BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penididikan merupakan suatu kegiatan yang bersifat umum bagi setiap manusia dimuka bumi ini. Pendidikan tidak terlepas dari segala kegiatan manusia. Dalam kondisi apapun manusia tidak dapat menolak efek dari penerapan pendidikan. Pendidikan diambil dari kata dasar didik, yang ditambah imbuhan menjadi mendidik. Mendidik berarti memlihara atau memberi latihan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Dari pengertian ini didapat beberapa hal yang berhubungan dengan Pendidikan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan adalah suatu usaha manusia untuk mengubah sikap dan tata laku seseorang atau sekolompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan. Pada hakikatnya pendidikan adalah usaha manusia untuk memanusiakan manusia itu sendiri. Dalam penididkan terdapat dua subjek pokok yang saling berinteraksi. Kedua subjek itu adalah pendidik dan subjek didik. Subjek-subjek itu tidak harus selalu manusia, tetapi dapat berupa media atau alat-alat pendidikan. Sehingga pada pendidikan terjadi interaksi antara pendidik dengan subjek didik guna mencapai tujuan pendidikan. Menurut wadah yang menyelenggarakan pendidikan, pendidikan dapat dibedakan menjadi pendidikan formal, informal dan nonformal. Pendidikan formal adalah segala bentuk pendidikan atau pelatihan yang diberikan secara terorganisasi dan berjenjang, baik bersifat umum maupun bersifat khusus. Contohnya adalah pendidikan SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi negeri ataupun swasta. Pendidikan Informal dalah jenis pendidikan atau pelatihan yang terdapat di dalam keluarga atau masyarkat yang diselenggarakan tanpa ada organisasi tertentu(bukan organisasi). Pendidkan nonformal adalah segala bentuk pendidikan yan diberikan secara terorganisasi tetapi diluar wadah pendidikan formal.

1

Pada makalah ini, akan dikaji hal-hal yang berhubungan dengan pendidikan formal yang diselenggarakan di Indonesia. Pada dasarnya setiap kegiatan yang dilakukan akan menimbulkan dua macam dampak yang saling bertentangan. Kedua dampak itu adalah dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif adalah segala sesuatu yang merupakan harapan dari pelaksanaan kegiatan tersebut, dengan kata lain dapat disebut sebagai ’Tujuan’. Sedangkan dampak negatif adalah segala sesuatu yang bukan merupakan harapan dalam pelaksanaan kegitan tersebut, sehingga dapat disebut sebagai hambatan atau masalah yang ditimbulkan. Jika peristiwa di atas dihubungkan dengan pendidikan, maka pelaksanaan pendidikan akan menimbulkan dampak negatif yang disebut sebagai masalah dan hambatan yang akan dihadapi. Hal ini akan lebih tepat bila disebut sebagai permasalahan Pendidikan. Istilah permasalahan pendidikan diterjemahkan dari bahasa inggris yaitu “problem“. Masalah adalah segala sesuatu yang harus diselesaikan atau dipecahkan. Sedangkan kata permasalahan berarti sesuatu yang dimasalahkan atau hal yang dimasalahkan. Jadi Permasalahan pendidikan adalah segala-sesuatu hal yang merupakan masalah dalam pelaksanaaan kegiatan pendidikan. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Permasalahan Pendidikan Indonesia adalah segala macam bentuk masalah yang dihadapi oleh program-program pendidikan di negara Indonesia. Seperti yang diketahui dalam TAP MPR RI No. II/MPR/1993 dijelaskan bahwa program utama pengembangan pendidikan di Indonesia adalah sebagai berikut. a. Perluasan dan pemerataan kesempatan mengikuti pendidikan b. Peningkatan mutu pendidikan c. Peningkatan relevansi pendidikan d. Peningkatan Efisiensi dan efektifitas pendidikan e. Pengembangan kebudayaan f. Pembinaan generasi muda Adapun masalah yang dipandang sangat rumit dalam dunia pendidikan adalah sebagai berikut. a. Pemerataan b. Mutu dan Relevansi

2

c. Efisiensi dan efektivitas Setiap masalah yang dihadapi disebabkan oleh faktor-faktor pendukungnya adapun faktor-faktor yang menyebabkan berkembangnya 4 masalah di atas adalah sebagai berikut. a. Ilmu Pengeahuan dan Teknologi (IPTEK) b. Laju Pertumbuhan penduduk c. Kelemahan guru/dosen (tenaga pengajar) dalam menangani tugas yang dihadapinya, dan ketidakfokusan peserta didik dalam menjalani proses pendidikan (Permasalahan Pembelajaran). 1.2 Tujuan Adapun tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut. a. b. c. d. Memenuhi tugas yang diberikan pada mata kuliah Pengantar Pendidikan Universitas Negeri Padang. Sebagai bentuk perhatian Mahasiswa terhadap masalah pendidikan yang dihadapi Indonesia. Suatu usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Membantu dalam membahas dan menanggulangi masalah yang dihadapi di dalam dunia pendidikan. 1.3 Rumusan Masalah Permasalahan pendidikan adalah suatu masalah yang sangat komplek. Apabila ditelaah lebih jauh, maka kita akan menemukan sekumpulan hal-hal rumit yang sangat susah untuk disiasati. Masalah yang dihadapi tersebut akan lebih susah jika saling berkait satu sama lain. Oleh sebab itu, di dalam makalah ini penulis akan memberikan gambaran penting mengenai kumpulan masalah-masalah yang akan di bahas dalam makalah ini. Berikut ini adalah bagan mengenai masalah-masalah yang akan dibahas.

3

Permasalah Pendidikan

Permasalan Yang Dihadapi
Pemerataan Pendidikan

Faktor Pendukung Masalah
IPTEK

Mutu dan Relevansi Mutu Pendidikan Pendidikan

Laju Pertumbuhan Penduduk

Efisiensi dan Efektifitas Pendidikan

Permasalah Pembelajaran

Penaggunlangan Masalah Pembelajaran

Bagan di atas merupakan gambaran mengenai masalah yang akan dibahas dalam makalah ini. Jika terdapat suatu hal yang berada diluar ruang lingkup permasalahan, maka masalah tersebut tidak akan dibahas di dalam makalah ini. 1.4 Manfaat Penulisan Makalah Berikut ini kan dijabarkan mengenai manfaat-manfaat yang dapat diambil dari penulisan makalah ini. a. Membangun kualitas pendidikan kearah yang lebih baik. b. Menelaah masalah-masalah pendidikan yang dihadapi. c. Memberikan inovasi baru dalam menghadapi masalah pendidikan d. Batu loncatan kepada pendidikan yang lebih baik. e. Membangun cara belajar yang lebih efektif. Demikianlah manfaat-manfaat yang dapat diambil dari pembutaan makalah ini.

4

BAB II PERMASALAHAN PENDIDIKAN

2.1 Masalah Pokok Pendidikan Permasalahan pendidikan merupakan suatu kendala yang menghalangi tercapainya tujuan pendidikan. Pada bab ini akan dibahas beberapa hal yang merupakan permasalahan pendidikan di Indonesia. Adapun permasalahan tersebut adalah sebagai berikut. 1. 2. 3. di atas. 2.1.1 Pemerataan Pendidikan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata pemerataan berasal dari kata dasar rata, yang berarti: 1) meliputi seluruh bagian, 2) tersebar kesegala penjuru, dan 3) sama-sama memperoleh jumlah yang sama. Sedangkan kata pemerataan berarti proses, cara, dan perbutan melakukan pemerataan. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemerataan pendidikan adalah suatu proses, cara dan perbuatan melakukan pemerataan terhadap pelaksanaan pendidikan, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan pelaksanaan pendidikan. Pelaksanaan pendidikan yang merata adalah pelaksanaan program pendidikan yang dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya bagi seluruh warga negara Indonesia untuk dapat memperoleh pendidikan. Pemerataan dan perluasan pendidikan atau biasa disebut perluasan keempatan belajar merupakan salah satu sasaran dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Hal ini dimaksudkan agar setiap orang mempunyai kesempatan yang sama unutk memperoleh pendidikan. Kesempatan memperoleh pendidikan tersebut tidak dapat dibedakan menurut jenis kelamin, status sosial, agama, amupun letak lokasi geografis. Pemerataan Pendidikan Mutu dan Relevansi Pendidikan Efisiensi dan Efektifitas Pendidikan

Berikut ini adalah penjelasan-penjelasan mengenai 3 poin permasalahan pendidikan

5

Permasalahan Pemerataan dapat terjadi karena kurang tergorganisirnya koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. sehingga tidak ada oknum yang dapat mempermainkan program yang dijalankan ini. Jika tujuan tersebut tidak dapat dipenuhi. pemerataan kesempatan 6 . Jadi hal ini akan mengakibatkan mayoritas penduduk Indonesia yang dalam usia sekolah. hal ini bisa saja terjadi jika kontrol pendidikan yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah tidak menjangkau daearh-daerah terpencil. Hal ini menyebabkan terputusnya komunikasi antara pemerintah pusat dengan daerah. tidak dapat mengenyam pelaksanaan pendidikan sebagaimana yang diharapkan. Dan pada salah satu tujuan pelaksanaan pendidikan Indonesia adalah untuk mengikuti pendidikan bagi setiap warga negara. bahkan hingga daerah terpencil sekalipun. maka pelaksanaan pendidikan belum dapat dikatakan berhasil. Pemberian sarana dan prasrana pendidikan yang dilakukan pemerintah sebaiknya dikerjakan setransparan mungkin. Jadi pendidikan yang bermutu yaitu pelaksanaan pendidikan yang dapat menghsilkan tenaga profesional sesuai dengan kebutuhan negara dan bangsa pada saat ini. kait mangait. Permasalahan pemerataan pendidikan dapat ditanggulangi dengan menyediakan fasilitas dan sarana belajar bagi setiap lapisan masyarakat yang wajib mendapatkan pendidikan.Dalam propernas tahun 2000-2004 yang mengacu kepada GBHN 1999-2004 mengenai kebijakan pembangunan pendidikan pada poin pertama menyebutkan: “Mengupayakan perluasan dan pemeraatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya Manusia Indonesia berkualitas tinggi dengan peninggakatan anggaran pendidikan secara berarti“. 2. Sedangkan relevan berarti bersangkut paut.1. dan berguna secara langsung. Hal inilah yang menyebabkan masalah pemerataan pendidikan sebagai suatu masalah yang paling rumit untuk ditanggulangi. Dari penjelasan tersebut dapat dilihat bahwa Pemerataan Pendidikan merupakan tujuan pokok yang akan diwujudkan. Selain itu masalah pemerataan pendidikan juga terjadi karena kurang berdayanya suatu lembaga pendidikan untuk melakukan proses pendidikan.2 Mutu dan Relevansi Pendidikan Mutu sama halnya dengan memiliki kualitas dan bobot.

Penilaian dapat dilihat dari kualifikasi belajar yang dapat dicapai oleh guru dan dosen tersebut. Dapat dilihat jika suatu lembaga tinggi melakukan kerja sama dengan lembaga penelitian atau industri. Pelaksanaan kerja sama ini dapat meningkatkan mutu pendidikan. guru. Akibat dari pelaksanaan pendidikan tersebut adalah menjadi sekolah cenderung kurang fleksibel. Pelaksanaan pendidikan seperti ini tidak mampu memupuk kreatifitas siswa unutk belajar secara efektif. Selain itu.Sejalan dengan proses pemerataan pendidikan. Pada pendidikan tinggi. dan tidak mudah berubah seiring dengan perubahan waktu dan masyarakat. Dibanding negara berkembang lainnya. Peningkatan mutu ini diarahkan kepada peningkatan mutu masukan dan lulusan.Uji banding antara mutu pendidikan suatu daerah dengan daerah lain belum dapat dilakukan sesuai dengan yang diharapkan. sarana dan prasarana. Rendahnya mutu dan relevansi pendidikan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Melihat permasalahan tersebut. Rendahnya mutu dan relevansi pendidikan juga disebabkan oleh rendahnya kualitas tenaga pengajar. 7 . Faktor terpenting yang mempengaruhi adalah mutu proses pembelajaran yang belum mampu menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. proses. peningkatan mutu untuk setiap jenjang pendidikan melalui persekolahan juga dilaksanakan. khususnya dalam bidang akademik seperti tekonologi industri. dan anggaran yang digunakan untuk menjalankan pendidikan. maka kualitas tenaga pengajar pendidikan tinggi di Indonesia memiliki masalah yang sangat mendasar. sehingga perlu dilaksanakan perubahan kearah kurikulum yang berbasis kompetensi. Sistem yang berlaku pada saat sekarang ini juga tidak mampu membawa guru dan dosen untuk melakukan pembelajaran serta pengelolaan belajar menjadi lebih inovatif. maka kualitas dan mutu dari peserta didik dapat ditingkatkan. pelaksanaan kurikulum ditetapkan pada penentuan cakupan materi yang ditetapkan secara terpusat. sehingga mutu pendidikan tidak dapat dimonitor secara ojektif dan teratur. dan lebih peka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga hasil-hasil penilaian pendidikan belum berfungsi unutk penyempurnaan proses dan hasil pendidikan. Hasil-hasil pendidikan juga belum didukung oleh sistem pengujian dan penilaian yang melembaga dan independen. maka dibutuhkanlah kerja sama antara lembaga pendidikan dengan berbagai organisasi masyarakat. kurikulum sekolah yang terstruktur dan sarat dengan beban menjadikan proses belajar menjadi kaku dan tidak menarik.

3 Efisiensi dan Efektifitas Pendidikan Sesuai dengan pokok permasalahan pendidikan yang ada selain sasaran pemerataan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan. terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya. maka pelaksanaan pendidikan tersebut tidak efektif. Pendidikan yang efektif adalah pelaksanaan pendidikan dimana hasil yang dicapai sesuai dengan rencana / program yang telah ditetapkan sebelumnya. Banyaknya pengangguran di Indonesia lebih dikarenakan oleh kualitas pendidikan yang telah mereka peroleh. Penanggulangan masalah pendidikan ini dapat dilakukan dengan peningkatan kulitas tenaga pengajar. Maksud efisiensi adalah apabila sasaran dalam bidang pendidikan dapat dicapai secara efisien atau berdaya guna. Keadaan ini akan menghasilkan masalah lain seperti pengangguran. tenaga dan sebagainya. dengan lulusan dan produktifitas pendidikan yang optimal. tenaga dan biaya tepat sasaran. Artinya pendidikan akan dapat memberikan hasil yang baik dengan tidak menghamburkan sumberdaya yang ada. seperti uang. Ketidakefektifan pelaksanaan pendidikan tidak akan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas. pelaksanaan pendidikan di Indonesia jauh dari efisien. Tujuan dari pelaksanaan pendidikan adalah untuk mengembangkan kualitas SDM sedini mungkin. Kelebihan dana dalam pendidikan lebih 8 . terarah. Selain itu. Pada saat sekarng ini. Jika rencana belajar yang telah dibuat oleh dosen dan guru tidak terlaksana dengan sempurna. waktu.2. Melainkan akan menghasilkan lulusan yang tidak diharapkan. bukan tidak mungkin akan meghasilkan lulusan atau produk pendidikan yang siap untuk mengahdapi dunia kerja. dimana pemanfaatan segala sumberdaya yang ada tidak menghasilkan lulusan yang diharapkan. Dari tujuan tersebut. Permasalahan efisiensi pendidikan dipandang dari segi internal pendidikan. Pelaksanaan proses pendidikan yang efisien adalah apabila pendayagunaan sumber daya seperti waktu. pelaksanaan pendidikan Indonesia menuntut untuk menghasilkan peserta didik yang memeiliki kualitas SDM yang mantap.1. Pendidikan yang mereka peroleh tidak menjamin mereka untuk mendapat pekerjaan sesuai dengan jenjang pendidikan yang mereka jalani. Jika kualitas tenaga pengajar baik. yaitu efisiensi dan efektifitas pendidikan. pemantauan penggunaan dana pendidikan dapat mendukung pelaksanaan pendidikan yang efektif dan efisien. maka ada satu masalah lain yang dinggap penting dalam pelaksanaan pendidikan.

Dimana segala sesuatu dapat saja berjalan dengan bebas. 2. Pelaksanaan kegiatan pendidikan seperti ini akan lebih bermanfaat dalam usaha penghematan waktu dan tenaga.2 Faktor Pendukung Masalah Pendidikan Masalah pokok pendidikan akan terjadi di dalam dalam bidang pendidikan itu sendiri. IPTEK 2. Bekembangnya ilmu pengetahuan telah membentuk teknologi baru dalam segala bidang. baik bidang social. Jika daya tampung suatu 9 . Pertumbuhan penduduk ini akan berdampak pada jumlah peserta didik. Laju Pertumbuhan Penduduk 3. pertanian dan lain sebagainya. Sebagai negara berkembang Indonesia dihadapkan kepada tantangan dunia global. hal ini sangat menuntut kesiapan SDM Indonesia untuk menjalankannya. Ketidaksiapan bangsa menerima perubahan zaman membawa perubahan tehadap mental dan keadaan negara ini. menuntut Indonesia melakukan reformasi dalam bidang pendidikan. Pelaksanaan reformasi tidaklah mudah. Keadaan seperti ini akan sangat mempengaruhi keadaan pendidikan di Indonesia. Penemuan teknologi baru di dalam dunia pendidikan.2.2. Permasalah Pembelajaran 2. Adapun faktor-faktor yang dapat menimbulkan permasalahan pokok pendidikan tersebut adalah sebagai berikut. 1. maka semakin banyak dibutuhkan sekolah-sekolah unutk menampungnya. hokum. maka sesungguhnya permasalahan pendidikan berkaitan dengan beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya masalah itu.2 Laju Pertumbuhan Penduduk Laju pertumbuhan yang sangat pesat akan berpengaruh tehadap masalah pemerataan serta mutu dan relevansi pendidikan.mengakibatkan tindak kriminal korupsi dikalangan pejabat pendidikan. 2.1 IPTEK Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini berdampak pada pendidikan di Indonesia. ekonomi. Pelaksanaan pendidikan yang lebih terorganisir dengan baik juga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi pendidikan. Jika di analisis lebih jauh. Semakin besar jumlah pertumbuhan penduduk.

Pendidik menempatkan dirinya sebagai penguasa nilai. Hal ini akan menimbulkan kejengahan terhadap peserta didik. 2. kegiatan pembelajaran yang dilakukan cenderung pasif. Pada satu kasus di pendidikan tinggi. Tidak heran jika perencanaan. maka akan terjadi ketidakseimbangan antara tenaga pengajar dengan peserta didik. dimana seorang dosen dapat saja memberikan nilai yang diinginkannya kepada mahasiswa tertentu.sekolah tidak memadai. Proses penilaian seperti sungguh sangat tidak relevan. Pendidik bisa saja menjatuhkan. Guru / dosen yang berpandangan kuno selalu menganggap bahwa tugasnya hanyalah menyampaikan materi. sarana dan prasarana pendidikan di suatu daerah terpencil tidak terkoordinir dengan baik. Hal ini diakibatkan karena lemahnya kontrol pemerintah pusat terhadap daerah tersebut. Keadaan seperti ini adalah masalah lainnya dalam bidang pendidikan. dimana seorang pendidik selalu menempatkan dirinya sebagai orang yang serba tahu. Dalam kegiatan belajar formal ada dua subjek yang berinteraksi. menaikan. maka itu adalah urusan mereka. Sebagai negara yang berbentuk kepulauan. Keterkaitan antar masalah ini akan berdampak kepada keadaan pendidikan Indonesia. Jika keadaan ini dipertahankan. tanpa mengindahkan kemampuan atau skill yang dimiliki oleh mahasiswa tersebut. sedangakan tugas siswa/mahasiswa adalah mengerti dengan apa yang disampaikannya.3 Permasalahan Pembelajaran Pelaksanaan kegiatan belajar adalah sesuatu yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Sehingga pembelajaran yang dilakukan menjadi tidak menarik dan cenderung membosankan.2. Dalam hal penilaian. maka mutu dan relevansi pebdidikan tidak akan dapat dicapai dengan baik. Indonesia dihadapkan kepada masalah penyebaran penduduk yang tidak merata. dan mahasiswa). Yaitu pengajar/pendidik (guru/dosen) dan peserta didik ( murid/siswa. Tetapi apabila jumlah dan daya tampung suatu sekolah dipaksakan. mengurangi dan mempermainkan nilai perolehan murni seorang peserta didik. Tindakan seperti ini merupakan suatu paradigma kuno yang tidak perlu dipertahankan. Hal ini akan menimbulkan masalah pemerataan pendidikan. maka akan banyak peserta didik yang terlantar atau tidak bersekolah. 10 . Bila peserta didik tidak mengerti. Kegiatan belajar yang terpusat seperti ini merupakan masalah yang serius dalam dunia pendidikan. Pada saat sekarang ini.

Auditori dan Visual. diperlukan pelaksanaan kegiatan belajar baru yang lebih menarik.3. Aktivitas anak-anak yang hiperaktif cenderung dianggap mengganggu. Pembelajaran yang dilakukan seperti merupakan kegiatan yang sangat keliru.3 Penanggulangan Masalah Pembelajaran Penanggulangan masalah pembelajaran ini lebih diarahkan kepada pokok permasalahan pendidikan di atas.2. Telinga terus menerus menangkap dan menyimpan informasi auditori. b. dimana sekolah mereka tidak mampu dan tidak tahu cara memperlakukan mereka. tidak mampu belajar dan mengancam ketertiban proses pembelajaran. 2. praktis. a. dan bahkan tanpa kita sadari. Mereka harus menggerakkan tubuh mereka untuk membuat otak dan pikiran mereka tetap hidup. Anak-anak seperti ini disebut sebagai “Hiperaktif“. Yaitu belajar secara Somatis. sistem pendidikan dapat membuat cacat belajar anak. membaca dan menceritakan kepada orang lain. kinestetis. Dalam pelaksanaan kegiatan belajar pada saat ini otak merupkan organ tubuh yang paling dominan. Pada 11 . Namun yang dijumpai pada anak-anak hiperaktif adalah penderitaan. Jadi belajar somatis dapat disebut sebagai balajar dengan menggunakan indra peraba. dan bukan menggangu jalannya pembelajaran. belajar dengan menggunakan suara dari dialog. maka otakmu tidak beranjak“. area penting dalam otak kita akan menjadi aktif. dan dilaksanakan pada saat yang bersamaan. yang berarti tubuh. Jadi menghalangi gaya belajar anak somatis dengan menggunakan tubuh sama halnya dengan menghalangi fungsi pikiran sepenuhnya. Mungkin dalam beberapa kasus. Gaya belajar dapat dilakukan dalam 3 bentuk. Auditori Pikiran auditori lebih kuat dari yang kita sadari. dan melibatkan fisik serta menggunakan dan menggerakkan tubuh sewaktu belajar. Pada sejumlah anak. Anak-anak yang bersifat somatis tidak akan mampu untuk duduk tenang. Semua pembelajaran yang memiliki kecenderungan auditori. Somatis Somatic bersal dari bahasa Yunani.1 Gaya Belajar Untuk menanggulangi masalah pembelajaran ini. Begitu juga ketika kita berbicara. Dalam satu penelitian disebutkan bahwa “jika tubuhmu tidak bergerak. sifat hiperaktif itu normal dan sehat.

ide. akan lebih baik jika mereka menciptakan peta gagasan. pendidik langsung mengajar apa adanya. Peserta didik yang belajar secara visual ini. Komunikasi yang efektif tidak berarti pasti dan harus dapat menjangkau 100%. penjelasan.saat sekarang ini. Seringkali dalam proses penyampaian materi. 2. Menyampaikan materi bukan hanya sekedar berbicara di depan kelas saja. Jika peserta didik tidak mengerti dengan apa yang disampaikan pendidik. ikon. Sumber-sumber informasi pada 12 .2 Gaya Mengajar Pelaksanaan pembelajaran sangat ditunjang oleh keahlian pendidik dalam mengatur suasana kelasnya. diagram. c. dan gambaran mengenai suatu konsep pembahasan. gambar. maka pada saat sekarang ini pandangan seperti itu perlu disingkirkan. Dalam hal ini. Ada pendidik yang tidak mau memikirkan cara menyampaikan materi pelajaran yang akan dibahasnya. Peserta didik yang belajar secara visual akan menjadi lebih baik jiak dapat melihat contoh dari dunia nyata. mudah dipahami dan diingat oleh peserta didik. Komunikasi yang efektif berarti mengerti dengan tanggung jawab dalam proses menyampaikan pemikiran. ikon dan gambar lainnya dengan kreasi mereka sendiri. sering dijumpai permasalahan. Dengan komunikasi seseorang bisa mengerti dengan apa yang dibicarakan.3. yaitu masalah mengerti dan tidak mengerti. budaya auditori lambat laun mulai menghilang. Seperti adanya peringatan jangan berisik di perpustakaan telah menekan proses belajar secara auditori. peta gagasan. maka tanggung jawab seorang pendidiklah untuk membuat mereka menjadi lebih mengerti. Dalam komunikasi pembelajaran. menyenangkan. tetapi suatu cara dan kemampuan untuk membawakan materi pelajaran menjadi suatu bentuk presentasi yang menarik. Alasaannya adalah bahwa dalam otak seseorang lebih banyak perangkat untuk memproses informasi visual daripada semua indra yang lain. Setiap orang yang cenderung menggunakan gaya belajar visual akan lebih mudah belajar jika mereka melihat apa yang dibicarakan olah guru atau dosen. Jika dulu pendidik dipandang sebagai sumber informasi utama. diagram. pandangan dan informasi. Visual Ketajaman visual merupakan hal yang sangat menonjol bagi sebagian peserta didik. komunikasi menjadi lebih penting.

peserta didik harus berperan aktif dan bertanggung jawab terhadap hasil pembelajaran. maka posisi peserta didik dan pendidik adalah sama. Peran pendidik seharusnya adalah sebagai fasilitator dan katalisator. Dalam hal ini. karakter emosi. Oleh karena itu peran utama seorang pendidik perlu diperbaharui. mangarahkan dan mengembangkan aspek kepribadian. serta aspek intelektual peserta didik. Peran guru sebagai fasilitator adalah menfasilitasi proses pembelajaran yang berlangsung di kelas. Pendidik bergerak sebagai pembimbing yang membantu. sehingga tujuan pembelajran yang diinginkan dapat terjadi secara optimal. Sedangkan peran pendidik sebagai katalisator adalah dimana pendidik membantu anak-anak didik dalam menemukan kekuatan.abad ini telah menimbulkan kelebihan informasi bagi setiap manusia di muka bumi ini. 13 . Gaya mengajar seperti ini akan lebih bermanfaat dalam proses peningkatan mutu. Karena sebagai fasilitator. Informasi yang tersedia jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan. efektifitas dan efisiensi pendidikan. talenta dan kelebihan mereka. kualitas. Pendidik sebagai katalisator juga berarti mampu menumbuhkan dan mengembangkan rasa cinta terhadap proses pembelajaran. Hal inilah yang menyebabkan peninjauan kembali terhadap gaya belajar masa kini.

Pelaksaaan program ini dapat ditingkatkan dengan mengakampanyekan program KB dengan sebaik-baiknya hingga pelosok negeri ini. Hal ini dilakukan karena cara dan sistem pengajaran lama tidak dapat diterapkan lagi. 14 . Pendidikan (dengan Bidang terkait) dalam usaha pengendalian laju pertumbuhan penduduk sangat diperlukan. tetapi juga dalam bidang mutu. 1. diperlukan pengawasan yang serius oleh pemerintah. 5. Selain itu. Sistem pendidikan Indonesia dapat berjalan dengan lancar jika kerja sama antara unsur-unsur pendidikan berlangsung secara harmonis.BAB III PENUTUP 3.2 Saran Adapun saran-saran dalam makalah permasalahan pendidikan ini adalah sebagai berikut. 3. Peningkatan mutu pendidikan akan dapat terlaksana jika kemampuan dan profesionalisme pendidik dapat ditingkatkan. 2.1 Kesimpulan Kesimpulan-kesimpulan yang dapat ditarik dari makalah ini adalah sebagai berikut. Pengawasan tidak hanya dalam bidang anggaran pendidikan. 3. Dalam usaha pemerataan pendidikan. Pengawasan yang dilakukan pemerintah dan pihak-pihak pendidikan terhadap masalah anggaran pendidikan akan dapat menekan jumlah korupsi dana di dalam dunia pendidikan. 4. sarana dan prasarana pendidikan. perluasan kesempatan belajar pada jenjang pendidikan tinggi merupakan kebijaksanaan yang penting dalam usaha pemerataan pendidikan. Pelaksanaan program belajar dan mengajar dengan inovasi baru perlu diterapkan.

Perlu dilakukan perubahan yang lebih mengarah pada kurikulum berbasis kompetensi. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Pendidikan Dalam Lingkungan Sekolah. Rekan-rekan kelompok semua di Universitas Muhammadiyah Metro yang telah saling membantu dalam menyusun makalah ini. 2. 2. KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH”. petunjuk. pada kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada yang terhormat : 1. Perlunya ditingkatkan kualitas pendidik dalam usaha Peningkatan mutu pendidikan. 3. Hal ini dapat dilakukan dengan meggunakan metoda baru dalam pelaksanaan pembelajaran. Selesainya penyusunan ini berkat bantuan dari berbagai pihak oleh karena itu. kepada kami sehingga kami termotivasi dan menyelesaikan tugas ini. Dosen pengampu mata kuliah Pengantar Pendidikan yang telah memberikan tugas. Secara khusus penulis menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta yang telah memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar kepada penulis. Kami menyadari bahwa makalah ini 15 . serta lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan Dan teknologi. baik selama mengikuti perkuliahan maupun dalam menyelesaikan makalah ini.1. serta kebutuhan masyarakat pada saat ini.

masih jauh dari sempurna. Akhir kata. kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. 23 September 2011 Penulis 16 . Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Metro. Amin.

17 .

Macam-Macam Lingkungan Pendidikan 2. Perbedaan Lingkungan Keluarga dan Lingkungan Sekolah 3. Tujuan Penulisan BAB II PEMBAHASAN 1. Kerja Sama antara Keluarga dan Sekolah 4. Latar Belakang 2. Taman Kanak-Kanak sebagai Jembatan antara Keluarga dan Sekolah PENUTUP Kesimpulan Saran Daftar Pustaka 1 1 i ii iii iv 7 7 9 12 16 16 17 18 .DAFTAR ISI Halaman Judul Identitas Kelompok Kata Pengantar Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN 1.

Sebagai sarat untuk dalam mengikuti mata kuliah pengantar pendidikan. 6. 5. sekolah dan masyarakat memiliki keterikatan yang sangat kuat. Tujuan Penulisan 1. Untuk mendapatkan solusi dalam belajar di sekolah dan di lingkungan keluarga. Karena masyarakat merupakan pembantu pada proses pematanagn individu sebagai anggota kelompok dalam suatu masyarakat. 2. Untuk mengembangkan cara berfikir ilmiah. Masyarakat sangat berperan penting dalam pengembangan pendidikan seorang anak. 19 . Pendidikan di dalam lingkungan sekolah tentunya berbeda dengan pendidikan yang terjadi pada lingkungan keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu hendaknya masyarakat ikut berpartisipasi dalam pendidikan anak baik secara langsung maupun tidak langsung. Pemerintah. Orang tua siswa/Masyarakat. Untuk mengetahui hubungan antara orang tua dan para guru. dan lain-lain harus berfungsi optimal yang dipengaruhi oleh kebijakan dan kinerja pimpinan. harus berpikir “sistem” artinya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah komponen-komponen terkait seperti: guru-guru. staff TU. 3.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Kepala sekolah dan guru merupakan faktor yang terpenting dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah yang keberhasilannya diukur oleh prestasi tamatan (out put). 4. Antara lingkungan keluarga. oleh karena itu dalam menjalankan kepemimpinan. Untuk mengetahui pendidikan dalam lingkungan sekolah dan sekitarnya. Untuk menambah wawasan. Masyarakat merupakan kelompok sosial terbesar dalam suatu negara. anak didik. Selain di dalam lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat pendidikan juga dapat berlangsung didalam lingkungan sekolah.

20 .

menjadi orang yang berdiri sendiri dan bertanggung jawab sendiri dalam kehidupan sehari-hari. b. Lingkungan keluarga (lingkungan pertama) b. Perbedaan pertama ialah rumah atau lingkungan keluarga. mari kita selidiki lebih lanjut. Lingkungan sekolah (lingkungan kedua) c. e.BAB II PEMBAHASAN PENDIDIKAN DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH 1. d. Lingkungan sekolah. yaitu: a. Kelima macam lingkungan tersebut dapat digolongkan menjadi tiga golongan besar. Macam-Macam Lingkungan Pendidikan Kita mengetahui bahwa anak-anak telah semenjak lahir sampai menjadi manusia dewasa. Lingkungan keluarga. a. Baik atau buruknya suatu hasil perkembangan anak bergantung kepada pendidikan yang diterima anak tersebut dari berbagai lingkungan pendidikan. Lingkungan masyarakat (lingkungan ketiga) 2. Lingkungan perkumpulan pemuda. Adapun macam-macam lingkungan (tempat) pendidikan adalah: a. Lingkungan negara. Lingkungan kampung. Perbedaan Lingkungan Keluarga dan Lingkungan Sekolah Agar lebih jelas tentang betapa eratnya hubungan antarkedua lingkungan tersebut serta saling mempengaruhi atas pendidikan anak-anak. c. yakni lingkungan pendidikan yang sewajarnya 21 . dan sebagainya.

tertawa. bekerja. Mereka saling percaya. dan sebagainya. sedangkan orang tua menerima tugas mendidik dari Tuhan atau karena kodratnya. dan kasih mengasihi sesamanya. anak anak biasanya diharuskan saling mengerjakan tugasnya masingmasing yang sudah ditetapkan dalam sebuah peraturan dan tidak boleh saling ganggu-mengganggu.Perasaan kewajiban dan tanggung jawab yang ada pada orang tua untuk mendidik anak-anaknya timbul dengan sendirinya. anak merasa satu dengan orang tuanya. tidak merasa asing dengan keluarganya. Serta hubungan anak kepada guru merupakan sementara (tidak teetap). Perbedaan kedua ialah perbedaan suasana Kehidupan serta pergaulan dalam kehidupan sehari-hari dalam keluarga senantiasa diliputi oleh kasih sayang diantara anggota-anggotanya. minum. lebih terkekang oleh peraturan-peraturan daripada di lingkungan keluarga. yang timbul secara spontan. tidur. Anak di dalam keluarga mencurahkan isi hatinya kepada orang tuanya. membantu atau tolong menolong. anak bebas dalam segala tingkah laku. tidak dipaksa ataupun disuruh. Maka dari itu di sekolah anak-anak lebih tidak bebas. Meskipun sering terjadi perselisihan diantara anggotaanggota keluarga tersebut. gerak-gerik.bermain. Hubungan persaudaraan tersebut tidak akan putus atau bersifat alami. Perasaan kasihsayang tersebut merupakan kasih sayang sejati. c. Sekolah merupakan buatan manusia yang didirikan oleh pemerintah atau negara untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tidak mampu lagi memberi bekal kepada anak-anaknya. mereka tidak akan memutuskan tali kekeluargaan mereka. Sedangkan pergaulan anak di lingkungan sekolah dibatasi oleh peraturan-peraturan yang dibuat oleh sekolah. mengerti. kasih sayang dari guru berbeda dengan kasih sayang dari orang tua. Dalam lingkungan keluarga akan merasa bebas dari pada dilingkungan sekolah. seperti makan. guru berpindah-pindah dan berganti-ganti demikian pula muridmuridnya. meskipun mereka saling berjauhan. Maka dari itu. b. Guru sebagai pemberi jasa atau pendidik adalah merupakan menerima tugas kekuasaan sebagai pendidik dari pemerintah atau negara. Perbedaan ketiga ialah perbedaan tanggung jawab 22 .

ataukah akan menjadi seorang curang. Kita tahu bahwa anak-anak yang kita didik masih akan tetap tinggal dan dididik oleh keluarga. 3. 23 . Orang tuanya dapat mengetahui apakah anaknya itu rajin. Keterangan dari orangtua sangat penting bagi para guru-guru dalam menjalankan tugasnya untuk mendidik dalam watak dan pendidikan terhadap murid-muridnya.Anak itu akan akan berkelakuan baik. terutama orang tua dalam memberi tanggung jawab pendidikan kepada anaknya-anaknya. a. pemarah. orang tua dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman dari guru dalam hal mendidik anak-anak. jujur. sekolah dapat bekerja sama-sama dalam mendidik anak dengan keluarga. Dengan adanya kerjasama itu. Kerja Sama antara Keluarga dan Sekolah Mengapa kerja sama antara keluarga dan sekolah itu penting bagi Jika sekolah menghendaki hasil yang baik dari pendidikananak-anak pendidikan didiknya. Sedangkan guru lebih memberikan pendidikan intelek (menambah pengetahuan anak) serta pendidikan keterampilan (skills) yang berhubungan dengan anak. malas. sama-sama melakukan pendidikan keseluruh dari anak. suka menolong. sabar. Sekolah berkewajiban dan bertanggung jawab atas hasil pelajaran yang telah diberikan kepada anak-anak. dan sebagainya. perlulah ada kerjasama atau hubungan yang erat antara sekolah dan keluarga atau keluarga. sekolah dapat bekerja sama sebaik-baiknya dengan keluarga. Keluarga dan sekolah sama-sama mendidik anak. orang tua juga memberi pendidikan atau kepandaian meskipun secara sederhana. Intinya bagi kita bahwa tugas orang tua (keluarga) dan sekolah hampir bersamaan: keduanya melaksanakan keseluruhan pendidikan dari anak. maka akan memperoleh manfaat yang sangat bermanfaat dan berharga jika dalam mendidik anak-anak. pintar. yang umumnya keluarga tidak mampu untuk memberikannya. asosial. bodoh. Demikian orang tua murid dapat mengetahui kesulitan-kesulitan yang dihadapi murid di sekolah. baik jasmani maupun rohani. suka mengantuk dan sebagainya. Disamping memberi pendidikan watak.

b. 1) Mengadakan pertemuan dengan orang tua pada hari penerimaan murid baru. Surat sangat berharga.Kewajiban sekolah tentu saja bukan hanya mengajar (dalam arti mengisi otak anak dengan pelajaran-pelajarn atau ilmu pengetahuan saja) tapi juga berusaha membentuk pribadi anak menjadi manusia yang berwatak baik. Bagaimanakah cara-cara untuk mempererat hubungan dan kerja sama antar sekolah dan keluarga? Untuk memberi gambaran bahwa tidak sedikit usaha-usaha yang dapat dilakukan sekolah untuk mengadakan kerja sama. sekolah dengan diplopori oleh kepala sekolah bersama pembantupembantunya. 3) Adanya daftar nilai atau rapor. Setiap tahun sekolah selalu mengadakan pendaftaranuntuk menerima murid baru. sering membolos. surat dapat digunakan untuk perbaikan perilaku anak yang disampaikan melalui suran yang akan diserahkan kepada orang tua. 2) Mengadakan surat-menyurat antar sekolah dengan orang tua atau keluarga. mencari usaha agar mengadakan kerja sama dan hubungan yang erat dengan orang tua murid. agar lebih giat untuk mengembangkan bakatnya. Kepala sekolah dapat mengirimkan surat kepada orang tua untuk datang ke sekolah bilamana ada sesuatu tentang anaknya. atau sebaliknya kunjungan orang tua murid ke sekolah. di bawah ini kami berikan contohnya. Oleh sebab itu. Kesempatan itu membuka peluang guru untuk berkomunikasi dengan orang tua. Kunjungan guru kerumah orang tua sangat diperlukan. misalnya untuk membicarakan kesulitan-kesulitan yang dialami di sekolah terhadap anakanaknya. 24 . dan lain-lain. Sekolah dapat meminta orang tua jika hasil rapor anaknya kurang bagus atau sebaliknya jika anaknya memperoleh keistimewaan dalam suatu mata pelajaran. yang perlu di tanyakan atau dibicarakan di sekolah bersama-sama dengan guru. Surat juga berguna seperti surat-menyurat peringatan dari guru kepada orang tua jika anaknya perlu lebih giat. 4) Kunjungan guru kerumah orang tua muid.

Taman Kanak-Kanak sebagai Jembatan antara Keluarga dan Sekolah a. dan disuruh mengerjakan pekerjaan seperti yang biasa dilakukan oleh orang dewasa. Cara mendidik dan mengajar anak-anak. baik dirumah maupun disekolah masih banyak yang mengecewakan. setiap sekolah dapat memberi batasan-batasan yang tegas antara fungsi atau pekerjaan sekolahsebagai instansi pemerintah yang mempunyai hierarki sendiri. Kemauan. Benar pula bahwa anak harus dilatih dan dibiasakan melakukan segala sesuatu yang nantinya dapat dipergunakan sebagai bekal hidupnya sebagai orang dewasa. orang mulai mengenal bahwa 25 . Pelopor/pendiri taman kanak-kanak Bawasanya anak itu adalah anak. kurang diperhatikan. meskipun sebenarnya belum sesuai dan belum waktunya. Sekolah dapat mempertunjukkan kepandaian atau kecakapan para muridnya untuk tampil agar orang tua senang dengan pertunjukan tersebut. diberi nasihat. pada akhir tahun biasanya ada acara kenaikan kelas atau perpisahan kelas yang sudah lulus untuk melanjutkan kejenjang selanjutnya. Sekolah dapat membuat pertemuan-pertemuan antara guru dengan orang tua murid untuk menyelesaikan masalah-masalah mendidik anak yang masih banyak kesalahan orang tua terhadap cara mendidik anaknya. Barulah setelah Rousseau (1712-1778) mengemukakan pendapat tentang pendidikan anak-anak dalam bukunya. Tidak diinsafi bahwa anak itu sebenarnya anak dan bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. masih banyak terdapat kesalahan umum yg dilakukan orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Akan tetapi. dan keinginan anak berbeda dengan orang dewasa. pesta sekolah atau pameran-pameran hasil karya murid-murid. Emile. dimarahi. dengan demikian orang tua dapat menyaksikan sendiri bagaimana kecakapankecakapan para anak-anaknya. Pada umumnya. tetapi pandangan bahwa pengajar dan pendidik yang diberikan kepada anak itu harus disesuaikan dengan perkembangan jasmani dan rohani anak itu. Anak-anak dituntut sejak kecilnya harus berlaku seperti kelakuan-kelakuan yang di jalankan oleh orang dewasa. 6) Mendirikan perkumpulan orang tua murid dan guru (POMG). 4.5) Mengadakan perayaan. perasaan. dan harus diperlakukan seperti anak.

semua harus kita dasarkan pada kekuatan perbuatan itu. Demikianlah. yang disebut juga sebagai Bapak Taman Kanak-Kanak. yaitu Friede. gembira. b. Freude. Frobel. yaitu: 26 . W. Semasa kecilnya. kita biarkan tumbuh dari situ. Kepahitan hidup dan penderitaan batin itulah yang selalu di alaminya. ketiganya hendaklah menjadi satu dalam kehidupan manusia.supaya tiap-tiap perbuatan dapat mengajar anak itu menguatkan. Hidup berbuat. dan merdeka). A. Ia mendirikan taman kanak-kanak (Kinder Garten) di Blankenburg (1839-1840) yang sampai sekarang terkenal ke seluruh dunia. ia adalah seorang anak yang sungguh-sungguh sangat menderita. menjadikan. dan Freiheit (damai. Manfaat taman kanak-kanak Manfaat TK itu antara lain dapat kita lihat dari tujuan Frobel mendirikan Kindergarten. Kemudian. sesuai sekali dengan kebutuhan perkembangan anak-anak. Ayahnya seorang pendeta.mengetahui. dan menghasilkan didalam dirinya sendiri. marilah kita hidup bagi anak. Frobel mencurahkan kehidupan dan hidupnya bagi kebahagian anak-anak. serba singkat telah kita kemukakn tokoh pendiri taman kanakkanak dan sedikit gambaran tentang cita-cita pendidiknya. bahkan tidak diakuinya sebagai anak suaminya. ia diasuh oleh ibu tirinya yang sangat kejam dan menyia-nyiakan dia. Frobel seorang ahli didik bangsa Jerman. Karena pengalaman dan penderitaan nya itu pulalah maka ia mengajukan semboyanya yang terkenal. Salah seorang pelopor terbesar dalam dunia pendidikan yang telah mempelopori perbaikan dan pelaksanaan dalam cinta dan kasih sayang terhadap anak-anak itu F. dan harus diperlakukan secara berlainan pula. Anjuran yang terkenal di sekolahnya dalam mendidik anak-anak.anak itu sebenarnya berlainan dengan orang dewasa. Jadi. dan terutama didalam pendidikan. dilahirkan di Oberweiszbach pada tanggal 21 April 1782 dan meninggal dunia pada 21 Juni 1852 di Liebenstein. Ibunya meninggal dunia sembilan bulan setelah ia dilahirkan. Orang dewasa dapat mengerti dan dapat melayani kebutuhan-kebutuhan anak itu jika ia mau menyelami apa yang hidup dalam jiwanya dan mengetahui bagaimana perkembanganya.

3. tidak hanya dirinya sendiri saja yang menjadi pusat perhatian. c. Perasaan inteleknya telah berkembang. d. anak-anak yang bersekolah di TK mulai belajar bergaul dengan anak-anak lain.1. anak-anak belajar mematuhi peraturan. Dalam hal ini ada dua hal kematangan. dengan adanya TK dapat membantu meringankan beban orang tua. Memberi pertolongan dan bimbingan kepada para ibu dalam mendidik anakanaknya. Di simping itu pula. Perkembangan tubuh dan fungsi-fungsijiwa tersebut membantu anak-anak dalam pertumbuhannya ke suatu arah yang penting. yaitu: matang untuk bersekolah dan matang untuk belajar. 1) Matang untuk bersekolah a. mulai belajar bekerja dan bertanggung jawab. Matang untuk bersekolah Yang dimaksud dengan matang untuk bersekolah di sini ialah bilamana anak itu telah dapat dan sanggup di masukkan ke kelas 1 SD. Anak telah mempunyai sedikit kesadaran akan kewajiban dan pekerjaan. maksudnya anak ingin berteman lebih banyak daripada anggota-anggota keluarganya sendiri. Minat anak talah tertuju kedunia luar. Mendidik dan menyiapkan para calon ibu dalam teori praktik untuk menjadi pemimpin kindergarten dan untuk tugasnya sebagai ibu dikemudian hari. 27 . b. Perasaan sosialnya juga telah berkembang. orang tua dapat memperoleh pengetahuan dan dapat meniru atau menuruti petunjuk-petunjuk bagaimana cara-cara yang dilakukan atau dianjurkan guru-guru TK dalam mendidik anak-anaknya. 2) Keuntungan psikologis. maksudnya anak ingin mengetahui sesuatu yang belum diketahuinya. c. 2. yang disebut matang untuk bersekolah. dan menjadi tidak pemalu dan penakut. Untuk lebih memperluas pengertian. terutama dalam cara-cara mendidik anak-anaknya. Memberikan pendidikan yang lengkap kepada anak-anak usia 3 sampai 6 tahun sesuai dengan perkembangan yang wajar. Dengan begitu. marilah kita uraikan lebih lanjut manfaat dan keuntungan-keuntungan dengan adanya TK itu. Artinya. 1) Keuntungan sosiologis.

b. yang perlu diperginakan sebagai dasar untuk menerima pelajaran permulaan. Fungsi-fungsi jiwa anak yang sangat di perlukan untuk menerima pelajaranpalajaran di kelas 1 SD hendaknya sudah berkembang secukupmya .e. Kemudian yang tidak boleh di lupakan ialah pertumbuhan badan dan kesehatan anak telah cukup dan sanggup untuk menjalani tugas-tugaas bersekolah. Jika syarat-syarat yang telah diuraikan di atas itu masih ada yang kurang atau belum dimilikinya. Anak-anak hedaknya telah cukup mendap pengalaman-pengalaman dari dunia sekitar. yaitu: a. pendengarannya. seperti daya ingatnya. anak akan mengalami kesukaran-kesukaran dalam menjalankan tugas sekolahnya. 28 . bahkan mungkin anak itu dapat kita katakan belum matang untuk berselokah. 2) Matang untuk belajar Selain syarat-syarat yang telah disebutkan diatas. masih ada syarat lain yang harus dimiliki oleh anak agar agar dapat menjalankan tugasnya bersekolah. fantasinya dan fungsi bicaranya.

29 .

Bahkan kalau memungkinkan melibatkan keluarga anak didik dan tokoh masyarakat dalam merumuskan kurikulum pendidikan. Saran Melihat kenyataan bahwa untuk mencapai tujuan pendidikan yang maksimal diperlukan sebuah hubungan timbal balik yang erat maka diperlukan sebuah koordinasi lingkungan antar formal lingkungan (sekolah) pendidikan.PENUTUP A. namun ada hubungan saling mempengaruhi diantara lingkungan pendidikan. 30 . Kesimpulan Proses mencapai tujuan pendidikan untuk menghasilkan manusia yang baik secara pribadi maupun penguasaan ilmu pengetahuan tidak hanya tergantung tentang bagaiamana sistem pendidikan di jalankan oleh lingkungan pendidikan formal. baiknya Dalam menentukan kirikulum faktor untuk mepertimbangankan lingkungan keluarga dan masyarakat. Antara lingkungan pendidikan yang satu dan lingkungan yang lain yang disebut sebagai tripusat pendidikan tidak dapat berdiri sendiri. Namun juga dipengaruhi oleh lingkungan keluarga serta lingkungan masyarakat. B.

31 .

32 .

16). Purwanto (2003: 6.DAFTAR PUSTAKA Ngalim. Ilmu Pendidikan Teoretis 33 .3-6.

Penyelenggaraan SISDIKNAS dilaksanakan melalui 2 jalur yaitu jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah. pendidikan menengah.1. 34 . disingkat PLS. Serta upaya pembaharuannya meliputi landasan yuridis.3 Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Landasan Pengembangan Kurikulum. Pasal 1 ayat 5). 2 tahun 1989 Bab I. 2) Jalur pendidikan luar sekolah merupakan pendidikan yang bersifat kemasyarakatan yang diselenggarakan di luar sekolah melalui kegiatan belajar mengajar yang tidak berjenjang dan tidak berkesinambungan seperti kursus-kursus di luar sekolah. 1. Pendidikan keturunan dan pendidikan lainnya.1 Kelembagaan Pendidikan Pendidikan nasional dilaksanakan melalui lembaga-lembaga pendidikan baik dalam bentuk sekolah maupun dalam bentuk kelompok belajar. Jenjang pendidikan dasar untuk memberikan bekal dasar. struktur pendidikan dan tenaga kependidikan I. BAB II SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL 2. Sifatnya formal.I Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah suatu usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar berperan aktif dan positif dalam hidupnya sekarang dan yang akan datang. No. yang sifatnya tidak formal. 1) Jalur pendidikan sekolah melalui kegiatan belajar mengajar secara berjenjang dan berkesinambungan (pendidikan dasar. 3) Jenjang pendidikan adalah suatu tahap dalam pendidikan berkelanjutan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik serta keluasan dan ke dalam bahan pengajaran (UU RI. dan pendidikan nasional Indonesia adalah pendidikan yang berakar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional Indonesia. diatur berdasarkan ketentuan-ketentuan pemerintah ada keseragaman pola yang bersifat nasional.2 Pembahasan Masalah Pada hakikatnya penulis mengarahkan Langkah-langkah yang dijadikan pokok permasalahan dalam pembuatan makalah ini agar sasaran yang hendak dicapai dapat terwujud. Kurikulum dan perangkat penunjangnya.BAB I PENDAHULUAN I.1 Kelembagaan 2. atau pendidikan pertama/setara sampai tamat¬ ¬ Jenjang pendidikan menengah selamanya 3 tahun sesudah pendidikan dasar. dan pendidikan tinggi). Pokok permasalahan tersebut yaitu Bagaimana cara untuk menyiapkan peserta didik agar berperan aktif dan positif dalam hidupnya sekarang dan yang akan datang. Jenis pendidikan adalah pendidikan yang dikelompokan sesuai dengan sifat dan kekhususan tujuannya dan program yang termasuk jalur pendidikan sekolah terdiri atas pendidikan umum.

2 tahun 1989 Bab 1 ayat 4 No.Istilah kurikulum asal mulanya dari dunia olah raga pada zaman Yunani Kuno. Dapat digambarkan sebagai 35 . kerajinan. tuna rungu. (e) sehat jasmani dan rohani.Tujuan pendidikan nasional dinyatakan di dalam UU RI No. 1989: 4) berdasarkan arti yang terkandung kurikulum dalam pendidikan dianalogikan sebagai arena tempat peserta didik berlari untuk mencapai “finish” berupa ijazah. (g) bertanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Pasal 38 ayat 2 menyatakan: Kurikulum yang berlaku secara nasional ditetapkan oleh Menteri. Kurikulum Program Pendidikan .2 Program Dan Pengelolaan Pendidikan a. gelar (Zais. No. (c) budi pekerti luhur. tuna daksa. Curir berarti “pelari” dan Curere artinya “tempat terpaku” Kurikulum kemudian diartikan “jarak yang harus ditempuh” oleh pelari (Nana Sujana. dan busana perhotelan. 2) Pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja pada bidang pekerjaan tertentu. dan PLB untuk jenjang pendidikan menengah memiliki program khusus yaitu program untuk anak tuna netra. dan tuna grahita. institut dan Universitas. Yang termasuk pendidikan umum: SD. menengah dan pendidikan tinggi b. dari pendidikan pra sekolah. (b) manusia yang utuh beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. (d) terampil dan berpengetahuan. yang terdiri dari tingkat pendidikan dasar. politeknik. perkantoran dan lain-lain lembaga pendidikannya seperti STM.2 Tahun 1989). SMA dan Universitas. Pimpinan lembaga pemerintah non departemen berdasarkan pelimpahan wewenang dalam negeri. pendidikan pra sekolah dan pendidikan luar sekolah. pendidikan anak luar biasa.diselenggarakan di SLTA atau satuan pendidikan sederajat Jenjang¬ pendidikan tinggi disebut Perguruan Tinggi yang dapat berbentuk akademik. (f) berkepribadian yang mantap dan mandiri. 3) Pendidikan luar biasa merupakan pendidikan khusus yang diselenggarakan untuk peserta didik yang menyandang kelainan fisik/mental yang termasuk pendidikan luar biasa adalah SDLB untuk jenjang dasar. administrasi. . 2 tahun 1989 pasal 3 (a) terwujudnya bangsa yang cerdas. SMP. sekolah tinggi. diploma.1. 1976 yang dikutip oleh Muhammad Ansyar dan Nurtain. 1992:7) . Jenis Program Pendidikan Jenis pendidikan adalah pendidikan yang dikelompokan sesuai dengan sifat dan kekhususan tatanannya (UU RI. Jadi tuntutan pendidikan nasional diberlakukan untuk semua satuan pendidikan. 2. Pendidikan berfungsi untuk sebagaimana acuan umum bagi jenis pendidikan lainnya. Sperti bidang teknik tata boga. 1) Pendidikan umum adalah pendidikan yang mengutamakan perluasan pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Untuk pendidikan gurunya disediakan SGPIB (Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa) setara dengan Diploma III 4) Pendidikan kedinasan merupakan pendidikan khusus yang diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan pemerintah dan non departemen 5) Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan khusus yang mempersiapkan peserta didik dalam melaksanakan peranan yang khusus dalam pengetahuan ajaran agama. pendidikan kedinasan dan seterusnya. pendidikan tinggi.Untuk muatan lokal unit kecil lazimnya dimulai dari kurikulumnya sedangkan untuk muatan lokal untuk besar dimulai dari muatan lokalnya.

pengawasan. UU Organik Pendidikan Peraturan Pemerintah dan lain-lain. Perjuangan dan penerapan kesempatan mengikuti pendidikan b. strategi belajar.Keinginan dari kebanyakan peserta didik untuk cepat memperoleh bekal dan pekerjaan apapun yang membawa hasil . dan tenaga kependidikan 1.2 Pembaharuan Pendidikan Sistem pendidikan selalu menghadapi tantangan baru. Pembaharuan pola masa studi termasuk pendidikan yang meliputi pembaharuan jenjang dan jenis pendidikan serta lama waktu belajar pada suatu satuan pendidikan 4. Pendidikan efisiensi dan efektivitas pendidikan 36 .Segi ketenagaan . Radio 2. Pembaharuan pendidikan yang sangat mendasar ialah pembaharuan yang tertuju pada landasan yuridisnya karena landasan yuridis berhubungan dengan hal-hal yang bersifat mendasari semua kegiatan pelaksanaan pendidikan dan mengenai hal-hal yang penting seperti komponen struktur pendidikan. memberikan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan. dengan serta merta timbulnya kebutuhan-kebutuhan baru untuk menghadapi tantangan baru itu pendidikan berupaya melakukan pembaharuan dengan jalan menyempurnakan sistemnya. Pembaharuan kurikulum yaitu sifatnya mempertahankan dan mengubah 3.Sifat di pelajaran lokal itu sendiri . 2. struktur pendidikan.berikut: c.Sarana penunjang bagi pelaksanaan muatan lokal 2. Cara Merancang Pengajaran Cara menjabarkan muatan lokal ke dalam bentuk rancangan pengajaran.Materi muatan lokal yang sudah tercantum sebagai materi kurikulum dan sudah dilaksanakan secara rutin . Peningkatan mutu pendidikan c. Kegiatan ini sudah dimanfaatkan wawasan tentang pendekatan yang digunakan. Pembaharuan tenaga kependidikan adalah tenaga yang bertugas menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. ketenagaan. mengembangkan. metode/teknik. Pembaharuan yang terjadi meliputi landasan yuridis. mengelola. GBHN.Proses belajar mengajar . kurikulum dan perangkat penunjangnya. Sistem pendidikan nasional yang mempunyai misi mencerdaskan kehidupan bangsa Program utama pembangunan pendidikan. 1.Media masa khususnya media komunikasi visual seperti TV. pengelolaan. UUD 1945. Faktor penunjang pelaksanaan muatan lokal . Faktor penghambat pelaksanaan muatan lokal . Peningkatan relevansi pendidikan d. melatih. meneliti. sarana.Ketenagaan yang bervariasi . yaitu: a.3 Dasar dan Aspek Legal Pembangunan Pendidikan Nasional Berupa ketentuan-ketentuan yuridis yang sangat mendasar acuan serta mengatur penyelenggaraan sistem pendidikan nasional seperti Pancasila. 2. kurikulum.Sistem ujian akhir dan ijazah yang diselenggarakan di sekolah .Sarana cukup banyak .

tampak pada landasan. 30 th 1990 tentang Pendidikan Tinggi . pengembangan sistem pendidikan nasional mesti berdasar kepada aspek legal. Jadi kita sebagai pelajar dan peserta didik harus tahu jenis.PP No.PP No. 2 tahun 1989 peraturan pemerintah. Penyelenggaraannya terwujud pada: jalur. 28 th 1990 tentang Pendidikan Dasar . 29 th 1990 tentang Pendidikan Menengah . 37 . 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 38 th 1991 tentang Tenaga Kependidikan .1 Kesimpulan Pendidikan adalah suatu usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar berperan aktif dan positif dalam hidupnya sekarang dan yang akan datang. struktur pendidikan dan tenaga kependidikan 3. 27 th 1990 tentang Pendidikan Pra Sekolah .PP No. 73 th 1991 tentang Pendidikan Luar Sekolah .e.PP No. Pengembangan kebudayaan f. Jadi sistem pendidikan nasional merupakan satu keseluruhan yang terpadu dari semua suatu kegiatan pendidikan yang saling berkaitan untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan nasional dan diselenggarakan oleh pemerintah swasta di bawah tanggung jawab Menteri Dikbud dan Menteri lainnya. dan pendidikan nasional Indonesia adalah pendidikan yang berakar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional Indonesia.PP No.PP No. Landasan dan dasarnya menjiwai sistem pendidikan sedangkan pola penyelenggaraan dan perkembangannya memberikan warna coraknya. Pendidikan keturunan dan pendidikan lainnya. Kurikulum dan perangkat penunjangnya. Peserta didik mengetahui cara dan bagaimana mengetahui tentang sistem pendidikan nasional. yaitu: . jalur.2 Saran Dewasa ini sistem pendidikan nasional selalu dianggap sepele padahal sangatlah penting. jenjang dan jenis pendidikan berfungsi menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan. BAB III PENUTUP 3.PP No. Pembinaan generasi muda Program pokok pembangunan pendidikan dinyatakan dalam GBHN memberi pedoman bagi upaya merealisasikan pasal 31 dan 32 UUD 1945. Jenis pendidikan adalah pendidikan yang dikelompokan sesuai dengan sifat dan kekhususan tujuannya dan program yang termasuk jalur pendidikan sekolah terdiri atas pendidikan umum. Serta upaya pembaharuannya meliputi landasan yuridis. Sejumlah peraturan pemerintah yaitu pasal-pasal tertentu dari UU RI no. yakni bahwa: Tiap warga negara mendapat pengajaran¬ Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional¬ Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia¬ Untuk menyongsong laju pembangunan nasional maka upaya penyempurnaan UU Organik bidang pendidikan dilakukan terus dan sebagai hasilnya lahirlah UU RI No. 39 th 1992 tentang Peran Serta Masyarakat Dalam Pendidikan Pendidikan nasional Indonesia memiliki cirri khas sehingga berbeda dengan sistem pendidikan nasional bangsa lain. dasar penyelenggaraan dan perkembangannya.

(1989). DAFTAR PUSTAKA Center for Informatics office of Education an Cultural Research and Development Ministry of Education an Culture.program sistem pendidikan nasional. (1990) Jakarta: education Indicator: Indonesia Depdikbud (1989) UU RI No. 2 tahun 1982 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta. Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta: P2G Depdikbud UUD P4 dan GBHN 38 . Balai Pustaka Nana Sudjana.

Perkiraan dan Antisipasi Terhadap Masyarakat Masa Depan BAB I PENDAHULUAN A. C. Di dalam UU no 2 Tahun 1989 tentang sistim pendidikan nasional dinyatakan bahwa “dalam kehidupan suatu bangsa pendidikan mempunyai peranan yang amat penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan bangsa yang bersangkutan. Latar belakang Pedidikan selalu bertumpuh pada kesejateraan. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). BAB II PEMBAHASAN A. 1) Bagi mahasiswa calon tenaga kependidikan. 1) Memahami beberapa kemungkinan keadaan masyarakat di masa depan. Dan akhirnya. serat pranan factorfaktor globalisasi. Pendidikan selalu berlangsung dalam suatu latar kemasyarakatan dan kebudayaan tertentu. kenyataan dan kebutuhan mendesak masa kini. kajian tentang masyarakat masa depan tersebut berdampak ganda. baik yang berkenan dengan penyiapan manusia maupun yang berkenan dengan perubahan sosio-kultural. 39 . dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. melalui pendidikan akan ditetapkan langkahlangkah yang akan dipilih masa kini sebagai upaya mewujukan aspirasi dan harapan di amsa depan.pengajaran. dan aspirasi serta harapan masadepan/melalui pendidikan setiap masyarakat akan melestariakn nilai-nilai luhur social kebudayaannya yang telah terukir dengan indahnya dalam sejara bangsa tersebut. Perkiraan Masyarakat Masa Depan. serta kebutuhan yang meningkat dalam layanan professional terhadap masyarakat di masa depan tersebut. serta pengembangan sarana pendidikan untuk mendukung upaya-upaya yang sedang atau akan dilaksanakan. yakni untuk dirinya sendiri serta pada gilirannya kelak untuk siswa-siswanya. Melalui dengan pendidikan juga diharapkan dapat ditumbuhkan kemampuan untuk menghadapi tuntutan objektif masa kini. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 telah ditetapkan antara lain bahwa “pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan. 2) Memahami berbagai upaya pendidikan untuk mengantisipasi masa depan. utamanya guru. Demikian pula di Indonesia pendidikan nasional dilaksanakan berdasarkan latar kemasyarakatan dan kebudayaan Indonesia. Manfaat. Dari sisi lain pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan setiap masyarakat. yakni pengalaman-pengalaman masa lampau. arus komunikasi yang semakin padat dan cepat. Landasan sosio-kultural merupakan salah satu dasar utama dalam menentukan arah kepada program-program pendidikan baik program pendidikan sekolah maupun program pendidikan luar sekolah. baik tuntutan dari dalam maupun tuntutan karena pengaruh dari luar masyarakat yang bersangkutan. Tujuan. Dlam UU-RI No. B.” Melalui upaya pendidikan kebudayaan di wariskan dan di pelihara oleh setiap generasi bangsa.

banyak gagasan dalm 40 . Di samping keempat bidang tersebut. Bidang pendidikan dalam kaitannya dengan identitas bangsa. Berwujud ideal yakni ide. atau nama resminya: konferensi PBB mengenai lingkungan hidup dan pembangunan (UNCED).radio .(Koentjaraningrat 1974: 15-22). pada awal juni 1992 di Rio De Jeneiro. 2. bahkan mengancam keselamatan planet ini. Disamping terpaan tentang gagasan-gagasan dalam pendidikan globalisasin terjadi pula secara langsung menerpa setiap indiidu manusia melalui buku. hukum dan HAM. c. Gejala lainnya adalah makin meluasnya perusahaan multi nasional sebagai perusahaan raksasa yang kakinya tertanam kuat di berbagai negara. diperlukan wawasan dan kebijakan yang tepat dalam bidang pembangunan yang menjamin kelestarian dan keselamatan lingkungan hidup. utuhnya. satu kesatuan. pendidikan seharusnya selalu mengantisipasi keadaan masyarakat masa depan. Di berbagai bagian dunia telah berkembang kelompok-kelompok ekonomi regional. nilai-nilai. gagasan. 3. Bidang lingkungan hidup telah menjadi bahan pembicaraan dalam berbagai pertemuan internasional. Kebudayaan itu dapt: 1. Kecenderungan globalisasi tersebut merupakan suatu gejala yang tidak dapat dihindari. Berwujud kelakuan yankni kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat. Kajian masyarakat masa depan itu semakin penting jika diingat bahwa pendidikan selalu merupakan penyiapan peserta didik bagi peranan di masa yang akan datang. Kerusakan ke berbagai negara di sekitarnya. atau pembangunan yang berwawasan lingkungan. yang mencapai puncaknya pada konferensi tingkat tinggi (KTT) bumi . Oleh karen itu. dengan kata lain: “menjadikan dunia sebagai satu keutuhan. yang harus dibiasakan dengan belajar. beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu (koentjaraninggrat.dan media lainnya. Kekuatan pertama gelombang globalisasi ini membuat bumi seakan-akan menjadi sempit dan transparan. Kecenderungan Globalisasi yang Makin Kuat.Serentak dengan itu upaya pendidikan di arahkan pula untuk mengembangkan kebudayaan itu. Dengan demikian. Bidang iptek yang mengalami perkembangan yang semakin dipercepat utamanya dengan penggunaan berbagai teknologi canggih seperti computer dan satelit. b. termasuk budaya nasional dan budaya-budaya nusantara. serta saling ketergantungan antar bangsa didunia semakin besar. Berwujud fisik yakni benda-benda hasil karya manusia. Globalisai ekonomi telah menyebabkan negara hanya bertapal batas politik saja. 1974: 19). d.yakni: a. 8-9) Terdapat empat bidang kekuatan gelombang globalisasi yang paling kuat dan menonjol daya dobraknya.” Menurut Emil salim (1990. Perubahan keadaan masyarakat masa depan yang berlangsung dengan cepat mempunyai beberapa karateristik umum yang dapat dijadikan petunjuk sebagai ciri masyarakat di masa depan yaitu: 1.televise.kebulatannya) bermakna bumi sebagai satu keutuhan seakan akan tanpa tapal batas administrasi negara. Oleh karena itu. Kebudayaan yang dimaksudkan dalam arti luas yaitu “ keseluruhan gagasan dan karya manusia.Brasil.paham demokrasi dan sebagainya. Globalisasi iptek tersebut memeberi orientasi baru dalam bersikap dan berpikir serta berbicara tanpa batas negara. Bidang ekonomi yang mengarah ke ekonomi regional dan atau ekonomi global tanpa mengenal batas-batas negara. peraturan dan sebagainya. Istilah globalisasi (asal kata: global yang berararti secara umumnya. dunia menjadi amat tarnsparan. kecenderungan globalisai juga tampak dalam bidang politik. norma-norma. sedangkan dari segi ekonomi semakin kabur.

Segi positifnya antara lain memudahkan untuk mengikuti perkembangan iptek yang terjadi di dunia.menghadapi globalisasi yang menekankan perlunya berpikir dan berwawasan global namun harus tetap menyesuaikan keputusan dan tindakan dengan keadaan nyata disekitarnya. peranti itu sangat membantu mengebangkan IPTEK itu sendiri. Terbuka peluang bagi kita untuk menikuti perkembangan iptek tersbut secara dini sebaliknya apabila masyarakat belum siap menerimanya. g. maka akan berubah menjadi tantangan. termsuk berbagai layanan yang dibutuhkannya. manusia masa depan tersebut makin menuntut suatu kualitas hidup yang lebih baik. b. yakni pengubahan atau penerjemahan isi pesan kedalam bentuk yang serasi dengan alat pengiriman pesan.gagasan. Reaksi internal penerima sesuai pemahaman pesan yang diterimanya. Layanan yang diberikan oleh pemangku profesi tertentu. Sedangkan segi negatifnya akan timbul apabila kondisi social. Globalisasi perkembangan iptek yang cepat tersebut adalah peluang dan tantangan. maka anggota masyarakat masa depan semakin luas wawasan dan pengetahuannya serta daya kritis yang semakin tinggi. maupunu komunikasi dalam kelompok kecil (small group communication) dengan ciri pokok adanya dialog diantara pihak pihak yang berkomunikasi. Gangguan atau hambatan (noise) yang dapat terjadi pada semua unsur dasar lainnya. Penigkatan Layanan Profesional.tergantung pada kesiapan bangsa besrta kondisi social. d. c. Pada umumnya bentuk komunikai langsung (verbal atau non verbal) di kenal sebagai komunikasi antar pribadi (interpersonal communication). yang dibedakan atas komunikasi pembicara-pendengar (speker audience communication). Oleh karena itu. Pembukasandian (decoding) yakni penerjemahan kembali apa yang di terima kedalam isi pesan oleh penerima. 4. Perkembangan llmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Perkembangan iptekn yang makin cepat dalam era globalisasi merupakan salah satu cirri utama dari masyarakat masa depan.budayanya belum siap menerima limpahan itu ( Pratiwi Sudarsono. Percepatan perkembangan IPTEK tersebut terkait dengan landasan ontologism. globalisasi perkembangan IPTEK tersbut dapat berdampak positif ataupun negative. akan semakin penting untuk 41 . danpada gilirannya. Sedangkan bentuk komunikasi yang bercirikan monolog adalah komunikasi publik. Penyandian (encoding). Saluran. 2. Perkembangan komunikasi dengan arus informasi yang makin padat dan akan di percepat di masa depan mencakup keseluruhan unsur-unsur dalam proses komunikasi tersebut. Salah satu ciri penting masyarakat masa depan adalah meningkatnya kebutuhan layanan profesionalisme dalam berbagai bidang kehidupan manusia. atau layanan professional. f. dan aksiologisnya (Filsafat Ilmu. baik komunikasi antar orang (Dyadic communication). Karena perkembangan iptek ang makin cepat serta perkembangan arus informasi yang semakin padat dan epat. Transmisi (pengiriman) pesan. Iptek membantu mengembangkan peranti yang dapat mengatasi berbaai kekurangan atau keterbatasan alat indera. Beberapa unsur proses komunikasi yaitu: a. 1990: 14-15).epistemologis. Sumber pesan seperti harapan. Perkembangan Arus Komunikasi Yang Semakin Padat Dan Cepat. e.perasaan aatau prilaku yang diinginkan oleh pengirim pesan.budayanya untuk menerima limpahan informasi atau teknologi tersebut. 3. 1981: 9-15).

Kalau nilai masih bersifat umum.telah memerlukan warga yang mau dan mampu menghadapi segala permasalahan serta siap menyesuaikan diri dengan situasi baru tersebut. Salah satu pengaruh nilai akan tampak dalam sikap (attitude) seseorang. Upaya Pendidikan Dalam Mengantisipasi Masa Depan.kualitas hidup dan kehidupan manusia dalam masyarakat di masa depan akan lebih baik lagi. Dalam sikap dapat dibedakan atas tiga aspek. Pengembangan pendidikan dalam masyarakat yang sedang berubah dengan cepat haruslah dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan sistematik-sistematik. Pembanguna manusia Indonesia seutuhnya merupakan kunci keberhasilan bangsa dan negara Indonesia dalam abad 21 yang akan datang untuk itu diperlukan: 1. dan kesempatan menerima arus informasi yang padat dan cepat. 2. salah satu ketentuan penting dalam perundang-undangan tersebut adalah ketetapan pendidikan dasar sembilan tahun. 3. Nilai merupakan norma.kebutuhan masyarakat tersebut. Perubahan nilai dan sikap dalam rangka mengantisipasi masa depan haruslah diupayakan sedemikian rupa sehingga dapat diwujudkan keseimbangan dan keserasian antara aspek 42 . kemungkinan berbagai alternative unuk bertindak. Status professional memerlukan persyaratan yang berat. moral. sehingga tidak semua jenis pekerjaan dapat memperolehnya. seperti agama. Upaya Mengantisipasi Masa Depan. dan sebagainya.kini. dan lingkungan. kemajuan iptek. aspek afektif. acuan yang seharusnya. yang dapat di anggap sebagai profil manusia Indonesia di masa depan. B. a. maka sikap selalu terkait dengan objek tertentu dan disertai dengan kecenderungan untuk bertindak sesuai dengan sikap terhadap objek tersebut ( dapat positif ataupun negative). Perubahan Nilai dan Sikap. Bagi bangsa Indonesia dengan masyarakat yang majemuk terjadi variasi system nilai dan tata kelakuan ( sebagai wujud ideal dari kebudayaan nusantara). Berdasarkan acuan normative yang berlaku (UU RI No. Sebagai kemampuan internal. Ketanggapan terhadap berbagai masalah social. Sehinga tuntutan mutu layanan professional tersebut semakin tinggi pula hal itu menuntut suatu kerja sama antar tenaga professional yang semakin erat. yaitu: aspek kognitif. Masyarakat masa depan dengan ciri globalisasi. Tuntutan Bagi Manusia Masa Depan (Manusia Modern) Setiap upaya manusia untuk menyesuaikan diri terhadap konstelasi dunia pada masanya (pada masa lampau. dan atau kaidah yang akan menjadi rujukan perilaku. Efisiensi dan etos kerja yang tinggi.cultural. Dengan demikian. Kreativitas didalam menemukan alternative pemecahannya. adatistiadat.politik. dan aspek konatif. dan sebagainya. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. hukum. Nilai-nilai tersebut dapat bersumber dari berbagai hal. Nilai dan sikap memegang peranan penting dalam menentukan wawasan dan perilaku manusia. 2. Beberapa diantaranya seperti: 1.akan datang) adalah proses modernisasi sebagai perkiraan masyarakat masa depan. Tuntutan manusia Indonesia di masa depan diarahkan kepada pembekalan kemampuan yang sangat diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan dimasa depan tersebut. Pendidikan berkewajiban mempersiapkan generasi baru yang sanggup menghadapi tantangan zaman baru yang akan datang. 2/1989 beserta peraturan pelaksanaanya) telah ditetapkan rumusan tujuan pendidikan di Indonesia.

demi penggalakan peningkatan pemrataan mutu.dipilih terutama dalam bidang-bidang yang vital. dan efeisiensi sumber daya manusia secara keseluruhan. sampai dengan system teknologi dan peralatan (Koentjaraningrat. agar dapat menyesuaikan diri dengan dunia yang selau berubah tersbut dengan berhasil. manusia Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh budaya setempat (sesuai etnis yang ada di nusantara) dan budaya Indonesia (yang berkembang dari puncak budaya –budaya nusantara tersebut). Pengembangan Sarana Pendidikan Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam mengan tisipasi masa depan. kesenian. Unsure terakhir tersebutlah yang paling mudah berubah dibandingkan dengan unsure lainnya. sebagai modal utama untuk menghadapi globalisasi. Oleh karena itu. Nilai-nilai luhur yang mendasari kepribadian dan kebudayaan Indonesia seyogyanya akan tetap dilestarikan. termasuk hal-hal yang berkaitan dengan sarana kehidupan manusia. Pengembangan Kebudayaan. sebagai instrument operasional untuk berkiprah dalam globalisasi. pengetahuan. tetapi juga menerima berbagai pengaruh “budaya dunia” (Refleksi. pengembangan sarana pendidikan sebagai salah satu prasyarat utama untuk menjemput masa depan dengan segala kesempatan dan tantangannya. 4. Santoso S. Kebudayaan mencakup unsur-unsur mulai dari system religi. Khusus untuk pendidikan tinggi. dan kesehatan sebagai penangkal terhadap menurnnya kualitas hidup dan hancurnnya system pendukung kehidupan manusia. termasuk pengelola sistem pendidikan formal dan non formal. Oleh karena itu. BAB III PENUTUP 43 . agama dan teologi demi ketahanan social-budaya termasuk persatuan dan kesatuan bangsa. keluarga berencana. pendidikan untuk pengelolaan kependudukan. pendidikan untuk pengembangan keterampilan manajemen. karena pendidikan selalu berorientasi pada penyiapan peserta didik untuk berperan di masa yang akan datang. c. Khusus untuk menyongsong era globalisasi yang makin tidak terbendung. 1990: 3-4). seperti manufacturing pertanian. pendidikan untuk mempertinggi mutu tenaga kepen didikan dan kepelatihan. Oleh karena itu. agar terhindar dari krisis identitas. pendidikan untuk pengembangan IPTEK . akan tetapi. lingkungan. 5. Dalam menghadapi berbagai pengaruh tersebut setiap individu diharapkan dapat menyelaraskannya dengan baik. Salah satu upaya penting dalam mengantisipasi masa depan adalah upaya yang berkaitan dengan pengembangan kebudayaan dalam arti luas. perubahan masyarakat Indonesia dari masyarkat pertanian ke masyarakat industri dan masyarakat informasi telah meyebabkan keseluruhan unsure-unsur tersebut akan mengalami pengaruh yang kuat. kemasyarakatan. pendidkan untuk pengembangan system nilai. Saling pengaruh dalam pengembangan kebudayaan di dunia ini. Hamijoyo (1990:33)mengemukakan lima strategi dasr dalam era globalisasi tersbut yakni: 1.1974:12). 3. merupakan hal lumrah. termasuk filsafat. relevansi. bahasa. diperlukan suatu program pendidikan yang kuat dalam dasar keahlian yang akan memperluas wawasan keilmuan dan membuka peluang krjasama dengan bidang keahlian lainnya. termasuk bahasa-bahasa asing yang relevan untuk hubungan perdagangan dan politik.pelestarian dan aspek pembaruan. terdapat beberapa hal yang secara khusus memerlukan perhatian dalam bidang pendidikan. b.mata pencaharian. 2. terdapat kecenderungan berkembangnya pola pemecahan masalah secara multidisiplin.

Keseluruhan hal itu telah mulai tampak pengaruhnya masa kini. Kecenderungan globalisasi yang makin kuat. Tuntutan bagi manusia masa depan. dan sebagainya.telah memerlukan warga yang mau dan mampu menghadapi segala permasalahan serta siap menyesuaikan diri dengan situasi baru tersebut. L. Pendidikan berkewajiban mempersiapkan generasi baru yang sanggup menghadapi tantangan zaman baru yang akan datang. Pengembangan pendidikan dalam masyarakat yang sedang berubah dengan cepat haruslah dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan sistematik-sistematik. Rineka Cipta. Kebutuhan/tuntutan peningkatan layanan professional dalam berbagai segi kehidupan manusi. utamanya yang berhubungan dengan perubahan nilai dan sikap sebagai manusia modern. Dengan demikian. Perkembangan arus informasi yang makin padat dan cepat.Kesimpulan Pendidikan selalu merupakan penyiapan peserta didik bagi peranan di masa yang akan datang. Perubahan keadaan masyarakat masa depan yang berlangsung dengan cepat mempunyai beberapa karateristik umum yang dapat dijadikan petunjuk sebagai ciri masyarakat di masa depan yaitu: 1. Perkembangan iptek yang makin cepat. pengembangan kehidupan dan kebudayaan. pendidikan seharusnya selalu mengantisipasi keadaan masyarakat masa depan. Jakarta. Pengantar Pendidikan. Makalah By: Raflen A. 2005. Upaya mengantisipasi masa depan.. dan kesempatan menerima arus informasi yang padat dan cepat. 2. 4. 2. 3. Gerungan 44 . kemajuan iptek. Tirtarahardja U dan Drs. La Sulo S. serta pengembangan sarana pendidikan. Pembanguna manusia Indonesia seutuhnya merupakan kunci keberhasilan bangsa dan negara Indonesia dalam abad 21 yang akan datang untuk itu diperlukan: 1. Dr. Masyarakat masa depan dengan ciri globalisasi. Daftar Pustaka • Prof. serta diperkirakan akan makinpenting peranannya di masa depan.

sehingga penulis bisa berada di dunia ini hingga sekarang.Pertama.Rate This Makalah pengantar pendidikan “sistem pendidikan nasional” Di ajukan sebagai salah satu syarat ketuntasan pelaksanaan mata kuliah Pengantar Pendidikan semester genap 2011 Disusun oleh Nama NIM/BP Jurusan Prodi : Zettry : 17514/2010 : Kimia : Pendidikan Kimia Dosen Pembimbing *Zuliarni *Ida Murni Saan Universitas negeri padang 2011 Kata Pengantar Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas semua rahmat dan karunia-Nya. Tak lupa ucapan terima kasih penulis kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini. yaitu kepada penulis buku referensi 45 . yaitu kepada orangtua penulis yang telah melahirkan dan membesarkan dengan kasih sayang yang tiada hingga. Kedua. sehingga makalah untuk mata kuliah Pengantar Pendidikan ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.

sehingga baiklah makalah ini. Mei 2011 Zettry Pendahuluan 1. sehingga mempermudah penulis dalam menyusun materi makalah ini. Makalah Sistem Pendidikan Nasional ini berisi materi tentang system pedidikan dan halhal menyangkut system pendidikan itu sendiri. juga untuk berbagi pengetahuan kepada pembaca tentang bagaimana system pendidikan nasionalIndonesia saat ini Penulis sadar. yaitu kepada semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan namanya satu persatu. *. 3. penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar terjadi perbaikan dimasa yang akan datang. Oleh sebab itulah. Sehingga tidak ada hal-hal yang di rekareka. Terakhir. Ketiga.Sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Pengantar Pendidikan *.yang penulis gunakan dalam penulisan makalah ini. tak ada gading yang tak retak.Sebagai sarana berbagi informasi dan pengetahuan dengan para pembaca sekalian.Sebagai persiapan pengetahuan sebagai calon pendidik.Tujuan Tujuan penulisan makalah Sistem Pendidikan Nasional ini adalah : *.Latar Belakang 2.Maksud dan tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai pemenuhan syarat ketuntasan mata kuliah Pengantar Pendidikan. Materi dalam makalah ini di susun secara runtut dan bersumber dari sumber terpercaya.Daftar Isi Judul Kata Pengantar 46 . yaitu kepada teman-teman yang telah memberi masukan dan dukungan. Padang.Selain itu.

konsep tentang pendidikan dan konsep tentang pendidikan nasional. Undang-undang Pendidikan dan peraturan-peraturan lain mengenai pendidikan dan pengajaran. 47 .Pendahuluan Latar belakang Tujuan Daftar isi Isi Definisi Unsur-unsur pokok system pendidikan nasional Tujuan pendidikan nasional Komponen system pendidikan nasional Proses system pendidikan nasional Realisasi system pendidikan nasional dan permasalahannya Pembaharuan system pendidikan nasional Penutup Kesimpulan Saran Daftar Pustaka Isi SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL a. Definisi Tidak begitu mudah untuk memberikan suatu definisi yang memadai mengenai sistem pendidikan nasional. Konsep sistem pendidikan nasional akan tergantung pada konsep tentang sistem. Perlu pula disadari bahwa konsep me-ngenai pendidikan dan sistem pendidikan nasional tidak bisa semata-mata disimpulkan dari praktek pelaksanaan pendidikan yang terjadi sehari-hari di lapangan. melainkan harus dilihat dari segi konsepsi atau ide dasar yang me-landasinya seperti yang biasanya tersurat dan juga tersirat dalam ketetapan-ketetapan Undang-undang Dasar.

Suatu sistem memiliki tiga unsur pokok: (1) tujuan. dikemukakan bahwa pendidikan nasi-onal merupakan landasan pembangunan masyarakat nasional. dalam kata pembukanya yang ditulis oleh Mr. komponenkomponen sistem tersebut harus berhubungan dan berinteraksi secara terpadu. maka ia setidak-tidaknya memiliki tiga unsur pokok tersebut. Hanya saja. Sedangkan yang dimaksud dengan sistem pendidikan nasional adalah “keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional” (pasal 1 ayat 3 ). Yamin. konsep pendidikan na-sional. Oleh karena itu. kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. akhlak mulia. Menteri Pendidikan. Mekanisme dan prosedur beroperasinya serta berfungsinya komponen-komponen suatu sistem dalam upaya mewujudkan tujuan sistem merupakan proses sistem tersebut. 1) Tujuan Pendidikan Nasional 48 . maupun konsep sistem pendidikan nasional. (pasal 1 ayat 2 ). bangsa dan negara” ( Pasal 1. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Di samping itu. Pengertian yang 1ebih jelas mengenai pendidikan. sistem pendidikan dan pe-ngajaran lama secara berangsur-angsur harus digantikan dengan sistem pendi-dikan dan pengajaran nasional yang demokratis. Pendidikan nasional didefinisikan sebagai “pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama. kecerdasan. kepribadian. ayat 1 ). Sistem dibangun dari komponen-komponen dan kom-ponen-komponen bagian yang semuanya itu membentuk isi suatu sistem sebagai piranti untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. (2) isi atau komponen. Penga-jaran dan Kebudayaan pada waktu itu. Suatu sistem (termasuk sistem pendidikan) dibangun dengan maksud untuk mewujudkan suatu tujuan tertentu. b. Unsur-unsur Pokok Sistem Pendidikan nasional Kazik (1969:1) mendefinisikan sistem sebagai “organisme yang diran-cang dan dibangun strukturnya secara sengaja.Undang-undang Nomor 4 Tahun 1950 yang merupakan produk perta-ma undang-undang pendidikan dan pengajaran sesudah masa kemerdekaan tidak memberikan definisi tentang konsep pendidikan. bahwa pada masa-masa itu konsep dan gagasan pendidikan nasional meru-pakan reaksi dari sistim pendidikan kolonial yang bersifat diskriminatif dan elitis. yaitu masya-rakat yang berkesusilaan nasional. dan (3) proses. Muhd. Memang dapat dimak1umi. yang terdiri dari komponen-kumponen yang berhubungan dan berinteraksi satu sama lain yang harus berfungsi sebagai suatu kesatuan yang utuh untuk mencapai tujuan khusus yang telah ditetapkan sebelumnya”. pendidikan na-siona1 dan sistem pendidikan nasiona1 dapat dijumpai dalam Undang-undang No. Kalau pendidikan nasional kita benar-benar merupakan suatu sistem. pengendalian diri. masyarakat. Dalam undang-undang ini pendidikan didefinisikan sebagai “Usaha sadar dan terencana un-tuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Jadi dengan demikian. sistem (pendi-dikan nasiona1 dapat dianggap sebagai jaringan satuansatuan pendidikan yang dihimpun secara terpadu dan dikerahkan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

yang bertanggung jawab atas terse1eng-garanya masyarakat Sosialis Indonesia. rumusan-rumusan mengenai tujuan pendidikan nasional harus dicari dari dokumendokumen pada masa sesudah proklamasi kemerdekaan. pada saat Indonesia berada di bawah gelora Manipol/Usdek. 49 . Pasal 3 undang-undang tersebut menetapkan bahwa “tujuan pendidikan dan pengajaran ialah membentuk manusia susila yang cakap dan warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air”. yaitu: (a) Ke-Tuhanan yang Maha Esa (b) Prikemanusiaan yang adil dan beradab. Menteri Pendidikan. Dengan semangat tersebut diharapkan kemerdekaan bisa dipertahankan dan dengan semangat itu pula kemerdekaan akan diisi. 104/Bhg. supaya melahirkan warga negara Sosialis Indonesia yang susila. Tekanan tampaknya diletakkan pada pembentukan warga negara yang demokratis dan warga negara yang bertanggung jawab sebagai antitesa warga masyarakat terjajah. karena pada masa itu negara ingin menghasilkan patriot bangsa yang rela berkorban untuk negara dan bangsa. karena pendidikan pada masa penjajahan secara formal tidak berakar pada kebudayaan nasional dan tidak berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. 145 tahun 1965 tujuan pendidikan nasional dirumuskan sebagai berikut : “Tujuan Pendidikan Nasional kita baik yang dise1enggarakan oleh pihak Pemerintah maupun Swasta. dari Pendidikan Prasekolah sampai Pendidikan Tinggi. Melalui Keputusan Presiden Repu1ik Indonesia No. 0. Sejak proklamasi kemerdekaan. Sebagai konsekuensinya. Kalau pendidikan nasional didefinisikan sebagai pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undangundang Dasar 1945 serta berakar pada nilai-nilai agama dan kebudayaan nasional. Pada tahun 1965.K. Dengan keluarnya Undang-undang No. Tujuan pendidikan ini tidak mengalami perubahan sampai pada saat undanq-undang No. tujuan pendidikan telah mengalami beberapa kali perubahan. mengikuti perubahan situasi politik yang terjadi pada masa-masa tersebut misalnya. Pengajaran dan Kebudayaan No. 12 tahun 1954. 4 Tahun 1950. tujuan pendidikan terutama berorientasi pada usaha “menanamkan jiwa patriotisme” (S. 4 Tahun 1950 diberla-kukan untuk seluruh wilayah Republik Indonesia sebagai Undang-undang no. rumusan tujuan pendidikan dan pengajaran mengalami perubahan. pada masa permulaan kemerdekaan. maka pendidikan nasional dan sistem pendidikan nasional akan terbatas pengertiannya pada pendidikan dan sistem pendidikan pada masa sesudah proklamasi kemerdekaan. (c) Kebangsaan (d) Kerakyatan (e) Keadilan Sosial seperti dijelas-kan dalam Manipol/Usdek”.Apa tujuan yang ingin diwujudkan oleh pendidikan nasional?. adi1 dan makmur baik spirituil dan materiil dan yang berjiwa Pancasila. rumusan pendidikan nasional disesuaikan dengan situasi politik pada masa itu. tanggal 1 Maret 1946}.

mandiri. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. berakhlak mulia. berilmu. dapat menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa. memiliki pengetahuan dan keterampi1an . rumusan tujuan pendidikan nasional yang terbaru dapat dibaca dalam UU No. 2 Tahun 1989. kreatif. 50 . memi1iki pengetahuan dan keterampilan. 20 tahun 2003 Bab II pasal 3 yang menegaskan bahwa : “Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. kesehatan jasmani dan rohani. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa dan yang berbudi pekerti luhur. Rumusan tujuan pendidikan nasional dalam Undang-undang No. IV/MPH/1973 yang dikenal dengan nama Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Pembangunan di bidang pendidikan didasarkan atas Falsafah Negara Pancasila dan diarahkan untuk membentuk manusia-manusia pembangunan yang berPancasila dan untuk membentuk Manusia Indonesia yang sehat jasmani dan rohaninya. Berdasarkan ketetapan Majelis Permu-syawaratan Rakyat Sementara Republik Indonesia No. Pada masa ini tujuan pendidikan tampaknya diti-tikberatkan pada pembentukan manusia Pancasilais sejati. dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab. cakap. dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur. tujuan pendidikan dirumuskan sebagai berikut: “Membentuk manusia Pancasilais sejati berdasarkan ketentuan-ketentuan seperti yang dikehendaki oleh Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 dan isi Undang-undang Dasar 1945″. kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.Sesudah terjadinya peristiwa G30S/PKI. Dalam ketetapan tersebut dirumuskan pula tujuan nasional pendidikan yang baru berbunyi sebagai berikut : “Pendidikan pada hakikatnya ada1ah usaha sadar untuk mengem-bangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. maka pendidikan ada1ah tanggung jawab keluarga. Pasal 4 undang-undang tersebut menyatakan bahwa : “Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. kembali rumusan tujuan pendidikan mengalami perubahan. Mempelajari rumusan-rumusan tujuan pendidikan yang dikemukakan di atas beberapa kesimpulan dapat ditarik: a) Tujuan pendidikan nasional cukup sering berubah mengikuti perubahan situasi politik yang terjadi pada suatu masa. sehat. agar pendidikan dapat dimiliki o1eh se1uruh rakyat sesuai dengan kemampuan masing-masing individu. karena pada masa itu barangkali banyak ditemukan manusia Pancasilais palsu yung tidak sepenuhnya berpegang pada Pancasila dan UUD 1945 yang murni. Pada tahun 1973. 0leh karenanya. masyarakat dan Pemerintah.” Sementara itu. MPR hasil pemilihan umum menge1uarkan ketetapan No. men-cintai bangsanya dan mencintai sesama manusia sesuai dengan ketentuan yang temaktub dalam dalam Undang-undang Dasar 1945″. XXVII/MPRS /1966.

di negara kita pendidikan dalam keluarga belum memainkan peranan yang berarti. pendidikan luar biasa. pendidikan sekolah dapat diklasifikasikan lagi menjadi pendidikan umum. Misalnya. Dilihat dari sifatnya. semua satuan pendidikan harus bekerja secara seimbang dan berinteraksi satu sama lain dalam suatu kesatuan sistenm yang merupakan suatu kebulatan. Sebenarnya masih ada lagi jenis pendidikan lain yang mempunyai potensi untuk meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia. Untuk mewujudkan tujuan yang beraneka ragam tersebut diperlukan satuan-satuan dan jalur-jalur pen-didikan yang merupakan komponenkomponen sistem pendidikan nasional. maupun formal. pendidikan kejuruan. Padaha1 Iandasan yang ditanamkan dalam keluarga sangat besar penga-ruhnya bagi proses pendidikan anak selanjutnya. 0leh karena itu partisipasi keluarga dalam proses pendidikan per1u ditingkatkan . Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi. pendidikan nasional merupakan suatu proses yang di-maksudkan untuk membentuk sejumlah kemampuan manusia Indonesia dari berbagai tingkat usia dan golongan yang meliputi: kemampaun kepribadian dan moralitas. 2) Komponen-Komponen Sistem Pendidikan Nasional Lepas dari sega1a variasi rumusan tujuan pendidikan yang telah dike-mukakan di atas. Jenis pendidikan tersebut adalah pendidikan oleh dan untuk diri sendiri atau pendidikan yang diperoleh secara otodidak melalui membaca. bertanya. pendidikan akademik dan pendidikan profesional. dan tampaknya kurang memperhatikan kemungkinan-kemungkinan kesulitan dalam pelaksanaannya di1apangan. pendidikan melalui kelompok-kelompok belajar. Pendidikan pada satuan pendidikan ini bisa bersifat informal. Begitu juga. memper-hatikan. kursus-kursus. pendidikan sekolah dapat dibagi menjadi Pendidikan Prasekolah.b) Tujuan pendidikan yang dirumuskan pada umumnya sangat idea1istis. dan satuan-satuan pendidikan lain yang sejenis. pendidikan kedinasan. Dilihat dari jenjangnya. pendjdikan keagamaan. berjenjang dan berkesinambungan. Komponen-komponen sistem pendidikan nasional tersebut dapat dibagi dalam dua go1ongan besar yaitu: (1) Satuan Pendidikan Sekolah dan (2) Satuan Pendidikan Luar Sekolah. Satuan pendidikan luar sekolah meliputi: pendidikan dalam keluar-ga. kemampuan jasmani dan kemampuankemampuan lainnya. c) Perubahan tujuan tampaknya tidak secara maksimal diikuti dengan perubahan strategi dan piranti yang memungkinkan tujuan tersebut dapat diwujudkan. kemampuan vokasional. formal. Dalam usaha untuk menyediakan kesempatan belajar yang se1uas-1uasnya bagi setiap warga negara serta mendorong terwujudnya masya-rakat belajar melalui proses belajar yang berlangsung seumur hidup. mencari tahu serta bentuk-bentuk pendidikan informal lain yang dipero1eh dari berbagai media massa dan sumber belajar 1ainnya. Satuan Pendidikan Sekolah merupakan bagian dari sistem pendi-dikan yang bersifat formal. Pendidikan Dasar. maka semua komponen atau satuan pendidikan harus tersedia dan terbuka bagi semua warganegara yang memerlukan dan siap memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya. kemam-puan inte1ektua1. kemampuan sosial kemasyarakatan. 51 .

3) Proses Sistem Pendidikan Nasional Yang dimaksud proses dalam sistem pendidikan nasional adalah mekanisme kerja dalam bentuk berbagai ketentuan. Kurikulum disusun sebagai alat untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasiona1. agama. 52 . sebagian tanggung jawab pengelolaan perlu diserahkan kepada pejabat yang langsung berhadapan dengan penyelenggaraan proses pendidikan. potensi. dan minat peserta didik. tenaga kependidikan. 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 19 ). tuntutan dunia kerja. pustakawan. dinamika perkembangan global. perkembangan ilmu pengetahuan. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Kuriku1um pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. peningkatan potensi. Meskipun pengelolaan pendidikan nasional berada di bawah tang-gung jawab Menteri Pendidikan Nasional. Mereka terdiri dari tenaga-tenaga pendidik. sekolah untuk berbagai jenis dan jenjang) bekerja dan menunaikan fungsi untuk mencapai tujuan yang te1ah ditetapkan. aturan. serta sejumlah aturan lain yang menyangkut pelaksanaan proses pendidikan dan pengajaran. prosedur dan tata cara penyelenggaraan pengajaran termasuk metode mengajar dan sistem evaluasi yang dipergunakan. peneliti dan pengembang dalam bidang pendidikan. (UU No. penga-was. potensi daerah. mengembangkan.Keberhasilan komponen-komponen sistem pendidikan dalam menunaikan fungsinya juga tergantung pada adanya beberapa sarana penunjang yang ikut membantu berfungsinya komponen-kornponen atau satuan-satuan pendidikan tersebut. dan teknisi sumber belajar. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. maupun prosedur yang memungkinkan seluruh komponen sistem pendidikan (pendidikan luar sekolah dan pendidikan. banyaknya pertemuan dalam satu minggu. dan peserta didik. mengelola.kecerdasan. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. peningkatan akhlak mulia. dan seni. buku-buku yang dipergunakan. 20 thn 2003 pasal 36). keragaman potensi daerah dan lingkungan. Mereka seharusnya merupakan orang-orang yang profesional yang menguasai tugasnya dan memiliki dedikasi dalam melaksanakan tugasnya. teknologi. Beberapa di antara sarana penunjang dalam sistem pendidikan kita ada1ah: kurikulum. mata ajaran yang dipelajari dan untuk berapa lama dipelajari. Tenaga kependidikan merupakan ujung tombak usaha perwujudan tujuan pendidikan. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu ( UU No. penilik. sumberdaya pendidikan dan pengelolaan . melatih. Aturan-aturan tersebut meliputi aturan-aturan mengenai persyaratan masuk ke dalam suatu jenjang dan/atau jenis pendidikan. meneliti. dan/atau memberikan pe1ayanan teknis dalam bidang pendidikan. laboran. Berhasilnya suatu satuan pendidikan dalam menunaikan fungsinya perlu ditunjang dengan penyediaan sumberdaya pendidikan yang meliputi: gedung dan perlengkapannya. Tugas pokok mereka adalah menyelenggarakan ke-giatan mengajar. pengelola satuan pendidikan. sumber belajar seperti buku-buku dan alat-alat bantu mengajar dan dana yang memadai. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan : peningkatan iman dan taqwa.

kepala sekolah dan tenaga-tenaga kependidikan lainnya. aturan-aturan yang bersifat fundamental perlu ditetapkan dalam bentuk ketetapan yang lebih permanen sifatnya seperti undang-undang atau peraturun-peraturan pemerintah. masalah pemerataan. Kerapkali komponen-komponen sistem pendidikan yang ada tidak mampu menunaikan fungsinya dengan baik karena tidak ada aturan yang menuntun proses kerjanya. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk membuat hal-hal yang diatur dalam undang ini menjadi suatu kenyataan. 4.stem Pendidikan Nasional dan Permasalahannya a. dan masalah keterbatasan sumberdaya dan sumberdana pendidikan. Peraturanperaturan Pemerintah. Masalah-Masalah Pendidikan Yang Ada Sekarang Pendidikan kita sekarang ini setidak-tidaknya sedang dihadapkan pada empat masalah besar: masalah mutu. 20 Tahun 2003 yang kita anggap sebagai sumber utama gagasan sistem pendidikan nasional belum genap berusia 1 tahun. Realitas pe1aksanan pendidikan di lapangan akan banyak ditentukan oleh petugas yang berada di barisan paling depan. b. Masyarakat mungkin menaruh harapan yang besar akan kemampuan undang-undang ini dalam menangani masalah-masalah pendidikan. serta mengatur prosedurnya secara umum. yaitu guru. Realisasi Sistem Pendidikan Nasional Undang-undang No. Berdasarkan gambaran di atas. Perlu disadari bahwa UU No. Harapan semacam itu mungkin agak berlebihan. instruksi dari pejabat pendidikan pada berbagai tingkatan dan ketentuan-ketentuan yang dikembangkan sendiri oleh suatu satuan pendidikan baik yang dinyatakan secara tertulis maupun tidak tertulis. dan mem-berikan prinsip-prinsip dasar untuk menuju arah tersebut. mungkin masih terlalu dini untuk menilai realisasi serta pelaksanaannya di lapangan. Tidak semua aturan yang menuntun proses penyelenggaraan pendidikan harus diatur melalui undang-undang atau peraturan pemerintah. atau karena aturan-aturan yang ada kurang memadai atau seringkali berubah-ubah. Setelah ketentuan-ketentuan dalam peraturan-peraturan pemerintah itu disusun barulah dapat dirancang kegiatan-kegiatan pelaksanaannya. 20 Tahun 2003 tidak mungkin dapat mengatur semua kegiatan pendidikan yang terjadi di lapangan. Oleh karena itu. dapat diperkirakan bahwa realisasi pelaksanaan undang-undang mengenai sistem pendidikan nasional secara utuh akan masih memerlukan waktu.Sebagian dari aturan-aturan ini ditetapkan dalam bentuk Undang-undang. masalah motivasi. Undang-undang pendidikan nasional hanya mampu memberikan arah.Realisasi Si. Ada kesan bahwa semua persoalan pendidikan akan bisa diselesaikan – setidak-tidaknya akan lebih mudah diselesaikan – setelah undang-undang ini diberlakukan. Peraturanperaturan pemerintah yang membe-rikan pedoman pelaksanaannya belum disusun. Oleh karena itu. Aturan-aturan yang bersifat lebih dinamis dan mudah berubah sebaiknya ditetapkan dalam bentuk ketentuanketentuan yang dapat diubah dengan cepat. karena fungsi utama undang-undang ini pada dasarnya adalah sebagai sumber acuan untuk memulai langkah-langkah pembenahan dalam upaya pendidikan. 53 .

begitu juga apabila kita percaya bahwa pendidikan merupakan cara terbaik untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Manusia yang berkualitas hendaknya tidak diartikan sebagai manusia yang sekedar berpengetahuan luas. disangsikan apakah bangsa kita dapat bersaing dengan bangsa lain pada masa-masa yang akan datang . bertanggung jawab. O1eh karena itu persoa1an-persoa1an pendidikan masih sulit untuk ditangani secara cepat. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 telah meletakkan landasan bagi pembangunan sistem pendidikan nasional yang dapat dijadikan sebagai titik acuan dalam pengembangan pendidikan 1ebih lanjut. 1986). manusia Indonesia barus bisa ditingkatkan kualitasnya. juga masih dihadapkan pada berbagai kendala. Admi-nistrasi serta sistem pengelolaan pendidikan kita pada hakikatnya masih bersifat sentra1istis yang sarat dengan beban birokrasi . di samping kendala administrasi dan pengelolaan. Pendidikan kita mungkin baru berhasil meningkatkan kemam-puan peserta didik yang merupakan bibit unggul. Apabila kondisi pendidikan seperti ini berlangsung terus dan tidak bisa diubah. kreatif. efektif dan efisien. Ijazah atau gelar lebih dipentingkan daripada substansi dalam bentuk sesuatu yang benar-benar dikuasai dan mampu dikerjakan. Dalam menghadapi persa-ingan dalam mengejar keunggulan.1) Secara umum pendidikan kita sekarang ini tampaknya lebih menekankan pada akumulasi pengetahuan yang bersifat verbal dari pada penguasaan keterampilan. di Jawa dan di luar Jawa. 4) Pendidikan kita sekarang. Persentase atau banyaknya lulusan lebih diutamakan daripada apa yang dikuasai atau bisa dilakukan oleh lulusan tersebut. melainkan juga manusia yang terampil. ulet. pendidikan Amerika lebih mengandalkan hasil pendidikannya dari anak-anak yang memiliki kemampuan tinggi ( Gordon. haruslah diupayakan agar sebagian besar manusia Indonesia dapat memiliki sifat-sifat tersebut. suatu bentuk motivasi yang lebih mengutamakan kulit luar daripada isi. 2) Pola motivasi sebagian besar peserta didik lebih bersifat maladaptif daripada adaptif. Sebagai suatu perbandingan. 1987. sanggup bekerja keras. efisien dan efektif. Masih ada kesenjangan yang cukup besar dalam proses dan hasil pendidikan di kota dan di luar kota. serta pembentukan ke-pribadian. Sidabalok. sumberdana dan sumberdaya. terbuka. 3) Kualitas proses dan hasil pendidikan belum merata di seluruh tanah air. khususnya keunggulan dalam bidang ekonomi. maka sistem 54 . khususnya kendala yang berkaitan dengan sarana/prasarana. Apabila kita percaya bahwa kemampuan survival bangsa kita dimasa-masa yang akan datang ditentukan oleh kualitas sumberdaya manusia yang dimilikinya. punya kesadaran nilai dan moral. Di samping itu kuantitas tampaknya lebih diutamakan dari pada kualitas. keberhasilan pendidikan Jepang terletak pada kesanggupannya meningkatkan kemampuan sebagian besar anak didik mereka dengan cara mendorong dan mengajar mereka bekerja keras sejak aval untuk mencapai prestasi yang maksimal dan tidak semata-mata mengandalkankan pada bakat dan kemampuan alamiah. Sebaliknya. Di samping itu. internalisasi nilai-nilai dan sikap. Pola motivasi maladaptif lebih berorientasi pada penampilan (performance) daripada pencapaian suatu prestasi (achie-vement) (Dweck. 1989 ). Pendidikan kita sekarang ini masih belum berhasil meningkatkan kualitas hasil belajar sebagian besar peserta didik yang pada umumnya berkemampuan sedang atau kurang. di samping tentu saja beriman dan taqwa.

kurikulum. 20 Tahun 2003 mengatur agar sistem pendidikan nasiona1 kita memberikan ke-sempatan yang sama kepada semua warga negara untuk mempero1eh pen-didikan secara demokratis. pendanaan yang memadai. evaluasi. Semua pasal 4. kesempatan tersebut baru terbatas pada kesempatan yang sama dalam mempero1eh pendidikan – yang cukup banyak diantaranya masih berkua1itas rendah – be1um kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas tinggi. penge-lolaan dan pengawasan. melakukan pengelolaan kelas yang lebih baik. Undang-undang No. melainkan hanya menyebutkan faktor-faktor yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi mutu pendidikan. Semua lembaga pendidikan yang sejenis. c. kurikulum yang ketat. ci-ri-ciri keefektifan. sehingga waktu sekolah bisa dimanfaatkan semaksima1 mungkin. menerapkan aturan yang tegas mengenai tingkah laku di sekolah dan mengurangi beban administrasi guru. guru yang kompeten. perlengkapan serta 55 . penilaian. Namun dalam praktek. Kede-lapan faktor tersebut adalah. mengajar siswa sejak permu1aan keterampi1an belajar dan bekerja. keterlibatan orang tua dan dukungan masyarakat. sumberdaya pendidikan.5. hlm. tenaga kependidikan. Persoa1an kedua ada1ah bagaimana mendemokratiskan sistem pen-didikan dalam arti yang sesungguhnya. Usaha-usaha ke arah pemecahan masalah Sesuai dengan masalah-masalah yang telah dikemukakan di atas. Pendidikan yang rendah kualitasnya tidak banyak artinya dalam kehidupan. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Na-sional tidak secara eksplisit mengatur masalah mutu pendidikan. Perjuangan dalam me-ningkatkan mutu pendidikan menuntut adanya kerja keras dari semua tenaga kependidikan serta kerjasama antara sesama satuan pendidikan. Karena kualitas ditentukan oleh biaya. dan keterikatan pada ni1ai-ni1ai tradisiona1. apakah lembaga pendidikan tersebut berada di Jawa atau di luar Jawa perlu diusahakan agar memiliki fasilitas pendidikan yang setara dan seimbang: antara lain dalam bentuk gedung yang memadai. Mangieri (1985. seperti: tujuan pendidikan. maka tugas utama dalam pelaksahaan sistem pendidikan nasional kita adalah bagai-mana meningkatkan kualitas proses pendidikan sehingga dapat menghasilkan tenaga kerja berkualitas yang kompetitif untuk bersaing setidak-tidaknya dengan tenaga kerja lain di kawasan Asia Tenggara. dan 6 UU No.1) menyebutkan 8 faktor yang paling sering disebut-sebut sebagai faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan. peserta didik. pendidikan yang berkualitas baru bisa diriikmati oleh sebahagian kecil warganegara yang memiliki kelebihan da1am kemampuan intelektua1 maupun kemampuan ekonomis. disiplin yang kuat. Usaha untuk mendemokratiskan serta memeratakan kesempatan mem-peroleh pendidikan yang berkualitas antara lain dapat dilakukan dengan menstandardisasikan fasilitas lembaga penyelenggara pendidikan dan menye-1enggarakan kewajiban belajar. Komisi nasional mengenai keunggulan dalam bidang pen-didikan Amerika dalam laporannya yang terkenal berjudul A Nation at risk merekomendasikan bahwa keunggulan (exelence) dalam bidang pendidikan dapat diwujudkan me1a1ui cara-cara berikut: menambah banyaknya pekerjaan rumah.pendidikan nasional harus diupayakan agar dapat memecahkan masalah serta mengatasi kendala-kendala yang disebutkan di atas.

Dengan cara ini pada saatnya nanti . karena mutu pendidikan di daerah mereka setara atau malahan lebih tinggi dibandingkan dengan mutu pendidikan di Jawa. Satu-satunya alasan yang bisa dipergunakan untuk menerangkan gejala ini adalah bahwa mereka kurang memiliki motivasi untuk belajar. dan lebih menyukai pelajaran yang mudah daripada pelajaran yang sukar. kurikulum. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa setiap warganegara yang berusia 6 (enam) tahun dapat mengikuti program wajib belajar. Pasal 34 ayat 1 UU No. Pembaharuan yang terjadi meliputi landasan yuridis. kurikulum dan perangkat penunjangnya.peralatan belajar yang mencukupi. Soalnya kondisi kehidupan pada masa sekarang ini jauh lebih baik dari masa sebelumnya. anak-anak yang berdomisili di luar Jawa tidak banyak lagi yang menginginkan bersekolah di Jawa. Bahkan pada ayat 3 mengatakan bahwa wajib belajar itu merupakan tanggung jawab negara. Mereka pada umumnya kurang tekun. Pembaharuan pendidikan yang sangat mendasar ialah pembaharuan yang tertuju pada landasan yuridisnya karena landasan yuridis berhubungan dengan hal-hal yang bersifat mendasari semua kegiatan pelaksanaan pendidikan dan mengenai hal-hal yang penting seperti komponen struktur pendidikan. pengelolaan. 56 . Sementara itu ayat 2 menegaskan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya. Mengingat demikian vitalnya peranan kewajiban belajar dalam upaya peningkatan kemampuan warganegara. pengawasan. maka peraturan pemerintah yang akan mengatur pelaksanaanya perlu segera dikeluarkan. Kewajiban belajar merupakan upaya lain untuk mendemokratiskan kesempatan memperoleh pendidikan. ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa prestasi belajar anak-anak sekarang ini untuk beberapa bidang studi tertentu cukup memprihatinkan. Standarisasi fasilitas dan kondisi pendidikan diharapkan dapat menghasilkan standarisasi mutu. Namun demikian. Sulit diterima kalau ada orang yang mengatakan bahwa anak-anak yang hidup pada masa sekarang ini kurang cerdas bila dibandingkan dengan anak-anak dari generasi sebelumnya. dan satuan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan nyata. kualifikasi guru yang memenuhi syarat dengan sistem insentif yang mendorong kegairahan kerja. Oleh karena itu. dan tenaga kependidikan 1. struktur pendidikan. sebagaimana yang dicantumkan dalam pasal 4 pasal 34. cepat menyerah kalau menghadapi kesulitan. Melalui kewajiban belajar yang dise-lenggarakan dan dibiayai oleh negara. dengan serta merta timbulnya kebutuhan-kebutuhan baru untuk menghadapi tantangan baru itu pendidikan berupaya melakukan pembaharuan dengan jalan menyempurnakan sistemnya. semua anak Indonesia akan mempe-roleh kesempatan untuk rnengikuti pendidikan sampai pada usia atau tingkat pendidikan tertentu. adalah merupakan tanggung jawab semua lembaga pendidikan untuk mena-namkan kesadaran kepada peserta didiknya akan pentingnya usaha dan kerja keras dalam belajar 5)Pembaharuan Pendidikan Sistem pendidikan selalu menghadapi tantangan baru. Melalui kewajiban belajar usaha untuk menaikkan tingkat pendidikan sebagian besar warga-negara dapat dilakukan secara lebih cepat.

DAFTAR PUSTAKA Center for Informatics office of Education an Cultural Research and Development Ministry of Education an Culture. Balai Pustaka Nana Sudjana. 2 tahun 1982 tentang Sistem Pendidikan Nasional. mengembangkan. Jakarta: P2G Depdikbud 57 . Pembaharuan tenaga kependidikan adalah tenaga yang bertugas menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. (1990) Jakarta: education Indicator: Indonesia Depdikbud (1989) UU RI No. Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum.ketenagaan. melatih. (1989). mengelola. Pembaharuan pola masa studi termasuk pendidikan yang meliputi pembaharuan jenjang dan jenis pendidikan serta lama waktu belajar pada suatu satuan pendidikan 4. Pembaharuan kurikulum yaitu sifatnya mempertahankan dan mengubah 3. memberikan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan. 2. meneliti. Jakarta.