makalah ilmu kesehatan masyarakat tentang konsep dasar kesmas

BAB I PENDAHULUAN A.Latar belakang masalah Masalah kesehatan merupakan masalah yang sangat penting yang di hadapi oleh masyarakat kita saat ini .Semakin maju teknologi di bidang kedokteran ,semakin banyak pula macam penyakit yang mendera masyarakat.Hal ini tentu sajadi pengaruhi oleh faktor tingkah laku manusia itu sendiri.Tapi apakah benar hanya faktor tingkah laku saja yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat?Sebelum membahas tentang masalah kesehatan masyarakat tentunya lebih baik jika kita memahami konsep dari kesehatan masyarakat itu terlebih dahulu. B.Rumusan masalah Pada makalah ini akan di bahas mengenai konsep dari kesehatan masyarakat,yaitu antara lain: ‡ Bagaimana sejarah Ilmu kesehatan masyarakat? ‡ Apa periode periode Ilmu kesehatan masyarakat? ‡ Bagaimana perkembangan kesehatan masyarakat di Indonesia? ‡ Apa defenisi Ilmu kesehatan masyarakat? ‡ Apa faktor faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat? ‡ Siapa saja sasaran kesehatan masyarakat?

BAB II KAJIAN PUSTAKA A.SEJARAH ILMU KESEHATAN MASYARAKAT Membicarakan kesehatan masyarakat tidak terlepas dari 2 tokoh metologi Yunani, yakni Asclepius dan Higeia. Berdasarkan cerita mitos Yunani tersebut Asclepius disebutkan sebagai seorang dokter pertama yang tampan dan pandai meskipun tidak disebutkan sekolah atau pendidikan apa yang telah ditempuhnya tetapi diceritakan bahwa ia telah dapat mengobati penyakit dan bahkan melakukan bedah berdasarkan prosedur-prosedur tertentu (surgical procedure) dengan baik. Higeia, seorang asistennya, yang kemudian diceritakan sebagai isterinya juga telah melakukan upaya-upaya kesehatan. Beda antara Asclepius dengan Higeia dalam pendekatan / penanganan masalah kesehatan adalah, Asclepius melakukan pendekatan (pengobatan penyakit), setelah penyakit tersebut terjadi pada seseorang. Sedangkan Higeia mengajarkan kepada pengikutnya dalam pendekatan masalah kesehatan melalui ³hidup seimbang´, menghindari makanan / minuman beracun, makan makanan yang bergizi (baik), cukup istirahat dan melakukan olahraga. Apabila orang yang sudah jatuh sakit Higeia lebih menganjurkan melakukan upaya-upaya secara alamiah untuk menyembuhkan penyakitnya tersebut, antara lain lebih baik dengan memperkuat tubuhnya dengan makanan yang baik daripada dengan pengobatan / pembedahan. Dari cerita mitos Yunani, Asclepius dan Higeia tersebut, akhirnya muncul 2 aliran atau pendekatan dalam menangani masalah-masalah kesehatan. Kelompok atau aliran pertama cenderung menunggu terjadinya penyakit (setelah sakit), yang selanjutnya disebut pendekatan kuratif (pengobatan). Kelompok ini pada umumnya terdiri dari dokter, dokter gigi, psikiater

Yunani dan Roma telah tercatat bahwa manusia telah melakukan usaha untuk menanggulangi masalah-masalah kesehatan masyarakat dan penyakit. Pada zaman ini juga diperoleh catatan bahwa telah dibangun tempat pembuangan kotoran (latrin) umum. Sedangkan kelompok kedua. artinya tidak menunggu adanya masalah tetapi mencari masalah. Pertama. dan sebagainya) dengan pasien atau sasaran cenderung jauh. berarti tidak ada masalah. bukan masalah individu. bahwa masalah kesehatan adalah adanya penyakit. dan melakukan tindakan.Sedangkan pendekatan preventif. Mesir. Dibangunnya latri umum pada saat itu bukan karena tinja atau kotoran manusia dapat . Terjadinya penyakit tidak semata-mata karena terganggunya sistem biologi individual tetapi dalam konteks yang luas.dan praktisi-praktisi lain yang melakukan pengobatan penyakit baik fisik. Kalau tidak ada pasien datang. yakni pelayanan kesehatan kuratif (curative health care) dan pelayanan pencegahan atau preventif (preventive health care). tidak hanya dimulai pada munculnya ilmu pengetahuan saja melainkan sudah dimulai sebelum berkembangnya ilmu pengetahuan modern. dengan pendekatan yang holistik. maka selesailah tugas mereka. Kedalam kelompok ini termasuk para petugas kesehatan masyarakat lulusanlulusan sekolah atau institusi kesehatan masyarakat dari berbagai jenjang. psikologis dan sosial. padahal manusia terdiri dari kesehatan bio-psikologis dan sosial. Dengan demikian pendekatannya pun tidak individual dan parsial tetapi harus secara menyeluruh atau holistik.PERIODE PRIODE PERKEMBANGAN KESEHATAN MASYARAKAT Sejarah panjang perkembangan masyarakat. dan sebagainya. B. Oleh sebab itu. Seperti misalnya dokter yang menunggu pasien datang di Puskesmas atau tempat praktek. seperti halnya pendekatan Higeia. Dalam perkembangan selanjutnya maka seolah-olah timbul garis pemisah antara kedua kelompok profesi. aspek biologis. bahkan peraturan-peraturan tertulis yang mengatur tentang pembuangan air limbah atau drainase pemukiman pembangunan kota. kontak terhadap sasaran (pasien) pada umumnya hanya sekali saja. drg. Hubungan antara petugas kesehatan dengan masyarakat (sasaran) lebih bersifat kemitraan tidak seperti antara dokter-pasien. Jarak antara petugas kesehatan (dokter. tetapi harus turun ke masyarakat mencari dan mengidentifikasi masalah yang ada di masyarakat. mental maupun sosial. sasaran atau pasien adalah masyarakat (bukan perorangan) masalah-masalah yang ditangani pada umumnya juga masalah-masalah yang menjadi masalah masyarakat. psikis. pendekatan kuratif cenderung melihat dan menangani klien atau pasien lebih kepada sistem biologis manusia atau pasien hanya dilihat secara parsial. akan sedikit diuraikan perkembangan kesehatan masyarakat sebelum perkembangan ilmu pengetahuan (pre-scientific period) dan sesudah ilmu pengetahuan itu berkembang (scientific period) Periode Sebelum Ilmu Pengetahuanš Dari kebudayaan yang paling luas yakni Babylonia. yang terlihat antara aspek satu dengan yang lainnya. artinya kelompok ini pada umumnya hanya menunggu masalah datang. pengaturan air minum. pendekatan kuratif pada umumnya dilakukan terhadap sasaran secara individual. Kedua kelompok ini dapat dilihat perbedaan pendekatan yang dilakukan antara lain sebagai berikut. Telah ditemukan pula bahwa pada zaman tersebut tercatat dokumen-dokumen tertulis. Petugas kesehatan masyarakat tidak hanya menunggu pasien datang di kantor atau di tempat praktek mereka.Sedangkan pendekatan preventif melihat klien sebagai makhluk yang utuh. meskipun alasan dibuatnya latrine tersebut bukan karena kesehatan. Ketiga. cenderung melakukan upayaupaya pencegahan penyakit dan meningkatkan kesehatan (promosi) sebelum terjadinya penyakit. Kedua. pendekatan kuratif cenderung bersifat reaktif.Sedangkan kelompok preventif lebih mengutamakan pendekatan proaktif.

