P. 1
pancasila sebagai edeologi

pancasila sebagai edeologi

|Views: 821|Likes:
Published by dex_indra

More info:

Published by: dex_indra on Jan 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2012

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pancasila sebagai suatu ideologi tidak bersifat kaku dan tertutup, namun bersifat reformatif, dinamis dan terbuka. Hal ini dimaksudkan bahwa ideologi Pancasila adalah bersifat aktual, dinamis, antisipatif dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat. Keterbukaan ideologi Pancasila bukan berarti mengubah nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya, namun mengeksplisitkan wawasannya secara lebih kongkrit, sehingga memiliki kemampuan yang reformatif untuk memecahkan masalahmasalah aktual yang senantiasa berkembang seiring dengan aspirasi rakyat, perkembangan iptek serta zaman. Dalam ideologi terbuka terdapat cita-cita dan nilai-nilai yang mendasar yang bersifat tetap dan tidak berubah sehingga tidak langsung bersifat operasional, oleh karena itu setiap kali harus dieksplisitkan. Eksplisitasi dilakukan dengan menghadapkannya pada berbagai masalah yang selalu silih berganti melalui refleksi yang rasional sehingga terungkap makna operasionalnya. Dengan demikian penjabaran ideologi dilaksanakan dengan interpretasi yang kritis dan rasional. Sebagai suatu contoh dalam kaitannya dengan ekonomi yaitu diterapkannya ekonomi kerakyatan, demikian pula dalam kaitannya dengan pendidikan, hukum, kebudayaan, iptek, hankam, dan bidang lainnya.

1.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas dirumuskan masalah sebagai berikut : 1.2.1 Bagaimana perwujudan Pancasila dalam pelaksanaan fungsinya sebagai Ideologi Nasional? 1.3 Landasan Teori Pengertian dan Fungsi Ideologi Nama ideologi berasal dari kata ideas dan logos. Idea berarti gagasan,konsep, sedangkan logos kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan keagamaan. Ciri-ciri ideologi adalah sebagai berikut : 1. Mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan. 2. Oleh karena itu, mewujudkan suatu asas kerohanian, pandanagn dunia, pandangan hidup, pedoman hidup, pegangan hidup yang dipelihara diamalkan dilestarikan

Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat. serta menjadi tujuan hidup berbangsa dan bernegara Indonesia. Sebagai kekuatan yang mampu member semangat dan motivasi individu. Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku. (Cahyono. Bersifat dinamis dan reformis. b. 2001) 3. MPR No. merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat. d. diperjuangkan dan dipertahankan dengan kesediaan berkorban. Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak. Bukan berupa nilai dan cita-cita. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah Pancasila sebagai cita-cita negara atau cita-cita yang menjadi basis bagi suatu teori atau sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. Berdasarkan Tap. dan bangsa untuk menjalani kehidupan dalam mencapai tujuan.kepada generasi berikutnya.masyarakat. Ideologi Tetutup a. 1986) 2. b. d. c. Sebagai jembatan pergeseran kendali kekuasaan dari generasi tua (founding fathers) dengan generasi muda. XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR tentang P4. Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat sendiri. Sebagai sarana untuk memformulasikan dan mengisi kehidupan manusia secara individual. c. ditegaskan bahwa Pancasila adalah dasar NKRI yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. . (Setiardja. Fungsi ideologi menurut beberapa pakar di bidangnya : 1. Ciri-ciri ideologi terbuka dan ideologi tertutup adalah : Ideologi Terbuka a. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.

sehingga oleh karena Pembukaan memuat nilai-nilai dasar ideologi Pancasila maka Pembukaan UUD 1945 merupakan suatu norma dasar yang merupakan tertib hukum tertinggi. dan bidang lainnya. dan keadilan. antisipatif dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Sebagai suatu contoh dalam kaitannya dengan ekonomi yaitu diterapkannya ekonomi kerakyatan. Eksplisitasi dilakukan dengan menghadapkannya pada berbagai masalah yang selalu silih berganti melalui refleksi yang rasional sehingga terungkap makna operasionalnya. ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat. Berdasarkan pengertian tentang ideologi terbuka tersebut nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah sebagai berikut: y Nilai Dasar. yaitu hakikat kelima sila Pancasila yaitu Ketuhanan. Keterbukaan ideologi Pancasila bukan berarti mengubah nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya. Nilai instrumental ini merupakan eksplisitasi. Adapun nilai dasar tersebut kemudian dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945 yang didalamnya terkandung lembaga-lembaga penyelenggaraan negara. y Nilai Instrumental. kemanusiaan. sehingga dalam nilai dasar tersebut terkandung cita-cita. nilai dasar inilah yang bersifat tetap dan terletak pada kelangsungan hidup negara. Nilai dasar ideologi tersebut tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. hubungan antara lembaga penyelenggara negara beserta tugas dan wewenangnya. Dalam ideologi terbuka terdapat cita-cita dan nilai-nilai yang mendasar yang bersifat tetap dan tidak berubah sehingga tidak langsung bersifat operasional. hankam. perkembangan iptek serta zaman. hukum. sebagai sumber hukum positif sehingga dalam negara memiliki kedudukan sebagai ´Sttatsfundamentalnorm´ atau pokok kaidah negara yang fundamental. kebudayaan. namun bersifat reformatif.BAB II PEMBAHASAN Perwujudan Pancasila dalam pelaksanaan fungsinya sebagai Ideologi Nasional Pancasila sebagai suatu ideologi tidak bersifat kaku dan tertutup. iptek. sehingga mengubah Pembukaan UUD 1945 yang memuat nilai dasar ideologi Pancasila tersebut sama halnya dengan pembubaran begara. Sebagai ideologi terbuka. Hal ini dimaksudkan bahwa ideologi Pancasila adalah bersifat aktual. sasaran serta lembaga pelaksanaannya. kerakyatan. yang merupakan arahan. dinamis. persatuan. penjabaran . oleh karena itu setiap kali harus dieksplisitkan. kebijakan. namun mengeksplisitkan wawasannya secara lebih kongkrit. dinamis dan terbuka. Nilai dasar tersebut adalah merupakan esensi dari sila-sila Pancasila yang bersifat universal. sehingga memiliki kemampuan yang reformatif untuk memecahkan masalahmasalah aktual yang senantiasa berkembang seiring dengan aspirasi rakyat. tujuan serta nilai-nilai yang baik dan benar. strategi. demikian pula dalam kaitannya dengan pendidikan. Dengan demikian penjabaran ideologi dilaksanakan dengan interpretasi yang kritis dan rasional.

Dalam pengertian ini Pancasila terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan norma tertib hukum tertinggi dalam negara Indonesia serta merupakan Pokok kaidah Negara yang fundamental. kenegaraan. Pada aspek ini senantiasa dapat dilakukan perubahan (reformatif). melainkan suatu ideologi yang bersifat ´realistis´ artinya mampu dijabarkan dalam segala aspek kehidupan nyata. Berdasarkan dimensi yang dimiliki oleh Pancasila sebagai ideologi tebuka. Dalam realissi praksis inilah maka penjabaran nilai-nilai Pancasila senantiasa berkembang dan selalu dapat dilakukan perubahan dan perbaikan (reformasi) sesuai dengan perkembangan zaman. Persatuan. juga harus memiliki norma yang jelas karena ideologi harus mampu direalisasikan dalam kehidupan praksis yang merupakan suatu aktualisasi secara kongkret. Dengan demikian. Hakikat nilai-nilai Pancasila tersebut bersumber pada filsafat Pancasila. dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat. yaitu nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila yang bersifat sistematis. optimisme serta mampu menggugah motivasi para pendukungnya untuk berupaya mewujudkan apa yang dicita-citakan. rasional dan menyeluruh. Pancasila sebagai ideologi terbuka secara struktural memiliki tiga dimensi yaitu: y Dimensi Idealistis. maka perlu memiliki norma yang jelas. yaitu nilai-nilai yang tekandung dalam Pancasila perlu dijabarkan dalam suatu sistem norma. yaitu hakikat nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila yaitu Ketuhanan. Oleh karena itu. y Nilai Praksis. Kadar serta idealisme yang terkandung dalam Pancasila mampu memberikan harapan. berbangsa dan bernegara. yaitu suatu ideologi harus mampu mencerminkan realitas yang hidup berkembang di masyarakat. maka Pancasila harus mampu dijabarkan dalam kehidupan masyarakat secara nyata (kongkrit) baik dalam kehidupan seharihari maupun dalam penyelenggaraan negara. Pancasila selain memiliki dimensi nilai-nilai ideal serta normatif. Dalam pengertian ini ideologi Pancasila agar mampu dijabarkan ke dalam langkah operasional. maka sifat ideologi Pancasila tidak bersifat ´Utopis´ yaitu hanya merupakan sistem ide-ide belaka yang jauh dari kehidupan sehari-hari secara nyata. Kemanusiaan. Olek karena itu. Karena setiap ideologi bersumber pada suatu nilai-nilai filosofis atau sistem filsafat. Demikian pula ideologi Pancasila bukanlah merupakan suatu ´doktrin´ belaka yang bersifat tertutup yang merupakan . yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi pengamalan yang bersifat nyata. ilmu pengetahuan dan teknologi serta aspirasi masyarakat. Misalnya. undang-undang. departemen-departemen sebagai lembaga pelaksanaan dan lain sebagainya. Garis-Garis Besar Haluan Negara yang lima tahun senantiasa disesuaikan dengan perkembangan zaman serta aspirasi Masyarakat. sebagaimana tekandung dalam normr-normr. pemikiran-pemikiran serta nilai-nilai yang dianggap baik.lebih lanjut dari nilai-nilai dasar ideologi Pancasila. y Dimensi Realistis. Suatu ideologi selain memiliki aspek-aspek yang bersifat ideal yang berupa cita-cita. Pancasila sebagai ideologi terbuka tidak bersifat ´utopis´ yang hanya berisi ide-ide yang bersifat mengawang-awang. dan Keadilan. y Dimensi Normatif. Kerakyatan.

Hal inilah yang merupakan perwujudan Pancasila dalam pelaksanaan fungsinya sebagai ideologi nasional. Ideologi Pancasila harus tetap pada koridornya sebagai jiwa bangsa Indonesia yang luhur. BAB III PENUTUP 3. Pancasila sebagai suatu ideologi sedapat mungkin tidak dijadikan sesuatu yang sifatnya ´Utopis´ dan ´Pragmatis´ belaka namun harus bisa bersifat universal dan tetap.1 Kesimpulan Dari penjelasan diatas dapat kami simpulkan bahwa Pancasila sebagai Ideologi Nasional adalah suatu hal yang mutlak dan harus dijalani dengan konsekuen. .norma-norma yang beku. Akhirnya Pancasila juga bukan merupakan suatu ideologi yang ´pragmatis´ yang hanya menekankan segisegi praktis belaka tanpa adanya aspek idealisme. melainkan disamping memiliki idealisme. Namun sesuatu yang harus dihayati adalah keeksplisitan Ideologi Pancasila jangan diarahkan ke arah yang merusak nilai-nilai Pancasila itu sendiri. adapun penjabaran realisasinya senantiasa dieksplisitkan secara dinamis reformatif yang senantiasa mampu melakukan perubahan sesuai dengan dinamika aspirasi masyarakat. Pancasila juga bersifat nyata dan reformatif yang mampu melakukan perubahan.2 Saran Diharapkan kepada mahasiswa agar dapat mengerti arti Pancasila sebagai sebuah Ideologi Nasional. 3. nilai-nilai dasar yang bersifat universal dan tetap. yang penjabaran realisasinya senantiasa dieksplisitkan secara dinamis reformatif yang senantiasa mampu melakukan perubahan sesuai dengan dinamika aspirasi masyarakat. Maka ideologi Pancasila yang bersifat terbuka pada hakikatnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->