ASAS-ASAS MANAJEMEN

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI “ADI UNGGUL BHIRAWA” STIE-AUB SURAKARTA 2006 Website : www.stie-aub.ac.id email : stieaubsolo@stie-aub.ac.id

1

BAB I

PENDAHULUAN 1.1. Arti Manajemen A. Istilah manajemen – to manage – control – mengendalikan, menangani, atau mengelola (Indonesia), mengurus (Malaysia). Manajemen (management) – kata benda, arti: 1. 2. Pengelolaan, pengendalian, penanganan (managing), Perlakuan secara terampil (skillfull treatment), 3. Gabungan A dan B adalah berhubungan dengan pengelolaan suatu perusahaan, rumah tangga, atau sesuatu bentuk kerjasama dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Dus manajemen sebagai ilmu dan seni. Management (Inggris) dari akar kata “manus” (tangan), berkaitan dengan managerie=berternak=sekumpulan binatang liar yang dikendalikan di dalam pagar=manage (Latin)=mansionaticum=pengelolaan rumah besar. B. Konsef 1. Mendapatkan sesuatu melalui kerja orang lain (Management is getting things done through other people) - harus punya rasa tanggung jawab, 2. Pembuatan keputusan (Management is decision making). 3. Mempelajari bagaimana menciptakan effectiveness (doing the right thing/yang benar=strategi) secara efficient (doing the things right/dengan benar=taktik).

1.2. Kedudukan Manajemen Dalam Ilmu 2

5) Komunikasi 4) Pemimpin (Kepemimpinan) 3) Organisasi 1) Administrasi 2) Manajemen

Cara baca: manajemen inti dari administrasi, organisasi inti dari manajemen, pemimpin/kepemimpinan inti dari organisasi, komunikasi inti dari pemimpin/kepemimpinan (Prof. Dr. Sondang P. Siagian, dan Dr. Kartini Kartono). Dalam Filosofis budaya melayu (Perahu Sampan Kolek=PSK?), Perahu (P), Lancang Kuning (LK), Bulang Linggi (BL), Perahu Naga (PN) (dikembangkan atas dasar pemikiran teori x dan y Amerika, teori z Jepang, teori w Korea, temuan Dr. Kelly). 1) Administrasi (keseluruhan proses kerjasama dua orang manusia atau lebih atas dasar rasionalitas untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya) perumpamaan lautan nan luas; diperlukan 2) Manajemen (ilmu dan seni untuk memperoleh sesuatu hasil melalui kerja orang) ketika hendak berlayar menggunakan PSK; PSK= 3) Organisasi (sistem kegiatan kerjasama) bentuk dalam arti wadah adalah perahu, dalam arti proses interaksi yang serasi antara peran pemukul beduk dan peran tekong dalam diri seorang 4) Pemimpin yang disebut Kepemimpinan (kontribusi 20%) dengan pendayung=SDM/pegawai/masyarakat (kontribusi 80%); Pemimpin (di depan sebagai pemukul beduk memberi motivasi, semangat/contoh/keteladanan melalui bunyi indah yang dihasilkan pemukul peduk= 5) komunikasi (verbal dan non verbal); dibelakang sebagai tekong/pengemudi/pelurus jalan menuju dermaga tujuan. Bila pemukul beduk tidak pandai meningkah, bunyi beduk tidak indah, pendayung akhirnya bertingkah (4 sikap pengikut: 1. Ritualitas, 2. Inovator (kreatif), 3. Rebel/pemberontak, dan 4. apatis), atau (ajaran Taoisme: bila pemimpin kreatif pengikut cerdas/pintar, bila pemimpin banyak keinginan, pengikut bertingkah, bila pemimpin kaku, pengikut tidak betah, bila pemimpin banyak nuntut, timbul permusuhan/perselisihan di kalangan pengikut); perahu tidak terarah, walaupun berpindah/bergerak, karena tekong lemah, akhirnya haluan (objective) boleh berubah. Kapal akan sampai ke

3

dermaga tujuan membawa pemukul beduk dan tekong (leader) bersamasama pendayung (follower). 1.3. Teori Manajemen A. Scientific Management (teori insentif, 1903) Tokoh: Taylor, Fayol, Gulick, Urwick; focus pada produktivitas dan memudahkan pekerjaan; perlu dikembangkan metode kerja dan standard kerja; muncul time and motion studi (studi gerak dan waktu dalam melaksanakan pekerjaan) prinsif-prinsif kerja; setiap orang dalam organisasi (tinggi atau rendah), harus diberi perlengkapan kerja (yang standard) dan insentif yang tinggi agar hasil kerja berkualitas. B. Teori hubungan manusia (human relation, tahun 1930) Tokoh: Follet, Mayo, Reothlisberger; sanggahan teori finansial – untuk meningkatkan produktivitas kerja, hubungan yang dinamis dan harmonis. C. Behavior science (teori perilaku, 1950) Tokoh: Chester I Barnard dan Herbert Simon; gabungan dari teori insentif dan teori hubungan manusia (psikologi, sosiologi, ilmu politik dan ekonomi); focus pada prilaku kerja yang kooperatif dalam organisasi formal (works behavior in formal organizational); “produktivitas kerja individu akan membawa produktivitas kerja organisasi dan akan tergantung pada prilaku orang-orang dalam organisasi” – “prilaku orang akan tergantung pada kebutuhannya; untuk meningkatkan produktivitas organisasi, tingkatkan produktivitas individu, berikan insentif sesuai dengan tingkat kebutuhannya. 1.4. Perkembangan Generasi Manajemen 1. Generasi I (Jungle Management) Pekerjaan lebih banyak dikerjakan sendiri; tidak ada catatan tertulis tentang apa yang telah, sedang, dan akan dikerjakan – dicatat dalam ingatan orang-orang yang menjalankan manajemen; pekerjaan dijalankan secara naluriah - mengalir bersama-sama orang yang saling bekerjasama; prinsif doing thing by ourself. 2. Generasi II (Management by direction) Manajemen sudah mulai kokoh sebagai sebuah ilmu; pelopornya adalah Frederick Winslow Taylor (1856-1915) – bapak manajemen ilmiah; cirinya penggunaan wewenang untuk mengarahkan anggota organisasi mencapai tujuan – sering disertai penggunaan paksaan; anggota organisasi kurang memiliki kebebasan untuk berkreasi; belum memperhitungkan kepuasaan pelanggan maupun kepuasan anggota

4

mengutamakan nilai produktivitas. 5. Generasi IV (Value Creative Management) Tokoh: Brian L. prinsip doing thing through by the other people. Savage bukunya Fith Generation Management – integrating enterprises through human networking. pendekatan ilmiah serta kerja tim dalam suatu segitiga yang dimanakan “joiner triangle”. Ciri utama memadukan antara kualitas. mengutamakan kualitas melalui kepuasan individu (pelanggan maupun anggota organisasi). Generasi V (Knowledge and Human Networking Management) Tokoh Charles M. Unsur No. focus pada kualitas produk yang dihasilkan dalam rangka memberikan kepuasan pada pelanggan (customer satisfaction) disertai kepuasan dari para anggota organisasi – kualitas yang dimaksudkan adalah sebagaimana yang didefenisikan oleh para pelanggan. pencapai kualitas dilakukan melalui berbagai pendekatan ilmiah yang berbasis pada penelitian. dinamakan management by direction. . mulai berkembang teori-teori kepemimpinan. 3. termasuk manajemen kualitas total (total quality management atau TQM). 4. individu anggota organisasi bukan hanya sekedar alat produksi. ciri utamanya adalah bagaimana mengintegrasikan perusahaan melalui jaringan manusia. pendekatan ilmiah merupakan suatu proses pelajar mengajar mengelola organisasi sebagai suatu sistem. Sebutan Generasi I Jungle Management Doing things Generasi II Management by direction Doing thing Generasi III Management by targeting (management by objectives) Mengutamakan Generasi IV Value Creative Management Mengutamakan Generasi V Knowledge and Human Networking Management Mengutamakan 5 02. berangkat dari rasa percaya pada setiap orang dengan meperlakukan manusia berdasarkan harga dirinya. Generasi III (Management by Targetting/Management by Objective) Anggota organisasi diberi kebebasan agar memiliki daya inovasi dan kreativitas – kebebasan diimbangi dengan pemenuhan target-target pekerjaan yang ditetapkan secara kuantitatif untuk mencapai tujuan organisasi – dalam kenyataan target pekerjaan terlampau berat akhirnya membelenggu anggota organisasi kemudian menimbulkan stress. Joiner. unsur manusia di dalam organisasi dihargai sangat tinggi sebagai individu yang memiliki keahlian-keahlian tertentu. 01. Ciri Utama .organisasi. kepercayaan dan rasa hormat serta bekerja atas dasar pendekatan menang-menang (win-win approach). pengembangan proses berpikir serta mengambil keputusan berdasarkan data. pelopor Peter F. 1990. Drucker.

Fungsi-fungsi organik Mutlak dijalankan oleh manajemen. Budgeting (penganggaran) John D. Jaringan antara profesional Jaringan Charles Savage M. FUNGSI-FUNGSI ORGANIK Henri Fayol 1. Staffing (pengadaan pegawai) 4. akan meningkatkan efisiensi. Drucker 1970-1990 04. sebaiknya dilaksanakan. Fungsi-fungsi Pelengkap Tidak mutlak. R. Directing (pemberian bimbingan) 5. kepuasan pelanggan dan pekerja Nilai-nilai yang disepakati bersama Struktural dan fungsional Brian L. 06. Taylor. Reporting (pelaporan) 7. memperlancar usaha pencapaian tujuan dengan efisien. 1990-sekarang 1990-sekarang 1. 05. karena pelaksanaan fungsi-fungsi itu dengan baik. tata ruang kantor dll). Organizing (pengorganisasian) 3. Organizing (pengorganisasian) 3. Joiner keunggulan perorangan dalam bekerjasama jaringan. Directing (pemberian bimbingan) . G. Planning (perencanaan) 2. B. bila tidak/tidak mampu.5. Commanding (pemberian komando) 4. Coordinating (pengkoordinasian) 6. Tidak ada organisasi Semua orang yang bekerja bersama - Feodal hierarkis Frederick W. Fungsi Manajemen A. Sumber kekuatan Tipe organisasi Tokoh pelopor (antara lain) Tahun Perkembangan Diri sendiri Pemimpin dan tim kerja Struktural dan fungsional Peter F. Planning (perencanaan) 2.by ourself through by the other people pemimpin target kuantitatif 03. Terry 1800-1980 target kualitatif. lambat/cepat organisasi mati. Gullick 1. Controlling (pengawasan) Luther M. ekonomis dan efektif (contoh: fungsi komunikasi. Millet 6 1.

2. Directing/Actuating (penggerakan) 4. Controlling (pengawasan) Sondang P. Planning (perencanaan) 2. Controlling (pengawasan) George R. Penilaian (evaluating) Louis A. Pemberian motivasi (motivating) 4. Pengawasan (controlling) 5. Planning (perencanaan) 3. Controlling (pengawasan) 7 John Robert Beishline . Perencanaan (planning) 2. Directing (pemberian bimbingan) 5. Staffing (pengadaan pegawai) 4. Organizing (pengorganisasian) 3. Planning (perencanaan) 2. Terry 1. Siagian 1. Allen 1. Planning (perencanaan) 2. Actuating (penggerakan) 4. Leading (kepemimpinan) 2. Organizing (pengorganisasian) 3. Organizing (pengorganisasian) 3. Planning (perencanaan) 2. Organizing (pengorganisasian) 3. Mee 1. Controlling (pengawasan) John F. Controlling (pengawasan) Prajudi Atmosudirdjo 1. Facillitating (mempasilitasi) Harold Koonts & Cyrill O’donnel 1. Organizing (pengorganisasian) 4. Motivating (pemberian motivasi) 4. Pengorganisasian (organizing) 3.

Leading 6. Commanding 5. Newman 1. Directing 6. Controlling Lyndak F. Controlling The Liang Gie 1. Controlling Winardi 1.1. Communication 7. Organizing 3. Organizing 3. Urwick 1. Directing 4. Planning 2. Controlling William Spriegel 1. Controlling 6. Komando 4. Organizing 3. Assembling 4. Coordinating 5. Forecasting 2. Coordinating 6. Actuating 5. Coordinating 4. Planning 2. Improving 8 Seluruh ahli sependapat . Planning 3. Resources 5. Planning 2. Organisasi 3. Planning 2. Perencanaan 2. Decision making 3. Kontrol William H. Organizing 4.

Authority and responsibility (kewenangan dan tanggung jawab) Keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab 3. 7. ramah dan adil. Pengorganisasian 3. dan ketentuan dengan ikhlas dan sedang hati tanpa paksaan 4. simpati. Prinsif-Prinsif Manajemen 1. Scalar chain (jenjang hirarki) Tingkatan wewenang dan tanggung jawab (tertinggi – terendah) tidak boleh menyimpang (dapat dipersingkat) 10. 5. Devision of work (pembagian pekerjaan) Spesialisasi di segala bidang untuk mencapai efisiensi dan efektivitas penggunaan pegawai. 8. patuh dan taat pada norma. peraturan. 2. Unity of direction (kesatuan arah) Seorang kepala dan satu rencana 6. 9. . Equity (keadilan) Sikap pemimpin yang baik. Dicipline (disiplin) Suasana tertib dan teratur. laporan dan pertanggungjawaban pimpinan. Perencanaan 2.1. Subordination of individual interst to general interst (kepentingan umum di atas kepentingan individu) Kepentingan umum ditempatkan di atas segala kepentingan. Remuneration of personnel (gaji/upah/penghasilan) Sistem dan metode harus adil dan memberikan kepuasan maksimal. tunduk. Unity of command (kesatuann perintah) Perintah. Centralization (sentralisasi) Disentralisasikan atau didesentralisasikan kepada unit-unit tergantung situasi dan kondisi – yang memberikan hasil yang lebih baik. Stability of turn over of personnel (stabilitas jabatan pegawai) kepada seorang 9 12. Order (ketertiban) Material dan sosial (tempat tepat bagi sesuatu dan seseorang) 11. Pengawasan 1.6. kesetiaan dan ketaatan bawahan.

b. pasar penting dikuasai. Materials (bahan-bahan. 3. Tingkatan (hierarchie) Top management. perlengkapan) Manajemen ada karena adanya kegiatan manusia secara bersama-sama untuk mengurus material. Kelompok Manajemen 1. Man (manusia) Sangat menentukan. memberikan keuntungan terhadap tenaga kerja. Unsur-Unsur Manajemen 1. 10 2. 5. dengan cara kerja yang baik akan memperlancar dan mempermudah jalannya pekerjaan. c. Mechines (alat-alat) Peranan mesin sebagai alat bantu kerja. a. Methods (metode.7.8.Kepastian. cara-cara kerja) Tercapai atau tidaknya tujuan sangat tergantung kepada cara melaksanakannya. melakukan proses kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 1. memudahkan melaksanakan pekerjaan. manusia membuat tujuan. kestabilan dalam bekerja 13. Money (uang) Uang (penting) sebagai alat tukar dan alat ukur nilai sesuatu usaha (besar kecilnya perusahaan diukur dari jumlah perputaran uang). Initiative (prakarsa) Kesempatan berprakarsa – indikasi adanya kepuasan Spirit de corps (Kesetiakawanan) Team work dan komunikasi yang baik. tanpa manusia tidak akan ada proses kerja. mempermudah tercapainya tujuan hidup manusia. 14. titik pusat (central point) manajemen. 4. 1. a. 6. Market (pasar) Fungsi pasar (penting) untuk memasarkan barang-barang hasil produksi sesuatu kegiatan usaha. Middle management Lower management Ruang lingkup General/macro management . 2. demi kelangsungan proses kegiatan badan usaha atau industri. penggunaannya sangat tergantung kepada manusia.

4. Tradisional/konfensional/untung-untungan. 9. 6. 5. 4. Arti Perencanaan Bermacam-macam pengertian yang diberikan oleh penulis mengenai perencanaan. 9. 6. 10. Newman Planning is desiding in advance what is to be done (perencanaan adalah penentuan terlebih dahulu apa yang akan dikerjakan) 11 Louis A. b. 2. Allen . 7.b. Manajemen dictator/otokrasi. a. 7. 3. 4. H. Manajemen tertutup. Spesial/micro management Filosofi Patrimonial management (hubungan keluarga) Political management (hubungan politik) Professional management (keahlian) Macam Materi Personnal management Production management Industrial management Financial management Office management Transportation management Marketing management Accounting management Education management Sales management Sistem/penerapan Scientific management. 5. 5. Manajemen bapak. Manajemen sistematis. 8. 8. antara lain: W. 1. 1. Manajemen liberal BAB II PERENCANAAN (PLANNING) 2. 3.1. 2. 3. Manajemen demokratis. Manajemen terbuka. c.

Siagian Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan. untuk pelaksanaan yang akan segera dikerjakan). kemudian membuat perkiraan dan peramalan tentang keadaan dan perumusan tindakan untuk masa yang akan datang yang sekiranya diperlukan untuk mencapai hasil yang dikehendaki). Terry Planning is the selecting and relating of fack and the making and using of assumption regarding the future in the visualization and formulation of proposed activities believed necessary to achieve desired results (perencanaan adalah pemilihan fakta-fakta dan usaha menghubunghubungkan antara fakta yang satu dengan yang lain. policies. 4. Dikenal: 1. Preparasi (dibuat sebagai persiapan/pre-parasi. dan program). Koontz dan O’Donnel Planning is the function of a manager which involves the selection from among alternatives of objective. 2. harus dapat dilaksanakan). Estimasi (dibuat berdasarkan analisa fakta dan perkiraan yang mendekati/estimate. and programs (perencanaan adalah fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan berbagai alternatif tujuan. Rasional (dibuat dengan pemikiran yang rasional.2. 2. tidak secara khayalan/angan-angan.3. procedures. H. Managerial planning (departemental dan operasional) George R. Kesimpulan: Perencanaan adalah pola perbuatan yang menggambarkan dimuka hal-hal yang akan dikerjakan kemudian. kebijakan. pedoman/patokan tindakan yang akan dilakukan/bukan untuk yang telah lalu). 3. 2. Operasional (dibuat untuk dilaksanakan. Unsur-Unsur Perencanaan 1. bukan yang telah lalu). Sifat Perencanaan 12 tindakan- .Planning is the determination of a course of action to achieve a desired result (perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan). Administrative planning (seluruh unit) 2. untuk keperluan tindakan kemudian dan seterusnya. prosedur. Sondan P.

5. ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan. Fleksibel (dapat mengikuti perkembangan kemajuan masyarakat. Faktual (dibuat berdasarkan fakta/data. Fungsi Perencanaan 1. 3. 2. dapat diubah /disempurnakan sesuai keadaan/tidak merubah tujuan). 3. 5. menyeluruh dalam setiap level).5. perencanaan dimaksud). memperkirakan kejadian yang akan datang dalam tindakan pelaksanaan kelak). baik waktu. Prinsif/Asas Perencanaan 1. Koordinasi (sebagai alat koordinasi seluruh kegiatan manajemen). Interpretasi (dapat menjelasan. 3. tenaga. atau agar kegiatan dan perbaikan untuk patokan pegangan pelaksanaan 6. Rasional (masuk akal. Forcasting (dapat memperhitungkan keadaan dan situasi dimasa yang akan datang).4.1. Pervasivitas (mencakupi seluruh kegiatan manajemen. Pedoman (jadi pedoman. Contributeir (membantu tercapainya tujuan manajemen). Primary activity (kegiatan pertama dari seluruh kegiatan manajemen). 2. 2. menguraikan dan menjabarkan kebijakan umum (general policy)dari bentuk kerjasama (manajemen). biaya maupun fasilitas manajemen). bukan angan-angan). 2. Kepastian (menetapkan dimuka hal-hal yang akan dikerjakan kemudian secara pasti – tidak coba-caba). perubahan situasi dan kondisi. 4. tidak untuk sekali tetapi untuk selamanya). 13 . 2. prinsif ekonomis/hemat. Dialektis (memperkirakan peningkatan kesempurnaan masa yang akan datang). 4. Kontiniu/berkesinambungan (dipersiapkan untuk tindakan yang terus menerus dan berkelanjutan. Ekonomis (mengandung manajemen efisien). 7. Preventive control (alat pengontrol dan penilaian agar terhindar dari penyelewengan dan pemborosan.

6. Proses 1. city planning 3.6. 7. diperbaiki – disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berubah-ubah). jelas. Kebutuhan masa depan. Jangka Waktu 1. 5. Kebijakan pucuk pimpinan. educational planning. masyarakat maupun anggota untuk dilaksanakan). Wilayah/tempat Pelaksanaan 1. biaya. industrial planning. regional planning 4. tegas dan tidak berteletele). 3. Sumber Perencanaan 1. waktu. intermediate planning (1 – 5 th). 2. 2. 3. 2. 8. Materi/objek 1. short range planning (≼ 1 th) 4. Efficiency (nilai efisiensi – penghematan dan kerapian). 3.25 th). single use plans (sekali pakai) b. Hasil pengawasan. 2. general plans (rencana umum) 2. repeats plan/standing plan (berulang/tetap). financial planning. Penemuan-penemuan baru. Alternative (adanya alternatif/pilihan – bahan. personnel planning. policy planning 2. network planning (perencanaan jaringan kerja) 2. special plans (rencana khusus) 3. 6. Strategis (punya siasat/strategi agar diterima atasan. Pleksibilitas (mudah disempurnakan. Rural planning 2. sosio economic planning. tenaga. 4. 5. 14 . program planning 3. Limiting factor (factor yang urgen. long range planning (5 . dsb).7. terang. Segi umum dan khusus 1.4. national planning 5. operasional planning 3. 4. Penggunaan a. 2. Macam Perencanaan 1. over all planning (perencanaan pola kerja umum) 4.

Luwes. Panitia (badan perencanaan). 4. meneliti. menganalisis dan mengklasifikasi informasi yang sudah terkumpul. Melaksanakan metode perencanaan yang telah dibuat dengan menetapkan pelaksanaan rencana (memilih rencana yang diajukan/memantapkan perencanaan dan mempertimbangkan hambatan-hambatan dengan berbagai kegiatan. Kontraktkor (konsultan). Mengatur urutan dan waktu rencana secara terperinci. 4. Dibuat oleh orang yang memahami tujuan organisasi. 6. 3.8. Disertai perincian yang teliti. 9.10. 2. Prakarsa dari dalam. Mempermudah tercapainya tujuan. 9. 2. Mengadakan evaluasi (penilaian). Merupakan forcasting. 2. 15 . Menetapkan planning alternatif. 7. 2. 5. Bersifat praktis/pragmatis. 7. sbb: 1. Mengetahui sifat/ciri/prinsip rencana yang baik. tujuan dan kebutuhan secara jelas. Membuat sintesis (metode/alternatif penyelesaian). tugas. Unit staff (bagian perencanaan). 8. 10. Prakarsa dari luar. Menentukan masalah. 3. Tidak boleh lepas dari pemikiran pelaksanaan. Bersifat sederhana. Perencanaan Yang Baik A. Tindakan/langkah-langkah Pokok Perencanaan 1. 2. 4. 6. 5. Dalam perencanaan terdapat tempat pengambilan resiko. Perorangan (tenaga staf). 2. Mengorbservasi. Dibuat oleh orang yang mendalami teknik perencanaan.9. Pembuat Perencanaan 1. Memilih dan memeriksa rencana yang diajukan. 6. 3. Mencari informasi secara lengkap yang berhubungan dengan berbagai kegiatan.5. 8.

Menentukan beberapa alternatif (determination of several alternatives). Mengetahui sifat hakikat masalah yang dihadapi (know the nature of the problem). Menganalisa data-data (analisis of the data). organum (latin) = alat. 6. 16 James D. Mooney . Mengumpulkan data (collect data). C. Why (mengapa) = keperluannya (mengapa pekerjaan itu harus dilakukan). mengorganisasi = menghimpun beberapa orang untuk bersama-sama melakukan pekerjaan guna mencapai tujuan yang telah ditentukan. anggota/badan.B. sbb: 1. Memandang proses perencanaan sebagai suatu masalah yang harus dipecahkan dengan mempergunakan teknik-teknik ilmiah (scientific techniques of problem solving). Penilaian hasil (evaluation of results) BAB III PENGORGANISASIAN (ORGANIZING) Arti Organisasi Etimologi To organize – to organ – organon (Anglo sexon Greak/Yunani). 4. to organize = menyusun bagian-bagian yang terpisah-pisah menjadi suatu kesatuan sehingga dapat dipergunakan untuk melakukan pekerjaan dalam mencapai tujuan. pengorganisasian = penyusunan tugas kerja dan tanggung jawab. How (bagaimana) = cara mengerjakannya (bagaimana cara melakukan pekerjaan tersebut) 4. bagian. Pelaksanaan (execution) 7. Memandang proses perencanaan sebagai suatu rangkaian pertanyaan yang harus dijawab. melalui langkah: 1. Where (dimana) = tempat (dimana pekerjaan itu harus dilakukan) 6. When (kapan) = waktu (kapan hal tersebut perlu dilakukan) 3. Who (siapa) = tenaga kerja (siapa yang melakukan pekerjaan tersebut) 5. Memilih cara yang terbaik (selection of the seeminingly best way from among alternatives). 3. What (apa) = tujuan (tindakan apa yang perlu dilakukan) 2. Organizing dari kata organism artinya menciptakan suatu struktur dengan bagian-bagian yang diintegrasikan sehingga mampunyuai hubungan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya (organisasi = hasil dari pengorganisasian. 2. 5.

Suatu sistem kegiatan kerjasama yang dikoordinasikan dengan sadar. George. Terry Organisasi adalah mengalokasikan seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan antara kelompok kerja dan menetapkan wewenang relatif serta tanggung jawab masing-masing individu yang bertanggung jawab untuk setiap komponen kerja dan menyediakan lingkungan kerja yang tepat dan sesuai. organisasi dapat ditinjau dari dua sudut pandang. Newman Mengorganisasi adalah menggolong-golongkan kegiatan-kegiatan yang perlu untuk melaksanakan rencana-rencana dalam kesatuan-kesatuan administrasi dan menentukan hubungan-hubungan antara pemimpin-pemimpin dan pegawai-pegawai dalam kesatuan-kesatuan kerja. Organisasi sebagai proses (dinamis). Tempat dimana kegiatan-kegiatan manajemen dilaksanakan. Staf dosen balai pembinaan administrasi UGM Organisasi adalah suatu sistem usaha kerja sama dari pada sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama. Dr. alat-alat. 17 2. R. Barnard Organisasi adalah suatu sistem dari aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Prof. William H. Pengorganisasian adalah keseluruhan proses pengelompokan orang-orang. . Interaction antara orang-orang di dalam organisasi (formal dan informal). Chester I. Sondang Siagian Organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerjasama untuk sesuatu tujuan bersama dan terikat secara formal dalam persekutuan mana selalu terdapat hubungan antara: seorang/sekelompok orang yang disebut pimpinan dan seorang/sekelompok orang lain yang disebut bawahan. tanggung jawab dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan. yaitu: 1. tugas-tugas.Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Hakekat Organisasi Sebagai alat manajemen. Organisasi sebagai wadah (relatif statis).

d. dimengerti. material. Peran tujuan: a. Sinkronisasi. 4. Ada tiga jenis: a. kecamatan. 5. bersangkutan. dan Mekanisasi). Mencegah keterlambatan dan kesulitan kerja. Prinsif Organisasi Ada dua belas prinsif organisasi. Kesatuan arah (unity of direction). Mencegah kesimpangsiruran kerja. kabupaten. sebagai berikut: 1. Kelompok orang. dijiwai setiap orang dalam melaksanakan tugas (agar terjadi penghematan tenaga. Menetapkan tujuan (the objective) dengan jelas. c.pelimpahan wewenang ke bawah (dari pejabat yang lebih tinggi ke pejabat yang lebih rendah).wilayah/territorial (propinsi. b. 3. Simplikasi. menentukan macam aktivitas yang akan Landasan bagi organisasi yang pedoman ke arah mana organisasi itu akan . 2. Kerjasama. Tujuan bersama Fungsi Organisasi 1. dibawa. dilakukan. pembagian kerja (homogenetise assignment). Mengatur kerja dan kerjasama yang sebaik-baiknya. c.Unsur Organisasi 1. Menentukan pedoman-pedoman kerja. pelimpahan wewenang horizontal (penyerahan kekuasaan antara pejabat yang sederajat). Keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab seseorang atau pelimpahan wewenang (delegation of authority). KISS ME (Koordinasi.pelimpahan wewenang ke atas (penyerahan dari pejabat bawahan kepada pejabat atasannya). Pembagian tugas (distribution of work). departementasi (devisionisasi).3. b. 3. diterima. biaya dan waktu). 3. 2. 2. Dasar pembagian kerja: 18 a. menentukan program. prosedur. Kesatuan perintah (Unity of commend) 4. kodam. kodim dsb). 3. Integrasi. dipahami.

siang. truk. jumlah unit organisasi (semaksimal mungkin sesuai kebutuhan). mata. Alat perlengkapan yang digunakan (STM mesin. pemasaran.langganan yang dilayani (penyakit dalam. Pola dasar organisasi harus relatif permanan. unit penetapan kebijakan (melakukan aktivitas penetapan kebijaksanaan umum bagi seluruh organisasi). Penampatan orang yang sesuai dengan keahliannya (the right man in the right place on the right time). perusahaan pemerintah. f. perorangan. kebakaran. Balas jasa yang diberikan kepada setiap orang harus setimpal dengan jasa yang diberikan. swasta. dan malam). 2. b. dsb). kulit.Waktu (kelompok pagi. jenis produksi (mobil sedan. tenun pemintalan. secara garis besar dalam suatu organisasi dibedakan sesuai dengan aktivitas yang dilakukannya. sipil. 10. f. Struktur organisasi harus disusun sesederhana mungkin. Ada 6 (enam) macam sifat organisasi: a. personalia. e. 6. unit konsultasi (melakukan aktivitas memberikan bantuan keahlian kepada pimpinan). 3. unit pengawas (melakukan aktivitas pemeriksaan dan pengawasan kegiatan unit-nit operasi). dsb). 7. Adanya jaminan jabatan (security of tenure). e. 9. c. pembentukan unit baru hanya dilakukan bila unit yang ada tidak tepat lagi menampung kegiatan yang sangat berbeda. perundangan. unit penunjang/service unit (melakukan aktivitas yang membantu memperlancar unit operasi dalam melakukan kegiatannya). 11. d. Batas kemampuan pengawasan (spand of control). 4. dll). Tergantung beberapa faktor: 19 . c. listrik. THT. tata usaha. perkapalan). paru-paru. unit operasi (melakukan aktivitas pokok organisasi). jip. perajutan. Pedoman pembagian kerja. Jasa yang diberikan (asuransi jiwa. organisasi mempunyai fungsi bulat dan berkaitan satu sama lain. fungsi/rangkaian kerja (bagian pembelian. d. g. atau jenjang bertangga (hierarchie).b. sbb: 1. unit pimpinan (melakukan aktivitas penerapan kebijakan umum bagi berbagai kegiatan organisasi). dll). pencelupan. 8.

unit kerja dengan pihak atasan secara hierarchies atau sebaliknya). c. sejalan. orang ataupun unit kerja tertentu hanya mementingkan diri atau unit kerjanya saja kurang memperhatikan keberhasilan keseluruhan.penentuan (determinasi) arah dalam tindakan-tindakan kerja Pentingnya Koordinasi Dengan adanya pembagian kerja dalam organisasi (homogenous assigment). kedudukan sosial.kualitas dan kuantitas. 20 . agar dengan demikian dapat dicapai tindakan-tindakan harmonis serta yang disatukan dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Defenisi (batasan) Koordinasi Koordinasi adalah sinkronisasi usaha-usaha secara teratur yang ditujukan untuk memberi petunjuk waktu (timing). kesehatan. kepribadian. Horizontal (koordinasi fungsional.a. dan lain-lain). 2. pekerja. Subjektif (kecakapan dan keahlian. b. maka ada kemungkinan pejabat. bakat. 12. selaras. banyak sedikitnya pekerjaan pada bawahan atau atasan). kepemimpinan seseorang. Unsur-unsur Koordinasi a. Vertikal (antara bawahan. umur. Objektif (factor di luar diri seseorang. Macam Koordinasi 1. menyerasikan). mengatur. pengalaman. mensejalankan. waktu. fungsi dalam sesuatu organisasi kegiatan kerja). Koordinasi Arti Koordinasi Coordinate = menyusun. waktu untuk menyelesaikan pekerjaan. faktor lingkungan: jenis pekerjaan. jarak antara pengawas dan bawahan. Pengertian Koordinasi Koordinasi bersangkut paut dengan usaha mempersatukan tindakantindakan orang-orang secara harmonis. dan arah pelaksanaan suatu kegiatan kerja. kestabilan organisasi. b. serasi (coordinatie = menyelaraskan.

Hambatan Koordinasi 1. Memperkuat tindakan-tindakan tertentu. Adanya hak suara kepada anggota sebelum proses berlangsung. 21 . Usaha Koordinasi 1. Adanya komunikasi antara pemimpin dan anggota/bawahan. 3. 3. 3. Orang berusaha agar pekerjaannya terlaksana dengan baik dalam kesatuannya sendiri-sendiri. Efisiensi. 2. 6. 4. Menghindari kekosongan jabatan. Mencegah kesimpangsiuran dalam kegiatan kerja. Dinamis (selalu terdapat perubahan). 4. Kesatuan segenap tindakan manajemen dan pelaksana. Prinsif Koordinasi 1. usul dan pendapat. Kesatuan arah dan tujuan. Menciptakan kekuatan-kekuatan baru. Antara kelompok di dalam suatu organisasi. Menghilangkan issue (desas-desus). 4. Ruang Lingkup Koordinasi 1. Menyadarkan bahwa masing-masing adalah bagian dari keseluruhan. 5. 2. 2. 5. Adanya kekuatan yang cenderung memisahkan tindakan mempersatukan.Ciri-Ciri Koordinasi 1. Adanya kesempatan anggota/bawahan untuk mengemukakan ide. 2. Perlunya Koordinasi 1. 2. Antara perseorangan dengan kelompok. Adanya vested interest di dalam kesatuan atau perseorangan. Mencegah timbulnya tumpukan tugas pada seseorang. Koordinasi antara organisasi dengan kejadian dunia luar. 2. Menghindari pertentangan-pertentangan. Anggota dapat menerima tujuan yang telah ditetapkan. 3. 4. 3. Strategi kerja. 3. saran. Mencapai kompromi-kompromi. 4. Di dalam perseorangan. Memperkecil perbedaan pandangan.

7. Garis komando ke bawah kuat. 2. Hubungan kerja bersifat langsung (face to face relationship). 12. Spesialisasi yang dibutuhkan rendah. . konsultasi. Tujuan sederhana. 6. 9. Lini/garis (line organization) Suatu bentuk organisasi dimana kepala eksekutif (chief executive) dipandang sebagai sumber wewenang tunggal. radio. 5. Mengadakan pertemuan resmi (unsur atau unit yang harus dikoordinasikan). Pemilik biasanya menjadi pemimpin tertinggi dalam organisasi. dan pengarahan). 11. sedangkan koordinasi (coordination) adalah kerjasama di dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. melalui alat penghubung: seperti telepon. 4. Jumlah pegawai sedikit. Sifat/ciri-ciri 1. Koordinasi dan Koperasi Kooperasi (cooperation) adalah tindakan kerjasama seorang dengan orang lain. 3. Membuat buku pedoman (berisikan penjelasan tugas masing-masing unit). kunjungan rumah. Pertemuan tidak resmi/informal (memenuhi undangan. 4.Alat Koordinasi 1. 22 10. Pertemuan resmi/formal (rapat dinas. Mengangkat seseorang. panitia (sebagai koordinator).4. Pimpinan/atasan mengadakan pertemuan-pertemuan informal dengan bawahannya (pemberian bimbingan. 2. Bentuk Organisasi A. 8. mengucapkan selamat. dsb). Anggota organisasi saling kenal mengenal. telegram dll). 2. segala keputusan/kebijakan dan tanggung jawab ada pada satu tangan. Struktur organisasi sederhana. mengangkat pejabat penghubung. Memelihara Koordinasi 1. Produksi yang dihasilkan belum beraneka ragam. Pimpinan organisasi seorang tunggal. 3. melawat. edaran berantai. Organisasi kecil. Alat-alat sederhana. tim. membentuk panitia koordinasi. 3.

Organisasi tergantung pada seseorang.Contoh gambar: DIREKTUR PRODUKSI KEUANGAN PEMASARAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kebaikan/kelebihan 1. 5. Organisasi staf (staff organisazition) Adalah suatu organisasi yang mempunyai hubungan dengan pucuk pimpinan dan mempunyai fungsi memberikan bantuan. Asas kesatuan komando (unity of commad). 3. Keburukan/kelemahan 1. Kecenderungan pimpinan organisasi bertindak dictator. 5. 6. tampak menonjol. 4. 2. Pengawasan secara ketat terhadap kegiatan para pegawai/bawahan dapat dilaksanakan dengan mudah. baik berupa pemikiran maupun bantuan yang lain demi kelancaran tugas pimpinan dalam mencapai tujuan secara keseluruhan (tidak mempunyai garis komando ke bawah/ke daerah-daerah) Contoh gambar: 23 PIMPINAN . Proses pengambilan keputusan cepat. 4. 6. Koordinasi relatif mudah dilaksanakan. 2. Rasa solidaritas anggota organisasi. Anggota organisasi terutama bawahan tidak punya kesempatan berkembang. Kesempatan pengembangan spesialisasi terbatas. B. Tujuan organisasi didasarkan atas tujuan pribadi. Perluasan organisasi berarti penambahan beban dan tanggung jawab kepala dengan mudah melampau spand of control. 3. Dapat menjamin disiplin yang kuat/tinggi.

Lebih banyak didasarkan kepada sifat dan macam fungsi yang perlu dijalankan. sarana dan prasarana yang sanggup serta mampu mendukung pelaksanaan tugas pokok organisasi (kepala/pimpinan mempunyai wewenang komando). memberikan bantuan/advis/petunjuk. Sifat/ciri-ciri 1. Organisasi lini/garis dan staf (line and staff organization) Suatu bentuk organisasi dimana pimpinan dibantu oleh staf dan ada kesatuan komando serta memiliki garis komando dari tingkat yang paling atas hingga tingkat yang paling bawah atau dari tingkat pusat sampai ke tingkat daerah. Tidak terlalu menekankan pada hirarki structural.STAF STAF C. Staf mempunyai wewenang fungsional. 2. Pada bentuk ini pimpinan mempercayakan sepenuhnya kepada para ahli dalam bidang masing-masing. baik berupa pemikiran. Organisasi fungsional (fuctional organization) Suatu bentuk organisasi dimana bawahan mendapat perintah dari beberapa pejabat yang masing-masing menguasai suatu bidang keahlian tertentu dan bertanggung jawab sepenuhnya atas bidangnya. keuangan. Contoh gambar: DIREKTUR PRODUKSI KEUANGAN PEMASARA N PROYEK A 24 PROYEK B . tenaga kerja. material maupun fasilitas-fasilitas.

Adanya pertimbangan kelompok dengan jalan perundingan/musyawarah. Tindakan diktatoris sangat kecil. Koordinasi antara orang-orang dalam satu fungsi mudah dijalankan. 3. Moral serta disiplin orang yang menjalankan fungsi yang sama tinggi (tanggung jawab atas fungsinya terjamin). Pemimpin dan pelaksana dibentuk dalam kelompok-kelompok yang bersifat panitia. Usaha kooperatif mudah dibina. 3. segala keputusan diambil dalam suatu kourum dan menjadi tanggung jawab bersama. Spesialisasi dipergunakan maksimal. Keahlian memimpin kurang dapat dijamin. Tugas kepemimpinan dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok orang. 2. Asas kesatuan komando (unity of command) sulit dilaksanakan. 4. 2. koordinasi menyeluruh sulit dijalankan (koordinasi sulit dilaksanakan). 5. Organisasi tipe panitia (committee type of organization) Adalah suatu bentuk organisasi dimana pimpinan berbentuk kolektif terdiri atas beberapa orang. Orang yang bergerak dalam satu fungsi tertentu terlalu mementingkan fungsinya. D. wewenang dan tanggung jawab yang sama. Para pelaksana dikelompokkan menurut tugas yang harus dilakukan dalam bentuk task force. Adanya konsolidasi wewenang. 4. . 25 Keputusan tepat (kolektif). 2. Semua anggota pimpinan mempunyai hak. 6. 3. 3. Keburukan/kelemahan 1. sifat/ciri-ciri 1. sukar mengadakan tour of duty dan tour of area (dapat menimbulkan dispersonalisasi). 2.Kebaikan/kelebihan 1. Kebaikan/kelebihan 1. 4. 5. Solidaritas orang yang menjalankan fungsi yang sama tinggi. Adanya informasi. 4. Bidang pekerjaan khusus diduduki oleh seorang ahli yang memungkinkan bekerja atas dasar keahlian dan kecintaan akan tugasnya. Orang terlalu menspesialisasikan diri.

Lukisan. Struktural. 3. 1. Horizontal. 6. Bentuk Lain Organisasi (menurut The Liang Gie) 1. 2. Headges) 1. 2. Piramide. Tidak ada yang dapat diminta pertanggung jawaban lebih. Jumlah orang yang memegang pimpinan. Vertical.Keburukan/kelemahan 1. 3. Masing-masing bagan (kecuali bentuk lukisan) dapat dibedakan menurut isi. Lalu lintas wewenang dan tanggung jawab. Fungsional. 3. Bentuk lurus dan fungsional. Adanya tendensi ingkar mengingkari tanggung jawab. 2. 7. Bagan Organisasi (Hendry G. Bentuk lurus. serta hubungan kerja pada kesatuan dalam organisasi. 4. Bentuk komisi (dipimpin oleh lebih dari satu orang). Banyak makan waktu dan biaya. Nama 26 . 4. Bentuk tunggal (dipimpin oleh satu orang). Lingkaran. 1. sebagai berikut. Proses pengambilan keputusan berjalan lambat. pelaksanaan kolektifitas. 5. Menimbulkan tirani minoritas. 2. 2. 5. Perintah datang dari beberapa orang. 2. 3. Bentuk fungsional. 4. Jabatan. Daya kreasi tidak menonjol. 1.

Sondang S.BAB IV PENGGERAKAN (ACTUATING) Arti Penggerakan George R. sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis. Arifin Abdurrachman. Prajudi Atmosudirdjo Pengaktifan orang-orang sesuai dengan rencana dan pola organisasi yang telah ditetapkan. MPA Kegiatan manajemen untuk membuat orang-orang lain suka dan dapat bekerja. MPA Penggerakan (motivating) adalah keseluruhan proses pemberian motif bekerja kepada para bawahan sedemikian rupa. Dr. Dr. Prof. antara lain: 27 . S. Prof. H. Istilah Penggerakan Terdapat beberapa terminology penggerakan dalam bahasa asing. Mr. Dr. Siagian. Prof. Terry Menempatkan semua anggota kelompok agar bekerja secara sadar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan perencanaan dan pola organisasi.

Teori Penggerakan 3. bimbingan. berinteraksi. directing. 3. yaitu menggerakkan orang lain dengan memberikan contoh dan teladan yang baik. 2. actuating. nasehat. dan koreksi (pemimpin terkesan berada di tengah-tengah). yaitu: 1. yaitu menggerakkan orang lain dengan memberikan perintah atau komando. minum. Teori tingkat kebutuhan (hierarchi of needs) oleh Abraham Maslow. alasan. Kebutuhan fisiologis (85%) .1. 2. (pimpinan terkesan jauh dari pelaksana dan berada di samping). leading. commanding. bahaya. pertentangan. Kebutuhan untuk makan. motivating. Teori Kebutuhan Kebutuhan adalah suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara suatu kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. yaitu menggerakkan orang lain dengan memberikan instruksi. bernafas. 4. yaitu penggerakan orang lain secara umum (dari belakang). yaitu menggerakkan orang lain dengan menempatkannya pada fungsi yang sesuai ataupun dengan memberikan jabatan tertentu. 4. dan kebutuhan untuk mencintai serta dicintai. staffing. berafiliasi. dan lingkungan hidup. Kebutuhan rasa aman (70%) Kebutuhan akan perlindungan dari ancaman. yaitu penggerakan orang lain dengan memberikan petunjukpetunjuk dan pengarahan. ada 5 (lima) tingkatan. seksual. 5. Kebutuhan untuk merasa memiliki (50%) kebutuhan untuk diterima oleh kelompok. 6. Kebutuhan akan harga diri (40%) 28 kebutuhan untuk dihormati. perlindungan fisik. . dan dihargai oleh orang lain. dan kadang-kadang paksaan (pemimpin terkesan berada di atas).

kesukaan berkelahi. Hal ini 2. rasa ingin tahu. dan Mc Dougall menjadi insting sebagai konsef yang penting dalam psikologi. ada (tiga). rasa rendah diri. Teori ERG (Existence. berada bersama orang lain. Need for achievement (kebutuhan untuk berprestasi). berhubungan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai. 1. yaitu: 1. seperti makan. yaitu kebutuhan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja. untuk memiliki pengaruh terhadap orang lain. Relatedness. Growth) oleh Alderfer. minum. Yaitu kebutuhan untuk berprestasi yang merupakan refleksi dari dorongan akan tanggung jawab untuk memecahkan masalah. Existence needs Kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari eksistensi pegawai. Need for affiliation (kebutuhan untuk berafiliasi). Sigmund Freud menempatkan motivasi pada insting agresif dan seksual. Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri (10%) Kebutuhan untuk menggunakan kemampuan. keamanan kondisi kerja. 3. Need for power (kebutuhan untuk berkuasa) Yaitu kebutuhan untuk kekuasaan yang merupakan refleksi dari dorongan untuk mencapai otoritas. . Growth needs Kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi. gaji. bernafas. 2. seperti rasa jijik. selanjutnya dikembangkan oleh William James. Relatedness needs kebutuhan interpersonal. Gigmund Freud. Teori kebutuhan manusia oleh David Mc Clelland. Teori Insting oleh Charles Darwin Teori ini muncul berdasarkan teori evolusi Charles Darwin. 3. skill. tidak mau melakukan sesuatu yang merugikan orang lain. dan potensi kebutuhan untuk berpendapat dengan mengemukakan ide-ide. pakaian. Sedangkan Mc Dougall menyusun daftar insting yang berhubungan dengan semua 29 tingkah laku.5. memberi penilaian dan kriteri terhadap sesuatu. Yaitu kebutuhan untuk berafiliasi yang merupakan dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain. fringe bernefits.

4. 4. Teori (y). tidak menginginkan tanggung jawab. 3. dengan asumsi: 1. Teori (x) dan (y) oleh Douglas Mc Gregor ada dua pendekatan mengenai tingkah laku dengan menggunakan asumsi-asumsi mengenai sifat manusia. motivasi untuk seseorang menurut teori (x) hanya berlaku lower needs (kebutuhan tingkat dasar/rendah). kelahiran. b. Hull Teori ini menyimpulkan bahwa motivasi seseorang sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan factor kebiasaan (habit) dan pengalaman belajar sebelumnya. reproduksi. dan diberi hukuman untuk tujuan-tujuan organisasi. 2. 30 Teknik Penggerakan . pada umumnya manusia ini tidak mempunyai ambisi. dipaksa. 3. Teori Drive oleh Clark L. Teori lapangan lebih memfokuskan pada fikiran nyata seseorang ketimbang pada insting atau habit. berkelompok. Perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu dan yang merupakan fungsi dari seseorang dengan lingkungannya. ketamakan. pada umumnya manusia ini harus diawasi dengan ketat. motivasi pada teori (y) tidak hanya pada lower need. Teori ini menyimpulkan bahwa motivasi seseorang sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan faktor kebiasaan (habit) dan pengalaman belajar sebelumnya. lapar. bahwa bekerja adalah kodrat manusia. Teori lapangan oleh Kurt Lewin teori ini merupakan pendekatan kognitif untuk mempelajari perilaku dan motivasi. bahkan lebih sukar untuk diarahkan. manusia akan mengawasi dirinya sendiri dan akan berprestasi jika diberikan motivasi yang baik. yaitu: a. bahwa manusia itu akan mengawasi dan mengarahkan dirinya sendiri untuk mencapai tujuan organisasi karena sudah ada keterikatan terhadap organisasi. 2. 1.menyatakan diri. Teori (x). dan membangun. berasumsi: Umumnya manusia tidak senang bekerja dan berusaha untuk menghidar jika mungkin. tetapi juga pada higher needs.

7. bahwa mereka mempunyai seorang sumber pimpinan dan penerangan dalam menghadapi kesulitan dan masalah pekerjaan maupun pribadi keluarga (inti penggerakan). instruksi. 8. 2. 10. Pengembangan eksekutif Berusaha agar setiap bawahan dapat mengambil keputusan sendiri yang tepat dalam melaksanakan pekerjaan/tugas masing-masing. 3.1. 5. yakinkan setiap orang bahwa dengan bekerja baik dalam organisasi tujuan pribadi orang-orang tersebut akan tercapai semaksimal mungkin. 9. tekankan pentingnya kerjasama dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang diperlukan. Fungsi Penggerakan Komunikasi. wejangan dan sebagainya. memahami serta menerima baik tujuan tersebut. Berbicara dengan bawahan. memperkuat disiplin. jelaskan tujuan kepada setiap orang yang ada dalam organisasi. usahakan agar setiap orang menyadari. jelaskan peranan apa yang diharapkan oleh pimpinan organisasi untuk dijalankan oleh setiap orang. Pemberian komando Memberi perintah. Human Relation Memperhatikan nasib bawahan sebagai manusia dan selalu ada keseimbangan antara kepentingan pribadi pegawai. Mengembangkan rasa tanggung jawab Mengembangkan sikap pada bawahan untuk tidak menerima apabila tidak melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. . memberikan isyarat. meningkatkan mutu kerja dan sebagainya. agar setiap bawahan terbuka dan atas prakarsa sendiri selalu berusaha untuk menekan biaya. meminta laporan dan pertanggungjawaban. pelajaran. mengadakan pertemuan. direktif. 31 memberi teguran dan pujian. jelaskan filsafat yang dianut pimpinan organisasi dalam menjalankan kegiatan-kegiatan organisasi. 6. jelaskan kebijaksanaan-kebij\aksanaan yang ditempuh oleh pimpinan organisasi dalam usaha pencapaian tujuan. 4. perlakukan setiap bawahan sebagai manusia dengan penuh pengertian. berikan penghargaan serta pujian kepada pegawai yang cakap dan teguran serta bimbingan kepada orang-orang yang kurang mempu bekerja. Leadership Menunjukkan dan membuat bawahan merasa bahwa mereka dilindungi dan dibimbing. mengembangkan kegembiraan dan semangat kerja yang sebaik-baiknya dan kepentingan umum organisasi. usahakan agar setiap orang mengerti struktur organisasi. memberikan nota. memberi penjelasan dan penerangan. meminta keterangan. rapat briefing.

kesopanan dan kerukunan.Mengadakan pengamatan Atas pekerjaan dan aktivitas bawahan langsung. menjaga ketertiban. 32 . Pemeliharaan moral dan disiplin Mendidik serta memberi contoh kepada bawahan tentang apa yang baik dan patut dilaksanakan.

apa yang sedang dihasilkan. yaitu standard.BAB V PENGAWASAN (CONTROLLING) Arti Pengawasan George R. Terry Proses penentuan apa yang akan dicapai. yaitu pelaksanaan. 33 . yaitu sesuai dengan standard. menilai pelaksanaan dan bilamana perlu mengambil tindakan korektif sehingga pelaksanaan dapat berjalan menurut rencana.

Prof. Arifin Abdurrachman proses pengamatan pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. dan tidak atas dasar personal likes 34 and dislikeks. bahwa penggunaan alat-alat diusahakan agar sehemat mungkin. Dr. menilainya dan mengoreksi bila perlu dengan maksud supaya pelaksanaan sesuai dengan rencana semua. Siagian Proses pengamatan pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Mr. Dr. Drs. bahwa seseorang sungguh-sungguh ditempatkan sesuai dengan bakat. 2. Prof. . wewenang dan tanggung jawab didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang objektif dan resional. 3.Prof. 4. M. bahwa struktur serta hirarki organisasi sesuai dengan pola yang telah ditentukan dalam rencana. diputuskan dan diperintahkan. 6. Sasaran Pengawasan 1. Dr. Prajudi Atmosudirdjo keseluruhan aktivitas dan tindakan untuk menjamin atau membuat agar semua pelaksanaan dan penyelenggaraan berlangsung serta berhasil sesuai dengan yang telah direncanakan. kontinu dan sistematis. bahwa system dan prosedur kerja tidak menyimpang dari garis-garis kebijakan yang telah tercermin dalam rencana. 5. bahwa pembagian tugas. keahlian dan pendidikan serta pengalamannya dan bahwa usaha pengembangan keterampilan bawahan dilaksanakan secara berencana. bahwa melalui pengawasan pelaksanaan tugas-tugas yang telah ditentukan sungguh-sungguh sesuai dengan pola yang telah digariskan dalam rencana. Sondang P. Manulang Suatu proses untuk menentapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan.

dihargai. . maupun dan terutama keuangan. Masa sekarang pengawasan hanya dapat ditujukan terhadap kegiatankegiatan yang kini sedang dilaksanakan. tenaga kerja. 4.7. Sifat Pengawasan Agar fungsi pengawasan mendatangkan hasil yang diharapkan. Menemukan apa yang tidak betul. Fact finding (menemukan fakta). bukan siapa yang 35 salah. yaitu: 1. Mempermudah tercapainya tujuan pelaksanaan pengawasan harus mempermudah tercapainya tujuan. Preventif (mencegah) Proses pengawasan dijalankan untuk mencegah timbulnya penyimpangan dan penyelewengan dari rencana yang telah ditentukan. pimpinan harus mengetahui cirri-ciri suatu proses pengawasan dan berusaha untuk memenuhi sebanyak mungkin ciri-ciri tersebut dalam pelaksanaannya. Sebagai Alat pengawasan hanyalah sekedar alat untuk meningkatkan efisiensi. kedudukan. 7. bahwa tidak terdapat penyimpangan dan atau penyelewengan dalam penggunaan kekuasaan. kemajuan dalam karier dan lain-lain). Pelaksanaan fungsi pengawasan harus menemukan fakta-fakta tentang bagaimana tugas-tugas dijalankan dalam organisasi (factor biaya. system dan prosedur kerja. 6. 3. 2. Efisien Jangan sampai pengawasan malahan menghambat usaha peningkatan efisiensi. tidak boleh dipandang sebagai tujuan. 5. struktur organisasi dan factor psikologis seperti rasa dihormati.

Teknik Pengawasan Pada prinsifnya terdapat dua macam teknik pengawasan. dapat berbentuk: tertulis dan lisan. Dr. control thought time pengawasan dilakukan hanya dengan menjaga waktu 4. 3. Prajudi Atmosudirdjo. jika ada ketidakberesan. dilakukan melalui laporan yang disampaikan oleh para bawahan. S. Bersifat membimbing Pengawasan harus bersifat membimbing agar para pelaksana meningkatkan kemampuannya untuk melakukan yang ditentukan. on the spot observation. 8. 36 6. akan tetapi untuk menemukan apa yang tidak betul. dapat berbentuk: inspeksi langsung. control through output . yaitu: 1. Pengawasan langsung (direct control) Apabila pimpinan organisasi mengadakan sendiri pengawasan terhadap kegiatan yang sedang dijalankan. control through main material pengawasan dilakukan dengan mengendalikan segala sesuatu mengenai bahan pokok. control by exeption pengawasan hanya difokuskan pada penyimpangan yang menonjol. control through costs pengawasan dilakukan hanya dengan mengawasi pengeluaran biaya. antara lain: 1. Mr. 5.Pengawasan tidak untuk menentukan siapa yang salah. Pengawasan tidak langsung (indirect control) Pengawasan dari jarak jauh. 2. ada beberapa teknik pengawasan yang penting. Menurut Prof. 2. control through key personel pengawasan dilakukan dengan mengawasi orang-orang yang memegang jabatan. on the spot report.

9. baik oleh pengawas maupun oleh pelaksana secara tertulis. sinyal dan sebagainya.pengawasan melalui hasil (tidak mau tau cara untuk memperoleh hasil) 7. audit secara sistematis dan teratur. Fungsi Pengawasan Ada beberapa macam fungsi pengawasan yang baik. antara lain: 1. kekeliruan dan penyalahgunaan dari laporan yang diterima. 2. 1. Metode Pengawasan 1. Metode statistik Pengamatan dilakukan melalui data yang disusun secara statistik dan grafis (statistik disusun dari data yang sudah diolah sehingga mudah difahami). Laporan tertulis Laporan yang disampaikan kepada yang berwenang dan bertanggung jawab. verifikasi. control through audits pengawasan yang dilakujkan melalui pemeriksaan. 3. control through automatic devices pengawasan dengan mempergunakan alat elektronik. Metode observasi langsung Metode pengamatan langsung oleh atasan/pimpinan terhadap pelaksanaan kerja yang sedang dilakukan oleh pegawai/petugas. Laporan lisan Laporan melalui orang yang ditugaskan untuk mengawasi atau laporan dari pelaksana yang melakukan pekerjaan. 2. . alarm. control through process or prosedures pengawasan yang dilakukan melalui pengendalian prosedur dan proses 8. Metode laporan Pengawasan dilakukan setelah diketahui kesalahan. 37 mencegah penyimpangan.

6. formal. represif (setelah terjadi kesalahan). dikerjakan). produksi. Waktu 1. yang hendak dicapai. 3. manajerial. dicita-citakan sebelumnya). Macam Pengawasan Ada beberapa pengawasan. B. inproses (sedang terjadi kesalahan). memperbaiki kesalahan/kelemahan. 3. 5. 3. penjualan. 3. memeriksa dan menilai hasil yang dapat dicapai (meneliti apa yang sedang dilakukan. 38 2. 7. Membandingkan hasil pelaksanaan dengan dasar (standard) yang telah ditetapkan (membandingkan hasil dengan apa yang diharapkan. dituju atau dicita-citakan). 5. staf. mendidik pegawai/pelaksana. menindak penyalahgunaan/penyelewengan. 6. eksternal. Menetapkan dasar (standard) pengawasan (menentukan apa yang harus dikerjakan. 4. Subjek (petugas pengawasan) 1. dan kelemahan dengan tindakan koreksi (menerima hasil atau menolak hasil yang dicapai melalui tindakan-tindakan yang telah dilakukan). 2. informal. personalia. 2. mempertebal rasa tanggung jawab. anggaran belanja dan pendapatan. 4. kesalahan. material dan perbekalan. keuangan dan pembiayaan. Bidang kerja (objek) 1. antara lain: 1. 3. Meneliti. diharapkan. dapat dilihat dari antara lain: A. Proses Pengawasan Proses pengawasan terdiri atas beberapa tindakan. internal. C. kualitas dan mutu. 4. mendinamisasi organisasi dan kegiatan manajemen. 2. . Memperbaiki penyimpangan. 6. 4. preventif (sebelum terjadi kesalahan). 5.2.

untuk membongkar penyelewenangan. sukar diketahui melalui pengawasan biasa. 5.D. khusus. yaitu: 1. panitia. Arifin Abdurrachman. terus menerus. 3. 4. ada beberapa system pengawasan yang terpenting. menyangkut bidang keuangan dan material. tidak langsung. biasanya oleh top manager. 6. H. Verifikatif Pengawasan secara pemeriksaan oleh staf. Sistem Pengawasan Menurut Prof. 2. teratur. 39 . 7. 3. Dr. Investigatif Pengawasan yang dilakukan secara penyelidikan untuk mengetahui apa yang tersirat. Lain-lain pengawasan 1. Komparatif Membandingkan hasil yang diperoleh dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. komisi yang dibentuk. 2. Inspektif Pemeriksaan setempat guna mengetahui keadaan yang sebenarnya. mendadak. langsung. umum. 4.

Jakarta. pengertian. Yayat M. PT Grasindo. PT Gramedia. “Brainware Management. strategi menundukkan atasan”. Gordon B. dan masalah”. Herman. “Manajemen. Hathaway. Schubert. Jakarta. Bumi Aksara. PT Elex Media Komputindo. generasi kelima manajemen manusia”. Darmawi. dasar. Malayu S. Hasibuan. Patti & Susan D. 2001. PPM. “Manajemen Resiko”. Jakarta. “Sistem Informasi Manajemen”. 2002. Terjemahan Fiyanti Osman.MANAJEMEN (37 buah) Bahaudin. PT Elex Media Komputindo. Terjemahan Bob Wiidyahartono.P. 40 . Jakarta. persiapan pembangunan budaya pelayanan prima untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan”. “Memanajemeni Atasan. Herujito. Atep Adya. Davis. 2003. Jakarta. 1988. Jakarta. “Dasar-Dasar Pelayanan Prima. Bumi Aksara. Jakarta. Taufik. 2001. “Dasar-Dasar Manajemen”. 2003. Barata. 2003.

Lee. 1994.2005. pengembangan model konseptual. 1986. Jakarta.Jakarta:Bening. Dahana. Siagian. Moenir.S. Sondang P.”Made in Japan: Simbol Keberhasilan Menguasai Dunia”. Mandar Maju. Bumi Aksara. Yayasan Badan Penerbit Gadjah Mada. 1962. penerapan citizen’s charter dan standar pelayanan minimal”.Jakarta:Pustaka Utama Grafiti. Ghalia Indonesia.”Manajemen Pelayanan. “Management. Bumi Aksara. Akio. Manulang.”Mari Menciptakan Teori W. 1999. Jakarta. 1998. Myun W. .”Matsuri. Gaya Korea”. panduan praktis menuju keberhasilan manajemen”. Manajemen Lukman. Ahmad Abdul.2005. M. Morita. Yogyakarta. Kotler.2003. suatu tinjauan teoritis”. 1996. Marbun. suatu pengantar”. PT Pembangunan. Pustaka Sinar Harapan.Terjemahan: A. PPM.2004. analisis. Jakarta. “Manajemen Kualitas Pelayanan”. dan Ekonomi Evaluasi Universitas 41 Soekarno K. 2003. “Manajemen Tao”. Jakarta. “Manajemen Pelayanan Umum”. Payaman J. Miswar. Jakarta:Wedatama Widya Sastra.1989. -------. Ratminto & Atik Septi Winarsih. Jakarta. Panglaykim & Hazil. Bob. “Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan”. 1992. STIA LAN Press. Riyanto. upacara sosial dalam masyarakat jepang”. “Dasar-Dasar Manajemen”. Simanjuntak. Sampara. Moekijat. Djakarta. Jakarta.N.A.1996.Yogyakarta:Andi. Jakarta. Messing. “Dasar-Dasar Manajemen”. Erlangga. Jakarta. perencanaan dan pengendalian”. Terjemahan Ramelan. Bandung. Ike Iswary. Jakarta.2004. B. Jilid 1. “Manajemen Abad 21”.Terjemahan Chang Nam Son. “Kamus Manajemen”. Philip.Jakarta:Lembaga Penerbit Fakultas Indonesia. H. “Koordinasi. 2001.”Sistem Informasi Manajemen”.”Manajemen Kinerja”. Lawanda.Jawwad. “Manajemen Pemasaran.”Manajemen Melawan Arus. 2002. Bumi Aksara. 1993.Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Erlangga. Tanpa pengarang. Andi. 1986. Jilid 2. Jakarta. Jakarta. Tayibnapis. “Manajemen”. George R. William J.Jakarta:Reneka Cipta.Stanton. Terry. Jilid 1. Yogyakarta. 2000. Basu & Irawan. Jakarta. Hendardi & Khristina. Supranto. untuk menaikkan pangsa pasar”. 1996. “Manajemen Jasa”. Farida Yusuf. Erlangga. Tanpa pengarang. PT Prenhallindo. Edeard Freeman. Jakarta. “Manajemen”. Stoner.”Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan. & Daniel R. James A. “Manajemen Pemasaran Modern”. 1990. Terjemahan Yohanes Lamarto. Jakarta. Terjemahan Winardi.1978. “Prinsip Pemasaran”.”Bangkitnya Naga Besar Asia”. 1993. James A. Swastha DH. 1986.Jakarta:Media Inc. Liberty. Jakarta. 1996.F. “Manajemen”. Stoner. Terjemahan Agus Maulana. PT Prenhallindo.tanpa tahun. “Asas-Asas Manajemen”.2004. 2000. Terjemahan Alexander Sindoro.2001. Jilid II. Reneka Cipta. “Evaluasi Program”. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 42 . Widyahartono. Tjiptono. Fandy. Yogyakarta. Bob.F. “Manajemen”. R.Yogyakarta:Andi. Bandung:Alumni.”Time Management”. Jilid I. -------. Gilbert Jr. Terjemahan Alexander Sindoro.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful