SKIZOFRENIA HEBEFRENIK

OLEH CITRA ANGGREINI SEMBIRING 070100188

DEPARTEMEN PSIKIATRI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011

SKIZOFRENIA HEBEFRENIK
Karya Tulis ini dibuat untuk melengkapi persyaratan kepaniteraan klinik dibagian Psikiatri FK USU Disusun oleh Citra Anggreini Sembiring 070100188

Nama Pembimbing dr. Hj. Elmeida Effendy, Sp. KJ

DEPARTEMEN PSIKIATRI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011
2

KATA PENGANTAR Puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang atas berkat dan rahmatNya telah memberikan kelapangan waktu serta kesehatan bagi penulis sedemikian hingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini tepat pada waktunya. Penulis mengucapkan terima kasih kepada dr. Hj. Elmeida Effendy, Sp. KJ, selaku supervisor dan pembimbing makalah ini. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada para dokter di bagian Psikiatri FK USU yang telah memberikan masukan dan saran yang membangun dalam penyusunan makalah ini. Makalah ini disusun untuk melengkapi persyaratan kepaniteraan klinik di bagian Psikiatri FK USU. Judul yang diangkat dalam makalah ini adalah Skizofrenia Hebefrenik. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan saran dan masukan yang membangun demi penempurnaan makalah ini di kemudian hari. Semoga makalah ini dapat memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. Medan, September 2011 Penulis,

Citra Anggreini Sembiring

3

.... 23 2..................................................................................................................................................... 27 DAFTAR PUSTAKA ......7 Prognosis ............................................... 14 .1 Pengertian 2......................................... 8 .... 13 ......................................... 7 1...............................4 Psikofisiologi 2.....................1 ....................1........................................................... 15 BAB III.............................................................................5 Diagnosis 2... 7 BAB II............. Pembahasan 2..................................................................................................................... 3 Latar Tujuan Manfaat Belakang Penulisan Penulisan .................................. Kesimpulan dan Saran 3...............3 Tanda dan Gejala .............. 5 1...................................... 10 2................ 9 ...3 ..... Kesimpulan ................DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi BAB I.............. Pendahuluan 1.....................................................................................................6 Penatalaksanaan ............. 28 4 ............................................................................ 3 ..........................................................................................................2 ...........................................2 Etiologi 2......................

1. yang pada gilirannya menyebabkan orang jatuh sakit karena tidak mampu mengatasinya.BAB I PENDAHULUAN 1. untuk menggambarkan munculnya perpecahan antara pikiran. Autisme dan Ambivalensi. Istilah skizofrenia itu sendiri diperkenalkan oleh Eugen Bleuler (1857-1939). Salah satu penyakit itu adalah gangguan jiwa skizofrenia Dalam sejarah perkembangan skizofrenia sebagai gangguan klinis. skizofrenia ditemukan gawat karena beratnya ketidakmampuan untuk merawat diri. Para pakar kesehatan jiwa menyatakan bahwa semakin modern dan industrial suatu masyarakat. hampir 1% penduduk dunia menderita psikotik selama hidup mereka di Amerika. Latar Belakang Salah satu gangguan jiwa yang merupakan permasalahan kesehatan di seluruh dunia adalah skizofrenia. semakin besar pula stressor psikososialnya. Skizofrenia lebih sering terjadi pada Negara industri terdapat lebih banyak populasi seringkali urban dan pada di kelompok darurat sosial ekonomi rendah. emmosi dan perilaku pada pasien yang mengalami gangguan ini. banyak tokoh psikiatri dan neurologi yang berperan. hilangnya tilikan dan pemburukan 5 . Walaupun insidennya hanya 1 per 1000 orang di Amerika Serikat. gejala. Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang paling sering. Mula-mula Emil Kreaplin (18-1926) menyebutkan gangguan dengan istilah dementia prekok yaitu suatu istilah yang menekankan proses kognitif yang berbeda dan onset pada masa awal. Afek. Bleuler mengindentifikasi symptom dasar dari skizofrenia yang dikenal dengan 4A antara lain : Asosiasi.

Skizofrenia hebefrenik disebut juga disorganized type atau “kacau balau” yang ditandai dengan inkoherensi. 2001:64-65). psikologis dan sosial-budaya. menunjukkan gerakan-gerakan aneh. Gangguan jiwa skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang berat dan gawat yang dapat dialami manusia sejak muda dan dapat berlanjut menjadi kronis dan lebih gawat ketika muncul pada lanjut usia (lansia) karena menyangkut perubahan pada segi fisik. dan perilaku aneh seperti menyeringai sendiri. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri Salah satu pembagian skizofrenia adalah skizofrenia hebefrenik. Skizofrenia pada lansia angka prevalensinya sekitar 1% dari kelompok lanjut usia (lansia) (Dep. perilaku kacau.1992).sosial yang bertahap. Beberapa pola interaksi keluarga dan faktor genetik diduga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya skizofrenia. inkoherensi.5 75% penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun. Kedatangan diruang gawat darurat atau tempat praktek disebabkan oleh halusinasi yamg menimbulkan ketegangan yang mungkin dapat mengancam jiwa baik dirinya maupun orang lain.Kes. 6 . yang terpecah-pecah. Usia remaja dan dewasa muda memang beresiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stressor. agitasi dan penelantaran Diagnosis skizofrenia lebih banyak ditemukan dikalangan sosial ekonomi rendah. perilaku dan tertawa kekanakkanakan. mengucap berulang-ulang dan kecenderungan untuk menarik diri secara ekstrim dari hubungan sosial (Dadang Hawari. affect datar.

2. 1.1. Selain itu. makalah ini juga akan dijadikan untuk melengkapi persyaratan kepaniteraan klinik di bagian Psikiatri FK USU.3. 7 . Manfaat Penulisan Makalah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan penulis serta pembaca mengenai Skizofrenia Hebefrenik. diagnosis serta penanganan yang tepat pada pasien dan keluarga pasien. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini diantaranya adalah untuk memberikan gambaran ringkas mengenai Skizofrenia Hebefrenik terutama dalam hal gejala klinis.

1992). ketidakmampuan untuk berfungsi dalam kehidupan sehari-hari (Atkinson dkk. dan memuncak pada usia antara 25-35 tahun. 1983) Gangguan skizoprenia ini terdapat pada semua kebudayaan dan mengganggu di sepanjang sejarah. 8 . perasaan dikendalikan olehn kekuatan dari luar dirinya.BAB II PEMBAHASAN 2.1. bahkan pada kebudayaan-kebudayaan yang jauh dari tekanan modern sekalipun. waham/delusi. distorsi terhadap realitas. Pengertian Skizofrenia ditandai dengan adalah satu istilah untuk beberapa gangguan yang kekacauan kepribadian. Umunya gangguan ini muncul pada usia yang sangat muda. gangguan persepsu (PPDGJ.

1998:143).Dr.dan ungkapan kata yang di ulang – ulang. perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diramalkan. serta umumnya maneurisme (Depkes RI. wajah dungu. senang menyendiri. Skizofrenia hebefrenik disebut juga disorganized type atau “kacau balau” yang ditandai dengan inkoherensi.Gangguan yang muncul dapat terjadi secara lambat atau dating secara tibatiba pada penderita yang cenderung suka menyendiri yang mengalami stress (Atkinson dkk.PPDGJ. proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu serta adanya penurunan perawatan diri pada individu. alih bahasa Helena. 2001:64-65). 1992) Salah satu pembagian skizofrenia adalah skizofrenia hebefrenik.III 2001: 48) 9 . ( Rusdi Maslim. lain : “Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk Skizofrenia yang ditandai dengan perilaku klien regresi dan primitif. affect datar. (Townsend. tertawa-tawa aneh. perilaku dan tertawa kekanak-kanakan. mengucap berulang-ulang dan kecenderungan untuk menarik diri secara ekstrim dari hubungan sosial (Dadang Hawari. Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk skizofrenia dengan perubahan afektif yang tampak jelas dan secara umum juga dijumpai waham dan halusinasi yang bersifat mengambang serta terputus-putus (fragmentary). meringis dan menarik diri secara ekstrim”.ada kecenderungan untuk selalu menyendiri. Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk skizofrenia dengan perubahan prilaku yang tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan. dan prilaku menunjukkan hampa prilaku dan hampa perasaan. dan perilaku aneh seperti sendiri. menunjukkan gerakan-gerakan aneh. menyeringai yang terpecah-pecah. afek yang tidak sesuai. 1993:111-112). Beberapa antara pendapat yang menyebutkan tentang pengertian Skizofrenia.

Dibawah ini beberapa etiologi yang sering ditemukan: 1. 10 . 6 dengan kontribusi genetik tambahan no. sementara jika dizigot peluangnya sebesar 15%. Tetapi kromosom yang ke berapa menjadi faktor penentu gangguan ini sampai sekarang masih dalam tahap penelitian. Diduga letak gen skizofrenia ada dikromosom no. Faktor Neurologis Ditemukan bahwa korteks prefrotal dan korteks limbik pada klien skizofrenia tidak pernah berkembang penuh. Skizofrenia d. Psikologis Paparan virus influenza pada trimester 3 kehamilan dapat menjadi factor Beberapa kondisi psikologis yang menjadi faktor predisposisi skizofrenia antara lain anak yang diperlakukan oleh ibu pencemas. Faktor seperti pada harga Faktor diri rendah Predisposisi antara lain : Beberapa faktor predisposisi yang berkontribusi pada munculnya respon neurobiologi a. Neurotransmiter yang ditemukan tidak normal khususnya dopamine. Virus skizofrenia. Anak kembar identik memiliki kemungkinan mengalami skizofrenia sebesar 50% jika salah satunya mengalami skizofrenia. dan glutamat. 8. predispossisi e.2 Etiologi Etiologi Skizofreni Hebefrenik pada umumnya sama seperti etiologi skizofrenia lainnya. Seorang anak yang salah satu orang tuanya mengalami skizofrenia. Ditemukan juga pada klien skizofrenia terjadi penurunan volume dan fungsi otak yang abnormal. 15 dan 22. sementara bila kedua orang tuanya skizofreia maka peluangnya menjadi 35%. Genetis Telah diketahui bahwa secara genetis skizofrenia diturunkan melalui kromosom-kromosom tertentu. c. b. 4. diduga juga neurotransmiter Studi disebkan dopamine Teori oleh adanya yang Neurotransmiter ketidakseimbangan berlebihan. serotonine. terlalu melindungi.2.

fase aktif dan fase residual. fungsi penggunaan waktu luang dan fungsi perawatan diri. Disamping gejala gejala yang terjadi pada ketiga fase diatas. Pada fase prodromal biasanya timbul gejala gejala non spesifik yang lamanya bisa minggu. penderita skizofrenia juga mengalami gangguan kognitif berupa gangguan berbicara spontan. hubungan sosial). bila tidak mendapat pengobatan gejala gejala tersebut dapat hilang spontan suatu saat mengalami eksaserbasi atau terus bertahan. sementara ayah yang mengambil jarak dengan anaknya. c. Hampir semua individu datang berobat pada fase ini. a. Gejala tersebut meliputi : hendaya fungsi pekerjaan. mengurutkan peristiwa. fungsi sosial. halusinasi disertai gangguan afek. kewaspadaan dan eksekutif (atensi. Pada fase aktif gejala positif / psikotik menjadi jelas seperti tingkah laku katatonik. Semakin lama fase prodromal semakin buruk prognosisnya. 2.3. 11 . lingkungan. Faktor-faktor memproses b. Tanda dan Gejala Perjalanan penyakit Skizofrenia dapat dibagi menjadi 3 fase yaitu fase prodromal. waham. mereka akan mengatakan “orang ini tidak seperti yang dulu”.dingin dan tidak berperasaan. sikap dan perilaku. factor pencetus informasi respon di neurobiologis dan di Prespitasi meliputi frontal saraf : otak. Berlebihannya proses inflamasi pada sistem saraf yang menerima dan thalamus listrik Mekanisme penghantaran terganggu. Perubahan perubahan ini akan mengganggu individu serta membuat resah keluarga dan teman. 2. bulan ataupun lebih dari satu tahun sebelum onset psikotik menjadi jelas. Gejala-gejala pemicu seperti kondisi kesehatan. Fase aktif akan diikuti oleh fase residual dimana gejala gejalanya sama dengan fase prodromal tetapi gejala positif / psikotiknya sudah berkurang. konsentrasi. inkoherensi.

kemiskinan. 1. 12 . merasa gagal. 3. 2. merasa punya kekuatan berlebihan dengan gejala tersebut. tekanan kerja. kesukaran berhubungan dengan orang lain. 5. isolasi sosial. kurangnya alat transportasi dan ketidakmampuan mendapatkan pekerjaan. kurang tidur. • Lingkungan : lingkungan yang memusuhi. masalah rumah tangga. stigmasisasi. rendahnya kemampuan sosialisasi. kehilangan kebebasan hidup. 2001 :640). infeksi. tidak dapat dimengerti Alam perasaan yang datar tanpa ekspresi serta tidak serasi atau Perilaku dan tertawa kekenak-kanakan. 6. rasa puas diri atau senyum yang hanya dihayati sendiri. • Sikap/perilaku : merasa tidak mampu. Gejala-gejala pencetus respon biologis : • Kesehatan : nutrisi kurang. putus asa. misalnya menyeringai sendiri. obat-obatan sistem saraf pusat. sebagai satu kesatuan. senyum yang menunjukkan Waham yang tidak jelas dan tidak sistematik tidak terorganisasi Halusinasi yang terpecah-pecah yang isi temanya tidak terorganisasi Gangguan proses berfikir Perilaku aneh. antara lain.Pada Skizofrenia Hebefrenik kita dapat melihat tanda dan gejala yang khas. gerakan aneh. ketidakseimbangan irama sirkadian. kehilangan kendali diri(demoralisasi). merasa malang. ketolol-tololan. berkelakar. bertindak tidak seperti orang lain dari segi usia maupun kebudayaan. kelelahan. sebagai suatu kesatuan. Inkoherensi yaitu jalan pikiran yang kacau. pola aktivitas sehari-hari. kurangnya dukungan sosial. kurangnya latihan dan hambatan untuk menjangkau layanan kesehatan. 7. menunjukkan gerakanapa maksudnya. perubahan kebiasaan hidup. pengucapan kalimat yang diulang-ulang dan cenderung untuk menarik diri secara ekstrim dari hubungan sosial (Dadang Hawari. 4. perilaku agresif.

Halusinasi yang sering terdapat pada pasien adalah halusinasi auditorik (pendengaran). Controling 13 . Tahap Comforting Timbul kecemasan ringan disertai gejala kesepian. namun dipertahankan oleh pasien dan tidak dapat ditangguhkan. Terkadang pasien dapat mengatakan bahwa dirinya dapat berbincang-bincang dengan penyiar televisi maupun radio. Condeming Timbul kecemasan moderat. klien merasa takut apabila orang lain ikut mendengarkan apa-apa yang ia rasakan sehingga timbul perilaku menarik diri c. gangguan persepsi ini membuat pasien skizofrenia dapat melihat sesuatu atau mendengar suara yang tidak ada sumbernya. senang dan Tahap terhindar dari ancaman. klien biasanya mengkompensasikan stresornya dengan koping imajinasi sehingga merasa b.  Waham. Beberapa tanda dang gejala yang paling sering ditemukan pada pasien-pasien Skizofrenia Hebefrenik adalah.perilaku kekerasan. 2.  Halusinasi. ketidakadekuatan pengobatan dan ketidakadekuatan penanganan gejala. Beberapa pasien juga mengatakan pikirannya dimasuki oleh pikiran atau kekuatan lain atau ditarik/diambil oleh kekuatan lain. yaitu suatu keyakinan yang salah yang tidak sesuai dengan latar belakang sosial budaya serta pendidikan pasien. Tahapan halusinasi dan delusi yang biasa menyertai gangguan jiwa. yaitu pasien merasa bahwa pikirannya dapat disiarkan melalui alat-alat bantu elektronik atau merasa pikirannya dapat dibaca oleh orang lain. Terkadang juga terdapat halusinasi penglihatan dan halusinasi perabaan.  Siar pikiran. perasaan berdosa. cemas biasanya makin meninggi selanjutnya klien merasa mendengarkan sesuatu. ( with Tahap drawl ). Psikofisiologi 1. a.4.

kebesaran. misalnya waham kejaran pada kelompok minoritas. suara atau ide yang datang mengancam apabila tidak diikuti perilaku klien dapat bersifat merusak atau dapat timbul perilaku suicide. namun tidak harus demikian untuk menentukan diagnosis. klien berusaha memerangi suara yang timbul tetapi suara tersebut terus menerus mengikuti. sehingga menyebabkan klien susah berhubungan dengan orang lain. kesepian Tahap atau sedih. tubuhnya dibentuk secara abnormal. Onset biasanya pada usia pertengahan. 2. 2. Apabila suara tersebut hilang klien merasa sangat d.5. Isi waham dan waktu timbulnya sering dihubungkan dengan situasi kehidupan individu. Tidak dijumpai Gangguan lain. Kepribadian premorbid menunjukkan ciri khas : pemalu dan senang menyendiri (solitary). Terlepas dari perbuatan dan sikapnya yang berhubungan dengan wahamnya. Diagnosis hebefrenia untuk pertama kali hanya ditegakkan pada usia remaja atau dewasa muda (onset biasanya mulai 15-25 tahun). tetapi kadang-kadang yg berkaitan dgn bentuk tubuh yang salah dijumpai pada usia muda. Waham Kelompok ini ditandai secara khas oleh berkembangnya waham yg umumnya menetap dan kadang-kadang bertahan seumur hidup. afek dan pembicaraan dan perilaku orang tersebut adalah normal. Conquering Klien merasa panik.Timbul kecemasan berat.merasa dirinya bau dan homoseks.Waham ini minimal telah menetap selama 3 bulan. Waham dapat berupa waham kejaran. cemburu. Untuk diagnosis hebefrenia yang menyakinkan umumnya diperlukan pengamatan kontinu selama 2 atau 3 bulan lamanya. Diagnosis Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia . hanya depresi bisa terjadi secara intermitten. hipokondrik. untuk 14 .

filsafat dan tema abstrak lainnya. Proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu (rambling) serta inkoheren. Antipsikotik pertama diperkenalkan 50 tahun yang lalu dan merupakan terapi obat-obatan pertama yang efektif untuk mengobati Skizofrenia. Terdapat 3 kategori obat 15 . mannerisme. tertawa menyeringai (grimaces). delusi dan perubahan pola fikir yang terjadi pada Skizofrenia.memastikan bahwa gambaran yang khas berikut ini memang benar bertahan : Perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan. Menurut DSM-IV skizofrenia disebut sebagai skizofrenia tipe terdisorganisasi. serta mannerisme. Gangguan afektif dan dorongan kehendak. senyum sendirir (self-absorbed smiling). ada kecenderungan untuk selalu menyendiri (solitary). Penatalaksanaan  Terapi Somatik (Medikamentosa) ----Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati Skizofrenia disebut antipsikotik. keluhan hipokondrial. serta gangguan proses pikir umumnya menonjol. dan ungkapan kata yang diulang-ulang (reiterated phrases). Antipsikotik bekerja mengontrol halusinasi. Pasien mungkin dapat mencoba beberapa jenis antipsikotik sebelum mendapatkan obat atau kombinasi obat antipsikotik yang benar-benar cocok bagi pasien. Halusinasi dan waham mungkin ada tetapi biasanya tidak menonjol (fleeting and fragmentary delusions and hallucinations). tinggi hati (lofty manner). sehingga perilaku penderita memperlihatkan ciri khas. mengibuli secara bersenda gurau (pranks). Dorongan kehendak (drive) dan yang bertujuan (determination) hilang serta sasaran ditinggalkan. Adanya suatu preokupasi yang dangkal dan bersifat dibuat-buat terhadap agama. makin mempersukar orang memahami jalan pikiran pasien. atau oleh sikap.6. dan perilaku menunjukkan hampa tujuan dan hampa perasaan. yaitu perilaku tanpa tujuan (aimless) dan tanpa maksud (empty of purpose). Afek pasien dangkal (shallow) dan tidak wajar (inappropriate). 2. sering disertai oleh cekikikan (giggling) atau perasaan puas diri (self-satisfied).

Biasanya para ahli merekomendasikan untuk meneruskan pemakaian antipskotik konvensional. antara lain : • • 6. Navane (thiothixene) 4.Walaupun sangat efektif.antipsikotik yang dikenal saat ini. Stelazine ( trifluoperazine) 2. newer atypical antipsycotics. antipsikotik konvensional sering menimbulkan efek samping yang serius. Newer Atypcal Antipsycotic ----Obat-obat yang tergolong kelompok ini disebut atipikal karena prinsip kerjanya berbeda. b. bila pasien mengalami kesulitan minum pil secara reguler. Kedua. Thorazine ( chlorpromazine) 7. Pertama. yaitu : antipsikotik konvensional. a. banyak ahli lebih merekomendasikan penggunaan newer atypical antipsycotic. obat dapat disimpan terlebih dahulu di dalam tubuh lalu dilepaskan secara perlahan-lahan. Contoh obat antipsikotik konvensional antara lain : 1. Beberapa contoh newer atypical antipsycotic yang tersedia. pada pasien yang sudah mengalami perbaikan (kemajuan) yang pesat menggunakan antipsikotik konvensional tanpa efek samping yang berarti. Prolixin (fluphenazine) ----Akibat berbagai efek samping yang dapat ditimbulkan oleh antipsikotik konvensional. Mellaril (thioridazine) 3. Antipsikotik Konvensional ----Obat antipsikotik yang paling lama penggunannya disebut antipsikotik konvensional. Dengan depot formulation. serta sedikit menimbulkan efek samping bila dibandingkan dengan antipsikotik konvensional. Haldol (haloperidol) 5. Prolixin dan Haldol dapat diberikan dalam jangka waktu yang lama (long acting) dengan interval 2-4 minggu (disebut juga depot formulations). ----Ada 2 pengecualian (harus dengan antipsikotok konvensional). Sistem depot formulation ini tidak dapat digunakan pada newer atypic antipsycotic. dan Clozaril (Clozapine). Trilafon (perphenazine) Risperdal (risperidone) Seroquel (quetiapine) 16 .

Cara penggunaan • Pada dasarnya semua obat anti psikosis mempunyai efek primer (efek klinis) yang sama pada dosis ekivalen. Clozaril ----Clozaril mulai diperkenalkan tahun 1990. Clozaril memiliki efek samping yang jarang tapi sangat serius dimana pada kasus-kasus yang jarang (1%). perbedaan terutama pada efek samping sekunder. pasien yang mendapat Clozaril harus memeriksakan kadar sel darah putihnya secara reguler. Para ahli merekomendaskan penggunaan Clozaril bila paling sedikit 2 dari obat antipsikotik yang lebih aman tidak berhasil. merupakan antipsikotik atipikal yang pertama. Pergantian obat disesuaikan dengan dosis ekivalen. dengan dosis ekivalennya dimana profil efek samping belum tentu sama. dapat dipilih kembali untuk pemakaian sekarang • o Dalam pengaturan dosis perlu mempertimbangkan: Onset efek primer (efek klinis) : sekitar 2-4 minggu 17 . Clozaril dapat menurunkan jumlah sel darah putih yang berguna untuk melawan infeksi. Ini artinya. Sangat disayangkan. • Apabila obat anti psikosis tertentu tidak memberikan respon klinis dalam dosis yang sudah optimal setelah jangka waktu yang memadai. dapat diganti dengan obat psikosis lain (sebaiknya dari golongan yang tidak sama). Clozaril dapat membantu ± 25-50% pasien yang tidak merespon (berhasil) dengan antipsikotik konvensional. c.• Zyprexa (olanzopine) Para ahli banyak merekomendasikan obat-obat ini untuk menangani pasienpasien dengan Skizofrenia. • Apabila dalam riwayat penggunaan obat anti psikosis sebelumnya jenis obat antipsikosis tertentu yang sudah terbukti efektif dan ditolerir dengan baik efek sampingnya. • Pemilihan jenis obat anti psikosis mempertimbangkan gejala psikosis yang dominan dan efek samping obat.

• Pada penghentian yang mendadak dapat timbul gejala Cholinergic rebound yaitu: gangguan lambung. dosis malam lebih besar) sehingga tidak begitu mengganggu kualitas hidup pasien • Mulai dosis awal dengan dosis anjuran dinaikkan setiap 2-3 hari sampai mencapai dosis efektif (mulai peredaan sindroma psikosis) dievaluasi setiap 2 minggu dan bila perlu dinaikkan dosis optimal dipertahankan sekitar 8-12 minggu (stabilisasi) diturunkan setiap 2 minggu dosis maintanance dipertahankan 6 bulan sampai 2 tahun (diselingi drug holiday 1-2 hari/minggu) tapering off (dosis diturunkan tiap 2-4 minggu) stop • Untuk pasien dengan serangan sindroma psikosis multi episode terapi Efek obat psikosis secara relatif berlangsung lama. Keadaan ini akan mereda dengan pemberian anticholinergic agent (injeksi sulfas atrofin 0. Untuk psikosis reaktif singkat penurunan obat secara bertahap setelah hilangnya gejala dalam kurun waktu 2 minggu .25 mg IM dan tablet trihexypenidil 3x2 mg/hari) • Obat anti pikosis long acting (perenteral) sangat berguna untuk pasien yang tidak mau atau sulit teratur makan obat ataupun yang tidak efektif terhadap medikasi oral.2bulan. sampai beberapa hari Pada umumnya pemberian obat psikosis sebaiknya dipertahankan selama 3 pemeliharaan dapat diberikan palong sedikit selama 5 tahun. • bulan sampai 1 tahun setelah semua gejala psikosis mereda sama sekali.5 cc setiap 2 minggu pada bulan 18 . sehingga potensi ketergantungan obat kecil sekali.o o o Onset efek sekunder (efek samping) : sekitar 2-6 jam Waktu paruh 12-24 jam (pemberian 1-2 kali perhari) Dosis pagi dan malam dapat berbeda untuk mengurangi dampak efek samping (dosis pagi kecil. • Obat antipsikosis tidak menimbulkan gejala lepas obat yang hebat walaupun diberikan dalam jangka waktu yang lama. gemetar dan lain-lain. pusing. mual muntah. diare. Dosis dimulai dengan 0. • setelah dosis terakhir yang masih mempunyai efek klinis.

Apabila hal ini terjadi. ----Biasanya obat antipsikotik membutuhkan waktu beberapa saat untuk mulai bekerja. Terkadang penderita berhenti minum obat karena efek samping yang ditimbulkan oleh obat tersebut. Pambarian anti psikosis long acting hanya untuk terapi stabilisasi danpemeliharaan terhadap kasus skizofrenia.4 minggu. ----Apabila penderita berhenti minum obat karena alasan lain. dokter dapat menurunkan dosis menambah obat untuk efek sampingnya.pertama baru ditingkatkan menjadi 1 cc setap bulan. Tindakan mengatasinya dengan injeksi noradrenalin (effortil IM) ---Pemilihan Obat untuk Episode (Serangan) Pertama ----Newer atypical antipsycoic merupakan terapi pilihan untuk penderita Skizofrenia episode pertama karena efek samping yang ditimbulkan minimal dan resiko untuk terkena tardive dyskinesia lebih rendah. Hal ini merupakan alasan yang tepat untuk menggantinya dengan obat obatan yang lain. diberikan tiap 2. misalnya antipsikotik konvensonal dapat diganti dengan newer atipycal antipsycotic atau newer atipycal antipsycotic 19 . Sebelum diputuskan pemberian salah satu obat gagal dan diganti dengan obat lain. untuk itu. dokter dapat mengganti obat oral dengan injeksi yang bersifat long acting. Pemberian obat dengan injeksi lebih simpel dalam penerapannya. atau mengganti dengan obat lain yang efek sampingnya lebih rendah. ----Terkadang pasien dapat kambuh walaupun sudah mengkonsumsi obat sesuai anjuran. sangat penting untuk mengetahui alasan mengapa penderita berhenti minum obat. para ahli biasanya akan mencoba memberikan obat selama 6 minggu (2 kali lebih lama pada Clozaril) Pemilihan Obat untuk keadaan relaps (kambuh) ----Biasanya timbul bila penderita berhenti minum obat. • Penggunaan CPZ (Chlorpromazine) injeksi sering menimbulkan hipotensi ortostatik pada waktu peubahan posisi tubuh (efek alpha adrenergik blokade).

sehingga agar tidak kaku penderita harus bergerak (berjalan) setiap waktu. 20 . sangat penting untuk menghindari dan mengatur efek samping yang timbul. dan facial grimace. Pengobatan Selama fase Penyembuhan ----Sangat penting bagi pasien untuk tetap mendapat pengobatan walaupun setelah sembuh. atau balum sembuh total pada episode pertama membutuhkan pengobatan yang lebih lama. Pasien yang menderita Skizofrenia lebih dari satu episode. Dalam hal ini pergerakan menjadi lebih lambat dan kaku. Penelitian terbaru menunjukkan 4 dari 5 pasien yang berhenti minum obat setelah episode petama Skizofrenia dapat kambuh. Kemungkinan terjadinya efek samping ini dapat dikurangi dengan menggunakan dosis efektif terendah dari obat antipsikotik. ----Efek samping lain yang dapat timbul adalah tardive dyskinesia dimana terjadi pergerakan mulut yang tidak dapat dikontrol. Clozapine dapat menjadi cadangan yang dapat bekerja bila terapi dengan obat-obatan diatas gagal. Apabila penderita yang menggunakan antipsikotik konvensional mengalami tardive dyskinesia. dokter biasanya akan mengganti antipsikotik konvensional dengan antipsikotik atipikal. protruding tongue. Efek Samping Obat-obat Antipsikotik ----Karena penderita Skizofrenia memakan obat dalam jangka waktu yang lama. Mungkin masalah terbesar dan tersering bagi penderita yang menggunakan antipsikotik konvensional gangguan (kekakuan) pergerakan otot-otot yang disebut juga Efek samping Ekstra Piramidal (EEP). bahwa penghentian pengobatan merupakan penyebab tersering kekambuhan dan makin beratnya penyakit. Para ahli merekomendasikan pasien-pasien Skizofrenia episode pertama tetap mendapat obat antipskotik selama 12-24 bulan sebelum mencoba menurunkan dosisnya. dan akhirnya mereka tidak dapat beristirahat. Perlu diingat.diganti dengan antipsikotik atipikal lainnya. Efek samping lain yang dapat timbul adalah tremor pada tangan dan kaki. Kadang-kadang dokter dapat memberikan obat antikolinergik (biasanya benztropine) bersamaan dengan obat antipsikotik untuk mencegah atau mengobati efek samping ini.

topik penting yang dibahas didalam terapi keluarga adalah proses pemulihan. latihan praktis.  Terapi Psikososial a. sehingga banyak penderita yang menghentikan sendiri pemakaian obat-obatan tersebut. Terapi perilaku ----Teknik perilaku menggunakan hadiah ekonomi dan latihan ketrampilan sosial untuk meningkatkan kemampuan sosial. Perilaku adaptif adalah didorong dengan pujian atau hadiah yang dapat ditebus untuk hal-hal yang diharapkan. Untuk mengatasinya biasanya dokter akan menggunakan dosis efektif terendah atau mengganti dengan newer atypical antipsycotic yang efek sampingnya lebih sedikit. kemampuan memenuhi diri sendiri. dimana pasien skizofrenia kembali seringkali mendapatkan manfaat dari terapi keluarga yang singkat namun intensif (setiap hari). Diet dan olah raga dapat membantu mengatasi masalah ini. Dengan demikian. ----Peningkatan berat badan juga sering terjadi pada penderita Sikzofrenia yang memakan obat. anggota keluarga. dimana timbul derajat kaku dan termor yang sangat berat yang juga dapat menimbulkan komplikasi berupa demam. seperti hak istimewa dan pas jalan di rumah sakit. penyakit-penyakit lain.----Obat-obat untuk Skizofrenia juga dapat menyebabkan gangguan fungsi seksual. frekuensi perilaku maladaptif atau menyimpang seperti berbicara lantang. dan postur tubuh aneh dapat diturunkan. khususnya lama dan kecepatannya. b. ----Efek samping lain yang jarang terjadi adalah neuroleptic malignant syndrome. Setelah periode pemulangan segera. didalam cara yang jelas mendorong sanak saudaranya yang terkena skizofrenia untuk melakukan 21 . berbicara sendirian di masyarakat. Terapi berorintasi-keluarga ----Terapi ini sangat berguna karena pasien skizofrenia seringkali dipulangkan dalam keadaan remisi parsial. dan komunikasi interpersonal. Seringkali. Gejala-gejala ini membutuhkan penanganan yang segera. Hal ini sering terjadi pada penderita yang menggunakan antipsikotik atipikal.

cemas. dan hubungan dalam kehidupan nyata. ketulusan hati. perintah sederhana. meningkatkan rasa persatuan. dan keikhlasan ahli terapi seperti yang diinterpretasikan oleh pasien. ----Hubungan antara dokter dan pasien adalah berbeda dari yang ditemukan di dalam pengobatan pasien non-psikotik. bukannya dalam cara interpretatif. tampaknya paling membantu bagi pasien skizofrenia. Pengamatan yang cermat dari jauh dan rahasia. Suatu konsep penting di dalam psikoterapi bagi pasien skizofrenia adalah perkembangan suatu hubungan terapetik yang dialami pasien. pasien skizofrenia seringkali kesepian dan menolak terhadap keakraban dan kepercayaan dan kemungkinan sikap curiga. atau teregresi jika seseorang mendekati. jarak emosional antara ahli terapi dan pasien. atau suportif. Kelompok yang memimpin dengan cara suportif. terorientasi secara psikodinamika atau tilikan. Terapi kelompok ----Terapi kelompok bagi skizofrenia biasanya memusatkan pada rencana. Rencana yang terlalu optimistik tersebut berasal dari ketidaktahuan tentang sifat skizofrenia dan dari penyangkalan tentang keparahan penyakitnya. Menegakkan hubungan seringkali sulit dilakukan.10 % dengan terapi keluarga. c. masalah. dan kepekaan terhadap kaidah sosial adalah lebih disukai daripada 22 . Angka relaps tahunan tanpa terapi keluarga sebesar 25-50 % dan 5 .aktivitas teratur terlalu cepat. bermusuhan. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa terapi keluarga adalah efektif dalam menurunkan relaps. dan meningkatkan tes realitas bagi pasien skizofrenia. kesabaran. Terapi kelompok efektif dalam menurunkan isolasi sosial. Pengalaman tersebut dipengaruhi oleh dapat dipercayanya ahli terapi. d. Kelompok mungkin terorientasi secara perilaku. Didalam penelitian terkontrol. Psikoterapi individual ----Penelitian yang paling baik tentang efek psikoterapi individual dalam pengobatan skizofrenia telah memberikan data bahwa terapi akan membantu dan menambah efek terapi farmakologis.-Ahli terapi harus membantu keluarga dan pasien mengerti skizofrenia tanpa menjadi terlalu mengecilkan hati. penurunan angka relaps adalah dramatik.

prognosisnya pada umumnya kurang begitu menggembirakan. ----Tujuan utama perawatan dirumah sakit yang harus ditegakkan adalah ikatan efektif antara pasien dan sistem pendukung masyarakat. ----Perawatan di rumah sakit menurunkan stres pada pasien dan membantu mereka menyusun aktivitas harian mereka. Sekitar 25% tidak akan pernah pulih dan perjalanan penyakitnya 23 . Pusat perawatan dan kunjungan keluarga pasien kadang membantu pasien dalam memperbaiki kualitas hidup. Rencana pengobatan di rumah sakit harus memiliki orientasi praktis ke arah masalah kehidupan. menstabilkan medikasi. keamanan pasien karena gagasan bunuh diri atau membunuh. prilaku yang sangat kacau termasuk ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar. Lamanya perawatan rumah sakit tergantung dari keparahan penyakit pasien dan tersedianya fasilitas pengobatan rawat jalan.7. manipulasi. Prognosis Prognosis untuk skizofrenia hebefrenik sama dengan skizofrenia tipe lainnya. kualitas hidup. Perawatan di rumah sakit harus diarahkan untuk mengikat pasien dengan fasilitas perawatan termasuk keluarga pasien. perawatan diri. Rehabilitasi dan penyesuaian yang dilakukan pada perawatan rumah sakit harus direncanakan.  Perawatan di Rumah Sakit (Hospitalization) ----Indikasi utama perawatan rumah sakit adalah untuk tujuan diagnostik. 2. Kehangatan atau profesi persahabatan yang berlebihan tidak tepat dan kemungkinan dirasakan sebagai usaha untuk suapan. dan hubungan sosial. atau eksploitasi. Sekitar 25% pasien dapat kembali pulih dari episode awal dan fungsinya dapat kembali pada tingkat prodromal (sebelum munculnya gangguan tersebut). pekerjaan.informalitas adalah yang prematur dan penggunaan nama pertama yang merendahkan diri. Dokter harus juga mengajarkan pasien dan pengasuh serta keluarga pasien tentang skizofrenia.

6. Kedua antagonis reseptor dopamine disertai dengan efek merugikan yang mengganggu dan serius.Pengobatan Obat memiliki dua kekurangan utama.Reaksi Pengobatan Dalam proses penyembuhan skizofrenia. maka akan mempunayi dampak yang positif. jangan membeda-bedakan antara orang yang mengalami Skizofrenia dengan orang yang normal. orang yang bereaksi terhadap obat lebih bagus perkembangan kesembuhan daripada orang yang tidak bereaksi terhadap pemberian obat. terutama dari keluarganya.cenderung memburuk.Keluarga Pasien membutuhkan perhatian dari masyarakat. Sekitar 50% berada diantaranya.Kekambuhan penderita skizofrenia yang sering kambuh prognosisnya lebih buruk. 24 . Begitu pula sebaliknya apabila stressor datangnya dari luar individu dan bertubi-tubi atau tidak dapat diminimalisir maka prosgnosisnya adalah negatif atau akan bertambah parah. 5. Faktor-faktor yang mempengaruhi prognosis skizofrenia 1. 2. Namun pasien skkizofrenia perlu di beri obat Risperidone serta Clozapine. karena tekanan dari luar diri individu dapat diminimalisir atau dihilangkan. 4.Stressor Psikososial Apabila stressor dari skizofrenia ini berasal dari luar.Inteligensi Pada umumnya pasien Skizofrenia yang mempunyai Inteligensi yang tinggi akan lebih mudah sembuh dibandingkan dengan orang yang inteligensinya rendah. 3. ditandai dengan kekambuhan periodik dan ketidakmampuan berfungsi dengan efektif kecuali untuk waktu yang singkat. karena orang yang mengalami gangguan Skizofrenia mudah tersinggung. Pertama hanya sebagian kecil pasien (kemungkinan 25%) cukup tertolong untuk mendapatkan kembali jumlah fungsi mental yang cukup normal.

Besar kecilnya pengalaman akan memiliki peran yang sangat besar terhadap kesembuhan. 25 . 10.Gangguan Kepribadian Prognosis untuk orang yang mempunyai gangguan kepribadian akan sulit disembuhkan. 11.Perjalanan penyakit Pada penderita skizofrenia yang masih dalam fase prodromal prognosisnya lebih baik dari pada orang yang sudah pada fase aktif dan fase residual. sedangkan onset yang tidak jelas memiliki prognosis yang lebih baik.Proporsi Orang yang mempunyai bentuk tubuh normal (proporsional) mempunyai prognosis yang lebih baik dari pada penderita yang bentuk tubuhnya tidak proporsional. Hal inilah yang menunjukkan prognosisnya baik nantinya. 9. 8.7.Kesadaran Kesadaran orang yang mengalami gangguan skizofrenia adalah jernih.Onset Jenis onset yang mengarah ke prognosis yang baik berupa onset yang lambat dan akut.

bercerai atau janda/ duda •Sistem pendukung yang buruk •Gejala negatif •Tanda dan gejala neurologist •Riwayat trauma perinatal •Tidak ada remisi dalam 3 tahun •Banyak relaps •Riwayat penyerangan gangguan depresif) 26 . dan Prognosis Buruk •Onset muda •Tidak ada factor pencetus •Onset tidak jelas •Riwayat social dan pekerjaan premorbid yang buruk •Prilaku menarik diri atau autistic •Tidak menikah.Prognosis Baik •Onset lambat •Faktor pencetus yang jelas •Onset akut •Riwayat seksual pekerjaan premorbid baik •Gejala mood •Menikah •Riwayat •Sistem keluarga pendukung gangguan mood yang baik •Gejala positif gangguan (terutama yang sosial.

(Townsend. Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk skizofrenia dengan perubahan afektif yang tampak jelas dan secara umum juga dijumpai waham 27 .BAB III KESIMPULAN 3. afek yang tidak sesuai.1. Kesimpulan Salah satu pembagian skizofrenia adalah skizofrenia hebefrenik. tertawa-tawa aneh. wajah dungu. meringis dan menarik diri secara ekstrim”. Beberapa pendapat yang menyebutkan tentang pengertian Skizofrenia. 1998:143). antara lain : “Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk Skizofrenia yang ditandai dengan perilaku klien regresi dan primitif. alih bahasa Helena.

serta umumnya maneurisme (Depkes RI. ( Rusdi Maslim. 1993:111-112). Skizofrenia pada lansia angka prevalensinya sekitar 1% dari kelompok lanjut usia (lansia) (Dep. penulis dapat menyimpulkan bahwa Skizofrenia hebefrenik atau Skizofrenia disorganized adalah suatu gangguan yang yang ditandai dengan regresi dan primitif.ada kecenderungan untuk selalu menyendiri. proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu serta adanya penurunan perawatan diri pada individu. psikologis dan sosial-budaya.dan ungkapan kata yang di ulang – ulang.Dr. perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diramalkan. serta menarik diri secara ekstrim dari hubungan sosial. dan perilaku aneh seperti menyeringai sendiri. Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk skizofrenia dengan perubahan prilaku yang tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan. afek yang tidak sesuai.III 2001: 48) Dari ketiga pengertian diatas. menunjukkan gerakan-gerakan aneh.PPDGJ. perilaku dan tertawa kekanakkanakan. Gangguan jiwa skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang berat dan gawat yang dapat dialami manusia sejak muda dan dapat berlanjut menjadi kronis dan lebih gawat ketika muncul pada lanjut usia (lansia) karena menyangkut perubahan pada segi fisik. Skizofrenia hebefrenik disebut juga disorganized type atau “kacau balau” yang ditandai dengan inkoherensi.Kes. 28 . dan prilaku menunjukkan hampa prilaku dan hampa perasaan. 2001:64-65).dan halusinasi yang bersifat mengambang serta terputus-putus (fragmentary).1992). mengucap berulang-ulang dan kecenderungan untuk menarik diri secara ekstrim dari hubungan sosial (Dadang Hawari. senang menyendiri. yang terpecah-pecah. affect datar.

ed 7.DAFTAR PUSTAKA 1. 1997 Ringkasan dari PPDGJ III Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atmajaya. Skizofrenia. 2001. dalam : Sinopsis Maslim. Diunduh tanggal dari 16 http//www. Rusdi dr. Sadock BJ. Jakarta.htm November 2010 29 . 3. 2.idijakbar. vol 1. Greb JA. Binarupa aksara. Kaplan. Skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya.com/prosiding/skizofrenia. HI. 4. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Psikiatri.

psikomedia. blogspot. Skizofrenia. Naruto.5. file:///C:/Documents%20and %20Settings/F%20A%20D%20L%20I/My%20Documents/makalahskizofrenia. www.html 6.com/article/psikologi-klinis/1006/skizofrenia diunduh tanggal 19 september 2011 30 .