SKIZOFRENIA HEBEFRENIK

OLEH CITRA ANGGREINI SEMBIRING 070100188

DEPARTEMEN PSIKIATRI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011

SKIZOFRENIA HEBEFRENIK
Karya Tulis ini dibuat untuk melengkapi persyaratan kepaniteraan klinik dibagian Psikiatri FK USU Disusun oleh Citra Anggreini Sembiring 070100188

Nama Pembimbing dr. Hj. Elmeida Effendy, Sp. KJ

DEPARTEMEN PSIKIATRI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011
2

KATA PENGANTAR Puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang atas berkat dan rahmatNya telah memberikan kelapangan waktu serta kesehatan bagi penulis sedemikian hingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini tepat pada waktunya. Penulis mengucapkan terima kasih kepada dr. Hj. Elmeida Effendy, Sp. KJ, selaku supervisor dan pembimbing makalah ini. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada para dokter di bagian Psikiatri FK USU yang telah memberikan masukan dan saran yang membangun dalam penyusunan makalah ini. Makalah ini disusun untuk melengkapi persyaratan kepaniteraan klinik di bagian Psikiatri FK USU. Judul yang diangkat dalam makalah ini adalah Skizofrenia Hebefrenik. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan saran dan masukan yang membangun demi penempurnaan makalah ini di kemudian hari. Semoga makalah ini dapat memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. Medan, September 2011 Penulis,

Citra Anggreini Sembiring

3

...................................................... 23 2.............. Kesimpulan dan Saran 3............................4 Psikofisiologi 2........1 .....................................3 Tanda dan Gejala .................................................................. 13 ............................. 14 ...................................................... 28 4 ........................... 7 BAB II............................... Kesimpulan ...........................2 Etiologi 2.......................... 8 .............................5 Diagnosis 2.................. Pembahasan 2...................................................................... 7 1.........7 Prognosis ...................................6 Penatalaksanaan ................3 .................................................................................................. 5 1......................... 3 .....1.......................... 15 BAB III........................... Pendahuluan 1.... 3 Latar Tujuan Manfaat Belakang Penulisan Penulisan ..........2 ................................................................DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi BAB I...................................................................................................................................... 27 DAFTAR PUSTAKA ..................1 Pengertian 2................................. 9 .................................... 10 2............................................................................................

gejala. hampir 1% penduduk dunia menderita psikotik selama hidup mereka di Amerika. yang pada gilirannya menyebabkan orang jatuh sakit karena tidak mampu mengatasinya. hilangnya tilikan dan pemburukan 5 . semakin besar pula stressor psikososialnya. Autisme dan Ambivalensi. Skizofrenia lebih sering terjadi pada Negara industri terdapat lebih banyak populasi seringkali urban dan pada di kelompok darurat sosial ekonomi rendah. Mula-mula Emil Kreaplin (18-1926) menyebutkan gangguan dengan istilah dementia prekok yaitu suatu istilah yang menekankan proses kognitif yang berbeda dan onset pada masa awal.1. Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang paling sering. emmosi dan perilaku pada pasien yang mengalami gangguan ini. Para pakar kesehatan jiwa menyatakan bahwa semakin modern dan industrial suatu masyarakat. Istilah skizofrenia itu sendiri diperkenalkan oleh Eugen Bleuler (1857-1939). Bleuler mengindentifikasi symptom dasar dari skizofrenia yang dikenal dengan 4A antara lain : Asosiasi. Latar Belakang Salah satu gangguan jiwa yang merupakan permasalahan kesehatan di seluruh dunia adalah skizofrenia. untuk menggambarkan munculnya perpecahan antara pikiran. banyak tokoh psikiatri dan neurologi yang berperan.BAB I PENDAHULUAN 1. skizofrenia ditemukan gawat karena beratnya ketidakmampuan untuk merawat diri. Salah satu penyakit itu adalah gangguan jiwa skizofrenia Dalam sejarah perkembangan skizofrenia sebagai gangguan klinis. Walaupun insidennya hanya 1 per 1000 orang di Amerika Serikat. Afek.

agitasi dan penelantaran Diagnosis skizofrenia lebih banyak ditemukan dikalangan sosial ekonomi rendah. mengucap berulang-ulang dan kecenderungan untuk menarik diri secara ekstrim dari hubungan sosial (Dadang Hawari. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri Salah satu pembagian skizofrenia adalah skizofrenia hebefrenik. menunjukkan gerakan-gerakan aneh.5 75% penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun.1992). 6 . 2001:64-65). Beberapa pola interaksi keluarga dan faktor genetik diduga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya skizofrenia. yang terpecah-pecah. perilaku dan tertawa kekanakkanakan. Kedatangan diruang gawat darurat atau tempat praktek disebabkan oleh halusinasi yamg menimbulkan ketegangan yang mungkin dapat mengancam jiwa baik dirinya maupun orang lain. inkoherensi. Gangguan jiwa skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang berat dan gawat yang dapat dialami manusia sejak muda dan dapat berlanjut menjadi kronis dan lebih gawat ketika muncul pada lanjut usia (lansia) karena menyangkut perubahan pada segi fisik. psikologis dan sosial-budaya.Kes. affect datar. Skizofrenia hebefrenik disebut juga disorganized type atau “kacau balau” yang ditandai dengan inkoherensi. perilaku kacau. Skizofrenia pada lansia angka prevalensinya sekitar 1% dari kelompok lanjut usia (lansia) (Dep. Usia remaja dan dewasa muda memang beresiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stressor.sosial yang bertahap. dan perilaku aneh seperti menyeringai sendiri.

Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini diantaranya adalah untuk memberikan gambaran ringkas mengenai Skizofrenia Hebefrenik terutama dalam hal gejala klinis.3. Selain itu.1. makalah ini juga akan dijadikan untuk melengkapi persyaratan kepaniteraan klinik di bagian Psikiatri FK USU. 7 . 1. diagnosis serta penanganan yang tepat pada pasien dan keluarga pasien.2. Manfaat Penulisan Makalah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan penulis serta pembaca mengenai Skizofrenia Hebefrenik.

Umunya gangguan ini muncul pada usia yang sangat muda. Pengertian Skizofrenia ditandai dengan adalah satu istilah untuk beberapa gangguan yang kekacauan kepribadian. 1983) Gangguan skizoprenia ini terdapat pada semua kebudayaan dan mengganggu di sepanjang sejarah. perasaan dikendalikan olehn kekuatan dari luar dirinya. dan memuncak pada usia antara 25-35 tahun. 1992). 8 . gangguan persepsu (PPDGJ.BAB II PEMBAHASAN 2.1. distorsi terhadap realitas. ketidakmampuan untuk berfungsi dalam kehidupan sehari-hari (Atkinson dkk. waham/delusi. bahkan pada kebudayaan-kebudayaan yang jauh dari tekanan modern sekalipun.

senang menyendiri. dan perilaku aneh seperti sendiri.PPDGJ. perilaku dan tertawa kekanak-kanakan. (Townsend. afek yang tidak sesuai. Skizofrenia hebefrenik disebut juga disorganized type atau “kacau balau” yang ditandai dengan inkoherensi. 1998:143). 1992) Salah satu pembagian skizofrenia adalah skizofrenia hebefrenik. 2001:64-65). menunjukkan gerakan-gerakan aneh. alih bahasa Helena. serta umumnya maneurisme (Depkes RI. menyeringai yang terpecah-pecah. meringis dan menarik diri secara ekstrim”. dan prilaku menunjukkan hampa prilaku dan hampa perasaan.Gangguan yang muncul dapat terjadi secara lambat atau dating secara tibatiba pada penderita yang cenderung suka menyendiri yang mengalami stress (Atkinson dkk.ada kecenderungan untuk selalu menyendiri. Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk skizofrenia dengan perubahan afektif yang tampak jelas dan secara umum juga dijumpai waham dan halusinasi yang bersifat mengambang serta terputus-putus (fragmentary). lain : “Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk Skizofrenia yang ditandai dengan perilaku klien regresi dan primitif. mengucap berulang-ulang dan kecenderungan untuk menarik diri secara ekstrim dari hubungan sosial (Dadang Hawari. Beberapa antara pendapat yang menyebutkan tentang pengertian Skizofrenia.III 2001: 48) 9 . perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diramalkan. ( Rusdi Maslim.dan ungkapan kata yang di ulang – ulang.Dr. 1993:111-112). proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu serta adanya penurunan perawatan diri pada individu. affect datar. tertawa-tawa aneh. Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk skizofrenia dengan perubahan prilaku yang tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan. wajah dungu.

Virus skizofrenia. sementara jika dizigot peluangnya sebesar 15%. Diduga letak gen skizofrenia ada dikromosom no. terlalu melindungi. Anak kembar identik memiliki kemungkinan mengalami skizofrenia sebesar 50% jika salah satunya mengalami skizofrenia. Faktor seperti pada harga Faktor diri rendah Predisposisi antara lain : Beberapa faktor predisposisi yang berkontribusi pada munculnya respon neurobiologi a. Genetis Telah diketahui bahwa secara genetis skizofrenia diturunkan melalui kromosom-kromosom tertentu. predispossisi e. Ditemukan juga pada klien skizofrenia terjadi penurunan volume dan fungsi otak yang abnormal. 4. Tetapi kromosom yang ke berapa menjadi faktor penentu gangguan ini sampai sekarang masih dalam tahap penelitian. 6 dengan kontribusi genetik tambahan no. serotonine. Faktor Neurologis Ditemukan bahwa korteks prefrotal dan korteks limbik pada klien skizofrenia tidak pernah berkembang penuh.2. sementara bila kedua orang tuanya skizofreia maka peluangnya menjadi 35%. 8. c. Seorang anak yang salah satu orang tuanya mengalami skizofrenia. Neurotransmiter yang ditemukan tidak normal khususnya dopamine. Psikologis Paparan virus influenza pada trimester 3 kehamilan dapat menjadi factor Beberapa kondisi psikologis yang menjadi faktor predisposisi skizofrenia antara lain anak yang diperlakukan oleh ibu pencemas. 10 . diduga juga neurotransmiter Studi disebkan dopamine Teori oleh adanya yang Neurotransmiter ketidakseimbangan berlebihan. Dibawah ini beberapa etiologi yang sering ditemukan: 1. Skizofrenia d. 15 dan 22.2 Etiologi Etiologi Skizofreni Hebefrenik pada umumnya sama seperti etiologi skizofrenia lainnya. b. dan glutamat.

11 . Tanda dan Gejala Perjalanan penyakit Skizofrenia dapat dibagi menjadi 3 fase yaitu fase prodromal. Pada fase aktif gejala positif / psikotik menjadi jelas seperti tingkah laku katatonik. factor pencetus informasi respon di neurobiologis dan di Prespitasi meliputi frontal saraf : otak. kewaspadaan dan eksekutif (atensi. sementara ayah yang mengambil jarak dengan anaknya.3. waham. halusinasi disertai gangguan afek. fase aktif dan fase residual. Berlebihannya proses inflamasi pada sistem saraf yang menerima dan thalamus listrik Mekanisme penghantaran terganggu. Hampir semua individu datang berobat pada fase ini. fungsi sosial. 2.dingin dan tidak berperasaan. mereka akan mengatakan “orang ini tidak seperti yang dulu”. Gejala-gejala pemicu seperti kondisi kesehatan. Gejala tersebut meliputi : hendaya fungsi pekerjaan. c. bila tidak mendapat pengobatan gejala gejala tersebut dapat hilang spontan suatu saat mengalami eksaserbasi atau terus bertahan. sikap dan perilaku. Disamping gejala gejala yang terjadi pada ketiga fase diatas. Semakin lama fase prodromal semakin buruk prognosisnya. fungsi penggunaan waktu luang dan fungsi perawatan diri. konsentrasi. 2. Fase aktif akan diikuti oleh fase residual dimana gejala gejalanya sama dengan fase prodromal tetapi gejala positif / psikotiknya sudah berkurang. Pada fase prodromal biasanya timbul gejala gejala non spesifik yang lamanya bisa minggu. Faktor-faktor memproses b. hubungan sosial). lingkungan. bulan ataupun lebih dari satu tahun sebelum onset psikotik menjadi jelas. a. mengurutkan peristiwa. penderita skizofrenia juga mengalami gangguan kognitif berupa gangguan berbicara spontan. inkoherensi. Perubahan perubahan ini akan mengganggu individu serta membuat resah keluarga dan teman.

kehilangan kebebasan hidup. berkelakar. rendahnya kemampuan sosialisasi. kehilangan kendali diri(demoralisasi). sebagai suatu kesatuan.Pada Skizofrenia Hebefrenik kita dapat melihat tanda dan gejala yang khas. perilaku agresif. infeksi. antara lain. kesukaran berhubungan dengan orang lain. 4. menunjukkan gerakanapa maksudnya. tidak dapat dimengerti Alam perasaan yang datar tanpa ekspresi serta tidak serasi atau Perilaku dan tertawa kekenak-kanakan. kurangnya latihan dan hambatan untuk menjangkau layanan kesehatan. Gejala-gejala pencetus respon biologis : • Kesehatan : nutrisi kurang. rasa puas diri atau senyum yang hanya dihayati sendiri. stigmasisasi. perubahan kebiasaan hidup. misalnya menyeringai sendiri. • Sikap/perilaku : merasa tidak mampu. 5. 3. pola aktivitas sehari-hari. kelelahan. 12 . obat-obatan sistem saraf pusat. senyum yang menunjukkan Waham yang tidak jelas dan tidak sistematik tidak terorganisasi Halusinasi yang terpecah-pecah yang isi temanya tidak terorganisasi Gangguan proses berfikir Perilaku aneh. bertindak tidak seperti orang lain dari segi usia maupun kebudayaan. masalah rumah tangga. 7. Inkoherensi yaitu jalan pikiran yang kacau. 6. kurangnya dukungan sosial. tekanan kerja. kemiskinan. ketolol-tololan. merasa malang. isolasi sosial. • Lingkungan : lingkungan yang memusuhi. pengucapan kalimat yang diulang-ulang dan cenderung untuk menarik diri secara ekstrim dari hubungan sosial (Dadang Hawari. putus asa. 1. kurang tidur. merasa gagal. 2001 :640). gerakan aneh. kurangnya alat transportasi dan ketidakmampuan mendapatkan pekerjaan. merasa punya kekuatan berlebihan dengan gejala tersebut. 2. ketidakseimbangan irama sirkadian. sebagai satu kesatuan.

Beberapa tanda dang gejala yang paling sering ditemukan pada pasien-pasien Skizofrenia Hebefrenik adalah.  Waham. Tahapan halusinasi dan delusi yang biasa menyertai gangguan jiwa. a.  Siar pikiran.4. gangguan persepsi ini membuat pasien skizofrenia dapat melihat sesuatu atau mendengar suara yang tidak ada sumbernya. ketidakadekuatan pengobatan dan ketidakadekuatan penanganan gejala. Psikofisiologi 1. Terkadang pasien dapat mengatakan bahwa dirinya dapat berbincang-bincang dengan penyiar televisi maupun radio. senang dan Tahap terhindar dari ancaman. perasaan berdosa. Beberapa pasien juga mengatakan pikirannya dimasuki oleh pikiran atau kekuatan lain atau ditarik/diambil oleh kekuatan lain. Condeming Timbul kecemasan moderat. ( with Tahap drawl ). cemas biasanya makin meninggi selanjutnya klien merasa mendengarkan sesuatu.perilaku kekerasan. Controling 13 . namun dipertahankan oleh pasien dan tidak dapat ditangguhkan. 2. Tahap Comforting Timbul kecemasan ringan disertai gejala kesepian. Halusinasi yang sering terdapat pada pasien adalah halusinasi auditorik (pendengaran). Terkadang juga terdapat halusinasi penglihatan dan halusinasi perabaan. klien merasa takut apabila orang lain ikut mendengarkan apa-apa yang ia rasakan sehingga timbul perilaku menarik diri c.  Halusinasi. klien biasanya mengkompensasikan stresornya dengan koping imajinasi sehingga merasa b. yaitu pasien merasa bahwa pikirannya dapat disiarkan melalui alat-alat bantu elektronik atau merasa pikirannya dapat dibaca oleh orang lain. yaitu suatu keyakinan yang salah yang tidak sesuai dengan latar belakang sosial budaya serta pendidikan pasien.

2.5. kesepian Tahap atau sedih.Timbul kecemasan berat. kebesaran. 2. Isi waham dan waktu timbulnya sering dihubungkan dengan situasi kehidupan individu. sehingga menyebabkan klien susah berhubungan dengan orang lain. Waham Kelompok ini ditandai secara khas oleh berkembangnya waham yg umumnya menetap dan kadang-kadang bertahan seumur hidup. Onset biasanya pada usia pertengahan. afek dan pembicaraan dan perilaku orang tersebut adalah normal. tubuhnya dibentuk secara abnormal. namun tidak harus demikian untuk menentukan diagnosis. Diagnosis hebefrenia untuk pertama kali hanya ditegakkan pada usia remaja atau dewasa muda (onset biasanya mulai 15-25 tahun). Diagnosis Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia . Untuk diagnosis hebefrenia yang menyakinkan umumnya diperlukan pengamatan kontinu selama 2 atau 3 bulan lamanya. hanya depresi bisa terjadi secara intermitten. Waham dapat berupa waham kejaran. hipokondrik. cemburu.Waham ini minimal telah menetap selama 3 bulan. klien berusaha memerangi suara yang timbul tetapi suara tersebut terus menerus mengikuti. Terlepas dari perbuatan dan sikapnya yang berhubungan dengan wahamnya. misalnya waham kejaran pada kelompok minoritas. Kepribadian premorbid menunjukkan ciri khas : pemalu dan senang menyendiri (solitary). suara atau ide yang datang mengancam apabila tidak diikuti perilaku klien dapat bersifat merusak atau dapat timbul perilaku suicide. Apabila suara tersebut hilang klien merasa sangat d. Tidak dijumpai Gangguan lain.merasa dirinya bau dan homoseks. untuk 14 . Conquering Klien merasa panik. tetapi kadang-kadang yg berkaitan dgn bentuk tubuh yang salah dijumpai pada usia muda.

Afek pasien dangkal (shallow) dan tidak wajar (inappropriate). 2. filsafat dan tema abstrak lainnya. Proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu (rambling) serta inkoheren. dan perilaku menunjukkan hampa tujuan dan hampa perasaan. Antipsikotik bekerja mengontrol halusinasi. tinggi hati (lofty manner). makin mempersukar orang memahami jalan pikiran pasien. Halusinasi dan waham mungkin ada tetapi biasanya tidak menonjol (fleeting and fragmentary delusions and hallucinations). delusi dan perubahan pola fikir yang terjadi pada Skizofrenia. dan ungkapan kata yang diulang-ulang (reiterated phrases). Adanya suatu preokupasi yang dangkal dan bersifat dibuat-buat terhadap agama. Gangguan afektif dan dorongan kehendak. ada kecenderungan untuk selalu menyendiri (solitary). keluhan hipokondrial. senyum sendirir (self-absorbed smiling). atau oleh sikap. Terdapat 3 kategori obat 15 . yaitu perilaku tanpa tujuan (aimless) dan tanpa maksud (empty of purpose). serta mannerisme.memastikan bahwa gambaran yang khas berikut ini memang benar bertahan : Perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan. sering disertai oleh cekikikan (giggling) atau perasaan puas diri (self-satisfied). tertawa menyeringai (grimaces). Dorongan kehendak (drive) dan yang bertujuan (determination) hilang serta sasaran ditinggalkan. mengibuli secara bersenda gurau (pranks). serta gangguan proses pikir umumnya menonjol. mannerisme. Pasien mungkin dapat mencoba beberapa jenis antipsikotik sebelum mendapatkan obat atau kombinasi obat antipsikotik yang benar-benar cocok bagi pasien. Penatalaksanaan  Terapi Somatik (Medikamentosa) ----Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati Skizofrenia disebut antipsikotik. sehingga perilaku penderita memperlihatkan ciri khas. Antipsikotik pertama diperkenalkan 50 tahun yang lalu dan merupakan terapi obat-obatan pertama yang efektif untuk mengobati Skizofrenia.6. Menurut DSM-IV skizofrenia disebut sebagai skizofrenia tipe terdisorganisasi.

Prolixin (fluphenazine) ----Akibat berbagai efek samping yang dapat ditimbulkan oleh antipsikotik konvensional. Thorazine ( chlorpromazine) 7. Mellaril (thioridazine) 3.Walaupun sangat efektif. Antipsikotik Konvensional ----Obat antipsikotik yang paling lama penggunannya disebut antipsikotik konvensional. Contoh obat antipsikotik konvensional antara lain : 1. b.antipsikotik yang dikenal saat ini. Dengan depot formulation. a. Haldol (haloperidol) 5. Trilafon (perphenazine) Risperdal (risperidone) Seroquel (quetiapine) 16 . antipsikotik konvensional sering menimbulkan efek samping yang serius. yaitu : antipsikotik konvensional. banyak ahli lebih merekomendasikan penggunaan newer atypical antipsycotic. Pertama. antara lain : • • 6. serta sedikit menimbulkan efek samping bila dibandingkan dengan antipsikotik konvensional. pada pasien yang sudah mengalami perbaikan (kemajuan) yang pesat menggunakan antipsikotik konvensional tanpa efek samping yang berarti. Newer Atypcal Antipsycotic ----Obat-obat yang tergolong kelompok ini disebut atipikal karena prinsip kerjanya berbeda. obat dapat disimpan terlebih dahulu di dalam tubuh lalu dilepaskan secara perlahan-lahan. Sistem depot formulation ini tidak dapat digunakan pada newer atypic antipsycotic. newer atypical antipsycotics. Kedua. dan Clozaril (Clozapine). Biasanya para ahli merekomendasikan untuk meneruskan pemakaian antipskotik konvensional. Stelazine ( trifluoperazine) 2. ----Ada 2 pengecualian (harus dengan antipsikotok konvensional). Navane (thiothixene) 4. bila pasien mengalami kesulitan minum pil secara reguler. Prolixin dan Haldol dapat diberikan dalam jangka waktu yang lama (long acting) dengan interval 2-4 minggu (disebut juga depot formulations). Beberapa contoh newer atypical antipsycotic yang tersedia.

• Apabila dalam riwayat penggunaan obat anti psikosis sebelumnya jenis obat antipsikosis tertentu yang sudah terbukti efektif dan ditolerir dengan baik efek sampingnya. perbedaan terutama pada efek samping sekunder. Clozaril memiliki efek samping yang jarang tapi sangat serius dimana pada kasus-kasus yang jarang (1%). Para ahli merekomendaskan penggunaan Clozaril bila paling sedikit 2 dari obat antipsikotik yang lebih aman tidak berhasil. Cara penggunaan • Pada dasarnya semua obat anti psikosis mempunyai efek primer (efek klinis) yang sama pada dosis ekivalen. Clozaril dapat membantu ± 25-50% pasien yang tidak merespon (berhasil) dengan antipsikotik konvensional. pasien yang mendapat Clozaril harus memeriksakan kadar sel darah putihnya secara reguler. • Pemilihan jenis obat anti psikosis mempertimbangkan gejala psikosis yang dominan dan efek samping obat. dengan dosis ekivalennya dimana profil efek samping belum tentu sama. dapat dipilih kembali untuk pemakaian sekarang • o Dalam pengaturan dosis perlu mempertimbangkan: Onset efek primer (efek klinis) : sekitar 2-4 minggu 17 . c. Sangat disayangkan. dapat diganti dengan obat psikosis lain (sebaiknya dari golongan yang tidak sama). merupakan antipsikotik atipikal yang pertama.• Zyprexa (olanzopine) Para ahli banyak merekomendasikan obat-obat ini untuk menangani pasienpasien dengan Skizofrenia. Pergantian obat disesuaikan dengan dosis ekivalen. • Apabila obat anti psikosis tertentu tidak memberikan respon klinis dalam dosis yang sudah optimal setelah jangka waktu yang memadai. Clozaril ----Clozaril mulai diperkenalkan tahun 1990. Ini artinya. Clozaril dapat menurunkan jumlah sel darah putih yang berguna untuk melawan infeksi.

Keadaan ini akan mereda dengan pemberian anticholinergic agent (injeksi sulfas atrofin 0. Dosis dimulai dengan 0.25 mg IM dan tablet trihexypenidil 3x2 mg/hari) • Obat anti pikosis long acting (perenteral) sangat berguna untuk pasien yang tidak mau atau sulit teratur makan obat ataupun yang tidak efektif terhadap medikasi oral. • setelah dosis terakhir yang masih mempunyai efek klinis. diare. sehingga potensi ketergantungan obat kecil sekali. gemetar dan lain-lain.5 cc setiap 2 minggu pada bulan 18 . mual muntah.2bulan. Untuk psikosis reaktif singkat penurunan obat secara bertahap setelah hilangnya gejala dalam kurun waktu 2 minggu . • Obat antipsikosis tidak menimbulkan gejala lepas obat yang hebat walaupun diberikan dalam jangka waktu yang lama. • Pada penghentian yang mendadak dapat timbul gejala Cholinergic rebound yaitu: gangguan lambung. dosis malam lebih besar) sehingga tidak begitu mengganggu kualitas hidup pasien • Mulai dosis awal dengan dosis anjuran dinaikkan setiap 2-3 hari sampai mencapai dosis efektif (mulai peredaan sindroma psikosis) dievaluasi setiap 2 minggu dan bila perlu dinaikkan dosis optimal dipertahankan sekitar 8-12 minggu (stabilisasi) diturunkan setiap 2 minggu dosis maintanance dipertahankan 6 bulan sampai 2 tahun (diselingi drug holiday 1-2 hari/minggu) tapering off (dosis diturunkan tiap 2-4 minggu) stop • Untuk pasien dengan serangan sindroma psikosis multi episode terapi Efek obat psikosis secara relatif berlangsung lama.o o o Onset efek sekunder (efek samping) : sekitar 2-6 jam Waktu paruh 12-24 jam (pemberian 1-2 kali perhari) Dosis pagi dan malam dapat berbeda untuk mengurangi dampak efek samping (dosis pagi kecil. • bulan sampai 1 tahun setelah semua gejala psikosis mereda sama sekali. sampai beberapa hari Pada umumnya pemberian obat psikosis sebaiknya dipertahankan selama 3 pemeliharaan dapat diberikan palong sedikit selama 5 tahun. pusing.

atau mengganti dengan obat lain yang efek sampingnya lebih rendah. para ahli biasanya akan mencoba memberikan obat selama 6 minggu (2 kali lebih lama pada Clozaril) Pemilihan Obat untuk keadaan relaps (kambuh) ----Biasanya timbul bila penderita berhenti minum obat.pertama baru ditingkatkan menjadi 1 cc setap bulan. dokter dapat menurunkan dosis menambah obat untuk efek sampingnya. diberikan tiap 2. ----Biasanya obat antipsikotik membutuhkan waktu beberapa saat untuk mulai bekerja. Sebelum diputuskan pemberian salah satu obat gagal dan diganti dengan obat lain. dokter dapat mengganti obat oral dengan injeksi yang bersifat long acting. misalnya antipsikotik konvensonal dapat diganti dengan newer atipycal antipsycotic atau newer atipycal antipsycotic 19 . untuk itu. Hal ini merupakan alasan yang tepat untuk menggantinya dengan obat obatan yang lain. Terkadang penderita berhenti minum obat karena efek samping yang ditimbulkan oleh obat tersebut.4 minggu. • Penggunaan CPZ (Chlorpromazine) injeksi sering menimbulkan hipotensi ortostatik pada waktu peubahan posisi tubuh (efek alpha adrenergik blokade). ----Terkadang pasien dapat kambuh walaupun sudah mengkonsumsi obat sesuai anjuran. Pambarian anti psikosis long acting hanya untuk terapi stabilisasi danpemeliharaan terhadap kasus skizofrenia. Pemberian obat dengan injeksi lebih simpel dalam penerapannya. Tindakan mengatasinya dengan injeksi noradrenalin (effortil IM) ---Pemilihan Obat untuk Episode (Serangan) Pertama ----Newer atypical antipsycoic merupakan terapi pilihan untuk penderita Skizofrenia episode pertama karena efek samping yang ditimbulkan minimal dan resiko untuk terkena tardive dyskinesia lebih rendah. ----Apabila penderita berhenti minum obat karena alasan lain. Apabila hal ini terjadi. sangat penting untuk mengetahui alasan mengapa penderita berhenti minum obat.

sehingga agar tidak kaku penderita harus bergerak (berjalan) setiap waktu. Dalam hal ini pergerakan menjadi lebih lambat dan kaku. Apabila penderita yang menggunakan antipsikotik konvensional mengalami tardive dyskinesia. Kadang-kadang dokter dapat memberikan obat antikolinergik (biasanya benztropine) bersamaan dengan obat antipsikotik untuk mencegah atau mengobati efek samping ini. sangat penting untuk menghindari dan mengatur efek samping yang timbul. Perlu diingat. 20 . Pengobatan Selama fase Penyembuhan ----Sangat penting bagi pasien untuk tetap mendapat pengobatan walaupun setelah sembuh. dan facial grimace. Kemungkinan terjadinya efek samping ini dapat dikurangi dengan menggunakan dosis efektif terendah dari obat antipsikotik. dan akhirnya mereka tidak dapat beristirahat. Efek samping lain yang dapat timbul adalah tremor pada tangan dan kaki. Efek Samping Obat-obat Antipsikotik ----Karena penderita Skizofrenia memakan obat dalam jangka waktu yang lama. bahwa penghentian pengobatan merupakan penyebab tersering kekambuhan dan makin beratnya penyakit. atau balum sembuh total pada episode pertama membutuhkan pengobatan yang lebih lama. Clozapine dapat menjadi cadangan yang dapat bekerja bila terapi dengan obat-obatan diatas gagal. Penelitian terbaru menunjukkan 4 dari 5 pasien yang berhenti minum obat setelah episode petama Skizofrenia dapat kambuh. Pasien yang menderita Skizofrenia lebih dari satu episode. ----Efek samping lain yang dapat timbul adalah tardive dyskinesia dimana terjadi pergerakan mulut yang tidak dapat dikontrol. protruding tongue. Para ahli merekomendasikan pasien-pasien Skizofrenia episode pertama tetap mendapat obat antipskotik selama 12-24 bulan sebelum mencoba menurunkan dosisnya.diganti dengan antipsikotik atipikal lainnya. Mungkin masalah terbesar dan tersering bagi penderita yang menggunakan antipsikotik konvensional gangguan (kekakuan) pergerakan otot-otot yang disebut juga Efek samping Ekstra Piramidal (EEP). dokter biasanya akan mengganti antipsikotik konvensional dengan antipsikotik atipikal.

Perilaku adaptif adalah didorong dengan pujian atau hadiah yang dapat ditebus untuk hal-hal yang diharapkan.----Obat-obat untuk Skizofrenia juga dapat menyebabkan gangguan fungsi seksual. dan komunikasi interpersonal. Dengan demikian. anggota keluarga. Seringkali.  Terapi Psikososial a. dimana pasien skizofrenia kembali seringkali mendapatkan manfaat dari terapi keluarga yang singkat namun intensif (setiap hari). dan postur tubuh aneh dapat diturunkan. seperti hak istimewa dan pas jalan di rumah sakit. didalam cara yang jelas mendorong sanak saudaranya yang terkena skizofrenia untuk melakukan 21 . Hal ini sering terjadi pada penderita yang menggunakan antipsikotik atipikal. ----Efek samping lain yang jarang terjadi adalah neuroleptic malignant syndrome. ----Peningkatan berat badan juga sering terjadi pada penderita Sikzofrenia yang memakan obat. khususnya lama dan kecepatannya. kemampuan memenuhi diri sendiri. Setelah periode pemulangan segera. Diet dan olah raga dapat membantu mengatasi masalah ini. Terapi perilaku ----Teknik perilaku menggunakan hadiah ekonomi dan latihan ketrampilan sosial untuk meningkatkan kemampuan sosial. Gejala-gejala ini membutuhkan penanganan yang segera. Terapi berorintasi-keluarga ----Terapi ini sangat berguna karena pasien skizofrenia seringkali dipulangkan dalam keadaan remisi parsial. dimana timbul derajat kaku dan termor yang sangat berat yang juga dapat menimbulkan komplikasi berupa demam. topik penting yang dibahas didalam terapi keluarga adalah proses pemulihan. sehingga banyak penderita yang menghentikan sendiri pemakaian obat-obatan tersebut. b. penyakit-penyakit lain. frekuensi perilaku maladaptif atau menyimpang seperti berbicara lantang. latihan praktis. Untuk mengatasinya biasanya dokter akan menggunakan dosis efektif terendah atau mengganti dengan newer atypical antipsycotic yang efek sampingnya lebih sedikit. berbicara sendirian di masyarakat.

ketulusan hati. Suatu konsep penting di dalam psikoterapi bagi pasien skizofrenia adalah perkembangan suatu hubungan terapetik yang dialami pasien. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa terapi keluarga adalah efektif dalam menurunkan relaps. jarak emosional antara ahli terapi dan pasien. penurunan angka relaps adalah dramatik. Psikoterapi individual ----Penelitian yang paling baik tentang efek psikoterapi individual dalam pengobatan skizofrenia telah memberikan data bahwa terapi akan membantu dan menambah efek terapi farmakologis. perintah sederhana. bukannya dalam cara interpretatif. bermusuhan. d. Pengalaman tersebut dipengaruhi oleh dapat dipercayanya ahli terapi. atau teregresi jika seseorang mendekati. dan hubungan dalam kehidupan nyata. cemas. dan keikhlasan ahli terapi seperti yang diinterpretasikan oleh pasien. Pengamatan yang cermat dari jauh dan rahasia. c. tampaknya paling membantu bagi pasien skizofrenia. dan kepekaan terhadap kaidah sosial adalah lebih disukai daripada 22 . masalah. meningkatkan rasa persatuan. Terapi kelompok efektif dalam menurunkan isolasi sosial. Kelompok yang memimpin dengan cara suportif. Didalam penelitian terkontrol. atau suportif. ----Hubungan antara dokter dan pasien adalah berbeda dari yang ditemukan di dalam pengobatan pasien non-psikotik. dan meningkatkan tes realitas bagi pasien skizofrenia. Terapi kelompok ----Terapi kelompok bagi skizofrenia biasanya memusatkan pada rencana.10 % dengan terapi keluarga. pasien skizofrenia seringkali kesepian dan menolak terhadap keakraban dan kepercayaan dan kemungkinan sikap curiga. terorientasi secara psikodinamika atau tilikan. Menegakkan hubungan seringkali sulit dilakukan. kesabaran.aktivitas teratur terlalu cepat. Kelompok mungkin terorientasi secara perilaku.-Ahli terapi harus membantu keluarga dan pasien mengerti skizofrenia tanpa menjadi terlalu mengecilkan hati. Angka relaps tahunan tanpa terapi keluarga sebesar 25-50 % dan 5 . Rencana yang terlalu optimistik tersebut berasal dari ketidaktahuan tentang sifat skizofrenia dan dari penyangkalan tentang keparahan penyakitnya.

keamanan pasien karena gagasan bunuh diri atau membunuh.7. Lamanya perawatan rumah sakit tergantung dari keparahan penyakit pasien dan tersedianya fasilitas pengobatan rawat jalan. Sekitar 25% tidak akan pernah pulih dan perjalanan penyakitnya 23 . dan hubungan sosial.informalitas adalah yang prematur dan penggunaan nama pertama yang merendahkan diri. perawatan diri. prognosisnya pada umumnya kurang begitu menggembirakan.  Perawatan di Rumah Sakit (Hospitalization) ----Indikasi utama perawatan rumah sakit adalah untuk tujuan diagnostik. ----Tujuan utama perawatan dirumah sakit yang harus ditegakkan adalah ikatan efektif antara pasien dan sistem pendukung masyarakat. Prognosis Prognosis untuk skizofrenia hebefrenik sama dengan skizofrenia tipe lainnya. Kehangatan atau profesi persahabatan yang berlebihan tidak tepat dan kemungkinan dirasakan sebagai usaha untuk suapan. pekerjaan. Sekitar 25% pasien dapat kembali pulih dari episode awal dan fungsinya dapat kembali pada tingkat prodromal (sebelum munculnya gangguan tersebut). Rencana pengobatan di rumah sakit harus memiliki orientasi praktis ke arah masalah kehidupan. manipulasi. Perawatan di rumah sakit harus diarahkan untuk mengikat pasien dengan fasilitas perawatan termasuk keluarga pasien. 2. Dokter harus juga mengajarkan pasien dan pengasuh serta keluarga pasien tentang skizofrenia. Rehabilitasi dan penyesuaian yang dilakukan pada perawatan rumah sakit harus direncanakan. Pusat perawatan dan kunjungan keluarga pasien kadang membantu pasien dalam memperbaiki kualitas hidup. prilaku yang sangat kacau termasuk ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar. menstabilkan medikasi. ----Perawatan di rumah sakit menurunkan stres pada pasien dan membantu mereka menyusun aktivitas harian mereka. atau eksploitasi. kualitas hidup.

terutama dari keluarganya. 24 . Sekitar 50% berada diantaranya. karena tekanan dari luar diri individu dapat diminimalisir atau dihilangkan. 4.Pengobatan Obat memiliki dua kekurangan utama. Pertama hanya sebagian kecil pasien (kemungkinan 25%) cukup tertolong untuk mendapatkan kembali jumlah fungsi mental yang cukup normal.Reaksi Pengobatan Dalam proses penyembuhan skizofrenia. Namun pasien skkizofrenia perlu di beri obat Risperidone serta Clozapine. Begitu pula sebaliknya apabila stressor datangnya dari luar individu dan bertubi-tubi atau tidak dapat diminimalisir maka prosgnosisnya adalah negatif atau akan bertambah parah.cenderung memburuk. ditandai dengan kekambuhan periodik dan ketidakmampuan berfungsi dengan efektif kecuali untuk waktu yang singkat. 6.Stressor Psikososial Apabila stressor dari skizofrenia ini berasal dari luar. 2.Keluarga Pasien membutuhkan perhatian dari masyarakat. jangan membeda-bedakan antara orang yang mengalami Skizofrenia dengan orang yang normal. maka akan mempunayi dampak yang positif. Faktor-faktor yang mempengaruhi prognosis skizofrenia 1. karena orang yang mengalami gangguan Skizofrenia mudah tersinggung.Kekambuhan penderita skizofrenia yang sering kambuh prognosisnya lebih buruk. Kedua antagonis reseptor dopamine disertai dengan efek merugikan yang mengganggu dan serius. 3.Inteligensi Pada umumnya pasien Skizofrenia yang mempunyai Inteligensi yang tinggi akan lebih mudah sembuh dibandingkan dengan orang yang inteligensinya rendah. orang yang bereaksi terhadap obat lebih bagus perkembangan kesembuhan daripada orang yang tidak bereaksi terhadap pemberian obat. 5.

10. Hal inilah yang menunjukkan prognosisnya baik nantinya. 9.7. 11.Proporsi Orang yang mempunyai bentuk tubuh normal (proporsional) mempunyai prognosis yang lebih baik dari pada penderita yang bentuk tubuhnya tidak proporsional.Kesadaran Kesadaran orang yang mengalami gangguan skizofrenia adalah jernih.Onset Jenis onset yang mengarah ke prognosis yang baik berupa onset yang lambat dan akut. 25 .Gangguan Kepribadian Prognosis untuk orang yang mempunyai gangguan kepribadian akan sulit disembuhkan.Perjalanan penyakit Pada penderita skizofrenia yang masih dalam fase prodromal prognosisnya lebih baik dari pada orang yang sudah pada fase aktif dan fase residual. 8. sedangkan onset yang tidak jelas memiliki prognosis yang lebih baik. Besar kecilnya pengalaman akan memiliki peran yang sangat besar terhadap kesembuhan.

bercerai atau janda/ duda •Sistem pendukung yang buruk •Gejala negatif •Tanda dan gejala neurologist •Riwayat trauma perinatal •Tidak ada remisi dalam 3 tahun •Banyak relaps •Riwayat penyerangan gangguan depresif) 26 . dan Prognosis Buruk •Onset muda •Tidak ada factor pencetus •Onset tidak jelas •Riwayat social dan pekerjaan premorbid yang buruk •Prilaku menarik diri atau autistic •Tidak menikah.Prognosis Baik •Onset lambat •Faktor pencetus yang jelas •Onset akut •Riwayat seksual pekerjaan premorbid baik •Gejala mood •Menikah •Riwayat •Sistem keluarga pendukung gangguan mood yang baik •Gejala positif gangguan (terutama yang sosial.

(Townsend. Kesimpulan Salah satu pembagian skizofrenia adalah skizofrenia hebefrenik. wajah dungu. tertawa-tawa aneh.BAB III KESIMPULAN 3. Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk skizofrenia dengan perubahan afektif yang tampak jelas dan secara umum juga dijumpai waham 27 . afek yang tidak sesuai. 1998:143). Beberapa pendapat yang menyebutkan tentang pengertian Skizofrenia. meringis dan menarik diri secara ekstrim”.1. antara lain : “Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk Skizofrenia yang ditandai dengan perilaku klien regresi dan primitif. alih bahasa Helena.

afek yang tidak sesuai. Skizofrenia hebefrenik disebut juga disorganized type atau “kacau balau” yang ditandai dengan inkoherensi. Gangguan jiwa skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang berat dan gawat yang dapat dialami manusia sejak muda dan dapat berlanjut menjadi kronis dan lebih gawat ketika muncul pada lanjut usia (lansia) karena menyangkut perubahan pada segi fisik. penulis dapat menyimpulkan bahwa Skizofrenia hebefrenik atau Skizofrenia disorganized adalah suatu gangguan yang yang ditandai dengan regresi dan primitif. serta menarik diri secara ekstrim dari hubungan sosial.PPDGJ.dan ungkapan kata yang di ulang – ulang. senang menyendiri. ( Rusdi Maslim.Dr. dan perilaku aneh seperti menyeringai sendiri. perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diramalkan. psikologis dan sosial-budaya. 28 .ada kecenderungan untuk selalu menyendiri. menunjukkan gerakan-gerakan aneh.1992). Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk skizofrenia dengan perubahan prilaku yang tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan. 2001:64-65).Kes. Skizofrenia pada lansia angka prevalensinya sekitar 1% dari kelompok lanjut usia (lansia) (Dep. perilaku dan tertawa kekanakkanakan.dan halusinasi yang bersifat mengambang serta terputus-putus (fragmentary). 1993:111-112). affect datar.III 2001: 48) Dari ketiga pengertian diatas. proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu serta adanya penurunan perawatan diri pada individu. serta umumnya maneurisme (Depkes RI. dan prilaku menunjukkan hampa prilaku dan hampa perasaan. yang terpecah-pecah. mengucap berulang-ulang dan kecenderungan untuk menarik diri secara ekstrim dari hubungan sosial (Dadang Hawari.

com/prosiding/skizofrenia. 4. 1997 Ringkasan dari PPDGJ III Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atmajaya.DAFTAR PUSTAKA 1. Skizofrenia. 3. 2001. vol 1. Kaplan. Rusdi dr. 2. Greb JA. Binarupa aksara.idijakbar. ed 7. Jakarta. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Psikiatri. HI. Skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya. Sadock BJ.htm November 2010 29 . Diunduh tanggal dari 16 http//www. dalam : Sinopsis Maslim.

blogspot.html 6. www.5.psikomedia. Naruto.com/article/psikologi-klinis/1006/skizofrenia diunduh tanggal 19 september 2011 30 . file:///C:/Documents%20and %20Settings/F%20A%20D%20L%20I/My%20Documents/makalahskizofrenia. Skizofrenia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful