secara lisan maupun tertulis kepada pemerintah. 4. 3. yaitu pengawasan yang dilakukan berdasarkan laporan dari pejabat yang bersangkutan. Masalah Umum Anggaran . aparat pengawasan legislatif. yaitu pengawasan yang dilakukan on the spot melalui inspeksi. Di Indonesia. 2. yang disebut sebagai pengawasan preventif 2. Menurut caranya. yang disebut sebagai post audit. Jika dimungkinkan. BPK merupakan lembaga tinggi negara yang melakukan pengawasan terhadap pemerintah. Pengawasan setelah kegiatan dilaksanakan. pengawasan dapat dibagi menjadi: 1. Tapi lebih ditekankan pada bagaimana memanfaatkan seluruh kekayaan publik pada porsi yang paling menguntungkan ekonomi negara. Manajemen anggaran modern lebih menekankan pada perlunya sosialisasi dan distribusi informasi mengenai anggaran publik agar lebih dapat ditingkatkan efektifitas dan efisiensi prosesnya. Menurut waktunya. atau dari masyarakat. aparat pengawasan fungsional. Pengawasan sebelum kegiatan dimulai. Pengawasan legislatif (wasleg) yaitu pengawasan yang dilakukan oleh dewan legislatif. Laporan ini harus diaudit secara reguler oleh badan independen semacam Auditor General (di Indonesia disebut BPK) yang memiliki kapasitas untuk melakukan pemeriksaan yang akurat dan tepat waktu. pengawasan dapat dibagi menjadi: 1. maupun pemeriksaan. Pengawasan selama kegiatan dilaksanakan.

2. Pada umumnya negara berkembang. Sebagian anggaran mengalami kebocoran atau penggunaan yang tidak selaras dengan pembangunan perekonomian berkesinambungan. Anggaran belanja line-item (line-item budgeting). karena penerimaan tidak menyebabkan kenaikan kekayaan neto negara. sedangkan pendapatan publik pasti menyebabkan kenaikan kekayaan neto negara. RANGKUMAN § Perbedaan antara penerimaan versus pendapatan. Problem pada fase penyusunan dan pembahasan lebih banyak akibat adanya campur tangan politik. Hal tersebut dapat juga disebabkan oleh lembaga-lembaga legislatif dan pemeriksa yang tidak independen atau tidak mempunyai kapasitas sebagaimana mestinya. Jenis-jenis anggaran: 1. sedangkan belanja publik pasti mengurangi kekayaan neto negara. 3. akan tetapi banyak juga ketidakefisienan yang disebabkan oleh praktek penyusunan anggaran yang tidak fair. Untuk mencapai hasil yang diharapkan. Kelebihan sistem anggaran line-item adalah mengawasi penggunaannya. sedangkan kelemahannya adalah sulit menyederhanakan berbagai jenis barang untuk dikelompokkan. karena pengeluaran publik tidak mengurangi kekayaan neto negara. kombinasi konflik antara manajemen dan politik perlu diakomodasi secara memadai. problem anggaran yang dihadapi meliputi penentuan asumsi-asumsi ekonomi dan indikator fiskal. Negaranegara tersebut seperti halnya Indonesia. Beberapa permasalahan mungkin diakibatkan oleh faktor-faktor di luar kontrol.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 95 Setiap siklus anggaran memiliki problem tersendiri. Anggaran berbasis kinerja (performance budgeting). Anggaran belanja berprogram (a program budgeting). karena mencantumkan dengan jelas barang-barang atau obyek-obyek di mana uang itu dibelanjakan. dan pengeluaran versus belanja: 1. § § . koordinasi pembangunan terencana dalam jangka panjang serta berkesinambungan. menghadapi kerentanan tehadap fluktuasi perdagangan dunia. Penerimaan publik tidak selalu berupa pendapatan publik. Pengeluaran publik tidak selalu identik dengan belanja publik. 4. 2. menentukan jumlah ideal penyerapan pendapatan publik melalui pajak. Sedangkan pada pelaksanaan dan pemeriksaan lebih mengarah pada isu-isu manajemen dan akuntansi. Zero based budgeting.

yaitu: a. yaitu: 1. Pengawasan Intern 2. 5. 4. Penyusunan Anggaran (Budget Formulation) 2. LATIHAN 1. Pengesehan Anggaran (Budget Enactment) 3. Siklus anggaran terbagi atas empat tahap. 3. yaitu: 1. Campuran Pengawasan anggaran secara kelembagaan dibagi 2 bagian.Up (dari bawah ke atas) 2. Pemeriksaan dan Pertanggungjawaban Anggaran (Budget Auditing and Assessment) Tiga cara dalam menyusun anggaran. Pelaksanaan dan Pengawasan Anggaran (Budget Execution) 4. Menetapkan dan mengukur suatu tingkat pelayanan yang wajar. Bottom.96 § Bab 5: Konsep Anggaran § § § § § Kelebihan sistem anggaran berprogram: 1. Dua hal yang harus dilakukan dalam menyusun anggaran belanja berbasis kinerja. Top-Down (dari atas ke bawah) 3. yaitu: 1. Memungkinkan kita untuk memuat daftar prioritas dalam memutuskan kegiatan-kegiatan yang akan dibelanjakan. Pengawasan Ekstern Fungsi pemeriksaan dari lembaga legislatif lebih ditekankan pada bagaimana memanfaatkan seluruh kekayaan publik pada porsi yang paling menguntungkan ekonomi negara. bukan perincian yang sempit sifatnya. Apakah perbedaan antara penerimaan versus pendapatan pengeluaran versus belanja? Jelaskan pengertian anggaran! Jelaskan hal-hal yang diuraikan dalam suatu anggaran! Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis anggaran! Jelaskan kelebihan dan kelemahan dari “line items”! dan . Harus tersedia ukuran hasil kerja (output) yang realistis b. 2. Lebih normatif. karena dapat diketahui tingkat kepentingan tujuan pembelanjaan itu. 2.

7. 9. Sebutkan dan jelaskan! Jelaskan mengenai masalah umum anggaran! . pengawasan dapat dibagi menjadi beberapa hal. 16. 12. caranya. 8.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 97 6. 10. 15. 14. 13. dan waktunya. 11. Jelaskan kelebihan dan kelemahan dari anggaran berprogram! Sebutkan salah satu cara untuk mengatasi kelemahan anggaran berprogram! Uraikan hal-hal yang harus dilakukan dalam menyusun anggaran belanja berbasis kinerja! Apakah konsep PPBS (Planning Programing and Budgeting System) itu? Sebutkan beberapa kelebihan penentuan tujuan! Sebutkan siklus anggaran! Sebutkan beberapa indikator ekonomi yang biasa diikutkan dalam pembahasan anggaran! Uraikan tiga cara dalam menyusun anggaran! Sebutkan dan jelaskan pengawasan anggaran secara kelembagaan! Menurut subyeknya.

PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN Keuangan publik memainkan peranan penting dalam perekonomian negara. Karena itulah masalah-masalah pembiayaan pembangunan perlu dibicarakan secara khusus dan terpisah. UNSUR-UNSUR PEMBANGUNAN Dalam rangka pertumbuhan perekonomian yang berkelanjutan. Namun masalah kelembagaan dan sosial yang dihadapi oleh suatu negara dapat memperpelik dan membatasi tugas kewenangan dalam menetapkan kebijakan anggaran dan stabilisasi. Sejumlah kesulitan yang mengganggu kemajuan ekonomi suatu negara harus dipecahkan oleh sektor publik. persyaratan yang diperlukan untuk pembangunan ekonomi di negara-negara berpendapatan rendah sama halnya seperti persyaratan yang diperlukan untuk .

Sampai pada tingkat tertentu. khususnya dalam bentuk infrastruktur. Untuk sementara waktu kita akan mengabaikan masalah perencanaan investasi dan memusatkan perhatian pada dari mana kita akan memperoleh sumber daya tambahan untuk investasi tersebut. Gambaran semacam itu yang terdapat baik pada negara berpendapatan tinggi maupun rendah. demikian juga dengan bauran investasi yang optimum. Pembentukan Modal Pembangunan Sebagaimana telah diulas pada bagian terdahulu mengenai perkembangan sektor publik di negara-negara maju. tetapi juga diperlukan sejumlah perubahan sosial dan kelembagaan yang merupakan sebab dan akibat dari tingkat pembangunan perekonomian yang masih rendah. Terdapat berbagai cara penggunaan sumber daya untuk meningkatkan produktivitas. maka konsumsi periode berjalan harus dikurangi agar sumber daya bagi investasi tersedia. Lebih jauh lagi. Bisa saja pengeluaran itu berupa investasi di sektor publik dan swasta. dan perpaduan berbagai cara tersebut harus ditentukan dalam proses perencanaan pengeluaran dan sumber daya. pembentukan modal pembangunan meliputi investasi pada sumber daya manusia dalam bentuk pendidikan dan pelatihan (training) seperti halnya investasi dalam bentuk fisik. investasi pemerintah sangatlah penting. Infrastruktur ini akan menjadi kerangka persiapan bagi investasi pada tahap berikutnya. Pada tahap-tahap awal pembangunan. Untuk mencapai pertumbuhan. banyak negara berpendapatan rendah . mobilisasi sumber daya yang terbengkalai masih mungkin diupayakan. Lebih jauh lagi. masih banyak persyaratan lain yang diperlukan. Persyaratan fundamental untuk pembangunan ekonomi adalah tingkat pengadaan modal pembangunan yang seimbang dengan pertambahan penduduk. prioritas akan selalu berubah. sektor publik memegang peranan penting terhadap semua unsur pembangunan ini. tidak cukup hanya dengan cara penyediaan modal pembangunan (yang meliputi investasi fisik dan investasi sumber daya manusia) serta proses teknologi yang diperlukan. sektor publik cenderung tumbuh sejalan dengan pertumbuhan pendapatan. Pembentukan modal tersebut harus didefinisikan secara luas sehingga mencakup semua pengeluaran yang sifatnya menaikkan produktivitas.100 Bab 6: Pembiayaan Pembangunan mempertahankan pertumbuhan ekonomi di negara yang relatif sudah maju. Dalam hal ini. Namun di luar itu. entah itu oleh pemerintah (di negara-negara sosialis) atau oleh swasta (dalam perekonomian pasar bebas). Jika sumber daya yang terbengkalai tidak bisa dimanfaatkan atau jika sumber daya tambahan tidak dapat diperoleh dari luar negeri. Misalnya.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 101 mempunyai sedemikian banyak tenaga kerja yang terbengkalai dan lapangan kerja bagi mereka bisa tersedia hanya dengan usaha pembangunan yang sangat sederhana tetapi menyerap banyak tenaga kerja seperti pembangunan drainase. Dalam kondisi ini. dan bendungan. Dalam kadar tertentu. irigasi. Usaha terakhir ini sangat penting bagi para penabung kecil karena bagi mereka umumnya tidak tersedia sarana penabungan perorangan selain daripada meminjamkannya dengan risiko tinggi atau dengan menukarnya dengan barang berharga seperti logam mulia. Kemungkinan lain adalah dengan mengusahakan sumber daya investasi dari luar negeri dalam bentuk pinjaman dan bantuan pemerintah atau sebagai investasi swasta. sebagaimana halnya dengan investor domestik. pemerintah hanya perlu berperan sebagai pengorganisasi bagi pemanfaatan sumber daya. memerlukan infrastruktur yang tersedia secara memadai dan bantuan pemerintah negara lain baru akan diberikan jika telah ada rencana pembangunan yang dirumuskan dengan baik. Akan tetapi. jika keadaan cukup mendukung. kenaikan tingkat tabungan secara sukarela bisa terjadi lebih besar dari sektor swasta. Selanjutnya. pengalihan ini dapat dilakukan dengan menahan sebagian hasil pengembalian (returns) yang dibayar kepada faktor produksi sehingga pembayaran lebih kecil dari hasil produk marjinal. Para investor swasta dari luar negeri. Pada perekonomian yang dikendalikan secara terpusat di mana badan usaha milik negara memegang dominasi. pemerintah juga bisa berperan dalam penyediaan dan pembentukan lembaga keuangan yang cocok guna menarik tabungan rumah tangga dan menggunakannya secara produktif. Di samping itu. perpajakan akan sangat berperan untuk memberikan insentif bagi tabungan atau disinsentif bagi konsumsi barang-barang mewah. tak bisa dipungkiri bahwa salah satu masalah besar adalah bagaimana mengalihkan sebagian konsumsi periode berjalan untuk digunakan sebagai sumber daya pembangunan. dan walau bagaimanapun juga bantuan tersebut tidak akan diperoleh tanpa adanya usaha pendukung dari negara penerima bantuan. Di sinilah diperlukan suatu usaha pemerintah untuk menjaga stabilitas moneter sehingga kebiasaan menabung tidak diredupkan oleh inflasi yang tak berkesudahan. Hal ini akan mencakup ketentuan mengenai peningkatan investasi domestik yang sebagian besar dibiayai dengan pajak. pembentukan modal dari hasil internal pasti akan berasal dari tabungan pemerintah atau swasta. Tetapi pada perekonomian yang didesentralisasi. semua itu tentunya tidak akan mencukupi. Dalam kondisi seperti ini. Tetapi di lain pihak. Tabungan perusahaan juga dapat dirangsang . sumber modal pembangunan semacam ini mempunyai keterbatasan tersendiri dan penyediaan lapangan kerja bagi para pengangguran mungkin akan memerlukan investasi pendukung tertentu. jalan.

tetapi tidak terlihat adanya suatu hubungan yang mencolok di dalam kelompok tersebut. Tabungan swasta secara sukarela. meskipun bermanfaat dan penting. Rasio penerimaan pajak terhadap GNP di negara terbelakang cenderung sangat rendah. Lembaga pemberi pinjaman internasional mungkin saja mensyaratkan agar bantuan yang diberikan dibarengi dengan upaya perpajakan yang sepadan dengan negara penerima bantuan. Sementara rasio semacam itu di negara-negara maju adalah 40 persen atau lebih. Pada kenyataannya persentase sektor publik jauh lebih kecil pada negara-negara berpendapatan rendah sebagai suatu kelompok. Mengapa upaya perpajakan (tax effort) di negara-negara berkembang sedemikian rendah. Dengan demikian lembaga itu mungkin akan menuntut agar pada . bagaimana kita dapat menilai kemampuan membayar pajak dari suatu negara dan bagaimana kelancaran pembayaran pajak dapat diukur? Sebagaimana telah kita pahami bersama bahwa besarnya sektor publik di negara-negara maju tidak hanya berkembang sejalan dengan pendapatan per kapita. Pola yang sama juga akan kita jumpai sehubungan dengan rasio penerimaan pajak terhadap GNP.102 Bab 6: Pembiayaan Pembangunan melalui sistem penarikan pajak laba usaha yang mendorong ditahannya dan diinvestasikannya kembali laba usaha. Rasio pada negara-negara di Asia dan Afrika dengan pendapatan per kapita yang serupa cenderung lebih tinggi. tidak mungkin akan cukup. khususnya pada tahap awal pembangunan. dan di beberapa negara sampai 8 persen. kebijakan perpajakan harus dipertimbangkan secara bersama-sama dengan aspek-aspek lain dari kebijakan pembangunan. dan benarkah rasio yang rendah itu pada kenyataannya menandakan upaya perpajakan yang rendah? Jawabannya tergantung pada bagaimana kita mengartikan upaya perpajakan itu. tetapi kenaikan pendapatan per kapita juga disertai dengan kenaikan persentase sektor publik dalam GNP. KEBIJAKAN STRUKTUR PERPAJAKAN Kapasitas Kena Pajak dan Upaya Perpajakan Walaupun merupakan suatu hal yang esensial untuk mengetahui berapa tingkat penerimaan pajak yang diperlukan guna menjamin tingkat pertumbuhan tertentu. Jika demikian. Dalam hal ini. tetapi hal itu tidak bisa dianggap sebagai variabel dependen di dalam sistem tersebut yang berubah secara otomatis sesuai dengan pengenaan pajak yang diperlukan. Di negara-negara Amerika Latin rasio umumnya adalah sekitar 14 persen. yaitu berkisar dari 8 sampai 18 persen. namun kelayakan tingkat pengenaan pajak itu sendiri merupakan faktor penting yang harus diperhitungkan dalam menentukan target pertumbuhan.

sandang. Tetapi asumsi ini tidak berlaku jika distribusi pendapatan sangat timpang yang mana akan mengakibatkan besarnya konsumsi barang-barang mewah. Pengenaan pajak tanah yang efektif sukar dilaksanakan jika hasil pangannya dikonsumsi sendiri. Penarikan pajak laba tidaklah layak sebelum praktek akuntansi mencapai standar minimal. dukungan pengadilan terhadap penegakan peraturan perpajakan. hanya bisa diandalkan untuk sementara waktu saja. dan ketersediaan petugas fiskus yang mampu dan jujur. demikian juga halnya dengan penetapan kuota pajak bagi para petugas pajak. Keadaan ini sangat perlu diperhatikan sebagai sumber penerimaan yang potensial.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 103 negara dengan pendapatan per kapita yang tinggi terdapat rasio penerimaan pajak yang tinggi guna menunjukkan keselarasannya dengan upaya perpajakan. Sekiranya dana pemerintah tidak dimaksudkan untuk menyediakan kebutuhan hidup yang sama-sama mendasar (misalnya program kesehatan) maka penggunaan dana tersebut akan menimbulkan beban berat yang tidak sepatutnya. Dengan demikian. ukuran komparatif . Pajak produk tidak bisa dikenakan pada tingkat pengecer jika perusahaan pengecer kecil dan tidak permanen. seperti pangan. Pemberian jasa pungut pajak (tax farming). kelayakan pengenaan pajak tergantung juga pada kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. maka penilaian yang realistis atas upaya perpajakan (tax effort) harus memperhitungkan penanganan pajak (tax handles) yang tersedia untuk itu. yaitu sistem dimana kepada para pemungut pajak diberikan persentase tertentu sebagai insentif. adanya penanganan pajak akan selalu berkaitan dengan struktur perekonomian suatu negara. Karena alasan ini dan alasan-alasan lainnya. Meskipun demikian. Terlepas dari tingkat dan distribusi pendapatan. dan papan. Pada tingkat pendapatan per kapita yang sangat rendah. dan survai pertanahan belum memadai untuk menghasilkan penilaian yang semestinya. pengelolaan pajak penghasilan akan jauh lebih sulit jika semua lapangan kerja terdapat pada perusahaan-perusahaan kecil. pengenaan pajak sangat sederhana pada perekonomiam yang sangat terbuka di mana impor dan ekspor berlangsung melalui pelabuhan-pelabuhan utama dan terbuka bagi petugas fiskus. Dengan demikian. semua pendapatan pribadi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. dengan cara-cara semacam ini pun tidak akan tercipta struktur perpajakan yang mapan dan adil. dan hal ini sulit tercapai jika perusahaan-perusahaan yang ada berukuran kecil dan tidak stabil. Di pihak lain. sektor pertanian belum terukur dengan nilai mata uang. Negara berpendapatan rendah menghadapi keterbatasan dalam mentransfer sumber daya untuk digunakan pemerintah. Akhirnya.

perusahaan asing. Perbedaan juga akan timbul sebagai akibat tahap-tahap pembangunan ekonomi. Kontribusi pajak penghasilan perorangan di negara-negara Amerika Latin lazimnya berkisar 20 persen dan karena itu merupakan bagian yang besar dari penerimaan pemerintah. Meskipun demikian. dan sejumlah ciri struktur perpajakan yang lazim ditemukan dalam kaitannya dengan pendapatan per kapita dapat diamati. Peranan pajak upah juga makin penting dengan naiknya pendapatan per kapita.104 Bab 6: Pembiayaan Pembangunan atas upaya perpajakan dapat diperoleh dengan membandingkan rasio aktual dari penerimaam terhadap GNP pada suatu negara tertentu dengan rasio yang seharusnya diperoleh. pajak penghasilan usaha seringkali lebih mirip dengan pajak penjualan daripada pajak laba sebagaimana ditemukan di negara-negara maju dan sebagainya. Pajak ini bersifat elastis terhadap pertumbuhan GNP. Di satu sisi hal ini akan mencerminkan . peranan pajak penghasilan pun makin meningkat relatif terhadap bea. demikian juga terhadap pajak penjualan dan produksi domestik. Selain itu terdapat fenomena menarik yang menyatakan bahwa pajak yang sering diklasifikasikan sebagai pajak penghasilan di negara miskin seringkali jauh berbeda dari pajak penghasilan perorangan di negara maju. Dengan naiknya pendapatan per kapita. khususnya di sektor pertanian. pada umumnya masih di luar jangkauan pajak penghasilan. Pajak akan berperan besar terhadap perdagangan luar negeri (terutama bea) dan pajak atas produksi dan penjualan domestik untuk negara-negara berpendapatan rendah. dengan melihat respon pada umumnya terhadap penanganan yang tersedia. Pajak Penghasilan Perorangan Pajak penghasilan perorangan tidak mungkin dan tidak dapat diharapkan untuk menduduki posisi sentral dalam struktur perpajakan pada negara sedang berkembang dan begitu juga umumnya di negara-negara maju. Pengembangan Struktur Perpajakan Masalah perencanaan dan pengelolaan perpajakan akan berbeda-beda sesuai dengan struktur perekonomian suatu negara dan sikap masyarakat terhadap perpajakan. pajak penghasilan harus ditata dengan baik sejak dini dan ditingkatkan selama berlangsungnya pembangunan. Sejalan dengan itu. Karyawan perusahaan kecil dan sebagian besar masyarakat yang mengelola usaha sendiri. karena itu bisa menjadi sumber penerimaan yang cukup besar untuk pembiayaan pembangunan. dan kelompok perusahaan domestik besar yang jumlahnya sangat kecil.

Meskipun tidak tersedia estimasi yang andal. khususnya jika hukumannya tidak sebanding dengan suku bunga dan nilai hutang pajak yang semakin menurun akibat inflasi. namun bisa dikatakan bahwa pendapatan kena pajak akan benar-benar dicapai bila peraturan perpajakan dijalankan secara ketat. Sebagaimana dialami Amerika Serikat . Prinsip penghitungan pajak sendiri (self assessment) seperti diterapkan di Indonesia tidak berjalan lancar. penjatahan jumlah wajib pajak bagi setiap petugas (khususnya wajib pajak berpendapatan tinggi). Penggunaan sistem pemungutan pajak oleh orang lain (witholding) bisa mempercepat pemungutan pajak dan hal itu sangat baik. tetapi peredaran inflasi secara melekat melalui pajak penghasilan progresif akan melemah. sangat penting bagi negara-negara berkembang dimana urbanisasi yang pesat akan menaikkan nilai tanah.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 105 tingkat pembebasan pajak yang ditetapkan relatif tinggi jika dikaitkan dengan pendapatan rata-rata. pengaruh inflasi terhadap perpajakan dinetralisir. Inilah prasyarat utama yang kerapkali sukar untuk dipenuhi oleh negara-negara berkembang dalam konteks budaya dan politik. sehingga hubungan antara tarif marjinal dan pendapatan riil dipertahankan konstan. pengelolaan pajak penghasilan diperparah oleh masalah inflasi. komputerisasi dan penanganan terpusat atas surat pemberitahuan pajak. Akibatnya. tetapi hal itu juga merupakan akibat dari upaya pengelolaan yang tidak aktif. Guna menghadapinya. misalnya telah dialami Cili dan Brasil selama bertahun-tahun. pengurangan keterlambatan penafsiran. badan perpajakan bisa menaikkan tingkat pembebasan dan kelompok tarif secara otomatis setiap tahunnya sejalan dengan naiknya harga-harga. Tidak ada satu obat mujarab untuk mengatasi kesulitan ini kecuali dengan menerapkan wajib pungut pajak. Masalah keuntungan modal. dan hukuman yang lebih tinggi bagi pembayaran yang tertunda. Hal itu. dan pembayaran akhir sangat banyak yang terlambat. terutama dalam kaitannya dengan tanah dan bangunan. Penghitungan pajak oleh para petugas sering kali didasarkan pada negoisasi dan bukan ditetapkan secara objektif. Pemungutan pajak penghasilan atas modal bahkan lebih sukar lagi. Namun. Keterlambatan pembayaran pajak atas pendapatan modal merupakan keuntungan besar. Tidak jarang negara-negara berkembang menghadapi inflasi puluhan bahkan ratusan persen per tahun. diharuskannya perusahaan dan bank menyampaikan informasi tentang pembayaran bunga dan pembayaran dividen. tetapi penerapannya sangat terbatas pada jenis upah dan gaji tertentu saja sehingga lebih mudah dilaksanakan. Lebih jauh lagi. semua itu tidak akan mencukupi kecuali jika badan pengadilan mendukung penuh penegakan peraturan perpajakan.

Karena itu. Sesuai dengan pengamatan Henry George. entah itu berupa pajak laba perseroan atau pajak persekutuan dan perusahaan perseorangan yang dikenakan menurut pajak penghasilan perorangan. misalnya. Hal ini terjadi karena kewajiban pajak menjadi fungsi dari penjualan dan marjin tersebut merupakan taksiran dan bukan aktual. bentuk hukum dari badan-badan usaha sering kali berbeda. laba taksiran didasarkan pada patokan tertentu seperti luasnya lantai atau ruang kerja dan lokasi pada wilayah perkotaan. Pajak Penghasilan Perusahaan Masalah yang pelik akan timbul dalam pengenaan pajak penghasilan perusahaan. Proses perbaikannya harus bertahap dan tidak bisa bergerak lebih cepat dari perbaikan metode akuntansi. hukum Eropa daratan lebih berperan daripada tradisi common law (hukum Inggris). sementara yang bandel diberi hukuman. Caranya adalah dengan menaksir marjin laba atas penjualan dimana terdapat marjin yang beragam untuk berbagai industri. Dalam hal pertanian. yaitu bangunan dan tanah. Para pembaharu pajak sering menyepelekan perbaikan teknik penaksiran pajak terhadap perbaikan teknis dalam pemajakan perseroan. Metode ini. sedangkan di negaranegara Asia sistem hukum kebendaan yang sangat berbeda bisa diterapkan. Banyak negara menggunakan taksiran dan bukan pendekatan langsung guna menentukan laba. juga terjadi di Indonesia terutama di Jakarta dan sekitarnya.106 Bab 6: Pembiayaan Pembangunan pada akhir abad sembilan belas. khususnya sehubungan dengan pendapatan profesional. . Dalam keadaan lain. Bila akuntansi perusahaan belum begitu maju sehingga belum bisa mengukur laba dengan cukup akurat. Lebih jauh lagi. yang digunakan secara luas di negara-negara Asia. dikelola sebagai suatu jenis pajak tersendiri. dan praktek yang cocok bagi suatu negara seperti Amerika Serikat mungkin tidak dapat diterapkan di negara sedang berkembang dengan mengingat tradisi dan tingkat pembangunannya saat ini. Serentak dengan itu. akan mengubah bentuk pajak laba menjadi semacam pajak penjualan. padahal hal terakhir ini tidak begitu penting bagi negara yang sedang berkembang. luasnya lahan atau jumlah ternak bisa digunakan sebagai dasar taksiran. Di negara-negara Amerika Latin. metode lain harus digunakan. Ini juga merupakan praktek yang bisa ditemukan pada tradisi perpajakan Eropa. pajak atas keuntungan modal bagi real estate. pembayar pajak yang setia perlu diberi penghargaan.

Tanah seringkali tidak dimanfatkan secara penuh dan ditahan untuk tujuan spekulatif atau ditahan sesuai dengan adat istiadat setempat. Dalam kenyataan. Dengan pajak yang dikenakan secara berjenjang seperti halnya pajak pertambahan nilai. Di luar semua ini. Pajak dan Bea atas Komoditas Pengenaan pajak komoditas harus ditentukan berdasarkan kelayakan administratif sehingga tergantung pada struktur perekonomian negara tertentu. ketiga dasar tersebut akan memberikan nilai yang sangat berbeda. penerimaan pemerintah yang hilang tidak akan besar meskipun tingkat pengecer tidak terjangkau. penarikan pajak atas real estate dan pertokoan juga menjadi dasar pengenaan pajak yang penting. Pasar atas tanah mungkin tidak tersedia dan nilai jualnya saat ini tidak bisa diperoleh. Pajak penghasilan jarang diterapkan secara efektif ke sektor pertanian sehingga pendapatan dari tanah seringkali merupakan gabungan dari pajak penghasilan dan pajak atas tanah. ketiga dasar tersebut akan bisa saling dipertukarkan karena nilai tanah akan sama dengan nilai pendapatannya yang dikapitalisasi.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 107 Pajak Tanah Satu pertanyaan mendasar dalam pajak atas tanah. Ada baiknya jika hal tersebut di atas dikenakan pajak progresif atas tempat hunian. khususnya selama berlangsungnya urbanisasi. dan pendapatan aktual akan sama dengan pendapatan potensial. Penggunaan metode faktur mungkin . apakah pajak tersebut harus dikenakan atas nilai tanah. yang meliputi tidak hanya penyewaan atas tanah tersebut tetapi juga peningkatan nilai atas tanah. tidak demikian halnya. Dalam sistem persaingan sempurna. Dengan demikian. pajak kekayaan atas harta benda bersih jarang ditemukan dalam struktur perpajakan di negara sedang berkembang. atau atas pendapatan potensial yang bisa dihasilkan tanah tersebut jika dimanfaatkan secara penuh. yang menggabungkan pajak atas sejumlah rumah dalam satu dasar pengenaan pajak guna melengkapi sistem penarikan pajak komoditas atas konsumsi barang-barang mewah di samping terhadap perumahan. Meskipun pajak semacam ini pada akhirnya akan lebih kecil daripada pajak bumi dan bangunan. namun jenis pajak ini penting guna melengkapi pajak penghasilan. karena banyaknya harta tak berwujud yang tidak termasuk dalam dasar pengenaan pajak. atas pendapatan aktual. Pajak Kekayaan dan Pajak atas Bumi dan Bangunan Di samping penerimaan dari tanah. Jadi bukan merupakan kehilangan total seperti pada pajak penjualan eceran.

bukan hanya menyebabkan hilangnya penerimaan pemerintah tetapi juga .108 Bab 6: Pembiayaan Pembangunan akan membuat para wajib pajak lebih taat. Keringanan pajak untuk investasi yang tidak berdiri sendiri dalam meningkatkan pertumbuhan. Jika pemerintah ingin menggunakan bea masuk sebagai proteksi atas industri itu. Kebijakan perpajakan harus memperhatikan bahwa kenaikan tingkat pertumbuhan ekonomi tidak akan memperparah pemerataan. Cukai domestik juga perlu untuk dikoordinasikan dengan bea impor. Jika suatu produk dengan nilai kena pajak yang sangat besar dihasilkan pada perusahaan yang relatif besar. pengenaan pajak produk dengan tarif yang berbeda-beda cenderung lebih sukar jika diterapkan dengan pendekatan nilai tambah. Dengan demikian. biaya modal cenderung dinilai terlalu rendah. Dalam situasi dimana. Di pihak lain. Jika hal ini terjadi akan merupakan kebijakan yang buruk. maka pengenaan cukai atas produsen akan merupakan pendekatan yang paling sederhana dan gamblang. maka tidak mengherankan bahwa telah diupayakan berbagai cara untuk meminimumkan pengaruh masalah justifikasi sampai dimana pemerataan dan pertumbuhan didahulukan terhadap satu sama lain. Pendekatan terbaik dengan menggunakan tarif yang cukup seragam dan memasukkan unsur bea impor barang mewah di dalam sistem pengenaan cukai domestik. Aspek kebijakan bea masuk lainnya yang perlu ditinjau secara kritis adalah praktek pembebasan cukai atas barang modal yang digunakan di dalam negeri. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah keterkaitannya dengan pengenaan bea cukai atas produk domestik. Kombinasi dari berbagai metode bisa diterapkan. praktek ini akan memperburuk distorsi harga. Disamping itu. Karena adanya kemungkinan timbulnya konflik antara pajak penghasilan progresif dengan insentif untuk inventasi. pendekatan keadilan menuntut agar pendekatan ini dipadukan dengan penarikan pajak atas pendapatan modal dengan tarif progresif. bea masuk sering menjadi pelindung bagi produk barang mewah pengganti di dalam negeri. seringkali mengenakan bea impor yang lebih tinggi atas barang mewah. Karena ingin membebani konsumsi barang mewah dengan lebih berat. tergantung mana yang paling jitu dalam keadaan tertentu. INSENTIF PERPAJAKAN Tujuan pemerintah yang berupa pertumbuhan ekonomi dan pemerataan bisa dicapai dengan berpedoman pada pajak konsumsi progresif. harus dipilih sesuai dengan potensi pembangunan sehingga pengembangan itu bukan merupakan efek samping dari pengenaan pajak barang mewah.

Insentif domestik bisa dikaitkan dengan investasi pada umumnya atau dibatasi pada industri atau wilayah tertentu. ada baiknya kita membedakan antara insentif domestik dan masalah insentif yang berkaitan dengan modal asing. Metode ini merupakan insentif bagi investasi yang memberikan laba yang tinggi pada tahap awal dan hal ini bertentangan dengan kebutuhan akan investasi yang stabil dan bersifat jangka panjang. Dengan alasan-alasan ini. Selain itu. Namun. . insentif pajak bagi investasi pada umumnya merupakan pemborosan dan tidak adil sehingga banyak pengamat terdorong untuk menolak semua bentuk insentif. tidaklah bijaksana jika pemerintah mengadakan komitmen jangka panjang untuk mensubsidi pajak. Apapun masalahnya. Bagi perusahaan lama yang mengadakan investasi lama dan baru. misalnya selama lima atau tujuh tahun dimana selama jangka waktu itu pajak atas laba dibebaskan. Insentif bisa dirancang untuk menggalakkan ekspor dan memperkuat neraca pembayaran. Ini bisa tercapai dengan mendorong perusahaan untuk menahan laba atau dengan memberikan kredit pajak bagi tabungan atas pendapatan perorangan. beberapa kelonggaran bagi pertumbuhan mungkin layak asalkan hal itu dilaksanakan dengan cara terbaik. maka sebaiknya insentif dirancang seefisien mungkin. di beberapa negara sering kali diberikan pembebasan pajak (tax holiday) untuk jangka waktu tertentu.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 109 memperbesar ketimpangan apabila keringanan itu diberikan kepada masyarakat berpendapatan tinggi. Lebih jauh lagi. Tentu saja masalahnya adalah bagaimana mencapai suatu jumlah tabungan tertentu tanpa mengurangi tabungan di sektor lain. penolakan total tidak bisa diterima. Insentif Umum Insentif investasi umum bisa berupa kredit pajak atas investasi atau penyusutan yang dipercepat seperti lazim digunakan di negara-negara maju. teristimewa jika diperkirakan bahwa subsidi semacam itu tidak akan diperlukan di masa mendatang. Insentif Domestik Dalam menangani masalah insentif. masalah ini bisa diatasi dengan pendekatan kredit investasi atau bantuan investasi. Lebih jauh lagi. insentif investasi umum tidak bisa efektif guna menaikkan tingkat investasi menyeluruh kecuali jika peningkatan tabungan juga mendapat perhatian. Tekanan politik agar diberikan insentif pajak akan tetap ada dan tidak bisa dielakkan.

investasi semacam itu perlu dikoreksi. pemilihan industri tertentu selalu dibarengi dengan tekanan politik dari kelompok tertentu dan dalam kesempatan lain lagi kita akan melihat bahwa insentif diberikan untuk mempertahankan pasar bagi perusahaan negara. Masalahnya adalah apakah insentif itu lebih baik diberikan dengan mensubsidi investasi atau mensubsidi perusahaan pekerja di wilayah bersangkutan. Masalah utama di sini adalah bagaimana memilih industri yang akan diberi perlakuan istimewa tersebut. Untuk tujuan terakhir ini. mungkin juga tenaga kerja ingin dipertahankan di suatu daerah tertentu karena terlalu banyaknya perpindahan penduduk ke kota atau alasan non ekonomis yang menghendaki pemerataan tingkat pembangunan daerah. Namun. keadaan negara-negara berkembang bisa menuntut lain. khususnya jika .110 Bab 6: Pembiayaan Pembangunan Daftar Skala Prioritas Meskipun efektivitas investasi umum diragukan. subsidi upah akan lebih efektif. apakah peningkatan produksi atau nilai tambah di daerah tersebut. seperti pabrik baja. insentif khusus bisa diberikan demi pembangunan daerah tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa proses pembangunan mengandung dampak eksternal (external economies) yang tidak diperhatikan dalam pengambilan keputusan investasi swasta dan pasar modal yang tidak sempurna bisa mengacaukan investasi meskipun tanpa eksternalitas. Sedangkan di pihak lain. Dapat diduga bahwa industri yang akan dipilih adalah industri yang memainkan peranan strategis dalam pembangunan dan yang tidak akan berkembang jika tidak mendapat bantuan khusus. Karena itu. kebijakan pajak bisa mempengaruhi keputusan lokasi investasi. yang seharusnya tidak mendapat prioritas utama. Karena itu. Jawabannya tergantung pada tujuan yang hendak dicapai. penerapannya secara efisien sukar untuk dilaksanakan. Tenaga kerja mungkin tidak bisa berpindah secara luwes. Meskipun pada prinsipnya insentif yang selektif itu baik. Seperti telah kita ketengahkan sebelumya. Insentif Regional Insentif selektif lainnya dapat kita temukan dalam kebijakan regional. atau apakah peningkatan upah atau standar hidup masyarakatnya. apakah itu untuk tenaga kerja atau modal dan umumnya diharapkan agar kebijakan pajak bersifat netral. Tetapi pengalaman menunjukkan bahwa hal itu sangat sukar untuk dilaksanakan. namun insentif yang dibatasi pada sektor atau industri tertentu kiranya bisa lebih efektif dalam mengalokasikan modal data ekspor industri tersebut. Seiring daftar skala prioritas sedemikian luas sehingga hampir tidak ada yang patut dipilih.

Guna mengembalikannya ke keseimbangan semula. Karena itu. insentif pajak harus dikaitkan dengan nilai tambah domestik sebagai akibat adanya modal asing.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 111 terdapat banyak penganggur atau penganggur tak kentara di sektor pertanian yang dapat ditarik ke sektor industri apabila biaya upah berkurang. subsidi upah bisa diberikan secara langsung atau tidak melalui kredit atas daftar upah yang pada prinsipnya mirip dengan kredit investasi. biaya modal yang rendah disebabkan oleh kurs valuta yang menguntungkan. Hal itu juga tepat untuk menanggulangi pengangguran akibat berjubelnya perpindahan penduduk ke kota. tetapi keringanan pajak yang diberikan kepada investor asing akan mengurangi jatah keseluruhan negara atas laba yang dihasilkan modal asing tersebut. dan pengenaan pajak atas laba yang tidak efektif. Perancangan insentif mungkin akan bisa mengarahkan investasi tersebut pada sektor yang menguntungkan negara bersangkutan. pembebasan bea masuk. Keuntungan tersebut berupa kenaikan penghasilan faktor-faktor produksi domestik akibat adanya modal asing. Pajak atas laba bisa lebih ringan dengan syarat peralatan yang digunakan harus padat tenaga kerja. Karena itu. peranan insentif pajak bagi modal asing berbeda dari insentif pajak bagi modal domestik. Cara-cara semacam itu mungkin akan tepat dalam kaitannya dengan insentif regional dimana tujuannya adalah untuk menaikkan tingkat pendapatan di daerah terbelakang. kerugian ini harus dikompensasi oleh keuntungan yang diperoleh akibat pelipatgandaan modal tersebut agar insentif pajak tersebut bisa diterima. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah insentif tersebut harus dirancang sedemikian rupa sehingga mendorong . Tidak ada manfaatnya bagi suatu negara untuk menerima modal asing lengkap dengan sumber dayanya dan hanya meminjam lokasi pada negara tersebut. Insentif bagi Modal vs Insentif bagi Tenaga Kerja Penggunaan bentuk investasi yang insentif modal didorong oleh distorsi harga yang menyebabkan biaya buruh terlalu tinggi dan biaya modal menjadi rendah. Insentif bagi Modal Asing Dari sudut pandang nasional. Insentif bagi modal domestik hanyalah melibatkan transfer dari pemerintah ke investor. Biaya buruh yang tinggi umumnya disebabkan oleh peraturan upah minimum dan berbagai tuntutan serikat pekerja. Cara lain untuk mendorong investasi yang padat kerja adalah dengan memberikan insentif pajak bagi pekerjaan gilir kerja (shift) malam.

Jika negara sumber modal tersebut menarik pajak penghasilan yang diperoleh dari luar negeri dengan tarifnya sendiri sambil tetap memberikan kredit pajak luar negeri. cukup beralasan untuk mempertahankan penundaan atas investasi di suatu negara yang sedang berkembang dan meniadakannya untuk investasi di negara maju. penarikan pajak atas laba secara umum bagi investasi domestik harus dipertimbangkan. Salah satu peran utama pasar bersama antar negara sedang berkembang adalah untuk menghindarkan hal semacam itu. Hal itu tidak hanya berfungsi sebagai penarik modal ke suatu negara yang menawarkan insentif pajak tetapi juga mendorong terlaksananya reinvestasi di negara tersebut. pendekatan ini tidak menggairahkan reinvestasi karena tekanan politik akan menuntut agar insentif tersebut diberlakukan secara umum bagi investasi domestik. insentif semacam itu tidak harus dikaitkan dengan total penjualan di luar negeri atau laba yang dihasilkannya. Akan tetapi. Pengeksporan . Hanya nilai tambah domestiklah yang menambah hasil perdagangan luar negeri bagi suatu negara. maka pajak yang lebih rendah di negara tersebut hanya akan menjadi transfer ke negara lain tanpa adanya manfaat bagi investor yang mengirimkan labanya ke negara asalnya.112 Bab 6: Pembiayaan Pembangunan dilakukannya reinvestasi dan operasi permanen serta menghambat investasi yang hanya ingin mengeruk keuntungan sesaat. suatu negara membutuhkan kerja sama dari negara asal investor asing agar insentif yang efektif bisa diberikan. negara sedang berkembang sebagai suatu kelompok akan dirugikan. Cara lain untuk membuat insentif menjadi efektif bagi investor asing yang akan mengirimkan labanya ke negara asal adalah apa yang disebut sebagai kesepakatan pajak bersama (tax-sparing arrangement). Karena itu. negara asal modal akan memberikan kredit atas laba yang direpatriasi sebesar pajak yang dikenakan di negara tujuan meskipun tidak ada pajak yang dibayar menurut kesepakatan insentif tersebut. seperti lazimnya kita hadapi. Untuk mengatasi hal semacam itu diperlukan semacam kerja sama antar negara sedang berkembang. Persoalan terakhir yang timbul dalam kaitannya dengan persaingan di antara negara sedang berkembang untuk memperebutkan modal asing adalah jika suatu negara mengalahkan yang lain dengan menawarkan insentif yang lebih besar. Dengan pendekatan ini. Insentif Ekspor Insentif pajak untuk ekspor merupakan kebijakan umum guna membantu pengembangan pasar luar negeri dan memperkuat neraca pembayaran. penundaan pajak akan menjadi sangat penting. Apapun masalahnya. Agar efektif. tetapi dengan nilai tambah domestik. Dalam hal ini.

Negara–negara berkembang bisa dihantui oleh pemborosan sumber daya. jumlah biaya lebih sulit untuk ditentukan. Dalam konteks ini. Peranan strategis dari investasi pemerintah dalam pembangunan ekonomi sebagian dilandasi oleh belum berkembangnya pasar modal swasta dan sebagian karena kurangnya bakat entrepreneurial (kewiraswastaan) masyarakat. Karena itu. KEBIJAKAN PENGELUARAN Peranan kebijakan pengeluaran dalam pembangunan ekonomi kurang disorot bila dibandingkan dengan kebijakan perpajakan dan data pembanding lebih sukar diperoleh. namun evaluasi proyek yang efisien merupakan suatu tugas yang sukar. Besarnya tunjangan sosial di negara-negara kaya mencerminkan sistem jaminan sosial yang lebih baik. banyak pengeluaran untuk pendidikan juga mencerminkan tingginya biaya pendidikan di negara-negara ini. Karena harga pasar mungkin tidak mencerminkan biaya sosial yang benar–benar terjadi. Lebih jauh lagi. pelaksanaan evaluasinya di negara sedang berkembang lebih sulit. Negara-negara berpendapatan rendah menghabiskan banyak pengeluaran untuk pendidikan dan kesehatan sementara tunjangan sosial kurang diperhatikan. tidak mengherankan jika pengembangan investasi pemerintah memainkan fungsi utama dalam perancangan rencana pembangunan di negara sedang berkembang.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 113 kembali atas barang yang diimpor atau barang dalam transito tidak memberikan nilai tambah domestik. seperti untuk pembangunan sistem transportasi atau pembukaan suatu daerah yang terbelakang. Di satu pihak. pengunaan analsis biaya-manfaat sangat penting. analisis biaya–manfaaat akan lebih mudah diterapkan di negara berkembang dari pada negara maju karena investasi pemerintah lazimnya dimaksudkan untuk penyediaan barang–barang antara yang nilainya bisa diukur dengan melihat pengaruhnya terhadap harga–harga barang yang disediakan oleh swasta. Tetapi di pihak lain. Jadi manfaat dari proyek transportasi atau irigasi dapat dinilai berdasarkan penurunan biaya produk yang ditimbulkannya di pasar. Hal ini juga dilandasi oleh kenyataan bahwa tipe investasi yang diperlukan pada tahap-tahap awal pembangunan sering kali memerlukan jumlah besar. Di sisi lain. Di satu sisi. Dalam kadar tertentu. manfaat langsung yang tersedia disertai dengan manfaat tidak langsung atau manfaat eksternal yang lebih sukar untuk diperkirakan. investasi semacam ini menghasilkan manfaat eksternal sehingga penyediaannya lebih baik dilakukan oleh pemerintah. untuk itu harus . Suatu ukuran yang tidak bisa diperoleh jika pengeluaran publik digunakan untuk menghasilkan barang jadi untuk konsumsi.

114 Bab 6: Pembiayaan Pembangunan digunakan harga bayangan (shadow price). akan kita jumpai bahwa biaya konsumsi sangat tinggi pada tingkat pendapatan yang rendah. kemungkinan ini menunjukkan pentingnya perencanaan jangka panjang dan evaluasi atas setiap proyek dalam konteks rencana pembangunan yang menyeluruh. taksiran yang lebih kasar mungkin akan digunakan. utilitas marjinal dari konsumsi itu akan lebih kecil karena pendapatan sudah lebih tinggi. penggunaan harga pasar akan menimbulkan distorsi yang mengarah kepada teknologi yang sangat padat modal sebagaimana telah kita simak sebelumnya. Sebagaimana halnya dalam penentuan tingkat diskonto lainnya. Yang perlu dipertimbangkan. investasi bagi pendidikan dirancang guna menghasilkan pekerja terampil sesuai dengan kebutuhan negara bersangkutan. Investasi dalam sumber daya manusia perlu mendapat perhatian khusus dalam konteks pembangunan. tarif sosial tersebut harus ditetapkan lebih rendah daripada tarif yang berlaku sehingga menunjukkan tingkat diskonto yang lebih tinggi bagi penyediaan modal dan lebih mendukung pengadaan proyek–proyek jangka panjang. Namun di masa mendatang. Faktor lain yang juga penting adalah penentuan tarif/tingkat diskonto. penggunaan tarif sosial kiranya tidak bisa dielakkan. Dalam konteks pembangunan. Kenyataan ini cenderung diabaikan dalam pengambilan keputusan tabungan perorangan tetapi pemerintah harus memperhitungkannya. Sejumlah studi telah memperlihatkan betapa besarnya manfaat investasi di bidang pendidikan bagi negara–negara berkembang. pemerintah mungkin lebih praktis untuk menentukan tingkat konsumsi minimum yang secara politis dapat diterima untuk lima atau sepuluh tahun mendatang dan kemudian menghitung tingkat diskonto dari konsumsi minimum tersebut. Program pendidikan penting bukan hanya dalam kaitannya dengan kebijakan pertumbuhan tetapi juga dengan pendistribusian hasil-hasil pembangunan di antara lapisan masyarakat dan berbagai sektor perekonomian. Kesulitan–kesulitan itu akan makin rumit dalam konteks pembangunan yang dinamis dimana harga-harga relatif yang berlaku pada saat proyek dimulai mungkin akan sangat berbeda dari harga–harga yang berlaku setelah proyek berfungsi. Karena pasar modal swasta yang belum berkembang sepenuhnya. Sekali lagi. Jika kita melihat dari sisi yang berlawanan. BANTUAN INTERNASIONAL DAN REDISTRIBUSI . setelah keuntungan dari penundaan konsumsi itu diperoleh. Jika modal dinilai terlalu rendah sementara tenaga kerja dinilai terlalu tinggi. Dengan memperhitungkan adanya manfaat eksternal.

Tetapi jika keduanya tidak tumpang tindih. kesenjangan lebih besar dan masalah organisasi lebih pelik karena tidak ada pemerintah pusat yang harus menanganinya dan upaya mengatasi ketimpangan tersebut harus melalui transfer antar negara. Tidak ada gunanya jika redistribusi ke negara berpenghasilan rendah pada akhirnya hanya akan menambah kekayaan segelintir masyarakat kaya di negara tersebut. masalah mendasar adalah redistribusi di antara anggota masyarakat. masalah distribusi di tingkat internasional lebih sukar untuk ditangani daripada lingkup suatu negara. Meskipun pendekatan ini tidak bisa diharapkan dalam waktu dekat.Di tingkat internasional. Meskipun hal itu penting.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 115 Pertimbangan kemanusiaan atau politis yang menyangkut distribusi pendapatan di suatu negara tidak bisa dibatasi hanya pada lingkup negara itu saja. Jadi. Pendekatan ini telah dilaksanakan secara cukup besar-besaran dalam beberapa dekade terakhir. Tingkat ketimpangan ini jauh lebih besar daripada ketimpangan di . Jika seseorang di suatu negara memperoleh pendapatan sebesar rata-rata di antara berbagai negara tersebut. Ketimpangan distribusi pendapatan di antara masyarakat dunia merupakan masalah yang sangat pelik. Masalah Besarnya Transfer Dalam menangani distribusi pada taraf internasional. maka bisa diperkirakan bahwa 40 persen termiskin dari penduduk dunia menerima 3 persen dari pendapatan seluruh dunia. Jika ketimpangan di dalam negaranegara masih diperhitungkan lagi. masalahnya mirip dengan masalah antara negara bagian di suatu negara berserikat. Upaya itu bisa dilaksanakan dalam bentuk bantuan internasional yang dirancang untuk menaikkan tingkat pertumbuhan negara-negara berkembang. mungkin saja suatu saat nanti hal itu akan menjadi suatu pemikiran pokok. Mungkin pada suatu saat. maka rasio tersebut berubah menjadi 2 dan 70 persen. Ketimpangan di dalam negeri diperparah dengan ketimpangan pendapatan rata-rata di antara berbagai negara. sementara 20 persen terkaya menerima 60 persen. Kelihatannya aspek–aspek dari distribusi internasional akan menjadi unsur yang semakin penting dalam politik dunia masa mendatang. Dalam kadar tertentu kedua masalah itu bertumpang tindih karena kebanyakan masyarakat miskin pada kenyataannya merupakan penduduk dari negara berpendapatan rendah. hal itu dilaksanakan berupa redistribusi dari tingkat pendapatan dunia pada saat itu sehingga mirip dengan pajak penghasilan negatif yang diterapkan pada redistribusi domestik. persoalan yang mungkin terjadi adalah perbedaan pendapatan rata-rata di negara-negara atau juga ketimpangan distribusi di antara masyarakat seluruh dunia tanpa memandang batas negara.

masuk akal bahwa pendapatan per kapita di negara maju akan naik lebih cepat ketimbang di negara miskin sehingga situasi tersebut akan semakin parah seperti halnya distribusi pendapatan domestik. Akan tetapi. perbaikan distribusi pendapatan dunia dapat dicapai meskipun dengan memperbesar ketimpangan (kendatipun hanya dalam taraf yang lebih kecil) di negara maju. akan lebih mengena lagi pada tingkat internasional dimana skala penyesuaian potensial yang harus dicapai melalui distribusi sangat besar. Bantuan Pembangunan Dari penjelasan terdahulu. Para pemasok modal dari negara kaya tetap mendapat keuntungan karena memperoleh hasil pengembalian yang lebih besar dari investasinya di negara-negara miskin. Kontribusi penting kedua bagi pembangunan ekonomi adalah membuka pasar negara-negara maju lebih lebar bagi ekspor negara-negara berkembang. sebagai konsumen mereka akan diuntungkan karena harga barang-barang impor menjadi turun. Lebih jauh lagi. Akan tetapi. Dengan demikian. Salah satu upaya penting untuk ini adalah dengan menata kembali aliran modal dari negara kaya ke negara miskin. di samping menambah keahlian juga menghambat pengembangan kewiraswastaan domestik dan menciptakan ketergantungan politis. Tak ada manfaatnya jika kontribusi negara-negara maju terlalu dipaksakan sehingga kemampuan ekonominya untuk mempertahankan kesinambungan bantuan menjadi terganggu. khususnya di negara maju. Tetapi di pihak lain. pekerja di negara maju juga dirugikan karena mereka kurang leluasa untuk berpindah jika dibandingkan dengan faktor modal. output dunia akan meningkat karena modal akan dimanfaatkan secara efisien di negara dimana keuntungan modal pekerja sangat rendah. Dalam kondisi ini. Perbaikan besar atas kemelaratan masyarakat hanya dapat dicapai dengan meningkatkan produktivitas pekerja-pekerja di negara miskin. Dengan penerapan itu.116 Bab 6: Pembiayaan Pembangunan suatu negara. akan terjadi redistribusi pendapatan dari pekerja negara kaya (yang akan beroperasi dengan modal yang cukup besar) kepada pekerja di negara miskin yang produktivitasnya akan meningkat bersamaan dengan naiknya keuntungan modal pekerja. mustahil kiranya untuk meratakan ketimpangan ini. terlihat jelas bahwa kebijakan redistribusi tidaklah sederhana dan pengaruhnya pertumbuhan ekonomi harus ditelaah dengan seksama. Juga dipermasalahkan masuknya tenaga manajemen asing yang menyertai masuknya modal asing. Dalam hal ini. Jika sudut pandang ini mengena pada redistribusi yang bersifat nasional. Ini bisa dilakukan dengan memberikan preferensi dan penghapusan pembatasan perdagangan. .

dan ketersediaan petugas fiskus yang mampu dan jujur. Keringanan pajak untuk investasi yang tidak berdiri sendiri dalam meningkatkan pertumbuhan bukan hanya menyebabkan hilangnya penerimaan pemerintah tetapi juga memperbesar ketimpangan apabila keringanan itu diberikan kepada masyarakat berpendapatan tinggi.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 117 kebijakan-kebijakan semacam ini tidak menjamin bahwa negara-negara berkembang akan mampu secara independen untuk mempertahankan pertumbuhan yang telah mereka capai. Perkembangan sektor publik di negara-negara maju cenderung tumbuh sejalan dengan pertumbuhan pendapatan. § § § § § § . Cara untuk membuat insentif menjadi efektif bagi investor asing yang akan mengirimkan labanya ke negara asal adalah apa yang disebut sebagai kesepakatan pajak bersama. sindrome orang kaya baru akan tetap menggejala dan hal ini merupakan hambatan baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional. Insentif pajak bagi investasi pada umunya merupakan pemborosan dan tidak adil sehingga banyak pengamat sampai terdorong untuk menolak semua bentuk insentif. Kelayakan pengenaan pajak tergantung pada kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. dukungan pengadilan terhadap penegakan peraturan perpajakan. RANGKUMAN § Untuk mencapai pertumbuhan. tidak cukup dengan cara penyediaan modal pembangunan (yang meliputi investasi fisik dan investasi sumber daya manusia) serta proses teknologi yang diperlukan tetapi juga diperlukan sejumlah perubahan sosial dan kelembagaan yang merupakan sebab-akibat dari tingkat pembangunan perekonomian yang masih rendah. Besarnya sektor publik di negara-negara maju tidak hanya berkembang sejalan dengan pendapatan per kapita tetapi kenaikan pendapatan per kapita juga disertai dengan kenaikan persentase sektor publik dalam GNP. Karena itu.

Sebutkan inflasi dari segi sebab! Uraikan inflasi yang timbul karena meningkatnya permintaan! Sebutkan alat-alat ukur inflasi! Sebutkan empat tingkatan inflasi menurut sifatnya! Nilai riil dari biaya pekerja meningkat dan pada akhirnya terjadilah pengangguran. 5. Bersifat apakah kenaikan pengeluaran dan kenaikan pajak? 9. Jelaskan mengenai Inflasi yang diakibatkan biaya secara tiba-tiba? 10. Apakah efek dari crowding out terhadap investasi? 7. Apakah maksud dari pembiayaan dengan pajak atau pinjaman mempunyai efek ekonomi yang seimbang? 8. Apakah pengertian dari pengangguran? b. Uraikan dampak-dampak penganguran! 6. 2.118 Bab 6: Pembiayaan Pembangunan LATIHAN 1. a. 3. 4. Apakah akibat dari tindakan ekspasioner yang tidak diantisipasi secara sempurna? .

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 119 .

DASAR-DASAR PERPAJAKAN Dalam menjalankan tugas-tugas negara. minyak dan gas bumi) dapat dijual untuk . terdapat beberapa cara. tentunya pemerintah akan memerlukan sumber-sumber penerimaan. dan barang produk perusahaan milik negara (misalnya pos. telegraf. Kedua sumber tersebut digambarkan oleh John F. sumber penerimaan negara dapat dikelompokkan menjadi dua sumber yakni dari dalam negeri dan luar negeri. Secara garis besar. telepon. barang hasil sitaan yang menjadi hak negara. Dalam pencarian sumber penerimaan tersebut. listrik. Due sebagai berikut: § Penjualan Barang dan Jasa Milik Negara Barang dan jasa milik negara seperti tanah.

Asian Development Bank. pajak merupakan cara yang paling efektif untuk membagi beban pemerintah kepada rakyat. tetapi mengandung resiko. International Monetary Fund dan sebagainya. pendidikan dan sosial. COLOMBO PLAN atau bisa juga dari negara tertentu. Secara umum dapat dikemukakan bahwa pajak merupakan iuran kepada negara yang dapat dipaksakan. pemberi bantuan tersebut dilakukan karena adanya musibah di luar kontrol manusia. Penerimaan negara dari sektor ini dapat berupa pajak. Bantuan dari Negara Lain Berbeda dengan pinjaman yang mengharuskan negara penerima mengembalikan dana pinjaman. Hasil pemungutan pajak oleh pemerintah akan disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk sarana dan prasarana di bidang keamanan. Bantuan ini biasanya bersifat kemanusiaan. walaupun tidak menutup kemungkinan akan ada latar belakang politik. retribusi. pemberian bantuan tersebut tidak perlu ada pengembalian (kecuali hibah yang mengandung syarat pengembalian lunak). Barang dan jasa tersebut dapat diusahakan oleh negara secara terus menerus sehingga kelangsungan sumber penerimaan dari sektor itu dapat dijaga. Pencetakan Uang Uang sebagai alat pembayaran yang sah. Oleh karena itu. Biasanya. Ketiga bidang tersebut memang sangat .122 Bab 7: Dasar-dasar Perpajakan § § § § dipergunakan sebagai pemasukan kas negara. Oleh karena itu. iuran dan sumbangan. UNESCO. apabila negara ingin menggunakan dana harus bersifat produktif. Pemberian bantuan jenis ini biasanya menyalurkannya melalui badan resmi seperti WHO. dicetak oleh negara untuk memenuhi kebutuhan akan dana. Pinjaman tersebut dapat berasal dari dalam negeri. di samping mempunyai fungsi yang lain. yakni akan mendorong laju inflasi jika jumlahnya tidak terkontrol. Walaupun sumber dana tersebut mudah diadakan. Pinjaman Pinjaman merupakan suatu penerimaan yang mengandung konsekuensi untuk mengembalikan dalam jangka waktu tertentu ditambah jasa pinjaman berupa bunga. misalnya berupa obligasi atau dari luar negeri berupa pinjaman dari pemerintah negara lain baik secara individu maupun kelompok seperti World Bank. FAO. Perpajakan Pada hakekatnya merupakan sumber dana yang berasal dari masyarakat yang diharapkan akan menjadi tulang punggung penerimaan negara.

secara umum dapat digolongkan menjadi: § Pajak Pajak merupakan iuran dari rakyat (masyarakat) kepada negara (pemerintah) tanpa imbalan jasa langsung dan sifatnya dapat dipaksakan. atau memohon pada bank sentral untuk memberikan pinjaman kepada pemerintah (walau tanpa jaminan). Pajak Kendaraan Bermotor dan sebagainya. Perumtel dan sebagainya. pemerintah mempunyai kewenangan untuk mencetak uang (kertas/logam). namun pencetakan uang itu akan membawa resiko inflasi. serta sifat dan fungsi yang melekat pada tugasnya. Contohnya adalah retribusi sampah. § Keuntungan dari Perusahaan Negara Merupakan penerimaan pemerintah yang berasal dari penjualan barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan negara. tidak mudah untuk memberikan batasan secara pasti terhadap macam-macam sumber penerimaan negara tersebut. § Retribusi/Iuran Merupakan pembayaran dari masyarakat kepada pemerintah. § Pencetakan Uang Karena kekuasaan yang dimiliki negara. Contohnya adalah Pertamina. Sumber dana itu setelah memperhitungkan berbagai aspek. terlihat adanya imbal jasa secara langsung setelah pembayaran dilakukan. Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 123 dibutuhkan oleh masyarakat. harus mendapatkan persetujuan rakyat dari wakilnya di lembaga perwakilan rakyat. Berdasarkan cara yang dapat ditempuh untuk memperoleh sember dana. § Pinjaman . iuran televisi dan sebagainya. Dalam iuran. Contohnya adalah pembayaran perizinan (lisensi) dan pungutan pada jalan-jalan tertentu. oleh karena itu pencetakan uang perlu dilakukan dengan hati hati. retribusi air minum. Namun demikian. § Denda dan Sitaan Merupakan penerimaan yang berupa denda dari kegiatan pelanggaran peraturan/ undang undang serta hasil sitaan yang menjadi hak negara. § Sumbangan Berasal dari sumbangan masyarakat atas jasa-jasa yang diberikan oleh pemerintah kapada pemakai jasa. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPn dan PPnBM). Contohnya adalah Pajak Penghasilan (PPh).

. Pinjaman itu dapat berasal dari dalam negeri atau luar negeri misalnya melalui Consultative Group on Indonesia (CGI) Hasil Undian Negara Pemerintah memperoleh dana dari kelebihan penerimaan hasil penjualan kupon berhadiah setelah dikurangi dengan biaya-biaya penyelenggaraannya. 2002).000..dan membayar 6.000. karena pajak akan mengurangi pendapatan untuk pengeluaran pada pasar barang dan jasa.124 Bab 7: Dasar-dasar Perpajakan § § Pinjaman diperoleh dengan konsekuensi pengembalian dalam jangka waktu tertentu ditambah dengan beban tetap berupa bunga. Realokasi pajak yang bersumber dari private ke pemerintah digunakan dalam dua tahapan. seringkali usaha memperoleh sumber dana dengan cara tersebut membawa pengaruh-pengaruh yang kurang baik. Misalnya: Jika seorang keluarga mempunyai pendapatan per tahunnya 30. Yang kedua adalah penerimaan pemerintah kemudian akan digunakan untuk menawarkan sumber daya yang dibutuhkan dalam penyediaan barang dan jasa pemerintah dan untuk menyediakan income support payments bagi penerima transfer dari pemerintah seperti social security pensiun. Yang pertama adalah kemampuan individual untuk menguasai sumber daya berkurang.000. Namun demikian.000. FUNGSI PAJAK Pajak merupakan pembayaran yang diwajibkan yang dikaitkan dengan beberapa aktivitas (Hyman. misalnya: Sumbangan Dana Sosial Berhadiah (SDSB).dalam pajak sehingga harus mengurangi konsumsi ataupun simpanan dalam satu tahun. Hadiah Sumber dari jenis tersebut biasanya bersifat volunteer dan tanpa balas jasa baik secara langsung maupun tidak langsung. Penerimaan yang diperoleh melalui pajak biasanya digunakan untuk membeli input yang dibutuhkan dalam memproduksi ataupun menyediakan barang dan jasa pemerintah atau untuk redistribusi kekuatan daya beli masyarakat.. Misalnya adalah hadiah dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah atau dari pemerintah satu negara kepada negara lain.

adalah merupakan Opportunity costs dari penyediaan barang dan jasa pemerintah untuk keluarga tersebut. pemungutan pajak mempunyai fungsi yang lebih luas. tampaknya memberikan kesan bahwa pajak dipungut pemerintah semata-mata sebagai sumber dana bagi pelaksanaan tugas-tugasnya.000. Fungsi Mengatur (Regulator) Sedangkan pada fungsi regulator. Berdasarkan definisi pajak yang telah dikemukakan pada bagian terdahulu. Prinsip keadilan (equity) 2. PRINSIP-PRINSIP PAJAK Pada awal bab digambarkan bahwa pajak tidak hanya berfungsi sebagai penggalangan dana masyarakat untuk membiayai pengeluaran publik tetapi juga dapat difungsikan sebagai regulator (pengatur). Teori Adam Smith yang terkenal mengenai prinsip-prinsip pengenaan pajak mengacu pada empat hal yaitu: 1. Prinsip ekonomi (economy) .seharusnya dapat digunakan untuk membeli perlengkapan rumah tangga atau untuk membantu pembiayaan investasi pribadi. fungsi pajak diletakkan pada tujuan memperoleh dana.. yakni pajak digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara sehubungan dengan tugas-tugas untuk menyelenggarakan kesejahteraan dan kemakmuran. kebijakan perpajakan dimaksudkan untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang diinginkan dengan cara mengatur pola produksi dan konsumsi barang-barang ekonomi. Prinsip kepastian (certainty) 3. yakni selain untuk mengisi kas negara.000. Fungsi Anggaran (Budgetair) Disini.000. pajak juga dapat dipakai sebagai alat untuk mengukur kehidupan sosial ekonomi masyarakat. pemerintah dapat mendorong investasi yang menghasilkan barangbarang produksi tertentu atau sebaliknya. kebijakan perpajakan harus berlandaskan pada prinsip-prinsip yang relevan..000.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 125 6. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan kedua fungsi tersebut. Prinsip kenyamanan (convenience) 4. Barang dan jasa private yang semestinya dapat dibeli dengan 6. Tetapi pada kenyatannya. Dengan sistem perpajakan. Mekanisme perpajakan juga dapat diterapkan untuk mendorong atau mengurangi jumlah pendapatan yang dikonsumsikan.

tujuan penggunaan pajak untuk pembiayaan pengeluaran publik lebih mudah tercapai. menggarisbawahi pentingnya menciptakan kondisi yang menyenangkan bagi wajib pajak agar dengan sukarela memenuhi kewajiban-kewajibannya.126 Bab 7: Dasar-dasar Perpajakan Prinsip keadilan menekankan bahwa beban pajak harus disesuaikan dengan kemampuan relatif masyarakat. Prosedur pembayaran pajak harus dibuat semudah mungkin. Kebijakan perpajakan harus dibuat sesederhana mungkin dan diformulasikan menggunakan kata-kata yang meminimalkan adanya penafsiran ganda. Biaya pemungutan tidak dapat dijadikan target utama penerimaan negara dari pajak. Prinsip ekonomi menegaskan pentingnya perbandingan antara biaya dan hasil yang efisien. Pajak atas . pajak diharapkan dapat menjadi alat distribusi pendapatan secara lebih fair dan akan mengurangi kesenjangan pendapatan. Hal ini juga perlu ditunjang dengan adanya kecukupan proses sosialisasi dengan memasukkan unsur-unsur kemajemukan masyarakat. Upaya-upaya penarikan pajak harus disertai dengan kegiatan yang meminimalkan biaya pemungutan atau biaya-biaya lain yang dapat mengurangi penerimaan bersih negara. prinsip keadilan yang memuaskan semua pihak tidak akan pernah tercapai. Jumlah nominal pajak yang dibayarkan oleh golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah harus lebih kecil dari golongan masyarakat yang lebih tinggi. SIKLUS ARUS PAJAK Pengenaan pajak kepada masyarakat dan dunia usaha secara umum dapat berbentuk pajak atas pendapatan dan pajak atas konsumsi. Sehingga. Dalam konteks ini. Prinsip kenyamanan. Kepada mereka yang patuh harus diberikan penghargaan yang setimpal. Dengan kata lain. Pembahasan selanjutnya akan memaparkan bahwa apapun kebijakan yang diambil. sebisa mungkin dihindarkan adanya unsur-unsur menekan atau kekerasan. Wajib pajak sedapat mungkin tidak dikenakan biaya-biaya lain di luar kewajiban pajak murni. Prinsip kepastian dimaksudkan agar pada pelaksanaan pemungutan pajak tidak terjadi distorsi berupa kesalahan yang disengaja (penyelewengan) atau yang tidak disengaja sebagai akibat dari kekurangpahaman. Kenyamanan wajib pajak dapat diberikan dengan bentuk pelayanan prima.

Siklus penerimaan dan pengeluaran dalam perekonomian pada umumnya adalah seperti gambar berikut: Gambar 7. sedangkan seluruh tabungan masyarakat diasumsikan . Jumlah pendapatan rumah tangga yang dikonsumsi kemudian akan mengalir ke pasar barang konsumsi. Untuk itu perlu diidentifikasi pos-pos penerimaan dan pengeluaran dalam siklus perekonomian. Pendapatan rumah tangga adalah pendapatan golongan masyarakat yang diperoleh dari penghasilan upah atau gaji sebagai karyawan dan pendapatan jasa modal. Sebaliknya. Sedangkan golongan masyarakat lainnya yang memiliki usaha yang menghasilkan produk dikategorikan sebagai perusahaan. pajak atas konsumsi berarti pengenaan tarif pajak atas seluruh pengeluaran. Pendapatan rumah tangga ini kemudian akan mengalir dalam dua bentuk yaitu sebagian menjadi konsumsi rumah tangga (2) sebagai biaya pemenuhan kehidupan sehari-hari masyarakat dan sisanya menjadi tabungan rumah tangga (3).Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 127 pendapatan berarti adalah pengenaan tarif pajak terhadap seluruh pos-pos penerimaan rumah tangga dan perusahaan dalam siklus perekonomian.1 Pos yang pertama adalah pendapatan rumah tangga (1).

Dengan kata lain. Sebagian pengeluaran perusahaan akan disisihkan untuk biaya penyusutan (9). Tarif Pajak Progresif (Progressive tax rate) 3. diasumsikan akan menjadi investasi seluruhnya. jumlah pengenaan tarif pajaknya sama. Jumlah nominal konsumsi masyarakat akan sama dengan jumlah penerimaan kotor perusahaan dari pasar barang konsumsi (4) sedangkan jumlah investasi akan sama dengan jumlah penerimaan kotor dari pasar barang modal (6). berapapun jumlah kemampuan membayar seorang wajib pajak. dan sebagian lagi dibayarkan perusahaan sebagai biaya gaji karyawan (11) sedangkan sisanya adalah keuntungan perusahaan (12). tujuan dari hukum pajak adalah membuat adanya keadilan dalam hal pemungutan pajak. Salah satu unsur dalam mencapai keadilan melalui penerapan tarif pajak. Sedangkan tabungan perusahaan bersama-sama tabungan rumah tangga. Total penerimaan perusahaan tersebut selanjutnya sebagian akan digunakan sebagai pengeluaran perusahaan (8). Tarif Pajak regresif (Regressive tax rate) Proportional/ flat tax rate adalah pengenaan pajak dengan tarif dalam persentase tertentu dengan tidak melihat perubahan pendapatan individu. Jika dilihat dari sudut pandang dasar penentuan tarif pajak. Keadilan di sini dapat diartikan sebagai adil dalam prinsip (undang undang) maupun adil dalam pelaksanaannya. Termasuk dalam keuntungan perusahaan adalah pendapatan jasa modal (14) yang dibayarkan kepada rumah tangga seperti bunga. Tarif Pajak Proposional (Proportional/ flat tax rate) 2. jika pendapatan yang diterima oleh wajib pajak naik sebesar 100%.128 Bab 7: Dasar-dasar Perpajakan mengalir menjadi bagian dari investasi (5) yang pada akhirnya mengalir ke pasar barang modal. Adapun total penerimaan dari kedua pasar tersebut disebut penerimaan kotor perusahaan (7). Jumlah biaya gaji yang dibayarkan perusahaan akan menjadi pendapatan gaji (13) bagi rumah tangga. dividen. dan sewa. maka secara . yaitu dengan memberikan tekanan yang sama kepada wajib pajak. TARIF PAJAK Pada dasarnya. secara umum akan terbagi atas tiga bentuk yaitu: 1. Sedangkan sisa keuntungan yang tidak dibagi (15) akan menjadi tabungan perusahaan (16). Sebagai ilustrasi.

Tabel di bawah ini akan menggambarkan bagaimana pajak progesif diterapkan.000 Pajak Nominal 100 200 300 % 10. Tabel 7.000 3. peningkatan jumlah kemampuan membayar seorang wajib pajak.2: Pajak Progresif Pendapatan 1. Tabel 7.0 15. Sebagai ilustrasi.0 10.5% Progressive tax rate adalah pengenaan pajak dengan tarif meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan individu. Sebagai ilustrasi.000 Pajak Nominal 100 300 600 % 10.000 2. Dengan kata lain.000 3. jika kemampuan membayar seorang wajib pajak naik sebesar 100%. Tabel di bawah ini akan menggambarkan bagaimana pajak proporsional diterapkan. jumlah pajak yang terhutang menjadi naik melebihi 100%. akan dikenakan tarif yang lebih besar pula. jika seorang wajib pajak mendapat kenaikan .0 Regressive tax rate adalah pengenaan pajak dengan tarif menurun dengan makin meningkatnya pendapatan wajib pajak. semakin menurun tarif yang dikenakan. pajak yang menggunakan tarif proporsional adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%.0 20.0 10. jumlah pendapatan yang lebih besar yang diterima oleh wajib pajak.1: Pajak Proporsional Pendapatan 1. Dengan kata lain.0 Dalam praktek. Pajak Penghasilan (PPh) pasal 26 sebesar 20% dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)sebesar 0.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 129 otomatis jumlah pajak yang terhutang menjadi naik sebesar 100%.000 2.

atau pemilikan harta kekayaan. Sedangkan jika konsumsi juga akan dikenai pajak. Untuk menentukan kemampuan seseorang dalam membayar pajak atas pendapatan (personal income tax). Tabel 7. maka jumlah kenaikan pajaknya kurang dari 100%. maka pajak perseorangan diterapkan dalam bentuk pajak pengeluaran perseorangan (personal expenditure tax).0 8.3: Pajak Regresif Pendapatan Pajak Nominal 1. maka seluruh sumber pendapatan perseorangan harus digabung sebagai basis pembayar pajak.000 2. Pajak in Rem dapat dikenakan atas rumah tangga atau badan usaha.000 3. Pajak atas transaksi jual beli yang dikenakan terhadap perusahaan akan dapat . penjualan. wajib membayar pajaknya. Beberapa istilah yang perlu mendapat perhatian khusus diantaranya adalah: § Pajak Perseorangan dan Pajak in Rem § Pajak Langsung dan Pajak Tidak Langsung § Pembayaran Transfer Pajak perseorangan adalah pajak yang dikenakan kepada orang per orang yang memperoleh penghasilan di mana besarnya jumlah yang terhutang disesuaikan dengan kemampuan untuk membayar pajak. Tabel di bawah ini menggambarkan bagaimana tarif pajak regresif diterapkan. Siapapun yang melakukan aktivitasaktivitas tertentu atau memiliki objek-objek pajak tertentu.0 ISTILAH-ISTILAH DALAM PERPAJAKAN Pembahasan lebih lanjut mengenai perpajakan perlu dimulai dengan mengenal lebih jauh tentang definisi istilah yang sering muncul dalam dunia perpajakan. Aktivitas atau objek yang dikenakan pajak tidak terkait dengan karakteristik pihak-pihak yang melakukan transaksi atau pemiliknya.130 Bab 7: Dasar-dasar Perpajakan pendapatan sebesar 100%.0 9. Pajak perseorangan yang dikenakan atas transaksi rumah tangga berupa pendapatan dan konsumsi. Pajak in Rem adalah pajak atas aktivitas atau obyek tertentu misalnya pembelian.000 100 180 240 % 10.

dan dapat beralih sampai dengan penanggung akhir beban tersebut. Forward shifting merupakan pergeseran beban pajak searah dengan arus barang yaitu dari produsen ke konsumen. Ciri pajak tidak langsung dapat dilihat dari dua segi. Kedua. Pertama. Beban pajak ini tidak dapat dipindahkan kepada orang lain. Pajak langsung adalah pajak yang berdasarkan surat ketetapan dikenakan terhadap perusahaan ataupun perseorangan dan dilakukan secara berkala. Pergeseran itu sifatnya menaikkan harga barang karena pembeli harus membayar harga barang ditambah dengan pajak. Pajak tidak langsung adalah beban pajak yang harus dipikul oleh wajib pajak.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 131 diperlakukan juga terhadap semua rumah tangga yang melakukan transaksi. misalnya adalah Penjualan Kena Pajak (BKP) dari pabrikan kepada pembeli. Contoh dari pajak langsung adalah Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Bumi Bangunan (PBB). Pergeseran beban pajak dapat ke depan (forward shifting) maupun ke belakang (backward shifting). Pertama. pajak tersebut dikenakan secara periodik pada waktu waktu tertentu sesuai dengan masa pajak berdasarkan surat ketetapan atau kohir (tindasan surat ketetapan). Hal ini bertujuan agar pelaksanaan pemungutan menjadi lebih efisien dan efektif karena dengan satu wajib pungut akan bisa menjaring banyak wajib pajak. Pada sistem self assessment tidak selalu menggunakan surat ketetapan. secara administratif dipungut . Pajak tidak langsung ini boleh dibebankan/dilimpahkan kepada pihak lain. Ciri pajak langsung dapat ditinjau dari dua segi. dimana pembeli harus membayar harga barang ditambah dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). hanya saja pajak tersebut tidak dipungut secara berkala. Pengenaan wajib pajak tidak langsung dilakukan dengan cara fiskus berhadapan dengan wajib pungut dan bukan dengan wajib pajak. sedangkan produsen hanya sebagai wajib pungut. yang berkaitan dengan nilai kekayaan dari perseorangan atau perusahaan. Penggeseran beban pajak itu sifatnya menurunkan harga barang atau jumlah penerimaan yang diperoleh penjual. Pada dasarnya yang menjadi tujuan dari pajak tidak langsung adalah pihak ketiga (konsumen). secara administratif. Misalnya. secara ekonomis beban pajak harus ditanggung sendiri oleh wajib pajak yang bersangkutan. Backward shifting merupakan pergeseran beban pajak yang berlawanan dengan arus barang dimana pembeli menggeser beban pajak kepada penjual. pabrikan (produsen) dapat menekan harga dari supplier sebesar pajak pertambahan nilai yang harus dibayar. Hal yang sama juga berlaku ketika mengenakan pajak terhadap harta kekayaan.

keadaan.132 Bab 7: Dasar-dasar Perpajakan secara insidentil. secara ekonomis. dapat dengan mudah diterapkan. dan perbuatan) tanpa didahului dengan surat ketetapan pajak. Hal ini tergantung dari tingkat elastisitas kurva permintaan dan penawaran untuk barang-barang terkena pajak tidak langsung. Kekurangan Pajak Tidak Langsung: § Kurangnya rasa berkeadilan antara golongan masyarakat yang berpenghasilan tinggi dengan masyarakat berpenghasilan rendah. Jumlah nilai yang diperoleh melalui pajak tidak langsung cenderung lebih mudah diprediksi. § Fungsi regulator yang dimiliki pemerintah dalam hal kebijakan perpajakan. Kedua. penanggung akhir dari beban pajak tidak langsung belum tentu sesuai dengan target awal. tidak diperlukan banyak perangkat yang bertujuan untuk mensosialisasikan aturan tersebut. Hal ini dikarenakan kedua golongan tersebut dibebani tarif pajak yang sama untuk setiap transaksi atau kejadian tertentu. § Teknik pemungutannya yang sederhana tidak memerlukan kegiatan administrasi yang kompleks. beban pajak dapat dilimpahkan kepada pihak lain. Kesederhanaan aturan juga memungkinkan dilakukannya penelusuran dan pengecekan jika terjadi kesalahan dengan cepat tanpa perlu menggunakan formula audit yang kompleks.BM). Dikarenakan kesederhanaan landasan aturan yang dipakai. § Pengenaan pajak dapat mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang besar kecilnya penghasilan yang diperoleh. pada waktu-waktu tertentu berdasarkan adanya tatbestand (peristiwa. diwajibkan melunasi pajak yang tertanggung. Tanpa pandang bulu. apabila kurva permintaan . Sebagai contoh. Dengan mudah dipahami. § Biaya-biaya yang ditimbulkan akibat adanya penerapan pajak tidak langsung relatif lebih murah dibanding pajak langsung. yang diantaranya adalah sebagai berikut: Kebaikan Pajak Tidak Langsung: § Pajak tidak langsung cenderung lebih stabil digunakan sebagai sarana penerimaan negara dibanding pajak langsung. Contohnya adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPn. pemerintah lebih mudah memperkirakan dampak dari setiap kebijakan perpajakan yang dikeluarkan. Terdapat beberapa kebaikan dan kekurangan dari pajak tidak langsung. § Karena dimungkinkannya terjadi penggeseran beban pajak kepada golongan wajib pajak lainnya. semua yang melakukan transaksi atau kejadian tertentu.

com. Bea Balik Nama. Sedangkan untuk negara-negara maju. antara 30:60. Pengusaha seperti ini termasuk langka. pengusaha menggantikan pajak tadi dengan menekan ongkos produksi sehingga sama dengan jumlah pajak yang dipungut. dimana rakyat dibebankan kewajiban pajak tak langsung yang lebih besar daripada pajak langsungnya. (Diadaptasi dari: www. krisis yang terjadi ini bukan karena kesalahan rakyat.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 133 suatu barang adalah elastis sempurna maka seluruh beban pajak tidak langsung akan menjadi tanggungan produsen. dan sebagainya. Hal ini terutama diakibatkan sulitnya melakukan administrasi yang baik dan teliti untuk menerapkan pajak langsung. pengusaha menekan keuntungan yang diperolehnya. Misalnya Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). mencerminkan masih tidak adanya rasa keadilan bagi masyarakat. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang. Dominasi Pajak Tak Langsung Masih dominannya jenis pajak tak langsung dibandingkan dengan pajak langsung di lima Rancangan Undang-Undang (RUU) Pajak sekarang ini. Hal ini berarti. Pajak ini langsung terkait dengan penghasilan wajib pajak atau Nilai Jual Obyek Pajak. Sebaliknya. 7 Juli 2000) Mengapa Pajak Tidak Langsung dianggap kurang memenuhi prinsip keadilan. tetapi karena diwajibkan. Di saat krisis." ujar anggota DPR. pajak yang diterima sebagian besar negara-negara berkembang lebih banyak dari kategori pajak tidak langsung. karena lebih banyak pajak dikenakan pada konsumen. "Hanya beda sedikit. Dirjen Pajak membantah kalau dominasi pajak tak langsung ini hanya terjadi di Indonesia. terutama bagi Wajib Pajak? Diskusikan! Menurut studi yang pernah dilakukan. dalam kondisi seperti itu beban pajak tidak langsung tidak dapat dialihkan kepada konsumen. Dengan kata lain." ujar anggota Komisi IX DPR. Sasaran pajak tak langsung ini sebenarnya konsumen. Pajak tak langsung merupakan pajak yang bisa dialihkan ke pihak lain. di sela-sela rapat kerja Komisi IX DPR dengan Menteri Keuangan berkaitan dengan pembahasan lima RUU Pajak di Panitia Khusus (Pansus) Pajak. Padahal. sedangkan pengusaha kena pajak hanya bertindak sebagai pemungut pajak. Misalnya. . Direktur Jenderal Pajak yang dimintai pendapatnya mengakui keadaan itu. pajak langsung adalah pajak yang harus ditanggung sendiri dan langsung oleh wajib pajak. beban yang ditanggung rakyat terus-menerus diperbesar hanya untuk meningkatkan target penerimaan negara. Hal ini terjadi karena masyarakat tetap dijadikan obyek pajak oleh pemerintah untuk memperbesar target penerimaan pajak dalam negeri. perbandingannya tidak sebesar itu. pihak pengusaha tidak mau bertindak sebagai pemungut pajak. Perbandingan antara pajak tak langsung dengan pajak langsung sekarang ini. Bea Masuk. "Dominannya pajak tak langsung ini setahu saya hanya terjadi di Indonesia.kompas. khususnya wajib pajak. Namun adakalanya. "Sebetulnya ini tidak adil. Namun.".

Sedangkan pembayaran transfer oleh pemerintah dapat dipandang sebagai pajak negatif. Hal tersebut disubsidi silang oleh golongan masyarakat yang berpenghasilan menengah ke atas. program pensiun kepada semua pegawai akan menguntungkan golongan pendapatan yang rendah karena mereka memperoleh manfaat dari program ini melebihi jumlah kontribusi yang dibayarkan melalui pajak penghasilan yang progresif. Pada dasarnya. RANGKUMAN § § § Secara garis besar. Misalnya adalah tunjangan sosial dan subsidi pajak terhadap beberapa jenis usaha tertentu. sumber penerimaan negara dapat dikelompokkan menjadi dua sumber yakni dari dalam negeri dan luar negeri Pajak merupakan pembayaran yang diwajibkan yang dikaitkan dengan beberapa aktivitas Teori Adam Smith yang terkenal mengenai prinsip-prinsip pengenaan pajak mengacu pada empat hal yaitu: 1. tunjangan sosial dapat diterapkan untuk memenuhi prinsip keadilan perpajakan. Sebaliknya. Pembayaran transfer atau grant oleh pemerintah dapat dianggap sebagai arus pajak dengan arah yang berlawanan. Prinsip ekonomi (economy) Pengenaan pajak kepada masyarakat dan dunia usaha secara umum dapat berbentuk pajak atas pendapatan dan pajak atas konsumsi. Akibatnya. tujuan dari hukum pajak adalah membuat adanya keadilan dalam hal pemungutan pajak. pajak langsung lebih banyak digunakan dalam instrumen fiskal di negara-negara tersebut. Salah § § . pajak atas konsumsi berarti pengenaan tarif pajak atas seluruh pengeluaran. Prinsip kenyamanan (convenience) 4. Pajak atas pendapatan berarti adalah pengenaan tarif pajak terhadap seluruh pos-pos penerimaan rumah tangga dan perusahaan dalam siklus perekonomian. Sebagai contoh.134 Bab 7: Dasar-dasar Perpajakan peranan kebijakan fiskal adalah sangat penting. Seluruh aliran dana yang masuk kas negara akibat diterapkannya kebijakan perpajakan biasa disebut sebagai pajak positif. Keadilan di sini dapat diartikan sebagai adil dalam prinsip (undang undang) maupun adil dalam pelaksanaannya. Pada beberapa negara. Prinsip kepastian (certainty) 3. Prinsip keadilan (equity) 2.

Regressive tax rate adalah pengenaan pajak dengan tarif menurun dengan makin meningkatnya pendapatan wajib pajak. penerimaan cenderung lebih banyak didapat dari sektor pajak tidak langsung? Apa yang disebut dengan pajak positif dan pajak negatif? Jelaskan mengenai Pajak in Rem dan Pembayaran Transfer! Sebutkan kelebihan dan kekurangan dari Pajak Tidak Langsung! . atau pemilikan harta kekayaan. Progressive tax rate adalah pengenaan pajak dengan tarif meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan individu. Proportional (flat) tax rate adalah pengenaan pajak dengan tarif dalam persentase tertentu dengan tidak melihat perubahan pendapatan individu. 2. 9. 6. 8. 5. Pajak langsung adalah pajak yang berdasarkan surat ketetapan dikenakan terhadap perusahaan ataupun perseorangan dan dilakukan secara berkala. 7. Beban pajak ini tidak dapat dipindahkan kepada orang lain Pajak tidak langsung adalah beban pajak yang harus dipikul oleh wajib pajak hanya saja pajak tersebut tidak dipungut secara berkala LATIHAN 1. Pajak in Rem adalah pajak atas aktivitas atau obyek tertentu misalnya pembelian. yaitu dengan memberikan tekanan yang sama kepada wajib pajak. Sebutkan unsur-unsur yang terkandung dalam pengertian pajak! Sebutkan dan jelaskan mengenai prinsip dasar pengenaan pajak! Jelaskan bagaimana hubungan sistem perpajakan yang berlaku di suatu negara dengan pertumbuhan ekonomi di negara tersebut! Apa tujuan pemerintah mendirikan perusahaan-perusahaan negara? Apakah perbedaan antara pajak dengan retribusi? Mengapa dalam negara-negara berkembang. Pajak perseorangan adalah pajak yang dikenakan kepada orang per orang yang memperoleh penghasilan dimana besarnya jumlah yang terhutang disesuaikan dengan kemampuan untuk membayar pajak. 4.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 135 § satu unsur dalam mencapai keadilan melalui penerapan tarif pajak. 3. penjualan.

136 Bab 7: Dasar-dasar Perpajakan .

sulit sekali didapat suatu formula kebijakan perpajakan yang memenuhi seluruh aspek keadilan. tetapi kurang adil dari sisi yang lain. Suatu kebijakan dianggap adil jika dilihat dari satu sisi. Untuk itu perlu dibandingkan prinsip-prinsip yang menerangkan bagaimana konsep keadilan dapat dibakukan. Pendekatan pertama adalah prinsip manfaat (benefit principle). Tidak ada suatu kebijakan yang bisa memuaskan seluruh pelaku ekonomi. Lebih lanjut pembahasan keadilan perpajakan dikaitkan dengan beberapa jenis pajak. PRINSIP MANFAAT Setiap orang setuju bahwa sistem perpajakan harus adil dimana setiap wajib pajak harus memberikan kontribusinya yang layak untuk membiayai kegiatan pemerintah. Suatu sistem pajak dikatakan adil bila kontribusi yang diberikan oleh setiap .KEADILAN DAN DAMPAK PERPAJAKAN Pada kenyataannya.

PRINSIP KEMAMPUAN MEMBAYAR Yang kedua adalah prinsip kemampuan membayar (ability to pay principle). harus diasumsikan bahwa ketika sistem tersebut mulai diberlakukan sudah terdapat distribusi yang tepat dalam perekonomian. Mekanisme pasar dapat diterapkan untuk mendapatkan posisi tawar menawar yang efisien. Agar prinsip kemampuan membayar dapat diterapkan. harus diketahui terlebih dahulu bagaimana cara mengukur kemampuan tersebut. prinsip manfaat memandang perekonomian sektor publik sebagai sektor yang melibatkan pengeluaran maupun penerimaan yang berkesinambungan. Kemampuan membayar seseorang . Agar sistem perpajakan dengan prinsip manfaat bisa adil. penyediaan jasa-jasa publik oleh pemerintah dilaksanakan dengan prinsip-prinsip yang sama seperti yang dilakukan oleh swasta. dan kekayaan.138 Bab 8: Keadilan dan Dampak Perpajakan wajib pajak sesuai dengan manfaat yang diperoleh dari jasa-jasa pemerintah. Agar prinsip manfaat dapat dilaksanakan. Keuntungan penyediaan jasa publik model ini adalah dapat meringankan beban keuangan pemerintah. Pendekatan ini menyebabkan sisi pengeluaran publik menjadi tidak jelas. manfaat yang diperoleh wajib pajak atas terjadinya pengeluaran publik harus diketahui terlebih dahulu. misalnya biaya penggunaan sarana transportasi dan penyediaan fasilitas bandar udara. Pendekatan kemampuan membayar ini lebih baik dalam hal mengatasi masalah redistribusi akan tetapi mengabaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan penyediaan jasa-jasa publik. termasuk diantaranya adalah pendapatan. konsumsinya bersaing secara bebas. Misalnya pembebanan bea (bea cukai dan bea masuk) serta pajak pengganti pembebanan seperti pajak BBM dan pajak kendaraan dalam rangka pembiayaan jalan raya. Perekonomian memerlukan suatu jumlah penerimaan tertentu dan setiap wajib pajak diminta untuk membayar sesuai dengan kemampuannya. Oleh karena itu. Menurut prinsip ini. Praktek penerapan kebijakan fiskal berdasarkan prinsip manfaat lebih banyak ditetapkan pada penyediaan jasa-jasa publik berdasarkan prinsip manfaat yang khusus. Prinsip manfaat cenderung mengalokasikan penerimaan pajak untuk membiayai jasa-jasa publik tetapi tidak terlalu mempertimbangkan pembiayaan transfer serta tujuan redistributif. pola konsumsi. Berdasarkan prinsip ini. Ukuran kemampuan membayar mencerminkan kesejahteraan secara menyeluruh yang dapat diperoleh seseorang. sistem pajak dipisahkan dari sisi pengeluaran publik. Manfaat hanya dapat diperoleh apabila pemakai dapat membayar. Dalam halnya pengenaan pajak melalui pembebanan langsung terhadap pengguna. Dengan penetapan harga. sistem pajak yang adil akan tergantung dari struktur pengeluaran publik.

Tabel 8.1: Perbandingan Pajak Penghasilan dan Pajak Konsumsi Pajak Penghasilan Periode I • • • • Periode II • • • • Bunga Pajak Konsumsi Tabungan 0 0 0 0 10 10 9 0. jumlah pajak yang dibayar ikut meningkat apabila seluruh tabungan tersebut dikonsumsikan. sedangkan kebajikan harus diberi penghargaan.82 0 0 0 0 10 10 10 11 99 0 11 10 Gaji Pajak Konsumsi Tabungan 100 10 90 0 100 10 0 90 100 10 90 0 100 0 0 100 Pajak Konsumsi Total Pajak Nilai Sekarang (PV) Pajak = 10%. Hobbes berpendapat bahwa kewajiban membayar pajak harus dikaitkan dengan pendapatan yang dibelanjakan bukan yang ditabung. Berkeadilan vertikal adalah bahwa orang-orang yang mempunyai kemampuan yang lebih besar harus membayar pajak dengan jumlah yang lebih besar pula.9 98.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 139 tentunya akan meningkat jika pendapatan meningkat.1 0 10. Ilustrasi pada pajak penghasilan 1 Berkeadilan horizontal adalah bahwa orang-orang yang mempunyai kemampuan yang sama harus membayar dengan jumlah yang sama.9 10. Adapun perbandingan dari metode pengenaan pajak terhadap pendapatan dan konsumsi dari prinsip kemampuan membayar tercermin dari tabel berikut. Prinsip ini dianggap lebih berkeadilan secara horizontal dan vertikal1. Pendapat lain mengatakan bahwa tabungan adalah konsumsi yang ditunda. Inflasi/Bunga = 10% Pengenaan pajak yang didasarkan atas diterimanya pendapatan (termasuk pendapatan dari bunga tabungan) akan menyebabkan total pajak yang dibayar oleh wajib pajak menjadi lebih besar dan akan berbanding lurus dengan besarnya jumlah pendapatan yang ditabung. Dan apabila tabungan masyarakat memperoleh bunga. . Dalam arti. pemborosan harus dikenakan pajak.

Apabila kekayaan individu dapat diwariskan kepada individu lain tanpa dikenakan pajak. Sedangkan tambahan pajak akan dikenakan terhadap bagian gaji yang ditabung yang mendapat bunga. Secara konsep.140 Bab 8: Keadilan dan Dampak Perpajakan menggambarkan bahwa apabila seluruh pendapatan setelah dikurangi pajak dikonsumsi habis. yang pada akhirnya akan menjadi kekayaan individu. . negara menganut prinsip ini dalam rangka memenuhi tuntutan keadilan dalam hukum walaupun pada pelaksanaannya masih banyak menimbulkan perbedaan-perbedaan. tidak dipungkiri jika orang kaya juga ikut menikmati sebagian keuntungan dari adanya belanja negara. keadilan perpajakan mengimplikasikan proses redistribusi kekayaan masyarakat dimana orang kaya membayar lebih banyak dari orang yang lebih miskin (dimensi vertikal). dimungkinkan adanya bagian pendapatan yang tidak pernah kena pajak. perlu juga diperhatikan keadilan pajak dari sudut pandang dimensi horizontal dimana pengenaan pajak terhadap seseorang harus lebih rendah dari kemampuannya membayar 3 dan prinsip keadilan pajak secara geografis 2 Kondisi ini diasumsikan nilai bunga sama dengan inflasi. pajak terhadap seorang petani harus lebih rendah dari hasil pertanian yang dimilikinya. ditabung atau dikonsumsi. Ilustrasi pajak atas konsumsi tersebut di atas terlihat lebih adil. Bagian pendapatan itu adalah pendapatan yang ditabung dan tidak pernah dikonsumsi. maka tidak akan ada tambahan pendapatan pada periode II (berikutnya) dari tabungan gaji periode I. jumlah total pajak yang dibayar memiliki nilai sekarang yang sama2 Apabila pajak atas konsumsi yang dipilih. Di samping melihat keadilan pajak dari sudut pandang dimensi vertikal. Atas dasar ini. Atau dengan kata lain. Dalam prakteknya. 3 Sebagai ilustrasi. Pada umumnya. kekayaan individu dan warisan bisa dikenakan pajak. KRITERIA UMUM KEADILAN PERPAJAKAN Prinsip keadilan perpajakan didasarkan pada distribusi pengenaan pajak untuk memenuhi belanja publik yang harus didasarkan pada proporsi kekayaan dan pendapatan masyarakat. pendapatan tersebut selamanya bisa tidak dikonsumsi dan tidak kena pajak. Keadaan ini menyebabkan orang cenderung untuk mengurangi tabungan. Sebaliknya kekayaan individu bisa menambah pendapatan pemiliknya sebagai pendapatan barang-barang modal. Hal ini disebabkan karena pajak akan tetap dipungut tanpa melihat kapan pendapatan akan dikonsumsi sehingga jumlah pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak mempunyai nilai sekarang yang sama.

kemiskinan. ketakutan akan efek negatif pajak terhadap produksi dan investasi nasional. Dalam konsep ini. PRINSIP KEADILAN DAN PAJAK PENGHASILAN Pajak penghasilan biasanya dihitung atas jumlah penghasilan selama satu tahun. Beberapa penulis berpendapat bahwa pajak akan dikatakan adil jika kenaikan pajak akan dikompensasikan dengan penyediaan pendidikan dan transportasi umum yang murah. tentunya keadilan pajak juga harus memperhitungkan besarnya jumlah tanggungan dalam keluarga4. Kebijakan perpajakan dianggap adil jika faktor-faktor seperti lanjut usia. Sulitnya menerapkan metode assesment yang baik juga muncul dalam hal menentukan subjek pajak yang dikecualikan. Di samping itu. Tidak jarang para pelaku ekonomi yang kuat menyuarakan keluhan-keluhannya terhadap kebijakan pajak baru yang dapat menggangu kegiatan bisnisnya. Ketidakakuratan dalam penghitungan pajak terhutang akan mengakibatkan ketidakadilan karena akan menimbulkan adanya pajak yang lebih bayar atau kurang bayar. Prinsip keadilan pajak dapat juga dilihat dari sisi penerimaan dan pengeluaran. serta pengaruh kekuatan orang-orang kaya terhadap kebijakan politik nasional. dan pajak dikatakan tidak adil jika sumber pendapatan tertentu dikenakan pajak tinggi sementara sumber tersebut memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional. masyarakat golongan ekonomi rendah akan dikenakan pajak yang ringan dan bahkan dapat dibebaskan dari kewajiban pajak seluruhnya. Beberapa hambatan yang mungkin terjadi dalam menentukan suatu kebijakan perpajakan adalah keadaan ekonomi dan politik suatu negara. 4 Pada negara-negara yang relatif maju dalam perekonomian cenderung dapat mempercayai dokumen-dokumen yang membuktikan adanya hak atas pengecualian pajak.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 141 dimana orang-orang yang tinggal pada daerah tertentu akan dikenakan pajak yang lebih tinggi. Di samping itu. apa jenis pendapatannya serta bagaimana tarif pajaknya. hal ini tentunya juga akan dipengaruhi oleh metode assesment dan akurasi penghitungan pajak terhutang. Distribusi pembebanan pajak yang adil dipengaruhi oleh cakupan faktorfaktor siapa yang membayar. Struktur pajak yang progresif cenderung akan lebih mudah dicapai pada struktur perekonomian yang mapan. . dan cacat dikecualikan dari subjek kena pajak. Penghasilan tersebut merupakan daya beli individu atas barang dan jasa selama satu tahun yang dapat dikonsumsikan atau disimpan untuk keperluan di masa mendatang. terbatasnya volume pendapatan masyarakat yang dapat dikenakan pajak. dibawah umur.

akan terdapat item-item pengeluaran yang erat kaitannya dengan kegiatan memperoleh pendapatan seperti pembelian peralatan kerja. beban pajak. pajak akan dikenakan atas keuntungan badan usaha yang diterima oleh para pemegang saham sesuai dengan proporsi nilai saham yang dimilikinya. Pengeluaran-pengeluaran tersebut tentunya diperlukan dalam rangka mendapatkan penghasilan dan tidak . dan transportasi dari/menuju tempat kerja. Berdasarkan sumber perolehannya. pendapatan adalah seluruh penerimaan selama periode pajak yang berupa keuntungan jasa. iuran serikat pekerja. Beberapa ahli menyarankan untuk memasukkan unsur tambahan yakni peningkatan kekayaan sebagai bagian dari pendapatan kena pajak. sumbangan. tunjangan dari pemerintah atau swasta. Pengukuran akan relatif menjadi lebih mudah jika kekayaan yang dimiliki berupa saham dan obligasi. Pendapatan masyarakat dapat diukur berdasarkan sumber perolehannya ataupun penggunaannya. Kebanyakan sistem akuntansi menggunakan sisi sumber sebagai alat ukurnya. Sebagai pajak individu. Sedangkan berdasarkan penggunaannya pendapatan masyarakat dapat berupa pembelian barang dan jasa. Jika dilihat dari sisi pengeluaran. Dengan demikian.142 Bab 8: Keadilan dan Dampak Perpajakan Pajak penghasilan dapat dikategorikan sebagai pajak individu dan pajak badan. biaya penitipan anak. pajak penghasilan akan dikenakan kepada setiap orang yang memiliki penghasilan tanpa melihat umur atau jumlah yang diterimanya. dan kenaikan nilai kekayaan. Pendapatan masyarakat tersebut dapat digambarkan dengan persamaan sebagai berikut: I = C + ΔNW Dimana: I = Pendapatan tahunan (annual income) C = Konsumsi tahunan (annual consumption) ΔNW = Perubahan kekayaan bersih setahun (annual change in net worth) Metode untuk mengukur pendapatan baik berdasarkan sumber perolehannya ataupun penggunaannya harus ditentukan sebelum pajak penghasilan dijalankan. Sebagai pajak badan. dan tabungan. pakaian kerja. tentunya perlu dilakukan penghitungan berapa pendapatan yang sesungguhnya setelah dimasukkan unsur inflasi sebagai penyeimbang.

seharusnya hal-hal yang mempengaruhi pengeluaran rumah tangga juga ikut diperhitungkan. atau kesetaraan ini hanya diukur dari jumlah pendapatan yang diterima saja dengan sama sekali mengabaikan potensi perbedaan pengeluaran dari masing-masing rumah tangga 7 . Dengan demikian. kerumitan cenderung 5 Biaya pelatihan juga masih dalam perdebatan apakah dapat dikategorikan sebagai pengeluaran yang dapat mengurangi pendapatan kena pajak. wajib pajak dimungkinkan untuk menerima pendapatan selain uang tunai. . 6 Pendapatan jenis ini sering terjadi pada usaha-usaha kecil yang memproduksi barang atau jasa. perumusan rancangan kebijakan fiskal lebih memerlukan perhatian khusus. Kompensasi dari adanya kebijakan ini adalah rumitnya pelaksanaan peraturan dalam praktek. biaya pendidikan yang bervariasi tentunya akan sangat mempengaruhi pola pengeluaran rumah tangga. Pada beberapa kasus. kesulitan akan muncul pada saat menghitung berapa nilai tambah kekayaan yang timbul sebagai akibat dari adanya transaksi non moneter ini (income in kind)6. Pertama adalah kebijakan pendapatan tidak kena pajak. Supaya lebih adil. apakah kesetaraan kemampuan ekonomi bisa dijewantahkan sebagai kesamaan tingkat pendapatan. Pada akhirnya. Sedangkan secara vertikal.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 143 menambah kekayaan wajib pajak sehingga layak untuk dikeluarkan dari jumlah pendapatan kena pajak5. akan tapi. Semua itu dapat dikategorikan sebagai pendapatan yang tidak tercermin dalam gaji yang tertera (nonpecuniary returns). biaya kesehatan. 7 Hal-hal seperti jumlah anggota keluarga. Secara horizontal. Secara umum. Kegiatan ini tentunya akan menambah kekayaan bersih wajib pajak. Yang menjadi pertanyaan. dapat dikatakan bahwa konsep keadilan dalam perpajakan masih dapat diperdebatkan. perbedaan pendapat dalam hal kebijakan yang berkeadilan lebih kompleks lagi pada pajak penghasilan. hal hal yang seperti ini biasanya luput dari pengenaan pajak. dikatakan bahwa pengenaan pajak harus sesuai dengan kesetaraan kemampuan ekonomi masyarakatnya. dimana seorang wajib pajak misalnya menerima pinjaman kendaraan yang dapat digunakan untuk keperluan pribadi atau tunjangan makan yang diberikan tidak dalam bentuk uang. masih terdapat beberapa pendapat yang kurang setuju jika keadilan secara vertikal dilambangkan dengan tarif pajak progresif. Contoh lain adalah fringe benefit. Pada kenyataannya akan terjadi seorang wajib pajak memperoleh suatu produk atau menerima jasa yang dihasilkan sendiri sehingga tanpa harus mengeluarkan sejumlah uang. Baik prinsip keadilan secara horizontal maupun secara vertikal. Adapun alasan yang mendasari ketidaksetujuan mereka dapat dilihat dari dua kebijakan yang biasa berkaitan dengan pajak progresif. Akan tetapi.

Bebeda dengan apa yang diterapkan pada pajak penghasilan. Pengenaan pajak penjualan akan lebih dirasakan dampaknya oleh golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah. pada pajak penjualan tambahan kekayaan tersebut (yang biasanya dari tabungan) dikeluarkan dari basis pajak. Dalam pajak penjualan. terdapat semacam penundaan pajak penghasilan sampai terjadi konsumsi atas bagian dari penghasilan tersebut. pinjaman tidak dikenakan pajak. Untuk menghindari akumulasi pendapatan yang tidak kena pajak sebagai akibat wajib pajak meninggal dunia.144 Bab 8: Keadilan dan Dampak Perpajakan mendorong keengganan dan penyelewengan wajib pajak. prinsip umum yang ingin dicapai adalah bahwa jumlah pendapatan masyarakat yang ditabung seharusnya tidak perlu dikenakan pajak. selisih lebih kekayaan wajib pajak secara moneter sebagai akibat dari adanya inflasi tidak akan membuat kemampuan membayarnya meningkat karena wajib pajak tersebut harus membelanjakan penghasilannya dengan harga yang telah terinflasi. Sedangkan pada pajak penghasilan. Sebagaimana telah dijelaskan oleh ilustrasi pada awal bab. Wajib pajak cenderung mempermainkan tempo pengakuan suatu pendapatan untuk menghindari pengenaan tarif pajak yang lebih tinggi. Jika dalam pajak penghasilan seluruh konsumsi dan tambahan kekayaan wajib pajak akan dikenakan pajak. Kedua adalah kebijakan pengenaan tarif pajak yang lebih tinggi untuk setiap tambahan pendapatan. capital gain harus memperhitungkan tingkat inflasi sebelum menentukan jumlah kena pajak. Basis yang menyeluruh terhadap kajian pajak penjualan dapat diturunkan dari basis pajak penghasilan. golongan masyarakat ini cenderung untuk mengkonsumsi seluruh pendapatan yang . Justru bunga yang timbul sebagai akibat dari adanya pinjaman tersebut akan dapat mengurangi dasar penghasilan yang dikenai pajak. Perbedaan yang menarik antara pajak penjualan dengan pajak penghasilan adalah pada dana yang tersedia berupa ‘pinjaman’. Pada pajak penjualan. PRINSIP KEADILAN DAN PAJAK PENJUALAN Dalam pajak penjualan. Hal ini dikarenakan. Hal ini dipercaya akan dapat mendorong masyarakat untuk lebih meningkatkan tabungannya di samping kegiatan administrasi perpajakannya yang cenderung akan menjadi lebih mudah. Pajak penjualan sama sekali tidak dipengaruhi inflasi. Hal ini disebabkan karena hanya porsi penghasilan yang dibelanjakanlah yang akan dikenai pajak. warisan akan dikenai pajak seketika pada saat setelah wajib pajak diumumkan meninggal dunia. pinjaman yang dikonsumsikan akan tetap dikenai pajak.

dapat ditempuh oleh pemerintah seperti (Ulbrich. Mengadministrasikan pajak kekayaan cenderung lebih sulit. 3. Makin besar pendapatan golongan masyarakat. makin tinggi pula persentase pendapatan yang ditabung. Sedangkan golongan masyarakat yang berpenghasilan tinggi memiliki kesempatan untuk menabung sebagian pendapatannya. PRINSIP KEADILAN DAN PAJAK KEKAYAAN Kekayaan adalah akumulasi dari tabungan dan investasi suatu negara. seorang penilai independen akan ditunjuk untuk mengestimasikan nilai kekayaan . Jika hal ini terjadi. Banyak pendapat yang setuju jika pajak kekayaan diterapkan. Mengurangi atau mengeliminasi pengenaan pajak yang lebih banyak dikonsumsi oleh golongan masyarakat berpenghasilan rendah. Seorang wajib pajak dapat memiliki kekayaan melalui kegiatan menabung. nilai bersih kekayaan harus dikurangi dulu dengan jumlah total hutang supaya tidak terjadi penghitungan ganda. beberapa langkah. Hal ini dikarenakan banyak wajib pajak yang berpenghasilan rendah namun pada kenyataannya mereka memiliki sejumlah kekayaan dan mereka memungut sewa atas pemanfaatan kekayaan tersebut oleh orang lain. Estimasi nilainya sering meleset dari nilai yang sesungguhnya. 2003): 1. akan menjadi sangat sulit untuk mengukur berapa jumlah tambahan pendapatan dari kegiatan sewa tersebut. Pengukuran nilai kekayaan akan semakin menjadi lebih sulit jika kekayaan tersebut berupa kekayaan yang tak berwujud (intangible asset). tidak memperoleh hibah/hadiah atau warisan tidak akan pernah disebut kaya. Memperbanyak item aktivitas penjualan kena pajak yang hanya mungkin dilakukan oleh golongan masyarakat berpenghasilan tinggi. 2. Dalam hal kekayaan yang dimiliki dengan cara hutang. Untuk menghindari hal tersebut. memperoleh hibah atau mewarisi kekayaan keluarganya. Seorang wajib pajak yang tidak mampu menabung. Secara umum pada pajak kekayaan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 145 dimilikinya. 4. Mengembalikan jumlah pajak penjualan yang dibayar kepada masyarakat dengan standar penghasilan tertentu. terutama dalam hal kekayaan yang jarang diperjualbelikan. Mengenakan tarif pajak yang lebih tinggi untuk beberapa jenis produk yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi.

kebijakan perpajakan yang dapat ditempuh dengan mengenakan pajak tidak langsung. Problem distribusi pajak yang muncul akan menjadi lebih kompleks diprediksi keadilannya apabila kekayaan tersebut disewakan kepada pihak ketiga. Sistem tersebut tidak boleh terlalu membebani perekonomian. penanggung akhir dari adanya pengenaan pajak kekayaan makin sulit ditentukan karena melibatkan pemilik usaha. Aplikasi pengenaan pajak terhadap kekayaan tersebut akan menjadi lebih mudah diterapkan jika pemilik dan pengguna kekayaan tersebut adalah orang yang sama. Pada prinsipnya dapat dikatakan bahwa target pengenaan pajak kekayaan8 adalah pemiliknya. Dengan kata lain. yang artinya bahwa pajak kekayaan lebih menguntungkan golongan masyarakat yang berpenghasilan tinggi karena nilai uang yang dikeluarkannya sebagai pajak akan jauh lebih rendah dibandingkan dengan nilai uang untuk pajak kekayaan yang dikeluarkan oleh golongan masyarakat berpenghasilan rendah. . Excess Burden adalah tambahan biaya yang membebani masyarakat di atas jumlah pajak yang seharusnya dibayar. pajak langsung yang progresif lebih tepat untuk diterapkan. Cara lain yang dapat dipakai untuk mengukur nilai sebuah kekayaan adalah dengan menghitung nilai sekarang (present value) dari potensi pendapatan sewa selama masa manfaat kekayaan tersebut. Hal ini mengakibatkan adanya keuntungan yang hilang sebagai akibat dari terdistorsinya keseimbangan harga pada kurva permintaan dan penawaran. penurunan pendapatan penjual tidak diikuti dengan peningkatan kuantitas yang tersedia untuk dibeli. para pegawai. Efficiency Effect Sistem perpajakan yang baik adalah sistem perpajakan yang memberikan pengaruh terbaik terhadap perekonomian negara. dan pemilik kekayaan. konsumen. Dalam dunia usaha. Sebaliknya jika tujuan yang ingin dicapai adalah pemerataan penghasilan. Berkaitan dengan penerimaan negara. Jika hasilnya dirasa memadai. Pajak kekayaan cenderung bersifat regresif. Mobil dan kekayaan lainnya. Untuk mengukurnya 8 Kekayan yang dimaksud disini adalah berupa kekayaan atas benda-benda seperti rumah. Tentu saja hal ini harus memperhitungkan tren kenaikan harga sewa sehingga dapat mencerminkan nilai pasar sesungguhnya. Excess burden disebabkan adanya kelebihan biaya pajak yang bersedia dibayar oleh pembeli dibandingkan dengan jumlah yang diterima oleh penjual. Jika tujuannya adalah untuk mengoptimalkan tingkat produksi. pengenaan tarif akan didasarkan atas estimasi nilai yang dihasilkan.146 Bab 8: Keadilan dan Dampak Perpajakan tersebut. terkadang total excess burden tidak sama dengan total penerimaan negara.

Ketika mengidentifikasi distribusi beban pajak. Untuk menentukan manakala beban pajak dipindahkan. Sedangkan Economic Incidence lebih mengarah pada pengaruh pendistribusian pembebanan pajak pada tingkat ekulibrium harga atau tingkat perekonomian secara umum. tarif pajak dapat diturunkan tanpa mempengaruhi jumlah total penerimaan negara. Absolute Tax Incidence menggambarkan suatu kebijakan distribusi . Kajian-kajian yang dilakukan mengenai tax incidence tergantung dari tersedianya sumber daya dan antisipasi pemindahan beban. perlu dispesifikasikan alternatif atas kebijakan pajak tersebut. ketika menganalisa penanggung beban pajak perseroan. Analisa tersebut kadang juga memerlukan pembahasan parameter yang tersembunyi. Hal ini dimungkinkan karena pelaku ekonomi yang secara hukum berkewajiban membayar pajak kepada pemerintah belum tentu menggunakan dana pribadi atau dengan kata lain dapat membebankan pajaknya kepada pelaku ekonomi yang lain. Berkenaan dengan dimungkinkannya memindahkan beban pajak kepada pelaku ekonomi lain secara keseluruhan atau sebagian (tax shifting) maka pembahasan tax incidence dapat dibagi dalam dua konsep yakni statutory incidence dan economic incidence. maka akan timbul pertanyaan tentang kebijakan pajak apa yang yang dapat dibandingkan dengan pajak perseroan tersebut. Dengan mengurangi pengenaan pajak yang menimbulkan excess burden lebih besar dalam jumlah nominal yang sama. Misalnya. Statutory Incidence merujuk pada pelaku-pelaku ekonomi yang secara hukum terlibat dalam pendistribusian pembebanan pajak. perlu diformulakan sebuah teori ekonomi tentang perubahan harga yang dipengaruhi pajak. Tax Incidence adalah teori yang mempelajari pelaku-pelaku ekonomi mana yang sesungguhnya menanggung beban pajak. Economic Incidence lebih sulit dianalisa dibanding Statutory Incidence. misalnya elastisitas harga produk tertentu.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 147 digunakan efficiency-loss ratio yakni Excess Burden dibagi Tax Revenue yang dapat diformulasikan dengan persamaan sebagai berikut: efficiency-loss ratio = W/ R dimana: W = Excess Burden R = Tax Revenue Estimasi efficiency-loss ratio penting dilakukan untuk meminimalkan total excess burden pada sistem perpajakan nasional.

Hubungan dari ketiga unsur tersebut adalah pendapatan nasional sama dengan jumlah konsumsi ditambah jumlah tabungan (Y = C + S). Kadang-kadang yang muncul adalah jumlah tabungan (S) lebih besar dari jumlah investasi (I) atau dengan kata lain. Sebaliknya Differential Tax Incidence menyoroti keadaan pendistribusian beban pajak yang memiliki beberapa alternatif lain yang berfungsi sama dengan kebijakan pajak dimaksud. dan pengangguran. .148 Bab 8: Keadilan dan Dampak Perpajakan beban pajak yang tidak memiliki pembanding. Yang sering terjadi justru jumlah tabungan lebih rendah dari jumlah investasi (S < I). jumlah konsumsi (C) dan tabungan (S). tidak semua tabungan digunakan untuk investasi (S > I) maka akan terjadi kelesuan ekonomi. Kondisi ini menyebabkan kegairahan ekonomi dan kenaikan harga (inflasi). maka tidak akan pernah terjadi inflasi atau deflasi. DAMPAK PAJAK Terhadap Sistem Ekonomi Keseluruhan Secara umum. struktur perekonomian nasional (tanpa pajak) terdiri dari pendapatan nasional (Y). penurunan harga (deflasi). Apabila seluruh tabungan (S) digunakan sebagai investasi (S = I).

1 : Hubungan antara tingkat Pendapatan Nasional. menggeser kurva C+I ke bawah dengan menerapkan pajak atas konsumsi. Dengan kata lain. Konsumen akan membayar seluruh beban pajak yang ditambahkan pada harga barang. menimbulkan adanya beberapa alternatif pilihan yang dapat diambil oleh para pelaku ekonomi. Harga-harga cenderung terus naik sampai tidak ada lagi perbedaan antara tabungan dan investasi. dengan tingkat Konsumsi dan tingkat Investasi Gambar di atas menunjukkan hubungan antara tingkat pendapatan nasional (Y). Pada tingkat pendapatan 0Y1 (S<I) terdapat inflationary gap.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 149 Gambar 8. Sebagai contoh. perusahaan dapat saja mengurangi produksi barang-barang yang merupakan objek pajak dan meningkatkan produksi barang-barang lain yang masih belum merupakan kategori barang kena pajak. Pada tingkat pendapatan nasional sebesar 0Y (S=I). Sebaliknya pada tingkat pendapatan 0Y2 (S>I) terdapat deflationary gap dimana hargaharga cenderung terus turun sampai tidak ada lagi perbedaan antara tabungan dan investasi. perekonomian dalam keadaan seimbang. tidak ada inflasi ataupun deflasi. Berkaitan dengan dimungkinkannya penerapan insentif pajak pada suatu daerah tertentu. menggeser kurva C+I ke atas dengan menerapkan pajak atas tabungan. Terhadap Komposisi Produksi Pajak dapat digunakan sebagai pendorong kepada pelaku ekonomi untuk melakukan aktivitas tertentu dengan memberikan insentif-insentif. Pada kondisi ini. Sebaliknya. Perusahaan lain dapat saja berpindah lokasi industri dari suatu tempat yang mengenakan pajak yang tinggi ke tempat yang memberikan insentif pajak. Seberapa jauh pengaruh pajak terhadap penggunaan faktor-faktor produksi dipengaruhi elastisitas permintaan terhadap barang-barang yang dihasilkan. Pergeseran yang dimaksud adalah mengubah pola produksi sehingga menghasilkan barang-barang yang lebih rendah biaya produksinya akibat tarif pajak yang lebih kecil atau beralih produksi. instrumen pajak dapat digunakan untuk menurunkan tingkat inflasi. pajak dapat menyebabkan pergeseran penggunaan faktorfaktor produksi. perusahaan tidak dapat . instrumen pajak dapat digunakan untuk menurunkan tingkat deflasi. dengan tingkat konsumsi (C) dan tingkat investasi (I). Pada kondisi ini. jika elastisitas permintaan barang adalah sempurna. Barang-barang yang tingkat permintaannya inelastis sempurna tidak akan terpengaruh dengan adanya pengenaan pajak.

Sehingga elastisitas penawaran usahanya adalah tinggi.. dan meningkatnya kepercayaan investor. Reaksi individu terhadap pengenaan pajak lebih banyak ditentukan oleh elastisitas penawaran usaha. Ceko. PERBEDAAN PAJAK . Orang lebih memilih untuk mempunyai lebih banyak waktu santai...... Slowakia.. Dengan demikian.8 persen..9 persen pada periode yang sama. Rata-rata pertumbuhan untuk empat negara itu dua kali lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi di UE. yang bergabung dengan UE pada Mei 2004... Secara teoritis... Slowakia mengungguli kawasan dengan pertumbuhan ekonomi 5... pegawai-pegawai tersebut mempunyai dua pilihan yaitu bekerja atau tidak bekerja (memanfaatkan waktu santai) akibat adanya pengenaan pajak penghasilan. Sehingga disarankan untuk barang-barang yang memiliki elastisitas tinggi. Bagi sebagian orang. dan Hongaria. Sementara itu.. Pada kenyataannya. dan Ceko 3.. Kombinasi itu membuat ekonomi negara-negara tersebut tumbuh lebih cepat. biasanya permintaannya terhadap penghasilan adalah tinggi.150 Bab 8: Keadilan dan Dampak Perpajakan mengalihkan beban pajaknya pada harga barang.. Jika pilihan kedua yang dilakukan maka akan dapat dikatakan bahwa pajak mempunyai pengaruh negatif terhadap kemauan usaha kerja... Polandia. dikenakan pajak yang ringan.6 persen. pajak yang relatif rendah. seperti Jerman dan Perancis.. turunnya pendapatan justru akan mendorong kemauan kerja yang lebih besar. anggota lama UE. Hal itu antara lain upah buruh yang relatif murah.. Terhadap Usaha Kerja Sebagian besar penerimaan negara dari pajak di Indonesia adalah pajak penghasilan yang dikenakan atas pendapatan para pegawai. pajak akan dapat menyebabkan orang menjadi kurang giat bekerja. Sedangkan bagi mereka yang kurang peduli dengan gaya hidup mewah.3 persen diikuti Polandia 4..7 persen.3 persen dan 1. Tidak setiap kenaikan pajak akan memberi dampak negatif pada tabungan masyarakat ataupun investasi.... pajak tidak menimbulkan disinsentif untuk bekerja..4 persen pada sembilan bulan pertama 2004 untuk empat negara itu.. Data terbaru dari Eurostat-kantor statistik Uni Eropa (UE)-memperlihatkan rata-rata pertumbuhan ekonomi 4. mencatatkan pertumbuhan ekonomi masing-masing 1. Hongaria dan Ceko lebih tergantung pada ekspor ke UE seperti Jerman. anggota baru Uni Eropa-sebuah pasar tunggal diuntungkan oleh berbagai kombinasi. Bagi golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah.. pengaruh pajak terhadap kemauan kerja individu memiliki sifat yang lebih kompleks.. Bahkan pertumbuhannya dua kali lebih tinggi dari tetangga mereka yang kaya di UE sepanjang 2004 lalu. Hongaria 3.. permintaannya terhadap penghasilan rendah sehingga elastisitas penawaran usaha dalam hubungannya dengan penghasilan adalah rendah juga. ..

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

151

Ekspor meningkat pesat seiring dengan hilangnya birokrasi di kepabeanan dan turisme melonjak karena maspakai penerbangan murah (budget airlines) mulai menjangkau negara yang sebelumnya tidak terjamah. Investasi asing berdatangan seiring dengan keyakinan mereka akan keadaan yang jauh lebih baik di negara-negara itu. Sebuah studi yang dilakukan oleh kantor akuntan publik, Ernst & Young, memperlihatkan bahwa arus investasi asing di Eropa naik 27 persen selama enam bulan pertama 2004. Ada sebanyak 1.432 proyek baru pada tahun 2004 dibandingkan dengan hanya 1.126 proyek baru pada paruh pertama tahun 2003 lalu. Investor UE juga mengutamakan anggota baru UE itu sebagai sasaran investasi. Hongaria memenangkan proyek lebih banyak ketimbang Jerman. Republik Ceko dan Polandia jauh lebih baik dalam pemasukan investasi baru ketimbang Spanyol. Slowakia menenggelamkan Austria sebagai tujuan investasi baru. Iklim perpajakan yang merangsang di Eropa Tengah telah membuat Zona Euro merasa gugup, khususnya Jerman dan Perancis-dua perekonomian terbesar di Uni Eropa. Zona Euro adalah julukan bagi sebelas negara di Uni Eropa yang menggunakan mata uang euro. Keputusan-keputusan oleh sejumlah perusahaan untuk merelokasi dan melakukan outsourcing produksi ke Eropa Tengah telah melahirkan perdebatan panas di Uni Eropa. Outsourcing adalah tindakan melakukan produksi ke pihak lain karena bisa dilakukan dengan lebih murah…………………….

Terhadap Distribusi Pendapatan
Tujuan pembangunan suatu negara pada umumnya adalah peningkatan pendapatan per kapita nasional, penciptaan lapangan kerja, dan distribusi pendapatan yang merata dan keseimbangan dalam neraca pembayaran internasional. Secara teori, semakin tinggi pendapatan seseorang, semakin tinggi pula persentase pendapatan yang ditabung. Dari kelompok-kelompok kaya inilah diharapkan sejumlah dana tabungan yang dapat digunakan untuk investasi. Dengan kata lain, masyarakat kelompok miskin tidak punya kemampuan tabungan dan investasi. Menurut pengertian ini, pendapatan nasional yang dikenai pajak akan banyak mempengaruhi turunnya jumlah tabungan masyarakat bukan pada porsi pendapatan yang dikonsumsi yang diasumsikan tetap. Tetapi pada kenyataannya, keadaan di negara-negara berkembang termasuk Indonesia, pola konsumsi masyarakat cenderung lebih tinggi dari pola konsumsi masyarakat di negara-negara maju. Sehingga sulit didapatkan dana tabungan masyarakat. Penarikan dana masyarakat secara sukarela dengan iming-iming bunga yang tinggi pada akhirnya juga ikut berpengaruh pada tingkat inflasi nasional. Berdasarkan kenyataan tersebut, kebijakan perpajakan di Indonesia lebih banyak diterapkan untuk mengurangi kesenjangan pendapatan di masyarakat. Hal ini dilakukan dengan menerapkan tarif pajak progresif dan minimum pendapatan yang dapat dikenakan pajak. Kelemahan dari tarif pajak progresif

152

Bab 8: Keadilan dan Dampak Perpajakan

adalah menekan pada kelompok-kelompok kaya pemilik modal sehingga mereka malas bekerja, menabung, dan melakukan investasi.
PERBEDAAN PAJAK (Lanjutan................................) Perdebatan itu muncul karena relokasi produksi ke Eropa Tengah itu telah membuat terjadinya kehilangan pekerjaan Eropa Barat dan juga di Asia serta Afrika. Alasan utama relokasi adalah upah buruh murah di Eropa Tengah. Soal upah buruh, rata-rata gaji di Jerman adalah enam kali lebih tinggi dari rata-rata gaji di Eropa Tengah. Alasan kedua adalah sistem perpajakan yang lebih menguntungkan perusahaan. Pajak perusahaan di Jerman dan Perancis masing-masing 38,3 persen dan 34,3 persen. Tingkat perpajakan yang tinggi itu memberikan dampak buruk pada investor potensial dan mendorong keluar investor yang ada sekalipun dari Jerman dan Perancis. Dengan tingkat pajak yang 16 persen, Hongaria merupakan negara dengan tingkat perpajakan terendah di antara empat negara Eropa Tengah, yang diikuti Polandia 19 persen. Slowakia mengenakan pajak flat (sama rata) sebesar 19 persen-untuk korporasi, pendapatan perorangan, dan pajak pertambahan nilai. Sistem perpajakan di Slowakia itu benar-benar menjadi alat yang sangat efektif untuk merangsang masuk investor asing, yang sekaligus membuat Slowakia menjadi hub bagi manufaktur otomotif. Sementara itu, tingkat pajak di Republik Ceko adalah 28 persen, tetapi masih lebih rendah dari Jerman dan Perancis. Dalam dua tahun terakhir, PSA Peugeot Citroen (Perancis) dan Kia Motors Corporation (Korea Selatan) telah mulai membangun pabrik-pabrik di Slowakia untuk memproduksi 500.000 mobil per tahun yang akan terlaksana pada 2006. Ford Motor Co (perusahaan otomotif AS) dan Getrag Group (Jerman), Desember 2004 lalu mengumumkan rencana untuk membangun pabrik transmisi (mesin) senilai 399 juta dollar AS di Slowakia timur. Aliran masuk investasi asing ke Eropa Tengah didorong oleh keanggotaan di UE dan sumber daya manusia yang lebih berkualitas, dan faktor itu akan terus berperan sebagai pendukung utama arus masuk FDI (Foreign Direct Investment) dalam jangka menengah. Masa depan juga cukup prospektif bagi negara-negara tersebut, karena investor asing masih terus berminat melakukan ekspansi ke wilayah itu pada 2005. Paris dan Berlin telah secara terang-terangan mengkritik sistem perpajakan di Eropa Tengah. Hal itu menimbulkan tekanan pada anggota-anggota baru UE untuk meningkatkan perpajakan mereka, atau terancam kehilangan subsidi dari UE. Namun Eropa Tengah tampaknya tidak terintimidasi oleh tekanan dari rekan mereka di UE dan bahkan merencanakan melakukan penurunan perpajakan. (Diadaptasi dari: www.kompas.com 21 Februari 2005) Setujukah Saudara dengan kebijakan yang diterapkan negara-negara Eropa Tengah? Diskusikan!

KRITERIA TARIF PAJAK
Pertumbuhan ekonomi akan terjadi apabila lebih banyak masyarakat yang bekerja, menabung sebagian pendapatannya serta menginvestasikan nilai tabungannya. Hal-hal tersebut menurut Daniel J Mitchell (2003) adalah perilaku-perilaku yang dapat meningkatkan kekayaan nasional. Masyarakat tidak begitu saja bekerja secara produktif dengan diterapkannya anggaran pendapatan dan belanja berimbang. Mereka juga tidak begitu saja

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

153

meningkatkan tabungan dan investasi apabila dikenakan tarif pajak rendah atau subsidi perpajakan lainnya. Untuk meningkatkan pendapatan nasional sesuai dengan karakteristik masyarakat di suatu negara, para pengambil keputusan bidang pajak harus mengkonsentrasikan pada hal-hal yang berakibat positif terhadap prilaku bekerja, menabung, dan berinvestasi. Mitchell (2003) memaparkan sembilan petunjuk kebijakan perpajakan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi sebagai berikut: § Penurunan tarif pajak tidak perlu diterapkan seragam untuk seluruh wajib pajak. Beberapa opsi tarif pajak yang dipungut akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi karena tarif pajak yang rendah dapat membuat masyarakat yang produktif menjadi semakin giat bekerja. Sedangkan bagi sebagian masyarakat lainnya yang cenderung kurang peduli dengan pungutan pajak, penurunan tarif pajak tidak akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. § Fokus pada pertumbuhan ekonomi, bukan pada penurunan tarif. Beberapa kebijakan insentif pajak atau subsidi dapat berakibat hanya mengurangi jumlah penerimaan negara tanpa menghasilkan peningkatan kegiatan ekonomi secara signifikan. Beberapa negara telah membuktikan bahwa deregulasi perpajakan yang kecil pengaruhnya terhadap turunnya penerimaan negara justru dapat meningkatkan gairah investasi dunia usaha.
Tarif Tunggal........................ "Dana Moneter Internasional (IMF) mendukung rencana pemerintah untuk menerapkan tarif tunggal pajak penghasilan (PPh) badan. Sebab, hal itu dianggap akan menyerderhanakan cara perhitungan pajak dan memberikan kepastian bagi pengusaha dibanding dengan tarif PPh berlapis yang selama ini diberlakukan. IMF yakin, pemberlakukan tarif tunggal PPh ini akan mendongkrak sumber pendapatan baru negara." "Penerapan tarif tunggal PPh itu telah banyak diberlakukan negara-negara di dunia. Hasilnya cukup mengembirakan. Namun, Indonesia tidak boleh meniru begitu saja dan perlu ada penyesuaian," ujar Kepala Perwakilan IMF untuk Indonesia akhir pekan lalu. Sebagaimana diketahui, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mengusulkan, pemberlakukan tarif tunggal PPh sebesar 30% untuk badan (perusahaan) besar dan nantinya diturunkan secara bertahap menjadi 25%. Masalah ini sudah diakomodasi dalam draf RUU Pajak, yang diharapkan masuk ke DPR Juni 2005. Kini RUU Pajak itu sudah diserahkan kepada Presiden. Kepala Perwakilan IMF mengatakan, rencana pemberlakukan tarif tunggal PPh itu cukup baik asalkan diikuti implementasi di lapangan oleh aparat pajak dan wajib pajak (WP). Sebab, selama ini banyak WP di Indonesia, khususnya badan, mengeluh rumitnya perhitungan pajak, sehingga tingkat kepatuhan dan ketaatan membayar pajak menjadi rendah dibanding dengan potensi WP yang ada.

154

Bab 8: Keadilan dan Dampak Perpajakan

Dia menilai, jika tarif tunggal pajak itu dapat diturunkan ke 25% pada tahun pertama, kemungkinan besar jumlah WP badan yang membayar pajak akan meningkat. Sebab, bagi sebagian besar WP perusahaan besar, tarif 30% itu masih terlalu besar. "Tapi sebagai tahap awal, hal itu sudah cukup bagus sehingga perusahaan dapat mengetahui persis berapa pajak yang harus dibayarkan setiap tahun," katanya. Selanjutnya dia mengatakan, selain penyederhanaan tarif tunggal PPh, Ditjen Pajak harus menyederhanakan cara pengisian dan pelaporan pajak lewat self-assessment (menghitung sendiri pajak). Karena tidak ada gunanya tarif disempurnakan, tapi cara perhitungan dan pengisian masih berbelit-belit, sehingga WP enggan melaporkan harta dan kekayaannya......................................

§

§

Kebijakan yang baik menghasilkan penerimaan negara lebih banyak. Jika keadaan perilaku masyarakat wajib pajak adalah produktif, penurunan tarif pajak justru meningkatkan jumlah penerimaan negara. Agar pelaksanaan kegiatan pemerintah tidak terganggu, harus diperhitungkan cara-cara yang dapat mengkompensasikan turunnya penerimaan negara akibat pengenaan tarif yang lebih rendah. Jumlah potensi tambahan konsumsi masyarakat akibat adanya penurunan tarif pajak kurang signifikan terhadap peningkatan kegiatan ekonomi dibandingkan dengan turunnya jumlah total penerimaan negara. Untuk itu perlu diupayakan suatu kebijakan pelengkap yang dapat meng-offset selisih penurunan penerimaan negara tersebut. Pada akhirnya penurunan tarif pajak tidak merubah total pengeluaran, pendapatan nasional, dan pertumbuhan ekonomi.

Tarif Tunggal (lanjutan........................) Ia mengaku, jika Ditjen Pajak mampu meningkatkan rasio pajak terhadap PDB rata-rata 2% setiap tahun, itu akan membantu sumber pendapatan negara. Sehingga, defisit APBN setiap tahun secara berangsur-angsur dapat dikurangi. Mengenai tarif tunggal PPh sebesar 10% bagi pengusaha kecil dan menengah (UKM), dia mengatakan, hal itu sangat mendorong pertumbuhan UKM sebagai salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi. Yang menjadi kendala, tegasnya, penentuan kriteria sebagai UKM harus jelas dan transparan. Namun Dewan Penasehat Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) menilai, usulan Ditjen Pajak tentang pemberlakuan tarif tunggal pajak penghasilan (PPh) badan sebesar 30% akan memberatkan pengusaha. Selama ini cukup banyak pengusaha yang membayar PPh dengan tarif 15% dan 20%." "Sedangkan, bagi pengusaha kecil dan menengah (UKM) yang akan dikenai tarif tunggal PPh sebesar 10%, itu sangat meringankan. Tapi bagaimana dengan perusahaan yang biasa membayar 15% dan 20%, di luar UKM," katanya Pernyataan itu menanggapi usulan Ditjen Pajak yang telah dituangkan dalam draf RUU Pajak yang baru. Selama ini, pengusaha membayar PPh 15% bila perusahaannya memperoleh laba bersih di bawah Rp 50 juta, dan 20% untuk Rp 50 juta dan 30% di atas Rp 50 juta. Lewat RUU itu, Ditjen Pajak mengusulkan agar diberlakukan tarif tunggal untuk PPh badan. Yakni 10% untuk UKM dan 30% untuk non-UKM.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

155

Selain mengusulkan tarif tunggal, Ditjen Pajak juga memberikan fasilitas perpajakan bagi sektor usaha tertentu. Hal itu dilakukan guna menarik minat investor melakukan bisnis di Indonesia. Di antara fasilitas perpajakan itu, yakni penghapusan kadaluarsa dipercepat dari 10 tahun menjadi lima tahun. Di samping itu, Ditjen Pajak juga memperpanjang kompensasi kerugian dari lima tahun menjadi paling lama 10 tahun. Sementara itu, pengusaha yang mendapat kredit investasi sebesar 30% dibebaskan dari pembayaran pajak selama enam tahun. Tarif PPh atas dividen turun dari 20% menjadi 10%. (Diadaptasi dari berbagai artikel yang diterbitkan Investor Daily Ind.) Diskusikan efek-efek yang mungkin timbul di Indonesia seandainya tarif pajak tunggal diterapkan!

§

§

§

§

§

Pertumbuhan ekonomi tidak diakibatkan oleh peningkatan konsumsi. Justru sebaliknya, pertumbuhan ekonomi sebagai faktor yang mendorong jumlah total konsumsi sebagai akibat dari meningkatnya jumlah daya beli masyarakat. Untuk itu, sebaiknya kebijakan publik tidak mengedepankan motif yang berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan jalan mendorong konsumsi. Kebijakan pajak yang berdampak positif pada jangka pendek biasanya berdampak positif pula pada jangka panjang. Sebagai contoh, insentif pajak investasi dalam jangka pendek akan menarik minat pemodal masuk ke dalam negeri. Secara jangka panjang, faktor produksi tersebut akan juga mendorong pertumbuhan ekonomi agregat menjadi lebih baik. Efisiensi belanja negara penting dilakukan. Meskipun beberapa pos-pos belanja negara membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi seperti penyediaan keamanan dan penegakan hukum, studi membuktikan bahwa banyak pengeluaran publik yang justru berefek negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Efisiensi belanja negara dapat dilakukan dengan merampingkan struktur pemerintahan. Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh investasi yang produktif. Dana investasi terutama diambil dari tabungan masyarakat. Investasi dan tabungan, keduanya dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Sedangkan tarif pajak adalah salah satu faktor yang mempengaruhi suku bunga. Untuk itu perlu dikembangkan kebijakan pajak yang mendorong iklim investasi dan menabung. Defisit belanja negara dapat berpengaruh pada turunnya tingkat suku bunga. Tetapi pengaruhnya kurang signifikan dibanding pengaruh faktorfaktor lain seperti pasar modal. Riset akademis yang dihasilkan menunjukkan bahwa tidak ada korelasi positif antara anggaran surplus, berimbang, atau defisit dengan tingkat suku bunga.

156

Bab 8: Keadilan dan Dampak Perpajakan

Inti dari sembilan petunjuk di atas adalah segala upaya kebijakan pajak seharusnya difokuskan pada pertumbuhan ekonomi nasional dengan memberikan insentif pada aktivitas-aktivitas produktif nasional. Walaupun di beberapa negara penurunan tarif pajak justru dapat meningkatkan penerimaan negara dan pertumbuhan ekonomi, penurunan tarif bukanlah satu-satunya cara yang dapat diambil pemerintah.

KRITERIA STRUKTUR PAJAK YANG BAIK
Kebijakan perpajakan akan memberi dampak yang signifikan jika disusun secara komprehensif, dengan mempertimbangkan seluruh dampak yang dapat ditimbulkan pada level ekonomi makro. Seperti dikutip dari Musgrave (1989), kriteria yang bisa menentukan baik tidaknya sebuah kebijakan perpajakan dapat dilihat sebagai berikut: § Penerimaan/pendapatan harus ditentukan dengan tepat. § Distribusi beban pajak harus adil. Setiap orang harus dikenakan pajak sesuai dengan kemampuannya. § Penanggung akhir beban pajak harus menjadi pokok perhatian. § Peraturan perpajakan harus mendukung kebijakan perekonomian dan mendorong pasar yang efisien. § Struktur pajak harus memudahkan penggunaan kebijakan fiskal untuk mencapai stabilisasi dan pertumbuhan ekonomi. § Sistem pajak harus menerapkan administrasi yang wajar dan mudah dipahami oleh wajib pajak. § Biaya administrasi dan biaya-biaya pembayaran pajak lainnya harus dibuat serendah mungkin. Penerimaan pajak harus dirumuskan secara tepat, merefleksikan kemampuan membayar dari seluruh wajib pajak yang ada sehingga tidak terlalu besar atau terlalu kecil. Jika jumlah yang ditetapkan terlalu besar, dikhawatirkan investor tidak akan mau menanamkan modalnya di dalam negeri. Hal ini akan mengakibatkan multiplier efek yang diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi tidak tercapai, pada akhirnya, jumlah target penerimaan pajak tidak akan pernah tercapai. Sebaliknya jika jumlah yang ditetapkan terlalu kecil, dikhawatirkan jumlahnya tidak akan dapat membiayai kegiatan-kegiatan pemerintah yang bermanfaat dalam menciptakan value yang dapat merangsang perputaran gerak roda ekonomi. Keadilan perpajakan pada intinya adalah bahwa beban pajak harus terdistribusi sedemikian rupa sehingga target pencapaian penerimaan pajak

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

157

bisa diimbangi dengan mengurangi kesenjangan pendapatan golongan masyarakat yang kaya dengan golongan masyarakat miskin. Kecilnya kesenjangan ini akan bisa mendorong stabilisasi yang kondusif bagi perbaikan ekonomi nasional. Adanya kemungkinan peralihan beban pajak kepada penanggung akhir, perlu dilakukan pengkajian mendalam dengan melakukan simulasi secara menyeluruh untuk dapat memperoleh gambaran dampak pembebanan penanggung akhir terhadap stabilisasi ekonomi. Untuk itu, perlu dibuat aturanaturan teknis yang sederhana sehingga akan dapat menghindarkan terjadinya salah sasaran. Jika pajak diterapkan atas produk-produk tertentu, hal ini perlu dikaji serius mengenai elastisitas permintaan dan penawarannya dalam ekonomi pasar. Ekonomi yang terus tumbuh dan pasar yang efisien harus terus dijaga agar kemakmuran masyarakat tidak rusak akibat adanya penerapan kebijakan perpajakan. Kemungkinan pergeseran titik ekuilibrium kurva permintaan dan penawaran harus terus diantisipasi dan terus diawasi dengan memasukkan unsur-unsur spesifik para pelaku ekonomi setempat. Kebijakan perpajakan harus tetap mengindahkan konsep stabilitas ekonomi. Harus dapat ditentukan pada awal perumusan kebijakan bahwa implementasinya pada akhirnya akan meminimalkan gejolak ekonomi, misalnya dengan adanya kegiatan sosialisasi yang memadai. Ekonomi yang sering bergejolak biasanya tidak menguntungkan iklim investasi. Dengan kata lain, investor-investor terutama para pemodal asing sangat mengharapkan adanya kepastian iklim berusaha. Segala kebijakan harus mengacu pada kesederhanaan. Rumusan-rumusan yang dipakai harus menghindari kesalahpahaman massal yang menyebabkan kekacauan pada proses administrasi. Simulasi terhadap bakal munculnya kekeliruan yang tidak diharapkan harus disiapkan secara matang. Simulasi tersebut bisa menggunakan beberapa skenario yang berbeda dan mengamati hasilnya. Segala biaya yang tidak berkaitan langsung dengan beban pajak sesungguhnya harus diminimalkan. Hal ini untuk memberikan kepastian berusaha bagi para pemilik modal dalam rangka menghitung proyeksi keuntungan investasi. Dengan demikian, risiko biaya tinggi yang tidak terduga akibat penyelewengan peraturan oleh oknum pelaku ekonomi bisa dieliminasi.

RANGKUMAN

158 §

Bab 8: Keadilan dan Dampak Perpajakan

§

§

§

§

§ §

§ §

§

§

Tidak ada suatu kebijakan yang bisa memuaskan seluruh pelaku ekonomi. Suatu kebijakan dianggap adil jika dilihat dari satu sisi, tetapi kurang adil dari sisi yang lain. Menurut prinsip manfaat (benefit principle), suatu sistem pajak dikatakan adil bila kontribusi yang diberikan oleh setiap wajib pajak sesuai dengan manfaat yang diperoleh dari jasa-jasa pemerintah. Prinsip kemampuan membayar (ability to pay principle) menginginkan sistem pajak dipisahkan dari sisi pengeluaran publik. Pendekatan kemampuan membayar ini lebih baik dalam hal mengatasi masalah redistribusi, tetapi mengabaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan penyediaan jasa-jasa publik. Prinsip keadilan perpajakan didasarkan pada distribusi pengenaan pajak untuk memenuhi belanja publik yang mana harus didasarkan pada proporsi kekayaan dan pendapatan masyarakat. Keadilan vertikal adalah prinsip keadilan dimana pengenaan pajak untuk memenuhi belanja publik harus didasarkan pada proporsi kekayaan dan pendapatan masyarakat. Keadilan horizontal adalah prinsip keadilan dimana pengenaan pajak terhadap seseorang harus lebih rendah dari kemampuannya membayar. Excess Burden adalah tambahan biaya yang membebani masyarakat di atas jumlah pajak yang seharusnya dibayar. Excess burden disebabkan adanya kelebihan biaya pajak yang bersedia dibayar pembeli dibanding jumlah yang diterima oleh penjual. Tax Incidence adalah teori yang mempelajari pelaku ekonomi mana yang sesungguhnya menanggung beban pajak. Pada kondisi inflasi, kebijakan pajak dapat digunakan untuk mengurangi konsumsi dengan jalan menghambat investasi dan memberi insentif pada tabungan. Pada kondisi deflasi, kebijakan pajak dapat digunakan untuk mendorong konsumsi dengan jalan memberi insentif investasi dan memajaki tabungan. Pajak dapat menyebabkan pergeseran penggunaan faktor-faktor produksi dengan mengubah pola produksi sehingga menghasilkan barang-barang yang lebih rendah biaya produksinya akibat tarif pajak yang lebih kecil atau beralih produksi. Bagi sebagian orang, pajak dapat menimbulkan disinsentif untuk bekerja. Tetapi reaksi individu terhadap pengenaan pajak lebih banyak ditentukan oleh elastisitas penawaran usaha. Elastisitas penawaran yang tinggi,

LATIHAN 1. Apa yang dimaksud dengan Excess Burden? Apa sebab muncul dan bagaimana akibat yang dapat ditimbulkannya? 5. Apa yang dimaksud dengan pajak kekayaan bersifat regresif? Mengapa inflasi tidak dapat mempengaruhi pengenaan pajak penjualan? Faktor apa saja yang memungkinkan seseorang mendapat hak atas pengecualian pajak? 4. Bagaimana kebijakan pajak yang berdampak positif dalam jangka pendek dapat pula berdampak positif dalam jangka panjang? Jelaskan dengan contoh! 10. Jelaskanlan bagaimana suatu investasi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara! . 2. Definisikan Tax Incidence! Dan jelaskan konsep Statutory Incidence dan Economic Incidence yang terdapat dalam Tax Incidence! 6.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 159 dimana dengan turunnya pendapatan. Jelaskan dengan singkat dampak perpajakan terhadap distribusi pendapatan! 8. Jelaskan dalam kondisi yang bagaimana penurunan pajak tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional! 9. 3. justru akan mendorong kemauan kerja yang lebih besar. Terangkan bagaimana insentif pajak dapat mempengaruhi komposisi produksi suatu perusahaan! 7.

Setelah kedaulatan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia.PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK PRIBADI Pajak penghasilan pertama kali diberlakukan di Indonesia sebagai suatu sistem perpajakan integral yang diterapkan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. tidak ada pungutan pajak yang berarti dapat dikumpulkan. Selama masa revolusi. peraturan pajak ini diubah dengan Ordonansi Perpajakan tahun 1944 yang digunakan oleh Pemerintah Kolonial Jepang untuk melakukan pungutan-pungutan terhadap hasil pertanian sebagai pajak. Yang ada hanyalah kantor iuran negara yang menerima pembayaran pajak dari beberapa pedagang. Sehingga . Pada tahun 1944. Pertama kali diberlakukan dikenal dengan nama Pajak Pendapatan 1932 atau Inkomsten Belasting 1932. peraturan perpajakan Belanda dipergunakan kembali dengan melakukan penataan dan perluasan seperlunya.

Penghasilan Bruto . Penghasilan neto ini. baik yang berasal dari Indonesia maupun luar Indonesia. Dividen dan Royalti (PBDR). Penentuan Penghasilan Kena Pajak Konsep utama dalam perhitungan penghasilan kena pajak adalah penghasilan bruto dan penghasilan kena pajak. pajak-pajak yang berlaku di Indonesia yang dapat dikelompokkan sebagai pajak penghasilan adalah Pajak Pendapatan (PPd). ATURAN UTAMA Dalam penentuan besarnya pajak penghasilan yang harus dibayar oleh seorang wajib pajak pada satu tahun pajak. 1994 dan 2000. disebut sebagai penghasilan bruto. Setelah reformasi perpajakan tahun 1983. Saat ini sedang berlangsung perubahan dan perbaikan yang keempat berkaitan dengan program reformasi perpajakan Indonesia. Penghasilan bruto ini kemudian dikurangi dengan pengecualian-pengecualian dan penguranganpengurangan tertentu untuk mendapatkan penghasilan yang akan dikenakan pajak disebut penghasilan neto. penghasilan wajib pajak dari semua sumber harus digabungkan menjadi satu angka tunggal ukuran penghasilannya. yaitu tahun 1991. setelah dikurangi sejumlah tertentu yang tidak dikenakan pajak menjadi dasar pengenaan pajak yang akan dikalikan dengan tarif pajak untuk mendapatkan pajak yang menjadi beban bagi wajib pajak.162 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi sebelum reformasi perpajakan tahun 1983. dapat dipakai untuk konsumsi atau menambah kekayaan wajib pajak yang bersangkutan dalam nama dan bentuk apapun. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 dan perubahannya (UU Pajak Penghasilan) mendefinisikan penghasilan yang menjadi objek pajak adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak. Pajak Perseroan (PPs) serta Pajak atas Bunga. pajak-pajak berdasarkan peraturan perpajakan Belanda ini disatukan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 yang berlaku sejak 1 Januari 1984. Undang-Undang ini mengalami perubahan dan perbaikan sebanyak tiga kali.

880. royalti. Penghasilan sehubungan dengan pekerjaan dilaporkan dalam penghasilan setelah dikurangkan dengan beberapa biaya dan penghasilan yang dikecualikan. Penghasilan dari pekerjaan dalam hubungan kerja dan pekerjaan bebas. seperti pembebasan utang.000. sewa. dividen. Penghasilan dari usaha dan kegiatan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 163 Dengan beberapa pengecualian seperti yang tertera pada UU Pajak Penghasilan. Tidak semua penghasilan dari berbagai sumber harus dilaporkan sebagai penghasilan. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Untuk wajib pajak pribadi. PTKP yang berlaku saat ini adalah wajib pajak dan pasangannya (masing-masing Rp2.440. . dan sebagainya. yaitu suami/istri.000). Penghasilan dari usaha dan pekerjaan bebas dimasukkan dalam penghasilan neto setelah dikurangkan biaya-biaya. wajib pajak dapat mengurangkan biaya-biaya atau pengurangan-pengurangan tertentu untuk mendapatkan penghasilan neto. 4. Beberapa penghasilan tertentu bukan merupakan penghasilan menurut UU Pajak Penghasilan. Variabel utama penentu PTKP adalah jumlah anggota keluarga sampai dengan maksimal 5 orang. hadiah. Penghasilan dari modal.440. Sebagaimana disebutkan dalam undang-undang tersebut. penghasilan neto yang telah dihitung kemudian dikurangkan dengan PTKP. 2. Penghasilan lain-lain. dan lain sebagainya. penghasilan dari praktek profesi.000) ditambah tiga orang tanggungan (masing-masing Rp1. seperti gaji. penghasilan dari semua sumber digabungkan untuk menentukan penghasilan bruto. dan ganti kerugian asuransi. keuntungan penjualan harta atau hak yang tidak dipergunakan untuk usaha. dan tiga tanggungan. honorarium. dan sebagainya. kenikmatan dalam bentuk natura dengan persyaratan tertentu. alat ukur ini ternyata tidak sekomprehensif mungkin. pasangannya. berupa harta gerak ataupun harta tak gerak seperti bunga. Dari angka penghasilan ini. Beberapa penghasilan non kas diabaikan (seperti imputed rent dan capital gain yang belum direalisasikan) dan beberapa penghasilan kas tertentu dikecualikan (seperti pembayaran asuransi dan pensiun). kecuali bila pasangannya tidak berpenghasilan maka PTKP-nya Rp1. seperti warisan atau hibah. penghasilan ini akan meliputi: 1. Walaupun penghasilan neto dimaksudkan untuk menjadi satu alat ukur yang komprehensif atas posisi penghasilan wajib pajak. 3.

Oleh karena itu. dapat dianggap bahwa penghasilan sampai sebesar PTKP ini dikenakan tarif pajak nol persen. melaporkan. sejak tahun 1995 tarif pajak diturunkan antara 10% sampai dengan 30%. Kewajiban Menyerahkan SPT Kewajiban menyerahkan SPT Tahunan pajak penghasilan diberlakukan kepada semua wajib pajak yang telah memiliki NPWP. Prosedur Pembayaran Sistem penetapan pajak penghasilan di Indonesia dikenal dengan sebutan self assessment. Sejak tahun 1983 sampai dengan 1994. ada dua hal penting berkenaan dengan aspek prosedural utama pajak penghasilan: penyerahan SPT dan audit. Satu aspek prosedural yang juga penting adalah sistem pemungutan (pemotongan) yang didasarkan pada dua alasan utama yaitu prinsip kemudahan mengenakan pajak pada saat perolehan penghasilan (ability to pay) dan peningkatan ketaatan dari wajib pajak dengan mengharuskan pihak lain sebagai sumber penghasilan (pembayar) untuk bertindak atas nama negara memungut pajak tersebut.164 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi Penerapan Tarif Pajak Pajak dihitung dengan menerapkan angka tarif pada skedul tarif pajak dengan angka penghasilan neto setelah dikurangi PTKP. Bersamaan . Wajib pajak tersebut adalah mereka yang mempunyai penghasilan neto lebih kecil dari PTKP atau yang memperoleh penghasilan hanya dari satu pemberi kerja. tarif pajak yang ditetapkan antara 15% sampai dengan 35%. Batas waktu penyerahan SPT Tahunan adalah tiga bulan setelah tahun pajak berakhir. pada saat wajib pajak harus menyerahkan pembayaran terakhir untuk pajak-pajak yang terutang pada tahun pajak yang telah berakhir atau menagih pengembalian pajak. Oleh karena itu. yaitu suatu sistem yang memberikan kewenangan kepada wajib pajak untuk menghitung dan melaporkan besarnya pajak penghasilan yang terhutang sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan pajak yang berlaku. dan membayarkan beban pajaknya sesuai dengan peraturan dan perundangundangan pajak yang berlaku tersebut. Skedul tarif ini ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan dalam bentuk tarif marjinal yang berlaku untuk tingkatan penghasilan yang naik secara berurutan. tidak diwajibkan untuk menyerahkan SPT Tahunan. Oleh karena penghasilan sampai PTKP tidak dikenakan pajak. Wewenang otoritas pemungut pajak (dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak) adalah memastikan bahwa wajib pajak telah menghitung. hanya wajib pajak yang tidak wajib memiliki NPWP.

dan lain-lain. misalnya dokter atau pengusaha retail. seperti melakukan investasi. pemeriksaan sampel secara acak digunakan untuk membuat wajib pajak tetap patuh pada peraturan perpajakan. pengasuhan anak. Pemotongan Pajak (Withholding) Sebagian besar pajak dipungut dengan cara dipotong oleh pihak yang melakukan pembayaran dengan alasan kemudahan untuk melakukan pungutan. Untuk itu DJP melakukan pemeriksaan atas SPT-SPT yang dilaporkan. DJP tidak dapat mengaudit semua SPT yang diterima. Sementara itu. Walaupun begitu. saat itu pula ia harus menyerahkan sebagian penghasilannya untuk beban pajaknya. Dalam memeriksa aritmatika perhitungan pajaknya. Biaya untuk mengaudit semua SPT tersebut akan sangat besar. wajib pajak menyerahkan estimasi pajak penghasilan yang harus dibayar tahun berikutnya. kredit pajak merupakan pengurangan pajak yang diberikan atas aktivitas tertentu yang dilakukan oleh wajib pajak. cakupan auditnya terbatas. termasuk ketaatan pembayarannya. dari sisi ilmu keuangan negara. Penerimaan pajak negara berfluktuasi sesuai dengan perubahan penghasilan masyarakat yang merupakan bagian utama dari pendapatan nasional. dan setoran pajak penghasilan masa tahun berikutnya itu didasarkan pada informasi estimasi ini. Di Indonesia. Audit Seperti dikemukakan sebelumnya. pajak-pajak yang dipungut oleh pihak-pihak yang melakukan pembayaran ini disebut sebagai kredit pajak bagi wajib pajak. Ketika wajib pajak memperoleh penghasilan. pembayaran pajak lebih berkaitan dengan tingkat penghasilan tahun berjalan daripada tingkat penghasilan tahun lalu. perawatan orang tua. . Sistem pemotongan pajak juga memastikan ketaatan sepenuhnya karena pernyataan penghasilan tidak diberikan sepenuhnya hanya kepada wajib pajak. Oleh karena itu. pembayaran pajak menjadi sangat responsif terhadap perubahan dalam tingkat penghasilan pribadi yang merupakan hal penting bagi efektivitas kebijakan stabilisasi.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 165 dengan penyerahan SPT. Dengan sistem ini. SPT yang melaporkan hal-hal yang tidak biasa (misalnya biaya yang mengurangi penghasilan yang sangat besar atau sumber penghasilan yang tidak biasa) dapat diaudit. Dengan sistem pemotongan pajak ini. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memiliki wewenang untuk memeriksa kebenaran perhitungan SPT Tahunan dari wajib pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan pajak yang berlaku. Pada waktu-waktu tertentu kelompok wajib pajak tertentu akan diperiksa. walaupun dibantu oleh fasilitas komputer dan tenaga audit yang dimilikinya.

yaitu memudahkan pengusaha untuk membandingkan berbagai aktivitas bisnis dengan suatu standar yang tetap dan menunjukkan sejarah akumulasi modal perusahaan yang dapat menunjukkan prospek kemampuan memperoleh penghasilan di masa depan. Haig dan Henry C. Konvensi ini berkembang dalam praktek pembukuan di mana suatu pos “modal” dibuat tetap selama periode akuntansi. Simons. kelebihan pemotongan pajak akan dialami oleh para wajib pajak tertentu sehingga para wajib pajak ini yang secara riil memberikan pinjaman bebas bunga kepada pemerintah. istilah accretion income disinonimkan dengan tambahan kemampuan ekonomis atau kenaikan total kekayaan seseorang. Seberapa baikkah penghasilan neto digunakan sebagai suatu ukuran kapasitas pajak? UU Pajak Penghasilan di Indonesia mendefinisikan penghasilan sebagai tambahan kemampuan ekonomis yang diperoleh wajib pajak dari sumber mana pun yang dapat dipakai untuk konsumsi atau menambah kekayaannya. Menurut Irving Fisher dalam buku klasiknya The . setiap akumulasi (apresiasi) modal diperlakukan sebagai “penghasilan” dan penurunan nilai (depresiasi) modal diperlakukan sebagai “penghasilan negatif. Dalam buku ini. Apresiasi pada modal hanya dicatat ketika direalisasikan sedangkan depresiasi pada modal diperkirakan dan dicatat pada setiap periode akuntansi. praktek ini memiliki dua keuntungan. merupakan subset dari accretion income. praktek akuntansi dewasa ini memperlakukan kenaikan dan penurunan modal tersebut dengan cara berbeda. Jika tarif pajak yang dipotong ditetapkan cukup tinggi untuk mendapatkan penerimaan pajak setinggi-tingginya. yaitu accretion income. Pemerintah. sistem pemotongan pajak juga menimbulkan biaya tersendiri. Definisi ini sama dengan definisi penghasilan (income) oleh ahli ekonomi Robert M. PRINSIP-PRINSIP DEFINISI PENGHASILAN Konsep penghasilan dasar yang menjadi penentuan kewajiban pajak penghasilan dalam prakteknya adalah penghasilan neto. Konsep accretion income ini berakar dari praktek pembukuan masa merkantilisme di Eropa yang telah menjadi bagian dari prinsip akuntansi sampai sekarang. Yield income adalah jasa-jasa yang dihasilkan oleh modal. harus mengembalikan kelebihan pemotongan ini kepada para wajib pajak tertentu tersebut. Dari sisi manajemen bisnis.166 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi Pada saat yang sama. yang sampai saat ini menjadi definisi penghasilan yang paling diterima dalam ilmu ini. para ahli ekonomi menggunakan istilah yield income untuk merujuk pada pengertian penghasilan dalam ilmu ekonomi. dalam hal ini DJP. Dengan membuat saldo awal modal perusahaan menjadi tetap. Sebelum adanya pajak penghasilan.” Walaupun demikian.

konsep tambahan kemampuan ekonomis ini akan dianalisis secara mendalam apa implikasinya dalam praktek dan bagaimana konsep ini diterapkan secara memuaskan dalam perhitungan penghasilan neto. suatu pengukuran atas aliran. diharapkan ataupun tidak diharapkan. Bila kita memilih tambahan kemampuan ekonomis sebagai basis pajak. Irving Fisher menyatakan bahwa kekayaan menunjukkan dua aspek bila dikaitkan dengan waktu.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 167 Nature of Capital and Income (1908). yield income terdiri dari uang yang diperoleh tetapi tidak disimpan dan pengurangan sumber daya untuk digunakan. Penghasilan Bruto versus Penghasilan Neto Seperti telah dikemukakan sebelumnya. yaitu stok kekayaan dan aliran kekayaan.1 Dengan demikian. Ekivalensi ini bersumber dari fakta yang sangat penting bahwa modal tidak dapat dipisahkan dari penghasilan karena modal dan penghasilan saling terkait secara resiprokal. apakah akan diinvestasikan atau dikonsumsi. Semua tambahan kemampuan ekonomis (accretion) harus dimasukkan. Terminologi yield income ini mirip dengan (walau tidak sama persis) konsep penggunaan uang yang diperoleh untuk konsumsi. Kekayaan dalam ukuran jangka waktu merupakan konsep ekonomi dari penghasilan. baik terealisasi ataupun tidak terealisasi. . harus didefinisikan sebagai kenaikan total atas kekayaan seseorang. Tanpa penggabungan ini. tetapi tidak dapat pada kedua waktu tersebut. Pandangan pajak penghasilan ini banyak diterima oleh berbagai kalangan dewasa ini. Pada dasarnya. Konsep ini berakar dari praktek akuntansi selama berabad-abad oleh karenanya banyak inkonsistensi yang terjadi pada 1 Menurut para ahli ekonomi. tambahan kemampuan ekonomis sebagai indeks kapasitas pajak seseorang. Kita tidak perlu mempertimbangkan bagaimana tambahan kemampuan ekonomis tersebut digunakan. Kekayaan yang diukur pada suatu waktu tertentu merupakan konsep ekonomi dari modal. baik teratur ataupun fluktuatif. Selain itu. penghasilan dan modal merupakan kategori yang mutually exclusive. suatu pengukuran atas stok. yaitu tambahan kemampuan ekonomis dan konsumsi. Sekarang. konsep penghasilan yang mendapat banyak penerimaan dalam praktek pajak penghasilan di dunia adalah konsep tambahan kemampuan ekonomis. Orang dapat mengukur kekayaan pada suatu waktu tertentu atau sepanjang waktu tertentu. dalam konsep basis pajak ada dua kandidat utama sebagai basis pajak untuk pajak penghasilan pribadi. penghasilan dari semua sumber harus diperlakukan secara seragam dengan cara digabungkan sebagai penghasilan global yang kemudian akan dikenakan tarif pajak. kedua ukuran tersebut ekivalen karena nilai ekonomis dari modal sama dengan nilai tunai dari nilai ekonomis dari aliran penghasilan di masa depan yang diharapkan. penerapan tarif yang progresif tidak dapat menghasilkan efek yang diharapkan yaitu mengadaptasi pajak pada kemampuan membayar wajib pajak.

Peraturan perpajakan mendefinisikan penghasilan yang akan dikenakan pajak sebagai penghasilan neto karena biaya-biaya yang terjadi dalam memperoleh penghasilan pada umumnya dikurangkan dari penghasilan dengan beberapa pembatasan biaya-biaya tertentu tidak boleh dikurangkan. para wajib pajak dapat memperlakukannya untuk mengurangi kewajiban pajak beberapa tahun yang akan datang. Oleh karenanya. Pada beberapa negara maju. Sebagaimana dalam pembukuan dimana penghasilan diukur dalam jumlah laba bersih. dalam praktek-praktek perpajakan ada perbedaan perlakuan pajak antara penghasilan dari pekerjaan (upah dan gaji) dan penghasilan dari modal. Agar konsisten dengan konsep tambahan kemampuan ekonomis. Penghasilan atas Modal (Capital Income) versus Penghasilan sehubungan dengan Pekerjaan (Labor Income) Konsep tambahan kemampuan ekonomis tidak mempedulikan asal dari penghasilan. peraturan perundang-undangan juga membolehkan wajib pajak mengurangkan biaya-biaya yang berkaitan dengan pekerjaan.168 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi penentuan penghasilan kena pajak terkait dengan inkonsistensi penentuan penghasilan dalam praktek akuntansi. Akan tetapi. Penghasilan dari pekerjaan harus dikenakan beban pajak yang lebih ringan. pemerintah harus konsisten memperlakukan keduanya. Akan tetapi. seperti biaya jabatan dan iuran pensiun. ada kredit pajak bagi wajib pajak yang memperoleh penghasilan dari pekerjaan tetapi wajib pajak . Untuk wajib pajak pribadi. pada umumnya penghasilan yang dapat dikenakan pajak telah dinyatakan dalam satuan penghasilan neto. Karena tambahan kemampuan ekonomis dirancang untuk mengukur konsumsi dan kenaikan dalam kekayaan bersih. maka setiap pengurangan kemampuan ekonomis juga harus dipandang sebagai penghasilan negatif. penghasilan dalam konsep tambahan kemampuan ekonomis (accretion concept) harus diukur dalam satuan penghasilan neto yaitu penghasilan setelah dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan. Walaupun ada pengecualian-pengecualian tertentu. kerugian operasi harus dikurangkan dalam menentukan penghasilan neto dari kegiatan usaha. Biaya bunga boleh dikurangkan tetapi dividen tidak boleh dikurangkan. Oleh karena itu. Walaupun peraturan perundang-undangan tidak memberikan fasilitas pengembalian pajak. Kerugian mengurangi kekayaan bersih sebagaimana keuntungan meningkatkannya. kerugian harus dapat diperlakukan sebagai pengurangan sepenuhnya. sama seperti dalam praktek akuntansi. ada konsistensi dalam perlakuan biaya modal.

memberlakukan pengaturan pajak seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. upah. yaitu membuat aset tersebut memberikan penghasilan kas atau mengkonsumsi aset tersebut jangka panjang. Cara kedua ini memunculkan apa yang disebut penghasilan dalam bentuk natura atau imputed income. Direalisasikan atau tidak adalah pilihan portofolio bagi investor dan tidak boleh mempengaruhi penghasilan yang diukur untuk keperluan perpajakan. Tidak boleh ada perbedaan apakah penghasilan tersebut telah diterima secara kas (seperti gaji. kewajiban pajak dalam satuan riil sama dengan nol.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 169 yang hanya memperoleh penghasilan atas modal tidak memperoleh kredit pajak ini. kenaikan dalam penghasilan uang yang sepadan dengan kenaikan harga-harga bukan merupakan kenaikan dalam penghasilan riil. Praktek-praktek yang tidak konsisten ini berakar dari praktek akuntansi yang menjadi acuan otoritas perpajakan. kemampuan ekonomis harus diukur dengan satuan riil pada awal dan akhir tahun sehingga inflasi harus diperhitungkan. Penghasilan dalam Bentuk Natura atau Imputed Income Karena sulitnya menghitung berapa besarnya penghasilan. Dengan demikian. Contohnya rumah yang dimiliki wajib pajak dapat disewakan kepada pihak lain dengan mendapatkan . Penghasilan Riil versus Penghasilan Nominal Dengan adanya inflasi. Hal ini dinilai sebagai ketidakkonsistenan penerapan konsep penghasilan ini. setiap tambahan kemampuan tersebut baik sudah diterima dalam bentuk uang ataupun belum harus diakui sebagai penghasilan. dan hasil penjualan aset) ataupun terakumulasi dalam bentuk kenaikan nilai aset yang tidak dijual. Secara nominal. Hal inilah yang menjadi bagian dari topik kontroversial untuk pengenaan pajak capital gains. kenaikan kemampuan ekonomis pada akhir tahun yang diukur dalam satuan uang tidak seluruhnya merupakan tambahan kemampuan ekonomis dalam satuan riil. Dalam situasi ini. Penghasilan yang Terakumulasi versus Penghasilan yang Terealisasi Bila konsep tambahan kemampuan ekonomis diterapkan secara konsisten. penghasilan dalam bentuk natura atau imputed income tidak dikenakan pajak penghasilan. Wajib pajak dapat menggunakan aset yang dimilikinya dengan dua cara.

Beberapa negara Eropa mengenakan pajak atas imputed rent ini kepada pemilik rumah yang mendiami rumahnya sendiri dengan data dari pajak atas kekayaan yang selalu menunjukkan nilai dari rumah tersebut. Pengabaian ini menyebabkan ketidakadilan perlakuan pajak bagi pemilik rumah dan penyewa. penghasilan daLam bentuk natura dapat digunakan oleh wajib pajak sebagai sarana untuk menghindari pajak. Penerapan imputed income pada dasarnya dapat dilakukan seluas mungkin akan tetapi untuk alasan-alasan praktis hal tersebut tidak mungkin dilakukan. Selain imputed rent. Permasalahan yang lebih rumit lagi adalah pilihan antara bekerja atau bersantai (tidak bekerja). secara logika ekonomi ia memperoleh penghasilan sebesar apabila ia bekerja. jasa rumah tangga yang dilakukan ibu atau bapak rumah tangga sendiri (seperti memasak. Apabila rumah tersebut didiami wajib pajak sebagai pemiliknya. Logika tambahan kemampuan ekonomis (accretion) menyatakan bahwa penghasilan yang diterima dalam bentuk natura. wajib pajak tersebut sama saja dengan memperoleh penghasilan sewa (dari dirinya sendiri) atau disebut juga “imputed rent” yang jumlahnya sama dengan penghasilan yang ia dapatkan apabila ia menyewakan rumahnya. seperti mengkonsumsi tanaman dari kebun sendiri. ia memperoleh penghasilan dalam bentuk uang. Jika seseorang memutuskan untuk santai (tidak bekerja). dalam bentuk ‘santai’ harus dimasukkan ke dalam basis pajak. secara konseptual. Contohnya. ada beberapa penghasilan yang diterima dalam bentuk natura yang tidak diperhitungkan sebagai penghasilan dalam peraturan pajak. membersihkan halaman. implementasi dari aturan ini tidak akan mungkin dapat dilakukan. memperbaiki rumah) merupakan imputed income bagi rumah tangga. Alasan kepraktisan yang paling utama adalah memasukkan penghasilan ini ke dalam penghasilan neto memunculkan permasalahan serius dalam hal pengukuran dan hal-hal lain yang harus diperhitungkan ketika memberlakukan pajak penghasilan atas dasar rumah tangga. memelihara anak. seperti dalam fasilitas kendaraan kantor yang dapat diganti dengan tunjangan biaya transportasi. nilai dari konsumsi yang imputed tersebut harus dimasukkan ke dalam basis pajak. Bila ia bersantai. ia memperoleh penghasilan tersebut dan sekaligus mengkonsumsikannya dengan bersantai. Apabila penghasilan tersebut dapat diuangkan (diterima dalam bentuk uang). Bila ia bekerja. Dengan demikian. penghasilan tersebut dikenakan pajak. Akan tetapi.170 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi penghasilan sewa yang dikenakan pajak. mencuci. . Karena kenaikan kemampuan (accretion) didefinisikan sebagai peningkatan kekayaan bersih dan konsumsi. fasilitas kendaraan kantor atau fasilitas perumahan dan akomodasi di daerah terpencil.

seperti juga tambahan kemampuan ekonomis dari sumbersumber lain. warisan dan hibah. seperti sumbangan. transfer ini merupakan bentuk penggunaan penghasilan. Jika hal ini dilakukan. Transfer oleh pemerintah. Hal ini sesuai dengan konsep penghasilan menurut Irving Fisher. pendapatan nasional adalah jumlah dari pendapatan faktor selama satu periode. perolehan warisan atau hibah merupakan tambahan kemampuan ekonomis bagi penerima. bukannya penggunaan. Dalam konsep tambahan kemampuan ekonomis (accretion). dengan demikian harus dimasukkan ke dalam basis pajak penghasilan bagi penerimanya. Juga. tidak dikenakan pajak penghasilan. yang juga menyatakan nilai dari output yang diproduksi oleh faktor-faktor tersebut. apakah transfer seperti ini harus dikurangkan dari basis penghasilan pajak pemberi? Apabila mengacu pada konsep tambahan kemampuan ekonomis sepenuhnya. Penghasilan Teratur versus Penghasilan Tidak Teratur . tidak ada keharusan bahwa basis pajak agregat sama dengan penghasilan total yang didefinisikan dalam pendapatan nasional. jadi bukan merupakan biaya. Konsep tambahan kemampuan ekonomis mengenakan pajak pada sumbernya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 171 Penghasilan versus Transfer Dari sudut pandang ahli ekonomi. Transfer seperti ini tidak dikurangkan dari penghasilan oleh pemberi dan juga tidak dilaporkan sebagai penghasilan oleh penerima. Hal ini sebenarnya menyalahi konsep tambahan kemampuan ekonomis karena semua transfer tersebut menambah kemampuan penerimanya akan sumber daya. juga tidak dikenakan pajak penghasilan. bantuan. penghasilan kena pajak seseorang tidak harus sama dengan bagiannya dalam pendapatan nasional dan juga total penghasilan kena pajak dalaM suatu negara harus sama dengan total pendapatan nasional. seperti subsidi sekolah dan subsidi kesehatan. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. dan karenanya harus menjadi bagian dari penghasilannya. Perlakuan pajak atas transfer seharusnya tidak mengikuti aturan dalam perhitungan pendapatan nasional. pajak penghasilan menganut definisi accretion income yang dikemukakan oleh Haig-Simons. Bantuan. Oleh karenanya. Warisan dan Hibah Transfer pribadi. Sumbangan. Transfer yang diterima dari pemerintah atau sumber-sumber swasta (seperti donasi dan hibah) bukan merupakan komponen penghasilan dalam istilah pendapatan nasional.

172 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi Beberapa pendapat menyatakan bahwa penghasilan tertentu yang tidak teratur dan tidak diharapkan sebaiknya tidak dimasukkan dalam penghasilan yang dikenakan pajak dengan berbagai alasan yang tidak begitu kuat. Bagian ini akan membahas kategori pertama. Pada kenyataannya. karena pengenaan pajak menggunakan tarif pajak yang progresif perlakuan pajak cenderung diskriminatif terhadap penghasilan yang tidak teratur ini. Akan tetapi. Penyimpangan ini disebut juga sebagai preferensi pajak yang menyebabkan perbedaan antara jumlah penghasilan kena pajak dengan ukuran penghasilan yang komprehensif. PRAKTEK DEFINISI PENGHASILAN: PENGECUALIAN Peraturan perundang-undangan perpajakan banyak menunjukkan penyimpangan dari prinsip tambahan kemampuan ekonomis. Pada transaksi tertentu seperti transaksi penjualan saham di bursa efek. 2. 3. Penghasilan dari hadiah undian Perlakuan atas pajak final ini sebenarnya melanggar prinsip keadilan pajak. Oleh karena itu. Penghasilan yang teratur cenderung dikenakan tarif pajak yang lebih rendah daripada penghasilan yang tidak teratur. Preferensi pajak dapat dibagi dalam tiga kategori yaitu. pengurangan sebagai biaya dan kredit pajak. 4. Penghasilan yang diperoleh dari hak atas tanah dan bangunan. Penghasilan dari transaksi penjualan saham di bursa efek. Penghasilan-penghasilan yang Dikenakan Pajak Final Untuk memudahkan penagihan dan meningkatkan ketaatan pajak pada beberapa transaksi tertentu berlaku tarif pajak final. tidak ada alasan untuk membedakannya. sebelum tahun 2000. Penghasilan jasa konstruksi dan jasa konsultan. Permasalahan ini dapat dikurangi dengan menerapkan aturan meratakan penghasilan yang tidak teratur tersebut. pajak langsung dibayarkan dengan sistem pemotongan dan tidak dapat dikreditkan dalam perhitungan pajak penghasilan akhir. penghasilan yang tidak teratur dan penghasilan yang teratur sama pengaruhnya bagi kemampuan wajib pajak. Pada transaksi-transaksi ini. yaitu pengecualian (exclusion). Beberapa penghasilan yang dikenakan pajak final adalah: 1. walaupun belum ada penghasilan karena transaksi tersebut belum tentu . pengecualian.

peran reksa dana dirasakan sangat penting untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional. capital gain dari obligasi bagi perusahaan reksadana dikenai PPh seperti umumnya. memang. tapi keuntungan yang diperoleh dari jual beli obligasi. Setelah menjadi polemik. dari sekitar Rp 5. Di tengah-tengah minimnya sumber dana pembiayaan jangka panjang saat ini." katanya. Keadilan vertikal dipengaruhi karena prinsip progresivitas tidak berlaku pada penerapan pajak final. namun kemampuan perbankan untuk membiayai sektor riil yang berjangka panjang juga terbatas sehingga kehadiran reksa dana akan menjadi pendukung perbankan untuk bersama-sama membantu pembangunan ekonomi nasional. BES memang mengusulkan agar reksadana juga dikenai Pajak Penghasilan (PPh) 15% atas kupon bunga obligasi. Pajak Final Usulan mengambil pajak dari reksadana obligasi mencuat dan menimbulkan pro-kontra. dihitung dari nilai transaksi. Demikian pula pada transaksi-transaksi yang menguntungkan. 60% di antaranya diinvestasikan dalam obligasi." ujar Manajer Portofolio PNM Investment Management. menurutnya. Dalam setiap prospektus reksadana. Nah. reksa dana sudah diberikan dispensasi pajak sehingga pemerintah tentunya memiliki pertimbanganpertimbangan tersendiri. Rencana pemerintah untuk mengenakan pajak atas reksa dana haruslah ditanggapi dengan kepala dingin. Yang aneh. APRDI mengusulkan agar pengenaan pajak dilakukan secara final saja. Selama ini. tentu saja. menurut pengurus APRDI. investor tetap berkewajiban untuk membayar pajak atas penghasilan yang diterima dari reksa dana maupun pendapatan lainnya dalam bentuk pajak penghasilan biasa yang harus dilaporkan setiap tahun. Selama ini. Pertama." ujarnya. tentu reksadana akan menuntut tingkat bunga obligasi lebih tinggi lagi untuk mengompensasi pajak itu. pajak final sebesar 15% atas kupon bunga obligasi hanya diberlakukan bagi transaksi yang melalui perusahaan . Keadilan horizontal dilanggar karena perlakuan ini menghasilkan perbedaan dalam kewajiban pajak pada tingkatan penghasilan tertentu. kalau dipajaki dengan sendirinya nasabah menjadi tidak tertarik lagi untuk membeli reksadana. usulan pajak final reksadana menyesakkan dada.6 triliun dana yang diputar dalam reksadana. Asal tahu saja. 46/1996. "Kalau tetap diterapkan. sebenarnya yang diusulkan APRDI bukan pengenaan pajak final atas kupon bunga obligasi. Apabila tujuan tersebut dalam rangka menggerakkan pertumbuhan reksa dana di Indonesia. sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. yakni bertingkat (progresif). Maksudnya. Masalahnya. tarif pajaknya proporsional seberapa pun besarnya penghasilan (keuntungan) yang didapat. masalah pajak adalah sepenuhnya kewenangan pemerintah yang harus dihormati oleh semua pihak. akhirnya dalam UU Perpajakan yang baru muncul pasal yang mengatur soal itu. seperti PPh capital gain di bursa saham. Sumber dana pembiayaan perbankan memang dapat dipakai untuk membiayai kegiatan ekonomi berjangka panjang.tama. Pengenaan pajak untuk reksa dana merupakan tindakan yang sah-sah saja menurut hukum karena hal tersebut adalah bagian dari kewenangan pemerintah. Disamping itu.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 173 memberikan untung. Bagi pengelola reksadana. maka upaya tersebut sangat tepat mengingat reksa dana merupakan instrumen investasi jangka panjang yang masih baru sehingga diperlukan insentif tertentu untuk menarik investor. Walaupun saat ini tidak ada pajak final untuk pendapatan yang diperoleh dari reksa dana. Pengenaan pajak akan membuat reksadana kehilangan salah satu nilai jualnya. Nah. "Kami mengusulkan pajak final bagi capital gain. salah satu yang paling dijual sang manajer adalah fasilitas bebas pajak dari penghasilan yang mereka peroleh. wajib pajak sudah diharuskan membayar pajak. "Jadi. yang dikenai pajak final bukan kupon obligasinya.

dan reksa dana bebas dari pajak itu. pihak reksa danalah yang akan mencairkan kupon tersebut. Caranya begini. perusahaan sekuritas atau individu akan menjual obligasinya kepada perusahaan reksa dana. adalah konsep yang benar secara keilmuan. baik ketika untung maupun ketika rugi. biarpun tidak menerima pembayaran kupon. (Diadaptasi dari: berbagai sumber yang dimuat dalam http://www. mereka menikmati rente secara tidak langsung. sering terjadi praktek washing alias jual beli obligasi secara fiktif demi menghindari pajak final tersebut. Dengan begitu. Berkenaan dengan perlakuan pajak terhadap laba modal ini. bukan atas labanya. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. Jadi. dana pensiun. Adapun transaksi obligasi yang dilakukan bank. Para ahli ekonomi menyatakan bahwa pengenaan pajak atas laba modal ini merupakan salah satu bentuk kesalahan penerapan konsep penghasilan dalam peraturan perpajakan. Sesuai dengan aturan. seperti di Inggris dan beberapa negara anggota the Commonwealth.com) Berdasarkan pemaparan diatas. yaitu yield income. . Agar tidak terkena potongan pajak final atas pencairan kupon. laba modal dikenakan pajak. diskusikan pengaruh kebijakan pajak final tersebut! Laba Modal (Capital gain) Pengenaan pajak atas laba modal adalah salah satu topik yang paling kontroversial dalam ilmu perpajakan. Transaksi tetap dikenakan pajak. selama ini. Perlakuan ini jelas-jelas melanggar prinsip keadilan pajak. Pada negara-negara yang peraturan perpajakannya mengacu pada konsep penghasilan ini.kompas. Akibat perbedaan perlakuan seperti itu. yaitu laba modal dari penjualan saham di bursa efek dan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan. para ekonom sepakat bahwa konsep penghasilan menurut Irving Fisher. Pada negara-negara lainnya yang menganut konsep accretion income pada peraturan perpajakannya. Laba modal bukanlah penghasilan karena bukan dihasilkan dari layanan yang dihasilkan oleh modal. laba modal tidak dikenakan pajak. dia tidak akan terkena pajak atas kupon yang dicairkan. debat juga terjadi pada negara-negara ini yang berkisar pada (1) apakah laba yang direalisasikan harus diperlakukan sebagai penghasilan biasa. Perlakuan atas Laba Modal yang Direalisasikan Peraturan perpajakan memberikan perbedaan perlakuan pada laba modal yang direalisasikan. dan (2) apakah laba yang tidak direalisasikan harus juga dipajaki.174 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi sekuritas. Prinsip progresivitas pajak dilanggar. baik keadilan horizontal maupun keadilan vertikal. Pajak untuk transaksi-transaksi ini bersifat final dan dikenakan atas nilai transaksi. Tentu saja perusahaan sekuritas atau individual bisa mematok harga premium.

Penundaan pengenaan pajak setelah realisasi memberikan perlakuan yang menguntungkan kepada jenis penghasilan yang belum direalisasikan. Bila pada kenyataannya ia tetap memiliki dalam bentuk portofolio saham. Bahwa realisasi dalam bentuk kas memungkinkan. ketidakadilan ini dapat dihilangkan dengan menggunakan aturan yang tepat untuk meratakan penghasilan yang fluktuatif. Menurut Musgrave dan . Perlakuan pengenaan pajak yang mengecualikan laba modal yang belum direalisasikan ini mendorong investor untuk tidak menjual asetaset yang memiliki akumulasi laba. misalnya menjualnya untuk dikonsumsi atau diinvestasikan dalam bentuk aset lainnya. Perlakuan terhadap Laba yang Belum Direalisasikan Berdasarkan prinsip kemampuan membayar. laba yang belum terealisasikan dalam bentuk kas tidak dikenakan pajak. keputusan untuk merealisasikan dalam bentuk kas atau tidak adalah keputusan manajemen portofolio. Berdasarkan definisi ini. Dengan kenaikan nilai portofolio ini. Misalnya. Semua tambahan kemampuan ekonomis harus dimasukkan.000.000. Tuan Amir memiliki kekayaan dalam bentuk portofolio saham PT Telkom yang nilainya naik Rp100. penghasilan sebagai suatu indeks dari kapasitas wajib pajak harus diukur sebagai tambahan kekayaan. dibandingkan jika laba modal tersebut diterima sebagai dalam bentuk pendapatan tetap. itu menunjukkan preferensinya untuk tetap terus memegangnya dalam bentuk portofolio saham bila dibandingkan dengan bentuk alternatif lainnya. tidak ada alasan untuk membedakan perlakuan pajak terhadap laba yang direalisasikan terhadap penghasilan dari usaha. yang disebut sebagai lock-in effect. baik yang sudah terealisasi (berubah menjadi kas) maupun belum. penghasilan neto dinyatakan dalam bentuk penghasilan kas dan hanya memasukkan penghasilan kas saja. Kekayaan ini dapat ia ubah dari portofolio saham menjadi kas bila ia memutuskannya. Akan tetapi berbagai argumentasi melingkupi perdebatan tentang perlakuan pajak atas laba modal yang belum direalisasikan ini. Hal ini jelas-jelas bertentangan dengan definisi tambahan kemampuan ekonomis. Tidak ada bedanya penghasilan yang diperoleh dari usaha atau dari laba modal. Akan tetapi. Laba dari sahamnya telah membuatnya memperoleh tambahan kemampuan ekonomis. Memang laba modal sifatnya tidak teratur dan cenderung berfluktuasi sehingga harus membayar lebih banyak dalam sistem tarif pajak yang progresif. Apakah laba telah terealisasi tidak ada relevansinya dengan apakah ada peningkatan kemampuan ekonomis. kekayaannya telah bertambah sejumlah tersebut.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 175 Berdasarkan prinsip keadilan.

Walaupun berdasarkan pajak konsumsi. situasi bisnis telah berubah dan analogi seperti ini tidak tepat lagi.) § “Laba yang belum direalisasikan tidak boleh dipajaki karena ketiadaan realisasi membuat kita tidak mengetahui keberadaannya. tetapi hal ini bukan halangan yang luar biasa. Laba yang sudah direalisasikan tetapi tidak dikonsumsi perlakuannya sama dengan laba yang belum direalisasikan. Musgrave.176 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi Musgrave (1989). misalnya untuk pemegang saham PT Telkom yang dapat menjual sahamnya sewaktu-waktu. mereka tidak membukukan pendapatan mereka sampai nakhoda kapal telah kembali ke pelabuhan dan menyerahkan uang hasil dagangan. tetapi apakah hal itu jadi persoalan? Sebagaimana halnya hutang-hutang lainnya yang jatuh tempo. yang banyak mendapatkan dukungan-dukungan hukum pada tahap-tahap awal diskusi pajak penghasilan. Pengukuran atas laba yang belum direalisasikan memang sulit. 2 Richard A. .” Pandangan ini tepat. beberapa bentuk perdebatan tersebut adalah sebagai berikut:2 § “Laba yang belum direalisasikan tidak boleh dipajaki karena pemiliknya dihalangi untuk melakukan konsumsi. Musgrave dan Peggy B. 338. pembedaan apakah sudah terealisasi dan belum terealisasi bukan merupakan hal yang utama. hal ini tidak relevan dengan definisi basis dari pajak penghasilan. Edisi ke-5. laba yang belum direalisasikan akan dikecualikan dan laba yang direalisasikan akan dimasukkan hanya jika dikonsumsi. tidak peduli akan digunakan untuk apa. Untuk situasisituasi di mana likuidasi parsial tidak memungkinkan (misalnya bisnis keluarga). § “Pemajakan atas laba yang belum direalisasikan mengharuskan wajib pajak membayar pajak walaupun ia tidak memiliki uang kas untuk membayarnya. sulit digunakan untuk meyakinkan para ahli ekonomi. hal. Public Finance in Theory and Practice. pemerintah dapat memberikan waktu yang cukup untuk itu. adalah beralasan bagi pemerintah untuk meminta wajib pajak melikuidasi sebagian asetnya untuk membayar pajak bila diperlukan. Prinsipnya adalah semua penghasilan harus dipajaki. Pemisahan adalah pilihan investasi sedangkan penghasilan diperoleh karena nilai aset meningkat.” Pada awal munculnya pembukuan oleh para saudagar Venesia.” Walaupun tidak ada konsumsi. Pandangan ini. penghasilan tersebut harus dapat dipisahkan dari aset yang menghasilkannya. § Untuk suatu penghasilan yang akan diterima. Akan tetapi. Prinsip akuntansi yang hati-hati hanya mengakui pendapatan setelah ada realisasi. (Berdasarkan suatu pajak konsumsi. New York: McGraw-Hill.

Laba modal yang dikenakan pajak. laba modal harus dimasukkan dalam penghasilan kena pajak dan digabungkan dengan penghasilan dari sumber-sumber lainnya. Akan tetapi. seperti sekuritas. tanpa mempedulikan apakah sudah direalisasikan atau belum. Para pemilik aset dapat menunda kewajiban pajaknya sampai bertahun-tahun. Konsistensi juga harus berlaku bila terjadi rugi modal (capital loss) yang harus diperlakukan sebagai pengurangan atas penghasilan atau penghasilan negatif. Walaupun realisasi konstruktif dapat memindahkan laba yang belum direalisasikan ke dalam basis pajak. nominal harus dikurangi dengan kenaikan harga dari aset karena inflasi untuk mendapatkan laba modal yang dimasukkan dalam penghasilan kena pajak. dapat dinilai dan dikenakan pajak secara periodik. untuk aset lainnya. dan tanah. yang bukan disebabkan oleh inflasi. Dengan laba modal. misalnya setiap lima tahun. Dengan memberikan aturan perataan penghasilan dan membolehkan penyebaran pembayaran pajak pada beberapa periode. bahkan sampai meninggal. Dalam hal laba modal yang sudah direalisasikan. Situasinya jauh lebih sulit untuk laba yang belum direalisasikan. Pengenaan pajak secara tahunan atas laba modal yang belum direalisasikan mengharuskan adanya penilaian aset secara tahunan. cara ini masih memberikan beberapa keuntungan bagi laba modal. Permasalahan Penerapan Walaupun secara prinsip tidak ada lagi persoalan terhadap pengenaan pajak atas laba modal. dapat dihindari likuidasi paksa untuk tujuan pengenaan pajak yang menimbulkan ketidakadilan. yang nilainya sangat . Penundaan pajak ini sama dengan memperoleh pinjaman bebas bunga. Pengenaan pajak atas laba modal harus juga disesuaikan dengan inflasi. muncul usulan untuk mengenakan pajak pada saat kematian atau pemindahan aset ini dengan menganggap seolah-olah telah terealisasi pada saat itu (realisasi konstruktif). Penilaian atas aset hanya dilakukan pada saat realisasi konstruktif ini sehingga lebih praktis.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 177 Jika definisi tambahan kemampuan ekonomis diikuti secara konsisten. sulit untuk dinilai. suatu praktek yang sangat tidak praktis. Oleh karena itu. bangunan pabrik. akan tetapi pengenaan pajaknya menghadapi kendala operasional yang cukup berat. Beberapa aset yang memiliki pasar yang likuid. pengenaan pajaknya sepenuhnya dapat dilaksanakan tanpa kesulitan-kesulitan teknis yang muncul. seperti barang seni. Bila pengenaan pajak atas laba modal tidak memperhitungkan inflasi maka akan memunculkan problema keadilan dan efisiensi pajak.

Alternatif pertama. Praktek yang berlaku saat ini memunculkan ketidakadilan terhadap para penabung lainnya karena dua keuntungan bagi pembayar iuran pensiun/tabungan. Ketika uang manfaat pensiun atau tabungan hari tua diterima di kemudian hari. bila menggunakan konsep accretion income. Pertama. aturan ini sama saja memberikan kepada pembayar tabungan hari tua suatu pinjaman bebas bunga dan penerapan tarif pajak yang lebih rendah di kemudian hari ketika tabungan ini diambil oleh penabung. pembayar iuran pensiun/tabungan akan mendapat pengenaan tarif pajak yang lebih rendah atas penghasilannya yang ditunda pengenaannya karena penghasilan pembayar iuran pensiun di masa depan akan lebih kecil. pembayaran kepada dana pensium atau lembaga sejenis ini bukan merupakan biaya tetapi merupakan penggunaan penghasilan. Tabungan Hari Tua dan Rencana Pensiun Tabungan hari tua atau rencana pensiun adalah tabungan atau investasi yang diakumulasi dengan cara memisahkan penghasilan tahun berjalan untuk penggunaan di masa depan dengan menyetorkan sejumlah uang kepada lembaga dana pensiun atau sejenisnya. Setoran ini semakin mendapatkan argumentasi dukungan untuk dimasukkan ke dalam basis pajak apabila dipandang sebagai skema redistribusi. Alternatif kedua yang dipraktekkan saat ini adalah membolehkan pembayaran-pembayaran ini sebagai pengurang atas penghasilan dan mengenakan pajak sepenuhnya pada saat uang pensiun/tabungan dibayarkan kembali. Tabungan Hari Tua Peraturan perundang-undangan pajak penghasilan membolehkan setoran tabungan hari tua kepada PT Taspen tidak dimasukkan sebagai penghasilan kena pajak. Perlakuan yang tepat tentu saja dengan memperlakukan setoran tabungan sebagaimana bentuk tambahan kemampuan lainnya dan dikenakan pajak sebagaimana mestinya. Setoran ini tidak dikenakan pajak apabila . penundaan pembayaran pajak oleh pembayar iuran pensiun/tabungan sama dengan perolehan pinjaman bebas bunga. hanya komponen bunganya saja yang dikenakan pajak penghasilan.178 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi substansial terutama bagi para wajib pajak muda yang mampu menunda untuk periode waktu yang sangat panjang. jadi harus tetap dikenakan pajak. Ada dua alternatif pengenaan pajak atas iuran tabungan/pensium ini. Iuran pensiun dan bentuk pembayaran tabungan hari tua lainnya tidak boleh dikurangkan dari penghasilan. Sebagaimana disebutkan di muka. bukannya asuransi. Kedua.

perlakuannya sudah tepat yaitu pembayarannya dikecualikan dari pengenaan pajak tanpa memperbolehkan pengurangan atas premi yang dibayarkan. Sementara itu. apakah akan menggunakan pengurangan standar atau pengurangan khusus (itemized deduction). pembayaran asuransinya tidak dikenakan pajak penghasilan. Praktek Definisi Penghasilan: Pengurangan Atas Penghasilan Neto Peraturan pajak penghasilan di Indonesia hanya membolehkan satu jenis pengurangan terhadap penghasilan neto yang disebut pengurangan standar atau Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Pada umumnya wajib pajak yang berpenghasilan tinggi akan memilih pengurangan khusus karena akan memberikan jumlah pengurangan yang lebih besar daripada pengurangan standar. Pembayaran premi asuransi jiwa tidak boleh digunakan untuk mengurangi penghasilan yang akan dikenakan pajak. Asuransi Jiwa Pembayaran premi kepada perusahaan asuransi jiwa dan pembayaran asuransi dari perusahaan asuransi jiwa mendapatkan perlakuan yang berbeda. Asuransi jiwa tertentu memiliki komponen tabungan (investasi) yang karena perlakuan ini bunga yang diperoleh atas tabungan ini terhindar dari pengenaan pajak.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 179 penghasilan penerima berada di bawah PTKP. Hal ini berlaku baik iuran pensiun itu dipotong dari penghasilan para pegawai maupun dibayarkan atau ditanggung oleh perusahaan. Pengenaan pajaknya ditunda sampai uang pensiun diterima oleh para pegawai selama masa pensiun. sebagaimana yang berlaku pada penghasilan dari sumber-sumber lainnya. Pajak penghasilan atas gaji/upah juga tidak dikurangkan dan menjadi bagian dari penghasilan umum dan diperlakukan sama seperti pajak-pajak lainnya. Perlakuan premi asuransi telah sesuai dengan konsep tambahan kemampuan tetapi perlakuan atas pembayaran asuransinya tidak sesuai. Untuk asuransi jiwa yang tidak memiliki komponen investasi. Iuran Pensiun Iuran yang tidak dikenakan pajak penghasilan adalah iuran pensiun yang dibayarkan kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan. Pengurangan khusus ini merupakan kategori lainnya dari preferensi pajak yang umumnya diberikan . Peraturan pajak penghasilan di Amerika Serikat memberikan pilihan bagi wajib pajak.

Alasan-Alasan Memberlakukan Pengurangan Khusus Prinsip pengenaan pajak atas penghasilan mengharuskan basis pajak yang komprehensif. Akan tetapi. angka pengurangan standar ini telah dinaikkan jauh melebihi angka pengurangan khusus yang disubstitusikan. pengurangan standar fungsinya menjadi hibrida antara pengganti pengurangan khusus dan memberikan tambahan pengurangan yang tidak berkaitan dengan ukuran rumah tangga. Pengurangan standar pada mulanya diberlakukan untuk memudahkan ketaatan dan administrasi. terutama untuk wajib pajak berpenghasilan rendah. Jika dirancang . Dalam situasi-situasi di atas. Walaupun demikian. memasukkan semua tambahan kemampuan ekonomis. ada beberapa alasan yang patut diperhitungkan sehingga pengurangan khusus layak diberikan. perlu dirancang suatu sistem yang mampu menyeimbangkan kemampuan para wajib pajak tersebut. Misalnya.180 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi dengan alasan bahwa aturan perpajakan harus adil terhadap unit-unit pengenaan pajak dan aturan pajak memberikan insentif atas kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat sosial. Oleh karena itu. Wajib pajak dengan penghasilan yang sama tidak berarti memiliki kemampuan yang sama untuk membayar jika para wajib pajak berada pada posisi yang berbeda-beda karena statusnya. Pengurangan standar sebenarnya adalah penghasilan yang tarif pajaknya nol persen. terhadap wajib pajak yang selalu mengeluarkan biaya pengobatan yang besar diberikan pengurangan atas penghasilannya sejumlah tertentu sehingga kewajiban pajaknya lebih rendah karena kemampuannya lebih rendah daripada wajib pajak lainnya yang berpenghasilan sama tanpa pengeluaran biaya pengobatan. pengurangan standar ini ditujukan untuk menjadi substitusi dari pengurangan khusus sehingga memudahkan penghitungan bagi wajib pajak yang berpenghasilan rendah. Oleh karena itu. tidak diperlukan adanya pengurangan-pengurangan khusus. ukuran rumah tangganya (tanggungannya) ataupun hal-hal lainnya. Beberapa wajib pajak tertentu harus membayar pengeluaran untuk pengobatan yang sangat besar karena kondisi dirinya atau keluarganya tentu mempunyai kemampuan untuk membayar yang lebih rendah daripada para wajib pajak lainnya yang tidak menghadapi beban yang sama. Aspek Keadilan Sebagian alasan perlakuan pengurangan ini karena alasan keadilan yang terkandung dalam prinsip kemampuan untuk membayar dari wajib pajak. Di Amerika Serikat.

usulan ini didasarkan pemikiran bahwa banyak masalah sosial di tanah air yang harus diselesaikan. “Kerja sama dengan masyarakat dan perusahaan akan membuat beban pekerjaan itu menjadi lebih ringan sehingga banyak masalah sosial bisa diselesaikan. Menurutnya. Menurut Dirjen Pemberdayaan Sosial Depsos. Tentu saja. diskusikan perlu tidaknya pengurangan pajak diberikan! Aspek Insentif Peraturan perpajakan seringkali dirancang dan ditetapkan dengan tujuantujuan lain selain tujuan fiskal. Pengurangan Pajak Pemerintah perlu memberi penghargaan bagi pengusaha yang punya tanggung jawab sosial tinggi dan bersedia bekerja sama membantu memecahkan masalah sosial di Indonesia. Pemerintah jelas tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut sendirian karena dana yang ada sangat terbatas." ujarnya. mereka tak tahu harus menghubungi siapa dan lewat jalur mana untuk bisa membantu. kebijakan itu sangat rawan terhadap penyimpangan yang dilakukan oleh para pengusaha dalam bentuk laporan yang tidak sesuai dengan nilai sumbangan yang diberikan. Depsos bersama pengusaha akan membuat sekretariat tetap untuk memfasilitasi dunia usaha yang berniat membantu pemerintah. Pengurangan atas penghasilan juga dapat mendorong konsumsi atas hal-hal yang menimbulkan manfaat-manfaat eksternalitas.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 181 dengan baik. Penghargaan itu misalnya. Direktur Jenderal Perbendaharaan Depkeu mengatakan.kompas. Biaya untuk melakukan aktivitas tersebut diperlakukan sebagai pengurangan atas penghasilan dan dapat dipandang sebagai suatu cara untuk menyediakan insentif penggunaan penghasilan untuk hal-hal yang “mulia” seperti sumbangan sosial atau zakat. praktek program pengurangan beban pajak bagi wajib pajak yang menyumbang dinilai rawan korupsi. Akan tetapi. "Karena bisa saja seorang pengusaha menyumbangkan dana Rp 1 miliar. minat para pengusaha untuk membantu pemerintah menyelesaikan masalah sosial sebenarnya cukup tinggi. KMK tentang fasilitas penurunan pajak itu bisa diberlakukan dalam kondisi darurat dan tidak terduga. (Diadaptasi dari: berbagai sumber yang dimuat dalam http://www. Akan tetapi. Langkah awal yang segera dilakukan adalah membuat identifikasi masalah sosial yang kelak bisa diberikan kepada perusahaan. seperti mendorong berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. lalu dia laporkan sebesar Rp 5 miliar. Pertimbangan yang sama juga dapat diberlakukan bagi para wajib pajak yang cacat karena mereka membutuhkan biaya hidup yang lebih banyak bila dibandingkan dengan wajib pajak yang normal.” tuturnya dalam acara sosialisasi program Direktorat Peningkatan Peran Kelembagaan Sosial Masyarakat dan Kemitraan Depsos. pengurangan ini tidak saja mendapat dukungan tetapi juga mampu mendorong terciptanya basis pajak yang lebih adil. Untuk itu. seperti investment tax credit untuk mendukung . fasilitas ini akan membebani anggaran pemerintah sehingga perlu dicari sumber pembiayaan lebih besar.com) Berdasarkan paparan diatas. Apalagi. berupa pengurangan pajak. Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) mengatakan. seorang pengusaha bisa menyumbang di beberapa tempat yang berlainan.

berbagai aturan khusus ini sebagai suatu preferensi pajak ternyata menambah kerumitan perhitungan pajak sehingga secara administratif membebani tidak saja bagi wajib pajak dalam melaporkan pajak penghasilannya. Perbedaanperbedaan substansial yang timbul karena preferensi pajak inilah yang seringkali menyebabkan penghasilan kena pajak jumlahnya di bawah dari yang ditentukan oleh konsep tambahan kemampuan atau penghasilan komprehensif. tetapi juga dari aparat perpajakan yang harus melakukan audit atas laporan pajak penghasilan tersebut. Dengan adanya preferensi pajak ini. sering disebut sebagai kehilangan potensi pajak. Pertanyaannya adalah apakah aktivitas yang perlu didukung itu membutuhkan subsidi. apakah subsidi ini harus diberikan dalam bentuk pengurangan pajak. Dalam hal ini. pengurangan dapat dipandang sebagai hibah yang diberikan oleh pemerintah kepada wajib pajak sehingga biaya pelaksanaan aktivitas-aktivitas tertentu yang bermanfaat menjadi berkurang. Hal ini akan mendorong wajib pajak untuk membelanjakan lebih banyak uangnya untuk melakukan aktivitas-aktivitas ini. penghasilan kena pajak setelah pengecualian dan pengurangan sama dengan tambahan kemampuan ekonomis. Seharusnya. Dalam konteks keuangan negara dan ekonomi. Tidak ada larangan bagi suatu peraturan perpajakan untuk mempunyai tujuan-tujuan selain tujuan fiskal. Preferensi pajak dapat dipandang sebagai subsidi pada aktivitas ekonomi tertentu. peraturan perpajakan seperti ini sebaiknya dikaji secara mendalam sehingga hanya untuk aktivitas-aktivitas yang layak didukung dan hanya jika pengurangan pajak adalah cara terbaik untuk melakukannya. tingkah laku wajib pajak berubah untuk membuat beban pajaknya menjadi lebih rendah dengan memanfaatkan aturan-aturan tertentu yang juga disebut sebagai lubang-lubang dalam peraturan perpajakan. Preferensi pajak menyebabkan pengurangan atas basis pajak. Akan tetapi. kehilangan potensi pajak atau penyusutan penerimaan pajak ini . preferensi pajak inilah yang menyebabkan penghasilan kena pajak berbeda dengan penghasilan komprehensif. PREFERENSI PAJAK Preferensi pajak merupakan pengecualian-pengecualian dan penguranganpengurangan dari basis pajak yang komprehensif. Walaupun demikian. yaitu keuntungan yang didapatkan dapat jauh melebihi kerugiannya pada aspek keadilan pajak. Jika subsidi dibutuhkan. Hanya saja.182 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi iklim investasi.

sehingga menimbulkan adanya ketidakadilan secara vertikal dan horizontal. bagaimana aturan pajak menciptakan preferensi pajak bagi golongan-golongan wajib pajak dengan penghasilan tertentu. insiden preferensi sangat bervariasi. Ketidakadilan pajak secara horisontal terjadi karena wajib pajak dengan penghasilan sama tidak mendapat manfaat yang sama karena perbedaan aturan. baik bagi wajib pajak rata-rata pada berbagai tingkat penghasilan maupun wajib pajak tertentu pada satu tingkatan pajak penghasilan. wajib pajak yang menerima penghasilan dalam bentuk natura membayar lebih sedikit daripada pegawai yang menerima seluruh penghasilannya dalam bentuk kas. Ketidakadilan pajak secara vertikal dapat timbul karena preferensi pajak memberikan manfaat-manfaat yang hanya dinikmati oleh kelompok wajib pajak dengan penghasilan tertentu. Pada dasarnya. aturan yang membebaskan pajak atas bunga pinjaman rumah sama dengan mengenakan pajak penuh atas bunga pinjaman kepada pemilik rumah dan kemudian secara bersamaan melakukan pengeluaran subsidi kepada mereka.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 183 disebut pengeluaran pajak (tax expenditure). Untuk di Indonesia. Misalnya. Pada kenyataannya. Hal ini sama dengan memberikan pengurangan tarif pajak maksimal yang sama bagi seluruh wajib pajak. Keberadaan preferensi pajak tidak menjadi masalah keadilan pajak apabila basis pajak yang berkurang karena pengecualian dan pajak final dalam jumlah yang proporsional terhadap basis pajak sepenuhnya (tanpa preferensi pajak) bagi seluruh wajib pajak. di Amerika Serikat. Misalnya. pengeluaran pajak ini adalah sama dengan memperoleh penerimaan pajak sepenuhnya (tanpa ada aturan preferensi pajak) kemudian melakukan pengeluaran (subsidi) dengan jumlah yang sama kepada wajib pajak sehingga wajib pajak tetap pada posisi yang sama. . preferensi pajak dapat dinetralisasi dengan pengenaan tarif pajak yang lebih progresif. penelitian tentang hal ini ada. kehilangan potensi pajak dari aturan pajak terhadap laba modal cenderung lebih dinikmati oleh wajib pajak berpenghasilan tinggi karena merekalah yang memiliki lebih banyak aset daripada wajib pajak berpenghasilan rendah. Misalnya. Istilah penyusutan penerimaan pajak digunakan karena kegagalan otoritas pajak mendapatkan penerimaan pajak disebabkan lubang-lubang dalam basis penghasilan kena pajak. Dalam hal ini.

Keduanya dapat dikombinasikan sedemikian rupa untuk mengurangi beban pajak dengan membentuk suatu tax shelter.184 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi Permasalahan Keadilan Berpenghasilan Tinggi Pajak Bagi Wajib Pajak Wajib pajak berpenghasilan tinggi dapat menggunakan preferensi pajak untuk melakukan penghindaran pajak. terutama yang berkaitan dengan berbagai jenis penghasilan modal. kerugian merupakan penghasilan negatif sehingga dapat digunakan untuk mengurangi penghasilan kena pajak. Berapa besarnya penghasilan minimal yang tidak dikenakan pajak? Pada umumnya. Cara penghindaran pajak yang paling utama adalah adanya tax shelter yang timbul dari kerugian usaha. Contohnya. konsep yang sangat dipengaruhi oleh praktek akuntansi. Pembayaran bunga akan mengakibatkan kerugian yang besar pada periode-periode awal beroperasinya firma tersebut sebelum memperoleh penghasilan yang cukup besar. suatu perusahaan perseorangan atau firma dibentuk untuk investasi di dunia real estate. firma tersebut dapat meminjam dalam jumlah yang banyak dengan jaminan harta real estatenya. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. Permasalahan Keadilan Berpenghasilan Rendah Pajak Bagi Wajib Pajak Keadilan pajak menyiratkan bahwa wajib pajak berpenghasilan tinggi harus membayar pajak dalam jumlah besar dan wajib pajak berpenghasilan rendah hanya membayar pajak dalam jumlah kecil. yaitu menciptakan kerugian dengan memunculkan biaya bunga yang besar. Para investor dengan penghasilan yang sangat besar pada periode ini dan penghasilan kecil pada periode berikutnya akan memperoleh manfaat yang besar dengan skema pengurangan pajak seperti ini. investor dapat menghapuskan kerugian yang besar tersebut pada penghasilan mereka sehingga mengurangi pajak yang dibayarkan pada periode awal tersebut. Bunga adalah satu-satunya biaya modal yang dapat dikurangkan sebagai biaya dalam menghitung penghasilan kena pajak. Kedua aturan ini memang konsisten dengan konsep tentang laba bersih sebagai basis pajak. Dengan melakukan investasi pada firma tersebut. semua orang sependapat bahwa ada sejumlah tertentu penghasilan yang tidak boleh dikenakan pajak atau dikenakan pajak dengan . Dengan investasi modal yang kecil.

200. Dengan adanya PTKP ini. Pertama. jumlah PTKP turun secara relatif terhadap penghasilan neto sehingga tarif pajak efektif naik.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 185 tarif nol persen. Titik awal beban pajak bergantung pada berbagai faktor.000 per wajib pajak. Seperti dikemukakan sebelumnya. Ditambah dengan faktor ini maka jumlah PTKP maksimal adalah Rp10. Ketika penghasilan neto naik. besarnya penghasilan tidak kena pajak pun harus menyesuaikan dengan ukuran besarnya keluarga. tarif pajak efektif (yang didefinisikan sebagai rasio pajak terhadap penghasilan neto) pada tingkat penghasilan neto yang rendah jumlahnya sangat kecil karena PTKP merupakan porsi terbesar dari penghasilan neto. Berdasarkan faktor ini. Ukuran untuk menentukan jumlah PTKP ini adalah tingkat penghasilan yang rendah yang membuat wajib pajak diklasifikasikan sebagai “miskin. jumlah maksimal tanggungan adalah tiga orang karena adanya tujuan tambahan untuk mendukung program keluarga kecil. Penghasilan yang dikenakan pajak (yang dikenai tarif pajak lebih dari nol persen) harus didefinisikan sebagai penghasilan kena pajak dikurangi dengan PTKP (yang dikenai tarif pajak nol persen). Dalam hal ini.800. pemerintah perlu selalu menyesuaikan besarnya PTKP sehingga mencerminkan tingkat penghasilan wajib pajak “miskin”.000. Di Indonesia. PTKP adalah penghasilan yang dikenakan tarif pajak sebesar nol persen dan merupakan bagian integral dari struktur tarif pajak sehingga menentukan tingkat progresivitas tarif pajak. Hal ini menimbulkan permasalahan ketidakadilan pajak karena aturan pajak telah terdistorsi untuk memenuhi tujuan-tujuan non fiskal. Ketidakadilan didapatkan oleh wajib pajak karena sesuatu dan lain hal.000.000.” Karena tingkat kemiskinan bervariasi sesuai dengan ukuran besarnya keluarga. Dengan demikian. PTKP bergantung pada jumlah tanggungan keluarga sampai dengan maksimal tertentu. jumlah PTKP maksimal adalah Rp7. Kredit Pajak bagi Wajib Pajak berpenghasilan Rendah . PTKP memperhitungkan ukuran keluarga dengan asumsi implisit bahwa tambahan tanggungan tidak menciptakan skala ekonomis. ada PTKP bagi anggota keluarga yang memiliki penghasilan untuk wajib pajak yang bersangkutan dan pasangannya masing-masing sebesar Rp1. tetapi juga menentukan besarnya tarif pajak efektif atau pola progresivitas pada skala penghasilan menengah ke bawah. harus memiliki jumlah tanggungan lebih dari tiga orang.440. pasangannya dan setiap tanggungan (maksimal tiga tanggungan).440. Batas bebas pajak tersebut tidak hanya penting dalam menentukan batas bawah untuk kewajiban pajak. ada PTKP sebesar Rp1. walaupun kategori “miskin” ini multi interpretasi. Berikutnya.

proporsional apabila tarif pajak konstan pada semua tingkat penghasilan. semakin progresif pajak penghasilan. aturan hukum di negara maju menyediakan kredit pajak bagi keluarga yang memiliki anak dan pasangannya juga bekerja. Arti Progresivitas Tarif Pajak Pada saat membahas penghasilan neto. Kredit Pajak untuk Biaya Mengasuh Anak Sejalan dengan perkembangan tentang hak-hak wanita dan perlakuan yang adil terhadap penghasilan keluarga. semakin cepat kenaikan rasio pajak terhadap PNB. Progresivitas tidak hanya diukur dengan peningkatan kewajiban pajak sejalan dengan peningkatan penghasilan. tarif pajak yang dikenakan meningkat seiring dengan peningkatan penghasilan neto. Selain itu. POLA PROGRESIVITAS TARIF PAJAK Pajak penghasilan merupakan suatu instrumen pajak yang progresif sesuai dengan prinsip kemampuan membayar dan keadilan pajak secara vertikal. tetapi bergerak dari tarif negatif pada penghasilan nol (wajib pajak pada tingkatan penghasilan ini mendapatkan subsidi dari pemerintah) bergerak ke angka nol (titik impas) dan menjadi tarif positif pada angka di atas titik impas ini. Untuk keluarga seperti ini. Bila peningkatan kewajiban pajak lebih rendah daripada peningkatan penghasilan. Progresivitas ini memiliki arti tertentu dan diukur dengan cara tertentu. . Peningkatan kewajiban pajak harus lebih tinggi daripada peningkatan penghasilan untuk dapat dianggap sebagai pajak progresif. Prinsip progresivitas tidak saja menyatakan seberapa tinggi tarif pajak yang dikenakan kepada wajib pajak berpenghasilan besar tetapi juga seberapa besar transfer yang dapat diberikan kepada wajib pajak miskin. Struktur tarif pajak tidak lagi selalu positif. Pajak dikatakan progresif apabila tarif pajak cenderung meningkat sejalan dengan kenaikan tingkat penghasilan. dan regresif bila tarif pajak turun pada tingkat penghasilan yang lebih tinggi.186 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi Pada negara maju. telah muncul pemikiran-pemikiran dan praktek-praktek berkaitan dengan tarif pajak negatif. mereka harus menyediakan dana untuk menyewa pengasuh bagi anak-anak mereka. Praktek ini dapat dilakukan dengan memberikan kredit pajak pada para wajib pajak berpenghasilan rendah. pajak tersebut dianggap regresif.

Kurva tarif efektif cenderung berkurang kemiringannya dan progresivitas cenderung menurun seiring dengan meningkatnya skala T1 − T0 Y1 Y0 penghasilan. Musgrave dan Peggy B.. merupakan ukuran kemiringan kurva yang diperoleh dari menggambar hasil bagi tarif pajak efektif terhadap penghasilan. cit. T0 Y1 − Y0 Rasio persentase perubahan penghasilan setelah pajak terhadap persentase perubahan penghasilan sebelum pajak.Rumusnya: 1 1 (Y0 − T0 ) Y1 − Y0 n Sebelum membandingkan tingkat progresivitas suatu struktur pajak atau tingkat progresivitas pada berbagai tingkatan penghasilan. Rumusnya: T1 − T0 Y0 . Hal ini sangat 3 Richard A.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 187 Mengukur Tingkat Progresivitas Menurut Musgrave dan Musgrave (1989). yaitu3: n Rasio perubahan tarif efektif terhadap perubahan penghasilan. Koefisiennya juga satu untuk pajak proporsional tetapi progresivitas sekarang ditunjukkan dengan angka koefisien yang kurang dari satu.Rumusnya: Y1 − Y0 n Rasio persentase perubahan kewajiban pajak terhadap perubahan penghasilan. Musgrave. Koefisien ini mengukur kemiringan kurva yang diperoleh dari menggambar hasil bagi kewajiban pajak terhadap penghasilan pada bagan log-ganda. Ukuran ketiga atau progresivitas penghasilan residu mencatat elastisitas dari penghasilan setelah pajak Ukuran ini menunjukkan kemiringan kurva yang diperoleh dengan menggambar penghasilan sebelum dan sesudah pajak pada bagan log. tertentu. op. hal. Progresivitas pada semua indikator cenderung menurun seiring dengan kenaikan skala penghasilan setelah tingkatan penghasilan (Y − T ) − (Y0 − T0 ) Y0 . Nilai dari koefisien ini adalah nol untuk pajak proporsional dan positif untuk pajak progresif. perlu ditetapkan terlebih dahulu ukuran progresivitas apa yang akan digunakan. ada beberapa ukuran dapat dipakai untuk mengukur tingkat progresivitas tarif pajak. Proporsionalitas ditunjukkan dengan nilai koefisien sama dengan satu dan progresivitas ditunjukkan dengan nilai koefisien di atas satu. 359-360 . Ukuran ini disebut sebagai progresivitas tarif rata-rata (average-rate progression). mencatat elastisitas kewajiban pajak terhadap penghasilan. Ukuran ini disebut sebagai progresivitas kewajiban pajak.

tambahan kemampuan ekonomis harus memperhitungkan tingkat inflasi sehingga hanya penghasilan dalam nilai riil saja yang layak untuk dikenai pajak penghasilan. Dengan demikian. pihak-pihak tertentu akan menginterpretasikan netralitas sesuai dengan kepentingannya.188 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi penting supaya terhindar adanya pembandingan tingkat progresivitas dengan menggunakan ukuran-ukuran progresivitas yang berbeda. n Jika yang dimaksud dengan netralitas adalah progresivitas tarif pajak ratarata ditetapkan konstan. Pihak-pihak yang memperjuangkan kepentingan masyarakat berpenghasilan tinggi akan cenderung mengambil posisi yang berlawanan. tetapi juga PTKP. Pihak-pihak yang memperjuangkan kepentingan masyarakat yang berpenghasilan rendah tentu saja akan sangat berkeinginan untuk menginterpretasikan netralitas dalam bentuk yang paling diinginkan yaitu progresivitas tarif rata-rata. pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif pajak. semua hutang pajak harus dinaikkan dengan persentase yang sama. Secara teoritis. Permasalahan inflasi tidak hanya berkaitan dengan angka nominal penghasilan. tarif-tarif pajak akan dinaikkan pada persentase yang semakin kecil pada tarif-tarif yang lebih tinggi. Ada implikasi politis dari hal-hal yang sifatnya teoritis. Misalnya. seperti halnya ukuran tingkat progresivitas pajak. Tarif-tarif pajak dinaikkan pada persentase yang semakin besar pada tarif-tarif yang lebih tinggi. Yang lebih menarik lagi adalah urutan preferensi tersebut akan terbalik bila yang diperjuangkan adalah pengurangan pajak. n Jika yang dimaksud dengan netralitas adalah progresivitas penghasilan residu ditetapkan konstan. . PENYESUAIAN TERHADAP INFLASI Pada bagian sebelumnya telah dibahas pengaruh inflasi terhadap penghasilan nominal. n Jika yang dimaksud dengan netralitas adalah progresivitas kewajiban pajak ditetapkan konstan. Ketika tarif-tarif pajak dinaikkan atau diturunkan. Debat mengenai tingkat progresivitas ini menjadi hal yang sangat penting ketika tarif-tarif pajak berubah. besaran pajak yang dikenakan tarif tertentu. dan laba modal. banyak pihak yang mengusulkan perubahan pada seluruh tarif untuk menjaga kenetralan kenaikan dan penurunan. kemudian progresivitas kewajiban pajak dan yang terakhir adalah progresivitas penghasilan residu. Padahal kenetralan tersebut memiliki banyak interpretasi sejalan dengan adanya berbagai ukuran progresivitas. semua tarif pajak dinaikkan sebesar persentase kenaikan yang sama.

Itupun tidak dilakukan setiap tahun. Bila peraturan perpajakan konsisten menggunakan basis tambahan kemampuan ekonomis yang diukur dalam satuan nilai riil maka aturan perpajakan harus membolehkan kreditor mengakui kerugian dan juga mengharuskan debitor mengakui keuntungan. Nilai PTKP sebesar Rp2. Penghasilan/Laba Modal Masalah inflasi juga mempengaruhi besarnya kewajiban pajak atas laba modal. Ketika hargaharga naik. sebagian dikenakan pajak final dan sebagian lagi dikenakan pajak reguler. sehingga tingkat tarif pajak yang berlaku untuk tingkat penghasilan riil tertentu akan naik. Oleh karena itu. nilai riil dari PTKP cenderung turun. bukannya laba dalam nilai nominal (kenaikan harga dalam nilai nominal). Solusi atas . Laba modal yang sudah terealisasi. Berkaitan dengan pengaruh inflasi. Selain itu. nilai riil dari tingkat penghasilan yang dikenakan tarif pajak turun. Tentu saja. peraturan pajak di Indonesia hanya menyesuaikan PTKP. Sementara itu.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 189 PTKP dan Tingkat Penghasilan yang Dikenakan Tarif Pajak Inflasi menyebabkan nilai riil dari PTKP menjadi turun. tingkat penghasilan yang dikenakan tarif pajak tertentu tidak pernah disesuaikan. Permasalahan pengaruh inflasi yang sama juga dialami oleh kreditor yang menderita kerugian penurunan nilai riil hutang yang mereka berikan kepada debitor. kewajiban pajak naik dalam nilai riil lebih cepat daripada kenaikan harga. tetapi beberapa tahun sekali. penurunan nilai hutang ini menjadi keuntungan bagi debitor. Dengan demikian. Dengan demikian. wajib pajak di Indonesia mengalami kenaikan kewajiban pajak dalam nilai riil. Karena pajak di Indonesia tidak terlindung dari pengaruh inflasi. ketika harga-harga naik. Depresiasi adalah pos berikutnya yang dipengaruhi inflasi. Perlakuan yang sama terhadap laba modal seharusnya hanya akan mengenakan pajak atas laba dalam nilai riil (kenaikan harga dalam nilai riil). Tingkat penghasilan riil yang mulai dikenakan pajak dengan tarif tertentu juga semakin turun.440.000 sepuluh tahun yang lalu nilai riilnya lebih besar dari sekarang. Salah satu solusi yang pernah diusulkan adalah mengurangi penghasilan bunga kena pajak sesuai dengan tingkat inflasi. diperlukan penyesuaian terhadap inflasi dengan mengurangkan kenaikan harga aset dari inflasi dari laba modal nominal. pengembalian dari biaya perolehan aktiva berkurang dalam nilai riil dan penyesuaian inflasi juga diperlukan dalam hal ini.

Aturan ini tidak perlu penjelasan lebih lanjut karena aturan ini secara sederhana mewakili persyaratan bahwa hal yang sama harus diperlakukan sama juga. pengeluaran-pengeluaran konsumsi lainnya (misalnya kursi untuk santai) 4 Richard A. 386. § Di antara unit-unit yang berpenghasilan sama. Musgrave dan Peggy B.190 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi permasalahan ini dalam perundang-undangan pajak hanyalah parsial dalam bentuk penggunaan metode penyusutan dipercepat. hal. op. .. yaitu4: § Unit-unit dengan penghasilan yang sama dan jumlah anggota yang sama harus membayar pajak yang sama jumlahnya. PILIHAN UNIT KENA PAJAK Pemilihan unit kena pajak merupakan salah satu hal yang kontroversial dalam pajak penghasilan yang belum ada solusi yang memadai saat ini. Aturan ini menunjukkan proposisi bahwa seorang bujangan dengan penghasilan Rp 30 juta memiliki posisi (kemampuan) lebih baik daripada pasangan dengan total penghasilan keduanya juga Rp 30 juta. Problema ini muncul karena adanya kecenderungan lebih dari anggota keluarga memperoleh penghasilan sebagai akibat kecenderungan sosio ekonomis meningkatnya partisipasi wanita dalam angkatan kerja. Musgrave dan Musgrave (1989) memberikan tiga aturan berikut agar pilihan unit kena pajak tersebut memenuhi asas keadilan pajak. Musgrave. Alternatif lainnya adalah pemilihan individu sebagai unit kena pajak dan pengukuran kemampuan untuk membayar. Walaupun beberapa jenis pengeluaran konsumsi (misalnya penerangan di ruang tamu) dikonsumsi dalam jumlah yang sama baik oleh satu orang atau dua orang. Pendekatan Unit Keluarga Pendapat umum dari para ahli perpajakan adalah bahwa unit kena pajak dan pengukuran kemampuan untuk membayar harus diarahkan kepada unit keluarga. Aturan Dasar Dalam hal penetapan unit kena pajak. unit yang jumlah anggotanya lebih kecil harus membayar pajak lebih banyak dan unit yang jumlah anggotanya lebih besar harus membayar pajak lebih sedikit. cit. Ada hal yang perlu dipertegas bahwa aturan ini tidak membedakan kemampuan untuk membayar dalam konteks unit keluarga apakah penghasilan diperoleh oleh satu anggota atau lebih.

baik proporsional. Perbedaan seperti ini (pada jumlah yang layak) tidak boleh dipandang sebagai pajak yang diskriminatif terhadap seorang bujangan. Pendekatan ini memberikan perlakuan yang lebih menguntungkan bagi wajib pajak yang berpenghasilan rendah. Bila individu ditetapkan sebagai unit kena pajak. jumlah pajak (yang dinyatakan dalam persentase terhadap penghasilan) untuk unit-unit dengan jumlah anggota yang sama harus naik seiring dengan kenaikan penghasilan unit. baik ketika penghasilan masih dilaporkan sendiri maupun penghasilan digabungkan. artinya penghasilan atau kerugian dari seluruh anggota keluarga digabungkan sebagai satu kesatuan yang dikenakan pajak. menggunakan struktur tarif pajak yang berbeda untuk berbagai jenis SPT yang didasarkan pada jumlah tanggungan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 191 § lebih mahal apabila untuk pasangan. Dengan pengenaan pajak progresif. Pertama. Penggabungan penghasilan ini tidak mengurangi jumlah PTKP yang dapat dikurangkan dari penghasilan. Seperti yang dijelaskan sebelumnya. status dan jumlah penerima penghasilan. Penggabungan Penghasilan Ada dua cara untuk mencapai tujuan seperti yang tercantum pada aturan dasar di atas. perlakuan yang adil apabila pajak yang dikenakan kepada seorang bujangan tersebut lebih tinggi daripada pajak yang dikenakan kepada pasangan suami-istri dengan tingkat penghasilan yang sama. Sistem pengenaan pajak penghasilan di Indonesia menempatkan keluarga sebagai satu kesatuan ekonomis. Aturan ini mengikuti secara langsung prinsip progresivitas dan tidak perlu penjelasan lebih lanjut. walaupun dibatasi hanya sampai tiga tanggungan. Sistem yang mengikuti aturan-aturan keadilan ini tidak akan mempengaruhi keputusan pernikahan. menetapkan PTKP tertentu sesuai dengan jumlah tanggungan dan jumlah penerima penghasilan. tidak menimbulkan perbedaan. . Kedua. aturan perpajakan membolehkan tambahan PTKP sesuai dengan ukuran keluarga. Pendekatan Alternatif: Unit Peroleh Penghasilan Pendekatan alternatif dalam memilih unit kena pajak adalah dengan mengabaikan unit keluarga dan menggunakan individu sebagai unit yang dikenakan pajak. progresif ataupun regresif. baik hanya satu orang dari pasangan yang menikah tersebut yang memiliki penghasilan ataupun kedua-duanya. kewajiban pajak gabungan pasangan suami istri bergantung pada bagaimana penghasilan terdistribusi di antara mereka. Oleh karena itu. Struktur tarif yang digunakan.

siapa yang menjadi tanggungan. Dalam peraturan perpajakan sekarang ini keluarga C dan D membayar pajak lebih besar daripada keluarga A dan B. imputed income (dalam bentuk gaji yang tidak didapatkan) dari pasangan yang tidak bekerja harus dimasukkan ke dalam dasar pengenaan . Kemudian ada pasangan lain. Secara prinsip. Pendekatan kredit pajak lebih tepat digunakan bila setiap tambahan tanggungan diukur dalam satuan pengeluaran standar (misalnya pengeluaran rata-rata). Pendekatan pengurang atas penghasilan lebih tepat digunakan jika biayanya diukur dalam berapa banyak pengeluaran akan dilakukan. Asumsikan bahwa A dan C penghasilannya sama dan bahwa B memiliki potensi penghasilan yang sama dengan D. yang keduanya memiliki penghasilan. Cara lain dari perlakuan pajak terhadap tanggungan adalah PTKP. Padahal berdasarkan aturan opsi yang sama (bekerja dan tidak bekerja) keduanya harus membayar pajak dalam jumlah yang sama. Pertanyaan ini akan menyangkut masalah bagaimana memperlakukan anak-anak yang tinggal jauh dari orang tua dan yang memiliki penghasilan. sudah selayaknya diberikan keringanan pajak yang lebih besar pula. Pertanyaan terakhir dalam pajak penghasilan adalah bagaimana pengaturan tentang pasangan yang tidak bekerja dan hanya tinggal di rumah untuk mengurus rumah. Pertanyaan ini berkenaan dengan apakah pengurangan tersebut diberikan dalam bentuk pengurang atas penghasilan atau kredit pajak. ada sepasang suami istri A dan B dimana A memiliki penghasilan dan B tidak memiliki penghasilan. Misalnya. Pertanyaan kedua bagaimana pengurangan diberikan.000 untuk setiap tanggungan. Ada dua pertanyaan berkenaan dengan tanggungan ini. seperti kesimpulan kita pada pembahasan tentang imputed income di muka. C dan D.192 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi Tanggungan dan Pasangan yang Tidak Bekerja Jumlah tanggungan menjadi pertimbangan utama dalam mengukur kemampuan untuk membayar dari suatu unit keluarga. yang harus dimasukkan sebagai tambahan kemampuan. Pertanyaan pertama. menjaga anak-anak. tapi dengan jumlah maksimal tiga tanggungan. Peraturan pajak di Indonesia menggunakan cara ini dengan memberikan pengurangan atas penghasilan neto sebesar Rp1. atau menganggur.440. Karena wajib pajak dengan penghasilan yang tinggi mengeluarkan biaya untuk tanggungan (anak) yang lebih besar. Suatu keluarga besar (dengan tanggungan yang lebih banyak) dengan penghasilan neto tertentu mempunyai kemampuan untuk membayar yang lebih rendah daripada keluarga kecil (dengan tanggungan yang lebih sedikit) dengan penghasilan neto yang sama.

yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan wajib pajak yang bersangkutan dalam nama dan bentuk apapun. prosedur yang sama juga harus diberlakukan kepada bujangan yang tidak bekerja RANGKUMAN § Penghasilan yang menjadi objek pajak adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 193 pajak. baik yang berasal dari Indonesia maupun luar Indonesia. Sesuai dengan definisi penghasilan. yaitu penghasilan setelah dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan. ditekankan bahwa penghasilan dari pekerjaan harus dikenakan beban pajak yang lebih ringan. Untuk memudahkan penagihan dan meningkatkan ketaatan pajak. Penghasilan harus didefinisikan dalam satuan riil. Dalam membedakan antara penghasilan dari pekerjaan (upah dan gaji) dan penghasilan dari modal. Perolehan warisan atau hibah merupakan tambahan kemampuan ekonomis bagi penerima sehingga harus dimasukkan ke dalam basis pajak penghasilan bagi penerimanya. § § § § § . secara prinsip. Selain itu. upah. bila dibandingkan jika capital gain tersebut diterima sebagai pendapatan tetap. kesulitan ini dapat dihilangkan dengan menggunakan aturan perataan yang tepat. tidak menjadi perbedaan apakah penghasilan tersebut telah diterima secara kas (seperti gaji. Penghasilan dalam konsep tambahan kemampuan ekonomis (accretion concept) harus diukur dalam satuan penghasilan neto. dan hasil penjualan aset) ataupun terakumulasi dalam bentuk kenaikan nilai aset (capital gain) yang belum terealisasi. pada beberapa transaksi tertentu berlaku tarif pajak final. Logika tambahan kemampuan ekonomis (accretion) menyatakan bahwa penghasilan yang diterima dalam bentuk imputed income (misalnya pemilikan aset jangka panjang) dan natura dalam bentuk santai harus dimasukkan ke dalam basis pajak. Capital gain sifatnya tidak teratur dan cenderung berfluktuasi sehingga wajib pajak harus membayar lebih banyak dalam sistem tarif pajak yang progresif. Penghasilan bruto yang telah dihitung kemudian dikurangkan dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) untuk mendapatkan jumlah Penghasilan Kena Pajak (PKP).

Sistem pengenaan pajak penghasilan di Indonesia menempatkan keluarga sebagai satu kesatuan ekonomis. Bagaimana penerapan pajak penghasilan terhadap: a. dapat dikatakan memiliki kemampuan untuk membayar yang lebih kecil dibandingkan para wajib pajak lainnya yang tidak menghadapi tagihan-tagihan darurat tersebut. Pada prinsipnya. artinya penghasilan atau kerugian dari seluruh anggota keluarga digabungkan sebagai satu kesatuan yang dikenakan pajak. Pengurangan khusus dapat dipandang sebagai suatu cara untuk menyediakan insentif penggunaan penghasilan untuk hal-hal yang mulia seperti sumbangan sosial. Imputed Income 4. Jelaskan prinsip dasar pengenaan pajak penghasilan dan bagaimana menentukan penghasilan kena pajak! 2. Laba yang belum terealisasi . LATIHAN 1. seperti tagihan biaya pengobatan yang besar. sehingga beban pajak pun harus menyesuaikan dengan ukuran besarnya keluarga. Secara keadilan. imputed income (dalam bentuk gaji yang tidak didapatkan) dari pasangan yang tidak bekerja harus dimasukkan ke dalam dasar pengenaan pajak. Warisan b. Prinsip progresivitas tidak saja menyatakan seberapa tinggi tarif pajak yang dikenakan kepada wajib pajak berpenghasilan besar tetapi juga seberapa besar transfer yang dapat diberikan kepada wajib pajak miskin. Mengapa perlakuan terhadap pajak final dianggap melanggar prinsip keadilan pajak? 6. dan ketika uang manfaat pensiun atau tabungan hari tua diterima di kemudian hari. Apa yang dimaksud dengan pajak final dan apa tujuan diberlakukannya? 5. Bagaimana pengenaan pajak penghasilan atas : a. Jelaskan perbedaan prinsip Capital Income dan Labor Income! 3.194 § Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi § § § § Iuran pensiun dan bentuk pembayaran tabungan hari tua lainnya seharusnya tidak boleh dikurangkan dari penghasilan. hanya komponen bunganya saja yang dikenakan pajak penghasilan. wajib pajak dengan tagihan-tagihan darurat yang berat. Tingkat kemiskinan bervariasi sesuai dengan ukuran besarnya keluarga. Laba yang telah terealisasi b. Penghasilan tidak teratur c.

Tabungan hari tua d. Wajib pajak yang mempunyai penghasilan tinggi cenderung menginvestasikan uang mereka dibandingkan dengan menabungnya. Jelaskan bagaimana aspek keadilan yang diberlakukan untuk pengurangan jumlah pajak penghasilan yang dikenakan terhadap wajib pajak! 8.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 195 c. Iuran Pensiun e. Apa pengaruhnya terhadap pengenaan pajak penghasilan wajib pajak tersebut? . Asuransi Jiwa 7. Bagaimana bentuk ketidakadilan pajak yang terjadi akibat adanya preferensi pajak ? 9.

menagih dan memelihara penghasilan bruto yang menjadi objek pajak. Penghasilan bruto dari perseroan dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka menjalankan usaha akan menghasilkan laba bersih (identik dengan penghasilan neto) untuk dikenakan pajak. .PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN STRUKTUR PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN Prinsip dasar penentuan penghasilan kena pajak untuk wajib pajak badan tidak jauh berbeda dengan penentuan penghasilan kena pajak untuk wajib pajak pribadi yang mempunyai kegiatan usaha. Pengeluaran untuk penghasilan yang bukan merupakan objek pajak tidak boleh dibebankan sebagai biaya. Pada dasarnya semua pengeluaran dapat dibebankan sebagai biaya apabila mempunyai hubungan langsung dengan usaha atau kegiatan untuk mendapatkan.

manajemen dan karyawan untuk memperoleh penghasilan. manajemen ataupun karyawan. Setiap industri memiliki kerumitan tersendiri sehingga sangat sulit untuk merancang suatu perlakuan pajak yang seragam untuk berbagai industri yang berbeda tersebut.S. O’Neill. U. PERLUKAH PERSEROAN DIKENAKAN PAJAK? Menteri Keuangan Amerika Serikat. n Pajak penghasilan perseroan merupakan praktek perpajakan berganda. Secretary of Treasury. Beberapa pengecualian permasalahan penghasilan yang muncul pada wajib pajak pribadi juga muncul pada wajib pajak badan. baik investor. oranglah yang menanggung beban pajak pada akhirnya.. ditambah dengan masalahmasalah lain yang khusus ada pada pengenaan pajak penghasilan kepada wajib pajak badan.”1 Hal ini sejalan dengan pandangan para ahli ekonomi bahwa perseroan hanyalah lembaga atau unit yang mengumpulkan pajak untuk pemerintah. Pernyataan ini adalah jawabannya atas pertanyaan: “Bidang-bidang apa saja yang anda pandang membutuhkan perbaikan? 1 . Paul H. Wawancara terhadap Paul O’Neill. suatu pajak penghasilan badan yang adil bukanlah pajak yang sederhana. 21 Mei 2001. Financial Times. menambah kerumitan dalam merancang pajak penghasilan badan yang adil dan efisien. pajak penghasilan tidak boleh dikenakan kepada badan. The clear economic truth is that businesses and corporations don’t pay taxes. pernah mengemukakan suatu pendapat: “For a long time we’ve maintained what I think is clearly a fiction – the idea that somehow corporations and business pay taxes. Sumber penghasilan dari korporasi hanya dapat dipajaki apabila didistribusikan dan dibelanjakan oleh penerimanya. Perseroan hanyalah alat ekonomi bagi para investor. Dengan demikian. they just collect them for the government . banyak ahli ekonomi yang berpandangan bahwa perseroan sebaiknya tidak dikenakan pajak. Musgrave dan Musgrave (1989) berpandangan pada dasarnya berpendapat senada. n Pajak penghasilan perseroan menurunkan standar hidup masyarakat. Beberapa fakta berikut merupakan hal-hal yang disepakati oleh para ahli ekonomi: n Warga negara yang menanggung beban pajak penghasilan perseroan.. Jika konsumsi dijadikan basis pajak penghasilan. Dengan adanya kerumitan hukum dari perseroan dan hubungan di antara mereka.198 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan Demikian juga pengeluaran yang melebihi batas kewajaran karena adanya hubungan istimewa tidak boleh dibebankan sebagai biaya. Permasalahan ini diantaranya penentuan pengeluaranpengeluaran apa yang dapat dibebankan sebagai biaya dan kapan pembebanan tersebut dapat dilakukan.

Bagiannya pada laba suatu perseroan yang sahamnya ia miliki adalah Rp10.000.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 199 Bila penghasilan digunakan sebagai basis pajak. Pandangan Integrasi Pandangan integrasi ini adalah pandangan yang paling diterima oleh para ahli ekonomi.000 hanya akan sebesar Rp2. penghasilan harus dipajaki secara keseluruhan dalam konsep penghasilan global. yang kemudian akan membayar pajak atasnya sebesar Rp1. Misalkan. Berikutnya. Oleh karena itu. Bila mengenakan pajak pada laba perseroan. konsep keadilan.000. dan berikutnya pada tingkatan pribadi sebagai dividen dalam perhitungan pajak penghasilan pribadi. dalam hal ini keadilan pajak hanya dapat diterapkan kepada pribadi. Ketiga.000. Dengan demikian. Pertama.250. maka laba perseroan tersebut ketika didistribusikan dipajaki dua kali. ada dua pendapat dalam pengenaan pajak perseroan. Pertama. pengenaan pajak kepada badan juga tetap dipertanyakan.000. seorang wajib pajak . sebesar Rp7. pengenaan pajak pada perseroan harus dipandang sebagai satu cara memasukkan semua penghasilan yang bersumber dari perseroan ke dalam basis pajak penghasilan pribadi. Apabila kedua pajak ini digabungkan. ada “kelebihan pajak” sebesar Rp1. Para penganut posisi integrasi memandang bahwa pajak pada akhirnya menjadi beban dari orang-orang pribadi.000. Kedua. pajak penghasilan yang dibayarkan pada penghasilan yang didistribusikan (dividen) sejumlah Rp10. tanpa memperdulikan dari mana sumbernya. jumlahnya menjadi Rp4. pertama pada tingkatan perseroan dalam bentuk pajak penghasilan badan. Kedua pajak penghasilan perseroan sebagai pajak “absolut” terhadap penghasilan bersumber dari korporasi. yang dikenakan pajak dengan tarif efektif sebesar 30% (atau sebesar Rp3. Bila tidak ada pajak penghasilan badan.000.500. pengenaan pajak pada perseroan sebaiknya diintegrasikan ke dalam pengenaan pajak penghasilan pribadi dari penerima penghasilan yang bersumber dari perseroan. Pandangan lain yang berkembang di beberapa negara maju adalah mengintegrasikan penghasilan korporasi ke dalam pajak penghasilan individu. pada akhirnya pajak harus menjadi beban pribadi.750.000.000). Sisanya.000. Dalam hal ini. Pandangan kedua ini yang digunakan oleh peraturan pajak penghasilan di Indonesia. Ada beberapa argumentasi untuk mendukung pandangan ini.750.000 didistribusikan sebagai dividen kepada A.000. Badan (dalam hal ini perseroan) dikenakan pajak dan tidak dapat dikreditkan terhadap pajak penghasilan pribadi atas penghasilan dividen. seorang wajib pajak A adalah serorang wajib pajak dengan penghasilan besar sehingga membayar pajak penghasilan pribadi pada tarif pajak 25%.

Perseroan adalah entitas legal yang memiliki keberadaan sendiri.000. Perseroan adalah pelaku ekonomi yang memiliki kekuatan besar dalam pengambilan keputusan ekonomi dan sosial melalui pengelolaan para profesional manajemen yang tidak secara langsung dikendalikan oleh pemegang saham secara individu. telah dikenakan pajak yang terpisah dan absolut.000. perseroan juga mempunyai kapasitas membayar pajak tersendiri. sehingga ada kelebihan pajak sebesar Rp2. sebaiknya pajak perseroan digantikan dengan pemungutan pajak pribadi atas sumber penghasilan dari perseroan. sebagaimana paham tidak ada pajak tanpa perwakilan. pajak gabungan sama dengan Rp3.500. Baginya. sebagai wajib pajak yang berpenghasilan besar dan mempunyai banyak investasi menyebabkan proporsi dividen terhadap total penghasilan lebih besar pada wajib pajak A daripada pada wajib pajak B. Oleh karena itu. Laba yang tidak dibagikan ini tidak diperhitungkan sebagai penghasilan pemegang saham sehingga tidak dikenakan pajak dua kali. yang berpenghasilan kecil sehingga membayar pajak penghasilan pribadi pada tarif pajak 15%.000. Walaupun perseroan bukan merupakan individu yang memiliki hak suara dalam pemilihan. praktek yang sesuai dengan pengenaan pajak penghasilan dengan sistem integrasi. Pada kenyataanya sebagian dari laba korporasi setelah pajak ditanamkan kembali pada operasi perusahaan sebagai tambahan pada laba yang ditahan. Walaupun. pajak tambahan sebagai persentase dari total penghasilan akan lebih besar bagi A daripada bagi B. Pandangan Absolut Pandangan absolut memiliki pandangan yang berlawanan dengan pandangan integrasi.550. Dengan demikian.000. sebab semua penghasilan (termasuk yang diperoleh dari sumber perseroan) harus dipajaki dengan tarif yang sama. Dengan tidak mengintegrasikan penghasilan. Beban pajak B lebih besar daripada beban pajak A. perseroan adalah kekuatan ekonomi dalam suatu negara Perseroan yang dimiliki publik secara luas – merupakan wajib pajak besar yang menjadi sumber terbesar penerimaan pajak negara – bukan hanya instrumen untuk penghasilan pribadi. pajak tambahan ini tidak adil bila ditinjau dari sudut pandang penganut integrasi.000 ditambah Rp1.200 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan B.050. Apakah laba setelah pajak . sebagai entitas yang terpisah.000. Pajaknya berdasarkan sistem integrasi hanya akan sebesar Rp1. sistem pajak di Indonesia memberikan tambahan beban pajak dan beban pajak atas penghasilan yang bersumber dari perseroan lebih besar bagi pemegang saham kecil yang pajak penghasilan pribadinya sebenarnya lebih kecil. atau sebesar Rp4.050.

pandangan absolut atau yang disebut juga pandangan klasik ini mempunyai dukungan yang sangat kuat untuk alasan bahwa perseroan adalah keberadaan yang memiliki kekuatan ekonomi dan sosial. Para ekonomi juga telah membuktikan dengan berbagai riset bahwa praktek pengenaan pajak menurut pandangan absolut telah menimbulkan distorsi dalam perekonomian. Selain itu. seluruh pajak harus dibebankan pada orang. yang terpisah dan seringkali tidak begitu jelas kaitannya dengan keinginan para pemegang saham.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 201 yang diperoleh akan dibagikan atau ditahan tidaklah relevan dalam konteks ini. tanpa landasan rasional dalam suatu struktur pajak yang adil. Pajak ini dikatakan inferior karena tarif implisit dari pajak penjualan atau upah tidak memiliki korelasi yang jelas dengan rasio [marjin] laba atas penjualan atau rasio laba atas upah dari perseroan. Perseroan cenderung tidak membagikan laba untuk menghindari pengenaan pajak berganda. Pajak penghasilan atas perseroan telah menjadi pajak penjualan atau pajak atas upah yang inferior dan arbiter. Maka kemampuan untuk membayar ini sulit untuk diaplikasikan pada perseroan. Bila terjadi penggeseran beban pajak. alat-alat pajak dapat berguna pada situasi-situasi tertentu untuk tujuan peraturan perundang-undangan tersebut. Pada akhirnya. harus dipajaki sebagai bagian dari penghasilan mereka. yang apabila dibagikan kepada . Perseroan memang bertindak sebagai unit-unit pengambilan keputusan. Alasan pengenaan pajak pada perseroan karena lembaga ini memiliki kemampuan membayar pajak sendiri dan oleh karenanya harus dikenakan pajak terpisah. Pandangan absolutisme mendasarkan pada asumsi bahwa beban pajak dikenakan atas laba dan tidak digeserkan kepada pihak lain yaitu para pelanggan atau pekerja. Konsep kapasitas membayar yang digunakan dalam pendapat ini lebih berkaitan dengan efek ekonomi dari pajak bukannya kemampuan untuk membayar yang digunakan dalam konteks keadilan pajak. maka tujuan dari para penganut absolutisme untuk membebankan pajak tambahan pada penghasilan yang bersumber dari korporasi tidak akan tercapai. Tidak ada alasan mengapa para pemegang saham harus membayar pajak tambahan atau diberikan perlakuan khusus. Secara rasional. Ada pendapat yang menyatakan bahwa kemampuan ini adalah kemampuan untuk membayar pajak tanpa mengalami kebangkrutan atau mengganggu operasinya. sehingga membutuhkan kebijakan pengaturan (termasuk pengaturan pengenaan pajak) tersendiri pada tingkatan korporasi daripada tingkatan pemegang saham. Laba perseroan merupakan bagian penghasilan para pemegang saham untuk alasan tambahan kemampuan ekonomis.

Ada dua hal yang harus diputuskan. membantu transaksi-transaksi keuangan. biaya-biaya ini hanyalah faktor yang minor dan sulit untuk dijadikan alasan untuk mendukung pengenaan suatu pajak penghasilan. bukannya untuk membebani manfaat yang tidak menimbulkan biaya. Walaupun ada beberapa biaya pemerintah yang dikeluarkan dalam kaitannya dengan keberadaan perseroan secara khusus. pemerintah daerah lebih berhak untuk mengenakan pajak. tidak hanya dinikmati oleh perseroan.202 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan investor mungkin dapat mereka gunakan untuk investasi-investasi yang lebih menguntungkan. Dengan demikian. Tujuan dari pajak atas manfaat adalah mengalokasikan biaya pemberian layanan publik kepada yang menerima manfaat. Pertimbangan Manfaat Pemerintah dapat mengenakan pajak kepada siapapun dan apapun yang memperoleh manfaat dengan adanya pemerintahan. Besarnya pajak akan bervariasi sesuai dengan nilai layanan yang . Hak ini tentu saja sangat berharga bagi korporasi. tetapi juga oleh berbagai bentuk organisasi lainnya. memperluas pasar. Pertama berkaitan dengan tingkatan pemerintahan mana yang harus mengenakan pajak. Pemerintah daerah menyediakan sebagian besar layanan publik yang memberikan manfaat kepada bisnis. cara yang lebih rasional adalah menerapkan pajak umum atas kegiatan bisnis bukannya menerapkannya dengan menggunakan pajak penghasilan badan saja. Akan tetapi. apa basis yang tepat digunakan untuk mengenakan pajak tersebut. Walaupun pajak dapat dikenakan kepada perseroan atas dasar manfaat. Akan tetapi sebagian dari layanan ini. Perseroan dapat diminta untuk membayar pajak karena menerima manfaat dari berbagai layanan pemerintah. dan lain-lain. Perseroan yang memiliki hak melakukan berbagai kegiatan berdasarkan kewajiban terbatas. Kedua. ada alasan-alasan lain yang dapat mendukung keberadaan pajak tersebut sehingga pajak tersebut diberlakukan seperti sekarang ini. Alasan-Alasan Lain Mengenakan Pajak kepada Perseroan Walaupun pandangan absolut atau klasik tidak dapat memberikan argumentasi yang kuat untuk mengenakan pajak atas perseroan berdasarkan prinsip kemampuan untuk membayar. Layanan-layanan tersebut misalnya memberi manfaat kepada perseroan dengan cara mengurangi biaya. Dengan demikian. lembaga yang memiliki kewajiban terbatas ini tidak membebani masyarakat oleh karenanya tidak layak dikenakan pajak atas manfaat yang didapat dari haknya.

Walaupun ukuran yang besar tidak diinginkan. Perusahaan-perusahaan besar dapat dimiliki oleh investor-investor kecil dan perusahaan-perusahaan kecil dapat dimiliki oleh investor-investor kaya. Jika ukuran umum yang digunakan. nilai properti akan lebih tepat menunjukkan nilai layanan pemadam kebakaran. Pertanyaan berikutnya adalah apakah pajak tersebut sebaiknya dikenakan pada laba dan bukannya ukuran aset atau penjualan. Tujuan-tujuan Peraturan Perundang-Undangan Berbagai alasan lain dikemukakan untuk mengenakan pajak penghasilan kepada perseroan. Musgrave dan Musgrave (1989) menjelaskan alasan-alasan peraturan perundang-undangan tersebut sebagai berikut:2 § Pengendalian terhadap monopoli telah dilakukan dengan menggunakan alat peraturan perundang-undangan. total biaya yang dikeluarkan pada daerah operasi lebih tepat digunakan sebagai ukuran keseluruhan. Musgrave dan Peggy B. dengan nilai tambah (termasuk laba dan biaya-biaya faktor lainnya) sebagai kemungkinan kedua. Musgrave. Pengendalian ini memerlukan suatu pajak yang lebih kompleks. 2 Richard A.. Progresivitas akan digunakan untuk memberlakukan diskriminasi terhadap perusahaan besar dan membatasi apa yang dianggap sebagai akibat-akibat sosial yang tidak diinginkan dari perusahaan-perusahaan besar. cit. Oleh karena itu. yang tidak akan efektif untuk mengoreksi tingkat laku monopolistik. bentuk pajak atas perseroan yang tepat bergantung pada tujuan kebijakan tertentu yang akan dicapai. Alasan progresivitas tentu saja bukanlah kemampuan untuk membayar seperti pada pajak penghasilan pribadi.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 203 diberikan. Semua alasan ini didasarkan pada pandangan bahwa pajak adalah instrumen pengendali berkaitan dengan tingkah laku korporasi. Dengan demikian. jumlah pegawai dan menunjukkan input untuk pengeluaran sekolah umum. . transportasi akan menunjukkan layanan jalan raya. Pengendalian ini membutuhkan pajak bisnis yang progresif. hal. § Jika ada keinginan untuk membatasi ukuran absolut atau besarnya perusahaan (yang tidak sama dengan membatasi monopoli atau pangsa pasar). bukannya sesuai dengan jumlah laba yang dihasilkan. Pengendalian ini tentu saja tidak akan menggunakan pajak umum atas laba. suatu pajak dapat digunakan untuk mencapai tujuan ini. 374-375. dan sebagainya. yang berkaitan dengan tingkat pembatasan monopolistik. tetapi pendekatan pajak dapat digunakan. op.

SIAPA YANG MENANGGUNG BEBAN PAJAK? . Tujuan ini dapat dicapai dengan mengenakan pajak atas laba yang tidak dibagi dan mengecualikan laba yang dibayar sebagai dividen. distribusi dividen perlu didukung sedangkan menahan laba perlu dihindari. atau. Suatu situasi lain yang berbeda di mana pajak atas kelebihan laba secara selektif dapat dikenakan karena krisis tertentu. dan pajak atas kelebihan laba merupakan alat-alat yang berguna dalam kaitannya dengan situasi ini. dalam rangka mendukung berfungsinya pasar modal atau meningkatkan pengeluaran konsumsi. saving korporasi perlu didukung dan distribusi dividen perlu dibatasi. dalam hal ini disparitas risiko dapat terlewatkan. pajak atas kelebihan laba sulit diadministrasikan karena kelebihan laba tidak mudah didefinisikan. yang memunculkan pengenaan pajak atas laba tak terduga dari kenaikan harga minyak. Tujuan ini dapat dicapai dengan mengenakan pajak atas dividen yang dibayarkan dan mengecualikan laba yang ditahan. § Terakhir. § Sebagai stimulus bagi formasi modal dan pertumbuhan. sehingga memunculkan masalah yang sulit dalam hal menentukan tarif berapa yang cocok untuk setiap industri. § Suatu pajak atas kelebihan laba dapat dikenakan pada periode-periode krisis (seperti perang) ketika diperlukan pengendalian langsung atas upah dan harga. Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa instrumen pajak digunakan untuk mengendalikan tingkah laku perseroan dalam berbagai situasi akan tetapi bentuk pajaknya bukanlah pajak atas laba.204 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan itu bukan alasan memberikan penalti kepada perusahaan besar yang menguntungkan. Pembatasan atas upah dalam kondisi seperti ini tidak dapat diterapkan secara efektif tanpa juga membatasi laba. Kelebihan laba tersebut harus diukur dengan membandingkannya dengan periode dasar. yang berbeda dari saving korporasi. Alternatif kebijakan lain. seperti krisis harga minyak dan pelepasan kendali atas harga minyak. pajak korporasi dapat digunakan untuk memberikan insentif atau disinsentif investasi. tetapi akan muncul ketidakadilan karena perbedaan posisi awal. Alat-alat seperti penyusutan dipercepat dan kredit pajak investasi dapat digunakan untuk tujuan ini dan juga dapat diterapkan secara siklus atau pada saat-saat tertentu. suatu tingkat pengembalian standar. Walaupun kelihatannya baik secara prinsip.

jika penjualan yang dimaksimalkan. sesuai dengan model kompetitif. bagian laba perseroan dalam nilai tambah pada sektor perseroan. Pemindahan beban dengan cara penyesuaian administered pricing (dibedakan dengan pemindahan beban karena perpindahan faktor dan perubahan pasokan faktor dalam pasar yang kompetitif) dapat terjadi. yaitu penentuan harga bukan berdasarkan mekanisme pasar. bila pasar tenaga kerja tidak sempurna. Apabila tarif pajak perseroan berbeda antar industri. atau bila aturan harga lainnya yang berubah. pajak yang tinggi dapat dipindahkan kepada tenaga kerja dengan ditunjukkan pada keterbatasan daya tawar tenaga kerja pada perundingan dengan manajemen. perusahaan akan berusaha memindahkan beban pajak dengan menaikkan harga. Ada banyak upaya telah dilakukan pada tahun-tahun terakhir untuk memberikan bukti tentang ini. Hal yang sama juga berlaku pada pasar tenaga kerja yang terorganisir. siapa yang menanggung beban pajak bergantung pada struktur dan tingkah laku pasar yang ada. pembandingan antara tingkat pengembalian dari investasi pada perseroan dan non-perseroan sulit dilakukan karena ketidaktersediaan data pada usaha-usaha non-perseroan. Pendekatan inipun tidak dapat menghasilkan pemahaman yang cukup jelas karena perubahan tarif pajak tidak sering terjadi. Hal ini tidak dapat dilaksanakan dalam dunia nyata karena pajak diterapkan pada semua perseroan dengan tarif efektif yang sama. Hal ini dapat dilakukan bila perusahaan dalam situasi monopoli. Demikian juga. dan marjin laba perseroan. termasuk tingkat pengembalian dari pemegang saham korporasi. Dalam situasisituasi tersebut. Kemungkinan yang tersisa adalah mempelajari pengalaman sektor perseroan dan bagaimana berbagai komponen dalam sektor perseroan menanggapi perubahan pajak. Demikian juga. Oleh karena itu. perolehan jawabannya akan cukup sederhana. Para pelaku bisnis sering memiliki pandangan berbeda dan mereka memandang bahwa pajak adalah biaya yang harus dipindahkan pembebanannya kepada pihak lain.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 205 Sebagian besar ahli ekonomi memandang beban pajak penghasilan badan jatuh kepada pemilik modal. Beberapa industri yang menggunakan administered pricing. Hasil penelitian di Amerika Serikat yang berkaitan dengan perubahan tarif pajak dalam rangka menguji adanya pemindahan beban pajak menunjukkan hasil yang berbeda-beda yang konsisten dengan hipotesa pemindahan maupun . Hal ini merupakan pandangan yang tepat bila semua pasar beroperasi untuk memaksimalkan laba sehingga pemilik modal tidak dapat memindahkan beban pajak tersebut kepada pihak lain tanpa biaya. Berbagai pemahaman dapat diperoleh dari memeriksa perubahan-perubahan harga yang terjadi dan membandingkan posisi-posisi relatif beberapa sektor sebelum dan sesudah perubahan pajak.

yang dirancang untuk mengisolasi pengaruh pajak penghasilan perseroan. muncul pertanyaan bagaimana cara mengintegrasikan penghasilan perseroan ke dalam penghasilan pribadi. yang terpenting adalah tarif pajak efektif bukannya tarif pajak nominal. kredit investasi. utilisasi kapasitas. tarif pajak itu sendiri merupakan konsep yang kompleks. kondisi ekonomi dan faktor-faktor lain. seperti tingkat permintaan konsumen. dan berbagai faktor yang tidak dapat dinilai dengan jelas. sehingga mengarahkan kepada hipotesa pemindahan beban pajak. para analis berharap menggunakan koefisien regresi dari variabel ini untuk mengukur pengaruh perubahan tarif pada tingkat pengembalian. baik yang . Hal ini terjadi karena banyaknya faktor-faktor nonpajak yang mempengaruhi hasil penelitian sehingga penelitian tidak dapat menunjukkan siapa sebenarnya yang menanggung beban pajak. Beberapa studi mengindikasikan adanya pemindahan beban pajak yang cukup tinggi. tingkat inflasi. Pada kenyataannya. Beberapa studi lainnya mengindikasikan hasil yang sebaliknya. Dan juga. Dengan memasukkan tarif pajak korporasi. dan tarif pajak korporasi. Satu jenis penelitian menggunakan model bahwa tingkat pengembalian korporasi adalah suatu fungsi dari berbagai variabel yang telah ditentukan sebelumnya. Tarif pajak efektif ini bergantung pada aturan penyusutan. Berbagai studi telah dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir. Pendekatan lain untuk mengukur adanya pemindahan beban pajak adalah dengan menggunakan pendekatan ekonometrika.206 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan hipotesa non-pemindahan. Teknik ekonometrik yang lebih baik dikombinasikan dengan penggunaan data yang kurang agregatif mungkin dapat memberikan hasil yang lebih baik. INTEGRASI PAJAK Apabila pandangan bahwa pajak penghasilan perseroan diintegrasikan ke dalam pajak penghasilan pribadi adalah yang lebih diinginkan. Integrasi Lengkap Integrasi lengkap adalah pendekatan pengenaan pajak penghasilan dengan mengintegrasikan seluruh bagian pendapatan dari perseroan. Analisis ekonometrik tidak mampu secara bulat memisahkan pengaruh pajak dari beberapa perubahan yang terjadi secara bersamaan dalam pengeluaran publik. pengeluaran pemerintah. Penyesuaian-penyesuaian apa saja yang harus diberlakukan dalam struktur pajak agar terjadi integrasi pajak perseroan dan pajak pribadi. akan tetapi masalah ini masih kontroversial.

Anda harus membayarnya segera. Anda dikenai sanksi perpajakan. Tidak salah. atau bahkan saat orang pajak datang atau menghubungi Anda. wrong place. Anda harus membayar pajak tambahan... perseroan akan memberitahukan kepada para pemegang saham berapa bagian laba yang tidak dibagikan yang menjadi bagian mereka untuk ditambahkan ke dalam kekayaan mereka.. "Orang pajak tidak pernah salah. Metode kedua adalah metode laba modal yang mengenakan pajak atas laba modal sepenuhnya (baik yang direalisasikan maupun yang belum direalisasikan). sehingga laporan keuangan yang baru menjadi laba 20 milyar. Ada dua metode pengenaan pajak yang menggunakan integrasi lengkap. Saat diperiksa... jika Benjamin Franklin mengatakan "in this world. Saat menerima Surat Tagihan Pajak (STP).. Padahal dalam konteks hukum.. di . Pemegang saham kemudian akan memasukkan jumlah ini ke dalam perhitungan laba kena pajak dalam SPT. saat menerima Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan Pajak (SPHP).. saat menerima Surat Ketetapan Pajak (SKP).. Biasanya." Pajak bukan hanya masalah yang membebani perusahaan. Dalam prakteknya." Dalam tataran dunia pajak para pakar perpajakan cenderung menyetujui dogma itu. Metode pertama disebut metode firma (partnership) yang memperhitungkan bagian laba seorang wajib pajak (investor) dari laba perseroan ke dalam penghasilan pribadinya dan dikenakan pada pajak penghasilan pribadi wajib pajak tersebut.. Anda tidak berhak atas kompensasi kerugian.. nothing is certain except death and taxes. Perusahaan Anda merugi sampai 100 milyar rupiah. pendekatan ini harus memberikan perlakukan yang sama atas bagian laba dari perseroan yang tidak dibagikan dengan bagian laba perseroan yang dibagikan (dividen). Bayangkan keadaan tak terduga ini. baik yang dibagikan sebagai dividen maupun tidak dibagikan sebagai dividen.. Wrong time.. masalah perpajakan akan muncul di saat-saat yang tidak tepat. metode depresiasi perusahaan Anda di-adjust. Coba kita perhatikan kapan munculnya masalah perpajakan yang sering membuat pusing kepala. Untuk mendapatkan informasi mengenai besarnya penghasilan dari laba yang tidak dibagikan sebagai dividen. Metode Firma Metode ini memperhitungkan bagian laba dari perseroan yang menjadi hak pemegang saham ke dalam penghasilan pribadi pemegang saham. Apabila pendekatan integrasi lengkap yang dipilih.. 1000 Alasan untuk Pajak..Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 207 dibagikan (diterima sebagai dividen) maupun yang tidak dibagikan (dalam bentuk akumulasi laba ditahan pada perseroan).. sampai peraturan pajak mengatakan yang sebaliknya... dalam banyak kasus bahkan bisa menjadi hidup dan matinya perusahaan. Anda bahkan mungkin akan berhadapan dengan wrong people. Ingat baik-baik bahwa ini sangat mungkin. ke dalam penghasilan pribadi dari sumber-sumber lain yang selama ini telah dilaporkan dalam SPT.

Maka. pemegang saham akan membayar pajak sesuai dengan tarif pajak marjinalnya. rakyat (termasuk dunia usaha) lah yang pada akhirnya menjadi tumpuan. maka besarnya pajak penghasilan atas penghasilan ini adalah sebesar Rp3. Dalam perpajakan. Dalam sejarah internasional. Sehingga. tarif pemotongan pajaknya 15 persen. Praktek pemotongan pajak (withholding) juga dapat diterapkan dalam metode firma ini dengan menunjuk perseroan sebagai pemungut pajak. sumber itu harus berasal dari luar pemerintahan atau negara.000. Dengan demikian. Sejarah dunia tax management menggeser konsep dasar dari "minimalisasi pajak" menjadi "optimalisasi pajak". Misalnya.000 ke dalam penghasilan kena pajaknya.500.000.000.500. sekalipun pada prakteknya berbagai pungutan (yang waktu itu disebut dengan upeti) ini lebih termanfaatkan untuk kepentingan pribadi raja atau keluarganya. jelas tidak bisa diandalkan dari bentuk-bentuk usaha yang diupayakan oleh pemerintah atau negara sendiri. ia harus menyetor kekurangan setoran pajak sebesar Rp1. Dengan demikian. pajak muncul dari kebutuhan akan perlunya sumber dana yang terjamin untuk menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan atau kenegaraan. seorang pemegang saham memperoleh pemberitahuan dari perseroan yang sahamnya dimilikinya bahwa bagian labanya atas laba suatu perseroan adalah sebesar Rp10. perseroan tidak saja melakukan pemotongan dan pemungutan pajak terhadap gaji. konsep itu tidak berlaku.000.000. pemegang saham akan melaporkan jumlah penghasilan brutonya dari perseroan sebesar Rp10.. 1000 Alasan untuk Pajak (Lanjutan.000.000.208 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan mana pajak juga merupakan produk hukum. Di zaman feodalisme dan penjajahan. Itu sebabnya. Bila atas penghasilan tambahan ini tarif pajak marjinalnya adalah 30%. Misalnya.000..000 yang dipotong oleh perseroan sebagai sumber penghasilan. upah dan dividen..000. Apabila pemegang saham tersebut hanya dikenakan pajak marjinal sebesar 10% maka beban pajaknya hanya sebesar Rp1. tetapi juga terhadap bagian laba dari perseroan yang tidak dibagikan.000. telah dan akan menjadi makin sempit jika hanya berorientasi pada upaya menghindari pajak. ia berhak mendapatkan restitusi pajak sebesar Rp500. Karena ia telah dipotong sebesar Rp1. Anda diistilahkan dengan sebutan Wajib Pajak………………. Lihatlah perangkat aturan perpajakan yang diberlakukan sekarang dan di masa depan. Anda tidak bisa lagi menghindari dari pajak. Dengan melaporkan penghasilan laba pada jumlah kotornya ini. pada .500.000 setelah mengkreditkan Rp1. Berapapun besarnya dividen yang diterimanya dari perseroan tersebut.) Satu hal yang pasti adalah fakta bahwa ruang gerak bagi perusahaan sebagai wajib pajak. sehingga pemegang saham mendapatkan sisanya sebesar Rp8. Perseroan akan memotong dan memungut pajak kepada pemegang saham tersebut. yang biasa berlaku adalah asas praduga tidak bersalah.500. Sumber itu.

Karena pajaknya telah dikenakan ketika laba dihasilkan. Berdasarkan prinsip realisasi. Maka. pemegang saham seolah-olah merupakan anggota persekutuan suatu firma. Pada era modern. Diskusikan bagaimana konsep perpajakan dapat diterapkan secara lebih manusiawi! Dengan cara ini. Akan tetapi. yang dapat dibayar dengan . metode ini membuat wajib pajak harus membayar pajak padahal ia tidak menerima penghasilan tersebut dalam bentuk yang dapat digunakan untuk membayar pajak. Tidak ada pembunuhan. Hanya saja. Sisanya baru akan menjadi beban apabila tarif pajak marjinal yang dikenakan kepada pemegang saham melebihi tarif pemotongan. 7 Juni 2005). metode ini memiliki beberapa kesulitan dalam penerapanya. bahkan makin tumbuh menjadi besar dan bergeser menjadi semacam kemutlakan khususnya pada tataran ideologi demokrasi. http://www. tidak ada kekejaman fisik atau penganiayaan. otoritas pemerintahan mencoba untuk tetap mengandalkan pembiayaan roda pemerintahan dengan menggali sumber-sumber dari rakyat secara langsung.com. yang sebenarnya bermakna sama). tetapi tidak begitu meyakinkan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 209 prakteknya ia tetap digunakan untuk membiayai roda pemerintahan atau bahkan kelanggengan dinasti kerajaan. Akan tetapi. (Diadaptasi dari: Green version of 1000 Alasan untuk Total Tax Awareness. kita bisa memaklumi bagaimana istilah upeti sangat identik dengan kekejaman. Caranya adalah basis harga pokok untuk menentukan laba modal dari penjualan investasi harus ditambahkan dengan jumlah yang sama dengan bagian dari pemegang saham tersebut atas kenaikan laba yang tidak dibagi selama masa kepemilikan investasi tersebut. Pertama. metode ini umumnya diusulkan sebagai prosedur standar dalam perhitungan pajak penghasilan oleh para ahli pajak. Di satu sisi. Oleh karena itu. Hal ini dilakukan dengan mentransformasi pajak dan pungutan lain dari pola-pola yang kejam dan tak berperikemanusiaan. kebutuhan itu ditransformasi ke bentuk-bentuk pemupukan yang lebih lunak. sejalan dengan makin majunya kebudayaan dan peradaban manusia. laba modal (capital gain) yang berasal dari kenaikan nilai kepemilikan akibat tidak membagikan laba harus dikecualikan dari pengenaan pajak penghasilan. sifat memaksanya tetap terabadikan akibat karakteristik pendanaan operasi pemerintah dan negara yang masih tidak mungkin dipenuhi oleh negara atau pemerintah sendiri. pemaksaaan. wajib pajak hanya akan dikenakan pajak bila ia memperoleh penghasilan.indodigest. Tidak ada lagi penjajahan secara eksplisit (mungkin yang ada sekarang adalah eksploitasi. perampokan dan bahkan pembunuhan. Sebenarnya. menjadi bentuk-bentuk pemupukan yang tetap memaksa akan tetapi dengan cara yang lebih manusiawi. bila digabungkan dengan pendekatan pemotongan pajak. sebagian besar dari beban pajak telah dibayarkan ketika dipotong oleh perseroan sehingga menimbulkan masalah likuiditas pada pemegang saham. Karena dirasa cukup adil. Keberatan ini sama dengan yang dikemukakan dalam pembahasan pajak atas laba yang belum direalisasikan. kebutuhan itu tidak berubah. tidak adil bila memasukkan laba yang ditahan ke dalam penghasilan kena pajak pribadi.

timbul kesulitan untuk mengalokasikan bagian laba di antara mereka. Manajemen tidak akan bereaksi terhadap pemberian insentif tersebut karena insentif tersebut hanya akan dinikmati manfaatnya oleh pemegang saham. pendekatan ini tidak mungkin diterapkan secara praktis untuk perseroan non-publik yang sahamnya tidak diperdagangkan.210 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan menjual sebagian saham yang dimilikinya. Integrasi dengan metode partnership tidak menyederhanakan administrasi pajak bahkan mungkin akan menambah kerumitan administrasinya. akan tetapi karena para pemegang saham perseroan ini memiliki pengendalian yang besar terhadap perusahaan. Karena pajak penghasilan tidak dikenakan atas perseroan. Bagian yang dibagikan kepada pemegang saham akan muncul dalam penghasilan pemegang saham sebagai penghasilan dividen. Metode ini tidak menghilangkan pengenaan pajak penghasilan atas perseroan itu sendiri sebagai suatu badan hukum khusus. Padahal manajemen pada umumnya adalah pembuat keputusan investasi. Pendekatan ini juga akan memunculkan kesulitan-kesulitan lain berkenaan dengan kebijakankebijakan pemberian insentif perpajakan. Pengenaan pajak terhadap penghasilan laba modal secara periodik dapat digabungkan dengan pajak penjualan ketika terjadi pemindahan aset. Metode Laba Modal Cara lainnya untuk mencapai integrasi sepenuhnya dengan mengenakan pajak penghasilan terhadap seluruh capital gain (termasuk yang belum direalisasikan) yang dikombinasikan dengan penghapusan pajak penghasilan atas laba perseroan. Walaupun demikian. permasalahan-permasalahan dapat saja diatasi dengan berbagai cara bila usaha pengintegrasian penghasilan bersumber dari laba perseroan ke dalam penghasilan pribadi serius untuk dilakukan. tidak ada penentuan laba kena pajak untuk perseroan. mereka dapat memaksa perseroan untuk meningkatkan pembayaran dividen untuk mendapatkan kas yang dibutuhkan. maka insentif pajak harus dirancang pada tingkatan pemegang saham atau sebagai subsidi langsung kepada perseroan. . Karena para pemegang saham bertransaksi saham secara cepat di pasar modal. seperti kredit pajak atas investasi. sedangkan bagian yang tidak dibagikan akan muncul sebagai penghasilan laba modal. Perlu diingat bahwa metode firma hanya mengintegrasikan penghasilan dari laba perseroan. Kedua. Pemberian insentif tersebut dapat menjadi tidak efektif. Karena perseroan tidak dikenakan pajak. Pendekatan firma juga dipandang tidak praktis diterapkan pada perusahaan publik yang besar dengan kepemilikan yang menyebar luas.

keringanan ini diberikan dalam bentuk pengecualian dan bukannya kredit pajak. ASPEK-ASPEK KHUSUS DEFINISI BASIS PAJAK Permasalahan-permasalahan pada keuangan perseroan. dividen yang dibayarkan sebagai perseroan. Bunga diperlakukan sebagai biaya bisnis. dividen sebesar maksimal $200 tidak dikecualikan lagi dari penghasilan dan tarif pajak atas perseroan disamakan dengan tarif pajak untuk pajak penghasilan pribadi. seperti juga pembayaran gaji dan upah. Bunga yang dibayar oleh perseroan atas dana yang diperolehnya melalui utang dikurangkan dari penghasilan kena pajak ketika memperhitungkan pajak penghasilan badan. peraturan pajak penghasilan “meminjam” praktek-praktek perhitungan penghasilan (laba) dari akuntansi perusahaan. bukannya sumber permodalan. integrasi sepenuhnya belum dapat diterima sebagai suatu pendekatan dalam penentuan penghasilan kena pajak. karena ketiadaan definisi penghasilan yang ilmiah dan konsisten. . Hutang versus Modal Saham Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. pada beberapa negara maju. Di sisi lain. sehingga permasalahan-permasalahan desain pajaknya pada perseroan tentu saja lebih rumit daripada wajib pajak pribadi. pendapatan dividen maksimal sebesar $200 dikecualikan dari penghasilan kena pajak. dapat dipandang sebagai pembayaran kepada pemegang saham atas penggunaan dananya. lebih rumit daripada keuangan pada wajib pajak pribadi. manfaatnya dari insentif ini oleh penerima dividen akan meningkat proporsional dengan tarif pajak marjinalnya. terjadi ketidakkonsistenan pengenaan pajak antara sumber modal dari hutang dan dari saham. Akibatnya. paling tidak secara parsial. Karena akuntansi perusahaan menekankan pada penentuan laba dari pemegang saham. mengurang progresivitas pajak penghasilan itu sendiri. Akan tetapi. Berikut ini beberapa contoh atas permasalahan pajak tersebut. Cara ini dipandang mendekati perlakuan yang terintegrasi untuk laba yang tidak dibagi. Sejak tahun 1986. tetapi “pajak berganda” tetap berlaku bagi dividen. muncul praktek-praktek yang mencoba pendekatan integrasi ini. di AS sebelum tahun 1986. Misalnya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 211 Integrasi Parsial Sampai sekarang. sehingga wajib pajak yang berpenghasilan besar akan memperoleh keuntungan yang lebih besar. Akan tetapi. tidak dikurangkan dari penghasilan kena pajak perseroan.

Ketika perusahaan sudah maju dan berkembang. dalam hal pembayaran dalam bentuk natura terjadi subsidi publik pada wajib pajak yang menerima pembayaran dalam bentuk natura tersebut. Jika integrasi lengkap tidak dijalankan. Walaupun ada perlakuan buruk peraturan pajak terhadap sumber permodalan saham. Ketika biaya entertainment dapat dikurangkan dari penghasilan. yaitu 30 persen). pendapatan bunga hanya dikenakan dalam pajak penghasilan pribadi. Bila meminjamkan. Hal ini sama saja dengan pemberian subsidi kepada kegiatan-kegiatan (dibiayai dengan biaya entertainment) yang sebenarnya tidak layak untuk memperoleh subsidi publik.212 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan Dengan tidak adanya integrasi penghasilan perseroan ke dalam penghasilan pribadi. pada kenyataannya sebagian besar modal perseroan berasal dari modal saham. penyebab utama fenomena ini adalah mudahnya perseroan mendapatkan pendanaan dari sumber modal. dividen dikenai “pajak berganda”. perseroan telah membantu pengawainya . Distorsi yang sama muncul dari pihak manajemen. sedangkan laba atas modal ekuitas tidak boleh dikurangkan. sulit untuk membuktikan bahwa perlakuan pajak tidak netral terhadap sumber pendanaan dalam praktek sehari-hari. Bila berinvestasi. akibatnya beban untuk pengeluaran tersebut yang dirasakan oleh perseroan akan berkurang sebanyak 30 persen karena tidak dikenakan pajak (dengan asumsi pajak marjinal perseroan pada tarif tertinggi. penyedia modalnya adalah pemiliknya yang tentu saja menginvestasikan dalam bentuk ekuitas. Demikian pula. netralitas dicapai dengan cara (1) memperluas cakupan “pajak berganda” dengan tidak membolehkan pengurangan biaya bunga pada pajak penghasilan badan (2) mengurangi cakupan “pajak berganda” dengan membolehkan pengurangan “bunga yang diperhitungkan” atas modal ekuitas dalam pajak penghasilan badan. Pendekatan integrasi lengkap akan mengembalikan netralitas perlakuan pajak terhadap sumber-sumber permodalan ini. Mereka akan lebih memilih pendanaan hutang. Berdasarkan penelitian-penelitian di bidang manajemen keuangan. Dengan membayar dalam bentuk natura daripada dalam bentuk kas. Dengan demikian. Ketika perusahaan pada periode-periode awal. perusahaan ini akan mengandalkan pendanaan dari laba perusahaan yang tidak dibagikan. praktek pajak ini memunculkan insentif bagi penyedia dana untuk memberikan pinjaman daripada melakukan investasi saham/modal. karena bunga yang dibayarkan dapat dikurangkan dari laba kena pajak. Pembayaran dalam Bentuk Natura dan Biaya Entertainment Pembayaran dalam bentuk natura dan biaya entertainment merupakan topik yang banyak dibahas.

bila sebuah mobil senilai Rp200. Penyusutan timbul karena adanya periodisasi atas perhitungan laba/rugi. Metode Penyusutan dan Jangka Waktu Penyusutan Permasalahan penyusutan timbul karena sulitnya mendefinisikan penghasilan.000. Peraturan perpajakan umumnya mengatur berapa besar setiap periode pengurangan (penyusutan) tersebut. sedangkan tunjangan kendaraan tidak. Penyusutan merupakan praktek akuntansi yang didasarkan pada pendekatan praktis untuk mengukur laba secara periodik. pengurangan dapat dilakukan ketika pembayaran terjadi.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 213 mengurangi pajak penghasilan pribadi mereka. semakin besar . Cara yang dilakukan sekarang ini adalah jalan tengah dengan membatasi pengurangan atas pembayaran dalam bentuk natura dan biaya entertainment. Permasalahan penyusutan adalah salah satu permasalahan yang paling sulit dan paling penting Karena pajak perseroan adalah pajak atas penghasilan/laba bersih. pengurangan itu dilakukan selama beberapa periode. kenaikan gaji akan menambah pajak penghasilan bagi wajib pajak pribadi. Untuk pengeluaranpengeluaran tertentu. sebagai kompensasi untuk pengembalian biaya investasi. dan menentukan berapa besarnya setiap periode investor dapat memperoleh kembali biaya investasi. Kapan investor dapat memperoleh kembali pengurangan juga harus diatur karena pada saat penyusutan diperbolehkan nilai tunai dari kewajiban pajaknya menjadi turun. Akan tetapi.000 diberikan kepada manajer perusahaan sebagai ganti kenaikan gaji selama beberapa tahun. seperti pembayaran gaji dan upah atau pembelian bahan mentah. Pengurangan untuk biaya-biaya modal akan memberikan penghematan pajak bagi investor. maka semua biaya untuk memperoleh dan memelihara penghasilan harus dikurangkan dalam menghitung penghasilan kena pajak. Peraturan perpajakan juga menentukan kapan pengurangan (penyusutan) dapat dilakukan. Semakin besar pada periode-periode awal penyusutan tersebut. terutama pada perseroan sebagai suatu badan usaha. Biaya dari perseroan dengan memberikan mobil tersebut (biaya penyusutan) akan sama dengan biaya karena kenaikan gaji untuk beberapa periode dengan jumlah total yang sama. Cara penghindaran pajak seperti ini dapat dihilangkan baik dengan cara memasukkan pembayaran dalam bentuk natura ke dalam pajak penghasilan pribadi atau melarang pengurangan biaya-biaya entertainment pada pajak penghasilan badan. Dalam hal pengeluaran modal. Misalnya.

nilai tunai dari pajak ditentukan oleh besarnya tarif pajak dan kapan penyusutan dilakukan.000. dengan C sama dengan nilai perolehan aset dan n adalah umur aset. dimana bagian yang dikurangkan pada setiap tahun sama dengan rasio dari sisa tahun terhadap jumlah angka tahun selama masa manfaat aset. Bangunan harus disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus dimana jumlah yang sama sebesar C/n harus dihapuskan setiap tahun.000.000 akan dikurangkan pada tahun kedua. jumlah angka tahunnya sama dengan 10 + 9 + 8 + 7 + 6 + 5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 55. sebesar Rp20. dan seterusnya. Peraturan perpajakan umumnya juga menetapkan “panduan umur” untuk setiap jenis aktiva tetap yang sejalan dengan “praktek bisnis yang sehat.636. yang meliputi jangka waktu pembebanan penyusutan dan kecepatan penyusutannya. seperti sistem penyusutan yang dipercepat.” Ada beberapa insentif perpajakan yang dapat diberikan dengan membolehkan penyusutan dalam jangka waktu yang lebih cepat.000 dengan masa umur selama 10 tahun.000. Metode Penyusutan Metode penyusutan yang diperbolehkan untuk dipakai hanya dua metode yaitu metode garis lurus dan metode saldo menurun (declining balance method). Dengan demikian. Lama Masa Perolehan Kembali Biaya Investasi Jangka waktu yang diperbolehkan untuk perolehan kembali biaya investasi atau penyusutan umumnya ditetapkan dalam peraturan perpajakan sama dengan “masa manfaat” dari aset bersangkutan. Oleh karena itu. dengan persentase sebesar dua kali tarif garis lurus dikurangkan pada tahun dan persentase yang sama kemudian diterapkan pada jumlah yang belum disusutkan setiap tahunnya. Beban penyusutan tahun pertama adalah 10/55 dari Rp100.000 boleh dikurangkan. yaitu metode jumlah angka tahun (sum-of-years-digits method).000 = Rp16.111. beban untuk tahun kedua adalah 9/55 dari Rp100.111.000 akan dikurangkan pada tahun pertama. Rp16. untuk suatu aset yang bernilai Rp100. Jadi. Ada satu metode lagi yang tidak diperbolehkan berdasarkan peraturan perundang-undangan saat ini.000.363. dan seterusnya.000. Jadi.000.000 dan masa manfaat selama 10 tahun.000. perseroan yang menggunakan metode penyusutan dengan saldo menurun mendapatkan keuntungan penghematan pajak lebih besar daripada menggunakan metode garis lurus karena nilai tunai dari penyusutannya lebih kecil pada metode garis . setiap tahun sejumlah Rp10. untuk suatu aset dengan harga perolehan Rp100. Seperti yang ditunjukkan pada tabel di bawah ini.214 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan penghematan pajaknya. Peralatan dan kendaraan disusutkan dengan menggunakan metode saldo menurun.000 = Rp18.

6 6 3 5 1 . 1968 .5 3 9 2 0 .6 9 7 3 1 . Simpulan yang sama juga berlaku apabila kita membandingkan metode jumlah angka tahun dengan metode garis lurus. Nilai tunai dari pajak dapat dihitung dengan mengurangkan nilai tunai dari pajak kotor (sebelum dikurangi dengan penyusutan yang diperbolehkan) dengan nilai tunai dari penghematan pajak dari penyusutan.1 0 0 6 4 .9 3 5 D IS K O N T O 1 0 P E R S E N 7 9 . and Seymour Smidt.7 5 0 8 7 .8 0 6 2 8 . Metode Penyusutan Ekonomis versus Metode Penyusutan Dipercepat Bila dikaitkan dengan pembebanan biaya investasi. 2d ed.8 1 1 7 5 .6 8 0 4 4 .0 0 0 ) J u m la h A n g k a Tahun ( IV ) 8 7 .4 6 9 6 8 . Bila investor akan memutuskan untuk berinvestasi. metode saldo menurun lebih menguntungkan pada aset-aset berumur pendek dan metode jumlah angka tahun lebih menguntungkan pada aset-aset yang berumur panjang. New York: Macmillan.5 3 4 8 1 .5 1 5 7 9 .6 6 1 3 2 . The Capital Decision.7 1 6 5 9 .7 8 7 7 8 . investor akan membandingkan nilai tunai dari arus laba bersihnya terhadap biaya perolehan dari aset.8 2 9 Diadaptasi dari: Harold Bierman. pajaknya akan semakin turun.7 5 6 8 0 .5 2 8 4 4 .0 9 9 5 4 .6 1 4 7 0 .4 6 0 4 0 . semakin rendah tarif efektif pajaknya. Jr.4 3 9 M a s a M a n fa a t ( I) 5 10 20 50 5 10 20 50 G a r is L u r u s S a ld o M e n u r u n ( II) ( III) D IS K O N T O 6 P E R S E N 8 6 . Nilai tunai ini sama dengan nilai tunai dari arus laba sebelum pajak dikurangi dengan nilai tunai dari pembayaran pajaknya. tarif efektif dari pajak bergantung pada tarif nominal (sekarang 30 persen untuk perseroan) dan besarnya penyusutan yang diperbolehkan.. Semakin cepat tingkat penyusutannya.0 5 5 6 4 . Bila kita membandingkan antara metode saldo menurun dengan metode jumlah angka tahun. N ila i T u n a i P e n y u s u ta n ( d a la m R u p ia h . H a r g a P e r o le h a n A s e t = R p 1 0 0 .Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 215 lurus sehingga nilai tunai dari beban pajaknya lebih besar.9 9 7 6 7 . Jika nilai tunai dari penghematan pajak ini menjadi semakin besar seperti yang ditunjukkan pada tabel di atas. Semakin panjang waktu penyusutan semakin besar perbedaan penghematan pajaknya.

berbagai investasi berbeda dalam jangka waktu dan tingkat keuntungan sehingga hasilnya akan berbeda untuk berbagai kebijakan yang dipilih. Suatu tarif pajak yang lebih rendah dan penyusutan yang lebih lambat akan memberikan nilai tunai pajak yang sama dengan suatu tarif pajak yang lebih tinggi dan penyusutan yang lebih cepat. yang ditimbulkan dari semakin memburuknya kondisi aset dan penurunan nilai karena keusangan. Bila hanya melihat investasi tunggal. Pola penyusutan seperti apakah yang diperlukan untuk memastikan definisi penghasilan yang adil dan netral? Sebagaimana yang dikemukakan oleh Musgrave dan Musgrave (1989) aset yang dapat disusutkan dipandang sebagai menghasilkan dua arus penghasilan. Dengan demikian. dengan nilai tunai dari penghematan bunganya sama dengan nilai tunai dari penghematan pajak yang dihasilkan. aset dengan nilai tunai arus laba bersih yang sama harus mendapat beban pajak yang sama yang didefinisikan sebagai nilai tunai pajak. Dengan demikian. Mempercepat penyusutan (baik dengan cara memperpendek periode penyusutan atau membolehkan menyusutkan jumlah yang besar pada awal-awal masa guna aset) akan mengurangi tarif efektif pajak dengan menunda tanggal jatuh tempo dari kewajiban pajak. yang dikenakan pajak adalah arus penghasilan bersih yang diterima setiap tahun. terutama untuk investasi-investasi pada aset yang berumur panjang. aset tersebut menghasilkan arus laba bersih positif yang nilai tunainya adalah nilai aset tersebut. yang timbul dari penggunaan aset. pajak harus netral dengan tidak boleh mendistorsi pola investasi. percepatan ini ekivalen dengan pinjaman tanpa bunga. pemerintah dapat memberlakukan aturan tarif pajak yang dikombinasikan dengan tarif penyusutan yang menghasilkan perlakuan yang netral atas semua investasi. Pada untuk keadilan. Pertama adalah arus penghasilan positif berupa laba. Dari sudut pandang investor. maka kombinasi apapun antara tarif pajak dan tarif penyusutan tidak menjadi persoalan. Hal tersebut dapat dicapai bila penyusutan dibebankan ketika nilai aset mengalami penurunan. Yang lainnya adalah arus penghasilan negatif. Netralitas Metode Penyusutan Ekonomis Dari pemaparan di atas.216 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan Dengan demikian. . tarif penyusutan tidak netral terhadap semua investasi. metode penyusutan dipercepat menghasilkan penghematan pajak yang besar. Pada kenyataannya. Bila kedua arus ini dijumlahkan. Supaya perlakuan pajak netral. Jika semua investasi sama. Hasilnya demikian karena nilai tunai dari penghematan pajak akan semakin tinggi ketika penghematan pajak tersebut semakin cepat terealisasi. untuk menetralisasi pengaruh tarif penyustan ini. dapat dibuktikan bahwa penyusutan yang dipercepat lebih menguntungkan investor.

Aset-aset tidak aus secara seragam dan juga menjadi usang sebelum sempat digunakan sepenuhnya. Tarif ini independen terhadap umur aset dan karenanya tidak akan mendistorsi pilihan investasi di antara mereka. penerapannya tidak mudah. yaitu biaya modal atau penyusutan ekonomis yang harus dibebankan bersama-sama dengan biaya lain dalam menghitung laba bersih. Oleh karenanya. cara yang terbaik adalah memakai masa manfaat seperti yang biasa dipakai dalam praktek bisnis dengan asumsi bahwa masa manfaat yang dipercepat merupakan masa manfaat yang “sebenarnya” dan jejak waktu dari arus penghasilannya. tampaklah jelas bahwa tingkat tarif nominal dan perubahannya tidak dapat menjadi indikator atas tingkat tarif efektif. Tarif Pajak yang Efektif Berdasarkan diskusi sebelumnya. walaupun prinsipnya jelas. Jika penyusutan dapat dipercepat. pilihan-pilihan investasi akan terdistorsi dan lebih banyak modal akan mengalir pada investasi-investasi yang lebih lama. nilai aset sama dengan nilai tunai dari arus penghasilan bersih selama masa manfaatnya. Dengan demikian. Tingkat keusangan akan berbeda dan tidak dapat diprediksi dengan mudah. ada alasan kuat untuk menggunakan penyusutan ekonomis. pengenaan pajak akan mengurangi nilai dari arus penghasilan bersih sebesar persentase tarif pajak yang berlaku.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 217 Ingat. Tarif efektif bergantung pada tarif pajak yang berlaku dan tarif penyusutan. Oleh karena itu. Dengan demikian. Tarif efektifnya akan sama dengan tarif nominal atau tarif yang berlaku karena pengenaan pajak akan mengurangi nilai aset dikalikan dengan tarif pajak. Oleh karena itu. di mana rb adalah tingkat pengembalian sebelum pajak dan ra adalan tingkat pengembalian setelah pajak. Hal sebaliknya akan terjadi bila tarif penyusutan pajak lebih rendah daripada tarif ekonomis. Investasi Tunggal versus Investasi Berkelanjutan . investasi yang lebih lama akan mendapat keuntungan terbanyak dan juga mendapat manfaat dari tarif pajak efektif yang lebih rendah. Akan tetapi. Nilai berjalan dari aset pada setiap waktu sama dengan nilai kapitalisasi dari arus penghasilan di masa depan yang dihasilkannya. penurunan dalam nilai berjalan sama dengan nilai kapitalisasi dari penurunan arus penghasilan. Tarif efektif ditentukan dengan cara menghitung (rb – ra) / rb. tarif efektif sama dengan persentase pengurangan dalam pengembalian modal karena pajak. Bila penyusutan pajak sama dengan penyusutan ekonomis.

A menginvestasikan uang Rp100 juta pada aset X dan segera membebankannya sebagai penyusutan sebesar Rp100 juta. Apalagi bila dalam kenyataannya suatu perusahaan terus-menerus meningkatkan aset-asetnya yang dapat disusutkan sehingga basis penyusutannya setiap reinvestasi semakin besar. Akan tetapi. A kemudian membebankan kerugian ini pada laba dari aset Y (yang jumlahnya . Setelah tahun-tahun awal ini. Keuntungan dari wajib pajak atas penundaan pajak (dan kerugian bagi pemerintah) akan naik pada tahuntahun awal dan kemudian akan rata seterusnya. ia mungkin tidak akan dapat memanfaatkan penyusutan sekaligus ini karena ia harus memperoleh pendapatan (laba) yang cukup untuk ditandingkan dengan beban penyusutan ini. penangguhan ini dapat berlangsung selamanya. Misalnya. ketika pemerintah kehilangan pendapatan pajak pada tahun-tahun awal dan memperoleh kembali pendapatan pajak tersebut pada tahun-tahun akhir. A menderita kerugian sebesar Rp100 juta. Seluruh pembayaran pajak tersebut dapat dihindari dan tanpa pernah terjadi pembayaran pajak tertunda tersebut di masa depan. Misalnya. ada kemungkinan pengeluaran modal tersebut dibebankan secara ekstrim sekaligus pada satu periode ketika pembayaran pengeluaran modal. Seorang investor yang melakukan investasi tunggal. kerugian pendapatan pemerintah akan berkurang tetapi pemerintah tidak pernah mendapatkan kembali kerugian karena penangguhan pajak pada tahuntahun awal tersebut selama reinvestasi terus menerus berlangsung. penyusutan yang dipercepat tidak mengurangi jumlah total pajak yang akan dibayarkan. suatu aset diganti dengan pola penggantian yang membuat dasar penyusutannya tidak berubah. Kewajiban pajaknya berkurang pada tahun-tahun awal dan bertambah pada tahun-tahun akhir. investor tidak perlu membayar pajak dan pemerintah tidak memperoleh pendapatan pajak. Untuk investasi yang berkelanjutan. Perolehan kembali baru terjadi setelah reinvestasi berakhir. Jika penyusutannya cukup cepat dan ekspansinya cukup tajam. Karena A belum mendapatkan penghasilan dari X. Bila suatu perusahaan memiliki penghasilan dari investasi lain yang dapat dikurangkan dengan penyusutan sekaligus ini.218 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan Untuk investasi tunggal yang dilakukan hanya sekali dan kemudian selesai. Biaya-biaya ini langsung dibebankan. Pembebanan Sekaligus Biaya gaji dan bahan mentah dikurangkan ketika pembayaran dilakukan atau ketika terjadi. Pada pengeluaran modal pembebanan ini disebar ke dalam beberapa periode. perusahaan seperti ini dapat menunda pembayaran pajak selamanya. ekivalen dengan pinjaman bebas bunga. Keuntungan yang didapatkan. berasal dari penangguhan pajak pada awal periode.

Penghitungan harga pokok berkaitan dengan penentuan laba kena pajak... A kemudian menambahkan sejumlah ini ke dalam investasi pada X.857 juta. = Rp142. Untuk menghilangkan permasalahan ini sekaligus mengatasi permasalahan inflasi dengan benar. . Sehingga sampai menjadi subdisiplin ilmu pengetahuan sendiri.. Bagaimana harga pokok harus dihitung adalah urusan yang tidak mudah. Aturan pajak biasanya hanya membolehkan sebagian (misalnya sepertiga) dari biaya investasi yang dapat diperoleh kembali dengan penyusutan segera.. . adalah dengan mengurangkan hasil penjualan dengan harga pokok... Penyusutan segera dengan reinvestasi secara terus menerus dari penghematan pajak yang didapat menghilangkan beban pajak. Bila kegiatan serial ini diulangi terus-menerus...Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 219 lebih besar daripada Rp100 juta).. Hal ini sangat relevan terutama dalam periode inflasi tinggi.. . A akan berinvestasi pada X sebesar Rp100 juta + 0.. Laba dan Inflasi. sehingga mengurangi kewajiban pajak dari penghasilan aset Y. membebankan tambahan Rp30 juta sebagai penyusutan. Penyesuaian terhadap Inflasi Dengan harga-harga yang selalu meningkat.. yaitu yang dikenal dengan nama kalkulasi harga pokok atau cost accounting.. bila diukur dalam nilai riil. Dalam hal ini... hanya sepertiga dari pajak yang akan dihapuskan.. Dalam praktek.. Suatu sistem yang membolehkan sebagian dari pajak dibiayakan dan menyusutkan sisanya sesuai dengan penyusutan secara ekonomis akan netral antara investasi jangka pendek dan jangka panjang.30 x Rp100 juta + 0. penghasilan kena pajak terlalu besar. penghematan pajaknya akan sebesar Rp30 juta. Pada akibatnya. mendapatkan penghematan pajak sebesar Rp9 juta. (2) seluruh penyusutan dapat dilakukan pada tahun pertama sehingga menghilangkan pengaruh inflasi. hal ini tidak pernah bisa sampai sejauh pemaparan di atas... perolehan kembali investasi (penyusutan) berdasarkan harga perolehannya tidak akan memberikan penghematan pajak yang cukup untuk mempertahankan modal perusahaan dalam nilai riilnya.. Jika penghasilan A atas investasi pada X dengan cara ini dikenakan tarif pajak 30% akan sama posisinya dengan berinvestasi pada X sebesar Rp100 juta dan tanpa pajak... Pendekatan ini sering disebut sebagai cadangan awal (initial allowance) yang merupakan cara yang netral dalam memberikan insentif investasi.302 x Rp100 juta . Menentukan laba yang akan dijadikan dasar untuk pengenaan pajak pendapatan badan... . dua solusi: (1) basis penyusutan dapat diindeks untuk naik sesuai dengan biaya penggantian.. menimbulkan kenaikan tarif efektif pajak yang tersembunyi. Dengan tarif pajak 30%. dan seterusnya..

000.000.000.000.000.000. yang sama dengan modal pokoknya.000. Pedagang tetap harus membayar pajak atas dasar keutuhan modal uang. Sudah sejak lama.000 = Rp1.000.000. Hasil penjualannya 1 juta kali Rp1. Daya beli labanya dipangkas drastis pula. apakah yang dinamakan pokok itu jumlah uang. pedagang paku sangat menderita penciutan kuantitas barang dagangannya sampai hampir separuh.000 menjadi Rp1. Sesuai inflasi.000.800 = 555. .000 dan setelah dikenakan pajak dikonsumsi. Maka labanya hanya Rp3. Ketika seluruh 10 kg pakunya dijual dengan harga Rp1. inflasinya dari Rp1. sehingga memperoleh hasil penjualan Rp15. Dalam ekonomi yang harganya naik terus atau inflasi.000. Dari sini jelas.000. Jadi kena tarif 30 persen atau Rp150. kalau ada pedagang paku membeli 10 kg paku dengan harga Rp1. Artinya. tetapi harus membayar pajak yang didasarkan atas keutuhan modal uang sebagai harga pokok. pimpinan perusahaan mempermasalahkan yang dinamakan laba. falsafah fiskus menganut asas keutuhan modal uang. Maka. Dari gambaran di atas terlihat bahwa laba akan sama saja. Dalam contoh di atas. Hasil penjualan seolah-olah dipakai untuk membeli jumlah kilogram emas yang sama. walaupun modal kuantitas barang menciut drastis.000. sisa uang yang Rp10.56 kg.000. Kalau dikatakan perkembangan ilmu pengetahuan mempengaruhi praktek bisnis. Kalau ada sisanya barulah dikonsumsi.000. cost accounting terus berkembang. Modal pokoknya utuh. Bagaimana kalau ketika si pedagang ingin memperbarui stoknya yang 10 kg itu. yaitu 10 kg paku. ataukah yang dinamakan pokok jumlah barang dagangan.000 per kg.000. Tetapi kalau inflasinya hebat. Bagaimana kenyataan bahwa di tahun 1998 inflasi Indonesia 80 persen? Mari sekarang kita lihat bagaimana jadinya dengan pedagang paku kalau yang diperdagangkan 1 juta kg paku. Modal awal adalah 1 juta kali Rp1. memang demikian halnya dengan perkembangan ilmu dalam bidang cost accounting.000.000.000:1. modal pokok usaha tidak dinyatakan dengan uang.500 = Rp1. Ketika di zaman orde lama inflasi berkecamuk hebat.555. karena kalau ini dipakai untuk membayar pajak dan dikonsumsi volume perdagangannya tetap. Kita bayangkan berapa barang yang dapat dibeli dari laba bersih yang relatif sama jumlah nominalnya. labanya Rp5. Laba bersih yang dapat dihabiskan untuk konsumsi adalah Rp350. sisanya adalah Rp10. harga pokoknya Rp10. tafsiran tentang berapa besar laba yang diperoleh perusahaan menjadi lain. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Modal uang yang utuh kalau dibelikan barang dagangan paku menjadi 1. Jadi tinggal sebagian. jelas bahwa mempertahankan keutuhan modal uang akan memperkecil volume perdagangannya secara drastis. hasilnya sama saja.000 kalau dibelikan paku lagi sebagai barang dagangannya. sedangkan harga barang konsumsi yang dibutuhkan tentunya juga meningkat sesuai dengan inflasi atau sekitar 80 persen. Pengusaha mulai dengan modal yang sama dengan jumlah kilogram emas tertentu.000.000.220 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan Sebagai subdisiplin ilmu dalam rangka ilmu ekonomi perusahaan. yang dinamakan pokok adalah 10 kg paku dengan harga baru atau Rp12. Tadi dikatakan bahwa seandainya tidak ada inflasi. Supaya pokok dalam bentuk barang tidak menyusut. tetapi dalam jumlah kilogram emas. harga paku meningkat dengan 80 persen menjadi Rp1. apakah modal yang dipertahankan harus utuh itu modal uang atau modal kuantitas barang dagangan.800.000.000. Pedagang sudah menderita karena volume bisnisnya yang menyusut. yaitu Rp1. Laba adalah jumlah uang yang dapat dikonsumsi tanpa mengurangi pokoknya.500. Modal uang masih utuh.200 per kg.000 ke Rp1. kuantitas barang menyusut menjadi 10.000 : 1.000? Mengapa? Karena kalau laba dianggap Rp5.000.200? Bukankah labanya Rp3.200 = 8.200 atau 20 persen. Mengapa? Kalau Rp5. sudah sejak sangat lama orang mempertanyakan apa betul labanya Rp5.33 kg.500 per kg. karena barang-barang konsumsi kebutuhannya juga meningkat drastis. seandainya harga paku tidak naik dari Rp1.000 itu dipakai untuk membayar pajak dan dikonsumsi. harga per kilogramnya melonjak menjadi Rp1. Laba menurut fiskus Rp500.

maka laba harus dikoreksi dengan angka inflasi yang ditentukan oleh paket barang dan jasa yang menjadi pola konsumsi hidup yang dianggap wajar. semuanya bertentangan frontal dengan falsafah yang melulu hanya menginginkan mempertahankan keutuhan modal uang. sebagai alat insentif pajak. tetapi mekanismenya berbeda.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 221 Benarkah pengusaha yang mendasarkan harga pokoknya atas jumlah kilogram emas? Benar kalau tujuannya berusaha adalah mempertahankan jumlah kilogram emas tanpa peduli kuantitas barang dagangannya menggelembung atau menciut. maka barang dagangannya bisa menggelembung atau menciut. Kuantitas barang dagangan ini dengan sendirinya takkan menggelembung atau menciut. dapat diperbandingkan? Keduanya dapat digunakan untuk mengurangi pajak. Untuk suatu investasi tertentu dengan lama masa manfaat tertentu. pada dua dekade sebelum reformasi pajak tahun 1986. dalam waktu singkat. Kalau inflasi menghebat terus. yaitu modal pokok uangnya saja yang dipertahankan. Apakah penyusutan yang dipercepat dan kredit pajak atas investasi. Yang mana pun yang dipilih. yaitu yang bertolak dari pikiran. kedua pendekatan itu akan berbeda dalam berbagai investasi. dan pedagang disuruh sejalan pikirannya dengan pemerintah mengenakan pajak. Bila seorang investor yang membeli aset dengan harga Rp100 juta. . Aliran lain lagi. 5 April 1999) Menurut saudara. peraturan pajak membolehkan perseroan untuk mengkreditkan sebagian (pada tahun 1985 sebesar 10%) dari biaya investasi yang dikualifikasikan. cara penghitungan laba kena pajak mana yang paling tepat diterapkan di Indonesia? Diskusikan! INVESTMENT TAX CREDIT Di Amerika Serikat. Ketika pertama kali diperkenalkan tahun 1964. maka ia memperolehnya pada biaya perolehan bersih sebesar Rp90 juta. jumlah kilogram emas. Penyusutan dipercepat lebih tepat untuk investasi jangka panjang. Investasi yang dikualifikasikan untuk kredit pajak tersebut adalah semua aset yang dapat disusutkan kecuali gedung. Aset yang berumur lebih pendek dapat diganti lebih sering sehingga dapat dimungkinkan untuk mendapatkan kredit pajak lebih sering lagi. Bila ini tujuannya. tetapi juga alat yang memberi hak untuk pengurangan pajak. sedangkan kredit pajak memberikan keuntungan bagi aset berumur pendek. barang dagangan akan menjadi nihil. atau daya beli. dapat dirancang suatu peraturan pajak untuk penyusutan yang dipercepat dan kredit atas investasi yang menghasilkan nilai tunai yang sama kepada investor. Kompas. kredit pajak investasi (investment tax credit) merupakan alat insentif yang utama. Kalau tidak sama. kalau kadar inflasi barang dagangannya sama dengan kadar inflasi dari emas. bahwa tujuan pengusaha adalah mempertahankan paket barang dan jasa untuk mempertahankan tingkat hidupnya. Kredit investasi tidak hanya merupakan alat penunda pajak. apakah kuantitas barang dagangan. (Diadaptasi dari: Kwik Kian Gie. Akan tetapi.

222 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan Haruskah tarif pajak bagi UKM berbeda? Alasan pengenaan tarif pajak progresif untuk pajak penghasilan wajib pajak pribadi tidak dapat diterapkan pada sektor perseroan. bukannya tingkat laba. Bantuan kepada UKM Untuk menghilangkan penerapan pajak berganda bagi usaha kecil berbentuk perseroan. seperti telah dikemukakan oleh Paul O’Neill di muka. Perseroan pada dasarnya tidak memiliki kemampuan untuk membayar seperti halnya yang dimiliki individu dan beban pajak pada akhirnya ditanggung oleh individu. suatu penerapan integrasi yang lengkap. pada umumnya perusahaan-perusahaan ukuran menengah dan besar lebih efisien daripada usaha kecil. Pengenaan tarif pajak progresif tentu akan didasarkan pada alasan-alasan lain. Akan tetapi tujuan ini pun dapat dipertanyakan. ada aturan khusus pada peraturan-peraturan pajak negara tertentu bahwa usaha-usaha kecil sampai dengan ukuran aset atau ukuran penjualan tertentu boleh kenakan pajak sebagai suatu firma. maka pajak yang progresif dapat diberlakukan tetapi diterapkan pada ukuran usaha (ukuran aset). Posisi ini dapat dipandang benar untuk mengurangi kemampuan perusahaan-perusahaan besar untuk beroperasi pada pasar-pasar modal yang tidak sempurna dan mendapat manfaat dari praktek-praktek monopolistik. seperti menahan ukuran bisnis sehingga tidak terlalu besar atau mendukung usaha-usaha kecil. Walaupun demikian. walaupun sedikit sekali bukti bahwa ukuran usaha yang besar diperlukan untuk mencapai efisiensi. Tidak ada hubungan positif antara ukuran usaha perusahaan dan penghasilan pemiliknya. Untuk menghindari pemanfaatan oleh wajib pajak . Perseroan kecil ini dipandang sebagai mekanisme pemungutan/pemotongan pajak saja. Pemerintah dapat pula memberikan bantuan kepada UKM dengan mengenakan tarif terendah pajak yang lebih rendah. walaupun tarif terendah yang lebih rendah ini dapat digunakan oleh wajib pajak pribadi untuk mengurangi pajaknya. Banyak perusahaan kecil dimiliki oleh individu-individu berpenghasilan tinggi dan sebagian besar dividen yang dibayarkan oleh perseroan besar diterima oleh individu-individu dengan penghasilan menengah. Jika tujuan menahan ukuran bisnis yang ditetapkan. ada pandangan bahwa ada kebutuhan sosial untuk memelihara UKM walaupun tidak efisien. Tarif terendah yang lebih rendah ini tidak banyak manfaatnya bagi usaha-usaha besar. keringanan pajak untuk usaha-usaha kecil selalu menjadi perbincangan politik yang penting. Selain itu.

pemegang saham diperlakukan seolah-olah adalah partner dalam suatu bisnis. Tetapi dalam hal investasi modal. Dalam metode partnership. Permasalahan ini dapat diatasi dengan memberikan penalti kepada suatu perusahaan induk yang memiliki banyak anak perusahaan. dan (3) Penyusutan. (4) Pemupukan modal atau pertumbuhan ekonomi.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 223 pribadi. (1) Pengendalian terhadap monopoli. perusahaan membantu pengawainya mengurangi pajak penghasilan pribadi mereka. Pajak tidak boleh mendistorsi pola investasi. termasuk yang belum direalisasikan. Suatu tarif pajak yang lebih rendah dan penyusutan yang lebih lambat akan memberikan nilai tunai pajak yang sama dengan suatu tarif pajak yang lebih tinggi dan penyusutan yang lebih cepat. dan (5) Insentif atau disinsentif investasi. Pajak dikenakan atas semua capital gain. pengurangan itu dilakukan selama beberapa periode. Bunga diperlakukan sebagai biaya bisnis. Integrasi penuh akan mengembalikan netralitas perlakuan pajak. Pemilik dana cenderung untuk meminjamkan daripada melakukan investasi saham. Pendapatan bunga hanya dikenakan dalam pajak penghasilan pribadi. Dengan membayar dalam bentuk natura. Seorang pemilik modal yang membeli aset dengan harga tertentu dapat mengkreditkan dengan beban pajak yang harus dibayar sebesar biaya perolehan. (2) Membatasi ukuran atau besarnya perusahaan. dibuat aturan pajak berbeda untuk wajib pajak pribadi. Permasalahan lain yang dapat muncul adalah aturan ini dapat dimanfaatkan oleh perusahaan besar dengan memecahnya menjadi unit-unit kecil dengan melakukan spin off. RANGKUMAN § Pengenaan pajak perusahaan dapat dilakukan sebagai instrumen pengendali tingkah laku perusahaan. (2) Natura. Permasalahan yang mungkin timbul untuk pajak badan adalah: (1) Hutang versus Modal Saham. pengurangan dapat dilakukan ketika pembayaran terjadi. seperti juga pembayaran gaji dan upah. § § § § § § § . Bunga boleh dikurangkan dari penghasilan perusahaan kena pajak. Metode integrasi tidak memerlukan penentuan laba kena pajak untuk perusahaan. Natura adalah penghasilan yang tidak berbentuk kas. Dalam hal pembayaran gaji dan upah atau pembelian bahan mentah. (3) Pembatasan laba.

Sebutkan hambatan – hambatan dalam menerapkan prinsip keadilan. memberikan pinjaman hutang atau menginvestasikan uangnya untuk modal saham? Apa Alasannya? 8.224 § Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan Sebagian besar ekonom memandang beban pajak penghasilan badan seharusnya jatuh kepada pemodal. LATIHAN 1. perusahaan akan berusaha memindahkan beban pajaknya dengan harga yang lebih tinggi. Jelaskan perbedaan pandangan integrasi dan pandangan absolute dalam pengenaan pajak atas suatu perusahaan! 3. pajak penghasilan WP badan! 2. Partnership b. dari sisi permasalahan perpajakan. Bagaimana bentuk pajak perusahaan yang tepat jika ada keinginan untuk membatasi besarnya perusahaan? Jelaskan! 5. bedakan pengaruh investasi tunggal dan investasi berkelanjutan! 10. Dilihat dari sisi kewajiban pajaknya. Bagaimana solusi untuk mengatasi masalah inflasi dengan baik? Jelaskan dan berikan contoh! 11. Mana yang lebih menguntungkan. Mengapa secara teori dianggap lebih menguntungkan menggunakan metode penyusutan declining balance method? 9. sesuai dengan model ekonomi kompetitif. Jelaskan pengenaan pajak yang diterapkan. Jelaskan integrasi pajak secara penuh dengan metode : a. Apa yang dimaksud dengan penerapan pajak atas pertimbangan manfaat? 4. Bagaimana peran pemerintah dalam rangka membantu Usaha Kecil dan Menengah untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak penghasilan badan? . Akan tetapi jika berada dalam situasi monopolistik. Mengapa tarif pajak progresif untuk pajak penghasilan wajib pajak pribadi tidak dapat diterapkan pada sektor perusahaan? 12. jika perusahaan ingin meningkatkan pengeluaran konsumsi dan mendukung berfungsinya pasar modal! 6. Capital Gain 7.

Bila pajak penghasilan dikenakan pada sisi penjual dari faktor-faktor produksi (misalnya. Bila pajak penghasilan didasarkan pada . atas penghasilan yang diterima oleh rumah tangga) maka pajak penjualan dikenakan pada sisi penjual dari transaksi produksi (misalnya atas penjualan yang dilakukan perusahaan).PAJAK KONSUMSI Pajak penjualan pada dasarnya mirip dengan pajak penghasilan karena pajak ini dikenakan arus yang diciptakan oleh produksi output tahun berjalan. dengan angka penjualan diukur dalam ukuran unit produk atau penerimaan kotor. Pajak penjualan atas barang konsumsi dapat dipandang sebagai ekivalen dengan pajak yang dikenakan atas pembelian-pembelian rumah tangga karena barang-barang konsumsi adalah pembelian-pembelian rumah tangga.

restoran. Pajak Pertambahan Nilai atas Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 1984. n Makanan dan minuman yang disajikan di hotel. semua penggunaan dikenakan kecuali untuk menabung. Proses penggantian Pajak Penjualan menjadi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) merupakan salah satu rangkaian perombakan sistem perpajakan nasional sebagai Reformasi Perpajakan tahun 1983 dan mulai berlaku sejak tanggal 1 April 1985. pajak penjualan inferior baik dalam hal keadilan vertikal maupun keadilan horizontal. Pajak. Dalam pajak umum atas barang-barang konsumsi. Oleh karena itu. dalam pajak penjualan tidak ada situasi-situasi pribadi konsumen sebagaimana halnya dalam pajak penghasilan individu. seperti aturan-aturan pengecualian. rumah makan. Tidak semua konsumsi barang dan jasa dikenakan pajak. Jenis barang yang tidak dikenakan PPN adalah: n Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya. untuk konsumsi barang-barang tertentu yang dikelompokkan sebagai barang mewah di dalam negeri. dan tarif progresif. Selain itu. warung dan sejenisnya. selain dikenakan PPN juga dikenakan PPnBM. . pengurangan. n Barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak. Khusus untuk PPnBM hanya dikenakan satu kali ketika dijual oleh pabrikan atau ketika diimpor.228 Bab 11: Pajak Konsumsi sisi sumber suatu rumah tangga maka pajak penjualan didasarkan pada sisi penggunaan suatu rumah tangga. Pajak penjualan adalah pajak penghasilan bila definisi penghasilan mengacu pada definisi yield income dari Irving Fisher. JENIS PAJAK ATAS KONSUMSI DI INDONESIAA Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah Pajak atas konsumsi yang pertama kali berlaku di Indonesia adalah Pajak Penjualan (PPn) yang mulai diberlakukan sejak tahun 1951. yang telah mengalami perubahan-perubahan yang terakhir diubah dengan UndangUndang Nomor 18 tahun 2000. PPN merupakan pajak konsumsi yang dikenakan atas konsumsi barang-barang dan jasa-jasa tertentu di dalam negeri (di dalam Daerah Pabean). Oleh karenanya. Pajak penjualan merupakan pajak in rem yang berbeda dari pajak penghasilan yang merupakan pajak pribadi.

Pajak-pajak tersebut dapat mencakup semua transaksi atau basisnya sama dengan PNB atau hanya konsumsi saja. Ruang Lingkup Cakupan Pajak Penjualan Umum Karena perbedaan basis pengenaannya. pajak-pajak penjualan umum dapat berbeda dalam cakupan pengenaannya. Pajak Konsumsi di Daerah Jenis pajak konsumsi lainnya diberlakukan pada tingkatan daerah dengan besarnya tarif pajak bergantung pada peraturan masing-masing daerah.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 229 n Uang. seperti yang dijelaskan pada bagian sebelumnya. termasuk definisi basis pajak. jasa pengiriman surat dengan perangko. Pajakpajak ini diantaranya Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. seperti pajak penjualan. Sebagian besar cukai atau pajak penjualan atas produk-produk tertentu dikenakan berdasarkan unit produk. Cukai Cukai adalah pungutan atau pajak yang dikenakan terhadap konsumsi barang-barang tertentu. bentuk ad valorem lebih berarti daripada bentuk per unit. Pajak per Unit versus Pajak atas Nilai (Ad valorem) Pajak penjualan dapat dikenakan per unit produk dan dapat dikenakan atas nilai produk (ad valorem). cukai tembakau dan cukai minuman keras. gula. Cukai merupakan hak atas pemerintah pusat. emas batangan. terdiri dari beberapa jenis. seperti jasa pelayanan kesehatan. BAHASAN-BAHASAN DALAM PAJAK ATAS KONSUMSI BPajak penjualan. Pajak Hiburan. Pajak Hotel. . dan surat-surat berharga. jasa pendidikan dan lain-lain. misalnya pajak atas BBM. jasa keuangan. cakupan dan saat pengenaannya. jasa keagamaan. bensin dan minuman keras. Pajak Restoran. Di antara dua basis ini. Pada prinsipnya. Pajak Reklame dan Pajak Parkir. seperti yang telah dibahas dalam bab-bab sebelumnya. PPN dan PPnBM merupakan contoh pajak penjualan yang dikenakan berdasarkan ad valorem. cukai adalah pajak atas konsumsi. Jasa-jasa yang tidak dikenakan PPN cukup banyak. tetapi hanya dikenakan pada barang-barang tertentu seperti tembakau. jasa pelayanan sosial.

dan seterusnya sampai pajak terakhir dikenakan pada penjualan mobil eceran. penjualan biji besi dikenakan pajak ketika biji besi tersebut berpindah dari tambang ke pabrik baja. sehingga mendorong timbulnya integrasi vertikal yang pada gilirannya akan mengurangi kompetisi. pajak penjualan yang dikenakan di berbagai negara didasarkan pada basis konsumsi. Misalnya.230 Bab 11: Pajak Konsumsi Basis Transaksi yang Inferior Pajak berdasarkan perputaran (turnover tax) yang dikenakan pada jumlah total seluruh transaksi adalah pajak yang paling tidak diinginkan untuk diterapkan. . perusahaan-perusahaan akan bergabung dengan para pemasok mereka. atau sepertiga hasil dari pajak penghasilan. untuk menghindari pajak. pendapatan nasional atau konsumsi. penjualan besi baja dikenakan pajak ketika besi baja berpindah dari pabrik baja ke pabrik produksi lembaran baja. Bahkan beberapa negara Eropa telah menggantikan bentuk pajak ini dengan pajak pertambahan nilai sebagai bukti inferioritas pajak atas perputaran ini. Dengan demikian. Pendekatan ini tidak akan menimbulkan permasalahan bila setiap produk melalui jumlah transaksi yang sama sehingga persentase total kewajiban pajak berdasarkan perputaran terhadap nilai pada penjualan akhir akan sama. Selain itu. penjualan lembaran baja dikenakan pajak ketika lembaran baja berpindah dari pabrik produksi lembaran baja ke pabrik mobil. pajak berdasarkan perputaran dipandang sebagai bentuk pajak yang inferior. Dalam kenyataannya. basis pajaknya akan berjumlah beberapa kali lipat dari PNB dan hasil pajak yang besar akan didapatkan hanya dengan pengenaan tarif pajak yang rendah. Cara ini sangat menarik perhatian pemerintah karena kemampuannya menghasilkan pajak yang besar dengan penerapan tarif yang kecil. Dengan PNB Indonesia yang diperkirakan sebesar Rp1180 trilyun misalnya. setiap produk melalui jumlah transaksi yang berbeda-beda. Atas dasar inilah. Basis Produk Nasional Bruto (PNB) versus Basis Penghasilan atau Konsumsi Karena basis transaksi menimbulkan pengenaan ganda dan harus dihindari maka pilihan lainnya adalah basis PNB. suatu produk dikenakan pajak berkali-kali sepanjang tahapan produksi. Pada umumnya. pajak berdasarkan perputaran menimbulkan diskriminasi pengenaan pajak terhadap produkproduk yang harus melalui banyak tahapan produksi dan distribusi. penerapan pajak berdasarkan perputaran yang komprehensif sebesar 1% akan menghasilkan pendapatan pemerintah sebesar Rp46 trilyun. Dalam pajak jenis ini. Akibatnya.

Kelemahan ini tidak terjadi bila pajak hanya dikenakan pada basis yang sama dengan pendapatan nasional atau PNB dikurangi dengan pajak-pajak tidak langsung dan penyusutan. . Dalam hal efisiensi. pajak ini akan memberikan perlakuan lebih diskriminatif terhadap tabungan yang telah mendapat perlakuan diskriminatif dalam pajak penghasilan bila dibandingkan dengan bentuk tabungan rencana pensiun. yaitu penghasilan tanpa diperhitungkan biaya penyusutan. yang akan dijelaskan pada bagian berikutnya. bukan dalam jumlah brutonya. Tahap Pengenaan Keputusan mengenai tahap pengenaan didasarkan pada pilihan tahapan terbaik untuk pengenaan pajak satu kali dan pilihan mengenakan pajak satu kali atau beberapa kali. pajak penjualan yang komprehensif sebesar 10% akan menghasilkan pendapatan negara sebesar Rp117 trilyun. Pajak seperti ini akan memiliki basis yang sama dengan pajak penghasilan dan dapat diadakan dengan memberlakukan pajak pertambahan nilai jenis penghasilan. Dalam hal keadilan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 231 Pajak penjualan jenis PNB akan mengenakan pajak penjualan atas barangbarang konsumsi dan barang-barang produksi. Akan tetapi jumlah dalam basis ini akan berkurang karena beberapa konsumsi tertentu dikecualikan dari pengenaan pajak penjualan. Dengan pengeluaran konsumsi sebesar Rp1. Pajak Konsumsi Komprehensif versus Pajak Konsumsi Tertentu Pajak penjualan umum atau eceran bertujuan mengenakan pajak yang mencakup seluruh konsumsi secara komprehensif. basis ini akan sama dengan yang dipakai dalam pajak atas penghasilan bruto. jasa kesehatan dan lain-lain. satu-satunya basis yang tersisa sebagai kandidat basis pajak adalah basis konsumsi. Karena sama dengan pengenaan pajak atas penghasilan. Karena basis penghasilan telah digunakan dalam pajak pribadi pada bagian sebelumnya dengan pengenaan pajak penghasilan. Bilamana penetapan cakupan pajak merupakan hal yang substantif dalam menentukan jenis pajak yang akan diberlakukan. Dengan demikian. seperti konsumsi perumahan (sewa rumah dan imputed-rent bagi pemilik rumah).170 trilyun. pajak jenis ini memiliki kelemahan dalam hal keadilan dan efisiensi. Basis inilah yang paling banyak digunakan dalam pajak penjualan. pajak ini akan melanggar prinsip dasar pajak penghasilan yang menyatakan bahwa penghasilan dari semua sumber harus dikenakan pajak sepenuhnya dan dalam jumlah netonya. konsumsi makanan rumah.

tahapan mana akan dikenakan pajak merupakan hal yang sulit untuk ditentukan. Jika pajaknya bersifat umum. akan lebih menguntungkan mengenakan pajak pada tahapan ini. pandangan umum lebih condong kepada pengenaan pada tahapan penjualan eceran untuk diterapkan pada pajak penjualan umum dan tidak begitu sering digunakan pada pajak-pajak penjualan selektif. Di negara-negara berkembang. badan-badan usaha produksi cenderung lebih besar. misalnya mobil murah atau televisi. Negara-negara berkembang dapat memperoleh hasil yang lebih baik dengan pajak penjualan yang dikenakan pada tahapan produksi karena . Karakteristik-karakteristik mampu memberikan perbaikan dalam kualitas perhitungan pajak di negara-negara berkembang. pengenaan pada saat penjualan eceran lebih baik karena memungkinkan pengenaan tarif ad valorem yang seragam. Pengenaan tarif yang berbeda untuk menghilangkan perbedaan rasio harga eceran terhadap harga produksi ini akan sangat sulit dan merupakan cara yang tidak seefisien dan seefektif pengenaan pajak pada tingkatan penjualan eceran. Pengenaan pajak ad valorem dengan tarif yang sama pada tingkatan produksi menghasilkan tarif ekivalen yang tidak sama dengan pengenaan pada tingkatan penjualan eceran. lebih permanen. Dalam situasi lain (misalnya bahan kain yang digunakan untuk pakaian mewah atau pakaian murah) dimana identifikasi produk tidak memungkinkan. dan lebih memiliki pembukuan yang baik daripada badan-badan usaha eceran. Pajak dikenakan pada produsen yang jumlahnya pasti lebih sedikit daripada pengecer/penjual ataupun konsumen. karena pengenaan pajak secara selektif pada tingkatan eceran akan sangat sulit. karena rasio harga eceran terhadap harga produksi berbedabeda untuk berbagai produk. Saat Produksi versus Saat Penjualan Eceran Bila menggunakan pajak yang dikenakan satu kali. pilihan pengenaan pajak biasanya antara saat selesai produksi atau saat dijual secara eceran kepada konsumen. Walaupun demikian. Pembedaan dalam situasi ini lebih berkaitan dengan sifat dari produk final pada tahapan penjualan eceran. maka pengenaan sebaiknya dilakukan pada tahapan eceran. pengenaan pajak pada tahapan produksi lebih menguntungkan karena cara ini akan mengurangi jumlah pembayar pajak yang harus ditagih pajaknya sehingga mempermudah administrasi.232 Bab 11: Pajak Konsumsi pemilihan tahap pengenaan lebih merupakan masalah administratif dalam rangka efisiensi pengenaan pajak atas basis yang dipilih. Selain itu. Jika produknya dapat diidentifikasi pada tahapan produksi. Jika pajak akan dikenakan secara selektif (PPnBM).

Dengan cara kedua. produsen sepatu menjual sepatu kepada distributor utama. Pemilihan keduanya lebih didasarkan pada kemudahan administrasi. kita akan mulai dengan peternak yang menjual kulit hewan kepada penyamak. Ada dua cara pengumpulan pajak penjualan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 233 jumlah titik penagihan pajak yang lebih sedikit. Pada setiap tahapan. Dengan menelusuri ke berbagai tahapan produksi. pajak pertambahan nilai yang diselenggarakan dengan benar akan ekivalen dengan penerapan pajak dalam satu tahapan pada titik penjualan. penyamak menjual kulit bahan sepatu kepada produsen sepatu. Yang dikenakan di sini adalah pajak atas pertambahan nilainya sedangkan pada pajak atas perputaran dikenakan atas seluruh jumlah perputarannya di setiap tahapan produksi. hanya cara penagihannya yang berbeda. Oleh karena itu. Setiap kenaikan harga menunjukkan tambahan nilai pada setiap tahapan. Suatu pajak . Walaupun ada perbedaan dalam teknik. walaupun dampaknya dapat berbeda bila pajak tersebut dikenakan pada tingkatan penjualan eceran. Penggunaan pendekatan beberapa tahapan dalam konteks pertambahan nilai harus dibedakan dengan yang sebelumnya dibahas dalam diskusi tentang pajak atas perputaran. yaitu pada saat pengenaan di titik penjualan final dan dikumpulkan secara bertahap dengan menggunakan prosedur nilai tambah. nilai barang meningkat dan harga jual juga meningkat sejalan dengan peningkatan nilai tersebut. pajak ini hanyalah pajak penjualan yang diadministrasikan dengan cara berbeda. Nilai Akhir sebagai Agregat dari Pertambahan Nilai Mari kita lihat suatu produk. distributor utama menjual sepatu kepada toko eceran. yang akhirnya akan menjual sepatu tersebut kepada konsumen. Saat Penjualan Eceran versus Pertambahan Nilai Pertanyaan lebih lanjut pengumpulan pajaknya. PAJAK PERTAMBAHAN NILAI Menurut sudut pandang ahli ekonomi. pajak pertambahan nilai bukan bentuk pajak yang baru seperti pajak pengeluaran. misalnya sepatu. nilai produk dibagi dalam potongan-potongan (nilai tambah pada setiap tahapan) dimana pajak dikenakan pada tahapan-tahapan sepanjang proses produksi. basis nilai tambah dari pajak penjualan jenis konsumsi sama dengan basis penjualan eceran. dengan nilai atau harga final dari produk tersebut sama dengan jumlah kenaikan atau pertambahan nilai pada seluruh tahapan.

Seperti kita ketahui NNP sama dengan PNB dikurangi cadangan untuk konsumsi modal atau penyusutan. yaitu PNB. oleh suatu perusahaan untuk menambah persediaan barangnya. Basis pajak pada setiap tahapan akan sama dengan penyusutan.234 Bab 11: Pajak Konsumsi yang dikenakan pada pertambahan nilai akan identik basisnya dengan suatu pajak yang dikenakan pada nilai final dari produk tersebut. Hasil yang sama dapat diperoleh dengan menerapkan pajak penghasilan umum karena basis suatu pajak produk neto sama dengan pajak .170 trilyun. baik oleh konsumen rumah tangga. Jenis Pajak Pertambahan Nilai Ada tiga jenis pajak pertambahan nilai sesuai dengan basis PNB. pajak dengan tarif 5% yang mencakup semua barang tersebut akan menghasilkan Rp58. Jenis PNB Bila semua barang dan jasa final yang diproduksi dan dijual dalam suatu periode.5 trilyun pendapatan pajak bagi negara. dengan nilai bersih didefinisikan sebagai penerimaan kotor dikurangi pembelian atas barang setengah jadi dan penyusutan. Pajak ini akan dibayarkan oleh penjual ketika produk dijual kepada pembeli terakhir. pajak tersebut akan dikenakan baik pada barang konsumsi maupun barang modal. tetapi hanya jenis konsumsi yang dapat diterapkan secara praktis. Jumlah yang sama dapat diperoleh dengan menggunakan pendekatan nilai tambah. pajak ini ekivalen dengan pajak penjualan yang diterapkan pada barang konsumsi dan barang modal. pajak. yang dihitung dari penerimaan kotor dikurangi dengan biaya pembelian barang setengah jadi dari produsen sebelumnya dalam lini produksi. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. dan konsumsi. juga dapat digunakan untuk menyelenggarakan pajak penjualan pada produk neto. yaitu mengenakan pajak kepada setiap penjual dengan tarif 5 persen dari nilai tambah. Dengan PNB Indonesia sebesar Rp1. Jenis Penghasilan Pendekatan nilai tambah ini. laba dan biaya-biaya. Pajak atas NNP dapat dikenakan dalam bentuk beberapa tahapan dengan mengenakan pajak pada nilai bersih yang ditambahkan oleh setiap perusahaan. Pajak ini akan merupakan bentuk yang paling komprehensif dari pajak pertambahan nilai dan disebut sebagai pajak pertambahan nilai jenis PNB. menjadi subyek pajak penjualan umum. atau oleh suatu perusahaan untuk pembelian barangbarang modal. bunga. Produk Nasional Neto (PNN). seperti yang telah dibahas sebelumnya.

yang tersisa hanyalah nilai dari output barang konsumsi saja. PPN jenis penghasilan membolehkan perusahaan mengurangkan penyusutan sedangkan PPN jenis konsumsi membolehkan perusahaan mengurangkan investasi bruto. Pajak pertambahan nilai jenis penghasilan berbeda dari jenis konsumsi. Pajak seperti ini akan sama dengan pajak penjualan eceran umum atas barang konsumsi. Untuk basis penghasilan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 235 penghasilan. Basis PNB dihitung dengan cara menambahkan pembayaranpembayaran kepada faktor dengan penyusutan (baris 05 dan 07). Ilustrasi Perhitungan PPN untuk Setiap Jenis Ilustrasi perhitungan dari berbagai jenis pajak pertambahan nilai disajikan pada tabel berikut. Jadi. hanya pendekatan nilai tambah yang secara praktis digunakan apabila pajak penjualan akan dikenakan pada produk neto. Jadi metode penambahan langsung menghasilkan angka pada pajak pertambahan nilai jenis penghasilan tetapi agak membingungkan pada pajak pertambahan nilai jenis konsumsi. Jenis Konsumsi Basis untuk pajak pertambahan nilai jenis ini didefinisikan sebagai pendapatan bruto perusahaan dikurang nilai dari seluruh pembelian produkproduk setengah jadi (bahan mentah dan barang dalam proses) dan juga pengeluaran modalnya atas pabrik dan peralatan-peralatan. Dengan membolehkan setiap perusahaan untuk mengurangkan pengeluaran modalnya. Alternatif lainnya yang dapat digunakan adalah metode penambahan. Basis konsumsi ditentukan dengan menambahkan pembayaran-pembayaran kepada faktor dengan penyusutan (baris 05 dan 07) kemudian dikurangi dengan pembelian barang modal (baris 09). perhitungan dengan metode penambahan adalah dengan cara menambahkan semua pembayaran kepada berbagai faktor yang dinyatakan pada baris 05. Tabel ini menunjukkan perhitungan ketiga basis dengan menggunakan metode yang disebut metode pengurangan. . Pajak ini tidak dapat dikenakan sebagai pajak atas total nilai bersih dari barang pada saat penjualan terakhir dilakukan karena prosedur ini mengharuskan pencatatan biaya-biaya penyusutan yang dibebankan oleh semua produsen sepanjang lini produksi. yaitu pembelian barang-barang modal. dengan perbedaan hanya pada prosedur administrasi saja.

Plus Investasi 15.236 Bab 11: Pajak Konsumsi A Pendapatan 01. . 402 Basis konsumsi. 06. akan sama dengan penjualan total (baris 04) dikurangi pembelian barang-barang setengah jadi (baris 06). seperti yang ditunjukkan pada baris 11. New York: 1989. Penjualan produk setengah jadi 03. laba. Penjualan barang konsumsi 02. seperti yang ditunjukkan pada baris 10. Penjualan barang modal 04. Basis penghasilan (baris 04 dikurangi baris 06 dikurangi baris 07) 12. Musgrave. Metode Penagihan Bila kita melihat jenis konsumsi dari pajak pertambahan nilai. dsb. GNP 16. Basis PNB. hal. Pembelian barang-barang modal Basis-basis pajak 10. dihitung untuk setiap perusahaan dengan mendapatkan angka penjualannya dan dikurangi dengan pembelian barang-barang setengah jadi dan barang-barang modal (baris 06 dan 09). Penjumlahan basis-basis pada setiap perusahaan ini menghasilkan basis-basis untuk seluruh ekonomi. dan PNB yang ditentukan dalam perhitungan pendapatan nasional. Upah. seperti yang ditunjukkan pada baris 12. Pembelian produk setengah jadi 07. NNP atau Pendapatan Nasional PERUSAHAAN B C Ekonomi 120 120 70 145 100 315 151 151 221 265 100 100 20 120 80 120 15 215 90 45 16 151 270 165 51 - - 100 100 120 100 120 195 180 95 6 90 106 321 370 321 - - - 221 100 321 51 270 Sumber: Richard A. Basis konsumsi (baris 04 dikurangi baris 06 dikurangi baris 09) 11. Penyusutan 08. Jumlah total Biaya 05. Minus Penyusutan 17. 5th Edition. dihitung untuk setiap perusahaan dengan cara penjualan dikurangi dengan biaya barang-barang setengah jadi dan penyusutan (baris 06 dan 07). kita akan menghitung basis pajak untuk setiap perusahaan adalah penjualan dikurangi dengan pembelian-pembelian barang-barang setengah jadi dan barang modal. Konsumsi 14. pendapatan nasional. bunga. seperti yang ditunjukkan pada kolom terakhir. McGraw-Hill. Musgrave dan Peggy B. Jumlah total Biaya Modal 09. Basis GNP Perhitungan Pendapatan Nasional 13. Jumlah total basis-basis ini sama dengan nilai dari konsumsi. Basis penghasilan. Public Finance in Theory and Practice.

Akan tetapi. Jumlah pembayar pajak dalam pajak penjualan eceran lebih sedikit daripada dalam pajak pertambahan nilai. ada dua cara untuk menagihnya. sehingga memudahkan administrasi karena para pengecer dapat diakses secara efektif. hal ini mudah dilakukan. pengecualian barang-barang modal dapat dilakukan dengan lebih efektif daripada dalam pajak penjualan eceran karena sulitnya menelusuri penggunaan barang-barang yang dibeli dari para pengecer. Pertama. Pendukung pajak pertambahan nilai merasa bahwa pajak ini “tampak” berbeda sehingga tidak terkontaminasi reputasi buruk dari pajak penjualan eceran yang menyembunyikan beban pajak dari konsumen karena pajak sering tidak disajikan terpisah dari harga konsumen. dengan menggunakan metode faktur. Di negara maju yang usaha ritelnya sudah mapan. metode faktur.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 237 Bila perhitungan pajak telah selesai. tetapi di negara berkembang di mana usaha ritel umumnya usaha kecil. Dalam pajak pertambahan nilai. yaitu metode yang meminta perusahaan membayar pajak atas basis yang telah dihitung tersebut. Dengan membuat aturan bahwa kredit pajaknya bergantung pada penyajian bukti setor pajak yang dilakukan oleh para pemasok. Simpulan Kita telah melihat bahwa pajak pertambahan nilai jenis konsumsi memiliki basis yang sama dengan pajak penjualan eceran dengan cakupan yang sama. konsumen akan menyadari adanya pajak pada kedua pendekatan ini. pajak pertambahan nilai memiliki elemen ketaatan yang tidak dimiliki dalam pajak penjualan eceran. metode faktur memiliki elemen ketaatan karena setiap pembeli akan meminta salinan dari bukti setor tersebut. Selain pertimbangan politis. dikenal dengan nama metode perhitungan. ada perbedaan pendapat yang cukup tajam di antara kedua pajak ini mengenai yang lebih baik. Kedua. Satu perbedaan pandangan politis. Jika pajak bruto pengecer disajikan terpisah dari harga konsumen. DISTRIBUSI BEBAN PAJAK . ada beberapa perbedaan teknis dalam implementasi yang cukup penting. Metode ini cocok di negara yang ketaatan pajaknya rendah. pajak penjualan eceran tidak akan efektif. Selain itu. yaitu metode yang mengharuskan perusahaan menghitung pajak brutonya dengan mengalikan tarif pajak terhadap total penjualan dan mengkreditkan atas pajak bruto ini jumlah yang sama dengan pajak yang telah dibayarkan oleh para pemasok yang barang-barang setengah jadi dan barangbarang modalnya dibeli oleh perusahaan.

Karena tidak dibebankan secara pribadi. Cukai Pada diskusi kita sebelumnya tentang tax incidence dari pajak penjualan. kita menyimpulkan bahwa distribusi beban pajak berdasarkan kelompok penghasilan didominasi dari sisi penggunaan. yaitu berdasarkan pola pengeluaran konsumsi atas produk yang dikenakan pajak. seperti minuman beralkohol dan rokok. mereka ini dikenai beban cukai yang berbeda. seperti rokok dan minuman beralkohol. tetapi hal ini belum menjadi kebijakan yang telah diterapkan. Pajak Penjualan Umum Pajak penjualan umum dalam bentuk pajak penjualan eceran atas barangbarang konsumsi pada dasarnya sama dengan pajak umum bertarif tetap atas pengeluaran konsumen. Beban dari pajak atas barang-barang kebutuhan sehari-hari cenderung regresif. Oleh karena itu. Konsumen yang memiliki preferensi lebih pada produk-produk kena cukai membayar cukai lebih banyak. sedangkan beban dari pajak atas barang-barang mewah cenderung progresif. Cukai tetap dikenakan karena berbagai alasan. Cukai umumnya dikenakan kepada barang-barang konsumsi massal yang dipandang “kurang baik untuk dikonsumsi”. Cukai cenderung regresif karena dikenakan atas barang-barang konsumsi massal. Bila dilihat dari keadilan horizontal. Cukai juga dikenakan dalam rangka meminimalkan dead weight loss.238 Bab 11: Pajak Konsumsi Pajak penghasilan memiliki peringkat yang tinggi dalam hal keadilan karena dikenakan sebagai suatu pajak pribadi yang berusaha mencapai kemampuan membayar dari wajib pajak. cukai memiliki peringkat yang rendah dalam hal keadilan horizontal dan vertikal. Cukai juga diskriminatif terhadap konsumen dengan penghasilan yang sama tetapi dengan preferensi yang berbeda. Konsumen dengan penghasilan berbeda dikenakan tarif cukai yang sama. suatu pajak penjualan umum memenuhi keadilan pajak bila indeks keadilan dinyatakan dalam bentuk konsumsi tetapi akan tidak memenuhi keadilan pajak bila indeksnya dinyatakan dalam bentuk . Hal yang sama tidak berlaku untuk pajak penjualan dan cukai. pajak-pajak ini tidak mengindahkan aturan kemampuan untuk membayar. cukai akan menimbulkan biaya efisiensi yang lebih besar daripada pajak yang lebih umum. Cukai juga dikenakan untuk memenuhi rasa keadilan karena barang-barang konsumsi tertentu hanya dinikmati oleh konsumen-konsumen berpenghasilan tinggi. Karena hanya dikenakan pada barang-barang tertentu.

pendukung pajak penghasilan cenderung berasal dari pendukung progresivitas pajak.Oleh karena itu. Perbedaan progresivitas di antara kedua jenis pajak ini muncul karena pajak penghasilan telah dikembangkan dalam kerangka pajak pribadi. pajak penghasilan dipandang sebagai pajak yang progresif dan pajak penjualan dipandang sebagai pajak regresif. . Pajak seperti ini pernah dicobakan di India dan Sri Lanka. Keluarga-keluarga dengan penghasilan yang sama mungkin saja memiliki tingkat konsumsi (menabung) yang berbeda karena faktor usia atau faktor-faktor lainnya. Keluarga-keluarga seperti itu akan membayar jumlah pajak yang berbeda. Perlu dicatat pula bahwa sifat regresif dari pajak penjualan telah dimodifikasi dengan mengecualikan beberapa produk konsumsi massal. sedangkan pajak konsumsi telah ditetapkan sebagai kerangka dalam pendekatan non pribadi atau in rem dari pajak penjualan. Dengan demikian. Penggunaan suatu jenis pajak pribadi dari pajak pengeluaran akan menghilangkan perbedaan ini dan membuat pengenaan pajak atas konsumsi menjadi bersifat pribadi dan progresif. sehingga melanggar keadilan horizontal dalam bentuk penghasilan. karena konsumsi dalam persentase atas penghasilan menurun (menabung dalam persentase atas penghasilan naik) sejalan dengan kenaikan penghasilan. penghindaran atas pajak penjualan hanya dapat dilakukan dengan melalui warisan. PAJAK PENGELUARAN WAJIB PAJAK PRIBADI Pajak konsumsi baik melalui cara selektif (cukai) maupun pajak penjualan umum (PPN bila di Indonesia) tetap bersifat regresif karena pengeluaran konsumsi dalam persentase penghasilan cenderung menurun sejalan dengan peningkatan penghasilan. tetapi pengenaan pajak ini dalam situasi modern belum pernah ada. Pola ini kurang regresif bila dihitung dalam jangka waktu seumur hidup dan bukannya tahunan. seperti makanan. suatu pajak penjualan umum akan proporsional berkenaan dengan tingkat konsumsi tetapi akan regresif berkenaan dengan tingkat penghasilan. Bila dihitung dalam jangka waktu seumur hidup. Pajak ini merupakan ide yang baru dan menarik dan telah banyak mendapat dukungan dari para akademisi di dunia perpajakan. sedangkan pendukung pajak penjualan cenderung berasal dari penentang progresivitas pajak. Bila dipandang dari keadilan vertikal.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 239 penghasilan. Berikut ini pembahasan teknis apabila pajak ini diterapkan.

jumlah tambahan tabungan harus didefinisikan sebagai tabungan neto (tambahan tabungan dikurangi penarikan tabungan). Perhitungan konsumsi dengan meminta individu menambahkan pengeluaran rupiah untuk konsumsi tidak mungkin diterapkan. Semua konsumsi harus dimasukkan ke dalam basis pajak dan kewajiban pajak para wajib pajak tidak dipengaruhi oleh pola tertentu dari pengeluaran konsumsi mereka. dan menerapkan tarif pajak progresif kepada jumlah sisanya yang merupakan konsumsi kena pajak. Hal 405-406. Untuk mendapatkan angka konsumsi. Konsumsi dihitung dari perubahan dalam saldo bank dan uang dan arus penerimaan dan pembayaran-pembayaran non konsumsi selama tahun berjalan. Dengan menggunakan analogi pajak penghasilan. Ide ini tampaknya sederhana. wajib pajak akan menentukan konsumsinya pada suatu tahun pajak. Musgrave dan Peggy B. SPT harus digunakan untuk membuat wajib pajak menyatakan jumlah-jumlah tersebut secara rinci seperti pelaporan penghasilan dalam pajak penghasilan. disesuaikan 1 Richard A. definisi global yang diterapkan dalam basis pajak penghasilan berlaku juga pada pajak konsumsi. Konsep penerimaan yang digunakan dalam skedul perhitungan di atas sama dengan penghasilan yang didefinisikan dalam pajak penghasilan. Pendekatan inipun bukan hal yang mudah. . Pendekatan ketiga merupakan paling baik dan yang paling mungkin untuk menentukan konsumsi tahunan wajib pajak adalah dengan menggunakan cara berikut:1 § Saldo bank dan uang pada awal tahun § + penerimaan uang § + tambahan pinjaman bersih (pinjaman baru dikurangi pembayaran pinjaman atau memberikan pinjaman) § – investasi bersih (biaya pembelian aset-aset dikurangi hasil dari aset-aset yang dijual) § – saldo bank dan uang pada akhir tahun § = konsumsi untuk tahun berjalan. kemudian akan mengurangkan konsumsi tidak kena pajak yang diperbolehkan.240 Bab 11: Pajak Konsumsi Penentuan Konsumsi Kena Pajak Apabila konsumsi digunakan sebagai indeks atas kemampuan untuk membayar. akan tetapi penentuan konsumsi kena pajak dalam praktek bukan hal yang mudah. terutama untuk menentukan penambahan atas kekayaan bersih. atau penambahan atas kekayaan bersih. Pendekatan kedua dimulai dari penghasilan dan mengurangkannya dengan jumlah tambahan tabungan. Musgrave.

dengan membolehkan penggunaan tarif rata-rata untuk menghindari ketidakadilan. akan diperlakukan sebagai konsumsi tahun berjalan. Penyesuaian terhadap inflasi hanya diperlukan untuk indeks tarif-tarif pajak. pembelian barang-barang konsumsi jangka panjang (seperti mobil). Dividen akan muncul sebagai penerimaan. Pendekatan ini lebih sederhana daripada yang dipakai dalam pajak penghasilan. Hal yang sama juga diperlakukan untuk penjualanpenjualan aset. pemotongan pajak dalam sistem tarif yang progresif mempersulit penerapan karena tarif pajak yang tepat bergantung pada apakah penerimaan tersebut akan dibelanjakan atau diinvestasikan kembali.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 241 dengan mengecualikan capital gain tetapi memasukkan imputed rent dari rumah-rumah yang dihuni pemiliknya juga warisan dan hadiah yang diterima. pemberi pinjaman diharuskan untuk melaporkan informasi mengenai pinjamanpinjaman yang diberikan. Dilema dalam memperlakukan capital gain yang belum direalisasikan tidak ada. Tidak ada kebutuhan untuk menentukan laba perseroan. Selain itu. pengecekan silang akan lebih banyak dilakukan. Walaupun konsumsi rumah akan dimasukkan dengan cara memasukkan komponen imputed rent. wajib pajak diharuskan untuk melaporkan neraca atau daftar harta mereka dalam SPT. hasil yang diterima akan masuk ke dalam basis pajak kecuali dikurangi dengan pembelian aset-aset lain atau kenaikan dalam saldo-saldo aset. Karena pemotongan pajak hanya dapat dilakukan terhadap penghasilan penghasilan. Bila tidak dilakukan. Sulit untuk memberlakukan metode pemotongan dan pemungutan pajak dalam pajak pengeluaran untuk urusan kemudahan administrasi pajak. Untuk tujuan ini. Perlakuan atas Warisan dan Hibah . maka harus ada suatu rasio yang ditetapkan sebelumnya dari penghasilan terhadap konsumsi dan penghasilan dikurangkan sebesar rasio ini untuk pemotongan pajak konsumsi. dan capital gain yang belum direalisasikan. suatu situasi yang menyulitkan dalam dalam kasus penghasilan modal. Permasalahan sulit dari akuntansi penyusutan juga akan hilang. pajak pengeluaran akan memunculkan kesulitan-kesulitan baru. Untuk memastikan peminjaman dipertanggungjawabkan. Jika aset dijual. Permasalahan lainnya adalah pentingnya mencatat secara lengkap saldosaldo kas pada awal tahun. akan terjadi penghindaran pajak konsumsi dengan menggunakan uang dari saldo-saldo kas tersebut untuk konsumsi. yang diperoleh dengan menahan laba. bukan hal yang relevan sampai realisasi terjadi dan hasilnya disalurkan ke dalam konsumsi. Dengan demikian. Dibalik kelebihan-kelebihan tersebut.

Akan tetapi. Pertama. Akan tetapi. Walaupun pajak pengeluaran berbasis konsumsi merupakan cara yang lebih baik. terutama yang berkaitan dengan permasalahan inflasi. Walaupun demikian. Kedua. seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. Apabla sistem pajak berupaya mendukung kegiatan menabung. Dengan demikian. Menggantikan pajak penghasilan dengan pajak pengeluaran akan menyederhanakan beberapa hal penting. ada suatu permasalahan khusus timbul karena penghasilan tidak digunakan untuk konsumsi tetapi akan diwariskan atau dihibahkan. penghasilan tersebut tetap tidak dikenakan pajak. akan tetapi ada hal yang harus dijawab terlebih dahulu. Apabila penerima warisan/hibah tidak membelanjakannya. basis pajak yang adil bukan hanya konsumsi saja tetapi semua penggunaan penghasilan. Cara terbaik untuk mengatasi penghindaran pajak ini adalah dengan memasukkan warisan/hibah sebagai basis pajak pengeluaran. Berdasarkan filosofi tambahan kemampuan ekonomis. Seorang pembayar pajak dapat menghindari pajak apabila ia memutuskan sebagian penghasilannya digunakan sebagai warisan/hibah. konsep penghasilan yang berdasarkan tambahan kemampuan ekonomis memberikan perlakuan yang diskriminatif terhadap konsumsi di masa depan. bagaimana memperlakukan warisan/hibah. memberikan perlakuan yang sama dengan menerapkannya pada nilai tunai konsumsi sehingga beban pajak tidak dipengaruhi oleh faktor waktu. pendekatan pajak pengeluaran lebih tepat daripada pemberlakuan pengecualian secara sepotongpotong dalam sistem pajak penghasilan. penerimaan suatu warisan/hibah akan dimasukkan ke dalam basis pajak penerima warisan/hibah. Pajak pengeluaran juga tidak akan menghilangkan perlakuan-perlakuan khusus dan loophole yang selama ini ada pada pajak penghasilan. penggantian ini juga akan menimbulkan kesulitan-kesulitan baru seperti masalah pemotongan pajak. baik itu untuk konsumsi ataupun untuk diwariskan. Pajak konsumsi. basis mana yang lebih baik (penghasilan atau konsumsi). . perlakuan terhadap warisan/hibah masih menimbulkan tanda tanya.242 Bab 11: Pajak Konsumsi Dalam konsep pajak pengeluaran wajib pajak pribadi. Evaluasi Penggunaan pajak pengeluaran wajib pajak pribadi akan meningkatkan kualitas perpajakan konsumsi karena memungkinkan penerapan prinsip kemampuan untuk membayar dan menghilangkan sifat regresif yang melekat pada pajak penjualan umum.

PPN merupakan pajak konsumsi yang dikenakan atas konsumsi barangbarang dan jasa-jasa tertentu di dalam negeri. Sedangkan pada pajak penjualan umum berbentuk pajak penjualan eceran dengan tarif tetap atas pengeluaran konsumen. Pajak Hotel. dan (4) uang. (2) barangbarang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak. warung dan sejenisnya. Cukai adalah pungutan atau pajak yang dikenakan terhadap konsumsi barang-barang tertentu. Pada pajak penjualan selektif. Yang termasuk barang bebas PPN antara lain: (1) barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya. sedangkan beban dari pajak atas barang-barang mewah cenderung progresif. dan lain-lain. (6) jasa pendidikan dan lain-lain. (3) makanan dan minuman yang disajikan di hotel. bensin dan minuman keras. restoran. (2) jasa pelayanan sosial. Pajak konsumsi dihitung dalam ukuran unit produk atau jumlah penerimaan kotor. Pajak penjualan dapat dipandang ekuivalen dengan pajak yang dikenakan atas pembelian-pembelian rumah tangga. selain dikenakan PPN juga dikenakan PPnBM. seperti tembakau. gula. emas batangan. Pajak Reklame. seperti Pajak Bahan Bakar. PPnBM hanya dikenakan satu kali ketika dijual oleh pabrikan atau ketika diimpor. (4) jasa keuangan. Pajak Restoran.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 243 RANGKUMAN § Pajak konsumsi dikenakan dikarenakan adanya transaksi produk. (3) jasa pengiriman surat dengan perangko. atau dalam rangka meminimalkan dead weight loss. Pajak Parkir. Pajak ini proporsional § § § . dan surat-surat berharga. Pajak konsumsi didasarkan pada sisi penggunaan (pengeluaran). Adapun jasa bebas PPN antara lain: (1) jasa pelayanan kesehatan. Pajak konsumsi tidak memperhitungkan kondisi pribadi konsumen. Pajak konsumsi daerah adalah jenis pajak konsumsi yang diberlakukan pada tingkatan daerah dengan besarnya tarif pajak bergantung pada peraturan masing-masing daerah. Pajak Hiburan. Pajak ini memiliki peringkat yang rendah dalam hal keadilan horizontal dan vertikal. rumah makan. seperti rokok dan minuman beralkohol. beban dari pajak atas barang-barang kebutuhan sehari-hari cenderung regresif. Kebijakan ini diambil untuk mengatur peredaran dan konsumsi barangbarang yang dipandang kurang baik. Pajak Kendaraan Bermotor. dan menimbulkan biaya efisiensi yang lebih besar daripada pajak penjualan umum. Untuk konsumsi barangbarang tertentu yang dikelompokkan sebagai barang mewah di dalam negeri. Porsi penghasilan yang ditabung tidak dikenakan pajak. (5) jasa keagamaan.

cukai tembakau dan cukai minuman keras. dimana dalam pajak penghasilan tidak dikecualikan. Tujuannya adalah mengenakan pajak pada total penghasilan bersih atau Net National Product (NNP). Suatu produk dikenakan pajak berkali-kali sejalan dengan pergerakannya sepanjang tahapan produksi. Hasil pajak yang besar akan didapatkan hanya dengan pengenaan tarif pajak yang rendah. misalnya pajak atas bahan bakar minyak.244 Bab 11: Pajak Konsumsi § § § § berkenaan dengan tingkat konsumsi tetapi akan regresif berkenaan dengan tingkat penghasilan. Pajak pertambahan nilai jenis . Kelemahan dalam hal efisiensi. Penerapan pajak berdasarkan perputaran yang komprehensif sebesar 1% saja akan menghasilkan pendapatan pemerintah sebesar sepertiga hasil dari pajak penghasilan. 1989). Ini berarti bentuk ad valorem dapat lebih meminimalkan dead weight loss suatu kebijakan pajak (Musgrave and Musgrave. Menurut metode total transaksi. pajak dikenakan berdasarkan perputaran (turnover tax). Pajak konsumsi dapat dikenakan atas penjualan barang berdasarkan unit produk yang terjual. Bentuk ad valorem lebih berarti daripada bentuk per unit dalam rangka meminimalkan perubahan pilihan konsumen. Basis ini akan sama dengan yang dipakai dalam pajak atas penghasilan kotor. Kelemahan dalam hal keadilan. Penghindaran atas pajak penjualan dapat dilakukan dengan melalui warisan. Perhitungan pajak menggunakan basis GNP akan mengenakan pajak penjualan atas barang-barang konsumsi dan barang-barang produksi (modal). Sedangkan PPN dan PPnBM merupakan contoh pajak penjualan yang dikenakan berdasarkan ad valorem. yang sama dengan GNP dikurangi cadangan untuk pembelian barang modal atau penyusutan. atau perhitungan laba sebelum dikurangi biaya penyusutan. Sebagian besar cukai atau pajak penjualan atas produk-produk tertentu dikenakan berdasarkan unit produk. atau berdasarkan atas nilai produknya. Pajak dikenakan dalam beberapa tahapan pada nilai bersih yang ditambahkan oleh setiap perusahaan. Metode turn over menimbulkan diskriminasi pengenaan pajak terhadap produk-produk yang harus melalui banyak tahapan (piramida) produksi dan distribusi. Nilai bersih didefinisikan sebagai penerimaan kotor dikurangi harga pokok produksi dan penyusutan. pajak ini akan melanggar prinsip dasar pajak penghasilan yang menyatakan bahwa penghasilan dari semua sumber dikenakan pajak sepenuhnya dalam jumlah netonya. karena konsumsi dalam persentase atas penghasilan menurun. pajak akan memberikan perlakuan diskriminatif dengan mengecualikan penghasilan yang ditabung (tidak dikonsumsikan).

Hanya pendekatan nilai tambah setiap tahapan yang layak digunakan apabila pajak penjualan akan dikenakan pada produk neto. cenderung akan lebih menguntungkan kemudahan administrasi pemungutan pajaknya dibanding pada tingkatan eceran. lebih permanen. Dengan pengeluaran konsumsi sebesar Rp1. Pembedaan dalam situasi ini lebih berkaitan dengan bentuk akhir dari produk pada tahapan penjualan eceran.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 245 § § § § penghasilan membolehkan perusahaan mengurangkan penyusutan untuk jenis penghasilan. misalnya mobil murah atau televisi. identifikasi menggunakan kriteria bahan baku produk tidak memungkinkan. . jasa kesehatan dll. pajak penjualan komprehensif sebesar 10% menghasilkan revenue sebesar Rp117 trilyun. Total pengecualiannya dapat mencapai 50% dari potensi penerimaan komprehensif. dan lebih memiliki pembukuan yang baik daripada badan-badan usaha eceran. pengenaan pajak pada tahapan produksi lebih menguntungkan. Sedangkan pengenaan pajak ad valorem pada tingkatan produksi. Jika pajak bersifat selektif. tahapan pengenaan tarif ad valorem akan lebih mudah dilakukan pada proses produksinya. Pajak penjualan umum bertujuan mengenakan pajak yang mencakup seluruh konsumsi secara komprehensif. Di negara-negara berkembang. Tarif yang berbeda untuk setiap produk sulit diaplikasikan dan tidak efisien. Negara-negara berkembang dapat memperoleh hasil yang lebih baik dengan pajak penjualan yang dikenakan pada tahapan produksi karena jumlah kegiatan penagihan yang lebih sedikit. Akan tetapi jumlah dalam basis ini akan berkurang karena beberapa konsumsi tertentu dikecualikan dari pengenaan pajak penjualan. pengenaan pada saat penjualan eceran terasa lebih baik karena memungkinkan pengenaan tarif ad valorem yang seragam. Proses identifikasi pada tahapan produksi.170 trilyun. Di negara berkembang. Pajak pertambahan nilai jenis konsumsi membolehkan perusahaan mengurangkan investasi bruto. yaitu pembelian barang-barang modal. Hal ini dikarenakan rasio harga eceran terhadap harga produksi tidak selalu seragam untuk berbagai produk. walaupun hal ini dapat menghasilkan revenue yang berbeda jika diterapkan pada tahap penjualan eceran. menghasilkan revenue yang tidak sama dengan pengenaan tarif ad valorem pada tingkatan penjualan eceran. perkembangan badan-badan usaha manufaktur cenderung lebih besar. Walaupun dalam situasi lain (misalnya bahan kain yang digunakan untuk pakaian mewah atau pakaian murah). seperti konsumsi perumahan (sewa rumah dan imputed-rent bagi pemilik rumah). Jika pajaknya bersifat umum. konsumsi makanan rumah.

wajib pajak akan menentukan konsumsinya pada suatu tahun pajak. Kedua. dan menerapkan tarif pajak progresif kepada jumlah sisanya yang merupakan konsumsi kena pajak. LATIHAN 1) 2) 3) 4) Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis pajak atas konsumsi di Indonesia! Bagaimana tahapan pengenaan pajak konsumsi dapat diterapkan? Apa yang dimaksud dengan pajak penjualan atas nilai akhir sama dengan jumlah pajak konsumsi atas pertambahan nilai? Jelaskan metode-metode yang digunakan dalam penagihan pajak konsumsi! . Pemilihan satu di antara keduanya lebih didasarkan pada pertimbangan lebih mudahnya proses administrasi. nilai produk dibagi dalam potongan-potongan dimana pajak dikenakan pada tahapantahapan sepanjang proses produksi. atau dikumpulkan secara bertahap dengan menggunakan prosedur nilai tambah. dikenal dengan nama metode account. Walaupun ada perbedaan. Problema pajak konsumsi antara lain: (1) Basis Konsumsi Kena Pajak. basis nilai tambah dari pajak konsumsi bertahap sama dengan basis penjualan akhir secara eceran.246 § Bab 11: Pajak Konsumsi § § Pajak konsumsi dapat dikumpulkan dalam satu kali pengenaan. yaitu metode yang mengharuskan perusahaan menghitung pajak brutonya dengan mengalikan tarif pajak terhadap total penjualan. Apabila penerima warisan/hibah tidak membelanjakannya. (2) Warisan dan Hibah. metode faktur (invoice). Pertama. hanya cara penagihannya yang berbeda. penghasilan tersebut tetap tidak dikenakan pajak. pada titik penjualan final. dimana analogi dengan pajak penghasilan. sehingga seorang pembayar pajak dapat menghindari pajak apabila ia memutuskan sebagian penghasilannya digunakan sebagai warisan/hibah. Menghitung basis pajak untuk setiap perusahaan adalah penjualan dikurangi dengan pembelian-pembelian barang-barang antara dan barang modal. Perusahaan kemudian mengkreditkan atas pajak bruto ini jumlah pajak yang telah dipungut dan disetorkan oleh para pemasok barang-barang antara dan barang-barang modalnya. Dengan cara kedua. kemudian akan mengurangkan konsumsi tidak kena pajak yang diperbolehkan. yaitu metode yang meminta perusahaan membayar pajak atas basis yang telah dihitung.

Mengapa pemerintah tetap memberlakukan cukai? Lengkapi jawaban Anda dengan contoh-contoh yang memadai 7) Jelaskan bagaimana efek penerapan pajak penjualan jika dipandang menurut keadilan vertikal dan keadilan horizontal? 8) Bagaimana efisiensi penentuan basis konsumsi kena pajak jika dianalogikan dengan penghasilan kena pajak? 9) Apa perbedaan pajak penjualan yang dikenakan atas turn over dengan pajak atas ad valorem? 10) Didalam konsep pajak pengeluaran atas konsumsi. bagaimana dukungan pajak pertambahan nilai dibandingkan dengan pajak penjualan? 6) Beberapa ahli berpendapat bahwa pajak penjualan selektif seperti cukai bersifat regresif.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 247 5) Dilihat dari sisi permasalahan politik. bagaimana perlakuan atas warisan/hibah? .

Akan tetapi. Alasan manfaat mengarah pada pemberlakuan pajak bumi dan bangunan jenis in-rem sedangkan pertimbangan kemampuan untuk membayar mengarah pada pemberlakuan pajak kekayaan wajib pajak pribadi. Alasan Manfaat Pajak atas Kekayaan Pajak dikenakan atas kekayaan karena layanan-layanan publik meningkatkan nilai dari bumi dan bangunan dan oleh karenanya harus dibayarkan oleh pemiliknya.PAJAK ATAS KEKAYAAN DAN WARISAN ALASAN-ALASAN KEKAYAAN PENGENAAN PAJAK ATAS Pajak dikenakan atas kekayaan dengan alasan bahwa kekayaan menerima manfaat publik dan kemampuan untuk membayar. Argumentasi dukungan ini dapat diturunkan dari . mengapa kekayaan hanya dikenakan pada bumi dan bangunan belum ada penjelasan yang masuk akal.

pemilik properti diharuskan membayar untuk layananlayanan khusus yang meningkatkan nilai dari properti. dalam kondisi modern di mana penghasilan sebagian besar diterima dalam bentuk uang. misalnya pendidikan atau kesehatan. Dalam kasuskasus tertentu. yang pasti tidak semua biaya dari fungsi negara harus diperoleh dari pengenaan pajak ini. Penggunaan pajak kekayaan untuk mendanai fungsi lain.250 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan teori Locke yang menyatakan bahwa negara adalah pelindung bumi dan bangunan. Demikian juga. suatu pajak khusus dapat dikenakan untuk mendanai suatu layanan tertentu. Pada masa lalu. kepemilikan harta tak bergerak dan harta bergerak (seperti hewan ternak) merupakan indeks yang paling mudah untuk menentukan kemampuan untuk membayar. kekayaan lebih sulit diukur daripada penghasilan. Sebagian besar pajak yang dipungut oleh negara diterima dalam bentuk barang. Salah satu dari fungsi dasar suatu negara. Walaupun berapa besarnya biaya tersebut masih dapat diperdebatkan. pendapatan dari pajak harus dibatasi hanya sebesar biaya yang diperlukan untuk melaksanakan layanan perlindungan. yaitu kekayaan wajib pajak dikurangi dengan kewajibannya. seperti biaya penegakan hukum. Pada tingkat pemerintah daerah. penerapan alasan manfaat dapat menjadi lebih spesifik lagi. pemilik properti membayar kepada negara untuk biaya-biaya negara tersebut. Dengan demikian. tidak memiliki dasar yang rasional. administrasi perundangundangan dan administrasi pengadilan. dapatkah pajak kekayaan dibenarkan untuk alasan kemampuan untuk membayar? . Berdasarkan situasi ini. Cara pengenaan seperti ini sangat tepat dikenakan pada pajak-pajak pemda untuk mendanai layananlayanan khusus tadi. Bila teori tersebut yang menjadi acuan. sebagaimana pendapat para ahli teori hukum alam. Dalam kasus-kasus lain. yang dinyatakan pada akhir abad ke-17. seperti pembangunan trotoar yang meningkatkan nilai gedung di belakang trotoar tersebut dan juga perlindungan khusus oleh polisi pada daerah-daerah tertentu. adalah pelindung properti. basis pajaknya adalah seluruh kekayaan yang dimiliki oleh seseorang atau dapat menggunakan basis pajak kekayaan bersih. Oleh karena itu. Alasan Kemampuan Membayar Pajak Alasan kemampuan untuk membayar pajak sebagai argumentasi untuk mengenakan pajak atas kekayaan harus dilihat dari konteks sejarahnya. Akan tetapi. manfaat khusus yang dinikmati oleh setiap properti dapat diukur dengan suatu indeks seperti panjang jalan di depannya atau lokasinya. manfaat yang dinikmati harus diperkirakan secara relatif terhadap nilai dari properti. berdasarkan konsep ini.

yang diperlukan bukanlah pajak atas bumi dan bangunan tetapi pajak atas kekayaan bersih wajib pajak pribadi. Untuk alasan keadilan. tidak diperlukan lagi pajak kekayaan sebagai pelengkap. Untuk alasan efisiensi. pajak tambahan atas kekayaan dapat dibenarkan karena alasan manfaat-manfaat yang dapat timbul dari penumpukkan kekayaan.” Pajak atas tanah juga dapat digunakan untuk mendorong penggunaan tanah yang lebih intensif. Walaupun demikian. Bila penghasilan digunakan sebagai indeks kesetaraan dan penghasilan didefinisikan sebagai secara komprehensif mencakup seluruh tambahan kemampuan ekonomis. suatu pajak progresif atas kekayaan dan bukannya atas penghasilan adalah instrumen yang tepat. dan karenanya masyarakat perlu menanganinya secara terpisah. kenaikan tanah dapat dipandang sebagai peningkatan kekayaan yang tidak adil sehingga pengenaan pajak atas tanah akan mengembalikan keadilan. karena pengembalian atas tanah adalah dalam bentuk rente ekonomis (yaitu suatu tingkat pengembalian dari suatu faktor produksi dalam penawaran yang tidak elastis). beban pajaknya merupakan pajak pribadi dengan definisi kekayaan secara global.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 251 Ada dua kesimpulan yang diambil. Untuk tujuan ini. Sebagaimana berdasarkan pendekatan kemampuan untuk membayar. Perbedaannya adalah basisnya lebih cocok menggunakan kekayaan kotor daripada kekayaan bersih karena kekayaan kotor lebih menunjukkan kemampuan kendali ekonomis yang diperoleh oleh pemiliknya. tanah dapat dipajaki tanpa menimbulkan suatu “excess burden. Juga berdasarkan konsep pajak atas konsumsi. jika kekayaan dikenakan pajak karena alasan kemampuan untuk membayar. . Alasan Pengendalian Sosial Alasan lain untuk pengenaan pajak kekayaan adalah pengendalian sosial sebagai dampak dari distribusi kekayaan yang tidak merata. Konsekuensi sosial dari ketidakmerataan dalam distribusi kekayaan berbeda dengan konsekuensi sosial dari ketidakmerataan dalam distribusi konsumsi. PAJAK ATAS TANAH Pengenaan pajak khusus atas tanah yang terpisah dari properti telah diusulkan berdasarkan alasan efisiensi dan keadilan. Akan tetapi dalam prakteknya tidak semua penghasilan dapat dicakup dalam pajak penghasilan sehingga memunculkan kebutuhan akan pajak kekayaan sebagai pelengkap.

Basis Pajak. Tarif Nominal. n Objek pajak yang digunakan oleh perwakilan diplomatik dan konsulat berdasarkan asas perlakuan timbal balik. pagar mewah. kesehatan. Setelah reformasi pajak. dan fasilitas lain yang memberikan manfaat. yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 tahun 1994. dermaga. kolam renang. taman nasional. atau yang sejenisnya dengan itu. taman mewah. dan tanah negara yang belum dibebani suatu hak. jalan tol. Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan. n Objek pajak yang digunakan untuk kuburan. . peraturan yang berkaitan dengan pajak atas tanah dan bangunan ini adalah UndangUndang Nomor 11 Prp 1959 untuk pajak atas tanah yang tunduk pada hukum adat. tanah penggembalaan yang dikuasai oleh desa.252 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan Struktur Dan Basis Pajak Atas Kekayaan Di Indonesia (Pajak Bumi Dan Bangunan) Jenis pajak atas kekayaan yang berlaku di Indonesia adalah pajak atas bumi (tanah) dan bangunan. meliputi jalan lingkungan yang terletak dalam suatu kompleks bangunan. Rasio Penilaian dan Tarif Efektif Yang menjadi objek PBB adalah bumi dan bangunan. hutan suaka alam. n Objek pajak yang digunakan oleh badan atau perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh Menteri Keuangan. yang tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan. Ordonansi Verponding Indonesia 1923 dan Ordonansi Verponding 1928 untuk pajak atas tanah yang tunduk pada hukum Belanda (Barat). tempat olah raga. Sebelum reformasi perpajakan tahun 1983. peninggalan purbakala. yang meliputi tanah dan perairan pedalaman serta laut wilayah Indonesia. yaitu: n Objek pajak yang digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum di bidang ibadah. galangan kapal. sosial. dan Ordonansi Pajak Rumah Tangga 1908 untuk pungutan-pungutan lain daerah atas tanah dan bangunan. dasar hukum yang mengatur pajak atas bumi dan bangunan adalah Undang-Undang Nomor 12 tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). hutan wisata. Bumi mencakup permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada di bawahnya. n Hutan lindung. Beberapa objek pajak dikecualikan dari pengenaan pajak. pendidikan dan kebudayaan nasional.

Tarif pajak yang dikenakan atas objek pajak adalah 0. kecuali untuk daerah yang mengalami perkembangan pembangunan yang cepat. Pada umumnya. Apakah kekayaan tersebut diukur dengan nilai jualnya atau nilai sewanya dan apakah nilai yang digunakan adalah nilai aktual atau nilai potensialnya? Negara-negara tertentu. hak pemungutan hasil hutan dan pemegang ijin pemanfaatan kayu. seperti Amerika Serikat dan Indonesia. Basis yang akan diterapkan pajak serendah-rendahnya 20% dan setinggi-tingginya 100%. hal ini tidak terjadi. yang juga akan sama dengan potensi penghasilannya. Jika pasar yang sempurna tersedia dan penggunaan optimal terjadi. pengenaan tarif pajak hanya akan dikenakan sebesar 20% dari basis pajak kecuali untuk objek-objek pajak tertentu. ABRI. 74 tahun 1998. bergantung pada jenis objek pajaknya. Nilai Pasar versus Penghasilan sebagai Basis Penilaian Pertanyaan yang paling mendasar dalam pajak atas kekayaan adalah bagaimana mengukur nilai kekayaan. Dalam kenyataannya. menggunakan harga jual atau harga pasar sebagai nilai kekayaan. seperti Inggris. yaitu: n Objek pajak perumahan yang WP-nya perseorangan dengan basis pajak sama dengan atau di atas Rp1 milyar. Berdasarkan Pasal 1 Peraturan Pemerintah No. menggunakan penghasilan sewa aktual yang diperoleh dari harta tersebut.5 persen yang merupakan tarif tunggal. Pada prakteknya. Dari basis pajak ini tidak seluruhnya akan diterapkan PBB. tarif efektif PBB yang berlaku sekarang ini secara nasional adalah 1 persen dan 2 persen.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 253 Basis pajak untuk objek-objek pajak ini adalah harga pasar wajar atau harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar. n Objek pajak kehutanan. Dengan demikian. hanya 40% dan 20% dari basis pajak saja yang akan dikenakan. . n Objek pajak perkebunan yang luasnya sama dengan atau lebih dari 25 Ha yang dikuasai BUMN dan Badan Usaha Swasta. basis pajak ini ditetapkan oleh Menteri Keuangan setiap tiga tahun sekali. perbedaan ini akan hilang karena harga jual dari properti akan sama dengan nilai tunai dari penghasilan sewa aktual di masa depan. Karena harga ini sulit didapat. tidak berlaku untuk PNS. termasuk areal blok tebangan dalam kegiatan pemegang HPH. penetapannya dilakukan setiap tahun. yang sering dilakukan adalah menggunakan harga objek lain yang sejenis atau nilai perolehan baru atau nilai pengganti. sedangkan negara-negara lain. pensiunan janda/duda yang semata-mata dari gaji/uang pensiun.

Prosedur seperti ini memiliki keunggulan dalam hal memungkinkan dilakukannya penyesuaian atas nilai tanah dan bangunan lebih sering lagi. berdasarkan jenis rumah dan lokasinya. Untuk situasi-situasi seperti ini. Selain itu. pengenaan pajak atas tanah dapat memenuhi unsur efisiensi pajak dan keadilan pajak. akan tetapi penjualan rumah-rumah sejenis tidak terjadi dalam frekuensi yang cukup untuk memberikan basis evaluasi nilai jual. pengenaan pajak atas rente tanah atau mengenakan pajak atas nilai tanah (yang menunjukkan nilai kapitalisasi dari rentenya) telah lama diakui sebagai suatu bentuk pemajakan yang paling kecil kemungkinannya menghambat insentif untuk menginvestasikan pada penyempurnaan tanah (bangunan). telah dikembangkan prosedur yang canggih untuk melakukan evaluasi atas nilai jual dengan menggunakan persamaan regresi yang berisi sejumlah variabel. keuntungan yang timbul dari . Tanah versus Bangunan sebagai Komponen Basis Pajak properti dikenakan atas nilai pasar suatu real estate tanpa membedakan apakah dikenakan pada komponen tanah atau komponen penyempurnaan tanah (bangunan). terpaksa digunakan. Pada negaranegara tertentu. suatu faktor yang sangat penting bagi negara-negara berkembang. Seperti dikemukakan sebelumnya. pembendaan ini penting sekali karena berkaitan dengan pembebanan pajak. Perbedaan lainnya antara pendekatan nilai pasar dan pendekatan penghasilan muncul dari perbedaan dalam menilai risiko.254 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan Jika properti kurang didayagunakan maka properti kurang menghasilkan. pengenaan pajak berdasarkan basis penghasilan akan menghasilkan pajak yang rendah. yang menjadi sangat penting pada periode-periode inflasi. Satu properti dengan penghasilan tahunan sebesar Rp100 juta dapat memiliki nilai pasar sebesar Rp500 juta. yang mengaitkan nilai rumah terhadap berbagai karakteristik. Properti yang pertama terletak pada daerah-daerah bisnis yang perekonomiannya sedang melesu yang menyebabkan properti-properti pada daerah ini memiliki tingkat hasil yang tinggi atas penghasilan bila dibandingkan secara relatif terhadap nilai pasarnya. Penghasilan dikapitalisasi dengan tingkat bunga yang berbeda karena adanya premi risiko yang harus dibebankan pada properti yang pertama. Karena penawaran atas tanah jumlahnya tetap. Dalam sudut pandang ekonomi. Walaupun penilaian dengan menggunakan nilai jual lebih disukai. basis pengenaan pajak yang paling baik adalah pendekatan nilai pasar karena memperhitungkan perbedaan tingkat risiko atas properti-properti tersebut. sedangkan properti lainnya dengan penghasilan yang sama dapat memiliki nilai pasar dua kali lipat. Penilaian dengan perkiraan.

Angka ini sama dengan 50 persen dari penghasilan aset tersebut. terutama investasi untuk rumah-rumah murah. pengenaan pajak atas penyempurnaan tanah (bangunan) telah menghambat investasi pada sektor perumahan. nilai suatu aset sama dengan nilai tunai dari penghasilannya di masa depan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 255 kenaikan nilai tanah karena pertumbuhan populasi dan pendapatan dapat dipandang sebagai laba yang tidak diinginkan secara sosial. Dengan asumsi pasar modal yang sempurna dan penentuan nilai barang modal yang sempurna. Pada kota-kota besar negara maju. yang disebut juga dengan circuit breaker. Sejumlah besar pemilik rumah yang berpenghasilan rendah adalah orang-orang yang berusia lanjut. suatu pajak sebesar 5 persen yang dikenakan atas nilai dari suatu aset dapat segera diterjemahkan sebagai suatu pajak penghasilan atas penghasilan yang diperoleh dari aset tersebut. pengenaan pajak terjadi sebaliknya. Misalkan aset tersebut memiliki nilai Rp100 juta dan memperoleh penghasilan tahunan sebesar Rp10 juta. Satu pandangan menyatakan bahwa pajak properti merupakan pajak atas penghasilan modal apabila dikenakan dalam pasar-pasar yang kompetitif. yang sesuai dengan tingkat bunga pasar yang sebesar 10 persen. Hutang pajak berdasarkan pajak 5 persen atas nilai aset akan sebesar Rp5 juta. Beberapa aturan telah dikembangkan di berbagai negara untuk menyediakan pengurangan beban pajak kepada penduduk berusia lanjut dan keluarga miskin. Pajak Properti sebagai Pajak atas Penghasilan Modal Bila Pajak Properti Dikenakan secara Nasional Misalnya suatu negara memberlakukan suatu pajak nasional atas semua barang modal. pajak seperti ini dapat juga dipandang sebagai pajak atas penghasilan modal. Ingat. Dalam prakteknya. Pengurangan Beban Pajak Pajak properti atas rumah tinggal merupakan beban bagi penduduk yang berusia lanjut. DISTRIBUSI BEBAN PAJAK PROPERTI (PBB) Beban atas pajak properti merupakan hal yang kontroversial. Dalam negara tersebut. Pandangan lain membedakan berdasarkan jenis pengenaan dan menempatkan lebih banyak pembahasan pada konsekuensi-konsekuensi dari ketidaksempurnaan pasar. Pajak sebesar 5 persen atas nilai aset .

Dalam jangka panjang. Untuk mengilustrasikan fakta ini.1. Dalam suatu pasar di mana barang modal menghasilkan tingkat pengembalian sebesar 10 persen. sehingga beban pajak akan terdistribusi. maka kejadian pajak akan terjadi dalam jangka pendek dan jangka panjang.256 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan (pajak properti) adalah sama dengan pajak sebesar 50 persen atas penghasilan properti (pajak penghasilan). Dengan beban yang dikenakan dari sisi sumber. baik untuk bangunan maupun tanah. Dengan menggunakan rumus umum. terbukti bahwa pajak kekayaan sama dengan pajak penghasilan atas modal. persentase penghasilan dari barang modal ini sebagai bagian dari total penghasilan akan meningkat besarnya sejalan dengan peningkatan penghasilan. Beban pajak diterima oleh pemilik properti pada saat pajak tersebut dinaikkan. Dengan demikian. maka tpY/i = ty atau tp = ity. hal. sehingga 1 Ibid. . Jika hasil yang sama akan diperoleh dari pajak properti pada tingkat pajak tp dan suatu pajak atas penghasilan aset tersebut pada tingkat pajak ty. Dengan pengecualian pada orang-orang yang berpenghasilan kecil. Bila PBB Dikenakan secara Lokal Jika daerah dibebaskan untuk menentukan tarif atas pajak properti. sehingga beban pajaknya progresif. modal yang diinvestasikan pada daerah-daerah bertarif tinggi tidak dapat bergerak dan pemiliknya harus menanggung beban pajak yang tinggi. seperti yang berlaku di Amerika Serikat. nilai dari suatu aset pada pasar modal yang sempurna ditentukan dengan persamaan Y = iV. 419-420. pajak seperti itu akan mengurangi tingkat pengembalian bersih dari barang modal dan menjadi beban penerima penghasilan barang modal. kita mengasumsikan kembali bahwa tingkat pengembalian atas modal sebelum pajak adalah 10 persen. sehingga V = Y/i. di mana V adalah nilai aset. Penerima beban pajak dalam jangka pendek adalah pemilik dari properti lokal terkena beban pajak yang lebih tinggi. Mereka tidak dapat mengurangi beban pajak dengan menjual aset yang yang terkena pajak karena nilai properti pun segera terkoreksi. dan i adalah tingkat bunga pasar. Beban dari pajak atas penghasilan modal ini akan dikapitalisasi dan mengurangi nilai properti. Y adalah penghasilan tahunan. penurunan dalam tingkat pengembalian bersih dari modal akan menekan persediaan modal. Dalam jangka pendek. beban pajak dari suatu pajak kekayaan atas nilai aset modal yang dikenakan dengan tarif Rp5 juta per Rp100 juta nilai aset akan sama dengan beban pajak dari suatu pajak atas penghasilan dari barang modal dengan tarif 50 persen. sehingga mengurangi produktivitas tenaga kerja di masa depan.

Penghasilan bersih berkurang menjadi Rp5 juta. Kerugiannya telah dikapitalisasikan dan tetap berada pada pemilik aslinya. ia harus menanggung kerugian pajak tersebut karena pembeli akan meminta suatu tingkat pengembalian sebesar 10 persen. Situasinya berbeda apabila yang dikenakan pajak adalah modal. Sekarang asumsikan suatu daerah tempat aset tersebut mengenakan pajak properti sebesar Rp5 juta untuk setiap Rp100 juta nilai aset. yang bila dikapitalisasikan pada tingkat 10 persen akan menurunkan nilai aset menjadi sebesar Rp50 juta. Dalam jangka panjang. modal ini akan pindah dari daerah yang berpajak tinggi ke daerah yang berpajak rendah. Seperti yang telah dibahas sebelumnya. Beban pajak jatuh pada pemilik aset mula-mula. tenaga kerja tersebut harus dibayar sebesar apa yang ia terima di tempat lain dan perpindahan modal akan semakin besar. Tingkat pengembalian kotor atas modal pada daerah berpajak tinggi akan naik sedangkan tingkat pengembalian kotor atas modal pada daerah berpajak rendah akan turun. Pergerakan ini akan terus berlangsung sampai tingkat pengembalian bersih dari investasi pada daerah berpajak tinggi sama dengan tingkat pengembalian pajak daerah-daerah lain. sehingga pemilik asli dari tanah pada daerah-daerah berpajak tinggi akan menderita kerugian permanen yang besarnya sama dengan kapitalisasi bagiannya dalam pajak. Pengeluaran pemeliharaan atas aset-aset tua akan berkurang sehingga aset-aset tersebut akan pensiun dan investasi baru pada daerah berpajak tinggi akan menurun. maka beban pajaknya bersifat progresif. Jika pemilik aset yang semula ingin menjual aset tersebut. Seberapa besar perpindahan modal dari daerah yang berpajak tinggi bergantung pada mobilitas keluar dari tenaga kerja. Pada umumnya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 257 suatu aset yang menghasilkan Rp10 juta per tahun memiliki nilai sebesar Rp100 juta. seperti yang diinvestasikan pada penyempurnaan tanah (bangunan) yang tidak akan melekat selamanya. Dalam jangka panjang. kepemilikan tanah lebih banyak pada wajib pajak berpenghasilan tinggi. Tidak ada perbedaan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Tanah tidak dapat dipindahkan. pajak ini sama dengan pajak penghasilan sebesar 50 persen. bagian pajak yang mengurangi nilai dari tanah tidak berubah. Pemilik berikutnya yang membeli aset tersebut akan melakukannya hanya pada harga yang lebih rendah sehingga tidak dibebani oleh pajak tersebut. suatu pajak yang dikenakan pada modal dalam satu sektor ekonomi akan dibagi bebannya oleh semua pemilik modal. yaitu pemilik aset sebelum pengenaan pajak tersebut. Jika tenaga kerja dapat berpindah dengan segera. sama dengan tingkat pengembalian investasi-investasi lain yang tersedia. Jika . Terjadi penurunan persediaan modal pada daerah berpajak tinggi dan kenaikan persediaan modal pada daerah berpajak rendah. Seperti situasi pada pajak perseroan.

Bila tenaga kerja pada daerah berpajak tinggi cenderung merugi. Jadi misalkan suatu properti yang berada pada daerah A dimiliki oleh penduduk daerah B. Perbedaan Manfaat Sebagaimana kenaikan dalam tarif pajak properti akan mengurangi nilai dari properti dan mendorong perpindahan modal ke luar. situasi seperti ini akan memunculkan pengaruh regresif.” Hal ini juga terjadi pada tingkatan internasional dalam hal perbedaan pajak antar negara. pajak akan dinyatakan dalam bentuk pengurangan upah. Karena tenaga kerja yang tidak terampil cenderung kurang mudah bergerak daripada tenaga kerja terampil. tenaga kerja pada daerah berpajak rendah cenderung beruntung. Sekolah. jalan raya atau layanan-layanan lokal . walaupun secara nasional tidak berpengaruh terhadap distribusi beban pajak. Akibatnya. semakin kecil pendapatan yang diperoleh dan semakin besar juga kenaikan sewa dan penurunan penghasilan yang dialami oleh penduduk yang berpajak tinggi. Beban Pajak: Penduduk Lokal versus Penduduk Luar Pajak nasional dan lokal yang akan menjadi perhatian suatu daerah lokal hanya bagian yang akan terbeban bagi penduduknya dan bukan bagian yang menjadi beban penduduk daerah lain. Semakin besar perpindahan modal. Pengaruh ini adalah yang paling penting bila dipandang dari perspektif suatu daerah khusus. tetapi mereka juga mengalami kerugian terhadap pihak luar daerah karena modal makin sedikit tersedia untuk mereka. Demikian juga. Tidak hanya penduduk lokal tidak mampu mengekspor beban pajak tersebut ketika ditagihkan. penduduk lokal merasakan bahwa sewa meningkat dan upah turun sedangkan penduduk luar daerah mengalami keuntungan. sarana rekreasi. free ride tidak akan dinikmati dalam jangka panjang karena modal akan berpindah ke luar. demikian pula penyediaan tambahan layanan publik akan meningkatkan nilai dari properti dan menarik modal masuk.258 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan tenaga kerja tidak dapat berpindah. Akan tetapi. Dalam jangka panjang. beban jangka pendek akan berada pada penduduk luar daerah tersebut sedangkan penduduk lokal menikmati free ride. pemilik tanah dan pemilik modal lainnya. Dengan demikian kebijakan pajak pemda akan memunculkan pilihan sulit antara (1) laba yang diperoleh dari pemindahan beban pajak kepada penduduk luar daerah melalui pemajakan atas modal yang dimiliki oleh “orang asing” dan (2) bahaya kerugian pada ekonomi lokal dari berpindahnya modal “asing.

Keadilan Pengenaan PBB dan Pajak Penghasilan Karena keberatan utama atas pajak properti berasal dari pemilik rumah. Kenyataannya tidak demikian. Walaupun demikian. seperti PBB. Dengan demikian. keseluruhan beban pajaknya masih lebih rendah daripada kombinasi ketiga pajak ini. mendorong pada peningkatan nilai properti. Jika semua pajak properti dikenakan sesuai dengan prinsip manfaat. digunakan sebagai sumber pendapatan umum dan digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang manfaatnya tidak selalu sejalan dengan kontribusi pajak. tetapi juga pajak penghasilan wajib pajak pribadi dan pajak penghasilan perseroan. Hasil ini menunjukkan adanya beban tambahan yang harus ditanggung oleh pemegang saham karena pajak berganda dari pajak penghasilan perseroan dan juga perlakuan yang lebih baik kepada pemilik rumah berdasarkan pajak penghasilan wajib pajak pribadi. Kombinasi pajak dan pengeluaran pemerintah daerah akan menyebabkan nilai perumahan menjadi turun. sehingga menyatakan secara jelas pentingnya mempertimbangkan kedua aspek tersebut. karena penawaran atas tanah bersifat tidak elastis dan tanah . Pajak properti. dengan mempertimbangkan tidak hanya pajak properti. Efek yang terjadi adalah kebalikan dari kenaikan tarif pajak properti seperti yang diterangkan sebelumnya. mari kita bandingkan posisi mereka sebagai investor dalam jasa perumahan dengan posisi investor saham perusahaan. Pola-Pola Alternatif Bagian pajak yang dikenakan atas tanah dapat segera dibebankan kepada pemilik tanah. Perbaikan ini akan meningkatkan permintaan akan rumah dan bangunan. tidak berpengaruh atau naik. Walaupun investor pada jasa-jasa perumahan akan membayar pajak lebih tinggi berdasarkan pajak properti. penyelidikan empiris menunjukkan bahwa nilai properti berkaitan dengan pengeluaran pemerintah yang memberikan manfaat kepada properti dan juga perbedaan pajak. bergantung pada berapa besar pungutan pajak diperoleh dan berapa besar manfaat yang diperoleh oleh properti.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 259 yang lebih baik akan membuat suatu kota atau daerah menjadi tempat yang lebih menarik untuk ditinggali dan menjadi lokasi bisnis. kedua pengaruh tadi akan saling menghilangkan dengan nilai properti tidak bergantung pada tarif pajak. manfaat-manfaat dari pengeluaran-pengeluaran tersebut dapat dikapitalisasi harus lebih besar daripada beban pajaknya supaya nilai properti tidak turun.

distribusi bebannya sejalan dengan penghasilan modal. Distribusi pembebanannya cenderung progresif. dipindahkan kepada konsumen. Jika pasarnya kompetitif. Bagian dari distribusi beban pajak ini kemudian akan menjadi regresif. Penjelasan di atas tidak berlaku untuk properti yang disewakan.260 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan tidak dapat dipindahkan. Yang tersisa adalah pajak atas rumah tinggal. Pajak dapat mengarah pada peningkatan batas atas sewa atau pelonggaran dari penentuan harga monopoli yang dibatasi sebelumnya. Karena itu. Akan tetapi hasilnya akan berbeda bila pasar sewa tidak sempurna sebagaimana yang sering terjadi. Dengan demikian. pajak ini dipandang sebagai pajak atas jasa-jasa konsumsi perumahan. pemilik yang menempati akan bersedia menerima sewa imputed yang lebih rendah pada perumahan daripada pada investasi lainnya. Karena pengeluaran perumahan akan menjadi bagian yang semakin kecil sejalan dengan kenaikan skala penghasilan. yang merupakan pajak atas pengeluaran perumahan. yaitu pajak atas penghasilan modal? Perumahan dapat dipandang sebagai pos investasi dan juga (dalam kasus perumahan yang ditinggali pemiliknya) sebagai barang konsumsi yang tahan lama. Pajak yang dikenakan pada bangunan komersial dapat dipandang sebagai sama dengan pajak penghasilan perseroan. pajaknya akan bersifat regresif. Sebagaimana masyarakat melihatnya. misalkan separuhnya. kita dapat mengasumsikan suatu pasar yang tidak sempurna dan mempostulasikan bahwa sebagian dari pajak tersebut. Dalam kasus ini. Bagaimana pandangan pajak ini. tidak ada penghindaran atas pajak. dapat direkonsiliasikan dengan interpretasi yang lebih awal. Sebagian dari beban pajak akan terserap dalam sewa-kepemilikan ini dan didistribusikan sejalan dengan konsumsi dan bukannya dibagikan kepada semua penghasilan modal. Tambahan beban pajak ini akan ditanggung pula oleh penyewa. dimana pemiliknya hanya mempertimbangkan pilihan investasi. modal yang diinvestasikan pada rumah sewaan akan meminta tingkat penghasilan yang sama dengan modal-modal lain. PAJAK ATAS KEKAYAAN BERSIH Pengalaman berbagai Negara yang Menerapkan Pajak atas Kekayaan Bersih . Tingkat pajak properti efektif cenderung akan tinggi pada lingkungan berpenghasilan rendah dan sebagian disebabkan oleh pengenaan pajak pada tarif yang lebih tinggi di tengah-tengah kota pada lingkungan berpenghasilan rendah.

prinsip keseragaman harus diterapkan baik kepada sisi aset maupun sisi kewajiban pada neraca. kekayaan bersih dari perseroan harus diperhitungkan kepada pemiliknya. Struktur dan Basis Pajak Basis Pajak Pajak atas kekayaan bersih sangat berkaitan dengan kemampuan untuk membayar. Dengan demikian beberapa aspek atau diskusi tentang basis pajak pada pajak penghasilan juga berlaku pada pajak kekayaan bersih ini. Di kebanyakan negara. India dan beberapa negara Amerika Latin. suatu aspek yang sangat penting pada negara-negara berkembang karena sulitnya mengenakan pajak atas penghasilan modal. pajak ini dikenakan hanya kepada individu. Basisnya juga harus didefinisikan secara global sehingga dapat memberikan perlakuan yang sama pada semua komponen kekayaan bersih. semua kewajiban hutang juga dikurangkan. pajak ini harus dikenakan pada orang pribadi dan perseroan.5 persen). Untuk negaranegara lain. Pajak atas kekayaan bersih. . seperti Belanda. aset berpenghasilan dan yang tidak berpenghasilan semuanya dimasukkan. Semua aset berwujud dan tak berwujud. Definisi dari aset kena pajak biasanya mencakup aset berwujud dan aset tak berwujud. Jerman. Orang pribadi diberikan pengecualian dan tarif pajak dapat proporsional (umumnya 1 persen atau kurang) atau progresif ( berkisar sampai 2.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 261 Pajak atas kekayaan bersih diberlakukan pada beberapa negara. Seperti. Akan tetapi. beberapa negara tidak membolehkan kewajiban tidak berkaitan dengan perolehan aset kena pajak. kecuali di Swiss. Kewajiban hutang juga dapat dikurangkan untuk memperoleh angka kekayaan bersih. Selain itu. Swiss. walaupun pada beberapa negara (seperti Jerman dan India) juga dikenakan kepada perseroan. merupakan pajak pusat. Negara yang menggunakan pajak ini umumnya menerapkannya sebagai pajak tambahan atas pajak properti sehingga pendapatan dari pajak atas kekayaan bersih hanya merupakan bagian kecil (di bawah 5 persen) dari total pendapatan pajak. Oleh karena itu. Demikian juga. negara-negara Skandinavia. pajak ini dapat digunakan sebagai pelengkap untuk pajak pengeluaran. Pajak ini merupakan salah satu komponen penting dalam struktur pajak karena pajak ini dapat digunakan sebagai pelengkap terhadap cakupan atas penghasilan modal yang tidak efektif dalam pengenaan pajak penghasilan. sejalan dengan metode integrasi dari pajak laba perseroan.

dapat dinilai berdasarkan harga penawaran di pasar. kesulitan ini tidaklah sangat besar. dapat memunculkan elemen self enforcement. Semua instrumen hutang adalah antara orang pribadi. aset yang menjadi subjek pajak properti (terutama bila pengenaannya disamakan) dapat dinilai dengan cara itu. Berkenaan pelaporan tersebut ada beberapa permasalahan yang harus diperhatikan pemerintah terhadap laporan yang diberikan: n Pemerintah harus memastikan bahwa semua aset telah dinyatakan. Perolehan aset harus dinyatakan untuk meminimalkan pajak pengeluaran. Dengan demikian. n Penentuan hutang-hutang yang dapat dikurangkan. perkiraan yang kasar (seperti biaya perolehan dikurangi dengan penyusutan) harus digunakan. seperti sekuritas yang diperdagangkan. terutama yang tidak diperjualbelikan.262 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan Mengukur Kekayaan Bersih Administrasi pajak atas kekayaan bersih mengharuskan adanya identifikasi atas aset kena pajak dan verifikasi atas hutang yang dapat dikurangkan dari kekayaan. yaitu A dan B. yang posisi kekayaannya adalah berikut: . Seringkali diperlukan estimasi dalam menentukan nilai-nilai aset. Akan tetapi. Kesulitan dalam mengadministrasikan suatu pajak atas kekayaan bersih yang baik sangat banyak sehingga lama-lama pajak ini terdegenerasi menjadi pajak atas bumi dan bangunan saja. Untuk sisanya. Peranan Harta Tak Berwujud (Intangibles) Klaim kepada swasta Asumsikan suatu keadaan di mana tidak ada hutang publik atau uang yang dikeluarkan pemerintah. Oleh karena itu. Misalnya hanya ada dua orang. SPT-nya harus melampirkan neraca tahunan yang berisi daftar harta dan kewajiban pembayar pajak. Bila dikaitkan dengan administrasi pajak penghasilan. n Penilaian aset. dan secara khusus dengan administrasi pajak pengeluaran. pernyataan ini akan menambah basis dari pajak atas kekayaan bersih. sedangkan aset lain. Kesulitan-kesulitan yang melekat dalam penilaian aset seperti yang telah didiskusikan dalam kaitannya dengan pajak atas penghasilan modal juga terjadi dalam penerapan pajak kekayaan bersih ini.

Pada awalnya.000.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 263 A B 50. yaitu sejalan dengan distribusi kekayaan. hal ini menyarankan bahwa A akan lebih menyukai pajak atas kekayaan bersih sedangkan B akan lebih menyukai pajak properti.000 dari suatu pajak sebesar 10 persen atas semua harta berwujud.000 90. Jika kita mengumpulkan jumlah yang sama dengan menggunakan pajak atas kekayaan bersih. Sebaliknya. basis total untuk suatu pajak atas harta berwujud dan kekayaan bersih akan sama. pasar akan menyesuaikan sedemikian rupa sehingga ketika pajak atas properti dikenakan.000 Harta berwujud Hutang Piutang Kekayaan bersih 100. A akan membayar sebesar Rp9. pilihan di antara keduanya tidak ada permasalahan.000.000 150. Pemberi pinjaman harus puas dengan suatu tingkat bunga yang lebih rendah. distribusi beban pajak akan sama dengan yang terjadi berdasarkan pajak atas kekayaan bersih.000 60. Klaim seperti ini akan menambah . Sesuai dengan tabel di atas.000 A+B 150. apakah klaim itu dalam bentuk hutang publik atau uang yang didukung oleh kredit bank sentral.000 10.000 10. sehingga sebagian beban pajak dipindahkan dari A ke B. Akan tetapi.000.000 dan B akan membayar sebesar Rp5. yaitu sebesar Rp150. A akan membayar sebesar Rp10. Jika suatu tarif proposional dikenakan. kita dapat melihat bahwa distribusi beban dari suatu tarif progresif pada properti (di mana basis A dua kali basis B) akan berbeda dengan yang dikenakan pada basis kekayaan bersih (di mana basis A hanya lebih besar 50 persen daripada basis B). Karena pajak pribadi mengharuskan adanya pengenaan pajak berdasarkan prinsip kemampuan untuk membayar. keduanya berbeda apabila pajak diterapkan dengan tarif progresif. peminjam tidak akan bersedia membayar pada tingkat bunga yang sama seperti yang mereka lakukan sebelumnya karena penghasilan bersih mereka dari investasi pada properti akan menurun. pajak atas kekayaan bersih adalah bentuk yang paling baik dari pajak atas kekayaan. Pada akhirnya.000 Sebagaimana ditunjukkan dalam tabel di atas. Klaim terhadap Pemerintah Perbedaan lebih lanjut dapat terjadi jika kita mengasumsikan adanya klaim terhadap pemerintah. Jika kita menagih sebesar Rp15.000 dan B akan membayar sebesar Rp6.

Untuk mendapatkan sejumlah pendapatan yang sama dengan pajak properti. akan tetapi asumsi mendasar tentang aplikasinya yang unik dan tanpa diharapkan terjadi kembali menyebabkan pajak ini tidak termasuk bagian dari struktur pajak normal. Pasar sekali lagi akan mengkompensasikan untuk pengurangan tingkat pengembalian bersih dari properti.888 dari A dan Rp5. suatu tarif sebesar 10 persen.264 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan kekayaan dari seseorang tanpa mengurangi kekayaan dari orang lainnya.000 80.000 20. jadi tidak . Hal ini menambah daya tarik pajak jenis ini sebagai instrumen pajak redistribusi. penagihan sebesar Rp15.000 160. Misalnya tabel di atas dimodifikasi sebagai berikut: A Kekayaan bersih dari tabel sebelumnya Klaim terhadap pemerintah Kekayaan bersih 90.2 persen. yang tidak diharapkan akan terjadi kembali.000 A+B 150. bea ini telah digunakan oleh beberapa negara dalam situasi-situasi mendesak seperti reformasi moneter untuk menghentikan inflasi setelah perang. dengan pembayaran sebesar Rp10. Dikenakan sekali dan selamanya.000 masing-masing. tetapi beban A akan tetap lebih tinggi berdasarkan pajak atas kekayaan bersih daripada pajak atas properti.000 240.000 90.000 dan Rp5.000 berdasarkan pajak atas kekayaan bersih tarif tetap akan mengharuskan pengenaan tarif sebesar 6. Jika sifatnya benar-benar satu kali dan selamanya.000 Dalam kasus ini. BEA ATAS MODAL Satu bentuk pajak kekayaan lainnya adalah bea atas modal. bea seperti itu berbeda dari bentuk pajak kekayaan lainnya karena ketiadaan efek-efek mengganggu terhadap ekonomi. dan mendapatkan Rp9.000 70. Klaim-klaim seperti ini dapat menjadi tambahan pada basis kekayaan bersih bagi seluruh kelompok secara keseluruhan. ALASAN-ALASAN PENGENAAN PAJAK ATAS WARISAN APajak atas warisan adalah salah satu jenis pajak kekayaan yang dikenakan pada saat pemindahan dengan mewariskan atau menghibahkan.000 B 60.112 dari B.

Pajak atas warisan dapat dikenakan dalam berbagai bentuk. Untuk alasan inilah pajak atas warisan secara potensial merupakan elemen yang penting dalam struktur pajak. apabila tarif pajak yang dipakai tidak proporsional. Jika masyarakat ingin membolehkan orang untuk mewariskan secara bebas sampai sejumlah tertentu. § Masyarakat juga dapat membatasi hak seseorang untuk mendapatkan kekayaan dari warisan yang merupakan perolehan kekayaan tanpa usahanya sendiri. suatu pendekatan yang pertama kali disarankan oleh ahli ekonomi Italia. Dalam hal ini. sejumlah warisan di atas sejumlah tertentu dikenakan pajak 100 persen. Jika diinginkan. Dalam hal ini. pajak dapat dikenakan kepada ahli waris. Orang pribadi dapat menggunakan harta mereka ketika mereka masih hidup tetapi hak kepemilikan mereka berakhir ketika meninggal. dapat diberlakukan suatu pengecualian. pajak atas warisan mendapat perhatian luas karena filosofi sosial dan sebagai instrumen kebijakan untuk menyesuaikan distribusi kekayaan. Akan tetapi.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 265 dikenakan setiap tahun. Walaupun basisnya telah berkembang secara substansial di negara-negara maju. Pajak ini juga dikenakan dengan berbagai alasan tertentu. Sepintas. tingkatan tarif pajak atas warisan yang dapat diterapkan akan naik ketika kekayaan diwariskan pada generasi berikutnya. tidak ada perbedaan apakah pajak dikenakan atas warisan atau kepada penerima warisan. dapat diatur perolehan harta tertentu melalui warisan dapat . Pajak dapat dikenakan pada warisan secara keseluruhan atau atas jumlah yang diterima oleh ahli waris. perbedaan pengenaan ini dapat menimbulkan perbedaan jumlah pajak. Dalam hal ini. Akan tetapi. Jika masyarakat ingin menyita warisan yang melebihi suatu jumlah tertentu. TUJUAN DAN JENIS PAJAK ATAS WARISAN Beberapa hal berikut yang memunculkan pengenaan pajak atas warisan pada suatu masyarakat: § Masyarakat mungkin ingin membatasi hak seseorang untuk membagikan hartanya pada saat meninggal. Pajak atas warisan dapat diterapkan pada tingkatan nasional maupun pada tingkatan lokal. suatu pajak atas kekayaan dapat diberlakukan. § Masyarakat dapat membuat batas sampai generasi tertentu suatu warisan dapat dipindahkan sepanjang generasi. pajak atas warisan tidak akan menjadi sumber pendapatan utama suatu negara. Eugino Rignano.

§ Masyarakat juga dapat menggunakan pajak untuk mencapai tujuan yang lebih umum mencapai distribusi kekayaan yang lebih adil.266 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan dibebaskan tetapi membedakan antara perolehan-perolehan besar dan kecil. § Pajak pada saat kematian dapat dipandang sebagai pelengkap atas pajak penghasilan. PERMASALAHAN-PERMASALAHAN KHUSUS . Pilihan di antara tujuan-tujuan ini dan pemilihan pajak yang tepat bukanlah permasalahan yang sama dengan pertanyaan bagaimana transaksi-transaksi pada saat kematian (penerimaan suatu warisan atau memberikan warisan) harus diperlakukan dalam suatu pajak penghasilan atau pengeluaran. Tradisi pewarisan merupakan satu faktor utama yang menimbulkan konsentrasi kekayaan. suatu pajak atas warisan (yang tarifnya disesuaikan dengan penghasilan dari ahli waris) dapat dipandang sebagai koreksi atas definisi penghasilan yang kurang baik dalam pengenaan pajak penghasilan. Berdasarkan pendekatan tambahan kemampuan ekonomis dari pajak penghasilan. Walaupun tujuannya berbeda. Bila warisan dikecualikan dari pengenaan pajak penghasilan. penerimaan dari suatu warisan menambah kemampuan ekonomis penerimanya sehingga selayaknya dimasukkan sebagai penghasilan bagi ahli waris. Penggantian pajak penghasilan modal yang progresif menjadi pajak atas warisan akan mengurangi pengaruh disinsentif pada menabung dan investasi. Dalam mencapai tujuan 1 dan 3 di atas. keduanya tidak harus mutually exclusice. § Pajak atas warisan dapat dipandang sebagai suatu alternatif terhadap pajak atas penghasilan modal selama masa hidup penerimanya. Hanya jika tarif pajaknya proporsional tidak ada perbedaan apakah dikenakan atas warisan atau dikenakan kepada ahli waris. Tarif progresif dapat diterapkan juga untuk cara ini. pilihan antara pendekatan pajak atas warisan atau pajak kepada ahli waris bergantung pada tujuan-tujuan yang akan dicapai dengan merancang pajak tersebut. Oleh karena itu. Pajak atas warisan dapat digunakan untuk mengurangi ketidakadilan dalam distribusi kekayaan ini. masyarakat dapat menerapkan pajak atas warisan (yang mengurangi hak pewaris membagikan hartanya) dan pajak kepada ahli waris yang dirancang untuk membatasi hak ahli waris untuk menerima dan/atau mengkompensasikan ketidaktercakupan warisan ke dalam penghasilan kena pajak. Hal yang sama juga dapat dinyatakan untuk peranan dari pajak atas warisan (yang dikaitkan dengan konsumsi dari pewaris) sebagai koreksi untuk definisi basis yang efektif dalam hal pajak pengeluaran yang tidak memasukkan warisan dalam basisnya.

Organisasi-organisasi yang didukung oleh sumbangan-sumbangan tidak kena pajak telah mencapai tujuan-tujuan yang berguna bagi masyarakat yang tidak dapat dicapai melalui anggaran negara. terjadi juga pada pajak warisan. Jadi. aset untuk tujuan pajak warisan dinilai berdasarkan harga pasarnya pada saat pemiliknya meninggal. sebagaimana juga dalam pajak penghasilan. membuat peningkatan harga sebelum kematian tidak dipajaki. Pada umumnya tidak ada batasan pengurangan atas sumbangan sosial dalam kerangka pajak atas warisan. bukannya sebesar harga perolehan aslinya. Bisnis Keluarga Para kritikus dari pajak atas warisan menyatakan bahwa pajak ini mengancam kelangsungan institusi perusahaan yang dimiliki keluarga. Aturan yang sama tidak berlaku untuk anak dan anggota keluarga lainnya. sosial dan politik yang sudah di luar pembahasan kebijakan pajak. aturan sampai seberapa jauh hubungan kekeluargaan menyebabkan pengecualian dari pengenaan pajak sangat bergantung pada peranan keluarga dalam kaitannya dengan hak untuk memindahkan harta setelah meninggal. Sumbangan kepada Lembaga Sosial Sumbangan sosial juga penting dalam pajak atas warisan/hibah. Pengurangan karena Status Pernikahan Permasalahan perlakuan terhadap unit keluarga yang muncul pada pajak penghasilan. Salah satu keberatan yang dimunculkan adalah pajak atas warisan dapat membuat . Basis yang baru ini kemudian digunakan untuk tujuan pengenaan pajak atas penghasilan modal pada saat penjualan aset tersebut oleh ahli waris.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 267 Capital gain Di Amerika Serikat. Hal ini sesuai dengan pendekatan unit keluarga dalam pajak penghasilan. warisan dapat diberikan kepada pasangannya yang masih hidup tanpa dikenakan pajak. Apabila salah satu pasangan meninggal. hanya peningkatan harga dari saat kematian saja yang diperhitungkan. Harta yang diwariskan kepada pasangan yang masih hidup diperlakukan seolah-olah harta tersebut adalah harta bersama. Peranan dari sumbangan sosial dalam pajak warisan. akan tetapi pembebasan pajak ini mendorong timbulnya kendali privat yang tinggi dalam penggunaan dana yang sebenarnya dana publik. melibatkan faktor-faktor budaya. Walaupun demikian. walaupun sebelum kematian kepemilikannya terpisah.

Alasan pengenaan pajak kekayaan atas dasar manfaat adalah bahwa layanan-layanan publik meningkatkan nilai dari bumi dan bangunan. Oleh karenanya pemilik kekayaan dapat diharuskan membayar kepada negara untuk biaya-biaya negara tersebut. pajak kekayaan tidak diperlukan apabila pajak penghasilan didefinisikan secara komprehensif mencakup seluruh tambahan kemampuan ekonomis. manfaat khusus yang dinikmati oleh setiap kekayaan dapat diukur dengan suatu indeks seperti panjang jalan di depannya atau lokasinya. Penggunaan pajak kekayaan untuk mendanai pendidikan. RANGKUMAN § Pajak atas bumi dan bangunan adalah jenis praktek pajak kekayaan yang paling sering muncul.268 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan ahli waris harus melikuidasi perusahaan dengan persyaratan-persyaratan yang tidak menguntungkan dalam rangka membayar pajak tersebut. pajak kekayaan dapat dibenarkan karena alasan mengurangi penumpukkan kekayaan. Unit tersebut dapat dijual secara keseluruhan atau sebagian dari ekuitas dapat dipindahkan kepada pihak luar. Walaupun demikian. yang tidak harus melibatkan pemecahan unit usaha. § . Dalam kasus-kasus tertentu. kepemilikan harta tak bergerak dan harta bergerak (seperti hewan ternak) merupakan kriteria yang paling mudah untuk menentukan kemampuan untuk membayar. Konsekuensi yang mungkin sulit dicegah adalah gangguan atau pengurangan terhadap kendali keluarga atas bisnis sebagai akibat dari pengenaan pajak apabila kekayaan yang diwariskan dalam bentuk bisnis keluarga. Dalam hal konsep pajak atas konsumsi. Keberatan ini sebenarnya bukan masalah besar karena dapat diatasi dengan aturan-aturan yang liberal untuk pembayaran yang dicicil atau ditunda. Alasan kemampuan dimana pada masa lalu. pembayaran pajak akan mengharuskan suatu likuidasi. tidak memiliki dasar yang rasional. Tidak semua biaya dari fungsi negara harus diperoleh dari pengenaan pajak ini. misalnya. Dengan konsep kesetaraan.

pajak atas tanah juga dapat digunakan untuk mendorong penggunaan tanah yang lebih intensif. Selain itu. Dalam prakteknya. Alasan keadilan karena kenaikan nilai tanah dapat dipandang sebagai peningkatan kekayaan yang tidak adil. dan karenanya masyarakat perlu menanganinya secara terpisah. terutama investasi untuk rumah-rumah murah. Dalam jangka pendek beban dari pajak atas penghasilan modal ini akan dikapitalisasi dan mengurangi nilai dari kekayaan. Terutama pada kota-kota besar dan negara-negara maju. pengenaan pajak tanah dapat berakibat sebaliknya. basis pengenaan pajak yang paling baik adalah pendekatan nilai pasar. nilai kapitalisasi penghasilan aktual dan nilai pasar tidak selalu menghasilkan angka yang sama. pengenaan pajak atas pematangan tanah telah menghambat investasi perumahan. pengenaan pajak berdasarkan basis penghasilan aktual akan menyajikan nilainya yang terlalu rendah. Karena pengembalian atas tanah berada dalam posisi penawaran yang tidak elastis. Jika terdapat perbedaan hasil. Pajak tanah telah lama diakui sebagai suatu bentuk pemajakan yang paling kecil kemungkinannya menghambat insentif investasi real estate. Dalam jangka . Dalam kenyataannya. Dengan asumsi pasar modal dan prosedur penilaian yang sempurna. tidak ada perbedaan karena harga pasar dari kekayaan sama dengan nilai kapitalisasi dari penghasilan aktual. Beberapa aturan telah dikembangkan di berbagai negara untuk menyediakan pengurangan beban pajak kepada penduduk berusia tua dan keluarga dengan penghasilan rendah. yang disebut juga dengan circuit breaker. Circuit breaker berupa kredit pajak dapat berakibat pajak negatif. Alasan efisiensi karena tanah dapat dipajaki tanpa menimbulkan suatu excess burden. Jika pasar yang sempurna tersedia dan penggunaan optimal terjadi. karena memperhitungkan adanya perbedaan tingkat risiko atas kekayaan-kekayaan tersebut. Perbedaan lainnya ada dalam risiko yang ditanggung. Basisnya lebih tepat didefinisikan sebagai kekayaan kotor daripada kekayaan bersih karena kekayaan kotor lebih menunjukkan cakupan kendali ekonomis yang diperoleh oleh pemiliknya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 269 § § § § § § Konsekuensi sosial dari ketidakmerataan dalam distribusi kekayaan berbeda dengan konsekuensi sosial dari ketidakmerataan dalam distribusi konsumsi. suatu pajak yang dikenakan atas nilai dari suatu aset dapat segera diterjemahkan sebagai suatu pajak penghasilan atas penghasilan yang diperoleh dari aset tersebut. Jika kekayaan kurang didayagunakan. Pengenaan pajak khusus atas tanah yang terpisah dari kekayaan telah diusulkan berdasarkan alasan efisiensi dan keadilan.

Distribusi pajak atas tanah progresif. Keberatan utama atas pajak kekayaan datang dari individu yang memiliki banyak rumah sebagai investasinya. Perbaikan layanan publik ini pada akhirnya akan meningkatkan permintaan rumah dan bangunan. untuk barang tetap: pemilik tanah pertama akan menderita kerugian permanen yang besarnya sama dengan kapitalisasi beban pajak. mendorong peningkatan nilai kekayaan. Kebijakan distribusi beban pajak properti pada dasarnya berbentuk: pajak atas tanah dan pajak atas bangunan. Pajak kekayaan dapat digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang manfaatnya tidak selalu sejalan dengan kontribusi wajib pajak. pajak atas bangunan dibedakan menjadi bangunan komersial dan bangunan perumahan. Dalam pasar yang tidak sempurna. tetapi juga dipandang sebagai barang konsumsi yang tahan lama (ketika rumah ditempati pemiliknya).270 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan § § § § panjang. Distribusi pajak bangunan komersial regresif. Semakin besar kenaikan sewa berarti penurunan penghasilan oleh penduduk daerah yang berpajak tinggi. dan karenanya menimbulkan efek kebalikan dari kenaikan tarif pajak kekayaan. karena penawaran atas tanah bersifat tidak elastis. Untuk barang bergerak: modal ini akan pindah dari daerah yang berpajak tinggi ke daerah yang berpajak rendah. Penyediaan tambahan layanan publik akan meningkatkan nilai kekayaan dan menarik modal masuk. sebagian dari pajak tersebut. dan bahaya kerugian pada ekonomi lokal dari berpindahnya modal asing. Pajak yang dikenakan pada bangunan komersial dapat dipandang sebagai sama dengan pajak penghasilan badan. Pajak atas tanah dapat segera dibebankan kepada pemilik tanah. dan pajak penghasilan perseroan yang diderita investor saham. Walaupun investor pada jasa perumahan akan membayar pajak lebih tinggi dalam kerangka pajak kekayaan. keseluruhan beban pajaknya masih lebih rendah dibanding kombinasi pajak kekayaan. pajak penghasilan perorangan. akan terus berlangsung sampai tingkat pengembalian bersih dari investasi pada daerah berpajak tinggi sama dengan tingkat pengembalian pajak daerah-daerah lain Dalam menyikapi pajak nasional dan pajak lokal. dipindahkan kepada konsumen. Rumah tidak hanya dapat dipandang sebagai pos investasi. Semakin besar perpindahan modal berarti semakin kecil pendapatan yang diperoleh. Pajak atas bangunan perumahan dapat dikenakan . kebijakan suatu pemda hanya memperhatikan bagian yang penduduknya: keuntungan dari penggeseran beban pajak kepada pihak luar melalui pemajakan atas modal yang dimiliki oleh bukan penduduk lokal. Lebih lanjut. misalkan separuhnya.

Penilaian aset menggunakan estimasi. Hutang Publik (klaim kepada pemerintah) dapat menambah kekayaan seseorang tanpa mengurangi kekayaan orang lain. Sebaliknya. Tarif pajak kekayaan yang tinggi di kota-kota metropolitan. Prinsip self enforcement dapat digunakan dimana pembelian aset dapat dikeluarkan dari basis pajak konsumsi. atas tanah dan bangunan sering tidak mengarah pada pajak perseorangan dan tidak atas basis kekayaan bersih.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 271 § § § § § § sebagai pajak konsumsi atas jasa-jasa perumahan. hasil distribusi akan berbeda apabila pajak diterapkan dengan tarif progresif. aset berpenghasilan dan yang tidak berpenghasilan diperhitungkan. Definisi dari aset kena pajak biasanya mencakup aset berwujud dan aset tak berwujud dan dalam banyak kasus semua kewajiban atau hutang berkaitan kepemilikan aset dapat dikurangkan. Sifat pungutan yang sekali untuk selamanya tidak mengganggu perekonomian . Metode ini telah digunakan oleh beberapa negara dalam situasi-situasi mendesak seperti reformasi moneter untuk menghentikan hyper inflasi setelah perang. Pajak atas kekayaan bersih sangat berkaitan dengan kemampuan untuk membayar. harga pasar. pajaknya bersifat regresif. Praktek pajak kekayaan di seluruh dunia. Oleh karena itu. tetapi harus menambah jumlah basis kekayaan bersih kena pajak. sebagian dibayar oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Semua aset berwujud dan tak berwujud. Menghitung kekayaan bersih menghadapi permasalahan dalam hal penilaian aset (asset valuation) dan menentukan hutang-hutang yang dapat dikurangkan. Walaupun pasar akan tetap menyesuaikan. Sedangkan kekayaan bersih perusahaan harus diperhitungkan kepada pemiliknya (sebagai orang pribadi). yang diterapkan hampir seragam sebagai pajak in rem. Bea atas modal dikenakan sekali untuk selamanya. Demikian juga. bukan perseroan. pajak ini harus dikenakan pada orang pribadi. semua kewajiban hutang dikurangkan. Hal ini dengan asumsi tidak ada hutang publik dan pasar yang kompetitif akan menyesuaikan perbedaan nilai yang didapat dari kedua metode. dan harga pokok dengan penyusutan. Pajak atas kekayaan bersih umumnya dikenakan sebagai pajak pusat. Karena pengeluaran konsumsi rumah tinggal akan semakin kecil sejalan dengan kenaikan skala penghasilan rumah. tetapi pola distribusi beban pajak kekayaan tidak sama antara metode kekayaan bruto dengan metode kekayaan bersih. Pengenaan tarif pajak kekayaan proposional (flat) tidak menghasilkan nilai yang berbeda untuk basis kekayaan bruto dan neto.

Pajak warisan mendapat perhatian luas karena filosofi sosial dan sebagai instrumen kebijakan untuk menyesuaikan distribusi kekayaan.272 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan § § § § secara keseluruhan. dan menjadi alternatif dari pajak atas penghasilan modal selama masa hidupnya. yaitu pada saat pemindahan dengan mewariskan atau menghibahkan. Walaupun tujuannya berbeda. (3) Lembaga sosial dimana sumbangan sosial dikecualikan dalam pajak warisan. 2. melengkapi pajak penghasilan. Pajak warisan dapat diterapkan pada tingkatan nasional maupun lokal. Pajak warisan bermanfaat untuk: membatasi hak seseorang untuk membagikan hartanya pada saat meninggal. LATIHAN 1. Pajak dapat dikenakan pada warisan secara keseluruhan atau atas jumlah yang diterima oleh ahli waris. Permasalahan khusus dalam pajak warisan antara lain: (1) Capital gain dimana pajak warisan dinilai berdasarkan harga pasarnya pada saat pemiliknya meninggal. Jika tarif pajak yang dipakai tidak proporsional (flat). Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis pajak atas konsumsi! Sebutkan dan jelaskan metode-metode yang digunakan dalam penagihan pajak! . (4) Bisnis keluarga dimana para kritikus dari pajak atas warisan menyatakan bahwa pajak ini mengancam kelangsungan institusi perusahaan yang dimiliki keluarga. misalnya karena tanpa usahanya sendiri. Aturan yang sama tidak berlaku untuk anak dan anggota keluarga lainnya. Pajak warisan adalah salah satu jenis pajak kekayaan yang dikenakan satu kali saja. membatasi hak seseorang untuk mendapatkan kekayaan dari warisan. membatasi hak seseorang untuk memindahkan kekayaannya ke generasi-generasi berikutnya. keduanya tidak harus saling menghilangkan (mutually exclusice). mencapai distribusi kekayaan yang lebih adil serta menghindari konsentrasi kekayaan. bukannya harga perolehan aslinya. perbedaan basis pengenaan dapat menimbulkan perbedaan jumlah pajak. Pilihan antara pendekatan (1) pajak atas warisan atau (2) pajak kepada ahli waris bergantung pada tujuan-tujuan yang akan dicapai. Tetapi jenis pajak ini tidak termasuk bagian dari struktur pajak normal. (2) Status pernikahan dimana warisan dapat diberikan kepada pasangannya yang masih hidup bebas dari pajak.

Apa yang dimaksud dengan pajak warisan? 9. Bagaimana efek pengenaan pajak dalam pajak atas warisan yang dipergunakan sebagai kontribusi bagi lembaga sosial? 12. Produk selesai diproduksi. tetapi mengapa pemerintah tetap memberlakukan cukai? Apa alasannya? 6. c. Jelaskan bagaimana keadilan vertikal dan keadilan horizontal suatu pajak penjualan umum? 7. Cukai hanya dikenakan pada barang-barang tertentu dan membutuhkan biaya ekstra. Dilihat dari sisi permasalahan politik. 4. tahapan pengenaan pajak yang tepat pada saat : a. apa perbedaan Pajak Pertambahan Nilai dengan pajak penjualan? 5. Bagaimana cara menentukan konsumsi tahunan wajib pajak? 8.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 273 3. Jelaskan dan berikan contoh. b. Produk siap dipasarkan secara eceran. Jelaskan manfaat pajak warisan! 10. Mengapa pajak kekayaan dapat dipandang sebagai pelengkap atas pajak penghasilan? 11. Bagaimana pengenaan pajak apabila kekayaan yang diwariskan dalam bentuk bisnis keluarga? . Produk sedang diproduksi (dibagi pertahapan produksi).

274 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan .

negara dengan tenaga kerja murah akan lebih baik memproduksi barang bercirikan padat karya. Ekonom klasik menaruh perhatian terhadap perdagangan internasional. seperti tekstil dan sepatu. Adam Smith atau David Ricardo berpendapat bahwa negara akan lebih baik apabila melakukan spesialisasi produksi barang berdasarkan keuntungan komparatifnya. Sebagai contoh. Negara dengan kemampuan teknologi tinggi sebaiknya memproduksi barang seperti komputer atau perangkat lunak. Transaksi tersebut sudah dilakukan sejak jauh sebelum abad Masehi. sedangkan yang lainnya .PAJAK INTERNASIONAL Transaksi internasional bukan merupakan hal yang baru. mengekspor barang tersebut dan mengimpor barang dari negara lain yang bisa memproduksi barang lain dengan lebih efisien. Kemudian kedua negara tersebut akan melakukan pertukaran: negara yang satu mengekspor tekstil dan mengimpor komputer.

kemudian memperoleh modal dari pasar keuangan eropa. Perusahaan multinasional bisa memproduksi barang di Indonesia (karena tenaga kerja murah). Perusahaan multinasional berusaha mengoptimalkan sumber daya yang ada di dunia ini tidak terbatas pada batas-batas negara. sedangkan barang yang dihasilkan bisa dipindahkan dengan mudah. tetapi sudah melintas batas-batas negara. Setiap negara tentunya akan mengatur bagaimana negara tersebut akan menarik pajak terhadap pendapatan warga negaranya yang diperolehnya dari luar negeri dan pendapatan warga negara asing yang berasal dari dalam negeri. Daya saing suatu negara sudah ditentukan (given). tergantung sumber daya yang dipunyai. Penyatuan perekonomian Eropa ke dalam pasar bersama. pembiayaan badan kerjasama internasional seperti Perserikatan Bangsa Bangsa dan NATO. Gambaran mengenai perusahaan multinasional tersebut di atas menunjukkan fakta bahwa semakin hari akan semakin meningkat saling ketergantungan perekonomian dunia dan kondisi ini akan semakin mempengaruhi aspek internasional dalam hal keuangan publik. Sejalan dengan kondisi tersebut suatu negara tentunya juga harus mengatur bagaimana pajak produk dan pajak penjualan dari negara bersangkutan akan diterapkan pada sistem ekspor impornya. terdapat beberapa asas yang perlu diperhatikan yang diantaranya adalah: . skala ekonomi. Teori tersebut kemudian dikenal sebagai doktrin keunggulan komparatif. Faktor produksi tidak dibatasi oleh batas-batas negara. Faktor lain seperti ketidakpastian. teknologi tidak dipertimbangkan dalam teori tersebut. dan ketimpangan distribusi pendapatan internasional akan mengarah kepada perlunya koordinasi fiskal internasional. sedangkan pusat perusahaan tersebut di Jepang. Dalam hal penerapan koordinasi pajak internasional. makin meningkatnya peranan perusahaan multinasional. bukannya barang yang terdiferensiasi.276 Bab 13: Pajak Internasional mengekspor komputer dan mengimpor tekstil. modal. Koordinasi dan alokasi sumber daya menjadi kunci pengelolaan perusahaan multinasional. Asumsi dalam teori tersebut adalah bahwa faktor produksi seperti tenaga kerja. produk didesain di prancis. Dengan cara semacam itu kemakmuran dunia akan semakin meningkat. tanah dan mesin tidak mudah berpindah (tidak mobile). Perusahaan multinasional tumbuh dengan menyalahi doktrin keunggulan komparatif. kemudian barang jadi dijual ke Amerika Serikat. perusahaan multinasional dibangun dengan asumsi bahwa faktor produksi sangat mobile. Jika ekonomi klasik mengasumsikan bahwa faktor produksi tidak mudah berpindah. Keputusan ini tentunya akan diambil secara bersama-sama dengan negara lain dan perjanjian pajak internasional merupakan suatu media yang dapat mengkoordinasikan masalah-masalah tersebut. Juga teori tersebut mengasumsikan pertukaran barang komoditi.

tetapi berapa tarif yang akan dikenakan masih menjadi persoalan. B. keadilan diinterpretasikan dalam artian internasional. A juga melakukan investasi di Indonesia dan menerima dividen yang dikenakan pajak oleh Indonesia. secara umum disetujui bahwa negara di mana pendapatan itu dihasilkan (juga disebut sebagai negara sumber) berhak menarik pajak atas pendapatan tersebut. Keadilan antar negara. jika seseorang menerima pendapatan yang berasal dari berbagai negara. Mr. Meskipun dengan cara yang berbeda.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 277 § § § Keadilan antar perorangan. akan membayar pajak sesuai dengan ketentuan Indonesia atas penghasilan yang diperolehnya di Indonesia. Dalam kasus ini yang menjadi pertanyaan adalah. A. dia akan dikenakan pajak lebih dari satu kali. Efisiensi. yang menerima pendapatan total yang sama tetapi seluruhnya berasal dari Amerika Serikat? Atau sudah cukupkah kiranya jika Amerika Serikat menganggap pajak yang di bayar ke negara lain sebagai pengurangan pendapatan dan menyamakan beban pajak sesuai dengan pengenaan pajak di Amerika Serikat saja? Dalam kasus Mr. A juga akan dikenakan pajak oleh pemerintah Amerika Serikat. Keadilan Antar Negara Masalah keadilan yang lebih pelik akan kita temui dalam menentukan pembagian penerimaan pajak di antara ditjen pajak atau departemen keuangan di berbagai negara. masalah ini akan timbul baik dalam hal pajak penghasilan maupun pajak produk. sedangkan dalam kasus Mr. seorang warga negara Amerika Serikat. Konsekuensi dari kondisi tersebut di atas adalah bahwa pajak Indonesia yang dikenakan terhadap penghasilan atas modal Amerika Serikat yang ditanamkan di Indonesia tentunya akan mengurangi pengembalian (return) bagi Amerika Serikat. Karena dia juga menerima pendapatan sebagai warga negara Amerika Serikat. Sehubungan dengan pajak penghasilan. A. Keadilan Antar Perorangan Dalam prakteknya. yang dalam masa tertentu bekerja di Indonesia. apakah keadilan horizontal (keadilan antar perorangan) yang mengharuskan bahwa pajak total yang dibayarnya (baik di dalam maupun luar negeri) akan sama dengan pajak yang di bayar oleh Mr. tentunya Mr. Berbeda halnya dengan pajak tambahan yang mungkin dikenakan oleh . Misalnya adalah Mr. B keadilan diinterpretasikan dalam artian nasional. Dalam kasus lain.

pemasok luar negeri harus menjual produknya dengan harga yang lebih rendah. Kondisi ini bisa disebut sebagai prinsip berbalasan. Jika Mr. harga ekspor akan naik dan konsumen di luar negeri akan membayar lebih mahal.278 Bab 13: Pajak Internasional Amerika Serikat. Jika kita menerima kriteria bahwa suatu negara harus membayar pajaknya sendiri. Dengan demikian. kerugian yang diderita Amerika Serikat hanya akan tergantung pada tarif pajak atas modal Amerika Serikat yang dikenakan di Indonesia. sehingga tidak akan merugikan bagi Amerika Serikat tetapi hanya merupakan transfer dari warga negara Amerika Serikat ke Departemen Keuangan Amerika Serikat. masalah keadilan berkaitan dengan kemungkinan untuk membebani warga asing melalui perubahan harga. maka Mr C akan menanamkan lebih banyak modalnya di Vietnam. Hal ini juga menunjukkan bahwa sebagian beban pajak akan digeser ke luar negeri. seorang investor merasakan bahwa pajaknya akan lebih rendah apabila dia menanamkan modal di Vietnam daripada di Indonesia. tetapi dimodifikasi oleh perbedaan biaya pajak. PRINSIP PAJAK INTERNASIONAL Berbagai struktur sistem pajak negara mempunyai dampak yang sangat penting terhadap arah dan aliran baik barang maupun modal secara internasional. Konsekuensinya. Oleh karena itu. jika Impor dikenakan pajak. Jika negara tersebut mendominasi pasar ekspor. tentunya biaya ekspor akan naik. akan tercipta efisiensi alokasi sumber daya di . yang merupakan persyaratan bagi perdagangan yang efisien. maka penggeseran beban semacam itu bisa dianggap sebagai hambatan bagi keadilan antar negara. Jadi. permasalahannya adalah bagaimana mengelola pengenaan pajak atas pendapatan dan investasi internasional sehingga tidak mengganggu efisiensi alokasi modal secara global. Efisiensi Perbedaan tarif pajak tentunya akan mempengaruhi lokasi dari kegiatan perekonomian dan cenderung menghambat penggunaan sumber daya yang paling efisien. Salah satu pandangan mengenai keadilan antar negara adalah bahwa negara sumber harus diperbolehkan menarik pajak atas pendapatan yang diperoleh investor asing dengan tarif sebesar yang di kenakan negara lain atas pendapatan warganya di negara tersebut. Kondisi ini akan mengakibatkan bahwa lokasi produksi tidak lagi ditentukan oleh keunggulan komparatif (atau biaya sumber daya relatif). Jika negara A mengenakan pajak atas ekspor.C. sebagian dari beban pajak akan digeser ke luar negeri. Dalam hal pajak produk. Sejalan dengan itu.

Pada umumnya. penduduk suatu negara tidak akan dikenakan pajak terhadap pendapatan yang diperolehnya di luar negeri dan warga negara asing akan dikenakan pajak sama dengan pendapatan penduduk yang diterima di negara tersebut. royalty dan penghasilan dari harta. Di samping itu. Prinsip pajak berdasarkan asas domisili menyatakan bahwa penduduk akan dikenakan pajak di negara di mana ia berdomisili tanpa memperhatikan darimana sumber penghasilan yang diperolehnya baik pendapatan yang diperolehnya di dalam negeri maupun di luar negeri. yaitu (a) jenis penghasilan itu sendiri dan (b) penentuan sumber penghasilan berdasarkan undang-undang pajak dari suatu negara. Penentuan sumber penghasilan tergantung dari dua hal yang pokok. Syarat-syarat ini tergantung pada undang-undang masing-masing negara. Artinya. Pajak Penghasilan Internasional Dua prinsip dalam pajak penghasilan internasional adalah prinsip pajak berdasarkan asas domisili dan prinsip pajak berdasarkan asas sumber pendapatan. Pada dasarnya terdapat dua pendekatan dalam pajak internasional yang lazim dipergunakan yakni pajak penghasilan internasional dan pajak komoditi. yaitu: § Penghasilan dari usaha (active income). tergantung dari falsafah yang dianutnya. Yang berkaitan erat dengan asas domisili ini adalah penentuan domisili bagi subjek pajak. . jenis-jenis penghasilan dibagi menjadi dua. Prinsip pajak berdasarkan asas dari sumber pendapatan menyatakan bahwa seluruh pendapatan yang diperoleh di suatu negara akan dikenakan pajak. untuk menentukan letak sumber penghasilan. baik itu warga negara ataupun bukan warga negara. Walaupun kemungkinan tidak ada satu negara pun yang secara ketat menerapkan prinsip-prinsip pajak internasional.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 279 seluruh dunia dalam integrasi perekonomi dunia. bunga. Bagi yang bukan merupakan penduduk tidak akan ditarik pajak terhadap pendapatan yang diperolehnya di negara tersebut. misalnya dividen. yang berbeda dari negara lain. seseorang subjek pajak akan dianggap sebagai penduduk dalam negeri (resident taxpayer) apabila memenuhi syarat-syarat tertentu. Jadi. tanpa memperhatikan tempat domisili penerima pendapatan tersebut. setiap negara mempunyai definisi penduduk sendiri-sendiri. § Penghasilan dari modal (passive income).

Berkaitan dengan pengertian tersebut berikut illustrasi yang mungkin terjadi jika seseorang warga negara Amerika Serikat bekerja di Inggris. terdapat dua prinsip pajak komoditi yang berlawanan satu sama lain (khususnya untuk pajak pertambahan nilai) yakni prinsip pajak tujuan dan prinsip pajak sumber. yang selanjutnya akan dikreditkan terhadap pajak yang akan dibayarkan di negara asal investor. pendapatan di Inggris juga . KOORDINASI PAJAK PENGHASILAN Koordinasi Pajak Perorangan Setiap negara berhak untuk menarik pajak atas pendapatan warganya entah di mana pun pendapatan itu diperoleh. Koordinasi pajak perorangan juga berlaku bagi investor perorangan yang menerima dividen. baik barang atau jasa tersebut dibuat di dalam negeri ataupun barang import. kondisi ini selaras dengan pandangan internasional mengenai keadilan antar perorangan. yang bekerja selama enam bulan di Inggris dan kemudian kembali ke Amerika Serikat. barang atau jasa yang dibeli oleh penduduk dikenakan pajak. Demikian juga dengan pemberian kredit pajak oleh negara asal warga bersangkutan. tanpa memperhatikan sumber ataupun asal produksi.280 Bab 13: Pajak Internasional Pajak Komoditi Dengan menganalogikan pada pajak domisili dan pajak sumber pendapatan pada pajak penghasilan internasional. Secara umum prinsipnya adalah memperbolehkan pengenaan pajak atas pendapatan di negara sumber sedangkan negara asal warga bersangkutan akan memberikan kredit pajak. Pemerintah di negara sumber pendapatan lazimnya akan mengenakan withholding tax. Seorang warga negara Amerika Serikat. misalnya sebesar 15 persen. Menurut prinsip pajak sumber. Guna menentukan pajak yang akan di bayarnya di Amerika Serikat. akan membayar pajak Inggris Raya atas pendapatan yang diperolehnya di Inggris. Jadi barang-barang impor akan dikenakan pajak sedangkan barang-barang ekspor dibebaskan dari pajak. Menurut prinsip pajak tujuan. Investor yang menerima pendapatan investasi dari luar negeri akan membayar pajak penghasilan atas pendapatan tersebut. segala barang maupun jasa yang bertujuan untuk konsumsi akhir pada suatu negara akan dikenakan pajak. meskipun menyebabkan menurunnya penerimaan negara bersangkutan. Kondisi ini selaras dengan konsep keadilan antar negara yang menyatakan bahwa negara sumber pendapatan tidak boleh melakukan diskriminasi. tetapi bisa menerapkan tarifnya sendiri terhadap penghasilan orang asing.

Kesulitan akan . Jadi. Paling tidak itulah prosedurnya seandainya pajak yang dikenakan Inggris tidak melebihi pajak yang akan dikenakan Amerika Serikat atas pendapatan yang diperoleh di Inggris tersebut. tetapi pajak yang telah dibayar di Inggris akan dikreditkan terhadap kewajiban pajaknya di Amerika Serikat. Labanya akan dikenakan pajak laba perseroan negara asing dan pajak untuk negara asal akan ditangguhkan sampai laba perusahaan anak tersebut dikirimkan ke perusahan induk sebagai dividen. Ketentuan mengenai penangguhan pajak didasarkan pada asumsi bahwa perusahaan anak di luar negeri benar-benar merupakan satuan usaha yang tepisah. perusahaan anak akan condong menginvestasikan kembali labanya di negara domisili (yang disebut sebagai surga pajak). Penangguhan pajak hampir tidak menimbulkan perbedaan apa pun bagi perusahaan induk jika tarif pajak luar negeri lebih tinggi dari tarif pajak yang akan dikenakan di dalam negeri. Tetapi dengan cara apakah laba ini benar-benar bisa dipisahkan dari laba perusahaan induknya di Amerika Serikat? Jika terjadi transaksi jual beli yang terjadi antara perusahan induk dan perusahaan anak. maka laba bisa digeser dari satu negara ke negara lain guna memanipulasi pajak agar diperoleh pajak yang terendah. kelihatannya hal ini akan bertentangan dengan ketentuan mengenai pengkreditan yang mengganggap pajak perusahaan anak pada kenyataannya merupakan pajak perusahaan induk. Sesuai dengan konsep keadilan antar negara. Sebagai contoh. Jika kondisi sebaliknya terjadi (biasanya pada negara–negara yang sedang berkembang. laba perusahan induk dan kantor cabang akan dianggap sebagai satu unit. Hal ini merupakan persoalan yang rumit. karena hal itu merupakan pajak seharusnya akan dibayar seandainya pendapatan tersebut diperoleh di Amerika Serikat. akan menyebabkan perlunya ditentukan berapa besar laba yang timbul pada setiap negara. implementasi dari aturan ini. Pertama. Kanada berhak menarik pajak perusahaan anak tersebut. Koordinasi Pajak Laba Pada umumnya terdapat dua ketentuan dalam memperlakukan pendapatan investasi asing. perusahaan yang mengoperasikan kantor cabang di luar negeri akan dikenakan pajak atas laba kantor cabang sesuai dengan peraturan pajak perseroan negara bersangkutan. Jika dikaitkan dengan perusahaan multinasional. perusahaan anak yang didirikan di luar negeri (foreign incomporated subsidiary). sebuah perusahaan Amerika Serikat mengoperasikan sebuah perusahaan anak di Kanada.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 281 akan diperhitungkan. Untuk pengenan pajak di negara asal. dimana mungkin tarif pajak sangat rendah). Kedua. secara hukum merupakan satuan perusahaan terpisah.

maka pernah disarankan suatu cara yang berbeda sama sekali. Untuk mengantisipasi kondisi ini. Baik A maupun B akan lebih makmur daripada jika tidak ada perdagangan. Hal ini akan semakin terasa jika kurs valuta asing bersifat fleksibel. pajak tidak hanya mempengaruhi produksi barang substitusi tetapi juga lokasi produksi. telah diupayakan berbagai aturan untuk menghambat penggeseran laba. Akan tetapi. Pada gilirannya. Anggaplah negara A mempunyai keunggulan komparatif dalam menghasilkan produk X sementara negara B mengimpor X dan mengekspor Y. misalnya: persyaratan agar harga ditentukan berdasarkan transaksi yang wajar dengan pihak ketiga atau transaksi tanpa hubungan istimewa (arm’s-length-basis). Perdagangan internasional yang berlangsung secara bebas didasarkan pada argumen dasar bahwa semua negara yang berdagang akan mendapat manfaat jika masing-masing berspesalisasi pada produk dimana ia memiliki keunggulan komparatif. konsumen akan mensubstitusikan kedua jenis barang itu satu sama lain . Laba sebagai dasar pengenaan pajak (profit base) dari perusahaan multinasional dapat dialokasikan di antara negara-negara tidak berdasarkan lokasi dari perusahaan anak. KOORDINASI PAJAK PRODUK Jika pajak penghasilan mempengaruhi aliran atau perpindahan modal. tetapi lebih berdasarkan negara asal laba yang diperoleh oleh group usaha tersebut secara keseluruhan. karena biaya produksi semakin meningkat untuk jumlah yang makin besar. hal sebaliknya berlaku untuk B. negara A akan memperoleh pendapatan riil yang lebih tinggi daripada jika ia memproduksi semua Y yang dibutuhkannya. negara A akan tetap memproduksi sebagian dari Y dan negara B memproduksi sebagian dari X yang dibutuhkannya. nilai tambah dan penjualan. maka pajak produk mengarahkan perhatian kita pada pengaruhnya terhadap aliran produk. Meskipun cukup menarik. namun pelaksanaan pendekatan ini memerlukan pengaturan pajak internasional dan karena itu masih merupakan alternatif yang tak terjangkau.282 Bab 13: Pajak Internasional berlipat ganda apabila serangkaian perusahaan anak beroperasi di berbagai negara. Karena kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam menghitung laba yang terpisah bagi satuan satuan usaha yang terkait. Jika pajak mempengaruhi harga. Dalam menentukan apakah berbagai pajak yang ada berpengaruh atau tidak terhadap lokasi produksi. Dengan mengekspor X dan mengimpor Y. pertanyaannya apakah pajak bersangkutan mempengaruhi harga relatif antara barang produksi dalam negeri dan barang impor. Negara asal tersebut bisa ditentukan dengan menggunakan rumus yang memperhitungkan lokasi.

Akibatnya. Ini tidak akan mempengaruhi perdagangan karena harga relatif antara produk dalam negeri dan produk impor tidak berubah. Yaitu jika terhadap impor dikenakan bea masuk. . Pajak Konsumsi Pajak konsumsi atau pajak tujuan produk (destination taxes) tidak akan mempengaruhi lokasi produksi kecuali jika terdapat diskriminasi antara barang produksi dalam negeri dan barang impor. dewasa ini telah banyak cara diupayakan untuk mengurangi perdagangan yang bersifat proteksionis. Misalkan negara A mengenakan pajak terhadap konsumsi secara umum atas semua produk yang diproduksi di dalam negeri maupun yang diimpor. nilai mata uang A terhadap mata uang B akan naik. Dengan menurunnya impor. Pajak Produksi Dalam mempermasalahkan pajak produksi atau pajak asal produk (origin taxes). Pertama-tama anggaplah bahwa negara B mengenakan pajak penjualan umum (misalnya PPN) sebesar 10 persen terhadap barang lokal dan barang impor. Pajak konsumsi umum bisa mempengaruhi tingkat perdagangan tetapi lokasi untuk kedua produk itu (pada tingkat produksi yang baru) masih akan tetap sejalan dengan keunggulan komparatif. Adapun jenis-jenis pajak yang dapat mempengaruhi lokasi produksi dapat dikategorikan sebagai (1) destination taxes dan (2) origin taxes. ekspor dari A juga akan menurun sampai tercapai suatu titik ekuilibrium pada tingkat perdagangan yang lebih rendah dan dengan kondisi komposisi produksi yang kurang efisien diantara negara A dan B. konsumen negara B akan memperbesar impor X. Karena merasa bahwa harga produk lokal. dalam negeri telah naik jika dibandingkan dengan harga produk impor X. Pajak ini akan menyebabkan perbedaan harga relatif antara produk domestik dan impor. Jadi. harga barang di negara B akan naik sejalan dengan pajak tersebut. Konsumen negara A akan merasakan hal sebaliknya. Situasinya akan sangat jauh berbeda jika negara A mengenakan pajak hanya terhadap produk impor saja (melakukan diskriminasi). Pajak atau bea semacam itu akan melemahkan perdagangan yang efisien. misalnya X. sebagai contoh pajak dalam bentuk bea masuk dan cukai. kita bisa melihat bahwa distorsi atau penyimpangan bisa saja terjadi meskipun tidak ada upaya untuk mendiskriminasikan produk luar negeri.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 283 dan lokasi produksi yang mengenakan pajak akan berbeda dari lokasi produksi dengan pajak yang netral. sehingga produk dalam negeri akan mensubstitusi impor.

pengenaan pajak ekspor di negara B menimbulkan efek distorsi yang mirip dengan efek distorsi yang timbul akibat dikenakannya bea masuk atas barang impor di negara A. misalnya atas produk Y yang diekspornya. Karena itu. kenaikan permintaan atas mata uang A dan penurunan permintaan atas mata uang B akan menyebabkan naiknya nilai mata uang A terhadap B. Distorsi ini bisa dihindarkan seandainya negara B memberikan penghapusan pajak atas barang yang diekspornya. maka pajak atas barang impor di negara A dapat diubah dari pajak produksi (origin taxes) menjadi pajak konsumsi (destination taxes). Tindakan B akan membatalkan efek kenaikan harga barang impor di negara A sehingga tidak perlu mensubstitusinya dengan memproduksi di dalam negeri. Konsumen B dalam hal ini akan melakukan substitusi dengan produk impor X dan penyesuaian selanjutnya akan terjadi. Pada akhirnya. Situasinya akan berbeda jika pajak produksi negara B dikenakan hanya pada satu jenis produk saja. Negara A kemudian memproduksi lebih banyak barang Y dan mengurangi produksi barang X. perbandingan harga antara ekspor dan impor tidak akan berubah dan nilai riil perdagangan tidak terpengaruh. Artinya hal itu sejajar dengan pajak penjualan umum atas seluruh produk di negara B yang seperti telah kita lihat sebelumnya. Titik ekuilibrium yang baru akan dicapai pada tingkat perdagangan yang lebih rendah dengan disertai perubahan distribusi lokasi produksi. nilai mata uang A terhadap B akan naik. tingkat perdagangan riil akan naik tetapi lokasi produksi akan mengalami distorsi. Ini akan menghambat keinginan konsumen B untuk menambah impor X dan keinginan konsumen A untuk mengurangi impor Y. Dengan dihapusnya pajak atas barang ekspor oleh negara B. Makin banyak X . Sekali lagi konsumen A akan merasakan naiknya biaya (harga) Y dan akan mensubstitusinya dengan Y produksi dalam negeri. Sebaliknya.284 Bab 13: Pajak Internasional Eksportir negara B akan menambahkan pajak tersebut ke harga produknya. Jika kurs valuta asing bersifat fleksibel. Biaya impor bagi konsumen A menjadi naik dan karena itu impor Y dikurangi. Pada akhirnya. misalnya Y. Efek distorsi efisiensi perekonomian internasional juga akan terjadi jika negara B memajaki produk lokal X tetapi tidak terhadap produk impor X. Dengan menurunnya impor A atas barang Y (asumsi ekspor A atas barang X ke B tetap). penurunan ekspor dan konsumsi produk Y di negara B lambat laun akan membuat negara tersebut memproduksi lebih banyak barang X daripada sebelumnya dan menjadi tidak efisien. sehingga harga barang impor Y bagi konsumen negara A menjadi lebih mahal sehingga impor Y akan dikurangi. Pajak penjualan umum tidak mendistorsikan lokasi produksi sejauh dikenakan secara umum terhadap produk impor dan produk dalam negeri.

Penentuan aspek perpajakan tersebut dilakukan berdasarkan klausul-klausul yang terdapat dalam tax treaty yang bersangkutan sesuai dengan transaksi yang dihadapi. TAX TREATY Tax Treaty atau perjanjian penghindaran pajak berganda merupakan suatu perjanjian perpajakan antara dua negara yang dibuat dalam rangka mengantisipasi pemajakan ganda dan berbagai usaha penghindaran pajak. pasal-pasal dan ayat-ayat yang berkaitan dengan suatu aspek transaksi dan pihak tertentu. Oleh karena itu. Perjanjian ini akan digunakan oleh penduduk dua negara untuk menentukan aspek perpajakan yang timbul dari suatu transaksi di antara mereka. Sebagai suatu perjanjian. Setiap tax treaty mempunyai prinsip-prinsip dasar yang kurang lebih sama. sebuah treaty merupakan suatu kontrak yang mengikat suatu negara dengan negara lain dalam hal perlakuan perpajakan. (3) definisi penduduk atau residence. dan (6) saat berakhirnya atau termination. CAKUPAN TAX TREATY Cakupan perjanjian antar negara dalam hal penghindaran pajak berganda biasanya meliputi: (1) cakupan personal atau personal scope. (5) saat berlakunya atau entry into force. Pasal-pasal ataupun ayat-ayat yang terdapat dalam sebuah tax treaty pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi empat bagian besar yaitu bagian yang mengungkapkan (1) cakupan tax treaty. bagian tentang (3) pencegahan penghindaran pajak dan bagian yang mencakup (4) ketentuan lainnya. . Distorsi dalam hal ini bisa dihindarkan jika B juga mengenakan bea masuk atas X untuk mengkompensasi pajak produk lokal X. (2) jenis-jenis pajak atau tax covered. (4) permanent establishment.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 285 diproduksi di A atau makin banyak Y diproduksi di B daripada sebelumnya. bagian yang mengatur (2) minimalisasi pajak berganda. Pada dasarnya terdapat dua model treaty yang sering dijadikan acuan dalam menyusun suatu treaty yaitu model OECD dan model PBB. sebagai bagian dari konvensi internasional dimana setiap negara yang terlibat dalam suatu tax treaty menyusun perjanjiannya masing-masing berdasarkan model-model perjanjian yang diakui secara internasional. di dalamnya selalu berisi klausul-klausul.

termasuk di dalamnya orang pribadi. badan usaha dan entitas lainnya yang berdasarkan treaty tersebut dianggap sebagai penduduk dari salah satu negara yang terikat perjanjian. diatur tentang definisi istilah-istilah umum yang berkaitan dengan definisi persons (orang atau badan). Dalam pasal dan ayat ini akan diatur ketentuan tentang siapa saja yang merupakan orang pribadi. Biasanya di sini definisi mengenai penduduk maupun perihal kependudukan ganda tidak diartikan lebih lanjut. sehingga subyek pajak yang menjadi sasaran adalah mereka yang menjadi penduduk dari kedua negara tersebut (Rachmanto Surachmat. Residence Dalam kriteria ini akan diatur tentang dua hal yakni definisi penduduk (berkaitan dengan personal scope) serta tie breaker rule. Dengan kata lain. badan atau entitas lainnya yang dianggap sebagai penduduk dengan status kependudukan ganda (double residence). tempat kedudukan manajemen atau sebab-sebab lain . Aturan dalam tax treaty hanya diberlakukan untuk jenis pajak langsung seperti Pajak Penghasilan (PPh). enterprise (badan usaha) dan lain lain. international traffic (lalu lintas internasional). ketentuan personal scope mengatur tentang kepada siapa sajaketentuan-ketentuan dalam suatu treaty yang bersangkutan bisa diterapkan. Definisi penduduk adalah setiap orang pribadi atau badan yang berdasarkan ketentuan internal suatu negara – seperti keberadaan. Kedua hal tersebut akan diatur dalam klausul lain yaitu dalam klausul tentang general definitions dan tentang residence. Dalam beberapa hal. yaitu tentang ketentuan yang menentukan tidak berlakunya status residence atas suatu pihak dengan karakteristik tertentu. Oleh karena itu. Atas pajak tidak langsung seperti Pajak Pertambahan Nilai atau pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah tidak diatur dalam tax treaty.286 Bab 13: Pajak Internasional Personal Scope Tax treaty adalah persetujuan yang ditandatangani oleh dua negara. ketentuan suatu tax treaty memiliki suatu kekuatan yang berada di atas sistem perundang-undangan yang berlaku secara internal di dalam suatu negara. 2001). Tax Covered Klausul ini mengatur tentang jenis-jenis pajak yang perlakuannya menggunakan ketentuan tax treaty yang bersangkutan. Jenis pajak yang diatur di sini akan mengikuti ketentuan sesuai dengan tax treaty dan mengabaikan ketentuan internal yang berlaku di masing-masing negara. national (negara atau kewarganegaraan). pengertian personal scope akan berkaitan dengan pengertian-pengertian tentang kedua klausul tersebut. domisili. Dalam ketentuan umum (general definitions).

Cerminan dari batas atau aturan . tetap berjalan dengan baik. maka langkah kedua dan seterusnya tidak perlu digunakan lagi. adalah hal yang logis jika otoritas pajak di negara tersebut ingin mengenakan pajak atas penghasilan yang diterima. Artinya. Pada jaman sekarang. suatu usaha tidak hanya dilakukan di negara sendiri. habitual abode (tempat kebiasaan untuk tinggal). artinya apabila dengan menggunakan ketentuan pertama masalah kependudukan ganda telah bisa dipecahkan. Tie breaker rule untuk orang pribadi terdiri dari penentuan permanent home (tempat tinggal tetap). national (kewarganegaraan) serta mutual agreement (perjanjian antar otoritas perpajakan). Menyadari efek-efek negatif tersebut. yang sekaligus merupakan investasi di negara tersebut. Tie breaker rule dibedakan menjadi dua yaitu yang diterapkan untuk orang pribadi dan yang diterapkan untuk selain orang pribadi. Dengan kata lain. Dalam prakteknya. Dalam klausul ini juga menegaskan bahwa orang pibadi atau badan tidak dapat langsung dianggap sebagai penduduk suatu negara hanya karena mendapatkan penghasilan yang bersumber dari negara tersebut. tentunya harus ada batasan-batasan ataupun aturan yang jelas hingga bisnis yang dilakukan. 2001).Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 287 yang mempunyai karakteristik yang sama – dapat dikenai pajak di negara tersebut. tetapi juga karena keberadaan secara teratur di negara tersebut. pengenaan pajak tidak hanya mendasarkan pada alasan tempat tinggal. Di negara lain pun suatu pihak melakukan usaha. Hal ini bisa terjadi karena setiap negara pada dasarnya berhak mengatur definisi penduduk sesuai dengan versinya masing-masing. pasal residence selanjutnya mengatur langkah yang dapat digunakan untuk menghilangkan status kependudukan ganda yang sering disebut dengan tie breaker rule. center of economic and social interests (pusat kepentingan ekonomi dan sosial). Apabila usaha di negara lain itu ternyata berhasil. penduduk adalah subjek pajak dalam negeri suatu negara yang dikenai pajak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan lokal yang berlaku di negara tersebut. Sementara itu tie breaker rule untuk pihak selain orang pribadi hanya ada satu ketentuan yaitu tempat di mana manajemennya efektif berada. Namun berkaitan dengan keinginan tersebut. Perundangan nasional dari banyak negara umumnya mengenakan pajak berdasarkan hubungannya dengan negara yang bersangkutan (Rachmanto Surachmat. Permanent Establishment Klausul ini mengatur tentang seberapa jauh jangkauan suatu negara dalam mengenakan pajak atas penghasilan yang bersumber dari negara tersebut. orang pribadi atau badan dapat dianggap sebagai penduduk dari dua negara berdasarkan asas world wide income. Langkah-langkah tersebut secara berurutan bersifat prioritas.

Aktivitas tersebut bisa berupa pelaksanaan berbagai macam jasa (seperti jasa konstruksi dan jasa jasa lainnya). § BUT Asuransi. tempat yang hanya dipergunakan untuk pembelian barang dagangan atau mengumpulkan informasi dan sebagainya. § BUT Aktivitas. Lamanya time test yang digunakan dapat berbeda beda antara satu tax treaty dengan tax treaty yang lain. Pembentukan sebuah tax treaty yang dimulai dengan penandatanganan oleh kedua otoritas yang berwenang dan dilanjutkan dengan ratifikasi di kedua negara. tax treaty pun dapat diberlakukan. Tax treaty dapat berakhir setelah periode tertentu yang telah disepakati oleh kedua negara. Setelah pertukaran dokumen ratifikasi ini selesai dilakukan. kantor perwakilan. Timbulnya BUT tipe ini ditandai dengan adanya aktivitas yang melebihi batas waktu tertentu (time test) yang dilakukan di negara lain. Dalam klausul ini juga ditentukan kondisi-kondisi dimana BUT dianggap tidak muncul seperti dalam hal tempat yang hanya berfungsi untuk memajang barang-barang dagangan. Timbulnya BUT Asuransi ditandai dengan keadaan dimana suatu perusahaan asuransi menerima premi atau menanggung risiko di negara lain. BUT tipe ini merupakan tipe yang paling mudah diketahui keberadaannya. selanjutnya dilakukan pertukaran dokumen-dokumen ratifikasi. § BUT Keagenan. pabrik.288 Bab 13: Pajak Internasional tersebut adalah ketentuan tentang permanent establishment atau Bentuk Usaha Tetap (BUT). Time test ini disesuaikan dengan kesepakatan dari kedua negara. bengkel dan lain lain. BUT tipe keagenan timbul jika terdapat agen di negara lain yang memiliki wewenang untuk menentukan kontrak atau mengurus barang-barang dagang di negara lain. Entry Into Force Klausul ini menjelaskan tentang saat berlakunya sebuah tax treaty. BUT timbul karena adanya fasilitas fisik seperti gedung. Saat berlakunya tax treaty sangat bergantung dari selesainya tahap-tahap pembentukannya. Setelah kedua negara selesai meratifikasi. Contoh-contoh dari BUT dapat dikategorikan menjadi empat macam yaitu: § BUT Fasilitas Fisik. Salah satu negara dapat mengakhiri sebuah tax treaty dengan cara . Termination Klausul ini menjelaskan tentang saat berakhirnya sebuah tax treaty.

Income from Immovable Property Klausul ini mengatur tentang pemajakan atas penghasilan yang berasal dari harta tak bergerak termasuk penghasilan yang bersumber dari pertanian atau sektor perhutanan. (7) capital gains. maka laba usaha dari kegiatan itu hanya dikenai pajak di negara domisili (Rachmanto Surachmat.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 289 mengadakan pemberitahuan terlebih dahulu yang harus dilakukan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan yang telah disepakati. Penentuan dapat atau tidaknya negara treaty partner mengenakan pajak. Business Profits Klausul ini merupakan perluasan dari klausul permanent establishment yang mengatur tentang pengenaan pajak atas laba usaha milik penduduk suatu negara yang bersumber dari negara treaty partner (negara pasangan dalam tax treaty). Perusahaan yang bergerak di bidang ini bisa memperoleh penghasilan dari beberapa . Namun apabila penduduk suatu negara mendapatkan penghasilan di negara treaty partner melalui BUT-nya. Laba usaha milik penduduk suatu negara pada dasarnya hanya dapat dikenakan pajak di negara tersebut. (11) penghasilan artis dan olahragawan. dan (13) gaji pegawai negeri sipil di luar negeri. (2) laba usaha. sangat tergantung pada ada atau tidaknya BUT di suatu negara. (4) dividen. (8) penghasilan jasa bebas. (12) pendapatan pensiun. (3) laba perusahaan transportasi. (5) pendapatan bunga. Di dalamnya diatur bahwa negara tempat harta tak bergerak tersebut terletak juga dapat mengenakan pajak atas penghasilan dari harta tersebut. (10) director’s fee. 2001) Bisnis Transportasi Klausul ini menjelaskan tentang pemajakan atas penghasilan yang diterima oleh perusahaan pelayaran (termasuk pengangkutan di sungai dan danau) dan perusahaan penerbangan yang beroperasi di jalur internasional. maka negara treaty partner tersebut berhak mengenakan pajak atas penghasilan yang diterima melalui BUT itu. (6) royalti. (9) penghasilan jasa terbatas. Bila kegiatan usaha yang dilakukan penduduk negara domisili di negara sumber tidak melalui BUT. MINIMALISASI PAJAK BERGANDA Klausul yang berisi ketentuan untuk meminimalisasi pajak berganda biasanya mencakup: (1) penghasilan barang-barang tak bergerak.

Tak berbeda dengan artikel bunga. Selain memberikan definisi tentang bunga. Dalam artikel ini juga menyatakan tentang tarif pajak maksimal yang dapat dikenakan di negara asal dividen tersebut yang dibedakan menjadi dua yaitu tarif untuk dividen portofolio (saham dengan kepentingan semata mata investasi) dan untuk dividen dari penyertaan langsung ( saham dengan kepentingan kontrol) Interest Klausul ini mengatur tentang pemajakan atas penghasilan bunga yang diterima dari negara treaty partner. Dalam klausul ini dinyatakan bahwa negara tempat dividen berasal juga berhak mengenakan pajak atas dividen tersebut. artikel bunga pun mengatur tentang tarif maksimal pemotongan pajak untuk negara tempat dividen berasal. Royalties Klausul ini mengatur tentang pemajakan atas penghasilan diterima dari negara treaty partner. Jika setiap negara mengenakan pajak atas laba yang diterimanya maka perusahaan pelayaran dan penerbangan tersebut tentunya akan menanggung beban pajak yang terlalu besar. sama dengan alternatif pertama dengan pengecualian untuk penghasilan dari pengoperasian kapal laut yang hak pemajakannya diberikan kepada kedua negara sekaligus. Tak sedikit negara yang mengenakan pajak atas penghasilan berupa dividen ini. memberikan hak pemajakan kepada negara tempat di mana manajemen efektif berada. Dividends Dividen merupakan penghasilan yang diterima oleh pemegang saham dari suatu perusahaan. sebagaimana namanya. Klausul dividen. artikel royalti ini juga memberikan definisi royalti mengatur bahwa negara tempat di mana royalti berasal dapat pajak sesuai dengan tarif maksimal yang disepakati. memang merupakan aturan mengenai pengenaan pajak atas penghasilan yang berupa dividen. Tak berbeda dengan artikel dividen. klausul ini juga mengatur bahwa negara tempat penghasilan bunga berasal (treaty partner) juga dapat mengenakan pajak atas bunga tersebut. Alternatif kedua. Dalam menghadapi permasalahan ini pada umumnya diatur dua alternatif pengenaan pajak.290 Bab 13: Pajak Internasional negara. Indonesia pun mengenakan pajak atas dividen baik yang diterima oleh wajib pajak dalam negeri maupun wajib pajak luar negeri. royalti yang dividend dan di samping mengenakan . Alternatif pertama.

pengacara) untuk dan atas namanya sendiri di negara treaty partner. Rachmanto Surachmat (2001) memaparkan bahwa hak mengenakan pajak atas keuntungan karena pemindahtanganan harta yang digunakan untuk berusaha harus diberikan kepada negara yang sama.. Negara treaty partner tempat jasa tersebut dilakukan dapat mengenakan pajak sepanjang orang pribadi tersebut memiliki tempat tetap (fixed base) di sana atau berada di negara treaty partner melebihi batas waktu yang disepakati bersama. Aturan ini pada dasarnya sejalan dengan aturan permanent establishment dan business profits namun secara khusus ditujukan untuk orang pribadi yang memberikan jasajasa profesional (seperti dokter. Berbeda dari pemberian jasa oleh independent personal yang dilakukan untuk dan atas namanya sendiri. yaitu negara yang berhak mengenakan pajak atas business profit (negara tempat perusahaan berdomisili). tanpa membedakan apakah keuntungan itu diberlakukan sebagai gain dari usaha. Namun untuk mengenakan pajak tersebut. Dalam bukunya. Termasuk dalam pengertian harta dalam artikel ini adalah harta berupa perumahan dalam suatu kawasan real estate. ada beberapa syarat kumulatif yang terlebih dahulu harus dipenuhi yaitu: (1) Orang pribadi yang bersangkutan berada di . Di sini diatur bahwa negara tempat orang pribadi tersebut bekerja dapat mengenakan pajak atas penghasilan yang diterimanya. Independent Personal Services Klausul ini mengatur tentang pemajakan atas penghasilan yang diterima orang pribadi yang bersumber dari negara treaty partner sebagai imbalan dari jasa-jasa profesional yang diberikan di negara tersebut. jasa yang diberikan oleh orang pribadi yang dimaksud di sini merupakan jasa yang dilakukan untuk dan atas nama pihak lain yang memiliki hubungan kerja dengannya. Ketentuan dalam tax treaty pada umumnya mengatur bahwa negara tempat harta tersebut terletak sebelum dipindahkan juga berhak untuk mengenakan pajak. Karena itu. Hal ini diserahkan kepada undang undang pajak domestik masing-masing negara. persetujuan penghindaran pajak berganda tidak memerlukan aturan khusus yang membedakan capital gain dari business profit.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 291 Capital Gains Klausul ini mengatur tentang penghasilan berupa keuntungan pemindahtanganan harta. Dependent Personal Services Klausul ini mengatur tentang pemajakan atas penghasilan yang diterima oleh orang pribadi sehubungan dengan pemberian jasa yang dilakukannya di negara lain dalam suatu hubungan kerja.

(2) Penghasilan yang diterima oleh orang pribadi tersebut dibayarkan oleh pemberi kerja. artis radio atau musisi. sebab seringkali penentuan di mana kegiatan pekerjaan dilakukan – dalam kedudukannya sebagai anggota dewan direksi – adalah sulit. Penentuan aspek pemajakannya disesuaikan dengan jenis kegiatan (pekerjaan) yang dilakukan oleh direktur tersebut. Prinsip ini juga berlaku meskipun penghasilan tersebut tidak langsung dibayarkan kepada sang artis/atlit (dibayarkan kepada pihak lain. Director’s Fees Klausul ini mengatur tentang pemajakan atas penghasilan yang diterima oleh direktur yang bekerja pada perusahaan yang berada di negara lain (merupakan penduduk di negara tersebut). aspek pemajakannya dalam hal ini akan mengacu pada klausul independent personal services. Fungsi sebagai direktur bisa saja dilakukan di negara dimana ia berdomisili. Termasuk dalam pengertian entertainer dalam artikel ini antara lain yaitu artis televisi. karena itu yang diberikan hak pemajakan adalah negara di mana pihak yang membayarkan gaji berkedudukan. Prinsip pemajakan yang diatur dalam artikel ini adalah negara tempat penghasilan tersebut bersumber dapat mengenakan pajak atas penghasilan yang diterima oleh artis ataupun atlit. Namun apabila direktur tersebut bekerja sebagai konsultan pada perusahaan. Jika direktur tersebut melakukan tugas-tugas manajerial misalnya. Namun demikian. aspek pemajakannya mengacu pada klausul dependent personal services. hal ini untuk menyederhanakan pengenaan pajaknya. Sedangkan termasuk . Bila diperhatikan. dan (3) Penghasilan tersebut tidak dibebankan kepada BUT. apabila pekerjaan yang dilakukan tidak lagi murni sebagai seorang direktur maka pemajakan atas penghasilan tersebut tidak lagi mengikuti ketentuan dalam klausul ini. Artists and Sportsmen Klausul ini mengatur tentang pemajakan atas penghasilan yang diterima oleh artis (entertainer) dan olahragawan (sportsmen) dari negara lain.292 Bab 13: Pajak Internasional negara lain melebihi time test yang telah disepakati. Dalam klausul ini dinyatakan bahwa penghasilan yang diterima oleh direktur dalam kapasitasnya yang murni sebagai seorang direktur dapat dikenai pajak di negara domisili perusahaanya tanpa memandang jangka waktu keberadannya di sana. contohnya agen). Menurut Rachmanto Surachmat (2001). prinsip ini berbeda dengan prinsip pemajakan atas penghasilan orang pribadi yang lain sebagaimana diatur dalam klausul dependent dan independent personal services yang menggunakan syarat jangka waktu keberadaan sebagai alat menentukan aspek pemajakan.

hak pemajakan atas penghasilan yang diterima oleh para pegawai negeri diberikan kepada negara di mana ia bekerja. pemain catur atau pemain bridge. pemain tenis. Namun demikian. Salah satu efek dari adanya harga yang tidak wajar itu adalah terjadinya pergeseran laba dari suatu negara kepada negara yang lainnya. apabila pegawai negeri atau pensiunan tersebut merupakan warga negara dari salah satu negara dan sudah sejak awal menjadi penduduk di negara tersebut maka penghasilan yang diterimanya hanya dikenakan pajak di sana. Namun sebagian besar tax treaty mengatur bahwa penghasilan tersebut dikenai pajak di negara di mana yang bersangkutan menjadi penduduk pada saat pensiun Government Services Klausul ini mengatur tentang perlakuan perpajakan atas penghasilan yang diterima oleh para pegawai negeri. Transaksi Internal Klausul ini mengatur tentang perlakuan perpajakan atas pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa. PENCEGAHAN PENGHINDARAN PAJAKPE Penghindaran pajak menyebabkan salah satu negara mengalami kerugian akibat tidak diterimanya pajak seperti yang seharusnya. kepada negara yang bersangkutan . Hal ini dipandang sebagai suatu usaha untuk menghindari pajak dari suatu negara. Pada umumnya. penghasilan berupa pensiun dikenai pajak di negara tempat di mana pekerjaan itu dilakukan. Harga yang wajar adalah harga yang terjadi antara dua pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa. Apabila terjadi transaksi antara pihak-pihak di kedua negara yang memiliki hubungan istimewa. akan ada kecenderungan di mana harga transaksi yang disepakati bukan merupakan harga yang wajar. Dalam kondisi demikian. Hal yang sama juga berlaku atas penghasilan yang diterima oleh pensiunan pegawai negeri. Pensions Klausul ini mengatur tentang penghasilan yang diterima oleh pensiunan swasta. Pada prinsipnya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 293 dalam olahragawan antara lain adalah pemain sepakbola. pemain golf. Klausul tentang pencegahan penghindaran pajak mencakup: (1) transaksi internal dan kesepakatan (2) pertukaran informasi.

294

Bab 13: Pajak Internasional

diberikan hak untuk mengadakan penyesuaian penyesuaian sehubungan dengan pergeseran laba tersebut.

Exchange of Information
Klausul ini mengatur tentang perjanjian pertukaran informasi antar otoritas pajak di kedua negara yang terkait dalam suatu tax treaty. Dengan adanya pertukaran informasi, dapat dikatakan bahwa klausul ini merupakan salah satu senjata dalam menanggulangi praktek-praktek penyelundupan atau penggelapan pajak. Pertukaran informasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu pertukaran informasi secara rutin dan pertukaran informasi berdasarkan permintaan.

KETENTUAN LAIN-LAIN
Adapun ketentuan-ketentuan lainnya yang biasa muncul dalam tax treaty meliputi: (1) perlakuan tanpa diskriminasi, (2) prosedur penyelesaian perselisihan, dan (3) pajak atas utusan diplomatik.

Non Discrimination
Klausul ini mengatur tentang persamaan perlakuan perpajakan yang diberikan oleh suatu negara kepada warga negara dan kepada bukan warga negara. Secara khusus Rachmato Surachmat (2001) dalam bukunya menyatakan bahwa klausul ini adalah aturan dalam hukum internasional yang memberikan perlindungan dari diskriminasi. Suatu negara yang terikat tax treaty memiliki kewajiban untuk memberikan perlakuan perpajakan yang sama untuk warga negaranya. Perlakuan perpajakan yang sama ini mengandung arti bahwa dalam suatu kondisi yang sama, pihak yang bukan warga negara dari suatu negara tidak boleh menanggung kewajiban pajak yang lebih berat daripada yang ditanggung oleh warga negara dari negara tersebut. Perlakuan yang sama juga harus diberikan kepada mereka yang bukan merupakan warga negara dari kedua negara yang terikat perjanjian.

Prosedur Penyelesaian Perselisihan
Klausul ini mengatur tentang prosedur yang digunakan oleh kedua negara untuk berkomunikasi dalam menyelesaikan berbagai perbedaan pandangan antara pembayar pajak dengan otoritas pajak mengenai perpajakan tertentu. Klausul ini dapat dipandang sebagai semacam sarana bagi para pembayar pajak untuk “protes” atas suatu perlakuan perpajakan yang tidak disetujuinya.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

295

Melalui ketentuan dalam klausul ini, otoritas perpajakan pun memiliki sarana untuk memecahkan kesulitan yang timbul sebagai akibat dari perbedaan interpretasi atas suatu ketentuan dalam sebuah tax treaty. Namun demikian perlu diingat bahwa mutual agreement procedure tidak mencakup seluruh klausul yang terdapat dalam sebuah tax treaty. Klausul-klausul yang dapat menikmati ketentuan dalam mutual agreement procedure antara lain adalah business profits, related persons dan royalty.

Member of Diplomatic Missions and Consular Posts
Klausul ini mengatur tentang perlakuan perpajakan yang diberikan kepada anggota dari suatu misi diplomatik dan konsulat. Menurut Rachmato Surachmat (2001), maksud dari klausul ini adalah untuk menjamin bahwa para diplomat, berdasarkan tax treaty, tidak memperoleh perlakuan yang kurang menguntungkan dibandingkan dengan perlakuan yang diberikan berdasarkan hukum internasional. Dalam kesepakatan internasional, setiap penghasilan yang diterima oleh anggota suatu korps diplomatik atau konsulat, ditetapkan hanya dikenai pajak di negara di mana mereka berasal. Ketentuan dalam klausul ini pun mengatur hal yang sama. Jadi, meskipun anggota korps diplomatik atau konsulat mendapatkan penghasilan yang bersumber dari negara di mana mereka bertugas, negara tersebut tidak dapat mengenakan pajak atasnya.

TAX TREATY MENGALAHKAN UU PPh
Bisa disimpulkan bahwa tax treaty muncul karena dua sebab yang mendasar. Pertama, keinginan untuk menghindari pemajakan berganda yang bisa menimbulkan distorsi ekonomi, yang berakibat buruk bagi investasi. Kedua, tax treaty juga dimaksudkan untuk mencegah usaha-usaha penghindaran pajak yang dapat berpengaruh terhadap penerimaan pajak suatu negara. Mengingat sifat perjanjiannya yang bilateral, antara dua negara, tax treaty mengalahkan UU PPh yang berlaku di masing masing negara treaty partner. Setiap tax treaty antara suatu negara dan negara lainnya adalah suatu perjanjian yang bersifat spesifik hanya mengikat negara-negara yang terlibat dalam perjanjian tersebut. Namun demikian, secara umum setiap tax treaty mengikuti prinsipprinsip dasar dari model model tax treaty yang ada seperti model OECD atau model PBB, yang dijadikan sebagai acuan pada saat pembuatannya. Memahami prinsip prinsip dasar tersebut akan memudahkan setiap pihak dalam memahami berbagai tax treaty yang ada, antara berbagai negara pada

296

Bab 13: Pajak Internasional

umumnya dan antara Indonesia dengan negara negara lain pada khususnya. Yang perlu diperhatikan adalah, dalam tax treaty pada umumnya sudah disepakati bahwa setiap negara treaty partner berhak menentukan prosedur dan tata cara untuk membuktikan bahwa suatu pihak benar-benar berdomisili atau berkedudukan dan berstatus sebagai pembayar pajak di negara treaty partner. Bukti dimaksud seringkali disebut Surat Keterangan Domisili (SKD) atau Certificate of Residence Taxpayer (CRT) yang diterbitkan oleh competent authority atau pejabat yang berwenang yang ditunjuk oleh suatu negara treaty partner. Surat keterangan yang diterbitkan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau instansi sejenis di negara treaty Partner juga bisa dipersamakan dengan SKD/CRT. Dengan memiliki SKD/CRT, maka suatu pihak berhak untuk menerapkan suatu ketentuan tax treaty dengan negara di mana yang bersangkutan berkedudukan atau berdomisili. Jika tidak memiliki SKD/CRT, maka pengenaan pajaknya kembali pada undang-undang yang berlaku di negara masing-masing. Sebagai contoh, jika wajib pajak luar negeri yang berkedudukan di Inggris, maka wajib pajak luar negeri tersebut hanya dapat menerapkan ketentuan tax treaty Indonesia – Inggris apabila memiliki SKD/CRT dari competent authority yang ditunjuk negara Inggris. Jika tidak, maka penghasilan wajib pajak luar negeri yang bersumber dari Indonesia langsung dikenakan PPh Pasal 26 dengan tarif 26% dari penghasilan bruto.

KOORDINASI PENGELUARAN
Di antara sejumlah negara, sebagaimana halnya dengan pemerintah daerah, terdapat kepentingan bersama yang mendorong mereka untuk bekerja sama dalam proyek patungan. Ini bisa saja menyangkut pembangunan jalan di perbatasan dua negara, usaha pertahanan bersama seperti NATO, usaha bersama dalam memerangi penyakit, jaringan narkotik, dan pasar bersama. Semua ini menyebabkan perlunya pembagian beban biaya yang harus dipikul. Jika jumlah anggota kelompok atau pesertanya kecil, pembagian beban biaya bisa dirundingkan dengan membandingkan manfaat yang akan diperoleh setiap pihak. Khusus mengenai pertahanan, kerja sama akan lebih menguntungkan negara sekutu yang kecil karena peningkatan pertahanan yang kecil sekalipun oleh negara sekutu yang besar akan merupakan tambahan perlindungan yang sangat berarti bagi sekutu kecil tersebut. Jika anggotanya sangat banyak, maka masalahnya akan mirip dengan masalah penentuan anggaran antar perorangan. Jika tarif perkiraan (assesment rate) yang proposional digunakan, setiap negara mungkin akan diharuskan untuk membayar dalam persentase GNP atau persentase pendapatan nasional yang sama. Jika perhitungan progresif

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

297

digunakan, akan timbul pertanyaan apakah kelompok tarif tersebut hanya dikaitkan dengan pendapatan per kapita dari penduduk di berbagai negara (dimana penduduk dianggap sebagai patokan dasar). Kedua macam pertimbangan di atas diperhitungkan dalam menentukan kontribusi bagi anggaran Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pembagian beban biaya ditentukan melalui pemungutan suara setiap tahun dan direvisi berkali-kali. Prosedurnya adalah: biaya total dibagi diantara negara anggota sesuai perbandingan kontribusi dasar atau GNP. Ini akan menimbulkan pajak proporsional dalam kaitannya dengan GNP, terlepas dari pendapatan per kapita. Selanjutnya prinsip ini dimatangkan lagi dengan menambah sejumlah ketentuan seperti pembebasan beban bagi negara miskin, ketentuan kontribusi minimum, dan pembatasan jumlah yang harus dikontribusikan oleh suatu negara, dengan bagian tertinggi (sekarang 25 persen) disumbangkan oleh Amerika Serikat. Organisasi-organisasi lain menerapkan pola yang berbeda. Kontribusi bagi dana moneter internasional (IMF) tidak ditentukan berdasarkan manfaat yang diperoleh, melainkan dengan hak penarikan (drawing rights) yang ditetapkan sesuai dengan kemungkinan diperlukan kredit-kredit IMF. Prosedur yang kirakira sama diikuti dalam pemesanan modal saham International Bank for Reconstruction and Development (IBRD). Harus dicatat bahwa semua kontribusi ini relatif kecil jumlahnya sehingga pengecualian atau penyimpanan bagi negara tertentu tidak begitu berpengaruh. Kontribusi untuk NATO, yang melibatkan jumlah yang besar, tidak ditentukan dengan suatu dasar perumusan yang ditetapkan tetapi pada hakikatnya tergantung pada negosiasi. Amerika Serikat merupakan penanggung terbesar atas biaya NATO. Suatu nilai kontribusi yang mungkin melebihi bagian yang seharusnya ditanggungnya seandainya hal itu ditentukan berdasarkan persentase GNP.

KOORDINASI STABILISASI
Dengan makin meningkatnya saling ketergantungan dunia, maka nasib suatu negara ditentukan juga oleh apa yang terjadi di negara lain. Suatu negara tidak mungkin lagi bertindak sendiri untuk mengendalikan persoalan yang dihadapinya. Kerja sama internasional diperlukan dalam bidang kebijaksanaan stabilisasi. Hal ini khususnya berlaku untuk negara-negara dengan perekonomian yang terkait erat seperti pasar bersama, tetapi juga berlaku bagi negara dengan perdagangan luar negeri yang terkecil seperti Amerika Serikat. Koordinasi khususnya diperlukan karena saling ketergantungan tidak hanya menyangkut perdagangan tetapi juga aliran atau perpindahan modal.

298

Bab 13: Pajak Internasional

Perdagangan
Dengan asumsi bahwa keadaan kurs valuta asing yang bersifat tetap, menurunnya pendapatan dan kesempatan kerja di negara A akan menyebabkan impornya akan menurun sehingga menyebarkan kelesuan perekonomian atau malaise tersebut ke negara B yang menghadapi penurunan ekspor. Jika A mengambil kebijakan ekspansionir, pendapatannya naik dan begitu juga halnya dengan impornya. Timbulnya impor akan memperkecil faktor pengganda (multiplier) dan karena itu kebijakan A menjadi kurang efektif, hal itu juga turut memulihkan keadaan negara B karena ekspornya jadi meningkat. Karena itu, kebijakan suatu negara akan berpengaruh terhadap negara lain sehingga diperlukan koordinasi kebijakan untuk menampung kebutuhan kedua negara. Pengaruh kebijakan ekspansioner dari negara A terhadap perdagangan akan diperlemah jika kurs valuta asing bersifat fleksibel. Dengan naiknya impor A, nilai mata uangnya akan turun. Karena itu, biaya impornya menjadi tinggi sehingga membatasi atau memperkecil defisit perdagangan negara A dan ekspor negara B. Dengan demikian kurs valuta asing yang fleksibel cenderung mengurangi saling ketergantungan. Hal yang sama berlaku juga untuk keadaan inflasi, dengan kurs yang tetap, kebijakan inflasioner negara akan memperlemah (mendefisitkan) neraca perdagangannya dan menimbulkan besarnya permintaan ke negara B. Dengan kurs yang fleksibel, pengalihan permintaan ke negara B ini tidak akan begitu saja terjadi karena adanya penurunan nilai mata uang A. Sekali lagi, kurs yang fleksibel akan mengurangi gejolak perdagangan. Akan tetapi gambaran ini telalu disederhanakan. Penyesuaian kurs tidak berlangsung dalam sekejap dan perubahan kurs secara diskresioner dapat menjadi faktor pengganggu pengendalian atas kurs itu sendiri merupakan alat kebijakan yang memerlukan kerja sama lebih lanjut.

Aliran Modal
Pengaruh kebijakan yang ekspansioner atau restriktif terhadap perdagangan bisa dikatakan sama, entah itu kebijakan fiskal atau moneter. Akan tetapi, bauran kebijakan stabilisasi akan menjadi masalah besar jika dikaitkan dengan aliran modal. Aliran modal dipengaruhi oleh tingkat pengembalian yang dihasilkan di berbagai negara. Perpaduan kebijakan fiskal yang longgar dengan kebijakan moneter yang ketat akan menghasilkan suku bunga yang tinggi sehingga mengundang masuknya modal asing, dan begitu juga sebaliknya.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

299

Peranan aliran modal menjadi penting jika kita mempertimbangkan pengaruh kebijakan stabilitasi terhadap pertumbuhan ekonomi. Banyak hal tergantung pada bagaimana bentuk dari surplus impor yang ditimbulkan tersebut. Jika surplus impor tersebut berupa investasi riil, akan terjadi peningkatan modal di negara bersangkutan yang akan tercermin pada kenaikan produktivitas tenaga kerjanya. Pendapatan modal di masa mendatang akan dikirimkan ke luar negeri, sehingga keuntungan bagi negara tempat penanaman modal tersebut adalah berupa kenaikan produktivitas tenaga kerja dan produktivitas faktor-faktor domestik lainnya.

RANGKUMAN
§ Adam Smith atau David Ricardo berpendapat bahwa negara akan lebih baik apabila melakukan spesialisasi produksi barang berdasarkan keuntungan komparatifnya, mengekspor barang tersebut dan mengimpor barang dari negara lain yang bisa memproduksi barang lain dengan lebih efisien. Asumsi dalam teori tersebut adalah: (1) Faktor produksi seperti tenaga kerja, modal, tanah dan mesin tidak mudah berpindah, sedangkan barang yang dihasilkan bisa dipindahkan dengan mudah; (2) yang dipertukarkan adalah barang komoditi, bukannya barang yang terdiferensiasi; dan (3) daya saing suatu negara sudah ditentukan, tergantung sumber daya yang dipunyai. Faktor lain seperti ketidakpastian, skala ekonomi, teknologi tidak dipertimbangkan. Perusahaan multinasional tumbuh dengan menyalahi doktrin keunggulan komparatif. Perjanjian pajak internasional merupakan suatu media yang dapat mengkoordinasikan masalah-masalah penghasilan perorangan dan perseroan lintas negara. Beberapa asas yang perlu diperhatikan dalam koordinasi pajak internasional: (1) keadilan antar perorangan; (2) keadilan antar negara; dan (3) efisiensi Berbagai struktur sistem pajak negara mempunyai dampak yang sangat penting terhadap arah dan aliran baik barang maupun modal secara internasional. Pada dasarnya terdapat dua pendekatan dalam pajak internasional yang lazim dipergunakan yakni (1) pajak penghasilan internasional dan (2) pajak komoditi. Dua prinsip dalam pajak penghasilan internasional adalah (a) prinsip pajak berdasarkan asas domisili dan (b) prinsip pajak berdasarkan asas sumber pendapatan. Dua prinsip pajak komoditi yang berlawanan satu sama lain (khususnya untuk pajak pertambahan nilai) yakni (1) prinsip pajak tujuan dan (2) prinsip pajak sumber.

§

§

300 §

Bab 13: Pajak Internasional

§

§

§

Perhitungan pajak di negara asal, laba perusahan induk dan kantor cabang akan dianggap sebagai satu unit. Laba perusahaan anak akan dikenakan pajak laba perseroan negara asing sehingga porsi pajak untuk negara asal akan ditangguhkan sampai laba dikirimkan sebagai dividen. Penangguhan pajak hampir tidak menimbulkan masalah jika tarif pajak luar negeri lebih tinggi dari tarif pajak yang akan dikenakan di dalam negeri. Kondisi sebaliknya mendorong perusahaan anak menginvestasikan kembali labanya di negara domisili. Transaksi antara perusahaan induk dan perusahaan anak dapat menyebabkan pergeseran laba. Pajak bersama-sama kurs valas yang fleksibel mempengaruhi harga pokok produk. Harga pokok produk yang bervariasi pada gilirannya akan mempengaruhi pemilihan lokasi produksi. Pajak juga mempengaruhi preferensi masyarakat akan barang substitusi. Pajak konsumsi atau pajak tujuan produk (destination taxes) tidak mempengaruhi lokasi produksi kecuali jika terdapat diskriminasi antara barang lokal dan barang impor. Pajak konsumsi spesifik akan melemahkan perdagangan internasional yang efisien. Pengenaan pajak ekspor di suatu negara menimbulkan efek distorsi yang mirip dengan bea masuk atas barang impor. Pengenaan pajak atas produk lokal tetapi tidak terhadap produk impor akan mereposisi lokasi produksi. Tax treaty merupakan suatu perjanjian perpajakan antara dua negara yang dibuat dalam rangka (1) mengantisipasi pemajakan ganda dan (2) berbagai usaha penghindaran pajak. Sebagai suatu perjanjian, treaty adalah suatu kontrak yang mengikat suatu negara dengan negara lain dalam hal perlakuan perpajakan. Personal scope mengatur tentang kepada siapa saja ketentuan-ketentuan dalam suatu treaty yang bersangkutan bisa diterapkan. Tax covered mengatur tentang jenis-jenis pajak yang perlakuannya menggunakan ketentuan tax treaty. Tie breaker rule, yaitu tentang ketentuan yang menentukan tidak berlakunya status residence atas suatu pihak dengan karakteristik tertentu. Bentuk BUT: (1) BUT fasilitas fisik timbul karena adanya fasilitas fisik seperti gedung, kantor perwakilan, pabrik, bengkel dan lain-lain; (2) BUT aktivitas ditandai dengan adanya aktivitas yang melebihi batas waktu tertentu (time test) yang dilakukan di negara lain. Aktivitas tersebut bisa berupa pelaksanaan berbagai macam jasa (seperti jasa konstruksi dan jasa jasa lainnya). Lamanya time test disesuaikan dengan kesepakatan dari kedua negara; (3) BUT asuransi ditandai dengan keadaan dimana suatu perusahaan asuransi menerima premi atau menanggung risiko di negara lain; dan (4) BUT keagenan timbul jika terdapat agen di negara lain yang

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

301

§

§

§

§

memiliki wewenang menentukan kontrak atau mengurus barang-barang dagang di negara lain. Pembentukan sebuah tax treaty yang dimulai dengan penandatanganan oleh kedua otoritas yang berwenang dan dilanjutkan dengan ratifikasi di kedua negara. Setelah kedua negara selesai meratifikasi, selanjutnya dilakukan pertukaran dokumen-dokumen ratifikasi. Setelah pertukaran dokumen ratifikasi ini selesai dilakukan maka tax treaty pun dapat diberlakukan. Tax treaty dapat berakhir setelah periode tertentu yang telah disepakati oleh kedua negara. Salah satu negara dapat mengakhiri sebuah tax treaty dengan cara mengadakan pemberitahuan terlebih dahulu yang harus dilakukan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan yang telah disepakati. Cakupan minimalisasi pajak berganda: (1) penghasilan barang-barang tak bergerak, (2) laba usaha, (3) laba perusahaan transportasi, (4) dividen, (5) pendapatan bunga, (6) royalti, (7) capital gains, (8) penghasilan jasa bebas, (9) penghasilan jasa terbatas, (10) director’s fee, (11) penghasilan artis dan olahragawan, (12) pendapatan pensiun, dan (13) gaji pegawai negeri sipil di luar negeri. Transaksi internal terjadi apabila terdapat transaksi antara pihak-pihak di kedua negara yang memiliki hubungan istimewa, dimana akan ada kecenderungan harga transaksi yang disepakati bukan merupakan harga yang wajar. Pertukaran informasi antar negara dapat menjadi salah satu senjata dalam menanggulangi praktek-praktek penyelundupan atau penggelapan pajak. Perlakuan perpajakan yang non discrimination mengandung arti bahwa dalam suatu kondisi yang sama, pihak yang bukan warga negara dari suatu negara tidak boleh menanggung kewajiban pajak yang lebih berat daripada yang ditanggung oleh warga negara dari negara tersebut. Mutual agreement procedure sebagai sarana untuk memecahkan kesulitan yang timbul sebagai akibat dari perbedaan interpretasi atas suatu ketentuan dalam sebuah tax treaty. Dalam kesepakatan internasional, setiap penghasilan yang diterima oleh anggota suatu korps diplomatik atau konsulat, ditetapkan hanya dikenai pajak di negara di mana mereka berasal. Mengingat sifat perjanjiannya yang bilateral, antara dua negara, tax treaty mengalahkan UU PPh yang berlaku di masing masing negara treaty partner. Setiap tax treaty antara suatu negara dan negara lainnya adalah suatu perjanjian yang bersifat spesifik hanya mengikat negaranegara yang terlibat dalam perjanjian tersebut. Di antara sejumlah negara terdapat kepentingan bersama yang mendorong mereka untuk bekerja sama dalam proyek patungan. Ini menyebabkan

302

Bab 13: Pajak Internasional

§

perlunya pembagian beban biaya yang harus dipikul. Kontribusi sesuai dengan GNP, drawing rights, dan negosiasi. Nasib suatu negara ditentukan juga oleh apa yang terjadi di negara lain. Kerja sama internasional diperlukan dalam bidang kebijaksanaan stabilisasi. Koordinasi khususnya diperlukan menyangkut perdagangan dan perpindahan modal. Menurunnya pendapatan dan kesempatan kerja di suatu negara, akan menyebabkan impornya akan menurun sehingga menyebarkan kelesuan perekonomian atau malaise tersebut ke negara lain yang menghadapi penurunan ekspor. Kurs valuta asing yang fleksibel cenderung mengurangi saling ketergantungan antar negara. Aliran modal dipengaruhi oleh tingkat pengembalian yang dihasilkan di berbagai negara. Perpaduan kebijakan fiskal yang longgar dengan kebijakan moneter yang ketat akan menghasilkan suku bunga yang tinggi sehingga mengundang masuknya modal asing, dan begitu juga sebaliknya. Keuntungan bagi negara tempat penanaman modal tersebut adalah berupa kenaikan produktivitas tenaga kerja dan produktivitas faktor-faktor domestik lainnya.

LATIHAN
1) 2) 3) 4) Apa yang dimaksud dengan doktrin keunggulan komparatif ? Mengapa dikatakan perusahaan multinasional tumbuh dengan menyalahi doktrin keunggulan komparatif? Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan koordinasi pajak internasional! Jika seorang warga negara asing melakukan investasi di Indonesia, bagaimana pengenaan pajak yang dapat diberlakukan terhadapnya menurut asas keadilan antar perorangan? Jelaskan bagaimana terjadinya pergeseran beban pajak antar negara dalam hal pajak produk untuk eksport dan import! Jelaskan prinsip pajak berdasarkan : a) Asas Domisili

5) 6)

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

303

7) 8) 9)

10) 11)

12) 13) 14)

b) Asas Sumber Pendapatan Jelaskan prinsip-prinsip pajak yang mendasari pengenaan pajak komoditi! Jelaskan secara singkat aspek efisiensi koordinasi pajak produk! Jelaskan apa yang dimaksud dengan : a) Destination Taxes b) Origin Taxes Jelaskan pengaruh pengenaan pajak produksi umum suatu negara dalam ekspor, impor, dan kurs valuta asing negara tersebut! Jelaskan mengapa dikatakan kurs valuta asing yang fleksibel cenderung mengurangi saling ketergantungan dan gejolak perdagangan di antara dua negara yang bekerja sama! Apa yang anda ketahui tentang Tax Treaty dan cakupannya? Jelaskan konsep Tie Breaker Rule untuk orang pribadi dan pihak ketiga! Diskusikan mengapa dikatakan Tax Treaty mengalahkan UU PPh?

KEBIJAKAN DAN STRUKTUR BELANJA PUBLIK

Bab ini akan membahas struktur belanja publik dan permasalahan kebijakan dalam penyusunan program belanja. Sebagai penyelenggara negara, salah satu fungsi pemerintah adalah menjadi penyedia barang dan jasa pada sektor tertentu dan menjadi fasilitator dalam hal penyelenggaraan barang dan jasa lain yang diadakan oleh sektor swasta. Khusus dalam penyediaan public goods atau barang publik1, pemerintah dapat berperan baik sebagai penyedia maupun sebagai regulator ketika barang publik ini diadakan oleh swasta. Adapun barang publik yang dimaksud di sini adalah jalan raya, pelabuhan (baik laut maupun udara), listrik, telekomunikasi, pembuangan sampah, limbah dan lain sebagainya.
1

Keterangan mengenai barang publik dapat dibaca di bab-bab awal

306

Bab 14: Kebijakan dan Struktur Belanja Publik

Dalam prakteknya, tidak ada rumus yang pasti mengenai bentuk maupun ukuran besarnya sektor publik. Namun demikian, ada beberapa prinsip umum yang dapat dijadikan alasan penyelenggaraan sektor umum ini oleh negara, misalnya kegagalan pasar dimana pasar tidak dapat mengalokasikan sumber daya secara efisien dan aspek distribusi ke seluruh pelosok negara. Secara umum dapat dikatakan bahwa perencanaan dan penerapan prioritas pengeluaran publik serta perpaduan yang serasi antara sektor publik dan swasta, memerlukan penjajakan yang terinci dan sangat tergantung dari keadaan masing-masing negara. Dalam setiap sektor, cara terbaik dengan menganalisa kebutuhan-kebutuhan yang saling bersaing dalam masing-masing program. Tujuan negara, potensi trade-off, dan indikator ekonomi dan sosial seperti berapa kilometer jalan yang harus dibangun, akses ke air bersih dan sanitasi, angka masuk sekolah, angka kematian bayi dan angka harapan hidup dapat digunakan untuk menentukan prioritas kebutuhan-kebutuhan di berbagai sektor. Di bawah ini akan dibahas hal-hal yang menjadi dasar kebijakan belanja publik serta hal-hal yang berpengaruh terhadap struktur belanja publik.

KONSEP WELFARE STATE
Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah suatu negara hampir bisa dipastikan mempunyai landasan filosofis yang dapat ditarik ke akar ideologisnya. Kebijakan keuangan publik pun tidak terkecuali. Kebijakan pengeluaran publik sangat dipengaruhi oleh bagaimana suatu negara memandang dirinya dalam hubungannya dengan rakyatnya, terutama dalam konsep kesejahteraan atau welfare. Konsep welfare state ini dipahami secara berbeda oleh berbagai negara, yang menghasilkan pola pengeluaran publik yang berbeda pula. Esping-Andersen mengkategorikan tiga jenis pokok dari welfare regime, yaitu: § Corporatist regimes, berorientasi kerja dan diatur berdasarkan kontribusi individual. § Social democratic regimes, mengacu pada nilai-nilai dan prinsipprinsip universal. § Liberal regimes, cenderung bersifat residualis. Sistem residual cenderung tidak melembagakan jaminan sosial. Namun demikian, dalam hal terjadinya kemiskinan dan ketidakmampuan membayar jasa kesehatan, maka negara pembayaran jasa kesehatan ini ditanggung oleh negara melalui program jaring pangaman sosial.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

307

Sebagai contoh, kita akan melihat bagaimana konsep ini diterapkan pada berbagai negara.

Inggris
Briggs (1961) dalam literaturnya yang terkenal mengenai belanja publik berkaitan dengan kesejahteraan, mengidentifikasikan tiga hal pokok dalam belanja publik yang berkaitan dengan kesejahteraan, yaitu: § Jaminan standar minimum, termasuk penghasilan minimum § Perlindungan sosial bila diperlukan § Penyediaan jasa pelayanan umum sebaik-baiknya Uraian Briggs ini kemudian menjadi “pakem” atau model kesejahteraan dimana elemen kuncinya adalah perlindungan sosial, diikuti dengan penyediaan pelayanan kesejahteraan sesuai hak warga negara. Dalam prakteknya, kesejahteraan sosial di Inggris sangat jauh dari nilai ideal ini. Tingkat cakupan (coverage) layanan memang tinggi, dalam arti pelayanan ini menjangkau sekuruh masyarakat (sebagai contoh, National Health Service berlaku bagi seluruh warga negara Inggris tanpa pandang bulu) namun mutu pelayanan masih belum maksimal. Sedangkan perlindungan sosial yang diselenggarakan bagi rakyat Inggris juga masih bersifat tambal sulam.

Perancis
Sistem kesejahteraan di Perancis dirancang berdasarkan prinsip solidaritas, yang berarti bahwa kesejahteraan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama dan risiko ditanggung bersama. Sistem ini berusaha mencapai fullcoverage. Pada awalnya, hal ini dilakukan dengan memperluas jaminan sosial yang mencakup kesehatan dan jaminan sosial lain yang bersifat ekstensif atau mencakup semua penduduk termasuk mereka yang tadinya terpinggirkan. Mulai tahun 1988, diperkenalkan sistem terbaru dimana jaminan atas kebutuhan dasar ditambah dengan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan masing-masing orang. Sistem semacam ini selain kompleks juga mahal untuk dilaksanakan, sehingga akan menimbulkan masalah pada anggaran pengeluaran publik negara tersebut. Hal yang menjadi keprihatinan pemerintah setempat bukanlah pengangguran, melainkan usia lanjut, karena adanya keistimewaan yang diberikan kepada kelompok masyarakat tertentu. Selain itu pengeluaran untuk kesehatan masyarakat juga menjadi bermasalah dalam era swastanisasi dan

308

Bab 14: Kebijakan dan Struktur Belanja Publik

liberalisasi dimana jasa sangat tergantung pada pasar. Karena liberalisasi kesehatan ini menjadikan jasa pelayanan kesehatan menjadi mahal.

Amerika Serikat
Amerika Serikat seringkali digolongkan sebagai negara yang menganut paham liberal dalam hal penyediaan kesejahteraan bagi rakyatnya, yang tercermin dalam konsep individualisme, laissez-faire (mengikuti arah pasar), paham residualisme, dan pandangan miring mengenai kemiskinan. Hal-hal tersebut di atas seringkali mewarnai debat mengenai konsep kesejahteraan di AS. Walaupun demikian, sistem kesejahteraan di AS tidak seragam. Federalisme mengakibatkan banyak keputusan penting, termasuk yang menyangkut kesejahteraan sosial, diatur di tingkat negara bagian. Sebagai contoh, di Minnesota dan Hawaii kesehatan masyarakat dibiayai oleh negara. Sebagai perbandingan dengan negara-negara berkembang, pemerintah pusat memiliki peran yang terbatas dalam penyediaan kesejahteraan sosial. Dalam prakteknya, AS memiliki sistem pluralistik, bukan sekedar liberal. Terdapat perbedaan yang signifikan dari model residual, misalnya sekolah negeri, jaminan sosial, maupun Veteran’s Administration menjamin kesejahteraan lebih dari empat puluh juta jiwa. Selain aktivitas di level pemerintah federal dan negara bagian, penyedia jaminan kesejahteraan juga mencakup sektor swasta. Hasilnya, sistem yang ada juga kompleks dan mahal.

Negara-negara Berkembang
Masalah utama yang dihadapi oleh negara berkembang adalah kemiskinan. Menurut World Bank, setengah dari populasi dunia hidup dengan pendapatan kurang dari dua dollar per hari. Menurut Amartya Sen, kemiskinan bukan saja berakar dari kekurangan sumber daya, tapi lebih disebabkan oleh kurangnya entitlement:. Kelaparan terjadi bukan karena kurang pangan, melainkan karena orang miskin tidak boleh makan makanan yang ada. Untuk itulah perlu adanya pembangunan ekonomi, karena pembangunan ekonomi akan memproduksi barang materil, meningkatkan persatuan dan ketergantungan antar bangsa, yang paling penting dapat meningkatkan entitlement. Namun pada saat yang sama, pembangunan ekonomi juga menimbulkan korban. Pembangunan juga menjadikan orang miskin lebih rentan, karena akar kehidupan tradisionalnya dirombak, dan selanjutnya dapat mengakibatkan polarisasi sosial. Structural adjustment yang dipersyaratkan oleh lembaga keuangan internasional yang bertujuan untuk mendorong negara berkembang memasuki pasar bebas,

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

309

ternyata banyak dituding sebagai penyebab makin rentan dan tidak terlindunginya masyarakat miskin. Pada tahun 1980an, badan keuangan internasional yaitu IMF dan World Bank meluncurkan suatu program yang disebut Structural Adjustment Program (SAP) untuk membantu negara-negara berkembang mengatasi kemiskinannya dan memasuki perekonomian pasar bebas. Program ini terdiri atas paket pinjaman dan saran-saran tentang langkah-langkah restrukturisasi yang harus diambil pemerintah dalam kebijakan perekonomian negara. Salah satu persyaratan untuk dapat memperoleh paket bantuan tersebut adalah negara yang bersangkutan harus melakukan ’efisiensi’ dengan cara mengurangi anggaran pengeluaran untuk sektor-sektor yang tidak menguntungkan (dalam hal ini adalah sektor-sektor sosial) seperti kesehatan, pendidikan dan sektor sosial lain. Secara bertahap, penyelenggaraan sektorsektor tersebut dan dialihkan ke sektor swasta. Peran negara sebagai penyelenggara dikurangi sedapat mungkin dan beralih fasilitator bagi sektor swasta yang terlibat. Hal ini tentu saja mengakibatkan pengeluaran negara dalam sektor publik menjadi berkurang. Ketika paket pinjaman bersyarat ini diambil dan dilaksanakan oleh negaranegara berkembang yang membutuhkan bantuan, memang terjadi sedikit peningkatan pertumbuhan. Namun, dampak sosial yang semula tidak diantisipasi ternyata sangat parah. Peningkatan pertumbuhan yang dihasilkan oleh paket ini ternyata hanya dicapai oleh segelintir orang sedangkan sejumlah besar lainnya justru terjerumus ke jurang kemiskinan akibat dihapuskannya sebagian anggaran kesejahteraan dari anggaran pemerintah. Pengelolaan sektor tersebut oleh pihak swasta yang bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan, mengakibatkan meningkatnya harga jual barang dan jasa publik. Konsekuensi dari hal ini adalah bahwa jasa tersebut hanya dapat dinikmati oleh pihak yang mampu. Sedangkan kaum marjinal makin terpinggirkan. Trickle down effect yang semula diyakini akan terjadi ternyata tidak menjadi kenyataan (Sen, 1999). Hal ini kemudian diusahakan untuk diperbaiki dengan pola pinjaman bersyarat yang baru yaitu Poverty Reduction Strategy Paper, yang menurut banyak pihak hanya nama baru dari wajah lama.

310

Bab 14: Kebijakan dan Struktur Belanja Publik

www.globalissues.org Pertumbuhan belanja publik sangat erat kaitannya dengan tuntutan kemajuan masyarakat dan dikehendakinya pertimbangan sosial yang diperankan oleh pemerintah dalam menjalankan kebijakannya. Dari studi empiris di Amerika Serikat telah dibuktikan bahwa belanja publik menunjukkan angka yang cenderung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Belanja publik juga cenderung mengalami kenaikan porsinya, apabila dibandingkan dengan total pendapatan nasional. Kajian-kajian struktur belanja publik perlu mempertimbangkan kondisi objektif ini.

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERTUMBUHAN
Dalam memahami faktor penyebab pertumbuhan belanja publik, perlu dibedakan faktor antara belanja barang jasa dan belanja transfer. Kedua faktor ini mempunyai karakteristik yang berbeda satu sama lain.

Faktor belanja barang dan jasa
Faktor-faktor yang mempengaruhi belanja barang dan jasa di antaranya adalah sebagai berikut: § Pertumbuhan Pendapatan per Kapita Proporsi antara barang pribadi dan barang publik selalu berubah sesuai dengan kenaikan pendapatan per kapita, porsi barang publik selalu menunjukkan peningkatan. Implikasinya adalah bahwa kebijakan anggaran yang efisien menghendaki adanya peningkatan rasio pembelian pemerintah terhadap pendapatan nasional. Biasanya, peningkatan per kapita seiring dengan perkembangan perekonomian yang berubah dari negara agraris (yang diasumsikan berpendapatan rendah) menjadi negara industri (yang diasumsikan berpendapatan tinggi). Permintaan barang publik akan semakin meningkat dengan meningkatnya pendapatan per kapita. Ernst Engel seperti dikutip oleh Musgrave mengatakan bahwa semakin tinggi pendapatan maka semakin tinggi pengeluaran untuk barang-barang tertentu. Selama pendapatan rata-rata

Dengan demikian. pelabuhan dan instalasi listrik. kecenderungan seperti di atas mempunyai dua kemungkinan. Kebutuhan akan barang modal ini harus lebih besar pada awal pembangunan ekonomi dan peran pemerintah akan semakin menurun dalam pengadaan barang modal. maka proses produksi juga berubah. seperti penyelidikan angkasa luar dan pangkalan perahu. Perubahan teknologi dapat meningkatkan atau menurunkan kepentingan penyediaan barang publik yang mempunyai manfaat eskternal besar sehingga harus disediakan oleh pemerintah. Pola pertumbuhan belanja publik untuk penyediaan barang modal kelihatannya terbalik tetapi pengembangan industri akan menimbulkan akibat sampingan. pembangunan ekonomi menimbulkan kebutuhan khusus terhadap barang modal. Untuk barang publik. pendidikan dasar dan sanitasi . barang-barang pelayanan umum yang merupakan barang mewah. Pengamatan bisa dilakukan juga pada belanja publik dalam penyediaan barang modal. seperti polusi dan kemacetan kota yang pada gilirannya akan menyebabkan peningkatan investasi pemerintah. Jika teknologi berubah. Ditambah. maka pola konsumsi bagi perekonomian diharapkan akan meningkat pula. Kadang kecenderungannya meningkat dan kadang menurun. Pada tahap awal. investasi dalam sumber daya manusia dan biaya pendidikan akan mengalami peningkatan selama pendapatan meningkat seiring dengan laju pembangunan. seperti pendidikan tinggi dan pelayanan kesehatan akan mengalami kecenderungan yang semakin meningkat bila pendapatan meningkat. terdapat kecenderungan yang meningkat. Akhirnya. Sedangkan kebutuhan lainnya. dapat disimpulkan bahwa tidak dapat diestimasikan secara tepat kecenderungan yang akan terjadi pada belanja publik untuk barang konsumsi dan barang modal yang diakibatkan pertumbuhan pendapatan per kapita. § Perubahan Teknologi Perubahan teknologi mempunyai pengaruh penting dalam pertumbuhan porsi belanja publik. Barang modal tersebut mempunyai manfaat yang bersifat eksternal dimana belanja modal diperlukan dalam jumlah yang besar yang memerlukan pengembalian jangka panjang. seperti jalan. . apabila sektor swasta telah terbuka kesempatannya menanamkan modal dalam pengembangan industri.mengalami kecenderungan menurun.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 311 meningkat.seperti keamanan. Barang publik yang merupakan kebutuhan dasar (bukan kemewahan) . sehingga tidak mudah dilakukan oleh pihak swasta.

Menurut Musgrave. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya inflasi harga faktor produksi yang dibeli pemerintah lebih cepat dibanding dengan rasio deflasi dalam pendapatan nasional. Sebagai contoh. kemacetan di perkotaan mengakibatkan meningkatnya § . § Urbanisasi Proses urbanisasi dapat menimbulkan permasalahan bagi pemerintah. perbedaan respon terhadap inflasi bukanlah merupakan faktor utama. Dalam jangka panjang. Sebuah barang publik dapat disubstitusi dengan barang pribadi.312 Bab 14: Kebijakan dan Struktur Belanja Publik Sebagai contoh. Peningkatan populasi yang disertai mobilitas populasi juga mendorong pertumbuhan kota baru yang menyebabkan kebutuhan peningkatan pelayanan umum. Contoh lain adalah perubahan teknologi persenjataan yang mengakibatkan meningkatnya pengeluaran militer. sifat penyediaan barang dan jasa publik yang dapat mengubah komponen pendapatan nasional menjadi kurang apabila dibandingkan dengan perubahan teknologi. karena sifatnya yang elastis. kecuali terbukti teknologi angkasa luar menjadi barang pribadi. Biaya Relatif Selain perubahan-perubahan kuantitas seperti diuraikan di atas. Perubahan teknologi di masa datang yang menyebabkan membengkaknya anggaran pemerintah adalah bidang teknologi angkasa luar yang merupakan faktor penting dalam porsi pengeluaran negara. bisa diestimasikan bahwa porsi belanja publik akan meningkat. Perubahan teknologi juga mempercepat barang menjadi usang sehingga biaya penggantian akan meningkat. Meskipun biaya jasa publik menjadi lebih mahal. pada akhirnya menyebabkan pertumbuhan anggaran. § Perubahan Populasi Perubahan populasi terutama akan meningkatkan belanja pendidikan dan kesehatan karena terjadi perubahan komposisi umur. Dengan meningkatnya industri mobil. sehingga belanja sektor publik meningkat dibandingkan masa kereta kuda dan mesin uap yang digunakan untuk kereta api. tak kalah penting adanya pengaruh perubahan biaya jasa publik terhadap pengeluaran publik. bukan berarti porsi belanja publik dalam pendapatan nasional harus meningkat. penemuan mesin pembakaran mengakibatkan berkembangnya industri mobil. Kebutuhan pendidikan juga akan mendorong peningkatan permintaan perumahan dan penyediaan jaminan hari tua. permintaan jalan raya bergerak sangat cepat. kecuali bila permintaan barang publik bersifat inelastis.

jika tujuannya untuk mencapai tingkat minimum pendapatan. penyesuaian atau perbaikan atas ketimpangan tersebut yang perlu dilakukan. Hal ini mendorong meningkatnya kebutuhan barang-barang yang perlu disediakan oleh pemerintah. Kedua. Sistem ini ditujukan untuk menyeimbangkan besarnya distribusi pendapatan melalui transfer dari anggaran pengeluaran ke program pembelian pemerintah yang ditujukan bagi penyediaan barang dan jasa untuk kelompok berpenghasilan rendah. kebutuhan untuk pendistibusian kembali pendapatan akan menurun jika pendapatan rata-rata meningkat. porsi belanja keperluan sosial dalam pendapatan nasional di Amerika Serikat meningkat seiring dengan peningkatan pertumbuhan transfer. apakah ada tekanan politis untuk mendistribusikan pendapatan kembali atau tidak. diperlukan peningkatan penyediaan kebutuhan penduduk berusia lanjut. Pertama. Adanya perubahan ruang lingkup redistribusi pendapatan dapat timbul sebagai akibat dari faktor-faktor demografi. jika tujuan pendistribusian kembali pendapatan adalah untuk menyesuaikan pendapatan keluarga. Tingkat pendapatan minimum ditentukan dalam pengertian ratarata. Program ini lebih merupakan alat untuk menyediakan jaminan hari tua dengan dasar pembiayaan swadaya. Kecuali. . Namun demikian. jika terdapat ketimpangan pendapatan oleh karena peningkatan pendapatan per kapita. sehingga ruang lingkup pendistribusian kembali – yaitu transfer pendapatan sebagai suatu persentase dari pendapatan nasional – akan tetap konstan. Sehingga. perubahan tersebut diikuti dengan pergeseran rasio penduduk pensiun ke usia kerja sehingga memerlukan peningkatan dalam rasio pengeluaran publik untuk penduduk usia lanjut terhadap pendapatan nasional. Penjelasan ini perlu dihubungkan dengan perubahan sosial dan politik. Faktor Belanja Transfer Sejak tahun 1930-an. Contohnya adalah peningkatan asuransi hari tua. Tindakan pendistribusian kembali pendapatan tersebut dapat dipengaruhi dari dua arah.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 313 kebutuhan akan infrastruktur dan pelayanan umum. peningkatan pendapatan rata-rata tidak mengubah kebutuhan untuk mendistribusikan kembali pendapatan. perubahan hanya terjadi pada tingkat yang tidak signifikan atau distribusi pendapatan tetap stabil dan hanya sedikit mengarah pada pemerataan. Apabila terjadi penurunan pertumbuhan populasi dalam bentuk meningkatnya penduduk yang lanjut usia.

Manfaat yang akan diperoleh A dan B masing-masing $70. sehingga salah satu harus dikorbankan. Akan tetapi dalam kenyataannya. Proyek I.000 yang akan dibebankan dari general fund. Aspek Keadilan Dalam meninjau aspek keadilan dalam belanja publik. jumlah agregat manfaat bersih senilai $30.000 dapat disahkan dan proyek dikatakan efisien. efisiensi proyek tetap ada apabila orang-orang yang diuntungkan (A dan B) dapat menutupi kerugian pihak lain ( C ) dan dipandang masih lebih baik dibandingkan dengan tidak ada proyek. dengan memperlunak konsep. Karena nilai manfaat lebih besar dari biayanya.000 dan C adalah $40. Cara yang lebih tepat adalah mendistribusikan beban pajak sedemikian rupa sehingga tidak seorang pun mengalami kerugian bersih dan kondisi ini menghasilkan proyek yang efisien menurut prinsip pareto optimum. sehingga A. B. tingkat efisien semacam itu dapat dicapai. Berdasarkan kriteria ini. dimisalkan ada dua buah proyek yang dipertimbangkan dimana kedua proyek mempunyai biaya dan tingkat penggunaan yang sama. pihak C tidak menerima manfaat dan kerugiannya belum tentu akan diganti. Misalkan suatu jalan akan dibangun dengan biaya $150. dikatakan bahwa proyek tersebut layak dibangun.000. Perlu diadakan persyaratan tambahan agar proyek tetap dikatakan efisien yaitu bahwa penggantian kerugian harus benar-benar dilaksanakan dalam bentuk transfer dari A dan B kepada C. sehingga manfaat agregat adalah $180. Pada kasus ini. Namun demikian. Petimbangan distribusi dimulai dengan penentuan apakah bobot distribusi dapat digunakan dalam menilai besarnya manfaat dan biaya. proyek semacam itu sangat sulit dicapai sehingga diusulkan agar konsep efisiensi diperlunak. Tetapi dalam kenyataan.000.314 Bab 14: Kebijakan dan Struktur Belanja Publik Efisiensi dan Keadilan dalam Belanja Publik Prinsip pareto optimum mengatakan bahwa proyek dikatakan efisien jika memberi manfaat paling tidak kepada satu orang dan tidak merugikan orang lain. Yang pertama. .000. Efisiensi proyek tergantung bagaimana mendefinisikan efisiensi tersebut. sementara dana terbatas untuk satu proyek. prinsip pareto optimum dilanggar. Secara teoritis. dan C harus membiayai masing-masing senilai $50. pertimbangan mengenai distribusi dan fungsi obyektif dapat dipertimbangkan dalam menentukan kebijakan proyek. Problem utamanya adalah preferensi seseorang tidak mudah untuk diungkapkan dan mungkin saja proyek tersebut tidak efisien. meskipun C mengalami kerugian.

Akan tetapi. Jika kondisi yang berlaku adalah distribusi optimal. masyarakat berpenghasilan tinggi akan menerapkan nilai yang lebih tinggi dibanding masyarakat berpenghasilan rendah karena mereka mampu membayar lebih tinggi dan proyek I dianggap lebih layak. Alternatif I akan memilih lokasi konstruksi di daerah yang upahnya tinggi. sehingga total biaya di lokasi I akan lebih rendah. Hal ini menunjukkan kecocokan dengan konsep efisiensi yang lebih luas. karena nilai manfaat bersih lebih tinggi. Dapat disimpulkan. Setiap rupiah yang dibelanjakan oleh masyarakat miskin dapat dinilai lebih tinggi sehingga proyek II akan dipandang lebih layak. proyek II akan lebih diutamakan. bila bobot distribusi pendapatan diperhitungkan. berupa penyediaan taman serupa untuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. penggunaan bobot distribusi dalam perhitungan biaya-manfaat dapat digunakan sebagai alat pengoreksi aspek distribusi. karena memberikan manfaat kepada mereka yang berpenghasilan rendah. Apabila nilai nominal proyek yang dijadikan dasar pertimbangan. lokasi I dianggap lebih layak. pemerintah bermaksud mendistribusikan beban pajak sedemikian rupa sehingga sesuai dengan prinsip pengorbanan yang sama. Risiko Perubahan Perekonomian Perencanaan proyek berlangsung dalam ketidakpastian dan risiko ketidakpastian manfaat di masa akan datang akan mengurangi nilai sekarang dan harus diperhitungkan dalam perencanaan pengeluaran investasi pemerintah. jika distribusi pendapatan tidak optimal.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 315 dimisalkan. Tanpa mempertimbangkan aspek distribusi. penilaian proyek yang didasarkan pada permintaan konsumen juga akan optimal dipandang dari segi sosial. jika distribusi yang berlaku tidak optimal. Tetapi. Bobot ditentukan dari kejadian yang ditunjukkan oleh perilaku di masa lalu. bahan baku dan transportasi di lokasi I lebih rendah. dimisalkan. berdasarkan asumsi bahwa dalam menerapkan tarif pajak. Hasil yang berisiko dapat diestimasikan dengan cara pembobotan . evaluasi sosial yang tercermin dari kesejahteraan sosial akan menyimpang dari evaluasi swasta dan proyek II akan dipandang lebih layak. sementara alternatif II memilih lokasi yang tingkat upahnya rendah. Misalkan juga biaya modal. tetapi dengan biaya yang berbeda. Tetapi. berupa penyediaan taman bermain di lingkungan masyarakat berpenghasilan tinggi dan proyek II. Atau bobot dapat diperoleh dari analisis pajak penghasilan. Fungsi obyektif dapat digunakan sebagai alat untuk menghitung pembobotan dalam rangka memaksimalkan kesejahteraan sosial. Permasalahan timbul dalam menyusun peringkat manfaat kedua proyek tersebut. pertimbangan sosial dapat menyimpulkan sebaliknya. Kondisi yang sama juga muncul jika ada dua proyek yang menghasilkan jasa yang sama. Dimisalkan akan dibangun sebuah kapal laut.

3. 4. Pengaruh penundaan satu tahun akan menyebabkan perubahan nilai sekarang atas perhitungan neto manfaat dan biaya.316 Bab 14: Kebijakan dan Struktur Belanja Publik berbagai hasil berdasarkan angka probabilitasnya dimana jumlah probabilitas adalah sama dengan satu. dan juga riset untuk perlindungan publik. jasa pemadam kebakaran. Akibatnya. belanja kehutanan dan . Belanja Pertahanan Belanja-belanja dalam kategori ini antara lain belanja pertahanan militer dan sipil. Penjumlahan hasil tertimbang ini kemudian akan digunakan dalam analisis nilai manfaat yang diharapkan. KLASIFIKASI BELANJA PUBLIK Klasifikasi belanja publik dapat dikategorikan berdasar berbagai macam kriteria. analisis manfaat biaya harus dibuat dalam berbagai alternatif saat dimulainya proyek. karena adanya dimensi waktu. riset pertahanan dan sebagainya. 2. bantuan militer untuk asing. di antara contohnya adalah belanja jasa kepolisian. jasa pengadilan. dan belanja administrasi transfer antar unit pemerintah. Risiko perubahan perekonomian mempunyai implikasi perlunya pendiskontoan atas manfaat maupun biaya. Belanja Urusan Ekonomi Belanja yang termasuk dalam kategori ini diantaranya belanja urusan ketenagakerjaan. Salah satu kriteria yang sering digunakan untuk mengklasifikasikan belanja pemerintah adalah seperti diuraikan dalam Government Finance Statistics Manual. Klasifikasi belanja menurut fungsi pemerintah adalah sebagai berikut: 1. belanja riset dasar. jasa rumah tahanan dan penjara. Belanja Perlindungan Umum Belanja dalam kategori ini dibedakan dengan belanja pertahanan. Belanja Jasa Publik Umum Belanja-belanja yang termasuk dalam kategori ini antara lain belanja operasi untuk organisasi eksekutif dan legislatif. Evaluasi proyek jangka panjang perlu mempertimbangkan dinamika perkembangan perekonomian yang berkaitan dengan harga relatif dan pengaruh distorsi harga. belanja transaksi hutang. belanja untuk jasa-jasa umum. belanja komersial dan ekonomi.

belanja perlindungan anak dan keluarga. belanja penerangan jalan. jasa penyiaran. belanja untuk mengatasi pengangguran. dan risetnya. dan belanja sosial lainnya. 10. yaitu: Apakah inti dari tujuan distribusi dari pengeluaran publik? 2. Belanja Perumahan dan Public Utilities Belanja dalam kategori ini diantaranya adalah pengembangan perumahan dan pemukiman. dan lain-lain. namun harus diingat bahwa anggaran pengeluaran juga sangat terbatas. termasuk belanja pendukung pendidikan lainnya. Budaya dan Agama Di antara belanja yang termasuk dalam kategori ini adalah belanja jasa olahraga dan rekreasi. belanja energi dan bahan bakar. pertambangan. Sehingga. Secara umum. termasuk risetnya. komunikasi dan belanja untuk perindustrian lainnya. transportasi. jasa kepada pasien. 9. Sebagai akibatnya. terutama negara-negara berkembang yang memiliki sumber daya terbatas. dan pekerjaan-pekerjaan umum lainnya. sistem penyediaan air bersih. World Bank menggarisbawahi tiga pertanyaan penting yang harus dihadapi oleh pemerintah. pemerintah menghadapi adanya permintaan yang saling bersaing dan juga perdebatan apakah pola pengeluaran publik yang diterapkan dapat benar-benar memenuhi tujuan distribusi. Bagaimana menilai dampak pengeluaran publik bagi masyarakat? . 7. seringkali terjadi pertentangan kepentingan antara keinginan untuk menghapuskan kemiskinan dengan kemampuan keuangan negara yang bersangkutan untuk mendanai proyek-proyek yang bertujuan mengurangi kemiskinan tersebut. Belanja Kesehatan Belanja kesehatan meliputi perlengkapan dan peralatan kesehatan. 8. Dalam hal ini. 5. jasa urusan keagamaan dan komunitas. Belanja Perlindungan Sosial Belanja-belanja yang termasuk dalam kategori ini diantaranya belanja perlindungan terhadap manusia lanjut usia (manula). dan pendidikan tinggi. Belanja Publik dan Prinsip Keadilan Dalam praktek penyelenggaraan negara. proteksi keragaman hewani maupun tata kota. Belanja Rekreasi. belanja jasa kebudayaan. pendidikan menengah. satu hal penting yang harus dilakukan adalah dengan memperbaiki aspek distribusi. jasa rumah sakit umum.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 317 pertanian. Bagaimana cara memenuhi kebutuhan publik dengan anggaran yang terbatas? 3. 1. Belanja Perlindungan Lingkungan Belanja yang termasuk di sini diantaranya adalah belanja pengelolaan limbah dan polusi. pengeluaran publik yang tepat tentu saja akan membantu. 6. Belanja Pendidikan Pendidikan mencakup belanja pendidikan dasar.

yang juga menjangkau rakyat miskin. pendekatan targeting dapat dikategorikan menjadi dua hal. program kredit mikro yang ditujukan bagi wanita pedesaan. serta infrastruktur dasar seperti air bersih dan sanitasi. perubahan harga maupun hancurnya dukungan masyarakat setempat selama terjadinya krisis. Contoh yang paling sering digunakan adalah dengan mentargetkan jasa sosial dasar. Dengan demikian. dilakukan dengan menargetkan individu atau keluarga yang masuk kategori miskin. § Membantu mereka yang terpinggirkan/tertinggal dalam proses pertumbuhan ekonomi. Pendekatan kedua. terutama pada perekonomian pedesaan. Sehingga. Dalam prakteknya. Mungkin akan makan waktu agak lama bagi beberapa kelompok masyarakat untuk dapat berperan serta dalam pembangunan. Yang juga sering dilakukan adalah dengan mentargetkan aktivitas pembangunan pedesaan. Pertama adalah broad targeting atau pentargetan secara luas. kaum miskin sangat rentan terhadap risiko yang disebabkan oleh perubahan cuaca. . yang bahkan memang tidak akan mungkin dapat berpartisipasi dalam pembangunan. Pendapatan seseorang/keluarga dapat berfluktuasi sepanjang waktu. misalnya kelompok lanjut usia dan penderita cacat fisik. Kelompok inilah yang memerlukan perhatian khusus. seperti pendidikan dasar dan kesehatan masyarakat. dimana consumption smoothing juga tidak sempurna.318 Bab 14: Kebijakan dan Struktur Belanja Publik Inti dari tujuan distribusi dari pengeluaran publik adalah: § Mengutamakan pertumbuhan ekonomi yang berpihak pada kaum miskin/marginal. § Membantu mengatasi masalah kerentanan (vulnerability). yang terbelakang dan yang rentan terhadap risiko. Selain itu. namun mereka dijangkau melalui pentargetan jasa atau komoditi yang paling banyak mereka konsumsi. Mereka inilah yang menjadi target group dari kebijakan belanja publik tertentu. Dalam hal ini. Misalnya dengan melaksanakan program Jaring Pengaman Sosial yang diadakan setelah Indonesia mengalami krisis moneter. mungkin juga ada masalah kesenjangan pembangunan antara daerah yang satu dengan lainnya. proyek padat karya serta pembangunan daerah tertinggal. karena tanpa campur tangan pemerintah ketersediaan barang dan jasa tersebut tidak dapat terpenuhi. Peran pemerintah dalam penyediaan beberapa jenis barang dan jasa tidak dapat dipungkiri. pemberian susu dan makanan tambahan bagi balita miskin. kaum marjinal tidak menjadi target secara individual. yang tertinggal. Bagaimana caranya agar belanja publik dapat memenuhi ketiga kriteria ini dengan sumber daya yang terbatas? Jawaban yang sering diberikan bagi pertanyaan ini adalah “targeting”. peran pemerintah merupakan kunci keberhasilan pertumbuhan ekonomi secara utuh. yaitu targeting secara sempit. yaitu dengan mengarahkan belanja publik untuk memenuhi kebutuhan kelompok masyarakat yang membutuhkan: yang miskin.

.8 5. serta hambatan-hambatan lain dalam instrumen kebijakan.4 7...1 6. serta keadaan spesifik dari negara yang bersangkutan seperti tingkat kemampuan administratif. Banyak keputusan/kebijakan yang ada dibuat berdasarkan pengukuran kuantitatif dari dampak belanja publik untuk standar hidup. .2 5 5.6 3.4 1 2. .1 6. .. van de Walle 1998a) dan "behavioural approaches" (Grossman 1994.6 5.9 6.2 1. Akan selalu ada pihak yang sebenarnya tidak termasuk target namun mendapatkan manfaat.9 1.1.7 4. .. (1995) menguraikan cara untuk menggunakan kedua pendekatan ini agar saling melengkapi. .2 ..6 5. . . .9 4 2. bila tidak hati-hati digunakan bisa menimbulkan bias pada perkiraan dampak dari proyek pembangunan.8 5. Ekonometri sendiri. ..6 3. benefit incidence analysis terfokus pada manfaat rata-rata dari belanja publik dimana kesimpulan kebijakan atas reformasi belanja publik didasari oleh dampak atas margin perubahan tersebut.6 4.3 6.1 2 2. ekonomi politis.... Sedangkan pendekatan perilaku (behavioural approaches) menggunakan ekonometri maupun metode eksperimental. Prioritas Belanja Publik Berbagai Negara Belanja Pendidikan (% dr GDP) HDI rank 1990 1999-2001 Belanja Kesehatan (% dr GDP) 1990 2001 Belanja militer (% dr GDP) 1990 2002 Total debt service (% dr GDP) 1990 2002 High human development 1 2 3 4 5 8 9 12 Medium human Norwegia Swedia Australia Kanada Belanda Amerika Serikat Japan Inggris 7.2 6. 4. pembangunan infrastruktur. terutama bagi masyarakat miskin.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 319 Masing-masing pendekatan ini memiliki kelebihan dan kekurangan. ataupun yang sebenarnya harus dibantu namun tidak mendapat bantuan.1 1. Para ekonom serta para peneliti lain secara berkala mengevaluasi dampak distribusi dari kebijakan belanja publik.. Misalnya.6 5. .5 5. Tidak ada aturan yang baku tentang mana yang lebih baik antara kedua pendekatan ini... .3 2. .2 6.9 2. Kebijakan yang tepat akan sangat tergantung pada peta kemiskinan.5 6 5.. .. tujuan kebijakan.6 6. Tabel 13.3 0.1 7.6 2. Kedua pendekatan ini memiliki kekuatan dan kelemahan. Hammer et al. .4 .4 6.8 7. dapat membantu untuk memilih prioritas belanja publik.2 6. Biasanya yang efektif adalah kombinasi keduanya. dan van de Walle 1998a untuk tinjauan ini). Bagaimana kita bisa mengukur dampak dari kebijakan publik? Informasi mengenai dampak distribusi. . terutama bagaimana rakyat miskin bisa mendapatkan manfaat pembangunan.8 7.6 4. . Sampai seberapakah pengukuran ini dapat diandalkan? Metode-metode pengukuran yang ada dapat diklasifikasikan sebagai "benefit incidence studies" (Demery 1997.9 1.7 4.4 5...7 6.

7 3.5 0.5 0.2 2.4 4. Esping-Andersen mengkategorikan tiga jenis pokok dari welfare regime: (a) corporatist regimes.6 2.7 2.6 1.4 9.2 3.4 3.2 4.9 2 2.4 7.1 15. Tiga hal pokok dalam belanja publik yang berkaitan § § § § .3 9.9 7. salah satu fungsi pemerintah adalah menjadi penyedia barang jasa pada sektor tertentu dan fasilitator jika penyelenggaraan barang jasa diadakan oleh swasta.3 9.2 8.4 3.4 1.8 9.2 3.6 1. pemerintah dapat berperan sebagai penyedia dan regulator jika barang publik diadakan oleh swasta.5 3.1 6.7 2.8 2.4 1 3.6 4.6 11. (b) social democratic regimes.8 3.4 3.6 6.4 1.8 2.9 3.8 4.5 15.2 3. (c) liberal regimes Konsep welfare state di Inggris sebagaimana dikemukakan oleh Briggs menekankan pada perlindungan sosial dan penyediaan pelayanan kesejahteraan .8 10 6.6 0.6 1.1 3.7 1.5 4.1 2.9 1. Kebijakan pengeluaran publik dipengaruhi oleh konsep welfare state yaitu bagaimana suatu negara memandang dirinya dalam hubungannya dengan rakyatnya mengenai kesejahteraan.1 1.6 Malaysia Thailand Filipina Yordania Indonesia India 5.9 8.7 4.6 8. Khusus dalam penyediaan barang publik.8 9. RANGKUMAN § Sebagai penyelenggara negara.7 4 2.9 10.7 2. UNDP 2004.9 1.6 0.320 development 59 76 83 90 111 127 Low human development 142 145 148 171 173 Pakistan Lesotho Kenya Mozambique Burundi 2.1 3.4 1 8.6 2.5 2.7 2. Prinsip umum yang dapat dijadikan alasan penyelenggaraan sektor umum oleh negara yaitu market failure (kegagalan pasar dimana pasar tidak dapat mengalokasikan sumber daya secara efisien) dan aspek distribusi ke seluruh pelosok negara.8 6.1 1 4.6 0.3 1.2 Sumber: Human Development Report.9 2.9 5 3.1 Bab 14: Kebijakan dan Struktur Belanja Publik 1.4 1.1 5.3 1.5 2.8 6.7 2.2 2.6 8.3 4.

karena itulah diperlukan pembangunan ekonomi. Jika dilakukan penyesuaian atau perbaikan atas ketimpangan tersebut. dan pandangan miring mengenai kemiskinan. Amartya Sen berpendapat bahwa kemisikinan bukan saja terjadi karena kekurangan sumber daya tetapi juga kurangnya entitlement. (d) biaya relatif. tiap negara bagian mengatur sistem kesejahteraannya masing-masing sehingga Amerika memiliki sistem pluralistik. (e) urbanisasi Belanja transfer merupakan distribusi pendapatan (transfer pendapatan sebagai suatu persentase dari pendapatan nasional). Sistem kesejahteraan di Perancis dirancang berdasarkan prinsip solidaritas. Kecuali tujuannya untuk mencapai tingkat minimum pendapatan. paham residualisme. tidak mengubah kebutuhan untuk mendistribusikan kembali pendapatan. (b) perlindungan sosial bila diperlukan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 321 § § § § § § dengan kesejahteraan yaitu: (a) jaminan standar minimum termasuk penghasilan minimum. Amerika Serikat menganut paham liberal dalam hal penyediaan kesejahteraan yang tercermin dalam konsep individualisme. Structural Adjustment Program (SAP) yang dibuat oleh badan keuangan internasional yaitu IMF dan World Bank untuk membantu negara-negara berkembang menyebabkan pengeluaran negara dalam sektor publik berkurang dan dialihkan ke sektor swasta. Faktor-faktor penyebab pertumbuhan belanja publik dibedakan atas (a) faktor belanja barang dan jasa dan (b) faktor belanja dari transfer porsi pendapatan. yang dipengaruhi oleh dua arah. (c) pelayanan jasa pelayanan umum sebaik-baiknya. pertumbuhan ekonomi hanya dirasakan segelintir orang dan sejumlah besar lainnya justru terjerumus ke jurang kemiskinan. (c) perubahan populasi. sehingga harga jual barang dan jasa semakin meningkat. jika pendapatan rata-rata . Negara-negara berkembang mempunyai masalah utama yaitu kemiskinan. maka perubahan tidak signifikan dan distribusi pendapatan tetap stabil. Faktor-faktor yang mempengaruhi belanja barang dan jasa antara lain: (a) pertumbuhan pendapatan per kapita. Jika pendapatan rata-rata meningkat. bahwa kesejahteraan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama dan risiko ditanggung bersama. laissez-faire (mengikuti arah pasar). (b) Distribusi pendapatan yang dilakukan untuk menyesuaikan pendapatan keluarga. (b) perubahan teknologi. Akibatnya. yaitu: (a) Distribusi pendapatan yang dilakukan untuk mengatasi ketimpangan pendapatan karena peningkatan pendapatan per kapita. Namun.

(b) belanja pertahanan. penggunaan bobot distribusi dalam perhitungan biaya-manfaat dapat digunakan. (b) Fungsi obyektif. Pada kenyataannya prinsip ini sangat susah dicapai. (b) . Prinsip pareto optimum mengatakan bahwa proyek dikatakan efisien jika memberi manfaat paling tidak kepada satu orang dan tidak merugikan orang lain. sehingga cara yang paling tepat adalah dengan mendistribusikan beban pajak sedemikian rupa sehingga tidak seorang pun mengalami kerugian bersih. Tetapi jika distribusi pendapatan tidak optimal. dan agama. seberapa besar manfaat yang dapat diberikan bagi mereka yang berpenghasilan rendah. (g) belanja perumahan dan public utilities. budaya. (e) belanja urusan ekonomi. Jika distribusi pendapatan optimal. Analisis manfaat biaya harus dibuat dalam berbagai alternatif untuk mengatasi risiko perubahan ekonomi ini. Bobot ditentukan dari kejadian yang ditunjukkan oleh perilaku di masa lalu. (h) belanja kesehatan.322 Bab 14: Kebijakan dan Struktur Belanja Publik § § § § § § meningkat maka kebutuhan untuk pendistribusian kembali pendapatan akan menurun. yaitu: (a) mengutamakan pertumbuhan ekonomi yang berpihak pada kaum miskin/marginal. (c) membantu mengatasi masalah kerentanan (vulnerability). sebagai alat untuk menghitung pembobotan dalam rangka memaksimalkan kesejahteraan sosial. (j) belanja pendidikan. Perencanaan proyek berlangsung dalam ketidakpastian dan risiko ketidakpastian manfaat di masa yang akan datang akan mengurangi nilai sekarang dan harus diperhitungkan dalam perencanaan pengeluaran investasi pemerintah. (k) belanja perlindungan sosial. (f) belanja perlindungan lingkungan. Aspek keadilan dalam belanja publik untuk menentukan kebijakan proyek dipengaruhi oleh pertimbangan sebagai berikut: (a) Distribusi pendapatan. Inti dari distribusi pengeluaran publik. terdapat dua pendekatan: (a) broad targetting atau pentargetan secara luas. Government Finance Statistics Manual menguraikan klasifikasi belanja menurut fungsi pemerintah sebagai berikut: (a) belanja jasa publik umum. Cara memenuhi kebutuhan publik dengan anggaran yang terbatas adalah dengan melakukan “targetting” yaitu mengarahkan belanja publik untuk memenuhi kebutuhan kelompok masyarakat yang membutuhkan. penilaian proyek yang didasarkan pada permintaan konsumen akan dipandang layak dari segi sosial. (c) belanja pertahanan. (d) belanja perlindungan umum. pentargetan jasa atau komoditi yang paling banyak dikonsumsi. (i) belanja rekreasi. (b) membantu mereka yang terpinggirkan/tertinggal dalam proses pertumbuhan ekonomi.

terfokus pada manfaat rata-rata dari belanja publik dimana kesimpulan kebijakan atas reformasi belanja publik didasari oleh dampak atas margin perubahan tersebut. dan sebutkan apa saja yang mempengaruhinya! 6. b. Jelaskan mengapa pertumbuhan pendapatan per kapita bisa membuat belanja publik mengalami peningkatan dan dapat juga mengalami penurunan! 3. faktor pengeluaran dari transfer posisi pendapatan. Apa yang dimaksud dengan prinsip Pareto Optimum? 7. LATIHAN 1. Mengapa analisis manfaat biaya harus dibuat dalam berbagai alternatif saat dimulainya proyek? . tetapi bukan berarti belanja publik dalam pendapatan nasional meningkat? 4. Apa manfaat fungsi objektif dan apa yang dimaksud bobot? 10. Sebutkan faktor-faktor penyebab pertumbuhan belanja publik dari : a. Bagaimana membuat efisiensi proyek tetap ada walaupun ada pihak yang dirugikan? 8. Sebutkan klasifikasi belanja publik menurut fungsi pemerintah! 11. Mengapa perubahan biaya jasa publik berpengaruh terhadap belanja publik? 5. Apa yang dimakud dengan kondisi distribusi optimal? 9. Informasi mengenai dampak distribusi yang dapat membantu untuk memilih prioritas belanja publik dapat diperoleh dengan melakukan dua metode pengukuran. Apa yang dimaksud dengan distribusi pendapatan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 323 § targetting secara sempit. 2. Mengapa meskipun biaya jasa publik menjadi lebih mahal. menargetkan individu atau keluarga yang masuk kategori miskin. Bagaimana cara mengestimasi manfaat dari hasil yang berisiko? 12. menggunakan ekonometri maupun metode eksperimental. yaitu: (a) benefit incidence studies. (b) behavioural approaches (pendekatan perilaku). faktor belanja dan jasa.

Sebutkan yang termasuk dalam belanja urusan ekonomi! 14.324 Bab 14: Kebijakan dan Struktur Belanja Publik 13. Bagaimana jika distribusi pendapatan tidak optimal? . Sebutkan yang termasuk dalam kategori belanja pertahanan! 15.

pendekatan pengelompokan sektor diasumsikan mengacu pada laporan-laporan Bank Dunia. belanja pendidikan dan perlindungan lingkungan berupa pembangunan taman rekreasi. Pembahasan akan dimulai dari jenis belanja pertahanan nasional. dengan melihat pengalaman-pengalaman empiris di berbagai negara. akan tetapi sektor-sektor yang dibahas disini didasarkan pada klasifikasi Bank Dunia. untuk lebih fokus pada pembahasan materi.KEBIJAKAN BELANJA PUBLIK SEKTOR-SEKTOR UMUM Dalam bab ini akan dibahas lebih rinci berbagai jenis belanja serta masalahmasalah yang ditimbulkannya. PERLUNYA ANALISIS SEKTOR Banyak pendapat tentang pengelompokan pengeluaran publik kepada sektor. Sehingga. pembangunan jalan raya. .

§ Memungkinkan penilaian strategis dan kebijakan pembangunan sektor yang mendorong kontribusi sektor terhadap pembangunan ekonomi negara. selama tahun 80-an. Dalam dekade tersebut. Analisis sektor diperlukan untuk menjawab pertanyaan tentang pilihan. prioritas. PERTAHANAN NASIONAL Di Amerika Serikat. § Analisis sektor memberikan perkiraan potensi hasil. § Mengevaluasi kapasitas lembaga-lembaga tiap sektor dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan publik. program-program investasi dan kebijakan ekonomi mikro dari proyek individu. subsektor dan proyek. lapangan kerja. struktur pajak. dan hubungan antar sektor di antara proyek dan program yang dilaksanakan pemerintah. Perencanaan yang berhasil memerlukan penerjemahan tujuan dan kebijakan sektor ke dalam kebutuhan sektor dan subsektor secara individual dan juga ke dalam rincian yang lebih detail pada proyek-proyek tertentu. dan kebutuhan investasi untuk sektor secara keseluruhan sebagai masukan bagi keputusan badan perencana mengenai program dan prioritas investasi nasional. meskipun akhirnya dilampaui oleh pertumbuhan program sosial. tujuan analisis sektor adalah untuk menjembatani kesenjangan antara kebijakan ekonomi makro tingkat nasional. § Menentukan prioritas investasi dalam rangka identifikasi proyek-proyek khusus lain dan studi pra investasi tambahan yang diperlukan. § Analisis sektor membantu menjamin bahwa proyek-proyek individu terpilih didasarkan pada perencanaan dasar kebutuhan dan prioritas sektor. kebijakan upah dan tingkat bunga. variabel-variabel kebijakan umum seperti nilai tukar. perubahan kebijakan dan kelembagaan perlu berprestasi baik pada tingkat proyek atau tingkat ekonomi mikro. Ada beberapa cara atau metode yang dapat digunakan dalam analisis sektor: § Melengkapi cakupan ekonomi makro dengan menganalisis pengaruh terhadap sektor. belanja pertahanan nasional merupakan kontributor utama terhadap pertumbuhan anggaran. .326 Bab 15: Kebijakan Belanja Publik Sektor-sektor Umum Tujuan analisis sektor menyangkut beberapa tujuan: § Membantu pertimbangan strategis dan kebijakan untuk seluruh perekonomian. Dengan demikian.

Alasannya. Suatu kebijakan pertahanan dapat dipandang sebagai kebijakan subyektif. juga melibatkan masalah-masalah kebijakan luar negeri. regional atau internasional. tapi orang lain dapat berpandangan bahwa kebijakan tersebut ofensif. Perdebatan yang muncul di Amerika Serikat tentang sistem persenjataan. Yang paling penting. Masalah lainnya adalah menyangkut keseimbangan antara angkatan darat. Kelayakan proyek-proyek militer. seseorang dapat saja memandang kebijakan tersebut defensif. submarine-based missiles. Belanja pertahanan selain menghadapi masalah yang kompleks dalam perencanaan. Dengan melihat anggaran pertahanan Amerika Serikat saat ini. Keputusan politik memegang peranan sangat penting dalam menentukan pola kebijakan pertahanan ini meskipun menjadi kebijakan yang sulit diperkirakan. laut. mulai dari landbased missiles. Masalah Utama dalam Belanja Pertahanan Masyarakat tidak dapat menyediakan sendiri keamanan bagi dirinya dan proteksi yang diberikan haruslah secara kolektif. pembelian barang dan jasa. penelitian dan pengembangan. apakah harus memodernisasi kekuatan strategis ataukah harus membangun kekuatan strategis baru. masalah kekuatan militer tidak hanya meningkatkan akibat pengrusakan tetapi juga bisa mencegah konflik yang menimbulkan pengrusakan. Belanja pertahanan dibagi menjadi belanja personel. ruang lingkup nasional. sangat sulit memperkirakan apakah akan ada pembatasan persenjataan strategis dengan melakukan pemotongan anggaran. perencanaan pertahanan nasional harus menemukan keseimbangan antara senjata konvensional dan modern. udara dan marinir. maupun Administrations Strategic Defensive Initiative (sering disebut perang bintang) sampai sekarang masih dipertentangkan oleh para ilmuwan. Terakhir. mengingat peran Amerika dalam perang . seperti kesediaan untuk menerima risiko konflik militer.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 327 belanja pertahanan menjadi faktor utama anggaran pemerintah dalam pembelian barang dan jasa dari swasta. dan pemilihan sistem persenjataan tertentu. mengingat risikonya yang sangat tinggi. sehingga contoh penyediaan jasa pertahanan menjadi contoh klasik yang dapat dibahas. Efektifitas Biaya Modernisasi Kekuatan Strategis Kebutuhan pertahanan nasional dan berbagai masalahnya memerlukan perancangan yang kesemuanya harus dipenuhi dengan seefisien mungkin. operasi dan pemeliharaan.

dan pabrik persenjataan elektronik. pabrik pembuatan kapal laut. seperti aerospace. Pertumbuhan produktivitas jangka panjang akan tergantung pada peningkatan jumlah orang berbakat ilmiah dan kontribusi anggaran dalam peningkatan aktivitas ilmiah tersebut. produktivitas yang ditimbulkan oleh sektor pertahanan akan dialihkan ke sektor swasta . ketidakstabilan makin terasa di dunia ini. Dampak pertama terjadi pada besarnya pengeluaran untuk pengadaan struktur industri serta pertumbuhan produktivitas dalam bidang peralatan pertahanan. terserapnya bakat ilmiah oleh industri pertahanan akan menyebabkan industri swasta tersebut ke arah penurunan. dampaknya terhadap perkenomian negara layak dilakukan pembahasan. Hanya sedikit yang menghubungkan bahwa sebetulnya peningkatan belanja pertahanan telah menciutkan sumber daya yang seharusnya disediakan untuk pembangunan.328 Bab 15: Kebijakan Belanja Publik Sektor-sektor Umum melawan terorisme sangat besar bahkan menjadi sponsor bagi program internasional ini. BELANJA PERTAHANAN DAN MASALAH PEMBANGUNAN Perang di Irak dan di Afganistan. Dampak Terhadap Pertumbuhan Produktivitas Program riset dan pengembangan yang dilakukan untuk kepentingan pertahanan nasional berpengaruh besar terhadap perkembangan teknologi dan pertumbuhan produktivitas. misalnya Jerman dan Jepang. konflik antara Israel dan Palestina serta adanya serangan teroris di seluruh penjuru dunia (terutama setelah serangan menghebohkan pada tanggal 9 September 2001 yang terkenal dengan insiden 9/11) telah menjadi berita utama di seluruh surat kabar dunia. Sementara itu. Industri pertahanan mencakup sektor manufaktur. Dari satu pihak. sektor ini secara nyata juga mendukung kesempatan kerja di sektor swasta. Bukti empiris menunjukkan bahwa negara dengan persentase belanja pertahanan terhadap pendapatan nasionalnya kecil. Terdapat pergeseran dari permintaan swasta untuk barang konsumsi dan perumahan kepada pembelian pemerintah untuk sektor pertahanan. Di lain pihak.seperti komputer namun di lain pihak. seperti Amerika Serikat. Millenium Development Goals (yang dicanangkan untuk mengurangi kemiskinan di dunia menjadi 50% dari jumlah sekarang pada tahun 2015) dan program-program penghapusan kemiskinan terasa terpinggirkan. Tahun 2004 telah ditandai dengan meningkatnya belanja . ternyata mengalami pertumbuhan produktivitas yang lebih cepat dibanding dengan negara dengan persentase belanja pertahanan yang lebih besar. Dampak Terhadap Industri Karena pertahanan merupakan kontributor utama dalam defisit anggaran pemerintah federal AS.

belanja pertahanan dan militer seluruh dunia mengalami penurunan drastis selama sepuluh tahun. Insecurity tidak lagi terutama bersumber dari negara . total belanja pertahanan dan militer telah mengalami kenaikan kembali. Pengurangan defisit ini merupakan pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi AS tahun 90an. membuat AS menjadi lokomotif ekonomi dunia. Pertumbuhan ini telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian global. dimana hal ini sangat menguntungkan (baik secara nyata maupun secara potensial) negara-negara miskin. Perang Irak yang diawali dengan serangan Inggris dan Amerika Serikat ke Irak telah menambahkan total belanja pertahanan dan militer secara signifikan. yang menyebabkan banyak orang merasa bahwa dividen perdamaian tidak terlaksana. Burundi dan Ethiopia juga membelanjakan lebih dari AS. banyak negara berkembang yang membelanjakan lebih besar bagian dari sumber daya nasionalnya untuk belanja pertahanan dibandingkan dengan negara-negara maju tersebut di atas. dan pertambahan ini didominasi oleh kenaikan belanja pertahanan dan militer Amerika Serikat. Dari sisi ekonomis. Namun demikian. Belanja pertahanan dan militer merupakan masalah pembangunan. Lima belas negara yang belanja pertahanan dan militernya teratas di dunia adalah negara maju seperti Amerika Serikat. sifat ketidakamanan (insecurity) telah berubah. masalah pokok tidak hanya terdapat pada terlalu banyaknya uang yang dibelanjakan untuk peralatan dan personel militer. Amerika Serikat membelanjakan 6% dari GDPnya untuk belanja pertahanan dan militer. Dari sisi kemanusiaan. antara lain perlu dicatat bahwa pada negara-negara miskin. Dampak menguntungkan dari pengurangan belanja pertahanan AS ini sebetulnya akan dapat lebih dinikmati oleh negara-negara miskin kalau saja Bretton Woods Institution (World Bank dan IMF) tidak memaksakan kebijakannya. Namun demikian. uang tersebut seringkali dibelanjakan ke tempat yang salah. belanja militer AS untuk perang di Irak dan di Afganistan telah membuat anggaran belanja AS defisit. peningkatan belanja militer dalam persentase atas GDP berhubungan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa negara-negara berkembang tersebut di atas baru saja keluar dari kemelut dan peperangan. belanja militer mengganggu belanja pendidikan. Antara tahun 1998 dan 2002. Dividen Perdamaian Sama dengan yang dilakukan oleh banyak negara lainnya. mengingat bahwa peningkatan belanja militer di satu negara di dunia akan mempunyai dampak terhadap kesejahteraan dan penghidupan bangsa lain (yang bukan saja bersumber dari serangan yang dilancarkan oleh negara yang belanja militernya meningkat tersebut terhadap bangsa lain). yaitu antara 8% sampai 13% dari GDP mereka untuk militer. Pada tahun 2003. juga bila tidak ada konflik lokal di tingkat regional negara-negara miskin tersebut. negara ini juga mengurangi belanja pemerintah. Saudi Arabia membelanjakan lebih dari jumlah tersebut. Setelah berakhirnya perang dingin. Selama beberapa puluh tahun terakhir ini. Jepang. dan tahun 2003 diperkirakan total belanja pertahanan dan militer melebihi satu trilyun dolar AS. Namun demikian.2% dari GDP mereka untuk militer. baik dari sisi kemanusiaan maupun sisi ekonomis. belanja pertahanan dan militer dalam jumlah besar ini tetap merupakan satu hal yang menjadi keprihatinan pemerhati negara berkembang. Perancis dan Jerman. analisa yang cukup terpercaya mengungkapkan bahwa pengurangan belanja militer AS mengakibatkan menurunnya defisit pemerintah dan tingkat bunga pada tahun 90an. Apabila kita melihat perbandingan antara belanja pertahanan terhadap sumber daya nasional. kesehatan dan pembangunan sosial. Yordania. Setelah 1998 sampai buku ini dibuat tahun 2005. Kuwait. India dan Cina yang termasuk negara berkembang telah meningkatkan belanja pertahanan dan militernya sebanyak 18% dan 9%. Namun demikian. pada tahun 2001 lima negara Timur Tengah yaitu Israel. Inggris. Amerika Serikat menandai akhir perang dingin dengan pengurangan besar-besaran atas belanja militernya pada tahun 90an. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa prospek perekonomian AS dan seluruh dunia tampaknya tidak begitu baik. Apabila tujuan utama dari belanja publik adalah untuk meningkatkan keamanan dan pembangunan manusia. yang membuat era ini merupakan masa terpanjang bagi pertumbuhan ekonomi AS. antara tahun 1988 sampai dengan 1998. yaitu 8% dan 6. Namun demikian. yang disinyalir mencapai tiga perempat dari total kenaikan belanja pertahanan dan militer dunia antara tahun 1996 dan 2002.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 329 pertahanan dan militer seluruh dunia dan kurangnya pengeluaran untuk mengatasi tantangan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan manusia. belanja pertahanan seluruh dunia telah meningkat sebanyak US$ 800 milyar. Seperti hasil penelitian yang dilakukan oleh IDS. dengan trend yang terus meningkat. Pada saat yang sama.

maka respon yang diberikan tentunya juga harus berubah. § Jalan raya membutuhkan pembiayaan yang sangat besar. Pembagian kerja dan . banyak pihak juga mengecam tindakan beberapa negara donor yang mempersyaratkan negara berkembang untuk melakukan pengurangan senjata dan pengurangan belanja militer dan pertahanan. terhadap faktor-faktor baru. Sedangkan pemerintah lokal bertanggung jawab terhadap jalan raya di daerahnya. Sebagian yang lain dilakukan oleh pemerintah federal dengan mentransfer hampir seluruh penerimaannya melalui grant kepada tingkat pemerintah di bawahnya dan sebagian besar diterima oleh negara bagian. JALAN RAYA Keunikan sistem jalan raya sebagai barang publik menyangkut tiga hal yaitu: § Kerjasama yang rapi antara pemerintah pusat. Pendekatan ini dikenal dengan nama human security approach. pendidikan dan sektor lain yang berkaitan langsung dengan pembangunan manusia. dimana negara tersebut merasakan manfaat yang besar dari menghapuskan belanja militer dan mengalokasikannya secara langsung kepada sektor kesehatan. malaria. yang terdapat dalam bentuk kejahatan perkotaan. Namun demikian. termasuk jalan antar negara bagian. setelah menimbang-nimbang berbagai kombinasi pilihan yang paling tepat untuk mengatasi human insecurity. Di pihak lain. Namun pengalaman negara seperti Costa Rica dapat dijadikan contoh. saat ini pemerintah baik negara maju maupun negara berkembang perlu mengalokasikan sumber dayanya untuk mengatasi tantangan yang paling mengancam kesejahteraan warganya. TBC. pengungsian. tanpa memperhatikan dan mengatasi akar masalah dari tingginya belanja militer: lemahnya pemerintahan. Hal yang mutlak untuk dilaksanakan adalah menganalisa dengan menjabarkan berbagai pilihan yang tersedia untuk mengalokasikan sumber daya. Setiap negara perlu memilih mana yang akan dijadikan prioritas. Perlucutan senjata dan pembangunan masa kini memerlukan pendekatan baru. § Perkiraan pajak yang besar. pemerintah daerah dan antar pemerintah daerah lainnya. negara produsen peralatan militer perlu juga menimbang-nimbang antara pentingnya memperoleh pendapatan dari penjualan senjata dibandingkan dengan komitmen mereka untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Kerjasama Antar Unit Pemerintah Pengeluaran untuk jalan raya di Amerika Serikat. Human security approach inilah yang mendasari banyak lembaga non pemerintah internasional seperti Oxfam International mengadakan kampanye untuk mengingatkan pemerintah negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris untuk tidak menjual peralatan militer kepada negara-negara berkembang. dan kekerasan berbasis gender. HIV/AIDS. bencana alam dan lain-lain yang bersumber dari berbagai hal namun memiliki dampak yang sama: membuat hidup banyak orang terancam dan menjadi makin rentan. Karena itulah.330 Bab 15: Kebijakan Belanja Publik Sektor-sektor Umum tetangga karena masalah pertikaian perbatasan dengan negara tetangga sebagai musuh yang jelas. paling banyak dilakukan pada tingkat negara bagian. Dengan berubahnya konteks permasalahan. Analisa semacam ini tidak mudah dan tidak akan pernah mudah. dominasi militer dalam pengambilan keputusan dan tidak adanya pertanggungjawaban publik. juga untuk menyikapi kenyataan masa kini dimana hanya ada satu negara adikuasa. dengan alasan bahwa akan jauh lebih bermanfaat bagi negara-negara ini apabila dana tersebut dialokasikan ke sektor kesejahteraan. Ancaman utama saat ini lebih banyak merupakan ancaman terhadap human insecurity. yang berkaitan dengan ancaman baru (dan terus berubah) terhadap keamanan.

yaitu penghasilan yang ditransfer dari Highway Trust Fund dalam bentuk grant antar pemerintahan. Sedangkan pada tingkat pemerintah lokal. meskipun tidak terlalu besar karena pendidikan pada dasarnya tetap merupakan jasa publik yang harus disediakan oleh pemerintah. dan apakah sebaiknya pemerintah memberikan bantuan kepada lembaga pendidikan swasta juga. Pada tingkat negara bagian. Pembiayaan Melalui Pungutan Kepada Pemakai Pembangunan jalan raya sebagian besar didanai oleh pemakai jalan. maupun pemerintah lokal lainnya. negara bagian. bagaimana proses pengajaran berlangsung. penerimaan jalan raya diperoleh dari retribusi dan pajak kendaraan bermotor. yang selanjutnya dipakai untuk membangun jalan negara bagian dan sebagian lainnya ditransfer ke pemerintah lokal dalam bentuk grant. siapa yang berhak memperoleh pendidikan. Untuk tingkat federal. Swasta ikut memberikan andil membiayai pendidikan juga meskipun kontribusinya tidak sebesar pemerintah. jalan raya dibiayai dari general fund. Pemerintah federal juga ikut membiayai pembangunan pendidikan. yang salah satunya berasal dari pajak atas kekayaan yang dimiliki penduduk lokal serta dari pembebanan khusus lainnya. PENDIDIKAN Anggaran pendidikan di Amerika Serikat. Dana negara bagian yang disalurkan kepada pemerintah lokal dalam bentuk bantuan dan subsidi terutama untuk mendanai pendidikan tingkat tinggi. Penerimaan dari tarif tol tidak terlalu siginifikan dibanding dengan sumber pendanaan lainnya. terutama dibiayai oleh pemerintah lokal dan negara bagian meskipun pengendalian sistem pendidikan tetap berada di bawah pemerintah lokal. Negara bagian pada umumnya mempunyai kebebasan yang cukup memadai dalam merancang struktur fiskal masing-masing dan dalam mengendalikan . Masalah-Masalah Kebijakan Pendidikan Permasalahan yang ada dalam kebijakan pendidikan menyangkut apa yang seharusnya diajarkan di sekolah negeri (kurikulum). baik federal.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 331 pembiayaan ini menunjukkan perhatian yang besar dari pemerintah. penerimaan berasal dari pajak bahan bakar.

kelayakan proyek dihitung berdasarkan rencana tarif yang . Konsumen pendidikan mengharapkan pemberian pendidikan yang sama atau paling tidak ada standar minimum. akan tetapi merupakan persoalan politik.332 Bab 15: Kebijakan Belanja Publik Sektor-sektor Umum pemerintah lokal yang secara langsung bertanggung jawab dalam penyediaan pendidikan. dengan fokus utama pada pendidikan dasar. Masalah pokok yang juga timbul adalah berkaitan dengan tingkat kualitas pendidikan. Studi ini menemukan bahwa tingginya angka masuk sekolah berkaitan tidak hanya pada belanja publik untuk pendidikan dasar melainkan juga dengan adanya unit cost yang jelas dan sederhana. meningkatkan efisiensi. Studi yang dilakukan oleh Institute of Development Studies di Inggris pada tahun 2004 menganalisa belanja publik bagi sektor pendidikan di subSaharan Afrika dan Asia Selatan. akan tetapi mereka juga setuju bahwa tidaklah berarti bahwa pendidikan harus disediakan oleh sekolah negeri. Hal ini telah mendapat dukungan undang-undang di negara bagian dan telah pula diakui oleh Mahkamah Agung bahwa setiap warga negara berhak atas perlakukan yang sama dalam bidang pendidikan. Hasil yang efisien akan dapat diperoleh jika terdapat persaingan yang sehat antara lembaga pendidikan negeri dan swasta. Fasilitas rekreasi merupakan barang publik yang bersifat barang akhir atau barang konsumsi. tidak ada keharusan menurut konstitusi bahwa pendidikan harus sebanding di seluruh negara bagian. agar pendidikan dasar dapat dicapai oleh semua anak usia sekolah. Penganjur pendidikan berpendapat bahwa pendidikan merupakan kepentingan umum sehingga harus disediakan oleh pemerintah. manfaat bagi masyarakat di sekitarnya dan manfaat lain . tidak seperti jalan raya yang bersifat barang antara. Pengukuran cara pertama dengan menghitung pungutan kepada pemakai. Dengan cara ini. Problem utama dalam penyediaan fasilitas rekreasi adalah seberapa besar manfaat barang tersebut dapat dinikmati oleh publik. Pendidikan dasar dan menengah sebagian besar disediakan oleh pemerintah melalui sekolah negeri. serta memberikan prioritas yang tinggi terhadap pendidikan dasar. timbul perdebatan tentang perlunya monopoli pemerintah atas sekolah pada tingkatan itu. FASILITAS REKREASI Pembangunan fasilitas rekreasi memberi manfaat ganda yakni manfaat bagi pemakai. Persaingan yang dapat dilakukan oleh sekolah-sekolah swasta perlu didukung dengan kebijakan dalam menjamin persaingan yang sehat oleh pemerintah. perlu adanya komitmen pemerintah untuk mereformasi belanja publik dan sektor swasta. Namun demikian.seperti keindahan alam. Karena itulah. Pengukuran manfaat atas barang ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Persoalan pendidikan bukanlah hanya persoalan fiskal saja. Pada tingkat ini.

Misalnya lapisan ozon di cakrawala. meskipun tidak dapat diukur dengan mudah melalui pengujian pasar. Saat ini. yang penting bagi seluruh dunia sepanjang masa. Kemudian. yang mengacu pada barang publik yang kegunaannya mendunia atau bisa bermanfaat tidak saja bagi satu kelompok masyarakat tertentu melainkan bagi seluruh dunia dan berbagai generasi. Dari penghitungan tersebut. hal ini dapat dianggap sebagai subsidi untuk jenis jasa swasta. irigasi. selain ditujukan untuk rekreasi. Fasilitas rekreasi merupakan barang publik sehingga penilaian dan pembobotan sosial atas fasilitas rekreasi harus lebih diutamakan. selain untuk rekreasi juga dapat digunakan untuk konservasi sumber daya air. bukan penilaian seperti yang dilakukan dalam pengadaan fasilitas swasta. Dan. Contoh lain adalah sebuah bendungan dapat dinilai manfaatnya sebagai pembangkit tenaga listrik. pengendalian banjir.misalnya pada saat berbagai negara menyepakati suatu strategi internasional untuk menanggulangi penyakit menular. di era globalisasi ada istilah global public goods. Analisis pasar dapat digunakan dalam penilaian manfaat atas fasilitas rekreasi. kurva permintaan dapat disimulasikan sehingga dapat dijadikan dasar pengukuran manfaat.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 333 akan dibebankan kepada para pengguna yang kemudian dibandingkan dengan biaya proyek. ada cara ketiga dengan analogi fasilitas swasta yang menarik iuran dari para anggotanya sebagai dasar penghitungan manfaat. . Selain berbagai manfaat di atas. meski pun bukan satu-satunya cara. Sebagai contoh. proyek sumber daya air dapat mempunyai manfaat ganda. Cara kedua adalah dengan melakukan penghitungan kesediaan membayar para pemakai untuk penyediaan fasilitas rekreasi. dapat dilakukan pembobotan dalam menilai waktu para pemakai fasilitas ini dengan membandingkan efisiensi dari setiap alternatif penggunaan dana. misalnya keindahan alam dan margasatwa. perlu juga dipertimbangkan manfaat dalam bentuk lain dari suatu fasilitas rekreasi. GLOBAL PUBLIC GOODS Penjelasan mengenai public goods sudah Anda dapatkan pada bab terdahulu. atau mengamankan hak cipta. Sebagai alternatif. Cara lain adalah dengan penghitungan manfaat yang dapat dilakukan dengan menghitung biaya yang dikeluarkan oleh pemakai dalam melakukan rekreasi keluar rumah. Tujuan non finansial tertentu. Barang publik bisa juga dapat menjadi global melalui konsensus atau kesepakatan dunia. harus dipertimbangkan.

Alasan privatisasi bisa berbagai macam. saat ini privatisasi juga telah menjadi praktek umum di negara berkembang. Privatisasi (yaitu penjualan barang publik) kepada pihak swasta. barang tambang.334 Bab 15: Kebijakan Belanja Publik Sektor-sektor Umum PRIVATISASI BARANG PUBLIK Penyediaan barang publik oleh pemerintah saat ini banyak mendapat tantangan. migas. Salah satunya adalah untuk menyelamatkan perusahaan negara yang terus menerus merugi dan menghabiskan keuangan negara. kesehatan. dengan menjual sumber daya alam. Alasan utama yang dikemukakan adalah bahwa market failure juga bisa terjadi dalam hal barang dan jasa publik diselenggarakan oleh pemerintah. memberikan pelayanan yang lebih baik daripada negara dengan suntikan dana segar. listrik. dan biarkan mekanisme pasar yang menentukan. pendidikan. telekomunikasi. manajemen yang lebih profesional dan penggunaan teknologi yang lebih canggih. dalam hal pemerintah tidak capable sebagai penyelenggara barang dan jasa publik. Kekhawatiran yang ada menyangkut kemungkinan bahwa perusahaan swasta akan meningkatkan efisiensi perusahaan. barang dan jasa publik sebaiknya diserahkan pada sektor swasta. menurut mereka. tugas pemerintah hanya mengawasi. tanpa menghiraukan misi sosial dalam pelaksanaannya. Argumentasi ini berakar dari ketidakpercayaan mereka terhadap kinerja pemerintah yang dinilai lamban dan tidak efisien. Walaupun trend untuk melakukan privatisasi di negara maju telah dimulai pada tahun 80-an. belum lagi ditambah dengan masalah korupsi yang ditudingkan pada aparat pemerintah. Tidak ada jasa yang luput dari privatisasi: perbankan. Alasan lain adalah harapan bahwa pihak swasta akan dapat mengelola perusahaan-perusahaan tersebut dengan lebih efisien. pertanian dan kehutanan. merupakan fenomena yang umum terjadi di dunia ini. Namun demikian. Misalnya. Misalnya dengan meningkatkan harga air dan tarif dasar listrik tanpa memandang kemampuan masyarakat. keputusan untuk melakukan privatisasi seringkali merupakan keputusan yang kontroversial. Karena itulah. terutama bila pemerintah menyerahkan pengelolaan air minum dan listrik kepada sektor swasta. 40 persen dari pendapatan negara-negara maju yang didapat dari privatisasi pada tahun 1999 diperoleh dari penjualan hak atas pertambangan migas. air. Kekhawatiran lain yang lebih mendasar adalah apabila privatisasi atau swastanisasi ini . menurut data World Bank (2001). Oleh karena itu. terutama dari kaum neo-liberalist. dan transportasi seringkali dialihkan ke sektor swasta oleh pemerintah pusat maupun daerah. privatisasi termasuk salah satu yang dianjurkan oleh lembaga keuangan internasional seperti World Bank dan IMF bagi negara-negara berkembang.

80. Privatisasi Air Minum Salah satu contoh privatisasi barang publik yang sedang menjadi sorotan masyarakat akhir-akhir ini adalah pengelolaan air. 45. Oleh karena itulah. dimana konsumen membayar harga yang meliputi seluruh biaya.7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. 40. Padahal. air yang diperoleh masyarakat saat ini masih berada di bawah harga pasar dan perlu dinaikkan. Undang-undang ini juga memungkinkan penguasaan sumber-sumber air oleh pemodal. maupun pengelolaan sumber-sumber air di pedesaan oleh swasta. dan pasalpasal pelaksana lain. “Bumi. undang-undang ini merupakan bagian dari syarat pencairan pinjaman ketiga proyek WATSAL (Water Sector Adjustment Loan) didanai bank dunia. 1995). Secara kronologis. Baik World Bank dan ADB dalam “Kebijakan Air”-nya mendorong diterapkannya mekanisme harga yang mengadopsi Full Cost Recovery. yang berkaitan dengan pasal tersebut. dan bukan komoditas ekonomi belaka. Laporan Pemerintah Indonesia pada World Water Forum III di Kyoto. menunjukkan bahwa privatisasi dapat membuat kenaikan harga yang mempersulit akses rakyat miskin untuk mendapatkan air bersih.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 335 menyangkut sumber daya alam yang merupakan hajat hidup orang banyak. Privatisasi air akan meliputi jasa penyediaan air di perkotaan. Pasal 33 ayat 2 tersebut menyatakan. Hak atas air yang setara juga diteguhkan dalam Ecosoc Declaration (Deklarasi Ekonomi. dengan diberikannya Hak Guna Usaha kepada individu dan badan usaha. air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. seperti di Cochabamba. dengan disahkannya Undang-undang No. dimana pengelolaan oleh sektor swasta tidak saja mengakibatkan harga yang mahal namun juga mengakibatkan sebagian masyarakat yang tidak mampu membayar tersingkirkan (excluded). . Pengalaman masa lalu tentang privatisasi air. 26. Bank dunia menyatakan harus ada perubahan kebijakan (policy reform) dalam pengelolaan air di Indonesia ke depan sebagai syarat dari pinjaman tersebut. Pada tingkat internasional. Dengan demikian privatisasi. Konsep hak guna. Kalimat tersebut mengandung makna tanggung jawab negara untuk menjamin dan menyelengarakan penyediaan air yang menjangkau setiap individu warga negara. dan Budaya) PBB pada bulan November 2002. Banyak perusahaan air swasta yang berkecimpung dalam bisnis air minum juga merupakan produsen air minum dalam kemasan. World Bank menyatakan “ Manajemen sumber daya air yang efektif haruslah memperlakukan air sebagai “komoditas ekonomis” dan “ partisipasi swasta dalam penyediaan air umumnya menghasilkan hasil yang efisien. Undang-Undang Sumber Daya Air ini merupakan persyaratan pencairan pinjaman ketiga proyek WATSAL tersebut. sebagaimana disebutkan dalam pasal 9. 10. Sosial. Bolivia oleh Bechtel Corporation. peningkatan pelayanan. Konferensi Dublin mengenai Air dan Lingkungan di tahun 1992 menyatakan bahwa hak dasar (basic right) yang pertama bagi semua umat manusia adalah akses kepada air dan sanitasi dengan harga yang terjangkau (FAO. Undang-Undang No. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air tersebut memberi ruang bagi peran swasta dalam penyelenggaran air. menyatakan bahwa 80 persen populasi belum memiliki akses kepada air yang mengalir (running water). UUD 1945 pasal 33 ayat 2 menjamin hak dasar tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah sesungguhnya masih memiliki kewajiban yang besar untuk memenuhi hak dasar rakyat Indonesia atas air. sebagaimana yang telah terjadi di sejumlah negara. identik dengan kenaikan harga tarif air. 7/2004 tersebut mengingkari penghargaan terhadap hak asasi manusia dan welfare state. Komite ini juga menyatakan bahwa air adalah harus diberlakukan sebagai barang sosial dan kultural. memberlakukan air sebagai komoditas yang bernilai komersial. banyak pihak beranggapan bahwa pasal-pasal dan ayat dalam UU No. dan mempercepat investasi bagi perluasan jasa penyediaan” (World Bank. 1992).Menurut World Bank. Jepang. yang merupakan hasil dari pemikiran liberal (pasar) dari bank dunia. 41.

mendorong otoritas-otoritas yang bertanggung jawab atas penyediaan dan pengusahaan air untuk menjalankan sistem yang transparan. Tantangan lainnya adalah bagaimana agenda-agenda reformasi sumber daya air dapat diarahkan pada upaya-upaya yang berwawasan lingkungan dalam rangka memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat dan menjamin ketersediaan air bagi generasi yang akan datang. antara lain: (1) membantu pertimbangan strategis dan kebijakan untuk seluruh perekonomian. Hal ini telah dialami oleh banyak negara berkembang lain. (3) menentukan prioritas investasi dalam rangka identifikasi proyek-proyek khusus lain dan studi pra investasi tambahan yang diperlukan. melakukan pengawasan dan kontrol yang ketat terhadap biaya modal dari suatu investasi swasta dalam pengusahaan sumber daya air untuk mencegah pembebanan harga/tarif yang berlebihan kepada publik. untuk dapat memenuhi kewajiban penyediaan air tersebut. masyarakat harus mulai belajar melakukan penghematan penggunaan air sebagai wujud pengakuan hak orang lain atas air. dan perawatan sumber daya air. Tujuan analisis sektor. Akan tetapi.Untuk mengatasi masalah ini. Analisis sektor diperlukan untuk menjawab pertanyaan tentang pilihan. Pertama. pemerintah membutuhkan dana sebesar Rp 5. dan hubungan antara sektor di antara proyek dan program yang dilaksanakan pemerintah. prioritas. penyediaan dana tersebut menjadi kendala tersendiri bagi pemerintah. bertanggung jawab. Kedua. Ketiga. diperlukan sumber dana yang besar untuk pembangunan infrastruktur pengairan. Rumitnya pengelolaan penyediaan air ini bukan hanya milik Indonesia. jika tidak diatur dengan hati-hati. Diperkirakan. pemulihan. Keterlibatan sektor swasta dalam berinvestasi di sektor ini mungkin dapat menjadi salah satu solusi. (4) mengevaluasi kapasitas lembaga-lembaga tiap sektor dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan publik. dampaknya akan meningkatkan harga jual air yang justru dapat membatasi dan mengurangi akses masyarakat atas air bersih dan sanitasi. (2) memungkinkan penilaian strategis dan kebijakan pembangunan sektor yang mendorong kontribusi sektor terhadap pembangunan ekonomi negara. Contoh di mana telah terjadi kekerasan akibat privatisasi air ini dialami oleh wilayah Cochabamba di Bolivia. Tujuan analisis sektor adalah untuk menjembatani kesenjangan antara kebijakan ekonomi makro tingkat § . perlu mekanisme subsidi yang terarah yang menutupi kesenjangan (gap) antara tingkat kemampuan membayar masyarakat dan harga penyediaan air yang wajar. Prinsip pembuat polusi harus membayar mahal (polluters pay principle) harus diterapkan secara konsisten untuk mencegah kerusakan sumber daya air yang lebih luas. Di tengah masalah ekonomi. dan melibatkan partisipasi publik yang efektif guna menjamin check and balances. Prinsip-prinsip konservasi dan pemeliharaan harus mendapatkan prioritas utama. Di lain pihak.336 Bab 15: Kebijakan Belanja Publik Sektor-sektor Umum Namun demikian. Mekanisme lain yang menjamin hak dasar rakyat atas air dan perlindungan dari eksploitasi yang berlebihan akibat ketidaksempurnaan pasar harus terus dielaborasi dan direalisasikan. pemerintah perlu melakukan beberapa hal. RANGKUMAN § Pengeluaran publik dikelompokkan ke dalam sektor-sektor. Mekanisme ini dapat menjadi alat pemerataan keadilan jika dirancang secara baik dan tepat.1 triliun setiap tahun untuk menyediakan air bersih bagi 40 persen populasi sampai tahun 2015.

Untuk negara bagian penerimaan diperoleh dari retribusi dan pajak kendaraan bermotor lalu sebagian ditransfer dalam bentuk grant kepada pemerintah lokal. yaitu penghasilan yang ditransfer dalam bentuk grant antar pemerintahan. laut. (2) jalan raya membutuhkan pembiayaan yang sangat besar. masalah keseimbangan antara angkatan darat. (3) perkiraan pajak yang besar. . masalah pemilihan sistem persenjataan. Sementara dampak terhadap pertumbuhan produktivitas yang didapat dari bukti empiris menunjukkan bahwa negara dengan persentase belanja pertahanan yang kecil mengalami pertumbuhan produktivitas yang lebih cepat dibandingkan negara dengan persentase belanja pertahanan yang lebih besar. dan antar pemerintah daerah lainnya. diantaranya pajak atas kekayaan yang dimiliki penduduk lokal.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 337 § § § § § nasional. lapangan kerja. Metode yang dapat digunakan dalam analisis sektor: (1) melengkapi cakupan ekonomi makro dengan menganalisis pengaruh terhadap sektor. (2) analisis sektor memberikan perkiraan potensi hasil. dan masalah kekuatan militer yang meningkatkan akibat pengrusakan. seperti nilai tukar. (3) analisis sektor membantu menjamin bahwa proyek-proyek individu terpilih didasarkan pada perencanaan dasar kebutuhan dan prioritas sektor. sub sektor dan proyek. dan perubahan kebijakan dan kelembagaan perlu berprestasi baik pada tingkat proyek atau tingkat ekonomi mikro. variabel-variabel kebijakan umum. struktur pajak. perencanaan yang kompleks. kebijakan upah dan tingkat bunga. Sementara untuk tingkat pemerintah lokal penerimaan diperoleh dari general fund. Sistem jalan raya sebagai barang publik memiliki tiga hal keunikan. masalah kebijakan luar negeri seperti kesediaan menerima resiko konflik militer. pembangunan jalan raya dibiayai dari penerimaan yang berasal dari pajak bahan bakar. pemerintah daerah. yaitu: (1) kerjasama yang rapi antara pemerintah pusat. program-program investasi dan kebijakan ekonomi mikro dari proyek individu. Dampak besarnya belanja pertahanan bagi industri yaitu besarnya pengeluaran untuk pengadaan struktur industri serta pertumbuhan produktivitas dalam bidang peralatan pertahanan. Masalah utama dalam belanja pertahanan antara lain. udara dan marinir. dan kebutuhan investasi untuk sektor secara keseluruhan sebagai masukan bagi keputusan badan perencana mengenai program dan prioritas investasi nasional. Pada tingkat federal di Amerika Serikat.

. bagi pemakai. (b) bagaimana proses pengajaran berlangsung.338 § Bab 15: Kebijakan Belanja Publik Sektor-sektor Umum § § § § § § Permasalahan dalam kebijakan pendidikan antara lain: (a) apa yang seharusnya diajarkan di sekolah negeri (kurrikulum). dan manfaat lain seperti keindahan alam. kurva permintaan sebagai dasar pengukuran manfaat. Barang publik bisa juga dapat menjadi global melalui konsensus atau kesepakatan dunia. Problem utama dalam penyediaan fasilitas rekreasi adalah seberapa besar manfaat atas barang ini dapat dinikmati oleh publik. masyarakat sekitar. Fasilitas rekreasi merupakan barang akhir atau konsumsi sementara jalan raya merupakan barang antara. (d) apakah sebaiknya pemerintah memberikan bantuan kepada lembaga pendidikan swasta serta (e) tingkat kualitas pendidikan. Pembangunan fasilitas rekreasi memberi manfaat ganda. Privatisasi (penjualan barang publik) dilakukan dengan berbagai alasan: (a) untuk menyelamatkan perusahaan negara yang terus menerus merugi dan menghabiskan keuangan negara. Cara mengukur manfaat atas fasilitas rekreasi dapat dilakukan dengan cara: (a) kelayakan proyek dihitung berdasarkan rencana tarif yang akan dibebankan kepada pengguna lalu dibandingkan dengan biaya proyek. kinerja pemerintah yang lambat dan tidak efisien dan masalah korupsi di tingkat pemerintahan. Kaum neo-liberalist menginginkan agar penyediaan barang publik diserahkan kepada sektor swasta karena market failure juga bisa terjadi pada barang dan jasa publik yang diselenggarakan oleh pemerintah. (c) siapa yang berhak memperoleh pendidikan. (d) menghitung biaya yang dikeluarkan oleh pemakai dalam melakukan rekreasi ke luar rumah. (b) harapan bahwa pihak swasta akan dapat mengelola perusahaan dengan lebih efisien. Contoh: lapisan ozon. Global Public Goods adalah barang publik yang kegunaannya mendunia atau bisa bermanfaat tidak saja bagi satu kelompok masyarakat melainkan bagi seluruh alam. (e) melakukan pembobotan dalam menilai waktu para pemakai dengan membandingkan efisiensi dari setiap alternatif penggunaan dana. (c) analogi fasilitas swasta yang menarik iuran dari para anggotanya sebagai dasar penghitungan manfaat. Perlu adanya kebijakan yang menjamin persaingan yang dilakukan sekolah-sekolah swasta. memberikan pelayanan yang lebih baik dengan suntikan dana segar (c) manajemen yang lebih profesional dan (d) penggunaan teknologi yang lebih canggih. (b) melakukan penghitungan kesediaan membayar para pemakai untuk penyediaan fasilitas rekreasi.

Jelaskan sistem/mekanisme kerjasama antar unit pemerintah dalam pengeluaran biaya untuk pengadaan fasilitas jalan raya ! 15. Jelaskan masalah-masalah yang ada dalam kebijakan pendidikan ! 7. Jelaskan dampak terhadap pertumbuhan produktivitas atas belanja pertahanan nasional! 5. antara lain jika perusahaan swasta meningkatkan efisiensi tanpa menghiraukan misi sosial dengan menaikkan harga tanpa memandang kemampuan masyarakat dan mengakibatkan sebagian masyarakat yang tidak mampu membayar tersingkirkan (excluded). Mengapa fasilitas rekreasi memberikan manfaat ganda ? 8. 10. Mengapa belanja pertahanan diperlukan bagi suatu negara ? 13. Apa yang dimaksud dengan cara pengukuran analogi fasilitas swasta ? 9. Apa dasar pengukuran manfaat failitas rekreasi dengan cara pertama ? 11. Mengapa analisis sektor diperlukan ? 12. Mengapa suatu kebijakan pertahanan dapat dipandang sebagai kebijakan subjektif? 4. Jelaskan tujuan analisis sektor dan mengapa diperlukan ? 2. Bagaimana bentuk pembiayaan di dalam pengadaan barang dan jasa milik umum khususnya jalan tol ? . LATIHAN 1. Sebutkan keunikan sistem jalan raya sebagai barang publik ! 6. Bagaimana dampak belanja pertahanan nasional terhadap industri ? 14. Mengapa persoalan pendidikan bukan hanya persoalan fiskal tetapi juga persoalan politik.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 339 § Keputusan untuk melakukan privatisasi merupakan keputusan yang kontroversial karena menimbulkan beberapa kekhawatiran. Sebutkan metode apa saja yang dapat digunakan dalam analisis sektor ? 3.

Berikut ini diuraikan kebijakan belanja publik dalam bentuk tunjangan sosial di Amerika Serikat (negara maju yang menganut sistem welfare state dalam arti bahwa negara hanya sebagai pengatur dan bukan pemain).KEBIJAKAN BELANJA PUBLIK DALAM TUNJANGAN SOSIAL Terdapat berbagai macam bentuk tunjangan sosial yang dikelola pemerintah. serta di Indonesia sebagai sebuah negara berkembang yang masih mencari model yang cocok untuk kebijakan sosialnya. Sampai sejauh mana tingkat tunjangan diberikan tergantung pada kemampuan finansial masing-masing negara dan juga aliran pemikiran ekonomis negara tersebut. PROGRAM JAMINAN SOSIAL DI AMERIKA SERIKAT .

Meskipun demikian.342 Bab 16: Kebijakan Belanja Publik dalam Tunjangan Sosial Tunjangan kepada Penghasilan Rendah Di Amerika Serikat. Tunjangan Kesejahteraan . Kupon Makanan Rumah tangga (tidak terbatas umur) berhak memperoleh kupon makanan jika mempunyai aktiva atau berpenghasilan kotor yang kurang dari nilai yang ditetapkan oleh pemerintah federal. Perumahan Murah Program ini merupakan program pemerintah federal dimana subsidi perumahan diberikan dalam bentuk hipotik berbunga rendah bagi petani berpenghasilan rendah. Program ini biasanya dirancang dan dikelola oleh negara bagian dengan berpedoman pada standar ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah federal. Bantuan diberikan dalam bentuk Medicare yaitu asuransi kesehatan yang preminya dibayar oleh pemerintah suatu negara. Kriteria-kriteria tersebut antara lain adalah orang yang mempunyai pendapatan terbatas menurut kriteria SSA (Supplementary Security Income). Jaminan Penghasilan Tambahan Tunjangan ini diberikan dalam bentuk pembayaran tunai kepada orangorang yang penghasilannya atau aset seseorang kurang dari jumlah minimum yang ditetapkan. serta semua orang yang berumur diatas 65 tahun. Program ini dikelola oleh pemerintah federal. Komponen-komponen utama program tersebut antara lain sebagai berikut: Medicaid Program ini ditujukan bagi semua orang yang memenuhi kriteria AFDC (Aid to Families with Dependent Children) yang sering disebut sebagai program kesejahteraan. terdapat sejumlah program tunjangan yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. program ini diberikan melalui pemerintah lokal.

Untuk mengatasi kritik ini. Namun demikian. Prinsip ini merupakan perluasan prinsip perpajakan progresif yang telah diterima umum dan berbagai cara untuk menggabungkan prinsip pajak negatif ke dalam struktur pajak positif telah dipertimbangkan. pola tunjangan alternatif mulai dipertimbangkan. Pola alternatif lain adalah bentuk pajak penghasilan negatif. Asuransi Sosial Komponen-komponen utama dari asuransi sosial ini di Amerika Serikat meliputi sistem asuransi sosial OASI (Old Age and Survivors Insurance). Titik permasalahan telah berubah dari memberikan keringanan dalam ekonomi kepada kesejahteraan anak dalam keluarga yang berorang tua tunggal. Program kesejahteraan ini paling banyak menimbulkan perdebatan. dan DI (Disability Insurance).Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 343 Program AFDC menetapkan bahwa pemerintah federal memberikan bantuan kepada setiap negara bagian – baik uang tunai maupun dalam bentuk lain – yang kemudian dipakai untuk menunjang keluarga yang mempunyai anak di bawah 18 tahun yang belum mandiri. kebijakan pemberian tunjangan alternatif ini dapat mengurangi jumlah bantuan yang dapat diberikan kepada golongan yang paling membutuhkan. karena tunjangan akan menurun jika pendapatan meningkat – sering disebut tarif pajak marjinal. Asuransi Pensiun dan Cacat . Bantuan diberikan kepada orang-orang dengan pendapatan rendah atau yang tidak berpendapatan. HI (Health Insurance). Cara paling efektif dalam menunjang keluarga berpenghasilan rendah adalah dengan membagikan dana melalui pemenuhan kekurangan pendapatan mulai pendapatan tingkat bawah. Jika pendapatan kotor meningkat. Dengan demikian alternatif ini akan menjamin tingkat minimum yang cukup sesuai ketersediaan dana sosial pemerintah. maka pajak negatif akan menurun sampai pada titik mencapai nol dan sesudah itu terjadi pajak positif yang terhutang. Program ini dipandang sebagai program yang merendahkan martabat karena persyaratannya dibatasi pada keluarga yang tidak mempunyai kepala keluarga pria. Tunjangan yang diberikan dinilai tidak memadai untuk standar kehidupan minimum yang layak. Standar yang digunakan dapat berbeda antara satu negara bagian dengan negara bagian lain. Selain itu. program ini dipandang tidak mendorong orang untuk bekerja lebih giat.

setiap orang yang mempunyai pendapatan di bawah batasan tertentu dan memenuhi persyaratan tertentu diberikan . dan jasa perawatan kesehatan rumah. sistem tunjangan sosial juga mengalami perubahan. Perdebatan muncul karena menyangkut pembiayaan yang sangat besar. § Menurut aturan AFDC.berhak mendapatkan asuransi pensiun dan cacat yang preminya bersumber dari penerimaan pajak penghasilan upah dan gaji (payroll tax). biaya rawat jalan. Perdebatan sekitar asuransi kesehatan ini menyangkut apakah asuransi hanya mencakup orang yang berusia lanjut atau harus diperluas kepada seluruh penduduk. dan kalau diperluas bagaimana bentuknya. sehingga golongan penghasilan tinggi mempunyai preferensi memberikan kontribusinya dalam bentuk non tunai. Sistem Tunjangan Sosial Terkini Seiring dengan perkembangan pemikiran aspek keadilan. Asuransi Pengangguran Program ini dibiayai dari pajak upah dan gaji federal dan pajak tambahan dari negara bagian yang dibayarkan oleh pemberi kerja. Aturan tersebut menciptakan program kesejahteraan yang disebut Temporary Aid for Needy Families (disingkat TANF) yang pada intinya mengatur hal-hal dibawah ini. dan peranan asuransi swasta. Asuransi Kesehatan Setiap individu berhak atas jaminan sosial pensiun dan juga berhak atas Medicare pada usia 65 tahun. Tunjangan ini untuk memberikan perlindungan dasar terhadap biaya jasa rumah sakit.344 Bab 16: Kebijakan Belanja Publik dalam Tunjangan Sosial Peraturan OASI menetapkan bahwa program ini mencakup semua pekerja berusia dibawah 65 tahun dan bekerja di bidang komersial serta industri kecuali jalan kereta api dan karyawan pemerintahan yang mempunyai skema lain . pengaruhnya terhadap jasa medis yang diberikan. Sistem tunjangan dalam bentuk tunai dipandang oleh para ekonom dapat menimbulkan efek yang negatif bagi golongan penghasilan rendah dalam hal produktivitasnya. kebebasan memilih dokter. Prinsipnya adalah menggabungkan kontribusi pemberi kerja dan karyawan. Salah satu perubahan yang substansial dari sistem kesejahteraan di Amerika Serikat berubah sejak diundangkannya Undang Undang Rekonsiliasi Kesempatan Kerja dan Tanggungjawab Personal tahun 1996. Semua kontribusi dari pemerintah federal dan negara bagian dibayarkan kepada dan dikelola oleh Federal Unemployment Trust Fund.

struktur pemberian bantuan kesejahteraan negara bagian dikendalikan oleh pemerintah federal. Untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS). Secara umum. kehilangan pekerjaan. Selama beberapa dekade terakhir ini. Sistem Jaminan Sosial Nasional pada dasarnya merupakan program negara yang bertujuan memberi kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.berdasarkan ada tidaknya program tunjangan tunai tersebut. telah dikembangkan program Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (TASPEN) yang dibentuk dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 1981 dan program Asuransi Kesehatan . jaminan hari tua dan jaminan kematian.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 345 § § § bantuan manfaat tunai secara mutlak tanpa pandang bulu. memasuki usia lanjut. Melalui program ini. kemudian negara bagian tersebut melaksanakan program kesejahteraannya sepanjang tepat sasaran dalam batasan grant tersebut. atau pensiun. jaminan kecelakaan kerja. setiap penduduk diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak apabila terjadi hal-hal yang dapat mengakibatkan hilang atau berkurangnya pendapatan. melaksanakan program pelatihan kerja. yang mencakup program jaminan pemeliharaan kesehatan. Dengan demikian. Suatu negara bagian dapat menggunakan grant tersebut untuk membayar bantuan secara tunai. TANF mengubah aturan bantuan tunai tersebut kecuali dalam hal bahwa bantuan secara tunai tersedia hanya temporer – tidak setiap saat . Undang-Undang yang secara khusus mengatur jaminan sosial bagi tenaga kerja swasta adalah Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK). atau program lainnya yang sejenis. melaksanakan program pembatasan kehamilan. jaminan sosial merupakan hak setiap warga negara dan oleh karena itu negara wajib menyediakannya. karena menderita sakit. Indonesia telah menjalankan beberapa program jaminan sosial. Setiap negara bagian diberikan grant dari pemerintah federal untuk mendanai program kesejahteraan dimana jumlahnya adalah tetap. TANF mengatur bahwa individu tidak diijinkan menerima bantuan tunai untuk masa lebih dari lima tahun. mengalami kecelakaan. Setiap orang dewasa yang normal (tidak cacat) yang telah menerima pembayaran bantuan tunai selama dua tahun diharuskan mengambil bagian dalam suatu kegiatan yang ditujukan untuk membuat individu tersebut dapat menghidupi dirinya sendiri. SISTEM JAMINAN SOSIAL DI INDONESIA Menurut UUD 1945.

pelaksanaan berbagai program jaminan sosial tersebut belum mampu memberikan perlindungan yang adil dan memadai kepada para peserta sesuai dengan manfaat program yang menjadi hak peserta. Berbagai program tersebut di atas baru mencakup sebagian kecil masyarakat. akan tetapi tujuan utama penyelenggaraan jaminan sosial adalah untuk memenuhi sebesar-besarnya kepentingan peserta. akuntabilitas. kehati-hatian. anggota Kepolisian Republik Indonesia (POLRI). peserta yang berisiko rendah membantu yang berisiko tinggi. Prinsip Sistem Jaminan Sosial Nasional adalah sebagai berikut: § Prinsip kegotong-royongan.346 Bab 16: Kebijakan Belanja Publik dalam Tunjangan Sosial (ASKES) yang diselenggarakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1991 yang bersifat wajib bagi PNS/Penerima Pensiun/Perintis Kemerdekaan/ Veteran dan anggota keluarganya. dipandang perlu menyusun Sistem Jaminan Sosial Nasional yang mampu mensinkronisasikan penyelenggaraan berbagai bentuk jaminan sosial yang dilaksanakan oleh beberapa penyelenggara agar dapat menjangkau kepesertaan yang lebih luas serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi setiap peserta. § Prinsip keterbukaan. . Dana amanat. telah dilaksanakan program Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 67 tahun 1991 yang merupakan perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1971. § Prinsip nirlaba. jaminan sosial dapat menumbuhkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. dan surplus anggaran akan dimanfaatkan sebesarbesarnya untuk kepentingan peserta. dan peserta yang sehat membantu yang sakit. Sehubungan dengan hal di atas. Sebagian besar rakyat belum memperoleh perlindungan yang memadai. Prinsip ini diwujudkan dalam mekanisme gotong royong dari peserta yang mampu kepada peserta yang kurang mampu dalam bentuk kepesertaan wajib bagi seluruh rakyat. dan PNS Departemen Pertahanan/TNI/POLRI beserta keluarganya. Melalui prinsip kegotong-royongan ini. hasil pengembangannya. Di samping itu. Prinsip-prinsip manajemen ini diterapkan dan mendasari seluruh kegiatan pengelolaan dana yang berasal dari iuran peserta dan hasil pengembangannya. Untuk prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). efisiensi dan efektivitas. Pengelolaan dana amanat tidak dimaksudkan untuk mencari laba (nirlaba) bagi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Prinsip dana amanat.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 347 § § § § § Prinsip portabilitas. Prinsip kepesertaan bersifat wajib. Meskipun kepesertaan bersifat wajib bagi seluruh rakyat. Kepesertaan wajib dimaksudkan agar seluruh rakyat menjadi peserta sehingga dapat terlindungi.40/2004 adalah: . jaminan pensiun. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dalam undang-undang ini adalah transformasi dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang sekarang telah berjalan dan dimungkinkan membentuk badan penyelenggara baru sesuai dengan dinamika perkembangan jaminan sosial. bersamaan dengan itu sektor informal dapat menjadi peserta secara sukarela. nelayan. Program-program jaminan sosial tersebut diselenggarakan oleh beberapa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. jaminan kecelakaan kerja. Tahapan pertama dimulai dari pekerja di sektor formal. Dalam Undang-Undang ini diatur penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional yang meliputi jaminan kesehatan. penerapannya tetap disesuaikan dengan kemampuan ekonomi rakyat dan pemerintah serta kelayakan penyelenggaraan program. Prinsip hasil pengelolaan Dana Jaminan Sosial Nasional dalam UndangUndang ini adalah hasil berupa dividen dari pemegang saham yang dikembalikan untuk kepentingan peserta jaminan sosial. sehingga dapat mencakup petani. dan jaminan kematian bagi seluruh penduduk melalui iuran wajib pekerja. jaminan hari tua. Jaminan sosial dimaksudkan untuk memberikan jaminan yang berkelanjutan meskipun peserta berpindah pekerjaan atau tempat tinggal dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. sehingga pada akhirnya Sistem Jaminan Sosial Nasional dapat mencakup seluruh rakyat. Dana yang terkumpul dari iuran peserta merupakan titipan kepada badan-badan penyelenggara untuk dikelola sebaik-baiknya dalam rangka mengoptimalkan dana tersebut untuk kesejahteraan peserta. dan mereka yang bekerja secara mandiri. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial sesuai UU No.

b. jaminan pensiun. JK dan JHT diinvestasikan dalam sebuah dana tabungan wajib (provident fund) yang dikelola oleh sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Undang-undang di atas mengatur bahwa premi untuk program JKK. jaminan kematian (JK). jaminan sosial yang ada saat ini masih sangat terbatas. Program jaminan sosial yang disebutkan di atas tersedia bagi angkatan kerja yang aktif bekerja di sektor formal. Perusahaan Perseroan (Persero) Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) b. terdapat lima jenis program jaminan sosial di Indonesia. . JK. Program JKK. jaminan kecelakaan kerja. jaminan kesehatan pekerja (JKP). c. 93. Arifianto 2004). c. jaminan hari tua (JHT). dimana pihak penerima manfaat memberikan kontribusi dalam bentuk pembayaran premi yang dipotong dari gaji mereka. b. yaitu: a. sementara program JKP dapat dikontrakkan ke perusahaan asuransi kesehatan swasta apabila perusahaan dapat menunjukkan bahwa manfaat asuransi kesehatan swasta akan sama atau melebihi manfaat program JKP yang dikelola oleh PT (ILO. Jenis program jaminan sosial meliputi: a. jaminan kematian. Perusahaan Perseroan (Persero) Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) d. yaitu PT (Persero) Jamsostek. sementara premi program JHT dibayar bersama oleh perusahaan dan pekerja. Sedangkan untuk anggota masyarakat yang tidak tergabung dalam sektor formal. jaminan kesehatan. Perusahaan Perseroan (Persero) Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (TASPEN) c. dan d. b. Perusahaan Perseroan (Persero) Asuransi Kesehatan Indonesia (ASKES) Menurut Undang-Undang Jaminan Sosial Nasional yang berlaku sekarang (UU No 40/2004). dan jaminan tersebut bersifat contributory. dan d. jaminan hari tua.348 Bab 16: Kebijakan Belanja Publik dalam Tunjangan Sosial a. jaminan kecelakaan kerja (JKK). dan JKP dibayar seluruhnya oleh perusahaan.

Menurut Asher (1998:8). 3. Sejak 1971. manfaat yang diperoleh meliputi asuransi kesehatan.875% dari gaji pokok 1 Replacement rate didefinisikan sebagai proporsi dari upah tertentu (biasanya gaji final seorang pegawai) yang dibayar sebagai uang pensiun setelah mengakhiri masa kerja. Namun jumlah ini tentu saja masih jauh dari cukup.25% uang pensiun.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 349 Jaminan Sosial Untuk Pegawai Negeri Walaupun masih dianggap jauh dari memadai. Dana pensiun tersebut dikelola oleh sebuah PT dimana pemerintah merupakan pemegang saham tunggal.7% sebagai pensiun bulanan. Untuk asuransi kesehatan. kontribusi dari para pegawai ini hanya mencapai 22% dari manfaat pensiun. Replacement Rates1 Bagi PNS yang memiliki masa kerja 20 tahun atau lebih pada saat pensiun. barulah suatu sistem pensiun diadakan. skema ini didanai dari kontribusi PNS sebesar 10% dari gaji pokok. sedangkan untuk anggota ABRI dan kepolisian. Pendanaan Sampai tahun 1994. semua tunjangan yang diterima oleh PNS dibayar seluruhnya dari APBN. dikelola oleh PT ASKES. uang pensiun bulanan dihitung sebagai berikut: 1. yang dibiayai dari pajak dan pendapatan negara yang lain. Pegawai Negeri Sipil (PNS) Indonesia memiliki jaminan kesehatan dan pensiun sampai akhir hidupnya. sedangkan sisanya didanai oleh Pemerintah. . sistem pensiun ini adalah dengan memberikan sejumlah uang secara lump-sum ketika seorang PNS memasuki masa pensiun atau apabila yang bersangkutan meninggal sebelum pensiun. Jumlah ini terdiri atas: 4. Pada tahun 1969. Pada awalnya. Untuk PNS. pensiun dikelola oleh ASABRI. dan 2% untuk jaminan kesehatan. anggota ABRI dan PNS di lingkungan Hankam juga menerima pensiun serupa dengan yang diterima para PNS. Saat ini. sejumlah uang pada saat pensiun. serta uang pensiun bulanan yang tetap terus dibayarkan dengan persentase yang lebih kecil kepada pasangannya apabila PNS yang bersangkutan meninggal dunia. Sistem dana pensiun bagi PNS telah ada sejak tahun 1963. PNS dan anggota ABRI. Sejak 1994. dan bahkan janda/duda yang ditinggalkannya masih dapat menikmati hasil kerja pasangannya dengan mendapatkan pensiun janda/duda. pensiun dikelola oleh PT Taspen.

Hal ini berarti cakupan mencapai 4% dari tenaga kerja. Perspektif Mancanegara Di banyak negara.12 juta pada tahun 1993. guru.7 juta orang diantaranya merupakan kontributor (pembayar premi).6% dari total tenaga kerja. Sedangkan pada tahun 1993 sebanyak 1. Walaupun demikian. PNS yang berhenti bekerja sebelum 20 tahun masa kerja tidak mendapatkan pensiun dalam bentuk apa pun.74 juta pada tahun 1989 menjadi 4. yang terdiri atas PNS serta keluarga yang menjadi tanggungannya. Dari sejarahnya. Setelah ditambahkan dengan uang lump sump yang diterima pada akhir masa kerja. Keanggotaan ASKES secara kasar mencakup 16 juta jiwa. seperti tentara. seperti dikutip oleh Tambunan dan Purwoko 2002). tunjangan ini diberikan sebagai bentuk terima kasih atas pengabdian mereka.350 Bab 16: Kebijakan Belanja Publik dalam Tunjangan Sosial dikalikan dengan masa kerja. kebanyakan tunjangan pensiun untuk PNS terus menjadi satu program terpisah. Coverage Secara otomatis. dan prospek untuk memperoleh pensiun yang memadai pada saat yang bersangkutan mencapai usia pensiun merupakan hal lain yang dipandang sebagai daya tarik untuk bergabung menjadi pegawai negeri. ASABRI memiliki anggota sebanyak 600. yaitu 0. dimana keanggotaan Taspen mencapai 5. penyelenggaraan jaminan hari tua. perbedaan terbesar adalah bahwa tunjangan-tunjangan ini dibayar dengan menggunakan pendapatan negara. Angka terkini didapat dari Asian Development Bank 2001. Pekerjaan seumur hidup tampaknya sudah merupakan pola dalam karir pegawai negeri. polisi. Menurut INSSA (1995. maka replacement rate adalah antara 75100% untuk masa kerja 20-35 tahun. dapat dilihat bahwa hal ini meningkatkan konsumsi negara. Keistimewaan juga kadang diberikan kepada kelompok pekerja tertentu di bidang pelayanan masyarakat.7 juta orang. bahkan setelah adanya broad based national . Di negara-negara industri. sehingga cakupan keanggotaan di kalangan PNS tentu saja 100%. PNS akan didaftarkan dalam skema tadi.000 orang. tunjangan cacat dan tunjangan kematian untuk pegawai negeri sudah ada sebelum adanya program jaminan sosial untuk pegawai swasta. dan karyawan BUMN. keanggotaan Taspen meningkat dari 3. Sehingga. dimana 3.48 juta pensiunan menerima uang pensiun bulanan. yang pada akhirnya berdampak pada keuangan negara. Walaupun program pensiun semacam ini didirikan oleh negara sebagai employer untuk para pegawainya (sehingga dalam hal ini hubungan kerja yang ada adalah sama dengan di perusahaan swasta).

yang pada akhirnya menambah jumlah pensiunan di berbagai negara. karena system ini secara nyata mengistimewakan PNS. Secara berkala berpindah ke sistem cost-sharing dengan PNS. mempertahankan dan memotivasi PNS. terutama di negara-negara di mana proporsi PNS dalam ketenagakerjaan tinggi. Mengingat pembiayaan pensiun PNS dibayarkan atau ditunjang oleh penerimaan negara. PNS merupakan satu-satunya kelompok yang mendapatkan uang pensiun bulanan. Kebanyakan negara mengalami periode di mana perekrutan PNS yang sangat besar (terutama di tahun 70 dan 80-an). World Bank (2004) menganjurkan negaranegara berkembang tersebut untuk mengambil langkah-langkah sebagai berikut: 1.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 351 social insurance system. Membuat sistem pensiun yang lebih luwes dan dapat diterapkan dalam jangka panjang. dan sampai hari ini. Di negara-negara miskin (terutama di Afrika). makin terasa bahwa sistem terpisah ini kurang adil. sistem ini merupakan peninggalan jaman kolonial. Asuransi Sosial untuk Pegawai Swasta Asuransi sosial yang diwajibkan bagi pegawai di sektor swasta dimulai pada tahun 1977 dengan dibentuknya ASTEK. Pada awalnya asuransi mencakup asuransi kecelakaan kerja. banyak yang mengatasi masalah keuangan negara dengan cara yang kurang tepat. Karena itu. Dengan dikembangkannya broad based national social insurance system yang berdasarkan prinsip-prinsip universal dan keadilan. Mengurangi kewajiban pembayaran pensiun melalui perubahan parameter (contohnya dengan mengurangi item-item yang dalam tunjangan atau mengurangi jumlahnya). 4. Menyeimbangkan komponen yang dikompensasi untuk menarik. asuransi kematian pada kasus dimana yang bersangkutan meninggal . sistem ini banyak sekali mendapat kritikan. Hal ini diperparah dengan pengenalan sistem pensiun dini untuk mengurangi beban anggaran belanja pegawai. tekanan finansial yang dihadapi oleh program pensiun pegawai negeri kurang-lebih sama di seluruh dunia. Dalam berbagai hal. 3. Sejak perang dunia kedua. dalam arti rasio pensiunan yang semakin meningkat pada sepuluh tahun terakhir. yang tidak membawa hasil dalam mengembalikan keseimbangan fiskal. Fenomena ini sangat nyata. yang pada tahun 1992 berganti nama menjadi JAMSOSTEK. 2. yang kemudian diikuti dengan masa stabilisasi dan penciutan jumlah PNS.

Pendanaan Asuransi kecelakaan kerja dan kesehatan didanai dari kontribusi yang dibayar oleh pegawai.maka hal ini kira-kira setara dengan delapan setengah bulan upah minimum.352 Bab 16: Kebijakan Belanja Publik dalam Tunjangan Sosial sebelum memasuki masa pensiun. skema ini hanya memiliki replacement rate sekitar 10%.000. sedangkan asuransi kesehatan (yang dibayarkan oleh pemberi kerja sejumlah 3% untuk single dan 6% untuk pegawai yang berumah tangga) dapat dihindari bila perusahaan memiliki paket lain yang layak. Asuransi kecelakaan kerja dan manfaat pensiun merupakan hal yang wajib. Angka dari ILO Report (2003:99) sedikit lebih optimistis.510. Menurut Asher (1998).. Sedangkan jaminan hari tua didanai dari 5. Menurut Gough (2001b). Jaminan hari tua yang disediakan oleh JAMSOSTEK merupakan asuransi iuran pasti (defined contribution scheme) dimana manfaat yang diperoleh bergantung pada kontribusi yang dibayarkan: para pekerja akan menerima akumulasi dari tabungan mereka ditambah dengan bunga pada usia 55 tahun. Replacement Rates Replacement rate untuk jaminan hari tua bagi pegawai swasta jumlahnya sangat rendah. Perlu juga ditambahkan bahwa hal ini tidak bisa disebut sebagai pensiun. sistem ini tidak selamanya ditaati oleh pihak pemberi kerja. sehingga masih banyak pihak pemberi kerja yang tidak membayar asuransi kesehatan sama sekali (Asher 2000a). bahkan dengan menggunakan asumsi optimistik mengenai tingkat penegembalian investasi dan setelah kontribusi (yaitu masa kerja) selama 35 tahun. PT Jamsostek merupakan PT. Pada tahun 1992 jaminan kesehatan mencakup pelayanan pertama.7% dibayar oleh pihak pemberi kerja dan 2% oleh pekerja). .2. Seperti halnya dengan Taspen dan Asabri. namun dalam hal ini pemerintah Indonesia hanya salah satu di antara pemegang saham kepada siapa PT Jamsostek wajib membayar dividen. kelahiran dan rawat inap di rumah sakit ditambahkan pada skema ini. saldo rata-rata dalam provident fund pada akhir masa kerja adalah Rp. Mengingat rata-rata jumlah lump sum yang dibayarkan pada akhir masa kerja seseorang adalah sebesar Rp. sekitar dua bulan upah minimum.100. mengingat tidak adanya ketentuan untuk menghitung anuitas dari jumlah yang diterima pada saat pensiun. Namun demikian.000.7% dari gaji pokok bulanan (3. serta tunjangan hari tua yang diberikan dalam bentuk sejumlah uang pada saat memasuki masa pensiun.

banyak penarikan dana yang terjadi bukan karena pensiun melainkan karena PHK. Menurut suatu laporan yang tidak dipublikasikan (Gough 2001b). perusahaan-perusahaan swasta yang mempekerjakan 10 karyawan atau lebih. pada sektor formal pun banyak pemberi kerja yang menolak untuk mengcover pekerja kontrak dan . 57% anggota membayar kontribusi pada tingkat upah minimum. Investment pada aset luar negeri tidak diperkenankan oleh peraturan. Sehingga. pekerja di sektor non formal dan wiraswasta tidak termasuk di dalamnya. Pertama. dan sektor formal berkembang lebih cepat daripada tingkat coverage PT Jamsostek. Hanya 25% anggota yang benar-benar mematuhi peraturan (Asher 2000b). kontibusi yang dibayar menurut tingkat upah minimum ataupun dibayarkan secara terputus-putus (biasanya terjadi di kalangan pekerja musiman dan para perempuan pekerja) secara otomatis menghasilkan jumlah pembayaran manfaat yang kecil pula. sedangkan banyak perusahaan lain yang diduga tidak melaporkan jumlah yang sesungguhnya untuk mengurangi jumlah kontribusi yang harus mereka bayar. karena Jamsostek hanya terbatas pada pekerja di sektor formal. tingkat kepatuhan perusahaan sangat rendah. Coverage dari PT Jamsostek sangat rendah. Sebagian besar aset diinvestasikan pada deposito berjangka (41%). sehingga penyebaran risiko sangat terbatas. banyak pekerja di sektor formal digaji dengan upah minimum (yang merupakan dasar pembayaran asuransi). apabila yang bersangkutan berhenti bekerja. Pada kenyataannya. namun menerima penghasilan lainlain dalam bentuk tunjangan dan bonus. padahal kewajiban membayar pensiun adalah jangka panjang. surat berharga pemerintah (30%). Ketiga. obligasi (11%). Hal ini berarti bahwa setelah krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1998. Coverage Menurut peraturan. Lebih jauh lagi. Selain itu. hanya 57% karywan dari sektor formal swasta yang benar-benar tercover oleh asuransi PT Jamsostek. Menurut Tambunan dan Purwoko (2002:45). Selain itu. wajib bergabung dengan Jamsostek dan mendaftarkan karyawannya. anggota asuransi diperkenankan untuk menarik/mengambil dananya setelah lima tahun bergabung dalam skema asuransi. Kedua. property (10%) dan saham (8%). atau memiliki payroll sebesar satu juta rupiah atau lebih. Tentu saja. sebagian besar pekerja di sektor swasta (walaupun berada di sektor formal) berpenghasilan sangat rendah sehingga kontribusi yang diberikan (yang berdasarkan persentase) juga sangat rendah. replacement rate rendah disebabkan oleh kesalahan investasi dan tingginya biaya administrasi.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 353 Ada beberapa alasan mengapa replacement rate di sektor swasta ini sangat rendah. sebagian besar investasi bersifat jangka pendek.

yaitu: a. Padahal. d. Jaring Pengaman Sosial Program ini muncul setelah Indonesia dilanda krisis ekonomi pada tahun 1997 dan sebagian dari program ini masih berlanjut hingga kini. c. b. banyak pihak pemberi kerja yang tidak mendaftarkan diri (pendaftaran anggota dilakukan melalui pihak pemberi kerja. pemerintah juga menganggarkan sejumlah dana dari APBN bagi kesejahteraan warga negaranya. jumlah mereka sangat banyak Satu hal lagi. Jaminan sosial yang dapat diidentifikasi sampai saat ini adalah: 1. bukan secara langsung dari karyawan/pekerja). Meningkatkan penyediaan dan penyaluran bahan kebutuhan pokok serta bantuan bahan pangan bagi masyarakat miskin di pedesaan dan perkotaan (food security). Perlindungan sosial (social protection) yang terdiri dari: o Meningkatkan penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dasar dan bantuan obat-obatan bagi masyarakat miskin di pedesaan dan perkotaan. Kegiatankegiatan JPS dapat dikelompokkan menjadi empat program besar. namun bentuk jaminan sosial ini lebih bersifat sekali-sekali dan belum terlembagakan seperti jaminan sosial bagi sektor formal yang diuraikan di atas. Contoh dari program ini adalah Raskin atau program pemberian beras bagi rakyat miskin (lihat boks). karena buruknya reputasi PT Jamsostek.168 . Menggerakkan kembali ekonomi rakyat dengan mendorong pembangunan kegiatan usaha ekonomi berskala kecil. o Meningkatkan penyediaan fasilitas pendidikan dan bantuan biaya pendidikan bagi peserta didik yang berasal dari kelompok masyarakat miskin. baik di pedesaan maupun perkotaan. 2.354 Bab 16: Kebijakan Belanja Publik dalam Tunjangan Sosial pekerja musiman. Tunjangan Bagi Masyarakat Miskin Seperti sudah disebutkan di atas. Meningkatkan penciptaan kesempatan kerja langsung dan kesempatan berusaha untuk menumbuhkan daya beli masyarakat miskin di pedesaan dan perkotaan (employment creation). Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin Dana program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin (JPKMM) yang bersumber dari Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPSBBM) tahun 2005 sebesar Rp 2.

Titik distribusi adalah tempat penyerahan/pendistribusian beras di tingkat kelurahan/desa yang terdekat dengan keluarga sasaran penerima manfaat. keluarga tidak mampu makan dua kali sehari. b. Tidak ditujukan dalam upaya stabilisasi harga pasar. Tujuan Raskin adalah membantu keluarga miskin/rawan pangan dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan pokoknya sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan di tingkat keluarga melalui penjualan beras kepada keluarga penerima manfaat Raskin pada tingkat harga bersubsidi dengan jumlah yang telah ditentukan dan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan pemerintah. dan transparansi. orang miskin di Indonesia yang akan diikutkan dalam program JPKMM sebanyak 36.700 orang dengan premi sebesar Rp 5.mampu lagi ke fasilitas kesehatan serta dengan kriteria lainnya yang ditetapkan berdasarkan pertimbangan Pemerintah Daerah setempat. Jumlah beras yang disalurkan tidak tergantung pada permintaan pasar. c.168. maka langkah penanggulangan yang ditempuh adalah melanjutkan Program Beras Untuk Masyarakat Miskin (Raskin) yang memiliki ciri spesifik antara lain: a. yang ditentukan atas dasar . Program Beras Untuk Keluarga Miskin (Raskin) Dan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) Bidang Pangan Tahun 2003 Kebijakan subsidi pangan terarah (targeted food subsidy) sebagai kebijakan income transfer untuk keluarga miskin.000. Masyarakat yang termasuk kelompok rawan pangan ini juga merupakan masyarakat miskin yang daya belinya rendah dan sebagian besar pengeluarannya adalah dibelanjakan untuk konsumsi pangan pokok. bila anggota keluarga sakit tidak. c. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik.441. Penerima manfaat adalah keluarga miskin rawan pangan yang memenuhi satu atau lebih kriteria: a. Tidak disalurkan melalui pasar umum. tetapi penjualan langsung kepada keluarga penerima manfaat (bersubsidi).146. Maka dana untuk membayar premi selama satu tahun adalah Rp 2. b. Mereka yang masuk kriteria miskin adalah keluarga yang tidak bisa makan dua kali sehari. keluarga dengan anak drop out sekolah karena alasan ekonomi. menjadi penting sebagai program nasional. keluarga tidak mampu mengkonsumsi pangan sumber protein minimal seminggu sekali. Ini untuk efisiensi.000. tetapi untuk membantu pemenuhan kebutuhan beras keluarga yang menjadi sasaran penerima manfaat Raskin.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 355 triliun akan dibayarkan langsung kepada PT Asuransi Kesehatan (Askes) tanpa melalui Departemen Kesehatan. untuk membantu keluarga miskin/rawan pangan tersebut. keluarga tidak mampu mengobatkan anggota keluarga yang sakit ke pelayanan kesehatan. akuntabilitas. Program ini dirancang untuk tidak menghambat perkembangan pangan lokal serta tidak mendorong perubahan pola konsumsi yang terlalu cenderung ke beras atau gandum. pekerja/buruh kasar. e. tetapi berdasarkan jumlah keluarga penerima manfaat. d.000 per orang per bulan. sudah ada anaknya yang putus sekolah.

(b) Jaminan Penghasilan Tambahan. sehingga tidak mendorong orang untuk bekerja lebih giat. Selain itu.9 RANGKUMAN § Tunjangan kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah di Amerika Serikat terdiri atas komponen-komponen utama program sebagai berikut: (a) Medicaid. Untuk daerah-daerah yang tidak memungkinkan titik distribusi di tingkat kelurahan/desa seperti daerah terpencil dan sulit transportasinya.3 2. persyaratannya dibatasi pada keluarga yang tidak mempunyai kepala keluarga pria dan jumlah tunjangan yang diberikan dianggap tidak memadai. . dimana tunjangan akan menurun jika pendapatan meningkat. § Program kesejahteraan AFDC menerapkan tarif pajak marjinal.0 6.3 4. Program ini ditujukan bagi semua orang yang memenuhi kriteria AFDC (Aid to Families with Dependent Children) atau yang disebut program kesejahteraan.0 7. dan (e) Tunjangan Kesejahteraan.5 8.0 4. (c) Kupon Makanan. maka penetapan titik distribusi dilakukan atas kesepakatan dengan pihak Pemda.356 Bab 16: Kebijakan Belanja Publik dalam Tunjangan Sosial kesepakatan/musyawarah antar instansi pelaksana Raskin yang terkait.8 8. Tabel Asuransi Sosial Berbagai Negara Group/Negara Low Income § India § Kenya § Indonesia Middle Income § Filipina § Turki § Korea Selatan § Paraguay High Income § Jerman § Jepang § Perancis § Belanda Prosentase Jumlah Penduduk yang Tercakup 5 10 13 38 58 90 18 75 100 100 100 Prosentase Pembiayaan Kesehatan Askes Sosial/Sektor Publik 9 7 17 12 26 50 24 76 64 95 94 Prosentase Pembiayaan Kesehatan Askes Sosial/Total Pembiayaan Kesehatan 2 4 6 6 14 25 13 63 56 71 73 Total Biaya Kesehatan Prosentase GNP 6. sesuai tingkatan wilayah operasionalnya.6 2.0 6. (d) Perumahan Murah.0 2.

(b) prinsip nirlaba. (e) prinsip kepesertaan bersifat wajib. akuntabilitas. . dan (3) Asuransi pengangguran. (2) Asuransi kesehatan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 357 § Cara paling efektif dalam menunjang keluarga berpenghasilan rendah adalah dengan membagikan dana melalui pemenuhan kekurangan pendapatan mulai pendapatan tingkat bawah. tunjangan sosial terkini tidak lagi memberikan tunjangan dalam bentuk tunai tetapi beralih ke bentuk non tunai. (c) prinsip keterbukaan. Aturan tersebut menciptakan program kesejahteraan yang disebut Temporary Aid for Needy Families (TANF). kehatihatian. (3) orang dewasa normal (tidak cacat) yang menerima bantuan tunai selama dua tahun diharuskan mengambil bagian dalam kegiatan yang dapat menghidupi dirinya. dan efektivitas. dan jaminan kematian bagi seluruh penduduk melalui iuran wajib kerja yang diselenggarakan oleh beberapa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. jika pendapatan kotor meningkat maka pajak negatif akan menurun sampai pada titik mencapai nol dan sesudah itu terjadi pajak positif terutang. § Beberapa jenis asuransi sosial yaitu: (1) Asuransi pensiun dan cacat. Struktur pemberian bantuan dikendalikan pelaksanaannya oleh pemerintah federal. efisiensi. kecelakaan kerja. (2) individu tidak diijinkan menerima bantuan tunai untuk masa lebih dari lima tahun. (d) prinsip portabilitas. § Sistem Jaminan Sosial Nasional merupakan program negara yang bertujuan memberi kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak. § Prinsip Sistem Jaminan Sosial Nasional. berbeda dengan AFDC yang memberikan bantuan manfaat tunai secara mutlak bagi orang yang mempunyai pendapatan di bawah batasan tertentu. § Alternatif tunjangan lain dengan bentuk pajak penghasilan negatif. § Karena dianggap memberikan dampak negatif. dan (h) Sistem Jaminan Sosial Nasional meliputi jaminan kesehatan. (f) prinsip dana amanat. dan DI (Disability Insurance). (4) setiap negara bagian memperoleh grant untuk melaksanakan program kesejahteraan dari pemerintah federal yang jumlahnya tetap. sebagai berikut: (a) prinsip kegotong-royongan. § TANF mengatur hal-hal sebagai berikut: (1) bantuan tunai hanya temporer (tidak setiap saat). § Asuransi sosial di Amerika Serikat memiliki komponen-komponen utama yang terdiri atas sistem asuransi OASI (Old Age and Survivors Insurance). pensiun. hari tua. (g) prinsip hasil pengelolaan Dana Jaminan Sosial Nasional berupa dividen dari pemegang saham yang dikembalikan untuk kepentingan peserta jaminan sosial. HI (Health Insurance).

358 Bab 16: Kebijakan Belanja Publik dalam Tunjangan Sosial § Badan Penyelenggara Jaminan Sosial sesuai UU No. (c) Perusahaan Perseroan (Persero) Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). dan (e) jaminan kematian. sebagian investasi berjangka pendek sedangkan kewajiban membayar pensiun berjangka panjang. (4) menyeimbangkan komponen yang dikompensasi untuk menarik. dan (d) Perusahaan Perseroan (Persero) Asuransi Kesehatan Indonesia (ASKES). (c) jaminan hari tua. . (b) banyak penarikan dana asuransi yang terjadi bukan karena pensiun.40/2004 adalah: (a) Perusahaan Perseroan (Persero) Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK). World Bank menganjurkan negara-negara berkembang untuk mengambil langkahlangkah sebagai berikut: (1) mengurangi kewajiban pembayaran pensiun melalui perubahan parameter. § Dalam mengatasi pembiayaan pensiun yang semakin besar. (2) secara berkala berpindah ke sistem costsharing dengan PNS. sehingga kontribusi yang diberikan juga sangat rendah. (b) jaminan kecelakaan kerja. bersifat contributory. § Program jaminan sosial disediakan bagi angkatan kerja yang aktif bekerja di sektor formal. dan mencakup seluruh keanggotaan di kalangan PNS. asuransi jaminan hari tua dan asuransi kesehatan yang didanai oleh pegawai dan pemberi kerja (khusus untuk jaminan hari tua). § Replacement rates di sektor swasta sangat rendah. dimana pihak penerima manfaat memberikan kontribusi dalam bentuk pembayaran premi yang dipotong dari gaji mereka. asuransi kematian. (c) kesalahan investasi dan tingginya biaya administrasi. (3) membuat sistem pensiun yang lebih luwes dan dapat diterapkan dalam jangka panjang. (b) Perusahaan Perseroan (Persero) Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (TASPEN). § Menurut UU Jaminan Sosial Nasional (UU No 40/2004) terdapat lima jenis program jaminan sosial: (a) jaminan kesehatan. hal ini disebabkan: (a) sebagian besar pekerja swasta berpenghasilan sangat rendah. dan memotivasi PNS. melainkan PHK. dengan replacement rates antara 75-100% untuk masa kerja 20-35 tahun. § Asuransi sosial untuk pegawai swasta mencakup asuransi kecelakaan kerja. § Jaminan sosial untuk pegawai negeri didanai oleh APBN. mempertahankan. § Jaminan sosial di Indonesia yang dapat diidentifikasikan sampai saat ini adalah Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin (JPKMM). (d) jaminan pensiun.

(b) social protection (perlindungan sosial). pendidikan. Sebutkan komponen-komponen utama dari asuransi sosial di Amerika dan jelaskan siapa saja yang berhak mendapat asuransi sosial tersebut! . Mengapa program tunjangan kesejahteraan di Amerika banyak menuai protes dari masyarakat? 2. Jelaskan masalah yang terjadi dalam asuransi sosial untuk kesehatan! 4. ASKES tanpa melalui Departemen Kesehatan untuk efisiensi. 3. § Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin (JPKMM) mendapat dana yang bersumber dari Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPSBBM). (d) menggerakan kembali ekonomi rakyat dengan mendorong pembangunan kegiatan usaha ekonomi berskala kecil. Apa yang dimaksud dengan: a. meningkatkan penyediaan dan penyaluran bahan kebutuhan pokok serta bantuan pangan bagi masyarakat miskin di pedesaan dan perkotaan. b. Sebutkan hal-hal yang diatur dalam Temporary Aid for Needy Families (TANF)! 6. dan transparansi. dibayarkan langsung ke PT.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 359 § Jaring Pengaman Sosial (JPS) dikelompokkan menjadi empat program besar. LATIHAN 1. meningkatkan penyediaan fasililtas pelayanan kesehatan dasar dan bantuan obat-obatan. tarif pajak marjinal. Dalam bentuk apa saja tunjangan kepada masyarakat berpenghasilan rendah? 7. meningkatkan penciptaan kesempatan kerja langsung dan kesempatan berusaha untuk menumbuhkan daya beli masyarakat miskin. Jelaskan cara yang paling efektif dalam menunjang keluarga berpenghasilan rendah ! 8. akuntabilitas. bantuan pendidikan. yaitu: (a) food security. (c) employment creation. Apa dampak sistem tunjangan dalam bentuk tunai! 5. pajak penghasilan negatif.

360 Bab 16: Kebijakan Belanja Publik dalam Tunjangan Sosial 9. Apa saja yang dapat oleh pemerintah daerah dalam menggunakan grant yang diberikan pemerintah pusat ? . Apa yang dilakukan dan dikelola oleh Federal Unemployment Trust Fund? 10.

akan selalu memunculkan pola hubungan fiskal antar pemerintahan (fiscal intergovernmental relationship).KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH Dalam konteks desentralisasi fiskal. . baik dalam negara-negara yang pada dasarnya berbentuk federal maupun negara yang berbentuk kesatuan. Dan sebagaimana dikemukakan oleh Norregaard (1995). baik itu negara federal maupun negara kesatuan (unitary). apapun bentuk pemerintahan suatu negara. terdapat perbedaan-perbedaan dalam interval luas dalam struktur kelembagaan dan hubungan keuangan pusat dan daerah.

Pakistan. 1990). federalisme fiskal (fiscal federalism). terdapat dua model hubungan fiskal antar pemerintahan yang berlaku saat ini (lihat Tabel 17. Implikasi 1 Indonesia di sini maksudnya adalah sebelum keluarnya Undang-undang Nomor 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. serta Cina dan Vietnam adalah contoh negara transisi (Bank Dunia. Atau. 2 Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari Pemerintah Pusat kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah dan atau perangkat pusat di Daerah. Dalam model federalisme fiskal. Vietnam Rusia. Maroko. India. kerangka yang sesuai untuk desentralisasi adalah bersifat “top down” dan berpola dekonsentrasi2 atau maksimalnya berpola delegasi3. Bosnia Herzegovina Sumber: Bird dan Vaillancourt (1998) Menurut Bird dan Vaillancourt (1998). Menurut teori ini. Pertama. keuangan federal (federal finance). 1996a). Delegasi adalah pelimpahan wewenang untuk tugas tertentu kepada organisasi yang berada di luar struktur birokrasi reguler yang dikontrol secara tidak langsung oleh Pemerintah Pusat. Maroko dan Tunisia adalah untuk negara berkembang. Jepang Keuangan Federal Amerika Serikat. di beberapa negara yang berbentuk federal. Argentina. Pendelegasian wewenang ini biasanya diatur dengan ketentuan perundang-undangan. konsentrasi kekuasaan di pusat demikian tinggi. Brasil.362 Bab 17: Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah Tabel 17. dan kerangka analisis yang sesuai adalah agency theory4. walaupun wewenang terakhir tetap pada pihak pemberi wewenang (sovereign-authority). Kanada Indonesia.1). Pihak yang menerima wewenang mempunyai keleluasaan (discretion) dalam penyelenggaraan pendelegasian tersebut. Perancis dan Inggris mencerminkan pola ini untuk kelompok negara-negara maju (Bennet. Kedua.Kolumbia. sementara Indonesia1. Konsep federalisme fiskal maksudnya adalah Pemerintahan Daerah Tingkat II (kabupaten/kota) merupakan kepanjangan tangan dari pusat. pemerintahan negara bagian (state) bukan merupakan pelaku otonom. Tunisia Afrika Selatan Cina. principal (Pemerintah Pusat) dapat secara sepihak menentukan dan mengubah baik tanggung jawab pengeluaran maupun pendapatan Pemerintah Daerah dan pengaturan hubungan keuangan antar pemerintahan dalam upaya mengatasi permasalahan4 3 .1: Susunan Rak Desentralisasi Fiskal Kelompok Negara Negara Maju Negara Berkembang Negara Transisi Federalisme Fiskal Perancis. Dalam perspektif ini.

penyerahan fungsi. serta pembiayaannya sudah secara umum ditetapkan melalui sebuah undang-undang. tetapi pada prakteknya tidak selalu demikian. sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. Menurut Bank Dunia (1995b) negara-negara seperti Pakistan. 5 Di Amerika Serikat (yang berbentuk negara federal). atau townships (Kota). wewenang. Namun. Argentina. negara yang berbentuk federal. namun prakteknya sejauh ini masih sentralisasi fiskal dan federalisme fiskal.5 Dimana masing-masing pemerintahan memiliki kewenangan (otonomi) yang jelas terhadap wilayah. Berbeda dengan model federalisme fiskal. Dalam model keuangan federal. serta pembiayaan sesuai dengan konstitusi federal. beberapa dewan sekolah (school board) di Amerika Serikat memiliki kekuasaan untuk mengenakan pajak (Davey. 1994b serta Bird dan Chen. Secara teoritis. fungsi. parishes (suatu wilayah pemerintahan gereja. yaitu Lousiana). Contoh yang paling aktual adalah Amerika Serikat dan Kanada. Bahkan. Meski secara teoritis negara yang berbentuk federal akan menerapkan model keuangan federal. 1983). Sesungguhnya. . serta perbedaan-perbedaan tujuan antara principal dan agent (Pemerintah Daerah). batas-batas resmi. dan Afrika Selatan adalah negara-negara berbentuk federal. terutama negaranegara yang memiliki keanekaragaman dalam aspek geografis dan etnis (Bird. model keuangan federal juga berlaku. Di Amerika Serikat. Ini terbukti. 1996). Indonesia secara tidak langsung telah menerapkan model keuangan federal. model hubungan fiskal yang terjadi adalah hubungan fiskal antara pemerintah federal (pusat) dengan pemerintah negara bagian/propinsi (state) dan hubungan fiskal antara pemerintah negara bagian/propinsi (state) dengan pemerintah lokal (kabupaten/kota). di Amerika Serikat. permasalahan informasi yang tidak simetri. model keuangan federal (federal finance) lebih cocok diterapkan untuk beberapa negara. Pada negara yang berbentuk kesatuan (unitary). pada umumnya menganut model keuangan federal. biasanya akan dibelanjakan oleh pemerintah daerah sesuai dengan pedoman dan sektor-sektor yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 363 dari hubungan fiskal model federalisme fiskal ini adalah berbagai bentuk transfer dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah (Dati I dan Dati II) dalam rangka untuk menggalakkan otonomi regional dan untuk memperbaiki infrastruktur lokal. state dibagi ke dalam counties (wilayah kabupaten). counties merupakan agen utama pemerintahan regional dari pemerintahan propinsi dan memiliki memiliki kewenangan (authority) independensi yang signifikan.

Efisiensi Teori desentralisasi didasarkan pada asumsi bahwa pemerintah pusat hanya dapat menyediakan barang dan jasa secara lintas wilayah secara konsisten. yaitu: (1) Efisiensi Alokasi Sumber Daya (Efficient Allocation of Resources) Desentralisasi akan meningkatkan efisiensi karena pemerintah daerah memiliki informasi yang lebih baik mengenai kebutuhan penduduknya dibandingkan pemerintah pusat. aspek efisiensi merupakan raison d'etre untuk desentralisasi fiskal. maka dalam suatu sistem fiskal yang terdesentralisasi. Desain fiskal antar pemerintahan juga memiliki implikasi penting atas keadilan dan stabilitas makro ekonomi. Karena preferensi setiap individu terhadap barang publik berbeda. (2) Persaingan Antar Pemerintah Daerah (Competition Among Local Governments) . aspek efisiensi tidaklah satu-satunya dimensi ekonomi untuk mengevaluasi desentralisasi fiskal. Argumentasi ekonomi tentang efisiensi berasal dari fakta bahwa pemerintah daerah dapat memenuhi berbagai kepentingan dan pendapat dari para penduduk dan dapat mengalokasikan berbagai sumber daya (resources) secara lebih efisien dibandingkan pemerintah pusat. terdapat keuntungan efisiensi potensial dari desentralisasi fiskal. dan efisiensi (Musgrave dan Musgrave. DIMENSI EKONOMI DARI DESENTRALISASI FISKAL Dimensi ekonomi baku dari suatu kebijakan keuangan publik adalah stabilitas makro ekonomi. Bahkan. Namun demikian. Oleh karenanya. setiap individu dapat memilih untuk tinggal di sebuah komunitas atau masyarakat yang sesuai dengan preferensi mereka dalam rangka untuk memaksimalkan kesejahteraan sosial. derajat desentralisasi fiskal di Indonesia lebih tinggi. keadilan (equity). dibandingkan dengan Amerika Serikat. Keputusan mengenai pengeluaran publik yang dibuat oleh pemerintah daerah akan lebih responsif terhadap keinginan konstituennya dibandingkan dengan keputusan yang dibuat oleh pemerintah pusat. sesuai dengan argumen ini.364 Bab 17: Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah sebagaimana diatur oleh Undang-Undang Nomor 25/1999. 1989). Menurut para ahli ekonomi. pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk menetapkan pajak serta melakukan pinjaman secara mandiri.

Studi terkini mengenai hubungan antara desentralisasi fiskal dengan pengelolaan makro ekonomi menemukan bahwa “sistem desentralisasi fiskal menawarkan perbaikan potensial yang lebih besar terhadap perbaikan pengelolaan makro ekonomi dibandingkan sistem fiskal yang tersentralisasi”. maka hanya ada dua pilihan bagi warga masyarakat. khusus bagi negara-negara berkembang. Faktanya. Masyarakat akan memilih untuk tinggal di lingkungan yang anggaran daerahnya memenuhi preferensi yang paling tinggi antara pelayanan publik dari pemerintah daerahnya dengan pajak yang dibayar oleh masyarakat. Namun demikian. Hipotesis tersebut memberikan petunjuk bahwa terdapat potensi untuk mencapai efisiensi ekonomi (maximizing social welfare) dalam penyediaan barang publik pada tingkat lokal. dan Amerika Serikat memiliki kinerja makro ekonomi yang sangat stabil dan tingkat inflasi yang rendah (Shah. Pengalaman internasional memperlihatkan bahwa jika suatu negara mendesentralisasikan tanggung jawab pengeluaran lebih besar dibandingkan dengan sumber-sumber yang tersedia. yaitu meninggalkan wilayah tersebut atau tetap tinggal di wilayah tersebut dengan berusaha mengubah kebijakan pemerintah lokal melalui DPRD-nya (Hyman. Stabilitas Makro Ekonomi Penilitian empiris tentang desentralisasi dan pengelolaan makro ekonomi (macroeconomic governance) memberikan sedikit dukungan bahwa desentralisasi inheren dengan destabilisasi. daerah akan menekan pusat untuk mendapatkan tambahan kucuran dana yang lebih besar. 2002). Tiebout menekankan bahwa tingkat dan kombinasi pembiayaan barang publik bertaraf lokal dan pajak yang dibayar oleh masyarakat merupakan kepentingan politisi masyakarat lokal dengan pemerintah daerahnya. maka tingkat pelayanan akan menurun. Atau. atau kedua-duanya. Austria. atau pinjaman yang lebih besar. Ketika masyarakat tidak senang pada kebijakan pemerintah lokal dalam pembebanan pajak untuk pembiayaan barang publik bersifat lokal.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 365 Persaingan antar daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakatnya akan mendorong pemerintah lokal untuk meningkatkan inovasinya. 1997). Suatu analogi argumen untuk menjelaskan hal ini dikemukakan oleh Tiebot (1956) yang kemudian dikenal sebagai "The Tiebout Model". Jerman. stabilitas makro ekonomi bukanlah hal yang otomatis dapat terwujud dengan diterapkannya desentralisasi fiskal. Salah satu contoh terjelas adalah kasus-kasus di negara . negara-negara federal yang terdesentralisasi secara tinggi seperti Swiss.

penyediaan resources yang lebih banyak kepada daerah miskin hanyalah satu aspek dari problem keadilan. Dengan kata lain. Jika pemerintah daerah mengeluarkan program redistribusi pendapatan secara agresif. Bantuan pemerataan (equalization grant). Terdapat dua faktor utama yang memberikan kontribusi munculnya ketidakadilan horisontal: (1) basis pajak (taxes bases) sangat berbeda secara signifikan antara daerah satu dengan daerah yang lain dan (2) karakteristik regional yang mengakibatkan perbedaan biaya penyediaan pelayanan. pemerintah daerah memerlukan dukungan dari pemerintah pusat. ia akan menciptakan suatu insentif yang kuat bagi penduduk berpendapatan rendah untuk datang dan akan mendorong penduduk berpenghasilan tinggi untuk pindah kemana saja. Kesuksesan dalam kebijakan redistribusi juga memerlukan perhatian yang khusus terhadap keadilan dalam wilayah lokal setempat (within-locality equity). isu redistribusi memiliki dua dimensi: keadilan horisontal (horizontal equity) dan keadilan lokal (within-locality equity). 1996). 1994). maka mobilisasi dana daerah dapat menurun dan ketidakseimbangan makro ekonomi dapat kembali muncul (Yu. pemerintah daerah tidak dapat mengambil kebijakan redistribusi secara efektif. Dalam merancang kebijakan redistribusi. Dalam konteks desentralisasi. jika lebih banyak penerimaan daripada pengeluaran yang didesentralisasikan. Untuk mengurangi ketidakadilan horisontal ini. adalah alat yang biasa digunakan untuk mengoreksi ketidakadilan horisontal tersebut. Keadilan (Equity) Aspek keadilan dari sebuah kebijakan keuangan publik berkaitan dengan redistribusi pendapatan untuk mencapai keadilan sosial. redistribusi biasanya berupa suatu transfer dana kepada rumah tangga berpendapatan rendah untuk mencapai keseimbangan dalam distribusi pendapatan. Keadilan horizontal merujuk pada tingkat kapasitas pemerintah daerah (subnational governments) dalam memenuhi pelayanan publik. dengan program redistribusi pendapatan. Mobilitas rumah tangga adalah hambatan riil pemerintah daerah untuk menggunakan kebijakan redistribusi. Sebab. itu berarti pajak bagi penduduk kaya dan subsidi bagi penduduk miskin. maka perlu dirancang kebijakan untuk memberikan sumber daya (resources) yang lebih besar kepada daerah yang lebih miskin.366 Bab 17: Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah Federasi Rusia (Wallich. Namun demikian. Dalam definisi klasik. . Sebaliknya.

kesiapan administrasi pemerintahan. RANGKUMAN § Menurut Bird dan Vaillancourt. biaya-biaya dari pengambilan keputusan tersebut sepenuhnya harus ditanggung oleh masyarakat. Pelaksanaan desentralisasi fiskal akan berjalan baik dengan mempedomani hal-hal sebagai berikut: (1) adanya pemerintah pusat yang kapabel dalam melakukan pengawasan dan enforcement. seharusnya tidak perlu terjadi “ekspor pajak” dan tidak ada tambahan transfer dari level pemerintahan yang lain. Di negara federal. proses pengambilan keputusan di daerah harus demokratis. pengembangan kelembagaan dan sumber daya manusia.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 367 Syarat-Syarat Keberhasilan Desentralisasi Fiskal Bird dan Vaillancourt (1998) mengisyaratkan ada dua prasyarat penting bagi kesuksesan desentralisasi. Untuk itu. § Konsep federalisme fiskal menganggap Pemerintah Daerah Tingkat II merupakan kepanjangan tangan dari pusat. proses implementasi. maupun masyarakat secara keseluruhan. maupun transfer dari pemerintah pusat. Pertama. Sidik (2002) juga berpendapat untuk mendukung pelaksanaan desentralisasi. pemerintah negara bagian bukan merupakan pelaku otonom. dan (2) terdapat keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan dalam melakukan pungutan pajak dan retribusi daerah. sehingga kerangka yang sesuai untuk desentralisasi adalah . maka pemerintah daerah harus didukung sumbersumber keuangan yang memadai. Di samping itu. perubahan sistem nilai dan perilaku birokrasi dalam memenuhi keinginan masyarakat khususnya dalam pelayanan sektor publik. pinjaman. Kedua. Sidik (2002) menyebutkan bahwa keberhasilan pelaksanaan desentralisasi akan sangat tergantung pada desain. § Federalisme fiskal merupakan model konsentrasi kekuasaan di pusat yang semakin tinggi. mekanisme koordinasi untuk meningkatkan kinerja aparat birokrasi. dukungan politis baik pada tingkat pengambilan keputusan di masing-masing tingkat pemerintahan. baik yang berasal dari local revenue. Sementara itu. terlepas dari keseimbangan makro atau efisiensi mikro. terdapat dua pola hubungan fiskal antar pemerintahan (fiscal intergovernmental relationship) yaitu federalisme fiskal (fiscal federalism) dan keuangan federal (federal finance). yaitu pengambilan keputusan tentang manfaat dan biayanya harus transparan dan pihak-pihak yang terkait harus memiliki kesempatan untuk mempengaruhi keputusan-keputusan tersebut.

hal ini terjadi sejak diberlakukannya Undang Undang Nomor 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang Undang Nomor 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. Seperti yang dikemukakan “Tiebout Model” bahwa tingkat dan kombinasi pembiayaan barang publik bertaraf lokal dan pajak yang dibayar oleh masyarakat merupakan kepentingan politisi masyarakat lokal dengan pemerintah daerah. wewenang.368 Bab 17: Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah § § § § § § § bersifat “top down’. penyerahan fungsi. sehingga keputusan mengenai pengeluaran publik yang dibuat oleh pemerintah daerah lebih responsif terhadap keinginan konstituennya. serta pembiayaan sesuai dengan konstitusi federal. yaitu: (1) efisiensi alokasi sumber daya (efficient allocation of resources). desentralisasi fiskal memiliki keuntungan efisiensi potensial. dan efisiensi. desentralisasi inheren dengan destabilisasi. Model keuangan federal biasanya diterapkan di negara-negara yang memiliki keragaman dalam aspek geografis dan etnis. Efisiensi alokasi sumber daya. Aspek-aspek inilah yang dapat digunakan untuk mengevaluasi desentralisasi fiskal. Hal ini dapat terbukti. keadilan (equity). yaitu Pemerintah Daerah memiliki kewenangan untuk menetapkan pajak serta melakukan pinjaman secara mandiri. Menurut penelitian empiris. dan kerangka analisis yang sesuai adalah agency theory. berpola dekonsentrasi atau delegasi. Dimensi ekonomi dari suatu kebijakan keuangan publik adalah stabilitas makro ekonomi. Di mana pemerintah negara bagian ataupun pemerintah lokal memiliki kewenangan (otonomi) yang jelas terhadap wilayah. Berdasarkan aspek efisiensi. berarti bahwa pemerintah daerah memiliki informasi yang lebih baik mengenai kebutuhan penduduknya dibandingkan pemerintah pusat. Batas-batas resmi. Persaingan antar pemerintah daerah. dimana sistem desentralisasi fiskal menawarkan perbaikan potensial yang lebih besar terhadap perbaikan pengelolaan makro ekonomi dibandingkan . serta pembiayaannya sudah secara umum ditetapkan dengan undang-undang. Indonesia secara tidak langsung menerapkan model keuangan federal. Hipotesis ini menunjukkan bahwa terdapat potensi untuk mencapai efisiensi ekonomi (maximizing social welfare) dalam penyediaan barang publik pada tingkat lokal. yaitu persaingan antar daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakatnya akan mendorong pemerintah lokal untuk meningkatkan inovasinya. fungsi. (2) persaingan antar pemerintah daerah (competition among local government).

Prasyarat penting bagi kesuksesan desentralisasi terlepas dari keseimbangan makro atau efisiensi mikro menurut Bird dan Vaillancourt adalah: (1) proses pengambilan keputusan di daerah harus demokratis dan transparan. (b) karakteristik regional yang mengakibatkan perbedaan biaya penyediaan pelayanan. Redistribusi berupa suatu transfer dana kepada rumah tangga berpendapatan rendah untuk mencapai keseimbangan dalam distribusi pendapatan. Mobilitas rumah tangga adalah hambatan riil pemerintah daerah untuk menggunakan kebijakan redistribusi. Jika tanggung jawab pengeluaran lebih besar daripada sumber yang tersedia. jika penerimaan lebih banyak daripada pengeluaran yang didesentralisasikan. Bantuan pemerataan (equalizational grant) adalah alat yang digunakan untuk mengoreksi ketidakadilan horisontal tersebut. Keadilan horisontal merujuk pada tingkat kapasitas pemerintah daerah dalam memenuhi pelayanan publik. yaitu keadilan horisontal dan keadilan lokal. Khusus bagi negara berkembang. stabilitas makro ekonomi bukanlah hal yang otomatis terwujud dengan diterapkannya desentralisasi. perlu dirancang kebijakan untuk memberikan sumber daya yang lebih besar ke daerah yang miskin. Redistribusi memiliki dua dimensi. maka mobilisasi dana daerah dapat menurun dan ketidakseimbangan makro ekonomi kembali muncul. proses. Sebaliknya. dukungan politis baik pada tingkat pengambilan keputusan di masing-masing tingkat pemerintahan dan masyarakat secara keseluruhan. Jika dilakukan secara agresif. implementasi. Terdapat dua faktor utama penyebab munculnya ketidakadilan horisontal: (a) basis pajak (tax bases) sangat berbeda secara signifikan antara daerah satu dengan yang lain. kesiapan administrasi pemerintahan. Aspek keadilan dari sebuah kebijakan keuangan publik berkaitan dengan redistribusi pendapatan untuk mencapai keadilan sosial. Keberhasilan pelaksanaan desentralisasi menurut Sidik (2002) tergantung pada: desain. maka tingkat pelayanan akan menurun.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 369 § § § § § § sistem fiskal yang tersentralisasi. maka akan menciptakan suatu insentif bagi penduduk berpendapatan rendah untuk datang dan mendorong penduduk berpendapatan tinggi untuk pindah ke mana saja. Negara federal yang terdesentralisasi secara tinggi memiliki kinerja makro ekonomi yang sangat stabil dan tingkat inflasi yang rendah. . Untuk mengatasinya. (2) biaya-biaya dari pengambilan keputusan tersebut sepenuhnya harus ditanggung oleh masyarakat sehingga tidak ada ekspor pajak dan tambahan transfer level pemerintahan yang lain.

LATIHAN 1. Sebutkan syarat-syarat keberhasilan desentralisasi fiskal menurut Bird dan Vaillancourt ! 9. Apa yang dimaksud dengan dekonsentrasi ? 10. Jelaskan keuntungan efisiensi potensial dari desentralisasi fiskal ! 11. Mengapa Indonesia dibandingkan dengan Amerika Serikat derajat desentralisasi fiskalnya lebih tinggi ? 4. Mengapa khusus untuk negara-negara berkembang. perubahan sistem nilai dan perilaku birokrasi dalam memenuhi keinginan masyarakat khususnya dalam pelayanan sektor publik. § Pelaksanaan desentralisasi fiskal akan berjalan baik dengan mempedomani hal-hal sebagai berikut: (1) adanya pemerintah pusat yang kapabel dalam melakukan pengawasan dan enforcement.370 Bab 17: Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah pengembangan kelembagaan dan sumber daya manusia. dan (2) terdapat keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan dalam melakukan pungutan pajak dan retribusi daerah. b. Apa akibatnya jika pemerintah daerah mengeluarkan program redistribusi pendapatan secara agresif ? . Sebutkan 2 model hubungan fiskal antar pemerintah yang berlaku saat ini. Sebutkan faktor utama yang memberikan kontribusi munculnya ketidakadilan horisontal ! 8. Jelaskan hubungan antara desentralisaasi fiskal dengan pengelolaan makro ekonomi ! 12. stabilitas makroekonomi tidak otomatis terwujud dengan diterapkan desentralisasi fiskal ? 7. Apa yang dimaksud dengan Agency Theory ? 3. jelaskan ! 2. keadilan horisontal. Mengapa desentralisasi akan meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya ? 5. Apa yang dimaksud dengan redistribusi ? 13. keadilan vertikal. 14. Jelaskan yang dimaksud dengan : a. Jelaskan yang dimaksud dengan Tiebout Model ? 6. mekanisme koordinasi untuk meningkatkan kinerja aparat birokrasi.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 371 15. Menurut sidik (2002) pedoman apa saja yang harus dijalani agar pelaksanaan desentralisasi fiskal berjalan dengan baik ? 17. Sebutkan tiga dimensi ekonomi baku dari suatu kebijakan keuangan publik! 18. Bagaimana caranya untuk mengurangi ketidakadilan horisontal ? 16. Jelaskan fakta di Pemerintah Daerah mengenai argumentasi ekonomi tentang efisiensi ! .

Namun. aspek pembiayaannya juga ikut terdesentralisasi. terlihat bahwa. Implikasinya. transfer dana dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Sejalan dengan desentralisasi tersebut. ternyata banyak daerah di berbagai negara ini local government revenue tidak cukup untuk membiayai seluruh pengeluaran daerah (lihat Tabel 18.TRANSFER PUSAT KE DAERAH: TEORI DAN PRAKTIK Dalam konteks desentralisasi fiskal. Desentralisasi memang merupakan pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.1. daerah dituntut untuk dapat membiayai sendiri biaya pembangunannya. Dari Tabel 16. . tidak ada satupun pemerintah daerah di berbagai negara yang disurvei memiliki pendapatan yang dapat membiayai seluruh pengeluarannya.1).

60% 29. Country Tables.97% 73.65% 70.82% 71.25% 72. .18% 57. Government Finance Statistics Year Book 1998.92% 87.97% 84.74% 58.35% 62.49% 57.26% N/A 75.33% *Pemerintah Daerah di negara-negara federal adalah kelompok Pemerintah Daerah yang terendah tingkat pendapatannya.83% 73.83% 72.31% 71.02% 64.46% 60.78% 77.96% 64.73% 65.10% 66.98% 81.64% 73.49% 89.75% 81.28% 85.43% 83.73% 82.68% 72.76% N/A 82. 1998.32% 81.71% 64.29% 78.32% 59.64% N/A 77.26% 57.28% 57.374 Bab 18: Transfer Pusat ke Daerah: Teori dan Praktik Tabel 18.37% 81.28% 85.51% 1995 5.91% 63.53% 73.30% 81.50% 66.80% 59.88% 27.69% 66.65% 82.31% 1997 3.31% 27.66% 60.80% 83.91% 60.51% 81.30% 66.89% 85.72% 81.27% 98.93% 97. Catatan: Pendapatan Pemerintah Daerah tidak termasuk transfer antar pemerintahan (intergovernmental transfers) Sumber: International Monetary Fund.21% 79.91% 1998 4.69% 80.35% 93.1: Persentase Pendapatan atas Pengeluaran Daerah Negara Kesatuan Albania Azerbaijan Belarusia Bulgaria Kroasia Republik Cekoslowakia Denmark Estonia Irlandia Kazakhstan Latvia Lithuania Mauritius Moldova Mongolia Norwegia Polandia Republik Slovakia Slovenia Inggris Negara Federal* Australia Austria Bolivia México Switzerland United States 85.65% 42.63% 66.10% 65.11% 72.50% 56.64% 97.92% 62.74% 58.68% 58.08% 80.95% 87.85% 68.76% 73.96% 71.10% 61.05% 58.52% 62.74% 85.31% 85.83% 27.69% 61.22% 39.52% N/A 77.82% 39.47% 1996 6.62% 60.18% 75.85% 99.19% 93.08% 89.04% 85.71% 40.51% 72.93% 72.10% 84.55% 73.

pemerintah daerah hanya menguasai sebagian kecil sumber-sumber penerimaan negara. Sumber ini membiayai sekitar 85% dari pengeluaran pemerintah daerah di Afrika Selatan. Dengan demikian. 72% pengeluaran propinsi dan 86% pengeluaran kabupaten/kota pada dekade 1990-an di Indonesia (Simanjuntak. Tidak terkecuali Indonesia. dan pemerintahan lokal. mengatasi persoalan efek pelayanan publik (correcting spatial externalities). . antara 67% sampai 95% pengeluaran negara bagian di Nigeria. terutama negara berkembang. an Transfer TUJUAN TRANSFER Pada dasarnya. stabilisasi. Kemudian. GRS untuk tingkat negara bagian diberlakukan secara tuntas pada tahun 1982 dan untuk tingkat lokal diberlakukan pada secara tuntas pada tahun 1986. 70% sampai 90% pengeluaran negara bagian yang miskin di Meksiko. dan kewajiban untuk menjaga tercapainya standar pelayanan minimum di setiap daerah. pada pertengahan era 1960-an hingga pertengahan 1980-an lahirlah kebijakan bagi hasil penerimaan umum (General Revenue Sharing/GRS). Sementara itu. pemerintah pusat menguasai sebagian besar sumbersumber penerimaan (pajak) utama negara yang bersangkutan. melakukan eksperimen dengan ide-ide baru (experimenting with new ideas). Vertical Equalization Transfer Di banyak negara. Pada era tahun 1960-an.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 375 Implikasi dari kondisi tersebut. pemerintah negara bagian (state). 2002). Kondisi ini akhirnya bisa menimbulkan ketimpangan antara pemerintah federal. transfer pusat ke daerah dapat dibedakan atas bagi hasil pendapatan (revenue sharing) dan bantuan (grants). mengarahkan prioritas (redirecting priorities). pemerataan horisontal (horizontal equalization). tujuan dari vertical equalization transfer ini adalah untuk mengkoreksi kesenjangan pendapatan yang diperoleh setiap level pemerintahan. atau hanya berwenang untuk memungut pajak-pajak yang basis pajaknya bersifat lokal dan mobilitas yang rendah dengan karakteristik besaran penerimaannya relatif kurang signifikan. transfer dana dari pusat (intergovernmental transfer) merupakan sumber penerimaan yang sangat dominan bagi pemerintah daerah di banyak negara. Adapun tujuan dari transfer ini bermacam-macam yaitu pemerataan vertikal (vertical equalization). Pemerintah Federal Amerika Serikat sangat memonopoli sumber-sumber penerimaan. Kondisi ini akhirnya menimbulkan ketimpangan vertikal (vertical imbalance) antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

dan anak-anak serta remaja yang tinggi proporsinya. 25/1999 (lihat Tabel 2.8(+) 64(+) 64 32 64 32 6 12 40 12 Pemertaan Kab/Kota Lainnya + + 32 32 80 6 12 - 1. Ada pula daerahdaerah yang berbentuk kepulauan luas. PBB BPHTB IHH PSDH/IHPH Land Rent/Iuran Tetap Royalty Pertambangan Umum Perikanan Minyak Gas Alam Dana Reboisasi PPh 10 20 55 55 20 20 100 100 100 100 100 16. 9. 25/1999 (dalam %) No Jenis Penerimaan Sebelum UU No. Terdapat daerah-daerah dengan penduduk miskin. penduduk lanjut usia. 11. dengan tarif pajak yang sama seharusnya juga menghasilkan penerimaan yang sama di antara daerah.8 64 15 15 64 64 - 20 20 20 20 20 85 70 60 80 16. 10. Menurut Undang-Undang No. Daerah-daerah yang kaya akan sumber daya alam. tergantung kondisi daerah bersangkutan yang memiliki kekayaan sumber daya alam atau tidak.376 Bab 18: Transfer Pusat ke Daerah: Teori dan Praktik KOTAK 17. Tabel 17. Di sisi lain. ataupun daerah dengan intensitas kegiatan ekonomi yang tinggi atau rendah. 2.2. 25/1999 Pusat Dati I Dati II Pusat Sesudah UU No. 7. Artinya. 25/1999 ini. dimana sarana-prasarana transportasi . Latar belakang diberlakukannya formula vertical equalization ini didasari oleh suatu kondisi selama Orde Baru.2. 25/1999 Pro-pinsi Kab/ Kota 64. 3. Kondisi ini kemudian berubah dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 25/1999. daerah penghasil penerimaan (baik itu pajak maupun sumber daya alam) mendapat porsi yang besar dalam bagi hasil penerimaan umum (general revenue sharing) yang lebih besar dibandingkan sebelum diberlakukannya Undang-Undang No.2 16 30 30 16 16 - 64. Proporsi Bagi Hasil Beberapa Penerimaan Negara Sebelum dan Sesudah UU No. seperti Aceh dan Irian Jaya. Kondisi ini berimplikasi kepada besarnya basis pajak atau kapasitas fiskal (fiscal capacity) di daerah-daerah bersangkutan. 8. Pengalaman empiris di berbagai negara menunjukkan ternyata kemampuan daerah untuk menghasilkan pendapatan sangat bervariasi. Dengan bagi hasil yang lebih besar ini.1: PRAKTEK VERTICAL EQUALIZATION DI INDONESIA Penerapan vertical equalization di Indonesia berlaku sejak dikeluarkannya Undang-undang Nomor 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. 5. dimana pemerintah pusat begitu dominan dalam menguasai sumber-sumber penerimaan negara yang berujung pada timbulnya ketimpangan fiskal secara vertikal antara pemerintah pusat dengan daerah. 4. terpaksa harus menjadi daerah miskin karena hasil dari sumber-sumber kekayaan alam mereka diangkut ke pusat. daerah-daerah juga memiliki kebutuhan belanja yang sangat bervariasi. taxing power yang diterima daerah menjadi lebih besar dan ketimpangan vertikal dapat dikurangi. berdasarkan UU Nomor 25 Tahun 1999 Horizontal Equalization Transfer Keseimbangan antara kebutuhan pendapatan (revenue needs) dan kemampuan untuk menghasilkan pendapatan juga memiliki dimensi horisontal. 6.2 16 16 16 16 16 3 6 8 Sumber : Sidik 2002.

Besarnya DAU setelah formula paling tidak sama dengan besarnya bantuan Subsidi Daerah Otonom (SDO) dan Inpres tahun 2000. ada daerah-daerah dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu besar. KOTAK 17. Rumus umum DAU 2001 adalah sebagai berikut: 1. Variabel-variabel yang digunakan untuk menentukan potensi penerimaan adalah (a) PDRB sektor sumber daya alam (primer). Sebagai horizontal equalization. pemadam kebakaran. Faktor Penyeimbang adalah suatu mekanisme untuk mencegah penurunan kapasitas pemerintah daerah dalam membiayai kewajiban-kewajiban mereka. Faktor lump sum intinya adalah suatu mekanisme untuk membagi habis total DAU yang sudah dianggarkan dalam APBN 925% dari penerimaan bersih domestik). terjadi selisih hitung antara total DAU yang dianggarkan dengan total faktor penyeimbang dan faktor formula. dan besarnya angkatan kerja (SDM). 3.2: PRAKTEK HORIZONTAL EQUALIZATION DI INDONESIA Dana Alokasi Umum (DAU) merupakan contoh yang paling tepat sebagai bentuk horizontal equalizataion di Indonesia. Oleh karenanya. dalam alokasi DAU 2001 terdapat faktor penyeimbang dan faktor lump sum.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 377 dan infrastruktur lainnya masih belum memadai. sistem . Faktor penyeimbang juga diarahkan untuk mengatasi permasalahan pendanaan akibat terjadinya transfer pegawai dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah yang tentunya membawa konsekuensi pada gaji dan biaya-biaya terkait lainnya. Bobot daerah harus dirumuskan dengan menggunakan suatu formula yang didasarkan atas pertimbangan kebutuhan dan potensi penerimaan. Sementara di lain pihak. 2. maka dapat dihitung celah fiskal (fiscal gap) yang akan ditutup dengan transfer DAU dari pusat. Secara faktual. (b) PDRB sektor industri dan jasa lainnya (non primer). maka dapat dihitung kesenjangan atau celah fiskal (fiscal gap) dari masingmasing daerah yang seyogyanya ditutup oleh transfer dari pemerintah pusat. DAU dirancang dengan sebuah formula yang digunakan untuk menghitung potensi penerimaan daerah atau kapasitas fiskal (fiscal capacity) dan kebutuhan fiskal daerah (fiscal needs). peran DAU dapat dijadikan counter atas pembagian dana bagian daerah yang didasarkan atas dasar penghasil daerah (by origin atau vertical equalization) yang cenderung menimbulkan ketimpangan antar daerah. Dalam prakteknya. (b) luas wilayah. melalui suatu formula ini. Variabel-variabel yang digunakan untuk menentukan kebutuhan daerah adalah (a) jumlah penduduk. Misalnya. (3) indeks harga bangunan. Sumber: Brodjonegoro dan Pakpahan (2002) Correcting Spatial Externalities Beberapa jenis pelayanan publik di satu wilayah memiliki “efek menyebar” (eksternalitas) ke wilayah-wilayah lainnya. Dengan kata lain tujuan dari horizontal equalization transfer adalah untuk menutup celah fiskal yang dimiliki oleh setiap daerah. namun memiliki sarana dan prasasarana yang telah lengkap. jalan raya penghubung antar daerah. Membandingkan kebutuhan fiskal dengan kapasitas fiskal tersebut di atas. 4. DAU akan dialokasikan kepada daerah dengan menggunakan bobot daerah. Sehingga. Penentuan bobot dan alokasi daerah. Ini mencerminkan tinggi rendahnya kebutuhan fiskal (fiscal need) dari daerah-daerah yang bersangkutan. karena daerah yang mempunyai potensi pajak dan SDA yang terbatas pada daerah-daerah tertentu. Faktor formula DAU terdiri dari dua. yaitu potensi penerimaan dan kebutuhan fiskal. pendidikan tinggi (universitas). dan (4) jumlah penduduk miskin.

perguruan tinggi). Namun. dan rumah sakit daerah. Sehingga. Koreksi “Spillovers” Melalui Transfer P MC P1 PB PA DA QB QT DB Q DT Gambar 18.1. untuk permintaan atas barang publik tertentu (misalnya. peminatnya juga berasal dari luar daerah (nonresident demands). maka jumlah permintaannya akan sangat rendah. tidak bisa dibatasi manfaatnya hanya untuk masyarakat tertentu saja. yang bagi daerah . yaitu sebesar DB dengan harga (biaya) sebesar PB. Oleh karena itu. biasanya pemerintah daerah enggan untuk berinvestasi di sini. Namun. yaitu sebesar DA dan harganya (biayanya) pun relatif murah (PA) sehingga daerah setempat dipastikan dapat mengadakannya. tanpa adanya “imbalan” (dalam bentuk pendapatan) yang berarti dari proyek-proyek serupa di atas. pemerintah pusat perlu memberikan semacam insentif ataupun menyerahkan sumber-sumber keuangan agar pelayanan-pelayanan publik demikian dapat dipenuhi oleh daerah. total permintaan atas barang publik tersebut adalah DT dengan harga (biaya) sebesar P1. jika permintaan dari penduduk (resident demands) setempat yang diperhitungkan.378 Bab 18: Transfer Pusat ke Daerah: Teori dan Praktik pengendali polusi (udara dan air).1 Berdasarkan Gambar 18.

karena daerah yang menjadi tempat uji coba tidak mau menanggung kerugian dan risiko manakala terjadi dampak negatif terhadap program baru tersebut. Pemerintah daerah ternyata menginginkan pembangunan di sektor kesehatan lebih mendapat prioritas karena pertimbangan kondisi masyarakat setempat. Dengan demikian. Alasan perlunya bantuan dari pusat kepada daerah sehubungan dengan uji coba program baru tersebut. Ini terkait dengan pemenuhan harapan para konstituen pemilih ketika pemilihan umum berlangsung. sesungguhnya bantuan untuk tujuan uji coba program baru ini tidak lebih dari sebuah kompensasi atas kesediaan daerah menjadi ajang uji coba suatu program baru dari pusat. akhirnya bertentangan dengan prioritas yang sedang dibangun oleh level pemerintahan lainya. Experimenting with New Ideas Bantuan (grants) seperti ini berawal dari adanya keinginan pemerintah pusat untuk mengujicobakan suatu program baru di suatu daerah sebelum program tersebut diberlakukan terhadap seluruh daerah. Dan seringkali prioritas yang dikembangkan oleh setiap level pemerintahan tersebut. pemerintah pusat berkeinginan mengedepankan pembangunan di sektor pendidikan secara murah dan terjangkau. karena biayanya berada dalam jangkauan anggaran daerah. seyogyanya pemerintah pusat memberikan transfer atau insentif kepada daerah. Agar keinginan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat berjalan secara paralel.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 379 bersangkutan akan sangat sulit untuk dapat mengadakannya. Transfer pemerintah pusat kepada daerah semacam ini akan membantu mengarahkan kembali prioritas daerah dan pusat sesuai dengan keinginan yang diharapkan oleh masing-masing level pemerintahan. Misalnya. Redirecting Priorities Setiap level pemerintahan memiliki prioritas masing-masing di dalam penyediaan pelayanan publik kepada masyarakatnya. maka pemerintah pusat memberikan transfer (subsidi). yaitu sebesar perbedaan antara PB dan P1. Dengan adanya subsidi ini. . keinginan tersebut ternyata tidak sinkron dengan pola kebijakan daerah. Agar penyediaan barang publik tersebut tetap dilakukan oleh daerah bersangkutan. karena biayanya terlalu mahal. Namun ternyata. maka daerah bersangkutan dapat menyediakan barang publik tersebut.

Pajak-pajak dimana daerah bisa ikut memungut di atas tingkat yang ditetapkan pusat (piggyback). Penerimaan yang Memadai (Revenue Adequacy) Pemerintah daerah semestinya memiliki pendapatan (termasuk transfer) yang cukup untuk menjalankan segala kewajiban atau fungsi yang diembannya. Memenuhi Standar Pelayanan Minimum Daerah-daerah dengan sumber daya yang sedikit memerlukan subsidi agar dapat mencapai standar pelayanan minimum. Namun kecermatan dalam mengkalkulasi amat diperlukan agar tindakan menaikkan/menurunkan dana transfer itu tidak berakibat merusak atau bertentangan dengan tujuan stabilisasi. Berikut adalah beberapa kriteria umum yang biasa digunakan di banyak negara di dunia. Di saat lain. Tidak boleh ada pembatasan yang sedemikian ketat sehingga sebagian besar keputusan di daerah harus mengikuti atau mengacu kepada ketentuan pusat. bagi hasil (revenue sharing) berdasarkan formula. apakah negara tersebut berbentuk federal maupun negara kesatuan. Jika dikaitkan dengan postulat Musgrave (1983) yang menyatakan bahwa peran redistributif dari sektor publik akan dijalankan oleh pemerintah pusat. Transfer untuk dana-dana pembangunan (capital grants) adalah merupakan instrumen yang cocok untuk tujuan ini. ataupun transfer yang bersifat umum (block grant) adalah sumber-sumber penerimaan daerah yang konsisten dengan tujuan tersebut. maka penerapan standar pelayanan minimum di setiap daerah pun akan lebih bisa dijamin pelaksanaannya oleh pemerintah pusat. 2. . bisa saja dana transfer ke daerah dikurangi manakala perekonomian sedang booming. 1. dapat kiranya sebagai acuan untuk mendesain sistem atau model transfer bagaimana yang akan diterapkan. Otonomi Prinsip ini merupakan dasar desentralisasi fiskal di dunia. KRITERIA DESAIN TRANSFER PUSAT KE DAERAH Dari berbagai tujuan yang hendak dicapai dalam rangka transfer antar tingkat pemerintahan. Prinsip ini menekankan agar pemerintah daerah memiliki independensi dan fleksibilitas dalam menentukan prioritas-prioritas mereka.380 Bab 18: Transfer Pusat ke Daerah: Teori dan Praktik Stabilisasi Transfer dana dapat ditingkatkann oleh pemerintah ketika aktivitas perekonomian sedang lesu.

tidak perlu ada transfer khusus/spesifik untuk membiayai defisit anggaran pemerintah daerah. Formula tersebut seyogyanya dipakai untuk jangka menengah (misalnya 3-5 tahun). 6. spesific purpose grant). Di samping itu juga formula yang dipakai seyogyanya relatif mudah untuk dipahami. yaitu (1) transfer tanpa syarat (unconditional grant. Transparan dan Stabil Formula transfer mesti diumumkan sehingga dapat diakses masyarakat. Hal yang lebih penting lagi adalah setiap daerah dapat memperkirakan berapa penerimaan totalnya (termasuk transfer). sehingga memudahkan penyusunan anggaran. pada dasarnya jenis-jenis transfer dapat dikelompokkan menjadi dua kategori besar. JENIS-JENIS TRANSFER Pengalaman empiris dari berbagai negara menunjukkan bahwa pemberian transfer oleh pemerintah pusat kepada daerah dapat disertai dengan syaratsyarat tertentu atau tidak bersyarat sama sekali.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 381 3. Dengan demikian. Sederhana (Simplicity) Alokasi dana kepada pemerintah daerah semestinya didasarkan pada faktor-faktor obyektif dimana unit-unit individual tidak memiliki kontrol atau dapat mempengaruhinya. Transfer Tanpa Syarat Pada umumnya transfer jenis ini ditujukan untuk menjamin adanya pemerataan dalam kemampuan fiskal antar daerah. 5. Dengan demikian. Keadilan (Equity) Besarnya dana transfer dari pusat ke daerah seyogyanya berhubungan positif dengan kebutuhan fiskal daerah dan berkebalikan dengan besarnya kapasitas fiskal daerah yang bersangkutan. categorial grant. general purpose grant. agar perencanaan jangka menengah dan panjang dapat dilakukan oleh daerah. block grant dan (2) transfer dengan syarat (conditional grant. atau ada semacam kontrol terhadap belanja daerah. Insentif Desain dari transfer ini harus sedemikian sehingga memberikan semacam insentif bagi daerah dengan manajemen fiskal yang baik. . sebaliknya menangkal praktek-praktek yang tidak efisien. 4. sehingga setiap daerah dapat melaksanakan urusan rumah tangganya sendiri pada tingkat yang layak.

.382 Bab 18: Transfer Pusat ke Daerah: Teori dan Praktik Tujuan dari transfer ini adalah untuk mengurangi ketimpangan fiskal yang bersifat horisontal (horizontal equalization). Porsi daerah kabupaten/kota merupakan proporsi bobot daerah kabupaten/kota yang bersangkutan terhadap jumlah bobot semua daerah kabupaten/kota di seluruh Indonesia. • potensi ekonomi daerah. 9. 8. 25/1999 ketentuan mengenai aturan alokasi DAU adalah sebagai berikut: 1. KOTAK 17. persentase Dana Alokasi Umum untuk daerah propinsi dan daerah kabupaten/kota disesuaikan dengan perubahan tersebut. yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah untuk membiayai kebutuhan pengeluarannya dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. 7. DAU untuk daerah propinsi dan untuk daerah kabupaten/kota ditetapkan masing-masing 10% (sepuluh persen) dan 90% (sembilan puluh persen) dari total DAU nasional. DAU adalah dana yang berasal dari APBN. 6. dengan porsi daerah propinsi yang bersangkutan. Menurut UU No. 5. DAU untuk suatu daerah kabupaten/kota tertentu ditetapkan berdasarkan perkalian jumlah DAU untuk seluruh daerah kabupaten/kota yang ditetapkan dalam APBN dengan porsi daerah kabupaten/kota yang bersangkutan. 2. Dalam hal terjadi perubahan kewenangan di antara daerah propinsi dan daerah kabupaten/kota. Porsi daerah propinsi merupakan proporsi bobot daerah propinsi yang bersangkutan terhadap jumlah bobot semua daerah propinsi di seluruh Indonesia. 4. Penghitungan DAU berdasarkan rumus di atas dilakukan oleh Sekretariat Bidang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah.3: PRAKTEK TRANSFER TANPA SYARAT DI INDONESIA Dana Alokasi Umum (DAU) merupakan bentuk yang masuk dalam kategori transfer tanpa syarat (unconditional grant) untuk kasus di Indonesia. DAU untuk suatu daerah propinsi tertentu ditetapkan berdasarkan perkalian jumlah DAU untuk seluruh daerah propinsi yang ditetapkan dalam APBN. 3. Bobot daerah ditetapkan berdasarkan: • kebutuhan wilayah otonomi daerah. DAU ditetapkan sekurang-kurangnya 25% (dua puluh lima persen) dari penerimaan dalam negeri yang ditetapkan dalam APBN.

dan seterusnya adalah kurva indiferensi (indifference curve)2. tingkat kepuasan masyarakat pun menjadi lebih besar. yaitu barang publik yang akan dibantu dengan transfer (assisted public goods/B) yang digambarkan dengan garis horisontal (horizontal axis) dan barang publik yang tidak dibantu (other public goods/A) yang digambarkan dengan garis vertikal (vertical axis). Ini mengingat.Transfer tanpa syarat biasanya dibagikan berdasarkan suatu formula tertentu. i2i2.2. 2 1 . Kondisi inilah yang menyebabkan mengapa penerima lebih memilih unconditional grants dibandingkan bentuk transfer lainnya. amat tergantung kepada kondisi atau keadaan di masingmasing negara. Hal ini digambarkan dengan adanya pergeseran (shifting) budget line yang sejajar dari AB menjadi FG. posisi permintaan (demand) barang A adalah OC dan barang B adalah OD sehingga titik keseimbangan awal adalah E. Penjelasan efek dari unconditional grant terhadap pembiayaan daerah. jumlah barang yang dapat dipenuhi menjadi lebih banyak.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 383 Ciri utama dari transfer ini adalah daerah memiliki keleluasaan (diskresi) penuh dalam memanfaatkan dana transfer ini sesuai dengan pertimbanganpertimbangannya sendiri atau sesuai dengan aturan apa yang menjadi prioritas daerahnya. dengan unconditional grants memungkinkan tercapainya kesejahteraan yang Garis anggaran (budget line) adalah kurva yang menunjukkan kombinasi konsumsi dua macam barang yang membutuhkan biaya (anggaran) yang sama besar. Pada kondisi sebelum ada transfer. Kurva indiferensi (indifference curve) adalah kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi konsumsi dua macam barang yang memberikan tingkat kepuasan sama bagi seorang konsumen. maka yang bertambah akibat adanya transfer adalah jumlah anggaran. Kurva i1i1. yang memperlihatkan kombinasi berbagai konsumsi barang yang tersedia. dapat dilihat pada Gambar 18. Garis AB adalah garis anggaran1 daerah setempat (community budget line). dalam kasus ini adalah barang A dan barang B. formula apa yang tepat untuk menjamin meratanya kemampuan fiskal (fiscal capacity) daerah dalam menjalankan pelayanan publik minimum.Karena tidak ada batasan pada cara pembelanjaan fasilitas publik manapun. Namun. Sehingga. dimana posisi E ini merupakan posisi tinggi dalam hal kepuasan tertinggi pada anggaran yang tersedia. Dengan demikian. Asumsikan terdapat dua jenis barang publik (public goods). sebagaimana digambarkan pergeseran kurva indiferensi yaitu dari i1i1 menjadi i2i2 dan titik keseimbangan baru menjadi E1. yaitu menjadi OK (untuk assested public goods) dan menjadi OH (untuk other public goods).

hal ini bisa juga menjadi suatu kerugian karena tidak ada kepastian tercapainya tujuan bersama sesuai dengan maksud pemberian grants tersebut. Namun.384 Bab 18: Transfer Pusat ke Daerah: Teori dan Praktik lebih baik bagi daerah yang muncul dari kemungkinan untuk memilih yang lebih besar. Contohnya adalah proyek-proyek yang menimbulkan efek eksternalitas positif bagi daerah-daerah lain ataupun proyek-proyek dari pemerintah pusat yang sifatnya uji coba atas suatu program atau ide baru (experimenting with new ideas). yaitu: . Efek Unconditional Grant Terhadap Pembiayaan Daerah Other Public Goods i2 F i1 A H E E1 i2 C i1 O D K B G Assested Public Goods Gambar 18-2 Transfer dengan Syarat (Conditional Transfer) Transfer ini biasanya digunakan untuk keperluan yang dianggap penting oleh pemerintah pusat namun kurang dianggap penting oleh daerah. Transfer ini dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis. bagi pemberi.

dimana posisi E ini merupakan posisi tinggi dalam hal kepuasan tertinggi pada anggaran yang tersedia. . yaitu barang publik yang akan dibantu dengan transfer (assisted public goods/B) yang digambarkan dengan garis horisontal (horizontal axis) dan barang publik yang tidak dibantu (other public goods/A) yang digambarkan dengan garis vertikal (vertical axis). pemerintah pusat dan daerah sepakat memberikan kontribusinya masing-masing. Hanya saja. Penjelasan efek dari open-ended matching grants dapat disajikan dalam Gambar 18. Misalnya. Transfer dari pemerintah pusat dalam hal ini berfungsi untuk membantu mengatasi kekurangan dana tersebut. Pemerintah pusat dan daerah berniat meningkatkan kuantitas barang B. yaitu sebesar Rp90 miliar ditanggung sepenuhnya oleh pusat.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 385 Transfer Pengimbang (Matching Grants) Transfer pengimbang adalah transfer yang diberikan oleh pusat kepada daerah untuk menutup sebagian atau seluruh kekurangan pembiayaan satu jenis urusan tertentu. Sementara itu. Dengan demikian. Transfer ini diperuntukkan apabila transfer tersebut dapat dan memang ditujukan untuk menutup seluruh kekurangan dana yang terjadi. sebuah proyek pembangunan universitas membutuhkan dana sekitar Rp100 miliar. sementara barang A tetap. dana daerah belum cukup untuk menjamin penyelenggaraan urusan tersebut dengan baik. Pada kondisi sebelum ada transfer. Jadi. Sama dengan kasus sebelumnya. yang memperlihatkan kombinasi berbagai konsumsi barang yang tersedia. yaitu misalnya pusat 90% dan daerah 10%. dan seterusnya adalah kurva indiferensi (indifference curve). yaitu hanya menggeser kuantitas barang B. Maka. posisi permintaan (demand) barang A adalah OC dan barang B adalah OD sehingga titik keseimbangan awal adalah E. Kurva i1i1. Transfer pengimbang ini juga dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis: 1) Transfer pengimbang tidak terbatas (open-ended matching grants). asumsikan terdapat dua jenis barang publik (public goods).3. Garis AB adalah garis anggaran daerah setempat (community budget line). dalam kasus ini adalah barang A dan barang B. di sini pemerintah daerah telah mengalokasikan sejumlah dana dari pendapatan daerahnya untuk penyelenggaraan urusan tersebut. sedangkan barang A dibiarkan tetap. i2i2. kekurangan tersebut. kurva garis anggaran (budget line) akan mengalami pergeseran dari AB menjadi AM. Untuk tujuan ini. daerah hanya mampu menyediakan dana sebesar 10% dari total kebutuhan dana atau sebesar Rp10 miliar.

Akibatnya. 2) Transfer pengimbang terbatas (closed-ended matching grants). sebagaimana digambarkan pergeseran kurva indiferensi yaitu dari i1i1 menjadi i2i2 dan titik keseimbangan baru menjadi E1. namun untuk barang A tetap. tingkat kepuasan untuk barang B pun menjadi lebih besar.386 Bab 18: Transfer Pusat ke Daerah: Teori dan Praktik Sehingga. Efek dari Open-Ended Matching Grants Other Public Goods i2 A i1 S N E Q O D B P i1 M Assested Public Goods E1 i2 C Gambar 18. jumlah barang B (untuk assested public goods) yang dapat dipenuhi menjadi lebih banyak.3 Efek negatif dari open-ended matching grants adalah grant yang diberikan oleh pemerintah pusat justru akan menyebabkan ketidakmerataan antar daerah. yang pembiayaannya bisa sebagian besar dari pemerintah pusat. Dengan demikian. sementara daerah yang miskin akan tetap miskin karena mereka tidak dapat membuat proyek kaya. Hal ini sangat disukai oleh pemberi bantuan (pemerintah . yaitu dari OD menjadi OP. karena sifat grant ini yang tidak terbatas. Pada transfer ini terdapat batasan jumlah dana maksimum yang dapat digunakan. daerah yang kaya akan mampu membuat proyek yang kaya pula dan menjadi semakin kaya.

yaitu Rp100 miliar. jumlah barang B (untuk assested public goods) yang dapat dipenuhi menjadi lebih banyak. karena walaupun dana yang diberikan sesuai dengan besar proyek. Dengan demikian. kekurangan tersebut. Misalnya.4. dalam kasus ini adalah barang A dan barang B. Sementara itu. . kurva garis anggaran (budget line) akan mengalami pergeseran dari AB menjadi AM. dimana posisi E0 ini merupakan posisi tinggi dalam hal kepuasan tertinggi pada anggaran yang tersedia. namun untuk barang A tetap. sementara barang A tetap. Misalnya. tingkat kepuasan untuk barang B pun menjadi lebih besar. daerah hanya mampu menyediakan dana sebesar 10% dari total kebutuhan dana atau sebesar Rp10 miliar. dalam perjalanannya. yaitu barang publik yang akan dibantu dengan transfer (assisted public goods/B) yang digambarkan dengan garis horisontal (horizontal axis) dan barang publik yang tidak dibantu (other public goods/A) yang digambarkan dengan garis vertikal (vertical axis). Karena pemerintah pusat tidak lagi mau mengucurkan dananya. Untuk tujuan ini. pemerintah pusat dan daerah sepakat memberikan kontribusinya masing-masing. sedangkan barang A dibiarkan tetap. Kurva i1i1. asumsikan terdapat dua jenis barang publik (public goods). yang memperlihatkan kombinasi berbagai konsumsi barang yang tersedia. Dalam rencana awal. yaitu hanya menggeser kuantitas barang B. Garis AB adalah garis anggaran daerah setempat (community budget line). dari proyek senilai Rp100 miliar. Maka. Sama dengan kasus sebelumnya. pemberi bantuan dapat mencukupkan bantuannya. i2i2. dan seterusnya adalah kurva indiferensi (indifference curve). pemerintah pusat dan daerah berniat meningkatkan kuantitas barang B. yaitu sebesar Rp90 miliar ditanggung sepenuhnya oleh pusat. Namun. posisi permintaan (demand) barang A adalah OC dan barang B adalah OD sehingga titik keseimbangan awal adalah E0. Penjelasan efek dari closed-ended matching grants dapat disajikan dalam Gambar 18. estimasi biaya ternyata membengkak menjadi Rp110 miliar atau mengalami kekurangan Rp10 miliar lagi. Dengan demikian. Sehingga. yaitu dari OD menjadi OP. Pada kondisi sebelum ada transfer. pemerintah pusat akan memberikan kontribusinya sebesar 90% dan daerah 10%. dengan sendirinya proyek tersebut harus disesuaikan dengan jumlah anggaran semula.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 387 pusat). sebuah proyek pembangunan universitas awalnya membutuhkan dana sekitar Rp100 miliar. namun setelah besarnya biaya proyek melampaui jumlah tertentu.

Karena pemerintah pusat tidak lagi mau mengucurkan dananya. Kurva i1i1. Transfer Bukan Pengimbang (Non-Matching Grants) Transfer bukan pengimbang adalah transfer yang diberikan oleh pusat kepada daerah untuk menambah dana penyelenggaraan suatu jenis urusan tertentu tanpa mempertimbangkan bahwa pemerintah daerah sendiri telah/akan mengalokasikan dananya dengan jumlah besar atau kecil. i2i2.388 Bab 18: Transfer Pusat ke Daerah: Teori dan Praktik sebagaimana digambarkan pergeseran kurva indiferensi yaitu dari i1i1 menjadi i2i2 dan titik keseimbangan baru menjadi E1. terjadi titik keseimbangan baru dari E menjadi E1. dan seterusnya adalah kurva indiferensi (indifference curve). transfer diberikan oleh pusat untuk mendorong daerah agar tetap bersemangat dan mau mengalokasikan pendapatan daerahnya untuk pelaksanaan fungsi tersebut. dalam kasus ini adalah barang A dan barang B. . Penjelasan efek dari non-matching grants terhadap pembiayaan daerah. garis anggaran tidak jadi bergeser dari AB menjadi AM. yaitu barang publik yang akan dibantu dengan transfer (assisted public goods/B) yang digambarkan dengan garis horisontal (horizontal axis) dan barang publik yang tidak dibantu (other public goods/A) yang digambarkan dengan garis vertikal (vertical axis). (eksternalitas) terutama kepada daerah yang menghasilkan limpahan manfaat tersebut. Asumsikan terdapat dua jenis barang publik (public goods). slope-nya menjadi sejajar pada budget line awalnya. yaitu Rp100 miliar. Jadi. dapat dilihat pada Gambar 18. namun karena pelaksanaannya menghasilkan limpahan manfaat besar kepada daerah-daerah lain. Dalam gambar terlihat bahwa rotasi pada budget line setelah batas tertentu. dengan sendirinya proyek tersebut harus disesuaikan dengan jumlah anggaran semula. Garis AB adalah garis anggaran daerah setempat (community budget line). tetapi dari AB menjadi AT yang berarti jumlah barang A yang dapat dihasilkan akan lebih sedikit dibandingkan perkiraan semula. Jenis transfer ini dapat dipakai oleh pemerintah pusat untuk menjadi sarana menginternalisasikan limpahan manfaat. kendati pemerintah daerah yang bersangkutan telah mengalokasikan pendapatan daerahnya (local revenue) untuk pembiayaan penyelenggaraan urusan itu. Implikasinya. dimana posisi permintaan (demand) barang B adalah tetap OD. yang memperlihatkan kombinasi berbagai konsumsi barang yang tersedia.5. terjadi kenaikan bahan baku sehingga budget seharusnya dinaikkan menjadi Rp110 miliar. Namun dalam perkembangannya. Implikasinya.

posisi permintaan (demand) barang A adalah OC dan barang B adalah OD sehingga titik keseimbangan awal adalah E.4 Pada kondisi sebelum ada transfer.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 389 Efek Closed-Ended Matching Grants Other Public Goods i2 A i1 S N E Q T O D B P i1 M Assested Public Goods E1 i2 C Gambar 18. maka budget line dari barang publik yang dibantu (assested public goods) mengalami pergeseran (shifting). Dengan adanya transfer dari pusat ke daerah untuk keperluan khusus tanpa diperlukannya dana pendamping. namun tidak mengubah batas maksimum fasilitas publik lainnya (other public goods). dimana posisi E ini merupakan posisi tinggi dalam hal kepuasan tertinggi pada anggaran yang tersedia. .

5 RANGKUMAN § Konsep desentralisasi fiskal merupakan pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. . Transfer pusat ke daerah dapat dibedakan atas bagi hasil pendapatan (revenue sharing) dan bantuan (grants). (b) pemerataan horisontal. (c) mengatasi persoalan efek pelayanan publik. (e) melakukan eksperimen dengan ide-ide baru. antara lain: (a) pemerataan vertikal. (d) mengarahkan prioritas. transfer dana dari pusat (intergovernmental transfer) merupakan sumber penerimaan yang amat dominan bagi pemerintah daerah. Daerah juga dituntut untuk membiayai sendiri biaya pembangunannya padahal pendapatan daerah tidak bisa membiayai seluruh pengeluarannya.390 Bab 18: Transfer Pusat ke Daerah: Teori dan Praktik Efek Non-Matching Grants Other Public Goods i2 i1 A H E F E1 i2 C i1 O D K B G Gambar 18. § Tujuan transfer dari pusat ke daerah. oleh karena itu.

bertujuan agar keinginan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat berjalan secara paralel walaupun memiliki perbedaan prioritas. yaitu kemampuan untuk menghasilkan pendapatan dan kebutuhan fiskal. Hal ini dilakukan karena dengan adanya externalities (penyebaran). Celah fiskal ini terjadi karena adanya perbedaan antara kapasitas fiskal. maksudnya pemerintah pusat memberikan (transfer) subsidi kepada pemerintah daerah untuk penyediaan barang publik yang memiliki efek ‘menyebar’ ke wilayah-wilayah lainnya. Perbedaan ini diatasi dengan memberi transfer/insentif ke daerah sehingga membantu mengarahkan kembali prioritas daerah dan pusat sesuai harapan. Bantuan (grants) ke daerah diperlukan sebagai kompensasi atas daerah yang menjadi ajang uji coba suatu program baru dari pusat karena daerah tidak mau menanggung kerugian dan risiko sendiri. Subsidi dibutuhkan sebesar selisih akibat peningkatan permintaan sehingga biayanya berada dalam jangkauan daerah. antara pemerintah pusat dan daerah yang disebabkan perbedaan atas penguasaan sumber-sumber penerimaan (pajak). dan sulit bagi daerah untuk mengadakannya karena biayanya terlalu mahal. Stabilisasi. Pemerataan horisontal (horisontal equalization). bertujuan memberikan subsidi ke daerah dengan sumber daya sedikit agar dapat mencapai standar pelayanan umum. bertujuan untuk menutup celah fiskal yang dimiliki oleh daerah. Pemerataan vertikal (vertical equalization). berarti membutuhkan tempat uji coba. yaitu besarnya kebutuhan belanja/pengeluaran suatu daerah. Transfer dari pusat ke daerah akan digunakan untuk menutup celah fiskal tersebut. Melakukan eksperimen dengan ide-ide baru (Experimenting with New Ideas). Kebijakan yang dilakukan dengan melakukan GRS (general revenue sharing) yaitu bagi hasil penerimaan umum. Instrumennya berupa transfer untuk dana-dana pembangunan (capital grants). Mengarahkan prioritas (redirecting proprities). bertujuan untuk mengoreksi kesenjangan pendapatan yang diperoleh setiap level pemerintahan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 391 § § § § § § § (f) stabilisasi. yaitu menstabilkan kondisi perekonomian yang lesu dengan memberikan transfer maupun mengurangi transfer ketika perekonomian sedang booming. Mengatasi persoalan efek pelayanan publik (Correcting Spatial Externalities). . Memenuhi standar pelayanan minimum. permintaan meningkat. dan (g) menjaga tercapainya standar pelayanan minimum di setiap daerah.

daerah memiliki keleluasaan (diskresi) penuh dalam memanfaatkannya sesuai dengan pertimbangan dan aturan yang menjadi prioritas. (2) Transfer pengimbang terbatas (closed-ended matching grants). block grant). Sehingga daerah kaya membuat proyek kaya menjadi lebih kaya. Transfer ini disukai oleh pemberi bantuan. (3) keadilan (equity). Ciri utamanya. digunakan untuk keperluan yang dianggap penting oleh pemerintah pusat namun kurang dianggap penting oleh pemerintah daerah seperti proyek yang memiliki eksternalitas positif dan proyek yang bersifat uji coba. diberikan oleh pusat kepada daerah untuk menambah dana penyelenggaraan suatu jenis urusan tertentu tanpa mempertimbangkan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan dananya. bertujuan utnuk mengurangi ketimpangan fiskal yang bersifat horisontal dan menjamin adanya pemerataan kemampuan fiskal antar daerah. dan (2) transfer dengan syarat (conditional grant. antara lain: (1) otonomi. yaitu: (1) Transfer pengimbang tidak terbatas (open ended matching grants). § Transfer dengan syarat. spesific purpose grant). Transfer ini dikelompokkan menjadi dua jenis. § Transfer pengimbang adalah transfer yang diberikan oleh pusat ke daerah untuk menutup sebagian atau seluruh kekurangan pembiayaan satu jenis urusan tertentu. Unconditional grants lebih disukai karena memungkinkan tercapainya kesejahteraan yang lebih baik bagi daerah. yang memang ditujukan untuk menutup seluruh kekurangan dana dari proyek. terdapat batasan jumlah dana maksimal yang dapat digunakan. general purpose grant. § Transfer bukan pengimbang (non-matching grants). karena sifatnya yang tidak terbatas. jika biaya proyek melebihi jumlah tertentu. walaupun dana yang diberikan sesuai dengan besar proyek. § Jenis-jenis transfer dapat dikelompokkan menjadi dua kategori besar: (1) transfer tanpa syarat (unconditional grant. categorial grant. tapi bagi pemberi bisa menjadi kerugian karena tidak ada kepastian tercapainya tujuan bersama sesuai dengan tujuan pemberian grants. § Transfer tanpa syarat.392 Bab 18: Transfer Pusat ke Daerah: Teori dan Praktik § Kriteria desain transfer pusat ke daerah. (4) transparan dan stabil. dikarenakan dana daerah yang tidak cukup. Transfer pengimbang dibedakan menjadi dua jenis. yaitu: transfer pengimbang (matching grants) dan transfer bukan pengimbang (non-matching grants). (2) penerimaan yang memadai (revenue adequacy). (5) sederhana (simplicity). Efek negatif dari transfer ini dapat menyebabkan ketidakmerataan daerah. pemberi bantuan akan mencukupkan bantuannya. dan (6) insentif. Hal ini dilakukan untuk mendorong daerah agar .

b. insentif. c. Jelaskan yang dimaksud dengan desentralisasi ? 10. 6. Suatu kondisi yang seperti apa di dalam kurva jika daerah setempat dapat mengadakan fasilitas publik yang dimaksud ? . Jelaskan yang dimaksud dengan transfer bukan pengimbang ! 9. Sebutkan dua macam transfer pusat ke daerah ! 12.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 393 tetap bersemangat melaksanakan fungsi tersebut karena menghasilkan limpahan manfaat besar kepada daerah-daerah lain. Apa yang dimaksud dengan transfer pengimbang tidak terbatas dan transfer pengimbang terbatas ! 8. Apa yang dimaksud efek menyebar yang dimiliki pelayanan publik di suatu wilayah ? 17. faktor lump sum. Mengapa diberlakukan praktek vertical equalization di Indonesia. Mengapa bisa timbul ketimpangan vertikal (vertical imbalance) ? 3. jelaskan dengan contohnya ! 13. Jelaskan faktor formula Dana Alokasi Umum (DAU) dan sebutkan variabel-variabelnya ! 16. b. Apa saja tujuan dari transfer pusat ke daerah ? 2. 15. Sebutkan tujuan dari vertical equalization transfer dan horizontal equalization transfer ! 4. LATIHAN 1. faktor penyeimbang. Jelaskan kriteria desain transfer ke daerah dari sudut pandang : a. keadilan. Jelaskan mengapa Dana Alokasi Umum (DAU) merupakan contoh yang paling tepat sebagai bentuk horizontal equalization transfer di Indonesia ! 5. Apa yang dimaksud dengan horizontal equalization transfer dan mengapa hal itu diperlukan ? 14. Apa yang dimaksud dengan : a. transparan dan stabil. Apa implikasi dari aspek pembiayaan yang juga ikut terdesentralisasi ? 11. Jelaskan adanya transfer tanpa syarat dan tujuannya ! 7.

Sebutkan kriteria umum desain transfer pusat ke daerah ! 22. Mengapa penerima lebih memilih unconditional grants dibandingkan dengan bentuk transfer lainnya dan mengapa pemberi dapat merasa dirugikan ? .394 Bab 18: Transfer Pusat ke Daerah: Teori dan Praktik 18. Apa yang dimaksud dengan : a. Apa yang dimaksud dengan experimenting with new ideas yang dilakukan pemerintah pusat pada pemerintah daerah ? 20. Bagaimana cara pemerintah pusat melakukan redirecting priorities terhadap pemerintah daerah ! 19. kurva indeferensi 24. Jelaskan yang dimaksud dengan Pustulat Musgrave yang berkaitan dengan standar pelayanan minimum di daerah ! 21. garis anggaran b. Apakah ciri utama dari transfer tanpa syarat di daerah ? 23.

Pertama. Dalam konteks Indonesia. Kemudian. Kedua. sebagaimana telah dibahas sebelumnya. Praktek seperti ini diterapkan di . pemerintah daerah dapat memungut tambahan pajak (opsen. pada umumnya membayar pungutan tambahan beserta pajak-pajaknya kepada pemerintah pusat. para wajib pajak di wilayah (daerah) mereka.PERPAJAKAN DAERAH Pemerintah daerah dapat memperoleh pendapatan dari perpajakan dengan tiga cara. pemerintah pusat membayarkan pendapatan opsen tersebut kepada pemerintah daerah. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Menurut pengertian ini. surchage di atas suatu pajak yang dipungut dan dikumpulkan oleh pemerintah pusat. pajak pemerintah pusat yang dibagikan adalah Pajak Penghasilan (PPh). menurut Undang-Undang No. 25/1999. adalah melalui pembagian hasil pajak-pajak (revenue sharing) yang dikenakan dan dipungut oleh pemerintah pusat. dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

PRINSIP DAN KRITERIA PERPAJAKAN DAERAH Menurut Davey (1983) terdapat empat kriteria mengenai pajak Daerah. tetapi pendapatan yang dihasilkan tidak mampu melebihi biaya yang dikeluarkan untuk memungutnya.396 Bab 19: Perpajakan Daerah Swedia. . Adapun variabel yang utama adalah dasar hukumnya (kewenangannya). Opsen tersebut mungkin dipungut sebagai persentase tambahan atas pendapatan kena pajak (PKP). dan (ii) pembahasan mengenai opsen. Pemerintah Daerah Swedia. Keempat kriteria tersebut adalah kecukupan dan elastisitas. Bagian ini hanya akan mendiskusikan mengenai pajak yang diperoleh oleh pemerintah daerah sendiri. adalah (i) tax revenue sharing telah dibahas pada bagian sebelumnya. Suatu jenis pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah mungkin ditetapkan berdasarkan ketentuan perundangan pemerintah pusat. Kriteria pertama. sebagai suatu persentase tambahan atas pajak yang sebenarnya dibayarkan kepada pemerintah pusat atau negara bagian. dan India. Davey (1983) mendefinisikan bahwa opsen adalah semacam pungutan pajak (precept) yang dipungut oleh propinsi (country) atau dewan desa (parish council) di Inggris di atas rate (pajak atas harta tetap. Kecukupan maksudnya bahwa sumber pendapatan tersebut harus menghasilkan pendapatan yang besar dalam kaitannya dengan seluruh atau sebagian biaya pelayanan yang akan dikeluarkan. beberapa panchayats (pemerintah kabupaten) di India menikmati opsen atas pajak tanah. memungut opsen atas pajak penghasilan nasional. adalah pungutan-pungutan yang dikumpulkan dan ditahan oleh pemerintah daerah sendiri. misalnya. Untuk lebih jelas memahami opsen. kurang relevan dengan sistem perpajakan di Indonesia. Ketiga. dan dapat diterma secara politik. Di Amerika Serikat. pemerintah daerah mengenakan opsen atas pajak penjualan di tingkat negara bagian (state). kecukupan dan elastisitas. Alasan pembatasan ini. Dalam konteks di Indonesia. semacam PBB) dewan kabupaten (district council). precept pemerintah propinsi merupakan proporsi yang tinggi dari seluruh pungutan pungutan wajib wajib pajak. kemampuan administratif. 34 Tahun 2000 tentang perubahan atas UU No. sedangkan di daerah-daerah non metropolitan. Amerika Serikat.18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. pemerataan. Sedangkan. dalam hal pajak penghasilan atau alternatifnya. Seringkali dijumpai pemerintah daerah mempunyai banyak jenis pajak. karena Indonesia tidak menerapkan sistem opsen. pajak daerah jenis ini diatur dalam UU No.

Kriteria kedua. Sedangkan. Ketiga. Dalam konteks ini. Prinsip keadilan ini adalah bahwa beban pengeluaran pemerintah haruslah dipikul oleh semua golongan dalam masyarakat sesuai dengan kekayaan dan kesanggupan masing-masing golongan. dan pendapatan individu meningkat. yaitu dalam konteks hubungan pembebanan pajak berdasarkan sumber pendapatan. kemudahan untuk memungut pertumbuhan pajak tersebut. Petani yang memiliki pendapatan Rp100 juta per tahun. maka pajaknya harus sama dengan pegawai kantor (swasta atau negeri) yang memiliki gaji sebesar Rp100 juta per tahun. pertumbuhan potensi dari dasar pengenaan pajak itu sendiri. penduduk. pemerataan secara horisontal. pelayanan memuaskan bagi si wajib pajak. pajak dikatakan tidak baik. Kedua. . Seseorang seharusnya tidak dibebani pajak lebih berat hanya karena mereka tinggal di suatu daerah tertentu. adalah keadilan geografis. Maksudnya adalah seseorang yang memiliki jumlah pendapatan yang sama. jika pajak tersebut bersifat regresif. Kriteria ketiga adalah kemampuan adiministratif. Kedua. Elastisitas juga dengan mudah dapat diukur dengan membandingkan hasil penerimaan selama beberapa tahun dengan perubahan dalam indeks harga. Keadilan memiliki tiga dimensi. Pertama.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 397 Sedangkan elastis maksudnya adalah kemampuan untuk menghasilkan tambahan pendapatan agar dapat menutup tuntutan yang sama atas kenaikan pengeluaran pemerintah daerah. Dengan konsep keadilan horisontal seperti ini. yakni persentase pendapatan yang dibayarkan untuk pajak berkurang dengan adanya kenaikan pendapatan. apabila harga-harga meningkat. Dimana. Untuk menilai suatu pajak agar dapat memenuhi tuntutan keadilan dan pemerataan. pemerataan secara vertikal. Pertama. Dalam hubungan ini. maka dengan sendirinya pajak juga harus meningkat. dan dasar pengenaan pajaknya berkembang secara otomatis. seharusnya dikenakan pajak dalam jumlah yang sama. yaitu dalam hubungan pembebanan pajak atas tingkat pendapatan yang berbeda-beda. penduduk di suatu daerah meningkat. pajak dapat dikatakan baik kalau pajak tersebut bersifat progresif. elastisitas mempunyai dua dimensi. Elastisitas merupakan kualitas suatu sumber pajak yang penting. administrasi pemungutan pajak harus sederhana. yakni persentase pendapatan seseorang yang dibayarkan untuk pajak bertambah sesuai dengan tingkat pendapatannya. mudah dihitung. maka dibutuhkan suatu administrasi yang baik dan fleksibel. Pembebanan pajak harus adil antarpenduduk di berbagai daerah. misalnya. maka diharapkan tidak ada penduduk yang yang kebal pajak. adalah keadilan. atau PDRB.

Semua orang pada dasarnya ingin menolak membayar pajak. sehingga timbul motivasi dan kesadaran pribadi untuk membayar pajak. Dalam konteks Indonesia. Adapun ciri-ciri dimaksud. terutama kaitannya dengan pelaksanaan otonomi daerah. Artinya. dalam beberapa jenis pajak. Dalam kondisi seperti ini. § Tax base-nya harus merupakan perpaduan antara prinsip keuntungan (benefit) dan kemampuan untuk membayar (ability to pay). kemauan politik diperlukan dalam mengenakan pajak. khususnya yang terjadi di banyak negara sedang berkembang. § Relatif stabil. Namun demikian. jangan sampai suatu pajak atau pungutan menimbulkan beban tambahan (extra burden) yang berlebihan. memungut pajak secara fisik. Dalam konteks Indonesia. kriteria non distorsi terhadap perekonomian merupakan alasan keluarnya UU No. maka diharapkan pajak pun dapat secara politis diterima oleh masyarakat. Pada dasarnya setiap pajak atau pungutan akan menimbulkan suatu beban baik bagi konsumen maupun produsen. Dengan adanya kemauan politik seperti ini. Bahkan.398 Bab 19: Perpajakan Daerah Kriteria keempat. Dengan adanya UU No. kalau diperbolehkan. adalah adanya kesepakatan politik. menetapkan struktur tarif. maka perpajakan daerah harus memiliki ciri-ciri tertentu. adalah sebagai berikut: § Pajak daerah secara ekonomis dapat dipungut. 34 Tahun 2000 ini diharapkan pajak daerah tidak menimbulkan beban tambahan bagi masyarakat. pajak daerah juga harus memenuhi kriteria non distorsi terhadap perekonomian. implikasi pajak atau pungutan yang hanya menimbulkan pengaruh minimal terhadap perekonomian. 34 Tahun 2000 tentang perubahan atas UU No. Sidik (2002) menambahkan bahwa selain keempat kriteria yang ditetapkan Davey (1983) di atas. dan memaksakan sanksi terhadap para pelanggar. CIRI-CIRI TERTENTU SUATU PAJAK DAERAH Untuk mempertahankan prinsip-prinsip pajak daerah tersebut di atas. Tidak ada pajak yang populer. memutuskan siapa yang harus membayar dan bagaimana pajak tersebut ditetapkan. berarti perbandingan antara penerimaan pajak harus lebih besar dibandingkan ongkos pemungutannya. lebih tidak populer dibandingkan jenis pajak yang lain. kadang-kadang meningkat secara drastis dan adakalanya menurun secara tajam.18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. sehingga akan merugikan masyarakat secara menyeluruh (dead-weight loss). maka pemberian kewenangan untuk mengadakan pemungutan pajak . artinya penerimaan pajaknya tidak berfluktuasi terlalu besar.

Pajak daerah yang baik merupakan pajak yang akan mendukung pemberian kewenangan kepada daerah dalam rangka pembiayaan desentralisasi. Fungsi budgeter yaitu bila pajak sebagai alat untuk mengisi kas negara (daerah) yang digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintahan dan pembangunan. Pajak yang dimaksudkan untuk tujuan stabilisasi ekonomi dan cocok untuk tujuan distribusi pendapatan seharusnya tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat. Menurut Teresa Ter-Minassian (1997). 4. seharusnya diserahkan kepada pemerintah pusat.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 399 selain mempertimbangkan kriteria-kriteria perpajakan yang berlaku secara umum. Basis pajak yang distribusinya sangat timpang antar daerah. Untuk alasan ini pajak konsumsi di banyak negara yang diserahkan kepada daerah hanya karena pertimbangan wilayah daerah yang cukup luas (seperti propinsi di Canada). pajak ekspor dimaksudkan untuk mengekang pertumbuhan ekspor komoditi tertentu dalam rangka menghindari kelangkaan produk tersebut di dalam negeri. Sementara. Pajak daerah seharusnya “visible”. Untuk itu. misalnya: pajak minuman keras dimaksudkan agar rakyat menghindari atau mengurangi konsumsi minuman keras. Dengan demikian. 2. Basis pajak yang diserahkan kepada daerah seharusnya tidak terlalu “mobile”. dalam arti bahwa pajak seharusnya jelas bagi pembayar pajak daerah. seyogyanya. 3. yaitu: 1. propinsi dan kabupaten/kota. juga harus mempertimbangkan ketepatan suatu pajak sebagai pajak daerah. objek dan subjek pajak dan besarnya . beberapa kriteria dan pertimbangan yang diperlukan dalam pemberian kewenangan perpajakan kepada tingkat pemerintahan pusat. Sebaliknya. pemerintah daerah dalam melakukan pungutan pajak harus tetap “menempatkan” sesuai dengan fungsinya. fungsi regulator yaitu bila pajak dipergunakan sebagai alat mengatur untuk mencapai tujuan. basis pajak yang tidak terlalu “mobile” akan mempermudah daerah untuk menetapkan tarif pajak yang berbeda sebagai cerminan dari kemampuan masyarakat. basis pajak yang “mobile” merupakan persyaratan utama untuk mempertahankan di tingkat pemerintah yang lebih tinggi (pusat/propinsi). Pajak daerah yang sangat “mobile” akan mendorong pembayar pajak merelokasi usahanya dari daerah yang beban pajaknya tinggi ke daerah yang beban pajaknya rendah. yaitu: fungsi budgeter dan fungsi regulator. Adapun fungsi pajak dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua).

Hasil penerimaan. 7. Pajak daerah seharusnya dapat menjadi sumber penerimaan yang memadai untuk menghindari ketimpangan fiskal vertikal yang besar. harus elastis sepanjang waktu dan seharusnya tidak terlalu berfluktuasi. pajak terutang dapat dengan mudah dihitung sehingga dapat mendorong akuntabilitas daerah. namun penyerahan kewenangan pemungutannya kepada daerah akan tepat sepanjang manfaatnya dapat dilokalisasi bagi pembayar pajak lokal. yaitu : (i) dasar pengenaan pajak dan (ii) tarif pajak. karena akan memperlemah hubungan antar pembayar pajak dengan pelayanan yang diterima (pajak adalah fungsi dari pelayanan). Pajak yang diserahkan kepada daerah seharusnya relatif mudah diadministrasikan atau dengan kata lain perlu pertimbangan efisiensi secara ekonomi berkaitan dengan kebutuhan data. Model Leviathan Penggalian sumber-sumber keuangan daerah khususnya yang berasal dari pajak daerah pada dasarnya perlu memperhatikan 2 (dua) hal. 8. Formulasi model ini dikenal sebagai Model Leviathan. 6.400 Bab 19: Perpajakan Daerah 5. Pemerintah daerah cenderung untuk menggunakan tarif yang tinggi agar diperoleh total penerimaan pajak daerah yang maksimal. seperti identifikasi jumlah pembayar pajak. Pajak dan retribusi berdasarkan prinsip manfaat dapat digunakan secukupnya pada semua tingkat pemerintahan. Model Leviathan Tarif Pajak Daerah Kurva Laffer t* . Pengenaan tarif pajak yang lebih tinggi. permintaan dan penawaran barang yang dikenakan tarif pajak lebih tinggi. Hal ini tergantung pada respons wajib pajak. penegakkan hukum (law-enforcement) dan komputerisasi. Pajak daerah seharusnya tidak dapat dibebankan kepada penduduk daerah lain. secara teoritis tidak selalu menghasilkan total penerimaan maksimum. idealnya.

tetapi dengan pengenaan tarif pajak yang lebih rendah dikombinasikan dengan struktur pajak yang meminimalkan penghindaran pajak dan respon harga dan kuantitas barang terhadap pengenaan pajak sedemikian rupa. Model Leviathan ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa peningkatan penerimaan pajak daerah tidak harus dicapai dengan mengenakan tarif pajak yang terlalu tinggi. maka Gambar 19.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 401 Gambar 19. Pada tarif t*. Model Leviathan akan mencapai total penerimaan pajak maksimum (T*) pada tarif t*.1 di bawah ini menunjukkan hubungan antara tarif pajak proporsional atas basis pajak tertentu.1 Dengan asumsi bahwa biaya administrasi perpajakan dianggap tidak signifikan dan ceteris-paribus level pelayanan publik yang dibiayai dari penerimaan pajak. tetapi dapat dicapai total penerimaan pajak maksimum. menghasilkan Total Penerimaan Pajak Maksimum yang ditentukan oleh kemampuan wajib pajak untuk menghindari beban pajak baik legal maupun illegal dengan mengubah “economic behavior” dari wajib pajak. Pada kondisi ini dikenal sebagai revenue maximizing tax rate. maka akan dicapai total penerimaan maksimum. Gambar 19. Bentuk kurva (“Laffer”) yang berbentuk parabola menghadap sumbu Y (tarif pajak).1 ini juga mengasumsikan bahwa penyesuaian wajib pajak terhadap pengenaan tarif pajak tertentu adalah independen terhadap jenis pajak dan tarif pajak lainnya. Model Leviathan ini dapat dikembangkan untuk menganalisis hubungan lebih lanjut antara tarif dan dasar pengenaan pajak untuk mencapai total penerimaan pajak maksimal. menunjukkan bukanlah tarif tertinggi. Ketentuan Mengenai Pungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah . dan hanya kegiatan ekonomi saja yang dipengaruhi oleh besaran pajak.

22/1999 dan UU No. Seiring dengan keluarnya UU No. Sehingga pada waktu UU No. yaitu : (i) Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air (PKB & KAA). Berkaitan dengan besarnya tarif. 25/1999. Dengan diubahnya UU No. Dalam UU No. namun harus ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah (PP). Jenis pajak propinsi bersifat limitatif yang berarti propinsi tidak dapat memungut pajak lain selain yang telah ditetapkan. Walaupun dalam UU tersebut sebenarnya memberikan kewenangan kepada daerah. dan hanya dapat menambah jenis retribusi lainnya sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam UU.18 Tahun 1997 menjadi UU No. Selain itu. dalam perkembangannya.18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Namun.65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah dan PP No. (ii) Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air (BBNKB & KAA).18 Tahun 1997 diubah dengan UU No. (iv) Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan (P3ABT & AP).402 Bab 19: Perpajakan Daerah Pengaturan kewenangan pengenaan pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah di Indoneia telah diatur sejak lama. serta kewenangan bidang pemerintahan tertentu. maka UU No.34 Tahun 2000. (iii) Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).18 Tahun 1997 dianggap kurang memberikan peluang kepada daerah untuk mengadakan pungutan baru. berlaku definitif untuk pajak propinsi yang . dalam pelaksanaannya propinsi dapat tidak memungut jenis pajak yang telah ditetapkan tersebut jika dipandang hasilnya kurang memadai.66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah menjelaskan perbedaan antara jenis pajak daerah yang dipungut oleh propinsi dan jenis pajak yang dipungut oleh kabupaten/kota.34 Tahun 2000 dan PP pendukungnya. 18 Tahun 1997 berlaku belum ada satu pun daerah yang mengusulkan pungutan baru karena dianggap hal tersebut sulit dilakukan. UU No. Jenis-Jenis Pajak Daerah Propinsi Pajak propinsi ditetapkan sebanyak 4 (empat) jenis pajak. terutama sejak tahun 1997 dengan dikeluarkannya UU No. Adanya pembatasan jenis pajak yang dapat dipungut oleh propinsi terkait dengan kewenangan propinsi sebagai daerah otonom yang terbatas yang hanya meliputi kewenangan dalam bidang pemerintahan yang bersifat lintas daerah kabupaten/kota dan kewenangan yang tidak atau belum dapat dilaksanakan daerah kabupaten/kota. pengaturan agar Peraturan Daerah (Perda) tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah harus mendapat pengesahan dari pusat juga dianggap telah mengurangi otonomi daerah.34 Tahun 2000. yaitu PP No. Namun demikian. diharapkan pajak daerah dan retribusi daerah akan menjadi salah satu PAD yang penting guna membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

(v) pajak penerangan jalan. (ii) pajak restoran. d.65 Tahun 2001. 34 Tahun 2000. g. Potensinya memadai.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 403 ditetapkan secara seragam di seluruh Indonesia dan diatur dalam PP No. Memperhatikan aspek keadilan dan kemampuan masyarakat. Bersifat pajak dan bukan retribusi. c. Menjaga kelestarian lingkungan. b. Kriteria dimaksud (Pasal 2 ayat 4): a. e. yaitu : (i) pajak hotel. Objek pajak bukan merupakan objek pajak propinsi dan/atau objek pajak pusat. Tidak memberikan dampak ekonomi yang negatif. h. (vii) pajak parkir. (iii) pajak hiburan. dengan menetapkan sendiri jenis pajak yang bersifat spesifik dengan memperhatikan kriteria yang ditetapkan dalam UU tersebut. f. (iv) pajak reklame. Jenis pajak kabupaten/kota tidak bersifat limitatif. Objek dan dasar pengenaan pajak tidak bertentangan dengan kepentingan umum. artinya kabupaten/kota diberi peluang untuk menggali potensi sumber-sumber keuangannya selain yang ditetapkan secara eksplisit dalam UU No. Hasil penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air . (vi) pajak pengambilan bahan galian golongan C. Jenis-Jenis Pajak Daerah Kabupaten Pemerintah daerah kabupaten/kota diberi kewenangan untuk memungut 7 (tujuh) jenis pajak (Pasal 2 ayat 2). Ketentuan Mengenai Bagi Peruntukannya (Pasal 2a) Hasil Pajak Propinsi Dan Hasil penerimaan pajak propinsi sebagian diperuntukkan bagi daerah kabupaten/kota di wilayah propinsi yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Objek pajak terletak atau terdapat di wilayah daerah kabupaten/kota yang bersangkutan dan mempunyai mobilitas yang cukup rendah serta hanya melayani masyarakat di wilayah daerah kabupaten/kota yang bersangkutan.

Hasil penerimaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor diserahkan kepada daerah kabupaten/kota paling sedikit 70% (tujuh puluh persen). b. Dengan adanya pemisahan jenis pajak yang dipungut oleh propinsi dan yang dipungut oleh kabupaten/kota diharapkan tidak adanya pengenaan pajak berganda. Sedangkan ketentuan mengenai realokasi dilakukan oleh gubernur atas dasar kesepakatan yang dicapai antar daerah kabupaten/kota yang terkait dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten/kota yang bersangkutan. gubernur berwenang merealokasikan hasil penerimaan pajak tersebut kepada daerah kabupaten/kota dalam propinsi yang bersangkutan. gubernur berwenang untuk merealokasikan hasil penerimaan pajak tersebut kepada daerah kabupaten/kota yang terkait. tarif jenis pajak ditetapkan paling tinggi sebesar: a. Disebutkan dalam UU No. namun tidak boleh lebih tinggi dari tarif maksimum yang telah ditentukan dalam UU tersebut. c. Bagian desa ditetapkan dengan peraturan daerah kabupaten dengan memperhatikan aspek pemerataan dan potensi antar desa.404 Bab 19: Perpajakan Daerah diserahkan kepada daerah kabupaten/kota paling sedikit 30% (tiga puluh persen). 34/2000 Pasal 3 ayat (1). TARIF PAJAK PROPINSI DAN KABUPATEN/KOTA Besarnya tarif yang berlaku definitif untuk pajak propinsi dan kabupaten/kota ditetapkan dengan peraturan daerah. Bagian daerah kabupaten/kota ditetapkan lebih lanjut dengan peraturan daerah propinsi dengan memperhatikan aspek pemerataan dan potensi antar daerah kabupaten/kota. Penggunaan bagian daerah kabupaten/kota ditetapkan sepenuhnya oleh daerah kabupaten/kota. Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air 5% (lima persen). . Hasil penerimaan Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan diserahkan kepada daerah kabupaten/kota paling sedikit 70% (tujuh puluh persen). Dalam hal hasil penerimaan pajak kabupaten/kota dalam suatu propinsi terkonsentrasi pada sejumlah kecil daerah kabupaten/kota. Dalam hal objek pajak kabupaten/kota dalam satu propinsi yang bersifat lintas daerah kabupaten/kota. Hasil penerimaan pajak kabupaten diperuntukkan paling sedikit 10% (sepuluh persen) bagi desa di wilayah daerah kabupaten yang bersangkutan.

Pajak Restoran 10% (sepuluh persen). h. Jakarta. Keadaan ini diperlihatkan dalam suatu studi yang dilakukan oleh LPEM-UI bekerjasama dengan Clean Urban Project. d. g. j. tampaknya pungutan pajak dan retribusi daerah masih belum dapat diandalkan oleh daerah sebagai sumber pembiayaan desentralisasi. khususnya kriteria pajak daerah tidak boleh tumpang tindih dengan pajak pusat dan pajak propinsi. Berdasarkan UU No. Permasalahan yang dihadapi oleh daerah terkait penggalian sumber-sumber pajak daerah dan retribusi daerah. Pajak Penerangan Jalan 10% (sepuluh persen). 1999. adalah belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penerimaan daerah secara keseluruhan. RTI1 bahwa banyak permasalahan yang terjadi di daerah berkaitan dengan penggalian dan peningkatan PAD. sebagai salah satu komponen dari PAD. i. Namun. melihat kriteria pengadaan pajak baru sangat ketat. diperkirakan daerah memiliki basis 1 Laporan Studi Dampak Krisis Ekonomi Terhadap Keuangan Daerah di Indonesia. Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C 20% (dua puluh persen). LPEM Universitas Indonsia bekerjasama dengan Clean Urban Project.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 405 b. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air 10% (sepuluh persen). Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan 20% (dua puluh persen).34 Tahun 2000 daerah kabupaten/kota dimungkinkan untuk menetapkan jenis pajak dan retribusi baru. Pajak Hotel 10% (sepuluh persen). Pajak Hiburan 35% (tiga puluh lima persen). Pajak Reklame 25 % (dua puluh lima persen). f. Pajak Parkir 20% (dua puluh persen). terutama hal ini disebabkan oleh: • Relatif rendahnya basis pajak dan retribusi daerah. e. Pajak daerah dan retribusi daerah merupakan sumber pendapatan daerah yang penting untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. bupaten/Kota Peranan Pajak Daerah Dan Mendukung Pembiayaan Daerah Retribusi Daerah dalam Pajak daerah dan retribusi daerah merupakan salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan otonomi daerah. . k. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 5% (lima persen). c. Untuk mengantisipasi desentralisasi dan proses otonomi daerah. RTI.

Buoyancy adalah perbandingan persentase perubahan penerimaan pajak terhadap persentase perubahan pendapatan nasional. Variasi dalam penerimaan ini diperparah lagi dengan sistem bagi hasil (bagi hasil didasarkan pada daerah penghasil sehingga hanya menguntungkan daerah tertentu). Peranan pajak dan retribusi daerah dalam pembiayaan yang sangat rendah dan bervariasi juga terjadi karena adanya perbedaan yang sangat besar dalam jumlah penduduk. Sebagai akibatnya. beberapa daerah lebih condong memenuhi target tersebut. keadaan geografis (berdampak pada biaya yang relatif mahal). Sebagian besar daerah propinsi hanya dapat membiayai kebutuhan pengeluarannya kurang dari 10%3. walaupun dari sisi pertumbuhan ekonomi sebenarnya pemasukkan pajak dan retribusi daerah dapat melampaui target yang ditetapkan. PAD masih tergolong memiliki tingkat buoyancy2 yang rendah. 3 2 Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2001. buoyancy adalah elastisitas penerimaan perpajakan terhadap PDB yang menunjukkan berapa persen perubahan penerimaan perpajakan apabila PDB berubah 1%.406 Bab 19: Perpajakan Daerah pungutan yang relatif rendah dan terbatas. banyaknya bantuan dan subsidi ini mengurangi “usaha” daerah dalam pemungutan PAD-nya. Rendahnya basis pajak ini bagi sementara daerah berarti memperkecil kemampuan manuver keuangan daerah dalam menghadapi krisis ekonomi. Hal ini mengakibatkan bahwa pemungutan pajak cenderung dibebani oleh biaya pungut yang besar. Dengan kata lain. Sebagian besar penerimaan daerah masih berasal dari bantuan pusat. • Kemampuan perencanaan dan pengawasan keuangan yang lemah. • Perannya yang tergolong kecil dalam total penerimaan daerah. Selama ini. peranan PAD dalam membiayai kebutuhan pengeluaran daerah sangat kecil dan bervariasi antar daerah yaitu kurang dari 10% hingga 50%. Hal ini mengakibatkan kebocoran-kebocoran yang sangat berarti bagi daerah. sehingga mengakibatkan biaya penyediaan pelayanan kepada masyarakat sangat bervariasi. dan lebih mengandalkan kemampuan “negosiasi” daerah terhadap pusat untuk memperoleh tambahan bantuan. Salah satu sebabnya adalah diterapkan sistem “target” dalam pungutan daerah. . serta sifatnya bervariasi antar daerah. distribusi pajak antar daerah juga sangat timpang karena basis pajak antar daerah sangat bervariasi (ratio PAD tertinggi dengan terendah mencapai 600). Demikian pula. • Kemampuan administrasi pemungutan di daerah yang masih rendah. dan kemampuan masyarakat. Dari segi upaya pemungutan pajak.

(2) pemerataan/ keadilan. yaitu PPh. PBB. yaitu jumlah penerimaan pajak yang dipungut oleh daerah hanya sebesar 3.39% dari total penerimaan pajak (pajak pusat dan pajak daerah).34 Tahun 2000.cit. surchage) di atas suatu pajak yang dipungut dan dikumpulkan oleh pemerintah pusat. Keadilan memiliki tiga dimensi: (a) pemerataan vertikal.25/1999. § Kriteria perpajakan daerah antara lain: (1) kecukupan dan elastisitas.4 Ketimpangan dalam penguasaaan sumber-sumber penerimaan pajak tersebut memberikan petunjuk bahwa perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah di Indonesia dari sisi revenue assignment masih terlalu ”sentralistis”. § Pemerataan/keadilan. dan BPHTB menurut UU No. 2002. § Kecukupan maksudnya bahwa sumber pendapatan tersebut harus menghasilkan pendapatan yang besar dalam kaitannya dengan seluruh atau sebagian biaya pelayanan yang akan dikeluarkan. hal. pajak pertambahan nilai dan bea masuk. 8.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 407 Tidak signifikannya peran PAD dalam anggaran daerah tidak lepas dari ‘sistem tax assignment’ di Indonesia yang masih memberikan kewenangan penuh kepada pemerintah pusat untuk mengumpulkan pajak-pajak potensial (yang tentunya dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu). (3) kemampuan administratif. bahwa beban pengeluaran pemerintah haruslah dipikul oleh semua golongan dalam masyarakat sesuai dengan kekayaan dan kesanggupan masing-masing golongan. Kenyataan selama ini menunjukkan bahwa distribusi kewenangan perpajakan antara daerah dan pusat sangat timpang. . seperti: pajak penghasilan. Elastisitas adalah kemampuan untuk menghasilkan tambahan pendapatan agar dapat menutup tuntutan yang sama atas kenaikan pengeluaran pemerintah daerah dan dasar pengenaan pajaknya berkembang secara otomatis. dan (4) dapat diterima secara politik. RANGKUMAN § Pemerintah daerah dapat memperoleh pendapatan dari perpajakan dengan cara: (1) melalui pembagian hasil pajak-pajak (revenue sharing) yang dikenakan dan dipungut oleh pemerintah pusat. op. (3) Pungutan-pungutan yang dikumpulkan dan ditahan oleh pemerintah daerah sendiri yang diatur dalam UU No. dalam hubungan pembebanan pajak atas 4 Machfud Sidik. (2) Pemerintah daerah dapat memungut tambahan pajak (opsen.

Fungsi pajak dapat dikelompokkan menjadi dua: (1) fungsi budgeter.408 Bab 19: Perpajakan Daerah § § § § § § § tingkat pendapatan yang berbeda-beda. berarti perbandingan antara penerimaan pajak harus lebih besar dibandingkan ongkos pemungutannya. Artinya. antara lain: (a) secara ekonomis dapat dipungut. Kriteria dan pertimbangan dalam pemberian kewenangan perpajakan kepada tingkat pemerintahan pusat/propinsi dan kabupaten/kota menurut Tersa Ter-Minassian. memutuskan siapa yang harus membayar dan bagaimana pajak tersebut diterapkan. pajak sebagai alat pengatur untuk mencapai tujuan. (c) tax base-nya harus merupakan perpaduan antara prinsip keuntungan (benefit) dan kemampuan untuk membayar (ability to pay). artinya penerimaan pajaknya tidak berfluktuasi terlalu besar. dan memaksakan sanksi terhadap para pelanggar. untuk memunculkan kemauan politik yang diperlukan dalam mengenakan pajak. pajak daerah juga harus memenuhi kriteria nondistorsi terhadap perekonomian. (3) basis pajak yang distribusinya sangat timpang antar daerah dipertahankan di pemerintah pusat. memungut pajak secara fisik. timbul motivasi dan kesadaran pribadi untuk membayar pajak. yaitu: (1) pajak yang ditujukan untuk stabilisasi ekonomi dan distribusi pendapatan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. pelayanan memuaskan bagi si wajib pajak. (b) pemerataan horisontal. Adanya kesepakatan politik. (b) relatif stabil. menetapkan struktur tarif. (2) pajak yang terlalu “mobile” dipertahankan di pemerintah yang lebih tinggi. Kemampuan administratif berarti administrasi pemungutan pajak harus sederhana. pajak sebagai alat untuk mengisi kas negara (daerah) yang digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintahan dan pembangunan. Selain empat kriteria. dalam konteks hubungan pajak berdasarkan sumber pendapatan. Pajak yang baik adalah pajak yang bersifat progresif dan pajak yang tidak baik bersifat regresif. misalnya pajak minuman keras untuk mengurangi konsumsi minuman keras. (c) keadilan geografis. (2) fungsi regulator. pembebanan pajak harus adil antar penduduk di berbagai daerah. Ciri-ciri tertentu suatu pajak daerah. mudah dihitung. basis pajak yang diserahkan kepada daerah tidak terlalu “mobile” sehingga mempermudah daerah untuk menetapkan tarif pajak yang berbeda sebagai cerminan dari kemampuan masyarakat. Pajak daerah yang baik merupakan pajak yang akan mendukung pemberian kewenangan kepada daerah dalam rangka pembiayaan desentralisasi. implikasi pajak atau pungutan yang hanya menimbulkan pengaruh minimal terhadap perekonomian. (4) pajak daerah bersifat “visible” jelas bagi pembayar . Dengan kemauan politik.

yaitu: (1) pajak hotel. Berkaitan dengan besarnya tarif. 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah dan PP No. Penggalian sumber-sumber keuangan daerah yang berasal dari pajak daerah perlu memperhatikan dasar pengenaan pajak dan tarif pajak. Pajak daerah kabupaten/kota terdiri atas tujuh jenis pajak. (7) pajak daerah harusnya relatif mudah diadministrasikan. Pajak propinsi bersifat limitatif yang berarti tidak dapat memungut pajak lain selain yang telah ditetapkan dan hanya dapat menambah jenis retribusi lainnya sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam UU.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 409 § § § § § § pajak. subjek pajak dan besarnya pajak terutang dapat dengan mudah dihitung. dan (7) pajak parkir. maka akan dicapai total penerimaan maksimum. Pajak kabupaten/kota tidak bersifat limitatif. (c) Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. dengan menetapkan sendiri . Model Leviathan yang menganalisis hubungan lebih lanjut antara tarif dan dasar pengenaan pajak dengan penerimaan total maksimum. (d) Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan. (6) pajak pengambilan bahan galian golongan C. (8) pajak dan retribusi berdasarkan prinsip manfaat dapat digunakan pada semua tingkat pemerintahan. (6) pajak daerah dapat menjadi sumber penerimaan yang memadai untuk menghindari ketimpangan fiskal vertikal yang besar. menunjukkan bahwa peningkatan penerimaan pajak daerah tidak harus dicapai dengan mengenakan tarif pajak yang terlalu tinggi. (5) pajak penerangan jalan. (4) pajak reklame. yaitu objek. Pajak propinsi terdiri atas empat jenis. berlaku definitif untuk pajak propinsi yang ditetapkan secara seragam di seluruh Indonesia dan diatur dalam PP No. tetapi dengan pengenaan tarif pajak yang lebih rendah dikombinasikan dengan struktur pajak yang meminimalkan penghindaran pajak dan respon harga dan kuantitas barang terhadap penggunaan pajak sedemikian rupa. 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah menjelaskan perbedaan antara jenis pajak daerah yang dipungut oleh propinsi dan kabupaten/kota. 34 Tahun 2000. Dalam UU No.34 Tahun 2000 dan PP pendukungnya yaitu PP No. (5) pajak daerah tidak dapat dibebankan kepada penduduk daerah lain. (2) pajak restoran.65 Tahun 2001. yaitu diberi peluang untuk menggali potensi sumber-sumber keuangannya selain yang ditetapkan secara eksplisit dalam UU No. (b) Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air. yaitu: (a) Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air. (3) pajak hiburan.

(k) Pajak Parkir 20% (dua puluh persen). Namun. sebagai berikut: (a) hasil penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air diserahkan pada kabupaten/kota paling sedikit 30%. (g) Pajak Hiburan 35% (tiga puluh lima persen). (b) hasil penerimaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor diserahkan kepada kabupaten/kota paling sedikit 70%. (g) memperhatikan aspek keadilan dan kemampuan masyarakat. (j) Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C 20% (dua puluh persen). Gubernur berwenang untuk merealokasikan hasil penerimaan pajak jika penerimaan terkonsentrasi pada sejumlah kecil daerah saja. (c) Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 5% (lima persen). (d) Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan 20% (dua puluh persen). (h) Pajak Reklame 25% (dua puluh lima persen). Ketentuan mengenai bagi hasil pajak propinsi dan peruntukannya. (c) objek dan dasar pengenaan pajak tidak bertentangan dengan kepentingan umum. Permasalahan yang terjadi di daerah berkaitan dengan penggalian dan peningkatan PAD. (c) hasil penerimaan Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan diserahkan kepada kabupaten/kota paling sedikit 70%. (f) Pajak Restoran 10% (sepuluh persen). pelaksanaannya belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penerimaan daerah secara keseluruhan. Menurut UU No. (h) menjaga kelestarian lingkungan. Hasil penerimaan pajak kabupaten/kota diperuntukkan paling sedikit 10% bagi desa di wilayah kabupaten/kota. Pajak daerah dan retribusi daerah merupakan salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan otonomi daerah sebagai salah satu komponen PAD. (f) tidak memberikan dampak ekonomi yang negatif. (d) objek pajak bukan merupakan objek pajak propinsi dan atau pajak pusat. (e) Pajak Hotel 10% (sepuluh persen). (b) objek pajak terletak di wilayah daerah kabupaten/kota dan mempunyai mobilitas yang cukup rendah serta hanya melayani masyarakat di wilayah yang bersangkutan. (i) Pajak Penerangan Jalan 10% (sepuluh persen). disebabkan oleh: (a) relatif rendahnya basis pajak dan . tarif pajak propinsi dan kabupaten/kota ditetapkan paling tinggi sebesar: (a) Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air 5% (lima persen). (b) Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air 10% (sepuluh persen). (e) potensinya memadai.34/2000 .410 Bab 19: Perpajakan Daerah § § § § § jenis pajak yang bersifat spesifik dengan memperhatikan kriteria sebagai berikut: (a) bersifat pajak dan bukan retribusi.

Sebutkan empat kriteria perpajakan daerah ! 4. jelaskan yang dimaksud dengan : a. Ketimpangan dalam penguasaan sumber-sumber penerimaan pajak tersebut memberikan petunjuk bahwa perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah di Indonesia masih “sentralistis”. (b) perannya yang tergolong kecil dalam total penerimaan daerah. Berdasarkan prinsip keadilan dari perpajakan daerah. Fungsi Budgetair . Sebutkan dua cara pemerintah daerah memperoleh pendapatan dari perpajakan di Indonesia ! 2. Berdasarkan model Leviathan. Jelaskan yang dimaksud dengan opsen ? 8. Jelaskan fungsi pajak sebagai : a.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 411 retribusi daerah. pemerataan secara horizontal c. (d) kemampuan perencanaan dan pengawasan keuangan yang lemah. keadilan geografis 3. dan apa tujuan dikeluarkannya UU no. pemerataan secara vertical b. Jelaskan dua dimensi dari elastisitas sehubungan dengan pajak ? 9. Sebutkan ciri-ciri tertentu yang dimiliki suatu pajak daerah khususnya di negara yang sedang berkembang ? 10. § Peran PAD yang tidak signifikan. Mengapa terdapat banyak permasalahan yang terjadi di daerah berkaitan dengan penggalian Pendapatan Asli Daerah (PAD) ? 7. 34 tahun 2000 ! 5. tidak lepas dari ‘’ tax assignment system” di Indonesia yang masih memberikan kewenangan penuh kepada pemerintah pusat untuk mengumpulkan pajak-pajak potensial. LATIHAN 1. mengapa total penerimaan pajak maksimum bukan pada saat tarif tertinggi? 6. (c) kemampuan administrasi pemungutan di daerah yang masih rendah. Apa yang dimaksud dengan kriteria non distorsi terhadap perekonomian.

Jelaskan dengan singkat pertimbangan yang diperlukan dalam pemebrian kewenangan perpajakan kepada tingkat pemerintahan ? 13.412 Bab 19: Perpajakan Daerah b. Apa yang dimaksud dengan pajak propinsi bersifat limitatif dan mengapa pajak kabupaten/kota tidak bersifat limitatif ? 15. Sebutkan jenis-jenis pajak daerah kabupaten/kota ! 17. Bagaimana ketentuan pembagian dari hasil pajak propinsi ? 18. Mengapa basis pajak yang diserahkan kepada daerah seharusnya tidak terlalu mobile ? 12. Sebutkan yang termasuk jenis pajak propinsi ! 16. Mengapa peran Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum signifikan dalam anggaran daerah ? . Fungsi Regulator 11. Apa yang dimaksud dengan pajak daerah seharusnya visible ? 14.

HUTANG PUBLIK Sebagaimana telah dijelaskan pada bagian awal bahwa pemerintah harus melakukan berbagai macam kegiatan dalam melaksanakan fungsinya sebagai penyelenggara negara. Hal yang demikian ini dialami terutama oleh negara negara yang dalam masa berkembang termasuk Indonesia. Adakalanya pada saat tertentu pemerintah akan mengalami defisit anggaran. Kegiatan kegiatan ini tentunya perlu ditunjang oleh pengeluaran pengeluaran pemerintah yang pada gilirannya pengeluaran pemerintah itu harus dibiayai dengan penerimaan pemerintah. Hasil dari hutang publik ini akan memainkan peranan yang sangat penting baik sebagai sumber dana pada saat terjadinya pinjaman maupun pada saat kita harus melunasi hutang tersebut. 2001). . Penutupan defisit anggaran pemerintah dengan melalui pinjaman baik dari dalam maupun dari luar inilah yang dinamakan pinjaman pemerintah (Mankiw. Untuk menutup defisit anggaran pemerintah ini salah satunya adalah dengan jalan hutang.

akan dibahas mengenai kedua jenis hutang tersebut. sedangkan pinjaman luar negeri biasanya bersifat sukarela. 24/2002. diperdagangkan atau tidak diperdagangkan di pasar sekunder dan “tanpa warkat” (scripless). Reproductive debt merupakan hutang yang dijamin seluruhnya dengan kekayaan negara yang berhutang atas dasar nilai yang sama besarnya. Pinjaman dalam negeri adalah pinjaman yang berasal dari orang-orang atau lembaga-lembaga yang ada dalam negara itu sendiri.414 Bab 20: Hutang Publik Hutang negara seringkali dibedakan menjadi dua yakni “reproductive debt” dan “dead weight debt”. Pada pelaksanaannya. SURAT UTANG NEGARA (SUN) Pengertian Surat Utang Negara diatur berdasarkan Undang-Undang No. Tujuan diterbitkannya Surat Utang Negara adalah untuk membiayai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sedangkan dead weight debt merupakan hutang yang tanpa disertai dengan jaminan kekayaan. Pinjaman luar negeri adalah pinjaman yang berasal dari orang-orang atau lembaga-lembaga negara lain. diperdagangkan atau tidak diperdagangkan di Pasar Sekunder. Persetujuan akan diberikan oleh DPR dengan catatan bahwa . Pembedaan jenis pinjaman yang lain adalah antara pinjaman dalam negeri dan pinjaman luar negeri (internal debt dan external debt). dalam membiayai pembangunan jenis hutang publik yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia adalah Surat Utang Negara (SUN) dan hutang atau pinjaman luar negeri. Surat Utang Negara diterbitkan dalam bentuk “warkat”. Pinjaman dalam negeri dapat bersifat paksa maupun bersifat sukarela. Pengertian Surat Utang Negara adalah surat berharga yang berupa surat pengakuan utang dalam mata uang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh negara Republik Indonesia sesuai dengan masa berlakunya. terkecuali bila ada suatu kekuasaan dari suatu negara atas negara lain. Kewenangan penerbitan Surat Utang Negara berada pada pemerintah yang diwakili oleh Menteri Keuangan dengan melakukan konsultasi dengan Bank Indonesia dan terlebih dahulu harus mendapat persetujuan DPR. Surat Utang Negara terdiri dari surat perbendaharaan negara berjangka waktu sampai dengan 12 (dua belas) bulan dengan pembayaran bunga secara diskonto dan obligasi negara berjangka waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan dengan kupon dan/atau dengan pembayaran bunga secara diskonto. menutup kekurangan kas jangka pendek akibat ketidaksesuaian antara arus kas penerimaan dan pengeluaran dari rekening kas negara dalam satu tahun anggaran dan mengelola portofolio utang negara. Pada bagian berikut.

502. Di samping itu Menteri Keuangan dapat menunjuk Bank Indonesia sebagai agen pelaksana lelang obligasi negara di pasar perdana. serta agen pembayar bunga dan pokok Surat Utang Negara dilakukan oleh Bank Indonesia. Kegiatan penatausahaan yang mencakup pencatatan kepemilikan. Penukaran (debt switching/exchange offer). Adapun kegiatan penataausahaan Surat Utang Negara yang mencakup pencatatan kepemilikan.000. Pengaturan dan pengawasan kegiatan perdagangan Surat . Menteri Keuangan akan menunjuk Bank Indonesia sebagai agen pelaksana lelang surat perbendaharaan negara di pasar perdana (Auction Agent). Penawaran Surat Utang Negara dilakukan melalui lelang dan yang ditunjuk sebagai agen lelang Surat Utang Negara yaitu Bank Indonesia. pembelian kembali (buyback). penerbitan dan penjualan surat utang negara di pasar perdana melalui lelang dan atau tanpa lelang (issuance). Menteri Keuangan membuka rekening dalam rangka pengelolaan Surat Utang Negara yang merupakan bagian dari rekening kas negara (Rek.003 dan Rek. PENGELOLAAN SURAT UTANG NEGARA Surat Utang Negara dikelola oleh Menteri Keuangan dan aktivitas pengelolaan tersebut meliputi hal hal yang diantaranya adalah penetapan strategi & kebijakan pengelolaan surat utang negara.000. kliring dan settlemen. 502.001). Ketentuan mengenai metode lelang. Peserta lelang Surat Utang Negara adalah bank. perencanaan & penetapan struktur portofolio utang negara. kriteria peserta lelang dan hasil akhir lelang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 415 atas nilai bersih maksimal surat utang negara dalam 1 tahun anggaran dan pada saat pengesahan APBN. serta agen pembayar bunga dan pokok surat utang negara dilaksanakan oleh Bank Indonesia (Central Registry). Dalam hal ini. jadwal pelaksanaan lelang. Menteri Keuangan juga dapat menunjuk Bank Indonesia dan atau pihak lain sebagai agen untuk membeli atau menjual Surat Utang Negara di pasar sekunder. Penjualan Surat Utang Negara adalah dengan cara peserta lelang mengajukan penawaran pembelian kompetitif dan penawaran pembelian nonkompetitif dalam suatu periode waktu penawaran yang telah ditentukan dan diumumkan sebelumnya. perusahaan pialang pasar uang dan perusahaan efek. kliring dan setlement. pelunasan surat utang negara (redemption) dan aktivitas lain dalam rangka pengembangan pasar Surat Utang Negara. Dengan adanya persetujuan ini maka pemerintah wajib membayar bunga & pokok saat jatuh tempo dengan dana pembayaran bunga dan pokok disediakan di dalam APBN. Dalam pelaksanaan lelang Surat Utang Negara.

Berkaitan dengan akuntabilitas dan transparansinya. Hasil pertemuan ini kemudian dirangkum dalam catatan pertemuan. penatausahaan dan pertanggungjawaban atas pengelolaan Surat Utang Negara dan dana yang dikelola dilakukan oleh Menteri Keuangan. yang diperoleh dari pemberi pinjaman luar negeri (Lender). grace period 7 tahun.031/KET/5/1995 2 LIBOR (London Interbank Offer Rate). dalam bentuk barang dan atau jasa yang diperoleh dari pemberi pinjaman luar negeri yang harus dibayar kembali dengan persyaratan tertentu.5% dan maksimum LIBOR2 rate. interest rate lebih dari 3. sebagai bagian dari rangkaian suatu perundingan. dan pembayaran angsuran dalam 25 tahun (termasuk grace period). dalam bentuk devisa / barang / jasa. Di samping itu juga akan dilakukan publikasi secara berkala atas informasi kegiatan pengelolaan Surat Utang Negara yang akan dilakukan oleh Menteri Keuangan. Ketentuan yang diberlakukan untuk soft loan.416 Bab 20: Hutang Publik Utang Negara dilakukan oleh instansi pemerintah yang melakukan pengaturan dan pengawasan di bidang pasar modal (saat ini Bapepam). merupakan suku bunga yang umumnya dikenakan bagi pinjaman – pinjaman antar Eurobank . dan pengalokasiannya disetujui oleh Menko Bidang Perekonomian.185/KMK. record 1 Pengertian Pinjaman Luar Negeri berdasarkan SKB Menteri Keuangan dan Ketua Bappenas No. Pinjaman ini terdiri dari Soft Loan dan Export Credit. summary record.03/1995 dan KEP. bersifat komersial. dan kegiatan proyek bersifat non komersial serta telah disetujui oleh CGI. Proses Pelaksanaan Kerjasama Pinjaman Dan Hibah Luar Negeri (PHLN) Dalam pelaksanaan kerjasama PHLN. Pertanggungjawaban di atas akan disampaikan secara bersamaan dengan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN. interest rate maksimum adalah 3.1 Kredit/pinjaman merupakan penerimaan negara. dan harus dikembalikan sesuai ketentuan dalam loan agreement. agreed minutes. sedangkan untuk Export Credit. pemerintah harus menyediakan down payment sebesar 15% dari biaya proyek. prosesnya dimulai dari pertemuan awal dimana akan dilakukan pembicaraan/pembahasan kerjasama antar lembaga/ instansi terkait pada acara kunjungan resmi/tidak resmi. HUTANG LUAR NEGERI Pinjaman luar negeri adalah penerimaan negara baik dalam bentuk devisa dan atau devisa yang dirupiahkan.5%.

atau Letter of Intent (LoI). namun tidak mengikat lembaga/instansi tersebut secara keseluruhan. Hasilnya disebut kesepakatan bersama. Langkah selanjutnya adalah adanya persetujuan antar pihak. atau minutes of meeting. namun belum siap untuk merumuskannya secara formal dalam bentuk agreement. dalam batas-batas yang telah disepakati oleh pihak-pihak yang terlibat. maka akan dilanjutkan dengan perjanjian pelaksanaan kerjasama (implementing arrangement). . Hasil kesepakatan atau komitmen disebut naskah keinginan bersama. dengan ruang lingkup bidang kerjasama tertentu/spesifik. yang diajukan dalam bentuk proposal perjanjian pelaksanaan kerjasama pinjaman luar negeri. yang dapat berfungsi hanya sebagai payung kerjasama. nota kesepakatan. Implementing arrangement dapat mencakup lebih dari satu macam perjanjian pelaksanaan. Isi perjanjian mencakup hal-hal yang terinci dari suatu kegiatan kerjasama. Kesepakatan ini dapat mencakup lebih dari satu kegiatan yang melibatkan instansi-instansi tertentu. Catatan di atas sifatnya belum mengikat dan tidak perlu mendapat persetujuan sekretariat kabinet. sebagai tindak lanjut atau sebagai petunjuk pelaksanaan teknis dari MoU (yang merupakan payung kerjasama). dan sudah mengikat lembaga/instansi tersebut secara keseluruhan. atau sebagai petunjuk teknis pelaksanaan dari suatu persetujuan yang sudah ada. yang menghasilkan komitmen untuk melaksanakan kerjasama dalam bidang tertentu di masa mendatang. Setelah terjadi persetujuan antar pihak. Implementing arrangement merupakan perjanjian yuridis antar lembaga/instansi yang mengatur kerjasama (teknis). maupun perjanjian pelaksanaan. Draft perjanjian ini kemudian diajukan ke sekretariat kabinet untuk mendapat persetujuan. yang merupakan suatu kesepakatan yuridis antar lembaga/instansi.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 417 of discussion. namun belum perlu mendapat persetujuan sekretariat kabinet. MoU. kesepakatan pendahuluan. Tujuannya adalah untuk merealisasikan keinginan bersama yang telah dituangkan dalam LoI. atau naskah persetujuan. Memorandum of Understanding. dengan ruang lingkup yang lebih spesifik sampai pada jadwal pelaksanaan serta kualifikasi personel yang ditugaskan dan sebagainya. Isi kesepakatan ini mencakup pokokpokok perjanjian secara umum/garis besar. Naskah ini ditandatangani oleh pejabat lembaga/instansi yang terlibat. Masing-masing pihak berniat untuk menindaklanjuti pembicaraan tentang kerjasama yang pernah didiskusikan sebelumnya. Pertemuan awal ini kemudian dilanjutkan oleh kegiatan “keinginan antar pihak” yang merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal. Tujuannya untuk menjabarkan rencana pelaksanaan kerjasama (teknik) secara rinci.

. dan dimasukkan ke dalam blue book. untuk mendapat persetujuan. naskah awal menjadi naskah akhir. sekretariat kabinet. Setelah dibahas dan mendapat persetujuan sekretariat kabinet. lalu disampaikan ke biro perencanaan. Kemudian. Naskah awal dibahas di sekretariat kabinet bersama instansi pengusul (pihak pertama). termasuk kredit ekspor. Dalam penyusunan naskah perjanjian pelaksanaan kerjasama PHLN. dan dapat dicantumkan ke dalam blue book oleh Bappenas.: 185/KMK. Naskah ini kemudian dibahas dalam rapat pimpinan departemen/lembaga instansi.:Kep. yang dilampiri salinan naskah kerjasama. Di sini. perwakilan negara asing/lender/donor (pihak ke dua). tanggal 5 Mei 1995. Hasil appraisal I dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Deputi II Bappenas.03/1995 – No. diajukan oleh departemen/lembaga pengusul kepada Menteri Negara PPN/Ketua Bappenas untuk dicantumkan ke dalam blue book3 (khusus bagi program/proyek yang belum tercantum. Setelah itu. memuat berbagai usulan proyek yang dinilai layak mendapat pembiayaan dari PHLN. Bappenas akan melakukan evaluasi (appraisal I) terhadap usulan program/ proyek bersangkutan. Usulan ini disusun dalam 2 (dua) daftar yang terpisah. atau bagi proyek/program yang belum ada kepastian pembiayaan dari negara/lembaga donor). serta instansi lain yang terkait. sebagaimana dimaksud dalam SKB Menkeu dan Ketua Bappenas No. usulan program/proyek PHLN. biro perencanaan akan merumuskan naskah perjanjian pelaksanaan kerja sama. masing-masing untuk usulan bantuan proyek (project assistance) dan usulan bantuan teknis (technical assistance). Selanjutnya ”naskah awal” disampaikan ke Biro Kerjasama Teknik Luar Negeri (KTLN) sekretariat kabinet. Deplu. 3 Blue Book adalah suatu catatan yang berisikan Daftar Rencana Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (DRPHLN). draft perjanjian disusun berdasarkan MoU oleh unit pengusul.418 Bab 20: Hutang Publik Proses Penyusunan Perjanjian Kerjasama Dan Pengusulan Program/Proyek PHLN Tujuan proses ini adalah agar program/proyek pinjaman luar negeri tersebut mendapat persetujuan sekretariat kabinet. semua usulan program/proyek (yang sudah memiliki SK) dikonsolidasikan oleh Bappenas. Proses penyusunan perjanjian kerjasama dan pengusulan program/proyek PHLN ini terdiri dari 2 (dua) tahap yakni penyusunan naskah perjanjian pelaksanaan kerjasama PHLN dan pengusulan program/proyek PHLN.031/KET/5/1995. yang kemudian dikirim oleh pihak pertama ke pihak kedua untuk disetujui dan ditandatangani bersama menjadi naskah kerja sama. Dalam proses pengusulan program/proyek PHLN. sehingga menjadi ”naskah awal”. bersama dengan biro hukum.

dan negara/lembaga donor. Hutang Luar Negeri dalam Pembangunan Ekonomi Utang pada dasarnya adalah salah satu alternatif yang dilakukan karena berbagai alasan yang rasional. dan program ini kemudian dikenal dengan Marshall Plan (Todaro. atau OECF model. tergantung jenis program/proyek dan dari mana sumber dana diperoleh. Hasil review inilah yang akan dijadikan dasar untuk melaksanakan persiapan perundingan (negotiation) untuk membuat loan agreement. Motivasi pertama inilah yang kemudian menjadi acuan bagi Amerika Serikat untuk mengucurkan dana bantuan dalam merekonstruksi kembali perekonomian Eropa Barat setelah hancur saat Perang Dunia II. penyusunan dan penandatanganan loan agreement. Hasil identifikasi tersebut kemudian akan dikaji kembali oleh Bappenas. blue book dikirimkan oleh Bappenas ke Departemen Keuangan. dan Departemen Keuangan. diproses berdasarkan basic model. Sedangkan muatan ekspansi berarti utang dianggap sebagai alternatif pembiayaan yang melalui berbagai perhitungan teknis dan ekonomis dianggap dapat memberikan keuntungan. dan konsultan independen (appraisal III). Muatan urgensi tersebut maksudnya adalah utang mungkin dipilih sebagai sumber pembiayaan karena derajat urgensi kebutuhan yang membutuhkan penyelesaian segera. dan hasilnya adalah appraisal result. Kedua hal tersebut memotivasi politik (political motivation) dan memotivasi ekonomi (economic motivation) dimana keduanya mempunyai keterkaitan yang sangat erat satu dengan yang lain. untuk diidentifikasi. multilateral model (World Bank & ADB). yang berupa appraised project. Dari perspektif negara donor setidak-tidaknya ada dua hal penting yang dianggap memotivasi dan melandasi mengalirnya bantuan luar negeri ke negara-negara debitor. Dalam alasan-alasan yang rasional itu ada muatan urgensi dan ada pula muatan ekspansi. lalu dievaluasi ulang (appraisal II). instansi pengusul (excecuting agency).Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 419 PROSES PEMBUATAN LOAN AGREEMENT Dalam pembuatan loan agreement. Hasil appraisal II. Appraisal result kemudian akan dievaluasi lagi (reviewing) oleh Bappenas. sebagai bahan tindak lanjut bagi proses pembahasan teknik berikutnya. Dalam tahap ini hasil appraisal II kembali dibahas bersama oleh Bappenas. Kesuksesan kembali membangun Eropa Barat menjadikan program ini sebagai cetak biru (blue print) yang kemudian digunakan dalam proses pengembangan ekonomi di . excecuting agency. 1985). negara/lembaga donor.

adalah growth and savings. adalah technical assistance. Dan yang terkahir (keempat).420 Bab 20: Hutang Publik berbagai belahan dunia lainnya seperti Asia Selatan. Faktor-faktor ini tentu saja perpaduan antara motif ekonomi dan politik yang menjadi pertimbangan utama bagi seorang investor yang rasional. Sekelompok ekonom pada tahun 1950-an dan 1960- . Dan pada sisi lain adalah kekurangan yang dialami oleh negara yang bersangkutan dalam memenuhi kebutuhan nilai tukar asing (foreign exchange) untuk membiayai kebutuhan impor barang modal (capital goods) dan impor barang-barang intermediate (Intermediae goods). Meskipun demikian peranan dana bantuan luar negeri dan modal asing terhadap kemajuan. Hal ini harus dilakukan untuk menjamin bahwa aliran dana yang masuk dapat digunakan dengan sangat efisien dalam proses memicu kenaikan pertumbuhan ekonomi. Karena tingginya tingkat pertumbuhan di negara-negara berkembang akan turut meningkatkan atau berkorelasi positif terhadap kenaikan keuntungan yang bisa dinikmati di negara-negara maju seperti yang dibuktikan studi Cooper (1995). adalah absorptive capacity yakni dalam bentuk apa dana tersebut akan digunakan. yang merupakan pendamping dari bantuan keuangan yang bentuknya adalah transfer sumber daya manusia tingkat tinggi kepada negara-negara penerima bantuan. adalah foreign exchange constraints. Sedangkan motivasi ekonomi sebagai landasan kedua yang digunakan dalam memberikan bantuan. Dengan demikian untuk menutupi kedua kekurangan tersebut maka andalannya adalah bantuan luar negeri. Argumen ini didasari atas two gap model dimana negara-negara penerima bantuan khususnya negara-negara berkembang mengalami kekurangan dalam mengakumulasi tabungan domestik (domestic saving) sehingga tingkat tabungan yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan akan tingkat investasi yang dibutuhkan dalam proses memicu pertumbuhan ekonomi. 1997). pertumbuhan dan pembangunan ekonomi negaraberkembang telah lama menjadi perdebatan hangat di antara kelompokkelompok ekonomi dunia. Terlepas dari faktor-faktor yang dikemukakan di atas ada satu hal lagi yang perlu diingat bahwa faktor pendorong dan faktor penarik (push and pull factors) adalah dua kata yang turut menentukan terjadinya capital movement ke negara-negara berkembang (Taylor dan Sarno. setidak-tidaknya tercermin dari 4 argumen penting (Todaro. yakni untuk memfasilitai dan mengakselerasi proses pembangunan dengan cara meningkatkan pertambahan tabungan domestik sebagai akibat dari tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi. Kedua. Asia Tenggara bahkan selanjutnya sampai menyentuh Afrika serta Amerika Tengah. 1985) yaitu: Pertama. Ketiga.

jika digunakan untuk investasi yang tingkat pengembalian investasinya (return on investment) dapat memicu kenaikan sumber daya ekonomi yang lebih besar. Keempat. Teori yang berbicara tentang penggunaan bantuan luar negeri dalam pembiayaan pembangunan ini. Ketiga. Asumsi yang mereka gunakan dalam proses penganjurannya adalah bantuan luar negeri akan menambah sumber-sumber yang produktif tanpa menimbulkan dampak substitusi terhadap alokasi dan efisiensi sumber daya terutama tingkat efisiensi dalam penggunaan modal yang tercermin dari tingkat ICOR (Incremental Capital Output Ratio) dan sumber-sumber tersebut di atas sangat langka di negara-negara sedang berkembang. modal asing dapat berperan penting dalam memobilisasi sumber dana dan transformasi struktural. Malahan porsi bantuan luar negeri tidak lagi diperlakukan sebagai faktor pelengkap (complementary factor). sumber dana eksternal (modal asing) dapat dimanfaatkan oleh negara sedang berkembang sebagai suatu dasar yang signifikan untuk memacu kenaikan investasi serta pertumbuhan ekonomi.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 421 an berpendapat dan meyakini bahwa bantuan luar negeri mempunyai dampak yang positif terhadap pembangunan ekonomi suatu negara tanpa menimbulkan gangguan pada masa sesudahnya bagi negara-negara debitor tersebut. Memang bantuan luar negeri sebenarnya dapat mencapai arah dan sasarannya. Domar (AS) yang kemudian dikenal dengan teori Harrod-Domar. Pengalaman seperti yang diuraikan di atas juga mengilhami teori yang dikembangkan oleh Sir Roy Harrod (Inggris) dan kemudian dilanjutkan serta disempurnakan oleh Evsey D. maka diharapkan bantuan luar negeri tidak saja menambah sumber daya ekonomi tapi juga sekaligus mampu membayar . kebutuhan akan modal asing akan menjadi menurun segera setelah perubahan struktural terjadi (meskipun modal yang masuk belakangan menjadi lebih produktif). Pemikiran mereka ini seperti yang diungkapkan oleh Chenery dan Carter (1973) dapat dikelompokkan ke dalam empat pemikiran mendasar: Pertama. Pengalaman keberhasilan pembangunan kembali perekonomian negara-negara Eropa Barat melalui Marshall plan seperti telah disinggung. menjadi dasar kelompok tersebut untuk menganjurkannya diterapkan di negara-negara berkembang. Alan Strout dan lain-lain pada tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an. sehingga hampir tidak ada negara berkembang yang semata-mata hanya mengandalkan upaya proses pembangunannya pada sumber-sumber daya domestik. Pemikiran di atas sedemikian kuatnya mempengaruhi proses perencanaan pembangunan di negara-negara sedang berkembang. Kedua. tapi telah menjadi sumber utama dalam membiayai pembangunan. selanjutnya dikembangkan lagi oleh beberapa ekonom seperti Hollis Chenery. untuk menjaga dan mempertahankan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi diperlukan perubahan dan perombakan yang substansial dalam struktur produksi dan perdagangan.

Argentina. penggunaan komponen utang luar negeri sebagai sumber pembiayaan disadari begitu menguntungkan. .422 Bab 20: Hutang Publik kembali cicilan pinjaman sebelumnya. utang luar negeri juga dapat dilihat dari tinjauan pemberian bantuan tenaga ahli dan usaha joint venture perusahaan asing ke dalam negeri. Dalam tahap-tahap awal pembangunan. tetapi juga dibutuhkan dalam perekonomian suatu negara untuk menunjang proses produksi dalam negeri. Akibatnya. Tetapi sebaliknya. Kondisi semakin sulit ketika kekayaan alam yang dimiliki dengan ujung tombak komoditas primer mengalami kerontokan di pasaran dunia serta makin proteksionalisnya negara-negara maju. serta Brazil adalah contoh konkrit dari kasus yang terakhir ini. utang luar negeri berubah menjadi perangkap utang (debt trap) bagi negara-negara tersebut. Artinya. Bahaya utang luar negeri belum dianggap serius oleh sebagian besar negara pengutang mengingat mereka sangat kaya akan sumber daya alam. banyak juga negara-negara berkembang yang gagal dalam memanfaatkan utang luar negeri dengan baik. Dalam pemahaman ini sulit sekali menyatakan bahwa suatu negara bisa saja tidak berutang sama sekali. masuknya dana ke dalam negeri tanpa usaha dan kerja keras telah ”meninabobokkan” negara-negara pengutang. Masuknya modal dari luar negeri juga dianggap sebagai salah satu cara mengatasi hambatan dalam pengelolaan kekayaan alam yang begitu melimpah ketika perekonomian dalam negeri tidak begitu mampu menyediakan dana untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi kekayaan alamnya. Tetapi jelas sekali bahwa jumlah dan pemanfaatan utang tersebut harus dikendalikan dan dikelola secara benar sehingga justru tidak menjadi beban yang berkepanjangan. Utang luar negeri bukan hanya dibutuhkan dalam proses perdagangan. Sehingga tidaklah mengherankan apabila selain masuknya dana berupa fresh money ke dalam negeri. Namun. utang luar negeri merupakan mata rantai yang menghubungkan kegiatan internal dan eksternal perekonomian suatu negara. dalam perkembangannya. korupsi dan penyalahgunaan. Keadaan ini telah dibuktikan oleh negara-negara yang tergabung dalam kelompok negara-negara industri baru (Newly Industrialized Countries/ NICs) seperti Korea Selatan dan Taiwan di mana utang luar negeri telah dengan sukses menjadi mesin pertumbuhan (engine of growth) dalam perekonomian mereka. Kasus-kasus Amerika Latin seperti Mexico. Sementara masyarakat belum bisa maksimal digerakkan dalam partisipasi pembangunan selama ini cenderung lebih meletakkan posisi rakyat sebagai obyek pembangunan dan mempasifkan peranan mereka. Kucuran dana dari luar juga membentuk birokrasi yang sangat sensitif terhadap berbagai kebocoran.

Membesarnya pinjaman komersial ini akan membawa berbagai dampak kepada perekonomian nasional. sangat sulit mengatakan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap utang luar negeri akan berkurang untuk setidak-tidaknya 10 (sepuluh) tahun ke depan. pinjaman komersial memiliki dampakdampak yang apabila tidak diwaspadai dapat membahayakan keseimbangan makro. Di satu sisi. sebagai salah satu negara pengutang terbesar. namun munculnya bentuk intervensi dalam penentuan pengambil kebijaksanaan ekonomi negara pengutang yang disponsori oleh IMF dan Bank Dunia. masalah utang. implikasi dan kemauan melakukan pembayaran bunga dan cicilan utang merupakan hal yang perlu dikaji lebih lanjut. diperkirakan akan terjadi peningkatan dalam pinjaman komersial seiring dengan meningkatnya peran swasta dan langkanya pinjaman resmi yang bersyarat lunak. di samping pemerintah. pinjaman komersial ini dibutuhkan sebagai sumber pembiayaan dan juga untuk memperkuat cadangan devisa nasional. Di era globalisasi dan dengan tingkat persaingan yang begitu besar. akan mengakibatkan perburuan pinjaman yang bersyarat lunak akan meningkat dan tentunya akan semakin sulit diperoleh. Sementara di sisi lain. untuk saat ini mengalirnya dana dari luar negeri merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi Indonesia untuk menginjeksi dana pembangunannya. Oleh karena itu. tidaklah heran untuk masa datang perspektif utang luar negeri Indonesia dicirikan pada meningkatnya pinjaman yang bersifat komersial. Lemahnya posisi tawar menawar ini tidak saja dilihat dari makin kalahnya negara pengutang dalam kancah perdagangan dunia. Sebagai negara berkembang yang tetap konsisten dalam mempergunakan utang luar negeri dalam politik pembangunannya. Apapun argumennya. Dengan mencermati ketahanan ekonomi Indonesia saat ini. Indonesia untuk masa mendatang masih bergantung pada komponen ini. Dampak pertama yang ditimbulkan akibat pinjaman komersial ini adalah terjadinya ekspansi moneter yang akan mempengaruhi kestabilan ekonomi . baik perannya dalam pembangunan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 423 Perangkap utang yang terbangun dalam frame bantuan pinjaman ini makin memojokkan negara-negara pengutang dan makin memperlemah posisi bargaining power mereka. tentu banyak faktor yang mempengaruhinya. Melihat kondisi ini. Indonesia. Seberapa besar tingkat ketergantungannya. pihak swasta juga memerlukan dana. Hal ini disebabkan karena masalah utang luar negeri yang dihadapi Indonesia mencapai tahap yang demikian kompleks sehingga sulit untuk diupayakan pemecahan dalam waktu yang definitif.

Efeknya adalah kebijakan moneter yang dijalankan tidak akan mencapai sasaran yang juga pada akhirnya akan menganggu pencapaian sasaran ekonomi makro. bukan rahasia lagi jika proyek-proyek yang dibiayai melalui pinjaman luar negeri banyak yang kurang efisien dengan berbagai praktek korupsi serta memberikan multiplier effect yang sangat kecil. Persoalannya adalah bahwa cara pandang seperti itu terlampau memudahkan persoalan dan tidak dengan rendah hati ditempatkan pada basis pemikiran: seberapa besar manfaat nyata yang diperoleh dari pembiayaan melalui komponen utang luar negeri tersebut?. Dampak terakhir dari kecenderungan peningkatan pinjaman komersial ini adalah makin tingginya country risk dari Indonesia. Dalam prakteknya. Perekonomian dunia yang semakin terbuka semakin memperbesar ketidakpastian dari nilai tukar mata uang negara-negara maju. Selain itu. Masalah utang luar negeri Indonesia celakanya hanya dilihat dari mampu atau tidaknya dalam melakukan pembayaran. Konsekuensi dari ekonomi terbuka membuka banyak peluang kepada sumber dana dari luar negeri yang dapat berimplikasi pada membesarnya pinjaman luar negeri. misalnya. menimbulkan beban berat bagi Indonesia. Meskipun berbagai langkah telah dilakukan. Dampak ekspansi ini akan menjadi sulit lagi sebagai konsekuensi sistem perekonomian terbuka yang dianut Indonesia. daftar kekurangan ini semakin panjang jika proyek-proyek yang dibangun . penarikan yang berlebihan memliki potensi untuk memanaskan perekonomian (over heating). Sementara di sisi lain.424 Bab 20: Hutang Publik makro dan neraca pembayaran. para pengambil kebijakan dengan mudahnya mengandai-andai bahwa jumlah utang tersebut akan segera ”dibereskan” dengan menjual seluruh asset yang dimiliki oleh BUMN. Bahkan. Hal ini dikarenakan bahwa pinjaman-pinjaman komersial jangka pendek yang dilakukan oleh pihak swasta menyebabkan penarikan pinjaman ini tanpa pemantauan otoritas moneter. besarnya pinjaman luar negeri ini akan mengurangi kepercayaan pihak luar sehingga meningkatkan country risk dari Indonesia. Dampak lain dari pinjaman komersial ini berkaitan dengan adanya gejolak nilai tukar mata uang dunia yang dapat dengan seketika melonjakkan beban pembayaran kembali pinjaman. yang menyebabkan arus keluar masuk modal menjadi lebih mudah dengan jangka waktu yang sangat pendek. Fenomena Yendaka. ketika ada kekhawatiran bahwa anak cucu yang baru lahir sudah ”terbebani” oleh warisan sejumlah utang. namun resiko perubahan nilai tukar terhadap kemampuan membayar utang luar negeri tetap harus diperhatikan. Bahkan. Hal ini tercermin dari terus menigkatnya angka DRS (Debt Service Ratio) dan persentase dari defisit transaksi berjalan terhadap GDP (Gross Domestic Product). misalnya dengan melakukan hedging di pasar finansial.

Otoritas moneter. hutang yang dijamin seluruhnya dengan kekayaan negara yang berhutang atas dasar nilai yang sama besarnya. . § SUN adalah surat berharga berupa surat pengakuan utang dalm mata uang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia sesuai dengan masa berlakunya. hutang yang tanpa disertai dengan jaminan kekayaan. § SUN diterbitkan dalam bentuk “warkat” dan “tanpa warkat” (scripless) yang diperdagangkan atau tidak diperdagangkan di pasar sekunder. RANGKUMAN § Pinjaman pemerintah adalah penutupan defisit anggaran pemerintah dengan melalui pinjaman baik dari dalam maupun luar negeri (Mankiw. 2001). yaitu (1) reproductive debt. Persoalan utang luar negeri dikaitkan dengan krisis yang menimpa sekarang ini tidak hanya berkaitan dengan kelanjutan pembangunan. Pinjaman dalam negeri. § Hutang publik yang dilaksanakan pemerintah Indonesia berupa Surat Utang Negara (SUN) dan hutang/pinjaman luar negeri. Hal ini tentu menjadi masalah yang sangat urgen dewasa ini mengingat berbagai krisis yang telah melanda perekonomian Indonesia. § Dapat dibedakan juga pinjaman dalam negeri dan pinjaman luar negeri (internal debt dan external debt). Hutang negara dibedakan menjadi dua. Diatur berdasarkan Undang-Undang No. bersifat paksa maupun sukarela sementara pinjaman luar negeri bersifat sukarela.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 425 dengan mempergunakan bantuan dari pihak luar seringkali tidak mengindahkan hak-hak asasi penduduk di mana proyek tersebut dibangun. namun yang paling pokok adalah sudah bersentuhan pada persoalan dasar kebutuhan hidup rakyat yaitu tersedianya kebutuhan pokok yang cukup dengan harga terjangkau dan tertutupinya pengeluaran rutin agar operasional pelaksanaan aparat negara bisa tetap berjalan. oleh karena sistem moneter yang begitu bebas terlihat sering ”keteter” dalam mengatur pinjaman dari pihak swasta yang kadang justru disebabkan oleh kebijaksanaan moneter dalam negeri sendiri yang mendorong terjadinya arus masuk pinjaman luar negeri swasta yang membumbung tinggi tersebut. Persoalan utang luar negeri mesti disadari dengan kesadaran akan seberapa besar kemampuan dalam melakukan kewajibannya yang berkaitan dengan utang yang dipinjam. dan (2) dead weight debt.24/2002.

(b) menutup kekurangan kas jangka pendek. § Tujuan penerbitan SUN: (a) membiayai defisit APBN. (5) penukaran (debt switching/exchange offer). § Pinjaman luar negeri adalah penerimaan negara baik dalam bentuk devisa dan atau devisa yang dirupiahkan. (2) perencanaan dan penetapan struktur portofolio utang negara. § Pengelolaan SUN dilakukan oleh Menteri Keuangan yang meliputi: (1) penetapan strategi dan kebijakan pengelolaan SUN.426 Bab 20: Hutang Publik § SUN terdiri atas: (1) Surat Perbendaharaan Negara yang berjangka waktu sampai dengan 12 (dua belas) bulan dengan pembayaran bunga secara diskonto. jadwal pelaksanaan lelang. Menteri Keuangan menunjuk Bank Indonesia sebagai agen pelaksana lelang (Auction Agent) surat perbendaharaan negara dan obligasi negara di pasar perdana. diwakili Menteri Keuangan setelah berkonsultasi dengan Bank Indonesia dan disetujui oleh DPR. dan hasil akhir lelang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. kriteria peserta lelang. Ketentuan mengenai metode lelang. (3) penerbitan dan penjualan SUN di pasar perdana melalui lelang atau tanpa lelang (issuance). Pertanggungjawaban atas SUN dan dana yang dikelola disampaikan bersamaan dengan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN demi akuntabilitas dan transparansi. (6) pelunasan SUN (redemption) dan aktivitas lain dalam pengembangan pasar SUN. § Kegiatan penatausahaan SUN yang mencakup pencatatan kepemilikan. § Menteri Keuangan juga menunjuk BI atau pihak lain sebagai agen untuk membeli dan menjual SUN di pasar sekunder. serta agen pembayar bunga dan pokok SUN dilakukan oleh Bank Indonesia (Central Registry). dan (2) Obligasi Negara berjangka waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan dengan kupon dan atau dengan pembayaran bunga secara diskonto. perusahaan pialang pasar uang dan perusahaan efek. . § Penawaran SUN dilakukan melalui lelang. (4) pembelian kembali (buyback). Pinjaman luar negeri terdiri dari: (a) Soft Loan dan (b) Export Credit. dalam bentuk barang dan atau jasa yang diperoleh dari pemeberi pijaman luar negeri (lender) yang harus dibayar kembali dengan persyaratan tertentu (loan agreement). Pengaturan dan pengawasan kegiatan perdagangan SUN dilakukan oleh BAPEPAM. disertai catatan atas nilai bersih maksimal SUN dalam 1 tahun anggaran dan pada saat pengesahan APBN. dan (c) mengelola portofolio utang negara. kliring dan setlement. Peserta lelang antara lain bank. § Kewenangan penerbitan SUN berada di tangan pemerintah.

naskah awal menjadi naskah akhir yang disetujui dan ditandatangani bersama menjadi naskah kerja sama. Hasil kesepakatan disebut naskah keinginan bersama.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 427 § Tahap-tahap pelaksanaan kerjasama Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN). Disusun dalam dua . disampaikan ke biro perencanaan. merupakan perjanjian yuridis antar lembaga/instansi yang mengatur kerjasama (teknis). sudah mengikat lembaga-lembaga secara keseluruhan dalam batas-batas yang telah disepakati. hasil pertemuan dirangkum dalam catatan ertemuan yang belum mengikat dan tidak perlu persetujuan sekretaris kabinet. Implementing agreement bertujuan untuk menjabarkan rencana pelaksanaan kerjasama (teknis) secara rinci. draft perjanjian disusun berdasarkan MoU oleh unit pengusul. mencakup lebih dari satu macam perjanjian pelaksanaan. MoU. atau naskah persetujuan sebagai payung bersama atau petunjuk teknis pelaksanaan dari suatu persetujuan yang sudah ada. Hasilnya disebut kesepakatan bersama. setelah dibahas dan mendapat persetujuan sekretaris kabinet. (c) adanya “persetujuan antar pihak” merupakan suatu kesepakatan yuridis antar lembaga/instansi. Diajukan dalam bentuk proposal perjanjian pelaksanaan kerjasama pinjaman luar negeri ke sekretaris kabinet untuk mendapatkan persetujuan. § Dalam penyusunan naskah perjanjian pelaksanaan kerjasama PHLN. (d) perjanjian pelaksanaan kerja sama (implementing agreement). kesepakatan pendahuluan. ditandatangani pejabat terkait namun belum mendapat persetujuan sekretaris kabinet. yaitu: (a)pertemuan awal membicarakan/membahas kerjasama antar lembaga/instansi pada acara kunjungan resmi/tidak resmi. usulan program/proyek PHLN dilampiri salinan naskah kerja sama yang diajukan oleh departemen/lembaga pengusul kepada Menteri Negara PPN/Ketua Bappenas untuk dicantumkan ke dalam blue book. § Tujuan proses penyusunan perjanjian kerjasama dan pengusulan program/proyek PHLN adalah agar program/proyek pinjaman luar negeri mendapat persetujuan dari sekretaris kabinet dan dicantumkan ke dalam Blue Book oleh Bappenas. nota kesepakatan atau Letter of Intent (LoI). namun tidak mengikat. Terdiri dari 2 (dua) tahap yaitu (a) penyusunan naskah perjanjian pelaksanaan kerjasama PHLN dan (b) pengusulan program/proyek PHLN. (b) kegiatan “keinginan antar pihak” yang menghasilkan komitmen untuk bekerjasama dalam bidang tertentu di masa mendatang. Kemudian bersama biro hukum merumuskan naskah perjanjian pelaksanaan kerja sama sehingga menjadi naskah awal. § Dalam proses pengusulan program/proyek PHLN.

(3) technical assistance. pendamping dari bantuan keuangan yang bentuknya transfer sumber daya manusia tingkat tinggi untuk menjamin aliran dana digunakan secara efisien dalam memicu pertumbuhan ekonomi. (3) modal asing berperan penting dalam memobilisasi sumber dana dan . didasari oleh two gap model. yaitu usulan bantuan proyek (project assistent) dan usulan bantuan teknis (technical assistance). sehingga terjadi pertambahan tabungan domestik yang akan berkorelasi positif terhadap kenaikan keuntungan yang dinikmati negara-negara maju. penyusunan. Kemudian dilakukan evaluasi ulang sehingga dihasilkan appraisal result yang akan direview lagi. (2) growth and savings. Dalam pembuatan loan agreement. Selain itu. dan penandatanganan loan agreement. Hasil review yang akan dijadikan dasar untuk melaksanakan persiapan perundingan (negotiation) untuk membuat loan agreement. yakni dalam bentuk apa dana itu akan digunakan. instansi pengusul dan negara/lembaga donor. Teori Harrod-Domar berbicara tentang penggunaan bantuan luar negeri dalam pembiayaan pembangunan terdiri dari empat pemikiran mendasar: (1) modal asing (dana eksternal) dimanfaatkan untuk memacu kenaikan investasi serta pertumbuhan ekonomi.428 Bab 20: Hutang Publik § § § § § § § § daftar yang terpisah. (2) untuk menjaga dan mempertahankan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi diperlukan perubahan yang substansial dalam struktur produksi dan perdagangan. Dua hal penting yang memotivasi dan melandasi mengalirnya bantuan luar negeri ke negara-negara debitor yaitu: (a) memotivasi politik (political motivation) dan (b) memotivasi ekonomi (economic motivation) Motivasi ekonomi dalam memberikan bantuan. Growth and savings. Technical assistance. Foreign exchange constraints. blue book dikirimkan oleh Bappenas ke Departemen Keuangan. bahwa bantuan luar negeri akan digunakan untuk memfasilitasi dan mengakselerasi tingkat pertumbuhan yang tinggi. memiliki empat argumen penting: (1) foreign exchange constraints. (4) absorptive capacity. mengalami kekurangan dalam mengakumulasi tabungan domestik (domestic saving) yang tidak mampu memenuhi kebutuhan akan tingkat investasi yang dibutuhkan dalam memicu pertumbuhan ekonomi. kekurangan yang dialami negara tersebut dalam memenuhi kebutuhan nilai tukar asing (foreign exchange) untuk membiayai kebutuhan impor barang modal dan intermediate. dimana negara-negara pemberi bantuan khususnya negara berkembang. Absorptive capacity.

LATIHAN Jelaskan perbedaan reproductive debt dan dead weight debt! Apa yang dimaksud dengan Surat Utang Negara (SUN)? Sebutkan tujuan diterbitkannya SUN! Apa saja tugas Menteri Keuangan dalam pengelolaan Surat Utang Negara (SUN)? 5. 4. 3.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 429 transformasi struktural. Jelaskan bagaimana proses pembuatan loan agreement! 9. (b) gejolak nilai tukar mata uang dunia yang dapat dengan seketika melonjakkan beban pembayaran kembali pinjaman. Jelaskan proses pelaksanaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN)! 6. apakah sesuai dengan sasaran? 11. Sebutkan beberapa dampak dari membesarnya pinjaman komersial! 1. berkurangnya kepercayaan pihak luar karena jumlah pinjaman luar negeri yang semakin besar dengan meningkatnya DRS dan persentase dari defisit transaksi berjalan terhadap GDP. Apa perbedaan antara soft loan dan export credit? 7. (c) makin tingginya country risk dari Indonesia. 2. yaitu: (a) terjadinya ekspansi moneter yang akan mempengaruhi kestabilan ekonomi makro dan neraca pembayaran. (4) kebutuhan modal asing akan menurun segera setelah perubahan struktural terjadi. . Bagaimana proses penyusunan naskah perjanjian kerja sama PHLN dilakukan? 8. Jelaskan beberapa argumen penting yang menjadi dasar negara-negara donor untuk mengalirkan bantuan ke negara debitor secara motivasi ekonomi! 10. Bagaimana pendapatmu tentang penggunaan hutang luar negeri terkait dengan pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh bangsa Indonesia. § Dampak-dampak dari pinjaman komersial selain sumber pembiayaan dan memperkuat cadangan devisa nasional.

430 Bab 20: Hutang Publik .

Walaupun kemungkinan nilai pinjaman yang mampu dikumpulkan cukup besar karena banyaknya sumber yang bisa digunakan. baik dari dalam negeri maupun luar negeri. dan sumber lainnya seperti pinjaman dari daerah lain. Banyaknya pihak yang dapat dijadikan sumber pinjaman membuat pembiayaan pembangunan dengan pinjaman mampu mengumpulkan dana yang cukup besar. pemerintah pusat. Sumber pinjaman dapat berasal dari berbagai pihak. Pinjaman dalam negeri dapat berasal dari.PINJAMAN DAERAH PENDAHULUAN Pinjaman merupakan alternatif lain yang bisa dipilih untuk membiayai pembangunan daerah. masyarakat. Pinjaman yang berasal dari masyarakat penghimpunan dana dapat melalui penerbitan obligasi daerah. namun perlu diperhatikan adanya batas meminjam yang . lembaga keuangan bank. lembaga keuangan bukan bank.

Agar pembahasan ini lebih riil di lapangan. untuk menutup kebutuhan dana (cash) jangka pendek. 5. akan tetapi pemerintah daerah seringkali mencari pinjaman langsung dari deposito jangka pendek dari masyarakat berupa short-term bills. Pinjaman juga dapat dibedakan berdasarkan jangka waktu. 3. 2. Pada bagian ini akan dibahas mengenai tujuan dan batas-batas pinjaman. Dalam konstitusi di berbagai negara. harus menjadi pertimbangan dalam melakukan pinjaman. membayar hutang dan membiayai sebagaian besar dari biaya-biaya rutin (operating cost). untuk membiayai kekurangan dana anggaran tahunan berupa biaya rutin dan beban hutang.432 Bab 21: Pinjaman Daerah disesuaikan dengan kemampuan tiap-tiap daerah. Kekurangan dana dari anggaran tahunan adalah hal yang umum terjadi untuk pemerintah pusat. 4. jangka pendek dan jangka panjang. bahwa berbagai pinjaman dilakukan dengan tujuan sebagai berikut: 1. metode dan sumber-sumber pinjaman. terutama risiko dalam pembayaran bunga maupun pokok. untuk membiayai pembangunan modal jangka panjang (prasarana atau penyediaan pelayanan umum). TUJUAN DAN BATAS-BATAS PINJAMAN Pemerintah daerah dapat membiayai sebagian pengeluarannya dengan melakukan pinjaman. Pemilihan jangka waktu akan sangat tergantung pada jenis proyek yang akan dibiayai. Tetapi jarang diperkenankan bagi pemerintah daerah. Pada tahun 1975. pemerintah daerah di Italia meminjam 61% dari penerimaan kotor mereka untuk membiayai pengeluaran modal. Pinjaman dengan maksud untuk menutup kebutuhan dana jangka pendek adalah sangat umum dilakukan. Bentuk pinjaman yang umum berupa bank overdraft. Risiko yang terkandung dalam melakukan pinjaman. masalah kewenangan daerah untuk meminjam ini telah diatur. dalam subbagian selanjutnya akan disajikan praktek pinjaman daerah di Indonesia. dan kemampuan meminjam (ability to borrowing). untuk membeli pabrik dan peralatan dengan unsur jangka menengah. biasanya sebagai suatu keharusan karena pola pengumpulan penerimaan daerah yang tidak seimbang. persyaratan-persyaratan pinjaman. untuk membiayai investasi yang diharapkan dapat menghasilkan penerimaan bagi daerah. dengan jangka waktu sampai tiga bulan. . Pada dasarnya kewenangan daerah melakukan pinjaman adalah seperti yang dituliskan oleh Davey (1983).

Pinjaman yang bersifat jangka pendek. Sebagai contoh. Sementara itu. sesungguhnya batasan-batasan atau teknik-teknik pembiayaan yang berlaku dalam dunia korporasi juga berlaku bagi pemerintah daerah. proyek yang dibiayai tersebut dapat menghasilkan penerimaan (revenue) yang dapat digunakan untuk membayar kembali dana pinjaman. Oleh karenanya. Dari pembahasan ini prinsip dasar yang harus dipegang ketika pemerintah daerah melakukan pinjaman adalah bahwa penggunaan dana pinjaman harus sesuai dengan karakteristik dari pinjaman itu sendiri. Pemerintah negara bagian di Amerika Serikat juga mengadakan pinjaman melalui industrial aid bonds untuk menyediakan dana investasi perusahaan manufaktur perorangan. biasanya diarahkan untuk membiayai prasarana publik yang relatif cenderung lebih mengedepankan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat dibandingkan dengan revenue yang dihasilkan. . Manfaat dari pinjaman seperti ini adalah. selain mendapatkan sumber penerimaan bagi daerah. penggunaan dana pinjaman untuk membiayai pembangunan prasarana dan penyediaan pelayanan umum. tidak boleh digunakan untuk membiayai kegiatan atau investasi jangka panjang. pemerintah daerah juga mampu menyediakan pelayanan publik secara lebih baik. Maksudnya adalah. Pilihan lain adalah dengan cara pinjam sewa (leasing). Pengembalian pinjaman tersebut dari hasil penjualan rumah-rumah dan toko-toko yang dibangun oleh British. Praktek dan konsep yang secara luas dapat diterima adalah dana pinjaman untuk membiayai kegiatan investasi yang dapat “membiayai sendiri”. karena akan menimbulkan mismatch (ketidaktepatan) antara pembayaran pinjaman yang jatuh tempo dengan waktu penerimaan penghasilan. sumber pinjaman untuk pembiayaan jenis ini biasanya berasal dari negara-negara donor dengan tingkat bunga yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan bunga komersial. Cara leasing ini semakin dikenal untuk menghindari pembelian peralatan yang cepat menjadi usang sebagai akibat perubahan teknologi. pembangunan British New Town Corporation dibiayai oleh Pemerintah Pusat Inggris. Suatu cara penyelesaian yang umum untuk membeli peralatan dengan pinjaman adalah dengan membeda-bedakan perkiraan umur masingmasing peralatan. Praktek-praktek seperti ini antara lain sering diterapkan di negaranegara maju. Dengan kata lain.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 433 Pemerintahan New York juga pernah melakukan pinjaman untuk membayar gaji pegawai dan uang pensiunan dan membayar hutang yang telah jatuh tempo. Pembelian sebuah pabrik dan peralatan lainnya juga dapat dibiayai dengan pinjaman.

misalnya dana pensiun. dimana 71. Pinjaman yang berasal dari bank sentral di negara masing-masing. khusus untuk pinjaman jangka pendek untuk memenuhi cash flow pemerintah daerah. Bank Asia Afrika dan bantuan bilateral. Dana kontraktor untuk pembangunan proyek-proyek. pinjaman tersebut diteruskan ke Pemerintah Daerah. melalui bank-bank komersial. . hampir 100% pinjaman jangka panjang pemerintah daerah berasal dari pemerintah pusat.6% pinjaman daerah berasal dari pemerintah pusat pada tahun 1979. Kedua. kemudian oleh Pemerintah Pusat. Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB). seperti Bank Dunia (World Bank). Pinjaman jangka pendek yang diberikan oleh bank-bank komersial. 4. Misalnya. Obligasi jangka panjang (bond). 8. 2. Pinjaman internal yang berasal dari dana cadangan. 5. Ketiga. PERSYARATAN-PERSYARATAN PINJAMAN 1 Mekanisme pinjaman two step loan dan subsidiary loan aggreement adalah pinjaman dari luar negeri ke Pemerintah Pusat. 7. Pinjaman hipotek atas aset tetap. Dana untuk sewa beli peralatan (leasing). Bank Pembangunan Islam (Islamic Development Bank/IDB). karena ada larangan dari pemerintah pusat bagi pemerintah daerah untuk meminjam di luar skema pemerintah pusat. 9. ada tiga cara yang paling sering digunakan oleh pemerintah daerah di berbagai negara.1 3. Pembahasan lebih lanjut untuk kasus di Indonesia ini akan dibahas secara khusus di subbagian berikutnya. Di antara sistem pinjaman tersebut di atas. Bahkan. Pinjaman yang bersumber dari badan-badan internasional. di Indonesia. Pinjaman yang bersumber dari pemerintah yang lebih atas (umumnya dari pemerintah pusat). Praktek ini diterapkan oleh India. sumber dana yang berasal dari pasar keuangan. Pertama. yang biasanya pinjaman ini diberikan kepada pemerintah pusat negara yang bersangkutan melalui mekanisme pinjaman two step loan atau subsidary loan aggreement. dengan mengeluarkan obligasi (bonds) di pasar modal.434 Bab 21: Pinjaman Daerah METODE DAN SUMBER-SUMBER PINJAMAN Terdapat beberapa sumber pinjaman dan metode pinjaman yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah. Bank Pembangunan Amerika Latin (untuk negara-negara di kawasan Amerika Latin). yaitu: 1. pemerintah pusat memberikan pinjaman kepada pemerintah daerah. 6.

Namun. Persyaratan tingkat bunga pinjaman yang bersumber dari pasar keuangan pasti didasarkan pada bunga pasar. Metode pembayaran yang lain adalah menggunakan metode sinking fund. dan (v) persetujuan dan penyidikan. pinjaman dari lembaga-lembaga internasional oleh suatu pemerintah biasanya memberlakukan bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan bunga pasar. pinjaman yang bersumber dari pemerintah pusat atau lembaga keuanga internasional sering mencari turnover dana yang dipinjamkan secepat mungkin. Sementara itu. Akan tetapi. berupa management fee dan commitment fee yang besarnya sangat tergantung dari negosiasi antara kedua belah pihak.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 435 Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam ketentuan pinjaman adalah (i) jangka waktu pinjaman. semakin lama suatu pinjaman. (ii) cara pembayaran kembali. Jangka waktu pinjaman sangat tergantung dengan tujuan penggunaan pinjaman. Biasanya. Persyaratan cara pembayaran kembali akan tergantung pada metode pembayaran yang dilakukan. Sebagai pilihan yang dapat dilakukan adalah jangka waktu pinjaman dapat diturunkan sesuai penerimaan dari pajak dan retribusi untuk mengimbangi beban pinjaman tersebut. (iv) keamanan pinjaman. Jika menggunakan metode anuitas berarti membayar beberapa kali angsuran dalam jumlah yang sama besarnya setiap kali pembayaran hingga masa pembayaran selesai. pinjaman dari lembaga-lembaga internasional tersebut juga memberlakukan fee. namun dalam prakteknya metode ini sering lebih merupakan usaha penyelematan terhadap utang kepada pihak luar (external debt). sehingga hutang pokok yang dibayarkan adalah kumulatif selama masa pinjaman. Untuk tujuan capital investment. dimana angsuran pinjaman dibayar secara tetap. misalnya. (iii) tingkat bunga. dengan maksud agar dapat meningkatkan kemampuan finansial pemerintah daerah. Pada umumnya. management fee dan commitment fee sekitar 0. Jangka waktu pinjaman pemerintah daerah bisa saja berkisar antara 24 jam (overnight) hingga 40 tahun. . misalnya pinjaman untuk masa 10 tahun. pengalaman menunjukkan bahwa bila cara sinking fund telah diterapkan dan untuk memenuhi kewajibannya disanggupi dengan baik. Yang terpenting adalah bahwa jangka waktu pinjaman bergantung pada sikap pasar serta suku bunga yang berlaku.25% dari pinjaman yang belum ditarik. tingkat bunga pun akan semakin tinggi. maka pemerintah daerah harus mendapatkan pinjaman dengan jangka waktu yang setidaknya sama dengan umur proyek. Di Indonesia. Komponen dalam setiap kali pembayaran tersebut adalah pokok pinjaman dan bunga pinjaman.

semakin besar. Dalam konteks di Indonesia. Persyaratan persetujuan muncul karena suatu pinjaman yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Kewenangan yang lebih besar kepada daerah untuk menentukan prioritas investasi daerah dan pelaksanaan proyek-proyek pembangunan daerah. Dari sisi teori fiskal. misalnya lembaga perwakilan daerah. 2000): . 2001). pinjaman yang dilakukan oleh pemerintah daerah baru dapat dijalankan jika DPRD setempat memberikan persetujuan. sedangkan pinjaman daerah yang berasal dari sumber non-pemerintah (private debt sources) akan meningkatkan efisiensi penggunaannya. Keterbatasan keuangan pemerintah pusat yang berimplikasi pada dana perimbangan pusat dan daerah. pendapat yang mendukung pinjaman daerah mengacu pada prinsip keadilan antar generasi (intergenerational equity considerations). Masyarakat yang menerima manfaat proyek di masa mendatang secara prinsip harus ikut menanggung beban biaya pengadaan proyek tersebut.436 Bab 21: Pinjaman Daerah Persyaratan keamanan pinjaman muncul karena pihak pemberi pinjaman biasanya menghendaki suatu keadaan aman terhadap kegagalan pembayaran kembali. PENGGUNAAN PINJAMAN DALAM PEMBIAYAAN Kebutuhan akan pinjaman daerah muncul akibat kecenderungan yang terjadi dimana peningkatan peran pemerintah daerah dalam pengelolaan dan pembiayaan pembangunan proyek-proyek investasi daerah. dalam berbagai klausul pinjaman oleh pemerintah daerah. Proyek-proyek yang bersifat jangka panjang dengan manfaat ekonomi dan sosial selayaknya didanai oleh pembiayaan jangka panjang. Makanya. Prasyarat utama bagi diperbolehkannya daerah meminjam adalah dengan menerapkan “the golden rule guidelines” bagi pinjaman daerah (Magrassi. tidak jarang pemberi pinjaman meminta adanya jaminan dari pemerintah pusat atau dijamin dengan aset tertentu. Hal ini dilandasi dengan perkembangan tingkat urbanisasi yang lebih tinggi daripada kemampuan daerah menyediakan berbagai infrastruktur dan fasilitas pelayanan publik. Keterbatasan pemerintah daerah dalam memobilisasi sumber-sumber penerimaan daerah yang berasal dari daerahnya sendiri menjadi alasan penggunaan pinjaman dalam pembiayaan suatu daerah. karena pemerintah daerah harus memperhitungkan secara tepat nilai opportunity cost of capital yang sesungguhnya dan memprioritaskan proyek-proyek yang akan dilaksanakannya sesuai dengan tingkat manfaat sosial dan ekonomi (Alisjahbana. biasanya tidak dapat dilakukan sebelum ada persetujuan dari lembaga yang berwenang. misalnya proyekproyek infrastruktur.

DSR merupakan ambang batas kemampuan pelunasan daerah yang pada prinsipnya digunakan Pemerintah Daerah untuk mengendalikan jumlah pinjaman yang relatif aman. Pinjaman daerah yang berasal dari luar negeri harus melalui pemerintah pusat... justify the debt service paid to lenders”. (a) sumber dalam negeri (b) sumber luar negeri. Sedangkan untuk pinjaman dari dalam negeri dapat secara langsung dilakukan bila disetujui oleh DPRD dengan prinsip pinjaman tersebut harus secara langsung dikaitkan dengan kemampuan daerah untuk membayar pinjamannya. local government should only use sub-national debt to finance capital projects that are anticipated to produce financial rate of returns that. § Pemerintahan Pusat § Lembaga Keuangan Bank § Lembaga Keuangan Bukan Bank § Masyarakat § Sumber Lainnya Pinjaman daerah menurut PP No 107 Tahun 2000 adalah: semua transaksi yang mengakibatkan daerah menerima dari pihak lain sejumlah uang atau manfaat bernilai . Dua ukuran yang sering digunakan untuk itu adalah Debt Service Ratio (DSR) dan Debt Coverage Ratio (DCR). Pinjaman dari dalam negeri dapat bersumber dari (PP 107/2000 pasal 2 ayat 2).. PRAKTEK PINJAMAN DAERAH DI INDONESIA Ketentuan Dasar Pinjaman Daerah di Indonesia Undang-undang No.. 25 Tahun 1999 menyebutkan bahwa daerah dapat melakukan pinjaman yang bersumber dari. Sedangkan DCR pada prinsipnya merupakan angka perbandingan antara perkiraan kemampuan daerah yang dapat disisihkan (tabungan neto) dengan total rencana pembayaran pinjaman setiap tahunnya. vis-a-vis the project socioeconomic benefits. dan terutama tersedianya dana untuk pengembalian pinjaman secara aman. Istilah disisihkan dimaksudkan untuk mempertegas adanya rencana untuk membiayai proyek melalui dana pinjaman daerah.. perlunya persetujuan pemerintah pusat harus ada evaluasi yang menyeluruh tentang aspek-aspek dapat tidaknya usulan pinjaman untuk diproses lebih lanjut. Untuk menghindari risiko yang dapat terjadi atas penggunaan pinjaman daerah dalam pembiayaan hendaknya memperhatikan kaidah yang berlaku dalam memperkirakan kapasitas meminjam pemerintah daerah. Undang-undang No 25 Tahun 1999 Pasal 11 ayat 1 menyebutkan bahwa: "Daerah dapat melakukan pinjaman dari sumber dalam negeri untuk membiayai sebagian anggarannya".Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 437 “ .

Pemerintah RI memberlakukan dua undang-undang penting yang berkaitan dengan desentralisasi. Pinjaman daerah sebaiknya bersifat jangka panjang guna membiayai pembangunan prasarana yang merupakan aset daerah dan dapat menghasilkan penerimaan untuk pembayaran kembali pinjaman serta memberikan manfaat bagi pelayanan masyarakat (Wiratmo. a. b. pembiayaan defisit anggaran rutin tahunan. 25/1999 adalah diperkenankannya daerah melakukan pinjaman sendiri secara langsung. yang dalam banyak literatur disebut intergovernment fiscal relation yang dalam UU 25/1999 disebut perimbangan keuangan. sehingga daerah tersebut dibebani kewajiban untuk membayar kembali. pembiayaan investasi yang diharapkan dapat secara langsung menghasilkan pendapatan. 2001). khususnya dalam bidang administrasi pemerintahan maupun dalam hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. Walaupun demikian. 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. Pinjaman jangka pendek dapat digunakan untuk membantu kelancaran arus kas dan dana awal bagi investasi jangka panjang. Pinjaman harus secara langsung dikaitkan dengan kemampuan mengangsur serta cara mengalokasikan pada pembangunan dan atau penyediaan layanan publik yang produktif.438 Bab 21: Pinjaman Daerah uang. dan pembiayaan investasi jangka panjang yang tidak menghasilkan pendapatan secara langsung. Beberapa Isu yang Terkait dengan Regulasi Pinjaman Daerah Pada tahun 1999. Berdasarkan penggunaan dan melihat jangka waktunya maka. Pinjaman pada dasarnya dapat digunakan untuk pembiayaan defisit aliran kas jangka pendek. tidak termasuk kredit jangka pendek yang lazim terjadi dalam perdagangan. baik yang bersumber dari dalam negeri maupun dari luar negeri. pinjaman harus didefinisikan sebagai sumber dana pelengkap untuk mempercepat proses pembangunan daerah. Salah satu hal penting yang membedakan derajat desentralisasi fiskal antara sebelum dan sesudah keluarnya UU No. 22/1999 dan UU No. Pinjaman jangka panjang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan prasarana yang dapat menghasilkan penerimaan untuk pembayaran kembali. yaitu UU No. Pelaksanaan Undang-undang Nomor 22 dan 25 Tahun 1999 telah menyebabkan terjadi perubahan yang sangat mendasar mengenai pengaturan hubungan pusat dan daerah. 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. pembelian peralatan dan kendaraan yang memiliki umur ekonomis jangka menengah. yang artinya . Dalam hal ini. serta memberikan manfaat bagi pelayanan masyarakat.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 439 pemerintah pusat tidak menjadi penjamin (sovereign guarantor).1 ). Kondisi ini sangat berbeda dengan ketentuan mengenai pinjaman daerah sebelum UU No. Pasal 11 UU No. (2) Daerah melakukan pinjaman dari sumber luar negeri melalui pemerintah pusat. 25/1999 menyebutkan bahwa: (1) Daerah dapat melakukan pinjaman dari sumber dalam negeri untuk membiayai sebagian anggarannya. Tabel 21. • Menteri Keuangan. 25/1999 (lihat Tabel 21.1: Pinjaman Daerah Sebelum dan Setelah Kebijakan Desentralisasi SEBELUM DESENTRALISASI SETELAH DESENTRALISASI Legal Foundation UU No. 2004). Hal yang sama juga berlaku untuk pinjaman bilateral. 22/1999 dan UU No. yang dalam hal ini adalah pemerintah pusat. Namun. dimana negara lender hanya melakukan pinjaman dengan pemerintah pusat sebagai peminjam (Pakpahan. serta memberikan manfaat bagi pelayanan masyarakat. sebagai pengawas RPD dan UU No. (4) Daerah dapat melakukan pinjaman jangka pendek guna pengaturan arus kas dalam rangka pengelolaan kas daerah. 5/1974 Institutional Setting Persetujuan (Approval) Persetujuan (Approval) Menteri Keuangan • Menteri Dalam Negeri. (3) Daerah dapat melakukan pinjaman jangka panjang guna membiayai pembangunan prasarana yang merupakan aset daerah dan dapat menghasilkan penerimaan untuk pembayaran kembali pinjaman. World Bank. dan lain-lain) mensyaratkan perjanjian pinjaman dilakukan oleh negara sebagai anggota. 25/1999 PP 107/2000 . pada kenyataannya lembaga lender multilateral (ADB. berkenaan • dengan persetujuan batas • DPRD maksimum pinjaman dan persetujuan pemberian.

Beberapa komponen kunci tentang pinjaman daerah yang ditetapkan oleh UU No. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan regulasi/peraturan. 2000 Lebih jauh. 25/1999. • Jumlah maksimum pinjaman jangka pendek adalah 1/6 jumlah belanja APBD tahun anggaran berjalan.5 Bab 21: Pinjaman Daerah Batasan Pinjaman (Persyaratan) • Jumlah kumulatif pokok pinjaman yang wajib dibayar tidak melebihi 75% dari jumlah penerimaan umum APBD tahun sebelumnya. dalam rangka mengimplementasikan Pasal 11 UU No. • DSCR minimal 2.5 berdasarkan proyeksi penerimaan dan pengeluaran selama jangka waktu pinjaman.440 persetujuannya Batasan Pinjaman (Persyaratan) • 1982: Debt Service Coverage Ratio (DSCR) < 15% • Kepmendagri Nomor 96 Tahun 1994: § Minimum DSCR = 1 § Average DSCR > 1. 25/1999 dan PP 107/2000 adalah sebagai berikut: Sumber Pinjaman Indonesia/Dalam Negeri Institusi tempat Meminjam • Pemerintah Pusat Sumber Dalam Negeri: § Pemerintah Pusat § Perbankan § Lembaga keuangan non-bank § Sumber-sumber lain Sumber Luar Negeri § Bilateral § Multilateral . yaitu PP 107/2000 tentang Pinjaman Daerah. Sumber-Sumber Pinjaman • Pinjaman Luar Negeri Pemerintah • Pusat • Pinjaman Pemerintah Pusat melalui RDI • INPRES untuk Pembangunan Pasar • • IPEDA • Sumber-sumber Lain (BPD dan sektor swasta) • Pemerintah Pusat melalui RPD Sumber: Alm & Mulyani.

Daerah dapat melakukan pinjaman jangka pendek guna pengaturan arus kas dalam rangka pengelolaan kas daerah. Debt Service Coverage Ratio Jangka Panjang (Long • Term) • . serta memberikan manfaat bagi pelayanan masyarakat. Jangka Panjang (Long • Term) Jangka Term) Pendek (Short • Sumber: Pasal 11 UU No. dan Berdasarkan proyeksi penerimaan dan pengeluaran Daerah tahunan selama jangka waktu pinjaman. 25/1999 dan Pasal 4 & 5 PP 107/2000 Persyaratan Keterangan Jumlah kumulatif pokok pinjaman daerah yang wajib dibayar tidak melebihi 75% (tujuh puluh lima persen) dari jumlah penerimaan umum APBD tahun sebelumnya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 441 • • • • Lembaga Keuangan Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Masyarakat Sumber Lainnya Bilateral Multilateral Luar Negeri • • Sumber: Pasal 11 UU No. 25/1999 dan Pasal 2 PP 107/2000 Jenis/Tipe Pinjaman Penggunaannya Hanya dapat digunakan untuk membiayai pembangunan prasarana yang merupakan aset daerah dan dapat menghasilkan penerimaan untuk pembayaran kembali pinjaman.

Jangka Term) Pendek (Short • Jumlah maksimum pinjaman jangka pendek adalah 1/6 (satu per enam) dari jumlah belanja APBD tahun anggaran yang berjalan. • Apabila pemerintah pusat telah memberikan persetujuan.5 (dua setengah). daerah mengajukan usulan kepada Menteri Keuangan disertai surat persetujuan DPRD.442 Bab 21: Pinjaman Daerah (DSCR) paling sedikit 2. • Perjanjian pinjaman yang bersumber dari pemerintah pusat ditandatangani oleh Menteri Keuangan dan kepala daerah. • Daerah dapat melakukan pinjaman daerah yang bersumber dari luar negeri. studi kelayakan dan dokumen-dokumen lain yang diperlukan. • Pemerintah pusat melakukan evaluasi dari berbagai aspek untuk dapat tidaknya menyetujui usulan tersebut. Sumber: Pasal 6 & 7 PP 107/2000 Prosedur Pinjaman Daerah dari Pemerintah Pusat • Untuk memperoleh pinjaman yang bersumber dari pemerintah pusat. pemerintah daerah mengadakan perundingan dengan calon pemberi pinjaman yang hasilnya dilaporkan untuk mendapatkan persetujuan pemerintah pusat. . • Daerah mengajukan usulan pinjaman kepada pemerintah pusat disertai surat persetujuan DPRD. studi kelayakan dan dokumen-dokumen lain yang diperlukan untuk dilakukan evaluasi. Sumber: Pasal 12 PP 107/2000 Prosedur Pinjaman Daerah dari Luar Negeri • Pinjaman daerah yang bersumber dari luar negeri dilakukan melalui pemerintah pusat.

• Perjanjian pinjaman daerah yang bersumber dari luar negeri ditandatangani oleh kepala daerah dengan pemberi pinjaman luar negeri. • Dalam hal Daerah tidak memenuhi kewajiban pembayaran atas Pinjaman Daerah dari Pemerintah Pusat. • Barang milik Daerah yang digunakan untuk melayani kepentingan umum tidak dapat dijadikan jaminan dalam memperoleh Pinjaman Daerah. Sumber: Pasal 13 PP 107/2000 Pembayaran Kembali Pinjaman Daerah • Semua pembayaran yang menjadi kewajiban Daerah yang jatuh tempo atas Pinjaman Daerah merupakan prioritas dan dianggarkan dalam pengeluaran APBD. • Pembayaran kembali Pinjaman Daerah yang bersumber dari luar negeri oleh Daerah. maka kewajiban tersebut diselesaikan sesuai perjanjian pinjaman. Sumber: Pasal 10 PP 107/2000 .Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 443 setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. dilakukan dalam mata uang sesuai yang ditetapkan dalam perjanjian pinjaman luar negeri. Sumber: Pasal 14 PP 107/2000 Larangan Penjaminan • Daerah dilarang melakukan perjanjian yang bersifat penjaminan terhadap pinjaman pihak lain yang mengakibatkan beban atas keuangan Daerah. • Dalam hal Daerah tidak memenuhi kewajiban pembayaran atas Pinjaman Daerah yang bersumber dari luar negeri. maka Pemerintah Pusat memperhitungkan kewajiban tersebut dengan Dana Alokasi Umum (DAU) kepada Daerah.

§ Pendapat yang mendukung pinjaman daerah mengacu pada prinsip keadilan antar generasi (intergenerational equity considerations). (b) cara pembayaran kembali. dan (5) membiayai pembangunan modal jangka panjang (prasarana atau penyediaan pelayanan umum). (3) kewenangan daerah untuk menentukan prioritas investasi daerah. § Kebutuhan pinjaman daerah muncul karena alasan sebagai berikut: (1) peningkatan peran pemerintah daerah dalam pengelolaan dan pembiayaan pembangunan proyek-proyek investasi daerah. (2) membiayai kekurangan dana anggaran tahunan berupa biaya rutin dan beban hutang. § Prinsip pemerintah daerah dalam melakukan pinjaman adalah bahwa penggunaan dana pinjaman harus sesuai dengan karakteristiknya. karena akan menimbulkan mismatch (ketidaktepatan) antara pembayaran yang jatuh tempo dengan waktu penerimaan pengahasilan. (4) membiayai investasi yang diharapkan dapat menghasilkan penerimaan bagi daerah. karena pemerintah daerah harus memperhitungkan opportunity cost of capital yang sesungguhnya dan memprioritaskan proyek sesuai dengan tingkat manfaat sosial dan ekonomi. Proyekproyek yang bersifat jangka panjang dengan manfaat ekonomi dan sosial didanai oleh pembiayaan jangka panjang. (d) keamanan pinjaman dan (e) persetujuan dan penyidikan. (7) pinjaman internal yang berasal dari dana cadangan. (5) pinjaman jangka pendek yang diberikan oleh bankbank komersial. (9) dana kontraktor untuk pembangunan proyek-proyek. (8) dana untuk sewa peralatan (leasing).444 Bab 21: Pinjaman Daerah RANGKUMAN § Pinjaman daerah dilakukan dengan tujuan sebagai berikut: (1) menutup kebutuhan dana jangka pendek. (6) pinjaman hipotek atas aset tetap. (4) keterbatasan keuangan pemerintah pusat. § Persyaratan yang harus dipenuhi dalam ketentuan pinjaman adalah : (a) jangka waktu pinjaman. (3) membeli pabrik dan peralatan dengan unsur jangka menengah. (2) pinjaman yang bersumber dari badan-badan internasional. (4) obligasi jangka panjang (bond). (c) tingkat bunga. (2) tingkat urbanisasi yang lebih tinggi. (3) pinjaman yang berasal dari bank sentral di negara masing-masing. yaitu: (1) pinjaman yang bersumber dari pemerintah yang lebih atas. Pinjaman jangka panjang tidak boleh untuk membiayai kegiatan/investasi jangka panjang. dan (5) keterbatasan pemerintah daerah dalam memobilisasi sumber-sumber penerimaan daerah. § Sumber-sumber pinjaman yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah. . Pinjaman daerah dari sumber non-pemerintah (private debt sources) akan meningkatkan efisiensi penggunaannya.

dll) mensyaratkan perjanjian pinjaman dilakukan oleh pemerintah pusat. (b) pinjaman jangka panjang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan prasarana yang dapat menghasilkan penerimaan untuk pembayaran kembali serta bermanfaat bagi pelayanan masyarakat. diperkenankannya daerah melakukan pinjaman sendiri secara langsung. metode anuitas. LATIHAN 1. Namun. daerah dapat melakukan pinjaman yang bersumber dari: (a) dalam negeri. Termasuk kredit jangka pendek yang lazim dalam perdagangan. (b) luar negeri.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 445 § Digunakan dua ukuran untuk memperkirakan kapasitas meminjam pemerintah daerah agar terhindar dari resiko. § Dengan berlakunya UU No. 107 Tahun 2000. yaitu semua transaksi yang mengakibatkan daerah menerima dari pihak lain sejumlah uang atau manfaat bernilai uang.25/1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah banyak perubahan yang terjadi terkait dengan hubungan antara pusat dan daerah. pada kenyataannya lembaga lender multilateral (ADB. artinya pemerintah pusat tidak menjadi penjamin (sovereign guarantor).22/1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. World Bank. maka: (a) pinjaman jangka pendek dapat digunakan untuk membantu kelancaran kas dan dana awal bagi investasi jangka panjang. Sebutkan persyaratan yang harus dipenuhi didalam ketentuan pinjaman ! 2. merupakan angka perbandingan antara perkiraan kemampuan daerah yang dapat disisihkan (tabungan netto) dengan total rencana pembayaran pinjaman setiap tahunnya.25 Tahun 1999. sehingga daerah tersebut dibebani kewajiban untuk membayar kembali. (2) DCR (Debt Coverage Ratio). Salah satunya. merupakan ambang batas kemampuan pelunasan daerah untuk mengendalikan jumlah pinjaman yang relatif aman. § Pinjaman daerah menurut PP No. § Berdasarkan penggunaan dan melihat jangka waktunya. b. . melalui pemerintah pusat. secara langsung bila disetujui oleh DPRD. Jelaskan cara pembayaran kembali dengan : a. yaitu: (1) DSR (Debt Service Ratio). metode singking fund. § Berdasarkan Undang-Undang No.

Apa definisi dari pinjaman daerah menurut PP no 107 tahun 2000 ? 16. Jelaskan batasan pinjaman (persyaratan) dari pinjaman daerah setelah kebijakan desentralisasi ! 17. Apa perbedaan manfaaat dari pinjaman jangka pendek dan pinjaman jangka panjang ? 5. Bagaimana prosedur pinjaman daerah dari luar negeri ? . Apa manfaat dari cara pinjam sewa (leasing) ? 9. Apa yang membedakan derajat desentralisasi fiskal antara sebelum dan sesudah keluarnya UU no. Jelaskan mengenai larangan penjaminan dalam pinjaman daerah ? 18. Jelaskan tujuan pemerintah daerah melakukan pinjaman menurut Davey (1983) ? 8. 28 tahun 1999 ? 6. 22 tahun 1999 dan UU no.446 Bab 21: Pinjaman Daerah 3. Apa yang dimaksud dengan mekanisme pinjaman two step loan dan subsidiary loan agreement ? 12. Bagaimana prosedur pinjaman daerah dari pemerintah pusat ? 15. Darimana saja pinjaman dalam negeri dapat diperoleh (PP 107/2000 pasal 2 ayat 2) ? 7. Jelaskan mengenai Debt Service Fund (DSR) dan Debt Coverage Ratio (DCR)! 4. Sebutkan sumber pinjaman dan metode pinjaman yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah ! 11. Bagaimana cara menghindari mismatch (ketidaktepatan) antara pembayaran pinjaman yang jatuh tempo dengan waktu penerimaan penghasilan ? 10. Jelaskan yang dimaksud dengan prinsip keadilan antar generasi (intergenerational equity considerations) dari pendapat yang mendukung pinjaman daerah ! 14. Mengapa persyaratan persetujuan diperlukan dalam persyaratan pinjaman daerah? 13.

J. Fiscal Decentralization in Developing Countries. 1990. Financing Regional Government: International Practices and Their Relevance to the Third World. 1992. “Tinjauan Permasalahan serta Prakondisi yang Diperlukan Bagi Pengembangan Penggunaan Pinjaman Daerah di Indonesia”. 1981. Richard. Public Finance and Public Policy in the New Century. Government Finance: Economics of the Public Sector.: Queen’s University School of Public Policy. 2002. Indonesia. Brennan. Bird. Local Governments and Markets. dkk.G.Daftar Pustaka Alisjahbana. Brown. University of Toronto (July). Nurjaman. Richard M. Banting. L. United Kingdom: Cambridge University Press. editor. Stanley. Richard M.Walter dan Winer. Brodjonegoro. Bennet. Dana Alokasi Umum. Decentralisation.. Hettich. 1983. Makalah pada sidang ISEI. John. Intermedia. Discussion Paper No. Sijbren & Hans-Werner Sinn. Oxford: Clarendon Press. Bambang dan Arlen T. F. Cnossen. Keuangan Negara. 2003. 1985. 1994b. James. McGraw Hill. Pakpahan. “Tax Limits and The Logic of Constitutional Restriction. 2002. dan Francois Vaillancourt. 14 April. Courchence. Davey. Bird. Geoffrey dan Buchanan. dalam “Democratic Choice and Taxation: A Theoritical and Empirical Analysis”. Batam. K. Ont. Jakarta. “Federal Finance and Fiscal Federalism: The Two Worlds of Canadian Public Finance”. Inc. editor. Arsjad. International Centre for Tax Studies. The Future of Fiscal Federalism. Cambridge University Press. Aronson. . Richard D Irwin. University of Birmingham: Institute of Local Government Studies. Due. Robert J. ”Evaluasi atas Alokasi DAU 2001 dan Permasalahannya” dalam Machfud Sidik. Richard M dan Chen. “A Comparative Perspective on Federal Finance” dalam K. MIT Press.M. 2001. Inc. D. dkk. London. dan T.J. Cambridge. Bird. 1996. Kingston. Duanjie. Public Finance. Armida S. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.J. 6. 1998. 1968.

Debt and Taxes in The Theory of Public Finance. Public Finance. Tax Policy Handbook.S. Laporan Akhir Pengembangan Obligasi Daerah di Indonesia. Jakarta: Direktoral Jenderal Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. Capitalism Magazine. 2004. Jogjakarta dengan United States Agency for International Development (USAID). RTI (1999). 2000. LPEM Universitas Indonesia bekerjasama dengan Clean Urban Project. Mankiw. Edisi Ketujuh. Gregory. Mitchell. Public Finance in Theory and Practice. Daniel J. Inter-American Development Bank. (15 April). 1989. Washington. Jakarta. Richard A dan Peggy B. National Bereau of Economics Reserach. Bunga Rampai Desentralisasi Fiskal. Nine Simple Guidelines for Pro-Growth Tax Policy. Harcourt Colledge Publishers. yang merupakan kerjasama Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada. 2004. Longmans. Hyman. Studi yang dilakukan oleh Sustainable Indonesian Growth Alliance (SIAGA) Project A Banking Industry Reform. Mills. National Bureau of Economic Research. Principle of Economics. Musgrave. Massachusets. John. 2001. Inc. Martin. A Contemporary Application of Theory to Policy. Cambridge (Maret). Musgrave. Working Paper. N. Departemen Keuangan RI. Inter-American Development Bank (IADB) (December). Fullerton.. “Subnational Investment Needs and Financial Market Response”. dkk. United States: South-Western. Gilbert. USA. Don dan Metcalf. editor. David N. Principle of Political Economy. 2004. Externalities and Growth.Feldstein. Second Edition. “Intergovernmental Fiscal Relations” dalam P. Kadjatmiko. 1984. Stanford University and NBER Andres Rodriguez-Clare. . 2002. Tax Incidence.Working Paper 8829. 2002. J. United States: McGraw-Hill. International Edition. 2002. 2003. Klenow. 1995. Cambridge. DC: International Monetary Fund. Thompson Learning.. Peter J. “Transfer Antar Tingkat Pemerintahan (Intergovernmental Transfer)” dalam Machfud Sidik. Shome. “Laporan Studi Dampak Krisis Ekonomi Terhadap Keuangan Daerah di Indonesia”. Marco. Norregaard. 1921. Magrassi. London.

Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Republik Indonesia. “Optimalisasi Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Dalam Rangka Meningkatkan Kemampuan Keuangan Daerah”. Jakarta. dkk. Republik Indonesia. Efraim. Razin. “Undang-undang No. 4 April. dkk. Working Paper. USA. 2002. National Bureau of Economic Research. “Undang-undang No. 1991. 10 April.34 Tahun 2000 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah”. 2002. Dana Alokasi Umum. Bunga Rampai Desentralisasi Fiskal. Sidik. 2004. Public Finance (Sixth Edition). Sidik.25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pusar dan Daerah”. Machfud. Arlen T. Dana Alokasi Umum. dkk. Simandjuntak. 2004. 2002. Sidik. 2002. Massachusets. Republik Indonesia. “Pinjaman Daerah Sebagai Alternatif Pembiayaan Daerah” dalam Machfud Sidik. 2004. 2002. Jakarta: Direktoral Jenderal Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. 2002. Jakarta: Direktoral Jenderal Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. “Undang-undang No. ”Transfer Pusat ke Daerah: Konsep dan Praktik di Beberapa Negara” Machfud Sidik. . Cambridge. Assaf and Sadka. Harvey S. International Fiscal Policy Coordination and Competition: An Exposition. Departemen Keuangan RI. Rosen. Bandung.Fraksi Utusan Daerah MPR-RI. dkk. ”Implementasi UU Nomor 25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah (Kebijakan Pemerintah Dalam Perimbangan Keuangan)”. Departemen Keuangan RI. Machfud.22 Tahun 1999 Tentang Pemerintah Daerah”. Robert A. McGraw Hill. Machfud. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Makalah yang disampaikan dalam Acara Orasi Ilmiah dengan Thema “Strategi Meningkatkan Kemampuan Keuangan daerah Melalui Penggalian Potensi Daerah Dalam Rangka Otonomi Daerah” Acara Wisuda XXI STIA LAN Bandung Tahun Akademik 2001/2002. Makalah yang disampaikan Seminar Nasional Rencana Revisi Undang-Undang Otonomi Daerah Kerja sama Forum Rektor . Sidik. New York. Machfud. Bunga Rampai Desentralisasi Fiskal.Pakpahan.

2001. Malang.D. Drs. Yogyakarta. Kebijakan Fiskal: Pemikiran. Kompas. Thompson Learning. Makalah pada Worskhop Manajemen Strategik Penerimaan Daerah dan Keuangan Daerah. “Fiscal Federalism in Theory and Practice”. Keuangan Negara: Dalam Teori dan Praktek (Edisi 4). 1997. Washington DC (Desember). Ulbrich. DC. “Vietnam: Fiscal Decentralization and the Delivery of Rural Services”. 26-27 September. The International Budget Project. World Bank. Masykur. Washington. Ph. 2003. M. editor. Wiratmo. The Center on Budget and Policy Priorities. Public Finance in Theory and Practice.. International Monetary Fund. United States: South-Western. Ter-Minassian. Suparmoko. Holley. Konsep dan Implementasi. M. 1996a. 15745-VN.Teresa. DC (Oktober). 1996. Report No.A. 2001. Indonesia.Subiyantoro. Washington. 2003. A Guide to Budget Work for NGOs.. Heru dan Singgih Riphat. “Perencanaan Pembiayaan Daerah”. Jakarta. . BPFE.