P. 1
Pengertian Pedagogik

Pengertian Pedagogik

|Views: 331|Likes:

More info:

Published by: Jeng EMay Tou Tuwiieet on Jan 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/20/2013

pdf

text

original

Pengertian Pedagogik

Pedagogik, Pengertian Pedagogik, apa itu pedagogik,
Bimbingan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak atau orang lain yang belum dewasa, disebut pendidikan (pedagogik). Setelah itu pedagogik berarti suatu usaha yang dijalankan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi seseorang atau sekelompopk orang lain menjadi dewasa atau tingkat hidup dan penghidupan yang lebih tinggi. Dalam bentuk lain, pedagogik itu dipandang sebagai suatu proses atau aktifitas yang bertujuan agar tingkah laku manusia mengalami proses tersebut mendapat perubahan. Tingkah laku seseorang adalah setiap respons yang dapat dilihat atau diperlihatkan oleh orang lain. Disamping itu pedagogik juga merupakan suatu ilmu, sehingga orang menyebutnya ilmu pedagogik. Ilmu pedagogik adalah ilmu yang membicarakan masalah atau persoalanpersoalan dalam pendidikan dan kegiatan-kegiatan mendidik, antara lain seperti tujuan pendidikan, alat pendidikan, cara melaksanakan pendidikan, anak didik, pendidik dan sebagainya. Pedagogik termasuk ilmu yang sifatnya teoritis dan praktis. Oleh karena itu pedagogik banyak berhubungan dengan ilmu-ilmu lain seperti: ilmu sosial, ilmu psikologi, psikologi belajar, metodologi pengajaran, sosiologi, filsafat dan lainya. Kompetensi merupakan kebulatan penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang ditampilkan melalui unjuk kerja. Kepmendiknas No. 045/U/2002 menyebutkan kompetensi sebagai seperangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan pekerjaan tertentu. Kompetensi guru dapat dimaknai sebagai kebulatan pengetahuan,keterampilan, dan sikap yang berwujud tindakan cerdas dan penuh tanggungjawab dalam melaksanakan tugas. Undang-undang guru dan dosen No. 14 tahun 2005, dan PP No 19/2005 menyatakan kompetensi guru meliputi kompetensi kepribadian, pedagogik, professional, dan sosial. Bertitik tolak dari apa yang penulis kemukakan di atas, dengan terdapatnya empat kompetensi guru yang perlu dibahas, dalam hal ini mengingat luasnya cakupan kompetensi tersebut sehingga memakan waktu yang panjang, mengingat singkatnya waktu dan kurang sumber, untuk itu penulis akan menguraikan beberapa kompetensi yang harus dimilik guru antara lain: kompetensi pedagogik dan kompetensi sosial. Kehadiran makalah ini kehadapan pembaca berguna untu menjawab pertanyaan berikut. Kemampuan apa sajakah yang terdapat dalam kompetensi pedagogik ? II. Pembahasan A. Kemampuan Mengelola Pembelajaran Mulyasa (2006) Secara pedagogik, kompetensi guru-guru dalam mengelola pembelajaran perlu mendapat perhatian yang serius. Hal ini penting karena pendidikan di Indonesia dinyatakan kurang berhasil oleh sabagian masyarakat, dinilai kering dari aspek pedagodik

3. penetapan pelaksanaan evaluasi belajar. Guru merupakan seorang manajer dalam pembelajaran. Pelaksanaan adalah proses yang memberikan kepastian bahwa proses belajar mengajar telah memiliki sumber daya manusia dan sarana prasarana yang diperlukan. serta memperkirakan cara pencapaiannya. penyusunan kalender pendidikan dan jadwal pembelajaran. dan penilaian perubahan atau perbaikan program pembelajaran. dan perkembangan kognitif. kemampuan mengelola pembelajaran sebagaimana telah dikemukan diatas. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. pencatatan kemajuan belajar peserta didik. tes ini pertama sekali diumumkan antara 1908–1911 yang diberi nama skala pengukur kecerdasan. Sehubungan dengan itu. 1. serta memerlukan pengawasan dalam pelaksanaannya. yang bertanggung jawab terhadap perencanaan. Pemahaman terhadap Peserta Didik Pemahan terhadap peserta didik merupakan salah satu kompetensi pedagogic yang harus dimiliki guru. dan kompetensi. Guru diharapkan membimbing dan mengarahkan pengembangan kurikulum dan pembelajaran secara efektif. penetapan penilaian. 1) Tingkat kecerdasan Orang yang berjasa menemukan tes intelengensi pertama sekali adalah seorang dokter berkebangsaan Perancis: Alfred Binet dan pembantunya Simon. pelaksanaan. Perencanaan merupakan fungsi sentral dari manajemen pembelajaran dan harus berorientasi kemasa depan. Pengendalian atau evaluasi bertujuan untuk menjamin kinerja yang dicapai sesuai dengan rencana atau tujuan yang telah ditetapkan. Sehubungan dengan itu guru dituntut untuk memiliki kompetensi yang memadai dalam mengelola pembelajaran. kreativitas. evaluasi dan hasil belajar. yaitu tingkat kecerdasan. cacat pisik. perlu dilakukan pembagian tugas tenaga kependidikan. sehingga dapat membentuk kompetensi dan mencapai tujuan yang diinginkan. Secara operasional kemampuan mengelola pembelajaran menyangkut tiga fungsi manajerial. yaitu perencanaan. perencanaan menyangkut penetapan tujuan. dan pengendalian. penetapan norma kenaikan kelas. Sedikitnya terdapat empat hal yang harus dipahami guru dari peserta didiknya. Untuk menjamin efektifitas pengembangan kurikulum dan sistem pembelajaran.. Dalam pada itu.pelaksanaan. dapat dianalisis ke dalam beberapa kompetensi yang mencakup pemahaman terhadap peserta didik. 2. B. Purwanto . guru sebagai pengelola pembelajaran bersama tenaga pendidik lainnya harus menjabarkan isi kurikulum secara lebih rinci dan operasional kedalam program pembelajaran. dan sekolah nampak lebih mekanis sehingga peserta didik cendrung kerdil karena tidak mempunyai dunianya sendiri. Guru sebagai manajer pembelajaran harus mampu mengambil keputusan yang tepat untuk mengelola berbagai sumber. serta peningkatan perbaikan pembelajaran dan pengisian waktu jam kosong. pembagian waktu yang digunakan.

Berdasarkan penelitiannya menyimpulkan bahwa kreativitas dapat dikembangkan dengan memberi kepercayaan. pincang. komunikasi yang bebas. Mengulang deretan angka-angka c. Gibbs dalam Mulyasa (2006). dan pengawasan yang tidak terlalu ketat. penugasan dan mensponsori pelaksanaan proyek. Dari tes itu ternyata tidak tentu bahwa usia kecerdasan tidak sama dengan usia sebenarnya. Mengulang kalimat-kalimat yang pendek atau panjang. b. 2) Kreatifitas Kreativitas bias dikembangkan dengan penciptaan proses pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengembangkan kreativitasnya. Menyebutkan harga mata uang g. Dan sebagainya Dengan tes semacam inilah usia kecerdasan seseorang diukur/ditentukan. Namun dalam pelaksanaannya seringkali kita tidak sadar. bagaimanapun hebatnya ketidakmapuan mereka. Kondisi Fisik Kondisi fisik antara lain berkaitan dengan penglihatan. pendengaran. Secara umum guru diharapkan menciptakan kondisi yang baik. pengarahan diri. Sehingga dengan demikian kita dapat melihat adanya perbedaan-perbedaan I. Menyebutkan nama bermacam-macam warna f. melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. 3). Orang tua / wali mereka harus . antara lain dengan teknik kerja kelompok kecil. Proses pembelajaran pada hakikatnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik. Hal ini dapat dilihat dalam proses belajar mengajar di kelas yang pada umunya lebih menekankan pada aspek kognitif. Anak yang kreativ belum tentu pandai. dan sebaliknya. Terhadap peserta didik yang memiliki kelainan fisik diperlukan sikap dan layanan yang berbeda dalam rangka membantu perkembangan pribadi mereka. kemampuan bicara. Penilaian terhadap mereka harus adil dan menyeluruh. seperti: a.Q (Inteligentie Quotient) pada tiap-tiap orang/anak. harus diberikan kebebasan dan pendidikan yang cocok. yang memungkinkan setiap peserta didik dapat mengembangkan kreativitasnya. bahwa masih banyak kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan justru menghambat aktivitas dan kreativitas peserta didik. Ornstein dan Levine dalam mulyasa (2006) membuat pernyataan sebagai berikut: Orang yang mengalami hambatan. Memperbandingkan berat timbangan d. dan lumpuh karena kerusakan otak. Menceritakan isi gambar-gambar e.(1996) Tes Binet Simon terdiri dari sekumpulan pertanyaan-pertanyaan yang telah dikelompok-kelompokan menurut umur (untuk anak-anak umur 3–5 tahun) yang tidak berhubungan dengan pelajaran di sekolah.

4) Pertumbuhan dan Perkembangan Kognitif Pertumbuhan dan perkembangan dapat diklasifikasikan atas kognitif. Teori Piaget dalam Mulyasa (2006). b.adil. Memahami karakteristik individu sabagaimana diuraikan di atas. Dari dua unsur tersebut lahir salah satu hal yang amat dikenal dalam belajar. dan jangka pendek harus diberikan. Tahap ini ditandai oleh perkembangan kegiatan-kegiatan operasi berfikir formal dan abstrak. Pengalaman. Anak mulai mengatur data ke dalam hubungan-hubungan logis dan mendapatkan kemudahan dalam manipulasi data dalam situasi pemecahan masalah. Perubahan-perubahan tersebut terjadi dalam kemajuan yang mantap. Mengembangkan kemampuan praktik akademik yang berhubungan dengan pekerjaan. calon guru dan kepala sekolah agar dapat melaksanakan pembelajaran secara efektif. dan boleh memprotes keputusan yang dibuat kepala sekolah. Sesuai dengan dengan tugas guru dalam memahami dan menetapkan kegiatan kognitif yang harus ditampilkan pada tahap-tahap fungsi intelektual yang berbeda. dan meninjau kembali tujuan dan metode yang dipilih. Layanan pendidikan diberikan dalam lingkungan yang terbatas untuk memberikan layanan yang tepat. psikologis. dalam pembelajaran peserta didik dapat diklasifikasikan kedalam tiga kelompok yaitu: a. Perbedaan individu sebagaimana diuraikan di atas perlu dipahami oleh para pengembang kurikulum. yakni kesiapan (readiness). Pada tahap ini objek-objek dan peristiwa mulai menerima arti secara simbolis. . yang meliputi pendidikan jangka panjang. antara lain bebas dari konflik emosional c. Sedikitnya terdapat tiga unsur dalam kesiapan tersebut yaitu: a. berhubungan dengan keterampilan-keterampilan yang dipelajari sebelumnya. Piaget dalam Mulyasa (2006). Anak mengalami kemajuan dalam operasi-operasi reflek dan belum mampu membedakan apa yang ada disekitarnya hingga ke aktifitas sensorimotorik yang komplek. Kesiapan fisik. Banyak hal yang menentukan kualitas hasil belajar peserta didik yang secara dikotomi diklasifikasikan atas faktor endogen dan eksogen. dan fisik. Tahap operasi nyata (7-11 tahun). yaitu suatu kemampuan untuk berformasi dalam melaksanakan tugas tertentu sesuai dengan tuntutan situasi yang dihadapi. Pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan struktur dan fungsi karakteristik manusia. guru. dan merupakan suatu proses kematangan. Tahap praoperasional (2-7 tahun). Terdapat empat tahap perkembangan mental manusia sebagai berikut: Tahap sensorimotorik (sejak lahir hingga usia dua tahun). Kejiwaan. Tahap operasi formal (usia 11 dan seterusnya). antara lain urat-urat saraf dan otot. Kelompok normal Mengembangkan pemahan tentang prinsip dan praktik aplikasi. Rencana pendidikan individual. sehingga terjadi formulasi baru terhadap organisasi pola-pola lingkungan.

dan merupakan komponen utama yang harus dirumuskan dalam pembelajaran. C. c. 2. Pada tahap ini. kemahiran menggali potensi diri. Kelompok sedang mengembangkan kemahiran berkomunikasi.Mengembangkan kemampuan akademik untuk memasuki pendidikan tinggi. penetapan metoda dan media pembelajaran. ini dapat dilakukan sebagai berikut: a. dan penyusunan program pembelajaran. Peserta didik dibantu untuk mengenali dan menyatakan kemungkinan adanya hambatan dalam upaya memenuhi kebutuhan belajar. serta memberi petunjuk terhadap penilaian. yang bermuara pada pelaksanaan pembelajaran. Oleh sebab itu setiap kompetensi harus merupakan panduan dari pengetahuan. sebaiknya guru melibatkan peserta didik untuk mengenali. atau sesuatu yang harus dipenuhi untuk mencapai tujuan. peserta didik didorong untuk menyatakan kebutuhan belajar berupa kompetensi tertentu yang ingin mereka miliki dan diperoleh melalui kegiatan pembelajaran. 1. Identifikasi Kompetensi Kompetensi merupakan suatu yang ingin dimiliki oleh peserta didik. b. baik yang datang dari dalam maupun dari luar Berdasarkan identifikasi terhadap kebutuhan belajar bagi pembentukan kompetensi peserta didik. baik secara kelompok maupun perorangan. Pengelompokan peserta didik ini perlu dijadikan bahan pertimbangan dan diperhatikan dalam menyusun kurikulum dan pengembangan pembelajaran. Identifikasi kebutuhan bertujuan antara lain untuk melibatkan dan memotivasi peserta didik agar kegiatan belajar dirasakan sebagai bagian dari kehidupan dan mereka merasa memilikinya. perumusan kompetensi dasar. menyatakan dan merumuskan kebutuhan belajar. yaitu identifikasi kebutuhan. Kompetensi yang jelas akan memberi petunjuk yang jelas pula terhadap materi yang harus dipelajari. c. Perancangan pembelajaran Perancangan pembelajaran merupakan salah satu kompetensi pedagogik yang harus dimiliki guru. teori. Identifikasi Kebutuhan Kebutuhan merupakan kesenjangan antara apa yang seharusnya dengan kondisi yang sebenarnya. dan aplikasi praktikal mengembangkan kemahiran akademik dan kemahiran praktikal sehubungan dengan perkembangan dunia kerja maupun melanjutkan program pendidikan professional. Kelompok tinggi Mengembangkan pemahaman tentang prinsip. Hal. Perancangan pembelajaran sedikitnya mencakup tiga kegiatan.b. . Peserta didik didorong untuk mengenali dan mendayagunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk memenuhi kebututhan belajar. sumber-sumber yangtersedia dan hambatan yang mungkin dihadapi dalam kegiatan pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar. kemudian diidentifikasi sejumlah kompetensi untuk dijadikan bahan pembelajaran. dan aplikasi.

dan post tes . D. sebagai produk program pembelajaran jangka pendek. Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik mengenai kompetensi dasar yang akan dijadikan topic dalam proses pembelajaran 2. Proses . yang berfungsi antara lain: untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar. pewarisan pengetahuan. tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku pembentukan kompetensi peserta didik. baik faktor eksternal maupun faktor internal. proses penjinakan. yang terdiri atas komponenkomponen yang saling berhubungan serta berinteraksi satu sama lain. proses. 3. dan tidak bersumber pada realitas masyarakat. emosional intelegensi (EI). nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. anti dialog. dari uraian di atas pembentukan kompetensi melibatkan intelegensi question (IQ). waktu belajar dan daya dukung lainnya. dengan cara membandingkan hasil pre tes dengan post tes. Rencana pelaksanaan pembelajaran pada hakikatnya merupakan suatui sistem. Umumnya pembelajaran menyangkut tiga hal: pre tes. yang mencakup komponen program kegiatan belajar dan proses pelaksanaan program. materi standar. sebagai berikut: 1. creativity intelegensi (CI). Pembelajaran pada hakikatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungan. dengan pre tes maka pikiran mereka terfokus pada soal yang harus dikerjakan. dan memuat langkah-langkah pelaksanaanya untuk membentuk kompetensi.keterampilan. berdasarkan kinerja peserta didik. metode dan teknik. Pre tes (tes awal) Pre tes memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Penilaian pencapaian kompetensi perlu dilakukan secara objektif. yang secara keseluruhan harus tertuju pada pembentukan spiritual intelegensi (SI). media dan sumber belajar. dengan bukti penguasaan mereka terhadap suatu kompetensi sebagai hasil belajar. Untuk mengetahui kemajuan peserta didik sehubungan dengan proses pembelajaran yang dilakukan. Dalam interaksi tersebut banyak sekali faktor yang mempengaruhinya. sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik.. Dalam pembelajaran. Pelaksanaan Pembelajaran yang Mendidik dan Dialogis Mulyasa (2006) kegagalan pelaksanaan pembelajaran sebagian besar disebabkan oleh penerapan metode pendidikan konvensional. Komponen program mencakup kompetensi dasar. Penyusunan Program Pembelajaran Penyusunan program pembelajaran akan bermuara pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

nafsu belajar yang besar dan tumbuhnya rasa percaya diri. peningkatan fasilitas laboratorium. d. menghasilkan output yang banyak dan bermutu tinggi. pembelajaran dan pembentukan kompetensi dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar (75%) peserta didik terlibat secara fisik. Untuk mengetahui peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan remedial maupun yang perlu diberikan pengayaan. perpustakaan. Teknologi pembelajaran merupakan sarana pendukung untuk membantu memudahkan . proses pembelajaran dan pembentukan kompetensi dan prilaku yang positif pada diri peserta didik seluruhnya setidak-tidaknya sebagian besar (75%). post test memiliki banyak kegunaan terutama dalam melihat keberhasilan pembelajaran. Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran Fasilitas pendidikan pada umunya mencakup sumber belajar. Sebagai bahan acuan untuk melakukan perbaikan proses pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik yang telah dilaksanakan. Proses pembelajaran dan pembentukan kompetensi dikatakan berhasil apabila masukan merata. b. Post Test Pada umumnya pelaksanaan pembelajaran diakhiri dengan post test. sarana dan prasarana sehingga peningkatan fasilitas pendidikan harus ditekankan pada peningkatan sumbersumber belajar. Sehubungan dengan itu. Kualitas pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik dapat dilihat dari segi proses dan hasil. atau ruangruang belajar khusus seperti ruangan komputer. sanggar seni. sejalan dengan perkembangan teknologi pendidikan dewasa ini. keindahan. baik mental. seperti nilai keagamaan. Untuk mengetahui kompetensi dasar dan tujuan-tujuan yang dapat dikuasai anak didik dan tujuan-tujuan yang belum dikuasai anak didik. 3. Bagi anak yang belum menguasai tujuan pembelajaran perlu diberikan pengulangan (remedial teaching) c. Dari segi proses. ekonomi. Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditentukan. Proses pembelajaran dan pembentukan kompetensi dikatakan efektif apabila seluruh pesera didik terlibat secara aktif. baik secara individu maupun kelompok. mental.Proses adalah sebagai kegiatan ini dari pelaksanaan pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik. sosial dan kecerdasan. E. teknologi. Sedangkan dari segi hasil. fisik Maupun sosial. pengetahuan. Bagaimana mendidik peserta didik adalah mengembangkan potensi kemanusiaannya. perkembangan masyarakat dan pembangunan. serta sesuai dengan kebutuhan. ruang audio dan video seyogianya semakin menjadi faktor-faktor yang diperhatikan dalam peningkatan fasilitas pembelajaran. baik kuantitas maupun kualitasnya. maupun sosial dalam proses pembelajaran disamping menunjukkan gairah belajar yang tinggi. Fungsi post test antara lain : a. sehingga mampu berbuat sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan.

tes kemampuan dasar penilaian akhir satuan pendidikan dan sertifikasi.pencapaian tujuan pembelajaran dan pembentukan kompetensi. dan hasil belajar yang dicantumkan dalam Surat Tanda Tamat Belajar tidak semata-semata didasarkan atas hasil penilaian pada akhir jenjang sekolah 4. menulis. Penilaian kelas dilakukan oleh guru untuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar peserta didik. memudahkan penyajian data. dan variasi budaya. Penilaian kelas Penilaian kelas dilakukan dengan ulangan harian. Tes kemampuan dasar Tes kemampuan dasar dilakukan untuk mengetahui kemampuan membaca. ulangan umum. informasi materi pembelajaran. b. Dalam hal ini guru dituntut untuk memiliki kemampuan mengorganisir. menganalisis dan memilih informasi yang paling tepat dan berkaitan langsung dengan pembentukan kompetensi peserta didik serta tujuan pembelajaran. mendiaknosa kesulitan belajar dan pembentukan kompetensi pesrta didik. 1. 3. Ulangan harian dilakukan setiap selesai proses pembelajaran dalam satuan bahasan atau kompetensi tertentu. Ulangan umum semester kedua soalnya merupakan gabungan dari semester pertama dan kedua dengan penekanan pada materi semester kedua. dan berhitung yang diperlukan dalam rangka memperbaiki program pembelajaran. proses. Dengan penguasaan guru terhadap standar kompetensi dalam bidang teknologi pembelajaran dapat dijadikan salah satu indicator standar dan sertifikasi kompetensi guru. serta penilaian program. Ulangan umum semester pertama soalnya diambil dari materi semester pertama. mempengaruhi proses pembelajaran dan pembentukan kompetensi pesrta didik. memberikan umpan balik. kinerja. 2. dengan penekanan pada bahan-bahan yang diberikan pada kelas tinggi. Bahan-bahan yang diujikan meliputi seluruh materi pembelajaran yang telah diberikan. Penilaian Akhir Satuan Pendidikan dan Sertifikasi Pada setiap akhir semester dan tahun pelajaran diselenggarakan kegiatan penilaian guna mendapatkan gambaran secara utuh dan menyeluruh mengenai ketuntasan belajar peserta didik dalam satuan waktu tertentu. dan uian akhir. dan hasil untuk mencapai suatu keunggulan yang memuaskan. Ukuran . Evaluasi Hasil Belajar Evaluasi hasil belajar dilakukan untuk mengetahui perubahan dan pembentukan kompetensi peserta didik . Untuk keperluan sertifikasi. a. yang dapat dilakukan dengan penilaian kelas. Ulangan umum dilaksanakan setiap akhir semester dengan bahan yang disajikan sebagai berikut. Ujian akhir dilakukan pada akhir program pendidikan. Benchmarking Benchmarking merupakan suatu standar untuk mengukur kinerja yang sedang berjalan. F.

2. antara lain kegiatan ekstrakurikuler. Disamping membentuk bakat ekskul juga dapat membentuk watak dan kepribadian anak didik. pengayaan dan remedial. G. Pengembangan peserta didik dapat dilakukan oleh guru melalui berbagai cara. Berdasarkan analisis terhadap kegiatan belajar. Agar ekskulini dapat berhasil dan berdaya guna dapat dibina sesuaio denga visi dan misi sekolah yang bersangkutan. Kegiatan Ekstra Kurikuler Kegiatan ekstrakurikuler yang juga sering disebut ekskul. belajar dan karier. hasil tes dan ulangan dapat diperoleh tingkat kemampuan belajar setiap peserta didik. Hal ini dimaksudkan sebagai salah satu dasar pembinaan guru dan kinerja sekolah. serta kesesuaiannya dengan tuntutan perkembangan masyarakat. merupakan kegiatan tambahan di suatu lembaga pendidikan. Kegiatan ekskul ini dikembangkan disekolah sesuai dengam kemampuan dan keadaan sekolah itu sendiri. serta bimbingan konseling (BK) 1. Pengayaan dan Remedial Program ini merupakan. daerah atau nasional. Hasil penilaian tersebut dapat dipakai untuk memberikan peringkat kelas dan tidak dapat untuk memberikan nilai akhir peserta didik. antara lain kesenian. Pengembangan Peserta Didik Pengembangan peserta didik merupakan bagian dari kompetensi pedagogig yang harus dimiliki guru. . untuk mengaktualisasikan berbagi potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik. kepramukaan. kegiatan ini banyak ragam dan kegiatannya. keagamaan dan sebagainya. Bimbingan dan Konseling Pendidikan Sekolah berkewajiban memberikan bimbingan dan konseling kepada peserta didik yang menyangkut pribadi. mengurangi kenakalan remaja. dan kemajuan zaman. dan yang mengikuti program pengayaan. dan terhadap tugas-tugas. Program ini juga mengidentifikasi materi yang perlu diulang. Penilaian dilaksanakan secara berkesinabungan sehingga peserta didik dapat mencapai satuan tahap keunggulan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan usaha dan keuletannya. olah raga. Penilaian Program Penilaian program dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional. 5. yang dilaksaanakan di luar kegiatan kurikuler. pelengkap dan penjabaran dari program mingguan dan harian.keunggulan dapat ditentukan di tingkat sekolah. dan dinas pendidikan secara kontinu dan berkesinabungan. sosial. Untuk dapat memperoleh data dan informasi tentang pencapaian bechmarking tertentu dapat diadakan penilaian secara nasional dilaksanakan pada akhir satuan pendidikan. dapat saling mengenal satu sama lain antara anak didik dalam suatu kelas dengan kelas lainnya. Penilaian program dilakukan untuk mengetahui kesesuaian kurikulum dengan dasar . 3. fungsi. dan tujuan pendidikan nasional. peserta didik yang wajib mengikuti remedial.

menata latar (setting) pembelajaran. orang tua/wali peserta didik d. orang tua/wali peserta didik dan masyartakat sekitar. sesama pendidik. Lebih lanjut diuraikan RPP kompetensi sosial merupakan kemampuan guru memiliki kompetensi untuk : a. Subkompetensi melaksanakan pembelajaran memiliki indikator esensial. dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya” Bertitik tolak dari apa yang telah diuraikan pada Bab sebelumnya dapat disimpulkan secra rinci bahwa setiap subkompetensi dijabarkan jadi indikator esensial sebagai berikut: 1. evaluasi hasil belajar. tenaga kependidikan. menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karateristik peserta didik. 2. KESIMPULAN Dalam standar nasional pendidikan (SNP). perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. tulisan dan isyarat b. tenaga kependidikan. Subkompetensi memahami peserta didik secara mendalam memiliki indikator esensial: memanfatkan prinsip-prinsip. dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik. Merancang pembelajaran. menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar. dan pemanfaatan hasil penilaian . kompetensi yang ingin dicapai. yang dalam kehidupannya tidak bisa terlepas dari kehidupan sosial masyarakat. bergaul secara efektif dengan peserta didik. Subkompetensi memahami peserta didik secara mendalam memiliki indikator esensial: memanfatkan prinsip-prinsipkembangan kognitif. Subkompetensi ini memiliki indikator esensial: memahami landasan kependidikan. kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif. memahami pesrta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian. III. termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran. 4. bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar Dari uaraian di atas dapat disimpulkan bahwa guru adalah makhluk sosial. 3. menerapkan teori belajar dan pembelajaran. menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional c. dan materi ajar serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.Dalam SNP pasal 28 ayat (3) butir d. berkomunikasi secara lisan. dan lingkungannya. sesame pendidik. merancang dan melaksanakan evaluasi proses dan hasil belajar secara berkesinabungan dengan berbagai metode. (2006) pasal 28 ayat (3) butir a “menjelaskan bahwa kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik. Subkompetensi merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran memiliki indikator esensial.

Kompetensi Pedagogik Guru Indonesia Posted by Mahmuddin pada Maret 19. Departemen Pendidikan Nasional. Remaja Rosdakarya. departemen Pendidikan Nasional. Jakarta . Jakarta. DAFTAR BACAAN Departemen Pendidikan Nasional. dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi nonakademik. 2006. Standar kompetensi guru dan sertifikasi. IV. 14 tahun 2005. Kepmendiknas No. memiliki indikator esensial. memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik. Bandung. E. Subkompetensi pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya. Psikologi Pendidikan. Remaja Rosdakarya.pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum. 2005. Departemen Pendidikan Nasional. Purwanto. 5. Undang-Undang Republik Indonesia No. Dewan Perwakilan Rakyat. DPR-RI Mulyasa. Jakarta. 2008 . 045/U/2002. Bandung. 1988. Panduan pelaksanaan sertifikasi guru. Ngalim. 2006. 2002.

dihayati. keterampilan. bahwasanya kompetensi pedagogik Guru merupakan kemampuan Guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi: 1. mengimplementasikan pembelajaran. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2007 tentang Guru. Menurut Peraturan Pemerintah tentang Guru. kompetensi kepribadian. dan perilaku yang harus dimiliki. Merujuk pada sistem pengelolaan . Kompetensi Guru tersebut bersifat menyeluruh dan merupakan satu kesatuan yang satu sama lain saling berhubungan dan saling mendukung. Pemahaman tentang peserta didik meliputi pemahaman tentang psikologi perkembangan anak.Kompetensi pedagogik yang dimaksud dalam tulisan ini yakni antara lain kemampuan pemahaman tentang peserta didik secara mendalam dan penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik. kompetensi sosial. Sedangkan Pembelajaran yang mendidik meliputi kemampuan merancang pembelajaran. menilai proses dan hasil pembelajaran. dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.Kompetensi Guru merupakan seperangkat pengetahuan. dan diaktualisasikan oleh Guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. dikuasai. Guru memiliki latar belakang pendidikan keilmuan sehingga memiliki keahlian secara akademik dan intelektual. dinyatakan bahwasanya kompetensi yang harus dimiliki oleh Guru meliputi kompetensi pedagogik. dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.

Pemahaman terhadap peserta didik Guru memiliki pemahaman akan psikologi perkembangan anak. Menyediakan bahan belajar dan mengadministrasikan dengan menggunakan teknologi informasi. pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis Guru menciptakan situasi belajar bagi anak yang kreatif. Dalam menyelenggarakan pembelajaran. Untuk dapat mengevaluasi. Pemanfaatan teknologi pembelajaran. guru harus dapat merencanakan . respon anak. Evaluasi hasil belajar Guru memiliki kemampuan untuk mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan meliputi perencanaan. pengembangan kurikulum/silabus Guru memiliki kemampuan mengembangkan kurikulum pendidikan nasional yang disesuaikan dengan kondisi spesifik lingkungan sekolah. Guru dapat membimbing anak melewati masa-masa sulit dalam usia yang dialami anak. guru seharusnya memiliki kesesuaian antara latar belakang keilmuan dengan subjek yang dibina. metode dan pendekatan.pembelajaran yang berbasis subjek (mata pelajaran). guru menggunakan teknologi sebagai media. 2. 6. Guru memiliki pengetahuan dan pemahaman terhadap latar belakang pribadi anak. Perancangan pembelajaran Guru memiliki merencanakan sistem pembelajaran yang memamfaatkan sumber daya yang ada. 5. sehingga dapat mengidentifikasi problem-problem yang dihadapi anak serta menentukan solusi dan pendekatan yang tepat. guru memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam penyelenggaraan pembelajaran di kelas. aktif dan menyenangkan. Selain itu. Selain itu. 3. 7. Membiasakan anak berinteraksi dengan menggunakan teknologi. hasil belajar anak. sehingga mengetahui dengan benar pendekatan yang tepat yang dilakukan pada anak didiknya. Semua aktivitas pembelajaran dari awal sampai akhir telah dapat direncanakan secara strategis. termasuk antisipasi masalah yang kemungkinan dapat timbul dari skenario yang direncanakan. 4. Memberikan ruang yang luas bagi anak untuk dapat mengeksplor potensi dan kemampuannya sehingga dapat dilatih dan dikembangkan. Secara otentik kedua hal tersebut dapat dibuktikan dengan ijazah akademik dan ijazah keahlian mengajar (akta mengajar) dari lembaga pendidikan yang diakreditasi pemerintah.

Read more: http://hanya-kutipan.Salah satu model pembelajaran yang beriorentasi pada kecapakan hidup peserta didik adalah model Contextual teching and learning (CTL). Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya Guru memiliki kemampuan untuk membimbing anak.html#ixzz1ia20WHSA .Guna mendukung keberhasilan dalam proses belajar mengajar. guru menyusun rencana pembelajaran dalam bentuk RPP. Mau tahu soal dan jawaban lainnya silahkan ambil disini atau disini. Kesemua aspek kompetensi paedagogik di atas senantiasa dapat ditingkatkan melalui pengembangan kajian masalah dan alternatife solusi. Penelitian tindakan kelas.com/2011/12/contoh-soal-kompetensipedagogik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan ini adalah dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas.Penilaian dan penggunaan media pembelajaran merupakan komponen yang harus dipersiapkan dan dipergunakan guru dalam mendukung proses belajar dan mengajar yang optimal. Berikut contoh soalnya : 1. melakukan pengukuran dengan benar. Coba Saudara jelaskan pengertiannya? Komponen minimal apa yang harus ada di dalamnya? 3. dan membuat kesimpulan dan solusi secara akurat. Coba saudara jelaskan pengertian model itu? Dan kemukakan komponen-komponen apa saja yang melekat di dalamnya? 2. Sehingga hasil belajar anak dapat meningkat dan target perencanaan guru dapat tercapai. berbasis pada perencanaan dan solusi atas masalah yang dihadapi anak dalam belajar. Coba saudara sebutkan kriteria pemilihan media? Dan jelaskan fungsi penilaian?.blogspot. Pada prinsipnya.penilaian yang tepat. menciptakan wadah bagi anak untuk mengenali potensinya dan melatih untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki. 8.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->