P. 1
Proses Mengajar Yang Efektif

Proses Mengajar Yang Efektif

|Views: 30|Likes:
Published by Ali Maulana

More info:

Published by: Ali Maulana on Jan 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2012

pdf

text

original

BAB I Pendahuluan

Pembelajaran menurut Gagne dan Briggs (1973) dalam bukunya Warsita (2008: 266) adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar peserta didik, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar peserta didik yang bersifat internal. Sedangkan Pembelajaran efektif menurut Miarso (2004) dalam bukunya Warsita (2008: 287) adalah belajar yang bermanfaat dan bertujuan bagi peserta didik, melalui pemakaian prosedur yang tepat. Melalui prosedur yang tepat maka tujuan pembelajaran akan dapat tercapai secara optimal sehingga dampak belajar akan dapat diperoleh siswa. Karena pada hakekatnya pembelajaran dilakukan karena ingin mencapai suatu tujuan tertentu. Efektivitas menekankan pada perbandingan antara rencana dengan tujuan yang dicapai. Oleh karena itu, evektivitas pembelajaran sering kali diukur dengan tercapainya tujuan pembelajaran, atau dapat pula diartikan sebagai ketepatan dalam mengelola suatu situasi. Suatu kegiatan dikatakan efektif apabila kegiatan itu dapat diselesaikan pada waktu yang tepat dan mencapai tujuan yang diinginkan. Efektivitas suatu pembelajaran merupakan suatu usaha dalam peningkatan mutu dan kualitas pengeluaran siswa. Kegiatan pembelajaran di sekolah adalah kegiatan pendidikan pada umumnya, yang menjadikan siswa menuju keadaan yang lebih baik. Pendidikan dalam hal ini sekolah tidak dapat lepas dari peran guru sebagai fasilitator dalam penyampaian materi. Profesionalisme seorang guru sangatlah dibutuhkan guna terciptanya suasana proses belajar mengajar yang efisien dan efektif dalam pengembangan siswa yang memiliki kemampuan beragam. Pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilakau kearah yang lebih baik. Pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran yang artinya sebelum siswa belajar harus melalui sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan sehari hari yang masalahnya bersifat tertutup dan terbuka.Oleh karena itu pada proses pembelajaran guru perlu meningkatkan kemampuan menjadi guru professional dan kreatif dalam mengembangkan kemampuan mengajar sehingga siswa dapat maksimal walaupun dalam kenyataannya guru-guru di Indonesia

mengemukakan gagasan atau ide dan mampu bekerjasama. memecahkan masalah. akan lebih bermakna karena dalam proses pembelajaran siswa mempunyai lebih banyak pengalaman. Untuk mencapai tujuan yang diatas dibutuhkan metode pengajaran yang sesuai. kegiatan belajar ini dapat mengasah kemampuan siswa dalam memahami konsep. Based Learning adalah suatu metode pembelajaran kooperatif berdasarkan pada prinsip penggunaan permasalahan sebagai titik awal untuk penggadaan pengetahuan baru. menggunakan penalaran. Dengan pembelajaran dengan metode pembelajaran Based Learning siswa akan lebih kreatif.sebagian besar masih mempertahankan metode-metode pembelajaran lama. Pendekatan pemecahan masalah ini menempatkan guru sebagai fasilitator dimana kegiatan belajar mengajar akan dititik beratkan pada keaktifan siswa. salah satunya adalah metode pembelajaran Based Learning. Menurut UNESCO: “learning to know. bersikap toleransi terhadap teman (learning to live together). and learning to live together “ siswa bukan hanya duduk diam dan mendengarkan. Proses pembelajaran yang mengikut sertakan siswa secara aktif secara individu maupun kelompok. learning to be. Kesempatan berinteraksi dengan berbagai individu atau kelompok yang bervariasi akan membentuk kepribadian untuk memahami kebersamaan. .efisien dan efektif. Interaksi tersebut diharapkan siswa dapat membangun jati diri (learning to be). Interaksi siswa dengan lingkungannya menuntut mereka untuk memahami pengetahuan yang berkaitan dengan dunia sekitarnya (learning to know). kemampuan yang dimaksudkan adalah kemampuan mengajar dengan menerapkan model pembelajarn yan tepat. Siswa harus diberdayakan agar siswa mau serta mampu berbuat untuk memperkaya pengelaman belajar (learning to do ). Kemampuan guru sebagai salah satu usaha meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dimana guru merupakan elemen di sekolah yang secara langsung dan aktif bersinggungan dengan siswa. learning to do.

Hal yang dibutuhkan dua hal utama yaitu: (1) Pengetahuan dan keahlian profesional. Guru yang efektif memiliki strategi pengejaran yang baik dab didukung oleh metode penetapan tujuan. dan memahami materi. Tentu saja. Ini juga membutuhkan pengetahuan dasar pengorganisasian materi. maka tidak ada cara tunggal untuk mengajar yang efektif untuk semua hal. Pada pendidikan model lama (tradisional) terlalu menekankan murid harus duduk diam. dan berhubungan secara efektif dengan murid-murid dari berbagai latar belakang kultural. PENGETAHUAN DAN KEAHLIAN PROFFESIONAL Guru yang efektif menguasai materi pelajaran dan keahlian atau keterampilan mengajar yang baik. istilah. menjadi pendengar pasif dan menyuruh murid untuk menghafal informasi yang relevan dan tidak relevan. Mereka juga mengetahui cara menggunakan teknologi yang tepat guna di dalam kelas. 1. Kemudian berganti pada prinsip konstruktivisme. Berikut adalah masing-masing penjelasan dari beberapa kriteria di atas. berkomunikasi. mengkaitkan berbagai gagasan. Namun tidak semua ahli setuju dengan cara di atas. dan konsep umum.BAB II Mengajar Efektif Mengajar adalah hal yang kompleks dan karena murid-murid itu bervariasi. masih banyak . Penguasaan materi pelajaran Guru yang efektif harus berpengetahuan. fleksibel. Guru harus menguasai beragam perspektif dan strategi. perencanaan pengajaran. Mereka tahu bagaimana memotivasi. tetapi yang terpenting adalah walaupun anda menggunakan salah satu strategi di atas. Strategi Pengajaran Dalam hal ini bagaimana guru dapat membuat pengajaran materi dapat dikuasai oleh murid. (2) komitmen dan motivasi. dan harus bisa mengaplikasikannya secara fleksibel. dan manajemen kelas. pengetahuan subjek materi tidak hanya mencakup fakta. cara berpikir dan berargumentasi. 2. yaitu menekankan agar murid secara aktif menyusun dan membangun pengetahuan dan pemahamannya.

Teknologi itu sendiri tidak selalu meningkatkan kemampuan belajar murid perlu kesesuaian antara kurikulum dengan teknologi yang sesuai dalam pengajaran. 7.hal yang harus diketahui. mendengar. Guru yang efektif tahu bahwa murid akan termotivasi saat mereka bisa memilih sesuatu yang sesuai dengan minatnya. Keahlian motivasional Guru yang efektif mempunyai strategi yang baik untuk memotivasi murid agar mau belajar. 3. Guru yang efektif dapat mempertahankan lingkungan belajar yang kondusif. dan sensitif terhadap kebutuhan mereka. Guru yang baik akan memberi kesempatan murid untuk berpikir kreatif dan mendalam untuk proyek mereka sendiri. Bekerja secara efektif dengan murid dari berbagai kultur yang berbeda Guru yang efektif harus mengetahui dan memahami anak dengan latar belakang kultural yang berbeda-beda. Keahlian komunikasi Hal yang perlu diperlukan untuk mengajar adalah keahlian dalam berbicara. . entah dia menggunakan perspektif tradisional atau konstruktivisme di atas. 6. Keahlian teknologi Guru yang efektif tahu cara menggunakan komputer dan cara mengajar murid menggunakan komputer untuk menulis dan berkreasi. Mendorong murid satu dengan murid yang lain untuk berhubungan positif. memahami komunikasi non verbal dari murid. 5. Penetapan tujuan dan keahlian perencanaan instruksional Guru yang efektif tidak sekadar mengajar di kelas. 4. Mereka juga harus menentukan tujuan pembelajaran dan menyusun rencana untuk mencapai tujuan itu. Keahlian manajemen kelas Aspek penting lainnya untuk menjadi guru yang efektif adalah mampu menjaga kelas tetap aktif bersama dan mengorientasikan kelas ke tugas-tugas. mengatasi hambatan komunikasi verbal. dan memapu memecahkan konflik secara konstruktif. 8. hal-hal yang memberikan pengaruh dalam pengajaran yang efektif.

KOMITMEN DAN MOTIVASI Menjadi guru yang efektif juga membutuhkan komitmen dan motivasi. Aspek ini mencakup sikap yang baik dan perhatian kepada murid. Guru yang efektif juga mempunyai kepercayaan diri terhadap kemampuan mereka dan tidak akan membiarkan emosi negatif melunturkan motivasi mereka. Komitmen sangat dibutuhkan dalam pengajaran. . bagaimana guru memberikan tenaga dan pikiran untuk memberikan pengajaran yang dapat diterima oleh murid dengan baik.

. Sebab bukan hal yang mudah untuk menjadi seorang guru yang profesional dan menjalankan tugas pangilanya untuk memberikan apa yang telah diketahui kepada siswa/i di kelas. Bukan hanya kecerdasan intelektual saja yang dibutuhkan melainkan harus pandai dalam menyampaikan kepada peserta didik dengan metode-metode. mendidik dan menciptakan anak didik yang memiliki potensi dan pola pikir yang baik dan positif. teknik-teknik dan strategi yang bijaksana agar proses belajar mengajar itu tidak monoton dan menyenakan bagi siswa/i serta mudah dicerna dan di pahami.BAB III PENUTUP Berdasarkan Makalah ini penulis dapat memberi kesimpulan. bahwa pentingnya Sistem dan Strategi Belajar Mengajar itu untuk membangun. Tanggung jawab dalam melayani siswa/i adalah besar dan itu yang menentukan arah pendidikan suatu bangsa.

Tugas : Makalah Managemen Kelas Mengajar Efektif D I S U S U N O .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->