jumlah meninggal karena wabah pes di seluruh dunia waktu itu mencapai lebih dari 60. Oleh sebab itu pendekatan masalah kesehatan harus dilakukan secara komprehensif. ventilasi rumah telah tercatat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pada waktu itu. Periode Ilmu Pengetahuanš Bangkitnya ilmu pengetahuan pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 mempunyai dampak yang luas terhadap segala aspek kehidupan manusia. 1984). termasuk kesehatan. Mesir dan Gaza dilaporkan bahwa 13. 70. Kalau pada abad-abad sebelumnya masalah kesehatan khususnya penyakit hanya dilihat sebagai fenomena biologis dan pendekatan yang dilakukan hanya secara biologis yang sempit. di China dan India. dan di India. 1974). Dari catatan-catatan tersebut di atas dapat dilihat bahwa masalah kesehatan masyarakat khususnya penyebaran-penyebaran penyakit menular sudah begitu meluas dan dahsyat. orang telah mulai memperhatikan masalah lingkungan. Disamping itu lepra juga telah menyebar mulai dari Mesir ke Asia Kecil dan Eropa melalui para emigran. maka mulai abad ke-19 masalah kesehatan adalah masalah yang kompleks. Penyakit kolera telah tercatat sejak abad ke-7 menyebar dari Asia khususnya Timur Tengah dan Asia Selatan ke Afrika.000. terutama hygiene dan sanitasi lingkungan. India disebutkan sejak abad ke-7 tersebut telah menjadi pusat endemi kolera. Upaya-upaya untuk mengatasi epidemi dan endemi penyakit-penyakit tersebut. multisektoral.000 orang meninggal karena wabah pes.menularkan penyakit tetapi tinja menimbulkan bau tak enak dan pandangan yang tidak menyedapkan.000 orang.000 orang penduduk kepulauan Cyprus meninggal karena penyakit menular. tipus. Pembuangan kotoran manusia (latrin). Menurut catatan. warung makan. Penyakitpenyakit lain yang menjadi wabah pada waktu itu antara lain difteri. Disamping wabah pes. Keadaan atau wabah penyakit-penyakit menular ini berlangsung sampai menjelang abad ke-18. bukan karena minum air kali dapat menyebabkan penyakit (Greene. pembuangan sampah. Pada tahun 1759. dan binatang-binatang piaraan yang menimbulkan bau. Oleh sebab itu waktu itu disebut ³the Black Death´.000 orang meninggal tiap hari karena pes. tempat-tempat prostitusi dan sebagainya (Hanlon. pengusahaan air minum yang bersih. Pada abad ke-14 mulai terjadi wabah pes yang paling dahsyat. Disamping itu pada abad ilmu pengetahuan ini juga mulai ditemukan berbagai macam . namun upaya pemecahan masalah kesehatan masyarakat secara menyeluruh belum dilakukan oleh orang pada zamannya. Dari dokumen lain tercatat bahwa pada zaman Romawi kuno telah dikeluarkan suatu peraturan yang mengharuskan masyarakat mencatatkan pembangunan rumah. Bahkan pada waktu itu telah ada keharusan pemerintah kerajaan untuk melakukan supervisi atau peninjauan kepada tempat-tempat minuman (public bar). wabah kolera dan tipus masih berlangsung. Kemudian pada permulaan abad pertama sampai kira-kira abad ke-7 kesehatan masyarakat makin dirasakan kepentingannya karena berbagai macam penyakit menular mulai menyerang sebagian besar penduduk dan telah menjadi epidemi bahkan di beberapa tempat telah menjadi endemi. Demikian juga masyarakat membuat sumur pada waktu itu dengan alasan bahwa minum air kali yang mengalir sudah kotor itu terasa tidak enak. dan sebagainya. melaporkan adanya binatang-binatang yang berbahaya. Pada tahun 1340 tercatat 13. dan pada tahun 1663 sekitar 1 diantara 5 orang meninggal karena penyakit menular.000. Telah tercatat bahwa pada tahun 1603 lebih dari 1 diantara 6 orang meninggal. disentri dan sebagainya.

Mulai tahun 1908 sekolah kedokteran mulai menyebar ke Eropa. Joseph Lister menemukan asam carbol (carbolic acid) untuk sterilisasi ruang operasi dan William Marton menemukan ether sebagai anestesi pada waktu operasi. Laporan Chadwich ini dilengkapi dengan analisis data statistik yang bagus dan sahih. Air limbah yang mengalir terbuka tidak teratur. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 mulai dikembangkan pendidikan untuk tenaga kesehatan yang profesional. seorang pedagang wiski dari Baltimore Amerika mempelopori berdirinya universitas dan didalamnya terdapat sekolah (Fakultas) Kedokteran. termasuk sanitasi lingkungan. Sehingga sebagian masyarakat tidak mampu membeli makanan yang bergizi. Berdasarkan laporan hasil penyelidikan Chadwich ini. dengan gaji yang dibawah kebutuhan hidup.Bertitik tolak dari penelitiannya . Pengembangan kurikulum sekolah kedokteran sudah didasarkan kepada suatu asumsi bahwa penyakit dan kesehatan itu merupakan hasil interaksi yang dinamis antara faktor genetik. South Carolina tahun 1813. sanitasi tempat-tempat kerja. sumur penduduk berdekatan dengan aliran air kotor dan pembuangan kotoran manusia. termasuk perbaikan dan pengawasan sanitasi lingkungan.penyebab penyakit dan vaksin sebagai pencegah penyakit. Kemudian parlemen Inggris membentuk komisi untuk penyelidikan dan penanganan masalah wabah kolera ini. C. dan sebagainya. seperti Baltimor telah terbentuk pada tahun 1798.PERKEMBANGAN KESEHATAN MASYARAKAT DI INDONESIA Bapak kesehatan Masyarakat Edwin Chadwich adalah orang yang mula mula tertarik kepada kematian yang terjadi di kalangan masyarakat kota kota besar di Inggris . Mulai tahun kedua para mahasiswa sudah mulai melakukan kegiatan penerapan ilmu di masyarakat. Philadelphia tahun 1818. John Simon diangkat oleh pemerintah Inggris untuk menangani masalah kesehatan penduduk (masyarakat). Pada waktu itu sebagian besar rakyat Inggris terserang epidemi (wabah) kolera. Pada tahun 1872 telah diadakan pertemuan orang-orang yang mempunyai perhatian kesehatan masyarakat baik dari universitas maupun dari pemerintah di kota New York. Louis Pasteur telah berhasil menemukan vaksin untuk mencegah penyakit cacar. lingkungan fisik. Edwin Chadwich seorang pakar sosial (social scientist) sebagai ketua komisi ini akhirnya melaporkan hasil penyelidikannya sebagai berikut : Masyarakat hidup di suatu kondisi sanitasi yang jelek. kebiasaan perorangan dan pelayanan kedokteran / kesehatan.Dari pengamatannya yang teliti dapat menghimpun data yang berkaitan dengan penyakit. terutama terjadi pada masyarakat yang tinggal di perkotaan yang miskin. makanan yang dijual di pasar banyak dirubung lalat dan kecoa. Canada dan sebagainya. Pada tahun 1848. Disamping itu ditemukan sebagian besar masyarakat miskin. Pertemuan tersebut menghasilkan Asosiasi Kesehatan Masyarakat Amerika (American Public Health Association). Dari segi pelayanan kesehatan masyarakat. pabrik dan sebagainya. bekerja rata-rata 14 jam per hari. Penyelidikan dan upaya-upaya kesehatan masyarakat secara ilmiah mulai dilakukan pada tahun 1832 di Inggris. akhirnya parlemen mengeluarkan undang-undang yang isinya mengatur upaya-upaya peningkatan kesehatan penduduk. Departemen kesehatan ini sebenarnya merupakan peningkatan departemen kesehatan kota yang telah dibentuk di masing-masing kota. pada tahun 1855 pemerintah Amerika telah membentuk Departemen Kesehatan yang pertama kali.sehingga angka kematian pada golongn masyarakat dapat dicatat dengan sangat teliti. Dari kurikulum sekolah-sekolah kedokteran tersebut terlihat bahwa kesehatan masyarakat sudah diperhatikan. Fungsi departemen ini adalah menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi penduduk (public). Pada tahun 1893 John Hopkins. lingkungan sosial (termasuk kondisi kerja).

. Kemudian sekolah ini terkenal dengan nama STOVIA (School Tot Oplelding Van Indiche Arsten) atau sekolah untuk pendidikan dokter pribumi. Tingkat III :Pelaksanaan kesehatan masyarakat telah dikembangkan berbagai usaha usaha pokok kesehatan((basic Health Service) secara bersamaan .BKIA.semuanya dikordinasi secara menyeluruh yang di kenaldengan istilah Pelayanan kesehatan Terintegrasi Tingkat IV :Pada tingkat ini kesehatan masyarakatpelaksanaannya sudah berorintasi secara lintas sektoral dan multidisiplin. Bleeker di Indonesia. Setelah itu pada tahun 1913 didirikan sekolah dokter yang kedua di Surabaya dengan nama NIAS (Nederland Indische Arsten School). Semarang. Pada tahun 1927. telah dilakukan pelatihan dukun bayi dalam praktek persalinan. Generasi generasi setelah Chadwick adalah Winslow yang menjadi muridnya . Namun demikian di bidang kesehatan masyarakat yang lain pada tahun 1807 pada waktu pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels.maupun RS.yang kemudian lahirlah berbagai defenisi sehat. Kedua sekolah tersebut mempunyai andil yang sangat besar dalam menghasilkan tenaga-tenaga (dokter-dokter) yang mengembangkan kesehatan masyarakat Indonesia. pusat laboratorium ini berubah menjadi Lembaga Eykman dan selanjutnya disusul didirikan laboratorium lain di Medan. Akan tetapi upaya ini tidak berlangsung lama karena langkanya tenaga pelatih kebidanan kemudian pada tahun 1930 dimulai lagi dengan didaftarnya para dukun bayi sebagai penolong dan perawatan persalinan.ia terjun lebih dalam lagi dalam bidang kesehatan masyarakat . Selanjutnya baru pada tahun 1952 pada zaman kemerdekaan pelatihan secara cermat dukun bayi tersebut dilaksanakan lagi. Sejarah perkembangan kesehatan masyarakat di Indonesia dimulai sejak pemerintahan Belanda pada abad ke-16. Kesehatan masyarakat di Indonesia pada waktu itu dimulai dengan adanya upaya pemberantasan cacar dan kolera yang sangat ditakuti masyarakat pada waktu itu. .Ia menciptakan defenisi untuk kesehatan masyarakat yang diterima oleh WHO . Barton membagi 4 tingkatan kesehatan . Tidak kalah pentingnya dalam mengembangkan kesehatan masyarakat di Indonesia adalah berdirinya Pusat Laboratorium Kedokteran di Bandung pada tahun 1888. Bosch.yang kemudian dikenal sebagai Pembina kesehatan Masyarakat Modern(public health modern). Kolera masuk di Indonesia tahun 1927 dan tahun 1937 terjadi wabah kolera eltor di Indonesia kemudian pada tahun 1948 cacar masuk ke Indonesia melalui Singapura dan mulai berkembang di Indonesia. Surabaya dan Yogyakarta. Pada tahun 1851 sekolah dokter Jawa didirikan oleh dr. kepala pelayanan kesehatan sipil dan militer dan dr. Kemudian pada tahun 1938. Upaya ini dilakukan dalam rangka penurunan angka kematian bayi yang tinggi pada waktu itu.yaitu: Tingkat I : Pelaksanaan kesehatan masyarakat dlakukan melalui cara cara pengobatan di klinik Tingkat II :Pelaksanan kesehatan Masyarakat sudah di perluas melalui cara cara pengobatan di poliklinik . STOVIA berubah menjadi sekolah kedokteran dan akhirnya sejak berdirinya Universitas Indonesia tahun 1947 berubah menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.Dari upaya pengobatan kuratif di kembangkan pula pengobatan preventif pada unit unit tersebut. Makassar.balasan balasan tentang usaha usaha pokok kesehatan (basic health service) Pengaruh defenisi kesehatan masyarakat dari Winshlow kemudian akan membawa pengaruh dalam perkembangan kesehatan masyarakat di Indonesia . Sehingga berawal dari wabah kolera tersebut maka pemerintah Belanda pada waktu itu melakukan upaya-upaya kesehatan masyarakat.

Pada tahun 1922 pes masuk Indonesia dan pada tahun 1933.000. Dalam konsep ini mulai diperkenalkan bahwa dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Pada waktu itu dibahas konsep puskesmas yang dibawakan oleh dr. Bojong Loa (Jawa Barat). Selanjutnya ia berkesimpulan bahwa kondisi sanitasi lingkungan ini disebabkan karena perilaku penduduk. Proyek ini disamping sebagai model atau konsep keterpaduan antara pelayanan kesehatan pedesaan dan pelayanan medis. dilakukan seminar yang membahas dan merumuskan program kesehatan masyarakat terpadu sesuai dengan kondisi dan kemampuan rakyat Indonesia. Dengan menggunakan hasil-hasil seminar tersebut. selokan. Lampung. Hal ini berarti dalam mengembangkan sistem pelayanan kesehatan di Indonesia kedua aspek ini tidak boleh dipisahkan. cacar dan sebagainya bahkan untuk bidang kesehatan masyarakat yang lain seperti gizi dan sanitasi.000 orang telah memperoleh suntikan vaksinasi. Selanjutnya pada tahun 1956 dimulai kegiatan pengembangan kesehatan sebagai bagian dari upaya pengembangan kesehatan masyarakat. Akhirnya pada tahun 1968 dalam rapat kerja kesehatan nasional. dan C. Kemudian mulai tahun 1935 dilakukan program pemberantasan pes ini dengan melakukan penyemprotan DDT terhadap rumah-rumah penduduk dan juga vaksinasi massal. Pada bulan November 1967. Sleman (Jawa Tengah).Laboratorium-laboratorium ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam rangka menunjang pemberantasan penyakit seperti malaria. Masyarakat pada waktu itu membuang kotorannya di sembarang tempat. Pada tahun 1925. Dari hasil pengamatan dan analisisnya tersebut ini menyimpulkan bahwa penyebab tingginya angka kematian dan kesakitan ini adalah karena jeleknya kondisi sanitasi lingkungan. Y. lepra. kali bahkan di pinggir jalan padahal mereka mengambil air minum juga dari kali. Hydrich. Godean (Yogyakarta). Mojosari (Jawa Timur). dicetuskan bahwa puskesmas adalah merupakan sistem . Kesiman (Bali) dan Barabai (Kalimantan Selatan). Kesimpulan seminar ini adalah disepakatinya sistem puskesmas yang terdiri dari tipe A. Achmad Dipodilogo yang mengacu kepada konsep Bandung dan Proyek Bekasi. Departemen Kesehatan menyiapkan rencana induk pelayanan kesehatan terpadu di Indonesia. seorang petugas kesehatan pemerintah Belanda melakukan pengamatan terhadap masalah tingginya angka kematian dan kesakitan di BanyumasPurwokerto pada waktu itu. B. Pada tahun 1956 ini oleh dr. Leimena dan dr. Oleh sebab itu. Kedelapan wilayah tersebut merupakan cikal bakal sistem puskesmas sekarang ini. Tercatat pada tahun 1941. 1934 dan 1935 terjadi epidemi di beberapa tempat. Y. Patah. yang selanjutnya dikenal dengan PatahLeimena. untuk memulai upaya kesehatan masyarakat. Hydrich mengembangkan daerah percontohan dengan melakukan propaganda (pendidikan) penyuluhan kesehatan. juga menekankan pada pendekatan tim dalam pengelolaan program kesehatan. aspek kuratif dan preventif tidak dapat dipisahkan. baik di rumah sakit maupun di puskesmas. di kebun. Memasuki zaman kemerdekaan. salah satu tonggak penting perkembangan kesehatan masyarakat di Indonesia adalah diperkenalkannya Konsep Bandung (Bandung Plan) pada tahun 1951 oleh dr. Untuk melancarkan penerapan konsep pelayanan terpadu ini terpilih 8 desa wilayah pengembangan masyarakat yaitu Inderapura (Sumatera Utara). Sulianti didirikan Proyek Bekasi (tepatnya Lemah Abang) sebagai proyek percontohan atau model pelayanan bagi pengembangan kesehatan masyarakat pedesaan di Indonesia dan sebagai pusat pelatihan tenaga kesehatan. Sampai sekarang usaha Hydrich ini dianggap sebagai awal kesehatan masyarakat di Indonesia. terutama di pulau Jawa. 15.

Program ini mencakup : 1. Penyuluhan kesehatan masyarakat 7. yakni micro planning untuk perencanaan dan lokakarya mini (Lokmin) untuk pengorganisasian kegiatan dan pengembangan kerjasama tim. Keluarga berencana 3. di kotamadya atau kabupaten Kegiatan pokok puskesmas mencakup : 1.DEFENISI KESEHATAN MASYARAKAT Sudah banyak para ahli kesehatan membuat batasan kesehatan masyarakat ini. Upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan sanitasi lingkungan adalah merupakan kegiatan kesehatan masyarakat. Batasan yang paling tua. Dengan adanya perkembangan tenaga medis maka akhirnya pada tahun 1979 tidak diadakan perbedaan puskesmas tipe A atau tipe B. hanya ada satu tipe puskesmas yang dikepalai oleh seorang dokter. yakni tipe A dan B dimana tipe A dikelola oleh dokter sedangkan tipe B hanya dikelola oleh paramedis. Perawatan kesehatan masyarakat 9. Strata 1 : puskesmas dengan prestasi sangat baik 2. Strata 3 : puskesmas dengan prestasi dibawah rata-rata Selanjutnya puskesmas juga dilengkapi dengan 2 piranti manajerial yang lain. Penanggulangan penyakit diare 5. menyeluruh dan mudah dijangkau dalam wilayah kerja kecamatan atau sebagian kecamatan. Puskesmas disepakati sebagai suatu unit pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kuratif dan preventif secara terpadu. Pengobatan 8. Pencegahan penyakit menular 6. Gizi 4. Pada tahun 1979 juga dikembangkan 1 piranti manajerial guna penilaian puskesmas yakni stratifikasi puskesmas sehingga dibedakan adanya : 1. Akhirnya pada tahun 1984 tanggung jawab puskesmas ditingkatkan lagi dengan berkembangnya program paket terpadu kesehatan dan keluarga berencana (Posyandu). Dengan kata lain kesehatan masyarakat adalah sama dengan sanitasi. D. . Kesehatan lingkungan 5. sistem puskesmas hanya disepakati 2 saja. dikatakan bahwa kesehatan masyarakat adalah upaya-upaya untuk mengatasi masalah-masalah sanitasi yang mengganggu kesehatan. Secara kronologis batasan-batasan kesehatan masyarakat mulai dengan batasan yang sangat sempit sampai batasan yang luas seperti yang kita anut saat ini dapat diringkas sebagai berikut. Kesehatan ibu dan anak 2.pelayanan kesehatan terpadu yang kemudian dikembangkan oleh pemerintah (Departemen Kesehatan) menjadi Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Keluarga berencana 3. Usaha kesehatan gizi 10 Usaha kesehatan sekolah 11 Usaha kesehatan jiwa 12 Laboratorium 13 Pencatatan dan pelaporan Pada tahun 1969. Strata 2 : puskesmas dengan prestasi rata-rata atau standar 3. Gizi 4. Kesehatan ibu dan anak 2. Imunisasi Puskesmas mempunyai tanggung jawab dalam pembinaan dan pengembangan Posyandu di wilayah kerjanya masing-masing.

ilmu kedokteran pencegahan sampai dengan ilmu sosial dan itulah cakupan ilmu kesehatan masyarakat. E.Mengkordinasi tenaga tenaga kesehatan agar mereka dapat melakukan perawatan dan pengobatan dengan sebaik-baiknya. pencegahan dan pemberantasan penyakit.serta di harapkan berumur panjang.kuratif. kegiatan kesehatan masyarakat adalah pencegahan penyakit yang terjadi dalam masyarakat melalui perbaikan sanitasi lingkungan dan pencegahan penyakit melalui imunisasi. Dari pengalaman-pengalaman praktek kesehatan masyarakat yang telah berjalan sampai pada awal abad ke-20. dan ilmu sosial dalam mencegah penyakit yang terjadi di masyarakat.dan rehabilitatif.Memperbaiki kesehatan lingkungan b. melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat. adalah agar warga masyarakat dapat mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya baik fisik. kesehatan masyarakat diartikan suatu upaya integrasi antara ilmu sanitasi dengan ilmu kedokteran. Ilmu Kesehatan Masyarakat adalah suatu ilmu dan seni yang bertujuan untuk : 1)mencegah timbulnya penyakit 2)Memperpanjang umur 3)meningkatkan nilai kesehatan fisik dan mental melalui usaha usaha kesehatan masyarakat yang terorganisasi untuk: a. Dari perkembangan batasan kesehatan masyarakat seperti tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa kesehatan masyarakat itu meluas dari hanya berurusan sanitasi. Batasan lain disampaikan oleh Ikatan Dokter Amerika (1948). Akhirnya kesehatan masyarakat diartikan sebagai aplikasi keterpaduan antara ilmu kedokteran. Kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni memelihara. Oleh sebab itu. ilmu kesehatan masyarakat adalah merupakan ilmu yang . ilmu kimia. e. Sedangkan ilmu kedokteran itu sendiri merupakan integrasi antara ilmu biologi dan ilmu sosial.preventif. Batasan ini mencakup pula usaha-usaha masyarakat dalam pengadaan pelayanan kesehatan. Ruang Lingkup Kesehatan Masyarakat Sesuai dengan perkembangan ilmu.ilmu lingkungan.bantuan dan partisipasi dari masyarakat secara teratur dan terus menerus. antropologi.sosial. maka disiplin ilmu yang mendasari ilmu kesehatan masyarakat pun berkembang. psikologi.sosiologi. Dalam perkembangan selanjutnya.Mendidik masyarakatdalamprinsip prinsipkesehatan perorangan d. teknik sanitasi. kesehatan masyarakat diartikan sebagai aplikasi dan kegiatan terpadu antara sanitasi dan pengobatan (kedokteran) dalam mencegah penyakit yang melanda penduduk atau masyarakat.mencakup ilmu biologi. Tujuanš Tujuan kesehatan masyarakat adalah baikdalam bidang promotif . Oleh karena masyarakat sebagai objek penerapan ilmu kedokteran dan sanitasi mempunyai aspek sosial ekonomi dan budaya yang sangat kompleks.mental. sanitasi. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut Winslow menetapkan suatu syarat yang sangat pentingyaitu:´Harus selalu adapengertian .sebagai berikut.Pemberantasan penyakit penyakit infeksipada masyarakat c. ilmu fisika. kesehatan masyarakat sudah berkembang dengan baik.ilmu pendidikan dan sebagainya. Sehingga sampai pada saat ini disiplin ilmu yang mendasari ilmu kesehatan masyarakat antara lain. ilmu kedokteran kuratif.Kemudian pada akhir abad ke-18 dengan diketemukan bakter-bakteri penyebab penyakit dan beberapa jenis imunisasi. Winslow (1920) akhirnya membuat batasan kesehatan masyarakat yang disempurnakan oleh WHO . ilmu kedokteran. Pada awal abad ke-19.Mengembangkan usaha usaha masyarakat agar dapat mencapai tingkat hidupyang setinggi tingginya sehingga dapat memperbaiki dan memelihara kesehatannya.

W. Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan dan mengambil keputusan. Oleh karena batasan epidemiologi menjadi lebih berkembang. perjalanan. Mac Mahon dan Pugh Epidemiologi adalah sebagai cabang ilmu yang mempelajari penyebaran penyakit dan faktorfaktor yang menentukan terjadinya penyakit pada manusia. penyakit dan perubahan pada penduduk.multidisiplin. Last Epidemiologi adalah studi tentang distribusi dan determinan tentang keadaan atau kejadian yang berkaitan dengan kesehatan pada populasi tertentu dan aplikasi studi untuk menanggulangi masalah kesehatan. Azrul Azwar Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan. begitu juga determinannya dan akibat-akibat yang terjadi pada kelompok penduduk. Dari kemampuan epidemiologi untuk mengetahui distribusi dan faktor-faktor penyebab masalah kesehatan dan mengarahkan intervensi yang diperlukan. c. Omran Epidemiologi adalah suatu studi mengenai terjadinya distribusi keadaan kesehatan. yaitu (Epi=pada. Frost Epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari timbulnya. Mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit atau masalah kesehatan dalam masyarakat. Secara garis besar. Welch Epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari timbulnya. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa ada 3 komponen penting yang ada dalam epidemiologi.H. W. penyakit degenaratif. Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang atau telah . kecelakaan lalu lintas. b. dan pencegahan penyakit. d. penyakit jiwa. melainkan juga penyakit tidak menular. kanker. beberapa diantaranya yaitu : a. Banyak definisi tentang Epidemiologi yang diungkapkan para ahli. logos = ilmu). masalah yang dihadapi penduduk tidak hanya penyakit menular saja. f. sebagai berikut : 1) Frekuensi masalah kesehatan 2) Penyebaran masalah kesehatan 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah kesehatan. dan jenis penyakit pada manusia menurut waktu dan tempat. g. Dalam perkembangannya. b. Demos=penduduk. Mausner dan Kramer Epidemiologi merupakan studi tentang distribusi dan determinan dari penyakit dan kecelakaan pada populasi manusia. distribusi. terutama penyakit infeksi menular.H. disiplin ilmu yang menopang ilmu kesehatan masyarakat atau sering disebut sebagai pilar utama ilmu kesehatan masyarkat antara lain : 1. dan sebagainya. maka epidemiologi diharapkan mempunyai peranan dalam bidang kesehatan masyarakat berupa : a. c. e. dengan demikian epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat. Epidemiologi Epidemilogi berasal dari bahasa Yunani.

Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang perlu dipecahkan. Epidemiologi Gizi 12. menopouse. hingga masalah kesehatan yang sangat luas ditemukan di masyarakat. maka dapat dirumuskan penyebab timbulnya masalah kesehatan. dll. pengadaan tenaga kesehatan. Epidemiologi Kesehatan Jiwa 8. karsinoma. Epidemiologi Kesehatan Kerja 6. Masalah kesehatan pada sekelompok manusiai Pekerjaan epidemiologi dalam mempelajari masalah kesehatan. hipertensi. Dengan memanfaatkan perbedaan yang kemudian dilakukan uji statistik. Pemanfaatan data tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatani dalam merumuskan penyebab timbulnya suatu masalah kesehatan. Epidemiologi Remaja . Di era modern dan perkembangan teknologi seperti sekarang ini memicu jangkauan epidemiolgi semakin meluas. keluarga berencana atau kesehatan lingkungan. subjek dan objek epidemiologi berkaitan dengan masalah kesehatan secara keseluruhan. Secara garis besarnya jangkauan atau ruang lingkup epidemiologi antara lain: 1. Perkemnbang selanjutnya mulai meluas ke hal-hal yang bukan penyakit seperti fertilitas. Dengan demikian. merokok. cara penularan dan penyebab serta bagaimana penanggulangan penaykait wabah tersebut. Epidemiologi Prilaku 10. Berlanjut lagi dengan mempelajari penyakit non infeksi seperti jantung. Mengembangkan metodologi untuk menganalisis keadaan suatu penyakit dalam upaya untuk mengatasi atau menanggulanginya. Perkembangan tersebut secara kasat mata dapa kita lihat dalam lingkup kesehatan sekarang ini. e. kecelakkaan. apakah itu menyangkut masalah penyakit. Epidemiologi Penyakit Menular 2. Epidemiologi Perencanaan 9. Diantaranya masalah keluarga berencana. kenakalan remaja.dilakukan. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular 3. Epidemiologi Kesehatan Lingkungan 5. penyalahgunaan obat-obat terlarang. Epidemiologi Kesehatan Reproduksi 4. Setelah dianalisis dan diketahui penyebabnya dilakukan upaya-upaya penanggulangan sebagai tindak lanjutnya. Pekerjaan epidemiologi akan dapat mengetahui banyak hal tentang masalah kesehatan dan penyebab dari masalah tersebut dengan cara menganalisis data tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan yang terjadi pada sekelompok manusia atau masyarakat. masalah kesehatan lingkungan. pengadaan sarana kesehatan dan sebagainya. Epidemiologi Kesehatan Darurat 7. Sebagai gambaran perkembangan ruang lingkup epidemiologi dapat di lihat sebagai berikut : Masalah kesehatan sebagai subjek dan objek epidemiologii Mula-mula epidemiologi hanya mempelajari penyakit yang dapat menimbulkan wabah melalui temuan-temuan tentang jenis penyakit wabah. akan memanfaatkan data dari hasil pengkajian terhadap sekelompok manusia. Hal yang perlu kita perhatikan sebagai tenaga kesehatan khususnya yang memiliki basic di bidang epidemiologi yang mengetahui apa saja ruang lingkup atau jangkauan epidemiologi karena ruang lingkup epidemiologi semakin berkembang seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. d. Kemudia tahap berikutnya berkembang lagi menyangkut penyakit yang infeksi non-wabah. Epidemiologi Genetik 11.

Epidemiologi Klinik 15. antara lain : 1. Memotivasi tenaga kesehatan dan policy maker (pembuat kebijakan) untuk menyelesaikan masalah kesehatan 6. dan perkawinan ‡ Mortalitas ‡ Fertilitas ‡ Morbiditas ‡ Pelayanan Kesehatan ‡ Demografi ‡ Lingkungan ‡ Gizi Guna statistik kesehatan. Menentukan prioritas masalah kesehatan Dalam biostatistik/statistik kesehatan. Apalagi dengan munculnya berbagai macam fenomena kesehatan seperti penyakit baru dan lama (prevalensi) mendorong penelitian juga semakin meningakat. Epidemiologi Kausalitas 16. Selain itu.13.akibat fenomena masalah kesehatan dan penduduk 2. Mengevaluasi program kesehatan 4. dan alat bantu evaluasi. kematian. terdapat beberapa barometer yakni : IndikatorZ Indikator adalah variabel-variabel yang digunakan untuk mengukur status kesehatan dikenal. memonitor. baik dalam rencana. aplikasi. Adapun indikator terbagi 2 : Indikator langsung . metode epidemiologi yang digunakan untuk penyakit menular dapat juga digunakan untuk penyakit non-infeksi. Epidemiologi Pelayanan Kesehatan Perkembangan epidemiologi sedemikian pesatnya merupakan tantang bagi tenaga kesehatan yang harus lebih cermat dalam mengambil tindakan-tindakan yang tidak melenceng dari jangkauan tersebut. Epidemiologi Demografi 14. Adapun yang menjadi pemicu perkembangan pesat tersebut adalah perkembangan pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih yang menununtut peningkatan kebutuhan masyarakat utamanya dalam bidang kesehatan sehingga kehidupan masyarakat yang semakin kompleks. evaluasi. Membandingkan status kesehatan di berbagai daerah 5. Guna Indikator adalah untuk mengukur. maupun monitoring. Mengukur derajat kesehatan masyarakat 2. Biostatistik /Statistik Kesehatan Statistik dipakai dalam masalah-masalah kesehatan. Memonitor kemajuan status kesehatan di suatu daerah 3. Ruang Lingkup statistika kesehatan : ‡ Statistika perikehidupan. artinya dapat dilihat Indikator tidak langsung yakni tidak dapat dilihat tetapi bagaimana ia memberikan hasil. berupa kelahiran. Statistik menjadi penting karena setiap pencatatan permasalahan kesehatan diperlukan untuk melakukan perbaikan. . Demikian juga ilmu epidemiologi digunakan dalam mempelajari asosiasi-asosiasi sebab.

Sensitive = peka terhadap perubahan. Secara umum. Kelebihan : lebih mudah karena tidak perlu ³population at risk´. dan lain-lain. Pengorganisasian. Kelemahan nilai absolute : Tidak dapat digunakana untuk membandingkan status kesehatan antar satu wilayah dengan wilayah lain. Gizi Masyarakat Ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari atau mengkaji makanan yang dikaitkan dengan . Kelemahannya yakni tidak dapat digunakan untuk memonitor status kesehatan dan tidak dapat menentukan nilai yang lebih besar. yang didalamnya termasuk penyusunan staff.Spesific = ada perubahan hanya pada fenomena bersangkutan . rumah sakit. 3. Prevelance Rate. a bukan bagian dari b. Proporsi dan rate dipakai untuk menentukan : Incidence Mortality Rate. Contoh nilai absolut : Data PUS (Pasangan Usia Subur) untuk menentukan target akseptor KB. 6. Proporsi dan RateZ Proporsi : untuk data yang tidak memperhatikan waktu sedangkan rate : untuk data yang memperhatikan waktu. Indikator tidak langsung = berapa banyak penurunan prevalensi TBC pada anak yang diimunisasi BCG. RasioZ RASIO adalah perbandingan secara relative (a/b). 3. Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Prilaku 5. Perencanaan. yakni dalam rangka melihat apakah rencana yang telah disusun dapat dicapai atau tidak.Contoh Indikator : Imunisasiš : Indikator langsung = berapa banyak anak yang telah diimunisasi BCG. Administrasi Kesehatan Masyarakat Administrasi kesehatan masyarakat yaitu kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan pelayanan kesehatan sebaik-baiknya sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pelaksanaan. Incidence Rate. PMT pada anakš : Indikator langsung = jumlah anak yang diberi PMT Indikator tidak langsung = perubahan status gizi anak tersebut Adapun indikator dikatakan baik apabila : VRSS . Nilai absolutZ Nilai absolut adalah jumlah orang / frekuensi. Namun dalam administrasi kesehatan ini tidak hanya pelayanan pengobatan tetapi juga bersifat preventif (pencegahan). diantaranya pemerintah. Penilaian. fungsi adaministrasi dibedakan atas 4 macam yakni : 1. termasuk perencanaan pembiayan 2. Guna nilai absolut : merencanakan perbaikan. pengkoordinasian 4. yaitu : Penggunaan Air Bersih¾ Rumah Sehat¾ Keluarga denga kepemilikan sarana sanitasi dasar¾ Tempat Umum dan Pengolahan Makanan ( TUPM )¾ 4. asuransi dan apotik. Kesehatan Lingkungan Untuk menilai keadaan lingkungan dan upaya yang dilakukan untuk menciptakan lingkungan sehat telah dipilih empat indikator. Dalam pencapaian tujuan administrasi kesehatan ini melibatkan banyak pihak.Reliable = hasil sama pada waktu dan keadaan berbeda . yang didalamnya termasuk pengerahan.Valid = mengukur yang seharusnya . Kriteria : -a dan b tidak harus sama.

dsb.mentaldan social pasien sebagai akibat dari penyakit yang dideritanya melalui latihanlatihan yang telah terprogram dan dapat puladilakukan melalui latihan fisioterapi. Usaha pemulihan ini ditujukan untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan fisik. Adapun ilmu gizi yakni mencakup mulai dari pengadaan.istirahat yang cukup dan rekreasi sehingga seseorang dapat mencapai tingkat kesehatan yang opptimal. 7.bahaya kebakaran.i Dalam melaksanakan usaha promotif dan preventif selalu mempergunakani biaya yang serendah-rendahnya dan mengharapakan hasilyang sebaik-baiknya. Pembinaan peran serta masyarakat. terjadi gangguan kerja akibat suana tempat kerja yang bising. Pemberantasan vektor e. ibu hamil. 4.usaha kesehatan masyarakat dari masyarakat. pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mendeteksi penyakit secara dini. Pengawasan obat dan minuman j. Pengawasan sanitasitempat-tempat umum i. Pemberantasan penyakit. Rehabilitatif ( pemulihan kesehatan ) Meupakan usaha yang ditujukan terhadap penderita yang baru pulih dari penyakit yang dideritanya.sehingga harus ditangani secara multisektoral. Pernaikan lingkungan pemukiman d.i . peningkatan gizi.Untuk itu. Gizi masyarakat berurusan dengan gangguan gizi pada masyrakat dimana masyarkay mempunyai aspekyang luas. pemeliharaan kesehatan perseorangan. 3. Secara garis besar.olahraga secara teratur. Ruang lingkup kegiatan kesehatan masyarakat meliputi usaha-usaha : 1.dsb. Pendidikan ( penyuluhan ) f. Promotif ( peningkatan kesehatan ) Merupakan usaha yang ditujukan untuk meningkatkan kesehatan yang meliputi usaha-usaha. dikenal dengan K3 ( Keselamatan dan Kesehatan Kerja ). 2. Kesehatan Kerja Kesehatan kerja dalam lingkup kesehatan masyarkat sering dikaitkan dengan keselamatan kerja.pemilihan. b.pemeliharaan kesehatan lingkungan.Misalnya. cedera otot tulang. Dalam usaha kesehatan masyarakat selalu melibatkan masyarakat sebagai pelaku melalui kegiatan masyarakat secara terorganisasi.untuk masyarakat dan oleh masyarakat. pengolahan dan penyajian. Kuratif ( pengobatan ) Adalah usaha yang ditujukan terhadap orang yang sakit untuk dapat diobati secara tepat dan adekuat sehingga dalam waktu singkat dapat dipulihkan kesehatannya.baik menular maupun tidak menular. Usaha kesehatan masyarakat berlandaskan pada kegiatan-kegiatani masyarakat sebagai pelaku ( subjek)maupun sebagai sasaran (objek0.upaya-upaya yang dapat dikategorikan sebagai seniatau penerapan ilmu kesehatan masyarakatantara lain sebagai berikut : a. K3 merupakan adalah suatu kondisi yang terjadipada seseorang dalam hubungannya dengan dunia atau tempat dimana ia kerja. Unruk menatalaksanakan suatu usaha ksehatan masyarakat perlu memperhatikan beberapa prinsip poko ksebagai berikut : Usaha kesehatan masyarakat lebih mengutamakan usaha promotif dan preventif daripada kuratif. Pelayanan kesehatan ibu dan anak g. Preventif ( pencegahan penyakit ) Adalah usaha yang ditujukan untuk mencegah terjadinya penyakit melalui usaha-usaha pemberian imunisasi pada bayi dan anak. Pembinaan gizi masyarakat h. Perbaiki sanitasilingkungan c.kesehatan.dengan kata lain.

Teknologi dan kemampuan tenaga ahli harus diarahkan untuk meningkatkan upaya mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Semakin besar penduduk yang memiliki resiko penyakit bawaan akan semakin sulit upaya meningkatkan derajat kesehatan.genetik adalah peluru (bullet ) tubuh manusia adalah pistol (senjata). Pustu.jadwal imunisasi yang teratur da penyediaan vaksin yang cukup sesuai dengan kebutuhan .Faktor Pelayanan Kesehatan Ketersediaan pelayanan kesehatan .Misalnya . karena betapa ruginya kita semua jika dalam keadaan sakit.Pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan yang diimbangi dengan kelengkapan sarana /prasarana .Pelayanan seperti ini akan mampu mengurangi atau mengatasi masalah kesehatan yang berkembang di suatu wilayah atau kelompok masyarakat.Untuk kepentingan kesehatan masyarakat atau keluarga . Oleh karena itu perlu adanya konseling perkawinan yang baik untuk menghindari penyakit bawaan yang sebenarnya dapat dicegah munculnya.dan dana akan menjamin kualitas pelayanan kesehatan . Waktu produktif kita menjadi berkurang. Pelayanan rujukan juga ditingkatkan dengan munculnya rumah sakit-rumah sakit baru di setiap kab/kota c. dan jejaring lainnya. Menurut Hendrik L.anak yang lahir dari penderita DM harus diberi tahu dan selalu mewaspadaif aktor genetik yang diwariskan orangtuanya . a.teratur berolahraga dan upaya pencegahan lainnya sehingga tidak ada peluang faktor genetiknya berkembang menjadi faktor resiko terjadinya DM pada dirinya .Cakupan imunisasiyang tinggi akan menekan angka kesakitan akibat penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi . Blumm.Tersedianya jasa pelayanan kesehatan (health service) tanpa disertai perubahan tingkah laku (peran serta) masyarakat . terdapat 4 faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.faktor genetikperlu mendapat perhatian dibidang pencegahan penyakit.Untuk upaya pencegahan .perlu dilakukan konseling genetik .Faktor Genetik Faktor ini paling kecil pengaruhnya terhadap kesehatan perorangan atau masyarakat dibandingkan dengan faktor yang lain. keturunan dan pelayanan kesehatan.jika masalah tersebut tidak berhasil ditanggulangimaka akan dapat mengancam kesehatan dan keselamatan masyarkat itu sendiri. belum lagi biaya berobat yang semakin mahal menjadi beban bagi keluarga dan sanak saudara kita.Pengaruhnya pada status kesehatan perorangan terjadisecara evolutif dan paling sukar di deteksi . Bidan Desa.Usaha-usaha kesehatan masyarakat yang dijalankan harus diangkat darii masalah-masalah kesehatan yang ada di masyarakat. yaitu upaya memenuhi ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan dengan membangun Puskesmas. b. lingkungan.dan pelayanan kesehatan yang berkualitas akan berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat .FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN MASYARAKAT ³Health is not everything but without health everything is nothing´ Slogan di atas sangatlah tepat untuk menjadi cerminan perilaku kita sehari-hari.Misalnya :seorang anakyang lahir dari orangtua penderita diabetas melitus akan mempunyai resiko lebih tinggi dibandingkan anak yang lahir dari orang tua bukan penderita DM.Untuk itu . Akhirakhir ini teknologi kesehatan dan kedokteran semakin maju. Saat ini pemerintah telah berusaha memenuhi 3 aspek yang sangat terkait dengan upaya pelayanan kesehatan.Jadi dapat di umpamakan .ia harus mengatur dietnya .serta informasitentang pelayanan imunisasi yang memadai kepada masyarakat akan meningkatkan cakupan imunisasi.dan lingkungan /prilaku manusia adalah pelatuknya (trigger).Olehkarenanya . Pos Obat Desa.Faktor Prilaku Masyarakat Faktor ini terutama di negara berkembang paling besar pengaruhnya terhadap munculnya gangguan kesehatan atau masalah kesehatan i masyarakat . F. yaitu: factor perilaku.

Perilaku ibu ibu yang tidak memanfaatkan pelayanan kesehatan yang sudah tersedia adalah akibat kurangnya pengetahuan ibu ibu tentang manfaat imunisasi dan efeksampingnya.L. Perilaku/kebiasaan memcuci tangan sebelum makan juga dapat menghindarkan kita dari penyakit saluran cerna seperti mencret-mencret lainnya.kelompok ibu ibu yang memiliki anak balita 3.Faktor Lingkungan Lingkungan yang mendukung gaya hidup bersih juga berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan.Misalnya: Penyediaan fasilitas dan imunisasi tidak akan banyak manfaatnya apabila ibu ibu tidak datang ke pos-pos imunisasi. Untuk menganalisis program kesehatan dilapangan .Pengetahuan ibu ibu akan meningkat karena adanya penyuluhan kesehatan tentang imunisasi yang di berikan oleh petugas kesehatan . Kelompok Kelompok kelompok khusus yang menjadi sasaran dalam penyuluhan kesehatan masyarakat adalah: 1. dan infeksi saluran pencernaan.Keluarga keluarga dengan masalah sanitasi lingkungan yang buruk 4. kegemukan. Kebiasaan pola makan yang sehat dapat menghindarkan diri kita dari banyak penyakit.kelompok PUS dengan resiko tinggi kebidanan. d. .Anggota keluarga yang menderita penyakit menular 2.posyandu. daerah yang kumuh dan tidak dirawat biasanya banyak penduduknya yang mengidap penyakit seperti: gatal-gatal. G.Perilaku individu atau kelompok masyarakat yang kurang sehat juga akan berpengaruh pada faktor lingkungan yang memudahkan timbulnya suatu penyakit.Kelompok ibu hamil 2.paradigma H.Keluarga keluarga dengan jumlah keluarga yang banyak di luar kemampuan kapasitas keluarga 6. Hal ini menyebabkan penduduk si sekitar memiliki resiko tergigit nyamuk dan tertular demam berdarah.Analisis ke ± 4 fator tersebut perlu dilakukan secara cermat sehingga masalah kesmas dan masalah program dapat di rumuskan dengan jelas . stroke.Analisis ke -4 faktor ini adalah bagian dari analisis situasi (bagian dari fungsi perencnaan)untuk pengembangan program kesehatan di suatu wilayah tertentu.puskesmas.diantaranya adalah: 1.Dan sebagainya.Keluarga keluarga denga kondisi sosial ekonomi dan pendidikan yang rendah 3.Sasaran Kesehatan masyarakat Individu Individu yang mempunyai masalah keperawatan dan kesehatan . darah tinggi.akan mengakibatkan masalah kesehatan tetap potensial berkembang di masyarakat. infeksi saluran pernafasan. banyaknya tempat penampungan air yang tidak pernah dibersihkan memyebabkan perkembangan nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah meningkat. diabetes mellitus dan lain-lain. Penyakit demam berdarah juga dipengaruhi oleh factor lingkungan. Keluarga Keluarga binaan yang mempunyai masalah keperawatan dan kesehatan yang tergolong dalam keluarga resiko resiko tinggi . Dalam kehidupan di sekitar kita dapat kita rasakan.klinik .kelurga binaan dan masyarakat binaan. Lingkungan yang tidak bersih. Perilaku yang sehat akan menunjang meningkatnya derajat kesehatan. hal ini dapat dilihat dari banyaknya penyakit berbasis perilaku dan gaya hidup.Blum dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan masalah sesuai dengan faktor faktor yang berpengaruh pada status kesehatan masyarakat . diantaranya penyakit jantung.yang dapat dilakukan di Rumah Sakit .rumah bersalin.Keluarga keluarga dengan keadaan gizi buruk 5.

Masyarakat Pedesaaan 4.dsb. Blumm. Dari cerita mitos Yunani tersebut. terdapat 4 faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.Kesehatan kerja. Kelompokwanita tuna susila c. 5. B.Masyarakat yang luas yang terkena masalah kesehatan seperti wabah DHF. lingkungan. Kelompok anak remaja yang terlibat dalam penyalahgunan narkotika 5. Kelompok usia lanjut b.muntah berak. cukup istirahat dan olah raga.Masyarakat Nelayan 3. asisten/isri Asclepius.kelompok kelompok masyarakat yang rawan terhadap masalah kesehatan diantaranya adalah : a. ‡ Menurut Hendrik L.(2)Memperpanjang umur(3)meningkatkan nilai kesehatan fisik dan mental melalui usaha usaha kesehatan masyarakat yang terorganisasi. makan makan yang bergizi. Masyarakat sekolah b.Kelompok kelompok masyarakat yang ada diberbagai institusi pelayanan kesehatan seperti: a.Administrasi kesehatan masyarakat.Pendidikan kesehatan dan ilmu perilaku.Kesehatan lingkungan. . ‡ Secara garis besar.kritik dan saran: ‡ Hendaknya para mahasiswa giat belajar agar bisa menenggulangi permasalahan kesehatan masyarakat yang sangat banyak saat ini. aliran pertama lebih menekankan pengobatan (kuratif). muncul dua pendekatan dalam penangan kesehatan. mengajarkan pada pengikutnya melalui pendekatan Hidup seimbang. pilar utama ilmu kesehatan masyarakat sebagai berikut:Epidemiologi .Kesimpulan ‡ Asclepius: dokter pertama yang dapat mengobati penyakit dan melakukan pembedahan dengan cara tertentu. ‡ Periode ilmu kesehatan masyarakat terbagiatas 2 yatu sebelum ilmu pengetahuan dan sesudahnya.4.Gizi masyarakat.Masyarakat binaan Puskesmas 2. keturunan dan pelayanan kesehatan. menghindari makanan/minuman beracun.Biostatistik / Statistik kesehata.kelompok. yaitu: factor perilaku. ‡ Sasaran Kesehatan masyarakat yaitu:individu. aliran kedua lebih menekankan pencegahan (preventif) dan peningkatan (promosi) kesehatan. Pekerja pekerja dalam perusahaan. BAB III PENUTUP A. Masyarakat Masyarakat yang menjadi sasaran dalam penyuluhan kesehatan adalah: 1.Masyarakat yang datang ke institusi pelayanan kesehatan seperti Puskesmas . Higiena. ‡ Ilmu Kesehatan Masyarakat adalah suatu ilmu dan seni yang bertujuan untuk :(1)mencegah timbulnya penyakit .dan masyarakat.keluarga.posyandu yang diberikan penyuluhan kesehatan secara massal.

2. Ilmu dan Seni. http://indonesianpublichealth. Jakarta : Rineka Cipta Soekidjo Notoatmojo.com/582/Faktor_faktor_yang_mempengaruhi_derajat_kesehatan. 2000. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. .com/2009/12/sejarah-kesehatan-masyarakat.wordpress. Bandung: Citra Aditya Bakti Kumpulan Materi Kesmas Bahan Bacaan Jurusan Kebidanan Politeknik Makassar.html diakses tanggal 20maret 2010 http://www.DAFTAR PUSTAKA Entjang. Soekidjo Notoatmojo.blogspot.Ed.com/2009/11/22/perkembangan-kesehatan-masyarakat-diindonesia/ diakses tanggal 20 maret 2010 http://veteriner-island.Kesehatan Masyarakat.com/2009/08/sejarah-kesehatan-masyarakat. Indan.iklandisiniaja. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta.blogspot. 2007.html diakses tanggal 20maret 2010 http://soepritjahjono.2003.ht ml diakses tanggal 20maret 2010 Diposkan oleh diar13 di 04:08 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful