P. 1
3 Virus

3 Virus

|Views: 47|Likes:
Published by ichatriasa

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: ichatriasa on Jan 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/25/2012

pdf

text

original

Apa itu Virus a. bukan sel b. tidak dapat melakukan metabolisme c. tidak dapat berespons terhadap rangsangan d.

perbanyakan hanya terjadi di dalam sel hidup dengan menjadi parasit pada sel yang diinfeksi e. terbentuk sebagai hasil mutasi dan seleksi alam

Virus merupakan mahluk tak hidup dengan beragam bentuk. 1. Semua virus dapat menginfeksi. 2. Pada tahun 1884, Pasteur menduga benda yang lebih kecil dari bakteri yang menyebabkan rabies : Dia memilih istilah bahasa latin yaitu "poison." 3. Pada tahun 1892, ahli biologi Rusia Dimitri Ivanowsky, bekerja dengan virus mozaik tembakau, menguatkan hipotesis Pasteur bahwa ada agen penginfeksi yang lebih kecil dari bakteri. 4. Dengan ditemukannya mikroskop elektron, agen penginfeksi yang lebih kecil dari bakteri dapat dilihat.

Struktur Virus 1. Virus memiliki ukuran yang sama dengan ukuran protein terbesar, umumnya berdiameter lebih kecil dari 200 nm. 2. Beberapa virus dapat dimurnikan dan dikristalisasi, dan kristal dapat disimpan dalam jangka waktu yanglama. 3. Kristal virus dapat menginfeksi bila partikel virus berada bersama sel inang

4. Semua virus memiliki sedikitnya dua bagian : a. Bagian luar disebut capsid yang tersusun oleh subunit protein. b. Bagian dalam disebut pusat yang berisi baik DNA (asam nukleat deoksiribosa) maupun RNA (asam nukleat ribosa). 1) Genom virus kebanyakan memiliki beberapa ratus gen ; sel manusia berisi ribuan gen. 2) Pembungkus virus sebagian membran plasma inang dengan yang membungkus glikoprotein virus. 3) Partikel virus memiliki protein, terutama enzim (misalnya polymerase, yang menghasilkan DNA atau RNA virus.

5. Klasifikasi virus didasarkan pada a. tipe asam nukleatnya, meliputi apakah rantai tunggal atau rantai ganda ; b. ukuran dan bentuknya dan c. ada atau tak adanya amplop terluar.

Parasit Alami 1. Virus merupakan parasit intraseluler obligat yang tidak dapat memperbanyak di luar sel hidup. a. Virus khewan di laboratorium diperbanyak pada embrio ayam hidup atau pada kultur jaringan sel. b. Virus menginfeksi semua jenis sel dari sel bakteri sampai manusia, namun sangat khusus. 1) Virus mozaik tembakau hanya menginfeksi tanaman tertentu. 2) Virus rabies hanya menginfeksi mamalia. 3) Virus AIDS, HIV, hanya menginfeksi sel darah manusia tertentu. 4) Virus Hepatitis hanya menginvasi jaringan hati. 5) Virus Polio hanya mereproduksi dalam sel syaraf sumsum tulang belakang.

2. Evolusi Virus a. Virus berasal dari sel yang diinfeksinya. b. Sehingga, asam nukleat berasal dari genom sel inangnya. c. Selanjutnya, virus baru terbentuk setelah selnya terbentuk. 3. Virus sering bermutasi, sehingga tepat bila dikatakan virus terbentuk. a. Mutan menjadi masalah, karena vaksin yang efektif hari ini belum tentu efektif besok. b. Virus Influenza (flu) secara teratur bermutasi.

Replikasi Virus 1. Virus dapat masuk ke dalam sel inang secara khusus karena bagian yang disebut capsid (atau kaitan dari amplop) menempel pada bagian reseptor khusus pada permukaan sel inang. 2. Asam nukleat virus masuk ke sel, sehingga kode genom virus untuk produksi unit protein dalam capsid. 3. Virus akan memiliki gen untuk beberapa enzim khusus yang dibutuhkan virus untuk memproduksi dan keluar dari sel inang. 4. Virus mengandalkan enzim, ribosom, transfer RNA (tRNA), dan ATP inang untuk replikasi virus. 5. Virus mengambil alih mesin metabolisme sel inang ketika reproduksi terjadi.

Replikasi Bakteriofag 1. Bakteriofag (fag) merupakan virus sebagai parasit pada sel bakteri. 2. Siklus Lisis merupakan siklus hidup bakteriofag dari lima tahap, virus mengambil alih operasi bakteri dengan segera setelah memasukinya dan menghancurkan bakteri. a. Selama penempelan, bagian dari capsid berikatan dengan reseptor pada dinding sel bakteri. b. Selama penetrasi, enzim virus mencerna bagian dinding sel ; DNA virus disuntikan ke sel bakteri. c. Biosintesis melibatkan sintesis komponen virus; dimulai setelah virus mengambil suatu penonaktifan dari gen inang yang tak penting dalam replikasi virus d. Selama pematangan, DNA virus dan capsid dirangkai untuk menghasilkan beberapa ratus partikel virus dan lisozim. e. Ketika lisozim menghancurkan dinding sel, pelepasan partikel virus terjadi dan sel bakteri mati.

3. Siklus Lysogenik merupakan siklus dimana virus melalui DNA nya masuk ke bakteri namun kemudian bekerja sebagai fag a. Setelah penempelan dan penetrasi, DNA virus terintegrasi dengan DNA bakteri tanpa menghancurkan DNA inang, sehingga fag sebagai laten dan DNA Virus disebut profag. b. Profag direplikasi mengikuti DNA inang; seluruh bagian sel (sel lisogenik) membawa suatu kopiannya. c. Faktor lingkungan tertentu (misalnya, radiasi ultraviolet) menginduksi profag untuk masuk ke tahap biosintesis dari siklus lisis yang diikuti dengan pematangan dan pelepasan.

Replikasi Virus Khewan 1. Virus khewan mereplikasi serupa dengan bakteriofag namun ada sedikit modifikasi. a. Jika virus memiliki amplop, kaitan glikoprotein dapat menempel ke reseptor membrane plasma. b. Genon virus dibungkus oleh capsid yang melakukan penetrasi ke sel inang. c. Ketika berada di dalam, virus tidak dibungkus semacam amplop dan capsid disingkirkan. d. Bebas dari pembungkus, proses genom virus (DNA or RNA) melalui biosintesis e. Rangkaian partikel virus baru dilepaskan oleh tunas. f. Komponen dari amplop virus (yaitu, lipida, protein, dan karbohidrat) diperoleh dari plasma atau membrane inti karena virus tinggal di sel. g.Tunas tidak segera membunuh sel inang.

2. Retrovirus merupakan RNA virus khewan dengan tahap DNA. a. Retrovirus berisi transkriptase ulang yang melakukan transkripsi ulang yang menghasilkan cDNA. b. cDNA virus terintegrasi ke dalam DNA inang dan direplikasi seperti replikasi DNA inang. c. DNA virus direkam; virus baru dihasilkan oleh biosintesis, pematangan dan pelepasan oleh pertunasan. d. Retrovirus termasuk virus AIDS (misalnya, HIV) dan juga menyebabkan bentuk kanker tertentu.

To help protect your privacy, PowerPoint prevented this external picture from being automatically downloaded. To download and display this picture, click Options in the Message Bar, and then click Enable external content.

G. Infeksi Virus 1. Virus menyebabkan penyakit infeksi pada tumbuhan dan khewan termasuk manusia 2. Beberapa virus khewan spesifik terhadap sel manusia :: papillomavirus, virus herpes, virus hepatitis, dan adenovirus, yang menyebabkan kanker spesifik. 3. Beberapa virus merupakan penghasil kanker karena membawa bersamanya oncogen, gen normal yang mentransformasi sehingga dapat menyebabkan sel melakukan pembelahan sel berulang. 4. Pada manusia, penyakit virus dikendalikan dengan pencegahan transmisi, melakukan Vaksinasi dan baru-baru ini dengan obat antivirus. 5. Antibiotika tidak mengobati infeksi virus karena virus menggunakan enzim sel inang, bukan enzimnya sendiri, dengan mengganggu enzim akan membunuh sel inang

6. Ribuan virus tumbuhan menyebabkan penyakit; infeksi virus sulit untuk dibedakan dari defisiensi unsur hara dan tumbuhan tetap memperbanyak diri tak terganggu infeksi virus 7. Viroid merupakan rangkaian RNA telanjang, lusinan darinya sebagai penyebab penyakit pada tanaman. 8. Prion merupakan agen penyakit yang ditemukan terbaru yang beragam dari virus dan bakteri. a. Prion merupakan protein dengan struktur bentuk tersier yang salah yang menyebabkan protein lain kacau. b. Penyakit Creutzfeldt-Jakob pada manusia dan scrapie dan penyakit sapi gila (BSE) di perternakan disebabkan oleh prion.

Struktur adenovirus (kiri), dan transmisi elektron mikrograf dari virus. Adenovirus merupakan virus DNA yang menyebabkan kedinginan dan "pink eye".

Structure (kiri) dan elektron mikrograf ( penambahan warna) dari paillomavirus. Papillomavirus merupakan virus DNA yang menyebabkan kutil. Partikel penginfeksi ini kecil, dengan diameter sekitar 15 nm.

Transmisi elektron mikrograf virus influenza. Virus influenza menyebabkan flu. Virus memiliki RNA sebagai bahan genetika yang biasanya DNA.

Beberapa virus bakteriofag T. Struktur virus bakteriofag T. Bakteriofag lain dapat menginfeksi inang dan menyisipkan DNAnya ke dalam DNA inang. Pada kondisi tertentu DNA virus dapat merobek dan mereplikasi secara langsung virus yang baru, sehingga membunuh sel inangnya. Ketika di dalam sel , asam nukleat nya mengikuti satu dari dua jalur : lisis atau lisogenik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->