SKIZOFRENIA HEBEFRENIK

OLEH CITRA ANGGREINI SEMBIRING 070100188

DEPARTEMEN PSIKIATRI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011

SKIZOFRENIA HEBEFRENIK
Karya Tulis ini dibuat untuk melengkapi persyaratan kepaniteraan klinik dibagian Psikiatri FK USU Disusun oleh Citra Anggreini Sembiring 070100188

Nama Pembimbing dr. Hj. Elmeida Effendy, Sp. KJ

DEPARTEMEN PSIKIATRI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011
2

KATA PENGANTAR Puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang atas berkat dan rahmatNya telah memberikan kelapangan waktu serta kesehatan bagi penulis sedemikian hingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini tepat pada waktunya. Penulis mengucapkan terima kasih kepada dr. Hj. Elmeida Effendy, Sp. KJ, selaku supervisor dan pembimbing makalah ini. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada para dokter di bagian Psikiatri FK USU yang telah memberikan masukan dan saran yang membangun dalam penyusunan makalah ini. Makalah ini disusun untuk melengkapi persyaratan kepaniteraan klinik di bagian Psikiatri FK USU. Judul yang diangkat dalam makalah ini adalah Skizofrenia Hebefrenik. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan saran dan masukan yang membangun demi penempurnaan makalah ini di kemudian hari. Semoga makalah ini dapat memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. Medan, September 2011 Penulis,

Citra Anggreini Sembiring

3

.................................................................... 5 1............. 27 DAFTAR PUSTAKA ........................................................4 Psikofisiologi 2...................7 Prognosis ........................................... Kesimpulan dan Saran 3..........2 Etiologi 2................. 15 BAB III........................................... 14 .......................... 10 2................................................................................................................3 ................................................................................................................5 Diagnosis 2.... Pendahuluan 1............................................................................... 9 ......... 8 ............2 .................... 3 .................................... 7 1................3 Tanda dan Gejala ....................... 7 BAB II.. 3 Latar Tujuan Manfaat Belakang Penulisan Penulisan ......6 Penatalaksanaan ...........................DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi BAB I.........................................................1 Pengertian 2.. Pembahasan 2................................................................ 13 .............................................. 28 4 ........................................1................................1 ............................................................................................................................. Kesimpulan ........... 23 2....................

Skizofrenia lebih sering terjadi pada Negara industri terdapat lebih banyak populasi seringkali urban dan pada di kelompok darurat sosial ekonomi rendah.1. Istilah skizofrenia itu sendiri diperkenalkan oleh Eugen Bleuler (1857-1939). Para pakar kesehatan jiwa menyatakan bahwa semakin modern dan industrial suatu masyarakat. yang pada gilirannya menyebabkan orang jatuh sakit karena tidak mampu mengatasinya. Walaupun insidennya hanya 1 per 1000 orang di Amerika Serikat. emmosi dan perilaku pada pasien yang mengalami gangguan ini. semakin besar pula stressor psikososialnya. Autisme dan Ambivalensi. banyak tokoh psikiatri dan neurologi yang berperan. Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang paling sering. untuk menggambarkan munculnya perpecahan antara pikiran. Salah satu penyakit itu adalah gangguan jiwa skizofrenia Dalam sejarah perkembangan skizofrenia sebagai gangguan klinis. Bleuler mengindentifikasi symptom dasar dari skizofrenia yang dikenal dengan 4A antara lain : Asosiasi. Latar Belakang Salah satu gangguan jiwa yang merupakan permasalahan kesehatan di seluruh dunia adalah skizofrenia. Afek. Mula-mula Emil Kreaplin (18-1926) menyebutkan gangguan dengan istilah dementia prekok yaitu suatu istilah yang menekankan proses kognitif yang berbeda dan onset pada masa awal.BAB I PENDAHULUAN 1. gejala. skizofrenia ditemukan gawat karena beratnya ketidakmampuan untuk merawat diri. hilangnya tilikan dan pemburukan 5 . hampir 1% penduduk dunia menderita psikotik selama hidup mereka di Amerika.

2001:64-65).Kes. Kedatangan diruang gawat darurat atau tempat praktek disebabkan oleh halusinasi yamg menimbulkan ketegangan yang mungkin dapat mengancam jiwa baik dirinya maupun orang lain. psikologis dan sosial-budaya. Usia remaja dan dewasa muda memang beresiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stressor. agitasi dan penelantaran Diagnosis skizofrenia lebih banyak ditemukan dikalangan sosial ekonomi rendah. dan perilaku aneh seperti menyeringai sendiri.1992). menunjukkan gerakan-gerakan aneh. Skizofrenia hebefrenik disebut juga disorganized type atau “kacau balau” yang ditandai dengan inkoherensi. inkoherensi. Gangguan jiwa skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang berat dan gawat yang dapat dialami manusia sejak muda dan dapat berlanjut menjadi kronis dan lebih gawat ketika muncul pada lanjut usia (lansia) karena menyangkut perubahan pada segi fisik. perilaku kacau. Beberapa pola interaksi keluarga dan faktor genetik diduga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya skizofrenia. yang terpecah-pecah. perilaku dan tertawa kekanakkanakan. 6 . mengucap berulang-ulang dan kecenderungan untuk menarik diri secara ekstrim dari hubungan sosial (Dadang Hawari. Skizofrenia pada lansia angka prevalensinya sekitar 1% dari kelompok lanjut usia (lansia) (Dep.5 75% penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun.sosial yang bertahap. affect datar. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri Salah satu pembagian skizofrenia adalah skizofrenia hebefrenik.

Manfaat Penulisan Makalah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan penulis serta pembaca mengenai Skizofrenia Hebefrenik. makalah ini juga akan dijadikan untuk melengkapi persyaratan kepaniteraan klinik di bagian Psikiatri FK USU. diagnosis serta penanganan yang tepat pada pasien dan keluarga pasien. Selain itu.1. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan makalah ini diantaranya adalah untuk memberikan gambaran ringkas mengenai Skizofrenia Hebefrenik terutama dalam hal gejala klinis.2. 1. 7 .3.

ketidakmampuan untuk berfungsi dalam kehidupan sehari-hari (Atkinson dkk. dan memuncak pada usia antara 25-35 tahun. distorsi terhadap realitas. gangguan persepsu (PPDGJ.BAB II PEMBAHASAN 2. Umunya gangguan ini muncul pada usia yang sangat muda. waham/delusi. Pengertian Skizofrenia ditandai dengan adalah satu istilah untuk beberapa gangguan yang kekacauan kepribadian. 8 . bahkan pada kebudayaan-kebudayaan yang jauh dari tekanan modern sekalipun. perasaan dikendalikan olehn kekuatan dari luar dirinya. 1992).1. 1983) Gangguan skizoprenia ini terdapat pada semua kebudayaan dan mengganggu di sepanjang sejarah.

perilaku dan tertawa kekanak-kanakan. affect datar. Skizofrenia hebefrenik disebut juga disorganized type atau “kacau balau” yang ditandai dengan inkoherensi. 1993:111-112).ada kecenderungan untuk selalu menyendiri.Dr. menyeringai yang terpecah-pecah. menunjukkan gerakan-gerakan aneh. 1992) Salah satu pembagian skizofrenia adalah skizofrenia hebefrenik. Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk skizofrenia dengan perubahan prilaku yang tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan. senang menyendiri. tertawa-tawa aneh. Beberapa antara pendapat yang menyebutkan tentang pengertian Skizofrenia. wajah dungu. meringis dan menarik diri secara ekstrim”. 2001:64-65). proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu serta adanya penurunan perawatan diri pada individu. alih bahasa Helena. perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diramalkan. ( Rusdi Maslim. lain : “Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk Skizofrenia yang ditandai dengan perilaku klien regresi dan primitif. dan prilaku menunjukkan hampa prilaku dan hampa perasaan. serta umumnya maneurisme (Depkes RI. (Townsend. Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk skizofrenia dengan perubahan afektif yang tampak jelas dan secara umum juga dijumpai waham dan halusinasi yang bersifat mengambang serta terputus-putus (fragmentary).Gangguan yang muncul dapat terjadi secara lambat atau dating secara tibatiba pada penderita yang cenderung suka menyendiri yang mengalami stress (Atkinson dkk.III 2001: 48) 9 . dan perilaku aneh seperti sendiri. afek yang tidak sesuai. mengucap berulang-ulang dan kecenderungan untuk menarik diri secara ekstrim dari hubungan sosial (Dadang Hawari. 1998:143).dan ungkapan kata yang di ulang – ulang.PPDGJ.

4. Faktor Neurologis Ditemukan bahwa korteks prefrotal dan korteks limbik pada klien skizofrenia tidak pernah berkembang penuh. Skizofrenia d. sementara jika dizigot peluangnya sebesar 15%. Virus skizofrenia. Seorang anak yang salah satu orang tuanya mengalami skizofrenia.2. terlalu melindungi. Diduga letak gen skizofrenia ada dikromosom no. b. Genetis Telah diketahui bahwa secara genetis skizofrenia diturunkan melalui kromosom-kromosom tertentu. serotonine. 15 dan 22. 6 dengan kontribusi genetik tambahan no. Dibawah ini beberapa etiologi yang sering ditemukan: 1. diduga juga neurotransmiter Studi disebkan dopamine Teori oleh adanya yang Neurotransmiter ketidakseimbangan berlebihan. Ditemukan juga pada klien skizofrenia terjadi penurunan volume dan fungsi otak yang abnormal. c. Tetapi kromosom yang ke berapa menjadi faktor penentu gangguan ini sampai sekarang masih dalam tahap penelitian.2 Etiologi Etiologi Skizofreni Hebefrenik pada umumnya sama seperti etiologi skizofrenia lainnya. predispossisi e. Faktor seperti pada harga Faktor diri rendah Predisposisi antara lain : Beberapa faktor predisposisi yang berkontribusi pada munculnya respon neurobiologi a. 10 . Psikologis Paparan virus influenza pada trimester 3 kehamilan dapat menjadi factor Beberapa kondisi psikologis yang menjadi faktor predisposisi skizofrenia antara lain anak yang diperlakukan oleh ibu pencemas. sementara bila kedua orang tuanya skizofreia maka peluangnya menjadi 35%. Neurotransmiter yang ditemukan tidak normal khususnya dopamine. Anak kembar identik memiliki kemungkinan mengalami skizofrenia sebesar 50% jika salah satunya mengalami skizofrenia. dan glutamat. 8.

Fase aktif akan diikuti oleh fase residual dimana gejala gejalanya sama dengan fase prodromal tetapi gejala positif / psikotiknya sudah berkurang. halusinasi disertai gangguan afek. Berlebihannya proses inflamasi pada sistem saraf yang menerima dan thalamus listrik Mekanisme penghantaran terganggu. Semakin lama fase prodromal semakin buruk prognosisnya. a. Perubahan perubahan ini akan mengganggu individu serta membuat resah keluarga dan teman. Pada fase aktif gejala positif / psikotik menjadi jelas seperti tingkah laku katatonik. konsentrasi. sikap dan perilaku. fase aktif dan fase residual.3. kewaspadaan dan eksekutif (atensi. 11 . fungsi sosial. waham. Tanda dan Gejala Perjalanan penyakit Skizofrenia dapat dibagi menjadi 3 fase yaitu fase prodromal. Gejala-gejala pemicu seperti kondisi kesehatan. inkoherensi. 2. hubungan sosial). sementara ayah yang mengambil jarak dengan anaknya.dingin dan tidak berperasaan. Hampir semua individu datang berobat pada fase ini. penderita skizofrenia juga mengalami gangguan kognitif berupa gangguan berbicara spontan. lingkungan. bulan ataupun lebih dari satu tahun sebelum onset psikotik menjadi jelas. factor pencetus informasi respon di neurobiologis dan di Prespitasi meliputi frontal saraf : otak. bila tidak mendapat pengobatan gejala gejala tersebut dapat hilang spontan suatu saat mengalami eksaserbasi atau terus bertahan. Pada fase prodromal biasanya timbul gejala gejala non spesifik yang lamanya bisa minggu. c. mereka akan mengatakan “orang ini tidak seperti yang dulu”. 2. mengurutkan peristiwa. Faktor-faktor memproses b. fungsi penggunaan waktu luang dan fungsi perawatan diri. Gejala tersebut meliputi : hendaya fungsi pekerjaan. Disamping gejala gejala yang terjadi pada ketiga fase diatas.

kehilangan kendali diri(demoralisasi). 3. kurangnya alat transportasi dan ketidakmampuan mendapatkan pekerjaan. sebagai satu kesatuan. ketolol-tololan. masalah rumah tangga. gerakan aneh. putus asa.Pada Skizofrenia Hebefrenik kita dapat melihat tanda dan gejala yang khas. rasa puas diri atau senyum yang hanya dihayati sendiri. 2. 7. obat-obatan sistem saraf pusat. rendahnya kemampuan sosialisasi. perubahan kebiasaan hidup. infeksi. ketidakseimbangan irama sirkadian. 4. kelelahan. 2001 :640). merasa malang. Inkoherensi yaitu jalan pikiran yang kacau. 12 . bertindak tidak seperti orang lain dari segi usia maupun kebudayaan. berkelakar. • Sikap/perilaku : merasa tidak mampu. 5. menunjukkan gerakanapa maksudnya. misalnya menyeringai sendiri. kemiskinan. kurangnya latihan dan hambatan untuk menjangkau layanan kesehatan. kurangnya dukungan sosial. pengucapan kalimat yang diulang-ulang dan cenderung untuk menarik diri secara ekstrim dari hubungan sosial (Dadang Hawari. merasa gagal. tidak dapat dimengerti Alam perasaan yang datar tanpa ekspresi serta tidak serasi atau Perilaku dan tertawa kekenak-kanakan. tekanan kerja. kurang tidur. stigmasisasi. 6. sebagai suatu kesatuan. kehilangan kebebasan hidup. perilaku agresif. kesukaran berhubungan dengan orang lain. antara lain. pola aktivitas sehari-hari. merasa punya kekuatan berlebihan dengan gejala tersebut. isolasi sosial. 1. Gejala-gejala pencetus respon biologis : • Kesehatan : nutrisi kurang. senyum yang menunjukkan Waham yang tidak jelas dan tidak sistematik tidak terorganisasi Halusinasi yang terpecah-pecah yang isi temanya tidak terorganisasi Gangguan proses berfikir Perilaku aneh. • Lingkungan : lingkungan yang memusuhi.

perasaan berdosa. senang dan Tahap terhindar dari ancaman. ketidakadekuatan pengobatan dan ketidakadekuatan penanganan gejala. gangguan persepsi ini membuat pasien skizofrenia dapat melihat sesuatu atau mendengar suara yang tidak ada sumbernya. Terkadang juga terdapat halusinasi penglihatan dan halusinasi perabaan. Terkadang pasien dapat mengatakan bahwa dirinya dapat berbincang-bincang dengan penyiar televisi maupun radio. Tahap Comforting Timbul kecemasan ringan disertai gejala kesepian. 2.  Siar pikiran. Controling 13 . ( with Tahap drawl ).  Halusinasi. Beberapa tanda dang gejala yang paling sering ditemukan pada pasien-pasien Skizofrenia Hebefrenik adalah. cemas biasanya makin meninggi selanjutnya klien merasa mendengarkan sesuatu. Halusinasi yang sering terdapat pada pasien adalah halusinasi auditorik (pendengaran). klien biasanya mengkompensasikan stresornya dengan koping imajinasi sehingga merasa b. Psikofisiologi 1. a. Tahapan halusinasi dan delusi yang biasa menyertai gangguan jiwa. yaitu pasien merasa bahwa pikirannya dapat disiarkan melalui alat-alat bantu elektronik atau merasa pikirannya dapat dibaca oleh orang lain. Condeming Timbul kecemasan moderat. yaitu suatu keyakinan yang salah yang tidak sesuai dengan latar belakang sosial budaya serta pendidikan pasien.4. klien merasa takut apabila orang lain ikut mendengarkan apa-apa yang ia rasakan sehingga timbul perilaku menarik diri c.  Waham.perilaku kekerasan. Beberapa pasien juga mengatakan pikirannya dimasuki oleh pikiran atau kekuatan lain atau ditarik/diambil oleh kekuatan lain. namun dipertahankan oleh pasien dan tidak dapat ditangguhkan.

2.merasa dirinya bau dan homoseks. hipokondrik. Waham dapat berupa waham kejaran. Tidak dijumpai Gangguan lain. sehingga menyebabkan klien susah berhubungan dengan orang lain. tubuhnya dibentuk secara abnormal. Onset biasanya pada usia pertengahan. kebesaran. Untuk diagnosis hebefrenia yang menyakinkan umumnya diperlukan pengamatan kontinu selama 2 atau 3 bulan lamanya. cemburu. Waham Kelompok ini ditandai secara khas oleh berkembangnya waham yg umumnya menetap dan kadang-kadang bertahan seumur hidup. Diagnosis Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia . klien berusaha memerangi suara yang timbul tetapi suara tersebut terus menerus mengikuti. Conquering Klien merasa panik. namun tidak harus demikian untuk menentukan diagnosis. Apabila suara tersebut hilang klien merasa sangat d.Timbul kecemasan berat. Kepribadian premorbid menunjukkan ciri khas : pemalu dan senang menyendiri (solitary). Isi waham dan waktu timbulnya sering dihubungkan dengan situasi kehidupan individu. kesepian Tahap atau sedih. 2. hanya depresi bisa terjadi secara intermitten. afek dan pembicaraan dan perilaku orang tersebut adalah normal. tetapi kadang-kadang yg berkaitan dgn bentuk tubuh yang salah dijumpai pada usia muda.Waham ini minimal telah menetap selama 3 bulan. untuk 14 . misalnya waham kejaran pada kelompok minoritas. Diagnosis hebefrenia untuk pertama kali hanya ditegakkan pada usia remaja atau dewasa muda (onset biasanya mulai 15-25 tahun). suara atau ide yang datang mengancam apabila tidak diikuti perilaku klien dapat bersifat merusak atau dapat timbul perilaku suicide.5. Terlepas dari perbuatan dan sikapnya yang berhubungan dengan wahamnya.

Pasien mungkin dapat mencoba beberapa jenis antipsikotik sebelum mendapatkan obat atau kombinasi obat antipsikotik yang benar-benar cocok bagi pasien. serta gangguan proses pikir umumnya menonjol. tinggi hati (lofty manner). makin mempersukar orang memahami jalan pikiran pasien. Halusinasi dan waham mungkin ada tetapi biasanya tidak menonjol (fleeting and fragmentary delusions and hallucinations). Proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu (rambling) serta inkoheren. keluhan hipokondrial. dan perilaku menunjukkan hampa tujuan dan hampa perasaan.memastikan bahwa gambaran yang khas berikut ini memang benar bertahan : Perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan. Menurut DSM-IV skizofrenia disebut sebagai skizofrenia tipe terdisorganisasi. Terdapat 3 kategori obat 15 . Dorongan kehendak (drive) dan yang bertujuan (determination) hilang serta sasaran ditinggalkan. Afek pasien dangkal (shallow) dan tidak wajar (inappropriate). Penatalaksanaan  Terapi Somatik (Medikamentosa) ----Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati Skizofrenia disebut antipsikotik. atau oleh sikap. Antipsikotik pertama diperkenalkan 50 tahun yang lalu dan merupakan terapi obat-obatan pertama yang efektif untuk mengobati Skizofrenia. Antipsikotik bekerja mengontrol halusinasi. serta mannerisme. senyum sendirir (self-absorbed smiling).6. sering disertai oleh cekikikan (giggling) atau perasaan puas diri (self-satisfied). yaitu perilaku tanpa tujuan (aimless) dan tanpa maksud (empty of purpose). dan ungkapan kata yang diulang-ulang (reiterated phrases). delusi dan perubahan pola fikir yang terjadi pada Skizofrenia. sehingga perilaku penderita memperlihatkan ciri khas. 2. mannerisme. Adanya suatu preokupasi yang dangkal dan bersifat dibuat-buat terhadap agama. mengibuli secara bersenda gurau (pranks). Gangguan afektif dan dorongan kehendak. tertawa menyeringai (grimaces). filsafat dan tema abstrak lainnya. ada kecenderungan untuk selalu menyendiri (solitary).

a. Mellaril (thioridazine) 3. bila pasien mengalami kesulitan minum pil secara reguler. Sistem depot formulation ini tidak dapat digunakan pada newer atypic antipsycotic. Prolixin dan Haldol dapat diberikan dalam jangka waktu yang lama (long acting) dengan interval 2-4 minggu (disebut juga depot formulations). Haldol (haloperidol) 5. dan Clozaril (Clozapine). Thorazine ( chlorpromazine) 7. Prolixin (fluphenazine) ----Akibat berbagai efek samping yang dapat ditimbulkan oleh antipsikotik konvensional. Contoh obat antipsikotik konvensional antara lain : 1. Stelazine ( trifluoperazine) 2. newer atypical antipsycotics. Pertama. ----Ada 2 pengecualian (harus dengan antipsikotok konvensional). serta sedikit menimbulkan efek samping bila dibandingkan dengan antipsikotik konvensional. Navane (thiothixene) 4. antara lain : • • 6. Newer Atypcal Antipsycotic ----Obat-obat yang tergolong kelompok ini disebut atipikal karena prinsip kerjanya berbeda. Beberapa contoh newer atypical antipsycotic yang tersedia.antipsikotik yang dikenal saat ini. antipsikotik konvensional sering menimbulkan efek samping yang serius. yaitu : antipsikotik konvensional. b. Dengan depot formulation. Kedua. Antipsikotik Konvensional ----Obat antipsikotik yang paling lama penggunannya disebut antipsikotik konvensional. obat dapat disimpan terlebih dahulu di dalam tubuh lalu dilepaskan secara perlahan-lahan. banyak ahli lebih merekomendasikan penggunaan newer atypical antipsycotic. pada pasien yang sudah mengalami perbaikan (kemajuan) yang pesat menggunakan antipsikotik konvensional tanpa efek samping yang berarti. Biasanya para ahli merekomendasikan untuk meneruskan pemakaian antipskotik konvensional. Trilafon (perphenazine) Risperdal (risperidone) Seroquel (quetiapine) 16 .Walaupun sangat efektif.

Pergantian obat disesuaikan dengan dosis ekivalen. merupakan antipsikotik atipikal yang pertama. • Apabila obat anti psikosis tertentu tidak memberikan respon klinis dalam dosis yang sudah optimal setelah jangka waktu yang memadai. perbedaan terutama pada efek samping sekunder. Clozaril dapat membantu ± 25-50% pasien yang tidak merespon (berhasil) dengan antipsikotik konvensional. Clozaril memiliki efek samping yang jarang tapi sangat serius dimana pada kasus-kasus yang jarang (1%). dapat dipilih kembali untuk pemakaian sekarang • o Dalam pengaturan dosis perlu mempertimbangkan: Onset efek primer (efek klinis) : sekitar 2-4 minggu 17 . Clozaril dapat menurunkan jumlah sel darah putih yang berguna untuk melawan infeksi. Ini artinya. Cara penggunaan • Pada dasarnya semua obat anti psikosis mempunyai efek primer (efek klinis) yang sama pada dosis ekivalen. Clozaril ----Clozaril mulai diperkenalkan tahun 1990. dapat diganti dengan obat psikosis lain (sebaiknya dari golongan yang tidak sama). pasien yang mendapat Clozaril harus memeriksakan kadar sel darah putihnya secara reguler. • Pemilihan jenis obat anti psikosis mempertimbangkan gejala psikosis yang dominan dan efek samping obat. • Apabila dalam riwayat penggunaan obat anti psikosis sebelumnya jenis obat antipsikosis tertentu yang sudah terbukti efektif dan ditolerir dengan baik efek sampingnya.• Zyprexa (olanzopine) Para ahli banyak merekomendasikan obat-obat ini untuk menangani pasienpasien dengan Skizofrenia. dengan dosis ekivalennya dimana profil efek samping belum tentu sama. c. Sangat disayangkan. Para ahli merekomendaskan penggunaan Clozaril bila paling sedikit 2 dari obat antipsikotik yang lebih aman tidak berhasil.

gemetar dan lain-lain. • setelah dosis terakhir yang masih mempunyai efek klinis. • bulan sampai 1 tahun setelah semua gejala psikosis mereda sama sekali. mual muntah. • Pada penghentian yang mendadak dapat timbul gejala Cholinergic rebound yaitu: gangguan lambung.5 cc setiap 2 minggu pada bulan 18 . sehingga potensi ketergantungan obat kecil sekali. sampai beberapa hari Pada umumnya pemberian obat psikosis sebaiknya dipertahankan selama 3 pemeliharaan dapat diberikan palong sedikit selama 5 tahun. Dosis dimulai dengan 0.25 mg IM dan tablet trihexypenidil 3x2 mg/hari) • Obat anti pikosis long acting (perenteral) sangat berguna untuk pasien yang tidak mau atau sulit teratur makan obat ataupun yang tidak efektif terhadap medikasi oral. diare.2bulan.o o o Onset efek sekunder (efek samping) : sekitar 2-6 jam Waktu paruh 12-24 jam (pemberian 1-2 kali perhari) Dosis pagi dan malam dapat berbeda untuk mengurangi dampak efek samping (dosis pagi kecil. Keadaan ini akan mereda dengan pemberian anticholinergic agent (injeksi sulfas atrofin 0. dosis malam lebih besar) sehingga tidak begitu mengganggu kualitas hidup pasien • Mulai dosis awal dengan dosis anjuran dinaikkan setiap 2-3 hari sampai mencapai dosis efektif (mulai peredaan sindroma psikosis) dievaluasi setiap 2 minggu dan bila perlu dinaikkan dosis optimal dipertahankan sekitar 8-12 minggu (stabilisasi) diturunkan setiap 2 minggu dosis maintanance dipertahankan 6 bulan sampai 2 tahun (diselingi drug holiday 1-2 hari/minggu) tapering off (dosis diturunkan tiap 2-4 minggu) stop • Untuk pasien dengan serangan sindroma psikosis multi episode terapi Efek obat psikosis secara relatif berlangsung lama. Untuk psikosis reaktif singkat penurunan obat secara bertahap setelah hilangnya gejala dalam kurun waktu 2 minggu . pusing. • Obat antipsikosis tidak menimbulkan gejala lepas obat yang hebat walaupun diberikan dalam jangka waktu yang lama.

pertama baru ditingkatkan menjadi 1 cc setap bulan. Apabila hal ini terjadi. ----Terkadang pasien dapat kambuh walaupun sudah mengkonsumsi obat sesuai anjuran. Pemberian obat dengan injeksi lebih simpel dalam penerapannya.4 minggu. Pambarian anti psikosis long acting hanya untuk terapi stabilisasi danpemeliharaan terhadap kasus skizofrenia. • Penggunaan CPZ (Chlorpromazine) injeksi sering menimbulkan hipotensi ortostatik pada waktu peubahan posisi tubuh (efek alpha adrenergik blokade). ----Apabila penderita berhenti minum obat karena alasan lain. sangat penting untuk mengetahui alasan mengapa penderita berhenti minum obat. ----Biasanya obat antipsikotik membutuhkan waktu beberapa saat untuk mulai bekerja. atau mengganti dengan obat lain yang efek sampingnya lebih rendah. dokter dapat mengganti obat oral dengan injeksi yang bersifat long acting. Tindakan mengatasinya dengan injeksi noradrenalin (effortil IM) ---Pemilihan Obat untuk Episode (Serangan) Pertama ----Newer atypical antipsycoic merupakan terapi pilihan untuk penderita Skizofrenia episode pertama karena efek samping yang ditimbulkan minimal dan resiko untuk terkena tardive dyskinesia lebih rendah. Sebelum diputuskan pemberian salah satu obat gagal dan diganti dengan obat lain. dokter dapat menurunkan dosis menambah obat untuk efek sampingnya. Hal ini merupakan alasan yang tepat untuk menggantinya dengan obat obatan yang lain. para ahli biasanya akan mencoba memberikan obat selama 6 minggu (2 kali lebih lama pada Clozaril) Pemilihan Obat untuk keadaan relaps (kambuh) ----Biasanya timbul bila penderita berhenti minum obat. diberikan tiap 2. Terkadang penderita berhenti minum obat karena efek samping yang ditimbulkan oleh obat tersebut. misalnya antipsikotik konvensonal dapat diganti dengan newer atipycal antipsycotic atau newer atipycal antipsycotic 19 . untuk itu.

dokter biasanya akan mengganti antipsikotik konvensional dengan antipsikotik atipikal. Efek Samping Obat-obat Antipsikotik ----Karena penderita Skizofrenia memakan obat dalam jangka waktu yang lama. Mungkin masalah terbesar dan tersering bagi penderita yang menggunakan antipsikotik konvensional gangguan (kekakuan) pergerakan otot-otot yang disebut juga Efek samping Ekstra Piramidal (EEP). bahwa penghentian pengobatan merupakan penyebab tersering kekambuhan dan makin beratnya penyakit. Efek samping lain yang dapat timbul adalah tremor pada tangan dan kaki. 20 . Pengobatan Selama fase Penyembuhan ----Sangat penting bagi pasien untuk tetap mendapat pengobatan walaupun setelah sembuh. Kadang-kadang dokter dapat memberikan obat antikolinergik (biasanya benztropine) bersamaan dengan obat antipsikotik untuk mencegah atau mengobati efek samping ini. ----Efek samping lain yang dapat timbul adalah tardive dyskinesia dimana terjadi pergerakan mulut yang tidak dapat dikontrol. sangat penting untuk menghindari dan mengatur efek samping yang timbul. atau balum sembuh total pada episode pertama membutuhkan pengobatan yang lebih lama. Dalam hal ini pergerakan menjadi lebih lambat dan kaku. protruding tongue. Clozapine dapat menjadi cadangan yang dapat bekerja bila terapi dengan obat-obatan diatas gagal. Penelitian terbaru menunjukkan 4 dari 5 pasien yang berhenti minum obat setelah episode petama Skizofrenia dapat kambuh.diganti dengan antipsikotik atipikal lainnya. Apabila penderita yang menggunakan antipsikotik konvensional mengalami tardive dyskinesia. Pasien yang menderita Skizofrenia lebih dari satu episode. Perlu diingat. Para ahli merekomendasikan pasien-pasien Skizofrenia episode pertama tetap mendapat obat antipskotik selama 12-24 bulan sebelum mencoba menurunkan dosisnya. Kemungkinan terjadinya efek samping ini dapat dikurangi dengan menggunakan dosis efektif terendah dari obat antipsikotik. dan akhirnya mereka tidak dapat beristirahat. sehingga agar tidak kaku penderita harus bergerak (berjalan) setiap waktu. dan facial grimace.

khususnya lama dan kecepatannya. kemampuan memenuhi diri sendiri. Seringkali.----Obat-obat untuk Skizofrenia juga dapat menyebabkan gangguan fungsi seksual. dimana pasien skizofrenia kembali seringkali mendapatkan manfaat dari terapi keluarga yang singkat namun intensif (setiap hari). frekuensi perilaku maladaptif atau menyimpang seperti berbicara lantang. Diet dan olah raga dapat membantu mengatasi masalah ini.  Terapi Psikososial a. Terapi berorintasi-keluarga ----Terapi ini sangat berguna karena pasien skizofrenia seringkali dipulangkan dalam keadaan remisi parsial. topik penting yang dibahas didalam terapi keluarga adalah proses pemulihan. anggota keluarga. Perilaku adaptif adalah didorong dengan pujian atau hadiah yang dapat ditebus untuk hal-hal yang diharapkan. didalam cara yang jelas mendorong sanak saudaranya yang terkena skizofrenia untuk melakukan 21 . ----Peningkatan berat badan juga sering terjadi pada penderita Sikzofrenia yang memakan obat. dan komunikasi interpersonal. berbicara sendirian di masyarakat. penyakit-penyakit lain. Gejala-gejala ini membutuhkan penanganan yang segera. sehingga banyak penderita yang menghentikan sendiri pemakaian obat-obatan tersebut. Dengan demikian. Untuk mengatasinya biasanya dokter akan menggunakan dosis efektif terendah atau mengganti dengan newer atypical antipsycotic yang efek sampingnya lebih sedikit. Setelah periode pemulangan segera. dimana timbul derajat kaku dan termor yang sangat berat yang juga dapat menimbulkan komplikasi berupa demam. b. latihan praktis. seperti hak istimewa dan pas jalan di rumah sakit. Terapi perilaku ----Teknik perilaku menggunakan hadiah ekonomi dan latihan ketrampilan sosial untuk meningkatkan kemampuan sosial. Hal ini sering terjadi pada penderita yang menggunakan antipsikotik atipikal. dan postur tubuh aneh dapat diturunkan. ----Efek samping lain yang jarang terjadi adalah neuroleptic malignant syndrome.

bermusuhan. Kelompok yang memimpin dengan cara suportif. Pengamatan yang cermat dari jauh dan rahasia. Terapi kelompok ----Terapi kelompok bagi skizofrenia biasanya memusatkan pada rencana. penurunan angka relaps adalah dramatik. atau teregresi jika seseorang mendekati. c. perintah sederhana. Angka relaps tahunan tanpa terapi keluarga sebesar 25-50 % dan 5 . dan kepekaan terhadap kaidah sosial adalah lebih disukai daripada 22 . tampaknya paling membantu bagi pasien skizofrenia. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa terapi keluarga adalah efektif dalam menurunkan relaps. pasien skizofrenia seringkali kesepian dan menolak terhadap keakraban dan kepercayaan dan kemungkinan sikap curiga. dan keikhlasan ahli terapi seperti yang diinterpretasikan oleh pasien. ketulusan hati. terorientasi secara psikodinamika atau tilikan. d. jarak emosional antara ahli terapi dan pasien.10 % dengan terapi keluarga. bukannya dalam cara interpretatif. atau suportif. Terapi kelompok efektif dalam menurunkan isolasi sosial. kesabaran. Suatu konsep penting di dalam psikoterapi bagi pasien skizofrenia adalah perkembangan suatu hubungan terapetik yang dialami pasien. dan hubungan dalam kehidupan nyata. dan meningkatkan tes realitas bagi pasien skizofrenia. Pengalaman tersebut dipengaruhi oleh dapat dipercayanya ahli terapi. Didalam penelitian terkontrol. Menegakkan hubungan seringkali sulit dilakukan. Kelompok mungkin terorientasi secara perilaku.aktivitas teratur terlalu cepat. meningkatkan rasa persatuan. cemas. Psikoterapi individual ----Penelitian yang paling baik tentang efek psikoterapi individual dalam pengobatan skizofrenia telah memberikan data bahwa terapi akan membantu dan menambah efek terapi farmakologis.-Ahli terapi harus membantu keluarga dan pasien mengerti skizofrenia tanpa menjadi terlalu mengecilkan hati. masalah. Rencana yang terlalu optimistik tersebut berasal dari ketidaktahuan tentang sifat skizofrenia dan dari penyangkalan tentang keparahan penyakitnya. ----Hubungan antara dokter dan pasien adalah berbeda dari yang ditemukan di dalam pengobatan pasien non-psikotik.

menstabilkan medikasi. Pusat perawatan dan kunjungan keluarga pasien kadang membantu pasien dalam memperbaiki kualitas hidup. prognosisnya pada umumnya kurang begitu menggembirakan.informalitas adalah yang prematur dan penggunaan nama pertama yang merendahkan diri. Kehangatan atau profesi persahabatan yang berlebihan tidak tepat dan kemungkinan dirasakan sebagai usaha untuk suapan. Dokter harus juga mengajarkan pasien dan pengasuh serta keluarga pasien tentang skizofrenia. Rencana pengobatan di rumah sakit harus memiliki orientasi praktis ke arah masalah kehidupan. Perawatan di rumah sakit harus diarahkan untuk mengikat pasien dengan fasilitas perawatan termasuk keluarga pasien. ----Perawatan di rumah sakit menurunkan stres pada pasien dan membantu mereka menyusun aktivitas harian mereka.7. Sekitar 25% tidak akan pernah pulih dan perjalanan penyakitnya 23 .  Perawatan di Rumah Sakit (Hospitalization) ----Indikasi utama perawatan rumah sakit adalah untuk tujuan diagnostik. Rehabilitasi dan penyesuaian yang dilakukan pada perawatan rumah sakit harus direncanakan. manipulasi. kualitas hidup. ----Tujuan utama perawatan dirumah sakit yang harus ditegakkan adalah ikatan efektif antara pasien dan sistem pendukung masyarakat. 2. Lamanya perawatan rumah sakit tergantung dari keparahan penyakit pasien dan tersedianya fasilitas pengobatan rawat jalan. Sekitar 25% pasien dapat kembali pulih dari episode awal dan fungsinya dapat kembali pada tingkat prodromal (sebelum munculnya gangguan tersebut). Prognosis Prognosis untuk skizofrenia hebefrenik sama dengan skizofrenia tipe lainnya. dan hubungan sosial. pekerjaan. atau eksploitasi. keamanan pasien karena gagasan bunuh diri atau membunuh. perawatan diri. prilaku yang sangat kacau termasuk ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi prognosis skizofrenia 1.cenderung memburuk. 4. terutama dari keluarganya. 24 . 6. Begitu pula sebaliknya apabila stressor datangnya dari luar individu dan bertubi-tubi atau tidak dapat diminimalisir maka prosgnosisnya adalah negatif atau akan bertambah parah. ditandai dengan kekambuhan periodik dan ketidakmampuan berfungsi dengan efektif kecuali untuk waktu yang singkat. Sekitar 50% berada diantaranya. Kedua antagonis reseptor dopamine disertai dengan efek merugikan yang mengganggu dan serius.Inteligensi Pada umumnya pasien Skizofrenia yang mempunyai Inteligensi yang tinggi akan lebih mudah sembuh dibandingkan dengan orang yang inteligensinya rendah.Keluarga Pasien membutuhkan perhatian dari masyarakat.Pengobatan Obat memiliki dua kekurangan utama.Stressor Psikososial Apabila stressor dari skizofrenia ini berasal dari luar. 5. karena tekanan dari luar diri individu dapat diminimalisir atau dihilangkan. orang yang bereaksi terhadap obat lebih bagus perkembangan kesembuhan daripada orang yang tidak bereaksi terhadap pemberian obat. karena orang yang mengalami gangguan Skizofrenia mudah tersinggung. Pertama hanya sebagian kecil pasien (kemungkinan 25%) cukup tertolong untuk mendapatkan kembali jumlah fungsi mental yang cukup normal.Reaksi Pengobatan Dalam proses penyembuhan skizofrenia.Kekambuhan penderita skizofrenia yang sering kambuh prognosisnya lebih buruk. jangan membeda-bedakan antara orang yang mengalami Skizofrenia dengan orang yang normal. 2. maka akan mempunayi dampak yang positif. Namun pasien skkizofrenia perlu di beri obat Risperidone serta Clozapine.

11. 25 . sedangkan onset yang tidak jelas memiliki prognosis yang lebih baik.7.Perjalanan penyakit Pada penderita skizofrenia yang masih dalam fase prodromal prognosisnya lebih baik dari pada orang yang sudah pada fase aktif dan fase residual.Kesadaran Kesadaran orang yang mengalami gangguan skizofrenia adalah jernih. Hal inilah yang menunjukkan prognosisnya baik nantinya.Gangguan Kepribadian Prognosis untuk orang yang mempunyai gangguan kepribadian akan sulit disembuhkan. 10. Besar kecilnya pengalaman akan memiliki peran yang sangat besar terhadap kesembuhan. 8. 9.Proporsi Orang yang mempunyai bentuk tubuh normal (proporsional) mempunyai prognosis yang lebih baik dari pada penderita yang bentuk tubuhnya tidak proporsional.Onset Jenis onset yang mengarah ke prognosis yang baik berupa onset yang lambat dan akut.

dan Prognosis Buruk •Onset muda •Tidak ada factor pencetus •Onset tidak jelas •Riwayat social dan pekerjaan premorbid yang buruk •Prilaku menarik diri atau autistic •Tidak menikah.Prognosis Baik •Onset lambat •Faktor pencetus yang jelas •Onset akut •Riwayat seksual pekerjaan premorbid baik •Gejala mood •Menikah •Riwayat •Sistem keluarga pendukung gangguan mood yang baik •Gejala positif gangguan (terutama yang sosial. bercerai atau janda/ duda •Sistem pendukung yang buruk •Gejala negatif •Tanda dan gejala neurologist •Riwayat trauma perinatal •Tidak ada remisi dalam 3 tahun •Banyak relaps •Riwayat penyerangan gangguan depresif) 26 .

alih bahasa Helena.1. 1998:143). wajah dungu. (Townsend. meringis dan menarik diri secara ekstrim”. tertawa-tawa aneh. antara lain : “Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk Skizofrenia yang ditandai dengan perilaku klien regresi dan primitif. afek yang tidak sesuai. Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk skizofrenia dengan perubahan afektif yang tampak jelas dan secara umum juga dijumpai waham 27 . Kesimpulan Salah satu pembagian skizofrenia adalah skizofrenia hebefrenik. Beberapa pendapat yang menyebutkan tentang pengertian Skizofrenia.BAB III KESIMPULAN 3.

1993:111-112). perilaku dan tertawa kekanakkanakan.Dr.1992). menunjukkan gerakan-gerakan aneh.III 2001: 48) Dari ketiga pengertian diatas. yang terpecah-pecah.ada kecenderungan untuk selalu menyendiri. afek yang tidak sesuai. Skizofrenia hebefrenik disebut juga disorganized type atau “kacau balau” yang ditandai dengan inkoherensi. Skizofrenia pada lansia angka prevalensinya sekitar 1% dari kelompok lanjut usia (lansia) (Dep. 2001:64-65). Gangguan jiwa skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang berat dan gawat yang dapat dialami manusia sejak muda dan dapat berlanjut menjadi kronis dan lebih gawat ketika muncul pada lanjut usia (lansia) karena menyangkut perubahan pada segi fisik.dan ungkapan kata yang di ulang – ulang. 28 . Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk skizofrenia dengan perubahan prilaku yang tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan. psikologis dan sosial-budaya. mengucap berulang-ulang dan kecenderungan untuk menarik diri secara ekstrim dari hubungan sosial (Dadang Hawari. serta umumnya maneurisme (Depkes RI. affect datar. serta menarik diri secara ekstrim dari hubungan sosial. perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diramalkan. dan perilaku aneh seperti menyeringai sendiri. ( Rusdi Maslim. proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu serta adanya penurunan perawatan diri pada individu.PPDGJ. senang menyendiri.dan halusinasi yang bersifat mengambang serta terputus-putus (fragmentary). penulis dapat menyimpulkan bahwa Skizofrenia hebefrenik atau Skizofrenia disorganized adalah suatu gangguan yang yang ditandai dengan regresi dan primitif.Kes. dan prilaku menunjukkan hampa prilaku dan hampa perasaan.

2. Kaplan.DAFTAR PUSTAKA 1. Skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya. 4. Rusdi dr. Skizofrenia.com/prosiding/skizofrenia. Sadock BJ. dalam : Sinopsis Maslim. Jakarta.idijakbar. 1997 Ringkasan dari PPDGJ III Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atmajaya. Greb JA. 3. Diunduh tanggal dari 16 http//www. HI. ed 7. vol 1. Binarupa aksara. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Psikiatri. 2001.htm November 2010 29 .

psikomedia.com/article/psikologi-klinis/1006/skizofrenia diunduh tanggal 19 september 2011 30 . Naruto.html 6.5. blogspot. www. file:///C:/Documents%20and %20Settings/F%20A%20D%20L%20I/My%20Documents/makalahskizofrenia. Skizofrenia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful