P. 1
teori tektonik lempeng

teori tektonik lempeng

|Views: 54|Likes:
Published by zzza

More info:

Published by: zzza on Jan 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2012

pdf

text

original

KTONIKA LEMPENG Lempeng-lempeng tektonik di bumi barulah dipetakan pada paruh kedua abad ke-20.

Teori Tektonika Lempeng (bahasa Inggris: Plate Tectonics) adalah teori dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi. Teori ini telah mencakup dan juga menggantikan Teori Pergeseran Benua yang lebih dahulu dikemukakan pada paruh pertama abad ke-20 dan konsep seafloor spreadingyang dikembangkan pada tahun 1960-an. Bagian terluar dari interior bumi terbentuk dari dua lapisan. Di bagian atas terdapat litosfer yang terdiri atas kerak dan bagian teratasmantel bumi yang kaku dan padat. Di bawah lapisan litosfer terdapat astenosfer yang berbentuk padat tetapi bisa mengalir seperti cairan dengan sangat lambat dan dalam skala waktu geologis yang sangat lama karena viskositas dan kekuatan geser (shear strength) yang rendah. Lebih dalam lagi, bagian mantel di bawah astenosfer sifatnya menjadi lebih kaku lagi. Penyebabnya bukanlah suhu yang lebih dingin, melainkan tekanan yang tinggi. Lapisan litosfer dibagi menjadi lempeng-lempeng tektonik (tectonic plates). Di bumi, terdapat tujuh lempeng utama dan banyak lempeng-lempeng yang lebih kecil. Lempenglempeng litosfer ini menumpang di atas astenosfer. Mereka bergerak relatif satu dengan yang lainnya di batas-batas lempeng, baik divergen (menjauh), konvergen (bertumbukan),ataupun transform (menyamping). Gemp a bumi, aktivitas vulkanik, pembentukan gunung, dan pembentukan palung samudera semuanya umumnya terjadi di daerah sepanjang batas lempeng. Pergerakan lateral lempeng lazimnya berkecepatan 50-100 mm/a. Peta dengan detail yang menunjukkan lempeng-lempeng tektonik dan arah vektor gerakannya Prinsip-prinsip Utama Bagian luar interior bumi dibagi menjadi litosfer dan astenosfer berdasarkan perbedaan mekanis dan cara terjadinya perpindahan panas. Litosfer lebih dingin dan kaku, sedangkan astenosfer lebih panas dan secara mekanik lemah. Selain itu, litosfer kehilangan panasnya melalui proses konduksi, sedangkan astenosfer juga memindahkan panas melalui konveksi dan memiliki gradien suhu yang hampir adiabatik. Pembagian ini sangat berbeda dengan pembagian bumi secara kimia menjadi inti, mantel, dan kerak. Litosfer sendiri mencakup kerak dan juga sebagian dari mantel. Suatu bagian mantel bisa saja menjadi bagian dari litosfer atau astenosfer pada waktu yang berbeda, tergantung dari suhu, tekanan, dan kekuatan gesernya. Prinsip kunci tektonik lempeng adalah bahwa litosfer terpisah menjadi lempeng-lempeng tektonik yang berbeda-beda. Lempeng ini bergerak menumpang di atas astenosfer yang mempunyai viskoelastisitas sehingga bersifat seperti fluida. Pergerakan lempeng biasanya bisa mencapai 10-40 mm/a (secepat pertumbuhan kuku jari) seperti di Mid-Atlantic Ridge, ataupun mencapai 160 mm/a (secepat pertumbuhan rambut) seperti di Lempeng Nazca. Lempeng-lempeng ini tebalnya sekitar 100 km dan terdiri atas mantel litosferik yang di atasnya dilapisi dengan hamparan salah satu dari dua jenis material kerak. Yang pertama adalahkerak samudera atau yang sering disebut dengan ³sima´, gabungan dari silikon dan magnesium. Jenis yang kedua yaitu kerak benua yang sering disebut ³sial´, gabungan dari silikon dan aluminium. Kedua jenis kerak ini berbeda dari segi ketebalan di mana kerak benua memiliki ketebalan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kerak

Kekuatan Penggerak Pergerakan Lempeng . Lempeng Afrika mencakup benua itu sendiri dan sebagian dasar Samudera Atlantik dan Hindia. Misalnya. Batas transform (transform boundaries) terjadi jika lempeng bergerak dan mengalami gesekan satu sama lain secara menyamping di sepanjang sesar transform (transform fault). Batas konvergen/destruktif (convergent/destructive boundaries) terjadi jika dua lempeng bergesekan mendekati satu sama lain sehingga membentuk zona subduksi jika salah satu lempeng bergerak di bawah yang lain. Contoh kasus ini dapat kita lihat di Pegunungan Andes di Amerika Selatan dan busur pulau Jepang (Japanese island arc). Dua lempeng akan bertemu di sepanjang batas lempeng (plate boundary). khususnya silikon. Kebanyakan gunung berapi yang aktif di dunia berada di atas batas lempeng. Gerakan relatif kedua lempeng bisa sinistral (ke kiri di sisi yang berlawanan dengan pengamat) ataupun dekstral (ke kanan di sisi yang berlawanan dengan pengamat). Jenis-jenis Batas Lempeng Tiga jenis batas lempeng (plate boundary). yaitu daerah di mana aktivitas geologis umumnya terjadi seperti gempa bumi dan pembentukan kenampakan topografis seperti gunung. 2. Lempeng tektonik bisa merupakan kerak benua atau samudera. di mana potongan lempeng yang terhunjam mengandung banyak bersifat hidrat (mengandung air). Contoh sesar jenis ini adalah Sesar San Andreas di California.samudera. Dalam hal ini. Ada tiga jenis batas lempeng yang berbeda dari cara lempengan tersebut bergerak relatif terhadap satu sama lain. seperti Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire) di Lempeng Pasifik yang paling aktif dan dikenal luas. Kerak samudera lebih padat karena komposisinya yang mengandung lebih sedikit silikon dan lebih banyak materi yang berat. atau tabrakan benua (continental collision) jika kedua lempeng mengandung kerak benua. Maka. Tiga jenis ini masing-masing berhubungan dengan fenomena yang berbeda di permukaan. dan palung samudera. kerak samudera umumnya berada di bawah permukaan laut seperti sebagian besar Lempeng Pasifik. mengikuti sebuah prinsip yang dikenal dengan isostasi. Tiga jenis batas lempeng tersebut adalah: 1. Palung laut yang dalam biasanya berada di zona subduksi. kerak samudera dikatakan lebih bersifat mafik ketimbang felsik. Ketebalan kerak benua mencapai 30-50 km sedangkan kerak samudera hanya 5-10 km. sedangkan kerak benua timbul ke atas permukaan laut. sehingga kandungan air ini dilepaskan saat pemanasan terjadi bercampur dengan mantel dan menyebabkan pencairan sehingga menyebabkan aktivitas vulkanik. gunung berapi. Mid-oceanic ridge dan zona retakan (rifting) yang aktif adalah contoh batas divergen 3. Kerak samudera lebih padat daripada kerak benua dikarenakan perbedaan perbandingan jumlah berbagai elemen. Batas divergen/konstruktif (divergent/constructive boundaries) terjadi ketika dua lempeng bergerak menjauh satu sama lain. Perbedaan antara kerak benua dan samudera ialah berdasarkan kepadatan material pembentuknya. tetapi biasanya satu lempeng terdiri atas keduanya.

mineral (dari variasi struktur mineral). meskipun sebetulnya tarikan lebih banyak bekerja pada kedua sisi lempengan. sehingga pergerakan didorong oleh gesekan antara astenosfer dan litosfer. :Dalam teks-teks geologi pada pendidikan dasar. juga lempeng Eurasia yang bergerak tetapi tidak mengalami subduksi di manapun. Pada waktu pembentukannya di mid ocean ridge. Namun. Ada dua jenis gaya yang utama dalam pengaruhnya ke pergerakan planet. proses ini sering disebut sebagai sebuah doronga. sebenarnya . Manifestasi dari keheterogenan kepadatan secara lateral adalah konveksi mantel dari gaya apung (buoyancy forces) Bagaimana konveksi mantel berhubungan secara langsung dan tidak dengan pergerakan planet masih menjadi bidang yang sedang dipelajari dan dibincangkan dalam geodinamika. Variasi dalam kepadatan ini bisa bersifat material (dari kimia batuan). atau termal (melalui ekspansi dan kontraksi termal dari energi panas). meskipun masih cukup diperdebatkan. energi ini harus dipindahkan ke litosfer supaya lempeng tektonik bisa bergerak. atas dan bawah Gravitasi Runtuhan gravitasi: Pergerakan lempeng terjadi karena lebih tingginya lempeng di oceanic ridge. Pandangan yang disetujui sekarang. Slab suction Arus konveksi lokal memberikan tarikan ke bawah pada lempeng di zona subduksi di palung samudera. maka dengan ketebalan yang semakin meningkat lempeng ini tenggelam ke dalam mantel untuk mengkompensasikan beratnya. Gaya Gesek Basal drag Arus konveksi berskala besar di mantel atas disalurkan melalui astenosfer. Kelemahan astenosfer memungkinkan lempeng untuk bergerak secara mudah menuju ke arah zona subduksi Meskipun subduksi dipercaya sebagai kekuatan terkuat penggerak pergerakan lempeng. litosfer samudera pada mulanya memiliki kepadatan yang lebih rendah dari astenosfer di sekitarnya. Dengan satu atau lain cara. yaitu friksi dan gravitasi.Pergerakan lempeng tektonik bisa terjadi karena kepadatan relatif litosfer samudera dan karakter astenosfer yang relatif lemah. Pencitraan dua dan tiga dimensi interior bumi (tomografi seismik) menunjukkan adanya distribusi kepadatan yang heterogen secara lateral di seluruh mantel. Sumber penggerak ini masih menjadi topik penelitian intensif dan diskusi di kalangan ilmuwan ilmu bumi. Besarnya kepadatan litosfer yang lama relatif terhadap astenosfer di bawahnya memungkinkan terjadinya penyusupan ke mantel yang dalam di zona subduksi sehingga menjadi sumber sebagian besar kekuatan penggerak pergerakan lempeng. Penyerotan lempengan (slab suction) ini bisa terjadi dalam kondisi geodinamik di mana tarikan basal terus bekerja pada lempeng ini pada saat ia masuk ke dalam mantel. adalah bahwa kelebihan kepadatan litosfer samudera yang membuatnya menyusup ke bawah di zona subduksi adalah sumber terkuat pergerakan lempeng. masih ada gaya penggerak lain yang dibuktikan dengan adanya lempeng seperti lempeng Amerika Utara. tetapi kepadatan ini meningkat seiring dengan penuaan karena terjadinya pendinginan dan penebalan. Litosfer samudera yang dingin menjadi lebih padat daripada mantel panas yang merupakan sumbernya. Pelepasan panas dari mantel telah didapati sebagai sumber asli dari energi yang menggerakkan tektonik lempeng. menghasilkan sedikit inklinasi lateral proporsional dengan jarak dari sumbu ini.

dan Antarktika. Namun. Namun. tetapi lempeng seperti Lempeng Amerika Utara tidak mengalami subduksi di manapun juga. Lalu. sebuah tim ilmuwan dari Italia dan Amerika Serikat berpendapat bahwa komponen lempeng yang mengarah ke barat berasal dari rotasi Bumi dan gesekan pasang bulan yang mengikutinya. masalahnya adalah seberapa besar setiap proses ambil bagian dalam pergerakan setiap lempeng Keragaman kondisi geodinamik dan sifat . Pemikiran ini sendiri sebetulnya tidaklah baru. Vektor di sini menunjukkan arah dan magnitudo gerakan. Vektor yang sebenarnya pada pergerakan sebuah planet harusnya menjadi fungsi semua gaya yang bekerja pada lempeng itu. yaitu karena ketiadaan bulan di Venus dan kecilnya ukuran bulan Mars untuk memberi efek seperti pasang di bumi. kebanyakan ilmuwan sekarang percaya bahwa astenosfer tidaklah cukup kuat untuk secara langsung menyebabkan pergerakan oleh gesekan gaya-gaya itu. Alfred Wegener. Hal ini sendiri aslinya dikemukakan oleh bapak dari hipotesis ini sendiri. mantel plume yang menekan sisi bawah lempeng tektonik bisa juga mengubah topografi dasar samudera. Kekuatan penggerak utama untuk pergerakan lempeng dan sumber energinya itu sendiri masih menjadi bahan riset yang sedang berlangsung Gaya dari luar Dalam studi yang dipublikasikan pada edisi Januari-Februari 2006 dari buletin Geological Society of America Bulletin. bahkan banyaknya pergerakan ke barat dasar Samudera Pasifik adalah jika dilihat dari sudut pandang pusat pemekaran (spreading) di Samudera Pasifik yang mengarah ke timur. Model yang lebih baru juga memberi peranan yang penting pada penyerotan (suction) di palung. Ada bukti yang cukup banyak bahwa konveksi juga terjadi di mantel dengan skala cukup besar. Banyak lempeng juga bergerak ke utara dan barat. ada sedikit komponen yang mengarah ke barat pada pergerakan semua lempeng Signifikansi relatif masing-masing mekanisme Pergerakan lempeng berdasar pada data satelit GPS NASA JPL. Slab pull sendiri sangat mungkin menjadi gaya terbesar yang bekerja pada lempeng. dan kemudian ditentang fisikawan Harold Jeffreys yang menghitung bahwa besarnya gaya gesek oasang yang diperlukan akan dengan cepat membawa rotasi bumi untuk berhenti sejak waktu lama. tetapi juga mengalami pergerakan seperti juga Lempeng Afrika. Beberapa model awal Tektonik Lempeng menggambarkan bahwa lempeng-lempeng ini menumpang di atas sel-sel seperti ban berjalan. Mereka berkata karena Bumi berputar ke timur di bawah bulan. pembengkakan litosfer sebelum ia turun ke bawah lempeng yang bersebelahan menghasilkan kenampakan yang bisa mempengaruhi topografi. Slab-pull (tarikan lempengan) Pergerakan lempeng sebagian disebabkan juga oleh berat lempeng yang dingin dan padat yang turun ke mantel di palung samudera. gravitasi bulan meskipun sangat kecil menarik lapisan permuikaan bumi kembali ke barat. Pergerakan ke atas materi di mid-oceanic ridge mungkin sekali adalah bagian dari konveksi ini. Sebagai contoh. Dikatakan juga bahwa relatif dengan mantel bawah.sebutan yang lebih tepat adalah runtuhan karena topografi sebuah lempeng bisa jadi sangat berbeda-beda dan topografi pematang (ridge) yang melakukan pemekaran hanyalah fitur yang paling dominan. Beberapa juga mengemukakan ide kontroversial bahwa hasil ini mungkin juga menjelaskan mengapa Venus dan Mars tidak memiliki lempeng tektonik. Eurasia.

Lempeng Juan de Fuca.Lempeng samudera Lempeng-lempeng penting lain yang lebih kecil mencakup Lempeng India.Lempeng benua Lempeng Eurasia. dan Gondwana (yang menjadi benua sisanya). meliputi Amerika Selatan . kekuatan penggerak pergerakan lempeng itu sendiri masih menjadi bahan perdebatan dan riset para ilmuwan Lempeng-lempeng utama Peta lempeng-lempeng tektonik Lempeng-lempeng tektonik utama yaitu: Lempeng Afrika. meliputi Antarktika .Lempeng benua Lempeng Amerika Utara. meliputi Australia (tergabung dengan Lempeng India antara 50 sampai 55 juta tahun yang lalu).setiap lempeng seharusnya menghasilkan perbedaan dalam seberapa proses-proses tersebut secara aktif menggerakkan lempeng. Lempeng Arabia. meliputi Amerika Utara dan Siberia timur laut ± Lempeng benua Lempeng Amerika Selatan. dan Lempeng Scotia.Lempeng Cocos.Lempeng benua Lempeng Pasifik. meliputi Asia dan Eropa . Lempeng Pasifik dikelilingi zona subduksi (Ring of Fire) sehingga bergerak jauh lebih cepat daripada lempeng di Atlantik yang lengket pada benua yang berdekatan dan bukan lempeng tersubduksi. ERUPSI BENTUK GUNUNG API Ekstruksi/Erupsi magma adalah proses keluarnya magma sampai permukaan bumi. meliputi Samudera Pasifik . Lempeng Nazca. Salah satu hubungan terpenting yang ditemukan adalah bahwa lempeng litosferik yang lengket pada lempeng yang tersubduksi bergerak jauh lebih cepat daripada lempeng yang tidak. gaya yang berhubungkan dengan lempeng yang bergerak ke bawah (slab pull dan slab suction) adalah kekuatan penggerak yang menentukan pergerakan lempeng kecuali untuk lempeng yang tidak disubduksikan. Lempeng Filipina.Lempeng benua y y y y y y Lempeng Antarktika. Walau bagaimanapun juga. Misalnya. . meliputi Afrika . Delapan benua ini selanjutnya tersusun kembali menjadi superkontinen lain yang disebut Pangaea yang pada akhirnya juga terpecah menjadi Laurasia (yang menjadi Amerika Utara dan Eurasia). termasuk juga pembentukan superkontinen yang mencakup hampir semua atau semua benua. Superkontinen Rodinia diperkirakan terbentuk 1 miliar tahun yang lalu dan mencakup hampir semua atau semua benua di Bumi dan terpecah menjadi delapan benua sekitar 600 juta tahun yang lalu. satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melihat laju di mana setiap lempeng bergerak dan mempertimbangkan bukti yang ada untuk setiap kekuatan penggerak dari lempeng ini sejauh mungkin.Lempeng benua Lempeng Australia. Pergerakan lempeng telah menyebabkan pembentukan dan pemecahan benua seiring berjalannya waktu. Lempeng Karibia. Maka.

Erupsi sentral menghasilkan bentuk gunung sebagai berikut: Pembeda Sifat letusan Sifat magma Tekanan gas letak dapur magma bentuk gunung contoh gunung Strato Efusif dan Eksplosif cair dan kental sedang sedang kerucut/berlapis-lapis y G. 2) Erupsi Eksplosif Erupsi Eksplosif adalah keluarnya magma ke permukaan bumi yang disertai letusan/ledakan yan cukup dahsyat. Semeru G. Berdasarkan celah/lubang keluar. Menurut tipe letusan. Merapi y y y Perisai/Tameng Maar Efusif Eksplosif cair padat/kental lemah kuat dangkal dangkal dan dalam tameng/landai seperti danau y G. Kelud G. deretan gunung api sepanjang pulau Jawa. contohnya seperti pegunungan di Argentina dan Paraguay. Maona Lea y G. 3) Erupsi Sentral Proses keluarnya magma melalui satu lubang sehingga membentuk kerucut gunung api yang terpisah-pisah. Lubang magma berukuran besar. sehingga membentuk deretan gunung api. ekstrusi dibedakan sebagai berikut : 1) Erupsi Efusif Erupsi Efusif adalah proses keluarnya magma dari gunung api yang berupa lelehan lava dan lahar. Lamongan y G. Maona Kea y y G. gunung api dibedakan sebagai berikut : .Berdasarkan kekuatan letusannya. sehingga magma membakar dan melelehkan lapisan batuan yang berada diatasnya. Misalnya. volume dapur magma dan kekentalan (viscositas) magma. Jenis ini terjadi jika magma relatif encer. Kelimutu Gambar Tipe gunung api ditentukan berdasarkan kedalaman dapur magma. ekstrusi magma dibedakan sebagai berikut : 1) Erupsi Linier Proses keluarnya magma melalui celah/retakan yang memanjang. 2) Erupsi Areal Proses keluarnya magma yang terjadi karena letak magma yang dekat dengan permukaan bumi. Kelud G. Jenis ini terjadi jika cairan magma kental dan memiliki kandungan gas yang relatif banyak. Merbabu G.

batuan berongga yang berasal dari buih magma yang cepat membeku pada saat buih tersebut terlempar keatas pada waktu terjadi letusan gunung api. kecoklatan hingga kemerahan. EtnaG. Maona KeaG. batu kerikil yang keluar saat terjadi letusan batu-batu sebesar biji kacang hijau yang keluar saat terjadi letusan batu-batu kecil sebesar pasir yang dikeluarkan dari lubang kepundan gunung api.G. Material/benda vulkanis ini dapat berbentuk padat. Kelud Letusan gunung api mengeluarkan material yang bermacam-macam.G. 4) Pasir Vulkanik 5) Abu Vulkanik 6) Scoria 7) Batu Apung b.sifat lava Hawaii encer tekanan gas rendah letak dapur magma dangkal hasil letusan lava cair contoh . a. antara lain sebagai berikut : batu-batu sebesar kepal tangan manusia yang keluar dari gunung api saat terjadi letusan. terdiri dari : magma yang berada di kawah (lubang kepundan ) dan akan meleleh di lereng gunung apabila terjadi letusan/erupsi. Krakatau G. abu yang dikeluarkan gunung api material magmatik berwarna kehitaman. 1) Bom 2) Kerikil 3) Lapili. awan panas. Batur (Bali) . agak berat.G. Raung. mempunyai struktur agak berongga. lahar dingin sangat dalam gas sangat tinggi dan dihiasi awan berbentuk bunga kol dalam awan pijar dangkal lahar panas G. Maona Loa. dan cenderung tenggelam di dalam air. Semeru G. VesuviusG. Kilauea .G.G. Benda padat/eflata. cair dan gas. Pelee G. BromoG. lelehan lumpur panas yang terbentuk dari lava bercampur air yang berasal dari lubang kepundan (kawah yang terisi sebagai danau 1) Lava 2) lahar panas . Merapi Stromboli encer sedang dangkal eflata Vulkano kuat Vulkano lemah Merapi encer agak tinggi kental encer sedang kental rendah dalam eflata Perret/Plinian encer sampai kental tinggi Pelee Sint Vincent kental kental tinggi sedang dangkal eflata sangat dangkal lava pijar. Benda cair.

Contoh bentuk gunungapi ini terdapat di . Stratovolcano Tersusun dari batuan hasil letusan dengan tipe letusan berubah-ubah sehingga dapat menghasilkan susunan yang berlapis-lapis dari beberapa jenis batuan. Gunung Merapi merupakan jenis ini. jenis gunungapi dibedakan atas : a. Perisai Tersusun dari batuan aliran lava yang pada saat diendapkan masih cair. Erupsi dapat dibedakan menjadi erupsi letusan (explosive erupstion) dan erupsi non-letusan(non-explosive eruption). d) dapat dijadikan tempat pariwisata Usaha mengurangi bahaya dari gunung berapi : a) membuat terowongan atau jalur untuk tempat mengalirnya lahar b) mengadakan pos-pos pengamatan gunung api c) mengungsikan penduduk yang bertempat tinggal di lereng-lereng gunung api. berbentuk CO2 yang berbahaya 1) Solfator 2) Fumarol 3) Mofet Manfaat gunung api bagi kehidupan : a) sebagai daerah penangkap atau mendatangkan hujan b) abu vulkanik dapat menyuburkan tanah c) menjadikan letak mineral (tambang) dekat dengan permukaan bumi. karena letusan terjadi sudah beberapa ratus kali. Berdasarkan bentuknya. sehingga membentuk suatu kerucut besar (raksasa). lelehan lumpur dingin yang dihanyutkan oleh air hujan Benda gas. Pada erupsi non-letusan. gas atau uap air. magma keluar dalam bentuk lelehan lava atau pancuran lava (lava fountain). Erupsi adalah fenomena keluarnya magma dari dalam bumi. Gunungapi adalah suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi. terdiri dari : gas belerang (H2S) berupa uap air (H2 O). kepundan). b. dan kedalaman dapur magma (magma chamber). Jenis erupsi yang terjadi ditentukan oleh banyak hal seperti kekentalan magma. kandungan gas di dalam magma. pengaruh air tanah. bentuknya akan berlereng landai. Pada erupsi letusan. sehingga tidak sempat membentuk suatu kerucut yang tinggi (curam). termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat erupsi. proses keluarnya magma disertai tekanan yang sangat kuat sehingga melontarkan material padat yang berasal dari magma maupun tubuh gunungapi ke angkasa.3) lahar dingin c. dan susunannya terdiri dari batuan yang bersifat basaltik. terkadang bentuknya tidak beraturan.

namun masih memperlihatkan gejala kegiatan seperti kegiatan solfatara.kepulauan Hawai. Sebagian besar gunung jenis ini membentuk mangkuk di puncaknya. Tipe A Gunungapi yang pernah mengalami erupsi magmatik sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600an. Jarang yang tingginya di atas 500 meter dari tanah di sekitarnya. c. c. Kaldera gunungapi jenis ini terbentuk dari ledakan yang sangat kuat yang melempar ujung atas gunung sehingga membentuk cekungan. d. Klasifikasi Gunungapi di Indonesia : a. namun masih terdapat tanda-tanda kegiatan masa lampau berupa lapangan solfatara/fumarola pada tingkah lemah. Cinder Cone Merupakan gunungapi yang abu dan pecahan kecil batuan vulkanik menyebar di sekeliling gunung. . b. Tipe C Gunungapi yang erupsinya tidak diketahui dalam sejarah manusia. Gunung Bromo merupakan jenis ini. Tipe B Gunungapi yang sesudah tahun 1600an belum lagi mengadakan erupsi magmatik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->