MAKALAH IMUNISASI DASAR BAYI BARU LAHIR Dajukan sebagai peryaratan mengikuti ujian semester3 Pembimbing: Bpk.

Ahmad Rifai

Disusun Oleh : 1. 2. 3. 4. 5. 6.

D-III ADMINISTRASIPEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI MALANG 2011/2012

Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada Dosen pembimbing Bpk. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang IMUNISASI. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.KATA PENGANTAR Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Malang. Makalah ini memuat tentang “IMUNISASI DASA BAYI BARU LAHIR” yang sangat penting bagi bayi baru lahir. yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Terima kasih. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Ahmad Rifai yang telah membimbing penyusun agar dapat mengerti tentang bagaimana cara kami menyusun karya tulis ilmiah. 1November 2011 . Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.

Daftar isi BAB I .

5. 2. 3.PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah sik. Pengertian Imunisasi jenis imunisasi wajib jadwal pemberian imunisasi mamfaat imunisasi mamfaat imunisasi BAB II . 4. untuk mengutahui lebih lanjut hal-hal yang brhubungan dengan komunikasi Tujuan Pembahasan Masalah : 1.

karena tubuh belum mempunyai “pengalaman”. terhadap penyakit menular (Theophilus. Dalam sejarah. 2005) 1). Saiful Anwar. BCG (Bacille Calmette Guerin) Imunisasi BCG berguna untuk mencegah penyakit tuberkulosis berat. Mehl dan Madrona. 2000. b. yang bekerja sama secara kolektif dan terkoordinir untuk melawan benda asing seperti kuman-kuman penyakit atau racunnya. Jenis imunisasi wajib terdiri dari: (Sri Rezeki. Disuntikkan secara intra dermal di bawah lengan kanan atas. ke-3 dan seterusnya. atau seandainya terkena pun.PEMBAHASAN a. tubuh sudah mempunyai memori untuk mengenali antigen tersebut sehingga pembentukan antibodi terjadi dalam waktu yang lebih cepat dan dalam jumlah yang lebih banyak. Imunisasi ini sebaiknya diberikan sebelum bayi berusia 2 – 3 bulan. Misalnya TB paru berat. 2001). perlu dilakukan tindakan imunisasi atau vaksinasi. dan lebih spesifik lagi. tidak akan menimbulkan akibat yang fatal (Gordon. Sedangkan imunisasi yang dianjurkan untuk penyakit-penyakit khusus yang biasanya tidak seberat kelompok pertama. Tidak dianjurkan BCG ulangan. Wajib jika kejadian penyakitnya cukup tinggi dan menimbulkan cacat atau kematian. Jenis imunisasi wajib Berdasarkan program pengembangan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Suntikan BCG akan meninggalkan jaringan parut pada bekas suntikan. maka sebagai reaksinya tubuh akan membuat zat anti yang disebut dengan antibodi.10 ml. Sistem imun adalah suatu sistem dalam tubuh yang terdiri dari sel-sel serta produk zat-zat yang dihasilkannya. Kuman termasuk antigen yang masuk ke dalam tubuh. 2001). Pengertian imunisasi Kata imun berasal dari bahasa Latin (immunitas) yang berarti pembebasan (kekebalan) yang diberikan kepada para senator Romawi selama masa jabatan mereka terhadap kewajiban sebagai warganegara biasa dan terhadap dakwaan. . 2002). reaksi pertama tubuh untuk membentuk antibodi tidak terlalu kuat. Di Indonesia imunisasi mempunyai pengertian sebagai tindakan untuk memberikan perlindungan (kekebalan) di dalam tubuh bayi dan anak. istilah ini kemudian berkembang sehingga pengertiannya berubah menjadi perlindungan terhadap penyakit.05 ml dan anak 0. Pada umumnya. yang masuk ke dalam tubuh. Program Pengembangan Imunisasi (PPI) yang diwajibkan dan Program Imunisasi Non PPI yang dianjurkan. BCG tidak menyebabkan demam. Itulah sebabnya. pada beberapa jenis penyakit yang dianggap berbahaya. Dosis untuk bayi kurang setahun adalah 0. Hal ini dimaksudkan sebagai tindakan pencegahan agar tubuh tidak terjangkit penyakit tersebut. Pada reaksi yang ke-2. agar terlindung dan terhindar dari penyakit-penyakit menular dan berbahaya bagi bayi dan anak (RSUD DR.

” Selain itu. DPT (Difteri. karena si penderita mengalami batuk keras yang terus menerus. Karena itu. Kuman-kuman itu masuk ke dalam tubuh melalui luka goresan atau luka bakar yang telah terkontaminasi oleh tanah. sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. pertusis bisa menyebabkan infeksi di paru-paru. Selain itu juga menimbulkan toksin atau racun yang berbahaya untuk jantung. Penyakit ini membuat penderita mengalami batuk keras secara terus menerus dan bisa berakibat gangguan pernapasan dan saraf. Penyakit ini dapat ditemukan di seluruh dunia yang disebabkan virus Hepatitis B. 3). yaitu difteri. maka dia dapat menularkan penyakit itu pada anaknya. pertusis. Penyakit ini sangat menular dan disebabkan virus yang menimbulkan peradangan pada hati. Kurang lebih 90 persen bayi dan 5 persen orang dewasa akan terus membawa virus ini dalam tubuhnya setelah masa akut penyakit ini berakhir. dalam pengobatan steroid jangka panjang. Hepatitis B Imunisasi Hepatitis B diberikan sedini mungkin setelah lahir. Ulangan imunisasi Hepatitis B dapat dipertimbangkan pada umur 10-12 tahun. Batuk rejan yang juga dikenal Pertusis atau batuk 100 hari. membuat ada tekanan pada pembuluh darah hingga bisa mengakibatkan kerusakan otak. dan tetanus. Pada bayi respon imun alami tidak dapat membersihkan virus dari dalam tubuh. disebabkan bakteri Bordetella pertussis. sehingga dapat menyebabkan kematian. Tetanus) Imunisasi DPT untuk mencegah bayi dari tiga penyakit. “Bila dibiarkan berlarut-larut. vaksinasi hepatitis B merupakan cara terbaik untuk memastikan bayi terlindungi dari Hepatitis B. Apabila BCG diberikan pada usia lebih dari 3 bulan. Difteri disebabkan bakteri Corynebacteriumdiphtheriae yang sangat menular. Tetanus merupakan penyakit infeksi mendadak yang disebabkan toksin dari clostridium tetani. atau pengidap HIV. Seorang wanita hamil pembawa virus Hepatitis B atau menderita penyakit itu selama kehamilannya. Paling tidak 3. Apabila tidak dirawat penyakit ini dapat mengakibatkan . Dimulai dengan gangguan tenggorokan dan dengan cepat menimbulkan gangguan pernapasan dengan terhambatnya saluran pernapasan oleh karena terjadi selaput di tenggorokan dan menyumbat jalan napas. 2). Jika tidak dilakukan. bakteri yang terdapat di tanah atau kotoran binatang dan manusia. atau dari gigi yang telah busuk atau dari cairan congek.BCG tidak dapat diberikan pada pasien pengidap leukemia.9 persen ibu hamil merupakan pengidap hepatitis dengan risiko transmisi maternal kurang lebih sebesar 45 persen. hati akan mengeras dan menimbulkan kanker hati di kemudian hari. Pemberian imunisasi Hepatitis B pada bayi baru lahir harus berdasarkan apakah ibu mengandung virus Hepatitis B aktif atau tidak pada saat melahirkan. Pertusis. Luka kecil yang terjadi pada anak-anak pada saat bermain dapat terinfeksi kuman ini. Apabila sampai usia 5 tahun anak belum pernah memperoleh imunisasi hepatitis B maka diberikan secepatnya.

Manusia tidak mempunyai kekebalan alami terhadap tetanus sehingga perlindungannya harus diperoleh lewat imunisasi. dan DPT 5 pada usia 5 – 7 tahun. 4).kejang dan kematian. Dosis toksoid tetanus tambahan yang diberikan tahun berikutnya akan memperpanjang imunitas 20 tahun lagi. Imunisasi polio ulangan diberikan satu tahun sejak imunisai polio 4. Jadwal Pemberian Imunisasi Tabel 2. yaitu sampai umur 17-18 tahun. sesuai pedoman PPI imunisasi polio diberikan segera setelah lahir pada kunjungan pertama. Ulangan DPT 6 diberikan usia 12 tahun mengingat masih dijumpai kasus difteri pada umur lebih besar dari 10 tahun. c. Jadwal Pemberian Imunisasi No 1 Jenis Imunisasi Hepatitis B Bulan 1 I 2 II 3 4 5 6 III 9 15 . Ulangan selanjutnya. 5). Ulangan DPT umur 18 – 24 bulan (DPT 4) akan memperpanjang imunitas 5 tahun sampai umur 6-7 tahun.5 ml. Dosis toksoid tetanus kelima (DPT/DT 5) bila diberikan pada usia masuk sekolah akan memperpanjang imunitas 10 tahun lagi. DPT 2 umur 3 – 5 bulan. dan DPT 3 umur 4 – 6 bulan. DPT 5 dapat diberikan pada kegiatan imunisasi di sekolah dasar. Mengingat Indonesia merupakan daerah endemik polio. Biasanya melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Imunisasi ini akan melindungi bayi dari tetanus apabila anak-anak tersebut sudah menjadi ibu kelak.5 ml pada usia 9 bulan. Dengan demikian diperoleh daerah cakupan yang luas. Polio Untuk imunisasi dasar (3 kali pemberian) vaksin diberikan 2 tetes per oral dengan interval tidak kurang dari dua minggu. Campak Vaksin campak diberikan dalam satu dosis 0. Dosis DPT adalah 0. yaitu DPT 4 diberikan satu tahun setelah DPT 3 pada usia 18 – 24 bulan. Selanjutnya saat masuk sekolah usia 5-6 tahun. mengingat kadar antibodi campak pada anak sekolah mulai berkurang. dianjurkan pemberian vaksin campak ulangan pada saat masuk sekolah dasar pada usia 5-6 tahun. Hanya saja. DPT 1 diberikan umur 2 – 4 bulan. Pemberian polio 1 saat bayi masih berada di rumah sakit atau rumah bersalin dianjurkan saat bayi akan dipulangkan. Maksudnya tak lain agar tidak mencemari bayi lain oleh karena virus polio hidup dapat dikeluarkan melalui tinja. Sejak tahun 1998. Imunisasi DPT dasar diberikan 3 kali sejak anak umur dua bulan dengan interval 4 – 6 minggu. Imunisasi DPT pada bayi tiga kali (3 dosis) akan memberikan imunitas satu sampai 3 tahun.

Bila gejala tersebut tidak timbul. Pertussis. e. Efek samping yang biasa terjadi adalah sebagai berikut: BCG: Setelah 2 minggu akan terjadi pembengkakan kecil dan merah di tempat suntikan. Pertusis. seperti: Dipteri. Luka akan sembuh sendiri dengan meninggalkan luka parut kecil. Manfaat imunisasi Manfaat imunisasi bagi anak dapat mencegah penyakit. 2002) d. dan akan sembuh sendiri. Sebagian besar merasa nyeri. DPT: Kebanyakan bayi menderita panas pada sore hari setelah imunisasi DPT. dan TBC. Di dunia selama tiga dekade United Nations Childrens Funds (UNICEF) telah menggalakkan program vaksinasi untuk anak-anak di negara berkembang dengan pemberian bantuan vaksinasi Dipteria. Sejarah mencatat di Amerika Serikat terdapat empat jenis imunisasi yang berhasil. dan imunisasi tidak perlu diulang. Polio: Jarang timbuk efek samping. Keadaan ini tidak berbahaya dan tidak perlu mendapatkan pengobatan khusus. Campak: Anak mungkin panas. Campak. tetapi panas akan turun dan hilang dalam waktu 2 hari. Setelah 2–3 minggu kemudian pembengkakan menjadi abses kecil dan kemudian menjadi luka dengan garis tengah �10 mm.2 BCG X 3 DPT I II III 4 Polio I II III IV 5 Campak X Sumber: Program pengembangan imunisasi Depkes (Markum. kadang disertai kemerahan 4–10 hari sesudah penyuntikan. cacat dan kematian. dan Campak (Baker. Sedangkan manfaat bagi keluarga adalah dapat menghilangkan kecemasan dan mencegah biaya pengobatan yang tinggi bila anak sakit. 2001). Hepatitis B: Belum pernah dilaporkan adanya efek samping.. Polio. Efek samping Imunisasi Imunisasi kadang mengakibatkan efek samping. merah atau bengkak di tempat suntikan. risiko kematian anak yang menerima vaksin dengan yang tidak menerima vaksin kira-kira 1: 9 sampai 1: 4 (Nyarko et al. tidak perlu diragukan bahwa imunisasi tersebut tidak memberikan perlindungan. sakit. 2000). Bila dibandingkan. Bab iii Penutup . Di Amerika Imunisasi pada masa anak-anak merupakan salah satu sukses terbesar dari sejarah kesehatan masyarakat Amerika pada abad 20. Ini adalah tanda baik yang membuktikan vaksin betulbetul bekerja secara tepat. Tetanus. Polio.

I Gusti Ngurah. Jakarta: PT Raja Grafindo Perkasa. 2001. Agung. .Kesimpulan Saran Daftar pustaka DAF TAR PUS TAKA 1. Statistika Analisis Hubungan Kausal Berdasarkan Data Kategorik.

id/888/1/2008v1n1-02.pdf 9.32_No.google.depkes.id/~djunaedi/documentation/vol.net/kesehatan/C5_1.infeksi.http://vinadanvani.www.http://m.http://www.http://syehaceh.com .php?lng=en&pg=15&id=13 8.go.wordpress.litbang.ums.2/imuni sasi.ac.ictjogja.infeksi.com/2008/02/20/jenis-imunisasi-yangdiawajibkan-dan-dianjurkan/ 7.2.wordpress.htm 6.http://eprints.com/articles.http://www.pdf 3.http://www.com/articles.php?lng=in&pg=15&id=4 4.com/2008/05/12/imunisasi-dan-faktor-yangmempengaruhinya/ 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful