Engkau mau diceraikan atau dimadu?

Cerita ini adalah kisah nyata« dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri. Semoga menjadi pengingat bagi kita, ketika sudah melangkah ke dalam kehidupan baru nanti. Cinta itu butuh kesabaran Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita? Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita. Aku menjadi perempuan yang paling bahagia« Pernikahan kami sederhana namun meriah« Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu. Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang mempunyai iman, pintar, tampan & mapan pula. Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya. Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu. Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci«. Aku sangat bahagia dengannya dan dianya juga sangat memanjakan aku« sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku. Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya. *** Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami. Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya. Bersyukur saat itu suamiku mendukungku«

Engkau istirahat saja. Kemudian aku pun menemaninya. ia selamat dari maut yang hampir membuatku menjadi seorang janda itu. Dari awal kami menikah. namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku« Didepan suamiku mereka berlaku sangat baik padaku. tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut. perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Aku pun senyum melihat wajahnya. tapi dibelakang suamiku. Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata. Aku selalu menemaninya siang & malam. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka. ada kami yang menjaga abang disini. tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar. mobilnya hancur dan ternyata Tuhan masih sayang dengan suamiku. ibu & adiknya tidak menyukaiku. aku melihat di dalam kamarnya ada ibu. Aku sibuk membersihkan dan mengobati luka-luka di kepala suamiku.Ia mengaggap Tuhan belum mempercayai kami untuk menjaga titipanNYA. Suamiku ternyata sudah sadar. Ibu nya berbicara denganku « ´Fis. µ . aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan. Dan suamiku pun mengijinkannya. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya. Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. ia pun menjawab dengan suaranya yang lirih namun penuh dengan cinta.. Tangannya melambai. Tapi keluarganya mulai resah. Mereka tertawa menghibur suamiku. dan disaat itu juga. aku dihina-hina oleh mereka« Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami. ia minta ditemani ke kantin. µlebih baik engkau pulang saja. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya. Suamiku menatapku penuh manja. Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami. mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat.aku tak mengerti apa yang mereka bicarakan. suamiku mengalami kecelakaan. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Setelah aku menghampirinya. aku menangis ketika melihat suamiku sudah sadar. tapi aku tak boleh sedih di hadapannya. Lalu. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosialku. Kubuka pintu yang tertutup rapat itu. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. baru sebentar aku membersihkan mukanya. kenalkan ini Desi teman Fikriµ.. kucium tangannya. adik-adiknya dan teman-teman suamiku. mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.

jawabnya tegas. lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya. µAda apa kamu memanggilku?µ Ia berkata. tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu. padahal aku ingin bersama suamiku. suamiku tetap saja membenarkannya. padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya. Pagi itu. µMama minta aku yang menemaninya saat pulang nantiµ. µBesok aku akan menjenguk keluargaku di Sabangµ Aku menjawab. µSekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu..Anehnya. tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena suamiku sangat sayang padaku. baik ibunya salah ataupun tidak. suamiku memanggil ku ke taman belakang. ´Mengapa baru sekarang bicara. Aku bertanya. aku menangis tanpa sebab. µIa sayang. cuma 3 minggu aku disana. ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. ya kan?µ. Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya.. aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?´. tapi tak boleh aku tunjukkan padanya. . Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang dan cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. ia baru aja selesai sarapan. *** Hari itu. Aku hanya bisa tersenyum saja. aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memegang tiket bukan?µ ´Ya tapi aku tak akan lama disana. jawabnya tegas. yang ada dibenakku aku takut kehilangannya. aku takut cintanya dibagi dengan yang lain. aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan mama kuµ. Hatiku sedih dengan keputusannya. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata. Menangis mengapa mereka sangat membenciku. pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami. aku tahu.

Malam sebelum kepergiannya. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku. *** Berjauhan dengan suamiku. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya. suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku. Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. menangisi kepergiannya.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Karena ini acara sakral bagi keluarganya. Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya. aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Sabang. Aku kangen pada suamiku. tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi.. Sementara suamiku disana. apa yang bisa aku banggakan lagi. Aku tak tahu mengapa sesedih ini. aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya. Sampai keesokan harinya.. jadi seluruh keluarganya harus komplit. komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini.. karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi. . Aku harus percaya pada suamiku. aku terus menangis. Walaupun begitu. perasaanku tak enak. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku. Mertuaku akan semakin menghinaku. ´kapankah ia segera pulang?µ aku tak tahu.. lalu aku peluk erat dirinya.Kemudian aku memutuskan agar ia saja yang pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami. aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. aku merasa sendiri. karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku. aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. aku merasa sangat tidak nyaman. jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.. Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini. sampai-sampai aku mengalami pendarahan. tapi aku tak boleh berburuk sangka. Saat kami berhubungan jarak jauh. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini. ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku. Dia pasti akan selalu menelponku. Aku menangis.

Malam menunjukkan 1/3 malam. aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang. Aku ingin marah. . Aku pun segera merapikan bawaannya sampai aku pun tertidur. aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri. aku akan cerita padanya. Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Kemudian aku berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah ysng bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi. Ada apa dengan suamiku? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku? Aku tidak bisa diam begitu saja. Aku hanya berpikir. aku tak tega membangunkannya. ia hanya diam dan langsung naik keruangan atas. astaga. lalu aku menjalankan ibadah malamku *** Aku mendengar suara mobilnya. kaos kaki dan kucuci kedua kakinya. ternyata dari suamiku yang sms. Sebagai seorang istri. kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. aku menantinya di rumah. Telpon pun langsung terputus. aku terbangun lalu aku melihat dirinya dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Biasanya kami selalu bersama. Ia menulis. tapi karena melihat nya tidur sangat pulas. Setelah itu aku pun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya.. mungkin dia capek. firasatku mengatakan ada sesuatu. malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami. Kubuka di inbox ponselku. Dengan enteng ia menjawab. Hanya itu saja yang diinfokannya.Lebih baik aku tutupi dulu tetang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang. Hari yang aku tunggu pun tiba. ´Loe pikir aja sendiri!!!µ. aku membungkuk untuk melepaskan sepatu. ia tidak mencium keningku. mengingatkan aku pada tempat mengadu kepada Sang Maha Pencipta. ´aku sudah beli tiket untuk pulang. kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku. ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk. Lalu aku memanggilnya tapi ia tak mendengar. Setiap hari aku menanti suamiku pulang. dan nantinya aku juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yang buruk akhir-akhir ini.. tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Bel pun berbunyi.. aku akan kabarin lagiµ. Sebelum masuk. hari demi hari aku hitung« Sudah 3 minggu suamiku di Sabang. Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang. aku pulangnya satu hari lagi. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuaku dan kebetulan Dian yang mengangkat telponnya. aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengan suamiku. Aku hanya mengeelus wajahnya dan aku cium keningnya.

jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku. ada apa Yah!µ sahutku dengan memanggil nama kesayangannya ´Ayahµ. Dua tahun pacaran.. Sungguh. Suamiku telah berubah. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu... Kebahagiaan ku telah sirna. aku tetap merawatnya dan menyiakan segala yang ia perlukan.µ Jawabnya tegas. aku selalu diintrogasinya. status suami tetap di atas para istri. apalagi memanjakan aku. itu pedoman yang aku pegang. seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan. Mengapa suamiku berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Bersyukurlah. tapi aku selalu ingat. Bahkan yang membuat aku kaget. dia membentakku.. Kami hanya berbicara seperlunya saja. Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam. Aku . *** Dua tahun berlalu. setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikir sendiri. Astaga. sebagaimana pun salahnya seorang suami. kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru private. Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna.Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Tibatiba saja malam itu setelah makan malam usai. sekarang telah menjadi orang asing bagiku. sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi. ´Ada apa? Mengapa?µ. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir. ´Ya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yang keras. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar. Aku hanya berdo·a semoga suamiku sadar akan prilakunya. harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Walaupun kondisinya tetap seperti itu. sekarang menjadi dingin. Penyakitku pun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. lelah menanti seperti ini. aku pernah dituduhnya berselingkuh dengan mantan pacarku.. ´Lusa kita siap-siap ke Sabang ya. lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buatku. suamiku memanggilku. Dia mengatakan µKau ikut saja jangan banyak tanya!!µ Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami. sahutku penuh dengan keheranan. Aku menangis setiap malam. sangat dingin dari batu es. suamiku tak kunjung berubah juga. Mengapa ia tak mau berbicara padaku. Ku lihat kamar kami yang dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami.

sebelum kau menikah dengannya.µ Neneknya berbicara sangat lantang. aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur karena terus berpikir. mungkin logat orang Sabang seperti itu semua. ´Baiklah.dan akhirnya menikahlah ia dengan kau. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. yang tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda. tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan suamiku? ´Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri. Nenek pun menjawab. Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar. ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya. termasuk ibu dan adik-adiknya. . membuka pembicaraan. Kemudian aku duduk disamping suamiku.. tak mau di atur. µAda apa ya Nek?µ sahutku dengan penuh tanya. ´Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun. karena kalian telah berkumpul. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana.menangis dengan kebingungan ini. Neneknya berbicara sangat tegas. tapi aku tak bisa.. Aku tidak tahu ada acara apa ini. aku tak berani bertanya padanya. ngomong dengan nada tinggi. sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!´. Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya. lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahir tiba-tiba Tante Lia. dan suamiku menunduk penuh dengan kebisuan. Aku menangis.. dalam kesendirianku. Tiba-tiba saja neneknya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini... dengan sorot mata yang tajam. aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu. Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tua yang berada di dekat pintu kamar. dari dulu. Tapi Fikri anak yang keras kepala. nenek ingin bicara dengan kau Fishaµ. *** Kami telah sampai di Sabang. Ingin rasanya aku berontak berteriak. neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu. orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya. Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. ´Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannyaµ. suka membanting barang-barang.

Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini. untuk menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besokµ.. mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini. Ingin berteriak.. µWalaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku.µ Itu yang aku jawab. yah?µ Suamiku menjawab. µKapan pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?.µ µBaiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah. setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar. Mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku. aku bercermin sambil bertanya-tanya. Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau kayu. hancur hatiku. tapi aku sendiri disini.µ Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab. Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata. kuatkan hati ini. Tak tahan lagi.µ Ayah mertuaku menjawab. ´sudah tidak cantikkah aku ini?´ . tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah. aku ingin jatuh pingsan. ´kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan?´ Oh Tuhan. tapi aku tak punya keberanian itu. Aku langsung memegang tangan suamiku. air mata ini akan turun. aku buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Hati ini seakan remuk mendengarnya. tapi aku lihat air matanya. Dan pada saat itu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata.. Diiringi akutnya penyakitku. cintaku telah dibagi. jawab!. ´Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti. untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini.Sedangkan suamiku hanya terdiam saja. Sakit. aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami. Tak kuat rasanya menerima hal ini.. Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini? Aku berjalan menuju ke meja rias. Dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas. aku berjalan sangat cepat.. Aku lalu bertanya kepada suamiku. dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. µDia Desi!µ Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara. tapi air mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka. ´Fish. ´Pernikahannya 2 minggu lagi.

Aku berdiri didekat jendela. cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu. Dalam hatiku bertanya. Aku berdiri sangat lama. Tak kuhapus air mata ini. aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. ´Apakah kamu sudah siap?µ Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata : ´Nanti jika ia telah sah jadi istrimu. apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. *** Malam sebelum hari pernikahan suamiku. karena mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. tapi aku tak sanggup untuk keluar. Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku. Sudahlah. aku bersegera memandangnya dari cermin meja rias itu. rambutku sudah hampir habis. ´Terima kasih ayah. Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku. aku menulis curahan hatiku di laptopku. Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka. Aku save di mydocument yang bertitle ´Aku Mencintaimu Suamiku. Dalam Ibadah dan dalam tidur aku menangis. kapan aku akan berbagi suami dengannya. ´sudah malam. jawabku tenang. kamu memberi sahabat kepadaku. Kami diam sejenak. Lalu dia berkata. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya. aku melihat matahari. kita istirahat yuk!´ ´Aku ingin Ibadah dulu baru aku tidurµ. dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo. yang sangat memanjakan aku atas rasa sayang dan cintanya itu.Ku ambil sisir.µ Hari pernikahan telah tiba. Ku hitung mundur waktu. ternyata suamiku yang datang. ketika kamu membawa ia masuk kedalam rumah ini.µ Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya kenapa rambutku rontok.µ .. aku telah siap. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?. Aku menangis melihat suamiku yang sedang tidur pulas. ini mungkin takdirku. ´mengapa ia sangat cuek?µ dan ia sudah tak memanjakanku lagi.. ia berdiri dibelakangku. Lalu setelah itu. ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi. Kulihat wajahku. lalu aku mulai pembicaraan. lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do·a di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu..

Dia harus konsentrasi menjalani acara prosesi akad nikah tersebut. Tante Lia. bahwa aku tidak pernah berselingkuh! Dulu. sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku. tante yang baik itu. aku memang belum bisa melupakannya. yang tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar« ´Bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?µ. tapi aku ingat akan kondisiku. *** Aku duduk diseberang suamiku. apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa Ayah berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih sayang Ayah? Aku kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan satu hal lagi yang harus Ayah tau. ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan ia bertanya. ´Ayah. dia agak sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi. Dia tersenyum sambil berkata. waktu awal kita pacaran. Karena dia akan menikah. ia hanya menangis. Tiba-tiba suamiku menjawab ´Lalu apa Bunda?µ Aku kaget mendengar kata itu. Jantung ini berdebar kencang saat melihat pernikahan tersebut. Ya« aku kuat. diangkatnya badanku. ´Ayah jangan!!µ. Kemudian ia mencium keningku. ´bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik. aku ingin menagis meledak. jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar. telah membuatmu susahµ. Aku pun menjawab. lalu apa bunda?µ. Saat itu juga. Dia memelukku dan berkata.. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini.µ Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata. Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. µKita liat saja nanti ya!µ. µBaik bunda akan ayah ulangi. Tiba-tiba perutku sakit. Bukan berarti aku pernah berselingkuh Ayah. 2 tahun aku menanti dirinya kembali. aku hanya sedadanya saja. Yah. Dia mengangguk dan berkata. mereka melihatku dengan tatapan sangat . aku langsung memeluknya erat dan berkata. Aku tak mau membuat dia khawatir. ingin berteriak mengatakan. setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima. memelukku. aku menarik napas panjang. Begitu selesai.. membuat hati ini cemburu. µbunda baik-baik saja kan?µ tanyanya dengan penuh khawatir. Orang-orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku. Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu. Aku hanya tak bisa bicara sekarang´.Perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu. µAku minta maaf Ayah. Ia memelukku sangat lama. ´bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mamaµ.

lalu aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah. dia tidak suka dengan pernikahan ini? Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku. biar Desi pulang dengan mama. Selama ayah di Sabang. tiba-tiba ia memegang tangan kiriku. aku tak boleh menyakitimu. ´maafkan aku. ´Bunda kok kurus?µ Aku menangis dalam kebisuan. sudah lama ini tidak terjadi.. ayah minta maaf telah menelantarkan bunda. Suamiku berbisik. kamu menderita karena egonya aku.. Malam ini aku tak bisa tidur. Aku pun berkata. tentu saja aku kaget. Pelukannya masih bisa aku rasakan. aku pun tahuµ. mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum. hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini. ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat ´seperti ituµ dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip (´seperti ituµ). terus ayah dimarahi oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bundaµ Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku. suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. yang di musuhi.µ Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu... Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. suamiku tak tidur dengan wanita itu. masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini. hatiku menangis.. Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah. ´Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?µ µAku kangen sama kamu Bunda. aku tak mau menyakitimu lagi. ´Kamu datang ke sini. Sepertiga malam pada saat aku ingin melakukan Ibadah malamku. Tuhan. Aku tersenyum dan mengajaknya untuk beribadah. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya. Sampai dirumah. ia berkata seperti itu. Besok kita pulang ke Jakarta. ia ternyata tidur disofa. bunda seperti mengejar sesuatu. Kudekati lalu kulihat. Lalu suamiku berkata. bagaimana bisa? Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. papa dan juga adik-adikkuµ Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Astag. seperti mengejar harta ayah dan satu lagi. ketika tidak ada kepercayaan di dirinya.aneh. . Tapi. Saat tidur ia memelukku sangat erat. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini. ayah dengar kalau bunda tidak tulus mencintai ayah. Tak mencuci kakinya.. µBun. tapi dibalik itu. Aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam sana.. Kamu sudah sering terluka oleh sikapku yang egois. tak seperti aku dahulu. karena aku telah merasakan kehadirannya saat ini. aku duduk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah. Aku tersenyum saja.

dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu. berlinang air mata.. Untuk Ibu mertuaku : ´Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu. Dalam hatiku.. jika aku hanya mengejar hartamu. kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran. mengapa aku memilih kamu? Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah.. Dengan Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya... Aku bahagia bersuamikan dia. aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu. Ketika kubuka mata ini. bunda ingin pulang. kakiku sudah tak bisa bergerak lagi. Aku merasakan tanganku basah. dari dulu aku selalu berdo·a agar Mama merestui hubungan kami.´ Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian dikamar pengantin itu. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main. apa ia tahu apa yang terjadi padaku? Aku berkata dengan suara yang lirih.. aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga. Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku.µ Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit. sakitnya semakin keatas. Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku. µYah.µ *** .. Malam itu. Ayah minta maaf«µ Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. anterin bunda kesana ya. Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.. Kulihat wajahnya yang tampan.Aku hanya menjawab ´Aku sudah ceritakan itu kan Yah... apa engkau punya buktinya Ma? Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma? Fikri tetap milikmu Ma. rahimku sakit sekali. bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda. kepalaku pusing. Aku pun dilarikan ke rumah sakit. Jika aku hanya mengejar hartamu. tapi mengapa kau benci diriku. Ia menggenggam tanganku dengan erat. Dia adalah nafasku. Dan mengatakan. *** Keesokan harinya« Ketika aku terbangun. Aku tidak pernah berselingkuh dan aku mencintaimu setulus hatiku. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku. Yah.µ ´Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya. Dari kejauhan aku mendengar suara suamiku. Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah. Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka. Yah« !!! Bunda sayang banget sama Ayah. aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu. ketahuilah Ma.. ia langsung menggendongku. µBunda.

mengapa keluargamu sangat membenciku? Aku dihina oleh mereka ayah. Ayah. Ayah sudah berubah. Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya. Aku tak boleh merawat suamiku. Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku. Lihatlah ayah... Berilah keadilan ini padaku. Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku? Ayah. Aku tak mau sakit hati lagi.... Mengapa seperti itu ayah? Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu. Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku.. Tapi aku tak boleh egois. aku masih tak rela.. Bunda tetap cantik. ia akan pasti membela Desi dan ibunya. Perempuan yang aku benci. Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir. aku tak akan bermanja-manja lagi padamu. Aku berusaha untuk mandiri ayah. sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu. Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri. aku menegurnya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Ayah. Aku sangat marah. Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku. Tapi aku harus ikhlas menerimanya. ini untuk kebahagian keluarga suamiku.Setelah ku buka laptop.. selalu tersenyum disaat tidur. sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku.. Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu? Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan. ayah sudah tak sayang lagi pada ku. yang aku cemburui. Tuhan. Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu. Aku kuat ayah dalam kesakitan ini.. Aku harus sadar diri. Ayah. Tuhan kuatkan aku. maafkan aku. kubaca curhatan istriku. Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah. aku kangen ayah. pink yang . tak ada gunanya Yah.. Tapi ketika engkau bersamaku. Bunda. Dian sangat baik. Engkau Maha Adil.. Sangat terlihat Ayah. Sebelum ajal ini menjemputku. Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu. Aku diusir dari rumah sakit. Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku.. karena aku tahu kamu pasti membela adikmu... aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku. Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini..

yang tidak pernah marah. mungkin ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus... kamu sakit pun aku tak perduli. ia tak pernah membersihkan telingaku. Desi tak sepertimu. Bunda. maafkan aku.. Sekarang Ayah sadar. aku percaya begitu saja. rambutku tak pernah di creambathnya... Bunda tidur tetap manis. Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini. Maafkan aku ketika engkau di fitnah oleh keluargaku. Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana? Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana? Tunggulah Ayah disana Bunda. aku selalu meng-iyakan apa kata ibuku. Senyum manjamu terlihat di tidurmu yang panjang. Bunda.. Ayah Sayang Bunda.. bahwa ayah sangat membutuhkan bunda. kakiku pun tak pernah dicucinya. Maafkan aku. Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda. Bunda.. hidup dalam kesendirianmu.. Aku menyesal telah terlena dalam ke-egoanku.. Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun. Aku mohon.. kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui. karena aku takut menjadi anak durhaka.Bunda akan selalu hidup dihati ayah. Desi sangat berbeda denganmu. End . tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu.