Jurnal Mitra Ekonomi dan Manajemen Bisnis, Vol.1, No.

2, Oktober 2010, 216-228

ISSN 2087-1090

Analisa Marketing Mix-7P (Produk, Price, Promotion, Place, Partisipant, Process, dan Physical Evidence) terhadap Keputusan Pembelian Produk Klinik Kecantikan Teta di Surabaya
Hendri Sukotjo dan Sumanto Radix A. Program Pascasarjana Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Abstract: The study, titled "An Analysis of Marketing Mix-7P (Product, Price, Promotion, Place, Partisipant, Process and Physical Evidence) The Beauty Clinic Products Buying Decision Teta in Surabaya" was designed to determine the effect of P-7 marketing mix of consumer decisions in Beauty Clinic Teta shop in Surabaya with testing hypotheses simultaneously (simultaneously) and partial (separate). This study takes an object of research on consumers / customers of Teta Beauty Clinic in Surabaya with a sample of 115 respondents with data collection through questionnaire instrument. The findings of this research is expected to be a platform for companies to increase product quality and quality of services provided to its customers. Key works: Marketing mix-7P, shopping decisions.

PENDAHULUAN Sejalan dengan perkembangan ekonomi, teknologi, dan sosial budaya sebagai akibat dari arus perubahan global yang mendorong transformasi pada seluruh aspek perilaku konsumen dan pemenuhan kebutuhannya yang terus berkembang, dewasa ini telah banyak bermunculan bermacam bentuk Klinik atau Salon yang menawarkan perawatan kecantikan mulai dari ujung kaki sampai dengan ujung rambut Surabaya sebagai kota metropolitan kedua setelah Jakarta, merupakan lahan tersendiri bagi tumbuhnya bisnis layanan jasa seperti klinik-klinik kecantikan, dimana, sudah menjadi kebutuhan atau rutinitas masyarakat metro untuk melakukan perawatan kesehatan dan kecantikan kulit. Dengan berkembangnya jasa layanan perawatan kesehatan dan kecantikan kulit, disatu sisi tentunya membawa keuntungan bagi konsumen karena akan lebih banyak alternatif pilihan tempat bagi mereka yang ingin melakukan perawatan kesehatan dan kecantikan kulit, akan tetapi disisi lain akan menimbulkan ancaman bagi pengelola klinik-klinik kecantikan itu sendiri, karena harus menghadapi persaingan yang sangat ketat dalam memperebutkan jumlah pelanggan/konsumen yang ada.. Dari fenomena tersebut sebagai konsekuensinya, pihak marketer atau pengelola klinik kecantikan harus senantiasa memahami perilaku konsumen secara keseluruhan agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan dapat merumuskan strategi pemasarannya dengan cepat dan tepat. Oleh karena klinik kecantikan merupakan perusahaan yang menghasilkan produk berupa jasa layanan maupun jasa penjualan yang harus dipasarkan kepada konsumen, maka dalam memilih sebuah klinik kecantikan sebagai tempat untuk perawatan kesehatan dan kecantikan kulit, konsumen banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor

216

Sedangkan tinjauan dari aspek perilaku konsumen dalam pergeseran paradigma pemasaran menunjukan bahwa semua keputusan konsumen atau pelanggan dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan (Basu. promosi. and maintain beneficial exchange with target buyer for the purpose of achieving organizational objectifves” Pergesaran Paradigma Pemasaran Paradigma adalah bagaimana memandang dunia.Analisa Marketing Mix-7P Terhadap Keputusan Pembelian Produk Klinik Kecantikan Teta di Surabaya marketing mix yang terdiri dari 7P (yang meliputi : produk. and control a program designed to creat. TINJAUAN TEORITIS Pengertian Pemasaran dan Manajemen Pemasaran Disebagian besar masyarakat. paradigma menjelaskan kepada kita tentang dunia dan dapat membantu untuk memprediksikan perilakunya. 217 . place (saluran distribusi). build. physical evidence (lingkungan fisik). Berikut ini adalah pendapat ahli tentang pengertian pemasaran yaitu: “ Marketing is a social and managerial process by which individuals and groups obtain what they need and want through creating and exchanging product value with others” (Kotler & Armtrong. Definisi manajemen pemasaran itu sendiri menurut Kotler (2000 : 13) adalah: “Marketing managemen is the analysis. Ditinjau dari aspek manajerial dalam pergeseran paradigma pemasaran menunjukkan suatu proses atau sebagai proses pengambilan keputusan manajemen yang mencakup analisis. tetapi apabila dilihat lebih mendalam pengertian pemasaran mempunyai aspek yang lebih luas dari pada pengertian tersebut. 2000: 24). Pengambilan keputusan manajemen lebih memfokuskan kepada empat aspek tersebut. maka dapat dirumuskan masalahnya sebagai berikut: Apakah terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan (bersama-sama) dan secara parsial antara variable-variabel dalam konsep marketing mix 7P yang terdiri dari : Produk. 1997: 6) Definisi pemasaran yang dikemukakan oleh ahli tersebut dapat diketahui bahwa pemasaran merupakan suatu system dari kegiatan bisnis yang saling berhubungan dan ditujukan untuk merencanakan. seperti kepuasan dan antusiasme juga tercakup didalamnya. implementation. maka dikenal istilah manajemen pemasaran. partisipant. promotion. perencanaan. Aspek-aspek yang berkaitan dengan keputusan konsumen dari sudut pandang konsumen. pemasaran sering diartikan sebagai proses penjualan barang dan jasa. price. Kegiatan pemasaran haruslah dikoordinasikan dan dikelola dengan baik. price. implementasi dan pengendalian dibidang pemasaran. dan proses terhadap pengambilan keputusan pembelian produk Klinik kecantikan di Surabaya. Dan Variabel manakah dari marketing mix-7P yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap keputusan dalam pembelian produk klinik kecantikan di Surabaya. participant. dan physical evidence). Pergeseran paradigma dalam pemasaran tidak selalu menimbulkan perubahan pada definisi pemasaran yang ada sekarang. mendistribusikan dan mempromosikan barang dan jasa yang dilakukan oleh perusahaan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen. proses. Mengacu pada latar belakang yang diajukan diatas. planning. place.

Meningkatkan laba. Pemasaran interaktif menggambarkan interaksi antara pelanggan dan karyawan. iklan. melakukan distribusi dan mempromosikan jasa kepada para pelanggan. Hal ini terutama disebabkan para konsumen/pelanggannya berubah. misalnya antara produsen dengan konsumen. dan sebagainya. Bagi pemasar. tagihan dan pembayaran. pelanggan. karena dapat dipengaruhi perasaan. dan Sumanto R. Kepuasan pelanggan merupakan darah kehidupan perusahaan yang harus mengalir terus menerus. Pemasaran internal menggambarkan tugas yang diemban perusahaan dalam rangka melatih dan memotivasi para karyawannya agar dapat melayani para pelanggan dengan baik. seperti system internal organisasi. Bisnis jasa sangat kompleks. Membangun reputasi perusahaan di mata pelanggan. a. e. 218 . Marketing mix (Bauran Pemasaran Jasa) Salah satu strategi yang berhubungan dengan kegiatan pemasaran perusahaan adalah marketing mix strategy yang didefinisikan oleh Kotler dan Armstrong (1997) yang menyatakan bahwa marketing mix as the set of controllable marketing variables that the firm bleads to produce the response it wants in the target market”. b. karena memberikan beberapa manfaat (Tjiptono. lingkungan fisik. Pemasaran eksternal menggambarkan aktivitas normal yang dilakukan oleh perusahaan dalam mempersiapkan. Oleh karena itu Gronroos dalam Kotler. Mendorong terciptanya loyalitas pelanggan. untuk dapat memperkenalkan dan mempromosikan jasa tersebut. Hubungan antara perusahaan dan pelanggannya menjadi harmonis. f. 2001) sebagai berikut. mengkaji peluang-peluang pasar. kontak personal. karena itu tenaga pemasaran jasa harus selalu dekat dan terus menerus memperhatikan konsumennya. d. Pemasaran jasa bersifat sensitive dalam menghayati kebutuhan konsumen-nya. janji untuk memberikan kepuasan pelanggan melalui bauran pemasarannya dapat menimbulkan akibat terpenuhinya tujuan laba jangka panjang meskipun kadang-kadang mengorbankan laba jangka pendek. Kegiatan pemasaran jasa harus dapat mendekatkan konsumen. harga atau tarif dari kegiatan promosi dan strategi penyampaian jasa tersebut. c. yang meliputi mutu dan deversifikasi jasa. A. menetapkan posisi jasa segmen pasar dan pasar sasaran atas dasar kebutuhan jasa tersebut serta merumuskan bauran pemasaran (marketing mix). Jasa baru terlihat bila dikaitkan dengan suatu hubungan langsung (interpersonal). komentar dari mulut ke mulut. menetapkan harga. Memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang. (2000 : 469) menyatakan bahwa dalam konsep pemasaran jasa melibatkan beberapa unsur dalam pelaksanaan kegiatan pemasaran yakni tidak hanya dari sisi pemasaran eksternal tetapi juga pemasaran internal dan pemasaran interaktif. keinginan serta perkembangan yang terdapat di lingkungannya. Membentuk rekomendasi dari mulut kemulut yang menguntungkan perusahaan. Pemasaran Jasa Pemasaran jasa tidak dapat diidentifikasikan dengan jelas gambaran produknya. karena banyak elemen yang mempengaruhinya.Hendri S. Peristiwa memberi dan menerima yang dilakukan kedua pihak ini lebih menekankan atau diukur pada kepuasan.

Dari definisi diatas dapat diartikan bahwa saluran distribusi suatu barang adalah keseluruhan kegiatan atau fungsi untuk memindahkan produk disertai dengan hak pemiliknya dari produsen ke konsumen akhir atau pemakai industri. 2000:7). Penentuan media promosi yang akan digunakan didasarkan pada jenis dan bentuk produk itu sendiri. Distribusi berkaitan dengan kemudahan memperoleh produk di pasar dan tersedia saat konsumen mencarinya. Harga dikatakan mahal. Price. Strategi produk dapat mempengaruhi strategi pemasaran lainnya. dan (4) Pemasaran langsung. Media promosi yang dapat digunakan pada bisnis ini antara lain (1) Periklanan. People (Partisipan) Yang dimaksud partisipan disini adalah karyawan penyedia jasa layanan maupun penjualan. (2) Promosi penjualan. 219 . Proses. karena tergantung dari persepsi individu yang dilatar belakangi oleh lingkungan kehidupan dan kondisi individu (Schifman and Kanuk. Place (Saluran Distribusi) Kotler (2000: 96) menyatakan bahwa “Saluran distribusi terdiri dari seperangkat lembaga yang melakukan segala kegiatan (Fungsi) yang digunakan untuk menyalurkan produk dan status pemiliknya dari produsen ke konsumen”. diantaranya adalah para reception. Product (produk) Produk merupakan elemen penting dalam sebuah program pemasaran. radio. Price (Harga) Menurut Monroe (2005) menyatakan bahwa harga merupakan pengorbanan ekonomis yang dilakukan pelanggan untuk memperoleh produk atau jasa. Pembelian sebuah produk bukan hanya sekedar untuk memiliki produk tersebut tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Place. Melalui periklanan suatu perusahaan mengarahkan komunikasi persuasif pada pembeli sasaran dan masyarakat melalui media-media yang disebut dengan media massa seperti Koran. Promotion (promosi) Promosi adalah kegiatan mengkomunikasikan informasi dari penjual kepada konsumen atau pihak lain dalam saluran penjualan untuk mempengaruhi sikap dan perilaku. televise dan direct mail (Baker. atau orang-orang yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam proses layanan itu sendiri.Analisa Marketing Mix-7P Terhadap Keputusan Pembelian Produk Klinik Kecantikan Teta di Surabaya Dari definisi diatas dapat diartikan bahwa bauran pemasaran merupakan variable-variabel terkendali yang digabungkan untuk menghasilkan tanggapan yang diharapkan dari pasar sasaran. (3) Publisitas dan hubungan masyarakat. dan beauty therapis. 2001). Selain itu harga salah satu faktor penting konsumen dalam mengambil keputusan untuk melakukan transaksi atau tidak (Engel. majalah. Dan Physical Evidence. 1996). dokter. Dan untuk usaha jasa terdapat 7 unsur marketing mix (Marketing Mix-7p) yaitu: Produk. tabloid. Distribusi memperlihatkan berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk menjadikan produk atau jasa diperoleh dan tersedia bagi konsumen sasaran. Promotion. Blackwell dan Miniard. murah atau biasa-biasa saja dari setiap individu tidaklah harus sama. Partisipant.

Yang dimaksud dengan situasi ini adalah situasi dan kondisi geografi dan lingkungan institusi. (3) Pengambil keputusan (decider).Hendri S. Adapun dimensi dari marketing mix yang terdiri dari 7P. Karakteristik lingkungan fisik merupakan segi paling nampak dalam kaitannya dengan situasi. dan fasilitas lain pendukung kenyamanan konsumen didalam perawatan seperti ruangan dari ruang tunggu sampai dengan ruang perawatan yang sejuk dan bertata cahaya yang tepat. dekorasi. konsumen akan mengalami suatu tingkat kepuasan atau ketidakpuasan tertentu. yaitu : Product/Produk (X1). Jika konsumen merasa puas. A. Promotion/Promosi (X3). pelatakan dan layout yang nampak atau lingkungan yang penting sebagai obyek stimuli (Belk 1974 dalam Assael 1992). cuaca. dan Sumanto R. Model Proses pembelian (Kotler 1998) Setelah pembelian suatu produk. pengiriman produk. card member dan fasilitas layanan yang berpengaruh pada image perusahaan. umumnya ada lima macam peranan yang dapat dilakukan oleh seseorang (Kotler 1998) yaitu : (1) Pencetus ide (initiator). Dari ketujuh elemen marketing mix tersebut yang merupakan kunci sukses bagi sebuah klinik diantaranya adalah kelengkapan produk layanan yang siap ditawarkan (one stop beauty service). konsumen seringkali lebih dari dua pihak yang terlibat dalam proses pertukaran atau membelinya. Place/Lokasi 220 . (2) Pemberi pengaruh (influencer). cahaya. dia akan menunjukkan probabilitas yang lebih tinggi untuk membeli produk itu lagi dan sebaliknya. Pengenalan Kebutuhan Pencarian Informasi Evaluasi Alternatif Keputusan Pembelian Perilaku setelah Pembelian Gambar 1. aroma. Keputusan Pembelian Dalam keputusan membeli barang. lokasi yang strategis. Proses keputusan pembelian menurut Kotler (1998) melalui lima tahap seperti terlihat pada Gambar 1. Price/Harga (X2). ruangan. Fasilitas jasa konsultasi dokter gratis. Physical evidence (Lingkungan fisik) Lingkungan fisik adalah keadaan atau kondisi yang di dalamnya juga termasuk suasana klinik yang merupakan tempat beroperasinya jasa layanan perawatan dan kecantikan kulit. (4) Pembeli (buyer). Kerangka Konseptual Berdasarkan teori pada tinjauan pustaka sebagaimana telah diuraikan pada bab sebelumnya. Pengelola klinik melalui front liner sering menawarkan berbagai macam bentuk pelayanan untuk tujuan menarik konsumen. tempat parkir yang memadai. credit card. suara. keramahan dan efektivitas pelayanan. dapat disusun suatu kerangka konseptual untuk menganalisis pengaruh marketing mix terhadap keputusan pembelian. dan (5) Pemakai (user). Process (Proses) Proses adalah kegiatan yang menunjukkan bagaimana pelayanan diberikan kepada konsumen selama melakukan pembelian barang.

yang merupakan salah satu dari teknik probability sampling yang sampelnya diambil secara acak. dimana menitikberatkan pada pengujian hipotesis dengan menggunakan data terukur sehingga diharapkan akan dapat ditarik suatu kesimpulan. harga. 2002 : 63) terpilih sampel sebanyak 115 Orang 221 . Participant/Karyawan (X5). kondisi fisik secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen dalam pembelian di klinik kecantikan Teta di kota Surabaya. lokasi. Physical Evidence/ Lingkungan Fisik (X6). proses. berapa besarnya pengaruh. Kerangka konseptual pengaruh marketing mix terhadap keputusan pembelian di Klinik Kecantikan Teta di Kota Surabaya Hipotesis Penelitian H1: Bahwa variabel produk. proses. Product / Produk (X1) Price / Harga (X2) Promotion / Promosi (X3) Place / Lokasi (X4) Participant / Karyawan (X5) Physical Evidence / Lingkungan Fisik (X6) Process / Proses (X7) Keputusan Pembelian di Klinik kecantikan Teta di kota Surabaya (Y) Gambar 2. Sampel Metode yang dipilih adalah simple random sampling. Jumlah sampel penelitian sekaligus menjadi responden diambil menurut table krejcie dengan tingkat kesalahan 5% (Sugiyono. Variabel promosi adalah variabel yang paling dominan terhadap keputusan konsumen dalam pembelian di klinik kecantikan Teta di kota Surabaya. promosi. kondisi fisik secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen dalam pembelian di klinik kecantikan Teta di kota Surabaya. dokter dan receptionist). H2: Bahwa variabel produk. harga. promosi. Pemilihan metode ini didasarkan atas homogenitas anggota/member Teta di Surabaya tiga tahun terakhir. proses. Populasi Adapun populasi dalam penelitian ini adalah anggota/member card Teta sejumlah 436 orang di Surabaya. partisipant (beauty therapist. harga. lokasi. partisipant (beauty therapist. dan Process/Proses (X7) akan diteliti pengaruhnya terhadap keputusan pembelian di klinik kecantikan (Y). dokter dan receptionist). H3: Dari ketujuh variable : produk. partisipant (beauty therapist. Jenis penelitian ini adalah penelitian kausalitas yaitu penelitian yang berusaha untuk melihat apakah antara dua variabel atau lebih memiliki pengaruh atau tidak. promosi. lokasi. dokter dan receptionist). dan kondisi fisik. METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.Analisa Marketing Mix-7P Terhadap Keputusan Pembelian Produk Klinik Kecantikan Teta di Surabaya (X4). serta sejauhmana arah dari pengaruh tersebut.

5). atau dikonsumsi oleh konsumen. * Penetapan harga sebanding dengan hasil (X2. * Dekat pusat keramaian / jantung kota (X4.2). Item-itemnya adalah: * Teknologi peralatan yang modern (X1. Variabel terikat atau dependent variable.4). 6. diberi symbol ‘X’ yaitu marketing mix.5). * Simpatik dan ramah dalam pelayanan (X5.4).3). * Dekat dengan rumah makan / restaurant (X4. * Berada dilokasi yang cukup prestise (X4. * Kelengkapan layanan (X1.1). Item-itemnya adalah: * Dekat dengan kediaman (X4. * Penetapan harga untuk tindakan non laser (X2.2). * Media promosi dengan menggunakan media elektronik (X3.5). 2. 4.3) 2. A.2). Item-itemnya adalah: 222 . Definisi konsep dan Operasional Variabel Penelitian Variabel Penelitian 1. Faktor Partisipant (X5) adalah orang-orang yang terlibat secara langsung dalam proses penjualan barang-barang di klinik.2 ). * Program member get member (X3. * Pemberian voucher pembelian (X3.1).3).1). dan Sumanto R.5). * Uniform yang dikenakan partisipan (X5. * Keramahan dan kesediaan membantu (X5.3).Hendri S. * Dekat pertokoan lain (X4. 3. * Produk yang berkualitas (X1. Faktor Harga (X2) adalah harga barang-barang yang ditawarkan / dijual di klinik. Item-itemnya adalah: * Penetapan harga (X2.2). Variabel bebas atau independent variable.1).1). Faktor Promosi (X3) adalah promosi yang dilakukan oleh klinik mengenai barangbarang yang ditawarkan/dijualnya kepada kosumen. diberi symbol ‘Y’ yaitu keputusan pembelian di klinik kecantikan Teta di kota Surabaya. * Penetapan harga untuk tindakan laser (X2. Item-itemnya adalah: * Media promosi dengan menggunakan media cetak (X3. digunakan. Variabel Bebas: 1. * Dapat memberikan solusi pemecahan masalah (X5. Faktor Lingkungan Fisik (X6) adalah keadaan lingkungan fisik klinik sebagai tempat beroperasinya jasa penjualan barang-barang kepada konsumen. Variabel partisipant diukur dengan indikatorindikator sebagai berikut : * Sedia dan siap membantu (X5. * Media promosi dengan menggunakan media luar ruangan (X3. * Potongan harga (X2.4). Definisi Operasional Variabel A. Faktor Produk (X1) adalah semua barang-barang yang ditawarkan atau dijual di klinik kecantikan untuk dimiliki.3). 5.4). Faktor Lokasi (X4) adalah lokasi klinik yang merupakan tempat untuk menawarkan/ menjual barang-barang kepada konsumen.

* Tersedia sarana pengatur suhu ruangan (X6. Variabel Tak Bebas: Keputusan Berbelanja (Y) diukur dari besarnya jumlah pembelanjaan setiap transaksi dan frekwensi perawatan yang dilakukan oleh konsumen di klinik yang bersangkutan. Untuk mengukur jawaban responden tersebut digunakan Skala Tingkatan Point (Itimized Rating Scales) dalam bentuk Skala Likert. B.5).3). * Kejelasan batas waktu setiap jenis layanan (X7. Untuk analisis regresi dan pengujian hipotesis. Sangat setuju Setuju Ragu-ragu Tidak setuju Sangat tidak setuju * * * * 223 . Faktor Proses (X7) adalah kegiatan yang menunjukkan bagaimana pelayanan diberikan kepada para konsumen selama melakukan pembelian barang.2) . artinya hiasan ruangan klinik yang dapat menimbulkan suasana artistik. * Jam buka klinik (X7.8). dimana jawaban responden untuk pertanyaan positif maupun negatif dibedakan atas 5 skala.2).6). * Kondisi kebersihan lingkungan (X6. Tersedia sarana tempat parkir (X6. * Kondisi sarana sanitasi yang memadai (X6. for Windows yang bertujuan mempermudah dan memperoleh akurasi hitungan yang tepat. 7. Untuk menguji hipotesis penelitian secara statistik digunakan analisis regresi linier berganda karena penelitian bertujuan mengungkapkan hubungan kausalitas antara variable independent dan variable dependent.4).Analisa Marketing Mix-7P Terhadap Keputusan Pembelian Produk Klinik Kecantikan Teta di Surabaya Desain dan tata ruang klinik yang menarik (X6.5).7). Dalam penelitian ini kuesioner disusun dalam kalimat-kalimat pertanyaan dan responden diminta untuk menjawabnya dengan memberikan tanda silang (X).4). Analisis Data Analisis dan pengolahan data yang akan dilakukan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensia. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Obyek Penelitian Awal kali pertama berdiri Teta Aesthetic clinic pada tahun 1997 yang berada di lokasi Jalan Nginden Intan Tengah F1/46 mengawali jasa layananan dibidang kecantikan dan aesthetic. Item-itemnya adalah: * Kecepatan pembayaran (X7. akan dilakukan dengan bantuan software SPSS 11.3). untuk pertanyaan negatif diberi skor nilai secara terbalik. * Memiliki jaminan purna layanan (X7. * Secara keseluruhan layanan yang diberikan cukup baik dan cepat (X7. * Pembayaran dengan cek / giro / kartu kredit / ATM (X6. Dekorasi ruangan (X6.1).1) Desain tata ruang klinik yang mendukung terhadap layanan cepat (X6. Contoh skor untuk pertanyaan positif adalah sebagai berikut : Karyawan bagian layanan Teta Aesthetic Clinic selalu bersedia dan siap membantu pelanggan yang datang“ 5 4 3 2 1 Demikian sebaliknya.

Proses (X7). Selengkapnya hasil uji reliabilitas instrumen penelitian disajikan dalam tabel berikut. Promosi (X3). kemudian setelah 5 tahun berikutnya Teta Aesthetic clinic pindah ketempat yang baru di Jalan Raya Dharmahusada Indah D6-79 Surabaya. Dari perhitungan estimasi korelasi matrik dengan program SPSS versi 11 menunjukkan bahwa nilai tolerance dari seluruh variabel dependen lebih besar dari 0. ini dimaksudkan agar dapat menampung konsumen yang semakin lama semakin bertambah. Harga (X2). Promosi (X3). Lokasi (X4). dan Keputusan Pembelian (Y) dinyatakan valid. Dan nilai VIF semua variabel bebas lebih kecil dari 10. Uji Prasyarat Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuisioner. Uji Asumsi Klasik Uji Asumsi Multikolinieritas Uji multikolinieritas dimaksudkan untuk mengetahui adanya hubungan yang sempurna antar variabel dalam model regresi. Proses (X7). sehingga tidak terjadi gejala korelasi antar variabel bebas. Harga (X2). dan Sumanto R. Salah satu cara untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya gejala 224 .Hendri S. dan Keputusan Pembelian (Y) dinyatakan reliabel. yaitu analisis regresi linier berganda. Uji Reliabilitas Pengujian reliabilitas ditujukan untuk mengetahui apakah instrumen penelitian yang digunakan dapat diterapkan berulangkali pada obyek yang sama. Pengukuran reliabilitas instrumen dapat dilakukan dengan metode Alpha Cronbach (Gujarati. Berdasarkan hasil perhitungan Program SPSS menunjukkan bahwa semua aspek indikator dari Produk (X1). Partisipant (X5). Suatu atribut dikatakan valid jika nilai rhitung > rtabel dan bernilai positif. Untuk mendeteksi adanya multikolinieritas dalam penelitian ini maka digunakan korelasi matriks. Uji Heterokedastisitas Uji asumsi regresi berganda heteroskedisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual pada satu pengamatan ke pengamatan yang lainnya. sehingga layak digunakan untuk analisis selanjutnya. Instrumen dikatakan reliabel apabila nilai koefisien alpha > 0. karena selama ini yang kita ketahui bahwa salon biasanya hanya ada perawatan rambut seperti. sehingga dapat digunakan untuk analisis selanjutnya. dengan tempat yang lebih besar seluas 720 m. Lingkungan Fisik (X6). Partisipant (X5). Berdasarkan berdasarkan hasil perhitungan program SPSS diketahui bahwa semua aspek indikator dari Produk (X1). Angka korelasi yang diperoleh (rhitung) harus dibandingkan dengan angka kritis tabel korelasi product moment (rtabel) pada taraf 5% pada derajat bebas n-2. dll.10. Lokasi (X4).6. creambath. Lingkungan fisik (X6). potong rambut. Dan sebagai tujuan dari pembukaan salon ini adalah untuk memenuhi keinginan konsumen mempercantik diri dari ujung kaki sampai ujung rambut. 1995). yaitu analisis regresi linier berganda. A. pewarnaan rambut.

141 0. dan hasil scatterplot dengan program SPSS tidak terjadi trend karena data titik-titik tersebar hampir secara merata.307 0. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Model Constant Produk (X1) Harga (X2) Promosi (X3) Lokasi (X4) Partisipant (X5) Lingkungan Fisik (X6) Proses (X7) Sumber: data diolah Unstandardized Coefficients B Std.307 X6 + 0.042 0.054 0. Analisis Regresi Linier Berganda Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan Regresi linier berganda.007 0. diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 1.265 X3 + 0.529 dan dU = 1.059 0.058 Berdasarkan hasil perhitungan tersebut diatas. Dengan nilai N=115 dan k = 7. hasil perhitungan dengan bantuan program komputer SPSS.169 0. Hasil uji F sesuai dengan perhitungan SPSS 11.141 X1 + 0.265 0.933. Jika ada.184 X2 + 0. karena dw tes berada dalam dU < dW < 4 – dU.827.078 0. maka dapat dikatakan bahwa tidak terdapat gejala autokorelasi.061 0. dilakukan uji F yang menunjukkan pengaruh secara simultan atau bersama-sama. Error -0.Analisa Marketing Mix-7P Terhadap Keputusan Pembelian Produk Klinik Kecantikan Teta di Surabaya tersebut adalah dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada scatterplot antara residual versus fit.053 0. maka model kurang akurat dalam memprediksi. diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = -0.184 0. Berdasarkan hasil perhitungan program SPSS menunjukkan bahwa Durbin Watson hitung adalah 1.278 0.0 dapat dilihat pada lampiran seperti pada tabel berikut ini: 225 .307 0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model diatas tidak terjadi gejala heterokedastisitas Uji Autokorelasi Uji autokorelasi adalah untuk melihat apakah antara anggota pengamatan dalam variabelvariabel bebas yang sama memiliki keterkaitan satu sama lainnya.278 + 0.042 X7 + ei Pengujian Hipotesis Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji jF) Untuk menguji hipotesis 1. maka dari tabel Durbin Watson diperoleh nilai dL = 1.169 X4 + 0.007 X5 + 0.038 0.

Teta Aesthetic Clinic dianggap oleh pelanggan tidak jauh perbedaannya. Promosi.9824 1.9824 1.143 3. Harga. Dibandingkan dengan kompetitor. Lokasi dan Lingkungan Fisiklah yang merupakan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian.063 F tabel 2. Variabel Partisipant dan Proses tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Keputusan Pembelian dikarenakan secara keseluruhan dari indikator yang merepresentasikan dianggap telah terpenuhi sebagai standar minimal atribut yang harus dipenuhi oleh suatu klinik kecantikan. Hasil Perhitungan Uji F Model Anova Sum of Squares Regression 2. digunakan uji t yang menunjukan pengaruh secara parsial dari masing-masing variabel. dan Proses mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan Pembelian produk pada Klinik kecantikan Teta di kota Surabaya.747 0.Hendri S. Lokasi.684 3. dan Teta Aesthetic Clinic telah memenuhi kondisi tersebut. Partisipant.0963 Kesimpulan: Karena Fhitung = 35. dan Lingkungan Fisik. maka hasil perhitungan uji t tampak dalam tabel berikut: Tabel 3.995 Residual 1.9824 1. 226 .731 tTabel 1. Harga.428 0.305 Total 4. A.9824 1. Berdasarkan olah data dengan SPSS dan tabel t.9824 Kesimpulan Ho Ditolak Ho Ditolak Ho Ditolak Ho Ditolak Ho Diterima Ho Ditolak Ho Diterima Berdasarkan tabel 3 di atas diketahui bahwa variabel bebas yang berpengaruh signifikan terhadap Keputusan pembelian adalah variabel Produk. Harga. dan Sumanto R.504 2. Sehingga bila unsur dari variabel tersebut ditingkatkan akan berpengaruh secara signifikan terhadap Keputusan Pembelian.9824 1.935 0.9824 1. dan justru variabel Produk. Promosi. Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t) Untuk menguji hipotesis 2.300 Sumber: Data Diolah df 7 107 114 Mean Square 0. Promosi. Tabel 2. Lokasi.012 F 35. Koefisien Korelasi Parsial Nilai koefisien korelasi parsial didapat dari output hasil perhitungan analisis regresi dengan program SPSS dan digunakan untuk menguji hipotesis 3. sehingga secara simultan variabel Produk. Hasil Analisis Uji t Variabel Produk (X1) Harga (X2) Promosi (X3) Lokasi (X4) Partisipant (X5) Lingkungan Fisik (X6) Proses (X7) Sumber: Data Diolah tHitung 3. Sedangkan variabel Partisipant dan Proses tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian produk.063 > Ftabel maka Ho ditolak pada tingkat signifikansi 5% dengan df pembilang 7 dan df penyebut 107 yang berarti signifikan. Lingkungan Fisik.379 4.

227 . harga. dan lokasi secara parsial berpengaruh terhadap Keputusan pembelian pada klinik kecantikan Teta. Marketing Management. Berdasarkan hasil analisa diketahui bahwa variable-variabel dalam konsep marketing mix 7P berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam berbelanja di klinik kecantikan Teta di kota Surabaya. 1992. dokter dan receptionist). promosi. New York: MC Graw Hill. Manajemen Ekuitas Merek. price. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari hasil analisis dan pembahasan. dan proses secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian produk Klinik kecantikan di Surabaya. Baker. Inc. terlihat bahwa nilai korelasi parsial (r2) terbesar adalah untuk variabel promosi (X3). 2. 2000. kedepan dapat dikembangkan pada lingkup cabang-cabang klinik kecantikan Teta di kota lainnya. partisipant. Fourth Edition. oleh karena itu pihak klinik kecantikan Teta lebih meningkatkan marketing mix yang diberikan kepada pelanggan dengan memotivasi kinerja karyawan agar lebih baik. Jakarta. David A. physical evidence (lingkungan fisik). Assael. proses. aspek ini erat kaitannya dalam hal promosi yang bersifat edukatif dan persuasif seperti yang telah dilakukan dalam bentuk advetorial di media cetak. Henry. Variabel-variabel dalam konsep marketing mix 7P yang terdiri dari : Produk. sehingga dari hal tersebut diharapkan ada peningkatan pada keputusan konsumen dalam berbelanja di klinik kecantikan Teta di kota Surabaya. Dari ketujuh variable: produk. seiring berjalanya waktu lingkup penelitian saat ini yang terbatas pada lingkup wilayah kota Surabaya. dan lingkungan fisik. voucher pembelian serta promo pada media luar ruang yang memuat promo/event bulanan sangat efektif mempengaruhi keputusan pembelian pada klinik kecantikan Teta di kota Surabaya Saran Saran yang dapat diberikan peneliti berdasarkan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Variabel promosi adalah variabel yang paling dominan terhadap keputusan pembelian pada klinik kecantikan Teta di kota Surabaya. Diharapkan pada penelitian selanjutnya untuk mengamati variabel lain atau menambahkan variabel selain variabel merketing mix 7P. harga. Twelved Edition. promosi. Variabel produk. Demikian pula yang penulis harapkan pada penelitian-penelitian berikutnya. 2. partisipant (beauty therapist. DAFTAR PUSTAKA Aaker. talk show informatif pada media elektronik radio dan penyelenggaraan member get member. place (saluran distribusi). lokasi. 2002. dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Gary. 3. Elex Media Komputindo. promosi. Boston. pada kolom korelasi parsial. Consumer Behavior and Marketing Action.Analisa Marketing Mix-7P Terhadap Keputusan Pembelian Produk Klinik Kecantikan Teta di Surabaya Berdasarkan hasil print-out SPSS tersebut. Kent Publishing Company. artinya secara parsial variabel promosi (X3) memberikan pengaruh yang paling dominan terhadap Keputusan Pembelian produk pada Klinik kecantikan Teta di kota Surabaya.

Penyunting: Benyamin Molan.. Jilid II. 2001. James F. & Miniard. Consumer Behavior. Kotler. Implementasi dan Control. 2002. A. Prenhallindo. Yogyakarta.Hendri S. Jakarta. Blackwell. Marketing Research: An Applied Orientation. Binarupa Aksara. Prentice – Hall Inc. A. New Jersey: Prentice Hall. Penerbit Alfabeta. Bandung. jilid I. Monroe. Gary. Perilaku Konsumen. ---------------. Alih Bahasa: F.R. Seven Edition. jilid I. Liberty. Manajemen Pemasaran: Analisa Perilaku Konsumen. Erlangga. Naresh K. Perencanaan. --------------. 2006. Hani. Edisi Bahasa Indonesia. Perencanaan. Implementasi dan Control. Jakarta. Edisi kedelapan. Statistika Untuk Penelitian. Budiyanto. 2000. 2001. 1995. Jakarta. 1996. Perilaku Konsumen.D. 1996. 2005. Prenhallindo. Jilid 1. Jakarta. 2003. Alih Bahasa: F. Schiffman. Van Riel et al. Andi.tetaclinic@yahoo. Ph. Manajemen Pemasaran: Analisis. Perencanaan. Alih bahasa: Alexander Sindoro. Implementasi dan Control. Ronny Antonius Rusli. Budiyanto. Basu Swasta DH & T. New Jersey. Terjemahan. Edisi Bahasa Indonesia. dan Sumanto R. Strategi Pemasaran. Industrial Marketing Management (12) 841847. Binarupa Aksara. Yogyakarta. X. Edisi 2. Penyunting: Agus Hasan Pura Anggawijaya. Mudrajad Kuncoro. X. Inc.dan Armstrong. Second Edition. Jakarta. 2000. Manajemen Pemasaran Jasa. Fandy. Prenhallindo. 1998. Jakarta. Rambat Lupiyoadi. Roger D. Salemba Empat. Manajemen Pemasaran: Analisis. Paul W. 1997. Hamdani. Philip. Sugiyono. 2002. Terjemahan. Prenhallindo. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi: Bagaimana meneliti & menulis tesis. ------------. Edisi Millenium. Leon G and Leslie Lazar Kanuk. Teta Web Site (www. Jakarta.. Jilid I.com). Tjiptono. Allard C. ---------------. 228 . Manajemen Pemasaran: Analisis. Engel. Dasar-dasar Pemasaran. Malhotra. Marketing Antecedent of Industrial Brand Equity: An Empirical Investigation in Spesialty Chemical. Yakarta. Alih Bahasa: Hendra Teguh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful