P. 1
Anatomi Dan Fisiologi Nyeri Kepala

Anatomi Dan Fisiologi Nyeri Kepala

|Views: 360|Likes:
Published by Andika Widianti

More info:

Published by: Andika Widianti on Jan 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2013

pdf

text

original

Sections

  • TERMINAL/AKHIR AFFEREN TRIGEMINAL DAMAN
  • NUKLEUS TRIGEMINALIS MEDULLA SPINALIS
  • HUBUNGAN DIANTARA SUBNUKLEUS TRIGEMINAL
  • AKTIVASI SEREBROVASKULER NEURON TRIGEMINAL
  • PEMPROSESAN INFORMASI NOSISEPTIF PADA THALAMUS
  • INPUT VISERAL DAN CEREBROVASKULAR KE TALAMUS

ANATOMI DAN FISIOLOGI NYERI KEPALA

PENDAHULUAN
y Beberapa tipe nyeri kepala,termasuk migren, disebabkan oleh

aktivitas dalam aferen nosiseptif yang meninervasi mening cranial,terutama duramater dan pembuluh darah besar intrakaranial. y Nyeri, tetapi bukan sensasi lain, dapat dibangkitkan oleh ransang elektrik, mekanik,termal,atau kimia pada pembuluh darah dura,sinus atau arteri besar intracerebral. Sensasi nyeri tersebut dialihkan ke dermatom nervus trigeminal dimana nyeri kepala tersebut biasanya terlokalisir penelitian eksperimental intraoperatif klasik (Ray danWolff) y Studi tersebut menjadi dasar dari banyak pemeriksaan anatomi dan fisiologi yang dibuat dengan memperhatikan patofisiologi nyeri kepala.

REPRESENTASI MENINGEAL PADA GANGLION TRIGEMINAL
y Nervus kranialis V, berasal dari ganglion trigeminal (ganglion

semilunar atau ganglion gasseri) membawa informasi sensoris dari regio orofasial, termasuk struktur intracranial, ke sistem saraf pusat. y Mayberg et al. dan Steiger dan Meakin menelusuri aferen meningeal dengan mengaplikasikan Horseradish Peroksidase (HRP) pada struktur piamater dan dura kucing :
Aferen di sekitar a. meningea media terutama diproyeksikan ke nervus ophtalmicus (V1) dari ganglion trigeminal ipsilateral, sebagian kecil diproyeksikan ke nervus maxillaris (V2) dan mandibularis (V3). Dura mater basal di fossa cranii media terutama diproyeksikan pada n.V3.

INERVASI DURAMATER KRANIAL DAN PEMBULUH DARAH INTRASEREBRAL
y Persarafan duramater :
1. 2. 3.

serabut saraf aferen ,yang sebagian besar berasal dari ganglion trigeminal ipsilateral serabut saraf simpatis yang sebagian besar berasal dari ganglion cervikalis superior ipsilateral. persarafan parasimpatis (relative jarang)

y Persarafan pembuluh darah besar intraserebral (pial) mirip

dengan persarafan duramater, dengan lebih banyak serabut saraf parasimpatis yang sebagian besar berasal dari ganglia sphenopalatina dan karotis interna.

y Serabut saraf meningen imunoreaktif terhadap substansi P. neurokinin A dan calcitonin gene related peptide (CGRP) diduga berhubungan dengan sistem aferen ( sensoris) y Serabut saraf yang imunopositif terhadap neuropeptide Y berhubungan dengan serabut simpatis y Serabut saraf parasimpatis imunoreaktif terhadap polipeptida intestinal vasoaktif .

y Serabut saraf dan sel ganglion trigeminal yang imunoreaktif terhadap CGRP menginervasi meninges jauh lebih banyak dibandingkan serabut saraf yang imunoreaktif terhadap substansi P suatu pengayaan CGRP pada serabut trigeminus yang menyuplai pembuluh darah intracranial. y Dapat disimpulkan. inervasi trigeminal yang mengandung CGRP pada struktur intracranial memegang peranan penting dalam nosiseptif meningen. y Ko lokalisasi dari substansi P dan CGRP terdapat dalam proporsi kecil dari sel ganglion trigeminal. .namun tidak terdapat perubahan pada serabut saraf CGRPimunoreaktif. y Perdarahan subarachnoid pada tikus mengakibatkan berkurangnya serabut saraf yang imunoreaktif terhadap subtasi P pada duramater.

sedangkan CGRP menyebabkan vasodilatasi neurogenik. y Inflamasi neurogenik telah dihipotesiskan berperan dalam patogenesis nyeri kepala .y Serabut sensoris meningen dapat distimulasi untuk melepaskan neuropeptida dari akhiran perifer di meningen neuropeptida tersebut dapat membangkitkan komponen inflamasi neurogenik.dan juga vasodilatasi pembuluh darah pia dan dura. termasuk ekstravasasi plasma dura. y Substansi P berikatan dengan reseptor neurokinin-1 berperan dalam ekstravasasi.

misalnya sinus sagitalis superior atau tranversus. Berdasarkan latensi responnya.RESPON SENSORIS AFEREN PRIMER NEURON DURAL y Aktivasi serabut saraf sensoris meningeal diduga terlibat dalam beberapa tipe y y y y nyeri kepala. sebagian besar neuron dapat diklasifikasikan sebagai serabut C atau Ad. studi elektrofisiologi pada binatang telah dilakukan untuk melihat sifat respon neuron aferen primer yang menginervasi duramater cranial. Aferen dural secara tipikal diidentifikasi menurut responnya terhadap stimulus elektrik pada dura atau sekitar sinus venosus. Untuk mengidentifikasi tipe stimulus yang dapat mengaktivasi serabut saraf sensoris meningeal. yang sesuai dengan observasi anatomi. meskipun terdapat sejumlah kecil serabut A b.termasuk migren.meningea media. . atau a. perekaman unit tunggal diperoleh dari ganglion trigeminal atau nervus nasosiliaris. Pada studi ini.

histamine). tusukan.PGE2.serotonin.pukulan.baik hangat maupun dingin. Sensitisasi dari aferen primer meningeal dapat berkontribusi terhadap gejala klinik nyeri kepala. .dan tarikan.y Neuron pada dura dapat diaktivasi oleh : 1. pemberian sejumlah agen algesik pada dura. capsaicin. seperti potassium klorida. y Sifat respon neuron aferen dura yang polimodal dan respon eksitatori dan sensitisasi terhadap agen inflamasi dan algesik. 4. mendukung ide bahwa beberapa neuron tersebut mempunyai fungsi nosiseptif dan mungkin teraktivasi di bawah kondisi patologis seperti peningkatan tekanan intracranial atau meningitis. ransang kimia seperti cairan hipertonik. 2.mediator inflamasi meyebabkan terjadinya sensitisasi atau pengayaan respon terhadap ransang mekanik. y Selain mengaktivasi neuron. yang diberikan baik secara topikal pada dura maupun melalui infus intravaskular pada sinus sagitalis superior. cairan buffer dengan osmolaritas rendah atau tinggi atau campuran mediator inflamasi (bradikinin. (ransang mekanik) ransang termal. 3.

yang kemudian bercabang menjadi tiga subnuklei: subnukleus oralis rostral. yang secara keseluruhan disebut sebagai Trigeminal Brain Stem Nuclear Complex (TBNC). TBNC dibentuk dari nucleus sensoris utama dan nucleus trigeminal spinalis.subnukleus interpolaris media. . sedangkan serabut dengan diameter besar dan kecil menuruni traktus trigeminal spinalis. memasuki batang otak pada pontine dan berakhir di nukleus. Subnukleus caudalis sering disebut pula sebagai cornu medularis dorsal (Medullaris Dorsal Horn :MDH)karena kemiripan anatomi dan fisiologi dengan cornu dorsalis spinal. Akson yang descenden memberi cabang kolateral yang meluas ke dalam nucleus trigeminal spinalis.ORGANISASI NUKLEUS TRIGEMINAL y Prosesus sentral aferen primer trigeminal membentuk radiks sensoris nervus y y y y trigeminus. Nervus trigeminal aferen non nosiseptif diameter besar berakhir di nucleus sensoris utama. dan subnukleus caudalis caudal.

4.y Olszewski mengidentifikasi tiga regio yang berbeda secara histologi pada cornu medularis dorsal: 1. 3. . 2. 3. Substansia gelatinosa Regio magnoseluler interna. y Gobel et al mengajukan pembagian laminar cornu medularis dorsal yang mirip dengan nomenklatur cornu dorsalis medulla spinalis dari Rexed : 1. 2. Lamina V yang berada paling ventral bergabung dengan formation retikularis meduler sehingga batas ventral dari MDH tidak terlalu jelas. Lamina I berhubungan dengan lapisan marginal Lamina II berhungan dengan substansia gelatinosa Lamina III dan IV dengan regio magnoseluler. Regio marginal eksterna.

y Sel-sel neuron tersebut dikenal sebagai Pulau Cajal intersisial(nukleus paratrigeminal atau interstitial) mempunyai fungsi yang homolog dengan neuron pada lamina I dan II nucleus caudalis.y Berdekatan dengan bagian rostral dari nucleus spinalis trigeminal. sekelompok neuron ditemukan tersisip pada traktus trigeminus spinalis.turun diantara nucleus interpolaris dan nucleus caudalis. . karena keduanya cenderung menjadi spesifik nosiseptif dan memiliki lapangan receptif yang terbatas.

2. Aferen optalmik berujung di ventral (ventrolateral MDH). Aferen mandibular terutama berakhir pada aspek dorsal setiap subnukleus trigeminal (dorsomedial dari MDH). traktus trigeminalis medulla spinalis. Ujung maxillar terletak di MDH. y Susunan retrokaudal TBNC kurang jelas. dan subnukleus Vsp secara topografi diatur dalam sebuah arah ventrodorsal yang luas: 1. sedangkan afferen perioral-aurikular posterior berakhir terutama pada aspek kaudal . aksis retrokaudal wajah direpresentasikan dari rostral ke kaudal.y Nukleus sensoris utama (Vp). tetapi di dalam nucleus caudalis. y Hasil penelitian anatomik dan neurofisiologi sebelumnya mengusulkan bahwa setiap subnukleus menerima informasi dari semua bagian kepala. y Jacquin dkk menandai berbagai nervus mandibularis pada tikus dengan HRP proyeksi ke semua subnukelus trigeminalis. 3. meskipun afferen anterior dan oral sebagian besar cenderung berakhir pada TBNC rostral.

Sebaliknya. khususnya sebagian daerah intraoral dan perioral. Sjoqvist metode tractotomi trigeminal untuk menyembuhkan nyeri fasial (transeksi traktus trigeminalis medulla spinalis pada level obex). bukti peran bagian rostral kompleks nukleus trigeminalis dalam nosiseptik .y Nucleus caudalis secara primer bertanggung jawab terhadap pemrosesan informasi y y y y nosiseptif dan temperatur dari wajah dan kepala nukleus caudalis berperan penting dalam mempersepsikan nyeri pada jaringan trigeminalis Vp terlibat dalam pengolahan informasi taktil. Lesi yang terisolasi pada Vc menyebabkan hilangnya sebagian atau seluruh sensasi nyeri dan temperatur secara ipsilateral. Dan juga. Pasca tractotomi obex sensasi nyeri fasial tidak hilang seluruhnya. kemampuan reaksi nosiseptif berkurang dengan adanya lesi yang lebih rostral pada kompleks trigeminal. reaksi atau kemampuan reaksi tingkah laku terhadap stimulus orofasial yang berbahaya masih ada setelah tractotomi atau lesi Vc pada hewan coba. sedangkan sensasi taktil masih intak.

(yaitu) lamina eksterna IIVc. Terpisah dari proyeksi yang tebal afferen primer nosiseptif ke Vc. yang lebih nyata. kurang padat pada Vo danVp. Pada tikus. pada lamina I dan. immunoreaktivitas SP dan CGRP yang paling padat terdapat pada lamina eksternaVc dan bagian kaudal Vi. untuk memeriksa akhir sentral akson yang telah ditandai ambang tinggi afferen A mekanoreseptif (nosiseptif) yang membentuk area terminal yang luas pada Vi superfisial dan. yang diperkirakan terutama adalah nosiseptif. ditunjukkan terfokus pada lamina eksterna Vc. . y Sesuai dengan distribusi ujung afferen nosiseptif pada Vsp yang terlihat dengan teknik HRP. serabut saraf immunoreaktif SP dan CGRP telah ditunjukkan pada spesies yang berbeda terutama di sekitar substansia gelatinosa Vc dan zona transisi antara Vi dan Vc (Vi/Vc). area terminal kedua dilokalisir pada lamina III sampaiV Vc. sebuah proyeksi tipis afferen kornea dan pulpa gigi terlihat pada Vp dan Vo.TERMINAL/AKHIR AFFEREN TRIGEMINAL DAMAN NUKLEUS TRIGEMINALIS MEDULLA SPINALIS y Hayashi dan jacquin dkk menginjeksikan HRP ke dalam afferen primer fasial yang diidentifikasi secara fungsional masing-masing di dalam Vsp kucing dan tikus. y Pada musang. ke daerah yang kurang luas. y Proyeksi sensorik dari kornea.

y Rhizotomi trigeminal pada kucing menyebabkan hilangnya sebagian besar serabut y y y y immunoreaktif CGRP di seluruh TBNC. sedangkan sejumlah serabut immunoreaktif SP masih intak area sumber sentral. SP secara khusus telah diterapkan dalam pemprosesan nosiseptif di dalam Vsp stimulasi duramater dengan larutan asam membangkitkan pelepasan SP immunoreaktif di dalam batang otak trigeminal medullar (diukur dengan teknik mikroprobe/satelit mikro) Henry dkk pemberian iontophoretic SP pada Vc kucing secara selektif mengaktifkan neuron nosiseptif. Ekspresi reseptor CGRP dan SP pada serabut saraf trigeminal pada Vc manusia ditemukan dengan pemeriksaan immunohistokimia. Immunohistokimia mikroskop elektron pada Vsp kucing: immunoreaktivitas CGRP dalam substansia gelatinosa dalam terminal/ujung akson. yang presinaptik terhadap profil dendrit dan postsinaptik ke serabut saraf yang lain. .

. y Vc subnukleur utama yang menerima proyeksi langsung dari afferen primer trigeminal yang tidak bermyelin sejumlah penelitian telah memeriksa apakah Vc bertanggung jawab untuk menyampaikan input nosiseptif ke subnukleus yang lebih rostral.HUBUNGAN DIANTARA SUBNUKLEUS TRIGEMINAL y Informasi nosiseptif yang diproses di dalam nukleus TBNC mencerminkan hubungan diantara subnukelus yang memungkinkan transfer informasi di dalam sistem trigeminal. y Penelitian anatomik yang menggunakan teknik degenerasi telah menunjukkan proyeksi dari Vc ke nukleus TBNC yang lebih rostral. y Jacquin dkk pelacakan anterograd untuk menunjukkan hubungan ascending antara setiap subnukleus TBNC dan proyeksi yang lemah ke Vsp kontralateral pada tikus MDH menghubungkan informasi ke semua komponen lokalTBNC. yang telah dikonfirmasi dengan penelitian fisiologis yang menunjukkan aktivasi antidromik neuron Vc dariVo.

y Davis dan Dostrovsky blokade dingin pada Vc menghilangkan respon terhadap stimulus cerebrovaskuler pada beberapa. tetapi tidak bisa dengan mikroinjeksi ke dalamVo. y Penelitian ini mengindikasikan bahwa input nosiseptif mencapai subnukleus rostral sebagian melalui jalur/penghubung pada Vc. Kesimpulan ini selanjutnya diperkuat dengan temuan terbaru bahwa respon yang dibangkitkan oleh serabut saraf C pada neuron Vo dapat ditekan oleh mikroinjeksi morfin ke dalam Vc. tetapi tidak pada semua neuron di Vi danVo.y Hallas dan Jacquin sejumlah neuron Vi yang bertanggung jawab terhadap stimulus fasial yang berbahaya tidak berubah setelah gangguan/penghentian (karena) pembedahan proyeksi ascending dariVc. y Greenwood dan Sessle respon neuron pada Vo dan Vp terhadap stimulus berbahaya secara reversibel/sementara didepresi/ditekan oleh blokade dingin input ascending dari Vc. .

. dan aksis dorsoventral wajah direpresentasikan dari ventral ke dorsal (atau ventromedial ke dorsolateral. y Aksis rostrokaudal wajah digambarkan/dimainkan dari rostral sampai kaudal dalam Vc. Pengaturan somatotopik dalam Vc mengikuti proyeksi afferen primer itu .PROPERTI RESPON NEURON DALAM NUKLEUS TRIGEMINALIS y Mayoritas neuron yang telah direkam dalam Vc menghambat lapangan reseptif orofasial dari (daerah) mana mereka dapat diaktifkan oleh stimulasi mekanik atau termal yang tepat. tergantung pada spesies dan tingkat rostrokaudal di dalam nukleus). y Lapangan reseptif neuron Vc diatur dalam representasi somatotopik dermatom trigeminalis yang berlanjut dengan representasi regio kepala dan leher posterior dalam cornu dorsalis cervicalis superior.

3. dan cold). low-threshold mechanoreceptive (LTM)/mekanoreseptif dengan ambang rendah. termoreseptif yang tidak merusak Nosiseptif berdasar respon neuron terhadap intensitas stimulasi mekanik yang berbeda (derajatnya) dari rentang yang tidak berbahaya (menggosok) sampai yang berbahaya (cubitan). 2.y Kategori Neuron pada Vc (berdasar modalitas stimulasi yang lebih terpilih dalam lapangan kutaneus atau mukosa) : 1. Proporsi yang lebih kecil juga berespon terhadap stimulus dingin yang tidak berbahaya. diistilahkan sebagai panas. sementara neuron WDR juga memberikan respon terhadap panas yang berbahaya yang diaplikasikan kepada lapangan reseptif kutaneus mereka. cubitan dan dingin (HPC/heat. punch. dibedakan menjadi nociceptor specific (NS) atau wide dynamic range (WDR/kisaran dinamis yang luas) Sebuah kelompok neuron NS yang berbeda telah dijelaskan pada kucing dan monyet pada lamina I corda medulla pinalis dan Vc. y Baik neuron WDR ataupun NS menerima input afferen primer dari serabut saraf yang konduksinya lambat (A sendiri atau A +C). y .

Input neuron LTM ke thalamus naik terutama dari bagian rostral kompleks trigeminal konsisten dengan efek minor relatif lesi Vc pada sensasi taktil. 2. neuronWDR terutama/primernya di laminaV. 3. NS. neuron NS terutama di dalam lamina I-II tetapi juga di V. dan HPC) dan neuron termoreseptif (hanya pada lamina I).y Distribusi laminer neuron pada Vc 1. 4. tetapi relatif sedikit neuron LTM. . neuron LTM di lamina profunda (III-IV danV). neuron termoreseptif dan HPC dalam lamina superfisialis (I-II). 5. neuron trigeminothalamic (diidentifikasi secara antidromikal ) sebagian besar ditemukan pada lamina I-II danV meliputi semua nosiseptif (WDR.

kornea. . terutama stimulasi yang berbahaya) ditemukan pada sejumlah besar lamina I-II dan. pembuluh darah duramater intrakranial. ke luas yang lebih sedikit. terlokalisir dengan buruk yang seringkali cirinya adalah nyeri dari asal organ dalam atau viseral. lapangan reseptif kutaneus nosiseptif ditunjukkan oleh beberapa neuron yang menerika input konvergen dari jaringan dalam konsisten dengan kualitas radiasi yang difus. Secara luas. mukosa intranasal. Konvergenitas input afferen dari jaringan periferal superfisial dan profunda yang berbeda juga terlihat pada neuron nosiseptif dalam medulla spinalis dan juga telah diteorikan sebagai dasar fenomena klinis referred pain yang asalnya (dari organ) dalam atau viseral. artikulasio temporomandibuler. dan juga biasanya nosiseptif pada properti/perlengkapan respon kutaneus mereka. Beberapa dari neuron ini memiliki lapangan reseptif yang meliputi regio intraoral dan perioral. Beberapa penelitian telah mendeskripsikan neuron nosiseptif dalam interpolaris dan oralis. atau jaringan yang dalam seperti artikulasio temporomandibuler.y y y y y y Neuron nosiseptif pada Vc terutama menerima input dari jaringan nonkutaneus meliputi otot (masseter dan temporalis). termasuk neuron yang menerima input konvergen dari pulpa gigi. otot dan dura. pulpa gigi. dan C1-2 setelah stimulasi yang berbahaya pada kulit orofasial. dan hal ini berkorelasi dengan baik dengan temuan dari penelitian neurologis dan tingkah laku yang menunjukkan adanya persistensi nosiseptif oral setelah terjadi lesi padaVc. ke lamina V dari Vc. kornea. Neuron Vc yang menerima input dari jaringan yang dalam secara umum menunjukkan lapangan reseptif kutaneus juga. Neuron yang mengekspresikan protein C-fos (sebuah produk gen yang diinduksi setelah aktivasi neuronal. mukosa intranasal. pulpa gigi.

dan nukleus cervicalis lateralis. . y Dasar penelitian tentang input korneal neuron di Vc dan Vc/C1 adalah yang paling penting dalam memproses infromasi nosiseptif dari afferen primer . yang juga disebut sebagai kompleks trigeminocervical). dan lapangan reseptif fasialnya secara istimewa terletak pada area periorbita.AKTIVASI SEREBROVASKULER NEURON TRIGEMINAL y Penelitian elektrofisiologis pada kucing dan tikus menings kranialis direpresentasikan pada Vc. corda cervicalis superior (Vc/C1 dan C2. Vi dan Vo.untuk memediasi aspek membedakan/diskriminatif-sensorik pada nyeri. frontal dan parietal. y Pada tikus. sementara regio Vi/Vc mungkin terlibat dalam refleks otonom atau motorik. tetapi terdapat puncak yang lain pada distribusi situs/area yang tercatat di sekitar level obex yang sesuai dengan regio Vi/Vc Sebagian besar dari neuron ini memiliki input kutaneus yang konvergen. frontal dan parietal y Ray dan Wolff nyeri kepala yang dibangkitkan oleh stimulasi pada struktur dural supratentorial dirasakan pada area periorbita. sebagian besar neuron dapat diaktivasi oleh stimulasi elektrik dari dura (sinus transversus atau duramater parietal) yang ditemukan di Vc kaudal.

y Penelitian pada kucing hampir semua neuron Vc dengan input meningeal memiliki lapangan perseptif fasial yang terletak pada divisi optalmika. . y Lapangan reseptif fasial neuron yang responsif terhadap dura secara khas adalah nosiseptif (WDR atau NS). sedangkan proporsi neuron yang mungkin pada Vo dan Vi memiliki lapangan perseptif fasial di area maksila dan mandibula. y Neuron yang responsif terhadap dura pada Vc terutama terdistribusi di dalam porsio ventrolateral (optalmika) dari nukleus. y Shock dural neuron yang responsif terhadap dura juga dapat diaktivasi secara potensial oleh bentuk yang berbahaya dari stimulasi dural alami. sesuai dengan peran dari neuron tersebut dalam memediasi nyeri dural. yaitu traksi pembuluh darah dura dan infus topikal atau subarachnoid atau injeksi bradikinin intrasinus dan agen algesik atau inflamasi lainnya.

Penelitian fos juga menunjukkan regio aktivasi yang terpisah pada batas antara Vc dan Vi. y Area aktivasi yang sama ditemukan dalam penelitian yang mengukur peningkatan aliran darah regional dan metabolisme selama stimulasi elektrik SSS. sebuah area yang juga menunjukkan adanya penandaan fos setelah stimulasi korneal.y Penelitian yang memberikan tanda/label intraseluler juga telah mengkonfirmasi distribusi neuron yang reponsif terhadap dura pada bagian ventrolateral lamina V dan telah lebih lanjut menunjukkan bahwa neuron semacam itu naik ke sistem proyeksi aksonal yang luas yang arborisasi pada berbagai tingkatVc dan bagian kaudalVi. . y Proyeksi intratrigeminal yang luas neuron yang responsif terhadap dura turut berkontribusi pada pola difus aktivasi neuronal yang ditemukan dalam penelitian c-fos­. y Penandaan immunositokimia untuk c-fos­ setelah stimulasi elektrikal dan mekanikal pada pembuluh darah dura atau stimulasi kimia pada spatium subarakhnoid menemukan neuron yang bertanda fos pada lamina I dan V cornu dorsalis dan Vc tersebar luas distribusinya pada rostrokaudal yang meluas dari cervicalis superior sampai ke level/tingkat medullar.

y Supresi pada respon neuronal terhadap stimulasi dura oleh senyawa ergot ketika diaplikasikan secara ion-tophoretical melalui mikropipet recording. termasuk GABAA. opioid-µ. meningkatkan kemungkinan bahwa efek terapeutik agen tersebut dapat terjadi secara sebagian melalui aktivasi situs sentral. yaitu alkaloid ergot dan serotonin 1B/D reseptor agonis.y Aktivitas neuronal dan penandaan fos pada regio di Vc dan cornu dorsalis cervicali superior yang diinduksi oleh stimulasi elektrik pembuluh darah dural dilemahkan oleh pemberian sistemik agen yang digunakan dalam terapi migrain dan sakit kepala lainnya. y Efek inhibitori pada aktivitas neuron yang responsif terhadap dura telah lama ditemukan setelah aktivasi farmakologis sejumlah sistem neuromodulator lainnya. Mereka memiliki properti yang sama dengan yang dideskripsikan pada Vc. meskipun persentase neuron nonnosiseptifnya lebih tinggi daripada yang ditemukan untuk neuron yang responsif terhadap dura pada Vc. adenosine A1 dan cannabinoid. y Neuron yang responsif terhadap dura direkam pada Vi dan Vo kucing. .

kucing.PROYEKSI DARI NUKLEUS TRIGEMINALIS KE THALAMUS y Thalamus menerima input kontralateral langsung dari setiap subnukleus TBNC. y Proyeksi thalamus mayor yang berkaitan dengan persepsi nyeri dan suhu muncul dari neuron pada Vc dan ekuivalen dengan traktus spinothalamikus. dengan neuron sisanya berlokasi di Vi. y Mayoritas neuron TBNC yang berproyeksi ke thalamus kontralateral ditemukan pada Vp. dan monyet serabut saraf kontralateral dari Vp naik di lemniscus medialis ke nukleus medial ventoposterior (VPM) dan seringkali disebut sebagai lemniscus trigeminalis. y Pada tikus. Jalur ini memproyeksikan ke thalamus melalui jalur silang yang menghubungkan traktus spinothalamikus kontralateral . dan sejumlah kecil lainnya di Vo dan Vc.

Pada kucing. Sel lamina V memiliki proyeksi mayor ke VPM (atau batasnya pada kucing). dan submedius. yang terletak di bagian medial kompleks ventrobasal thalamus (VB). tetapi tidak ke CL. Pada monyet terdapat proyeksi yang menyolok dari lamina I Vc ke nukleus ventromedial posterior (VMpc) begitu pula ke nukleus medialis ventrokaudal (MDvc). terdapat perbedaan antar spesies.y y y y y y y Akson trigeminothalamicus berakhir di beberapa nukleus yang berbeda di thalamus. Sebaliknya. Neuron pada Vo memproyeksikan ke nukleus lateralis sentralis kompleks intraluminar pada kucing.VPM dorsomedial. tetapi yang pada lamina I berakhir di beberapa regio yang terpisah lainnya. nukleus posterior. dan nukleus submedius. neuron Vi berproyeksi ke VPM kontralateral. yang tergantung pada spesiesnya. tetapi hanya mengirim sedikit akson keVPM. Tempat terminasi mayor untuk neuron di Vp adalah VPM. . dan sebuah proyeksi yang signifikan dari Vo ke PVM mungkin ada pada tikus. neuron lamina I berproyeksi secara luas ke VPM. Namun. Pada tikus. neuron lamina I berproyeksi terutama ke batas ventral VPM dan nukleus yang berbatasan. tetapi hanya proyeksi tipis keVPM. Neuron trigeminothalamicus di Vc secara primer terletak di lamina I atau lamina V. nukleus triangularis posterior.

oleh proyeksi asendens yang menyampaikan ke thalamus dan berakhir di korteks. meskipun mungkin hal ini tidak terjadi di primata/bangsa kera. thalamus memainkan peran penting dalam pemprosesan informasi nosiseptif dan memediasi sensasi nyeri. y Penelitian pada tikus tentang jalur nosiseptif yang luas yang naik ke amigdala melalui nukleus parabrakhial yang melewati thalamus menunjukkan bahwa beberapa aspek sensasi nyeri dapat naik tanpa terhubung ke thalamus. .PEMPROSESAN INFORMASI NOSISEPTIF PADA THALAMUS y Informasi nosiseptif yang naik dari regio kraniofasial dimediasi secara primer. jika secara khusus. y Terdapat hubungan resiprokal/timbal balik yang luas antara korteks dan thalamus.

thalamus lateral.y Terdapat dua regio mayor thalamus yang telah diterapkan dalam nosiseptif: 1. 2. y Porsio kedua regio ini menerima proyeksi dari traktus spinothalamicus dan ekuivalen trigeminalnya yang secara primer berasal dari Vc. khususnya VB dan regio yang berbatasan secara ventroposterior (yaitu VMpo dan kompleks porterior [POm]) thalamus medial (yaitu MDvc). . tetapi juga menerima beberapa input nosiseptif dari Vc dan medulla spinalis. yang menerima proyeksi mayornya dari nukleus kolumna dorsalis dan Vp. y Regio terbaik yang telah diteliti adalah VB.

Neuron nosiseptif pada regio ini pada primata tipenya WDR dan NS. susunan neuron nosiseptif yang somatotopisnya tersusun rapi tidak ada pada tikus. dan beberapa memiliki lapangan reseptif yang luas yang seringkali bilateral dan melibatkan struktur yang diinervasi secara orofasial dan spinal.y VB mengandung neuron yang diorganisir secara somatotopik yang menyalurkan y y y y informasi taktil dari wajah ke mulut dan sisa bagian tubuh ke korteks somatosensorik primer. neuron nosiseptif hanya ditemukan pada tepi nukleus. pada kucing. pada VB tikus. sebagian besar neuron nosiseptif adalah NS. pada VPM) memiliki lapangan reseptif orofasial. Pada tikus dan primata. Neuron di porsio medialis thalamus VB (misalnya. Namun. . Sebagian besar neuron di regio ini adalah non-nosiseptif dan merespon pada input mekanik yang ambangnya rendah. neuron nosiseptif (sekitar 10%) melintang sepanjang VB.

y Posterior atau ventroposterior VB (dan dorsal pada tikus) adalah regio lain dimana y y y y y neuron nosiseptif secara konstan telah direkam. termasuk sensasi di regio kraniofasial. Stimulasi regio ventroposterior terhadap VB pada manusia seringkali menyebabkan sensasi nyeri. Meliputi regio yang disebut sebagai PO (posterior nukleus) pada tikus dan POm pada kucing. Beberapa neuron NS telah dilaporkan terdapat pada nukleus inferior ventroposterior (VPI) dan pada regio yang terpisah. VPI berproyeksi ke korteks somatosensorik sekunder (SII). VMpo menerima input mayor dari lamina I Vc dan cornu dorsalis dan berproyeksi ke SI dan korteks insula. yang juga telah ditunjukkan menjadi aktif oleh stimulasi nyeri pada beberapa penelitian. regio ini lebih kompleks dan mungkin meliputi sejumlah nukleus yang terpisah. kedua regio tersebut telah diimplikasikan dalam penelitian imaging nosiseptor baru-baru ini. . yang dinamakanVMpo. Pada primata.

Vc atau formation reticularis dan mengandung neuron nosiseptif.MDVC. ke area 24c dari sulkus cinguli anterior. y Head dan Holmes thalamus medius memediasi aspek afektifmotivasional dari nyeri. Korteks tersebut telah berulang kali menunjukkan aktivasi oleh ransang yang dapat menimbulkan nyeri. .y Dejerine dan Roussy dan Head dan Holmes nyeri kronik akan sering muncul setelah terjadi kerusakan pada thalamus lateral dan proyeksinya keterlibatan thalamus medial dalam nyeri y Peran nucleus di thalamus medius dalam memediasi nyeri : menerima input dari traktus spinothalamikus. y Pada primate. craig telah melaporkan suatu proyeksi yang unik dari target proyeksi lamina I.

hanya beberapa diklasifikasikan sebagai NS dibasis dari kutaneus RF. y Terdapat beberapa studi yang menguji efek dari input nyeri dari struktur visera. Hampir 50% adalah LTM . Kurang lebih 50% neuron yang teraktivasi dari struktur ini telah ditemukan di VPM dan 10% di perifer ventral VPM. seperti input dari organ visera neuron di talamus diaktivasi oleh input dari visera cenderung lebih banyak di sebarkan dan lebih sering diklasifikasikan sebagai LTM pada basis dari kutaneus RF. y Davis dan Dostrovsky melaporkan bahwa keberlangsungan dari neuron adalah dieksitasi oleh stimuli listik oleh MMA dan SSS.INPUT VISERAL DAN CEREBROVASKULAR KE TALAMUS. y Pada tikus. Semua mengeksitasi RFs di wajah. y Zagami dan Lambert juga meneliti bahwa efek dari stimuli MMA dan SSS terdapat pada neuron talamus kucing. Beberapa juga menunjukkan bahwa terdapat stimuli mekanik di pembuluh darah. Telah ditemukan bahwa terdapat proporsi yang besar dari neuron VB pada sebuah area yang menerima di kutan (cutaneus receptive field (RF)). kucing dan monyet menerima input yang konvergen dari serabut aferen nonkutan.

Sebagian besar RF terdapat pada divisi V1 atau termasuk bagian V1. Namun. menariknya. Beberapa neuron tampak menjadi tereksitasi oleh bradikinin (lihat Gambar 4).y Dan terdapat RF pada wajah. sel juga ditemukan hanya dieksitasi oleh salah satu dari input-input tersebut. dan temuan ini konsisten dengan laporan yang disebutkan tentang adanya neuron pada regio yang tereksitasi oleh stimulasi serebrovaskuler. mereka juga menunjukkkan bahwa capsaicin berlaku untuk pembuluh darahyang mengeksitasi beberapa sel pada VPM dan POm tetapi. Telah terdapat pada penelitian bahwa aktivitas cerebrovaskuler telah diperiksa pada neuronVMpo. Dalam penelitian selanjutnya. Goadsby dkk melaporkan bahwa stimulasi elektrik SSS menghasilkan peningkatan aktivitas metabolik pada VPM dan POm. . Akhirnya. Lebih dari 50% sel tereksitasi oleh stimulasi TT dan SSS dan terletak pada nukleus VB atau interlaminar. pada tahun 1995 AngusLeppan dkk meneliti konvergensi input SSS dan pulpa gigi pada sel thalamus kucing. hanya sel-sel yang memiliki lapangan reseptif nosiseptif.

neuron traktus trigeminohipothalamicus mungkin memberikan cabang afferen untuk inisiasi gejala-gejala tersebut. pada zona transisional antara Vc dan Vi.PROYEKSI DARI NUKLEUS TRIGEMINAL KE STRUKTUR SUBKORTIKAL LAINNYA y y y y y Neuron TBNC juga memproyeksikan ke sejumlah area di diensefalon dan batang otak yang terlibat dalam pengaturan fungsi otonom. Neuron pada nukleus hipothalamicus mengintegrasikan fungsi fisiologis dan tingkah laku yang kompleks. dan kaudal. dan motorik. Sebagai contoh. Mayoritas neuron tersebut ditemukan secara bilateral pada lamina I. dan V pada C1-2 dan Vc. dan karena gangguan emosi. afektif. semua subnukleus TBNC mengandung neuron yang memproyeksikan secara langsung ke hipothalamus. dan kimia pada duramater ensefalon. periforniks. mekanik. anterior. lateral. otonom dan fungsi fisiologis lainnya seringkali dihubungkan dengan serangan migrain. dan pada nukleus paratrigeminal adanya peran pada nosiseptif. Neuron traktus trigeminohipothalamikus pada C1-2 dan Vc secara eksklusif merespon terhadap stimulasi mekanik dan suhu yang berbahaya pada kulit wajah dan stimulasi elektrik. neuron ascending ini berproyeksi pada preoptik lateralis. endokrin. . Di dalam thalamus. Stimulasi dural menghasilkan aktivasi neuron pada hipothalamus (dinilai dengan sintesis protein Fos). II. endokrin.

Neuron pada kompleks trgeminalis medulla spinalis kaudal. termasuk yang terdapat pada lamina superfisialis MDH. Sebaliknya.y Proyeksi bilateral yang penting dari TBNC ke nukleus parabrakhial dan Kolliker- Fuse juga telah diidentifikasi. y Hayashi dan Tabata sejumlah besar persentase neuron somatosensorik pada nukleus parabrakhial merespon secara eksklusif terhadap stimulasi yang berbahaya. y Bernard dkk proyeksi bilateral dari TBNC ke nukleus parabrakhial dan Kolliker-Fuse adalah bagian dari jalur trigeminopontoamigdaloid yang dapat terlibat dalam reaksi afektif. proyeksi desendens langsung dari nukleus parabrakhial ke TBNC telah diduga terlibat dalam pengendalian nosiseptif trigeminal. . mengirimkan akson ke portio eksterna area parabrakhial lateral. tingkah laku dan otonom terhadap kejadian yang berbahaya. yang juga mungkin berlaku untuk nyeri kepala hebat seperti migrain.

khususnya Vi. y Sejumlah regio batang otak di luar kompleks trigeminal mengandung neuron yang dapat diaktivasi oleh atimulasi fasial yang tidak berbahaya. meskipun responnya terhadap input serebrovaskuler belum diteliti. Colliculus superior. Sejumlah peneliti telah menunjukkan bahwa neuron dalam proyeksi TBNC ke formasio retikularis yang berbatasan. menerima proyeksi dari seluruh TBNC. Karena regio ini membentang di luar zona transisi terminal/akhir afferen primer trigeminal. Subnukleus TBNC. Jalu yang terakhir ini dan proyeksi dari neuron lamina I Vc ke berbagai nukleus otonom batang otak tampaknya penting dalam mediasi beberapa efek nonperseptual lainnya (misalnya otonom) yang diperoleh dari stimulus nosiseptif. input trigeminalnya diperkirakan disampaikan secara primer melalui proyeksi dari neuron di dalam kompleks trigeminal. dan oleh sebab itu dapat ikut serta dalam memproses atau memodulasi nosiseptif orofasial.Penelitian tentang pelacakan traktus juga telah menunjukkan proyeksi afferen trigeminal dan TBNC ke sejumlah nukleus batang otak yang lain. y . Dua dari regio tersebut yang perannya pada nosiseptif yang telah menjadi subyek dalam beberapa penelitian akhir-akhir ini adalah nukleus parabrakhial dan formasio retikularis medullaris. TBNC juga telah ditunjukkan berproyeksi ke nukleus traktus solitarius. menunjukkan proyeksi yang kuat ke serebellum ipsilateral dan ke oliva inferior kontralateral. menghasilkan kemungkinan substrat lainnya untuk memproses informasi nosiseptif. nampaknya input semacam ini juga akan efektif. misalnya. Jalur ini mungkin penting dalam koordinasi refleks somatik dan viseral.

bagian formasio retikularis yang terdalam. Bagian lateral area parabrakhial (subnukleus lateral dan eksternal) mengandung sejumlah penting neuron yang berespon terhadap stimulasi kutaneus mekanik atau suhu (panas atau dingin) yang berbahaya dengan lapangan reseptif yang khas menutupi bagian tubuh yang luas.y y Area parabrakhial merupakan target yang penting proyeksi dari neuron nosiseptif pada lamina I cornu dorsalis pada level spinal dan trigeminal. dan berbagai nucleus otonom batang otak. Namun. Neuron di regio ini berpartisipasi dalam hubungan secara anatomi dengan kornu dorsalis medula spinalis dan telah dipostulasi memiliki peranan penting dalam mengontrol inhibisi rangsang tidak berbahaya yang difus. Salah satu populasi neuron yang memiliki area penerimaan nosiseptif yang luas dan telah diteliti adalah berada di subnukleus retikularis dorsalis. nucleus raphe magnus. seringnya bilateral. formasio retikularis. dimana terdapat diluar area proyeksi utama dari aferen primer trigeminal. tetapi area penerimaan dari neuron ini biasanya lebih luas. dan terkadang termasuk seluruh tubuh. termasuk periaquductal abu-abu. . sebuah bentuk modulasi inhibisi dari transimisi nosiseptif. juga mengandung neuron yang berespon terhadap stimuli wajah rangsang yang tidak berbahaya. Beberapa neuron tersebut berproyeksi ke hipothalamus ventromedial dan nukleus sentralis amygdala. Neuron nosiseptif trigeminal tidak diragukan lagi juga mengaktivasi struktur lain di batang otak. Bagian paling lateral dari formasio retikularis terlibat dalam kompleks trigeminal sebagai lamina V (atau V/VI) Vc dan mengandung neuron nosiseptif dan nonnosiseptif dengan lapangan reseptif yang secara umum terbatas pada dermatom trigeminal ipsilateral.

Tidak ada keraguan bahwa stimuli cerebrovaskular juga akan mengaktivasi neuron diregio ini. meskipun belum ada penelitian yang spesifik yang menlaporkan tentang itu. aktivasi neuron oleh rangsang biasa digunakan oleh tubuh dan wajah. penelitian di bidang pencitraan telah membuktikan stimuli nyeri menghasilkan aktivasi yang simultan di beberapa regio kortex. Akhir-akhir ini. Sebagai tambahan. di percobaan binatang. telah dijelaskan di regio ini. Beberapa regio yang paling banyak di aktivasi secara terusmenerus adalah korteks somatosensorik primer dan sekunder. Stimulasi dari kortex jarang akan mencetuskan nyeri. meskipun nampaknya beberapa aspek yang berbeda dari sensasi nyeri diperantarai oleh aktivitas dari regio-regio ini. bagian dari insula dan bagian anterior koteks singuli. dan lesi kortikal jarang dan tidak sesuai menghilangkan nyeri. .PROYEKSI TRIGEMINAL KE KORTEX CEREBRI y Masih belum dimengerti bagaimana proses nyeri di level kortikal. Hal ini tampaknya dikarenakan sensasi nyeri bergantung kepada beberapa regio.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->