P. 1
puyuh

puyuh

|Views: 323|Likes:

More info:

Published by: Exo Purrwanto Cah Nggalek on Jan 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/15/2014

pdf

text

original

y y y y y

y

Sebagian besar masyarakat Indonesia pasti sudah menikmati sedapnya telur puyuh. Jenis unggas yang dikenal sebagai Gemak merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Selain dapat dinikmati telur dan dagingnya, banyak yang sudah memanfaatkan bulu burung puyuh ini sebagai bahan aneka kerajinan. Satu manfaat lagi yang diperoleh dari ternak burung puyuh ini adalah kotoran yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai pupuk kandang ataupun kompos. Burung puyuh cukup mudah dibudidayakan. Dengan tingkat kebutuhan pasar yang tinggi menjadikan budidaya burung puyuh ini sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Sebagai informasi berikut klasifikasi burung puyuh dalam ilmu biologi: Kelas : Aves (Bangsa Burung) Ordo : Galiformes Sub Ordo : Phasianoidae Famili : Phasianidae Sub Famili : Phasianinae Genus : Coturnix Species : Coturnix-coturnix Japonica Mengawali sebuah usaha, dalam hal ini budidaya burung puyuh, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Hal pertama yang harus dipersiapkan adalah menentukan lokasi budidaya. Ada beberapa kriteria dalam penentuan lokasi peternakan puyuh antara lain : Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk Lokasi mempunyai strategi transportasi, terutama jalur sapronak dan jalurj alur pemasaran Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit Bukan merupakan daerah sering banjir Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik. TEKNIS BUDIDAYA BURUNG PUYUH Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan. Secara rinci akan kita bahan lebih lanjut satu persatu. Tahapan berikutnya setelah kita mendapatkan lokasi usaha yang mendukung adalah persiapan dan pelaksanaan teknis budidaya burung puyuh itu sendiri. I. Penyediaan Sarana dan Peralatan A. Persiapan kandang Untuk budidaya burung puyuh, persyaratan kandang yang baik perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25- 40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang. Sehingga kondisi kandang tidak lembab. Dalam mempersipkan kandang burung puyuh ini, kita mempunyai 2 alternatif yang biasa diterapkan peternak puyuh, yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Sedangkan ukuran kandang yang digunakanumumnya untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjutnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa bertelur. Ada beberapa tahapan dalam budidaya burung puyuh. Masing-masing tahapan idealnya memerlukan persiapan kandang yang sesuai, yaitu : Kandang untuk induk pembibitan Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan menghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasa membutuhkan luas kandang 200 m2. Kandang untuk induk petelur Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama. Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan) Jenis kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Sebaiknya kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (ukuran ini cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh). Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu) Jenis kandang berikutnya, bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram. B. Kelengkapan kandang

y y

y

remah-remah dan tepung. yaitu: bentuk pallet. dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit. mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. ayam yang mati segera dibakar/dibuang y pisahkan ayam yang sakit. III.Perlengkapan yang diperlukan dalam kandang berupa tempat makan. Untuk pencegahan ada baiknya kita mengetahui jenis-jenis hama ataupun penyakit yang sering menyerang unggas ini. serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi. budidaya burung puyuh ini mengalami beberapa hambatan. Pengendalian: y menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus. dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik. ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh. sehingga timbul pearadangan pada usus. meliputi : y Kebersihan/Sanitasi dan Tindakan Preventif Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin. bersin. kotoran berair dan mengandung asam urat. Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit tetelo. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). . y Pemberian Pakan Pemberian pakan merupakan faktor yang penting dalam keberhasilan beternak burung puyuh dengan hasil yang maksimal. sayap terkulasi. cxaldayoco 5) Cacar Unggas (Fowl Pox) Penyebab: Poxvirus. 3. sayap terkulasi. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Karena puyuh yang suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematukmatuk pakannya. binatang vektor penyakit tetelo. Pengendalian: menjaga kebersihan lingkungaan. Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk. 3) Berak putih (Pullorum) Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular. batuk-batuk. sesak nafas. menjaga litter tetap kering. dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut. Gejala: puyuh tampak lesu. 4) Berak darah (Coccidiosis) Gejala: tinja berdarah dan mencret. y Pemberian Vaksinasi Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis kelamin. Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline. y Pengontrolan Penyakit Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup. selanjutnya yang perlu mendapatkan perhatian adalah pemeliharaan puyuh. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas. HAMA DAN PENYAKIT Seperti usaha pada umumnya. yaitu: 1. nafsu makan kurang. amprolium. penyediaan bibitmerupakan tahapan yang penting dalam budidaya burung puyuh. Gejala: kotoran berwarna putih. Sampai sekarang belum ada obatnya. Noxal. 2) Tetelo (NCD/New Casstle Diseae) Gejala: puyuh sulit bernafas. Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan. nafsu makan hilang. dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran. bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung. umumnya serangan hama maupun penyakit. tempat bertelur dan tempat obat-obatan. Untuk produksi daging puyuh. tinja encer kehijauan yangspesifik adanya gejala ³tortikolis´yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh. 1) Radang usus (Quail enteritis) Penyebab: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus. Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan. Untuk produksi telur konsumsi. lesu. mata tertutup. Penyediaan Bibit Seperti sudah diainggung diatas. Pemeliharaan Setelah kita dapatkan bibit yang baik. mata ngantuk. 2. timbul bunyi ngorok. II. tempat minum. bulu kelihatan kusam. kadang berdarah. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan diberikan terus-menerus. bulu kusam menggigil kedinginan.

Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. 2. Seperti telah didisinggung diatas. Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya. 7) Aspergillosis Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus. mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadangkala kepala dan leher agak terpuntir. Gejala: puyuh tampak kurus. Hasil Tambahan Sedangkan yang merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging afkiran. 6) Quail Bronchitis Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular. tahun 1870. tinja untuk pupuk kandang serta bulu puyuh sebagai bahan baku kerajinan tangan. nafsu makan berkurang. Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi. Tunggu apalagi. Jawa Timur dan Jawa Tengah . yang menjadi hasil utamanya adalah produksi telurnya yang dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung. sulit bernafas. Gejala: puyuh kelihatan lesu. Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya. dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Selamat menjadi pengusaha ! TTG BUDIDAYA PETERNAKAN BUDIDAYA BURUNG PUYUH ( Coturnix-coturnix Japonica ) 1. ada beberapa manfaat yang dapat diambil dari budidaya burung puyuh ini. Kini mulai bermunculan di kandangkandang ternak yang ada di Indonesia. Bahasa asingnya disebut Quail . gemetar. merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat. Jawa-Indonesia). berkaki pendek dan dapat diadu. Gejala: Puyuh mengalami gangguan pernafasan. bulu kusam. SENTRA PERIKANAN Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera. beragam hasil yang didapat. satu jenis usaha. 8) Cacingan Penyebab: sanitasi yang buruk. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal. yaitu : Hasil Utama Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur. mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju. ukuran tubuh relatif kecil. Jawa Barat. seperti pial. mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah. mengantuk. SEJARAH SINGKAT Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang. lesu dan lemah. PEMANENAN Tahapan yang paling ditunggu oleh seorang pengusaha adalah saat pemanenan. budidaya burung puyuh.y y Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu. batuk dan bersi. Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai. kaki.

Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat 2. MANFAAT 1.3. JENIS Kelas : Aves (Bangsa Burung) Ordo : Galiformes Sub Ordo : Phasianoidae Famili : Phasianidae Sub Famili : Phasianinae Genus : Coturnix Species : Coturnix-coturnix Japonica 4. penerangan kandang . Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya 3. PERSYARATAN LOKASI 1. Penyiapan Sarana dan Peralatan 1. Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk 2. Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit 4. Perkandangan Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C. Bukan merupakan daerah sering banjir 5. 6. Lokasi mempunyai strategi transportasi. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA 1. Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman 5. kelembaban kandang berkisar 30-80%. terutama jalur sapronak dan jalurjalur pemasaran 3.

selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. ukuran. yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Terakhir menjadi 40 ekor/m 2 sampai masa bertelur. Kandang untuk induk petelur Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. dan keperluan peralatan yang sama. 3. Kandang untuk induk pembibitan Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan mneghasilkan telur yang berkualitas. Idealnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2. Kandang ini mempunyai bentuk. 2. Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan) Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter. Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang. Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh adalah: 1. sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Ukuran kandang untuk 1 m 2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu .pada siang hari cukup 25-40 watt. Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere).

Penyiapan Bibit Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya. Untuk produksi telur konsumsi. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas. dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit. tinggi 40 cm. 2.tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan. panjang 100 cm. dan tinggi kaki 50 cm. dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran. dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat . Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan. b. 4. yaitu: 1. a. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm. c. ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh. Peralatan Perlengkapan kandang berupa tempat makan. 2. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. 3. tempat minum. adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan. Untuk produksi daging puyuh. Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu) Bentuk. 2. tempat bertelur dan tempat obat-obatan. Alas kandang biasanya berupa kawat ram. ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. (cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).

yaitu: bentuk pallet. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus. 4) Pemberian Vaksinasi dan Obat Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral).3. Pemberian obat segera dilakukan . 3. Karena puyuh yang suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk-matuk pakannya. 1) Sanitasi dan Tindakan Preventif Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin.yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik. 2. 3) Pemberian Pakan Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk. 6. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. 4. Pemeliharaan 1. 2) Pengontrolan Penyakit Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup. remah-remah dan tepung. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. 3.

tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala tortikolis yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh. Tetelo (NCD/New Casstle Diseae) Gejala: puyuh sulit bernafas. 3.apabila puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan meminta bantuan petunjuk dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup). mata ngantuk. mata tertutup. Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan. timbul bunyi ngorok. 2. ayam yang mati segera dibakar/dibuang. serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi. menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus. kotoran berair dan mengandung asam urat. Berak putih (Pullorum) . mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Gejala: puyuh tampak lesu. batuk-batuk. 2. HAMA DAN PENYAKIT 1. kadang berdarah. lesu. Sampai sekarang belum ada obatnya. binatang vektor penyakit tetelo. bersin. yang ada di dekat Anda beternak puyuh. Pengendalian: 1. 7. sehingga timbul pearadangan pada usus. bulu kelihatan kusam. sayap terkulasi. Radang usus (Quail enteritis) Penyebab: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus. pisahkan ayam yang sakit.

seperti pial. sesak nafas. Pengendalian: 1. dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut. Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi. bulubulu mengerut dan sayap lemah menggantung. Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu. Berak darah (Coccidiosis) Gejala: tinja berdarah dan mencret. nafsu makan hilang. bulu kusam. sayap terkulasi. cxaldayocox 5. Noxal. 2. 4.Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular. mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah. Gejala: kotoran berwarna putih. amprolium. Quail Bronchitis Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular. menjaga litter tetap kering. gemetar. Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit tetelo. nafsu makan kurang. Cacar Unggas (Fowl Pox) Penyebab: Poxvirus. 6. mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadangkala kepala dan leher agak terpuntir. sulit bernafas. batuk dan bersi. bulu kusam menggigil kedinginan. menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis kelamin. Gejala: puyuh kelihatan lesu. menjaga kebersihan lingkungaan. kaki. . Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline.

320. 2. Hasil Utama Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur. tinja dan bulu puyuh. PANEN 1. Investasi 1. 8. Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya. kandang ukuran 9 x 0. Aspergillosis Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus.6 x 1. Hasil Tambahan Sedangkan yang merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging afkiran. Analisis Usaha Budidaya 1. PASCAPANEN 10. 7. Gejala: puyuh tampak kurus. Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya.Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai. lesu dan lemah. Gejala: Puyuh mengalami gangguan pernafasan. 8. Cacingan Penyebab: sanitasi yang buruk. 2. 9.- .000. nafsu makan berkurang. mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju. yang menjadi hasil utamanya adalah produksi telurnya yang dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung.9 m (1 jalur + tempat makan dan minum) Rp. mengantuk. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA 1.

981.200. 85% betina (285 jantan.173. 145.723.596. Pakan (selama 60 hari) Rp.459.450. Biaya pemeliharaan (untuk umur 0-2 bulan) 1.3...125. 159.- .Rp.000.Keadaan puyuh: Jumlah anak 2000 ekor (jantan dan betina) Resiko mati 5%. jumlah telur 1373 butir Hasil telur 75 hari x 1373 x Rp 75.Keadaan puyuh: Mulai umur 1.5 bulan puyuh bertelur setiap hari ratarata 85%.000. 1615 betina) Setelah 2 bulan harga puyuh bibit Rp 3. kandang besar Rp.2.Minus Rp.408. 290. sisa 1900 Resiko kelamin 15% jantan.576. Biaya pemeliharaan (0-4 bulan) 200 DOQ x Rp 798.264.betina dan Rp 725 jantan Penjualan puyuh bibit umur 2 bulan Rp.200. Obat (Vitamin + Vaksin) Rp. 1.Jumlah biaya produksi Rp.722. 1.Obat (vitamin dan Vaksinasi) Rp. 2. -314.2.600. 5. 8. 2.625..3. 4. 4.000.Pakan (s/d minggu ke 4) betina 1615 ekor dan 71 ekor jantan (25% jantan layak bibit) Rp. 7.2.Pakan (sampai dengan umur 3 minggu) Rp.051.Jumlah biaya produksi Rp.Rp. ay Old Quail (DOQ) x Rp 798 (Harga DOQ) Rp.925.200.000.000.

6. Jakarta. 5. 155.475. Hasil jantan afkir 71 ekor @ Rp 725.Rp. Hasil telur (0.618..Rp.150.. Drh. Analisa usaha dihitung berdasarkan hargaharga yang berlaku pada tahun 1999.770. Dosen umum Ternak Unggas Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan. DAFTAR PUSTAKA 1. Kinanti Rospitasari. Universitas Udayana. Beternak burung puyuh.150.4.Puyuh jantan bibit 75 ekor @ Rp 798. Memelihara burung puyuh.. 3.137..125. 155. 1.Rp. Puyuh. 2.924. 5.Puyuh betina bibit 1615 ekor @ Rp 3.854. Biaya untuk umur 4-8 bulan Rp. Muhammad Rasyaf. Hasil puyuh afkir 1615 ekor @ Rp 798. 51. Elly Listyowati.5 bulan) 195 x 1373 x Rp 75.113.Rp.850.625. Biaya pemeliharaan (sampai umur 8 bulan) 0. Mayen 1 bk. Pendapatan 0.375. Keuntungan dari hasil penjualan Rp.Puyuh jantan afkiran 214 ekor @ Rp 725. Penerbit .950.. 1981. 59.080.3.Rp. Hasil jantan afkir (2 bln) 214 ekor @ Rp 725.1.Rp. Ir.. Penebar Swadaya. 2.Rp. 10.Jadi peternak lebih banyak menjumlah keuntungan bila beternak puyuh petelur. 1985. 1. Ir.7.. Gambaran Peluang Agribisnis 11.288. Nugroho. 20.2.5.625. Tatalaksana Budidaya secara komersil. 1992. baru kemudian puyuh afkirannya di jual daripada menjual puyuh bibit. Keuntungan beternak puyuh petelur dan afkiran jual Rp.

tahun 1985.H. Fax. 8. 021 390 9829 2. Jl.go. Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek. Yogyakarta. Penerbit Aneka Ilmu Semarang 12. 021 390 9829 . 4. Beternak burung puyuh dan Pemeliharaan secara komersil. 7 Jakarta. +62 21 310 1952. Jakarta 10340.ristek. Bappenas . Fax. Tel. Wahyuning Dyah Evitadewi dkk. +62 21 316 9166~69. Indonesia. Tel. Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi. Situs Web: http://www.Sunda Kelapa No.Thamrin No. Gedung II BPPT Lantai 6.Kanisius (Anggota KAPPI).id Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan. M. Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan BAPPENAS Jl. KONTAK HUBUNGAN 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->