P. 1
contoh skripsi

contoh skripsi

|Views: 10,876|Likes:
Published by yhonieprananda

More info:

Published by: yhonieprananda on Jan 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2015

pdf

text

original

1. Teori belajar

Pengertian belajar secara umum adalah terjadinya perubahan pada

seseorang yang terjadi akibat pengalaman. Perubahan tersebut dapat

terlihat (overt) atau tidak (covert), bertahan lama atau tidak, ke arah positif

atau negatif pada keseluruhan pribadi atau pada aspek kognitif, afektif, dan

psikomotor secara sendiri-sendiri.

Beberapa teori belajar antara lain.

a. Teori belajar David Ausubel

Teori ini terkenal dengan belajar bermaknanya dan pentingnya

pengulangan sebelum belajar. Ausubel (Dimyati,2003:32) membedakan

antara belajar menemukan dengan belajar menerima. Pada belajar

menerima siswa hanya menerima, jadi tinggal menghafalkannya, tetapi

pada belajar menemukan konsep ditemukan oleh siswa, jadi tidak

menerima pelajaran begitu saja.

Selain itu untuk dapat membedakan antara belajar menghafal

dengan belajar bermakna. Pada belajar menghafal, siswa menghafalkan

materi yang sudah diperolehnya, tetapi pada belajar bermakna materi

yang telah diperoleh itu dikembangkan dengan keadaan lain sehingga

belajarnya lebih dimengerti.

9

10

b. Teori Bruner

Di dalam proses belajar mengajar, Bruner (Slameto,2003:2)

mementingkan partisipasi aktif tiap siswa, dan mengenal dengan baik

adanya perbedaan kemampuan. Untuk meningkatkan proses belajar

mengajar perlu lingkungan yang dinamakan “discovery learning

environment”, ialah lingkungan dimana siswa dapat melakukan

eksplorasi, penemuan-penemuan baru yang belum dikenal atau

pengertian yang mirip dengan yang sudah diketahui .

c. Teori Belajar dari Piaget

Piaget (Dimyati,2003:13) berpendapat bahwa pengetahuan

dibentuk oleh individu. Sebab individu melakukan interaksi terus

menerus dengan lingkungan. Lingkungan tersebut mengalami

perubahan. Dengan adanya interaksi dengan lingkungan maka fungsi

intelek semakin berkembang.

Perkembangan intelektual melalui tahap-tahap berikut.

1) Sensori motor (0-2 tahun)

Pada tahap ini anak mengenal lingkungan dengan kemampuan

sensorik dan motorik melalui penglihatan, penciuman,

pendengaran, perabaan dan menggerak-gerakkannya.

2) Pra-operasional (2–7 tahun)

Pada tahap ini anak mengandalkan diri pada persepsi tentang

realitas. Ia telah mampu menggunakan simbol, bahasa, konsep

11

sederhana, berpartisipasi, membuat gambar dan menggolong-

golongkan.

3) Operasional konkret (7–11 tahun)

Pada tahap ini anak dapat mengembangkan pikiran logis, walaupun

kadang-kadang memecahkan masalah secara “ trial and error”

4) Operasi formal ( 11 tahun ke atas)

Pada tahap ini anak dapat berpikir abstrak seperti pada orang

dewasa.

Pengetahuan dibangun dalam pikiran. Setiap individu membangun

sendiri pengetahuannya. Pengetahuan yang dibangun terdiri dari tiga

bentuk, yaitu pengetahuan fisik, pengetahuan logika matematika dan

pengetahuan sosial.

Belajar pengetahuan meliputi tiga fase. Fase-fase itu adalah fase

eksplorasi, pengenalan konsep dan aplikasi konsep. Dalam fase

eksplorasi, siswa mempelajari gejala dengan bimbingan. Dalam fase

pengenalan konsep, siswa mengenal konsep yang ada hubungannya

dengan gejala. Dalam fase aplikasi konsep, siswa menggunakan konsep

untuk meneliti gejala lain lebih lanjut

2. Pengertian Pembelajaran

Kegiatan belajar tidak terpisahkan dengan kegiatan pembelajaran

(Darsono,1996:26) disebutkan pengertian pembelajaran adalah usaha sadar

guru untuk membantu siswa agar dapat belajar sesuai dengan kebutuhan

dan minat siswa. Pembelajaran mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

12

a. Pembelajaran merupakan usaha sadar dan disengaja

b. Pembelajaran merupakan pemberian bantuan yang memungkinkan

siswa dapat belajar

c. Pembelajaran lebih menekankan pada pengaktifan siswa karena yang

belajar adalah siswa

3. Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh siswa

setelah mengalami aktivitas belajar (Anni,2004:4). Hasil belajar adalah

kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima

pengalaman belajarnya. (Satmoko,2000)

Ada 9 kategori tipe-tipe hasil belajar khusus (Satmoko,2000:26-27),

yaitu:

a. Pengetahuan

1) Terminologi

2) Fakta-fakta khusus

3) Konsep dan prinsip

4) Metode-metode dan prosedur-prosedur

b. Pengertian

1) Konsep dan prinsip

2) Metode dan prosedur

3) Materi tertulis, grafik, gambar peta, dan data bilangan.

13

c. Aplikasi

1) Informasi aktual

2) Konsep dan prinsip

3) Metode dan prosedur

4) Ketrampilan dalam pemecahan masalah.

d. Ketrampilan berfikir

1) Berfikir kritis

2) Berfikir ilmiah.

e. Ketrampilan umum

1) Ketrampilan laboratorium

2) Ketrampilan bertindak

3) Ketrampilan komunikasi

4) Ketrampilan konseptual

5) Ketrampilan sosial

f. Sikap

1) Sikap sosial

2) Sikap ilmiah

g. Minat

1) Minat pribadi

2) Minat pendidikan dan kejuruan

h. Apresiasi

1) Literatur, seni, musik

2) Pencapaian sosial dan ilmiah

14

i. Penyesuaian diri

1) Penyesuaian sosial

2) Penyesuaian emosional.

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa dibedakan

menjadi dua (Anni,2004:11) yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

a. Faktor internal

1) Aspek fisik, misalnya kesehatan organ tubuh

2) Aspek psikis, misalnya intelektual, emosional, motivasi

3) Aspek sosial, seperti kemampuan bersosialisasi dengan

lingkungan.

b. Faktor eksternal, misalnya iklim/cuaca, suasana lingkungan, tingkat

kesulitan bahan belajar, tempat belajar, metode pembelajaran yang

digunakan, dan sebagainya.

4. Pengajaran Matematika

Berdasarkan teori perkembangan intelektual, anak-anak SMP pada

umumnya masuk dalam tahap operasi formal. Namun kenyataannya

sebagian kemampuan berpikir masih tergolong usia operasi konkret.

Dengan demikian, pengajaran matematika jenjang SMP perlu menerapkan

cara-cara pengajaran yang sesuai dengan masa transisi

Dalam Garis-garis Besar Program Pengajaran Matematika

(Suherman,2003:58) dikemukakan bahwa tujuan pembelajaran matematika

di SMP adalah agar siswa :

15

a. memiliki kemampuan yang dapat dialihgunakan melalui kegiatan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->