Cat adalah istilah umum yang digunakan untuk keluarga produk yang digunakan untuk melindungi dan memberikan

warna pada suatu objek atau permukaan dengan melapisinya dengan lapisan berpigmen. Cat dapat digunakan pada hampir semua jenis objek, antara lain untuk menghasilkan karya seni (oleh pelukis untuk membuat lukisan), salutan industri (industrial coating), bantuan pengemudi (marka jalan), atau pengawet (untuk mencegah korosi atau kerusakan oleh air). Bahan baku cat secara garis besar terdiri dari 4 bagian, yaitu 1. Vehicle ; komponen pokok dalam cat yang berfungsi untuk menghasilkan hardness, flexibility dan pembentukan lapisan. 2. Solvent ; berfungsi untuk mengencerkan cat sebelum di aplikasikan ke barang. 3. Pigment ; berfungai sebagai pewarna dan menciptakan daya tutup cat. 4. Additive ; bahan tambahan untuk menjadikan cat mudah di aplikasikan dan hasilnya sesuai dengan keinginan. MACAM-MACAM CARA PENGERINGAN CAT ; 1. Secara Fisika ; yaitu adanya reaksi fisika yang berupa penguapan thinner yang berada dalam campuran cat. Bila semua thinner yang ada di dalam campuran itu sudah menguap maka cat itu kering. Contoh ; Pengeringan untuk cat NC dan Alkyd. 2. Secara kimia ; yaitu adanya reaksi kimia antara dua benda yang berlainan jenis. Contoh ; Pengeringan melamine dan PU setelah bereaksi dengan hardener. 3. Secara Radiasi ; pada cat UV bisa kering setelah kena radiasi dari lampu UV (Ultra Violet) yang ada dalam mesin UV. (by Amirul Yazed, akzonobel coatings) Istilah, nama, dan jenis-jenis Cat Ada berbagai nama atau istilah cat yang ada di pasaran, antara lain : cat waterbase : cat yang berbahan dasar air sehingga untuk melarutkannya hanya membutuhkan air. Cat dengan bahan dasar air tidak menghasilkan efek kimia yang tinggi dalam larutan cat sehingga cat ini ramah lingkungan. contoh cat, cat tembok, cat genteng, cat lukis, dll.

cat solvenbase : jika waterbase dapat dilarutkan dengan air, maka cat solbenbase dapat dilarutkan dengan sejenis minyak/tiner. Cat ini dikategorikan sebagai cat yang tidak ramah lingkungan karena dapat mengganggu kesehatan pernafasan manusia. karena itulah pemakaian minyak dalam cat diminimalkan. Karena berbahaya, produsen cat bangunan untuk hunian tidak lagi memproduksi cat jenis ini, dan cat ini hanya diaplikasikan sebagai cat untuk keperluan industri, otomotif, dan furniture. cat mebel : sesuai namanya cat ini memang diperuntukan untuk mebel atau furniture. Jenis cat ini juga bermacam-macam tergantung bahan pembuat furniture apakah terbuat dari kayu, besi, plastik. Aplikasi cat ini dilakukan dengan kuas atau semprot. cat auto re-finish : cat auto re-finish atau cat mobil, adalah cat yang digunakan untuk mengecat mobil setelah cat dasar ataupun cat pertama mengering. Untuk pengeringan cat pertama berbeda dengan cat tembok pada umumnya. Pengeringan dilakukan dengan pengeringan bersuhu tinggi (sistem oven) guna memperoleh kualitas yang sempurna. cat industri : yang termasuk dalam cat industri adalah cat yang digunakan sebagai bahan pewarna (bahan baku) produksi barangbarang industri seperti tekstil, kertas, ataupun plastik. Bentuk cat ini bisa berbentuk serbuk ataupun pastel. coating : coating atau protective coating adalah cat yang berfungsi sebagai pelindung atau pelapis. Fungsinya antara lain sebagai pelindung dari goresan, anti asam, dan anti kadar garam yang tinggi. Cat ini diaplikasikan sebagai cat kapal komersil, kapal selam, dan kapal pesiar yang bersinggungan dengan air laut. cat otomotif : berbeda dengan cat auto re-finish yang diaplikasikan ke body kendaraan, cat ini diperuntukan untuk mengecat seluruh bagian onderdil kendaraan sepertti knalpot, mesin, hingga bingkai spion. Pelarut yang digunakan berdaya kering tinggi sehingga mengahasilkan daya lekat cat yang kuat. pengeringan cat dilakukan dengan sistem oven. cat sintetis : adalah jenis cat besi yang paling umum dan sering ditemui di pasaran. cat alumunium : adalah cat yang memberikan efek kilau keperak-perakan menyerupai alumunium. cat ini menggunakan bahan sintetis resin yang mudah mengering cat epoxy : adalah cat yang berkualitas lebih baik ketimbang cat sintetis. memiliki kekuatan melindungi yang lebih baik. cat duco : cat yang digunakan untuk mengecat mobil dengan sistem semprot bertekanan tinggi.

cat efek : cat yang menghasilkan tampilan yang berbeda-beda.

PEMBUATAN CAT
Tahapan pembuatan cat sangat dipengaruhi oleh seberapa canggih teknologi yang dipakai untuk menunjang pembuatan cat tersebut, makin canggih tinggi teknologi yang dipakai maka makin singkat dan mudah proses pembuatan catnya. Untuk memberi gambaran jelas bagaimana cat dibuat, berikut ini adalah tahapan pembuatan cat dengan teknologi sedang:

PERSIAPAN
Pada tahap ini dimulai dengan mempersiapkan bahan-bahan baku sesuai dengan formula atau resep cat yang akan dibuat. Bahan-bahan diambil dari gudang yang sudah teruji kualitasnya, tidak kedaluwarsa dan tidak pula cacat atau rusak baik fisik maupun kimia (yang ditandai dengan adanya perubahan bau, warna, bentuk, atau kekentalan pada bahan tersebut). Mengukur bahan yang akan diproses, bisa dilakukan dengan cara ditimbang beratnya atau diukur volumenya, tergantung dengan basis apa yang digunakan dalam formula atau resepnya. Ketelitian dan keakuratan penimbangan merupakan faktor penting terhadap hasil akhir pembuatan cat, terutama pada penimbangan additive atau pigment. Bahan-bahan tersebut kemudian diangkut ke area produksi, bisa dilakukan dengan tenaga manusia biasa, forklif atau melalui sistim pemipaan (untuk bahan cair).

maka bahan atau campuran ini bisa diproses seperti tersebut di atas. wood stain (solvent + dyestuff) atau campuran bahan lain yang tidak mengandung pigment atau extender asli (padatan). Extender atau Filler Pembuatannya hanya melibatkan proses penuangan. Waktu stiring dan kecepatan mixer disesuikan dengan jumlah dan kekentalan campuran. Proses pembuatan cat jenis ini juga dibagi berdasarkan pada seberapa halus padatan (pigment atau extender) terdispersi di dalam campuran. maka proses yang dibutuhkan . Cat Dengan Pigment dan/atau Extender. Jika diinginkan padatan terdispersi secara kasar (dengan kehalusan antara 20 . Kemudian mencampur bahan-bahan dengan putaran mixer relatif pelan. yaitu menuang bahan-bahan dengan urutan dan cara sesuai dengan jenis cat yang akan dibuat ke dalam sebuah tangki dengan ukuran pas. hingga diperoleh suatu campuran yang benar-benar merata di semua titik. mixing dan stiring saja. Namun jika pigment atau extender-nya sudah diproses menjadi bahan setengah jadi (pasta) terlebih dulu. Perlakuan seperti ini juga dipakai untuk membuat thinner.50 mikron). hardener.Produksi Proses produksi cat dibagi menurut jenis cat yang akan dibuat: Cat Tanpa Pigment.

 Mempertahan agar supaya kelompok-kelompok partikel yang lebih kecil atau partikel-partikel primer ini tetap terpisah satu sama lain. namun jika dikehendaki padatan terdispersi secara halus (5 ± 20 micron) maka diperlukan proses penggilingan partikel padat dalam mesin giling.adalah cukup dengan proses dispersi saja. maka akan terbentuk sebuah aliran yang menyerupai donat. tinggi tangki dan perbandingan padatan dan cairan campuran (kadar padatan = PVC) serta penambahan secara tepat additive wetting dan dispersingnya. cat primer. Jika kondisi ideal terpenuhi. diameter cakram terhadap tangki. bentuk cakram. . Pada kondisi ini diperoleh proses dispersi yang optimal. diameter tangki. terbentuk ³doughnut effect´. tidak bersatu kembali. Adapun prinsip-prinsip dispersi yang perlu mendapat perhatian adalah: kecepatan peripheral campuran. intermediate atau tembok dimana kehalusan partikel bukan merupakan sifat yang harus dicapai.  Proses pemecahan secara mekanis terhadap kelompok-kolompok partikel pigment dan/extender menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil atau partikel-partikel primernya sesuai dengan derajad kehalusan yang dikehendaki. Contoh jenis cat yang dibuat cukup dengan proses dispersi saja adalah : dempul atau filler. tinggi cakram dari dasar tangki. Proses Dispersi Tahapan dispersi merliputi:  Proses pembasahan permukaan partikel-partikel pigment dan/atau extender oleh bahan-bahan cair (millbase). Proses dispersi akan mendapatkan hasil optimal bila prinsip-prinsip dispersinya terpenuhi. undercoat.

seperti dijelaskan pada proses pembuatan cat tanpa pigment di atas. biasanya pigmen. Contoh dari alat ini adalah Triple roll Mill. dimana jarak diantara dua buah silinder ini bisa diatur sesuai dengan derajad kehalusan yang diinginkan. yaitu hanya dengan proses mixing biasa. yaitu ukuran rata-rata partikel primer dari pigment dan/atau extender. Untuk itu diperlukan sebuah tahap lanjutan dimana ikatan fisik partikel-partikel pigment akan dipecahkan lebih lanjut menjadi patikel-partikel yang lebih kecil lagi. kita belum mendapatkan kehalusan partikel lebih rendah dari 20 mikron. Alat dan prinsip penggilingan bermacam-macam. diantaranya adalah:  Melewatkan millbase diantara dua buah atau lebih silinder yang berhimpitan satu dengan lainnya. Pasta ini bisa disimpan dalam gudang atau langsung diproses untuk dibuat cat. Tahapan ini disebut penggilingan penggilingan. extender.Prosses Penggilingan Dengan hanya dispersi. . Untuk memudahkan dalam pembuatan cat. sebagian resin dan additive digiling terlebih dahulu untuk dibuat pasta (bahan setengah jadi).

Di dalam silinder giling. dilakukan bisa berkali-kali hingga diperoleh derajad kehalusan yang diinginkan. sedangkan glass bead akan tetap tertahan di dalam silinder giling. yang hanya melibatkan proses mixing. Namun bila campuran tersebut mengandung beberapa jenis pasta. Melewatkan secara vertical atau horizontal millbase ke dalam mesin giling yang terdiri dari agitator dan banyak glass bead di dalamnya. pada proses yang melibatkan dispersi dan/atau penggilingan pigment. Penyelesaian Seperti sudah dijelaskan pada bagian di atas bahwa proses pembuatan cat dibagi menjadi dua bagian besar. maka mengukur derajad kehalusan dari partikelpartikelnya adalah tahap yang penting guna mengakhiri proses tersebut. maka menyamakan warna (colour matching) campuran cat secara kasar perlu dilakukan. Sedang proses lain. yaitu proses yang melibatkan dispersi dan/atau penggilingan dan proses yang hanya melibatkan proses mixing saja. Millbase melalui saringan akan keluar. . glass bead bersama dengan millbase akan diputar oleh agitator pada kecepatan tertentu. agar campuran tidak terlalu jauh berbeda dengan warna standardnya. pada akhirnya juga akan terpecah. menyebabkan pigment-pigment secara mekanis akan terpecah karena tertumbuk oleh glass bead secara terus menerus. cukup mengukur kekentalan atau viskositas campuran tersebut. maka untuk melihat seberapa jauh campuran sudah tercampur sempurna dan sesuai komposisi yang ditentukan. Sekalipun glass bead terbuat dari bahan yang keras dan kuat. ini akan menyebabkan proses penggilingan akan menurun performance-nya dan glass bead harus diganti dengan yang baru. kadar padatan dan waktu tinggal millbase di dalam mesin adalah faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitasnya proses penggilingan. Jika satu tahap proses penggilingan belum mencapai hasil yang diinginkan. kecepatan putar agitator. Tahap akhir dari kedua proses ini juga berbeda. millbase biasanya dikembalikan lagi ke dalam mesin. kekentalan.

Setelah dikenakan pada permukaan dan mengering. . yaitu ilmu tentang surface coating. memperkuat (reinforcing) atau melindungi (protective) bahan tersebut. dikuas. Cat adalah suatu cairan yang dipakai untuk melapisi permukaan suatu bahan dengan tujuan memperindah (decorative). cat akan membentuk lapisan tipis yang melekat kuat dan padat pada permukaan tersebut. galvanizing). secara umum dikenal sebagai surface coating knowledge. dicelupkan (dipping) atau dengan cara yang lain. Jadi cat merupakan bagian kecil dari sebuah ilmu yang jauh lebih besar.Kedua tahapan ini biasanya disebut uji kualitas pendahuluan. CAT Salah satu cara meningkatkan nilai tambah suatu bahan adalah dengan melapisi permukaan bahan tersebut dengan bahan lain yang lebih lebih tinggi nilainya. Tahap ini akan dijelaskan lebih lengkap pada bab yang lain. disemprotkan (spray). Bagian ini meliputi: metal coating (electro coating. dilumurkan. plastic coating. yaitu tahap pengujian kualitas cat. Pelekatan cat ke permukaan dapat dilakukan dengan banyak cara: diusapkan (wiping). paper coating. Pengetahuan tentang pelapisan permukaan bahan. powder coating dan tentang cat itu sendiri. yaitu tahapan antara sebelum cat diuji secara seksama pada tahap paling akhir dari proses pembuatan cat.

Alkyd. Resin pada dasarnya adalah polymer dimana pada temperatur ruang (atau temperatur applikasi) bentuknya cair. Polyurethane. Resin dibagi berdasarkan mekanisme mengering atau mengerasnya (pembentukan film). Melamine. seperti: Natural Oil. . Ada banyak jenis resin. Nitro Cellulose. Venyl. dll. Cellolosic. bersifat lengket dan kental. Silicone. Polyester. Epoxy. Acrylic. Fluorocarbon. Resin berfungsi merekatkan komponen-komponen yang ada dan melekatkan keseluruhan bahan pada permukaan suatu bahan (membentuk film).BAHAN CAT Biasanya cat tersususun oleh bahan-bahan kimia berikut ini: Resin (Binder) Pigment dan Extender atau Filler Solvent Additive A. RESIN ATAU BINDER Resin atau binder merupakan komponen utama dalam cat.

PENGUAPAN SOLVENT Mengering atau mengerasnya resin terjadi karena penguapan solvent yang ada. biasanya dibantu dengan pemanasan. dll REAKSI DENGAN UDARA Mengering atau mengeras karena ada reaksi kimia antara komponen udara (oksigen atau air) dengan resin tersebut membentuk molekul-molekul baru yang lebih besar dan saling berikatan satu sama lain. Pada resin Prepolymer Polyisocyanate terjadi reaksi ³ moisture cure´ antara gugus fungsional yang reaktif dengan air (kelembaban) di udara. Resin Alkyd atau Natural Oil (atau kombinasi keduanya) mempunyai ikatan rangkap (tak jenuh) dalam struktur molekulnya. Chlorinated Rubber. (VARNISH DAN SYNTETIC ENAMEL) Ciri utama cat yang mempergunakan Resin jenis ini adalah akan mudah mengeras pada permukaannya (atau mengulit). Bahan yang padat akan tertinggal dan menempel merata pada seluruh permukaan bahan yang dicat. Untuk mempercepat proses menguapnya solvent. namun pada temperatur ruang raktifitasnya masih kurang. Resin jenis ini secara alamiah polymer-nya sudah cukup besar sehingga film yang terbentuk sekalipun tidak terjadi reaksi kimia sudah cukup kuat dan padat. . Selama solventnya masih ada maka resin ini belum mengeras. Contoh resin jenis ini adalah Nitro Cellulosa (NC). Acrylic Copolymer. perlu ditingkatkan reaktifitasnya dengan penambahan katalis (dryer) jika akan dipakai. Cellolose Acetate Butyrate (CAB). kualitas rata dan kilap dari permukaan film sangat dipengaruhi oleh pemilihan jenis dan komposisi solventnya. bila kena udara (terbuka kalengnya cukup lama). (LACQUER DAN DUCO) Kecepatan mongering. oleh karenanya resin ini bersifat reaktif terhadap oksigen.

Reaksi polymerisasi (baik kondensasi maupun addisi) dapat berlangsung karena adanya katalis. Resin jenis ini bisa dicampur dan disimpan dalam satu wadah satu dengan lainnya. Tanpa katalis (2 PACK ENAMEL) Tergolong dalam jenis ini adalah resin Epoxy dengan Polyamide dan Polyol dengan Polyisocyanate. maka perlu ditambahkan katalis untuk memulai reaksinya. maka pasangan resin jenis ini harus dipisahkan satu sama lain sebelum dipakai. reaksi ini sering disebut reaksi polymerisasi. Resin kedua dalam pasangan tersebut. . polyamide atau polyisocyanate biasa disebut sebagai ³hardener´. tanpa katalis (non katalis). karena setelah resin ini dicampurkan dengan pasangannya akan terjadi reaksi polymerisasi dimana hasilnya ditandai dengan mengerasnya campuran tersebut. REAKSI POLYMERISASI Pada suhu ruang. panas atau radiasi UV. dicampur satu dengan lainnya jika hanya akan digunakan. dua pasang resin jenis ini sudah cukup reaktif untuk memulai reaksi.Campuran akan mengeras atau mengering karena terjadi reaksi kimia antara dua resin yang ada dalam campuran cat. Hasil reaksinya adalah sebuah campuran polymer yang mempunyai berat molekul jauh lebih besar dan mempunyai ikatan tiga demensi (crosslink) yang jauh lebih kuat dibanding reaksi yang dijelaskan sebelumnya. DENGAN KATALIS Karena pasangan dua resin ini tidak cukup reactive.

Contohnya adalah resin amino dan alkyd polyol yang dipakai pada cat jenis stoving (pangggang) pada cat-cat mobil. seperti: Polyester tidak jenuh. Pengeringan dan pengerasan terjadi setelah campuran resin dikenai sinar UV. Selain dibagi berdasarkan mekanisme pembentukan filmnya. bisa bereaksi satu dengan yang lain bila diradiasi dengan sinar UV. juga bisa dibagi berdasarkan sifat film yang terbentuk. Panas (Stoving ENAMEL) Disamping katalis seperti sudah disebutkan di atas. RADIASI UV Beberapa resin tertentu. panas juga biasa digunakan sebagai alat untuk mempercepat reaksi kimia. yaitu: .Selama katalis belum dicampurkan maka tidak akan terjadi pengerasan pada bahan-bahan tersebut. Contoh resin ini adalah resin amino (melamine) dan alkyd polyol yang akan bereaksi atau mengeras bila ditambahkan katalis yaitu berupa asam organik atau anorganik.

Resin yang cocok adalah alkyd dengan kadar oil yang cukup banyak (alkyd long oil). Daya tahan. akan menimbulkan permukaan yang tidak rata setelah cat kering. Resin dengan kekentalan tinggi dan cepat kering sangat tidak cocok dipakai untuk pemakain dengan kuas. Begitu juga resin yang encer dan lambat kering sangat tidak cocok untuk pemakaian dengan spray pada permukaan vertical. Pemilihan resin yang dipakai sangat dipengaruhi oleh banyak pertimbangan diantaranya adalah sebagai berikut:  Pemakaian. . jika akan digunakan dengan kuas maka sebaiknya dipakai resin yang secara alami encer dan agak lambat keringnya.THERMOPLASTIC Film yang terbentuk dapat dikembalikan ke sifat semula dengan melarutkan ke dalam solvent THERMOSETING Film tidak bisa dikembalikan ke komponen asal. kekuatan dan karakter cat secara keseluruhan sangat dipengaruhi oleh jenis resin yang dipakai. karena sudah membentuk ikatan tiga demensi yang kokoh dan kuat Setiap jenis resin mempunyai banyak sekali type dan turunanya. bahkan kombinasi antara satu resin dengan resin yang lain juga menambah perbendaharaan jenis resin baru.

maka resin Epoxy adalah jawabannya. korosif.  Dan pertimbangan-pertimbangan yang lain seperti ongkos/harga.«). sedang pigment tidak. benturan. dll namun untuk pemakian di dalam. namun jika dibutuhkan cat dengan kekuatan tinggi terhadap kimia. B. lingkungan (berair. Dyestuff bersifat larut dalam solvent. Kekuatan. gesekan. dan lain-lain. PIGMENT DAN EXTENDER (FILLER) Pigment dan dyestuff adalah bagian dari colorant. maka resin yang tepat adalah Acrylic atau Polyurethane. substrat (permukaan bahan yang akan di cat). jika dibutuhkan cat dengan daya tahan tinggi terhadap sinar matahari. Pigment merupakan padatan halus (bubuk) yang ditambahkan ke dalam cat dengan beberapa fungsi berikut: . kering.

Untuk memilih pigment yang tepat dan benar perlu dipelajari sifat-sifat umum dari pigment itu sendiri. daya tahan dan sifat-sifat lain yang diinginkan dari cat dapat dibentuk atau diciptakan dengan menambahkan pigment yang tepat dan konsentrasi yang sesuai. korosi. daya tahan terhadap abrasi. dll Kekuatan. dll REINFORCING Meningkatkan sifat.OPTIS Memberi karakter khas pada penampakan cat tersebut. Sifat-sifat pigment tersebut adalah: y Warna dasar . derajat kilap (gloss) maupun daya tutupnya PROTECTIVE Memberi nilai tambah pada karakter kekutan cat tersebut. kelenturan. panas atau api. seperti: kekuatan terhadap cuaca. seperti meningkatkan kekerasan. seperti: warna.

Pada jenis ini dikenal true pigment (atau disebut sebagai pigment saja) dan extender atau filler.y y y y y y y y Bentuk dan ukuran partikel Berat jenis. . density atau specific gravity Oil absorption Hiding power (refractive index) Daya tahan terhadap panas dan asam basa PH Muatan Listrik Bleeding Secara umum pigment terbagi dalam dua kategori besar berikut: PIGMENT ORGANIK Pigment yang terbentuk dari senyawa-senyawa organic (karbon) PIGMENT ANORGANIK Terbentuk dari mineral-mineral atau garam-garaman logam yang terbentuk secara alami (bahan galian) ataupun dari hasil reaksi kimia di pabrik.

Pigment anorganik mempunyai daya tahan solvent.Pigment Yellow 3(11710) Phthalocyanine Green G . stabilitas terhadap panas.Pigment Yellow 1(11680) Fast Yellow 10G . Extender atau filler ditambahkan ke dalam cat dengan tujuan untuk menurunkan harga.Pigment Red 13 (12395) Fast Yellow G .Pigment Yellow 12 (21090) Lithol Red B . cahaya dan cuaca yang lebih bagus dibanding pigment organic.Pigment Red:49:1 (15630:1) . pigment organic umumnya lebih bagus dibanding anorganik. kimia. daya tutup. kemudahan terdispersi.Pigment Red 3 (12120) Toluidine Marron . Extender umumnya mempunyai refractive index yang kecil (atau rendah daya tutupnya) dibanding pigment. CONTOH-CONTOH PIGMENT Pigment Organik y y y y y y y y y y Fast Red 2R .Pigment Red 57:1 (15850:1) Phthalocyanine Blue Toluidine Fast Red RN .Pigment Red 21 Lithol Rubine BK (Carmine 6B) . Namun dalam kecerahan dan tinting strength.Pigment Green 7(74260) Benzidine Yellow G . namun dalam hal tertentu extender ditambahkan untuk memberbaiki sifat cat.

Pigment Yellow 34 y Scarlet Chrome .Pigment Yellow 34 y Lemon Chrome .Pigment Red 101 y Chrome Oxide Green .Pigment Green 17 y Titanium Oxide (Rutile and anatase) y Zinc Oxide y Zinc Chromate y Milori Blue (Prussian Blue) y Ultramarine Blue Extender y Diatomaceous Earth y Synthetic Calcium Silicates y Perlite y Ground Silica y Calcined Clays y Calcium Carbonates y Talcs (Magnesium Silicate) y Microspheres y Colored Quartz y Fumed Silicas y Treated Fumed Silicas .y Lake Red C .Pigment Red 104 y Primrose Chrome .Pigment Yellow 34 y Zinc Chrome .Pigment Yellow 36 y Chromocynine Green3 .Pigment Red 53:1(15585:1) Pigment Anorganik True Pigment y Middle Chrome .Pigment Yellow 42 y Red Oxide .Pigment Green 48 y Yellow Oxide .

Bagaimana dengan solvent ? Sekalipun setelah pemakaian solvent akan terbuang ke lingkungan dan tidak menjadi bagian dari lapisan cat. digiling dan lain-lain. solvent memberi kontribusi sedemikian rupa sehingga campuran mempunyai kekentalan yang pas untuk diproses: diaduk. penyimpanan dan pemakaian cat. sedang pigment disamping memberi warna juga berfungsi menambah kekuatan mekanis film. namun peran solvent selama proses pembuatan.y y y y y y y Wet Ground Micas Snobrite Clay Bentonite Clay Micronized Micas Kaolin Clay Attapulgite Clays Alumina Trihydrate Metallik y y y y Zinc Dust Gold powders and pastes (Nonleafing and Leafing) Bronze powders and pastes (Nonleafing and Leafing) Aluminum powders and pastes (Nonleafing and Leafing) C. SOLVENT Seperti sudah dijelaskan dalam bagian sebelumnya bahwa masing-masing komponen penyususun cat mempunyai fungsi dan peran yang berbeda-beda. memperlihatkan peran yang dominan dibanding komponen lainnya. Dengan penambahan solvent yang . dicampur. Pada saat pembuatan cat. Resin membentuk film dan memberi kontribusi terhadap karakter film yang terbentuk.

solvent dan thinnernya adalah setali tiga uang atau sama saja. Untuk cat jenis water base dimana air adalah sebagai pelarutnya. ada juga cairan (solvent active) yang terlarut dalam cairan lain (diluent). Sedang sub golongan aliphatis dibagi lagi menjadi aliphatis jenuh (saturated) dan tidak jenuh (unsaturated). Demikian halnya pada saat pemakaian cat. karena keduanya saling berkaitan satu dengan yang lain. baik textur permukaannya. yaitu: aliphatis. Solvent-solvent golongan hidrokarbon hampir seluruhnya berasal dari hasil distilasi . pigment dan/atau additive) yang akan menguap terbuang ke lingkungan selama proses pengeringan. dengan penambahan jenis solvent yang tepat dan dengan takaran pas. Golongan ini terbagi lagi menjadi tiga sub golongan. yaitu air. Komposi solvent yang tepat juga memberi pengaruh optimal pula pada mekanisme penguapan dari solvent-solvent yang ada. dispray atau dilumurkan dengan mudah pada obyek yang akan dicat. Di dalam prakteknya resin atau cat dilarutkan oleh tidak hanya satu jenis solvent . HIDROKARBON Sesuai namanya maka pada golongan ini terdiri dari solvent-solvent dimana unsur hidrogen (H) dan carbon (C) menjadi struktur dasarnya. Jadi definisi solvent adalah cairan (biasanya mudah menguap) yang berperan melarutkan atau mendispersi komponenkomponen pembentuk film (resin. tetapi oleh beberapa macam kategori solvent. tidak akan dibahas dibagian ini. maka cat bisa dikuas. sehingga akan membentuk film yang maksimal karakteristiknya. Membicarakan solvent tidak bisa lepas dari thinner. sifat kilapnya maupun kecepatan keringnya. ada padatan (solute) yang terlarut atau terdispersi dalam pelarut cair (solvent). Bagaimana dengan cat water base. Cat merupakan sebuah system campuran yang kompleks. aromatis dan halogenated hidrokarbon.tepat dan cukup akan menurunkan kekentalan dari resin atau campuran pada suatu titik dimana kekentalannya memenuhi syarat untuk masing-masing proses. Thinner adalah campuran beberapa solvent yang dipakai untuk melarutkan resin di dalam cat atau mengencerkan cat selama penggunaan. PENGGOLONGAN SOLVENT 1.

GOLONGAN UTAMA SUB GOLONGAN KETERANGAN CONTOH DAN PENGGUNAANNYA . sehingga titik didihnya berupa range dari minimum sampai maksimum.minyak bumi yang merupakan campuran dari beberapa sub-sub golongan (bukan senyawa murni). bukan merupakan titik didih tunggal.

campuran senyawa hidrokarbon paraffin. tidak mempunyai ikatan rangkap dalam strukturnya.195oC. Titik didihnya dinyatakan dalam range. Komposisi dinyatakan dalam persentasi alkana yang ada. naphtenis dan sedikit aromatis. Biasanya dipakai untuk solvent cat jenis alkyd (varnish.120oC. . petroleum Alkana yang penting benzine (120-150oC) dalam industri cat adalah antara C6=hexana hingga Contoh jenis siklis yang diperoleh dari hasil ekstraksi tanaman adalah C10=dekana. Pertasol CC dan minyak tanah (kerosene). atom karbon pertama bertemu dengan atom carbon terakhir. disebut juga ALKANA atau PARAFFIN. Contoh lain adalah petroleum ether (40-60oC). naphta (70-90oC). Boiling range antara 145 . ikatanya melingkar. SIKLIS (NAPHTENE). ALIPHATIS Terbagi menjadi 3 golongan: RANTAI LURUS. Boiling range-nya: 55 . Stabil dengan warna jernih. Low Aromatic White Spirite (LAWS). terpentin.Dari hasil distilasi minyak bumi (produksi PERTAMINA): Hasil-hasil distilasi minyak bumi berupa campuran beberapa alkana dan mungkin beberapa jenis hidrokarbon lain. synthetic enamel) dan polyurethane. Pertasol CA. Minasol-M. cycloparafin dan aromatis. RANTAI BERCABANG dan SIKLIS. JENUH. campuran senyawa hidrokarbon aliphatis. Pertasol CB. Special Boiling Point XX. Mudah terbakar dan sangat volatile.

Karena sifatnya reaktif dan hampir sebagian besar senyawanya dalam kondisi gas. merupakan campuran dari tiga macam isomer: ortho. ALKYNE (etuna/acetylene. propylene. solvent untuk cat jenis lacquer dan pembersih/penghilang cat (paint remover). maka tidak umum dipakai sebagai solvent dalam cat. cairan tak berwarna dengan titik didih 40oC. mempunyai ikatan rangkap dua. mempunyai titik didih 111° C. Solvent biasanya dibagi berdasarkan struktur kimia atau karakteristik fisikanya. Penggolongan solvent berdasarkan struktur kimia adalah sebagai berikut: . epoxy atau nitrocellulose. polyurethane. Toluena (methyl benzene). HALOGENATED HIDROKARBON Hidrokarbon dimana satu atau lebih atom hidrogen-nya diganti oleh atom halogen. dll).TIDAK JENUH. dll) atau rangkap tiga. Dipakai untuk pembersih logam. terutama cat jenis acrylic. C6H6 AROMATIS Daya larutnya lebih kuat dibanding senyawa-senyawa hidrokarbon aliphatis. Solvent-solvent jenis aromatis dipakai hampir pada semua jenis cat. Xylene (dymethyl benzene). 139 dan 139oC) sehingga sulit dipisahkan dengan proses distilasi. metha dan para-xylena yang mempunya titik didih hampir sama (144. ALKENA/OLEFIN (ethylene. propuna. seperti klorine (Cl) atau fluorine (F) Methylene klorida atau diklormethane. Struktur molekulnya mengandung ikatan aromatis (benzene). merupakan pelarut yang sangat kuat.

2. Termasuk dalam kategori ini adalah golongan ester. maka makin mudah menguap. seperti: methyl acetat. . Iso dan butyl acetate Bau yang wangi adalah ciri khas senyawa ini. GOLONGAN UTAMA KETERANGAN CONTOH DAN PENGGUNAANNYA ESTER Adalah senyawa organik hasil reaksi kondensasi Ethyl acetate antara asam karboksilat dan alkohol (esterifikasi). ketone dan alkohol. Dipakai sebagai solvent pada cat jenis acrylic dan nitro cellulose. ether. OKSIGENATED SOLVENT Oksigenated sovent atau solvent dengan atom oksigen adalah solvent-solvent yang struktur kimianya mengandung atom oksigen. Makin sedikit atom karbon dan/atau makin banyak cabangnya. karenanya nama ester dimulai dari alkil alkohol dan Isopropil acetate diikuti nama asam karboksilat-nya.

Acetone Methyl ethyl ketone (MEK) Adalah senyawa organik hasil reaksi oksidasi alkohol. Ethyl alkohol (ethanol) Isopropyl alkohol (2propanol) ALKOHOL Adalah senyawa organic yang mempunyai gugus fungsional hidroksil (OH) yang melekat pada sebuah alkil dari hidrokarbon. Dipakai sebagai latent solvent pada cat jenis nitro cellulose .Ethyl methyl ether (methyl "cellosolve") Adalah senyawa organik hasil reaksi kondensasi Butyl ethyl ether (butyl alkohol. Senyawa ini mengandung gugus fungsional "cellosolve") oksigen yang diapit oleg dua buah lakil. baik aliphatis maupun Butanol aromatis. Methyl isobutyl ketone (MIBK) Dipakai sebagai solvent pada cat jenis acrylic dan nitro cellulose. Dipakai sebagai solvent pada cat jenis acrylic dan nitro cellulose. ETHER KETONE Merupakan solvent yang sangat kuat daya larutnya dan juga sangat volatile. Senyawa ini mengandung gugus fungsional Methyl methyl ketone (MMK) karbonil.

Cara lain untuk menentukan daya larut solvent-solvent hydrokarbon adalah dengan menentukan Titik Anilin (TA). Untuk beberapa solvent hidrokarbonn aliphatis berkisar antara 28 .ikatan hydrogennya lemah (< 3. Solvent-solvent hidrokarbon mempunyai harga rendah dan jenis alkohol mempunyai harga yang tinggi. aromatis dan halogenated . kemudian membentuk larutan yang stabil dan homogen.: CLAS I . semakin besar solubility parameternya atau dengan kata lain semakin besar pula daya larut solvent tersebut.KELARUTAN (SOLUBILITAS) Faktor penting bagaimana solvent menjalankan fungsinga didalam cat adalah kemampuannya untuk melarutkan resin. sedang lainnya berkisar di antara dua jenis solvent tersebut. semakin besar harga KB-nya. makin rendah TA. harganya berkisar antara .5): hidrokarbon aliphatis. sedang untuk hidrokarbon aromatis lebih besar dari 70. Klasifikasi detilnya adalah sbb. Hidrogen Bonding Index adalah merupakan ukuran kekuatan ikatan antara atom-atom hidrogen (relatif positif) dan atom-atom negatif seperti oksigen dalam solvent tersebut.40. Beberapa parameter dalam hubungannya terhadap daya larut solvent adalah sebagai berikut: y y y Solubility Parameter Hidrogen Bonding Index Dipole Moment Solubility Parameter solvent -solvent hidrokarbon mempunyai hubungan yang proporsional dengan harga Kauri Butanol (KB).15 sampai + 18. Range harga KB adalah antara 20 -105. makin besar daya larut solvent tersebut.

Air Alkohol Ketone dan Ester Halogenated Hidrokarbon Ether Hidrokarbon Aromatis Paling rendah polaritasnya . Untuk kepolaran beberapa jenis solvent dinyatakan dalam klasifikasi berikut: Paling tinggi Polaritasnya . ester (ethyl atau butyl acetate) dan ether (aceton). Latent Solvent dan Diluent. tetapi digunakan untuk .CLAS II .ikatan hidrogennya sedang : ester. yaitu Active Solvent. Latent solvent atau juga disebut co-solvent adalah solvent yang bila sendirian tidak bisa melarutkan NC.5) : alkohol dan air Dipole Moment adalah polaritas suatu solvent yang tergantung dengan nilai konstanta dielektriknya.ikatan hidrogennya kuat (> 7. contoh: hampir semua keton (MEK). Active solvent adalah solvent yang secara nyata melarutkan NC. ketone dan ether CLAS III .Hidrokarbon Aliphatis Dalam hubungannya dengan resin Nitro Cellulose (NC) ada beberapa istilah yang berkaitan dengan solvent yang perlu dibahas. Pada umumnya makin polar suatu bahan yang dilarutkan akan membutuhkan semakin polar pula bahan pelarutnya.

seperti titik didih dan tekanan uap solvent tersebut. ADDITIVE . Peningkatan daya larut active solvent dapat dilihat dari penurunan kekentalan larutan yang cukup besar setelah ditambah latent solvent (dibanding dengan penambahan yang sama active solvent atau solvent jenis lain). TITIK DIDIH ATAU RANGE TITIK DIDIH BERAT JENIS FLASH POINT DAYA RACUN (TOXICITY) BAU & WARNA (ODOR & COLOR) DAN LAIN-LAIN D. sehingga harganya diharapkan lebih murah. Volatility solvent ditentukan oleh sifat distilasi. Sedang diluent adalah solvent yang dipakai untuk melarutkan kedua jenis campuran solvent tersebut (thinner). dibanding bila hanya ada dua jenis solvent tersebut. Kecepatan kering cat secara keseluruhan sangat ditentukan oleh derajad volatility dari solventnya dan sifat resin itu sendiri. SIFAT-SIFAT LAIN SOLVENT VOLATILITY atau kemudahan untuk menguap adalah sifat kedua yang terpenting dari solvent.meningkatkan daya larut active solventnya. contoh latent solvent adalah alkohol.

Selama proses pembuatan. sehingga cat dapat diproses. Komponen-komponen ini. ada beberapa komponen lain yang ditambahkan dalam jumlah sangat sedikit ke dalam cat. sekalipun ditambahkan dalam jumlah sedikit. Setiap supplier additive biasanya memberi informasi yang jelas tentang apa dan bagaimana additive harus digunakan. KATEGORI NAMA WETTING AGENT KETERANGAN Mempermudah atau mempercepat proses penggantian udara dan air oleh resin pada permukaan pigment atau extender Mempermudah distribusi pigment dan extender ke dalam cairan resin MEMPERCEPAT ATAU MEMPERMUDAH PROSES DISPERSING AGENT MENGURANGI AKIBAT ANTI SKINNING AGENT Mencegah proses pengulitan pada . apa jenis resinnya. namun memberi kontribusi yang sangat besar terhadap sifat cat. disimpan dan dipakai seperti harapan kita. hingga akhirnya muncul nama jenis dan takaran additive tertentu yang pas untuk campuran cat tersebut. merupakan suatu proses panjang dari beberapa percobaan atau riset pada cat tersebut.Disamping ke tiga komponen seperti sudah dibahas dalam bab-bab sebelumnya. yaitu: resin. pigment dan solvent. Additive ditambahkan ke dalam cat disesuaikan dengan solvent apa yang dipakai (solvent atau water base). Berikut ini adalah beberapa additive yang biasa dipakai dalam industri cat. penyimpanan dan pemakaian dinilai kualitasnya secara menyeluruh. Penambahan additive yang ada dalam cat tidaklah serta merta muncul begitu saja. bagaimana pemakaiannya dan bagaimana mekanisme pengeringannya. kemudian kelemahan dan masalah yang timbul dicoba untuk diatasi dengan variasi jenis dan takaran beberapa additive. Additive biasanya dibagi berdasarkan fungsinya.

Mencegah turunnya atau melelehnya cat jika dipakai pada permukaan tegak Meningkatkan kualitas permukaan cat. Untuk mempercepat reaksi crosslinking antara resin amino dan ANTI SETTLING AGENT ANTI SAGGING MENGURANGI AKIBAT JELEK SELAMA PEMAKAIAN LEVELLING AGENT ANTI FLOODING & FLOATING ANTI FOAMING ANTI STATIC AGENT MEMPERBAIKI ATAU MERUBAH SIFAT FILM DRYER CATALYST . sehingga tidak mengendap.JELEK SELAMA PENYIMPANAN THICKENING AGENT permukaan cat (oil atau alkyd base resin) selama penyimpanan Mempertahankan kekentalan cat atau melindungi cat selalu dalam kondisi koloid Mempertahankan pigment selalu berada pada kondisi dispersi yang stabil dalam campuran. sehingga permukaannya rata tidak bergelombang Mencegah pemisahan pigment baik secara vertikal maupun horisontal Mencegah atau menghilangkan timbulnya busa pada permukaan cat Mencegah atau mengurangi timbulnya arus listrik static selama pemaikaian Mempercepat reaksi oksidasi dan polymerisasi dari ikatan tak jenuh pada cat jenis alkyd atau synthetic (mengandung drying oil).

fungsi. jenis dan keberadaan solvent. Tabel pengelompokan berikut memberi kemudahan dalam kita mempelajari cat. terutama pada cat yang mempunyai berat molekul yang besar. letak dan dimana cat itu dipakai. mekanisme pengeringan. biasanya dipakai senyawa-senyawa asam organik maupun anorganik PLASTICIZER Meningkatkan fleksibilitas cat. methode pengecatan. seperti NC. jenis substratnya dan lain-lain. kondisi cat. Mencegah timbulnya atau melekatnya tumbuhan air laut pada dasar dinding kapal Menurunkan derajad kilap lapisan cat (dari gloss ke semi gloss atau dari semi ke dof/matt) Mencegah timbulnya jamur ANTI FOULING AGENT MATTING AGENT ANTI FUNGUS JENIS CAT Banyak teori yang berkembang untuk mengelompokan cat. DASAR PENGELOMPOKAN JENIS DAN KETERANGAN .alkyd polyol (atau turunannya). diantaranya adalah berdasarkan bahan baku utama.

industrial dll. kayu (wood finishing). dll. top coat/finishing (pada permukaan paling atas dari beberapa lapisan cat). nitro cellulose. chlorinated rubber. decorative. acrylic. aerosol. dll. undercoat. wiping. Cat dempul (filler). Cat Primer (sebagai dasar). kulit. FUNGSI METHODE PENGECATAN LETAK PEMAKAIAN JENIS SUBSTRAT KONDISI DAN BENTUK CAMPURAN ADA TIDAKNYA SOLVENT Cat pasta. anti karat (anti corrosion). tanpa solvent. anti bocor (water proofing). spray. mengandung pigment). tahan api. anti jamur (anti fungus). tahan panas (heat resistance). . melamine. elektrostatik. dll. mobil (automotive paint. tidak mengandung pigment). alkyd. vinyl. heavy duty. ready-mixed. duco atau enamel (berwarna dan menutup permukaan bahan.Berdasarkan jenis resin yang dipakai: cat epoxy. yaitu varnish atau lacquer (transparent. interior (di dalam tidak terkena secara langsung sinar matahari) dan exterior (di luar). plastik. intermediate (ditengahtengah). roll. dll. lantai (flooring systems). polyester. Cat kuas. beton (concrete paint). protective. powder. dll BAHAN BAKU Berdasarkan ada tidaknya pigment dalam cat tersebut. Cat besi (metal protective). Water base. dll. emulsi. kapal (marine paint). cat solvent base. polyurethane. tembok. celup.

KONTROL KUALITAS PRODUKSI CAT Untuk mendapatkan kualitas cat seperti yang diharapkan oleh pelanggan. penyimpanan bahan jadi dan pengiriman bahan jadi ke pelanggan harus dikontrol dengan jadwal. solvent dan additive yang dibeli dan kemudian disimpan di dalam gudang sesuai spesifikasi. extender. pemrosesan bahan baku menjadi bahan setengah jadi maupun bahan jadi. tidak terjadi salah barang. tidak gampang mengulit. cat UV curing.MEKANISME PENGERINGAN Cat kering udara (varnish dan syntetic enamel). pengujian dan pelayanan yang memadai. pigment. berbagai usaha harus diarahkan untuk mendapatkan kualitas hasil akhir dari setiap proses seoptimal mungkin. cat stoving (panggang). dll. penyimpangan dan perubahan kualitasnya Proses pembuatan pasta menghasilkan pasta yang stabil. Setiap proses dimulai dari pembelian bahan baku. mengeras dan dengan dengan derajad kehalusan sesuai kebutuhan Proses pembuatan cat menghasilkan cat dan film dengan kualitas seperti yang diharapkan Untuk itu harus dilakukan pengujian-pengujian dasar sebagai bertikut: KATEGORI BAHAN JENIS BAHAN PENGUJIAN KETERANGAN . Beberapa pengujian harus dilakukan untuk meyakinkan bahwa: y y y Resin. cat penguapan solvent (lacquer dan duco). penyimpanan bahan baku.

Atau bisa dilakukan dengan alat Brokfield dengan range pengukuran kekentalan antara 10 hingga 8. BAHAN BAKU RESIN . Penampilan Untuk warna resin dinyatakan dengan bilangan Gardner. bahan asing. kejernihan. yaitu membandingkan kecepatan naiknya gelembung udara yang berisi cairan sample dengan cairan standard dalam tabung dengan ukuran tertentu dari yang paling encer (A) hingga yang paling kental (Z6). Warna jernih (1) hingga warna merah pekat (18) Mengukur waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan seluruh cairan keluar dari sebuah flow cup standard. yaitu menyamakan warna sample dengan skala warna Gardner. Nilai kekentalan dibuat atas dasar waktu yang dibutuhkan dari mulai mengalir sampai putusnya aliran tersebut. endapan. gumpalan dan warna sample resin dengan standard yang ada. Kekentalan (detik atau mPas) Untuk cairan yang sangat kental maka digunakan cara Gardner. Cara ini efektif jika cairannya dalah jenis newtonian dan mempunyai range kekentalan dibawah 200 detik. seperti : permukaan.106 mPas Berat Jenis (gram/cm3) Membandingkan berat sample terhadap volumenya dengan menggunakan gallon cup pada temperatur tertentu.Membandingkan penampilan.

gumpalan dan warna sample dengan standard yang ada. kejernihan. seperti: bahan asing. Membandingkan penampilan. Oil Absorption Mengetahui seberapa besar penyerapan pigment atau extender terhadap oil atau minyak nabati dalam satuan ml per 100 g sample. seperti : bahan asing. kemudian dicampur dengan resin tertentu dan dilanjutkan seperti tersebut di atas. Untuk membandingkan warna pigment. endapan.membandingkan berat sample sesudah dikeringkan (110oC selama 1 jam) dengan sebelum dikeringkan. Kadar Padatan Biasa disebut dengan NV(non volatile matter) (%) dengan basis v/v atau w/w> basis v/v (volume/volume) lebih sering dipakai. Penampilan PIGMENT DAN EXTENDER SOLVENT Penampilan . gumpalan dan warna sample dengan standard yang ada. mengetahui senyawa asam yang terkandung dalam Bilangan Asam resin Membandingkan penampilan. sample harus didispersikan atau digrinding dalam resin tertentu kemudian ditarik pada kertas rungkut dengan ketebalan 60 micron dan dibandingkan dengan warna standard Untuk dyestuff perlu dilarutkan pada pelarut tertentu hingga membentuk larutan denga konsentrasi 3 (DZ) atau 10% (PP).

Pasta atau cat ditarik pada parit dengan kedalaman berbeda dari paling dalam hingga paling dangkal. Kestabilan Mengamati pengulitan. Besaran ini menggambarkan bisa tidaknya solvent tersebut dipakai dengan spray jenis elektrostatik Mengukur derajad kemurnian solvent atau menganalisa jenis dan fraksi komponen-komponen dalam campuran solvent Jenis dan Komposisi komponent ADDITIVE Biasanya diuji secara langsung dengan menambahkan pada resep bahan setengah jadi (pasta) atau cat. BAHAN SETENGAH JADI PASTA Kehalusan (Qm) Kadar Padatan Idem di atas (%) . diproses dan dipakai dan kemudian dibandingkan dengan additive standard pada semua aspek pengujian. sehingga partikel yang ukuran besar akan terjebak pada posisi sesuai dengan ukuran partikelnya.Resistivity Mengukur resistivity (tahanan = Mega ohm) suatu solvent dengan dua dip elektroda pada jarak tertentu (1 cm). pengerasan (gelling) dan kehalusan secara rutin selama pasta disimpan Dengan mempergunakan grindo meter kehalusan pigment atau extender dalam cat dapat ditentukan.

tekan dan kering sempurna. Alat yang dipakai adalah Glossmeter atau reflektometer Penampilan Film Daya Kilap Film (gloss) . bercak-bercak. lekukan-lekukan kawah.Warna Setelah dijadikan cat. endapan. Kadar Padatan Idem di atas Resistivity Idem di atas Pengujian film dilakukan setelah cat dikenakan pada substrat tertentu dan kemudian mengering. Mengukur cahaya yang dipantulkan oleh film. kemudian ditarik pada kertas rungkut dengan ketebalan 60 micron dan dibandingkan dengan warna standard Membandingkan penampilan sampel cat. kejernihan dan gumpalan dengan standard yang ada. Idem di atas Idem di atas Penampilan Cat Kekentalan Berat Jenis CAT TANPA PIGMENT Dengan mempergunakan sentuhan. Penampilan filim meliputi ada tidaknya: kulit jeruk. kerut dan lain-lain. Waktu Waktu Kering kering meliputi : kering sentuh. dengan mencapur pasta dengan komponen lain. seperti : bahan asing. tempel atau tekanan jari pada cat yang masih basah. gelembung udara. tidak meratanya kilap.

Pengujiannya adalah dengan DENGAN PIGMENT Penampilan Warna Kehalusan Daya Tutup . Dari banyaknya kotak lapisan cat yang terangkat bisa kita nilai daya lekat film tersebut ( GT 0. Idem di atas (pasta) Merupakan ketebalan minimal film dari cat dimana pola hitam-putih dari kertas kotak-kotak tidak dapat kelihatan. tidak ada yang terkelupas hingga GT 4. Untuk daya tahan Sifat Mekanis impact diuji dengan impact tester. hardness Dur-OTest atau dengan pencil hardness. kekerasan dan lain-lain. Semua pengujian yang dilakukan pada cat tanpa pigment juga dilakukan untuk cat dengan pigment dan ditambah beberapa pengujian berikut Selama pencocokan warna (colour maching). sample cat dibandingkan dengan warna standarnya. terkelupas > 65%) Sifat mekanis film meliputi: daya tahan terhadap impact. kekerasan Film dengan hardness pendulum tester.Film cat kering digores dengan sudut cutter (3045o) dan pada kecepatan 0.5 detik per satuan potongan sehingga didapat 25 kotak dengan jarak Daya Lekat pemotongan sesuai ketebalan catnya. hingga diperoleh hasil selisih antara warna sample dengan standard sekecil mungkin (sesuai spesifikasi). bisa dilakukan dengan methoda tersebut di atas (pasta) atau dengan mempergunakan alat pencari warna (hunter lab colour matching). Kemudian Film (adhesi) dilekatkan selotip dan ditarik dengan kuat.

Pengujian tersebut di atas bisa juga diperluas atau ditambah sesuai dengan penggunanan cat dan kebutuhan. seperti : daya tahan terhadap sinar matahari perlu dilakukan untuk jenis cat yang dipakai di luar terkena sinar matahari. kemudian setelah kering dinilai daya tutupnya. .menarik cat basah dengan applikator dimulai ketebalan paling besar hingga paling kecil. dan masih banyak pengujian-pengujian yang lain. daya tahan terhadap korosi pada cat yang dipakai pada lingkungan korosif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful