Globalisasi dan Perlawanan Juli 6, 2009 ² halmahera21 Oleh Chris Harman.

³Anti-capitalism: Theory and Practice´, International Socialism No 88, London, 2000. Disadur dan ditejermahkan oleh Julian dan Setiabudi. Pada tahun 1999, mass media di seluruh dunia ramai-ramai membicarakan fenomena baru: gerakan ³anti-kapitalisme´ internasional. Istilah ini muncul untuk pertama kalinya di Inggeris di bulan Juni, saat lembaga-lembaga finansial di London kena aksi unjuk rasa. Kemudian aksi besar-besaran melawan pertemuan WTO di Seattle di bulan November juga dicap ³antikapitalis´. Arti kata ³anti-kapitalisme´ bukan sama dengan sosialis, tetapi fenomena ini memang hebat. Sepuluh tahun setelah kaum penguasa kapitalis berjaya saat rezim-rezim Eropa Timur ambruk, sebuah peristiwa yang didengungkan sebagai kemenangan mutlak pasar bebas, mass media borjuis harus mengakui bahwa semakin banyak manusia menolak sistem mereka. Suasana anti-kapitalis menjadi cukup jelas dalam demonstrasi yang terjadi secara berturutturut di Washington, Melbourne, Praha, Millau dan Nice, tetapi termanifestasi dalam bentuk lain pula: misalnya ketika sejuta warga Perancis mencoblos calon-calon Trotskys dalam pemilihan untuk parlemen Eropa. Di Eropa Timur, hasil jajak-jajak pendapat membuktikan bahwa kata ³kapitalisme´ memiliki asosisasi negatif bagi mayoritas rakyat. Di Amerika Latin telah terjadi serangkaian pemberontakan melawan agenda neoliberal. Demonstrasidemonstrasi hanya merupakan puncak dari gunung es ketidakpuasan massa rakyat tertindas di seluruh dunia. Demonstrasi anti-WTO di Seattle tentu saja harus menjadi titik tolak bagi diskusi kita. Banyak sekali kelompok dari seluruh dunia dan dari bermacam-macam sektor yang bersatu dalam aksi tersebut. Seperti tulis Luis Hernandez Navarro, seorang wartawan dari koran harian radikal La Jornada di Meksiko: ³Kaum pecinta alam, petani dari Dunia Pertama, anggota serikat buruh, feminis, punk, aktivis HAM, wakil masyarakat adat, anak muda dan orang separo baya, warga Amerika Serikat, Kanada, Eropa, Amerika Latin dan Asia´ berkumpul di Seattle waktu itu. Kata dia, mereka semua bersatu dalam menolak slogan ³Semua kekuatan untuk perusahaan-perusahaan transnasional!´ yang menjadi agenda WTO. Aksi protes itu menonjolkan sisi spontan; banyak orang yang mendengar tentang demo itu dan berangkat begitu saja. Namun dari sisi lain, banyak pendemo yang terlibat dalam organisasi yang bekerja keras selama berbulan-bulan untuk setting demo itu, dengan menjalin hubungan melalui internet, dan juga mempropagandakan isu-isu globalisasi dan perlawanan. Sejumlah pemikir terkemuka sangat berjasa pula dalam mengupas isu-isu ini, seperti Walden Bello, Susan George, Vandana Shiva, Noam Chomsky, Naomi Klein dan Pierre Bourdieu. Menolak agenda neo-lib

Doktrin-doktrin neo-liberal pertama diucapkan dalam ideologi konservatif yang dijuluki ³Thatcherism´ di Inggeris dan ³Reaganomics´ di Amerika. Kemudian logika neo-lib disambut oleh golongan sosial demokratik dalam program ³The Third Way´ yang juga prokapitalis. Ide-ide neoliberal menjadi pondasi bagi kebijakan-kebijakan lembaga-lembaga interasional seperti WTO, IMF dan Bank Dunia, dan program-program ³reformasi ekonomi´ yang diajukan oleh para politikus dan ahli ekonomi. Pilar utama ideologi neolib adalah, bahwa aparatus negara seharusnya tidak ikut berperan dalam kegiatan-kegiatan pokok ekonomi nasional maupun internasional. Kita diajak kembali ke gagasan ortodoks yang bercokol sebelum depresi tahun 1930-an, yang dianjurkan oleh Adam Smith dan dipopularisasikan oleh Jean-Baptiste Say. Gagasan ini dikenal sebagai ³liberalisme ekonomi´ waktu itu, jadi versi baru dikenal dengan nama ³neo-liberalisme´. Para penyokongnya mau menurunkan pajak dari profit-profit kapitalis dan gaji tinggi, menjual BUMN kepada pihak swasta, melemahkan regulasi-regulasi yang mengurusi tindakan perusahaan-perusahaan, serta menghapuskan semua proteksi ekonomi yang dilakukan melalui bea cukai. Menurut argumentasi mereka, segala intervensi pemerintah di dunia ekonomi semenjak tahun 1930-an hanya mengakibatkan industri-industri menjadi pemboros yang tidak efisien. Ambruknya blok Soviet, serta kemandegan dan kesengsaraan Amerika Selatan dan Afrika, menurut mereka telah membuktikan betapa celakanya konsekwensi intervensi pemerintah. Kemiskinan di dunia ketiga hanya dapat diatasi dengan menerapkan kebijakan pasar bebas yang tak kenal ampun, melalui kegiatan WTO, IMF dan Bank Dunia. Bila usaha-usaha ekonomi di´bebas´kan dari kontrol yang ³semena-mena´ itu, katanya nasib umat manusia bisa diperbaiki secara menyeluruh. Modal dapat mengalir dengan leluasa ke mana saja diperlukan sehingga barang-barang dan jasa-jasa akan dihasilkan di tempat yang paling cocok. Modal yang sudah terakumulasi tidak akan lagi tertambat dalam industriindustri ³berkarat´ yang tak berdayaguna, dan ³monopoli tenaga kerja´ yang dikuasai oleh serikat-serikat buruh jahat tidak lagi bisa menghalangi kenaikan produktivitas kerja secara ³dinamis´. Daerah-daerah dunia masing-masing dapat mengkhususkan dalam bidang produksi di mana mereka lebih mampu. Boleh jadi melalui proses-proses ini kaum kaya akan menjadi lebih kaya lagi, tetapi tidak apa-apa, karena lewat tumbuhnya penghasilan ekonomi secara umum, kekayaan itu akan bercucur ke bawah secara dikit berdikit (trickle down) untuk memperkaya rakyat jelata pula. Demikian argumentasi mereka. Pandangan ³neoliberal´ semacam ini biasanya berasosiasi dengan teori ³globalisasi´. Menurut teori itu, restrukturalisasi dunia telah terjadi sehingga pengaliran modal bebas tanpa intervensi oleh pemerintah-pemerintah sudah tercapai. Kita sedang menghayati zaman kapitalisme multinasional (atau transnasional). Aparatus-aparatus negara adalah lembagalembaga yang kadaluwarsa, yang tidak lagi sanggup menghalangi perusahaan-perusahaan berpindah-pindah guna mencari keuntungan. Bila pemerintah-pemerintah ngotot berusaha melakukan halangan yang demikian, ekonomi mereka cuma akan menjadi ekonomi

³terkepung´ seperti Korea Utara atau Kombodja di bawah Pol Pot; dan bagaimanapun juga mereka tidak bisa melakukan hal itu karena para pemilik modal terlalu cerdik dan selalu akan mengelabui pemerintah-pemerintah tersebut. Sebuah pemerintah yang mengasihani para warganya paling banter bisa menyediakan lingkungan ekonomi yang paling menarik bagi para investor: pajak rendah, tenaga kerja ³fleksibel´, serikat buruh lemah, regulasi minimal. Beberapa orang neolib yang mengaku sosial-demokratik (contohnya Anthony Giddens, yang menyiapkan teori-teori demi membenarkan kebijakan-kebijakan pemerintahan Tony Blair di Inggeris), mengakui bahwa di masa lampau, intervensi oleh negara terkadang berperan positif. Namun menurut mereka, timbulnya sebuah ekonomi global telah merubah situasi politik. Dewasa ini, kontrol-kontrol atas kehidupan ekonomi hanya menghadirkan ketidakefisienan melulu, dan jika ekonomi tidak efisien, pasti kita kandas. Sehingga ³globalisasi´ dan ³neoliberalisme´ merupakan dua konsep yang berkaitan erat. Dalam versi teori globalisasi tertentu yang agak berpengaruh, kemampuan modal untuk bercucuran ke sini-sana dengan leluasa sudah menjadi hal yang mutlak. Menurut pandangan ini, kita menghayati era ³produksi tanpa bobot´ (weightless production). Komputer, perangkat lunak dan internet sudah jauh lebih penting dibandingkan produk-produk logam yang ³kadaluwarsa´, dan perusahaan-perusahaan bisa luput dengan mudah dari genggaman negara-negara dengan memindahkan alat-alat produksi mereka secepat kilat. Negeri-negeri maju sudah bersifat paska-industrial, dan kelas perkerja di barat tidak lagi merupakan kekuatan yang berarti, karena industri manufaktur sedang berpindah ke dunia ketiga. Tinggal semacam masyarakat ³sepertiga´: di satu sisi ada kelas menengah (sepertiga dari penduduk) yang mempunyai cukup keterampilan (human capital) untuk mendapatkan gaji tinggi ² sedangkan di sisi lain ³proletariat bawah´ paling-paling bisa mencari pekerjaan sementara yang ³fleksibel´ dan tak terampil, dengan upah yang tidak bisa naik menjadi terlalu tinggi karena tersaingi oleh barang-barang murahan dari dunia ketiga. Sementara itu, di dunia ketiga, massa rakyat tidak mempunyai pilihan lain kecuali menawarkan diri sebagai tenaga kerja murahan untuk perusahaan-perusahaan multinasional, dengan upah yang melarat. Pemerintah-pemerintah tidak dapat berbuat apa-apa kecuali mengajak rakyat menyambut pasar bebas internasional. Industri pertanian mesti dibentuk kembali guna menghasilkan barang-barang yang bisa dijual di pasaran global. Pajak untuk membiayai dinas kesehatan, kesejahteraan serta pendidikan rakyat harus diminimalkan. Kaum buruh harus membanting tulang untuk menyambung hidup. Demikian skenario ³globalisasi´ ekstrim. Namun para pengritik telah mengekspos banyak sekali kontradiksi dan kesalahan dalam doktrin-doktrin ini. Mereka sudah membuktikan bahwa negara-negara dunia ketiga yang menyambut pasar bebas biasanya tidak mengalami perbaikan nasib apapun. Selama dua dasawarsa ³globalisasi´, kondisi kebanyakan penduduk Afrika dan Amerika Selatan telah merosot. Penyerahan bidang tanah yang besar untuk pertanian monokultur sama sekali tidak meningkatkan pendapatan kaum tani, karena barang-barang yang sama juga dihasilkan di negara-negara lain sehingga harga-harga menurun terus. Pendapatan yang diterima, dimakan

pula oleh bunga kredit yang harus dibayar, sementara lingkungan alam kaum tani sering rusak. Mereka yang meninggalkan desa dan berpindah ke perkotaan mendapatkan pekerjaan kasar dan mesti bekerja selama 10 sampai 12 bahkan 16 jam sehari dalam kondisi yang merugikan kesehatan, serta hidup di daerah-daerah kumuh. Begitu laju bertumbuhan ekonomi global berkurang, mereka lekas menganggur. Kaum pekerja di barat memang mempunyai standar hidup yang lebih baik, tetapi tidak bisa dikatakan ³beruntung´ dari sebuai sistem yang sedang memperpanjang jam-jam kerja mereka (hari kerja seorang pekerja laki-laki di Amerika Serikat sekarang ini 8 persen lebih panjang dibandingkan dengan 25 tahun yang lalu). Upah mereka menurun atau paling banter tersendat. Di saat yang sama, para pengritik menunjukkan bagaimana tidak bersedianya para politisi dan birokrat untuk mengatur kegiatan perusahaanperusahaan, telah menghadirkan pengrusakan lingkungan alam secara global yang dapat mengancam kehidupan umat manusia. WTO, IMF, Perusahaan Multinasional dan Konsekwensi Aksi Seattle Para paus neoliberalisme mentuntut agar semua kegiatan ekonomi oleh negara dihentikan, semua halangan bagi pengaliran modal dan barang-barang dihapuskan, dan semua hambatan untuk penggunaan hak-hak kepemilikan swasta dihilangkan. World Trade Organisation (Organisasi Perdagangan Sedunia -WTO) menerapkan kebijakan-kebijakan yang senada. Negara-negara yang tidak membuka sektor penyediaan jasa seperti telekomunikasi kepada investasi serta persaingan dari luar, bisa kena sanksi. Produk-produk dari luar negeri yang mengancam kesehatan orang atau lingkungan alam tidak boleh dilarang. Obat-obatan atau software harus dihasilkan dengan harga mahal supaya perusahaan-perusahaan multinasional dapat beruntung karena ³hak cipta´ mereka (walau sebenarnya yang menciptakan innovasi itu adalah kaum pekerja, bukan kaum majikan). International Monetary Fund (Dana Internasional Moneter ± IMF) bertindak lebih agresif lagi melalui Structural Adjustment Programs (restrukturalisasi) yang mendorong negara-negara untuk menghapuskan subsidi pada bahan-bahan pokok dan untuk menswastanisasi ekonomi. Selain memaksa, para neolib juga rajin berargumentasi. Bermacam-macam konferensi, pertemuan puncak dan lembaga penelitian ramai-ramai merancang rencana untuk membentuk kembali kebijakan negara-negara seluruh dunia. Contohnya European Round Table (Meja Bundar Eropa) para industriawan, yang mendorong IMF, WTO dll untuk mendukung ³reformasi´ di bidang pendidikan (seperti biaya lebih tinggi bagi mahasiswa); World Water Council (Dewan Air Sedunia) yang mendesak agar penyediaan air diswastanisasi; atau Transatlantic Business Dialogue (Dialog Bisnis Trans-Atlantik ² semacam tim kerja para kapitalis terbesar), yang bekerjasama dengan wakil-wakil Amerika Serikat dan Uni Eropa untuk merencanakan agenda-agenda WTO. Pertemuan semacam ini amat berpengaruh pada opini publik. Kolom-kolom surat kabar, berita-berita mass media, komentar-komentar di TV, laporan dari lembaga-lembaga riset dan departemen-departmen universitas semua ikut serta dalam proses propaganda tersebut. Selama bertahun-tahun proses itu behasil, sampai

kampanye serta grup akan menghadapi perdebatan yang intensif. mengenai stategi. sedangkan di Eropa Barat angka pengangguran berfluktuasi sekitar 10 persen. sejumlah program televisi dan makalah akademis. mereka menandingi dan berusaha untuk mengekspos kesalahan-kesalahan argumentasi neolib. namun kesuksesan ini ambruk juga menjadi krisis moneter. Kami kaum Marxis ikut partisipasi dalam upaya kontra-propaganda itu. Itu sebabnya kaum neolib begitu terperangah oleh demonstrasi di Seattle. Kesuksesan di Seattle itu sebagian disebabkan oleh kontra-propaganda para aktivis antineoliberal. ³Keajaiban ekonomi´ yang dijanjikan di bekas blok Soviet melalui diterapkannya pasar bebas terbukti cuma merupakan retorika kosong: padahal perekonomian Soviet ambruk secara hampir total. atau mesti dihapuskan? Barang tentu. Audiens yang bersedia menerima argumentasi kaum Marxis mungkin hanya bertumbuh berlipat 2. Masalah . Yang mahapenting di sini adalah: hal-hal ini tidak lagi dilihat sebagai fenonema yang terisolasi tanpa kaitan satu sama lain. sebuah gerakan yang mempersatukan banyak sektor. 3 atau 4. Serbia dll. ³The New World Order´ (Orde Baru Sedunia). berusaha berlayar melawan angin. penindasan dan eksploitasi dimengerti sebagai sisi-sisi dari satu sistem global. Somalia. sedangkan peperangan memperparah masalah pangan. Warga-warga Afrika mengalami kelaparan serta perang saudara secara bergantian ² karena kelaparan menimbulkan konflik yang hebat. justeru melahirkan perang demi perang: di Teluk. Selain itu efek rumah kaca. gerakan buruh. Pada awal dasawarsa 1990-an kita masih agak terisolasi. Masalah pangan. Jepang. Kecenderungan ini telah memuncak dalam aksi unjuk rasa di Seattle. Cecnia. Kenapa hal ini bisa terjadi? Pengalaman tahun 1990-an sama sekali menyalahkan prediksiprediksi neolib. pro-lingkungan atau feminis.menimbulkan kesan. audiens kita bertumbuh secara hebat. kolom yang kadang-kadang berhasil diselipkan di dalam koran tertentu. sebuah ancaman terhadap lingkungan alam dan umat manusia yang mula-mula hanya diakui oleh sebuah minoritas ilmuwan. Melalui buku. tani dan mahasiswa ² yang tercabik-cabik selama bertahun-tahun sebelumnya ² mulai bersatu. Kekuatan ekonomi kapitalis terbesar kedua. ideologi neoliberal tak dapat dikalahkan. Bosnia. lingkungan alam. akhirnya menjadi topik hangat di seluruh dunia ² tetapi para penguasa kapitalis belum juga mau mengambil langkah serius untuk mengatasinya. yang digembar-gemborkan oleh Amerika Serikat seusai Perang Dingin sebagai dunia perdamaian. seminar. terjerumus ke dalam sebuah krisis kemandegan ekonomi yang tiada hentinya. tapi audiens untuk para pemikir anti-neoliberal non-Marxis betumbuh lebih pesat. sampai para ahli ekonomi borjuis dan lembaga ekonomi nyaris kehilangan akal. Hanya di Asia terjadi suatu kemakmuran ekonomi tertentu. taktik dan orientasi teoritis. Namun menjelang akhir dasawarsa tersebut. Kampanye anti-imperialis. karena langkah-langkah yang dibutuhkan akan mengurangi profit-profit mereka. Perdebatan (i): Apakah WTO dapat direformasi.

Ada yang berniat menjalankan klausul-klausul ini melalui intervensi pemerintah. yang mentuntut agar lembaga serta perusahaan internasional menjadi ³lebih terbuka dan bertanggung-jawab´. dan bahkan dituduh bersikap ³sealiran´ dengan para pendukung pasar bebas (yang menolak semua pengaturan ekonomi). Yang pertama. buruh anak. menganjurkan agar WTO ditransformasikan sampai badan itu akan ³mengkhawatirkan masalah perubahan iklim planet kita dan bukan hanya profit perusahaan-perusahaan obat-obatan transnasional. pendekatan ini kurang memperhatikan kemampuan perusahaan-perusahaan . Dia belum mengajukan tuntutan mutlak agar WTO dibubarkan. Dengan demikian. melarang diskriminasi. Perancis selatan. tetapi memang menyerukan agar sebuah ³kombinasi langkah aktif dan pasif diterapkan untuk mengurangi kekuatan IMF secara radikal. Perdebatan mengenai reformasi atau penghapusan lembaga-lembaga ini berkaitan dengan satu perdebatan lain: mengenai alternatif mana yang harus diperjuangkan.pertama yang menjadi hangat di antara para aktivis di Seattle adalah: apakah WTO bisa dibentuk kembali. tetapi juga kepada pihak yang menindas kelas buruh. dan menjamin hak bersikat bagi kaum buruh.´ Bahkan sering diusulkan bahwa Bank Dunia dan IMF bisa direformasi melalui suatu ³visi alternatif´. atau harus dibubarkan saja? Pandangan mayoritas dalam serikat-serikat buruh Amerika (AFL-CIO) mengajukan kepada WTO sebuah ³klausul sosial´ yang mesti dimuat dalam semua persetujuan perdagangan untuk menentukan standar-standar perburuhan minimal: melarang penggunaan tenaga kerja anak. Walden Bello menegaskan bahwa ³upaya pembentukan kembali WTO adalah salah´. Di sisi lain. sekaligus menghindari mereka memindahkan pabrik-pabrik keluar negeri hanya untuk mengurangi upah dan kondisi kaum buruh. Perdebatan (ii): Klausul sosial. Perubahan semacam ini diharapkan dapat membantu negaranegara yang mau lolos dari ³the race to the bottom´ (perlombaan ke bawah).´ Tuntutan agar WTO dibubarkan semakin dapat dukungan karena WTO itu tidak menggubris kekhawatiran-kekhawatiran para demonstran di Seattle. Para pembicara yang ingin ³membongkar´ lembaga seperti WTO dicap ³utopis´ oleh pihak moderat. seorang jurubicara organisasi-organisasi pelindung lingkungan alam. Namun pendekatan ini juga dikritisi oleh berbagai aktivis terkemuka karena dua hal. Perdebatan yang mirip juga terjadi disekitar demonstrasi besar-besaran di kota Millau. guna melarang perusahaan-perusahaan multinasional memperlakukan buruh di dunia ketiga seperti budak belian. sehingga hanya menjadi satu lembaga antara banyak lembaga lain yang akan saling periksa. WTO diharapkan akan mengenakan sanksi tidak hanya kepada badan-badan yang menhalangi pasar bebas. Steven Shrybman. ada juga yang mengandalkan kampanye-kampanye untuk mengambil hati para konsumen dan aksi-aksi boikot untuk memaksa perusahaan seperti Nike untuk berubah sikap. hak berserikat Serikat-serikat buruh di AS mengajukan ³klausul-klausul sosial´ yang seharusnya dimuat dalam semua persetujuan perdagangan internasional.

Contohnya peraturan-peraturan yang diusulkan oleh Departemen Perburuhan untuk melarang kerja paksa. atau melarang kerja lembur tanpa upah melebihi 60 jam. kita dapat merangsang orang ³meletakkan seluruah sistem di bawah mikroskop´. kedua belah pihak masih terpiting dalam sebuah perjuangan kelas yang klasik. Menurut David Bacon. Serikat-serikat dan gerakan buruh di negeri-negeri lain mempunyai kebutuhan yang berbeda. dengan meniru strategi Nike dalam hal perburuhan dan pemasaran tetapi menghindari kontroversi publik. Namun Gedung Putih tidak berkepentingan untuk menghadapi sebab-sebab fundamental dari kemiskinan. yang tidak melanggar peraturan dikira OK saja. yang lain jelas bisa luput dari perhatian « Chevron telah mendapatkan kontrak yang luput dari genggaman Shell. Sejumlah aktivis berpendapat bahwa dampak klausul itu hanya membuat negeri-negeri miskin tetap menjadi miskin. atau dipekerjakannya anak-anak di bawah umur 14 tahun di tempattempat kerja melarat « Perusahaan-perusahaan yang melanggar peraturan itu dilukiskan sebagai iblis. ³pemerintahan Clinton di AS. mereka toh berhasil (dengan cukup efektif) menggelapkan fakta bahwa perusahaan-perusahaan raksasa dan para warga biasa sebenarnya tidak mempunyai tujuan yang sama dalam masalah bagaimana hal-hal perburuhan dan lingkungan alam harus diatur « Di balik omongan tentang etika dan kemitraan.´ Dia menulis lebih lanjut: ³Bahkan kalau peraturan-peraturan tidak berasil menghapuskan penindasan. Namun usulan-usulan untuk standar dan peraturan ini tidak menyentuh satu pertanyaan pokok: darimana asalnya kemiskinan yang memaksa kaum buruh memasuki gerbang pabrik? Kebijakan-kebijakan mana yang diterapkan oleh pemerintah AS yang justeru memperparah kemiskinan tersebut?´ Naomi Klein belum mengkritisi klausul-klausul sosial dengan begitu blak-blakan. kalau kita memfokuskan perhatian masyarakat pada tingkah laku sejumlah perusahaan seperti Nike atau Starbucks. sedangkan Adidas berhasil muncul kembali sebagai pemain penting di pasaran. Menurut dia. yang mula-mula ogah mendiskusikan perlindungan manapun bagi kaum buruh´. sekarang telah melihat kenyataan tertentu: kritik tentang kasus-kasus yang paling parah di pabrik-pabrik di luar negeri ³bisa menjadi sebuah taktik untuk menangkis tekanan para pengritik di dalam negeri´. Menurut David Bacon: ³Klausul sosial yang diajukan oleh AFL-CIO mencerminkan kebutuhan terlambaga dari serikat-serikat di sebuah negeri industrial yang makmur.´ Perdebatan tidak hanya menyangkut keefektifan klausul-klausul sosial. Ada juga sebuah diskusi lebih luas. Minat yang tiba-tiba ditonjolkan oleh Clinton pada hal ini malah menjadi cara untuk memfasilitasi diterapkannya kebijakan itu. terutama mereka memerlukan . atau merevisi peranan yang dimainkan oleh kebijakan AS sendiri yang justeru melanggengkan kemiskinan tersebut. Tetapi dia juga memperingatkan: ³jika hanya satu merek saja yang menarik minat kita.multinasional untuk mengelak peraturan-peraturan yang dilakukan oleh pemerintah serta menghindari tekanan dari para konsumen. apakah klausul semacam ini sama sekali dapat dibenarkan.

Pendekatan pertama membiarkan pemerintah-pemerintah barat terus mendominasi WTO. bahwa Konfederasi Serikat Buruh se-Cina tidak memiliki legitimasi sebagai organisasi buruh karena konfederasi itu tidak setuju dengan agenda perdagangan AFL-CIO. yang telah merangkul doktrin-doktrin neoliberal. dan bukan dengan kaum buruh sendiri: ³Walau hak-hak buruh memang penting. menurut dia. yang tidak setuju kerja anak-anak dibatasi: argumentasi bahwa segala upaya mengatur dunia ekonomi hanya memperlambat pertumbuhan ekonomi sehingga kemiskinan menjadi lebih umum. dengan mengakui dan menghormati perbedaan orientasi dan pendapat. Menurut argumentasi neoliberal. Tetapi soalnya. hanya bersikap sovinis saja. kita belum juga memberikan kesempatan bersekolah. Argumentasi Bacon juga menonjolkan satu kelemahan tambahan. Mennaker Inggeris dalam pemerintahan Tony Blair. setiap upaya mengatur kondisi kerja atau level upah hanya mengurangi jumlah lowongan kerja sehingga kaum buruh akan merugi. Kampanye ini sangat berjasa dalam menyoroti permerasan oleh lembaga-lembaga finansial imperialis. dan malah bisa digunakan oleh para politisi barat untuk menutup-nutupi dosa-dosa perusahaan besar dan agenda-agenda imperialis (contohnya: para politisi sayap kanan suka menuntut agar sanksi perdagangan dikenakan pada Cina). Yang mengatakan. Misalnya kaum tani di Filipina atau Meksiko hampir semua sepakat.´ Di satu sisi kita melihat usulan untuk klausul yang tidak efektif. Namun dengan melarang dipekerjakannya buruh anak. Perdebatan (iii): Hutang Perselisihan yang mirip juga muncul dalam kampanye-kampanye seperti Jubilee 2000 yang berfokus pada hutang yang ditanggung oleh negara-negara dunia ketiga. para aktivis di barat harus bekerjasama dengan pemerintah-pemerintah dunia ketiga serta serikat-serikat resmi yang disokong pemerintah tersebut.´ Bacon menunjuk ke imperialisme global sebagai biang keladi sebenarnya dari kemiskinan.perkembangan ekonomi. beberapa butir argumentasinya agak dekat dengan argumen-argumen yang diajukan oleh Clare Short. Sehingga kita harus menarik kesimpulan: kedua-duanya masih gagal menemukan akar dari masalahmasalah yang mereka tekuni. kita hanya memotong penghasilan yang diperlukan oleh keluarga mereka untuk bertahan hidup. misalnya. Namun di sisi lain kita melihat argumentasi yang terlalu mirip dengan argumen-argumen yang digunakan 150 tahun lalu oleh penganut pasar bebas Senior di Inggeris. ada sebuah perjuangan yang lebih besar mengenai siapa yang akan menguasai perekonomian negeri-negeri yang sedang berkembang « Serikatserikat di Amerika harus menegosiasikan sebuah agenda bersama dengan serikat-serikat di negeri-negeri itu. sambil menggunakan klausul-klausul sosial sebagai alat demi tujuantujuan imperialis mereka. lebih baik anak-anak mereka bersekolah daripada bekerja. Namun . Kedua belah pihak mengemukakan kritik satu sama lain yang agak masuk akal. Pendekatan kedua terlalu sering cenderung menbenarkan eksploitasi kaum buruh di dunia ketiga sebagai satu-satunya jalan pembangunan ekonomi.

syukurlah. Susan George tidak mengungkit kekhawatiran ini untuk membenarkan sepak-terjang lembaga-lembaga finansial. tidaklah cukup kita hanya memusatkan perhatian pada masalah hutang. bagaimana? Harus kita menyelenggarakan kampanye-kampanye mentuntut agar pemerintah-pemerintah di barat membatalkan semua hutang secara sepihak? « Tetapi penghapusan itu sebenanarnya justeru akan menguntungkan sistem yang sedang memperluas kelaparan dan kemiskinan di seluruh dunia ketiga. atau mesti menuntut penghapusan semua hutang itu? Apakah kita harus tetap mengangkat isu-isu hutang saja. yang ditumbangkan jari jabatannya oleh pemberontakan masyarakat adat pada bulan Januari 2000. Mereka mengucapkan selamat kepada pertemuan puncak para pemimpin G8 di tahun 1998. dan tingkah-laku para elit dunia ketiga (bukan hanya di barat). Jika 50% dari hutang mereka diputihkan. Beberapa tokoh terkemuka dalam kampanye itu beranggapan. lewat pemutihan semacam itu. Dia membuktikan bahwa untuk mencari solusi yang signifikan. Pengalaman kampanye Jubilee 2000 membenarkan argumentasi Susan George. bila aksi bersama itu tidak terjadi. Kenapa? Yang pertama. atau semua hutang. Apakah kita harus selalu mengajukan tuntutan-tuntutan moderat saja. menjelaskan sebagai berikut: Banyak orang yang baik hati menuntut penghapusan semua hutang sebagai satu-satunya solusi yang layak: saya sendiri khawatir kalau solusi ini bisa menjadi sebuah perangkap bagi kita « Jika mereka yang berhutang bisa bersatu untuk mengemplang sebagian dari hutanghutangnya. pemerintah-pemerintah dunia ketiga yang paling memboroskan dana akan beruntung. dia ingin meluaskan cakrawala para aktivis gerakan dan menyoroti masalah hutang dari semua segi. tetapi lembaga-lembaga finansial di barat bisa pura-pura bermurah-hati. Jamil Mahaud. atau mesti meluaskan agenda sampai mencakup isu-isu lebih luas tentang sistem kapitalis? Susan George. para negeri yang berhutung akan kena aib. tidak sedikit negeri yang sudah tidak mampu membayar hutang. Salah satu aktivis menyimpulkan: . karena para pemimpin itu berkenan mengakui adanya persoalan hutang.kesuksesan mereka juga telah mengangkat sejumlah persoalan. seorang peneliti yang telah menekuni masalah hutang selama 30 tahun lebih. Nah. itu hanya berarti mereka harus membayar 100% dari 50% yang tersisa. Sebaliknya. sampai di masa mendatang mereka akan mengalami kesulitan mendapatkan dana baru dari sumber manapun. dan bahkan mengharap dukungan dari orang-orang yang sudah terbukti reaksioner seperti ahli ekonomi Jeffrey Sachs ² walau si Jeffrey Sachs itu masih menyetujui program neo-liberal yang dijalankan oleh presiden Ekuador. dengan harapan mempengaruhi badan-badan pemerintahan. para aktivis mulai merevisi taktik-taktik moderat mereka. Namun setelah menyaksikan bahwa pemerintah-pemerintah tersebut belum juga mengambil langkah yang kongkrit untuk menyelesaikan persoalan itu. Selain itu. Tidak ada gunanya untuk negeri yang berhutang. sehingga sekarang mereka hanya bisa melunasi separuhnya. Tapi rasanya itu tidak akan terjadi. Yang kedua. termasuk pola pengaliran sumber daya secara keseluruhan. mereka harus bersikap moderat guna mengambil hati pemerintah-pemerintah. Kesuksesan kampanye tersebut dalam mengekspos dampak hutang justeru merangsang diskusi baru di kalangan aktivis.

´ Sikap Waldon Bello tidak jauh berbeda: dia menganut sebuah strategi industrialisasi untuk dunia ketiga berdasarkan proteksi. Seperti dicatat oleh Susan George dalam kritiknya terhadap model-model ekonomi. Mereka menunjukkan ke akibat-akibat buruk yang disebabkan oleh proses industrialiasi di dunia ketiga (dan di barat dan bekas negeri ³Komunis´ pula): pemiskinan.´ Namun mereka yang menolak paradigma lama jarang berhasil menyajikan paradigma alternatif yang memadai. pembangungan dan pengrusakan lingkungan alam. meski terjadi bertahun-tahun represi.³Saya menyesal bahwa kami mengucapkan selamat kepada negara-negara G8 « Namun [yang penting] kampanye kita telah membuat masyarat lebih melek mengenai sebab-musabab kemiskinan. Namun sejumlah aktivis lain telah mempertanyakan pendekatan industrialisasi ini. yang berorientasi ke pertumbuhan cepat berdasarkan sektor ekspor. William Greider menulis tentang perlunya ³pembangunan industri di negeri-negeri di mana upah-upah masih rendah´. sedangkan Juliette Beck dan Kevin Danaher ingin ³melindungi industri-industri domestik yang muda sampai mereka mampu bersaing di arena internasional´. jika berani membuka mulut atau berusaha memperjuangkan nasib yang lebih baik. .´ Perdebatan (iv) Kemiskinan. Banyak aktivis di Seattle mempunyai pendapat yang cukup tegas dalam hal ini: menurut mereka. Mereka mencari suatu ³jalan alternatif selain model yang mendominasi selama ini. bekerja 14 jam per hari dengan gaji yang merana atau tidak bekerja sama sekali. dan lain sebagainya. cara-cara tradisional tidak mampu menghasilkan cukup bahan pangan untuk melayani seluruh populasi India yang bertumbuh dengan begitu cepat selama beberapa dasawarsa ini.´ Aliran alternatif ini sering didukung oleh para aktivis yang membela hak-hak masyarakat adat. terutama kaum perempuan. yang sudah lama berasosiasi dengan UNCTAD (sebuah badan PBB) dan pemimpinnya Raul Prebisch. Vandana Shiva melukiskan konsekwensi buruk pendekatan agrikultur yang dipakai oleh perusahaan-perusahaan multinasional raksasa di India. Di samping perselisihan tentang masalah perdagangan dan hutang ada perdebatan lain. walau Waldon Bello memang mengakui bahwa ³model integrasi ke dalam ekonomi global [versi UNCTAD] perlu dikaji kembali´. menyaksikan anak-anak mereka mengidap penyakit parah atau kelaparan. Danaher bahkan melihat Korea Selatan sebagai ekonomi teladan karena ³selama dasawarsa 1960-an sampai dengan 1980-an. ³paradigma dominan´ berarti ³banyak manusia yang kehilangan tanah dan harus meninggalkan desa mereka. menggabungkan sebuah kritik yang brilian terhadap tehnik-tehnik modifikasi genetik dengan usulan untuk kita kembali kepada ³cara-cara pertanian tradisional´. tetapi kurang memperhatikan bahwa pertanian tradisional berarti penindasan yang mengerikan bagi jutaan petani kecil dan buruh tani. negeri-negeri dunia ketiga seharusnya diizinkan mengadakan industrialisi agar dapat mengejar negeri-negeri barat. meringkuk atau disiksa atau dibunuh. atau yang berfokus pada masalah lingkungan alam seperti Vandana Shiva. Selain itu. tentang pembangunan macam apa yang mesti dijalankan di negeri-negeri miskin. pengganguan gaya hidup tradisional. pengrusakan lingkungan alam. Ahli genetika Mae-Wan Ho misalnya. namun secara ekonomi negeri itu cukup sukses.

misalnya pada tahun-tahun pertama abad ke-14. Betul. tetapi dalam sebuah konteks sosial yang progresif. walau hanya sepintas lalu. Namun demikian. Tetapi kalau kita hanya menggantungkan pada sumber-sumber daya setempat saja. Metode-metode ³Revolusi Hijau´ patut dikecam secara tajam karena penggunaan intensif pestisida. Kita memang harus menggunakan metode-metode modern. melainkan struktur-struktur kapitalis. dan tatanan-tatanan sosial yang (walau bukan kapitalis) juga merupakan masyarakat berkelas. Tehnik-tehnik modern yang memungkinan pengiriman bahan pangan dari satu daerah atau negeri ke daerah atau negeri yang lain telah menyebabkan paceklik tidak lagi terjadi di banyak tempat. itu bukan karena orang di satu negeri seharusnya tidak membeli bahan makanan dari luar negeri. Vandana Shiva hanya mengeluh tentang ³pertumbuhan populasi yang tidak bisa diteruskan begitu saja´. Model produksi lokal biasanya disertai paceklik lokal pula. . akibat-akibatnya sering buruk juga. kemiskinan menjadi cukup umum di pedesaan India sebelum kedatangan para penjajah Inggeris. Bukan metode-metode ilmiah yang berdosa. jumlah pendukuk India tetap stabil sampai tahun 1800. kelaparan. Yang merasa kangen pada zaman-zaman dulu sebetulnya sedang merindukan cara-cara hidup yang agak merana. Penjahan Inggeris dan penggusuran orang dari tanah mereka membuat populasi kita muliai bertumbuh. Lebih penting lagi. Tapi sebenarnya. penuh dengan jerih payah. Ahli sejarah ekonomi Irfan Habib telah membuktikan keadaan miskin para penduduk rural di zaman Mogul. pertanian tradisional tidak sanggup untuk memberi makanan kepada seluruh populasi dunia yang diperkirakan jumlahnya akan melebihi 12 milyar orang dalam waktu 30 tahun. Bahkan Vandana Shiva sendiri harus mengakui ³keberhasilan terbatas Revolusi Hijau´. metode-metode itu memang berhasil meningkatkan hasil panen sampai India bisa menjamin kebutuhan fisik minimal bagi kebanyakan rakyat tanpa banyak impor. Sedangkan laju pertumbuhan populasi di Inggeris sangat mempercepat setelah tanah yang dulu dimiliki secara berkelompok menjadi tanah swasta « pertumbuhan populasi adalah hasil dari pembangunan yang tak henti-hentinya. merambatnya hubungan kapitalis di pedesaan. kita harus beralih ke produksi dan penggunaan lokal. Dan di Inggeris ada sejumlah periode jauh sebelum munculnya kepemilikan swasta di pedesaan di mana rakyat menderita kelaparan. pendindasan dan penghisapan. Para pengamat yang mengecam model-model pembangungan kapitalis sering berpendapat. rakyat tidak banyak beruntung: namun hal ini disebabkan karena ³Revolusi Hijau´ dijalankan dalam konteks sosial yang timpang. Paceklik itu terjadi karena distribusi global dijalankan demi kepentingan kaum pemilik modal bukan demi kepentingan manusia. setiap kali kita dilanda oleh cuaca yang tidak bersahabat atau hama-hama yang merusak panen.Membalas sebuah pertanyaan tentang hal tersebut seusai makalah Reith Lecture-nya. dan masalah lingkungan alam. Jika masih terjadi di tempat-tempat lain. dan menyalahkan pembangunan: Jika anda menyimak datanya.

seolah-olah pekerjaan kasar merupakan nasib yang baik. Para lawan model pembangunan modern terkadang mengajukan satu argumen lagi yang sangat jelek. kenapa sih kaum kaya tidak merebut semua pekerjaan itu buat diri mereka sendiri?´ Perdebatan (v) Globalisasi dan kapitalisme Di belakang semua perdebatan tersebut ada satu masalah yang lebih mendasar. Tentu saja para pekerja harus melawan PHK. dan manusia tak urung menderita bila jatah pekerjaan kasar tidak mencukupi bagi semua orang. Sekarang ini sistem sosial memang berlum bersifat demikian. namun itu hanya membuktikan bahwa sistem sosial tersebut harus diganti. Sifat-sifat buruk dari sistem yang ada tidak bisa dihilangkan dengan mengisolir diri kita dari dunia luar. atau hanya sejumlah perubahan dalam lembaga-lembaga dan ideologi-ideologi yang terjadi selama dasawarsa terakhir. Namun tidak sedikit pengamat dan aktivis yang menggambarkan fenomena globalisasi dan neoliberalisme sebagai kekuatan independen tanpa merujuk ke sistem kapitalis. Seandainya kita semua kembali ke penggunaan hasil panen lokal dan menolak produk ekspor itu. Sebaliknya. sehingga serangan-serangan terhadap globalisasi dan neoliberalisme merupakan satu cara menyerang sistem kapitalisme serta berbagai ideologi yang berkaitan. Tetapi dalam sebuah tatanan sosial yang progresif. mereka mengeluh bahwa model ini ³kurang padat kerja´. kita memang akan dapat membangun mesin yang membebaskan orang dari pekerjaan semacam itu. Seperti gurau Brendan Behan: ³Kalau pekerjaan keras begitu baik. Kita hidup dalam sebuah sistem global yang bukan hasil proses ³globalisasi´ 2-3 dekade ini. Menurut mereka. Tidak berarti. bahwa ³manusia kehilangan pekerjaan ketika mesin-mesin dipergunakan yang mengganti pekerja-pekerja dan kerbau-kerbau´. rakyat Kuba akan mati. sedangkan ³globalisasi´ menjadi sinonim untuk cara-cara kapitalisme internasional menindas umat manusia. pekerjaan kasar adalah lebih baik daripada penggunaan mesin. contohnnya Kuba yang bergantung pada ekspor gula. ³Corporate greed´ (kerakusan perusahaan besar) menjadi sinonim bagi profit. melainkan kita harus mengambil alih sumbersumber daya yang ada di seluruh dunia.Ada sejumlah negara yang sudah lama bergantung pada ekspor tertentu. Wacana-wacana ini sangat berguna. agar bisa digunakan untuk membebaskan umat manusia dari sistem kapitalis. yang dikenal dengan nama ³globalisasi´ dan ³neo-lib´? Kadang-kadang istilah-istilah ini hanya menjadi kata sandi. melainkan sudah berkembang sejak abad ke-16. Kita sedang melawan apa: sebuah sistem ekonomi yang sudah lama mapan. sambil menjamin penghasilan yang lebih tinggi untuk si pekerja. Misalnya lembaga penelitian Environment Resarch Foundation mencatat sebagai salah satu kelemahan sistem produksi yang sedang diterapkan. model ini harus ditolak bukan karena memaksa orang melakukan pekerjaan keras yang tak ada henti-hentinya. hak-hak kolektif di hadapan pengrusakan yang sudah disebabkan oleh globalisasi.´ Sedangkan Vandana Shiva berargumen dalam makalah . Misalnya Ignacio Ramonet menulis dalam Le Monde Diplomatique bahwa kita tidak ingin lagi ³menerima globalisasi sebagai nasib yang tak terhindari « masyarakat semakin menuntut hak-hak mereka dalam bentuk yang baru.

Seperti tulisan Your Money or Your Life karya Eric Toussaint. Beberapa bagian The Economic Horror karya Viviane Forrester melukiskan soal-soal seperti pengangguran bukan sebagai hasil sistem kapitalisme yang sudah ada sejak dulu kala. Buku The Lugano Report karya Susan George memang merujuk ke kapitalisme dalam judul lengkapnya. konsensus tentang pembangunan di dunia ketiga dan penguasaan birokratik di blok timur tidak menghapuskan pengunaan kekerasan oleh pihak yang berkuasa ² jauh dari itu ² tetapi semua metode ini telah membuka jalan untuk kemajuan sosial tertentu. filsafat neoliberal telah tertanam di seluruh kegiatan dan kebijakan negara. melainkan sebagai ³efek sekunder´ globalisasi. jam kerja menjadi kelewat panjang.´ Berbagai tokoh dari organisasi ATTAC di Perancis sampai mengatakan bahwa gerakan mereka bukanlah anti-kapitalis. Hal-hal itu digambarkan 100-150 bahkan 200 tahun yang lalu. Fenomena-fenomena ini menyifati sistem kapitalis sejak awal. Tetapi upaya-upaya pihak reaksioner itu tidak merupakan penjelasan yang memuaskan tentang fenomena-fenomena mengerikan yang sedang diekspos oleh gerakan anti-kapitalis. baru saja sedang dirongrong oleh kaum neolib yang melayani kepentingan perusahaan-perusahaan multinasional. juga dalam Condition of the Working Class in England karya Frederick Engels atau beberapa bab Das Kapital.Reith Lecture-nya bahwa globalisasi dan ³ekonomi global baru´ telah berdampak mengerikan pada manusia biasa serta menyebabkan ³malapetaka´ di negeri seperti India. Di Perancis. dalam novel Hard Times karya Charles Dickens. Kita nyaris diajak menarik kesimpulan bahwa ³neoliberalisme´ dan ³globalisasi´ merupakan noda-noda jelek di muka sebuah sistem yang bisa ditolerir jika noda-noda itu dilenyapkan. lingkungan alam dibahayakan ² soal-soal ini bukan sesuatu yang baru muncul 10 atau 20 tahun yang lalu. . dan hanya ingin mengendalikan cucuran modal jangka pendek yang menggangu ekonomi-ekonomi nasional. Bila manusia direduksi menjadi barang jualan. Pierre Bourdieu melihat globalisasi dan ideologi neolib sebagai musuh utama. buruh-buruh anak dieksploitir. Seakan-akan sebuah sistem kapitalis yang sebelumnya dikira kurang lebih memadai. Sama halnya dengan Colin Hines yang beorientasi ke ³produksi lokal´ oleh pengusaha dan perusahaan setempat di setiap negara. ³terutama di bidang pangan dan pertanian´. ³Persoalan pokok´. Tetapi setelah aksi di Seattle dia menulis tentang massa yang memprotes ³konsekwensi globalisasi yang parah´ seolah-olah ini adalah hal yang terpisah dari kapitalisme dan jauh lebih serius.´ Redaksi Le Monde Diplomatique menonjolkan mentalitas yang mirip dengan mengusulkan agar kita kembali ke model ekonomi-ekonomi nasional kapitalis berdasarkan proteksi. yang memperbedakan antara tahap kapitalis sekarang dan tahap sebelumnya: ³Konsensus sosial µFordis¶ di barat. Germinal karya Emile Zola atau The Jungle karya Upton Sinclair. tulisnya. malapeteka di desa tatkala kaum tani tergusur disusul oleh tragedi di pabrik ketika kaum buruh di PHK. Sehingga tulisan anti-globalisasi yang paling bagus dewasa ini sebenarnya bersifat cukup mirip dengan tulisan zaman dulu tersebut. Fenomena-fenomena ini sudah menyolok mata sejak awal sistem kapitalis. Sepertinya efek sekunder ini dikira baru muncul dalam dasawarsa 1990-an. ³adalah neoliberalisme dan kemunduran aparatus negara.

Gambaran dunia yang terbalik ini disebut oleh Marx dengan istilah ³fetishism of comodities´. tetapi gambaran ini salah. Seperti juga dunia ekonomi kapitalis. Yang dilihat oleh manusia bukan lagi kenyataan melainkan sebuah dunia terbalik. Para pedagang yang berjual-beli di pasaran hanya melihat gerak-gerik komoditi dan uang di permukaan pasar itu dan tidak memaklumi kegiatan-kegiatan yang melatarbelakanginya.Sejumlah ilusi Sayangnya kaum pengritik terkemuka yang mengecam globalisasi kebanyakan masih menerima sebagian dari argumentasi neoliberal tentang jalannya proses globalisasi itu. Mentalitas ini betul-betul kasat mata ketika para pengamat borjuis mengambarkan perubahanperubahan struktur ekonomi dunia selama 25 tahun ini. mereka tak jarang mendorong negara untuk menasionalisasi perusahaan-perusahaan yang bangkrut jika merasa terancam. Para pemodal mengirim trilyaran dolar mengelingi jagat setiap hari. Tiap perusahaan multinasional mengandalkan salah satu negara nasional untuk membela kepentingannya di kancah internasional. Organisasi materiil dari proses produksi belum begitu ditransformasikan. Pengangguran dikira disebabkan oleh tidak adanya cukup tugas yang perlu diselesaikan. Perusahaan multinasional sama selaki tidak ³tanpa bobot´. Para pimpinan perusahaan itu hampir selalu menonjolkan sebuah ³bias nasional´. namun perusahaanperusahaan multinasional tetap memusatkan sebagian besar dari produksi mereka di satu atau paling banter dua negeri. tetapi terutama transaksi finansial. cenderung percaya bahwa uang dan surat-surat berharga mampu bertumbuh secara ajaib tanpa adanya hubungan dengan pekerjaan manusia di pabrik. di mana manusia membuat berhala-berhala. Para pemodal yang mendapat penghasilan dari saham atau obligasi. Para kapitalis yang hidup dari pekerjaan kaum buruh. tambang atau kantor. Berhala yang merupakan barang penciptaan manusia sepertinya menjadi indepen lantas mendominasi manusia tersebut. Mobil. atau manipulasi pasar modal. Mereka sering digambarkan bersikap acuh-tak-acuh terhadap kelakuan negara. Transaksi internasional berperan semakin besar. terutama di sektor finansial di mana pertukaran kertas dikira dapat menciptakan kekayaan. percaya bahwa merekalah yang menyediakan pekerjaan buat kaum buruh yang seyogyanya mengucapkan terima kasih. kemudian menyembah berhala-berhala itu. Artinya Marx membandingkan masyarakat kapitalis dengan sebuah kiasan dari dunia agama primitif. walau sebenarnya tunakarya itu disebabkan oleh sistem kompetisi buta antara kaum majikan. di mana para ahli ekonomi borjuis melihat fenomena-fenomena dari sudut pandangan kaum pemilik modal. dalam negosiasi ekonomi dan juga dalam mengatur suku bunga dan nilai tukar mata uang. Mereka tidak bisa memindahkan pabrik secara besar-besaran begitu saja dari satu negara ke negara yang lain. . truk. Jauh-jauh hari Karl Marx menjelaskan bagaimana sistem kapitalis menyembunyikan inti proses-proses sosial. sawah. Kegiatankegiatan praktis di bidang produksi kurang diperhatikan. Dalam situasi gawat.

Tetapi jumlah buruh industrial di 24 ekonomi termaju masih sangat besar. obat-obatan bahkan komputer harus dimanufaktur dalam pabrik yang mahal. proses produksi otomatis dan tehnologi baru yang revolusioner tidak berkaitan lagi dengan µdunia kerja¶ yang tidak lagi dibutuhkannya. pemindahan pabrik biasanya memerlukan waktu bertahun-tahun. Hal ini sudah lama demikian dalam kasus pekerja pelabuhan atau sopir truk ± dan sopir truk sebenarnya akan berperan lebih penting dengan berkembangnya ecommerce (perdagangan internet). Pemindahan-pemindahan seperti ini biasanya bukan ke dunia ketiga (seperti sering dibayangkan) melainkan dari satu negeri maju ke negeri maju lain. mesin cuci. Besar-kecilnya negara-negara Amerika Utara dan Amerika Selatan dapat digariskan sebagai berikut. Selain itu banyak sekali pekerja di sektor jasa mengalami kondisi kerja yang sangat mirip dengan kondisi di pabrik. Diskusidiskusi tentang globalisasi memuat segala macam omong kosong bahwa kelas buruh tradisional (kerah biru) sedang lenyap. Amerika Serikat memiliki 76% dari ekonomi belahan bumi barat itu. Tapi sayangnya para pengritik juga termakan oleh kesalahan ini. Kemiskinan menjadi umum di banyak negeri Asia. bahwa kelas pekerja dewasa ini semakin tak berdaya di hadapan perusahaan-perusahaan global. Jumlah mereka naik dari 51. karena barang-barang yang dibeli via internet tidak bisa dikonsumsi di ³alam maya´ melainkan harus diantarkan secara riil. dsb. Tumbuhnya restoranrestoran semacam McDonald¶s dan KFC juga menciptakan banyak tempat kerja yang mirip pabrik. Buruh ini tidak bisa ditinggalkan begitu saja karena mereka memiliki keterampilan yang tinggi.baja. Brazil menjadi negara terbesar di Amerika Latin dengan ekonomi sebesar 8 % (lebih kecil dari California). dan proses itu diperkirakan akan makan waktu dua tahun. Pada tahun-tahun awal dasawarsa 1990-an. Meksiko 4%. Di industri modern. Argentina 3 %. Perusahaan-perusahaan multinasional juga sangat bergantung pada tenaga kerja. Para teoretisi globalisasi sering beranggapan. Viviane Forrester menuliskan: ³Dunia lama ² di mana kerja dan ekonomi berfusi dan rakyat banyak diperlukan oleh mereka yang mengambil keputusan penting ² seperti telah dihapuskan « Dunia baru yang didominasi oleh kibernetika. Kemudian angka itu memang menurun tetapi hanya sampai 112. Afrika dan Amerika Latin.´ . Pada tahun 1998 kaum pekerja Ford menjalankan aksi mogok yang melumpuhkan pabrik-pabrik Ford di seluruh Eropa. Misalnya Ford berniat memindahkan produksi mobil dari Inggeris ke Jerman. tetapi juga karena mereka tidak melakukan banyak investasi di negeri-negeri tersebut. bukan hanya karena para kapitalis membayar upah yang rendah. lemari es.8 juta (pada tahun 1998). tiga perempat dari investasi terkonsentrasi di negeri-negeri maju. yang tidak bisa ditinggalkan dengan leluasa. Namun itu salah pula.7 juta pada tahun 1900 menjadi 120 juta pada tahun 1971. Kanada meraih 6 % (sama dengan New York).

konflik bersenjata di beberapa negeri bekas Yugoslavia. Klein dan Bacon. kemudian serangan NATO di Serbia . Ketika pabrik-pabrik dipindahkan. Para politisi melakukan argumentasi ini untuk membenarkan kebijakan anti-rakyat seperti dicabutnya subsidi BBM di Indonesia. ³negeri-negeri di mana ada restoran McDonald¶s tidak pernah saling tempur. Kekalahan-kekalahan paling serius yang dialami oleh kelas pekerja Inggeris ² kalahnya kaum buruh tambang pada tahun 1985 dan kaum pekerja percetakan pada tahun 1987. Ini bukan kelemahan kecil dalam karya-karya Forrester.´ Sebetulnya. Dia melihat pengaliran modal ke negeri-negeri dunia ketiga sebagai sebab utama dari pengangguran di AS: ³Perbedaan standar hidup antara negeri kaya dengan negeri miskin « meyebabkan warga-warga AS kehilangan pekerjaaan saat perusahaan-perushaan berpindah. Jumlah pekerja perusahaan General Motors di A.Rumusan-rumusan Naomi Klein sering senada. tetap sebesar 200.´ Kenyataannya jauh berbeda. Dan perusahaan General Motors sedang ³memindahkan alat-alat produksi ke maquiladoras (daerah-daerag industrial sepanjang perbatasan antara Meksiko dan Amerika Serikat) dan ke tempat yang mirip di mana-mana di dunia´. Para birokrat konservatif dalam serikat-serikat buruh menjadikannya alasan untuk menghidari perjuangan buruh yang mereka anggap sia-sia. Salah satu fungsi terpenting teori-teori neolib adalah untuk meyakinkan kita bahwa kita sama sekali kehilangan kontrol atas sistem kapitalis dan sistem itu tidak dapat dilawan lagi. yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas di tempattempat kerja. sebab utama orang kehilangan pekerjaan di barat adalah proses restrukturisasi dalam perusahaan-perusahaan. Kita mendapatkan kesan bahwa lowongan kerja sedang mengalir secara deras keluar Amerika Serikat. jauh lebih besar dibandingkan jumlah pekerja General Motors di Meksiko.000 ² kurang dari 5% dari tenaga kerja yang ada di A. menurut dia banyak perusahaan multinasional mendasarkan diri pada ³sistem pabrik tanpa akar´ yang ³mengingkari peranan tradisional mereka sebagai majikan yang memperkerjakan massa rakyat´. mereka lebih sering berpindah ke tempat lain di dalam negeri-negeri maju itu sendiri. Jangan sampai kita menerima logika palsu ini.S. Perang meletus secara reguler selama ini: Perang Teluk. sehingga perdagangan bebas dikira akan menghentikan perang. bukanlah akibat berpindahnya alat-alat produksi keluar negeri. tapi hal ini seharusnya menjadi perhatian penting bagi para pengritik sayap kiri. Perang di zaman globalisasi Masalah perang tidak dibicarakan oleh para teoretisi globalisasi. Tetapi dalam tempat lain dalam buku yang sama Naomi Klein memberikan angka untuk tenaga kerja maquiladora yang sebesar 900.000. Menurut salah satu slogan mereka. pertempuran di banyak tempat di Afrika. juga melakukan kesalahan yang sama. David Bacon. yang sering menggunakan terminologi Marxis. Para teoritisi globalisasi cenderung mengajukan pendapat bahwa modal internasional tidak lagi menghiraukan perbatasan antar-negara.S.

Microsoft dan Nike tidak mungkin menjadi kuat tanpa sokongan aparatus negara Amerika Serikat. Teori neolib mengaburkan kenyataan eksploitasi dan penindasan secara sistematis. Untuk sebuah penjelasan yang memadai.S. Tentu saja ada banyak konspirasi kapitalis. Namun kekuatan dan gengsi setiap negera bergantung pada kemampuannya untuk mengalahkan negara lain di medan perang. yaitu untuk menjamin posisi strategis mereka di Eropa tenggara. . udara dan laut serta marinir. Kuatnya neoliberalisme tidak dapat dipahami sebagai hasil konspirasi kapitalis saja. Pada awal tahun 1990-an kita menyaksikan koalisi militer yang dipimpin oleh Amerika menjalankan invasi di Teluk untuk mempertahankan kekuasaanya atas sumber minyak tanah. Kita juga mesti menjelaskan kenapa ideologi neolib begitu kuat. kita harus berangkat dari analisis Marx tentang sistem kapitalis. Thomas Friedman. namun tidaklah cukup jika kita hanya mengekspos segi yang tidak manusiawi itu. Ideologi itu harus kita bongkar secara sistematis pula. sekaligus mempertahankan akses ke daerah-daerah di Timur Tengah dan Laut Kaspian yang sekali lagi kaya akan minyak tanah. dan ketika melakukan perang mereka pura-pura membela hak asazi manusia.. agresi Rusia di Cecnya. seperti halnya kegiatan IMF atau perusahaan multinasional. Kepalan tersembunyi ini. McDonalds tidak bisa sukses tanpa McDonnell Douglas. yang menjaga keamanan bagi kesuksesan tekhnologi dari Silicon Valley. Perusahaan seperti Boeing.(yang memang mempunyai restoran-restoran McDonalds). dan lain sebagainya. IMF. seorang wartawan yang dekat dengan State Department A. Biasanya pemerintah-pemerintah dan para pemikir neoliberal berusaha menutup-nutupi hubungan itu. atau sekurang-kurangnya untuk ikut terlibat dalam sebuah aliansi militer yang mampu. namanya angkatan darat. Tidak logis kita melawan satu aspek sambil mendukung aspek lain. termasuk militer. Monsanto. Bank Dunia. tetapi ini tidak menjelaskan kenapa ide-ide neolib menjadi kuat persisnya di masa kini. Pada akhir dasawarsa yang sama. WTO. tetapi itu bukan hal yang baru. Persekongkolan semacam itu selalu terjadi. Pentagon dan NATO hanya merupakan bermacam-macam sisi dari sistem yang sama. Peperangan semacam ini merupakan sebagian esensial dalam sistem kapitalis global. Jangan percaya kebohongan ini. Mengembangkan sebuah teori alternatif Neo-liberalisme dan proses globalisasi amat tidak manusiawi. menjelaskan hubungan antara perusahaan-perusahaan besar dan kekuasaan militer: Tangan tersembunyi (the invisible hand) di pasar tidak pernah berfungsi tanpa kepalan tersembunyi yang disediakan oleh militer. kita menyaksikan sebuah koalisi yang mirip menyerang Serbia guna mempertahankan ³kredibilitas´ NATO. karena nasib setiap pemilik modal masih juga terkait dengan negara-negara tertentu.

Dia menghasilkan rumah-rumah mewah ² tapi untuk kaum pekerja. tetapi di saat yang sama melontarkan sebagian dari kaum pekerja kembali pada sebuah tipe pekerjaan yang biadab. makin kurang konsumsinya. memintal. Dia merasa betah selama tidak bekerja. He feels at home when he is not working. di kedai minuman. Yang dihasilkannya bagi diri sendiri hanyalah upah. Marx mempelajari karya-karya para penganut terkemuka sistem kapitalis. tidak kalah menindas dan mengeksploitasi manusia. mengebor. pengeboran. Namun dia lekas insaf bahwa mode produksi dan fenomena sosial kapitalis yang sedang muncul waktu itu. Marx mulai menekuni cara-cara sistem baru ini beroperasi. mengkali sehelai jaket kapas. meskipun kapitalisme meningkatkan produktivitas kerja dan sumber-sumber daya ekonomi secara hebat. when he is working he does not feel at home. Marx menarik kesimpulan bahwa. karena dipengaruhi oleh pengalaman buruk di Uni Soviet. sedikit uang recehan. hanya kebodohan « Benar. Fenomena ³alienasi´ (keterasingan) menjadi titik tolak bagi analisis Marx. melainkan berkaitan erat dengan dunia kerja dan sistem ekonomi pula. pekerjaan semacam itu menghasilkan barang-barang gemilang bagi kaum kaya ² namun untuk kaum pekerja hanya kesengsaraan. sehingga kain sutra. seperti Adam Smith dan David Ricardo. and in his work feels outside himself. (The worker only feels himself outside his work. pemintalan. dan kamar sumpek yang dihuninya.) Seorang buruh bekerja untuk hidup. Tetapi pemikiran Marx meletakkan sebuah landasan yang tak kuat untuk mengerti sifat-sifat kapitalisme global. emas yang ditambangnya ataupun istana-istana yang dibangunnya. Makin banyak nilai yang diciptakannya. tak berharga « [Sistem kapitalis] mengganti tenaga kerja dengan mesin. . pembangungan. melainkan sebagai pengorbanan kehidupannya « Yang dihasilkannya bagi diri sendiri bukanlah kain sutra yang ditenunnya. emas dan istana itu menjelma mengambil bentuk sekian banyak kebutuhan hidup. dan karena jemu ³Marxisme akademis´ abstrak yang berkembang di universitas-universitas pada tahun 1970-an. Dan si pekerja yang menenun. sedangkan kaum pekerja lain menjadi mesin « sistem itu menghasilkan kepandaian ² tetapi bagi si pekerja. di tempat tidur. penyodokan dan pengkulian itu sebagai manifestasi kehidupannya? Malah sebaliknya. namun mayoritas besar umat manusia tidak beruntung: Makin banyak yang dihasilkan oleh si pekerja. selama bekerja dia sama sekali tidak kerasan. menyodok atau berkuli selama 12 jam sehari ² mengirakah dia ke-12 jam penunan. kehidupannya baru berawal begitu kegiatan-kegiatan itu selesai ² di meja makan.Banyak teoretisi anti-kapitalis dewasa ini yang anti-Marx. pondok-pondok kumuh belaka. Dia malah tidak menghitung pekerjaannya sebagai kehidupan. dan yang sudah menguasai negeri Inggeris. dan bagaimana kapitalisme tersebut bisa ditentang ² seperti kaum pemikir terkemuka gerakan ³anti-kapitalis´ menekuni persoalan globalisasi baru-baru ini. Marx muda memulai sebagai seorang demokrat liberal yang melawan penindasan semi-feodal yang masih bercokol di benua Eropa. Ini bukan hanya sebuah konsep filosofis atau sosiologis saja. makin ia sendiri menjadi tak bernilai. membangun. sedang selama dia bekerja dia merasa luar diri sendiri. Dia menghasilkan keindahan ² tapi untuk si pekerja cuma kejelekan « Si pekerja hanya merasa utuh di luar pekerjaannya.

menjahit busana elegan yang tak pernah mereka sanggup beli dengan upah mereka sebesar sedolar sehari. jika tidak mau mati kelaparan. Akumulasi guna akumulasi saja. produk-produk atas para produsen. akumulasi! Itulah nabi-nabinya! Tabunglah. Sehingga mayoritas rakyat hanya tinggal menjual tenaganya kepada kaum minoritas itu. setiap perusahaan berusaha bertumbuh lebih cepat dari para pesaingnya. untuk memahami bagaimana sistem kapitalis bisa muncul ² dan bagaimana sistem itu menimbulkan lawan-lawannya sendiri. Demikian bangkitlah sebuah sistem lengkap yang mengungkungi massa rakyat: Kekuasaan si kapitalis atas pekerja juga merupakan kekusaan barang-barang atas manusia. Seandainya mereka tidak berhasil menghisap profit yang setara dengan profit para kapitalis . produksi demi produksi belaka ² dengan rumusan ini. Akibatnya. melalui 25 tahun penelitian yang tekun. Dia berusaha pula. keadaan tersebut memang telah dilukiskan oleh orang lain sebelum Marx. pekerjaan mati atas pekerjaan hidup. atau kaum tani India yang tergusur oleh perusahaan kapitalis guna menghasilkan bahan makanan yang tidak mungkin akan dinikmati oleh para petani tersebut. Dia menemukan asal-usulnya dalam hal monopoli oleh sebuah kelas minoritas atas ³alat-alat produksi´.Betapa relevannya kata-kata Marx ini! Untuk wanita-wanita muda di Indonesia atau Amerika Latin yang dilukiskan dalam tulisan-tulisan Naomi Klein. Itu hanya dapat dilakukan dengan secara senantiasa memaksimalkan nilai lebihnya dengan semakin menghisap kaum pekerja. perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh minoritas tersebut sedang saling bersaing. Para pemilik modal sebagai individu menjadi pelaku yang menyelenggarakan proses ini. Tetapi mereka tidak mempunyai pilihan lain kalau ingin tetap menjadi pemilik modal. dividen dan bunga. seperti mesin-mesin yang diperlukan oleh manusia untuk mencapai penghasilan yang memadai. Seperti tulis Marx: Akumulasi. yakni hasil-hasil bekas pekerjaan. Sehingga kaum pemilik alat-alat produksi mendapatkan sebuah ³nilai lebih´ dari jerih payah kaum pekerja. Namun monopoli atas alat-alat produksi yang dinikmati oleh minoritas tersebut memungkinkan mereka membayar sebuah upah untuk tenaga kerja itu yang kurang dari nilai yang dihasilkan oleh para pekerja. Sebagai konsekwensinya timbullah sebuah fenomena yang sama sekali kontradiktif bahkan absurd: terjadi pertumbuhan ekonomi yang tidak ada sangkut-pautnya dengan peningkatan kemakmuran rakyat. karena sebenarnya barang-barang jualan yang menjadi alat dominasi atas kaum pekerja « adalah alat-alat produksi « Ini merupakan proses pengasingan pekerjaan sosial para pekerja. Nilai lebih tersebut menjadi sumber profit. Di saat yang sama. ilmu ekonomi-politik klasik mengucapkan amanat historis borjuasi. tabunglah! Yaitu rubahlah semakin banyak nilai lebih atau penghasilan surplus menjadi modal. ataupun kaum buruh pabrik baja di Amerika yang di PHK karena industri mereka menghasilkan ³terlalu banyak´ baja. Namun Marx tidak hanya menggambarkan keadaan yang sengsara ini.

tetapi posisi sosialnya tetap memburuk. semakin banyak orang yang harus menggantungkan pada pekerjaan upahan. mengadakan hubungan-hubungan di mana-mana. dinamika kapitalis tak kunjung berhenti: ³Selama modal terakumulasi secara pesat. Dan dalam Manifesto Komunis. mereka akan kalah bersaing sehingga harus gulung tikar atau menjual perusahaan mereka kepada para kapitalis lain itu. keadaan saling-tergantung yang universal di antara nasion-nasion « . Kaum reaksioner merasa sedih sekali karena borjuasi telah menarik bumi nasional dari bawah kaki industri di setiap negeri. mereka menikmati sebuah gaya hidup yang jauh lebih bagus daripada rakyat jelata. Bahkan kalau sejumlah pekerja berada dalam kedudukan yang relatif beruntung sehingga bisa memaksa para majikan meningkatkan upah. dan di situ dia menikmati sebuah kepuasan hati yang penuh´. industri yang barang-barang hasilnya tidak saja dipakai di dalam negeri tetapi di setiap pelosok dunia. Ia harus bersarang di mana-mana. Di dunia ini kita senantiasa dipaksa untuk bekerja sambil secara berkala kita dipaksa untuk menganggur pula. tetapi bahan mentah yang didatangkan dari wilayahwilayah dunia yang paling jauh letaknya. di mana hasil-hasil kegiatan manusia hidup sendiri dan mendominasi manusia itu. Setiap kali mereka menjual tenaga mereka kepada pihak kapitalis. Sebagai pengganti kebutuhankebutuhan masa lampau yang dipenuhi oleh produksi negeri sendiri.. yang untuk memuaskannya diperlukan hasil-hasil dari negerinegeri serta daerah-daerah iklim yang sangat jauh letaknya. Sebagai pengganti keadaan terasing serta mencukupi-kebutuhan-sendiri secara lokal maupun nasional yang lama. Marx dan Engels melukiskan merambatnya sistem kapitalis ini ke seluruh penjuru dunia: Kebutuhan akan pasar yang senantiasa meluas untuk barang-barang hasilnya mengejar borjuasi ke seluruh muka bumi. Mereka digantikan oleh industri-industri baru yang pelaksanaannya menjadi jadi masalah hidup dan mati bagi semua nasion yang beradab. Posisi materiil si pekerja memang membaik. dan penggusuran kaum tani yang kemudian terpaksa harus datang ke perkotaan tetapi mungkin tidak mendapatkan pekerjaan di situ. upah bisa saja meningkat. bertempat di mana-mana. Semua industri nasional yang sudah tua telah dihancurkan atau sedang dihancurkan setiap hari.lain.´ Kaum pekerja masih terus ³menempa rantai-rantai emas´ yang mengungkungi mereka sendiri. kita dapati hubungan ke segala jurusan. para majikan menghisap lebih banyak nilai lebih sehingga menjadi lebih kuat lagi. Sehingga dalam artian tertentu para pemilik modal juga dikungkungi oleh logika sistem kapitalis ² tapi yang jelas. tapi profit kapitalis akan meningkat dengan jauh lebih cepat. Menurut Marx: ³si pekerja dari mula menjadi korban. Melalui penghisapannya atas pasar dunia borjuasi telah memberikan sifat kosmopolitan kepada produksi dan konsumsi di tiap-tiap negeri. Para kapitalis mempertahankan sebuah dunia ³kerja terasing´. Semakin kuatnya pihak kapitalis. kita manyaksikan kelaparan disamping penghasilan ³terlalu banyak´ produk. kita mendapatkan kebutuhan-kebutuhan baru. oleh industri yang tidak lagi mengerjakan bahan mentah dari negeri sendiri. dia cenderung memberontak dan melihat proses itu sebagai perbudakan´ sedangkan si kapitalis ³mengakar dalam proses alienasi.

Proses ini agak berkepanjangan. terutama di sektor-sektor baru yang diabaikan oleh perusahaan yang mapan. Disamping proses globalisasi ini terjadi sebuah perkembangan tambahan. telah diintegrasikan ke dalam perekonomian kapitalis lewat sebuah proses berlipat dua: yang pertama mereka tergusur supaya tanah mereka dapat diambil alih lantas digunakan untuk memelihara domba. Para kapitalis yang lebih besar mengalahkan yang lebih kecil di pasaran atau mengambil alih bisnis mereka. Dunia kerja teralienasi tadi tetap dinamis. Pendek kata. Yaitu modal terpusat di dalam semakin sedikit tangan. yang dengannya ia menaklukkan kebencian berkepala batu dari kaum biadab terhadap orang-orang asing. Kelas petani lama binasa dan diganti oleh ² di satu sisi ² sejumlah kecil petani kapitalis yang memiliki tanah. Marx mengutip saksi-saksi kontemporer yang melaporkan tentang perkembangan di pedesaan Inggeris. Marx menjelaskan bagaimana dalam tahap-tahap pertama. Para petani di dataran tinggi Scotlandia. keruntuhan rumah-rumah dan pemiskinan kebanyakan orang di desa. sangat menyerupai perkembangan kontemporer di banyak pelosok dunia ketiga. mengakibatkan terciptanya lebih banyak kekayaan dibandingkan semua zaman terdahulu dalam sejarah umat manusia: . supaya mereka sendiri menjadi borjuis. Scotlandia serta Irlandia. Tak pernah ada jaminan bahwa majikan mereka tidak bisa dihancurkan oleh saingannya yang mungkin mempekerjakan orang lain dengan upah yang lebih rendah. Harga-harga murah dari barang dagangannya merupakan artileri berat yang dengannya ia memporak-porandakan segala tembok-tembok Cina. yaitu. cara produksi borjuis. menarik segala nasion. Dalam Das Kapital. Ia memaksa semua nasion. ke dalam peradaban. dan kapitalis baru juga muncul secara terus-menerus. dengan ancaman akan musnah. sampai yang paling biadab pun. kemudian domba itu diganti dengan rusa dan tanah itu ditinggalkan kembali menjadi hutan. atau direstrukturalisasi di bawah tekanan kompetisi yang tak kenal ampun tersebut dengan mem-PHK sebagian dari kaum pekerja. kekuaatan itu semakin mengganyang semua bidang produksi yang belum kapitalis. kapitalisme mentransformasikan hubungan sosial di pedesaan. dan di sisi lain sejumlah besar manusia yang tidak bisa bertahan hidup kecuali dengan menjual tenaga mereka kepada orang lain. Namun dalam jangka panjang kecenderungan konsentrasi serta sentralisasi tidak bisa disangkal. Dengan semakin kuatnya pihak kapitalis. sehingga sistem kapitalis semakin dikuasai oleh sejumlah perusahaan raksasa. Proses akumulasi ³bekas kerja´ (alias modal) dan perluasan produksi industrial.Borjuasi. Namun Marx juga menunjuk ke satu fenomena tambahan. dengan perbaikan cepat dari segala alat produksi. dengan makin sangat dipermudahnya kesempatan menggunakan alat-alat perhubungan. Gambaran yang dibuat Marx tentang desa-desa yang ditinggalkan semua penghuninya. ia menciptakan sebuah dunia menurut bayangannya sendiri. umpamanya. Persaingan yang brutal ini membuat kaum pekerja selalu merasa gelisah. dan ini menyebabkan proses ³konsentrasi dan sentralisasi kapital´. ia memaksa mereka mengemukakan apa yang olehnya disebut peradaban itu ke tengah-tengah lingkungan mereka.

Nikolai Bukharin dan Vladimir Lenin menganalisir bangkitnya ³state monopoly capitalism´. tetapi sekaligus mempersiapkan medan bagi penghapusan kondisi teralienasi itu lewat perjuangan revolusioner. Rudolf Hilferding di Austria melukiskan peranan yang semakin besar yang dimainkan oleh lembaga-lembaga finansial seperti bank dan pasar efek. Rosa Luxemburg meneliti bagaimana kaum kapitalis Amerika dan Erope menjelajah ke seluruh pelosok dunia mencari pasar baru dan bahan mentah. Lusemburg. Akumulasi kapitalis membawa keterasingan yang dialami oleh manusia sampai tingkat tertinggi. mesin-mesin.´ Namun secara potensi umat manusia sanggup untuk menyita semua kekayaan ini. seperti juga manipulasi harga oleh . dengan menunjuk ke berfusinya perusahaan-perusahaan besar dengan aparatur negara sebagai cara untuk meluaskan kekusaaan imperialis guna menambah profit yang dihisap dari kompetisi damai. tidak keberatan menyambut gerakan-gerakan fasis berdasarkan kelas menengah untuk mempertahankan posisi ekonomi mereka. pembukaan benua-benua utuh untuk tanah garapan. Karena proses akumulasi tersebut juga menciptakan sumber daya produktif yang mampu untuk membebaskan kita dari jerih-payah yang menjadi nasib manusia sejak dulu kala.Borjuasi. Dan ekspansi imperialis itu tak urung menimbulan perang antar-imperialis. sedangkan bangsa-bangsa lain dibuat semakin miskin. Dunia yang ditekuni oleh Hilferding. jika terancam oleh krisis ekonomi besar-besaran atau perjuangan militan kelas buruh. penyaluran sungai sejumlah sangat besar penduduk yang dengan kekuatan sihir dikeluarkan dari dalam tanah ± abad terdahulu manakah yang dapat menduga adanya tenagatenaga produktif yang sedemikian itu tertidur dalam pangkuan kerja masyarakat? Sayangnya. pelajaran kapal api. Leon Trotsky menjelaskan bagaimana kelas-kelas penguasa. Lenin dan Trotsky bersifat agak berbeda dari dunia masa Marx. Fenomena ini dicapnya ³finance capital´. yang tak sudi melahap minuman dewata selain dari tengkorak-tengkorak orang terbunuh. pengenaan ilmu kimia pada industri dan pertanian. telah menciptakan tenaga-tenaga produktif yang lebih teguh dan lebih besar daripada yang telah diciptakan oleh generasi-generasi yang terdahulu dijadikan satu. Ditundukkannya kekuatan-kekuatan alam kepada manusia. Menurut Marx. telegrafi listrik. Ini menjadi tugas angkatan berikutnya. dan munculnya hubungan yang semakin erat antara perusahaanperusahaan dengan aparatur negara. jalan kereta api. ³kemajuan manusia´ menyerupai ³berhala kuno yang memuakkan. dua topik yang tidak begitu menyolok dalam karya Marx. tidak peduli kalau gerakan ini menerapkan kebijakan biadab dalam skala yang luar biasa. selama kekuasaannya yang belum genap seratus tahun itu. Maka dia kurang sempat menyaksikan serta menggambarkan perkembangan tendensi-tendensi sosial yang dianalisirnya berdasarkan tahap-tahap pertama kapitalisme di Inggeris. di sini sangatlah penting. Aparatus negara dan perang. Marxisme dalam abad XX Marx wafat pada tahun 1883. penciptaan semua kekayaan ini hanya berarti pendindasan baru bagi mereka yang bekerja. serta mengorganisasi proses produksi kembali guna melayani kepentigan rakyat dalam skala besar. Bukharin.

walau mungkin dikira menonjolkan ³distorsi´ tertentu. Konteks ini membantu kita mengerti satu hal lain yang mahapenting selama dekade-dekade itu: fenomena Stalinisme. mereka disusul oleh Inggeris dan Amerika Serikat. hanyalah dengan menggunakan aparatur negara untuk mengerahkan sumber-sumber daya mereka dapat menghadapi musuh. masih ada satu unsur kontinuitas yang mahapenting. Sistem kapitalis secara keseluruhan masih terus didorong oleh penghisapan nilai lebih dari kerja kaum buruh. sistem kapitalis yang di masa Marx hanya muncul di Eropa dan Amerika. Intervensi negara dalam kehidupan ekonomi Hilferding. Hal ini tidak banyak sangkut pautnya dengan sikap ³kiri´ atau ³kanan´: pemerintahpemerintah konservatiflah yang menasionalisasi perusahaan terbang di Inggeris dan perusahaan mobil Renault di Perancis. yang kemudian ditransformasikan menjadi modal ² ³kerja mati´ ² dan bergulir kemanamana. yang didominasi oleh kelas- . tawar-menawar ekonomi antar-negara serta persekongkolan dan manuver para pemodal di pasar modal dan pasar komoditi. dan terikat dalam sebuah jaringan global. Proses ini menentukan kondisi kehidupan mayoritas besar umat manusia. Kemudian degan pecahnya perang dunia. Dewasa ini kita sudah terbiasa mendengar pendapat bahwa rezim-rezim itu jauh lebih jelek dari sistem kapitalis. termasuk Uni Soviet yang sebaiknya dimengerti sebagai masyarakat kapitalis-negara. Lagipula. Italia Fasis dan Jerman Nazi menempuh jalan itu. Tetapi sebetulnya lebih logis sistem Stalinis tersebut dilihat sebagai satu kubu ekstrim dalam rangkaian kesinambungan antara (di satu pihak) negeri-negeri di mana intervensi negara relatif lemah dan (di pihak lain) negerinegeri di mana intervensi itu sangat intensif. mereka mengira. selama dan seusai Perang Dunia II. Kompetisi antara kaum majikan yang menguasai proses eksploitasi inilah yang mengakibatkan Perang Dunia I dan Depresi Besar tahun 1930-an. Luxemburg. Di hadapan kondisi krisis ekonomi. RRC dll sebagai suatu versi sosialisme. Banyak negeri dunia ketiga yang baru merdeka di masa paska perang menempuh jalan yang sama. Lenin dll sebenarnya mencatat segi-segi yang berbeda dari tendensi yang sama: integrasi pengelolaan industrial dan aparatur negara yang semakin mempercepat sebelum. Sebelum tahun 1989 kebanyakan orang menganggap rezim-rezim Stalinis di Uni Soviet.para konglomerat. pemerintahpemerintah melakukan intervensi untuk memfusikan perusahaan-perusahaan besar serta mengkoordinasikan kegiatan mereka dengan kegiatan birokrasi negara. Meskipun demikian. Rezim yang beraneka-ragam seperti pemerintah sayap kanan di Polandia. Kelas-kelas penguasa lain yang lebih lemah menyusul pula. Ekonomi stalinis bukanlah produk revolusi Bolsyevik tahun 1917. sekarang sudah meluas sampai seluruh dunia. Semua negeri itu masih harus berkompetisi di dalam konteks kapitalisme global. Kelas penguasa itu hanya dapat bertahan di dunia internasional. melainkan timbul sejak tahun 1928 ketika sebuah kelas penguasa baru berkembang dan mengambil alih kekuasaan. rezim populis di Brasil dan pemerintah Peronis di Argentina semua menjalankan nasionalisasi industri dan perencanaan ekonomi.

golongan sosial demokrat. Sebagian dari kaum aktivis masa kini. partai-partai Komunis. yang memprioritaskan pembelaan negara nasional melawan ³globalisasi´. sedang merindukan pendekatan lama tersebut. bahkan dia menjalankan semacam sistem perbudakan di gulag (kamp-kamp konsentrasi) di mana jutaan manusia hidup dan bekerja. doktrin Keynesian menjadi pilar ideologis utama ² Keynes adalah seorang pemikir borjuis yang mengira intervensi negara telah menjadi satu-satunya tiang bergantung guna mempertahankan kapitalisme dalam depresi tahun 1930-an. yang biasanya berpura-pura sosialis bahkan Marxis. Di saat yang sama dia mengandalkan aparatus negara untuk menyelesaikan sejumlah tugas yang tidak dapat dilakukan oleh modal swasta (yang masih lemah karena dampak revolusi buruh tahun 1917). paceklik di Bengal yang menelan korban 4 juta. tugas ini harus diselesaikan dulu. Periode 1930-1975. Di barat. perang- . Doktrin-doktrin yang digunakan untuk membenarkan peranan ini berbeda-beda dari satu negeri ke negeri yang lain. intervensi negara bisa menyatukan kelas penguasa nasional dengan kaum buruh dan kaum tani dalam menghindari cengkeraman imperialis dan mencapai pertumbuhan ekonomi. Dan selama 45 tahun ini. Sebaliknya. mempekerjakan buruh anak. kedudukan kaum pekerja di zaman tersebut digambarkan dengan akurat oleh film di mana Charlie Chaplin menjadi perpanjangan mesin di pabrik. intervensi semacam itu dapat menyelamatkan kapitalisme. Di Blok Timur (dan di kalangan kaum yang mengagumi metode-metode Soviet di barat dan dunia ketiga) bercokollah doktrindoktrin Stalinis. represi stalinis di Eropa Timur dan gulag di Uni Soviet. Di zaman itu kita menghayati pembunuhan jutaan manusia oleh rezim Hitler. intervensi tersebut akan menghindari perubahan yang terlalu gegabah ke arah sosialisme. Aparatus negara mendasarkan diri pada tentara dan polisi yang terlatih untuk menghantam serta membunuh orang. para politikus populis serta kaum intelektual semua berharap. teoriteori ³pembangungan´ dirangkul oleh bermacam-macam rezim yang berusaha mencapai ekonomi-ekonomi industrial dengan mengandalkan aparatus negara guna memblokir persaingan dari luar negeri dan untuk membangun industri-industri baru. semua pihak yang ingin memperbaiki kapitalisme sambil menghindari revolusi sosial mengharapkan intervensi aparatus negara dapat mencapai reformasi yang mereka inginkan. bukanlah sebuah zaman kebahagiaan di mana rakyat diperlakukan secara adil. para pemikir Keynesian mengatakan. bangkitnya rezim Suharto dengan pembunuhan separuh juta sampai sejuta orang. ketika negara sering melakukan intervensi. Maka Stalin membangun industri di Rusia dengan meniru banyak cara yang digunakan dalam revolusi industri di Inggeris: menggusur kaum tani. Namun kita amat salah arah jika melihat negara nasional sebagai sahabat. sedangkan kaum sosial demokrat mengatakan. Di negeri-negeri maju. bom-bom atomik yang menimpa kota-kota Jepang. menurunkan upah kaum buruh. baru kemudian kaum buruh dan rakyat tertindas boleh memperjuangkan revolusi sosialis.kelas kapitalis yang kuat jika ekonomi Rusia diindustrialisasi selekas mungkin guna mengejar ketinggalannya. Menurut mereka. Hampir di mana-mana aparatus negara menjadi pelaku penting dalam ekonomi kapitalis semenjak dekade 1930-an sampai dengan pertengahan tahun 1970-an. Di dunia ketiga. Di dunia ketiga.

Di Aljazair. sedangkan di RRC proyek ³Lompatan Besar´ yang gegabah menyebabkan jutaan manusia mati kelaparan. Di India. yang dikelola oleh maksimal 600 sampai 800 direktur. gagal sama sekali memulihkan ekonomi ³zaman timah´ itu. Proses itu berjalan paling jauh di Amerika. dan di Eropa di mana proporsi orang yang bekerja di bidang agrikultur menurun dari 30-40 persen lebih di tahun 1950-an menjadi 20 persen kurang di pertengahan tahun 1970-an. kira-kira 200 perusahaan. Baru saat itulah kelaskelas penguasa serta para intelektual yang melayani kelas itu tiba-tiba meninggalkan doktrindoktrin lama dan menyambut teori baru. logika kapitalis terus berjalan.perang kolonial di Indonesia dan Aljazair serta agresi AS di Vietnam. Perusahaan yang besar dan kuat terus mengambil alih perusahaan yang kecil atau lemah. sistem kapitalis memang mengalami pertumbuah ekonomi yang cukup lumayan. kapitalisme terus berkuasa dengan konsekwensi yang mengerikan. kelas menengah petani kapitalislah yang paling beruntung dari reform-reform agraria setelah negeri itu merdeka. negeri terkaya di dunia. kemudian . melainkan kemakmuran itu dimotori oleh dana pemerintah AS. Kapitalisme sedang merubah wajah seluruh dunia menurut bayangannya sendiri. misalnya. kirakira seperlima dari kekayaan yang dihasilkan di Amerikat Serikat. Dan di pedesaan di hampir seluruh dunia. dan jutaan petani bermigrasi ke perkotaan mencari rejeki di pabrik. Mereka yang merindukan kapitalisme tahun 1930-75 agak melupakan fakta-fakta sejarah. Yang pernah dijuluki ³zaman emas´ kapitalisme disusul oleh ³zaman timah´. yang mula-mula dijuluki ³monetarisme´. tanah yang paling subur di daerah Punjab semakin dimiliki oleh para petani kapitalis berukuran sedang yang mempekerjakan buruh tani. dan yang mampu beli bibit dan pupuk tipe baru yang disajikan oleh ³Revolusi Hijau´. terutama senjata nukliir. Selama tiga dasawarsa paska Perang Dunia II. Selama periode itu. Di Inggeris umpamanya. Selama periode ini banyak sekali negeri Amerika Latin yang dikuasai oleh kediktatoran militer. sampai sektor-sektor utama didominasi oleh beberapa ³ologopoli´ besar. Lahirnya ideologi neo-liberal Boom ekonomi paska-perang berhenti secara mendadak di pertengahan dasawarsa 1970-an. Di Uni Soviet pengeluaran itu mungkin dua kali lipat. Di puncak Perang Dingin pada tahun 1950-an. Namun perbaikan itu pun tidak disebakan oleh kemurah-hatian atau akal-budi kaum penguasa. dan selama tahun-tahun itu sebagian rakyat jelata berhasil memaksa kaum penguasa meningkatkan standar hidup mereka. dikeluarkan secara langsung atau tidak langsung untuk anggaran militer. karena Uni Soviet jauh lebih lemah ekonominya. Namun proses yang sama berlangsung pula di banyak negeri paska-kolonial jauh sebelum istilah ³globalisasi´ pernah kita dengar. Sementara itu. Dan semua doktrin yang bercokol pada ³zaman emas´ tersebut. pola-pola pertanian semakin mendekati pola yang dirintis di Inggeris di masa revolusi industri: pertanian kapitalis mengganti pertanian tradisional. Inggeris dan Perancis untuk persenjataan. Banyak negeri mengalami krisis ekonomi yang parah. menghasilkan lebih dari separuh dari produk industrial.

namun ideologi neoliberalisme sebenarnya mencerminkan kepentingan negara AS. maupun mencari pasar baru di luar masing-masing perbatasan nasional dengan mengekspor lebih banyak. Redaksi harian bisnis The Financial Times sering mengernyutkan dahi mengenai pertengkaran sepele seperti percekcokan tentang impor pisang antara Eropa dan AS. Ketika pemerintah dimana-mana menswastanisasi BUMN yang sudah dipelihara menjadi kuat. Eropa and Jepang yang senantiasa bertarung di arena ekonomi. tapi juga dengan mengorganisir proses-proses produksi secara internasional. tiba-tiba mereka harus merestrukturisasi operasi mereka serta mencari sumber profit tambahan. Perampasan tersebut dilakukan dengan pertolongan aparatusaparatus negara yang kuat (terutama Amerika Serikat) dalam negosiasi tentang perdagangan dan hutang. Dan selain itu profit-profit netto dapat ditingkatkan dengan memindahkan beban perpajakan dari profit ke gaji dan barang dagangan. Meski neo-liberalisme sebagai ideologi menolak intervensi negara. walau doktrin mereka menolak intervensi negara. Para ³teoretisi´ neolib tidak memiliki solusi yang mudah bagi konflik-konflik ini. Salah satu sumber terletak di industri-industri dan jasa-jasa yang dibangun oleh negara di masa lampau karena modal swasta tidak sanggup. Mereka menemukan profit tambahan dengan merampas sumber-sumber daya ekonomi negeri-negeri yang lemah. Soalnya. Apalagi BUMN itu sering merupakan monopoli sehingga dalam praktek para pemilik baru dapat mengenakan semacam ³pajak´ pada para nasabah. walau industri dan jasa itu memang diperlukan untuk perekonomian kapitalis. karena pertengkaran itu dikhawatirkan dapat meluas menjadi sebuah konflik besar sampai melumpuhkan WTO. Dalam tahun-tahun kemakmuran ekonomi. Perubahan sikap seradikal ini bukanlah hasil propaganda licik saja. atau paling banter mengandalkan sebuah proses tawar-menawar antar-negara. Setelah mengyaksikan meluasnya pasaran selama bertahuntahun. mereka terpaksa harus menyediakan sebuah sistem tunjangan dan jasa yang dikenal sebagai ³negara kesejahteraan´. Sebaliknya perubahan tersebut mencerminkan upaya-upaya nekad yang dilakukan oleh berbagai faksi kapitalis untuk mempertahakan posisi mereka. Golongan kedua yang menyambut ideologi neolib adalah para pejabat tinggi dan politisi yang mengelola aparatus negara. jika terjadi krisis ekonomi lagi seperti krismon di Asia. . Restrukturiasi itu berarti baik melakukan ³efisiensi´ ² dengan memecat buruh bahkan menutup pabrik. Itu sebabnya implementasi kebijakan tersebut tidak pernah berjalan dengan lancar. namun penerapan kebijakan-kebijakan ini dalam kenyataan selalu mengandalkan aparatus negara itu. Profit baru hanya bisa didapat dengan menemukan sumber nilai lebih yang belum pernah disadap.³Thatcherisme´ atau ³Reagonomics´ dan sekarang sudah dicap dengan julukan ³neoliberalisme´. Perselisihan tajam juga terjadi mengenai persiapan mana yang harus dikerjakan oleh IMF untuk melakukan intervensi efektif. Yang bergerak pertama adalah para pimpinan perusahaan-perusahaan terbesar. itu menjadi rezeki nomplok bagi kaum pengusaha sedunia.

Tetapi di sisi lain. Namun seringkali tujuan yang sama dicapai dengan cara lain: membatasi dana yang diberikan departemen-departemen pemerintahan. sistem kesejahteraan tidak bisa dibongkar begitu saja. upaya itu tidak begitu berhasil. melainkan justeru melakukan intervensi guna meningkatkan profit yang dapat dihisap oleh kelas penguasa. guna menikmati hasil pribadi yang dapat mereka raih sebagai mitra muda kaum pemodal besar multinasional. Desakan itu tidak mungkin dilawan ² bila dilawan. dan rakyat harus membayar mahal. terjadi di India dan berbagai negeri Amerika Latin di tahun 1980-an.Negara kesejahteraan tersebut berkembang sebagai aspek tambahan disamping lembagalembaga utama negara kapitalis ² seperti tentara. Di India. mereka akan segera dilanda oleh pelarian modal. upaya itu sama sekali tidak sukses. Tetapi begitu profit mereka mulai berkurang. Golongan ketiga yang merangkul pendekatan neolib adalah kelas-kelas penguasa di luar negeri-negeri maju industrial. senjata nuklir. Dalam kasus-kasus itu negara tidak mundur. Sehingga mereka mencoba sebuah ³jalan ketiga´ (di barat memang sering disebut The Third Way) dengan menggunakan mekanismemekanisme kompetitif guna memaksa para pegawai negeri dan para konsumen jasa-jasa itu untuk bersaing. Sederetan rezim membanting stir. Polandia. mereka mendesak agar negara kesejahteraan tersebut dipotong. seperti Program Benteng di Indonesia umpamanya. atau menerapkan mekanisme-mekanisme yang meniru operasi pasar di dalam badan-badan penyedia dinas sosial. negara dapat mengurangi gaji yang dibayar kepada para pegawai dan juga mengurangi ³upah sosial´ (social wage) yang disajikan kepada rakyat. Kadang-kadang ini dilakukan melalui swastanisasi dan kemunduran aparatus negara dari bidang tertentu. mata uang mereka akan anjlok dan mereka akan terancam oleh kebangkrutan nasional. kemudian terjadi pula di seluruh (mantan) blok Soviet serta Afrika pada awal tahun 1990-an. Bahkan pada waktu boom ekonomi paska Perang Dunia II. karena itu dapat memprovokasi kekisruhan dalam masyarakat. Fenomena itu mulai di Mesir. Selain itu dinas-dinas tertentu dikontrakkan kepada pihak swasta. memotong anggaran pemerintahan di daerah-daerah sambil meningkatkan tugas-tugas mereka. tapi di tahun 1970-an dia membuka perekonomian nasional kepada pasar bebas. Lewat persaingan tersebut. Partai Kongres yang menganut perencanaan negara di tahun 1960-an. Hongaria dan Yugoslavia di pertengahan tahun 1970-an. Kaum penguasa di negeri-negeri tersebut memutuskan menyerahkan monopoli mereka atas ekonomi nasional. penjara. Selama pertumbuhan ekonomi yang menghasilkan profit yang cukup. Anwar Sadat pernah ikut mendukung Presiden Nasir dalam menasionalisasi sejumlah industri pada masa lampau. meninggalkan pendekatan kapitalis-negara dan berusaha mengintegrasikan negeri-negeri mereka ke dalam pasaran internasional. Begitu boom tersebut selesai. Di Mesir. Di . Para pengelola aparatus negara tiba-tiba terjepit. para kapitalis memang bersedia menyetujui tunjangan dan jasa itu sebagai sebuah keharusan yang tak terhindari. pengadilan dll. kemudian menghentikan perencanaan tersebut di tahun-tahun berikutnya. Sejak tahun 1940-an sampai dengan tahun 1970-an mereka berusaha membangun industri melalui berbagai strategi kapitalis-negara.

Golongan terakhir yang menyambut doktrin-doktrin neolib adalah kaum intelektual. berbagai tokoh Partai Buruh. kemudian menjelma menjadi perusahaan multinasional juga. yang bertahun-tahun terlibat dalam membangun sebuah negara stalinis monolit. yang dulu mendukung jurnal ³Marxism Today´ berkaitan dengan Partai Komunis. sehingga argumentasi mereka masih mengandung sejumlah kontradiksi yang hendak kita simak dalam bagian berikutnya. Sejumlah teoritisi intelektual. Di Afrika Selatan. sekarang sebagai anggota pemerintahan Tony Blair ramai-ramai menganut program swastanisasi. yang pada tahun 1970-an dan 1980-an telah menganjurkan ³kebijakan ekonomi alternatif´ yang porosnya ke perencanaan oleh negara. Tapi sayangnya mereka belum juga melacak kontradiksi-kontradiksi kapitalisme sampai tuntas. Di Inggeris. mereka semakin berkeinginan untuk ikut golongan elit global « Selama 20 tahun ini kita menyaksikan perusahaan-perusahaan tertentu di dunia ketiga. Microsoft atau Monsanto. tetapi aspirasinya memang ke arah itu.´ Meski demikian ada banyak pula intelektual yang menolak neo-liberalisme. dan seorang anggota Partai Komunis dari Sudan memberikan saya sebuah pernyataan dari partai tersebut yang mengatakan. Di beberapa pelosok dunia proses peralihan ini masih belum tuntas. yang sudah bertumbuh menjadi kuat di masa perencanaan dan proteksi oleh negara. sedangkan undang-undang (jika ada) yang melindungi kondisi kerja. Dalam hal ini komentar Vandana Shiva sangatlah benar: ³Kaum penguasa di dunia ini ² di pemerintahan. satu-satunya jalan untuk mencapai pembangunan mesti melawati kebijakan pasar bebas yang berorientasi ekspor. Susan George mencatat bagaimana rezim-rezim dunia ketiga pada umumnya menyambut dengan antusias kebijakan-kebijakan Structural Adjustment Program yang diajukan oleh IMF serta Bank Dunia: Kaum kaya dan berpengaruh di negeri-negeri penyandang hutang sering cukup puas dengan cara yang dilakukan untuk menanangi krisis ini. kemudian mengambil prakarsa untuk berpaling ke pasaran internasional pula. di mass media dan di dunia usaha ² sedang bersatu saat ini menjadi sebuah aliansi global yang melebihi pembelahan lama antara Utara dengan Selatan. keselematan dan lingkungan alam tidak perlu terlalu dihiraukan « Setelah kurang-lebih luput dari akibat buruk masalah hutang. Kontradiksi teoritis . di kancah politik. yang dulu menaruh harapan kepada perencanaan dan proteksi oleh aparatus negara. dan kritik-kritik hebat mereka sudah saya kutip di atas. pemerintah ANC sudah merangkul para pemilik modal dan melakukan swastanisasi.RRC Deng Xiaoping. kesehatan. Jelas mereka belum sebesar General Motors. dewasa ini menyambut pasar bebas pula. Kebijakan structural adjustment sudah memotong upah kaum buruh.

itu berarti kita belum merubah kondisi-kondisi mendasar yang memaksa orang untuk bekerja di bawah majikan semacam itu. dampak tersebut hanya akan menimpa rakyat tertindas lainnya. itu berarti kita ikut berdosa dalam perampasan yang dilakukan oleh bank-bank besar. Salah-salah kita harus mengemis pemerintah untuk menyuapi perusahaan tersebut supaya tidak pindah. sekaligus menjadi sumber dana global « Menurut perhitungan konservatif. itu berarti kita mengizinkan para majikan menyengsarakan manusia melalui penghisapan yang kejam. Negeri-negeri miskin di Afrika. menyediakan jasa. namun kalau kita membatasi perjuangan kita ke masalah hutang saja. Menurut Robin Round: Pasar modal internasional telah menjadi sebuah kasino global « Berbeda dengan para investor di bidang barang dan jasa. mereka berharap kebijakan ini bisa memberikan solusi untuk sejumlah aspek negatif proses globalisasi. pajak ini dapat menghasilkan $150 sampai $300 milyar setahun. ataupun membangun pabrik « Dengan membuat krisis finansial lebih jarang terjadi. untuk memberantas bentuk-bentuk . Amerika Latin. aliran modal ataupun beban hutang hanya merupakan beberapa aspek dari sebuah sistem kapitalis yang lebih luas. Perdebatan-perdebatan di dalam kampanye anti-hutang berasal dari sumber yang mirip. sebuah pajak serendah 0.Pola-pola perdagangan. Sehingga perjuangan melawan upah rendah atau membela kaum buruh anak hanya betul-betul efektif jika perjuangan ini menjadi batu loncatan untuk perjuangan dan kemenangan yang lebih besar. spekulator-spekulator ini menarik untung dari memainkan uang saja. Maka kita membutuhkan sebuah strategi untuk menggoyangkan para pemilik modal di tingkat global. menuntut agar pajak ³Tobin Tax´ dikenakan pada transaksi finansial yang melintasi perbatasan-perbatasan nasional. Namun jika kita hanya melakukan perjuangan disekitar masalah-masalah ini saja. Ada yang berpendapat. Tentu saja kita harus melakukan perjuangan itu. Tidak sedikit aktivis. Jika kita tidak mempermasalahkan beban hutang. Kalau kita mentolerir upah rendah serta dipekerjakannya anak-anak. tanpa menciptakan lowongan kerja. Usaha untuk menangani aspek ini atau itu secara terpisah bisa dielak dengan mudah oleh mereka yang menguasai sistem tersebut ² atau lebih parah lagi. Sedangkan menurut PBB. namun dengan perjuangan tersebut paling banter kita mencapai solusi sementara. Asia dan bekas Blok Timur akan tetap miskin. dan sumber-sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah-masalah ini akan tetap dipegang oleh kaum penguasa kapitalis. jika dampak-dampaknya yang mengerikan dapat ditangkis oleh satu bagian dari rakyat tertindas. Sedangkan kemiskinan yang memaksa orang di tempat lain itu untuk menerima upah rendah belum juga diselesaikan. pajak ini akan membantu dalam menghindari pengrusakan ekonomi yang disebabkan oleh krisis tersebut. termasuk para jurubicara kelompok ATTAC di Perancis.5% dapat menghalangi para spekulator merongrongi mata-mata uang yang lemah. Ini sudah menjadi jelas dalam perdebatan mengenai ³fair trade´ (perdagangan adil) dan buruh anak. Sama halnya dengan perjuangan untuk mencegah perusahaan-perusahaan menutup pabrik dan berpindah ke tempat lain di mana upah lebih rendah. itu berarti tidak menyentuh faktor-faktor lain yang menyebabkan kemiskinan di dunia ketiga.

batu-batu besar. Yang menjadi biang keladi bukan hanya para spekulator di pasar modal. buruh-buruh anak. hutang dan sebagainya. jika dapat menghasilkan dana yang diaharapkan. Kemiskinan di dunia ketiga disebabkan karena perkembangan kapitalis telah mengkonsentrasikan kekayaan sedunia ² hasil jerih payah umat manusia ² di tangan . Yang pertama. Jika berhasil mengurangi spekulasi. Kita harus mensyukuri segala upaya untuk memindahkan beban pajak dari bahu kaum miskin ke bahu kaum kaya. Seperti usulan lain yang mirip mengenai fair trade. yang meningkatkan profit mereka dengan mengurangi standar hidup massa rakyat sekaligus mempercepat produksi. tetapi juga perusahaan industrial seperti General Motors. Faktor yang lebih berarti adalah persaingan buta antara perusahaan industrial dan komersial. Yang kedua. Perdebatan antara pihak ³developmentalis´ (para penganut ³pembangunan´) dengan pihak ³tradisionalis´ (yang menganut gaya hidup tradisional) juga cenderung hanya memperhatikan aspek-aspek terbatas. ³Butir-butir pasir di dalam roda-roda finansial sedunia tidaklah cukup. usulan ini tak mungkin diterapkan tanpa perjuangan massa internasional. usulan untuk menerapkan Tobin Tax itu memuat sebuah kontradiksi yang serius. argumentasi sekitar Tobin Tax sangat berguna dalam menarik perhatian masyarakat pasa masalah-masalah sosial yang genting. Namun tidak benar satu pajak bisa memecahkan masalah-masalah pokok yang dihadapi umat manusia pada awal abad XXI. upaya untuk menerapkan Tobin Tax pasti akan dilawan secara matimatian oleh kaum kaya sedunia. Mereka menarik perhatian pada perlunya menyita kekayaan yang dimiliki oleh pihak kapitalis. Monsanto atau IBM. itu berarti fenomena spekulasi berjalan terus. Tapi seperti usulan itu pula. Tingkah laku kontradiktif ini tak urung menyebabkan krisis di pasaran karena rakyat tidak lagi mampu membeli hasil produksi tersebut. sehingga pajak tersebut tidak bisa menghasilkan begitu banyak dana. pajak Tobin Tax itu merupakan sebuah alat yang terlalu lemah untuk menghentikan spekulasi. Para spekulator akan terus memindahkan modal mereka jika menduga devaluasi mata uang besar-besaran akan terjadi seperti pada waktu krismon tahun 1997. dan inilah segi bagus organisasi seperti ATTAC. Sehingga. Toyota. Sedangkan untuk membuat Tobin Tax ini menjadi efektif. Atau sebaliknya. argumentasi ini baru efektif ketika menjadi batu loncatan untuk perjuangan lebih luas. Pemerintah yang menerapkan usulan ini secara serius akan mengalami tekanan ekonomi dan politik yang hebat. artinya arus modal akan menyurut. ³yang diperlukan.´ tulisnya.5% jauh terlalu rendah. arus-arus finansial hanya merupakan satu sumber krisis di antara banyak. Pakar ekonomi keynesian P Davidson telah membuktikan bahwa pajak sebesar 0. pajak tersebut harus dikenakan dimana-mana di dunia di saat yang sama. Bagaimanapun juga.´ Sebenarnya.kemiskinan dan pengrusakan lingkungan alam yang paling parah hanya diperlukan dana sebesar $225 milyar.

perkembangan sejarah telah selesai. dan kekuatan mana yang mampu untuk memenangkan perubahan mendasar? Di sini ada bermacam-macam pendapat pula. Kritik-kritik yang tajam tentang kapitalisme telah dilakukan oleh para pengritik Romantis yang melihat ketidakmanusiawian kapitalisme tetapi mengusulkan agar umat manusia kembali ke masa lampau. sudah mencukupi untuk memberantas kemiskinan di dunia ketiga serta memperbaiki kehidupan kaum pekerja di negeri-negeri maju. agar bisa digunakan demi kepentingan umat manusia. maka pandangan terakhir ini akan menemaninya sampai akhir hayat. melainkan kita harus mengembangkan sebuah strategi untuk menyita sumber-sumber daya produktif yang diciptakan oleh kapitalisme. seperti juga menggelikan kalau kita percaya bahwa dengan kekosongan komplit yang ada sekarang. Kedua-duanya tidak memadai. Akumulasi modal telah terjadi di tingkat global secara besar-besaran. Banyak aktivis di Seattle yang mengajukan taktik reformasi melalui struktur pemerintahan yang ada. Konsekwensinya tidak bisa diatasi dengan kegiatan lokal. Namun karena proses itu dimulai terlambat. Mendingan kita menyambut semangat aksi di Seattle. Komentar Marx: Adalah menggelikan jika kita rindu dan ingin kembali kepada keutuhan asli itu. Dana yang dikeluarkan dalam anggaran militer Amerika saja sudah cukup untuk mentransformasikan kehidupan semua buruh dan petani di dunia ketiga. Namun cara-cara ³tradisional´ juga bukan solusi yang progresif. Karl Marx telah mendiskusikan persoalan yang mirip 150 tahun yang lalu. Meski demikian. siapa yang akan memimpin perlawanan global tersebut? Kekuatan mana yang dapat dimobilisasi. dan kita tidak bisa memecahkan persoalan yang dihadapi oleh rakyat tertindas dengan kembali ke jalan industrialisasi nasional yang kurang efektif itu. ³Developmentalisme´ muncul sebagai usaha kaum penguasa dunia ketiga. didukung secara antusias oleh kalangan intelektual. Pandangan borjuis belum pernah melampaui antitesis antara diri sendiri dan pandangan Romantis. William Greider mengajukan reform-reform legal guna membuat perusahaanperusahaan multinasional lebih bertanggung-jawab. Agen-agen pengubah Tinggal bertanya. para legislator harus . Kita tidak bisa mengatasi kebiadaban sistem kapitalis dengan kembali ke masa lampau. proses tersebut membuat penderitaan rakyat dan pengrusakan lingkungan alam menjadi lebih parah lagi. serta konsumsi mewah oleh 200-300 orang terkaya di dunia. Menurut dia.kelas-kelas penguasa beberapa negeri maju. yang mensinyalir perlawanan global. Jika ditambah oleh uang yang diboroskan bagi periklanan. untuk mengimbangi kemiskinan tersebut dengan memaksakan sebuah proses industrialisasi dan perubahan agraria yang mirip dengan apa yang terjadi di zaman revolusi industri di barat. hasil-hasil industrialisasi belum begitu besar. baik tipe ³tradisonal´ maupun ³developmentalis´.

yang menindas rakyatnya sendiri dan biasanya menggabungkan unsur-unsur kapitalisme-negara dengan korupsi dalam skala besar. Yang menjadi perkecualian hanyalah sejumlah kediktatoran. Melihat bahwa amat susah untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah. Paling banter kegiatan ini bisa menciptakan kantong-kantong kecil yang tidak mengurangi kekuatan sistem kapitalisme global. Dan naif juga jika membayangkan. sehingga mereka berharap rezim-rezim dunia ketiga dapat melakukan perlawanan.´ Namun kemudian dia kembali menganjurkan taktik-taktik penekanan terhadap negara sambil menganut Tobin Tax dan semacamnya. badan itu dapat ³memainkan peranan aktif dalam mengurangi kewenangan WTO dan IMF´. sejumlah aktivis lain memusatkan perhatian mereka pada kegiatan di daerah-daerah. Kapitalisme transnational tidak ada hentinya. Aktivis lain sudah sadar bahwa sistem imperialis tidak bisa direformasi begitu saja. Menurut Susan George: Beribu-ribu kegiatan sedang berlangsung di tingkat lokal. Kita cukup naif kalau menaruh harapan kepada rezim semacam itu untuk menjalankan perubahan yang menguntungkan rakyat.´ Menurut dia mekanisme kunci adalah UNCTAD. misalnya lewat gerakan ³Sustainable and Self Reliant Communities Movement´ « Lusinan kota yang ukurannya bermacam-macam sudah bereksperimen dengan perusahaan perseroan yang sahamnya dimiliki oleh warga-warga setempat. atau penutupan pabrik. atau jalan tol. kata Bello. guna menyediakan barang dan jasa demi kepentingan warga itu. Hampir semua rezim itu didominasi oleh para elit setempat. Kadang prakarsaprakarsa ini dapat digabungkan. Walden Bello membicarakan ³usaha-usaha oleh masyarakat dan negara-negara [dunia ketiga] untuk merebut kembali kontrol atas nasib mereka. yang berniat mengintegrasikan ekonomi mereka ke dalam pasaran global. di mana negara-negara dunia ketiga berada dalam mayoritas. dan Steven Shryber mau mengandalkan tekanan opini publik untuk memaksa para politikus mereformasi WTO. seperti rezim Sadam Hussein.memaksa perusahaan tersebut ³memberikan data persis tentang pengrusakan lingkungan alam´. walau masih ingin mengadakan tawar-menawar tentang syaratsyaratnya. perkembangan kapitalisme sudah mencapai tingkat yang berbahaya ² dan sistem ini akan terus melahap sumber-sumber daya manusia dan alam. tiba-tiba sikap mereka berubah menjadi progresif. Susan George sendiri merujuk ke hal in ketika menulis: ³Kita harus menemukan cara untuk menghentikan orang yang tidak sudi berhenti (people who will stop at nothing). . Mana mungkin mereka memenuhi kebutuhan masyarakat ² kecuali jika kita bersedia hidup melarat. Namun sumber daya yang dapat diakses untuk kegiatan lokal ini kecil sekali dibandingkan dengan negara imperialis dan perusahaan multinasional. Dengan perusahaan-perusahaan transnasional dan cucuran modal yang tak terkendali. Pendekatan ini kurang memperhatikan sifat-sifat rezim-rezim dunia ketiga. di mana masyarakat melawan konstruksi tempat sampah beracun. sekaligus merusak planet ini. saat rezim-rezim itu duduk bersama dalam badanbadan internasional.

Tetapi soalnya. Ketika Luis Hernandez Navarro menulis tentang ³para produsen di pedesaan yang menjadi tulang punggung mobilisasi baru´ dia kurang memperhatikan bahwa agrikultur di Eropa sudah menjadi sebuah industri kapitalis di mana tidak ada lagi banyak petani dalam artian tradisional. Itulah sebabnya rezim-rezim otoriter dan korup seperti Orde Baru sering berhasil melemahkan gerakan oposisi. Sama halnya dengan banyak organisasi di kampung. Namun sering juga dikooptasi oleh politisi yang korup. Ada organisasi lain yang berbasis massa. yang berani menyediakan dinas dalam skop terbatas guna mengambil hati warga-warga setempat serta membangun jaringan agen mereka. kita tidak boleh menggabungkan semua unsur ini dalam satu timbunan tanpa memperhatikan perbedaannya. orang yang concern pada hal narkotika. yang timbul untuk memperjuangan air minum yang bersih atau penyediaan tenaga listrik misalnya. dengan membeli tanah dari petani lain lantas mempekerjakan mereka sebagai buruh tani. Dalam bukunya The Debt Boomerang (Bumerang Hutang) dia menuliskan: [Kita harus] membangun jembatan di barat antara para pecinta alam. Ada berbagai kelompok aktivis minoritas tanpa banyak pengaruh. Tetapi LSM-LSM itu hanya merupakan kelompok minoritas yang harus memobilisasi orang lain. Oleh karena itu banyak LSM progresif yang bergerak di bidang agitasi massa. Banyak aktivis melihat aksi di Seattle sebagai contoh bagaimana aliansi ini dapat dibangun. Misalnya gerakan-gerakan petani jarang mewakili satu lapisan sosial. ³adanya jaringan komputer modern dan ratusan LSM. bukan hanya advokasi atau penelitian. pemerintah-pemerintah harus dilobi oleh aliansi tertentu. serta kemampuan para aktivis untuk mengelilingi dunia telah memungkinkan dibentuknya kantong-kantong perlawanan yang melintasi perbatasan nasional. dengan menggabungkan wakil petani. Menurut Hernandez Navarro. karena kapitalisme internasional telah membiakkan perbedaan-perbedaan di dalam tubuh kelas petani: yang lebih makmur ingin menjadi petani kapitalis modern. Mungkin mereka akan ikut mobilisasi demi kepentingan bersama dengan kaum tani miskin dalam jangka pendek (misalnya untuk menurunkan harga pupuk) tapi pasti ada konflik kepentingan dalam jangka panjang. Bahkan di negeri-negeri miskin seperti India cukup sering kaum tani kaya sudah mendominasi organisasi-organisi tani.´ Internet memang berguna untuk melakukan kerjasama internasional. Ada yang melihat LSM-LSM sebagai pelaku utama dalam memperjuangkan perubahan. .Menurut Susan George. masyarakat adat dan serikatserikat buruh. anggota grup solidaritas dengan dunia ketiga atau LSM-LSM « Semoga semua sektor ini bisa bekerjasama untuk mendukung kebijakan alternatif sekaligus bekerjasama dengan kawankawan imbangannya di dunia ketiga. tapi organisasi tipe ini juga agak bervariasi. kalau tidak hanya ingin melobi-lobi instansi pemerintahan melainkan betul-betul mau memaksa badan-badan itu berubah sikap. LSM. kelompok aktivis. Perjuangan ini sering militan. para pembela hak-hak kaum imigran. aktivis buruh.

atau hutang. Misalnya waktu intervensi imperialis di Teluk. di mana sebagian besar nilai lebih itu berasal dari eksploitasi tenaga kerja upahan. atau perempuan. Kelas pekerja Di Seattle banyak aktivis menyaksikan untuk pertama kalinya. Bahkan para aktivis dari Eropa. tidak sedikit aktivis HAM yang mendukung negara-negara imperialis karena pemerintah Sadam Hussein telah melanggar HAM itu. Para aktivis belum mengerti . Namun di Seattle para serikat buruh Amerika ikut berdemonstrasi. Kita harus mencari sekutu di bidang lain. Susan George mengusulkan agar berbagai politikus konservatif diajak beraliansi karena mereka melawan rencana multinasional tertentu. Pemberontakan itu tetap terisolasi di satu daerah di Meksiko selatan. Dalam The Lugano Report dia menuliskan bahwa ³aliansi-aliansi kita harus lintas angkatan. Tiba-tiba para aktivis mulai sadar bahwa perjuangan melawan PHK dan melawan ³efisiensi´ kapitalis di barat bisa digabungkan dengan perjuangan melawan kemiskinan di dunia ketiga dan pengrusakan lingkungan alam. yang kebetulan ikut berdemo. Selain itu masing-masing LSM cenderung berfokus pada satu masalah saja: hak azasi manusia. atau buruh. Oleh karena itu. Cukup lama organisasi-organisasi buruh di Amerika kelihatan pasif terhadap kampanye anti-militer atau anti-nuklir. Soalnya sekutu semacam ini tidak akan melakukan tindakan apaapa yang bisa mengancam dinamika kapitalis yang sedang merusak dunia kita. Soalnya. dan kaum penguasa di tingkat nasional tidak terlalu direpotkan. Bahkan dalam pemilu tahun 2000. para aktivis dapat terpancing untuk ikut mendukung kegiatan yang sama sekali tidak progresif. lintas perbatasan«´ Tapi orientasi ini terkadang berbahaya pula. calon neoliberal Vicente Fox yang menang.S. Bahkan dia bersedia mengajak perusahaan transnasional tertentu seperti perusahaan asuransi. Kapitalisme global belum dipahami sebagai sistem akumulasi nilai lebih. Baru-baru ini sebuah laporan tetang gerakan Zapatista yang diterbitkan oleh pemerintah Amerika mengusulkan agar LSM-LSM digunakan demi kepentingan imperialis A. Susan George ingin memperluas aliansi yang ada. Tapi mereka lupa bahwa LSM itu tidak mampu menghalangi pemerintah menyerang gerakan Zapatista tersebut. Namun tulisan-tulisan yang terbit paska-Seattle jarang menonjolkan banyak pengertian tentang kenapa gerakan buruh ikut terlibat dalam aksi itu. karena mereka justeru menarik keuntungan dari dinamika tersebut.Mereka yang menaruh harapan pada LSM itu sering merujuk ke peristiwa-peristiwa di Meksiko. lintas sektor. dan peranan mana yang bisa dimainkan oleh kelas buruh. yang memang pernah menyaksikan kaum buruh ikut aksi protes politik. jika ditawarkan konsesi tertentu di bidang spesial mereka. masih cenderung melihat mereka sebagai sebuah lapisan ³aristokratik´ (labour aristocracy) yang ikut beruntung dari eksploitasi dunia ketiga. Kaum buruh cuma dilihat sebagai salah satu sekutu di antara banyak sekutu lain. kaum buruh tampil sebagai sebuah kekuatan dalam perjuangan sosial. Karena kebanyakan aktivis belum mengerti bahwa sistem kapitalis bukan hanya sebuah persekongkolan antara beberapa majikan. di mana tekanan dari LSM-LSM menghalangi pemerintah menghancurkan perjuangan Zapatista.

yang menderita karena sistem kapitalis tidak mengizinkan mereka bekerja secara tetap ² artinya mereka tidak berhak dieksploitasi secara konstan. karena tenaga kerja di negeri-negeri maju adalah yang paling produktif karena paling terampil. Pada awal abad XXI investasi itu terkonsentrasi di negeri-negeri maju disamping beberapa ³Newly Industrialising Countries´ yang sedang berkembang. Di saat yang sama. Di sinilah sumber-sumber nilai lebih dapat disadap dengan paling mudah. maka para pemilik modal terpaksa terus berusaha mengurangi upah dan kondisi kerja kaum buruh. Demikian halnya juga dengan jutaan orang miskin kota di dunia ketiga. Dan upaya kelas kapitalis yang tanpa jeda untuk meningkatkan profit tak urung menimbulkan konflik antara kedua belah pihak. Sedangkan dewasa in. kaum pekerja merasa puas karena nasib mereka agak membaik sejak akhir Perang Dunia II. disebabkan berbagai faktor historis: banyaknya modal yang sudah terakumulasi. sambil menjalankan ³reform´ yang memotong asuransi kesehatan dan tunjangan sosial. Namun kesan itu berdasarkan persepsi-persepsi yang salah tentang dinamika sistem tersebut. Reaksi mereka sering defensif dan terbatas. kita mendapati berita tentang perjuangan setempat: aksi protes atas penutupan rumah sakit atau kenaikan tarif angkutan umum. Pada tahun 1960-an dan 1970-an. Perusahaanperusahaan kapitalis didorong oleh perlunya menghimpun modal. Kensengsaraan mereka merupakan satu bukti tentang kebiadaban sistem ini. para penguasa dunia ketiga dan mantan negara ³komunis´ juga menyetujui kebijakan IMF dan Bank Dunia. karena mereka harus bekerja lebih keras dan lebih sering diPHK. prasarana-prasarana transportasi. Di bawah kapitalisme. nasib mereka terasa memburuk lagi. mereka cendering melihat kaum pekerja di negeri-negeri maju sebagai kolaborator dengan sistem global. dan lain sebagainya. manusia yang paling miskin bukanlah mereka yang paling tereksploitasi. sehingga mereka melakukan investasi di mana saja para pekerja dapat dihisap secara paling efektif. Namun manusia jarang berserah diri begitu saja untuk diperas: biasanya mereka mencari taktik untuk membela diri. kekisruhan karena . sehingga tidak ada tempat berteduh di dunia ini di mana standar hidup atau kondisi kerja kaum buruh tidak terancam. Sehingga para majikan secara senantiasa menuntut ³fleksibilitas´ di tempat kerja dan berupaya memaksa para pekerja bersaing dalam mencari kerja. dan pendapat itu seakan-akan dikonfirmasikan oleh fakta bahwa para pekerja itu hidup lebih makmur dari mayoritas rakyat dunia ketiga. Sebaliknya. enerji dan air. melainkan letaknya dalam kelas pekerja yang dipekerjakan oleh kelas kapitalis. penyediaan tenaga kerja yang berpendidikan. namun sumber-sumber utama dinamika kapitalis bukanlah di sini. Di sembarang surat kabar di mana saja di dunia. melainkan mereka yang dikesampingkan sama sekali oleh sistem kapitalis itu. Karena investasi cenderung terpusat di negeri-negeri maju.bahwa sistem ini didorong oleh upaya untuk menghisap semakin banyak nilai lebih. seperti tunakarya yang sudah lama menganggur ² kemiskinan ini disebabkan karena para kapitalis tidak bisa menghisap profit yang cukup dengan mengeksploitasi mereka. Hal ini sudah berdampak besar pada psikologi kaum pekerja. serta memeras kaum pekerja and petani mereka secara lebih intensif lagi.

Pemogokan umum di Perancis pada tahun 1995 mendapatkan dukungan mayoritas rakyat dan berhasil mengalahkan pemerintah. Mereka jarang memenuhi potensi ini. menyenangkan para pendukung serta mengejutkan para lawannya. tetapi menarik perhatian masyarakat luas dan membuat banyak warga Inggeris melek tentang kebijakan reaksioner pemerintah konservatif waktu itu. Pemogokan kaum buruh tambang di Inggeris pada tahun 1980. dan gerakan tersebut akan kehilangan momentum. Para pendukung merasa begitu antusias sampai melupakan perselisihan lama dan bersatu dalam perjuangan. Para peserta sering tidak melihat kaitan antara aksi mereka dan perkembangan global. Demonstrasi hanya merupakan aksi ³unjuk rasa´. perselisihan tentang strategi dan taktik tak urung muncul lagi.´ Dinamika gerakan kita Setiap gerakan perlawanan pasti melawati dua tahapan. Dengan cukup cepat musuh itu mengembangkan taktik-taktik defensif dan alat-alat pemecah belah. aksi protes para petani di Brazil. Potensi kaum pekerja untuk menantang sistem kapitalis jauh melebihi potensi demonstrasi di jalanan. Dalam tahap pertama. Hal ini terjadi dalam gerakan anti senjata nuklir di Inggeris pada dasawarsa 1950-an. disitulah rantainya harus diputuskan. Seperti kata Rosa Luxemburg sebelum dibunuh oleh militer Jerman pada tahun 1919: ³Tempat rantai-rantai kapitalisme ditempa. dan pekerjaan mereka menciptakan nilai lebih yang memotori sistem kapitalis. karena belum memiliki kepercayaan diri dan kesadaran yang perlu. walau bersifat defensif dan akhirnya kalah. pemogokan umum di Argentina. masalah-masalah yang mereka hadapi dikira berasal dari dosa-dosa sejumlah politikus yang korup. Nigeria dan Afrika Selatan. dan aksi mogok di sektor publik di Norwegia. aksi mogok karena PHK massal di perbankan. antara mereka yang mengharapkan perubahan melalui parlemen dan mereka yang mementingkan . Tapi hal ini tidak mustahil. gerakan baru itu meledak secara tak tersangka. dan semacamnya. sehingga potensi mereka mampu untuk melumpuhkan sistem itu. Mula-mula gerakan itu berkesan sanggup mengatasi segala halangan dengan momentum spontannya saja. Karena kaum pekerja terkonsentrasi di tempat-tempat kerja dan di kota-kota besar secara permanen. sedangkan aksi mogok mempunyai implikasi yang jauh lebih besar. guna memecahkan persoalan-persoalan tersebut secara tuntas. Di saat itu. Para aktivis anti-kapitalis harus menemukan cara-cara untuk merealisasikan potensi tersebut. Pada tahun 2000 kita menyaksikan tumbangnya pemerintah Ekuador disebabkan sebuah gelombang demonstrasi oleh kaum buruh dan masyarakat adat. kerusuhan massal karena kenaikan tarif angukutan umum di Guatemala.pencabutan subsidi atas bahan-bahan pokok. Dengan cakrawala sempit ini tidak gampang aksi-aksi ini bersatu menjadi sebuah mobilisasi umum. Semua peristiwa ini merupakan reaksi terhadap dinamika globasisasi. Sedangkan aksi mahasiswa yang menduduki gedung DPR pada tahun 1998 menjadi inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Euforia yang bercokol di awal gerakan dalam waktu tiga tahun disusul oleh pertengkaran. Namun musuh tidak menyerah begitu saja. perwira militer yang kejam atau majikan yang rakus.

Gerakan anti-kapitalis paska-Seattle belum sampai ke tahapan kedua. Reaksi George Monbiot lebih galak lagi. untuk mengambil hati orang melalui sandiwara politik. tidak peduli apakah semua orang setuju « Tapi dengan meyakinkan diri sendiri bahwa tidak ada hierarki. tidak hanya menyalahkan kaum anarkis tetapi juga para aktivis organisasi Reclaim the Streets. bahwa aksi-aski mereka merupakan spontanitas belaka. para pelaku mengelak pertanggunjawaban. tetapi sudah ada perdebatan tertentu yang harus diselesaikan agar gerakan kita tidak kehilangan arah. Pertikaian yang paling panas terjadi di London setelah aksi May Day tahun 2000. Lagipula: Persoalan ini menjadi lebih rumit lagi karena mitos konsensus. seorang wartawan yang menjadi jurubicara gerakan anti-kapitalis. Menurut Monbiot mereka juga bersalah karena kurung memahami apa yang dapat tercapai dengan aksi protes: ³Aksi tanpa kekerasan sering disalahartikan. namun untuk mencapai tujuan yang lebih jauh.´ Taktik ini mungkin bisa mencapai tujuan konkrit yang terbatas. . Namun sebuah perdebatan meletus juga di situs internet para penyelenggara aksi tersebut. di Vietnam. Namun karena kurangnya usulan untuk perubahan politik. Reaksi mass media semacam itu adalah hal yang biasa. mengeluh bahwa ³segelintir demonstran´ merusak perasaan solidaritas dengan ³menghancurkan jendela. Beberapa orang tak urung bekerja lebih keras daripada yang lain dan menjalankan kegiatan tertentu. menjungkirbalikkan tong sampah. sambil meniru bahasa dan tingkah laku kaum revolusioner tapi tanpa program yang revolusioner. padahal tidak pernah bersifat begitu.´ Gerakan sampai terombang-ambing di antara sejumlah isu yang besar dan rumit. Kekhawatiran ini bukan sesuatu yang 100% baru. aksi itu harus menjadi satu bagian dari sebuah kampanye lebih luas sifatnya yang melawan kaum penguasa. Setelah demonstrasi di Seattle Media Benjamin. Menurut dia yang berdosa adalah golongan anarkis tertentu. gerakan bisa tercerai-berai. Pengrusakan sepele (jendela-jendela hancur di satu restoran MacDonalds.aksi massa. dan mereka yang melakukan pengrusakan kecil itu juga dikecam secara emosional oleh George Monbiot. menjarah toko. walau para aktivis itu memang ingin melakukan aksi damai. aksi-aksi protes mereka « menjadi malapetaka. seorang tokoh termuka dalam jaringan ³Global Exchange´. melainkan sebuah aksi simbolis guna menarik perhatian orang kepada isu-isu yang diabaikan sebelumnya. Sepuluh tahun kemudian perdebatan yang mirip muncul di Amerika dalam gerakan melawan intervensi A. Para aktivis Reclaim the Streets ³mungkin bisa melakukan sebuah serangan yang efektif pada kapitalisme global seandainya mereka mengidentifikasikan sebuah alternatif yang berarti. Si Monbiot menulis bahwa ³Gerakan kita « kehilangan akal´ karena pengaruh sejumlah ³orang gila´. patung Winston Churchill yang dicat oleh para pendemo) menjadi topik hangat di mass media.S. Gerakan direct action (aksi langsung) itu ngotot mengaku non-hierarkis. memukul para pejabat WTO serta pekerja dan pembeli di toko-toko«´ Hal ini ³berkesan negatif di mata masyarakat umum´. Bukanlah sebuah upaya untuk mengubah dunia dengan kegiatan fisik. Kalau perbedaan pendapat ini tidak diselesaikan. seperti ³memperlambat konstruksi sebuah jalan tol´.

15 tahun kemudian partai-partai itu sudah ikut memerintah di Jerman. Namun George Monbiot cs tidak menganjurkan jalan alternatif yang meyakinkan. Monbiot memang benar dalam beberapa hal. Para polisi membalas dengan gas air mata dan meriam air. Mereka tidak tahu kekuatan mana yang betul-betul mampu melawan sistem kapitalis dengan efektif. Mereka mendukung serangan imperialis di Serbia sambil mempertahankan fasilitas tentaga nuklir. Kita bisa banyak belajar dari nasib gerakan-gerakan yang muncul pada tahun 1970-an lantas merosot di tahun 1980-an. Di pihak lain. Monbiot mendukung berbagai aksi ³direct action´. Hasilnya? Kelompok-kelompok ³otonomis´ menjadi semakin kecil. aksi kekerasan oleh grup-grup kecil tidak efektif. sedangkan Benjamin berperan sangat positif dalam menyelenggarakan demonstrasi di depan kongres nasional Partai Demokratik di Amerika. Namun demikian pula dengan aksi kekerasan oleh kelompok kecil. ada kelompok-kelompok tertentu yang menolak jalan parlementer dan menganut politik ³otonomis´. Untuk itu.Menurut George Monbiot. dengan hidup di daerah-daerah kantong. kelompokkelompok yang bergerak di parlemen menjadi semakin moderat. inklusif serta demokratik´ telah berhasil ³memaksa beberapa perusahaan besar merubah kebijakan mereka yang paling kejam´. tapi kegiatan ini memang hanya simbolis saja. Berita-berita di TV menjadi tontonan yang hebat. Kedua pendekatan ini (parlementaris serta ³otonomis´) gagal karena menonjolkan sebuah kelemahan bersama. walau tampaknya lebih serius. yang diharapkan bisa mentransformasikan kancah politik. dengan mengembar-gemborkan partai partai baru yang anti-nuklir dan pro-lingkungan. Demonstrasi dan blokade tanpa kekerasan adalah aksi simbolis yang sangat penting untuk memfokuskan dan mengutarakan aspirasi rakyat. sikap yang tidak bertanggungjawab ini membuka jalan bagi tidakan anarkis. Perancis dan Italia. turun ke jalan dan melempari polisi dengan bom asap bahkan bom bensin. banyak aktivis menempuh jalan parlementer. Monbiot sendiri menunjuk ke pemilihan untuk pemerintah-pemerintah lokal. Sebuah dunia kerja teralienasi tidak dapat diselesaikan dengan menghancurkan jendela-jendela toko ataupun dengan duduk di jalanan secara pasif. Dan sebenarnya hal ini sudah diakui oleh kedua tokoh tersebut. Kita harus menggabungkan enerji dan idealisme para minoritas anti-kapitalis yang turun ke jalan baru-baru ini dengan perjuangan massa yang juga sedang terjadi di mana-mana. Namun mendapatkan sejumlah kursi di DPRD atau merubah sepakterjang kaum majikan di beberapa tempat tidak berarti kita menghentikan ataupun memperlambat dinamika sistem kapitalis internasional. mereka tidak sanggup menyelesaikan proses penghisapkan dan peredaran nilai lebih serta akibat-akibat mengerikan yang menyertainya. sedangkan Medea Benjamin berargumentasi bahwa sejumlah kampanye yang ³positif. bahkan memberikan peluang bagi . Karena semua kegiatan ini tidak mampu menghentikan operasi sistem kapitalis. Tidak ada cara non-kekerasan yang simplistik untuk menghadapi sistem global kapitalis. aparat keamanan menjadi semakin kuat. Di satu pihak. secara berkala mereka mengenakan topeng.

maupun perubahan dalam budaya massa secara lebih luas. tiba-tiba diarahkan untuk membangun gerakan tersebut. tidak diselenggarakan oleh pemilihan tahunan serta sel-sel dan cabang-cabang di basis. menggelikan kita membicarakan kekuatan moral (moral force) « Hanya ketakutan besar pada sebuah kekuatan yang besar akan memaksa mereka kembali bersifat manusiawi. tidak disatukan oleh sebuah partai politik atau jaringan nasional yang memiliki markas besar di kota tertentu. tokoh Cartis di Inggeris masa lampau: ³Kaum kaya sudah dari dahulu kala bersifat kejam « Melawan musuh semacam itu. Menyimak fenomena ini para pengamat sering berkesimpulan. sistem ini dapat dikalahkan oleh aksi non-kekerasan saja. misalnya tragedi di Indonesia pada tahun 1965. Sehingga sama sekali tidak mengherankan bila seorang Naomi Klein beranggapan. salah satu sifat yang paling mengesankan adalah cara-cara orang mengambil prakarsa secara spontan.aparat untuk menghantam kita. Kadang-kadang mobilisasi non-kekerasan oleh sebuah gerakan besar yang berdisiplin bisa mengekspos ciri-ciri kekerasan yang menyifati sistem kapitalis. Berkali-kali dalam sejarah. gerakan ini menghadapkan grup-grup dan aksi-aksi yang simpang-siur. peristiwa yang mengerikan di Chile pada tahun 1973 dan pembantaian di Beijing pada tahun 1989. Untuk mengatasi kekerasan kapitalis ini kita tidak bisa mengandalkan aksi ultrakiri oleh grup kecil maupun prinsip non-kekerasan pasifis.´ Masalah organisasi Dalam setiap gerakan yang baru muncul. Kita harus membangun gerakan-gerakan massa yang bersedia melakukan perjuangan bersenjata kalau perlu. Semua enerji mental yang sebelumnya diboroskan dalam bermacam-marcam hiburan sepele. mereka menyerupai ratusan bahkan ribuan jari roda. Kepada hirarki kapitalis yang mengkonsentrasikan wibawa dan kekuatan. Seperti ditulis oleh Bronterre O¶Brien. Globalisasi dihadapi denganh semacam lokalisasi khas kita. . Gerakan ini berdasarkan ide-ide beberapa aktivis dan intelektual tertentu tetapi tidak tunduk dibawah orang ini sebagai pimpinan. melainkan sebuah upaya penyesuaian yang sangat masuk akal. menyelenggarakan aksi imajinatif serta menonjolkan kreativitas yang luar biasa. Ketika para aktivis gerakan berkumpul. Fakta bahwa kampanye-kampanye tidak tersentralisasi bukanlah sumber kekacauan dan fragmentasi. Namun itu tidak berarti. Salah satu kelebihan besar model organisasi yang ³leluasa´ ini adalah: gerakan menjadi sulit terkontrol. baik terhadap keretakankeretakan yang sudah ada dalam jaringan-jaringan progresif. gerakan antikapitalis yang turun ke jalan di Seattle and Washington telah melampaui semua bentukbentuk organisasi lama: Gerakan protest anti-konglomerat yang menarik perhatian dunia di jalan-jalan Seattle pada bulan November lalu. Konsolidasi kekuatan dibalas dengan penyebaran kekuatan secara radikal. sistem kapitalis telah membantai gerakan oposisi yang bersikap non-kekerasan. karena berdasarkan prinsip-prinsip organisasi yang begitu berbeda dengan prinsip lembaga-lembaga dan perusahaan-perusahaan yang menjadi sasaran. gerakan itu sudah mengatasi semua masalah organisasi yang dulu menjadi perhatian para aktivis.

yang tidak bisa dihilangkan. ya oke.Dia mengutip Joshua Karliner dari LSM Transational Resources and Action Centre yang melukiskan cara-cara organisasi tersebut sebagai ³respon tak sengaja yang brilyan terhadap globalisasi´. Menjelang tengah hari pada tanggal 16 April. Dan itu memang terjadi.´ Gerakan tak tersentralisasi itu juga dikira menyerupai sekawanan lebah (swarm) yang mampu bergabung secara mendadak guna menggangu lembaga-lembaga globalisasi: Ketika para pengritik mengatakan. ekologisme ekstrim atau anarkisme sosial ² yang disetujui oleh semua peserta. tidak semua sepakat. pada jam 5. Mau blokir terus. saat aksi terbesar dijadwalkan. dan patut disyukuri. dan Maude Barlow dari dewan Council of Canadians yang mengatakan: ³Kita sedang menghadapi sebuah batu raksasa. sedangkan yang lain tetap duduk di jalanan secara menantang « tapi tanpa memblokir apa-apa « melihat itu saya merasa cerita ini bisa menjadi kiasan bagi semua kelebihan dan kelemahan jaringan aktivis baru kita. kita tidak memiliki sebuah ideologi lengkap secara menyeluruh ² seperti Marxisme. itu berarti para peserta konferensi hanya perlu belok kiri bukan kanan dan sudah luput. Terserah. para pengunjuk rasa kekurangan visi. lebih baik meninggalkan perempatan-perempatan itu dan ikut pawai [di tempat lain] « Soalnya. sedangkan perempatan lain tetap diblokir oleh unsur-unsur pemberontak. di atas dan disekeliling batu tersebut. boleh. tidak nalar sama sekali! Taktik memblokir tempat-tempat masuk merupakan sebuah aksi terkoordinasi. ³Dengerin!´ teriak Kevin Danaher via megafon. jadi kita berusaha melampauinya dengan mengeriap di bawah. Hal itu sangat benar. dewan jurubicara (spokescouncil) yang mewaliki semua grup aktivis (affinity groups) bertemu. Melihat sejumlah kelompok aktivis bangkit dan pergi. Segelintar jurubicara dari grup tertentu mau tetap di situ dan berusaha memblokir para peserta saat mereka mau keluar gedung. Dewan jurubicara mencari sebuah kompromi. sistem berkepala lipat ini ada kelemahannya pula. Sehingga para jurubicara kebanyakan berkesimpulan. Namun dalam artikel yang sama Naomi Klein mengakui bahwa cara organisasi yang ³mengeriap´ itu menonjolkan berbagai kelemahan: Betul. Kalau sekarang beberapa perempatan ditinggalkan. Perempatan-perempatan sudah diblokir sejak jam 6 pagi. Gerakan muda ini patut dihargai karena sampai sekarang masih menangkis semua agenda itu dan menolak segala manifesto yang mau dianugerahi oleh berbagai pihak. Mungkin yang menjadi tugas utama bukanlah mencari visi melainkan melawan keinginan untuk merumuskan visi itu dengan terlalu cepat. Mau ikut pawai « juga boleh. tetapi para pendemo dikabari bahwa para peserta konferensi IMF berhasil masuk sebelumnya.´ Sebuah keputusan yang luar biasa fair dan demokratik ² cuma soalnya. ³Setiap perempatan punya otonomi sendiri. sosialisme demokratik. maksud mereka adalah. . yang implikasinya agak ironis. Pertemuan itu diselenggarakan sewaktu grup aktivis tersebut sedang memblokir jalan-jalan disekitar markas Bank Dunia dan IMF. dan kelemahan itu dapat disaksikan di jalan-jalan Washington selama aksi anti IMF/Bank Dunia.

dan kita semua harus ikut berdebat.Gerakan kita memiliki baik kelebihannya maupun kelemahannya. Tidak memadai pula kalau kita mensyukuri perselisihan itu saja. malah membiarkan unsur-unsur minoritas merusak aksi itu dengan bergerak terlalu cepat ataupun dengan menjauhkan diri ketika semua kawan lain mau bertindak. Ratusan ribu. dan itu akan memungkinkan musuh untuk menghancurkan gerakan tersebut. yang kemudian diselenggarakan oleh semua orang yang terlibat. atau Konspirasi Kaum Sederajat yang dipimpin oleh Babeuf. Juda tidak cukup mengatakan. dengan memakai surat karena belum ada e-mail. Dan mereka memang menghancurkan ribuan orang setiap hari dengan Letter of Intent. Di hadapan hal-hal yang mengerikan ini. pengrusakan lingkungan alam. Kalau tidak diselesaikan. penggusuran dan lain sebagainya. sehingga pikiran-pikiran mereka bermacam-macam pula. Kalau tidak. contohnya gerakan Jacobin antara 1792 dan 1794. Pelajaran dari aksi di Washington dan juga dari aksi di London adalah. Namun itu justeru berarti timbulnya perdebatan yang berbobot. kita sedang berdebat dan pendapatnya beraneka-ragam. mereka akan berkembang menjadi halangan besar. hal itu harus kita utarakan. tidaklah cukup kita bertindak bak ³sekawanan lebah´. Jaringan-jaringan longgar yang digemari para LSM bukanlah hal yang baru. Kita harus menggunakan cara-cara demokrasi untuk mengambil keputusan. Jika kita beranggapan. Lembaga-lembaga kapitalisme global bisa saja dilukiskan sebagai ³batu besar´ yang sulit dihancurkan. gerakan kita memiliki banyak ide yang bagus. mereka harus menggunakan bentuk-bentuk organisasi yang lebih tersentralisasi. Soal ini lebih penting lagi jika angkatan aktivis baru ingin bergabung dengan jutaan pekerja dan rakyat tertindas lainnya yang setiap hari terlibat dalam perlawanan terhadap . batu tersebut akan tetap ada dan bisa digunakan oleh kaum penguasa untuk menghantam kita. Namun kalau kita hanya mau melampaui batu itu secara ³mengeriap´. Latarbelakang dan pengalaman mereka bermacam-macam. Namun saat mereka ingin beralih dari propaganda dan agitasi yang tercabik-cabik ke perjuangan serius untuk menantang kaum penguasa. gerakan kita tidak bisa berkembang secara sehat sebelum perdebatan-perdebatan ini diselesaikan.´ Sebaliknya. Ini harus dilakukan karena jaringan longgar tidak memungkinkan pengambilan keputusan secara bersatu di saat mereka mau mengerahkan para pendukung untuk aksi revolusioner. bahwa ³sosialisme demokratik´ atau ³anarkisme sosial´ terbukti salah di masa lampau. mungkin jutaan orang sudah mulai menantang sistem kapitalisme global. Siapa pun tidak boleh mendikte mereka. tidak memadai setiap grup bertindak semaunya. sembarang kelompok minoritas bisa saja melakukan tindakan yang akibatnya parah untuk mayoritas. Cara-cara yang sama digunakan oleh para aktivis radikal pada akhir abad XVIII. Memang banyak sekali ide yang lahir dalam gerakan tersebut. maka kita harus membicarakan bagaimana kelemahan itu dapat diselesaikan. melalui jaringan suratmenyurat di Inggeris atau club-club Jacobin di tahap-tahap awal Revolusi Perancis. kaum Irlandia Bersatu. dengan mengatakan: ³Alangkah bagusnya.

taktik untuk menangkis serangan musuh. Di dalam gerakan itu. Sehingga klarifikasi politik amat penting pula.neoliberalisme dan kapitalisme global. standar hidup bahkan jiwa mereka. Namun dalam membangun sebuah gerakan baru dewasa ini. mereka memasuki jalan yang ditempuh oleh Marx dan Engels hampir 160 tahun yang lalu. Para pimpinan perusahaan raksasa multinasional dan negara-negara imperialis agak khawatir menyaksikan peristiwa di Seattle dan aksi-aksi yang menyusul. Gerakan kita sudah menjadi inspirasi dan fokus politik bagi jutaan manusia yang ingin melawan eksploitasi dan penindasan. strategi untuk mendapatkan dukungan dari rakyat tertindas lainnya. bahkan menjadi sebuah keharusan untuk menghindari kekalahan yang parah. Dalam perjuangan ini. hanya sebuah minoritas yang mengaku sebagai Marxis ataupun sosialis. rakyat sering menaruh pekerjaan. Sangat penting kita membantu mereka dalam mencari garis perjuangan yang tepat. Bukankah semboyan tempur Marxis ³Kaum proletar sedunia bersatulah!´ mengucapkan inti dari perjuangan melawan kapitalisme global modern? .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful