Efektivitas Penggunaan Kartu Untuk Mempermudah Siswa dalam mengingat Huruf Kana (Untuk Kelas X SMA 1 Harapan Bangsa

)

Nina Salbiyah 0807382 7A

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JEPANG FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2011

maka akan terjadi kegagalan proses komunikasi. Bila dalam proses komunikasi terjadi khalayak merasa tidak mengerti akan apa yang dimaksud komunikator (pembicara). Judul Efektivitas Penggunaan Kartu Untuk Mempermudah Siswa dalam mengingat Huruf Kana (Untuk Kelas X SMA 1 Harapan Bangsa) B. yaitu bahasa. Salah satu perbedaan bahasa Jepang dengan bahasa Indonesia yaitu huruf yang digunakan. Begitu pun dengan bahasa Jepang. huruf kana yang terdiri dari huruf hiragana dan katakana. tata bahasa. banyaknya jumlah huruf Kana yang harus dipelajari. diperlukan alat yang dapat digunakan untuk berkomunikasi. Penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi. memiliki tujuan tertentu yaitu agar pikiran. Huruf kana merupakan salah satu unsur penting dalam mempelajari bahasa Jepang. kosakata dan huruf adalah hal yang tidak dapat dikesampingkan. terdapat empat macam huruf yang harus dikuasai pembelajar bahasa Jepang untuk dapat menulis dan membaca dengan baik. . perubahan persepsi. Dalam bahasa Jepang. Untuk dapat melakukan komunikasi. Huruf tersebut yaitu. huruf romaji dan huruf kanji. namun para pemula sering merasa kesulitan dalam mempelajarinya. Meskipun jumlahnya tidak sebanyak kanji. Kesulitan-kesulitan tersebut timbul karena beberapa faktor. Bahasa Jepang memiliki banyak perbedaan dengan bahasa Indonesia. prilaku. ide dan gagasan kita dapat dipahami oleh orang lain. Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan interaksi dua arah yang pada prosesnya terjadi pertukaran ide. seperti adanya perbedaan huruf yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari pembelajar yang biasanya hanya menggunakan huruf alphabet (romaji).A. Selain itu. para pemula sering terkecoh dengna bentuk kana huruf yang mirip. gagasan dan pandangan yang dapat menyebabkan terjadi pengertian. pikiran. kurangnya minat memepelajari bahasa Jepang. hubungan yang semakin baik dan pengaruh pada sikap. Dalam memepelajari bahasa.

mulai dari urutan penulisan. 1. penulis melakukan sebuah eksperimen melalui penerapan mengingat khuruf kana dengan menggunakan kartu sebagai media pembelajaran huruf Kana siswa SMA 1 Harapan Bangsa dengan judul penelitian Efektivitas Penggunaan Kartu Untuk Mempermudah Siswa dalam mengingat Huruf Kana (Untuk Kelas X SMA 1 Harapan Bangsa). setelah siswa diberi tahu materi huruf kana baru. cara baca dan menuliskannya kembali.Oleh karena itu. Barulah siswa diberi latihan dengan kartu Kana. sesuai dengan jumlah huruf kana. diharapkan dapat membantu mengatasi kesulitan yang ada. . Bagaimana efektivitas media kartu dalam pembelajaran huruf kana bagi siswa kelas X SMA Khayalan? 2. Untuk menjawab permasalahan tersebut. Permasalahan dalam penelitian penulis rumuskan sebagai berikut. Media kartu ini terdiri dari 1 set kartu yang berjumlah 152 lembar kartu. Rumusan Masalah Penelitian Perlu dirumuskan agar pembahasannya lebih sistematis dan terarah. adanya usaha untuk mengenalkan alternatif media mengingat baru pada pembelajar huruf kana. Penggunaan kartu akan dilakukan dalam sesi latihan. Bagaimana tanggapan siswa terhadap penggunaan media kartu sebagai media pembelajaran? D. Apakah ada perbedaan yang signifikan setelah dan sebelum media kartu diterapkan pada pembelajaran kana? 3. maka untuk dapat membantu siswa dalam mengingat akan di lakukan ekperimen alternatif pemecahan masalah dengan menggunakan media kartu. agar belajar menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Alternatif pemecahan masalah Karena banyakanya jumlah huruf kana yang harus dipelajari siswa. C.

E. Timbulnya kapabilitas tersebut adalah dari stimulasi yang berasal dari lingkungan dan proses kognitif yang dilakukan oleh pembelajar. Dapat memberkan alternatif pembelajaran huruf kana yang diharapkan dapat mempermudah kegiatn belajar mengajar. Setelah belajar orang memiliki keterampilan. Peneliti hanya akan meneliti apakah terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah siswa melakukan pembelajaran huruf kana dengna media kartu. Batasan Masalah Supaya penelitian lebih terarah. Peneliti hanya akan meneliti bagaimana efektivitas media kartu dalam pembelajaran huruf kana. dan nilai. Hasil belajar berupa kapabilitas. 3. maka permasalahan dalam penelitian penulis akan batasi sebagai berikut: 1. Belajar dan Pembelajaran Menurut Gagne belajar merupakan kegiatan yang kompleks. Untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap media kartu dalam pembelajaran huruf kana. Tinjauan Pustaka 1. Manfaat Penelitian Manfaat yang peneliti harapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui efektivitas media kartu dalam pembelajaran huruf kana. 2. G. H. Belajar terdiri dari tiga komponen . Siswa dapat merasakan hasil penelitian dengan meningkatnya hasil belajar. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah siswa melakukan pembelajaran huruf kana dengan media kartu. F. sikap. 3. yaitu hiragana dan katakana. 3. Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. 2. 2. pengetahuan. Dapat memberikan penjelasan mengenai pembelajaran huruf kana dengan menggunakan media kartu. Peneliti hanya akan membahas huruf kana.

penguasaan kemahiran dan tabiat. Perhatian terhadap pelajaran akan timbul pada siswa apabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya. Motivasi mempunyai kaitan yang erat dengan minat.com). pengelolaan. Apabila bahan pelajaran itu dirasakan sebagai sesuatu yang dibutuhkan.penting. Motivasi adalah tenaga yang menggerakkan dan mengarahkan aktivitas seseorang. Dengan kata lain. pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik (wikipedia. diperlukan untuk belajar lebih lanjut atau diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu menurut Tardif (1987) pengajaran adalah sebuah proses pendidikan yang sebelumnya direncanakan dan diarahkan untuk mencapai tujuan serta dirancang untuk mempermudah belajar. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. 2009 :10). Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. . bimbingan dan penilaian dengan tujuan menyebarkan ilmu pengetahuan atau kemahiran kepada pelajar-pelajar dengan cara yang berkesan. penyampaian. serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Meliputi perkara-perkara seperti aktivitas perancangan. pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi pelajar dan kreatifitas pengajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan. kondisi internal dan hasil belajar (Dimyati dan Mudjiono. yaitu kondisi eksternal. Desain pembelajaran yang baik. Oleh karena itu. Pengajaran Pengajaran merupakan aktivitas atau proses yang berkaitan dengan penyebaran ilmu pengetahuan atau kemahiran yang tertentu. 2. Siswa yang memiliki minat terhadap sesuatu bidang studi tertentu cenderung tertarik perhatiannya dan dengan demikian timbul motivasi untuk mempelajarinya. akan membangkitkan perhatian dan juga motivasi untuk mempelajarinya. Pembelajar yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pengajar yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar.

dan man'y gana. Ketiganya merupakan penyederhanaan dari aksara Tionghoa yang dikenal di Jepang sebagai kanji. ditulis: ). Namun aksara Tionghoa mulanya diciptakan untuk menulis bahasa Tionghoa. Hiragana Hiragana ( ) adalah suatu cara penulisan bahasa Jepang dan mewakili sebutan sukukata. Terdapat 2 macam huruf kana yang digunakan saat ini. Kata "kana" sendiri berarti aksara sementara atau aksara pinjaman. Sebagai pemecahannya. yaitu: a. Kegunaan Hiragana y menulis akhiran kata (okurigana. dan orang Jepang sulit memakainya untuk menulis bahasa Jepang. ia juga dikenali sebagai onna de ( ) atau 'tulisan wanita' karena biasa digunakan oleh kaum wanita. Huruf Kana Kana ( ) adalah sebutan untuk aksara silabel Jepang yang terdiri dari katakana. Orang Jepang mulai bisa menulis setelah mengenal aksara Tionghoa.ditunjang fasilitas yang memandai. 3. Hiragana mula digunakan secara luas pada abad ke-10 Masehi. Kaum lelaki pada masa itu menulis menggunakan tulisan Kanji dan Katakana. ditambah dengan kreatifitas guru akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajar. Hasilnya adalah tulisan yang ditulis dengan menyusun satu demi satu aksara kanji untuk melambangkan bunyi bahasa Jepang. Yang bercetak tebal itulah okurigana. sebuah karakter dipakai untuk melambangkan sebuah bunyi. Pada masa silam. sedangkan arti yang dikandung masing-masing karakter diabaikan. . hiragana. Contoh: okuru (mengirim) .

yang menandakan bagaimana suatu kata dibaca. b. beberapa kata benda (noun) dan kata sifat (adjektif). dikenal juga dengan rubi. Penggunaan media pembelajaran dalam penelitian Kuantitatif maupun Kualitatif juga menjadi ukuran penting dalam proses pembuktian hipotesa.y menulis kata keterangan (adverb). hal ini hanya bersifat penegasan saja. Katakana Katakana adalah salah satu daripada tiga cara penulisan bahasa Jepang. menulis furigana. Dalam Proses belajar mengajar di kelas. yaitu teks kecil di atas kanji. animasi dan komik (manga). Katakana biasanya digunakan untuk menulis kata-kata yang berasal dari bahasa asing yang sudah diserap ke dalam bahasa Jepang ( /gairaigo) selain itu juga digunakan untuk menuliskan onomatope dan kata-kata asli bahasa Jepang. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Kelancaran Aplikasi Model Pembelajaran sedikit banyak ditentukan pula oleh Media Pembelajaran yang digunakan. y perkataan-perkataan yang penulisan Kanji-nya tidak diketahui atau sudah lama tidak digunakan. . Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran. 4. Media Pembelajaran Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari ³Medium´ yang secara harfiah berarti ³Perantara´ atau ³Pengantar´ yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. y y menulis bahan bacaan anak-anak seperti buku teks. Media berarti sebagai sarana yang berfungsi menyalurkan pengetahuan dari Guru kepada peserta didik.

perasaan. .Sementara itu. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda. Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku. saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. seperti adanya komputer dan internet. kesempatan melancong. maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan. yang disebabkan. tergantung dari faktorfaktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak. (f) obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi. National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandangdengar. (f) obyek yang bunyinya terlalu halus. miniatur. video dan sebagainya. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata. (b) obyek terlalu kecil. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu obyek. (c) obyek yang bergerak terlalu lambat. (d) obyek yang bergerak terlalu cepat. dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik. diantaranya : 1. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari. dapat merangsang fikiran. dan sebagainya. karena : (a) obyek terlalu besar. seperti ketersediaan buku. termasuk teknologi perangkat keras. khususnya dalam bidang pendidikan. (e) obyek yang terlalu kompleks. model. 2. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. Media memiliki beberapa fungsi. film. Melalui penggunaan media yang tepat. maupun bentuk gambar ± gambar yang dapat disajikan secara audio visual dan audial. Sedangkan.

VTR). poster. tape recorder. seperti: biaya. chart. laboratorium bahasa. Candi. video (VCD. 6. Media Visual : grafik.3. Media Audial : radio. komik 2. DVD. maka media film dan video bisa digunakan. Jika tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang lebih tepat digunakan. kartun.com). keadaan peserta didik. diantaranya: 1. diagram. Projected motion media : film. dll. Projected still media : slide. konkrit. Media membangkitkan keinginan dan minat baru. ketersediaan. bagan.Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak Terdapat berbagai jenis media belajar. . 5. Contoh : bila tujuan atau kompetensi peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata tentunya media audio yang tepat untuk digunakan. Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas). LCD Proyektor dan sejenisnya 4. (http://zonainfosemua. Di samping itu. 4. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar. televisi. 8. 7. dan sejenisnya 3.blogspot. dan mutu teknis. Media menghasilkan keseragaman pengamatan 5. terdapat kriteria lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer). Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar. Study Tour Media : Pembelajaran langsung ke obyek atau tempat study seperti Museum. over head projektor (OHP). ketepatgunaan. komputer dan sejenisnya. dan realistis.

Pengertian dan fungsi kartu kata Flash card atau Educational card adalah kartu-kartu bergambar yang dilengkapi kata-kata. sehingga perbendaharaan dan kemampuan membaca anak bisa dilatih dan ditingkatkan. I. Observasi adalah pengamatanlangsung para pembuat keputusan berikutlingkungan fisiknya dan atau pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang berjalan. tujuan dari metode ini adalah melatih kemampuan otak kanan untuk mengingat gambar dan kata-kata. 2. Instrumen y Observasi Observasi atau pengamatan merupakan salah satu teknik pengumpulan data/faktayang cukup efektif untuk mempelajari suatu sistem. seri binatang. Metode deskriptif adalah metode yang menggambarkan suatu kenyataan atau fakta dengan data yang diperoleh sesuai dengan tujuan penelitian. hewan . barang. Metode Metode yang peneliti gunakan dalam penelitain ini adalah deskriptif. Pennsylvania. dan sebagainya. Gambar-gambar pada flash dikelompokan antara lainbentuk-bentuk angka. kuesioner. y Wawancara Menurut beberapa ahli. hanya dalam waktu satu detik untuk masing-masing kartu.5. Teknik Pengumpulan Data a. Observasi membantu menegaskan atau menolak serta melihat kembali tentang apasaja yang telah ditemukan lewat wawancara. wawancara juga di definiusikan sebagai berikut :Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan jalan . Kartu ini dimainkan dengan cara diperlihatkan kepada anak dan dibaca secara cepat. seorang dokter ahli bedah otak dari Philadelphia. Metode Penelitian 1. Media Kartu a. yang diperkenalkan oleh Glenn Doman.

penelitian ini bertempat di SMA 1 Harapan Bangsa. b. Sedangkan berdasarkan tekniknya. 1987 ). Komunikasi tersebut dilakukan dengan dialog ( Tanya jawab ) secara lisan.mengadakankomunikasi dengan sumber data. 1995. pewawancara hanya berperan sebagai pengarah dan yang di wawancara tidak dominan dan tidak pasif. baik langsung maupun tidak langsung ( I. Dengan perpaduan ini dapat saling menutupi kelemahan satu sama lain.Wawancara adalah alat untuk memperoleh data atau fakta atau informasi dariseorang murid secara lisan ( Dewa Ktut Sukardi.com).Wawancarainformatif adalah suatu alat untuk memperoleh fakta/data informasidari murid secara lisan . (http://www.1985 ).Wawancara adalah salah satu metode untuk mendapatkan data anak atau orangtua dengan mengadakan hubungan secara langsung dengan informan/face to face relation ( Bimo Walgito. . wawancara ini merupakan perpaduan antara wawancara bebas dan wawancara terkendali. yaitu wawancara yang dilakukan dengan seseorang untuk memperoleh keterangan mengenai orang tersebut atau untuk mendapat informasi yang dibutuhkan. maka digunakan Wawancara langsung. Dengan tujuan mendapatkan data yang diperlukan untuk bimbingan ( WS. Subjek penelitian Subjek penelitian adalah sisw-siswia kelas X SMA Harapan Bangsa. 1983 ). Djumhur dan Muh. Tempat Tempat penelitian adalah tempat yang dilakukan dalam melakukan penelitian untuk memeperoleh data yang diinginkan.Surya. Berdasarkan sifatnya. maka dalam penelitian ini digunakan wawancara bebas ± terkendali.scribd. Winkel. c.

urutan menulis. Siswa diberitahubagaimana cara menulis. c. Tahap pelaksanaan tindakan a. Jumlah kartu yang dibuat sebanyak 1 set. Satu lembar kartu terdiri atas satu huruf kana. c. Tahap perencanaan tindakan a.d. b. Siklus y Rancangan tindakan terdiri dari: 1. Terdiri dari 46 huruf hiragana dan 46 huruf katakana. d. membuat rencana pembelajaran b. Pertama dilakukan selama 10 menit e. Waktu dan frekuensi Waktu penelitian adalah berlangsungnya penelitian atau saat penelitian dilakukan. ''b''. Penulisan huruf kana menggunakan warna-warna yang menarik. 2. Penelitian ini dilakukan pada bulan maret 2012. f. Bagian pertama siswa memberikan materi huruf kana sebanyak 5 huruf. Tahap dua. berikan materi huruf kana baru sebanyak 5 huruf. cara mengucapkannya. ''c'' dan seterusnya. lalu lafalkan secara jelas. . pemberian huruf kana terbagi menjadi dua bagian. Tunjukkan bagian depan kartu yang berisi abjad kepada siswa selama beberapa detik. Frekuansi latiahan yang diberikan sebanyak 40 menit dalam setiap petemuan. urutan menulis. Durasinya 10 menit untuk 5 huruf kana yang baru dan 10 menit berikutnya digunakan untuk mengulang huruf kana dari pertama. d. Siswa diberitahu bagaimana cara menulis. Usahakan agar siswa merespon. membuat media kartu dari bahan karton. Pelafalan dilakukan berkali-kali untuk setiap huruf agar siswa terbiasa mendengar dan mengucapkannya. Kemudian diberi latiahn dengan menggunakan kartu seperti tahap petama. seperti ikut mengucapkan huruf ''a''. Kemudian diberi latiahn dengan menggunakan kartu. cara mengucapkannya. 3.

Seminar hasil penelitian X X X X X Rencana Kegiatan 1 X X X X 2 Bulan 3 4 5 6 . Hasil tes dan catatan selama proses pembelajaran dianalisis b. Tahap refleksi a. meyepakati jadwal dan tugas c. setelah selesai. seminar konsep pelaksanaan 2 Pelaksanaan a. Tahap observasi dan evaluasi a. Hal-hal yang sesuai dengan rencana pembelajaran ataupun hal-hal yang tidak sesuai dengan rencana pembelajaran di catat. catat hal-hal yang terjadi saat pembelajaran secara rinci c. memperhatikan dengan seksama kegiatan pembelajaran di kelas b.3. penyusunan konsep pelaksanaan b. menyusun instrumen d. Melakukan tindakan kelas siklus 2 3 Penyusunan Laporan a. membuat rancangan berikutnya berdasarkan data yang didapat dari siklus pertama y Jadwal kegiatan No 1 Persiapan a. didiskusikan dengan rekan peneliti c. menyiapkan kelas dan alat b. Melakukan tindakan kelas siklus 1 c. Menyusun konsep laporan b. tes diberikan setiap setelah pembelajaran dilakukan 4. dianalisis.

setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran. Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana. Perbaikan laporan d. Untuk menganalisis tingkat penguasaan atau presentase keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar.c. yaitu suatu metode penelitaian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar yang dicapai siswa. . Penggandaan dan pengiriman hasil X X 4. Dan juga untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran serta aktifitas siswa selama proses pembelajaran. Data Teknik Pengolahan Dalam penelitian ini. peneliti menggunkan teknik analisis deskriptif kualitatif.

http://zonainfosemua.blogspot.com/2011/01/media-berasal-dari-bahasalatin. 4. http://www. Sutedi. Dahidi. Penelitian Pendidikan bahasa Jepang.wikipedia. 2.2009. 2004. 3. Pengantar Linguistik bahasa Jepang. Jakarta : Kesaint Blanc.Daftar Pustaka 1. Belajar dan Pembelajaran. Bandung : Humaniora.com 5. www.com/doc/22186725/Observasi-Dan-Wawancara . Ahmad dan Sudjianto.html 6. 2009.scribd. Dedi. Dimyati dan Mudjiono. Jakarta : Rineka Cipta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.