MAKALAH FILSAFAT ILMU

Aspek Aksiologi dan Hakikat NIlai dalam Filsafat Ilmu´
[

OLEH KELOMPOK V WIWIN KUSRIANTO ADRIYANI RHYAN PRAYUDDY SABARUDIN JASRU A1C3 09 037 A1C3 08 A1C3 08 A1C3 08

ROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI 2011
Aspek aksiologi dan hakikat nilai dalm filsafat ilmu

hal ini semata-mata disebabkan oleh keterbatasan dan kemampuan penulis dalam bidang pengetahuan lingkungan. Kendari. Dengan selesainya makalah ini. bukan berarti tuntasnya pembahasan terhadap materi pengantar pendidikan.maka hambatan dan kesulitan tersebut da[pat diatasi. melalui kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada semua pihak yang terlibat dan membantu dalam penyelesaian makalah ini.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis haturkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nya makalah ini dapat diselesaikan epat pada waktunya. namun berkat bantuan dari berbagai pihak. Untuk semua itu. Desember 2011 Penulis Aspek aksiologi dan hakikat nilai dalm filsafat ilmu . Dengan demikian penulis menyadari bahwa makalh ini jauh dari kesempurnaan. Dalam penyelesaian penulisan makalah ini cukup banyak kesulitan dan hambatan yang penulis alami. Makalah ini berjudul ³Aspek Aksiologi dan Hakikat NIlai dalam Filsafat Ilmu´ disusun guna memenuhi tugas kuliah filsafat ilmu pada Universitas Haluoleo Kendari.

................................ Latar Belakang ..................................................................i DAFTAR ISI ........................................................................................................................... 3 Manfaat ......... Penilaian dalam aksiologi kaitannya dengan filsafat ilmu .................................. Kesimpulan.................. Kaitan Aksiologi Dengan Filsafat Ilmu .................................................................................................................................................... D........................................................ B......................... C................ii BAB I PENDAHULUAN A........................................... 3 BAB II PEMBAHASAN A........................ 10 B..................................................................................................................................................................................................................................................................................................... 11 DAFTAR PUSTAKA Aspek aksiologi dan hakikat nilai dalm filsafat ilmu ...................................... Pengertian aksiologi................................................... Kegunaan Aksiologi Terhadap Tujuan Ilmu Pengetahuan...................... 1 Tujuan penulisan ............................... Saran ......................... BAB III PENUTUP A................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ......... B.............................................. C..............

Dengan demikian kita dapat mengembangkan ilmu pengetahuan secara interdisipliner. Dengan mempelajari Filsafat Ilmu Pengetahuan di samping akan diketahui hakekat ilmu pengetahuan dan hakekat pengetahuan. sehingga kita dapat menghargai ilmu-ilmu lain. Mempelajari apa itu ilmu pengetahuan itu berarti mempelajari atau membahas esensi atau hakekat ilmu pengetahuan. Bahkan mugkin mereka menyamakan dua pengertian tersebut. Sebelum kita membahas hakekat ilmu pengetahuan dan perbedaannya dengan pengetahuan. Demikian pula membahas pengetahuan itu juga berarti membahas hakekat pengetahuan. kita tidak akan terbenam dalam suatu ilmu yang spesifik sehingga makin menyempit dan eksklusif. Orang awam tidak memahami atau tidak menyadari bahwa ilmu pengetahuan itu berbeda dengan pengetahuan. Tentang perbedaan antara ilmu pengetahuan dan pengetahuan akan dicoba dibahas disini. LATAR BELAKANG Ilmu pengetahuan (science) mempunyai pengertian yang berbeda dengan pengetahuan (knowledge atau dapat juga disebut common sense). Dengan mempelajari filsafat ilmu pengetahuan akan membuka perspektif (wawasan) yang luas. Aspek aksiologi dan hakikat nilai dalm filsafat ilmu . dapat berkomunikasi dengan ilmu-ilmu lain.BAB I PENDAHULUAN A. terlebih dahulu akan dikemukakan serba sedikit tentang sejarah perkembangan ilmu pengetahuan. Untuk itu kita perlu memahami serba sedikit Filsafat Ilmu Pengetahuan.

Dengan menganalisis suatu konsep. memasukkan makna suatu kata sebagai konsep yang khas dalam kesadaran sehingga memiliki asumís-asumsi moral guna membantunya lebih cermat dalam fungsionalisasinya. sedangkan metodenya dari filsafat. Filsafat pendidikan tidak lebih dan tidak kurang dari suatu disiplin unik sebagaimana halnya filsafat sains atau sains yang disebut mikrobiologi. Berfilsafat tentang pendidikan menuntut suatu pemahaman yang tidak hanya tentang pendidikan dan persoalanpersoalannya. Sehingga akan terkuak dimensi-dimensi moral yang khas dalam pemakaiannya. tetapi juga tentang filsafat itu sendiri. dan (2) pendalaman makna atau dasar dari pengetahuan dan sejenisnya. Filsafat secara ringkas berkenaan dengan pertanyaan seputar analisis konsep dan dasar-dasar pengetahuan. tindakan. Aspek aksiologi dan hakikat nilai dalm filsafat ilmu . yaitu (1) analisis konsep. hakikat makna suatu kata dieksplorasi baik secara tekstual dengan padanannya maupun juga secara kontekstual dalam penggunaannya. Jadi dalam filsafat terkandung pengertian dua hal. dan kegiatan. yang membedakannya dari kata yang lainnya. Ia mengambil persoalannya dari pendidikan. Jadi. ia beroleh asupan pemeliharaan dari filsafat.Filsafat pendidikan memang suatu disiplin yang bisa dibedakan tetapi tidak terpisah baik dari filsafat maupun juga pendidikan. kepercayaan.

Mahasiswa dapat mengetahui bentuk Penilaian dalam aksiologi kaitannya dengan filsafat ilmu. TUJUAN PENULISAN Adapun tujuan penulisan pada makalah ini yaitu sebagai berikut : 1. Bagaimanakh bentuk Penilaian dalam aksiologi kaitannya dengan filsafat ilmu ? 3. 2.B. RUMUSAN MASALAH Adapun rumusan masalah pada makalah ini yaitu sebagai berikut : 1. Bagaimanakah Kaitan Aksiologi Dengan Filsafat Ilmu? C. Mahasiswa dapat mengetahui kaitan Aksiologi Dengan Filsafat Ilmu 5. Mahasiswa dapat mengetahui kegunaan Aksiologi Terhadap Tujuan Ilmu Pengetahuan. Jelaskan pengertian aksiologi ! 2. Aspek aksiologi dan hakikat nilai dalm filsafat ilmu . Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian aksiologi. MANFAAT YANG DIHARAPKAN Manfaat yang diharapkan penulis kepada pembaca makala ini yaitu agar pembaca lebih dapat menambah wawasan terhadap materi filsafat ilmu khususnyadalam aspek aksiologi dan hakikat nilai dalam filsafat ilmu. Jelaskan Kegunaan Aksiologi Terhadap Tujuan Ilmu Pengetahuan ! 4. 4. 3.selain itu makalah ini dapat menjadi referensi penunjang pengetahuan.

Aksiologi adalah ilmu yang membicarakan tentang tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri. axios yang berarti sesuai atau wajar.Suriasumantri mengartika aksiologi sebagai teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh. sosial dan agama. yang diidamkan oleh setiap insan. Menurut John Sinclair. Ilmu tidak bebas nilai. PENGERTIAN AKSIOLOGI Aksiologi merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Aksiologi dipahami sebagai teori nilai. Jadi Aksiologi merupakan ilmu yang mempelajari hakikat dan manfaat yang sebenarnya dari pengetahuan. Artinya pada tahap-tahap tertentu kadang ilmu harus disesuaikan dengan nilai-nilai budaya dan moral suatu masyarakat. Jujun S.BAB II PEMBAHASAN A. dalam lingkup kajian filsafat nilai merujuk pada pemikiran atau suatu sistem seperti politik. Pembahasan aksiologi menyangkut masalah nilai kegunaan ilmu. dan sebenarnya ilmu pengetahuan itu tidak ada yang sia-sia kalau kita bisa memanfaatkannya dan tentunya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan di jalan yang baik pula. sedangkan nilai itu sendiri adalah sesuatu yang berharga. Sedangkan logos yang berarti ilmu. sehingga nilai kegunaan ilmu tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat dalam usahanya Aspek aksiologi dan hakikat nilai dalm filsafat ilmu . Aksiologi adalah istilah yang berasal dari kata Yunani yaitu. Karena akhir-akhir ini banyak sekali yang mempunyai ilmu pengetahuan yang lebih itu dimanfaatkan di jalan yang tidak benar.

Secara historis. keputusan. Aksiologi mencoba merumuskan suatu teori yang konsisten untuk perilaku etis.meningkatkan kesejahteraan bersama. Teori nilai intuitif (the initiative theory of value). maka memungkinkan seseorang untuk berbicara tentang moralitas. aksiologi bisa disebut sebagai the theory of value atau teori nilai. Jadi. serta tentang cara dan tujuan (means and ends). benar dan salah (right and wrong). Terdapat empat teori nilai aksiologi dalam filsafat ilmu yakni sebagai berikut : 1. istilah axios (nilai) dan logos (teori) lebih akrab dipakai dalam dialog filosofis. Bagian dari filsafat yang menaruh perhatian tentang baik dan buruk (good and bad). dua yang pertama beraliran obyektivis. Demikianlah aksiologi terdiri dari analisis tentang kepercayaan. dan konsep-konsep moral dalam rangka menciptakan atau menemukan suatu teori nilai. istilah yang lebih umum dipakai adalah etika (ethics) atau moral (morals). Tetapi dewasa ini. Keduanya beranjak dari pertanyaan yang sama: apakah nilai itu bersifat bergantung atau tidak bergantung pada manusia (dependent upon or independent of mankind)? Dari sini muncul empat pendekatan etika. Teori ini berpandangan bahwa sukar jika tidak bisa dikatakan mustahil untuk mendefinisikan suatu Aspek aksiologi dan hakikat nilai dalm filsafat ilmu . Tatkala yang baik teridentifikasi. yakni memakai kata-kata atau konsep-konsep semacam ³seharusnya´ atau ³sepatutnya´ (ought / should). (1) objectivism dan (2) subjectivism. Terdapat dua kategori dasar aksiologis. Ia bertanya seperti apa itu baik (what is good?). sedangkan dua berikutnya beraliran subyektivis. bukan sebaliknya malahan menimbulkan bencana.

Nilai tersebut ditemukan sebagai hasil dari penalaran manusia dan pewahyuan supranatural. Jadi dengan nalar atau peran Tuhan. artefak manusia. seseorang menemukan nilai ultim. 3. dipakai. absolut yang seharusnya mengarahkan perilakunya. Fakta bahwa seseorang melakukan sesuatu yang benar ketika ia tahu dengan nalarnya bahwa itu benar. Bagaimanapun juga suatu perangkat nilai yang ultim atau absolut itu eksis dalam tatanan yang bersifat obyektif. Teori nilai rasional (the rational theory of value). Bagi mereka janganlah percaya pada nilai yang bersifat obyektif dan murni independen dari manusia. obyektif. Nilai ditemukan melalui intuisi karena ada tata moral yang bersifat baku.perangkat nilai yang bersifat ultim atau absolut. Teori nilai alamiah (the naturalistik theory of value). yang diciptakan. dan validitas dari nilai obyektif ini tidak bergantung pada eksistensi atau perilaku manusia. ia berkewajiban untuk mengatur perilaku individual atau sosialnya selaras dengan preskripsi-preskripsi moralnya. Nilai adalah produk biososial. diuji oleh individu dan masyarakat untuk melayani tujuan membimbing perilaku manusia. Sekali seseorang menemukan dan mengakui nilai tersebut melalui proses intuitif. 2. sebagaimana fakta bahwa hanya orang jahat atau yang lalai yang melakukan sesuatu berlawanan dengan kehendak atau wahyu Tuhan. Nilai menurutnya diciptakan manusia bersama dengan kebutuhan-kebutuhan dan hasrathasrat yang dialaminya. Pendekatan naturalis Aspek aksiologi dan hakikat nilai dalm filsafat ilmu . Mereka menegaskan bahwa nilai eksis sebagai piranti obyek atau menyatu dalam hubungan antarobyek.

Nilai tidak lebih dari suatu opini yang tidak bisa diverifikasi. B. Kajian etika lebih fokus pada prilaku. Etika sendiri dalam buku Etika Dasar yang ditulis oleh Franz Magnis Suseno diartikan sebagai pemikiran kritis. sekalipun diakui bahwa penilaian (valuing) menjadi bagian penting dari tindakan manusia. sistematis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan moral. Teori nilai emotif (the emotive theory of value). Nilai secara umum hakikatnya bersifat subyektif. keutamaan. ada dua penilain yang umum digunakan. PENILAIAN DALAM AKSIOLOGI Dalam aksiologi. 4.mencakup teori nilai instrumental dimana keputusan nilai tidak absolut atau ma¶sum (infallible) tetapi bersifat relatif dan kontingen. drama kemanusiaan adalah sebuah axiological tragicomedy. norma dan adat istiadat manusia. maka teori ini memandang bahwa bahwa konsep moral dan etika bukanlah keputusan faktual tetapi hanya merupakan ekspresi emosi-emosi atau tingkah laku (attitude). Isi dari pandangan-pandangan moral ini sebagaimana telah dijelaskan Aspek aksiologi dan hakikat nilai dalm filsafat ilmu . keadilan dan sebagianya. Di situ dipersoalkan mengenai masalah kebaikan. Etika adalah cabang filsafat yang membahas secara kritis dan sistematis masalah-masalah moral. bergantung pada kondisi (kebutuhan/keinginan) manusia. Etika merupakan salah-satu cabang filsafat tertua. Bagi mereka. Setidaknya ia telah menjadi pembahasan menarik sejak masa Sokrates dan para kaum shopis. yaitu etika dan estetika. Jika tiga aliran sebelumnya menentukan konsep nilai dengan status kognitifnya.

Eudemonisme menegaskan setiap kegiatan manusia mengejar tujuan. Selanjutnya utilitarisme. etika tidak menghasilkan suatu kebaikan atau perintah dan larangan. Dan adapun tujuan dari manusia itu sendiri adalah kebahagiaan. Semua hal lain disebut baik secara terbatas atau dengan syarat. adat. yang bisa disebut baik dalam arti sesungguhnya hanyalah kehendak baik. hedonisme. Maksudnya adalah tingkah laku yang penuh dengan tanggung jawab. eudemonisme. Tujuan dari etika adalah agar manusia mengetahi dan mampu mempertanggungjawabkan apa yang ia lakukan. Hedoisme adalah padangan moral yang menyamakan baik menurut pandangan moral dengan kesenangan. utiliterisme dan deontologi. Misalnya kekayaan manusia apabila digunakan dengan baik oleh kehendak manusia. Menurut Kant. Dalam perkembangan sejarah etika ada empat teori etika sebagai sistem filsafat moral yaitu. Aspek aksiologi dan hakikat nilai dalm filsafat ilmu . baik tanggung jawab terhadap diri sendiri. yang berpendapat bahwa tujuan hukum adalah memajukan kepentingan para warga negara dan bukan memaksakan perintahperintah ilahi atau melindungi apa yang disebut hak-hak kodrati. melainkan sebuah pemikiran yang kritis dan mendasar. alam maupun terhadap tuhan sebagai sang pencipta. wejangan dan adat istiadat manusia.di atas adalah norma-norma. Berbeda dengan norma itu sendiri. Selanjutnya deontologi. nilai kebaikan dari tingkah laku manusia menjadi sentral persoalan. Didalam etika. masyarakat. adala h pemikiran tentang moral yang diciptakan oleh Immanuel Kant.

Sebenarnya keindahan bukanlah merupakan suatu kualitas objek. Keindahan mengandung arti bahwa didalam diri segala sesuatu terdapat unsur-unsur yang tertata secara tertib dan harmonis dalam satu kesatuan hubungan yang utuh menyeluruh. Meskipun sesungguhnya pagi itu sendiri tidak indah tetapi kita mengalaminya dengan perasaan nikmat. KEGUNAAN AKSIOLOGI TERHADAP TUJUAN ILMU PENGETAHUAN Berkenaan dengan nilai guna ilmu. yakni estetika. Misalnya kita bengun pagi.Sementara itu. C. cabang lain dari aksiologi. bahwa kita Aspek aksiologi dan hakikat nilai dalm filsafat ilmu . Dalam hal ini orang cenderung mengalihkan perasaan tadi menjadi sifat objek itu. tak dapat dibantah lagi bahwa kedua ilmu itu sangat bermanfaat bagi seluruh umat manusia. baik itu ilmu umum maupun ilmu agama. Padahal sebenarnya tetap merupakan perasaan. melainkan sesuatu yang senantiasa bersangkutan dengan perasaan. artinya memandang keindahan sebagai sifat objek yang kita serap. Memang kalaupun terjadi malapetaka yang disebabkan oleh ilmu.S. Berkaitan dengan hal ini. matahari memancarkan sinarnya kita merasa sehat dan secara umum kita merasaakan kenikmatan. menurut Francis Bacon seperti yang dikutip oleh Jujun. dengan ilmu sesorang dapat mengubah wajah dunia. Maksudnya adalah suatu objek yang indah bukan semata-mata bersifat selaras serta berpola baik melainkan harus juga mempunyai kepribadian.Suriasumatri yaitu bahwa ³pengetahuan adalah kekuasaan´ apakah kekuasaan itu merupakan berkat atau justru malapetaka bagi umat manusia. Estetika merupakan bidang studi manusia yang mempersoalkan tentang nilai keindahan.

karena ilmu itu sendiri merupakan alat bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan hidupnya. 3. Bila ada batui didepan pintu. Inilah kegunaan mempelajari teori-teori filsafat ilmu.tidak bisa mengatakan bahwa itu merupakan kesalahan ilmu. atau hendak menentang suatu sistem kebudayaan atau sistem ekonomi. Filsafat sebagai pandangan hidup. untuk mengetahui kegunaan filsafat ilmu atau untuk apa filsafat ilmu itu digunakan. maka batu itu masalah. Filsafat sebagai kumpulan teori digunakan memahami dan mereaksi dunia pemikiran. Filsafat sebagai metodologi dalam memecahkan masalah. . 2. setiap keluar dari pintu itu kaki kita tersandung. maka sebaiknya mempelajari teori-teori filsafatnya. Filsafat dalam posisi yang kedua ini semua teori ajarannya diterima kebenaranya dan dilaksanakan dalam kehidupan. Nilai kegunaan ilmu. atau sistem politik. yaitu: 1. Kehidupan akan dijalani lebih enak bila masalah masalah itu Aspek aksiologi dan hakikat nilai dalm filsafat ilmu . kita dapat memulainya dengan melihat filsafat sebagai tiga hal. Jika seseorang hendak ikut membentuk dunia atau ikut mendukung suatu ide yang membentuk suatu dunia. ilmu tidak mengenal baik ataupun buruk melainkan tergantung pada pemilik dalam menggunakannya. Dalam hidup ini kita menghadapi banyak masalah. lagi pula ilmu memiliki sifat netral. Filsafat ilmu sebagai pandangan hidup gunanya ialah untuk petunjuk dalam menjalani kehidupan.

Kebenaran tidak tergantung pada kebenaran pada pendapat individu melainkan pada objektivitas fakta. apabila subjek berperan dalam memberi penilaian. D. tapi kadang-kadang bersifat subjektif. bukan pada subjek yang melakukan penilaian. Sebaliknya. mulai dari cara yang sederhana sampai yang paling rumit. seperti perasaan yang akan mengasah kepada suka atau tidak suka. Seorang ilmuan haruslah bebas dalam menentukan topik penelitiannya. agama dan budaya. Bagaimana dengan objektivitas ilmu? Sudah menjadi ketentuan umum dan diterima oleh berbagai kalangan bahwa ilmu harus bersifat objektif. KAITAN AKSIOLOGI DENGAN FILSAFAT ILMU Nilai itu bersifat objektif. Seorang ilmuan harus melihat realitas empiris dengan mengesampingkan kesadaran yang bersifat idiologis. Tolak ukur suatu gagasan berada pada objeknya. Bila cara yang digunakan amat sederhana maka biasanya masalah tidak terselesaikan secara tuntas. Ada banyak cara menyelesaikan masalah. nilai menjadi subjektif. senang atau tidak senang. Ketika seorang Aspek aksiologi dan hakikat nilai dalm filsafat ilmu .penyelesaian yang detail itu biasanya dapat mengungkap semua masalah yang berkembang dalam kehidupan manusia. Salah satu faktor yang membedakan antara peryataan ilmiah dengan anggapan umum ialah terletak pada objektifitasnya. kesadaran manusia menjadi tolak ukur penilaian. Dengan demikian nilai subjektif selalu memperhatikan berbagai pandangan yang dimiliki akal budi manusia.dapat diselesaikan. bebas melakukan eksperimen-eksperimen. Dikatakan objektif jika nilai-nilai tidak tergantung pada subjek atau kesadaran yang menilai.

dia tidak mau terikat pada nilai subjektif Aspek aksiologi dan hakikat nilai dalm filsafat ilmu .ilmuan bekerja dia hanya tertuju kepada proses kerja ilmiah dan tujuannya agar penelitiannya be rhasil dengan baik. Nilai objektif hanya menjadi tujuan utamanya.

2. Teori nilai intuitif (the initiative theory of value). 4. SIMPULAN Dari pembahasan di atas dapat ditarik simpulan sebagai berikut : 1. Terdapat empat teori nilai aksiologi dalam filsafat ilmu yakni sebagai berikut : 1. B. SARAN Saran yang dapat kami sampaikan pada makalah ini yaitu kami kepada dosen pembimbing untuk lebih banyak memberikan materi penunjang agar kami lebih baik dalam penyusunan makalah ini. Teori nilai emotif (the emotive theory of value). Aspek aksiologi dan hakikat nilai dalm filsafat ilmu . Teori nilai rasional (the rational theory of value). Aksiologi disebut juga teori nilai. 2.BAB III PENUTUP A. Aksiologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang orientasi atau nilai suatu kehidupan. karena ia dapat menjadi sarana orientasi manusia dalam usaha menjawab suatu pertanyaan yang amat fundamental. 3. Teori nilai alamiah (the naturalistik theory of value).

.com/aksiologi-filsafat-ilmu. Integrasi Keilmuan. (Jakarta: PPJM dan UIN Jakarta Press) Bidin Masri Elmasyar. (Jakarta: Reneka Cipta. (Jakarta: Sinar Harapan. Logika Materil. (Jakarta: UIN Jakarta Press) Salam Burhanuddin. cet. dkk. 1997). Integrasi Ilmu Agama dan Ilmu Hukum. http://google. MA. Ke-1 umatriasumatri Jujun S. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer.com Aspek aksiologi dan hakikat nilai dalm filsafat ilmu .DAFTAR PUSTAKA Azra Azyumardi. 1988 http://wordpress. Filsapat Ilmu Pengetahuan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful