P. 1
MANAJEMEN PIUTANG

MANAJEMEN PIUTANG

|Views: 763|Likes:
Published by Jamal Syarif

More info:

Published by: Jamal Syarif on Jan 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2013

pdf

text

original

MANAJEMEN PIUTANG

2.1 Pengertian Piutang Piutang adalah tagihan kepada pihak lain dimasa yang akan datang karena terjadinya transaksi dimasa lalu. Walaupun pada dasarnya semua perusahaan dagang/industri menginginkan penjualan cash, tetapi karena adanya keterbatasan daya beli masyarakat, atau alasan lainnya dilakukan penjualan secara kredit. Penjualan secara kredit akan dapat meningkatkan omset penjualan, akan tetapi memiliki resiko tertundanya penerimaan kas, sehingga membutuhkan investasi yang lebih besar. Selain itu dapat juga mengakibatkan kerugian karena menunggak atau bahkan tidak tertagih. Semakin lama piutang tertunggak akan semakin besar investasi yang dibutuhkan. Piutang, salah satu jenis transaksi akutansi yang mengurusi penagihan konsumen yang berhutang pada seseorang, suatu perusahaan, atau suatu organisasi untuk barang dan layanan yang telah diberikan pada konsumen tersebut. Pada sebagian besar entitas bisnis, hal ini biasanya dilakukan dengan membuat tagihan dan mengirimkan tagihan tersebut kepada konsumen yang akan dibayar dalam suatu tenggat waktu yang disebut termin kredit atau pembayaran. 2.2 Ruang Lingkup Manajemen Piutang Kebijaksanaan kredit (standar kredit/kualitas rekening yang diterima, jangka waktu /periode kredit yang diberikan, discount/potongan tunai yang diberikan untuk pembayaran yang lebih awal
y

Kebijaksanaan pengumpulan piutang, dan faktor-faktor lain yang relevan. keputusan kredit ini menyangkut tradeoff antarakeuntungan(marginal profit) dan biaya tambahan (marginal cost) yang disebabkan oleh perubahan dalam salah satu atau kombinasi elemen-elemen tersebut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya investasi dalam Piutang
y y y

y

y

Volume penjualan kredit, semakin besar volume penjualan kredit, makin besar investasi yang tertanam dalam Piutang Syarat pembayaran (termin), semakin lama masa kredit,semakin besar invesatasinya. Ketentuan tentang pembatasan kredit, batasan kredit dapat berupa kuantitatif (plafon kredit, semakin besar plafon kredit perpelanggan makin besar investasi yang diperlukan) dan kualitatif (selektif terhadap pelanggan kredit, makin ketat seleksi akan semakin memperkecil investasi dalam piutang). Kebijakan pengumpulan piutang, pengumpulan piutang dapat bersifat aktif (menggunakan debt collector)pengumpulan piutang lebih tepat waktu tetapi perlu tambahan biaya pengumpulan piutang, atau pasif yaitu keyakinan bahwa debitur menepati janji, maka resiko tertunggaknya piutang lebih besar. Kebiasaan membayar dari para langganan, apabila sebagian besar pelanggan membayar pada masa diskon (termin 2/10;n/30), maka membutuhkan investasi lebih kecil, tetapi jika pelanggan membayar pada hari ke 30 atau bahkan menunggak, perlu invstasi yg besar

maka cara pengumpulan piutang kurang efisien.2. hal ini dapat diukur dengan likuiditas dan rentabilitas. maka tambahan keuntungannya adalah sebesar Rp 40. Selain itu perlu dipertimbangkan ³soliditas´: o soliditas komersiil. 2. o Mengadakan seleksi calon pelanggan. diturunkan. Character. memiliki modal kerja yang cukup dalam memenuhi kewajibannya tepat pada waktunya o soliditas moril.5 Perputaran piutang Perputaran piutang (receivable turnover) dipengaruhi oleh syarat pembayaran dan kecenderungan debitur untuk menepati janji pembayarannya. atau tetap. jika perusahaan berencana meningkatkan penjualan dg Rp 100. atau dengan observasi fisik pada pabrik dan toko pelanggan.000-(10%x100. 1. 2. seperti kerugian karena piutang tak tertagih dan atau biaya kesempatan (opportunity cost) . y y Penentuan besarnya resiko yang akan ditanggung perusahaan. kejujuran debitur/direkturnya dalam memenuhi kewajibannya tepat pd waktunya. pendapat subjektif mengenai kemampuan pelanggan. o solidits finansiil. Ini diukur dari record tahun sebelumnya. diukur oleh posisi finansial perusahaan secara umum. dimana hal ini ditunjukkan dengan analisis ratio finansiil. Conditions.000 dan akan menyebabkan tambahan biaya Rp 50. Capacity.000-50.4 Langkah-langkah pencegahan resiko tidak tertagihnya piutang. berdasar sejarah kredit dapat ditentukan pelanggan mana yang dapat ditambah plafon kredit. 4.000. kemungkinan dari para pelanggan secara jujur berusaha memenuhi kewajibannya.3 Penilaian resiko kredit Resiko kredit adalah resiko tidak terbayarnya kredit yang telah diberikan kepada para langganan. hal ini ditentukan atas dasar pengalamanpengalaman tahun-tahun sebelumnya. 3. Apabila rata-rata hari pengumpulan piutang lebih lama dari batas pembayaran.000(100. o Membuat klasifikasi kredit tiap pelanggan. Capital. Penjualan secara kredit akan berdampak positif (kenaikan omset penjualan) dan negatif. Oleh karena itu banyak perusahaan yang berusaha mengurangi resiko kredit dengan memperhatikan lima ³C´ sebelum memberikan persetujuan kredit. dicerminan dari aktiva yang dijaminkan bagi keamanan kredit. misalnya resiko ditetapkan 10% dari piutang. menunjukkan pengaruh langsung dari trend ekonomi pada umumnya terhadap perusahaan atau perkembangan khusus dalam bidang ekonomi yang mempengaruhi efek terhadap kemampuan pelanggan untuk memenuhi kewajibannya. Collateral. 5. hal ini dapat digunakan daftar analisis umur piutang (aging schedule) sehingga diketahui sejarah kredit tiaptiap pelanggan. sifat-sifat dan moril yang baik dari debitur/direkturnya. khususnya ditekankan pada ³tangible networth´ perusahaan.000)) Kemampuan debitur memenuhi kewajibannya. 2.

67 jt ± 99.67 juta x 85% Penurunan biaya dana = 99.17 jt = 17. layak untuk diterapkan Perusahaan menawarkan syarat penjualan 2/20.5 juta Manfaat : penurunan biaya dana = 17.50 jt . Jika perusahaan berencana untuk menjual secara kredit dengan syarat pembayaran n/60. keuntungan 15% dari penjualan.17 juta = 116.5(60) Perputaran piutang Rata-rata piutang = 40 hari = 360/40 = 1.5(20) + 0. omset penjualannya sebesar Rp 800 juta.050 jt ± 800 jt) x 15% pengorbanan : perputaran piutang rata-rata piutang dana untuk membiayai piutang biaya dana yang ditanggung manfaat bersih = 360/60 = 1. hal ini ditaksir akan meningkatkan omset penjualan menjadi 1.75 juta pertahun.050/6 = 148.Pertimbangan untuk memperketat atau mempermudah pemberian kredit.31 jt = 6 kali = 175 jt = Rp 37.67 juta Rata-rata dana yang diperlukan untuk membiayai piutang = 116.050 jt = 10. ditaksir 50% pelanggan akan membayar pada hari ke 20.050 juta pertahun. Dana yang dibutuhkan untuk membiayai piutang tersebut ditaksir sebesar Rp 148. Apakah manejemen menerima alternatif penjualan kredit tersebut? Manfaat : tambahan keuntungan = (1.75jt = 148.19 jt = 22. maka : Rata-rata periode pembayaran piutang = 0.n/60. dan sisanya pada hari ke 60.5 jt Benefit > cost. dapat dilakukan dengan memperhatikan cost dan benefit bila akan mengambil keputusan seperti contoh berikut ini.50 jt Pengorbanan: diskon = 2% x 50% x 1.050/9 = 9 kali = 116.75 x 15% = Rp 15. Selama ini perusahaan menjual secara tunai.

Dalam praktek dikenal dua jenis piutang. bagi yang menunggak perlu dilakukan langkah sbb: 1. n/30. 3.00 jt n Benefit > cost. menggunakan debt collector.000 dengan termin 2/10. Pada tanggal 5 juli. Potongan tunai 4 semacam ini tidak pernah kita jumpai dalam transaksi penjualan dari took pengecer kepada konsumennya. Piutang dagang umumnya berjangka waktu kurang dari satu tahun. persoalan berikutnya adalah bagaimana melaporkan piutang dagang dalam neraca.000 di kembalikan oleh perusaah Merbabu kepada perusahaan Merapi. 100. 2. Merunut Prinsip Akuntansi Indonesia. Pada umumnya piutang timbul karena adanya transaksi penjualan secara kredit.manfaat bersih 7. Potongan tunai biasanya diberikan oleh produsen (pabrik) kepada grosser (pedagang besar) atau dari grosser kepada took-toko pengecer yang umumnya merupakan langganan dan transaksinya dilakukan dalam partai besar. 4. yaitu y Piutang Dagang Piutang dagang adalah jumlah uang yang harus dibayar oleh si pembeli kepada perusahaan. Masalah ± masalah akuntansi yang bersangkutan dengan piutang dagang meliputi tiga hal. menelpon atau menghubungi secara langsung. 2.6 Jenis-Jenis Piutang Piutang timbul apabila perusahaan (atau seseorang) menjual barang atau jasa kepada perusaahaan lain (atau orang lain) secara kredit. piutang dagang harus dicatat dan dilaporkan sebesar nilai kas (neto) yang bias direalisasi yaitu jumlah kas bersih yang diperkirakan dapat diterima. n Aging schedule (daftar analisis umur piutang) diperlukan untuk mengetahui sejarah pelanggan. layak untuk diterapkan. yaitu: y Pengakuan piutang dagang Dimisalkan pada tanggal 1 juli 2008 perusahaan dagang merapi menjual barang kepada perusahaan Merbabu seharga Rp. Oleh karena itu piutang dagang dalam neraca dilaporkan sebagai aktiva lancar. dan atas dasar hal tersebut. perusahaan Merapi menerima pembayaran dari perusahaan Merbabu sebesar saldo tagihannya. 10. Tanggal 11 juli. menempuh prosedur hukum. Piutang merupakan hak untuk menagih sejumlah uang dari si penjual kepada si pembeli yang timbul karena adanya suatu transaksi. barang seharga Rp. Mengirimkan surat tegoran. Jumlah atau nilai kas bersih yang . y Penilaian Piutang Dagang Apabila piutang dagang telah dicatat dalam pembukuan.

Dalam metode penghapusan langsung. seperti kerugian piutang. 6 maka kerugian akibat piutang tersebut langsung dideberkan ke dalam rekening kerugian piutang dan rekening piutang dagang dikredit. Dengan demikian ditinjau dari konsep penandingan (Matching Concept). 1. yaitu . Ditinjau dari sudut pandang manajemen. Kerugian semacam itu dalam dunia usaha dianggap sebagai hal yang normal dan merupakan risiko yang sudah selayaknya bagi perusahaan yang melakukan penjualan secara 5 kredit. Tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam penerapan metode ini adalah sebagai berikut: y y y Kerugian piutang tak tertagih ditentukan jumlahnya melalui taksiran dan ditandingkan (matched) dengan penjualan pada periode akuntansi yang sama dengan periode terjadinya penjualan. 1. Metode cadangan Digunakan apabila kerugian piutang yang biasa terjadi. rekening kerugian piutang hanya akan menunjukkan jumlah kerugian yang sesungguhnya diderita. sebaiknya kerugian piutang terlalu tinggi dapat diartikan bahwa kebijakan kredit perusahaan terlalu longgar. biaya (kerugian) seringkali dilaporkan pada periode yang berbeda dengan periode penjualannya. yaitu apabila si debitur tidak mau atau tidak mampu melaksanakan kewajibannya. metode ini tidak memberikan gambaran penandingan yang . maka jumlah kerugian piutang tidak perlu ditaksir dan dalam pembukuan tidak digunakan rekening cadangan kerugian piutang. y Kerugian Piutang Penjualan secara kredit akan menguntungkan perusahaan karena lebih menarik bagi calon pembeli sehingga volume penjualan meningkat yang berarti menaikkan pendapatan perusahaan. Kerugian piutan gyang terlalu rendah memberikan petunjuk bahwa kebijakan kredit perusahaan terlalu ketat. dan piutang dagang akan dilaporkan dalam neraca sebesar jumlah brutonya. Oleh karena itu penentuan nilai kas bersih yang diterima memerlukan penaksiran jumlah piutang yang tidak akan dapat diterima. dan biaya piutang ragu-ragu. biaya piutang tak tertagih. kerugian akibat piutang tak dapat ditagih dicatat dengan menebet rekening kerugian piutang. Metode Penghapusan Langsung Apabila perusahaan menggunakan metode penghapusan langsung. Pencatatan kerugian piutang dapat dilakukan dengan dua metode. Kerugian ini dalam akuntansi dikenal dengan berbagai nama. Selain itu.dapat diterima adalah jumlah piutang bruto setelah dikurangi dengan taksiran jumlah (nilai) piutang yang tidak dapat diterima. Di lain pihak penjualan secara kredit seringkali mendatangkan kerugian. adanya kerugian piutang dalam jumlah yang wajar menunjukkan bahwa kebijakan kredit yang ditetapkan perusahaan sudah tepat. Kerugian piutang yang sesungguhnya terjadi dicatat dengan mendebet rekening cadangan kerugian piutang dan mengkredit rekening piutang dagang pada saat suatu piutang dihapus dari pembukuan. Jumlah piutang yang ditaksir tidak akan dapat diterima dicatat dengan mendebet rekening kerugian piutang dan mengkredit rekening cadangan kerugian piutang. Apabila suatu piutang diyakini tidak akan dapat ditagih lagi. cukup besar jumlahnya. Dalam akuntansi.

terdapat dua pihak yang melakukan transaksi yaitu penjual dan pembeli. melainkan dialihkan kepada penerbit kartu kredit. metode penghapusan langsung tidak diakui untuk pelaporan keuangan. Oleh karena itu. selain itu tingkat bunga pinjaman juga cukup tinggi. Penjual hanya berhubungan dengan penerbit kartu kredit yang pelaksanaannya jauh lebih mudah dan sederhana. oleh karena itu piutang sedapat mungkin harus segera diubah menjadi kas meski tidak melalui cara yang biasa. Keuntungan yang diperoleh pihak penjual apabila penjualan dilakukan dengan kartu kredit adalah: y y y y Penyelidikan mengenai identitas dan bonafiditas pembeli dilakukan oleh penerbit kartu kredit. Penjual tidak perlu lagi menyelenggarakan buku pembantu piutang yang berisi catatan piutang kepada asing-masing pembeli (debitur) Penjualan tidak lagi terlibat dalam proses penagihan kepada pembeli karena hal itu akan dilakukan oleh penerbit kartu. maka penerbit kartu kredit akan membayar kepada penjual sebesar harga barang yang dibeli. Penjualan dengan Kartu Kredit y Dalam penjualan biasa. apabila penjual dilakukan dengan kartu kredit. Penerbit Kartu Kredit. Penjual dapat menerima kas lebih cepat dari penerbit kartu kredit. asalkan kas dapat diterima lebih cepat. Ditinjau dari pihak penjual. Penjualan tidak perlu lagi bersusah payah melakukan hal ini sebagaimana terjadi pada penjualan kredit biasa. . Pembeli. kecuali bila kerugian piutang kecil sekali jumlahnya. Ditinjau dari sudut pembeli. maka penjual tidak mempunyai piutang kepada pembeli. penagihan piutang seingkali memakan waktu yang cukup lama dan kadang-kadang memerlukan biaya yang cukup besar. apabila pembelian dilakukan dengan menggunakan kartu kredit. Apabila penjualan dilakukan dengan kartu kredit. Do pihak lain neraca perusahaan juga tidak memberikan gambaran tentang nilai tunai piutang yang dapat direalisasi. Perusahaan bersedia untuk mengalihkan piutang kepada pihak lain karena beberapa alasan: y y dalam situasi uang ketat perusahaan sulit mendapatkan pinjaman untuk memenuhi kebutuhan kasnya. dan dengan demikian memperpendek jarak siklus operasi dari kas ke kas. maka terdapat tiga pihak yang terlibat yaitu: y y y Penjual.tepat dalam laporan rugi-laba. oleh karena itu perusahaan bersedia menerima kas yang lebih kecil dari jumlah yang seharusnya diterima dari piutang. y Pengalihan Piutang Perusahaan-perusahaan yang memiliki piutang dalam jumlah besar seringkali berusaha untuk mempercepat penerimaan kas dari piutangnya dengan cara menjual atau mengalihkan piutang tersebut kepada perusahaan lain sehingga dapat segera memperoleh kas.

Bentuk surat wesel bias bermacam-macam. Untuk mendapatkan uang dengan cepat. Disebutkan nama orang yang ditunjuk. 1.Untuk jasa yang diberikan oleh penerbit kartu. Piutang wesel lebih formal dari piutang dagang. Disebutkan nama orang yang harus membayar. artinya wesel bisa dialihkan dari suatu perusahaan atau seseorang kepada perusahaan atau orang lain dan dengan demikian bias dijual untuk mendapatkan kas. dialamatkan kepada orang yang berutang. tertarik. o Dibubuhi tandatangan orang yang menarik wesel. Dengan demikian dalam surat wesel terdapat tiga pihak. meminta agar jumlah uang yang tertulis dalam surat tersebut dibayar pada tanggal yang telah ditetapkan. Uang jasa ini merupakan biaya yang harus dibayar oleh pihak penjual. Wesel Berbunga dan Wesel Tidak Berbunga Wesel dapat dibedakan menjadi y y wesel berbunga adalah wesel yang disebutkan suatu tingkat bunga tertentu (biasanya dinyatakan dalam persen). kepada orang-orang yang namanya tertulis dalam surat tersebut. yaitu: penarik. Surat wesel adalah perintah tak bersyarat untuk membayar uang sejumlah tertentu. Disebutkan tempat pembayarannya. wesel tidak berbunga adalah wesel yang tidak menyebutkan suatu tingkat bunga tertentu. Penandatangan wesel oleh pihak tertarik disebut akseptasi yang berarti pengakuan dari pihak tertarik bahwa ia mengetahui akan kewajibannya untuk membayar wesel sebagaimana tersebut dalam surat wesel tersebut. o Dicantumkan tanggal dan tempat penarikan (pembuatan) surat wesel. 1. Penyelesaian dan Pengalihan Piutang Wesel Surat wesel adalah surat berharga yang bias dipindahtangankan. pemegang saham . penjual harus membayar uang jasa (fee) kepada penerbit kartu yang besarnya berkisar antara 2% sampai 6% dari harga faktur. 1. namun penjual umumnya tidak keberatan karena adanya keuntungan-keuntungan di atas. Akseptasi atau tandatangan persetujuan dicantumkan pada bagian pinggir atau di bagian bawah surat wesel. Wesel surat perintah yang ditulis oleh orang yang mempunyai tagihan. Piutang Wesel Piutang wesel atau piutang pendapatan (pendapatan yang masih akan diterima) dan dari aktiva lain adalah piutang yang tidak timbul dari penjualan sehari-hari. asalkan memenuhi ketentuan-ketentuan yang termuat pada pasan 100 KUHD yang memberikan batasan-batasan sebagai berikut: y y y y y y Di dalam surat wesel harus terdapat tulisan ³surat wesel´. Pada wesel tidak berbunga tidak diperlukan pencatatan atas bunga. dan pemegang wesel. karena piutang dagang berkaitan erat dengan operasi perusahaan yang utama. Pada wesel berbunga perlu dicatat dengan jelas mengenai jumlah bunga yang diperhitungkan. Ditentukan hari jatuh tempo atau hari pembayarannya. Piutang wesel bisa juga timbul karena transaksi peminjaman uang.

artinya pinjaman dijamin dengan kekayaan tertentu milik peminjam. Apabila peminjam tidak melaksanakan kewajibannyam maka jaminan dapat dijual agar pelunasan tetap berjalan sebagaimana diperjanjikan. Penjualan piutang wesel sebelum tanggal jatuhnya disebut pendiskontoan piutang wsel karena pemegang wesel akan menerima pembayaran yang jumlahnya lebih kecil daripada nilai jatuh wesel yang bersangkutan. Setiap penerimaan angsuran akan terdiri dari y y bunga dari pokok pinjaman yang beluum dibayar pengurangan atas pokok pinjaman. sedangkan angsuran pokok pinjaman semakin bertambah. maka dalam neraca piutang harus diklasifikasikan menurut jenisnya. Piutang wesel dengan angsuran dan wesel jangka panjang lainnya biasanya dijamin dengan suatu hipotik. atau dalam catatan atas laporan keuangan. dan selanjutnya dibuat jurnal untuk mencatat angsuran yang telah dilaksanakan. yang selanjutnya akan menerima pelunasan wesel sebesar nilai jatuhnya pada tanggal jatuh wesel tersebut. Piutang Wesel Dengan Angsuran Piutang yang pembayarannya diangsur selama jangka waktu wesel disebut piutang wesel karena wesel ini memiliki periode untuk mengangsur pokok pinjaman dan bunga selama jangka waktu tertentu di masa yang akan dating. Pemegang wesel mengalihkan wesel dan menyerahkannya kepada pembeli (biasanya sebuah bank).kadang-kadang menjual piutang wesel kepada pihak ain sebelum tanggal jatuh wesel. Wesel jangka pendek (kurang dari setahun) dicantumkan dalam neraca dibawah inbestasi sementara pada bagian aktiva lancer. Harga jual wesel yang lebih rendah ini akan menyebabkan pendapatan bunga yang diterima pemegang wesel manjadi berkurang. 1. Hal ini wajar. Piutang wesel dengan angsuran pada saat timbul akan dicatat sebesar nilai nominalnya. Pendapatan bunga setiap periode angsuran semakin menurun. Selain itu. 1. karena bagian pendapatan bunga yang tidak jadi diterima ini merupakan harga yang harus dibayar untuk penerimaan kas yang lebih cepat dari tanggal seharusnya (tanggal jatuh wesel). Penyajian Piutang Dalam Neraca Apabila perusahaan mempunyai berbagai jenis piutang. . piutang wesel juga harus dilaporkan dalam jumlah bruto maupun cadangan kerugian piutangnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->