Daftar Isi

Kata Sambutan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kata Pengantar Daftar Isi

BAGIAN I PENDAHULUAN
BAB 1 GAMBARAN UMUM KEUANGAN PUBLIK Alasan Mempelajari Keuangan Publik Pentingnya Sektor publik Karakteristik Kebijakan publik Ruang Lingkup Keuangan Publik Kriteria Evaluasi Kebijakan Publik BAB 2 BARANG PUBLIK & EKSTERNALITAS Barang Publik Perbedaan antara Barang Publik dan Barang Pribadi Free Rider Problem Eksternalitas BAB 3 PENENTUAN HARGA BARANG PUBLIK Tujuan Kebijakan Harga Penentuan Harga Barang Publik Implementasi Penentuan Harga 1 2 3 5 6 7 11 11 13 17 18 31 31 32 34

BAGIAN II KONSEP DAN IMPLEMENTASI ANGGARAN
BAB 4 FUNGSI DAN AKTIVITAS PEMERINTAH DALAM PEREKONOMIAN Fungsi dan Aktivitas Pemerintah Alasan Keterlibatan Pemerintah dalam Ekonomi Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian Fungsi Alokasi. Fungsi Distribusi Fungsi Stabilisasi 43 43 45 47 48 64 74 83 85 89 91 99 99 102 109

BAB 5 KONSEP ANGGARAN Jenis-jenis Anggaran Konsep PPBS (Planning Programming and Budgeting System) Siklus Anggaran BAB 6 PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN Unsur-Unsur Pembangunan Kebijakan Struktur Perpajakan Insentif Perpajakan

Kebijakan Pengeluaran Bantuan Internasional dan Redistribusi

113 115 121 124 125 127 128 130 137 137 138 140 142 144 145 148 153 156 161 162 166 173 180 183 185 185 187 190 191 197 197 198 205 207 212 222 227 228 229

BAGIAN III PERPAJAKAN
BAB 7 DASAR-DASAR PERPAJAKAN Fungsi Pajak Prinsip-Prinsip Pajak Siklus Arus Pajak Tarif Pajak Istilah-istilah Dalam Perpajakan BAB 8 KEADILAN DAN DAMPAK PERPAJAKAN Prinsip Manfaat Prinsip Kemampuan Membayar Kriteria Umum Keadilan Perpajakan Prinsip Keadilan dan Pajak Penghasilan Prinsip Keadilan dan Pajak Penjualan Prinsip Keadilan dan Pajak Kekayaan Dampak Pajak Kriteria Tarif Pajak Kriteria Struktur Pajak yang Baik BAB 9 PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK PRIBADI Aturan Utama Prinsip-Prinsip Definisi Penghasilan Praktek Definisi Penghasilan: Pengecualian Praktik Definisi Penghasilan: Pengurangan Atas Penghasilan Neto Preferensi Pajak Problema Keadilan Pajak Bagi Wajib Pajak Berpenghasilan Tinggi Problema Keadilan Pajak Bagi Wajib Pajak Berpenghasilan Rendah Pola Progresivitas Tarif Pajak Penyesuaian Terhadap Inflasi Pilihan Unit Kena Pajak BAB 10 PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN Struktur Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan Perlukah Perseroan Dikenakan Pajak? Siapa yang Menanggung Beban Pajak? Integrasi Pajak Aspek-Aspek Khusus Definisi Basis Pajak Investment Tax Credit BAB 11 PAJAK ATAS KONSUMSI Jenis Pajak Atas Konsumsi di Indonesia Bahasan-Bahasan Dalam Pajak Atas Konsumsi

Pajak Pertambahan Nilai Distribusi Beban Pajak Pajak Pengeluaran Wajib Pajak Pribadi BAB 12 PAJAK ATAS KEKAYAAN DAN WARISAN Alasan-Alasan Pengenaan Pajak Atas Kekayaan Pajak atas Tanah Struktur dan Basis Pajak Atas Kekayaan di Indonesia Distribusi Beban Pajak Properti Pajak Atas Kekayaan Bersih Bea Atas Modal Alasan-Alasan Pengenaan Pajak atas Warisan Tujuan dan Jenis Pajak atas Warisan Permasalahan-Permasalahan Khusus BAB 13 PAJAK INTERNASIONAL Prinsip Pajak Internasional Koordinasi Pajak penghasilan Koordinasi Pajak Produk Tax Treaty Cakupan Tax Treaty Minimalisasi Pajak Berganda Pencegahan Penghindaran Pajak Ketentuan Lain Lain Tax Treaty Mengalahkan UU PPh Koordinasi Pengeluaran Koordinasi Stabilisasi

233 238 240 249 249 251 252 255 261 265 265 265 267 275 279 280 282 285 286 289 294 295 296 297 298 305 306 310 316 325 325 327 330 331 333 334 334

BAGIAN IV BELANJA PUBLIK
BAB 14 KEBIJAKAN DAN STRUKTUR BELANJA PUBLIK Konsep Welfare State Faktor-Faktor Penyebab Pertumbuhan Klasifikasi Belanja Publik BAB 15 KEBIJAKAN BELANJA PUBLIK SEKTOR-SEKTOR UMUM Perlunya Analisis Sektor Pertahanan Nasional Jalan Raya Pendidikan Fasilitas Rekreasi Global Public Goods Privatisasi Barang Publik

BAB 16 KEBIJAKAN BELANJA PUBLIK DALAM TUNJANGAN SOSIAL Program Jaminan Sosial di Amerika Serikat Sistem Jaminan Sosial di Indonesia

341 342 345 361 364 367 373 375 380 381

BAGIAN V DESENTRALISASI FISKAL
BAB 17 KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH Dimensi Ekonomi dari Desentralisasi Fiskal Syarat-Syarat Keberhasilan Desentralisasi Fiskal BAB 18 TRANSFER PUSAT KE DAERAH: TEORI DAN PRAKTIK Tujuan Transfer Kriteria Desain Transfer Pusat ke Daerah Jenis-Jenis Transfer

BAB 19 PERPAJAKAN DAERAH 395 Prinsip dan Kriteria Perpajakan Daerah 396 Ciri-Ciri Tertentu Suatu Pajak Daerah 398 Ketentuan Mengenai Pungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah 402 Ketentuan Mengenai Bagi Hasil Pajak Propinsi dan Peruntukkannya (Pasal 2A) 404 Tarif Pajak Propinsi dan Kabupaten/Kota 405 Peranan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dalam Pembiayaan Daerah 405

BAGIAN VI HUTANG PUBLIK
BAB 20 HUTANG PUBLIK Surat Utang Negara Pengelolaan Surat Utang Negara Hutang Luar Negeri Proses Pelaksanaan Kerjasama Pinjaman dan Hibah Luar Negeri Proses Penyusunan Perjanjian Kerjasama dan Pengusulan Program/Proyek PHLN Proses Pembuatan Loan Agreement Hutang Luar Negeri dalam Pembangunan Ekonomi BAB 21 PINJAMAN DAERAH Pendahuluan Tujuan dan Batas-Batas Pinjaman Metode dan Sumber-Sumber Pinjaman Persyaratan-Persyaratan Pinjaman Penggunaan Pinjaman dalam Pembiayaan Praktek Pinjaman Daerah di Indonesia Daftar Pustaka Biografi Penyusun 413 414 415 416 417 418 419 419 431 431 432 434 435 436 437

Kata Pengantar
Seiring dengan tuntutan terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang baik, sektor publik cukup mendapat sorotan dari masyarakat luas terutama terkait dengan berbagai kebijakan yang diambil pemerintah. Kebijakan publik ini merupakan suatu hal yang sangat penting terutama dalam hal mempengaruhi kegiatan perekonomian nasional, melalui kebijakan moneter dan kebijakan fiskal yang dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, bahasan keuangan publik menjadi suatu hal yang perlu dipelajari seiring dengan pertumbuhan sektor publik dari waktu ke waktu dalam jumlah yang besar. Keuangan publik adalah bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari aktivitas finansial pemerintah dan bagaimana proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pemerintah. Setiap keputusan yang diambil akan mempunyai pengaruh terhadap ekonomi, keuangan rumah tangga, dan swasta. Oleh karena itu, masyarakat sebagai para pemilih wakil rakyat yang membuat keputusan, perlu memonitor aktivitas para wakilnya apakah telah membuat kebijakan yang memihak pada rakyat. Keuangan publik, mempelajari pendapatan dan belanja pemerintah, juga menganalisis implikasi dari kegiatan pendapatan dan belanja pada alokasi sumber daya, distribusi pendapatan, dan stabilitas ekonomi. Buku Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi ini mencoba memberikan wawasan mengenai berbagai macam sisi dari keuangan publik dan diharapkan bisa menjawab berbagai pertanyaan mengenai aktivitas publik yang dilakukan pemerintah serta alasanalasan yang mendasari pemerintah dalam mengeluarkan suatu kebijakan. Selain berisi konsep, buku ini juga mencoba menyajikan contoh-contoh aplikasi dan kebijakan yang terkait dengan keuangan publik. Kami menyadari adanya keterbatasan sehingga buku ini masih memiliki kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karenanya, tanggapan, saran, serta kritik yang membangun dari pembaca akan menjadi nilai tambah yang sangat berarti bagi perbaikan kualitas di masa yang akan datang. Akhir kata, kami ucapkan terima kasih terhadap semua pihak yang telah membantu dalam merealisasikan buku ini. Semoga buku ini dapat menjadi buah karya yang bermanfaat bagi yang membaca dan menjadi salah satu referensi keilmuan dalam bidang keuangan publik.

Jakarta, April 2006

Penulis

GAMBARAN UMUM KEUANGAN PUBLIK

Keuangan publik adalah bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari aktivitas finansial pemerintah. Yang termasuk pemerintah di sini adalah seluruh unit pemerintah dan institusi atau organisasi pemegang otoritas publik lainnya yang dikendalikan dan didanai oleh pemerintah. Keuangan publik menjelaskan belanja publik dan teknik-teknik yang digunakan oleh pemerintah untuk membiayai belanja tersebut. Keuangan publik juga menganalisis pengeluaran publik untuk membantu kita dalam memahami mengapa jasa tertentu harus disediakan oleh negara dan mengapa pemerintah menggantungkannya pada jenis-jenis pajak tertentu. Hal hal yang termasuk dalam keuangan publik diantaranya adalah uraian-uraian yang menjelaskan mengapa pertahanan nasional harus dikelola oleh negara sedangkan makanan diserahkan kepada swasta dan mengapa suatu negara menggunakan komposisi berbagai jenis pajak dan bukan hanya pada pajak tunggal.

2

Bab I: Gambaran Umum Keuangan Publik

Keuangan publik mempelajari bagaimana proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pemerintah, karena setiap keputusan akan mempunyai pengaruh terhadap ekonomi, keuangan rumah tangga dan swasta. Dengan demikian, penting bagi kita untuk mengembangkan model-model ekonomi yang dapat membantu menjelaskan arti alokasi sumber daya yang efisien atau optimal, arti keadilan, dan antisipasi akibat finansial maupun ekonomi atas suatu keputusan publik. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa fokus keuangan publik adalah mempelajari pendapatan dan belanja pemerintah, juga menganalisis implikasi dari kegiatan pendapatan dan belanja pada alokasi sumber daya, distribusi pendapatan, dan stabilitas ekonomi.

ALASAN MEMPELAJARI KEUANGAN PUBLIK
Keuangan publik erat kaitannya dalam proses pengambilan keputusan berdasarkan asas demokrasi. Apabila para pemilih wakil rakyat memonitor aktivitas para wakilnya, maka para wakil rakyat ini tentunya akan bekerja lebih keras dan berusaha meyakinkan para pemilihnya bahwa kontribusi mereka atas pembayaran-pembayaran pajak akan menyebabkan pencapaian kondisi yang lebih baik. Pertumbuhan sektor publik dari waktu ke waktu dalam jumlah yang sangat besar merupakan alasan yang kuat dalam menumbuhkan rasa ingin tahu permasalahan yang terdapat dalam keuangan publik. Dalam perkembangan selanjutnya, pertanyaan akan timbul berkaitan dengan mengapa pemerintah memerlukan anggaran sebanyak itu, digunakan untuk apa uang-uang itu, dan apakah uang tersebut digunakan dengan bijaksana? Di samping itu, akan muncul pula pertanyaan yang berkaitan dengan apakah hasil penerimaan pajak (terutama pajak penghasilan) dari rumah tangga seperti yang tercantum dalam anggaran negara memang relevan dengan aktivitas-aktivitas sektor publik ini dan apakah pengeluaran-pengeluaran untuk masing-masing jenis tersebut dilakukan dengan bijaksana? Dalam kondisi normal, dapat dikatakan bahwa semakin tinggi pendapatan rumah tangga maka akan semakin besar proporsi pajak yang harus dibayarkan. Seiring dengan itu, tentunya kepentingan dan perhatian publik akan semakin meningkat. Bagi individu yang merasa tidak puas dengan beban pajak yang menjadi tanggungan mereka, maka mereka akan memberikan pengawasan yang lebih pada aktivitas pemerintah. Namun apabila pembayar pajak merasa terpuaskan, mereka akan dengan sukarela menyerahkan sebagian pendapatan mereka. Dalam situasi ini, pembayar pajak akan memberikan otoritas lebih kepada pemerintah untuk mengelola dan mengendalikan sejumlah sumber

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

3

daya keuangannya. Dengan asumsi ini, sistem perpajakan sebaiknya diarahkan pada kepuasan para individu pembayar pajak.

PENTINGNYA SEKTOR PUBLIK
Sektor publik dan sektor swasta merupakan kesatuan integral dalam sistem perekonomian. Namun demikian, pemerintah bertanggung jawab dalam melakukan tiga kegiatan publik utama, yang diantaranya adalah penyediaan pertahanan nasional, keadilan sosial, dan pekerjaan umum. Kebijakan publik akan merupakan suatu hal yang sangat penting terutama dalam hal mempengaruhi kegiatan perekonomian nasional, melalui kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. John Stuart Mill (1921), menyampaikan beberapa alasan mengenai perlunya aktivitas publik yang dilakukan oleh pemerintah, diantaranya sebagai berikut: 1. Dalam hal pertahanan nasional, campur tangan pemerintah, walaupun harus membatasi kebebasan individu, tetap dibutuhkan dalam memelihara perdamaian dan melindungi masyarakat terhadap serangan yang datang dari luar maupun dari dalam. 2. Pemerintah haruslah bersifat inferior dalam melakukan kegiatan industri dan perdagangan karena usaha seperti itu dapat dijalankan oleh sektor swasta. 3. Individu akan lebih percaya diri apabila mengerjakan sesuatu untuk kepentingannya sendiri sehingga pemerintah hanya bergerak dalam area yang menyangkut kepentingan publik atau umum. Alasan-alasan yang dikemukakan oleh John Stuart Mill tersebut kemudian diterjemahkan dalam sistem perekonomian kapitalis. Sistem ini, menghendaki adanya kebebasan individu yang mutlak dan tidak membenarkan pengaturan ekonomi oleh pemerintah, kecuali dalam hal-hal yang tidak dapat diatur sendiri oleh para individu. Dalam perkembangannya, tidak ada lagi paham ekstrim seperti itu sehingga negara kapitalis pun memandang perlu adanya peranan pemerintah dalam perekonomian. Peran pemerintah tetap diperlukan dalam melakukan kegiatankegiatan ekonomi karena mekanisme pasar dalam sistem kapitalis mempunyai beberapa kelemahan. Di antara kelemahan-kelemahan mekanisme pasar tersebut adalah sebagai berikut: 1. Adanya barang publik (akan didefinisikan dan dibahas dalam bab mendatang) yang tidak dapat disediakan oleh mekanisme pasar sehingga harus disediakan oleh pemerintah.

Hubungan antara arus sektor swasta dan sektor pemerintah Dari gambar 1. manfaat pribadi dan manfaat sosial sehingga pemerintah secara nyata diperlukan dalam pengelolaan biaya dan manfaat sosial karena swasta tidak ada keinginan untuk mengelolanya. Itulah sebabnya dalam merancang suatu kebijakan fiskal. Adanya perbedaan antara biaya pribadi dan biaya sosial. Sektor publik (anggaran pemerintah) memberikan kontribusi pada pasar faktor produksi dan pasar produk sehingga merupakan bagian integral dari sistem pembentukan harga. Adanya distribusi pendapatan yang tidak merata antar pelaku ekonomi pasar. Gambar 1. perlu diperhatikan bagaimana sektor swasta akan bereaksi. 5. Adanya resiko yang sangat besar yang tidak mungkin dikelola oleh swasta. 4. 6. dalam perekonomian. 3.1 terlihat bahwa akan terdapat hubungan yang erat antara arus sektor swasta (rumah tangga dan perusahaan) dan sektor pemerintah. Adanya sifat monopoli dalam bidang usaha tertentu yang menyebabkan pemerintah harus campur tangan agar monopoli tidak merugikan para pelaku ekonomi. Barang dan jasa yang disediakan oleh pemerintah dapat saja diproduksi oleh pemerintah atau diproduksi oleh swasta . Adanya inflasi atau deflasi yang tidak dapat diselesaikan secara otomatis oleh mekanisme pasar. Peran tersebut dapat dilihat dalam siklus seperti dibawah ini. Pada kenyataannya. Arus barang pribadi dan barang publik tidak dibiayai oleh penjualan tetapi melalui perpajakan atau melalui pinjaman.1.4 Bab I: Gambaran Umum Keuangan Publik 2. fungsi sektor publik berbeda dengan fungsi rumah tangga dan perusahaan.

kedua adanya preferensi pengambilan keputusan yang terdesentralisasi. 6. Kriteria pertama. 2. baik bagi produsen maupun bagi konsumen dan peraturan pemerintah yang diperlukan untuk menjamin persyaratan kelengkapan informasi tersebut. RUANG LINGKUP KEUANGAN PUBLIK Bahasan keuangan publik dimulai dari keadaan dan alasan perlunya peran pemerintah dalam perekonomian. Perlunya peran sosial yang dilakukan oleh pemerintah dalam bentuk distribusi pendapatan dan kesejahteraan dalam mekanisme pasar. dan ketiga tidak menyerahkan ekonomi hanya pada kekuatan pasar. Peraturan pemerintah. Peranan sektor publik dalam perhitungan GNP (Gross National Product) atau pendapatan nasional adalah bahwa pemerintah memberi kontribusi terhadap GNP melalui pembelian barang dan jasa. melalui anggaran. Timbulnya masalah eksternalitas (akan dibahas lebih lanjut pada bab mendatang) yang perlu dipecahkan oleh pemerintah. Dengan demikian. Hal ini diperlukan untuk mengoreksi penyimpangan yang terjadi apabila terdapat kondisi persaingan yang tidak efisien. karakteristik kebijakan publik mempunyai sifat mengarahkan. Kondisi ini mensyaratkan adanya informasi yang lengkap mengenai pasar. Untuk mencapai efisiensi pasar. KARAKTERISTIK KEBIJAKAN PUBLIK Terdapat sejumlah kriteria dalam menilai pentingnya sektor publik. adanya barang publik yang . karena mekanisme pasar tidak dapat melaksanakan semua fungsi ekonomi. Hal ini menyangkut kondisi-kondisi adanya eksternalitas yang perlu dikendalikan pemerintah. 5. Secara lebih terperinci karakteristik – karakteristik tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. stabilitas harga dan tingkat pertumbuhan ekonomi. Suatu kondisi dimana produksi barang sama dengan keinginan pasar. Dalam mekanisme pasar perlu ada proteksi dari pemerintah untuk melindungi pelaku pasar. subsidi dan pajak.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 5 untuk dijual kepada pemerintah. komposisi output pengeluaran publik haruslah sesuai dengan keinginan konsumen. Pertukaran barang dan jasa tertentu. 3. Untuk menjamin kesempatan kerja. 4. mengoreksi dan melengkapi peranan mekanisme pasar.

Secara khusus. pemerintah perlu memberikan stimulus pada perekonomian melalui kebijakan belanjanya yang mengalami pertumbuhan dari waktu ke waktu. keseimbangan publik yang dicapai melalui proses pemilihan umum. Salah satu titik penting pada sisi belanja tersebut adalah adanya efek pengganda (multiplier) yang diperankan oleh pemerintah. sumbersumber tersebut akan dihubungkan dengan aspek keadilan dan distribusi pendapatan. KRITERIA EVALUASI KEBIJAKAN PUBLIK . Bahasan yang meliputi kegiatan memperoleh pendapatan. dan sebagainya. § Aspek pembiayaan merupakan area pembahasan keuangan publik berikutnya. dimana bahasan tersebut akan dihubungkan dengan aspek efisiensi penyediaan jasa tersebut. pemerintah dapat melakukan usaha-usaha memperoleh sumber pendanaan lainnya. dimana belanja tersebut dapat didanai oleh pendapatan yang dihasilkan dari kegiatan pemerintah. § Keuangan publik membahas aspek belanja publik yang merupakan aktivitas utama pemerintah dalam penyediaan barang dan jasa publik untuk kesejahteraan masyarakat. Secara lebih rinci dapat dijelaskan bahwa ruang lingkup keuangan publik mencakup hal hal sebagaimana dikemukakan di bawah ini: § Keuangan publik mencoba memberikan gambaran tentang pilihan publik yang menyangkut aspek institusi publik. § Yang terakhir. dan dalam keuangan publik. bahasan keuangan publik biasanya juga menyangkut kegiatan analisis hubungan antara kebijakan pemerintah dengan perekonomian yang dikelola oleh rumah tangga dan swasta. misalnya melalui hutang. dan juga alokasi dan distribusi sumber daya. (misalnya: belanja pemerintah yang meliputi pendidikan.6 Bab I: Gambaran Umum Keuangan Publik perlu dialokasikan oleh pemerintah. adanya mekanisme pasar yang perlu diintervensi pola distribusinya oleh pemerintah karena berbagai alasan. kegiatan yang mencakup belanja publik dan kegiatan pembiayaan sering disebut sebagai struktur fiskal (fiscal structure). kesehatan dan pertahanan). Untuk menutup kekurangannya. Sumber pendapatan pemerintah dapat mencakup pajak dan non pajak. § Keuangan publik akan mencakup masalah-masalah bagaimana pemerintah memperoleh pendapatannya. perlunya pencapaian kondisi stabil dalam ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan. Hasil pemilihan umum ini akan menghasilkan keputusan yang diantaranya menyangkut penyediaan barang dan jasa publik.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 7 Terdapat beberapa kriteria yang dapat digunakan dalam melakukan evaluasi dan analisis kebijakan publik yang diantaranya adalah sebagaimana di bawah ini. kebebasan individu dalam perekonomian memungkinkan pertukaran sukarela atau mempromosikan proses pengambilan keputusan sukarela yang didasarkan atas pertimbangan dagang yang bebas biaya transfer antar pihak yang bertransaksi. . orang tidak akan menabung dalam jumlah yang cukup untuk pensiun sehingga pemerintah harus mengalokasikan penerimaan pajak agar penduduk usia lanjut dapat memperoleh manfaat. Sistem Paternal (Paternalism) Kebijakan publik dapat dievaluasi dari asumsi bahwa pemerintah adalah pihak yang paling mengetahui permasalahan penduduk suatu negara dan pemerintah bebas menentukan kebijakan apa saja. Kebebasan Individu (Freedom of choice) Salah satu indikator keberhasilan kebijakan publik adalah apakah kebijakan pemerintah dapat mendorong kebebasan individu dalam bertransaksi ekonomi. apakah wajar mempertimbangkan untuk menutup suatu perusahaan yang menyebabkan polusi udara dimana dalam pertimbangan lainnya. perusahaan tersebut juga menyediakan banyak kesempatan kerja pada saat tingginya tingkat pengangguran? Apakah wajar mempertimbangkan untuk menutup bisnis penebangan hutan dalam rangka menyelamatkan habitat burung hantu? Atau. Sebagai contoh. apakah wajar mengenakan pajak yang digunakan untuk kebijakan pendidikan pada semua penduduk termasuk pada keluarga tanpa anak? Efisiensi Ekonomi (Economic Efficiency) Kebijakan publik dapat dianalisis dari sudut Pareto Efficiency yaitu melalui realokasi sumber daya atau melalui perubahan alokasi – sehingga mencapai kondisi dimana seseorang atau beberapa orang mengalami kepuasan lebih baik tanpa menyebabkan pihak lain terbebani. Dalam asas demokrasi. Sebagai contoh. Pengujian terutama dikaitkan dengan kewajaran dalam persepsi sosial dan fair tidaknya suatu kebijakan publik terhadap isu hak kepemilikan. Keadilan dan kewajaran (Equity & Fairness) Suatu kebijakan publik dapat diuji dengan berbagai pertanyaan.

Fokus keuangan publik adalah mempelajari pendapatan dan belanja pemerintah. Kemudian. Akan tetapi. dan stabilitas ekonomi.8 Bab I: Gambaran Umum Keuangan Publik Stabilisasi (Stabilization) Kebijakan publik dapat dianalisis dengan menilai apakah kebijakan yang diambil pemerintah mampu meningkatkan pengeluaran agregat? Atau apakah ekonomi sektor swasta .yang dapat memberi pekerjaan pada setiap orang perlu diintervensi pemerintah? Trade Off Kebijakan publik dapat dievaluasi dengan pertanyaan apakah pilihan kebijakan tidak akan mengorbankan tujuan lainnya. mungkin ada konflik yang substansial antara beberapa kriteria tersebut. § § . Sektor publik telah mengalami pertumbuhan dari waktu ke waktu. ekonom menekankan efisiensi dan keadilan sebagai kriteria melakukan evaluasi atas kebijakan publik. keuangan rumah tangga dan swasta. dan juga menganalisis implikasi dari kegiatan pendapatan dan belanja pada alokasi sumber daya. RANGKUMAN § Keuangan publik adalah bagian ilmu ekonomi yang mempelajari aktivitas finansial pemerintah dan bagaimana proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pemerintah. welfare economics telah dipertimbangkan sebagai cara pemberian insentif untuk mengoreksi kebijakan berdasar keadilan sosial. ditribusi pendapatan. Apakah manfaat agregat dapat melampaui beban agregat? Secara umum. Jumlah yang sangat besar nilainya ini merupakan alasan yang kuat untuk menumbuhkan rasa ingin tahu masalah keuangan publik. tetapi hal ini mungkin tidak efisien. Contoh. karena setiap keputusan akan mempunyai pengaruh terhadap ekonomi. kebijakan upah minimum mungkin mendorong keadilan.

Economic Efficiency (Efisiensi Ekonomi). kedua adanya preferensi pengambilan keputusan yang terdesentralisasi. Kriteria pertama. Stabilization (Stabilisasi). Trade Off . LATIHAN 1. Sebutkan kelemahan-kelemahan yang ada pada mekanisme pasar tersebut? 5. melalui kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. mengoreksi dan melengkapi peranan mekanisme pasar. Terdapat sejumlah kriteria dalam menilai pentingnya sektor publik. Freedom of choice (Kebebasan Individu).Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 9 § § § § Kebijakan publik akan merupakan suatu hal yang sangat penting terutama dalam hal mempengaruhi kegiatan perekonomian nasional. Dengan demikian karakteristik kebijakan publik mempunyai sifat mengarahkan. peran pemerintah tetap diperlukan dalam melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi karena mekanisme pasar dalam sistem kapitalis mempunyai beberapa kelemahan. dan ketiga tidak menyerahkan ekonomi hanya pada kekuatan pasar. peranan pemerintah semakin diperlukan dalam melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi karena mekanisme pasar dalam sistem kapitalis mempunyai beberapa kelemahan. Terdapat beberapa kriteria yang dapat digunakan dalam melakukan evaluasi dan analisis kebijakan publik yang diantaranya adalah Equity & Fairness (Keadilan dan kewajaran). komposisi output pengeluaran publik haruslah sesuai dengan keinginan konsumen. Paternalism (Sistem Paternal). Jelaskan apa yang menjadi alasan tentang perlunya aktivitas publik yang dilakukan oleh pemerintah menurut John Stuart Mill? 4. Uraikan karakteristik tersebut? . Jelaskan pengertian dari keuangan publik dan apa saja fokus dari keuangan publik tersebut? 2. Dalam sistem perekonomian kapitalis sekalipun. karena mekanisme pasar tidak dapat melaksanakan semua fungsi ekonomi. Jelaskan secara singkat mengapa sistem perpajakan haruslah diarahkan pada kepuasan dari sudut pandang para individu? 3. Dalam menilai pentingnya sektor publik. ada sejumlah kriteria/karakteristik kebijakan publik. Dalam perkembangan perekonomian.

Apa saja ruang lingkup keuangan publik ? 8. Jelaskan alasan perlunya peran pemerintah dalam perekonomian dalam konteks keuangan publik? 7. Sebutkan dan jelaskan kriteria-kriteria yang digunakan untuk melakukan evaluasi dan analisis kebijakan publik? 10. Uraikan dan jelaskan pendekatan-pendekatan analisis tersebut? 9. Dalam melakukan analisis kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan anggaran pemerintah dapat dipakai beberapa pendekatan analisis .10 Bab I: Gambaran Umum Keuangan Publik 6. Jelaskan yang dimaksud dengan istilah Fiscal Structure ? .

BARANG PUBLIK & EKSTERNALITAS

BARANG PUBLIK
Barang publik merupakan nonrival in consumption yang artinya adalah bahwa kuantitas dari barang publik dapat dinikmati oleh lebih dari satu konsumen tanpa mengurangi jumlah yang dinikmati oleh konsumen yang lainnnya (Heyman, 2002). Sifat pokok dari barang publik ini adalah barang ini tidak dapat dimiliki. Sekali sudah tersedia, maka barang ini akan tersedia merata bagi semua orang. Akibatnya konsumsi barang publik oleh satu orang tidak mengurangi jumlah yang tersedia bagi orang lain. Oleh karena itu tidak perlu bagi seseorang untuk memilikinya agar dapat memanfaatkannya. Terdapat dua karakteristik kunci dalam mengklasifikasikan suatu barang menjadi barang publik yakni bersifat nonrivalry (tidak ada persaingan dalam konsumsinya) dan nonexcludability (tidak dapat dikecualikan).

12

Bab 2: Barang Publik & Eksternalitas

Nonrivalry di sini adalah bahwa barang tersebut akan dapat dikonsumsi oleh sejumlah orang secara bersama-sama, tanpa mengurangi jumlah yang dapat dikonsumsi oleh konsumen yang lainnya. Dengan kata lain, dapat dikemukakan bahwa satu orang akan dapat meningkatkan kepuasannya atas barang publik tersebut tanpa mengurangi kepuasan orang lain yang juga akan menikmati barang yang sama. Contoh yang paling nyata di sini adalah matahari, yang merupakan barang publik. Bandingkan dengan sepasang sepatu yang merupakan barang privat. Dilihat dari sudut pandang tertentu, barang publik tidak dikonsumsi dalam artian dipakai habis, melainkan barang barang tersebut dapat dinikmati. Dimensi kedua dari barang publik adalah Nonexcludability. Terminologi ini menggambarkan bahwa tidak ada cara yang mungkin untuk mengecualikan siapapun agar dapat memanfaatkan barang publik, seperti misalnya pertahanan nasional. Pertahanan nasional merupakan contoh klasik dari barang publik dimana manfaatnya akan diperoleh oleh masyarakat dalam bentuk perlindungan dari serbuan luar negeri yang berlaku secara tidak terbagi untuk seluruh masyarakat, dan tidak ada yang dikecualikan dari manfaat manfaat ini. Manfaatnya akan berlaku sama bagi semua orang, meskipun mereka dapat mempunyai preferensi yang berbeda-beda. Secara umum dapat dikemukakan bahwa suatu barang publik akan mempunyai sifat-sifat berikut: 1. Konsumsi atas barang publik oleh seseorang tidak mempengaruhi penawaran barang publik tersebut untuk dikonsumsi oleh orang lain, atau suatu barang publik dapat dikonsumsi oleh beberapa orang secara bersama-sama. Sifat barang publik seperti ini disebut nonrival consumption. Contoh barang publik dengan sifat ini adalah jalan raya dan pertahanan nasional dimana konsumsi terhadap barang tersebut oleh seseorang tidak mengurangi kesempatan bagi orang lain untuk ikut mengkonsumsinya. 2. Walaupun penyedia barang menginginkan, setiap anggota masyarakat tidak akan dapat dibatasi ataupun dilarang untuk mengkonsumsi barang publik. Sifat barang publik seperti ini disebut nonexclusion. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa jika seseorang akan mengkonsumsi barang publik, apakah seseorang itu mau membayar atau tidak (free rider) dalam mengkonsumsi barang tersebut, orang tersebut akan tetap dapat memperoleh barang tersebut. 3. Walaupun setiap orang mengkonsumsi jumlah yang sama atas barang publik, tidak ada persyaratan bahwa konsumsi ini dinilai atau dihargai oleh semua orang. Kontribusi seseorang atas penggunaan barang publik dapat

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

13

berbeda-beda. Seseorang atau sekelompok orang dapat saja terpaksa membayar lebih mahal akibat rendahnya kontribusi sebagian lainnya. 4. Sifat lain dari barang publik adalah bahwa barang publik tidak disediakan secara eksklusif oleh pihak swasta. Penyediaan barang publik yang dilakukan oleh pemerintah tidak berarti bahwa produksinya harus dilakukan oleh sektor publik, tapi mungkin disediakan oleh swasta kemudian pemerintah melakukan pembelian atas barang tersebut. Karakteristik barang publik seperti di atas tidaklah absolut, akan tetapi tergantung pada kondisi pasar dan teknologi. Misalnya saja, suatu komoditas dapat saja memenuhi satu kriteria dari barang publik, tapi mungkin tidak memenuhi kriteria yang lain. Beberapa barang tertentu yang secara konvensional tidak dipandang sebagai komoditas pribadi dapat saja mempunyai karakteristik sebagai barang publik.

Perbedaan Antara Barang Publik Dan Barang Pribadi
Terdapat beberapa perbedaan karakteristik antara barang pribadi dan barang publik. Perbedaannya adalah bahwa pertukaran barang pribadi dalam mekanisme pasar tidak akan menghasilkan eksternalitas 1 , sedangkan pertukaran barang publik selain dapat menghasilkan manfaat eksternal juga akan dapat menyebabkan beban eksternal bagi pihak lain. Contoh barang publik yang menghasilkan manfaat eksternal adalah pertahanan nasional dan contoh barang publik yang menghasilkan beban eksternal adalah penyediaan mesin atau peralatan yang menyebabkan adanya polusi udara. Perbedaan lain adalah bahwa biaya marjinal untuk distribusi barang publik kepada konsumen adalah nol. Hal ini merupakan efek dari sifat non rival consumption. Contoh: Misalkan ada sekelompok orang yang berada di satu ruangan tertentu. Setiap hari, penghuni ruang ini dapat mengkonsumsi sejumlah roti dan udara sejuk dari alat pendingin ruangan. Jumlah roti yang tersedia akan dikonsumsi dengan porsi yang sama oleh orang-orang yang berada di ruangan itu, dan bila seseorang akan mengkonsumsi lebih dari porsinya, dipastikan akan mengurangi porsi orang lain. Di lain pihak, tidak mungkin membagi temperatur yang telah diberi pendingin udara kepada orang-orang dalam ruangan tersebut. Semua orang
1

Biaya atau manfaat yang muncul yang diakibatkan karena adanya transaksi pasar dimana biaya ataupun manfaat tersebut tidak tercermin dalam harga barang.

14

Bab 2: Barang Publik & Eksternalitas

akan mengkonsumsi tingkat temperatur yang sama. Penambahan orang dalam ruangan, sampai batas tertentu, tidak akan mempengaruhi tingkat konsumsi atas udara sejuk tersebut. Tidak mungkin orang akan mengkonsumsi tingkat temperatur yang berbeda satu sama lain. Sejumlah roti mempunyai karakteristik sebagai barang pribadi sedangkan tingkat suhu seperti uraian diatas mempunyai karakteristik sebagai barang publik bagi orang-orang yang menghuni ruangan. Secara umum dapat dikemukakan bahwa terdapat beberapa alasan terjadinya perbedaan antara barang publik dengan barang pribadi, diantaranya adalah sebagai berikut:

Karena Kegagalan Mekanisme Pasar
Kebutuhan barang pribadi akan dirasakan secara perorangan, sedangkan kebutuhan barang publik akan dirasakan secara bersama-sama oleh para individu dalam masyarakat. Manfaat yang dihasilkan oleh barang publik tidak terbatas pada konsumen tertentu saja yang membeli barang itu, akan tetapi juga bagi konsumen lainnya. Contoh barang pribadi adalah roti. Konsumsi orang satu dengan orang lainnya berada dalam hubungan yang saling bersaingan (rival), karena apabila roti tadi dikonsumsi oleh seseorang, maka barang tersebut tidak tersedia bagi orang lain. Sedangkan contoh barang publik adalah alat untuk mengurangi pencemaran udara. Jika alat tersebut berfungsi dan terjadi peningkatan kualitas udara, manfaat yang dihasilkan akan tersedia bagi semua orang yang bernafas. Konsumsi atas alat anti pencemaran udara tadi oleh beberapa individu adalah tidak saling bersaing (non rival), karena keikutsertaan orang lain untuk memanfaatkan alat tidak mengurangi manfaat bagi yang lainnya. Kedua sifat barang tadi akan menimbulkan permasalahan bagaimana konsumen berperilaku dan bagaimana kedua jenis barang tadi harus disediakan. Mekanisme pasar akan secara tepat dapat menggambarkan penyediaan barang pribadi. Mekanisme ini didasarkan pada pertukaran dan pertukaran hanya terjadi jika terdapat hak eksklusif bagi pihak yang membelinya. Suatu pasar menyediakan sistem dimana produsen akan memproduksi barang jika konsumen membutuhkan barang itu. Hanya pihak yang bersedia membayar

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

15

barang itulah yang dapat memperoleh manfaat atas barang. Dalam kondisi ini, pasar menjadi efisien, karena transaksi pemanfaatan barang dianalogikan sebagai suatu tender terbuka dan setiap orang boleh mengikuti tender sehingga tidak ada yang dirugikan. Lain halnya dengan penyediaan barang publik dimana tidak terjadi mekanisme pasar yang efisien. Satu orang tidak akan dapat secara ekslusif memanfaatkan barang publik, karena apabila orang tersebut mengkonsumsi, pada saat yang sama orang atau pihak lain dapat mengkonsumsi barang publik tersebut secara bersama-sama. Konsumen juga tidak bersedia untuk melakukan pembayaran atas barang publik tadi, dengan pertimbangan bahwa orang lain juga menikmati barang yang sama. Manfaat yang dirasakan oleh satu pihak akan sama dengan manfaat yang dirasakan pihak lain, sehingga pembayaran hanya oleh satu konsumen tidak signifikan. Hubungan antara produsen dan konsumen menjadi tidak ada dan dengan demikian maka tugas pemerintahlah yang harus bersedia memproduksi barang publik tersebut. Pemerintah juga harus mengambil tindakan apabila mekanisme pasar tersebut tidak berjalan.

Ditinjau dari Proses Penyediaan Barang Publik
Permasalahan yang mungkin timbul kemudian adalah bahwa bagaimana pemerintah harus menentukan berapa banyak barang publik yang perlu diadakan. Kesulitan akan terjadi dalam menentukan jenis dan kualitas barang publik, berapa konsumen yang harus membayar dan bagaimana manfaat ini akan dapat dinilai oleh konsumen. Dari sudut pandang konsumen, mereka tidak dapat menyatakan kepada pemerintah berapa nilai pelayanan umum yang disediakan oleh pemerintah. Persediaan barang publik tidak banyak dipengaruhi oleh kontribusi individu. Konsumen tidak mempunyai hak suara secara perorangan untuk menyatakan bagaimana nilai pelayanan yang nyata bagi mereka, kecuali ada jaminan konsumen lain juga akan melakukan hal yang sama. Konsumen akan dapat memilih sebagai free rider (dibahas lebih lanjut pada sub bab berikut) atas apa yang disediakan oleh pemerintah. Dengan demikian, cara penyediaan barang publik dan alokasinya akan berbeda dengan cara penyediaan barang pribadi. Pada tahap ini, proses politik akan menggantikan mekanisme pasar. Pemilihan dengan pemungutan suara akan menggantikan transaksi jual beli yang terjadi di mekanisme pasar. Mereka merasa berkepentingan untuk memilih apa yang akan memberi manfaat bagi mereka. Hasil pemungutan suara akan menggantikan pilihan melalui mekanisme pasar. Tingkat efisiensi

16

Bab 2: Barang Publik & Eksternalitas

proses pemilihan dan kebersamaan pilihan masyarakat akan menentukan tingkatan pencapaian pemecahan yang efisien.

Ditinjau dari Permintaan Barang Publik
Kurva permintaan barang publik harus diinterpretasikan secara berbeda dengan kurva permintaan barang pribadi. Untuk barang publik (murni), seluruh konsumen harus mengkonsumsi sejumlah kuantitas yang sama atas barang. Para pembeli barang publik tidak akan dapat menyesuaikan tingkat konsumsinya sehingga misalnya seorang individu mengkonsumsi satu unit, sementara individu lain dapat mengkonsumsi dua unit. Para konsumen tidak dapat menyesuaikan jumlah yang dibeli, misalnya sampai harga barang publik sama dengan manfaat marjinalnya atau sampai dengan transaksi pengadaan barang publik tersebut terjadi (kondisi equilibrium). Sayangnya, barang publik tidak dapat dihargai seperti itu, karena sifatnya yang non exclusion. Bila digambarkan dalam grafik, sumbu vertikal bukanlah harga pasar, tetapi jumlah maksimum seseorang bersedia membayar per unit barang publik. Sebagai fungsi dari jumlah barang yang secara nyata tersedia adalah sumbu horizontalnya. Contoh: Ada tiga orang hidup bersama dalam sebuah komunitas yang kecil dan mempunyai keinginan yang sama untuk mengadakan satuan pengamanan (satpam). Harga sewa satpam merupakan jumlah maksimal yang individu bersedia membayar dan kuantitas proteksi keamanan dapat diukur dari jumlah satpam yang disewa untuk tujuan itu, dan merupakan cerminan dari barang publik yang dapat dikonsumsi oleh ketiga orang tersebut.

Ditinjau dari Tingkat Output yang Efisien
Efisiensi dalam pasar barang pribadi mensyaratkan bahwa seluruh aktivitas ekonomi dilaksanakan sampai pada titik di mana manfaat sosial marjinal (marginal social benefit) sama dengan biaya sosial marjinal (marginal social cost). Kuantitas yang efisien per periode waktu berhubungan dengan titik di mana output meningkat sedemikian rupa sehingga jumlah manfaat marjinal konsumen sama dengan biaya sosial marjinal atas barang. Prinsip ini dapat juga berlaku untuk penerapan teori barang publik.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

17

Manfaat sosial marjinal adalah jumlah manfaat marjinal yang dinikmati oleh seluruh konsumen tersebut. Dimisalkan ada seseorang berkeinginan memproduksi atau membeli suatu barang (publik) untuk kepentingan pribadinya. Penyediaan barang publik oleh orang itu tidak hanya akan memberi manfaat kepada si penyedia tetapi juga kepada orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian, total manfaat sosial marjinalnya akan melebihi manfaat yang diterima oleh orang yang menyediakan barang publik tadi. Gabungan seluruh manfaat yang dinikmati oleh orang-orang di sekitarnya memberikan manfaat sosial marjinal atas tambahan unit yang disediakan.

FREE RIDER PROBLEM
Sebuah sistem yang meminta kontribusi masyarakat secara sukarela untuk penyediaan dan pembiayaan barang publik akan dapat berjalan apabila komunitas publiknya hanya terdiri dari beberapa individu. Dalam kelompok kecil dimana masing-masing orang kenal satu sama lain, apabila mereka mempunyai gagasan terhadap penyediaan suatu barang akan lebih mudah mencapai kompromi. Hal ini dikarenakan setiap anggota kelompok akan dapat dengan mudah mengidentifikasi manfaat barang tersebut. Sebagai contoh, jika sekelompok orang yang menghuni sebuah apartemen mewah dan yang mempunyai kepentingan yang sama dalam memperbaiki jalan atau mengadakan proteksi keamanan, mereka akan secara mudah untuk mencapai kompromi dalam rangka menyediakan barang publik tersebut dengan cara mendanai secara bersama-sama. Selain proses pencapaian kesepakatan menjadi tidak rumit, faktor pendukung lainnya adalah adanya keterikatan moral antar mereka. Hal ini akan sulit terjadi jika jumlah orang yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan bertambah dan informasi tentang selera dan kemampuan ekonomi kurang. Dalam kelompok dengan skala yang lebih luas, sepertinya akan sulit untuk menggambarkan preferensi kelompok tersebut, karena sebagian besar anggota dalam kelompok besar tersebut dimungkinkan akan tidak secara akurat memperoleh informasi tentang manfaat nyata atas pengadaan barang publik. Hal ini mengakibatkan beberapa orang secara sukarela memberikan kontribusi untuk penyediaan barang publik tersebut, namun di lain pihak, akan terdapat segelintir orang yang enggan memberikan kontribusinya secara sukarela. Pada dasarnya mereka mengetahui bahwa barang publik yang akan dibeli atau diadakan tidak mungkin hanya dapat dinikmati oleh orang-orang yang membayar saja. Apabila kondisi yang seperti ini terjadi, akan ada orang-orang yang mengambil manfaat barang publik tanpa memberikan kontribusi apa pun terhadap biaya penyediaan barang tersebut.

18

Bab 2: Barang Publik & Eksternalitas

Orang ini disebut free rider. Problem akan muncul jika jumlah free rider bertambah banyak sehingga pada akhirnya penyediaan barang publik, misalnya perbaikan jalan akses ke apartemen, tidak jadi dilakukan. Semua anggota kelompok tersebut, pada akhirnya, tidak dapat menikmati kenyamanan menggunakan jalan tadi.

EKSTERNALITAS
Dalam suatu perekonomian modern, setiap aktivitas mempunyai keterkaitan dengan aktivitas lainnya. Apabila semua keterkaitan antara suatu kegiatan dengan kegiatan lainnya dilaksanakan melalui mekanisme pasar atau melalui suatu sistem, maka keterkaitan antar berbagai aktivitas tersebut tidak menimbulkan masalah. Akan tetapi banyak pula keterkaitan antar kegiatan yang tidak melalui mekanisme pasar sehingga timbul berbagai macam masalah. Keterkaitan suatu kegiatan dengan kegiatan lain yang tidak melalui mekanisme pasar adalah apa yang disebut dengan eksternalitas. Secara umum dapat dikatakan bahwa eksternalitas adalah suatu efek samping dari suatu tindakan pihak tertentu terhadap pihak lain, baik dampak yang menguntungkan maupun yang merugikan. Dalam literatur asing, efek samping mempunyai istilah seperti : external effects, externalities, neighboorhood effects, side effects, spillover effects (Mishan, 1990). Efek samping dari suatu kegiatan atau transaksi ekonomi bisa positif (positive external effects, external economic) maupun negatif (negative external effects, external diseconomic). Dalam kenyataannya, baik dampak negatif maupun efek positif bisa terjadi secara bersamaan dan simultan. Dampak yang menguntungkan misalnya seseorang yang membangun sesuatu pemandangan yang indah dan bagus pada lokasi tertentu mempunyai dampak positif bagi orang sekitar yang melewati lokasi tersebut. Sedangkan dampak negatif misalnya polusi udara, air dan suara. Ada juga ekternalitas yang dikenal sebagai eksternalitas yang berkaitan dengan uang (pecuniary externalities) yang muncul ketika dampak eksternalitas itu disebabkan oleh meningkatnya harga. Misalnya, suatu perusahaan didirikan pada lokasi tertentu atau kompleks perumahan baru dibangun, maka harga tanah tersebut akan melonjak tinggi. Meningkatnya harga tanah tersebut menimbulkan dampak eksternal yang negatif terhadap konsumen lain yang ingin membeli tanah di sekitar daerah tersebut. Dalam contoh di atas, efek tersebut dalam perubahan harga tanah dimana kesejahteraan masyarakat berubah tetapi perubahan itu akan kembali ke keadaan keseimbangan karena setiap barang akan menyamakan rasio hargaharga barang dengan marginal rate of substitution (MRS). Jadi, suatu fakta

yang dimaksud dengan eksternalitas hanyalah apabila tindakan seseorang mempunyai dampak terhadap orang lain atau segolongan orang lain tanpa adanya kompensasi apapun juga sehingga timbul inefisiensi dalam alokasi faktor produksi. Efek atau dampak dari suatu konsumen terhadap konsumen lain (effects of consumers on consumers) 4. Suatu proses produksi (misalnya perusahaan pulp) menghasilkan limbah residu produk sisa yang beracun dan masuk ke aliran sungai.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 19 bahwa tindakan seseorang dapat mempengaruhi orang lain tidaklah berarti adanya kegagalan pasar selama pengaruh tersebut tercermin dalam hargaharga sehingga tidak terjadi ketidakefisienan dalam perekonomian. Dampak kategori ini bisa dipahami lebih jauh dengan contoh lain berikut ini. Jenis-jenis Eksternalitas Efisiensi alokasi sumberdaya dan distribusi konsumsi dalam ekonomi pasar dengan kompetisi bebas dan sempurna bisa terganggu. Hal ini terjadi ketika produsen hilir membutuhkan air bersih untuk proses produksinya. Dalam hal ini. Efek akan dampak dari suatu konsumen terhadap produsen (effects of consumers on producers) Dampak Suatu Produsen Terhadap Produsen Lain Suatu kegiatan produksi dikatakan mempunyai dampak eksternal terhadap produsen lain jika kegiatannya itu mengakibatkan terjadinya perubahan atau penggeseran fungsi produksi dari produsen lain. danau atau semacamnya. Efek atau dampak samping kegiatan produsen terhadap konsumen (effects of producers on consumers) 3. Jadi. Dampak atau efek yang termasuk dalam kategori ini meliputi biaya pemurnian atau pembersihan air yang dipakai (eater intake clen-up cost) oleh produsen hilir (downstream producers) yang menghadapi pencemaran air (water polution) yang diakibatkan oleh produsen hulu (upstream producers). jika aktivitas dan tindakan invividu pelaku ekonomi baik produsen maupun konsumen mempunyai dampak (externality) baik terhadap mereka sendiri maupun terhadap pihak lain. Eksternalitas itu dapat terjadi dari empat interaksi ekonomi berikut ini: 1. 2. sehingga produksi ikan terganggu dan akhirnya merugikan produsen lain yakni para penangkap ikan (nelayan). Efek atau dampak satu produsen terhadap produsen lain (effects of producers on other producers). kegiatan .

bahaya radiasi dari stasiun pembangkit (polusi udara) serta polusi air. Dampak Produsen Terhadap Konsumen Suatu produsen dikatakan mempunyai eksternal efek terhadap konsumen. Konsumen seorang individu bisa dipengaruhi tidak hanya oleh efek samping dari kegiatan produksi tetapi juga oleh konsumsi oleh individu yang lain. berkurangnya fasilitas daya tarik alam (amenity) karena pertambangan. bisingnya suara alat pemotong rumput tetangga. Misalnya. jika aktivitasnya merubah atau menggeser fungsi utilitas rumah tangga (konsumen). Dampak Konsumen terhadap Konsumen Lain Dampak konsumen terhadap konsumen yang lain terjadi jika aktivitas seseorang atau kelompok tertentu mempengaruhi atau mengganggu fungsi utilitas konsumen yang lain. asap rokok seseorang terhadap orang sekitarnya dan sebagainya. kepuasan konsumen terhadap pemanfaatan daerah-daerah rekreasi akan berkurang dengan adanya polusi udara. Kategori ini meliputi polusi suara (noise). Dampak Konsumen terhadap Produsen Dampak konsumen terhadap produsen terjadi jika aktivitas konsumen mengganggu fungsi produksi suatu produsen atau kelompok produsen tertentu. kebisingan bunyi radio atau musik dari tetangga. suatu agen ekonomi (perusahaan/produsen) yang menghasilkan limbah (waste products) ke udara atau ke aliran sungai mempengaruhi pihak dan agen lain yang memanfaatkan sumber daya alam tersebut dalam berbagai bentuk. Sebagai contoh. yang semuanya mempengaruhi kenyaman konsumen atau masyarakat luas. Dampak jenis ini misalnya terjadi ketika limbah rumahtangga terbuang ke aliran sungai dan mencemarinya sehingga mengganggu perusahaan tertentu yang memanfaatkan air baik oleh ikan (nelayan) atau perusahaan yang memanfaatkan air bersih. Dalam hal ini. . Dampak atau efek samping yang sangat populer dari kategori kedua yang populer adalah pencemaran atau polusi. dan inilah yang dimaksud dengan efek suatu kegiatan produksi terhadap produksi komoditi lain. Dampak atau efek dari kegiatan suatu seorang konsumen yang lain dapat terjadi dalam berbagai bentuk.20 Bab 2: Barang Publik & Eksternalitas produksi pulp tersebut mempunyai dampak negatif terhadap produksi lain (ikan) atau nelayan.

maka ini akan memberikan dampak yang tidak menguntungkan terhadap ekonomi terutama dalam jangka panjang. Dari dua konsep eketernalitas ini. Bagaimana mekanisme timbulnya eksternalitas dan ketidakefisienan dari alokasi sumber daya sebagai akibat dari adanya faktor di atas diuraikan satu persatu berikut ini. barang itu tidak bisa dikonsumsi oleh orang lain. dan juga bagi orang lain. Keberadaan eksternalitas yang merupakan barang publik seperti polusi udara. Sejauh semua faktor ini tidak ditangani dengan baik. Dengan kata lain. eksternalitas dan ketidakefisienan timbul karena salah satu atau lebih dari prinsip-prinsip alokasi sumber daya yang efisien tidak terpenuhi. yang memerlukan instrumen ekonomi untuk menginternalisasikan dampak tersebut dalam aktivitas dan analisa ekonomi. dan suara merupakan contoh eksternalitas jenis yang tidak habis. Kalau ini dibiarkan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 21 Lebih jauh Baumol dan Oates (1975) menjelaskan tentang konsep ekternalitas dalam dua pengertian yang berbeda: § Eksternalitas yang bisa habis (a deplatable externality) yaitu suatu dampak eksternal yang mempunyai ciri barang individu (private good or bad) yang mana jika barang itu dikonsumsi oleh seseorang individu. besarnya konsumsi seseorang akan barang tersebut tidak akan mengurangi konsumsi bagi yang lainnya. Keberadaan Barang Publik Barang publik (public goods) adalah barang yang apabila dikonsumsi oleh individu tertentu tidak akan mengurangi konsumsi orang lain akan barang tersebut. kegagalan pemerintah merupakan keadaan-keadaan dimana unsur hak pemikiran atau pengusahaan sumber daya (property rights) tidak terpenuhi. barang publik sempurna (pure public good) . maka eksternalitas dan ketidakefisienan ini tidak bisa dihindari. § Eksternalitas yang tidak habis (an undeplate externality) adalah suatu efek eksternal yang mempunyai ciri barang publik (public goods) yang mana barang tersebut bisa dikonsumsi oleh seseorang. Selanjutnya. Faktor-faktor Penyebab Eksternalitas Eksternalitas timbul pada dasarnya karena aktivitas manusia yang tidak mengikuti prinsip-prinsip ekonomi yang berwawasan lingkungan. Dalam pandangan ekonomi. eksternalitas jenis kedua merupakan masalah pelik/rumit dalam ekonomi lingkungan. ketidaksempurnaan pasar. Karakteristik barang atau sumberdaya publik. air.

karena sifat barang publik yang tidak ekslusif dan merupakan konsumsi umum. rekreasi. common property resource). Karena ciri-ciri di atas. pemandangan yang indah.22 Bab 2: Barang Publik & Eksternalitas didefinisikan sebagai barang yang harus disediakan dalam jumlah dan kualitas yang sama terhadap seluruh anggota masyarakat. Ada dua ciri utama dari barang publik ini. Dalam hal ini. air bersih. barang publik tidak diperjualbelikan sehingga tidak memiliki harga. jika si A mengetahui bahwa barang tersebut akan disediakan oleh si B. Keadaan seperti akhirnya cenderung mengakibatkan berkurangnya insentif atau rangsangan untuk memberikan kontribusi terhadap penyediaan dan pengelolaan barang publik. Sebagai contoh. mendorong sebagian masyarakat sebagai “free rider”. Kajian ekonomi sumber daya dan lingkungan salah satunya menitikberatkan pada persoalan barang publik atau barang umum ini (common consumption. Pertama. maka sumbangan itu tidaklah cukup besar untuk membiayai penyediaan barang publik yang efisien. Sumber Daya Bersama Keberadaan sumber daya bersama (common resources) atau akses terbuka terhadap sumber daya tertentu ini tidak jauh berbeda dengan keberadaan . karena masyarakat cendrung memberikan nilai yang lebih rendah dari yang seharusnya (undervalued). maka si A bisa ikut menikmatinya karena tidak seorang pun yang bisa menghalanginya untuk mengkonsumsi barang tersebut. barang publik dimanfaatkan berlebihan dan tidak mempunyai insentif untuk melestarikannya. Kalaupun ada kontribusi. Tetapi dalam menetapkan harga ini menjadi masalah tersendiri dalam analisa ekonomi lingkungan. barang ini merupakan konsumsi umum yang dicirikan oleh penawaran gabungan (joint supply) dan tidak bersaing dalam mengkonsumsinya (non-rivalry in consumption). Kedua adalah tidak ekslusif (non-exclusive) dalam pengertian bahwa penawaran tidak hanya diperuntukan untuk seseorang dan mengabaikan yang lainnya. Masyarakat atau konsumen cenderung acuh tak acuh untuk menentukan harga sesungguhnya dari barang publik ini. Barang publik yang berkaitan dengan lingkungan meliputi udara segar. public goods. Jika akhirnya si B berkeputusan untuk menyediakan barang tersebut. Satu-satunya mekanisme yang membedakannya adalah dengan menetapkan harga (nilai moneter) terhadap barang publik tersebut sehingga menjadi barang privat (dagang) sehingga benefit yang diperoleh dari harga itu bisa dipakai untuk mengendalikan atau memperbaiki kualitas lingkungan itu sendiri. hidup yang nyaman dan sejenisnya. maka si A tidak mau membayar untuk penyediaan barang tersebut dengan harapan bahwa barang itu akan disediakan oleh si B.

Pada kondisi yang demikian akan hanya berakibat terjadinya peningkatan surplus produsen yang nilainya jauh lebih kecil dari kehilangan surplus konsumen.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 23 barang publik di atas. Sumber-sumber daya milik bersama. sama halnya dengan barang-barang publik. melalui kebijaksanaan dan sebagainya. pemerintah juga perlu mempertimbangkan seberapa banyak pemanfaatannya yang efisien. Namun tidak seperti barang publik. Jadi. Contoh klasik tentang bagaimana eksternalitas terjadi pada kasus sumberdaya bersama ini adalah seperti yang diperkenalkan oleh Hardin (1968) yang terkenal dengan istilah tragedi barang umum (the tragedy of the commons). Kegagalan pemerintah banyak diakibatkan tarikan kepentingan pemerintah sendiri atau kelompok tertentu (interest groups) yang tidak mendorong efisiensi. sehingga secara keseluruhan praktek monopoli ini merugikan masyarakat (worse off ). Ketidaksempurnaan pasar ini misalnya terjadi pada praktek monopoli dan kartel. akan mengurangi peluang bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Kegagalan Pemerintah Sumber ketidakefisienan dan atau eksternalitas tidak saja diakibatkan oleh kegagalan pasar tetapi juga karena kegagalan pemerintah (government failure). Pemanfaatannya oleh seseorang. Kelompok tertentu ini memanfaatkan pemerintah untuk mencari keuntungan (rent seeking) melalui proses politik. dan cuma-cuma. keberadaan sumber daya milik bersama ini. Sumber-sumber daya ini terbuka bagi siapa saja yang ingin memanfaatkannya. . Hal ini bisa terjadi pada pasar yang tidak sempurna (imperfect market) seperti pada kasus monopoli (penjual tunggal). Contoh konkrit dari praktek ini adalah Organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) dengan memproduksi dalam jumlah yang lebih sedikit sehingga mengakibatkan meningkatnya harga yang lebih tinggi dari normal. Aksi pencarian keuntungan (rent seeking) bisa dalam berbagai bentuk: § Kelompok yang punya kepentingan tertentu (interest groups) melakukan loby dan usaha-usaha lain yang memungkinkan diberlakukannya aturan yang melindungi serta menguntungkan mereka. Ketidaksempurnaan Pasar Masalah lingkungan bisa juga terjadi ketika salah satu partisipan di dalam suatu tukar menukar hak-hak kepemilikan (property rights) mampu mempengaruhi hasil yang terjadi (outcome). tidak ekskludabel. sumber daya milik bersama memiliki sifat bersaingan.

Berdasarkan perhitungan atau estimasi perusahaan A harus mengeluarkan biaya (denda) yang besar (misalnya Rp. sehingga pihak-pihak yang berkepentingan bisa memberikan uang jasa atau uang pelicin untuk keperluan tertentu. Sehingga akhirnya dampak lingkungan yang seharusnya diselidiki dan ditangani tidak dilaksanakan dengan semestinya sehingga masalahnya menjadi bertambah serius dari waktu ke waktu. melainkan juga pihakpihak non pemerintah. perusahaan A yang mengeluarkan limbah yang merusak lingkungan. berkenaan dengan penanggulangan eksternalitas itu sama saja. Pada dasarnya. dan denda informasi ini belum tentu menjadi reveneu pemerintah. Solusi Pemerintah dan Swasta terhadap Eksternalitas Kita telah menyimak mengapa keberadaan eksternalitas itu dapat mengakibatkan alokasi sumber daya yang dilakukan oleh pasar menjadi tidak efisien. tujuan yang hendak dicapai oleh pemerintah maupun pihak swasta (perorangan dan kelompok). Namun sejauh ini kita baru mengulas secara sekilas tentang cara-cara mengatasi eksternalitas tersebut. Dalam prakteknya. Untuk mudahnya. Pencari keuntungan (rent seeker) bisa dari perusahaan itu sendiri atau dari pemerintah atau oknum memungkinkan membayar kurang dari 1 milyar agar peraturan sesungguhnya tidak diberlakukan. kita sebut saja pihak-pihak non pemerintah tersebut sebagai pihak “pribadi” atau “swasta”. Pada bagian pembahasan berikut kita akan menelaah solusi-solusi atau upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan pribadi atau swasta (private solution) dalam mengatasi persoalan eksternalitas. 1 milyar) untuk menanggulangi efek dari limbah yang dihasilkan itu. § Praktek mencari keuntungan ini bisa juga dilakukan oleh aparat atau oknum tertentu yang mempunyai otoritas tertentu. Praktek jenis ini bisa mendorong terjadinya eksternalitas. yakni untuk mendorong alokasi sumber daya agar mendekati kondisi yang optimum secara sosial.24 § Bab 2: Barang Publik & Eksternalitas Praktek mencari keuntungan bisa juga berasal dari pemerintah sendiri secara sah misalnya memberlakukan proteksi berlebihan untuk barangbarang tertentu seperti mengenakan pajak impor yang tinggi dengan alasan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam negeri. untuk menghindari resiko yang lebih besar kalau ketentuan atau aturan diberlakukan dengan sebenarnya. Praktek mencari keuntungan ini membuat alokasi sumber daya menjadi tidak efisien dan pelaksanaan aturan-aturan yang mendorong efisiensi tidak berjalan dengan semestinya. Sebagai contoh. baik itu pribadi/kelompok maupun perusahaan/ organisasi kemasyarakatan. bukan hanya pemerintah saja yang perlu dan dapat mengatasi eksternalitas itu. .

semua kendaraan bemotor sesungguhnya mengeluarkan polusi. untuk mengatasi eksternalitas pemerintah juga dapat menerapkan kebijakan-kebijakan yang didasarkan pada pendekatan pasar. sehingga tidak terlalu merusak lingkungan namun juga tidak menghalangi kegiatan produksi. Terkadang EPA mewajibkan pemakaian teknologi atau peralalatan tertentu untuk mengurangi polusi di pabrik-pabrik. dan mengawasi berbagai regulasi yang dimaksudkan untuk melindungi lingkungan hidup. Jika polusi ini hendak dihapus sepenuhnya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 25 Regulasi Pemerintah dapat mengatasi suatu eksternalitas dengan melarang atau mewajibkan perilaku tertentu dari pihak-pihak tertentu. seperti telah disinggung di atas pemerintah . sesungguhnya tidak mungkin terpenuhi. Badan Perlindungan Lingkungan Hidup (EPA/Environmental Protection Agency) adalah lembaga yang diserahi wewenang dan tugas untuk merumuskan. yang biaya sosialnya jauh lebih besar daripada keuntungan pihak-pihak yang melakukannya. kita harus menghitung segala untung ruginya secara cermat. demi memperoleh suatu peraturan yang baik dan tepat guna. Contoh yang sederhana. Bentuk regulasi dibidang lingkungan hidup itu sendiri bisa bermacam-macam. Tuntutan para pecinta lingkungan untuk menghapuskan segala bentuk polusi. Sebagai contoh. karena polusi merupakan efek samping tak terelakkan dari kegiatan produksi industri. Namun kasus-kasus polusi umumnya tidak sesederhana itu. Sebagai contoh. melaksanakan. dan hal ini tidak mungkin dilakukan. Pajak Pigovian dan Subsidi Selain menerapkan regulasi. Untuk menentukan ambang aman tersebut. maka segala bentuk kendaraan bermotor harus dilarang oleh pemerintah. yang harus diupayakan bukan penghapusan polusi total. yang dapat memadukan insentif pribadi/swasta dengan efisiensi sosial. dan berbagai alternatif teknologi yang dapat diterapkan oleh industri yang bersangkutan. Adakalanya EPA langsung menetapakan batasan polusi yang diperbolehkan untuk suatu perusahaan. untuk mengatasi kebiasaan membuang limbah beracun ke sungai. Di semua kasus. pemerintah dapat menyatakannya sebagai tindakan kriminal dan akan mengadili serta menghukum pelakunya. Jadi. Di Amerika Serikat. para pejabat pemerintah harus mengetahui spesifikasi dari setiap jenis/sektor industri. melainkan pembatasan polusi hingga ambang tertentu. informasi seperti ini sulit didapatkan. Masalahnya. dalam rangka mengurangi atau membatasi polusi. Dalam kasus ini pemerintah menggunakan regulasi atau pendekatan komando dan kontrol untuk melenyapkan eksternalitas tadi.

000 untuk setiap ton limbah yang dibuang oleh setiap pabrik. polusi akan hilang. yakni: § Regulasi: EPA mewajibkan semua pabrik untuk mengurangi limbahnya hingga 300 ton per tahun. Regulasi mewajibkan semua pabrik mengurangi polusinya dalam jumlah yang sama. § Pajak Pigovian: EPA mengenakan pajak sebesar Rp. Alasan utama para ekonom itu memilih penerapan pajak. maka pabrik kertas akan segera mengurangi polusinya. akan memilih membayar pajak saja. yakni Arthur Pigou (1877-1959). Menurut pendapat Anda. dan beniat menguranginya. Ada dua pilihan solusi baginya. Jika keduanya dipaksa menurunkan polusi sama rata. Andaikan ada dua pabrikpabrik baja dan pabrik kertas yang masing-masing membuang limbah sebanyak 500 ton per tahun ke sungai. akan semakin banyak penurunan polusi yang akan terjadi. Para ekonom umumnya lebih menyukai pajak Pigovian dari pada regulasi sebagai cara untuk mengendalikan polusi. Pajak yang khusus diterapkan untuk mengoreksi dampak dan suatu ekstenalitas negatif lazim disebut sebagai Pajak Pigovian (Pigovian tax). EPA menilai limbah itu terlalu banyak.000. solusi manakah yang lebih baik? Para ekonom lebih meyukai penerapan pajak. Namun melalui penerapan pajak. Besar kemungkinan salah satu pabrik (misalkan pabrik kertas). sedangkan pabrik baja.26 Bab 2: Barang Publik & Eksternalitas dapat menginternalisasikan eksternalitas dengan menggunakan pajak terhadap kegiatan-kegiatan yang menimbulkan eksternalitas negatif. Namun EPA juga harus hati-hati. karena hal itu lebih murah dan lebih mudah dilakukan daripada membayar pajak. maka operasi pabrik baja akan terganggu. karena semua pabrik bangkrut atau memilih tidak beroperasi. Semakin tinggi tingkat pajaknya. Untuk mencapai ambang polusi tertentu. yang biaya penurunan polusinya lebih mahal. mengambil nama ekonom pertama yang merumuskan dan menganjurkannya. Regulasi itu langsung membatasi ambang polusi. karena pajaknya terlalu tinggi.5. Mereka yakin penerapan pajak itu sama sekali tidak kalah efektifnya dalam menurunkan polusi. . sedangkan pajak Pigovian memberikan insentif kepada para pemilik pabrik untuk sebanyak mungkin mengurangi polusinya. EPA tinggal menghitung tingkat pajak yang paling tepat untuk diterapkannya. dan sebaliknya memberi subsidi untuk kegiatan-kegiatan yang memunculkan eksternalitas positif. padahal penurunan sama rata. adalah karena cara ini lebih efektif menurunkan polusi. bukan merupakan cara termurah menurunkan polusi. karena biaya penerapan pajak itu lebih murah bagi masyarakat secara keseluruhan. Ini dikarenakan kapasitas dan keperluan setiap pabrik untuk berpolusi berbeda-beda. lebih mampu (biayanya lebih murah) untuk menurunkan polusi dibanding pabrik lain (pabrik baja).

Para ekonom juga berkeyakinan bahwa penerapan pajak Pigovian. Pajak Pigovian tidak seperti itu karena pajak ini memang khusus diterapkan untuk mengatasi masalah ekstemalitas. Akibat adanya eksternalitas. Sebaliknya. merupakan cara terbaik untuk menurunkan polusi. karena semakin sedikit polusi yang mereka ciptakan. Pajak Pigovian diterapkan untuk mengoreksi insentif di tengah adanya eksternalitas. Mereka akan terus terdorong menurunkan polusi. Jadi. Pendekatan komando dan kontrol tidak akan memberikan alasan atau insentif bagi pabrik-pabrik pencipta polusi untuk berusaha mengatasi polusi semaksimal mungkin. sehingga tidak seperti pajak-pajak lainnya. Pajak Pigovian tidaklah sama dengan pajak-pajak lain. Seandainya saja polusinya sudah berada di bawah ambang maksimal (misalkan 300 ton per tahun). pajak akan memberikan insentif kepada pabrik-pabrik itu untuk terus mengembangkan teknologi yang ramah terhadap lingkungan. dimana kita mengetahui bahwa pajak pada umumnya akan mendistorsikan insentif dan mendorong alokasi sumber daya menjauhi titik optimum sosialnya. pajak Pigovian ini juga meningkatkan efisiensi ekonomi. barang . suatu barang dapat dikelompokkan kedalam empat kategori yaitu barang publik. yang nilainya lebih besar daripada pendapatan yang diperoleh pemerintah dan pajak tersebut.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 27 Pada dasarnya. Berapapun target penurunan polusi yang diinginkan EPA akan dapat mencapainya dengan biaya termurah melalui penerapan pajak ini. pajak Pigovian secara langsung menetapkan harga atas hak berpolusi. RANGKUMAN § Dengan mempertimbangkan sifat rivalry dan excludability. yang memberikan penilaian paling tinggi pajak Pigovian ini juga mengalokasikan hak berpolusi kepada perusahaan atau pabrik. selain memberi pendapatan tambahan pada pemerintah. akan semakin sedikit pula pajak yang harus mereka bayar. Sama halnya dengan kerja pasar yang mengalokasikan berbagai barang ke pembeli. maka perusahaan itu tidak akan membuang biaya lebih banyak agar polusinya dapat ditekan lebih rendah lagi. masyarakat harus memperhitungkan kesejahteraan pihak lain. yang paling sulit menurunkan polusinya atau yang dihadapkan pada biaya paling tinggi untuk menurunkan polusi (misalkan karena biaya alat penyaring polusinya sangat mahal). Pajak umumnya juga menimbulkan beban baku berupa penurunan kesejahteraan ekonomis (turunnya surplus produsen dan surplus konsumen). pajak Pigovian itu justru mendorong alokasi sumber daya mendekati titik optimum sosial.

Terangkan perbedaan penyediaan barang pribadi dengan penyediaan barang publik karena kegagalan mekanisme pasar ? 6. Pada tahap ini. Cara penyediaan barang publik dan alokasinya akan berbeda dengan cara penyediaan barang pribadi. sedangkan pertukaran barang publik selain dapat menghasilkan manfaat eksternal juga akan dapat menyebabkan beban eksternal bagi pihak lain. LATIHAN 1. Dengan mempertimbangkan sifat rivalry dan excludability tersebut suatu barang dapat dikelompokkan ke dalam empat kategori.28 Bab 2: Barang Publik & Eksternalitas § § § § pribadi. Jelaskan pengertian dari non rival dan nonexclucion tersebut ? 4. barang publik lokal (yang sering disebut dengan congestible goods) dan barang dengan eksternalitas. Pemilihan dengan pemungutan suara akan menggantikan transaksi jual beli yang terjadi di mekanisme pasar. Uraikan dan jelaskan karakteristik masing-masing jenis terutama sifat-sifat dasar yang dipertimbangkan dalam pembahasan aspek keuangan publik ? 2. Mengapa barang publik tidak disediakan secara ekslusif oleh pihak swasta? 3. Barang publik adalah barang-barang yang mempunyai dua sifat pokok yaitu Non rival dan Non exclucion. dapat menggunakan gambar dengan Excludability dan Rivalry. proses politik akan menggantikan mekanisme pasar. Dalam mengklasifikasikan barang publik dan barang pribadi. Jelaskan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan perbedaan karakteristik antara barang pribadi dan barang publik ? 5. Perbedaannya adalah bahwa pertukaran barang pribadi dalam mekanisme pasar tidak akan menghasilkan eksternalitas. Terdapat beberapa perbedaan karakteristik antara barang pribadi dan barang publik. Perbedaan barang publik dengan barang pribadi juga dapat terjadi karena kegagalan suatu mekanisme pasar. Pertukaran barang pribadi dalam mekanisme pasar tidak akan menghasilkan eksternalitas. sedangkan pertukaran barang publik selain dapat menghasilkan manfaat eksternal juga akan dapat menyebabkan beban eksternal bagi pihak lain. Terangkan bagaimana suatu aktivitas ekonomi dalam pasar barang pribadi dikatakan efisien ? .

Apakah yang dimaksud dengan ungkapan “Free Rider” dan jelaskan problemnya ? 8.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 29 7. Apakah permasalahan dan kesulitan pemerintah dalam hal penyediaan barang publik? . Jelaskan pengertian Eksternalitas ? Jelaskan tujuan-tujuan yang dapat dicapai dari Eksternalitas ? 9. Terangkan mengenai kurva permintaan barang publik ? 10.

Contoh yang paling nyata adalah dalam hal pengadaan jasa pertahanan nasional dimana masyarakat akan mendapatkannya secara gratis apabila mereka ingin memanfaatkannya.PENENTUAN HARGA BARANG PUBLIK TUJUAN KEBIJAKAN HARGA Pada prinsipnya dapat dikatakan bahwa pemerintah suatu negara tidak akan menjual jasanya kepada masyarakat walaupun pemerintah mempunyai kewajiban untuk menyediakan jasa publik kepada masyarakat dengan tanpa dipungut bayaran. Jasa ini disediakan dengan pelayanan yang sama kepada seluruh pengguna di wilayah pemerintahan tersebut. bukan berarti bahwa dalam rangka penyediaan jasa publik ini dapat dilakukan dengan tanpa menimbulkan biaya. Namun demikian. Dalam banyak kasus. Dengan demikian tentunya seluruh masayarakat akan dapat memanfaatkan jasa ini. sebuah proses politik diperlukan untuk menentukan berapa jumlah barang publik yang harus disediakan serta bagaimana implikasinya terhadap distribusi biaya yang akan menjadi tanggung jawab para individu calon .

Dengan analogi yang sama. 2. dalam menentukan seberapa banyak suatu barang harus dibeli oleh individu-individu. . diberikan secara gratis kepada para konsumennya. dapat dijual dengan harga pasar. Oleh karena itu. dalam kasus ini pemerintah akan melibatkan diri untuk menjamin bahwa manfaat eksternal harus juga dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan jumlah barang yang akan dikonsumsi oleh individu. Semua keterlibatan pemerintah ini tentunya ditujukan untuk mencapai penentuan harga yang efisien. sehingga kesempatan bahwa barang tersebut tersedia di pasar akan sangat kecil.32 Bab 3: Penentuan Harga Barang Publik pengguna jasa publik tersebut. 3. Pada prinsipnya. yang diantaranya adalah: 1. Pertanyaan mendasar tentang mengapa pemerintah harus terlibat dalam kegiatan penentuan harga barang merupakan pertanyaan yang cukup sulit untuk dijawab. dijual dengan tingkat harga tertentu yang berbeda dengan harga pasar. Dengan demikian. walaupun hal ini tidak berarti bahwa setiap tindakan pemerintah pasti akan berhasil mengatasi problem tersebut. termasuk memperbaiki arus informasi atau mengurangi unsur-unsur monopoli dan batasan-batasan dalam masuknya perusahaanperusahaan baru dalam pasar. pemerintah akan selalu terlibat dalam penyediaan barang dan jasa publik. Oleh karena itu. pemerintah ingin meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya maupun keadilan dalam distribusi pendapatan. Dengan keterlibatannya dalam penentuan harga barang publik. kepastian tersedianya jasa (misal jasa rumah sakit dan pos). dalam usahanya untuk meminimalkan biaya ekonomi guna mencapai sasaran-sasaran yang diinginkan. maupun keseragaman kualitas jasa (misal pendidikan). dapat dikatakan bahwa tujuan kebijakan harga oleh pemerintah akan mencakup tindakan-tindakan yang diperlukan agar pasar bekerja lebih baik. pemerintah mempunyai banyak pilihan yang berkaitan dengan keputusan penyediaan barang atau jasanya. Pada umumnya. pemerintah juga akan terlibat dalam penyediaan barang pribadi untuk memproteksi masyarakat dari penipuan (misalnya kebenaran iklan). akan selalu ada tujuan-tujuan baik ekonomi maupun non ekonomi yang dapat diikuti oleh pemerintah dengan cara melalui campur tangan. Dalam hal ini. suatu perusahaan hanya akan mempertimbangkan manfaat yang diperoleh secara pribadi. PENENTUAN HARGA BARANG PUBLIK Dalam menentukan harga barang publik tentunya akan tergantung pada masing-masing tujuannya.

Itulah sebabnya. sehingga pemerintah tidak dapat menetapkan harga tertinggi. meskipun keputusan memberikan secara gratis kepada masyarakat akan memaksimalkan penggunaan barang atau jasa oleh masyarakat. untuk menentukan tingkat keseimbangan pasar barang pribadi. Sehingga. MC adalah marginal cost atau biaya marjinal dan MR adalah marginal revenue atau pendapatan marjinal. Contoh tersebut menggambarkan kondisi yang tidak efisien dalam penyediaan barang dan jasa oleh pemerintah. Pemerintah hanya boleh mengenakan harga yang dapat menutup biaya total perusahaan-perusahaan pemerintah . karena konsumen akan menilai barang atau jasa yang disediakan oleh pemerintah tersebut terlalu murah dan juga mudah diperoleh. tentunya cara ini akan menimbulkan biaya yang sangat tinggi dimana biaya tersebut harus ditanggung oleh pemerintah. Pemerintah tidak diharapkan untuk memperoleh keuntungan dari penyediaan barang yang dibutuhkan oleh masyarakat banyak itu. Dalam mekanisme pasar yang bersaing sempurna. Dalam perekonomian. Keputusan penentuan harga oleh pemerintah ditujukan untuk memperbaiki alokasi sumber daya ekonomi pada sektor publik. keputusan pemerintah ini menimbulkan ketidakefisienan atau terjadi pemborosan apabila dipandang dari ilmu ekonomi. apabila konsumen akan memaksimalkan kepuasannya. pada tingkat equilibrium. tingkat harga merupakan suatu tanda tingginya nilai. seperti air minum dan listrik.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 33 Masing-masing keputusan tersebut tentunya akan mempunyai konsekuensi yang berbeda beda. Sebagai contoh. tugas pemerintah adalah menyediakan barang untuk kepentingan orang banyak dengan harga murah. Dengan demikian. pemerintah seringkali menetapkan harga di bawah tingkat yang sebenarnya untuk memberikan perlindungan kepada konsumen barang tersebut. Pertanyaan yang akan muncul adalah apakah hukum ekonomi tersebut juga berlaku untuk barang atau jasa yang disediakan oleh pemerintah? Pada dasarnya. dimana p adalah price atau harga. atau p = MC = MR. Contoh yang dapat digunakan adalah penyediaan public utilities oleh pemerintah. berlaku hukum bahwa harga sama dengan biaya marginal (marginal cost) bagi konsumen dan sama dengan pendapatan marjinal (marginal revenue) bagi produsen. sekaligus merupakan tingginya biaya untuk menghasilkan barang tersebut oleh produsen. Konsekuensinya adalah. konsumen akan membeli barang-barang sampai tercapai kondisi equilibrium tersebut. pemerintah akan ditekan oleh kekuatan politik untuk tidak mengambil keuntungan dari barang atau jasa yang dihasilkannya. yang menggambarkan jumlah rupiah kesediaan konsumen untuk membayar atas barang yang dihasilkan oleh produsen.

seperti bahan makanan atau bahan mentah yang akan diolah menjadi barang jadi atau setengah jadi.34 Bab 3: Penentuan Harga Barang Publik penyedia barang public utilities. artinya pemerintah di satu pihak melalui perusahaanperusahaan penghasil public utilities tetap diwajibkan menyediakan barang dan jasa publik. supaya tetap dapat berjalan tanpa mengalami kerugian. . Dua pendekatan yang dapat dilakukan untuk melakukan analisis penyediaan produk pertanian adalah dengan menggunakan (1) kebijakan harga positif. pemerintah berkewajiban membatasi keuntungan yang harus diperoleh oleh perusahaan-perusahaan tersebut. selain menghasilkan barang dan jasa sebanyak mungkin untuk mencukupi kebutuhan rakyat banyak. Penentuan harga dengan metode terakhir adalah yang sebaiknya dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan penyediaan barang publik oleh pemerintah. kemudian konsumen akan membayar jumlah di atas nilai yang ditetapkan sebelumnya pada saat zero profit. seperti alat-alat pertanian. Kajian-kajian harus dilakukan untuk memperoleh kebijakan yang tepat sasaran. sedangkan di lain pihak. Dalam kondisi ini. pemerintah akan mengarahkan perusahaan pada kondisi bahwa. perusahaan juga diijinkan untuk memperoleh keuntungan dalam jumlah tertentu. pupuk kimia dan obat pembasmi hama. tetapi produsen masih dapat melakukan perluasan usaha untuk menambah investasinya. Dalam hal ini. Situasi penyediaan public utilities tersebut di atas tidak harus berlaku untuk seluruh barang dan jasa yang disediakan oleh pemerintah. mengingat tugas pemerintah adalah sebagai penyedia barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. kebijakan publik dapat digunakan untuk mengatur tata niaga dan harga atas produk pertanian1. pendidikan dan kesehatan. IMPLEMENTASI PENENTUAN HARGA Kebijakan penentuan harga merupakan salah satu kebijakan yang dapat digunakan oleh pemerintah untuk mencapai tujuan-tujuan khusus. misalnya mendorong produksi atau memelihara kestabilan. Sebagai contoh. Pemerintah akan menetapkan jumlah keuntungan maksimum. Produk pertanian di banyak negara mempunyai posisi strategis dan erat kaitannya dengan produk non pertanian. Sektor pertanian juga mempunyai kaitan yang erat dengan kebutuhan jasa angkutan. artinya 1 Produk-produk pertanian merupakan barang primer. konsumen tidak terlalu dibebankan pada tingkat harga yang terlalu tinggi. Perusahaan yang mengelola public utilities dan harus menjual produksinya tanpa memperoleh keuntungan sama sekali akan menghadapi permasalahan dalam ekspansi atau melakukan perluasan usaha.

peningkatan harga segera mendorong peningkatan penawaran produk tersebut. T ) Dimana: Qa = jumlah barang A yang ditawarkan Pa = harga barang A S = jumlah input yang tersedia F = keadaan alam X = pajak atau subsidi atau keduanya T = tingkat teknologi. Fungsi Penawaran Fungsi penawaran menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan dan berbagai tingkat harga dari barang tersebut. dan sebaliknya. X. penyesuaian produksi akan mengikuti pola Cobweb theorem (sarang laba-laba) seperti digambarkan grafik sebagai berikut: . atau (2) kebijakan harga negatif yang berarti kebijakan harga yang ditujukan untuk mengurangi peningkatan produksi. Tentang jumlah barang yang ditawarkan akan tergantung dari tingkat elastisitas penawaran. maka jumlah yang ditawarkan akan meningkat. apabila jumlah produk pertanian tersedia di gudang. Namun. Sehingga. fungsi penawaran dapat dinyatakan dengan: Q a = f ( P a. F.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 35 kebijakan harga yang ditujukan untuk mendorong peningkatan produksi. X dan T. Secara matematis. kurva penawaran merupakan garis miring dari bawah ke atas. Berkaitan dengan contoh produk pertanian di atas. pemerintah akan mempengaruhi jumlah produksi yang dihasilkan. yang berarti apabila barang yang ditawarkan harganya naik. F. Dalam menggambarkan hukum penawaran. Dengan mengubah harga. Hukum penawaran menyatakan bahwa jumlah yang ditawarkan akan meningkat apabila harga barang tersebut semakin tinggi (hal-hal lain tetap atau ceteris paribus). apabila peningkatan penawaran membutuhkan tenggang waktu. maka yang dinyatakan tetap (ceteris paribus) adalah S. S.

Karena terjadi peningkatan produksi di periode 2. harga akan terkoreksi menjadi P a4.36 Bab 3: Penentuan Harga Barang Publik Gambar 3. (2) peningkatan produksi pertanian secara total karena adanya perbaikan harga relatif komoditi pertanian . petani akan terdorong memproduksi sebesar Q a3 di akhir periode tanam berikutnya. karena fungsi permintaan tetap. Apabila pada periode tertentu harga pasar setinggi P a1. Hubungan tersebut mengakibatkan tingkat harga akan cenderung mencapai equlibrium pada perpotongan kurva penawaran dan kurva permintaan. Dengan memberikan jaminan harga yang tinggi. Pada tingkat harga tersebut.1 D merupakan kurva permintaan dan S kurva penawaran. Kebijakan Harga Positif Analisis di atas menunjukkan bahwa sektor pertanian merupakan sumber kapital bagi pembangunan. Kebijakan harga yang positif dapat berperan sebagai pendorong peningkatan produksi pertanian. terdapat tiga tanggapan produksi terhadap perubahan harga yang dapat dianalisis sebagai berikut: (1) perubahan komposisi produksi pertanian karena perubahan harga relatif masing-masing komoditi pertanian secara individu. Syaratnya adalah apabila produsen cukup responsif terhadap insentif harga. produsen akan terdorong untuk mengurangi produksinya dan harga akan meningkat menjadi P a3. para petani akan terdorong untuk meningkatkan produksi pangan. maka harga pasar akan turun menjadi P a2. Tetapi. Secara garis besar. petani akan terdorong menanam atas dasar harga tersebut dan akan menghasilkan Q a1 pada akhir periode tanam. Dengan tingkat harga itu. Kebijakan ini akan dipakai sebagai alat untuk mempengaruhi komposisi produk pertanian. Akan terjadi pergerakan sepanjang waktu ke arah titik perpotongan antara kurva D dan kurva S.

sehingga akan menghambat perkembangan produksi sektor industri dan jasa. Respon yang diharapkan pada kondisi tersebut. Banyak negara mengambil kebijakan sebaliknya untuk menekan keresahan masyarakat yang diakibatkan oleh tingginya harga pangan dan produk pertanian lainnya dengan melakukan kebijakan harga negatif. tingkat produksi menurun setelah diberlakukannya insentif harga. Namun demikian. seperti tanah. elastisitas penawaran komoditi yang dipasarkan akan sama dengan elastisitas produksi/output. karena hasil pertanian merupakan kebutuhan primer masyarakat (seperti makanan). baik untuk produksi pertanian secara keseluruhan maupun untuk marketable surplus. Namun apabila faktor produksi. Hal ini dapat dijelaskan. artinya persentase peningkatan produksi sama dengan persentase peningkatan pemasaran. . Sektor ini menghendaki adanya harga pangan yang murah. karena produktivitas berkaitan erat dengan kondisi musim maupun faktor lain. Berdasarkan hasil studi. Hasil studi mengenai tanggapan produksi di negara berkembang menunjukkan bahwa tanggapan pertama dapat bersifat sangat elastis untuk jenis komoditi tertentu. Kebijakan Harga Negatif Kebijakan harga positif diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi pertanian. Kebijakan ini juga diharapkan mampu mendorong perkembangan sektor industri dan jasa. dan (3) peningkatan produksi pertanian yang dapat dipasarkan sebagai respon terhadap kenaikan harga komoditi pertanian (marketable surplus). peningkatan produksi merupakan bentuk perubahan luas areal tanam. Pengecualian dapat terjadi. maka produksi pertanian secara total dapat menurun. Akan tetapi tanggapan kedua dan ketiga justru sangat inelastis atau bahkan negatif dengan adanya kenaikan harga. sedangkan tanaman komersial memiliki elastisitas penawaran yang tinggi. misalnya setiap tanaman ditujukan untuk tujuan komersial. tenaga kerja dan kapital. kebijakan ini akan membuat biaya produksi sektor industri dan jasa lain juga tinggi. harus diserap dari produksi komoditi lain. bukan dalam hal peningkatan produktivitas.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 37 dalam perbandingannya dengan harga komoditi sektor non pertanian. apabila komoditi tanaman tidak dimaksudkan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar atau kebutuhan sekunder. akan menunjukkan positif. Kenyataan ini menunjukkan bahwa tanaman yang merupakan kebutuhan sekunder masyarakat cenderung memiliki elastisitas penawaran yang rendah. akan tetapi juga ditujukan untuk ketersediaan pasar. untuk dapat menekan tingkat upah. Artinya produksi pertanian meningkat sejalan dengan adanya insentif harga.

Cara subsidi yang terakhir ini menyebabkan pemerintah harus menyisihkan sebagian anggarannya untuk membiayai subsidi. di satu pihak. jembatan. Dengan demikian. Di sinilah kewajiban pemerintah untuk melindungi kedua kepentingan tersebut agar konsumen dan produsen tidak menderita. seperti jalan. kebijakan ini juga diarahkan agar swasta dapat berkembang dengan sendirinya sebagai akibat adanya dukungan harga pangan yang murah. jelas terdapat suatu konflik antara program bantuan harga dan program subsidi input. secara politis. untuk mencegah agar produksi pertanian tidak merosot. Dari uraian di atas. tetapi akan menghambat perkembangan ekonomi secara keseluruhan.38 Bab 3: Penentuan Harga Barang Publik Tetapi. sedangkan harga maksimum ditujukan untuk melindungi konsumen agar jangan sampai menderita karena harga yang terlalu tinggi. Langkah yang dapat ditempuh oleh pemerintah adalah dengan menentukan harga patokan berupa harga dasar (floor) dan harga maksimum (ceiling). dan produk pertanian pada khususnya. pelabuhan dan lainnya. Di satu pihak. program bantuan harga membuat harga pangan dan produk pertanian mahal dan hasilnya dinikmati para petani. Di satu pihak. Cara ini. para konsumen akan mengharapkan harga pangan – khususnya – murah. program subsidi input lewat harga faktor produksi pertanian yang murah akan mendorong produksi pertanian sehingga harga pangan akan murah dan dapat mendorong perkembangan ekonomi lebih lanjut. juga merupakan alternatif yang akan menjamin ketenangan masyarakat. pemerintah menghadapi dilema kepentingan. para produsen selalu menginginkan agar hasil produksinya dapat terjual dengan harga yang layak. Kebijakan penyangga dapat digambarkan dalam grafik sebagai berikut: . Harga dasar ditujukan untuk melindungi produsen agar harga produk di pasar tidak turun lebih rendah dari harga yang ditetapkan. Meskipun dengan menyisihkan anggaran ini akan mengakibatkan investasi di bidang lain. menjadi berkurang. pertumbuhan sektor industri dan jasa tidak terhambat. Kebijakan ini terkenal dengan istilah kebijakan penyangga (buffer stock policy). dan di lain pihak. Kebijakan Penyangga (Buffer Stock Policy) Dalam merumuskan kebijakan harga barang dan jasa publik pada umumnya. Di lain pihak. maka pemerintah dapat mengenalkan program subsidi input yang dibarengi dengan penyuluhan peningkatan produksi pertanian secara insentif. para petani tidak terlalu dirugikan dengan rendahnya harga produksi pangan dan di lain pihak.

Apabila dana operasi terbatas. bila penawaran bertambah. dalam situasi ini pemerintah turut membeli hasil panen. kurva penawaran bergeser ke kanan. Dengan demikian. Berhasil atau tidaknya kebijakan penentuan harga ini tergantung pada tersedianya dana untuk operasi (sering disebut operasi pasar). Keadaan sebaliknya dapat pula terjadi. bila ada paceklik. RANGKUMAN . maka pemerintah dapat saja tidak mampu melindungi produsen.2 Pada awalnya. sedangkan harga cenderung merosot terus (dalam keadaan over supply). seperti kebijakan moneter. atau sebaliknya. maka pemerintah dapat mencegah naiknya harga komoditi dengan turut menjual produk pertanian ke pasar. Untuk melindungi konsumen. keadaan keseimbangan tercapai pada harga P ao dan Q ao. Harga dapat saja bergerak lebih rendah dari P a2. Untuk mencegah supaya harga turun tidak terlalu drastis. misal pada saat panen. dan harga cenderung menjadi turun. Kemudian.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 39 Gambar 3. misalnya bergeser dari S o menjadi S 1. kebijakan penentuan harga perlu dukungan kebijakan lain. sehingga kurva permintaan pasar bergeser kekanan menjadi D1 sampai memotong kurva penawaran S 1 tepat pada harga dasar P a2.

Kebijakan ini juga diharapkan mampu mendorong perkembangan sektor industri dan jasa. Kebijakan ini terkenal dengan istilah kebijakan penyangga (buffer stock policy). Kebijakan penentuan harga merupakan salah satu kebijakan yang dapat digunakan oleh pemerintah untuk mencapai tujuan-tujuan khusus. . Tetapi banyak negara mengambil kebijakan sebaliknya untuk menekan keresahan masyarakat yang diakibatkan oleh tingginya harga pangan dan produk pertanian lainnya dengan melakukan kebijakan harga negatif. Namun demikian.40 § Bab 3: Penentuan Harga Barang Publik § § § § § § Secara umum. Harapan pemerintah. Keputusan penentuan harga oleh pemerintah ditujukan untuk memperbaiki alokasi sumber daya ekonomi pada sektor publik. pemerintah suatu negara tidak menjual jasanya kepada masyarakat. artinya kebijakan harga yang ditujukan untuk mendorong peningkatan produksi. tingkat harga merupakan suatu tanda tingginya nilai yang merupakan kesediaan konsumen untuk membayar atas barang yang dihasilkan oleh produsen. sekaligus merupakan tingginya biaya untuk menghasilkan barang tersebut oleh produsen. Dalam perekonomian. Langkah yang dapat ditempuh oleh pemerintah untuk melindungi produsen dan konsumen adalah dengan menentukan harga dasar yang ditujukan untuk melindungi produsen agar harga produk di pasar tidak turun lebih rendah dari harga yang ditetapkan. Dalam hal ini pemerintah menyediakannya kepada masyarakat tanpa harus membayar. dan harga maksimum yang ditujukan untuk melindungi konsumen agar jangan sampai menderita karena harga yang terlalu tinggi. atau (2) kebijakan harga negatif yang berarti kebijakan harga yang ditujukan untuk mengurangi peningkatan produksi. Kebijakan harga yang positif dapat berperan sebagai pendorong peningkatan produksi pertanian. Dua pendekatan yang dapat dilakukan untuk melakukan analisis penyediaan produk pertanian adalah dengan menggunakan (1) kebijakan harga positif. Kebijakan ini akan dipakai sebagai alat untuk mempengaruhi komposisi produk pertanian. dengan keterlibatan dalam penentuan harga barang publik. bukan berarti bahwa penyediaan jasa publik ini tanpa menimbulkan biaya. adalah ingin meningkatkan baik efisiensi alokasi sumber daya maupun keadilan dalam distribusi pendapatan. Pemerintah terlibat dalam penyediaan barang dan jasa publik ini karena terjadinya kegagalan mekanisme pasar. misalnya mendorong produksi atau memelihara kestabilan.

Jelaskan maksud dari kajian-kajian yang harus dilakukan untuk memperoleh kebijakan yag tepat sasaran sebagai perusahaan penghasil public utilitier? 6. Uraikan mengenai keputusan penentuan harga tersebut oleh pemerintah. Sebutkan tiga tanggapan produksi terhadap perubahan harga! Jelaskan hasil studi mengenai tanggapan produksi tersebut di negara berkembang! 11.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 41 LATIHAN 1. terdapat suatu konflik antara program bantuan harga dan program subsidi input. Sebutkan dan jelaskan pendekatan-pendekatan yang digunakan untuk melakukan analisis penyediaan produk pertanian! 7. Terangkan bagaimana mekanisme pasar barang pribadi yang bersifat persaingan sempurna dalam menentukan tingkat keseimbangan? 5. Terangkan langkah-langkah yang ditempuh oleh pemerintah dalam melindungi kepentingan konsumen dan produsen! . Mengapa pemerintah ikut terlibat dalam kegiatan penentuan harga barang? 3. Dalam kebijakan harga negatif. Terangkan tindakan-tindakan apa saja yang dilakukan oleh pemerintah dalam mencapai tujuan kebijakan harga? 2. Apa yang dimaksud dengan fungsi penawaran? Apa bunyi hukum penawaran tersebut? 8. Jelaskan konflik tersebut! 12. Jelaskan? 4. Jelaskan yang dimaksud dengan “ceteris paribus”? 9. Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi penawaran? 10.

sehingga dapat meningkatkan standar kehidupan penduduk pada tingkat yang layak. 1. fungsi pemerintah dapat dikelompokkan sebagai berikut.FUNGSI DAN AKTIVITAS PEMERINTAH DALAM PEREKONOMIAN FUNGSI DAN AKTIVITAS PEMERINTAH Pemerintah sangat diperlukan dalam perekonomian suatu negara. Dengan melihat berbagai kelemahan mekanisme pasar sebagaimana telah dibahas sebelumnya. Fungsi Distribusi . Fungsi Alokasi Fungsi alokasi dalam kebijakan publik adalah fungsi penyediaan barang publik atau proses alokasi sumber daya untuk digunakan sebagai barang pribadi atau barang publik dan bagaimana komposisi barang publik ditetapkan. terutama untuk melaksanakan fungsinya dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. 2.

hanya 1 Karena sifat dari institusi publik. dapat secara simultan diarahkan kepada ketiga tujuan tersebut di atas. § Tugas memproteksi setiap anggota masyarakat dari ketidakadilan dan dominasi yang dilakukan oleh anggota lain dalam masyarakat. Permasalahan utama yang muncul adalah bagaimana merancang kebijakan anggaran sehingga dengan tujuan yang berbeda-beda tersebut akan dapat dicapai secara lebih terpadu. Suatu kebijakan publik. pemerintah harus membebankan secara pro rata kepada pengguna. stabilitas ekonomi dan laju pertumbuhan ekonomi. Aktivitas pemerintah. laba yang diperoleh institusi sering tidak mencapai tingkat pembayaran kembali. § Tugas membentuk dan memelihara institusi publik agar memberi manfaat yang tinggi serta kesempatan kerja kepada masyarakat1. tidak dapat diharapkan bahwa kesempatan kerja akan disediakan dalam kuantitas yang tepat.peraturan. Dengan demikian. bukan mengendalikan/ mengatur sumber daya tersebut. § Tugas mempertemukan biaya yang diperlukan untuk mendukung peraturan. dengan memperhitungkan akibat kebijakan pada perdagangan dan neraca pembayaran. Pedoman aktivitas pemerintah yang dipromosikan oleh Milton Friedman adalah bahwa keterlibatan pemerintah harus dapat membuat dan memaksakan aturan-aturan umum yang mengatur perilaku para individu. misalnya pengenaan pajak dan pengeluaran publik. Apabila pemerintah memutuskan untuk campur tangan dalam aktivitas individu. seharusnya. misalnya hanya sebatas penyertaan modal saja. Pada saat pemerintah memproduksi barang atau jasa. . Milton Friedman juga menyarankan pemerintah supaya membeli sumber daya yang digunakannya dalam pasar. Fungsi stabilisasi Fungsi stabilisasi dalam kebijakan publik adalah penggunaan kebijakan anggaran sebagai alat untuk mempertahankan tingkat kesempatan kerja. Adam Smith mencatat empat fungsi ‘pengoreksi’ yang dapat dijalankan oleh pemerintah yakni: § Tugas memproteksi suatu kelompok masyarakat dari pelanggaran dan invasi yang dilakukan oleh kelompok masyarakat lainnya. keterlibatan tersebut harus mempunyai tingkat yang minimal. dan bukan bertransaksi dengan pengguna. Dalam The Wealth of Nations.44 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian Fungsi distribusi dalam kebijakan publik adalah penyesuaian atas distribusi pendapatan dan kekayaan untuk menjamin pemerataan dan keadilan. baik secara langsung atau tidak langsung. 3.

Namun demikian. dapat membantu mencegah pencapaian alokasi sumber daya yang efisien. 5. Kondisi inilah yang menyebabkan adanya suatu intervensi pemerintah dalam operasi pasar bebas. 3. . Konsumsi atau produksi barang/jasa publik yang mungkin menghasilkan suatu akibat eksternal (positif atau negatif) kepada masyarakat yang tidak tercermin dalam harga barang. dan dengan demikian akan menyebabkan penawaran dan permintaan yang tidak tepat. pasar akan memproduksi barang publik tersebut secara tidak proposional. Kegagalan pasar juga berhubungan dengan permasalahan dari seleksi yang tidak menguntungkan dan bahaya moral ketika pembeli atau penjual bertindak secara eksklusif atas dasar mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. dalam mendanai. Tidak bisa bergeraknya sumber daya yang produktif. Kegagalan Pasar 1. tergantung pada apakah eksternalitas ini baik atau buruk.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 45 berperan sebagai last resort. negara dapat mencoba turut campur mengatasi permasalahan ini. terutama tenaga kerja. yang membuat tidak mungkin membebankan biaya penyediaannya kepada para pengguna. Alasan Keterlibatan Pemerintah Dalam Ekonomi Dalam situasi tertentu. Informasi yang tidak simetris dan tidak sempurna yang mungkin mengarah pada penilaian yang salah atas barang dan jasa publik. suatu masyarakat dapat saja memilih alokasi yang tidak efisien atas dasar kesetaraan atau kriteria lainnya. Hal ini menyebabkan kegagalan pasar. 2. 4. Terdapat beberapa barang publik yang bersifat non rival dan non excludable. Terdapat dua argumen mengenai bagaimana perlunya intervensi pemerintah yaitu (1) kegagalan pasar dan (2) penekanan pada aspek keadilan. Tanpa intervensi pemerintah. mengatur dan menyediakan barang atau jasa secara gratis. mekanisme pasar akan mengarah pada alokasi sumber daya yang efisien yang timbul pada saat tidak seorangpun akab dapat dipuaskan secara lebih baik dengan tanpa menyebabkan orang lain menderita kerugian (sering disebut efisiensi Pareto). Untuk itu. seperti pertahanan nasional dan penerangan jalan.

Ketiganya merupakan dimensi pokok dari kemiskinan yang tidak dimiliki secara eksklusif oleh sektor swasta. saat sekarang menjadi pertanyaan publik berkaitan dengan tersedianya teknologi masa kini. Kepedulian secara luas atas kebutuhan mengatasi kemiskinan secara lebih serius harus menjadi perhatian oleh pemerintah. 2. dan memberikan kontribusi untuk mengurangi ketidakadilan melalui aktivitas yang sebetulnya merupakan tanggung jawab pemerintah (seperti rumah sakit umum dan sekolah yang dananya dari swasta). 2 Monopoli yang alami dalam sektor tertentu seperti energi. Dengan demikian. lingkungan yang bersih. dan stabilitas nasional. 3. secara nasional dan global. Peranan sektor swasta dan kebutuhan kemitraan dalam kesempatan. kredit. pembangunan yang lebih cepat. pemberdayaan dan proteksi. Penekanan pada aspek keadilan bukan berarti bahwa hanya negara yang harus atau dapat memberikan kontribusi dalam rangka menekan kemiskinan. meningkatnya kejahatan dan eksternalitas negatif yang akan mempengaruhi pertumbuhan dan keadilan sosial. Sebagai peran penyedia (Provider Role). mempromosikan tambahan manfaat kepada anggota masyarakat (erat hubungannya dengan produsen dan pekerja swasta). perlindungan hak asasi. dan sebagainya). Ketidakadilan sering menghasilkan situasi yang tidak aman. Tugas ini berhubungan dengan penyediaan kesempatan. sektor swasta dapat berperan secara aktif dalam menciptakan kesempatan ekonomi (seperti penciptaan lapangan kerja. Namun demikian. pemerintah harus menyediakan barang publik untuk menjamin stabilitas ekonomi makro. tidak semua fungsi mensyaratkan kehadiran pemerintah sebagai penyedia barang atau jasa publik dimana masih terdapat beberapa diantaranya yang difasilitasi oleh peraturan dan penciptaan ruang gerak yang tepat 2 . Data empiris di seluruh dunia secara umum menyarankan bahwa peningkatan keadilan memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi. keadilan. 4. Lebih lanjut dapat dikemukakan bahwa peran pemerintah yang berkenaan dengan keterlibatannya dalam perekonomian adalah sebagai peran penyedia (provider role) dan peran kemitraan (partnership role). tambang dan lain-lain. pemberdayaan dan proteksi perlu difasilitasi oleh pemerintah. . dan berkurangnya kemiskinan.46 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian Aspek Keadilan 1. 5. penyelesaian konflik.

Sebagai contoh. Pertanyaannya adalah siapa yang memperoleh manfaat dan siapa yang menanggung beban dari suatu kebijakan distribusi tertentu? Siapa yang menanggung beban atas akibat diterapkannya kebijakan pajak penghasilan badan? Apakah kepada pengusaha. Sayangnya manfaat yang tinggi tersebut harus dibayar secara lebih mahal. Dimungkinkan adanya opportunity cost dalam hubungannya dengan efisiensi dalam merubah distribusi pendapatan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 47 Sedangkan sebagai peran kemitraan (Partnership Role). Kekhususan ini akan berakibat pada sejumlah produktivitas/efisiensi yang hilang/berkurang jika terjadi perubahan dari kondisi yang relatif baik kepada kondisi yang baik. Beberapa kebijakan secara aktual akan menggeser distribusi pendapatan antara generasi sekarang dan generasi mendatang. para ekonom berpendapat bahwa kebijakan publik berakibat perekonomian tidak dalam kondisi pareto optimal. Pada masa sekarang. Kebijakan publik dapat berpengaruh terhadap distribusi pendapatan nyata. pemerintah dapat menjadi mitra swasta dalam penyediaan peraturan. Isu inilah yang disebut dengan internerational transfer. 3 Dalam contoh ini. AKTIVITAS PEMERINTAH DALAM PEREKONOMIAN Tingkat konsumsi/produksi barang dan jasa oleh masyarakat dapat dirubah oleh kebijakan publik. kebijakan dalam upah minimum akan menyebabkan penerimaan upah lebih tinggi kepada pekerja. pembangunan infrastruktur dasar dan perlindungan dari risiko dan kerugian (misalnya asuransi). . suatu kebijakan publik tentang pengelolaan sumber daya alam oleh pemerintah akan memberi manfaat yang lebih tinggi kepada masyarakat dibandingkan dengan apabila pengelolaan tersebut dilakukan oleh sektor swasta. baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa pengelolaan sumber daya alam cenderung mengarah pada kondisi yang spesifik. Sebagai contoh 3 . Diakui secara luas bahwa baik pemerintah maupun sektor swasta tidak akan dapat berfungsi secara tepat tanpa berfungsinya peran kemitraan kedua sektor tersebut secara bersamaan. pekerja atau konsumen? Dan siapa juga yang menerima tanggung jawab akibat adanya pajak penjualan? Konsumen atau pekerja? Inilah yang dimaksud dengan true incidence dari kebijakan. yakni memindahkan alokasi hak kekayaan. pemerintah lebih banyak dibutuhkan dalam perannya sebagai regulator dari mekanisme pasar dan sebagai fasilitator dari lingkungan kelembagaan dan pengaturan yang kondusif atas pembangunan sektor swasta. tetapi kesempatan kerja total mungkin turun sebagai akibat dari timbulnya kebijakan ini.

Perbedaan yang mendasar antara barang pribadi dan barang publik adalah.48 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian FUNGSI ALOKASI Latar Belakang Adanya Fungsi Alokasi Dilihat dari fungsi alokasi. sistem pasar akan terjadi melalui transaksi antara konsumen dan produsen secara individual dan sukarela. Dalam kasus ini. Kebutuhan yang dirasakan oleh seseorang akan pakaian tentunya akan sangat berbeda dengan kebutuhan pakaian yang dirasakan oleh orang yang berbeda. Contohnya adalah jika seseorang membutuhkan pakaian. Dalam kondisi ini. seperti misalnya pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah. Permasalahan yang mungkin timbul dalam fungsi alokasi adalah berapa banyak barang publik yang harus disediakan oleh pemerintah. pemerintah harus menjamin bahwa proses politik dalam pengambilan keputusan penyediaan barang dan jasa publik akan dapat terjadi secara efisien. maka pakaian yang sama tidak akan tersedia untuk orang lain. Seringkali mekanisme pasar berfungsi. Kondisi ini menggambarkan adanya hubungan antara permintaan dan penawaran atas barang tersebut. Sistem pasar menjadi tidak berlaku jika diterapkan pada barang-barang publik (social goods). dengan cara yang sama dapat diproduksi oleh perusahaan swasta dan dijual kepada pemerintah atau dapat juga diproduksi secara langsung oleh pemerintah. Dalam 4 Sistem mekanisme pasar merupakan suatu transaksi antara konsumen dan produsen secara individu. barang pribadi dapat diproduksi dan dijual kepada pembeli baik oleh swasta maupun oleh perusahaan pemerintah. 2. sehingga pemerintahlah yang harus bersedia memproduksi barang publik tersebut. Sebagai akibat dari kegagalan mekanisme pasar yang lain dimana proses politik akan menggantikan mekanisme pasar. Beberapa alasan yang mendasari kemungkinan tersebut adalah karena: 1. pemerintah harus mengambil tindakan apabila mekanisme pasar tidak berjalan. . suatu barang publik – yang berbeda sifatnya dengan barang pribadi – tidak dapat disediakan melalui sistem mekanisme pasar 4 . Untuk barang-barang pribadi (private goods). Sebagai akibat dari kegagalan mekanisme pasar dimana hubungan yang seharusnya terjadi antara produsen dan konsumen dalam suatu mekanisme pasar tidak berjalan. sedangkan barang publik. namun kadangkala tidak efisien. termasuk diantaranya adalah jenis dan kualitas barang yang perlu disediakan oleh pemerintah. Apabila seseorang membeli satu set pakaian.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 49 kasus ini akan terjadi suatu kondisi bahwa konsumsi terhadap barang tersebut bersifat bersaing. Apalagi jika semakin banyak orang yang menggunakan barang tersebut. Efisiensi Pasar dan Kegagalan Pasar Dalam suatu sistem ekonomi pasar yang bersaing sempurna. Berbeda halnya dengan barang publik. Mekanisme pasar akan terjadi apabila ada suatu permintaan dari konsumen. karena manfaat yang akan dirasakan oleh setiap orang akan sama saja. Dalam hal ini dapat dilihat bahwa apabila seseorang mengambil manfaat dari adanya jalan umum tersebut. Akan berbeda halnya jika kebutuhan seseorang tersebut terhadap. manfaat yang dirasakan masing-masing individu akan semakin tidak berarti apa-apa. mekanisme pasar tidak akan berfungsi secara sempurna. Harga atas suatu komoditi sudah disepakati atau harus identik untuk semua pembeli dan penjual. baik jika dia membayar ataupun tidak. kemudian produsen akan menyediakan barang yang paling diinginkan oleh konsumen. aplikasi dari prinsip hubungan permintaan dan penawaran seperti ini menjadi suatu pemecahan yang efisien. Konsumen biasanya tidak bersedia untuk membayar pemanfaatan atas barang publik. misalnya. Untuk barang seperti pakaian. Konsumen akan berusaha mendapatkan barang yang mereka inginkan dengan harga yang serendah-rendahnya. Akan banyak keuntungan yang didapat – terutama oleh produsen – apabila membatasi konsumen yang ikut dalam sistem pasar dengan mensyaratkan mereka untuk mau membayar. Kebutuhan atas barang ini akan dirasakan secara bersama-sama dan begitu pula terhadap manfaat yang dihasilkan dengan tersedianya jalan umum tersebut tentunya akan dapat dinikmati oleh banyak orang (tidak untuk satu konsumen). Akibatnya tidak akan ada pembayaran yang dilakukan secara sukarela. manfaat yang tersedia bagi orang lain tidak akan berkurang. Mekanisme pasar tersebut akan membawa konsumen dan produsen ke suatu titik harga tertentu. Di sini diasumsikan bahwa terdapat adanya hak kepemilikan eksklusif terhadap semua sumber daya produktif yang tersedia di pasar dan tidak ada individu yang mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi harga atas komoditi atau produk yang diperjualbelikan. penggunaan atas jalan umum. Dari ilustrasi tersebut dapat dipahami bahwa mekanisme pasar akan sangat cocok untuk menggambarkan penyediaan barang-barang pribadi. sedangkan produsen akan menjual barang dengan harga yang setingi-tingginya. Hal ini berarti tidak ada distorsi . kriteria efisien akan dapat digunakan untuk mengevaluasi alokasi sumber daya. Dalam kondisi seperti ini tentunya diperlukan campur tangan dari pemerintah.

sehubungan dengan pemenuhan kriteria efisien. Barang Publik Istilah barang publik digunakan untuk menggambarkan barang atau jasa apapun yang disediakan oleh pemerintah. bahwa sifat tidak bersaing bukan berarti bahwa manfaat yang diterima oleh . Efisiensi produksi pemerintah di sini akan menjadi fokus pembahasan selanjutnya. pemerintah sendiri seharusnya bekerja keras untuk mencapai tingkat efisiensi yang sama dengan pihak swasta. Dalam kenyataannya banyak kesulitan yang terjadi. mulai dari lampu jalan sampai dengan keamanan nasional. Sifat Tidak Bersaing (Non Rivalry) Sifat tidak bersaing berarti bahwa barang tersebut dapat dikonsumsi sebanyak-banyaknya oleh seseorang tanpa akan mengurangi jumlah barang yang tersedia untuk dikonsumsi oleh orang lain. Alasan ketiga terletak pada hubungan rasional dari produksi pemerintah atas barang-barang publik. Distorsi yang disebabkan oleh iklan. terutama dalam hal biaya produk dan kualitas produk yang dihasilkannya. misalnya. namun pasar gagal dalam memproduksinya. Alasan pertama adalah bahwa pemerintah diharapkan dapat menjamin pasar agar dapat beroperasi secara efisien. misalnya terhadap sejumlah barang tertentu yang menjadi preferensi konsumen. Kedua sifat tersebutlah yang kemudian akan mengakibatkan kegagalan pasar dalam memproduksi secara efisien. sehingga pasar dapat menjadi ajang persaingan yang tidak sempurna. masih banyak permasalahan lain yang tidak dapat dipecahkan oleh mekanisme pasar. sistem ekonomi pasar akan dapat menjamin penggunaan sumber daya secara efisien dalam penyediaan barang pribadi. Di sinilah kemudian terjadi alasan perlunya aturan pemerintah guna menjamin efisiensi dalam sistem ekonomi pasar. dan hal ini berarti bahwa informasi yang dimiliki oleh kosumen dan produsen tidaklah sama. Alasan kedua. akan mengakibatkan konsumen kekurangan informasi atau dapat tersesatkan. pandangan ini merupakan gambaran paling ekstrim dari sistem pasar. Selain itu. Para ekonom secara lebih spesifik menjabarkan istilah barang publik sebagai barang-barang yang mempunyai sifat tidak bersaing (non rivalry) dan tanpa pengecualian (non excludability). Bila semua kondisi tersebut telah terpenuhi. Namun perlu dipahami. Tentu saja.50 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian pasar yang akan mengakibatkan adanya perbedaan harga antara yang diterima oleh penjual dengan yang dibayarkan oleh pembeli. terutama dalam hal persaingan.

dibandingkan dengan orang yang tinggal lebih jauh dari wilayah lampu tersebut. selama biaya yang dikeluarkan untuk membayar staf penjaga tempat rekreasi tersebut tidak lebih besar dari pendapatan yang diterima. akan sulit bagi pemerintah untuk mencegah orang tersebut agar tidak menggunakan jalan umum. terdapat barang-barang publik yang mempunyai sifat tidak bersaing dengan kadar yang tinggi dan rendah. Dari berbagai macam barang publik. sama halnya dengan sifat tidak bersaing. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan ketidakmampuan dalam mencegah seseorang yang tidak memberikan kontribusi (tidak membayar) untuk ikut mengkonsumsi barang publik. terdapat sifat tidak bersaing yang rendah dalam konsumsinya. maka hal tersebut akan dapat merugikan orang-orang di sekitarnya yang membayar pajak. Misalnya tempat rekreasi. Misalkan. karena apabila pemerintah mencegah dengan cara tidak membangun jalan di sekitar rumahnya.1 Sifat Tanpa Pengecualian (Non Excludability) Dimensi kedua dari barang publik adalah sifat tanpa pengecualian. orang yang tinggal di sekitar wilayah lampu tersebut akan lebih merasakan manfaatnya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 51 setiap konsumen adalah sama. pemerintah mungkin saja menarik bayaran dari para pengunjung. untuk barang publik seperti. Oleh karena itu. Namun demikian. tanpa mengurangi kebutuhan orang lain atas lampu yang sama. jika biaya untuk mendapatkan kontribusi konsumen tidak lebih besar dari manfaatnya. seseorang dapat terlindungi dari gelapnya malam. Namun. Rendah Tinggi Jalan Lokal Pendidik an Pelayanan Udara Kesehata bersih n Gambar 4. akan ada kemungkinan sifat bersaing dalam penggunaan barang publik tersebut. Misalnya konsumsi atas lampu jalan. pelayanan kesehatan dan pendidikan. Semakin banyak orang dalam suatu wilayah. terdapat garis spektrum yang menggambarkan tinggi rendahnya sifat tanpa pengecualian Rendah Tinggi Keamanan Lampu Jalan . A tidak memberi kontribusi dengan membayar pajak. sifat tidak bersaingnya tinggi. Sebaliknya. jalan lokal. Barang publik seperti lampu jalan dan keamanan. tidak menutup kemungkinan sifat tanpa pengecualian ini dihilangkan.

Kurva Permintaan. Penawaran dan Equilibrium Pasar Atas Barang Pribadi Harga S = MC P1 E Dt Db . Perpotongan antara kurva SS dan Dt menentukan titik ekuilibrium harga P1 dan titik ekuilibrium kuantitas Qt. A dapat masuk ke dalam pasar sehingga kurva permintaan pasar Dt berbelok. Kurva permintaan pasar Dt berhimpitan dengan kurva permintaan Db. selanjutnya pada saat tingkat harga sudah cukup rendah.3 mewakili barang pribadi yang mempunyai sifat bersaing dan pengecualian yang sangat tinggi. Gambar 4.3.52 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian Tempat Parkir Tempat Rekreasi Perpustakaan Udara Bersih Pendidikan Jalan Lokal Gambar 4. selama tingkat harga masih cukup tinggi. Semua titik-titik dalam kurva permintaan pasar Dt merupakan gabungan dari titik-titik harga dan kuantitas yang diminta dalam kurva permintaan A dan B.2 Barang Publik Versus Barang Pribadi Gambar 4.4 di bawah ini menguraikan tentang perbedaan antara barang publik dan barang pribadi dalam suatu masyarakat yang diasumsikan hanya terdiri dari dua kelompok individu. dan 4. yaitu A dan B. Dengan catatan bahwa Qt merupakan penjumlahan dari Qa (barang yang dibeli oleh A) dan Qb (barang yang dibeli oleh B). Kurva permintaan pasar (Dt) diperoleh dengan menambahkan secara horizontal kurva permintaan A (Da) dan kurva permintaan B (Db). Kurva penawaran pasar SS memperlihatkan biaya marginal (MC) yang dapat dibebankan kepada A dan B secara bersama-sama untuk berbagai output dari barang pribadi.

Oleh karena itu. Alasan atas kondisi ini. Kurva Permintaan. dalam hal ini perbedaan terjadi bukan pada kuantitas yang dikonsumsi oleh masing-masing orang.4 tampak bahwa terdapat suatu titik yang menunjukkan maksimum harga yang bersedia dibayar oleh individu A (PA). Misalnya A sebagai warga kota Jakarta dapat menggunakan seluruh jalan kota maka demikian juga halnya dengan B. Berdasarkan karakteristik dari barang publik tersebut.3. dikarenakan manfaat marjinal atas barang tersebut masih terus diterima oleh B. Di atas harga PA. individu A tidak lagi bersedia untuk membayar atas barang publik tersebut.4 memperlihatkan pola yang sama namun untuk barang publik.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 53 Gambar 4. tapi lebih kepada perbedaan dari manfaat marjinal dari setiap konsumen atau harga yang dibayarkan oleh masing-masing konsumen. karena barang publik mempunyai sifat tidak bersaing dan tanpa pengecualian. dalam kurva 4. baik manfaat yang diterima A lebih besar maupun lebih kecil. Situasi yang berbeda terjadi di sini. meskipun A memiliki mobil sedangkan B tidak. Penawaran dan Equilibrium Pasar Atas Barang publik Harga S = MC P1 PB E Dt PA . Gambar 4. karena A tidak lagi memperoleh tambahan manfaat atas barang tersebut. Sementara individu B masih bersedia membayar sampai ke tingkat harga PB atas barang publik yang sama. karena pada titik tersebut A memperoleh manfaat yang maksimum. sehingga barang yang dikonsumsi oleh A sama jumlahnya dengan barang yang dikonsumsi B.

tampak bahwa kurva permintaan pasar (Dt) berbelok pada tingkat kuantitas barang publik yang memberikan tingkat manfaat maksimum pada A – sehingga A tidak bersedia membayar harga tambahan lagi.4. pendidikan. Masih dalam gambar 4. Maka total harga yang bersedia dibayar oleh pasar.5 menunjukkan alternatif kombinasi antara barang publik dan barang pribadi. Gambar 4. individu A hanya bersedia membayar dengan harga cukup. Di atas harga tersebut (PA) tambahan barang publik dibayar oleh individu B. Kurva Kemungkinan Produksi . pakaian. Barang pribadi adalah barang-barang yang diproduksi untuk dijual dan tersedia di pasar. sebagai kompensasi atas kebutuhannya terhadap jalan tersebut. Penyediaan Barang Publik Ketika pemerintah melakukan fungsi penyediaan barang publik. Sementara di lain pihak. keamanan nasional dan lain-lain. trade off dari penyediaan barang publik oleh pemerintah dengan penyediaan barang pribadi melalui mekanisme pasar dapat digambarkan dengan kurva kemungkinan produksi. Sedangkan barang publik adalah barang-barang yang tersedia tapi tidak untuk dijual di pasar. seperti: jalan umum. seperti makanan. dengan asumsi seluruh sumber daya yang ada digunakan. karena mungkin hanya itu kebutuhannya. dan lain-lain. adalah total harga yang bersedia dibayar oleh seluruh individu dalam pasar (P1=PA+PB). dalam penyediaan jalan raya. individu B bersedia membayar lebih banyak lagi untuk penyediaan jalan raya.4.54 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian Gambar 4. Sebagai contoh.

pengorbanan dari pihak masyarakat terjadi dengan menurunnya kemampuan konsumsi atas barang-barang pribadi. maka kualitas keamanan yang disediakan pemerintah akan meningkat dan masyarakat akan merasa lebih aman. Namun di sisi lain. Pengorbanan masyarakat merupakan harga sumber daya yang seharusnya digunakan untuk memproduksi barang pribadi digunakan oleh pemerintah untuk dapat menyediakan barang publik. Masalah lain yang juga . Peningkatan jumlah barang publik yang tersedia di pasar dalam satu tahun dari OG1 ke OG2 (titik B) akan meminta penurunan dari jumlah barang pribadi di pasar dari OX1 ke OX2. Jika untuk memenuhi kebutuhan keamanan nasional tersebut pemerintah harus meningkatkan pajak penghasilan. Permasalahan yang timbul kemudian adalah tentang jenis dan kualitas barang seperti apa yang harus disediakan oleh pemerintah. Penyediaan Barang melalui Anggaran Sebagaimana telah diterangkan dalam bab sebelumnya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 55 Gambar 4. jika diumpamakan peningkatan jumlah barang publik per tahun merupakan respon pemerintah atas peningkatan permintaan masyarakat terhadap keamanan nasional. Sumber daya yang dikorbankan tersebut adalah harga yang harus dibayar oleh masyarakat atau pajak yang diminta oleh pemerintah agar barang publik dapat tersedia. atau dengan kata lain meminta pengorbanan lebih besar dari MX1 ke MX2.5 Titik A dalam gambar menunjukkan bahwa MX1 unit adalah jumlah barang pribadi yang dikorbankan oleh masyarakat sehingga pemerintah dapat menyediakan barang publik sejumlah OG1. bahwa dalam rangka penyediaan barang publik diperlukan adanya campur tangan pemerintah.

karena adanya mekanisme mengikuti keputusan suara terbanyak dalam proses yang demokratis. Keterbatasan Jangkauan Manfaat atas Barang Publik Pada dasarnya. Para pemberi suara kemudian akan dihadapkan pada suatu pilihan di antara beberapa usulan pengeluaran publik berkaitan dengan sumbangan pajak mereka. Setiap orang akan dengan senang hati ikut terlibat dalam proses pengambilan keputusan politik – mulai dari sekedar memberikan suara. diperlukan proses politik untuk mengungkapkan preferensi masyarakat kepada pemerintah tentang barang publik apa yang perlu disediakan dan melengkapinya dengan sumber-sumber pembiayaan yang dibutuhkan untuk membayar barang-barang publik tersebut. apabila suatu usulan kebijakan tidak berpengaruh langsung atau kecil pengaruhnya . Sementara itu. karena biaya yang mereka keluarkan akan lebih besar dari manfaat yang akan mereka terima. Namun dalam prakteknya. Proses tersebut harus diawali dengan memberikan pemahaman kepada anggota masyarakat tentang pentingnya memberikan suara mereka. menyumbang bahkan sampai keluar dari pekerjaannya – jika mereka merasa bahwa ada akibat langsung dari kebijakan politik pemerintah kepada mereka. ada . Agar dapat berfungsi sebagai mekanisme yang efisien dalam mengungkapkan preferensi. barang publik disediakan bagi semua orang yang mempunyai kepentingan atas barang tersebut. Oleh karena itu. Namun dalam prakteknya. Secara normatif. Pilihan para pemilih akan tergantung pada pengetahuan mereka sendiri serta kesadaran mereka bahwa orang lain juga menyumbang sesuai dengan rencana perpajakan yang dianut. masyarakat dalam sistem yang demokratis akan terhindar dari apatisme anggotanya dalam proses pengambilan keputusan politik. Pengungkapan preferensi masyarakat kepada pemerintah dapat dilakukan melalui proses pemungutan suara. banyak anggota masyarakat merasa bahwa biaya yang mereka keluarkan untuk menyatakan tuntutan mereka seringkali lebih besar dari manfaatnya. Dasar pemikiran tentang komunikasi efektif antara pemerintah dan masyarakat mengikuti logika kepentingan setiap individu dalam masyarakat. Hal ini diakibatkan tidak cukupnya informasi yang disampaikan oleh masyarakat kepada pemerintah.masyarakat akan merasa enggan untuk ikut serta dalam proses pengambilan keputusan tersebut. berkampanye.56 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian timbul adalah ketika pemerintah perlu menetapkan jumlah uang yang harus ditarik dari masyarakat untuk menyediakan barang publik tersebut. maka proses pemungutan suara harus mengaitkan keputusan perpajakan (sebagai alat pendanaan) dengan keputusan anggaran pengeluaran atau belanja publik.

kontribusi seseorang baik itu berupa waktu. selama tidak ada tambahan biaya yang harus mereka keluarkan. sementara barang publik berskala lokal lebih tepat disediakan oleh pemerintah lokal atau pemerintah daerah. Dari sini dapat terlihat bahwa biaya marginal dari setiap tambahan penggunaan atas barang publik ini sama dengan atau paling tidak mendekati nol. dan 5. Dari sisi pengguna. Sebaliknya. harus ada tambahan biaya yang dikeluarkan. Sebagai contoh. maupun pemberian suara akan dapat menciptakan perubahan atas suatu keputusan. Hal ini disebabkan. Selain itu dalam skala lokal akan lebih dimungkinkan untuk mengatasi permasalahan free rider.. seperti yang terlihat pada gambar 5. sehingga akan lebih memperkecil timbulnya masalah free rider. dengan mempertimbangkan kondisi kemacetan (biaya oportunitas) di luar jalan tol. Melihat sifatnya tersebut. karena akan lebih jelas manfaat yang dapat mereka peroleh bila dibandingkan dengan biaya yang mereka keluarkan. Artinya para pengguna seharusnya akan lebih termotivasi untuk menggunakan barang-barang ini sampai pada titik dimana manfaat marjinal yang mereka peroleh sama dengan atau mendekati nol. Sebagai contoh. dalam suatu kelompok yang kecil. tapi paling dekat dengan tempat tujuannya. Berpartisipasi atau tidak berpartisipasi akan menjadi sangat terlihat. Berbeda dengan pengguna jalan tol luar kota. barang publik berskala nasional lebih tepat disediakan oleh pemerintah pusat. seorang pengguna jalan tol dalam kota akan masuk dari pintu terdekat dengan tempat dia berangkat dan keluar dari pintu terjauh. uang.2. karcis parkir. bagi yang sedikit memberikan berkontribusi atau bahkan tidak sama sekali. dari manapun dia masuk dan dimanapun dia keluar biaya yang harus dikeluarkan adalah sama. Barang publik berskala lokal dalam garis kontinum. dia akan berpikir dari pintu tol mana dia harus masuk dan di pintu tol mana dia harus keluar. untuk setiap tambahan pintu tol yang dia lewati.1. mereka tidak akan merasa keberatan membayar untuk dapat menggunakan barang publik tersebut. . atau retribusi pasar) dengan tarif ataupun biaya yang rendah. mempunyai sifat tidak bersaing yang rendah. Mereka akan terus menambah konsumsi mereka atas barang publik ini sampai manfaat yang mereka dapatkan maksimal.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 57 barang publik yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat di dalam negara (berskala nasional) dan ada barang publik yang hanya dapat dimanfaatkan oleh sekelompok orang tertentu (berskala lokal). tol. maka akan sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali manfaat yang akan mereka dapatkan. Tentunya akan lebih mudah bagi pemerintah lokal untuk menarik kontribusi dari para pengguna barang publik yang disediakan (seperti tiket masuk tempat rekreasi.

pada musim liburan dimana pengunjungnya sangat padat.58 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian Barang publik berskala lokal adalah barang-barang yang diproduksi oleh pemerintah lokal. yaitu barang publik yang mempunyai sifat tidak bersaing yang rendah hanya pada waktu penggunaannya padat atau penggunanya mencapai jumlah tertentu. dimana pada hari-hari libur hampir tidak ada mobil yang datang berkunjung. maka sifat tidak bersaingnya akan menjadi tinggi. Strategi lain dalam memperlakukan congestible goods adalah dengan menggunakan dua macam tarif. dapat dikenakan tarif tinggi. sedangkan untuk hari kerja atau sekolah. Sehingga. yaitu tarif tinggi pada musim padat dan tarif rendah pada musim sepi. Sementara itu. yang dalam garis spektrum mempunyai sifat tidak bersaing yang rendah. maka biaya marjinalnya bisa akan lebih mahal dari manfaat marjinalnya. pada waktu yang lain ketika jumlah pengguna barang ini hanya sedikit. begitu juga biaya marginalnya yang tetap. jika pemerintah lokal harus menarik kontribusi atas pengguna barang publik ini. para pengunjung dapat menikmati tempat rekreasi dengan biaya yang lebih rendah. memperlihatkan bahwa tambahan permintaan atas congestible goods pada musim sepi jumlahnya sedikit (pergeseran dari titik O ke D1 sampai ke D2). Apabila dimungkinkan. Hal ini diharapkan dapat menarik minat pengunjung untuk mau masuk ke tempat rekreasi tersebut.6. Di lokasi perkantoran misalnya. sehingga biaya menempatkan penjaga gerbang akan tertutup dari pembayaran tiket masuk. Misalnya pada tempat-tempat rekreasi. ada yang disebut dengan istilah congestible goods. Gambar 4. jadi perlu juga tidak ada penjaga gerbang sehingga dapat mengurangi atau bahkan menghapus biaya marjinal. Kurva Permintaan Congestible Goods Harga MC P1 D3 . Sebegitu rendah permintaannya sehingga pemerintah lokal merasa tidak perlu ada penarikan retribusi atas pengguna barang publik tersebut. pemerintah lokal tidak perlu menarik kontribusi dari pengguna barang publik ini. Dari berbagai macam barang publik jenis ini. pemerintah dapat menghilangkan biaya parkir.

jumlah tertentu barang X harus diproduksi sedemikian rupa sehingga memungkinkan diproduksinya Y sebanyak-banyaknya pada saat yang sama dan demikian pula sebaliknya. Efisiensi Pareto didefinisikan sebagai suatu pengaturan ekonomi tertentu adalah efisien jika di sana tidak dapat dilakukan pengaturan kembali yang akan menyebabkan seseorang menjadi lebih baik tanpa merugikan posisi orang lain. kita akan mempertimbangkan suatu perekonomian dengan hanya ada dua konsumen. sedangkan teknologi lain memungkinkan diproduksinya 10 unit barang X dan hanya 5 unit barang Y. Pada kondisi efisiensi pareto. seorang ekonom Italia mengusulkan konsep efisiensi yang dikenal dengan istilah Efisiensi Pareto (Pareto Efficiency). Jika perubahan itu masih dimungkinkan maka kondisi tersebut belumlah efisien dan peningkatan efisiensi masih diperlukan. maka jelas bahwa teknologi pertama yang akan terpilih. kombinasi barang yang diproduksi. Kaidah efisiensi akan mengarah pada terpenuhinya kondisi-kondisi tertentu agar tercapai pemecahan alokasi yang efisien. 2. atau besarnya sektor pemerintah dalam usaha untuk membantu seseorang atau kelompok tanpa merugikan orang atau kelompok lain. Efisiensi Penyediaan Barang Publik oleh Pemerintah Dalam hal efisiensi penyediaan barang publik oleh pemerintah. tidaklah mungkin untuk mengubah metode produksi. jika suatu teknologi memungkinkan diproduksinya 10 unit barang X dan 8 unit barang Y. Kondisi-kondisi berikut harus terpenuhi untuk mencapai efisiensi pareto: 1.6. Sebagai contoh. Secara sederhana. yaitu A dan B serta dua macam barang yaitu X dan Y.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 59 Gambar 4. Artinya tingkat dimana . Efisiensi menghendaki bahwa dengan menggunakan teknologi terbaik. Tingkat substitusi marjinal dalam mengkonsumsi barang X dan Y harus sama baik bagi konsumen A maupun B.

. Dari sini. maka hal ini akan menguntungkan keduanya bila melakukan pertukaran. produsen akan menyamakan biaya marjinal dengan harga atau pendapatan rata-rata. Harga per unit yang sama dibayar oleh semua konsumen. Pemecahan efisiensi akan sangat dimudahkan dengan menggunakan pendekatan mekanisme pasar. dimana A akan dapat meningkatkan konsumsinya terhadap barang Y sedangkan B dapat meningkatkan konsumsinya terhadap barang X. karena di sini konsumen didorong untuk 5 Dalam keadaan bersaing. maka akan lebih diinginkan untuk meningkatkan output barang X dan mengurangi barang Y sampai kedua tingkat tersebut menjadi sama. Penjual dalam upayanya untuk memaksimalkan manfaat akan menyamakan biaya marjinal dengan penerimaan marjinal 5 (memenuhi kondisi 3). Alokasi yang Efisien Melalui Mekanisme Pasar Sekarang kita pertimbangkan suatu kondisi dimana cukup baik tidak hanya untuk produksi barang publik tetapi juga untuk produksi barang pribadi. 3.60 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian A dan B berkeinginan untuk menukarkan unit barang X dengan barang Y haruslah sama. Tingkat substitusi marjinal barang X untuk barang Y dalam konsumsi haruslah sama dengan tingkat transformasi marjinal di dalam produksi. Bagi barang pribadi yang tersedia melalui mekanisme pasar (dimana produsen akan memproduksi barang-barang yang paling diinginkan oleh konsumen atau preferensi konsumen teridentifikasi dengan jelas). sedangkan tingkat transformasi marjinal di dalam produksi adalah 3X untuk 1Y. sampai tercapai tingkat substitusi marjinal yang sama. konsumen akan mengalokasikan anggaran belanjanya di antara barang-barang tersebut sedemikian rupa sehingga menyamakan tingkat substitusi marjinal mereka dengan rasio harga barang (memenuhi kondisi 2). tergantung pada selera dan pendapatan mereka. Jika A ingin memberikan satu unit barang X untuk dua barang Y. Tingkat transformasi marjinal dapat didefinisikan sebagai suatu tambahan unit barang X yang dapat diproduksi bila produksi barang Y dikurangi satu unit. tetapi jumlah kuantitas konsumsinya berbeda. Selanjutnya. sedangkan B mau menukarkan tiga unit barang Y untuk satu unit barang X. Jadi jika tingkat substitusi marjinal di dalam konsumsi adalah 3X dan 2Y. produsen akan memaksimalkan keuntungan dengan menggunakan metode biaya sekecil mungkin (memenuhi kondisi 1). kita dapat melihat bahwa mekanisme pasar dapat menjamin terlaksananya penggunaan sumber daya yang efisien.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 61 menyatakan preferensi mereka. sehingga kedua individu tersebut (A dan B) akan berada pada titik yang sama pada sumbu horizontal. Selanjutnya. . Sumbu XY pada gambar bagian tengah memperlihatkan jumlah barang pribadi dan publik yang dikonsumsi oleh individu A. Dari gambar bagian atas. oleh karenanya harus disediakan oleh pemerintah. sekali lagi mencatat kombinasi barang pribadi dan barang publik yang dapat diproduksi dengan menggunakan seluruh sumber daya yang tersedia. 6 Namun kembali kepada masalah bahwa tidak semua barang bisa disediakan melalui mekanisme pasar. Karena sifat barang publik yang tidak bersaing dan tanpa pengecualian. tetapi mereka dapat mengkonsumsi barang pribadi dengan jumlah yang berbeda. Pemecahan masalah efisiensi kembali perlu untuk ditemukan. Akan tetapi. Karena FG dikonsumsi oleh A maka jumlah yang tersisa 6 Ini adalah kelebihan dari the invisible hands sebagaimana yang dikemukakan pertama kali oleh Adam Smith. setiap penyediaan atas barang publik harus ada pengorbanan dari sumber-sumber daya yang seharusnya dapat digunakan untuk memproduksi barang pribadi. penyediaan barang publik oleh pemerintah akan menyebabkan trade off dengan penyediaan barang pribadi melalui mekanisme pasar. titik-titik ini akan berhubungan dengan kondisi bahwa jumlah barang X yang dikonsumsi oleh A dan B harus sama dengan output total barang X. Alokasi yang Efisien Atas Barang Publik Sebagaimana diperlihatkan dalam gambar 4. sehingga produsen termotivasi untuk memproduksi apa yang diinginkan oleh konsumen. sebagaimana pertama kali pernah dikembangkan oleh Samuelson. kita akan melihat bahwa kurva kemungkinan produksi pada sumbu XY paling atas.3 dimana kondisi seluruh sumber daya yang ada dapat digunakan untuk memproduksi barang pribadi. artinya A mengkonsumsi barang publik sebanyak 0F dan barang pribadi sebanyak FG. sehingga keduanya akan berada pada titik yang berbeda pada sumbu vertikal. jika kita perhatikan pada gambar 4. jika A berada pada titik G pada gambar di bagian tengah. Sebagai ilustrasi. diketahui bahwa kombinasi output yang paling efisien meliputi barang publik sebanyak 0F dan barang pribadi sebanyak FE. Artinya.7 dibawah ini. dan sumbu XY pada gambar bagian bawah memperlihatkan jumlah barang pribadi dan publik yang dikonsumsi oleh individu B. yang akan ditunjukkan melalui beberapa penjelasan di bawah ini. maka dapat diasumsikan bahwa jumlah barang yang dikonsumsi dari setiap individu adalah sama.

dimana ULK bersinggungan dengan kurva indeferen ib4 dari B pada gambar bagian bawah.62 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian bagi B sama FE-FG = FH. Kemudian jika A bergerak sepanjang ia2 ke titik P. Z dan K. Jika A berada pada kurva indiferen ia1 pemecahan terbaik adalah dengan membiarkan A dan B pada titik P dan L. semua titik sepanjang ia2 akan sama baiknya. kesejahteraan A akan menjadi maksimal apabila A mendapatkan suatu titik yang akan dapat membuat B menjadi lebih baik. T. menunjukkan bahwa jika A berada pada titik G maka B akan berada pada titik H pada gambar di bagian bawah. Untuk A misalnya dinyatakan oleh kurva indiferen ia2 pada gambar bagian tengah. sedangkan total output barang pribadi sebanyak NM akan dibagi antara A dan B sehingga A menerima sebanyak NP dan B menerima sebanyak NL. berdasarkan alasan yang sama akan menempatkan B pada titik L. sehingga menempatkan B pada titik H pada gambar bagian bawah. Inilah kurva tertinggi yang dapat dicapai oleh B. Bagi A. Jika A bergerak sepanjang ia2 dari tititk W ke kiri. dan V. dimana output total barang publik (yang paling efisien) sejumlah ON. Selanjutnya kita akan melihat pada tingkat kesejahteraan terbaik untuk A dan B. Hal ini akan terjadi pada titik L. Total X D M E Y 0 Jumlah X untuk A V N F U C Jumlah S P ia3 G W ia2 ia1 0 Jumlah X untuk B N F U Jumlah S K Z L H ib4 ib3 ib2 Jumlah S ib1 0 . maka B akan berpindah ke kiri sepanjang ULK.

Istilah keadilan lebih dekat pada nilai normatif daripada obyektif. namun demikian penekanan teori peranan produksi lebih pada pengalokasian yang efisien.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 63 Gambar 4. Dengan cara ini. FUNGSI DISTRIBUSI Sebagaimana telah dibahas dalam bab sebelumnya. yaitu teori penetapan harga faktor produksi dan pembagian pendapatan nasional dari penghasilan atas tanah. alokasi faktor produksi dapat dikatakan efisien apabila dasar penetapan harga faktor produksi juga efisien. teori efisiensi alokasi faktor produksi ini bukanlah merupakan teori fungsi distribusi. Agar alokasi sumber daya menjadi efisien maka jumlah faktor produksi yang digunakan harus sedemikian rupa sehingga nilainya sama dengan nilai biaya marjinal. Teori ini memainkan peranan yang sangat penting dalam analisis ekonomi. istilah keadilan berada dalam suatu area yang sangat berlawanan. tenaga kerja dan modal. bahwa terdapat dua masalah pokok dalam penggunaan sumber daya yang optimal yaitu masalah penggunaan sumber daya yang efisien dan masalah pendistribusian sumber daya tersebut dengan adil.7 Jika utilitas A berubah lagi. Sebagai contoh. Dalam pembahasan terdahulu penekanan lebih pada efisiensi. tanpa memperhatikan masalah . Dalam setiap kasus. kita akan memperoleh serangkaian pemecahan yang berkaitan dengan berbagai tingkat kesejahteraan untuk A dan B. maka kita dapat mengulangi prosedur yang sama untuk B. Dalam ilmu ekonomi. misalnya ke kurva ia3. Walaupun demikian. kita akan menemukan posisi baru bagi B pada gambar di bagian bawah (dihubungkan dengan ULK) dan satu hasil optimal baru (dihubungkan kepada L). teori distribusi biasanya mengacu pada teori mengenai peranan faktor produksi. yaitu tentang bagaimana pengalokasian sumber daya di antara berbagai kebutuhan produksi yang saling bersaing guna mencapai suatu tingkat hasil (utilitas atau kepuasan) tertentu. Semua ini adalah efisien menurut pemikiran Pareto dan memenuhi kondisi kesamaan di antara tingkat substitusi marjinal di dalam konsumsi dan tingkat transformasi marjinal di dalam produksi. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah ada distribusi yang adil atau merata? Bagaimana keadaan distribusi yang adil dan merata itu yang dimaksud di atas? Ketika istilah efisiensi berada dalam suatu area yang dapat dikatakan mendekati nilai obyektif.

diasumsikan bahwa setiap orang memiliki kapasitas yang sama untuk menikmati pendapatan. penekanan utama dari teori fungsi distribusi adalah pada bagaimana pendistribusian hasil produksi kepada individu-individu atau keluargakeluarga. Pendapatan sendiri harus mencakup masalah seluruh pendapatan seumur hidup seseorang. Selain itu. tidak hanya sekedar persoalan pendapatan. Idealnya.64 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian distribusi akhir dari hasil penjualan produksi tersebut di pasar. Konsep Keadilan Keadilan merupakan isu sentral dalam sektor ekonomi dan kebijakan publik. melainkan tetap lebih memihak kepada si kaya. bukan hanya pendapatan dalam satu tahun. Oleh karenanya. atau paling tidak. akan terasa sangat logis jika standar adil dalam pengorbanan dipenuhi melalui sistem yang menjamin bahwa kontribusi si miskin harus lebih kecil dari kontribusi si kaya. bukan dalam ukuran rupiahnya namun lebih pada utilitasnya. Konsep Keadilan Horizontal Salah satu jawaban atas dilema dalam mendefinisikan dan mengukur keadilan adalah konsep keadilan horizontal. Sehingga apabila ada dua kelompok ekstrim dalam masyarakat. hal lain yang mungkin perlu dimasukkan ke dalam pertimbangan adalah masalah kekayaan. Sedangkan. sebagian besar pendistribusian yang dilakukan pemerintah tidak menguntungkan bagi si miskin. dan kondisi . jumlah anggota keluarga. Oleh karena itu. Sedangkan pemerintah akan menyediakan sejumlah barang publik yang sama pula. kapasitasnya berada dalam suatu interval tertentu. dari setiap orang akan ditarik pajak dengan jumlah yang sama. masih dalam konteks ideal. Permasalahannya adalah bahwa dalam suatu perekonomian. atau kondisi-kondisi khusus lainnya seperti ketidakmampuan (cacat). Dalam konsep ini. Apakah ada suatu cara untuk mendefinisikan keadilan? Pertanyaan ini telah memicu munculnya beberapa pemikiran terbaik dari para ekonom dalan kurun waktu dua abad terakhir ini. sistem perpajakan dan belanja publik harus dapat menjamin terciptanya suatu pengorbanan yang adil dari setiap warga negara. fungsi pendistribusian oleh pemerintah dapat mencakup proses penarikan dana (melalui pajak) dari si kaya dan mentransfernya kepada si miskin baik itu dalam bentuk uang ataupun jasa. masalah distribusi pendapatan terhadap individu maupun keluarga akan dibahas lebih mendalam dalam bagian ini. Namun pada kenyataannya. si miskin dan si kaya. umur. Selanjutnya.

tua atau muda. melalui konsep ini. dan subsidi perumahan dan kesehatan bagi rakyat miskin7. Oleh karena itu. namun disesuaikan dengan kondisi mereka.000. dan kebutuhan atau kemampuannya untuk membayar. 7 . Dasar pengukuran dapat berupa pendapatannya. setiap orang dianggap sama. Apakah seseorang yang mempunyai jumlah pendapatan Rp 50. tidak perduli kaya atau miskin. Apakah seseorang yang mempunyai pendapatan dua kali pendapatan orang yang lain berarti bahwa orang tersebut mempunyai kemampuan membayar dua kali juga atau tidak.001. Selanjutnya. Konsep Keadilan Vertikal Konsep kedua dalam mengukur keadilan adalah konsep keadilan vertikal. kekayaannya. Contoh konkrit dari konsep ini dapat ditemukan pada tiket masuk suatu tempat rekreasi yang tidak membedakan orang per orang.00 lebih rendah kemampuan membayar pajaknya dibandingkan dengan seseorang yang mempunyai pendapatan Rp 50. Kategori rakyat miskin adalah mereka yang memiliki pendapatan rata-rata – berdasarkan uji rata-rata – di bawah tingkat pendapatan tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. pengukuran menggunakan konsep keadilan horizontal sulit ditemukan.-.000. Jadi. dimana harus menetapkan batas suatu jumlah pendapatan sehingga dapat dikatakan bahwa jumlah tersebut mempunyai kemampuan membayar pajak lebih rendah atau lebih tinggi. keadilan berarti memperlakukan setiap orang secara berbeda disesuaikan dengan kondisinya masing-masing.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 65 kesehatan seseorang. seperti pembebasan atau pengurangan biaya sekolah. Bagaimana cara mengukur perbedaan jumlah pendapatan seseorang jika harus dikaitkan dengan perbedaan kemampuan orang tersebut dalam membayar pajak. sehingga pajak penghasilan menetapkan tarif yang berbeda.000. Salah satu kesulitan dalam menerapkan konsep keadilan vertikal adalah bagaimana kebijakan publik dapat menetapkan dasar yang dapat dijadikan pedoman bagi pengukuran ketidaksamaan kondisi (misalnya pendapatan) seseorang. cacat atau normal dan sebagainya. Jadi. Konsep keadilan vertikal juga tercermin dalam metode pengujian rata-rata yang digunakan bagi banyak program pemerintah. Tarif pajak progresif – yang akan dibahas lebih lanjut di bagian mendatang – merupakan salah satu contoh konkrit dari konsep keadilan vertikal. secara umum. Dalam konsep ini. jumlah pajak yang ditarik dari setiap orang tidaklah sama.

Keadilan diterjemahkan sebagai optimalisasi pareto yang menyatakan bahwa tidak mungkin merubah kondisi seseorang menjadi lebih baik. Hal ini sering dipandang sebagai suatu tingkat 8 Prinsip kompensasi menawarkan suatu pedoman dasar untuk memilih dari beberapa alternatif kebijakan dengan ketentuan bahwa seseorang akan menjadi lebih baik atau lebih sejahtera. kesejahteraan publik akan lebih meningkat. Jadi dalam konsep ini akan tercipta peraturan atau kebijakan yang mau tidak mau akan terdapat pihak yang menang dan kalah. Apabila hukum ekonomi pasar diberlakukan. Kriteria ini akan memandu pengambil keputusan untuk memilih keputusan terbaik kedua setelah pareto optimal. tanpa menyebabkan kondisi orang lain sebaliknya (lebih buruk). sehinggga mengakibatkan distribusi pendapatan keluarga juga ditentukan oleh proses pasar. penggunaan sumber daya yang efisien akan ditentukan oleh nilai penetapan harga faktor produksi yang kompetitif. konsep ketiga dalam upaya menginterpretasikan keadilan jatuh pada prinsip kompensasi. maka tetap saja akan ada pihak-pihak yang diuntungkan sebagai pemenang dan pihak-pihak yang dirugikan sebagai yang kalah. Penurunan secara bertahap terhadap hambatan perdagangan internasional akan memberikan keuntungan bagi para konsumen dan eksportir di atas beban para tenaga kerja dan produsen importir dalam industri yang bersaing. Salah satu kriteria yang paling sering digunakan adalah prinsip kompensasi8. Permasalahannya terletak pada aspek pemerataan dan keadilan. Menyadari hal ini. distribusi pendapatan dan kekayaan akan tergantung pada ketersediaan sumber daya alam dan kepemilikan atas kekayaan. . para ekonom mencari beberapa kriteria untuk pengambilan keputusan dimana kondisi pareto optimal tidak mungkin dapat dicapai. menyebabkan suatu keputusan atau perubahan kebijakan sangat sulit untuk dibuat tanpa mengakibatkan adanya pihak-pihak yang diuntungkan dan pihakpihak yang dirugikan.66 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian Prinsip Kompensasi Terakhir. Namun kebijakan ini tetap diinginkan karena secara total. Faktor-Faktor yang Menentukan Distribusi Tanpa adanya intervensi kebijakan. Seandainya hambatan perdagangan tetap dipertahankan sehingga tetap ada dinding yang membatasi suatu negara dalam bertransaksi dengan negara lain. Prinsip kompensasi sebagian dapat terlihat dalam hal kebijakan perdagangan. Ketidakmampuan dalam membandingkan utilitas dari setiap orang.

Hal ini dapat dilihat dengan membandingkan persentase dari pendapatan yang diperoleh tenaga kerja dengan persentase rumah tangga (pemilik modal) yang menghasilkan. Kebijakan penyesuaian tersebut akan menimbulkan inefisiensi dengan menimbulkan tambahan biaya. pola perkawinan. status sosial. pola hidup dan simpanan semasa hidup. Dalam persaingan sempurna. hubungan keluarga. menunjukkan tingkat ketidakadilan yang sangat mencolok. tingkat pengembalian lebih ditentukan oleh pasar persaingan tidak sempurna dimana faktor-faktor institusi seperti struktur gaji. oleh karenanya harga-harga tersebut akan bergantung langsung pada sejumlah variabel seperti faktor penawaran. tingkat pendapatan dari berbagai macam pekerjaan mungkin berbeda sejalan dengan pertimbangan status dibandingkan dengan produk marjinal.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 67 ketidakadilan yang besar. tingkat harga akan sama dengan nilai dari faktor produk marjinal. dan preferensi pelanggan. Perkembangan selanjutnya menunjukkan bahwa terjadi kecenderungan meningkatnya ketidakadilan dalam pendistribusian pendapatan (Musgrave. Begitu pula dengan kesempatan seseorang untuk memperoleh pekerjaan akan lebih bergantung pada hubungan kekeluargaan dibandingkan dengan kemampuan produktifitasnya. Distribusi sebagai Suatu Kebijakan Jika sebelumnya pembahasan distribusi lebih terfokus sebagai hasil dari perekonomian pasar. distribusi pendapatan ditentukan oleh penjualan faktor produksi tenaga kerja dan modal. kali ini pembahasan akan difokuskan pada distribusi 9 Distribusi pendapatan modal mencakup distribusi kesejahteraan. . Namun dalam banyak kasus. ras dan lain-lain masih memainkan peran yang sangat penting. sebagaimana telah ditentukan oleh warisan. Para ekonom sepakat bahwa dibutuhkan penyesuaian untuk menentukan batas minimum pendapatan untuk kelompok berpenghasilan rendah. Distribusi pendapatan tenaga kerja berkaitan dengan distribusi kemampuan sekaligus keinginan tenaga kerja yang bersangkutan untuk memperoleh pendapatan. Selain bergantung pada turunan dari faktor-faktor produksi tersebut. dan akhirnya pola pernikahan juga menjadi faktor terpenting dalam pendistribusian pendapatan. Distribusi pendapatan yang diakibatkan oleh faktor-faktor tersebut di atas. yang merupakan pengaruh dari tingkat upah yang dapat dicapai oleh seseorang. Distribusi pendapatan tenaga kerja dan modal terkait dengan investasi pendidikan. Dalam ekonomi pasar. Oleh sebab itu. 1991). distribusi pendapatan juga bergantung pada faktor harga. terutama dalam distribusi pendapatan modal9. teknologi.

meskipun tidak secara langsung. Konsekuensi pilihan instrumen fiskal akan menunjukkan bahwa di satu sisi setiap perubahan harus diselesaikan dengan biaya efisiensi yang minimum. timbul suatu kebutuhan untuk menyeimbangkan konflik antara tujuan pemerataan dan tujuan efisiensi. Setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. kebijakan mengenai anti trust atau anti monopoli sebenarnya dirancang untuk mengefisienkan pasar. Pemecahan atas Distribusi yang Adil dan Merata Seandainya asumsi-asumsi yang mendasari berbagai konsep keadilan dapat digali. Misalnya. Contoh lain adalah kebijakan program investasi pemerintah – seperti pembangunan jalan yang tujuannya untuk menyediakan barang publik kepada masyarakat – akan mempengaruhi kesejahteraan berbagai kelompok masyarakat dari segi ekonomi dan tentunya pola distribusi. maka masalah distribusi akan menjadi . (2) pajak penghasilan (biasanya progresif) digunakan untuk membiayai pelayanan umum. karena masalah distribusi sangat erat kaitannya dengan permasalahan kebijakan ekonomi. Namun sayangnya. Sedangkan di sisi lain. yaitu apa yang seharusnya menjadi kriteria bagi distribusi yang adil dan wajar. pendapatan riil dari konsumen yang menggunakan produk tersebut juga akan ikut terpengaruh. Biaya efisiensi merupakan biaya yang timbul sebagai akibat pilihan terhadap perilaku konsumen atau produsen. perlu pula diperhitungkan bobot atau biaya efisiensi. dan (3) kombinasi antara pajak atas barang mewah dengan subsidi terhadap barang tidak mewah. Dalam mempertimbangkan instrumen kebijakan. Selain itu. namun secara tidak langsung akan mempengaruhi pendapatan modal dan tenaga kerja pada industri yang terkait dengan kebijakan tersebut. dan kemudian konsekuensinya dapat diamati sehingga dapat dipilih satu konsep tertentu untuk diterapkan. akan mempunyai dampak distribusional. Oleh karena itu. sampai saat ini para ekonom belum dapat menetapkan standar distribusi mana yang sebenarnya menjadi patokan. yaitu pengenaan pajak dimana rasio pajak terhadap penghasilan naik dengan naiknya pendapatan. Tetapi.68 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian sebagai hasil dari suatu kebijakan. Pemecahan optimal menghendaki suatu kombinasi yang kompleks antara pajak dan subsidi. Adapun alternatif peralatan fiskal yang dapat diterapkan dalam fungsi distribusi adalah: (1) skema pajak progresif. semestinya para ekonom yang berurusan dengan kebijakan umum pemerintah tidak boleh melepaskan pemikiran mereka dari masalah keadilan dalam distribusi pendapatan. perancangan kebijakan publik seharusnya juga mempertimbangkan masalah distribusi.

yakni pemerataan secara keseluruhan. Misalnya jika. dan hanya jika. Dalam ilmu ekonomi kesejahteraan modern berlaku prinsip bahwa suatu kondisi ekonomi disebut efisien jika. Dengan menyimpulkan berbagai faktor. Sedangkan kebijakan distribusi yang optimal dapat diartikan sebagai distribusi yang adil dan distribusi yang merata. prinsip keadilan yang dianut menginginkan tidak adanya satu anggota masyarakat pun yang miskin. tidak dapat dipisahkan hanya dengan cara mendistribusikan pendapatan tersebut. tetapi kriteria ini digunakan untuk menilai tingkat efisiensi pasar. Kaidah pemerataan mempunyai dua masalah. Namun karena belum ada alasan atau nilai-nilai yang terpilih sebagai dasar dalam menetapkan struktur masyarakat yang baik. Kriteria ini tidak sama artinya dengan suatu tindakan pendistribusian kembali atas sumber daya yang ada kepada konsumen. Redistribusi Pada bagian sebelumnya telah dibahas mengenai fungsi distribusi yang menekankan pada pertanyaan dasar mengenai apa yang dimaksud dengan distribusi yang adil dan merata. berbagai pendekatan dalam setiap konsep keadilan tidak perlu diterapkan secara murni.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 69 lebih sederhana. Jika diperhatikan. Kedua. Distribusi yang adil mempunyai pengertian yang sangat dalam yang menyangkut pertimbangan sosial dan pertimbangan nilai. hampir tidak mungkin membandingkan tingkat utilitas masing-masing individu atas pendapatannya. aspek pemerataan membahas pencegahan kemiskinan dan penentuan batas minimum pendapatan kelompok berpenghasilan rendah. maka masalah ini tetap belum terpecahkan. Secara lebih detail. Pertanyaan berikutnya sekarang adalah perlu tidaknya untuk mempertimbangkan atau bahkan menanggulangi masalah . Fokus perhatian distribusi yang merata terletak pada aspek posisi pendapatan relatif. besarnya pendapatan yang tersedia untuk dikenakan pajak. peningkatan kesejahteraan seseorang tidak akan merugikan orang lain (Pareto Optimum). maka kebijakan penarikan pajak berdasarkan pada prinsip keadilan horizontal baru akan diterapkan jika memang kondisi tersebut sudah tercapai. pernyataan yang telah diterima secara luas. orang harus dikenakan pajak sesuai dengan kemampuan mereka membayar. Simpulan umum berkaitan dengan pemerataan adalah bahwa kebijakan distribusi harus memperhitungkan cakupan tambahan biaya secara inefisiensi. tetapi dengan perpaduan satu sama lain. Pertama.

Rasanya hampir mustahil. seperti penggalangan dana di mesjid. Pertanyaan berikutnya bagi pemerintah adalah apakah perhatian mereka terkait dengan konsep redistribusi. Kebijakan redistribusi mempelajari sampai sejauh mana dan dengan cara bagaimana mengubah keadaan distribusi yang telah ditentukan oleh pasar dan lembaga publik yang ada saat ini. hasil dari kebijakan ini dapat dievaluasi berdasarkan respon dari setiap pihak yang dirugikan atau diuntungkan pada proses tersebut . karena akan sangat mudah bagi setiap orang untuk menghindar dari membayar suatu sumbangan sukarela (menjadi free rider). Hal ini bisa dicapai melalui kebijakan redistribusi yang ditetapkan melalui proses anggaran. Pada gilirannya. gereja. dan melakukan lobi politik untuk mempengaruhi pemerintah dengan berbagai cara. Secara umum. orang tetap bisa menghindar dari menyumbang secara sukarela. . Hal ini dapat meredistribusi posisi pendapatan atau kekayaan yang telah ditentukan oleh kekuatan pasar. Namun. maka campur tangan pemerintah tidak lagi dibutuhkan. Jika kegiatan sukarelawan ini cukup untuk membuat perubahan yang dapat diterima. jika hal tersebut merupakan kebijakan wajib dari pemerintah. apakah ada jaminan bahwa perubahan yang terjadi akan optimal bagi masyarakat. meskipun hal tersebut akan lebih mudah terdeteksi. dibelanjakan oleh pemerintah dengan seharusnya.70 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian distribusi yang kurang adil dan merata. terlebih dalam kelompok masyarakat yang besar. Sementara itu di pihak penerima pajak – katakanlah rakyat miskin – lebih tertarik untuk memperhatikan keadilan atas hasil dan memiliki fleksibilitas dalam menggunakan sumber-sumber dana yang mereka dapatkan. Di dalam masyarakat yang kecil pun. terjadi penurunan atas tingkat kemiskinan dan ketidakadilan dalam masyarakat. Selanjutnya. Sebagian orang akan menolak adanya kebijakan redistribusi. Tetapi apakah mungkin cukup menggantungkan keputusan redistribusi ini kepada individu atau kelompok sosial saja. Kedua kelompok ini akan memberikan suaranya. para pembayar pajak akan lebih tertarik untuk mendapatkan keadilan atas kesempatan dan memastikan apakah dana yang telah mereka keluarkan. hal ini bisa mempengaruhi bagian dari pendapatan nasional yang tersedia untuk redistribusi dan juga bisa menimbulkan biaya yang tentunya harus dipikul. Beberapa Hal yang Terkait dengan Redistribusi Pembayar pajak – dalam kasus kebijakan redistribusi oleh pemerintah – mungkin mempunyai tujuan dan kepentingan yang berbeda dengan para penerima pajak. organisasi nirlaba dan sumbangan sosial individu. hal sebaliknya sering kali terjadi jika redistribusi didanai melalui kontribusi sukarela.

. 11 Dalam keadilan atas hasil. maka dia dapat makan seumur hidupnya”. karena akan lebih memberikan fleksibilitas kepada mereka untuk menggunakan dana tersebut. Bagi pemerintah. investasi dan pertumbuhan ekonomi dimana masalah serupa juga akan timbul. Isu kedua yang seringkali dipandang berbeda dari pihak pembayar dan penerima pajak adalah bentuk redistribusi. Hal ini dapat diperlihatkan dalam hubungan antara penawaran tenaga kerja dengan tabungan. Redistribusi yang telah dibahas sejauh ini mencakup masalah biaya dan manfaat dimana keduanya harus dipertimbangkan. keadilan atas hasil sebagai suatu strategi anti kemiskinan telah semakin menurun popularitasnya di banyak negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada. maka pada tingkat tertentu sebagian besar masyarakat akan mengurangi usaha mereka dalam mencari pendapatan atau dengan kata lain mereka akan memperbanyak waktu santai mereka. Pertama-tama. penekanannya lebih pada penurunan kesenjangan pendapatan dan penghapusan kemiskinan dengan cepat daripada menekankan pada berinvestasi pada orang miskin. kebijakan untuk melakukan redistribusi dapat mengakibatkan bagian yang tersedia untuk didistribusikan justru menjadi lebih kecil. Perbedaan filosofi dari dua pendekatan keadilan redistribusi ini tercermin dalam pribahasa ”Berikan seseorang ikan. Keadilan ini lebih bersifat filosofi dalam hubungannya dengan sistem pasar. Isu penting lainnya dalam masalah redistribusi yang efisien adalah penetapan bagian yang harus diredistribusikan. sehingga membatasi fleksibilitas penggunaan dana tersebut. Ketika redistribusi ditetapkan sehingga akan menurunkan tingkat pendapatan. Hubungan antara pendapatan. ajari seseorang memancing.8. Secara umum. Di sisi lain pembayar pajak lebih memilih memberikan dananya dalam bentuk barang seperti. 10 Keadilan atas kesempatan dapat berupa penyediaan pendidikan (terutama dalam bentuk pembebasan uang sekolah dan wajib belajar). cara yang termudah adalah dengan memberikan jasa pelayanan langsung seperti pelayanan kesehatan dan program pendidikan. pihak pendana akan memasukkan preferensi mereka kepada pihak penerima. Para penerima akan lebih memilih untuk menerima uang tunai. Seandainya diberikan dalam bentuk uang. sehingga tingkat produktivitas masyarakat menurun. maka dia dapat makan untuk satu hari. pelayanan kesehatan atau jasa lainnya yang dapat membantu masyarakat untuk berkembang atau paling tidak tetap berproduksi. pakaian.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 71 atau apakah harus lebih terpusat pada keadilan atas kesempatan10 atau keadilan atas hasil11. dan makanan. Hal ini diakibatkan oleh bekerjanya pengaruh perbedaan yang berlaku pada baik pihak pembayar pajak maupun pihak penerima pajak. waktu senggang dan pajak dapat dilihat pada gambar 4.

masih pada gambar 4.8. Kemudian. Namun. pendapatan orang tersebut menurun menjadi OY2. atau dengan kata lain tingkat produktifitas meningkat. yang terjadi adalah penurunan . ketika pajak mulai dikenakan (garis A2B). Maka pada tingkat pajak A3B. jika pajak terus ditingkatkan (garis A3B).8 Gambar 4.mungkin sebagai bentuk penolakannya terhadap pajak.8. maka tingkat pendapatan akan semakin menurun menjadi OY3. menunjukkan bahwa pada tingkat dimana seseorang tidak dikenakan pajak (garis A1B). begitu pula jumlah waktu luang yang dimilikinya menurun (OX2) – karena yang bersangkutan harus bekerja lebih giat guna menutupi turunnya pendapatan yang diperolehnya. pada titik ini. jika pajak terus ditingkatkan. ternyata orang tersebut justru menambah waktu luangnya (OX3) . Namun dapat terlihat bahwa penurunan tingkat pendapatan jauh lebih besar daripada penurunan jumlah waktu luang. Sebagai contoh. Waktu Senggang dan Pajak Pendapatan A1 A2 Y1 Y2 A3 Y3 0 X2 X1 X3 B Waktu Luang Gambar 4. kejadian seperti ini tidak akan terus berlanjut. dia akan memilih tingkat pendapatan OY1 dan jumlah waktu luang OX1.72 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian Pendapatan.

suatu mekanisme pasar dijamin dapat diandalkan untuk menentukan alokasi sumber daya yang efisien di antara barang pribadi. neraca pembayaran luar negeri yang sehat dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang dapat diterima.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 73 tingkat produktifitas masyarakat. penetapan tarif pajak perlu memperhatikan fenomena ini. . Perluasan moneter berupa kebijakan untuk menambah jumlah uang beredar akan cenderung memperbesar likuiditas. para ekonom setuju bahwa mekanisme pasar tidak dapat dengan sendirinya mengatur jumlah uang yang beredar secara tepat. akan berjalan tidak teratur. tingkat diskonto. Pada intinya. Oleh karena itu. tetapi juga menimbulkan reaksi dalam permintaan kredit di pasar yang akan cenderung menimbulkan fluktuasi. tingkat stabilitas harga yang pantas. sementara pembatasan moneter akan berakibat sebaliknya. kebijakan pemerintah dalam fungsi stabilisasi dirancang untuk menjaga stabilitas perekonomian seperti mempertahankan atau mencapai kesempatan kerja yang tinggi. baik dalam hal stabilisasi jangka pendek maupun pertumbuhan jangka panjang. Dalam hubungannya dengan persaingan yang terjadi pada ekonomi pasar. jika tidak diawasi. FUNGSI STABILISASI Di era globalisasi ekonomi yang semakin luas. Sistem perbankan. menurunkan suku bunga dan karena itu akan menaikkan tingkat permintaan. pemerintah mempunyai dua instrumen penting yakni instrumen moneter dan instrumen fiskal. kebijakan pengendalian kredit dan kebijakan pasar terbuka. fungsi pemerintah sebagai pengatur (regulator) semakin dirasakan kebutuhannya. Komponen kebijakan moneter antara lain meliputi ketetapan mengenai cadangan wajib bank. sehingga tidak hanya akan menghasilkan jumlah uang beredar yang tidak sesuai. Kebijakan Moneter Jika berfungsi dengan baik. perekonomian cenderung akan mengalami fluktuasi. Tanpa adanya kebijakan tersebut. Dalam fungsinya menjalankan stabilisasi ini. Oleh karena itu. Namun. fungsi pengatur tersebut dapat berupa beberapa kebijakan baik sebagai pemicu maupun sebagai penghambat persaingan. keberadaan bank sentral sebagai pengawas jumlah uang beredar perlu menyesuaikan jumlah uang beredar dengan kebutuhan ekonomi. peningkatan jumlah pengangguran dan juga akan terjadi inflasi.

dan stabilisasi akan tercermin dalam kebijakan anggaran. suatu kebijakan selalu berupaya meminimumkan konflik antar masing-masing tujuan. yakni dengan meningkatan pelayanan pemerintah yang diikuti dengan kenaikan pajak. Lebih jauh lagi. karena juga akan meningkatkan total permintaan agregat. Di sisi lain. Kebijakan menurunkan pajak dapat dilakukan dalam upaya pemerintah untuk memperbesar total belanja pemerintah. mempunyai beberapa tujuan berkaitan dengan pemenuhan ketiga fungsi tersebut. Namun demikian. jika peredaran uang diperketat. akan menjadi alat yang cukup efektif untuk mempengaruhi perilaku tersebut.74 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian Kebijakan Fiskal Kebijakan fiskal akan mempengaruhi secara langsung tingkat permintaan barang dan jasa. akan menaikkan tingkat permintaan sektor pemerintah dan kemudian akan diikuti oleh sektor swasta. kebijakan anggaran juga mempengaruhi tingkat distribusi output total dengan membaginya di antara konsumsi dan tabungan . kebijakan defisit anggaran pemerintah akan memainkan peranan yang tidak kalah penting. mempengaruhi tingkat permintaan agregat. secara simultan. pada gilirannya. Perubahan tingkat permintaan agregat pada akhirnya menentukan kesempatan kerja dan tingkat harga. tergantung pada bagaimana defisit tersebut dibiayai. pada awalnya. Anggaran. Sejalan dengan itu. suatu kebijakan menambah pengeluaran publik jelas merupakan jenis kebijakan yang bersifat ekspansi. yakni dengan membuat kebijakan yang lebih ekspasioner yang diikuti dengan menaikkan pengeluaran publik atau dengan menurunkan pajak. Di lain pihak. Pembiayaan defisit akan lebih besar jika defisit tersebut ditutupi dengan pinjaman. yakni dengan mendistribusikan pendapatan ke kelompok rendah dari kelompok tinggi (atau sebaliknya ke kelompok tinggi dari kelompok rendah) yang diikuti dengan pengenaan pajak progresif (atau sebaliknya regresif). dan (3) tujuan stabilisasi. karena para wajib pajak akan mempunyai disposible income yang lebih besar sehingga diharapkan akan membelanjakan jumlah pendapatan yang lebih besar pula. Stabilisasi Anggaran Kegiatan-kegiatan pemerintah dalam melaksanakan fungsi alokasi. Kebijakan anggaran. Suatu kebijakan publik tertentu mungkin tidak dapat memenuhi tiga tujuan sekaligus. khususnya pengeluaran publik. Ketiga tujuan tersebut adalah: (1) tujuan alokasi. distribusi. sehingga dimungkinkan akan ada banyak pengecualian. Mau tidak mau. maka pinjaman tambahan akan mempertinggi suku bunga sehingga cenderung menghambat transaksi pasar. anggaran akan sangat dikaitkan dengan perilaku perekonomian secara makro. Kebijakan ini. (2) tujuan distribusi.

karena dua masalah ini sulit diselesaikan secara simultan. dari sudut pandang ekonomi. Akhirnya. Dalam suatu negara demokrasi. Sebagai ilustrasi. Jika pemerintah berinisiatif dengan meningkatkan pengeluaran publik. tanpa harus dihubungkan dengan kontribusinya. misalnya masyarakat menginginkan penurunan tingkat penganguran. yaitu kebijakan yang benarbenar adil dalam rangka mencapai tujuan yang beraneka ragam tersebut.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 75 (yang membentuk modal) yang selanjutnya mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi. Proses politik didasarkan pada peraturan-peraturan yang tercantum dalam undang-undang suatu negara. Masyarakat seharusnya bersedia membayar apa yang dianggap sebagai distribusi yang adil. Hasil dari proses tersebut tergantung dari hasil pemungutan suara atau dari tingkah laku para politisi yang bermain di dalam pemerintahan tersebut. Proses politik tentunya juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain selain faktor ekonomi. terutama berkaitan dengan perubahan kebijakan perpajakan. Kemudian. Namun demikian. Dalam proses pemungutan suara akan ada pihak-pihak yang mendukung dan menolak terhadap perubahan atas model yang dipilih pemerintah. dalam masalah pembiayaan kegiatan pemerintah. seperti ideologi. isu stabilisasi dan distribusi tersebut seharusnya dipisahkan. kita dapat mengambil simpulan bahwa penentuan anggaran lebih condong sebagai proses politik ketimbang proses pasar. Kebijakan anggaran semestinya melibatkan beberapa tujuan yang berbeda. Hal ini bisa diwujudkan dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dimana salah satu faktor pendukungnya adalah peningkatan total permintaan agregat. tetapi dalam prakteknya hal ini sering saling tumpang tindih sehingga mempersulit penyusunan kebijakan yang efisien. defisit anggaran dapat ditutupi dengan peningkatan penerimaan dari sektor pajak. Idealnya. wajib pajak selayaknya melihat manfaat yang dapat diambil dari kegiatan tersebut. tujuan politik adalah untuk menyediakan barang dan jasa yang berguna bagi seluruh warga negaranya. RANGKUMAN § Beberapa fungsi pemerintah dalam perekonomian: . warga negara mempunyai kesempatan untuk memberikan suaranya dalam memutuskan suatu masalah yang berisi alternatif pencapaian tujuan yang saling bertentangan. Kenaikan pajak pada gilirannya nanti akan dipertanyakan oleh masyarakat tentang cara pendistribusian bebannya.

Fungsi Distribusi penyesuaian atas distribusi pendapatan dan kekayaan untuk menjamin pemerataan dan keadilan. Pemerintah diharapkan dapat menjamin pasar agar dapat beroperasi secara efisien. stabilitas ekonomi dan laju pertumbuhan ekonomi. Tanpa kebijakan stabilisasi pemerintah. Dalam suatu sistem ekonomi pasar yang bersaing sempurna. Fungsi Stabilisasi Penggunaan kebijakan anggaran sebagai alat untuk mempertahankan tingkat kesempatan kerja. . Komponen kebijakan moneter mencakup antara lain pembentukan cadangan wajib. pengangguran dan inflasi. Mekanisme pasar akan membawa konsumen dan produsen ke suatu titik harga tertentu. Dalam pasar yang efisien. Mekanisme pasar terjadi apabila ada suatu permintaan dari konsumen.76 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian § § § § § § § 1. Dilihat dari fungsi alokasi. kemudian produsen akan menyediakan barang yang paling diinginkan oleh konsumen. 3. perekonomian cenderung mengalami fluktuasi. tidak ada distorsi yang akan mengakibatkan adanya perbedaan harga antara yang diterima oleh penjual dengan yang dibayarkan oleh pembeli. kebijakan pasar terbuka dan pengendalian kredit selektif. tidak dapat disediakan melalui sistem pasar melalui transaksi antara konsumen dan produsen secara individu Kondisi stabil tidak dapat dicapai secara otomatis. 2. dengan memperhitungkan akibat kebijakan pada perdagangan dan neraca pembayaran. Fungsi Alokasi Fungsi penyediaan barang publik atau proses alokasi sumber daya untuk digunakan sebagai barang pribadi atau barang publik dan bagaimana komposisi barang publik ditetapkan. tingkat diskonto. kriteria efisien digunakan untuk mengevaluasi alokasi sumber daya. suatu barang publik. Alasan perlunya aturan pemerintah guna menjamin efisiensi dalam sistem ekonomi pasar: 1. Harga atas suatu komoditi sudah disepakati oleh atau harus identik untuk semua pembeli dan penjual. terutama dalam hal persaingan. yang berbeda sifatnya dengan barang pribadi.

Pemerintah sendiri seharusnya bekerja keras untuk mencapai tingkat efisiensi yang sama dengan pihak swasta. Beberapa konsep dalam mengukur keadilan: 1. Namun dalam prakteknya. Penyediaan barang publik oleh pemerintah akan menyebabkan trade off dengan penyediaan barang pribadi melalui mekanisme pasar. Dua masalah pokok dalam penggunaan sumber daya yang optimal. barang publik disediakan untuk semua orang yang mempunyai kepentingan atas barang tersebut. Masalah pendistribusian sumber daya tersebut dengan adil Teori distribusi biasanya mengacu pada teori mengenai peranan faktor produksi. Barang publik terbagi dua: 1. yaitu: 1. tenaga kerja dan modal. Konsep Keadilan Horizontal 2. kekayaannya. yaitu teori penetapan harga faktor produksi dan pembagian pendapatan nasional dari penghasilan atas tanah. ada barang publik yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat di dalam negara (berskala nasional) dan ada barang publik yang hanya dapat dimanfaatkan oleh sekelompok orang tertentu (berskala lokal). Barang publik yang mempunyai sifat tidak bersaing (non rivalry) 2.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 77 § § § § § § § § § 2. Prinsip Kompensasi Dasar pengukuran konsep keadilan vertikal dapat berupa pendapatannya. dan kebutuhan atau kemampuannya untuk membayar Beberapa kesulitan dalam menerapkan konsep keadilan vertikal adalah: . Masalah penggunaan sumber daya yang efisien 2. Terletak pada hubungan rasional dari produksi pemerintah atas barang-barang publik Barang pribadi adalah barang-barang yang diproduksi untuk dijual dan tersedia di pasar. sedangkan barang publik adalah barang-barang yang tersedia tapi tidak untuk dijual di pasar. setiap penyediaan atas barang publik harus ada pengorbanan dari sumbersumber daya yang seharusnya dapat digunakan untuk memproduksi barang pribadi. 3. Artinya. Konsep Keadilan Vertikal 3. Barang publik yang mempunyai sifat tanpa pengecualian (non excludability) Pada dasarnya. terutama dalam hal biaya produk dan kualitas produk yang dihasilkannya.

Sebutkan dan jelaskan fungsi pemerintah tersebut! Di antara fungsi pemerintah tersebut. neraca pembayaran luar negeri yang sehat dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang dapat diterima. Sebutkan dua argumen perlunya intervensi pemerintah! Mengapa intervensi pemerintah tersebut diperlukan dalam konteks kegagalan pasar? Dari intervensi pemerintah tersebut terdapat beberapa peran pemerintah. kebijakan pemerintah dalam fungsi stabilisasi dirancang untuk menjaga stabilitas perekonomian seperti mempertahankan atau mencapai kesempatan kerja yang tinggi. menurunkan suku bunga dan karena itu akan menaikkan tingkat permintaan. Bagaimana cara mengukur perbedaan jumlah pendapatan seseorang jika dikaitkan dengan perbedaan kemampuan orang tersebut dalam membayar pajak. 2. tingkat diskonto. Perluasan moneter berupa kebijakan untuk menambah jumlah uang beredar akan cenderung memperbesar likuiditas.78 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian § § § § 1. fungsi manakah yang sulit untuk diperankan dan merupakan permasalahan utama? 2. Jelaskan mengenai perlunya kebijakan stabilisasi pemerintah dalam perekonomian? . Salah satu kriteria yang paling sering digunakan dalam prinsip kompensasi adalah prinsip kompensasi yang menawarkan suatu pedoman kasar untuk memilih dari beberapa alternatif kebijakan dengan prinsip bahwa seseorang akan menjadi lebih baik atau sejahtera. Dengan adanya beberapa kelemahan pada mekanisme pasar maka peran pemerintah sangat diperlukan dalam perekonomian yang memiliki fungsifungsi tertentu. kebijakan pengendalian kredit dan kebijakan pasar terbuka. Jelaskan akibat-akibat kegagalan mekanisme pasar! 4. sementara pembatasan moneter akan berakibat sebaliknya. tingkat stabilitas harga yang pantas. Bagaimana kebijakan publik dapat menetapkan dasar yang dapat dijadikan pedoman bagi pengukuran ketidaksamaan kondisi (misalnya pendapatan) seseorang. Faktor apakah yang menentukan fungsi distribusi? 5. Komponen kebijakan moneter antara lain meliputi ketetapan mengenai cadangan wajib bank. Pada intinya. Uraikan secara singkat! 3. LATIHAN 1.

Masalah-masalah apakah yang timbul dalam fungsi alokasi? 9. Congestible Goods b. Mengapa barang publik dapat mengakibatkan kegagalan pasar dalam produksi secara efisien? 15. Terangkan alasan perlunya aturan pemerintah guna menjadi efisien dalam sistem ekonomi pasar? 11. Terangkan dua masalah yang ada pada kaedah pemerataan! Apakah yang dibahas dalam aspek pemerataan tersebut? 10. Jelaskan penyebab adanya suatu intervensi pemerintah dalam operasi pasar bebas? 8. teori distribusi biasanya mengacu pada teori mengenai peranan faktor produksi. Pareto Efficiency 16. Keadilan merupakan isu sentral dalam sektor ekonomi dan kebijakan publik. 13.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 79 6. Dalam ilmu ekonomi. Jelaskan arti dari istilah: a. Sebutkan teori-teori yang dimaksud! 18. kriteria efisien dapat digunakan untuk mengevaluasi alokasi sumber daya dimana semua pasar dalam kondisi persaingan sempurna”. Jelaskan apa yang dimaksud dengan “Dalam suatu sistem ekonomi pasar. Jelaskan disertai dengan contoh perbedaaan antara barang pribadi dengan barang publik! 12. Uraikan salah satu contoh kelemahan dalam menerapkan konsep keadilan vertikal pada fungsi alokasi yang anda ketahui! 17. Apakah inti dari kebijakan pemerintah dalam fungsi stabilisasi? . Apa saja yang termasuk dalam instrumen kebijakan stabilisasi? 7. Sebutkan tiga konsep untuk mengajukan keadilan! 19. Terangkan bahwa biaya marginal dari setiap tambahan penggunaan atas barang publik sama dengan atau paling tidak mendekati nol! 14.

80 Bab 4: Fungsi dan Aktivitas Pemerintah dalam Perekonomian .

Tujuan utama dari diterapkannya sistem ini pada awal orde baru menurut Seda (2004) dimaksudkan mengurangi hyper-inflation yang mencapai 650% akibat adanya kegiatan pencetakan uang terus menerus untuk menutupi defisit anggaran. Sedangkan pinjaman luar negeri digunakan untuk pembiayaan pembangunan. Sistem ini kemudian dikenal sebagai APBN berimbang dan dinamis. Pada sistem ini pinjaman luar negeri dimasukkan sebagai unsur penerimaan negara. Seluruh pengeluaran rutin dalam sistem ini diusahakan untuk ditutup dari penerimaan dalam negeri. anggaran di Indonesia menganut sistem anggaran berimbang. Dalam beberapa periode lanjut Seda (2004). Pada masa orde baru. sistem tersebut cukup efektif mengendalikan inflasi.KONSEP ANGGARAN Kebijakan fiskal suatu negara secara keseluruhan terangkum dalam laporan anggaran tahunannya yang di Indonesia dikenal sebagai Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN). Selanjutnya secara terus menerus diusahakan agar penerimaan .

Namun ada sebagian kecil anggaran yang dibiayai dengan dedicated fund tidak dibahas oleh lembaga legislatif setiap tahunnya. Setelah itu diberlakukan balance budget yang mengakui adanya budget surplus dan budget deficit (dibahas pada subbab berikut). sedangkan off-budget mengalami surplus. Sistem ini berlaku sampai dengan tahun 1999. Sedangkan pendapatan publik pasti menyebabkan kenaikan kekayaan neto negara. contoh penerimaan pajak. Karena ada beberapa aktivitas yang mengakibatkan aliran dana masuk yang tidak menambah kekayaan neto negara. Di dalam konsep anggaran perlu dibedakan antara penerimaan versus pendapatan. pengeluaran publik tidak selalu identik dengan belanja publik. dan pengeluaran versus belanja. misalnya pembayaran bunga hutang. Berikutnya. Dalam anggaran. penerimaan publik tidak selalu berupa pendapatan publik. Rencana pengeluaran sebaiknya mengindikasikan juga urutan skala prioritas serta ekspektasi kualitas dan kuantitas layanan. Setiap anggaran belanja menguraikan berbagai fakta yang khusus (spesifik) tentang apa-apa yang direncanakan untuk dilakukan oleh unit organisasi yang menyusun anggaran belanja tersebut pada periode waktu yang akan datang. onbudget. seluruh nilai hutang dipergunakan untuk kegiatan pembelian barang-barang impor. Belanja publik pasti mengurangi kekayaan neto negara. dikenal sebagai offbudget. Pengeluaran publik seperti pembayaran pokok hutang akan diikuti dengan pengurangan liabilitas publik sehingga tidak mengurangi kekayaan neto negara. Contoh dari off-budget adalah alokasi dana yang diperuntukkan bagi program pensiun dan tunjangan hari tua. seperti penerimaan kembali anggaran pengeluaran yang tidak terpakai. Yang pertama.84 Bab 5: Konsep Anggaran dalam negeri dapat lebih tinggi dari pengeluaran rutin sehingga tercipta tabungan pemerintah yang dapat digunakan sebagai bagian belanja pembangunan. Dengan demikian. Agar tidak terjadi tambahan inflasi akibat adanya hutang. dapat dikatakan bahwa anggaran adalah suatu rencana keuangan yang merupakan perkiraan tentang apa yang akan dilakukan di masa yang akan datang. maka timbul budget deficit sebaliknya jika penerimaan diproyeksikan dapat lebih tinggi dari rencana pengeluaraan maka disebut budget surplus. Balance Budget Seluruh rencana pengeluaran dan penerimaan pemerintah biasanya melalui prosedur pembahasan oleh lembaga legislatif untuk disahkan setiap tahun. Pada umumnya on-budget mengalami deficit. Apabila . Jika rencana pengeluaran melebihi anggaran penerimaan. dipaparkan adanya rencana pengeluaran yang didasarkan pada ekspektasi pendapatan.

Bila obyek yang ada dalam line-item budget cukup banyak. Apabila dikatakan untuk membeli barang. Jenis Pengeluaran Jumlah Rp Rp Rp Rp XXX XXX XXX XXX • Pengeluaran Rutin I. Restrukturisasi Perbankan II. Bunga Kredit Program 2. Belanja Barang III. Setiap barang atau kelompok barang dibuat daftarnya disertai angka nilai rupiah. maka perlu dibuat pengelompokan ataupun penggolongan. tergantung pada kriteria unit atau organisasi yang bersangkutan. karena mencantumkan dengan jelas barang-barang atau obyekobyek di mana uang itu dibelanjakan. perlengkapan dan material serta peralatan. hal ini adalah sesuatu hal yang masih sangat umum.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 85 anggaran disusun dengan mengkonsolidasikan antara on-budget dan offbudget. Anggaran Belanja Line-Item (Line-Item Budgeting) Jenis anggaran belanja yang hanya membuat daftar barang-barang atau obyek-obyek. Pembayaran Bunga & cicilan Hutang Pengeluaran Pembangunan I. maka anggaran yang dihasilkan disebut unified-budget. Pembiayaan Rupiah 1. apakah anggaran belanja itu dipatuhi dengan baik . Dari pengelompokan barang-barang inilah maka digunakan istilah obyek atau lineitems. disebut anggaran obyek pengeluaran atau anggaran belanja lineitem. disebabkan setiap instansi atau departemen mempunyai kebutuhan barang yang berbeda. Contoh line-item budget adalah sebagai berikut. Pembiayaan Proyek • Rp Rp Rp Rp XXX XXX XXX XXX Kelebihan sistem anggaran line-item adalah mudah mengawasi penggunaanya. sehingga dari catatan tersebut dapat dilihat secara tepat. harus disebutkan secara khusus atau spesifik. Belanja Pegawai II. JENIS-JENIS ANGGARAN Jenis-jenis anggaran meliputi: a. obyek-obyek atau item-item apa yang akan dibeli dengan uang yang dianggarkan itu. Anggaran memuat perkiraan dari pengeluaran uang. Oleh karena itu. Pengeluaran tersebut harus jelas maksud dan tujuannya. Subsidi Daerah Otonom IV. Penggolongan barang tersebut misalnya: jasa-jasa kontrak. Bunga Obl.

Di samping itu. Contoh dari anggaran berprogram yang digunakan dalam menyusun APBN Indonesia Tahun 2005 adalah sebagai berikut. bukan perincian yang sempit sifatnya. Anggaran Belanja Berprogram (A Program Budgeting) Suatu anggaran yang berorientasi kepada maksud dan tujuan untuk apa uang dibelanjakan. terdapat perbedaan pengelompokan barang-barang antara unit atau organisasi yang satu dengan unit atau organisasi barang yang diperlukan setiap organisasi tersebut dan tidak didasarkan atas perencanaan yang menyeluruh dan berkesinambungan. 2. fungsi-fungsi dan kegiatan-kegiatan pengeluarannya disebut anggaran berprogram (a program budget). kadang-kadang diperlukan sebagai pengganti program-program. Kode 01 01. Dengan demikian orang yang bertanggung jawab dalam membelanjakan uang itu mudah diperiksa melalui keharusan mengikuti pengeluaran sebagaimana yang telah direncanakan.01 01 01. karena dapat diketahui tingkat kepentingan tujuan pembelanjaan itu.01 01. Lebih informatif. Memungkinkan kita membuat daftar prioritas dalam memutuskan kegiatan-kegiatan yang akan dibelanjakan. KEUANGAN DAN FISKAL. DAN LUAR NEGERI PENYELENGGARAAN PIMPINAN KENEGARAAN DAN PEMERINTAHAN PENYELENGGARAAN PIMPINAN DEPARTEMEN/ LEMBAGA PEMBINAAN PRODUK LEGISLATIF Jumlah XXX XXX XXX XXX XXX Kelebihan sistem anggaran berprogram adalah: 1. . Sub Fungsi. Anggaran berprogram mengelompokan pengeluarannya ke dalam program-program.86 Bab 5: Konsep Anggaran atau tidak. Sedangkan kelemahan sistem anggaran line-items adalah sulit menyederhanakan berbagai jenis barang untuk dikelompokkan. disebut anggaran berprogram (a program budget). Dengan kata lain.01 03 Nama Fungsi.01 02 01. karena perkiraan kebutuhan untuk masa mendatang tidak dikaitkan dengan maksud dan tujuan yang lebih luas. dan Program PELAYANAN UMUM PEMERINTAHAN LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF. b. suatu anggaran belanja yang disusun sesuai dengan tujuan. atau misi. Penggunaan kata fungsi. kegiatan.

kita dapat mengetahui tujuan serta maksud membelanjakan uang tersebut. sebab suatu program terdiri atas unsur-unsur program. Sekalipun demikian. Kemudian. pertama. Salah satu cara untuk mengatasi kelemahan anggaran berprogram dalam segi pengawasan dan tingkat keluwesan (flexibility) adalah dengan cara mengkombinasikan sifat anggaran berprogram dengan sifat anggaran berdasarkan anggaran line-item. anggaran belanja sistem hanya mencantumkan X rupiah untuk belanja yang satu dan Y rupiah untuk belanja yang lain. Dengan demikian anggaran berprogram yang mempunyai perincian line-item dikaitkan dengan tujuan daripada program. . langkah selanjutnya adalah menetapkan dan mengukur suatu tingkat pelayanan yang wajar. harus tersedia ukuran hasil kerja (output) yang realistis. Kedua. Jelasnya unit ukuran yang digunakan harus menguraikan secara nyata (konkrit) apa yang akan dikerjakan. yang merupakan bagian program yang lebih luas. sebab arti ketertiban umum itu dapat pula untuk pembangunan prasarana fisik (kantor) yang mewah bagi kepentingan ketertiban umum yang menyimpan dari tujuan yang diharapkan. yang tidak jelas obyek-obyeknya. kita juga dapat menetapkan tingkat prioritas untuk membedakan bahwa program yang satu lebih penting dari program yang lain. yaitu. disebut anggaran berprogram karena tidak hanya sekedar mendaftar barang-barang dan jasa-jasa yang akan dibelanjakan tetapi penyusunan dana itu disesuaikan dengan program-programnya. Oleh karena itu. Hal ini disebabkan karena dalam anggaran berprogram. Sedangkan kelemahan anggaran berprogram adalah lebih sulit dilakukan pengawasan. Anggaran belanja berbasis kinerja ini hanya menambahkan keterangan berapa banyak jenis pelayanan yang akan disediakan untuk melaksanakan suatu tujuan. Ada dua hal yang harus dilakukan dalam menyusun anggaran belanja berbasis kinerja. Misalnya X rupiah untuk kepentingan ketertiban umum.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 87 Dengan anggaran berprogram. c. Dengan demikian. kita tidak cukup menggunakan suatu anggaran yang hanya menyebutkan daftar barang-barang yang akan dibelanjakan. artinya berapa banyak suatu hasil yang dapat dibuat dengan biaya itu. akan terdapat program yang mendapat dana jauh lebih sedikit dari yang lain sekalipun ia dianggap fungsi yang lebih penting. dibandingkan dengan anggaran line-item (line-item budget). Anggaran Berbasis Kinerja (Performance Budgeting) Anggaran belanja berbasis kinerja (performance budget) dibangun atas anggaran berprogram.

000. dan data-data hasil kerja. anggaran berprogram (program budget).000 d.000 Jumlah Sub Total Total Biaya peningkatan prasarana jalan Rp Rp 100. anggaran berbasis kinerja adalah anggaran pelaksanaan yang mencakup kombinasi antara anggaran belanja line-item (line-item budget).000 600. konsep penganggaran ini sulit dilaksanakan sehingga tidak banyak digunakan. Namun dalam prakteknya. zero-based budgeting menggunakan paket-paket anggaran. Konsep ini banyak didukung oleh para pemerhati anggaran yang tidak menginginkan adanya pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu oleh pemerintah. Contoh anggaran belanja berbasis kinerja adalah sebagai berikut. dapat dijelaskan melalui konsep-konsep sebagai berikut: . Program: Peningkatan prasarana jalan Kegiatan I: Pembebasan tanah Ukuran hasil: Panjang lahan yang dibebaskan: 10 kilometer Biaya pembebasan per kilometer: Rp50.000.000 Rp 500.000 Jumlah Jumlah Sub Total Kegiatan II: Pembangunan jalan Ukuran hasil: Panjang jalan yang dibuat: 10 kilometer Biaya per kilometer: Rp10.88 Bab 5: Konsep Anggaran Dengan demikian.000. KONSEP PPBS (Planning Programming and Budgeting System) PPBS dimaksudkan sebagai usaha memperbaiki sistem penyusunan anggaran belanja pemerintah yang telah diuraikan di atas. Seluruh program kegiatan pemerintah harus dijustifikasi setiap tahun dengan tidak mendasarkan atas kemiripan kegiatan yang telah diselenggarakan tahun sebelumnya.000. Zero-based Budgeting Tidak seperti kebanyakan proses pengganggaran yang jumlah dan rincian kegiatannya didasarkan atas anggaran tahun sebelumnya seperti dinaikkan atau sama. obyek-obyek pengeluaran (seperti persediaan dan bahan). Dalam membicarakan teori PPBS.000.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 89 Tujuan Sebagaimana telah diuraikan bahwa suatu anggaran belanja yang berencana (planning budget) disusun dengan penentuan tujuan-tujuan. Hal ini dapat juga berupa sejumlah formulir pajak yang diproses sampai kepada pembangkit listrik yang menghasilkan sejumlah kilowatt listrik bagi kepentingan masyarakat. yang dikelompokkan menurut tujuannya. kita harus melihat secara menyeluruh biaya-biaya langsung maupun tidak langsung yang dikeluarkan secara nyata. PPBS menghendaki agar dalam pengambilan keputusan yang rasional memasukkan biaya kesempatan . Output Sekalipun belum ada kesepakatan mengenai definisi hasil (output). Pendekatan sistem anggaran ini adalah mengaitkan satu sama lain segala sesuatu yang berhubungan dengan produksi. karena orang ingin mengetahui mengapa suatu kegiatan dilaksanakan. adalah: 1) Berguna untuk mengukur efisiensi dan produktivitas dalam pengertian manajemen. Di samping itu dalam sistem anggaran belanja. Pandangan yang paling umum mengenai hasil dari suatu institusi adalah konsep output yang universal. 2) Berguna dalam menilai keputusan-keputusan alokasi sumber. yang merupakan landasan untuk penilaian kegiatan. Oleh karena itu. Konsep output yang universal beranggapan bahwa setiap penyelesaian kerja yang nyata dari suatu karyawan pemerintah dapat dipandang sebagai output. ditunjukkan hubungan antara cita-cita atau tujuan pemerintah dengan kegiatan pemerintah. Konsep tujuan sangat penting dalam sistem ini. yaitu semua manfaat dan semua biaya yang harus diperhitungkan. Pengukuran Biaya dan Manfaat Kegiatan Pemerintah Konsep biaya sebagaimana digunakan dalam PPBS adalah bersifat komprehensif (lengkap). Adapun kelebihan penentuan tujuan. Landasan berpikirnya bahwa dalam menghitung biaya produksi suatu produk (manfaat). 3) Berguna bagi tujuan akhir dari kegiatan-kegiatan suatu pemerintahan. Akan tetapi ada juga yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan hasil adalah barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan untuk disalurkan keluar pemerintah. akan tetapi yang dimaksud di sini adalah setiap penyelesaian kerja yang nyata dari seorang karyawan pemerintah adalah hasil (output) pemerintah.

Misalnya : manfaat Biaya = Rp25 juta Rp50 juta = 1 2 = 0. Jika perbandingan itu lebih besar dari satu (>1) maka simpulannya adalah bahwa proyek tersebut layak. Objektivitas yang selengkap-lengkapnya barang kali tidak mungkin diperoleh. Ukuran efektivitas biaya menunjukkan jumlah hasil-hasil yang dapat dicapai dengan mengeluarkan sejumlah rupiah tertentu. Misalnya : manfaat Biaya = Rp50 juta Rp25 juta = 2 1 = 2 (>1) Sebaliknya seandainya rasio itu adalah kurang dari satu (<1). karena manfaatnya melebihi biayanya. dibuat juga suatu perbandingan manfaat dan biaya dimana manfaat-manfaat yang dinyatakan dalam nilai uang dibagi dengan biaya-biaya. Hal ini disebabkan karena hasil analisis itu . Analisis menghitung hubungan antara besarnya input (biaya) dan besarnya output (hasil-hasil yang dicapai) disebut input output analysis.5 (<1) Analisis yang Terbuka dan Jelas Analisis yang terbuka dan jelas merupakan asumsi yang merupakan unsurunsur kunci dan merupakan prasyarat pokok bagi keberhasilan PPBS.90 Bab 5: Konsep Anggaran (opportunity cost) sebagai bagian dari biaya-biaya yang relevan terhadap output. Mekanisme analisis data dan informasi harus jelas. PPBS menitikberatkan pada pertimbangan rasional yang didasarkan atas data dan informasi. karena biayanya lebih besar dari pada manfaatnya. akan tetapi kecenderungan untuk menutupi atau menyembunyikan data kunci harus dapat dihindarkan. Akan tetapi efektivitas biaya (cost effectiveness) harus dipertimbangkan pula terhadap hasil-hasil dari sudut manfaat biaya (cost-benefits). maka simpulannya adalah bahwa proyek itu tidak layak. di samping mengukur biaya-biaya maupun manfaat menurut nilai sekarang. Untuk itu. Yang dimaksud dengan biaya kesempatan adalah hilangnya kesempatan untuk membelanjakan uang atau waktu atau sumber-sumber lain untuk suatu alternatif tujuan. sehingga asumsi itu bersifat rasional dan objektif. Hal ini berarti bahwa semua asumsi yang dipergunakan sebagai dasar pertimbangan harus dibuat dan didukung oleh data atau informasi yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Misalnya kegiatan menghadiri rapat akan menghilangkan kesempatan untuk melakukan pekerjaan lain yang memperoleh hasil.

dan lebih dapat dipertanggungjawabkan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 91 mungkin diuji oleh analis-analis lain dan mungkin diulangi lagi dengan menggunakan susunan asumsi yang berbeda. 3. data aktual dan proyeksi perekonomian. Penyusunan anggaran (budget formulation). dan informasi terkait lainnya. 4. dan pembiayaan defisit. defisit/surplus. Rancangan ini memuat asumsi umum yang mendasari penyusunan anggaran seperti perkiraan penerimaan. dan proyek. Lembaga tersebut biasanya di bawah naungan Departemen Keuangan yang bertugas mengkoordinasikan dan mengorganisasikan usulan . Secara umum siklus anggaran terbagi atas empat tahap yaitu: 1. Penyusunan Anggaran Sebelum dibahas oleh lembaga legislatif. yang di Indonesia disebut APBN. Peran lembaga legislatif dalam proses penyusunan anggaran menyebabkan proses penyusunan menjadi lebih demokratis. Penyusunan anggaran negara merupakan rangkaian aktifitas yang melibatkan banyak pihak. obyektif. Pemeriksaan dan pertanggungjawaban anggaran (budget auditing and assessment). Pengesahan anggaran (budget enactment). tergantung kompleksitas struktur pemerintahan yang dilayani. dan kebijaksanaan pemerintah. SIKLUS ANGGARAN Kebijakan fiskal pemerintah suatu negara secara ringkas tercermin dalam anggarannya. tidak termasuk anggaran pendapatan dan belanja pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan milik negara. pengeluaran. Pelaksanaan dan pengawasan anggaran (budget execution). 2. Pada umumnya proses formulasi anggaran dilakukan oleh eksekutif yang khusus menangani anggaran negara. Proses perjalanan suatu anggaran yang dimulai dari penyusunan hingga pertanggungjawaban disebut dengan siklus anggaran. transfer. termasuk lembaga legislatif. pemerintah berkewajiban menyusun dan mengajukan rancangan anggaran. Selain itu juga dimuat perkiraan terperinci pengeluaran dan penerimaan departemen/lembaga. Proses penyusunan dapat memakan waktu hingga beberapa bulan. transparan. Istilah APBN yang dipakai di Indonesia secara formal mengacu pada anggaran pendapatan dan belanja pemerintah pusat.

Ada tiga cara dalam menyusun anggaran yaitu: 1. unit organisasi yang paling bawah harus memperhitungkan besar kecilnya kegiatan yang akan dilakukan. Anggota dewan dapat mengundang pihak esksekutif pada waktu pembahasannya. Campuran Cara ini merupakan gabungan dari 2 cara di atas. Dalam hal tersebut. Top – Down (dari atas ke bawah) Cara ini merupakan kebalikan dari cara bottom – up. Anggota dewan berhak menolak usulan anggaran yang diajukan pemerintah. beberapa negara memungkinkan anggota dewan . 3. Pemerintah dapat saja melakukan perubahan drastis terhadap beberapa pengeluaran jika dipandang perlu dipilih sebagai reaksi atas perubahan indikator-indikator perekonomian. Beberapa indikator ekonomi yang biasa diikutkan dalam pembahasan anggaran antara lain: ekspektasi pertumbuhan ekonomi. Unit organisasi yang telah ditetapkan batas anggarannya tidak boleh melakukan pengeluaran melebihi dari batas tersebut. 2. unit organisasi yang paling tinggi menetapkan batas tertinggi (plafond) anggaran yang dapat dibelanjakan oleh unit organisasi yang lebih rendah. Pada kebanyakan negara.92 Bab 5: Konsep Anggaran anggaran pembiayaan dan pengeluaran dari instansi-instansi terkait. Namun hal ini tidak mencerminkan bahwa seluruh kegiatan harus dibiayai secara bertahap. Kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya sering dijadikan landasan penyusunan anggaran tahun berikutnya. penyusunan anggaran dimulai dari unit organisasi yang paling bawah kemudian diteruskan secara berjenjang ke unit organisasi yang lebih tinggi. Proses ini dimulai ditandai dengan pengajuan usulan anggaran oleh eksekutif untuk dibahas di lembaga legislatif. anggaran disusun untuk masa satu tahun. inflasi dan karakteristik makro ekonomi lainnya seperti harga minyak mentah dunia. Dalam mengajukan usulan. Faktor politik juga dapat ikut berperan dalam proses pembahasannya. Pada cara ini. Bottom – Up (dari bawah ke atas) Pada cara ini. Kesemua itu tidak mempengaruhi dibutuhkannya legalisasi usulan anggaran oleh dewan legislatif. serta mendistribusikannya sesuai urutan prioritas kegiatan dan tersedianya dana. Hal ini biasa terjadi dikarenakan adanya kemungkinan anggota legislatif yang ditunjuk dalam komisi pembahasan anggaran tidak menguasai kerangka kerja anggaran. atau memilih untuk mendengarkan opini publik untuk kemudian diambil keputusan.

Pengawasan ekstern. melakukan belanja publik terbatas maksimal sebesar tertera pada anggaran. yaitu pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya. Sedangkan untuk penerimaan publik diharapkan dapat melebihi atau minimal sama dengan anggaran yang telah disetujui. Pengawasan fungsional (wasnal) yaitu pengawasan yang dilakukan oleh institusi. Proses pembahasan selesai setelah usulan anggaran diundangkan atau diamandemen. Prosedur pengawasan eksekusi anggaran dapat berbeda di tiap negara. anggaran sering tidak dijalankan sama persis dengan jumlah yang disetujui. Bisa juga disebabkan oleh tidak efisiennya mekanisme dan kekakuan pelaksanaan teknis realisasi anggaran di lapangan. Beberapa deviasi menyebabkan beberapa pos pengeluaran tidak terealisasi sebagaimana tertera dalam anggaran.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 93 menyusun anggarannya sendiri atau memutuskan untuk menggunakan anggaran tahun sebelumnya. Kemungkinan dari adanya perbedaan yang signifikan adalah adanya penyelewengan kekuasaan oleh lembaga eksekutif. Instansi dan departemen terkait. Menteri Keuangan secara terpusat dapat menerapkan kontrol ketat terhadap prosedur aliran dana keluar. yaitu pengawasan yang dilakukan oleh unit inspeksi yang betugas melakukan pengawasan di lingkungan departemen yang bersangkutan. Pada prakteknya. Atau departemen-departemen dibuat lebih independen dalam realisasi belanja publik. memonitor efektifitas alokasi anggaran ke departemen-departemen lainnya. Sedangkan tugas Departemen Keuangan hanya memonitor melalui laporan yang disampaikan oleh departemen-departemen. Pengawasan melekat (waskat). Menurut subyeknya. Tetapi pertanyaan harus diajukan oleh tim pengawas manakala terjadi perbedaan yang signifikan tetapi tanpa dasar alasan yang dapat diterima. 2. Pelaksanaan dan Pengawasan Anggaran Proses berikutnya adalah pelaksanaan anggaran yang telah disetujui dewan. . 2. Pengawasan intern. dibutuhkan kegiatan pengawasan. pengawasan dapat dibagi menjadi: 1. dan memberi persetujuan terhadap pengeluaran-pengeluaran yang besar. Untuk mengefektifkan pelaksaaan anggaran. Pengawasan anggaran secara kelembagaan dibagi dalam 2 bagian yaitu: 1. yaitu pengawasan yang dilakukan oleh aparatur pengawasan dari luar departemen.

3. aparat pengawasan legislatif. Pemeriksaan dan Pertanggungjawaban Anggaran Siklus terakhir dari anggaran adalah pemeriksaan dan pertanggungjawaban atas efektifitas anggaran khususnya penggunaan pendapatan publik. Menurut waktunya. Fungsi pemeriksaan dari lembaga legislatif tidak dimaksudkan untuk menekan pihak eksekutif atau sekedar mencari-cari kesalahan pejabat publik. pengawasan dapat dibagi menjadi: 1. yang disebut sebagai post audit. 4. Pengawasan setelah kegiatan dilaksanakan. yang disebut sebagai pengawasan represif. Jika dimungkinkan. yaitu pengawasan yang dilakukan on the spot melalui inspeksi.94 Bab 5: Konsep Anggaran 3. 2. pihak eksekutif harus dapat melaporkan pelaksanaan kebijakan fiskalnya secara lengkap. pengawasan dapat dibagi menjadi: 1. Agar proses pemeriksaan atas pertanggungjawaban dapat dengan mudah dilakukan. aparat pengawasan fungsional. Menurut caranya. Pengawasan tidak langsung. Di Indonesia. atau dari masyarakat. Laporan ini harus diaudit secara reguler oleh badan independen semacam Auditor General (di Indonesia disebut BPK) yang memiliki kapasitas untuk melakukan pemeriksaan yang akurat dan tepat waktu. Pengawasan langsung. sidak. Pengawasan legislatif (wasleg) yaitu pengawasan yang dilakukan oleh dewan legislatif. Pengawasan masyarakat. Manajemen anggaran modern lebih menekankan pada perlunya sosialisasi dan distribusi informasi mengenai anggaran publik agar lebih dapat ditingkatkan efektifitas dan efisiensi prosesnya. Pengawasan selama kegiatan dilaksanakan. yaitu pengawasan yang dilakukan berdasarkan laporan dari pejabat yang bersangkutan. BPK merupakan lembaga tinggi negara yang melakukan pengawasan terhadap pemerintah. Tapi lebih ditekankan pada bagaimana memanfaatkan seluruh kekayaan publik pada porsi yang paling menguntungkan ekonomi negara. yaitu pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat yang disampaikan secara lisan maupun tertulis kepada pemerintah. maupun pemeriksaan. Pengawasan sebelum kegiatan dimulai. Masalah Umum Anggaran . yang disebut sebagai pengawasan preventif 2.

2. 2. Zero based budgeting. Hal tersebut dapat juga disebabkan oleh lembaga-lembaga legislatif dan pemeriksa yang tidak independen atau tidak mempunyai kapasitas sebagaimana mestinya. kombinasi konflik antara manajemen dan politik perlu diakomodasi secara memadai. koordinasi pembangunan terencana dalam jangka panjang serta berkesinambungan. menentukan jumlah ideal penyerapan pendapatan publik melalui pajak. Kelebihan sistem anggaran line-item adalah mengawasi penggunaannya. Anggaran belanja line-item (line-item budgeting). sedangkan kelemahannya adalah sulit menyederhanakan berbagai jenis barang untuk dikelompokkan. 3. karena pengeluaran publik tidak mengurangi kekayaan neto negara. 4. Pada umumnya negara berkembang. Untuk mencapai hasil yang diharapkan. Sebagian anggaran mengalami kebocoran atau penggunaan yang tidak selaras dengan pembangunan perekonomian berkesinambungan. § § . sedangkan belanja publik pasti mengurangi kekayaan neto negara.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 95 Setiap siklus anggaran memiliki problem tersendiri. Anggaran berbasis kinerja (performance budgeting). karena mencantumkan dengan jelas barang-barang atau obyek-obyek di mana uang itu dibelanjakan. sedangkan pendapatan publik pasti menyebabkan kenaikan kekayaan neto negara. karena penerimaan tidak menyebabkan kenaikan kekayaan neto negara. Penerimaan publik tidak selalu berupa pendapatan publik. Pengeluaran publik tidak selalu identik dengan belanja publik. menghadapi kerentanan tehadap fluktuasi perdagangan dunia. Sedangkan pada pelaksanaan dan pemeriksaan lebih mengarah pada isu-isu manajemen dan akuntansi. RANGKUMAN § Perbedaan antara penerimaan versus pendapatan. dan pengeluaran versus belanja: 1. Problem pada fase penyusunan dan pembahasan lebih banyak akibat adanya campur tangan politik. Negaranegara tersebut seperti halnya Indonesia. Jenis-jenis anggaran: 1. Anggaran belanja berprogram (a program budgeting). problem anggaran yang dihadapi meliputi penentuan asumsi-asumsi ekonomi dan indikator fiskal. akan tetapi banyak juga ketidakefisienan yang disebabkan oleh praktek penyusunan anggaran yang tidak fair. Beberapa permasalahan mungkin diakibatkan oleh faktor-faktor di luar kontrol.

yaitu: 1. Campuran Pengawasan anggaran secara kelembagaan dibagi 2 bagian. Apakah perbedaan antara penerimaan versus pendapatan pengeluaran versus belanja? Jelaskan pengertian anggaran! Jelaskan hal-hal yang diuraikan dalam suatu anggaran! Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis anggaran! Jelaskan kelebihan dan kelemahan dari “line items”! dan . 2. Harus tersedia ukuran hasil kerja (output) yang realistis b. Penyusunan Anggaran (Budget Formulation) 2. yaitu: a. Menetapkan dan mengukur suatu tingkat pelayanan yang wajar. 5. Pelaksanaan dan Pengawasan Anggaran (Budget Execution) 4.Up (dari bawah ke atas) 2.96 § Bab 5: Konsep Anggaran § § § § § Kelebihan sistem anggaran berprogram: 1. Dua hal yang harus dilakukan dalam menyusun anggaran belanja berbasis kinerja. Top-Down (dari atas ke bawah) 3. 2. Pengawasan Ekstern Fungsi pemeriksaan dari lembaga legislatif lebih ditekankan pada bagaimana memanfaatkan seluruh kekayaan publik pada porsi yang paling menguntungkan ekonomi negara. Bottom. Siklus anggaran terbagi atas empat tahap. karena dapat diketahui tingkat kepentingan tujuan pembelanjaan itu. Pengawasan Intern 2. Pengesehan Anggaran (Budget Enactment) 3. 3. Lebih normatif. yaitu: 1. Pemeriksaan dan Pertanggungjawaban Anggaran (Budget Auditing and Assessment) Tiga cara dalam menyusun anggaran. bukan perincian yang sempit sifatnya. 4. LATIHAN 1. Memungkinkan kita untuk memuat daftar prioritas dalam memutuskan kegiatan-kegiatan yang akan dibelanjakan. yaitu: 1.

7. pengawasan dapat dibagi menjadi beberapa hal. Jelaskan kelebihan dan kelemahan dari anggaran berprogram! Sebutkan salah satu cara untuk mengatasi kelemahan anggaran berprogram! Uraikan hal-hal yang harus dilakukan dalam menyusun anggaran belanja berbasis kinerja! Apakah konsep PPBS (Planning Programing and Budgeting System) itu? Sebutkan beberapa kelebihan penentuan tujuan! Sebutkan siklus anggaran! Sebutkan beberapa indikator ekonomi yang biasa diikutkan dalam pembahasan anggaran! Uraikan tiga cara dalam menyusun anggaran! Sebutkan dan jelaskan pengawasan anggaran secara kelembagaan! Menurut subyeknya. 11. 15. 12. caranya. 9. 16. 14. 8. 10.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 97 6. 13. dan waktunya. Sebutkan dan jelaskan! Jelaskan mengenai masalah umum anggaran! .

Sejumlah kesulitan yang mengganggu kemajuan ekonomi suatu negara harus dipecahkan oleh sektor publik. Namun masalah kelembagaan dan sosial yang dihadapi oleh suatu negara dapat memperpelik dan membatasi tugas kewenangan dalam menetapkan kebijakan anggaran dan stabilisasi.PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN Keuangan publik memainkan peranan penting dalam perekonomian negara. UNSUR-UNSUR PEMBANGUNAN Dalam rangka pertumbuhan perekonomian yang berkelanjutan. Karena itulah masalah-masalah pembiayaan pembangunan perlu dibicarakan secara khusus dan terpisah. persyaratan yang diperlukan untuk pembangunan ekonomi di negara-negara berpendapatan rendah sama halnya seperti persyaratan yang diperlukan untuk .

Pembentukan Modal Pembangunan Sebagaimana telah diulas pada bagian terdahulu mengenai perkembangan sektor publik di negara-negara maju. entah itu oleh pemerintah (di negara-negara sosialis) atau oleh swasta (dalam perekonomian pasar bebas). mobilisasi sumber daya yang terbengkalai masih mungkin diupayakan. Lebih jauh lagi. Untuk mencapai pertumbuhan. dan perpaduan berbagai cara tersebut harus ditentukan dalam proses perencanaan pengeluaran dan sumber daya. Pembentukan modal tersebut harus didefinisikan secara luas sehingga mencakup semua pengeluaran yang sifatnya menaikkan produktivitas. Dalam hal ini. Persyaratan fundamental untuk pembangunan ekonomi adalah tingkat pengadaan modal pembangunan yang seimbang dengan pertambahan penduduk. Terdapat berbagai cara penggunaan sumber daya untuk meningkatkan produktivitas. Misalnya. Lebih jauh lagi. demikian juga dengan bauran investasi yang optimum. banyak negara berpendapatan rendah . Sampai pada tingkat tertentu. Jika sumber daya yang terbengkalai tidak bisa dimanfaatkan atau jika sumber daya tambahan tidak dapat diperoleh dari luar negeri. khususnya dalam bentuk infrastruktur. Bisa saja pengeluaran itu berupa investasi di sektor publik dan swasta. Infrastruktur ini akan menjadi kerangka persiapan bagi investasi pada tahap berikutnya. Untuk sementara waktu kita akan mengabaikan masalah perencanaan investasi dan memusatkan perhatian pada dari mana kita akan memperoleh sumber daya tambahan untuk investasi tersebut. sektor publik memegang peranan penting terhadap semua unsur pembangunan ini. tidak cukup hanya dengan cara penyediaan modal pembangunan (yang meliputi investasi fisik dan investasi sumber daya manusia) serta proses teknologi yang diperlukan. Gambaran semacam itu yang terdapat baik pada negara berpendapatan tinggi maupun rendah. investasi pemerintah sangatlah penting. masih banyak persyaratan lain yang diperlukan. tetapi juga diperlukan sejumlah perubahan sosial dan kelembagaan yang merupakan sebab dan akibat dari tingkat pembangunan perekonomian yang masih rendah. sektor publik cenderung tumbuh sejalan dengan pertumbuhan pendapatan. Namun di luar itu. prioritas akan selalu berubah. maka konsumsi periode berjalan harus dikurangi agar sumber daya bagi investasi tersedia.100 Bab 6: Pembiayaan Pembangunan mempertahankan pertumbuhan ekonomi di negara yang relatif sudah maju. pembentukan modal pembangunan meliputi investasi pada sumber daya manusia dalam bentuk pendidikan dan pelatihan (training) seperti halnya investasi dalam bentuk fisik. Pada tahap-tahap awal pembangunan.

Usaha terakhir ini sangat penting bagi para penabung kecil karena bagi mereka umumnya tidak tersedia sarana penabungan perorangan selain daripada meminjamkannya dengan risiko tinggi atau dengan menukarnya dengan barang berharga seperti logam mulia. Selanjutnya. kenaikan tingkat tabungan secara sukarela bisa terjadi lebih besar dari sektor swasta. Di sinilah diperlukan suatu usaha pemerintah untuk menjaga stabilitas moneter sehingga kebiasaan menabung tidak diredupkan oleh inflasi yang tak berkesudahan. Dalam kondisi seperti ini. Dalam kadar tertentu. Tetapi di lain pihak. Dalam kondisi ini. pemerintah juga bisa berperan dalam penyediaan dan pembentukan lembaga keuangan yang cocok guna menarik tabungan rumah tangga dan menggunakannya secara produktif. Tabungan perusahaan juga dapat dirangsang . Hal ini akan mencakup ketentuan mengenai peningkatan investasi domestik yang sebagian besar dibiayai dengan pajak. Di samping itu. sebagaimana halnya dengan investor domestik. jalan. Akan tetapi. pengalihan ini dapat dilakukan dengan menahan sebagian hasil pengembalian (returns) yang dibayar kepada faktor produksi sehingga pembayaran lebih kecil dari hasil produk marjinal. dan walau bagaimanapun juga bantuan tersebut tidak akan diperoleh tanpa adanya usaha pendukung dari negara penerima bantuan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 101 mempunyai sedemikian banyak tenaga kerja yang terbengkalai dan lapangan kerja bagi mereka bisa tersedia hanya dengan usaha pembangunan yang sangat sederhana tetapi menyerap banyak tenaga kerja seperti pembangunan drainase. memerlukan infrastruktur yang tersedia secara memadai dan bantuan pemerintah negara lain baru akan diberikan jika telah ada rencana pembangunan yang dirumuskan dengan baik. perpajakan akan sangat berperan untuk memberikan insentif bagi tabungan atau disinsentif bagi konsumsi barang-barang mewah. pembentukan modal dari hasil internal pasti akan berasal dari tabungan pemerintah atau swasta. semua itu tentunya tidak akan mencukupi. jika keadaan cukup mendukung. irigasi. pemerintah hanya perlu berperan sebagai pengorganisasi bagi pemanfaatan sumber daya. Kemungkinan lain adalah dengan mengusahakan sumber daya investasi dari luar negeri dalam bentuk pinjaman dan bantuan pemerintah atau sebagai investasi swasta. Tetapi pada perekonomian yang didesentralisasi. Para investor swasta dari luar negeri. dan bendungan. tak bisa dipungkiri bahwa salah satu masalah besar adalah bagaimana mengalihkan sebagian konsumsi periode berjalan untuk digunakan sebagai sumber daya pembangunan. Pada perekonomian yang dikendalikan secara terpusat di mana badan usaha milik negara memegang dominasi. sumber modal pembangunan semacam ini mempunyai keterbatasan tersendiri dan penyediaan lapangan kerja bagi para pengangguran mungkin akan memerlukan investasi pendukung tertentu.

meskipun bermanfaat dan penting. Tabungan swasta secara sukarela. Rasio pada negara-negara di Asia dan Afrika dengan pendapatan per kapita yang serupa cenderung lebih tinggi.102 Bab 6: Pembiayaan Pembangunan melalui sistem penarikan pajak laba usaha yang mendorong ditahannya dan diinvestasikannya kembali laba usaha. Pada kenyataannya persentase sektor publik jauh lebih kecil pada negara-negara berpendapatan rendah sebagai suatu kelompok. dan di beberapa negara sampai 8 persen. Di negara-negara Amerika Latin rasio umumnya adalah sekitar 14 persen. Jika demikian. dan benarkah rasio yang rendah itu pada kenyataannya menandakan upaya perpajakan yang rendah? Jawabannya tergantung pada bagaimana kita mengartikan upaya perpajakan itu. namun kelayakan tingkat pengenaan pajak itu sendiri merupakan faktor penting yang harus diperhitungkan dalam menentukan target pertumbuhan. yaitu berkisar dari 8 sampai 18 persen. Dengan demikian lembaga itu mungkin akan menuntut agar pada . Dalam hal ini. tetapi tidak terlihat adanya suatu hubungan yang mencolok di dalam kelompok tersebut. Sementara rasio semacam itu di negara-negara maju adalah 40 persen atau lebih. Lembaga pemberi pinjaman internasional mungkin saja mensyaratkan agar bantuan yang diberikan dibarengi dengan upaya perpajakan yang sepadan dengan negara penerima bantuan. khususnya pada tahap awal pembangunan. KEBIJAKAN STRUKTUR PERPAJAKAN Kapasitas Kena Pajak dan Upaya Perpajakan Walaupun merupakan suatu hal yang esensial untuk mengetahui berapa tingkat penerimaan pajak yang diperlukan guna menjamin tingkat pertumbuhan tertentu. tetapi kenaikan pendapatan per kapita juga disertai dengan kenaikan persentase sektor publik dalam GNP. tidak mungkin akan cukup. Mengapa upaya perpajakan (tax effort) di negara-negara berkembang sedemikian rendah. kebijakan perpajakan harus dipertimbangkan secara bersama-sama dengan aspek-aspek lain dari kebijakan pembangunan. Pola yang sama juga akan kita jumpai sehubungan dengan rasio penerimaan pajak terhadap GNP. tetapi hal itu tidak bisa dianggap sebagai variabel dependen di dalam sistem tersebut yang berubah secara otomatis sesuai dengan pengenaan pajak yang diperlukan. Rasio penerimaan pajak terhadap GNP di negara terbelakang cenderung sangat rendah. bagaimana kita dapat menilai kemampuan membayar pajak dari suatu negara dan bagaimana kelancaran pembayaran pajak dapat diukur? Sebagaimana telah kita pahami bersama bahwa besarnya sektor publik di negara-negara maju tidak hanya berkembang sejalan dengan pendapatan per kapita.

Tetapi asumsi ini tidak berlaku jika distribusi pendapatan sangat timpang yang mana akan mengakibatkan besarnya konsumsi barang-barang mewah. Dengan demikian. kelayakan pengenaan pajak tergantung juga pada kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. dan survai pertanahan belum memadai untuk menghasilkan penilaian yang semestinya. sektor pertanian belum terukur dengan nilai mata uang. pengelolaan pajak penghasilan akan jauh lebih sulit jika semua lapangan kerja terdapat pada perusahaan-perusahaan kecil.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 103 negara dengan pendapatan per kapita yang tinggi terdapat rasio penerimaan pajak yang tinggi guna menunjukkan keselarasannya dengan upaya perpajakan. Pengenaan pajak tanah yang efektif sukar dilaksanakan jika hasil pangannya dikonsumsi sendiri. dengan cara-cara semacam ini pun tidak akan tercipta struktur perpajakan yang mapan dan adil. hanya bisa diandalkan untuk sementara waktu saja. semua pendapatan pribadi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pemberian jasa pungut pajak (tax farming). Terlepas dari tingkat dan distribusi pendapatan. Sekiranya dana pemerintah tidak dimaksudkan untuk menyediakan kebutuhan hidup yang sama-sama mendasar (misalnya program kesehatan) maka penggunaan dana tersebut akan menimbulkan beban berat yang tidak sepatutnya. Pajak produk tidak bisa dikenakan pada tingkat pengecer jika perusahaan pengecer kecil dan tidak permanen. Pada tingkat pendapatan per kapita yang sangat rendah. Keadaan ini sangat perlu diperhatikan sebagai sumber penerimaan yang potensial. dukungan pengadilan terhadap penegakan peraturan perpajakan. sandang. seperti pangan. yaitu sistem dimana kepada para pemungut pajak diberikan persentase tertentu sebagai insentif. Akhirnya. pengenaan pajak sangat sederhana pada perekonomiam yang sangat terbuka di mana impor dan ekspor berlangsung melalui pelabuhan-pelabuhan utama dan terbuka bagi petugas fiskus. Dengan demikian. Penarikan pajak laba tidaklah layak sebelum praktek akuntansi mencapai standar minimal. Di pihak lain. adanya penanganan pajak akan selalu berkaitan dengan struktur perekonomian suatu negara. ukuran komparatif . dan ketersediaan petugas fiskus yang mampu dan jujur. demikian juga halnya dengan penetapan kuota pajak bagi para petugas pajak. dan papan. Meskipun demikian. Karena alasan ini dan alasan-alasan lainnya. Negara berpendapatan rendah menghadapi keterbatasan dalam mentransfer sumber daya untuk digunakan pemerintah. maka penilaian yang realistis atas upaya perpajakan (tax effort) harus memperhitungkan penanganan pajak (tax handles) yang tersedia untuk itu. dan hal ini sulit tercapai jika perusahaan-perusahaan yang ada berukuran kecil dan tidak stabil.

peranan pajak penghasilan pun makin meningkat relatif terhadap bea. Pajak Penghasilan Perorangan Pajak penghasilan perorangan tidak mungkin dan tidak dapat diharapkan untuk menduduki posisi sentral dalam struktur perpajakan pada negara sedang berkembang dan begitu juga umumnya di negara-negara maju. Perbedaan juga akan timbul sebagai akibat tahap-tahap pembangunan ekonomi. Dengan naiknya pendapatan per kapita. dan sejumlah ciri struktur perpajakan yang lazim ditemukan dalam kaitannya dengan pendapatan per kapita dapat diamati. Pajak ini bersifat elastis terhadap pertumbuhan GNP. Pengembangan Struktur Perpajakan Masalah perencanaan dan pengelolaan perpajakan akan berbeda-beda sesuai dengan struktur perekonomian suatu negara dan sikap masyarakat terhadap perpajakan. Selain itu terdapat fenomena menarik yang menyatakan bahwa pajak yang sering diklasifikasikan sebagai pajak penghasilan di negara miskin seringkali jauh berbeda dari pajak penghasilan perorangan di negara maju. Peranan pajak upah juga makin penting dengan naiknya pendapatan per kapita. pada umumnya masih di luar jangkauan pajak penghasilan. karena itu bisa menjadi sumber penerimaan yang cukup besar untuk pembiayaan pembangunan. Di satu sisi hal ini akan mencerminkan . khususnya di sektor pertanian. pajak penghasilan harus ditata dengan baik sejak dini dan ditingkatkan selama berlangsungnya pembangunan. Meskipun demikian. Karyawan perusahaan kecil dan sebagian besar masyarakat yang mengelola usaha sendiri. Sejalan dengan itu. demikian juga terhadap pajak penjualan dan produksi domestik. dengan melihat respon pada umumnya terhadap penanganan yang tersedia. dan kelompok perusahaan domestik besar yang jumlahnya sangat kecil.104 Bab 6: Pembiayaan Pembangunan atas upaya perpajakan dapat diperoleh dengan membandingkan rasio aktual dari penerimaam terhadap GNP pada suatu negara tertentu dengan rasio yang seharusnya diperoleh. Kontribusi pajak penghasilan perorangan di negara-negara Amerika Latin lazimnya berkisar 20 persen dan karena itu merupakan bagian yang besar dari penerimaan pemerintah. perusahaan asing. Pajak akan berperan besar terhadap perdagangan luar negeri (terutama bea) dan pajak atas produksi dan penjualan domestik untuk negara-negara berpendapatan rendah. pajak penghasilan usaha seringkali lebih mirip dengan pajak penjualan daripada pajak laba sebagaimana ditemukan di negara-negara maju dan sebagainya.

pengaruh inflasi terhadap perpajakan dinetralisir. tetapi peredaran inflasi secara melekat melalui pajak penghasilan progresif akan melemah. Tidak jarang negara-negara berkembang menghadapi inflasi puluhan bahkan ratusan persen per tahun. dan hukuman yang lebih tinggi bagi pembayaran yang tertunda. Tidak ada satu obat mujarab untuk mengatasi kesulitan ini kecuali dengan menerapkan wajib pungut pajak. Guna menghadapinya. sehingga hubungan antara tarif marjinal dan pendapatan riil dipertahankan konstan. pengelolaan pajak penghasilan diperparah oleh masalah inflasi. komputerisasi dan penanganan terpusat atas surat pemberitahuan pajak. Masalah keuntungan modal. Inilah prasyarat utama yang kerapkali sukar untuk dipenuhi oleh negara-negara berkembang dalam konteks budaya dan politik. Namun. diharuskannya perusahaan dan bank menyampaikan informasi tentang pembayaran bunga dan pembayaran dividen. Akibatnya. Pemungutan pajak penghasilan atas modal bahkan lebih sukar lagi. Lebih jauh lagi. sangat penting bagi negara-negara berkembang dimana urbanisasi yang pesat akan menaikkan nilai tanah. Hal itu. Keterlambatan pembayaran pajak atas pendapatan modal merupakan keuntungan besar. penjatahan jumlah wajib pajak bagi setiap petugas (khususnya wajib pajak berpendapatan tinggi). Meskipun tidak tersedia estimasi yang andal. dan pembayaran akhir sangat banyak yang terlambat. Prinsip penghitungan pajak sendiri (self assessment) seperti diterapkan di Indonesia tidak berjalan lancar.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 105 tingkat pembebasan pajak yang ditetapkan relatif tinggi jika dikaitkan dengan pendapatan rata-rata. khususnya jika hukumannya tidak sebanding dengan suku bunga dan nilai hutang pajak yang semakin menurun akibat inflasi. Penghitungan pajak oleh para petugas sering kali didasarkan pada negoisasi dan bukan ditetapkan secara objektif. semua itu tidak akan mencukupi kecuali jika badan pengadilan mendukung penuh penegakan peraturan perpajakan. pengurangan keterlambatan penafsiran. Sebagaimana dialami Amerika Serikat . namun bisa dikatakan bahwa pendapatan kena pajak akan benar-benar dicapai bila peraturan perpajakan dijalankan secara ketat. misalnya telah dialami Cili dan Brasil selama bertahun-tahun. tetapi hal itu juga merupakan akibat dari upaya pengelolaan yang tidak aktif. Penggunaan sistem pemungutan pajak oleh orang lain (witholding) bisa mempercepat pemungutan pajak dan hal itu sangat baik. terutama dalam kaitannya dengan tanah dan bangunan. badan perpajakan bisa menaikkan tingkat pembebasan dan kelompok tarif secara otomatis setiap tahunnya sejalan dengan naiknya harga-harga. tetapi penerapannya sangat terbatas pada jenis upah dan gaji tertentu saja sehingga lebih mudah dilaksanakan.

yang digunakan secara luas di negara-negara Asia. Para pembaharu pajak sering menyepelekan perbaikan teknik penaksiran pajak terhadap perbaikan teknis dalam pemajakan perseroan. sedangkan di negaranegara Asia sistem hukum kebendaan yang sangat berbeda bisa diterapkan. juga terjadi di Indonesia terutama di Jakarta dan sekitarnya. Caranya adalah dengan menaksir marjin laba atas penjualan dimana terdapat marjin yang beragam untuk berbagai industri. misalnya. Dalam keadaan lain. dikelola sebagai suatu jenis pajak tersendiri. Proses perbaikannya harus bertahap dan tidak bisa bergerak lebih cepat dari perbaikan metode akuntansi. laba taksiran didasarkan pada patokan tertentu seperti luasnya lantai atau ruang kerja dan lokasi pada wilayah perkotaan. Dalam hal pertanian. luasnya lahan atau jumlah ternak bisa digunakan sebagai dasar taksiran. Serentak dengan itu. Lebih jauh lagi. sementara yang bandel diberi hukuman. entah itu berupa pajak laba perseroan atau pajak persekutuan dan perusahaan perseorangan yang dikenakan menurut pajak penghasilan perorangan. khususnya sehubungan dengan pendapatan profesional. akan mengubah bentuk pajak laba menjadi semacam pajak penjualan. yaitu bangunan dan tanah. Pajak Penghasilan Perusahaan Masalah yang pelik akan timbul dalam pengenaan pajak penghasilan perusahaan. Karena itu. metode lain harus digunakan. Sesuai dengan pengamatan Henry George. hukum Eropa daratan lebih berperan daripada tradisi common law (hukum Inggris). . dan praktek yang cocok bagi suatu negara seperti Amerika Serikat mungkin tidak dapat diterapkan di negara sedang berkembang dengan mengingat tradisi dan tingkat pembangunannya saat ini. padahal hal terakhir ini tidak begitu penting bagi negara yang sedang berkembang. Hal ini terjadi karena kewajiban pajak menjadi fungsi dari penjualan dan marjin tersebut merupakan taksiran dan bukan aktual. Metode ini. pembayar pajak yang setia perlu diberi penghargaan. bentuk hukum dari badan-badan usaha sering kali berbeda. Bila akuntansi perusahaan belum begitu maju sehingga belum bisa mengukur laba dengan cukup akurat. Banyak negara menggunakan taksiran dan bukan pendekatan langsung guna menentukan laba. pajak atas keuntungan modal bagi real estate. Ini juga merupakan praktek yang bisa ditemukan pada tradisi perpajakan Eropa. Di negara-negara Amerika Latin.106 Bab 6: Pembiayaan Pembangunan pada akhir abad sembilan belas.

dan pendapatan aktual akan sama dengan pendapatan potensial. Dengan demikian. Jadi bukan merupakan kehilangan total seperti pada pajak penjualan eceran. Dalam sistem persaingan sempurna. atas pendapatan aktual. Pajak penghasilan jarang diterapkan secara efektif ke sektor pertanian sehingga pendapatan dari tanah seringkali merupakan gabungan dari pajak penghasilan dan pajak atas tanah. pajak kekayaan atas harta benda bersih jarang ditemukan dalam struktur perpajakan di negara sedang berkembang. namun jenis pajak ini penting guna melengkapi pajak penghasilan. Dalam kenyataan. atau atas pendapatan potensial yang bisa dihasilkan tanah tersebut jika dimanfaatkan secara penuh. tidak demikian halnya. ketiga dasar tersebut akan bisa saling dipertukarkan karena nilai tanah akan sama dengan nilai pendapatannya yang dikapitalisasi. yang meliputi tidak hanya penyewaan atas tanah tersebut tetapi juga peningkatan nilai atas tanah.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 107 Pajak Tanah Satu pertanyaan mendasar dalam pajak atas tanah. Pasar atas tanah mungkin tidak tersedia dan nilai jualnya saat ini tidak bisa diperoleh. Meskipun pajak semacam ini pada akhirnya akan lebih kecil daripada pajak bumi dan bangunan. Dengan pajak yang dikenakan secara berjenjang seperti halnya pajak pertambahan nilai. Penggunaan metode faktur mungkin . Pajak dan Bea atas Komoditas Pengenaan pajak komoditas harus ditentukan berdasarkan kelayakan administratif sehingga tergantung pada struktur perekonomian negara tertentu. Pajak Kekayaan dan Pajak atas Bumi dan Bangunan Di samping penerimaan dari tanah. khususnya selama berlangsungnya urbanisasi. Ada baiknya jika hal tersebut di atas dikenakan pajak progresif atas tempat hunian. yang menggabungkan pajak atas sejumlah rumah dalam satu dasar pengenaan pajak guna melengkapi sistem penarikan pajak komoditas atas konsumsi barang-barang mewah di samping terhadap perumahan. penerimaan pemerintah yang hilang tidak akan besar meskipun tingkat pengecer tidak terjangkau. penarikan pajak atas real estate dan pertokoan juga menjadi dasar pengenaan pajak yang penting. Di luar semua ini. Tanah seringkali tidak dimanfatkan secara penuh dan ditahan untuk tujuan spekulatif atau ditahan sesuai dengan adat istiadat setempat. apakah pajak tersebut harus dikenakan atas nilai tanah. karena banyaknya harta tak berwujud yang tidak termasuk dalam dasar pengenaan pajak. ketiga dasar tersebut akan memberikan nilai yang sangat berbeda.

Jika pemerintah ingin menggunakan bea masuk sebagai proteksi atas industri itu. Dalam situasi dimana. pengenaan pajak produk dengan tarif yang berbeda-beda cenderung lebih sukar jika diterapkan dengan pendekatan nilai tambah. maka pengenaan cukai atas produsen akan merupakan pendekatan yang paling sederhana dan gamblang. Karena ingin membebani konsumsi barang mewah dengan lebih berat. maka tidak mengherankan bahwa telah diupayakan berbagai cara untuk meminimumkan pengaruh masalah justifikasi sampai dimana pemerataan dan pertumbuhan didahulukan terhadap satu sama lain. harus dipilih sesuai dengan potensi pembangunan sehingga pengembangan itu bukan merupakan efek samping dari pengenaan pajak barang mewah. Kombinasi dari berbagai metode bisa diterapkan. biaya modal cenderung dinilai terlalu rendah. pendekatan keadilan menuntut agar pendekatan ini dipadukan dengan penarikan pajak atas pendapatan modal dengan tarif progresif. bukan hanya menyebabkan hilangnya penerimaan pemerintah tetapi juga . Karena adanya kemungkinan timbulnya konflik antara pajak penghasilan progresif dengan insentif untuk inventasi. Pendekatan terbaik dengan menggunakan tarif yang cukup seragam dan memasukkan unsur bea impor barang mewah di dalam sistem pengenaan cukai domestik. INSENTIF PERPAJAKAN Tujuan pemerintah yang berupa pertumbuhan ekonomi dan pemerataan bisa dicapai dengan berpedoman pada pajak konsumsi progresif. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah keterkaitannya dengan pengenaan bea cukai atas produk domestik. Di pihak lain. Kebijakan perpajakan harus memperhatikan bahwa kenaikan tingkat pertumbuhan ekonomi tidak akan memperparah pemerataan. Keringanan pajak untuk investasi yang tidak berdiri sendiri dalam meningkatkan pertumbuhan. praktek ini akan memperburuk distorsi harga. Disamping itu. Cukai domestik juga perlu untuk dikoordinasikan dengan bea impor.108 Bab 6: Pembiayaan Pembangunan akan membuat para wajib pajak lebih taat. Dengan demikian. Aspek kebijakan bea masuk lainnya yang perlu ditinjau secara kritis adalah praktek pembebasan cukai atas barang modal yang digunakan di dalam negeri. Jika hal ini terjadi akan merupakan kebijakan yang buruk. bea masuk sering menjadi pelindung bagi produk barang mewah pengganti di dalam negeri. seringkali mengenakan bea impor yang lebih tinggi atas barang mewah. Jika suatu produk dengan nilai kena pajak yang sangat besar dihasilkan pada perusahaan yang relatif besar. tergantung mana yang paling jitu dalam keadaan tertentu.

tidaklah bijaksana jika pemerintah mengadakan komitmen jangka panjang untuk mensubsidi pajak. Lebih jauh lagi. ada baiknya kita membedakan antara insentif domestik dan masalah insentif yang berkaitan dengan modal asing.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 109 memperbesar ketimpangan apabila keringanan itu diberikan kepada masyarakat berpendapatan tinggi. Tekanan politik agar diberikan insentif pajak akan tetap ada dan tidak bisa dielakkan. insentif pajak bagi investasi pada umumnya merupakan pemborosan dan tidak adil sehingga banyak pengamat terdorong untuk menolak semua bentuk insentif. penolakan total tidak bisa diterima. Dengan alasan-alasan ini. insentif investasi umum tidak bisa efektif guna menaikkan tingkat investasi menyeluruh kecuali jika peningkatan tabungan juga mendapat perhatian. maka sebaiknya insentif dirancang seefisien mungkin. beberapa kelonggaran bagi pertumbuhan mungkin layak asalkan hal itu dilaksanakan dengan cara terbaik. Insentif Umum Insentif investasi umum bisa berupa kredit pajak atas investasi atau penyusutan yang dipercepat seperti lazim digunakan di negara-negara maju. Insentif domestik bisa dikaitkan dengan investasi pada umumnya atau dibatasi pada industri atau wilayah tertentu. Metode ini merupakan insentif bagi investasi yang memberikan laba yang tinggi pada tahap awal dan hal ini bertentangan dengan kebutuhan akan investasi yang stabil dan bersifat jangka panjang. Ini bisa tercapai dengan mendorong perusahaan untuk menahan laba atau dengan memberikan kredit pajak bagi tabungan atas pendapatan perorangan. di beberapa negara sering kali diberikan pembebasan pajak (tax holiday) untuk jangka waktu tertentu. Lebih jauh lagi. masalah ini bisa diatasi dengan pendekatan kredit investasi atau bantuan investasi. Insentif bisa dirancang untuk menggalakkan ekspor dan memperkuat neraca pembayaran. Bagi perusahaan lama yang mengadakan investasi lama dan baru. Insentif Domestik Dalam menangani masalah insentif. Selain itu. teristimewa jika diperkirakan bahwa subsidi semacam itu tidak akan diperlukan di masa mendatang. Apapun masalahnya. misalnya selama lima atau tujuh tahun dimana selama jangka waktu itu pajak atas laba dibebaskan. Namun. Tentu saja masalahnya adalah bagaimana mencapai suatu jumlah tabungan tertentu tanpa mengurangi tabungan di sektor lain. .

Tetapi pengalaman menunjukkan bahwa hal itu sangat sukar untuk dilaksanakan. Meskipun pada prinsipnya insentif yang selektif itu baik. Dapat diduga bahwa industri yang akan dipilih adalah industri yang memainkan peranan strategis dalam pembangunan dan yang tidak akan berkembang jika tidak mendapat bantuan khusus. Namun. Karena itu. Insentif Regional Insentif selektif lainnya dapat kita temukan dalam kebijakan regional. Karena itu. investasi semacam itu perlu dikoreksi. yang seharusnya tidak mendapat prioritas utama. Untuk tujuan terakhir ini. mungkin juga tenaga kerja ingin dipertahankan di suatu daerah tertentu karena terlalu banyaknya perpindahan penduduk ke kota atau alasan non ekonomis yang menghendaki pemerataan tingkat pembangunan daerah. seperti pabrik baja. apakah itu untuk tenaga kerja atau modal dan umumnya diharapkan agar kebijakan pajak bersifat netral. subsidi upah akan lebih efektif. insentif khusus bisa diberikan demi pembangunan daerah tersebut. namun insentif yang dibatasi pada sektor atau industri tertentu kiranya bisa lebih efektif dalam mengalokasikan modal data ekspor industri tersebut. Jawabannya tergantung pada tujuan yang hendak dicapai. Masalah utama di sini adalah bagaimana memilih industri yang akan diberi perlakuan istimewa tersebut. Seiring daftar skala prioritas sedemikian luas sehingga hampir tidak ada yang patut dipilih. keadaan negara-negara berkembang bisa menuntut lain.110 Bab 6: Pembiayaan Pembangunan Daftar Skala Prioritas Meskipun efektivitas investasi umum diragukan. Tidak dapat dipungkiri bahwa proses pembangunan mengandung dampak eksternal (external economies) yang tidak diperhatikan dalam pengambilan keputusan investasi swasta dan pasar modal yang tidak sempurna bisa mengacaukan investasi meskipun tanpa eksternalitas. Tenaga kerja mungkin tidak bisa berpindah secara luwes. kebijakan pajak bisa mempengaruhi keputusan lokasi investasi. Sedangkan di pihak lain. penerapannya secara efisien sukar untuk dilaksanakan. Seperti telah kita ketengahkan sebelumya. apakah peningkatan produksi atau nilai tambah di daerah tersebut. khususnya jika . atau apakah peningkatan upah atau standar hidup masyarakatnya. Masalahnya adalah apakah insentif itu lebih baik diberikan dengan mensubsidi investasi atau mensubsidi perusahaan pekerja di wilayah bersangkutan. pemilihan industri tertentu selalu dibarengi dengan tekanan politik dari kelompok tertentu dan dalam kesempatan lain lagi kita akan melihat bahwa insentif diberikan untuk mempertahankan pasar bagi perusahaan negara.

Cara-cara semacam itu mungkin akan tepat dalam kaitannya dengan insentif regional dimana tujuannya adalah untuk menaikkan tingkat pendapatan di daerah terbelakang.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 111 terdapat banyak penganggur atau penganggur tak kentara di sektor pertanian yang dapat ditarik ke sektor industri apabila biaya upah berkurang. Keuntungan tersebut berupa kenaikan penghasilan faktor-faktor produksi domestik akibat adanya modal asing. Hal itu juga tepat untuk menanggulangi pengangguran akibat berjubelnya perpindahan penduduk ke kota. Insentif bagi Modal Asing Dari sudut pandang nasional. Guna mengembalikannya ke keseimbangan semula. Cara lain untuk mendorong investasi yang padat kerja adalah dengan memberikan insentif pajak bagi pekerjaan gilir kerja (shift) malam. kerugian ini harus dikompensasi oleh keuntungan yang diperoleh akibat pelipatgandaan modal tersebut agar insentif pajak tersebut bisa diterima. Pajak atas laba bisa lebih ringan dengan syarat peralatan yang digunakan harus padat tenaga kerja. Karena itu. Karena itu. peranan insentif pajak bagi modal asing berbeda dari insentif pajak bagi modal domestik. dan pengenaan pajak atas laba yang tidak efektif. Perancangan insentif mungkin akan bisa mengarahkan investasi tersebut pada sektor yang menguntungkan negara bersangkutan. tetapi keringanan pajak yang diberikan kepada investor asing akan mengurangi jatah keseluruhan negara atas laba yang dihasilkan modal asing tersebut. insentif pajak harus dikaitkan dengan nilai tambah domestik sebagai akibat adanya modal asing. pembebasan bea masuk. Insentif bagi Modal vs Insentif bagi Tenaga Kerja Penggunaan bentuk investasi yang insentif modal didorong oleh distorsi harga yang menyebabkan biaya buruh terlalu tinggi dan biaya modal menjadi rendah. biaya modal yang rendah disebabkan oleh kurs valuta yang menguntungkan. Insentif bagi modal domestik hanyalah melibatkan transfer dari pemerintah ke investor. Biaya buruh yang tinggi umumnya disebabkan oleh peraturan upah minimum dan berbagai tuntutan serikat pekerja. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah insentif tersebut harus dirancang sedemikian rupa sehingga mendorong . Tidak ada manfaatnya bagi suatu negara untuk menerima modal asing lengkap dengan sumber dayanya dan hanya meminjam lokasi pada negara tersebut. subsidi upah bisa diberikan secara langsung atau tidak melalui kredit atas daftar upah yang pada prinsipnya mirip dengan kredit investasi.

Apapun masalahnya. Karena itu. seperti lazimnya kita hadapi. pendekatan ini tidak menggairahkan reinvestasi karena tekanan politik akan menuntut agar insentif tersebut diberlakukan secara umum bagi investasi domestik. cukup beralasan untuk mempertahankan penundaan atas investasi di suatu negara yang sedang berkembang dan meniadakannya untuk investasi di negara maju. Dengan pendekatan ini. Hal itu tidak hanya berfungsi sebagai penarik modal ke suatu negara yang menawarkan insentif pajak tetapi juga mendorong terlaksananya reinvestasi di negara tersebut. Cara lain untuk membuat insentif menjadi efektif bagi investor asing yang akan mengirimkan labanya ke negara asal adalah apa yang disebut sebagai kesepakatan pajak bersama (tax-sparing arrangement). penundaan pajak akan menjadi sangat penting. Hanya nilai tambah domestiklah yang menambah hasil perdagangan luar negeri bagi suatu negara. Pengeksporan . Akan tetapi. tetapi dengan nilai tambah domestik. negara asal modal akan memberikan kredit atas laba yang direpatriasi sebesar pajak yang dikenakan di negara tujuan meskipun tidak ada pajak yang dibayar menurut kesepakatan insentif tersebut. Insentif Ekspor Insentif pajak untuk ekspor merupakan kebijakan umum guna membantu pengembangan pasar luar negeri dan memperkuat neraca pembayaran. Agar efektif. Salah satu peran utama pasar bersama antar negara sedang berkembang adalah untuk menghindarkan hal semacam itu. suatu negara membutuhkan kerja sama dari negara asal investor asing agar insentif yang efektif bisa diberikan. Dalam hal ini. maka pajak yang lebih rendah di negara tersebut hanya akan menjadi transfer ke negara lain tanpa adanya manfaat bagi investor yang mengirimkan labanya ke negara asalnya. negara sedang berkembang sebagai suatu kelompok akan dirugikan. Jika negara sumber modal tersebut menarik pajak penghasilan yang diperoleh dari luar negeri dengan tarifnya sendiri sambil tetap memberikan kredit pajak luar negeri. insentif semacam itu tidak harus dikaitkan dengan total penjualan di luar negeri atau laba yang dihasilkannya. Untuk mengatasi hal semacam itu diperlukan semacam kerja sama antar negara sedang berkembang. penarikan pajak atas laba secara umum bagi investasi domestik harus dipertimbangkan.112 Bab 6: Pembiayaan Pembangunan dilakukannya reinvestasi dan operasi permanen serta menghambat investasi yang hanya ingin mengeruk keuntungan sesaat. Persoalan terakhir yang timbul dalam kaitannya dengan persaingan di antara negara sedang berkembang untuk memperebutkan modal asing adalah jika suatu negara mengalahkan yang lain dengan menawarkan insentif yang lebih besar.

seperti untuk pembangunan sistem transportasi atau pembukaan suatu daerah yang terbelakang. pengunaan analsis biaya-manfaat sangat penting. Lebih jauh lagi. Dalam konteks ini. jumlah biaya lebih sulit untuk ditentukan. banyak pengeluaran untuk pendidikan juga mencerminkan tingginya biaya pendidikan di negara-negara ini. Dalam kadar tertentu. namun evaluasi proyek yang efisien merupakan suatu tugas yang sukar. KEBIJAKAN PENGELUARAN Peranan kebijakan pengeluaran dalam pembangunan ekonomi kurang disorot bila dibandingkan dengan kebijakan perpajakan dan data pembanding lebih sukar diperoleh. analisis biaya–manfaaat akan lebih mudah diterapkan di negara berkembang dari pada negara maju karena investasi pemerintah lazimnya dimaksudkan untuk penyediaan barang–barang antara yang nilainya bisa diukur dengan melihat pengaruhnya terhadap harga–harga barang yang disediakan oleh swasta. Karena harga pasar mungkin tidak mencerminkan biaya sosial yang benar–benar terjadi.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 113 kembali atas barang yang diimpor atau barang dalam transito tidak memberikan nilai tambah domestik. tidak mengherankan jika pengembangan investasi pemerintah memainkan fungsi utama dalam perancangan rencana pembangunan di negara sedang berkembang. untuk itu harus . Jadi manfaat dari proyek transportasi atau irigasi dapat dinilai berdasarkan penurunan biaya produk yang ditimbulkannya di pasar. Tetapi di pihak lain. Suatu ukuran yang tidak bisa diperoleh jika pengeluaran publik digunakan untuk menghasilkan barang jadi untuk konsumsi. Negara-negara berpendapatan rendah menghabiskan banyak pengeluaran untuk pendidikan dan kesehatan sementara tunjangan sosial kurang diperhatikan. Di satu sisi. investasi semacam ini menghasilkan manfaat eksternal sehingga penyediaannya lebih baik dilakukan oleh pemerintah. pelaksanaan evaluasinya di negara sedang berkembang lebih sulit. manfaat langsung yang tersedia disertai dengan manfaat tidak langsung atau manfaat eksternal yang lebih sukar untuk diperkirakan. Di sisi lain. Karena itu. Peranan strategis dari investasi pemerintah dalam pembangunan ekonomi sebagian dilandasi oleh belum berkembangnya pasar modal swasta dan sebagian karena kurangnya bakat entrepreneurial (kewiraswastaan) masyarakat. Besarnya tunjangan sosial di negara-negara kaya mencerminkan sistem jaminan sosial yang lebih baik. Di satu pihak. Negara–negara berkembang bisa dihantui oleh pemborosan sumber daya. Hal ini juga dilandasi oleh kenyataan bahwa tipe investasi yang diperlukan pada tahap-tahap awal pembangunan sering kali memerlukan jumlah besar.

Sebagaimana halnya dalam penentuan tingkat diskonto lainnya. Program pendidikan penting bukan hanya dalam kaitannya dengan kebijakan pertumbuhan tetapi juga dengan pendistribusian hasil-hasil pembangunan di antara lapisan masyarakat dan berbagai sektor perekonomian. Faktor lain yang juga penting adalah penentuan tarif/tingkat diskonto. Dalam konteks pembangunan. pemerintah mungkin lebih praktis untuk menentukan tingkat konsumsi minimum yang secara politis dapat diterima untuk lima atau sepuluh tahun mendatang dan kemudian menghitung tingkat diskonto dari konsumsi minimum tersebut. Yang perlu dipertimbangkan. penggunaan tarif sosial kiranya tidak bisa dielakkan. setelah keuntungan dari penundaan konsumsi itu diperoleh. penggunaan harga pasar akan menimbulkan distorsi yang mengarah kepada teknologi yang sangat padat modal sebagaimana telah kita simak sebelumnya. utilitas marjinal dari konsumsi itu akan lebih kecil karena pendapatan sudah lebih tinggi. Jika modal dinilai terlalu rendah sementara tenaga kerja dinilai terlalu tinggi. Dengan memperhitungkan adanya manfaat eksternal. Kesulitan–kesulitan itu akan makin rumit dalam konteks pembangunan yang dinamis dimana harga-harga relatif yang berlaku pada saat proyek dimulai mungkin akan sangat berbeda dari harga–harga yang berlaku setelah proyek berfungsi.114 Bab 6: Pembiayaan Pembangunan digunakan harga bayangan (shadow price). investasi bagi pendidikan dirancang guna menghasilkan pekerja terampil sesuai dengan kebutuhan negara bersangkutan. Kenyataan ini cenderung diabaikan dalam pengambilan keputusan tabungan perorangan tetapi pemerintah harus memperhitungkannya. Investasi dalam sumber daya manusia perlu mendapat perhatian khusus dalam konteks pembangunan. tarif sosial tersebut harus ditetapkan lebih rendah daripada tarif yang berlaku sehingga menunjukkan tingkat diskonto yang lebih tinggi bagi penyediaan modal dan lebih mendukung pengadaan proyek–proyek jangka panjang. Karena pasar modal swasta yang belum berkembang sepenuhnya. Jika kita melihat dari sisi yang berlawanan. kemungkinan ini menunjukkan pentingnya perencanaan jangka panjang dan evaluasi atas setiap proyek dalam konteks rencana pembangunan yang menyeluruh. BANTUAN INTERNASIONAL DAN REDISTRIBUSI . Namun di masa mendatang. akan kita jumpai bahwa biaya konsumsi sangat tinggi pada tingkat pendapatan yang rendah. taksiran yang lebih kasar mungkin akan digunakan. Sekali lagi. Sejumlah studi telah memperlihatkan betapa besarnya manfaat investasi di bidang pendidikan bagi negara–negara berkembang.

Meskipun hal itu penting. masalahnya mirip dengan masalah antara negara bagian di suatu negara berserikat. Kelihatannya aspek–aspek dari distribusi internasional akan menjadi unsur yang semakin penting dalam politik dunia masa mendatang.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 115 Pertimbangan kemanusiaan atau politis yang menyangkut distribusi pendapatan di suatu negara tidak bisa dibatasi hanya pada lingkup negara itu saja. maka rasio tersebut berubah menjadi 2 dan 70 persen. Upaya itu bisa dilaksanakan dalam bentuk bantuan internasional yang dirancang untuk menaikkan tingkat pertumbuhan negara-negara berkembang. Masalah Besarnya Transfer Dalam menangani distribusi pada taraf internasional. Tingkat ketimpangan ini jauh lebih besar daripada ketimpangan di . Mungkin pada suatu saat. Jika ketimpangan di dalam negaranegara masih diperhitungkan lagi. Jadi. Meskipun pendekatan ini tidak bisa diharapkan dalam waktu dekat. Jika seseorang di suatu negara memperoleh pendapatan sebesar rata-rata di antara berbagai negara tersebut.Di tingkat internasional. maka bisa diperkirakan bahwa 40 persen termiskin dari penduduk dunia menerima 3 persen dari pendapatan seluruh dunia. Tetapi jika keduanya tidak tumpang tindih. masalah distribusi di tingkat internasional lebih sukar untuk ditangani daripada lingkup suatu negara. Pendekatan ini telah dilaksanakan secara cukup besar-besaran dalam beberapa dekade terakhir. sementara 20 persen terkaya menerima 60 persen. hal itu dilaksanakan berupa redistribusi dari tingkat pendapatan dunia pada saat itu sehingga mirip dengan pajak penghasilan negatif yang diterapkan pada redistribusi domestik. Ketimpangan distribusi pendapatan di antara masyarakat dunia merupakan masalah yang sangat pelik. Ketimpangan di dalam negeri diperparah dengan ketimpangan pendapatan rata-rata di antara berbagai negara. masalah mendasar adalah redistribusi di antara anggota masyarakat. kesenjangan lebih besar dan masalah organisasi lebih pelik karena tidak ada pemerintah pusat yang harus menanganinya dan upaya mengatasi ketimpangan tersebut harus melalui transfer antar negara. persoalan yang mungkin terjadi adalah perbedaan pendapatan rata-rata di negara-negara atau juga ketimpangan distribusi di antara masyarakat seluruh dunia tanpa memandang batas negara. Dalam kadar tertentu kedua masalah itu bertumpang tindih karena kebanyakan masyarakat miskin pada kenyataannya merupakan penduduk dari negara berpendapatan rendah. mungkin saja suatu saat nanti hal itu akan menjadi suatu pemikiran pokok. Tidak ada gunanya jika redistribusi ke negara berpenghasilan rendah pada akhirnya hanya akan menambah kekayaan segelintir masyarakat kaya di negara tersebut.

mustahil kiranya untuk meratakan ketimpangan ini. Dalam kondisi ini. sebagai konsumen mereka akan diuntungkan karena harga barang-barang impor menjadi turun. masuk akal bahwa pendapatan per kapita di negara maju akan naik lebih cepat ketimbang di negara miskin sehingga situasi tersebut akan semakin parah seperti halnya distribusi pendapatan domestik. Kontribusi penting kedua bagi pembangunan ekonomi adalah membuka pasar negara-negara maju lebih lebar bagi ekspor negara-negara berkembang. Tak ada manfaatnya jika kontribusi negara-negara maju terlalu dipaksakan sehingga kemampuan ekonominya untuk mempertahankan kesinambungan bantuan menjadi terganggu. Ini bisa dilakukan dengan memberikan preferensi dan penghapusan pembatasan perdagangan. Perbaikan besar atas kemelaratan masyarakat hanya dapat dicapai dengan meningkatkan produktivitas pekerja-pekerja di negara miskin. Dengan demikian. Akan tetapi.116 Bab 6: Pembiayaan Pembangunan suatu negara. Jika sudut pandang ini mengena pada redistribusi yang bersifat nasional. . terlihat jelas bahwa kebijakan redistribusi tidaklah sederhana dan pengaruhnya pertumbuhan ekonomi harus ditelaah dengan seksama. Lebih jauh lagi. Bantuan Pembangunan Dari penjelasan terdahulu. Akan tetapi. perbaikan distribusi pendapatan dunia dapat dicapai meskipun dengan memperbesar ketimpangan (kendatipun hanya dalam taraf yang lebih kecil) di negara maju. di samping menambah keahlian juga menghambat pengembangan kewiraswastaan domestik dan menciptakan ketergantungan politis. Dalam hal ini. Dengan penerapan itu. Para pemasok modal dari negara kaya tetap mendapat keuntungan karena memperoleh hasil pengembalian yang lebih besar dari investasinya di negara-negara miskin. khususnya di negara maju. Tetapi di pihak lain. akan terjadi redistribusi pendapatan dari pekerja negara kaya (yang akan beroperasi dengan modal yang cukup besar) kepada pekerja di negara miskin yang produktivitasnya akan meningkat bersamaan dengan naiknya keuntungan modal pekerja. output dunia akan meningkat karena modal akan dimanfaatkan secara efisien di negara dimana keuntungan modal pekerja sangat rendah. Salah satu upaya penting untuk ini adalah dengan menata kembali aliran modal dari negara kaya ke negara miskin. pekerja di negara maju juga dirugikan karena mereka kurang leluasa untuk berpindah jika dibandingkan dengan faktor modal. Juga dipermasalahkan masuknya tenaga manajemen asing yang menyertai masuknya modal asing. akan lebih mengena lagi pada tingkat internasional dimana skala penyesuaian potensial yang harus dicapai melalui distribusi sangat besar.

RANGKUMAN § Untuk mencapai pertumbuhan. dukungan pengadilan terhadap penegakan peraturan perpajakan. Cara untuk membuat insentif menjadi efektif bagi investor asing yang akan mengirimkan labanya ke negara asal adalah apa yang disebut sebagai kesepakatan pajak bersama. Perkembangan sektor publik di negara-negara maju cenderung tumbuh sejalan dengan pertumbuhan pendapatan. Insentif pajak bagi investasi pada umunya merupakan pemborosan dan tidak adil sehingga banyak pengamat sampai terdorong untuk menolak semua bentuk insentif. dan ketersediaan petugas fiskus yang mampu dan jujur. sindrome orang kaya baru akan tetap menggejala dan hal ini merupakan hambatan baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 117 kebijakan-kebijakan semacam ini tidak menjamin bahwa negara-negara berkembang akan mampu secara independen untuk mempertahankan pertumbuhan yang telah mereka capai. Besarnya sektor publik di negara-negara maju tidak hanya berkembang sejalan dengan pendapatan per kapita tetapi kenaikan pendapatan per kapita juga disertai dengan kenaikan persentase sektor publik dalam GNP. Karena itu. Kelayakan pengenaan pajak tergantung pada kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. Keringanan pajak untuk investasi yang tidak berdiri sendiri dalam meningkatkan pertumbuhan bukan hanya menyebabkan hilangnya penerimaan pemerintah tetapi juga memperbesar ketimpangan apabila keringanan itu diberikan kepada masyarakat berpendapatan tinggi. tidak cukup dengan cara penyediaan modal pembangunan (yang meliputi investasi fisik dan investasi sumber daya manusia) serta proses teknologi yang diperlukan tetapi juga diperlukan sejumlah perubahan sosial dan kelembagaan yang merupakan sebab-akibat dari tingkat pembangunan perekonomian yang masih rendah. § § § § § § .

Apakah pengertian dari pengangguran? b. Uraikan dampak-dampak penganguran! 6. Bersifat apakah kenaikan pengeluaran dan kenaikan pajak? 9. 3. Apakah efek dari crowding out terhadap investasi? 7. Apakah akibat dari tindakan ekspasioner yang tidak diantisipasi secara sempurna? . Sebutkan inflasi dari segi sebab! Uraikan inflasi yang timbul karena meningkatnya permintaan! Sebutkan alat-alat ukur inflasi! Sebutkan empat tingkatan inflasi menurut sifatnya! Nilai riil dari biaya pekerja meningkat dan pada akhirnya terjadilah pengangguran. 4. a. Jelaskan mengenai Inflasi yang diakibatkan biaya secara tiba-tiba? 10. Apakah maksud dari pembiayaan dengan pajak atau pinjaman mempunyai efek ekonomi yang seimbang? 8.118 Bab 6: Pembiayaan Pembangunan LATIHAN 1. 2. 5.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 119 .

barang hasil sitaan yang menjadi hak negara. telegraf. minyak dan gas bumi) dapat dijual untuk . sumber penerimaan negara dapat dikelompokkan menjadi dua sumber yakni dari dalam negeri dan luar negeri. tentunya pemerintah akan memerlukan sumber-sumber penerimaan.DASAR-DASAR PERPAJAKAN Dalam menjalankan tugas-tugas negara. Dalam pencarian sumber penerimaan tersebut. Secara garis besar. telepon. listrik. terdapat beberapa cara. dan barang produk perusahaan milik negara (misalnya pos. Due sebagai berikut: § Penjualan Barang dan Jasa Milik Negara Barang dan jasa milik negara seperti tanah. Kedua sumber tersebut digambarkan oleh John F.

Ketiga bidang tersebut memang sangat . Hasil pemungutan pajak oleh pemerintah akan disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk sarana dan prasarana di bidang keamanan. Secara umum dapat dikemukakan bahwa pajak merupakan iuran kepada negara yang dapat dipaksakan. Oleh karena itu. Barang dan jasa tersebut dapat diusahakan oleh negara secara terus menerus sehingga kelangsungan sumber penerimaan dari sektor itu dapat dijaga. Oleh karena itu. tetapi mengandung resiko. retribusi. Biasanya. FAO. pemberian bantuan tersebut tidak perlu ada pengembalian (kecuali hibah yang mengandung syarat pengembalian lunak).122 Bab 7: Dasar-dasar Perpajakan § § § § dipergunakan sebagai pemasukan kas negara. pemberi bantuan tersebut dilakukan karena adanya musibah di luar kontrol manusia. Pinjaman Pinjaman merupakan suatu penerimaan yang mengandung konsekuensi untuk mengembalikan dalam jangka waktu tertentu ditambah jasa pinjaman berupa bunga. dicetak oleh negara untuk memenuhi kebutuhan akan dana. COLOMBO PLAN atau bisa juga dari negara tertentu. apabila negara ingin menggunakan dana harus bersifat produktif. pendidikan dan sosial. Asian Development Bank. yakni akan mendorong laju inflasi jika jumlahnya tidak terkontrol. walaupun tidak menutup kemungkinan akan ada latar belakang politik. pajak merupakan cara yang paling efektif untuk membagi beban pemerintah kepada rakyat. di samping mempunyai fungsi yang lain. Walaupun sumber dana tersebut mudah diadakan. iuran dan sumbangan. UNESCO. International Monetary Fund dan sebagainya. Bantuan ini biasanya bersifat kemanusiaan. Pencetakan Uang Uang sebagai alat pembayaran yang sah. Pemberian bantuan jenis ini biasanya menyalurkannya melalui badan resmi seperti WHO. Pinjaman tersebut dapat berasal dari dalam negeri. Perpajakan Pada hakekatnya merupakan sumber dana yang berasal dari masyarakat yang diharapkan akan menjadi tulang punggung penerimaan negara. Bantuan dari Negara Lain Berbeda dengan pinjaman yang mengharuskan negara penerima mengembalikan dana pinjaman. Penerimaan negara dari sektor ini dapat berupa pajak. misalnya berupa obligasi atau dari luar negeri berupa pinjaman dari pemerintah negara lain baik secara individu maupun kelompok seperti World Bank.

§ Pinjaman . § Keuntungan dari Perusahaan Negara Merupakan penerimaan pemerintah yang berasal dari penjualan barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan negara. § Pencetakan Uang Karena kekuasaan yang dimiliki negara. namun pencetakan uang itu akan membawa resiko inflasi. Contohnya adalah Pertamina. harus mendapatkan persetujuan rakyat dari wakilnya di lembaga perwakilan rakyat. § Retribusi/Iuran Merupakan pembayaran dari masyarakat kepada pemerintah. Perumtel dan sebagainya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 123 dibutuhkan oleh masyarakat. atau memohon pada bank sentral untuk memberikan pinjaman kepada pemerintah (walau tanpa jaminan). pemerintah mempunyai kewenangan untuk mencetak uang (kertas/logam). oleh karena itu pencetakan uang perlu dilakukan dengan hati hati. Pajak Kendaraan Bermotor dan sebagainya. Namun demikian. terlihat adanya imbal jasa secara langsung setelah pembayaran dilakukan. retribusi air minum. § Sumbangan Berasal dari sumbangan masyarakat atas jasa-jasa yang diberikan oleh pemerintah kapada pemakai jasa. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPn dan PPnBM). § Denda dan Sitaan Merupakan penerimaan yang berupa denda dari kegiatan pelanggaran peraturan/ undang undang serta hasil sitaan yang menjadi hak negara. Sumber dana itu setelah memperhitungkan berbagai aspek. Contohnya adalah Pajak Penghasilan (PPh). tidak mudah untuk memberikan batasan secara pasti terhadap macam-macam sumber penerimaan negara tersebut. secara umum dapat digolongkan menjadi: § Pajak Pajak merupakan iuran dari rakyat (masyarakat) kepada negara (pemerintah) tanpa imbalan jasa langsung dan sifatnya dapat dipaksakan. Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa. Berdasarkan cara yang dapat ditempuh untuk memperoleh sember dana. iuran televisi dan sebagainya. Contohnya adalah retribusi sampah. Contohnya adalah pembayaran perizinan (lisensi) dan pungutan pada jalan-jalan tertentu. serta sifat dan fungsi yang melekat pada tugasnya. Dalam iuran.

000.000. Yang pertama adalah kemampuan individual untuk menguasai sumber daya berkurang.000. Misalnya adalah hadiah dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah atau dari pemerintah satu negara kepada negara lain..000. misalnya: Sumbangan Dana Sosial Berhadiah (SDSB).dalam pajak sehingga harus mengurangi konsumsi ataupun simpanan dalam satu tahun. FUNGSI PAJAK Pajak merupakan pembayaran yang diwajibkan yang dikaitkan dengan beberapa aktivitas (Hyman. Penerimaan yang diperoleh melalui pajak biasanya digunakan untuk membeli input yang dibutuhkan dalam memproduksi ataupun menyediakan barang dan jasa pemerintah atau untuk redistribusi kekuatan daya beli masyarakat. Misalnya: Jika seorang keluarga mempunyai pendapatan per tahunnya 30. Pinjaman itu dapat berasal dari dalam negeri atau luar negeri misalnya melalui Consultative Group on Indonesia (CGI) Hasil Undian Negara Pemerintah memperoleh dana dari kelebihan penerimaan hasil penjualan kupon berhadiah setelah dikurangi dengan biaya-biaya penyelenggaraannya. .124 Bab 7: Dasar-dasar Perpajakan § § Pinjaman diperoleh dengan konsekuensi pengembalian dalam jangka waktu tertentu ditambah dengan beban tetap berupa bunga. karena pajak akan mengurangi pendapatan untuk pengeluaran pada pasar barang dan jasa. Realokasi pajak yang bersumber dari private ke pemerintah digunakan dalam dua tahapan. 2002).dan membayar 6. Hadiah Sumber dari jenis tersebut biasanya bersifat volunteer dan tanpa balas jasa baik secara langsung maupun tidak langsung. Yang kedua adalah penerimaan pemerintah kemudian akan digunakan untuk menawarkan sumber daya yang dibutuhkan dalam penyediaan barang dan jasa pemerintah dan untuk menyediakan income support payments bagi penerima transfer dari pemerintah seperti social security pensiun.. seringkali usaha memperoleh sumber dana dengan cara tersebut membawa pengaruh-pengaruh yang kurang baik. Namun demikian.

adalah merupakan Opportunity costs dari penyediaan barang dan jasa pemerintah untuk keluarga tersebut.000. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan kedua fungsi tersebut. Prinsip kenyamanan (convenience) 4.000. Barang dan jasa private yang semestinya dapat dibeli dengan 6. Teori Adam Smith yang terkenal mengenai prinsip-prinsip pengenaan pajak mengacu pada empat hal yaitu: 1. Mekanisme perpajakan juga dapat diterapkan untuk mendorong atau mengurangi jumlah pendapatan yang dikonsumsikan. Prinsip kepastian (certainty) 3. pajak juga dapat dipakai sebagai alat untuk mengukur kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Dengan sistem perpajakan. Fungsi Mengatur (Regulator) Sedangkan pada fungsi regulator. fungsi pajak diletakkan pada tujuan memperoleh dana.seharusnya dapat digunakan untuk membeli perlengkapan rumah tangga atau untuk membantu pembiayaan investasi pribadi. pemungutan pajak mempunyai fungsi yang lebih luas. Tetapi pada kenyatannya. kebijakan perpajakan harus berlandaskan pada prinsip-prinsip yang relevan.000.. Fungsi Anggaran (Budgetair) Disini. Prinsip ekonomi (economy) .. yakni pajak digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara sehubungan dengan tugas-tugas untuk menyelenggarakan kesejahteraan dan kemakmuran.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 125 6. pemerintah dapat mendorong investasi yang menghasilkan barangbarang produksi tertentu atau sebaliknya. tampaknya memberikan kesan bahwa pajak dipungut pemerintah semata-mata sebagai sumber dana bagi pelaksanaan tugas-tugasnya. yakni selain untuk mengisi kas negara. Berdasarkan definisi pajak yang telah dikemukakan pada bagian terdahulu. PRINSIP-PRINSIP PAJAK Pada awal bab digambarkan bahwa pajak tidak hanya berfungsi sebagai penggalangan dana masyarakat untuk membiayai pengeluaran publik tetapi juga dapat difungsikan sebagai regulator (pengatur). kebijakan perpajakan dimaksudkan untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang diinginkan dengan cara mengatur pola produksi dan konsumsi barang-barang ekonomi. Prinsip keadilan (equity) 2.000.

Hal ini juga perlu ditunjang dengan adanya kecukupan proses sosialisasi dengan memasukkan unsur-unsur kemajemukan masyarakat. tujuan penggunaan pajak untuk pembiayaan pengeluaran publik lebih mudah tercapai. pajak diharapkan dapat menjadi alat distribusi pendapatan secara lebih fair dan akan mengurangi kesenjangan pendapatan. menggarisbawahi pentingnya menciptakan kondisi yang menyenangkan bagi wajib pajak agar dengan sukarela memenuhi kewajiban-kewajibannya. Biaya pemungutan tidak dapat dijadikan target utama penerimaan negara dari pajak.126 Bab 7: Dasar-dasar Perpajakan Prinsip keadilan menekankan bahwa beban pajak harus disesuaikan dengan kemampuan relatif masyarakat. Kenyamanan wajib pajak dapat diberikan dengan bentuk pelayanan prima. SIKLUS ARUS PAJAK Pengenaan pajak kepada masyarakat dan dunia usaha secara umum dapat berbentuk pajak atas pendapatan dan pajak atas konsumsi. Prinsip kenyamanan. Kepada mereka yang patuh harus diberikan penghargaan yang setimpal. Pajak atas . Wajib pajak sedapat mungkin tidak dikenakan biaya-biaya lain di luar kewajiban pajak murni. Prinsip kepastian dimaksudkan agar pada pelaksanaan pemungutan pajak tidak terjadi distorsi berupa kesalahan yang disengaja (penyelewengan) atau yang tidak disengaja sebagai akibat dari kekurangpahaman. Upaya-upaya penarikan pajak harus disertai dengan kegiatan yang meminimalkan biaya pemungutan atau biaya-biaya lain yang dapat mengurangi penerimaan bersih negara. sebisa mungkin dihindarkan adanya unsur-unsur menekan atau kekerasan. Kebijakan perpajakan harus dibuat sesederhana mungkin dan diformulasikan menggunakan kata-kata yang meminimalkan adanya penafsiran ganda. Jumlah nominal pajak yang dibayarkan oleh golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah harus lebih kecil dari golongan masyarakat yang lebih tinggi. Pembahasan selanjutnya akan memaparkan bahwa apapun kebijakan yang diambil. prinsip keadilan yang memuaskan semua pihak tidak akan pernah tercapai. Prosedur pembayaran pajak harus dibuat semudah mungkin. Dalam konteks ini. Sehingga. Prinsip ekonomi menegaskan pentingnya perbandingan antara biaya dan hasil yang efisien. Dengan kata lain.

Pendapatan rumah tangga adalah pendapatan golongan masyarakat yang diperoleh dari penghasilan upah atau gaji sebagai karyawan dan pendapatan jasa modal. sedangkan seluruh tabungan masyarakat diasumsikan . Jumlah pendapatan rumah tangga yang dikonsumsi kemudian akan mengalir ke pasar barang konsumsi. Untuk itu perlu diidentifikasi pos-pos penerimaan dan pengeluaran dalam siklus perekonomian. Sedangkan golongan masyarakat lainnya yang memiliki usaha yang menghasilkan produk dikategorikan sebagai perusahaan. Sebaliknya. Siklus penerimaan dan pengeluaran dalam perekonomian pada umumnya adalah seperti gambar berikut: Gambar 7.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 127 pendapatan berarti adalah pengenaan tarif pajak terhadap seluruh pos-pos penerimaan rumah tangga dan perusahaan dalam siklus perekonomian. pajak atas konsumsi berarti pengenaan tarif pajak atas seluruh pengeluaran.1 Pos yang pertama adalah pendapatan rumah tangga (1). Pendapatan rumah tangga ini kemudian akan mengalir dalam dua bentuk yaitu sebagian menjadi konsumsi rumah tangga (2) sebagai biaya pemenuhan kehidupan sehari-hari masyarakat dan sisanya menjadi tabungan rumah tangga (3).

dan sewa. Jumlah biaya gaji yang dibayarkan perusahaan akan menjadi pendapatan gaji (13) bagi rumah tangga. Dengan kata lain. Keadilan di sini dapat diartikan sebagai adil dalam prinsip (undang undang) maupun adil dalam pelaksanaannya. Jumlah nominal konsumsi masyarakat akan sama dengan jumlah penerimaan kotor perusahaan dari pasar barang konsumsi (4) sedangkan jumlah investasi akan sama dengan jumlah penerimaan kotor dari pasar barang modal (6). Termasuk dalam keuntungan perusahaan adalah pendapatan jasa modal (14) yang dibayarkan kepada rumah tangga seperti bunga. jika pendapatan yang diterima oleh wajib pajak naik sebesar 100%.128 Bab 7: Dasar-dasar Perpajakan mengalir menjadi bagian dari investasi (5) yang pada akhirnya mengalir ke pasar barang modal. Salah satu unsur dalam mencapai keadilan melalui penerapan tarif pajak. dan sebagian lagi dibayarkan perusahaan sebagai biaya gaji karyawan (11) sedangkan sisanya adalah keuntungan perusahaan (12). maka secara . jumlah pengenaan tarif pajaknya sama. Sebagian pengeluaran perusahaan akan disisihkan untuk biaya penyusutan (9). secara umum akan terbagi atas tiga bentuk yaitu: 1. dividen. Tarif Pajak Progresif (Progressive tax rate) 3. Sedangkan sisa keuntungan yang tidak dibagi (15) akan menjadi tabungan perusahaan (16). Tarif Pajak Proposional (Proportional/ flat tax rate) 2. berapapun jumlah kemampuan membayar seorang wajib pajak. Tarif Pajak regresif (Regressive tax rate) Proportional/ flat tax rate adalah pengenaan pajak dengan tarif dalam persentase tertentu dengan tidak melihat perubahan pendapatan individu. Sedangkan tabungan perusahaan bersama-sama tabungan rumah tangga. Jika dilihat dari sudut pandang dasar penentuan tarif pajak. Adapun total penerimaan dari kedua pasar tersebut disebut penerimaan kotor perusahaan (7). Total penerimaan perusahaan tersebut selanjutnya sebagian akan digunakan sebagai pengeluaran perusahaan (8). yaitu dengan memberikan tekanan yang sama kepada wajib pajak. diasumsikan akan menjadi investasi seluruhnya. tujuan dari hukum pajak adalah membuat adanya keadilan dalam hal pemungutan pajak. Sebagai ilustrasi. TARIF PAJAK Pada dasarnya.

000 2.5% Progressive tax rate adalah pengenaan pajak dengan tarif meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan individu.0 10.0 15.000 3. Sebagai ilustrasi.2: Pajak Progresif Pendapatan 1. pajak yang menggunakan tarif proporsional adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%.000 Pajak Nominal 100 300 600 % 10. Dengan kata lain.1: Pajak Proporsional Pendapatan 1.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 129 otomatis jumlah pajak yang terhutang menjadi naik sebesar 100%. akan dikenakan tarif yang lebih besar pula. Pajak Penghasilan (PPh) pasal 26 sebesar 20% dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)sebesar 0.000 Pajak Nominal 100 200 300 % 10. Dengan kata lain. Tabel di bawah ini akan menggambarkan bagaimana pajak proporsional diterapkan. Tabel 7. Tabel di bawah ini akan menggambarkan bagaimana pajak progesif diterapkan. Sebagai ilustrasi. jumlah pajak yang terhutang menjadi naik melebihi 100%. semakin menurun tarif yang dikenakan.000 3. peningkatan jumlah kemampuan membayar seorang wajib pajak.0 Dalam praktek. jika seorang wajib pajak mendapat kenaikan .0 Regressive tax rate adalah pengenaan pajak dengan tarif menurun dengan makin meningkatnya pendapatan wajib pajak.000 2. Tabel 7.0 10. jumlah pendapatan yang lebih besar yang diterima oleh wajib pajak. jika kemampuan membayar seorang wajib pajak naik sebesar 100%.0 20.

atau pemilikan harta kekayaan.000 100 180 240 % 10.000 3.0 8. Tabel di bawah ini menggambarkan bagaimana tarif pajak regresif diterapkan.130 Bab 7: Dasar-dasar Perpajakan pendapatan sebesar 100%. penjualan. maka jumlah kenaikan pajaknya kurang dari 100%. maka seluruh sumber pendapatan perseorangan harus digabung sebagai basis pembayar pajak. wajib membayar pajaknya.0 ISTILAH-ISTILAH DALAM PERPAJAKAN Pembahasan lebih lanjut mengenai perpajakan perlu dimulai dengan mengenal lebih jauh tentang definisi istilah yang sering muncul dalam dunia perpajakan.000 2. Pajak in Rem dapat dikenakan atas rumah tangga atau badan usaha. Pajak atas transaksi jual beli yang dikenakan terhadap perusahaan akan dapat . Untuk menentukan kemampuan seseorang dalam membayar pajak atas pendapatan (personal income tax). maka pajak perseorangan diterapkan dalam bentuk pajak pengeluaran perseorangan (personal expenditure tax). Tabel 7. Sedangkan jika konsumsi juga akan dikenai pajak. Beberapa istilah yang perlu mendapat perhatian khusus diantaranya adalah: § Pajak Perseorangan dan Pajak in Rem § Pajak Langsung dan Pajak Tidak Langsung § Pembayaran Transfer Pajak perseorangan adalah pajak yang dikenakan kepada orang per orang yang memperoleh penghasilan di mana besarnya jumlah yang terhutang disesuaikan dengan kemampuan untuk membayar pajak.3: Pajak Regresif Pendapatan Pajak Nominal 1. Pajak perseorangan yang dikenakan atas transaksi rumah tangga berupa pendapatan dan konsumsi. Pajak in Rem adalah pajak atas aktivitas atau obyek tertentu misalnya pembelian. Siapapun yang melakukan aktivitasaktivitas tertentu atau memiliki objek-objek pajak tertentu. Aktivitas atau objek yang dikenakan pajak tidak terkait dengan karakteristik pihak-pihak yang melakukan transaksi atau pemiliknya.0 9.

Pergeseran itu sifatnya menaikkan harga barang karena pembeli harus membayar harga barang ditambah dengan pajak. Kedua. Penggeseran beban pajak itu sifatnya menurunkan harga barang atau jumlah penerimaan yang diperoleh penjual. Beban pajak ini tidak dapat dipindahkan kepada orang lain. Ciri pajak tidak langsung dapat dilihat dari dua segi. dan dapat beralih sampai dengan penanggung akhir beban tersebut.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 131 diperlakukan juga terhadap semua rumah tangga yang melakukan transaksi. Hal yang sama juga berlaku ketika mengenakan pajak terhadap harta kekayaan. Pada sistem self assessment tidak selalu menggunakan surat ketetapan. misalnya adalah Penjualan Kena Pajak (BKP) dari pabrikan kepada pembeli. yang berkaitan dengan nilai kekayaan dari perseorangan atau perusahaan. Pajak tidak langsung adalah beban pajak yang harus dipikul oleh wajib pajak. Pajak langsung adalah pajak yang berdasarkan surat ketetapan dikenakan terhadap perusahaan ataupun perseorangan dan dilakukan secara berkala. Pengenaan wajib pajak tidak langsung dilakukan dengan cara fiskus berhadapan dengan wajib pungut dan bukan dengan wajib pajak. Contoh dari pajak langsung adalah Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Bumi Bangunan (PBB). dimana pembeli harus membayar harga barang ditambah dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Pada dasarnya yang menjadi tujuan dari pajak tidak langsung adalah pihak ketiga (konsumen). Ciri pajak langsung dapat ditinjau dari dua segi. pabrikan (produsen) dapat menekan harga dari supplier sebesar pajak pertambahan nilai yang harus dibayar. Pajak tidak langsung ini boleh dibebankan/dilimpahkan kepada pihak lain. Misalnya. Forward shifting merupakan pergeseran beban pajak searah dengan arus barang yaitu dari produsen ke konsumen. Pertama. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan pemungutan menjadi lebih efisien dan efektif karena dengan satu wajib pungut akan bisa menjaring banyak wajib pajak. secara administratif. hanya saja pajak tersebut tidak dipungut secara berkala. secara ekonomis beban pajak harus ditanggung sendiri oleh wajib pajak yang bersangkutan. Backward shifting merupakan pergeseran beban pajak yang berlawanan dengan arus barang dimana pembeli menggeser beban pajak kepada penjual. Pergeseran beban pajak dapat ke depan (forward shifting) maupun ke belakang (backward shifting). pajak tersebut dikenakan secara periodik pada waktu waktu tertentu sesuai dengan masa pajak berdasarkan surat ketetapan atau kohir (tindasan surat ketetapan). secara administratif dipungut . Pertama. sedangkan produsen hanya sebagai wajib pungut.

Contohnya adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPn. secara ekonomis. § Karena dimungkinkannya terjadi penggeseran beban pajak kepada golongan wajib pajak lainnya. § Teknik pemungutannya yang sederhana tidak memerlukan kegiatan administrasi yang kompleks.BM). tidak diperlukan banyak perangkat yang bertujuan untuk mensosialisasikan aturan tersebut. Jumlah nilai yang diperoleh melalui pajak tidak langsung cenderung lebih mudah diprediksi. keadaan. § Fungsi regulator yang dimiliki pemerintah dalam hal kebijakan perpajakan. dan perbuatan) tanpa didahului dengan surat ketetapan pajak. § Pengenaan pajak dapat mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang besar kecilnya penghasilan yang diperoleh. Hal ini dikarenakan kedua golongan tersebut dibebani tarif pajak yang sama untuk setiap transaksi atau kejadian tertentu. Sebagai contoh.132 Bab 7: Dasar-dasar Perpajakan secara insidentil. Terdapat beberapa kebaikan dan kekurangan dari pajak tidak langsung. Kekurangan Pajak Tidak Langsung: § Kurangnya rasa berkeadilan antara golongan masyarakat yang berpenghasilan tinggi dengan masyarakat berpenghasilan rendah. apabila kurva permintaan . Kedua. semua yang melakukan transaksi atau kejadian tertentu. penanggung akhir dari beban pajak tidak langsung belum tentu sesuai dengan target awal. Dikarenakan kesederhanaan landasan aturan yang dipakai. § Biaya-biaya yang ditimbulkan akibat adanya penerapan pajak tidak langsung relatif lebih murah dibanding pajak langsung. Kesederhanaan aturan juga memungkinkan dilakukannya penelusuran dan pengecekan jika terjadi kesalahan dengan cepat tanpa perlu menggunakan formula audit yang kompleks. Dengan mudah dipahami. diwajibkan melunasi pajak yang tertanggung. Tanpa pandang bulu. pada waktu-waktu tertentu berdasarkan adanya tatbestand (peristiwa. dapat dengan mudah diterapkan. beban pajak dapat dilimpahkan kepada pihak lain. pemerintah lebih mudah memperkirakan dampak dari setiap kebijakan perpajakan yang dikeluarkan. Hal ini tergantung dari tingkat elastisitas kurva permintaan dan penawaran untuk barang-barang terkena pajak tidak langsung. yang diantaranya adalah sebagai berikut: Kebaikan Pajak Tidak Langsung: § Pajak tidak langsung cenderung lebih stabil digunakan sebagai sarana penerimaan negara dibanding pajak langsung.

. dan sebagainya. Dirjen Pajak membantah kalau dominasi pajak tak langsung ini hanya terjadi di Indonesia. Hal ini berarti. Bea Masuk. terutama bagi Wajib Pajak? Diskusikan! Menurut studi yang pernah dilakukan." ujar anggota Komisi IX DPR. perbandingannya tidak sebesar itu. Sasaran pajak tak langsung ini sebenarnya konsumen. dalam kondisi seperti itu beban pajak tidak langsung tidak dapat dialihkan kepada konsumen. Namun.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 133 suatu barang adalah elastis sempurna maka seluruh beban pajak tidak langsung akan menjadi tanggungan produsen. Bea Balik Nama. dimana rakyat dibebankan kewajiban pajak tak langsung yang lebih besar daripada pajak langsungnya. "Hanya beda sedikit. beban yang ditanggung rakyat terus-menerus diperbesar hanya untuk meningkatkan target penerimaan negara. Pajak ini langsung terkait dengan penghasilan wajib pajak atau Nilai Jual Obyek Pajak. pajak yang diterima sebagian besar negara-negara berkembang lebih banyak dari kategori pajak tidak langsung. Misalnya. Dominasi Pajak Tak Langsung Masih dominannya jenis pajak tak langsung dibandingkan dengan pajak langsung di lima Rancangan Undang-Undang (RUU) Pajak sekarang ini. Hal ini terjadi karena masyarakat tetap dijadikan obyek pajak oleh pemerintah untuk memperbesar target penerimaan pajak dalam negeri.". Direktur Jenderal Pajak yang dimintai pendapatnya mengakui keadaan itu. pengusaha menekan keuntungan yang diperolehnya." ujar anggota DPR. karena lebih banyak pajak dikenakan pada konsumen. mencerminkan masih tidak adanya rasa keadilan bagi masyarakat. (Diadaptasi dari: www. antara 30:60. Pajak tak langsung merupakan pajak yang bisa dialihkan ke pihak lain. pengusaha menggantikan pajak tadi dengan menekan ongkos produksi sehingga sama dengan jumlah pajak yang dipungut. krisis yang terjadi ini bukan karena kesalahan rakyat. Hal ini terutama diakibatkan sulitnya melakukan administrasi yang baik dan teliti untuk menerapkan pajak langsung. Perbandingan antara pajak tak langsung dengan pajak langsung sekarang ini. Padahal. 7 Juli 2000) Mengapa Pajak Tidak Langsung dianggap kurang memenuhi prinsip keadilan. sedangkan pengusaha kena pajak hanya bertindak sebagai pemungut pajak. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang. Misalnya Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). pihak pengusaha tidak mau bertindak sebagai pemungut pajak.kompas. Di saat krisis. "Sebetulnya ini tidak adil. Sebaliknya. Pengusaha seperti ini termasuk langka. di sela-sela rapat kerja Komisi IX DPR dengan Menteri Keuangan berkaitan dengan pembahasan lima RUU Pajak di Panitia Khusus (Pansus) Pajak. "Dominannya pajak tak langsung ini setahu saya hanya terjadi di Indonesia.com. Namun adakalanya. khususnya wajib pajak. pajak langsung adalah pajak yang harus ditanggung sendiri dan langsung oleh wajib pajak. tetapi karena diwajibkan. Dengan kata lain. Sedangkan untuk negara-negara maju.

tunjangan sosial dapat diterapkan untuk memenuhi prinsip keadilan perpajakan. Salah § § . sumber penerimaan negara dapat dikelompokkan menjadi dua sumber yakni dari dalam negeri dan luar negeri Pajak merupakan pembayaran yang diwajibkan yang dikaitkan dengan beberapa aktivitas Teori Adam Smith yang terkenal mengenai prinsip-prinsip pengenaan pajak mengacu pada empat hal yaitu: 1. Prinsip kenyamanan (convenience) 4. pajak langsung lebih banyak digunakan dalam instrumen fiskal di negara-negara tersebut. Prinsip kepastian (certainty) 3.134 Bab 7: Dasar-dasar Perpajakan peranan kebijakan fiskal adalah sangat penting. Prinsip ekonomi (economy) Pengenaan pajak kepada masyarakat dan dunia usaha secara umum dapat berbentuk pajak atas pendapatan dan pajak atas konsumsi. pajak atas konsumsi berarti pengenaan tarif pajak atas seluruh pengeluaran. tujuan dari hukum pajak adalah membuat adanya keadilan dalam hal pemungutan pajak. Akibatnya. Sedangkan pembayaran transfer oleh pemerintah dapat dipandang sebagai pajak negatif. Pembayaran transfer atau grant oleh pemerintah dapat dianggap sebagai arus pajak dengan arah yang berlawanan. program pensiun kepada semua pegawai akan menguntungkan golongan pendapatan yang rendah karena mereka memperoleh manfaat dari program ini melebihi jumlah kontribusi yang dibayarkan melalui pajak penghasilan yang progresif. Prinsip keadilan (equity) 2. Pada beberapa negara. Pada dasarnya. RANGKUMAN § § § Secara garis besar. Hal tersebut disubsidi silang oleh golongan masyarakat yang berpenghasilan menengah ke atas. Seluruh aliran dana yang masuk kas negara akibat diterapkannya kebijakan perpajakan biasa disebut sebagai pajak positif. Keadilan di sini dapat diartikan sebagai adil dalam prinsip (undang undang) maupun adil dalam pelaksanaannya. Sebagai contoh. Sebaliknya. Misalnya adalah tunjangan sosial dan subsidi pajak terhadap beberapa jenis usaha tertentu. Pajak atas pendapatan berarti adalah pengenaan tarif pajak terhadap seluruh pos-pos penerimaan rumah tangga dan perusahaan dalam siklus perekonomian.

Sebutkan unsur-unsur yang terkandung dalam pengertian pajak! Sebutkan dan jelaskan mengenai prinsip dasar pengenaan pajak! Jelaskan bagaimana hubungan sistem perpajakan yang berlaku di suatu negara dengan pertumbuhan ekonomi di negara tersebut! Apa tujuan pemerintah mendirikan perusahaan-perusahaan negara? Apakah perbedaan antara pajak dengan retribusi? Mengapa dalam negara-negara berkembang. Progressive tax rate adalah pengenaan pajak dengan tarif meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan individu. 2. 7. penerimaan cenderung lebih banyak didapat dari sektor pajak tidak langsung? Apa yang disebut dengan pajak positif dan pajak negatif? Jelaskan mengenai Pajak in Rem dan Pembayaran Transfer! Sebutkan kelebihan dan kekurangan dari Pajak Tidak Langsung! . Pajak langsung adalah pajak yang berdasarkan surat ketetapan dikenakan terhadap perusahaan ataupun perseorangan dan dilakukan secara berkala. Proportional (flat) tax rate adalah pengenaan pajak dengan tarif dalam persentase tertentu dengan tidak melihat perubahan pendapatan individu. Pajak in Rem adalah pajak atas aktivitas atau obyek tertentu misalnya pembelian. 9.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 135 § satu unsur dalam mencapai keadilan melalui penerapan tarif pajak. 4. penjualan. 5. Beban pajak ini tidak dapat dipindahkan kepada orang lain Pajak tidak langsung adalah beban pajak yang harus dipikul oleh wajib pajak hanya saja pajak tersebut tidak dipungut secara berkala LATIHAN 1. 6. Regressive tax rate adalah pengenaan pajak dengan tarif menurun dengan makin meningkatnya pendapatan wajib pajak. Pajak perseorangan adalah pajak yang dikenakan kepada orang per orang yang memperoleh penghasilan dimana besarnya jumlah yang terhutang disesuaikan dengan kemampuan untuk membayar pajak. 8. yaitu dengan memberikan tekanan yang sama kepada wajib pajak. atau pemilikan harta kekayaan. 3.

136 Bab 7: Dasar-dasar Perpajakan .

Suatu kebijakan dianggap adil jika dilihat dari satu sisi. sulit sekali didapat suatu formula kebijakan perpajakan yang memenuhi seluruh aspek keadilan. Tidak ada suatu kebijakan yang bisa memuaskan seluruh pelaku ekonomi. PRINSIP MANFAAT Setiap orang setuju bahwa sistem perpajakan harus adil dimana setiap wajib pajak harus memberikan kontribusinya yang layak untuk membiayai kegiatan pemerintah. Untuk itu perlu dibandingkan prinsip-prinsip yang menerangkan bagaimana konsep keadilan dapat dibakukan. Suatu sistem pajak dikatakan adil bila kontribusi yang diberikan oleh setiap . tetapi kurang adil dari sisi yang lain. Pendekatan pertama adalah prinsip manfaat (benefit principle).KEADILAN DAN DAMPAK PERPAJAKAN Pada kenyataannya. Lebih lanjut pembahasan keadilan perpajakan dikaitkan dengan beberapa jenis pajak.

Agar prinsip manfaat dapat dilaksanakan. Praktek penerapan kebijakan fiskal berdasarkan prinsip manfaat lebih banyak ditetapkan pada penyediaan jasa-jasa publik berdasarkan prinsip manfaat yang khusus. harus diasumsikan bahwa ketika sistem tersebut mulai diberlakukan sudah terdapat distribusi yang tepat dalam perekonomian. Ukuran kemampuan membayar mencerminkan kesejahteraan secara menyeluruh yang dapat diperoleh seseorang. harus diketahui terlebih dahulu bagaimana cara mengukur kemampuan tersebut. sistem pajak dipisahkan dari sisi pengeluaran publik.138 Bab 8: Keadilan dan Dampak Perpajakan wajib pajak sesuai dengan manfaat yang diperoleh dari jasa-jasa pemerintah. Pendekatan ini menyebabkan sisi pengeluaran publik menjadi tidak jelas. Agar sistem perpajakan dengan prinsip manfaat bisa adil. sistem pajak yang adil akan tergantung dari struktur pengeluaran publik. Menurut prinsip ini. misalnya biaya penggunaan sarana transportasi dan penyediaan fasilitas bandar udara. dan kekayaan. PRINSIP KEMAMPUAN MEMBAYAR Yang kedua adalah prinsip kemampuan membayar (ability to pay principle). Kemampuan membayar seseorang . Berdasarkan prinsip ini. penyediaan jasa-jasa publik oleh pemerintah dilaksanakan dengan prinsip-prinsip yang sama seperti yang dilakukan oleh swasta. Keuntungan penyediaan jasa publik model ini adalah dapat meringankan beban keuangan pemerintah. termasuk diantaranya adalah pendapatan. Agar prinsip kemampuan membayar dapat diterapkan. Pendekatan kemampuan membayar ini lebih baik dalam hal mengatasi masalah redistribusi akan tetapi mengabaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan penyediaan jasa-jasa publik. Mekanisme pasar dapat diterapkan untuk mendapatkan posisi tawar menawar yang efisien. Manfaat hanya dapat diperoleh apabila pemakai dapat membayar. Prinsip manfaat cenderung mengalokasikan penerimaan pajak untuk membiayai jasa-jasa publik tetapi tidak terlalu mempertimbangkan pembiayaan transfer serta tujuan redistributif. Dengan penetapan harga. prinsip manfaat memandang perekonomian sektor publik sebagai sektor yang melibatkan pengeluaran maupun penerimaan yang berkesinambungan. Dalam halnya pengenaan pajak melalui pembebanan langsung terhadap pengguna. konsumsinya bersaing secara bebas. Misalnya pembebanan bea (bea cukai dan bea masuk) serta pajak pengganti pembebanan seperti pajak BBM dan pajak kendaraan dalam rangka pembiayaan jalan raya. Perekonomian memerlukan suatu jumlah penerimaan tertentu dan setiap wajib pajak diminta untuk membayar sesuai dengan kemampuannya. Oleh karena itu. manfaat yang diperoleh wajib pajak atas terjadinya pengeluaran publik harus diketahui terlebih dahulu. pola konsumsi.

Prinsip ini dianggap lebih berkeadilan secara horizontal dan vertikal1.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 139 tentunya akan meningkat jika pendapatan meningkat. Adapun perbandingan dari metode pengenaan pajak terhadap pendapatan dan konsumsi dari prinsip kemampuan membayar tercermin dari tabel berikut. Tabel 8.82 0 0 0 0 10 10 10 11 99 0 11 10 Gaji Pajak Konsumsi Tabungan 100 10 90 0 100 10 0 90 100 10 90 0 100 0 0 100 Pajak Konsumsi Total Pajak Nilai Sekarang (PV) Pajak = 10%.1 0 10. Dan apabila tabungan masyarakat memperoleh bunga. pemborosan harus dikenakan pajak. Dalam arti. Inflasi/Bunga = 10% Pengenaan pajak yang didasarkan atas diterimanya pendapatan (termasuk pendapatan dari bunga tabungan) akan menyebabkan total pajak yang dibayar oleh wajib pajak menjadi lebih besar dan akan berbanding lurus dengan besarnya jumlah pendapatan yang ditabung. . Ilustrasi pada pajak penghasilan 1 Berkeadilan horizontal adalah bahwa orang-orang yang mempunyai kemampuan yang sama harus membayar dengan jumlah yang sama.9 98. Hobbes berpendapat bahwa kewajiban membayar pajak harus dikaitkan dengan pendapatan yang dibelanjakan bukan yang ditabung. jumlah pajak yang dibayar ikut meningkat apabila seluruh tabungan tersebut dikonsumsikan.9 10. sedangkan kebajikan harus diberi penghargaan. Pendapat lain mengatakan bahwa tabungan adalah konsumsi yang ditunda.1: Perbandingan Pajak Penghasilan dan Pajak Konsumsi Pajak Penghasilan Periode I • • • • Periode II • • • • Bunga Pajak Konsumsi Tabungan 0 0 0 0 10 10 9 0. Berkeadilan vertikal adalah bahwa orang-orang yang mempunyai kemampuan yang lebih besar harus membayar pajak dengan jumlah yang lebih besar pula.

maka tidak akan ada tambahan pendapatan pada periode II (berikutnya) dari tabungan gaji periode I. keadilan perpajakan mengimplikasikan proses redistribusi kekayaan masyarakat dimana orang kaya membayar lebih banyak dari orang yang lebih miskin (dimensi vertikal). negara menganut prinsip ini dalam rangka memenuhi tuntutan keadilan dalam hukum walaupun pada pelaksanaannya masih banyak menimbulkan perbedaan-perbedaan. 3 Sebagai ilustrasi. Hal ini disebabkan karena pajak akan tetap dipungut tanpa melihat kapan pendapatan akan dikonsumsi sehingga jumlah pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak mempunyai nilai sekarang yang sama. ditabung atau dikonsumsi. pajak terhadap seorang petani harus lebih rendah dari hasil pertanian yang dimilikinya. tidak dipungkiri jika orang kaya juga ikut menikmati sebagian keuntungan dari adanya belanja negara. Sebaliknya kekayaan individu bisa menambah pendapatan pemiliknya sebagai pendapatan barang-barang modal. Keadaan ini menyebabkan orang cenderung untuk mengurangi tabungan. Apabila kekayaan individu dapat diwariskan kepada individu lain tanpa dikenakan pajak. Di samping melihat keadilan pajak dari sudut pandang dimensi vertikal. Bagian pendapatan itu adalah pendapatan yang ditabung dan tidak pernah dikonsumsi.140 Bab 8: Keadilan dan Dampak Perpajakan menggambarkan bahwa apabila seluruh pendapatan setelah dikurangi pajak dikonsumsi habis. KRITERIA UMUM KEADILAN PERPAJAKAN Prinsip keadilan perpajakan didasarkan pada distribusi pengenaan pajak untuk memenuhi belanja publik yang harus didasarkan pada proporsi kekayaan dan pendapatan masyarakat. Atas dasar ini. Ilustrasi pajak atas konsumsi tersebut di atas terlihat lebih adil. Dalam prakteknya. Atau dengan kata lain. dimungkinkan adanya bagian pendapatan yang tidak pernah kena pajak. Secara konsep. . jumlah total pajak yang dibayar memiliki nilai sekarang yang sama2 Apabila pajak atas konsumsi yang dipilih. yang pada akhirnya akan menjadi kekayaan individu. kekayaan individu dan warisan bisa dikenakan pajak. pendapatan tersebut selamanya bisa tidak dikonsumsi dan tidak kena pajak. Sedangkan tambahan pajak akan dikenakan terhadap bagian gaji yang ditabung yang mendapat bunga. Pada umumnya. perlu juga diperhatikan keadilan pajak dari sudut pandang dimensi horizontal dimana pengenaan pajak terhadap seseorang harus lebih rendah dari kemampuannya membayar 3 dan prinsip keadilan pajak secara geografis 2 Kondisi ini diasumsikan nilai bunga sama dengan inflasi.

. serta pengaruh kekuatan orang-orang kaya terhadap kebijakan politik nasional. dan pajak dikatakan tidak adil jika sumber pendapatan tertentu dikenakan pajak tinggi sementara sumber tersebut memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional. Distribusi pembebanan pajak yang adil dipengaruhi oleh cakupan faktorfaktor siapa yang membayar. terbatasnya volume pendapatan masyarakat yang dapat dikenakan pajak. Beberapa hambatan yang mungkin terjadi dalam menentukan suatu kebijakan perpajakan adalah keadaan ekonomi dan politik suatu negara. kemiskinan. ketakutan akan efek negatif pajak terhadap produksi dan investasi nasional. 4 Pada negara-negara yang relatif maju dalam perekonomian cenderung dapat mempercayai dokumen-dokumen yang membuktikan adanya hak atas pengecualian pajak. Ketidakakuratan dalam penghitungan pajak terhutang akan mengakibatkan ketidakadilan karena akan menimbulkan adanya pajak yang lebih bayar atau kurang bayar. Penghasilan tersebut merupakan daya beli individu atas barang dan jasa selama satu tahun yang dapat dikonsumsikan atau disimpan untuk keperluan di masa mendatang. Kebijakan perpajakan dianggap adil jika faktor-faktor seperti lanjut usia. dan cacat dikecualikan dari subjek kena pajak.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 141 dimana orang-orang yang tinggal pada daerah tertentu akan dikenakan pajak yang lebih tinggi. masyarakat golongan ekonomi rendah akan dikenakan pajak yang ringan dan bahkan dapat dibebaskan dari kewajiban pajak seluruhnya. Struktur pajak yang progresif cenderung akan lebih mudah dicapai pada struktur perekonomian yang mapan. Tidak jarang para pelaku ekonomi yang kuat menyuarakan keluhan-keluhannya terhadap kebijakan pajak baru yang dapat menggangu kegiatan bisnisnya. Di samping itu. dibawah umur. Dalam konsep ini. tentunya keadilan pajak juga harus memperhitungkan besarnya jumlah tanggungan dalam keluarga4. hal ini tentunya juga akan dipengaruhi oleh metode assesment dan akurasi penghitungan pajak terhutang. Beberapa penulis berpendapat bahwa pajak akan dikatakan adil jika kenaikan pajak akan dikompensasikan dengan penyediaan pendidikan dan transportasi umum yang murah. apa jenis pendapatannya serta bagaimana tarif pajaknya. Di samping itu. Sulitnya menerapkan metode assesment yang baik juga muncul dalam hal menentukan subjek pajak yang dikecualikan. PRINSIP KEADILAN DAN PAJAK PENGHASILAN Pajak penghasilan biasanya dihitung atas jumlah penghasilan selama satu tahun. Prinsip keadilan pajak dapat juga dilihat dari sisi penerimaan dan pengeluaran.

beban pajak. Dengan demikian. dan kenaikan nilai kekayaan. sumbangan. Pengeluaran-pengeluaran tersebut tentunya diperlukan dalam rangka mendapatkan penghasilan dan tidak . iuran serikat pekerja. Pendapatan masyarakat dapat diukur berdasarkan sumber perolehannya ataupun penggunaannya. Berdasarkan sumber perolehannya. Kebanyakan sistem akuntansi menggunakan sisi sumber sebagai alat ukurnya.142 Bab 8: Keadilan dan Dampak Perpajakan Pajak penghasilan dapat dikategorikan sebagai pajak individu dan pajak badan. Jika dilihat dari sisi pengeluaran. Sedangkan berdasarkan penggunaannya pendapatan masyarakat dapat berupa pembelian barang dan jasa. dan tabungan. Beberapa ahli menyarankan untuk memasukkan unsur tambahan yakni peningkatan kekayaan sebagai bagian dari pendapatan kena pajak. tentunya perlu dilakukan penghitungan berapa pendapatan yang sesungguhnya setelah dimasukkan unsur inflasi sebagai penyeimbang. pakaian kerja. tunjangan dari pemerintah atau swasta. akan terdapat item-item pengeluaran yang erat kaitannya dengan kegiatan memperoleh pendapatan seperti pembelian peralatan kerja. Pendapatan masyarakat tersebut dapat digambarkan dengan persamaan sebagai berikut: I = C + ΔNW Dimana: I = Pendapatan tahunan (annual income) C = Konsumsi tahunan (annual consumption) ΔNW = Perubahan kekayaan bersih setahun (annual change in net worth) Metode untuk mengukur pendapatan baik berdasarkan sumber perolehannya ataupun penggunaannya harus ditentukan sebelum pajak penghasilan dijalankan. biaya penitipan anak. pendapatan adalah seluruh penerimaan selama periode pajak yang berupa keuntungan jasa. Sebagai pajak badan. Sebagai pajak individu. Pengukuran akan relatif menjadi lebih mudah jika kekayaan yang dimiliki berupa saham dan obligasi. pajak penghasilan akan dikenakan kepada setiap orang yang memiliki penghasilan tanpa melihat umur atau jumlah yang diterimanya. pajak akan dikenakan atas keuntungan badan usaha yang diterima oleh para pemegang saham sesuai dengan proporsi nilai saham yang dimilikinya. dan transportasi dari/menuju tempat kerja.

Akan tetapi. kesulitan akan muncul pada saat menghitung berapa nilai tambah kekayaan yang timbul sebagai akibat dari adanya transaksi non moneter ini (income in kind)6. Kompensasi dari adanya kebijakan ini adalah rumitnya pelaksanaan peraturan dalam praktek. Pada kenyataannya akan terjadi seorang wajib pajak memperoleh suatu produk atau menerima jasa yang dihasilkan sendiri sehingga tanpa harus mengeluarkan sejumlah uang. biaya kesehatan. Pada beberapa kasus. dimana seorang wajib pajak misalnya menerima pinjaman kendaraan yang dapat digunakan untuk keperluan pribadi atau tunjangan makan yang diberikan tidak dalam bentuk uang. 7 Hal-hal seperti jumlah anggota keluarga. dapat dikatakan bahwa konsep keadilan dalam perpajakan masih dapat diperdebatkan. 6 Pendapatan jenis ini sering terjadi pada usaha-usaha kecil yang memproduksi barang atau jasa. akan tapi. Dengan demikian. biaya pendidikan yang bervariasi tentunya akan sangat mempengaruhi pola pengeluaran rumah tangga. apakah kesetaraan kemampuan ekonomi bisa dijewantahkan sebagai kesamaan tingkat pendapatan. Pada akhirnya. dikatakan bahwa pengenaan pajak harus sesuai dengan kesetaraan kemampuan ekonomi masyarakatnya. Adapun alasan yang mendasari ketidaksetujuan mereka dapat dilihat dari dua kebijakan yang biasa berkaitan dengan pajak progresif. Supaya lebih adil. masih terdapat beberapa pendapat yang kurang setuju jika keadilan secara vertikal dilambangkan dengan tarif pajak progresif. Yang menjadi pertanyaan. perbedaan pendapat dalam hal kebijakan yang berkeadilan lebih kompleks lagi pada pajak penghasilan. kerumitan cenderung 5 Biaya pelatihan juga masih dalam perdebatan apakah dapat dikategorikan sebagai pengeluaran yang dapat mengurangi pendapatan kena pajak. seharusnya hal-hal yang mempengaruhi pengeluaran rumah tangga juga ikut diperhitungkan. Contoh lain adalah fringe benefit. Pertama adalah kebijakan pendapatan tidak kena pajak. Secara horizontal. Kegiatan ini tentunya akan menambah kekayaan bersih wajib pajak. perumusan rancangan kebijakan fiskal lebih memerlukan perhatian khusus. Semua itu dapat dikategorikan sebagai pendapatan yang tidak tercermin dalam gaji yang tertera (nonpecuniary returns). Secara umum. Baik prinsip keadilan secara horizontal maupun secara vertikal. wajib pajak dimungkinkan untuk menerima pendapatan selain uang tunai. Sedangkan secara vertikal.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 143 menambah kekayaan wajib pajak sehingga layak untuk dikeluarkan dari jumlah pendapatan kena pajak5. hal hal yang seperti ini biasanya luput dari pengenaan pajak. . atau kesetaraan ini hanya diukur dari jumlah pendapatan yang diterima saja dengan sama sekali mengabaikan potensi perbedaan pengeluaran dari masing-masing rumah tangga 7 .

pinjaman tidak dikenakan pajak. Hal ini dipercaya akan dapat mendorong masyarakat untuk lebih meningkatkan tabungannya di samping kegiatan administrasi perpajakannya yang cenderung akan menjadi lebih mudah. Pada pajak penjualan. Bebeda dengan apa yang diterapkan pada pajak penghasilan. Sebagaimana telah dijelaskan oleh ilustrasi pada awal bab. selisih lebih kekayaan wajib pajak secara moneter sebagai akibat dari adanya inflasi tidak akan membuat kemampuan membayarnya meningkat karena wajib pajak tersebut harus membelanjakan penghasilannya dengan harga yang telah terinflasi. Pajak penjualan sama sekali tidak dipengaruhi inflasi. Pengenaan pajak penjualan akan lebih dirasakan dampaknya oleh golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah. Hal ini dikarenakan. Perbedaan yang menarik antara pajak penjualan dengan pajak penghasilan adalah pada dana yang tersedia berupa ‘pinjaman’. pada pajak penjualan tambahan kekayaan tersebut (yang biasanya dari tabungan) dikeluarkan dari basis pajak. Justru bunga yang timbul sebagai akibat dari adanya pinjaman tersebut akan dapat mengurangi dasar penghasilan yang dikenai pajak. terdapat semacam penundaan pajak penghasilan sampai terjadi konsumsi atas bagian dari penghasilan tersebut. Kedua adalah kebijakan pengenaan tarif pajak yang lebih tinggi untuk setiap tambahan pendapatan. Sedangkan pada pajak penghasilan. capital gain harus memperhitungkan tingkat inflasi sebelum menentukan jumlah kena pajak. golongan masyarakat ini cenderung untuk mengkonsumsi seluruh pendapatan yang . Wajib pajak cenderung mempermainkan tempo pengakuan suatu pendapatan untuk menghindari pengenaan tarif pajak yang lebih tinggi. PRINSIP KEADILAN DAN PAJAK PENJUALAN Dalam pajak penjualan. warisan akan dikenai pajak seketika pada saat setelah wajib pajak diumumkan meninggal dunia. Untuk menghindari akumulasi pendapatan yang tidak kena pajak sebagai akibat wajib pajak meninggal dunia. Jika dalam pajak penghasilan seluruh konsumsi dan tambahan kekayaan wajib pajak akan dikenakan pajak. Dalam pajak penjualan. prinsip umum yang ingin dicapai adalah bahwa jumlah pendapatan masyarakat yang ditabung seharusnya tidak perlu dikenakan pajak. Hal ini disebabkan karena hanya porsi penghasilan yang dibelanjakanlah yang akan dikenai pajak. pinjaman yang dikonsumsikan akan tetap dikenai pajak. Basis yang menyeluruh terhadap kajian pajak penjualan dapat diturunkan dari basis pajak penghasilan.144 Bab 8: Keadilan dan Dampak Perpajakan mendorong keengganan dan penyelewengan wajib pajak.

Hal ini dikarenakan banyak wajib pajak yang berpenghasilan rendah namun pada kenyataannya mereka memiliki sejumlah kekayaan dan mereka memungut sewa atas pemanfaatan kekayaan tersebut oleh orang lain. Sedangkan golongan masyarakat yang berpenghasilan tinggi memiliki kesempatan untuk menabung sebagian pendapatannya. Mengadministrasikan pajak kekayaan cenderung lebih sulit. Mengembalikan jumlah pajak penjualan yang dibayar kepada masyarakat dengan standar penghasilan tertentu. Mengurangi atau mengeliminasi pengenaan pajak yang lebih banyak dikonsumsi oleh golongan masyarakat berpenghasilan rendah. Estimasi nilainya sering meleset dari nilai yang sesungguhnya. Jika hal ini terjadi. makin tinggi pula persentase pendapatan yang ditabung. Untuk menghindari hal tersebut. Seorang wajib pajak yang tidak mampu menabung. dapat ditempuh oleh pemerintah seperti (Ulbrich. 2003): 1. 2.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 145 dimilikinya. Makin besar pendapatan golongan masyarakat. tidak memperoleh hibah/hadiah atau warisan tidak akan pernah disebut kaya. seorang penilai independen akan ditunjuk untuk mengestimasikan nilai kekayaan . 3. Pengukuran nilai kekayaan akan semakin menjadi lebih sulit jika kekayaan tersebut berupa kekayaan yang tak berwujud (intangible asset). memperoleh hibah atau mewarisi kekayaan keluarganya. Memperbanyak item aktivitas penjualan kena pajak yang hanya mungkin dilakukan oleh golongan masyarakat berpenghasilan tinggi. Dalam hal kekayaan yang dimiliki dengan cara hutang. beberapa langkah. nilai bersih kekayaan harus dikurangi dulu dengan jumlah total hutang supaya tidak terjadi penghitungan ganda. 4. akan menjadi sangat sulit untuk mengukur berapa jumlah tambahan pendapatan dari kegiatan sewa tersebut. Secara umum pada pajak kekayaan. terutama dalam hal kekayaan yang jarang diperjualbelikan. Mengenakan tarif pajak yang lebih tinggi untuk beberapa jenis produk yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi. PRINSIP KEADILAN DAN PAJAK KEKAYAAN Kekayaan adalah akumulasi dari tabungan dan investasi suatu negara. Seorang wajib pajak dapat memiliki kekayaan melalui kegiatan menabung. Banyak pendapat yang setuju jika pajak kekayaan diterapkan.

. Excess Burden adalah tambahan biaya yang membebani masyarakat di atas jumlah pajak yang seharusnya dibayar. penurunan pendapatan penjual tidak diikuti dengan peningkatan kuantitas yang tersedia untuk dibeli. Cara lain yang dapat dipakai untuk mengukur nilai sebuah kekayaan adalah dengan menghitung nilai sekarang (present value) dari potensi pendapatan sewa selama masa manfaat kekayaan tersebut.146 Bab 8: Keadilan dan Dampak Perpajakan tersebut. Sistem tersebut tidak boleh terlalu membebani perekonomian. Sebaliknya jika tujuan yang ingin dicapai adalah pemerataan penghasilan. konsumen. Jika hasilnya dirasa memadai. para pegawai. Dalam dunia usaha. Jika tujuannya adalah untuk mengoptimalkan tingkat produksi. Efficiency Effect Sistem perpajakan yang baik adalah sistem perpajakan yang memberikan pengaruh terbaik terhadap perekonomian negara. pajak langsung yang progresif lebih tepat untuk diterapkan. Excess burden disebabkan adanya kelebihan biaya pajak yang bersedia dibayar oleh pembeli dibandingkan dengan jumlah yang diterima oleh penjual. Problem distribusi pajak yang muncul akan menjadi lebih kompleks diprediksi keadilannya apabila kekayaan tersebut disewakan kepada pihak ketiga. Hal ini mengakibatkan adanya keuntungan yang hilang sebagai akibat dari terdistorsinya keseimbangan harga pada kurva permintaan dan penawaran. Untuk mengukurnya 8 Kekayan yang dimaksud disini adalah berupa kekayaan atas benda-benda seperti rumah. kebijakan perpajakan yang dapat ditempuh dengan mengenakan pajak tidak langsung. yang artinya bahwa pajak kekayaan lebih menguntungkan golongan masyarakat yang berpenghasilan tinggi karena nilai uang yang dikeluarkannya sebagai pajak akan jauh lebih rendah dibandingkan dengan nilai uang untuk pajak kekayaan yang dikeluarkan oleh golongan masyarakat berpenghasilan rendah. Aplikasi pengenaan pajak terhadap kekayaan tersebut akan menjadi lebih mudah diterapkan jika pemilik dan pengguna kekayaan tersebut adalah orang yang sama. Pada prinsipnya dapat dikatakan bahwa target pengenaan pajak kekayaan8 adalah pemiliknya. Mobil dan kekayaan lainnya. Dengan kata lain. Tentu saja hal ini harus memperhitungkan tren kenaikan harga sewa sehingga dapat mencerminkan nilai pasar sesungguhnya. dan pemilik kekayaan. penanggung akhir dari adanya pengenaan pajak kekayaan makin sulit ditentukan karena melibatkan pemilik usaha. Berkaitan dengan penerimaan negara. terkadang total excess burden tidak sama dengan total penerimaan negara. Pajak kekayaan cenderung bersifat regresif. pengenaan tarif akan didasarkan atas estimasi nilai yang dihasilkan.

Untuk menentukan manakala beban pajak dipindahkan. tarif pajak dapat diturunkan tanpa mempengaruhi jumlah total penerimaan negara. Berkenaan dengan dimungkinkannya memindahkan beban pajak kepada pelaku ekonomi lain secara keseluruhan atau sebagian (tax shifting) maka pembahasan tax incidence dapat dibagi dalam dua konsep yakni statutory incidence dan economic incidence. Hal ini dimungkinkan karena pelaku ekonomi yang secara hukum berkewajiban membayar pajak kepada pemerintah belum tentu menggunakan dana pribadi atau dengan kata lain dapat membebankan pajaknya kepada pelaku ekonomi yang lain. perlu dispesifikasikan alternatif atas kebijakan pajak tersebut. Economic Incidence lebih sulit dianalisa dibanding Statutory Incidence. Absolute Tax Incidence menggambarkan suatu kebijakan distribusi . Sedangkan Economic Incidence lebih mengarah pada pengaruh pendistribusian pembebanan pajak pada tingkat ekulibrium harga atau tingkat perekonomian secara umum. Tax Incidence adalah teori yang mempelajari pelaku-pelaku ekonomi mana yang sesungguhnya menanggung beban pajak. perlu diformulakan sebuah teori ekonomi tentang perubahan harga yang dipengaruhi pajak.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 147 digunakan efficiency-loss ratio yakni Excess Burden dibagi Tax Revenue yang dapat diformulasikan dengan persamaan sebagai berikut: efficiency-loss ratio = W/ R dimana: W = Excess Burden R = Tax Revenue Estimasi efficiency-loss ratio penting dilakukan untuk meminimalkan total excess burden pada sistem perpajakan nasional. Dengan mengurangi pengenaan pajak yang menimbulkan excess burden lebih besar dalam jumlah nominal yang sama. Analisa tersebut kadang juga memerlukan pembahasan parameter yang tersembunyi. Misalnya. maka akan timbul pertanyaan tentang kebijakan pajak apa yang yang dapat dibandingkan dengan pajak perseroan tersebut. ketika menganalisa penanggung beban pajak perseroan. Ketika mengidentifikasi distribusi beban pajak. misalnya elastisitas harga produk tertentu. Statutory Incidence merujuk pada pelaku-pelaku ekonomi yang secara hukum terlibat dalam pendistribusian pembebanan pajak. Kajian-kajian yang dilakukan mengenai tax incidence tergantung dari tersedianya sumber daya dan antisipasi pemindahan beban.

dan pengangguran.148 Bab 8: Keadilan dan Dampak Perpajakan beban pajak yang tidak memiliki pembanding. Kadang-kadang yang muncul adalah jumlah tabungan (S) lebih besar dari jumlah investasi (I) atau dengan kata lain. . struktur perekonomian nasional (tanpa pajak) terdiri dari pendapatan nasional (Y). Sebaliknya Differential Tax Incidence menyoroti keadaan pendistribusian beban pajak yang memiliki beberapa alternatif lain yang berfungsi sama dengan kebijakan pajak dimaksud. Kondisi ini menyebabkan kegairahan ekonomi dan kenaikan harga (inflasi). DAMPAK PAJAK Terhadap Sistem Ekonomi Keseluruhan Secara umum. Yang sering terjadi justru jumlah tabungan lebih rendah dari jumlah investasi (S < I). jumlah konsumsi (C) dan tabungan (S). maka tidak akan pernah terjadi inflasi atau deflasi. penurunan harga (deflasi). Hubungan dari ketiga unsur tersebut adalah pendapatan nasional sama dengan jumlah konsumsi ditambah jumlah tabungan (Y = C + S). tidak semua tabungan digunakan untuk investasi (S > I) maka akan terjadi kelesuan ekonomi. Apabila seluruh tabungan (S) digunakan sebagai investasi (S = I).

Sebaliknya pada tingkat pendapatan 0Y2 (S>I) terdapat deflationary gap dimana hargaharga cenderung terus turun sampai tidak ada lagi perbedaan antara tabungan dan investasi. dengan tingkat konsumsi (C) dan tingkat investasi (I). Terhadap Komposisi Produksi Pajak dapat digunakan sebagai pendorong kepada pelaku ekonomi untuk melakukan aktivitas tertentu dengan memberikan insentif-insentif. dengan tingkat Konsumsi dan tingkat Investasi Gambar di atas menunjukkan hubungan antara tingkat pendapatan nasional (Y). Pada tingkat pendapatan nasional sebesar 0Y (S=I). instrumen pajak dapat digunakan untuk menurunkan tingkat deflasi.1 : Hubungan antara tingkat Pendapatan Nasional. Pada tingkat pendapatan 0Y1 (S<I) terdapat inflationary gap. instrumen pajak dapat digunakan untuk menurunkan tingkat inflasi. Pergeseran yang dimaksud adalah mengubah pola produksi sehingga menghasilkan barang-barang yang lebih rendah biaya produksinya akibat tarif pajak yang lebih kecil atau beralih produksi.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 149 Gambar 8. jika elastisitas permintaan barang adalah sempurna. menimbulkan adanya beberapa alternatif pilihan yang dapat diambil oleh para pelaku ekonomi. menggeser kurva C+I ke atas dengan menerapkan pajak atas tabungan. menggeser kurva C+I ke bawah dengan menerapkan pajak atas konsumsi. perusahaan tidak dapat . Barang-barang yang tingkat permintaannya inelastis sempurna tidak akan terpengaruh dengan adanya pengenaan pajak. Seberapa jauh pengaruh pajak terhadap penggunaan faktor-faktor produksi dipengaruhi elastisitas permintaan terhadap barang-barang yang dihasilkan. Sebaliknya. tidak ada inflasi ataupun deflasi. Dengan kata lain. Harga-harga cenderung terus naik sampai tidak ada lagi perbedaan antara tabungan dan investasi. Berkaitan dengan dimungkinkannya penerapan insentif pajak pada suatu daerah tertentu. perusahaan dapat saja mengurangi produksi barang-barang yang merupakan objek pajak dan meningkatkan produksi barang-barang lain yang masih belum merupakan kategori barang kena pajak. Pada kondisi ini. Pada kondisi ini. Konsumen akan membayar seluruh beban pajak yang ditambahkan pada harga barang. Sebagai contoh. perekonomian dalam keadaan seimbang. pajak dapat menyebabkan pergeseran penggunaan faktorfaktor produksi. Perusahaan lain dapat saja berpindah lokasi industri dari suatu tempat yang mengenakan pajak yang tinggi ke tempat yang memberikan insentif pajak.

turunnya pendapatan justru akan mendorong kemauan kerja yang lebih besar. Terhadap Usaha Kerja Sebagian besar penerimaan negara dari pajak di Indonesia adalah pajak penghasilan yang dikenakan atas pendapatan para pegawai.........8 persen. Sehingga disarankan untuk barang-barang yang memiliki elastisitas tinggi. dan Ceko 3... yang bergabung dengan UE pada Mei 2004. Bagi sebagian orang. permintaannya terhadap penghasilan rendah sehingga elastisitas penawaran usaha dalam hubungannya dengan penghasilan adalah rendah juga.3 persen diikuti Polandia 4. dan meningkatnya kepercayaan investor. Tidak setiap kenaikan pajak akan memberi dampak negatif pada tabungan masyarakat ataupun investasi. Pada kenyataannya.. Dengan demikian....... dan Hongaria. Bagi golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah. Jika pilihan kedua yang dilakukan maka akan dapat dikatakan bahwa pajak mempunyai pengaruh negatif terhadap kemauan usaha kerja. pajak yang relatif rendah.7 persen. Slowakia.. dikenakan pajak yang ringan.6 persen.. . pengaruh pajak terhadap kemauan kerja individu memiliki sifat yang lebih kompleks. Polandia. Sehingga elastisitas penawaran usahanya adalah tinggi. Slowakia mengungguli kawasan dengan pertumbuhan ekonomi 5.150 Bab 8: Keadilan dan Dampak Perpajakan mengalihkan beban pajaknya pada harga barang.. pajak akan dapat menyebabkan orang menjadi kurang giat bekerja. Hongaria 3. Secara teoritis. biasanya permintaannya terhadap penghasilan adalah tinggi.. seperti Jerman dan Perancis... Data terbaru dari Eurostat-kantor statistik Uni Eropa (UE)-memperlihatkan rata-rata pertumbuhan ekonomi 4. anggota baru Uni Eropa-sebuah pasar tunggal diuntungkan oleh berbagai kombinasi.. PERBEDAAN PAJAK . Orang lebih memilih untuk mempunyai lebih banyak waktu santai. pajak tidak menimbulkan disinsentif untuk bekerja. Bahkan pertumbuhannya dua kali lebih tinggi dari tetangga mereka yang kaya di UE sepanjang 2004 lalu.9 persen pada periode yang sama. Ceko... Sementara itu.. Rata-rata pertumbuhan untuk empat negara itu dua kali lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi di UE. Sedangkan bagi mereka yang kurang peduli dengan gaya hidup mewah. Hongaria dan Ceko lebih tergantung pada ekspor ke UE seperti Jerman.. anggota lama UE.4 persen pada sembilan bulan pertama 2004 untuk empat negara itu.. pegawai-pegawai tersebut mempunyai dua pilihan yaitu bekerja atau tidak bekerja (memanfaatkan waktu santai) akibat adanya pengenaan pajak penghasilan. Hal itu antara lain upah buruh yang relatif murah.. Kombinasi itu membuat ekonomi negara-negara tersebut tumbuh lebih cepat.. mencatatkan pertumbuhan ekonomi masing-masing 1.3 persen dan 1. Reaksi individu terhadap pengenaan pajak lebih banyak ditentukan oleh elastisitas penawaran usaha.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

151

Ekspor meningkat pesat seiring dengan hilangnya birokrasi di kepabeanan dan turisme melonjak karena maspakai penerbangan murah (budget airlines) mulai menjangkau negara yang sebelumnya tidak terjamah. Investasi asing berdatangan seiring dengan keyakinan mereka akan keadaan yang jauh lebih baik di negara-negara itu. Sebuah studi yang dilakukan oleh kantor akuntan publik, Ernst & Young, memperlihatkan bahwa arus investasi asing di Eropa naik 27 persen selama enam bulan pertama 2004. Ada sebanyak 1.432 proyek baru pada tahun 2004 dibandingkan dengan hanya 1.126 proyek baru pada paruh pertama tahun 2003 lalu. Investor UE juga mengutamakan anggota baru UE itu sebagai sasaran investasi. Hongaria memenangkan proyek lebih banyak ketimbang Jerman. Republik Ceko dan Polandia jauh lebih baik dalam pemasukan investasi baru ketimbang Spanyol. Slowakia menenggelamkan Austria sebagai tujuan investasi baru. Iklim perpajakan yang merangsang di Eropa Tengah telah membuat Zona Euro merasa gugup, khususnya Jerman dan Perancis-dua perekonomian terbesar di Uni Eropa. Zona Euro adalah julukan bagi sebelas negara di Uni Eropa yang menggunakan mata uang euro. Keputusan-keputusan oleh sejumlah perusahaan untuk merelokasi dan melakukan outsourcing produksi ke Eropa Tengah telah melahirkan perdebatan panas di Uni Eropa. Outsourcing adalah tindakan melakukan produksi ke pihak lain karena bisa dilakukan dengan lebih murah…………………….

Terhadap Distribusi Pendapatan
Tujuan pembangunan suatu negara pada umumnya adalah peningkatan pendapatan per kapita nasional, penciptaan lapangan kerja, dan distribusi pendapatan yang merata dan keseimbangan dalam neraca pembayaran internasional. Secara teori, semakin tinggi pendapatan seseorang, semakin tinggi pula persentase pendapatan yang ditabung. Dari kelompok-kelompok kaya inilah diharapkan sejumlah dana tabungan yang dapat digunakan untuk investasi. Dengan kata lain, masyarakat kelompok miskin tidak punya kemampuan tabungan dan investasi. Menurut pengertian ini, pendapatan nasional yang dikenai pajak akan banyak mempengaruhi turunnya jumlah tabungan masyarakat bukan pada porsi pendapatan yang dikonsumsi yang diasumsikan tetap. Tetapi pada kenyataannya, keadaan di negara-negara berkembang termasuk Indonesia, pola konsumsi masyarakat cenderung lebih tinggi dari pola konsumsi masyarakat di negara-negara maju. Sehingga sulit didapatkan dana tabungan masyarakat. Penarikan dana masyarakat secara sukarela dengan iming-iming bunga yang tinggi pada akhirnya juga ikut berpengaruh pada tingkat inflasi nasional. Berdasarkan kenyataan tersebut, kebijakan perpajakan di Indonesia lebih banyak diterapkan untuk mengurangi kesenjangan pendapatan di masyarakat. Hal ini dilakukan dengan menerapkan tarif pajak progresif dan minimum pendapatan yang dapat dikenakan pajak. Kelemahan dari tarif pajak progresif

152

Bab 8: Keadilan dan Dampak Perpajakan

adalah menekan pada kelompok-kelompok kaya pemilik modal sehingga mereka malas bekerja, menabung, dan melakukan investasi.
PERBEDAAN PAJAK (Lanjutan................................) Perdebatan itu muncul karena relokasi produksi ke Eropa Tengah itu telah membuat terjadinya kehilangan pekerjaan Eropa Barat dan juga di Asia serta Afrika. Alasan utama relokasi adalah upah buruh murah di Eropa Tengah. Soal upah buruh, rata-rata gaji di Jerman adalah enam kali lebih tinggi dari rata-rata gaji di Eropa Tengah. Alasan kedua adalah sistem perpajakan yang lebih menguntungkan perusahaan. Pajak perusahaan di Jerman dan Perancis masing-masing 38,3 persen dan 34,3 persen. Tingkat perpajakan yang tinggi itu memberikan dampak buruk pada investor potensial dan mendorong keluar investor yang ada sekalipun dari Jerman dan Perancis. Dengan tingkat pajak yang 16 persen, Hongaria merupakan negara dengan tingkat perpajakan terendah di antara empat negara Eropa Tengah, yang diikuti Polandia 19 persen. Slowakia mengenakan pajak flat (sama rata) sebesar 19 persen-untuk korporasi, pendapatan perorangan, dan pajak pertambahan nilai. Sistem perpajakan di Slowakia itu benar-benar menjadi alat yang sangat efektif untuk merangsang masuk investor asing, yang sekaligus membuat Slowakia menjadi hub bagi manufaktur otomotif. Sementara itu, tingkat pajak di Republik Ceko adalah 28 persen, tetapi masih lebih rendah dari Jerman dan Perancis. Dalam dua tahun terakhir, PSA Peugeot Citroen (Perancis) dan Kia Motors Corporation (Korea Selatan) telah mulai membangun pabrik-pabrik di Slowakia untuk memproduksi 500.000 mobil per tahun yang akan terlaksana pada 2006. Ford Motor Co (perusahaan otomotif AS) dan Getrag Group (Jerman), Desember 2004 lalu mengumumkan rencana untuk membangun pabrik transmisi (mesin) senilai 399 juta dollar AS di Slowakia timur. Aliran masuk investasi asing ke Eropa Tengah didorong oleh keanggotaan di UE dan sumber daya manusia yang lebih berkualitas, dan faktor itu akan terus berperan sebagai pendukung utama arus masuk FDI (Foreign Direct Investment) dalam jangka menengah. Masa depan juga cukup prospektif bagi negara-negara tersebut, karena investor asing masih terus berminat melakukan ekspansi ke wilayah itu pada 2005. Paris dan Berlin telah secara terang-terangan mengkritik sistem perpajakan di Eropa Tengah. Hal itu menimbulkan tekanan pada anggota-anggota baru UE untuk meningkatkan perpajakan mereka, atau terancam kehilangan subsidi dari UE. Namun Eropa Tengah tampaknya tidak terintimidasi oleh tekanan dari rekan mereka di UE dan bahkan merencanakan melakukan penurunan perpajakan. (Diadaptasi dari: www.kompas.com 21 Februari 2005) Setujukah Saudara dengan kebijakan yang diterapkan negara-negara Eropa Tengah? Diskusikan!

KRITERIA TARIF PAJAK
Pertumbuhan ekonomi akan terjadi apabila lebih banyak masyarakat yang bekerja, menabung sebagian pendapatannya serta menginvestasikan nilai tabungannya. Hal-hal tersebut menurut Daniel J Mitchell (2003) adalah perilaku-perilaku yang dapat meningkatkan kekayaan nasional. Masyarakat tidak begitu saja bekerja secara produktif dengan diterapkannya anggaran pendapatan dan belanja berimbang. Mereka juga tidak begitu saja

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

153

meningkatkan tabungan dan investasi apabila dikenakan tarif pajak rendah atau subsidi perpajakan lainnya. Untuk meningkatkan pendapatan nasional sesuai dengan karakteristik masyarakat di suatu negara, para pengambil keputusan bidang pajak harus mengkonsentrasikan pada hal-hal yang berakibat positif terhadap prilaku bekerja, menabung, dan berinvestasi. Mitchell (2003) memaparkan sembilan petunjuk kebijakan perpajakan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi sebagai berikut: § Penurunan tarif pajak tidak perlu diterapkan seragam untuk seluruh wajib pajak. Beberapa opsi tarif pajak yang dipungut akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi karena tarif pajak yang rendah dapat membuat masyarakat yang produktif menjadi semakin giat bekerja. Sedangkan bagi sebagian masyarakat lainnya yang cenderung kurang peduli dengan pungutan pajak, penurunan tarif pajak tidak akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. § Fokus pada pertumbuhan ekonomi, bukan pada penurunan tarif. Beberapa kebijakan insentif pajak atau subsidi dapat berakibat hanya mengurangi jumlah penerimaan negara tanpa menghasilkan peningkatan kegiatan ekonomi secara signifikan. Beberapa negara telah membuktikan bahwa deregulasi perpajakan yang kecil pengaruhnya terhadap turunnya penerimaan negara justru dapat meningkatkan gairah investasi dunia usaha.
Tarif Tunggal........................ "Dana Moneter Internasional (IMF) mendukung rencana pemerintah untuk menerapkan tarif tunggal pajak penghasilan (PPh) badan. Sebab, hal itu dianggap akan menyerderhanakan cara perhitungan pajak dan memberikan kepastian bagi pengusaha dibanding dengan tarif PPh berlapis yang selama ini diberlakukan. IMF yakin, pemberlakukan tarif tunggal PPh ini akan mendongkrak sumber pendapatan baru negara." "Penerapan tarif tunggal PPh itu telah banyak diberlakukan negara-negara di dunia. Hasilnya cukup mengembirakan. Namun, Indonesia tidak boleh meniru begitu saja dan perlu ada penyesuaian," ujar Kepala Perwakilan IMF untuk Indonesia akhir pekan lalu. Sebagaimana diketahui, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mengusulkan, pemberlakukan tarif tunggal PPh sebesar 30% untuk badan (perusahaan) besar dan nantinya diturunkan secara bertahap menjadi 25%. Masalah ini sudah diakomodasi dalam draf RUU Pajak, yang diharapkan masuk ke DPR Juni 2005. Kini RUU Pajak itu sudah diserahkan kepada Presiden. Kepala Perwakilan IMF mengatakan, rencana pemberlakukan tarif tunggal PPh itu cukup baik asalkan diikuti implementasi di lapangan oleh aparat pajak dan wajib pajak (WP). Sebab, selama ini banyak WP di Indonesia, khususnya badan, mengeluh rumitnya perhitungan pajak, sehingga tingkat kepatuhan dan ketaatan membayar pajak menjadi rendah dibanding dengan potensi WP yang ada.

154

Bab 8: Keadilan dan Dampak Perpajakan

Dia menilai, jika tarif tunggal pajak itu dapat diturunkan ke 25% pada tahun pertama, kemungkinan besar jumlah WP badan yang membayar pajak akan meningkat. Sebab, bagi sebagian besar WP perusahaan besar, tarif 30% itu masih terlalu besar. "Tapi sebagai tahap awal, hal itu sudah cukup bagus sehingga perusahaan dapat mengetahui persis berapa pajak yang harus dibayarkan setiap tahun," katanya. Selanjutnya dia mengatakan, selain penyederhanaan tarif tunggal PPh, Ditjen Pajak harus menyederhanakan cara pengisian dan pelaporan pajak lewat self-assessment (menghitung sendiri pajak). Karena tidak ada gunanya tarif disempurnakan, tapi cara perhitungan dan pengisian masih berbelit-belit, sehingga WP enggan melaporkan harta dan kekayaannya......................................

§

§

Kebijakan yang baik menghasilkan penerimaan negara lebih banyak. Jika keadaan perilaku masyarakat wajib pajak adalah produktif, penurunan tarif pajak justru meningkatkan jumlah penerimaan negara. Agar pelaksanaan kegiatan pemerintah tidak terganggu, harus diperhitungkan cara-cara yang dapat mengkompensasikan turunnya penerimaan negara akibat pengenaan tarif yang lebih rendah. Jumlah potensi tambahan konsumsi masyarakat akibat adanya penurunan tarif pajak kurang signifikan terhadap peningkatan kegiatan ekonomi dibandingkan dengan turunnya jumlah total penerimaan negara. Untuk itu perlu diupayakan suatu kebijakan pelengkap yang dapat meng-offset selisih penurunan penerimaan negara tersebut. Pada akhirnya penurunan tarif pajak tidak merubah total pengeluaran, pendapatan nasional, dan pertumbuhan ekonomi.

Tarif Tunggal (lanjutan........................) Ia mengaku, jika Ditjen Pajak mampu meningkatkan rasio pajak terhadap PDB rata-rata 2% setiap tahun, itu akan membantu sumber pendapatan negara. Sehingga, defisit APBN setiap tahun secara berangsur-angsur dapat dikurangi. Mengenai tarif tunggal PPh sebesar 10% bagi pengusaha kecil dan menengah (UKM), dia mengatakan, hal itu sangat mendorong pertumbuhan UKM sebagai salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi. Yang menjadi kendala, tegasnya, penentuan kriteria sebagai UKM harus jelas dan transparan. Namun Dewan Penasehat Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) menilai, usulan Ditjen Pajak tentang pemberlakuan tarif tunggal pajak penghasilan (PPh) badan sebesar 30% akan memberatkan pengusaha. Selama ini cukup banyak pengusaha yang membayar PPh dengan tarif 15% dan 20%." "Sedangkan, bagi pengusaha kecil dan menengah (UKM) yang akan dikenai tarif tunggal PPh sebesar 10%, itu sangat meringankan. Tapi bagaimana dengan perusahaan yang biasa membayar 15% dan 20%, di luar UKM," katanya Pernyataan itu menanggapi usulan Ditjen Pajak yang telah dituangkan dalam draf RUU Pajak yang baru. Selama ini, pengusaha membayar PPh 15% bila perusahaannya memperoleh laba bersih di bawah Rp 50 juta, dan 20% untuk Rp 50 juta dan 30% di atas Rp 50 juta. Lewat RUU itu, Ditjen Pajak mengusulkan agar diberlakukan tarif tunggal untuk PPh badan. Yakni 10% untuk UKM dan 30% untuk non-UKM.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

155

Selain mengusulkan tarif tunggal, Ditjen Pajak juga memberikan fasilitas perpajakan bagi sektor usaha tertentu. Hal itu dilakukan guna menarik minat investor melakukan bisnis di Indonesia. Di antara fasilitas perpajakan itu, yakni penghapusan kadaluarsa dipercepat dari 10 tahun menjadi lima tahun. Di samping itu, Ditjen Pajak juga memperpanjang kompensasi kerugian dari lima tahun menjadi paling lama 10 tahun. Sementara itu, pengusaha yang mendapat kredit investasi sebesar 30% dibebaskan dari pembayaran pajak selama enam tahun. Tarif PPh atas dividen turun dari 20% menjadi 10%. (Diadaptasi dari berbagai artikel yang diterbitkan Investor Daily Ind.) Diskusikan efek-efek yang mungkin timbul di Indonesia seandainya tarif pajak tunggal diterapkan!

§

§

§

§

§

Pertumbuhan ekonomi tidak diakibatkan oleh peningkatan konsumsi. Justru sebaliknya, pertumbuhan ekonomi sebagai faktor yang mendorong jumlah total konsumsi sebagai akibat dari meningkatnya jumlah daya beli masyarakat. Untuk itu, sebaiknya kebijakan publik tidak mengedepankan motif yang berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan jalan mendorong konsumsi. Kebijakan pajak yang berdampak positif pada jangka pendek biasanya berdampak positif pula pada jangka panjang. Sebagai contoh, insentif pajak investasi dalam jangka pendek akan menarik minat pemodal masuk ke dalam negeri. Secara jangka panjang, faktor produksi tersebut akan juga mendorong pertumbuhan ekonomi agregat menjadi lebih baik. Efisiensi belanja negara penting dilakukan. Meskipun beberapa pos-pos belanja negara membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi seperti penyediaan keamanan dan penegakan hukum, studi membuktikan bahwa banyak pengeluaran publik yang justru berefek negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Efisiensi belanja negara dapat dilakukan dengan merampingkan struktur pemerintahan. Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh investasi yang produktif. Dana investasi terutama diambil dari tabungan masyarakat. Investasi dan tabungan, keduanya dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Sedangkan tarif pajak adalah salah satu faktor yang mempengaruhi suku bunga. Untuk itu perlu dikembangkan kebijakan pajak yang mendorong iklim investasi dan menabung. Defisit belanja negara dapat berpengaruh pada turunnya tingkat suku bunga. Tetapi pengaruhnya kurang signifikan dibanding pengaruh faktorfaktor lain seperti pasar modal. Riset akademis yang dihasilkan menunjukkan bahwa tidak ada korelasi positif antara anggaran surplus, berimbang, atau defisit dengan tingkat suku bunga.

156

Bab 8: Keadilan dan Dampak Perpajakan

Inti dari sembilan petunjuk di atas adalah segala upaya kebijakan pajak seharusnya difokuskan pada pertumbuhan ekonomi nasional dengan memberikan insentif pada aktivitas-aktivitas produktif nasional. Walaupun di beberapa negara penurunan tarif pajak justru dapat meningkatkan penerimaan negara dan pertumbuhan ekonomi, penurunan tarif bukanlah satu-satunya cara yang dapat diambil pemerintah.

KRITERIA STRUKTUR PAJAK YANG BAIK
Kebijakan perpajakan akan memberi dampak yang signifikan jika disusun secara komprehensif, dengan mempertimbangkan seluruh dampak yang dapat ditimbulkan pada level ekonomi makro. Seperti dikutip dari Musgrave (1989), kriteria yang bisa menentukan baik tidaknya sebuah kebijakan perpajakan dapat dilihat sebagai berikut: § Penerimaan/pendapatan harus ditentukan dengan tepat. § Distribusi beban pajak harus adil. Setiap orang harus dikenakan pajak sesuai dengan kemampuannya. § Penanggung akhir beban pajak harus menjadi pokok perhatian. § Peraturan perpajakan harus mendukung kebijakan perekonomian dan mendorong pasar yang efisien. § Struktur pajak harus memudahkan penggunaan kebijakan fiskal untuk mencapai stabilisasi dan pertumbuhan ekonomi. § Sistem pajak harus menerapkan administrasi yang wajar dan mudah dipahami oleh wajib pajak. § Biaya administrasi dan biaya-biaya pembayaran pajak lainnya harus dibuat serendah mungkin. Penerimaan pajak harus dirumuskan secara tepat, merefleksikan kemampuan membayar dari seluruh wajib pajak yang ada sehingga tidak terlalu besar atau terlalu kecil. Jika jumlah yang ditetapkan terlalu besar, dikhawatirkan investor tidak akan mau menanamkan modalnya di dalam negeri. Hal ini akan mengakibatkan multiplier efek yang diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi tidak tercapai, pada akhirnya, jumlah target penerimaan pajak tidak akan pernah tercapai. Sebaliknya jika jumlah yang ditetapkan terlalu kecil, dikhawatirkan jumlahnya tidak akan dapat membiayai kegiatan-kegiatan pemerintah yang bermanfaat dalam menciptakan value yang dapat merangsang perputaran gerak roda ekonomi. Keadilan perpajakan pada intinya adalah bahwa beban pajak harus terdistribusi sedemikian rupa sehingga target pencapaian penerimaan pajak

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

157

bisa diimbangi dengan mengurangi kesenjangan pendapatan golongan masyarakat yang kaya dengan golongan masyarakat miskin. Kecilnya kesenjangan ini akan bisa mendorong stabilisasi yang kondusif bagi perbaikan ekonomi nasional. Adanya kemungkinan peralihan beban pajak kepada penanggung akhir, perlu dilakukan pengkajian mendalam dengan melakukan simulasi secara menyeluruh untuk dapat memperoleh gambaran dampak pembebanan penanggung akhir terhadap stabilisasi ekonomi. Untuk itu, perlu dibuat aturanaturan teknis yang sederhana sehingga akan dapat menghindarkan terjadinya salah sasaran. Jika pajak diterapkan atas produk-produk tertentu, hal ini perlu dikaji serius mengenai elastisitas permintaan dan penawarannya dalam ekonomi pasar. Ekonomi yang terus tumbuh dan pasar yang efisien harus terus dijaga agar kemakmuran masyarakat tidak rusak akibat adanya penerapan kebijakan perpajakan. Kemungkinan pergeseran titik ekuilibrium kurva permintaan dan penawaran harus terus diantisipasi dan terus diawasi dengan memasukkan unsur-unsur spesifik para pelaku ekonomi setempat. Kebijakan perpajakan harus tetap mengindahkan konsep stabilitas ekonomi. Harus dapat ditentukan pada awal perumusan kebijakan bahwa implementasinya pada akhirnya akan meminimalkan gejolak ekonomi, misalnya dengan adanya kegiatan sosialisasi yang memadai. Ekonomi yang sering bergejolak biasanya tidak menguntungkan iklim investasi. Dengan kata lain, investor-investor terutama para pemodal asing sangat mengharapkan adanya kepastian iklim berusaha. Segala kebijakan harus mengacu pada kesederhanaan. Rumusan-rumusan yang dipakai harus menghindari kesalahpahaman massal yang menyebabkan kekacauan pada proses administrasi. Simulasi terhadap bakal munculnya kekeliruan yang tidak diharapkan harus disiapkan secara matang. Simulasi tersebut bisa menggunakan beberapa skenario yang berbeda dan mengamati hasilnya. Segala biaya yang tidak berkaitan langsung dengan beban pajak sesungguhnya harus diminimalkan. Hal ini untuk memberikan kepastian berusaha bagi para pemilik modal dalam rangka menghitung proyeksi keuntungan investasi. Dengan demikian, risiko biaya tinggi yang tidak terduga akibat penyelewengan peraturan oleh oknum pelaku ekonomi bisa dieliminasi.

RANGKUMAN

158 §

Bab 8: Keadilan dan Dampak Perpajakan

§

§

§

§

§ §

§ §

§

§

Tidak ada suatu kebijakan yang bisa memuaskan seluruh pelaku ekonomi. Suatu kebijakan dianggap adil jika dilihat dari satu sisi, tetapi kurang adil dari sisi yang lain. Menurut prinsip manfaat (benefit principle), suatu sistem pajak dikatakan adil bila kontribusi yang diberikan oleh setiap wajib pajak sesuai dengan manfaat yang diperoleh dari jasa-jasa pemerintah. Prinsip kemampuan membayar (ability to pay principle) menginginkan sistem pajak dipisahkan dari sisi pengeluaran publik. Pendekatan kemampuan membayar ini lebih baik dalam hal mengatasi masalah redistribusi, tetapi mengabaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan penyediaan jasa-jasa publik. Prinsip keadilan perpajakan didasarkan pada distribusi pengenaan pajak untuk memenuhi belanja publik yang mana harus didasarkan pada proporsi kekayaan dan pendapatan masyarakat. Keadilan vertikal adalah prinsip keadilan dimana pengenaan pajak untuk memenuhi belanja publik harus didasarkan pada proporsi kekayaan dan pendapatan masyarakat. Keadilan horizontal adalah prinsip keadilan dimana pengenaan pajak terhadap seseorang harus lebih rendah dari kemampuannya membayar. Excess Burden adalah tambahan biaya yang membebani masyarakat di atas jumlah pajak yang seharusnya dibayar. Excess burden disebabkan adanya kelebihan biaya pajak yang bersedia dibayar pembeli dibanding jumlah yang diterima oleh penjual. Tax Incidence adalah teori yang mempelajari pelaku ekonomi mana yang sesungguhnya menanggung beban pajak. Pada kondisi inflasi, kebijakan pajak dapat digunakan untuk mengurangi konsumsi dengan jalan menghambat investasi dan memberi insentif pada tabungan. Pada kondisi deflasi, kebijakan pajak dapat digunakan untuk mendorong konsumsi dengan jalan memberi insentif investasi dan memajaki tabungan. Pajak dapat menyebabkan pergeseran penggunaan faktor-faktor produksi dengan mengubah pola produksi sehingga menghasilkan barang-barang yang lebih rendah biaya produksinya akibat tarif pajak yang lebih kecil atau beralih produksi. Bagi sebagian orang, pajak dapat menimbulkan disinsentif untuk bekerja. Tetapi reaksi individu terhadap pengenaan pajak lebih banyak ditentukan oleh elastisitas penawaran usaha. Elastisitas penawaran yang tinggi,

Terangkan bagaimana insentif pajak dapat mempengaruhi komposisi produksi suatu perusahaan! 7. Definisikan Tax Incidence! Dan jelaskan konsep Statutory Incidence dan Economic Incidence yang terdapat dalam Tax Incidence! 6. Apa yang dimaksud dengan Excess Burden? Apa sebab muncul dan bagaimana akibat yang dapat ditimbulkannya? 5. Jelaskan dalam kondisi yang bagaimana penurunan pajak tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional! 9. 2. LATIHAN 1. Jelaskan dengan singkat dampak perpajakan terhadap distribusi pendapatan! 8.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 159 dimana dengan turunnya pendapatan. Bagaimana kebijakan pajak yang berdampak positif dalam jangka pendek dapat pula berdampak positif dalam jangka panjang? Jelaskan dengan contoh! 10. Apa yang dimaksud dengan pajak kekayaan bersifat regresif? Mengapa inflasi tidak dapat mempengaruhi pengenaan pajak penjualan? Faktor apa saja yang memungkinkan seseorang mendapat hak atas pengecualian pajak? 4. justru akan mendorong kemauan kerja yang lebih besar. Jelaskanlan bagaimana suatu investasi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara! . 3.

peraturan perpajakan Belanda dipergunakan kembali dengan melakukan penataan dan perluasan seperlunya. Yang ada hanyalah kantor iuran negara yang menerima pembayaran pajak dari beberapa pedagang. tidak ada pungutan pajak yang berarti dapat dikumpulkan. Sehingga . Pertama kali diberlakukan dikenal dengan nama Pajak Pendapatan 1932 atau Inkomsten Belasting 1932. Selama masa revolusi. peraturan pajak ini diubah dengan Ordonansi Perpajakan tahun 1944 yang digunakan oleh Pemerintah Kolonial Jepang untuk melakukan pungutan-pungutan terhadap hasil pertanian sebagai pajak. Setelah kedaulatan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia. Pada tahun 1944.PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK PRIBADI Pajak penghasilan pertama kali diberlakukan di Indonesia sebagai suatu sistem perpajakan integral yang diterapkan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Setelah reformasi perpajakan tahun 1983. Saat ini sedang berlangsung perubahan dan perbaikan yang keempat berkaitan dengan program reformasi perpajakan Indonesia. pajak-pajak berdasarkan peraturan perpajakan Belanda ini disatukan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 yang berlaku sejak 1 Januari 1984. Penghasilan bruto ini kemudian dikurangi dengan pengecualian-pengecualian dan penguranganpengurangan tertentu untuk mendapatkan penghasilan yang akan dikenakan pajak disebut penghasilan neto. Penghasilan Bruto . penghasilan wajib pajak dari semua sumber harus digabungkan menjadi satu angka tunggal ukuran penghasilannya. Pajak Perseroan (PPs) serta Pajak atas Bunga. disebut sebagai penghasilan bruto. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 dan perubahannya (UU Pajak Penghasilan) mendefinisikan penghasilan yang menjadi objek pajak adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak. Penentuan Penghasilan Kena Pajak Konsep utama dalam perhitungan penghasilan kena pajak adalah penghasilan bruto dan penghasilan kena pajak.162 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi sebelum reformasi perpajakan tahun 1983. Undang-Undang ini mengalami perubahan dan perbaikan sebanyak tiga kali. setelah dikurangi sejumlah tertentu yang tidak dikenakan pajak menjadi dasar pengenaan pajak yang akan dikalikan dengan tarif pajak untuk mendapatkan pajak yang menjadi beban bagi wajib pajak. Dividen dan Royalti (PBDR). Penghasilan neto ini. baik yang berasal dari Indonesia maupun luar Indonesia. dapat dipakai untuk konsumsi atau menambah kekayaan wajib pajak yang bersangkutan dalam nama dan bentuk apapun. 1994 dan 2000. yaitu tahun 1991. ATURAN UTAMA Dalam penentuan besarnya pajak penghasilan yang harus dibayar oleh seorang wajib pajak pada satu tahun pajak. pajak-pajak yang berlaku di Indonesia yang dapat dikelompokkan sebagai pajak penghasilan adalah Pajak Pendapatan (PPd).

2. Beberapa penghasilan non kas diabaikan (seperti imputed rent dan capital gain yang belum direalisasikan) dan beberapa penghasilan kas tertentu dikecualikan (seperti pembayaran asuransi dan pensiun).440. Sebagaimana disebutkan dalam undang-undang tersebut. dan sebagainya. dividen. Penghasilan dari usaha dan kegiatan.000) ditambah tiga orang tanggungan (masing-masing Rp1. Beberapa penghasilan tertentu bukan merupakan penghasilan menurut UU Pajak Penghasilan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 163 Dengan beberapa pengecualian seperti yang tertera pada UU Pajak Penghasilan. penghasilan dari praktek profesi. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Untuk wajib pajak pribadi. Variabel utama penentu PTKP adalah jumlah anggota keluarga sampai dengan maksimal 5 orang. Walaupun penghasilan neto dimaksudkan untuk menjadi satu alat ukur yang komprehensif atas posisi penghasilan wajib pajak. hadiah. Penghasilan lain-lain. Penghasilan dari pekerjaan dalam hubungan kerja dan pekerjaan bebas. kenikmatan dalam bentuk natura dengan persyaratan tertentu. Penghasilan sehubungan dengan pekerjaan dilaporkan dalam penghasilan setelah dikurangkan dengan beberapa biaya dan penghasilan yang dikecualikan. wajib pajak dapat mengurangkan biaya-biaya atau pengurangan-pengurangan tertentu untuk mendapatkan penghasilan neto. 3. seperti gaji. seperti pembebasan utang. honorarium. keuntungan penjualan harta atau hak yang tidak dipergunakan untuk usaha. alat ukur ini ternyata tidak sekomprehensif mungkin. yaitu suami/istri. royalti. . seperti warisan atau hibah. berupa harta gerak ataupun harta tak gerak seperti bunga.440. pasangannya. penghasilan dari semua sumber digabungkan untuk menentukan penghasilan bruto. penghasilan neto yang telah dihitung kemudian dikurangkan dengan PTKP. Penghasilan dari modal. dan tiga tanggungan. Penghasilan dari usaha dan pekerjaan bebas dimasukkan dalam penghasilan neto setelah dikurangkan biaya-biaya. kecuali bila pasangannya tidak berpenghasilan maka PTKP-nya Rp1. Dari angka penghasilan ini. dan ganti kerugian asuransi.000). dan lain sebagainya. PTKP yang berlaku saat ini adalah wajib pajak dan pasangannya (masing-masing Rp2.880. sewa. dan sebagainya.000. penghasilan ini akan meliputi: 1. 4. Tidak semua penghasilan dari berbagai sumber harus dilaporkan sebagai penghasilan.

164 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi Penerapan Tarif Pajak Pajak dihitung dengan menerapkan angka tarif pada skedul tarif pajak dengan angka penghasilan neto setelah dikurangi PTKP. tarif pajak yang ditetapkan antara 15% sampai dengan 35%. yaitu suatu sistem yang memberikan kewenangan kepada wajib pajak untuk menghitung dan melaporkan besarnya pajak penghasilan yang terhutang sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan pajak yang berlaku. sejak tahun 1995 tarif pajak diturunkan antara 10% sampai dengan 30%. Satu aspek prosedural yang juga penting adalah sistem pemungutan (pemotongan) yang didasarkan pada dua alasan utama yaitu prinsip kemudahan mengenakan pajak pada saat perolehan penghasilan (ability to pay) dan peningkatan ketaatan dari wajib pajak dengan mengharuskan pihak lain sebagai sumber penghasilan (pembayar) untuk bertindak atas nama negara memungut pajak tersebut. Batas waktu penyerahan SPT Tahunan adalah tiga bulan setelah tahun pajak berakhir. dapat dianggap bahwa penghasilan sampai sebesar PTKP ini dikenakan tarif pajak nol persen. Prosedur Pembayaran Sistem penetapan pajak penghasilan di Indonesia dikenal dengan sebutan self assessment. Sejak tahun 1983 sampai dengan 1994. Oleh karena itu. Skedul tarif ini ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan dalam bentuk tarif marjinal yang berlaku untuk tingkatan penghasilan yang naik secara berurutan. Kewajiban Menyerahkan SPT Kewajiban menyerahkan SPT Tahunan pajak penghasilan diberlakukan kepada semua wajib pajak yang telah memiliki NPWP. Wajib pajak tersebut adalah mereka yang mempunyai penghasilan neto lebih kecil dari PTKP atau yang memperoleh penghasilan hanya dari satu pemberi kerja. tidak diwajibkan untuk menyerahkan SPT Tahunan. dan membayarkan beban pajaknya sesuai dengan peraturan dan perundangundangan pajak yang berlaku tersebut. Bersamaan . melaporkan. Wewenang otoritas pemungut pajak (dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak) adalah memastikan bahwa wajib pajak telah menghitung. pada saat wajib pajak harus menyerahkan pembayaran terakhir untuk pajak-pajak yang terutang pada tahun pajak yang telah berakhir atau menagih pengembalian pajak. Oleh karena penghasilan sampai PTKP tidak dikenakan pajak. hanya wajib pajak yang tidak wajib memiliki NPWP. Oleh karena itu. ada dua hal penting berkenaan dengan aspek prosedural utama pajak penghasilan: penyerahan SPT dan audit.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memiliki wewenang untuk memeriksa kebenaran perhitungan SPT Tahunan dari wajib pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan pajak yang berlaku. Ketika wajib pajak memperoleh penghasilan. Pada waktu-waktu tertentu kelompok wajib pajak tertentu akan diperiksa. pengasuhan anak. Untuk itu DJP melakukan pemeriksaan atas SPT-SPT yang dilaporkan. Walaupun begitu. Penerimaan pajak negara berfluktuasi sesuai dengan perubahan penghasilan masyarakat yang merupakan bagian utama dari pendapatan nasional. walaupun dibantu oleh fasilitas komputer dan tenaga audit yang dimilikinya. Dalam memeriksa aritmatika perhitungan pajaknya. termasuk ketaatan pembayarannya. cakupan auditnya terbatas. perawatan orang tua. Dengan sistem ini. pembayaran pajak menjadi sangat responsif terhadap perubahan dalam tingkat penghasilan pribadi yang merupakan hal penting bagi efektivitas kebijakan stabilisasi. Dengan sistem pemotongan pajak ini.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 165 dengan penyerahan SPT. pembayaran pajak lebih berkaitan dengan tingkat penghasilan tahun berjalan daripada tingkat penghasilan tahun lalu. kredit pajak merupakan pengurangan pajak yang diberikan atas aktivitas tertentu yang dilakukan oleh wajib pajak. Oleh karena itu. Biaya untuk mengaudit semua SPT tersebut akan sangat besar. Pemotongan Pajak (Withholding) Sebagian besar pajak dipungut dengan cara dipotong oleh pihak yang melakukan pembayaran dengan alasan kemudahan untuk melakukan pungutan. dan lain-lain. DJP tidak dapat mengaudit semua SPT yang diterima. . wajib pajak menyerahkan estimasi pajak penghasilan yang harus dibayar tahun berikutnya. seperti melakukan investasi. Sistem pemotongan pajak juga memastikan ketaatan sepenuhnya karena pernyataan penghasilan tidak diberikan sepenuhnya hanya kepada wajib pajak. dan setoran pajak penghasilan masa tahun berikutnya itu didasarkan pada informasi estimasi ini. dari sisi ilmu keuangan negara. Sementara itu. SPT yang melaporkan hal-hal yang tidak biasa (misalnya biaya yang mengurangi penghasilan yang sangat besar atau sumber penghasilan yang tidak biasa) dapat diaudit. pemeriksaan sampel secara acak digunakan untuk membuat wajib pajak tetap patuh pada peraturan perpajakan. saat itu pula ia harus menyerahkan sebagian penghasilannya untuk beban pajaknya. Audit Seperti dikemukakan sebelumnya. Di Indonesia. pajak-pajak yang dipungut oleh pihak-pihak yang melakukan pembayaran ini disebut sebagai kredit pajak bagi wajib pajak. misalnya dokter atau pengusaha retail.

Definisi ini sama dengan definisi penghasilan (income) oleh ahli ekonomi Robert M. sistem pemotongan pajak juga menimbulkan biaya tersendiri. Dengan membuat saldo awal modal perusahaan menjadi tetap. Jika tarif pajak yang dipotong ditetapkan cukup tinggi untuk mendapatkan penerimaan pajak setinggi-tingginya. merupakan subset dari accretion income. yang sampai saat ini menjadi definisi penghasilan yang paling diterima dalam ilmu ini. harus mengembalikan kelebihan pemotongan ini kepada para wajib pajak tertentu tersebut. Pemerintah. Konsep accretion income ini berakar dari praktek pembukuan masa merkantilisme di Eropa yang telah menjadi bagian dari prinsip akuntansi sampai sekarang. yaitu memudahkan pengusaha untuk membandingkan berbagai aktivitas bisnis dengan suatu standar yang tetap dan menunjukkan sejarah akumulasi modal perusahaan yang dapat menunjukkan prospek kemampuan memperoleh penghasilan di masa depan. Dari sisi manajemen bisnis. Apresiasi pada modal hanya dicatat ketika direalisasikan sedangkan depresiasi pada modal diperkirakan dan dicatat pada setiap periode akuntansi. Sebelum adanya pajak penghasilan. yaitu accretion income. Simons. praktek akuntansi dewasa ini memperlakukan kenaikan dan penurunan modal tersebut dengan cara berbeda.166 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi Pada saat yang sama. praktek ini memiliki dua keuntungan. istilah accretion income disinonimkan dengan tambahan kemampuan ekonomis atau kenaikan total kekayaan seseorang.” Walaupun demikian. Konvensi ini berkembang dalam praktek pembukuan di mana suatu pos “modal” dibuat tetap selama periode akuntansi. para ahli ekonomi menggunakan istilah yield income untuk merujuk pada pengertian penghasilan dalam ilmu ekonomi. kelebihan pemotongan pajak akan dialami oleh para wajib pajak tertentu sehingga para wajib pajak ini yang secara riil memberikan pinjaman bebas bunga kepada pemerintah. PRINSIP-PRINSIP DEFINISI PENGHASILAN Konsep penghasilan dasar yang menjadi penentuan kewajiban pajak penghasilan dalam prakteknya adalah penghasilan neto. Menurut Irving Fisher dalam buku klasiknya The . Seberapa baikkah penghasilan neto digunakan sebagai suatu ukuran kapasitas pajak? UU Pajak Penghasilan di Indonesia mendefinisikan penghasilan sebagai tambahan kemampuan ekonomis yang diperoleh wajib pajak dari sumber mana pun yang dapat dipakai untuk konsumsi atau menambah kekayaannya. Dalam buku ini. setiap akumulasi (apresiasi) modal diperlakukan sebagai “penghasilan” dan penurunan nilai (depresiasi) modal diperlakukan sebagai “penghasilan negatif. Yield income adalah jasa-jasa yang dihasilkan oleh modal. Haig dan Henry C. dalam hal ini DJP.

Terminologi yield income ini mirip dengan (walau tidak sama persis) konsep penggunaan uang yang diperoleh untuk konsumsi. tetapi tidak dapat pada kedua waktu tersebut. suatu pengukuran atas stok. Semua tambahan kemampuan ekonomis (accretion) harus dimasukkan. penerapan tarif yang progresif tidak dapat menghasilkan efek yang diharapkan yaitu mengadaptasi pajak pada kemampuan membayar wajib pajak. Kita tidak perlu mempertimbangkan bagaimana tambahan kemampuan ekonomis tersebut digunakan. Kekayaan dalam ukuran jangka waktu merupakan konsep ekonomi dari penghasilan. yaitu tambahan kemampuan ekonomis dan konsumsi. tambahan kemampuan ekonomis sebagai indeks kapasitas pajak seseorang. Selain itu. Penghasilan Bruto versus Penghasilan Neto Seperti telah dikemukakan sebelumnya. baik teratur ataupun fluktuatif.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 167 Nature of Capital and Income (1908). suatu pengukuran atas aliran. Bila kita memilih tambahan kemampuan ekonomis sebagai basis pajak. konsep tambahan kemampuan ekonomis ini akan dianalisis secara mendalam apa implikasinya dalam praktek dan bagaimana konsep ini diterapkan secara memuaskan dalam perhitungan penghasilan neto. Irving Fisher menyatakan bahwa kekayaan menunjukkan dua aspek bila dikaitkan dengan waktu. Pandangan pajak penghasilan ini banyak diterima oleh berbagai kalangan dewasa ini. diharapkan ataupun tidak diharapkan. . yaitu stok kekayaan dan aliran kekayaan. baik terealisasi ataupun tidak terealisasi. Tanpa penggabungan ini. Konsep ini berakar dari praktek akuntansi selama berabad-abad oleh karenanya banyak inkonsistensi yang terjadi pada 1 Menurut para ahli ekonomi.1 Dengan demikian. penghasilan dari semua sumber harus diperlakukan secara seragam dengan cara digabungkan sebagai penghasilan global yang kemudian akan dikenakan tarif pajak. Pada dasarnya. Sekarang. Orang dapat mengukur kekayaan pada suatu waktu tertentu atau sepanjang waktu tertentu. harus didefinisikan sebagai kenaikan total atas kekayaan seseorang. Ekivalensi ini bersumber dari fakta yang sangat penting bahwa modal tidak dapat dipisahkan dari penghasilan karena modal dan penghasilan saling terkait secara resiprokal. yield income terdiri dari uang yang diperoleh tetapi tidak disimpan dan pengurangan sumber daya untuk digunakan. apakah akan diinvestasikan atau dikonsumsi. Kekayaan yang diukur pada suatu waktu tertentu merupakan konsep ekonomi dari modal. dalam konsep basis pajak ada dua kandidat utama sebagai basis pajak untuk pajak penghasilan pribadi. konsep penghasilan yang mendapat banyak penerimaan dalam praktek pajak penghasilan di dunia adalah konsep tambahan kemampuan ekonomis. penghasilan dan modal merupakan kategori yang mutually exclusive. kedua ukuran tersebut ekivalen karena nilai ekonomis dari modal sama dengan nilai tunai dari nilai ekonomis dari aliran penghasilan di masa depan yang diharapkan.

ada kredit pajak bagi wajib pajak yang memperoleh penghasilan dari pekerjaan tetapi wajib pajak . peraturan perundang-undangan juga membolehkan wajib pajak mengurangkan biaya-biaya yang berkaitan dengan pekerjaan.168 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi penentuan penghasilan kena pajak terkait dengan inkonsistensi penentuan penghasilan dalam praktek akuntansi. ada konsistensi dalam perlakuan biaya modal. para wajib pajak dapat memperlakukannya untuk mengurangi kewajiban pajak beberapa tahun yang akan datang. dalam praktek-praktek perpajakan ada perbedaan perlakuan pajak antara penghasilan dari pekerjaan (upah dan gaji) dan penghasilan dari modal. penghasilan dalam konsep tambahan kemampuan ekonomis (accretion concept) harus diukur dalam satuan penghasilan neto yaitu penghasilan setelah dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan. Pada beberapa negara maju. Oleh karena itu. maka setiap pengurangan kemampuan ekonomis juga harus dipandang sebagai penghasilan negatif. Walaupun peraturan perundang-undangan tidak memberikan fasilitas pengembalian pajak. Karena tambahan kemampuan ekonomis dirancang untuk mengukur konsumsi dan kenaikan dalam kekayaan bersih. Akan tetapi. pemerintah harus konsisten memperlakukan keduanya. Untuk wajib pajak pribadi. Penghasilan dari pekerjaan harus dikenakan beban pajak yang lebih ringan. Peraturan perpajakan mendefinisikan penghasilan yang akan dikenakan pajak sebagai penghasilan neto karena biaya-biaya yang terjadi dalam memperoleh penghasilan pada umumnya dikurangkan dari penghasilan dengan beberapa pembatasan biaya-biaya tertentu tidak boleh dikurangkan. Sebagaimana dalam pembukuan dimana penghasilan diukur dalam jumlah laba bersih. kerugian harus dapat diperlakukan sebagai pengurangan sepenuhnya. Agar konsisten dengan konsep tambahan kemampuan ekonomis. Kerugian mengurangi kekayaan bersih sebagaimana keuntungan meningkatkannya. Akan tetapi. Walaupun ada pengecualian-pengecualian tertentu. sama seperti dalam praktek akuntansi. Penghasilan atas Modal (Capital Income) versus Penghasilan sehubungan dengan Pekerjaan (Labor Income) Konsep tambahan kemampuan ekonomis tidak mempedulikan asal dari penghasilan. seperti biaya jabatan dan iuran pensiun. kerugian operasi harus dikurangkan dalam menentukan penghasilan neto dari kegiatan usaha. pada umumnya penghasilan yang dapat dikenakan pajak telah dinyatakan dalam satuan penghasilan neto. Biaya bunga boleh dikurangkan tetapi dividen tidak boleh dikurangkan. Oleh karenanya.

Direalisasikan atau tidak adalah pilihan portofolio bagi investor dan tidak boleh mempengaruhi penghasilan yang diukur untuk keperluan perpajakan. Penghasilan yang Terakumulasi versus Penghasilan yang Terealisasi Bila konsep tambahan kemampuan ekonomis diterapkan secara konsisten. dan hasil penjualan aset) ataupun terakumulasi dalam bentuk kenaikan nilai aset yang tidak dijual. Cara kedua ini memunculkan apa yang disebut penghasilan dalam bentuk natura atau imputed income. penghasilan dalam bentuk natura atau imputed income tidak dikenakan pajak penghasilan. kemampuan ekonomis harus diukur dengan satuan riil pada awal dan akhir tahun sehingga inflasi harus diperhitungkan. Hal ini dinilai sebagai ketidakkonsistenan penerapan konsep penghasilan ini. Penghasilan Riil versus Penghasilan Nominal Dengan adanya inflasi. Tidak boleh ada perbedaan apakah penghasilan tersebut telah diterima secara kas (seperti gaji. kenaikan kemampuan ekonomis pada akhir tahun yang diukur dalam satuan uang tidak seluruhnya merupakan tambahan kemampuan ekonomis dalam satuan riil. memberlakukan pengaturan pajak seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. upah. Secara nominal. setiap tambahan kemampuan tersebut baik sudah diterima dalam bentuk uang ataupun belum harus diakui sebagai penghasilan. kenaikan dalam penghasilan uang yang sepadan dengan kenaikan harga-harga bukan merupakan kenaikan dalam penghasilan riil.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 169 yang hanya memperoleh penghasilan atas modal tidak memperoleh kredit pajak ini. Praktek-praktek yang tidak konsisten ini berakar dari praktek akuntansi yang menjadi acuan otoritas perpajakan. kewajiban pajak dalam satuan riil sama dengan nol. Dengan demikian. Hal inilah yang menjadi bagian dari topik kontroversial untuk pengenaan pajak capital gains. yaitu membuat aset tersebut memberikan penghasilan kas atau mengkonsumsi aset tersebut jangka panjang. Penghasilan dalam Bentuk Natura atau Imputed Income Karena sulitnya menghitung berapa besarnya penghasilan. Dalam situasi ini. Wajib pajak dapat menggunakan aset yang dimilikinya dengan dua cara. Contohnya rumah yang dimiliki wajib pajak dapat disewakan kepada pihak lain dengan mendapatkan .

170 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi penghasilan sewa yang dikenakan pajak. Alasan kepraktisan yang paling utama adalah memasukkan penghasilan ini ke dalam penghasilan neto memunculkan permasalahan serius dalam hal pengukuran dan hal-hal lain yang harus diperhitungkan ketika memberlakukan pajak penghasilan atas dasar rumah tangga. dalam bentuk ‘santai’ harus dimasukkan ke dalam basis pajak. memelihara anak. Penerapan imputed income pada dasarnya dapat dilakukan seluas mungkin akan tetapi untuk alasan-alasan praktis hal tersebut tidak mungkin dilakukan. secara konseptual. Akan tetapi. ada beberapa penghasilan yang diterima dalam bentuk natura yang tidak diperhitungkan sebagai penghasilan dalam peraturan pajak. memperbaiki rumah) merupakan imputed income bagi rumah tangga. . Pengabaian ini menyebabkan ketidakadilan perlakuan pajak bagi pemilik rumah dan penyewa. jasa rumah tangga yang dilakukan ibu atau bapak rumah tangga sendiri (seperti memasak. ia memperoleh penghasilan tersebut dan sekaligus mengkonsumsikannya dengan bersantai. Karena kenaikan kemampuan (accretion) didefinisikan sebagai peningkatan kekayaan bersih dan konsumsi. wajib pajak tersebut sama saja dengan memperoleh penghasilan sewa (dari dirinya sendiri) atau disebut juga “imputed rent” yang jumlahnya sama dengan penghasilan yang ia dapatkan apabila ia menyewakan rumahnya. Beberapa negara Eropa mengenakan pajak atas imputed rent ini kepada pemilik rumah yang mendiami rumahnya sendiri dengan data dari pajak atas kekayaan yang selalu menunjukkan nilai dari rumah tersebut. penghasilan daLam bentuk natura dapat digunakan oleh wajib pajak sebagai sarana untuk menghindari pajak. penghasilan tersebut dikenakan pajak. Permasalahan yang lebih rumit lagi adalah pilihan antara bekerja atau bersantai (tidak bekerja). Selain imputed rent. seperti mengkonsumsi tanaman dari kebun sendiri. Bila ia bersantai. fasilitas kendaraan kantor atau fasilitas perumahan dan akomodasi di daerah terpencil. nilai dari konsumsi yang imputed tersebut harus dimasukkan ke dalam basis pajak. ia memperoleh penghasilan dalam bentuk uang. implementasi dari aturan ini tidak akan mungkin dapat dilakukan. Apabila penghasilan tersebut dapat diuangkan (diterima dalam bentuk uang). secara logika ekonomi ia memperoleh penghasilan sebesar apabila ia bekerja. Apabila rumah tersebut didiami wajib pajak sebagai pemiliknya. membersihkan halaman. seperti dalam fasilitas kendaraan kantor yang dapat diganti dengan tunjangan biaya transportasi. Jika seseorang memutuskan untuk santai (tidak bekerja). mencuci. Bila ia bekerja. Contohnya. Dengan demikian. Logika tambahan kemampuan ekonomis (accretion) menyatakan bahwa penghasilan yang diterima dalam bentuk natura.

jadi bukan merupakan biaya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 171 Penghasilan versus Transfer Dari sudut pandang ahli ekonomi. bantuan. Juga. Penghasilan Teratur versus Penghasilan Tidak Teratur . yang juga menyatakan nilai dari output yang diproduksi oleh faktor-faktor tersebut. juga tidak dikenakan pajak penghasilan. bukannya penggunaan. pendapatan nasional adalah jumlah dari pendapatan faktor selama satu periode. Transfer yang diterima dari pemerintah atau sumber-sumber swasta (seperti donasi dan hibah) bukan merupakan komponen penghasilan dalam istilah pendapatan nasional. Hal ini sesuai dengan konsep penghasilan menurut Irving Fisher. dengan demikian harus dimasukkan ke dalam basis pajak penghasilan bagi penerimanya. dan karenanya harus menjadi bagian dari penghasilannya. Transfer seperti ini tidak dikurangkan dari penghasilan oleh pemberi dan juga tidak dilaporkan sebagai penghasilan oleh penerima. Konsep tambahan kemampuan ekonomis mengenakan pajak pada sumbernya. Perlakuan pajak atas transfer seharusnya tidak mengikuti aturan dalam perhitungan pendapatan nasional. Warisan dan Hibah Transfer pribadi. transfer ini merupakan bentuk penggunaan penghasilan. Sumbangan. Oleh karenanya. tidak dikenakan pajak penghasilan. Jika hal ini dilakukan. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. Hal ini sebenarnya menyalahi konsep tambahan kemampuan ekonomis karena semua transfer tersebut menambah kemampuan penerimanya akan sumber daya. perolehan warisan atau hibah merupakan tambahan kemampuan ekonomis bagi penerima. Dalam konsep tambahan kemampuan ekonomis (accretion). tidak ada keharusan bahwa basis pajak agregat sama dengan penghasilan total yang didefinisikan dalam pendapatan nasional. seperti juga tambahan kemampuan ekonomis dari sumbersumber lain. pajak penghasilan menganut definisi accretion income yang dikemukakan oleh Haig-Simons. penghasilan kena pajak seseorang tidak harus sama dengan bagiannya dalam pendapatan nasional dan juga total penghasilan kena pajak dalaM suatu negara harus sama dengan total pendapatan nasional. apakah transfer seperti ini harus dikurangkan dari basis penghasilan pajak pemberi? Apabila mengacu pada konsep tambahan kemampuan ekonomis sepenuhnya. Transfer oleh pemerintah. Bantuan. seperti sumbangan. seperti subsidi sekolah dan subsidi kesehatan. warisan dan hibah.

Penghasilan jasa konstruksi dan jasa konsultan. Penghasilan-penghasilan yang Dikenakan Pajak Final Untuk memudahkan penagihan dan meningkatkan ketaatan pajak pada beberapa transaksi tertentu berlaku tarif pajak final. karena pengenaan pajak menggunakan tarif pajak yang progresif perlakuan pajak cenderung diskriminatif terhadap penghasilan yang tidak teratur ini. Preferensi pajak dapat dibagi dalam tiga kategori yaitu. Pada kenyataannya. walaupun belum ada penghasilan karena transaksi tersebut belum tentu . Penyimpangan ini disebut juga sebagai preferensi pajak yang menyebabkan perbedaan antara jumlah penghasilan kena pajak dengan ukuran penghasilan yang komprehensif. Oleh karena itu. pajak langsung dibayarkan dengan sistem pemotongan dan tidak dapat dikreditkan dalam perhitungan pajak penghasilan akhir. Penghasilan yang diperoleh dari hak atas tanah dan bangunan. Pada transaksi-transaksi ini. PRAKTEK DEFINISI PENGHASILAN: PENGECUALIAN Peraturan perundang-undangan perpajakan banyak menunjukkan penyimpangan dari prinsip tambahan kemampuan ekonomis.172 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi Beberapa pendapat menyatakan bahwa penghasilan tertentu yang tidak teratur dan tidak diharapkan sebaiknya tidak dimasukkan dalam penghasilan yang dikenakan pajak dengan berbagai alasan yang tidak begitu kuat. Penghasilan yang teratur cenderung dikenakan tarif pajak yang lebih rendah daripada penghasilan yang tidak teratur. penghasilan yang tidak teratur dan penghasilan yang teratur sama pengaruhnya bagi kemampuan wajib pajak. tidak ada alasan untuk membedakannya. Beberapa penghasilan yang dikenakan pajak final adalah: 1. 3. pengecualian. Penghasilan dari transaksi penjualan saham di bursa efek. Penghasilan dari hadiah undian Perlakuan atas pajak final ini sebenarnya melanggar prinsip keadilan pajak. Bagian ini akan membahas kategori pertama. yaitu pengecualian (exclusion). 2. Permasalahan ini dapat dikurangi dengan menerapkan aturan meratakan penghasilan yang tidak teratur tersebut. sebelum tahun 2000. Akan tetapi. pengurangan sebagai biaya dan kredit pajak. Pada transaksi tertentu seperti transaksi penjualan saham di bursa efek. 4.

Setelah menjadi polemik. reksa dana sudah diberikan dispensasi pajak sehingga pemerintah tentunya memiliki pertimbanganpertimbangan tersendiri. tentu reksadana akan menuntut tingkat bunga obligasi lebih tinggi lagi untuk mengompensasi pajak itu. usulan pajak final reksadana menyesakkan dada. Pengenaan pajak untuk reksa dana merupakan tindakan yang sah-sah saja menurut hukum karena hal tersebut adalah bagian dari kewenangan pemerintah. Disamping itu. BES memang mengusulkan agar reksadana juga dikenai Pajak Penghasilan (PPh) 15% atas kupon bunga obligasi. Sumber dana pembiayaan perbankan memang dapat dipakai untuk membiayai kegiatan ekonomi berjangka panjang. Asal tahu saja. sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. peran reksa dana dirasakan sangat penting untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional. Dalam setiap prospektus reksadana. salah satu yang paling dijual sang manajer adalah fasilitas bebas pajak dari penghasilan yang mereka peroleh. Keadilan horizontal dilanggar karena perlakuan ini menghasilkan perbedaan dalam kewajiban pajak pada tingkatan penghasilan tertentu. yakni bertingkat (progresif). seperti PPh capital gain di bursa saham. kalau dipajaki dengan sendirinya nasabah menjadi tidak tertarik lagi untuk membeli reksadana.6 triliun dana yang diputar dalam reksadana. Demikian pula pada transaksi-transaksi yang menguntungkan. APRDI mengusulkan agar pengenaan pajak dilakukan secara final saja. Pajak Final Usulan mengambil pajak dari reksadana obligasi mencuat dan menimbulkan pro-kontra. tentu saja. 60% di antaranya diinvestasikan dalam obligasi. memang. sebenarnya yang diusulkan APRDI bukan pengenaan pajak final atas kupon bunga obligasi." ujarnya. Maksudnya. Pengenaan pajak akan membuat reksadana kehilangan salah satu nilai jualnya. "Kalau tetap diterapkan.tama. Walaupun saat ini tidak ada pajak final untuk pendapatan yang diperoleh dari reksa dana. Keadilan vertikal dipengaruhi karena prinsip progresivitas tidak berlaku pada penerapan pajak final. tapi keuntungan yang diperoleh dari jual beli obligasi." ujar Manajer Portofolio PNM Investment Management." katanya. Masalahnya. "Jadi. Selama ini. masalah pajak adalah sepenuhnya kewenangan pemerintah yang harus dihormati oleh semua pihak. pajak final sebesar 15% atas kupon bunga obligasi hanya diberlakukan bagi transaksi yang melalui perusahaan . Nah. Di tengah-tengah minimnya sumber dana pembiayaan jangka panjang saat ini. tarif pajaknya proporsional seberapa pun besarnya penghasilan (keuntungan) yang didapat. Bagi pengelola reksadana.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 173 memberikan untung. Pertama. dihitung dari nilai transaksi. capital gain dari obligasi bagi perusahaan reksadana dikenai PPh seperti umumnya. "Kami mengusulkan pajak final bagi capital gain. maka upaya tersebut sangat tepat mengingat reksa dana merupakan instrumen investasi jangka panjang yang masih baru sehingga diperlukan insentif tertentu untuk menarik investor. namun kemampuan perbankan untuk membiayai sektor riil yang berjangka panjang juga terbatas sehingga kehadiran reksa dana akan menjadi pendukung perbankan untuk bersama-sama membantu pembangunan ekonomi nasional. Nah. investor tetap berkewajiban untuk membayar pajak atas penghasilan yang diterima dari reksa dana maupun pendapatan lainnya dalam bentuk pajak penghasilan biasa yang harus dilaporkan setiap tahun. menurut pengurus APRDI. Rencana pemerintah untuk mengenakan pajak atas reksa dana haruslah ditanggapi dengan kepala dingin. Selama ini. 46/1996. dari sekitar Rp 5. Apabila tujuan tersebut dalam rangka menggerakkan pertumbuhan reksa dana di Indonesia. menurutnya. wajib pajak sudah diharuskan membayar pajak. Yang aneh. akhirnya dalam UU Perpajakan yang baru muncul pasal yang mengatur soal itu. yang dikenai pajak final bukan kupon obligasinya.

Para ahli ekonomi menyatakan bahwa pengenaan pajak atas laba modal ini merupakan salah satu bentuk kesalahan penerapan konsep penghasilan dalam peraturan perpajakan. laba modal tidak dikenakan pajak. Berkenaan dengan perlakuan pajak terhadap laba modal ini. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. bukan atas labanya. mereka menikmati rente secara tidak langsung. Pada negara-negara yang peraturan perpajakannya mengacu pada konsep penghasilan ini. (Diadaptasi dari: berbagai sumber yang dimuat dalam http://www. Pajak untuk transaksi-transaksi ini bersifat final dan dikenakan atas nilai transaksi. Adapun transaksi obligasi yang dilakukan bank. laba modal dikenakan pajak. dan (2) apakah laba yang tidak direalisasikan harus juga dipajaki. baik keadilan horizontal maupun keadilan vertikal. . dia tidak akan terkena pajak atas kupon yang dicairkan. yaitu yield income. Transaksi tetap dikenakan pajak.kompas. Dengan begitu. Perlakuan ini jelas-jelas melanggar prinsip keadilan pajak. seperti di Inggris dan beberapa negara anggota the Commonwealth. selama ini. dan reksa dana bebas dari pajak itu. pihak reksa danalah yang akan mencairkan kupon tersebut. biarpun tidak menerima pembayaran kupon. Laba modal bukanlah penghasilan karena bukan dihasilkan dari layanan yang dihasilkan oleh modal. Pada negara-negara lainnya yang menganut konsep accretion income pada peraturan perpajakannya. para ekonom sepakat bahwa konsep penghasilan menurut Irving Fisher. baik ketika untung maupun ketika rugi. Jadi. Tentu saja perusahaan sekuritas atau individual bisa mematok harga premium. Perlakuan atas Laba Modal yang Direalisasikan Peraturan perpajakan memberikan perbedaan perlakuan pada laba modal yang direalisasikan. dana pensiun. perusahaan sekuritas atau individu akan menjual obligasinya kepada perusahaan reksa dana. adalah konsep yang benar secara keilmuan.174 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi sekuritas.com) Berdasarkan pemaparan diatas. Akibat perbedaan perlakuan seperti itu. diskusikan pengaruh kebijakan pajak final tersebut! Laba Modal (Capital gain) Pengenaan pajak atas laba modal adalah salah satu topik yang paling kontroversial dalam ilmu perpajakan. debat juga terjadi pada negara-negara ini yang berkisar pada (1) apakah laba yang direalisasikan harus diperlakukan sebagai penghasilan biasa. Caranya begini. Prinsip progresivitas pajak dilanggar. yaitu laba modal dari penjualan saham di bursa efek dan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan. sering terjadi praktek washing alias jual beli obligasi secara fiktif demi menghindari pajak final tersebut. Agar tidak terkena potongan pajak final atas pencairan kupon. Sesuai dengan aturan.

tidak ada alasan untuk membedakan perlakuan pajak terhadap laba yang direalisasikan terhadap penghasilan dari usaha. Tidak ada bedanya penghasilan yang diperoleh dari usaha atau dari laba modal. Kekayaan ini dapat ia ubah dari portofolio saham menjadi kas bila ia memutuskannya. Tuan Amir memiliki kekayaan dalam bentuk portofolio saham PT Telkom yang nilainya naik Rp100. yang disebut sebagai lock-in effect. penghasilan neto dinyatakan dalam bentuk penghasilan kas dan hanya memasukkan penghasilan kas saja. Akan tetapi berbagai argumentasi melingkupi perdebatan tentang perlakuan pajak atas laba modal yang belum direalisasikan ini. Perlakuan pengenaan pajak yang mengecualikan laba modal yang belum direalisasikan ini mendorong investor untuk tidak menjual asetaset yang memiliki akumulasi laba. Menurut Musgrave dan . Memang laba modal sifatnya tidak teratur dan cenderung berfluktuasi sehingga harus membayar lebih banyak dalam sistem tarif pajak yang progresif. laba yang belum terealisasikan dalam bentuk kas tidak dikenakan pajak. penghasilan sebagai suatu indeks dari kapasitas wajib pajak harus diukur sebagai tambahan kekayaan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 175 Berdasarkan prinsip keadilan. Bila pada kenyataannya ia tetap memiliki dalam bentuk portofolio saham. Dengan kenaikan nilai portofolio ini. Misalnya.000. Perlakuan terhadap Laba yang Belum Direalisasikan Berdasarkan prinsip kemampuan membayar. misalnya menjualnya untuk dikonsumsi atau diinvestasikan dalam bentuk aset lainnya. Berdasarkan definisi ini. Apakah laba telah terealisasi tidak ada relevansinya dengan apakah ada peningkatan kemampuan ekonomis. dibandingkan jika laba modal tersebut diterima sebagai dalam bentuk pendapatan tetap. Laba dari sahamnya telah membuatnya memperoleh tambahan kemampuan ekonomis. itu menunjukkan preferensinya untuk tetap terus memegangnya dalam bentuk portofolio saham bila dibandingkan dengan bentuk alternatif lainnya.000. baik yang sudah terealisasi (berubah menjadi kas) maupun belum. keputusan untuk merealisasikan dalam bentuk kas atau tidak adalah keputusan manajemen portofolio. Akan tetapi. Bahwa realisasi dalam bentuk kas memungkinkan. Penundaan pengenaan pajak setelah realisasi memberikan perlakuan yang menguntungkan kepada jenis penghasilan yang belum direalisasikan. Hal ini jelas-jelas bertentangan dengan definisi tambahan kemampuan ekonomis. ketidakadilan ini dapat dihilangkan dengan menggunakan aturan yang tepat untuk meratakan penghasilan yang fluktuatif. Semua tambahan kemampuan ekonomis harus dimasukkan. kekayaannya telah bertambah sejumlah tersebut.

” Pandangan ini tepat. beberapa bentuk perdebatan tersebut adalah sebagai berikut:2 § “Laba yang belum direalisasikan tidak boleh dipajaki karena pemiliknya dihalangi untuk melakukan konsumsi. 2 Richard A. Untuk situasisituasi di mana likuidasi parsial tidak memungkinkan (misalnya bisnis keluarga).” Walaupun tidak ada konsumsi. laba yang belum direalisasikan akan dikecualikan dan laba yang direalisasikan akan dimasukkan hanya jika dikonsumsi. sulit digunakan untuk meyakinkan para ahli ekonomi. Walaupun berdasarkan pajak konsumsi. pemerintah dapat memberikan waktu yang cukup untuk itu. Public Finance in Theory and Practice. Pemisahan adalah pilihan investasi sedangkan penghasilan diperoleh karena nilai aset meningkat.176 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi Musgrave (1989).” Pada awal munculnya pembukuan oleh para saudagar Venesia. Musgrave. adalah beralasan bagi pemerintah untuk meminta wajib pajak melikuidasi sebagian asetnya untuk membayar pajak bila diperlukan. hal. (Berdasarkan suatu pajak konsumsi. Prinsipnya adalah semua penghasilan harus dipajaki. Akan tetapi. pembedaan apakah sudah terealisasi dan belum terealisasi bukan merupakan hal yang utama. misalnya untuk pemegang saham PT Telkom yang dapat menjual sahamnya sewaktu-waktu. Pandangan ini. tetapi apakah hal itu jadi persoalan? Sebagaimana halnya hutang-hutang lainnya yang jatuh tempo. Musgrave dan Peggy B. New York: McGraw-Hill. mereka tidak membukukan pendapatan mereka sampai nakhoda kapal telah kembali ke pelabuhan dan menyerahkan uang hasil dagangan. Edisi ke-5. tetapi hal ini bukan halangan yang luar biasa. yang banyak mendapatkan dukungan-dukungan hukum pada tahap-tahap awal diskusi pajak penghasilan. 338. § “Pemajakan atas laba yang belum direalisasikan mengharuskan wajib pajak membayar pajak walaupun ia tidak memiliki uang kas untuk membayarnya. situasi bisnis telah berubah dan analogi seperti ini tidak tepat lagi. tidak peduli akan digunakan untuk apa. Laba yang sudah direalisasikan tetapi tidak dikonsumsi perlakuannya sama dengan laba yang belum direalisasikan. Pengukuran atas laba yang belum direalisasikan memang sulit.) § “Laba yang belum direalisasikan tidak boleh dipajaki karena ketiadaan realisasi membuat kita tidak mengetahui keberadaannya. . § Untuk suatu penghasilan yang akan diterima. Prinsip akuntansi yang hati-hati hanya mengakui pendapatan setelah ada realisasi. hal ini tidak relevan dengan definisi basis dari pajak penghasilan. penghasilan tersebut harus dapat dipisahkan dari aset yang menghasilkannya.

pengenaan pajaknya sepenuhnya dapat dilaksanakan tanpa kesulitan-kesulitan teknis yang muncul. untuk aset lainnya. Dengan memberikan aturan perataan penghasilan dan membolehkan penyebaran pembayaran pajak pada beberapa periode. akan tetapi pengenaan pajaknya menghadapi kendala operasional yang cukup berat. dan tanah. bahkan sampai meninggal. sulit untuk dinilai. yang bukan disebabkan oleh inflasi. bangunan pabrik. dapat dihindari likuidasi paksa untuk tujuan pengenaan pajak yang menimbulkan ketidakadilan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 177 Jika definisi tambahan kemampuan ekonomis diikuti secara konsisten. suatu praktek yang sangat tidak praktis. Laba modal yang dikenakan pajak. Konsistensi juga harus berlaku bila terjadi rugi modal (capital loss) yang harus diperlakukan sebagai pengurangan atas penghasilan atau penghasilan negatif. cara ini masih memberikan beberapa keuntungan bagi laba modal. dapat dinilai dan dikenakan pajak secara periodik. seperti barang seni. seperti sekuritas. Penilaian atas aset hanya dilakukan pada saat realisasi konstruktif ini sehingga lebih praktis. Beberapa aset yang memiliki pasar yang likuid. Walaupun realisasi konstruktif dapat memindahkan laba yang belum direalisasikan ke dalam basis pajak. nominal harus dikurangi dengan kenaikan harga dari aset karena inflasi untuk mendapatkan laba modal yang dimasukkan dalam penghasilan kena pajak. Dalam hal laba modal yang sudah direalisasikan. Bila pengenaan pajak atas laba modal tidak memperhitungkan inflasi maka akan memunculkan problema keadilan dan efisiensi pajak. Permasalahan Penerapan Walaupun secara prinsip tidak ada lagi persoalan terhadap pengenaan pajak atas laba modal. Penundaan pajak ini sama dengan memperoleh pinjaman bebas bunga. Akan tetapi. yang nilainya sangat . Dengan laba modal. laba modal harus dimasukkan dalam penghasilan kena pajak dan digabungkan dengan penghasilan dari sumber-sumber lainnya. Oleh karena itu. Pengenaan pajak atas laba modal harus juga disesuaikan dengan inflasi. muncul usulan untuk mengenakan pajak pada saat kematian atau pemindahan aset ini dengan menganggap seolah-olah telah terealisasi pada saat itu (realisasi konstruktif). misalnya setiap lima tahun. Situasinya jauh lebih sulit untuk laba yang belum direalisasikan. Pengenaan pajak secara tahunan atas laba modal yang belum direalisasikan mengharuskan adanya penilaian aset secara tahunan. Para pemilik aset dapat menunda kewajiban pajaknya sampai bertahun-tahun. tanpa mempedulikan apakah sudah direalisasikan atau belum.

pembayaran kepada dana pensium atau lembaga sejenis ini bukan merupakan biaya tetapi merupakan penggunaan penghasilan. jadi harus tetap dikenakan pajak. Tabungan Hari Tua dan Rencana Pensiun Tabungan hari tua atau rencana pensiun adalah tabungan atau investasi yang diakumulasi dengan cara memisahkan penghasilan tahun berjalan untuk penggunaan di masa depan dengan menyetorkan sejumlah uang kepada lembaga dana pensiun atau sejenisnya. Iuran pensiun dan bentuk pembayaran tabungan hari tua lainnya tidak boleh dikurangkan dari penghasilan. Praktek yang berlaku saat ini memunculkan ketidakadilan terhadap para penabung lainnya karena dua keuntungan bagi pembayar iuran pensiun/tabungan. penundaan pembayaran pajak oleh pembayar iuran pensiun/tabungan sama dengan perolehan pinjaman bebas bunga. Sebagaimana disebutkan di muka. pembayar iuran pensiun/tabungan akan mendapat pengenaan tarif pajak yang lebih rendah atas penghasilannya yang ditunda pengenaannya karena penghasilan pembayar iuran pensiun di masa depan akan lebih kecil. bila menggunakan konsep accretion income. Pertama. Alternatif pertama. Perlakuan yang tepat tentu saja dengan memperlakukan setoran tabungan sebagaimana bentuk tambahan kemampuan lainnya dan dikenakan pajak sebagaimana mestinya. hanya komponen bunganya saja yang dikenakan pajak penghasilan. Setoran ini semakin mendapatkan argumentasi dukungan untuk dimasukkan ke dalam basis pajak apabila dipandang sebagai skema redistribusi. Kedua. Setoran ini tidak dikenakan pajak apabila .178 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi substansial terutama bagi para wajib pajak muda yang mampu menunda untuk periode waktu yang sangat panjang. Ada dua alternatif pengenaan pajak atas iuran tabungan/pensium ini. aturan ini sama saja memberikan kepada pembayar tabungan hari tua suatu pinjaman bebas bunga dan penerapan tarif pajak yang lebih rendah di kemudian hari ketika tabungan ini diambil oleh penabung. Ketika uang manfaat pensiun atau tabungan hari tua diterima di kemudian hari. Alternatif kedua yang dipraktekkan saat ini adalah membolehkan pembayaran-pembayaran ini sebagai pengurang atas penghasilan dan mengenakan pajak sepenuhnya pada saat uang pensiun/tabungan dibayarkan kembali. bukannya asuransi. Tabungan Hari Tua Peraturan perundang-undangan pajak penghasilan membolehkan setoran tabungan hari tua kepada PT Taspen tidak dimasukkan sebagai penghasilan kena pajak.

Hal ini berlaku baik iuran pensiun itu dipotong dari penghasilan para pegawai maupun dibayarkan atau ditanggung oleh perusahaan. Pajak penghasilan atas gaji/upah juga tidak dikurangkan dan menjadi bagian dari penghasilan umum dan diperlakukan sama seperti pajak-pajak lainnya. Untuk asuransi jiwa yang tidak memiliki komponen investasi. Peraturan pajak penghasilan di Amerika Serikat memberikan pilihan bagi wajib pajak. Praktek Definisi Penghasilan: Pengurangan Atas Penghasilan Neto Peraturan pajak penghasilan di Indonesia hanya membolehkan satu jenis pengurangan terhadap penghasilan neto yang disebut pengurangan standar atau Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Pembayaran premi asuransi jiwa tidak boleh digunakan untuk mengurangi penghasilan yang akan dikenakan pajak. Pengenaan pajaknya ditunda sampai uang pensiun diterima oleh para pegawai selama masa pensiun. pembayaran asuransinya tidak dikenakan pajak penghasilan. Perlakuan premi asuransi telah sesuai dengan konsep tambahan kemampuan tetapi perlakuan atas pembayaran asuransinya tidak sesuai. Asuransi Jiwa Pembayaran premi kepada perusahaan asuransi jiwa dan pembayaran asuransi dari perusahaan asuransi jiwa mendapatkan perlakuan yang berbeda. Sementara itu.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 179 penghasilan penerima berada di bawah PTKP. apakah akan menggunakan pengurangan standar atau pengurangan khusus (itemized deduction). Pada umumnya wajib pajak yang berpenghasilan tinggi akan memilih pengurangan khusus karena akan memberikan jumlah pengurangan yang lebih besar daripada pengurangan standar. Iuran Pensiun Iuran yang tidak dikenakan pajak penghasilan adalah iuran pensiun yang dibayarkan kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan. sebagaimana yang berlaku pada penghasilan dari sumber-sumber lainnya. perlakuannya sudah tepat yaitu pembayarannya dikecualikan dari pengenaan pajak tanpa memperbolehkan pengurangan atas premi yang dibayarkan. Asuransi jiwa tertentu memiliki komponen tabungan (investasi) yang karena perlakuan ini bunga yang diperoleh atas tabungan ini terhindar dari pengenaan pajak. Pengurangan khusus ini merupakan kategori lainnya dari preferensi pajak yang umumnya diberikan .

Wajib pajak dengan penghasilan yang sama tidak berarti memiliki kemampuan yang sama untuk membayar jika para wajib pajak berada pada posisi yang berbeda-beda karena statusnya. tidak diperlukan adanya pengurangan-pengurangan khusus. Misalnya. pengurangan standar fungsinya menjadi hibrida antara pengganti pengurangan khusus dan memberikan tambahan pengurangan yang tidak berkaitan dengan ukuran rumah tangga. Pengurangan standar sebenarnya adalah penghasilan yang tarif pajaknya nol persen. terhadap wajib pajak yang selalu mengeluarkan biaya pengobatan yang besar diberikan pengurangan atas penghasilannya sejumlah tertentu sehingga kewajiban pajaknya lebih rendah karena kemampuannya lebih rendah daripada wajib pajak lainnya yang berpenghasilan sama tanpa pengeluaran biaya pengobatan. memasukkan semua tambahan kemampuan ekonomis.180 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi dengan alasan bahwa aturan perpajakan harus adil terhadap unit-unit pengenaan pajak dan aturan pajak memberikan insentif atas kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat sosial. Alasan-Alasan Memberlakukan Pengurangan Khusus Prinsip pengenaan pajak atas penghasilan mengharuskan basis pajak yang komprehensif. ada beberapa alasan yang patut diperhitungkan sehingga pengurangan khusus layak diberikan. Pengurangan standar pada mulanya diberlakukan untuk memudahkan ketaatan dan administrasi. pengurangan standar ini ditujukan untuk menjadi substitusi dari pengurangan khusus sehingga memudahkan penghitungan bagi wajib pajak yang berpenghasilan rendah. perlu dirancang suatu sistem yang mampu menyeimbangkan kemampuan para wajib pajak tersebut. Dalam situasi-situasi di atas. Oleh karena itu. Di Amerika Serikat. Beberapa wajib pajak tertentu harus membayar pengeluaran untuk pengobatan yang sangat besar karena kondisi dirinya atau keluarganya tentu mempunyai kemampuan untuk membayar yang lebih rendah daripada para wajib pajak lainnya yang tidak menghadapi beban yang sama. terutama untuk wajib pajak berpenghasilan rendah. angka pengurangan standar ini telah dinaikkan jauh melebihi angka pengurangan khusus yang disubstitusikan. Jika dirancang . Oleh karena itu. ukuran rumah tangganya (tanggungannya) ataupun hal-hal lainnya. Aspek Keadilan Sebagian alasan perlakuan pengurangan ini karena alasan keadilan yang terkandung dalam prinsip kemampuan untuk membayar dari wajib pajak. Akan tetapi. Walaupun demikian.

Menurutnya. KMK tentang fasilitas penurunan pajak itu bisa diberlakukan dalam kondisi darurat dan tidak terduga. seperti investment tax credit untuk mendukung .kompas." ujarnya. mereka tak tahu harus menghubungi siapa dan lewat jalur mana untuk bisa membantu. pengurangan ini tidak saja mendapat dukungan tetapi juga mampu mendorong terciptanya basis pajak yang lebih adil. praktek program pengurangan beban pajak bagi wajib pajak yang menyumbang dinilai rawan korupsi. Langkah awal yang segera dilakukan adalah membuat identifikasi masalah sosial yang kelak bisa diberikan kepada perusahaan. kebijakan itu sangat rawan terhadap penyimpangan yang dilakukan oleh para pengusaha dalam bentuk laporan yang tidak sesuai dengan nilai sumbangan yang diberikan. berupa pengurangan pajak. Akan tetapi. usulan ini didasarkan pemikiran bahwa banyak masalah sosial di tanah air yang harus diselesaikan.com) Berdasarkan paparan diatas. Tentu saja. lalu dia laporkan sebesar Rp 5 miliar.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 181 dengan baik. Apalagi. Pemerintah jelas tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut sendirian karena dana yang ada sangat terbatas. “Kerja sama dengan masyarakat dan perusahaan akan membuat beban pekerjaan itu menjadi lebih ringan sehingga banyak masalah sosial bisa diselesaikan. seorang pengusaha bisa menyumbang di beberapa tempat yang berlainan. seperti mendorong berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Penghargaan itu misalnya. Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef) mengatakan. Menurut Dirjen Pemberdayaan Sosial Depsos. minat para pengusaha untuk membantu pemerintah menyelesaikan masalah sosial sebenarnya cukup tinggi. Akan tetapi. Direktur Jenderal Perbendaharaan Depkeu mengatakan.” tuturnya dalam acara sosialisasi program Direktorat Peningkatan Peran Kelembagaan Sosial Masyarakat dan Kemitraan Depsos. (Diadaptasi dari: berbagai sumber yang dimuat dalam http://www. Depsos bersama pengusaha akan membuat sekretariat tetap untuk memfasilitasi dunia usaha yang berniat membantu pemerintah. Pengurangan atas penghasilan juga dapat mendorong konsumsi atas hal-hal yang menimbulkan manfaat-manfaat eksternalitas. diskusikan perlu tidaknya pengurangan pajak diberikan! Aspek Insentif Peraturan perpajakan seringkali dirancang dan ditetapkan dengan tujuantujuan lain selain tujuan fiskal. Pengurangan Pajak Pemerintah perlu memberi penghargaan bagi pengusaha yang punya tanggung jawab sosial tinggi dan bersedia bekerja sama membantu memecahkan masalah sosial di Indonesia. Biaya untuk melakukan aktivitas tersebut diperlakukan sebagai pengurangan atas penghasilan dan dapat dipandang sebagai suatu cara untuk menyediakan insentif penggunaan penghasilan untuk hal-hal yang “mulia” seperti sumbangan sosial atau zakat. Untuk itu. "Karena bisa saja seorang pengusaha menyumbangkan dana Rp 1 miliar. Pertimbangan yang sama juga dapat diberlakukan bagi para wajib pajak yang cacat karena mereka membutuhkan biaya hidup yang lebih banyak bila dibandingkan dengan wajib pajak yang normal. fasilitas ini akan membebani anggaran pemerintah sehingga perlu dicari sumber pembiayaan lebih besar.

tingkah laku wajib pajak berubah untuk membuat beban pajaknya menjadi lebih rendah dengan memanfaatkan aturan-aturan tertentu yang juga disebut sebagai lubang-lubang dalam peraturan perpajakan. Preferensi pajak menyebabkan pengurangan atas basis pajak. Walaupun demikian. penghasilan kena pajak setelah pengecualian dan pengurangan sama dengan tambahan kemampuan ekonomis. sering disebut sebagai kehilangan potensi pajak. Akan tetapi. apakah subsidi ini harus diberikan dalam bentuk pengurangan pajak. PREFERENSI PAJAK Preferensi pajak merupakan pengecualian-pengecualian dan penguranganpengurangan dari basis pajak yang komprehensif. Perbedaanperbedaan substansial yang timbul karena preferensi pajak inilah yang seringkali menyebabkan penghasilan kena pajak jumlahnya di bawah dari yang ditentukan oleh konsep tambahan kemampuan atau penghasilan komprehensif. preferensi pajak inilah yang menyebabkan penghasilan kena pajak berbeda dengan penghasilan komprehensif. kehilangan potensi pajak atau penyusutan penerimaan pajak ini . Dalam konteks keuangan negara dan ekonomi.182 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi iklim investasi. Jika subsidi dibutuhkan. Pertanyaannya adalah apakah aktivitas yang perlu didukung itu membutuhkan subsidi. tetapi juga dari aparat perpajakan yang harus melakukan audit atas laporan pajak penghasilan tersebut. Dengan adanya preferensi pajak ini. Hanya saja. Dalam hal ini. Hal ini akan mendorong wajib pajak untuk membelanjakan lebih banyak uangnya untuk melakukan aktivitas-aktivitas ini. pengurangan dapat dipandang sebagai hibah yang diberikan oleh pemerintah kepada wajib pajak sehingga biaya pelaksanaan aktivitas-aktivitas tertentu yang bermanfaat menjadi berkurang. yaitu keuntungan yang didapatkan dapat jauh melebihi kerugiannya pada aspek keadilan pajak. berbagai aturan khusus ini sebagai suatu preferensi pajak ternyata menambah kerumitan perhitungan pajak sehingga secara administratif membebani tidak saja bagi wajib pajak dalam melaporkan pajak penghasilannya. peraturan perpajakan seperti ini sebaiknya dikaji secara mendalam sehingga hanya untuk aktivitas-aktivitas yang layak didukung dan hanya jika pengurangan pajak adalah cara terbaik untuk melakukannya. Seharusnya. Preferensi pajak dapat dipandang sebagai subsidi pada aktivitas ekonomi tertentu. Tidak ada larangan bagi suatu peraturan perpajakan untuk mempunyai tujuan-tujuan selain tujuan fiskal.

Dalam hal ini. kehilangan potensi pajak dari aturan pajak terhadap laba modal cenderung lebih dinikmati oleh wajib pajak berpenghasilan tinggi karena merekalah yang memiliki lebih banyak aset daripada wajib pajak berpenghasilan rendah. baik bagi wajib pajak rata-rata pada berbagai tingkat penghasilan maupun wajib pajak tertentu pada satu tingkatan pajak penghasilan. Misalnya. Ketidakadilan pajak secara horisontal terjadi karena wajib pajak dengan penghasilan sama tidak mendapat manfaat yang sama karena perbedaan aturan. Istilah penyusutan penerimaan pajak digunakan karena kegagalan otoritas pajak mendapatkan penerimaan pajak disebabkan lubang-lubang dalam basis penghasilan kena pajak. penelitian tentang hal ini ada. di Amerika Serikat.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 183 disebut pengeluaran pajak (tax expenditure). Untuk di Indonesia. Pada dasarnya. preferensi pajak dapat dinetralisasi dengan pengenaan tarif pajak yang lebih progresif. sehingga menimbulkan adanya ketidakadilan secara vertikal dan horizontal. insiden preferensi sangat bervariasi. Keberadaan preferensi pajak tidak menjadi masalah keadilan pajak apabila basis pajak yang berkurang karena pengecualian dan pajak final dalam jumlah yang proporsional terhadap basis pajak sepenuhnya (tanpa preferensi pajak) bagi seluruh wajib pajak. bagaimana aturan pajak menciptakan preferensi pajak bagi golongan-golongan wajib pajak dengan penghasilan tertentu. Pada kenyataannya. aturan yang membebaskan pajak atas bunga pinjaman rumah sama dengan mengenakan pajak penuh atas bunga pinjaman kepada pemilik rumah dan kemudian secara bersamaan melakukan pengeluaran subsidi kepada mereka. Misalnya. . Misalnya. Hal ini sama dengan memberikan pengurangan tarif pajak maksimal yang sama bagi seluruh wajib pajak. pengeluaran pajak ini adalah sama dengan memperoleh penerimaan pajak sepenuhnya (tanpa ada aturan preferensi pajak) kemudian melakukan pengeluaran (subsidi) dengan jumlah yang sama kepada wajib pajak sehingga wajib pajak tetap pada posisi yang sama. Ketidakadilan pajak secara vertikal dapat timbul karena preferensi pajak memberikan manfaat-manfaat yang hanya dinikmati oleh kelompok wajib pajak dengan penghasilan tertentu. wajib pajak yang menerima penghasilan dalam bentuk natura membayar lebih sedikit daripada pegawai yang menerima seluruh penghasilannya dalam bentuk kas.

Berapa besarnya penghasilan minimal yang tidak dikenakan pajak? Pada umumnya.184 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi Permasalahan Keadilan Berpenghasilan Tinggi Pajak Bagi Wajib Pajak Wajib pajak berpenghasilan tinggi dapat menggunakan preferensi pajak untuk melakukan penghindaran pajak. Keduanya dapat dikombinasikan sedemikian rupa untuk mengurangi beban pajak dengan membentuk suatu tax shelter. Permasalahan Keadilan Berpenghasilan Rendah Pajak Bagi Wajib Pajak Keadilan pajak menyiratkan bahwa wajib pajak berpenghasilan tinggi harus membayar pajak dalam jumlah besar dan wajib pajak berpenghasilan rendah hanya membayar pajak dalam jumlah kecil. semua orang sependapat bahwa ada sejumlah tertentu penghasilan yang tidak boleh dikenakan pajak atau dikenakan pajak dengan . investor dapat menghapuskan kerugian yang besar tersebut pada penghasilan mereka sehingga mengurangi pajak yang dibayarkan pada periode awal tersebut. firma tersebut dapat meminjam dalam jumlah yang banyak dengan jaminan harta real estatenya. yaitu menciptakan kerugian dengan memunculkan biaya bunga yang besar. Bunga adalah satu-satunya biaya modal yang dapat dikurangkan sebagai biaya dalam menghitung penghasilan kena pajak. konsep yang sangat dipengaruhi oleh praktek akuntansi. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. Pembayaran bunga akan mengakibatkan kerugian yang besar pada periode-periode awal beroperasinya firma tersebut sebelum memperoleh penghasilan yang cukup besar. kerugian merupakan penghasilan negatif sehingga dapat digunakan untuk mengurangi penghasilan kena pajak. Contohnya. Para investor dengan penghasilan yang sangat besar pada periode ini dan penghasilan kecil pada periode berikutnya akan memperoleh manfaat yang besar dengan skema pengurangan pajak seperti ini. Dengan investasi modal yang kecil. Cara penghindaran pajak yang paling utama adalah adanya tax shelter yang timbul dari kerugian usaha. terutama yang berkaitan dengan berbagai jenis penghasilan modal. suatu perusahaan perseorangan atau firma dibentuk untuk investasi di dunia real estate. Kedua aturan ini memang konsisten dengan konsep tentang laba bersih sebagai basis pajak. Dengan melakukan investasi pada firma tersebut.

Titik awal beban pajak bergantung pada berbagai faktor. harus memiliki jumlah tanggungan lebih dari tiga orang. pasangannya dan setiap tanggungan (maksimal tiga tanggungan). Berikutnya. PTKP adalah penghasilan yang dikenakan tarif pajak sebesar nol persen dan merupakan bagian integral dari struktur tarif pajak sehingga menentukan tingkat progresivitas tarif pajak. Pertama. Kredit Pajak bagi Wajib Pajak berpenghasilan Rendah . Batas bebas pajak tersebut tidak hanya penting dalam menentukan batas bawah untuk kewajiban pajak. Di Indonesia. PTKP memperhitungkan ukuran keluarga dengan asumsi implisit bahwa tambahan tanggungan tidak menciptakan skala ekonomis.000. Penghasilan yang dikenakan pajak (yang dikenai tarif pajak lebih dari nol persen) harus didefinisikan sebagai penghasilan kena pajak dikurangi dengan PTKP (yang dikenai tarif pajak nol persen). Hal ini menimbulkan permasalahan ketidakadilan pajak karena aturan pajak telah terdistorsi untuk memenuhi tujuan-tujuan non fiskal. jumlah PTKP maksimal adalah Rp7. jumlah PTKP turun secara relatif terhadap penghasilan neto sehingga tarif pajak efektif naik. besarnya penghasilan tidak kena pajak pun harus menyesuaikan dengan ukuran besarnya keluarga.440. Dalam hal ini.000 per wajib pajak. Ketika penghasilan neto naik. ada PTKP bagi anggota keluarga yang memiliki penghasilan untuk wajib pajak yang bersangkutan dan pasangannya masing-masing sebesar Rp1.200. PTKP bergantung pada jumlah tanggungan keluarga sampai dengan maksimal tertentu. Dengan adanya PTKP ini.000. Seperti dikemukakan sebelumnya. Ketidakadilan didapatkan oleh wajib pajak karena sesuatu dan lain hal. tetapi juga menentukan besarnya tarif pajak efektif atau pola progresivitas pada skala penghasilan menengah ke bawah. pemerintah perlu selalu menyesuaikan besarnya PTKP sehingga mencerminkan tingkat penghasilan wajib pajak “miskin”. jumlah maksimal tanggungan adalah tiga orang karena adanya tujuan tambahan untuk mendukung program keluarga kecil.” Karena tingkat kemiskinan bervariasi sesuai dengan ukuran besarnya keluarga. tarif pajak efektif (yang didefinisikan sebagai rasio pajak terhadap penghasilan neto) pada tingkat penghasilan neto yang rendah jumlahnya sangat kecil karena PTKP merupakan porsi terbesar dari penghasilan neto. Ditambah dengan faktor ini maka jumlah PTKP maksimal adalah Rp10. Ukuran untuk menentukan jumlah PTKP ini adalah tingkat penghasilan yang rendah yang membuat wajib pajak diklasifikasikan sebagai “miskin. walaupun kategori “miskin” ini multi interpretasi.440.800. Dengan demikian. ada PTKP sebesar Rp1.000. Berdasarkan faktor ini.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 185 tarif nol persen.

Struktur tarif pajak tidak lagi selalu positif. Bila peningkatan kewajiban pajak lebih rendah daripada peningkatan penghasilan. Selain itu. . Pajak dikatakan progresif apabila tarif pajak cenderung meningkat sejalan dengan kenaikan tingkat penghasilan. aturan hukum di negara maju menyediakan kredit pajak bagi keluarga yang memiliki anak dan pasangannya juga bekerja. Untuk keluarga seperti ini. Arti Progresivitas Tarif Pajak Pada saat membahas penghasilan neto. Progresivitas ini memiliki arti tertentu dan diukur dengan cara tertentu. Prinsip progresivitas tidak saja menyatakan seberapa tinggi tarif pajak yang dikenakan kepada wajib pajak berpenghasilan besar tetapi juga seberapa besar transfer yang dapat diberikan kepada wajib pajak miskin. semakin progresif pajak penghasilan. semakin cepat kenaikan rasio pajak terhadap PNB.186 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi Pada negara maju. telah muncul pemikiran-pemikiran dan praktek-praktek berkaitan dengan tarif pajak negatif. Progresivitas tidak hanya diukur dengan peningkatan kewajiban pajak sejalan dengan peningkatan penghasilan. tetapi bergerak dari tarif negatif pada penghasilan nol (wajib pajak pada tingkatan penghasilan ini mendapatkan subsidi dari pemerintah) bergerak ke angka nol (titik impas) dan menjadi tarif positif pada angka di atas titik impas ini. Peningkatan kewajiban pajak harus lebih tinggi daripada peningkatan penghasilan untuk dapat dianggap sebagai pajak progresif. proporsional apabila tarif pajak konstan pada semua tingkat penghasilan. POLA PROGRESIVITAS TARIF PAJAK Pajak penghasilan merupakan suatu instrumen pajak yang progresif sesuai dengan prinsip kemampuan membayar dan keadilan pajak secara vertikal. tarif pajak yang dikenakan meningkat seiring dengan peningkatan penghasilan neto. mereka harus menyediakan dana untuk menyewa pengasuh bagi anak-anak mereka. dan regresif bila tarif pajak turun pada tingkat penghasilan yang lebih tinggi. Kredit Pajak untuk Biaya Mengasuh Anak Sejalan dengan perkembangan tentang hak-hak wanita dan perlakuan yang adil terhadap penghasilan keluarga. Praktek ini dapat dilakukan dengan memberikan kredit pajak pada para wajib pajak berpenghasilan rendah. pajak tersebut dianggap regresif.

tertentu. Koefisien ini mengukur kemiringan kurva yang diperoleh dari menggambar hasil bagi kewajiban pajak terhadap penghasilan pada bagan log-ganda.Rumusnya: 1 1 (Y0 − T0 ) Y1 − Y0 n Sebelum membandingkan tingkat progresivitas suatu struktur pajak atau tingkat progresivitas pada berbagai tingkatan penghasilan. Nilai dari koefisien ini adalah nol untuk pajak proporsional dan positif untuk pajak progresif. perlu ditetapkan terlebih dahulu ukuran progresivitas apa yang akan digunakan. Ukuran ketiga atau progresivitas penghasilan residu mencatat elastisitas dari penghasilan setelah pajak Ukuran ini menunjukkan kemiringan kurva yang diperoleh dengan menggambar penghasilan sebelum dan sesudah pajak pada bagan log. Ukuran ini disebut sebagai progresivitas kewajiban pajak. op. cit. 359-360 . Proporsionalitas ditunjukkan dengan nilai koefisien sama dengan satu dan progresivitas ditunjukkan dengan nilai koefisien di atas satu. Progresivitas pada semua indikator cenderung menurun seiring dengan kenaikan skala penghasilan setelah tingkatan penghasilan (Y − T ) − (Y0 − T0 ) Y0 . mencatat elastisitas kewajiban pajak terhadap penghasilan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 187 Mengukur Tingkat Progresivitas Menurut Musgrave dan Musgrave (1989). yaitu3: n Rasio perubahan tarif efektif terhadap perubahan penghasilan. T0 Y1 − Y0 Rasio persentase perubahan penghasilan setelah pajak terhadap persentase perubahan penghasilan sebelum pajak.. Koefisiennya juga satu untuk pajak proporsional tetapi progresivitas sekarang ditunjukkan dengan angka koefisien yang kurang dari satu. Ukuran ini disebut sebagai progresivitas tarif rata-rata (average-rate progression). ada beberapa ukuran dapat dipakai untuk mengukur tingkat progresivitas tarif pajak. merupakan ukuran kemiringan kurva yang diperoleh dari menggambar hasil bagi tarif pajak efektif terhadap penghasilan. hal. Musgrave dan Peggy B. Musgrave. Rumusnya: T1 − T0 Y0 . Hal ini sangat 3 Richard A. Kurva tarif efektif cenderung berkurang kemiringannya dan progresivitas cenderung menurun seiring dengan meningkatnya skala T1 − T0 Y1 Y0 penghasilan.Rumusnya: Y1 − Y0 n Rasio persentase perubahan kewajiban pajak terhadap perubahan penghasilan.

kemudian progresivitas kewajiban pajak dan yang terakhir adalah progresivitas penghasilan residu. Secara teoritis. Ada implikasi politis dari hal-hal yang sifatnya teoritis. pihak-pihak tertentu akan menginterpretasikan netralitas sesuai dengan kepentingannya. Ketika tarif-tarif pajak dinaikkan atau diturunkan. Yang lebih menarik lagi adalah urutan preferensi tersebut akan terbalik bila yang diperjuangkan adalah pengurangan pajak. Pihak-pihak yang memperjuangkan kepentingan masyarakat yang berpenghasilan rendah tentu saja akan sangat berkeinginan untuk menginterpretasikan netralitas dalam bentuk yang paling diinginkan yaitu progresivitas tarif rata-rata. Pihak-pihak yang memperjuangkan kepentingan masyarakat berpenghasilan tinggi akan cenderung mengambil posisi yang berlawanan. semua tarif pajak dinaikkan sebesar persentase kenaikan yang sama.188 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi penting supaya terhindar adanya pembandingan tingkat progresivitas dengan menggunakan ukuran-ukuran progresivitas yang berbeda. Padahal kenetralan tersebut memiliki banyak interpretasi sejalan dengan adanya berbagai ukuran progresivitas. Permasalahan inflasi tidak hanya berkaitan dengan angka nominal penghasilan. tarif-tarif pajak akan dinaikkan pada persentase yang semakin kecil pada tarif-tarif yang lebih tinggi. Debat mengenai tingkat progresivitas ini menjadi hal yang sangat penting ketika tarif-tarif pajak berubah. pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif pajak. dan laba modal. Tarif-tarif pajak dinaikkan pada persentase yang semakin besar pada tarif-tarif yang lebih tinggi. Misalnya. n Jika yang dimaksud dengan netralitas adalah progresivitas kewajiban pajak ditetapkan konstan. n Jika yang dimaksud dengan netralitas adalah progresivitas tarif pajak ratarata ditetapkan konstan. semua hutang pajak harus dinaikkan dengan persentase yang sama. Dengan demikian. n Jika yang dimaksud dengan netralitas adalah progresivitas penghasilan residu ditetapkan konstan. PENYESUAIAN TERHADAP INFLASI Pada bagian sebelumnya telah dibahas pengaruh inflasi terhadap penghasilan nominal. tetapi juga PTKP. tambahan kemampuan ekonomis harus memperhitungkan tingkat inflasi sehingga hanya penghasilan dalam nilai riil saja yang layak untuk dikenai pajak penghasilan. besaran pajak yang dikenakan tarif tertentu. . seperti halnya ukuran tingkat progresivitas pajak. banyak pihak yang mengusulkan perubahan pada seluruh tarif untuk menjaga kenetralan kenaikan dan penurunan.

000 sepuluh tahun yang lalu nilai riilnya lebih besar dari sekarang. tingkat penghasilan yang dikenakan tarif pajak tertentu tidak pernah disesuaikan. Berkaitan dengan pengaruh inflasi. Depresiasi adalah pos berikutnya yang dipengaruhi inflasi. wajib pajak di Indonesia mengalami kenaikan kewajiban pajak dalam nilai riil. Tentu saja. Solusi atas . Dengan demikian.440. Ketika hargaharga naik. Dengan demikian. Nilai PTKP sebesar Rp2. Sementara itu. Penghasilan/Laba Modal Masalah inflasi juga mempengaruhi besarnya kewajiban pajak atas laba modal. Laba modal yang sudah terealisasi. penurunan nilai hutang ini menjadi keuntungan bagi debitor. Bila peraturan perpajakan konsisten menggunakan basis tambahan kemampuan ekonomis yang diukur dalam satuan nilai riil maka aturan perpajakan harus membolehkan kreditor mengakui kerugian dan juga mengharuskan debitor mengakui keuntungan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 189 PTKP dan Tingkat Penghasilan yang Dikenakan Tarif Pajak Inflasi menyebabkan nilai riil dari PTKP menjadi turun. Karena pajak di Indonesia tidak terlindung dari pengaruh inflasi. diperlukan penyesuaian terhadap inflasi dengan mengurangkan kenaikan harga aset dari inflasi dari laba modal nominal. Oleh karena itu. nilai riil dari tingkat penghasilan yang dikenakan tarif pajak turun. pengembalian dari biaya perolehan aktiva berkurang dalam nilai riil dan penyesuaian inflasi juga diperlukan dalam hal ini. Permasalahan pengaruh inflasi yang sama juga dialami oleh kreditor yang menderita kerugian penurunan nilai riil hutang yang mereka berikan kepada debitor. peraturan pajak di Indonesia hanya menyesuaikan PTKP. Selain itu. tetapi beberapa tahun sekali. sebagian dikenakan pajak final dan sebagian lagi dikenakan pajak reguler. ketika harga-harga naik. kewajiban pajak naik dalam nilai riil lebih cepat daripada kenaikan harga. bukannya laba dalam nilai nominal (kenaikan harga dalam nilai nominal). nilai riil dari PTKP cenderung turun. Itupun tidak dilakukan setiap tahun. Tingkat penghasilan riil yang mulai dikenakan pajak dengan tarif tertentu juga semakin turun. sehingga tingkat tarif pajak yang berlaku untuk tingkat penghasilan riil tertentu akan naik. Perlakuan yang sama terhadap laba modal seharusnya hanya akan mengenakan pajak atas laba dalam nilai riil (kenaikan harga dalam nilai riil). Salah satu solusi yang pernah diusulkan adalah mengurangi penghasilan bunga kena pajak sesuai dengan tingkat inflasi.

Alternatif lainnya adalah pemilihan individu sebagai unit kena pajak dan pengukuran kemampuan untuk membayar. PILIHAN UNIT KENA PAJAK Pemilihan unit kena pajak merupakan salah satu hal yang kontroversial dalam pajak penghasilan yang belum ada solusi yang memadai saat ini. op. Musgrave.190 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi permasalahan ini dalam perundang-undangan pajak hanyalah parsial dalam bentuk penggunaan metode penyusutan dipercepat. 386. § Di antara unit-unit yang berpenghasilan sama. Musgrave dan Peggy B.. Musgrave dan Musgrave (1989) memberikan tiga aturan berikut agar pilihan unit kena pajak tersebut memenuhi asas keadilan pajak. Pendekatan Unit Keluarga Pendapat umum dari para ahli perpajakan adalah bahwa unit kena pajak dan pengukuran kemampuan untuk membayar harus diarahkan kepada unit keluarga. Ada hal yang perlu dipertegas bahwa aturan ini tidak membedakan kemampuan untuk membayar dalam konteks unit keluarga apakah penghasilan diperoleh oleh satu anggota atau lebih. yaitu4: § Unit-unit dengan penghasilan yang sama dan jumlah anggota yang sama harus membayar pajak yang sama jumlahnya. unit yang jumlah anggotanya lebih kecil harus membayar pajak lebih banyak dan unit yang jumlah anggotanya lebih besar harus membayar pajak lebih sedikit. cit. . Aturan ini menunjukkan proposisi bahwa seorang bujangan dengan penghasilan Rp 30 juta memiliki posisi (kemampuan) lebih baik daripada pasangan dengan total penghasilan keduanya juga Rp 30 juta. pengeluaran-pengeluaran konsumsi lainnya (misalnya kursi untuk santai) 4 Richard A. Walaupun beberapa jenis pengeluaran konsumsi (misalnya penerangan di ruang tamu) dikonsumsi dalam jumlah yang sama baik oleh satu orang atau dua orang. Aturan Dasar Dalam hal penetapan unit kena pajak. Problema ini muncul karena adanya kecenderungan lebih dari anggota keluarga memperoleh penghasilan sebagai akibat kecenderungan sosio ekonomis meningkatnya partisipasi wanita dalam angkatan kerja. hal. Aturan ini tidak perlu penjelasan lebih lanjut karena aturan ini secara sederhana mewakili persyaratan bahwa hal yang sama harus diperlakukan sama juga.

Bila individu ditetapkan sebagai unit kena pajak. tidak menimbulkan perbedaan. . Kedua.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 191 § lebih mahal apabila untuk pasangan. jumlah pajak (yang dinyatakan dalam persentase terhadap penghasilan) untuk unit-unit dengan jumlah anggota yang sama harus naik seiring dengan kenaikan penghasilan unit. Aturan ini mengikuti secara langsung prinsip progresivitas dan tidak perlu penjelasan lebih lanjut. Sistem yang mengikuti aturan-aturan keadilan ini tidak akan mempengaruhi keputusan pernikahan. Struktur tarif yang digunakan. baik hanya satu orang dari pasangan yang menikah tersebut yang memiliki penghasilan ataupun kedua-duanya. progresif ataupun regresif. kewajiban pajak gabungan pasangan suami istri bergantung pada bagaimana penghasilan terdistribusi di antara mereka. walaupun dibatasi hanya sampai tiga tanggungan. aturan perpajakan membolehkan tambahan PTKP sesuai dengan ukuran keluarga. artinya penghasilan atau kerugian dari seluruh anggota keluarga digabungkan sebagai satu kesatuan yang dikenakan pajak. Sistem pengenaan pajak penghasilan di Indonesia menempatkan keluarga sebagai satu kesatuan ekonomis. Penggabungan Penghasilan Ada dua cara untuk mencapai tujuan seperti yang tercantum pada aturan dasar di atas. Oleh karena itu. menetapkan PTKP tertentu sesuai dengan jumlah tanggungan dan jumlah penerima penghasilan. baik ketika penghasilan masih dilaporkan sendiri maupun penghasilan digabungkan. menggunakan struktur tarif pajak yang berbeda untuk berbagai jenis SPT yang didasarkan pada jumlah tanggungan. Pertama. Dengan pengenaan pajak progresif. Seperti yang dijelaskan sebelumnya. Pendekatan Alternatif: Unit Peroleh Penghasilan Pendekatan alternatif dalam memilih unit kena pajak adalah dengan mengabaikan unit keluarga dan menggunakan individu sebagai unit yang dikenakan pajak. Pendekatan ini memberikan perlakuan yang lebih menguntungkan bagi wajib pajak yang berpenghasilan rendah. baik proporsional. status dan jumlah penerima penghasilan. perlakuan yang adil apabila pajak yang dikenakan kepada seorang bujangan tersebut lebih tinggi daripada pajak yang dikenakan kepada pasangan suami-istri dengan tingkat penghasilan yang sama. Perbedaan seperti ini (pada jumlah yang layak) tidak boleh dipandang sebagai pajak yang diskriminatif terhadap seorang bujangan. Penggabungan penghasilan ini tidak mengurangi jumlah PTKP yang dapat dikurangkan dari penghasilan.

Dalam peraturan perpajakan sekarang ini keluarga C dan D membayar pajak lebih besar daripada keluarga A dan B. Kemudian ada pasangan lain. Asumsikan bahwa A dan C penghasilannya sama dan bahwa B memiliki potensi penghasilan yang sama dengan D. Cara lain dari perlakuan pajak terhadap tanggungan adalah PTKP. Padahal berdasarkan aturan opsi yang sama (bekerja dan tidak bekerja) keduanya harus membayar pajak dalam jumlah yang sama.192 Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi Tanggungan dan Pasangan yang Tidak Bekerja Jumlah tanggungan menjadi pertimbangan utama dalam mengukur kemampuan untuk membayar dari suatu unit keluarga. ada sepasang suami istri A dan B dimana A memiliki penghasilan dan B tidak memiliki penghasilan. Misalnya. seperti kesimpulan kita pada pembahasan tentang imputed income di muka. Peraturan pajak di Indonesia menggunakan cara ini dengan memberikan pengurangan atas penghasilan neto sebesar Rp1. Pertanyaan kedua bagaimana pengurangan diberikan. Pertanyaan ini berkenaan dengan apakah pengurangan tersebut diberikan dalam bentuk pengurang atas penghasilan atau kredit pajak. Karena wajib pajak dengan penghasilan yang tinggi mengeluarkan biaya untuk tanggungan (anak) yang lebih besar. C dan D. imputed income (dalam bentuk gaji yang tidak didapatkan) dari pasangan yang tidak bekerja harus dimasukkan ke dalam dasar pengenaan .000 untuk setiap tanggungan. yang harus dimasukkan sebagai tambahan kemampuan. Suatu keluarga besar (dengan tanggungan yang lebih banyak) dengan penghasilan neto tertentu mempunyai kemampuan untuk membayar yang lebih rendah daripada keluarga kecil (dengan tanggungan yang lebih sedikit) dengan penghasilan neto yang sama. Pertanyaan pertama. menjaga anak-anak.440. Ada dua pertanyaan berkenaan dengan tanggungan ini. Pertanyaan ini akan menyangkut masalah bagaimana memperlakukan anak-anak yang tinggal jauh dari orang tua dan yang memiliki penghasilan. Secara prinsip. Pendekatan kredit pajak lebih tepat digunakan bila setiap tambahan tanggungan diukur dalam satuan pengeluaran standar (misalnya pengeluaran rata-rata). sudah selayaknya diberikan keringanan pajak yang lebih besar pula. yang keduanya memiliki penghasilan. tapi dengan jumlah maksimal tiga tanggungan. Pendekatan pengurang atas penghasilan lebih tepat digunakan jika biayanya diukur dalam berapa banyak pengeluaran akan dilakukan. siapa yang menjadi tanggungan. Pertanyaan terakhir dalam pajak penghasilan adalah bagaimana pengaturan tentang pasangan yang tidak bekerja dan hanya tinggal di rumah untuk mengurus rumah. atau menganggur.

Untuk memudahkan penagihan dan meningkatkan ketaatan pajak. Selain itu. Perolehan warisan atau hibah merupakan tambahan kemampuan ekonomis bagi penerima sehingga harus dimasukkan ke dalam basis pajak penghasilan bagi penerimanya. Sesuai dengan definisi penghasilan. Capital gain sifatnya tidak teratur dan cenderung berfluktuasi sehingga wajib pajak harus membayar lebih banyak dalam sistem tarif pajak yang progresif. Penghasilan harus didefinisikan dalam satuan riil. Dalam membedakan antara penghasilan dari pekerjaan (upah dan gaji) dan penghasilan dari modal.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 193 pajak. Penghasilan dalam konsep tambahan kemampuan ekonomis (accretion concept) harus diukur dalam satuan penghasilan neto. tidak menjadi perbedaan apakah penghasilan tersebut telah diterima secara kas (seperti gaji. yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan wajib pajak yang bersangkutan dalam nama dan bentuk apapun. baik yang berasal dari Indonesia maupun luar Indonesia. upah. pada beberapa transaksi tertentu berlaku tarif pajak final. Logika tambahan kemampuan ekonomis (accretion) menyatakan bahwa penghasilan yang diterima dalam bentuk imputed income (misalnya pemilikan aset jangka panjang) dan natura dalam bentuk santai harus dimasukkan ke dalam basis pajak. yaitu penghasilan setelah dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan. dan hasil penjualan aset) ataupun terakumulasi dalam bentuk kenaikan nilai aset (capital gain) yang belum terealisasi. kesulitan ini dapat dihilangkan dengan menggunakan aturan perataan yang tepat. bila dibandingkan jika capital gain tersebut diterima sebagai pendapatan tetap. Penghasilan bruto yang telah dihitung kemudian dikurangkan dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) untuk mendapatkan jumlah Penghasilan Kena Pajak (PKP). § § § § § . ditekankan bahwa penghasilan dari pekerjaan harus dikenakan beban pajak yang lebih ringan. prosedur yang sama juga harus diberlakukan kepada bujangan yang tidak bekerja RANGKUMAN § Penghasilan yang menjadi objek pajak adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak. secara prinsip.

dapat dikatakan memiliki kemampuan untuk membayar yang lebih kecil dibandingkan para wajib pajak lainnya yang tidak menghadapi tagihan-tagihan darurat tersebut. Pengurangan khusus dapat dipandang sebagai suatu cara untuk menyediakan insentif penggunaan penghasilan untuk hal-hal yang mulia seperti sumbangan sosial. hanya komponen bunganya saja yang dikenakan pajak penghasilan. Mengapa perlakuan terhadap pajak final dianggap melanggar prinsip keadilan pajak? 6. Laba yang belum terealisasi . imputed income (dalam bentuk gaji yang tidak didapatkan) dari pasangan yang tidak bekerja harus dimasukkan ke dalam dasar pengenaan pajak. wajib pajak dengan tagihan-tagihan darurat yang berat. Bagaimana pengenaan pajak penghasilan atas : a. Penghasilan tidak teratur c. Imputed Income 4. Secara keadilan. Tingkat kemiskinan bervariasi sesuai dengan ukuran besarnya keluarga. seperti tagihan biaya pengobatan yang besar. artinya penghasilan atau kerugian dari seluruh anggota keluarga digabungkan sebagai satu kesatuan yang dikenakan pajak. Pada prinsipnya. Warisan b. dan ketika uang manfaat pensiun atau tabungan hari tua diterima di kemudian hari. Jelaskan perbedaan prinsip Capital Income dan Labor Income! 3. Sistem pengenaan pajak penghasilan di Indonesia menempatkan keluarga sebagai satu kesatuan ekonomis.194 § Bab 9: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Pribadi § § § § Iuran pensiun dan bentuk pembayaran tabungan hari tua lainnya seharusnya tidak boleh dikurangkan dari penghasilan. Jelaskan prinsip dasar pengenaan pajak penghasilan dan bagaimana menentukan penghasilan kena pajak! 2. Apa yang dimaksud dengan pajak final dan apa tujuan diberlakukannya? 5. Prinsip progresivitas tidak saja menyatakan seberapa tinggi tarif pajak yang dikenakan kepada wajib pajak berpenghasilan besar tetapi juga seberapa besar transfer yang dapat diberikan kepada wajib pajak miskin. Bagaimana penerapan pajak penghasilan terhadap: a. LATIHAN 1. sehingga beban pajak pun harus menyesuaikan dengan ukuran besarnya keluarga. Laba yang telah terealisasi b.

Apa pengaruhnya terhadap pengenaan pajak penghasilan wajib pajak tersebut? . Tabungan hari tua d.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 195 c. Iuran Pensiun e. Bagaimana bentuk ketidakadilan pajak yang terjadi akibat adanya preferensi pajak ? 9. Wajib pajak yang mempunyai penghasilan tinggi cenderung menginvestasikan uang mereka dibandingkan dengan menabungnya. Asuransi Jiwa 7. Jelaskan bagaimana aspek keadilan yang diberlakukan untuk pengurangan jumlah pajak penghasilan yang dikenakan terhadap wajib pajak! 8.

. Penghasilan bruto dari perseroan dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka menjalankan usaha akan menghasilkan laba bersih (identik dengan penghasilan neto) untuk dikenakan pajak. Pada dasarnya semua pengeluaran dapat dibebankan sebagai biaya apabila mempunyai hubungan langsung dengan usaha atau kegiatan untuk mendapatkan.PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN STRUKTUR PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN Prinsip dasar penentuan penghasilan kena pajak untuk wajib pajak badan tidak jauh berbeda dengan penentuan penghasilan kena pajak untuk wajib pajak pribadi yang mempunyai kegiatan usaha. Pengeluaran untuk penghasilan yang bukan merupakan objek pajak tidak boleh dibebankan sebagai biaya. menagih dan memelihara penghasilan bruto yang menjadi objek pajak.

banyak ahli ekonomi yang berpandangan bahwa perseroan sebaiknya tidak dikenakan pajak. ditambah dengan masalahmasalah lain yang khusus ada pada pengenaan pajak penghasilan kepada wajib pajak badan. Musgrave dan Musgrave (1989) berpandangan pada dasarnya berpendapat senada. Setiap industri memiliki kerumitan tersendiri sehingga sangat sulit untuk merancang suatu perlakuan pajak yang seragam untuk berbagai industri yang berbeda tersebut.198 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan Demikian juga pengeluaran yang melebihi batas kewajaran karena adanya hubungan istimewa tidak boleh dibebankan sebagai biaya. manajemen ataupun karyawan. manajemen dan karyawan untuk memperoleh penghasilan. n Pajak penghasilan perseroan merupakan praktek perpajakan berganda. Perseroan hanyalah alat ekonomi bagi para investor. Sumber penghasilan dari korporasi hanya dapat dipajaki apabila didistribusikan dan dibelanjakan oleh penerimanya. Dengan adanya kerumitan hukum dari perseroan dan hubungan di antara mereka. Wawancara terhadap Paul O’Neill. Beberapa fakta berikut merupakan hal-hal yang disepakati oleh para ahli ekonomi: n Warga negara yang menanggung beban pajak penghasilan perseroan. 21 Mei 2001... baik investor. U. Beberapa pengecualian permasalahan penghasilan yang muncul pada wajib pajak pribadi juga muncul pada wajib pajak badan. Secretary of Treasury. menambah kerumitan dalam merancang pajak penghasilan badan yang adil dan efisien. O’Neill. PERLUKAH PERSEROAN DIKENAKAN PAJAK? Menteri Keuangan Amerika Serikat. Permasalahan ini diantaranya penentuan pengeluaranpengeluaran apa yang dapat dibebankan sebagai biaya dan kapan pembebanan tersebut dapat dilakukan. The clear economic truth is that businesses and corporations don’t pay taxes. Jika konsumsi dijadikan basis pajak penghasilan. pernah mengemukakan suatu pendapat: “For a long time we’ve maintained what I think is clearly a fiction – the idea that somehow corporations and business pay taxes. Financial Times.S. Paul H. suatu pajak penghasilan badan yang adil bukanlah pajak yang sederhana. n Pajak penghasilan perseroan menurunkan standar hidup masyarakat. oranglah yang menanggung beban pajak pada akhirnya. Dengan demikian.”1 Hal ini sejalan dengan pandangan para ahli ekonomi bahwa perseroan hanyalah lembaga atau unit yang mengumpulkan pajak untuk pemerintah. they just collect them for the government . Pernyataan ini adalah jawabannya atas pertanyaan: “Bidang-bidang apa saja yang anda pandang membutuhkan perbaikan? 1 . pajak penghasilan tidak boleh dikenakan kepada badan.

Apabila kedua pajak ini digabungkan.250. Kedua.000.000.750. pengenaan pajak kepada badan juga tetap dipertanyakan. dalam hal ini keadilan pajak hanya dapat diterapkan kepada pribadi. yang dikenakan pajak dengan tarif efektif sebesar 30% (atau sebesar Rp3. penghasilan harus dipajaki secara keseluruhan dalam konsep penghasilan global.000. ada “kelebihan pajak” sebesar Rp1.750. seorang wajib pajak A adalah serorang wajib pajak dengan penghasilan besar sehingga membayar pajak penghasilan pribadi pada tarif pajak 25%. Ada beberapa argumentasi untuk mendukung pandangan ini. Pertama. Para penganut posisi integrasi memandang bahwa pajak pada akhirnya menjadi beban dari orang-orang pribadi. pada akhirnya pajak harus menjadi beban pribadi.000. Misalkan. jumlahnya menjadi Rp4. Pandangan lain yang berkembang di beberapa negara maju adalah mengintegrasikan penghasilan korporasi ke dalam pajak penghasilan individu. Ketiga. pertama pada tingkatan perseroan dalam bentuk pajak penghasilan badan.000). Kedua pajak penghasilan perseroan sebagai pajak “absolut” terhadap penghasilan bersumber dari korporasi. Dengan demikian. Sisanya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 199 Bila penghasilan digunakan sebagai basis pajak. pajak penghasilan yang dibayarkan pada penghasilan yang didistribusikan (dividen) sejumlah Rp10.000 hanya akan sebesar Rp2. Oleh karena itu. Bila mengenakan pajak pada laba perseroan. konsep keadilan.000. Bagiannya pada laba suatu perseroan yang sahamnya ia miliki adalah Rp10. tanpa memperdulikan dari mana sumbernya.000. seorang wajib pajak . dan berikutnya pada tingkatan pribadi sebagai dividen dalam perhitungan pajak penghasilan pribadi. Pertama. Pandangan Integrasi Pandangan integrasi ini adalah pandangan yang paling diterima oleh para ahli ekonomi. sebesar Rp7. Bila tidak ada pajak penghasilan badan.000.000 didistribusikan sebagai dividen kepada A. ada dua pendapat dalam pengenaan pajak perseroan. Pandangan kedua ini yang digunakan oleh peraturan pajak penghasilan di Indonesia. maka laba perseroan tersebut ketika didistribusikan dipajaki dua kali. pengenaan pajak pada perseroan sebaiknya diintegrasikan ke dalam pengenaan pajak penghasilan pribadi dari penerima penghasilan yang bersumber dari perseroan. pengenaan pajak pada perseroan harus dipandang sebagai satu cara memasukkan semua penghasilan yang bersumber dari perseroan ke dalam basis pajak penghasilan pribadi.500.000. Badan (dalam hal ini perseroan) dikenakan pajak dan tidak dapat dikreditkan terhadap pajak penghasilan pribadi atas penghasilan dividen. Dalam hal ini. Berikutnya. yang kemudian akan membayar pajak atasnya sebesar Rp1.000.

Apakah laba setelah pajak . sebaiknya pajak perseroan digantikan dengan pemungutan pajak pribadi atas sumber penghasilan dari perseroan. pajak tambahan ini tidak adil bila ditinjau dari sudut pandang penganut integrasi. Baginya. sehingga ada kelebihan pajak sebesar Rp2. Pada kenyataanya sebagian dari laba korporasi setelah pajak ditanamkan kembali pada operasi perusahaan sebagai tambahan pada laba yang ditahan.000. sebagai entitas yang terpisah. atau sebesar Rp4.000 ditambah Rp1.000. Dengan demikian. sebagaimana paham tidak ada pajak tanpa perwakilan.000. Walaupun. Dengan tidak mengintegrasikan penghasilan. sebab semua penghasilan (termasuk yang diperoleh dari sumber perseroan) harus dipajaki dengan tarif yang sama. Walaupun perseroan bukan merupakan individu yang memiliki hak suara dalam pemilihan.000. pajak tambahan sebagai persentase dari total penghasilan akan lebih besar bagi A daripada bagi B. perseroan adalah kekuatan ekonomi dalam suatu negara Perseroan yang dimiliki publik secara luas – merupakan wajib pajak besar yang menjadi sumber terbesar penerimaan pajak negara – bukan hanya instrumen untuk penghasilan pribadi.050. Beban pajak B lebih besar daripada beban pajak A.500. sistem pajak di Indonesia memberikan tambahan beban pajak dan beban pajak atas penghasilan yang bersumber dari perseroan lebih besar bagi pemegang saham kecil yang pajak penghasilan pribadinya sebenarnya lebih kecil. Oleh karena itu. Perseroan adalah entitas legal yang memiliki keberadaan sendiri. perseroan juga mempunyai kapasitas membayar pajak tersendiri.200 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan B. praktek yang sesuai dengan pengenaan pajak penghasilan dengan sistem integrasi.550. telah dikenakan pajak yang terpisah dan absolut. pajak gabungan sama dengan Rp3. yang berpenghasilan kecil sehingga membayar pajak penghasilan pribadi pada tarif pajak 15%. sebagai wajib pajak yang berpenghasilan besar dan mempunyai banyak investasi menyebabkan proporsi dividen terhadap total penghasilan lebih besar pada wajib pajak A daripada pada wajib pajak B.000. Pajaknya berdasarkan sistem integrasi hanya akan sebesar Rp1. Perseroan adalah pelaku ekonomi yang memiliki kekuatan besar dalam pengambilan keputusan ekonomi dan sosial melalui pengelolaan para profesional manajemen yang tidak secara langsung dikendalikan oleh pemegang saham secara individu.050. Pandangan Absolut Pandangan absolut memiliki pandangan yang berlawanan dengan pandangan integrasi. Laba yang tidak dibagikan ini tidak diperhitungkan sebagai penghasilan pemegang saham sehingga tidak dikenakan pajak dua kali.

tanpa landasan rasional dalam suatu struktur pajak yang adil. yang apabila dibagikan kepada . Tidak ada alasan mengapa para pemegang saham harus membayar pajak tambahan atau diberikan perlakuan khusus. Secara rasional. harus dipajaki sebagai bagian dari penghasilan mereka. Para ekonomi juga telah membuktikan dengan berbagai riset bahwa praktek pengenaan pajak menurut pandangan absolut telah menimbulkan distorsi dalam perekonomian.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 201 yang diperoleh akan dibagikan atau ditahan tidaklah relevan dalam konteks ini. pandangan absolut atau yang disebut juga pandangan klasik ini mempunyai dukungan yang sangat kuat untuk alasan bahwa perseroan adalah keberadaan yang memiliki kekuatan ekonomi dan sosial. Alasan pengenaan pajak pada perseroan karena lembaga ini memiliki kemampuan membayar pajak sendiri dan oleh karenanya harus dikenakan pajak terpisah. Ada pendapat yang menyatakan bahwa kemampuan ini adalah kemampuan untuk membayar pajak tanpa mengalami kebangkrutan atau mengganggu operasinya. maka tujuan dari para penganut absolutisme untuk membebankan pajak tambahan pada penghasilan yang bersumber dari korporasi tidak akan tercapai. Pajak penghasilan atas perseroan telah menjadi pajak penjualan atau pajak atas upah yang inferior dan arbiter. Maka kemampuan untuk membayar ini sulit untuk diaplikasikan pada perseroan. sehingga membutuhkan kebijakan pengaturan (termasuk pengaturan pengenaan pajak) tersendiri pada tingkatan korporasi daripada tingkatan pemegang saham. Selain itu. Perseroan cenderung tidak membagikan laba untuk menghindari pengenaan pajak berganda. Pajak ini dikatakan inferior karena tarif implisit dari pajak penjualan atau upah tidak memiliki korelasi yang jelas dengan rasio [marjin] laba atas penjualan atau rasio laba atas upah dari perseroan. Bila terjadi penggeseran beban pajak. seluruh pajak harus dibebankan pada orang. Konsep kapasitas membayar yang digunakan dalam pendapat ini lebih berkaitan dengan efek ekonomi dari pajak bukannya kemampuan untuk membayar yang digunakan dalam konteks keadilan pajak. Perseroan memang bertindak sebagai unit-unit pengambilan keputusan. Laba perseroan merupakan bagian penghasilan para pemegang saham untuk alasan tambahan kemampuan ekonomis. Pandangan absolutisme mendasarkan pada asumsi bahwa beban pajak dikenakan atas laba dan tidak digeserkan kepada pihak lain yaitu para pelanggan atau pekerja. yang terpisah dan seringkali tidak begitu jelas kaitannya dengan keinginan para pemegang saham. alat-alat pajak dapat berguna pada situasi-situasi tertentu untuk tujuan peraturan perundang-undangan tersebut. Pada akhirnya.

Akan tetapi sebagian dari layanan ini. Pemerintah daerah menyediakan sebagian besar layanan publik yang memberikan manfaat kepada bisnis.202 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan investor mungkin dapat mereka gunakan untuk investasi-investasi yang lebih menguntungkan. Walaupun ada beberapa biaya pemerintah yang dikeluarkan dalam kaitannya dengan keberadaan perseroan secara khusus. Perseroan yang memiliki hak melakukan berbagai kegiatan berdasarkan kewajiban terbatas. bukannya untuk membebani manfaat yang tidak menimbulkan biaya. ada alasan-alasan lain yang dapat mendukung keberadaan pajak tersebut sehingga pajak tersebut diberlakukan seperti sekarang ini. Kedua. Ada dua hal yang harus diputuskan. Dengan demikian. Walaupun pajak dapat dikenakan kepada perseroan atas dasar manfaat. Perseroan dapat diminta untuk membayar pajak karena menerima manfaat dari berbagai layanan pemerintah. memperluas pasar. Besarnya pajak akan bervariasi sesuai dengan nilai layanan yang . Pertimbangan Manfaat Pemerintah dapat mengenakan pajak kepada siapapun dan apapun yang memperoleh manfaat dengan adanya pemerintahan. pemerintah daerah lebih berhak untuk mengenakan pajak. Layanan-layanan tersebut misalnya memberi manfaat kepada perseroan dengan cara mengurangi biaya. Alasan-Alasan Lain Mengenakan Pajak kepada Perseroan Walaupun pandangan absolut atau klasik tidak dapat memberikan argumentasi yang kuat untuk mengenakan pajak atas perseroan berdasarkan prinsip kemampuan untuk membayar. dan lain-lain. Tujuan dari pajak atas manfaat adalah mengalokasikan biaya pemberian layanan publik kepada yang menerima manfaat. tetapi juga oleh berbagai bentuk organisasi lainnya. lembaga yang memiliki kewajiban terbatas ini tidak membebani masyarakat oleh karenanya tidak layak dikenakan pajak atas manfaat yang didapat dari haknya. Akan tetapi. Hak ini tentu saja sangat berharga bagi korporasi. tidak hanya dinikmati oleh perseroan. biaya-biaya ini hanyalah faktor yang minor dan sulit untuk dijadikan alasan untuk mendukung pengenaan suatu pajak penghasilan. Pertama berkaitan dengan tingkatan pemerintahan mana yang harus mengenakan pajak. apa basis yang tepat digunakan untuk mengenakan pajak tersebut. cara yang lebih rasional adalah menerapkan pajak umum atas kegiatan bisnis bukannya menerapkannya dengan menggunakan pajak penghasilan badan saja. membantu transaksi-transaksi keuangan. Dengan demikian.

jumlah pegawai dan menunjukkan input untuk pengeluaran sekolah umum. tetapi pendekatan pajak dapat digunakan. Pengendalian ini tentu saja tidak akan menggunakan pajak umum atas laba. bentuk pajak atas perseroan yang tepat bergantung pada tujuan kebijakan tertentu yang akan dicapai. Dengan demikian. cit. bukannya sesuai dengan jumlah laba yang dihasilkan. suatu pajak dapat digunakan untuk mencapai tujuan ini. total biaya yang dikeluarkan pada daerah operasi lebih tepat digunakan sebagai ukuran keseluruhan. Oleh karena itu. Walaupun ukuran yang besar tidak diinginkan. Alasan progresivitas tentu saja bukanlah kemampuan untuk membayar seperti pada pajak penghasilan pribadi. Perusahaan-perusahaan besar dapat dimiliki oleh investor-investor kecil dan perusahaan-perusahaan kecil dapat dimiliki oleh investor-investor kaya. 374-375.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 203 diberikan. § Jika ada keinginan untuk membatasi ukuran absolut atau besarnya perusahaan (yang tidak sama dengan membatasi monopoli atau pangsa pasar). 2 Richard A. Musgrave dan Peggy B. hal. Pertanyaan berikutnya adalah apakah pajak tersebut sebaiknya dikenakan pada laba dan bukannya ukuran aset atau penjualan. Progresivitas akan digunakan untuk memberlakukan diskriminasi terhadap perusahaan besar dan membatasi apa yang dianggap sebagai akibat-akibat sosial yang tidak diinginkan dari perusahaan-perusahaan besar. yang tidak akan efektif untuk mengoreksi tingkat laku monopolistik. dengan nilai tambah (termasuk laba dan biaya-biaya faktor lainnya) sebagai kemungkinan kedua.. Musgrave dan Musgrave (1989) menjelaskan alasan-alasan peraturan perundang-undangan tersebut sebagai berikut:2 § Pengendalian terhadap monopoli telah dilakukan dengan menggunakan alat peraturan perundang-undangan. Jika ukuran umum yang digunakan. dan sebagainya. yang berkaitan dengan tingkat pembatasan monopolistik. . nilai properti akan lebih tepat menunjukkan nilai layanan pemadam kebakaran. Semua alasan ini didasarkan pada pandangan bahwa pajak adalah instrumen pengendali berkaitan dengan tingkah laku korporasi. Musgrave. transportasi akan menunjukkan layanan jalan raya. Pengendalian ini membutuhkan pajak bisnis yang progresif. Tujuan-tujuan Peraturan Perundang-Undangan Berbagai alasan lain dikemukakan untuk mengenakan pajak penghasilan kepada perseroan. Pengendalian ini memerlukan suatu pajak yang lebih kompleks. op.

Pembatasan atas upah dalam kondisi seperti ini tidak dapat diterapkan secara efektif tanpa juga membatasi laba.204 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan itu bukan alasan memberikan penalti kepada perusahaan besar yang menguntungkan. saving korporasi perlu didukung dan distribusi dividen perlu dibatasi. suatu tingkat pengembalian standar. § Terakhir. dalam hal ini disparitas risiko dapat terlewatkan. tetapi akan muncul ketidakadilan karena perbedaan posisi awal. dan pajak atas kelebihan laba merupakan alat-alat yang berguna dalam kaitannya dengan situasi ini. sehingga memunculkan masalah yang sulit dalam hal menentukan tarif berapa yang cocok untuk setiap industri. Tujuan ini dapat dicapai dengan mengenakan pajak atas dividen yang dibayarkan dan mengecualikan laba yang ditahan. distribusi dividen perlu didukung sedangkan menahan laba perlu dihindari. Alternatif kebijakan lain. SIAPA YANG MENANGGUNG BEBAN PAJAK? . pajak korporasi dapat digunakan untuk memberikan insentif atau disinsentif investasi. Kelebihan laba tersebut harus diukur dengan membandingkannya dengan periode dasar. Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa instrumen pajak digunakan untuk mengendalikan tingkah laku perseroan dalam berbagai situasi akan tetapi bentuk pajaknya bukanlah pajak atas laba. Suatu situasi lain yang berbeda di mana pajak atas kelebihan laba secara selektif dapat dikenakan karena krisis tertentu. § Suatu pajak atas kelebihan laba dapat dikenakan pada periode-periode krisis (seperti perang) ketika diperlukan pengendalian langsung atas upah dan harga. yang berbeda dari saving korporasi. pajak atas kelebihan laba sulit diadministrasikan karena kelebihan laba tidak mudah didefinisikan. seperti krisis harga minyak dan pelepasan kendali atas harga minyak. Walaupun kelihatannya baik secara prinsip. Tujuan ini dapat dicapai dengan mengenakan pajak atas laba yang tidak dibagi dan mengecualikan laba yang dibayar sebagai dividen. § Sebagai stimulus bagi formasi modal dan pertumbuhan. Alat-alat seperti penyusutan dipercepat dan kredit pajak investasi dapat digunakan untuk tujuan ini dan juga dapat diterapkan secara siklus atau pada saat-saat tertentu. atau. yang memunculkan pengenaan pajak atas laba tak terduga dari kenaikan harga minyak. dalam rangka mendukung berfungsinya pasar modal atau meningkatkan pengeluaran konsumsi.

dan marjin laba perseroan. Oleh karena itu. perusahaan akan berusaha memindahkan beban pajak dengan menaikkan harga. Hal ini dapat dilakukan bila perusahaan dalam situasi monopoli. Para pelaku bisnis sering memiliki pandangan berbeda dan mereka memandang bahwa pajak adalah biaya yang harus dipindahkan pembebanannya kepada pihak lain. Hasil penelitian di Amerika Serikat yang berkaitan dengan perubahan tarif pajak dalam rangka menguji adanya pemindahan beban pajak menunjukkan hasil yang berbeda-beda yang konsisten dengan hipotesa pemindahan maupun . termasuk tingkat pengembalian dari pemegang saham korporasi. bagian laba perseroan dalam nilai tambah pada sektor perseroan. pembandingan antara tingkat pengembalian dari investasi pada perseroan dan non-perseroan sulit dilakukan karena ketidaktersediaan data pada usaha-usaha non-perseroan. Demikian juga. Beberapa industri yang menggunakan administered pricing. Demikian juga. Berbagai pemahaman dapat diperoleh dari memeriksa perubahan-perubahan harga yang terjadi dan membandingkan posisi-posisi relatif beberapa sektor sebelum dan sesudah perubahan pajak.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 205 Sebagian besar ahli ekonomi memandang beban pajak penghasilan badan jatuh kepada pemilik modal. Apabila tarif pajak perseroan berbeda antar industri. siapa yang menanggung beban pajak bergantung pada struktur dan tingkah laku pasar yang ada. atau bila aturan harga lainnya yang berubah. Pemindahan beban dengan cara penyesuaian administered pricing (dibedakan dengan pemindahan beban karena perpindahan faktor dan perubahan pasokan faktor dalam pasar yang kompetitif) dapat terjadi. Hal yang sama juga berlaku pada pasar tenaga kerja yang terorganisir. Hal ini tidak dapat dilaksanakan dalam dunia nyata karena pajak diterapkan pada semua perseroan dengan tarif efektif yang sama. Hal ini merupakan pandangan yang tepat bila semua pasar beroperasi untuk memaksimalkan laba sehingga pemilik modal tidak dapat memindahkan beban pajak tersebut kepada pihak lain tanpa biaya. jika penjualan yang dimaksimalkan. yaitu penentuan harga bukan berdasarkan mekanisme pasar. Ada banyak upaya telah dilakukan pada tahun-tahun terakhir untuk memberikan bukti tentang ini. perolehan jawabannya akan cukup sederhana. Dalam situasisituasi tersebut. bila pasar tenaga kerja tidak sempurna. sesuai dengan model kompetitif. pajak yang tinggi dapat dipindahkan kepada tenaga kerja dengan ditunjukkan pada keterbatasan daya tawar tenaga kerja pada perundingan dengan manajemen. Pendekatan inipun tidak dapat menghasilkan pemahaman yang cukup jelas karena perubahan tarif pajak tidak sering terjadi. Kemungkinan yang tersisa adalah mempelajari pengalaman sektor perseroan dan bagaimana berbagai komponen dalam sektor perseroan menanggapi perubahan pajak.

baik yang . Berbagai studi telah dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir. Dan juga. Tarif pajak efektif ini bergantung pada aturan penyusutan. tarif pajak itu sendiri merupakan konsep yang kompleks. Beberapa studi lainnya mengindikasikan hasil yang sebaliknya. Teknik ekonometrik yang lebih baik dikombinasikan dengan penggunaan data yang kurang agregatif mungkin dapat memberikan hasil yang lebih baik. Pendekatan lain untuk mengukur adanya pemindahan beban pajak adalah dengan menggunakan pendekatan ekonometrika. Pada kenyataannya. Penyesuaian-penyesuaian apa saja yang harus diberlakukan dalam struktur pajak agar terjadi integrasi pajak perseroan dan pajak pribadi. akan tetapi masalah ini masih kontroversial. pengeluaran pemerintah. para analis berharap menggunakan koefisien regresi dari variabel ini untuk mengukur pengaruh perubahan tarif pada tingkat pengembalian. kredit investasi. INTEGRASI PAJAK Apabila pandangan bahwa pajak penghasilan perseroan diintegrasikan ke dalam pajak penghasilan pribadi adalah yang lebih diinginkan. dan berbagai faktor yang tidak dapat dinilai dengan jelas. sehingga mengarahkan kepada hipotesa pemindahan beban pajak. yang dirancang untuk mengisolasi pengaruh pajak penghasilan perseroan. kondisi ekonomi dan faktor-faktor lain. utilisasi kapasitas. Integrasi Lengkap Integrasi lengkap adalah pendekatan pengenaan pajak penghasilan dengan mengintegrasikan seluruh bagian pendapatan dari perseroan. Hal ini terjadi karena banyaknya faktor-faktor nonpajak yang mempengaruhi hasil penelitian sehingga penelitian tidak dapat menunjukkan siapa sebenarnya yang menanggung beban pajak. Dengan memasukkan tarif pajak korporasi. tingkat inflasi. seperti tingkat permintaan konsumen. yang terpenting adalah tarif pajak efektif bukannya tarif pajak nominal. Analisis ekonometrik tidak mampu secara bulat memisahkan pengaruh pajak dari beberapa perubahan yang terjadi secara bersamaan dalam pengeluaran publik.206 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan hipotesa non-pemindahan. muncul pertanyaan bagaimana cara mengintegrasikan penghasilan perseroan ke dalam penghasilan pribadi. Satu jenis penelitian menggunakan model bahwa tingkat pengembalian korporasi adalah suatu fungsi dari berbagai variabel yang telah ditentukan sebelumnya. Beberapa studi mengindikasikan adanya pemindahan beban pajak yang cukup tinggi. dan tarif pajak korporasi.

... Anda harus membayar pajak tambahan. baik yang dibagikan sebagai dividen maupun tidak dibagikan sebagai dividen.. atau bahkan saat orang pajak datang atau menghubungi Anda.. perseroan akan memberitahukan kepada para pemegang saham berapa bagian laba yang tidak dibagikan yang menjadi bagian mereka untuk ditambahkan ke dalam kekayaan mereka. dalam banyak kasus bahkan bisa menjadi hidup dan matinya perusahaan." Pajak bukan hanya masalah yang membebani perusahaan. Biasanya.. saat menerima Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan Pajak (SPHP). nothing is certain except death and taxes. Bayangkan keadaan tak terduga ini. pendekatan ini harus memberikan perlakukan yang sama atas bagian laba dari perseroan yang tidak dibagikan dengan bagian laba perseroan yang dibagikan (dividen). metode depresiasi perusahaan Anda di-adjust. Ingat baik-baik bahwa ini sangat mungkin. Tidak salah.. Saat diperiksa.. Anda bahkan mungkin akan berhadapan dengan wrong people. Metode Firma Metode ini memperhitungkan bagian laba dari perseroan yang menjadi hak pemegang saham ke dalam penghasilan pribadi pemegang saham.. Perusahaan Anda merugi sampai 100 milyar rupiah. Apabila pendekatan integrasi lengkap yang dipilih. Padahal dalam konteks hukum. 1000 Alasan untuk Pajak. Anda dikenai sanksi perpajakan..Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 207 dibagikan (diterima sebagai dividen) maupun yang tidak dibagikan (dalam bentuk akumulasi laba ditahan pada perseroan).." Dalam tataran dunia pajak para pakar perpajakan cenderung menyetujui dogma itu. ke dalam penghasilan pribadi dari sumber-sumber lain yang selama ini telah dilaporkan dalam SPT. Dalam prakteknya. saat menerima Surat Ketetapan Pajak (SKP).. Anda harus membayarnya segera. "Orang pajak tidak pernah salah. Metode kedua adalah metode laba modal yang mengenakan pajak atas laba modal sepenuhnya (baik yang direalisasikan maupun yang belum direalisasikan). Ada dua metode pengenaan pajak yang menggunakan integrasi lengkap. Metode pertama disebut metode firma (partnership) yang memperhitungkan bagian laba seorang wajib pajak (investor) dari laba perseroan ke dalam penghasilan pribadinya dan dikenakan pada pajak penghasilan pribadi wajib pajak tersebut. di .. sampai peraturan pajak mengatakan yang sebaliknya.. Saat menerima Surat Tagihan Pajak (STP). jika Benjamin Franklin mengatakan "in this world. wrong place. Anda tidak berhak atas kompensasi kerugian.. Coba kita perhatikan kapan munculnya masalah perpajakan yang sering membuat pusing kepala. Untuk mendapatkan informasi mengenai besarnya penghasilan dari laba yang tidak dibagikan sebagai dividen. sehingga laporan keuangan yang baru menjadi laba 20 milyar. Wrong time. masalah perpajakan akan muncul di saat-saat yang tidak tepat.. Pemegang saham kemudian akan memasukkan jumlah ini ke dalam perhitungan laba kena pajak dalam SPT...

ia berhak mendapatkan restitusi pajak sebesar Rp500.000. Apabila pemegang saham tersebut hanya dikenakan pajak marjinal sebesar 10% maka beban pajaknya hanya sebesar Rp1.000. maka besarnya pajak penghasilan atas penghasilan ini adalah sebesar Rp3. Misalnya..500. Anda tidak bisa lagi menghindari dari pajak. Dengan demikian. Dalam perpajakan.000.500. Berapapun besarnya dividen yang diterimanya dari perseroan tersebut.000. tarif pemotongan pajaknya 15 persen. pemegang saham akan melaporkan jumlah penghasilan brutonya dari perseroan sebesar Rp10.000. Sejarah dunia tax management menggeser konsep dasar dari "minimalisasi pajak" menjadi "optimalisasi pajak".000. Anda diistilahkan dengan sebutan Wajib Pajak……………….000 ke dalam penghasilan kena pajaknya. sehingga pemegang saham mendapatkan sisanya sebesar Rp8. Praktek pemotongan pajak (withholding) juga dapat diterapkan dalam metode firma ini dengan menunjuk perseroan sebagai pemungut pajak. Misalnya.000. jelas tidak bisa diandalkan dari bentuk-bentuk usaha yang diupayakan oleh pemerintah atau negara sendiri. Perseroan akan memotong dan memungut pajak kepada pemegang saham tersebut. rakyat (termasuk dunia usaha) lah yang pada akhirnya menjadi tumpuan. konsep itu tidak berlaku. tetapi juga terhadap bagian laba dari perseroan yang tidak dibagikan.000. ia harus menyetor kekurangan setoran pajak sebesar Rp1. Maka. upah dan dividen..000.. pajak muncul dari kebutuhan akan perlunya sumber dana yang terjamin untuk menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan atau kenegaraan. pemegang saham akan membayar pajak sesuai dengan tarif pajak marjinalnya.) Satu hal yang pasti adalah fakta bahwa ruang gerak bagi perusahaan sebagai wajib pajak. pada . perseroan tidak saja melakukan pemotongan dan pemungutan pajak terhadap gaji.208 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan mana pajak juga merupakan produk hukum. sekalipun pada prakteknya berbagai pungutan (yang waktu itu disebut dengan upeti) ini lebih termanfaatkan untuk kepentingan pribadi raja atau keluarganya. 1000 Alasan untuk Pajak (Lanjutan.500. sumber itu harus berasal dari luar pemerintahan atau negara.000 setelah mengkreditkan Rp1. Dengan demikian. telah dan akan menjadi makin sempit jika hanya berorientasi pada upaya menghindari pajak.500.000 yang dipotong oleh perseroan sebagai sumber penghasilan. Sehingga.000. Itu sebabnya. Sumber itu. Karena ia telah dipotong sebesar Rp1. Di zaman feodalisme dan penjajahan. Lihatlah perangkat aturan perpajakan yang diberlakukan sekarang dan di masa depan. yang biasa berlaku adalah asas praduga tidak bersalah. Dengan melaporkan penghasilan laba pada jumlah kotornya ini. seorang pemegang saham memperoleh pemberitahuan dari perseroan yang sahamnya dimilikinya bahwa bagian labanya atas laba suatu perseroan adalah sebesar Rp10. Bila atas penghasilan tambahan ini tarif pajak marjinalnya adalah 30%. Dalam sejarah internasional.

sejalan dengan makin majunya kebudayaan dan peradaban manusia. Tidak ada pembunuhan. Di satu sisi. menjadi bentuk-bentuk pemupukan yang tetap memaksa akan tetapi dengan cara yang lebih manusiawi. sifat memaksanya tetap terabadikan akibat karakteristik pendanaan operasi pemerintah dan negara yang masih tidak mungkin dipenuhi oleh negara atau pemerintah sendiri. Caranya adalah basis harga pokok untuk menentukan laba modal dari penjualan investasi harus ditambahkan dengan jumlah yang sama dengan bagian dari pemegang saham tersebut atas kenaikan laba yang tidak dibagi selama masa kepemilikan investasi tersebut. metode ini memiliki beberapa kesulitan dalam penerapanya. 7 Juni 2005). Akan tetapi. Tidak ada lagi penjajahan secara eksplisit (mungkin yang ada sekarang adalah eksploitasi. kita bisa memaklumi bagaimana istilah upeti sangat identik dengan kekejaman. laba modal (capital gain) yang berasal dari kenaikan nilai kepemilikan akibat tidak membagikan laba harus dikecualikan dari pengenaan pajak penghasilan. Karena pajaknya telah dikenakan ketika laba dihasilkan. tidak ada kekejaman fisik atau penganiayaan. tidak adil bila memasukkan laba yang ditahan ke dalam penghasilan kena pajak pribadi. kebutuhan itu tidak berubah. metode ini membuat wajib pajak harus membayar pajak padahal ia tidak menerima penghasilan tersebut dalam bentuk yang dapat digunakan untuk membayar pajak. Maka. bila digabungkan dengan pendekatan pemotongan pajak. Pada era modern.indodigest. (Diadaptasi dari: Green version of 1000 Alasan untuk Total Tax Awareness. kebutuhan itu ditransformasi ke bentuk-bentuk pemupukan yang lebih lunak. Hanya saja. metode ini umumnya diusulkan sebagai prosedur standar dalam perhitungan pajak penghasilan oleh para ahli pajak. http://www. Karena dirasa cukup adil. pemegang saham seolah-olah merupakan anggota persekutuan suatu firma. Akan tetapi. yang sebenarnya bermakna sama).com. Pertama. perampokan dan bahkan pembunuhan. yang dapat dibayar dengan . Sebenarnya. pemaksaaan. Diskusikan bagaimana konsep perpajakan dapat diterapkan secara lebih manusiawi! Dengan cara ini. Sisanya baru akan menjadi beban apabila tarif pajak marjinal yang dikenakan kepada pemegang saham melebihi tarif pemotongan. otoritas pemerintahan mencoba untuk tetap mengandalkan pembiayaan roda pemerintahan dengan menggali sumber-sumber dari rakyat secara langsung.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 209 prakteknya ia tetap digunakan untuk membiayai roda pemerintahan atau bahkan kelanggengan dinasti kerajaan. Keberatan ini sama dengan yang dikemukakan dalam pembahasan pajak atas laba yang belum direalisasikan. Oleh karena itu. Hal ini dilakukan dengan mentransformasi pajak dan pungutan lain dari pola-pola yang kejam dan tak berperikemanusiaan. sebagian besar dari beban pajak telah dibayarkan ketika dipotong oleh perseroan sehingga menimbulkan masalah likuiditas pada pemegang saham. Berdasarkan prinsip realisasi. bahkan makin tumbuh menjadi besar dan bergeser menjadi semacam kemutlakan khususnya pada tataran ideologi demokrasi. tetapi tidak begitu meyakinkan. wajib pajak hanya akan dikenakan pajak bila ia memperoleh penghasilan.

maka insentif pajak harus dirancang pada tingkatan pemegang saham atau sebagai subsidi langsung kepada perseroan. Integrasi dengan metode partnership tidak menyederhanakan administrasi pajak bahkan mungkin akan menambah kerumitan administrasinya. Pendekatan firma juga dipandang tidak praktis diterapkan pada perusahaan publik yang besar dengan kepemilikan yang menyebar luas. akan tetapi karena para pemegang saham perseroan ini memiliki pengendalian yang besar terhadap perusahaan. Pendekatan ini juga akan memunculkan kesulitan-kesulitan lain berkenaan dengan kebijakankebijakan pemberian insentif perpajakan. seperti kredit pajak atas investasi. Manajemen tidak akan bereaksi terhadap pemberian insentif tersebut karena insentif tersebut hanya akan dinikmati manfaatnya oleh pemegang saham. pendekatan ini tidak mungkin diterapkan secara praktis untuk perseroan non-publik yang sahamnya tidak diperdagangkan. Metode Laba Modal Cara lainnya untuk mencapai integrasi sepenuhnya dengan mengenakan pajak penghasilan terhadap seluruh capital gain (termasuk yang belum direalisasikan) yang dikombinasikan dengan penghapusan pajak penghasilan atas laba perseroan. permasalahan-permasalahan dapat saja diatasi dengan berbagai cara bila usaha pengintegrasian penghasilan bersumber dari laba perseroan ke dalam penghasilan pribadi serius untuk dilakukan. Karena para pemegang saham bertransaksi saham secara cepat di pasar modal. Pengenaan pajak terhadap penghasilan laba modal secara periodik dapat digabungkan dengan pajak penjualan ketika terjadi pemindahan aset. mereka dapat memaksa perseroan untuk meningkatkan pembayaran dividen untuk mendapatkan kas yang dibutuhkan. Kedua. Perlu diingat bahwa metode firma hanya mengintegrasikan penghasilan dari laba perseroan. Pemberian insentif tersebut dapat menjadi tidak efektif. Bagian yang dibagikan kepada pemegang saham akan muncul dalam penghasilan pemegang saham sebagai penghasilan dividen. Metode ini tidak menghilangkan pengenaan pajak penghasilan atas perseroan itu sendiri sebagai suatu badan hukum khusus. Padahal manajemen pada umumnya adalah pembuat keputusan investasi.210 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan menjual sebagian saham yang dimilikinya. Karena pajak penghasilan tidak dikenakan atas perseroan. timbul kesulitan untuk mengalokasikan bagian laba di antara mereka. Karena perseroan tidak dikenakan pajak. sedangkan bagian yang tidak dibagikan akan muncul sebagai penghasilan laba modal. . tidak ada penentuan laba kena pajak untuk perseroan. Walaupun demikian.

pada beberapa negara maju. Cara ini dipandang mendekati perlakuan yang terintegrasi untuk laba yang tidak dibagi. terjadi ketidakkonsistenan pengenaan pajak antara sumber modal dari hutang dan dari saham. keringanan ini diberikan dalam bentuk pengecualian dan bukannya kredit pajak. . Misalnya. Sejak tahun 1986. dapat dipandang sebagai pembayaran kepada pemegang saham atas penggunaan dananya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 211 Integrasi Parsial Sampai sekarang. dividen yang dibayarkan sebagai perseroan. karena ketiadaan definisi penghasilan yang ilmiah dan konsisten. peraturan pajak penghasilan “meminjam” praktek-praktek perhitungan penghasilan (laba) dari akuntansi perusahaan. sehingga permasalahan-permasalahan desain pajaknya pada perseroan tentu saja lebih rumit daripada wajib pajak pribadi. Akan tetapi. muncul praktek-praktek yang mencoba pendekatan integrasi ini. bukannya sumber permodalan. Berikut ini beberapa contoh atas permasalahan pajak tersebut. tetapi “pajak berganda” tetap berlaku bagi dividen. Bunga diperlakukan sebagai biaya bisnis. paling tidak secara parsial. Bunga yang dibayar oleh perseroan atas dana yang diperolehnya melalui utang dikurangkan dari penghasilan kena pajak ketika memperhitungkan pajak penghasilan badan. lebih rumit daripada keuangan pada wajib pajak pribadi. sehingga wajib pajak yang berpenghasilan besar akan memperoleh keuntungan yang lebih besar. ASPEK-ASPEK KHUSUS DEFINISI BASIS PAJAK Permasalahan-permasalahan pada keuangan perseroan. dividen sebesar maksimal $200 tidak dikecualikan lagi dari penghasilan dan tarif pajak atas perseroan disamakan dengan tarif pajak untuk pajak penghasilan pribadi. mengurang progresivitas pajak penghasilan itu sendiri. tidak dikurangkan dari penghasilan kena pajak perseroan. integrasi sepenuhnya belum dapat diterima sebagai suatu pendekatan dalam penentuan penghasilan kena pajak. pendapatan dividen maksimal sebesar $200 dikecualikan dari penghasilan kena pajak. manfaatnya dari insentif ini oleh penerima dividen akan meningkat proporsional dengan tarif pajak marjinalnya. di AS sebelum tahun 1986. Akan tetapi. Hutang versus Modal Saham Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. seperti juga pembayaran gaji dan upah. Di sisi lain. Akibatnya. Karena akuntansi perusahaan menekankan pada penentuan laba dari pemegang saham.

Dengan membayar dalam bentuk natura daripada dalam bentuk kas. praktek pajak ini memunculkan insentif bagi penyedia dana untuk memberikan pinjaman daripada melakukan investasi saham/modal. Bila berinvestasi. Ketika biaya entertainment dapat dikurangkan dari penghasilan. Mereka akan lebih memilih pendanaan hutang. Hal ini sama saja dengan pemberian subsidi kepada kegiatan-kegiatan (dibiayai dengan biaya entertainment) yang sebenarnya tidak layak untuk memperoleh subsidi publik. Pembayaran dalam Bentuk Natura dan Biaya Entertainment Pembayaran dalam bentuk natura dan biaya entertainment merupakan topik yang banyak dibahas. Ketika perusahaan sudah maju dan berkembang.212 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan Dengan tidak adanya integrasi penghasilan perseroan ke dalam penghasilan pribadi. pendapatan bunga hanya dikenakan dalam pajak penghasilan pribadi. perseroan telah membantu pengawainya . Demikian pula. sulit untuk membuktikan bahwa perlakuan pajak tidak netral terhadap sumber pendanaan dalam praktek sehari-hari. Berdasarkan penelitian-penelitian di bidang manajemen keuangan. Walaupun ada perlakuan buruk peraturan pajak terhadap sumber permodalan saham. akibatnya beban untuk pengeluaran tersebut yang dirasakan oleh perseroan akan berkurang sebanyak 30 persen karena tidak dikenakan pajak (dengan asumsi pajak marjinal perseroan pada tarif tertinggi. perusahaan ini akan mengandalkan pendanaan dari laba perusahaan yang tidak dibagikan. yaitu 30 persen). sedangkan laba atas modal ekuitas tidak boleh dikurangkan. Jika integrasi lengkap tidak dijalankan. Ketika perusahaan pada periode-periode awal. Distorsi yang sama muncul dari pihak manajemen. Bila meminjamkan. Dengan demikian. pada kenyataannya sebagian besar modal perseroan berasal dari modal saham. penyedia modalnya adalah pemiliknya yang tentu saja menginvestasikan dalam bentuk ekuitas. Pendekatan integrasi lengkap akan mengembalikan netralitas perlakuan pajak terhadap sumber-sumber permodalan ini. penyebab utama fenomena ini adalah mudahnya perseroan mendapatkan pendanaan dari sumber modal. karena bunga yang dibayarkan dapat dikurangkan dari laba kena pajak. dalam hal pembayaran dalam bentuk natura terjadi subsidi publik pada wajib pajak yang menerima pembayaran dalam bentuk natura tersebut. dividen dikenai “pajak berganda”. netralitas dicapai dengan cara (1) memperluas cakupan “pajak berganda” dengan tidak membolehkan pengurangan biaya bunga pada pajak penghasilan badan (2) mengurangi cakupan “pajak berganda” dengan membolehkan pengurangan “bunga yang diperhitungkan” atas modal ekuitas dalam pajak penghasilan badan.

Peraturan perpajakan juga menentukan kapan pengurangan (penyusutan) dapat dilakukan. seperti pembayaran gaji dan upah atau pembelian bahan mentah. pengurangan dapat dilakukan ketika pembayaran terjadi. Semakin besar pada periode-periode awal penyusutan tersebut. Cara yang dilakukan sekarang ini adalah jalan tengah dengan membatasi pengurangan atas pembayaran dalam bentuk natura dan biaya entertainment. Peraturan perpajakan umumnya mengatur berapa besar setiap periode pengurangan (penyusutan) tersebut. bila sebuah mobil senilai Rp200. Metode Penyusutan dan Jangka Waktu Penyusutan Permasalahan penyusutan timbul karena sulitnya mendefinisikan penghasilan. sedangkan tunjangan kendaraan tidak.000 diberikan kepada manajer perusahaan sebagai ganti kenaikan gaji selama beberapa tahun. Cara penghindaran pajak seperti ini dapat dihilangkan baik dengan cara memasukkan pembayaran dalam bentuk natura ke dalam pajak penghasilan pribadi atau melarang pengurangan biaya-biaya entertainment pada pajak penghasilan badan. maka semua biaya untuk memperoleh dan memelihara penghasilan harus dikurangkan dalam menghitung penghasilan kena pajak.000. Dalam hal pengeluaran modal. Biaya dari perseroan dengan memberikan mobil tersebut (biaya penyusutan) akan sama dengan biaya karena kenaikan gaji untuk beberapa periode dengan jumlah total yang sama. Misalnya. terutama pada perseroan sebagai suatu badan usaha.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 213 mengurangi pajak penghasilan pribadi mereka. dan menentukan berapa besarnya setiap periode investor dapat memperoleh kembali biaya investasi. Untuk pengeluaranpengeluaran tertentu. Kapan investor dapat memperoleh kembali pengurangan juga harus diatur karena pada saat penyusutan diperbolehkan nilai tunai dari kewajiban pajaknya menjadi turun. kenaikan gaji akan menambah pajak penghasilan bagi wajib pajak pribadi. sebagai kompensasi untuk pengembalian biaya investasi. Penyusutan merupakan praktek akuntansi yang didasarkan pada pendekatan praktis untuk mengukur laba secara periodik. Permasalahan penyusutan adalah salah satu permasalahan yang paling sulit dan paling penting Karena pajak perseroan adalah pajak atas penghasilan/laba bersih. Akan tetapi. pengurangan itu dilakukan selama beberapa periode. Pengurangan untuk biaya-biaya modal akan memberikan penghematan pajak bagi investor. Penyusutan timbul karena adanya periodisasi atas perhitungan laba/rugi. semakin besar .

dimana bagian yang dikurangkan pada setiap tahun sama dengan rasio dari sisa tahun terhadap jumlah angka tahun selama masa manfaat aset. yaitu metode jumlah angka tahun (sum-of-years-digits method). Peraturan perpajakan umumnya juga menetapkan “panduan umur” untuk setiap jenis aktiva tetap yang sejalan dengan “praktek bisnis yang sehat.111. Ada satu metode lagi yang tidak diperbolehkan berdasarkan peraturan perundang-undangan saat ini. Seperti yang ditunjukkan pada tabel di bawah ini. Dengan demikian. Oleh karena itu.000 akan dikurangkan pada tahun pertama. jumlah angka tahunnya sama dengan 10 + 9 + 8 + 7 + 6 + 5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 55. perseroan yang menggunakan metode penyusutan dengan saldo menurun mendapatkan keuntungan penghematan pajak lebih besar daripada menggunakan metode garis lurus karena nilai tunai dari penyusutannya lebih kecil pada metode garis .000. sebesar Rp20.000 akan dikurangkan pada tahun kedua. untuk suatu aset dengan harga perolehan Rp100.000 = Rp18. Jadi. setiap tahun sejumlah Rp10.214 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan penghematan pajaknya. Rp16.000.000.363. beban untuk tahun kedua adalah 9/55 dari Rp100.111. Bangunan harus disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus dimana jumlah yang sama sebesar C/n harus dihapuskan setiap tahun. Jadi. yang meliputi jangka waktu pembebanan penyusutan dan kecepatan penyusutannya.000.636.” Ada beberapa insentif perpajakan yang dapat diberikan dengan membolehkan penyusutan dalam jangka waktu yang lebih cepat.000.000.000. dengan persentase sebesar dua kali tarif garis lurus dikurangkan pada tahun dan persentase yang sama kemudian diterapkan pada jumlah yang belum disusutkan setiap tahunnya. dan seterusnya. Beban penyusutan tahun pertama adalah 10/55 dari Rp100. dengan C sama dengan nilai perolehan aset dan n adalah umur aset. Metode Penyusutan Metode penyusutan yang diperbolehkan untuk dipakai hanya dua metode yaitu metode garis lurus dan metode saldo menurun (declining balance method).000 dan masa manfaat selama 10 tahun. Peralatan dan kendaraan disusutkan dengan menggunakan metode saldo menurun.000 boleh dikurangkan. untuk suatu aset yang bernilai Rp100. nilai tunai dari pajak ditentukan oleh besarnya tarif pajak dan kapan penyusutan dilakukan. dan seterusnya. seperti sistem penyusutan yang dipercepat.000 = Rp16. Lama Masa Perolehan Kembali Biaya Investasi Jangka waktu yang diperbolehkan untuk perolehan kembali biaya investasi atau penyusutan umumnya ditetapkan dalam peraturan perpajakan sama dengan “masa manfaat” dari aset bersangkutan.000 dengan masa umur selama 10 tahun.

Nilai tunai dari pajak dapat dihitung dengan mengurangkan nilai tunai dari pajak kotor (sebelum dikurangi dengan penyusutan yang diperbolehkan) dengan nilai tunai dari penghematan pajak dari penyusutan. Bila investor akan memutuskan untuk berinvestasi. and Seymour Smidt.8 0 6 2 8 .5 2 8 4 4 . pajaknya akan semakin turun.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 215 lurus sehingga nilai tunai dari beban pajaknya lebih besar.6 9 7 3 1 .4 6 9 6 8 .7 5 6 8 0 .1 0 0 6 4 .7 1 6 5 9 . 2d ed. N ila i T u n a i P e n y u s u ta n ( d a la m R u p ia h . Simpulan yang sama juga berlaku apabila kita membandingkan metode jumlah angka tahun dengan metode garis lurus.5 1 5 7 9 . semakin rendah tarif efektif pajaknya. investor akan membandingkan nilai tunai dari arus laba bersihnya terhadap biaya perolehan dari aset..8 2 9 Diadaptasi dari: Harold Bierman. metode saldo menurun lebih menguntungkan pada aset-aset berumur pendek dan metode jumlah angka tahun lebih menguntungkan pada aset-aset yang berumur panjang. Metode Penyusutan Ekonomis versus Metode Penyusutan Dipercepat Bila dikaitkan dengan pembebanan biaya investasi.4 3 9 M a s a M a n fa a t ( I) 5 10 20 50 5 10 20 50 G a r is L u r u s S a ld o M e n u r u n ( II) ( III) D IS K O N T O 6 P E R S E N 8 6 .6 6 3 5 1 .4 6 0 4 0 .0 5 5 6 4 . Jr.9 3 5 D IS K O N T O 1 0 P E R S E N 7 9 .6 8 0 4 4 . Semakin cepat tingkat penyusutannya. tarif efektif dari pajak bergantung pada tarif nominal (sekarang 30 persen untuk perseroan) dan besarnya penyusutan yang diperbolehkan. Nilai tunai ini sama dengan nilai tunai dari arus laba sebelum pajak dikurangi dengan nilai tunai dari pembayaran pajaknya.8 1 1 7 5 . H a r g a P e r o le h a n A s e t = R p 1 0 0 . Bila kita membandingkan antara metode saldo menurun dengan metode jumlah angka tahun.7 5 0 8 7 .0 9 9 5 4 .6 1 4 7 0 .9 9 7 6 7 . New York: Macmillan.5 3 4 8 1 .5 3 9 2 0 . 1968 . Semakin panjang waktu penyusutan semakin besar perbedaan penghematan pajaknya.6 6 1 3 2 . The Capital Decision.0 0 0 ) J u m la h A n g k a Tahun ( IV ) 8 7 . Jika nilai tunai dari penghematan pajak ini menjadi semakin besar seperti yang ditunjukkan pada tabel di atas.7 8 7 7 8 .

Pada untuk keadilan. Yang lainnya adalah arus penghasilan negatif. metode penyusutan dipercepat menghasilkan penghematan pajak yang besar. berbagai investasi berbeda dalam jangka waktu dan tingkat keuntungan sehingga hasilnya akan berbeda untuk berbagai kebijakan yang dipilih. yang ditimbulkan dari semakin memburuknya kondisi aset dan penurunan nilai karena keusangan. Bila hanya melihat investasi tunggal. yang timbul dari penggunaan aset. pemerintah dapat memberlakukan aturan tarif pajak yang dikombinasikan dengan tarif penyusutan yang menghasilkan perlakuan yang netral atas semua investasi. Dengan demikian. Mempercepat penyusutan (baik dengan cara memperpendek periode penyusutan atau membolehkan menyusutkan jumlah yang besar pada awal-awal masa guna aset) akan mengurangi tarif efektif pajak dengan menunda tanggal jatuh tempo dari kewajiban pajak. dapat dibuktikan bahwa penyusutan yang dipercepat lebih menguntungkan investor. tarif penyusutan tidak netral terhadap semua investasi. Suatu tarif pajak yang lebih rendah dan penyusutan yang lebih lambat akan memberikan nilai tunai pajak yang sama dengan suatu tarif pajak yang lebih tinggi dan penyusutan yang lebih cepat. Netralitas Metode Penyusutan Ekonomis Dari pemaparan di atas. Hasilnya demikian karena nilai tunai dari penghematan pajak akan semakin tinggi ketika penghematan pajak tersebut semakin cepat terealisasi. aset dengan nilai tunai arus laba bersih yang sama harus mendapat beban pajak yang sama yang didefinisikan sebagai nilai tunai pajak. Pola penyusutan seperti apakah yang diperlukan untuk memastikan definisi penghasilan yang adil dan netral? Sebagaimana yang dikemukakan oleh Musgrave dan Musgrave (1989) aset yang dapat disusutkan dipandang sebagai menghasilkan dua arus penghasilan. untuk menetralisasi pengaruh tarif penyustan ini. Dengan demikian.216 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan Dengan demikian. percepatan ini ekivalen dengan pinjaman tanpa bunga. Hal tersebut dapat dicapai bila penyusutan dibebankan ketika nilai aset mengalami penurunan. Supaya perlakuan pajak netral. pajak harus netral dengan tidak boleh mendistorsi pola investasi. . Dari sudut pandang investor. dengan nilai tunai dari penghematan bunganya sama dengan nilai tunai dari penghematan pajak yang dihasilkan. Pada kenyataannya. Pertama adalah arus penghasilan positif berupa laba. aset tersebut menghasilkan arus laba bersih positif yang nilai tunainya adalah nilai aset tersebut. terutama untuk investasi-investasi pada aset yang berumur panjang. maka kombinasi apapun antara tarif pajak dan tarif penyusutan tidak menjadi persoalan. Bila kedua arus ini dijumlahkan. yang dikenakan pajak adalah arus penghasilan bersih yang diterima setiap tahun. Jika semua investasi sama.

pilihan-pilihan investasi akan terdistorsi dan lebih banyak modal akan mengalir pada investasi-investasi yang lebih lama. Tingkat keusangan akan berbeda dan tidak dapat diprediksi dengan mudah. yaitu biaya modal atau penyusutan ekonomis yang harus dibebankan bersama-sama dengan biaya lain dalam menghitung laba bersih. Dengan demikian. penerapannya tidak mudah. nilai aset sama dengan nilai tunai dari arus penghasilan bersih selama masa manfaatnya. Jika penyusutan dapat dipercepat. Hal sebaliknya akan terjadi bila tarif penyusutan pajak lebih rendah daripada tarif ekonomis. Nilai berjalan dari aset pada setiap waktu sama dengan nilai kapitalisasi dari arus penghasilan di masa depan yang dihasilkannya. Investasi Tunggal versus Investasi Berkelanjutan . Oleh karena itu. penurunan dalam nilai berjalan sama dengan nilai kapitalisasi dari penurunan arus penghasilan. Oleh karena itu. di mana rb adalah tingkat pengembalian sebelum pajak dan ra adalan tingkat pengembalian setelah pajak. Tarif Pajak yang Efektif Berdasarkan diskusi sebelumnya. Dengan demikian. Oleh karenanya. tampaklah jelas bahwa tingkat tarif nominal dan perubahannya tidak dapat menjadi indikator atas tingkat tarif efektif. walaupun prinsipnya jelas. Akan tetapi. investasi yang lebih lama akan mendapat keuntungan terbanyak dan juga mendapat manfaat dari tarif pajak efektif yang lebih rendah. pengenaan pajak akan mengurangi nilai dari arus penghasilan bersih sebesar persentase tarif pajak yang berlaku.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 217 Ingat. Tarif efektif bergantung pada tarif pajak yang berlaku dan tarif penyusutan. cara yang terbaik adalah memakai masa manfaat seperti yang biasa dipakai dalam praktek bisnis dengan asumsi bahwa masa manfaat yang dipercepat merupakan masa manfaat yang “sebenarnya” dan jejak waktu dari arus penghasilannya. Tarif efektif ditentukan dengan cara menghitung (rb – ra) / rb. tarif efektif sama dengan persentase pengurangan dalam pengembalian modal karena pajak. Tarif ini independen terhadap umur aset dan karenanya tidak akan mendistorsi pilihan investasi di antara mereka. Bila penyusutan pajak sama dengan penyusutan ekonomis. Tarif efektifnya akan sama dengan tarif nominal atau tarif yang berlaku karena pengenaan pajak akan mengurangi nilai aset dikalikan dengan tarif pajak. ada alasan kuat untuk menggunakan penyusutan ekonomis. Aset-aset tidak aus secara seragam dan juga menjadi usang sebelum sempat digunakan sepenuhnya.

Akan tetapi. Kewajiban pajaknya berkurang pada tahun-tahun awal dan bertambah pada tahun-tahun akhir. Keuntungan yang didapatkan. kerugian pendapatan pemerintah akan berkurang tetapi pemerintah tidak pernah mendapatkan kembali kerugian karena penangguhan pajak pada tahuntahun awal tersebut selama reinvestasi terus menerus berlangsung. Biaya-biaya ini langsung dibebankan.218 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan Untuk investasi tunggal yang dilakukan hanya sekali dan kemudian selesai. Keuntungan dari wajib pajak atas penundaan pajak (dan kerugian bagi pemerintah) akan naik pada tahuntahun awal dan kemudian akan rata seterusnya. Apalagi bila dalam kenyataannya suatu perusahaan terus-menerus meningkatkan aset-asetnya yang dapat disusutkan sehingga basis penyusutannya setiap reinvestasi semakin besar. Setelah tahun-tahun awal ini. Misalnya. Pada pengeluaran modal pembebanan ini disebar ke dalam beberapa periode. Untuk investasi yang berkelanjutan. ada kemungkinan pengeluaran modal tersebut dibebankan secara ekstrim sekaligus pada satu periode ketika pembayaran pengeluaran modal. Perolehan kembali baru terjadi setelah reinvestasi berakhir. Seluruh pembayaran pajak tersebut dapat dihindari dan tanpa pernah terjadi pembayaran pajak tertunda tersebut di masa depan. investor tidak perlu membayar pajak dan pemerintah tidak memperoleh pendapatan pajak. Karena A belum mendapatkan penghasilan dari X. Bila suatu perusahaan memiliki penghasilan dari investasi lain yang dapat dikurangkan dengan penyusutan sekaligus ini. ekivalen dengan pinjaman bebas bunga. Seorang investor yang melakukan investasi tunggal. Pembebanan Sekaligus Biaya gaji dan bahan mentah dikurangkan ketika pembayaran dilakukan atau ketika terjadi. A kemudian membebankan kerugian ini pada laba dari aset Y (yang jumlahnya . suatu aset diganti dengan pola penggantian yang membuat dasar penyusutannya tidak berubah. berasal dari penangguhan pajak pada awal periode. perusahaan seperti ini dapat menunda pembayaran pajak selamanya. ketika pemerintah kehilangan pendapatan pajak pada tahun-tahun awal dan memperoleh kembali pendapatan pajak tersebut pada tahun-tahun akhir. Misalnya. A menderita kerugian sebesar Rp100 juta. penangguhan ini dapat berlangsung selamanya. Jika penyusutannya cukup cepat dan ekspansinya cukup tajam. ia mungkin tidak akan dapat memanfaatkan penyusutan sekaligus ini karena ia harus memperoleh pendapatan (laba) yang cukup untuk ditandingkan dengan beban penyusutan ini. A menginvestasikan uang Rp100 juta pada aset X dan segera membebankannya sebagai penyusutan sebesar Rp100 juta. penyusutan yang dipercepat tidak mengurangi jumlah total pajak yang akan dibayarkan.

. hanya sepertiga dari pajak yang akan dihapuskan. ... membebankan tambahan Rp30 juta sebagai penyusutan. A akan berinvestasi pada X sebesar Rp100 juta + 0. Bagaimana harga pokok harus dihitung adalah urusan yang tidak mudah.. Penyusutan segera dengan reinvestasi secara terus menerus dari penghematan pajak yang didapat menghilangkan beban pajak.. dua solusi: (1) basis penyusutan dapat diindeks untuk naik sesuai dengan biaya penggantian. = Rp142. Pada akibatnya.. Penyesuaian terhadap Inflasi Dengan harga-harga yang selalu meningkat.. menimbulkan kenaikan tarif efektif pajak yang tersembunyi. (2) seluruh penyusutan dapat dilakukan pada tahun pertama sehingga menghilangkan pengaruh inflasi... Untuk menghilangkan permasalahan ini sekaligus mengatasi permasalahan inflasi dengan benar.. Penghitungan harga pokok berkaitan dengan penentuan laba kena pajak.. ..302 x Rp100 juta ... Aturan pajak biasanya hanya membolehkan sebagian (misalnya sepertiga) dari biaya investasi yang dapat diperoleh kembali dengan penyusutan segera. perolehan kembali investasi (penyusutan) berdasarkan harga perolehannya tidak akan memberikan penghematan pajak yang cukup untuk mempertahankan modal perusahaan dalam nilai riilnya. penghasilan kena pajak terlalu besar.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 219 lebih besar daripada Rp100 juta). Dalam praktek.. dan seterusnya.. A kemudian menambahkan sejumlah ini ke dalam investasi pada X.. Suatu sistem yang membolehkan sebagian dari pajak dibiayakan dan menyusutkan sisanya sesuai dengan penyusutan secara ekonomis akan netral antara investasi jangka pendek dan jangka panjang.. mendapatkan penghematan pajak sebesar Rp9 juta.. Bila kegiatan serial ini diulangi terus-menerus... Jika penghasilan A atas investasi pada X dengan cara ini dikenakan tarif pajak 30% akan sama posisinya dengan berinvestasi pada X sebesar Rp100 juta dan tanpa pajak. Laba dan Inflasi. Sehingga sampai menjadi subdisiplin ilmu pengetahuan sendiri. adalah dengan mengurangkan hasil penjualan dengan harga pokok. . sehingga mengurangi kewajiban pajak dari penghasilan aset Y. Dalam hal ini.. hal ini tidak pernah bisa sampai sejauh pemaparan di atas. bila diukur dalam nilai riil... penghematan pajaknya akan sebesar Rp30 juta. yaitu yang dikenal dengan nama kalkulasi harga pokok atau cost accounting. Dengan tarif pajak 30%. Menentukan laba yang akan dijadikan dasar untuk pengenaan pajak pendapatan badan. Pendekatan ini sering disebut sebagai cadangan awal (initial allowance) yang merupakan cara yang netral dalam memberikan insentif investasi.857 juta.. Hal ini sangat relevan terutama dalam periode inflasi tinggi..30 x Rp100 juta + 0. .

Maka. Jadi kena tarif 30 persen atau Rp150. harga paku meningkat dengan 80 persen menjadi Rp1. Mengapa? Kalau Rp5. Kalau dikatakan perkembangan ilmu pengetahuan mempengaruhi praktek bisnis. sedangkan harga barang konsumsi yang dibutuhkan tentunya juga meningkat sesuai dengan inflasi atau sekitar 80 persen. Bagaimana kenyataan bahwa di tahun 1998 inflasi Indonesia 80 persen? Mari sekarang kita lihat bagaimana jadinya dengan pedagang paku kalau yang diperdagangkan 1 juta kg paku. modal pokok usaha tidak dinyatakan dengan uang.000. labanya Rp5. Laba adalah jumlah uang yang dapat dikonsumsi tanpa mengurangi pokoknya. Modal pokoknya utuh. Pedagang tetap harus membayar pajak atas dasar keutuhan modal uang.000. kuantitas barang menyusut menjadi 10. sudah sejak sangat lama orang mempertanyakan apa betul labanya Rp5. Bagaimana kalau ketika si pedagang ingin memperbarui stoknya yang 10 kg itu. memang demikian halnya dengan perkembangan ilmu dalam bidang cost accounting.000.000.000.220 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan Sebagai subdisiplin ilmu dalam rangka ilmu ekonomi perusahaan. karena barang-barang konsumsi kebutuhannya juga meningkat drastis.555. seandainya harga paku tidak naik dari Rp1. apakah yang dinamakan pokok itu jumlah uang. harga per kilogramnya melonjak menjadi Rp1. yang sama dengan modal pokoknya. Laba bersih yang dapat dihabiskan untuk konsumsi adalah Rp350.500. Daya beli labanya dipangkas drastis pula. Kita bayangkan berapa barang yang dapat dibeli dari laba bersih yang relatif sama jumlah nominalnya. Modal uang masih utuh.000 itu dipakai untuk membayar pajak dan dikonsumsi.500 per kg. Kalau ada sisanya barulah dikonsumsi.000.56 kg.000.200 atau 20 persen. apakah modal yang dipertahankan harus utuh itu modal uang atau modal kuantitas barang dagangan.000 ke Rp1. tetapi harus membayar pajak yang didasarkan atas keutuhan modal uang sebagai harga pokok.000 = Rp1.000 : 1. harga pokoknya Rp10.000. Pedagang sudah menderita karena volume bisnisnya yang menyusut.000. Hasil penjualannya 1 juta kali Rp1.000 kalau dibelikan paku lagi sebagai barang dagangannya.000. tetapi dalam jumlah kilogram emas. Modal uang yang utuh kalau dibelikan barang dagangan paku menjadi 1.200 per kg. Maka labanya hanya Rp3. yaitu 10 kg paku. ataukah yang dinamakan pokok jumlah barang dagangan. Modal awal adalah 1 juta kali Rp1. kalau ada pedagang paku membeli 10 kg paku dengan harga Rp1.000 per kg. Dari gambaran di atas terlihat bahwa laba akan sama saja.000.000.000.000. Dalam contoh di atas. Dari sini jelas.200 = 8.000. inflasinya dari Rp1. Artinya.800. Supaya pokok dalam bentuk barang tidak menyusut.000 menjadi Rp1. Jadi tinggal sebagian. Dalam ekonomi yang harganya naik terus atau inflasi.800 = 555.000.000. tafsiran tentang berapa besar laba yang diperoleh perusahaan menjadi lain. yaitu Rp1. pimpinan perusahaan mempermasalahkan yang dinamakan laba.000. Tadi dikatakan bahwa seandainya tidak ada inflasi.000. Pengusaha mulai dengan modal yang sama dengan jumlah kilogram emas tertentu. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Tetapi kalau inflasinya hebat. Hasil penjualan seolah-olah dipakai untuk membeli jumlah kilogram emas yang sama. sehingga memperoleh hasil penjualan Rp15. hasilnya sama saja. pedagang paku sangat menderita penciutan kuantitas barang dagangannya sampai hampir separuh.000:1.000? Mengapa? Karena kalau laba dianggap Rp5. Sesuai inflasi.000 dan setelah dikenakan pajak dikonsumsi.500 = Rp1. jelas bahwa mempertahankan keutuhan modal uang akan memperkecil volume perdagangannya secara drastis.000. cost accounting terus berkembang. sisanya adalah Rp10. . sisa uang yang Rp10.000. walaupun modal kuantitas barang menciut drastis.200? Bukankah labanya Rp3.000. Ketika seluruh 10 kg pakunya dijual dengan harga Rp1. falsafah fiskus menganut asas keutuhan modal uang. Sudah sejak lama.000. karena kalau ini dipakai untuk membayar pajak dan dikonsumsi volume perdagangannya tetap.33 kg. yang dinamakan pokok adalah 10 kg paku dengan harga baru atau Rp12. Ketika di zaman orde lama inflasi berkecamuk hebat. Laba menurut fiskus Rp500.

Aset yang berumur lebih pendek dapat diganti lebih sering sehingga dapat dimungkinkan untuk mendapatkan kredit pajak lebih sering lagi. jumlah kilogram emas. tetapi mekanismenya berbeda. Bila seorang investor yang membeli aset dengan harga Rp100 juta. Ketika pertama kali diperkenalkan tahun 1964. kalau kadar inflasi barang dagangannya sama dengan kadar inflasi dari emas. pada dua dekade sebelum reformasi pajak tahun 1986. atau daya beli. Apakah penyusutan yang dipercepat dan kredit pajak atas investasi. Untuk suatu investasi tertentu dengan lama masa manfaat tertentu. (Diadaptasi dari: Kwik Kian Gie. dan pedagang disuruh sejalan pikirannya dengan pemerintah mengenakan pajak. Kredit investasi tidak hanya merupakan alat penunda pajak. Investasi yang dikualifikasikan untuk kredit pajak tersebut adalah semua aset yang dapat disusutkan kecuali gedung. 5 April 1999) Menurut saudara. dapat dirancang suatu peraturan pajak untuk penyusutan yang dipercepat dan kredit atas investasi yang menghasilkan nilai tunai yang sama kepada investor. Kalau inflasi menghebat terus. peraturan pajak membolehkan perseroan untuk mengkreditkan sebagian (pada tahun 1985 sebesar 10%) dari biaya investasi yang dikualifikasikan. dalam waktu singkat. Penyusutan dipercepat lebih tepat untuk investasi jangka panjang. . maka ia memperolehnya pada biaya perolehan bersih sebesar Rp90 juta. kredit pajak investasi (investment tax credit) merupakan alat insentif yang utama. dapat diperbandingkan? Keduanya dapat digunakan untuk mengurangi pajak. Kalau tidak sama.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 221 Benarkah pengusaha yang mendasarkan harga pokoknya atas jumlah kilogram emas? Benar kalau tujuannya berusaha adalah mempertahankan jumlah kilogram emas tanpa peduli kuantitas barang dagangannya menggelembung atau menciut. apakah kuantitas barang dagangan. maka laba harus dikoreksi dengan angka inflasi yang ditentukan oleh paket barang dan jasa yang menjadi pola konsumsi hidup yang dianggap wajar. kedua pendekatan itu akan berbeda dalam berbagai investasi. Kompas. sedangkan kredit pajak memberikan keuntungan bagi aset berumur pendek. Bila ini tujuannya. tetapi juga alat yang memberi hak untuk pengurangan pajak. Akan tetapi. yaitu yang bertolak dari pikiran. Kuantitas barang dagangan ini dengan sendirinya takkan menggelembung atau menciut. bahwa tujuan pengusaha adalah mempertahankan paket barang dan jasa untuk mempertahankan tingkat hidupnya. sebagai alat insentif pajak. barang dagangan akan menjadi nihil. Aliran lain lagi. semuanya bertentangan frontal dengan falsafah yang melulu hanya menginginkan mempertahankan keutuhan modal uang. maka barang dagangannya bisa menggelembung atau menciut. yaitu modal pokok uangnya saja yang dipertahankan. cara penghitungan laba kena pajak mana yang paling tepat diterapkan di Indonesia? Diskusikan! INVESTMENT TAX CREDIT Di Amerika Serikat. Yang mana pun yang dipilih.

maka pajak yang progresif dapat diberlakukan tetapi diterapkan pada ukuran usaha (ukuran aset). Untuk menghindari pemanfaatan oleh wajib pajak . Selain itu. Pemerintah dapat pula memberikan bantuan kepada UKM dengan mengenakan tarif terendah pajak yang lebih rendah. Bantuan kepada UKM Untuk menghilangkan penerapan pajak berganda bagi usaha kecil berbentuk perseroan. Perseroan kecil ini dipandang sebagai mekanisme pemungutan/pemotongan pajak saja. ada aturan khusus pada peraturan-peraturan pajak negara tertentu bahwa usaha-usaha kecil sampai dengan ukuran aset atau ukuran penjualan tertentu boleh kenakan pajak sebagai suatu firma. ada pandangan bahwa ada kebutuhan sosial untuk memelihara UKM walaupun tidak efisien. Akan tetapi tujuan ini pun dapat dipertanyakan. Banyak perusahaan kecil dimiliki oleh individu-individu berpenghasilan tinggi dan sebagian besar dividen yang dibayarkan oleh perseroan besar diterima oleh individu-individu dengan penghasilan menengah. seperti menahan ukuran bisnis sehingga tidak terlalu besar atau mendukung usaha-usaha kecil. keringanan pajak untuk usaha-usaha kecil selalu menjadi perbincangan politik yang penting. bukannya tingkat laba. Tidak ada hubungan positif antara ukuran usaha perusahaan dan penghasilan pemiliknya. seperti telah dikemukakan oleh Paul O’Neill di muka.222 Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan Haruskah tarif pajak bagi UKM berbeda? Alasan pengenaan tarif pajak progresif untuk pajak penghasilan wajib pajak pribadi tidak dapat diterapkan pada sektor perseroan. Jika tujuan menahan ukuran bisnis yang ditetapkan. walaupun tarif terendah yang lebih rendah ini dapat digunakan oleh wajib pajak pribadi untuk mengurangi pajaknya. walaupun sedikit sekali bukti bahwa ukuran usaha yang besar diperlukan untuk mencapai efisiensi. suatu penerapan integrasi yang lengkap. Tarif terendah yang lebih rendah ini tidak banyak manfaatnya bagi usaha-usaha besar. Perseroan pada dasarnya tidak memiliki kemampuan untuk membayar seperti halnya yang dimiliki individu dan beban pajak pada akhirnya ditanggung oleh individu. pada umumnya perusahaan-perusahaan ukuran menengah dan besar lebih efisien daripada usaha kecil. Walaupun demikian. Posisi ini dapat dipandang benar untuk mengurangi kemampuan perusahaan-perusahaan besar untuk beroperasi pada pasar-pasar modal yang tidak sempurna dan mendapat manfaat dari praktek-praktek monopolistik. Pengenaan tarif pajak progresif tentu akan didasarkan pada alasan-alasan lain.

RANGKUMAN § Pengenaan pajak perusahaan dapat dilakukan sebagai instrumen pengendali tingkah laku perusahaan. Permasalahan yang mungkin timbul untuk pajak badan adalah: (1) Hutang versus Modal Saham. Pajak tidak boleh mendistorsi pola investasi. Bunga boleh dikurangkan dari penghasilan perusahaan kena pajak. dan (3) Penyusutan. Natura adalah penghasilan yang tidak berbentuk kas. Suatu tarif pajak yang lebih rendah dan penyusutan yang lebih lambat akan memberikan nilai tunai pajak yang sama dengan suatu tarif pajak yang lebih tinggi dan penyusutan yang lebih cepat. dan (5) Insentif atau disinsentif investasi. (4) Pemupukan modal atau pertumbuhan ekonomi. Permasalahan lain yang dapat muncul adalah aturan ini dapat dimanfaatkan oleh perusahaan besar dengan memecahnya menjadi unit-unit kecil dengan melakukan spin off. Metode integrasi tidak memerlukan penentuan laba kena pajak untuk perusahaan. Pajak dikenakan atas semua capital gain. perusahaan membantu pengawainya mengurangi pajak penghasilan pribadi mereka. Integrasi penuh akan mengembalikan netralitas perlakuan pajak. Dengan membayar dalam bentuk natura.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 223 pribadi. Pendapatan bunga hanya dikenakan dalam pajak penghasilan pribadi. pengurangan dapat dilakukan ketika pembayaran terjadi. termasuk yang belum direalisasikan. pemegang saham diperlakukan seolah-olah adalah partner dalam suatu bisnis. Bunga diperlakukan sebagai biaya bisnis. (1) Pengendalian terhadap monopoli. Seorang pemilik modal yang membeli aset dengan harga tertentu dapat mengkreditkan dengan beban pajak yang harus dibayar sebesar biaya perolehan. Tetapi dalam hal investasi modal. Dalam hal pembayaran gaji dan upah atau pembelian bahan mentah. Pemilik dana cenderung untuk meminjamkan daripada melakukan investasi saham. (2) Membatasi ukuran atau besarnya perusahaan. pengurangan itu dilakukan selama beberapa periode. seperti juga pembayaran gaji dan upah. Permasalahan ini dapat diatasi dengan memberikan penalti kepada suatu perusahaan induk yang memiliki banyak anak perusahaan. (3) Pembatasan laba. dibuat aturan pajak berbeda untuk wajib pajak pribadi. (2) Natura. Dalam metode partnership. § § § § § § § .

Bagaimana peran pemerintah dalam rangka membantu Usaha Kecil dan Menengah untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak penghasilan badan? . Mengapa secara teori dianggap lebih menguntungkan menggunakan metode penyusutan declining balance method? 9. Capital Gain 7.224 § Bab 10: Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan Sebagian besar ekonom memandang beban pajak penghasilan badan seharusnya jatuh kepada pemodal. Mengapa tarif pajak progresif untuk pajak penghasilan wajib pajak pribadi tidak dapat diterapkan pada sektor perusahaan? 12. pajak penghasilan WP badan! 2. bedakan pengaruh investasi tunggal dan investasi berkelanjutan! 10. Bagaimana bentuk pajak perusahaan yang tepat jika ada keinginan untuk membatasi besarnya perusahaan? Jelaskan! 5. Partnership b. Akan tetapi jika berada dalam situasi monopolistik. Apa yang dimaksud dengan penerapan pajak atas pertimbangan manfaat? 4. Mana yang lebih menguntungkan. Dilihat dari sisi kewajiban pajaknya. Bagaimana solusi untuk mengatasi masalah inflasi dengan baik? Jelaskan dan berikan contoh! 11. LATIHAN 1. dari sisi permasalahan perpajakan. Sebutkan hambatan – hambatan dalam menerapkan prinsip keadilan. jika perusahaan ingin meningkatkan pengeluaran konsumsi dan mendukung berfungsinya pasar modal! 6. Jelaskan integrasi pajak secara penuh dengan metode : a. memberikan pinjaman hutang atau menginvestasikan uangnya untuk modal saham? Apa Alasannya? 8. Jelaskan perbedaan pandangan integrasi dan pandangan absolute dalam pengenaan pajak atas suatu perusahaan! 3. Jelaskan pengenaan pajak yang diterapkan. perusahaan akan berusaha memindahkan beban pajaknya dengan harga yang lebih tinggi. sesuai dengan model ekonomi kompetitif.

dengan angka penjualan diukur dalam ukuran unit produk atau penerimaan kotor. Pajak penjualan atas barang konsumsi dapat dipandang sebagai ekivalen dengan pajak yang dikenakan atas pembelian-pembelian rumah tangga karena barang-barang konsumsi adalah pembelian-pembelian rumah tangga. Bila pajak penghasilan dikenakan pada sisi penjual dari faktor-faktor produksi (misalnya. Bila pajak penghasilan didasarkan pada . atas penghasilan yang diterima oleh rumah tangga) maka pajak penjualan dikenakan pada sisi penjual dari transaksi produksi (misalnya atas penjualan yang dilakukan perusahaan).PAJAK KONSUMSI Pajak penjualan pada dasarnya mirip dengan pajak penghasilan karena pajak ini dikenakan arus yang diciptakan oleh produksi output tahun berjalan.

Proses penggantian Pajak Penjualan menjadi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) merupakan salah satu rangkaian perombakan sistem perpajakan nasional sebagai Reformasi Perpajakan tahun 1983 dan mulai berlaku sejak tanggal 1 April 1985. Khusus untuk PPnBM hanya dikenakan satu kali ketika dijual oleh pabrikan atau ketika diimpor. n Barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak. untuk konsumsi barang-barang tertentu yang dikelompokkan sebagai barang mewah di dalam negeri. pajak penjualan inferior baik dalam hal keadilan vertikal maupun keadilan horizontal. Pajak penjualan merupakan pajak in rem yang berbeda dari pajak penghasilan yang merupakan pajak pribadi. dan tarif progresif. Selain itu. seperti aturan-aturan pengecualian. Oleh karenanya. Pajak Pertambahan Nilai atas Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 1984. semua penggunaan dikenakan kecuali untuk menabung. Jenis barang yang tidak dikenakan PPN adalah: n Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya. Pajak. PPN merupakan pajak konsumsi yang dikenakan atas konsumsi barang-barang dan jasa-jasa tertentu di dalam negeri (di dalam Daerah Pabean). Tidak semua konsumsi barang dan jasa dikenakan pajak. n Makanan dan minuman yang disajikan di hotel. selain dikenakan PPN juga dikenakan PPnBM. dalam pajak penjualan tidak ada situasi-situasi pribadi konsumen sebagaimana halnya dalam pajak penghasilan individu. pengurangan. JENIS PAJAK ATAS KONSUMSI DI INDONESIAA Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah Pajak atas konsumsi yang pertama kali berlaku di Indonesia adalah Pajak Penjualan (PPn) yang mulai diberlakukan sejak tahun 1951. rumah makan. Oleh karena itu. Pajak penjualan adalah pajak penghasilan bila definisi penghasilan mengacu pada definisi yield income dari Irving Fisher. yang telah mengalami perubahan-perubahan yang terakhir diubah dengan UndangUndang Nomor 18 tahun 2000. Dalam pajak umum atas barang-barang konsumsi. . warung dan sejenisnya. restoran.228 Bab 11: Pajak Konsumsi sisi sumber suatu rumah tangga maka pajak penjualan didasarkan pada sisi penggunaan suatu rumah tangga.

PPN dan PPnBM merupakan contoh pajak penjualan yang dikenakan berdasarkan ad valorem. seperti pajak penjualan. Pajak per Unit versus Pajak atas Nilai (Ad valorem) Pajak penjualan dapat dikenakan per unit produk dan dapat dikenakan atas nilai produk (ad valorem). seperti jasa pelayanan kesehatan. Pajak Hiburan. Cukai Cukai adalah pungutan atau pajak yang dikenakan terhadap konsumsi barang-barang tertentu. Di antara dua basis ini. seperti yang dijelaskan pada bagian sebelumnya. Pajak Reklame dan Pajak Parkir. dan surat-surat berharga. jasa keuangan. Pajak Restoran. emas batangan. jasa pengiriman surat dengan perangko. Sebagian besar cukai atau pajak penjualan atas produk-produk tertentu dikenakan berdasarkan unit produk. Pajak Konsumsi di Daerah Jenis pajak konsumsi lainnya diberlakukan pada tingkatan daerah dengan besarnya tarif pajak bergantung pada peraturan masing-masing daerah. jasa keagamaan. pajak-pajak penjualan umum dapat berbeda dalam cakupan pengenaannya. jasa pelayanan sosial. misalnya pajak atas BBM. BAHASAN-BAHASAN DALAM PAJAK ATAS KONSUMSI BPajak penjualan. bensin dan minuman keras. cukai tembakau dan cukai minuman keras. Pajak Hotel. Jasa-jasa yang tidak dikenakan PPN cukup banyak. termasuk definisi basis pajak. seperti yang telah dibahas dalam bab-bab sebelumnya. Pajak-pajak tersebut dapat mencakup semua transaksi atau basisnya sama dengan PNB atau hanya konsumsi saja. Ruang Lingkup Cakupan Pajak Penjualan Umum Karena perbedaan basis pengenaannya. tetapi hanya dikenakan pada barang-barang tertentu seperti tembakau. gula. Cukai merupakan hak atas pemerintah pusat. terdiri dari beberapa jenis. Pajakpajak ini diantaranya Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. bentuk ad valorem lebih berarti daripada bentuk per unit. .Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 229 n Uang. cakupan dan saat pengenaannya. Pada prinsipnya. jasa pendidikan dan lain-lain. cukai adalah pajak atas konsumsi.

Atas dasar inilah. suatu produk dikenakan pajak berkali-kali sepanjang tahapan produksi. Pendekatan ini tidak akan menimbulkan permasalahan bila setiap produk melalui jumlah transaksi yang sama sehingga persentase total kewajiban pajak berdasarkan perputaran terhadap nilai pada penjualan akhir akan sama. pajak berdasarkan perputaran dipandang sebagai bentuk pajak yang inferior. dan seterusnya sampai pajak terakhir dikenakan pada penjualan mobil eceran.230 Bab 11: Pajak Konsumsi Basis Transaksi yang Inferior Pajak berdasarkan perputaran (turnover tax) yang dikenakan pada jumlah total seluruh transaksi adalah pajak yang paling tidak diinginkan untuk diterapkan. pajak penjualan yang dikenakan di berbagai negara didasarkan pada basis konsumsi. penjualan biji besi dikenakan pajak ketika biji besi tersebut berpindah dari tambang ke pabrik baja. penjualan besi baja dikenakan pajak ketika besi baja berpindah dari pabrik baja ke pabrik produksi lembaran baja. setiap produk melalui jumlah transaksi yang berbeda-beda. pendapatan nasional atau konsumsi. Misalnya. perusahaan-perusahaan akan bergabung dengan para pemasok mereka. Selain itu. Dengan demikian. Pada umumnya. penerapan pajak berdasarkan perputaran yang komprehensif sebesar 1% akan menghasilkan pendapatan pemerintah sebesar Rp46 trilyun. Dengan PNB Indonesia yang diperkirakan sebesar Rp1180 trilyun misalnya. Dalam kenyataannya. untuk menghindari pajak. basis pajaknya akan berjumlah beberapa kali lipat dari PNB dan hasil pajak yang besar akan didapatkan hanya dengan pengenaan tarif pajak yang rendah. atau sepertiga hasil dari pajak penghasilan. Cara ini sangat menarik perhatian pemerintah karena kemampuannya menghasilkan pajak yang besar dengan penerapan tarif yang kecil. pajak berdasarkan perputaran menimbulkan diskriminasi pengenaan pajak terhadap produkproduk yang harus melalui banyak tahapan produksi dan distribusi. . sehingga mendorong timbulnya integrasi vertikal yang pada gilirannya akan mengurangi kompetisi. Basis Produk Nasional Bruto (PNB) versus Basis Penghasilan atau Konsumsi Karena basis transaksi menimbulkan pengenaan ganda dan harus dihindari maka pilihan lainnya adalah basis PNB. Dalam pajak jenis ini. Bahkan beberapa negara Eropa telah menggantikan bentuk pajak ini dengan pajak pertambahan nilai sebagai bukti inferioritas pajak atas perputaran ini. penjualan lembaran baja dikenakan pajak ketika lembaran baja berpindah dari pabrik produksi lembaran baja ke pabrik mobil. Akibatnya.

Dalam hal efisiensi. Basis inilah yang paling banyak digunakan dalam pajak penjualan. Akan tetapi jumlah dalam basis ini akan berkurang karena beberapa konsumsi tertentu dikecualikan dari pengenaan pajak penjualan. konsumsi makanan rumah. Karena sama dengan pengenaan pajak atas penghasilan. bukan dalam jumlah brutonya. seperti konsumsi perumahan (sewa rumah dan imputed-rent bagi pemilik rumah). . Pajak Konsumsi Komprehensif versus Pajak Konsumsi Tertentu Pajak penjualan umum atau eceran bertujuan mengenakan pajak yang mencakup seluruh konsumsi secara komprehensif. yang akan dijelaskan pada bagian berikutnya. pajak penjualan yang komprehensif sebesar 10% akan menghasilkan pendapatan negara sebesar Rp117 trilyun. pajak jenis ini memiliki kelemahan dalam hal keadilan dan efisiensi. Tahap Pengenaan Keputusan mengenai tahap pengenaan didasarkan pada pilihan tahapan terbaik untuk pengenaan pajak satu kali dan pilihan mengenakan pajak satu kali atau beberapa kali.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 231 Pajak penjualan jenis PNB akan mengenakan pajak penjualan atas barangbarang konsumsi dan barang-barang produksi. Kelemahan ini tidak terjadi bila pajak hanya dikenakan pada basis yang sama dengan pendapatan nasional atau PNB dikurangi dengan pajak-pajak tidak langsung dan penyusutan. pajak ini akan memberikan perlakuan lebih diskriminatif terhadap tabungan yang telah mendapat perlakuan diskriminatif dalam pajak penghasilan bila dibandingkan dengan bentuk tabungan rencana pensiun. Dengan pengeluaran konsumsi sebesar Rp1. Pajak seperti ini akan memiliki basis yang sama dengan pajak penghasilan dan dapat diadakan dengan memberlakukan pajak pertambahan nilai jenis penghasilan. jasa kesehatan dan lain-lain. basis ini akan sama dengan yang dipakai dalam pajak atas penghasilan bruto.170 trilyun. satu-satunya basis yang tersisa sebagai kandidat basis pajak adalah basis konsumsi. yaitu penghasilan tanpa diperhitungkan biaya penyusutan. Dengan demikian. pajak ini akan melanggar prinsip dasar pajak penghasilan yang menyatakan bahwa penghasilan dari semua sumber harus dikenakan pajak sepenuhnya dan dalam jumlah netonya. Bilamana penetapan cakupan pajak merupakan hal yang substantif dalam menentukan jenis pajak yang akan diberlakukan. Karena basis penghasilan telah digunakan dalam pajak pribadi pada bagian sebelumnya dengan pengenaan pajak penghasilan. Dalam hal keadilan.

karena rasio harga eceran terhadap harga produksi berbedabeda untuk berbagai produk. Pajak dikenakan pada produsen yang jumlahnya pasti lebih sedikit daripada pengecer/penjual ataupun konsumen. Pembedaan dalam situasi ini lebih berkaitan dengan sifat dari produk final pada tahapan penjualan eceran. Jika pajak akan dikenakan secara selektif (PPnBM). misalnya mobil murah atau televisi. Walaupun demikian. Pengenaan pajak ad valorem dengan tarif yang sama pada tingkatan produksi menghasilkan tarif ekivalen yang tidak sama dengan pengenaan pada tingkatan penjualan eceran. lebih permanen. badan-badan usaha produksi cenderung lebih besar. karena pengenaan pajak secara selektif pada tingkatan eceran akan sangat sulit. tahapan mana akan dikenakan pajak merupakan hal yang sulit untuk ditentukan.232 Bab 11: Pajak Konsumsi pemilihan tahap pengenaan lebih merupakan masalah administratif dalam rangka efisiensi pengenaan pajak atas basis yang dipilih. akan lebih menguntungkan mengenakan pajak pada tahapan ini. Dalam situasi lain (misalnya bahan kain yang digunakan untuk pakaian mewah atau pakaian murah) dimana identifikasi produk tidak memungkinkan. Selain itu. Jika pajaknya bersifat umum. pilihan pengenaan pajak biasanya antara saat selesai produksi atau saat dijual secara eceran kepada konsumen. Jika produknya dapat diidentifikasi pada tahapan produksi. pandangan umum lebih condong kepada pengenaan pada tahapan penjualan eceran untuk diterapkan pada pajak penjualan umum dan tidak begitu sering digunakan pada pajak-pajak penjualan selektif. Karakteristik-karakteristik mampu memberikan perbaikan dalam kualitas perhitungan pajak di negara-negara berkembang. maka pengenaan sebaiknya dilakukan pada tahapan eceran. Saat Produksi versus Saat Penjualan Eceran Bila menggunakan pajak yang dikenakan satu kali. Pengenaan tarif yang berbeda untuk menghilangkan perbedaan rasio harga eceran terhadap harga produksi ini akan sangat sulit dan merupakan cara yang tidak seefisien dan seefektif pengenaan pajak pada tingkatan penjualan eceran. pengenaan pada saat penjualan eceran lebih baik karena memungkinkan pengenaan tarif ad valorem yang seragam. pengenaan pajak pada tahapan produksi lebih menguntungkan karena cara ini akan mengurangi jumlah pembayar pajak yang harus ditagih pajaknya sehingga mempermudah administrasi. dan lebih memiliki pembukuan yang baik daripada badan-badan usaha eceran. Negara-negara berkembang dapat memperoleh hasil yang lebih baik dengan pajak penjualan yang dikenakan pada tahapan produksi karena . Di negara-negara berkembang.

Nilai Akhir sebagai Agregat dari Pertambahan Nilai Mari kita lihat suatu produk. produsen sepatu menjual sepatu kepada distributor utama. pajak pertambahan nilai bukan bentuk pajak yang baru seperti pajak pengeluaran. yang akhirnya akan menjual sepatu tersebut kepada konsumen. basis nilai tambah dari pajak penjualan jenis konsumsi sama dengan basis penjualan eceran. Saat Penjualan Eceran versus Pertambahan Nilai Pertanyaan lebih lanjut pengumpulan pajaknya. Walaupun ada perbedaan dalam teknik. dengan nilai atau harga final dari produk tersebut sama dengan jumlah kenaikan atau pertambahan nilai pada seluruh tahapan. penyamak menjual kulit bahan sepatu kepada produsen sepatu. distributor utama menjual sepatu kepada toko eceran. Pada setiap tahapan. Oleh karena itu. Dengan cara kedua. yaitu pada saat pengenaan di titik penjualan final dan dikumpulkan secara bertahap dengan menggunakan prosedur nilai tambah. Suatu pajak . Dengan menelusuri ke berbagai tahapan produksi. Penggunaan pendekatan beberapa tahapan dalam konteks pertambahan nilai harus dibedakan dengan yang sebelumnya dibahas dalam diskusi tentang pajak atas perputaran. walaupun dampaknya dapat berbeda bila pajak tersebut dikenakan pada tingkatan penjualan eceran. kita akan mulai dengan peternak yang menjual kulit hewan kepada penyamak. hanya cara penagihannya yang berbeda. pajak pertambahan nilai yang diselenggarakan dengan benar akan ekivalen dengan penerapan pajak dalam satu tahapan pada titik penjualan. misalnya sepatu. Pemilihan keduanya lebih didasarkan pada kemudahan administrasi. nilai produk dibagi dalam potongan-potongan (nilai tambah pada setiap tahapan) dimana pajak dikenakan pada tahapan-tahapan sepanjang proses produksi. Yang dikenakan di sini adalah pajak atas pertambahan nilainya sedangkan pada pajak atas perputaran dikenakan atas seluruh jumlah perputarannya di setiap tahapan produksi. PAJAK PERTAMBAHAN NILAI Menurut sudut pandang ahli ekonomi. Ada dua cara pengumpulan pajak penjualan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 233 jumlah titik penagihan pajak yang lebih sedikit. Setiap kenaikan harga menunjukkan tambahan nilai pada setiap tahapan. nilai barang meningkat dan harga jual juga meningkat sejalan dengan peningkatan nilai tersebut. pajak ini hanyalah pajak penjualan yang diadministrasikan dengan cara berbeda.

Pajak ini akan merupakan bentuk yang paling komprehensif dari pajak pertambahan nilai dan disebut sebagai pajak pertambahan nilai jenis PNB. juga dapat digunakan untuk menyelenggarakan pajak penjualan pada produk neto. Jenis PNB Bila semua barang dan jasa final yang diproduksi dan dijual dalam suatu periode. Dengan PNB Indonesia sebesar Rp1. dan konsumsi. tetapi hanya jenis konsumsi yang dapat diterapkan secara praktis. Jenis Penghasilan Pendekatan nilai tambah ini. Hasil yang sama dapat diperoleh dengan menerapkan pajak penghasilan umum karena basis suatu pajak produk neto sama dengan pajak .5 trilyun pendapatan pajak bagi negara. yaitu mengenakan pajak kepada setiap penjual dengan tarif 5 persen dari nilai tambah. Seperti kita ketahui NNP sama dengan PNB dikurangi cadangan untuk konsumsi modal atau penyusutan. seperti yang telah dibahas sebelumnya. atau oleh suatu perusahaan untuk pembelian barangbarang modal. Produk Nasional Neto (PNN). bunga. pajak ini ekivalen dengan pajak penjualan yang diterapkan pada barang konsumsi dan barang modal. Basis pajak pada setiap tahapan akan sama dengan penyusutan. Jumlah yang sama dapat diperoleh dengan menggunakan pendekatan nilai tambah. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. pajak. Jenis Pajak Pertambahan Nilai Ada tiga jenis pajak pertambahan nilai sesuai dengan basis PNB. Pajak atas NNP dapat dikenakan dalam bentuk beberapa tahapan dengan mengenakan pajak pada nilai bersih yang ditambahkan oleh setiap perusahaan. laba dan biaya-biaya. oleh suatu perusahaan untuk menambah persediaan barangnya. baik oleh konsumen rumah tangga. Pajak ini akan dibayarkan oleh penjual ketika produk dijual kepada pembeli terakhir.234 Bab 11: Pajak Konsumsi yang dikenakan pada pertambahan nilai akan identik basisnya dengan suatu pajak yang dikenakan pada nilai final dari produk tersebut. pajak tersebut akan dikenakan baik pada barang konsumsi maupun barang modal.170 trilyun. yang dihitung dari penerimaan kotor dikurangi dengan biaya pembelian barang setengah jadi dari produsen sebelumnya dalam lini produksi. pajak dengan tarif 5% yang mencakup semua barang tersebut akan menghasilkan Rp58. yaitu PNB. menjadi subyek pajak penjualan umum. dengan nilai bersih didefinisikan sebagai penerimaan kotor dikurangi pembelian atas barang setengah jadi dan penyusutan.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 235 penghasilan. Pajak seperti ini akan sama dengan pajak penjualan eceran umum atas barang konsumsi. hanya pendekatan nilai tambah yang secara praktis digunakan apabila pajak penjualan akan dikenakan pada produk neto. Pajak pertambahan nilai jenis penghasilan berbeda dari jenis konsumsi. Untuk basis penghasilan. yaitu pembelian barang-barang modal. yang tersisa hanyalah nilai dari output barang konsumsi saja. Pajak ini tidak dapat dikenakan sebagai pajak atas total nilai bersih dari barang pada saat penjualan terakhir dilakukan karena prosedur ini mengharuskan pencatatan biaya-biaya penyusutan yang dibebankan oleh semua produsen sepanjang lini produksi. Basis konsumsi ditentukan dengan menambahkan pembayaran-pembayaran kepada faktor dengan penyusutan (baris 05 dan 07) kemudian dikurangi dengan pembelian barang modal (baris 09). . Jenis Konsumsi Basis untuk pajak pertambahan nilai jenis ini didefinisikan sebagai pendapatan bruto perusahaan dikurang nilai dari seluruh pembelian produkproduk setengah jadi (bahan mentah dan barang dalam proses) dan juga pengeluaran modalnya atas pabrik dan peralatan-peralatan. Alternatif lainnya yang dapat digunakan adalah metode penambahan. Jadi metode penambahan langsung menghasilkan angka pada pajak pertambahan nilai jenis penghasilan tetapi agak membingungkan pada pajak pertambahan nilai jenis konsumsi. Tabel ini menunjukkan perhitungan ketiga basis dengan menggunakan metode yang disebut metode pengurangan. PPN jenis penghasilan membolehkan perusahaan mengurangkan penyusutan sedangkan PPN jenis konsumsi membolehkan perusahaan mengurangkan investasi bruto. Ilustrasi Perhitungan PPN untuk Setiap Jenis Ilustrasi perhitungan dari berbagai jenis pajak pertambahan nilai disajikan pada tabel berikut. Jadi. dengan perbedaan hanya pada prosedur administrasi saja. Dengan membolehkan setiap perusahaan untuk mengurangkan pengeluaran modalnya. Basis PNB dihitung dengan cara menambahkan pembayaranpembayaran kepada faktor dengan penyusutan (baris 05 dan 07). perhitungan dengan metode penambahan adalah dengan cara menambahkan semua pembayaran kepada berbagai faktor yang dinyatakan pada baris 05.

236 Bab 11: Pajak Konsumsi A Pendapatan 01. dihitung untuk setiap perusahaan dengan cara penjualan dikurangi dengan biaya barang-barang setengah jadi dan penyusutan (baris 06 dan 07). NNP atau Pendapatan Nasional PERUSAHAAN B C Ekonomi 120 120 70 145 100 315 151 151 221 265 100 100 20 120 80 120 15 215 90 45 16 151 270 165 51 - - 100 100 120 100 120 195 180 95 6 90 106 321 370 321 - - - 221 100 321 51 270 Sumber: Richard A. Pembelian produk setengah jadi 07. seperti yang ditunjukkan pada kolom terakhir. dsb. Plus Investasi 15. akan sama dengan penjualan total (baris 04) dikurangi pembelian barang-barang setengah jadi (baris 06). Penjualan produk setengah jadi 03. pendapatan nasional. 5th Edition. dan PNB yang ditentukan dalam perhitungan pendapatan nasional. Jumlah total Biaya Modal 09. Basis GNP Perhitungan Pendapatan Nasional 13. New York: 1989. hal. Jumlah total basis-basis ini sama dengan nilai dari konsumsi. Public Finance in Theory and Practice. Basis penghasilan (baris 04 dikurangi baris 06 dikurangi baris 07) 12. Pembelian barang-barang modal Basis-basis pajak 10. kita akan menghitung basis pajak untuk setiap perusahaan adalah penjualan dikurangi dengan pembelian-pembelian barang-barang setengah jadi dan barang modal. seperti yang ditunjukkan pada baris 12. Basis PNB. Metode Penagihan Bila kita melihat jenis konsumsi dari pajak pertambahan nilai. Minus Penyusutan 17. GNP 16. Konsumsi 14. Penjumlahan basis-basis pada setiap perusahaan ini menghasilkan basis-basis untuk seluruh ekonomi. seperti yang ditunjukkan pada baris 10. bunga. Basis konsumsi (baris 04 dikurangi baris 06 dikurangi baris 09) 11. Penjualan barang konsumsi 02. dihitung untuk setiap perusahaan dengan mendapatkan angka penjualannya dan dikurangi dengan pembelian barang-barang setengah jadi dan barang-barang modal (baris 06 dan 09). Penyusutan 08. Jumlah total Biaya 05. 402 Basis konsumsi. . McGraw-Hill. 06. Musgrave. Penjualan barang modal 04. Basis penghasilan. laba. Musgrave dan Peggy B. seperti yang ditunjukkan pada baris 11. Upah.

ada beberapa perbedaan teknis dalam implementasi yang cukup penting. Dengan membuat aturan bahwa kredit pajaknya bergantung pada penyajian bukti setor pajak yang dilakukan oleh para pemasok. ada dua cara untuk menagihnya. pengecualian barang-barang modal dapat dilakukan dengan lebih efektif daripada dalam pajak penjualan eceran karena sulitnya menelusuri penggunaan barang-barang yang dibeli dari para pengecer. ada perbedaan pendapat yang cukup tajam di antara kedua pajak ini mengenai yang lebih baik. yaitu metode yang meminta perusahaan membayar pajak atas basis yang telah dihitung tersebut. hal ini mudah dilakukan. metode faktur memiliki elemen ketaatan karena setiap pembeli akan meminta salinan dari bukti setor tersebut. Satu perbedaan pandangan politis. Jumlah pembayar pajak dalam pajak penjualan eceran lebih sedikit daripada dalam pajak pertambahan nilai. Jika pajak bruto pengecer disajikan terpisah dari harga konsumen. DISTRIBUSI BEBAN PAJAK . Pertama.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 237 Bila perhitungan pajak telah selesai. Dalam pajak pertambahan nilai. Pendukung pajak pertambahan nilai merasa bahwa pajak ini “tampak” berbeda sehingga tidak terkontaminasi reputasi buruk dari pajak penjualan eceran yang menyembunyikan beban pajak dari konsumen karena pajak sering tidak disajikan terpisah dari harga konsumen. metode faktur. Akan tetapi. yaitu metode yang mengharuskan perusahaan menghitung pajak brutonya dengan mengalikan tarif pajak terhadap total penjualan dan mengkreditkan atas pajak bruto ini jumlah yang sama dengan pajak yang telah dibayarkan oleh para pemasok yang barang-barang setengah jadi dan barangbarang modalnya dibeli oleh perusahaan. dengan menggunakan metode faktur. sehingga memudahkan administrasi karena para pengecer dapat diakses secara efektif. Metode ini cocok di negara yang ketaatan pajaknya rendah. pajak penjualan eceran tidak akan efektif. pajak pertambahan nilai memiliki elemen ketaatan yang tidak dimiliki dalam pajak penjualan eceran. Selain itu. Kedua. Simpulan Kita telah melihat bahwa pajak pertambahan nilai jenis konsumsi memiliki basis yang sama dengan pajak penjualan eceran dengan cakupan yang sama. Di negara maju yang usaha ritelnya sudah mapan. konsumen akan menyadari adanya pajak pada kedua pendekatan ini. Selain pertimbangan politis. tetapi di negara berkembang di mana usaha ritel umumnya usaha kecil. dikenal dengan nama metode perhitungan.

cukai akan menimbulkan biaya efisiensi yang lebih besar daripada pajak yang lebih umum. Hal yang sama tidak berlaku untuk pajak penjualan dan cukai. suatu pajak penjualan umum memenuhi keadilan pajak bila indeks keadilan dinyatakan dalam bentuk konsumsi tetapi akan tidak memenuhi keadilan pajak bila indeksnya dinyatakan dalam bentuk . Cukai tetap dikenakan karena berbagai alasan. Oleh karena itu. seperti rokok dan minuman beralkohol. mereka ini dikenai beban cukai yang berbeda. cukai memiliki peringkat yang rendah dalam hal keadilan horizontal dan vertikal. Karena hanya dikenakan pada barang-barang tertentu. tetapi hal ini belum menjadi kebijakan yang telah diterapkan. Beban dari pajak atas barang-barang kebutuhan sehari-hari cenderung regresif. Cukai umumnya dikenakan kepada barang-barang konsumsi massal yang dipandang “kurang baik untuk dikonsumsi”. pajak-pajak ini tidak mengindahkan aturan kemampuan untuk membayar. Karena tidak dibebankan secara pribadi. Pajak Penjualan Umum Pajak penjualan umum dalam bentuk pajak penjualan eceran atas barangbarang konsumsi pada dasarnya sama dengan pajak umum bertarif tetap atas pengeluaran konsumen. Bila dilihat dari keadilan horizontal. Cukai cenderung regresif karena dikenakan atas barang-barang konsumsi massal. seperti minuman beralkohol dan rokok. Cukai juga diskriminatif terhadap konsumen dengan penghasilan yang sama tetapi dengan preferensi yang berbeda. Konsumen yang memiliki preferensi lebih pada produk-produk kena cukai membayar cukai lebih banyak.238 Bab 11: Pajak Konsumsi Pajak penghasilan memiliki peringkat yang tinggi dalam hal keadilan karena dikenakan sebagai suatu pajak pribadi yang berusaha mencapai kemampuan membayar dari wajib pajak. Cukai juga dikenakan dalam rangka meminimalkan dead weight loss. kita menyimpulkan bahwa distribusi beban pajak berdasarkan kelompok penghasilan didominasi dari sisi penggunaan. yaitu berdasarkan pola pengeluaran konsumsi atas produk yang dikenakan pajak. Cukai Pada diskusi kita sebelumnya tentang tax incidence dari pajak penjualan. Konsumen dengan penghasilan berbeda dikenakan tarif cukai yang sama. Cukai juga dikenakan untuk memenuhi rasa keadilan karena barang-barang konsumsi tertentu hanya dinikmati oleh konsumen-konsumen berpenghasilan tinggi. sedangkan beban dari pajak atas barang-barang mewah cenderung progresif.

Keluarga-keluarga dengan penghasilan yang sama mungkin saja memiliki tingkat konsumsi (menabung) yang berbeda karena faktor usia atau faktor-faktor lainnya. PAJAK PENGELUARAN WAJIB PAJAK PRIBADI Pajak konsumsi baik melalui cara selektif (cukai) maupun pajak penjualan umum (PPN bila di Indonesia) tetap bersifat regresif karena pengeluaran konsumsi dalam persentase penghasilan cenderung menurun sejalan dengan peningkatan penghasilan. Perbedaan progresivitas di antara kedua jenis pajak ini muncul karena pajak penghasilan telah dikembangkan dalam kerangka pajak pribadi. suatu pajak penjualan umum akan proporsional berkenaan dengan tingkat konsumsi tetapi akan regresif berkenaan dengan tingkat penghasilan. Bila dihitung dalam jangka waktu seumur hidup. Pajak ini merupakan ide yang baru dan menarik dan telah banyak mendapat dukungan dari para akademisi di dunia perpajakan. sedangkan pajak konsumsi telah ditetapkan sebagai kerangka dalam pendekatan non pribadi atau in rem dari pajak penjualan. Dengan demikian. . karena konsumsi dalam persentase atas penghasilan menurun (menabung dalam persentase atas penghasilan naik) sejalan dengan kenaikan penghasilan. Perlu dicatat pula bahwa sifat regresif dari pajak penjualan telah dimodifikasi dengan mengecualikan beberapa produk konsumsi massal. Berikut ini pembahasan teknis apabila pajak ini diterapkan. tetapi pengenaan pajak ini dalam situasi modern belum pernah ada. Bila dipandang dari keadilan vertikal.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 239 penghasilan. Pola ini kurang regresif bila dihitung dalam jangka waktu seumur hidup dan bukannya tahunan.Oleh karena itu. sehingga melanggar keadilan horizontal dalam bentuk penghasilan. pendukung pajak penghasilan cenderung berasal dari pendukung progresivitas pajak. sedangkan pendukung pajak penjualan cenderung berasal dari penentang progresivitas pajak. seperti makanan. Penggunaan suatu jenis pajak pribadi dari pajak pengeluaran akan menghilangkan perbedaan ini dan membuat pengenaan pajak atas konsumsi menjadi bersifat pribadi dan progresif. Pajak seperti ini pernah dicobakan di India dan Sri Lanka. pajak penghasilan dipandang sebagai pajak yang progresif dan pajak penjualan dipandang sebagai pajak regresif. penghindaran atas pajak penjualan hanya dapat dilakukan dengan melalui warisan. Keluarga-keluarga seperti itu akan membayar jumlah pajak yang berbeda.

Pendekatan ketiga merupakan paling baik dan yang paling mungkin untuk menentukan konsumsi tahunan wajib pajak adalah dengan menggunakan cara berikut:1 § Saldo bank dan uang pada awal tahun § + penerimaan uang § + tambahan pinjaman bersih (pinjaman baru dikurangi pembayaran pinjaman atau memberikan pinjaman) § – investasi bersih (biaya pembelian aset-aset dikurangi hasil dari aset-aset yang dijual) § – saldo bank dan uang pada akhir tahun § = konsumsi untuk tahun berjalan. jumlah tambahan tabungan harus didefinisikan sebagai tabungan neto (tambahan tabungan dikurangi penarikan tabungan). disesuaikan 1 Richard A. SPT harus digunakan untuk membuat wajib pajak menyatakan jumlah-jumlah tersebut secara rinci seperti pelaporan penghasilan dalam pajak penghasilan. Semua konsumsi harus dimasukkan ke dalam basis pajak dan kewajiban pajak para wajib pajak tidak dipengaruhi oleh pola tertentu dari pengeluaran konsumsi mereka. kemudian akan mengurangkan konsumsi tidak kena pajak yang diperbolehkan. Untuk mendapatkan angka konsumsi. Pendekatan kedua dimulai dari penghasilan dan mengurangkannya dengan jumlah tambahan tabungan. Konsep penerimaan yang digunakan dalam skedul perhitungan di atas sama dengan penghasilan yang didefinisikan dalam pajak penghasilan. Pendekatan inipun bukan hal yang mudah. Konsumsi dihitung dari perubahan dalam saldo bank dan uang dan arus penerimaan dan pembayaran-pembayaran non konsumsi selama tahun berjalan. Dengan menggunakan analogi pajak penghasilan. Hal 405-406. definisi global yang diterapkan dalam basis pajak penghasilan berlaku juga pada pajak konsumsi. akan tetapi penentuan konsumsi kena pajak dalam praktek bukan hal yang mudah.240 Bab 11: Pajak Konsumsi Penentuan Konsumsi Kena Pajak Apabila konsumsi digunakan sebagai indeks atas kemampuan untuk membayar. . Perhitungan konsumsi dengan meminta individu menambahkan pengeluaran rupiah untuk konsumsi tidak mungkin diterapkan. Musgrave dan Peggy B. Musgrave. dan menerapkan tarif pajak progresif kepada jumlah sisanya yang merupakan konsumsi kena pajak. wajib pajak akan menentukan konsumsinya pada suatu tahun pajak. Ide ini tampaknya sederhana. terutama untuk menentukan penambahan atas kekayaan bersih. atau penambahan atas kekayaan bersih.

Jika aset dijual. Tidak ada kebutuhan untuk menentukan laba perseroan. dan capital gain yang belum direalisasikan. akan terjadi penghindaran pajak konsumsi dengan menggunakan uang dari saldo-saldo kas tersebut untuk konsumsi. pemotongan pajak dalam sistem tarif yang progresif mempersulit penerapan karena tarif pajak yang tepat bergantung pada apakah penerimaan tersebut akan dibelanjakan atau diinvestasikan kembali.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 241 dengan mengecualikan capital gain tetapi memasukkan imputed rent dari rumah-rumah yang dihuni pemiliknya juga warisan dan hadiah yang diterima. yang diperoleh dengan menahan laba. dengan membolehkan penggunaan tarif rata-rata untuk menghindari ketidakadilan. Dividen akan muncul sebagai penerimaan. Perlakuan atas Warisan dan Hibah . hasil yang diterima akan masuk ke dalam basis pajak kecuali dikurangi dengan pembelian aset-aset lain atau kenaikan dalam saldo-saldo aset. pengecekan silang akan lebih banyak dilakukan. pembelian barang-barang konsumsi jangka panjang (seperti mobil). Dibalik kelebihan-kelebihan tersebut. Untuk tujuan ini. Pendekatan ini lebih sederhana daripada yang dipakai dalam pajak penghasilan. Permasalahan sulit dari akuntansi penyusutan juga akan hilang. Karena pemotongan pajak hanya dapat dilakukan terhadap penghasilan penghasilan. Dengan demikian. Selain itu. Walaupun konsumsi rumah akan dimasukkan dengan cara memasukkan komponen imputed rent. akan diperlakukan sebagai konsumsi tahun berjalan. Bila tidak dilakukan. Untuk memastikan peminjaman dipertanggungjawabkan. suatu situasi yang menyulitkan dalam dalam kasus penghasilan modal. Sulit untuk memberlakukan metode pemotongan dan pemungutan pajak dalam pajak pengeluaran untuk urusan kemudahan administrasi pajak. wajib pajak diharuskan untuk melaporkan neraca atau daftar harta mereka dalam SPT. Penyesuaian terhadap inflasi hanya diperlukan untuk indeks tarif-tarif pajak. Permasalahan lainnya adalah pentingnya mencatat secara lengkap saldosaldo kas pada awal tahun. pemberi pinjaman diharuskan untuk melaporkan informasi mengenai pinjamanpinjaman yang diberikan. maka harus ada suatu rasio yang ditetapkan sebelumnya dari penghasilan terhadap konsumsi dan penghasilan dikurangkan sebesar rasio ini untuk pemotongan pajak konsumsi. Dilema dalam memperlakukan capital gain yang belum direalisasikan tidak ada. bukan hal yang relevan sampai realisasi terjadi dan hasilnya disalurkan ke dalam konsumsi. pajak pengeluaran akan memunculkan kesulitan-kesulitan baru. Hal yang sama juga diperlakukan untuk penjualanpenjualan aset.

penerimaan suatu warisan/hibah akan dimasukkan ke dalam basis pajak penerima warisan/hibah. Pajak konsumsi. penggantian ini juga akan menimbulkan kesulitan-kesulitan baru seperti masalah pemotongan pajak. Apabila penerima warisan/hibah tidak membelanjakannya. Apabla sistem pajak berupaya mendukung kegiatan menabung. basis mana yang lebih baik (penghasilan atau konsumsi). seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. konsep penghasilan yang berdasarkan tambahan kemampuan ekonomis memberikan perlakuan yang diskriminatif terhadap konsumsi di masa depan. basis pajak yang adil bukan hanya konsumsi saja tetapi semua penggunaan penghasilan. perlakuan terhadap warisan/hibah masih menimbulkan tanda tanya. Akan tetapi. bagaimana memperlakukan warisan/hibah. penghasilan tersebut tetap tidak dikenakan pajak. ada suatu permasalahan khusus timbul karena penghasilan tidak digunakan untuk konsumsi tetapi akan diwariskan atau dihibahkan. Pertama. terutama yang berkaitan dengan permasalahan inflasi. . Kedua. Dengan demikian. Seorang pembayar pajak dapat menghindari pajak apabila ia memutuskan sebagian penghasilannya digunakan sebagai warisan/hibah. Evaluasi Penggunaan pajak pengeluaran wajib pajak pribadi akan meningkatkan kualitas perpajakan konsumsi karena memungkinkan penerapan prinsip kemampuan untuk membayar dan menghilangkan sifat regresif yang melekat pada pajak penjualan umum. baik itu untuk konsumsi ataupun untuk diwariskan. akan tetapi ada hal yang harus dijawab terlebih dahulu. Akan tetapi. Berdasarkan filosofi tambahan kemampuan ekonomis. Pajak pengeluaran juga tidak akan menghilangkan perlakuan-perlakuan khusus dan loophole yang selama ini ada pada pajak penghasilan. pendekatan pajak pengeluaran lebih tepat daripada pemberlakuan pengecualian secara sepotongpotong dalam sistem pajak penghasilan. Menggantikan pajak penghasilan dengan pajak pengeluaran akan menyederhanakan beberapa hal penting. memberikan perlakuan yang sama dengan menerapkannya pada nilai tunai konsumsi sehingga beban pajak tidak dipengaruhi oleh faktor waktu.242 Bab 11: Pajak Konsumsi Dalam konsep pajak pengeluaran wajib pajak pribadi. Cara terbaik untuk mengatasi penghindaran pajak ini adalah dengan memasukkan warisan/hibah sebagai basis pajak pengeluaran. Walaupun demikian. Walaupun pajak pengeluaran berbasis konsumsi merupakan cara yang lebih baik.

Pajak konsumsi tidak memperhitungkan kondisi pribadi konsumen. (2) jasa pelayanan sosial. (5) jasa keagamaan. selain dikenakan PPN juga dikenakan PPnBM. dan lain-lain. Pajak konsumsi dihitung dalam ukuran unit produk atau jumlah penerimaan kotor. dan menimbulkan biaya efisiensi yang lebih besar daripada pajak penjualan umum. PPN merupakan pajak konsumsi yang dikenakan atas konsumsi barangbarang dan jasa-jasa tertentu di dalam negeri. sedangkan beban dari pajak atas barang-barang mewah cenderung progresif. Untuk konsumsi barangbarang tertentu yang dikelompokkan sebagai barang mewah di dalam negeri. dan (4) uang. seperti tembakau. seperti Pajak Bahan Bakar. (2) barangbarang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak. Pajak ini memiliki peringkat yang rendah dalam hal keadilan horizontal dan vertikal. Adapun jasa bebas PPN antara lain: (1) jasa pelayanan kesehatan. seperti rokok dan minuman beralkohol. atau dalam rangka meminimalkan dead weight loss. Pajak konsumsi daerah adalah jenis pajak konsumsi yang diberlakukan pada tingkatan daerah dengan besarnya tarif pajak bergantung pada peraturan masing-masing daerah.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 243 RANGKUMAN § Pajak konsumsi dikenakan dikarenakan adanya transaksi produk. Pajak ini proporsional § § § . restoran. PPnBM hanya dikenakan satu kali ketika dijual oleh pabrikan atau ketika diimpor. Pajak Restoran. Pajak Parkir. Pajak Reklame. Pajak Hotel. Pajak Hiburan. Sedangkan pada pajak penjualan umum berbentuk pajak penjualan eceran dengan tarif tetap atas pengeluaran konsumen. (3) makanan dan minuman yang disajikan di hotel. beban dari pajak atas barang-barang kebutuhan sehari-hari cenderung regresif. (6) jasa pendidikan dan lain-lain. dan surat-surat berharga. gula. emas batangan. bensin dan minuman keras. Porsi penghasilan yang ditabung tidak dikenakan pajak. Pajak konsumsi didasarkan pada sisi penggunaan (pengeluaran). warung dan sejenisnya. Kebijakan ini diambil untuk mengatur peredaran dan konsumsi barangbarang yang dipandang kurang baik. (3) jasa pengiriman surat dengan perangko. Pajak penjualan dapat dipandang ekuivalen dengan pajak yang dikenakan atas pembelian-pembelian rumah tangga. Pada pajak penjualan selektif. (4) jasa keuangan. Cukai adalah pungutan atau pajak yang dikenakan terhadap konsumsi barang-barang tertentu. Yang termasuk barang bebas PPN antara lain: (1) barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya. Pajak Kendaraan Bermotor. rumah makan.

Nilai bersih didefinisikan sebagai penerimaan kotor dikurangi harga pokok produksi dan penyusutan. Sebagian besar cukai atau pajak penjualan atas produk-produk tertentu dikenakan berdasarkan unit produk. Bentuk ad valorem lebih berarti daripada bentuk per unit dalam rangka meminimalkan perubahan pilihan konsumen. Metode turn over menimbulkan diskriminasi pengenaan pajak terhadap produk-produk yang harus melalui banyak tahapan (piramida) produksi dan distribusi. Tujuannya adalah mengenakan pajak pada total penghasilan bersih atau Net National Product (NNP). Sedangkan PPN dan PPnBM merupakan contoh pajak penjualan yang dikenakan berdasarkan ad valorem. 1989). Penghindaran atas pajak penjualan dapat dilakukan dengan melalui warisan. pajak akan memberikan perlakuan diskriminatif dengan mengecualikan penghasilan yang ditabung (tidak dikonsumsikan). Hasil pajak yang besar akan didapatkan hanya dengan pengenaan tarif pajak yang rendah. Suatu produk dikenakan pajak berkali-kali sejalan dengan pergerakannya sepanjang tahapan produksi. Penerapan pajak berdasarkan perputaran yang komprehensif sebesar 1% saja akan menghasilkan pendapatan pemerintah sebesar sepertiga hasil dari pajak penghasilan. yang sama dengan GNP dikurangi cadangan untuk pembelian barang modal atau penyusutan. atau perhitungan laba sebelum dikurangi biaya penyusutan. Menurut metode total transaksi.244 Bab 11: Pajak Konsumsi § § § § berkenaan dengan tingkat konsumsi tetapi akan regresif berkenaan dengan tingkat penghasilan. Pajak dikenakan dalam beberapa tahapan pada nilai bersih yang ditambahkan oleh setiap perusahaan. Perhitungan pajak menggunakan basis GNP akan mengenakan pajak penjualan atas barang-barang konsumsi dan barang-barang produksi (modal). Kelemahan dalam hal keadilan. Kelemahan dalam hal efisiensi. cukai tembakau dan cukai minuman keras. pajak dikenakan berdasarkan perputaran (turnover tax). Ini berarti bentuk ad valorem dapat lebih meminimalkan dead weight loss suatu kebijakan pajak (Musgrave and Musgrave. Pajak pertambahan nilai jenis . pajak ini akan melanggar prinsip dasar pajak penghasilan yang menyatakan bahwa penghasilan dari semua sumber dikenakan pajak sepenuhnya dalam jumlah netonya. karena konsumsi dalam persentase atas penghasilan menurun. atau berdasarkan atas nilai produknya. Basis ini akan sama dengan yang dipakai dalam pajak atas penghasilan kotor. misalnya pajak atas bahan bakar minyak. Pajak konsumsi dapat dikenakan atas penjualan barang berdasarkan unit produk yang terjual. dimana dalam pajak penghasilan tidak dikecualikan.

Proses identifikasi pada tahapan produksi. Tarif yang berbeda untuk setiap produk sulit diaplikasikan dan tidak efisien. jasa kesehatan dll.170 trilyun. Di negara-negara berkembang. konsumsi makanan rumah. perkembangan badan-badan usaha manufaktur cenderung lebih besar. misalnya mobil murah atau televisi. Di negara berkembang. tahapan pengenaan tarif ad valorem akan lebih mudah dilakukan pada proses produksinya. Negara-negara berkembang dapat memperoleh hasil yang lebih baik dengan pajak penjualan yang dikenakan pada tahapan produksi karena jumlah kegiatan penagihan yang lebih sedikit. pengenaan pajak pada tahapan produksi lebih menguntungkan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 245 § § § § penghasilan membolehkan perusahaan mengurangkan penyusutan untuk jenis penghasilan. Hal ini dikarenakan rasio harga eceran terhadap harga produksi tidak selalu seragam untuk berbagai produk. Akan tetapi jumlah dalam basis ini akan berkurang karena beberapa konsumsi tertentu dikecualikan dari pengenaan pajak penjualan. pengenaan pada saat penjualan eceran terasa lebih baik karena memungkinkan pengenaan tarif ad valorem yang seragam. Hanya pendekatan nilai tambah setiap tahapan yang layak digunakan apabila pajak penjualan akan dikenakan pada produk neto. Jika pajak bersifat selektif. walaupun hal ini dapat menghasilkan revenue yang berbeda jika diterapkan pada tahap penjualan eceran. Pembedaan dalam situasi ini lebih berkaitan dengan bentuk akhir dari produk pada tahapan penjualan eceran. seperti konsumsi perumahan (sewa rumah dan imputed-rent bagi pemilik rumah). lebih permanen. Walaupun dalam situasi lain (misalnya bahan kain yang digunakan untuk pakaian mewah atau pakaian murah). pajak penjualan komprehensif sebesar 10% menghasilkan revenue sebesar Rp117 trilyun. Pajak pertambahan nilai jenis konsumsi membolehkan perusahaan mengurangkan investasi bruto. identifikasi menggunakan kriteria bahan baku produk tidak memungkinkan. Pajak penjualan umum bertujuan mengenakan pajak yang mencakup seluruh konsumsi secara komprehensif. Sedangkan pengenaan pajak ad valorem pada tingkatan produksi. Total pengecualiannya dapat mencapai 50% dari potensi penerimaan komprehensif. dan lebih memiliki pembukuan yang baik daripada badan-badan usaha eceran. Dengan pengeluaran konsumsi sebesar Rp1. menghasilkan revenue yang tidak sama dengan pengenaan tarif ad valorem pada tingkatan penjualan eceran. cenderung akan lebih menguntungkan kemudahan administrasi pemungutan pajaknya dibanding pada tingkatan eceran. yaitu pembelian barang-barang modal. Jika pajaknya bersifat umum. .

yaitu metode yang meminta perusahaan membayar pajak atas basis yang telah dihitung. dikenal dengan nama metode account. atau dikumpulkan secara bertahap dengan menggunakan prosedur nilai tambah. Problema pajak konsumsi antara lain: (1) Basis Konsumsi Kena Pajak. Pemilihan satu di antara keduanya lebih didasarkan pada pertimbangan lebih mudahnya proses administrasi. nilai produk dibagi dalam potongan-potongan dimana pajak dikenakan pada tahapantahapan sepanjang proses produksi. pada titik penjualan final. yaitu metode yang mengharuskan perusahaan menghitung pajak brutonya dengan mengalikan tarif pajak terhadap total penjualan. basis nilai tambah dari pajak konsumsi bertahap sama dengan basis penjualan akhir secara eceran. dan menerapkan tarif pajak progresif kepada jumlah sisanya yang merupakan konsumsi kena pajak. kemudian akan mengurangkan konsumsi tidak kena pajak yang diperbolehkan. penghasilan tersebut tetap tidak dikenakan pajak. metode faktur (invoice). Apabila penerima warisan/hibah tidak membelanjakannya. wajib pajak akan menentukan konsumsinya pada suatu tahun pajak. Kedua. dimana analogi dengan pajak penghasilan. sehingga seorang pembayar pajak dapat menghindari pajak apabila ia memutuskan sebagian penghasilannya digunakan sebagai warisan/hibah. hanya cara penagihannya yang berbeda. Dengan cara kedua. Perusahaan kemudian mengkreditkan atas pajak bruto ini jumlah pajak yang telah dipungut dan disetorkan oleh para pemasok barang-barang antara dan barang-barang modalnya. Pertama. Walaupun ada perbedaan. Menghitung basis pajak untuk setiap perusahaan adalah penjualan dikurangi dengan pembelian-pembelian barang-barang antara dan barang modal.246 § Bab 11: Pajak Konsumsi § § Pajak konsumsi dapat dikumpulkan dalam satu kali pengenaan. LATIHAN 1) 2) 3) 4) Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis pajak atas konsumsi di Indonesia! Bagaimana tahapan pengenaan pajak konsumsi dapat diterapkan? Apa yang dimaksud dengan pajak penjualan atas nilai akhir sama dengan jumlah pajak konsumsi atas pertambahan nilai? Jelaskan metode-metode yang digunakan dalam penagihan pajak konsumsi! . (2) Warisan dan Hibah.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 247 5) Dilihat dari sisi permasalahan politik. bagaimana dukungan pajak pertambahan nilai dibandingkan dengan pajak penjualan? 6) Beberapa ahli berpendapat bahwa pajak penjualan selektif seperti cukai bersifat regresif. bagaimana perlakuan atas warisan/hibah? . Mengapa pemerintah tetap memberlakukan cukai? Lengkapi jawaban Anda dengan contoh-contoh yang memadai 7) Jelaskan bagaimana efek penerapan pajak penjualan jika dipandang menurut keadilan vertikal dan keadilan horizontal? 8) Bagaimana efisiensi penentuan basis konsumsi kena pajak jika dianalogikan dengan penghasilan kena pajak? 9) Apa perbedaan pajak penjualan yang dikenakan atas turn over dengan pajak atas ad valorem? 10) Didalam konsep pajak pengeluaran atas konsumsi.

Argumentasi dukungan ini dapat diturunkan dari . Alasan manfaat mengarah pada pemberlakuan pajak bumi dan bangunan jenis in-rem sedangkan pertimbangan kemampuan untuk membayar mengarah pada pemberlakuan pajak kekayaan wajib pajak pribadi. Akan tetapi.PAJAK ATAS KEKAYAAN DAN WARISAN ALASAN-ALASAN KEKAYAAN PENGENAAN PAJAK ATAS Pajak dikenakan atas kekayaan dengan alasan bahwa kekayaan menerima manfaat publik dan kemampuan untuk membayar. Alasan Manfaat Pajak atas Kekayaan Pajak dikenakan atas kekayaan karena layanan-layanan publik meningkatkan nilai dari bumi dan bangunan dan oleh karenanya harus dibayarkan oleh pemiliknya. mengapa kekayaan hanya dikenakan pada bumi dan bangunan belum ada penjelasan yang masuk akal.

yang dinyatakan pada akhir abad ke-17. sebagaimana pendapat para ahli teori hukum alam. administrasi perundangundangan dan administrasi pengadilan. adalah pelindung properti. dapatkah pajak kekayaan dibenarkan untuk alasan kemampuan untuk membayar? . seperti pembangunan trotoar yang meningkatkan nilai gedung di belakang trotoar tersebut dan juga perlindungan khusus oleh polisi pada daerah-daerah tertentu. pemilik properti diharuskan membayar untuk layananlayanan khusus yang meningkatkan nilai dari properti. suatu pajak khusus dapat dikenakan untuk mendanai suatu layanan tertentu. kepemilikan harta tak bergerak dan harta bergerak (seperti hewan ternak) merupakan indeks yang paling mudah untuk menentukan kemampuan untuk membayar. Walaupun berapa besarnya biaya tersebut masih dapat diperdebatkan. manfaat khusus yang dinikmati oleh setiap properti dapat diukur dengan suatu indeks seperti panjang jalan di depannya atau lokasinya. Dengan demikian. Pada tingkat pemerintah daerah. manfaat yang dinikmati harus diperkirakan secara relatif terhadap nilai dari properti. Bila teori tersebut yang menjadi acuan. basis pajaknya adalah seluruh kekayaan yang dimiliki oleh seseorang atau dapat menggunakan basis pajak kekayaan bersih. pemilik properti membayar kepada negara untuk biaya-biaya negara tersebut. penerapan alasan manfaat dapat menjadi lebih spesifik lagi. Demikian juga. yang pasti tidak semua biaya dari fungsi negara harus diperoleh dari pengenaan pajak ini. tidak memiliki dasar yang rasional. dalam kondisi modern di mana penghasilan sebagian besar diterima dalam bentuk uang. yaitu kekayaan wajib pajak dikurangi dengan kewajibannya. berdasarkan konsep ini. Sebagian besar pajak yang dipungut oleh negara diterima dalam bentuk barang. Penggunaan pajak kekayaan untuk mendanai fungsi lain.250 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan teori Locke yang menyatakan bahwa negara adalah pelindung bumi dan bangunan. misalnya pendidikan atau kesehatan. seperti biaya penegakan hukum. Dalam kasuskasus tertentu. Alasan Kemampuan Membayar Pajak Alasan kemampuan untuk membayar pajak sebagai argumentasi untuk mengenakan pajak atas kekayaan harus dilihat dari konteks sejarahnya. Cara pengenaan seperti ini sangat tepat dikenakan pada pajak-pajak pemda untuk mendanai layananlayanan khusus tadi. Akan tetapi. Dalam kasus-kasus lain. Pada masa lalu. Berdasarkan situasi ini. pendapatan dari pajak harus dibatasi hanya sebesar biaya yang diperlukan untuk melaksanakan layanan perlindungan. Salah satu dari fungsi dasar suatu negara. Oleh karena itu. kekayaan lebih sulit diukur daripada penghasilan.

Walaupun demikian. . yang diperlukan bukanlah pajak atas bumi dan bangunan tetapi pajak atas kekayaan bersih wajib pajak pribadi. Perbedaannya adalah basisnya lebih cocok menggunakan kekayaan kotor daripada kekayaan bersih karena kekayaan kotor lebih menunjukkan kemampuan kendali ekonomis yang diperoleh oleh pemiliknya. Konsekuensi sosial dari ketidakmerataan dalam distribusi kekayaan berbeda dengan konsekuensi sosial dari ketidakmerataan dalam distribusi konsumsi. Akan tetapi dalam prakteknya tidak semua penghasilan dapat dicakup dalam pajak penghasilan sehingga memunculkan kebutuhan akan pajak kekayaan sebagai pelengkap. Juga berdasarkan konsep pajak atas konsumsi. Alasan Pengendalian Sosial Alasan lain untuk pengenaan pajak kekayaan adalah pengendalian sosial sebagai dampak dari distribusi kekayaan yang tidak merata. Untuk alasan keadilan. tanah dapat dipajaki tanpa menimbulkan suatu “excess burden. dan karenanya masyarakat perlu menanganinya secara terpisah. Untuk tujuan ini. karena pengembalian atas tanah adalah dalam bentuk rente ekonomis (yaitu suatu tingkat pengembalian dari suatu faktor produksi dalam penawaran yang tidak elastis). jika kekayaan dikenakan pajak karena alasan kemampuan untuk membayar. Sebagaimana berdasarkan pendekatan kemampuan untuk membayar. suatu pajak progresif atas kekayaan dan bukannya atas penghasilan adalah instrumen yang tepat. PAJAK ATAS TANAH Pengenaan pajak khusus atas tanah yang terpisah dari properti telah diusulkan berdasarkan alasan efisiensi dan keadilan. kenaikan tanah dapat dipandang sebagai peningkatan kekayaan yang tidak adil sehingga pengenaan pajak atas tanah akan mengembalikan keadilan. Bila penghasilan digunakan sebagai indeks kesetaraan dan penghasilan didefinisikan sebagai secara komprehensif mencakup seluruh tambahan kemampuan ekonomis. pajak tambahan atas kekayaan dapat dibenarkan karena alasan manfaat-manfaat yang dapat timbul dari penumpukkan kekayaan. beban pajaknya merupakan pajak pribadi dengan definisi kekayaan secara global.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 251 Ada dua kesimpulan yang diambil. Untuk alasan efisiensi. tidak diperlukan lagi pajak kekayaan sebagai pelengkap.” Pajak atas tanah juga dapat digunakan untuk mendorong penggunaan tanah yang lebih intensif.

dan fasilitas lain yang memberikan manfaat. yaitu: n Objek pajak yang digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum di bidang ibadah. yang tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan. Basis Pajak. n Objek pajak yang digunakan oleh badan atau perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh Menteri Keuangan. jalan tol. dan tanah negara yang belum dibebani suatu hak. galangan kapal.252 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan Struktur Dan Basis Pajak Atas Kekayaan Di Indonesia (Pajak Bumi Dan Bangunan) Jenis pajak atas kekayaan yang berlaku di Indonesia adalah pajak atas bumi (tanah) dan bangunan. . peninggalan purbakala. n Hutan lindung. yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 tahun 1994. n Objek pajak yang digunakan untuk kuburan. hutan wisata. Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan. hutan suaka alam. pagar mewah. tempat olah raga. sosial. peraturan yang berkaitan dengan pajak atas tanah dan bangunan ini adalah UndangUndang Nomor 11 Prp 1959 untuk pajak atas tanah yang tunduk pada hukum adat. Sebelum reformasi perpajakan tahun 1983. Ordonansi Verponding Indonesia 1923 dan Ordonansi Verponding 1928 untuk pajak atas tanah yang tunduk pada hukum Belanda (Barat). kesehatan. atau yang sejenisnya dengan itu. n Objek pajak yang digunakan oleh perwakilan diplomatik dan konsulat berdasarkan asas perlakuan timbal balik. Setelah reformasi pajak. Beberapa objek pajak dikecualikan dari pengenaan pajak. dermaga. tanah penggembalaan yang dikuasai oleh desa. dan Ordonansi Pajak Rumah Tangga 1908 untuk pungutan-pungutan lain daerah atas tanah dan bangunan. taman nasional. dasar hukum yang mengatur pajak atas bumi dan bangunan adalah Undang-Undang Nomor 12 tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Rasio Penilaian dan Tarif Efektif Yang menjadi objek PBB adalah bumi dan bangunan. kolam renang. taman mewah. yang meliputi tanah dan perairan pedalaman serta laut wilayah Indonesia. pendidikan dan kebudayaan nasional. meliputi jalan lingkungan yang terletak dalam suatu kompleks bangunan. Tarif Nominal. Bumi mencakup permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada di bawahnya.

menggunakan harga jual atau harga pasar sebagai nilai kekayaan. penetapannya dilakukan setiap tahun. sedangkan negara-negara lain. pensiunan janda/duda yang semata-mata dari gaji/uang pensiun. seperti Amerika Serikat dan Indonesia. Nilai Pasar versus Penghasilan sebagai Basis Penilaian Pertanyaan yang paling mendasar dalam pajak atas kekayaan adalah bagaimana mengukur nilai kekayaan. Jika pasar yang sempurna tersedia dan penggunaan optimal terjadi. Dalam kenyataannya. hanya 40% dan 20% dari basis pajak saja yang akan dikenakan. basis pajak ini ditetapkan oleh Menteri Keuangan setiap tiga tahun sekali. Karena harga ini sulit didapat. Pada umumnya. n Objek pajak kehutanan. tarif efektif PBB yang berlaku sekarang ini secara nasional adalah 1 persen dan 2 persen. Apakah kekayaan tersebut diukur dengan nilai jualnya atau nilai sewanya dan apakah nilai yang digunakan adalah nilai aktual atau nilai potensialnya? Negara-negara tertentu.5 persen yang merupakan tarif tunggal. pengenaan tarif pajak hanya akan dikenakan sebesar 20% dari basis pajak kecuali untuk objek-objek pajak tertentu. Pada prakteknya. yang juga akan sama dengan potensi penghasilannya. Berdasarkan Pasal 1 Peraturan Pemerintah No. termasuk areal blok tebangan dalam kegiatan pemegang HPH. Basis yang akan diterapkan pajak serendah-rendahnya 20% dan setinggi-tingginya 100%. tidak berlaku untuk PNS. bergantung pada jenis objek pajaknya. Dari basis pajak ini tidak seluruhnya akan diterapkan PBB. n Objek pajak perkebunan yang luasnya sama dengan atau lebih dari 25 Ha yang dikuasai BUMN dan Badan Usaha Swasta. kecuali untuk daerah yang mengalami perkembangan pembangunan yang cepat. hak pemungutan hasil hutan dan pemegang ijin pemanfaatan kayu. hal ini tidak terjadi. Tarif pajak yang dikenakan atas objek pajak adalah 0. . seperti Inggris. ABRI. 74 tahun 1998. yang sering dilakukan adalah menggunakan harga objek lain yang sejenis atau nilai perolehan baru atau nilai pengganti.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 253 Basis pajak untuk objek-objek pajak ini adalah harga pasar wajar atau harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar. perbedaan ini akan hilang karena harga jual dari properti akan sama dengan nilai tunai dari penghasilan sewa aktual di masa depan. menggunakan penghasilan sewa aktual yang diperoleh dari harta tersebut. yaitu: n Objek pajak perumahan yang WP-nya perseorangan dengan basis pajak sama dengan atau di atas Rp1 milyar. Dengan demikian.

Perbedaan lainnya antara pendekatan nilai pasar dan pendekatan penghasilan muncul dari perbedaan dalam menilai risiko. Dalam sudut pandang ekonomi. Prosedur seperti ini memiliki keunggulan dalam hal memungkinkan dilakukannya penyesuaian atas nilai tanah dan bangunan lebih sering lagi. Karena penawaran atas tanah jumlahnya tetap. pengenaan pajak berdasarkan basis penghasilan akan menghasilkan pajak yang rendah. Walaupun penilaian dengan menggunakan nilai jual lebih disukai. Seperti dikemukakan sebelumnya. Tanah versus Bangunan sebagai Komponen Basis Pajak properti dikenakan atas nilai pasar suatu real estate tanpa membedakan apakah dikenakan pada komponen tanah atau komponen penyempurnaan tanah (bangunan). yang mengaitkan nilai rumah terhadap berbagai karakteristik. Penilaian dengan perkiraan. Selain itu. telah dikembangkan prosedur yang canggih untuk melakukan evaluasi atas nilai jual dengan menggunakan persamaan regresi yang berisi sejumlah variabel. Satu properti dengan penghasilan tahunan sebesar Rp100 juta dapat memiliki nilai pasar sebesar Rp500 juta. pembendaan ini penting sekali karena berkaitan dengan pembebanan pajak. pengenaan pajak atas tanah dapat memenuhi unsur efisiensi pajak dan keadilan pajak. Pada negaranegara tertentu. suatu faktor yang sangat penting bagi negara-negara berkembang. keuntungan yang timbul dari . yang menjadi sangat penting pada periode-periode inflasi. sedangkan properti lainnya dengan penghasilan yang sama dapat memiliki nilai pasar dua kali lipat. terpaksa digunakan.254 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan Jika properti kurang didayagunakan maka properti kurang menghasilkan. berdasarkan jenis rumah dan lokasinya. basis pengenaan pajak yang paling baik adalah pendekatan nilai pasar karena memperhitungkan perbedaan tingkat risiko atas properti-properti tersebut. akan tetapi penjualan rumah-rumah sejenis tidak terjadi dalam frekuensi yang cukup untuk memberikan basis evaluasi nilai jual. Untuk situasi-situasi seperti ini. pengenaan pajak atas rente tanah atau mengenakan pajak atas nilai tanah (yang menunjukkan nilai kapitalisasi dari rentenya) telah lama diakui sebagai suatu bentuk pemajakan yang paling kecil kemungkinannya menghambat insentif untuk menginvestasikan pada penyempurnaan tanah (bangunan). Penghasilan dikapitalisasi dengan tingkat bunga yang berbeda karena adanya premi risiko yang harus dibebankan pada properti yang pertama. Properti yang pertama terletak pada daerah-daerah bisnis yang perekonomiannya sedang melesu yang menyebabkan properti-properti pada daerah ini memiliki tingkat hasil yang tinggi atas penghasilan bila dibandingkan secara relatif terhadap nilai pasarnya.

Pajak Properti sebagai Pajak atas Penghasilan Modal Bila Pajak Properti Dikenakan secara Nasional Misalnya suatu negara memberlakukan suatu pajak nasional atas semua barang modal. nilai suatu aset sama dengan nilai tunai dari penghasilannya di masa depan. pengenaan pajak terjadi sebaliknya. Satu pandangan menyatakan bahwa pajak properti merupakan pajak atas penghasilan modal apabila dikenakan dalam pasar-pasar yang kompetitif. Pandangan lain membedakan berdasarkan jenis pengenaan dan menempatkan lebih banyak pembahasan pada konsekuensi-konsekuensi dari ketidaksempurnaan pasar.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 255 kenaikan nilai tanah karena pertumbuhan populasi dan pendapatan dapat dipandang sebagai laba yang tidak diinginkan secara sosial. pajak seperti ini dapat juga dipandang sebagai pajak atas penghasilan modal. yang sesuai dengan tingkat bunga pasar yang sebesar 10 persen. terutama investasi untuk rumah-rumah murah. Angka ini sama dengan 50 persen dari penghasilan aset tersebut. Dalam negara tersebut. Dalam prakteknya. pengenaan pajak atas penyempurnaan tanah (bangunan) telah menghambat investasi pada sektor perumahan. Pada kota-kota besar negara maju. Beberapa aturan telah dikembangkan di berbagai negara untuk menyediakan pengurangan beban pajak kepada penduduk berusia lanjut dan keluarga miskin. yang disebut juga dengan circuit breaker. DISTRIBUSI BEBAN PAJAK PROPERTI (PBB) Beban atas pajak properti merupakan hal yang kontroversial. suatu pajak sebesar 5 persen yang dikenakan atas nilai dari suatu aset dapat segera diterjemahkan sebagai suatu pajak penghasilan atas penghasilan yang diperoleh dari aset tersebut. Pengurangan Beban Pajak Pajak properti atas rumah tinggal merupakan beban bagi penduduk yang berusia lanjut. Pajak sebesar 5 persen atas nilai aset . Dengan asumsi pasar modal yang sempurna dan penentuan nilai barang modal yang sempurna. Misalkan aset tersebut memiliki nilai Rp100 juta dan memperoleh penghasilan tahunan sebesar Rp10 juta. Ingat. Hutang pajak berdasarkan pajak 5 persen atas nilai aset akan sebesar Rp5 juta. Sejumlah besar pemilik rumah yang berpenghasilan rendah adalah orang-orang yang berusia lanjut.

Dengan demikian. Y adalah penghasilan tahunan. dan i adalah tingkat bunga pasar. sehingga beban pajaknya progresif. Beban dari pajak atas penghasilan modal ini akan dikapitalisasi dan mengurangi nilai properti. Untuk mengilustrasikan fakta ini. Bila PBB Dikenakan secara Lokal Jika daerah dibebaskan untuk menentukan tarif atas pajak properti. nilai dari suatu aset pada pasar modal yang sempurna ditentukan dengan persamaan Y = iV. Dengan menggunakan rumus umum. sehingga 1 Ibid. Penerima beban pajak dalam jangka pendek adalah pemilik dari properti lokal terkena beban pajak yang lebih tinggi. sehingga mengurangi produktivitas tenaga kerja di masa depan. Jika hasil yang sama akan diperoleh dari pajak properti pada tingkat pajak tp dan suatu pajak atas penghasilan aset tersebut pada tingkat pajak ty. Dengan pengecualian pada orang-orang yang berpenghasilan kecil. Dengan beban yang dikenakan dari sisi sumber. sehingga V = Y/i. Beban pajak diterima oleh pemilik properti pada saat pajak tersebut dinaikkan. seperti yang berlaku di Amerika Serikat. terbukti bahwa pajak kekayaan sama dengan pajak penghasilan atas modal. pajak seperti itu akan mengurangi tingkat pengembalian bersih dari barang modal dan menjadi beban penerima penghasilan barang modal. kita mengasumsikan kembali bahwa tingkat pengembalian atas modal sebelum pajak adalah 10 persen. beban pajak dari suatu pajak kekayaan atas nilai aset modal yang dikenakan dengan tarif Rp5 juta per Rp100 juta nilai aset akan sama dengan beban pajak dari suatu pajak atas penghasilan dari barang modal dengan tarif 50 persen. persentase penghasilan dari barang modal ini sebagai bagian dari total penghasilan akan meningkat besarnya sejalan dengan peningkatan penghasilan. hal.256 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan (pajak properti) adalah sama dengan pajak sebesar 50 persen atas penghasilan properti (pajak penghasilan). 419-420. . penurunan dalam tingkat pengembalian bersih dari modal akan menekan persediaan modal. sehingga beban pajak akan terdistribusi. Mereka tidak dapat mengurangi beban pajak dengan menjual aset yang yang terkena pajak karena nilai properti pun segera terkoreksi. modal yang diinvestasikan pada daerah-daerah bertarif tinggi tidak dapat bergerak dan pemiliknya harus menanggung beban pajak yang tinggi. maka kejadian pajak akan terjadi dalam jangka pendek dan jangka panjang. di mana V adalah nilai aset. maka tpY/i = ty atau tp = ity. baik untuk bangunan maupun tanah. Dalam suatu pasar di mana barang modal menghasilkan tingkat pengembalian sebesar 10 persen. Dalam jangka pendek.1. Dalam jangka panjang.

tenaga kerja tersebut harus dibayar sebesar apa yang ia terima di tempat lain dan perpindahan modal akan semakin besar. Beban pajak jatuh pada pemilik aset mula-mula. modal ini akan pindah dari daerah yang berpajak tinggi ke daerah yang berpajak rendah. kepemilikan tanah lebih banyak pada wajib pajak berpenghasilan tinggi. Jika . Tidak ada perbedaan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Seperti yang telah dibahas sebelumnya. Terjadi penurunan persediaan modal pada daerah berpajak tinggi dan kenaikan persediaan modal pada daerah berpajak rendah. Penghasilan bersih berkurang menjadi Rp5 juta. sehingga pemilik asli dari tanah pada daerah-daerah berpajak tinggi akan menderita kerugian permanen yang besarnya sama dengan kapitalisasi bagiannya dalam pajak.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 257 suatu aset yang menghasilkan Rp10 juta per tahun memiliki nilai sebesar Rp100 juta. sama dengan tingkat pengembalian investasi-investasi lain yang tersedia. Tingkat pengembalian kotor atas modal pada daerah berpajak tinggi akan naik sedangkan tingkat pengembalian kotor atas modal pada daerah berpajak rendah akan turun. Pengeluaran pemeliharaan atas aset-aset tua akan berkurang sehingga aset-aset tersebut akan pensiun dan investasi baru pada daerah berpajak tinggi akan menurun. Jika pemilik aset yang semula ingin menjual aset tersebut. Pergerakan ini akan terus berlangsung sampai tingkat pengembalian bersih dari investasi pada daerah berpajak tinggi sama dengan tingkat pengembalian pajak daerah-daerah lain. Seberapa besar perpindahan modal dari daerah yang berpajak tinggi bergantung pada mobilitas keluar dari tenaga kerja. Pemilik berikutnya yang membeli aset tersebut akan melakukannya hanya pada harga yang lebih rendah sehingga tidak dibebani oleh pajak tersebut. ia harus menanggung kerugian pajak tersebut karena pembeli akan meminta suatu tingkat pengembalian sebesar 10 persen. maka beban pajaknya bersifat progresif. Tanah tidak dapat dipindahkan. Dalam jangka panjang. yang bila dikapitalisasikan pada tingkat 10 persen akan menurunkan nilai aset menjadi sebesar Rp50 juta. yaitu pemilik aset sebelum pengenaan pajak tersebut. Jika tenaga kerja dapat berpindah dengan segera. suatu pajak yang dikenakan pada modal dalam satu sektor ekonomi akan dibagi bebannya oleh semua pemilik modal. pajak ini sama dengan pajak penghasilan sebesar 50 persen. Dalam jangka panjang. seperti yang diinvestasikan pada penyempurnaan tanah (bangunan) yang tidak akan melekat selamanya. Situasinya berbeda apabila yang dikenakan pajak adalah modal. Pada umumnya. Kerugiannya telah dikapitalisasikan dan tetap berada pada pemilik aslinya. bagian pajak yang mengurangi nilai dari tanah tidak berubah. Seperti situasi pada pajak perseroan. Sekarang asumsikan suatu daerah tempat aset tersebut mengenakan pajak properti sebesar Rp5 juta untuk setiap Rp100 juta nilai aset.

jalan raya atau layanan-layanan lokal . tenaga kerja pada daerah berpajak rendah cenderung beruntung. free ride tidak akan dinikmati dalam jangka panjang karena modal akan berpindah ke luar. Perbedaan Manfaat Sebagaimana kenaikan dalam tarif pajak properti akan mengurangi nilai dari properti dan mendorong perpindahan modal ke luar. Semakin besar perpindahan modal. Tidak hanya penduduk lokal tidak mampu mengekspor beban pajak tersebut ketika ditagihkan. Demikian juga. Jadi misalkan suatu properti yang berada pada daerah A dimiliki oleh penduduk daerah B.258 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan tenaga kerja tidak dapat berpindah. semakin kecil pendapatan yang diperoleh dan semakin besar juga kenaikan sewa dan penurunan penghasilan yang dialami oleh penduduk yang berpajak tinggi. penduduk lokal merasakan bahwa sewa meningkat dan upah turun sedangkan penduduk luar daerah mengalami keuntungan. Akibatnya. Sekolah. walaupun secara nasional tidak berpengaruh terhadap distribusi beban pajak. tetapi mereka juga mengalami kerugian terhadap pihak luar daerah karena modal makin sedikit tersedia untuk mereka. Pengaruh ini adalah yang paling penting bila dipandang dari perspektif suatu daerah khusus. Dalam jangka panjang. demikian pula penyediaan tambahan layanan publik akan meningkatkan nilai dari properti dan menarik modal masuk. pajak akan dinyatakan dalam bentuk pengurangan upah. Karena tenaga kerja yang tidak terampil cenderung kurang mudah bergerak daripada tenaga kerja terampil. sarana rekreasi.” Hal ini juga terjadi pada tingkatan internasional dalam hal perbedaan pajak antar negara. Bila tenaga kerja pada daerah berpajak tinggi cenderung merugi. pemilik tanah dan pemilik modal lainnya. Dengan demikian kebijakan pajak pemda akan memunculkan pilihan sulit antara (1) laba yang diperoleh dari pemindahan beban pajak kepada penduduk luar daerah melalui pemajakan atas modal yang dimiliki oleh “orang asing” dan (2) bahaya kerugian pada ekonomi lokal dari berpindahnya modal “asing. Akan tetapi. Beban Pajak: Penduduk Lokal versus Penduduk Luar Pajak nasional dan lokal yang akan menjadi perhatian suatu daerah lokal hanya bagian yang akan terbeban bagi penduduknya dan bukan bagian yang menjadi beban penduduk daerah lain. beban jangka pendek akan berada pada penduduk luar daerah tersebut sedangkan penduduk lokal menikmati free ride. situasi seperti ini akan memunculkan pengaruh regresif.

digunakan sebagai sumber pendapatan umum dan digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang manfaatnya tidak selalu sejalan dengan kontribusi pajak. bergantung pada berapa besar pungutan pajak diperoleh dan berapa besar manfaat yang diperoleh oleh properti. penyelidikan empiris menunjukkan bahwa nilai properti berkaitan dengan pengeluaran pemerintah yang memberikan manfaat kepada properti dan juga perbedaan pajak. mendorong pada peningkatan nilai properti. Keadilan Pengenaan PBB dan Pajak Penghasilan Karena keberatan utama atas pajak properti berasal dari pemilik rumah. Pola-Pola Alternatif Bagian pajak yang dikenakan atas tanah dapat segera dibebankan kepada pemilik tanah. seperti PBB. sehingga menyatakan secara jelas pentingnya mempertimbangkan kedua aspek tersebut. tetapi juga pajak penghasilan wajib pajak pribadi dan pajak penghasilan perseroan. mari kita bandingkan posisi mereka sebagai investor dalam jasa perumahan dengan posisi investor saham perusahaan. kedua pengaruh tadi akan saling menghilangkan dengan nilai properti tidak bergantung pada tarif pajak. Jika semua pajak properti dikenakan sesuai dengan prinsip manfaat. Perbaikan ini akan meningkatkan permintaan akan rumah dan bangunan. karena penawaran atas tanah bersifat tidak elastis dan tanah . Walaupun investor pada jasa-jasa perumahan akan membayar pajak lebih tinggi berdasarkan pajak properti. tidak berpengaruh atau naik. manfaat-manfaat dari pengeluaran-pengeluaran tersebut dapat dikapitalisasi harus lebih besar daripada beban pajaknya supaya nilai properti tidak turun. Pajak properti. keseluruhan beban pajaknya masih lebih rendah daripada kombinasi ketiga pajak ini. Efek yang terjadi adalah kebalikan dari kenaikan tarif pajak properti seperti yang diterangkan sebelumnya. Kenyataannya tidak demikian.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 259 yang lebih baik akan membuat suatu kota atau daerah menjadi tempat yang lebih menarik untuk ditinggali dan menjadi lokasi bisnis. Dengan demikian. Walaupun demikian. dengan mempertimbangkan tidak hanya pajak properti. Hasil ini menunjukkan adanya beban tambahan yang harus ditanggung oleh pemegang saham karena pajak berganda dari pajak penghasilan perseroan dan juga perlakuan yang lebih baik kepada pemilik rumah berdasarkan pajak penghasilan wajib pajak pribadi. Kombinasi pajak dan pengeluaran pemerintah daerah akan menyebabkan nilai perumahan menjadi turun.

Karena itu. yang merupakan pajak atas pengeluaran perumahan. Jika pasarnya kompetitif. Tambahan beban pajak ini akan ditanggung pula oleh penyewa. Akan tetapi hasilnya akan berbeda bila pasar sewa tidak sempurna sebagaimana yang sering terjadi. kita dapat mengasumsikan suatu pasar yang tidak sempurna dan mempostulasikan bahwa sebagian dari pajak tersebut. Bagian dari distribusi beban pajak ini kemudian akan menjadi regresif. modal yang diinvestasikan pada rumah sewaan akan meminta tingkat penghasilan yang sama dengan modal-modal lain. Sebagian dari beban pajak akan terserap dalam sewa-kepemilikan ini dan didistribusikan sejalan dengan konsumsi dan bukannya dibagikan kepada semua penghasilan modal. Bagaimana pandangan pajak ini. distribusi bebannya sejalan dengan penghasilan modal. Dalam kasus ini. dapat direkonsiliasikan dengan interpretasi yang lebih awal. PAJAK ATAS KEKAYAAN BERSIH Pengalaman berbagai Negara yang Menerapkan Pajak atas Kekayaan Bersih . tidak ada penghindaran atas pajak. Distribusi pembebanannya cenderung progresif.260 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan tidak dapat dipindahkan. pemilik yang menempati akan bersedia menerima sewa imputed yang lebih rendah pada perumahan daripada pada investasi lainnya. pajaknya akan bersifat regresif. yaitu pajak atas penghasilan modal? Perumahan dapat dipandang sebagai pos investasi dan juga (dalam kasus perumahan yang ditinggali pemiliknya) sebagai barang konsumsi yang tahan lama. Tingkat pajak properti efektif cenderung akan tinggi pada lingkungan berpenghasilan rendah dan sebagian disebabkan oleh pengenaan pajak pada tarif yang lebih tinggi di tengah-tengah kota pada lingkungan berpenghasilan rendah. pajak ini dipandang sebagai pajak atas jasa-jasa konsumsi perumahan. Penjelasan di atas tidak berlaku untuk properti yang disewakan. Yang tersisa adalah pajak atas rumah tinggal. dipindahkan kepada konsumen. Karena pengeluaran perumahan akan menjadi bagian yang semakin kecil sejalan dengan kenaikan skala penghasilan. Dengan demikian. Sebagaimana masyarakat melihatnya. Pajak yang dikenakan pada bangunan komersial dapat dipandang sebagai sama dengan pajak penghasilan perseroan. Pajak dapat mengarah pada peningkatan batas atas sewa atau pelonggaran dari penentuan harga monopoli yang dibatasi sebelumnya. dimana pemiliknya hanya mempertimbangkan pilihan investasi. misalkan separuhnya.

Orang pribadi diberikan pengecualian dan tarif pajak dapat proporsional (umumnya 1 persen atau kurang) atau progresif ( berkisar sampai 2.5 persen). Seperti. Di kebanyakan negara. kecuali di Swiss. beberapa negara tidak membolehkan kewajiban tidak berkaitan dengan perolehan aset kena pajak. Definisi dari aset kena pajak biasanya mencakup aset berwujud dan aset tak berwujud. sejalan dengan metode integrasi dari pajak laba perseroan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 261 Pajak atas kekayaan bersih diberlakukan pada beberapa negara. Pajak atas kekayaan bersih. Jerman. prinsip keseragaman harus diterapkan baik kepada sisi aset maupun sisi kewajiban pada neraca. negara-negara Skandinavia. pajak ini dikenakan hanya kepada individu. Pajak ini merupakan salah satu komponen penting dalam struktur pajak karena pajak ini dapat digunakan sebagai pelengkap terhadap cakupan atas penghasilan modal yang tidak efektif dalam pengenaan pajak penghasilan. semua kewajiban hutang juga dikurangkan. suatu aspek yang sangat penting pada negara-negara berkembang karena sulitnya mengenakan pajak atas penghasilan modal. Selain itu. Oleh karena itu. Semua aset berwujud dan tak berwujud. Struktur dan Basis Pajak Basis Pajak Pajak atas kekayaan bersih sangat berkaitan dengan kemampuan untuk membayar. Demikian juga. walaupun pada beberapa negara (seperti Jerman dan India) juga dikenakan kepada perseroan. . Dengan demikian beberapa aspek atau diskusi tentang basis pajak pada pajak penghasilan juga berlaku pada pajak kekayaan bersih ini. Untuk negaranegara lain. kekayaan bersih dari perseroan harus diperhitungkan kepada pemiliknya. Swiss. seperti Belanda. Basisnya juga harus didefinisikan secara global sehingga dapat memberikan perlakuan yang sama pada semua komponen kekayaan bersih. India dan beberapa negara Amerika Latin. merupakan pajak pusat. Akan tetapi. pajak ini dapat digunakan sebagai pelengkap untuk pajak pengeluaran. Kewajiban hutang juga dapat dikurangkan untuk memperoleh angka kekayaan bersih. Negara yang menggunakan pajak ini umumnya menerapkannya sebagai pajak tambahan atas pajak properti sehingga pendapatan dari pajak atas kekayaan bersih hanya merupakan bagian kecil (di bawah 5 persen) dari total pendapatan pajak. pajak ini harus dikenakan pada orang pribadi dan perseroan. aset berpenghasilan dan yang tidak berpenghasilan semuanya dimasukkan.

kesulitan ini tidaklah sangat besar. Semua instrumen hutang adalah antara orang pribadi. dapat dinilai berdasarkan harga penawaran di pasar. Misalnya hanya ada dua orang. Kesulitan-kesulitan yang melekat dalam penilaian aset seperti yang telah didiskusikan dalam kaitannya dengan pajak atas penghasilan modal juga terjadi dalam penerapan pajak kekayaan bersih ini. Peranan Harta Tak Berwujud (Intangibles) Klaim kepada swasta Asumsikan suatu keadaan di mana tidak ada hutang publik atau uang yang dikeluarkan pemerintah. Dengan demikian. n Penilaian aset. dapat memunculkan elemen self enforcement. aset yang menjadi subjek pajak properti (terutama bila pengenaannya disamakan) dapat dinilai dengan cara itu. Untuk sisanya. perkiraan yang kasar (seperti biaya perolehan dikurangi dengan penyusutan) harus digunakan. Akan tetapi. yaitu A dan B. sedangkan aset lain. Seringkali diperlukan estimasi dalam menentukan nilai-nilai aset.262 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan Mengukur Kekayaan Bersih Administrasi pajak atas kekayaan bersih mengharuskan adanya identifikasi atas aset kena pajak dan verifikasi atas hutang yang dapat dikurangkan dari kekayaan. yang posisi kekayaannya adalah berikut: . n Penentuan hutang-hutang yang dapat dikurangkan. Perolehan aset harus dinyatakan untuk meminimalkan pajak pengeluaran. terutama yang tidak diperjualbelikan. SPT-nya harus melampirkan neraca tahunan yang berisi daftar harta dan kewajiban pembayar pajak. Bila dikaitkan dengan administrasi pajak penghasilan. pernyataan ini akan menambah basis dari pajak atas kekayaan bersih. Oleh karena itu. Kesulitan dalam mengadministrasikan suatu pajak atas kekayaan bersih yang baik sangat banyak sehingga lama-lama pajak ini terdegenerasi menjadi pajak atas bumi dan bangunan saja. seperti sekuritas yang diperdagangkan. Berkenaan pelaporan tersebut ada beberapa permasalahan yang harus diperhatikan pemerintah terhadap laporan yang diberikan: n Pemerintah harus memastikan bahwa semua aset telah dinyatakan. dan secara khusus dengan administrasi pajak pengeluaran.

000 90. Klaim seperti ini akan menambah .000 150.000 Harta berwujud Hutang Piutang Kekayaan bersih 100. Pemberi pinjaman harus puas dengan suatu tingkat bunga yang lebih rendah. pasar akan menyesuaikan sedemikian rupa sehingga ketika pajak atas properti dikenakan. Klaim terhadap Pemerintah Perbedaan lebih lanjut dapat terjadi jika kita mengasumsikan adanya klaim terhadap pemerintah. A akan membayar sebesar Rp9. pajak atas kekayaan bersih adalah bentuk yang paling baik dari pajak atas kekayaan. basis total untuk suatu pajak atas harta berwujud dan kekayaan bersih akan sama. pilihan di antara keduanya tidak ada permasalahan. Sebaliknya. Pada awalnya.000 dan B akan membayar sebesar Rp5. Jika kita menagih sebesar Rp15.000. sehingga sebagian beban pajak dipindahkan dari A ke B. Karena pajak pribadi mengharuskan adanya pengenaan pajak berdasarkan prinsip kemampuan untuk membayar. Jika kita mengumpulkan jumlah yang sama dengan menggunakan pajak atas kekayaan bersih. peminjam tidak akan bersedia membayar pada tingkat bunga yang sama seperti yang mereka lakukan sebelumnya karena penghasilan bersih mereka dari investasi pada properti akan menurun.000. distribusi beban pajak akan sama dengan yang terjadi berdasarkan pajak atas kekayaan bersih. yaitu sejalan dengan distribusi kekayaan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 263 A B 50. A akan membayar sebesar Rp10. apakah klaim itu dalam bentuk hutang publik atau uang yang didukung oleh kredit bank sentral. hal ini menyarankan bahwa A akan lebih menyukai pajak atas kekayaan bersih sedangkan B akan lebih menyukai pajak properti.000 Sebagaimana ditunjukkan dalam tabel di atas.000 10. Jika suatu tarif proposional dikenakan. Sesuai dengan tabel di atas.000. keduanya berbeda apabila pajak diterapkan dengan tarif progresif. kita dapat melihat bahwa distribusi beban dari suatu tarif progresif pada properti (di mana basis A dua kali basis B) akan berbeda dengan yang dikenakan pada basis kekayaan bersih (di mana basis A hanya lebih besar 50 persen daripada basis B).000 10.000 60. Akan tetapi.000 dari suatu pajak sebesar 10 persen atas semua harta berwujud. Pada akhirnya. yaitu sebesar Rp150.000 A+B 150.000 dan B akan membayar sebesar Rp6.

112 dari B.000 Dalam kasus ini. dengan pembayaran sebesar Rp10. jadi tidak .000 160. Pasar sekali lagi akan mengkompensasikan untuk pengurangan tingkat pengembalian bersih dari properti. BEA ATAS MODAL Satu bentuk pajak kekayaan lainnya adalah bea atas modal. dan mendapatkan Rp9. penagihan sebesar Rp15. bea ini telah digunakan oleh beberapa negara dalam situasi-situasi mendesak seperti reformasi moneter untuk menghentikan inflasi setelah perang. Hal ini menambah daya tarik pajak jenis ini sebagai instrumen pajak redistribusi. Klaim-klaim seperti ini dapat menjadi tambahan pada basis kekayaan bersih bagi seluruh kelompok secara keseluruhan. Jika sifatnya benar-benar satu kali dan selamanya. Untuk mendapatkan sejumlah pendapatan yang sama dengan pajak properti.000 240. yang tidak diharapkan akan terjadi kembali. Misalnya tabel di atas dimodifikasi sebagai berikut: A Kekayaan bersih dari tabel sebelumnya Klaim terhadap pemerintah Kekayaan bersih 90.000 berdasarkan pajak atas kekayaan bersih tarif tetap akan mengharuskan pengenaan tarif sebesar 6.000 20. ALASAN-ALASAN PENGENAAN PAJAK ATAS WARISAN APajak atas warisan adalah salah satu jenis pajak kekayaan yang dikenakan pada saat pemindahan dengan mewariskan atau menghibahkan.2 persen. bea seperti itu berbeda dari bentuk pajak kekayaan lainnya karena ketiadaan efek-efek mengganggu terhadap ekonomi.000 90.000 A+B 150.000 80.000 B 60. tetapi beban A akan tetap lebih tinggi berdasarkan pajak atas kekayaan bersih daripada pajak atas properti. akan tetapi asumsi mendasar tentang aplikasinya yang unik dan tanpa diharapkan terjadi kembali menyebabkan pajak ini tidak termasuk bagian dari struktur pajak normal.000 masing-masing.000 70. suatu tarif sebesar 10 persen.888 dari A dan Rp5. Dikenakan sekali dan selamanya.264 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan kekayaan dari seseorang tanpa mengurangi kekayaan dari orang lainnya.000 dan Rp5.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 265 dikenakan setiap tahun. Walaupun basisnya telah berkembang secara substansial di negara-negara maju. § Masyarakat dapat membuat batas sampai generasi tertentu suatu warisan dapat dipindahkan sepanjang generasi. Jika diinginkan. tidak ada perbedaan apakah pajak dikenakan atas warisan atau kepada penerima warisan. Dalam hal ini. Pajak atas warisan dapat diterapkan pada tingkatan nasional maupun pada tingkatan lokal. Dalam hal ini. Akan tetapi. perbedaan pengenaan ini dapat menimbulkan perbedaan jumlah pajak. tingkatan tarif pajak atas warisan yang dapat diterapkan akan naik ketika kekayaan diwariskan pada generasi berikutnya. Jika masyarakat ingin membolehkan orang untuk mewariskan secara bebas sampai sejumlah tertentu. Orang pribadi dapat menggunakan harta mereka ketika mereka masih hidup tetapi hak kepemilikan mereka berakhir ketika meninggal. Untuk alasan inilah pajak atas warisan secara potensial merupakan elemen yang penting dalam struktur pajak. Jika masyarakat ingin menyita warisan yang melebihi suatu jumlah tertentu. pajak atas warisan mendapat perhatian luas karena filosofi sosial dan sebagai instrumen kebijakan untuk menyesuaikan distribusi kekayaan. Pajak ini juga dikenakan dengan berbagai alasan tertentu. dapat diatur perolehan harta tertentu melalui warisan dapat . Akan tetapi. Pajak atas warisan dapat dikenakan dalam berbagai bentuk. Eugino Rignano. Pajak dapat dikenakan pada warisan secara keseluruhan atau atas jumlah yang diterima oleh ahli waris. dapat diberlakukan suatu pengecualian. Dalam hal ini. sejumlah warisan di atas sejumlah tertentu dikenakan pajak 100 persen. pajak atas warisan tidak akan menjadi sumber pendapatan utama suatu negara. suatu pajak atas kekayaan dapat diberlakukan. pajak dapat dikenakan kepada ahli waris. suatu pendekatan yang pertama kali disarankan oleh ahli ekonomi Italia. Sepintas. apabila tarif pajak yang dipakai tidak proporsional. TUJUAN DAN JENIS PAJAK ATAS WARISAN Beberapa hal berikut yang memunculkan pengenaan pajak atas warisan pada suatu masyarakat: § Masyarakat mungkin ingin membatasi hak seseorang untuk membagikan hartanya pada saat meninggal. § Masyarakat juga dapat membatasi hak seseorang untuk mendapatkan kekayaan dari warisan yang merupakan perolehan kekayaan tanpa usahanya sendiri.

Pilihan di antara tujuan-tujuan ini dan pemilihan pajak yang tepat bukanlah permasalahan yang sama dengan pertanyaan bagaimana transaksi-transaksi pada saat kematian (penerimaan suatu warisan atau memberikan warisan) harus diperlakukan dalam suatu pajak penghasilan atau pengeluaran. Bila warisan dikecualikan dari pengenaan pajak penghasilan. Hanya jika tarif pajaknya proporsional tidak ada perbedaan apakah dikenakan atas warisan atau dikenakan kepada ahli waris. Tradisi pewarisan merupakan satu faktor utama yang menimbulkan konsentrasi kekayaan. Tarif progresif dapat diterapkan juga untuk cara ini. § Pajak pada saat kematian dapat dipandang sebagai pelengkap atas pajak penghasilan. Dalam mencapai tujuan 1 dan 3 di atas.266 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan dibebaskan tetapi membedakan antara perolehan-perolehan besar dan kecil. Penggantian pajak penghasilan modal yang progresif menjadi pajak atas warisan akan mengurangi pengaruh disinsentif pada menabung dan investasi. Hal yang sama juga dapat dinyatakan untuk peranan dari pajak atas warisan (yang dikaitkan dengan konsumsi dari pewaris) sebagai koreksi untuk definisi basis yang efektif dalam hal pajak pengeluaran yang tidak memasukkan warisan dalam basisnya. Pajak atas warisan dapat digunakan untuk mengurangi ketidakadilan dalam distribusi kekayaan ini. suatu pajak atas warisan (yang tarifnya disesuaikan dengan penghasilan dari ahli waris) dapat dipandang sebagai koreksi atas definisi penghasilan yang kurang baik dalam pengenaan pajak penghasilan. masyarakat dapat menerapkan pajak atas warisan (yang mengurangi hak pewaris membagikan hartanya) dan pajak kepada ahli waris yang dirancang untuk membatasi hak ahli waris untuk menerima dan/atau mengkompensasikan ketidaktercakupan warisan ke dalam penghasilan kena pajak. PERMASALAHAN-PERMASALAHAN KHUSUS . pilihan antara pendekatan pajak atas warisan atau pajak kepada ahli waris bergantung pada tujuan-tujuan yang akan dicapai dengan merancang pajak tersebut. Oleh karena itu. keduanya tidak harus mutually exclusice. Walaupun tujuannya berbeda. penerimaan dari suatu warisan menambah kemampuan ekonomis penerimanya sehingga selayaknya dimasukkan sebagai penghasilan bagi ahli waris. § Pajak atas warisan dapat dipandang sebagai suatu alternatif terhadap pajak atas penghasilan modal selama masa hidup penerimanya. Berdasarkan pendekatan tambahan kemampuan ekonomis dari pajak penghasilan. § Masyarakat juga dapat menggunakan pajak untuk mencapai tujuan yang lebih umum mencapai distribusi kekayaan yang lebih adil.

Salah satu keberatan yang dimunculkan adalah pajak atas warisan dapat membuat . Walaupun demikian. Basis yang baru ini kemudian digunakan untuk tujuan pengenaan pajak atas penghasilan modal pada saat penjualan aset tersebut oleh ahli waris. Pada umumnya tidak ada batasan pengurangan atas sumbangan sosial dalam kerangka pajak atas warisan. Pengurangan karena Status Pernikahan Permasalahan perlakuan terhadap unit keluarga yang muncul pada pajak penghasilan. aset untuk tujuan pajak warisan dinilai berdasarkan harga pasarnya pada saat pemiliknya meninggal. Harta yang diwariskan kepada pasangan yang masih hidup diperlakukan seolah-olah harta tersebut adalah harta bersama. Organisasi-organisasi yang didukung oleh sumbangan-sumbangan tidak kena pajak telah mencapai tujuan-tujuan yang berguna bagi masyarakat yang tidak dapat dicapai melalui anggaran negara. Sumbangan kepada Lembaga Sosial Sumbangan sosial juga penting dalam pajak atas warisan/hibah. Peranan dari sumbangan sosial dalam pajak warisan. bukannya sebesar harga perolehan aslinya. Hal ini sesuai dengan pendekatan unit keluarga dalam pajak penghasilan. sosial dan politik yang sudah di luar pembahasan kebijakan pajak.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 267 Capital gain Di Amerika Serikat. Bisnis Keluarga Para kritikus dari pajak atas warisan menyatakan bahwa pajak ini mengancam kelangsungan institusi perusahaan yang dimiliki keluarga. Jadi. aturan sampai seberapa jauh hubungan kekeluargaan menyebabkan pengecualian dari pengenaan pajak sangat bergantung pada peranan keluarga dalam kaitannya dengan hak untuk memindahkan harta setelah meninggal. walaupun sebelum kematian kepemilikannya terpisah. Apabila salah satu pasangan meninggal. Aturan yang sama tidak berlaku untuk anak dan anggota keluarga lainnya. terjadi juga pada pajak warisan. hanya peningkatan harga dari saat kematian saja yang diperhitungkan. sebagaimana juga dalam pajak penghasilan. membuat peningkatan harga sebelum kematian tidak dipajaki. akan tetapi pembebasan pajak ini mendorong timbulnya kendali privat yang tinggi dalam penggunaan dana yang sebenarnya dana publik. warisan dapat diberikan kepada pasangannya yang masih hidup tanpa dikenakan pajak. melibatkan faktor-faktor budaya.

Alasan kemampuan dimana pada masa lalu. Dalam kasus-kasus tertentu. Penggunaan pajak kekayaan untuk mendanai pendidikan. Dengan konsep kesetaraan. Dalam hal konsep pajak atas konsumsi. Alasan pengenaan pajak kekayaan atas dasar manfaat adalah bahwa layanan-layanan publik meningkatkan nilai dari bumi dan bangunan. Tidak semua biaya dari fungsi negara harus diperoleh dari pengenaan pajak ini. RANGKUMAN § Pajak atas bumi dan bangunan adalah jenis praktek pajak kekayaan yang paling sering muncul. pajak kekayaan tidak diperlukan apabila pajak penghasilan didefinisikan secara komprehensif mencakup seluruh tambahan kemampuan ekonomis. yang tidak harus melibatkan pemecahan unit usaha. Unit tersebut dapat dijual secara keseluruhan atau sebagian dari ekuitas dapat dipindahkan kepada pihak luar. Oleh karenanya pemilik kekayaan dapat diharuskan membayar kepada negara untuk biaya-biaya negara tersebut. tidak memiliki dasar yang rasional. Konsekuensi yang mungkin sulit dicegah adalah gangguan atau pengurangan terhadap kendali keluarga atas bisnis sebagai akibat dari pengenaan pajak apabila kekayaan yang diwariskan dalam bentuk bisnis keluarga. § . kepemilikan harta tak bergerak dan harta bergerak (seperti hewan ternak) merupakan kriteria yang paling mudah untuk menentukan kemampuan untuk membayar. Walaupun demikian. pembayaran pajak akan mengharuskan suatu likuidasi. Keberatan ini sebenarnya bukan masalah besar karena dapat diatasi dengan aturan-aturan yang liberal untuk pembayaran yang dicicil atau ditunda. misalnya.268 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan ahli waris harus melikuidasi perusahaan dengan persyaratan-persyaratan yang tidak menguntungkan dalam rangka membayar pajak tersebut. manfaat khusus yang dinikmati oleh setiap kekayaan dapat diukur dengan suatu indeks seperti panjang jalan di depannya atau lokasinya. pajak kekayaan dapat dibenarkan karena alasan mengurangi penumpukkan kekayaan.

dan karenanya masyarakat perlu menanganinya secara terpisah. Jika pasar yang sempurna tersedia dan penggunaan optimal terjadi. yang disebut juga dengan circuit breaker. Jika terdapat perbedaan hasil. Karena pengembalian atas tanah berada dalam posisi penawaran yang tidak elastis. Circuit breaker berupa kredit pajak dapat berakibat pajak negatif. terutama investasi untuk rumah-rumah murah. tidak ada perbedaan karena harga pasar dari kekayaan sama dengan nilai kapitalisasi dari penghasilan aktual. Alasan efisiensi karena tanah dapat dipajaki tanpa menimbulkan suatu excess burden. Jika kekayaan kurang didayagunakan. Alasan keadilan karena kenaikan nilai tanah dapat dipandang sebagai peningkatan kekayaan yang tidak adil. Basisnya lebih tepat didefinisikan sebagai kekayaan kotor daripada kekayaan bersih karena kekayaan kotor lebih menunjukkan cakupan kendali ekonomis yang diperoleh oleh pemiliknya. Dalam jangka . basis pengenaan pajak yang paling baik adalah pendekatan nilai pasar. Beberapa aturan telah dikembangkan di berbagai negara untuk menyediakan pengurangan beban pajak kepada penduduk berusia tua dan keluarga dengan penghasilan rendah. karena memperhitungkan adanya perbedaan tingkat risiko atas kekayaan-kekayaan tersebut. suatu pajak yang dikenakan atas nilai dari suatu aset dapat segera diterjemahkan sebagai suatu pajak penghasilan atas penghasilan yang diperoleh dari aset tersebut. Perbedaan lainnya ada dalam risiko yang ditanggung. pengenaan pajak atas pematangan tanah telah menghambat investasi perumahan. Dalam prakteknya. Terutama pada kota-kota besar dan negara-negara maju. pengenaan pajak tanah dapat berakibat sebaliknya. Pengenaan pajak khusus atas tanah yang terpisah dari kekayaan telah diusulkan berdasarkan alasan efisiensi dan keadilan. Dengan asumsi pasar modal dan prosedur penilaian yang sempurna. Pajak tanah telah lama diakui sebagai suatu bentuk pemajakan yang paling kecil kemungkinannya menghambat insentif investasi real estate. Dalam jangka pendek beban dari pajak atas penghasilan modal ini akan dikapitalisasi dan mengurangi nilai dari kekayaan. pengenaan pajak berdasarkan basis penghasilan aktual akan menyajikan nilainya yang terlalu rendah. Dalam kenyataannya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 269 § § § § § § Konsekuensi sosial dari ketidakmerataan dalam distribusi kekayaan berbeda dengan konsekuensi sosial dari ketidakmerataan dalam distribusi konsumsi. pajak atas tanah juga dapat digunakan untuk mendorong penggunaan tanah yang lebih intensif. Selain itu. nilai kapitalisasi penghasilan aktual dan nilai pasar tidak selalu menghasilkan angka yang sama.

Keberatan utama atas pajak kekayaan datang dari individu yang memiliki banyak rumah sebagai investasinya. misalkan separuhnya. pajak atas bangunan dibedakan menjadi bangunan komersial dan bangunan perumahan. kebijakan suatu pemda hanya memperhatikan bagian yang penduduknya: keuntungan dari penggeseran beban pajak kepada pihak luar melalui pemajakan atas modal yang dimiliki oleh bukan penduduk lokal. Semakin besar perpindahan modal berarti semakin kecil pendapatan yang diperoleh. Walaupun investor pada jasa perumahan akan membayar pajak lebih tinggi dalam kerangka pajak kekayaan. Distribusi pajak atas tanah progresif. Pajak kekayaan dapat digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang manfaatnya tidak selalu sejalan dengan kontribusi wajib pajak. Untuk barang bergerak: modal ini akan pindah dari daerah yang berpajak tinggi ke daerah yang berpajak rendah. Pajak yang dikenakan pada bangunan komersial dapat dipandang sebagai sama dengan pajak penghasilan badan.270 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan § § § § panjang. dan karenanya menimbulkan efek kebalikan dari kenaikan tarif pajak kekayaan. Distribusi pajak bangunan komersial regresif. Lebih lanjut. dan bahaya kerugian pada ekonomi lokal dari berpindahnya modal asing. Rumah tidak hanya dapat dipandang sebagai pos investasi. Kebijakan distribusi beban pajak properti pada dasarnya berbentuk: pajak atas tanah dan pajak atas bangunan. Semakin besar kenaikan sewa berarti penurunan penghasilan oleh penduduk daerah yang berpajak tinggi. mendorong peningkatan nilai kekayaan. dipindahkan kepada konsumen. Perbaikan layanan publik ini pada akhirnya akan meningkatkan permintaan rumah dan bangunan. Penyediaan tambahan layanan publik akan meningkatkan nilai kekayaan dan menarik modal masuk. akan terus berlangsung sampai tingkat pengembalian bersih dari investasi pada daerah berpajak tinggi sama dengan tingkat pengembalian pajak daerah-daerah lain Dalam menyikapi pajak nasional dan pajak lokal. tetapi juga dipandang sebagai barang konsumsi yang tahan lama (ketika rumah ditempati pemiliknya). untuk barang tetap: pemilik tanah pertama akan menderita kerugian permanen yang besarnya sama dengan kapitalisasi beban pajak. Pajak atas tanah dapat segera dibebankan kepada pemilik tanah. keseluruhan beban pajaknya masih lebih rendah dibanding kombinasi pajak kekayaan. Pajak atas bangunan perumahan dapat dikenakan . dan pajak penghasilan perseroan yang diderita investor saham. pajak penghasilan perorangan. sebagian dari pajak tersebut. Dalam pasar yang tidak sempurna. karena penawaran atas tanah bersifat tidak elastis.

Bea atas modal dikenakan sekali untuk selamanya. Sifat pungutan yang sekali untuk selamanya tidak mengganggu perekonomian . atas tanah dan bangunan sering tidak mengarah pada pajak perseorangan dan tidak atas basis kekayaan bersih. Hutang Publik (klaim kepada pemerintah) dapat menambah kekayaan seseorang tanpa mengurangi kekayaan orang lain. tetapi harus menambah jumlah basis kekayaan bersih kena pajak. Prinsip self enforcement dapat digunakan dimana pembelian aset dapat dikeluarkan dari basis pajak konsumsi. Walaupun pasar akan tetap menyesuaikan. Karena pengeluaran konsumsi rumah tinggal akan semakin kecil sejalan dengan kenaikan skala penghasilan rumah. Demikian juga. Pengenaan tarif pajak kekayaan proposional (flat) tidak menghasilkan nilai yang berbeda untuk basis kekayaan bruto dan neto. semua kewajiban hutang dikurangkan. Metode ini telah digunakan oleh beberapa negara dalam situasi-situasi mendesak seperti reformasi moneter untuk menghentikan hyper inflasi setelah perang. Definisi dari aset kena pajak biasanya mencakup aset berwujud dan aset tak berwujud dan dalam banyak kasus semua kewajiban atau hutang berkaitan kepemilikan aset dapat dikurangkan. aset berpenghasilan dan yang tidak berpenghasilan diperhitungkan. Menghitung kekayaan bersih menghadapi permasalahan dalam hal penilaian aset (asset valuation) dan menentukan hutang-hutang yang dapat dikurangkan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 271 § § § § § § sebagai pajak konsumsi atas jasa-jasa perumahan. sebagian dibayar oleh masyarakat berpenghasilan rendah. pajaknya bersifat regresif. Pajak atas kekayaan bersih sangat berkaitan dengan kemampuan untuk membayar. bukan perseroan. Oleh karena itu. Praktek pajak kekayaan di seluruh dunia. harga pasar. Semua aset berwujud dan tak berwujud. Hal ini dengan asumsi tidak ada hutang publik dan pasar yang kompetitif akan menyesuaikan perbedaan nilai yang didapat dari kedua metode. tetapi pola distribusi beban pajak kekayaan tidak sama antara metode kekayaan bruto dengan metode kekayaan bersih. Sebaliknya. Tarif pajak kekayaan yang tinggi di kota-kota metropolitan. pajak ini harus dikenakan pada orang pribadi. hasil distribusi akan berbeda apabila pajak diterapkan dengan tarif progresif. Pajak atas kekayaan bersih umumnya dikenakan sebagai pajak pusat. Sedangkan kekayaan bersih perusahaan harus diperhitungkan kepada pemiliknya (sebagai orang pribadi). yang diterapkan hampir seragam sebagai pajak in rem. dan harga pokok dengan penyusutan. Penilaian aset menggunakan estimasi.

Pajak warisan bermanfaat untuk: membatasi hak seseorang untuk membagikan hartanya pada saat meninggal. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis pajak atas konsumsi! Sebutkan dan jelaskan metode-metode yang digunakan dalam penagihan pajak! . yaitu pada saat pemindahan dengan mewariskan atau menghibahkan. Aturan yang sama tidak berlaku untuk anak dan anggota keluarga lainnya. keduanya tidak harus saling menghilangkan (mutually exclusice). Pajak dapat dikenakan pada warisan secara keseluruhan atau atas jumlah yang diterima oleh ahli waris. bukannya harga perolehan aslinya. (2) Status pernikahan dimana warisan dapat diberikan kepada pasangannya yang masih hidup bebas dari pajak. Pilihan antara pendekatan (1) pajak atas warisan atau (2) pajak kepada ahli waris bergantung pada tujuan-tujuan yang akan dicapai. Jika tarif pajak yang dipakai tidak proporsional (flat). Pajak warisan dapat diterapkan pada tingkatan nasional maupun lokal. membatasi hak seseorang untuk mendapatkan kekayaan dari warisan. Tetapi jenis pajak ini tidak termasuk bagian dari struktur pajak normal. dan menjadi alternatif dari pajak atas penghasilan modal selama masa hidupnya. Pajak warisan adalah salah satu jenis pajak kekayaan yang dikenakan satu kali saja. Pajak warisan mendapat perhatian luas karena filosofi sosial dan sebagai instrumen kebijakan untuk menyesuaikan distribusi kekayaan. Permasalahan khusus dalam pajak warisan antara lain: (1) Capital gain dimana pajak warisan dinilai berdasarkan harga pasarnya pada saat pemiliknya meninggal. Walaupun tujuannya berbeda. (4) Bisnis keluarga dimana para kritikus dari pajak atas warisan menyatakan bahwa pajak ini mengancam kelangsungan institusi perusahaan yang dimiliki keluarga. (3) Lembaga sosial dimana sumbangan sosial dikecualikan dalam pajak warisan. 2. LATIHAN 1. misalnya karena tanpa usahanya sendiri. perbedaan basis pengenaan dapat menimbulkan perbedaan jumlah pajak. mencapai distribusi kekayaan yang lebih adil serta menghindari konsentrasi kekayaan. membatasi hak seseorang untuk memindahkan kekayaannya ke generasi-generasi berikutnya. melengkapi pajak penghasilan.272 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan § § § § secara keseluruhan.

Jelaskan bagaimana keadilan vertikal dan keadilan horizontal suatu pajak penjualan umum? 7. tahapan pengenaan pajak yang tepat pada saat : a. Jelaskan dan berikan contoh. Produk selesai diproduksi.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 273 3. Bagaimana pengenaan pajak apabila kekayaan yang diwariskan dalam bentuk bisnis keluarga? . Bagaimana efek pengenaan pajak dalam pajak atas warisan yang dipergunakan sebagai kontribusi bagi lembaga sosial? 12. Produk siap dipasarkan secara eceran. 4. tetapi mengapa pemerintah tetap memberlakukan cukai? Apa alasannya? 6. Apa yang dimaksud dengan pajak warisan? 9. Cukai hanya dikenakan pada barang-barang tertentu dan membutuhkan biaya ekstra. Mengapa pajak kekayaan dapat dipandang sebagai pelengkap atas pajak penghasilan? 11. b. apa perbedaan Pajak Pertambahan Nilai dengan pajak penjualan? 5. Dilihat dari sisi permasalahan politik. c. Bagaimana cara menentukan konsumsi tahunan wajib pajak? 8. Produk sedang diproduksi (dibagi pertahapan produksi). Jelaskan manfaat pajak warisan! 10.

274 Bab 12: Pajak atas Kekayaan dan Warisan .

Sebagai contoh. sedangkan yang lainnya . mengekspor barang tersebut dan mengimpor barang dari negara lain yang bisa memproduksi barang lain dengan lebih efisien. Transaksi tersebut sudah dilakukan sejak jauh sebelum abad Masehi. Negara dengan kemampuan teknologi tinggi sebaiknya memproduksi barang seperti komputer atau perangkat lunak. negara dengan tenaga kerja murah akan lebih baik memproduksi barang bercirikan padat karya. Ekonom klasik menaruh perhatian terhadap perdagangan internasional. seperti tekstil dan sepatu.PAJAK INTERNASIONAL Transaksi internasional bukan merupakan hal yang baru. Adam Smith atau David Ricardo berpendapat bahwa negara akan lebih baik apabila melakukan spesialisasi produksi barang berdasarkan keuntungan komparatifnya. Kemudian kedua negara tersebut akan melakukan pertukaran: negara yang satu mengekspor tekstil dan mengimpor komputer.

pembiayaan badan kerjasama internasional seperti Perserikatan Bangsa Bangsa dan NATO. Sejalan dengan kondisi tersebut suatu negara tentunya juga harus mengatur bagaimana pajak produk dan pajak penjualan dari negara bersangkutan akan diterapkan pada sistem ekspor impornya. Dengan cara semacam itu kemakmuran dunia akan semakin meningkat. sedangkan pusat perusahaan tersebut di Jepang. makin meningkatnya peranan perusahaan multinasional. dan ketimpangan distribusi pendapatan internasional akan mengarah kepada perlunya koordinasi fiskal internasional. produk didesain di prancis. sedangkan barang yang dihasilkan bisa dipindahkan dengan mudah. Dalam hal penerapan koordinasi pajak internasional.276 Bab 13: Pajak Internasional mengekspor komputer dan mengimpor tekstil. perusahaan multinasional dibangun dengan asumsi bahwa faktor produksi sangat mobile. kemudian memperoleh modal dari pasar keuangan eropa. teknologi tidak dipertimbangkan dalam teori tersebut. Jika ekonomi klasik mengasumsikan bahwa faktor produksi tidak mudah berpindah. Daya saing suatu negara sudah ditentukan (given). tetapi sudah melintas batas-batas negara. Setiap negara tentunya akan mengatur bagaimana negara tersebut akan menarik pajak terhadap pendapatan warga negaranya yang diperolehnya dari luar negeri dan pendapatan warga negara asing yang berasal dari dalam negeri. kemudian barang jadi dijual ke Amerika Serikat. tanah dan mesin tidak mudah berpindah (tidak mobile). Koordinasi dan alokasi sumber daya menjadi kunci pengelolaan perusahaan multinasional. Penyatuan perekonomian Eropa ke dalam pasar bersama. modal. terdapat beberapa asas yang perlu diperhatikan yang diantaranya adalah: . Faktor lain seperti ketidakpastian. Juga teori tersebut mengasumsikan pertukaran barang komoditi. tergantung sumber daya yang dipunyai. skala ekonomi. Asumsi dalam teori tersebut adalah bahwa faktor produksi seperti tenaga kerja. Perusahaan multinasional berusaha mengoptimalkan sumber daya yang ada di dunia ini tidak terbatas pada batas-batas negara. Gambaran mengenai perusahaan multinasional tersebut di atas menunjukkan fakta bahwa semakin hari akan semakin meningkat saling ketergantungan perekonomian dunia dan kondisi ini akan semakin mempengaruhi aspek internasional dalam hal keuangan publik. Perusahaan multinasional tumbuh dengan menyalahi doktrin keunggulan komparatif. Teori tersebut kemudian dikenal sebagai doktrin keunggulan komparatif. Perusahaan multinasional bisa memproduksi barang di Indonesia (karena tenaga kerja murah). Faktor produksi tidak dibatasi oleh batas-batas negara. bukannya barang yang terdiferensiasi. Keputusan ini tentunya akan diambil secara bersama-sama dengan negara lain dan perjanjian pajak internasional merupakan suatu media yang dapat mengkoordinasikan masalah-masalah tersebut.

Dalam kasus ini yang menjadi pertanyaan adalah. Dalam kasus lain. jika seseorang menerima pendapatan yang berasal dari berbagai negara. Misalnya adalah Mr. B keadilan diinterpretasikan dalam artian nasional. Keadilan antar negara. keadilan diinterpretasikan dalam artian internasional. tetapi berapa tarif yang akan dikenakan masih menjadi persoalan. tentunya Mr. yang dalam masa tertentu bekerja di Indonesia. dia akan dikenakan pajak lebih dari satu kali.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 277 § § § Keadilan antar perorangan. apakah keadilan horizontal (keadilan antar perorangan) yang mengharuskan bahwa pajak total yang dibayarnya (baik di dalam maupun luar negeri) akan sama dengan pajak yang di bayar oleh Mr. Konsekuensi dari kondisi tersebut di atas adalah bahwa pajak Indonesia yang dikenakan terhadap penghasilan atas modal Amerika Serikat yang ditanamkan di Indonesia tentunya akan mengurangi pengembalian (return) bagi Amerika Serikat. seorang warga negara Amerika Serikat. sedangkan dalam kasus Mr. Meskipun dengan cara yang berbeda. A juga akan dikenakan pajak oleh pemerintah Amerika Serikat. Efisiensi. akan membayar pajak sesuai dengan ketentuan Indonesia atas penghasilan yang diperolehnya di Indonesia. A. Sehubungan dengan pajak penghasilan. Keadilan Antar Negara Masalah keadilan yang lebih pelik akan kita temui dalam menentukan pembagian penerimaan pajak di antara ditjen pajak atau departemen keuangan di berbagai negara. Mr. secara umum disetujui bahwa negara di mana pendapatan itu dihasilkan (juga disebut sebagai negara sumber) berhak menarik pajak atas pendapatan tersebut. Karena dia juga menerima pendapatan sebagai warga negara Amerika Serikat. B. Berbeda halnya dengan pajak tambahan yang mungkin dikenakan oleh . A juga melakukan investasi di Indonesia dan menerima dividen yang dikenakan pajak oleh Indonesia. Keadilan Antar Perorangan Dalam prakteknya. A. yang menerima pendapatan total yang sama tetapi seluruhnya berasal dari Amerika Serikat? Atau sudah cukupkah kiranya jika Amerika Serikat menganggap pajak yang di bayar ke negara lain sebagai pengurangan pendapatan dan menyamakan beban pajak sesuai dengan pengenaan pajak di Amerika Serikat saja? Dalam kasus Mr. masalah ini akan timbul baik dalam hal pajak penghasilan maupun pajak produk.

Jadi. Kondisi ini bisa disebut sebagai prinsip berbalasan. jika Impor dikenakan pajak. Efisiensi Perbedaan tarif pajak tentunya akan mempengaruhi lokasi dari kegiatan perekonomian dan cenderung menghambat penggunaan sumber daya yang paling efisien. Hal ini juga menunjukkan bahwa sebagian beban pajak akan digeser ke luar negeri. Salah satu pandangan mengenai keadilan antar negara adalah bahwa negara sumber harus diperbolehkan menarik pajak atas pendapatan yang diperoleh investor asing dengan tarif sebesar yang di kenakan negara lain atas pendapatan warganya di negara tersebut. PRINSIP PAJAK INTERNASIONAL Berbagai struktur sistem pajak negara mempunyai dampak yang sangat penting terhadap arah dan aliran baik barang maupun modal secara internasional. permasalahannya adalah bagaimana mengelola pengenaan pajak atas pendapatan dan investasi internasional sehingga tidak mengganggu efisiensi alokasi modal secara global. Dalam hal pajak produk. akan tercipta efisiensi alokasi sumber daya di . pemasok luar negeri harus menjual produknya dengan harga yang lebih rendah. Jika Mr. sehingga tidak akan merugikan bagi Amerika Serikat tetapi hanya merupakan transfer dari warga negara Amerika Serikat ke Departemen Keuangan Amerika Serikat. kerugian yang diderita Amerika Serikat hanya akan tergantung pada tarif pajak atas modal Amerika Serikat yang dikenakan di Indonesia. maka penggeseran beban semacam itu bisa dianggap sebagai hambatan bagi keadilan antar negara. Oleh karena itu. seorang investor merasakan bahwa pajaknya akan lebih rendah apabila dia menanamkan modal di Vietnam daripada di Indonesia. Jika negara tersebut mendominasi pasar ekspor. Konsekuensinya. Kondisi ini akan mengakibatkan bahwa lokasi produksi tidak lagi ditentukan oleh keunggulan komparatif (atau biaya sumber daya relatif). Jika kita menerima kriteria bahwa suatu negara harus membayar pajaknya sendiri. harga ekspor akan naik dan konsumen di luar negeri akan membayar lebih mahal. masalah keadilan berkaitan dengan kemungkinan untuk membebani warga asing melalui perubahan harga. Dengan demikian. yang merupakan persyaratan bagi perdagangan yang efisien.278 Bab 13: Pajak Internasional Amerika Serikat. Jika negara A mengenakan pajak atas ekspor. tentunya biaya ekspor akan naik. tetapi dimodifikasi oleh perbedaan biaya pajak. sebagian dari beban pajak akan digeser ke luar negeri.C. Sejalan dengan itu. maka Mr C akan menanamkan lebih banyak modalnya di Vietnam.

Pajak Penghasilan Internasional Dua prinsip dalam pajak penghasilan internasional adalah prinsip pajak berdasarkan asas domisili dan prinsip pajak berdasarkan asas sumber pendapatan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 279 seluruh dunia dalam integrasi perekonomi dunia. Pada dasarnya terdapat dua pendekatan dalam pajak internasional yang lazim dipergunakan yakni pajak penghasilan internasional dan pajak komoditi. § Penghasilan dari modal (passive income). untuk menentukan letak sumber penghasilan. Syarat-syarat ini tergantung pada undang-undang masing-masing negara. penduduk suatu negara tidak akan dikenakan pajak terhadap pendapatan yang diperolehnya di luar negeri dan warga negara asing akan dikenakan pajak sama dengan pendapatan penduduk yang diterima di negara tersebut. yang berbeda dari negara lain. Yang berkaitan erat dengan asas domisili ini adalah penentuan domisili bagi subjek pajak. Jadi. jenis-jenis penghasilan dibagi menjadi dua. baik itu warga negara ataupun bukan warga negara. Pada umumnya. Bagi yang bukan merupakan penduduk tidak akan ditarik pajak terhadap pendapatan yang diperolehnya di negara tersebut. Artinya. Penentuan sumber penghasilan tergantung dari dua hal yang pokok. Prinsip pajak berdasarkan asas dari sumber pendapatan menyatakan bahwa seluruh pendapatan yang diperoleh di suatu negara akan dikenakan pajak. royalty dan penghasilan dari harta. Prinsip pajak berdasarkan asas domisili menyatakan bahwa penduduk akan dikenakan pajak di negara di mana ia berdomisili tanpa memperhatikan darimana sumber penghasilan yang diperolehnya baik pendapatan yang diperolehnya di dalam negeri maupun di luar negeri. seseorang subjek pajak akan dianggap sebagai penduduk dalam negeri (resident taxpayer) apabila memenuhi syarat-syarat tertentu. tergantung dari falsafah yang dianutnya. setiap negara mempunyai definisi penduduk sendiri-sendiri. Walaupun kemungkinan tidak ada satu negara pun yang secara ketat menerapkan prinsip-prinsip pajak internasional. bunga. tanpa memperhatikan tempat domisili penerima pendapatan tersebut. . Di samping itu. misalnya dividen. yaitu: § Penghasilan dari usaha (active income). yaitu (a) jenis penghasilan itu sendiri dan (b) penentuan sumber penghasilan berdasarkan undang-undang pajak dari suatu negara.

Seorang warga negara Amerika Serikat. KOORDINASI PAJAK PENGHASILAN Koordinasi Pajak Perorangan Setiap negara berhak untuk menarik pajak atas pendapatan warganya entah di mana pun pendapatan itu diperoleh. Demikian juga dengan pemberian kredit pajak oleh negara asal warga bersangkutan. meskipun menyebabkan menurunnya penerimaan negara bersangkutan. segala barang maupun jasa yang bertujuan untuk konsumsi akhir pada suatu negara akan dikenakan pajak. Investor yang menerima pendapatan investasi dari luar negeri akan membayar pajak penghasilan atas pendapatan tersebut. yang bekerja selama enam bulan di Inggris dan kemudian kembali ke Amerika Serikat. Secara umum prinsipnya adalah memperbolehkan pengenaan pajak atas pendapatan di negara sumber sedangkan negara asal warga bersangkutan akan memberikan kredit pajak. akan membayar pajak Inggris Raya atas pendapatan yang diperolehnya di Inggris. pendapatan di Inggris juga .280 Bab 13: Pajak Internasional Pajak Komoditi Dengan menganalogikan pada pajak domisili dan pajak sumber pendapatan pada pajak penghasilan internasional. tetapi bisa menerapkan tarifnya sendiri terhadap penghasilan orang asing. Kondisi ini selaras dengan konsep keadilan antar negara yang menyatakan bahwa negara sumber pendapatan tidak boleh melakukan diskriminasi. Koordinasi pajak perorangan juga berlaku bagi investor perorangan yang menerima dividen. tanpa memperhatikan sumber ataupun asal produksi. barang atau jasa yang dibeli oleh penduduk dikenakan pajak. yang selanjutnya akan dikreditkan terhadap pajak yang akan dibayarkan di negara asal investor. baik barang atau jasa tersebut dibuat di dalam negeri ataupun barang import. Berkaitan dengan pengertian tersebut berikut illustrasi yang mungkin terjadi jika seseorang warga negara Amerika Serikat bekerja di Inggris. terdapat dua prinsip pajak komoditi yang berlawanan satu sama lain (khususnya untuk pajak pertambahan nilai) yakni prinsip pajak tujuan dan prinsip pajak sumber. kondisi ini selaras dengan pandangan internasional mengenai keadilan antar perorangan. misalnya sebesar 15 persen. Menurut prinsip pajak tujuan. Pemerintah di negara sumber pendapatan lazimnya akan mengenakan withholding tax. Jadi barang-barang impor akan dikenakan pajak sedangkan barang-barang ekspor dibebaskan dari pajak. Menurut prinsip pajak sumber. Guna menentukan pajak yang akan di bayarnya di Amerika Serikat.

Penangguhan pajak hampir tidak menimbulkan perbedaan apa pun bagi perusahaan induk jika tarif pajak luar negeri lebih tinggi dari tarif pajak yang akan dikenakan di dalam negeri. Jika dikaitkan dengan perusahaan multinasional. Kesulitan akan . Untuk pengenan pajak di negara asal. Koordinasi Pajak Laba Pada umumnya terdapat dua ketentuan dalam memperlakukan pendapatan investasi asing. Sesuai dengan konsep keadilan antar negara. tetapi pajak yang telah dibayar di Inggris akan dikreditkan terhadap kewajiban pajaknya di Amerika Serikat. sebuah perusahaan Amerika Serikat mengoperasikan sebuah perusahaan anak di Kanada. Jadi. Hal ini merupakan persoalan yang rumit. Tetapi dengan cara apakah laba ini benar-benar bisa dipisahkan dari laba perusahaan induknya di Amerika Serikat? Jika terjadi transaksi jual beli yang terjadi antara perusahan induk dan perusahaan anak. dimana mungkin tarif pajak sangat rendah). kelihatannya hal ini akan bertentangan dengan ketentuan mengenai pengkreditan yang mengganggap pajak perusahaan anak pada kenyataannya merupakan pajak perusahaan induk. laba perusahan induk dan kantor cabang akan dianggap sebagai satu unit. karena hal itu merupakan pajak seharusnya akan dibayar seandainya pendapatan tersebut diperoleh di Amerika Serikat. Ketentuan mengenai penangguhan pajak didasarkan pada asumsi bahwa perusahaan anak di luar negeri benar-benar merupakan satuan usaha yang tepisah. Jika kondisi sebaliknya terjadi (biasanya pada negara–negara yang sedang berkembang. perusahaan anak yang didirikan di luar negeri (foreign incomporated subsidiary). Pertama. Sebagai contoh.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 281 akan diperhitungkan. perusahaan anak akan condong menginvestasikan kembali labanya di negara domisili (yang disebut sebagai surga pajak). Paling tidak itulah prosedurnya seandainya pajak yang dikenakan Inggris tidak melebihi pajak yang akan dikenakan Amerika Serikat atas pendapatan yang diperoleh di Inggris tersebut. Kedua. secara hukum merupakan satuan perusahaan terpisah. implementasi dari aturan ini. akan menyebabkan perlunya ditentukan berapa besar laba yang timbul pada setiap negara. Kanada berhak menarik pajak perusahaan anak tersebut. maka laba bisa digeser dari satu negara ke negara lain guna memanipulasi pajak agar diperoleh pajak yang terendah. Labanya akan dikenakan pajak laba perseroan negara asing dan pajak untuk negara asal akan ditangguhkan sampai laba perusahaan anak tersebut dikirimkan ke perusahan induk sebagai dividen. perusahaan yang mengoperasikan kantor cabang di luar negeri akan dikenakan pajak atas laba kantor cabang sesuai dengan peraturan pajak perseroan negara bersangkutan.

Untuk mengantisipasi kondisi ini. misalnya: persyaratan agar harga ditentukan berdasarkan transaksi yang wajar dengan pihak ketiga atau transaksi tanpa hubungan istimewa (arm’s-length-basis). Perdagangan internasional yang berlangsung secara bebas didasarkan pada argumen dasar bahwa semua negara yang berdagang akan mendapat manfaat jika masing-masing berspesalisasi pada produk dimana ia memiliki keunggulan komparatif. konsumen akan mensubstitusikan kedua jenis barang itu satu sama lain . Dalam menentukan apakah berbagai pajak yang ada berpengaruh atau tidak terhadap lokasi produksi. pertanyaannya apakah pajak bersangkutan mempengaruhi harga relatif antara barang produksi dalam negeri dan barang impor. telah diupayakan berbagai aturan untuk menghambat penggeseran laba. Pada gilirannya. Akan tetapi. negara A akan tetap memproduksi sebagian dari Y dan negara B memproduksi sebagian dari X yang dibutuhkannya. maka pernah disarankan suatu cara yang berbeda sama sekali. tetapi lebih berdasarkan negara asal laba yang diperoleh oleh group usaha tersebut secara keseluruhan. Jika pajak mempengaruhi harga. Laba sebagai dasar pengenaan pajak (profit base) dari perusahaan multinasional dapat dialokasikan di antara negara-negara tidak berdasarkan lokasi dari perusahaan anak. Negara asal tersebut bisa ditentukan dengan menggunakan rumus yang memperhitungkan lokasi. pajak tidak hanya mempengaruhi produksi barang substitusi tetapi juga lokasi produksi. Anggaplah negara A mempunyai keunggulan komparatif dalam menghasilkan produk X sementara negara B mengimpor X dan mengekspor Y. Hal ini akan semakin terasa jika kurs valuta asing bersifat fleksibel. hal sebaliknya berlaku untuk B. Karena kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam menghitung laba yang terpisah bagi satuan satuan usaha yang terkait. namun pelaksanaan pendekatan ini memerlukan pengaturan pajak internasional dan karena itu masih merupakan alternatif yang tak terjangkau. karena biaya produksi semakin meningkat untuk jumlah yang makin besar. KOORDINASI PAJAK PRODUK Jika pajak penghasilan mempengaruhi aliran atau perpindahan modal. Dengan mengekspor X dan mengimpor Y. Meskipun cukup menarik. nilai tambah dan penjualan.282 Bab 13: Pajak Internasional berlipat ganda apabila serangkaian perusahaan anak beroperasi di berbagai negara. maka pajak produk mengarahkan perhatian kita pada pengaruhnya terhadap aliran produk. Baik A maupun B akan lebih makmur daripada jika tidak ada perdagangan. negara A akan memperoleh pendapatan riil yang lebih tinggi daripada jika ia memproduksi semua Y yang dibutuhkannya.

Pajak atau bea semacam itu akan melemahkan perdagangan yang efisien. Karena merasa bahwa harga produk lokal. Adapun jenis-jenis pajak yang dapat mempengaruhi lokasi produksi dapat dikategorikan sebagai (1) destination taxes dan (2) origin taxes. sehingga produk dalam negeri akan mensubstitusi impor. dewasa ini telah banyak cara diupayakan untuk mengurangi perdagangan yang bersifat proteksionis. Pajak Produksi Dalam mempermasalahkan pajak produksi atau pajak asal produk (origin taxes). Konsumen negara A akan merasakan hal sebaliknya. harga barang di negara B akan naik sejalan dengan pajak tersebut. Pajak ini akan menyebabkan perbedaan harga relatif antara produk domestik dan impor. Dengan menurunnya impor. ekspor dari A juga akan menurun sampai tercapai suatu titik ekuilibrium pada tingkat perdagangan yang lebih rendah dan dengan kondisi komposisi produksi yang kurang efisien diantara negara A dan B. Misalkan negara A mengenakan pajak terhadap konsumsi secara umum atas semua produk yang diproduksi di dalam negeri maupun yang diimpor. Jadi. Situasinya akan sangat jauh berbeda jika negara A mengenakan pajak hanya terhadap produk impor saja (melakukan diskriminasi). Ini tidak akan mempengaruhi perdagangan karena harga relatif antara produk dalam negeri dan produk impor tidak berubah.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 283 dan lokasi produksi yang mengenakan pajak akan berbeda dari lokasi produksi dengan pajak yang netral. dalam negeri telah naik jika dibandingkan dengan harga produk impor X. Pajak Konsumsi Pajak konsumsi atau pajak tujuan produk (destination taxes) tidak akan mempengaruhi lokasi produksi kecuali jika terdapat diskriminasi antara barang produksi dalam negeri dan barang impor. konsumen negara B akan memperbesar impor X. sebagai contoh pajak dalam bentuk bea masuk dan cukai. kita bisa melihat bahwa distorsi atau penyimpangan bisa saja terjadi meskipun tidak ada upaya untuk mendiskriminasikan produk luar negeri. Yaitu jika terhadap impor dikenakan bea masuk. Pertama-tama anggaplah bahwa negara B mengenakan pajak penjualan umum (misalnya PPN) sebesar 10 persen terhadap barang lokal dan barang impor. . misalnya X. nilai mata uang A terhadap mata uang B akan naik. Pajak konsumsi umum bisa mempengaruhi tingkat perdagangan tetapi lokasi untuk kedua produk itu (pada tingkat produksi yang baru) masih akan tetap sejalan dengan keunggulan komparatif. Akibatnya.

sehingga harga barang impor Y bagi konsumen negara A menjadi lebih mahal sehingga impor Y akan dikurangi. Ini akan menghambat keinginan konsumen B untuk menambah impor X dan keinginan konsumen A untuk mengurangi impor Y. Karena itu. Distorsi ini bisa dihindarkan seandainya negara B memberikan penghapusan pajak atas barang yang diekspornya. tingkat perdagangan riil akan naik tetapi lokasi produksi akan mengalami distorsi.284 Bab 13: Pajak Internasional Eksportir negara B akan menambahkan pajak tersebut ke harga produknya. Situasinya akan berbeda jika pajak produksi negara B dikenakan hanya pada satu jenis produk saja. Konsumen B dalam hal ini akan melakukan substitusi dengan produk impor X dan penyesuaian selanjutnya akan terjadi. Pada akhirnya. Sekali lagi konsumen A akan merasakan naiknya biaya (harga) Y dan akan mensubstitusinya dengan Y produksi dalam negeri. Dengan menurunnya impor A atas barang Y (asumsi ekspor A atas barang X ke B tetap). Pajak penjualan umum tidak mendistorsikan lokasi produksi sejauh dikenakan secara umum terhadap produk impor dan produk dalam negeri. Titik ekuilibrium yang baru akan dicapai pada tingkat perdagangan yang lebih rendah dengan disertai perubahan distribusi lokasi produksi. Efek distorsi efisiensi perekonomian internasional juga akan terjadi jika negara B memajaki produk lokal X tetapi tidak terhadap produk impor X. Tindakan B akan membatalkan efek kenaikan harga barang impor di negara A sehingga tidak perlu mensubstitusinya dengan memproduksi di dalam negeri. Biaya impor bagi konsumen A menjadi naik dan karena itu impor Y dikurangi. Makin banyak X . nilai mata uang A terhadap B akan naik. perbandingan harga antara ekspor dan impor tidak akan berubah dan nilai riil perdagangan tidak terpengaruh. Dengan dihapusnya pajak atas barang ekspor oleh negara B. pengenaan pajak ekspor di negara B menimbulkan efek distorsi yang mirip dengan efek distorsi yang timbul akibat dikenakannya bea masuk atas barang impor di negara A. maka pajak atas barang impor di negara A dapat diubah dari pajak produksi (origin taxes) menjadi pajak konsumsi (destination taxes). misalnya Y. Negara A kemudian memproduksi lebih banyak barang Y dan mengurangi produksi barang X. kenaikan permintaan atas mata uang A dan penurunan permintaan atas mata uang B akan menyebabkan naiknya nilai mata uang A terhadap B. Sebaliknya. penurunan ekspor dan konsumsi produk Y di negara B lambat laun akan membuat negara tersebut memproduksi lebih banyak barang X daripada sebelumnya dan menjadi tidak efisien. Artinya hal itu sejajar dengan pajak penjualan umum atas seluruh produk di negara B yang seperti telah kita lihat sebelumnya. Jika kurs valuta asing bersifat fleksibel. misalnya atas produk Y yang diekspornya. Pada akhirnya.

Distorsi dalam hal ini bisa dihindarkan jika B juga mengenakan bea masuk atas X untuk mengkompensasi pajak produk lokal X. Perjanjian ini akan digunakan oleh penduduk dua negara untuk menentukan aspek perpajakan yang timbul dari suatu transaksi di antara mereka. (2) jenis-jenis pajak atau tax covered. Oleh karena itu. Sebagai suatu perjanjian. bagian tentang (3) pencegahan penghindaran pajak dan bagian yang mencakup (4) ketentuan lainnya. sebagai bagian dari konvensi internasional dimana setiap negara yang terlibat dalam suatu tax treaty menyusun perjanjiannya masing-masing berdasarkan model-model perjanjian yang diakui secara internasional. Setiap tax treaty mempunyai prinsip-prinsip dasar yang kurang lebih sama. pasal-pasal dan ayat-ayat yang berkaitan dengan suatu aspek transaksi dan pihak tertentu. Pasal-pasal ataupun ayat-ayat yang terdapat dalam sebuah tax treaty pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi empat bagian besar yaitu bagian yang mengungkapkan (1) cakupan tax treaty. di dalamnya selalu berisi klausul-klausul. TAX TREATY Tax Treaty atau perjanjian penghindaran pajak berganda merupakan suatu perjanjian perpajakan antara dua negara yang dibuat dalam rangka mengantisipasi pemajakan ganda dan berbagai usaha penghindaran pajak.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 285 diproduksi di A atau makin banyak Y diproduksi di B daripada sebelumnya. Penentuan aspek perpajakan tersebut dilakukan berdasarkan klausul-klausul yang terdapat dalam tax treaty yang bersangkutan sesuai dengan transaksi yang dihadapi. (5) saat berlakunya atau entry into force. Pada dasarnya terdapat dua model treaty yang sering dijadikan acuan dalam menyusun suatu treaty yaitu model OECD dan model PBB. CAKUPAN TAX TREATY Cakupan perjanjian antar negara dalam hal penghindaran pajak berganda biasanya meliputi: (1) cakupan personal atau personal scope. bagian yang mengatur (2) minimalisasi pajak berganda. . (3) definisi penduduk atau residence. (4) permanent establishment. dan (6) saat berakhirnya atau termination. sebuah treaty merupakan suatu kontrak yang mengikat suatu negara dengan negara lain dalam hal perlakuan perpajakan.

termasuk di dalamnya orang pribadi. sehingga subyek pajak yang menjadi sasaran adalah mereka yang menjadi penduduk dari kedua negara tersebut (Rachmanto Surachmat. Atas pajak tidak langsung seperti Pajak Pertambahan Nilai atau pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah tidak diatur dalam tax treaty. diatur tentang definisi istilah-istilah umum yang berkaitan dengan definisi persons (orang atau badan). Aturan dalam tax treaty hanya diberlakukan untuk jenis pajak langsung seperti Pajak Penghasilan (PPh). Oleh karena itu. Biasanya di sini definisi mengenai penduduk maupun perihal kependudukan ganda tidak diartikan lebih lanjut. Dalam ketentuan umum (general definitions). Tax Covered Klausul ini mengatur tentang jenis-jenis pajak yang perlakuannya menggunakan ketentuan tax treaty yang bersangkutan. Definisi penduduk adalah setiap orang pribadi atau badan yang berdasarkan ketentuan internal suatu negara – seperti keberadaan. Kedua hal tersebut akan diatur dalam klausul lain yaitu dalam klausul tentang general definitions dan tentang residence. badan atau entitas lainnya yang dianggap sebagai penduduk dengan status kependudukan ganda (double residence). enterprise (badan usaha) dan lain lain. Dalam pasal dan ayat ini akan diatur ketentuan tentang siapa saja yang merupakan orang pribadi. domisili. national (negara atau kewarganegaraan). pengertian personal scope akan berkaitan dengan pengertian-pengertian tentang kedua klausul tersebut. ketentuan personal scope mengatur tentang kepada siapa sajaketentuan-ketentuan dalam suatu treaty yang bersangkutan bisa diterapkan. international traffic (lalu lintas internasional). Residence Dalam kriteria ini akan diatur tentang dua hal yakni definisi penduduk (berkaitan dengan personal scope) serta tie breaker rule. 2001). Dengan kata lain. Jenis pajak yang diatur di sini akan mengikuti ketentuan sesuai dengan tax treaty dan mengabaikan ketentuan internal yang berlaku di masing-masing negara. badan usaha dan entitas lainnya yang berdasarkan treaty tersebut dianggap sebagai penduduk dari salah satu negara yang terikat perjanjian. tempat kedudukan manajemen atau sebab-sebab lain . Dalam beberapa hal. yaitu tentang ketentuan yang menentukan tidak berlakunya status residence atas suatu pihak dengan karakteristik tertentu.286 Bab 13: Pajak Internasional Personal Scope Tax treaty adalah persetujuan yang ditandatangani oleh dua negara. ketentuan suatu tax treaty memiliki suatu kekuatan yang berada di atas sistem perundang-undangan yang berlaku secara internal di dalam suatu negara.

national (kewarganegaraan) serta mutual agreement (perjanjian antar otoritas perpajakan). 2001). Langkah-langkah tersebut secara berurutan bersifat prioritas. Dalam prakteknya. Artinya. Apabila usaha di negara lain itu ternyata berhasil. Menyadari efek-efek negatif tersebut. pasal residence selanjutnya mengatur langkah yang dapat digunakan untuk menghilangkan status kependudukan ganda yang sering disebut dengan tie breaker rule. habitual abode (tempat kebiasaan untuk tinggal). artinya apabila dengan menggunakan ketentuan pertama masalah kependudukan ganda telah bisa dipecahkan. Pada jaman sekarang. tentunya harus ada batasan-batasan ataupun aturan yang jelas hingga bisnis yang dilakukan. Cerminan dari batas atau aturan . yang sekaligus merupakan investasi di negara tersebut. Hal ini bisa terjadi karena setiap negara pada dasarnya berhak mengatur definisi penduduk sesuai dengan versinya masing-masing. Perundangan nasional dari banyak negara umumnya mengenakan pajak berdasarkan hubungannya dengan negara yang bersangkutan (Rachmanto Surachmat. Sementara itu tie breaker rule untuk pihak selain orang pribadi hanya ada satu ketentuan yaitu tempat di mana manajemennya efektif berada. Tie breaker rule dibedakan menjadi dua yaitu yang diterapkan untuk orang pribadi dan yang diterapkan untuk selain orang pribadi. tetap berjalan dengan baik. tetapi juga karena keberadaan secara teratur di negara tersebut. adalah hal yang logis jika otoritas pajak di negara tersebut ingin mengenakan pajak atas penghasilan yang diterima. pengenaan pajak tidak hanya mendasarkan pada alasan tempat tinggal. Permanent Establishment Klausul ini mengatur tentang seberapa jauh jangkauan suatu negara dalam mengenakan pajak atas penghasilan yang bersumber dari negara tersebut. Tie breaker rule untuk orang pribadi terdiri dari penentuan permanent home (tempat tinggal tetap). suatu usaha tidak hanya dilakukan di negara sendiri. penduduk adalah subjek pajak dalam negeri suatu negara yang dikenai pajak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan lokal yang berlaku di negara tersebut. maka langkah kedua dan seterusnya tidak perlu digunakan lagi. Namun berkaitan dengan keinginan tersebut. Dengan kata lain. orang pribadi atau badan dapat dianggap sebagai penduduk dari dua negara berdasarkan asas world wide income. center of economic and social interests (pusat kepentingan ekonomi dan sosial). Di negara lain pun suatu pihak melakukan usaha.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 287 yang mempunyai karakteristik yang sama – dapat dikenai pajak di negara tersebut. Dalam klausul ini juga menegaskan bahwa orang pibadi atau badan tidak dapat langsung dianggap sebagai penduduk suatu negara hanya karena mendapatkan penghasilan yang bersumber dari negara tersebut.

§ BUT Aktivitas. tax treaty pun dapat diberlakukan. Dalam klausul ini juga ditentukan kondisi-kondisi dimana BUT dianggap tidak muncul seperti dalam hal tempat yang hanya berfungsi untuk memajang barang-barang dagangan. § BUT Keagenan. Timbulnya BUT Asuransi ditandai dengan keadaan dimana suatu perusahaan asuransi menerima premi atau menanggung risiko di negara lain. tempat yang hanya dipergunakan untuk pembelian barang dagangan atau mengumpulkan informasi dan sebagainya. Contoh-contoh dari BUT dapat dikategorikan menjadi empat macam yaitu: § BUT Fasilitas Fisik. Aktivitas tersebut bisa berupa pelaksanaan berbagai macam jasa (seperti jasa konstruksi dan jasa jasa lainnya). Tax treaty dapat berakhir setelah periode tertentu yang telah disepakati oleh kedua negara. Entry Into Force Klausul ini menjelaskan tentang saat berlakunya sebuah tax treaty. BUT tipe keagenan timbul jika terdapat agen di negara lain yang memiliki wewenang untuk menentukan kontrak atau mengurus barang-barang dagang di negara lain. Setelah pertukaran dokumen ratifikasi ini selesai dilakukan.288 Bab 13: Pajak Internasional tersebut adalah ketentuan tentang permanent establishment atau Bentuk Usaha Tetap (BUT). Lamanya time test yang digunakan dapat berbeda beda antara satu tax treaty dengan tax treaty yang lain. bengkel dan lain lain. Time test ini disesuaikan dengan kesepakatan dari kedua negara. pabrik. Saat berlakunya tax treaty sangat bergantung dari selesainya tahap-tahap pembentukannya. Pembentukan sebuah tax treaty yang dimulai dengan penandatanganan oleh kedua otoritas yang berwenang dan dilanjutkan dengan ratifikasi di kedua negara. Timbulnya BUT tipe ini ditandai dengan adanya aktivitas yang melebihi batas waktu tertentu (time test) yang dilakukan di negara lain. § BUT Asuransi. BUT tipe ini merupakan tipe yang paling mudah diketahui keberadaannya. selanjutnya dilakukan pertukaran dokumen-dokumen ratifikasi. Salah satu negara dapat mengakhiri sebuah tax treaty dengan cara . Termination Klausul ini menjelaskan tentang saat berakhirnya sebuah tax treaty. BUT timbul karena adanya fasilitas fisik seperti gedung. Setelah kedua negara selesai meratifikasi. kantor perwakilan.

maka laba usaha dari kegiatan itu hanya dikenai pajak di negara domisili (Rachmanto Surachmat. Income from Immovable Property Klausul ini mengatur tentang pemajakan atas penghasilan yang berasal dari harta tak bergerak termasuk penghasilan yang bersumber dari pertanian atau sektor perhutanan. Namun apabila penduduk suatu negara mendapatkan penghasilan di negara treaty partner melalui BUT-nya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 289 mengadakan pemberitahuan terlebih dahulu yang harus dilakukan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan yang telah disepakati. dan (13) gaji pegawai negeri sipil di luar negeri. (8) penghasilan jasa bebas. Penentuan dapat atau tidaknya negara treaty partner mengenakan pajak. MINIMALISASI PAJAK BERGANDA Klausul yang berisi ketentuan untuk meminimalisasi pajak berganda biasanya mencakup: (1) penghasilan barang-barang tak bergerak. (7) capital gains. (11) penghasilan artis dan olahragawan. (5) pendapatan bunga. Laba usaha milik penduduk suatu negara pada dasarnya hanya dapat dikenakan pajak di negara tersebut. Di dalamnya diatur bahwa negara tempat harta tak bergerak tersebut terletak juga dapat mengenakan pajak atas penghasilan dari harta tersebut. Bila kegiatan usaha yang dilakukan penduduk negara domisili di negara sumber tidak melalui BUT. (6) royalti. Perusahaan yang bergerak di bidang ini bisa memperoleh penghasilan dari beberapa . (9) penghasilan jasa terbatas. Business Profits Klausul ini merupakan perluasan dari klausul permanent establishment yang mengatur tentang pengenaan pajak atas laba usaha milik penduduk suatu negara yang bersumber dari negara treaty partner (negara pasangan dalam tax treaty). (3) laba perusahaan transportasi. (2) laba usaha. (12) pendapatan pensiun. maka negara treaty partner tersebut berhak mengenakan pajak atas penghasilan yang diterima melalui BUT itu. (10) director’s fee. sangat tergantung pada ada atau tidaknya BUT di suatu negara. 2001) Bisnis Transportasi Klausul ini menjelaskan tentang pemajakan atas penghasilan yang diterima oleh perusahaan pelayaran (termasuk pengangkutan di sungai dan danau) dan perusahaan penerbangan yang beroperasi di jalur internasional. (4) dividen.

Jika setiap negara mengenakan pajak atas laba yang diterimanya maka perusahaan pelayaran dan penerbangan tersebut tentunya akan menanggung beban pajak yang terlalu besar. Tak berbeda dengan artikel bunga. klausul ini juga mengatur bahwa negara tempat penghasilan bunga berasal (treaty partner) juga dapat mengenakan pajak atas bunga tersebut. Alternatif pertama.290 Bab 13: Pajak Internasional negara. Dalam artikel ini juga menyatakan tentang tarif pajak maksimal yang dapat dikenakan di negara asal dividen tersebut yang dibedakan menjadi dua yaitu tarif untuk dividen portofolio (saham dengan kepentingan semata mata investasi) dan untuk dividen dari penyertaan langsung ( saham dengan kepentingan kontrol) Interest Klausul ini mengatur tentang pemajakan atas penghasilan bunga yang diterima dari negara treaty partner. artikel royalti ini juga memberikan definisi royalti mengatur bahwa negara tempat di mana royalti berasal dapat pajak sesuai dengan tarif maksimal yang disepakati. memberikan hak pemajakan kepada negara tempat di mana manajemen efektif berada. Dividends Dividen merupakan penghasilan yang diterima oleh pemegang saham dari suatu perusahaan. artikel bunga pun mengatur tentang tarif maksimal pemotongan pajak untuk negara tempat dividen berasal. Royalties Klausul ini mengatur tentang pemajakan atas penghasilan diterima dari negara treaty partner. Tak berbeda dengan artikel dividen. memang merupakan aturan mengenai pengenaan pajak atas penghasilan yang berupa dividen. Klausul dividen. Dalam menghadapi permasalahan ini pada umumnya diatur dua alternatif pengenaan pajak. Alternatif kedua. Indonesia pun mengenakan pajak atas dividen baik yang diterima oleh wajib pajak dalam negeri maupun wajib pajak luar negeri. sama dengan alternatif pertama dengan pengecualian untuk penghasilan dari pengoperasian kapal laut yang hak pemajakannya diberikan kepada kedua negara sekaligus. Dalam klausul ini dinyatakan bahwa negara tempat dividen berasal juga berhak mengenakan pajak atas dividen tersebut. royalti yang dividend dan di samping mengenakan . Selain memberikan definisi tentang bunga. Tak sedikit negara yang mengenakan pajak atas penghasilan berupa dividen ini. sebagaimana namanya.

Berbeda dari pemberian jasa oleh independent personal yang dilakukan untuk dan atas namanya sendiri. persetujuan penghindaran pajak berganda tidak memerlukan aturan khusus yang membedakan capital gain dari business profit. ada beberapa syarat kumulatif yang terlebih dahulu harus dipenuhi yaitu: (1) Orang pribadi yang bersangkutan berada di . yaitu negara yang berhak mengenakan pajak atas business profit (negara tempat perusahaan berdomisili). Aturan ini pada dasarnya sejalan dengan aturan permanent establishment dan business profits namun secara khusus ditujukan untuk orang pribadi yang memberikan jasajasa profesional (seperti dokter. Dependent Personal Services Klausul ini mengatur tentang pemajakan atas penghasilan yang diterima oleh orang pribadi sehubungan dengan pemberian jasa yang dilakukannya di negara lain dalam suatu hubungan kerja. Ketentuan dalam tax treaty pada umumnya mengatur bahwa negara tempat harta tersebut terletak sebelum dipindahkan juga berhak untuk mengenakan pajak. Dalam bukunya. Karena itu.. Namun untuk mengenakan pajak tersebut. Negara treaty partner tempat jasa tersebut dilakukan dapat mengenakan pajak sepanjang orang pribadi tersebut memiliki tempat tetap (fixed base) di sana atau berada di negara treaty partner melebihi batas waktu yang disepakati bersama. Termasuk dalam pengertian harta dalam artikel ini adalah harta berupa perumahan dalam suatu kawasan real estate. jasa yang diberikan oleh orang pribadi yang dimaksud di sini merupakan jasa yang dilakukan untuk dan atas nama pihak lain yang memiliki hubungan kerja dengannya. Rachmanto Surachmat (2001) memaparkan bahwa hak mengenakan pajak atas keuntungan karena pemindahtanganan harta yang digunakan untuk berusaha harus diberikan kepada negara yang sama. Hal ini diserahkan kepada undang undang pajak domestik masing-masing negara. pengacara) untuk dan atas namanya sendiri di negara treaty partner. tanpa membedakan apakah keuntungan itu diberlakukan sebagai gain dari usaha.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 291 Capital Gains Klausul ini mengatur tentang penghasilan berupa keuntungan pemindahtanganan harta. Independent Personal Services Klausul ini mengatur tentang pemajakan atas penghasilan yang diterima orang pribadi yang bersumber dari negara treaty partner sebagai imbalan dari jasa-jasa profesional yang diberikan di negara tersebut. Di sini diatur bahwa negara tempat orang pribadi tersebut bekerja dapat mengenakan pajak atas penghasilan yang diterimanya.

dan (3) Penghasilan tersebut tidak dibebankan kepada BUT. Fungsi sebagai direktur bisa saja dilakukan di negara dimana ia berdomisili. apabila pekerjaan yang dilakukan tidak lagi murni sebagai seorang direktur maka pemajakan atas penghasilan tersebut tidak lagi mengikuti ketentuan dalam klausul ini. Dalam klausul ini dinyatakan bahwa penghasilan yang diterima oleh direktur dalam kapasitasnya yang murni sebagai seorang direktur dapat dikenai pajak di negara domisili perusahaanya tanpa memandang jangka waktu keberadannya di sana. aspek pemajakannya dalam hal ini akan mengacu pada klausul independent personal services. aspek pemajakannya mengacu pada klausul dependent personal services. sebab seringkali penentuan di mana kegiatan pekerjaan dilakukan – dalam kedudukannya sebagai anggota dewan direksi – adalah sulit. Prinsip pemajakan yang diatur dalam artikel ini adalah negara tempat penghasilan tersebut bersumber dapat mengenakan pajak atas penghasilan yang diterima oleh artis ataupun atlit. Prinsip ini juga berlaku meskipun penghasilan tersebut tidak langsung dibayarkan kepada sang artis/atlit (dibayarkan kepada pihak lain. Artists and Sportsmen Klausul ini mengatur tentang pemajakan atas penghasilan yang diterima oleh artis (entertainer) dan olahragawan (sportsmen) dari negara lain. prinsip ini berbeda dengan prinsip pemajakan atas penghasilan orang pribadi yang lain sebagaimana diatur dalam klausul dependent dan independent personal services yang menggunakan syarat jangka waktu keberadaan sebagai alat menentukan aspek pemajakan. artis radio atau musisi. Termasuk dalam pengertian entertainer dalam artikel ini antara lain yaitu artis televisi.292 Bab 13: Pajak Internasional negara lain melebihi time test yang telah disepakati. karena itu yang diberikan hak pemajakan adalah negara di mana pihak yang membayarkan gaji berkedudukan. Namun apabila direktur tersebut bekerja sebagai konsultan pada perusahaan. Jika direktur tersebut melakukan tugas-tugas manajerial misalnya. Bila diperhatikan. Menurut Rachmanto Surachmat (2001). hal ini untuk menyederhanakan pengenaan pajaknya. contohnya agen). Director’s Fees Klausul ini mengatur tentang pemajakan atas penghasilan yang diterima oleh direktur yang bekerja pada perusahaan yang berada di negara lain (merupakan penduduk di negara tersebut). Penentuan aspek pemajakannya disesuaikan dengan jenis kegiatan (pekerjaan) yang dilakukan oleh direktur tersebut. Sedangkan termasuk . Namun demikian. (2) Penghasilan yang diterima oleh orang pribadi tersebut dibayarkan oleh pemberi kerja.

Hal yang sama juga berlaku atas penghasilan yang diterima oleh pensiunan pegawai negeri. Pada umumnya. apabila pegawai negeri atau pensiunan tersebut merupakan warga negara dari salah satu negara dan sudah sejak awal menjadi penduduk di negara tersebut maka penghasilan yang diterimanya hanya dikenakan pajak di sana. Harga yang wajar adalah harga yang terjadi antara dua pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa. penghasilan berupa pensiun dikenai pajak di negara tempat di mana pekerjaan itu dilakukan. Klausul tentang pencegahan penghindaran pajak mencakup: (1) transaksi internal dan kesepakatan (2) pertukaran informasi.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 293 dalam olahragawan antara lain adalah pemain sepakbola. Pensions Klausul ini mengatur tentang penghasilan yang diterima oleh pensiunan swasta. Namun demikian. akan ada kecenderungan di mana harga transaksi yang disepakati bukan merupakan harga yang wajar. pemain tenis. Transaksi Internal Klausul ini mengatur tentang perlakuan perpajakan atas pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa. pemain catur atau pemain bridge. kepada negara yang bersangkutan . pemain golf. hak pemajakan atas penghasilan yang diterima oleh para pegawai negeri diberikan kepada negara di mana ia bekerja. Apabila terjadi transaksi antara pihak-pihak di kedua negara yang memiliki hubungan istimewa. Salah satu efek dari adanya harga yang tidak wajar itu adalah terjadinya pergeseran laba dari suatu negara kepada negara yang lainnya. Hal ini dipandang sebagai suatu usaha untuk menghindari pajak dari suatu negara. Dalam kondisi demikian. Namun sebagian besar tax treaty mengatur bahwa penghasilan tersebut dikenai pajak di negara di mana yang bersangkutan menjadi penduduk pada saat pensiun Government Services Klausul ini mengatur tentang perlakuan perpajakan atas penghasilan yang diterima oleh para pegawai negeri. PENCEGAHAN PENGHINDARAN PAJAKPE Penghindaran pajak menyebabkan salah satu negara mengalami kerugian akibat tidak diterimanya pajak seperti yang seharusnya. Pada prinsipnya.

294

Bab 13: Pajak Internasional

diberikan hak untuk mengadakan penyesuaian penyesuaian sehubungan dengan pergeseran laba tersebut.

Exchange of Information
Klausul ini mengatur tentang perjanjian pertukaran informasi antar otoritas pajak di kedua negara yang terkait dalam suatu tax treaty. Dengan adanya pertukaran informasi, dapat dikatakan bahwa klausul ini merupakan salah satu senjata dalam menanggulangi praktek-praktek penyelundupan atau penggelapan pajak. Pertukaran informasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu pertukaran informasi secara rutin dan pertukaran informasi berdasarkan permintaan.

KETENTUAN LAIN-LAIN
Adapun ketentuan-ketentuan lainnya yang biasa muncul dalam tax treaty meliputi: (1) perlakuan tanpa diskriminasi, (2) prosedur penyelesaian perselisihan, dan (3) pajak atas utusan diplomatik.

Non Discrimination
Klausul ini mengatur tentang persamaan perlakuan perpajakan yang diberikan oleh suatu negara kepada warga negara dan kepada bukan warga negara. Secara khusus Rachmato Surachmat (2001) dalam bukunya menyatakan bahwa klausul ini adalah aturan dalam hukum internasional yang memberikan perlindungan dari diskriminasi. Suatu negara yang terikat tax treaty memiliki kewajiban untuk memberikan perlakuan perpajakan yang sama untuk warga negaranya. Perlakuan perpajakan yang sama ini mengandung arti bahwa dalam suatu kondisi yang sama, pihak yang bukan warga negara dari suatu negara tidak boleh menanggung kewajiban pajak yang lebih berat daripada yang ditanggung oleh warga negara dari negara tersebut. Perlakuan yang sama juga harus diberikan kepada mereka yang bukan merupakan warga negara dari kedua negara yang terikat perjanjian.

Prosedur Penyelesaian Perselisihan
Klausul ini mengatur tentang prosedur yang digunakan oleh kedua negara untuk berkomunikasi dalam menyelesaikan berbagai perbedaan pandangan antara pembayar pajak dengan otoritas pajak mengenai perpajakan tertentu. Klausul ini dapat dipandang sebagai semacam sarana bagi para pembayar pajak untuk “protes” atas suatu perlakuan perpajakan yang tidak disetujuinya.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

295

Melalui ketentuan dalam klausul ini, otoritas perpajakan pun memiliki sarana untuk memecahkan kesulitan yang timbul sebagai akibat dari perbedaan interpretasi atas suatu ketentuan dalam sebuah tax treaty. Namun demikian perlu diingat bahwa mutual agreement procedure tidak mencakup seluruh klausul yang terdapat dalam sebuah tax treaty. Klausul-klausul yang dapat menikmati ketentuan dalam mutual agreement procedure antara lain adalah business profits, related persons dan royalty.

Member of Diplomatic Missions and Consular Posts
Klausul ini mengatur tentang perlakuan perpajakan yang diberikan kepada anggota dari suatu misi diplomatik dan konsulat. Menurut Rachmato Surachmat (2001), maksud dari klausul ini adalah untuk menjamin bahwa para diplomat, berdasarkan tax treaty, tidak memperoleh perlakuan yang kurang menguntungkan dibandingkan dengan perlakuan yang diberikan berdasarkan hukum internasional. Dalam kesepakatan internasional, setiap penghasilan yang diterima oleh anggota suatu korps diplomatik atau konsulat, ditetapkan hanya dikenai pajak di negara di mana mereka berasal. Ketentuan dalam klausul ini pun mengatur hal yang sama. Jadi, meskipun anggota korps diplomatik atau konsulat mendapatkan penghasilan yang bersumber dari negara di mana mereka bertugas, negara tersebut tidak dapat mengenakan pajak atasnya.

TAX TREATY MENGALAHKAN UU PPh
Bisa disimpulkan bahwa tax treaty muncul karena dua sebab yang mendasar. Pertama, keinginan untuk menghindari pemajakan berganda yang bisa menimbulkan distorsi ekonomi, yang berakibat buruk bagi investasi. Kedua, tax treaty juga dimaksudkan untuk mencegah usaha-usaha penghindaran pajak yang dapat berpengaruh terhadap penerimaan pajak suatu negara. Mengingat sifat perjanjiannya yang bilateral, antara dua negara, tax treaty mengalahkan UU PPh yang berlaku di masing masing negara treaty partner. Setiap tax treaty antara suatu negara dan negara lainnya adalah suatu perjanjian yang bersifat spesifik hanya mengikat negara-negara yang terlibat dalam perjanjian tersebut. Namun demikian, secara umum setiap tax treaty mengikuti prinsipprinsip dasar dari model model tax treaty yang ada seperti model OECD atau model PBB, yang dijadikan sebagai acuan pada saat pembuatannya. Memahami prinsip prinsip dasar tersebut akan memudahkan setiap pihak dalam memahami berbagai tax treaty yang ada, antara berbagai negara pada

296

Bab 13: Pajak Internasional

umumnya dan antara Indonesia dengan negara negara lain pada khususnya. Yang perlu diperhatikan adalah, dalam tax treaty pada umumnya sudah disepakati bahwa setiap negara treaty partner berhak menentukan prosedur dan tata cara untuk membuktikan bahwa suatu pihak benar-benar berdomisili atau berkedudukan dan berstatus sebagai pembayar pajak di negara treaty partner. Bukti dimaksud seringkali disebut Surat Keterangan Domisili (SKD) atau Certificate of Residence Taxpayer (CRT) yang diterbitkan oleh competent authority atau pejabat yang berwenang yang ditunjuk oleh suatu negara treaty partner. Surat keterangan yang diterbitkan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau instansi sejenis di negara treaty Partner juga bisa dipersamakan dengan SKD/CRT. Dengan memiliki SKD/CRT, maka suatu pihak berhak untuk menerapkan suatu ketentuan tax treaty dengan negara di mana yang bersangkutan berkedudukan atau berdomisili. Jika tidak memiliki SKD/CRT, maka pengenaan pajaknya kembali pada undang-undang yang berlaku di negara masing-masing. Sebagai contoh, jika wajib pajak luar negeri yang berkedudukan di Inggris, maka wajib pajak luar negeri tersebut hanya dapat menerapkan ketentuan tax treaty Indonesia – Inggris apabila memiliki SKD/CRT dari competent authority yang ditunjuk negara Inggris. Jika tidak, maka penghasilan wajib pajak luar negeri yang bersumber dari Indonesia langsung dikenakan PPh Pasal 26 dengan tarif 26% dari penghasilan bruto.

KOORDINASI PENGELUARAN
Di antara sejumlah negara, sebagaimana halnya dengan pemerintah daerah, terdapat kepentingan bersama yang mendorong mereka untuk bekerja sama dalam proyek patungan. Ini bisa saja menyangkut pembangunan jalan di perbatasan dua negara, usaha pertahanan bersama seperti NATO, usaha bersama dalam memerangi penyakit, jaringan narkotik, dan pasar bersama. Semua ini menyebabkan perlunya pembagian beban biaya yang harus dipikul. Jika jumlah anggota kelompok atau pesertanya kecil, pembagian beban biaya bisa dirundingkan dengan membandingkan manfaat yang akan diperoleh setiap pihak. Khusus mengenai pertahanan, kerja sama akan lebih menguntungkan negara sekutu yang kecil karena peningkatan pertahanan yang kecil sekalipun oleh negara sekutu yang besar akan merupakan tambahan perlindungan yang sangat berarti bagi sekutu kecil tersebut. Jika anggotanya sangat banyak, maka masalahnya akan mirip dengan masalah penentuan anggaran antar perorangan. Jika tarif perkiraan (assesment rate) yang proposional digunakan, setiap negara mungkin akan diharuskan untuk membayar dalam persentase GNP atau persentase pendapatan nasional yang sama. Jika perhitungan progresif

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

297

digunakan, akan timbul pertanyaan apakah kelompok tarif tersebut hanya dikaitkan dengan pendapatan per kapita dari penduduk di berbagai negara (dimana penduduk dianggap sebagai patokan dasar). Kedua macam pertimbangan di atas diperhitungkan dalam menentukan kontribusi bagi anggaran Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pembagian beban biaya ditentukan melalui pemungutan suara setiap tahun dan direvisi berkali-kali. Prosedurnya adalah: biaya total dibagi diantara negara anggota sesuai perbandingan kontribusi dasar atau GNP. Ini akan menimbulkan pajak proporsional dalam kaitannya dengan GNP, terlepas dari pendapatan per kapita. Selanjutnya prinsip ini dimatangkan lagi dengan menambah sejumlah ketentuan seperti pembebasan beban bagi negara miskin, ketentuan kontribusi minimum, dan pembatasan jumlah yang harus dikontribusikan oleh suatu negara, dengan bagian tertinggi (sekarang 25 persen) disumbangkan oleh Amerika Serikat. Organisasi-organisasi lain menerapkan pola yang berbeda. Kontribusi bagi dana moneter internasional (IMF) tidak ditentukan berdasarkan manfaat yang diperoleh, melainkan dengan hak penarikan (drawing rights) yang ditetapkan sesuai dengan kemungkinan diperlukan kredit-kredit IMF. Prosedur yang kirakira sama diikuti dalam pemesanan modal saham International Bank for Reconstruction and Development (IBRD). Harus dicatat bahwa semua kontribusi ini relatif kecil jumlahnya sehingga pengecualian atau penyimpanan bagi negara tertentu tidak begitu berpengaruh. Kontribusi untuk NATO, yang melibatkan jumlah yang besar, tidak ditentukan dengan suatu dasar perumusan yang ditetapkan tetapi pada hakikatnya tergantung pada negosiasi. Amerika Serikat merupakan penanggung terbesar atas biaya NATO. Suatu nilai kontribusi yang mungkin melebihi bagian yang seharusnya ditanggungnya seandainya hal itu ditentukan berdasarkan persentase GNP.

KOORDINASI STABILISASI
Dengan makin meningkatnya saling ketergantungan dunia, maka nasib suatu negara ditentukan juga oleh apa yang terjadi di negara lain. Suatu negara tidak mungkin lagi bertindak sendiri untuk mengendalikan persoalan yang dihadapinya. Kerja sama internasional diperlukan dalam bidang kebijaksanaan stabilisasi. Hal ini khususnya berlaku untuk negara-negara dengan perekonomian yang terkait erat seperti pasar bersama, tetapi juga berlaku bagi negara dengan perdagangan luar negeri yang terkecil seperti Amerika Serikat. Koordinasi khususnya diperlukan karena saling ketergantungan tidak hanya menyangkut perdagangan tetapi juga aliran atau perpindahan modal.

298

Bab 13: Pajak Internasional

Perdagangan
Dengan asumsi bahwa keadaan kurs valuta asing yang bersifat tetap, menurunnya pendapatan dan kesempatan kerja di negara A akan menyebabkan impornya akan menurun sehingga menyebarkan kelesuan perekonomian atau malaise tersebut ke negara B yang menghadapi penurunan ekspor. Jika A mengambil kebijakan ekspansionir, pendapatannya naik dan begitu juga halnya dengan impornya. Timbulnya impor akan memperkecil faktor pengganda (multiplier) dan karena itu kebijakan A menjadi kurang efektif, hal itu juga turut memulihkan keadaan negara B karena ekspornya jadi meningkat. Karena itu, kebijakan suatu negara akan berpengaruh terhadap negara lain sehingga diperlukan koordinasi kebijakan untuk menampung kebutuhan kedua negara. Pengaruh kebijakan ekspansioner dari negara A terhadap perdagangan akan diperlemah jika kurs valuta asing bersifat fleksibel. Dengan naiknya impor A, nilai mata uangnya akan turun. Karena itu, biaya impornya menjadi tinggi sehingga membatasi atau memperkecil defisit perdagangan negara A dan ekspor negara B. Dengan demikian kurs valuta asing yang fleksibel cenderung mengurangi saling ketergantungan. Hal yang sama berlaku juga untuk keadaan inflasi, dengan kurs yang tetap, kebijakan inflasioner negara akan memperlemah (mendefisitkan) neraca perdagangannya dan menimbulkan besarnya permintaan ke negara B. Dengan kurs yang fleksibel, pengalihan permintaan ke negara B ini tidak akan begitu saja terjadi karena adanya penurunan nilai mata uang A. Sekali lagi, kurs yang fleksibel akan mengurangi gejolak perdagangan. Akan tetapi gambaran ini telalu disederhanakan. Penyesuaian kurs tidak berlangsung dalam sekejap dan perubahan kurs secara diskresioner dapat menjadi faktor pengganggu pengendalian atas kurs itu sendiri merupakan alat kebijakan yang memerlukan kerja sama lebih lanjut.

Aliran Modal
Pengaruh kebijakan yang ekspansioner atau restriktif terhadap perdagangan bisa dikatakan sama, entah itu kebijakan fiskal atau moneter. Akan tetapi, bauran kebijakan stabilisasi akan menjadi masalah besar jika dikaitkan dengan aliran modal. Aliran modal dipengaruhi oleh tingkat pengembalian yang dihasilkan di berbagai negara. Perpaduan kebijakan fiskal yang longgar dengan kebijakan moneter yang ketat akan menghasilkan suku bunga yang tinggi sehingga mengundang masuknya modal asing, dan begitu juga sebaliknya.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

299

Peranan aliran modal menjadi penting jika kita mempertimbangkan pengaruh kebijakan stabilitasi terhadap pertumbuhan ekonomi. Banyak hal tergantung pada bagaimana bentuk dari surplus impor yang ditimbulkan tersebut. Jika surplus impor tersebut berupa investasi riil, akan terjadi peningkatan modal di negara bersangkutan yang akan tercermin pada kenaikan produktivitas tenaga kerjanya. Pendapatan modal di masa mendatang akan dikirimkan ke luar negeri, sehingga keuntungan bagi negara tempat penanaman modal tersebut adalah berupa kenaikan produktivitas tenaga kerja dan produktivitas faktor-faktor domestik lainnya.

RANGKUMAN
§ Adam Smith atau David Ricardo berpendapat bahwa negara akan lebih baik apabila melakukan spesialisasi produksi barang berdasarkan keuntungan komparatifnya, mengekspor barang tersebut dan mengimpor barang dari negara lain yang bisa memproduksi barang lain dengan lebih efisien. Asumsi dalam teori tersebut adalah: (1) Faktor produksi seperti tenaga kerja, modal, tanah dan mesin tidak mudah berpindah, sedangkan barang yang dihasilkan bisa dipindahkan dengan mudah; (2) yang dipertukarkan adalah barang komoditi, bukannya barang yang terdiferensiasi; dan (3) daya saing suatu negara sudah ditentukan, tergantung sumber daya yang dipunyai. Faktor lain seperti ketidakpastian, skala ekonomi, teknologi tidak dipertimbangkan. Perusahaan multinasional tumbuh dengan menyalahi doktrin keunggulan komparatif. Perjanjian pajak internasional merupakan suatu media yang dapat mengkoordinasikan masalah-masalah penghasilan perorangan dan perseroan lintas negara. Beberapa asas yang perlu diperhatikan dalam koordinasi pajak internasional: (1) keadilan antar perorangan; (2) keadilan antar negara; dan (3) efisiensi Berbagai struktur sistem pajak negara mempunyai dampak yang sangat penting terhadap arah dan aliran baik barang maupun modal secara internasional. Pada dasarnya terdapat dua pendekatan dalam pajak internasional yang lazim dipergunakan yakni (1) pajak penghasilan internasional dan (2) pajak komoditi. Dua prinsip dalam pajak penghasilan internasional adalah (a) prinsip pajak berdasarkan asas domisili dan (b) prinsip pajak berdasarkan asas sumber pendapatan. Dua prinsip pajak komoditi yang berlawanan satu sama lain (khususnya untuk pajak pertambahan nilai) yakni (1) prinsip pajak tujuan dan (2) prinsip pajak sumber.

§

§

300 §

Bab 13: Pajak Internasional

§

§

§

Perhitungan pajak di negara asal, laba perusahan induk dan kantor cabang akan dianggap sebagai satu unit. Laba perusahaan anak akan dikenakan pajak laba perseroan negara asing sehingga porsi pajak untuk negara asal akan ditangguhkan sampai laba dikirimkan sebagai dividen. Penangguhan pajak hampir tidak menimbulkan masalah jika tarif pajak luar negeri lebih tinggi dari tarif pajak yang akan dikenakan di dalam negeri. Kondisi sebaliknya mendorong perusahaan anak menginvestasikan kembali labanya di negara domisili. Transaksi antara perusahaan induk dan perusahaan anak dapat menyebabkan pergeseran laba. Pajak bersama-sama kurs valas yang fleksibel mempengaruhi harga pokok produk. Harga pokok produk yang bervariasi pada gilirannya akan mempengaruhi pemilihan lokasi produksi. Pajak juga mempengaruhi preferensi masyarakat akan barang substitusi. Pajak konsumsi atau pajak tujuan produk (destination taxes) tidak mempengaruhi lokasi produksi kecuali jika terdapat diskriminasi antara barang lokal dan barang impor. Pajak konsumsi spesifik akan melemahkan perdagangan internasional yang efisien. Pengenaan pajak ekspor di suatu negara menimbulkan efek distorsi yang mirip dengan bea masuk atas barang impor. Pengenaan pajak atas produk lokal tetapi tidak terhadap produk impor akan mereposisi lokasi produksi. Tax treaty merupakan suatu perjanjian perpajakan antara dua negara yang dibuat dalam rangka (1) mengantisipasi pemajakan ganda dan (2) berbagai usaha penghindaran pajak. Sebagai suatu perjanjian, treaty adalah suatu kontrak yang mengikat suatu negara dengan negara lain dalam hal perlakuan perpajakan. Personal scope mengatur tentang kepada siapa saja ketentuan-ketentuan dalam suatu treaty yang bersangkutan bisa diterapkan. Tax covered mengatur tentang jenis-jenis pajak yang perlakuannya menggunakan ketentuan tax treaty. Tie breaker rule, yaitu tentang ketentuan yang menentukan tidak berlakunya status residence atas suatu pihak dengan karakteristik tertentu. Bentuk BUT: (1) BUT fasilitas fisik timbul karena adanya fasilitas fisik seperti gedung, kantor perwakilan, pabrik, bengkel dan lain-lain; (2) BUT aktivitas ditandai dengan adanya aktivitas yang melebihi batas waktu tertentu (time test) yang dilakukan di negara lain. Aktivitas tersebut bisa berupa pelaksanaan berbagai macam jasa (seperti jasa konstruksi dan jasa jasa lainnya). Lamanya time test disesuaikan dengan kesepakatan dari kedua negara; (3) BUT asuransi ditandai dengan keadaan dimana suatu perusahaan asuransi menerima premi atau menanggung risiko di negara lain; dan (4) BUT keagenan timbul jika terdapat agen di negara lain yang

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

301

§

§

§

§

memiliki wewenang menentukan kontrak atau mengurus barang-barang dagang di negara lain. Pembentukan sebuah tax treaty yang dimulai dengan penandatanganan oleh kedua otoritas yang berwenang dan dilanjutkan dengan ratifikasi di kedua negara. Setelah kedua negara selesai meratifikasi, selanjutnya dilakukan pertukaran dokumen-dokumen ratifikasi. Setelah pertukaran dokumen ratifikasi ini selesai dilakukan maka tax treaty pun dapat diberlakukan. Tax treaty dapat berakhir setelah periode tertentu yang telah disepakati oleh kedua negara. Salah satu negara dapat mengakhiri sebuah tax treaty dengan cara mengadakan pemberitahuan terlebih dahulu yang harus dilakukan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan yang telah disepakati. Cakupan minimalisasi pajak berganda: (1) penghasilan barang-barang tak bergerak, (2) laba usaha, (3) laba perusahaan transportasi, (4) dividen, (5) pendapatan bunga, (6) royalti, (7) capital gains, (8) penghasilan jasa bebas, (9) penghasilan jasa terbatas, (10) director’s fee, (11) penghasilan artis dan olahragawan, (12) pendapatan pensiun, dan (13) gaji pegawai negeri sipil di luar negeri. Transaksi internal terjadi apabila terdapat transaksi antara pihak-pihak di kedua negara yang memiliki hubungan istimewa, dimana akan ada kecenderungan harga transaksi yang disepakati bukan merupakan harga yang wajar. Pertukaran informasi antar negara dapat menjadi salah satu senjata dalam menanggulangi praktek-praktek penyelundupan atau penggelapan pajak. Perlakuan perpajakan yang non discrimination mengandung arti bahwa dalam suatu kondisi yang sama, pihak yang bukan warga negara dari suatu negara tidak boleh menanggung kewajiban pajak yang lebih berat daripada yang ditanggung oleh warga negara dari negara tersebut. Mutual agreement procedure sebagai sarana untuk memecahkan kesulitan yang timbul sebagai akibat dari perbedaan interpretasi atas suatu ketentuan dalam sebuah tax treaty. Dalam kesepakatan internasional, setiap penghasilan yang diterima oleh anggota suatu korps diplomatik atau konsulat, ditetapkan hanya dikenai pajak di negara di mana mereka berasal. Mengingat sifat perjanjiannya yang bilateral, antara dua negara, tax treaty mengalahkan UU PPh yang berlaku di masing masing negara treaty partner. Setiap tax treaty antara suatu negara dan negara lainnya adalah suatu perjanjian yang bersifat spesifik hanya mengikat negaranegara yang terlibat dalam perjanjian tersebut. Di antara sejumlah negara terdapat kepentingan bersama yang mendorong mereka untuk bekerja sama dalam proyek patungan. Ini menyebabkan

302

Bab 13: Pajak Internasional

§

perlunya pembagian beban biaya yang harus dipikul. Kontribusi sesuai dengan GNP, drawing rights, dan negosiasi. Nasib suatu negara ditentukan juga oleh apa yang terjadi di negara lain. Kerja sama internasional diperlukan dalam bidang kebijaksanaan stabilisasi. Koordinasi khususnya diperlukan menyangkut perdagangan dan perpindahan modal. Menurunnya pendapatan dan kesempatan kerja di suatu negara, akan menyebabkan impornya akan menurun sehingga menyebarkan kelesuan perekonomian atau malaise tersebut ke negara lain yang menghadapi penurunan ekspor. Kurs valuta asing yang fleksibel cenderung mengurangi saling ketergantungan antar negara. Aliran modal dipengaruhi oleh tingkat pengembalian yang dihasilkan di berbagai negara. Perpaduan kebijakan fiskal yang longgar dengan kebijakan moneter yang ketat akan menghasilkan suku bunga yang tinggi sehingga mengundang masuknya modal asing, dan begitu juga sebaliknya. Keuntungan bagi negara tempat penanaman modal tersebut adalah berupa kenaikan produktivitas tenaga kerja dan produktivitas faktor-faktor domestik lainnya.

LATIHAN
1) 2) 3) 4) Apa yang dimaksud dengan doktrin keunggulan komparatif ? Mengapa dikatakan perusahaan multinasional tumbuh dengan menyalahi doktrin keunggulan komparatif? Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan koordinasi pajak internasional! Jika seorang warga negara asing melakukan investasi di Indonesia, bagaimana pengenaan pajak yang dapat diberlakukan terhadapnya menurut asas keadilan antar perorangan? Jelaskan bagaimana terjadinya pergeseran beban pajak antar negara dalam hal pajak produk untuk eksport dan import! Jelaskan prinsip pajak berdasarkan : a) Asas Domisili

5) 6)

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

303

7) 8) 9)

10) 11)

12) 13) 14)

b) Asas Sumber Pendapatan Jelaskan prinsip-prinsip pajak yang mendasari pengenaan pajak komoditi! Jelaskan secara singkat aspek efisiensi koordinasi pajak produk! Jelaskan apa yang dimaksud dengan : a) Destination Taxes b) Origin Taxes Jelaskan pengaruh pengenaan pajak produksi umum suatu negara dalam ekspor, impor, dan kurs valuta asing negara tersebut! Jelaskan mengapa dikatakan kurs valuta asing yang fleksibel cenderung mengurangi saling ketergantungan dan gejolak perdagangan di antara dua negara yang bekerja sama! Apa yang anda ketahui tentang Tax Treaty dan cakupannya? Jelaskan konsep Tie Breaker Rule untuk orang pribadi dan pihak ketiga! Diskusikan mengapa dikatakan Tax Treaty mengalahkan UU PPh?

KEBIJAKAN DAN STRUKTUR BELANJA PUBLIK

Bab ini akan membahas struktur belanja publik dan permasalahan kebijakan dalam penyusunan program belanja. Sebagai penyelenggara negara, salah satu fungsi pemerintah adalah menjadi penyedia barang dan jasa pada sektor tertentu dan menjadi fasilitator dalam hal penyelenggaraan barang dan jasa lain yang diadakan oleh sektor swasta. Khusus dalam penyediaan public goods atau barang publik1, pemerintah dapat berperan baik sebagai penyedia maupun sebagai regulator ketika barang publik ini diadakan oleh swasta. Adapun barang publik yang dimaksud di sini adalah jalan raya, pelabuhan (baik laut maupun udara), listrik, telekomunikasi, pembuangan sampah, limbah dan lain sebagainya.
1

Keterangan mengenai barang publik dapat dibaca di bab-bab awal

306

Bab 14: Kebijakan dan Struktur Belanja Publik

Dalam prakteknya, tidak ada rumus yang pasti mengenai bentuk maupun ukuran besarnya sektor publik. Namun demikian, ada beberapa prinsip umum yang dapat dijadikan alasan penyelenggaraan sektor umum ini oleh negara, misalnya kegagalan pasar dimana pasar tidak dapat mengalokasikan sumber daya secara efisien dan aspek distribusi ke seluruh pelosok negara. Secara umum dapat dikatakan bahwa perencanaan dan penerapan prioritas pengeluaran publik serta perpaduan yang serasi antara sektor publik dan swasta, memerlukan penjajakan yang terinci dan sangat tergantung dari keadaan masing-masing negara. Dalam setiap sektor, cara terbaik dengan menganalisa kebutuhan-kebutuhan yang saling bersaing dalam masing-masing program. Tujuan negara, potensi trade-off, dan indikator ekonomi dan sosial seperti berapa kilometer jalan yang harus dibangun, akses ke air bersih dan sanitasi, angka masuk sekolah, angka kematian bayi dan angka harapan hidup dapat digunakan untuk menentukan prioritas kebutuhan-kebutuhan di berbagai sektor. Di bawah ini akan dibahas hal-hal yang menjadi dasar kebijakan belanja publik serta hal-hal yang berpengaruh terhadap struktur belanja publik.

KONSEP WELFARE STATE
Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah suatu negara hampir bisa dipastikan mempunyai landasan filosofis yang dapat ditarik ke akar ideologisnya. Kebijakan keuangan publik pun tidak terkecuali. Kebijakan pengeluaran publik sangat dipengaruhi oleh bagaimana suatu negara memandang dirinya dalam hubungannya dengan rakyatnya, terutama dalam konsep kesejahteraan atau welfare. Konsep welfare state ini dipahami secara berbeda oleh berbagai negara, yang menghasilkan pola pengeluaran publik yang berbeda pula. Esping-Andersen mengkategorikan tiga jenis pokok dari welfare regime, yaitu: § Corporatist regimes, berorientasi kerja dan diatur berdasarkan kontribusi individual. § Social democratic regimes, mengacu pada nilai-nilai dan prinsipprinsip universal. § Liberal regimes, cenderung bersifat residualis. Sistem residual cenderung tidak melembagakan jaminan sosial. Namun demikian, dalam hal terjadinya kemiskinan dan ketidakmampuan membayar jasa kesehatan, maka negara pembayaran jasa kesehatan ini ditanggung oleh negara melalui program jaring pangaman sosial.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

307

Sebagai contoh, kita akan melihat bagaimana konsep ini diterapkan pada berbagai negara.

Inggris
Briggs (1961) dalam literaturnya yang terkenal mengenai belanja publik berkaitan dengan kesejahteraan, mengidentifikasikan tiga hal pokok dalam belanja publik yang berkaitan dengan kesejahteraan, yaitu: § Jaminan standar minimum, termasuk penghasilan minimum § Perlindungan sosial bila diperlukan § Penyediaan jasa pelayanan umum sebaik-baiknya Uraian Briggs ini kemudian menjadi “pakem” atau model kesejahteraan dimana elemen kuncinya adalah perlindungan sosial, diikuti dengan penyediaan pelayanan kesejahteraan sesuai hak warga negara. Dalam prakteknya, kesejahteraan sosial di Inggris sangat jauh dari nilai ideal ini. Tingkat cakupan (coverage) layanan memang tinggi, dalam arti pelayanan ini menjangkau sekuruh masyarakat (sebagai contoh, National Health Service berlaku bagi seluruh warga negara Inggris tanpa pandang bulu) namun mutu pelayanan masih belum maksimal. Sedangkan perlindungan sosial yang diselenggarakan bagi rakyat Inggris juga masih bersifat tambal sulam.

Perancis
Sistem kesejahteraan di Perancis dirancang berdasarkan prinsip solidaritas, yang berarti bahwa kesejahteraan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama dan risiko ditanggung bersama. Sistem ini berusaha mencapai fullcoverage. Pada awalnya, hal ini dilakukan dengan memperluas jaminan sosial yang mencakup kesehatan dan jaminan sosial lain yang bersifat ekstensif atau mencakup semua penduduk termasuk mereka yang tadinya terpinggirkan. Mulai tahun 1988, diperkenalkan sistem terbaru dimana jaminan atas kebutuhan dasar ditambah dengan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan masing-masing orang. Sistem semacam ini selain kompleks juga mahal untuk dilaksanakan, sehingga akan menimbulkan masalah pada anggaran pengeluaran publik negara tersebut. Hal yang menjadi keprihatinan pemerintah setempat bukanlah pengangguran, melainkan usia lanjut, karena adanya keistimewaan yang diberikan kepada kelompok masyarakat tertentu. Selain itu pengeluaran untuk kesehatan masyarakat juga menjadi bermasalah dalam era swastanisasi dan

308

Bab 14: Kebijakan dan Struktur Belanja Publik

liberalisasi dimana jasa sangat tergantung pada pasar. Karena liberalisasi kesehatan ini menjadikan jasa pelayanan kesehatan menjadi mahal.

Amerika Serikat
Amerika Serikat seringkali digolongkan sebagai negara yang menganut paham liberal dalam hal penyediaan kesejahteraan bagi rakyatnya, yang tercermin dalam konsep individualisme, laissez-faire (mengikuti arah pasar), paham residualisme, dan pandangan miring mengenai kemiskinan. Hal-hal tersebut di atas seringkali mewarnai debat mengenai konsep kesejahteraan di AS. Walaupun demikian, sistem kesejahteraan di AS tidak seragam. Federalisme mengakibatkan banyak keputusan penting, termasuk yang menyangkut kesejahteraan sosial, diatur di tingkat negara bagian. Sebagai contoh, di Minnesota dan Hawaii kesehatan masyarakat dibiayai oleh negara. Sebagai perbandingan dengan negara-negara berkembang, pemerintah pusat memiliki peran yang terbatas dalam penyediaan kesejahteraan sosial. Dalam prakteknya, AS memiliki sistem pluralistik, bukan sekedar liberal. Terdapat perbedaan yang signifikan dari model residual, misalnya sekolah negeri, jaminan sosial, maupun Veteran’s Administration menjamin kesejahteraan lebih dari empat puluh juta jiwa. Selain aktivitas di level pemerintah federal dan negara bagian, penyedia jaminan kesejahteraan juga mencakup sektor swasta. Hasilnya, sistem yang ada juga kompleks dan mahal.

Negara-negara Berkembang
Masalah utama yang dihadapi oleh negara berkembang adalah kemiskinan. Menurut World Bank, setengah dari populasi dunia hidup dengan pendapatan kurang dari dua dollar per hari. Menurut Amartya Sen, kemiskinan bukan saja berakar dari kekurangan sumber daya, tapi lebih disebabkan oleh kurangnya entitlement:. Kelaparan terjadi bukan karena kurang pangan, melainkan karena orang miskin tidak boleh makan makanan yang ada. Untuk itulah perlu adanya pembangunan ekonomi, karena pembangunan ekonomi akan memproduksi barang materil, meningkatkan persatuan dan ketergantungan antar bangsa, yang paling penting dapat meningkatkan entitlement. Namun pada saat yang sama, pembangunan ekonomi juga menimbulkan korban. Pembangunan juga menjadikan orang miskin lebih rentan, karena akar kehidupan tradisionalnya dirombak, dan selanjutnya dapat mengakibatkan polarisasi sosial. Structural adjustment yang dipersyaratkan oleh lembaga keuangan internasional yang bertujuan untuk mendorong negara berkembang memasuki pasar bebas,

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi

309

ternyata banyak dituding sebagai penyebab makin rentan dan tidak terlindunginya masyarakat miskin. Pada tahun 1980an, badan keuangan internasional yaitu IMF dan World Bank meluncurkan suatu program yang disebut Structural Adjustment Program (SAP) untuk membantu negara-negara berkembang mengatasi kemiskinannya dan memasuki perekonomian pasar bebas. Program ini terdiri atas paket pinjaman dan saran-saran tentang langkah-langkah restrukturisasi yang harus diambil pemerintah dalam kebijakan perekonomian negara. Salah satu persyaratan untuk dapat memperoleh paket bantuan tersebut adalah negara yang bersangkutan harus melakukan ’efisiensi’ dengan cara mengurangi anggaran pengeluaran untuk sektor-sektor yang tidak menguntungkan (dalam hal ini adalah sektor-sektor sosial) seperti kesehatan, pendidikan dan sektor sosial lain. Secara bertahap, penyelenggaraan sektorsektor tersebut dan dialihkan ke sektor swasta. Peran negara sebagai penyelenggara dikurangi sedapat mungkin dan beralih fasilitator bagi sektor swasta yang terlibat. Hal ini tentu saja mengakibatkan pengeluaran negara dalam sektor publik menjadi berkurang. Ketika paket pinjaman bersyarat ini diambil dan dilaksanakan oleh negaranegara berkembang yang membutuhkan bantuan, memang terjadi sedikit peningkatan pertumbuhan. Namun, dampak sosial yang semula tidak diantisipasi ternyata sangat parah. Peningkatan pertumbuhan yang dihasilkan oleh paket ini ternyata hanya dicapai oleh segelintir orang sedangkan sejumlah besar lainnya justru terjerumus ke jurang kemiskinan akibat dihapuskannya sebagian anggaran kesejahteraan dari anggaran pemerintah. Pengelolaan sektor tersebut oleh pihak swasta yang bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan, mengakibatkan meningkatnya harga jual barang dan jasa publik. Konsekuensi dari hal ini adalah bahwa jasa tersebut hanya dapat dinikmati oleh pihak yang mampu. Sedangkan kaum marjinal makin terpinggirkan. Trickle down effect yang semula diyakini akan terjadi ternyata tidak menjadi kenyataan (Sen, 1999). Hal ini kemudian diusahakan untuk diperbaiki dengan pola pinjaman bersyarat yang baru yaitu Poverty Reduction Strategy Paper, yang menurut banyak pihak hanya nama baru dari wajah lama.

310

Bab 14: Kebijakan dan Struktur Belanja Publik

www.globalissues.org Pertumbuhan belanja publik sangat erat kaitannya dengan tuntutan kemajuan masyarakat dan dikehendakinya pertimbangan sosial yang diperankan oleh pemerintah dalam menjalankan kebijakannya. Dari studi empiris di Amerika Serikat telah dibuktikan bahwa belanja publik menunjukkan angka yang cenderung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Belanja publik juga cenderung mengalami kenaikan porsinya, apabila dibandingkan dengan total pendapatan nasional. Kajian-kajian struktur belanja publik perlu mempertimbangkan kondisi objektif ini.

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERTUMBUHAN
Dalam memahami faktor penyebab pertumbuhan belanja publik, perlu dibedakan faktor antara belanja barang jasa dan belanja transfer. Kedua faktor ini mempunyai karakteristik yang berbeda satu sama lain.

Faktor belanja barang dan jasa
Faktor-faktor yang mempengaruhi belanja barang dan jasa di antaranya adalah sebagai berikut: § Pertumbuhan Pendapatan per Kapita Proporsi antara barang pribadi dan barang publik selalu berubah sesuai dengan kenaikan pendapatan per kapita, porsi barang publik selalu menunjukkan peningkatan. Implikasinya adalah bahwa kebijakan anggaran yang efisien menghendaki adanya peningkatan rasio pembelian pemerintah terhadap pendapatan nasional. Biasanya, peningkatan per kapita seiring dengan perkembangan perekonomian yang berubah dari negara agraris (yang diasumsikan berpendapatan rendah) menjadi negara industri (yang diasumsikan berpendapatan tinggi). Permintaan barang publik akan semakin meningkat dengan meningkatnya pendapatan per kapita. Ernst Engel seperti dikutip oleh Musgrave mengatakan bahwa semakin tinggi pendapatan maka semakin tinggi pengeluaran untuk barang-barang tertentu. Selama pendapatan rata-rata

Pola pertumbuhan belanja publik untuk penyediaan barang modal kelihatannya terbalik tetapi pengembangan industri akan menimbulkan akibat sampingan. apabila sektor swasta telah terbuka kesempatannya menanamkan modal dalam pengembangan industri. seperti jalan. . kecenderungan seperti di atas mempunyai dua kemungkinan. maka proses produksi juga berubah. terdapat kecenderungan yang meningkat. pembangunan ekonomi menimbulkan kebutuhan khusus terhadap barang modal. investasi dalam sumber daya manusia dan biaya pendidikan akan mengalami peningkatan selama pendapatan meningkat seiring dengan laju pembangunan. Pada tahap awal.seperti keamanan. seperti polusi dan kemacetan kota yang pada gilirannya akan menyebabkan peningkatan investasi pemerintah. Barang modal tersebut mempunyai manfaat yang bersifat eksternal dimana belanja modal diperlukan dalam jumlah yang besar yang memerlukan pengembalian jangka panjang. Kebutuhan akan barang modal ini harus lebih besar pada awal pembangunan ekonomi dan peran pemerintah akan semakin menurun dalam pengadaan barang modal. Ditambah. sehingga tidak mudah dilakukan oleh pihak swasta.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 311 meningkat. Akhirnya. pelabuhan dan instalasi listrik. seperti penyelidikan angkasa luar dan pangkalan perahu. seperti pendidikan tinggi dan pelayanan kesehatan akan mengalami kecenderungan yang semakin meningkat bila pendapatan meningkat. Sedangkan kebutuhan lainnya. Perubahan teknologi dapat meningkatkan atau menurunkan kepentingan penyediaan barang publik yang mempunyai manfaat eskternal besar sehingga harus disediakan oleh pemerintah. Dengan demikian. dapat disimpulkan bahwa tidak dapat diestimasikan secara tepat kecenderungan yang akan terjadi pada belanja publik untuk barang konsumsi dan barang modal yang diakibatkan pertumbuhan pendapatan per kapita.mengalami kecenderungan menurun. Pengamatan bisa dilakukan juga pada belanja publik dalam penyediaan barang modal. Barang publik yang merupakan kebutuhan dasar (bukan kemewahan) . Kadang kecenderungannya meningkat dan kadang menurun. barang-barang pelayanan umum yang merupakan barang mewah. maka pola konsumsi bagi perekonomian diharapkan akan meningkat pula. pendidikan dasar dan sanitasi . Jika teknologi berubah. § Perubahan Teknologi Perubahan teknologi mempunyai pengaruh penting dalam pertumbuhan porsi belanja publik. Untuk barang publik.

Hal ini terutama disebabkan oleh adanya inflasi harga faktor produksi yang dibeli pemerintah lebih cepat dibanding dengan rasio deflasi dalam pendapatan nasional. Perubahan teknologi juga mempercepat barang menjadi usang sehingga biaya penggantian akan meningkat. permintaan jalan raya bergerak sangat cepat. § Urbanisasi Proses urbanisasi dapat menimbulkan permasalahan bagi pemerintah. Menurut Musgrave. kemacetan di perkotaan mengakibatkan meningkatnya § . Dalam jangka panjang. sehingga belanja sektor publik meningkat dibandingkan masa kereta kuda dan mesin uap yang digunakan untuk kereta api. bukan berarti porsi belanja publik dalam pendapatan nasional harus meningkat. perbedaan respon terhadap inflasi bukanlah merupakan faktor utama. bisa diestimasikan bahwa porsi belanja publik akan meningkat. Kebutuhan pendidikan juga akan mendorong peningkatan permintaan perumahan dan penyediaan jaminan hari tua. tak kalah penting adanya pengaruh perubahan biaya jasa publik terhadap pengeluaran publik. sifat penyediaan barang dan jasa publik yang dapat mengubah komponen pendapatan nasional menjadi kurang apabila dibandingkan dengan perubahan teknologi. § Perubahan Populasi Perubahan populasi terutama akan meningkatkan belanja pendidikan dan kesehatan karena terjadi perubahan komposisi umur. kecuali terbukti teknologi angkasa luar menjadi barang pribadi. karena sifatnya yang elastis.312 Bab 14: Kebijakan dan Struktur Belanja Publik Sebagai contoh. Biaya Relatif Selain perubahan-perubahan kuantitas seperti diuraikan di atas. Sebuah barang publik dapat disubstitusi dengan barang pribadi. Perubahan teknologi di masa datang yang menyebabkan membengkaknya anggaran pemerintah adalah bidang teknologi angkasa luar yang merupakan faktor penting dalam porsi pengeluaran negara. penemuan mesin pembakaran mengakibatkan berkembangnya industri mobil. kecuali bila permintaan barang publik bersifat inelastis. pada akhirnya menyebabkan pertumbuhan anggaran. Peningkatan populasi yang disertai mobilitas populasi juga mendorong pertumbuhan kota baru yang menyebabkan kebutuhan peningkatan pelayanan umum. Dengan meningkatnya industri mobil. Meskipun biaya jasa publik menjadi lebih mahal. Contoh lain adalah perubahan teknologi persenjataan yang mengakibatkan meningkatnya pengeluaran militer. Sebagai contoh.

. Penjelasan ini perlu dihubungkan dengan perubahan sosial dan politik. Kecuali. kebutuhan untuk pendistibusian kembali pendapatan akan menurun jika pendapatan rata-rata meningkat. jika tujuannya untuk mencapai tingkat minimum pendapatan. Program ini lebih merupakan alat untuk menyediakan jaminan hari tua dengan dasar pembiayaan swadaya. Hal ini mendorong meningkatnya kebutuhan barang-barang yang perlu disediakan oleh pemerintah. sehingga ruang lingkup pendistribusian kembali – yaitu transfer pendapatan sebagai suatu persentase dari pendapatan nasional – akan tetap konstan. Faktor Belanja Transfer Sejak tahun 1930-an. penyesuaian atau perbaikan atas ketimpangan tersebut yang perlu dilakukan. diperlukan peningkatan penyediaan kebutuhan penduduk berusia lanjut. peningkatan pendapatan rata-rata tidak mengubah kebutuhan untuk mendistribusikan kembali pendapatan. Sehingga. Kedua. Pertama. jika tujuan pendistribusian kembali pendapatan adalah untuk menyesuaikan pendapatan keluarga. perubahan hanya terjadi pada tingkat yang tidak signifikan atau distribusi pendapatan tetap stabil dan hanya sedikit mengarah pada pemerataan. Apabila terjadi penurunan pertumbuhan populasi dalam bentuk meningkatnya penduduk yang lanjut usia. perubahan tersebut diikuti dengan pergeseran rasio penduduk pensiun ke usia kerja sehingga memerlukan peningkatan dalam rasio pengeluaran publik untuk penduduk usia lanjut terhadap pendapatan nasional.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 313 kebutuhan akan infrastruktur dan pelayanan umum. Adanya perubahan ruang lingkup redistribusi pendapatan dapat timbul sebagai akibat dari faktor-faktor demografi. porsi belanja keperluan sosial dalam pendapatan nasional di Amerika Serikat meningkat seiring dengan peningkatan pertumbuhan transfer. Namun demikian. Tindakan pendistribusian kembali pendapatan tersebut dapat dipengaruhi dari dua arah. apakah ada tekanan politis untuk mendistribusikan pendapatan kembali atau tidak. Contohnya adalah peningkatan asuransi hari tua. Tingkat pendapatan minimum ditentukan dalam pengertian ratarata. Sistem ini ditujukan untuk menyeimbangkan besarnya distribusi pendapatan melalui transfer dari anggaran pengeluaran ke program pembelian pemerintah yang ditujukan bagi penyediaan barang dan jasa untuk kelompok berpenghasilan rendah. jika terdapat ketimpangan pendapatan oleh karena peningkatan pendapatan per kapita.

sementara dana terbatas untuk satu proyek. Petimbangan distribusi dimulai dengan penentuan apakah bobot distribusi dapat digunakan dalam menilai besarnya manfaat dan biaya. Manfaat yang akan diperoleh A dan B masing-masing $70. dengan memperlunak konsep. Perlu diadakan persyaratan tambahan agar proyek tetap dikatakan efisien yaitu bahwa penggantian kerugian harus benar-benar dilaksanakan dalam bentuk transfer dari A dan B kepada C. Namun demikian. Akan tetapi dalam kenyataannya.314 Bab 14: Kebijakan dan Struktur Belanja Publik Efisiensi dan Keadilan dalam Belanja Publik Prinsip pareto optimum mengatakan bahwa proyek dikatakan efisien jika memberi manfaat paling tidak kepada satu orang dan tidak merugikan orang lain. dikatakan bahwa proyek tersebut layak dibangun. tingkat efisien semacam itu dapat dicapai.000 yang akan dibebankan dari general fund.000. Efisiensi proyek tergantung bagaimana mendefinisikan efisiensi tersebut. sehingga salah satu harus dikorbankan. B. dan C harus membiayai masing-masing senilai $50.000 dan C adalah $40. meskipun C mengalami kerugian. Misalkan suatu jalan akan dibangun dengan biaya $150. jumlah agregat manfaat bersih senilai $30. Tetapi dalam kenyataan.000. proyek semacam itu sangat sulit dicapai sehingga diusulkan agar konsep efisiensi diperlunak. Proyek I. Cara yang lebih tepat adalah mendistribusikan beban pajak sedemikian rupa sehingga tidak seorang pun mengalami kerugian bersih dan kondisi ini menghasilkan proyek yang efisien menurut prinsip pareto optimum. Problem utamanya adalah preferensi seseorang tidak mudah untuk diungkapkan dan mungkin saja proyek tersebut tidak efisien. pihak C tidak menerima manfaat dan kerugiannya belum tentu akan diganti. Yang pertama. prinsip pareto optimum dilanggar. Berdasarkan kriteria ini. dimisalkan ada dua buah proyek yang dipertimbangkan dimana kedua proyek mempunyai biaya dan tingkat penggunaan yang sama. Pada kasus ini. sehingga manfaat agregat adalah $180. Karena nilai manfaat lebih besar dari biayanya. pertimbangan mengenai distribusi dan fungsi obyektif dapat dipertimbangkan dalam menentukan kebijakan proyek. sehingga A.000 dapat disahkan dan proyek dikatakan efisien. efisiensi proyek tetap ada apabila orang-orang yang diuntungkan (A dan B) dapat menutupi kerugian pihak lain ( C ) dan dipandang masih lebih baik dibandingkan dengan tidak ada proyek. . Aspek Keadilan Dalam meninjau aspek keadilan dalam belanja publik. Secara teoritis.000.

Apabila nilai nominal proyek yang dijadikan dasar pertimbangan. Hasil yang berisiko dapat diestimasikan dengan cara pembobotan . proyek II akan lebih diutamakan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 315 dimisalkan. berupa penyediaan taman bermain di lingkungan masyarakat berpenghasilan tinggi dan proyek II. penggunaan bobot distribusi dalam perhitungan biaya-manfaat dapat digunakan sebagai alat pengoreksi aspek distribusi. Jika kondisi yang berlaku adalah distribusi optimal. Alternatif I akan memilih lokasi konstruksi di daerah yang upahnya tinggi. berupa penyediaan taman serupa untuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Setiap rupiah yang dibelanjakan oleh masyarakat miskin dapat dinilai lebih tinggi sehingga proyek II akan dipandang lebih layak. pertimbangan sosial dapat menyimpulkan sebaliknya. masyarakat berpenghasilan tinggi akan menerapkan nilai yang lebih tinggi dibanding masyarakat berpenghasilan rendah karena mereka mampu membayar lebih tinggi dan proyek I dianggap lebih layak. Dimisalkan akan dibangun sebuah kapal laut. dimisalkan. Tetapi. Hal ini menunjukkan kecocokan dengan konsep efisiensi yang lebih luas. karena nilai manfaat bersih lebih tinggi. jika distribusi yang berlaku tidak optimal. jika distribusi pendapatan tidak optimal. Risiko Perubahan Perekonomian Perencanaan proyek berlangsung dalam ketidakpastian dan risiko ketidakpastian manfaat di masa akan datang akan mengurangi nilai sekarang dan harus diperhitungkan dalam perencanaan pengeluaran investasi pemerintah. lokasi I dianggap lebih layak. Bobot ditentukan dari kejadian yang ditunjukkan oleh perilaku di masa lalu. Dapat disimpulkan. karena memberikan manfaat kepada mereka yang berpenghasilan rendah. bila bobot distribusi pendapatan diperhitungkan. Misalkan juga biaya modal. Fungsi obyektif dapat digunakan sebagai alat untuk menghitung pembobotan dalam rangka memaksimalkan kesejahteraan sosial. bahan baku dan transportasi di lokasi I lebih rendah. evaluasi sosial yang tercermin dari kesejahteraan sosial akan menyimpang dari evaluasi swasta dan proyek II akan dipandang lebih layak. Tanpa mempertimbangkan aspek distribusi. sehingga total biaya di lokasi I akan lebih rendah. pemerintah bermaksud mendistribusikan beban pajak sedemikian rupa sehingga sesuai dengan prinsip pengorbanan yang sama. sementara alternatif II memilih lokasi yang tingkat upahnya rendah. Tetapi. Atau bobot dapat diperoleh dari analisis pajak penghasilan. penilaian proyek yang didasarkan pada permintaan konsumen juga akan optimal dipandang dari segi sosial. Kondisi yang sama juga muncul jika ada dua proyek yang menghasilkan jasa yang sama. tetapi dengan biaya yang berbeda. berdasarkan asumsi bahwa dalam menerapkan tarif pajak. Akan tetapi. Permasalahan timbul dalam menyusun peringkat manfaat kedua proyek tersebut.

316 Bab 14: Kebijakan dan Struktur Belanja Publik berbagai hasil berdasarkan angka probabilitasnya dimana jumlah probabilitas adalah sama dengan satu. jasa pemadam kebakaran. Belanja Perlindungan Umum Belanja dalam kategori ini dibedakan dengan belanja pertahanan. Risiko perubahan perekonomian mempunyai implikasi perlunya pendiskontoan atas manfaat maupun biaya. Belanja Urusan Ekonomi Belanja yang termasuk dalam kategori ini diantaranya belanja urusan ketenagakerjaan. jasa rumah tahanan dan penjara. Belanja Jasa Publik Umum Belanja-belanja yang termasuk dalam kategori ini antara lain belanja operasi untuk organisasi eksekutif dan legislatif. Salah satu kriteria yang sering digunakan untuk mengklasifikasikan belanja pemerintah adalah seperti diuraikan dalam Government Finance Statistics Manual. dan belanja administrasi transfer antar unit pemerintah. Belanja Pertahanan Belanja-belanja dalam kategori ini antara lain belanja pertahanan militer dan sipil. 3. karena adanya dimensi waktu. belanja riset dasar. belanja transaksi hutang. KLASIFIKASI BELANJA PUBLIK Klasifikasi belanja publik dapat dikategorikan berdasar berbagai macam kriteria. belanja untuk jasa-jasa umum. Penjumlahan hasil tertimbang ini kemudian akan digunakan dalam analisis nilai manfaat yang diharapkan. jasa pengadilan. Evaluasi proyek jangka panjang perlu mempertimbangkan dinamika perkembangan perekonomian yang berkaitan dengan harga relatif dan pengaruh distorsi harga. riset pertahanan dan sebagainya. dan juga riset untuk perlindungan publik. di antara contohnya adalah belanja jasa kepolisian. 2. belanja kehutanan dan . bantuan militer untuk asing. belanja komersial dan ekonomi. analisis manfaat biaya harus dibuat dalam berbagai alternatif saat dimulainya proyek. Klasifikasi belanja menurut fungsi pemerintah adalah sebagai berikut: 1. Akibatnya. 4. Pengaruh penundaan satu tahun akan menyebabkan perubahan nilai sekarang atas perhitungan neto manfaat dan biaya.

dan risetnya. Sehingga. Belanja Perumahan dan Public Utilities Belanja dalam kategori ini diantaranya adalah pengembangan perumahan dan pemukiman. terutama negara-negara berkembang yang memiliki sumber daya terbatas. satu hal penting yang harus dilakukan adalah dengan memperbaiki aspek distribusi. pertambangan. 9. Belanja Rekreasi. 7. Bagaimana menilai dampak pengeluaran publik bagi masyarakat? . belanja penerangan jalan. termasuk risetnya. komunikasi dan belanja untuk perindustrian lainnya. Belanja Kesehatan Belanja kesehatan meliputi perlengkapan dan peralatan kesehatan. Belanja Perlindungan Lingkungan Belanja yang termasuk di sini diantaranya adalah belanja pengelolaan limbah dan polusi. namun harus diingat bahwa anggaran pengeluaran juga sangat terbatas. yaitu: Apakah inti dari tujuan distribusi dari pengeluaran publik? 2. 5. dan pendidikan tinggi. termasuk belanja pendukung pendidikan lainnya. World Bank menggarisbawahi tiga pertanyaan penting yang harus dihadapi oleh pemerintah. pendidikan menengah. Secara umum. pemerintah menghadapi adanya permintaan yang saling bersaing dan juga perdebatan apakah pola pengeluaran publik yang diterapkan dapat benar-benar memenuhi tujuan distribusi. belanja energi dan bahan bakar. Belanja Publik dan Prinsip Keadilan Dalam praktek penyelenggaraan negara.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 317 pertanian. 10. Budaya dan Agama Di antara belanja yang termasuk dalam kategori ini adalah belanja jasa olahraga dan rekreasi. seringkali terjadi pertentangan kepentingan antara keinginan untuk menghapuskan kemiskinan dengan kemampuan keuangan negara yang bersangkutan untuk mendanai proyek-proyek yang bertujuan mengurangi kemiskinan tersebut. 6. 8. belanja jasa kebudayaan. transportasi. jasa penyiaran. Belanja Perlindungan Sosial Belanja-belanja yang termasuk dalam kategori ini diantaranya belanja perlindungan terhadap manusia lanjut usia (manula). Sebagai akibatnya. dan lain-lain. pengeluaran publik yang tepat tentu saja akan membantu. proteksi keragaman hewani maupun tata kota. dan belanja sosial lainnya. sistem penyediaan air bersih. belanja perlindungan anak dan keluarga. jasa urusan keagamaan dan komunitas. jasa kepada pasien. dan pekerjaan-pekerjaan umum lainnya. Dalam hal ini. 1. jasa rumah sakit umum. Belanja Pendidikan Pendidikan mencakup belanja pendidikan dasar. Bagaimana cara memenuhi kebutuhan publik dengan anggaran yang terbatas? 3. belanja untuk mengatasi pengangguran.

kaum miskin sangat rentan terhadap risiko yang disebabkan oleh perubahan cuaca. Misalnya dengan melaksanakan program Jaring Pengaman Sosial yang diadakan setelah Indonesia mengalami krisis moneter. seperti pendidikan dasar dan kesehatan masyarakat. Dalam prakteknya. § Membantu mengatasi masalah kerentanan (vulnerability).318 Bab 14: Kebijakan dan Struktur Belanja Publik Inti dari tujuan distribusi dari pengeluaran publik adalah: § Mengutamakan pertumbuhan ekonomi yang berpihak pada kaum miskin/marginal. namun mereka dijangkau melalui pentargetan jasa atau komoditi yang paling banyak mereka konsumsi. serta infrastruktur dasar seperti air bersih dan sanitasi. Sehingga. yang juga menjangkau rakyat miskin. proyek padat karya serta pembangunan daerah tertinggal. peran pemerintah merupakan kunci keberhasilan pertumbuhan ekonomi secara utuh. Pendapatan seseorang/keluarga dapat berfluktuasi sepanjang waktu. yang tertinggal. mungkin juga ada masalah kesenjangan pembangunan antara daerah yang satu dengan lainnya. terutama pada perekonomian pedesaan. kaum marjinal tidak menjadi target secara individual. Pertama adalah broad targeting atau pentargetan secara luas. . dilakukan dengan menargetkan individu atau keluarga yang masuk kategori miskin. karena tanpa campur tangan pemerintah ketersediaan barang dan jasa tersebut tidak dapat terpenuhi. misalnya kelompok lanjut usia dan penderita cacat fisik. Peran pemerintah dalam penyediaan beberapa jenis barang dan jasa tidak dapat dipungkiri. Bagaimana caranya agar belanja publik dapat memenuhi ketiga kriteria ini dengan sumber daya yang terbatas? Jawaban yang sering diberikan bagi pertanyaan ini adalah “targeting”. dimana consumption smoothing juga tidak sempurna. Dengan demikian. Contoh yang paling sering digunakan adalah dengan mentargetkan jasa sosial dasar. Mungkin akan makan waktu agak lama bagi beberapa kelompok masyarakat untuk dapat berperan serta dalam pembangunan. pemberian susu dan makanan tambahan bagi balita miskin. program kredit mikro yang ditujukan bagi wanita pedesaan. yang bahkan memang tidak akan mungkin dapat berpartisipasi dalam pembangunan. pendekatan targeting dapat dikategorikan menjadi dua hal. Kelompok inilah yang memerlukan perhatian khusus. § Membantu mereka yang terpinggirkan/tertinggal dalam proses pertumbuhan ekonomi. yaitu dengan mengarahkan belanja publik untuk memenuhi kebutuhan kelompok masyarakat yang membutuhkan: yang miskin. yang terbelakang dan yang rentan terhadap risiko. Pendekatan kedua. Yang juga sering dilakukan adalah dengan mentargetkan aktivitas pembangunan pedesaan. Mereka inilah yang menjadi target group dari kebijakan belanja publik tertentu. Selain itu. yaitu targeting secara sempit. perubahan harga maupun hancurnya dukungan masyarakat setempat selama terjadinya krisis. Dalam hal ini.

4 7. Kedua pendekatan ini memiliki kekuatan dan kelemahan. . Sampai seberapakah pengukuran ini dapat diandalkan? Metode-metode pengukuran yang ada dapat diklasifikasikan sebagai "benefit incidence studies" (Demery 1997. tujuan kebijakan...7 4.6 4. Tidak ada aturan yang baku tentang mana yang lebih baik antara kedua pendekatan ini. Biasanya yang efektif adalah kombinasi keduanya. 4.. .6 5..9 1. . dan van de Walle 1998a untuk tinjauan ini).2 5 5.4 .8 5...2 6. Kebijakan yang tepat akan sangat tergantung pada peta kemiskinan. terutama bagi masyarakat miskin.3 2.2 . Hammer et al. Ekonometri sendiri.1 7. . . .1 6. Prioritas Belanja Publik Berbagai Negara Belanja Pendidikan (% dr GDP) HDI rank 1990 1999-2001 Belanja Kesehatan (% dr GDP) 1990 2001 Belanja militer (% dr GDP) 1990 2002 Total debt service (% dr GDP) 1990 2002 High human development 1 2 3 4 5 8 9 12 Medium human Norwegia Swedia Australia Kanada Belanda Amerika Serikat Japan Inggris 7.6 5. terutama bagaimana rakyat miskin bisa mendapatkan manfaat pembangunan.8 7..Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 319 Masing-masing pendekatan ini memiliki kelebihan dan kekurangan. . . Sedangkan pendekatan perilaku (behavioural approaches) menggunakan ekonometri maupun metode eksperimental.. .3 0.6 6.4 1 2.6 2. ekonomi politis.8 5.. .9 6..5 6 5.9 2. ..6 3.4 6.6 4. pembangunan infrastruktur. . .8 7.3 6.5 5.6 3.9 4 2. dapat membantu untuk memilih prioritas belanja publik.2 6. Akan selalu ada pihak yang sebenarnya tidak termasuk target namun mendapatkan manfaat. (1995) menguraikan cara untuk menggunakan kedua pendekatan ini agar saling melengkapi. serta hambatan-hambatan lain dalam instrumen kebijakan. ataupun yang sebenarnya harus dibantu namun tidak mendapat bantuan.6 5.9 1.. Bagaimana kita bisa mengukur dampak dari kebijakan publik? Informasi mengenai dampak distribusi.. Para ekonom serta para peneliti lain secara berkala mengevaluasi dampak distribusi dari kebijakan belanja publik. van de Walle 1998a) dan "behavioural approaches" (Grossman 1994.1 2 2. .7 4.2 6.. serta keadaan spesifik dari negara yang bersangkutan seperti tingkat kemampuan administratif.1 6. Banyak keputusan/kebijakan yang ada dibuat berdasarkan pengukuran kuantitatif dari dampak belanja publik untuk standar hidup. benefit incidence analysis terfokus pada manfaat rata-rata dari belanja publik dimana kesimpulan kebijakan atas reformasi belanja publik didasari oleh dampak atas margin perubahan tersebut. bila tidak hati-hati digunakan bisa menimbulkan bias pada perkiraan dampak dari proyek pembangunan. ...4 5. Misalnya.1.2 1. .. Tabel 13.1 1.7 6.

320 development 59 76 83 90 111 127 Low human development 142 145 148 171 173 Pakistan Lesotho Kenya Mozambique Burundi 2.1 5.6 8.8 6.8 9.6 Malaysia Thailand Filipina Yordania Indonesia India 5. (b) social democratic regimes.2 Sumber: Human Development Report.9 2 2.5 3.7 2.8 3.4 9.9 7.4 4.7 1.7 2.7 2.2 2.6 6.3 9.6 8. Tiga hal pokok dalam belanja publik yang berkaitan § § § § .3 4.6 0.4 1.7 3.2 4. Esping-Andersen mengkategorikan tiga jenis pokok dari welfare regime: (a) corporatist regimes.3 1.9 1.6 0.4 1 3.9 3.6 1.7 4.4 3.7 2.8 2.2 2.8 4.5 0.2 3.4 3.3 1.1 6.1 1.1 Bab 14: Kebijakan dan Struktur Belanja Publik 1.1 3. UNDP 2004. Prinsip umum yang dapat dijadikan alasan penyelenggaraan sektor umum oleh negara yaitu market failure (kegagalan pasar dimana pasar tidak dapat mengalokasikan sumber daya secara efisien) dan aspek distribusi ke seluruh pelosok negara.8 2.9 1. RANGKUMAN § Sebagai penyelenggara negara.2 3.5 0.9 5 3.9 10.6 1.6 1.4 7. Khusus dalam penyediaan barang publik.8 9.5 2.4 1 8.5 2.3 9.6 2. salah satu fungsi pemerintah adalah menjadi penyedia barang jasa pada sektor tertentu dan fasilitator jika penyelenggaraan barang jasa diadakan oleh swasta.2 8.2 3.8 10 6.9 2.7 2.1 1 4.1 2.4 1. pemerintah dapat berperan sebagai penyedia dan regulator jika barang publik diadakan oleh swasta.1 15.6 0.8 6.9 8.7 4 2. Kebijakan pengeluaran publik dipengaruhi oleh konsep welfare state yaitu bagaimana suatu negara memandang dirinya dalam hubungannya dengan rakyatnya mengenai kesejahteraan.6 2.6 11.6 4.4 3.1 3.5 15.5 4. (c) liberal regimes Konsep welfare state di Inggris sebagaimana dikemukakan oleh Briggs menekankan pada perlindungan sosial dan penyediaan pelayanan kesejahteraan .4 1.

jika pendapatan rata-rata . paham residualisme. (d) biaya relatif. Structural Adjustment Program (SAP) yang dibuat oleh badan keuangan internasional yaitu IMF dan World Bank untuk membantu negara-negara berkembang menyebabkan pengeluaran negara dalam sektor publik berkurang dan dialihkan ke sektor swasta. laissez-faire (mengikuti arah pasar). yang dipengaruhi oleh dua arah. Negara-negara berkembang mempunyai masalah utama yaitu kemiskinan. Faktor-faktor yang mempengaruhi belanja barang dan jasa antara lain: (a) pertumbuhan pendapatan per kapita. tiap negara bagian mengatur sistem kesejahteraannya masing-masing sehingga Amerika memiliki sistem pluralistik. tidak mengubah kebutuhan untuk mendistribusikan kembali pendapatan. (b) perlindungan sosial bila diperlukan. maka perubahan tidak signifikan dan distribusi pendapatan tetap stabil. dan pandangan miring mengenai kemiskinan. Faktor-faktor penyebab pertumbuhan belanja publik dibedakan atas (a) faktor belanja barang dan jasa dan (b) faktor belanja dari transfer porsi pendapatan. Jika pendapatan rata-rata meningkat. Namun. Sistem kesejahteraan di Perancis dirancang berdasarkan prinsip solidaritas. (e) urbanisasi Belanja transfer merupakan distribusi pendapatan (transfer pendapatan sebagai suatu persentase dari pendapatan nasional). (c) pelayanan jasa pelayanan umum sebaik-baiknya. (b) Distribusi pendapatan yang dilakukan untuk menyesuaikan pendapatan keluarga. (b) perubahan teknologi. Amerika Serikat menganut paham liberal dalam hal penyediaan kesejahteraan yang tercermin dalam konsep individualisme. yaitu: (a) Distribusi pendapatan yang dilakukan untuk mengatasi ketimpangan pendapatan karena peningkatan pendapatan per kapita. karena itulah diperlukan pembangunan ekonomi. Amartya Sen berpendapat bahwa kemisikinan bukan saja terjadi karena kekurangan sumber daya tetapi juga kurangnya entitlement. (c) perubahan populasi. bahwa kesejahteraan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama dan risiko ditanggung bersama.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 321 § § § § § § dengan kesejahteraan yaitu: (a) jaminan standar minimum termasuk penghasilan minimum. Kecuali tujuannya untuk mencapai tingkat minimum pendapatan. pertumbuhan ekonomi hanya dirasakan segelintir orang dan sejumlah besar lainnya justru terjerumus ke jurang kemiskinan. Akibatnya. sehingga harga jual barang dan jasa semakin meningkat. Jika dilakukan penyesuaian atau perbaikan atas ketimpangan tersebut.

(e) belanja urusan ekonomi. Tetapi jika distribusi pendapatan tidak optimal. pentargetan jasa atau komoditi yang paling banyak dikonsumsi. Aspek keadilan dalam belanja publik untuk menentukan kebijakan proyek dipengaruhi oleh pertimbangan sebagai berikut: (a) Distribusi pendapatan. yaitu: (a) mengutamakan pertumbuhan ekonomi yang berpihak pada kaum miskin/marginal. Analisis manfaat biaya harus dibuat dalam berbagai alternatif untuk mengatasi risiko perubahan ekonomi ini. (g) belanja perumahan dan public utilities. Cara memenuhi kebutuhan publik dengan anggaran yang terbatas adalah dengan melakukan “targetting” yaitu mengarahkan belanja publik untuk memenuhi kebutuhan kelompok masyarakat yang membutuhkan. (c) belanja pertahanan. (b) Fungsi obyektif. seberapa besar manfaat yang dapat diberikan bagi mereka yang berpenghasilan rendah. Pada kenyataannya prinsip ini sangat susah dicapai. (c) membantu mengatasi masalah kerentanan (vulnerability). (b) membantu mereka yang terpinggirkan/tertinggal dalam proses pertumbuhan ekonomi. terdapat dua pendekatan: (a) broad targetting atau pentargetan secara luas. Jika distribusi pendapatan optimal. (b) . penilaian proyek yang didasarkan pada permintaan konsumen akan dipandang layak dari segi sosial. (j) belanja pendidikan. dan agama. Bobot ditentukan dari kejadian yang ditunjukkan oleh perilaku di masa lalu. Perencanaan proyek berlangsung dalam ketidakpastian dan risiko ketidakpastian manfaat di masa yang akan datang akan mengurangi nilai sekarang dan harus diperhitungkan dalam perencanaan pengeluaran investasi pemerintah. (k) belanja perlindungan sosial. Inti dari distribusi pengeluaran publik. Government Finance Statistics Manual menguraikan klasifikasi belanja menurut fungsi pemerintah sebagai berikut: (a) belanja jasa publik umum. budaya. Prinsip pareto optimum mengatakan bahwa proyek dikatakan efisien jika memberi manfaat paling tidak kepada satu orang dan tidak merugikan orang lain. (b) belanja pertahanan.322 Bab 14: Kebijakan dan Struktur Belanja Publik § § § § § § meningkat maka kebutuhan untuk pendistribusian kembali pendapatan akan menurun. sebagai alat untuk menghitung pembobotan dalam rangka memaksimalkan kesejahteraan sosial. sehingga cara yang paling tepat adalah dengan mendistribusikan beban pajak sedemikian rupa sehingga tidak seorang pun mengalami kerugian bersih. (i) belanja rekreasi. penggunaan bobot distribusi dalam perhitungan biaya-manfaat dapat digunakan. (f) belanja perlindungan lingkungan. (h) belanja kesehatan. (d) belanja perlindungan umum.

Mengapa analisis manfaat biaya harus dibuat dalam berbagai alternatif saat dimulainya proyek? . Jelaskan mengapa pertumbuhan pendapatan per kapita bisa membuat belanja publik mengalami peningkatan dan dapat juga mengalami penurunan! 3. b. menggunakan ekonometri maupun metode eksperimental. Bagaimana membuat efisiensi proyek tetap ada walaupun ada pihak yang dirugikan? 8. (b) behavioural approaches (pendekatan perilaku). Apa yang dimakud dengan kondisi distribusi optimal? 9. Sebutkan faktor-faktor penyebab pertumbuhan belanja publik dari : a. faktor pengeluaran dari transfer posisi pendapatan. menargetkan individu atau keluarga yang masuk kategori miskin.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 323 § targetting secara sempit. Bagaimana cara mengestimasi manfaat dari hasil yang berisiko? 12. tetapi bukan berarti belanja publik dalam pendapatan nasional meningkat? 4. dan sebutkan apa saja yang mempengaruhinya! 6. Apa manfaat fungsi objektif dan apa yang dimaksud bobot? 10. Apa yang dimaksud dengan prinsip Pareto Optimum? 7. faktor belanja dan jasa. Apa yang dimaksud dengan distribusi pendapatan. Mengapa perubahan biaya jasa publik berpengaruh terhadap belanja publik? 5. Informasi mengenai dampak distribusi yang dapat membantu untuk memilih prioritas belanja publik dapat diperoleh dengan melakukan dua metode pengukuran. Mengapa meskipun biaya jasa publik menjadi lebih mahal. Sebutkan klasifikasi belanja publik menurut fungsi pemerintah! 11. 2. yaitu: (a) benefit incidence studies. terfokus pada manfaat rata-rata dari belanja publik dimana kesimpulan kebijakan atas reformasi belanja publik didasari oleh dampak atas margin perubahan tersebut. LATIHAN 1.

Sebutkan yang termasuk dalam belanja urusan ekonomi! 14. Bagaimana jika distribusi pendapatan tidak optimal? .324 Bab 14: Kebijakan dan Struktur Belanja Publik 13. Sebutkan yang termasuk dalam kategori belanja pertahanan! 15.

dengan melihat pengalaman-pengalaman empiris di berbagai negara. Sehingga. PERLUNYA ANALISIS SEKTOR Banyak pendapat tentang pengelompokan pengeluaran publik kepada sektor. pendekatan pengelompokan sektor diasumsikan mengacu pada laporan-laporan Bank Dunia. akan tetapi sektor-sektor yang dibahas disini didasarkan pada klasifikasi Bank Dunia. untuk lebih fokus pada pembahasan materi. . Pembahasan akan dimulai dari jenis belanja pertahanan nasional. belanja pendidikan dan perlindungan lingkungan berupa pembangunan taman rekreasi.KEBIJAKAN BELANJA PUBLIK SEKTOR-SEKTOR UMUM Dalam bab ini akan dibahas lebih rinci berbagai jenis belanja serta masalahmasalah yang ditimbulkannya. pembangunan jalan raya.

Perencanaan yang berhasil memerlukan penerjemahan tujuan dan kebijakan sektor ke dalam kebutuhan sektor dan subsektor secara individual dan juga ke dalam rincian yang lebih detail pada proyek-proyek tertentu. Dengan demikian. PERTAHANAN NASIONAL Di Amerika Serikat. subsektor dan proyek. variabel-variabel kebijakan umum seperti nilai tukar. belanja pertahanan nasional merupakan kontributor utama terhadap pertumbuhan anggaran.326 Bab 15: Kebijakan Belanja Publik Sektor-sektor Umum Tujuan analisis sektor menyangkut beberapa tujuan: § Membantu pertimbangan strategis dan kebijakan untuk seluruh perekonomian. tujuan analisis sektor adalah untuk menjembatani kesenjangan antara kebijakan ekonomi makro tingkat nasional. program-program investasi dan kebijakan ekonomi mikro dari proyek individu. Dalam dekade tersebut. selama tahun 80-an. § Analisis sektor membantu menjamin bahwa proyek-proyek individu terpilih didasarkan pada perencanaan dasar kebutuhan dan prioritas sektor. dan kebutuhan investasi untuk sektor secara keseluruhan sebagai masukan bagi keputusan badan perencana mengenai program dan prioritas investasi nasional. lapangan kerja. § Analisis sektor memberikan perkiraan potensi hasil. § Menentukan prioritas investasi dalam rangka identifikasi proyek-proyek khusus lain dan studi pra investasi tambahan yang diperlukan. dan hubungan antar sektor di antara proyek dan program yang dilaksanakan pemerintah. perubahan kebijakan dan kelembagaan perlu berprestasi baik pada tingkat proyek atau tingkat ekonomi mikro. Ada beberapa cara atau metode yang dapat digunakan dalam analisis sektor: § Melengkapi cakupan ekonomi makro dengan menganalisis pengaruh terhadap sektor. prioritas. § Mengevaluasi kapasitas lembaga-lembaga tiap sektor dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan publik. meskipun akhirnya dilampaui oleh pertumbuhan program sosial. kebijakan upah dan tingkat bunga. § Memungkinkan penilaian strategis dan kebijakan pembangunan sektor yang mendorong kontribusi sektor terhadap pembangunan ekonomi negara. . Analisis sektor diperlukan untuk menjawab pertanyaan tentang pilihan. struktur pajak.

submarine-based missiles. masalah kekuatan militer tidak hanya meningkatkan akibat pengrusakan tetapi juga bisa mencegah konflik yang menimbulkan pengrusakan. laut. ruang lingkup nasional. udara dan marinir. Yang paling penting. Masalah Utama dalam Belanja Pertahanan Masyarakat tidak dapat menyediakan sendiri keamanan bagi dirinya dan proteksi yang diberikan haruslah secara kolektif. juga melibatkan masalah-masalah kebijakan luar negeri. penelitian dan pengembangan. Belanja pertahanan dibagi menjadi belanja personel. pembelian barang dan jasa. Suatu kebijakan pertahanan dapat dipandang sebagai kebijakan subyektif. mengingat peran Amerika dalam perang . seperti kesediaan untuk menerima risiko konflik militer. Efektifitas Biaya Modernisasi Kekuatan Strategis Kebutuhan pertahanan nasional dan berbagai masalahnya memerlukan perancangan yang kesemuanya harus dipenuhi dengan seefisien mungkin.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 327 belanja pertahanan menjadi faktor utama anggaran pemerintah dalam pembelian barang dan jasa dari swasta. Perdebatan yang muncul di Amerika Serikat tentang sistem persenjataan. Dengan melihat anggaran pertahanan Amerika Serikat saat ini. Belanja pertahanan selain menghadapi masalah yang kompleks dalam perencanaan. seseorang dapat saja memandang kebijakan tersebut defensif. dan pemilihan sistem persenjataan tertentu. regional atau internasional. mengingat risikonya yang sangat tinggi. operasi dan pemeliharaan. maupun Administrations Strategic Defensive Initiative (sering disebut perang bintang) sampai sekarang masih dipertentangkan oleh para ilmuwan. tapi orang lain dapat berpandangan bahwa kebijakan tersebut ofensif. Keputusan politik memegang peranan sangat penting dalam menentukan pola kebijakan pertahanan ini meskipun menjadi kebijakan yang sulit diperkirakan. Masalah lainnya adalah menyangkut keseimbangan antara angkatan darat. apakah harus memodernisasi kekuatan strategis ataukah harus membangun kekuatan strategis baru. mulai dari landbased missiles. Terakhir. sangat sulit memperkirakan apakah akan ada pembatasan persenjataan strategis dengan melakukan pemotongan anggaran. sehingga contoh penyediaan jasa pertahanan menjadi contoh klasik yang dapat dibahas. Kelayakan proyek-proyek militer. perencanaan pertahanan nasional harus menemukan keseimbangan antara senjata konvensional dan modern. Alasannya.

seperti komputer namun di lain pihak. Industri pertahanan mencakup sektor manufaktur. dampaknya terhadap perkenomian negara layak dilakukan pembahasan. Pertumbuhan produktivitas jangka panjang akan tergantung pada peningkatan jumlah orang berbakat ilmiah dan kontribusi anggaran dalam peningkatan aktivitas ilmiah tersebut. misalnya Jerman dan Jepang.328 Bab 15: Kebijakan Belanja Publik Sektor-sektor Umum melawan terorisme sangat besar bahkan menjadi sponsor bagi program internasional ini. Dampak Terhadap Pertumbuhan Produktivitas Program riset dan pengembangan yang dilakukan untuk kepentingan pertahanan nasional berpengaruh besar terhadap perkembangan teknologi dan pertumbuhan produktivitas. sektor ini secara nyata juga mendukung kesempatan kerja di sektor swasta. konflik antara Israel dan Palestina serta adanya serangan teroris di seluruh penjuru dunia (terutama setelah serangan menghebohkan pada tanggal 9 September 2001 yang terkenal dengan insiden 9/11) telah menjadi berita utama di seluruh surat kabar dunia. Millenium Development Goals (yang dicanangkan untuk mengurangi kemiskinan di dunia menjadi 50% dari jumlah sekarang pada tahun 2015) dan program-program penghapusan kemiskinan terasa terpinggirkan. Terdapat pergeseran dari permintaan swasta untuk barang konsumsi dan perumahan kepada pembelian pemerintah untuk sektor pertahanan. Dampak pertama terjadi pada besarnya pengeluaran untuk pengadaan struktur industri serta pertumbuhan produktivitas dalam bidang peralatan pertahanan. Sementara itu. ketidakstabilan makin terasa di dunia ini. Di lain pihak. pabrik pembuatan kapal laut. seperti Amerika Serikat. Dari satu pihak. dan pabrik persenjataan elektronik. produktivitas yang ditimbulkan oleh sektor pertahanan akan dialihkan ke sektor swasta . Tahun 2004 telah ditandai dengan meningkatnya belanja . Dampak Terhadap Industri Karena pertahanan merupakan kontributor utama dalam defisit anggaran pemerintah federal AS. Hanya sedikit yang menghubungkan bahwa sebetulnya peningkatan belanja pertahanan telah menciutkan sumber daya yang seharusnya disediakan untuk pembangunan. Bukti empiris menunjukkan bahwa negara dengan persentase belanja pertahanan terhadap pendapatan nasionalnya kecil. ternyata mengalami pertumbuhan produktivitas yang lebih cepat dibanding dengan negara dengan persentase belanja pertahanan yang lebih besar. terserapnya bakat ilmiah oleh industri pertahanan akan menyebabkan industri swasta tersebut ke arah penurunan. seperti aerospace. BELANJA PERTAHANAN DAN MASALAH PEMBANGUNAN Perang di Irak dan di Afganistan.

yaitu 8% dan 6. belanja pertahanan dan militer seluruh dunia mengalami penurunan drastis selama sepuluh tahun. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa prospek perekonomian AS dan seluruh dunia tampaknya tidak begitu baik. juga bila tidak ada konflik lokal di tingkat regional negara-negara miskin tersebut. Namun demikian. yang membuat era ini merupakan masa terpanjang bagi pertumbuhan ekonomi AS. yang menyebabkan banyak orang merasa bahwa dividen perdamaian tidak terlaksana. Pada tahun 2003. sifat ketidakamanan (insecurity) telah berubah.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 329 pertahanan dan militer seluruh dunia dan kurangnya pengeluaran untuk mengatasi tantangan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan manusia. Namun demikian. Kuwait. mengingat bahwa peningkatan belanja militer di satu negara di dunia akan mempunyai dampak terhadap kesejahteraan dan penghidupan bangsa lain (yang bukan saja bersumber dari serangan yang dilancarkan oleh negara yang belanja militernya meningkat tersebut terhadap bangsa lain). Lima belas negara yang belanja pertahanan dan militernya teratas di dunia adalah negara maju seperti Amerika Serikat. membuat AS menjadi lokomotif ekonomi dunia. Saudi Arabia membelanjakan lebih dari jumlah tersebut. Namun demikian. Antara tahun 1998 dan 2002. kesehatan dan pembangunan sosial. Perang Irak yang diawali dengan serangan Inggris dan Amerika Serikat ke Irak telah menambahkan total belanja pertahanan dan militer secara signifikan. total belanja pertahanan dan militer telah mengalami kenaikan kembali. antara lain perlu dicatat bahwa pada negara-negara miskin. Dari sisi ekonomis. Apabila tujuan utama dari belanja publik adalah untuk meningkatkan keamanan dan pembangunan manusia. India dan Cina yang termasuk negara berkembang telah meningkatkan belanja pertahanan dan militernya sebanyak 18% dan 9%. dan pertambahan ini didominasi oleh kenaikan belanja pertahanan dan militer Amerika Serikat. Namun demikian. Pengurangan defisit ini merupakan pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi AS tahun 90an. Setelah 1998 sampai buku ini dibuat tahun 2005. Yordania. belanja militer AS untuk perang di Irak dan di Afganistan telah membuat anggaran belanja AS defisit. belanja pertahanan dan militer dalam jumlah besar ini tetap merupakan satu hal yang menjadi keprihatinan pemerhati negara berkembang. Seperti hasil penelitian yang dilakukan oleh IDS. yang disinyalir mencapai tiga perempat dari total kenaikan belanja pertahanan dan militer dunia antara tahun 1996 dan 2002. Jepang. analisa yang cukup terpercaya mengungkapkan bahwa pengurangan belanja militer AS mengakibatkan menurunnya defisit pemerintah dan tingkat bunga pada tahun 90an. belanja pertahanan seluruh dunia telah meningkat sebanyak US$ 800 milyar. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa negara-negara berkembang tersebut di atas baru saja keluar dari kemelut dan peperangan. Amerika Serikat membelanjakan 6% dari GDPnya untuk belanja pertahanan dan militer. negara ini juga mengurangi belanja pemerintah. dimana hal ini sangat menguntungkan (baik secara nyata maupun secara potensial) negara-negara miskin. Apabila kita melihat perbandingan antara belanja pertahanan terhadap sumber daya nasional. Insecurity tidak lagi terutama bersumber dari negara . belanja militer mengganggu belanja pendidikan. banyak negara berkembang yang membelanjakan lebih besar bagian dari sumber daya nasionalnya untuk belanja pertahanan dibandingkan dengan negara-negara maju tersebut di atas. dengan trend yang terus meningkat. antara tahun 1988 sampai dengan 1998. Selama beberapa puluh tahun terakhir ini. Dari sisi kemanusiaan. pada tahun 2001 lima negara Timur Tengah yaitu Israel.2% dari GDP mereka untuk militer. Dividen Perdamaian Sama dengan yang dilakukan oleh banyak negara lainnya. Perancis dan Jerman. yaitu antara 8% sampai 13% dari GDP mereka untuk militer. Amerika Serikat menandai akhir perang dingin dengan pengurangan besar-besaran atas belanja militernya pada tahun 90an. peningkatan belanja militer dalam persentase atas GDP berhubungan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi. Namun demikian. Inggris. Pada saat yang sama. Belanja pertahanan dan militer merupakan masalah pembangunan. baik dari sisi kemanusiaan maupun sisi ekonomis. uang tersebut seringkali dibelanjakan ke tempat yang salah. masalah pokok tidak hanya terdapat pada terlalu banyaknya uang yang dibelanjakan untuk peralatan dan personel militer. Pertumbuhan ini telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian global. Dampak menguntungkan dari pengurangan belanja pertahanan AS ini sebetulnya akan dapat lebih dinikmati oleh negara-negara miskin kalau saja Bretton Woods Institution (World Bank dan IMF) tidak memaksakan kebijakannya. Burundi dan Ethiopia juga membelanjakan lebih dari AS. dan tahun 2003 diperkirakan total belanja pertahanan dan militer melebihi satu trilyun dolar AS. Setelah berakhirnya perang dingin.

Setiap negara perlu memilih mana yang akan dijadikan prioritas. Pembagian kerja dan . TBC. bencana alam dan lain-lain yang bersumber dari berbagai hal namun memiliki dampak yang sama: membuat hidup banyak orang terancam dan menjadi makin rentan. Namun pengalaman negara seperti Costa Rica dapat dijadikan contoh. malaria. HIV/AIDS. yang terdapat dalam bentuk kejahatan perkotaan. Dengan berubahnya konteks permasalahan. banyak pihak juga mengecam tindakan beberapa negara donor yang mempersyaratkan negara berkembang untuk melakukan pengurangan senjata dan pengurangan belanja militer dan pertahanan. Analisa semacam ini tidak mudah dan tidak akan pernah mudah. dominasi militer dalam pengambilan keputusan dan tidak adanya pertanggungjawaban publik. JALAN RAYA Keunikan sistem jalan raya sebagai barang publik menyangkut tiga hal yaitu: § Kerjasama yang rapi antara pemerintah pusat. juga untuk menyikapi kenyataan masa kini dimana hanya ada satu negara adikuasa. saat ini pemerintah baik negara maju maupun negara berkembang perlu mengalokasikan sumber dayanya untuk mengatasi tantangan yang paling mengancam kesejahteraan warganya. Human security approach inilah yang mendasari banyak lembaga non pemerintah internasional seperti Oxfam International mengadakan kampanye untuk mengingatkan pemerintah negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris untuk tidak menjual peralatan militer kepada negara-negara berkembang. negara produsen peralatan militer perlu juga menimbang-nimbang antara pentingnya memperoleh pendapatan dari penjualan senjata dibandingkan dengan komitmen mereka untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Kerjasama Antar Unit Pemerintah Pengeluaran untuk jalan raya di Amerika Serikat. dengan alasan bahwa akan jauh lebih bermanfaat bagi negara-negara ini apabila dana tersebut dialokasikan ke sektor kesejahteraan. yang berkaitan dengan ancaman baru (dan terus berubah) terhadap keamanan. setelah menimbang-nimbang berbagai kombinasi pilihan yang paling tepat untuk mengatasi human insecurity. pengungsian. Di pihak lain. Perlucutan senjata dan pembangunan masa kini memerlukan pendekatan baru. Namun demikian. § Jalan raya membutuhkan pembiayaan yang sangat besar. dimana negara tersebut merasakan manfaat yang besar dari menghapuskan belanja militer dan mengalokasikannya secara langsung kepada sektor kesehatan. Karena itulah.330 Bab 15: Kebijakan Belanja Publik Sektor-sektor Umum tetangga karena masalah pertikaian perbatasan dengan negara tetangga sebagai musuh yang jelas. Sedangkan pemerintah lokal bertanggung jawab terhadap jalan raya di daerahnya. Sebagian yang lain dilakukan oleh pemerintah federal dengan mentransfer hampir seluruh penerimaannya melalui grant kepada tingkat pemerintah di bawahnya dan sebagian besar diterima oleh negara bagian. paling banyak dilakukan pada tingkat negara bagian. Pendekatan ini dikenal dengan nama human security approach. tanpa memperhatikan dan mengatasi akar masalah dari tingginya belanja militer: lemahnya pemerintahan. pendidikan dan sektor lain yang berkaitan langsung dengan pembangunan manusia. pemerintah daerah dan antar pemerintah daerah lainnya. § Perkiraan pajak yang besar. termasuk jalan antar negara bagian. Hal yang mutlak untuk dilaksanakan adalah menganalisa dengan menjabarkan berbagai pilihan yang tersedia untuk mengalokasikan sumber daya. dan kekerasan berbasis gender. Ancaman utama saat ini lebih banyak merupakan ancaman terhadap human insecurity. maka respon yang diberikan tentunya juga harus berubah. terhadap faktor-faktor baru.

maupun pemerintah lokal lainnya. yang selanjutnya dipakai untuk membangun jalan negara bagian dan sebagian lainnya ditransfer ke pemerintah lokal dalam bentuk grant. terutama dibiayai oleh pemerintah lokal dan negara bagian meskipun pengendalian sistem pendidikan tetap berada di bawah pemerintah lokal.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 331 pembiayaan ini menunjukkan perhatian yang besar dari pemerintah. Pemerintah federal juga ikut membiayai pembangunan pendidikan. siapa yang berhak memperoleh pendidikan. Swasta ikut memberikan andil membiayai pendidikan juga meskipun kontribusinya tidak sebesar pemerintah. bagaimana proses pengajaran berlangsung. meskipun tidak terlalu besar karena pendidikan pada dasarnya tetap merupakan jasa publik yang harus disediakan oleh pemerintah. Penerimaan dari tarif tol tidak terlalu siginifikan dibanding dengan sumber pendanaan lainnya. Negara bagian pada umumnya mempunyai kebebasan yang cukup memadai dalam merancang struktur fiskal masing-masing dan dalam mengendalikan . yaitu penghasilan yang ditransfer dari Highway Trust Fund dalam bentuk grant antar pemerintahan. jalan raya dibiayai dari general fund. Sedangkan pada tingkat pemerintah lokal. Untuk tingkat federal. penerimaan berasal dari pajak bahan bakar. baik federal. PENDIDIKAN Anggaran pendidikan di Amerika Serikat. Dana negara bagian yang disalurkan kepada pemerintah lokal dalam bentuk bantuan dan subsidi terutama untuk mendanai pendidikan tingkat tinggi. penerimaan jalan raya diperoleh dari retribusi dan pajak kendaraan bermotor. negara bagian. Pada tingkat negara bagian. Masalah-Masalah Kebijakan Pendidikan Permasalahan yang ada dalam kebijakan pendidikan menyangkut apa yang seharusnya diajarkan di sekolah negeri (kurikulum). dan apakah sebaiknya pemerintah memberikan bantuan kepada lembaga pendidikan swasta juga. yang salah satunya berasal dari pajak atas kekayaan yang dimiliki penduduk lokal serta dari pembebanan khusus lainnya. Pembiayaan Melalui Pungutan Kepada Pemakai Pembangunan jalan raya sebagian besar didanai oleh pemakai jalan.

Pengukuran manfaat atas barang ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Fasilitas rekreasi merupakan barang publik yang bersifat barang akhir atau barang konsumsi. FASILITAS REKREASI Pembangunan fasilitas rekreasi memberi manfaat ganda yakni manfaat bagi pemakai. serta memberikan prioritas yang tinggi terhadap pendidikan dasar. Hasil yang efisien akan dapat diperoleh jika terdapat persaingan yang sehat antara lembaga pendidikan negeri dan swasta. Karena itulah. Pengukuran cara pertama dengan menghitung pungutan kepada pemakai. Namun demikian. dengan fokus utama pada pendidikan dasar. timbul perdebatan tentang perlunya monopoli pemerintah atas sekolah pada tingkatan itu. Dengan cara ini. manfaat bagi masyarakat di sekitarnya dan manfaat lain . Hal ini telah mendapat dukungan undang-undang di negara bagian dan telah pula diakui oleh Mahkamah Agung bahwa setiap warga negara berhak atas perlakukan yang sama dalam bidang pendidikan. perlu adanya komitmen pemerintah untuk mereformasi belanja publik dan sektor swasta. Problem utama dalam penyediaan fasilitas rekreasi adalah seberapa besar manfaat barang tersebut dapat dinikmati oleh publik. tidak seperti jalan raya yang bersifat barang antara. Masalah pokok yang juga timbul adalah berkaitan dengan tingkat kualitas pendidikan. Pendidikan dasar dan menengah sebagian besar disediakan oleh pemerintah melalui sekolah negeri. Konsumen pendidikan mengharapkan pemberian pendidikan yang sama atau paling tidak ada standar minimum. Studi yang dilakukan oleh Institute of Development Studies di Inggris pada tahun 2004 menganalisa belanja publik bagi sektor pendidikan di subSaharan Afrika dan Asia Selatan. akan tetapi merupakan persoalan politik. Studi ini menemukan bahwa tingginya angka masuk sekolah berkaitan tidak hanya pada belanja publik untuk pendidikan dasar melainkan juga dengan adanya unit cost yang jelas dan sederhana.332 Bab 15: Kebijakan Belanja Publik Sektor-sektor Umum pemerintah lokal yang secara langsung bertanggung jawab dalam penyediaan pendidikan. tidak ada keharusan menurut konstitusi bahwa pendidikan harus sebanding di seluruh negara bagian. meningkatkan efisiensi. akan tetapi mereka juga setuju bahwa tidaklah berarti bahwa pendidikan harus disediakan oleh sekolah negeri. Persaingan yang dapat dilakukan oleh sekolah-sekolah swasta perlu didukung dengan kebijakan dalam menjamin persaingan yang sehat oleh pemerintah. agar pendidikan dasar dapat dicapai oleh semua anak usia sekolah. Pada tingkat ini. Penganjur pendidikan berpendapat bahwa pendidikan merupakan kepentingan umum sehingga harus disediakan oleh pemerintah.seperti keindahan alam. Persoalan pendidikan bukanlah hanya persoalan fiskal saja. kelayakan proyek dihitung berdasarkan rencana tarif yang .

meskipun tidak dapat diukur dengan mudah melalui pengujian pasar. proyek sumber daya air dapat mempunyai manfaat ganda. yang penting bagi seluruh dunia sepanjang masa. Cara lain adalah dengan penghitungan manfaat yang dapat dilakukan dengan menghitung biaya yang dikeluarkan oleh pemakai dalam melakukan rekreasi keluar rumah. meski pun bukan satu-satunya cara. Saat ini. ada cara ketiga dengan analogi fasilitas swasta yang menarik iuran dari para anggotanya sebagai dasar penghitungan manfaat. Cara kedua adalah dengan melakukan penghitungan kesediaan membayar para pemakai untuk penyediaan fasilitas rekreasi.misalnya pada saat berbagai negara menyepakati suatu strategi internasional untuk menanggulangi penyakit menular.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 333 akan dibebankan kepada para pengguna yang kemudian dibandingkan dengan biaya proyek. pengendalian banjir. selain untuk rekreasi juga dapat digunakan untuk konservasi sumber daya air. Sebagai alternatif. . misalnya keindahan alam dan margasatwa. bukan penilaian seperti yang dilakukan dalam pengadaan fasilitas swasta. Barang publik bisa juga dapat menjadi global melalui konsensus atau kesepakatan dunia. atau mengamankan hak cipta. Dan. harus dipertimbangkan. kurva permintaan dapat disimulasikan sehingga dapat dijadikan dasar pengukuran manfaat. di era globalisasi ada istilah global public goods. hal ini dapat dianggap sebagai subsidi untuk jenis jasa swasta. irigasi. Contoh lain adalah sebuah bendungan dapat dinilai manfaatnya sebagai pembangkit tenaga listrik. Misalnya lapisan ozon di cakrawala. selain ditujukan untuk rekreasi. GLOBAL PUBLIC GOODS Penjelasan mengenai public goods sudah Anda dapatkan pada bab terdahulu. Selain berbagai manfaat di atas. Tujuan non finansial tertentu. Sebagai contoh. Kemudian. Fasilitas rekreasi merupakan barang publik sehingga penilaian dan pembobotan sosial atas fasilitas rekreasi harus lebih diutamakan. perlu juga dipertimbangkan manfaat dalam bentuk lain dari suatu fasilitas rekreasi. Analisis pasar dapat digunakan dalam penilaian manfaat atas fasilitas rekreasi. yang mengacu pada barang publik yang kegunaannya mendunia atau bisa bermanfaat tidak saja bagi satu kelompok masyarakat tertentu melainkan bagi seluruh dunia dan berbagai generasi. dapat dilakukan pembobotan dalam menilai waktu para pemakai fasilitas ini dengan membandingkan efisiensi dari setiap alternatif penggunaan dana. Dari penghitungan tersebut.

Argumentasi ini berakar dari ketidakpercayaan mereka terhadap kinerja pemerintah yang dinilai lamban dan tidak efisien. Alasan lain adalah harapan bahwa pihak swasta akan dapat mengelola perusahaan-perusahaan tersebut dengan lebih efisien. memberikan pelayanan yang lebih baik daripada negara dengan suntikan dana segar. dengan menjual sumber daya alam. terutama bila pemerintah menyerahkan pengelolaan air minum dan listrik kepada sektor swasta. Tidak ada jasa yang luput dari privatisasi: perbankan. air. dan transportasi seringkali dialihkan ke sektor swasta oleh pemerintah pusat maupun daerah. pertanian dan kehutanan. menurut data World Bank (2001). Oleh karena itu.334 Bab 15: Kebijakan Belanja Publik Sektor-sektor Umum PRIVATISASI BARANG PUBLIK Penyediaan barang publik oleh pemerintah saat ini banyak mendapat tantangan. privatisasi termasuk salah satu yang dianjurkan oleh lembaga keuangan internasional seperti World Bank dan IMF bagi negara-negara berkembang. 40 persen dari pendapatan negara-negara maju yang didapat dari privatisasi pada tahun 1999 diperoleh dari penjualan hak atas pertambangan migas. Privatisasi (yaitu penjualan barang publik) kepada pihak swasta. saat ini privatisasi juga telah menjadi praktek umum di negara berkembang. barang dan jasa publik sebaiknya diserahkan pada sektor swasta. telekomunikasi. menurut mereka. pendidikan. Misalnya. keputusan untuk melakukan privatisasi seringkali merupakan keputusan yang kontroversial. migas. Walaupun trend untuk melakukan privatisasi di negara maju telah dimulai pada tahun 80-an. Kekhawatiran lain yang lebih mendasar adalah apabila privatisasi atau swastanisasi ini . barang tambang. Salah satunya adalah untuk menyelamatkan perusahaan negara yang terus menerus merugi dan menghabiskan keuangan negara. Kekhawatiran yang ada menyangkut kemungkinan bahwa perusahaan swasta akan meningkatkan efisiensi perusahaan. dalam hal pemerintah tidak capable sebagai penyelenggara barang dan jasa publik. Karena itulah. manajemen yang lebih profesional dan penggunaan teknologi yang lebih canggih. Namun demikian. kesehatan. Misalnya dengan meningkatkan harga air dan tarif dasar listrik tanpa memandang kemampuan masyarakat. terutama dari kaum neo-liberalist. dan biarkan mekanisme pasar yang menentukan. listrik. Alasan privatisasi bisa berbagai macam. tanpa menghiraukan misi sosial dalam pelaksanaannya. tugas pemerintah hanya mengawasi. merupakan fenomena yang umum terjadi di dunia ini. belum lagi ditambah dengan masalah korupsi yang ditudingkan pada aparat pemerintah. Alasan utama yang dikemukakan adalah bahwa market failure juga bisa terjadi dalam hal barang dan jasa publik diselenggarakan oleh pemerintah.

air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. seperti di Cochabamba. dengan diberikannya Hak Guna Usaha kepada individu dan badan usaha. Secara kronologis. 1992). sebagaimana disebutkan dalam pasal 9. UUD 1945 pasal 33 ayat 2 menjamin hak dasar tersebut. menyatakan bahwa 80 persen populasi belum memiliki akses kepada air yang mengalir (running water). 10. 26. 1995). Undang-Undang Sumber Daya Air ini merupakan persyaratan pencairan pinjaman ketiga proyek WATSAL tersebut. Pada tingkat internasional. peningkatan pelayanan. Oleh karena itulah. . yang merupakan hasil dari pemikiran liberal (pasar) dari bank dunia. “Bumi. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air tersebut memberi ruang bagi peran swasta dalam penyelenggaran air. Padahal. 7/2004 tersebut mengingkari penghargaan terhadap hak asasi manusia dan welfare state. Privatisasi air akan meliputi jasa penyediaan air di perkotaan. World Bank menyatakan “ Manajemen sumber daya air yang efektif haruslah memperlakukan air sebagai “komoditas ekonomis” dan “ partisipasi swasta dalam penyediaan air umumnya menghasilkan hasil yang efisien. 40. Dengan demikian privatisasi. identik dengan kenaikan harga tarif air. Pasal 33 ayat 2 tersebut menyatakan. 41. Bank dunia menyatakan harus ada perubahan kebijakan (policy reform) dalam pengelolaan air di Indonesia ke depan sebagai syarat dari pinjaman tersebut. dan pasalpasal pelaksana lain. menunjukkan bahwa privatisasi dapat membuat kenaikan harga yang mempersulit akses rakyat miskin untuk mendapatkan air bersih. Laporan Pemerintah Indonesia pada World Water Forum III di Kyoto. undang-undang ini merupakan bagian dari syarat pencairan pinjaman ketiga proyek WATSAL (Water Sector Adjustment Loan) didanai bank dunia. memberlakukan air sebagai komoditas yang bernilai komersial. Baik World Bank dan ADB dalam “Kebijakan Air”-nya mendorong diterapkannya mekanisme harga yang mengadopsi Full Cost Recovery. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah sesungguhnya masih memiliki kewajiban yang besar untuk memenuhi hak dasar rakyat Indonesia atas air. dengan disahkannya Undang-undang No. air yang diperoleh masyarakat saat ini masih berada di bawah harga pasar dan perlu dinaikkan. maupun pengelolaan sumber-sumber air di pedesaan oleh swasta. Jepang.7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. dan Budaya) PBB pada bulan November 2002. Undang-Undang No. Banyak perusahaan air swasta yang berkecimpung dalam bisnis air minum juga merupakan produsen air minum dalam kemasan. dan mempercepat investasi bagi perluasan jasa penyediaan” (World Bank. Kalimat tersebut mengandung makna tanggung jawab negara untuk menjamin dan menyelengarakan penyediaan air yang menjangkau setiap individu warga negara. Undang-undang ini juga memungkinkan penguasaan sumber-sumber air oleh pemodal. banyak pihak beranggapan bahwa pasal-pasal dan ayat dalam UU No. dan bukan komoditas ekonomi belaka. 80. yang berkaitan dengan pasal tersebut. Konsep hak guna. Konferensi Dublin mengenai Air dan Lingkungan di tahun 1992 menyatakan bahwa hak dasar (basic right) yang pertama bagi semua umat manusia adalah akses kepada air dan sanitasi dengan harga yang terjangkau (FAO. Sosial. dimana pengelolaan oleh sektor swasta tidak saja mengakibatkan harga yang mahal namun juga mengakibatkan sebagian masyarakat yang tidak mampu membayar tersingkirkan (excluded). dimana konsumen membayar harga yang meliputi seluruh biaya. Bolivia oleh Bechtel Corporation. 45. Privatisasi Air Minum Salah satu contoh privatisasi barang publik yang sedang menjadi sorotan masyarakat akhir-akhir ini adalah pengelolaan air.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 335 menyangkut sumber daya alam yang merupakan hajat hidup orang banyak.Menurut World Bank. Hak atas air yang setara juga diteguhkan dalam Ecosoc Declaration (Deklarasi Ekonomi. Komite ini juga menyatakan bahwa air adalah harus diberlakukan sebagai barang sosial dan kultural. sebagaimana yang telah terjadi di sejumlah negara. Pengalaman masa lalu tentang privatisasi air.

Mekanisme lain yang menjamin hak dasar rakyat atas air dan perlindungan dari eksploitasi yang berlebihan akibat ketidaksempurnaan pasar harus terus dielaborasi dan direalisasikan. penyediaan dana tersebut menjadi kendala tersendiri bagi pemerintah. antara lain: (1) membantu pertimbangan strategis dan kebijakan untuk seluruh perekonomian. prioritas. diperlukan sumber dana yang besar untuk pembangunan infrastruktur pengairan. jika tidak diatur dengan hati-hati.Untuk mengatasi masalah ini. Hal ini telah dialami oleh banyak negara berkembang lain. masyarakat harus mulai belajar melakukan penghematan penggunaan air sebagai wujud pengakuan hak orang lain atas air. mendorong otoritas-otoritas yang bertanggung jawab atas penyediaan dan pengusahaan air untuk menjalankan sistem yang transparan. Diperkirakan. Contoh di mana telah terjadi kekerasan akibat privatisasi air ini dialami oleh wilayah Cochabamba di Bolivia.336 Bab 15: Kebijakan Belanja Publik Sektor-sektor Umum Namun demikian. dampaknya akan meningkatkan harga jual air yang justru dapat membatasi dan mengurangi akses masyarakat atas air bersih dan sanitasi. (3) menentukan prioritas investasi dalam rangka identifikasi proyek-proyek khusus lain dan studi pra investasi tambahan yang diperlukan. perlu mekanisme subsidi yang terarah yang menutupi kesenjangan (gap) antara tingkat kemampuan membayar masyarakat dan harga penyediaan air yang wajar.1 triliun setiap tahun untuk menyediakan air bersih bagi 40 persen populasi sampai tahun 2015. (2) memungkinkan penilaian strategis dan kebijakan pembangunan sektor yang mendorong kontribusi sektor terhadap pembangunan ekonomi negara. Tantangan lainnya adalah bagaimana agenda-agenda reformasi sumber daya air dapat diarahkan pada upaya-upaya yang berwawasan lingkungan dalam rangka memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat dan menjamin ketersediaan air bagi generasi yang akan datang. Prinsip pembuat polusi harus membayar mahal (polluters pay principle) harus diterapkan secara konsisten untuk mencegah kerusakan sumber daya air yang lebih luas. Prinsip-prinsip konservasi dan pemeliharaan harus mendapatkan prioritas utama. untuk dapat memenuhi kewajiban penyediaan air tersebut. dan hubungan antara sektor di antara proyek dan program yang dilaksanakan pemerintah. Akan tetapi. Kedua. pemulihan. Di lain pihak. Analisis sektor diperlukan untuk menjawab pertanyaan tentang pilihan. Keterlibatan sektor swasta dalam berinvestasi di sektor ini mungkin dapat menjadi salah satu solusi. Pertama. Tujuan analisis sektor adalah untuk menjembatani kesenjangan antara kebijakan ekonomi makro tingkat § . pemerintah perlu melakukan beberapa hal. dan perawatan sumber daya air. Ketiga. melakukan pengawasan dan kontrol yang ketat terhadap biaya modal dari suatu investasi swasta dalam pengusahaan sumber daya air untuk mencegah pembebanan harga/tarif yang berlebihan kepada publik. Mekanisme ini dapat menjadi alat pemerataan keadilan jika dirancang secara baik dan tepat. Rumitnya pengelolaan penyediaan air ini bukan hanya milik Indonesia. Di tengah masalah ekonomi. pemerintah membutuhkan dana sebesar Rp 5. RANGKUMAN § Pengeluaran publik dikelompokkan ke dalam sektor-sektor. Tujuan analisis sektor. dan melibatkan partisipasi publik yang efektif guna menjamin check and balances. bertanggung jawab. (4) mengevaluasi kapasitas lembaga-lembaga tiap sektor dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan publik.

variabel-variabel kebijakan umum. diantaranya pajak atas kekayaan yang dimiliki penduduk lokal. (3) analisis sektor membantu menjamin bahwa proyek-proyek individu terpilih didasarkan pada perencanaan dasar kebutuhan dan prioritas sektor. yaitu penghasilan yang ditransfer dalam bentuk grant antar pemerintahan. (2) analisis sektor memberikan perkiraan potensi hasil. pembangunan jalan raya dibiayai dari penerimaan yang berasal dari pajak bahan bakar. Masalah utama dalam belanja pertahanan antara lain. masalah kebijakan luar negeri seperti kesediaan menerima resiko konflik militer. dan antar pemerintah daerah lainnya. (2) jalan raya membutuhkan pembiayaan yang sangat besar. udara dan marinir. Untuk negara bagian penerimaan diperoleh dari retribusi dan pajak kendaraan bermotor lalu sebagian ditransfer dalam bentuk grant kepada pemerintah lokal. program-program investasi dan kebijakan ekonomi mikro dari proyek individu. struktur pajak. lapangan kerja. kebijakan upah dan tingkat bunga. Sistem jalan raya sebagai barang publik memiliki tiga hal keunikan. dan kebutuhan investasi untuk sektor secara keseluruhan sebagai masukan bagi keputusan badan perencana mengenai program dan prioritas investasi nasional. Pada tingkat federal di Amerika Serikat. Sementara dampak terhadap pertumbuhan produktivitas yang didapat dari bukti empiris menunjukkan bahwa negara dengan persentase belanja pertahanan yang kecil mengalami pertumbuhan produktivitas yang lebih cepat dibandingkan negara dengan persentase belanja pertahanan yang lebih besar. (3) perkiraan pajak yang besar. Dampak besarnya belanja pertahanan bagi industri yaitu besarnya pengeluaran untuk pengadaan struktur industri serta pertumbuhan produktivitas dalam bidang peralatan pertahanan. dan masalah kekuatan militer yang meningkatkan akibat pengrusakan. dan perubahan kebijakan dan kelembagaan perlu berprestasi baik pada tingkat proyek atau tingkat ekonomi mikro. sub sektor dan proyek. seperti nilai tukar. Sementara untuk tingkat pemerintah lokal penerimaan diperoleh dari general fund. perencanaan yang kompleks. Metode yang dapat digunakan dalam analisis sektor: (1) melengkapi cakupan ekonomi makro dengan menganalisis pengaruh terhadap sektor. yaitu: (1) kerjasama yang rapi antara pemerintah pusat.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 337 § § § § § nasional. pemerintah daerah. masalah keseimbangan antara angkatan darat. masalah pemilihan sistem persenjataan. laut. .

Privatisasi (penjualan barang publik) dilakukan dengan berbagai alasan: (a) untuk menyelamatkan perusahaan negara yang terus menerus merugi dan menghabiskan keuangan negara. Contoh: lapisan ozon. (b) bagaimana proses pengajaran berlangsung. Perlu adanya kebijakan yang menjamin persaingan yang dilakukan sekolah-sekolah swasta. Kaum neo-liberalist menginginkan agar penyediaan barang publik diserahkan kepada sektor swasta karena market failure juga bisa terjadi pada barang dan jasa publik yang diselenggarakan oleh pemerintah. masyarakat sekitar. dan manfaat lain seperti keindahan alam. (c) siapa yang berhak memperoleh pendidikan. (b) melakukan penghitungan kesediaan membayar para pemakai untuk penyediaan fasilitas rekreasi. bagi pemakai. Global Public Goods adalah barang publik yang kegunaannya mendunia atau bisa bermanfaat tidak saja bagi satu kelompok masyarakat melainkan bagi seluruh alam. Problem utama dalam penyediaan fasilitas rekreasi adalah seberapa besar manfaat atas barang ini dapat dinikmati oleh publik. (e) melakukan pembobotan dalam menilai waktu para pemakai dengan membandingkan efisiensi dari setiap alternatif penggunaan dana. kinerja pemerintah yang lambat dan tidak efisien dan masalah korupsi di tingkat pemerintahan. Pembangunan fasilitas rekreasi memberi manfaat ganda. (d) menghitung biaya yang dikeluarkan oleh pemakai dalam melakukan rekreasi ke luar rumah. (d) apakah sebaiknya pemerintah memberikan bantuan kepada lembaga pendidikan swasta serta (e) tingkat kualitas pendidikan.338 § Bab 15: Kebijakan Belanja Publik Sektor-sektor Umum § § § § § § Permasalahan dalam kebijakan pendidikan antara lain: (a) apa yang seharusnya diajarkan di sekolah negeri (kurrikulum). Fasilitas rekreasi merupakan barang akhir atau konsumsi sementara jalan raya merupakan barang antara. . memberikan pelayanan yang lebih baik dengan suntikan dana segar (c) manajemen yang lebih profesional dan (d) penggunaan teknologi yang lebih canggih. Barang publik bisa juga dapat menjadi global melalui konsensus atau kesepakatan dunia. kurva permintaan sebagai dasar pengukuran manfaat. (c) analogi fasilitas swasta yang menarik iuran dari para anggotanya sebagai dasar penghitungan manfaat. Cara mengukur manfaat atas fasilitas rekreasi dapat dilakukan dengan cara: (a) kelayakan proyek dihitung berdasarkan rencana tarif yang akan dibebankan kepada pengguna lalu dibandingkan dengan biaya proyek. (b) harapan bahwa pihak swasta akan dapat mengelola perusahaan dengan lebih efisien.

LATIHAN 1. Mengapa persoalan pendidikan bukan hanya persoalan fiskal tetapi juga persoalan politik. Sebutkan keunikan sistem jalan raya sebagai barang publik ! 6. Apa yang dimaksud dengan cara pengukuran analogi fasilitas swasta ? 9. Jelaskan masalah-masalah yang ada dalam kebijakan pendidikan ! 7. Mengapa suatu kebijakan pertahanan dapat dipandang sebagai kebijakan subjektif? 4. Jelaskan sistem/mekanisme kerjasama antar unit pemerintah dalam pengeluaran biaya untuk pengadaan fasilitas jalan raya ! 15. Jelaskan tujuan analisis sektor dan mengapa diperlukan ? 2. Bagaimana bentuk pembiayaan di dalam pengadaan barang dan jasa milik umum khususnya jalan tol ? . Mengapa analisis sektor diperlukan ? 12.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 339 § Keputusan untuk melakukan privatisasi merupakan keputusan yang kontroversial karena menimbulkan beberapa kekhawatiran. antara lain jika perusahaan swasta meningkatkan efisiensi tanpa menghiraukan misi sosial dengan menaikkan harga tanpa memandang kemampuan masyarakat dan mengakibatkan sebagian masyarakat yang tidak mampu membayar tersingkirkan (excluded). Mengapa belanja pertahanan diperlukan bagi suatu negara ? 13. 10. Apa dasar pengukuran manfaat failitas rekreasi dengan cara pertama ? 11. Bagaimana dampak belanja pertahanan nasional terhadap industri ? 14. Mengapa fasilitas rekreasi memberikan manfaat ganda ? 8. Sebutkan metode apa saja yang dapat digunakan dalam analisis sektor ? 3. Jelaskan dampak terhadap pertumbuhan produktivitas atas belanja pertahanan nasional! 5.

serta di Indonesia sebagai sebuah negara berkembang yang masih mencari model yang cocok untuk kebijakan sosialnya. Berikut ini diuraikan kebijakan belanja publik dalam bentuk tunjangan sosial di Amerika Serikat (negara maju yang menganut sistem welfare state dalam arti bahwa negara hanya sebagai pengatur dan bukan pemain).KEBIJAKAN BELANJA PUBLIK DALAM TUNJANGAN SOSIAL Terdapat berbagai macam bentuk tunjangan sosial yang dikelola pemerintah. PROGRAM JAMINAN SOSIAL DI AMERIKA SERIKAT . Sampai sejauh mana tingkat tunjangan diberikan tergantung pada kemampuan finansial masing-masing negara dan juga aliran pemikiran ekonomis negara tersebut.

Meskipun demikian. Bantuan diberikan dalam bentuk Medicare yaitu asuransi kesehatan yang preminya dibayar oleh pemerintah suatu negara. Tunjangan Kesejahteraan . Perumahan Murah Program ini merupakan program pemerintah federal dimana subsidi perumahan diberikan dalam bentuk hipotik berbunga rendah bagi petani berpenghasilan rendah. serta semua orang yang berumur diatas 65 tahun. terdapat sejumlah program tunjangan yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini dikelola oleh pemerintah federal. Kriteria-kriteria tersebut antara lain adalah orang yang mempunyai pendapatan terbatas menurut kriteria SSA (Supplementary Security Income).342 Bab 16: Kebijakan Belanja Publik dalam Tunjangan Sosial Tunjangan kepada Penghasilan Rendah Di Amerika Serikat. Program ini biasanya dirancang dan dikelola oleh negara bagian dengan berpedoman pada standar ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah federal. Komponen-komponen utama program tersebut antara lain sebagai berikut: Medicaid Program ini ditujukan bagi semua orang yang memenuhi kriteria AFDC (Aid to Families with Dependent Children) yang sering disebut sebagai program kesejahteraan. program ini diberikan melalui pemerintah lokal. Jaminan Penghasilan Tambahan Tunjangan ini diberikan dalam bentuk pembayaran tunai kepada orangorang yang penghasilannya atau aset seseorang kurang dari jumlah minimum yang ditetapkan. Kupon Makanan Rumah tangga (tidak terbatas umur) berhak memperoleh kupon makanan jika mempunyai aktiva atau berpenghasilan kotor yang kurang dari nilai yang ditetapkan oleh pemerintah federal.

Jika pendapatan kotor meningkat. Bantuan diberikan kepada orang-orang dengan pendapatan rendah atau yang tidak berpendapatan. karena tunjangan akan menurun jika pendapatan meningkat – sering disebut tarif pajak marjinal. HI (Health Insurance). pola tunjangan alternatif mulai dipertimbangkan. Namun demikian. Pola alternatif lain adalah bentuk pajak penghasilan negatif. dan DI (Disability Insurance).Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 343 Program AFDC menetapkan bahwa pemerintah federal memberikan bantuan kepada setiap negara bagian – baik uang tunai maupun dalam bentuk lain – yang kemudian dipakai untuk menunjang keluarga yang mempunyai anak di bawah 18 tahun yang belum mandiri. Asuransi Sosial Komponen-komponen utama dari asuransi sosial ini di Amerika Serikat meliputi sistem asuransi sosial OASI (Old Age and Survivors Insurance). Cara paling efektif dalam menunjang keluarga berpenghasilan rendah adalah dengan membagikan dana melalui pemenuhan kekurangan pendapatan mulai pendapatan tingkat bawah. maka pajak negatif akan menurun sampai pada titik mencapai nol dan sesudah itu terjadi pajak positif yang terhutang. Program kesejahteraan ini paling banyak menimbulkan perdebatan. Untuk mengatasi kritik ini. kebijakan pemberian tunjangan alternatif ini dapat mengurangi jumlah bantuan yang dapat diberikan kepada golongan yang paling membutuhkan. Program ini dipandang sebagai program yang merendahkan martabat karena persyaratannya dibatasi pada keluarga yang tidak mempunyai kepala keluarga pria. Tunjangan yang diberikan dinilai tidak memadai untuk standar kehidupan minimum yang layak. program ini dipandang tidak mendorong orang untuk bekerja lebih giat. Selain itu. Standar yang digunakan dapat berbeda antara satu negara bagian dengan negara bagian lain. Prinsip ini merupakan perluasan prinsip perpajakan progresif yang telah diterima umum dan berbagai cara untuk menggabungkan prinsip pajak negatif ke dalam struktur pajak positif telah dipertimbangkan. Dengan demikian alternatif ini akan menjamin tingkat minimum yang cukup sesuai ketersediaan dana sosial pemerintah. Titik permasalahan telah berubah dari memberikan keringanan dalam ekonomi kepada kesejahteraan anak dalam keluarga yang berorang tua tunggal. Asuransi Pensiun dan Cacat .

pengaruhnya terhadap jasa medis yang diberikan. sistem tunjangan sosial juga mengalami perubahan. Sistem Tunjangan Sosial Terkini Seiring dengan perkembangan pemikiran aspek keadilan. Asuransi Kesehatan Setiap individu berhak atas jaminan sosial pensiun dan juga berhak atas Medicare pada usia 65 tahun. Semua kontribusi dari pemerintah federal dan negara bagian dibayarkan kepada dan dikelola oleh Federal Unemployment Trust Fund. Asuransi Pengangguran Program ini dibiayai dari pajak upah dan gaji federal dan pajak tambahan dari negara bagian yang dibayarkan oleh pemberi kerja. dan kalau diperluas bagaimana bentuknya. biaya rawat jalan. Sistem tunjangan dalam bentuk tunai dipandang oleh para ekonom dapat menimbulkan efek yang negatif bagi golongan penghasilan rendah dalam hal produktivitasnya.344 Bab 16: Kebijakan Belanja Publik dalam Tunjangan Sosial Peraturan OASI menetapkan bahwa program ini mencakup semua pekerja berusia dibawah 65 tahun dan bekerja di bidang komersial serta industri kecuali jalan kereta api dan karyawan pemerintahan yang mempunyai skema lain . § Menurut aturan AFDC.berhak mendapatkan asuransi pensiun dan cacat yang preminya bersumber dari penerimaan pajak penghasilan upah dan gaji (payroll tax). setiap orang yang mempunyai pendapatan di bawah batasan tertentu dan memenuhi persyaratan tertentu diberikan . kebebasan memilih dokter. Aturan tersebut menciptakan program kesejahteraan yang disebut Temporary Aid for Needy Families (disingkat TANF) yang pada intinya mengatur hal-hal dibawah ini. dan jasa perawatan kesehatan rumah. Salah satu perubahan yang substansial dari sistem kesejahteraan di Amerika Serikat berubah sejak diundangkannya Undang Undang Rekonsiliasi Kesempatan Kerja dan Tanggungjawab Personal tahun 1996. sehingga golongan penghasilan tinggi mempunyai preferensi memberikan kontribusinya dalam bentuk non tunai. Prinsipnya adalah menggabungkan kontribusi pemberi kerja dan karyawan. dan peranan asuransi swasta. Perdebatan sekitar asuransi kesehatan ini menyangkut apakah asuransi hanya mencakup orang yang berusia lanjut atau harus diperluas kepada seluruh penduduk. Perdebatan muncul karena menyangkut pembiayaan yang sangat besar. Tunjangan ini untuk memberikan perlindungan dasar terhadap biaya jasa rumah sakit.

SISTEM JAMINAN SOSIAL DI INDONESIA Menurut UUD 1945. TANF mengubah aturan bantuan tunai tersebut kecuali dalam hal bahwa bantuan secara tunai tersedia hanya temporer – tidak setiap saat . melaksanakan program pelatihan kerja. melaksanakan program pembatasan kehamilan. jaminan hari tua dan jaminan kematian. Secara umum. TANF mengatur bahwa individu tidak diijinkan menerima bantuan tunai untuk masa lebih dari lima tahun. yang mencakup program jaminan pemeliharaan kesehatan. jaminan sosial merupakan hak setiap warga negara dan oleh karena itu negara wajib menyediakannya. jaminan kecelakaan kerja. atau pensiun. Sistem Jaminan Sosial Nasional pada dasarnya merupakan program negara yang bertujuan memberi kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Indonesia telah menjalankan beberapa program jaminan sosial. Selama beberapa dekade terakhir ini. kehilangan pekerjaan. atau program lainnya yang sejenis. kemudian negara bagian tersebut melaksanakan program kesejahteraannya sepanjang tepat sasaran dalam batasan grant tersebut.berdasarkan ada tidaknya program tunjangan tunai tersebut. Setiap orang dewasa yang normal (tidak cacat) yang telah menerima pembayaran bantuan tunai selama dua tahun diharuskan mengambil bagian dalam suatu kegiatan yang ditujukan untuk membuat individu tersebut dapat menghidupi dirinya sendiri. Suatu negara bagian dapat menggunakan grant tersebut untuk membayar bantuan secara tunai. mengalami kecelakaan. struktur pemberian bantuan kesejahteraan negara bagian dikendalikan oleh pemerintah federal. memasuki usia lanjut. Dengan demikian.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 345 § § § bantuan manfaat tunai secara mutlak tanpa pandang bulu. Undang-Undang yang secara khusus mengatur jaminan sosial bagi tenaga kerja swasta adalah Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK). setiap penduduk diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak apabila terjadi hal-hal yang dapat mengakibatkan hilang atau berkurangnya pendapatan. Setiap negara bagian diberikan grant dari pemerintah federal untuk mendanai program kesejahteraan dimana jumlahnya adalah tetap. Melalui program ini. telah dikembangkan program Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (TASPEN) yang dibentuk dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 1981 dan program Asuransi Kesehatan . karena menderita sakit. Untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Prinsip-prinsip manajemen ini diterapkan dan mendasari seluruh kegiatan pengelolaan dana yang berasal dari iuran peserta dan hasil pengembangannya. Prinsip ini diwujudkan dalam mekanisme gotong royong dari peserta yang mampu kepada peserta yang kurang mampu dalam bentuk kepesertaan wajib bagi seluruh rakyat. jaminan sosial dapat menumbuhkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui prinsip kegotong-royongan ini. kehati-hatian. Sehubungan dengan hal di atas. dan peserta yang sehat membantu yang sakit. hasil pengembangannya. efisiensi dan efektivitas.346 Bab 16: Kebijakan Belanja Publik dalam Tunjangan Sosial (ASKES) yang diselenggarakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1991 yang bersifat wajib bagi PNS/Penerima Pensiun/Perintis Kemerdekaan/ Veteran dan anggota keluarganya. telah dilaksanakan program Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 67 tahun 1991 yang merupakan perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1971. Untuk prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). dan PNS Departemen Pertahanan/TNI/POLRI beserta keluarganya. peserta yang berisiko rendah membantu yang berisiko tinggi. Di samping itu. Berbagai program tersebut di atas baru mencakup sebagian kecil masyarakat. anggota Kepolisian Republik Indonesia (POLRI). akuntabilitas. pelaksanaan berbagai program jaminan sosial tersebut belum mampu memberikan perlindungan yang adil dan memadai kepada para peserta sesuai dengan manfaat program yang menjadi hak peserta. dipandang perlu menyusun Sistem Jaminan Sosial Nasional yang mampu mensinkronisasikan penyelenggaraan berbagai bentuk jaminan sosial yang dilaksanakan oleh beberapa penyelenggara agar dapat menjangkau kepesertaan yang lebih luas serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi setiap peserta. § Prinsip nirlaba. Prinsip Sistem Jaminan Sosial Nasional adalah sebagai berikut: § Prinsip kegotong-royongan. Pengelolaan dana amanat tidak dimaksudkan untuk mencari laba (nirlaba) bagi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Sebagian besar rakyat belum memperoleh perlindungan yang memadai. akan tetapi tujuan utama penyelenggaraan jaminan sosial adalah untuk memenuhi sebesar-besarnya kepentingan peserta. dan surplus anggaran akan dimanfaatkan sebesarbesarnya untuk kepentingan peserta. Dana amanat. § Prinsip keterbukaan. .

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dalam undang-undang ini adalah transformasi dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang sekarang telah berjalan dan dimungkinkan membentuk badan penyelenggara baru sesuai dengan dinamika perkembangan jaminan sosial. penerapannya tetap disesuaikan dengan kemampuan ekonomi rakyat dan pemerintah serta kelayakan penyelenggaraan program. dan mereka yang bekerja secara mandiri. Prinsip hasil pengelolaan Dana Jaminan Sosial Nasional dalam UndangUndang ini adalah hasil berupa dividen dari pemegang saham yang dikembalikan untuk kepentingan peserta jaminan sosial. bersamaan dengan itu sektor informal dapat menjadi peserta secara sukarela. Kepesertaan wajib dimaksudkan agar seluruh rakyat menjadi peserta sehingga dapat terlindungi. Dana yang terkumpul dari iuran peserta merupakan titipan kepada badan-badan penyelenggara untuk dikelola sebaik-baiknya dalam rangka mengoptimalkan dana tersebut untuk kesejahteraan peserta. sehingga dapat mencakup petani.40/2004 adalah: . Meskipun kepesertaan bersifat wajib bagi seluruh rakyat. Program-program jaminan sosial tersebut diselenggarakan oleh beberapa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. dan jaminan kematian bagi seluruh penduduk melalui iuran wajib pekerja. jaminan kecelakaan kerja.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 347 § § § § § Prinsip portabilitas. sehingga pada akhirnya Sistem Jaminan Sosial Nasional dapat mencakup seluruh rakyat. Tahapan pertama dimulai dari pekerja di sektor formal. jaminan pensiun. jaminan hari tua. nelayan. Prinsip dana amanat. Jaminan sosial dimaksudkan untuk memberikan jaminan yang berkelanjutan meskipun peserta berpindah pekerjaan atau tempat tinggal dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam Undang-Undang ini diatur penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional yang meliputi jaminan kesehatan. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial sesuai UU No. Prinsip kepesertaan bersifat wajib.

Program jaminan sosial yang disebutkan di atas tersedia bagi angkatan kerja yang aktif bekerja di sektor formal. c. Perusahaan Perseroan (Persero) Asuransi Kesehatan Indonesia (ASKES) Menurut Undang-Undang Jaminan Sosial Nasional yang berlaku sekarang (UU No 40/2004). jaminan kesehatan pekerja (JKP).348 Bab 16: Kebijakan Belanja Publik dalam Tunjangan Sosial a. b. 93. dan d. jaminan hari tua. dan JKP dibayar seluruhnya oleh perusahaan. jaminan kematian (JK). Perusahaan Perseroan (Persero) Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (TASPEN) c. dimana pihak penerima manfaat memberikan kontribusi dalam bentuk pembayaran premi yang dipotong dari gaji mereka. jaminan kesehatan. Perusahaan Perseroan (Persero) Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) d. terdapat lima jenis program jaminan sosial di Indonesia. yaitu: a. Sedangkan untuk anggota masyarakat yang tidak tergabung dalam sektor formal. . sementara program JKP dapat dikontrakkan ke perusahaan asuransi kesehatan swasta apabila perusahaan dapat menunjukkan bahwa manfaat asuransi kesehatan swasta akan sama atau melebihi manfaat program JKP yang dikelola oleh PT (ILO. dan jaminan tersebut bersifat contributory. jaminan hari tua (JHT). jaminan kecelakaan kerja. jaminan pensiun. Undang-undang di atas mengatur bahwa premi untuk program JKK. JK dan JHT diinvestasikan dalam sebuah dana tabungan wajib (provident fund) yang dikelola oleh sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). JK. sementara premi program JHT dibayar bersama oleh perusahaan dan pekerja. jaminan kecelakaan kerja (JKK). jaminan sosial yang ada saat ini masih sangat terbatas. jaminan kematian. Perusahaan Perseroan (Persero) Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) b. Program JKK. c. yaitu PT (Persero) Jamsostek. b. Arifianto 2004). b. Jenis program jaminan sosial meliputi: a. dan d.

Pendanaan Sampai tahun 1994. sistem pensiun ini adalah dengan memberikan sejumlah uang secara lump-sum ketika seorang PNS memasuki masa pensiun atau apabila yang bersangkutan meninggal sebelum pensiun. dan 2% untuk jaminan kesehatan. sedangkan untuk anggota ABRI dan kepolisian. Pada tahun 1969.25% uang pensiun. serta uang pensiun bulanan yang tetap terus dibayarkan dengan persentase yang lebih kecil kepada pasangannya apabila PNS yang bersangkutan meninggal dunia. manfaat yang diperoleh meliputi asuransi kesehatan. dikelola oleh PT ASKES. Dana pensiun tersebut dikelola oleh sebuah PT dimana pemerintah merupakan pemegang saham tunggal. 3. sejumlah uang pada saat pensiun. pensiun dikelola oleh PT Taspen. skema ini didanai dari kontribusi PNS sebesar 10% dari gaji pokok. Jumlah ini terdiri atas: 4. Sejak 1994. Untuk PNS. Namun jumlah ini tentu saja masih jauh dari cukup. sedangkan sisanya didanai oleh Pemerintah. uang pensiun bulanan dihitung sebagai berikut: 1. Replacement Rates1 Bagi PNS yang memiliki masa kerja 20 tahun atau lebih pada saat pensiun. PNS dan anggota ABRI. Sistem dana pensiun bagi PNS telah ada sejak tahun 1963. Pegawai Negeri Sipil (PNS) Indonesia memiliki jaminan kesehatan dan pensiun sampai akhir hidupnya. . Sejak 1971.7% sebagai pensiun bulanan. yang dibiayai dari pajak dan pendapatan negara yang lain. Pada awalnya. semua tunjangan yang diterima oleh PNS dibayar seluruhnya dari APBN. pensiun dikelola oleh ASABRI. Menurut Asher (1998:8). Untuk asuransi kesehatan.875% dari gaji pokok 1 Replacement rate didefinisikan sebagai proporsi dari upah tertentu (biasanya gaji final seorang pegawai) yang dibayar sebagai uang pensiun setelah mengakhiri masa kerja. dan bahkan janda/duda yang ditinggalkannya masih dapat menikmati hasil kerja pasangannya dengan mendapatkan pensiun janda/duda. anggota ABRI dan PNS di lingkungan Hankam juga menerima pensiun serupa dengan yang diterima para PNS. barulah suatu sistem pensiun diadakan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 349 Jaminan Sosial Untuk Pegawai Negeri Walaupun masih dianggap jauh dari memadai. Saat ini. kontribusi dari para pegawai ini hanya mencapai 22% dari manfaat pensiun.

maka replacement rate adalah antara 75100% untuk masa kerja 20-35 tahun. seperti tentara.350 Bab 16: Kebijakan Belanja Publik dalam Tunjangan Sosial dikalikan dengan masa kerja. Coverage Secara otomatis. seperti dikutip oleh Tambunan dan Purwoko 2002). Keanggotaan ASKES secara kasar mencakup 16 juta jiwa. dan karyawan BUMN. dimana 3. polisi. bahkan setelah adanya broad based national .000 orang. dapat dilihat bahwa hal ini meningkatkan konsumsi negara. PNS yang berhenti bekerja sebelum 20 tahun masa kerja tidak mendapatkan pensiun dalam bentuk apa pun. Keistimewaan juga kadang diberikan kepada kelompok pekerja tertentu di bidang pelayanan masyarakat. perbedaan terbesar adalah bahwa tunjangan-tunjangan ini dibayar dengan menggunakan pendapatan negara. penyelenggaraan jaminan hari tua. keanggotaan Taspen meningkat dari 3. Dari sejarahnya. Perspektif Mancanegara Di banyak negara. ASABRI memiliki anggota sebanyak 600. tunjangan cacat dan tunjangan kematian untuk pegawai negeri sudah ada sebelum adanya program jaminan sosial untuk pegawai swasta. yaitu 0. Hal ini berarti cakupan mencapai 4% dari tenaga kerja.6% dari total tenaga kerja. PNS akan didaftarkan dalam skema tadi. Pekerjaan seumur hidup tampaknya sudah merupakan pola dalam karir pegawai negeri. tunjangan ini diberikan sebagai bentuk terima kasih atas pengabdian mereka. yang pada akhirnya berdampak pada keuangan negara. sehingga cakupan keanggotaan di kalangan PNS tentu saja 100%. dimana keanggotaan Taspen mencapai 5.7 juta orang. Sehingga. Menurut INSSA (1995.48 juta pensiunan menerima uang pensiun bulanan.12 juta pada tahun 1993.74 juta pada tahun 1989 menjadi 4. Setelah ditambahkan dengan uang lump sump yang diterima pada akhir masa kerja. yang terdiri atas PNS serta keluarga yang menjadi tanggungannya. Sedangkan pada tahun 1993 sebanyak 1.7 juta orang diantaranya merupakan kontributor (pembayar premi). Walaupun program pensiun semacam ini didirikan oleh negara sebagai employer untuk para pegawainya (sehingga dalam hal ini hubungan kerja yang ada adalah sama dengan di perusahaan swasta). guru. Di negara-negara industri. Angka terkini didapat dari Asian Development Bank 2001. kebanyakan tunjangan pensiun untuk PNS terus menjadi satu program terpisah. Walaupun demikian. dan prospek untuk memperoleh pensiun yang memadai pada saat yang bersangkutan mencapai usia pensiun merupakan hal lain yang dipandang sebagai daya tarik untuk bergabung menjadi pegawai negeri.

yang pada akhirnya menambah jumlah pensiunan di berbagai negara. Asuransi Sosial untuk Pegawai Swasta Asuransi sosial yang diwajibkan bagi pegawai di sektor swasta dimulai pada tahun 1977 dengan dibentuknya ASTEK. Mengurangi kewajiban pembayaran pensiun melalui perubahan parameter (contohnya dengan mengurangi item-item yang dalam tunjangan atau mengurangi jumlahnya). Mengingat pembiayaan pensiun PNS dibayarkan atau ditunjang oleh penerimaan negara. karena system ini secara nyata mengistimewakan PNS. Di negara-negara miskin (terutama di Afrika). banyak yang mengatasi masalah keuangan negara dengan cara yang kurang tepat. 4. asuransi kematian pada kasus dimana yang bersangkutan meninggal . tekanan finansial yang dihadapi oleh program pensiun pegawai negeri kurang-lebih sama di seluruh dunia. 3. Dengan dikembangkannya broad based national social insurance system yang berdasarkan prinsip-prinsip universal dan keadilan. World Bank (2004) menganjurkan negaranegara berkembang tersebut untuk mengambil langkah-langkah sebagai berikut: 1. Membuat sistem pensiun yang lebih luwes dan dapat diterapkan dalam jangka panjang. yang pada tahun 1992 berganti nama menjadi JAMSOSTEK. yang kemudian diikuti dengan masa stabilisasi dan penciutan jumlah PNS. Menyeimbangkan komponen yang dikompensasi untuk menarik. sistem ini banyak sekali mendapat kritikan. Hal ini diperparah dengan pengenalan sistem pensiun dini untuk mengurangi beban anggaran belanja pegawai. Dalam berbagai hal. terutama di negara-negara di mana proporsi PNS dalam ketenagakerjaan tinggi. mempertahankan dan memotivasi PNS. Fenomena ini sangat nyata. yang tidak membawa hasil dalam mengembalikan keseimbangan fiskal. sistem ini merupakan peninggalan jaman kolonial. Kebanyakan negara mengalami periode di mana perekrutan PNS yang sangat besar (terutama di tahun 70 dan 80-an). Pada awalnya asuransi mencakup asuransi kecelakaan kerja. Karena itu.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 351 social insurance system. Secara berkala berpindah ke sistem cost-sharing dengan PNS. 2. dan sampai hari ini. Sejak perang dunia kedua. dalam arti rasio pensiunan yang semakin meningkat pada sepuluh tahun terakhir. makin terasa bahwa sistem terpisah ini kurang adil. PNS merupakan satu-satunya kelompok yang mendapatkan uang pensiun bulanan.

. sehingga masih banyak pihak pemberi kerja yang tidak membayar asuransi kesehatan sama sekali (Asher 2000a).. PT Jamsostek merupakan PT. sistem ini tidak selamanya ditaati oleh pihak pemberi kerja.100. Replacement Rates Replacement rate untuk jaminan hari tua bagi pegawai swasta jumlahnya sangat rendah. kelahiran dan rawat inap di rumah sakit ditambahkan pada skema ini.510. Mengingat rata-rata jumlah lump sum yang dibayarkan pada akhir masa kerja seseorang adalah sebesar Rp.352 Bab 16: Kebijakan Belanja Publik dalam Tunjangan Sosial sebelum memasuki masa pensiun.maka hal ini kira-kira setara dengan delapan setengah bulan upah minimum. Sedangkan jaminan hari tua didanai dari 5. serta tunjangan hari tua yang diberikan dalam bentuk sejumlah uang pada saat memasuki masa pensiun. sedangkan asuransi kesehatan (yang dibayarkan oleh pemberi kerja sejumlah 3% untuk single dan 6% untuk pegawai yang berumah tangga) dapat dihindari bila perusahaan memiliki paket lain yang layak. saldo rata-rata dalam provident fund pada akhir masa kerja adalah Rp. Seperti halnya dengan Taspen dan Asabri. Pada tahun 1992 jaminan kesehatan mencakup pelayanan pertama. namun dalam hal ini pemerintah Indonesia hanya salah satu di antara pemegang saham kepada siapa PT Jamsostek wajib membayar dividen. Menurut Asher (1998).2. sekitar dua bulan upah minimum. skema ini hanya memiliki replacement rate sekitar 10%. Jaminan hari tua yang disediakan oleh JAMSOSTEK merupakan asuransi iuran pasti (defined contribution scheme) dimana manfaat yang diperoleh bergantung pada kontribusi yang dibayarkan: para pekerja akan menerima akumulasi dari tabungan mereka ditambah dengan bunga pada usia 55 tahun.7% dibayar oleh pihak pemberi kerja dan 2% oleh pekerja). Asuransi kecelakaan kerja dan manfaat pensiun merupakan hal yang wajib. Menurut Gough (2001b).7% dari gaji pokok bulanan (3. Angka dari ILO Report (2003:99) sedikit lebih optimistis.000. Pendanaan Asuransi kecelakaan kerja dan kesehatan didanai dari kontribusi yang dibayar oleh pegawai. mengingat tidak adanya ketentuan untuk menghitung anuitas dari jumlah yang diterima pada saat pensiun. Perlu juga ditambahkan bahwa hal ini tidak bisa disebut sebagai pensiun. bahkan dengan menggunakan asumsi optimistik mengenai tingkat penegembalian investasi dan setelah kontribusi (yaitu masa kerja) selama 35 tahun. Namun demikian.000.

Sehingga. sebagian besar pekerja di sektor swasta (walaupun berada di sektor formal) berpenghasilan sangat rendah sehingga kontribusi yang diberikan (yang berdasarkan persentase) juga sangat rendah. Pada kenyataannya. Coverage Menurut peraturan. Hal ini berarti bahwa setelah krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1998. Menurut suatu laporan yang tidak dipublikasikan (Gough 2001b). Menurut Tambunan dan Purwoko (2002:45). atau memiliki payroll sebesar satu juta rupiah atau lebih. property (10%) dan saham (8%). Tentu saja. 57% anggota membayar kontribusi pada tingkat upah minimum. Sebagian besar aset diinvestasikan pada deposito berjangka (41%). Pertama. surat berharga pemerintah (30%). Kedua. obligasi (11%). pekerja di sektor non formal dan wiraswasta tidak termasuk di dalamnya. perusahaan-perusahaan swasta yang mempekerjakan 10 karyawan atau lebih. sehingga penyebaran risiko sangat terbatas. hanya 57% karywan dari sektor formal swasta yang benar-benar tercover oleh asuransi PT Jamsostek. Selain itu. Investment pada aset luar negeri tidak diperkenankan oleh peraturan. tingkat kepatuhan perusahaan sangat rendah. sedangkan banyak perusahaan lain yang diduga tidak melaporkan jumlah yang sesungguhnya untuk mengurangi jumlah kontribusi yang harus mereka bayar. replacement rate rendah disebabkan oleh kesalahan investasi dan tingginya biaya administrasi. anggota asuransi diperkenankan untuk menarik/mengambil dananya setelah lima tahun bergabung dalam skema asuransi. Coverage dari PT Jamsostek sangat rendah.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 353 Ada beberapa alasan mengapa replacement rate di sektor swasta ini sangat rendah. apabila yang bersangkutan berhenti bekerja. namun menerima penghasilan lainlain dalam bentuk tunjangan dan bonus. Hanya 25% anggota yang benar-benar mematuhi peraturan (Asher 2000b). Lebih jauh lagi. kontibusi yang dibayar menurut tingkat upah minimum ataupun dibayarkan secara terputus-putus (biasanya terjadi di kalangan pekerja musiman dan para perempuan pekerja) secara otomatis menghasilkan jumlah pembayaran manfaat yang kecil pula. pada sektor formal pun banyak pemberi kerja yang menolak untuk mengcover pekerja kontrak dan . banyak pekerja di sektor formal digaji dengan upah minimum (yang merupakan dasar pembayaran asuransi). karena Jamsostek hanya terbatas pada pekerja di sektor formal. wajib bergabung dengan Jamsostek dan mendaftarkan karyawannya. banyak penarikan dana yang terjadi bukan karena pensiun melainkan karena PHK. Selain itu. Ketiga. dan sektor formal berkembang lebih cepat daripada tingkat coverage PT Jamsostek. padahal kewajiban membayar pensiun adalah jangka panjang. sebagian besar investasi bersifat jangka pendek.

Tunjangan Bagi Masyarakat Miskin Seperti sudah disebutkan di atas. b. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin Dana program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin (JPKMM) yang bersumber dari Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPSBBM) tahun 2005 sebesar Rp 2. Meningkatkan penciptaan kesempatan kerja langsung dan kesempatan berusaha untuk menumbuhkan daya beli masyarakat miskin di pedesaan dan perkotaan (employment creation). Padahal. Contoh dari program ini adalah Raskin atau program pemberian beras bagi rakyat miskin (lihat boks). pemerintah juga menganggarkan sejumlah dana dari APBN bagi kesejahteraan warga negaranya. yaitu: a. Kegiatankegiatan JPS dapat dikelompokkan menjadi empat program besar. banyak pihak pemberi kerja yang tidak mendaftarkan diri (pendaftaran anggota dilakukan melalui pihak pemberi kerja. Meningkatkan penyediaan dan penyaluran bahan kebutuhan pokok serta bantuan bahan pangan bagi masyarakat miskin di pedesaan dan perkotaan (food security).168 . namun bentuk jaminan sosial ini lebih bersifat sekali-sekali dan belum terlembagakan seperti jaminan sosial bagi sektor formal yang diuraikan di atas. Menggerakkan kembali ekonomi rakyat dengan mendorong pembangunan kegiatan usaha ekonomi berskala kecil. karena buruknya reputasi PT Jamsostek. 2. Perlindungan sosial (social protection) yang terdiri dari: o Meningkatkan penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dasar dan bantuan obat-obatan bagi masyarakat miskin di pedesaan dan perkotaan. jumlah mereka sangat banyak Satu hal lagi. Jaminan sosial yang dapat diidentifikasi sampai saat ini adalah: 1. d. Jaring Pengaman Sosial Program ini muncul setelah Indonesia dilanda krisis ekonomi pada tahun 1997 dan sebagian dari program ini masih berlanjut hingga kini. baik di pedesaan maupun perkotaan. o Meningkatkan penyediaan fasilitas pendidikan dan bantuan biaya pendidikan bagi peserta didik yang berasal dari kelompok masyarakat miskin. bukan secara langsung dari karyawan/pekerja).354 Bab 16: Kebijakan Belanja Publik dalam Tunjangan Sosial pekerja musiman. c.

keluarga tidak mampu mengkonsumsi pangan sumber protein minimal seminggu sekali.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 355 triliun akan dibayarkan langsung kepada PT Asuransi Kesehatan (Askes) tanpa melalui Departemen Kesehatan.168. bila anggota keluarga sakit tidak.000. b.mampu lagi ke fasilitas kesehatan serta dengan kriteria lainnya yang ditetapkan berdasarkan pertimbangan Pemerintah Daerah setempat. tetapi untuk membantu pemenuhan kebutuhan beras keluarga yang menjadi sasaran penerima manfaat Raskin. untuk membantu keluarga miskin/rawan pangan tersebut.146. dan transparansi. Jumlah beras yang disalurkan tidak tergantung pada permintaan pasar. b.700 orang dengan premi sebesar Rp 5. Program ini dirancang untuk tidak menghambat perkembangan pangan lokal serta tidak mendorong perubahan pola konsumsi yang terlalu cenderung ke beras atau gandum. Maka dana untuk membayar premi selama satu tahun adalah Rp 2. Program Beras Untuk Keluarga Miskin (Raskin) Dan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) Bidang Pangan Tahun 2003 Kebijakan subsidi pangan terarah (targeted food subsidy) sebagai kebijakan income transfer untuk keluarga miskin. Penerima manfaat adalah keluarga miskin rawan pangan yang memenuhi satu atau lebih kriteria: a. yang ditentukan atas dasar . c.000 per orang per bulan. Mereka yang masuk kriteria miskin adalah keluarga yang tidak bisa makan dua kali sehari. maka langkah penanggulangan yang ditempuh adalah melanjutkan Program Beras Untuk Masyarakat Miskin (Raskin) yang memiliki ciri spesifik antara lain: a. keluarga tidak mampu makan dua kali sehari. Titik distribusi adalah tempat penyerahan/pendistribusian beras di tingkat kelurahan/desa yang terdekat dengan keluarga sasaran penerima manfaat. Tidak disalurkan melalui pasar umum. d.000. Ini untuk efisiensi. pekerja/buruh kasar. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik. Tidak ditujukan dalam upaya stabilisasi harga pasar. keluarga tidak mampu mengobatkan anggota keluarga yang sakit ke pelayanan kesehatan. orang miskin di Indonesia yang akan diikutkan dalam program JPKMM sebanyak 36. menjadi penting sebagai program nasional. akuntabilitas. tetapi berdasarkan jumlah keluarga penerima manfaat. c. Masyarakat yang termasuk kelompok rawan pangan ini juga merupakan masyarakat miskin yang daya belinya rendah dan sebagian besar pengeluarannya adalah dibelanjakan untuk konsumsi pangan pokok. e. Tujuan Raskin adalah membantu keluarga miskin/rawan pangan dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan pokoknya sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan di tingkat keluarga melalui penjualan beras kepada keluarga penerima manfaat Raskin pada tingkat harga bersubsidi dengan jumlah yang telah ditentukan dan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan pemerintah. tetapi penjualan langsung kepada keluarga penerima manfaat (bersubsidi).441. sudah ada anaknya yang putus sekolah. keluarga dengan anak drop out sekolah karena alasan ekonomi.

Untuk daerah-daerah yang tidak memungkinkan titik distribusi di tingkat kelurahan/desa seperti daerah terpencil dan sulit transportasinya. sesuai tingkatan wilayah operasionalnya. (c) Kupon Makanan.5 8. persyaratannya dibatasi pada keluarga yang tidak mempunyai kepala keluarga pria dan jumlah tunjangan yang diberikan dianggap tidak memadai. dimana tunjangan akan menurun jika pendapatan meningkat.0 6. (b) Jaminan Penghasilan Tambahan.3 2. maka penetapan titik distribusi dilakukan atas kesepakatan dengan pihak Pemda.0 6. . sehingga tidak mendorong orang untuk bekerja lebih giat.0 7.356 Bab 16: Kebijakan Belanja Publik dalam Tunjangan Sosial kesepakatan/musyawarah antar instansi pelaksana Raskin yang terkait. § Program kesejahteraan AFDC menerapkan tarif pajak marjinal.0 4. Selain itu. dan (e) Tunjangan Kesejahteraan. Program ini ditujukan bagi semua orang yang memenuhi kriteria AFDC (Aid to Families with Dependent Children) atau yang disebut program kesejahteraan. (d) Perumahan Murah.8 8.3 4. Tabel Asuransi Sosial Berbagai Negara Group/Negara Low Income § India § Kenya § Indonesia Middle Income § Filipina § Turki § Korea Selatan § Paraguay High Income § Jerman § Jepang § Perancis § Belanda Prosentase Jumlah Penduduk yang Tercakup 5 10 13 38 58 90 18 75 100 100 100 Prosentase Pembiayaan Kesehatan Askes Sosial/Sektor Publik 9 7 17 12 26 50 24 76 64 95 94 Prosentase Pembiayaan Kesehatan Askes Sosial/Total Pembiayaan Kesehatan 2 4 6 6 14 25 13 63 56 71 73 Total Biaya Kesehatan Prosentase GNP 6.6 2.0 2.9 RANGKUMAN § Tunjangan kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah di Amerika Serikat terdiri atas komponen-komponen utama program sebagai berikut: (a) Medicaid.

HI (Health Insurance). pensiun. § Sistem Jaminan Sosial Nasional merupakan program negara yang bertujuan memberi kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak. Struktur pemberian bantuan dikendalikan pelaksanaannya oleh pemerintah federal. dan DI (Disability Insurance). § Prinsip Sistem Jaminan Sosial Nasional. (g) prinsip hasil pengelolaan Dana Jaminan Sosial Nasional berupa dividen dari pemegang saham yang dikembalikan untuk kepentingan peserta jaminan sosial. jika pendapatan kotor meningkat maka pajak negatif akan menurun sampai pada titik mencapai nol dan sesudah itu terjadi pajak positif terutang.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 357 § Cara paling efektif dalam menunjang keluarga berpenghasilan rendah adalah dengan membagikan dana melalui pemenuhan kekurangan pendapatan mulai pendapatan tingkat bawah. § Alternatif tunjangan lain dengan bentuk pajak penghasilan negatif. kecelakaan kerja. (2) Asuransi kesehatan. dan (h) Sistem Jaminan Sosial Nasional meliputi jaminan kesehatan. (e) prinsip kepesertaan bersifat wajib. dan jaminan kematian bagi seluruh penduduk melalui iuran wajib kerja yang diselenggarakan oleh beberapa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. § Beberapa jenis asuransi sosial yaitu: (1) Asuransi pensiun dan cacat. (c) prinsip keterbukaan. (2) individu tidak diijinkan menerima bantuan tunai untuk masa lebih dari lima tahun. § Karena dianggap memberikan dampak negatif. (4) setiap negara bagian memperoleh grant untuk melaksanakan program kesejahteraan dari pemerintah federal yang jumlahnya tetap. hari tua. (b) prinsip nirlaba. Aturan tersebut menciptakan program kesejahteraan yang disebut Temporary Aid for Needy Families (TANF). akuntabilitas. kehatihatian. dan efektivitas. (3) orang dewasa normal (tidak cacat) yang menerima bantuan tunai selama dua tahun diharuskan mengambil bagian dalam kegiatan yang dapat menghidupi dirinya. (f) prinsip dana amanat. tunjangan sosial terkini tidak lagi memberikan tunjangan dalam bentuk tunai tetapi beralih ke bentuk non tunai. efisiensi. (d) prinsip portabilitas. sebagai berikut: (a) prinsip kegotong-royongan. § TANF mengatur hal-hal sebagai berikut: (1) bantuan tunai hanya temporer (tidak setiap saat). berbeda dengan AFDC yang memberikan bantuan manfaat tunai secara mutlak bagi orang yang mempunyai pendapatan di bawah batasan tertentu. . dan (3) Asuransi pengangguran. § Asuransi sosial di Amerika Serikat memiliki komponen-komponen utama yang terdiri atas sistem asuransi OASI (Old Age and Survivors Insurance).

dengan replacement rates antara 75-100% untuk masa kerja 20-35 tahun.358 Bab 16: Kebijakan Belanja Publik dalam Tunjangan Sosial § Badan Penyelenggara Jaminan Sosial sesuai UU No. § Asuransi sosial untuk pegawai swasta mencakup asuransi kecelakaan kerja. melainkan PHK. § Dalam mengatasi pembiayaan pensiun yang semakin besar. (b) banyak penarikan dana asuransi yang terjadi bukan karena pensiun. . dan (d) Perusahaan Perseroan (Persero) Asuransi Kesehatan Indonesia (ASKES). (c) jaminan hari tua. dan (e) jaminan kematian. (d) jaminan pensiun.40/2004 adalah: (a) Perusahaan Perseroan (Persero) Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK). (2) secara berkala berpindah ke sistem costsharing dengan PNS. (c) kesalahan investasi dan tingginya biaya administrasi. (4) menyeimbangkan komponen yang dikompensasi untuk menarik. sebagian investasi berjangka pendek sedangkan kewajiban membayar pensiun berjangka panjang. dimana pihak penerima manfaat memberikan kontribusi dalam bentuk pembayaran premi yang dipotong dari gaji mereka. hal ini disebabkan: (a) sebagian besar pekerja swasta berpenghasilan sangat rendah. § Menurut UU Jaminan Sosial Nasional (UU No 40/2004) terdapat lima jenis program jaminan sosial: (a) jaminan kesehatan. § Jaminan sosial untuk pegawai negeri didanai oleh APBN. (b) Perusahaan Perseroan (Persero) Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (TASPEN). asuransi kematian. dan mencakup seluruh keanggotaan di kalangan PNS. asuransi jaminan hari tua dan asuransi kesehatan yang didanai oleh pegawai dan pemberi kerja (khusus untuk jaminan hari tua). mempertahankan. § Replacement rates di sektor swasta sangat rendah. (b) jaminan kecelakaan kerja. § Jaminan sosial di Indonesia yang dapat diidentifikasikan sampai saat ini adalah Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin (JPKMM). bersifat contributory. sehingga kontribusi yang diberikan juga sangat rendah. § Program jaminan sosial disediakan bagi angkatan kerja yang aktif bekerja di sektor formal. dan memotivasi PNS. (3) membuat sistem pensiun yang lebih luwes dan dapat diterapkan dalam jangka panjang. World Bank menganjurkan negara-negara berkembang untuk mengambil langkahlangkah sebagai berikut: (1) mengurangi kewajiban pembayaran pensiun melalui perubahan parameter. (c) Perusahaan Perseroan (Persero) Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI).

Dalam bentuk apa saja tunjangan kepada masyarakat berpenghasilan rendah? 7. yaitu: (a) food security. Jelaskan cara yang paling efektif dalam menunjang keluarga berpenghasilan rendah ! 8. meningkatkan penciptaan kesempatan kerja langsung dan kesempatan berusaha untuk menumbuhkan daya beli masyarakat miskin. Apa dampak sistem tunjangan dalam bentuk tunai! 5. meningkatkan penyediaan fasililtas pelayanan kesehatan dasar dan bantuan obat-obatan. 3. pajak penghasilan negatif. tarif pajak marjinal. ASKES tanpa melalui Departemen Kesehatan untuk efisiensi.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 359 § Jaring Pengaman Sosial (JPS) dikelompokkan menjadi empat program besar. Sebutkan hal-hal yang diatur dalam Temporary Aid for Needy Families (TANF)! 6. LATIHAN 1. dibayarkan langsung ke PT. Sebutkan komponen-komponen utama dari asuransi sosial di Amerika dan jelaskan siapa saja yang berhak mendapat asuransi sosial tersebut! . (d) menggerakan kembali ekonomi rakyat dengan mendorong pembangunan kegiatan usaha ekonomi berskala kecil. bantuan pendidikan. § Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin (JPKMM) mendapat dana yang bersumber dari Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPSBBM). akuntabilitas. b. Jelaskan masalah yang terjadi dalam asuransi sosial untuk kesehatan! 4. Apa yang dimaksud dengan: a. Mengapa program tunjangan kesejahteraan di Amerika banyak menuai protes dari masyarakat? 2. meningkatkan penyediaan dan penyaluran bahan kebutuhan pokok serta bantuan pangan bagi masyarakat miskin di pedesaan dan perkotaan. (c) employment creation. pendidikan. dan transparansi. (b) social protection (perlindungan sosial).

Apa saja yang dapat oleh pemerintah daerah dalam menggunakan grant yang diberikan pemerintah pusat ? . Apa yang dilakukan dan dikelola oleh Federal Unemployment Trust Fund? 10.360 Bab 16: Kebijakan Belanja Publik dalam Tunjangan Sosial 9.

baik itu negara federal maupun negara kesatuan (unitary). . apapun bentuk pemerintahan suatu negara. akan selalu memunculkan pola hubungan fiskal antar pemerintahan (fiscal intergovernmental relationship). terdapat perbedaan-perbedaan dalam interval luas dalam struktur kelembagaan dan hubungan keuangan pusat dan daerah. baik dalam negara-negara yang pada dasarnya berbentuk federal maupun negara yang berbentuk kesatuan. Dan sebagaimana dikemukakan oleh Norregaard (1995).KEUANGAN PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH Dalam konteks desentralisasi fiskal.

Kolumbia. federalisme fiskal (fiscal federalism).1). Perancis dan Inggris mencerminkan pola ini untuk kelompok negara-negara maju (Bennet. Tunisia Afrika Selatan Cina. Brasil. principal (Pemerintah Pusat) dapat secara sepihak menentukan dan mengubah baik tanggung jawab pengeluaran maupun pendapatan Pemerintah Daerah dan pengaturan hubungan keuangan antar pemerintahan dalam upaya mengatasi permasalahan4 3 . Pertama. Maroko. Pendelegasian wewenang ini biasanya diatur dengan ketentuan perundang-undangan. sementara Indonesia1. Menurut teori ini. di beberapa negara yang berbentuk federal. Maroko dan Tunisia adalah untuk negara berkembang. Kanada Indonesia. 1990). konsentrasi kekuasaan di pusat demikian tinggi. Atau. Kedua. India. dan kerangka analisis yang sesuai adalah agency theory4. 2 Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari Pemerintah Pusat kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah dan atau perangkat pusat di Daerah. Jepang Keuangan Federal Amerika Serikat.362 Bab 17: Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah Tabel 17. Implikasi 1 Indonesia di sini maksudnya adalah sebelum keluarnya Undang-undang Nomor 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. Vietnam Rusia. Dalam perspektif ini. kerangka yang sesuai untuk desentralisasi adalah bersifat “top down” dan berpola dekonsentrasi2 atau maksimalnya berpola delegasi3. Bosnia Herzegovina Sumber: Bird dan Vaillancourt (1998) Menurut Bird dan Vaillancourt (1998). serta Cina dan Vietnam adalah contoh negara transisi (Bank Dunia. Argentina.1: Susunan Rak Desentralisasi Fiskal Kelompok Negara Negara Maju Negara Berkembang Negara Transisi Federalisme Fiskal Perancis. 1996a). keuangan federal (federal finance). pemerintahan negara bagian (state) bukan merupakan pelaku otonom. Dalam model federalisme fiskal. Pihak yang menerima wewenang mempunyai keleluasaan (discretion) dalam penyelenggaraan pendelegasian tersebut. Konsep federalisme fiskal maksudnya adalah Pemerintahan Daerah Tingkat II (kabupaten/kota) merupakan kepanjangan tangan dari pusat. terdapat dua model hubungan fiskal antar pemerintahan yang berlaku saat ini (lihat Tabel 17. walaupun wewenang terakhir tetap pada pihak pemberi wewenang (sovereign-authority). Delegasi adalah pelimpahan wewenang untuk tugas tertentu kepada organisasi yang berada di luar struktur birokrasi reguler yang dikontrol secara tidak langsung oleh Pemerintah Pusat. Pakistan.

state dibagi ke dalam counties (wilayah kabupaten). tetapi pada prakteknya tidak selalu demikian. batas-batas resmi. 1983). wewenang. atau townships (Kota).Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 363 dari hubungan fiskal model federalisme fiskal ini adalah berbagai bentuk transfer dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah (Dati I dan Dati II) dalam rangka untuk menggalakkan otonomi regional dan untuk memperbaiki infrastruktur lokal. Argentina. fungsi. beberapa dewan sekolah (school board) di Amerika Serikat memiliki kekuasaan untuk mengenakan pajak (Davey. penyerahan fungsi. Namun. Sesungguhnya. parishes (suatu wilayah pemerintahan gereja. 1996). 1994b serta Bird dan Chen. terutama negaranegara yang memiliki keanekaragaman dalam aspek geografis dan etnis (Bird. serta perbedaan-perbedaan tujuan antara principal dan agent (Pemerintah Daerah). dan Afrika Selatan adalah negara-negara berbentuk federal. model keuangan federal juga berlaku. Meski secara teoritis negara yang berbentuk federal akan menerapkan model keuangan federal. Pada negara yang berbentuk kesatuan (unitary). Indonesia secara tidak langsung telah menerapkan model keuangan federal. namun prakteknya sejauh ini masih sentralisasi fiskal dan federalisme fiskal. model keuangan federal (federal finance) lebih cocok diterapkan untuk beberapa negara. 5 Di Amerika Serikat (yang berbentuk negara federal). pada umumnya menganut model keuangan federal. Secara teoritis. permasalahan informasi yang tidak simetri. di Amerika Serikat. serta pembiayaan sesuai dengan konstitusi federal. biasanya akan dibelanjakan oleh pemerintah daerah sesuai dengan pedoman dan sektor-sektor yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. . yaitu Lousiana). Berbeda dengan model federalisme fiskal. Bahkan. serta pembiayaannya sudah secara umum ditetapkan melalui sebuah undang-undang. Contoh yang paling aktual adalah Amerika Serikat dan Kanada. Dalam model keuangan federal. Di Amerika Serikat.5 Dimana masing-masing pemerintahan memiliki kewenangan (otonomi) yang jelas terhadap wilayah. model hubungan fiskal yang terjadi adalah hubungan fiskal antara pemerintah federal (pusat) dengan pemerintah negara bagian/propinsi (state) dan hubungan fiskal antara pemerintah negara bagian/propinsi (state) dengan pemerintah lokal (kabupaten/kota). Ini terbukti. counties merupakan agen utama pemerintahan regional dari pemerintahan propinsi dan memiliki memiliki kewenangan (authority) independensi yang signifikan. sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. negara yang berbentuk federal. Menurut Bank Dunia (1995b) negara-negara seperti Pakistan.

dibandingkan dengan Amerika Serikat. setiap individu dapat memilih untuk tinggal di sebuah komunitas atau masyarakat yang sesuai dengan preferensi mereka dalam rangka untuk memaksimalkan kesejahteraan sosial. yaitu: (1) Efisiensi Alokasi Sumber Daya (Efficient Allocation of Resources) Desentralisasi akan meningkatkan efisiensi karena pemerintah daerah memiliki informasi yang lebih baik mengenai kebutuhan penduduknya dibandingkan pemerintah pusat. pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk menetapkan pajak serta melakukan pinjaman secara mandiri. Oleh karenanya. 1989). terdapat keuntungan efisiensi potensial dari desentralisasi fiskal. Menurut para ahli ekonomi.364 Bab 17: Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah sebagaimana diatur oleh Undang-Undang Nomor 25/1999. DIMENSI EKONOMI DARI DESENTRALISASI FISKAL Dimensi ekonomi baku dari suatu kebijakan keuangan publik adalah stabilitas makro ekonomi. Namun demikian. Keputusan mengenai pengeluaran publik yang dibuat oleh pemerintah daerah akan lebih responsif terhadap keinginan konstituennya dibandingkan dengan keputusan yang dibuat oleh pemerintah pusat. Karena preferensi setiap individu terhadap barang publik berbeda. sesuai dengan argumen ini. dan efisiensi (Musgrave dan Musgrave. Desain fiskal antar pemerintahan juga memiliki implikasi penting atas keadilan dan stabilitas makro ekonomi. aspek efisiensi tidaklah satu-satunya dimensi ekonomi untuk mengevaluasi desentralisasi fiskal. maka dalam suatu sistem fiskal yang terdesentralisasi. Bahkan. Argumentasi ekonomi tentang efisiensi berasal dari fakta bahwa pemerintah daerah dapat memenuhi berbagai kepentingan dan pendapat dari para penduduk dan dapat mengalokasikan berbagai sumber daya (resources) secara lebih efisien dibandingkan pemerintah pusat. aspek efisiensi merupakan raison d'etre untuk desentralisasi fiskal. derajat desentralisasi fiskal di Indonesia lebih tinggi. (2) Persaingan Antar Pemerintah Daerah (Competition Among Local Governments) . Efisiensi Teori desentralisasi didasarkan pada asumsi bahwa pemerintah pusat hanya dapat menyediakan barang dan jasa secara lintas wilayah secara konsisten. keadilan (equity).

Ketika masyarakat tidak senang pada kebijakan pemerintah lokal dalam pembebanan pajak untuk pembiayaan barang publik bersifat lokal. maka hanya ada dua pilihan bagi warga masyarakat. atau pinjaman yang lebih besar. Austria. Studi terkini mengenai hubungan antara desentralisasi fiskal dengan pengelolaan makro ekonomi menemukan bahwa “sistem desentralisasi fiskal menawarkan perbaikan potensial yang lebih besar terhadap perbaikan pengelolaan makro ekonomi dibandingkan sistem fiskal yang tersentralisasi”. daerah akan menekan pusat untuk mendapatkan tambahan kucuran dana yang lebih besar. negara-negara federal yang terdesentralisasi secara tinggi seperti Swiss. 2002). 1997). Suatu analogi argumen untuk menjelaskan hal ini dikemukakan oleh Tiebot (1956) yang kemudian dikenal sebagai "The Tiebout Model". Namun demikian. maka tingkat pelayanan akan menurun. khusus bagi negara-negara berkembang. Jerman. Salah satu contoh terjelas adalah kasus-kasus di negara . dan Amerika Serikat memiliki kinerja makro ekonomi yang sangat stabil dan tingkat inflasi yang rendah (Shah. Hipotesis tersebut memberikan petunjuk bahwa terdapat potensi untuk mencapai efisiensi ekonomi (maximizing social welfare) dalam penyediaan barang publik pada tingkat lokal. Masyarakat akan memilih untuk tinggal di lingkungan yang anggaran daerahnya memenuhi preferensi yang paling tinggi antara pelayanan publik dari pemerintah daerahnya dengan pajak yang dibayar oleh masyarakat. yaitu meninggalkan wilayah tersebut atau tetap tinggal di wilayah tersebut dengan berusaha mengubah kebijakan pemerintah lokal melalui DPRD-nya (Hyman. stabilitas makro ekonomi bukanlah hal yang otomatis dapat terwujud dengan diterapkannya desentralisasi fiskal. Faktanya. Stabilitas Makro Ekonomi Penilitian empiris tentang desentralisasi dan pengelolaan makro ekonomi (macroeconomic governance) memberikan sedikit dukungan bahwa desentralisasi inheren dengan destabilisasi. Tiebout menekankan bahwa tingkat dan kombinasi pembiayaan barang publik bertaraf lokal dan pajak yang dibayar oleh masyarakat merupakan kepentingan politisi masyakarat lokal dengan pemerintah daerahnya. Atau. atau kedua-duanya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 365 Persaingan antar daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakatnya akan mendorong pemerintah lokal untuk meningkatkan inovasinya. Pengalaman internasional memperlihatkan bahwa jika suatu negara mendesentralisasikan tanggung jawab pengeluaran lebih besar dibandingkan dengan sumber-sumber yang tersedia.

redistribusi biasanya berupa suatu transfer dana kepada rumah tangga berpendapatan rendah untuk mencapai keseimbangan dalam distribusi pendapatan. Sebaliknya. 1996). itu berarti pajak bagi penduduk kaya dan subsidi bagi penduduk miskin. maka perlu dirancang kebijakan untuk memberikan sumber daya (resources) yang lebih besar kepada daerah yang lebih miskin. maka mobilisasi dana daerah dapat menurun dan ketidakseimbangan makro ekonomi dapat kembali muncul (Yu. 1994). Sebab. pemerintah daerah tidak dapat mengambil kebijakan redistribusi secara efektif. adalah alat yang biasa digunakan untuk mengoreksi ketidakadilan horisontal tersebut. Mobilitas rumah tangga adalah hambatan riil pemerintah daerah untuk menggunakan kebijakan redistribusi. pemerintah daerah memerlukan dukungan dari pemerintah pusat. Kesuksesan dalam kebijakan redistribusi juga memerlukan perhatian yang khusus terhadap keadilan dalam wilayah lokal setempat (within-locality equity). Dengan kata lain. dengan program redistribusi pendapatan. Bantuan pemerataan (equalization grant).366 Bab 17: Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah Federasi Rusia (Wallich. Keadilan horizontal merujuk pada tingkat kapasitas pemerintah daerah (subnational governments) dalam memenuhi pelayanan publik. Terdapat dua faktor utama yang memberikan kontribusi munculnya ketidakadilan horisontal: (1) basis pajak (taxes bases) sangat berbeda secara signifikan antara daerah satu dengan daerah yang lain dan (2) karakteristik regional yang mengakibatkan perbedaan biaya penyediaan pelayanan. Untuk mengurangi ketidakadilan horisontal ini. penyediaan resources yang lebih banyak kepada daerah miskin hanyalah satu aspek dari problem keadilan. Dalam definisi klasik. Namun demikian. Dalam konteks desentralisasi. jika lebih banyak penerimaan daripada pengeluaran yang didesentralisasikan. ia akan menciptakan suatu insentif yang kuat bagi penduduk berpendapatan rendah untuk datang dan akan mendorong penduduk berpenghasilan tinggi untuk pindah kemana saja. Dalam merancang kebijakan redistribusi. isu redistribusi memiliki dua dimensi: keadilan horisontal (horizontal equity) dan keadilan lokal (within-locality equity). Keadilan (Equity) Aspek keadilan dari sebuah kebijakan keuangan publik berkaitan dengan redistribusi pendapatan untuk mencapai keadilan sosial. . Jika pemerintah daerah mengeluarkan program redistribusi pendapatan secara agresif.

terlepas dari keseimbangan makro atau efisiensi mikro. Kedua. § Federalisme fiskal merupakan model konsentrasi kekuasaan di pusat yang semakin tinggi. sehingga kerangka yang sesuai untuk desentralisasi adalah . pemerintah negara bagian bukan merupakan pelaku otonom. pinjaman. terdapat dua pola hubungan fiskal antar pemerintahan (fiscal intergovernmental relationship) yaitu federalisme fiskal (fiscal federalism) dan keuangan federal (federal finance). seharusnya tidak perlu terjadi “ekspor pajak” dan tidak ada tambahan transfer dari level pemerintahan yang lain. biaya-biaya dari pengambilan keputusan tersebut sepenuhnya harus ditanggung oleh masyarakat. kesiapan administrasi pemerintahan. Untuk itu. perubahan sistem nilai dan perilaku birokrasi dalam memenuhi keinginan masyarakat khususnya dalam pelayanan sektor publik. pengembangan kelembagaan dan sumber daya manusia. maupun transfer dari pemerintah pusat. § Konsep federalisme fiskal menganggap Pemerintah Daerah Tingkat II merupakan kepanjangan tangan dari pusat. maka pemerintah daerah harus didukung sumbersumber keuangan yang memadai. RANGKUMAN § Menurut Bird dan Vaillancourt. mekanisme koordinasi untuk meningkatkan kinerja aparat birokrasi. proses pengambilan keputusan di daerah harus demokratis. yaitu pengambilan keputusan tentang manfaat dan biayanya harus transparan dan pihak-pihak yang terkait harus memiliki kesempatan untuk mempengaruhi keputusan-keputusan tersebut. Pertama. Di samping itu. baik yang berasal dari local revenue. Sementara itu.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 367 Syarat-Syarat Keberhasilan Desentralisasi Fiskal Bird dan Vaillancourt (1998) mengisyaratkan ada dua prasyarat penting bagi kesuksesan desentralisasi. dan (2) terdapat keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan dalam melakukan pungutan pajak dan retribusi daerah. Pelaksanaan desentralisasi fiskal akan berjalan baik dengan mempedomani hal-hal sebagai berikut: (1) adanya pemerintah pusat yang kapabel dalam melakukan pengawasan dan enforcement. Sidik (2002) juga berpendapat untuk mendukung pelaksanaan desentralisasi. maupun masyarakat secara keseluruhan. Sidik (2002) menyebutkan bahwa keberhasilan pelaksanaan desentralisasi akan sangat tergantung pada desain. proses implementasi. dukungan politis baik pada tingkat pengambilan keputusan di masing-masing tingkat pemerintahan. Di negara federal.

yaitu persaingan antar daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakatnya akan mendorong pemerintah lokal untuk meningkatkan inovasinya. Seperti yang dikemukakan “Tiebout Model” bahwa tingkat dan kombinasi pembiayaan barang publik bertaraf lokal dan pajak yang dibayar oleh masyarakat merupakan kepentingan politisi masyarakat lokal dengan pemerintah daerah. keadilan (equity). Efisiensi alokasi sumber daya. wewenang. berarti bahwa pemerintah daerah memiliki informasi yang lebih baik mengenai kebutuhan penduduknya dibandingkan pemerintah pusat. sehingga keputusan mengenai pengeluaran publik yang dibuat oleh pemerintah daerah lebih responsif terhadap keinginan konstituennya. yaitu: (1) efisiensi alokasi sumber daya (efficient allocation of resources). Dimensi ekonomi dari suatu kebijakan keuangan publik adalah stabilitas makro ekonomi. Persaingan antar pemerintah daerah. Aspek-aspek inilah yang dapat digunakan untuk mengevaluasi desentralisasi fiskal. (2) persaingan antar pemerintah daerah (competition among local government). Hal ini dapat terbukti. dan kerangka analisis yang sesuai adalah agency theory.368 Bab 17: Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah § § § § § § § bersifat “top down’. berpola dekonsentrasi atau delegasi. Berdasarkan aspek efisiensi. serta pembiayaan sesuai dengan konstitusi federal. yaitu Pemerintah Daerah memiliki kewenangan untuk menetapkan pajak serta melakukan pinjaman secara mandiri. Di mana pemerintah negara bagian ataupun pemerintah lokal memiliki kewenangan (otonomi) yang jelas terhadap wilayah. Batas-batas resmi. hal ini terjadi sejak diberlakukannya Undang Undang Nomor 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang Undang Nomor 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. Indonesia secara tidak langsung menerapkan model keuangan federal. penyerahan fungsi. Menurut penelitian empiris. serta pembiayaannya sudah secara umum ditetapkan dengan undang-undang. dan efisiensi. desentralisasi fiskal memiliki keuntungan efisiensi potensial. Hipotesis ini menunjukkan bahwa terdapat potensi untuk mencapai efisiensi ekonomi (maximizing social welfare) dalam penyediaan barang publik pada tingkat lokal. Model keuangan federal biasanya diterapkan di negara-negara yang memiliki keragaman dalam aspek geografis dan etnis. dimana sistem desentralisasi fiskal menawarkan perbaikan potensial yang lebih besar terhadap perbaikan pengelolaan makro ekonomi dibandingkan . fungsi. desentralisasi inheren dengan destabilisasi.

Aspek keadilan dari sebuah kebijakan keuangan publik berkaitan dengan redistribusi pendapatan untuk mencapai keadilan sosial. Redistribusi memiliki dua dimensi. stabilitas makro ekonomi bukanlah hal yang otomatis terwujud dengan diterapkannya desentralisasi. yaitu keadilan horisontal dan keadilan lokal. Keberhasilan pelaksanaan desentralisasi menurut Sidik (2002) tergantung pada: desain. Redistribusi berupa suatu transfer dana kepada rumah tangga berpendapatan rendah untuk mencapai keseimbangan dalam distribusi pendapatan. Jika dilakukan secara agresif. proses. (b) karakteristik regional yang mengakibatkan perbedaan biaya penyediaan pelayanan. kesiapan administrasi pemerintahan. Bantuan pemerataan (equalizational grant) adalah alat yang digunakan untuk mengoreksi ketidakadilan horisontal tersebut. maka akan menciptakan suatu insentif bagi penduduk berpendapatan rendah untuk datang dan mendorong penduduk berpendapatan tinggi untuk pindah ke mana saja. implementasi. . Negara federal yang terdesentralisasi secara tinggi memiliki kinerja makro ekonomi yang sangat stabil dan tingkat inflasi yang rendah. maka mobilisasi dana daerah dapat menurun dan ketidakseimbangan makro ekonomi kembali muncul. maka tingkat pelayanan akan menurun. Keadilan horisontal merujuk pada tingkat kapasitas pemerintah daerah dalam memenuhi pelayanan publik. Sebaliknya. Jika tanggung jawab pengeluaran lebih besar daripada sumber yang tersedia. (2) biaya-biaya dari pengambilan keputusan tersebut sepenuhnya harus ditanggung oleh masyarakat sehingga tidak ada ekspor pajak dan tambahan transfer level pemerintahan yang lain. Prasyarat penting bagi kesuksesan desentralisasi terlepas dari keseimbangan makro atau efisiensi mikro menurut Bird dan Vaillancourt adalah: (1) proses pengambilan keputusan di daerah harus demokratis dan transparan. jika penerimaan lebih banyak daripada pengeluaran yang didesentralisasikan. Khusus bagi negara berkembang. Untuk mengatasinya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 369 § § § § § § sistem fiskal yang tersentralisasi. Terdapat dua faktor utama penyebab munculnya ketidakadilan horisontal: (a) basis pajak (tax bases) sangat berbeda secara signifikan antara daerah satu dengan yang lain. Mobilitas rumah tangga adalah hambatan riil pemerintah daerah untuk menggunakan kebijakan redistribusi. dukungan politis baik pada tingkat pengambilan keputusan di masing-masing tingkat pemerintahan dan masyarakat secara keseluruhan. perlu dirancang kebijakan untuk memberikan sumber daya yang lebih besar ke daerah yang miskin.

perubahan sistem nilai dan perilaku birokrasi dalam memenuhi keinginan masyarakat khususnya dalam pelayanan sektor publik. LATIHAN 1. stabilitas makroekonomi tidak otomatis terwujud dengan diterapkan desentralisasi fiskal ? 7. Jelaskan yang dimaksud dengan : a. 14. jelaskan ! 2. Jelaskan yang dimaksud dengan Tiebout Model ? 6. Mengapa desentralisasi akan meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya ? 5. dan (2) terdapat keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan dalam melakukan pungutan pajak dan retribusi daerah. Sebutkan 2 model hubungan fiskal antar pemerintah yang berlaku saat ini.370 Bab 17: Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah pengembangan kelembagaan dan sumber daya manusia. § Pelaksanaan desentralisasi fiskal akan berjalan baik dengan mempedomani hal-hal sebagai berikut: (1) adanya pemerintah pusat yang kapabel dalam melakukan pengawasan dan enforcement. Sebutkan syarat-syarat keberhasilan desentralisasi fiskal menurut Bird dan Vaillancourt ! 9. keadilan vertikal. keadilan horisontal. Jelaskan hubungan antara desentralisaasi fiskal dengan pengelolaan makro ekonomi ! 12. Apa yang dimaksud dengan redistribusi ? 13. Apa yang dimaksud dengan dekonsentrasi ? 10. b. Apa yang dimaksud dengan Agency Theory ? 3. mekanisme koordinasi untuk meningkatkan kinerja aparat birokrasi. Jelaskan keuntungan efisiensi potensial dari desentralisasi fiskal ! 11. Mengapa khusus untuk negara-negara berkembang. Apa akibatnya jika pemerintah daerah mengeluarkan program redistribusi pendapatan secara agresif ? . Mengapa Indonesia dibandingkan dengan Amerika Serikat derajat desentralisasi fiskalnya lebih tinggi ? 4. Sebutkan faktor utama yang memberikan kontribusi munculnya ketidakadilan horisontal ! 8.

Jelaskan fakta di Pemerintah Daerah mengenai argumentasi ekonomi tentang efisiensi ! . Menurut sidik (2002) pedoman apa saja yang harus dijalani agar pelaksanaan desentralisasi fiskal berjalan dengan baik ? 17.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 371 15. Sebutkan tiga dimensi ekonomi baku dari suatu kebijakan keuangan publik! 18. Bagaimana caranya untuk mengurangi ketidakadilan horisontal ? 16.

transfer dana dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Dari Tabel 16.1. ternyata banyak daerah di berbagai negara ini local government revenue tidak cukup untuk membiayai seluruh pengeluaran daerah (lihat Tabel 18.1). Namun. terlihat bahwa. daerah dituntut untuk dapat membiayai sendiri biaya pembangunannya. Sejalan dengan desentralisasi tersebut. aspek pembiayaannya juga ikut terdesentralisasi. . Implikasinya.TRANSFER PUSAT KE DAERAH: TEORI DAN PRAKTIK Dalam konteks desentralisasi fiskal. tidak ada satupun pemerintah daerah di berbagai negara yang disurvei memiliki pendapatan yang dapat membiayai seluruh pengeluarannya. Desentralisasi memang merupakan pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

49% 89.10% 84.49% 57.72% 81.27% 98.76% 73.74% 58.80% 59.28% 85.97% 73.97% 84.29% 78.50% 66.05% 58. 1998.374 Bab 18: Transfer Pusat ke Daerah: Teori dan Praktik Tabel 18.31% 27.96% 64.74% 58.32% 81.65% 42. Government Finance Statistics Year Book 1998.37% 81.26% 57.93% 72.30% 66.31% 71.35% 93.89% 85. Catatan: Pendapatan Pemerintah Daerah tidak termasuk transfer antar pemerintahan (intergovernmental transfers) Sumber: International Monetary Fund.52% 62.51% 1995 5.19% 93.68% 72.10% 61.32% 59.28% 85.08% 80. Country Tables.91% 63.92% 62.80% 83.69% 80.64% N/A 77.78% 77.85% 68.98% 81.71% 64.64% 73.65% 82.76% N/A 82.26% N/A 75.88% 27.11% 72.33% *Pemerintah Daerah di negara-negara federal adalah kelompok Pemerintah Daerah yang terendah tingkat pendapatannya.83% 27.64% 97.68% 58.92% 87.18% 75.10% 65.69% 66.31% 1997 3.51% 81.25% 72.50% 56.1: Persentase Pendapatan atas Pengeluaran Daerah Negara Kesatuan Albania Azerbaijan Belarusia Bulgaria Kroasia Republik Cekoslowakia Denmark Estonia Irlandia Kazakhstan Latvia Lithuania Mauritius Moldova Mongolia Norwegia Polandia Republik Slovakia Slovenia Inggris Negara Federal* Australia Austria Bolivia México Switzerland United States 85.31% 85.93% 97.83% 73.82% 71.10% 66.46% 60.04% 85. .55% 73.62% 60.91% 60.53% 73.74% 85.83% 72.47% 1996 6.60% 29.21% 79.63% 66.02% 64.85% 99.71% 40.82% 39.73% 82.73% 65.43% 83.30% 81.52% N/A 77.69% 61.96% 71.75% 81.35% 62.95% 87.08% 89.28% 57.66% 60.91% 1998 4.18% 57.51% 72.65% 70.22% 39.

stabilisasi. . mengatasi persoalan efek pelayanan publik (correcting spatial externalities). dan pemerintahan lokal. antara 67% sampai 95% pengeluaran negara bagian di Nigeria. transfer pusat ke daerah dapat dibedakan atas bagi hasil pendapatan (revenue sharing) dan bantuan (grants). Pemerintah Federal Amerika Serikat sangat memonopoli sumber-sumber penerimaan. Kondisi ini akhirnya bisa menimbulkan ketimpangan antara pemerintah federal. Sumber ini membiayai sekitar 85% dari pengeluaran pemerintah daerah di Afrika Selatan. dan kewajiban untuk menjaga tercapainya standar pelayanan minimum di setiap daerah. an Transfer TUJUAN TRANSFER Pada dasarnya. Dengan demikian. pemerataan horisontal (horizontal equalization). pemerintah pusat menguasai sebagian besar sumbersumber penerimaan (pajak) utama negara yang bersangkutan. GRS untuk tingkat negara bagian diberlakukan secara tuntas pada tahun 1982 dan untuk tingkat lokal diberlakukan pada secara tuntas pada tahun 1986. transfer dana dari pusat (intergovernmental transfer) merupakan sumber penerimaan yang sangat dominan bagi pemerintah daerah di banyak negara. Tidak terkecuali Indonesia. 70% sampai 90% pengeluaran negara bagian yang miskin di Meksiko. melakukan eksperimen dengan ide-ide baru (experimenting with new ideas). pemerintah negara bagian (state). pemerintah daerah hanya menguasai sebagian kecil sumber-sumber penerimaan negara. pada pertengahan era 1960-an hingga pertengahan 1980-an lahirlah kebijakan bagi hasil penerimaan umum (General Revenue Sharing/GRS). Kemudian. Vertical Equalization Transfer Di banyak negara. mengarahkan prioritas (redirecting priorities).Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 375 Implikasi dari kondisi tersebut. 2002). Pada era tahun 1960-an. tujuan dari vertical equalization transfer ini adalah untuk mengkoreksi kesenjangan pendapatan yang diperoleh setiap level pemerintahan. atau hanya berwenang untuk memungut pajak-pajak yang basis pajaknya bersifat lokal dan mobilitas yang rendah dengan karakteristik besaran penerimaannya relatif kurang signifikan. Kondisi ini akhirnya menimbulkan ketimpangan vertikal (vertical imbalance) antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Adapun tujuan dari transfer ini bermacam-macam yaitu pemerataan vertikal (vertical equalization). Sementara itu. 72% pengeluaran propinsi dan 86% pengeluaran kabupaten/kota pada dekade 1990-an di Indonesia (Simanjuntak. terutama negara berkembang.

dimana sarana-prasarana transportasi . penduduk lanjut usia. ataupun daerah dengan intensitas kegiatan ekonomi yang tinggi atau rendah.2. 25/1999 Pusat Dati I Dati II Pusat Sesudah UU No. Di sisi lain. 3. Kondisi ini berimplikasi kepada besarnya basis pajak atau kapasitas fiskal (fiscal capacity) di daerah-daerah bersangkutan. berdasarkan UU Nomor 25 Tahun 1999 Horizontal Equalization Transfer Keseimbangan antara kebutuhan pendapatan (revenue needs) dan kemampuan untuk menghasilkan pendapatan juga memiliki dimensi horisontal.1: PRAKTEK VERTICAL EQUALIZATION DI INDONESIA Penerapan vertical equalization di Indonesia berlaku sejak dikeluarkannya Undang-undang Nomor 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. 10. Tabel 17.8(+) 64(+) 64 32 64 32 6 12 40 12 Pemertaan Kab/Kota Lainnya + + 32 32 80 6 12 - 1. Dengan bagi hasil yang lebih besar ini. seperti Aceh dan Irian Jaya. Proporsi Bagi Hasil Beberapa Penerimaan Negara Sebelum dan Sesudah UU No. 8. Latar belakang diberlakukannya formula vertical equalization ini didasari oleh suatu kondisi selama Orde Baru. daerah penghasil penerimaan (baik itu pajak maupun sumber daya alam) mendapat porsi yang besar dalam bagi hasil penerimaan umum (general revenue sharing) yang lebih besar dibandingkan sebelum diberlakukannya Undang-Undang No. 7. dengan tarif pajak yang sama seharusnya juga menghasilkan penerimaan yang sama di antara daerah. dan anak-anak serta remaja yang tinggi proporsinya. terpaksa harus menjadi daerah miskin karena hasil dari sumber-sumber kekayaan alam mereka diangkut ke pusat. 25/1999 (dalam %) No Jenis Penerimaan Sebelum UU No.2 16 16 16 16 16 3 6 8 Sumber : Sidik 2002. 25/1999 (lihat Tabel 2. 11. 25/1999 Pro-pinsi Kab/ Kota 64. Artinya.2. Menurut Undang-Undang No. dimana pemerintah pusat begitu dominan dalam menguasai sumber-sumber penerimaan negara yang berujung pada timbulnya ketimpangan fiskal secara vertikal antara pemerintah pusat dengan daerah. 25/1999 ini. daerah-daerah juga memiliki kebutuhan belanja yang sangat bervariasi. Pengalaman empiris di berbagai negara menunjukkan ternyata kemampuan daerah untuk menghasilkan pendapatan sangat bervariasi. 9.376 Bab 18: Transfer Pusat ke Daerah: Teori dan Praktik KOTAK 17. Ada pula daerahdaerah yang berbentuk kepulauan luas. 4.2 16 30 30 16 16 - 64. Daerah-daerah yang kaya akan sumber daya alam. Kondisi ini kemudian berubah dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 25/1999. 6. 2. tergantung kondisi daerah bersangkutan yang memiliki kekayaan sumber daya alam atau tidak. Terdapat daerah-daerah dengan penduduk miskin.8 64 15 15 64 64 - 20 20 20 20 20 85 70 60 80 16. 5. PBB BPHTB IHH PSDH/IHPH Land Rent/Iuran Tetap Royalty Pertambangan Umum Perikanan Minyak Gas Alam Dana Reboisasi PPh 10 20 55 55 20 20 100 100 100 100 100 16. taxing power yang diterima daerah menjadi lebih besar dan ketimpangan vertikal dapat dikurangi.

namun memiliki sarana dan prasasarana yang telah lengkap. ada daerah-daerah dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu besar. Faktor penyeimbang juga diarahkan untuk mengatasi permasalahan pendanaan akibat terjadinya transfer pegawai dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah yang tentunya membawa konsekuensi pada gaji dan biaya-biaya terkait lainnya. dan besarnya angkatan kerja (SDM). pemadam kebakaran. karena daerah yang mempunyai potensi pajak dan SDA yang terbatas pada daerah-daerah tertentu. Misalnya. yaitu potensi penerimaan dan kebutuhan fiskal. Ini mencerminkan tinggi rendahnya kebutuhan fiskal (fiscal need) dari daerah-daerah yang bersangkutan. terjadi selisih hitung antara total DAU yang dianggarkan dengan total faktor penyeimbang dan faktor formula. Dengan kata lain tujuan dari horizontal equalization transfer adalah untuk menutup celah fiskal yang dimiliki oleh setiap daerah. peran DAU dapat dijadikan counter atas pembagian dana bagian daerah yang didasarkan atas dasar penghasil daerah (by origin atau vertical equalization) yang cenderung menimbulkan ketimpangan antar daerah. Rumus umum DAU 2001 adalah sebagai berikut: 1. DAU dirancang dengan sebuah formula yang digunakan untuk menghitung potensi penerimaan daerah atau kapasitas fiskal (fiscal capacity) dan kebutuhan fiskal daerah (fiscal needs). dalam alokasi DAU 2001 terdapat faktor penyeimbang dan faktor lump sum. Sementara di lain pihak.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 377 dan infrastruktur lainnya masih belum memadai. 3. Bobot daerah harus dirumuskan dengan menggunakan suatu formula yang didasarkan atas pertimbangan kebutuhan dan potensi penerimaan. (b) PDRB sektor industri dan jasa lainnya (non primer). Sehingga. pendidikan tinggi (universitas). (3) indeks harga bangunan. Variabel-variabel yang digunakan untuk menentukan potensi penerimaan adalah (a) PDRB sektor sumber daya alam (primer). 4. 2. Sumber: Brodjonegoro dan Pakpahan (2002) Correcting Spatial Externalities Beberapa jenis pelayanan publik di satu wilayah memiliki “efek menyebar” (eksternalitas) ke wilayah-wilayah lainnya. Besarnya DAU setelah formula paling tidak sama dengan besarnya bantuan Subsidi Daerah Otonom (SDO) dan Inpres tahun 2000. melalui suatu formula ini. dan (4) jumlah penduduk miskin. KOTAK 17. DAU akan dialokasikan kepada daerah dengan menggunakan bobot daerah. Faktor lump sum intinya adalah suatu mekanisme untuk membagi habis total DAU yang sudah dianggarkan dalam APBN 925% dari penerimaan bersih domestik). Faktor Penyeimbang adalah suatu mekanisme untuk mencegah penurunan kapasitas pemerintah daerah dalam membiayai kewajiban-kewajiban mereka. sistem . Variabel-variabel yang digunakan untuk menentukan kebutuhan daerah adalah (a) jumlah penduduk. Secara faktual. jalan raya penghubung antar daerah. Dalam prakteknya.2: PRAKTEK HORIZONTAL EQUALIZATION DI INDONESIA Dana Alokasi Umum (DAU) merupakan contoh yang paling tepat sebagai bentuk horizontal equalizataion di Indonesia. Oleh karenanya. Sebagai horizontal equalization. maka dapat dihitung kesenjangan atau celah fiskal (fiscal gap) dari masingmasing daerah yang seyogyanya ditutup oleh transfer dari pemerintah pusat. (b) luas wilayah. Membandingkan kebutuhan fiskal dengan kapasitas fiskal tersebut di atas. Faktor formula DAU terdiri dari dua. maka dapat dihitung celah fiskal (fiscal gap) yang akan ditutup dengan transfer DAU dari pusat. Penentuan bobot dan alokasi daerah.

Koreksi “Spillovers” Melalui Transfer P MC P1 PB PA DA QB QT DB Q DT Gambar 18. tidak bisa dibatasi manfaatnya hanya untuk masyarakat tertentu saja. jika permintaan dari penduduk (resident demands) setempat yang diperhitungkan. yaitu sebesar DB dengan harga (biaya) sebesar PB.1. untuk permintaan atas barang publik tertentu (misalnya. maka jumlah permintaannya akan sangat rendah. biasanya pemerintah daerah enggan untuk berinvestasi di sini.1 Berdasarkan Gambar 18. tanpa adanya “imbalan” (dalam bentuk pendapatan) yang berarti dari proyek-proyek serupa di atas. Namun. dan rumah sakit daerah. yaitu sebesar DA dan harganya (biayanya) pun relatif murah (PA) sehingga daerah setempat dipastikan dapat mengadakannya. yang bagi daerah .378 Bab 18: Transfer Pusat ke Daerah: Teori dan Praktik pengendali polusi (udara dan air). pemerintah pusat perlu memberikan semacam insentif ataupun menyerahkan sumber-sumber keuangan agar pelayanan-pelayanan publik demikian dapat dipenuhi oleh daerah. Namun. peminatnya juga berasal dari luar daerah (nonresident demands). perguruan tinggi). Oleh karena itu. Sehingga. total permintaan atas barang publik tersebut adalah DT dengan harga (biaya) sebesar P1.

Namun ternyata. Ini terkait dengan pemenuhan harapan para konstituen pemilih ketika pemilihan umum berlangsung. pemerintah pusat berkeinginan mengedepankan pembangunan di sektor pendidikan secara murah dan terjangkau. Dengan adanya subsidi ini. karena biayanya terlalu mahal. Dan seringkali prioritas yang dikembangkan oleh setiap level pemerintahan tersebut. karena biayanya berada dalam jangkauan anggaran daerah. akhirnya bertentangan dengan prioritas yang sedang dibangun oleh level pemerintahan lainya. Agar keinginan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat berjalan secara paralel. Experimenting with New Ideas Bantuan (grants) seperti ini berawal dari adanya keinginan pemerintah pusat untuk mengujicobakan suatu program baru di suatu daerah sebelum program tersebut diberlakukan terhadap seluruh daerah. yaitu sebesar perbedaan antara PB dan P1. Alasan perlunya bantuan dari pusat kepada daerah sehubungan dengan uji coba program baru tersebut. Agar penyediaan barang publik tersebut tetap dilakukan oleh daerah bersangkutan. sesungguhnya bantuan untuk tujuan uji coba program baru ini tidak lebih dari sebuah kompensasi atas kesediaan daerah menjadi ajang uji coba suatu program baru dari pusat. seyogyanya pemerintah pusat memberikan transfer atau insentif kepada daerah. Misalnya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 379 bersangkutan akan sangat sulit untuk dapat mengadakannya. Redirecting Priorities Setiap level pemerintahan memiliki prioritas masing-masing di dalam penyediaan pelayanan publik kepada masyarakatnya. Transfer pemerintah pusat kepada daerah semacam ini akan membantu mengarahkan kembali prioritas daerah dan pusat sesuai dengan keinginan yang diharapkan oleh masing-masing level pemerintahan. karena daerah yang menjadi tempat uji coba tidak mau menanggung kerugian dan risiko manakala terjadi dampak negatif terhadap program baru tersebut. maka pemerintah pusat memberikan transfer (subsidi). . maka daerah bersangkutan dapat menyediakan barang publik tersebut. Dengan demikian. keinginan tersebut ternyata tidak sinkron dengan pola kebijakan daerah. Pemerintah daerah ternyata menginginkan pembangunan di sektor kesehatan lebih mendapat prioritas karena pertimbangan kondisi masyarakat setempat.

. apakah negara tersebut berbentuk federal maupun negara kesatuan. Prinsip ini menekankan agar pemerintah daerah memiliki independensi dan fleksibilitas dalam menentukan prioritas-prioritas mereka.380 Bab 18: Transfer Pusat ke Daerah: Teori dan Praktik Stabilisasi Transfer dana dapat ditingkatkann oleh pemerintah ketika aktivitas perekonomian sedang lesu. Namun kecermatan dalam mengkalkulasi amat diperlukan agar tindakan menaikkan/menurunkan dana transfer itu tidak berakibat merusak atau bertentangan dengan tujuan stabilisasi. 1. dapat kiranya sebagai acuan untuk mendesain sistem atau model transfer bagaimana yang akan diterapkan. Tidak boleh ada pembatasan yang sedemikian ketat sehingga sebagian besar keputusan di daerah harus mengikuti atau mengacu kepada ketentuan pusat. Jika dikaitkan dengan postulat Musgrave (1983) yang menyatakan bahwa peran redistributif dari sektor publik akan dijalankan oleh pemerintah pusat. 2. Transfer untuk dana-dana pembangunan (capital grants) adalah merupakan instrumen yang cocok untuk tujuan ini. Di saat lain. bagi hasil (revenue sharing) berdasarkan formula. ataupun transfer yang bersifat umum (block grant) adalah sumber-sumber penerimaan daerah yang konsisten dengan tujuan tersebut. Memenuhi Standar Pelayanan Minimum Daerah-daerah dengan sumber daya yang sedikit memerlukan subsidi agar dapat mencapai standar pelayanan minimum. KRITERIA DESAIN TRANSFER PUSAT KE DAERAH Dari berbagai tujuan yang hendak dicapai dalam rangka transfer antar tingkat pemerintahan. maka penerapan standar pelayanan minimum di setiap daerah pun akan lebih bisa dijamin pelaksanaannya oleh pemerintah pusat. Otonomi Prinsip ini merupakan dasar desentralisasi fiskal di dunia. Berikut adalah beberapa kriteria umum yang biasa digunakan di banyak negara di dunia. Pajak-pajak dimana daerah bisa ikut memungut di atas tingkat yang ditetapkan pusat (piggyback). bisa saja dana transfer ke daerah dikurangi manakala perekonomian sedang booming. Penerimaan yang Memadai (Revenue Adequacy) Pemerintah daerah semestinya memiliki pendapatan (termasuk transfer) yang cukup untuk menjalankan segala kewajiban atau fungsi yang diembannya.

Dengan demikian. categorial grant. 6. yaitu (1) transfer tanpa syarat (unconditional grant. spesific purpose grant). general purpose grant. Keadilan (Equity) Besarnya dana transfer dari pusat ke daerah seyogyanya berhubungan positif dengan kebutuhan fiskal daerah dan berkebalikan dengan besarnya kapasitas fiskal daerah yang bersangkutan. Insentif Desain dari transfer ini harus sedemikian sehingga memberikan semacam insentif bagi daerah dengan manajemen fiskal yang baik. JENIS-JENIS TRANSFER Pengalaman empiris dari berbagai negara menunjukkan bahwa pemberian transfer oleh pemerintah pusat kepada daerah dapat disertai dengan syaratsyarat tertentu atau tidak bersyarat sama sekali. sehingga setiap daerah dapat melaksanakan urusan rumah tangganya sendiri pada tingkat yang layak. 4. Formula tersebut seyogyanya dipakai untuk jangka menengah (misalnya 3-5 tahun). sebaliknya menangkal praktek-praktek yang tidak efisien. Sederhana (Simplicity) Alokasi dana kepada pemerintah daerah semestinya didasarkan pada faktor-faktor obyektif dimana unit-unit individual tidak memiliki kontrol atau dapat mempengaruhinya. block grant dan (2) transfer dengan syarat (conditional grant. atau ada semacam kontrol terhadap belanja daerah. pada dasarnya jenis-jenis transfer dapat dikelompokkan menjadi dua kategori besar. agar perencanaan jangka menengah dan panjang dapat dilakukan oleh daerah. Di samping itu juga formula yang dipakai seyogyanya relatif mudah untuk dipahami. 5. Transfer Tanpa Syarat Pada umumnya transfer jenis ini ditujukan untuk menjamin adanya pemerataan dalam kemampuan fiskal antar daerah. tidak perlu ada transfer khusus/spesifik untuk membiayai defisit anggaran pemerintah daerah. Transparan dan Stabil Formula transfer mesti diumumkan sehingga dapat diakses masyarakat.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 381 3. Dengan demikian. . sehingga memudahkan penyusunan anggaran. Hal yang lebih penting lagi adalah setiap daerah dapat memperkirakan berapa penerimaan totalnya (termasuk transfer).

7. DAU ditetapkan sekurang-kurangnya 25% (dua puluh lima persen) dari penerimaan dalam negeri yang ditetapkan dalam APBN. • potensi ekonomi daerah. Penghitungan DAU berdasarkan rumus di atas dilakukan oleh Sekretariat Bidang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. 3. KOTAK 17.382 Bab 18: Transfer Pusat ke Daerah: Teori dan Praktik Tujuan dari transfer ini adalah untuk mengurangi ketimpangan fiskal yang bersifat horisontal (horizontal equalization). 4. . dengan porsi daerah propinsi yang bersangkutan. yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah untuk membiayai kebutuhan pengeluarannya dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Bobot daerah ditetapkan berdasarkan: • kebutuhan wilayah otonomi daerah. DAU untuk suatu daerah propinsi tertentu ditetapkan berdasarkan perkalian jumlah DAU untuk seluruh daerah propinsi yang ditetapkan dalam APBN. DAU adalah dana yang berasal dari APBN. DAU untuk daerah propinsi dan untuk daerah kabupaten/kota ditetapkan masing-masing 10% (sepuluh persen) dan 90% (sembilan puluh persen) dari total DAU nasional. 8. DAU untuk suatu daerah kabupaten/kota tertentu ditetapkan berdasarkan perkalian jumlah DAU untuk seluruh daerah kabupaten/kota yang ditetapkan dalam APBN dengan porsi daerah kabupaten/kota yang bersangkutan. Dalam hal terjadi perubahan kewenangan di antara daerah propinsi dan daerah kabupaten/kota. Porsi daerah propinsi merupakan proporsi bobot daerah propinsi yang bersangkutan terhadap jumlah bobot semua daerah propinsi di seluruh Indonesia. 2. Menurut UU No. 5. 6. persentase Dana Alokasi Umum untuk daerah propinsi dan daerah kabupaten/kota disesuaikan dengan perubahan tersebut. Porsi daerah kabupaten/kota merupakan proporsi bobot daerah kabupaten/kota yang bersangkutan terhadap jumlah bobot semua daerah kabupaten/kota di seluruh Indonesia. 25/1999 ketentuan mengenai aturan alokasi DAU adalah sebagai berikut: 1. 9.3: PRAKTEK TRANSFER TANPA SYARAT DI INDONESIA Dana Alokasi Umum (DAU) merupakan bentuk yang masuk dalam kategori transfer tanpa syarat (unconditional grant) untuk kasus di Indonesia.

Transfer tanpa syarat biasanya dibagikan berdasarkan suatu formula tertentu. tingkat kepuasan masyarakat pun menjadi lebih besar. sebagaimana digambarkan pergeseran kurva indiferensi yaitu dari i1i1 menjadi i2i2 dan titik keseimbangan baru menjadi E1. 2 1 . Pada kondisi sebelum ada transfer. dapat dilihat pada Gambar 18. Kurva indiferensi (indifference curve) adalah kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi konsumsi dua macam barang yang memberikan tingkat kepuasan sama bagi seorang konsumen. yaitu barang publik yang akan dibantu dengan transfer (assisted public goods/B) yang digambarkan dengan garis horisontal (horizontal axis) dan barang publik yang tidak dibantu (other public goods/A) yang digambarkan dengan garis vertikal (vertical axis). Penjelasan efek dari unconditional grant terhadap pembiayaan daerah. Hal ini digambarkan dengan adanya pergeseran (shifting) budget line yang sejajar dari AB menjadi FG.2. posisi permintaan (demand) barang A adalah OC dan barang B adalah OD sehingga titik keseimbangan awal adalah E. formula apa yang tepat untuk menjamin meratanya kemampuan fiskal (fiscal capacity) daerah dalam menjalankan pelayanan publik minimum.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 383 Ciri utama dari transfer ini adalah daerah memiliki keleluasaan (diskresi) penuh dalam memanfaatkan dana transfer ini sesuai dengan pertimbanganpertimbangannya sendiri atau sesuai dengan aturan apa yang menjadi prioritas daerahnya. yang memperlihatkan kombinasi berbagai konsumsi barang yang tersedia. Sehingga. dengan unconditional grants memungkinkan tercapainya kesejahteraan yang Garis anggaran (budget line) adalah kurva yang menunjukkan kombinasi konsumsi dua macam barang yang membutuhkan biaya (anggaran) yang sama besar.Karena tidak ada batasan pada cara pembelanjaan fasilitas publik manapun. Kondisi inilah yang menyebabkan mengapa penerima lebih memilih unconditional grants dibandingkan bentuk transfer lainnya. dalam kasus ini adalah barang A dan barang B. Asumsikan terdapat dua jenis barang publik (public goods). dan seterusnya adalah kurva indiferensi (indifference curve)2. maka yang bertambah akibat adanya transfer adalah jumlah anggaran. Kurva i1i1. Dengan demikian. jumlah barang yang dapat dipenuhi menjadi lebih banyak. yaitu menjadi OK (untuk assested public goods) dan menjadi OH (untuk other public goods). i2i2. Ini mengingat. amat tergantung kepada kondisi atau keadaan di masingmasing negara. Garis AB adalah garis anggaran1 daerah setempat (community budget line). dimana posisi E ini merupakan posisi tinggi dalam hal kepuasan tertinggi pada anggaran yang tersedia. Namun.

Contohnya adalah proyek-proyek yang menimbulkan efek eksternalitas positif bagi daerah-daerah lain ataupun proyek-proyek dari pemerintah pusat yang sifatnya uji coba atas suatu program atau ide baru (experimenting with new ideas). Namun. hal ini bisa juga menjadi suatu kerugian karena tidak ada kepastian tercapainya tujuan bersama sesuai dengan maksud pemberian grants tersebut.384 Bab 18: Transfer Pusat ke Daerah: Teori dan Praktik lebih baik bagi daerah yang muncul dari kemungkinan untuk memilih yang lebih besar. bagi pemberi. yaitu: . Transfer ini dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis. Efek Unconditional Grant Terhadap Pembiayaan Daerah Other Public Goods i2 F i1 A H E E1 i2 C i1 O D K B G Assested Public Goods Gambar 18-2 Transfer dengan Syarat (Conditional Transfer) Transfer ini biasanya digunakan untuk keperluan yang dianggap penting oleh pemerintah pusat namun kurang dianggap penting oleh daerah.

di sini pemerintah daerah telah mengalokasikan sejumlah dana dari pendapatan daerahnya untuk penyelenggaraan urusan tersebut. yang memperlihatkan kombinasi berbagai konsumsi barang yang tersedia. Transfer ini diperuntukkan apabila transfer tersebut dapat dan memang ditujukan untuk menutup seluruh kekurangan dana yang terjadi. posisi permintaan (demand) barang A adalah OC dan barang B adalah OD sehingga titik keseimbangan awal adalah E. Sementara itu. sementara barang A tetap. Kurva i1i1. sedangkan barang A dibiarkan tetap. . Maka. dalam kasus ini adalah barang A dan barang B. sebuah proyek pembangunan universitas membutuhkan dana sekitar Rp100 miliar. Pada kondisi sebelum ada transfer. Transfer pengimbang ini juga dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis: 1) Transfer pengimbang tidak terbatas (open-ended matching grants). Penjelasan efek dari open-ended matching grants dapat disajikan dalam Gambar 18. yaitu hanya menggeser kuantitas barang B. yaitu sebesar Rp90 miliar ditanggung sepenuhnya oleh pusat. dimana posisi E ini merupakan posisi tinggi dalam hal kepuasan tertinggi pada anggaran yang tersedia. i2i2. kekurangan tersebut. pemerintah pusat dan daerah sepakat memberikan kontribusinya masing-masing. kurva garis anggaran (budget line) akan mengalami pergeseran dari AB menjadi AM. yaitu misalnya pusat 90% dan daerah 10%. Garis AB adalah garis anggaran daerah setempat (community budget line). Pemerintah pusat dan daerah berniat meningkatkan kuantitas barang B. Transfer dari pemerintah pusat dalam hal ini berfungsi untuk membantu mengatasi kekurangan dana tersebut. Sama dengan kasus sebelumnya.3. Jadi. dan seterusnya adalah kurva indiferensi (indifference curve). yaitu barang publik yang akan dibantu dengan transfer (assisted public goods/B) yang digambarkan dengan garis horisontal (horizontal axis) dan barang publik yang tidak dibantu (other public goods/A) yang digambarkan dengan garis vertikal (vertical axis).Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 385 Transfer Pengimbang (Matching Grants) Transfer pengimbang adalah transfer yang diberikan oleh pusat kepada daerah untuk menutup sebagian atau seluruh kekurangan pembiayaan satu jenis urusan tertentu. Dengan demikian. Misalnya. daerah hanya mampu menyediakan dana sebesar 10% dari total kebutuhan dana atau sebesar Rp10 miliar. asumsikan terdapat dua jenis barang publik (public goods). Untuk tujuan ini. Hanya saja. dana daerah belum cukup untuk menjamin penyelenggaraan urusan tersebut dengan baik.

Hal ini sangat disukai oleh pemberi bantuan (pemerintah . Dengan demikian. karena sifat grant ini yang tidak terbatas. yang pembiayaannya bisa sebagian besar dari pemerintah pusat. yaitu dari OD menjadi OP. tingkat kepuasan untuk barang B pun menjadi lebih besar.3 Efek negatif dari open-ended matching grants adalah grant yang diberikan oleh pemerintah pusat justru akan menyebabkan ketidakmerataan antar daerah. Efek dari Open-Ended Matching Grants Other Public Goods i2 A i1 S N E Q O D B P i1 M Assested Public Goods E1 i2 C Gambar 18. Pada transfer ini terdapat batasan jumlah dana maksimum yang dapat digunakan. sementara daerah yang miskin akan tetap miskin karena mereka tidak dapat membuat proyek kaya. Akibatnya. 2) Transfer pengimbang terbatas (closed-ended matching grants). sebagaimana digambarkan pergeseran kurva indiferensi yaitu dari i1i1 menjadi i2i2 dan titik keseimbangan baru menjadi E1. daerah yang kaya akan mampu membuat proyek yang kaya pula dan menjadi semakin kaya. namun untuk barang A tetap.386 Bab 18: Transfer Pusat ke Daerah: Teori dan Praktik Sehingga. jumlah barang B (untuk assested public goods) yang dapat dipenuhi menjadi lebih banyak.

asumsikan terdapat dua jenis barang publik (public goods). .Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 387 pusat). Dengan demikian. Karena pemerintah pusat tidak lagi mau mengucurkan dananya. Sementara itu. sedangkan barang A dibiarkan tetap. sebuah proyek pembangunan universitas awalnya membutuhkan dana sekitar Rp100 miliar. Maka. dimana posisi E0 ini merupakan posisi tinggi dalam hal kepuasan tertinggi pada anggaran yang tersedia. Dalam rencana awal. yaitu barang publik yang akan dibantu dengan transfer (assisted public goods/B) yang digambarkan dengan garis horisontal (horizontal axis) dan barang publik yang tidak dibantu (other public goods/A) yang digambarkan dengan garis vertikal (vertical axis). daerah hanya mampu menyediakan dana sebesar 10% dari total kebutuhan dana atau sebesar Rp10 miliar. yaitu dari OD menjadi OP. karena walaupun dana yang diberikan sesuai dengan besar proyek. Penjelasan efek dari closed-ended matching grants dapat disajikan dalam Gambar 18. Sehingga. Pada kondisi sebelum ada transfer. yaitu Rp100 miliar. jumlah barang B (untuk assested public goods) yang dapat dipenuhi menjadi lebih banyak. namun setelah besarnya biaya proyek melampaui jumlah tertentu. dan seterusnya adalah kurva indiferensi (indifference curve). kekurangan tersebut. posisi permintaan (demand) barang A adalah OC dan barang B adalah OD sehingga titik keseimbangan awal adalah E0. Namun. Dengan demikian. pemberi bantuan dapat mencukupkan bantuannya. estimasi biaya ternyata membengkak menjadi Rp110 miliar atau mengalami kekurangan Rp10 miliar lagi. Sama dengan kasus sebelumnya. namun untuk barang A tetap.4. pemerintah pusat akan memberikan kontribusinya sebesar 90% dan daerah 10%. i2i2. yang memperlihatkan kombinasi berbagai konsumsi barang yang tersedia. Misalnya. Garis AB adalah garis anggaran daerah setempat (community budget line). dalam kasus ini adalah barang A dan barang B. sementara barang A tetap. Misalnya. dalam perjalanannya. tingkat kepuasan untuk barang B pun menjadi lebih besar. Untuk tujuan ini. yaitu sebesar Rp90 miliar ditanggung sepenuhnya oleh pusat. Kurva i1i1. dari proyek senilai Rp100 miliar. yaitu hanya menggeser kuantitas barang B. pemerintah pusat dan daerah sepakat memberikan kontribusinya masing-masing. pemerintah pusat dan daerah berniat meningkatkan kuantitas barang B. dengan sendirinya proyek tersebut harus disesuaikan dengan jumlah anggaran semula. kurva garis anggaran (budget line) akan mengalami pergeseran dari AB menjadi AM.

yaitu barang publik yang akan dibantu dengan transfer (assisted public goods/B) yang digambarkan dengan garis horisontal (horizontal axis) dan barang publik yang tidak dibantu (other public goods/A) yang digambarkan dengan garis vertikal (vertical axis). namun karena pelaksanaannya menghasilkan limpahan manfaat besar kepada daerah-daerah lain. dengan sendirinya proyek tersebut harus disesuaikan dengan jumlah anggaran semula. Implikasinya. kendati pemerintah daerah yang bersangkutan telah mengalokasikan pendapatan daerahnya (local revenue) untuk pembiayaan penyelenggaraan urusan itu. transfer diberikan oleh pusat untuk mendorong daerah agar tetap bersemangat dan mau mengalokasikan pendapatan daerahnya untuk pelaksanaan fungsi tersebut. Jadi. Dalam gambar terlihat bahwa rotasi pada budget line setelah batas tertentu. garis anggaran tidak jadi bergeser dari AB menjadi AM.5. terjadi titik keseimbangan baru dari E menjadi E1. dan seterusnya adalah kurva indiferensi (indifference curve). Jenis transfer ini dapat dipakai oleh pemerintah pusat untuk menjadi sarana menginternalisasikan limpahan manfaat. . Garis AB adalah garis anggaran daerah setempat (community budget line). Karena pemerintah pusat tidak lagi mau mengucurkan dananya. Implikasinya. Kurva i1i1. (eksternalitas) terutama kepada daerah yang menghasilkan limpahan manfaat tersebut. dimana posisi permintaan (demand) barang B adalah tetap OD. terjadi kenaikan bahan baku sehingga budget seharusnya dinaikkan menjadi Rp110 miliar. Namun dalam perkembangannya.388 Bab 18: Transfer Pusat ke Daerah: Teori dan Praktik sebagaimana digambarkan pergeseran kurva indiferensi yaitu dari i1i1 menjadi i2i2 dan titik keseimbangan baru menjadi E1. tetapi dari AB menjadi AT yang berarti jumlah barang A yang dapat dihasilkan akan lebih sedikit dibandingkan perkiraan semula. i2i2. Transfer Bukan Pengimbang (Non-Matching Grants) Transfer bukan pengimbang adalah transfer yang diberikan oleh pusat kepada daerah untuk menambah dana penyelenggaraan suatu jenis urusan tertentu tanpa mempertimbangkan bahwa pemerintah daerah sendiri telah/akan mengalokasikan dananya dengan jumlah besar atau kecil. slope-nya menjadi sejajar pada budget line awalnya. dapat dilihat pada Gambar 18. Asumsikan terdapat dua jenis barang publik (public goods). dalam kasus ini adalah barang A dan barang B. yang memperlihatkan kombinasi berbagai konsumsi barang yang tersedia. Penjelasan efek dari non-matching grants terhadap pembiayaan daerah. yaitu Rp100 miliar.

posisi permintaan (demand) barang A adalah OC dan barang B adalah OD sehingga titik keseimbangan awal adalah E. .Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 389 Efek Closed-Ended Matching Grants Other Public Goods i2 A i1 S N E Q T O D B P i1 M Assested Public Goods E1 i2 C Gambar 18. Dengan adanya transfer dari pusat ke daerah untuk keperluan khusus tanpa diperlukannya dana pendamping. maka budget line dari barang publik yang dibantu (assested public goods) mengalami pergeseran (shifting). dimana posisi E ini merupakan posisi tinggi dalam hal kepuasan tertinggi pada anggaran yang tersedia. namun tidak mengubah batas maksimum fasilitas publik lainnya (other public goods).4 Pada kondisi sebelum ada transfer.

(e) melakukan eksperimen dengan ide-ide baru. . transfer dana dari pusat (intergovernmental transfer) merupakan sumber penerimaan yang amat dominan bagi pemerintah daerah.5 RANGKUMAN § Konsep desentralisasi fiskal merupakan pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. antara lain: (a) pemerataan vertikal. Daerah juga dituntut untuk membiayai sendiri biaya pembangunannya padahal pendapatan daerah tidak bisa membiayai seluruh pengeluarannya. (d) mengarahkan prioritas. oleh karena itu. (b) pemerataan horisontal. Transfer pusat ke daerah dapat dibedakan atas bagi hasil pendapatan (revenue sharing) dan bantuan (grants). § Tujuan transfer dari pusat ke daerah. (c) mengatasi persoalan efek pelayanan publik.390 Bab 18: Transfer Pusat ke Daerah: Teori dan Praktik Efek Non-Matching Grants Other Public Goods i2 i1 A H E F E1 i2 C i1 O D K B G Gambar 18.

Mengarahkan prioritas (redirecting proprities). Transfer dari pusat ke daerah akan digunakan untuk menutup celah fiskal tersebut. Pemerataan horisontal (horisontal equalization). Instrumennya berupa transfer untuk dana-dana pembangunan (capital grants). Stabilisasi. Hal ini dilakukan karena dengan adanya externalities (penyebaran). permintaan meningkat. bertujuan memberikan subsidi ke daerah dengan sumber daya sedikit agar dapat mencapai standar pelayanan umum. dan sulit bagi daerah untuk mengadakannya karena biayanya terlalu mahal. yaitu besarnya kebutuhan belanja/pengeluaran suatu daerah. bertujuan untuk mengoreksi kesenjangan pendapatan yang diperoleh setiap level pemerintahan. Bantuan (grants) ke daerah diperlukan sebagai kompensasi atas daerah yang menjadi ajang uji coba suatu program baru dari pusat karena daerah tidak mau menanggung kerugian dan risiko sendiri. Subsidi dibutuhkan sebesar selisih akibat peningkatan permintaan sehingga biayanya berada dalam jangkauan daerah. Kebijakan yang dilakukan dengan melakukan GRS (general revenue sharing) yaitu bagi hasil penerimaan umum. antara pemerintah pusat dan daerah yang disebabkan perbedaan atas penguasaan sumber-sumber penerimaan (pajak). Celah fiskal ini terjadi karena adanya perbedaan antara kapasitas fiskal. Perbedaan ini diatasi dengan memberi transfer/insentif ke daerah sehingga membantu mengarahkan kembali prioritas daerah dan pusat sesuai harapan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 391 § § § § § § § (f) stabilisasi. maksudnya pemerintah pusat memberikan (transfer) subsidi kepada pemerintah daerah untuk penyediaan barang publik yang memiliki efek ‘menyebar’ ke wilayah-wilayah lainnya. . bertujuan agar keinginan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat berjalan secara paralel walaupun memiliki perbedaan prioritas. Pemerataan vertikal (vertical equalization). dan (g) menjaga tercapainya standar pelayanan minimum di setiap daerah. Melakukan eksperimen dengan ide-ide baru (Experimenting with New Ideas). yaitu kemampuan untuk menghasilkan pendapatan dan kebutuhan fiskal. berarti membutuhkan tempat uji coba. yaitu menstabilkan kondisi perekonomian yang lesu dengan memberikan transfer maupun mengurangi transfer ketika perekonomian sedang booming. bertujuan untuk menutup celah fiskal yang dimiliki oleh daerah. Mengatasi persoalan efek pelayanan publik (Correcting Spatial Externalities). Memenuhi standar pelayanan minimum.

dan (6) insentif. jika biaya proyek melebihi jumlah tertentu. Transfer ini dikelompokkan menjadi dua jenis. Transfer ini disukai oleh pemberi bantuan. § Transfer dengan syarat. yang memang ditujukan untuk menutup seluruh kekurangan dana dari proyek. Sehingga daerah kaya membuat proyek kaya menjadi lebih kaya. dan (2) transfer dengan syarat (conditional grant. bertujuan utnuk mengurangi ketimpangan fiskal yang bersifat horisontal dan menjamin adanya pemerataan kemampuan fiskal antar daerah. categorial grant. Hal ini dilakukan untuk mendorong daerah agar . § Transfer pengimbang adalah transfer yang diberikan oleh pusat ke daerah untuk menutup sebagian atau seluruh kekurangan pembiayaan satu jenis urusan tertentu.392 Bab 18: Transfer Pusat ke Daerah: Teori dan Praktik § Kriteria desain transfer pusat ke daerah. terdapat batasan jumlah dana maksimal yang dapat digunakan. digunakan untuk keperluan yang dianggap penting oleh pemerintah pusat namun kurang dianggap penting oleh pemerintah daerah seperti proyek yang memiliki eksternalitas positif dan proyek yang bersifat uji coba. Transfer pengimbang dibedakan menjadi dua jenis. pemberi bantuan akan mencukupkan bantuannya. yaitu: transfer pengimbang (matching grants) dan transfer bukan pengimbang (non-matching grants). general purpose grant. antara lain: (1) otonomi. karena sifatnya yang tidak terbatas. § Jenis-jenis transfer dapat dikelompokkan menjadi dua kategori besar: (1) transfer tanpa syarat (unconditional grant. § Transfer bukan pengimbang (non-matching grants). (2) Transfer pengimbang terbatas (closed-ended matching grants). (4) transparan dan stabil. spesific purpose grant). § Transfer tanpa syarat. block grant). (2) penerimaan yang memadai (revenue adequacy). walaupun dana yang diberikan sesuai dengan besar proyek. (3) keadilan (equity). Ciri utamanya. Unconditional grants lebih disukai karena memungkinkan tercapainya kesejahteraan yang lebih baik bagi daerah. tapi bagi pemberi bisa menjadi kerugian karena tidak ada kepastian tercapainya tujuan bersama sesuai dengan tujuan pemberian grants. yaitu: (1) Transfer pengimbang tidak terbatas (open ended matching grants). daerah memiliki keleluasaan (diskresi) penuh dalam memanfaatkannya sesuai dengan pertimbangan dan aturan yang menjadi prioritas. Efek negatif dari transfer ini dapat menyebabkan ketidakmerataan daerah. (5) sederhana (simplicity). diberikan oleh pusat kepada daerah untuk menambah dana penyelenggaraan suatu jenis urusan tertentu tanpa mempertimbangkan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan dananya. dikarenakan dana daerah yang tidak cukup.

Apa yang dimaksud dengan horizontal equalization transfer dan mengapa hal itu diperlukan ? 14. insentif. faktor penyeimbang. Jelaskan faktor formula Dana Alokasi Umum (DAU) dan sebutkan variabel-variabelnya ! 16. Apa yang dimaksud dengan transfer pengimbang tidak terbatas dan transfer pengimbang terbatas ! 8. Apa yang dimaksud dengan : a. Apa yang dimaksud efek menyebar yang dimiliki pelayanan publik di suatu wilayah ? 17. Apa implikasi dari aspek pembiayaan yang juga ikut terdesentralisasi ? 11. Mengapa diberlakukan praktek vertical equalization di Indonesia. Apa saja tujuan dari transfer pusat ke daerah ? 2. 15. Suatu kondisi yang seperti apa di dalam kurva jika daerah setempat dapat mengadakan fasilitas publik yang dimaksud ? . c.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 393 tetap bersemangat melaksanakan fungsi tersebut karena menghasilkan limpahan manfaat besar kepada daerah-daerah lain. Mengapa bisa timbul ketimpangan vertikal (vertical imbalance) ? 3. jelaskan dengan contohnya ! 13. Jelaskan kriteria desain transfer ke daerah dari sudut pandang : a. Sebutkan dua macam transfer pusat ke daerah ! 12. b. Sebutkan tujuan dari vertical equalization transfer dan horizontal equalization transfer ! 4. Jelaskan adanya transfer tanpa syarat dan tujuannya ! 7. Jelaskan yang dimaksud dengan desentralisasi ? 10. transparan dan stabil. faktor lump sum. LATIHAN 1. Jelaskan yang dimaksud dengan transfer bukan pengimbang ! 9. b. 6. keadilan. Jelaskan mengapa Dana Alokasi Umum (DAU) merupakan contoh yang paling tepat sebagai bentuk horizontal equalization transfer di Indonesia ! 5.

Mengapa penerima lebih memilih unconditional grants dibandingkan dengan bentuk transfer lainnya dan mengapa pemberi dapat merasa dirugikan ? . Bagaimana cara pemerintah pusat melakukan redirecting priorities terhadap pemerintah daerah ! 19. Sebutkan kriteria umum desain transfer pusat ke daerah ! 22. garis anggaran b. kurva indeferensi 24. Apakah ciri utama dari transfer tanpa syarat di daerah ? 23. Apa yang dimaksud dengan experimenting with new ideas yang dilakukan pemerintah pusat pada pemerintah daerah ? 20. Jelaskan yang dimaksud dengan Pustulat Musgrave yang berkaitan dengan standar pelayanan minimum di daerah ! 21. Apa yang dimaksud dengan : a.394 Bab 18: Transfer Pusat ke Daerah: Teori dan Praktik 18.

para wajib pajak di wilayah (daerah) mereka. Kemudian. adalah melalui pembagian hasil pajak-pajak (revenue sharing) yang dikenakan dan dipungut oleh pemerintah pusat. surchage di atas suatu pajak yang dipungut dan dikumpulkan oleh pemerintah pusat. menurut Undang-Undang No. 25/1999. sebagaimana telah dibahas sebelumnya. Dalam konteks Indonesia. Praktek seperti ini diterapkan di . Pertama. pajak pemerintah pusat yang dibagikan adalah Pajak Penghasilan (PPh). dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). pada umumnya membayar pungutan tambahan beserta pajak-pajaknya kepada pemerintah pusat. pemerintah pusat membayarkan pendapatan opsen tersebut kepada pemerintah daerah.PERPAJAKAN DAERAH Pemerintah daerah dapat memperoleh pendapatan dari perpajakan dengan tiga cara. Menurut pengertian ini. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Kedua. pemerintah daerah dapat memungut tambahan pajak (opsen.

Bagian ini hanya akan mendiskusikan mengenai pajak yang diperoleh oleh pemerintah daerah sendiri. misalnya. dan India. pajak daerah jenis ini diatur dalam UU No. beberapa panchayats (pemerintah kabupaten) di India menikmati opsen atas pajak tanah. Sedangkan.18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Untuk lebih jelas memahami opsen. pemerintah daerah mengenakan opsen atas pajak penjualan di tingkat negara bagian (state). tetapi pendapatan yang dihasilkan tidak mampu melebihi biaya yang dikeluarkan untuk memungutnya. memungut opsen atas pajak penghasilan nasional. . Kriteria pertama. Di Amerika Serikat. Opsen tersebut mungkin dipungut sebagai persentase tambahan atas pendapatan kena pajak (PKP). dan (ii) pembahasan mengenai opsen. kemampuan administratif.396 Bab 19: Perpajakan Daerah Swedia. PRINSIP DAN KRITERIA PERPAJAKAN DAERAH Menurut Davey (1983) terdapat empat kriteria mengenai pajak Daerah. semacam PBB) dewan kabupaten (district council). Suatu jenis pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah mungkin ditetapkan berdasarkan ketentuan perundangan pemerintah pusat. Pemerintah Daerah Swedia. Adapun variabel yang utama adalah dasar hukumnya (kewenangannya). dalam hal pajak penghasilan atau alternatifnya. Davey (1983) mendefinisikan bahwa opsen adalah semacam pungutan pajak (precept) yang dipungut oleh propinsi (country) atau dewan desa (parish council) di Inggris di atas rate (pajak atas harta tetap. Ketiga. Alasan pembatasan ini. kecukupan dan elastisitas. karena Indonesia tidak menerapkan sistem opsen. Amerika Serikat. precept pemerintah propinsi merupakan proporsi yang tinggi dari seluruh pungutan pungutan wajib wajib pajak. dan dapat diterma secara politik. 34 Tahun 2000 tentang perubahan atas UU No. sedangkan di daerah-daerah non metropolitan. Kecukupan maksudnya bahwa sumber pendapatan tersebut harus menghasilkan pendapatan yang besar dalam kaitannya dengan seluruh atau sebagian biaya pelayanan yang akan dikeluarkan. adalah (i) tax revenue sharing telah dibahas pada bagian sebelumnya. pemerataan. adalah pungutan-pungutan yang dikumpulkan dan ditahan oleh pemerintah daerah sendiri. Seringkali dijumpai pemerintah daerah mempunyai banyak jenis pajak. Dalam konteks di Indonesia. kurang relevan dengan sistem perpajakan di Indonesia. Keempat kriteria tersebut adalah kecukupan dan elastisitas. sebagai suatu persentase tambahan atas pajak yang sebenarnya dibayarkan kepada pemerintah pusat atau negara bagian.

dan pendapatan individu meningkat. Sedangkan. maka dengan sendirinya pajak juga harus meningkat. administrasi pemungutan pajak harus sederhana. pajak dikatakan tidak baik. penduduk di suatu daerah meningkat. Untuk menilai suatu pajak agar dapat memenuhi tuntutan keadilan dan pemerataan. yaitu dalam konteks hubungan pembebanan pajak berdasarkan sumber pendapatan. seharusnya dikenakan pajak dalam jumlah yang sama. atau PDRB. Pertama. kemudahan untuk memungut pertumbuhan pajak tersebut. Pertama. Prinsip keadilan ini adalah bahwa beban pengeluaran pemerintah haruslah dipikul oleh semua golongan dalam masyarakat sesuai dengan kekayaan dan kesanggupan masing-masing golongan. Keadilan memiliki tiga dimensi. jika pajak tersebut bersifat regresif.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 397 Sedangkan elastis maksudnya adalah kemampuan untuk menghasilkan tambahan pendapatan agar dapat menutup tuntutan yang sama atas kenaikan pengeluaran pemerintah daerah. Kriteria ketiga adalah kemampuan adiministratif. Ketiga. Pembebanan pajak harus adil antarpenduduk di berbagai daerah. Kriteria kedua. Dalam hubungan ini. yakni persentase pendapatan seseorang yang dibayarkan untuk pajak bertambah sesuai dengan tingkat pendapatannya. misalnya. Elastisitas juga dengan mudah dapat diukur dengan membandingkan hasil penerimaan selama beberapa tahun dengan perubahan dalam indeks harga. adalah keadilan geografis. penduduk. adalah keadilan. Kedua. Petani yang memiliki pendapatan Rp100 juta per tahun. maka dibutuhkan suatu administrasi yang baik dan fleksibel. yaitu dalam hubungan pembebanan pajak atas tingkat pendapatan yang berbeda-beda. Dengan konsep keadilan horisontal seperti ini. Seseorang seharusnya tidak dibebani pajak lebih berat hanya karena mereka tinggal di suatu daerah tertentu. maka pajaknya harus sama dengan pegawai kantor (swasta atau negeri) yang memiliki gaji sebesar Rp100 juta per tahun. elastisitas mempunyai dua dimensi. Kedua. maka diharapkan tidak ada penduduk yang yang kebal pajak. Dalam konteks ini. dan dasar pengenaan pajaknya berkembang secara otomatis. Maksudnya adalah seseorang yang memiliki jumlah pendapatan yang sama. pajak dapat dikatakan baik kalau pajak tersebut bersifat progresif. pemerataan secara horisontal. Dimana. pertumbuhan potensi dari dasar pengenaan pajak itu sendiri. pelayanan memuaskan bagi si wajib pajak. yakni persentase pendapatan yang dibayarkan untuk pajak berkurang dengan adanya kenaikan pendapatan. . pemerataan secara vertikal. Elastisitas merupakan kualitas suatu sumber pajak yang penting. mudah dihitung. apabila harga-harga meningkat.

Namun demikian. Semua orang pada dasarnya ingin menolak membayar pajak.18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. kalau diperbolehkan. maka diharapkan pajak pun dapat secara politis diterima oleh masyarakat. terutama kaitannya dengan pelaksanaan otonomi daerah. jangan sampai suatu pajak atau pungutan menimbulkan beban tambahan (extra burden) yang berlebihan. Adapun ciri-ciri dimaksud. implikasi pajak atau pungutan yang hanya menimbulkan pengaruh minimal terhadap perekonomian. § Tax base-nya harus merupakan perpaduan antara prinsip keuntungan (benefit) dan kemampuan untuk membayar (ability to pay). kadang-kadang meningkat secara drastis dan adakalanya menurun secara tajam. dalam beberapa jenis pajak. CIRI-CIRI TERTENTU SUATU PAJAK DAERAH Untuk mempertahankan prinsip-prinsip pajak daerah tersebut di atas. berarti perbandingan antara penerimaan pajak harus lebih besar dibandingkan ongkos pemungutannya. sehingga timbul motivasi dan kesadaran pribadi untuk membayar pajak. Tidak ada pajak yang populer. Artinya. pajak daerah juga harus memenuhi kriteria non distorsi terhadap perekonomian. dan memaksakan sanksi terhadap para pelanggar. memutuskan siapa yang harus membayar dan bagaimana pajak tersebut ditetapkan. Dengan adanya kemauan politik seperti ini. Dengan adanya UU No. memungut pajak secara fisik. adalah sebagai berikut: § Pajak daerah secara ekonomis dapat dipungut. khususnya yang terjadi di banyak negara sedang berkembang. § Relatif stabil. menetapkan struktur tarif. 34 Tahun 2000 ini diharapkan pajak daerah tidak menimbulkan beban tambahan bagi masyarakat. kriteria non distorsi terhadap perekonomian merupakan alasan keluarnya UU No. kemauan politik diperlukan dalam mengenakan pajak. maka perpajakan daerah harus memiliki ciri-ciri tertentu. Pada dasarnya setiap pajak atau pungutan akan menimbulkan suatu beban baik bagi konsumen maupun produsen. Dalam konteks Indonesia. adalah adanya kesepakatan politik.398 Bab 19: Perpajakan Daerah Kriteria keempat. Bahkan. lebih tidak populer dibandingkan jenis pajak yang lain. maka pemberian kewenangan untuk mengadakan pemungutan pajak . 34 Tahun 2000 tentang perubahan atas UU No. Sidik (2002) menambahkan bahwa selain keempat kriteria yang ditetapkan Davey (1983) di atas. Dalam konteks Indonesia. Dalam kondisi seperti ini. sehingga akan merugikan masyarakat secara menyeluruh (dead-weight loss). artinya penerimaan pajaknya tidak berfluktuasi terlalu besar.

Adapun fungsi pajak dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua). Sementara. yaitu: 1. Menurut Teresa Ter-Minassian (1997). 4. propinsi dan kabupaten/kota. 2. Fungsi budgeter yaitu bila pajak sebagai alat untuk mengisi kas negara (daerah) yang digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintahan dan pembangunan. yaitu: fungsi budgeter dan fungsi regulator. Dengan demikian. Untuk itu. basis pajak yang tidak terlalu “mobile” akan mempermudah daerah untuk menetapkan tarif pajak yang berbeda sebagai cerminan dari kemampuan masyarakat. Basis pajak yang diserahkan kepada daerah seharusnya tidak terlalu “mobile”. Pajak yang dimaksudkan untuk tujuan stabilisasi ekonomi dan cocok untuk tujuan distribusi pendapatan seharusnya tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat. misalnya: pajak minuman keras dimaksudkan agar rakyat menghindari atau mengurangi konsumsi minuman keras. Pajak daerah yang baik merupakan pajak yang akan mendukung pemberian kewenangan kepada daerah dalam rangka pembiayaan desentralisasi. pajak ekspor dimaksudkan untuk mengekang pertumbuhan ekspor komoditi tertentu dalam rangka menghindari kelangkaan produk tersebut di dalam negeri. Pajak daerah yang sangat “mobile” akan mendorong pembayar pajak merelokasi usahanya dari daerah yang beban pajaknya tinggi ke daerah yang beban pajaknya rendah.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 399 selain mempertimbangkan kriteria-kriteria perpajakan yang berlaku secara umum. objek dan subjek pajak dan besarnya . fungsi regulator yaitu bila pajak dipergunakan sebagai alat mengatur untuk mencapai tujuan. dalam arti bahwa pajak seharusnya jelas bagi pembayar pajak daerah. juga harus mempertimbangkan ketepatan suatu pajak sebagai pajak daerah. pemerintah daerah dalam melakukan pungutan pajak harus tetap “menempatkan” sesuai dengan fungsinya. 3. seyogyanya. Sebaliknya. Pajak daerah seharusnya “visible”. basis pajak yang “mobile” merupakan persyaratan utama untuk mempertahankan di tingkat pemerintah yang lebih tinggi (pusat/propinsi). beberapa kriteria dan pertimbangan yang diperlukan dalam pemberian kewenangan perpajakan kepada tingkat pemerintahan pusat. Basis pajak yang distribusinya sangat timpang antar daerah. Untuk alasan ini pajak konsumsi di banyak negara yang diserahkan kepada daerah hanya karena pertimbangan wilayah daerah yang cukup luas (seperti propinsi di Canada). seharusnya diserahkan kepada pemerintah pusat.

Pajak dan retribusi berdasarkan prinsip manfaat dapat digunakan secukupnya pada semua tingkat pemerintahan. pajak terutang dapat dengan mudah dihitung sehingga dapat mendorong akuntabilitas daerah. namun penyerahan kewenangan pemungutannya kepada daerah akan tepat sepanjang manfaatnya dapat dilokalisasi bagi pembayar pajak lokal. harus elastis sepanjang waktu dan seharusnya tidak terlalu berfluktuasi. 6. secara teoritis tidak selalu menghasilkan total penerimaan maksimum. Pajak daerah seharusnya tidak dapat dibebankan kepada penduduk daerah lain. karena akan memperlemah hubungan antar pembayar pajak dengan pelayanan yang diterima (pajak adalah fungsi dari pelayanan). seperti identifikasi jumlah pembayar pajak. Pemerintah daerah cenderung untuk menggunakan tarif yang tinggi agar diperoleh total penerimaan pajak daerah yang maksimal. 7. Hasil penerimaan. penegakkan hukum (law-enforcement) dan komputerisasi. Model Leviathan Penggalian sumber-sumber keuangan daerah khususnya yang berasal dari pajak daerah pada dasarnya perlu memperhatikan 2 (dua) hal. Pajak yang diserahkan kepada daerah seharusnya relatif mudah diadministrasikan atau dengan kata lain perlu pertimbangan efisiensi secara ekonomi berkaitan dengan kebutuhan data. Model Leviathan Tarif Pajak Daerah Kurva Laffer t* . Formulasi model ini dikenal sebagai Model Leviathan. Pajak daerah seharusnya dapat menjadi sumber penerimaan yang memadai untuk menghindari ketimpangan fiskal vertikal yang besar. permintaan dan penawaran barang yang dikenakan tarif pajak lebih tinggi.400 Bab 19: Perpajakan Daerah 5. Hal ini tergantung pada respons wajib pajak. yaitu : (i) dasar pengenaan pajak dan (ii) tarif pajak. Pengenaan tarif pajak yang lebih tinggi. 8. idealnya.

Pada tarif t*. Ketentuan Mengenai Pungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah .1 di bawah ini menunjukkan hubungan antara tarif pajak proporsional atas basis pajak tertentu. dan hanya kegiatan ekonomi saja yang dipengaruhi oleh besaran pajak.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 401 Gambar 19. Gambar 19. tetapi dapat dicapai total penerimaan pajak maksimum. maka akan dicapai total penerimaan maksimum. Model Leviathan ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa peningkatan penerimaan pajak daerah tidak harus dicapai dengan mengenakan tarif pajak yang terlalu tinggi. menunjukkan bukanlah tarif tertinggi. Model Leviathan ini dapat dikembangkan untuk menganalisis hubungan lebih lanjut antara tarif dan dasar pengenaan pajak untuk mencapai total penerimaan pajak maksimal. Pada kondisi ini dikenal sebagai revenue maximizing tax rate. maka Gambar 19.1 ini juga mengasumsikan bahwa penyesuaian wajib pajak terhadap pengenaan tarif pajak tertentu adalah independen terhadap jenis pajak dan tarif pajak lainnya. Bentuk kurva (“Laffer”) yang berbentuk parabola menghadap sumbu Y (tarif pajak). tetapi dengan pengenaan tarif pajak yang lebih rendah dikombinasikan dengan struktur pajak yang meminimalkan penghindaran pajak dan respon harga dan kuantitas barang terhadap pengenaan pajak sedemikian rupa. Model Leviathan akan mencapai total penerimaan pajak maksimum (T*) pada tarif t*. menghasilkan Total Penerimaan Pajak Maksimum yang ditentukan oleh kemampuan wajib pajak untuk menghindari beban pajak baik legal maupun illegal dengan mengubah “economic behavior” dari wajib pajak.1 Dengan asumsi bahwa biaya administrasi perpajakan dianggap tidak signifikan dan ceteris-paribus level pelayanan publik yang dibiayai dari penerimaan pajak.

dalam pelaksanaannya propinsi dapat tidak memungut jenis pajak yang telah ditetapkan tersebut jika dipandang hasilnya kurang memadai. Seiring dengan keluarnya UU No. Namun demikian.402 Bab 19: Perpajakan Daerah Pengaturan kewenangan pengenaan pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah di Indoneia telah diatur sejak lama. (iv) Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan (P3ABT & AP).34 Tahun 2000 dan PP pendukungnya. Jenis-Jenis Pajak Daerah Propinsi Pajak propinsi ditetapkan sebanyak 4 (empat) jenis pajak.65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah dan PP No. Sehingga pada waktu UU No. berlaku definitif untuk pajak propinsi yang . yaitu PP No. serta kewenangan bidang pemerintahan tertentu. Berkaitan dengan besarnya tarif. Jenis pajak propinsi bersifat limitatif yang berarti propinsi tidak dapat memungut pajak lain selain yang telah ditetapkan. (ii) Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air (BBNKB & KAA). dan hanya dapat menambah jenis retribusi lainnya sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam UU. Dengan diubahnya UU No. UU No. (iii) Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Selain itu. namun harus ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah (PP). Namun. 25/1999.34 Tahun 2000.18 Tahun 1997 diubah dengan UU No. maka UU No. dalam perkembangannya.18 Tahun 1997 dianggap kurang memberikan peluang kepada daerah untuk mengadakan pungutan baru. terutama sejak tahun 1997 dengan dikeluarkannya UU No. diharapkan pajak daerah dan retribusi daerah akan menjadi salah satu PAD yang penting guna membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. pengaturan agar Peraturan Daerah (Perda) tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah harus mendapat pengesahan dari pusat juga dianggap telah mengurangi otonomi daerah. Adanya pembatasan jenis pajak yang dapat dipungut oleh propinsi terkait dengan kewenangan propinsi sebagai daerah otonom yang terbatas yang hanya meliputi kewenangan dalam bidang pemerintahan yang bersifat lintas daerah kabupaten/kota dan kewenangan yang tidak atau belum dapat dilaksanakan daerah kabupaten/kota. Walaupun dalam UU tersebut sebenarnya memberikan kewenangan kepada daerah. yaitu : (i) Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air (PKB & KAA).66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah menjelaskan perbedaan antara jenis pajak daerah yang dipungut oleh propinsi dan jenis pajak yang dipungut oleh kabupaten/kota.34 Tahun 2000.18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. 22/1999 dan UU No. 18 Tahun 1997 berlaku belum ada satu pun daerah yang mengusulkan pungutan baru karena dianggap hal tersebut sulit dilakukan. Dalam UU No.18 Tahun 1997 menjadi UU No.

g. dengan menetapkan sendiri jenis pajak yang bersifat spesifik dengan memperhatikan kriteria yang ditetapkan dalam UU tersebut. b. 34 Tahun 2000. artinya kabupaten/kota diberi peluang untuk menggali potensi sumber-sumber keuangannya selain yang ditetapkan secara eksplisit dalam UU No.65 Tahun 2001. Tidak memberikan dampak ekonomi yang negatif. Potensinya memadai.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 403 ditetapkan secara seragam di seluruh Indonesia dan diatur dalam PP No. Kriteria dimaksud (Pasal 2 ayat 4): a. Jenis pajak kabupaten/kota tidak bersifat limitatif. c. Jenis-Jenis Pajak Daerah Kabupaten Pemerintah daerah kabupaten/kota diberi kewenangan untuk memungut 7 (tujuh) jenis pajak (Pasal 2 ayat 2). Objek pajak bukan merupakan objek pajak propinsi dan/atau objek pajak pusat. Memperhatikan aspek keadilan dan kemampuan masyarakat. e. Objek pajak terletak atau terdapat di wilayah daerah kabupaten/kota yang bersangkutan dan mempunyai mobilitas yang cukup rendah serta hanya melayani masyarakat di wilayah daerah kabupaten/kota yang bersangkutan. Hasil penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air . (ii) pajak restoran. h. f. (v) pajak penerangan jalan. (vi) pajak pengambilan bahan galian golongan C. yaitu : (i) pajak hotel. (iii) pajak hiburan. Menjaga kelestarian lingkungan. d. (vii) pajak parkir. Objek dan dasar pengenaan pajak tidak bertentangan dengan kepentingan umum. Ketentuan Mengenai Bagi Peruntukannya (Pasal 2a) Hasil Pajak Propinsi Dan Hasil penerimaan pajak propinsi sebagian diperuntukkan bagi daerah kabupaten/kota di wilayah propinsi yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut: a. (iv) pajak reklame. Bersifat pajak dan bukan retribusi.

Hasil penerimaan pajak kabupaten diperuntukkan paling sedikit 10% (sepuluh persen) bagi desa di wilayah daerah kabupaten yang bersangkutan. . namun tidak boleh lebih tinggi dari tarif maksimum yang telah ditentukan dalam UU tersebut. Bagian desa ditetapkan dengan peraturan daerah kabupaten dengan memperhatikan aspek pemerataan dan potensi antar desa. Dalam hal hasil penerimaan pajak kabupaten/kota dalam suatu propinsi terkonsentrasi pada sejumlah kecil daerah kabupaten/kota. 34/2000 Pasal 3 ayat (1). Disebutkan dalam UU No. gubernur berwenang merealokasikan hasil penerimaan pajak tersebut kepada daerah kabupaten/kota dalam propinsi yang bersangkutan. Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air 5% (lima persen). c. Dalam hal objek pajak kabupaten/kota dalam satu propinsi yang bersifat lintas daerah kabupaten/kota. gubernur berwenang untuk merealokasikan hasil penerimaan pajak tersebut kepada daerah kabupaten/kota yang terkait. Hasil penerimaan Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan diserahkan kepada daerah kabupaten/kota paling sedikit 70% (tujuh puluh persen).404 Bab 19: Perpajakan Daerah diserahkan kepada daerah kabupaten/kota paling sedikit 30% (tiga puluh persen). TARIF PAJAK PROPINSI DAN KABUPATEN/KOTA Besarnya tarif yang berlaku definitif untuk pajak propinsi dan kabupaten/kota ditetapkan dengan peraturan daerah. tarif jenis pajak ditetapkan paling tinggi sebesar: a. Sedangkan ketentuan mengenai realokasi dilakukan oleh gubernur atas dasar kesepakatan yang dicapai antar daerah kabupaten/kota yang terkait dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten/kota yang bersangkutan. Hasil penerimaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor diserahkan kepada daerah kabupaten/kota paling sedikit 70% (tujuh puluh persen). b. Dengan adanya pemisahan jenis pajak yang dipungut oleh propinsi dan yang dipungut oleh kabupaten/kota diharapkan tidak adanya pengenaan pajak berganda. Penggunaan bagian daerah kabupaten/kota ditetapkan sepenuhnya oleh daerah kabupaten/kota. Bagian daerah kabupaten/kota ditetapkan lebih lanjut dengan peraturan daerah propinsi dengan memperhatikan aspek pemerataan dan potensi antar daerah kabupaten/kota.

Namun. Untuk mengantisipasi desentralisasi dan proses otonomi daerah. e. Keadaan ini diperlihatkan dalam suatu studi yang dilakukan oleh LPEM-UI bekerjasama dengan Clean Urban Project. Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan 20% (dua puluh persen). sebagai salah satu komponen dari PAD. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 5% (lima persen). Pajak Restoran 10% (sepuluh persen). diperkirakan daerah memiliki basis 1 Laporan Studi Dampak Krisis Ekonomi Terhadap Keuangan Daerah di Indonesia. Pajak Reklame 25 % (dua puluh lima persen). Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C 20% (dua puluh persen).34 Tahun 2000 daerah kabupaten/kota dimungkinkan untuk menetapkan jenis pajak dan retribusi baru. Pajak Penerangan Jalan 10% (sepuluh persen). h. RTI1 bahwa banyak permasalahan yang terjadi di daerah berkaitan dengan penggalian dan peningkatan PAD. bupaten/Kota Peranan Pajak Daerah Dan Mendukung Pembiayaan Daerah Retribusi Daerah dalam Pajak daerah dan retribusi daerah merupakan salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan otonomi daerah. . Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air 10% (sepuluh persen). Jakarta. Berdasarkan UU No. tampaknya pungutan pajak dan retribusi daerah masih belum dapat diandalkan oleh daerah sebagai sumber pembiayaan desentralisasi.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 405 b. LPEM Universitas Indonsia bekerjasama dengan Clean Urban Project. RTI. 1999. j. Pajak Parkir 20% (dua puluh persen). d. i. adalah belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penerimaan daerah secara keseluruhan. Permasalahan yang dihadapi oleh daerah terkait penggalian sumber-sumber pajak daerah dan retribusi daerah. melihat kriteria pengadaan pajak baru sangat ketat. Pajak Hiburan 35% (tiga puluh lima persen). Pajak Hotel 10% (sepuluh persen). k. terutama hal ini disebabkan oleh: • Relatif rendahnya basis pajak dan retribusi daerah. f. g. khususnya kriteria pajak daerah tidak boleh tumpang tindih dengan pajak pusat dan pajak propinsi. c. Pajak daerah dan retribusi daerah merupakan sumber pendapatan daerah yang penting untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Sebagian besar penerimaan daerah masih berasal dari bantuan pusat. banyaknya bantuan dan subsidi ini mengurangi “usaha” daerah dalam pemungutan PAD-nya. buoyancy adalah elastisitas penerimaan perpajakan terhadap PDB yang menunjukkan berapa persen perubahan penerimaan perpajakan apabila PDB berubah 1%. Hal ini mengakibatkan bahwa pemungutan pajak cenderung dibebani oleh biaya pungut yang besar. Variasi dalam penerimaan ini diperparah lagi dengan sistem bagi hasil (bagi hasil didasarkan pada daerah penghasil sehingga hanya menguntungkan daerah tertentu). • Kemampuan perencanaan dan pengawasan keuangan yang lemah.406 Bab 19: Perpajakan Daerah pungutan yang relatif rendah dan terbatas. beberapa daerah lebih condong memenuhi target tersebut. walaupun dari sisi pertumbuhan ekonomi sebenarnya pemasukkan pajak dan retribusi daerah dapat melampaui target yang ditetapkan. Dari segi upaya pemungutan pajak. dan lebih mengandalkan kemampuan “negosiasi” daerah terhadap pusat untuk memperoleh tambahan bantuan. Sebagai akibatnya. dan kemampuan masyarakat. Salah satu sebabnya adalah diterapkan sistem “target” dalam pungutan daerah. 3 2 Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2001. Hal ini mengakibatkan kebocoran-kebocoran yang sangat berarti bagi daerah. peranan PAD dalam membiayai kebutuhan pengeluaran daerah sangat kecil dan bervariasi antar daerah yaitu kurang dari 10% hingga 50%. sehingga mengakibatkan biaya penyediaan pelayanan kepada masyarakat sangat bervariasi. • Kemampuan administrasi pemungutan di daerah yang masih rendah. Buoyancy adalah perbandingan persentase perubahan penerimaan pajak terhadap persentase perubahan pendapatan nasional. Rendahnya basis pajak ini bagi sementara daerah berarti memperkecil kemampuan manuver keuangan daerah dalam menghadapi krisis ekonomi. serta sifatnya bervariasi antar daerah. keadaan geografis (berdampak pada biaya yang relatif mahal). Dengan kata lain. PAD masih tergolong memiliki tingkat buoyancy2 yang rendah. Demikian pula. • Perannya yang tergolong kecil dalam total penerimaan daerah. Peranan pajak dan retribusi daerah dalam pembiayaan yang sangat rendah dan bervariasi juga terjadi karena adanya perbedaan yang sangat besar dalam jumlah penduduk. Selama ini. . distribusi pajak antar daerah juga sangat timpang karena basis pajak antar daerah sangat bervariasi (ratio PAD tertinggi dengan terendah mencapai 600). Sebagian besar daerah propinsi hanya dapat membiayai kebutuhan pengeluarannya kurang dari 10%3.

hal. seperti: pajak penghasilan. RANGKUMAN § Pemerintah daerah dapat memperoleh pendapatan dari perpajakan dengan cara: (1) melalui pembagian hasil pajak-pajak (revenue sharing) yang dikenakan dan dipungut oleh pemerintah pusat. (3) kemampuan administratif. § Kecukupan maksudnya bahwa sumber pendapatan tersebut harus menghasilkan pendapatan yang besar dalam kaitannya dengan seluruh atau sebagian biaya pelayanan yang akan dikeluarkan. Keadilan memiliki tiga dimensi: (a) pemerataan vertikal. dan (4) dapat diterima secara politik. . dan BPHTB menurut UU No. (2) Pemerintah daerah dapat memungut tambahan pajak (opsen. § Pemerataan/keadilan. dalam hubungan pembebanan pajak atas 4 Machfud Sidik.cit.4 Ketimpangan dalam penguasaaan sumber-sumber penerimaan pajak tersebut memberikan petunjuk bahwa perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah di Indonesia dari sisi revenue assignment masih terlalu ”sentralistis”.39% dari total penerimaan pajak (pajak pusat dan pajak daerah). § Kriteria perpajakan daerah antara lain: (1) kecukupan dan elastisitas.25/1999. (2) pemerataan/ keadilan. PBB. bahwa beban pengeluaran pemerintah haruslah dipikul oleh semua golongan dalam masyarakat sesuai dengan kekayaan dan kesanggupan masing-masing golongan. surchage) di atas suatu pajak yang dipungut dan dikumpulkan oleh pemerintah pusat. 8.34 Tahun 2000. yaitu PPh.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 407 Tidak signifikannya peran PAD dalam anggaran daerah tidak lepas dari ‘sistem tax assignment’ di Indonesia yang masih memberikan kewenangan penuh kepada pemerintah pusat untuk mengumpulkan pajak-pajak potensial (yang tentunya dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu). (3) Pungutan-pungutan yang dikumpulkan dan ditahan oleh pemerintah daerah sendiri yang diatur dalam UU No. Elastisitas adalah kemampuan untuk menghasilkan tambahan pendapatan agar dapat menutup tuntutan yang sama atas kenaikan pengeluaran pemerintah daerah dan dasar pengenaan pajaknya berkembang secara otomatis. pajak pertambahan nilai dan bea masuk. yaitu jumlah penerimaan pajak yang dipungut oleh daerah hanya sebesar 3. 2002. op. Kenyataan selama ini menunjukkan bahwa distribusi kewenangan perpajakan antara daerah dan pusat sangat timpang.

memungut pajak secara fisik.408 Bab 19: Perpajakan Daerah § § § § § § § tingkat pendapatan yang berbeda-beda. (4) pajak daerah bersifat “visible” jelas bagi pembayar . (b) relatif stabil. Kriteria dan pertimbangan dalam pemberian kewenangan perpajakan kepada tingkat pemerintahan pusat/propinsi dan kabupaten/kota menurut Tersa Ter-Minassian. untuk memunculkan kemauan politik yang diperlukan dalam mengenakan pajak. (c) keadilan geografis. menetapkan struktur tarif. Fungsi pajak dapat dikelompokkan menjadi dua: (1) fungsi budgeter. Adanya kesepakatan politik. (2) fungsi regulator. basis pajak yang diserahkan kepada daerah tidak terlalu “mobile” sehingga mempermudah daerah untuk menetapkan tarif pajak yang berbeda sebagai cerminan dari kemampuan masyarakat. (b) pemerataan horisontal. (2) pajak yang terlalu “mobile” dipertahankan di pemerintah yang lebih tinggi. implikasi pajak atau pungutan yang hanya menimbulkan pengaruh minimal terhadap perekonomian. pajak daerah juga harus memenuhi kriteria nondistorsi terhadap perekonomian. dan memaksakan sanksi terhadap para pelanggar. pelayanan memuaskan bagi si wajib pajak. Ciri-ciri tertentu suatu pajak daerah. (3) basis pajak yang distribusinya sangat timpang antar daerah dipertahankan di pemerintah pusat. Selain empat kriteria. pajak sebagai alat untuk mengisi kas negara (daerah) yang digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintahan dan pembangunan. dalam konteks hubungan pajak berdasarkan sumber pendapatan. berarti perbandingan antara penerimaan pajak harus lebih besar dibandingkan ongkos pemungutannya. Artinya. artinya penerimaan pajaknya tidak berfluktuasi terlalu besar. pajak sebagai alat pengatur untuk mencapai tujuan. Kemampuan administratif berarti administrasi pemungutan pajak harus sederhana. pembebanan pajak harus adil antar penduduk di berbagai daerah. Pajak yang baik adalah pajak yang bersifat progresif dan pajak yang tidak baik bersifat regresif. (c) tax base-nya harus merupakan perpaduan antara prinsip keuntungan (benefit) dan kemampuan untuk membayar (ability to pay). memutuskan siapa yang harus membayar dan bagaimana pajak tersebut diterapkan. mudah dihitung. Pajak daerah yang baik merupakan pajak yang akan mendukung pemberian kewenangan kepada daerah dalam rangka pembiayaan desentralisasi. timbul motivasi dan kesadaran pribadi untuk membayar pajak. misalnya pajak minuman keras untuk mengurangi konsumsi minuman keras. yaitu: (1) pajak yang ditujukan untuk stabilisasi ekonomi dan distribusi pendapatan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Dengan kemauan politik. antara lain: (a) secara ekonomis dapat dipungut.

65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah dan PP No.65 Tahun 2001. Pajak daerah kabupaten/kota terdiri atas tujuh jenis pajak. dengan menetapkan sendiri . yaitu: (a) Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air. berlaku definitif untuk pajak propinsi yang ditetapkan secara seragam di seluruh Indonesia dan diatur dalam PP No. dan (7) pajak parkir. Model Leviathan yang menganalisis hubungan lebih lanjut antara tarif dan dasar pengenaan pajak dengan penerimaan total maksimum. Pajak propinsi terdiri atas empat jenis. 34 Tahun 2000. (7) pajak daerah harusnya relatif mudah diadministrasikan.34 Tahun 2000 dan PP pendukungnya yaitu PP No. maka akan dicapai total penerimaan maksimum. yaitu objek. (d) Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan. (8) pajak dan retribusi berdasarkan prinsip manfaat dapat digunakan pada semua tingkat pemerintahan. (c) Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Berkaitan dengan besarnya tarif. (4) pajak reklame. yaitu diberi peluang untuk menggali potensi sumber-sumber keuangannya selain yang ditetapkan secara eksplisit dalam UU No. Pajak propinsi bersifat limitatif yang berarti tidak dapat memungut pajak lain selain yang telah ditetapkan dan hanya dapat menambah jenis retribusi lainnya sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam UU. Pajak kabupaten/kota tidak bersifat limitatif. Penggalian sumber-sumber keuangan daerah yang berasal dari pajak daerah perlu memperhatikan dasar pengenaan pajak dan tarif pajak. tetapi dengan pengenaan tarif pajak yang lebih rendah dikombinasikan dengan struktur pajak yang meminimalkan penghindaran pajak dan respon harga dan kuantitas barang terhadap penggunaan pajak sedemikian rupa. 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah menjelaskan perbedaan antara jenis pajak daerah yang dipungut oleh propinsi dan kabupaten/kota. (5) pajak daerah tidak dapat dibebankan kepada penduduk daerah lain. Dalam UU No. menunjukkan bahwa peningkatan penerimaan pajak daerah tidak harus dicapai dengan mengenakan tarif pajak yang terlalu tinggi. yaitu: (1) pajak hotel. (2) pajak restoran. (5) pajak penerangan jalan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 409 § § § § § § pajak. (6) pajak pengambilan bahan galian golongan C. (3) pajak hiburan. subjek pajak dan besarnya pajak terutang dapat dengan mudah dihitung. (6) pajak daerah dapat menjadi sumber penerimaan yang memadai untuk menghindari ketimpangan fiskal vertikal yang besar. (b) Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air.

(g) Pajak Hiburan 35% (tiga puluh lima persen). (h) Pajak Reklame 25% (dua puluh lima persen).410 Bab 19: Perpajakan Daerah § § § § § jenis pajak yang bersifat spesifik dengan memperhatikan kriteria sebagai berikut: (a) bersifat pajak dan bukan retribusi. Hasil penerimaan pajak kabupaten/kota diperuntukkan paling sedikit 10% bagi desa di wilayah kabupaten/kota. (g) memperhatikan aspek keadilan dan kemampuan masyarakat. (b) objek pajak terletak di wilayah daerah kabupaten/kota dan mempunyai mobilitas yang cukup rendah serta hanya melayani masyarakat di wilayah yang bersangkutan. disebabkan oleh: (a) relatif rendahnya basis pajak dan . Pajak daerah dan retribusi daerah merupakan salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan otonomi daerah sebagai salah satu komponen PAD. (c) Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 5% (lima persen). Ketentuan mengenai bagi hasil pajak propinsi dan peruntukannya. (c) hasil penerimaan Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan diserahkan kepada kabupaten/kota paling sedikit 70%. Menurut UU No. (b) hasil penerimaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor diserahkan kepada kabupaten/kota paling sedikit 70%. (e) potensinya memadai. Permasalahan yang terjadi di daerah berkaitan dengan penggalian dan peningkatan PAD. (b) Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air 10% (sepuluh persen). (c) objek dan dasar pengenaan pajak tidak bertentangan dengan kepentingan umum. (h) menjaga kelestarian lingkungan. Namun. (f) tidak memberikan dampak ekonomi yang negatif. (f) Pajak Restoran 10% (sepuluh persen). tarif pajak propinsi dan kabupaten/kota ditetapkan paling tinggi sebesar: (a) Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air 5% (lima persen). (i) Pajak Penerangan Jalan 10% (sepuluh persen). (e) Pajak Hotel 10% (sepuluh persen). (d) objek pajak bukan merupakan objek pajak propinsi dan atau pajak pusat. (d) Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan 20% (dua puluh persen). (j) Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C 20% (dua puluh persen). sebagai berikut: (a) hasil penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air diserahkan pada kabupaten/kota paling sedikit 30%. Gubernur berwenang untuk merealokasikan hasil penerimaan pajak jika penerimaan terkonsentrasi pada sejumlah kecil daerah saja.34/2000 . pelaksanaannya belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penerimaan daerah secara keseluruhan. (k) Pajak Parkir 20% (dua puluh persen).

Jelaskan yang dimaksud dengan opsen ? 8. (c) kemampuan administrasi pemungutan di daerah yang masih rendah. dan apa tujuan dikeluarkannya UU no. § Peran PAD yang tidak signifikan. Ketimpangan dalam penguasaan sumber-sumber penerimaan pajak tersebut memberikan petunjuk bahwa perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah di Indonesia masih “sentralistis”. mengapa total penerimaan pajak maksimum bukan pada saat tarif tertinggi? 6. Sebutkan ciri-ciri tertentu yang dimiliki suatu pajak daerah khususnya di negara yang sedang berkembang ? 10. tidak lepas dari ‘’ tax assignment system” di Indonesia yang masih memberikan kewenangan penuh kepada pemerintah pusat untuk mengumpulkan pajak-pajak potensial. Apa yang dimaksud dengan kriteria non distorsi terhadap perekonomian. 34 tahun 2000 ! 5. Berdasarkan model Leviathan. Sebutkan dua cara pemerintah daerah memperoleh pendapatan dari perpajakan di Indonesia ! 2. pemerataan secara vertical b. Fungsi Budgetair . jelaskan yang dimaksud dengan : a. LATIHAN 1. pemerataan secara horizontal c. keadilan geografis 3. (b) perannya yang tergolong kecil dalam total penerimaan daerah. Jelaskan fungsi pajak sebagai : a. Sebutkan empat kriteria perpajakan daerah ! 4.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 411 retribusi daerah. Mengapa terdapat banyak permasalahan yang terjadi di daerah berkaitan dengan penggalian Pendapatan Asli Daerah (PAD) ? 7. Berdasarkan prinsip keadilan dari perpajakan daerah. (d) kemampuan perencanaan dan pengawasan keuangan yang lemah. Jelaskan dua dimensi dari elastisitas sehubungan dengan pajak ? 9.

Bagaimana ketentuan pembagian dari hasil pajak propinsi ? 18. Mengapa basis pajak yang diserahkan kepada daerah seharusnya tidak terlalu mobile ? 12. Apa yang dimaksud dengan pajak propinsi bersifat limitatif dan mengapa pajak kabupaten/kota tidak bersifat limitatif ? 15. Jelaskan dengan singkat pertimbangan yang diperlukan dalam pemebrian kewenangan perpajakan kepada tingkat pemerintahan ? 13. Apa yang dimaksud dengan pajak daerah seharusnya visible ? 14. Sebutkan jenis-jenis pajak daerah kabupaten/kota ! 17. Mengapa peran Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum signifikan dalam anggaran daerah ? . Fungsi Regulator 11. Sebutkan yang termasuk jenis pajak propinsi ! 16.412 Bab 19: Perpajakan Daerah b.

Hal yang demikian ini dialami terutama oleh negara negara yang dalam masa berkembang termasuk Indonesia. Adakalanya pada saat tertentu pemerintah akan mengalami defisit anggaran. Penutupan defisit anggaran pemerintah dengan melalui pinjaman baik dari dalam maupun dari luar inilah yang dinamakan pinjaman pemerintah (Mankiw. . Hasil dari hutang publik ini akan memainkan peranan yang sangat penting baik sebagai sumber dana pada saat terjadinya pinjaman maupun pada saat kita harus melunasi hutang tersebut. Kegiatan kegiatan ini tentunya perlu ditunjang oleh pengeluaran pengeluaran pemerintah yang pada gilirannya pengeluaran pemerintah itu harus dibiayai dengan penerimaan pemerintah. Untuk menutup defisit anggaran pemerintah ini salah satunya adalah dengan jalan hutang. 2001).HUTANG PUBLIK Sebagaimana telah dijelaskan pada bagian awal bahwa pemerintah harus melakukan berbagai macam kegiatan dalam melaksanakan fungsinya sebagai penyelenggara negara.

Surat Utang Negara terdiri dari surat perbendaharaan negara berjangka waktu sampai dengan 12 (dua belas) bulan dengan pembayaran bunga secara diskonto dan obligasi negara berjangka waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan dengan kupon dan/atau dengan pembayaran bunga secara diskonto. Tujuan diterbitkannya Surat Utang Negara adalah untuk membiayai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Persetujuan akan diberikan oleh DPR dengan catatan bahwa . Pengertian Surat Utang Negara adalah surat berharga yang berupa surat pengakuan utang dalam mata uang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh negara Republik Indonesia sesuai dengan masa berlakunya. menutup kekurangan kas jangka pendek akibat ketidaksesuaian antara arus kas penerimaan dan pengeluaran dari rekening kas negara dalam satu tahun anggaran dan mengelola portofolio utang negara. diperdagangkan atau tidak diperdagangkan di pasar sekunder dan “tanpa warkat” (scripless). dalam membiayai pembangunan jenis hutang publik yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia adalah Surat Utang Negara (SUN) dan hutang atau pinjaman luar negeri. Pinjaman luar negeri adalah pinjaman yang berasal dari orang-orang atau lembaga-lembaga negara lain. akan dibahas mengenai kedua jenis hutang tersebut. diperdagangkan atau tidak diperdagangkan di Pasar Sekunder. Kewenangan penerbitan Surat Utang Negara berada pada pemerintah yang diwakili oleh Menteri Keuangan dengan melakukan konsultasi dengan Bank Indonesia dan terlebih dahulu harus mendapat persetujuan DPR. Reproductive debt merupakan hutang yang dijamin seluruhnya dengan kekayaan negara yang berhutang atas dasar nilai yang sama besarnya.414 Bab 20: Hutang Publik Hutang negara seringkali dibedakan menjadi dua yakni “reproductive debt” dan “dead weight debt”. 24/2002. terkecuali bila ada suatu kekuasaan dari suatu negara atas negara lain. SURAT UTANG NEGARA (SUN) Pengertian Surat Utang Negara diatur berdasarkan Undang-Undang No. Pada bagian berikut. Pada pelaksanaannya. Pembedaan jenis pinjaman yang lain adalah antara pinjaman dalam negeri dan pinjaman luar negeri (internal debt dan external debt). Sedangkan dead weight debt merupakan hutang yang tanpa disertai dengan jaminan kekayaan. Pinjaman dalam negeri adalah pinjaman yang berasal dari orang-orang atau lembaga-lembaga yang ada dalam negara itu sendiri. Surat Utang Negara diterbitkan dalam bentuk “warkat”. Pinjaman dalam negeri dapat bersifat paksa maupun bersifat sukarela. sedangkan pinjaman luar negeri biasanya bersifat sukarela.

Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 415 atas nilai bersih maksimal surat utang negara dalam 1 tahun anggaran dan pada saat pengesahan APBN. Dalam pelaksanaan lelang Surat Utang Negara. Menteri Keuangan juga dapat menunjuk Bank Indonesia dan atau pihak lain sebagai agen untuk membeli atau menjual Surat Utang Negara di pasar sekunder. 502. Di samping itu Menteri Keuangan dapat menunjuk Bank Indonesia sebagai agen pelaksana lelang obligasi negara di pasar perdana. 502.000. pelunasan surat utang negara (redemption) dan aktivitas lain dalam rangka pengembangan pasar Surat Utang Negara.001). Kegiatan penatausahaan yang mencakup pencatatan kepemilikan. kriteria peserta lelang dan hasil akhir lelang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. jadwal pelaksanaan lelang. Penjualan Surat Utang Negara adalah dengan cara peserta lelang mengajukan penawaran pembelian kompetitif dan penawaran pembelian nonkompetitif dalam suatu periode waktu penawaran yang telah ditentukan dan diumumkan sebelumnya.000. Menteri Keuangan akan menunjuk Bank Indonesia sebagai agen pelaksana lelang surat perbendaharaan negara di pasar perdana (Auction Agent). perusahaan pialang pasar uang dan perusahaan efek. serta agen pembayar bunga dan pokok Surat Utang Negara dilakukan oleh Bank Indonesia. pembelian kembali (buyback). Penukaran (debt switching/exchange offer). serta agen pembayar bunga dan pokok surat utang negara dilaksanakan oleh Bank Indonesia (Central Registry). Dengan adanya persetujuan ini maka pemerintah wajib membayar bunga & pokok saat jatuh tempo dengan dana pembayaran bunga dan pokok disediakan di dalam APBN. PENGELOLAAN SURAT UTANG NEGARA Surat Utang Negara dikelola oleh Menteri Keuangan dan aktivitas pengelolaan tersebut meliputi hal hal yang diantaranya adalah penetapan strategi & kebijakan pengelolaan surat utang negara. kliring dan setlement. perencanaan & penetapan struktur portofolio utang negara. Peserta lelang Surat Utang Negara adalah bank.003 dan Rek. Penawaran Surat Utang Negara dilakukan melalui lelang dan yang ditunjuk sebagai agen lelang Surat Utang Negara yaitu Bank Indonesia. Menteri Keuangan membuka rekening dalam rangka pengelolaan Surat Utang Negara yang merupakan bagian dari rekening kas negara (Rek. Pengaturan dan pengawasan kegiatan perdagangan Surat . Ketentuan mengenai metode lelang. Dalam hal ini. penerbitan dan penjualan surat utang negara di pasar perdana melalui lelang dan atau tanpa lelang (issuance). kliring dan settlemen. Adapun kegiatan penataausahaan Surat Utang Negara yang mencakup pencatatan kepemilikan.

bersifat komersial. penatausahaan dan pertanggungjawaban atas pengelolaan Surat Utang Negara dan dana yang dikelola dilakukan oleh Menteri Keuangan. record 1 Pengertian Pinjaman Luar Negeri berdasarkan SKB Menteri Keuangan dan Ketua Bappenas No. Berkaitan dengan akuntabilitas dan transparansinya. Di samping itu juga akan dilakukan publikasi secara berkala atas informasi kegiatan pengelolaan Surat Utang Negara yang akan dilakukan oleh Menteri Keuangan. yang diperoleh dari pemberi pinjaman luar negeri (Lender). dalam bentuk barang dan atau jasa yang diperoleh dari pemberi pinjaman luar negeri yang harus dibayar kembali dengan persyaratan tertentu. dan pengalokasiannya disetujui oleh Menko Bidang Perekonomian. dalam bentuk devisa / barang / jasa. dan harus dikembalikan sesuai ketentuan dalam loan agreement. summary record. merupakan suku bunga yang umumnya dikenakan bagi pinjaman – pinjaman antar Eurobank . Pinjaman ini terdiri dari Soft Loan dan Export Credit. sebagai bagian dari rangkaian suatu perundingan. sedangkan untuk Export Credit.1 Kredit/pinjaman merupakan penerimaan negara.5%. Pertanggungjawaban di atas akan disampaikan secara bersamaan dengan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN.5% dan maksimum LIBOR2 rate. interest rate maksimum adalah 3. grace period 7 tahun. dan pembayaran angsuran dalam 25 tahun (termasuk grace period). Proses Pelaksanaan Kerjasama Pinjaman Dan Hibah Luar Negeri (PHLN) Dalam pelaksanaan kerjasama PHLN.416 Bab 20: Hutang Publik Utang Negara dilakukan oleh instansi pemerintah yang melakukan pengaturan dan pengawasan di bidang pasar modal (saat ini Bapepam). interest rate lebih dari 3. prosesnya dimulai dari pertemuan awal dimana akan dilakukan pembicaraan/pembahasan kerjasama antar lembaga/ instansi terkait pada acara kunjungan resmi/tidak resmi. agreed minutes. pemerintah harus menyediakan down payment sebesar 15% dari biaya proyek. dan kegiatan proyek bersifat non komersial serta telah disetujui oleh CGI. Hasil pertemuan ini kemudian dirangkum dalam catatan pertemuan. HUTANG LUAR NEGERI Pinjaman luar negeri adalah penerimaan negara baik dalam bentuk devisa dan atau devisa yang dirupiahkan.185/KMK. Ketentuan yang diberlakukan untuk soft loan.03/1995 dan KEP.031/KET/5/1995 2 LIBOR (London Interbank Offer Rate).

atau sebagai petunjuk teknis pelaksanaan dari suatu persetujuan yang sudah ada. Isi perjanjian mencakup hal-hal yang terinci dari suatu kegiatan kerjasama. MoU. Masing-masing pihak berniat untuk menindaklanjuti pembicaraan tentang kerjasama yang pernah didiskusikan sebelumnya. Pertemuan awal ini kemudian dilanjutkan oleh kegiatan “keinginan antar pihak” yang merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal. yang diajukan dalam bentuk proposal perjanjian pelaksanaan kerjasama pinjaman luar negeri. maka akan dilanjutkan dengan perjanjian pelaksanaan kerjasama (implementing arrangement). dengan ruang lingkup bidang kerjasama tertentu/spesifik. nota kesepakatan. namun belum siap untuk merumuskannya secara formal dalam bentuk agreement. dan sudah mengikat lembaga/instansi tersebut secara keseluruhan. dengan ruang lingkup yang lebih spesifik sampai pada jadwal pelaksanaan serta kualifikasi personel yang ditugaskan dan sebagainya. Kesepakatan ini dapat mencakup lebih dari satu kegiatan yang melibatkan instansi-instansi tertentu. Memorandum of Understanding. yang dapat berfungsi hanya sebagai payung kerjasama. Tujuannya untuk menjabarkan rencana pelaksanaan kerjasama (teknik) secara rinci. Hasilnya disebut kesepakatan bersama. atau Letter of Intent (LoI). Langkah selanjutnya adalah adanya persetujuan antar pihak.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 417 of discussion. atau minutes of meeting. Naskah ini ditandatangani oleh pejabat lembaga/instansi yang terlibat. namun tidak mengikat lembaga/instansi tersebut secara keseluruhan. dalam batas-batas yang telah disepakati oleh pihak-pihak yang terlibat. Implementing arrangement merupakan perjanjian yuridis antar lembaga/instansi yang mengatur kerjasama (teknis). sebagai tindak lanjut atau sebagai petunjuk pelaksanaan teknis dari MoU (yang merupakan payung kerjasama). yang menghasilkan komitmen untuk melaksanakan kerjasama dalam bidang tertentu di masa mendatang. Tujuannya adalah untuk merealisasikan keinginan bersama yang telah dituangkan dalam LoI. kesepakatan pendahuluan. Isi kesepakatan ini mencakup pokokpokok perjanjian secara umum/garis besar. yang merupakan suatu kesepakatan yuridis antar lembaga/instansi. . Implementing arrangement dapat mencakup lebih dari satu macam perjanjian pelaksanaan. Draft perjanjian ini kemudian diajukan ke sekretariat kabinet untuk mendapat persetujuan. Catatan di atas sifatnya belum mengikat dan tidak perlu mendapat persetujuan sekretariat kabinet. Setelah terjadi persetujuan antar pihak. namun belum perlu mendapat persetujuan sekretariat kabinet. maupun perjanjian pelaksanaan. atau naskah persetujuan. Hasil kesepakatan atau komitmen disebut naskah keinginan bersama.

memuat berbagai usulan proyek yang dinilai layak mendapat pembiayaan dari PHLN.03/1995 – No. Selanjutnya ”naskah awal” disampaikan ke Biro Kerjasama Teknik Luar Negeri (KTLN) sekretariat kabinet. sekretariat kabinet. Di sini. untuk mendapat persetujuan. diajukan oleh departemen/lembaga pengusul kepada Menteri Negara PPN/Ketua Bappenas untuk dicantumkan ke dalam blue book3 (khusus bagi program/proyek yang belum tercantum. draft perjanjian disusun berdasarkan MoU oleh unit pengusul. naskah awal menjadi naskah akhir. Usulan ini disusun dalam 2 (dua) daftar yang terpisah.:Kep. Dalam penyusunan naskah perjanjian pelaksanaan kerjasama PHLN. sebagaimana dimaksud dalam SKB Menkeu dan Ketua Bappenas No. semua usulan program/proyek (yang sudah memiliki SK) dikonsolidasikan oleh Bappenas. Hasil appraisal I dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Deputi II Bappenas. Deplu. dan dapat dicantumkan ke dalam blue book oleh Bappenas. masing-masing untuk usulan bantuan proyek (project assistance) dan usulan bantuan teknis (technical assistance). dan dimasukkan ke dalam blue book. yang kemudian dikirim oleh pihak pertama ke pihak kedua untuk disetujui dan ditandatangani bersama menjadi naskah kerja sama. tanggal 5 Mei 1995. . Dalam proses pengusulan program/proyek PHLN. serta instansi lain yang terkait. Bappenas akan melakukan evaluasi (appraisal I) terhadap usulan program/ proyek bersangkutan. 3 Blue Book adalah suatu catatan yang berisikan Daftar Rencana Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (DRPHLN). Naskah awal dibahas di sekretariat kabinet bersama instansi pengusul (pihak pertama).031/KET/5/1995. Setelah itu. Setelah dibahas dan mendapat persetujuan sekretariat kabinet. sehingga menjadi ”naskah awal”. Kemudian. termasuk kredit ekspor. Proses penyusunan perjanjian kerjasama dan pengusulan program/proyek PHLN ini terdiri dari 2 (dua) tahap yakni penyusunan naskah perjanjian pelaksanaan kerjasama PHLN dan pengusulan program/proyek PHLN. biro perencanaan akan merumuskan naskah perjanjian pelaksanaan kerja sama. bersama dengan biro hukum. atau bagi proyek/program yang belum ada kepastian pembiayaan dari negara/lembaga donor). Naskah ini kemudian dibahas dalam rapat pimpinan departemen/lembaga instansi. yang dilampiri salinan naskah kerjasama. lalu disampaikan ke biro perencanaan.: 185/KMK.418 Bab 20: Hutang Publik Proses Penyusunan Perjanjian Kerjasama Dan Pengusulan Program/Proyek PHLN Tujuan proses ini adalah agar program/proyek pinjaman luar negeri tersebut mendapat persetujuan sekretariat kabinet. perwakilan negara asing/lender/donor (pihak ke dua). usulan program/proyek PHLN.

Kesuksesan kembali membangun Eropa Barat menjadikan program ini sebagai cetak biru (blue print) yang kemudian digunakan dalam proses pengembangan ekonomi di . atau OECF model. dan negara/lembaga donor. dan program ini kemudian dikenal dengan Marshall Plan (Todaro. lalu dievaluasi ulang (appraisal II). 1985). Muatan urgensi tersebut maksudnya adalah utang mungkin dipilih sebagai sumber pembiayaan karena derajat urgensi kebutuhan yang membutuhkan penyelesaian segera. yang berupa appraised project. dan hasilnya adalah appraisal result. tergantung jenis program/proyek dan dari mana sumber dana diperoleh. untuk diidentifikasi. Dalam alasan-alasan yang rasional itu ada muatan urgensi dan ada pula muatan ekspansi. multilateral model (World Bank & ADB). Hutang Luar Negeri dalam Pembangunan Ekonomi Utang pada dasarnya adalah salah satu alternatif yang dilakukan karena berbagai alasan yang rasional. penyusunan dan penandatanganan loan agreement. Sedangkan muatan ekspansi berarti utang dianggap sebagai alternatif pembiayaan yang melalui berbagai perhitungan teknis dan ekonomis dianggap dapat memberikan keuntungan. Kedua hal tersebut memotivasi politik (political motivation) dan memotivasi ekonomi (economic motivation) dimana keduanya mempunyai keterkaitan yang sangat erat satu dengan yang lain. instansi pengusul (excecuting agency). diproses berdasarkan basic model. Hasil appraisal II. blue book dikirimkan oleh Bappenas ke Departemen Keuangan. dan Departemen Keuangan. Dalam tahap ini hasil appraisal II kembali dibahas bersama oleh Bappenas. Hasil identifikasi tersebut kemudian akan dikaji kembali oleh Bappenas. Motivasi pertama inilah yang kemudian menjadi acuan bagi Amerika Serikat untuk mengucurkan dana bantuan dalam merekonstruksi kembali perekonomian Eropa Barat setelah hancur saat Perang Dunia II. Dari perspektif negara donor setidak-tidaknya ada dua hal penting yang dianggap memotivasi dan melandasi mengalirnya bantuan luar negeri ke negara-negara debitor. sebagai bahan tindak lanjut bagi proses pembahasan teknik berikutnya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 419 PROSES PEMBUATAN LOAN AGREEMENT Dalam pembuatan loan agreement. Appraisal result kemudian akan dievaluasi lagi (reviewing) oleh Bappenas. excecuting agency. Hasil review inilah yang akan dijadikan dasar untuk melaksanakan persiapan perundingan (negotiation) untuk membuat loan agreement. negara/lembaga donor. dan konsultan independen (appraisal III).

Karena tingginya tingkat pertumbuhan di negara-negara berkembang akan turut meningkatkan atau berkorelasi positif terhadap kenaikan keuntungan yang bisa dinikmati di negara-negara maju seperti yang dibuktikan studi Cooper (1995). Ketiga. yakni untuk memfasilitai dan mengakselerasi proses pembangunan dengan cara meningkatkan pertambahan tabungan domestik sebagai akibat dari tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi. Kedua. adalah growth and savings. Dan yang terkahir (keempat). Dan pada sisi lain adalah kekurangan yang dialami oleh negara yang bersangkutan dalam memenuhi kebutuhan nilai tukar asing (foreign exchange) untuk membiayai kebutuhan impor barang modal (capital goods) dan impor barang-barang intermediate (Intermediae goods). yang merupakan pendamping dari bantuan keuangan yang bentuknya adalah transfer sumber daya manusia tingkat tinggi kepada negara-negara penerima bantuan. setidak-tidaknya tercermin dari 4 argumen penting (Todaro. Asia Tenggara bahkan selanjutnya sampai menyentuh Afrika serta Amerika Tengah. Hal ini harus dilakukan untuk menjamin bahwa aliran dana yang masuk dapat digunakan dengan sangat efisien dalam proses memicu kenaikan pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian untuk menutupi kedua kekurangan tersebut maka andalannya adalah bantuan luar negeri. pertumbuhan dan pembangunan ekonomi negaraberkembang telah lama menjadi perdebatan hangat di antara kelompokkelompok ekonomi dunia. Meskipun demikian peranan dana bantuan luar negeri dan modal asing terhadap kemajuan. 1985) yaitu: Pertama. Sekelompok ekonom pada tahun 1950-an dan 1960- . Argumen ini didasari atas two gap model dimana negara-negara penerima bantuan khususnya negara-negara berkembang mengalami kekurangan dalam mengakumulasi tabungan domestik (domestic saving) sehingga tingkat tabungan yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan akan tingkat investasi yang dibutuhkan dalam proses memicu pertumbuhan ekonomi. 1997). adalah foreign exchange constraints. Faktor-faktor ini tentu saja perpaduan antara motif ekonomi dan politik yang menjadi pertimbangan utama bagi seorang investor yang rasional. adalah absorptive capacity yakni dalam bentuk apa dana tersebut akan digunakan. Terlepas dari faktor-faktor yang dikemukakan di atas ada satu hal lagi yang perlu diingat bahwa faktor pendorong dan faktor penarik (push and pull factors) adalah dua kata yang turut menentukan terjadinya capital movement ke negara-negara berkembang (Taylor dan Sarno. Sedangkan motivasi ekonomi sebagai landasan kedua yang digunakan dalam memberikan bantuan.420 Bab 20: Hutang Publik berbagai belahan dunia lainnya seperti Asia Selatan. adalah technical assistance.

Pemikiran di atas sedemikian kuatnya mempengaruhi proses perencanaan pembangunan di negara-negara sedang berkembang. Malahan porsi bantuan luar negeri tidak lagi diperlakukan sebagai faktor pelengkap (complementary factor). untuk menjaga dan mempertahankan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi diperlukan perubahan dan perombakan yang substansial dalam struktur produksi dan perdagangan. Teori yang berbicara tentang penggunaan bantuan luar negeri dalam pembiayaan pembangunan ini. menjadi dasar kelompok tersebut untuk menganjurkannya diterapkan di negara-negara berkembang. Domar (AS) yang kemudian dikenal dengan teori Harrod-Domar. modal asing dapat berperan penting dalam memobilisasi sumber dana dan transformasi struktural. Keempat. jika digunakan untuk investasi yang tingkat pengembalian investasinya (return on investment) dapat memicu kenaikan sumber daya ekonomi yang lebih besar. Memang bantuan luar negeri sebenarnya dapat mencapai arah dan sasarannya. maka diharapkan bantuan luar negeri tidak saja menambah sumber daya ekonomi tapi juga sekaligus mampu membayar . Ketiga. Pengalaman keberhasilan pembangunan kembali perekonomian negara-negara Eropa Barat melalui Marshall plan seperti telah disinggung. kebutuhan akan modal asing akan menjadi menurun segera setelah perubahan struktural terjadi (meskipun modal yang masuk belakangan menjadi lebih produktif). sumber dana eksternal (modal asing) dapat dimanfaatkan oleh negara sedang berkembang sebagai suatu dasar yang signifikan untuk memacu kenaikan investasi serta pertumbuhan ekonomi. Pengalaman seperti yang diuraikan di atas juga mengilhami teori yang dikembangkan oleh Sir Roy Harrod (Inggris) dan kemudian dilanjutkan serta disempurnakan oleh Evsey D. sehingga hampir tidak ada negara berkembang yang semata-mata hanya mengandalkan upaya proses pembangunannya pada sumber-sumber daya domestik. Asumsi yang mereka gunakan dalam proses penganjurannya adalah bantuan luar negeri akan menambah sumber-sumber yang produktif tanpa menimbulkan dampak substitusi terhadap alokasi dan efisiensi sumber daya terutama tingkat efisiensi dalam penggunaan modal yang tercermin dari tingkat ICOR (Incremental Capital Output Ratio) dan sumber-sumber tersebut di atas sangat langka di negara-negara sedang berkembang.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 421 an berpendapat dan meyakini bahwa bantuan luar negeri mempunyai dampak yang positif terhadap pembangunan ekonomi suatu negara tanpa menimbulkan gangguan pada masa sesudahnya bagi negara-negara debitor tersebut. selanjutnya dikembangkan lagi oleh beberapa ekonom seperti Hollis Chenery. Pemikiran mereka ini seperti yang diungkapkan oleh Chenery dan Carter (1973) dapat dikelompokkan ke dalam empat pemikiran mendasar: Pertama. Kedua. tapi telah menjadi sumber utama dalam membiayai pembangunan. Alan Strout dan lain-lain pada tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an.

Kucuran dana dari luar juga membentuk birokrasi yang sangat sensitif terhadap berbagai kebocoran. Argentina. Akibatnya. dalam perkembangannya. Masuknya modal dari luar negeri juga dianggap sebagai salah satu cara mengatasi hambatan dalam pengelolaan kekayaan alam yang begitu melimpah ketika perekonomian dalam negeri tidak begitu mampu menyediakan dana untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi kekayaan alamnya. Dalam pemahaman ini sulit sekali menyatakan bahwa suatu negara bisa saja tidak berutang sama sekali. Keadaan ini telah dibuktikan oleh negara-negara yang tergabung dalam kelompok negara-negara industri baru (Newly Industrialized Countries/ NICs) seperti Korea Selatan dan Taiwan di mana utang luar negeri telah dengan sukses menjadi mesin pertumbuhan (engine of growth) dalam perekonomian mereka. utang luar negeri berubah menjadi perangkap utang (debt trap) bagi negara-negara tersebut. utang luar negeri merupakan mata rantai yang menghubungkan kegiatan internal dan eksternal perekonomian suatu negara. korupsi dan penyalahgunaan. Bahaya utang luar negeri belum dianggap serius oleh sebagian besar negara pengutang mengingat mereka sangat kaya akan sumber daya alam. serta Brazil adalah contoh konkrit dari kasus yang terakhir ini. Sementara masyarakat belum bisa maksimal digerakkan dalam partisipasi pembangunan selama ini cenderung lebih meletakkan posisi rakyat sebagai obyek pembangunan dan mempasifkan peranan mereka.422 Bab 20: Hutang Publik kembali cicilan pinjaman sebelumnya. . Kasus-kasus Amerika Latin seperti Mexico. Sehingga tidaklah mengherankan apabila selain masuknya dana berupa fresh money ke dalam negeri. Tetapi jelas sekali bahwa jumlah dan pemanfaatan utang tersebut harus dikendalikan dan dikelola secara benar sehingga justru tidak menjadi beban yang berkepanjangan. banyak juga negara-negara berkembang yang gagal dalam memanfaatkan utang luar negeri dengan baik. Kondisi semakin sulit ketika kekayaan alam yang dimiliki dengan ujung tombak komoditas primer mengalami kerontokan di pasaran dunia serta makin proteksionalisnya negara-negara maju. masuknya dana ke dalam negeri tanpa usaha dan kerja keras telah ”meninabobokkan” negara-negara pengutang. Namun. Dalam tahap-tahap awal pembangunan. utang luar negeri juga dapat dilihat dari tinjauan pemberian bantuan tenaga ahli dan usaha joint venture perusahaan asing ke dalam negeri. penggunaan komponen utang luar negeri sebagai sumber pembiayaan disadari begitu menguntungkan. Tetapi sebaliknya. Artinya. tetapi juga dibutuhkan dalam perekonomian suatu negara untuk menunjang proses produksi dalam negeri. Utang luar negeri bukan hanya dibutuhkan dalam proses perdagangan.

Apapun argumennya. Membesarnya pinjaman komersial ini akan membawa berbagai dampak kepada perekonomian nasional. diperkirakan akan terjadi peningkatan dalam pinjaman komersial seiring dengan meningkatnya peran swasta dan langkanya pinjaman resmi yang bersyarat lunak. pinjaman komersial ini dibutuhkan sebagai sumber pembiayaan dan juga untuk memperkuat cadangan devisa nasional. Melihat kondisi ini. sebagai salah satu negara pengutang terbesar. untuk saat ini mengalirnya dana dari luar negeri merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi Indonesia untuk menginjeksi dana pembangunannya. Indonesia untuk masa mendatang masih bergantung pada komponen ini. Sebagai negara berkembang yang tetap konsisten dalam mempergunakan utang luar negeri dalam politik pembangunannya. akan mengakibatkan perburuan pinjaman yang bersyarat lunak akan meningkat dan tentunya akan semakin sulit diperoleh. tidaklah heran untuk masa datang perspektif utang luar negeri Indonesia dicirikan pada meningkatnya pinjaman yang bersifat komersial. Seberapa besar tingkat ketergantungannya. pihak swasta juga memerlukan dana. pinjaman komersial memiliki dampakdampak yang apabila tidak diwaspadai dapat membahayakan keseimbangan makro. Oleh karena itu. Lemahnya posisi tawar menawar ini tidak saja dilihat dari makin kalahnya negara pengutang dalam kancah perdagangan dunia. baik perannya dalam pembangunan. Sementara di sisi lain. Dampak pertama yang ditimbulkan akibat pinjaman komersial ini adalah terjadinya ekspansi moneter yang akan mempengaruhi kestabilan ekonomi .Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 423 Perangkap utang yang terbangun dalam frame bantuan pinjaman ini makin memojokkan negara-negara pengutang dan makin memperlemah posisi bargaining power mereka. Di satu sisi. implikasi dan kemauan melakukan pembayaran bunga dan cicilan utang merupakan hal yang perlu dikaji lebih lanjut. Di era globalisasi dan dengan tingkat persaingan yang begitu besar. di samping pemerintah. masalah utang. Hal ini disebabkan karena masalah utang luar negeri yang dihadapi Indonesia mencapai tahap yang demikian kompleks sehingga sulit untuk diupayakan pemecahan dalam waktu yang definitif. tentu banyak faktor yang mempengaruhinya. Indonesia. Dengan mencermati ketahanan ekonomi Indonesia saat ini. sangat sulit mengatakan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap utang luar negeri akan berkurang untuk setidak-tidaknya 10 (sepuluh) tahun ke depan. namun munculnya bentuk intervensi dalam penentuan pengambil kebijaksanaan ekonomi negara pengutang yang disponsori oleh IMF dan Bank Dunia.

namun resiko perubahan nilai tukar terhadap kemampuan membayar utang luar negeri tetap harus diperhatikan. Meskipun berbagai langkah telah dilakukan. daftar kekurangan ini semakin panjang jika proyek-proyek yang dibangun . Persoalannya adalah bahwa cara pandang seperti itu terlampau memudahkan persoalan dan tidak dengan rendah hati ditempatkan pada basis pemikiran: seberapa besar manfaat nyata yang diperoleh dari pembiayaan melalui komponen utang luar negeri tersebut?. ketika ada kekhawatiran bahwa anak cucu yang baru lahir sudah ”terbebani” oleh warisan sejumlah utang. bukan rahasia lagi jika proyek-proyek yang dibiayai melalui pinjaman luar negeri banyak yang kurang efisien dengan berbagai praktek korupsi serta memberikan multiplier effect yang sangat kecil. Dampak ekspansi ini akan menjadi sulit lagi sebagai konsekuensi sistem perekonomian terbuka yang dianut Indonesia. Konsekuensi dari ekonomi terbuka membuka banyak peluang kepada sumber dana dari luar negeri yang dapat berimplikasi pada membesarnya pinjaman luar negeri. Fenomena Yendaka. Hal ini dikarenakan bahwa pinjaman-pinjaman komersial jangka pendek yang dilakukan oleh pihak swasta menyebabkan penarikan pinjaman ini tanpa pemantauan otoritas moneter. Efeknya adalah kebijakan moneter yang dijalankan tidak akan mencapai sasaran yang juga pada akhirnya akan menganggu pencapaian sasaran ekonomi makro. menimbulkan beban berat bagi Indonesia. Dampak lain dari pinjaman komersial ini berkaitan dengan adanya gejolak nilai tukar mata uang dunia yang dapat dengan seketika melonjakkan beban pembayaran kembali pinjaman. misalnya dengan melakukan hedging di pasar finansial. misalnya. yang menyebabkan arus keluar masuk modal menjadi lebih mudah dengan jangka waktu yang sangat pendek. Selain itu. Dalam prakteknya. Dampak terakhir dari kecenderungan peningkatan pinjaman komersial ini adalah makin tingginya country risk dari Indonesia. Bahkan. Perekonomian dunia yang semakin terbuka semakin memperbesar ketidakpastian dari nilai tukar mata uang negara-negara maju. Hal ini tercermin dari terus menigkatnya angka DRS (Debt Service Ratio) dan persentase dari defisit transaksi berjalan terhadap GDP (Gross Domestic Product). Bahkan.424 Bab 20: Hutang Publik makro dan neraca pembayaran. penarikan yang berlebihan memliki potensi untuk memanaskan perekonomian (over heating). Sementara di sisi lain. Masalah utang luar negeri Indonesia celakanya hanya dilihat dari mampu atau tidaknya dalam melakukan pembayaran. para pengambil kebijakan dengan mudahnya mengandai-andai bahwa jumlah utang tersebut akan segera ”dibereskan” dengan menjual seluruh asset yang dimiliki oleh BUMN. besarnya pinjaman luar negeri ini akan mengurangi kepercayaan pihak luar sehingga meningkatkan country risk dari Indonesia.

§ SUN adalah surat berharga berupa surat pengakuan utang dalm mata uang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia sesuai dengan masa berlakunya. dan (2) dead weight debt. § Dapat dibedakan juga pinjaman dalam negeri dan pinjaman luar negeri (internal debt dan external debt). bersifat paksa maupun sukarela sementara pinjaman luar negeri bersifat sukarela. yaitu (1) reproductive debt. RANGKUMAN § Pinjaman pemerintah adalah penutupan defisit anggaran pemerintah dengan melalui pinjaman baik dari dalam maupun luar negeri (Mankiw. . Otoritas moneter.24/2002. Hal ini tentu menjadi masalah yang sangat urgen dewasa ini mengingat berbagai krisis yang telah melanda perekonomian Indonesia. § Hutang publik yang dilaksanakan pemerintah Indonesia berupa Surat Utang Negara (SUN) dan hutang/pinjaman luar negeri. Diatur berdasarkan Undang-Undang No. hutang yang tanpa disertai dengan jaminan kekayaan. Hutang negara dibedakan menjadi dua. hutang yang dijamin seluruhnya dengan kekayaan negara yang berhutang atas dasar nilai yang sama besarnya. namun yang paling pokok adalah sudah bersentuhan pada persoalan dasar kebutuhan hidup rakyat yaitu tersedianya kebutuhan pokok yang cukup dengan harga terjangkau dan tertutupinya pengeluaran rutin agar operasional pelaksanaan aparat negara bisa tetap berjalan. § SUN diterbitkan dalam bentuk “warkat” dan “tanpa warkat” (scripless) yang diperdagangkan atau tidak diperdagangkan di pasar sekunder. oleh karena sistem moneter yang begitu bebas terlihat sering ”keteter” dalam mengatur pinjaman dari pihak swasta yang kadang justru disebabkan oleh kebijaksanaan moneter dalam negeri sendiri yang mendorong terjadinya arus masuk pinjaman luar negeri swasta yang membumbung tinggi tersebut. Persoalan utang luar negeri dikaitkan dengan krisis yang menimpa sekarang ini tidak hanya berkaitan dengan kelanjutan pembangunan. 2001). Pinjaman dalam negeri.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 425 dengan mempergunakan bantuan dari pihak luar seringkali tidak mengindahkan hak-hak asasi penduduk di mana proyek tersebut dibangun. Persoalan utang luar negeri mesti disadari dengan kesadaran akan seberapa besar kemampuan dalam melakukan kewajibannya yang berkaitan dengan utang yang dipinjam.

§ Tujuan penerbitan SUN: (a) membiayai defisit APBN. § Kegiatan penatausahaan SUN yang mencakup pencatatan kepemilikan. kliring dan setlement. Pengaturan dan pengawasan kegiatan perdagangan SUN dilakukan oleh BAPEPAM. (2) perencanaan dan penetapan struktur portofolio utang negara. § Penawaran SUN dilakukan melalui lelang. dalam bentuk barang dan atau jasa yang diperoleh dari pemeberi pijaman luar negeri (lender) yang harus dibayar kembali dengan persyaratan tertentu (loan agreement). serta agen pembayar bunga dan pokok SUN dilakukan oleh Bank Indonesia (Central Registry). (6) pelunasan SUN (redemption) dan aktivitas lain dalam pengembangan pasar SUN. (4) pembelian kembali (buyback). Ketentuan mengenai metode lelang. dan (c) mengelola portofolio utang negara. dan hasil akhir lelang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. dan (2) Obligasi Negara berjangka waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan dengan kupon dan atau dengan pembayaran bunga secara diskonto. . § Pinjaman luar negeri adalah penerimaan negara baik dalam bentuk devisa dan atau devisa yang dirupiahkan. § Pengelolaan SUN dilakukan oleh Menteri Keuangan yang meliputi: (1) penetapan strategi dan kebijakan pengelolaan SUN. (5) penukaran (debt switching/exchange offer). kriteria peserta lelang. perusahaan pialang pasar uang dan perusahaan efek. Pinjaman luar negeri terdiri dari: (a) Soft Loan dan (b) Export Credit. (3) penerbitan dan penjualan SUN di pasar perdana melalui lelang atau tanpa lelang (issuance). § Kewenangan penerbitan SUN berada di tangan pemerintah. Peserta lelang antara lain bank. § Menteri Keuangan juga menunjuk BI atau pihak lain sebagai agen untuk membeli dan menjual SUN di pasar sekunder. diwakili Menteri Keuangan setelah berkonsultasi dengan Bank Indonesia dan disetujui oleh DPR.426 Bab 20: Hutang Publik § SUN terdiri atas: (1) Surat Perbendaharaan Negara yang berjangka waktu sampai dengan 12 (dua belas) bulan dengan pembayaran bunga secara diskonto. disertai catatan atas nilai bersih maksimal SUN dalam 1 tahun anggaran dan pada saat pengesahan APBN. (b) menutup kekurangan kas jangka pendek. jadwal pelaksanaan lelang. Pertanggungjawaban atas SUN dan dana yang dikelola disampaikan bersamaan dengan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN demi akuntabilitas dan transparansi. Menteri Keuangan menunjuk Bank Indonesia sebagai agen pelaksana lelang (Auction Agent) surat perbendaharaan negara dan obligasi negara di pasar perdana.

Disusun dalam dua . setelah dibahas dan mendapat persetujuan sekretaris kabinet. kesepakatan pendahuluan. § Dalam penyusunan naskah perjanjian pelaksanaan kerjasama PHLN. Kemudian bersama biro hukum merumuskan naskah perjanjian pelaksanaan kerja sama sehingga menjadi naskah awal. mencakup lebih dari satu macam perjanjian pelaksanaan. ditandatangani pejabat terkait namun belum mendapat persetujuan sekretaris kabinet. Terdiri dari 2 (dua) tahap yaitu (a) penyusunan naskah perjanjian pelaksanaan kerjasama PHLN dan (b) pengusulan program/proyek PHLN. MoU. disampaikan ke biro perencanaan. (d) perjanjian pelaksanaan kerja sama (implementing agreement). Hasilnya disebut kesepakatan bersama. (b) kegiatan “keinginan antar pihak” yang menghasilkan komitmen untuk bekerjasama dalam bidang tertentu di masa mendatang. Hasil kesepakatan disebut naskah keinginan bersama. § Tujuan proses penyusunan perjanjian kerjasama dan pengusulan program/proyek PHLN adalah agar program/proyek pinjaman luar negeri mendapat persetujuan dari sekretaris kabinet dan dicantumkan ke dalam Blue Book oleh Bappenas. hasil pertemuan dirangkum dalam catatan ertemuan yang belum mengikat dan tidak perlu persetujuan sekretaris kabinet. yaitu: (a)pertemuan awal membicarakan/membahas kerjasama antar lembaga/instansi pada acara kunjungan resmi/tidak resmi. draft perjanjian disusun berdasarkan MoU oleh unit pengusul. usulan program/proyek PHLN dilampiri salinan naskah kerja sama yang diajukan oleh departemen/lembaga pengusul kepada Menteri Negara PPN/Ketua Bappenas untuk dicantumkan ke dalam blue book. namun tidak mengikat. (c) adanya “persetujuan antar pihak” merupakan suatu kesepakatan yuridis antar lembaga/instansi. sudah mengikat lembaga-lembaga secara keseluruhan dalam batas-batas yang telah disepakati. atau naskah persetujuan sebagai payung bersama atau petunjuk teknis pelaksanaan dari suatu persetujuan yang sudah ada. Implementing agreement bertujuan untuk menjabarkan rencana pelaksanaan kerjasama (teknis) secara rinci. merupakan perjanjian yuridis antar lembaga/instansi yang mengatur kerjasama (teknis). nota kesepakatan atau Letter of Intent (LoI). naskah awal menjadi naskah akhir yang disetujui dan ditandatangani bersama menjadi naskah kerja sama. § Dalam proses pengusulan program/proyek PHLN. Diajukan dalam bentuk proposal perjanjian pelaksanaan kerjasama pinjaman luar negeri ke sekretaris kabinet untuk mendapatkan persetujuan.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 427 § Tahap-tahap pelaksanaan kerjasama Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN).

(2) untuk menjaga dan mempertahankan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi diperlukan perubahan yang substansial dalam struktur produksi dan perdagangan. yaitu usulan bantuan proyek (project assistent) dan usulan bantuan teknis (technical assistance). Growth and savings. dan penandatanganan loan agreement. dimana negara-negara pemberi bantuan khususnya negara berkembang. bahwa bantuan luar negeri akan digunakan untuk memfasilitasi dan mengakselerasi tingkat pertumbuhan yang tinggi. (3) technical assistance. pendamping dari bantuan keuangan yang bentuknya transfer sumber daya manusia tingkat tinggi untuk menjamin aliran dana digunakan secara efisien dalam memicu pertumbuhan ekonomi. Teori Harrod-Domar berbicara tentang penggunaan bantuan luar negeri dalam pembiayaan pembangunan terdiri dari empat pemikiran mendasar: (1) modal asing (dana eksternal) dimanfaatkan untuk memacu kenaikan investasi serta pertumbuhan ekonomi. Dua hal penting yang memotivasi dan melandasi mengalirnya bantuan luar negeri ke negara-negara debitor yaitu: (a) memotivasi politik (political motivation) dan (b) memotivasi ekonomi (economic motivation) Motivasi ekonomi dalam memberikan bantuan. blue book dikirimkan oleh Bappenas ke Departemen Keuangan. didasari oleh two gap model. Dalam pembuatan loan agreement. yakni dalam bentuk apa dana itu akan digunakan. penyusunan. (4) absorptive capacity. (2) growth and savings. sehingga terjadi pertambahan tabungan domestik yang akan berkorelasi positif terhadap kenaikan keuntungan yang dinikmati negara-negara maju. Absorptive capacity. mengalami kekurangan dalam mengakumulasi tabungan domestik (domestic saving) yang tidak mampu memenuhi kebutuhan akan tingkat investasi yang dibutuhkan dalam memicu pertumbuhan ekonomi. (3) modal asing berperan penting dalam memobilisasi sumber dana dan . instansi pengusul dan negara/lembaga donor. Selain itu. memiliki empat argumen penting: (1) foreign exchange constraints.428 Bab 20: Hutang Publik § § § § § § § § daftar yang terpisah. Kemudian dilakukan evaluasi ulang sehingga dihasilkan appraisal result yang akan direview lagi. Hasil review yang akan dijadikan dasar untuk melaksanakan persiapan perundingan (negotiation) untuk membuat loan agreement. Technical assistance. Foreign exchange constraints. kekurangan yang dialami negara tersebut dalam memenuhi kebutuhan nilai tukar asing (foreign exchange) untuk membiayai kebutuhan impor barang modal dan intermediate.

yaitu: (a) terjadinya ekspansi moneter yang akan mempengaruhi kestabilan ekonomi makro dan neraca pembayaran. Bagaimana pendapatmu tentang penggunaan hutang luar negeri terkait dengan pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh bangsa Indonesia. . Bagaimana proses penyusunan naskah perjanjian kerja sama PHLN dilakukan? 8. Sebutkan beberapa dampak dari membesarnya pinjaman komersial! 1. 2.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 429 transformasi struktural. § Dampak-dampak dari pinjaman komersial selain sumber pembiayaan dan memperkuat cadangan devisa nasional. (b) gejolak nilai tukar mata uang dunia yang dapat dengan seketika melonjakkan beban pembayaran kembali pinjaman. Jelaskan proses pelaksanaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN)! 6. apakah sesuai dengan sasaran? 11. berkurangnya kepercayaan pihak luar karena jumlah pinjaman luar negeri yang semakin besar dengan meningkatnya DRS dan persentase dari defisit transaksi berjalan terhadap GDP. Jelaskan bagaimana proses pembuatan loan agreement! 9. (c) makin tingginya country risk dari Indonesia. 3. Jelaskan beberapa argumen penting yang menjadi dasar negara-negara donor untuk mengalirkan bantuan ke negara debitor secara motivasi ekonomi! 10. Apa perbedaan antara soft loan dan export credit? 7. 4. LATIHAN Jelaskan perbedaan reproductive debt dan dead weight debt! Apa yang dimaksud dengan Surat Utang Negara (SUN)? Sebutkan tujuan diterbitkannya SUN! Apa saja tugas Menteri Keuangan dalam pengelolaan Surat Utang Negara (SUN)? 5. (4) kebutuhan modal asing akan menurun segera setelah perubahan struktural terjadi.

430 Bab 20: Hutang Publik .

Walaupun kemungkinan nilai pinjaman yang mampu dikumpulkan cukup besar karena banyaknya sumber yang bisa digunakan. Banyaknya pihak yang dapat dijadikan sumber pinjaman membuat pembiayaan pembangunan dengan pinjaman mampu mengumpulkan dana yang cukup besar. Pinjaman dalam negeri dapat berasal dari.PINJAMAN DAERAH PENDAHULUAN Pinjaman merupakan alternatif lain yang bisa dipilih untuk membiayai pembangunan daerah. masyarakat. namun perlu diperhatikan adanya batas meminjam yang . lembaga keuangan bukan bank. Sumber pinjaman dapat berasal dari berbagai pihak. dan sumber lainnya seperti pinjaman dari daerah lain. pemerintah pusat. Pinjaman yang berasal dari masyarakat penghimpunan dana dapat melalui penerbitan obligasi daerah. lembaga keuangan bank. baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

dan kemampuan meminjam (ability to borrowing). TUJUAN DAN BATAS-BATAS PINJAMAN Pemerintah daerah dapat membiayai sebagian pengeluarannya dengan melakukan pinjaman. 4. persyaratan-persyaratan pinjaman. untuk menutup kebutuhan dana (cash) jangka pendek. untuk membiayai investasi yang diharapkan dapat menghasilkan penerimaan bagi daerah. 2. Pemilihan jangka waktu akan sangat tergantung pada jenis proyek yang akan dibiayai. untuk membeli pabrik dan peralatan dengan unsur jangka menengah. Pada bagian ini akan dibahas mengenai tujuan dan batas-batas pinjaman. masalah kewenangan daerah untuk meminjam ini telah diatur. dalam subbagian selanjutnya akan disajikan praktek pinjaman daerah di Indonesia. biasanya sebagai suatu keharusan karena pola pengumpulan penerimaan daerah yang tidak seimbang. Kekurangan dana dari anggaran tahunan adalah hal yang umum terjadi untuk pemerintah pusat. Agar pembahasan ini lebih riil di lapangan. jangka pendek dan jangka panjang. harus menjadi pertimbangan dalam melakukan pinjaman. metode dan sumber-sumber pinjaman. dengan jangka waktu sampai tiga bulan. bahwa berbagai pinjaman dilakukan dengan tujuan sebagai berikut: 1. 5. untuk membiayai kekurangan dana anggaran tahunan berupa biaya rutin dan beban hutang. Pada dasarnya kewenangan daerah melakukan pinjaman adalah seperti yang dituliskan oleh Davey (1983). untuk membiayai pembangunan modal jangka panjang (prasarana atau penyediaan pelayanan umum). Risiko yang terkandung dalam melakukan pinjaman. Tetapi jarang diperkenankan bagi pemerintah daerah. . Pinjaman juga dapat dibedakan berdasarkan jangka waktu. 3. Pinjaman dengan maksud untuk menutup kebutuhan dana jangka pendek adalah sangat umum dilakukan.432 Bab 21: Pinjaman Daerah disesuaikan dengan kemampuan tiap-tiap daerah. akan tetapi pemerintah daerah seringkali mencari pinjaman langsung dari deposito jangka pendek dari masyarakat berupa short-term bills. membayar hutang dan membiayai sebagaian besar dari biaya-biaya rutin (operating cost). Dalam konstitusi di berbagai negara. pemerintah daerah di Italia meminjam 61% dari penerimaan kotor mereka untuk membiayai pengeluaran modal. Bentuk pinjaman yang umum berupa bank overdraft. Pada tahun 1975. terutama risiko dalam pembayaran bunga maupun pokok.

Maksudnya adalah. Praktek dan konsep yang secara luas dapat diterima adalah dana pinjaman untuk membiayai kegiatan investasi yang dapat “membiayai sendiri”. Pilihan lain adalah dengan cara pinjam sewa (leasing). sumber pinjaman untuk pembiayaan jenis ini biasanya berasal dari negara-negara donor dengan tingkat bunga yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan bunga komersial. sesungguhnya batasan-batasan atau teknik-teknik pembiayaan yang berlaku dalam dunia korporasi juga berlaku bagi pemerintah daerah. Dari pembahasan ini prinsip dasar yang harus dipegang ketika pemerintah daerah melakukan pinjaman adalah bahwa penggunaan dana pinjaman harus sesuai dengan karakteristik dari pinjaman itu sendiri. penggunaan dana pinjaman untuk membiayai pembangunan prasarana dan penyediaan pelayanan umum. Oleh karenanya. Manfaat dari pinjaman seperti ini adalah.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 433 Pemerintahan New York juga pernah melakukan pinjaman untuk membayar gaji pegawai dan uang pensiunan dan membayar hutang yang telah jatuh tempo. karena akan menimbulkan mismatch (ketidaktepatan) antara pembayaran pinjaman yang jatuh tempo dengan waktu penerimaan penghasilan. tidak boleh digunakan untuk membiayai kegiatan atau investasi jangka panjang. biasanya diarahkan untuk membiayai prasarana publik yang relatif cenderung lebih mengedepankan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat dibandingkan dengan revenue yang dihasilkan. proyek yang dibiayai tersebut dapat menghasilkan penerimaan (revenue) yang dapat digunakan untuk membayar kembali dana pinjaman. pembangunan British New Town Corporation dibiayai oleh Pemerintah Pusat Inggris. Pinjaman yang bersifat jangka pendek. pemerintah daerah juga mampu menyediakan pelayanan publik secara lebih baik. Pembelian sebuah pabrik dan peralatan lainnya juga dapat dibiayai dengan pinjaman. Cara leasing ini semakin dikenal untuk menghindari pembelian peralatan yang cepat menjadi usang sebagai akibat perubahan teknologi. Dengan kata lain. Suatu cara penyelesaian yang umum untuk membeli peralatan dengan pinjaman adalah dengan membeda-bedakan perkiraan umur masingmasing peralatan. . Sebagai contoh. Pemerintah negara bagian di Amerika Serikat juga mengadakan pinjaman melalui industrial aid bonds untuk menyediakan dana investasi perusahaan manufaktur perorangan. selain mendapatkan sumber penerimaan bagi daerah. Praktek-praktek seperti ini antara lain sering diterapkan di negaranegara maju. Pengembalian pinjaman tersebut dari hasil penjualan rumah-rumah dan toko-toko yang dibangun oleh British. Sementara itu.

Ketiga. 8. ada tiga cara yang paling sering digunakan oleh pemerintah daerah di berbagai negara. Pertama. Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB). kemudian oleh Pemerintah Pusat. di Indonesia. pemerintah pusat memberikan pinjaman kepada pemerintah daerah. PERSYARATAN-PERSYARATAN PINJAMAN 1 Mekanisme pinjaman two step loan dan subsidiary loan aggreement adalah pinjaman dari luar negeri ke Pemerintah Pusat. 6. Di antara sistem pinjaman tersebut di atas. Praktek ini diterapkan oleh India.6% pinjaman daerah berasal dari pemerintah pusat pada tahun 1979. Bank Pembangunan Islam (Islamic Development Bank/IDB). hampir 100% pinjaman jangka panjang pemerintah daerah berasal dari pemerintah pusat. misalnya dana pensiun. Bank Asia Afrika dan bantuan bilateral. 9. Bank Pembangunan Amerika Latin (untuk negara-negara di kawasan Amerika Latin). 4. yaitu: 1. Pinjaman yang bersumber dari pemerintah yang lebih atas (umumnya dari pemerintah pusat). 5. pinjaman tersebut diteruskan ke Pemerintah Daerah. Pinjaman jangka pendek yang diberikan oleh bank-bank komersial. Kedua. 2.1 3. sumber dana yang berasal dari pasar keuangan. Misalnya. khusus untuk pinjaman jangka pendek untuk memenuhi cash flow pemerintah daerah. Pinjaman internal yang berasal dari dana cadangan. 7. Bahkan. yang biasanya pinjaman ini diberikan kepada pemerintah pusat negara yang bersangkutan melalui mekanisme pinjaman two step loan atau subsidary loan aggreement. melalui bank-bank komersial.434 Bab 21: Pinjaman Daerah METODE DAN SUMBER-SUMBER PINJAMAN Terdapat beberapa sumber pinjaman dan metode pinjaman yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah. Obligasi jangka panjang (bond). dengan mengeluarkan obligasi (bonds) di pasar modal. dimana 71. . Pinjaman yang bersumber dari badan-badan internasional. karena ada larangan dari pemerintah pusat bagi pemerintah daerah untuk meminjam di luar skema pemerintah pusat. Pinjaman hipotek atas aset tetap. Pembahasan lebih lanjut untuk kasus di Indonesia ini akan dibahas secara khusus di subbagian berikutnya. Pinjaman yang berasal dari bank sentral di negara masing-masing. seperti Bank Dunia (World Bank). Dana untuk sewa beli peralatan (leasing). Dana kontraktor untuk pembangunan proyek-proyek.

Di Indonesia.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 435 Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam ketentuan pinjaman adalah (i) jangka waktu pinjaman. Jangka waktu pinjaman sangat tergantung dengan tujuan penggunaan pinjaman. pinjaman dari lembaga-lembaga internasional tersebut juga memberlakukan fee. misalnya. dengan maksud agar dapat meningkatkan kemampuan finansial pemerintah daerah. . misalnya pinjaman untuk masa 10 tahun. Jangka waktu pinjaman pemerintah daerah bisa saja berkisar antara 24 jam (overnight) hingga 40 tahun. sehingga hutang pokok yang dibayarkan adalah kumulatif selama masa pinjaman. (ii) cara pembayaran kembali. Persyaratan cara pembayaran kembali akan tergantung pada metode pembayaran yang dilakukan. maka pemerintah daerah harus mendapatkan pinjaman dengan jangka waktu yang setidaknya sama dengan umur proyek.25% dari pinjaman yang belum ditarik. management fee dan commitment fee sekitar 0. Untuk tujuan capital investment. Jika menggunakan metode anuitas berarti membayar beberapa kali angsuran dalam jumlah yang sama besarnya setiap kali pembayaran hingga masa pembayaran selesai. Metode pembayaran yang lain adalah menggunakan metode sinking fund. Yang terpenting adalah bahwa jangka waktu pinjaman bergantung pada sikap pasar serta suku bunga yang berlaku. Namun. Akan tetapi. Biasanya. pinjaman yang bersumber dari pemerintah pusat atau lembaga keuanga internasional sering mencari turnover dana yang dipinjamkan secepat mungkin. Sementara itu. Sebagai pilihan yang dapat dilakukan adalah jangka waktu pinjaman dapat diturunkan sesuai penerimaan dari pajak dan retribusi untuk mengimbangi beban pinjaman tersebut. namun dalam prakteknya metode ini sering lebih merupakan usaha penyelematan terhadap utang kepada pihak luar (external debt). dan (v) persetujuan dan penyidikan. berupa management fee dan commitment fee yang besarnya sangat tergantung dari negosiasi antara kedua belah pihak. pinjaman dari lembaga-lembaga internasional oleh suatu pemerintah biasanya memberlakukan bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan bunga pasar. Pada umumnya. Komponen dalam setiap kali pembayaran tersebut adalah pokok pinjaman dan bunga pinjaman. pengalaman menunjukkan bahwa bila cara sinking fund telah diterapkan dan untuk memenuhi kewajibannya disanggupi dengan baik. (iv) keamanan pinjaman. Persyaratan tingkat bunga pinjaman yang bersumber dari pasar keuangan pasti didasarkan pada bunga pasar. (iii) tingkat bunga. semakin lama suatu pinjaman. tingkat bunga pun akan semakin tinggi. dimana angsuran pinjaman dibayar secara tetap.

Makanya. 2000): . 2001). Hal ini dilandasi dengan perkembangan tingkat urbanisasi yang lebih tinggi daripada kemampuan daerah menyediakan berbagai infrastruktur dan fasilitas pelayanan publik. Proyek-proyek yang bersifat jangka panjang dengan manfaat ekonomi dan sosial selayaknya didanai oleh pembiayaan jangka panjang. semakin besar. Keterbatasan pemerintah daerah dalam memobilisasi sumber-sumber penerimaan daerah yang berasal dari daerahnya sendiri menjadi alasan penggunaan pinjaman dalam pembiayaan suatu daerah. misalnya lembaga perwakilan daerah. pendapat yang mendukung pinjaman daerah mengacu pada prinsip keadilan antar generasi (intergenerational equity considerations). PENGGUNAAN PINJAMAN DALAM PEMBIAYAAN Kebutuhan akan pinjaman daerah muncul akibat kecenderungan yang terjadi dimana peningkatan peran pemerintah daerah dalam pengelolaan dan pembiayaan pembangunan proyek-proyek investasi daerah. dalam berbagai klausul pinjaman oleh pemerintah daerah. Masyarakat yang menerima manfaat proyek di masa mendatang secara prinsip harus ikut menanggung beban biaya pengadaan proyek tersebut. misalnya proyekproyek infrastruktur. Prasyarat utama bagi diperbolehkannya daerah meminjam adalah dengan menerapkan “the golden rule guidelines” bagi pinjaman daerah (Magrassi. Dari sisi teori fiskal. tidak jarang pemberi pinjaman meminta adanya jaminan dari pemerintah pusat atau dijamin dengan aset tertentu. Keterbatasan keuangan pemerintah pusat yang berimplikasi pada dana perimbangan pusat dan daerah.436 Bab 21: Pinjaman Daerah Persyaratan keamanan pinjaman muncul karena pihak pemberi pinjaman biasanya menghendaki suatu keadaan aman terhadap kegagalan pembayaran kembali. pinjaman yang dilakukan oleh pemerintah daerah baru dapat dijalankan jika DPRD setempat memberikan persetujuan. sedangkan pinjaman daerah yang berasal dari sumber non-pemerintah (private debt sources) akan meningkatkan efisiensi penggunaannya. Dalam konteks di Indonesia. karena pemerintah daerah harus memperhitungkan secara tepat nilai opportunity cost of capital yang sesungguhnya dan memprioritaskan proyek-proyek yang akan dilaksanakannya sesuai dengan tingkat manfaat sosial dan ekonomi (Alisjahbana. biasanya tidak dapat dilakukan sebelum ada persetujuan dari lembaga yang berwenang. Persyaratan persetujuan muncul karena suatu pinjaman yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Kewenangan yang lebih besar kepada daerah untuk menentukan prioritas investasi daerah dan pelaksanaan proyek-proyek pembangunan daerah.

Undang-undang No 25 Tahun 1999 Pasal 11 ayat 1 menyebutkan bahwa: "Daerah dapat melakukan pinjaman dari sumber dalam negeri untuk membiayai sebagian anggarannya". Sedangkan untuk pinjaman dari dalam negeri dapat secara langsung dilakukan bila disetujui oleh DPRD dengan prinsip pinjaman tersebut harus secara langsung dikaitkan dengan kemampuan daerah untuk membayar pinjamannya. Sedangkan DCR pada prinsipnya merupakan angka perbandingan antara perkiraan kemampuan daerah yang dapat disisihkan (tabungan neto) dengan total rencana pembayaran pinjaman setiap tahunnya. vis-a-vis the project socioeconomic benefits. justify the debt service paid to lenders”. Untuk menghindari risiko yang dapat terjadi atas penggunaan pinjaman daerah dalam pembiayaan hendaknya memperhatikan kaidah yang berlaku dalam memperkirakan kapasitas meminjam pemerintah daerah. (a) sumber dalam negeri (b) sumber luar negeri.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 437 “ . PRAKTEK PINJAMAN DAERAH DI INDONESIA Ketentuan Dasar Pinjaman Daerah di Indonesia Undang-undang No. perlunya persetujuan pemerintah pusat harus ada evaluasi yang menyeluruh tentang aspek-aspek dapat tidaknya usulan pinjaman untuk diproses lebih lanjut. Pinjaman daerah yang berasal dari luar negeri harus melalui pemerintah pusat.. Istilah disisihkan dimaksudkan untuk mempertegas adanya rencana untuk membiayai proyek melalui dana pinjaman daerah. DSR merupakan ambang batas kemampuan pelunasan daerah yang pada prinsipnya digunakan Pemerintah Daerah untuk mengendalikan jumlah pinjaman yang relatif aman.. Pinjaman dari dalam negeri dapat bersumber dari (PP 107/2000 pasal 2 ayat 2). local government should only use sub-national debt to finance capital projects that are anticipated to produce financial rate of returns that. dan terutama tersedianya dana untuk pengembalian pinjaman secara aman. Dua ukuran yang sering digunakan untuk itu adalah Debt Service Ratio (DSR) dan Debt Coverage Ratio (DCR)... § Pemerintahan Pusat § Lembaga Keuangan Bank § Lembaga Keuangan Bukan Bank § Masyarakat § Sumber Lainnya Pinjaman daerah menurut PP No 107 Tahun 2000 adalah: semua transaksi yang mengakibatkan daerah menerima dari pihak lain sejumlah uang atau manfaat bernilai . 25 Tahun 1999 menyebutkan bahwa daerah dapat melakukan pinjaman yang bersumber dari..

dan pembiayaan investasi jangka panjang yang tidak menghasilkan pendapatan secara langsung. Walaupun demikian. Salah satu hal penting yang membedakan derajat desentralisasi fiskal antara sebelum dan sesudah keluarnya UU No. Pinjaman harus secara langsung dikaitkan dengan kemampuan mengangsur serta cara mengalokasikan pada pembangunan dan atau penyediaan layanan publik yang produktif. Pinjaman pada dasarnya dapat digunakan untuk pembiayaan defisit aliran kas jangka pendek. Berdasarkan penggunaan dan melihat jangka waktunya maka. 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. baik yang bersumber dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Pinjaman jangka panjang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan prasarana yang dapat menghasilkan penerimaan untuk pembayaran kembali. sehingga daerah tersebut dibebani kewajiban untuk membayar kembali. Beberapa Isu yang Terkait dengan Regulasi Pinjaman Daerah Pada tahun 1999. Dalam hal ini. 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. b. pembelian peralatan dan kendaraan yang memiliki umur ekonomis jangka menengah. khususnya dalam bidang administrasi pemerintahan maupun dalam hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah.438 Bab 21: Pinjaman Daerah uang. Pemerintah RI memberlakukan dua undang-undang penting yang berkaitan dengan desentralisasi. Pinjaman daerah sebaiknya bersifat jangka panjang guna membiayai pembangunan prasarana yang merupakan aset daerah dan dapat menghasilkan penerimaan untuk pembayaran kembali pinjaman serta memberikan manfaat bagi pelayanan masyarakat (Wiratmo. yang artinya . 25/1999 adalah diperkenankannya daerah melakukan pinjaman sendiri secara langsung. serta memberikan manfaat bagi pelayanan masyarakat. 2001). a. tidak termasuk kredit jangka pendek yang lazim terjadi dalam perdagangan. 22/1999 dan UU No. yaitu UU No. pembiayaan investasi yang diharapkan dapat secara langsung menghasilkan pendapatan. Pinjaman jangka pendek dapat digunakan untuk membantu kelancaran arus kas dan dana awal bagi investasi jangka panjang. yang dalam banyak literatur disebut intergovernment fiscal relation yang dalam UU 25/1999 disebut perimbangan keuangan. pinjaman harus didefinisikan sebagai sumber dana pelengkap untuk mempercepat proses pembangunan daerah. pembiayaan defisit anggaran rutin tahunan. Pelaksanaan Undang-undang Nomor 22 dan 25 Tahun 1999 telah menyebabkan terjadi perubahan yang sangat mendasar mengenai pengaturan hubungan pusat dan daerah.

Pasal 11 UU No. 25/1999 (lihat Tabel 21. World Bank. Namun. yang dalam hal ini adalah pemerintah pusat. • Menteri Keuangan. (3) Daerah dapat melakukan pinjaman jangka panjang guna membiayai pembangunan prasarana yang merupakan aset daerah dan dapat menghasilkan penerimaan untuk pembayaran kembali pinjaman. 25/1999 menyebutkan bahwa: (1) Daerah dapat melakukan pinjaman dari sumber dalam negeri untuk membiayai sebagian anggarannya. (4) Daerah dapat melakukan pinjaman jangka pendek guna pengaturan arus kas dalam rangka pengelolaan kas daerah. 25/1999 PP 107/2000 . Tabel 21. Kondisi ini sangat berbeda dengan ketentuan mengenai pinjaman daerah sebelum UU No. sebagai pengawas RPD dan UU No.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 439 pemerintah pusat tidak menjadi penjamin (sovereign guarantor). dan lain-lain) mensyaratkan perjanjian pinjaman dilakukan oleh negara sebagai anggota. berkenaan • dengan persetujuan batas • DPRD maksimum pinjaman dan persetujuan pemberian. 22/1999 dan UU No.1 ). pada kenyataannya lembaga lender multilateral (ADB. 5/1974 Institutional Setting Persetujuan (Approval) Persetujuan (Approval) Menteri Keuangan • Menteri Dalam Negeri. Hal yang sama juga berlaku untuk pinjaman bilateral. serta memberikan manfaat bagi pelayanan masyarakat. (2) Daerah melakukan pinjaman dari sumber luar negeri melalui pemerintah pusat. 2004).1: Pinjaman Daerah Sebelum dan Setelah Kebijakan Desentralisasi SEBELUM DESENTRALISASI SETELAH DESENTRALISASI Legal Foundation UU No. dimana negara lender hanya melakukan pinjaman dengan pemerintah pusat sebagai peminjam (Pakpahan.

25/1999. Sumber-Sumber Pinjaman • Pinjaman Luar Negeri Pemerintah • Pusat • Pinjaman Pemerintah Pusat melalui RDI • INPRES untuk Pembangunan Pasar • • IPEDA • Sumber-sumber Lain (BPD dan sektor swasta) • Pemerintah Pusat melalui RPD Sumber: Alm & Mulyani.5 Bab 21: Pinjaman Daerah Batasan Pinjaman (Persyaratan) • Jumlah kumulatif pokok pinjaman yang wajib dibayar tidak melebihi 75% dari jumlah penerimaan umum APBD tahun sebelumnya. yaitu PP 107/2000 tentang Pinjaman Daerah. Beberapa komponen kunci tentang pinjaman daerah yang ditetapkan oleh UU No. 2000 Lebih jauh. • Jumlah maksimum pinjaman jangka pendek adalah 1/6 jumlah belanja APBD tahun anggaran berjalan.5 berdasarkan proyeksi penerimaan dan pengeluaran selama jangka waktu pinjaman. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan regulasi/peraturan. • DSCR minimal 2. dalam rangka mengimplementasikan Pasal 11 UU No.440 persetujuannya Batasan Pinjaman (Persyaratan) • 1982: Debt Service Coverage Ratio (DSCR) < 15% • Kepmendagri Nomor 96 Tahun 1994: § Minimum DSCR = 1 § Average DSCR > 1. 25/1999 dan PP 107/2000 adalah sebagai berikut: Sumber Pinjaman Indonesia/Dalam Negeri Institusi tempat Meminjam • Pemerintah Pusat Sumber Dalam Negeri: § Pemerintah Pusat § Perbankan § Lembaga keuangan non-bank § Sumber-sumber lain Sumber Luar Negeri § Bilateral § Multilateral .

Daerah dapat melakukan pinjaman jangka pendek guna pengaturan arus kas dalam rangka pengelolaan kas daerah. 25/1999 dan Pasal 2 PP 107/2000 Jenis/Tipe Pinjaman Penggunaannya Hanya dapat digunakan untuk membiayai pembangunan prasarana yang merupakan aset daerah dan dapat menghasilkan penerimaan untuk pembayaran kembali pinjaman. serta memberikan manfaat bagi pelayanan masyarakat. 25/1999 dan Pasal 4 & 5 PP 107/2000 Persyaratan Keterangan Jumlah kumulatif pokok pinjaman daerah yang wajib dibayar tidak melebihi 75% (tujuh puluh lima persen) dari jumlah penerimaan umum APBD tahun sebelumnya.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 441 • • • • Lembaga Keuangan Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Masyarakat Sumber Lainnya Bilateral Multilateral Luar Negeri • • Sumber: Pasal 11 UU No. Jangka Panjang (Long • Term) Jangka Term) Pendek (Short • Sumber: Pasal 11 UU No. Debt Service Coverage Ratio Jangka Panjang (Long • Term) • . dan Berdasarkan proyeksi penerimaan dan pengeluaran Daerah tahunan selama jangka waktu pinjaman.

Sumber: Pasal 12 PP 107/2000 Prosedur Pinjaman Daerah dari Luar Negeri • Pinjaman daerah yang bersumber dari luar negeri dilakukan melalui pemerintah pusat. . • Pemerintah pusat melakukan evaluasi dari berbagai aspek untuk dapat tidaknya menyetujui usulan tersebut. • Perjanjian pinjaman yang bersumber dari pemerintah pusat ditandatangani oleh Menteri Keuangan dan kepala daerah. daerah mengajukan usulan kepada Menteri Keuangan disertai surat persetujuan DPRD. studi kelayakan dan dokumen-dokumen lain yang diperlukan untuk dilakukan evaluasi.442 Bab 21: Pinjaman Daerah (DSCR) paling sedikit 2. • Daerah dapat melakukan pinjaman daerah yang bersumber dari luar negeri.5 (dua setengah). studi kelayakan dan dokumen-dokumen lain yang diperlukan. Jangka Term) Pendek (Short • Jumlah maksimum pinjaman jangka pendek adalah 1/6 (satu per enam) dari jumlah belanja APBD tahun anggaran yang berjalan. pemerintah daerah mengadakan perundingan dengan calon pemberi pinjaman yang hasilnya dilaporkan untuk mendapatkan persetujuan pemerintah pusat. Sumber: Pasal 6 & 7 PP 107/2000 Prosedur Pinjaman Daerah dari Pemerintah Pusat • Untuk memperoleh pinjaman yang bersumber dari pemerintah pusat. • Apabila pemerintah pusat telah memberikan persetujuan. • Daerah mengajukan usulan pinjaman kepada pemerintah pusat disertai surat persetujuan DPRD.

maka kewajiban tersebut diselesaikan sesuai perjanjian pinjaman. maka Pemerintah Pusat memperhitungkan kewajiban tersebut dengan Dana Alokasi Umum (DAU) kepada Daerah.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 443 setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. • Dalam hal Daerah tidak memenuhi kewajiban pembayaran atas Pinjaman Daerah dari Pemerintah Pusat. Sumber: Pasal 14 PP 107/2000 Larangan Penjaminan • Daerah dilarang melakukan perjanjian yang bersifat penjaminan terhadap pinjaman pihak lain yang mengakibatkan beban atas keuangan Daerah. • Dalam hal Daerah tidak memenuhi kewajiban pembayaran atas Pinjaman Daerah yang bersumber dari luar negeri. • Perjanjian pinjaman daerah yang bersumber dari luar negeri ditandatangani oleh kepala daerah dengan pemberi pinjaman luar negeri. • Barang milik Daerah yang digunakan untuk melayani kepentingan umum tidak dapat dijadikan jaminan dalam memperoleh Pinjaman Daerah. • Pembayaran kembali Pinjaman Daerah yang bersumber dari luar negeri oleh Daerah. dilakukan dalam mata uang sesuai yang ditetapkan dalam perjanjian pinjaman luar negeri. Sumber: Pasal 10 PP 107/2000 . Sumber: Pasal 13 PP 107/2000 Pembayaran Kembali Pinjaman Daerah • Semua pembayaran yang menjadi kewajiban Daerah yang jatuh tempo atas Pinjaman Daerah merupakan prioritas dan dianggarkan dalam pengeluaran APBD.

yaitu: (1) pinjaman yang bersumber dari pemerintah yang lebih atas. (6) pinjaman hipotek atas aset tetap. (4) keterbatasan keuangan pemerintah pusat.444 Bab 21: Pinjaman Daerah RANGKUMAN § Pinjaman daerah dilakukan dengan tujuan sebagai berikut: (1) menutup kebutuhan dana jangka pendek. (2) pinjaman yang bersumber dari badan-badan internasional. (5) pinjaman jangka pendek yang diberikan oleh bankbank komersial. (c) tingkat bunga. (3) kewenangan daerah untuk menentukan prioritas investasi daerah. (2) membiayai kekurangan dana anggaran tahunan berupa biaya rutin dan beban hutang. § Pendapat yang mendukung pinjaman daerah mengacu pada prinsip keadilan antar generasi (intergenerational equity considerations). (3) pinjaman yang berasal dari bank sentral di negara masing-masing. dan (5) keterbatasan pemerintah daerah dalam memobilisasi sumber-sumber penerimaan daerah. (d) keamanan pinjaman dan (e) persetujuan dan penyidikan. karena pemerintah daerah harus memperhitungkan opportunity cost of capital yang sesungguhnya dan memprioritaskan proyek sesuai dengan tingkat manfaat sosial dan ekonomi. § Prinsip pemerintah daerah dalam melakukan pinjaman adalah bahwa penggunaan dana pinjaman harus sesuai dengan karakteristiknya. Pinjaman daerah dari sumber non-pemerintah (private debt sources) akan meningkatkan efisiensi penggunaannya. (2) tingkat urbanisasi yang lebih tinggi. Proyekproyek yang bersifat jangka panjang dengan manfaat ekonomi dan sosial didanai oleh pembiayaan jangka panjang. Pinjaman jangka panjang tidak boleh untuk membiayai kegiatan/investasi jangka panjang. (7) pinjaman internal yang berasal dari dana cadangan. § Sumber-sumber pinjaman yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah. (4) obligasi jangka panjang (bond). (8) dana untuk sewa peralatan (leasing). § Kebutuhan pinjaman daerah muncul karena alasan sebagai berikut: (1) peningkatan peran pemerintah daerah dalam pengelolaan dan pembiayaan pembangunan proyek-proyek investasi daerah. karena akan menimbulkan mismatch (ketidaktepatan) antara pembayaran yang jatuh tempo dengan waktu penerimaan pengahasilan. . (3) membeli pabrik dan peralatan dengan unsur jangka menengah. § Persyaratan yang harus dipenuhi dalam ketentuan pinjaman adalah : (a) jangka waktu pinjaman. (4) membiayai investasi yang diharapkan dapat menghasilkan penerimaan bagi daerah. dan (5) membiayai pembangunan modal jangka panjang (prasarana atau penyediaan pelayanan umum). (b) cara pembayaran kembali. (9) dana kontraktor untuk pembangunan proyek-proyek.

World Bank. Salah satunya.25 Tahun 1999. yaitu semua transaksi yang mengakibatkan daerah menerima dari pihak lain sejumlah uang atau manfaat bernilai uang. (b) luar negeri. . § Berdasarkan Undang-Undang No. Jelaskan cara pembayaran kembali dengan : a. sehingga daerah tersebut dibebani kewajiban untuk membayar kembali. Sebutkan persyaratan yang harus dipenuhi didalam ketentuan pinjaman ! 2. yaitu: (1) DSR (Debt Service Ratio). dll) mensyaratkan perjanjian pinjaman dilakukan oleh pemerintah pusat. Namun. (b) pinjaman jangka panjang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan prasarana yang dapat menghasilkan penerimaan untuk pembayaran kembali serta bermanfaat bagi pelayanan masyarakat. diperkenankannya daerah melakukan pinjaman sendiri secara langsung. LATIHAN 1. artinya pemerintah pusat tidak menjadi penjamin (sovereign guarantor). metode anuitas. pada kenyataannya lembaga lender multilateral (ADB. 107 Tahun 2000. maka: (a) pinjaman jangka pendek dapat digunakan untuk membantu kelancaran kas dan dana awal bagi investasi jangka panjang. melalui pemerintah pusat. secara langsung bila disetujui oleh DPRD. merupakan angka perbandingan antara perkiraan kemampuan daerah yang dapat disisihkan (tabungan netto) dengan total rencana pembayaran pinjaman setiap tahunnya.22/1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. Termasuk kredit jangka pendek yang lazim dalam perdagangan. daerah dapat melakukan pinjaman yang bersumber dari: (a) dalam negeri. § Dengan berlakunya UU No.Keuangan Publik: Teori dan Aplikasi 445 § Digunakan dua ukuran untuk memperkirakan kapasitas meminjam pemerintah daerah agar terhindar dari resiko. merupakan ambang batas kemampuan pelunasan daerah untuk mengendalikan jumlah pinjaman yang relatif aman. b. § Pinjaman daerah menurut PP No.25/1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah banyak perubahan yang terjadi terkait dengan hubungan antara pusat dan daerah. (2) DCR (Debt Coverage Ratio). § Berdasarkan penggunaan dan melihat jangka waktunya. metode singking fund.

Apa perbedaan manfaaat dari pinjaman jangka pendek dan pinjaman jangka panjang ? 5. Jelaskan batasan pinjaman (persyaratan) dari pinjaman daerah setelah kebijakan desentralisasi ! 17. Sebutkan sumber pinjaman dan metode pinjaman yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah ! 11. 28 tahun 1999 ? 6. Jelaskan mengenai Debt Service Fund (DSR) dan Debt Coverage Ratio (DCR)! 4. Apa definisi dari pinjaman daerah menurut PP no 107 tahun 2000 ? 16.446 Bab 21: Pinjaman Daerah 3. 22 tahun 1999 dan UU no. Apa manfaat dari cara pinjam sewa (leasing) ? 9. Apa yang membedakan derajat desentralisasi fiskal antara sebelum dan sesudah keluarnya UU no. Apa yang dimaksud dengan mekanisme pinjaman two step loan dan subsidiary loan agreement ? 12. Darimana saja pinjaman dalam negeri dapat diperoleh (PP 107/2000 pasal 2 ayat 2) ? 7. Mengapa persyaratan persetujuan diperlukan dalam persyaratan pinjaman daerah? 13. Jelaskan yang dimaksud dengan prinsip keadilan antar generasi (intergenerational equity considerations) dari pendapat yang mendukung pinjaman daerah ! 14. Jelaskan mengenai larangan penjaminan dalam pinjaman daerah ? 18. Bagaimana cara menghindari mismatch (ketidaktepatan) antara pembayaran pinjaman yang jatuh tempo dengan waktu penerimaan penghasilan ? 10. Jelaskan tujuan pemerintah daerah melakukan pinjaman menurut Davey (1983) ? 8. Bagaimana prosedur pinjaman daerah dari luar negeri ? . Bagaimana prosedur pinjaman daerah dari pemerintah pusat ? 15.

K. Jakarta.J. Cambridge. Government Finance: Economics of the Public Sector. Banting. “Tinjauan Permasalahan serta Prakondisi yang Diperlukan Bagi Pengembangan Penggunaan Pinjaman Daerah di Indonesia”. Makalah pada sidang ISEI. University of Birmingham: Institute of Local Government Studies. 2001. 2003. Brown. ”Evaluasi atas Alokasi DAU 2001 dan Permasalahannya” dalam Machfud Sidik. dkk. 1985. Davey. Intermedia. dkk. Oxford: Clarendon Press. 1983. Richard D Irwin. 1996. James. . Stanley.Daftar Pustaka Alisjahbana. Discussion Paper No. Batam. “Federal Finance and Fiscal Federalism: The Two Worlds of Canadian Public Finance”. Due. Brodjonegoro. Richard M dan Chen.G. The Future of Fiscal Federalism. Bird. Armida S. Aronson. dan Francois Vaillancourt. Fiscal Decentralization in Developing Countries. Dana Alokasi Umum. Bambang dan Arlen T. Robert J. editor. Nurjaman. L. Bird. London. Arsjad. Cnossen. Ont. J. Inc. dan T. Public Finance. Keuangan Negara. 2002. MIT Press. Bennet. 6. F. 1992. 1968. University of Toronto (July). Decentralisation. 1981. D. “A Comparative Perspective on Federal Finance” dalam K. Inc. Geoffrey dan Buchanan.M. 1990. Cambridge University Press. 1998.. Bird.Walter dan Winer. Financing Regional Government: International Practices and Their Relevance to the Third World. 2002. Indonesia. Public Finance and Public Policy in the New Century. “Tax Limits and The Logic of Constitutional Restriction. John. McGraw Hill. Duanjie. Local Governments and Markets. Sijbren & Hans-Werner Sinn. United Kingdom: Cambridge University Press. Courchence.: Queen’s University School of Public Policy. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. 14 April. Hettich. Richard M.J. International Centre for Tax Studies. dalam “Democratic Choice and Taxation: A Theoritical and Empirical Analysis”. Richard M. Brennan. 1994b. Pakpahan. editor. Richard. Kingston.

2003. Public Finance in Theory and Practice.. J. Washington. A Contemporary Application of Theory to Policy.Working Paper 8829. National Bureau of Economic Research. 2001. London. 2002. Musgrave. 2004. yang merupakan kerjasama Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada. Musgrave. Peter J. Mankiw. Norregaard. Mills. (15 April). Magrassi. Tax Policy Handbook. DC: International Monetary Fund. Bunga Rampai Desentralisasi Fiskal. Nine Simple Guidelines for Pro-Growth Tax Policy. Klenow. Jakarta: Direktoral Jenderal Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. 1984. Shome. Principle of Political Economy. Massachusets. LPEM Universitas Indonesia bekerjasama dengan Clean Urban Project. Fullerton. N. Marco. Edisi Ketujuh. Laporan Akhir Pengembangan Obligasi Daerah di Indonesia. USA. Externalities and Growth. 2000. Richard A dan Peggy B. 2004. 2002. United States: South-Western. Studi yang dilakukan oleh Sustainable Indonesian Growth Alliance (SIAGA) Project A Banking Industry Reform. Jogjakarta dengan United States Agency for International Development (USAID). Departemen Keuangan RI. 1989. “Laporan Studi Dampak Krisis Ekonomi Terhadap Keuangan Daerah di Indonesia”. Hyman. “Transfer Antar Tingkat Pemerintahan (Intergovernmental Transfer)” dalam Machfud Sidik.Feldstein. David N. Kadjatmiko. Tax Incidence. National Bereau of Economics Reserach. Inter-American Development Bank. Gilbert. 2002. Longmans. editor. Thompson Learning. Harcourt Colledge Publishers. John. Stanford University and NBER Andres Rodriguez-Clare. Don dan Metcalf. United States: McGraw-Hill. Second Edition. International Edition. Daniel J. 2004. Jakarta. Debt and Taxes in The Theory of Public Finance.. Principle of Economics. Capitalism Magazine. Cambridge. Cambridge (Maret). “Subnational Investment Needs and Financial Market Response”. RTI (1999). Martin. Working Paper. Public Finance. 1995. Mitchell. . “Intergovernmental Fiscal Relations” dalam P. dkk. Gregory. 1921.S. Inter-American Development Bank (IADB) (December). Inc.

New York.Fraksi Utusan Daerah MPR-RI. Machfud. Makalah yang disampaikan dalam Acara Orasi Ilmiah dengan Thema “Strategi Meningkatkan Kemampuan Keuangan daerah Melalui Penggalian Potensi Daerah Dalam Rangka Otonomi Daerah” Acara Wisuda XXI STIA LAN Bandung Tahun Akademik 2001/2002. Machfud.Pakpahan. Massachusets. 2004. Cambridge. dkk. International Fiscal Policy Coordination and Competition: An Exposition. National Bureau of Economic Research. Machfud. Bunga Rampai Desentralisasi Fiskal. . Sidik. Robert A. Public Finance (Sixth Edition). Working Paper. Makalah yang disampaikan Seminar Nasional Rencana Revisi Undang-Undang Otonomi Daerah Kerja sama Forum Rektor . Sidik. Rosen. Jakarta. dkk. “Undang-undang No. Razin. dkk. “Undang-undang No. Harvey S. 2002. Republik Indonesia. “Undang-undang No.25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pusar dan Daerah”.22 Tahun 1999 Tentang Pemerintah Daerah”. Dana Alokasi Umum. Departemen Keuangan RI. 2004. ”Transfer Pusat ke Daerah: Konsep dan Praktik di Beberapa Negara” Machfud Sidik. Arlen T. Machfud. 2002. “Optimalisasi Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Dalam Rangka Meningkatkan Kemampuan Keuangan Daerah”. Assaf and Sadka. Dana Alokasi Umum. dkk. Simandjuntak. Bunga Rampai Desentralisasi Fiskal. USA. 2002. Sidik. 1991. Departemen Keuangan RI. Bandung. Efraim. 2002. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Sidik. 10 April.34 Tahun 2000 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah”. ”Implementasi UU Nomor 25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah (Kebijakan Pemerintah Dalam Perimbangan Keuangan)”. Republik Indonesia. 2002. Jakarta: Direktoral Jenderal Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. 2004. 2002. McGraw Hill. Jakarta: Direktoral Jenderal Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. “Pinjaman Daerah Sebagai Alternatif Pembiayaan Daerah” dalam Machfud Sidik. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. 4 April. Republik Indonesia.

. M. editor. 2003. “Vietnam: Fiscal Decentralization and the Delivery of Rural Services”. Washington. . 2001. M. 1996. Heru dan Singgih Riphat. Yogyakarta. Wiratmo. DC. Thompson Learning. “Perencanaan Pembiayaan Daerah”. Indonesia. The Center on Budget and Policy Priorities. Holley.D.Subiyantoro. Ter-Minassian. Ph. Washington DC (Desember). Keuangan Negara: Dalam Teori dan Praktek (Edisi 4). The International Budget Project. Kebijakan Fiskal: Pemikiran. 2003. 15745-VN. 26-27 September. Washington.Teresa. Malang. Ulbrich. Suparmoko. Kompas. Makalah pada Worskhop Manajemen Strategik Penerimaan Daerah dan Keuangan Daerah. United States: South-Western. “Fiscal Federalism in Theory and Practice”. BPFE. Jakarta. Public Finance in Theory and Practice. Masykur. 1996a. A Guide to Budget Work for NGOs. International Monetary Fund. World Bank. Drs.A.. Report No. 1997. 2001. Konsep dan Implementasi. DC (Oktober).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful