RPP KDM

SMK BAKTI INDONESIA MEDIKA PONOROGO

Jl. Subokastowo (jula-juli gg 1), Tambakbayan, Ponorogo Telp/fax : (0352) 486186, Email : SMK BIMPO@yahoo.com Blog : www.smkkesbimbo.blogspot.com RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran Kelas/Semester

: :

Kebutuhan dasar manusia Sepuluh/satu

Standar Kompetensi Kompetensi dasar Indikator

: Memahami kebutuhan dasar manusia : Menjelaskan kebutuhan fisiologis manusia : Menjelaskan kebutuhan dasar manusia

I. II. III. IV. V.

Tujuan pembelajaran Materi ajar Metode pembelajaran Alokasi waktu Kegiatan pembelajaran Pertemuan ke Langkah-langkah A. Pendahuluan B. Kegiatan inti

: Siswa mampu menjelaskan kebutuhan dasar manusia (Ingin tahu) : Kebutuhan dasar manusia : Ceramah : 135 menit (3 x 45 menit) : : Satu (3 x 45 menit) : : Salam, kontrak waktu tentang pembahasan materi (10 menit) : 105 menit

1. Menanyakan pengertian kebutuhan dasar manusia kepada siswa 2. Menjelaskan pengertian kebutuhan dasar manusia 3. Menanyakan kepada siswa macam kebutuhan dasar pada manusia 4. Menjelaskan definisi kebutuhan dasar manusia menurut teori Abraham Maslow dalam teori Hierarki 5. Menjelaskan macam kebutuhan manusia 6. Menjelaskan macam kebutuhan dasar manusia secara fisiologis 7. Menjelaskan macam kebutuhan dasar manusia secara psikologis 8. Menjelaskan tingkat kebutuhan dasar manusia 9. Menanyakan kembali kepada siswa macam kebutuhan dasar manusia

10. Menanyakan kembali kepada siswa macam kebutuhan dasar manusia secara fisiologis dan psikologis C. Penutup menit) VI. Penilaian Soal ulangan harian 1. Jelaskan pengertian kebutuhan dasar manusia ? 2. Sebutkan kebutuhan dasar manusia secara fisiologis ? 3. Sebutkan kebutuhan dasar manusia secara psikologis ? 4. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan dasar manusia ? 5. Jelaskan tingkatan kebutuhan dasar manusia ? Jawaban ulangan harian 1. Merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan kebutuhan fisiologis maupun psikologis, yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan 2. Pertukaran oksigen, Pertukaran gas, Cairan, Nutrisi, Eliminasi, Istirahat dan tidur, Aktivitas, Keseimbangan suhu tubuh, Seksual 3. Rasa aman dan perlindungan, rasa cinta, harga diri, aktualisasi diri 4. Penyakit, hubungan keluarga, konsep diri, tahab perkembangan 5. Kebutuhan dasar manusia yang paling bawah adalah kebutuhan fisiologis Diatasnya ada kebutuhan dasar manusia rasa aman dan perlindungan Diatasnya ada kebutuhan dasar manusia rasa cinta Diatasnya ada kebutuhan dasar manusia harga diri Dan yang paling atas adalah kebutuhan dasar manusia aktualisasi diri Nilai = 20 + 20 + 20 + 20 + 20 = 100 VII. VIII. Alat/sumber/bahan belajar Uraian materi : LCD/keterampilan dasar praktek klinik keperawatan/: KEBUTUHAN DASAR MANUSIA : Ulangan harian : menyimpulkan semua materi yang telah di sampaikan, salam (20

Kebutuhan dasar manusia adalah merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan kebutuhan fisiologis maupun psikologis, yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan.

Kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow dalam teori Hierarki yaitu: Manusia memiliki lima kebutuhan dasar, yaitu kebutuhan fisiologis, keamanan, cinta, harga diri dan aktualisasi diri (Potter dan Patricia, 1997)

Faktor yang mempengaruhikebutuhan dasar manusia antara lain : 1. 2. 3. 4. Penyakit Hubungan keluarga Konsep diri tahap perkembangan

KDM fisiologis : 1. Pemenuhan oksigen 2. Pertukaran gas 3. Cairan 4. Nutrisi 5. Eliminasi 6. Istirahat dan tidur 7. Aktivitas 8. Keseimbangan suhu tubuh 9. sexsual

KDM rasa aman dan perlindungan adalah 1. Perlindungan fisik meliputi perlindungan atas ancaman terhadap tubuh seperti penyakit, kecelakaan, bahaya dari lingkungan dsb 2. Perlindungan psikologis yaitu perlindungan atas ancaman dari prngalaman yang baru dan asing, misalnya kekhawatiran yang dialami seseorang ketika masuk sekolah pertama kali karena keharusan untuk berinteraksi dengan orang lain.

KDM rasa cinta adalah kebutuhan untuk memiliki dan di miliki antara lain memberi dan menerima kasih sayang, kehangatan, persahabatan, mendapat tempat dalam keluarga kelompok sosial dsb

KDM akan harga diri adalah kebutuhan ini meliputi akan kekuatan akan mendapatkan kekuatan, meraih prestasi, rasa percaya diri dan kemerdekaan diri

KDM aktualisasi diri adalah merupakan kebutuhan tertinggi dalam Hierarki Maslow, berupa kebutuhan untuk berkontribusi terhadap orang lain

Kepala sekolah Ponorogo. KEBUTUHAN FISIOLOGIS Mengetahui. SST .1. AKTUALISASI DIRI 2. RASA CINTA MEMILIKI DAN DI MILIKI 4. MM Doni agung wicaksono. juni 2011 Guru mata pelajaran Dra. RASA AMAN DAN PERLINDUNGAN 5. Hartini. HARGA DIRI 3. Hj.

6. Menjelaskan gangguan atau masalah kebutuhan oksigenasi 6.com Blog : www. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigenasi 5. Tambakbayan. III. 5.com RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas/Semester : Kebutuhan dasar manusia : Sepuluh/Satu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : Memahami kebutuhan dasar manusia : Menjelaskan kebutuhan fisiologis manusia : 1. Menjelaskan prinsip pemenuhan oksigenasi 2. Menjelaskan proses oksigenasi 4. Tujuan pembelajaran 1. Ponorogo Telp/fax : (0352) 486186. : Siswa mampu menjelaskan prinsip pemenuhan oksigenasi (ingin tahu) Siswa mampu menjelaskan sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan oksigenasi (mandiri) Siswa mampu menjelaskan proses oksigenasi (kerja keras) Siswa mampu menjelaskan faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigenasi (percaya diri) Siswa mampu menjelaskan gangguan atau masalah kebutuhan oksigenasi (disiplin) Siswa mampu menjelaskan dan melakukan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan oksigenasi (sadar akan hak kewajiban diri sendiri dan orang lain) II. IV. Materi ajar Metode pembelajaran Alokasi waktu Kegiatan pembelajaran Pertemuan ke : prinsip kebutuhan dasar manusia oksigenasi : Ceramah dan praktek laboratorium sekolah : 270 menit (6 x 45 menit) : : Satu (3 x 45 menit) . Subokastowo (jula-juli gg 1). 4.blogspot. 3. Melakukan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan oksigenasi I. Email : SMK BIMPO@yahoo.SMK BAKTI INDONESIA MEDIKA PONOROGO Jl. Menjelaskan sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan oksigenasi 3. 2.smkkesbimbo. V.

membahas tentang materi yang telah di sampaikan sebelumnya . Menjelaskan hidung dan fungsinya 7. Menjelaskan masalah kebutuhan oksigenasi 18. Menjelaskan bagian-bagian paru dan fungsinya 14. Menjelaskan trakea dan fungsinya 12. Menjelaskan pembagian sistem tubuh manusia yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia oksigenasi 5. Salam (20 menit) Pertemuan ke Langkah-langkah A. mengulang materi yang telah di ajarkan pada minggu : (95 menit) 1. Menjelaskan bronkus dan fungsinya 13. Pendahuluan (20 menit) : dua (3 x 45 menit) : : Salam. transportasi 16. Menjelaskan pengertian kebutuhan dasar manusia oksigenasi 3. Menanyakan kembali kepada siswa masalah kebutuhan oksigenasi C. Menanyakan kembali kepada siswa organ apa saja yang berpern dalam pemenuhan kebutuhan oksigenasi 19. Menjelaskan sistem tubuh yang berperan dalam oksigenasi bagian atas 6. Menanyakan kepada siswa pengertian kebutuhan dasar manusia oksigenasi 2. Kegiatan inti : : Salam. Menjelaskan laring dan fungsinya 9. Menjelaskan epiglotis dan fungsinya 10. Menjelaskan faring dan fungsinya 8.Langkah-langkah A. Penutup : menyimpulkan materi yang telah di sampaikan. Menjelaskan proses oksigenasi meliputi dari ventiasi. Pendahuluan sebelumnya (20 menit) B. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigenasi 17. difusi. Menjelaskan sistem tubuh yang berperan dalam oksigenasi bagian bawah 11. Menanyakan kepada siswa bagaimana proses bernafas 15. Menjelaskan sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan dasar manusia oksigenasi 4.

Saraf otonomik. Sebutkan faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigenasi ? Jawaban ulangan harian 1. Penutup : menyimpulkan materi praktek laboratorium sekolah yang telah di sampaikan. 6. faktor lingkungan. : (95 menit) Menjelaskan prosedur upaya mengatasi masalah kebutuhan oksigenasi dengan pemasangan oksigen 2. obstruksi jalan nafas. Siswa diperkenankan untuk mendemostrasikan ulang tata cara pemasangan oksigen C. Ventilasi yaitu proses masuknya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli dan dari alveoli keluar ke atmosfer Difusi yaitu pertukaran gas O2 dengan CO2 Transportasi yaitu proses pendistribusian antara O2 kapiler ke seluruh tubuh dan CO2 jaringan tubuh ke kapiler 3. Menjelaskan dosis atau ukuran pemberian oksigen kepada pasien 10. faktor perkembangan. alergi. paru 2. bronkus. salam (20 menit) VI. 8. Kegiatan inti 1.B. Hidung. laring. epiglotis. trakea. Hipoksia. 7. transportasi ? 3. pertukaran gas 4. faktor perilaku Nilai = 25 + 25 + 25 + 25 = 100 : Ulangan harian dan Ujian Laboratorium pemasangan oksigen . perubahan pola nafas. 4. Penilaian Soal ulangan harian 1. faring. hormonal dan obat. 3. 5. Menyiapkan alat-alat yang digunakan untuk pemasangan oksigen Menyebutkan dan menjelaskan alat yang digunakan dalam pemasangan oksigen Menjelaskan tabung oksigen Menjelaskan regulator oksigen Menjelaskan nasal kanule Menjelaskan masker oksigen Mendemostrasikan prosedur pemasangan oksigen kepada pasien dengan menggunakan nasal kanule dan masker oksigen 9. Sebutkan masalah kebutuhan oksigenasi ? 4. Sebutkan sistem tubuh yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan oksigenasi ? 2. difusi. Jelaskan yang di maksud proses ventilasi.

Ujian laboratorium pemasangan oksigen Uraian a. Pasang kepada pasien 10. Perawat cuci tangan 2. Persiapan pasien 1. Persiapan alat 1. Perawat cuci tangan 12. Rasakan oksigen yang di keluarkan dengan cara menempelkan pada bagian kulit punggung tangan atau pipi kita 9. oksigen yang dikeluarkan 2 liter. Catat dalam dokumen keperawatan pasien 60 20 Bobot Nilai TTD . Pasien diberi penjelasan tentang tujuan dan cara 20 melakukan pemasangan oksigen c. Mengisi aquabides pada tampungan air regulator oksigen 5. Menggabungkan regulator oksigen dengan tabung oksigen 4. Regulator oksigen 3. oksigen yang digunakan 10 liter) 8. Lihat respon pasien 11. Aquabides 5. Membuka pengunci tabung oksigen 7. Sarung tangan b. Sedangkan untuk masker oksigen. Mengatur pengeluaran oksigen sesuai dengan alat yang digunakan (untuk nasal kanule. Nasal kanule/masker oksigen 4. Menjelaskan kepada pasien tentang prosedur pemasangan oksigen 3. Pelaksanaan 1. Tabung oksigen 2. Memasang nasal kanule atau masker oksigen ke regulator oksigen 6.

Menghangatkan 3. Hidung Terdiri atas nares anterior (saluran dlm lubang hidung) yg memuat kelenjar sebaseius yg ditutupi bulu kasar yg brmuara d lubang hidung. aquabides VIII. Paru • Saluran pernafasan bagian atas : 1. Alat/sumber/bahan belajar : LCD/keterampilan dalam praktek klinik keperawatan/tabung O2. masker O2. untuk mempertahankan hidupnya dan untuk aktivitas berbagai organ atau sel • Sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan oksigenasi terdiri atas : 1. Saluran pernafasan bagian bawah 3. Uraian materi : PRINSIP PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA OKSIGENASI • Kebutuhan oksigenasi adalah Merupakan kebutuhan dasar manusia yang digunakan untuk kelangsungan metabolisme sel tubuh.VII. nasal kanule. Faring Merupakan pipa yang memiliki otot memanjang dari dasar tengkorak. Hidung berfungsi sebagai penyaring udara yang masuk oleh bulu yang ada dalam vestibulum (bagian rongga hidung kemudian dihangatkan atau di lembabkan 2. regulator O2. Saluran pernafasan bagian atas 2. Melembabkan udara yang dihirup • Saluran pernafasan bagian bawah : . dibelakang mulut (orofaring) dan di belakang laring (laringo faring) 3. Laring (tenggorokan) Merupakan saluran pernafasan setelah laring yang terdiri atas bagian dari tulang rawan yang diikat bersama ligamen dan membran yang terdiri atas dua lamina yang bersambung di garis tengah 4. Menyaring 2. sampai dengan esofagus yang terletak dibelakang hidung (nasofaring). Epiglotis Merupakan katub tulang rawan yang bertugas membantu menutup laring saat proses menelan • Saluran pernafasan bagaian atas berfungsi : 1.

dan sebaliknya 2. Mengalirkan udara 2. maka tekanan smakin rendah.smakin tinggitempat. proses ventilasi di pengaruhi antara lain : 1. trakea tersebut tersusun atas 16-20 lingkaran tak lengkap yang berupa cincin. Paru terdiri dari beberapa lobus yang diselaputi oleh pleura yaitu pleura parietalis dan pleura viseralis. Reflek batuk dan muntah • Difusi adalah merupakan proses pertukaran antara oksigen di alveoli dengan kapiler paru dan CO2 di kapiler dengan alveoli dan dipengaruhi : 1. Memproduksi surfaktan • Paru adalah merupakan organ utama dalam sistem pernafasan. Ventilasi 2. 4. Kemampuan toraks dan paru pada alveoli dlam melaksanakan ekspansi (kembang kempis) 3. Perbedaan tekanan antara atmosfer dengan paru. Difusi 3. trakea dilapisi oleh selaput lendir yang terdiri atas epitelium bersilias yang dapat mengeluarkan debu atau benda asing 2. Luas permukaan paru . Transportasi • Ventilasi adalah prose masuk dan keluarnya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer. pada bagian kanan lebih pendek dan lebar dari pada bagian kiri yang memiliki tiga lobus .dan bagian kiri lebih panjang dari sebelah kanan dan memiliki 2 percabangan yaitu lobus bagian atas dan bawah • Saluran pernafasan bagaian bawah berfungsi 1. Bronkus Merupakan bentuk percabangan yakni kanan dan kiri.1. Trakea Disebut juga batang tenggorok . serta dilindungi oleh cairan pleura yang berisi cairan surfaktan Paru memiliki fungsi sebagai tempat pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida • Proses pemenuhan kebutuhan oksigenasi terdiri dari : 1. Adanya jalan nafas dari hidung sampai ke alveoli semuanya terdiri dari otot polos yang kerjanya di di pengaruhi oleh saraf otonom.

obat bronkodilator dan bronkontriktor 6. sampai sesak nafas 8. Faktor lingkungan 11. Bersin . Hormonal dan obat 4. Perubahan pola pernafasan 3. Alergi. ketinggian. Hipoksia (tidak terpenuhinya pemenuhan kebutuhan O2dalam tubuh) 2. Bradhypnea (frekuensi kurang dr 10 kali per menit) 3. maupun suhu 12. Aktifitas gas yaitu kemampuan untuk menembus dan saling mengikat dengan Hb • Transportasi adalah merupakan proses pendistribusian antara O2 kapiler ke jaringan tubuh dan CO2 jaringan tubuh ke kapiler dan di pengaruhi oleh: 1. Kardiak output yg dinilai melalui isi sekuncup dan frekuensi denyut jantung 2. Obat yang berfungsi memperlebar saluran pernafasan antara lain SA. Hiperventilasi (kelebihan pertukaran gas) dengan pernafasan kusmaul (dangkal dan cepat) 4. Memberikan ragsang pada simpatis dan para simpatis pada otot polos saluran pernafasan 3.2. Tachypnea (frekuensi lebih dr 24kali per menit) 2. Orthopnea (kesulitan bernafas kecuali pada posisi duduk) . Obesitas enurunkan ekspansi paru • Masalah kebutuhan oksigenasi antara lain : 1. Kondisi pembuluh darah • Faktor yang mempengaruhi KDM oksigenasi : 1. Hormon derivat kartekolamin memperlebar saluran pernafasan 5. Alergi saluran nafas 7. Tebalnya membran respirasi dan terjadi masalah bila terjadi penebalan 3. Perbedaan tekanan dan konsentrasi O2 4. Faktor perilaku 13. Faktor perkembangan 9. Obstruksi jalan nafas (tersumbatnya jalan nafas) • Perubahan pola nafas : 1. Usia mempengaruhi jumlah oksigenasi(proses pembentukan surfaktan) 10. Hipoventilasi (kekurangan pertukaran gas) dengan pernafasan dispnea (sesak dan berat) 5. Saraf otonomik 2.

Pemberian O2 4. Memberikan O2 . Fisioterapi dada 5. Pernafasan paradoksial(pernafasan dimana dinding dada bergerak berlawanan dari keadaan normal) • Tindakan untuk mengatasi masalah kebutuhan oksigenasi 1. Latihan batuk efektif 3. Membuka jalan nafas 2. Latihan nafas 2. Memastikan tidak ada sumbatan (obstruksi) 3. Penghisapan lendir • Prinsip pemberian O2 adalah 1.6.

.

.

Mengetahui. MM Doni agung wicaksono. Hartini. juni 2011 Guru mata pelajaran Dra. Hj. Kepala sekolah Ponorogo. SST .

Materi ajar Metode pembelajaran Alokasi waktu Kegiatan pembelajaran Pertemuan ke Langkah-langkah : prinsip kebutuhan dasar manusia nutrisi : ceramah dan praktek laboratorium sekolah : 270 menit (6 x 45 menit) : : satu (3 x 45 menit) : . IV.com RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas/semester : Kebutuhan dasar manusia : Sepuluh/satu Standar kompetensi Kompetensi dasar Indikator : memahami kebutuhan dasar manusia : menjelaskan kebutuhan fisiologis manusia : 1. Tambakbayan. Menjelaskan keseimbangan energi dan metabolisme basal 5. Menjelaskan sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan nutrisi 3. Menjelaskan zat gizi 4. III.smkkesbimbo. Menjelaskan prinsip pemenuhan kebutuhan nutrisi 2. Tujuan pembelajaran : 1. Email : SMK BIMPO@yahoo. Siswa mampu menjelaskan sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan nutrisi (kerja keras) 3. Subokastowo (jula-juli gg 1). Melakukan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan nutrisi I. V. Siswa mampu menjelaskan keseimbangan energi dan metabolisme basal (percaya diri) 5.SMK BAKTI INDONESIA MEDIKA PONOROGO Jl. Siswa mampu menjelaskan prinsip pemenuhan kebutuhan nutrisi (mandiri) 2. Siswa mampu menjelaskan macam-macam diet (ingin tahu) 6.blogspot. Siswa mampu menjelaskan dan melakukan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan nutrisi (peduli sosial dan lingkungan) II. Siswa mampu menjelaskan zat gizi (disiplin) 4. Ponorogo Telp/fax : (0352) 486186.com Blog : www. Menjelaskan macam-macam diet 6.

Menjelaskan fungsi organ mulut 4. Menjelaskan nama saluran pencernaan 3. Penutup : membuat kesimpulan bersama sama tentang materi yang baru saja di sampaikan. Menjelaskan fungsi organ usus besar 8. Pendahuluan (20 menit) : dua (3 x 45 menit) : : salam. membahas tentang materi yang sudah diberikan sebelumnya . kontrak waktu untuk pembahasan materi dan praktek laboratorium sekolah (20 menit) B. Menjelaskan air 15. Menjelaskan fungsi organ usus halus 7. Menjelaskan mineral 13. Menjelaskan vitamin 14. Menjelaskan tindakan untuk mengatasi masalah nutrisi 20. Menjelaskan macam-macam zat gizi 9. Menanyakan kepada siswa tentang sejauh mana pengetahuan tentang kebutuhan dasar manusia nutrisi 2. Menjelaskan fungsi organ faring dan esofagus 5. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi nutrisi 19. Menjelaskan karbohidrat 10. membahas tentang materi yang sudah diberikan sebelumnya. Menjelaskan masalah nutrisi 16. Kegiatan inti : (95 menit) 1. Menanyakan kembali kepada siswa organ yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi 21.A. Pendahuluan : salam. salam (20 menit) Pertemuan ke Langkah-langkah A. Menanyakan kembali kepada siswa macam-macam zat gizi C. Menjelaskan protein 12. Menjelaskan obesitas dan penyebabnya 17. Menjelaskan malnutrisi dan penyebabnya 18. Menjelaskan lemak 11. Menjelaskan fungsi organ lambung 6.

Mulut. Menjelaskan fungsi stetoskop 7. Menjelaskan fungsi spuit 10 cc 8. laboratorium 5. Menjelaskan prosedur pemasangan selang NGT 11. Menjelaskan fungsi dari jelly 6. Menyiapkan alat-alat 3. Sebutkan kebutuhan dasar manusia secara fisiologis ? Jawaban ulangan harian 1. Penilaian Soal ulangan harian 1. lambung. esofagus. usus halus. salam (20 menit) VI.B. Pertukaran oksigen. Eliminasi. Istirahat dan tidur. pemberian nutrisi melalui NGT. Menjelaskan fungsi com berisi air 9. Kelenjar apa yang ada pada mulut ? 3. Pertukaran gas. vit ADEK 4. Cairan. Aktivitas. Tindakan medis apa untuk mengatasi masalah nutrisi ? 5. Nutrisi. Pemberian nutrisi secara oral. Menjelaskan cara pengukuran selang NGT 10. Asorbsi besi. Kelenjar saliva 3. faring. Seksual Nilai = 25 + 25 + 25 + 25 + 25 = 100 : . Penutup : membuat kesimpulan bersama sama tentang materi yang baru saja di sampaikan. Menjelaskan nama-nama alat yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar manusia nutrisi 4. Keseimbangan suhu tubuh. Sebutkan organ apa saja yang berfungsi sebagai organ pencernaan? 2. Menjelaskan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan dasar manusia nutrisi 2. Menjelaskan macam-macam selang NGT 5. Siswa diperkenankan untuk mendemostrasikan ulang tata cara pemasangan selang NGT D. Kegiatan inti : (95 menit) 1. Sebutkan fungsi dari usus halus ? 4. usus besar 2. kalsium (vit D).

Penjepit slang NGT 12. Pinset anatomis 11. Mengukur panjang NGT dari pangkal hidung ke telinga bawah sampai prosesus xypoideus dan 20 Bobot Nilai TTD 60 . Gunting 15. Pelaksanaan 1. Persiapan Alat Baki berisi : 1. Tissue 14. Plester 4. Spuit 10cc tanpa jarum 7. Mengatur posisi tidur dengan kepala di ekstensikan 5. Menutup lingkungan dengan gorden / sketsel c. Bengkok 10. Persiapan pasien & lingkungan 1. Jely / pelumas 3. Waskom berisi air masak b.Ujian laboratorium pemasangan NGT Uraian a. Stetoskope 20 8. Meletakkan perlak dialasi handuk dibawah kepala pasien sampai bahu 4. Menjelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan kepada pasien 3. Slang NGT 2. Menjelaskan kepada keluarga pasien tentang tindakan yang akan dilakukan 2. Petugas cuci tangan 6. Kantong penampung 5. Handuk 13. Pasang handschoen 7. Pipa penyambung (untuk menyambung NGT ke kantong penampung) 6. Handschoen 9. Alat – alat didekatkan ke pasien 2.

Fiksasi slang NGT / NSV di daerah hidung dengan plester 12. Menghisap cairan lambung dengan spuit 10cc bila keluar sisa makanan berarti pemasangan sudah betul b. Sambung slang NGT dengan pipa penampung dan hubungkan dengan kantong penampung. Petugas cuci tangan 17. Alat – alat dibereskan 16. Mengolesi jely / pelumas pada lambung atau NGT sepanjang 7 – 10 cm 9. Jelaskan tentang hasil pemasangan slang NGT / NSV dan apa yang boleh dilakukan oleh pasien 14. Ujung slang NGT / NSV dimasukkan kedalam waskom yang berisi air matang 11. Catat di lembar observasi . sampai batas yang telah ditentukan sambil memperhatikan reaksi dari pasien dan menganjurkan pasien untuk menelan ludah 10. Memasukkan pipa lambung ke salah satu lubang hidung secara perlahan – lahan. Rapikan pasien 15.. bila untuk NSV jepit slang NSV supaya tidak ada udara yang masuk 13. bila terdengar bunyi semburan (brus) berarti pemasangan betul c.memberi batas 8. Memasukkan udara 5 – 10cc kedalam NGT / NSV kemudian didengarkan di dengan stetoskope . Mengetes slang NGT masuk lubang / tidak dengan cara : a.

Handuk . Handschoen. Penjepit slang NGT. Juga terdapat kelenjar saliva • Faring Faring terletak di bagian belakang mulut. Dengan penghantaran secara paristaltik • Lambung Bagian atas (fundus). Spuit 10cc tanpa jarum. Alat/sumber/bahan belajar : LCD/keterampilan dasar praktek klinik keperawatan/Slang NGT. bagian horisontal (atrum pilorik). Kantong penampung. Pipa penyambung (untuk menyambung NGT ke kantong penampung). Di bantu oleh enzim amilase yang memecah amilum menjadi maltosa 6. VIII. Mulut 2. kom berisi air masak. Uraian materi : KEBUTUHAN DASAR MANUSIA NUTRISI • Saluran pencernaan 1. Jely / pelumas. Terdapat spingter orifisium pilorik. Pinset anatomis. Bengkok. Tissue.VII. Plester. Stetoskope. Esofagus 4. Faring 3. Lambung mempunyai fungsi . Usus besar • Mulut 1. Usus halus 6. Lambung 5. Gunting. Bibir 4. hidung dan laring. Ruang antar gusi 2. Gigi 3. Pipi 5. Sepanjang hingga vertebra servikal ke 6 dan berhubungan langsung dgn esofagus terdapat 1 buah spingter orifisium • Esofagus Esofagus merupakan penghantar makanan dari faring hingga lambung.

5 m. vit. Kesukaan 5. Karbohidrat 2. ileum 1 m • Usus besar Dengan panjang 1. selain itu terdapat flora yang bertugas untuk mensintesis vit K dan B • Zat Gizi 1. Lemak 3. transfersum. (asenden. Mineral 5. desenden dan sigmoid) Dengan fungsi mengarbsopsi air. Prasangka 3. jejunum panjang 2 cm. Ekonomi Mengetahui. memecah makanan menjadi partikel kecil dan mencampur dengan asam lambung Fungsi sekresi dan percernaan adalah untuk mensekresi pepsin dan HCL. glukosa.Motorik adalah menampung makanan. kalsium (vit D). protein dan pepton • Usus halus Dengan panjang duodenum 25 cm dengan fungsi absorpsi besi. Pengetahuan 2. Obesitas 2. juni 2011 . elektrolit. Malnutrisi • Faktor yang mempengaruhi nutrisi 1. vit ADEK (dgn bantuan empedu dan asam folat). Protein 4. Ponorogo. Kebiasaan 4. Vitamin 6. Air • Masalah Nutrisi 1.

Kepala sekolah

Guru mata pelajaran

Dra, Hj. Hartini, MM

Doni agung wicaksono, SST

SMK BAKTI INDONESIA MEDIKA PONOROGO
Jl. Subokastowo (jula-juli gg 1), Tambakbayan, Ponorogo Telp/fax : (0352) 486186, Email : SMK BIMPO@yahoo.com Blog : www.smkkesbimbo.blogspot.com RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran Kelas/semester

: Kebutuhan dasar manusia : Sepuluh/satu

Standar kompetensi Kompetensi dasar Indikator 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

: memahami kebutuhan dasar manusia : menjelaskan kebutuhan fisiologis manusia :

Menjelaskan prinsip pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit Menjelaskan sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan cairan dan elektrolit Menjelaskan kebutuhan cairan bagi manusia Menjelaskan gangguan /masalah dalam pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit Menjelaskan kebutuhan cairan dan elektrolit Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kebutuhan cairan dan elektrolit Melakukan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan cairan dan elektrolit

I. Tujuan pembelajaran a. b.

:

Siswa mampu menjelaskan prinsip pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit (religius) Siswa mampu menjelaskan sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan cairan dan elektrolit (jujur bertanggung jawab)

c. d.

Siswa mampu menjelaskan kebutuhan cairan bagi manusia (disiplin) Siswa mampu menjelaskan gangguan /masalah dalam pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit (kerja keras)

e. f. g.

Siswa mampu menjelaskan kebutuhan cairan dan elektrolit (mandiri) Siswa mampu menjelaskan faktor yang mempengaruhi kebutuhan cairan dan elektrolit (ingin tahu) Siswa mampu menjelaskan dan melakukan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan cairan dan elektrolit (percaya diri)

II. Materi ajar III. Metode pembelajaran IV. Alokasi waktu V. Kegiatan pembelajaran

: prinsip kebutuhan dasar manusia cairan dan elektrolit : ceramah dan praktek laboratorium sekolah : 270 menit (3 x 45 menit) :

Pertemuan ke Langkah-langkah A. Pendahuluan

: satu (3 x 45 menit) : : salam, mengulang materi yang telah disampaikan sebelumnya, kontrak

waktu untuk penyampaian materi dan praktek laboratorium sekolah (20 menit) Kegiatan inti : (95 menit)

1. Menanyakan kepada siswa tentang kebutuhan cairan dan elektrolit 2. Menjelaskan definisi kebutuhan dasar manusia cairan dan elektrolit 3. Menjelaskan organ yang berperan dalam mengatur masalah cairan dan eektrolit 4. Menjelaskan fungsi organ ginjal 5. Menjelaskan fungsi organ kulit 6. Menjelaskan fungsi organ paru 7. Menjelaskan sistem endokrin 8. Menjelaskan kebutuhan cairan dalam tubuh manusia sesuai dengan tumbuh kembang 9. Menjelaskan kebutuhan elektrolit 10. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi gangguan cairan 11. Menjelaskan gangguan masalah cairan 12. Menjelaskan gangguan masalah elektrolit 13. Tindakan untuk mengatasi masalah cairan dan elektrolit C. Penutup : membuat kesimpulan bersama siswa tentang materi yang telah di

sampaikan, salam (20 menit)

Pertemuan ke Langkah-langkah Pendahuluan Kegiatan inti

: dua (3 x 45 menit) :

: salam, mengulang kembali materi yang telah disampaikan (20 menit) : (95 menit)

1. Menjelaskan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan dasar manusia 2. Menyiapkan alat-alat 3. Menjelaskan nama-nama alat yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar manusia cairan dan elektrolit 4. Menjelaskan macam-macam jarum abocath 5. Menjelaskan fungsi jarum abocath 6. Menjelaskan macam-macam selang tranfusi set

hipermagnesia Faktor yang mempengaruhi : usia. sakit 5. 5. kulit. Bayi Pria Wanita : 55% Lansia :45% Gangguan kebutuhan cairan antara lain hipovolemi dan hipervolemi 4. Siswa diperkenankan mendemostrasikan pemasangan infus C. hipernatremia. Menjelaskan macam-macam cairan infus 9. Abocath.7. Menjelaskan cara penghitungan tetesan infus 15. diet. temperatur. cairan infus . stres. Menjelaskan fungsi cairan infus 10. hipokalsemia. gastrointestinal Ginjal : mengatur air. 3. Menjelaskan cara-cara desinfeksi 12. paru. ekskresi bahan-bahan buangan/kelebihan garam Kulit : sekresi aktif untuk menurunkan suhu dengan memproduksi keringat Paru : menghasilkan insensible water loss :75% : 57% 3. hipomagnesia. salam (20 : ulangan dan ujian laboratorium pemasangan infus Ginjal.pengatur konsentrasi garam dalam darah. Penutup menit) VI. 2. Memperagakan cara pemasangan infus 14. hiperkalemia. Penilaian Soal ulangan harian 1. Hiponatremia. 2. : menyimpulkan materi yang telah disampaikan. Sebutkan organ yang mengatur cairan dan elektrolit ? Sebutkan fungsi masing-masing organ tersebut dalam mengatur cairan dan elektrolit? Sebutkan kebutuhan cairan pada tubuh manusia dan gangguan kebutuhan cairan ? Sebutkan gangguan masalah elektrolit dan faktor apa saja yang mempengaruhinya ? Sebutkan persipan alat yang digunakan untuk pemasangan intra vena line (infus)? Jawaban ulangan harian 1. Menjelaskan fungsi selang tranfusi set 8. Menjelaskan fungsi alat tourniket 13. Menjelaskan tempat pemasangan cairan infus 11. tranfusi set. 4. pengatur asam basa darah.

Cukur area bila ada bulu 4. Bengkok 11. Cuci tangan dengan air mengalir 2. Pilih dan pastikan vena yang akan ditusuk (utamakan vena bagian distal / sesuai kondisi pasien) 70 Bobot Nilai TTD . Pengalas 10. Kapas steril / lidi waten steril 5. Pasang pengalas 8.Nilai = 20 + 20 + 20 + 20 +20 = 100 Ujian laboratorium pemasangan infus Uraian a. Alat pencukur 16. Periksa ulang cairan yang akan diberikan 5. Cairan yang akan diberikan 3. Gunting 8. IV Catheter b. Persiapan pasien & lingkungan Penderita dan keluarga diberi penjelasan 10 tindakan yang akan dilakukan c. Infus set 4. Persiapan Alat : 1. Kasa steril 7. Tomiquet 12. Tusukkan slang infus pada botol cairan 6. Pakai handschoen steril 9. Standart infus 2. Plaster 20 9. Alkohol 70% dalam botol spray steril 6. Korentang dalam tempatnya 14. Handschoen steril 15. Pelaksanaan 1. Siapkan area yang akan dipasang infus 3. Keluarkan udara dari slang infus 7. Povidon iodine dalam botol spray botol steril 13.

V Catheter − Letakkan plester kedua diatas pangkal I. Pasang tomiquet diatas lokasi penusukan 12.V Catheter didorong masuk sampai pangkalnya 14.V Catheter pada vena yang telah ditentukan dengan sudut 10° .V Catheter silangkan diatasnya (plester jangan sampai menutuo luka tusukan I. Pemasangan fiksasi : a. mandirn ditarik pelan – pelan sambil I.V Catheter tanpa sayap − Letakkan plester dibawah pangkal I. Kegiatan desinfeksi tersebut dilakukan dengan gerakan melingkar keluar sampai diameter 6 – 8 cm.30° dengan lubang jarum menghadap ke atas 13.V Catheter masuk vena.V Catheter . kemudian ulangi desinfeksi dengan menggunakan kapas steril yang sudah diberi alkohol.V Catheter dan sayap dengan posisi melintang b. lepas madirnnya kemudian disambungkan ke pangkal I. tomiquet dilepas. Lakukan desinfeksi pada area yang akan ditusuk dengan menggunakan kapas steril yang diberi povidone iodine. Setelah I.10. Sebelum melepas madirn. I. Masukkan I.V Catheter dengan infus set 15. kemudian lipatkan diatas sayap searah dan sejajar ujung I. tekan ujung vena Catheter dengan jari.V Catheter) − Letakkan plester ke 2 dibelakan plester pertama diatas pangkal I.V Catheter bersayap − Letakkan plester dibawah sayap. bila daerah incersi kotor bisa diulangi 2 – 3 kali 11. I.

Hitung jumlah tetesan sesuai dengan kebutuhan 18. Bengkok. pengatur asam basa darah.− Tutup dengan kasa steril dan dekatkan dengan plester sesuai kebutuhan 16. . Plaster. Uraian materi : KEBUTUHAN DASAR MANUSIA CAIRAN DAN ELEKTROLIT • Kebutuhan cairan dan elektrolit di atur pada: 1. Tranfusi set. jenis cairan dan jumlah tetesan 20. dan keringat di peroleh dari aktifitas otot. Alat/sumber/bahan belajar :LCD/keterampilan dasar praktek klinik keperawatan/Standart infus. Kulit 3. melalui kondisi tubuh yang panas. Perhatikan reaksi pasien 19. Gunting. Paru 4. Handschoen steril. Alkohol 70% dalam botol spray steril. Alat – alat dibereskan 22.V Catheter pada plester penutup kasa 17. ekskresi pada bahan buangan atau kelebihan garam • Kulit Dalam hal ini kulit memproduksi keringat sebagai sekresi aktif untuk menurunkan suhu tubuh. Tomiquet. Gastrointestinal • Ginjal Berfungsi untuk mengatur air. suhu lingkungan. Kapas steril / lidi waten steril. Kasa steril. Korentang dalam tempatnya. Alat pencukur VIII. Ginjal 2. Ganti kasa bila tampak kotor VII. Povidon iodine dalam botol spray botol steril. Cairan yang akan diberikan. pengatur konsentrasi garam dalam darah. Pengalas. Catat waktu pemasangan. Pasien dirapikan 21. Tuliskan tanggal pemasangan I.

Wanita dewasa : 55 % dari total berat badan 4. Bayi baru lahir : 75 % dari total berat badan 2. • Endokrin 1. Hipovolemi atau dehidrasi 2. ADH (Hormon yang berperan meningkatkan reabsorpsi air sehingga meningkatkan osmolaritas dan menurunkan cairan ekstrasel). Nutrien 3. Prostaglandin (Hormon yang mengatur sirkulasi ginjal). 2. Hipermagnesia (magnesium lebih) • Faktor yang mempengaruhi gangguan cairan : 1. 5. Glukokortikoid (hormon yang mengatur re absorbsi natrium dan air). Hipomagnesia (magnesium kurang) 6. 4. 3. Aldosteron (Hormon yang berfungsi pada absorbsi natrium pada kelenjar adrenal di tubulus ginjal). Hipokalsemia (kalsium kurang) 5. Pria dewasa : 57 % dari total berat badan 3. Dan sisa metabolisme seperti CO2 • Gangguan masalah kebutuhan elektrolit : 1. Hipervolemi atau overhidrasi • Kebutuhan elektrolit 1. Hipernatremia (natrium tinggi) 3.• Paru Organ paru berperan dalam pengeluaran cairan dengan menghasilkan insensible water loss. Proses pengeluaran cairan terkait dengan respon akibat perubahan terhadap upaya kemampuan bernafas. Hiperkalemia (kalium tinggi) 4. Usia . Hiponatremia (natium kurang) 2. Mekanisne rasa haus (dalam rangka memenuhi kebutuhan cairan). • Kebutuhan cairan tubuh manusia 1. O2 2. Dewasa tua L/P : 45 % dari total berat badan • Gangguan kebutuhan cairan 1.

Kepala sekolah Ponorogo. Pemberian cairan melalui infus 2. SST .2. Hartini. juni 2011 Guru mata pelajaran Dra. MM Doni agung wicaksono. Stres 5. Laboratorium selanjutnya Mengetahui. Hj. Sakit • Tindakan untuk mengatasi masalah cairan : 1. Tranfusi darah 3. Diet 4. Temperatur 3.

smkkesbimbo. Subokastowo (jula-juli gg 1).SMK BAKTI INDONESIA MEDIKA PONOROGO Jl.blogspot. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi eliminasi urine 3. Tambakbayan. Email : SMK BIMPO@yahoo.com Blog : www. Ponorogo Telp/fax : (0352) 486186. Menjelaskan gangguan dalam kebutuhan eliminasi urine .com RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : Kebutuhan Dasar Manusia : sepuluh/satu : Memahami Kebutuhan Dasar Manusia : Menjelaskan Kebutuhan Fisiologis Manusia : 1. Menjelaskan prinsip pemenuhan kebutuhan eliminasi 2.

4. Kegiatan inti : (95 menit) 1. Menjelaskan anatomi dan fungsi organ kandung kemih . Siswa mampu menjelaskan dan melakukan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan eliminasi urine (ingin tahu) 5. Siswa mampu menjelaskan faktor yang mempengaruhi eliminasi urine (disiplin) 3. Siswa mampu menjelaskan gangguan atau masalah kebutuhan eliminasi alvi (peduli sosial dan lingkungan) 7. Pendahuluan : prinsip pemenuhan kebutuhan dasar manusia eliminasi : ceramah dan praktek laboratorium sekolah : 270 menit (6 x 45 menit) : : satu (3 x 45 menit) : : salam. Menjelaskan macam kebutuhan dasar manusia eliminasi 4. Siswa mampu menjelaskan prinsip pemenuhan kebutuhan eliminasi (jujur bertanggung jawab) 2. mengulang kembali materi yang telah di sampaikan. Melakukan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan eliminasi alvi I. Menjelaskan anatomi dan fungsi organ ginjal 8. Menyebutkan sambil menunjukkan gambar organ yang berperan dalam eliminasi urine baik pada laki-laki dan perempuan 7. Menjelaskan pengertian eliminasi urine 5. Siswa mampu menjelaskan gangguan dalam kebutuhan eliminasi urine (mandiri) 4. Siswa mampu menjelaskan dan melakukan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan eliminasi alvi (nasionalis) II. Materi Ajar III. Siswa mampu menjelaskan faktor yang mempengaruhi kebutuhan eliminasi alvi (percaya diri) 6. Menjelaskan gangguan atau masalah kebutuhan eliminasi alvi 7. Kegiatan pembelajaran Pertemuan ke Langkah-langkah A. Alokasi Waktu V. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kebutuhan eliminasi alvi 6. kontrak waktu tentang pembahasan materi dan praktek laboratorium sekolah (20 menit) B. Menjelaskan pengertian eliminasi alvi 6. Menanyakan kepada siswa tentang pengertian kebutuhan dasar manusia eliminasi 2. Tujuan Pembelajaran : 1. Metode Pembelajaran IV. Melakukan upaya untuk mengatasi masalah kebutuhan eliminasi 5. Menjelaskan definisi kebutuhan dasar manusia eliminasi 3.

mengulang materi yang telah di sampaikan (20 menit) : (95 menit) 1. Menjelaskan macam-macam pispot 9. Menjelaskan anatomi dan fungsi organ uretra 10. Menjelaskan pengertian pemasangan kateter 3. salam (20 menit) : dua (3 x 45 menit) Langkah-langkah A. Menjelaskan proses Buang air besar (BAB) 18. Menyebutkan dan menjelaskan tindakan untuk mengatasi masalah eliminasi alvi (BAB) 21. Menjelaskan bagaimana proses berkemih atau buang air kecil (BAK) 11. Siswa di minta menyebutkan dan menjelaskan maslah pada eliminasi alvi (BAB) C. Mendemostrasikan cara membantu pasien laki-laki dan perempuan yang akan buang air kecil(BAK) dengan menggunakan pispot . Menyebutkan dan menjelaskan upaya untuk mengatasi maslah eliminasi urine 15. Siswa di minta untuk menjelaskan bagaimana proses berkemih (BAK) 23. Menjelaskan cara membatu pasien BAK dengan mengguanakan pispot 8. Mendemostrasikan cara pemasangan kateter pada laki-laki dan perempuan 6. Kegiatan inti : : salam. Siswa diminta untuk menyebutkan nama organ yang berperan dalam eliminasi urine(BAK) 22. Menjelaskan fungsi urine bag 5. Menjelaskan upaya untuk mengatsi masalah pada kebutuhan dasar manusia eliminasi urine 2. Menyebutkan nama organ yang berperan dalam eliminasi alvi (BAB) 16. Menyebutkan dan menjelaskan masalah eliminasi urine 14. Pendahuluan B. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi eliminasi alvi (BAB) 20. Menjelaskan komposisi dari urine 13. Penutup Pertemuan ke : menyimpulkan materi yang telah disampaikan. Menjelaskan masalah dalam eliminasi alvi (BAB) 19.9. Menjelaskan macam-macam selang kateter 4. Siswa di minta untuk mendemostrasikan ulang cara pemasangan kateter pada laki-laki dan perempuan 7. Menjelaskan fungsi dari masing-masing organ yang berperan dalam eliminasi alvi (BAB) 17. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi eliminasi urine (BAK) 12.

Penilaian Soal ulangan harian 1. salam (20 menit) : ulangan harian dan ujian laboratorium sekolah . kemudian terjadi koneksi otot detrusor dan relaksasi otot sfingter eksternal dan kemungkinan di keluarkan berkemih 4. Selanjutnya otak melalui medulla spinalis ke neuromotoris ke daerah sakral. Eliminasi alvi dan urine 2. Kemudian rangsang tersebut di teruskan medulla spinalis ke korteks cerebral. Organ yang berfungsi dalam eliminasi alvi antara lain? 9. Proses berkemih bila bledder penuh sehingga menimbulkan rangsang pada dinding bledder. Siswa di minta mendemostrasikan ulang cara membantu pasien yang akan buang air besar (BAB) dengan menggunakan pispot C. Konstipasi (kesulitan BAB) karena kondisi feces terlalu kering dan keras Diare (feces cair) Inkontinensia usus (pengeluaran feces yang tidak disadari) : menyimpulkan materi yang sudah di sampaikan. Sebutkan macam kebutuhan dasar manusia eliminasi ? 2. Upaya mengatasi masalah eliminasi urine antara lain ? 8. Sebutkan faktor yang mempengaruhi eliminasi urine ? (3 saja) 6. Gangguan eliminasi alvi antara lain ? 5. Bagaimana proses berkemih? 4.10. Komposisi urine antara lain ? Jawaban soal ulangan harian 1. Sistem tubuh yang berperan dalam eliminasi urine antara lain? Berfungsi sebagai? 3. Menjelaskan upaya untuk mengatasi masalah pada kebutuhan dasar manusia eliminasi alvi 12. Siswa di minta ulang untuk membantu pasien laki-laki dan perempuan yang akan buang air kecil(BAK) dengan menggunakan pispot 11. Ginjal berfungsi sebagai penyaring bagian dari darah untuk dibuang dalam bentuk urine Kandung kemih berfungsi sebagai penampung urine sebelum dikeluarkan Ureter berfungsi sebagai menyalurkan urine ke bagian luar 3. Tindakan untuk mengatasi eliminasi alvi antara lain ? 10. Masalah eliminasi urine antara lain ? 7. Penutup VI. Mendemostrsikan cara membantu pasien yang akan buang air besar (BAB) dengan menggunakan pispot 13.

Tingkat aktifitas. Pinset anatomis / sarung tangan steril 7. Kebiasaan seseorang. Pengobatan. ileum) Usus besar (asenden. Respon keinginan awal untuk berkemih. Kapas savlon 3. Inkontinensia urine. Stres atau psikologis. Kateter steril dan urobag 2. tranvesum. Tonus otot. Air (96 %). Usus halus (deudenum. Gaya hidup. desenden. Larutan (4 %) Nilai = 10 + 10 + 10 + 10 + 10 + 10 + 10 + 10 + 10 + 10 = 100 Ujian laboratorium sekolah pemasangan kateter Uraian a. Pemeriksaan diagnostik 6. Bengkok 6. Membantu pasien untuk BAK dengan menggunakan pispot. Menyiapkan urine untuk pemeriksaan. Duk steril bila perlu 30 Bobot Nilai TTD . Kondisi penyakit. Diet dan asupan (intake). Retensi urine. Sketsel / penutup ruangan 9. Enuresis. sigmoid) Rektum 9. Pelumas / jely 4.Tingkat perkembangan. Menyiapkan feces untuk bahan pemeriksaan Menolong pasien untul BAB dengan menggunakan pispot Memberikan huknah rendah Memberikan huknah tinggi Mengeluarkan feces dengan menggunakan glicerin Mengeluarkan feces dengan menggunakan jari 10. Sosiokultural. Persiapan alat 1. kerusakan motorik dan sensorik. Perubahan eliminasi urine karena obstruksi. Spuit berisi aquabidest untuk pengunci 8. Perlak dan alasnya 5. Pembedahan. ISK 7. Pemasangan kateter 8.Kembung (pengumpulan gas berlebihan pada lambung dan usus) Hemorroid (ambeen) Fecal impection (penumpukan feces pada lipatan rektum dalam waktu yang berkepanjangan 5. jejenum.

Dengan memakai sarung tangan / pinset. kateter dikunci memakai aquabidest steril untuk mengisi / mengunci balon i. Persiapan pasien 1. Penderita dirapikan dan alat – alat dibereskan k. Bila kateter dipasang permanen.b. Pasang pengalas dibawah bokong dan letakkan bengkok diantara kedua tungkai 5. Menyambung kateter dengan urobag j. Pelaksanaan 1. Penderita perempuan : a. kateter diberi pelicin pada ujungnya e. Urine yang keluar ditampung dalam bengkok h. Memberitahu penderita 2. Mencuci tangan b. Berikan penjelasan tentang tindakan yang akan dilaksanakan pada pasien 2. Memasang sketsel / menutup ruangan 4. Pasang sampiran c. Vulva dibersihkan dengan kapas savlon minimal 3 kali (dari atas ke bawah) dengan pinset anatomis d. Atur posisi dorsal recumbent 3. Memasukkan kateter ke dalam uretra perlahan – lahan dan menganjurkan penderita untuk menarik nafas panjang g. Mencuci tangan Ujian laboratorium sekolah membantu pasien buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) dengan menggunakan pispot Uraian Bobot Nilai TTD 60 20 . Membuka labia minora dengan ibu jari dan telunjuk tangan kiri yang sebelumnya dibungkus dengan kapas savlon c. Perawat membuka labia minora dengan tangan kiri f.

Sampiran / sketsel dipasang 3. alat-alat dibersihkan dan alat-alat dikembalikan pada tempatnya 11. Pakaian pasien bawah ditanggalkan. Alat/sumber/bahan belajar : LCD/ketarmpilan dasar praktek klinik keperawatan/Kateter 60 steril dan urobag. Pelaksanaan 1. Selimut 6. Perlak & alas pispot 3.a. Mencatat kegiatan dalam dokumen keperawatan VII. Sampiran / sketsel b. Pispot diangkat dan feces diamati bila ada kelainan segera dilaporkan dan dicatat 9. Pinset anatomis / sarung tangan steril. Pelumas / jely. Perawat cuci tangan dan memakai hand scoon 2. diulang beberapa kali sampai bersih 8. Pasien dianjurkan memeluk lutut & mengangkat bokong pasien 5. Persiapan alat 1. Spuit berisi aquabidest untuk pengunci. Perlak dan alasnya. Sketsel / penutup . Pasien dirapikan. Persiapan pasien 1. Pispot / Urinal 2. Kertas closet / tisu gulung 5. Perawat membuka hand scoon dan cuci tangan 13. Botol berisi air cebok 20 4. Pasang perlak dan pengalas 6. Bengkok. Kapas savlon / providone iodine. Bila telah selesai anus & daerah genetalia dibersihkan dengan air & kertas tisu lalu dibuang ke dalam pispot. Pasien diberi penjelasan tentang tujuan dan cara BAB 20 & BAK ditepat tidur c. Pispot diletakkan dibawah bokong pasien 7. & bagian yang terbuka ditutup dengan selimut 4. Sampiran / sketsel dibuka kembali 12. Bokong pasien dikering kan dengan pengalas 10.

Sedangkan pada wanita sebagai tempat menyalurkan urine saja • Proses berkemih : . Terdapat saluran pada bagian bawahnya untuk menyalurkan urine apabila kandung kemih penuh 3. Meskipun mikroorganisme secara normal tidak ada yang bisa melewati uretra bagian bawah. Berfungsi sebagai penampung air seni (urine • Uretra 1. Namun membran mukosa ini pada keadaan patologis sebagai media baik untuk pertumbuhan patogen 2. Selain itu juga berfungsi menyaring bagian dari darah untuk di buang dalam bentuk urine • Kandung kemih 1. Terdapat kelenjar prostat sebagai spingter 4. Berfungsi sebagai pengatur komposisi dan volume cairan dalam tubuh. Botol berisi air cebok. Eliminasi urine (kebutuhan buang air kecil) • Sistem tubuh yang berperan pada eliminasi urine 1. Eliminasi Alvi (kebutuhan buang air besar) 2. pada pria selain sebagai tempat menyalurkan urine ke bagian luar juga sebagai sistem reproduksi. Ginjal 2. Kandung kemih (bladder. Berfungsi untuk menyalurkan urine ke bagian luar 3. Sampiran / sketsel VIII. Pispot / Urinal. Organ retro peritonial 2. Duk steril bila perlu. Terdiri atas nefron. Uretra • Ginjal 1. buli-buli) 3. Fungsi uretra pada pria dan wanita berbeda. Terdiri dari otot-otot halus 2. Perlak & alas pispot. Kertas closet / tisu gulung. yang berjumlah+-1 juta nefron 3. Uretra di lindungi dengan membran mukosa. Uraian materi : KEBUTUHAN DASAR MANUSIA ELIMINASI • Macam kebutuhan dasar manusia eliminasi : 1.ruangan. Selimut.

Tingkat aktifitas 6. Tonus otot 11. natrium klorida • Faktor yang mempengaruhi eliminasi urine 1. Stres atau psikologis 5. klorida. Proses berkemih bila bledder penuh sehingga menimbulkan rangsang pada dinding bledder. kemudian terjadi koneksi otot detrusor dan relaksasi otot sfingter eksternal dan kemungkinan di keluarkan berkemih • Komposisi urine 1. Diet dan asupan (intake) 2. Menyiapkan urine untuk pemeriksaan 2. Respon keinginan awal untuk berkemih 3. asam urat 4. Larutan organik terdiri urea.1. Kebiasaan seseorang 10. Kemudian rangsang tersebut di teruskan medulla spinalis ke korteks cerebral. Larutan anorganik terdiri natrium. Perubhan eliminasi urine karena obstruksi. Tingkat perkembangan 7. Kondisi penyakit 8. sulfat. Membantu pasien untuk BAK dengan menggunakan pispot . kreatin. Inkontinensia urine 3. Pemeriksaan diagnostik • Masalah eliminasi urine 1. Larutan (4 %) 3. magnesium. fosfor. ISK • Upaya mengatasi masalah 1. Selanjutnya otak melalui medulla spinalis ke neuromotoris ke daerah sakral. Merupakan proses pengosongan kanddung kemih 2. Gaya hidup 4. Pembedahan 12. Pengobatan 13. kalium. Retensi urine 2. Air (96 %) 2. Sosiokultural 9. ammonia. Enuresis 4. kerusakan motorik dan sensorik.

Inkontinensia usus (pengeluaran feces yang tidak disadari) 4. Rektum 6. Gaya hidup 7. Katub antara usus halus dan usus besar adalah katub ileocaecal • Proses BAB Defekasi merupakan cara untuk mengosongkan usus. Usus halus 2. Pengobatan 6. sigmoid 5. Diare (feces cair) 3. Usia 2. Usus besar 4. jejenum. Kembung (pengumpulan gas berlebihan pada lambung dan usus) 5. Yang mempunyai 2 pusat yaitu pada medulla dan sumsum tulang belakang • Gangguan eliminasi 1. Menolong pasien untul BAB dengan menggunakan pispot . Aktifitas 5. Asupan cairan 4. desenden.3. Menyiapkan feces untuk bahan pemeriksaan 2. Konstipasi (kesulitan BAB) karena kondisi feces terlalu kering dan keras 2. Diet 3. tranvesum. Nyeri 9. Pemasangan kateter • Sistem eliminasi alvi 1. Fecal impection (penumpukan feces pada lipatan rektum dalam waktu yang berkepanjangan • Proses yang mempengaruhi proses defekasi 1. Hemorroid (ambeen) 6. Asenden. Kerusakan sensoris dan motor • Tindakan mengatasi masalah eliminasi alvi 1. Penyakit 8. Deudenum. ileum 3.

Mengeluarkan feces dengan menggunakan jari . Mengeluarkan feces dengan menggunakan glicerin 6. Memberikan huknah tinggi 5. Memberikan huknah rendah 4.3.

.

Kepala sekolah Ponorogo. juni 2011 Guru mata pelajaran Dra.Mengetahui. Hartini. Hj. SST . MM Doni agung wicaksono.

SMK BAKTI INDONESIA MEDIKA PONOROGO Jl. Menjelaskan jenis perawatan diri 3. Subokastowo (jula-juli gg 1).blogspot. Tambakbayan. Siswa mampu menjelaskan tentang pengertian perawatan diri (ingin tahu) . Email : SMK BIMPO@yahoo. Ponorogo Telp/fax : (0352) 486186.com Blog : www. Menjelaskan tentang pengertian perawatan diri 2.smkkesbimbo.com RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas/semester : kebutuhan dasar manusia : sepuluh/satu Standar kompetensi Kompetensi dasar Indikator : memahami kebutuhan dasar manusia : menjelaskan kebutuhan fisiologis manusia : 1. Melakukan tindakan perawatan diri pada pasien Tujuan Pembelajaran : 1.

Menjelaskan perawatan diri pada alat kelamin 19. Menjelaskan perawatan diri pagi hari 6. Menyebutkan dan menjelaskan jenis perawatan diri berdasarkan tempat 9. Menjelaskan masalah gangguan pada kuku 14. Menjelaskan masalah gangguan pada gigi dan mulut 18. Siswa di minta menyebutkan perawatan diri berdasarkan tempat C. Pendahuluan : : salam. Menjelaskan perawatan diri pada rambut 15. . Menanyakan kembali kepada siswa tentang jenis perawatan diri berdasarkan waktu 21.2. kontrak : prinsip kebutuhan dasar manusia perawatan diri : ceramah dan praktek laboratorium sekolah : 270 menit (6 x 45 menit) waktu pembahasan materi dan praktek laboratorium sekolah (20 menit) B. mengulang kembali materi yang sudah disampaikan. Menjelaskan definisi kebutuhan dasar manusia perawatan diri 3. Kegiatan inti : (95 menit) 1. Menjelaskan perawatan diri menjelang tidur 8. Siswa mampu menjelaskan jenis perawatan diri (percaya diri) 3. Penutup salam (20 menit) :menyimpulkan bersama siswa tentang materi yang sudah disempaikan. Menjelaskan masalah gangguan pada rambut 16. Menyebutkan dan menjelaskan jenis perawatan diri berdasarkan waktu pelaksanaannya 4. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kulit 12. Menjelaskan perawatan diri pada kuku dan kaki 13. Menjelaskan perawatan diri pada kulit 10. Menjelaskan perawatan diri pada gigi dan mulut 17. Menjelaskan masalah gangguan pada alat kelamin 20. Menanyakan kepada siswa tentang pengertian kebutuhan dasar manusia perawatan diri 2. Siswa mampu menjelaskan dan melakukan tindakan perawatan diri pada pasien (mandiri) Materi Ajar Metode Pembelajaran Alokasi Waktu Kegiatan pembelajaran A. Menjelaskan fungsi kulit 11. Menjelaskan perawatan diri dini hari 5. Menjelaskan perawatan diri siang hari 7.

Siswa diminta mendemonstrasikan ulang perawatan kuku dan kaki pada pasien 8. Menanyakan kepada siswa tahapan melakukan sibin pada orang sakit 2. Perawatan dini hari. Menjelaskan prosedur perawatan kuku dan kaki 6. Sebutkan jenis perawatan diri berdasarkan waktu pelaksanaan ? 2. Siswa diminta mendemonstrasikan ulang perawatan rambut pada pasien 11.Pertemuan ke Langkah-langkah A. Pendahuluan B. Mendemostrasikan perawatan alat kelamin pada pasien 16. mengulang kembali materi yang sudah disampaikan (20 menit) : (95 menit) 1. Menjelaskan prosedur perawatan rambut 9. Penutup Penilaian Soal ulangan harian 1. Mendemostrasikan perawatan kulit pada pasien 4. Siswa diminta mendemonstrasikan ulang perawatan alat kelamin pada pasien 17. Siswa diminta mendemonstrasikan ulang perawatan gigi dan mulut pada pasien 14. perawatan pagi hari. Siswa diminta mendemonstrasikan ulang kebersihan lingkungan pasien C. Kegiatan inti : dua (3 x 45 menit : : salam. Sebutkan masalah pada gangguan perawatan diri rambut ? Jawaban soal ulangan harian 1. Menjelaskan prosedur perawatan gigi dan mulut 12. salam (20 menit) : ulangan harian dan ujian praktek laboratorium sekolah . Mendemostrasikan perawatan gigi dan mulut pada pasien 13. Menjelaskan prosedur perawatan pada alat kelamin 15. Mendemostrasikan perawatan rambut pada pasien 10. Mendemostrasikan kebersihan lingkungan pasien 18. Sebutkan fungsi kulit ? 3. perawatan menjelang tidur : menyimpulkan materi yang sudah disampaikan. Menjelaskan prosedur perawatan kulit 3. Mendemostrasikan perawatan kuku dan kaki pada pasien 7. Siswa diminta mendemonstrasikan ulang perawatan kulit pada pasien 5. perawatan siang hari. Sebutkan jenis perawatan diri berdasarkan tempat ? 4.

karies. peridontal. 4. Baskom mandi 2 buah masin-masing berisi air dingin dan air hangat 3. Persiapan alat 1. Pelaksanaan 1. gainggivitas. Pasien diberi penjelasan dan dianjurkan untuk buang air kecil terlebih dahulu 2. gigi dan mulut. Melindungi tubuh dari masuknya kuman Mengatur keseimbangan suhu Alat peraba Alat ekskresi keringat Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit 3. Sabun mandi 8. Persiapan pasien 1. Tutup pintu dan pasang sketsel c. Satu stel pakaian bersih 2. Satu/ duan handuk bersih 4. kuku dan kaki. alat kelamin. lingkungan pasien Halitosis. glostitis. Sketsel bla diperlukan 7. Tempat untuk pakaian kotor 6.2. Perawatan diri pada kulit. Sarung tangan b. rambut. chilosis Nilai = 25 + 25 + 25 + 25 = 100 Ujian prektek laboratorium sekolah Perawatan kulit Uraian a. Kain penutup 5. Perawat cuci tangan dan memakai hand scoon 20 20 Bobot Nilai TTD 60 . Alat didekatkan ke pasien 2. stomatitis.

Handuk di bentangkan di bawah kepala 2.3. Mencuci lengan 1. Mencuci dada dan perut d. Pasien siap dimandikan dengan urutan sebagai berikut : a. Tanyakan/apakahpasien biasanya menggunakan sabu atau tidak e. Muka. Selimut dan bantal di pindahkan dari tempat tidur 5. Mencuci muka b. Mencuci kaki 8. Pintu. Mencuci dada dan perut 1. Kedua tangan pasien dibasahi dan di sabuni. letaakkan handuk di atas dada pasien dan lebarkan ke samping kiri dan kanan sehingga kedua tangan dapat di letakkan diatas handuk 3. Selimut atau kain mandi di turunkan 2. Mencuci punggung e. Mencuci daerah lipat paha dan genetalia d. Perawat berdiri di sisi kiri atau kanan pasien 6. selanjutnya di keringkan dengan handuk a. pekerjaan ini di mulai dari bagian yang jauh dari petugas kemudian dibilas dengan mengguanakan air bersih. jendela atau korden ditutup dan menggunakan schern bila perlu 4. Beritahu pasien kalau pakaian bagian atas harus dibuka dan bagaian yang terbuka itu di tutup dengan menggunakan selimut mandi atau kain penutup 7. Mencuci tangan c. Pakaian pasien bagian bawah di tanggalkan dan . Mencuci muka 1. Kedua tangan pasien di keataskan. telinga dan leher dibersihkan dengan menggunakan waslap lembab lalu dikeringkan dengan handuk 3.

disabuni dan dibilas dan selanjutnya di keringkan dengan menggunakan handuk b. Punggung bagian kiri di cuci seperti punggung bagian kanan 6. Pakaian bagian bawah di kenakan kembali. di sabuni. Daerah lipat paha dan genetalia di basahi. Pasien ditelentangkan. dada dan perut dibasahi. Pasien di miringkan ke kiri 2. Kaki di sabuni. Kaki pasien yang terjauh dari petugas dikeluarkan dari bawah kain penutup/handuk 2. Mencuci daearah lipat paha dan genetalia 1. kain penutup atau handuk di angkat selimut pasien dipasangkan kembali 4. Mencuci punggung 1. Handuk di bentangkan dr bagian punggung sampai ke bokong 3. Handuk dibentangkang di bawahnya dan lutut ditekuk 3. Handuk di bentangkan di bawh bokong dan pakaian bagian bawah di buka 2. di bilas dan selanjynya di keringkan. di sabuni dan bilas dan selanjutnya dikeringkan 3. handuk diangkat dan di bentangkan di sisi pasien 3. Ketiak. Punggung sampai bokong di basahi.selimut atau kain penutup diturunkan sampai perut bagian bawah 2. Pasien dimiringkan ke kanan dan handuk dibentangkan di bawah punggung kanan 5. pakaian bagian atas di pasangkan dengan rapi c. demikian juga untuk kaki yang satunya d. di bilas dan selanjutnya keringkan dengan handuk 4. Kedua tangan pasien di ke ataskan. Mencuci kaki 1. Pasien dan tempat tidur di rapikan kembali .

Persiapan alat 1. Persiapan pasien 1.5. Lepas hand scoon dan cuci tangan Perawatan kuku dan kaki Uraian a. Perawat cuci tangan 2. Jelaskan prosedur yang akan di lakukan 3. Pakaian dan alat tenun kotor dibawa ke tempatnya 6. Baskom berisi air hangat 4. Keringkan dengan handuk 7. Perlak panjang bagian atas 3. Tentukan kuku yang akan di potong 5. Pasien diberi penjelasan tentang tujuan dan cara 20 melakukan perawatan kuku c. Baskom berisi air hangat 4. Alat pemotong kuku 2. Atur posisi pasien duduk atau tidur 4. Persiapan alat 1. Kapas 7. Rendam kuku di dalam air hangat kurang lebih 2 menit dan sikat dengan menggunakan sabun bila kotor 6. Sabun 6. Bengkok 5. Letakkan tangan atau kaki di atas bengkok dan lakukan pemotongan kuku 8. Sikat kuku b. Handuk 2 helai 2. Pelaksanaan 1. Cuci tangan Perawatan rambut Uraian a. Gayung Bobot 20 Nilai TTD 60 20 Bobot Nilai TTD . Handuk 3.

5. Lingkungan sekitar pasien diatur c. Ember kosong 9. Alat-alat di dekatkan ke pasien 3. Perawat cuci tangan dan memakai hand scoon 2. Celemek 11. Bila pasien tidak bisa duduk atur posisi kepala pasien di tepi tempat tidur 6. Sampo dan sabun 6. Rambut di sisir rapi 20 60 . Rambut dibilas beberapa kali sambil kepala di pijat pijat 11. Sampiran 12. Lubang telinga ditutup dengan menggunakan kasa dan mata di tutup dengan menggunakan sapu tangan atau kasa 9. Persiapan pasien 1. Kepala di angkat dan selanjutnya diberikan alas handuk dan kemudian rambut di keringkan 12. Kain kasa dan kapas 8. Perlak dan pengalas di pasang di bawah kepala pasien di sisi kanan dan kirinya di gulung dan ujungnya berada di ember 8. Rambut disisir dan kemudian disiram dengan air hangat selanjuynya rambut dicuci dengan dengan sampo. Pasien diberi penjelasan tentang hal –hal yang akan di lakukan 2. Alat pengering rambut b. Sisir 7. Identifikasi pasien 4. Dada di tutup handuk sampai ke bagian leher 10. Bengkok 10. Pelaksanaan 1. Atur posisi pasien 5. Ember diletakkan di bawah bagian kepala pasien 7.

Gelas kumur berisi air bersih 4. Peralatan di rapikan dan di kembalikan pada tempat semula 15. Handuk dan pengalas diangkat 9. Cuci tangan 12.13. Persiapan Alat : 1. Posisi pasien diatur kembali 10. Peralatan dibersihkan. Pasien disiapkan dalam posisi tidur dengan kepala dimiringkan c. Siapkan sikat gigi dan diberi pasta gigi 7. Identifikasi pasien 4. dibereskan dan dikembalikan ke tempat semula 11. Sikat gigi dan pasta gigi 20 3. Pelaksanaan 1. Handuk dan kain pengalas 2. Persiapan pasien & lingkungan 1. Pasien diberi penjelasan tentang hal – hal yang akan dilakukan 20 2. Pasien dikembalikan pada posisi yang semula 14. Kain pengalas diletakkan diatas handuk dibawah dagu 6. Alat – alat didekatkan ke pasien 3. Dokumentasi dan laporkan Perawatan alat kelamin Bobot Nilai TTD . Handuk diletakkan di bawah dagu dan pipi 5. Cuci tangan 2. Bengkok untuk membuang air kumur b. Sikatlah gigi pasien dengan gerakan naik turun dan 60 bagian dalam kemudian bilas selanjutnya bibir dan sekitarnya keringkan 8. Lepas hand scoon dan cuci tangan Perawatan gigi dan mulut Uraian a.

Cuci tangan 6. Pasang pembalut dan celana dalam 11. Sketsel / sampiran b. Persiapan pasien & lingkungan 1. Tutup gorden / pasang sketsel / sampiran 3. Pelaksanaan 1. lepaskan sarung tangan dan cuci tangan 13. bisa diulang 2 – 3 kali / sampai bersih 10. Ceret yang berisi air bersih 8. Perlak 5.Uraian a. Mangkok steril yang berisi kapas savlon steril 2. Celana dalam 10. Pasien diberitahu tentang prosedur tindakan yang akan dilaksanakan 2. Atur posisi litotomi. Persiapan Alat : 1. Pasang perlak dan pispot 8. Guyur alat kelamin luar dengan air bersih 9. Bersihkan alat kelamin luar dari atas ke bawah. Sarung tangan 3. Pinset anatomis 4. Pispot 7. 20 60 . Menutupi lingkungan dengan gorden / sketsel c. kemudian tengah demgam menggunakan kapas savlon. dari kanan ke kiri. lepas celana dalam 4. Pakai sarung tangan 7. Bengkok Bobot Nilai TTD 20 6. Pembalut 9. Bereskan alat – alat. Menjelaskan kepaada passien tentang tindakan yang akan dilakukan 2. Rapikan pasien 12. Alat didekatkan pada pasien 5. Beritahu ke pasien bahwa tindakan sudah selesai.

Perawat cuci tangan dan memakai hand scoon 2. Stek laken dipasang diatas perlak dengan tiap sisisisinya dimasukkan bersama perlak ke bawah kasur setegang mungkin 7. Waskom berisi air bersih 10. Persiapan 1. Selimut 20 7. Selimut dilipat empat secara terbalik dan pasang pada kasur bagian kaki. Perlak 5. Selimut 6. Persiapan pasien dan lingkungan 1. Sarung bantal. sarung guling 8. Lingkungan sekitar tempat tidur dirapikan c. Letakkan kasur diatas tempat tidur 4.catat lembar observasi Perawatan lingkungan Uraian a. Pelaksanaan 1. Lap kerja 11. Troli linen 12. Bersihkan tempat tidur dengan menggunakan clorin dan bilas dengan enggunakan air bersih 3. Laken 3. sedangkan bagian atas terbalik dimasukkan ke bawah kasur sekurang kurangnya 10 cm dan ujung-ujung sisi selimut dimasukkan dibawah kasur Bobot Nilai TTD 20 60 . Waskom berisi larutan clorin 0.5 % 9. Over laken (plastik) b. bantal dan guling 2. Perlak dipasang sekurang kurangnya 30 cm dari sisi tempat tidur bagian kepala 6. Kasur. Stek laken 4. Pasang laken dengan cara: 5.

Perawatan Dini Hari : . Alat dirapikan 12. Celana dalam. Pasang bantal di bagian atas kasur dengan bagian sarung bantal yang terbuka tidak menghadap ke arah pintu 10. Baskom berisi air hangat. Selimut. Lap kerja. Handuk dan kain pengalas. Tempat untuk pakaian kotor. Sampiran. Sampo dan sabun. Uraian materi : PRINSIP PEMENUHAN KEBUTUHAN PERAWATAN DIRI • Perawatan diri atau kebersihan diri (personal hygiene) : perawatan diri sendiri yang dilakukan untuk mempertahankan kesehatan baik secara fisik maupun psikologis. bantal dan guling. Handuk 2 helai. Pinset anatomis. Bengkok. Gelas kumur berisi air bersih. Perlak panjang bagian atas. Bengkok untuk membuang air kumur. • Jenis perawatan diri berdasarkan waktu pelaksanaan 1. Stek laken. Baskom mandi 2 buah masin-masing berisi air dingin dan air hangat. Alat pemotong kuku. Kasur. Satu/ duan handuk bersih. Sikat gigi dan pasta gigi. Selimut. Bengkok. Alat pengering rambut. Handuk. sarung guling. Pembalut. Sabun. Ember kosong. Bila tempat tidur tidak dipakai. dengan cara ½ sarung bantal bagian ujung di lipat terlebih dahulu ke arah luar. Sketsel bla diperlukan. Kain penutup. Kapas. Waskom berisi larutan clorin 0. Sisir. Pispot. Kain kasa dan kapas. Over laken (plastik). Bantal dimasukkan kedalam sarung.8. Pastikan ujung bantal masuk kedalam ujung sarung bantal 9. Bengkok. tutup dengan menggunakan over laken 11. Baskom berisi air hangat. Lepas hand scoon dan cuci tangan VII. Mangkok steril yang berisi kapas savlon steril. Gayung. Perlak. Sarung tangan. Waskom berisi air bersih. Sikat kuku. Ceret yang berisi air bersih. VIII. Alat/sumber/bahan belajar : LCD/keterampilan dasar praktek klinik keperawatan/Satu stel pakaian bersih. Sketsel / sampiran. Sarung tangan. kemudian bantal baru dimasukkan dan dan tarik ujung sarung bantal yang di lipat tadi. Troli linen. Perlak. Sarung bantal. Sabun mandi. Celemek. Laken.5 %.

dan stratum granulosum) dan lapisan dermis (terdiri dari : ujung saraf sensorik. Perawatan Menjelang Tidur : Perawatan diri yang dilakukan pada saat menjelang tidur agar pasien dapat tidur dengan tenang • Tujuan umum perawatan diri adalah : Untuk mempertahankan perawatan diri. Jaringan kulit c. Memproduksi dan menyerap vitamin D Faktor yang mempengaruhi kulit : a. Sebagai alat ekstraksi keringat e. baik secara sendiri maupun dengan menggunakan bantuan. Melindungi tubuh b. sehingga diperlukan perawatan yang cukup (adekuat) dalam mempertahankan fungsinya. Perawatan Diri Pada Kulit : Kulit merupakan salah satu bagian penting dalam tubuh yang dapat melindungi tubuh dari berbagai kuman dan trauma. Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit f. dapat melatih hidup sehat / bersih dengan cara memperbaiki gambaran atau persepsi terhadap kesehatan dan kebersihan dengan cara menciptakan penampilan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan • Jenis perawatan diri berdasarkan tempat : 1. Kondisi/keadaan lingkungan Cara merawat kulit: . Mengatur keseimbangan suhu tubuh c. Sebagai alat peraba d.dan kelenjar sebaseus). Kulit secara anatomis terdiri dari lapisan epidermis (terdiri dari bagian : stratum korneum.Perawatan diri yang dilakukan pada waktu bangun tidur 2. Perawatan Siang Hari : Perawatan diri yang dilakukan setelah melakukan berbagai tindakan pengobatan/pemeriksaan dan setelah makan siang 4.kelenjar keringat. Usia b. Fungsi kulit adalah a.stratum lusidum. Perawatan Pagi Hari : Perawatan yang dilakukan setelah melakukan makan pagi 3.

Anatomis rambut : a. Secara anatomis kuku terdiri dari : a. b. e. c. d. c. Dengan tujuan : untuk mencegah dan mengatasi terjadinya luka dekubitus akibat tekanan lama dan tidak hilang 2. d. In grown Nail Paronychia : kuku tanga tidak tumbuh dan dirasakan sakit pada daerah tersebut. Bagian rambut Akar rambut Sarung akar Filokel rambut . f. b. Bau tidak sedap : reaksi mikroorganisme yang menyebabkan bau tidak sedap Tindakan Perawatan Diri pada Kuku Cara perawatan kuku : Merupakan tindakan keperawatan pada pasien yang tidak mampu merawat kuku sendiri Tujuan : Menjaga kebersihan kuku dan mencegah timbulnya luka / infeksi akibat garukan kuku 3. Dasar kuku Badan kuku Dinding kuku Kantung kuku Akar kuku lanula Gangguan pada kuku : a.Merupakan tindakan keperawatan dengan melakukan perawatan pada kulit yang mengalami atau beresiko terjadi kerusakan jaringan lebih lanjut khususnya daerah yang mengalami tekanan (tonjolan). b. Perawatan diri rambut Rambut merupakan bagian dari tubuh yang memili fungsi proteksi dan pengatur suhu. Perawatan diri kuku dan ka Menjaga kebersihan kuku merupakan salah satu aspek penting dalam mempertahankan perawatan diri. : radang disektiar jaringan kuku Ram’s Horn Nail : gangguan kuku yang ditandai pertumbuhan yang lambat disertai kerusakan dasar kuku / infeksi d. c.

Membantu menambah nafsu makan c. Ginggivitas c. Menjaga kebersihan gigi dan mulut 5. Halitosis b. sebab melalui organ ini berbagai kuman dapat masuk Gangguan pada gigi dan mulut : a. membasmi kutu / ketombe yang melekat pada kulit. Peridontal disease f. Glostitis g. mencegah infeksi di mulut akibat kerusakan di daerah gigi dan mulut b. menambah rasa nyaman.e. Kutu Ketombe Alopecia (botak) Seborrheic dermatitis (radang pada kulit rambut Cara perawat rambut : Merupakan tindakan keperawatan pada pasien tang tidak mampu memenuhi kebutuhan perawatan diri dengan cara mencuci rambut dan menyisir rambut Tujuan : Membersihkan kuman – kuman yang ada pada kulit kepala. Karies d. Perawatan diri mulut dan gigi Gigi dan mulut : bagian penting yang harus dipertahankan kebersihannya. Stomatitis e. serta memperlancar sistem peredaran darah di bawah kulit 4. Chilosis Cara perawatan : Merupakan tindakan perawatan pada pasien yang tidak mampu mempertahankan kebersihan mulut dan gigi dengan cara membersihkan serta menyikat gigi dan mulut secara teratur Tujuan : a. b. Perawatan alat kelamin . Kelenjar sabesea Gangguan perawatan rambut : a. c. d.

Hj.com RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas/semester : kebutuhan dasar manusia : sepuluh/satu Standar kompetensi Kompetensi dasar Indikator : memahami kebutuhan dasar manusia : menjelaskan kebutuhan keselamatan dan rasa aman : menjelaskan kebutuhan keselamatan dan rasa aman I. Kebersihan lingkungan pasien Mengetahui. SST SMK BAKTI INDONESIA MEDIKA PONOROGO Jl. Tambakbayan. Hartini.smkkesbimbo.Merupakan perawatan diri bagian eksternal Cara Vulva Higiene : Merupakan tindakan keperawatan pada pasien yang tidak mampu membersihkan vulva sendiri Tujuan : Mencegah terjadinya infeksi pada vulva dan menjaga kebersihan vulva 6. Tujuan Pembelajaran (ingin tahu) : siswa mampu menjelaskan kebutuhan keselamatan dan rasa aman Materi Ajar Metode Pembelajaran Alokasi Waktu Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke : kebutuhan keselamatan dan rasa aman : ceramah : 45( 45 menit) : : satu (45 menit) . Email : SMK BIMPO@yahoo.blogspot. Ponorogo Telp/fax : (0352) 486186. Kepala sekolah Ponorogo. Subokastowo (jula-juli gg 1). MM Doni agung wicaksono. juni 2011 Guru mata pelajaran Dra.com Blog : www.

Pencegahan kecelakaan di rumah sakit 7. tingkat pengetahuan 2. Menjelaskan definisi rasa aman 4. Menjaga kecelakaan pada pasien yang menggunakan alat listrik. komunikasi. misalnya suction. penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Kegiatan inti : : salam. Sebutkan upaya pencegahan kecelakaan di rumah sakit ? Jawaban ulangan harian 1. kipas angin dsb Nilai = 50 + 50 = 100 Alat/sumber/bahan belajar Uraian materi : LCD/keterampilan dasar praktek klinik keperawatan/ : KUBUTUHAN KESELAMATAN DAN RASA AMAN . salam (5 menit) : ulangan harian Menjaga keselamatan pasien yang gelisah selam dirumah sakit c. emosi. Menjelaskan definisi keselamatan 3. menggunakan alat kesehatan sesuai tujuan d. Menjaga keselamatan pasien yang dibawa dengan kursi roda e. Pendahuluan menit) B. gangguan persepsi sensori. Menyebutkan dan menjelaskan faktor yang mempengaruhi kebutuhan keselamatan dan rasa aman 5. mengulang materi yang telah di sampaikan sebelumnya (5 : (35 menit) 1. Menanyakan kepada siswa tentang pengertian kebutuhan keselamatan dan rasa aman 2. Mengkaji tingkat kemampuan klienuntuk melindungi diri sendiri dari kecelakaan : menyimpulkan materi yang telah disampaikan. Menjelaskan macam-macam bahaya dan kecelakaan 6. Penutup Penilaian Soal ulangan harian 1. status nutrisi. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan keselamatan dan rasa aman ? 2. a. Menanyakan kembali kepada siswa tentang definisi kebutuhan keselamatan dan rasa aman C. Usia. Menjaga keselamatan klien dari infeksi dengan mempertahankan tehnik aseptik. status mobilisasi. tingkat kesadaran. keadaan imunitas.Langkah-langkah A. ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi sel darah putih.

• • Rasa aman adalah keadaan seseorang yang merasakan dirinya aman dan tentram perasaan hatinya Faktor yang mempengaruhi kebutuhan dan rasa aman adalah 1. Terpotong g. Informasi dan komunikasi 7. Tersiram air panas e.• Keselamatan adalah suatu keadaan seseorang atau lebih yang terhindar dari ancaman bahaya / kecelakaan. Jatuh c. Terkena pecahan kaca k. Luka bakar i. Tenggelam j. Terkunci dikamar l. Kecelakaan merupakan kejadian yang tidak dapat diduga dan tidak diharapkan yang dapat menimbulkan kerugian. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional 8. Luka rusuk/luka gores h. Tertelan alat-alat rumah tangga d. Emosi 4. Jatuh dari sepeda m. Keadaan imunitas 9. Jatuh dari jendela/tangga f. Status nutrisi 11. Status mobilisasi 5. Keracunan . Usia 2. Tingkat kesadaran 3. Tersedak b. Gangguan persepsi sensori 6. Dirumah a. Ketidakmampuan sel darah putih dalam memproduksi sel darah putih 10. Tingkat pengetahuan • Macam-macam bahaya dan kecelakaan 1.

Melindungi semaksimal mungkin klien dari infeksi nosokomial 10. Meja yang mudah dijangkau e. botol dan obat obatan yang mudah terbakar 9. Radiasi j. injeksi k. Mencegah kecelakaan pada klien yang munggunakan alat yang mudah meledak seperti tabung oksigen 8. Mengkaji tingkat kemampuan pasien untuk melindungi diri sendiri dari kecelakaan 2. Elektrik syok l. Cahaya c. Mengunci roda kereta dorong pada saat berhenti b. Mencegah terjadinya kebakaran akibat pemasangan alat bantu penerangan . Menjaga keselamatan pasien yang gelisah selama berada di tempat tidur 3. Kesalahan prosedur h. Mikroorganisme b. Temperatur e. Keracunan inhalasi. Mempertahankan ventilasi dan cahaya yang adekuat 11. Cidera/jatuh g. Kebisingan d. Tempat tidur dalam keadaan rendah dan ada penghalang pada pasien yang gelisah c. Dirumah sakit a. Mencegah kecelakaan pada pasien yang menggunakan alat listrik seperti suction. Menjaga keselamatan pasien dari infeksi dengan mempertahankan teknik aseptik. Peralatan medik i. kipas angin dsb 7.2. Asfiksia dan kebakaran • Pencegahan kecelakaan dirumah sakit 1. Bel berada pada tempat yang mudah dijangkau d. Kereta dorong ada penghalangnya 6. Menjaga kecelakaan a. menggunakan alat kesehatan sesuai tujuan 4. Kelembapan f. Menjaga keselamatan klien yang dibawa dengan korsi roda 5. Memasang label pada obat.

Email : SMK BIMPO@yahoo. Tambakbayan. Menyiapakan alat pemadam kebakaran dalam keadaan siap pakai dan mampu menggunakannya 14. Subokastowo (jula-juli gg 1). Tujuan Pembelajaran (mandiri) : siswa mampu menjelaskan kebutuhan cinta dan rasa saling memiliki Materi Ajar Metode Pembelajaran Alokasi Waktu Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke : kebutuhan cinta dan rasa saling memiliki : ceramah : 45 menit (45 menit) : : satu (45 menit) . Mempertahankan kebersihan lantai ruangan dan kamar mandi 13. Kepala sekolah Ponorogo.12.com RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas/semester : kebutuhan dasar manusia : sepuluh/satu Standar kompetensi Kompetensi dasar Indikator : memahami kebutuhan dasar manusia : menjelaskan kebutuhan cinta dan rasa saling memiliki : menjelaskan kebutuhan cinta dan rasa saling memiliki I. SST SMK BAKTI INDONESIA MEDIKA PONOROGO Jl.com Blog : www. juni 2011 Guru mata pelajaran Dra. Hj.blogspot.smkkesbimbo. Ponorogo Telp/fax : (0352) 486186. MM Doni agung wicaksono. Hartini. Mencegah kesalahan prosedur dengan memastikan intentitas pasien harus jelas Mengetahui.

kehangatan. kehangatan. persahabatan. Menanyakan kepada siswa tentang pengertian kebutuhan cinta dan rasa saling memiliki 2. Pendahuluan B. juni 2011 Guru mata pelajaran Dra. Kegiatan inti : : salam. Jelaskan definisi kebutuhan cinta dan saling memiliki ? : : menyimpulkan materi yang sudah disampaikan. mendapat tempat dalam keluarga kelompok sosial Mengetahui. Hj. mendapat tempat dalam keluarga kelompok sosial. Nilai = 100 Alat/sumber/bahan belajar Uraian materi : LCD/keterampilan dasar praktek klinik keperawatan/ : KEBUTUHAN CINTA DAN RASA MEMILIKI • Kebutuhan untuk memiliki dan di miliki antara lain memberi dan menerima kasih sayang. salam (5 menit) Jawaban ulangan harian 1. Menyebutkan dan menjelaskan faktor yang mempengaruhi kebutuhan keselamatan dan rasa aman 4. Penutup Penilaian Soal ulangan harian 1.Langkah-langkah A. persahabatan. Hartini. Menjelaskan definisi kebutuhan cinta dan rasa saling memiliki 3. Menanyakan kembali kepada siswa tentang definisi kebutuhan cinta dan rasa saling memiliki C. mengulang kembali materi yang sudah di sampaikan (5 menit) : (35 menit) 1. Kebutuhan untuk memiliki dan di miliki antara lain memberi dan menerima kasih sayang. MM Doni agung wicaksono. Kepala sekolah Ponorogo. SST .

com Blog : www. Tujuan Pembelajaran (percaya diri) : siswa mampu menjelaskan kebutuhan penghargaan dan harga diri Materi Ajar Metode Pembelajaran Alokasi Waktu Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke Langkah-langkah : kebutuhan penghargaan dan harga diri : ceramah : 45 menit (45 menit) : : satu (45 menit) : .SMK BAKTI INDONESIA MEDIKA PONOROGO Jl. Email : SMK BIMPO@yahoo.smkkesbimbo. Ponorogo Telp/fax : (0352) 486186.blogspot. Subokastowo (jula-juli gg 1). Tambakbayan.com RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas/semester : kebutuhan dasar manusia : sepuluh/satu Standar kompetensi Kompetensi dasar Indikator : memahami kebutuhan dasar manusia : menjelaskan kebutuhan penghargaan dan harga diri : menjelaskan kebutuhan penghargaan dan harga diri I.

Menanyakan kembali kepada siswa tentang definisi kebutuhan penghargaan dan harga diri C. Pendahuluan B. SST . Kepala sekolah Ponorogo. rasa percaya diri dan kemerdekaan diri Mengetahui.A. Hj. sejauh mana perilaku memenuhi ideal diri. Jelaskan definisi kebutuhan penghargaan dan harga diri : menyimpulkan materi yang sudah di sampaikan (5 menit) : ulangan harian Jawaban ulangan harian 1. Kegiatan inti : salam. meraih prestasi. Penutup Penilaian Soal ulangan harian 1. juni 2011 Guru mata pelajaran Dra. Hartini. Penilaian terhadap hasil yang dicapai dengan analisis. mengulangi lagi materi yang telah disampaikan (5 menit) : 35 menit 1. Menyebutkan dan menjelaskan faktor yang mempengaruhi kebutuhan penghargaan dan harga diri 4. Menanyakan kepada siswa tentang pengertian kebutuhan penghargaan dan harga diri 2. Nilai = 100 Alat/sumber/bahan belajar Uraian materi : LCD/keterampilan dasar praktek klinik keperawatan/ : KEBUTUHAN PENGHARGAAN DAN HARGA DIRI • Kebutuhan ini meliputi akan kekuatan akan mendapatkan kekuatan. MM Doni agung wicaksono. Menjelaskan definisi kebutuhan penghargaan dan harga diri 3.

Subokastowo (jula-juli gg 1). Pendahuluan : siswa mampu menjelaskan kebutuhan aktualisasi diri (mandiri) : kebutuhan aktualisasi diri : ceramah : 45 menit (45 menit) : : satu (45 menit) : : salam.blogspot. Ponorogo Telp/fax : (0352) 486186. mengulang kembali materi yang sudah di sampaikan sebelumnya (5 menit) .smkkesbimbo. Tambakbayan.com RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas/semester : kebutuhan dasar manusia : sepuluh/satu Standar kompetensi Kompetensi dasar Indikator : memahami kebutuhan dasar manusia : menjelaskan kebutuhan aktulisasi diri : menjelaskan kebutuhan aktualisasi diri Tujuan Pembelajaran Materi Ajar Metode Pembelajaran Alokasi Waktu Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke Langkah-langkah A.SMK BAKTI INDONESIA MEDIKA PONOROGO Jl.com Blog : www. Email : SMK BIMPO@yahoo.

Menanyakan kembali kepada siswa tentang bagaimana cara untuk mencapai aktualisasi diri C. Citra tubuh. harga diri tinggi. ideal diri. Penutup VI. Kegiatan inti : 35 menit 1. identitas jelas Nilai = 100 + 100 + 100 = 300 : 3 = 100 Alat/sumber/bahan belajar Uraian materi : LCD/keterampilan dasar praktek klinik keperawatan/ : KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI • Merupakan kebutuhan tertinggi dalam Hierarki Maslow. Menjelaskan kriteria kepribadian sehat 6. konsep diri yang positif. ideal dan realitas. peran diri. trauma 3. 2. Kepribadian sehat apabila citra tubuh positif dan akurat. Menjelaskan konsep diri rendah 7. Sebutkan komponen konsep diri Sebutkan faktor yang mempengaruhi konsep diri Jelaskan kepribadian sehat Jawaban ulangan harian 1. Penilaian : menyimpulkan materi yang sudah di sampaikan. identitas diri Tingkat perkembangan dan kematangan Budaya Sumber eksternal dan internal Pengalaman sukses dan gagal Stresor Usia. Menanyakan kepada siswa tentang pengertian kebutuhan aktualisasi diri 2. berupa kebutuhan untuk berkontribusi terhadap orang lain • Dalam mencapai sebuah aktualisasi diri maka di perlukan senuah konsep diri yang sehat . kepuasan penampilan peran. 3. Menyebutkan dan menjelaskan komponen konsep diri 4. salam (5 menit0 : ulangan harian Soal ulangan harian 1.B. Menjelaskan konsep diri 3. Menyebutkan dan menjelaskan faktor yang mempengaruhi konsep diri 5. harga diri. keadaan sakit. 2.

kepercayaan dan nilai yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain. Tidak mau berkaca 3. Identitas jelas • Karakteristik konsep diri yang rendah 1. Harga diri 4. Konsep diri yang positif 4. Citra tubuh 2. Menghindari diskusi dengan topik dirinya 4. keadaan sakit dan trauma • Kriteria kepribadian yang sehat 1. Usia. Peningkatan ketergantungan pada orang lain . Kepuasan penampilan peran 6. Citra tubuh positif dan akurat 2. Sumber eksternal dan internal 4. Ideal diri 3. Harga diri tinggi 5. Menghindari perubahan pada dirinya 7. Stresor 6. pembentukan konsep diri sangat dipengaruhi oleh asuhan orang tua • Komponen konsep diri 1. Budaya 3.• Konsep diri adalah semua perasaan. Identitas diri • Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri 1. Tingkat perkembangan dan kematangan 2. Ideal dan realitas 3. Pengalaman sukses dan gagal 5. Peran diri 5. Menolak usaha rehabilitasi 5. Menghindari sentuhan atau melihat bagian tubuh tertentu 2. Melakukan usaha sendiri dengan tidak tepat 6.

Hilangnya bagian tubuh b. Budaya tidak sesuai 2. Menghindari kontak sosial 12. Hubungan interpersonal tidak harmonis b. kecacatan 3. Kegagalan dalam mengikuti aturan moral 4. keputusasaan dan menangis 9. SST . Kurang tanggung jawab • Faktor resiko gangguan konsep diri 1. Jenis kelamin tidak sesuai d. Menolak berpartisipasi dalam perawatan dirinya 10. Kegagalan mencapai tujuan hidup d. Kehilangan peran b. Perubahan perkembangan b. Kegagalan perkembangan c.8. Perubahan perkembangan c. Gangguan peran a. Hj. MM Doni agung wicaksono. Gangguan harga diri a. Konflik peran d. Tingkah laku merusak seperti penggunaan obat-obatan dan alkohol 11. Peran ganda c. juni 2011 Guru mata pelajaran Dra. Hartini. Tanda dari keresahan seperti marah. Gangguan identitas diri a. Ketidakmampuan menampilkan peran Mengetahui. Kepala sekolah Ponorogo. Trauma c. Gangguan citra tubuh a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful