P. 1
Tarjih Berasal Dari Kata

Tarjih Berasal Dari Kata

|Views: 82|Likes:
Published by Leeta TiamoTamala

More info:

Published by: Leeta TiamoTamala on Jan 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

Tarjih berasal dari kata \ rojjaha h yurajjihu- tarjihan \, yang berarti mengambil sesuatu yang lebih kuat.

Menurut istilah ahli ushul fiqh adalah : Usaha yang dilakukan oleh mujtahid untuk mengemukakan satu antara dua jalan ( dua dalil ) yang saling bertentangan , karena mempunyai kelebihan yang lebih kuat dari yang lainnya \ Tarjih dalam istilah persyarikatan ,sebagaimana terdapat uraian singkat mengenai \ Matan Keyakinan dan Cita-cita hidup Muhamadiyah \ adalah membanding-banding pendapat dalam musyawarah dan kemudian mengambil mana yang mempunyai alasan yang lebih kuat \ Pada tahap-tahap awal, tugas Majlis Tarjih, sesuai dengan namanya, hanyalah sekedar memilih-milih antar beberapa pendapat yang ada dalam Khazanah Pemikiran Islam, yang dipandang lebih kuat. Tetapi, dikemudian hari, karena perkembangan masyarakat dan jumlah persoalan yang dihadapinya semakin banyak dan kompleks , dan tentunya jawabannya tidak selalu di temukan dalam Khazanah Pemikiran Islam Klasik, maka konsep tarjih Muhammadiyah mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Kemudian mengalami perluasan menjadi : usaha-usaha mencari ketentuan hukum bagi masalah-maasalah baru yang sebelumnya tidak atau belum pernah ada diriwayatkan qoul ulama mengenainya \. Usaha-usaha tersebut dalam kalangan ulama ushul Fiqh lebih dikenal dengan nama \ Ijtihad \. Oleh karenanya, idealnya nama Majlis yang mempunyai tugas seperti yang disebutkan di atas adalah Majlis Ijtihad, namun karena beberapa pertimbangan, dan ada keinginan tetap menjaga nama asli, ketika Majlis ini pertama kali dibentuk, maka nama itu tetap dipakai, walau terlalu sempit jika di bandingkan dengan tugas yang ada. Sejarah berdirinya Tarjih Pada waktu berdirinya Persyarikatan Muhammdiyah ini , tepatnya pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H atau 18 November 1912 M, Majlis Tarjih belum ada, mengingat belum banyaknya masalah yang di hadapi oleh Persyarikatan. Namun lambat laun, seiring dengan berkembangnya Persyarikatan ini, maka kebutuhan-kebutuhan internal Persyarikatan ini ikut berkembang juga, selain semakin banyak jumlah anggotanya yang kadang memicu timbulnya perselisihan paham mengenai masalah-masalah keagamaan, terutama yang berhubungan dengan fiqh. Untuk mengantisipasi meluasnya perselisihan tersebut, serta menghindari adanya peperpecahan antar warga Muhammadiyah, maka para pengurus persyarikatan ini melihat perlu adanya lembaga yang memiliki otoritas dalam bidang hukum. Maka pada tahun 1927 M , melalui keputusan konggres ke 16 di Pekalongan, berdirilah lembaga tersebut yang di sebut Majlis Tarjih Muhammdiyah. Tersebut di dalam majalah Suara Muhammadiyah no.6/1355( 1936 ) hal 145 : \ W.bahwa perselisihan faham dalam masalah agama sudahlah timbul dari dahulu, dari sebelum lahirnja Muhammadijah : sebab-sebabnja banjak , diantaranja karena masingmasing memegang teguh pendapat seorang ulama atau jang tersebut di suatu kitab, dengan tidak suka menghabisi perselisihannja itu dengan musjawarah dan kembali kepada Al Quran , perintah Tuhan Allah dan kepada Hadits, sunnah Rosulullah.

mereka memiliki tugas untuk memberikan bimbingan keagamaan dan pemikiran di kalangan umat Islam Indonesia pada umumnya dan warga persyarikatan Muhammadiyah khususnya. Prof. 2. KH. H. H. Bab II pasal 4 . \ Sejak berdirinya pada tahun 1927 M.Oleh karena kita chawatir. Menyampaikan fatwa dan pertimbangan kepada Pimpinan Persyarikatan guna menentukan kebijaksanaan dalam menjalankan kepemimpinan serta membimbing umat . KH. yang bertugas mengolah data yang masuk sebelum dikeluarkan lagi pada monitor. 3.c/2000. 5. karena selain berfungsi sebagai Pembantu Pimpinan Persyarikatan. Syamsul Anwar . Adapun tugas-tugas Majlis Tarjih. Amin Abdullah ( 1995-2000) 8. Majlis Tarjih ini mempunyai kedudukan yang istimewa di dalam Persyarikatan. Azhar Basyir 6. Ia bagaikan sebuah \ processor \ pada sebuah komputer. maka perlulah kita mendirikan Madjlis Tardjih untuk menimbang dan memilih dari segala masalah jang diperselisihkan itu jang masuk dalam kalangan Muhammadijah manakah jang kita anggap kuat dan berdalil benar dari Al quran dan hadits. Drs. Dr. KH. Prof. Dr. Asjmuni Abdurrohman ( 1990-1995 ) 7. adanja pernjeknjokan dan perselisihan dalam kalangan Muhammadijah tentang masalah agama itu. Krt. Ahmad Badawi 4. tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa Majlis Tarjih ini merupakan Z Think Thank \ hnya Muhammadiyah.A/8. Mempergiat pengkajian dan penelitian ajaran Islam dalam rangka pelaksanaan tajdid dan antisipasi perkembangan masyarakat. yaitu : 1. Ki Bagus Hadikusuma 3. Mas Mansur 2. Sehingga. Mendampingi dan membantu Pimpinan Persyarikatan dalam membimbing anggota melaksanakan ajaran Islam   ardan Diponingrat . sebagaimana yang tertulis dalam Qaidah Majlis Tarjih 1961 dan diperbaharuhi lewat keputusan Pimpinan Pusat Muhammdiyah No. Majlis Tarjih telah dipimpin oleh 8 Tokoh Muhammadiyah. adalah sebagai berikut : 1. MA ( 2000-2005 ) Kedudukan dan Tugas Majlis Tarjih dalam Persyarikatan . khususnya anggota dan keluarga Muhammadiyah. KH. 08/SKPP/I.

Langkah pertama kali yang ditempuh adalah dengan mengkaji \ Mabadi Khomsah \( Masalah Lima ) yang merupakan sikap dasar Muhammadiyah dalam persoalan agama secara umum. terutama ikhwal ibadah mahdhoh dan yang kedua adalah wilayah pemikiran keagamaan yang meliputi visi.Pengertian Agama (Islam) atau al Din . hukum. gagasan. politik. sosial-budaya . Yang khusus ialah apa yang telah ditetapkan Allah akan perincianperinciannya. ilmu pengetahuan. dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Hoofdbestuur (Pimpinan Pusat) Muhammadiyah. Membantu Pimpinan Persyarikatan dalam mempersiapkan dan meningkatkan kualitas ulama. a. berupa perintah-perintah dan larangan-larangan serta petunjuk untuk kebaikan manusia di dunia dan akherat.4. . perumusan Masalah Lima tersebut baru bisa diselengarakan pada akhir tahun 1954 atau awal 1955 dalam Muktamar Khusus Majlis Tarjih di Yogyakarta. lingkungan hidup dan lain-lainnya ) Manhaj Tarjih Sejak tahun 1935 upaya perumusan Manhaj Tarjih Muhammadiyah telah dimulai. Amin Abdullah.dengan jalan mentaati segala perintahperintahnya. menjahuhi larangan-larangan-nya dan mengamalkan segala yang diijinkan Allah.Pengertian Dunia (al Dunya ): \ Yang dimaksud urusan dunia dalam sabda Rosulullah saw : \ Kamu lebih mengerti urusan duniamu \ ialah :segala perkara yang tidak menjadi tugas diutusnya para nabi ( yaitu perkara-perkara/pekerjaan-pekerjaan/urusan-urusan yang diserahkan sepenuhnya kepada kebijaksanaan manusia ) 3. Menurut Prof. bahwa Majis Tarjih sebenarnya memiliki dua dimensi wilayah keagamaan yang satu sama lainnya pelu memperoleh perhatian seimbang. Mengarahkan perbedaan pendapat/faham dalam bidang keagamaan ke arah yang lebih maslahat. 5. yaitu : \ Apa yang diturunkan Allah dalam Al Quran dan yang tersebut dalam Sunnah yang shahih. salah satu tokoh Muhammadiyah yang pernah menjabat sebagai ketua Majlis Tarjih. 2. tingkat dan cara-caranya yang tertentu. Masalah Lima tersebut meliputi : 1. ialah : \ Bertaqarrub ( mendekatkan diri ) kepada Allah. H. Pengertian Al Ibadah. wawasan. yang umum ialah segala amalan yang diijinkan Allah b. Karena adanya penjajahan Jepang dan perang kemerdekaan . Yang pertama adalah wilayah tuntunan keagamaan yang bersifat praktis. nilai-nilai dan sekaligus analisis terhadap berbagai persoalaan ( ekonomi. DR. Ibadah itu ada yang umum dan ada yang khusus .

Syam. Dalam memutuskan sesuatu keputusan . dasar utamanya adalah al Quran dan al Sunnah al Shohihah. ( Majlis tarjih di dalam berijtihad menggunakan tiga macam bentuk ijtihad : Pertama : Ijtihad Bayani : yaitu ( menjelaskan teks Al Quran dan hadits yang masih mujmal. Pendapat ini hanyalah pendapat pribadi sehingga tidak dianggap kuat. Pengertian Sabilillah. atau kelihatan bertentangan. beras dan makanan pokok lainnya. atau umum. Dengan demikian pendapat perorangan dari anggota majlis. ¡ . setelah Muktamar Muhammadiyah ke41 di Solo. Majlis Tarjih menerima Ijitihad . Dan pada tahun 1985-1990. digunakan sistem ijtihad jamaI. Majlis Tarjih baru berhasil merumuskan 16 point pokok-pokok Manhaj Tarjih Muhammadiyah. diantaranya : men qiyaskan zakat tebu. seperti . bahwa Muhammadiyah menggunakan Mathla ilayatul Hukmi ) 3. Dalam menetapkan masalah ijtihad. demi untuk kemaslahatan masyarakat. mengharamkan nikah antar agama dll 2. ialah : \ Jalan yang menyampaikan perbuatan seseorang kepada keridloaan Allah. akan tetapi pendapat-pendapat madzhab. Sepanjang tidak menyangkut bidang taabbudi. dan sejenisnya dengan zakat gandum. lada .Pengertian Qiyas. dilakukan dengan cara musyawarah. atau sejenisnya).5 kwintal ) Ketiga : Ijtihad Istishlahi : yaitu menetapkan hukum yang tidak ada nashnya secara khusus dengan berdasarkan illat . akan tetapi dijadikan \Khoroj[ dan hasilnya dimasukkan dalam baitul mal muslimin . atau mempunyai makna ganda . Dengan perkataan lain. Iran . bila hasilnya mencapai 5 wasak ( 7. kelapa. Ijtihad dan istinbath atas dasar illah terhadap hal-hal yang tidak terdapat dalam nash . Mesir kepada pasukan kaum muslimin. Adapun Pokok-pokok Manhaj Majlis Tarjih ( disertai keterangan singkat )adalah sbb : 1. bahwa dalam penentuan awal bulan Ramadlan dan Syawal hendaknya menggunakan Mathla Makkah. kemudian dilakukan jalan tarjih.( Ini belum dijelaskan secara rinci baik pengertian maupun pelaksanaannya ) Karena Masalah Lima tersebut. membolehkan menjual barang wakaf yang diancam lapuk. ayat 7-10.cengkeh. dapat dilakukan. dengan berdalil Qs Al Hasyr . Yang diputuskan dalam Munas Tarjih di Padang Oktober 2003. tidak dipandang kuat. masih bersifat umum. sebagai cara dalam menetapkan hukum yang tidak ada nashnya secara langsung. yaitu tepatnya pada tahun 1986. termasuk qiyas. membolehkan wanita keluar rumah dengan beberapa syarat. Kedua : Ijtihad Qiyasi : yaitu penggunaan metode qiyas untuk menetapkan ketentuan hukum yang tidak di jelaskan oleh teks Al Quran maupun Hadist. Tidak mengikatkan diri kepada suatu madzhab. Sebagai contohnya adalah Ijtihad Umar untuk tidak membagi tanah yang di taklukan seperti tanah Iraq.4. dan memang hal yang diajarkan dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. maka Majlis Tarjih terus berusaha merumuskan Manhaj untuk dijadikan pegangan di dalam menentukan hukum. berupa segala amalan yang diijinkan Allah untuk memuliakan kalimat( agama )-Nya dan melaksanakan hukum-hukum-Nya 5. Di dalam beristidlal.( Seperti pendapat salah satu anggota Majlis Tarjih Pusat yang pernah dimuat di dalam majalah Suara Muhammadiyah.

4. adanya timbangan amal. secara tidak langsung telah membentuk madzhab sendiri. sepuluh sahabat yang dijamin masuk syurga. ( Seperti halnya ketika Majlis Tarjih mengambil pendapat Mutorif bin Al Syahr di dalam menggunakan Hisab ketika cuaca mendung. 6. yang disebut \ Madzhab Muhammadiyah \. Ahamd Dahlan karena kekawatiran tejadinya syirik sudah tidak ada lagi . telah menyatakan diri untuk tidak terikat dengan suatu madzhab. atau dasar-dasar lain yang dipandang kuat.dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan hukum. Dan kalau tidak dapat . walau secara tidak langsung. ( Ijma dari segi kekuatan hukum dibagi menjadi dua . Di dalam masalah aqidah ( Tauhid ) . Ijma setelah sahabat ) 7. khususnya kepada warga Muhammadiyah. Ijma dibagi menjadi dua : pertama : ijma sahabat. alaupun pendapatnya menyelisihi Jumhur Ulama. ( Cara-cara melakukan jama dan taufiq. pencabutan larangan perempuan untuk keluar rumah dll) 5. sebut saja sebagai contoh : keyakinan adanya adzab kubur dan adanya malaikat munkar dan nakir.tanda hari kiamat sepeti turunnya Isa. Sepanjang sesuai dengan jiwa Al Quran dan al h Sunnah. Kedua : Dengan menentukan yang satu sebagai mukhashis terhadap dalil yang umum.17 di Solo pada tahun 1929. adanya tanda. keluarnya Dajjal.dalil yang dipandang paling kuat. baru dilakukan tarjih. Sebagai catatan : Rumusan di atas. karena rumusan tersebut mempunyai arti bahwa Persyarikatan Muhammadiyah menolak beratus-ratus hadits shohih yang tercantum dalam Kutub Sittah. ini dikuatkan dengan adanya buku panduan seperti HPT ( Himpunan keputusan Tarjih ). hanya dipergunakan dalil-dalil mutawatir.menunjukkan bahwa Muhammadiyah. Namun rumusan di atas perlu ditinjau ulang. banyak dari keyakinan kaum muslimin yang selama ini dipegang erat akan tergusur dengan rumusan di atas. Dan koreksi dari siapapun akan diterima. diantaranya adalah : Pertama : Dengan menentukan macam persoalannya dan menjadikan yang satu termasuk bagian dari yang lain. Dan ini yang diterima Muhammadiyah. Dari segi masa. dan hanya menyandarkan segala permasalahannya pada Al-Quran dan Hadits saja. Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan yang mempunyai pengikut cukup banyak. seperti ijma para sahabat untuk membuat standarisasi penulisan Al Quran dengan khot Utsmani. Kedua . Ijma seperti ini kurang kuat. pertama : ijma qauli. Tidak menolak ijma sahabat sebagai dasar suatu keputusan. Keputusan diambil atas dasar landasan dalil. Seperti menjama antara QS Al Baqarah 234 dengan QS Al Thalaq 4 dalam menentukan batasan iddah orang hamil . ( Seperti halnya pencabutan larangan menempel gambar KH. seperti : menjama antara QS Ali Imran 86. Majlis Tarjih dimungkinkan mengubah keputusan yang pernah ditetapkan. ( siroth )jembatan yang membentang di atas neraka untuk masuk syurga. ( haudh ) kolam nabi Muhammad saw. hanya dengan alasan bahwa hadits ahad tidak bisa dipakai dalam masalah aqidah. digunakan cara \al jamu wa al taufiq \. syafaat nabi Muhammad saw pada hari kiamat. yaitu di dalam menentukan awal bulan Ramadlan. kedua : ijma sukuti. Karena mempunyai dampak yang sangat besar pada keyakinan sebagian besar umat Islam. yang di dapat ketika keputusan diambil.87 dengan QS Ali Imran 89. Namun pada perkembangannya. ( Keputusan yang membicarakan tentang aqidah dan iman ini dilaksanakan pada Mukatamar Muhammadiyah ke. Dengan demikian. Berprinsip terbuka dan toleran dan tidak beranggapan bahwa hanya majlis Tarjih yang paling benar. Sepanjang dapat diberikan dalil-dalil lain yang lebih kuat. Terhadap dalil-dalil yang nampak mengandung taarudl. Ini berarti juga. dalam menentukan hukum ¢ . Rumusaan di atas juga akan menjerat Persyarikatan ini ke dalam kelompok Munkiru al-Sunnah . Hal itu.

mengunakan prinsip \Taisir \ ( Diantara contohnya adalah : dzikir singkat setelah sholat lima waktu. ( Seperti halnya di dalam memahami larangan menggambar makhluq yang bernyawa. antara larangan menjadikan pekerjaan membekam sebagai profesi dengan ahli bekam yang mengambil upah dari pekerjaanya. Dalam mengamalkan agama Islam. Kelima : Menetapkan masing-masing pada hukum masalah yang berbeda. Men-talil dapat dipergunakan untuk memahami kandungan dalil. Dalil hdalil umum al Quran dapat ditakhsis dengan hadist Ahad. Keputusan ini ditetapkan pada Muktamar Tarjih di Malang 1989. Seperti : Larangan memasang gambar KH. yang dimaksud adalah arah kabah. karena dikawatirkan akan membawa kepada kemusyrikan. Tidak terpisah. seperti : menjama antara pengertian suci dari haid yang berarti bersih dari darah haid dan yang berarti bersih sesudah mandi. utuh dan bulat. yang dimaksud adalah menjaga pandangan antara laki-laki dan perempuan. dapat berlaku \ ( Talil Nash adalah memahami nash Al Quran dan hadits. seperti juga menjama antara perintah sholat tahiyatul Masjid dengan larangan sholat sunnah bada Ashar. seperti menjama. alaupun akhirnya larangan ini dicabut kembali pada Muktamar Tarjih di Sidoarjo. juga perintah untuk meletakkan hijab antara laki-laki dan perempuan.dalil Al Quran dan al Sunnah. Ahmad Dahlan.orang kafir yang bertaubat. Adapun qaidah : \ al hukmu yaduuru maa Zilatihi wujudan waadaman[ dalam hal-hal tertentu . Contoh lain adalah larangan menikahi wanita non muslimah ahli kitab di Indonesia. karena akan mengakibat kepada hal-hal yang dilarang. Seperti perintah menghadap arah Masjid Al Haram dalam sholat. ( Lihat keterangan dalam point ke 5 ) 12.( Saddu al dzaraI adalah perbuatan untuk mencegah hal-hal yang mubah. dilakukan dengan cara konprehensif . Ketiga: Dengan cara mentaqyid sesuatu yang masih mutlaq . Menggunakan asas \ saddu al-daraI \ untuk menghindari terjadinya fitnah dan mafsadah. sepanjang sesuai dengan tujuan syareah. sebagai pendiri Muhammadiyah. dengan mendasarkan pada illah yang terkandung dalam nash. 8. selama aman dari fitnah ) 10. karena akan menyebabkan finah dan kemurtadan.jika dimaksudkan untuk disembah atau dikawatirkan akan menyebabkan kesyirikan ) 11.dalil untuk menetapkan suatu hukum . Pengunaaan dalil. yang pada Muktamar Majlis Tarjih di Sidoarjo 1968 diputuskan bahwa pelaksanaannya mengikuti kondisi yang ada. sholat tarawih dengan 11 rekaat ) £ . yaitu pakai tabir atau tidak. seperti larangan sholat di rumah bagi yang rumahnya dekat masjid dengan keutamaan sholat sunnah di rumah. Keempat: Dengan menentukan arti masing-masing dari dua dalil yang bertentangan. yaitu membatasi pengertian yang luas. . kecuali dalam bidang aqidah. karena kekawatiran tersebut sudah tidak ada lagi. 9.

Kemudian disempurnakan pada MUNAS Tarjih ke 26 di Padang. Dalam memahani nash . \ Burhani[ dan \ Irfani[. Maka Majlis Tarjih. 16. 2. sepanjang dapat diketahui latar belakang dan tujuannya. semakin banyak dan kompleknya problematika-problematika yang dihadapi umat Islam pada puluhan tahun akhir ini. Allah turun ke langit yang terdekat dengan bumi pada sepertiga akhir malam dll ) Penyempurnaan dan Pengembangan Majlis Tarjih Sebagaimana diketahui bahwa Persyarikatan Muhammadiyah merupakan persyarikatan yang bergerak untuk Tajdid dan pembaharuan. akan tetapi keputusankeputusan Majlis Tarjih masih ada kemungkinan mengalami perubahan kalau sekiranya dikemudian hari ada dalil atau alasan yang dipandang lebih kuat. pemahamannya dapat dengan menggunakan akal. Bahkan nama dan kedudukan Majlis dalam Persyarikatan bisa mengalami perubahan sesuai dengan kebutuhan.yaitu Pendekatan [ Bayani[ . Terutama berkembangnya pemikiran baru.hal yang termasuk \al umur al dunyawiyah[ yang tidak termasuk tugas para nabi . alaupun telah dilakukan beberapa kali sidang. ¤ ¤ . maka dipilihlah nama Pengembangan Pemikiran Islam sehingga namanya menjadi \ Majlis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam \. ( Seperti dalam memahami ayat-ayat dan hadist yang membicarakan sifat-sifat dan perbuatan Allah swt. paham sahabat dapat diterima. Meskipun harus diakui . Dalam bidang Ibadah yang diperoleh ketentuan. 15. Dalam hal.Perubahan nama \ Majlis Tarjih \. selain menggunakan metode Rukyat. adalah ketika Majlis Tarjih menentukan awal Bulan Ramadlan dan Syawal. Qiyasi dan Istishlahi ) dengan ditambah tiga pendekatan baru .juga menggunakan metode al Hisab. Dan karena nama Tarjih. sehingga prinsip mendahulukan nash daripada akal memiliki kelenturan dalam menghadapai situsi dan kondisi. Penambahan ini diputuskan pada tahun 1995.Oktober 2003. Diantara perubahan-perubahan yang terjadi dalam Majlis Tarjih adalah : 1. yang merupakan bagian terpenting dalam organisasi tersebut tidak bersifat kaku dan kolot.ketentuannya dari Al Quran dan al Sunnah. makna dlahir didahulukan dari tawil dalam bidang aqidah. Tiga pendekatan tersebut diputuskan pada MUNAS Tarjih di Malang. penggunaan akal sangat diperlukan. ketika dilangsungkan Muktamar Aceh.seperti Allah bersemayam d atas Arsy. tiga pendekatan tersebut masih belum tuntas pembahasannya.13. Untuk memahami nash yang musytarak. tidak harus diterima. demi kemaslahatan umat.akal bersifat nisbi. Dan takwil sahabat dalam hal ini. masih identik dengan masalah-masalah fiqh. tahun 2000. ( Contohnya. Karena mengingat. yang kesemuanya harus dijawab oleh Majlis Tarjih. maka nama Majlis Tarjih perlu di tambah dengan sebutan yang bisa mewakili tugas tersebut.Penambahan terhadap tiga bentuk Ijtihad yang digunakan Majlis Tarjih ( Yaitu Ijtihad Bayani. alaupun pelaksanaan secara rinci terhadap keputusan ini perlu dikaji kembali karena banyak menimbulkan problematika pada umat Islam di Indonesia ) 14.

Perampingan anggota Majlis Tarjih yaitu dengan menetapkan Anggota Tetap Majlis Tarjih .3. seperti pencabutan larangan menempel gambar KH. 5. alaupun sampai saat ini .Perubahan nama Mukatamar Tarjih menjadi MUNAS ( Musyawarah Nasional ) Tarjih. Ini dikuatkan juga dengan adanya komisi Pengembangan Himpunan Putusan Tarjih . yang bertugas untuk melakukan sidang setiap hal itu diperlukan. atau yang sering disingkat dengan MTPPI ilayah. Ahamd Dahlan. 4.Perubahan keputusan-keputusan tarjih yang dirasa kurang sesuai lagi. keputusan tersebut belum ditanfidkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. mengingat kurang efektif dan efesiennya perjalanan Muktamar Tarjih selama ini. khususnya ketika diganti namanya dengan MUNAS( Musyawarah Nasional ) . Oktober 2003 dilakukan perampingan dengan membentuk anggota tetap Majlis Tarjih yang berjumlah sekitar 99 anggota. pencabutan larangan perempuan untuk keluar rumah. Langkah-langkah ini diambil. Pada awalnya muktamar hmuktamar atau musyarawarah musyawarah Majlis yang bersifat nasional. Akan tetapi pada MUNAS Tarjih ke 26 di Padang. namun akan mempunyai pengaruh yang besar bagi perjalanan Majlis Tarjih pada masa-masa mendatang. ¥ ¥ . Oktober 2003. melibatkan utusan-utusan wilayah-wilayah yang sering berganti-ganti. pencabutan keputusan tentang larangan perempuan ikut berdemonstrasi dan lain-lain . pada MUNAS Tarjih di padang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->