P. 1
1

1

|Views: 379|Likes:
Published by Lisa Rosemary

More info:

Published by: Lisa Rosemary on Jan 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB I
  • KONSEP DASAR SISTEM
  • PENDAHULUAN
  • KONSEP SISTEM
  • KERANGKA KERJA ORGANISAS IONAL DARI SUATU SISTEM
  • Unsur Manusia Dalam Sistem Informasi
  • Pembuatan Keputusan
  • KARAKTERISTIK SISTEM
  • Sistem Logik dan Sistem Fisik(Logical and Physical System)
  • BAB II
  • KONSEP DAS AR INFORMASI
  • LINGKUNGAN INFORMASI
  • DATA
  • INFORM ASI
  • HIERARKI DATA
  • KARAKTERISTIK DATA dan INFORMAS I
  • Karakteristik Pokok Permasalahan
  • KUALITAS INFORMASI
  • INFORM ASI untuk MANAJEMEN
  • BAB III
  • KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI
  • PENGERTIAN
  • KERANGKA KERJA SISTEM INFORM ASI
  • JENIS – JENIS SISTEM INFORM ASI
  • Sistem Pendukung Operasi
  • Sistem Pendukung Manajemen
  • Klasifikasi Lainnya Sistem Informasi
  • FUNGSI SISTEM INFORMASI
  • KOMPONEN SIS TEM INFORM ASI
  • Sumber Daya Sistem Informasi dan Produknya
  • Sumber Daya Manusia
  • Sumber Daya Hardware
  • Sumber Daya Software
  • Sumber Daya Data
  • Sumber Daya Jaringan
  • Produk Informasi
  • AKTIVITAS SISTEM INFORM ASI
  • 1. PENGERTIAN SISTEM
  • Pengertian Sistem Menurut:
  • Model Umum Sebuah Sistem
  • Komponen Input
  • KomponenProses
  • Komponen Output
  • Komponen Tujuan
  • Komponen Kendala
  • Komponen Umpan Balik
  • 2. KARAKTERISTIK SEBUAH SISTEM
  • 3. Klasifikasi Sistem
  • 4. Pengendalian Dalam Sistem
  • Alat pengendali Sensor
  • TENTANG INFORMAS I
  • SIKLUS INFORMASI
  • D AT
  • PR OSE S
  • I
  • KARAKTERISTIK INFORMASI
  • NILAI INFORMASI
  • a. Relevansi (relevancy)
  • b. Akurasi (accuracy)
  • c. Tepat waktu (timeliness)
  • USIA INFORMAS I
  • MUTU INFORMASI
  • PERANGKAT SISTEM INFOM ASI
  • PENGELOLA SISTEM INFORMASI
  • PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI
  • IRM SEPERTI HALNYA MAN AJEMEN INFORMAS I SUMBER
  • IRM MERUPAKAN CAR A UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SISTEM INFORM ASI
  • IRM SEBAGAI MANAJEMEN SUMBER KOMPUTERIS ASI
  • PANDANGAN YANG LUAS TERHAD AP IRM
  • PANDANGAN SEMPIT MENGENAI KEUNTUNGAN KOMPETITIF
  • PANDANG YANG LUAS MENGENAI KEUNTUNGAN KOMPETITIF
  • MENEMPATKAN KEUNTUNGAN KOMPETITIF DALAM PERSPEKTIF
  • PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK SUMBER-SUMBER INFORMASI
  • ERA PRA-PERENCANAAN IS STRATEGIS
  • ERA SPIR AWAL
  • ERA MODERN
  • MENEMPATKAN PERENCANAAN INFORMM ASI STRATEGIS DALAM PERSPERKTIF
  • KEPALA BAGIAN INFORM ASI (CIO)
  • KENDALA PADA CIO
  • JENIS END-USER
  • APLIKASI END-USER POTENSIAL
  • TAHAP PERTUMBUHAN END-USER COMPUTING
  • FAKTOR YANG MENDORONG END-USER COMPUTING
  • KEUNTUNGAN DARI END-USER COMPUTING
  • Tabel 19.1risiko dan kontrol end-user computing
  • RISIKO DARI END-USER COMPUTING
  • PUSAT INFORMASI
  • KONTROL JARINGAN
  • MENEMPATKAN MANAJEMEN SUMBER-SUMBER INFORMASI DALAM PERSPEKTIF
  • DAFTAR PUSTAKA

BAB I KONSEP DASAR SISTEM

PENDAHULUAN Pada bab ini akan dijelaskan bahwa teknologi hanya merupakan salah satu dari empat elemen sistem informasi dalam organisasi. Untuk mengembangkan sistem informasi, maka kita perlu memahami prinsip, teknik, dan catatan untuk analisis sistem dan desain sehingga kita akhirnya dapat memahami bagaimana menganalisa keadaan bisnis yang secara logis menerapkan teknologi informasi untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Prinsip-prinsip ini perlu dikuasai oleh seorang manajer atau pem akai sistem informasi disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini. 1. Para manajer bisnis sangat mungkin mengembangkan sistem mereka sendiri. Untuk membangun sistem dengan end-user yang berkualitas, seorang manajer harus menerapkan prinsip yang sama jika sistem tersebut dikerjakan oleh pihak lain. 2. Seorang manajer bisnis mungkin saja bekerjasama atau berkonsultasi dengan professional sistem. Untuk itu seorang manajer harus menguasai konsep sistem sehingga dapat mengkom unikasikan dan mengkonfirm asikan apa yang diinginkan oleh perusahaan. 3. Seorang manajer bisnis harus memahami konsep sistem untuk menguasai Sistem Informasi. KONSEP SISTEM Sistem adalah seperangkat komponen yang saling berhubungan dan saling bekerjasama untuk mencapai beberapa tujuan. Sistem informasi adalah kumpulan hardware dan softwarekomputer, prosedur, dokumentasi, formulir dan orang yang bertanggungjawab untuk memperoleh, menggerakkan, manajemen, distribusi data dan informasi. Proses yang harus diikuti dalam pengembangan suatu sistem yang baik disebut sistem analysis and design (SA&D). proses Muhammad Taufiq STMIK AMIKOM

SA&D ini didasarkan pada pendekatan sistem untuk mengatasi suatu masalah yang disebabkan oleh beberapa prinsip dasar berikut ini. • Seorang manajer harus tahu apa (what) yang dilakukan oleh suatu sistem sebelum membuat spesifikasi bagaimana (how) suatu sistem bekerja. • Memilih cakupan yang tepat atas keadaan yang dianalisa akan berpengaruh terhadap masalah apa yang bisa diatasi dan yang tidak. • Suatu masalah (atau sistem) sebenarnya terdiri dari beberapa masalah, sehingga strategi yang tepat adalah mengurutkan masalah yang besar ke masalah yang kecil. • Pemecahan suatu masalah antara satu bagian dengan bagian lain mungkin sekali berbeda, sehingga pemecahan alternatif yang menunjukan perspektif yang berbeda hendaknya dibuat dan diperbandingkan sebelum hasil akhir dipilih. • Masalah dan pemahamannya berubah ketika dilakukan analisa, sehingga seorang manajer harus mengambil pendekatan bertahap terhadap pemecahan masalah. Hal ini memungkinkan komitmen yang terus bertambah (incremental) terhadap pemecahan masalah tertentu, dimana keputusannya adalah berlanjut atau tidak ke tahap berikutnya. KERANGKA KERJA ORGANISAS IONAL DARI SUATU SISTEM Ada berbagai macam kerangka kerja organisasional dari suatu sistem, namun yang terpenting adalah agar organisasi dapat bekerja efektif. Kerangka kerja yang dimaksud seperti pada gambar 1.1 berikut adalah manusia, teknologi, tugas-tugas/prosedur, dan struktur organisasi. Hal yang harus diperhatikan adalah setiap kali kita mengubah satu karakteristik atau lebih dari empat komponen yang ada, kita harus mempertimbangkan perubahan karakteristik yang lain. Contoh sederhananya adalah kalau teknologi komputer di kantor berubah, maka orang dalam organisasi tersebut harus pula berubah, dan mungkin cara mengubahnya adalah dengan dilakukan pelatihan ulang bagi pegawai. Kalau salah satu komponen organisasi berubah, dan komponen yang 2

lain juga harus berubah, maka pertanyaannya adalah dalam konteks kepentingan organisasi, komponen manakah yang pertama kali diubah? Jawaban secara konkret mungkin sangat sulit, namun jika teknologi berubah, maka kita harus mempertimbangkan kompensasi perubahan tiga komponen lainnya. Kita dapat menggunakan perubahan ini untuk memaksa komponen lain untuk ikut berubah, dan kita dapat menggunakan perubahan teknologi agar terjadi inovasi yang menguntungkan perusahaan.
Manusia (People )

Struktu Organisasi r

Teknologi

Tugas / Prosedur

Gambar 1.1. Komponen Dasar dari Organisasi Unsur Manusia Dalam Sistem Informasi Manusia sebagai penyedia dan pemakai informasi merupakan bagian integral dari sistem informasi. Pemahaman terhadap unsur manusia membantu memahami mengapa suatu sistem tidak cocok untuk setiap orang. Newell dan Simon (1972) membagi empat komponen pemrosesan informasi yakni penerimaan rangsangan (reception of stimuli) , mempengaruhi tindakan (effecting actions), pemrosesan (processing) , dan memori (memory). Empat komponen ini pulalah yang digunakan dalam suatu sistem inform asi yang menggunakan komputer yakni input, proses, output dan penyimpanan. Lebih lanjut Newell dan Simon menunjukan beberapa eksperimen bahwa manusia memiliki tiga jenis memori atau sistem penyimpanan yang berbeda. 3

Model pembuatan keputusan dapat dilihat pada gambar 1. • Intelligence : Mencari kondisi lingkungan yang menimbulkan adanya kebutuhan untuk membuat suatu keputusan. dan lain-lain) Penerim a (Recertors ) RANGSANGAN STIMULU / S Memor Jangk i a Pende k Lingkunga n Memor i angk J Panjan a g TINDAKA N Yan g Mempengaruh Newell dan Simon i Processo r Gambar 1. Pemahaman proses pembuatan keputusan merupakan hal penting dalam sistem informasi. dan pengumpulan data yang relevan. maka dapat ditentukan bagaimana manusia membuat keputusan dalam organisasi. Untuk Pemrosesan Informasi oleh Manusia Memori Luar Cara Kerja EDI Pembuatan Keputusan Karena pembuatan keputusan merupakan tugas manajerial yang rutin. Memori Eksternal : Alat-alat di luar otak (komputer. 4 .• Memori Jangka Panjang : Tempat penyimpanan dari fakta yang luas dan hubungan-hubungan yang ada di otak manusia. kita dapat mendefinisikan masing-masing elemen proses pembuatan keputusan. kertas.2. Dari gambar tersebut. • • Memori Jangka Pendek : Tempat kecil di otak untuk memanipulasi data.2.

Program manajem en proyek membantu pada tahap implementasi. Intelligence Follow-Up Umpan Balik Desain 5 . formatnya. pengaruh warna dan grafik dalam memahami data. konsistensi.• Desain : Mengembangkan dan menemukan solusi atau tindakan alternatif. Beberapa organisasi memiliki ahli tentan faktor-faktor manusia yang terlibat dalam perancangan sistem untuk mempertimbangkan karakteristik manusia yang mempr oses informasi. Misalnya teknik matematika seperti program linierdapat digunakan pada tahap pemilihan alternatif keputusan. dan lain-lain. • Follow-up : Memonitor solusi untuk menjamin bahwa keputusan tersebut dapat bekerja seperti yang diharapakan dan memodifikasi atau memperbaiki solusi. serta kelayakan solusi/tindakan. Persuasi :Mempengaruhi orang lain yang terlibat dalam implementasi keputusan sehingga mereka menerima dan mengikuti solusi yang telah dipilih. Untuk mem ecahkan masalah manusia dapat dibantu atau bahkan digantikan oleh sistem informasi. Spesialis sistem ini memperkirakan jumlah informasi yang diperlukan. Dapat disim pulakan bahwa dalam membuat sistem berteknologi tinggi harus dengan sentuhan manusia agar pegawai dan manajer organisasi merasa puas dan senang menggunakan aplikasi sistem informasi tersebut. • • Pilihan : Pemilihan alter natif yang terbaik terhadap masalah yang ada. Simulasi komputer digunakan untuk menguji pemecahan alternatif pada tahap desain. tataletak laporan. • Implementasi : Pembuatan dan pengelolaan solusi yang baru sehingga dilakukan tepet waktu dan efisien.

Interface : Tempat dimana komponen atau sistem dan lingkungannya Area yang dikuasai dan digunakan untuk bertemu atau berinteraksi. dan input terhadap suatu sistem. 1. energi. lingkungan menyediakan asumsi. Berikut ini karakteristik sistem yang dapat membedakan suatu sistem dengan sistem lainnya. Keluaran (Output): Sumber daya atau produk (informasi. 4. sebagainya. dokumen. laporan. Komponen ini bisa subsistem dari sebuah sistem. 2. Batasan (Boundary) : Penggambaran dari suatu elemen/unsure mana yang termasuk di dalam sistem dan mana yang di luar sistem. barang jadi) yang disediakan untuk lingkungan sistem oleh kegiatan dalam suatu sistem.3 Proses Pembuatan Keputusan KARAKTERISTIK SISTEM Untuk memahami atau mengembangkan suatu sistem. Penyimpanan (Storage) : dan penyimpanan sementara dan tetap dari informasi. Komponen (Components) : Kegiatan-kegiatan atau proses dalam suatu sistem yang mentransformasikan input menjadi bentuk setengah jadi ataupun output. Penyimpanan merupakan suatu media penyangga diantara komponen sistem yang memungkinkan komponen tersebut 6 . tampilan di layar komputer. Lingkungan (Environment) : Segala sesuatu di luar sistem. kendala. bahan baku.Implementasi Pilihan Persuasi Gambar 1. 5. 3. 6. energi) dari lingkungan yang dikonsumsi dan dimanipulasi oleh suatu sistem. peralatan. Masukan (Input) : Sumber daya (data. 7. bahan baku. kita perlu membedakan unsur-unsur dari sitem yang mem bentuknya.

Contoh Karakteristik Sistem Penggajian Sistem Penggajian Batasan Hanya pada sistem penggajian saja.4.bekerja dengan berbagai tingkatan yang ada dan memungkinkan komponen yang berbeda dari berbagai data yang sama. tidak pada sistem lain Lingkungan Sistem kehadiran. sistem penyetoran uang gaji ke Bank Input Kartu gaji Output Cek gaji Komponen • Menghitung total pembayaran Interface Storage • • • • • Menghitung pengurangan Mencocokan kartu gaji dengan pegawai Menyortir cek pembayaran menurut departemen Tunjangan pegawai Tunjangan pembayaran 7 . Keluara n Lingkunga n Masukan 1 Komponen 1 Komponen 2 Komponen 3 Masukan 2 Batasa n Penyimpanan 1 Gambar 1. Karakteristik Suatu Sistem Tabel 1.1.

tentang bagaimana dan dimana sistem beroperasi. Sementara itu sistem fisik akan menujukan cara-cara pendaftaran kelas dengan menggunakan punched cards atau terminal komputer. Sebuah sistem logik adalah representasi dari independensi dari teknologi. biaya dan tenaga untuk merubah suatu sistem akan meningkat ketika kita melakukan implementasi lebih jauh pada sarana fisiknya. pengecekan prasyarat yang dilakukan secara manual atau elektronik (dengan membandingkan transkip dengan diskripsi mata kuliah). 8 . Lebih dari itu. Contoh yang menggambarkan perbedaan sistem logik dan sistem fisik : Sistem dalam pendaftaran atau regristrasi kuliah. Maksudnya. dalam sebuah aplikasi sistem kita harus mendapatakan spesifikasi logik dan berfungsi secara tepat untuk memperoleh pemahaman bagaimana memilih diantara berbagai alternatif implementasi fisik. yaitu sistem logik dan sistem fisik. Sistem Logik (Logical System) Sistem logik menjelaskan fungsi dan tujuan dari sistem tanpa menyinggung hal-hal yang bersifat fisik dimana sistem itu diimplementasikan.Sistem Logik dan Sistem Fisik (Logical and Physical System) Terdapat dua macam penggambaran sistem secara umum. tetapi sistem ini menggunakan symbol dan notasi untuk menunjuk bentuk fisik. Dari sistem logik akan menunjukan langkah-langkah regristrasi kelas. adan membuat daftar mahasiswa yang dibolehkan mengikuti kuliah tersebut. pengecekan permintaan kelas dengan persyaratan yang ada. Sistem Fisik (Physical System) Sistem fisik juga merupakansebuah penggambaran atau abstraksi. a. khususnya yang menyangkut fungsi dan bentuk dari sistem. b.

Anda akan diperkenalkan pada pengertian makna data 9 . Selanjutnya.BAB II KONSEP DAS AR INFORMASI PENDAHULUAN Bab ini membahas landasan tentang informasi. yang mencakup arus informasi di dalam organisasi maupun yang berhubungan dengan bagian eksternal organisasi. Pertama-tama Anda akan diperkenalkan kepada lingkungan inform asi.

Adapun pada arah vertikal. dan informasi merupakan sumber daya vital bagi kelangsungan organisasi bisnis. tetapi juga dipakai oleh pihak eksternal (di luar organisasi). dan lain-lain. Pemakai internal meliputi staf operasi. Pada arah mendatar. dan anggarananggaran. LINGKUNGAN INFORMASI Informasi merupakan salah satu sumber daya penting dalam manajemen modern. sedangkan pemakai eksternal dapat berupa pelanggan. dan ragam informasi untuk manajemen. modal. memerlukan inform asi yang digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas mereka. Informasi tidak hanya dipakai untuk kepentingan internal dalam organisasi. informasi juga mengalir dari internal ke eksternal atau sebaliknya. dinas pajak. Tentu saja. sumber daya 4M+1I yang mencakup manusia (SDM). Sebagaimana diketahui. informasi digunakan untuk mendukung kegiatan operasional. informasi mengarah pada semua level manajemen. material (termasuk di dalamnya energi). yang berupa infomasi rinci tentang transaksi. mesin. Selain arus informasi mendatar adan vertikal. pemegang saham. Pembelian barang. karakteristik informasi. Arus informasi yang mengalir ke bawah berupa instruksi. masingmasing berkepentingan terhadap informasi dengan sifat yang berbeda-beda. kuota. semakin ringkas informasi yang diperlukan. Sebagai contoh. Semakintinggi level manajem en. dan penggunaan bahan-bahan mentah. Arus informasi dalam suatu organisasi dapat mengalir dengan arah mendatar atau vertikal. manajemen tingkat bawah hingga manajemen tingkat atas. manajer memerlukan informasi yang ringkas tentang kegiatan operasional. Setiap individu. Banyak keputusan strategis yang bergantung kepada informasi. Arus informasi yang mengalir keatas berisi rangkuman kinerja operasional. pemasok atau mitra kerja. Selain itu.dan informasi sehingga Anda diharapkan mampu membedakan kedua istilah tersebut dengan tepat. Anda juga akan mempelajari hierarki data. Interaksi anatara pelanggan dengan internal organisasi serta pemasok dengan internal organisasi berada pada 10 . dari manajer hingga staf operasi. sedangkan staf operasi memerlukan informasi yang lebih detail. tagihan hutang.

Teks adalah sederetan huruf.1. audio. data adalah deskripsi tentang benda. Melalui suatu proses transformasi. kejadian. data dibuat menjadi bermakna. Arus Informasi Internal dan Eksternal dalam Organisasi DATA Secara konseptual. teks. dan symbol-simbol khusus (misalnya + dan $) yang kombinasinya tidak tergantung pada masing-masing item secara individual. aktivitas dan transaksi. Adapun pemegang saham berinteraksi dengan internal organisasi pada level manajemen tingkat atas. angka.tataran operasional. 11 . Misalnya. atau menyatakan nilai mata uang. Data dapat berupa nilai yang terformat. Data yang terformat adalah data dengan suatu format tertentu. Untuk lebih jelasnya lihat agmbar piramida di bawah ini. citra. data yang menyatakan tanggal atau jam. yang tidak mempunyai makna atau tidak berpengaruh secara langsung kepada pemakai. Pemegan g Saham Pelangg a n Pemaso k Gambar 2. dan video. Data sering kali disebut sebagai bahan mentah informasi.

Citra dapat berupa grafik. Audio adalah data dalam bentuk suara.3 1.5 1. Instrument musik. foto.7 … Perhitungan rata-rata penjualan dalam kuartal terakhir Rata-rata penjualan daalm kuartal terakhir sebesar 1. Data Proses Informasi 1. 12 ..2. Video dapat digunakan untuk mengabadikan suatu kejadian atau aktivitas. hal yang terpenting untuk membedakan informasi dengan data. karena berdasarkan makanlah si penerima dapat memahami informasi tersebut dan secara lebih jauh dapat menggunakannya untuk menarik suatu kesimpulan atau bahkan mengambil keputusan. informasi itu mempunyai kandungan “makna”. data tidak. ataupun gambar yang lain. INFORM ASI informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang.3 milyar Gambar 2. Video menyatakan data dalam bentuk sejum lah gambar yang bergerak dan bisa saja dilengkapi dengan suara. suara orang atau suara binatang. Pengertian makna di sini merupakan hal yang sangat penting. detak jantung merupakan beberapa contoh data audio.Citra (image)adalah data dalam bentuk gambar. hasil roentgen. gem ercik air.4 1. Transformasi Data Menjadi Informasi Jadi. dan tanda tangan.

Korektif. Jika penerima informasi yang salah mempercayainya. Informasi dapat mempertegas informasi yang telah adasehingga keyakinan terhadap informasi semakin meningkat. Tambahan. Informasi dapat digunakan untuk melakukan koreksi terhadap informasi sebelumnya yang salah atau kurang benar. 4. Siklus Informasi Informasi itu sendiri memiliki ciri-ciri seperti berikut (Davis. 2. Baru. Benaratau salah. 3.Masukan (Data) Proses (Model) Keluaran (Informasi ) Data (ditangkap ) Basis Data Penerima Hasil Tindakan Tindakan Keputusan Gambar 2. efeknya seperti kalau informasi itu benar. HIERARKI DATA 13 . 1999) : 1. Dalam hal ini. 5.Informasi dapat memperbahar ui atau memberikan perubahan terhadap informasi yang telah ada.Informasi benar-benar baru bagi si penerima. informasi berhubungan dengan kebenaran terhadap kenyataan. Penegas.3.

sebagai contoh. kolom.dan berkas (file). • Rekaman Rekaman adalah gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait. kota tem pat tinggal. alamat. • Berkas dan 14 . kota. Berkas Rekaman Rekaman Elemen Data Elemen Data Gam bar 2. rekaman (record). dan istilah lain untuk rekaman adalah tupeldan baris. Istilah lain untuk elemen data adalahmedan (field). data disusun dalam suatu hierarki yang terdiri dari elemen data.Secara tradisional. Misalnya pada data kepegawaian.4. nama. item. dan tempat tanggal lahir seorang pegawai dapat dihimpun dalam sebuah rekaman. Hierarki Data • Elemen Data Elemen data adalah suatu data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit data yang lain.sebagaimana terlihat pada gambar berikut. dan atribut . atribut lain yang berkaitan dengan pegawai. elemen data dapat berupa nama pegawai. alamat.

berkas dapat dikatakan sebagai kumpulan data yang berkaitan dengan suatu subjek.2. Tabel 2. data presensi. KARAKTERISTIK DATA dan INFORMAS I Karakteristik data atau informasi yang dibahas pada satu literatur dengan literatur yang lain sangat beragam. terdefinisi Tingkat dengan baik Rinci eksternal Sangat luas Ringkas Manajer Tingkat Menengah (Pengendalian Manajemen) Manajer Tingkat Bawah (Perencanaan Strategis) Keringkasan Garis Waktu Masa Lalu Masa Depan Kekinian Sangat mutakhir Keakurasian yang diperlukan Frekuensi Pemakaian Tabel 2. sejarah kerja.1. dalam sistem basis data relasional. Dalam konteks yang lebih besar. Kualitas Informasi Menurut Bodnar dan Hopwood Karakteristik Informasi Manajer Tingkat Bawah (Pengendalian Operasional) Sumber Banyak dari internal Banyak dari Lingkup Sempit. sebuah basis data kepegawaian dapat mengandung sejumlah tabel seperti data pribadi.sebagai contoh. dan sebagainya. sekumpulan berkas atau tabel membentuk sebuah basis data. Perhatikan tabel di bawah ini.Himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama membentuk sebuah berkas. berkas mewakili komponen yang disebut tableatau relasi. Karakteristik Data atau Informasi Menurut Alter 15 Sangat sering jarang Usang Tinggi Rendah Cukup .

Tingkat keringkasan Apakah data terlalu ringkas atau terlalu detail? 6. Informasi yang dibutuhakan bisa 16 . Relevansi/Nilai Apakah data mempengaruhi keputusan? Apakah manfaatnya sepadan dengan biaya? KUALITAS INFORMASI Istilah kualitas informasi (quality of information) terkadang juga dipakai untuk menyatakan informasi yang baik. Kelengkapan Apakah data kurang lengkap atau berlebihan? 7. Tipe data Apakah tipe data sesuai denagn tujuan? 2. Kemudahan akses Apakah data mudah diakses? 8.Karakteristik Pokok Permasalahan 1. kualitas informasi sering kali diukur berdasarkan : • • • • • • • Aman (Secutiy) Tepat Waktu (Timeliness) Akurat (Accurate) Terkait (Relevance) Lengkap (Completeness) Korektif (Corectness) Jelas (Clearly) sering dikenal dengan istilah STAR-C3 INFORM ASI untuk MANAJEMEN Salah satu pemakai yang paling banyak menggunakan informasi dalam suatu organisasi adalah pihak manajemen. Akurasi/Presisi Apakah data cukup presisi? 3. Rentang waktu Apakah rentang waktu sesuai dengan tujuan? 5. dari sekian karakteristik yang telah dibahas. sumber Apakah sumber bias atau tidak akurat? 9. Usia Apakah data tepat waktu? 4.

3. Kadangkala informasi ini masih hangat dan berjangka pendek (missalnya adanya penandatanganan kontrak oleh kompetitor). tetapi membantu manajer merasa aman terhadap operasi yang telah berlangsung. seperti level keluhan pelanggan. Informasi Situasional (Situational Information) adalah informasi terkini tentang proyek. 17 . dalambentuk formal ataupun informal. 2. Indikator Kunci (Key Indicator) berisi ukuran aspek-aspek penting yang berkaitan dengan kinerja organisasi. berisi ringkasan penjualan atau produksi terakhir. Peringatan (Warning)berisi penunjuk terhadap sesuatu yang tidak biasa atau barangkali memerlukan tindakan manajerial atau perubahanperubahan renacana. tetapi kadangkala berjangka panjang (misalnya studi lingkungan yang dilakukan lima tahun terakhir). Informasi Eksternal (External Information) adalah informasi yang berasal adari luar departemen atau perusahaan. Idealnya. masalah. 6. 4. Gosipadalah informasi informal yang berasal dari sumber seperti pihak industri yang terkadang berguna untuk menangani suatu masalah. Informasi Penyejuk (Comfort Information)adalah informasi keadaan sekarang yang merangkum keadaan umum bisnis atau organisasi. berdasarkan laporan ataupun komputer.berasal dari pihak internal maupuneksternal. atau isu penting yang memerlukan perhatian manajer. yang digunakan untuk memelihara pengendalian perusahaan dan mengidentifikasi permasalahan. 5. Misalnya. yaitu : 1. Informasi yang dibutuhkan oleh manajer bisa dibagi menjadi 6 kategori. Informasi ini biasanya tidak banyak digunakan. manajer seharusnya menerima peringatan-peringatan sedini mungkin sehingga cukup waktu untuk melakukan tindakan sebelum masalah penting yang tidak diharapkan terjadi.

BAB III KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI PENDAHULUAN Sistem informasi dan teknologi telah menjadi kom ponen yang sangat penting bagi keberhasilan bisnis dan organisasi. pengambilan keputusan manajerial. termasuk sistem informasi berbasis Internet. Teknologi informasi. dan kerja sama kelompok kerja. Teknologi informasi dapat membantu segala jenis bisnis meningkatakan efisiensi dan efektivitas proses bisnis mereka. memainkan peranan penting dan makin luas dalam bisnis. hingga dapat 18 .

PENGERTIAN Sistem informasi dapat merupakan kombinasi teratur apapun dari orang – orang. mengubah. Sebagai seorang manajer atau praktisi bisnis. Orang bergantung pada sistem informasi untuk berkomunikasi antara satu sama lain dengan menggunakan berbagai jenis alat fisik (hardware) . proses dukungan untuk pelanggan. 19 . transaksi e commerce . dan data yang disimpan (sumber daya data)sejak permulaan peradaban.1 akan diperlihatkan kerangka kerja konseptual yang berguna untuk mengatur pengetahuan yang disajikan dalam bacaan ini dan memberi garis besar tentang hal-hal ynag perlu Anda ketahui mengenai sistem informasi. konsep keperilakuan yang abstrak. dan aplikasi khusus dalam bidang-bidang bisnis serta nonbisnis yang tidak terhitung jumlahnya. dan sumber daya data yang mengumpulkan. Anda tidak harus menyerap semua pengetahuan ini. software.teknologi dan sistem inform asi berbasis Internet dalam waktu singkat menjadi bahan yang dibutuhkan untuk keberhasilan bisnis di lingkungan global yang dinamis saat ini. hardware. atau dalam aktivitas bisnis lainnya. Para praktisi bisnis bergantung pada banyak jenis sistem informasi yang menggunakan berbagai teknologi informasi. dan saluran inform asi infor mal (mulut ke mulut). saluran komunikasi (jaringan) . beberapa sistem informasi menggunakan alat hardware petunjuk sederhana (kertas dan pensil) KERANGKA KERJA SISTEM INFORM ASI Bidang sistem informasi melintasi banyak teknologi kompleks. dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi. Pada gambar 3. jaringan komunikasi. Contohnya.memperkuat posisi kompetitif m ereka dalam pasar yang cepat sekali berubah. perintah dan prosedur pemrosesan informasi (software). Hal ini berlaku ketika teknologi informasi digunakan untuk mendukung tim pengem bangan produk.

1. Kerangka Kerja Sistem Informasi Dari gambar kerangka kerja di atas ditekankan bahwa Anda harus memusatkan usaha Anda dalam lima area pengetahuan Sistem Informasi berikut ini. Konsep-konsep utama. • Teknologi Informasi. manajemen Internet. Contohnya meliputi konsep sistem informasi dasar yang berasal adari teori sistem umum. Penggunaan utama dari sistem informasi untuk operasi. jaringan. atau konsep keunggulan kompetitif yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi bisnis teknologi informasi dalam keunggulan kompetitif. Konsep dasar keperilakuan. bisnis dan manajerial termasuk mengenai berbagai komponen dan peran sistem informasi. • Konsep-konsep Dasar. pengembangan.Gambar 3. software. • Aplikasi Bisnis. dan data. teknis. dan keunggulan kompetitif bisnis 20 . dan banyak teknologi berbasis berbagai isu manajemen teknologi informasi—yaitu meliputi hardware. manajem en.

Klasifikasi Operasi dan Manajemen Sistem Informasi Sistem Pendukung Operasi Sistem informasi selalu dibutuhkan untuk memproses data yang dihasilkan oleh. mengembangkan. dan mengimplementasikan sistem informasi untuk memenuhi peluang bisnis. Sistem pendukung operasi sem acam ini menghasilkan berbagai produk informasi yang paling dapat digunakan oleh para manajer. Bagaimana para praktisi bisnis dan pakar informasi merencanakan. beberapa jenis sistem informasi dapat diklasifikasikan sebagai sistem inform asi operasi atau manajemen. Sistem Informasi Sistem Pendukun gOperasa i Sistem Pendukun Manajeme g n Sistem Pemrosesan Transaksi Sistem Pengendalian Proses Sistem Kerja Sama Perusahaan Sistem Informasi Manajemen Decision Support Sistem Executive Information Sistem Gambar 3. dan digunakan dalam operasi bisnis. perusahaan.2. • Tanatangan Manajemen.• Proses Pengembangan. dan globaldalam bisnis. Tantangan untuk secara efektif dan etis mengelola teknologi informasi pada tingkat pemakai akhir. aplikasi sistem informasi yang diimplementasiakn dalam dunia bisnis saat ini dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara. Contohnya. JENIS – JENIS SISTEM INFORM ASI Secara konsep. Peran dari sistem pendukung operasi perusahaan bisnis adalah untuk 21 .

Klasifikasi Lainnya Sistem Informasi Beberapa kategori lainnya sistem informasi dapat mendukung baik aplikasi operasi maupun manajemen. dan (3) sistem informai eksekutif. Terakhir. Jadi. (2) sistem pendukung keputusan. atau keputusan manajerial seperti manajemen portofolio pinjaman. 22 . layanan atau proses bisnis perusahaan. kebanyakan sistem informasididesain untuk menghasilkan informasi dan mendukung pengambilan keputusan dalam berbagai tingkat manajemen dan fungsi bisnis. disebut sebagai istem bisnis s menerapakan teknologi fungsional . seperti juga untuk tugas dasar pencatatan serta pemrosesan transaksi. contohnya. Sistem Pendukung Manajemen Ketika aplikasi sistem informasi berfokus pada penyediaan informasi dan dukungan untuk pengambilan keputusan yang efektif oleh para manajer. untuk membantunya mendapatkan kelebihan strategis atas para pesaingnya. Sistem informasi yang berfokus pada aplikasi operasi dan manajerial dalam mendukung fungsi bisnis dasarnya seperti akuntansi dan pemasaran. Sistem manajemen pengetahuan adalah sistem informasi berbasis pengetahuan yang mendukung pembentukan. mengendalikan proses industrial. pengaturan. sistem informasi strategis informasi pada produk. Berdasarkan konsep.secara efisien memproses transaksi bisnis. aplikasi sistem tersebut akan disebut sebagai sistem pendukung manajemen. sistem pakar dapat memberi saran pakar untuk tugas-tugas dasar operasi seperti diagnosa perlengkapan. dan penyebaran pengetahuan bisnis ke para pegawai dan manajer di seluruh perusahaan. mendukung komunikasi dan kerjasama perusahaan. Memberikan informasi dan dukungan untuk pengambilan keputusan semua jenis manajer serta praktisi bisnis adalah tugas yang rumit. beberapa jenis utama sistem informasi mendukungberbagai tanggung jawab penganbilan keputusan : (1) sistem informasi manajemen.

serta menantang bagi jutaan pria dan wanita. yang memberikan organisasi kelebihan startegis dalam pasar global. • Kontributor penting dalam efisiensi operasional. • Bahan yang sangat penting dalam mengembangkan produk dan jasa yang kompetitif. KOMPONEN SIS TEM INFORM ASI Dalam menerima sum ber daya data sebagai input dan memprosesnya menjadi produk informasi sebagai outputnya. sistem informasi memerlukan beberapa komponen-komponen untuk mencapainya. • Komponen penting dari sumber daya. serta sumber daya jaringan yang meliputi media kom unikasi dan jaringan. seperti fungsi akuntansi. and kemampuan perusahaan bisnis yang membentuk jaringan.FUNGSI SISTEM INFORMASI • Area fungsional utama dari bisnis yang penting daalm keberhasilan bisnis. Komponen-komponen tersebut adalah : • Manusia. dan jaringan adalah lima sumber daya dasar sistem informasi. pemasaran. serta layanan dan kepuasan pelanggan. sumber daya software meliputi baik program maupun prosedur. software. memuaskan. • Sumber utama informasi dan dukungan yang dibutuhkan untuk menyebarluaskan pengambilan keputusan yang efektif oleh para manajer dan parktisi bisnis. infrastruktur. produktivitas dan moral pegawai. • Sumber daya manusia meliputi pemakai akhir dan pakar sistem informasi. sumber daya data meliputi dasar data dan pengetahuan. keuangan. hardware. 23 . manajemen operasional. data. dan manajemen sumber daya manusia. • Peluang berkarier yang dinamis. sumber daya hardware terdiri dari mesin dam media.

operator sistem. dan formulir kertas. Produk Informasi Laporan manajemen dan dokumen bisnis yang menggunakan tampilan teks serta grafik. prosedur pendistribusian cek gaji. Media – kertas.1. spreadsheets . program floppy disk magnetic tape . pemindai Prosedur – prosedur entri data. prosedur untuk memperbaiki kesalahan. dan pengendalian. catatan pelanggan. output. Sumber Daya Jaringan Media komunikasi. program penggajian. software untuk akses dan pengendalian jaringan. pemroses komunikasi. Sumber Daya Software Program – program sistem informasi. file kepegawaian. penyimpanan. disk optikal. printer. program word processing . Pemakai akhir – orang-orang lainnya yang menggunakan sistem informasi. monitor video. Sumber Daya Data Deskripsi produk. Contoh-contoh Sumber Daya Sistem Informasi dan Produknya Sumber Daya Sistem Informasi dan Produknya Sumber Daya Manusia Para pakar – sistem analis. database persediaan. • Pemrosesan informasi terdiri dari aktivitas input daalm sistem. pembuat software. Tabel 3. formulir disk drive magnetis. kartu plastic. AKTIVITAS SISTEM INFORM ASI 24 . pemrosesan. Sumber Daya Hardware Mesin – komputer. respons audio. optikal.• Sumber daya data diubah melalui aktivitas pemrosesan informasi menjadi berbagai produk infor masi bagi pemakai-akhir.

respons audio. pemilahan. Input biasanya berbentuk aktivitasentri data seperti pencatatan dan pengeditan. Produk informasi umum meliputi pesan. atau mencatat data mengenai transaksi dari beberapa jenis media fisik seperti formulir kertas. Kualitas data apapun yang disimpan dalam sistem informasi juga harus dipelihara melalui proses terus-menerus dari aktivitas perbaikan dan pembaruan. Hal ini biasanya meliputi berbagai aktivitas edit untuk memastikan bahwa mereka telah mencatat data dengan benar. hingga mengubahanya ke dalam informasi bagi para pemakai akhir. • Output Produk Informasi Informasi dalam berbagai bentuk dikirim ke pemakai akhir dan disediakan untuk mereka dalam aktivitas output. dan memanipulasi data. Tujuan dari sistem informasi adalah untuk menghasilkan produk informasi yang tepat bagi para pemakai akhir. dan gambar grafis yang dapat disediakan melalui tampilan video. pengklasifikasian. menganalisis. perbandingan. seperti magnetic disk hingga dibutuhkan untuk pemrosesan. dan pengikhtisaran. dan multimedia. lapora. • Penyimpanan Sumber Daya Data 25 . Aktivitas-aktivitas ini mengatur. Begitu dimasukkan. • Pemrosesan Data Menjadi Informasi Data biasanya tergantung pada aktivitas pemrosesan seperti perhitungan. Para pemakai akhir biasanya memasukan data secara langsung ke dalam sistem komputer. • Input Sumber Daya Data Data mengenai transaksi bisnis dan kegiatan lainnya harus ditangkap dan disiapkan untuk pemrosesan untuk aktivitas input. data bisa dipindahkan ke dalam media yang dapat dibaca mesin. produk kertas.Mari kita lihat lebih dekat setiap aktivitas pemrosesan informasi dasar (atau pemrosesan data) yang terjadi dalam sistem informasi. formulir.

Output. Penyimpanan. pemrosesan. output. Pengendalian. Penyimpanan adalah aktivitas sistem informasi tempat data dan informasi disimpan secara teratur untuk digunakan kemudian • Pengendalian Kinerja Sistem Aktivitas sistem informasi yang penting adalah pengendalian kinerja sistem. dan produk.2. Umpan balik ini harus diawasi dan dievaluasi untuk menetapakan apakah sistem dapat memenuhi standar kinerja yang telah ditetapkan. Menghitung pem bayaran kar yawan. Memelihara catatan mengenai pelanggan. Kemudian. Menghasilakn laporan dan tampilan mengenai kinerja penjualan. Sistem informasi harus menghasilkan umpan balik mengenai aktivitas input. aktivitas sistem yang tepat harus disesuaikan agar produk informasi yang tepat dihasilkan bagi para pemakai akhir. Pemrosesan.Penyimpanan adalah komponen dasar sistem informasi.Memindai secara optikal barang-barang dengan pengenal yang menggunakan kode garis. Tabel 3. pajak. Contoh Aktivitas Dasar Sistem Informasi dalam Dunia Bisnis Aktivitas Sistem Informasi Input. keryawan. dan penyim panan.sebuah sistem fisik lebih lanjut dapat didefinisikan melalui contoh – contoh sbb: Sistem peredaran dar ah 26 . Sistem dapat abstrak maupun fisik. Menghasilkan sinyal yang dapat didengar untuk menunjukkan entri yang tepat atas data penjualan. SISTEM 1.sebuah sistem abstrak adalah suatu susunan teratur gagasan atau konsepsi yang saling tergantung. PENGERTIAN SISTEM Sistem adalah sekelompok elemen – elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sam a untuk mencapai suatu tujuan. dan potongan gaji lainnya.

M. system merupakan suatu group dari elemen – elemen baik berbentuk fisik maupun non – fisik ang menunjukkan suatu kumpulan saling berhubungan diantaranya dan berinteraksi bersama – sama menuju satu atau lebih tujuan.J Alexander dalam buku Information System Analysis : Teory and Application.mesin. dan organisasi yang menjalankan transportasi barang. Sistem transportasi Petugas. Pengertian Sistem Menurut: JOHN M. Model Umum Sebuah Sistem Umpan Balik Input Process Output Tujuan Kendala Kontrol Gambar 1. Maintenance input Maintenance input merupakan energi yang dimasukkan supaya sistem dapat beroperasi. Hubungan Komponen Dalam Sistem Komponen Input Komponen input adalah bagian dari sistem yang bertugas untuk menerima data masukan. ECHOLS DAN HASSAN SHADILY dalam kamus inggrisindonesia-nya. ”sIstem” diartikan sebagai susunan. Sistem komputer Peralatan yang berfungsi bersama untuk menjalankan pengolahan computer.pendidikan.seperti misalnya yang terdapat dalam kata sistem syaraf berarti susunan syaraf.Jantung dan urat – urat tubuh yang menggerakkan darah ke seluruh tubuh. komponen penggerak ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu: a.sebagai contoh dalam suatu sistem pengambilan 27 .petugas administrasi.sistem jaringan berarti susunan jaringan dsb. data masukan ini digunakan sebagai komponen penggerak atau pemberi tenaga dimana sistem ini dioperasikan. Sistem sekolah Bangunan.buku – buku teks dan sebagainya yang berfungsi bersama untuk memberikan pendidikan kepad asiswa.sasaran atau akhir dari sebuah sistem.

kebutuhan sistem. maka signal inputnya adalah informasi yang menunjang kemudahan pengambilan keputusan tersebut (decision support system) Komponen Proses Komponen proses merupakan komponen dalam sistem yang melakukan pengolahan input untuk mendapatkan hasil atau tujuan yang diinginkan. Dalam sistem pengambilan keputusan tersebut. maka maintenance inputnya adalah team manajemen yang merupakan personil utama pengambil keputusan (decision maker) b. pemecahan suatu masalah dan sebagainya. tempat atau lokasi pembelian dan sebagainya. Pendefinisian kendala yang jelas. di dalam suatu proses. peringkasan. bagian inventory dan lain – lain. Komponen Kendala Komponen kendala merupakan komponen yang berisikan aturan atau batas – batas yang berlaku atas tujuan tersebut. Tujuan ini bias berupa tujuan usaha. Sistem pengambilan keputusan seorang kepala bagian pengadaan. jumlah pembelian. akan membuat tujuan menjadi lebih bermanfaat. Signal input Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.komponen tujuan merupakan sasaran yang ingin dicapai oleh berjalannya sebuah sistem. pencarian dat. bagian keuangan. maka pada tahap ini diperlukan terjadinya suatu integrasi yang baik antar subsistem secara vertical maupun secara horizontal agar proses interaksi untuk mencapai tujuan dapat berjalan lancar. menghasilkan keputusan dibeli atau tidaknya suatu barang. Sebagai contoh.keputusan. sistem pengambilan keputusan pembelian barang yang dilakukan oleh seorang kepala bagian pengadaan di suatu perusahaan dagang. begitu kompleksnya sebuah proses. maka akan mampu mengidentifikasikan apa yang harus diantisipasikan dalam mencapaitujuan sistem. harus melibatkan semua subsistem yang terkait seperti kepala gudang. organisasi data dan lain sebagainya. kemudian menentukan siapa yang akan membeli . Komponen Tujuan Terdapatnya suatu tujuan yang jelas akan memberikan arah yang jelas pula dalam proses sistem. Dengan adanya kendala atau batas – batas yang jelas.terjadi berbagai kegiatan seperti klasifikasi. Komponen Kontrol 28 . Komponen Output Komponen output merupakan komponen hasil pengoperasian dari suatu sistem.

2. berarti sebuah sistem bukanlah seperangkat unsure yang tersusun secara tak teratur. atau sasaran. Sifat dasar/ karakteristik yang dimiliki oleh sebuah sistem adalah: 1. Contoh subsistem dan interface Sistem Subsistem Interface Komputer unit pengolahan pusat saluran unit masukan unit keluaran penyimpanan tam bahan Unit pengolahan pusat unit penghitung kawat unit pengendali penghubung unitpenyimpan Pengolahan bact kerja edit alih data dengan kerja kerja sortir kerja satu dengan terpisah(separate run) kerja update lainnya. control pengeluaran data. dapatlah dikenal karakteristik sistem. Komponen Umpan Balik Komponen umpan balik merupakan komponen yang memberikan respon atas berjalannya suatu sistem. control pengoperasian dan lain – lain. Control disini dapat berupa control pemasukkan input. Boundar y Adalah batas aktivitas atau batas gerak aktivitas pada sebuah sisten atau subsistem 3. Interface Adalah penghubung antar subsistem dalam rangka transformasi output Tabel 1.Komponen control m erupakan komponen pengawas dari pelaksanaan proses pencapaian tujuan.sebuah sistem terdiri dari bagian – bagian saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud. KARAKTERISTIK SEBUAH SISTEM Dari contoh diatas. 2. Komponenini dapat berupa kegiatan seperti perbaikan atau pemeliharaan sistem. Subbsistem Adalah unsur – unsur yang membangun terbentuknya sebuah sistem yang satu dengan sistem yang lain saling terkait dan setiap subsistem mempunyai tugas masing – masing. Environment 29 . misalnya kerja keluaran pita data 4. tujuan. tetapi terdiri unsure yang dapat dikenal sebagai saling melengkapi karena satunya maksud.

7. Environment Terhadap Sistem 5. ada 2 macam : Tetap dan Sementara Efek environment. Goal Adalah sesuatu yang ingin diraih untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan dari sebuah sistem 9. Proses Adalah aktivitas untuk mengolah sesuatu / energi untuk dimodel menjadi sesuatu yang mempunyai nilai manfaat. ada 2 macam : Mendukung dan Merugikan Gambar 2. Objective Adalah sesuatu yang ingin diraih untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan dari sebuah subsistem 8 1 2 4 9 Syste m 3 5 7 Subsyste m 6 30 . Input Adalah masukan energi atau sesuatu yang siap untuk dikelola (proses). ada 2 macam : Langsung dan Tak Langsung Jangka environment. melalui : menangkap (capture) dan menerima (entry) 6.Adalah lingkungan di luar sistem yang berpengaruh terhadap gerak sistem dalam mencapai tujuan Bentuk environment. Output Adalah hasil olahan sesuatu / energi yang mempunyai nilai manfaat. 8. ada 2 macam : Sistem dan Non Sistem Sifat environment.

atau energi dengan lingkungannya. contoh: sistem rotasi bumi. Umpan balik (feedback) yang bertujuan melunakkan dan mengurangi penyimpangan terhadap standar disebut umpan balik negative (negative feedback ). contoh: sistem komputer Berdasarkan Kejadian. mengolah. sistem tata surya Human mode (buatan manusia) adalah sistem yang terjadi karena adanya suatu proses campur tangan manusia. contoh: pengendalian umpan balik sebuah sistem. contoh: sebuah reaksi kimia di dalam sebuah tabung berisolasi dan tertutup. sistem keorganisasian 4. dan keluaran tidak menyediakan pengaturan dan pengendalian terhadap system. sistem audio visual Probabilistic adalah suatu sistem yang diuraikan dalam istilah perilaku yang mungkin. contoh: sistem teologi Physical adalah suatu sistem yang secara fisik ada. contoh: sistem program computer. dibedakan Closed ( tertutup) adalah sistem yang tidak bertukar materi. contoh: sistem pemilihan presiden. Sedangkan umpan balik positif ( positive feedback ) menambah kekuatan arah gerak 31 . Klasifikasi Sistem Klasifikasi sistem dapat dilihat dalam beberapa tinjauan. dalam bentuknya yang paling sederhana. sistem tata kota Berdasarkan Sifat. Ini digunakan dalam loop pengendalian umpan balik. contoh: sistem biologis. dibedakan Non physical adalah suatu sistem yang secara fisik tidak ada tapi terjadi. diantaranya : Berdasarkan Wujud Fisik (Bentuk). dan setiap penyimpangan menyebabkan sebuah masukan dikirim pada proses atau pengolahan untuk menyesuaikan operasi sehingga keluaran akan mendekati standar. informasi.Gambar 3. Berdasarkan Metode. tetapi selalu ada sedikit kesalahan atas ramalan terhadap jalannya system. sistem persediaan barang. Pengendalian Dalam Sistem Model dasar sebuah sistem seperti masukan. dibedakan Deterministic adalah sebuah sistem yang beroperasi dalam cara yang dapat diramalkan secara tepat serta interaksi antar bagian – bagian dapat diketahui secara pasti. keluaran sistem dibandingkan dengan keluaraan yangdiinginkan. dibedakan Natural (alami) adalah sistem yang terjadi karena proses alam dan tidak terdapat proses campur tangan manusia. Open ( terbuka ) adalah sistem yang selalu berhubungan dengan lingkungan luarnya untuk melakukan proses dalam mendapatkan output. Karakteristik Sistem 3. contoh: sistem pengendalian banjir.

menurut Barry E. 3. dikatakan bahwa informasi merupakan sesuatu yang menunjukan hasil pengolahan data yang diorganisasi dan berguna kepada orang yang menerimanya. Davis dalam bukunya management informations sistems : conceptual foundations. Pengendalian Sistem INFORMASI TENTANG INFORMAS I Berikut akan disampaikan pengertian informasi dari berbagai sumber.simkin dalam bukunya accounting informations sistems : concepts and practice mengatakan informasi sebagai kenyataan atau bentuk – bentuk yang dapat digunakanuntuk pengambilan keputusan bisnis. itemyang menambah pengetahuan bagi penggunanya. menyebut informasi sebagai suatu kenyataan. structures. 4. menurut Steven H.sistem. menurutGordon B. 2. 1.jadi umpan balik positif menyebabkan sistem mengulangi atau memperbesar penyesuaian atau kegiatan. Masukan sistem Keluaran Alat pengendali Sensor Gambar 4.Cushing dalam buku accounting information sistem and bussines organization. and development menyebut informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang berguna bagi penerimanya dan nyata berupa nilai yang dapat dipahami didalam keputusan sekarang maupun masa depan. Anthony dan John Dearden dalam buku management control sistems. moscove dan Mark G. Dari keempat pengertian tersebut diatas dapat disimpulakan bahwa informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi labih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian nyata dan 32 . menurut Robert N. data.

Hubungan Data dengan Informasi gambar diatas menunjukan hubungan data dan informasi. bunyi–bunyian.dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan. gambar dan sebagainya. Oleh karena itu informasi dapat dianggap memiliki tingkat lebih tinggi dan aktif dibandingkan dengan data. Sedangkan informasi pada dasarnya merupakan sarana untuk pengambilan keputusan. Kecuali jika tulisan dipasang dijalan depan gedung sekolah. Sedangkan informasi sebagai hasil dari proses pengolahan data. karena akan mengakibatkan pertimbangan pengambilan keputusan bagi pemakai jalur lalu lintas untuk lebih berhati – hati dan mengurangi kecepatan laju kendaraannya. tetapi ada perbedaan mendasar yaitu bahwa data adalah bahan baku yang diolah untuk djadikan informasi. Data tersebut dapat berbentuk suara. tulisan “hati-hati jalan ramai” diangap tidak bernilai jika dpasang didalam sebuah gedung. Data belum menunjukan sesuatu yang bisa dipahami karenanya harus diproses terlebih dahulu. sinyal. SIKLUS INFORMASI Pengolahan data menjadi suatu informasi dapat digambarkan sebagai sebuah siklus yang berkesinambungan seperti : D AT A PR OSE S INFORMAS I KEPU TUSAN 33 TIND AKAN HASIL TIND AKAN . Sebagai contoh. contoh hubungan data dan informasi Hati ja!! hati lan mai an ra Di proses Hati-hati jalanan ramai !! data informasi Gam bar 5. Istilah data dan informasi sering saling tertukar dalam pemakaiannya. sedangkan informasi pada umumnya dihubungkan dengan pengambilan keputusan. dikatakan bernilai jika memiliki kaitan dengan pengambilan keputusan.

Hal ini berarti bahwa bila tidak ada pilihan atau keputusan. Keputusan dapat berkisar dari keputusan strategis jangka panjang. memiliki beberapa karakteristik yang menunjukan sifat dari informasi itu sendir i. salah atau palsu 5. sebuah informasi akan menjadi data untuk terciptanya informasi yang lain. Penegas. dan pada tahapan selanjutnya. sebuah informasi dapat berarti sama sekali baru bagi penerimanya 3. Baru. NILAI INFORMASI Nilai suatu informasi berhubungan dengan keputusan. Siklus Informasi Secara sederhana dapat dikatakan bahwa data diolah menjadi suatu informasi. begitu seterusnya sehingga tercipta sebuah siklus yang berkesinambungan. informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada. karakteristik tersebut berhubungan dengan sesuatu yang realitas atau tidak dari sebuah informasi 2. pada gambar diatas dapat dilihat bahwa pada awalnya data dimasukkan kedalam model yang pada umumnya memiliki urutan proses tertentu dan pasti.Gambar 6. Korektif. KARAKTERISTIK INFORMASI Setiap informasi. Dari keputusan atau tindakan tersebut akan menghasilkan atau diperoleh kejadiaan – kejadiaan tertentu yang akan digunakan kembali sebagai data yang nantinya akan dimasukkan kedalam model (proses). sedangkan 34 . setelah diproses akan dihasilkan informasi tertentu yang bermanfaat bagi penerima(level management)sebagai dasar dalam membuat suatu keputusan atau melakukan tindakan tertentu. Benar atau salah. hal ini masih berguna karena dapat meningkatkan persepsi penerima atas kebenaran informasi tersebut. informasi menjadi tidak diperlukan. Tambahan. sebuah informasi dapat menjadi bahan koreksi bagi informasi sebelumnya. sebuah informasi dapat memperbaharui atau memberikan nilai tambah pada informasi yang telah ada 4. Karakteristik –karakteristik informasi tersebut antara lain adalah: 1.

Sebagai contoh. Akurasi (accuracy) Sebuah informasi dapat dikatakan akurat jika informasi terebut tidak biasa atau menyesatkan. Karena apabila informasi yang dihasilkan sebagian – sebagian tentunya akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan. bebas dari kesalahan – kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya. haruslah benar sesuai dengan perhitungan – perhitungan yang ada dalam proses tersebut. berarti bahwa informasi yang dihasilkan terdiri dari satu kesatuan informasi yang menyeluruh dan mencakup berbagai hal yang terkait didalamnya. beberapa hal dapat berpengaruh terhadap keakuratan sebuah informasi antara lain adalah : * Kelengkapan (completeness) informasi “are necessar y message items present ?” informasi yang lengkap. Pengukuran nilai relevansi. Misalnya hasil penjualan barang mingguan kurang relevan jika ditujukan kepada manajer teknik. jika sebuah informasi menunjukan total nilai gaji yang harus dibayarkan pada seorang pegawai. KUALITAS INFORMASI Kualitas informasi (quality of information) sangat dipengaruhi oleh 3 hal pokok. sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuanya untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah dengan baik. a.tetapi akan sangat releven jika disampaikan pada manajer pemasaran. b. Relevansi inform asi bagi tiap – tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. yaitu relevancy. Relevansi (relevancy) Informasi dikatakan berkualitas jika releven bagi pemakainya. tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya. ditentukan dari dua hal pokok yaitu: Manfaat (use) Biaya (cost) suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya dan sebagian besar iinformasi tidak dapat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang. * Kebenaran (correctness) informasi “are message items correct?” informasi yang dihasilkan oleh proses pengolahan data. maka informasi tersebut haruslah sudah benar dan memuat 35 . akan terlihat dari jawaban atas pertanyaan “how the message used for problem solving (decision masking)?” informasi akan relevan jika bermanfaat bagi pemakainya. Ketidak-akuratan sebuah informasi dapat terjadi karena sum ber inform asi (data) mengalami ganguan atau kesengajaan sehingga merusak atau merubah data asli tersebut.parameter untuk mengukur nuilai sebuah inform asi tersebut. accuracy dan timeliness .

perhitungan potongan dan sebagainya. * Efisien (efficiency). sehingga kalau digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan dapat menimbulkan kesalahan dalam tindakkan yang akan diambil. * Keamanan (security) informasi. sebagai contoh. Tepat waktu (timeliness). komponen – komponen tambahan antara lain adalah : * Ekonomis ( economy). * Dapat dipercaya (reliability) USIA INFORMAS I Usia sebuah informasi berhubungan dengan waktu digunakannya informasi yang terkandung dalam sebuah laporan. Pada dasarnya. usia sebuah informasi dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu : 36 . seperti laporan operasi bulanan. Hal itu dapat dipahami karena kecepatan mendapatkan. beberapa ahli juga menambahkan beberapa hal yang ikut menentukan kualitas dari sebuah informasi. “how quickly is input transformed to correct output?” bahwa informasi yang dihasilkan dari suatu proses pengolahan data. Informasi yang terlambat tidak akan mempunyai nilai yang baik. Selain beberapa komponen diatas.perhitungan – perhitungan matematis yang ada diprosesnya seperti perhitungan tunjangan. “what level of resources is needed to move information through the problem-solving cycle?” bahwa factor ekonomis dari sebuah informasi juga akan ikut menentukan kualitasnya. Kebutuhan akan tepat waktunya sebuah informasi itulah yang pada akhirnya akan menyebabkan mahalnya nilai suatu informasi. Hal tersebut diukur dari seberapa besar sumber daya yang diperlukan untuk mentransformasikan informasi menjadi komponen yang berperan dalam pemecahan suatu masalah. laporan yang bersifat periodik akan lebih jelas menggambarkan usianya. tergambar dari jawaban atas pertanyaan “did the message reach all or only the intended sistems users?” sebuah informasi harus aman. c. laporan posisi keuangan pada akhir sebuah periode dan lainlain. mengolah dan mengirimkan informasi tersebut memerlukan teknologi – teknologi terbaru. Keamanan sebuah informasi. dalam arti hanya diakses oleh pihak – pihak yang berkepentingan sajasesuai dengan sifat dan dan tujuan dari informasi tersebut. Informasi akan memiliki kualitas yang baik jika informasi tersebut memiliki efisiensi. yang berarti bahwa informasi tersebut tepat guna bagi pemakainya. datangnya tidak boleh terlambat.

sebagai contoh adanya persediaan barang per 31 des 2002 dalam laporan inventory Usia informasi berdasarkan data operasi. dan kadang – kadang. Inform asi bervariasi dalam mutunya karena adanya bias atau kesalahan. Kesalahan dalam prosedur pengolahan ( misal kesalahan program computer ) 7. Data hilang atau tidak terolah 4. File histories / induk yang salah ( atau keliru memilih file histories ). kesalahan besar. merupakan usia informasi yang mencerminkan terjadinya perubahan data selama satu periode waktu. kesalahan dapat disebabkan oleh: 1. Kesalahan yang disengaja Dalam kebanyakan sistem informasi. Hal ini menjadi alasan mengapa diadakan penghitungan fisik secara periodik untuk memper baiki buku sediaan barang. Sebagai contoh. kemungkinan adanya berbagai kesalahan dalam mencatat pengeluaran dan penerimaan barang dan sebagainya berarti besar terjadinya kesalahan kecil. bila bias ini diketahui oleh penerima informasi. 75 % manajer menilai peningkatan kualitas. tetapi angka ini mungkin berdasarkan pada sebuah buku sediaan barang (invertaris) yang malar (perpetual). bias tampak pada contoh seorang wiraniaga yang cenderung menaksir penjualan yang diharapkan terlalu tinggi atau yang memberikan tanggal pengiriman tidak realistis. proses pengukuran yang menghasilkan laporan dan ketepatan data di dalam laporan secara tak langsung menyatakan bahwa ketepatannya tidak terjamin. Kesalahan adalah persoalan yang lebih gawat karena terhadap hal ini tidak dapat dilakukan penyesuaian sederhana. karena mengadakan penyesuaian biasanya tidak sulit.Usia informasi berdasarkan data kondisi. persoalannya adalah mendeteksi bias tersebut. sebuah laporan sediaan barang dapat memperlihatkan bahwa ada tersedia 347 buah widget. Metode pengumpulan dan pengukuran data yang salah 2. makaia akan dapat mengadakan penyesuaian. Tidak mengikuti pengolahan prosedur yang benar 3. kesulitan akibat bias dapat ditangani dalam pengolahan informasimelalui prosedur – prosedur untuk mencari 37 . sebagai contoh dalam laporan penjualan barang dalam seminggu dari tanggal 1 s/d 7 agust 2003. Kesalahan mencatat atau mengoreksi data 5. MUTU INFORMASI Dalam sebuah telaah yang dibuat oleh adam mengenai sikap manajem en terhadap sistem informasi. 6. tetapi apabila diminta memilih. kuantitas dan mutu hampir identik dam paknya terhadap prestasi kerja. penerima informasi tidak memiliki pengetahuan tentang bias atau kesalahan yang dapat mempengaruhi mutu informasi tersebut. maka 90 5 lebih menyukai peningkatan dalam mutu informasi dibandingkan terhadap kuantitasnya. merupakan usia informasi yang berhubungan dengan sebuah titik waktu.

4. Urutan berdasarkan tingkat keuntungan dalam industri Tingkatan keuntungan akan diperhatikan. Sebagai gambaran. Ancangan manajer dalam pengambilan keputusan biasanya terpengaruh oleh penyajian tersebut. Intruksi pemakai dalam prosedur pengukuran dan pengolahan dapat menilai kesalahan yang mungkin terjadi. Bentuk penyajian Bias keputusan akibat penyajian data Urutan berdasarkan abjad dalam sebuah susunan berdasarkan Abjad. Pengendalian intern dan pengauditan dalam konteks ini dapat dianggap menambah nilai informasi yang diberikan oleh sistem informasi dengan mengurangi keraguan akan kemungkinan adanya kebanyakan kesalahan. bila seorang manajer poretefolio meminta daftar sediaan barang berdasarkan tingkat keuntungan di atas 5 %. butir – butir pertama cenderung Mendapat perhatian lebih banyak Daripada yang kemudian. Prosedur pengendalian dan audit tidak cenderung mempengaruhi biasmaupun kesalahan yang disebabkan oleh metode pengukuran da pengumpulan data. Ukuran. Ukuran dan sebagainya. Cara penyajiaan data akan mempengaruhi atau menyebabkan bias pada cara pemakaiannya. Kesulitan menghadapi kesalahan dapat diatasi dengan: 1. Sebagai contoh. bandingkan tiga pilihan dan bias – bias yang mungkin untuk mengambil keputusan. Menambahkan “ batas – batas kepercayaan “ pada data. 3. Audit intern dan ekstern. Pengendalian intern untuk mengetahui kesalahan. Kedua cara terakhirberusaha memberi batas kepercayaan pada pemakai. 2. maka sediaan tersebut dapat disajikan dalam cara yang berbeda – beda. Urutan berdasarkan Butir – butir dengan tingkat Tingkat keuntungan keuntungan tertinggi diperhatikan Dengan agak mengabaikan industri. sedang dua cara pertama berusaha mengurangi ketidakpastian data dan karena itu meningkatkan kandungan informasi. SISTEM INFORMASI 38 . dan Dalam industri sebagainya akan kurang berpengaruh. Ada perbedaan antara dua cara pertama dalam mengatasi kesalahan dengan dua cara terakhir.dan mengukur bias kemudian menyesuaikannya.

KOMPONEN SIS TEM INFORM ASI John Burch dan Gar y Grudnitski dalam bukunya information sistem theory and practice memberikan gambaran komponen sistem informasi seperti pada gambar dibawah.Mengacu pada pendapat james B. karena itu ditambahkan sebuah penyimpanan data file (data file storage) kedalam model sistem informasi. User User Use r Input Output Databas e Model Technology Control Use r User User 39 . Sistem informasi menerima masukkan data dan instruksi. Model dasar sistem menghendaki agar masukkan. Bower dan kawan. Pada dasarnya sistem informasi merupakan suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi. bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu laporan-laporan yang diperlukan. dan mengeluarkan hasilnya. dimana semua masukkan tersebut tiba pada saat bersamaan tetapi hal tersebut jarang terjadi.kawan dalam bukunya computer oriented accounting Informations sistem. dengan begitu. maka sistem penghasil informasi atau yang dikenal dengan nama sistem informasi. yang sesuai untuk sistem pengolahan informasi yang paling sederhana. memiliki pengertian sebagai berikut : Sistem informasi adalah suatu cara tertentu untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi untuk beroperasi dengan cara yang sukses dan untuk organisasi bisnis dengan cara yang menguntungkan . pengolahan dan keluaran tiba pada saat bersamaan. mengolah data tersebut sesuai instruksi. kegiatan pengolahan tersedia baik bagi data baru maupun data yang telah dikumpulkan dan disimpan sebelumnya. Fungsi pengolahan informasi sering membutuhkan data yang telah dikumpulkan dan diolah dalam periode waktu sebelumnya. mendukung operasi. Sistem informasi dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi.

software dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok yaitu : Sistem Operasi. bagian ini merupakan bagian perangkat keras sistem informasi. meliputi metode – metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan. 1. disc doctor dan lain – lain. novel netware. menyimpan dan mengakses data. Sistem informasi modern memiliki perangkat lunak untuk memerintahkan computer melaksanakan tugas yang harus dilakukannya. general ledger. Data. printer dan teknologi jaringan computer 2.Gambar 7. bagian ini merupakan bagian perangkat lunak sistem informasi. Blok model (model block). Komponen – Komponen Sistem Informasi Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa sistem informasi memiliki komponen – komponen yang saling ber integrasi membentuk satu kesatuan dalam mencapai sasaran sistem. seperti misalnya program Microsoft windows. Blok masukkan (input block). merupakan komponen dasar dari informasi yang akan diproses lebih lanjut dan akan menghasilkan informasi. linux. Software. nota. bahasa C++. Utilitas. PERANGKAT SISTEM INFOM ASI Sebuah sistem informasi yang lengkap memiliki kelengkapan sistem sebagai berikut : 1.seperti visual foxpro. dan lain sebagainya. kuitansi dan sebagainya 40 . Blok basis data (database block). merupakan kumpulan data yang berhubungan satu dengan lainnya. terdiri dari kombinasi prosedur. Bahasa pemrograman. Blok keluaran (output block). Hardware. Blok teknologi ini merupakan komponen Bantu yang memperlancar proses pengolahan yang terjadi dalam system 5.dan lain sebagainya. menghasilkan dan mengirimkan keluaran serta membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. digunakan untuk menerima input. tersimpan diperangkat keras komputer dan perangkat lunak yang memanipulasinya 6. Norton utilities. meliputi masalah pengendalian terhadap operasional sistem yang berfungsi mencegah dan menangani kesalahan / kegagalan sistem. Borland delphi.corel draw. 3. Blok kendali (controls block). Blok teknologi (technology block). dapat berupa dokumen – dokum en dasar 2. logika dan model matematik yang berfungsi memanipulasi data untuk keluaran tertentu 3. menjalankan model. sepertianti virus. dan lain – lain. seperti contoh adalah dokumen bukti – bukti transaksi. Aplikasi seperti Microsoft office. berupa data – data keluaran seperti dokumen output dan inform asi yang berkualitas 4. Sistem informasi modern memiliki perangkat keras seperti komputer.

Oleh karena itu hubungan antara sistem informasi dengan pengelolanya sangat erat. oleh karena itu bentuk atau jenis sisteminformasi yang diperlukan sesuai dengan level manajemennya • Manajemen Level Atas. pendukung identifikasi masalah dan peluang. untuk pem buatan laporan berkala. yang terlibat dalam komponen manusia antara lain adalah : Clerical Personnel. Manusia.4. • Operator. untuk perencanaa dan pengawasan operasi dan pengambilan keputusan. Sistem informasi yang dibutuhkan sangat tergantung dari kebutuhan pengelolanya. pendukung analisis pengambilan keputusan level atas PENGELOLA SISTEM INFORMASI Salah satu perangkat yang paling penting dari sistem informasi adalah manusia sebagai pengelola informasi. 41 . • Manajemen Level bawah. untuk menangani transaksi dan pemrosesan data dan melakukan inquiry = operator First Level Manager. penjadwalan. digunakan untuk analis untuk perencanaan dan laporan Managem ent. Contoh Struktur Organisasi Sistem Informasi. laporan khusus. identifikasi situasi out-of-control dan pengam bilan keputusan level menengah kebawah Staff Specialist. pengelola sistem informasi terorganisasi dalam suatu sruktur manajemen. merupakan bagian utam a dalam suatu sistem informasi. Prosedur dapat berupa buku buku penuntun operasional seperti prosedur sistem pengendalian intern atau buku penuntun teknis seperti buku manual menjalankan program computer dan sebagainya 5. permintaan khusus. merupakan bagian yang berisikan dokumentasi prosedur atau proses – proses yang terjadi dalam sistem. untuk perencanaan strategis. untuk mengelola pemrosesan data didukung dengan perencanaan. untuk pemrosesan transaksi dan merespon permintaan. • Manajemen Level Menengah. kebijakan dan pengam bilan keputusan. Prosedur. untuk perencanaan taktis dan pengambilan keputusan.

selain itu perlu juga dilakukan pemeriksaan auditing baik secara intern maupun ekstern. manajemen sumber daya manusia perlu dilakukan dengan benar agar sistem informasi dapat berjalan dengan baik. PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI Sistem informasi telah berkembang sedemikian pesatnya baik dari sistem tehnologi maupun menajemen sistem pengoprasiannya.DIREKTUR SISTEM INFORMASI MANAJER PENGEMBANGAN SISTEM MANAJER KOMPUTER DAN OPERASIONAL ANALISIS SISTEM PROGRAMMER kemudian pada perkembangannya. Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening Koran dan transaksi yang terjadi. variasi struktur manajem en tersebut sangat tergantung pada Managerial Efficiency yang dibandingkan dengan tingkat User Service. hal itu dilakukan untuk mengurangi terjadinya kesalahan – kesalahan yang bersifat manusiawiyang dapat mengurangi mutu informasi yang dihasilkan sebuah sistem Kesulitan karena suatu kesalahan dapat diatasi dengan dua teknik yaitu teknik pengontrolan data dan penambahan batas kepercayaan pada data. dengan semakin besarnya lingkup sebuah sistem informasi memerlukan adanya penataan kembali personel dengan baik terutama pada struktur manajemen organisasi pada departemen sistem operasi pada contoh di atas.mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka. perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persedian pada tinggkat yang paling rendah konsisten dengan jenis barang yang 42 . organisasi menggunakan sistem informasi untuk menggolah transaksi-transaksi. tetapi struktur organisasi seperti pada gambar tersebut dapat dimodifikasi sesuai dengan kondisi real perusahaan. Pengontrolan secara intern dapat dilakukan untuk menemukan kesalahan – kesalahan yang terjadi.

untuk siapa. pada tahun 1988.tersedia. Cloud State University. Dalam terbitan pertamanya. yang kedua mengenai pengelolaan siklus hidup system. seorang professor MIS pada Pennylvania State University di Harrisburg. mendirikan Information Resource Managem ent Association dan mulai menerbitkan Information Resource Management journal . Pandangan pertama menyatakn bahwa informasi adalah sebagai sumber yang harus dikelola.Sistem informasi manajemen (SIM) dalam sebuah perusahan adalah kumpulan dari sistem manajeman dan pengembalian keputusan dalam suatu organisasi yang cenderung berhubungan dengan pengolahan informasi yang berbasis informasiyang berbasis pada computer (computer based informasi system ) Dengan pertimbangan informasi apa. seorang professor MIS pada St. dan yang ketiga berkenaan dengan pengelolaan sumber-sumber yang menghasilkan informasi. Tor Guimaraes. IRM SEPERTI HALNYA MAN AJEMEN INFORMAS I SUMBER 43 . dan kapan untuk di sajikan Sistem Informasi Manajemen tergantung dari besar kecilnya organisasi yang dapat terdiri dar i sistem-sistem informasi : • Akuntansi ( Accounting Information Systems ) • Pemasaran ( Marketing Information Systems ) • Penyediaan ( Inventory Information System ) • Personalia ( Personnel Information System ) • Distribusi ( Distribution Information System ) • Pembelian ( Purchasing Information System ) • Kekayaan ( Treasury Information System ) • Analisis kredit (credit analysis information system ) • Penelitiaan dan pengembangan ( reseach and development information system ) • Teknik ( engineering information system ) SISTEM MANAJEMEN INFORMASI BERBAGAI PANDANGAN MENGENAI IRM Minat terhadap manajemen sumber informasi (IRM) meningkat sangat besar sejak Mehdi Khosrowpour. mengemukakan bahwa walaupun telah banyak tulisan mengenai IRM. Ia memberi tiga pandangan pokok. namun tak ada satupun definisi yang diterima secara umum.

maka manajer dapat memonitor sumber-sumber fisik dengan mengunakan informasi yang menggam barkan atau mewakili sumber-sumber tersebut. Kritik terhadap pandangan IRM ini muncul. yang berlaku untuk seluruh organisasi. Kita telah mengetahui bahwa usaha-usaha awal tersebut umumnya gagal dan mendorang diketemukannya DSS. Pandangan ini menganggap IRM sebagai metodologi siklus hidup yang digunakan untuk menciptakan system yang dapat menghasilkan informasi berkualitas. maka pengukuran nilai informasi menjadi sulit. Dasar dari pandangan ini adalah adanya keyakinan bahwa tugas-tugas pengelolaan semua informasi dalam perusahaan begitu banyak bila hanya dilkakuan dengan satu usaha. dimana sistem dikembangkan. yaitu dengan menerapkan satu sistem untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi seluruh organisasi.situasi ini sama seperti pada waktu usaha MIS pertama kali dilakukan. Alasannya adalah bahwa denga pandangan seperti itu. Dan adanya kenyataanbahwa informasi bersifat konseptual bukan fisik. Informasi adalah sumber konseptual yang mana menggambarkan sumber-sumber fisik yang harus dikelola oleh manajer. Jika skala operasinya terlalu besar untuk diobservasi. dan ia dapat dikelola seperti halnya sumber-sumber lain. Walalupun argumen bahwa kebijaksanaan yang dibuat sendiri tidak akan cukup adalah benar.Informasi adalah salah satu sumber utama dari perusahaan. IRM MERUPAKAN CAR A UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SISTEM INFORM ASI Dari pada mengandalakan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh manajemen puncak. sebaiknya perhatian harus ditujukan kepada tingkat bawah. 44 . namun kelemahan utama dari pandangan ini adalah bahwa ia mengabaikan perlunya control terpusat dan control yang terkoordinasi.

Perusahaan tidak boleh terlalu terlibat dalam manajem en sumber. dimana pada kenyataanya pada waktu itu ia tidak kelola. yang merupakan aset organisasional yang utama. keuangan. Pandangan mengenai IRM dalam buku ini adalah sesuai dengan definisi dan dafar sumber yang dikemukakan oleh Khosrowpour ini. seperti orang. software pemrosesan. dan struktur manajemen. end-user. hardware pemrosesan. yang hal ini akan menghilangkan pandangan mengenai komoditi yang dihasilkan oleh sumber tersebut yaitu informasi. Kritik terhadap pandangan ini menyatakan bahwa perusahaan dapat dikelabui untuk percaya bahwa informasinya telah dikelola. IRM ini menghendaki adanya manajemen komprehensif terhadap semua komponen teknologi pemrosesan informasi maupun terhadap elemen manusia. otomatisasi kantor. melalui surat pribadi. maka perhatian diarahakan kepada sumber-sumber yang menghasilkan informasi. bahwa definisi IRM adalah. bajan. dan manajemen. agar keduanya dapat mengumpulkan. Lebih jauh lagi. “Ia mengidentifikasi sumber informasi yang meliputi: informasi. struktur sistem informasi. dan mengelola informasi. memproses.IRM SEBAGAI MANAJEMEN SUMBER KOMPUTERIS ASI Karena sulit untuk mengukur nilai informasi. peralatan. para professional system. berarti ia mengelola informasinya. Asumsi dasarnya adalah bahwa jika perusahaan mengelola komputernya. menyebarkan. INFORMASI SEBAGAI SUMBER STRATEGIS 45 . dan sebagainya. databasenya. telekomunikasi. spesialis informasinya. PANDANGAN YANG LUAS TERHAD AP IRM Mehdi Khosrowpour mengemukakan kepada penulis buku ini. “Konsep manajemen sumber informasi mengenal informasi sebagai sumber oraganisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sum ber organisasional dominant yang lain.

hanya arus inform asi yang masuklah yang menghubungkan perusahaan dengan pesaingnya. Perusahaan harus menjalankan tujuannya tersebut dalam kendala yang diakibatkan oleh lingkungan.walaupun semua elemen dapat mengakibatkan terjadinya kendala. pemerintah. seperti pelanggan. 46 . Perusahaan berusaha untuk menetapkan arus sumber fisik dan informasi secara dua arah dengan semua elemen tersebut kecuali dengan pesaing. dan pesaing.1. Secara ideal.Kita telah mengetahui bahwa perusahaan berada dalam lingkungan yang terdiri atas elem en-elemen. Pandangan ini dilukiskan pada gambar 19. Pesaing secara aktif berusaha untuk menyaingi keberhasilan perusahaan tersebut. Tujuan utama dari perusahaan adalah untuk memelihara operasi yang menghasilkan keuntungan. namun yang paling kelihatan adalah yang datangnya dari pesaing. sehingga ia dapat terus memberikan produk dan pelayanan (barang dan jasa) yang dibutuhkan oleh pelanggannya. pemasok.

Gambar 19. Gambar 19.1 perusahaan berada dalam lingkungannya Dengan memahami lingkungan perusahaan ini. Berulang-ulang perusahaan telah mengerti bahwa salah satu sumber yang dapat menghasilkan keuntungan kompetitif adalah infor masi.2 Arus informasi antara perusahaan dengan pelanggannya 47 . manajemen berusaha untuk mengerahkan semua sumber-sumbernya dengan suatu cara agar ia mencapai competitive advantage (keuangan kompetitif) yaitu mendapatkan bagian di atas pesaing dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.

Pelanggan dapat menggunakan hotline untuk mencurahkan keluhannya. Mungkin perusahaan melakukan riset marketing untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan. yang menjelaskan mengenai pengasemblingannya dan fasilitas pengam annya. Dengan cara ini. Ketiga. atau mungkin pelanggan melakukan pesanan atas produk yang dibuat oleh perusahaan. arus informasi ke perusahaan dalambentuk spesifikasi produk yang dibutuhkan. Pertama. ada tiga arus informasi utama. Baik American Airlines maupun United Airlines menginvestasikan dalam jumlah besar pada sistem reservasi mereka dan membuatnya bisa digunakan oleh agen perjalanan. perusahaan memenuhi pesan pelanggan dan juga memberikan informasi kepada pelaggan tersebut mengenai cara penggunaan produk yang dibelnya. mereka dapat mencapai sisi kompetitif dan memaksa pesaing mereka untuk mengikuti apa yang telah 48 . Strategi untuk meningkatkan atau memperkuat sambungan tersebut adalah dengan cara menyederhanakan proses pemesanan bagi para pelanggan. Sebagai contoh. Contoh-contoh yang jelas mengenai bagaimana sistem informasi dapat digunakan untuk mendapatkan keuntungan kompetitif adalah terjadinya sambungan atau hubungan antara perusahaan dengan pelanggan seperti tersebut. Sistem reservasi bandara udara yang menggunakan komputer adalah contohnya. perusahaan memperoleh inform asi feedback dari pelanggan mengenai sejauh mana kebutuhannya dapat terpenuhi. ada petunjuk yag disertakan pada produk.2.PANDANGAN SEMPIT MENGENAI KEUNTUNGAN KOMPETITIF Salah satu cara untuk menggunakan informasi sebagai senjata kompetitif adalah dengan hanya memfokuskan pada pelanggan dan membangun sistem informasi yang bisa meningkatkan arus informasi antara perusahaan dan elemen lingkungannya. Kedua. Seperti terlihat pada gambar 19. dan riset marketing dapat melakukan survey mengenai pelanggan.

McKesson melakuka hal yang sama pula. dana para pelanggan ini bisa menerima barangnya secara lebih cepat daripada jika ia melakukan pemesanan melalui pengiriman. American Hospital Supply memungkinkan para pelanggannya melakukan secara langsung melalui komputernya. Para pesaing kedua perusahaan tersebut terpaksa harus mengimplementasikan sistem yang sama bila mereka tetap bisa bersaing dengan kedua perusahaan tadi. McKesson bisa mengurangi 250 klerknya yang tugasnya mengurusi form pemesanan dan pembelian. PANDANG YANG LUAS MENGENAI KEUNTUNGAN KOMPETITIF Walalupun sebuah sistem yang memperlancar arus informasi antara perusahaan dan pelanggannya benar-benar telah memberikan kontribusi terhadap tercapainya keuntungan kompetitif. maka American dan United dapat menjadi yang teratas dan memimpin yang hal ini akan sulit dicapai oleh pesaing-pesaing yang mengikuti mereka kemudian. perusahaan tidak boleh menyepelekan tentang pentingnya efisiensi operasi internalnya. Bagi para pelnggan. maka sebaiknya ia menetapkan arus informasi dengan semua elemen lingkungan. Jika perusahaan ingin mendapatkan keuntungan kompetitif. Atau. Dua contoh lain mengenai bagaimana komputer dapat digunakan untuk memenangkan persaingan adalah yang dilakukan oleh American Hospital Supply dan McKesson Drug Company. perusahaan tidak akan dapat memenuhi pesanan dari pelanggan jika ia tidak memperoleh bahan dari pemasok. namun janganlah hal ini dianggap sebagai pemecahan yang terakhir. Bahkan. Namun. dan American Hospita Supply bisa meningkatkan tiga kali volume penjualannya. ia tidak akan dapat menjual produknya bila produk tersebut tidak memenuhi standar keamanan yang ditetapkan oleh pemerintah. karena pemasok tersebut mogok. jika arus informasi pelanggan sempurna.dilakukannya. tanpa adanya penambahan staf. keuntungan kompetitif mungkin belum bisa dicapaikalau perusahaan tidak melakukan hubungan dengan elemen-elemen yang lain. Sebagai contoh. karena merekalah yang pertama melakukannya. 49 . proses pemesanan tersebut disederhanakan.Juga.

dan konsultan pada Arthur Anderson. Michael E. Operasi ini mencakup hubungan dengan pemasok. Millar.3 sambungan nilai perusahaan Contoh komponen informasional dari logistik yang terikat masuk adalah informasi yang diperlukan untuk memperoleh bahan dari pemasok. Dengan demikian.. maka arus informasi dapat diperlancar. yang membutuhkan bahan dari pemasok. Porter.Profesor Harvard. Gambar 19. mungkn dengan menggunakan teknologi seperti ISDN. kaitannya dengan porsi keuntungan dari sambungan tersebut. hal ini akan menghasilkan keuntungan kompetitif. 50 . Porter dan Millar menggunakan istilah value chain (sambungan nilai) untuk menjelaskan urutan yang dijalankan perusahaan dalam memberikan produknya. aktivitas outbound logistics (logistik yang terikat keluar). operasi internal. Bila perusahaan menetapkan sambungan komunikasi data dengan pemasok. aktivitasoperasi internal perusahaan. Masing-masing aktivitas utama ini mempunyai komponen fisik yang menjalankan aktivitas tersebut dana komponen informasional yang memberikan informasi yang dibutuhkan. Seperti terlihat pada gambar 19. mengungkapkan perlunya perusahaan untuk menetapkan nilai ke dalam semua operasinya. aktivitas marketing dan penjualan . sambungan nilai perusahaan terdiri atas aktifitas inbound logistics(logistik yang terikat masuk). anggota channel distribusi.3. dan pelanggan. dana aktivitaspelayanan pelanggan purna jual. yang menjadikan produk dapat keluar. Victor E. Contoh yang sama untuk aktifitas yang lain dapat dilihat pada gambar diatas.

James Cash dan Benn Konssynski. Biasanya. seperti yang terlihat pada gambar 19. Kunci untuk mencapai IOS ini adalah adanya kerja sama antarperusahaan yang turut serta – yaitu IOS participant (peserta IOS). anggota channel. ada salah satu perusahaan yang mengemukakan inisiatif pembentukan sistem tersebut. Upstream value (nilai hulu) dapat diperoleh melalui hubungannya dengan pemasok. Ia merupakan IOS facilitator (fasilitator IOS). fasilitator tersebut adalah seorang dari manufaktur (manufacturer). Profesor Harvard. 51 . mereka akan memperoleh keuntungan kompetitif. seperti McKesson Drug atau pengecer yang mempunyai pengaruh sangat kuat.Jika perusahaan menghubungkan sambungannya dengan sambungan nilai dari pemasok. dengan bekerja dalam sistem tersebut. namun ia bisa saja pedagang grosir (wholesaler). dan downstream value (nilai hilir) dapat diperoleh melalui hubunganya dengan anggota channel dan pelanggan. maka ia menciptakan value system (sistem nilai). dan pelanggan. Tugas dari fasilitator IOS adalah menunjukkan para peserta bahwa.4. Dalam banyak kasus. Masing-masing harus mendapatkan manfaat darinya. menggunakan istilah interorganizational system (sistem organisasi) atau IOS untuk menjelaskansistem informasi yang digunakan oleh lebih dari satu perusahaan. seperti Sears.

Kesadaran tersebut berkembang secaara bertahap.Gambar 19. IOS adalah contoh yang tepat mengenai bagaimana peserta (perusahaan) menerapkan teori sistemnya untuk memecahkan masalah secara bersama. Lebih dari itu perencanaan tersebut harus dilakukan oleh eksekutif perusahaan dan harus bersifat jangka panjang. Sumber-sumber informasi harus digunakan untuk mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Gagasan utama yang mendasari SPIR ini adalah adanya hubungan antara tujuan perusahaan secara keseluruhan dengan rencananya untuk sumber-sumber informasinya. Dengan menetapkan hubungan kerja sama dengan elemen-elemen lain yang terlihat dalam satu sumber. Aktifitas perencanaan yang menidentifikasikan sumner-sumber informasi yang akan yang akan diperlukan pada masa yang akan dating dan cara penggunaannya dinamakan SPIR (Strategic Planning for Information Resources). yaitu sistem lingkungan. PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK SUMBER-SUMBER INFORMASI Jika informasi akan digunakan sebagai sumber untuk mendapatkan keuntungan kompetitif maka penggunaannya harus direncanakan. Berdasarkan survey selama tahun delapan puluhan mengungkapkan bahwa SPIR adalah hal yang paling penting kaitannya dengan penggunaan computer dalam bisnis. William R.4 sistem nilai MENEMPATKAN KEUNTUNGAN KOMPETITIF DALAM PERSPEKTIF Keputusan untuk menjadi fasilitator IOS atau pesertanya menunjukkan bahwa manajem en telah menyadari akan pentingya perusahaan menjadi bagian aktif dari yang lebih besar. maka setiap perusahaan akan mendapatkan tingkat penampilan yang lebih tinggi. Namun demikian manajemen belum menyadari akan pentingnya SPIR ini.King 52 .

Ini merupakan pendekatan atrau cara bottom up. Maka pelanggan tersebut ditampilkan pada tiga database terpisah dan sulit untuk mengkombinasikan datanya. 53 . dan pinjam an. ERA PRA-PERENCANAAN IS STRATEGIS Perencanaan sumber informasi yng pertama dilakukan oleh manajer dari unit pelayanan informasi. era SPIR awal dan era SPIR modern. Ia digabungkan dengan sumber hardware yang terakhir yang mempunyai kapasitas yang cukup untuk menyerap aplikasi bar u.professor pada University of Pittsburgh menetapkan tiga tahapan ini yaitu praperencanaan IS strategis. Bila hal ini telah dilakukan. karena ia tidak banyak menyita perhatian dari misi organisasi. Gambaran yang penting dari perencanaan ini adalah daanya kenyataan bhwa ia dilakukan dalam unit pelayanan informasi dengan partisipasi aktif eksekutif perusahaan yang kecil. bnk mengetahui jika pelnggannya mempunyai account cek. Pada akhir periode ini perusahaan mulai menyadari bahwa cara bottom up ini menghasilkan system yang terpisah yang tidak dapaat saling sesuai antara satu denganyang lainnya. Sebagai contoh. ERA SPIR AWAL Selama akhir 1970-an perusahaan-perusahaan mulai melakukan pendekatan atau cara top down terhadap perencanaan dengan menyadari bahwa langkah pertama adalah menentukan tujuaan organisasi. account tabungan. Pemecahannya adalah dengan mengembangkan master plan untik memastikan bahwa proyek system yang akan dating nanti akan m enghasilkan system yang dapat bekerja sama secara koordinatif.

Setiap manajer di interview untuk menentukan kebutuhan informasinya dan system diimplementasikan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan tersebut. Ada beberapa pendekatan dasar yang dikembangkan untuk melakukan perencanaan top-down bagi sumber-sumber informasi ini. transformasi susunan strategis dan SLC yang diperluas. Setiap unit diharapkan bisa menetapkan rencana yang memungkinkan unit tersebut dapat mendukung perusahaan selagi ia berjalan mencapai tujuannya. Unit pelayanan informasi bisa dimasukkan kedalam per encanaan ini. CSF. Asumsinya bahwa manajer bekerja untuk mencapai tujuan perusahaan 54 .5 Transformasi susunan strategis BSP IBM. Gambar 19.maka tujuan tersebut kemudian digunakan sebagai dasar untuk merencanakan aktifitas dari setiap unit organisasional perusahaan. IBM mengembangkan teknologi yang metodologi yang disebut Business System Planning (BSP). Yang merupakan pendekatan studi total. Pendekatanpendekatan yang banyak mendapatkan perhatian adalah BSP IBM.

Pendektn ini berpengaruh sangat besar terhadap strategi MIS yang berkembang secara alamiah dalam strategi perusahaan. dan ia yang diakui menerapkan konsep CSF ini pada system infor masi. Fase perencanaan strategis lebih dulu dilakukan daripada siklus hidup system. Fase evaluasi menurut King adalah peninjuan kembali post-implementasi. Wiliam King mencetuskan istilah strategi set information (transformasi susunan strategi). dan mengembangkan strategi desain. Berkaitan dengan ini akan ditanyakan 55 . Faktor keberhasilan yang penting. Awal mula terjadinya pendekatan CSF untuk perencanaan sumber informasi ini berasal dari Professor Harvard. Pada awal tahun 1980-an terlihat adanya perluasan SLC dengan tujuan untuk memberikan tempat kepada perencanaan top-down dan juga untuk pemastian kualitas post-implementasi. Siklus Hidup Sistem Yang Diperluas. William Zani pada tahun 1970 ketika ia mengidentifikasi variable keberhasilan kunci yang menentukan keberhasilan dan kegagalan. Validitas teknis mengacu pada arsitektur system baru. yang hal ini kita msukkaan daalam fase control operasi. Untuk menjelaskaan bagaiman misi.dan dengan memberikan informasi yang dibutuhkan maka tujuan tersebut akan tercapai. dan atribut organisasional strategis lain (yang disebut organizational strategy set atau susunan strategy organisasional)digunakaan sebagaai dasar untuk mengembangkan tujuan MIS. Pendekatan ini dikembangkan oleh John Rockart lebih dari sepuluh tahun kem udian. strategi. Transformasi Susunan Strategi. Review dilakukan dengan tujuan untuk memastikan validitas teknis dan organisasional. Proses pentransformasian susunan strategi organisasional menjadi susunan strategi MIS dinamakan MIS strategic planning process (proses perencanaan strategis untuk MIS). tujuan. Pada fase ini eksekutif menentukan susunan strategi organisasional. menangani kendala.

perusahaan tidak hanya membuang atau mengesampingkan system yang tidak terpakai lagi tersebut. King menyertakan fase penyelesaian yang berkaitan dengan pembuangan system bila ia tidak bisa dimanfaatkan lagi. namun ia harus merencanakan pembuangan itu. Pemastian validitas organisasional dapat dilakukan oleh spesialis informasi sebagai aktivitas tindak lanjutnya bersama dengan pemakai. dan evaluasinya paling baik apabila dilakukan oleh pihak ketiga.apakah system yang diimplementasikan sesuai dengan spesifikasinya? Validitas organisasional . misalnya auditor EDP. Yang terakhir. Menurut King. Apakah system dapat digunakan sesuai dengan yang diharapkan? Pembahasan kita menenai tinjauan post-implementasi terutama berkaitan dengaan validitas teknis. mengacu pada penggunaan system. Gambar 19.6 siklus hidup sistem yang diperluas 56 . sebaliknya.

Perusaahaan tidak hanya merencanakan bagaimana ia menggunakan sumber-sumber informasinya. Gambar 19. Ia juga memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan kekuatan yang bisa digunakan untuk memperoleh keuntungan kompetitif. namun status sumber-sumber informasi tersebut juga mempengaruhi rencana strategis dari keseluruhan or ganisasi.7 Sumber-sumber informasi mempengaruhi strategi bisnis Bila perusaahaan melakukan rencana dengan cara ini.ERA MODERN Sekarang ini kita berada di era SPIR modern. MENEMPATKAN PERENCANAAN INFORMM ASI STRATEGIS DALAM PERSPERKTIF 57 . Penaksiran yang dilakukan diri sendiri ini memungkinkan eksekutif untuk mengkoreksi penyimpangn di dalam system informasi yang mungkin akan menggerakkan kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuannya. ia akan mendapat stok kemampuan informasi sebagaimana yang ia pertimbangkan untuk dilakukan di masa mendatang.

Namun ia yakin bahwa perencanaan seperti itu mungkintelah berlangsung lama. KEPALA BAGIAN INFORM ASI (CIO) Kita telah mengenaal chief information officer (CIO) dan telah menggunakan istilah tersebut untuk menyebutkan manajer dri unit pelayanan informasi perusahaan. Kita telah mendapatkan gambaran bhwa CIO bertugas memberi laporan langsung kepada presiden atau CEO dan secara aktif ia turut ambil bagian pembuatan keputusan penting menjadi komite eksekutif.Tak ada orang yang begitu peduli terhadap pokok bahasan perencanaan informasi strategis selain William King.S Raghunathan dari University Of Toledo dimana ia mengemukakan bahwa perusahaan akan lebih mendapatkan keuntungan dari perencanaaan system tingkat bawah daripada mendapatkannya dari perencanaan strategis tingkat yang lebih tinggi. Perusahaan-perusahaan tersebut terlalu memperhatikan formalitas proses perencanaan dan kurang dalam merealisasikan pengimplementasian rencana tersebut. King merasa bahwa situasi pada saat itu seharusnya tidak melebihlebihkan kemampuan SPIR. Orang yang berperan dalam menjalankan hubungn timbale balik ini adalah CIO. Konsep perencanan informasi memberikan gmbaran mengenai point yang penting dlm pembahaasan kita. namun juga harus menyertakan sumber-sumber tersebut dalam perencanaan jangka panjang untuk keseluruhan organisasi. Gambaran mengeni CIO ini merupakan pengturan yang ideal wlaupun hal ini telah banyak dilakukan oleh berbagai perusahaan. Nampaknya banyak perusahaan mempunyai anggapan bahwa bila dengan SPIR yang sedikit penampilan perusahaan akan baik . Perusahaan tidak boleh hanya merencanakan bagimana menggunakan sunmber-sum ber informasinya. CIO dari Kodak. maka dengan SPI yang lebih besar mestinya penampilan tersebut juga akan lebih baik. Katherine 58 dalam perusahaan. Ia melakukan studi bersama professor T. dan mungkin ia . Sementara hal ini jelas-jelas menjadi usul yang baik.

Hudson. Survey tersebut mengungkapkan bahwa 59 persen dari responden mengaku dirinya sebagai CIO nam un hanya 14 persen yang bisa dinamakan CIO tersebut. seperti ke pemimpin perusahaan. Dalam menjelaskan hubungan ini. misalny yang melaporkan secara langsung kepd presiden dan bekerja sama dengan wakil pimpinan serta eksekutif. situasi di Kodak ini merupakan cirri khas di perusahaan besar. kemudian pimpinan tersebut akan memanggil saya dan bertanya apakah hal ini merupakan rencana yang tepat? Saya melihat hal ini bukanlah kekuatan veto. Diikuti oleh Wakil Presiden Bidang Pelyanan Informasi sebanyak 32 persen. Jug konsep CIO lebih lazim di Amerika Serikat daripada di Negara-negara lain. 59 . Pangkat yang paling popular adalah Direktur MIS sebanyak 37 persen. bukaan cirri perusahaan kecil. orang yang diangkat sering kali tidak mempunyai kekuatan pengaruh seperti yang dimiliki Hudson di Kodak. wlaupun ia mulai diterapkan di eropa. ia mengemukakan bahwa Manajem en bagian di Kodak bisa melakukan investasi jutaan dolar dalam teknologi . Pada tahun 1988. Tujuan sur vey ini adalah untuk mendapatkan gam baran dari status posisi CIO. perusahaan accounting Coopers & Lybrand bekerjasama dengan majalah Datamation untuk melakukan survey terhadap 400 manajer pelayanan informasi. KENDALA PADA CIO Walaupun perusahaan menetapkan CIO. namun persetujuan investasi tersebut harus dibawa ke tingkat atas. Saya melihatnya sebagai suatu peran yang mendukung.

Sebagian besar atau sebaanyak 35 persen memberikan laporan kepada kepala bagian keuangan (CFO). Hanya 27 persen responden yang melaporkan langsung kepada CEO atau presiden.9 status CIO dalam perusahaan Yang lebih membingungkan daripada penggunaan pangkat yang tidak konsisten ini adalah hubungan pelaporannya. misalny wakil presiden di bidang dministrasi. 60 . dimana hal ini akan kembali kepada ciri-ciri masa lalu yaitu jika peralatan pemrosesan data yang ditempatkan pada departemen accounting. 15 persen responden tersebut melaporkan kepada bagian administrasi .Gambar 19.

Paling tidak hal ini akan menjadi kenytaan jika para spesialis informasi dan CIO yang mempunyai pemahaman yang lebih baik mengenai bisnis dan maanajemen ini meningkat posisinya di manajemen tingkat atas. Kenyataan menunjukkan bahwa untuk mencapai penerimaan pengaruh yang dibutuhkan unit pelayanan informasi kepada manajemen puncaak membutuhkn waktu yang lama. Beberapa perusahaan telah berusaha untuk mengatasi masalah kesan ini dengan cara mempr omosikan seseorang menjadi manajer non-komputer atau merekrut CIO yang mempunyai keterampilan bawaan yang dibutuhkan. namun kemmpun tersebut tidak bisa digunakan untuk melaakukan perencanaaan strategis bersama. Eksekutif lain menganggap bahwa CIO adalah mempunyai keckapan teknis. MANAJEMEN DARI END-USER COMPUTING Bila CIO mempunyai pengaruh. yang hal ini jugaa dialami oleh para manajer computer dimasa lalu. CIO tidak mempunyai pengaruh terhadap penentuan kebijaksanaan perusahaan sebagaimana yang kita maksudkan dalam pembahasan. CIO sebenarnya tidak puas mengenai hubungan pelaporannya dengan CFO dan bgian administrasi. Selama beberapa tahun. 87 persen responden percaya bahwa mereka harus melaporkan kepada CEO atau chief operating officer (kepala bagian operasi) seperti wakil presiden eksekutif. Namun hal ini membutuhkan waktu yang lama. Dengan demikian. sumber-sumber informasi perusahaan juga akan mengalami perubahan. Banyak CIO sekarang ini yang tidak menerima akan anggapan terhadap dirinya sebagai teknisi. trend operasi pelayanan 61 .Gambaran hubungan pelaporan sangat kontras dengan gambaran yang menggam barkan bagaimana seharusnya hubungan CIO yang ideal. Strategi CIO tidak akan diterima begitu saja oleh manajemen tingkat puncak sebelum ia menunjukkan kemampuannya dalam memberikan kontribusi terhadap pembuatan keputusan oleh manajemen tingkat atas tersebut.

seorang mahasiswa jurusan MIT. Aplikasi-aplikasi dari pemakai ini terdiri atas software tertulis yang telah dibuat oleh bagian unitpelayanan informasi atau diperoleh dari sumber-sumber luar. kita akan meneliti gejal-gejalanya dan mencari beberapa cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan agar ia dapat mencapai tingkat kontrol yang diharapkan. dalam bagian in. namun ia juga menggunakan 4GL untuk mengakses database dan membuat laporan khusus. Pemakai (user) ini hanya mempunyai pemaham an komputer yang sedikit atau mungkin tak punya sama sekali. Mereka menginter view 200 end-user ditujuh perusahaan dan menidentifikasi enam jenis. Sekarang perusahaan dihadapkan pada tantangan untuk mengolah sumbersumber informasi yang tersebar tersebut . Flannery. Namun demikian. terutama dalam bentuk mikrokomputer. User Tingkatan Perintah. ada juga pemakai yang hanya mengunakan komputer. Ia berkomunikasi dengan hadware dengan bantuan menu dan mengandalkan orang lain untuk memberikan bantuan teknis. JENIS END-USER Salah satu study pertama mengenai end-user dilakukan pada tahun 1993 oleh John Rockart dari MIT dan Lauren S. 62 .informasi terpusat telah berubah menjadi trend pendistribusian sumber-sumber komputerisasi keseluruh perusahaan. em akai (user) ini menggunakan sofware tertulis P yang telah tersedia. dan ia hanya menggunakan sofware yang telah dibuat oleh orang lain. Sebagian besar dari peralatan yang didistribusikan ini digunakan oleh pemakaian yang tidak mempunyai pemahaman komputer secara khusus. End-User Non-Pemrograman. Mereka ini juga mendisain dan mengimplementasikan aplikasinya sendiri.

Contoh pemakai jenis ini adalah aktuaris (penaksir). dan pem rograman DP). Penekanannya adalah pada pengembangan. Ia mempunyai tingkatan sebagai ahli seperti yang ada di unit pelayanan informasi. Hal yang sama juga dilakukan oleh Suzanna Rivard dari Ecole des Hautes etudes Com merciales. 63 . namun membantu end-user dalam pengem bangan sistem. Programmer DP. Ia merupakan golongan programer khusus. yang ditugaskan di pelayanan informasi. Kita telah mnggunakan istilah end-user computing untuk menjelaskan pengem bangan sistem berdasarkan komputer oleh orang yang mengunakan output dari sistem tersebut.Progemmer End-User.Pemakai ini ditugaskan di unit fungsional perusahaan dan menangani penggunaan komputer. dan insiyur. Personel Pendukung Komputerisasi End-User. personel pendukung komputerisasi end-user. yang diharapkan memberikan dukungan kepada end-user. Selain menggunakan sofware tertulis dan 4GL. Dukungan ini biasanya diberikan untuk menentukan harga kontrak. Personel Pendukung Fungsional. pemakaian ini juga dapat menulis programnya sendiri dan menggunakan bahasa programan. ia biasanya menghasilkan informasi untuk pemakian non-programan dan pemakai tingkat perintah. Dua jenis yang terakhir seharusnya bahkan tidak termasuk ke dalam area pemakai. Huff dari University of Western Ontario. Karena ia mempunyai pemahaman komputer yang lebih baik. Klasifikasi ini terlalu luas. Ia memasukkan pemakai yang tidak mempunyai pemaham an komputer (end-user non-pemrograman) dan pemakai yang merupakan spesialis informasi (personel pendukung profesional. Spesialis informasi ini ditugaskan di unit pelayanan informasi. analis keuangan. Montreal dan Sid L.

ia juga mengetahui. Oleh karena itu. APLIKASI END-USER POTENSIAL Nampaknya beralasan bila ada anggapan bahwa end-user lebih berusaha menerapkan aplikasinya untuk memenuhi kebutuhan informasinya sendiri atau kebutuhan informasi untuk unitnya. Ada benyak jenisnya.dalam study mereka terhadap 272 end-user. dan kita menganggapnya sebagai klasifikasi end-user. Walaupun klasifikasi Rockart dan Flannery nampaknya terlalu luas untuk standar sekarang ini. dan juga spesialis informasi yang ditugaskan dalam unit pelayanan informasi. dari pada untuk kebutuhan informasi perusahaan. end-user sebenarnya tidak boleh mengembangkan expert system karena sistem ini m empunyai sifat khusus. end-user sebenarnya tidak mengembangkan aplikasi pemrosesan data. MIS. sebab ia biasanya mengimplementasikan secara umum. seperti voice mail dan video conferencing. dan otomatisasi kantor. 64 . bahwa departemen pemakai dapat memperoleh spesialis komputernya sendiri. dan setiap jenis tersebut mempunyai kebutuhan sendiri-sendiri. namun studi mereka memberikan kontribusi yang penting bagi enduser computing. Ia tidak menyertakan pemakai yang tidak mempunyai kemampuan untuk mengembangkan sistemnya sendiri. dengan memasukkan atau menyertakan personel pendukung fungsional. karena mereka mengungkapkan bahwa tak ada end-user khusus. Mereka membatasi klasifikasi mereka terhadap tiga kategoti tengah yang dikemukakan oleh Rockart dan Flannery: • • • User tingatan perintah Pemrograman end-user Personel pendukung fungsional Hal ini nampaknya merupakan kesepakatan yang masuk akal. Juga. tergantung pada tingkat pemahaman komputer dari pemakai.

seperti word processing. pengiriman elektronik. Dengan memahami aplikasi yang mana yang mungkin dikembangkan dan yang mungkin tidak bisa dikembangkan oleh end-user . Mereka mendefinisikan kematangan dengan istilah connectivity – yaitu kemampuan aplikasi-aplikasi untuk saling berinterface melalui transfer data. Ia membrikan indikasi mengenai bagaimana end-user dan spesialis informasi akan berdampingan dimasa mendatang. seorang konsultan free-lance. selama tahap isolasi. Cara yang sama dapat dilakukan untuk mendeskripsikan evolusi end-user computing dalam perusahaan. pem akai melihat tiap aplikasi sebagai entry yang terpisah. maka hal ini akan menjadi teka-teki bagi arah perkembangan en-user computing. Sid Huff bersama dengan Malcolm Munro. Pemakai menerima dukungan nyata yang sedikit dari sistem dan 65 . profesor pada University of Calgary. menjelaskan bagaiman aplikasi end-user berevolusimelalui tahapan pertumbuhan dan menjadi lebih matang pada setiap tahapan tersebut. TAHAP PERTUMBUHAN END-USER COMPUTING Selama jangka waktu yang pendek ketika end-user computing telah mendapatkan popularitas.Hal ini berarti bahwa end-user computing hanya terbatas pada aplikasi DSS dan otomatisasi kantor. Isolasi. para pemakai dan aplikasi mereka menjadi lebih canggih. yang dapat disesuaikan dengan sekelom pok kecil pemakai. dan Barbara Marin. dan pengkalenderan elektronik. Kita telah melihat bagaimana Richard Nolan menggunakan tahapan siklus hidup untuk mendefinisikan evolusi jangka panjang penggunaan perusahaan dalam penggunaan komputer.

Contohnya adalah penggunaan file dBASE sebagai input bagi spreadsheet 1-2-3. Namun demikian. para pemakai mulai menukarkan data diantara mereka dan dengan fasilitas komputerisasi sentral. maka pemakai mebuat standarnya sendiri. Integrasi Terdistribusi. Sound.Alone. Integrasi Manual.pemakai ini menggunakan sistem tersebut terutama untuk mendapatkan pengenalan dengan pemrosesan komputer. kelompok kerja. Integritas Otomatisasi. bersama dengan mahasiswa S2 dari University British Columbia. Dalam usahanya untuk memadukan sistem tersebut. dan integrasi dilakukan oleh DBMS terdistribusi. Agar dapat membuat dan mengunakan system ini. Gary Moore. jika pelayanan informasi tidak menentukan standar untuk aktivitas ini. Database terpisah didistribusikan ke seluruh perusahaan pada setiap tingkat. Mungkin hal tersebut disebabkan adanya kebutuhan DBMS yang lebih canggih untuk 66 . pemakai harus menyesuaikan standar yang telah ditentukan oleh pelayanan informasi. mempelajari status end-user computing di 47 organisasi. dan mendapati bahwa tak ada perusahaan yang dijadikan obyek studi tersebut telah mencapai tahap kematangan integrasi terdistribusinya. pemakai biasanya akan memasukkan kembalioutput dari satu sistem untuk meberikan input kepada sistem lain. dan pemakai perorangan. aplikasi end-user berada pada tingkat organisasional. pada tingkat kematangan yang paling tinggi ini.pemakai mulai melihat hubungan logis antara sistem-sistemnya.pemakai bisa menukar data dengan database sentral dengan menggunakan jaringan komunikasi . pertukaran ini dilakukan oleh DBMS yang mengelola database sentral. Professor Munro dan Huff. pertukaran ini dilakukan dengan mentransfer file dari satu program ke program yang lain biasanya dalam bentuk disket.

Adanya timbunan pelayanan informasi ini merupakan sebab utama mengapa end-user computing menjadi popular. dan Martin. Munro. bagian pelayanan informasi terlalu banyak muatan kerja dan disitu terdapat antrean panjang pekerjaan yang menunggu pengimplem enstasiannya. Mungkin ada beberapa kasu-kasus kesalahan dan penembusan keamanan dalam pelayanan informasi. yang tidak akan bias dijelajahi oleh pemakai. Pemakai dapat membeli PC dan beberapa software pengembangan aplikasi dengan hanya seribu dolar atau sekitarnya. Mereka tidak raguragu lagi untuk mengembangkan dan membuat aplikasinya sendiri. seringkali tidak usah melalui channel yang resm i. Pemahaman pemakaimengenai komputer dan informasi juga merupakan faktor menjadi populernya en-user omputing ini. pasti akan ada hal (point) – yang belum diketahui – yang berada diatas jangkauan pemakai. 67 . dimana pemakai menjadi tidak sabar dan memutuskan untuk melakukan pekerjaannya sendiri. Faktor lain adalah murahnya dan mudahnya penggunaan hardware dan software. FAKTOR YANG MENDORONG END-USER COMPUTING Pada sebagian besar perusahaan. Pandangan ini diakibatkan oleh ketidakpercayaan mereka terhadap pelayanan informasi. mendapatkan suatu kesimpulan bahwa.mendukung database terdistribusinya. Sekarang sem akin banyak pemakai yang telah mempelajari keterampilan kom puter di sekolah dan mereka mempunyaikeyaknan yang kuat terhadap kemampuannya ini. Namun demikian. “walaupun dengan alat yang lebih baik. muff. Beberapa pemakai terdorong oleh prospek mengenai diperolehnya kemampuan untuk melakukan kontrol yag lebih cermat atas kom puterisasi mereka.

profesor pada Tel Aviv Univeristy. KEUNTUNGAN DARI END-USER COMPUTING End-user computing memberika kuntunga baik kepada perusahaan maupun pemakai. Ia juga memungkinkannya lebih mempunyai waktu untuk memelihara sistem yang telah berada pada kom puter. Kedua. maka ketika mereka mengembangkan sistem mereka sendiri. Pertama.” 68 . mangumpulkan data dari 21 perusahaan d wilayah Los Angeles dan mendapatkan bahwa persentasi enduser manajemen dan non-manajemen akan lebih tinggi jika CEO adalah pemakai. Banyak pemakai yang tidak memahami jargon komputer yang diungkapkan spesialis informasi. Mereka juga mempunyai perasaan memiliki – “ini adalah sistem saya.Pemakai mungkin juga terdorong untuk mengurangi biaya pemrosesan. Situadi ini terjadi dalam perusahaan yang memindahkan pembiayaan pengembangan dan penggunaan sistemkepada departemen yang memakai sistem tersebut. Hal ini memungkinkan bagian pelayaan informasi untuk mengembangkan sistem organisasional yang mungkin lebih menjadi muatan kerja yang menumpuk selama beberapa bulan atau tahun. Karena para pemakai memahami kebutuhannya sendiri dengan lebh baik dari pada orang lain. dan banyak spesialis informasi yang tidak memahami tugas atau tanggung jawab pemakai. perusaaa akan memperoleh keuntungan dengan memindahkan beberapa muatan kerja dari bagian pelayanan informasi kepada end-user. mereka mungkin akan lebih puas dengan hasilnya. Pengaruh atau dorongan eksekutif juga merupaka faktor. Phillip Ein-Dor dan Eli Segev. tidak dikutsertakannya spesialis informasi dalam proses pengembangan bisa mengatasi masalah yang telah menggangu pengimpleentasian sepanjang era komputer – yaitu komunikasi. dan biaya tersebut diangap terlalu tinggi.

Hasil akhir dari kedua keuntungan tersebut adalah bahwa akan tercapainya tingkat keterampilan penggunaan komputer yang lebih tinggi. Sedangkan keuntungan yang paling penting adalah dalam dukungan kebutuhan pemakai dalam memecahkan masalah dan sistem memberikan apa yang dibutuhkan oleh pemakai. Tabel 19.1risiko dan kontrol end-user computing Life cycle control Analysis phase Risiko Possible Incompatible tools Threats to integrity and Hardware/software standards data security Policyfor end-user acces coorporate to database Overanalisysand Provide user training insufficient for in search the problem solving and solution modeling Solving the wrong Involve analisys in the process for problem design review Little or no Enforce documentation documentation standar Lack of oxtensive d testing Testing/validation through “walk” Auditor reviews Coomon application library Threats to data User training in data integrity integrity issues Taxing the mainframe computer Integrating EUC and plannin resource DP g Control of EUC growth through Threat to budgets and chargesecurity backs Passwor d Physical acces (restricted areas) control Failure to test modificatio n document and Standards for backups Maintenance review by analyst Periodic system review by analysts user end-user Desig n Implementatio n 69 .

dan Moore menemukan bahwa perusahaan yang menjadi obyek studinya mengontrol pembelian mikrokomputer. Huff. Weiss dari Universityt of Houston mengungkapkan berbagai risiko yang muncul selamasiklus hidup sistem. Mayoritas dari perusahaanperusahaan tersebut (60 persen) melakukan kebijaksanaan yang tidak berlebihan dengan juga menerim a peralatan dari pabrik tertentu lainnya. 21 persen dari perusahaanperusahaan tersebut melakukan kontrol seketat mungkin dengan cara menetukan hanya satu peralatan dari suatu pabrikan yang bisa diterima. Tak ada dari perusahaan-perusahaan tersebut yang mengijinkan pemakainya untuk mendapatkan per alatan secara bebas. 19 persen dari perusahaan-perusahaan tersebut menetapkan kontrol minimum dengan memberi keleluasan kepada pemakai untuk memilih peralatan (hardware dan software) dari daftar yag telah disediakan. Munro. adalah bahwa pemakai akan merancang hardware campuran yang tidak dapat diinterface dan menerapkan software yang tidak dapat digunakan secara bersama-sama. Huff dan Moore juga menyangsikan perusahaan-perusahaan 70 . Maryam Alavi dari Universty of Maryland di College park dan Ira R. bila pemakai diberi keleluasan untuk menerapkan apa yang menjadi pertimbangannya sendiri. Perusahaan dapat mencegah terjadinya hal ini dengan m enetapkan standar untuk pemerolehan hardware dan software. yang terlihat pada tabel 19.1 menyebutkan bebrapa risiko yang telah didentifikasi. Salah satu kekhawatiran.1. Paling tidak satu mekanisme kontrol dapat diimplementasikan untuk mengatasi risiko tersebut. Tabel 19.RISIKO DARI END-USER COMPUTING Perolehan keuntungan dari end-user computing pasti disertai dengan risikorisiko. berkenaan dengan pengontrolan keamanan dengan cara membatasi akses pemakai ke database sentral. Risiko analisis yang kedua. Inilah risiko analis yang pertama yang ada dalam tabel tersebut. Munro.

Sutu contoh perubahan yang mendasar ini adalahbahwa pelayanan informasi melepaskan tugas sebagai pemrosesan dan ia diberi tugas khusus untuk mengontrol jaringan. Kaitannya dengan point ini. namun hal ini harus diikuti oleh perubahan-perubahan yang mendasar dari sifat-sifat yang telah permanen. kita akan m embahas dua strategi tersebut. dan memberikan kemampuan read-only. STRATEGI END-USER COMPUTING Tugas perusahaan adalah untuk menetapkan kebijaksanaan end-user computing yang memberikan fleksibilitas kepada pemakai untuk melekukan inovasi dalam penggunaan komputer. Sebagian besar perusahaan mengikuti kebijaksanaan yang moderat (tidak berlebih-lebihan) dengan memberika keleluasan pemakai untuk mengakses file tertentu. namun juga harus menetapkan kontrol untuk memastikan bahwa penggunaan tersebut mendukung tujuan perusahaan. dan penemuan mereka. Hanya 4 persen dari perusahaan-perusahaan tersebut yang tidak mengijinkan sama sekali pemakai melakukan akses ke semua file. Dengan cara ini perusahaan menetapkan kebijaksanaan untuk mencapai tingkat kontrol bagi tiap risiko seperti yang dikehendakinya. PUSAT INFORMASI Information center (pusat informasi) adalah area dalam perusahaan yang berisi sumber-sumber komputerisasi yang perlu dikembangkan oleh pemakai dan dengan aplikasinya sendiri. Kolom sebelah kanan pada tabel 19.1 memberikan gambaran mengenai berbagai macam kontrol yang ada. Sumber-sumber tersebut meliputi hardware. Pada bagian dibawah ini.tersebut. ini merupakan pemecahan yang dapatdiimplemestasikan dengan cepat. seperti 71 . Suatu strategi yang telah terkenal adalah penetapan atau pembangunan pusat informasi. akses untuk mengkopy file. Tak ada perusahaan yang memberi kebebasan kepada pemakainya untuk mendapatkan akses yang tak terbatas dengan membaca dari dan menulis ke semua file.

Mereka dapat diberi berbagai tugas dalam perusahaan. printer. Lebih dari dua ribu pemakai diberi pelatihan. seperti paket spreadsheet elektronik. 4GL. dan lebih dari 1200 mikros dan tiga ribu paket software telah diinstal.terminal. Pusat informasinya dibuka pada tahun 1984. dengan dipekerjakan di pelayanan informasi atau dipekerjakan di departemen pemakai. para pemakai bisa mengembangkan apa yang menjadi kepuasannya dan mereka dapat emperoleh sumber-sumber mereka sendiri. Pusat informasi yang baru dibuka setiap tahunnya. 72 . DBMS. yaitu hanya dikelola oleh satu orang. plotter. letter-quality. Sedangkan yang lain memiliki lebih dari 50 spesialis yang dapat membantu para pemakai. namun berbagai pusat yang sudah tua ditutup. Perusahaan merasa bahwa pusat-pusat tersebut memberikan kegunaan. Tujuan dari hal ini adalah agar pemakai mendapatkan kepuasan dalam menggunakan komputer. Beberapa pusatnya bersifat sangat sederhana. Itulah yang terjadi di Quaker Oats. dan paket grafik. Disitu terdapat pula spesialis informasi. dan ide tersebut secara cepat tersebarke berbagai perusahaanperusahaan. Salah satu masalah yang berkaitan dengan pusat informasi ini adalah perelokasian para spesialis. dan juga meliputi software. Strategi yagmungkin dengan menugaskan mereka delam area perusahaan yang ketinggalzn dalam menggunakan komputer. yang ditugaskan untuk membantu pemakai dalam mengembangkan atau membuat sistemnya. Rata-rata ada 8 spesialis yang menjadi staff di satu pusat informasi itu. dankurang dari tiga tahun. mikros. perusahaan tersebut mencapai tujuannya. IB M Canada dianggap yang membangun pusat komputer yang pertama pada tahun1974.

Gambar 19.14E mpat kebijaksanaan komputerisasi desentralisasi

KONTROL JARINGAN Seorang profesor MIT dan konsultan, John D. Donovan menggambarkan penyebaran end-user computingdalam suatu organisasi dengan diagram tiga dimensi, yag terlihat pada gambar 19.14. Aksis X menunjukkan bagaimana perusahaan mendistribusikan peralatan komputerisasinya , dan aksis Y menunjukkan bagaimana perusahaan mendesentralisasi proses pengembangan sistemnya. Bila perusahaan menaikan aksis Y dari gambar tersebu, maka pemakai menjadi lebih mampu merancang dan mengembangkan sistemnya sendiri, tidak tergantung kepada unit pelayanan inform asi sentralaksis Z juga menunjukkan bagaimana perusahaan mendesentralisasikan pembuatan keputusan mengenai sumber-sumberinformasinya – yaitu membuat keputusan, misalnyaperalatan yang bagaimana yang akan didapatkan dan aplikasi apa yang akan dikembangkan. 73

Point awal dari ketiga aksis itu adalah gambaran tempat perusahaan pada waktu pertama kali menggunakan komputer. Segala sesuatunya telah dilakukan dalam pelayanan informasi sentral. Sebagian perusahaan telah bergerak ke point A, yang disebut sebagai Big brother (keluarga besar). Disini, peralatan didistribusikan, namun pelayanan inform asi masih mebuat keputusan dan mengembangkan sistem. Masalah yang dihadapi perusahaan ketika ia berada di point A adalah terjadinya momentum diman trend end-user computing muncul. Jauh sebelumnya, permintaan akan dukungan informasi meningkat begitu besar, dan pelayana informasi tidak bisa mengatasi permintaan ini. Dalam situasi ini, perusahaan bisa melakukan salah satu dai tiga strategi dasar. Ia dapat memberika keleluasaan kepada pem akai untuk menentukan aplikasi mana yang ia ingin kembangkan, namun pelayanan informasi mengembangkannyajuga. Strategi ini menggerakan perusahaan ke point B, yang diebut Helping Handpelayana inforamsi juga membiarkan pemakai untuk mengembangkan sistemnya sendiri, namun pelayanan informasi yang memutuskan sistem yang akan dikembangkan tersebut. Ini berada di point C, yang disebut Watchdog. Menurut Donovan, point Helping Hand dan Watchdog ini tidak memiliki tujuan jangka panjang yang berguna. Bila penggunaan komputer meluas ke area-area lain, seperti sistem informasi eksekutif dan expert system, maka akan lebih sulit bagi pelayanan informasi untuk memberikan semua bantuan yang dibutuhkan oleh point Helping Hand. Juga, mustahil bagi unit pelayanan informasi sentral untuk mengawasi segala sesuatu yang terjadi pada point Watchdog. Oleh karena itu, tujuan terakhir dari perusahaan adalah mencapai point D. Pada point ini, sumber-sumber komputerisasi diberikan dan pembuatan keputusan mengenai sumber-sumber tersebut didesentralisasi. Tanggung jawab utama pelayanan informasi adalah menghubungkan network ke sumber-sumber tersebut.

74

Agar pencapaian status network ini lancar, Donovan menyarankan bahwa CIO harus memelopori meninggalkan atau melepaskan sumber-sumber komputerisasi perusahaan dan membiarkannya agar dikontrol oleh departemen yang menggunakannya. Tujuan CIO dan pelayanan informasi adalah terjadinya penyambungan atau hubungan dalam network. Jika car diatas benar-benar dilakukan, nampaknya akan menarik. Satu pertanyan mengenai aplikasi yang kita kemukakan sebelumnya maka tidak akan berlaku lagi bagi end-user computing. Jika pelayanan informasi melepaskan diri dari sumber-sumber pemrosesan, maka siapa yang akan mengembangkan dan memelihara sistem pemrosesan data, MIS, aplikasi OA berskala perusahaan, dan expert system? Secara realistis, tujuan seharusnya tidak berada di point D, namun pada tempat yang mendekati point D. Pelayanan informasi mungkin dapat melepaskan diri dari pemrosesan. MENEMPATKAN MANAJEMEN SUMBER-SUMBER INFORMASI DALAM PERSPEKTIF Dalam membicarakan IRM, kita telah membahas beberapa topik – yaitu porsi besar pengurusan sumber-sumber

informasi sebagai sumber strategis, bagaimana menggunakan informasi untuk mendapatkan keuntungan kompetitif, pertimbangan sumber informasi dalam perecanaan jangka panjang perusahaan, perencanaan strategis untuk sum ber informasi, peranan CIO, dan end-user computing. Gamabr 19.15 menunjukkan bagaimana topik-topik tersebut bergabung bersama untuk membentuk IRM. Nomor-nomor yang ada pada gambar tersebut sesuai dengan nomor-nomor yang ada dibawah ini: 1. Eksekutif perusahaan memahami persaingan yang ada pada lingkungan. Pamahaman ini tidak hanya terbatas pada pelanggan atau pesaing, namun juga meliputi pemasok dan elemen-elemen lain yang dapat 75

termasuk informasi. ini merupakan aktifitas perencanaa bersama. eksekutif mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan sumber-sumber perusahaan. bahwa CO merupakan elem en kunci. CIO adalah peserta aktif dalam membuat perencanaan strategis ini. kita dapat melihat dengan mudah peranan penting yang dilakukan oleh CIO. Kemudian. Pelayanan informasi menggunakan sumbersumber tersebut untuk menghasilkan data dan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan secara keseluruhan. (2) merupakan sumber ahli dalam pengembangan strategis untuk sumber-sumber informasi. Dalam proses ini. eksekutif membuat rencana strategis untuk sumber-sumber informasi. Disini. data dan informasi yang dihasilkan oleh sumber-sumber informasi tersebut memungkinkan perusahaan untuk menjalankan operasinya. dimana ia dapat berfungsi dalam ketiga area. eksekutif melakukan perencanaan jangka panjang untuk perusahaan. bekerja didalam kendala yang diakibatkan oleh lingkungan. yang melibatkan semua eksekutif. Hal ini dilakukan dengan cara bekerja sama dengan end-user dan pelayanan informasi yang mengelolanya. Bila rencana strategis perusahaan telah ditetapkan. 2. Perusahaan merespon terhadap kebutuhan lingkungan. 76 . CIO (1) menampilkan sumber-sumber inform asi perusahaan dalam perencaaan strategis.mempengaruhi penampilan perusahaan. Pada waktu membuat rancana ini. dan (3) berperan pokok dalam pengimplentasian strategis infor masi dalam perusahaan. 4. End-user menggunakan sumber-sumber informasi untuk memecahkan masalahnya. Dalam setting lingkungan ini. pengimplementasian sumber informasi strategis dalam organisasi merupakan tanggung jawab CIO. 3. Kita dapat menyimpulkan pembahasan kita mengenai IRM ini. dan memasok lingkungan dengan produk yang dibutuhkannya. sebaiknya perlu diingat bahwa CIO tidak mengembangkan atau membuat rencana sumber inforamsi sendiri.

kerangka dasar System Informasi Manajemen bagian I pengantar.SE (MM – UI). Raymond McLeod. 77 . Kadir. Muhammad Fakhri dan Amin Wibowo. Abdul. Gordon B. O’Brien. Sistem Informasi Manajemen. Jr. Yogyakarta : Andi Offset. James A. 2003.Msc. editor: Hardi Sukardi MBA. penerjemah: Hendra Teguh SE. Pengantar Sistem Informasi. Husein. System Informasi Manajemen. Analisis Desain dan Aplikasi.. 2005.DAFTAR PUSTAKA Teguh Cahyono.Penerbit Graha Ilmu. Pengenalan Sistem Informasi. SistemInformasi : Konsep Dasar. Davis.AK. Yogyakarta : UPP AMP YKPN. 2002. Jakarta : Salemba Empat. Catatan teori mata kuliah Sistem Information Manajemen.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->