ALAT-ALAT PERLENGKAPAN NEGARA. Ketentuan umum. Pasal 44 Alat-alat perlengkapan Negara ialah : a.

Presiden dan wakil Presiden; b.Menteri-menteri; c.Dewan Perwakilan Rakyat; d.Mahkamah Agung; e.Dewan Pengawas Keuangan. BAGIAN I. Pemerintah. Pasal 45. *146 1.Presiden ialah Kepala Negara. 2.Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu seorang Wakil-Presiden. 3.Presiden dan Wakil-Presiden dipilih menurut aturan yang ditetapkan dengan undang-undang. 4.Untuk pertama kali Wakil-Presiden diangkat oleh Presiden dari anjuran yang dimajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat. 5.Presiden dan Wakil-Presiden harus warga-negara Indonesia yang telah berusia 30 tahun dan tidak boleh orang yang tidak diperkenankan serta dalam atau menjalankan hak-pilih ataupun orang yang telah dicabut haknya untuk dipilih. Pasal 46. 1.Presiden dan Wakil-Presiden berkedudukan di tempat kedudukan Pemerintah. 2.Pemerintah berkedudukan di Jakarta, kecuali jika dalam hal darurat Pemerintah menentukan tempat yang lain. Pasal 47 Presiden dan Wakil-Presiden sebelum memangku,jabatan, mengangkat sumpah (menyatakan keterangan) menurut cara agamanya di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat, sebagai berikut "Saya bersumpah (menerangkan) bahwa saya, untuk dipilih menjadi Presiden (Wakil-Presiden) Republik Indonesia, langsung ataupun tak langsung, dengan nama atau dengan dalih apapun, tiada memberikan atau menjanjikan ataupun akan memberikan sesuatu kepada siapapun juga. Saya bersumpah (berjanji) bahwa saya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatan ini, tiada sekali-kali akan menerima dari siapapun juga, langsung ataupun tak langsung sesuatu janji atau pemberian. Saya bersumpah (berjanji) bahwa saya dengan sekuat tenaga akan memajukan kesejahteraan Republik Indonesia dan bahwa saya akan melindungi dan mempertahankan kebebasan-kebebasan dan hak-hak umum dan khusus sekalian penghuni Negara. Saya bersumpah (berjanji) setia kepada Undang-undang Dasar dan lagi bahwa saya akan memelihara segala peraturan yang berlaku bagi Republik Indonesia, bahwa saya akan setia kepada Nusa dan Bangsa dan bahwa saya dengan setia akan memenuhi segala kewajiban yang ditanggungkan kepada saya oleh jabatan Kepala

masing. Saya bersumpah (berjanji) bahwa saya. untuk diangkat menjadi Menteri.Sesuai dengan anjuran pembentuk Kabinet itu. Pasal 50. Presiden menetapkan siapa-siapa dari Menteri-menteri itu diwajibkan memimpin Kementerian masing.Pengangkatan atau penghentian antara-waktu Menteri-menteri begitu pula penghentian Kabinet dilakukan dengan Keputusan Presiden. *147 Pasal 49. Pasal 52. oleh salah seorang Menteri yang ditunjuk oleh Dewan Menteri. Yang dapat diangkat menjadi Menteri ialah warga-negara Indonesia yang telah berusia 25 tahun dan yang bukan orang yang tidak diperkenankan serta dalam atau menjalankan hak-pilih ataupun orang yang telah dicabut haknya untuk dipilih.Presiden menunjuk seorang atau beberapa orang pembentuk Kabinet. untuk melakukan atau *148 tidak melakukan sesuatu dalam jabatan ini. Pasal 48 Jika Presiden mangkat. 2. langsung ataupun tak langsung dengan nama atau dalih apapun. 3. Presiden membentuk Kementerian-kementerian.Dewan Menteri senantiasa memberitahukan segala urusan yang penting kepada Presiden dan WakilPresiden.Sesuai dengan anjuran pembentuk itu juga. 2.Untuk merundingkan bersama-sama kepentingan-kepentingan umum Republik Indonesia. 4. berhenti atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya. langsung ataupun tak langsung sesuatu janji atau pemberian. Masing-masing Menteri berkewajiban demikian juga berhubung dengan urusan-urusan yang khusus masuk tugasnya. Pasal 53. ia diganti oleh Wakil Presiden sampai habis waktunya. Presiden boleh mengangkat Menteri-menteri yang tidak memangku sesuatu Kementerian. 1. Menteri-menteri mengangkat sumpah (menyatakan keterangan) di hadapan Presiden menurut cara agamanya. 1. sebagai berikut : "Saya bersumpah (menerangkan) bahwa saya.Keputusan-keputusan Presiden yang memuat pengangkatan yang diterangkan dalam ayat (2) dan (3) pasal ini ditanda-tangani serta oleh pembentuk Kabinet. . tiada sekali-kali menerima dari siapapun juga. Menteri-menteri bersidang dalam Dewan Menteri yang diketuai oleh Perdana Menteri atau dalam hal Perdana Menteri berhalangan. Sebelum memangku jabatannya. sebagai sepantasnya bagi Kepala Negara (Wakil Kepala Negara yang baik). tiada memberikan atau menjanjikan ataupun akan memberikan sesuatu kepada siapapun juga.Negara (Wakil Kepala Negara) Republik Indonesia. 5. Presiden mengangkat seorang dari padanya menjadi Perdana Menteri dan mengangkat Menteri-menteri yang lain. Pasal 51.

1.pengangkatan itu. 6 dan 3 Anggota. Mereka meletakkan jabatannya bersama-sama dan sesudahnya dapat dipilih kembali. ketentuan ini tidak mengurangi yang ditetapkan dalam ayat kedua Pasal 58. Pasal 59. Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat dipilih dalam suatu pemilihan umum oleh warga-negara Indonesia yang memenuhi syarat-syarat dan menurut aturan-aturan yang ditetapkan dengan Undang-undang. jika ada.kurangnya 9. Jumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat sebagai tersebut dalam Pasal 56 ditambah dalam hal itu jika perlu dengan jumlah pengangkatan.000 jiwa penduduk warga-negara Indonesia mempunyai seorang wakil. bahwa saya akan memelihara segala peraturan yang berlaku bagi Republik Indonesia. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT. Pasal 56 Dewan Perwakilan Rakyat mewakili seluruh Rakyat Indonesia dan terdiri sejumlah Anggota yang besarnya ditetapkan berdasar atas perhitungan setiap 300.alam atau menjalankan hak-pilih ataupun orang yang haknya . Wakil-Presiden dan Menteri-menteri tidak boleh.Yang ditetapkan dalam ayat (2) dan (3) pasal ini tetap berlaku atas mereka selama tiga tahun sesudah mereka meletakkan jabatannya. diatur dengan Undang-undang. bahwa saya akan setia kepada Nusa dan Bangsa dan bahwa saya akan memenuhi dengan setia segala kewajiban yang ditanggungkan kepada saya oleh jabatan Menteri". Pasal 55. bahwa saya dengan sekuat tenaga akan mengusahakan kesejahteraan Republik Indonesia. Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat dipilih untuk masa empat tahun.rugi yang lain-lain. gaji Wakil-Presiden dan gaji Menteri-menteri. Yang boleh menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat ialah warga-negara yang telah berusia 25 tahun dan bukan orang yang tidak diperkenankan serta d.Saya bersumpah (berjanji) setia kepada Undang-undang Dasar. langsung atau tak langsung turut-serta dalam ataupun menjadi penanggung untuk sesuatu badan perusahaan yang berdasarkan perjanjian untuk memperoleh laba atau untung yang diadakan dengan Republik Indonesia atau dengan sesuatu daerah otonom dari Indonesia.Jabatan Presiden. kecuali surat-surat-utang umum. ganti. Eropah dan Arab akan mempunyai wakil dalam Dewan Perwakilan Rakyat dengan berturut-turut sekurang. 4.Presiden. Pasal 60. maka Pemerintah Republik Indonesia mengangkat wakil-wakil tambahan bagi golongan-golongan kecil itu. 2. begitu pula ganti rugi untuk biaya perjalanan dan biaya penginapan dan. BAGIAN II.Jika jumlah-jumlah itu tidak tercapai dengan pemilihan menurut Undang-undang termaksud dalam Pasal 57. 3. Pasal 57. Wakil-Presiden dan Menteri tidak boleh dipangku bersama-sama dengan menjalankan jabatan umum apapun di dalam dan di luar Republik Indonesia.Golongan-golongan kecil Tionghoa. 2.Mereka tidak boleh mempunyai piutang atas tanggungan Republik Indonesia. Pasal 58. *149 1. Pasal 54. Gaji Presiden.

1. langsung atau tak langsung. menurut cara agamanya sebagai berikut : "Saya bersumpah (menerangkan) bahwa saya. *150 Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat sebelum memangku jabatannya. dari siapapun juga sesuatu janji atau pemberian. untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatan ini. mengangkat sumpah (menyatakan keterangan) di hadapan Presiden atau Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yang dikuasakan untuk itu oleh Presiden.Dewan Perwakilan Rakyat bersidang. Ketua.Keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat tidak dapat dirangkap dengan jabatan Presiden. Pasal 62. Pasal 66. untuk dipilih (diangkat) menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Pasal 63. 2. 1.Selama pemilihan Ketua dan Wakil-Ketua belum disahkan oleh Presiden. Pemilihan-pemilihan ini membutuhkan pengesahan Presiden. Wakil-Ketua atau Anggota Dewan Pengawas Keuangan. tiada sekali-kali akan menerima. 2. Pasal 65. Presiden Bank-Sirkulasi dan jabatan-jabatan lain yang ditentukan dengan Undang-undang.Ketua memanggil rapat Dewan Perwakilan Rakyat.untuk dipilih telah dicabut. .Dewan Perwakilan Rakyat memilih dari antaranya seorang Ketua dan seorang atau beberapa orang WakilKetua.Anggota Angkatan Perang dalam dinas aktif yang menerima keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat. Saya bersumpah (berjanji) bahwa saya. bahwa saya akan berusaha dengan sekuat tenaga memajukan kesejahteraan Republik Indonesia dan bahwa saya akan setia kepada Nusa dan Bangsa". Wakil Ketua atau Anggota Mahkamah Agung. 3. Pasal 61. dengan nama atau dalih apapun. Pasal 64. Wakil-Presiden. 1. Dalam rapat Dewan Perwakilan Rakyat Ketua memberi kesempatan berbicara kepada Menteri-menteri. Setelah berhenti menjadi Anggota. 2. apabila dan tiap-tiap kali mereka mengingininya. apabila Pemerintah menyatakan kehendaknya tentang itu atau apabila Ketua atau sekurang-kurangnya sepersepuluh dari jumlah Anggauta Dewan Perwakilan Rakyat menganggap hal itu perlu. Ketua. rapat diketuai untuk sementara oleh Anggota yang tertua umurnya. dengan sendirinya menjadi non-aktif selama keanggotaan itu. Saya bersumpah (berjanji). tiada memberikan atau menjanjikan ataupun akan memberikan sesuatu kepada siapapun juga. bahwa saya senantiasa akan membantu memelihara Undang-undang Dasar dan segala peraturan yang lain berlaku bagi Republik Indonesia. ia kembali dalam dinas-aktif lagi. langsung ataupun tak langsung. Jaksa Agung.Seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang merangkap menjadi Menteri tidak boleh mempergunakan hak atau melakukan kewajibannya sebagai Anggota badan tersebut selama ia memangku jabatan Menteri.

Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai hak interpelasi dan hak menanya. 1. kecuali jika Ketua menimbang perlu pintu ditutup ataupun sekurang-kurangnya sepuluh Anggota menuntut hal itu. menurut perasaan kehormatan dan keinsyafan batinnya. *151 Pasal 69. wajib merahasiakan yang dibicarakan dalam rapat itu. Pasal 72.Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat mengeluarkan suaranya sebagai orang yang bebas. . Anggota-anggota mempunyai hak menanya.Rapat-rapat Dewan Perwakilan Rakyat terbuka untuk umum. 3. 2. 1.Menteri-menteri memberikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. 1. tidak atas perintah atau dengan kewajiban berembuk dahulu dengan mereka yang menunjuknya sebagai Anggota.Tentang hal-hal yang dibicarakan dalam rapat tertutup dapat juga diputuskan dengan pintu tertutup. Pasal 67. Pasal 68. Pasal 73. baik dengan lisan maupun dengan tertulis. Dewan Perwakilan Rakyat mengadakan rapat-rapatnya di Jakarta kecuali jika dalam hal-hal darurat Pemerintah menentukan tempat yang lain. kecuali jika mereka dengan itu mengumumkan apa yang dikatakan atau yang dikemukakan dalam rapat tertutup dengan syarat supaya dirahasiakan. 2. 2. kecuali jika Majelis ini memutuskan lain. Pasal 74. ataupun jika kewajiban merahasiakan itu dihapuskan. segala penerangan yang dikehendaki menurut ayat yang lalu dan yang pemberiannya dianggap tidak berlawanan dengan kepentingan umum Republik Indonesia. Pasal 71 Ketua dan Anggauta-anggauta Dewan Perwakilan Rakyat begitu pula Menteri-menteri tidak dapat dituntut di muka pengadilan karena yang dikatakannya dalam rapat atau yang dikemukakannya dengan surat kepada Majelis itu. Pasal 70 Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai hak menyelidiki (enquete).Mereka tidak mengeluarkan suara tentang hal yang mengenai dirinya sendiri. tunjangan-tunjangan yang akan diberikan kepada Anggota-anggota dan mungkin juga kepada Ketua. Gaji Ketua Dewan Perwakilan Rakyat.1. Mereka memberitahukan hal itu dengan surat kepada Ketua.Sesudah pintu ditutup. menurut aturan-aturan yang ditetapkan dengan Undang-undang. begitu pula biaya perjalanan dan penginapan yang harus didapatnya. diatur dengan Undang-undang.Sekalian orang yang menghadiri rapat Dewan Perwakilan Rakyat yang tertutup. rapat memutuskan apakah permusyawaratan dilakukan dengan pintu tertutup. Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat setiap waktu boleh meletakkan jabatannya.

Hal itu berlaku juga terhadap Anggota-anggota. Wakil-Ketua dan Anggota-anggota Senat. Wakil-Ketua dan Anggota-anggota Mahkamah Agung diangkat menurut aturan-aturan yang ditetapkan dengan Undang-undang.2. BAGIAN III.Dewan Perwakilan Rakyat tidak boleh bermusyawarat atau mengambil keputusan.Mereka dapat dipecat atau diberhentikan menurut cara dan dalam hal yang ditentukan oleh Undangundang.Mereka dapat diberhentikan oleh Presiden atas permintaan sendiri. atau dalam hal lain.Apabila. Pengangkatan itu adalah untuk seumur hidup. Wakil-Ketua dan Anggota-anggota Mahkamah Agung diberhentikan. Pasal 80.Sekedar dalam Undang-undang Dasar ini tidak ditetapkan lain. . 3. DEWAN PENGAWAS KEUANGAN. 4. Ketua. dalam hal rapat itu lengkap anggotanya. bahwa Ketua. Apabila suara-suara sama berat lagi. 3. Pasal 77. Susunan dan kekuasaan Mahkamah Agung diatur dengan Undang-undang. usul itu dianggap ditolak. MAHKAMAH AGUNG. Wakil-Ketua dan Anggota-anggota Dewan Pertimbangan Agung. Pasal 79. Wakil-wakil Ketua dan Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat. *152 2. Pasal 78. maka usul itu dianggap ditolak. suara-suara sama berat. 1. Dewan Perwakilan Rakyat selekas mungkin menetapkan peraturan ketertibannya. Wakil-wakil Ketua dan Anggota-anggota Badan Pekerja Komite Nasional Pusat dan Ketua. Pasal 76. mengambil keputusan ditangguhkan sampai rapat yang berikut. Susunan dan kekuasaan Dewan Pengawas Keuangan diatur dengan Undang-undang. Pasal 81. pada waktu mengambil keputusan.Pemungutan suara tentang orang dilakukan dengan rahasia dan tertulis. 2. apabila mencapai usia yang tertentu. Dengan tidak mengurangi ketentuan dalam Pasal 138. jika tidak hadir lebih dari seperdua jumlah anggota-sidang. Menteri-menteri dan pegawai-pegawai yang mendapat tahu dengan cara bagaimanapun tentang yang dibicarakan itu. Apabila suara-suara sama berat. ketentuan ini tidak mengurangi yang ditetapkan dalam ayat-ayat yang berikut. 1.Ketua.Undang-undang dapat menetapkan. *153 BAGIAN IV. Ketua. 4. maka keputusan diambil dengan undian. Dewan Perwakilan Rakyat terdiri dari Ketua. maka untuk pertama kali selama Dewan Perwakilan Rakyat belum tersusun dengan pemilihan menurut Undang-undang. maka segala keputusan diambil dengan jumlah terbanyak mutlak suara yang dikeluarkan. Pasal 75.

1. 2.Mereka dapat dipecat atau diberhentikan menurut cara dan dalam hal yang ditentukan dengan Undangundang. Pengangkatan itu adalah untuk seumur hidup. apabila mencapai usia yang tertentu.Undang-undang dapat menetapkan. Wakil-Ketua dan Anggota-anggota diberhentikan. ketentuan ini tidak mengurangi yang ditetapkan dalam ayatayat yang berikut.Mereka dapat diberhentikan oleh Presiden atas permintaan sendiri. 4. Wakil-Ketua dan Anggota-anggota Dewan Pengawas Keuangan diangkat menurut aturan-aturan yang ditetapkan dengan Undang-undang. 3. bahwa Ketua. .Ketua.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful