P. 1
Pasar Modal

Pasar Modal

|Views: 71|Likes:

More info:

Published by: Hardi Dilez Hutagalung on Jan 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG Hukum berfungsi untuk menciptakan dan menjaga ketertiban serta kedamaian di dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu terdapat adagium “Ibi ius ubi Societas “, (dimana ada masyarakat disitu ada hukum). Dalam perkembangan hukum, dikenal dua jenis hukum yaitu: hukum Privat dan hukum Publik. Hukum Privat mengatur hubungan antara orang perorangan, sedangkan hukum publik mengatur hubungan antara negara dengan individu. Perkembangan hukum berkaitan erat dengan perkembangan masyarakat. Menurut mazhab Jerman, perkembangan hukum akan selalu tertinggal dari perkembangan masyarakal. Perkembangan di dalam masyarakat, menyebabkan pula perkembangan kebutuhan masyarakat terhadap hukum. Kondisi demikian mendorong terjadinya perkembangan di bidang hukum privat maupun hukum publik. Kegiatan yang pesat di bidang ekonomi misalnya, menurut sebagian masyarakat menyebabkan peraturan yang ada di bidang perekonomian tidak lagi dapat mengikuti dan mengakomodir kebutuhan hukum di bidang ini, sehingga dibutuhkan aturan yang baru di bidang hukum ekonomi. Hukum Ekonomi Keuangan merupakan salah satu bagian dari Hukum ekonomi yang salah satu aspeknya mengatur kegiatan di bidang Pasar modal. Marzuki Usman menyatakan pasar modal sebagai pelengkap di sektor keuangan terhadap dua lembaga lainnya yaitu bank dan lembaga pembiayaan.[1] Pasar Modal merupakan tempat dimana dunia perbankan dan asuransi meminjamkan dananya yang menganggur.[2] Dengan kata lain, Pasar Modal merupakan sarana moneter penghubung antara pemilik modal (masyarakat atau investor) dengan peminjam dana (pengusaha atau pihak emiten). Keberadaan pasar modal menyebabkan semakin maraknya kegiatan ekonomi, sebab kebutuhan keuangan (financial need) pelaku kegiatan ekonomi, baik perusahaan-perusahaan swasta, individu maupun pemerintah dapat diperoleh melalui pasar modal. Dalam UUPM, selain dimuat sanksi perdata dan administrasi, juga dilengkapi dengan sanksi pidana yang diatur dalam Bab XV tentang “Ketentuan Pidana” (Pasal 103- Pasal 110). Perumusan sanksi pidana dalam Undang-Undang ini dimaksudkan untuk mengantisipasi pelanggaran hukum (tindak pidana) pasar modal, baik yang berkualifikasi sebagai kejahatan, maupun pelanggaran. Berdasarkan artikel pada ”Kompas Cyber Media, Politik & Hukum, Sabtu, 17 Februari 2007 tentang Sosok dan Pemikiran , Tidak Ada yang Peduli pada Hukum Ekonomi oleh Khaerudin dan

maka akan bahas salah satu kasus diatas yaitu tentang penyimpangan – penyimpangan yang terjadi di dalam Pasar Modal B. sehingga saya menganbil permasalahan tersebut yaitu “Bagaimanakah pandangan hukum Ekonomi terhadap penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh pelaku-pelaku ekonomi. banyak pengusaha curang yang bisa memanfaatkan kelemahan produk hukum ekonomi di Indonesia termasuk penyimpangan terhadap UU No 8/1995 tentang Pasar Modal. TUJUAN Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah menjawab permasalahan yang sudah dirumuskan yaitu untuk : Untuk memberikan pemaparan tentang pandangan hukum ekonomi terhadap panyimpangan – penyimpangan yang dilakukan oleh pelaku – pelaku ekonomi. Tidak Ada yang Peduli pada Hukum Ekonomi oleh Khaerudin dan mohammad baker”. PERMASALAHAN Berdasarkan artikel pada ”Kompas Cyber Media. salah satu nya adalah tentang Pasar Modal. yang berkaitan dengan pasar modal selama ini. yang berkaitan dengan pasar modal. maka banyak sekali permasalahan yang terdapat di dalam perekonomian di Indonesia. . Politik & Hukum. maka sangat menarik untuk dibahas secara lebih lanjut. Sabtu. selama ini” ? C.mohammad baker”. 17 Februari 2007 tentang Sosok dan Pemikiran .

hasil karya.BAB II PEMBAHASAN I. yakni fihak-fihak yang membentuk maupun menerapkan hukum. hukum adalah as a tool of social engineering disamping as a tool of social Control Dalam penegakan hukum ekonomi dalam kegiatan pasar modal. penegakan hukum adalah suatu proses untuk mewujudkan keinginan-keinginan hukum (yaitu pikiran-pikiran badan pembuat undang-undang yang dirumuskan dalam peraturan-peraturan hukum) menjadi kenyataan. dan mempertahankan kedamaian pergaulan hidup. masyarakat. inti dan arti penegakan hukum terletak pada kegiatan menyerasikan hubungan nilai-nilai yang terjabarkan di dalam kaedah-kaedah yang mantap dan mengejewantah dan sikap tindak sebagai rangkaian penjabaran nilai tahap akhir untuk menciptakan. memelihara. maka diperlukan konsep penegakan hukum yang lain.[3] Secara konsepsional. yang dimaksud dalam tulisan ini adalah penegakan hukum dalam arti Law Enforcement. sehingga dampak negatif atau positifnya terletak pada isi faktor-faktor tersebut. Penyimpangan – penyimpangan di dalam Pasar Modal Secara umum penegakan hukum dapat diartikan sebagai tindakan menerapkan perangkat sarana hukum tertentu untuk memaksakan sanksi hukum guna menjamin pentaatan terhadap ketentuan yang ditetapkan tersebut. Di dalam suatu negara yang sedang membangun. Total Enforcement. sedangkan menurut Satjipto Rahardio. 4. Faktor-faktor tersebut adalah :[4] 1. 2. 5. hukum (undang-undang). Faktor-faktor ini mempunyai yang saling berkaitan dengan eratnya. sebagaimana disebutkan oleh Roscoe Pound (1870-1874) salah seorang tokoh Sosiological Jurisprudence. Joseph Golstein. yakni sebagai. dan faktor kebudayaan. yakni ruang lingkup penegakan hukum pidana sebagaimana yang dirumuskan oleh hukum pidana substantif. akan tetapi juga sebagai alat untuk melakukan pembaharuan atau perubahan di dalam suatu masyarakat. cipta dan rasa yang didasarkan pada karsa manusia di dalam pergaulan hidup. Penegakan hukum yang pertama ini tidak mungkin . penegak hukum. sarana atau fasilitas yang mendukung penegakan hukum. fungsi hukum tidak hanya sebagai alat kontrol sosial atau sarana untuk menjaga stabilitas semata. merupakan esensi serta tolak ukur dari effektivitas penegakan hukum. membedakan penegakan hukum pidana atas tiga macam yaitu [5] Pertama. 3. Lebih lanjut dikatakannya keberhasilan penegakan hukum mungkin dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempunyai arti yang netral. yakni dimana hukum tersebut diterapkan.

Biro perundang-undangan dan Bantuan Hukum Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Biro Pengelolaan dan Riset Biro Transaksi dan Lembaga Efek Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil. Full Enforcement. dan tujuh orang kepala biro terdiri atas. Bapepam sebagai penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang melakukan pelanggaran tersebut. hingga bila memang telah terbukti akan menetapkan sanksi kepada pelaku tersebut. harus sudah ada perbuatan. Ruang lingkup yang dibatasi ini disebut dengan area of no enforcement. dibantu seorang sekretaris. Bila mereka yang dikenai sanksi dapat menerima putusan tersebut. Disamping itu. Kedua. Bila terjadi pelanggaran perundang-undangan pasar modal atau ketentuan di bidang pasar modal lainnya maka. tetapi menurut Goldstein hal inipun sulit untuk dicapai (not a realistic expectation). saksi atau alat bukti yang lain. penegakan hukum dapat dibedakan atas dua macam. orang yang berbuat. sebab adanya keterbatasan-keterbatasan dalam bentuk waktu. hukum pidana substantif itu sendiri memiliki kemungkinan memberikan batasan-batasan. Actual Enforcement. Memperhatikan beberapa pendapat di atas. alat-alat dana dan sebagainya yang dapat menyebabkan dilakukannya diskresi Ketiga. Biro Standar dan Keterbukaan. Actual Enforcement ini baru dapat berjalan apabila.dilakukan sebab para penegak hukum dibatasi secara ketat oleh hukum acara pidana. Maka pihak yang terkena sanksi akan melaksanakan semua . dimana penegak hukum diharapkan menegakkan hukum secara maksimal. yaitu Total Enforcement setelah dikurangi area of no enforcement. Penetapan sanksi akan diberikan atau diputuskan oleh ketua Bapepam setelah mendapat masukan dari bagian pemeriksaan dan penyidikan Bapepam. yaitu penegakan hukum dalam arti luas seperti yang dikutip oleh Barda Nawawi Arief dari buku Hoefnagels. dipimpin oleh seorang ketua. Dengan kata lain. sudah terdapat bukti-bukti yang cukup. personal. serta adanya pasal yang dilanggar. serta penegakan hukum dalam srti sempit yang lebih ditujukan pada penegakan peraturan perundang-undangan atau yang lebih dikenal dengan Law Enforcement Penegakan hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pasar Modal Bapepam adalah lembaga regulator dan pengawas pasar modal.

misalnya denda yang telah ditetapkan oleh Bapepam tidak dipenuhi oleh pihak yang diduga telah melakukan pelanggaran. diberikan oleh KUHAP seperti tercantum di dalam ketentuan Pasal 6 (ayat 1) huruf (b). apabila di dalam melakukan transaksi perdagangan efek menemukan suatu pelanggaran. Tata cara pemeriksaan di bidang pasar modal dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 1995. maupun lembaga penyimpanan dan penyelesaian. pengaturan dan pengawasan kegiatan-kegiatan pelaku ekonomi di pasar modal. dan lainnya.yang telah ditetapkan oleh Bapepam. persetujuan dan pendaftaran dari Bapepam dan pihak lain yang bergerak di bidang pasar modal. 8 Tahun 1995 bertugas dalam pembinaan. . Bapepam memiliki fungsi antara lain. yang berindikasi adanya pelanggaran yang bersifat pidana. Ada laporan. Demikian pula dengan Bursa Efek. Kewenangan melakukan penyidikan terhadap setiap kasus (pelanggaran peraturan perundangan pidana) bagi Bapepam. dengan menyerahkan kasus tersebut kepada pihak Kejaksaan sebagai lembaga yang berwenang melakukan penuntutan. Dalam melaksanakan berbagai tugasnya ini. lembaga kliring dan penjaminan. menyelesaikan keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek. Adanya petunjuk telah terjadinya pelanggaran perundang-undangan di bidang pasar modal Di dalam melaksanakan fungsi pengawasan. sebagai lembaga yang menyelenggarakan pelaksanaan perdagangan efek. persetujuan atau dari pendaftaran dari Bapepam ataupun dari pihak lain yang dipersyaratkan untuk menyampaikan laporan kepada Bapepam. melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin. Bila tidak dipenuhinya kewajiban oleh pihak-pihak yang memperoleh perizinan. yang menyebutkan : “Penyidik adalah aparat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang. Bapepam akan melakukan pemeriksaan bila : 1. pemberitahuan atau pengaduan dari pihak tentang adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan pasar modal 2.” Kewenangan ini merupakan pengejewantahan dari fungsi Bapepam sebagai lembaga pengawas. menyusun peraturan dan menegakkan peraturan di bidang pasar modal. lembaga ini akan menyerahkan pelanggaran tersebut kepada Bapepam untuk dilakukan pemeriksaan dan penyidikan. Permasalahan akan berlanjut bila sanksi yang telah ditetapkan tersebut tidak dapat diterima atau tidak dilaksanakan. menurut UUPM Nomor. maka akan dilanjutkan dengan tahap penuntutan. dan 3.

1000.000.00. dengan kata lain proses penyelesaiannya akan melalui sistem peradilan pidana. Sejak tahun 1997. Bapepam melaksanakan press release secara berkala kepada masyarakat. juga membagi tindak pidana di bidang pasar modal menjadi dua macam. data tersebut dianlisis oleh Bapepam dan dari hasil tersebut dijadikan konsumsi publik dengan melakukan pemberitaan melalui media massa. pelanggaran terhadap Pasal 32 yaitu : Seseorang yang melakukan kegiatan sebagai wakil penjamin efek. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995. Untuk jelasnya akan dikutip berikut ini. bila ada kebijakan perundang-undangan yang baru dari Bapepam. dan atau penyidikan.-(satu milyar rupiah) . yaitu kejahatan dan pelanggaran di bidang pasar modal. Dengan melakukan pemeriksaan. Dalam melaksanakan fungsi penegakan hukum. antara lain melalui media massa dan media internet. Bapepam bersikap proaktif bila terdapat indikasi pelanggaran peraturan perundang-undangan pasar modal.000.Dengan berbagai fungsinya tersebut. Presss Release yang dikeluarkan oleh Bapepam. sebagaimana telah dijelaskan ketika membahas tentang kejahatan pasar modal. Dari kasus-kasus pelanggaran perundang-undangan di atas. dan keberadaan suatu perusahaan. 8 Tahun 1995. Pasal 105. yaitu pelanggaran Pasal 23. yang penyelesaiannya dilakukan oleh dan di Bapepam. yang didasarkan kepada laporan atau pengaduan dari pelaku-pelaku pasar modal. dan efisien serta dapat melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat. Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Pasar Modal. meletakkan kebijakan kriminal melalui hukum pidana terhadap tindak pidana pelanggaran pasar modal dalam Pasal 103 ayat (2). Bapepam dapat mewujudkan tujuan penciptaan kegiatan pasar modal yang teratur. Pasal 103 ayat (2) Pelanggaran pasar modal disini adalah. dan Pasal 109. dan juga kebutuhan masyarakat akan informasi pasar modal lainnya misalnya. bahwa selama ini belum ada satu kasuspun yang penyelesaiannya melalui jalur kebijakan pidana. separti halnya KUHP. tetapi melalui penjatuhan sanksi administrasi. Selain itu pula. merupakan bentuk publikasi dan pertanggungjawaban kepada masyarakat mengenai kondisi. Wakil perantara pedagang efek atau wakil menager inveatsi tanpa mendapatkan izin Bapepam Ancaman bagi pelaku adalah maksimum pidana selama 1 (satu) tahun kurungan dan denda Rp. Baru pada tahun 2004 terdapat satu kasus tindak pidana pasar modal yang sudah sampai ke pihak kejaksaan. Undang-Undang Nomor. kebijakan untuk selalu membuat laporan kepada masyarakat melalui press release ini adalah merupakan perwujudan dari prinsip kejujuran dan keterbukaan (tranparansi) yang dianut oleh lembaga pengawas pasar modal ini.

000. Menurut tradisi. yang berkaitan dengan kewenangan Bapepam dalam melaksanakan pemeriksaan terhadap semua pihak yang diduga atau terlibat dalam pelanggaran UUPM Kalangan bisnis harus tetap mempertimbangkan di samping aspek hukum. Pendeknya semua keputusan bisnis. terutama untuk mencari keuntungan. dapat menghadirkan masalah etika yang serius. standar moral harus dituangkan dalam aturan-aturan hukum yang diberikan sanksi. organisasi lain dan bahkan kegiatan pemerintah. yaitu : Menerima imbalan (dalam bentuk apapun). juga tanggung jawab moral dari kegiatan mereka. masalah yang berkaitan dengan tanggung jawah moral dari bisnis berkembang dari keputusan pemasaran seperti melanggar etika menjual produk yang berbahaya. itikad baik dalam negosiasi kontrak. etika dalam merger dan akuisisi.Pasal 105 Pelanggaran pasar modal yang dimaksudkan disini adalah pelanggaran Pasal 42 yang dilakukan oleh Manajer investasi. tujuan yang paling utama dalam menjalankan bisnis. atau pihak terafiliasinya.000. sampai kepada kerusakan lingkungan. Dewasa ini. yang mempengaruhi banyak individu. tempat kerja yang melindungi kesehatan dan keselamatan buruh. 1.000.-(satu milyar rupiah).00. Oleh karena itu hukum juga sepanjang sejarahnya bersumber pada dan mengandung nilai-nilai moral Masa datang ini perlu memberikan prioritas pada Undang-Undang yang berkaitan dengan . Salah satu kesulitannya adalah dari kenyataan yang semakin berkembang bahwa masalah moral muncul dari segala aspek kegiatan bisnis. tetapi menemui kesulitan untuk mengembangkan dan menerapkan prosedur untuk melaksanakan kewajiban tersebut. khususnya yang menimbulkan ketidakpastian dan konsekuensi yang berkepanjangan. Di dalam kenyataannya etika yang ditegakkan atas dasar kesadaran individu-individu tidak dapat berjalan karena tarikan berbagai kepentingan. Oleh karenanya. baik langsung maupun tidak langsung yang dapat mempengaruhi manejer investasi itu untuk membeli atau menjual efek untuk reksa dana. larangan penyuapan. Walaupun dunia bisnis mengakui kewajiban untuk berperilaku etis. Pasal 109 Yang dilanggar disini adalah perbuatan tidak mematuhi atau menghambat pelaksanaan Pasal 100. untuk melindungi pihak yang lemah. Ancaman pidana berupa pidana kurungan maksimum 1 (satu) tahun kurungan dan denda Rp. masalah pemberian upah yang adil. membicarakan etika bisnis terbatas pada topik tertentu seperti iklan yang menyesatkan. Disinilah letaknya campur tangan negara dalam persaingan bebas dan kebebasan berkontrak.

Ekonomi pasar yang didominasi oleh aktivitas pasar yang illegal akan tidak menjadi efisien.akumulasi modal untuk pembiayaan pembangunan dan demokratisasi ekonomi untuk mencapai efisiensi. memenuhi fungsi hukum sebagai fasilitator bisnis. Termasuk dalam fungsi stabilitas (stability) adalah potensi hukum menyeimbangkan dan mengakomodasi kepentingan-kepentingan yang saling bersaing. Aspek keadilan (fairness). Dua hal yang pertama adalah prasyarat bagi sistim ekonomi apa saja untuk berfungsi. dan cenderung akan mendorong ketidak adilan dan pemerasan. Faktor yang utama bagi hukum untuk dapat berperanan dalam pembangunan ekonomi adalah apakah hukum mampu menciptakan “stability”. Undang-Undang Perseroan Terbatas. seperti. Optimalisasi sumber pembiayaan pembangunan memerlukan pembaruan Undang-Undang Penanaman Modal. Kebutuhan fungsi hukum untuk dapat meramalkan (predictability) akibat dari suatu langkah-langkah yang diambil khususnya penting bagi negeri yang sebagian besar rakyatnya untuk pertama kali memasuki hubungan-hubungan ekonomi melampaui lingkungan sosial yang tradisional. antara lain untuk memberantas kejahatan narkotika dan korupsi. Indonesia juga harus menerapkan Undang-Undang “money laundering” dengan konsekuen. perlakuan yang sama dan standar pola tingkah laku Pemerintah adalah perlu untuk menjaga mekanisme pasar dan mencegah birokrasi yang berlebihan . Undang-Undang Pasar Modal. “predictability” dan “fairness”.

Kepolisian. Adanya interaksi. pengertian (understanding) dan kerjasama yang baik antara para ahli di bidang ekonomi. Tidak seperti dimasa lalu ketika pambangunan hukum diabaikan. sehingga pada gilirannya baik Sistem Ekonomi Nasional maupun Sistem Hukum Nasional akan semakin mantap dalam perspektif Pembangunan yang Berkelanjutan. sehingga terjalin sinergi antara bidang hukum dan ekonomi. tetapi berteriakteriak menuntut adanya perlindungan hukum dan kepastian hukum. 3. bahkan diinjakinjak oleh pelaku ekonomi maupun DPR dan Penguasa.BAB III PENUTUP I. Adanya kesadaran bahwa bukan saja hukum yang harus tunduk pada tuntutan-tuntutan ekonomi. bahwa untuk mendapat tujuan pembangunan ekonomi. termasuk para pengusaha dan pengambil keputusan di bidang hukum (eksekutif. dan seterusnya. Kejaksaan. Tentu saja sistem ekonomipun harus juga mendukung pembangunan sistem hukum secara positif. dilanggar. agar sistem hukum itu dapat lebih lagi mendukung pembangunan sistem ekonomi nasional secara positif. KESIMPULAN dan SARAN Dapat disimpulkan perlu diperhatikan agar baik peraturan Hukum maupun berbagai organisasi dan lembaga hukum yang ada. seperti DPR. 2. sehingga segala asas hukum harus minggir demi pencapaian tujuan di bidang ekonomi. legislatif dan yudikatif). Badan-badan Pengadilan maupun berbagai departemen yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja pelaku ekonomi Indonesia dan/atau asing yang beroperasi di Indonesia. tetapi sebaliknya juga. Sinergi itu sendiri diharapkan akan memperkuat pembangunan ekonomi secara sistematik maupun pembangunan Sistem Hukum Nasional. Adanya kesepakatan secara nasional tentang paradigma sistem ekonomi nasional seperti apa yang harus kita bangun. seakan-akan Hukum hanya merupakan penghambat pembangunan . yang nota bene disebabkan oleh sikap arogan para ahli dan pelaku ekonomi sendiri. begitu krisis moneter mengancam kelangsungan kehidupan dan pembangunan ekonomi. maka langkahlangkah di bidang ekonomi itu sendiri memerlukan kepastian hukum dan jalur (channel) hukum. khususnyaPembukaan dan pasal 33 dan 34 juncto pasal 27 dan 28 UUD 1045 yang telah 4 (empat) kali di amandemen. Untuk itu tentu saja diperlukan beberapa hal sebagai berikut : 1. seperti di masa Orde Baru. dapat berpengaruh positif terhadap kehidupan dan pembangunan ekonomi yang sudah lama kita cita-citakan. sesuai dengan kententuan konstitusi-konstitusi kita.

Hukum Sebagai Sistem Biasanya orang hanya melihat dan bahkan terlalu sering mengidentikan hukum dengan peraturan hukum atau/bahkan lebih sempit lagi. gaji 5. Undang-undang 2. yurisprudensi tetap (case law) 4. termasuk komputer dan sistem manajemen perkantoran 2. seperti . struktur organisasinya 2. proses dan prosedur 4. hanya dengan undang – undang saja. yang terdiri dari : 1. furnitur dan lain-lain alat perkantoran. asas-asas hukum internasional c. hukum kebiasaan 5. pranata-pranata hukum e. anggaran pembangunan. peraturan-peraturan pelaksanaan undang-undang 3. kewenangannya 3. kendaraan 4. peraturan atau norma hukum. kesejahteraan pegawai/karyawan 6. yang terdiri dari 7 (tujuh) unsur sebagai berikut : a. mekanisme kerja f.ekonomi saja . sarana dan prasarana hukum. 1. asas-asas hukum (filsafah hukum) b. dan lain-lain . konvensi-konvensi internasional 6. Padahal. sumber daya manusia yang profesional. senjata dan lain-lain peralatan (terutama untuk polisi) 3. bertanggung jawab dan sadar hukum d. peraturan hukum hanya merupakan salah satu unsu saja dari keseluruhan sistem hukum. lembaga-lembaga hukum termasuk : 1.

budaya hukum. . sehingga apabila salah satu unsurnya saja tidak memenuhi syarat. tetapi juga perilaku masyarakat (termasuk pers). tentu seluruh sistem hukum tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Maka sistem hukum terbentuk oleh sistem interaksi antara ketujuh unsur di atas itu. legislatif maupun yudikatif). yang di Indonesia cenderung menghakimi sendiri sebelum benar-benar dibuktikan seorang tersangka atau tergugat benar-benar bersalah melakukan suatu kejahatan atau perbuatan tercela.g. yang tercermin oleh perilaku para pejabat (eksekutif.

H. Penerbit Salemba Empat.F. Jakarta:2000 Khaerudin dan mohammad baker. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. C. 2004.G SUNARYATI HARTONO. M. dkk. Sr i Susilo. UPAYA MENYUSUN HUKUM EKONOMI INDONESIA PASCA TAHUN 2003 Bapepam . Prenada Media.kompas. 17 Februari http://www.DAFTAR PUSTAKA Irsan Nasarudin. Aspek Hukum Pasar Modal Indonesia. Kompas Cyber Media. Jakarta Y. DR. dan Indra Surya.com : PROF. S.Sabtu.Politik & Hukum Sosok dan Pemikiran Tidak Ada yang Peduli pada Hukum Ekonomi .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->