P. 1
Jenis Pajak

Jenis Pajak

|Views: 96|Likes:
Published by restdogawa

More info:

Published by: restdogawa on Jan 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2012

pdf

text

original

Jenis Pajak

Secara umum, pajak yang berlaku di Indonesia dapat dibedakan menjadi Pajak Pusat dan Pajak Daerah. Pajak Pusat adalah pajak-pajak yang dikelola oleh Pemerintah Pusat yang dalam hal ini sebagian dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak - Departemen Keuangan. Sedangkan Pajak Daerah adalah pajak-pajak yang dikelola oleh Pemerintah Daerah baik di tingkat Propinsi maupun Kabupaten/Kota.

Pajak-pajak Pusat yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak meliputi :

1. Pajak Penghasilan (PPh) PPh adalah pajak yang dikenakan kepada orang pribadi atau badan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam suatu Tahun Pajak. Yang dimaksud dengan penghasilan adlah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang berasal baik dari Indonesia maupun dari luar Indonesia yang dapat digunakan untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan dengan nama dan dalam bentuk apapun. Dengan demikian maka penghasilan itu dapat berupa keuntungan usaha, gaji, honorarium, hadiah, dan lain sebagainya.

2. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) PPN adalah pajak yang dikenakan atas konsumsi Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak di dalam Daerah Pabean. Orang Pribadi, perusahaan, maupun pemerintah yang mengkonsumsi Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak dikenakan PPN. Pada dasarnya, setiap barang dan jasa adalah Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak, kecuali ditentukan lain oleh Undang-undang PPN. Tarif PPN adalah tunggal yaitu sebesar 10%. Dalam hal ekspor, tarif PPN adalah 0%. Yang dimaksud Dengan Pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat, peraian, dan ruang udara diatasnya.

3. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPn BM) Selain dikenakan PPN, atas barang-barang kena pajak tertentu yang tergolong mewah, juga dikenakan PPn BM. Yang dimaksud dengan Barang Kena Pajak yang tergolong mewah adalah :

surat berharga.a. . serta kwitansi pembayaran. Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air. Pajak-pajak yang dipungut oleh Pemerintah Daerah baik Propinsi maupun Kabupaten/Kota antara lain meliputi : 1. Bea Meterai Bea Meterai adalah pajak yang dikenakan atas dokumen. Apabila dikonsumsi dapat merusak kesehatan dan moral masyarakat. Pajak Propinsi a. Seperti halnya PBB. b. Barang tersebut bukan merupakan barang kebutuhan pokok. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air. atau e. Pada umumnya barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi. atau c. yang memuat jumlah uang atau nominal diatas jumlah tertentu sesuai dengan ketentuan. seperti surat perjanjian. 4. PBB merupakan Pajak Pusat namun demikian hampir seluruh realisasi penerimaan PBB diserahkan kepada Pemerintah Daerah baik Propinsi maupun Kabupaten/Kota. atau b. serta mengganggu ketertiban masyarakat. 5. Barang tersebut dikonsumsi untuk menunjukkan status. 6. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) PBB adalah pajak yang dikenakan atas kepemilikan atau pemanfaatan tanah dan atau bangunan. dan efek. Barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat tertentu. walaupun BPHTB dikelola oleh Pemerintah Pusat namun realisasi penerimaan BPHTB seluruhnya diserahkan kepada Pemerintah Daerah baik Propinsi maupun Kabupaten/Kota sesuai dengan ketentuan. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) BPHTB adalah pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan. atau d. akta notaris.

c. Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C. d. Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang — sehingga dapat dipaksakan— dengan tiada mendapat balas jasa secara langsung. b. Pajak Hiburan.1 Pajak Pusat 3.2 Pajak Daerah 4 Undang . 2. Pajak Kabupaten/Kota a. Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan. e. Lembaga Pemerintah yang mengelola perpajakan negara di Indonesia adalah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang merupakan salah satu direktorat jenderal yang ada di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bemotor. Pajak dipungut penguasa berdasarkan norma-norma hukum untuk menutup biaya produksi barang-barang dan jasa kolektif untuk mencapai kesejahteraan umum. Pajak Penerangan Jalan. f. Pajak Restoran.1 Asas pemungutan pajak menurut pendapat para ahli . d.undang Perpajakan Pusat 5 Fungsi pajak 6 Syarat pemungutan pajak 7 Asas pemungutan 7. Pajak Hotel.Daftar isi [sembunyikan] 1 Definisi 2 Unsur pajak 3 Jenis Pajak 3. c. Pajak Reklame.

tanpa mendapat imbalan yang langsung dan proporsional. pajak adalah iuran rakyat kepada Kas Negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontra prestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. bukan akibat pelanggaran hukum. namun wajib dilaksanakan. Anderson Herschel M.7.. Definisi tersebut kemudian dikoreksinya yang berbunyi sebagai berikut: Pajak adalah peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada Kas Negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan surplusnya digunakan untuk public saving yang merupakan sumber utama untuk membiayai public investment. Dr. Dr. Rochmat Soemitro SH.2 Asas Pengenaan Pajak 8 Teori pemungutan 9 Penerimaan Pajak di Indonesia 10 Lihat pula 11 Referensi 12 Pranala luar [sunting] Definisi Terdapat bermacam-macam batasan atau definisi tentang "pajak" yang dikemukakan oleh para ahli diantaranya adalah : Menurut Prof. agar pemerintah dapat melaksanakan tugas-tugasnya untuk menjalankan pemerintahan. Menurut Prof. P. Sedangkan menurut Sommerfeld Ray M. H. J. & Brock Horace R. Adriani.. A. pajak adalah suatu pengalihan sumber dari sektor swasta ke sektor pemerintah. berdasarkan ketentuan yang ditetapkan lebih dahulu. pajak adalah iuran masyarakat kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan umum (undang-undang) dengan tidak mendapat prestasi kembali yang langsung dapat ditunjuk dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan. .

baik bagi fiskus sebagai pengumpul pajak maupun wajib pajak sebagai pembayar pajak. Misalnya. Sementara pemahaman pajak dari perspektif hukum menurut Soemitro merupakan suatu perikatan yang timbul karena adanya undang-undang yang menyebabkan timbulnya kewajiban warga negara untuk menyetorkan sejumlah penghasilan tertentu kepada negara. Dari pendekatan hukum ini memperlihatkan bahwa pajak yang dipungut harus berdsarkan undang-undang sehingga menjamin adanya kepastian hukum. Pajak menurut Pasal 1 angka 1 UU No 6 Tahun 1983 sebagaimana telah disempurnakan terakhir dengan UU No. dengan tidak mendapat timbal balik secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat [sunting] Unsur pajak Dari berbagai definisi yang diberikan terhadap pajak baik pengertian secara ekonomis (pajak sebagai pengalihan sumber dari sektor swasta ke sektor pemerintah) atau pengertian secara yuridis (pajak adalah iuran yang dapat dipaksakan) dapat ditarik kesimpulan tentang unsur-unsur yang terdapat pada pengertian pajak antara lain sebagai berikut: Pajak dipungut berdasarkan undang-undang. ." Tidak mendapatkan jasa timbal balik (konraprestasi perseorangan) yang dapat ditunjukkan secara langsung. bertambahnya kemampuan keuangan negara dalam penyediaan barang dan jasa publik yang merupakan kebutuhan masyarakat.28 Tahun 2007 tentang Ketentuan umum dan tata cara perpajakan adalah "kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang Undang. Asas ini sesuai dengan perubahan ketiga UUD 1945 pasal 23A yang menyatakan "pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur dalam undang-undang. Pertama. berkurangnya kemampuan individu dalam menguasai sumber daya untuk kepentingan penguasaan barang dan jasa. orang yang taat membayar pajak kendaraantor akan melalui jalan yang sama kualitasnya dengan orang yang tidak membayar pajak kendaraan bermotor. Pemahaman ini memberikan gambaran bahwa adanya pajak menyebabkan dua situasi menjadi berubah. Kedua.Pajak dari perspektif ekonomi dipahami sebagai beralihnya sumber daya dari sektor privat kepada sektor publik. negara mempunyai kekuatan untuk memaksa dan uang pajak tersebut harus dipergunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan.

13 Tahun 1985 tentang Bea Materai [sunting] Pajak Daerah . Selain fungsi budgeter (anggaran) yaitu fungsi mengisi Kas Negara/Anggaran Negara yang diperlukan untuk menutup pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan. Pajak dapat dipaksakan apabila wajib pajak tidak memenuhi kewajiban perpajakan dan dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundag-undangan. 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang diubah terakhir kali dengan UU No. Pemungutan pajak dapat dipaksakan. 42 Tahun 2009 Bea Materai UU No.Pemungutan pajak diperuntukkan bagi keperluan pembiayaan umum pemerintah dalam rangka menjalankan fungsi pemerintahan. pajak juga berfungsi sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan negara dalam lapangan ekonomi dan sosial (fungsi mengatur / regulatif). baik rutin maupun pembangunan. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan yang diubah terakhir kali dengan UU Nomor 36 Tahun 2008 Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah Diatur dalam UU No. [sunting] Jenis Pajak Di tinjau dari segi Lembaga Pemungut Pajak dapat di bagi menjadi dua jenis yaitu: [sunting] Pajak Pusat Sering disebut juga Pajak pusat yaitu pajak yang dipungut oleh Pemerintah Pusat yang terdiri dari: Pajak Penghasilan Diatur dalam UU No.

Pajak Reklame. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Pajak Air Tanah. dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Pajak Parkir.undang Perpajakan Pusat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan stdd Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan stdd Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 . Pajak Penerangan Jalan. Pajak Restoran. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. Jenis Pajak Kabupaten/Kota terdiri atas: Pajak Hotel. dan Pajak Rokok. Pajak Hiburan. berikut jenis-jenis Pajak Daerah: Pajak Provinsi terdiri dari: Pajak Kendaraan Bermotor. Pajak Sarang Burung Walet. Pajak Air Permukaan. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan. [sunting] Undang .Sesuai UU 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Berdasarkan hal diatas maka pajak mempunyai beberapa fungsi. Dewasa ini pajak digunakan untuk pembiayaan rutin seperti belanja pegawai. negara membutuhkan biaya. Biaya ini dapat diperoleh dari penerimaan pajak. Dengan fungsi mengatur. dan lain sebagainya. Contohnya dalam rangka menggiring penanaman modal. pajak bisa digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan. belanja barang.Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah stdd Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan stdd Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai stdd Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 [sunting] Fungsi pajak Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara. pajak berfungsi untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara. Dalam rangka . baik dalam negeri maupun luar negeri. Untuk pembiayaan pembangunan. diberikan berbagai macam fasilitas keringanan pajak. Untuk menjalankan tugas-tugas rutin negara dan melaksanakan pembangunan. Tabungan pemerintah ini dari tahun ke tahun harus ditingkatkan sesuai kebutuhan pembiayaan pembangunan yang semakin meningkat dan ini terutama diharapkan dari sektor pajak. pemeliharaan. khususnya di dalam pelaksanaan pembangunan karena pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk membiayai semua pengeluaran termasuk pengeluaran pembangunan. Fungsi mengatur (regulerend) Pemerintah bisa mengatur pertumbuhan ekonomi melalui kebijaksanaan pajak. uang dikeluarkan dari tabungan pemerintah. yaitu: Fungsi anggaran (budgetair) Sebagai sumber pendapatan negara. yakni penerimaan dalam negeri dikurangi pengeluaran rutin.

Namun bila terlalu rendah. Contohnya: Dengan mengatur hak dan kewajiban para wajib pajak Pajak diberlakukan bagi setiap warga negara yang memenuhi syarat sebagai wajib pajak . maka pembangunan tidak akan berjalan karena dana yang kurang. maka pemungutan pajak harus memenuhi persyaratan yaitu: Pemungutan pajak harus adil Seperti halnya produk hukum pajak pun mempunyai tujuan untuk menciptakan keadilan dalam hal pemungutan pajak. yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Adil dalam perundang-undangan maupun adil dalam pelaksanaannya. Hal ini bisa dilakukan antara lain dengan jalan mengatur peredaran uang di masyarakat. Fungsi stabilitas Dengan adanya pajak. [sunting] Syarat pemungutan pajak Tidaklah mudah untuk membebankan pajak pada masyarakat. pemerintah memiliki dana untuk menjalankan kebijakan yang berhubungan dengan stabilitas harga sehingga inflasi dapat dikendalikan. Fungsi redistribusi pendapatan Pajak yang sudah dipungut oleh negara akan digunakan untuk membiayai semua kepentingan umum. penggunaan pajak yang efektif dan efisien. pemungutan pajak.melindungi produksi dalam negeri. masyarakat akan enggan membayar pajak. Agar tidak menimbulkan berbagai masalah. Bila terlalu tinggi. pemerintah menetapkan bea masuk yang tinggi untuk produk luar negeri. termasuk juga untuk membiayai pembangunan sehingga dapat membuka kesempatan kerja.

Sistem pemungutan pajak harus sederhana Bagaimana pajak dipungut akan sangat menentukan keberhasilan dalam pungutan pajak. maupun jasa. . baik kegiatan produksi. wajib pajak tidak akan mengalami kesulitan dalam pembayaran pajak baik dari segi penghitungan maupun dari segi waktu. yaitu: Pemungutan pajak yang dilakukan oleh negara yang berdasarkan UU tersebut harus dijamin kelancarannya Jaminan hukum bagi para wajib pajak untuk tidak diperlakukan secara umum Jaminan hukum akan terjaganya kerasahiaan bagi para wajib pajak Pungutan pajak tidak mengganggu perekonomian Pemungutan pajak harus diusahakan sedemikian rupa agar tidak mengganggu kondisi perekonomian. Jangan sampai pajak yang diterima lebih rendah daripada biaya pengurusan pajak tersebut. terutama masyarakat kecil dan menengah. Dengan demikian. orang akan semakin enggan membayar pajak. jika sistem pemungutan pajak rumit. Sistem yang sederhana akan memudahkan wajib pajak dalam menghitung beban pajak yang harus dibiayai sehingga akan memberikan dapat positif bagi para wajib pajak untuk meningkatkan kesadaran dalam pembayaran pajak. Pemungutan pajak harus efesien Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka pemungutan pajak harus diperhitungkan. Pemungutan pajak jangan sampai merugikan kepentingan masyarakat dan menghambat lajunya usaha masyarakat pemasok pajak.Sanksi atas pelanggaran pajak diberlakukan secara umum sesuai dengan berat ringannya pelanggaran Pengaturan pajak harus berdasarkan UU Sesuai dengan Pasal 23 UUD 1945 yang berbunyi: "Pajak dan pungutan yang bersifat untuk keperluan negara diatur dengan Undang-Undang". ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan UU tentang pajak. sistem pemungutan pajak harus sederhana dan mudah untuk dilaksanakan. Sebaliknya. perdagangan. Oleh karena itu.

Contoh: Bea materai disederhanakan dari 167 macam tarif menjadi 2 macam tarif Tarif PPN yang beragam disederhanakan menjadi hanya satu tarif. Asas Equality (asas keseimbangan dengan kemampuan atau asas keadilan): pemungutan pajak yang dilakukan oleh negara harus sesuai dengan kemampuan dan penghasilan wajib pajak. pencetus teori The Four Maxims 1. yaitu 10% Pajak perseorangan untuk badan dan pajak pendapatan untuk perseorangan disederhanakan menjadi pajak penghasilan (PPh) yang berlaku bagi badan maupun perseorangan (pribadi) [sunting] Asas pemungutan [sunting] Asas pemungutan pajak menurut pendapat para ahli Untuk dapat mencapai tujuan dari pemungutan pajak. Asas Certainty (asas kepastian hukum): semua pungutan pajak harus berdasarkan UU. . Menurut Adam Smith dalam bukunya Wealth of Nations dengan ajaran yang terkenal "The Four Maxims". beberapa ahli yang mengemukakan tentang asas pemungutan pajak. sehingga bagi yang melanggar akan dapat dikenai sanksi hukum. Asas Convinience of Payment (asas pemungutan pajak yang tepat waktu atau asas kesenangan): pajak harus dipungut pada saat yang tepat bagi wajib pajak (saat yang paling baik). antara lain: Adam Smith. asas pemungutan pajak adalah sebagai berikut. misalnya disaat wajib pajak baru menerima penghasilannya atau disaat wajib pajak menerima hadiah. Negara tidak boleh bertindak diskriminatif terhadap wajib pajak.

2. Menurut Adolf Wagner. Asas manfaat: pajak yang dipungut oleh negara harus digunakan untuk kegiatankegiatan yang bermanfaat untuk kepentingan umum. misalnya: pajak pendapatan. Asas kesejahteraan: pajak yang dipungut oleh negara digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Asas beban yang sekecil-kecilnya: pemungutan pajak diusahakan sekecil-kecilnya (serendah-rendahnya) jika dibandingkan dengan nilai obyek pajak sehingga tidak memberatkan para wajib pajak. Asas kesamaan: dalam kondisi yang sama antara wajib pajak yang satu dengan yang lain harus dikenakan pajak dalam jumlah yang sama (diperlakukan sama). Menurut W. Langen. pajak untuk barang-barang mewah Asas keadilan: pungutan pajak berlaku secara umum tanpa diskriminasi. asas pemungutan pajak adalah sebagai berikut: Asas daya pikul: besar kecilnya pajak yang dipungut harus berdasarkan besar kecilnya penghasilan wajib pajak. Asas yuridis: segala pungutan pajak harus berdasarkan Undang-Undang. Asas ekonomi: penentuan obyek pajak harus tepat. Asas administrasi: menyangkut masalah kepastian perpajakan (kapan. jangan sampai terjadi biaya pemungutan pajak lebih besar dari hasil pemungutan pajak. untuk kondisi yang sama diperlakukan sama pula.Asas Efficiency (asas efisien atau asas ekonomis): biaya pemungutan pajak diusahakan sehemat mungkin. asas pemungutan pahak adalah sebagai berikut: Asas politik finansial: pajak yang dipungut negara jumlahnya memadai sehingga dapat membiayai atau mendorong semua kegiatan negara. [sunting] Asas Pengenaan Pajak . dimana harus membayar pajak). keluwesan penagihan (bagaimana cara membayarnya) dan besarnya biaya pajak.J. Semakin tinggi penghasilan maka semakin tinggi pajak yang dibebankan. 3.

Berdasarkan asas ini. apabila untuk kepentingan perpajakan. tidaklah menjadi persoalan dari mana penghasilan yang akan dikenakan pajak berasal. secara tegas dinyatakan dalam Pasal 23 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 bahwa segala pajak untuk keuangan negara ditetapkan berdasarkan undang-undang. tidak dipersoalkan dari mana penghasilan yang akan dikenakan pajak itu berasal. orang pribadi tersebut merupakan penduduk (resident) atau berdomisili di negara itu atau apabila badan yang bersangkutan berkedudukan di negara itu. Asas sumber: Negara yang menganut asas sumber akan mengenakan pajak atas suatu penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan hanya apabila penghasilan yang akan dikenakan pajak itu diperoleh atau diterima oleh orang pribadi atau badan yang bersangkutan dari sumber-sumber yang berada di negara itu. dalam sistem pengenaan pajak terhadap penduduk-nya akan menggabungkan asas domisili (kependudukan) dengan konsep pengenaan pajak atas penghasilan baik yang diperoleh di negara itu maupun penghasilan yang diperoleh di luar negeri (world-wide income concept). sistem pengenaan pajak berdasarkan asas nasionalitas ini dilakukan . khususnya untuk pengenaan pajak penghasilan. tidak menjadi persoalan mengenai siapa dan apa status dari orang atau badan yang memperoleh penghasilan tersebut sebab yang menjadi landasan penge¬naan pajak adalah objek pajak yang timbul atau berasal dari negara itu. tentu saja harus ada ketentuan-ketentuan yang mengaturnya.Agar negara dapat mengenakan pajak kepada warganya atau kepada orang pribadi atau badan lain yang bukan warganya. yang menjadi landasan pengenaan pajak adalah status kewarganegaraan dari orang atau badan yang memperoleh penghasilan. Asas kebangsaan atau asas nasionalitas atau disebut juga asas kewarganegaraan (nationality/citizenship principle): Dalam asas ini. Untuk dapat menyusun suatu undang-undang perpajakan. Terdapat beberapa asas yang dapat dipakai oleh negara sebagai asas dalam menentukan wewenangnya untuk mengenakan pajak. Seperti halnya dalam asas domisili. diperlukan asas-asas atau dasar-dasar yang akan dijadikan landasan oleh negara untuk mengenakan pajak. Asas utama yang paling sering digunakan oleh negara sebagai landasan untuk mengenakan pajak adalah: Asas domisili atau disebut juga asas kependudukan (domicile/residence principle): berdasarkan asas ini negara akan mengenakan pajak atas suatu penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan. Dalam asas ini. Sebagai contoh di Indonesia. tetapi mempunyai keterkaitan dengan negara tersebut. Dalam kaitan ini. Itulah sebabnya bagi negara yang menganut asas ini. Contoh: Tenaga kerja asing bekerja di Indonesia maka dari penghasilan yang didapat di Indonesia akan dikenakan pajak oleh pemerintah Indonesia.

Pertama. yang menjadi landasannya adalah status objeknya. Di sini. yaitu apakah objek yang akan dikenakan pajak bersumber dari negara itu atau tidak. dengan asas sumber di pihak lainnya. bahkan bisa gabungan ketiganya sekaligus. misalnya untuk individu yang merupakan penduduk (resident individual) menggunakan asas domisili. Indonesia. baik yang diperoleh di Jepang maupun di luar Jepang. dari ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana terakhir telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1994. asal muasal penghasilan yang menjadi objek pajak tidaklah begitu penting. di mana berdasarkan asas ini seorang penduduk Jepang berkewajiban membayar pajak penghasilan atas keseluruhan penghasilan yang diperolehnya. Status dari orang atau badan yang memperoleh atau menerima penghasilan tidak begitu penting. untuk yang bukan penduduk (non-resident) Jepang. kriteria yang dijadikan landasan kewenangan negara untuk mengenakan pajak adalah status subjek yang akan dikenakan pajak. Sementara itu. tidak hanya mengadopsi salah satu asas saja. Jepang.dengan cara menggabungkan asas nasionalitas dengan konsep pengenaan pajak atas world wide income. Terdapat beberapa perbedaan prinsipil antara asas domisili atau kependudukan dan asas nasionalitas atau kewarganegaraan di satu pihak. Sementara itu. Kebanyakan negara. Indonesia juga menganut asas kewarganegaraan yang parsial. penghasilan yang dapat dikenakan pajak hanya terbatas pada penghasilanpenghasilan yang diperoleh dari sumber-sumber yang ada di negara yang bersangkutan. bisa gabungan asas domisili dengan asas sumber. . dapat disimpulkan bahwa Indonesia menganut asas domisili dan asas sumber sekaligus dalam sistem perpajakannya. pada kedua asas yang disebut pertama. yaitu apakah yang bersangkutan berstatus sebagai penduduk atau berdomisili (dalam asas domisili) atau berstatus sebagai warga negara (dalam asas nasionalitas). dan badanbadan usaha luar negeri berkewajiban untuk membayar pajak penghasilan atas setiap penghasilan yang diperoleh dari sumber-sumber di Jepang. gabungan asas nasionalitas dengan asas sumber. pajak akan dikenakan terhadap penghasilan yang diperoleh di mana saja (world-wide income). Kedua. tetapi mengadopsi lebih dari satu asas. sedangkan pada asas sumber. pada asas sumber. pada kedua asas yang disebut pertama. yaitu khusus dalam ketentuan yang mengatur mengenai pengecualian subjek pajak untuk orang pribadi. khususnya yang mengatur mengenai subjek pajak dan objek pajak.

dan lain-lain. Teori ini banyak ditentang. dasar pemungutan pajak adalah adanya kepentingan dari masing-masing warga negara.Australia. ada beberapa teori yang mendasari adanya pemungutan pajak. . Pembayaran pajak ini dianggap sebagai pembayaran premi kepada negara. maka semakin tinggi pula pajak yang harus dibayarkan. Teori ini banyak ditentang karena negara tidak boleh disamakan dengan perusahaan asuransi. [sunting] Penerimaan Pajak di Indonesia Target penerimaan negara Indonesia di sektor pajak tahun 2006 secara nasional sebesar Rp362 triliun atau mengalami peningkatan 20 persen dari 2005 lalu. Semakin tinggi tingkat kepentingan perlindungan. Teori kepentingan. Santoso Brotodiharjo SH. Termasuk kepentingan dalam perlindungan jiwa dan harta. Ada perlindungan jaminan sosial. Untuk perlindungan tersebut diperlukan biaya seperti layaknya dalam perjanjian asuransi diperlukan adanya pembayaran premi. menurut teori ini. menurut teori ini. [sunting] Teori pemungutan Menurut R. untuk semua badan usaha milik negara maupun swasta yang berkedudukan di Australia. Bahkan orang miskin justru dibebaskan dari beban pajak. hanya dikenakan pajak atas penghasilan dari sumber yang ada di Australia. untuk badan usaha luar negeri. yaitu: Teori asuransi. Sementara itu. Angka tersebut terdiri Rp325 triliun dari pajak dan Rp37 triliun dari Pajak Penghasilan (PPh) Migas. dikenakan pajak atas seluruh penghasilan yang diperoleh dari seluruh sumber penghasilan. negara mempunyai tugas untuk melindungi warganya dari segala kepentingannya baik keselamatan jiwanya maupun keselamatan harta bendanya. kesehatan. karena pada kenyataannya bahwa tingkat kepentingan perlindungan orang miskin lebih tinggi daripada orang kaya. dalam bukunya Pengantar Ilmu Hukum Pajak.

Pajak Berdasarkan wujudnya. pajak dibedakan menjadi: Pajak pendapatan adalah pajak yang dikenakan atas pendapatan tahunan dan laba dari usaha seseorang. pajak kekayaan.Target penerimaan negara dari perpajakan dalam APBN 2006 mencapai Rp402. Berdasarkan jumlah yang harus dibayarkan. pajak dibedakan menjadi: Pajak langsung adalah pajak yang dibebankan secara langsung kepada wajib pajak seperti pajak pendapatan. Pajak berdasarkan pungutannya dapat dibedakan menjadi: .76 triliun Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Rp15. Pendapatan pajak itu sudah termasuk pendapatan cukai Rp36.67 triliun Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Rp5.1 miliar.1 triliun. Target penerimaan itu antara lain berasal dari: Pajak Penghasilan (PPh) Rp198. Pajak penjualan adalah pajak yang dibayarkan pada waktu terjadinya penjualan barang/jasa yang dikenakan kepada pembeli.76 triliun.040 triliun. Pajak badan usaha adalah pajak yang dikenakan kepada badan usaha seperti perusahaan bank dan sebagainya. Pajak tidak langsung adalah pajak/pungutan wajib yang harus dibayarkan sebagai sumbangan wajib kepada negara yang secara tidak langsung dikenakan kepada wajib pajak seperti cukai rokok dan sebagainya. bea masuk Rp17.04 triliun dan pendapatan pungutan ekspor Rp398. perseroan terbatas/unit lain. Total penerimaan pajak dalam lima tahun terakhir (2001-2005) sudah mencapai Rp1.1 triliun.22 triliun Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN dan PPnBM) Rp126.06 triliun penerimaan pajak lainnya Rp2.

Pajak transit adalah pajak yang dipungut di tempat tertentu yang harus dilalui oleh pengangkutan orang/barang dari suatu tempat ke tempat lain.Pajak bumi dan bangunan (PBB) adalah pajak/pungutan yang dikumpulkan oleh pemerintah pusat terhadap tanah dan bangunan kemudian didistrubusiakan kepada daerah otonom sebagai pendapatan daerah sendiri. Contoh : PPN Tarif progresif adalah tarif pajak yang persentasenya semakin besar jika objek pajak bertambah. Pajak siluman adalah pungutan secara tidak resmi/pajak gelap dan merupakan sumber korupsi. Pajak perseroan adalah pungutan wajib atas laba perseroan/badan usaha lain yang modalnya/bagiannya terbagi atas saham–saham. Contoh : PPH Tarif Degresif adalah tarif pajak yang persentasenya semakin rendah jika objek pajak bertambah . [sunting] Lihat pula Direktorat Jenderal Pajak Undang Undang Ketentuan Umum Perpajakan Nomor Pokok Wajib Pajak Penghindaran pajak Pajak Penghasilan Bentuk Usaha Tetap Jurusita Pajak Macam-macam Tarif Pajak Tarif Proporsional adalah tarif pajak yang persentasenya tetap/sama untuk setiap jenis objek pajak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->