BAB I PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG Hukum berfungsi untuk menciptakan dan menjaga ketertiban serta kedamaian di dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu terdapat adagium “Ibi ius ubi Societas “, (dimana ada masyarakat disitu ada hukum). Dalam perkembangan hukum, dikenal dua jenis hukum yaitu: hukum Privat dan hukum Publik. Hukum Privat mengatur hubungan antara orang perorangan, sedangkan hukum publik mengatur hubungan antara negara dengan individu. Perkembangan hukum berkaitan erat dengan perkembangan masyarakat. Menurut mazhab Jerman, perkembangan hukum akan selalu tertinggal dari perkembangan masyarakal. Perkembangan di dalam masyarakat, menyebabkan pula perkembangan kebutuhan masyarakat terhadap hukum. Kondisi demikian mendorong terjadinya perkembangan di bidang hukum privat maupun hukum publik. Kegiatan yang pesat di bidang ekonomi misalnya, menurut sebagian masyarakat menyebabkan peraturan yang ada di bidang perekonomian tidak lagi dapat mengikuti dan mengakomodir kebutuhan hukum di bidang ini, sehingga dibutuhkan aturan yang baru di bidang hukum ekonomi. Hukum Ekonomi Keuangan merupakan salah satu bagian dari Hukum ekonomi yang salah satu aspeknya mengatur kegiatan di bidang Pasar modal. Marzuki Usman menyatakan pasar modal sebagai pelengkap di sektor keuangan terhadap dua lembaga lainnya yaitu bank dan lembaga pembiayaan.[1] Pasar Modal merupakan tempat dimana dunia perbankan dan asuransi meminjamkan dananya yang menganggur.[2] Dengan kata lain, Pasar Modal merupakan sarana moneter penghubung antara pemilik modal (masyarakat atau investor) dengan peminjam dana (pengusaha atau pihak emiten). Keberadaan pasar modal menyebabkan semakin maraknya kegiatan ekonomi, sebab kebutuhan keuangan (financial need) pelaku kegiatan ekonomi, baik perusahaan-perusahaan swasta, individu maupun pemerintah dapat diperoleh melalui pasar modal. Dalam UUPM, selain dimuat sanksi perdata dan administrasi, juga dilengkapi dengan sanksi pidana yang diatur dalam Bab XV tentang “Ketentuan Pidana” (Pasal 103- Pasal 110). Perumusan sanksi pidana dalam Undang-Undang ini dimaksudkan untuk mengantisipasi pelanggaran hukum (tindak pidana) pasar modal, baik yang berkualifikasi sebagai kejahatan, maupun pelanggaran. Berdasarkan artikel pada ”Kompas Cyber Media, Politik & Hukum, Sabtu, 17 Februari 2007 tentang Sosok dan Pemikiran , Tidak Ada yang Peduli pada Hukum Ekonomi oleh Khaerudin dan

TUJUAN Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah menjawab permasalahan yang sudah dirumuskan yaitu untuk : Untuk memberikan pemaparan tentang pandangan hukum ekonomi terhadap panyimpangan – penyimpangan yang dilakukan oleh pelaku – pelaku ekonomi. Politik & Hukum.mohammad baker”. salah satu nya adalah tentang Pasar Modal. Sabtu. PERMASALAHAN Berdasarkan artikel pada ”Kompas Cyber Media. banyak pengusaha curang yang bisa memanfaatkan kelemahan produk hukum ekonomi di Indonesia termasuk penyimpangan terhadap UU No 8/1995 tentang Pasar Modal. maka banyak sekali permasalahan yang terdapat di dalam perekonomian di Indonesia. maka sangat menarik untuk dibahas secara lebih lanjut. 17 Februari 2007 tentang Sosok dan Pemikiran . sehingga saya menganbil permasalahan tersebut yaitu “Bagaimanakah pandangan hukum Ekonomi terhadap penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh pelaku-pelaku ekonomi. yang berkaitan dengan pasar modal. Tidak Ada yang Peduli pada Hukum Ekonomi oleh Khaerudin dan mohammad baker”. maka akan bahas salah satu kasus diatas yaitu tentang penyimpangan – penyimpangan yang terjadi di dalam Pasar Modal B. . selama ini” ? C. yang berkaitan dengan pasar modal selama ini.

Penyimpangan – penyimpangan di dalam Pasar Modal Secara umum penegakan hukum dapat diartikan sebagai tindakan menerapkan perangkat sarana hukum tertentu untuk memaksakan sanksi hukum guna menjamin pentaatan terhadap ketentuan yang ditetapkan tersebut. memelihara. Faktor-faktor ini mempunyai yang saling berkaitan dengan eratnya.BAB II PEMBAHASAN I. Penegakan hukum yang pertama ini tidak mungkin . akan tetapi juga sebagai alat untuk melakukan pembaharuan atau perubahan di dalam suatu masyarakat. Total Enforcement. penegakan hukum adalah suatu proses untuk mewujudkan keinginan-keinginan hukum (yaitu pikiran-pikiran badan pembuat undang-undang yang dirumuskan dalam peraturan-peraturan hukum) menjadi kenyataan. yakni sebagai. Di dalam suatu negara yang sedang membangun. 3. Lebih lanjut dikatakannya keberhasilan penegakan hukum mungkin dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempunyai arti yang netral. 4. masyarakat. Faktor-faktor tersebut adalah :[4] 1. maka diperlukan konsep penegakan hukum yang lain. cipta dan rasa yang didasarkan pada karsa manusia di dalam pergaulan hidup. hukum (undang-undang). 5. 2. yang dimaksud dalam tulisan ini adalah penegakan hukum dalam arti Law Enforcement. sehingga dampak negatif atau positifnya terletak pada isi faktor-faktor tersebut. merupakan esensi serta tolak ukur dari effektivitas penegakan hukum. hasil karya. sedangkan menurut Satjipto Rahardio. sebagaimana disebutkan oleh Roscoe Pound (1870-1874) salah seorang tokoh Sosiological Jurisprudence. yakni ruang lingkup penegakan hukum pidana sebagaimana yang dirumuskan oleh hukum pidana substantif. fungsi hukum tidak hanya sebagai alat kontrol sosial atau sarana untuk menjaga stabilitas semata. penegak hukum. yakni fihak-fihak yang membentuk maupun menerapkan hukum. dan faktor kebudayaan.[3] Secara konsepsional. hukum adalah as a tool of social engineering disamping as a tool of social Control Dalam penegakan hukum ekonomi dalam kegiatan pasar modal. dan mempertahankan kedamaian pergaulan hidup. membedakan penegakan hukum pidana atas tiga macam yaitu [5] Pertama. yakni dimana hukum tersebut diterapkan. inti dan arti penegakan hukum terletak pada kegiatan menyerasikan hubungan nilai-nilai yang terjabarkan di dalam kaedah-kaedah yang mantap dan mengejewantah dan sikap tindak sebagai rangkaian penjabaran nilai tahap akhir untuk menciptakan. sarana atau fasilitas yang mendukung penegakan hukum. Joseph Golstein.

tetapi menurut Goldstein hal inipun sulit untuk dicapai (not a realistic expectation). Bapepam sebagai penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang melakukan pelanggaran tersebut. harus sudah ada perbuatan. saksi atau alat bukti yang lain. penegakan hukum dapat dibedakan atas dua macam. yaitu penegakan hukum dalam arti luas seperti yang dikutip oleh Barda Nawawi Arief dari buku Hoefnagels. Dengan kata lain. dibantu seorang sekretaris. Bila mereka yang dikenai sanksi dapat menerima putusan tersebut. hukum pidana substantif itu sendiri memiliki kemungkinan memberikan batasan-batasan. Actual Enforcement. serta adanya pasal yang dilanggar. Ruang lingkup yang dibatasi ini disebut dengan area of no enforcement. Actual Enforcement ini baru dapat berjalan apabila. Biro perundang-undangan dan Bantuan Hukum Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Biro Pengelolaan dan Riset Biro Transaksi dan Lembaga Efek Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil. sudah terdapat bukti-bukti yang cukup. Maka pihak yang terkena sanksi akan melaksanakan semua . Full Enforcement. Disamping itu. orang yang berbuat. Memperhatikan beberapa pendapat di atas. dimana penegak hukum diharapkan menegakkan hukum secara maksimal. Kedua. dipimpin oleh seorang ketua. Bila terjadi pelanggaran perundang-undangan pasar modal atau ketentuan di bidang pasar modal lainnya maka. sebab adanya keterbatasan-keterbatasan dalam bentuk waktu. personal. yaitu Total Enforcement setelah dikurangi area of no enforcement. hingga bila memang telah terbukti akan menetapkan sanksi kepada pelaku tersebut. alat-alat dana dan sebagainya yang dapat menyebabkan dilakukannya diskresi Ketiga. dan tujuh orang kepala biro terdiri atas. serta penegakan hukum dalam srti sempit yang lebih ditujukan pada penegakan peraturan perundang-undangan atau yang lebih dikenal dengan Law Enforcement Penegakan hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pasar Modal Bapepam adalah lembaga regulator dan pengawas pasar modal. Biro Standar dan Keterbukaan.dilakukan sebab para penegak hukum dibatasi secara ketat oleh hukum acara pidana. Penetapan sanksi akan diberikan atau diputuskan oleh ketua Bapepam setelah mendapat masukan dari bagian pemeriksaan dan penyidikan Bapepam.

Bapepam akan melakukan pemeriksaan bila : 1. Dalam melaksanakan berbagai tugasnya ini. menyusun peraturan dan menegakkan peraturan di bidang pasar modal. dan 3. 8 Tahun 1995 bertugas dalam pembinaan. Bapepam memiliki fungsi antara lain. menyelesaikan keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek. Adanya petunjuk telah terjadinya pelanggaran perundang-undangan di bidang pasar modal Di dalam melaksanakan fungsi pengawasan. pemberitahuan atau pengaduan dari pihak tentang adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan pasar modal 2. misalnya denda yang telah ditetapkan oleh Bapepam tidak dipenuhi oleh pihak yang diduga telah melakukan pelanggaran. sebagai lembaga yang menyelenggarakan pelaksanaan perdagangan efek. apabila di dalam melakukan transaksi perdagangan efek menemukan suatu pelanggaran. menurut UUPM Nomor. maka akan dilanjutkan dengan tahap penuntutan. Ada laporan. lembaga kliring dan penjaminan. persetujuan dan pendaftaran dari Bapepam dan pihak lain yang bergerak di bidang pasar modal. Demikian pula dengan Bursa Efek. dan lainnya.” Kewenangan ini merupakan pengejewantahan dari fungsi Bapepam sebagai lembaga pengawas. lembaga ini akan menyerahkan pelanggaran tersebut kepada Bapepam untuk dilakukan pemeriksaan dan penyidikan. Permasalahan akan berlanjut bila sanksi yang telah ditetapkan tersebut tidak dapat diterima atau tidak dilaksanakan. yang berindikasi adanya pelanggaran yang bersifat pidana. melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin. yang menyebutkan : “Penyidik adalah aparat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang. Kewenangan melakukan penyidikan terhadap setiap kasus (pelanggaran peraturan perundangan pidana) bagi Bapepam. pengaturan dan pengawasan kegiatan-kegiatan pelaku ekonomi di pasar modal. Bila tidak dipenuhinya kewajiban oleh pihak-pihak yang memperoleh perizinan. Tata cara pemeriksaan di bidang pasar modal dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 1995.yang telah ditetapkan oleh Bapepam. . diberikan oleh KUHAP seperti tercantum di dalam ketentuan Pasal 6 (ayat 1) huruf (b). persetujuan atau dari pendaftaran dari Bapepam ataupun dari pihak lain yang dipersyaratkan untuk menyampaikan laporan kepada Bapepam. maupun lembaga penyimpanan dan penyelesaian. dengan menyerahkan kasus tersebut kepada pihak Kejaksaan sebagai lembaga yang berwenang melakukan penuntutan.

pelanggaran terhadap Pasal 32 yaitu : Seseorang yang melakukan kegiatan sebagai wakil penjamin efek. Pasal 105. data tersebut dianlisis oleh Bapepam dan dari hasil tersebut dijadikan konsumsi publik dengan melakukan pemberitaan melalui media massa. Untuk jelasnya akan dikutip berikut ini.000. antara lain melalui media massa dan media internet. dan efisien serta dapat melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat. sebagaimana telah dijelaskan ketika membahas tentang kejahatan pasar modal. Bapepam melaksanakan press release secara berkala kepada masyarakat. yaitu pelanggaran Pasal 23. yang penyelesaiannya dilakukan oleh dan di Bapepam.000. yang didasarkan kepada laporan atau pengaduan dari pelaku-pelaku pasar modal. Bapepam dapat mewujudkan tujuan penciptaan kegiatan pasar modal yang teratur. Bapepam bersikap proaktif bila terdapat indikasi pelanggaran peraturan perundang-undangan pasar modal. kebijakan untuk selalu membuat laporan kepada masyarakat melalui press release ini adalah merupakan perwujudan dari prinsip kejujuran dan keterbukaan (tranparansi) yang dianut oleh lembaga pengawas pasar modal ini. meletakkan kebijakan kriminal melalui hukum pidana terhadap tindak pidana pelanggaran pasar modal dalam Pasal 103 ayat (2). Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Pasar Modal. Selain itu pula. Pasal 103 ayat (2) Pelanggaran pasar modal disini adalah. dan Pasal 109. separti halnya KUHP. yaitu kejahatan dan pelanggaran di bidang pasar modal. Undang-Undang Nomor. juga membagi tindak pidana di bidang pasar modal menjadi dua macam. dengan kata lain proses penyelesaiannya akan melalui sistem peradilan pidana. dan juga kebutuhan masyarakat akan informasi pasar modal lainnya misalnya. Presss Release yang dikeluarkan oleh Bapepam. 8 Tahun 1995.-(satu milyar rupiah) .00. dan atau penyidikan. Dari kasus-kasus pelanggaran perundang-undangan di atas. dan keberadaan suatu perusahaan. Baru pada tahun 2004 terdapat satu kasus tindak pidana pasar modal yang sudah sampai ke pihak kejaksaan. 1000. Wakil perantara pedagang efek atau wakil menager inveatsi tanpa mendapatkan izin Bapepam Ancaman bagi pelaku adalah maksimum pidana selama 1 (satu) tahun kurungan dan denda Rp. bila ada kebijakan perundang-undangan yang baru dari Bapepam. tetapi melalui penjatuhan sanksi administrasi. Dalam melaksanakan fungsi penegakan hukum. merupakan bentuk publikasi dan pertanggungjawaban kepada masyarakat mengenai kondisi. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995. Dengan melakukan pemeriksaan. Sejak tahun 1997.Dengan berbagai fungsinya tersebut. bahwa selama ini belum ada satu kasuspun yang penyelesaiannya melalui jalur kebijakan pidana.

masalah pemberian upah yang adil. baik langsung maupun tidak langsung yang dapat mempengaruhi manejer investasi itu untuk membeli atau menjual efek untuk reksa dana. tujuan yang paling utama dalam menjalankan bisnis. larangan penyuapan. yaitu : Menerima imbalan (dalam bentuk apapun). Menurut tradisi.000. Oleh karena itu hukum juga sepanjang sejarahnya bersumber pada dan mengandung nilai-nilai moral Masa datang ini perlu memberikan prioritas pada Undang-Undang yang berkaitan dengan .000. Ancaman pidana berupa pidana kurungan maksimum 1 (satu) tahun kurungan dan denda Rp. tempat kerja yang melindungi kesehatan dan keselamatan buruh.000. Salah satu kesulitannya adalah dari kenyataan yang semakin berkembang bahwa masalah moral muncul dari segala aspek kegiatan bisnis. 1. Walaupun dunia bisnis mengakui kewajiban untuk berperilaku etis.-(satu milyar rupiah). Pendeknya semua keputusan bisnis. dapat menghadirkan masalah etika yang serius. Oleh karenanya. masalah yang berkaitan dengan tanggung jawah moral dari bisnis berkembang dari keputusan pemasaran seperti melanggar etika menjual produk yang berbahaya. standar moral harus dituangkan dalam aturan-aturan hukum yang diberikan sanksi. membicarakan etika bisnis terbatas pada topik tertentu seperti iklan yang menyesatkan. organisasi lain dan bahkan kegiatan pemerintah. atau pihak terafiliasinya. yang berkaitan dengan kewenangan Bapepam dalam melaksanakan pemeriksaan terhadap semua pihak yang diduga atau terlibat dalam pelanggaran UUPM Kalangan bisnis harus tetap mempertimbangkan di samping aspek hukum. Disinilah letaknya campur tangan negara dalam persaingan bebas dan kebebasan berkontrak. juga tanggung jawab moral dari kegiatan mereka. etika dalam merger dan akuisisi. sampai kepada kerusakan lingkungan. khususnya yang menimbulkan ketidakpastian dan konsekuensi yang berkepanjangan.00. yang mempengaruhi banyak individu. tetapi menemui kesulitan untuk mengembangkan dan menerapkan prosedur untuk melaksanakan kewajiban tersebut. terutama untuk mencari keuntungan. itikad baik dalam negosiasi kontrak. Dewasa ini. Di dalam kenyataannya etika yang ditegakkan atas dasar kesadaran individu-individu tidak dapat berjalan karena tarikan berbagai kepentingan. untuk melindungi pihak yang lemah. Pasal 109 Yang dilanggar disini adalah perbuatan tidak mematuhi atau menghambat pelaksanaan Pasal 100.Pasal 105 Pelanggaran pasar modal yang dimaksudkan disini adalah pelanggaran Pasal 42 yang dilakukan oleh Manajer investasi.

Undang-Undang Pasar Modal. Optimalisasi sumber pembiayaan pembangunan memerlukan pembaruan Undang-Undang Penanaman Modal.akumulasi modal untuk pembiayaan pembangunan dan demokratisasi ekonomi untuk mencapai efisiensi. Termasuk dalam fungsi stabilitas (stability) adalah potensi hukum menyeimbangkan dan mengakomodasi kepentingan-kepentingan yang saling bersaing. Faktor yang utama bagi hukum untuk dapat berperanan dalam pembangunan ekonomi adalah apakah hukum mampu menciptakan “stability”. Undang-Undang Perseroan Terbatas. Aspek keadilan (fairness). seperti. Ekonomi pasar yang didominasi oleh aktivitas pasar yang illegal akan tidak menjadi efisien. antara lain untuk memberantas kejahatan narkotika dan korupsi. dan cenderung akan mendorong ketidak adilan dan pemerasan. “predictability” dan “fairness”. memenuhi fungsi hukum sebagai fasilitator bisnis. Indonesia juga harus menerapkan Undang-Undang “money laundering” dengan konsekuen. Dua hal yang pertama adalah prasyarat bagi sistim ekonomi apa saja untuk berfungsi. perlakuan yang sama dan standar pola tingkah laku Pemerintah adalah perlu untuk menjaga mekanisme pasar dan mencegah birokrasi yang berlebihan . Kebutuhan fungsi hukum untuk dapat meramalkan (predictability) akibat dari suatu langkah-langkah yang diambil khususnya penting bagi negeri yang sebagian besar rakyatnya untuk pertama kali memasuki hubungan-hubungan ekonomi melampaui lingkungan sosial yang tradisional.

tetapi berteriakteriak menuntut adanya perlindungan hukum dan kepastian hukum. khususnyaPembukaan dan pasal 33 dan 34 juncto pasal 27 dan 28 UUD 1045 yang telah 4 (empat) kali di amandemen. KESIMPULAN dan SARAN Dapat disimpulkan perlu diperhatikan agar baik peraturan Hukum maupun berbagai organisasi dan lembaga hukum yang ada. Adanya kesepakatan secara nasional tentang paradigma sistem ekonomi nasional seperti apa yang harus kita bangun. legislatif dan yudikatif). seperti DPR. sehingga terjalin sinergi antara bidang hukum dan ekonomi. Adanya kesadaran bahwa bukan saja hukum yang harus tunduk pada tuntutan-tuntutan ekonomi. begitu krisis moneter mengancam kelangsungan kehidupan dan pembangunan ekonomi.BAB III PENUTUP I. sesuai dengan kententuan konstitusi-konstitusi kita. Adanya interaksi. Sinergi itu sendiri diharapkan akan memperkuat pembangunan ekonomi secara sistematik maupun pembangunan Sistem Hukum Nasional. bahwa untuk mendapat tujuan pembangunan ekonomi. sehingga segala asas hukum harus minggir demi pencapaian tujuan di bidang ekonomi. 2. dilanggar. tetapi sebaliknya juga. Kejaksaan. Tentu saja sistem ekonomipun harus juga mendukung pembangunan sistem hukum secara positif. dan seterusnya. 3. Tidak seperti dimasa lalu ketika pambangunan hukum diabaikan. pengertian (understanding) dan kerjasama yang baik antara para ahli di bidang ekonomi. sehingga pada gilirannya baik Sistem Ekonomi Nasional maupun Sistem Hukum Nasional akan semakin mantap dalam perspektif Pembangunan yang Berkelanjutan. bahkan diinjakinjak oleh pelaku ekonomi maupun DPR dan Penguasa. yang nota bene disebabkan oleh sikap arogan para ahli dan pelaku ekonomi sendiri. agar sistem hukum itu dapat lebih lagi mendukung pembangunan sistem ekonomi nasional secara positif. seperti di masa Orde Baru. termasuk para pengusaha dan pengambil keputusan di bidang hukum (eksekutif. maka langkahlangkah di bidang ekonomi itu sendiri memerlukan kepastian hukum dan jalur (channel) hukum. dapat berpengaruh positif terhadap kehidupan dan pembangunan ekonomi yang sudah lama kita cita-citakan. Kepolisian. Badan-badan Pengadilan maupun berbagai departemen yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja pelaku ekonomi Indonesia dan/atau asing yang beroperasi di Indonesia. seakan-akan Hukum hanya merupakan penghambat pembangunan . Untuk itu tentu saja diperlukan beberapa hal sebagai berikut : 1.

kesejahteraan pegawai/karyawan 6. dan lain-lain . kewenangannya 3. konvensi-konvensi internasional 6. gaji 5. bertanggung jawab dan sadar hukum d. termasuk komputer dan sistem manajemen perkantoran 2. Padahal. sumber daya manusia yang profesional. proses dan prosedur 4. Undang-undang 2. kendaraan 4. seperti . senjata dan lain-lain peralatan (terutama untuk polisi) 3. hanya dengan undang – undang saja. struktur organisasinya 2. peraturan hukum hanya merupakan salah satu unsu saja dari keseluruhan sistem hukum. lembaga-lembaga hukum termasuk : 1. asas-asas hukum (filsafah hukum) b. yurisprudensi tetap (case law) 4. peraturan-peraturan pelaksanaan undang-undang 3. hukum kebiasaan 5. 1. yang terdiri dari 7 (tujuh) unsur sebagai berikut : a. sarana dan prasarana hukum. mekanisme kerja f. anggaran pembangunan.ekonomi saja . asas-asas hukum internasional c. pranata-pranata hukum e. Hukum Sebagai Sistem Biasanya orang hanya melihat dan bahkan terlalu sering mengidentikan hukum dengan peraturan hukum atau/bahkan lebih sempit lagi. furnitur dan lain-lain alat perkantoran. peraturan atau norma hukum. yang terdiri dari : 1.

tentu seluruh sistem hukum tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. yang tercermin oleh perilaku para pejabat (eksekutif. yang di Indonesia cenderung menghakimi sendiri sebelum benar-benar dibuktikan seorang tersangka atau tergugat benar-benar bersalah melakukan suatu kejahatan atau perbuatan tercela. legislatif maupun yudikatif). sehingga apabila salah satu unsurnya saja tidak memenuhi syarat. Maka sistem hukum terbentuk oleh sistem interaksi antara ketujuh unsur di atas itu. . tetapi juga perilaku masyarakat (termasuk pers). budaya hukum.g.

Penerbit Salemba Empat. 2004. Jakarta:2000 Khaerudin dan mohammad baker. dan Indra Surya. DR. M. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Sr i Susilo. S. Aspek Hukum Pasar Modal Indonesia.H.Sabtu.DAFTAR PUSTAKA Irsan Nasarudin.F. C.G SUNARYATI HARTONO. Kompas Cyber Media. UPAYA MENYUSUN HUKUM EKONOMI INDONESIA PASCA TAHUN 2003 Bapepam . 17 Februari http://www. dkk. Prenada Media. Jakarta Y.com : PROF.Politik & Hukum Sosok dan Pemikiran Tidak Ada yang Peduli pada Hukum Ekonomi .kompas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful