P. 1
kelas07_bindo_atikah

kelas07_bindo_atikah

4.88

|Views: 51,856|Likes:

More info:

Published by: Open Knowledge and Education Book Programs on Nov 05, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2015

pdf

text

original

Biografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain.
Sebuah buku biografi biasanya berisi data diri dan perjalanan karir dari
seorang tokoh. Perjuangannya untuk meraih kesuksesan tersebut dapat
kalian teladani untuk diterapkan dalam kehidupan kalian.

Bacalah ringkasan biografi Sri Sultan Hamengku Buwono IX berikut!

Sri Sultan Hamengku Buwono IX

Ia lahir 12 April 1912 di Yogyakarta,
dengan nama Gusti Raden Mas Dorodjatun.
Ayahnya Hamengku Buwono VIII, sedang
ibunya Raden Ayu Kustilah.

Pendidikan formalnya dimulai dengan
taman kanak-kanak. Usia 6 tahun ia me-
masuki sekolah dasar. Selama menempuh
pendidikannya, ia berpindah-pindah tempat
kos dan sekolah, mulai dari Semarang,
Bandung, dan Belanda.

Sumber:Ensiklopedi
Umum untuk Pelajar
Jilid 4, 2005

Gambar 12.21 Sri
Sultan Hamengku
Buwono IX

Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII

122

Ia belajar hukum tata negara di
Belanda, tapi tidak selesai karena dipanggil
pulang ayahandanya. Sewaktu tiba di
Batavia, ia menerima keris Joko Piturun dari
Sultan Hamengku Buwono VIII, ayahnya.
Ini merupakan petunjuk bahwa ia kelak akan
menjadi raja, menggantikan ayahnya.
Setibanya di Yogyakarta, Sultan
Hamengku Buwono VIII masuk rumah sakit
karena penyakit gulanya, dantidak lama
kemudian meninggal dunia. Dorodjatun,lalu
diangkat menjadi pengganti, sebagai Raja
Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat,
pada tanggal 18 Maret 1940.

Saat ia menjadi raja, Indonesia sudah
dijajah Belanda. Waktu itu Belanda sering
memaksakan perjanjian yang merugikan
pihak keraton dan rakyat banyak. Saat
Indonesia dijajah Jepang, ia sering
bersitegang dengan Jepang.

Ketika proklamasi kemerdekaan Indo-
nesia dikumandangkan, segera ia mengirim
suratkawat kepada para proklamator dan
KRT Radjiman Wediodiningrat. Isinya
menyatakan kesanggupannya berdiri di
belakang pemimpin Republik Indonesia.
Secara tegas ia mengatakan bahwa
Yogyakarta menjadi Daerah Istimewa yang
langsung bertanggung jawab kepada
Presiden Republik Indonesia. Ketika Jakarta
tidak aman, KeratonYogyakarta bahkan
dijadikan kantor tentara.
Ketika Belanda datang kembali, ia
menganjurkan agar Pemerintah Indonesia
pindah ke Yogyakarta. Ini terjadi tanggal
4 Januari 1946. Ketika Belanda dapat
menguasai Yogyakarta, Sri Sultan
Hamengku Buwono IX tetap menunjukkan
kesetiaannya kepada Republik Indonesia.

Sri Sultan pertama kali menjadi
anggota kabinet, dalam Kabinet Syahrir
tahun 1946, sebagai Menteri Negara
Urusan Keamanan. Sejak itu ia sering
duduk dalam pelbagai kabinet sampai
menjadi Wakil Presiden tahun 1973 – 1978.
Sampai wafatnya, ia menjadi Gubernur
Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selain jabatannya di pemerintahan,
Sri Sultan juga menjadi ketua Kwartir
Nasional Gerakan Pramuka,Komite
Olahraga Nasional Indonesia, dan lain-lain.
Selain sebagai politikus dan nega-
rawan yang baik, bidang kesenian dan
kebudayaan pun ia kuasai dengan baik.
Di masa remaja ia aktif mencipta tari,
antara lain tari Golek Menak, yang
berpedoman pada cerita Menak.
Tanggal 3 Oktober 1988, Sri Sultan
meninggal dunia di Washington, Amerika
Serikat. Jenazahnya dimakamkan di
Pemakaman Saptorenggo, yang merupakan
makam raja Mataram di Imogiri. Upacara
yang mengantarkannya ke peristirahatan
terakhir, dihadiri olehsemua lapisan
masyarakat, tidak hanya masyarakat
Yogyakarta sendiri, tapi seluruh masyarakat
Indonesia. Untuk menghormatinya, peme-
rintah mengumumkan hari berkabung
nasional selama seminggu.
Mangkubumi, putra sulung Sri Sultan
Hamengku Buwono IX kemudian ditunjuk
sebagai penggantinya untuk memimpin
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat,
dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwono
X. Adapun sebagai Gubernur Daerah
Istimewa Yogyakarta adalah Sri Paku Alam
VIII.

(Sumber:Ensiklopedi Anak Nasional jilid 10,
2005)

Berikut ini beberapa informasi yang dapat diperoleh dari kegiatan mem-
baca ringkasan biografi di atas.

1.Riwayat Hidup Sri Sultan Hamengku Buwono IX

a.Lahir di Yogyakarta, 12 April 1912.
b.Nama kecilnya adalah Gusti Raden Mas Dorodjatun.
c.Nama ayahnya adalah Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.

Pemerintahan yang Bersih123

d.Nama ibunya adalah Raden Ayu Kustilah.
e.Beliau diangkat menjadi raja pada tanggal 18 Maret 1940.
f.Beliau meninggal pada tanggal 3 Oktober 1988 dan dimakamkan
di Pemakanan Saptorenggo di Imogiri, Yogyakarta.

2.Hal-hal yang Dapat Diteladani

Kesetiaan yang dimilikinya terhadap negara Indonesia perlu diteladani.
Selain itu, walaupun ia sibuk menjadi anggota kabinet, ia tetap meluangkan
waktunya untuk berkecimpung di bidang kesenian dan kegiatan
kepemudaan lainnya.

Bentuklah kelompok dengan anggota lima anak. Kemudian, carilah teks
profil seorang tokoh di bidang pemerintahan.Lalu bahaslah bersama anggota
kelompokkaliantentang riwayat hidup tokoh, keistimewaan, dan hal-hal yang
dapat kalian teladani. Selanjutnya, simpulkanlah pembahasan kalian tersebut!

Tugas

D.Menulis Pesan Singkat

Pada Pelajaran 7 kalian tentunya telah mempelajari cara penulisan
memorandum, bukan? Memorandum yang baik hendaknya ditulis dengan
menggunakan bahasa yang ringkas, padat, jelas, dan mudah dimengerti.

Perhatikan contoh memorandum berikut ini!

SMP BERDIKARI

Jalan Malabar Selatan No. 51
Pematangsiantar

MEMO

Dari

:

Kepada:

Sumber:Dokumen Penerbit, 2008

Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII

124

Buatlah sebuah memorandum berdasarkan ilustrasi berikut ini!

Kepala Desa Mekar Sari meminta kepada bendahara desa untuk
segera melaporkan penyaluran dana bantuan kepada rakyat miskin di desa
tersebut.

Tugas

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->